Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Advokasi Laut Bagi Kehidupan Semua Ciptaan

Minggu, 22 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 3 : 19 – 21 

19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. 21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu

Jagalah Lautan Dengan Hikmat Tuhan!

Kita bersyukur atas kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi secara khusus laut beserta segala isinya untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Pengucapan syukur kita mesti disertai dengan sikap serta perilaku hidup untuk menjaga dan merawat lautan dengan segala kekayaannya bagi kehidupan kita serta generasi penerus. Hal ini penting sebab Tuhan Allah menciptakan dan menghadirkan laut dengan hikmatNya, sebagaimana yang disaksikan oleh pengamsal dalam bacaan kita di hari ini. Artinya semua yang diberikan Allah merupakan maha karya yang sangat baik dan bertujuan untuk kehidupan dan kemakmuran semua makhluk hidup. Realitas saat ini menunjukkan laut kita mengalami pencemaran akibat kerakusan manusia dalam mengeksploitasinya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kita. Tuhan Allah telah mandatkan untuk menjaga dan merawat laut dengan penuh kesadaran dalam tuntunan hikmat Tuhan. Itulah sebabnya pengamsal menasehati kita agar segala pertimbangan dan kebijaksanaan jangan menjauh dari mata kita dan terus dipelihara. Apa yang kita lihat baik dan indah terkait laut serta bumi secara keseluruhan mesti kita jaga dan rawat demi keharmonisan hidup semua makhluk.

Doa: Tuntun kami Tuhan dengan hikmatMu dalam tanggung jawab menjaga lautan sebagai berkatMu. Amin,- 

Senin, 23 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 25 – 26 

25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. 26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.

Lestarikan Laut Sebagai Tempat Hidup Semua Ciptaan

Tema pelayanan selama sepekan ini adalah “advokasi laut bagi kehidupan semua ciptaan”. Laut yang menjadi berkat Tuhan bagi kita mesti kita menjaga dan merawatnya demi kehidupan bersama dan bagi anak cucu kita ke depan. Kebiasaan yang selalu diperlihatkan dengan membuang sampah ke laut menjadi penyebab pencemaran laut. Teristimewa sampah plastik yang akan dikonsumsi oleh ikan dan akhirnya kita nikmati ikan yang telah tercemari sampah itu dan akan berdampak juga pada kesehatan kita. Belum lagi dengan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom yang bertampak pada rusaknya ekosistim di laut. Semua realitas ini mesti kita sadari dan harus ada dalam sebuah pembaruan dan pertobatan untuk membangun kesadaran kita mencintai laut sebagai kekayaan yang telah diberikan dan dianugerahi Tuhan bagi kita. Kesaksian firman Tuhan dengan menggambarkan betapa kayanya laut yang menjadi berkat Tuhan bagi kita, mesti kita jaga, rawat dan lestarikan secara baik. Salah satunya dengan membangun sikap hidup untuk tidak membuang sampah ke laut. Sikap ini akan menyelamatkan laut sebagai tempat kehidupan semua ciptaan.

Doa:  Tuhan sadarkan kami untuk merawat laut sebagai tempat hidup Bersama. Amin.- 

Selasa, 24 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 106 : 9 – 12

9 Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun. 10 Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci, ditebus-Nya mereka dari tangan musuh; 11 air menutupi para lawan mereka, seorangpun dari pada mereka tiada tinggal. 12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.

Biarlah Semua Ciptaan Memuji Tuhan

Kesaksian Alkitab yang menceritakan bahwa Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya hendak menegaskan bahwa langit bumi dan segala isinya ada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Hal tersebut dibuktikan dengan perlindungan Tuhan terhadap Israel dalam peristiwa bangsa Israel saat keluar dari Mesir dan harus menyeberangi laut Teberau. Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh supaya selamat, selain menyebrangi laut Teberau. Musa memimpin mereka menyebrangi laut itu dengan mengangkat tongkatnya dan mengulurkannya di atas laut. Laut Teberau pun terbelah dua dengan membentuk dinding laut dan jalan bagi bangsa pilihanNya. Bangsa Israel menyambut peristiwa itu dengan memuji-muji Tuhan atas mujizat yang dilakukannya. Hal ini menjadi kesaksian bagi Israel dan juga kepada Firaun, Mesir beserta tentaranya. Kesaksian ini kembali ditegaskan oleh pemazmur untuk kita di hari ini untuk memuji Tuhan yang berkuasa atas segala diciptakanNya. Kita memang harus bersyukur untuk semua yang diciptakan Tuhan. Kita menyatakannya melalui seluruh sikap dan perilaku hidup yang memuliakan Tuhan dengan taat dan setia kepadaNya.

Doa: Ya Tuhan kami memuji dan memuliakanMu atas kuasa dan kasihMu yang selalu menuntun dan menyertai kami. Amin.

Rabu, 25 Juni 2025

bahan bacaan : Ayub 12 : 7 – 11   

7 Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. 8 Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. 9 Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; 10 bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? 11 Bukankah telinga menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan?

Agunglah Kemahakuasaan Tuhan!

Tokoh Ayub dikenal dengan kesalehannya kepada Allah sekalipun imannya diuji secara luar biasa. Ayub sangat menderita, sebab penderitaannya terjadi atas ijin Tuhan. Ia pun terus bergumul dengan penderitaanNya dan berusaha untuk memahami kehendak dan kemahakuasaan Allah. Dalam bagian nas hari ini, Ayub menyaksikan kemahakuasaan Allah yang menciptakan langit bumi dan segala isinya. Semua makhluk hidup yang bernapas dijadikan dan diciptakan Allah. Tuhan Allah yang memberi kehidupan bagi semua makhluk hidup dan Ia juga yang berkuasa serta berkehendak mengambilnya. Di dalam Ayub 1 ayat 21, Ayub memberikan pengakuan terhadap kemahakuasaan Allah itu. Pengakuan akan kemahakuasaan Allah ditegaskan Ayub untuk menyatakan bahwa bahwa tidak ada seorang pun dan sesuatu apapun yang dapat menandingi kemahakuasaan Tuhan. Itulah sebabnya kita diajak untuk terus memuliakan Tuhan sebagai Allah yang berkuasa atas segala ciptaanNya di muka bumi ini. Kita bersyukur sebab mandat untuk menjaga dan merawat bumi dan segala isinya ada pada kita. Hendaklah tanggung jawab itu kita lakukan dengan baik. Kita melakukannya dengan kesadaran akan kemahakuasaan Tuhan dengan selalu memuji dan memuliakanNya. 

Doa:  Tuhan terima kasih untuk keagungan kemahakuasaanMu dalam hidup kami. Amin.- 

Kamis, 26 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 98 : 4 – 9  

4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, 6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! 7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! 8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama 9 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Laut Turut Memuji Kebesaran Tuhan

Pemazmur dalam bagian bacaan firman Tuhan di hari ini mengajak umat Israel serta kita semua untuk memuji Tuhan atas penyertaan dan tuntunan-Nya yang menyelamatkan. Pujian kepada Tuhan diungkapkan dengan alat musik baik kecapi maupun sangkakala. Bukan itu saja, pemazmur menggambarkan bahwa laut, sungai-sungai dan gunung-gunung menyatakan pujian kepada Tuhan Allah sebagai pencipta dan penguasa alam semesta. Semua ungkapan pujian sebagai gambaran sukacita atas kebesaran dan kemahakuasaan Allah yang dinyatakan kepada bangsa-bangsa dengan keadilan dan kebenaran. Itu berarti pujian kepada Tuhan merupakan suatu hal penting bagi kita sebagai manusia. Sebab kalau alam pun mengambil bagian dalam arak-arakan memuji Tuhan, maka terlebih penting tanggung jawab itu ada pada kita sebagai manusia. Pujian kita kepada Tuhan bukan sebatas kata-kata, namun melalui sikap serta perilaku hidup dalam ketaatan pada Tuhan. Ketaatan dalam kaitan tanggung jawab menjaga dan merawat alam semesta, terkhusus laut yang diciptakan Tuhan untuk semua makhluk menikmati menikmati keharmonisan hidup yang bertujuan memuliakan Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan atas cinta kasihMu, dan ajar kami agar senantiasa memujiMu melalui seluruh hidup kami. Amin.-

Jumat, 27 Juni 2025

bahan bacaan :    Keluaran 14 : 15 – 22

Menyeberangi Laut Teberau
15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda." 19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. 21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. 22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

      Laut Menyatakan Kebesaran Allah

Jika diperhatikan dengan teliti, ternyata kekuatan dan kebesaran Allah nampak pada laut, selain ciptaan Allah yang lain. Allah selalu bertindak menyelamatkan umatNya ketika umatNya berada pada kesulitan atau keadaan pasrah. Dalam bacaan ini, umat Israel berpasrah pada keadaan, dimana jika meneruskan perjalanan mereka berhadapan dengan laut, dan bila mundur ancamannya adalah berhadapan dengan prajurit Mesir yang mengejar mereka dari belakang. Pada situasi tersebut Allah menyatakan kekuatan dan kebesaranNya. Kekuatan dan kebesaran Allah bukan melalui peperangan umatNya dengan Mesir, tetapi dengan menggunakan alam semesta. Laut dipakai Allah untuk menyatakan kebesaranNya. Jadi bukan Musa yang hebat, yang mampu membelah air laut Teberau, tetapi Allah yang melakukannya. Laut Teberau terbelah dua dan umat Allah (Israel) bisa berjalan menyeberangi laut. Prajurit Mesir yang mengikuti Israel dari belakang pun mati dihantam laut Teberau yang menyatu. Itu semua karena Allah. Kisah ini memberi pesan bahwa umat Tuhan harus tetap meyakini Kebesaran Allah yang selalu tersedia untuk menyelamatkan umatNya .

Doa: Dalam segala hal kami berpasrah dan berserah pada keselamatan yang dari padaMu, Tuhan  Amin. 

Sabtu, 28 Juni 2025

bahan bacaan : Matius 14 : 22 – 33

Yesus berjalan di atas air
22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

 Siapapun Dan Apapun Tunduk Kepada Kuasa Tuhan

Siapa pun pasti takut ketika melihat ada gerakan yang aneh, yang tidak lazim terjadi. Itulah yang terjadi pada murid-murid Yesus, ketika pada jam tiga malam ada seseorang yang berjalan di atas air dari darat ke perahu mereka di tengah laut. Mereka sangat takut sehingga mengatakan “itu hantu”. Ketakutan mereda saat Yesus menyapa mereka dengan menyebut :Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”  Petrus merasa tertantang saat melihat Yesus berjalan di atas air, sehingga untuk meyakinkan dirinya, Petrus meminta Yesus menyuruh dirinya berjalan mengikuti Yesus yang masih di atas air. Saat Yesus mempersilahkan Petrus untuk datang pada diriNya, Petrus pun berjalan di atas air mengikuti Yesus. Ketakutan Petrus pada tiupan angin membuat dirinya tenggelam. Penyebabnya hanya satu, yakni Petrus kurang percaya. Petrus tidak fokus pada Yesus sehingga ia tenggelam. Petrus terpengaruh pada hal yang di luar Tuhan sehingga membuat ia tak mampu berjalan di atas air, lalu jatuh tenggelam dalam air. Kisah ini hendak menegaskan bahwa apapun dapat kita taklukkan jika kita berfokus pada Yesus. Siapa pun dan apapun tidak punya kekuatan untuk melawan kuasa Tuhan. Dengan iman, segala hal dan segala manusia akan tunduk pada kuasa Tuhan.

Doa: Perkuatlah iman kami agar apapun tantangan hidup ini dapat kami hadapi dengan kuasaMu, Tuhan Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar