Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan
Tema Mingguan : Menjadi Gereja yang Ugahari
Minggu, 16 November 2025
bahan bacaan : Amsal 30 : 7 – 9
7 Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: 8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
Hidup Sederhana, Jauh dari Keserakahan
“Lapar bicara laeng kanyang biking laeng”, kalimat sederhana tapi mengandung makna yang sangat dalam. Waktu ada limpah lupa jalan pulang, tapi saat seng ada lai mau kaluar lewat tiris – tiris rumah saja seng bisa. Ini tipe keserakahan yang nyata karena tidak pernah merasa cukup, tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada . Kalau cara hidup seperti ini langgeng dalam keseharian berarti akan terjadi rupa-rupa pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan. Agur bin Yake dalam permohonan-Nya kepadaTuhan, momohonkan agar dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan, ini merupakan dosa-dosa etis, moral, yang berdampak pada terganggunya hubungan sosial. Ia juga meminta jangan memberikan kemiskinan dan kekayaan, tetapi biarkan ia menikmati makanan yang menjadi bagiannya.Kemiskinan dan kekayaan adalah dua keadaan hidup yang sama – sama memiliki dampak negatif ketika tidak di sikapi dengan bijak. Firman ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik dan sangat dibutuhkan. Bukan soal kemiskinan dan kekayaan tetapi bagaimana kita teta. mengandalkan Tuhan sebagai sumber berkat, Selalu merasa puas dan cukup dengan apa yang diperoleh serta senantiasa megucap syukur dengan apa yang Tuhan beri. Buanglah jauh-jauh segala hasrat dan keinginan yang berlebihan, jangan angkuh dan serakah!. Bangunlah hidup dalam kesederhanaan.
Doa: Biarlah kami mau hidup dalam kesederhanaan karena semua yang kami punyai asalnya dari-Mu. Amin
Senin, 17 November 2025
bahan bacaan : Keluaran 16 : 17 – 20
17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya. 19 Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi." 20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka
Cukupkanlah Dirimu dengan Pemberian Tuhan
Mencari dan mengumpulkan sesuatu untuk persediaan hari esok adalah cara manusia demi tetap bertahan hidup. Apalagi di tengah tantangan saman yang semakin susah karena berbagai kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini menuai berbagai macam reaksi sebab hal ini menyebabkan keterpurukan secara ekonomi dan ketidak sejahteraan bagi rakyat. Ini tentu mengkhawatirkan. Sikap khawatir yang ekstrim kadang berdampak pada keraguan akan kuasa Tuhan bahwa Ia yang memegang dan berkuasa atas hari esok. Padang gurun Sin menjadi saksi kemahakuasaan Allah yang sanggup mencukupkan segala sesuatu demi kelangsungan kehidupan umat. Manna Allah turunkan dari langit sebagai jawaban atas keluhan umat Israel yang lapar. Namun apa yang terjadi disana ialah perintah Allah untuk mengumpulkan secukupnya dilanggar. Karena kekhawatiran mereka mengumpulkan melebihi dari yang dibutuhkan, akibatnya manna itu busuk dan berulat. Peristiwa ini menandakan bahwa pemeliharaan Tuhan itu sempurna dan adil. BerkatNya cukup untuk kita masing-masing. Sebab itu cukupkanlah diri dengan segala yang berasal dari tangan kasih Tuhan. Jika kita rakus, serakah atau tidak percaya pada janjiNya, berkat itu bisa menjadi bencana.
Doa : Tuhan, Ajarkan kami untuk mencukupkan diri dengan pemberianMu, Amin
Selasa, 18 November 2025
bahan bacaan : Amsal 16 : 17 – 19
17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. 18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 19 Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.
Jangan Hidup Dalam Kesombongan Dan Ketidakjujuran
Kalau mau supaya jang calaka harus kalakuang tu bae jang kajahatang. Kalau mau orang lia deng paduli saat susah, saat jatuh deng seng berdaya, jang sombong jang tinggi hati,jang rasa diri hebat dari orang laeng, lalu kalau ada pung labe jang hanya mau bagi deng orang yang satu level saja tapi kalau pung labe, bagi lai deng orang yang seng punya”. Itu pesan seorang ayah kepada anaknya saat ia pergi merantau. Nasehat ini mau mengingatkan agar anak-anak bahkan siapa saja agar hidup rendah hati. Amsal mengingatkan hal yang sama:” kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Lebih baik hidup rendah hati dan sederhana daripada kaya dari hasil curang dan hidup dalam kesombongan. Firman Tuhan ini penting untuk kita ingat, marilah kita hidup jujur. Kejujuran melindungi kita dari dosa, dari tipu daya bahkan dari akibat buruk di hari ini dan kemudian hari. Di dunia yang penuh kompromi dan kepalsuan ini, kita diajak untuk setia, jujur dan rendah hati. Dengan demikian Tuhan tetap dimuliakan dalam seluruh praktek hidup kita .
Doa: Perteguhkanlah iman kami Tuhan untuk selalu mencintai kebenaran agar kesombongan dan kebohongan tidak merajai hati kami. Amin.
Rabu, 19 November 2025
bahan bacaan : Amsal 15 : 16 – 17
16 Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. 17 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.
Hidup Sederhana dengan Kasih dan Takut akan Tuhan
Manakah yang akan dipilih, antara banyak harta tapi selalu di hantui kecemasan, ataukah memilih hidup sederhana tapi limpah sukacita dan jauh dari kecemasan? Pasti semua kita akan memilih lebih baik sedikit atau lebih baik hidup sederhana asalkan bahagia, tenang aman dan nyaman tanpa tekanan dan jauh dari kecemasan. Kesederhanaan dalam hidup bukan berarti tidak boleh memiliki sesuatu yang lebih. Tetapi hidup sesuai dengan apa yang kita miliki dengan cara menyeimbangkan keinginan dengan penghasilan atau pendapatan yang kita punya. Pada sisi lain, hidup dengan mengejar kekayaan seringkali menyeret kita kedalam berbagai masalah, ketakutan kalau harta kita hilang, hidup dalam kecurigaan terhadap orang lain, hilang ketentraman jiwa dan batinbahkan berdampak pada hubungan dengan Tuhan. Amsal mengajak kita untuk merenungkan nilai kehidupan yang sejati. Memperoleh kekayaan tanpa rasa takut akan Tuhan hanya membawa kegelisahan. Tetapi relasi yang hangat, penuh cinta lebih berharga dari semua itu. Mari membangun kasih dalam keluarga, gereja dan sesama. Karena kasih lebih bernilai daripada segala kekayaan.
Doa : Tuhan curahkanlah kiranya kekuatan dan hikmatmu agar kami tidak mencondongkan hati dan terikat pada tawaran dunia, Amin
Kamis, 20 November 2025
bahan bacaan : 2 Korintus 9 : 6 – 15
Memberi dengan sukacita membawa berkat
6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. 13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, 14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. 15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
Berbagi Adalah Wujud Pelayanan Kasih
Kita hidup dan menikmati segala sesuatu di dunia ini adalah karena kasih dan kemurahan Tuhan. Apa yang dapat kita lakukan untuk membalas segala kebaikan Tuhan?. Hanya puji dan sembah yang teraktualisasi lewat tindakan hidup yang mau berbagi dengan sesama. Tindakan berbagi adalah wujud belas kasihan kepada orang lemah, memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu (amsal 19:17). Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus untuk mendorong mereka memberi dengan hati yang tulus. Ia memakai prinsip sederhana; menabur dan menuai. Menabur sedikit,menuai sedikit; tetapi menabur banyak, menuai banyak. Prinsip ini bukan hanya berlaku dalam dunia pertanian, tetapi juga dalam kehidupan iman kita. Maka memberi atau berbagi dengan sesama bukanlah sekedar sebuah pilihan melainkan wujud nyata dari iman, pengharapan serta kasih.Berbagi dalam ketulusan adalah berbagi dengan apa adanya kita, dan bukan karena ada apa – apanya. Berbagi dalam ketulusan hati tidak akan pernah membuat kita berkekurangan, justru kita akan dilimpahi Tuhan dengan berkat-Nya yang berlimpah.
Doa: Tuhan, kami mau berbagi dengan sesama sebagai perwujudan kasihMu yang melimpah, Amin.
Jumat, 21 November 2025
bahan bacaan : Roma 15 : 1 – 13
Orang yang lemah dan orang yang kuat
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. 8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." 10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya." 11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia." 12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan." 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Keseimbangan Hidup: yang Kuat Membantu yang Lemah
alam Roma 15 ini, Paulus berbicara tentang gereja Tuhan yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda: budaya, karakter, bahkan kemampuan yang berbeda, tetapi menjadi satu kesatuan yang harmonis dengan kuncinya yaitu yang kuat menolong yang lemah. Mereka yang kuat memiliki kewajiban menolong yang lemah. Mereka yang lemah tidak boleh menjadi korban dari yang kuat. Disinilah prinsip keseimbangan hidup dibangun. Hidup tidak akan pernah seimbang bila yang kuat hanya memikirkan dirinya sendiri dan yang lemah dibiarkan tergeletak tanpa pertolongan. Justru keindahan hidup tercipta ketika ada keseimbangan. Sebab itu kekuatan yang dimiliki, entah itu fisik, pikiran, harta atau pengaruh, bukanlah untuk dipamerkan, melainkan untuk dipakai menolong. Sebab sesungguhnya kekuatan itupun adalah pemberian Tuhan. Saat kita menolong, kita bukan hanya membangun orang lain, tetapi juga menjaga keseimbangan hidup. Tuhan Yesus adalah teladan utama. Walau Ia Mahakuat, Ia rela merendahkan diri, menanggung kelemahan kita bahkan memikul dosa dunia di kayu salib. Kasih-Nya menciptakan keseimbangan, sehingga kita yang lemah kini memiliki harapan dan kekuatan baru. Hal ini mengingatkan, agar kita tidak egois, melainkan setia menolong mereka yang lemah. Kiranya hidup kita menjadi saluran keseimbangan hidup dan berkat dalam dunia ini.
Doa: Tuhan, kami mau selalu menolong orang yang lemah. Amin.
Sabtu, 22 November 2025
bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 18
18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Mengucap Syukur dalam Segala Hal
Nasehat untuk mengucap syukur dalam segala hal dihubungkan dengan nasehat untuk selalu berdoa. Mengucap syukur juga adalah bentuk kepercayaan seseorang kepada Allah. Ketika mengucap syukur, kita percaya bahwa Tuhan Yesus akan bekerja secara luar biasa sesuai dengan apa yang Dia rancangkan yaitu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Mengucap syukur membuat kita lebih sadar akan berkat-berkat Tuhan dalam hidup. Saat kita menyadari berkat-berkat itu, kita akan semakin menghargai kasih-Nya dan lebih bersyukur atas segala yang diberikan. mengucap syukur bukanlah sesuatu yang kita lakukan saat kita menginginkannya atau saat hidup berjalan baik. Mengucap syukur adalah sesuatu yang harus kita lakukan dalam segala situasi. Inilah kehendak Allah yang berkenan. Ini adalah perintah yang hanya dapat ditaati melalui iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus dan kekuatan yang diberikan oleh Roh Kudus. Paulus tidak menyarankan kita mengabaikan kenyataan akan rasa sakit atau penderitaan kita. Sebaliknya, ia mendorong kita untuk memupuk hati yang bersyukur di setiap musim kehidupan. Tuhan Yesus sendiri memberi teladan. Dalam perjamuan terakhir, Ia mengucap syukur saat membagi roti dan anggur, padahal Ia tahu penderitaan salib sudah menanti. Itu menunjukkan bahwa syukur lahir dari iman, bukan dari keadaan. Jadi, marilah kita selalu bersyukur sebab syukur adalah sikap hati yang percaya bahwa Allah tetap berdaulat dalam segala keadaan.
Doa: Tuhan, bantu kami punya sikap hati yang mau bersyukur dalam segala situasi. Amin
*SUMBER : SHK NOV 2025, LPJ-GPM