Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan
Tema Mingguan : Gereja untuk Hidup Berkelanjutan
Minggu, 23 November 2025
bahan bacaan : Kejadian 9 : 1 – 17
Perjanjian Allah dengan Nuh
Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. 3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. 4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. 5 Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. 6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. 7 Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya." 8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." 12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi." 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."
Anugerah Damai Sejahtera
Pasal 9:1-17, menjelaskan bagaimana Tuhan Allah menyatakan kasih-Nya yang besar atas kehidupan Nuh dan keluarganya. Tuhan dengan kuasa-Nya yang besar memerintahkan Nuh dan anak-anak-Nya untuk melajutkan kehidupan “beranak cuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi”. Suatu anugerah yang besar yang menandai babak baru dari kehidupan di muka bumi ini. Keluarga Nuh sajalah yang oleh ketaatan dan kesetian kepada Tuhan Allah, diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan setelah air bah. Tuhan Allah menghendaki kelangsungan hidup manusia dan kehidupan yang dikehendaki-Nya adalah hidup dalam damai sejahtera. Tuhan Allah berjanji kepada Nuh, tidak akan ada lagi air bah. Tanda dari janji Tuhan adalah melalui busur pelangi di awan. Saat kita melihat pelangi, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan umatNya. Kasih dan kesetiaanNya tidak berubah. Manusia diberi kuasa atas bumi ini untuk menjaga keberlanjutannya. Manusia harus hidup tertib dan menjaga keseimbangan ciptaan. Sebab itu, sama seperti Nuh dan keluarganya, biarlah kita juga dipakai Tuhan untuk melestarikan ciptaanNya agar kehidupan ini terus berlanjut dengan baik.
Doa: Tuhan, kami bersyukur atas panggilanMu bagi kami menjaga keberlanjutan hidup di bumi. Amin.
Senin, 24 November 2025
bahan bacaan : Mazmur 78 : 1 – 11
Pelajaran dari sejarah
Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. 2 Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. 3 Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, 4 kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. 5 Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, 6 supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 7 supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; 8 dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah. 9 Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; 10 mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. 11 Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.
Ceritakanlah Tentang Kasih Tuhan
Asaf menyampaikan kepada bangsanya tentang bagaimana Allah menetapkan peringatan kepada Yakub dan hukum taurat kepada Israel. Ia juga menyampaikan bahwa nenek moyang mereka telah diperintahkan oleh Allah untuk mengajarkan peringatan dan taurat itu kepada anak-anak mereka agar dikenal oleh angkatan yang kemudian dan agar anak-anak yang lahir kelak juga dapat menceritakan kepada anak-anak mereka. Ajaran dan peringatan untuk etap menaruh kepercayaan dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah. Mereka juga tidak boleh mengikuti kehidupan nenek moyang mereka yang disebut sebagai angkatan pendurhaka, pemberontak, angkatan yang tidak setia kepada Tuhan. Sebaliknya, bangsanya harus mendengar dengan sungguh-sungguh dan belajar tentang apa yang telah terjadi di masa lampau agar kehidupan mereka ke depan dapat berjalan dengan baik. Mazmur ini mengajarkan kita semua untuk penting mengingat perbuatan Tuhan dan mewariskannya kepada generasi berikut. Banyak perbuatan Tuhan yang nyata dalam hidup kita. Ceritakanlah dan perkenalkanlah Tuhan kepada anak-anak kita dan banyak orang agar mereka semakin bertumbuh dalam iman dan taat kepada Tuhan. Sungguh indah jika mereka pada akhirnya menjadi generasi yang memuliakan nama Tuhan karena terinspirasi dari cerita pengalaman hidup kita bersama Tuhan.
Doa: Tuhan, Biarlah cerita hidup kami bersamaMu, memberkati banyak orang. Amin.
Selasa, 25 November 2025
bahan bacaan : Yosua 14 : 6 – 15
Kaleb mendapat Hebron
6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. 7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. 8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. 12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." 13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. 14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.
Iman yang Teguh Seperti Kaleb
Melalui perkataan Kaleb kepada Yosua dan klaimnya terhadap janji Tuhan, kita bisa meneladaninya. Kaleb selalu beriman dan setia mengikut Tuhan sepenuh hati (ay.8, 9, 14), meskipun sudah berlalu empat puluh lima tahun dan saat itu ia berusia delapan puluh lima tahun. Ini terjadi karena Tuhan memelihara dan menopang hidupnya. Pengembaraan empat puluh tahun di padang gurun dan lima tahun berperang di Kanaan tidak meredupkan harapan Kaleb karena ia selalu mengingat janji kesetiaan Allah yang akan memberikan bagian tanah miliknya. Janji itu ditepati, meskipun tanah itu masih dikuasai oleh orang Enak atau para raksasa. Dalam kesemuanya itu, Kaleb mengimani bahwa Tuhan selalu menyertai dia. Dari Kaleb, kita belajar untuk taat dan beriman kepada Allah dengan setia di sepanjang hidup. Pertambahan usia tidak boleh melemahkan iman kita kepada Tuhan, juga tidak melemahkan semangat untuk menjalankan perintah Tuhan. Ya, seringkali kita begitu bersemangat di waktu usia masih muda. Tetapi ketika telah berusia lanjut, kadang iman menjadi lemah karena banyak masalah dan tantangan hidup. Kaleb mengajarkan bahwa iman harus terus dipelihara, bahkan harus semakin matang seiring bertambahnya usia. Untuk itu, janganlah kita bergantung pada kekuatan diri, melainkan pada janji-janji Tuhan.
Doa: Tuhan, tambahkan iman percaya kami seperti Kaleb yang teguh dengan janjiMu. Amin.
Rabu, 26 November 2025
bahan bacaan : Yesaya 43 : 18 – 21
18 firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! 19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 20 Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; 21 umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."
Beritakanlah Kemasyuran Tuhan
Tiga pembagian waktu yang penting untuk kita ingat adalah waktu lalu, waktu kini dan masa depan. waktu lalu adalah periode yang telah berlalu, tidak dapat diubah serta berdampak pada waktu kini atau masa depan. Waktu kini adalah periode waktu yang sementara berlangsung, kita dapat bertindak, membuat keputusan dan mengalami kehidupan. Masa depan adalah periode waktu yang belum terjadi. Masa depan dapat berupa harapan, impian atau rencana untuk dilakukan. Kepada bangsa Israel Yesaya mengingatkan untuk tidak terjebak dalam bayangan masa lalu, sebab Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru. “jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara”. Itu karya Allah yang mustahil menurut manusia, tapi nyata oleh kuasa-Nya. bahkan ciptaan lain ikut menikmati karya pembaruan Allah. Itu berarti, bukan hanya manusia tetapi juga ciptaan lain Tuhan lindungi. Firman Tuhan ini mengundang kita semua untuk hidup dalam pengharapan baru bersama Tuhan dan menjadi umatNya yang selalu memuliakan namaNya melalui keterpanggilan kita menjaga keberlenjutan hidup di dunia ini.
Doa: Dalam setiap waktu, ajarkan kami untuk terus memasyurkan namaMu dan menjaga keberlanjutan hidup, amin
Kamis, 27 November 2025
bahan bacaan : Keluaran 2 : 23 – 25
Musa diutus TUHAN
23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.
Berserulah, Allah akan Menjawab
Permasalahan, tantangan, penderitaan, semua orang menghadapinya. Ketika persoalan dan tantangan itu datang silih berganti, kita cenderung bertanya, dimana Allah. Apakah Allah tahu apa persoalan kita? Apakah Allah tahu penderitaan kita?. Sesungguhnya Allah mengetahui semua yang terjadi dalam hidup seluruh ciptaannya! Pertanyaan mendasar untuk kita adalah apakah kita datang kepada Allah dalam doa untuk menyampaikan seluruh permasalahan dan tantangan tersebut? Keluaran 2:22-23 mengungkapkan dengan jelas tentang Israel yang mengalami perbudakan bertahun-tahun, tetapi ketika mereka berpaling kepada Allah, berseru meminta pertolongan kepadaNya. Allah pun berpaling menjawab dan menolong mereka. Firman Tuhan ini memberi pesan kepada kita bahwa Tuhan bukan Allah yang jauh, tetapi Allah yang dekat dan penuh empati. Ia tidak hanya tahu masalah dan pergumulan kita, tetapi Ia juga menaruh perhatian, kasih dan rencana untuk menolong kita. Berserulah, dan meminta dalam doa kepada Allah dalam Yesus, Ia akan memberi jawaban tepat pada waktunya. Jawabannya tidak pernah mengecewakan. Karena itu, mari kita hidup dalam iman dan pengharapan, sambil terus berseru kepada-Nya.
Doa: Tuhan, terima kasih karena selalu mendengar dan menjawab doaku, amin
Jumat, 28 November 2025
bahan bacaan : Roma 11 : 25 – 36
Penyelamatan Israel
25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. 26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. 27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka." 28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. 29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. 30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. 32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. 33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Rencana Allah yang Penuh Kasih.
Manusia siapakah yang mengetahui rencana Allah? Jawabannya, tidak ada! Manusia hanya bisa mensyukuri bahwa rencana Allah itu baik adanya sebab Ia mengasihi semua ciptaanNya. Baik yang tegar tengkuk atau keras kepala, yang percaya kepadaNya maupun yang tidak. Pengakuan ini yang disampaikan Paulus dalam teks hari ini bahwa Allah memiliki rencana keselamatan yang mencakup Israel dan bangsa-bangsa lain. Rencana keselamatan ini bukanlah gagasan manusia tetapi berasal dari kasih Allah sendiri. Rencana ini terwujud melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Ini berarti bahwa rencana keselamatan Allah yang melampaui batas-batas manusia. Kasih Allah ini tidak terbatas pada satu bangsa atau kelompok tertentu, tetapi meluas kepada seluruh dunia. Inilah kasih yang inklusif, yang menghapus sekat-sekat pemisah dan membuka jalan bagi semua orang untuk diselamatkan. Bagaimana kita merespon rencana keselamatan Allah yang penuh kasih ini? Menerima rencana penyelamatan Allah berarti hidup dalam identitas yang baru. Pertama, kita bukan lagi budak dosa, tetapi anak-anak Allah. Kedua, hidup mengasihi sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Ketiga, dengan menjadi saksi atau saluran berkat bagi banyak orang. Bersyukurlah atas rencana Allah yang penuh kasih dalam hidup kita.
Doa: Tuhan, jadikanlah kami bagian dari rencana penuh kasihMu, amin
Sabtu, 29 November 2025
bahan bacaan : Amsal 24 : 14 – 15
14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. 15 Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik, jangan merusak rumahnya.
Hikmat untuk Masa Depan
Masa depan, tidak bisa ditebak karena masa depan adalah peristiwa yang belum terjadi. Masih dalam rencana. Tetapi semua orang selalu berharap miliki masa depan yang baik. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendapatkan masa depan yang baik? Tentu harus ada rencana dan aksi. Menurut Amsal 24:14-15, hikmat adalah kunci untuk mendapatkan masa depan yang baik dan harapan yang tetap ada. Hikmat bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk menerapkan pengetahuan itu dengan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu carilah hikmat sebanyak-banyaknya supaya masa depan kita cerah. Bagaimana caranya? Bacalah banyak buku, dengarkan nasehat orang tua, guru, atau teman yang lebih berpengalaman dan yang paling penting, membaca Firman Tuhan agar selalu mengenal kehendakNya. Tuhan adalah sumber hikmat. Jika kita menjauh dari Tuhan, kita tidak memiliki hikmat dan akhirnya kita akan menjadi orang fasik. Tetapi dalam dekat dengan Tuhan, hikmat akan menjadi milik kita. Selanjutnya, kita akan menjadi orang benar serta hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Doa: Berikanlah HikmatMu menuntun masa depanku, Tuhan, amin
*SUMBER : SHK NOV 2025, LPJ-GPM