Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah : Mengisi Kemerdekaan

Tema Mingguan : Merdeka untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Minggu, 17 Agustus 2025

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 12 : 1 – 24

Pecahnya kerajaan itu
Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja. 2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat--pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo--maka kembalilah ia dari Mesir. 3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam: 4 "Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu." 5 Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu. 6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?" 7 Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu." 8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya, 9 katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?" 10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami--beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku! 11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." 12 Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: "Kembalilah kepadaku pada hari lusa." 13 Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya; 14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: "Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." 15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat. 16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: "Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!" Maka pergilah orang Israel ke kemahnya, 17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda. 18 Kemudian raja Rehabeam mengutus Adoram yang menjadi kepala rodi, tetapi seluruh Israel melontari dia dengan batu, sehingga mati, bahkan raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem. 19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini. 20 Segera sesudah seluruh Israel mendengar, bahwa Yerobeam sudah pulang, maka mereka menyuruh memanggil dia ke pertemuan jemaah, lalu mereka menobatkan dia menjadi raja atas seluruh Israel. Tidak ada lagi yang mengikuti keluarga Daud selain dari suku Yehuda saja. 21 Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan segenap kaum Yehuda dan suku Benyamin, seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi kaum Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepada Rehabeam, anak Salomo. 22 Tetapi datanglah firman Allah kepada Semaya, abdi Allah, demikian: 23 "Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap kaum Yehuda dan Benyamin dan kepada selebihnya dari bangsa itu: 24 Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu, orang Israel. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi." Maka mereka mendengarkan firman TUHAN dan pergilah mereka pulang sesuai dengan firman TUHAN itu.

Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Hari ini seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mensyukuri dan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80. Tema HUT kemerdekaan RI tahun ini “Merdeka untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”. Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hal yang penting untuk diwujudkan, dimana semua anak bangsa tidak diperlakukan dengan tidak adil, namun semua mendapatkan hak hidup dengan damai demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Hal ini masih menjadi pergumulan bagi pemerintah untuk mewujudkannya sebab maraknya KKN menjadi tantangan besar untuk menuju cita-cita bangsa dan negara Indonesia mencapai masyarakat adil dan makmur. Kesaksian firman Tuhan menceritakan sikap raja Rehabeam yang tidak mendengar nasehat dari para tua-tua untuk meringankan beban rakyat tetapi ia mengikuti nasehat para pemuda untuk memberatkan tanggungan rakyat yang pada akhirnya keutuhan sebagai bangsa terpecah menjadi dua kerajaan Israel utara dan selatan. Pentingnya hikmat Tuhan bagi para pemimpin di masyarakat, gereja maupun keluarga untuk mendengar pendapat yang baik dari semua pihak agar dapat mewujudkan hal baik bagi semua orang.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah hikmat bagi pemimpin kami agar mereka dapat melakukan tugas dengan baik. Amin. 

Senin, 18 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 11 : 5 – 12

Raja Rehabeam -- Pengokohan kerajaan; keluarga raja
5 Rehabeam diam di Yerusalem dan memperkuat kota-kota kubu di Yehuda. 6 Ia memperkuat Betlehem, Etam, Tekoa, 7 Bet-Zur, Sokho, Adulam, 8 Gat, Mares, Zif, 9 Adoraim, Lakhis, Azeka, 10 Zora, Ayalon dan Hebron, yang terletak di Yehuda dan di Benyamin, sebagai kota-kota berkubu. 11 Ia memperkokoh kota-kota kubu itu dan menempatkan di situ kepala-kepala pasukan dengan persediaan makanan, minyak dan anggur; 12 perisai dan tombakpun disediakan di tiap-tiap kota. Ia membuat kota-kota itu amat kokoh. Demikianlah Yehuda dan Benyamin menjadi daerah kekuasaannya.

Pemimpin yang Bijak Membawa Kemakmuran bagi Masyarakat

Pemimpin bangsa yang bijak adalah pemimpin yang mengedepankan kekuatan pada daerah dan kota-kota agar tidak mudah diserang oleh musuh. Membangun kekuatan tersebut meliputi semua hal, baik secara ekonomi maupun peralatan persenjataan untuk keamanan bangsa dan negara. Hal ini dilakukan oleh raja Rehabeam yang tinggal di Yerusalem sebagai pusat pemerintahannya sambil memperkuat kota-kota di Yehuda dengan mendistribusikan bahan-bahan makanan serta perlengkapan persenjataan. Dengan kebijakan ini memberikan rasa aman dan tentram bagi masyarakat serta membangkitkan semangat mereka untuk saling tolong-menolong dan membantu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Hal inipun menjadi teladan bagi semua pemimpin di berbagai aras dalam negara tercinta Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidup serta dalam bidang keamanan melalui militer yang kuat dan bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Semuanya itu dapat dilakukan dengan baik ketika memohon campur tangan Tuhan sehingga pemimpin dengan bijak dapat melaksanakan hal tersebut juga dengan baik.

Doa: Ya Tuhan berkati pemimpin kami untuk wujudkan cita-cita bangsa dan negara yang adil dan Makmur. Amin  

Selasa, 19 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 11 : 13 – 23  

13 Para imam dan orang Lewi di seluruh Israel datang menggabungkan diri dengan dia dari daerah-daerah kediaman mereka. 14 Sebab orang Lewi meninggalkan tanah penggembalaan dan milik mereka, lalu pergi ke Yehuda dan Yerusalem, oleh karena Yerobeam dan anak-anaknya melarang mereka memegang jabatan imam TUHAN, 15 dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya. 16 Dari segenap suku Israel orang datang ke Yerusalem mengikuti orang-orang Lewi itu, yakni orang yang telah membulatkan hatinya untuk mencari TUHAN Allah Israel; dan mereka datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. 17 Demikianlah mereka memperkokoh kerajaan Yehuda dan memperkuat pemerintahan Rehabeam bin Salomo selama tiga tahun, karena selama tiga tahun mereka hidup mengikuti jejak Daud dan Salomo. 18 Rehabeam mengambil Mahalat, anak Yerimot bin Daud dan Abihail binti Elhiab bin Isai, menjadi isterinya, 19 yang melahirkan baginya anak-anak lelaki ini: Yeush, Semarya dan Zaham. 20 Sesudah Mahalat ia mengambil Maakha, anak Absalom, menjadi isterinya, yang melahirkan baginya Abia, Atai, Ziza dan Selomit. 21 Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih dari pada semua isteri dan gundiknya--ia mengambil delapan belas isteri dan enam puluh gundik dan memperanakkan dua puluh delapan anak laki-laki dan enam puluh anak perempuan. 22 Rehabeam mengangkat Abia, anak Maakha, sebagai pemuka, yakni sebagai pemimpin di antara saudara-saudaranya, karena ia bermaksud menjadikan dia raja. 23 Oleh sebab itu ia mengambil kebijaksanaan untuk menyebarkan semua anaknya yang lain ke seluruh daerah Yehuda dan Benyamin, ke segala kota kubu. Ia memberikan mereka makanan dengan limpahnya dan menyediakan bagi mereka banyak isteri.

Persatuan Bangsa Demi Kesejahteraan Bersama

Tema pelayanan minggu ini “ Merdeka untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa ”. Tema ini tergambar dalam pelayanan kepemimpinan raja Rehabeam putra Salomo yang melanjutkan kepemimpinan ayahnya di kerajaan Israel selatan. Raja Rehabeam menerima para imam dan orang Lewi yang datang dari Israel utara, saat raja Yerobeam tidak lagi memakai mereka dalam tugas pelayanan dan menggantikan dengan imam-imam untuk dewa pemujaan yang lain. Para imam dan orang Lewi bersyukur sebab bisa kembali ke Yerusalem serta membulatkan hati mereka untuk mencari  Tuhan melalui seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan mereka. Bergabungnya para imam dan orang Lewi dengan raja Rehabeam, maka lebih memperkuat dan memperkokoh kerajaan Yehuda. Raja Rehabeam tidak hanya fokus pada seluruh kehidupan rakyat yang ia pimpin dan layani, namun ia juga memperhatikan kehidupan keluarganya. Dengan bijak raja Rehabeam menyebarkan anak-anaknya ke seluruh daerah kekuasaannya serta menyediakan segala kebutuhan hidup mereka. Sebuah teladan kepemimpinan yang baik dengan selalu bergantung dan memohon tuntunan Tuhan yang berdampak bagi keutuhan persatuan serta kemakmuran bagi semua orang.

Doa: Tuhan, tuntun kami sebagai pemimpin untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua orang. Amin. 

Rabu, 20 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 8 : 1 – 9

Beberapa usaha raja Salomo
Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan rumah TUHAN dan istananya sendiri. 2 Maka Salomo memperkuat kota-kota yang diberikan Huram kepadanya, dan menyuruh orang Israel menetap di sana. 3 Lalu Salomo pergi ke Hamat-Zoba dan menaklukkannya. 4 Kemudian ia memperkuat Tadmor di padang gurun dan semua kota perbekalan yang didirikannya di Hamat. 5 Ia memperkuat juga Bet-Horon Hulu dan Bet-Horon Hilir menjadi kota kubu yang bertembok, berpintu gerbang dan berpalang, 6 dan juga Baalat, dan segala kota perbekalan kepunyaan Salomo, segala kota tempat kereta, kota-kota tempat orang berkuda dan apa saja yang Salomo ingin mendirikannya di Yerusalem, atau di gunung Libanon, atau di segenap negeri kekuasaannya. 7 Semua orang yang masih tinggal dari orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, yang tidak termasuk orang Israel, 8 yakni keturunan bangsa-bangsa yang masih tinggal di negeri itu dan yang tidak dibinasakan oleh orang Israel, merekalah yang dikerahkan Salomo untuk menjadi orang rodi; demikianlah mereka sampai hari ini. 9 Tetapi orang Israel tidak ada yang dijadikan budak oleh Salomo untuk pekerjaannya, melainkan mereka menjadi prajurit, atau perwira pasukan berkuda, atau panglima atas pasukan kereta dan pasukan berkuda.

Perkuat Keamanan Dan Ketahanan Pangan

Raja Salomo merupakan seorang raja yang dikarunia Tuhan hikmat dan kebijaksanaan yang luar biasa dalam tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin bagi seluruh bangsa Israel. Setelah selesai membangun bait suci yang besar dan megah di kota Yerusalem serta istananya, Salomo melanjutkan dengan memperkuat keamanan bagi kota-kota yang menjadi pertahanannya. Disamping itu juga Salomo membangun kota perbekalan sebagai ketahanan pangan bagi kebutuhan seluruh bangsa dan masyarakat Israel yang sangat banyak. Hal ini menunjukkan kemampuan Salomo dalam mewujudkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang baik dan bijaksana. Keamanan bangsanya serta ketahanan pangan menjadi hal yang menentukan untuk mewujudkan kesejahteraan banyak orang. Kepemimpinan raja Salomo inipun menjadi teladan bagi kita semua dalam tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin masa kini baik dalam masyarakat, gereja dan keluarga. Semua orang akan merasa tentram dan damai saat jaminan akan keamanan dan terpenuhinya kebutuhan hidup menjadi hal yang penting untuk diwujudkan. Kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi tentu dilakukan oleh pemimpin yang selalu mengandalkan hikmat Tuhan.

Doa: Tuntun kami Tuhan sebagai pemimpin yang membangun kesatuan demi kesejahteraan bersama. Amin

Kamis, 21 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 17 : 1 – 6

Raja Yosafat -- Pengokohan kerajaan
Maka Yosafat, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Sebagai pemimpin Israel ia memperkuat dirinya 2 dengan menempatkan tentara di semua kota yang berkubu di Yehuda dan pasukan-pasukan pendudukan di tanah Yehuda serta di kota-kota Efraim yang direbut oleh Asa, ayahnya. 3 Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, 4 melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel. 5 Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. 6 Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.

Jalani Kemerdekaan Bersama Tuhan

Kemerdekaan dan kebebasan merupakan dua hal yang didambakan oleh setiap manusia. Dalam kekristenan, kedua hal tersebut didapat secara cuma-cuma, yaitu ketika Tuhan Yesus mengorbankan dirinya mati di Salib demi mengalahkan kuasa dosa yang membelenggu manusia. Melalui pengorbanan Yesus itulah, manusia berdosa diselamatkan, yang serentak dengan itu dimerdekakan dan dibebaskan dari kuasa dosa. Kini manusia sudah mengalami kemerdekaan dan kebebasan, namun tindak lanjut dari kemerdekaan dan kebebasan tersebut adalah hidup dengan selalu mencari Tuhan, melakukan perintah-perintah Tuhan, hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dan menjauhkan diri dari segala berhala dunia. Itulah yang dilakukan oleh Yosafat ketika dilantik menjadi raja Yehuda, menata kekuatan militer, serta yang terpenting membekali hidupnya dengan mengandalkan Tuhan, dan ini terbaca dalam bacaan hari ini. Bagi Yosafat apapun yang dilakukan olehnya jika tanpa mengandalkan Tuhan semuanya sia-sia. Kemerdekaan dan kebebasan tidak berarti hidup di luar Tuhan, melainkan semakin hidup di dalam Tuhan. Pesan firman Tuhan ini penting untuk dilaksanakan agar kemerdekaan yang adalah anugerah-Nya dapat kita isi dengan baik dan bertanggungjawab. 

Doa: Mampukanlah kami untuk hidup bersama Tuhan dalam mengisi kemerdekaan.  Amin. 

Jumat, 22 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 29 : 12 – 14

12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. 13 Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar. 14 Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. 15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.

Laksanakan kejujuran dan Keadilan Di Sepanjang Hidup

Ada dua hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia, tanpa terkecuali. Kedua hal tersebut adalah: kejujuran  dan sikap adil. Kejujuran sama artinya kita tidak berkata dusta atau berbohong dan bersikap adil sama artinya kita tidak berat sebelah, tidak memihak dan berpihak kepada yang benar. Teks bacaan hari ini menegaskan kedua hal tersebut, yang menurut Salomo sebagai penulis kitab Amsal, semuanya penting untuk dimiliki oleh manusia, apalagi  jika ia menjadi penguasa atau pemimpin dalam masyarakat pada suatu lembaga kecil maupun besar. Kalau pemimpinnya penuh kebohongan, bawahannya menjadi liar atau hidup seperti orang fasik yang selalu melakukan kejahatan. Jika pemimpinnya membuat bawahannya miskin atau terjadi penindasan maka Tuhan akan berpihak pada mereka yang dimiskinkan dan ditindas. Apabila dalam memimpin, pemimpinnya bertindak adil kepada orang lemah maka kepemimpinannya akan kokoh dan diberkati oleh Tuhan. Nasehat Salomo ini penting bagi kita selaku pemimpin dalam lembaga terkecil yakni keluarga, atau dalam kepemimpinan di lembaga yang besar. Karena itu, pegang dan laksanakan kejujuran dan keadilan di sepanjang hidup, supaya pekerjaan kita berkenan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Lengkapilah kami dengan RohMu Tuhan untuk hidup jujur dan adil. Amin. 

Sabtu, 23 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 14

14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.

Nasihat untuk Keutuhan Hidup 

Salah satu peran penting seorang pemimpin adalah memimpin anggotanya untuk mengalami hidup lebih baik ke depan. Untuk itu perkataan dan perbuatan pemimpin harus mencerminkan kata-kata dan perilaku yang dapat membangun semangat dan kerja anggotanya agar semakin baik dari waktu ke waktu. Dalam hal ini perkataan dan perbuatannya haruslah berisikan kebenaran, yakni berkata dan berbuat segala hal yang benar dalam kepemimpinannya. Agar setiap perkataan dan tindakannya selalu benar maka pemimpin mesti juga membuka diri untuk mendengar masukan atau nasihat dari siapa pun. Nasihat itu penting, sebab dalam nasihat kita, selaku pemimpin mendapat masukan dan saran untuk berkata dan berbuat yang baik dan benar. Karena itu, Salomo melalui teks bacaan hari ini mengingatkan semua pemimpin, termasuk pemimpin keluarga untuk jangan menutup telinga dari setiap nasihat yang disampaikan agar keutuhan, kemajuan, dan keselamatan selalu ada dalam hidup kita ke depan.  

Doa: Biarlah RohMu memampukan kami untuk berkata yang baik dan benar dalam hidup. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar