Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Tanggung Jawab Masyarakat menjaga Keterikatan Sosial

Minggu, 21 September 2025

bahan bacaan : Titus 3 : 1-14

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. 8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka. 10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. 11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. 13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Lemah Lembut dalam Berelasi

Titus adalah seorang pelayan yang dikaderkan oleh Rasul Paulus. Ada banyak kondisi sulit yang dihadapi Titus di Kreta tempat ia melayani. Salah satunya adalah perlakuan tidak adil pemerintah terhadap umat waktu itu dan juga sikap dan pola hidup umat Krsiten di Kreta yang tidak mejadi teladan Kristus bagi orang lain. Ada beberapa saran Paulus terhadap kondisi ini yang harus segera dilakukan dan diajarkan Titus kepada jemaatnya. Paulus berpesan melalui Titus agar jemaat sebagai pengikut Yesus, bersikap ramah terhadap semua orang. Berlaku ramah bukan hanya kepada sesama pengikut Yesus, melainkan juga kepada semua orang yang berlaku baik terhadap jemaat maupun yang tidak menyukai jemaat. Kelemah-lembutan adalah suatu karunia Roh Kudus. Orang percaya yang telah dikuasai Roh Kudus sepatutnya hidup ramah kepada semua orang. Tidak terlibat dalam pertengkaran dan menghamburkan emosi yang sia-sia. Kunci untuk terhindar dari pertengkaran adalah berusaha tetap ramah kepada siapapun termasuk orang yang memusuhi kita. Sabar menghadapi setiap orang pada segala situasi. Itulah nasehat firman Tuhan yang harus dipegang dalam menjalankan aktifitas kerja dan pelayanan kita di hari ini.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk bersikap lemah lembut dalam berelasi. Amin.

Senin, 22 September 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 16-17

16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,

Jangan Bermata Sombong dan Suka Berdusta

Mata sombong maksudnya mata yang tidak memperhatikan sesama karena menganggap diri lebih dari mereka. Karena itu dengan mudah merendahkan orang. Cara memandang orang lain dengan gaya merendahkan itulah kesombongan.  Apa yang harus kita tonjolkan atau apa yang harus disombongkan terhadap sesama manusia?. Dalam nas bacaan hari ini, ada nasehat tentang perkara-perkara yang dibenci Tuhan, karena itu tidak boleh dilakukan. Salah satunya adalah mata sombong dan lidah dusta. Jadi  kesombongan melalui pandangan mata yang sinis, tidak peduli dan merendahkan sesama disertai dengan suka berbohong menjadi perilaku yang harus dihindari. Selain karena memang itu tidak disukai Tuhan, tetapi hal itu juga dapat mengganggu relasi atau hubungan antar sesama. Padahal kita semua dipanggil untuk menjaga keterikatan hidup sebagai makhluk sosial. Marilah kita jaga keterikatan hidup itu mulai dari keluarga. Masing-masing bersikap rendah hati dan tidak memandang dengan sebelah mata dan berkata benar. Hal yang sama patut dilakukan terhadap orang lain. Mari kita hidup saling merangkul dengan penuh kasih. Jangan bermata sombong dan suka berdusta.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk tidak hidup dengan mata sombong dan lidah dusta, Amin.

Selasa, 23 September 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 18-19

18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, 19 seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Hiduplah Benar di Hadapan Tuhan

Sifat lain yang dibenci Tuhan adalah bersaksi dusta atau suka mengatakan kebohongan dan merancangkan kejahatan. Sebagai anak-Nya, kita harus bijaksana dengan lidah kita dan menggunakannya untuk memperkatakan kebenaran. Kebohongan seperti racun yang dapat merusak relasi hidup bersama baik dalam keluarga, jemaat maupun masyarakat. Misalnya fitnah atau tuduhan yang diberikan kepada orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Demikian juga dalam kehidupan bersama dengan orang lain janganlah suka merancang kejahatan dan menimbulkan pertengkaran saudara. Inilah nasehat bijaksana dari Amsal kepada kita. Kehidupan yang penuh damai dan ketentraman adalah kerinduan bersama. Hal itu harus sama-sama diwujudkan. Dengan begitu kita mestinya menghindari kebencian dan kemarahan, sebab itu akan membawa permusuhan. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Marilah kita membangun kehidupan bersama yang terikat dalam kasih dengan menjauhkan kebohongan, kebencian dan hati yang dipenuhi rancangan kejahatan. Hiduplah benar di hadapan Tuhan.

Doa: Tuhan terima kasih untuk pengampunanMu. Mampukan kami hidup benar  di hadapanMu Amin

Rabu, 24 September 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 16 : 13-18

13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! 15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus. 16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah. 17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; 18 karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!

Tegar Menghadapi Apapun

Sebagai orang percaya, kita harus berjaga-jaga, tidak gentar dan tetap tegar sebab masalah kadang datang secara tiba-tiba. Hal inilah yang menjadi tujuan rasul Paulus menasehati jemaat di Korintus agar berjaga-jaga. Masalah dan tantangan datang kapan saja.. Oleh sebab itu, mereka harus kuat menghadapinya. Berjaga-jaga merupakan tanda kesiagaan atau kewaspadaan. Itu sikap seorang prajurit. Berdiri teguh adalah kata yang juga digunakan dalam konteks peperangan, dimana seorang prajurit mempertahankan posisi di depan musuh dengan tidak goyah, tidak mundur, dan tidak menjadi lemah. Selain itu, mesti punya iman yang kuat. Iman yang dimaksudkan adalah iman yang sudah diisi oleh Firman Allah yang berisikan pengajaran yang benar tentang injil Kristus. Dengan iman kepada Tuhan maka seseorang tidak mudah lemah dan gentar ditengah masa yang sukar. Orang percaya yang tetap kuat adalah orang yang sepenuhnya bersandar kepada Tuhan. Rahasia kekuatan ini adalah karena kedekatan yang intim dengan Tuhan, sebab Tuhan adalah sumber dari kekuatan tersebut. Ada banyak kesukaran yang kita hadap tetapi marilah kita belajar untuk menjadi orang percaya yang tidak gentar menghadapi semua, sebab ada Yesus yang menyertai kehidupan kita. Hari ini, doakanlah semua laki-laki gereja yang berulang tahun agar kuat berdiri dalam iman dan terus menjadi teladan kapan dan dimana saja.

Doa: kami percaya Tuhan, Engkau selalu bersama kami apapun yang terjadi . Amin.

Kamis, 25 September 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 18-19

18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Cintailah Kebenaran dan Damai

Ada ungkapan yang mengatakan “Dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera dan akibat dari kebenaran adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya”. Keadaan yang seperti ini tentunya menjadi harapan bagi setiap insan ciptaan Tuhan, dan harapan itu bukan hanya sekedar dalam ucapan belaka melainkan harus diwujudnyatakan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Zakahria sebagai seorang abdi pilihan Allah mengingatkan Israel akan hal ini. dalam segala situasi cintailah kebenaran dan damai. Ketika seseorang mencintai kebenaran dan kedamaian maka dalam kehidupannya pasti akan selalu menciptakan suasana tenang, tentram yang didalamnya ada sikap hidup saling menghormati dan menghargai. Apalagi sebagai warga gereja, kita terpanggil untuk mencintai kebenaran dan menghadirkan kedamaian dalam hidup jemaat dan masyarakat. Janji penyertaan Tuhan bagi kita akan selalu teralami apabila kita memelihara kehidupan yang damai. Jangan takut dan kuatir untuk menjalani kehidupan, apapun rintangan dan pergumulan jangan sampai melemahkan iman kita. Wujudkanlah selalu  kehidupan yang mencintai kebenaran dan kedamaian.

Doa:  Tuhan tuntun kami agar terus mencintai kebenaran dan damai Amin.-

Jumat, 26 September 2025

bahan bacaan : Ibrani 12 : 14-15

14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Hidup Damai Dengan Semua Orang        

Menjadi murid Tuhan Yesus akan menghadapi berbagai tantangan iman. Penderitaan dan penganiayaan dialami sebagai resiko percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Hal ini dialami oleh orang kristen Yahudi dimana surat penggembalaan ditujukan kepada mereka saat mengalami penderitaan dan penganiayaan dalam kehidupan mereka. Penulis surat Ibrani menasehati mereka untuk tidak meninggalkan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di tengah situasi dan kondisi tantangan iman yang luar biasa, mereka harus tetap berusaha untuk hidup damai dengan semua orang dan mengejar kekudusan hidup. Hal ini penting agar jangan menimbulkan kerusuhan yang diakibatkan dari akar pahit perasaan hati yang marah dan penuh kebencian. Namun harus memberi diri dan hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar tetap kekudusan  diwujudkan dalam relasi hidup dengan semua orang. Penegasan ini juga disampaikan bagi kita semua. Dalam membangun relasi dengan siapa saja. kita hadir untuk melakukan kebaikan dan tidak menimbulkan kebencian atau ketidaksukaan yang kadang membuat kehilangan damai hati. Sebab itu marilah kita meminta hikmat Tuhan agar kebaikan terus kita wujudkan demi kedamaian hidup dengan semua orang dan demi hormat kepujian nama Tuhan. 

Doa: Tuhan tolong kami agar dapat untuk hidup dalam kebenaran dan damai. Amin.

Sabtu, 27 September 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 12-13

Nasihat-nasihat
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Saling Menghormati Satu Dengan Yang Lain

Surat Tesalonika di tulis oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar mereka tetap setia pada iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nasehat ini ditengah kondisi jemaat yang mengalami penganiayaan dan mereka selalu mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus secepatnya. Paulus berharap agar pengharapan mereka akan kedatangan Tuhan tidak menggangu aktivitas keseharian mereka terkait dengan kerja. Sebab kuatnya pemahaman tentang kedatangan Tuhan yang semakin dekat membuat mereka tidak lagi bekerja dan mengganggu mereka yang ada dalam aktivitas kerja. Paulus tegaskan bahwa kedatangan Tuhan sudah pasti dan tidak perlu dipersoalan kapan waktunya. Tetaplah dalam tugas dan tanggung jawab untuk hidup dan masa depan serta saling menghormati satu dengan yang lain. Dengan mewujudkan demikian, maka kita mewujudkan perdamaian dengan semua orang. Nasehat ini penting bagi kita yang juga dalam masa penantian Tuhan Yesus. Kita tetap melakukan semua tanggung jawab kita dengan menjaga relasi hidup yang baik serta saling menghormati satu dengan yang lain demi kedamaian bersama sebagai umat ciptaan Tuhan.  

Doa : Ya Tuhan tuntun kami agar dapat mewujudkan hidup saling menghormati demi hormat kepujian namaMU, amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar