Tema Bulanan : Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri
Tema Mingguan : Pembaruan Diri untuk Membarui Kehidupan
Minggu, 19 Oktober 2025
bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 1 – 11
Berjaga-jaga
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.
Membarui Diri Untuk Pembaruan Hidup
Tema pelayanan minggu ini “pembaruan diri untuk membarui kehidupan”. Tema ini hendak menegaskan bagi kita sebagai orang-orang percaya untuk bersyukur dengan memaknai pengorbanan Tuhan Yesus yang telah mengampuni dan menyelamatkan kita dari penghukuman dosa. Pengorbanan Tuhan Yesus yang mahal itu mesti kita jawab dengan mewujudkannya melalui sikap dan perilaku hidup yang disebut oleh Paulus dalam bacaan kita sebagai anak-anak terang atau anak-anak siang. Sebagai anak-anak terang atau anak-anak siang, maka iman, pengharapan serta kasih kita kepada Tuhan Yesus dan sesama mesti terwujud didalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus kembali. Kedatangan Tuhan seperti pencuri yang kita tidak tahu kapan waktunya. Sehingga kita harus selalu siap sedia. Janganlah kita menunggu dengan menjadi anak-anak gelap atau anak-anak malam, dengan menghabiskan waktu untuk hal-hal serta perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk membarui hidup agar kita pun dapat melakukan pembaruan dalam kehidupan, baik di keluarga, gereja pun masayarakat.
Doa: Tuhan, ampunilah dosa kami, dan baruilah agar kami dapat melakukan pembaruan dalam kehidupan ini. Amin.
Senin, 20 Oktober 2025
bahan bacaan : Mazmur 51 : 9 – 15
7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! 9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! 12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! 13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Pengampunan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Baru
Raja Daud seorang raja yang besar pada zamannya dan dalam kepemimpinannya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan menikmati masa kegemilangan. Namun ia juga seorang manusia biasa yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Keinginan Daud untuk mengambil istri Uria, Batsyeba membuat Daud merancang kejahatan dengan menempatkan Uria di depan medan perang, sehingga membuat Uria mati. Hal itu membuat Daud untuk leluasa memiliki Batsyeba. Namun itu merupakan perbuatan dosa yang besar. Tuhan menegur Daud melalui nabi Nathan, tentang dosa dan pelanggarannya. Menarik dalam bacaan kita di hari ini, Daud berseru memohon pengampunan dari Tuhan dan berharap dosanya tidak dijadikan sebagai alasan untuk dia terbuang dari hadapan Tuhan. Cinta dan sayang Tuhan yang besar kembali ditujukan kepada Daud dengan mengampuni dan membaruinya. Ia pun berubah dan menjadikan dirinya berkat bagi banyak orang. Jika kita berbuat salah, segeralah barui hidup dan meresponi kebaikan Tuhan yang mengampuni itu denan selalu berbuat baik dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Doa: Tuntun kami Tuhan agar selalu menjadi berkat bagi orang lain sebagai tanda hidup baru. Amin
Selasa, 21 Oktober 2025
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 1 – 19a
Saulus bertobat
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. 3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." 7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. 10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" 11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." 13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku." 17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.
Pertobatan Membawa Perubahan Arah Hidup
Masa depan setiap orang tidak ada yang tahu. Hari ini seseorang dapat menjadi orang baik, tetapi ke depan dapat juga berubah menjadi orang jahat. Sebaliknya, hari ini seseorang menjadi jahat, namun ke depan dapat mengalami perubahan menjadi orang baik dan berguna. Itulah yang dialami oleh Paulus. Sebelum bertobat dikenal dengan nama Saulus, pria yang sangat jahat dan selalu membunuh pengikut-pengikut Yesus. Saulus tidak pernah menyusun rencana untuk menjadi orang baik apalagi berencana menjadi rasul. Sebaliknya, Saulus menyusun rencana untuk menangkap orang-orang Kristen di rumah-rumah ibadat lalu dibawa ke hadapan imam besar untuk disidangkan. Benar kata firman Tuhan, rencanamu bukanlah rencanaKu, rancanganmu bukanlah rancanganKu. Ternyata Yesus menjumpai Saulus dalam perjalanannya ke Damsyik. Perjumpaan Saulus dengan Yesus membawa pertobatan dan pembaruan. Ia dipakai oleh Yesus menjadi rasul yang memberitakan Injil Kristus kepada banyak orang. Pesan firman Tuhan ini adalah, pertobatan bukan hanya menyesali masa lalu, tetapi juga berbalik membarui arah hidup, dari jalan lama menuju jalan baru sesuai kehendak Tuhan. Kita akan dipakai untuk menjadi alat Tuhan memberitakan Injil, jika ada pertobatan yang sungguh dalam diri.
Doa: Tuhan, ubahlah hidupku, dan pakailah aku menjadi alatMu untuk memberitakan Injil. Amin.
Rabu, 22 Oktober 2025
bahan bacaan : 2 Tawarikh 7 : 14
4 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri merek
Berbalik Kepada Tuhan Ada Pemulihan
Adakah dari antara kita yang ingin mengalami pemulihan dalam hidup?. Jika tidak ada, pertanda orang itu tidak ingin berkembang dan maju, serta tidak ingin mengalami hal-hal baik terjadi pada dirinya. Sebaliknya, jika ada berarti orang tersebut ingin berkembang dan mengalami kemajuan dalam hidup, serta mengalami hal-hal baik dalam hidupnya. Teks bacaan ini memberikan beberapa hal yang harus dilakukan jika ingin mengalami pemulihan dalam hidup, yaitu: merendahkan diri, berdoa, selalu mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan hidup yang jahat. Tuhan menampakkan diri dan menyampaikan hal tersebut kepada Salomo, apabila ingin pengampunan dosa dan pemulihan hidup terjadi pada umat Israel. Itulah janji Tuhan yang penuh kasih. Begitu pun dengan hidup kita, apabila kita bertobat dari kesalahan dan dosa, maka Tuhan akan mengampuni dosa, dan memulihkan kehidupan kita sehingga menjadi lebih baik lagi. Pertobatan nyata harus disertai perubahan hidup. Tidak cukup hanya mengaku dosa tetapi juga meninggalkan dosa. Kita semua dipanggil untuk menjadi umat yang rendah hati, berdoa, suka mencari wajah Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat.
Doa: Tuhan, kami mengakui dosa, dan berharap pengampunan serta pemulihan dariMu. Amin.
Kamis, 23 Oktober 2025
bahan bacaan : Lukas 15 : 11 – 32
Perumpamaan tentang anak yang hilang
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
Bapa yang Merangkul
Setiap orang tua pasti pasti tidak ingin kehilangan anak, dan apabila ada salah satu anaknya hilang dari kehdupan keluarganya akan membuat kesedihan yang mendalam. Namun, jika anak yang hilang ditemukan atau telah kembali dan berada di tengah keluarga, ia pasti disambut dengan penuh sukacita oleh orang tua dan memulihkan martabatnya sebagai seorang anak. Itulah kisah yang disebutkan dalam perumpamaan ini. Perumpamaan tentang anak yang hilang menjadi sebuah gambaran akan kasih Allah yang berlimpah. Sebab itu Allah bersukacita atas pertobatan setiap orang dari dosa. Seberat apapun dosa, sedalam apapun kita jatuh. Kasih Allah tidak pernah habis. Tuhan mengharapkan kita yang berdosa, bertobat dan kembali kepadaNya. Bahkan ketika kita masih jauh, Allah berlari menyambut kita.Inilah kabar sukacita Injil: Allah bukanlah Allah yang menghukum tanpa belas kasih, melainkan Bapa yang merangkul.Jadi, pesan firman Tuhan ini kepada kita, jangan berlarut-larut hidup dalam dosa, kembalilah kepada Tuhan dan bertobatlah, sebab Tuhan merindukan kita berubah menjadi baik.
Doa: Tuhan, terima kasih karena selalu merangkul kami yang berdosa ini, Amin.
Jumat, 24 Oktober 2025
bahan bacaan : Roma 12 : 1 – 8
Persembahan yang benar
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
Berubahlah oleh Pembaruan Budi
Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak lepas dari kelemahan dan kesalahan. Siapa pun dia pasti pernah melakukan hal–hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak bisa menyangkalinya, sebab firman Tuhan sendiri mengatakan bahwa setiap manusia melakukan kesalahan, seorang pun tidak ada yang benar. Semua manusia adalah orang berdosa (lihat Roma 3:9-20). Paulus menyebutkan bahwa manusia yang melakukan kesalahan atau dosa disebut sebagai manusia yang sudah menjadi serupa dengan dunia ini. Karena itu, harus ada pembaruan hidup. Kalimat yang digunakan Paulus adalah berubahlah oleh pembaruan budimu. Maksudnya supaya manusia dapat membedakan mana kehendak Allah, dan mana yang bukan kehendak Allah; mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan sempurna, serta mana yang tidak baik dan yang tidak sempurna. Tentu hal ini dimaksudkan agar kita tahu bahwa yang baik dan yang sempurna bagi Allah-lah yang harus dipegang dan dilakukan, dengan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hiduo, kudus dan nerkenan kepada Allah. Bukan korban bakaran atau persembahan materi yang terutama, melainkan hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan. Hidup kita akan berkenan kepada Tuhan bila kita mempersembahkan diri setiap hari kepadaNya, Hidup rendah hati dan melayani dengan setia. Itulah panggilan bagi kita sebagai umat kepunyaan Kristus.
Doa: Tuhan baruilah hati dan budi kami, agar semakin berkenan kepadaMu, Amin.
Sabtu, 25 Oktober 2025
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 14 – 25
14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." 20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu." 25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.
Roh Kudus Menuntun Kepada Pembaruan Hidup
Apapun yang dilakukan oleh kita tidak akan pernah membuahkan hasil yang maksimal dan bermanfaat dalam hidup jika tidak meminta campur tangan kuasa Roh Kudus. Semuanya akan mubazir atau sia-sia. Itulah yang terjadi ketika Filipus memberitakan Injil di Samaria, dan hasilnya banyak orang mengikuti Yesus dan memberi diri di baptis, termasuk salah seorang tukang sihir. Meskipun demikian, mereka belum mengalami kuasa Roh Kudus dan ketika Petrus bersama Yohanes hadir di Samaria menumpangkan tangan ke atas orang-orang yang dibaptis, mereka pun menerima kuasa Roh Kudus. Ketika melihat itu, tukang sihir tadi menawarkan uang agar mendapat kuasa yang sama. Tetapi ia ditegur Petrus. Meski keras, teguran petrus adalah panggilan kasih agar si tukang sihir itu bertobat. Ia menanggapi dengan meminta doa. Ini mengajarkan kita untuk tidak menutup diri saat ditegur. Allah masih memberi kesempatan, asal kita mau merendahkan diri dan kembali kepadaNya.Hanya Roh Kudus yang membuat terjadinya pembaruan hidup dalam diri kita. sehingga hidup, kerja dan pelayanan kita tidak mengejar harta dan penghormatan melainkan kemuliaan kepada Allah.
Doa: Tuhan, biarlah Roh KudusMu hadir dalam hidupku agar pembaruan terjadi padaku Amin.
*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM