Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Juli 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah: Gereja yang Matang

Tema Mingguan : Spiritualitas Ketaatan sebagai Wujud Ungkapan Syukur

Minggu, 6 Juli 2026

bahan bacaan : Ulangan 6 : 10-25

10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. 13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 14 Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, 15 sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. 16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa. 17 Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; 18 haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, 19 dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN. 20 Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? 21 maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. 22 TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita; 23 tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita. 24 TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. 25 Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

 Taat Sebagai Wujud Syukur

Spiritualitas ketaatan sebagai wujud ungkapan syukur adalah pesan yang penting. Terkadang karena  kesenangan dan kenikmatan hidup, dengan mudah ingatan kepada Tuhan menjadi hilang. Tuhan hanya disebutkan ketika ada masalah. Saat kesusahan telah dilewati, janji apapun kepada Tuhan, seolah dilupakan. Ini yang kerap terjadi dalam hidup kita. Tetapi sesungguhnya kebiasaan ini mesti kita tinggalkan. Bila kita berpola hidup demikian, maka kita ibarat kacang yang lupa kulit. Teks Ulangan 6:10-25 mengajarkan kita tentang pentingnya hidup tetap taat kepada Tuhan. Umat mesti mengingat bahwa segala yang kini dimiliki umat adalah pemberian Tuhan. Umat tidak melakukan apapun namun Tuhan yang berkenan memberkati melalui banyak pemberkatan dalam hidup umat. Karena sumpah sebagai janji Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub maka umat bisa menduduki dan berkembang di atas tanah atau negeri yang diberikan Tuhan. Kesadaran untuk tetap taat kepada Tuhan adalah wujud ungkapan syukur kita kepada Tuhan. Kita harus melakukannya karena hidup kita sampai kapanpun tergantung semata pada kemurahan Tuhan. Mari tetap mengingat kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita dengan cara tetap taat kepada-Nya dari waktu ke waktu. 

Doa:  Ya Allah, mampukanlah kami tetap taat dalam situasi hidup seperti apapun. Amin.

Senin, 7 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 7 : 7-11

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. 11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."

Walau Kecil Namun Dikasihi Tuhan

Yesus sayang padaku, Alkitab mengajarku, walau ku kecil lemah, aku ini milik-Nya, inilah sepenggal kalimat dalam bait lagu Yesus Sayang Padaku. Lagu ini menyatakan adanya kesadaran diri kita sebagai seorang manusia biasa, penuh salah dan dosa, namun beroleh belas kasihan Allah dalam Tuhan Yesus. Kita disayangi Allah. Ini adalah suatu ungkapan kesadaran yang wajib tetap kita miliki. Sebagaimana yang tertulis dalam teks Ulangan 7:7-11, kita diajari untuk tetap berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan. Tanah Kanaan yang didiami umat Israel adalah karena pertolongan Tuhan. Mereka kaum yang terkecil dari segala bangsa dan tidak ada hal khusus yang membuat Tuhan memilih mereka. Tindakan Tuhan semata terjadi karena kemurahan-Nya.Hati Tuhan terpikat pada Israel dan Ia berkenan kepada mereka. Karena itu, umat melalui teks ini diingatkan untuk tetap berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan. Kesadaran bahwa kita kecil dan lemah namun dikasihi Tuhan harus menjadi suatu pedoman bagi kita. Bila kita telah mengalami banyak hal yang baik dalam hidup, jangan pernah menyombongkan diri. Semua hal yang terjadi dalam hidup adalah karena anugerah Tuhan. Mari mensyukuri kebaikan Tuhan ini.

Doa:  Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh mengasih kami Amin.   

Selasa, 8 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 7 : 12-16

Janji berkat
12 "Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 13 Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak; Ia akan memberkati buah kandunganmu dan hasil bumimu, gandum dan anggur serta minyakmu, anak lembu sapimu dan anak kambing dombamu, di tanah yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. 14 Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu. 15 TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau. 16 Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka dan janganlah beribadah kepada allah mereka, sebab hal itu akan menjadi jerat bagimu

Berkat Pengasihan Tuhan

Sewaktu berada dalam kapal Labobar saya sempat kesulitan karena barang bawaan saya cukup berat. Saya merasa gelisah. Siapa yang bisa membantu saya mengangkat barang? Uang saya tidak cukup bila harus menyewa buruh. Apalagi uang yang saya sisihkan membayar buruh telah dipakai untuk membayar timbangan barang saya. Tapi tanpa saya duga Tuhan mempertemukan saya dengan seorang ibu haji. Beliau bertujuan juga ke Ambon. Kebersamaan yang terjalin antara saya dan beliau kemudian memudahkan saya saat kami tiba di Ambon. Beliau membantu saya sehingga barang-barang saya bisa diangkut dari kapal. Saya percaya pertolongan ibu haji adalah bagian dari berkat yang Tuhan berikan kepada saya. Selalu ada berkat bagi orang yang mendengarkan dan berpegang pada ketetapan Tuhan. Cerita kesaksian ini adalah sesuai dengan pesan yang terkandung dalam nas hari ini. Melaluinya, terungkap janji berkat yang disampaikan kepada umat. Tuhan memerintahkan Musa untuk menyampaikan kepada umat bahwa bila mereka mendengarkan peraturan Tuhan, hidup mereka akan diberkati. Tuhan akan menyatakan pemberkatan dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu nikmatilah berkat pengasihan Tuhan dalam pengucapan syukur.

Doa: Tuhan Yesus berkatilah hidup kami senantiasa. Amin. 

Rabu, 9 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 37 : 23-24

23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Tuhan Menetapkan Langkah Hidup

Theo dan Thos adalah dua saudara kembar yang berkeinginan menjadi tentara. Ayah mereka adalah seorang pekerja keras dan selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika mereka menyampaikan keinginan mereka, ayah mereka menasehati mereka untuk melandasi perjuangan mereka dengan doa. “Katong orang kurang, jadi kalau mau lanjut tes tentara, katong seng ada uang. Katong cuma bisa harap hanya kepada Tuhan saja“. Nasehat ini didengarkan secara baik oleh Theo dan Thos. Mereka memahami betul kondisi ekonomi keluarga mereka. Tetapi mereka sangat meyakini kuasa penyertaan Tuhan. Ini juga kesaksian Firman Tuhan saat ini. Mazmur 137:23-24 menuliskan bahwa langkah hidup orang benar diatur oleh Tuhan. Pemazmur menyaksikan kebaikan Tuhan atas orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Apabila orang benar jatuh, Tuhan tidak membiarkannya jatuh tergeletak sebab Tuhan akan menopang-Nya. Kebenaran ini sungguh memberikan pengharapan. Bukan hanya Theo dan Thos tetapi semua kita menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Kita boleh merancang apapun tetapi kenyataannya hanyalah kehendak Tuhan yang berlaku. Percayalah Tuhan menetapkan langkah hidup kita.

Doa:  Tuhan, kami percaya Engkau yang akan menetapkan langkah hidup kami, Amin.  

Kamis, 10 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 57 – 60

57 Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. 58 Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. 59 Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. 60 Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.

Berbahagia Berpegang Pada Firman Tuhan

Setiap orang memiliki cara sendiri di dalam menyikapi tantangan. Ada yang mudah sekali larut dengan persoalan yang menimpa dan berputus asa. Bagi mereka, tidak ada pegangan kuat yang bisa menopang pergumulan hidup. Apalagi ketika di era dewasa ini, ada banyak tawaran yang seolah membahagiakan. Namun ketika tantangan dirasakan tidak mampu dihadapi, melarikan diri kedalam tindakan-tindakan yang tidak Tuhan kehendaki bukan menjadi soal yang tidak mungkin. Orang bisa saja mencuri, membuat onar, membunuh atau bahkan bunuh diri. Sikap ini bisa dihindari seandainya saja, kita tetap mendekatkan diri kepada Tuhan. Pemazmur dalam bacaan ini mengatakan tentang pentingnya membaca Alkitab. Ini menjadi kekuatan di dalam menyikapi pergumulan hidup. Bagi Pemazmur, Firman Tuhan menjadi inspirasi yang memberikan kekuatan dan pedoman ketika ia menghadapi apapun. Ia bisa mengalami ketakutan menghadapi orang yang lebih berkuasa dari dirinya, tetapi hanya terhadap Firman Tuhan yang membuat ia benar-benar merasa gentar. Pemazmur bergembira atas janji yang dikatakan Tuhan melalui Firman-Nya.  Ia meyakini kekuatan di balik kelekatannya dengan membaca dan memberlakukan Firman Tuhan. Apa yang disampaikan Pemazmur harus pula menjadi bagian dari hidup kita. Apapun bisa terjadi, tetapi selama kita dekat dengan Firman Tuhan, kita tahu cara terbaik di dalam menjalani hidup. Berbahagia orang yang berpegang pada Firman Tuhan.

Doa:  Tuhan, kami mau tetap berpegang pada firmanMu. Amin.

Jumat, 11 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 1-8

Bahagianya orang yang hidup menurut Taurat TUHAN
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. 2 Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, 3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. 4 Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. 5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! 6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. 7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

Taat Karena Kita Mengasihi Tuhan

Terpujilah Tuhan yang menolong dan memelihara hidup kita hingga hari ini. Tidak pernah berkurang kasih dan berkat Tuhan dalam hidup. Semuanya disediakan Tuhan selalu baru tiap hari. Kasih Tuhan yang besar ini mesti diresponi dengan kesediaan kita untuk selalu mendekat kepadaNya. Tuhan rindu setiap kita hidup dalam ketaatan karena kasih kepada-Nya. Mazmur 119:1-8 mengingatkan bahwa kunci hidup yang berbahagia adalah jka kita hidup berjalan menurut Taurat Tuhan. Taurat Tuhan atau Firman Tuhan adalah pelita yang menerangi setiap langkah hidup. Dalam keluarga, kita belajar saling menolong dan menguatkan untuk tetap setia mengikuti jalan-Nya. Ketaatan bukan beban, tetapi ungkapan syukur kita atas kasih dan kebaikan Tuhan yang setia menyertai keluarga kita setiap hari. Mari kita membangun kebiasaan mendengar dan melakukan Firman Tuhan bersama-sama dalam keseharian, mulai dari hal-hal kecil seperti berkata jujur, saling mengampuni, hingga mendoakan satu sama lain. Saat kita hidup taat sebagai satu keluarga, sukacita dan damai Tuhan akan tinggal di rumah kita. Biarlah kasih kepada Tuhan menjadi alasan utama kita taat, bukan karena takut tapi karena cinta Tuhan.

Doa:  Tuhan, kami mau taat karena mengasihimu. Amin.

Sabtu, 12 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 13 : 1-5

Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Teguh Berpegang pada Tuhan

Dalam kehidupan yang dijalani, ada banyak godaan untuk mendengar ajaran atau mengikuti hal-hal yang kelihatan baik menurut kita, tapi sebenarnya dapat menjauhkan kita dari Tuhan.  Nas bacaan hari ini adalah sebuah nasehat yang disampaikan kepada bangsa Israel agar jangan mereka menyembah ilah-ilah lain selain Tuhan. sekalipun itu adalah ajaran dari seorang nabi yang menjadi pemimpi dan ia memberitahukan suatu tanda mujizat. Musa mengingatkan bangsa Israel untuk tetap setia kepada Tuhan dan tidak mudah tergoda untuk percaya dan mengikuti ilah lain. Sebagai keluarga, penting sekali untuk saling mengingatkan dan menjaga supaya hati kita tetap percaya penuh kepada Tuhan. Hanya Tuhan saja satu-satunya yang patut dipuji dan disembah. Dalam segala hal yang dikerjakan, kita harus tetap mengandalkanNya. Jangan mudah tergoda dengan ajaran atau ajakan yang menjauhkan kita dari Tuhan. Mari kita terus belajar firman Tuhan bersama, berdoa, dan saling mendukung supaya iman kita tetap kuat. Saat kita berjalan bersama dalam kebenaran Firman Tuhan dan memintaNya untuk mengendalikan kehidupan, Tuhan akan memimpin dan memberkati kehidupan kita, menyertai keluarga kita dengan sukacita dan damai sejahtera.

Doa:  Tuhan, kami tetap percaya dan mau mengikutiMu, Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar