Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan
Tema Mingguan : Gereja yang Arif Menyikapi Perubahan Zaman
Minggu, 09 November 2025
bahan bacaan : Efesus 5 : 1 – 20
Hidup sebagai anak-anak terang
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. 6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. 8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Jangan Asal Bertindak
Demonstrasi yang terjadi di akhir bulan Agustus 2025 memberikan banyak kesan dan pesan berharga. Salah satunya terkait dengan sikap para pendemo. Mereka berani dalam menyampaikan asprasi. Ini hal yang baik. Tetapi ketika arogansi mereka diberitakan terjadi dalam bentuk penjarahan yang dilakukan atas nama keadilan, itu sesuatu yang tidak baik. Efesus 5 : 1-20 menuliskan pesan yang berharga bagi kita. Hidup sebagai anak-anak terang inilah yang dipesankan. Hal ini mengandung makna yakni agar kita tidak asal dalam hidup ini terutama dalam segala tindakan. Apa yang kita lakukan memperlihatkan jati diri Kekristenan kita. Kita harus bersikap adaptif atau memiliki daya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan apapun. Tetapi semua yang dilakukan tidak boleh sekadar asal dilakukan. Semua yang dilakukan harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan pernah memakai nama kebenaran dan keadilan sebagai dasar tindakan kita namun sesungguhnya yang terjadi adalah kita sementara juga melakukan tindakan yang tidak benar dan tidak adil. Itu bukan tipe anak-anak terang. Anak-anak terang hanya memiliki satu kriteria yaitu tidak asal bertindak, apalagi bertindak yang jahat. Maukah kita tetap mempertahankan jati diri kita sebagai anak-anak Terang?
Doa: Ya Allah, kami mau menjadi anak-anak terang, Amin.
Senin, 10 November 2025
bahan bacaan : Amsal 4 : 23 – 27
23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. 25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. 26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.
Jadilah Pahlawan dan Bukan Penjahat
Hari ini kita memperingati hari pahlawan. Mungkin ada banyak defenisi tentang arti pahlawan. Tetapi salah satu defenisi pahlawan adalah orang yang mampu menyikapi zaman dengan menjaga hati dan terus menatap ke depan. Hidup seorang pahlawan pasti hanya akan menjadi berkat dan itulah sebabnya ia disebut pahlawan. Amsal sebagai kitab hikmat memberikan pengajaran tentang sisi hidup seorang pahlawan. Hatinya dijagai dengan kewaspadaan, ia tidak membiarkan hatinya dikuasai oleh hal yang tidak baik. Mulutnya tidak digunakan untuk mengatakan hal yang tidak benar. Matanya dipakai hanya untuk melihat kebenaran dan bukan sebaliknya. Kakinya berjalan di jalan yang rata. Ia tidak melangkah di jalan kejahatan. Renungan ini menuntun kita untuk hidup dengan hati yang terjaga, mulut yang jujur, mata yang focus, dan langakh yang mantap. Dunia boleh menawarkan banyak godaan yang dapat membuat kita tergoda menoleh ke kanan atau ke kiri, tetapi mata iman menuntun kita untuk tetap setia pada jalan Tuhan dan melakukan apa yang benar dan bukan sebaliknya. Sebab itu firman Tuhan harus menjadi kompas agar kita tidak menyimpang. Jadilah pahlawan dan bukan penjahat.
Doa: Ya Allah, mampukanlah kami menjadi pahlawan kebaikan, Amin.
Selasa, 11 November 2025
bahan bacaan : Titus 2 : 1 – 2
Kewajiban orang tua, pemuda dan hamba
Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: 2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan
Hidup Menjadi Teladan Yang Matang
Firman Tuhan hari ini menjadi dasar untuk kita bersyukur bersama laki-laki GPM yang berusia 39 tahun. Dari firman ini kita diajak untuk hidup dalam pengajaran yang sehat. Bukan sekedar tahu kebenaran firman Tuhan, tetapi menghidupinya dalam kata dan perbuatan. Orang yang sudah dewasa dalam iman, khususnya laki-laki, diingatkan untuk hidup sederhana, terhormat, bijaksana, dan teguh dalam iman, kasih, serta ketekunan. Dunia hari ini banyak menawarkan jalan pintas untuk menghibur hati, tetapi firman Tuhan menuntun kita untuk menjadi teladan yang kokoh di tengah badai nilai-nilai yang berubah. Karakter yang matang bukan lahir dari kemudahan, tetapi dari kesetiaan memegang kebenaran walau banyak yang menentangnya. Tuhan rindu melihat umat-Nya menjadi pilar bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat. Kekuatan seorang ayah, kakak, atau pelayan laki-laki tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi dari kestabilan hati dan kebijaksanaan hidupnya. Mari kita bercermin, apakah perkataan dan sikap kita menuntun keluarga kepada Kristus atau malah menjauhkan karena kita tidak bisa menjadi teladan? Hari ini, jadikan firman sebagai pelita agar hidup kita menjadi contoh dan teladan yang menguatkan orang lain untuk tetap berjalan dalam kebenaran.
Doa: Teguhkan Imanku Tuhan, agar dapat menjadi teladan, Amin.
Rabu, 12 November 2025
bahan bacaan : Titus 2 : 3 – 5
3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.
Perempuan Bijak, Generasi Kuat
Perempuan-perempuan yang dewasa dalam iman dipanggil untuk hidup dengan penuh hormat, tidak memfitnah, tidak diperbudak oleh hawa nafsu, dan menjadi pengajar yang baik bagi generasi muda. Dalam dunia yang serba cepat ini, godaan untuk sibuk mengomentari hidup orang lain sangat besar. Tetapi firman Tuhan memanggil para perempuan untuk menjadi sumber kebijaksanaan, penopang keluarga, dan penanam nilai-nilai ilahi bagi anak-anak dan remaja. Kata-kata yang diucapkan dengan kasih dan bijak bisa menjadi benih kehidupan yang kelak menghasilkan buah yang manis. Kita tidak tahu seberapa besar dampak yang dihasilkan dari teladan hidup yang benar. Seorang ibu yang sabar, seorang kakak yang penuh perhatian, atau seorang nenek yang setia berdoa bisa menjadi benteng iman bagi keluarga. Tuhan ingin perempuan-perempuan-Nya menjadi agen pembawa damai, pelindung kasih, dan pengajar kebaikan yang tulus. Mari kita mulai hari ini dengan komitmen untuk menjadi suara yang membangun dan hati yang membimbing generasi muda dengan pembentukan karakter: hidup dalam kasih, bijaksana, suci, penuh kebaikan dan bertanggungjawab. Keluarga yang kuat, melahirkan generasi yang kuat dan itu adalah kesaksian nyata bagi dunia.
Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk hidup sebagai teladan iman, Amin.
Kamis, 13 November 2025
bahan bacaan : Pengkhotbah 11 : 9 – 10
Nasihat bagi pemuda-pemudi
9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! 10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.
Masa Muda Yang Bertanggung Jawab
Sukacita adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri. Hidup yang terlalu kaku dan tanpa sukacita akan membuat kita lupa menikmati segala hal yang baik dan indah dari Tuhan. Namun firman Tuhan mengingatkan: masa muda perlu dinikmati, tetapi tidak boleh dijalani secara sembarangan. Karena setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Artinya, boleh mengikuti keinginan hati, tetapi keinginan itu harus ditimbang dengan kebenaran firman. Dunia mendorong anak muda untuk “mengejar kebebasan” tanpa batas, tetapi Tuhan mengajarkan kebebasan yang bertanggung jawab. Masa muda adalah anugerah yang indah, tetapi juga masa yang rentan untuk terseret oleh kesenangan sesaat. Jangan biarkan hati kita tertipu oleh hal-hal yang kelihatan manis di depan, tetapi pahit di belakang. Hidup dengan bijak di masa muda berarti menata langkah sejak sekarang, bukan nanti ketika segalanya sudah terlambat. Singkirkan hal-hal yang dapat mengeraskan hati dan merusak masa depan. Jadilah pribadi yang memanfaatkan masa muda untuk membangun iman, karakter, dan masa depan yang kokoh. Allah rindu anak-anak muda memiliki hati yang bersih, tubuh yang sehat dan hidup yang bersemangat. Sebab itu, sukacita sejati tidak merusak diri, melainkan memuliakan Allah.
Doa: Arahkan Jalanku di masa muda ini ya Tuhan, Amin.
Jumat, 14 November 2025
bahan bacaan : Lukas 12 : 54 – 59
Menilai zaman
54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? 58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. 59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."
Peka Membaca Tanda -Tanda Zaman
Yesus menegur orang-orang yang pandai membaca tanda-tanda cuaca, tetapi gagal membaca tanda-tanda zaman. Teguran itu bermaksud agar mereka peka terhadap karya Allah dalam sejarah kehidupan. Begitu pula kita. menilai zaman bukan berarti hanya mengikuti trend perkembangan dunia, tetapi melihat apa yang sedang Allah kerjakan. Sering kita sibuk memprediksi hal-hal duniawi, tetapi tidak peka pada apa yang Tuhan sedang kerjakan di sekitar kita. Apakah kita mampu melihat bahwa dibalik peristiwa sosial, politik, ekonomi dan kehidupan sehari-hari, Allah sedang berbicara dan mengarahkan kita? Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk bertindak selagi masih ada waktu. Pertobatan bukanlah hal yang harus ditunda-tunda. Kita tidak tahu kapan kesempatan itu akan berakhir. Mari belajar membaca tanda-tanda yang Tuhan tunjukkan melalui firman, peristiwa, dan suara hati, agar kita dapat hidup selaras dengan kehendak-Nya dan siap menyambut-Nya dengan hati yang bersih. Jangan kita sibuk membaca tanda-tanda dunia tetapi lalai membaca tanda-tanda kehendak Tuhan, dan kehendakNya adalah bertobat dan tidak ikut arus dunia ini yang menyesatkan.
Doa: Buat kami peka melihat apa maksud Tuhan dibalik setiap zaman, Amin.
Sabtu, 15 November 2025
bahan bacaan : Amsal 3 : 1 – 4
Berkat dari hikmat
Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, 4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia
Firman Yang Tertulis Di Hati
Tuhan berjanji bahwa mereka yang setia memegang pengajaran-Nya akan menikmati umur panjang, sejahtera, dan kasih setia yang tidak lekang oleh waktu. Firman dan kasih Tuhan harus tertulis bukan hanya di Alkitab, tetapi di hati kita. Inilah kunci untuk menemukan damai sejati di tengah dunia yang penuh gejolak. Kesetiaan pada firman bukan sekadar soal menghafal ayat, tetapi menghidupinya dalam pilihan-pilihan kecil setiap hari. Kebaikan dan kesetiaan adalah harta yang tidak bisa dibeli, tetapi bisa kita berikan kepada orang lain sebagai warisan rohani. Saat hidup kita dipenuhi kasih dan kejujuran, kita akan mendapatkan perkenaan dari Allah dan manusia. Hari ini, mari kita pilih untuk menaruh firman di hati, membiarkannya membentuk pikiran, perkataan, dan tindakan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang mengundang orang lain untuk mengenal kasih Tuhan. Jangan abaikan firman, karena disitulah sumber kehidupan yang menuntuk kita hidup berkenan kepada Tuhan.
Doa: FirmanMu tertulis dalam hati kami ya Tuhan, Amin.
*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2025, LPJ-GPM