Santapan Harian Keluarga, 29 Juni – 5 Juli 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kabar Baik untuk Orang Miskin

Minggu, 29 Juni 2025

bahan bacaan : Lukas 19 : 1 – 10

Zakheus
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Berikanlah Apa Yang Kita Miliki Untuk Orang Miskin

Zakheus dipandang sebagai orang berdosa, sebab pekerjaan dan jabatan yang dimilikinya, yakni kepala pemungut cukai, dinilai sebagai suatu pekerjaan tidak benar. Kekayaan Zakheus dianggap sebagai hasil pemerasan pemungutan cukai, yang menurut banyak orang saat itu adalah dosa. Dalam pelayanan Yesus saat itu, semua orang yang dianggap berdosa pun didatangiNya. Hal ini nampak ketika Zakheus hendak melihat kehadiran Yesus, namun menemui kesulitas karena banyak orang juga ingin melihatnya. Kerinduan Zakheus untuk melihat, bahkan bertemu Yesus memang sangat besar, sehingga meskipun terhalang oleh orang banyak ia pun naik ke atas pohon ara supaya dapat melihat Yesus. Ketika melihat Zakheus di atas pohon, Yesus kemudian menyuruhnya turun karena hendak menumpang di rumahnya. Perjumpaan Yesus dengan Zakheus menunjukkan keberpihakan dan kepedulian Yesus pada Zakheus sebagai orang yang dianggap berdosa dan berjuang mencari dan menemukan Yesus. Menariknya, perjumpaan Yesus dengan Zakheus di rumahnya ditindaklanjuti oleh Zakheus dengan berbagi kekayaan kepada orang miskin. Tindakan berbagi kepada orang miskin ini ditanggapi oleh Yesus dengan mengatakan, “hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini,…”. Kisah Zakheus ini memberi pesan bagi kita untuk peduli kepada orang miskin, susah, dan menderita, meskipun kita dipandang sebalah mata sebagai orang berdosa. Sebab, setinggi apapun jabatanmu dan pendidikanmu bahkan sebanyak apapun kekayaanmu, namun jika diri kita tidak berbagi kepada orang miskin, maka sia-sialah semuanya. 

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk peduli dan mau berbagai dengan yang lain. Amin. 

Senin, 30 Juni 2025

bahan bacaan : Ulangan 10 : 12 – 18

Orang Israel diperingatkan supaya taat dan bersyukur
12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. 14 Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; 15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini. 16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk. 17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; 18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.

Membela Hak Anak Yatim Dan Janda

Siapa pun pasti tidak ingin menjadi anak yatim piatau, janda atau duda. Namun, jika itu terjadi pada seseorang, ia pasti tak bisa mengelak atau harus menerima kenyataan tersebut. Persoalannya, mengapa sampai ada orang yang kehilangan salah satu orang tua atau kehilangan suami/istri yang dicintainya? Mengapa sampai ada orang yang berstatus anak yatim dan janda? Apa maksud Tuhan dengan adanya status anak yatim-piatu dan janda/duda? Pertanyaan-pertanyaan ini hendak menegaskan bahwa anak yatim-piatu dan janda harus menjadi kepedulian kita. Sebab Allah itu penuh kasih setia dan keadilan. Ia juga memperhatikan mereka yang kecil dan dianggap sebagai orang-orang yang rentan dalam masyarakat, seperti anak yatim dan janda. Orang-orang ini sering kali tidak memiliki pelindung. Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk membela hak anak yatim dan janda Ketidakpedulian kita terhadap anak yatim dan janda berarti kita mengabaikan hal yang paling penting dari ajaran Tuhan yakni bersikap dengan iman dalam membela hak-hak mereka. Belalah mereka yang lemah dengan cinta kasih dan kepedulian dalam iman kita kepada Tuhan Yang Maha Kasih!

Doa: Tuhan, kami ingin membela kehidupan anak yatim dan janda, tolonglah kami. Amin. 

Selasa, 1 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 10 : 19-22

19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 20 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 21 Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri. 22 Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit."

Teruslah Menyalurkan Kasih Allah

Berbagai dinamika kehidupan akan kita jumpai melalui seluruh perjalanan hidup yang ditapaki dari waktu ke waktu. Kebahagiaan tetapi juga kesedihan, keberhasilan tetapi juga kegagalan dan banyaknya persoalan selalu datang silih berganti. Bila kita dimampukan untuk menjalani semuanya sampai hari ini, bukankah semua itu hanya karena kasih Allah? Ini memperlihatkan bahwa kasih-Nya senantiasa menyertai kita dalam segala situasi hidup. Kasih yang sama juga dianugerahkan Allah bagi bangsa Israel, sekalipun mereka seringkali tegar tengkuk dan melawan perintah-Nya. Terhadap hal itu, bangsa Israel diingatkan agar selalu bersyukur dan hidup dalam ketaatan pada Allah. Salah satu bentuk syukur dan taat menjawab kasih Allah yang besar bagi mereka yaitu dengan mengasihi orang asing. Mengapa demikian? Sebab dahulu mereka juga adalah orang asing di tanah Mesir. Artinya jika mereka pernah diperlakukan dengan tidak baik sebagai orang asing, maka hal yang sama tidak patut dialami oleh orang asing karena perbuatan mereka. Itu berarti yang harus mereka lakukan yakni terus menyalurkan kasih yang telah diterima dari Allah. Perihal mengasihi orang asing atau pendatang berlaku juga bagi kita sebagai orang percaya, sebab kita juga terus mengalami dan merasakan kasih Allah. Pastikanlah bahwa pribadi-pribadi kita akan selalu bersedia  mengasihi orang lain termasuk orang asing.

Doa: Roh Kudus, mampukan kami untuk menyalurkan kasih Allah bagi sesama tanpa terkecuali. Amin. 

Rabu, 2 Juli 2025

bahan bacaan : Ester 9 : 20-22

Penetapan hari raya Purim
20 Maka Mordekhai menuliskan peristiwa itu, lalu mengirimkan surat-surat kepada semua orang Yahudi di seluruh daerah raja Ahasyweros, baik yang dekat baik yang jauh, 21 untuk mewajibkan mereka, supaya tiap-tiap tahun merayakan hari yang keempat belas dan yang kelima belas bulan Adar, 22 karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin.

                                                    Hidup Saling Berbagi

Berbeda dari segi status sosial merupakan realita yang dapat ditemui dalam kehidupan bersama. Karena itu tidak heran bila ada yang berkelebihan, berkecukupan tetapi ada juga yang berkekurangan. Kenyataan ini seharusnya membuat kita siuman bahwa peranan sebagai makhluk sosial harus difungsikan.Sebagai manusia kita saling membutuhkan satu dengan yang lain. Berdasarkan hal itu, maka kepedulian dapat ditunjukkan kepada sesama yang membutuhkan dengan saling berbagi. Hal serupa juga nampak dalam bacaan kita hari ini. Hari raya Purim ditetapkan untuk memperingati waktu dimana orang Yahudi mendapatkan keamanan dari musuh-musuhnya, sehingga dukacita berubah menjadi sukacita dan perkabungan berubah menjadi kegembiraan. Oleh sebab itu, mereka diwajibkan merayakannya setiap tahun yang disertai dengan perjamuan dan berbagi dengan orang-orang miskin. Ini tidak berarti saling berbagi hanya dilakukan bila berada dalam keadaan aman, penuh sukacita dan bahagia serta hari-hari tertentu saja. Akan tetapi harus menjadi gaya hidup yang terus dipertahankan setiap waktu oleh semua orang tanpa terkecuali. Aksi nyata ini dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal, dalam ruang lingkup pelayanan gereja, dll. Ini tentu saja bertujuan agar kita tidak mementingkan diri sendiri melainkan menjadi pribadi yang lebih berguna bagi mereka yang membutuhkan. Dengan saling berbagi, secara tidak langsung kita turut meringankan sedikit beban yang sedang dialami. Karena itu nyatakan terus kepedulian kita bagi yang benar-benar membutuhkan sambil meyakini apa yang kita lakukan menjadi berkat bagi mereka.

Doa: Tuhan ajarilah kami untuk saling berbagi dengan orang yang membutuhkan.  Amin.   

Kamis, 3 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 22 : 9

9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Kebaikan hati seseorang akan jauh lebih berarti jika disertai dengan aksi yang nyata. Sebab sikap yang didukung dengan perbuatan baik, akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi orang lain melainkan juga bagi diri sendiri. Pikiran yang demikian juga terbaca dalam teks saat ini. Penulis Amsal menyampaikan bahwa orang yang baik hati akan diberkati karena membagi rezekinya kepada orang miskin. Hal ini tentu tidak terlepas dari motifasi yang baik dan benar dihadapan Tuhan. Itu berarti berbagi dengan orang miskin mesti dipahami sebagai suatu keharusan yang disertai dengan ketulusan hati. Sebab hanya dengan demikian, kita menjadi berguna bagi orang lain dan diberkati Tuhan. Kendati demikian, masih ada segelintir orang yang berbagi rezekinya kepada orang miskin dengan tujuan yang keliru. Misalnya berbagi agar mendapatkan keuntungan, pujian, popularitas dll. Namun melalui firman ini, kita diajak untuk berbagi rezeki yang didapatkan dengan mereka yang benar-benar membutuhkan. Sikap dan tindakan ini memperlihatkan kebaikan hati sebagai orang beriman. Oleh sebab itu jangan ragu untuk selalu memberi bagi orang-orang miskin dari berkat yang kita terima. Yakinilah bahwa tidak ada yang sia-sia dari semua perbuatan baik yang dilakukan dengan hati yang tulus. Tetaplah jadi berkat bagi semua orang (orang miskin), sebab untuk itulah kita semua diberkati oleh-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, berkatilah kami agar  menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

Jumat, 4 Juli 2025

 Bahan bacaan : Amos 8 : 4-8

Peringatan terhadap orang yang mengisap sesamanya
4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"

Semua Orang Harus Diperlakukan Sama

Tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan hidupnya mengalami ketidakadilan. Kendatipun demikian, keadaan ini masih terus terjadi dimana-mana. Mirisnya hal tersebut seringkali menimpa mereka yang dikategorikan sebagai orang miskin. Keterbatasan secara materi mengakibatkan mereka sulit membela diri dan melawan pelaku ketidakadilan. Hal ini tentu saja membuat keadaan mereka jauh lebih sulit, sebaliknya pelaku ketidakadilan semakin sewenang-wenang terhadap orang lain. Kondisi yang sama juga terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Pemerasan, ketidakjujuran dan berbagai ketidakadilan lainnya terus dialami oleh orang-orang yang tidak mampu. Sangat disayangkan, perlakuan yang tidak terpuji ini justru dilakukan oleh orang-orang sebangsa. Dengan kata lain tanggungjawab menghadirkan keadilan bagi semua orang diabaikan, karena lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Itu sebabnya nabi Amos menyuarakan dan memperingatkan mereka yang memperlakukan orang lain dengan tidak semestinya bahwa Tuhan tidak akan melupakan setiap perbuatan mereka. Itu berarti ada ganjaran yang akan diterima karena perlakuan tidak adil bagi orang miskin. Peringatan Amos bagi bangsa Israel mengingatkan kita tentang pentingnya memperlakukan sesama dengan baik. Jika kita pernah melakukan ketidakbenaran dan ketidakadilan bagi sesama, maka berhentilah. Perlakukanlah semua orang sama, disertai dengan kejujuran dan ketulusan. Tentu saja ini dapat dimulai dari dalam kehidupan keluarga dan lingkungan di sekitar tempat kita tinggal. Hanya dengan begitu semua orang yang tidak mampu dapat hidup dengan selayaknya. 

Doa: tolonglah kami Tuhan agar dapat bersikap adil bagi semua orang . Amin.

Sabtu, 5 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 14 : 21

21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.

Miliki Hati Yang Berbelas Kasih

Ada banyak orang yang dapat dikatakan beruntung karena segala kebutuhan hidupnya tercukupi bahkan berkelebihan. Berada pada kondisi yang demikian, ada yang menggunakan kelebihannya itu untuk berbagi atau peduli kepada orang lain tetapi juga sebaliknya. Itu sebabnya ada orang yang punya kecenderungan mengabaikan bahkan menghina sesama yang dianggap tidak mampu atau miskin. Meskipun disadari perilaku seperti ini tidak dibenarkan, namun masih dilakukan karena keegoisan dan kesombongan diri. Terhadap kenyataan ini, firman Tuhan mengingatkan kita agar selalu berbelaskasihan  kepada orang miskin. Sebab hanya dengan demikian kita melakukan yang benar dihadapan Allah dan dikatakan berbahagia. Sebab kebahagian tidak dapat diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan seberapa besar kita memiliki hati yang berbelas kasih. Itu berarti berbelas kasih kepada sesama yang lemah atau miskin, harus menjadi prinsip hidup sebagai orang percaya. Karena hanya dengan begitu hidup yang kita jalani akan jauh lebih berarti. Ingatlah, di sekitar kita ada mereka yang kurang beruntung dan membutuhkan kepedulian serta uluran tangan dari kita. Jangan pernah ragu untuk tetap peduli dan berbelaskasihan bagi sesama melalui tindakan yang nyata. Percayalah, kebahagian tersendiri akan Allah anugerahkan bagi kita jika memiliki hati yang berbelaskasihan.

Doa: Roh Kudus bantu kami agar tetap memiliki hati yang berbelas kasih. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI – JULI 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar