Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik
Tema Mingguan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi
Minggu 15 Juni 2025
bahan bacaan : Keluaran 23 : 1 – 13
Peraturan tentang hak-hak manusia
"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. 2 Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. 3 Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya. 4 Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. 5 Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. 6 Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. 7 Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. 8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. 9 Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 10 Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, 11 tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu. 12 Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah. 13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu."
Hiduplah Dengan Adil Dan Benar
Peraturan memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan manusia, yakni sebagai pedoman yang mengarahkan seseorang untuk hidup dengan baik dan benar. Dalam Keluaran 23:1-13, kita menemukan sejumlah peraturan tentang bagaimana memelihara hak-hak hidup sesama. Peraturan itu yakni : jangan menyampaikan kabar bohong (hoax), jangan memberikan kesaksian palsu, jangan merampas hak orang miskin, jangan menerima suap dan jangan menindas pendatang (orang asing). Peraturan dimaksud bertujuan supaya umat Israel memperlakukan sesama ( khususnya orang miskin dan orang asing) dengan setara atau memiliki hak yang sama untuk hidup dengan baik dan adil. Pesan penting bagi kita, saat orang cenderung melakukan kejahatan dan ketidakadilan bagi sesama karena kepentingan diri sendiri, kekayaan atau kekuasaan dengan mengorbankan orang lain, maka marilah kita menghadirkan keadilan bagi sesama dengan berbicara dan bertindak dengan benar.
Doa: Tuhan mampukan kami untuk bersikap dengan penuh kasih sayang terhadap hewan sebagai ciptaan Tuhan, Amin
Senin, 16 Juni 2025
bahan bacaan : Amsal 12 : 10
10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.
Memelihara Hewan Dengan Kasih Sayang
Patung anjing raksasa yang berdiri kokoh di dekat pintu keluar stasiun kereta di Shibuya, Jepang memiliki kisah yang mengharukan. Kisah ini berawal dari seekor anjing yang diberi nama Hachiko oleh tuannya, Profesor Hidesaburo Ueno ini merupakan hewan piaraan yang sangat setia kepada tuannya, karena sangat disayangi oleh Ueno. Hachiko setia antar-jemput tuannya hingga suatu waktu, tuannya meninggal saat kerja. Tetapi, Hachiko tetap setia menunggu tuannya untuk kembali selama 10 tahun. Hal ini mengajarkan kita tentang bagaimana hubungan kasih sayang antara manusia dan hewan yang patut dicontohi, ditengah-tengah sikap arogansi manusia terhadap hewan. Misalnya: penembakan kucing secara brutal,dll. Amsal 12:10 mengajarkan tentang bagaimana memperhatikan hewan peliharaan dengan baik, bukan hanya tentang memberi makan atau merawat mereka tetapi juga tentang peduli dengan kasih sayang terhadap ciptaan Tuhan lainnya.
Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memperlakukan sesame dengan setara, Amin.
Selasa, 17 Juni 2025
bahan bacaan : Kejadian 6 : 17 – 22
17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Pelihara Bumi Demi Keberlanjutan Hidup
Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan manusia tentang masalah lingkungan dan mendorong tindakan nyata dalam melindungi bumi. Karya nyata untuk menyelamatkan bumi dilakukan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam perikop tadi. Allah tidak saja menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari ancaman air bah, tetapi juga menjaga kelangsungan hidup seluruh ciptaan-Nya melalui tindakan nyata, yakni menyelamatkan berbagai jenis makhluk hidup dari kehancuran. Hal ini menunjukkan bahwa Allah peduli kepada manusia dan bumi ciptaan-Nya. Karena itu, manusia juga harus menunjukkan kepedulian kepada lingkungan, dengan cara STOP EXPLOITASI ALAM yang berdampak buruk bagi lingkungan, kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Mari kita memelihara bumi untuk hidup kita dan generasi mendatang!
Doa: Tuhan, anugerahkan bagi kami hati yang bijaksana untuk menjaga lingkungan bagi keberlanjutan hidup, amin.
Rabu, 18 Juni 2025
bahan bacaan : Kejadian 7 : 1 – 9
Air bah
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu." 5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.
Allah Peduli Kepada Keberlanjutan Hidup
Saudara terkasih, kita mungkin masih ingat tentang korban selamat banjir bandang di Adonara, NTT pada tahun 2021, atas nama Zelo, bayi berusia 4 tahun yang hanyut dibawa banjir selama 5 jam dan ditemukan selamat tersangkut di batang pohon. Menurut keluarga, “Zelo selamat karena kuasa Tuhan Yesus”. Kisah Zelo merupakan salah satu kisah orang selamat dari berbagai peristiwa besar yang mengancam keselamatan manusia dan mahkluk hidup lainnya. Misalnya : gempa bumi, tsunami, topan, kebakaran. Peristiwa banjir bandang juga pernah terjadi pada zaman Nuh akibat dosa manusia. Di tengah kehancuran dan kematian seluruh makhluk, Allah melakukan karya keselamatan melalui Nuh dan keluarganya serta seluruh makhluk hidup di dalam bahtera. Karya Keselamatan Allah yamg penuh kasih ini bertujuan untuk memelihara keberlangsungan hidup seluruh makhluk. Sebagai orang percaya, tugas kita juga mengikuti misi Allah untuk menyelamatkan bumi.
Doa: Roh kudus tuntunlah kami untuk menyelamatkan bumi. Amin.
Kamis, 19 Juni 2025
bahan bacaan : Kejadian 7 : 10 – 16
10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.
Bencana Alam: Bencana Bagi Manusia Dan Seluruh Makhluk
Bencana alam yakni banjir, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, dll dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, antara lain: korban jiwa dan material. Ancaman terhadap kehidupan manusia dan seluruh makhluk juga dialami pada zaman Nuh melalui peristiwa air bah (banjir bandang). Namun karena ketaatan Nuh kepada perintah Tuhan untuk membuat bahtera dan mendiaminya, maka Nuh dan keluarganya selamat. Hal ini mengajarkan kita tentang hidup taat kepada Tuhan mendatangkan keselamatan, sebaliknya yang tidak taat mengalami kehancuran. Salah satu bentuk ketaatan adalah tidak merusak lingkungan alam yang berdampak terhadap kehidupan kita. Ingatlah ungkapan ini: “Alam dapat hidup tanpa manusia, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa alam”.
Doa: Tuhan tuntun kami agar taat kepada perintahMu untuk kehidupan baru di bumi yang penuh berkat. Amin.
Jumat, 20 Juni 2025
bahan bacaan : Keluaran 22 : 5 – 6
5 Apabila seseorang menggembalakan ternaknya di ladangnya atau di kebun anggurnya dan ternak itu dibiarkannya berjalan lepas, sehingga makan habis ladang orang lain, maka ia harus memberikan hasil yang terbaik dari ladangnya sendiri atau hasil yang terbaik dari kebun anggurnya sebagai ganti kerugian. 6 Apabila ada api dinyalakan dan api itu menjilat semak duri, tetapi tumpukan gandum atau gandum yang belum dituai atau seluruh ladang itu ikut juga dimakan api, maka orang yang menyebabkan kebakaran itu harus membayar ganti kerugian sepenuhnya.
Hormati Milik Orang lain Dengan Sikap Bertanggung Jawab
Masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah hewan peliharaan atau ternak merusak tanaman atau kebun milik tetangga yang menyebabkan ketegangan dan perselisihan. Melalui Perikop ini, kita diingatkan bahwa setiap milik orang lain, baik itu tanaman, ternak atau harta lainnya harus dihormati dan dijaga dengan baik. Misalnya: jika hewan piaraan kita merusak tanaman milik orang lain, maka kita harus bertanggungjawab dengan memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan bahkan harus bersedia memberi ganti rugi atas kerusakan yang terjadi. Ganti rugi bisa berupa uang atau memberikan tanaman baru sebagai penggantinya. Selain itu, kita diingatkan untuk mengawasi dan menjaga agar hewan piaraan kita tidak merusak tanaman atau kebun orang lain, terutama jika ternak itu bebas merumput atau berkeliaran dengan bebas di pekarangan atau kebun orang lain. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita ikut bertanggung jawab atas seluruh ciptaan Tuhan.
Doa: : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk menjaga milik orang lain dengan bertangung jawab Amin.
Sabtu, 21 Juni 2025
bahan bacaan : Kejadian 7 : 17 – 24
17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. 21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. 24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.
Kelanjutan Hidup Baru Setiap Makhluk di Atas Bumi
Kisah sejarah tentang manusia dan semua makhluk hidup dimusnahkan melalui peristiwa air bah menjadi catatan penting sebagai peringatan akan penghukuman Allah terhadap dosa. Manusia melawan perintah Allah menjadi penyebab diturunkannya air bah untuk memulihkan bumi. Selama empat puluh hari air bah dicurahkan ke atas bumi dan menenggelamkan semua yang bernapas. Hanya Nuh dan keluarganya yang disiapkan Allah untuk melanjutkan kehidupan baru beserta setiap hewan yang dipilih sepasang. Nuh dan keluarganya sebagai satu kelompok kecil yang tetap menjaga kekudusan hidup ditengah kondisi kebejatan moral yang parah. Saat itu tidak ada seorang pun yang hidupnya taat kepada Allah. Itulah sebabnya tindakan Allah melalui air bah untuk memulihkan bumi dan segala makhuk hidup lainnya harus dimaknai dengan syukur dan sebagai peringatan keras agar manusia selalu mewujudkan perilaku hidup yang taat dan setia kepada Tuhan sebagai sumber hidup. Ketika sikap dan perilaku hidup kita masih menyimpang dari Tuhan, maka pasti penghukumanNya akan berlaku. Oleh sebab itu kita mesti sadar dan bertobat serta membarui hidup dengan setia dan taat kepada Tuhan sehingga membawa keharmonisan hidup di atas bumi tempat hidup semua makhluk.
Doa: Roh Kudus, tuntunlah kami supaya hidup taat kepada Tuhan, dan dapay membawa keharmonisan hidup di bumi ini amin.
*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM