Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah: Gereja yang Matang
Tema Mingguan : Takut akan Tuhan adalah Awal Pengetahuan
Minggu, 13 Juli 2025
bahan bacaan : Ayub 28 : 20-28
20 Hikmat itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya? 21 Ia terlindung dari mata segala yang hidup, bahkan tersembunyi bagi burung di udara. 22 Kebinasaan dan maut berkata: Hanya desas-desusnya yang sampai ke telinga kami. 23 Allah mengetahui jalan ke sana, Ia juga mengenal tempat kediamannya. 24 Karena Ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi, dan melihat segala sesuatu yang ada di kolong langit. 25 Ketika Ia menetapkan kekuatan angin, dan mengatur banyaknya air, 26 ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan, dan jalan bagi kilat guruh, 27 ketika itulah Ia melihat hikmat, lalu memberitakannya, menetapkannya, bahkan menyelidikinya; 28 tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."
Hikmat Sejati dari Tuhan
Menjalani kehidupan di dunia ini, kita sangat membutuhkan hikmat. Setiap hari kita membuat pilihan-pilihan yang menentukan kehidupan kita. Kadangkala kita keliru dan membuat keputusan yang berdampak kurang baik bagi diri dan orang keliru. Dalam nas bacaan hari ini diajarkan bahwa hikmat sejati tidak bisa kita temukan dalam harta dunia, atau kemampuan intelektual, tapi hanya dari Tuhan. Hidup takut akan Tuhan adalah awal pengetahuan. Sebagai keluarga, penting bagi kita untuk mengutamakan takut akan Tuhan, yaitu sikap hormat dan kasih kepada-Nya dalam segala hal yang dilakukan. Takut akan Tuhan adalah hikmat yang sejati dan Hikmat Tuhan inilah yang menolong kita untuk membuat pilihan atau keputusan yang benar. Hikmat Tuhan memungkinkan kita membangun keluarga yang kuat dan hidup dengan damai sejahtera. Mari kita ajak seluruh keluarga untuk terus mencari hikmat Tuhan melalui kesetiaan kita beribadah, berdoa, membaca Alkitab yang berisikan Firman Tuhan dan belajar rendah hati di hadapan-Nya. Dengan begitu, kita akan menemukan berkat dan sukacita sejati dalam kehidupan bersama, lebih berharga daripada apa pun yang dunia tawarkan.
Doa: Tuhan, penuhi keluarga kami dengan hikmatMu. Amin.
Senin, 14 Juli 2025
bahan bacaan : Pengkhotbah 7 : 19
19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.
Hikmat yang Menguatkan Keluarga
Hari baru masih Tuhan anugerahkan kepada kita. Marilah bersyukur dan memuji nama-Nya. hari ini kita akan memulai kembali aktifitas kerja dan pelayanan bersama Tuhan. Kita yakin, hikmat Tuhan akan senantiasa menolong untuk bekerja dan melayani dengan sungguh-sungguh hati. Firman Tuhan hari ini melalui nasehat Pengkhotbah mengajarkan kepada kita bahwa hikmat itu kekuatan bagi kita. Dalam hidup yang takut akan Tuhan kita menjadi kuat, lebih dari kekuatan duniawi mana pun. Dengan mengandalkan hikmat Tuhan kita mampu menolak segala tawaran dan godaan dunia yang dapat melemahkan dan menjatuhkan. Sebagai keluarga, mari kita membangun hidup yang selalu menghormati Tuhan, karena dari situlah kita mendapat pengertian dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan bersama. Saat kita mengandalkan hikmat Tuhan, kita akan dimampukan untuk membuat keputusan yang bijakana, saling menguatkan di masa sulit, dan menjalani hidup dalam suka duka dengan damai. Mari kita terus mencari hikmat-Nya setiap hari, agar keluarga kita menjadi tempat penuh kasih dan ketenangan, Berbahagilah keluarga yang mengandalkan hikmat Tuhan, karena hikmat itu menguatkan keluarga.
Doa: Tuhan, tuntun keluarga kami dengan hikmatMu. Amin.
Selasa, 15 Juli 2025
bahan bacaan : Amsal 10 : 13-14
13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. 14 Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.
Bibir Orang Berpengertian terdapat Hikmat
Sering kita mendengarkan bahwa dari cara bicara seseorang dapat tergambar siapa orang itu. Kualitas seseorang dilihat dari kata-kata yang diucapkannya. Semakin matang seseorang secara intelektual memungkinkannya mengeluarkan pikiran dan pendapat yang baik dan berguna. Amsal 10:13-14 bacaan hari ini mengajarkan bahwa di bibir orang berpengertian terdapat hikmat dan orang bijak menyimpan pengetahuan. Kebijaksanaan atau hikmat menolong orang mengendalikan ucapan bibirnya. Ia menjadi orang yang lebih pengertian atau memahami orang lain dengan kekurangan dan kelebihannya. Tetapi mulut orang bodoh mengucapkan sesuatu tanpa berpikir dan membuat pertimbangan terlebih dulu. Sebab itu kadang kata-katanya menyakiti dan membawa kebinasaan bagi dirinya dan orang lain. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk menyimpan pengetahuan, berhati-hati dalam berbicara, dan bertindak dengan pengertian. Dengan kebijaksanaan dari Tuhan, kita dapat membuat keputusan yang benar, membangun satu sama lain, dan menghindari kesalahan yang bisa merusak hubungan. Mari kita biasakan mendengar lebih banyak, berbicara dengan kasih, dan berjalan dengan hati yang penuh hikmat. Saat keluarga kita hidup dalam kebijaksanaan Tuhan, kita akan menjadi terang bagi sekitar. Kebijaksanaan Tuhan adalah pelita bagi rumah kita.
Doa : Tuhan, kendalikan bibir mulut dan tindakan kami dengan hikmatMu. Amin.
Rabu, 16 Juli 2025
bahan bacaan : Amsal 10 : 21
21 Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi
Berkatalah Dengan Bijak
Setiap kalimat mengandung makna dan berdampak bagi orang yang mendengarnya. Ketika yang terucap itu adalah perkataan yang baik, manis didengar, penuh dengan kata- kata yang menghibur dan menguatkan, membuat orang yang mendengar merasa dikuatkan. Begitu juga dengan perkataan yang bijak, sarat dengan tujuan untuk mendorong kearah perubahan atau pembaruan, maka itu akan menjadi motivasi untuk seseorang dapat mengoreksi dirinya dan berubah. Inilah ciri-ciri bibir orang benar yang dimaksudkan pnulis Amsal. Bibir orang benar menggembalakan banyak orang. Sedangkan setiap kata atau kalimat yang terucap dari bibir dan berdampak buruk pada orang lain, bukan kata-kata yang membangun, bukan kata- kata yang memberikan penguatan tetapi sebaliknya menyakiti adalah ciri–ciri orang bodoh karena kurangnya akal budi. Karena itu firman Tuhan ini mengingatkan agar kita harus lebih banyak berpikir sebelum berkata–kata. Pertimbangkanlah setiap makna dan dampak dari ucapan kita. Kiranya semua ucapan yang kita keluarkan dari bibir mulut mendatangkan berkat sukacita bagi mereka yang mendengarkan.
Doa: Ajarkanlah kami untuk bijaksana dalam berucap dan mendatangkan berkat sukacita bagi sesama, Amin.
Kamis, 17 Juli 2025
bahan bacaan : Amsal 12 : 1
Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.
Mencintai Pengetahuan Dan Menerima Teguran
Orang yang memiliki kecerdasan serta kemampuan untuk melakukan yang baik dan benar serta berguna bagi dirinya dan sesama adalah buah kesungguhan mencintai pengetahuan dan menerima setiap terguran. Tidak sedikit orang yang tersesat dalam ketidakberdayaan karena tidak berpengetahuan dan membenci teguran. Mereka tersesat oleh pemahaman yang sempit tentang arti kehidupan dan apa yang semestinya dilakukan untuk menjadikan hidup ini lebih berarti. Mereka merasa bahwa telah mengetahui segala sesuatu lalu menutup diri dari segala macam bentuk teguran. Sikap seperti ini sesungguhnya menurut pengamsal adalah kedunguan. Orang yang mencintai pengetahuan selalu mencari dan terus belajar memahami apa yang harus dijadikan sebagai pegangan hidup serta tetap barsedia dan membuka diri untuk meneriama setiap nasehat dan teguran yang mendatangkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Orang yang mencintai pengetahuan dan tidak membenci teguran memiliki karakter kerendahan hati. Marilah kita menjadi orang-orang yang rendah hati. Dengan tidak berhenti mencari hikmat Tuhan sebagai dasar pengetahuan dan mau membuka diri untuk menerima teguran.
Doa: Hikmatilah kami TUHAN dengan pengetahuan dan selalu rendah hati menerima teguran Amin
Jumat, 18 Juli 2025
bahan bacaan : Pengkhotbah 9 : 13-18
Hikmat lebih baik dari pada kuasa
13 Hal ini juga kupandang sebagai hikmat di bawah matahari dan nampaknya besar bagiku; 14 ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya; 15 di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu. 16 Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang." 17 Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh. 18 Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.
Kebijaksanaan Lebih Baik Daripada Kekuasaan
Orang boleh saja memiliki harta kekayaan, pangkat dan kedudukan, status nomor satu ditengah–tengah masyarakat tetapi kalau tidak memiliki kebijkasanaan maka semua yang dimiliki tidaklah berarti. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang berharga bagi setiap manusia yang akan memberikan ketenangan dan kedamaian baginya. Pengkhotbah menceritakan kepada kita sebuah kisah tentang seorang pria malang yang menyelamatkan sebuah kota. Terlepas dari kenyataan bahwa pria malang ini adalah pahlawan sejati dalam menyelamatkan banyak orang, ia tidak pernah diingat atas apa yang telah dilakukan. Namun, yang menjadi pesan dari cerita ini adalah bahwa kebijaksanan lebih baik dari kekuatan fisik. Ada kekuatan dalam kebijkasanaan yang menjadikan seseorang hidup dalam kedamaian. Mari bertekadlah untuk menjadi orang yang bijaksana. Karena kebijaksanaan lebih besar dari kekuatan. Carilah Tuhan dan hikmat-Nya setiap hari, karena kekuatan sendiri tidak akan menyelamatkan kita dari ancaman atau rancangan jahat orang lain. Tetapi hikmat Tuhan akan menolong menyelamatkan kita. Mereka yang memiliki hikmat keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.
Doa: Anugerahkan kepada kami hikmatMU TUHAN, agar kami menjadi lebih bijaksana, Amin.
Sabtu, 19 Juli 2025
bahan bacaan : Amsal 10 : 17
17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.
Mengindahkan Didikan, Berjalan Menuju Kehidupan
barangsiapa ingin berada dalam kehidupan yang baik dan berkualitas,maka perlu memiiki sifat hati yang mau selalu diajar. Mau menerima teguran dan masukan yang mengubahkan kita untuk menjadi lebih baik. Sehingga kita pun dapat membantu orang lain untuk hidup dalam jalan kebenaran. Janganlah kita mengabaikan semua teguran dan nasehat jika hal tersebut mendatangkan kebaikan bagi kita. Hal inilah yang menjadi nasehat pengamsal bagi kita di hari ini. Siapa mengindahkan didikan, berjalan menuju kehidupan. Tetapi siapa mengabaikan teguran, ia tersesat. Ketika kita sungguh mau menerima didikan sebagai kekuatan yang membimbing ke jalan kehidupan, maka kehidupan yang sungguh bermakna akan kita dapati. Namun tatkala hal itu diabaikan, kita dapat mengalami kegagalan dan kekecewaan. Didikan akan menjadikan kita matang secara intelektual. Kita tidak hanya sekedar menerima informasi atau pengetahuan tetapi lebih dari itu kita mampu memanfaatkan pengetahuan itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri kita dan orang lain. Indahkanlah didikan dan terimalah teguran.
Doa : Ajarkan kami Tuhan untuk menerima didikan dan teguran demi hidup kami yang lebih baik, Amin
*SUMBER : SHK BULAN JULI 2025, LPJ-GPM