Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Desember 2025

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Menanti Tuhan dalam Kedamaian

Minggu, 21 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 24 : 1 – 10

Kedatangan Raja Kemuliaan dalam Bait Allah
Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. 3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" 4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. 5 Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. 6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela 7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" 9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Menjaga Hati, Mulut dan Tingkah Laku

Mazmur 24:1-10 termasuk kumpulan mazmur Daud, dan merupakan Madah pujian yang memuliakan Tuhan sebagai Raja. Kidung ini dipakai dalam ibadah berupa arak arakan yang mengantar Tabut perjanjian masuk kedalam Bait Allah, seperti yang terjadi waktu Tabut itu oleh Daud dipindahkan ke Yerusalem. Dalam mazmur ini Daud memuji Allah sebagai Raja yang kekal, Tuhan semesta Alam. Dialah pencipta, pemilik serta penguasa atas dunia dan hidup manusia. Raja kemuliaan yaitu Tuhan Yesus Kristus itulah yang membedakan Dia dengan allah-allah lain. Pengakuan kita harus nampak dalam perbuatan, cara berpikir dan perilaku kita, keseharian kita di tengah keluarga, gereja dan masyarakat, sebab hanya orang-orang yang tidak melakukan kejahatan dengan tangannya, murni hatinya dan pikirannya serta hidup kudus, merekalah yang dapat berjumpa dengan dengan Allah dalam Bait-Nya. Dia datang sebagai Raja kemuliaan yang hadir dalam Bait Allah mengangkat. membangkitkan kita dan memulihkan kita dari segala kesedihan, ketakutan, kebodohan, penipuan yang menawan hidup orang percaya dan membuat kita tidak berdaya, tetapi la sendiri telah datang sebagai Raja Kemuliaan yang mengangkat dan mentranformasi hidup kita menjadi lebih baik, nantikanlah Tuhan dengan kedamaian sambil tetap menjaga hati, menjaga pikiran, menjaga mulut, dan menjaga tingkah laku kita agar layak dan pantas didalam menyambut kedatangan-Nya.

Doa: Tuhan, bantu kami menjaga hati, pikiran, mulut dan tingkah laku kami, Amin.  

Senin, 22 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 26 : 12

12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

Damai Sejahtera Sejati

Damai sejahtera dari Tuhan mengalir dari dalam hati (internal), tidak terpengaruh oleh situasi kondisi, dan bersifat kekal. Sekalipun diterpa masalah, sekalipun situasi sedang tidak baik, hati tetap dipenuhi oleh damai sejahtera. Damai sejahtera bersumber dari hubungan yang karib antara kita dengan Tuhan dan dampak dari ketaatan kita melakukan firman Tuhan. Ada tertulis: “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,” Dengan cara inilah Tuhan akan melimpahkan damai sejahtera-Nya kepada kita. Ketika kita berserah dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal, Dia yang akan mengerjakan segala sesuatu melalui kita. Bukan karena kekuatan kita, tetapi karena anugerah dan kuasa-Nya. Saat kita berjalan bersama Tuhan, ada jaminan bahwa Dia akan menyediakan apa yang kita butuhkan. (ay 12). Damai sejahtera sudah ada di dalam hati kita masing-masing, hanya tinggal kita mau atau tidak mengalahkan kedagingan kita dan mengaplikasikan damai sejahtera tersebut dalam hidup kita sehari-hari. Dunia bisa saja memberikan damai, tetapi belum tentu menghasilkan sejahtera bagi seluruh manusia. Sumber utama damai sejahtera kita adalah Yesus. Kita harus memandangNya sebagai sumber kekuatan, hikmat, dan kemampuan untuk mencapai damai sejahtera yang Ia sediakan.

Doa: Tuhan, biarlah damaiMu selalu ada di hati kami. Amin.

Selasa, 23 Desember 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 3 : 8 – 12

Kasih dan damai
8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, 9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. 11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. 12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Sebagai “Batu Hidup”

Kita adalah ” batu hidup ” yang sedang dibangun menjadi rumah rohani karena kita adalah bagian dari bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, dan umat kepunyaan Allah sendiri. Karena itu, kita juga orang asing dan perantau di dunia ini, dan hamba Yesus. Petrus menunjukkan dalam bagian ini bahwa sikap dan tindakan kita haruslah benar dalam ketundukan kepada Allah, yang akan menghasilkan kita menjadi berkat bagi orang lain dan menerima berkat perkenanan Allah. kita akan hidup sesuai dengan panggilan Allah untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus dalam segala situasi kehidupan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai orang percaya. Seia sekata, seperasaan, mengasihi, rendah hati, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan atau caci maki dengan caci maki dan hidup untuk menjadi berkat. Jika kita mengimani sang Mesias, maka karakterNya harus tampak dalam hidup kita. Indah jika kita mau mencintai hidup yang Tuhan anugerahkan dan hidup sesuai dengan tingkah laku yang diajarkanNya. Kita pasti mampu menerapkannya selama Tuhan yang menjadi andalan hidup kita. Lakukanlah yang Tuhan mau maka hidupmu akan penuh damai selama menanti kedatanganNya.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk selalu mendapatkan perkenananMu setiap hari. Amin. 

Rabu, 24 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 52 : 7 – 10

7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" 8 Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. 9 Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10 TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.

 Anak Kecil itu adalah Tangan Tuhan

Yesaya memberi tahu kita apa yang sebenarnya kita lihat di sini: Tuhan menyingkapkan tangan-Nya yang kudus di hadapan segala bangsa, dan segala ujung bumi akan melihat keselamatan dari Allah kita. Anak kecil yang tak berdaya ini adalah tangan Tuhan, kekuatan Allah, yang dinyatakan kepada semua orang. Allah yang menyingsingkan lengan baju-Nya, menggali karya yang dijanjikan-Nya, karya-Nya untuk menyelamatkan kita dari kematian kekal. Natal adalah langkah pertama dari rencana-Nya yang akan membawa Yesus ke kayu salib untuk mati menebus dosa-dosa kita dan kemudian kepada kebangkitan-Nya yang akan membuktikan kemenangan-Nya bagi kita. Betlehem, tempat Allah mulai melakukan apa yang telah Ia janjikan. Juruselamat dunia yang telah lama dijanjikan telah tiba. Allah Tritunggal berkata, “Sekarang saatnya untuk mulai bekerja.” Dan pekerjaan-Nya difokuskan pada kita, penyelamatan kita, keselamatan kekal, dan kesejahteraan kita. Tidak ada yang penting bagi-Nya selain kita dibebaskan dari perbudakan dosa dan maut. Dia akan melakukan segala yang kita butuhkan untuk menyelamatkan kita.  Firman telah menjadi manusia bagimu. Bayi ini lahir di lingkungan yang sederhana untukmu. Tangan Tuhan telah terbuka bagimu. Tuhan sedang menggunakan kuasa-Nya yang mahakuasa untuk menyelamatkanmu. Natal adalah bukti nyata bahwa Tuhan mengasihi, mengasihimu tanpa pamrih, mengasihimu dengan rela berkorban. Selamat Menyambut Natal Kristus.

Doa: Tuhan, terima kasih untuk cinta kasihMu bagi kami. Amin.  

Kamis, 25 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 9 : 1 – 6 & Lukas 2 : 1 – 7

Yesaya 9 : 1 – 6

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 3 (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 (9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 (9-4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Lukas 2 : 1 – 7

Kelahiran Yesus
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. 2 Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. 3 Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud-- 5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. 6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, 7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Yesus Lahir Membawa Damai

Yesaya 9:1-6 sering disebut sebagai nubuat lahirnya Mesias. Sebab dalam ayat ini gambaran Mesias sebagai pembawa damai dan memulihkan kehidupan umat dinampakkan secara gamblang. Mesias yang digambarkan dalam Yesaya ini adalah seorang penguasa pemerintahan dan memiliki sisi keilahian yaitu Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal dan Raja Damai (ay. 5). Lukas 2:1-7 memulai kisah kelahiran Yesus dengan mengkaitkan perintah Kaisar Agustus supaya setiap penduduk di wilayah Romawi mendaftarkan diri. Kaisar Agustus adalah pemimpim tertinggi kekaisaran Romawi sedangkan Kirenius adalah pejabat daerah di wilayah Siria. Artinya keduanya adalah pejabat politik yang memiliki kuasa kepada rakyat yang dikuasainya termasuk Yusuf dan Maria. Sementara itu, Yusuf dan Maria adalah rakyat biasa, bukan pejabat atau orang yang memiliki kekuasaan. Dalam konteks Yusuf dan Maria melakukan perintah penguasa itulah Yesus lahir. Yesus ditampilkan sebagai rakyat kecil yang juga terdampak pada kebijakan penguasa. Lahirnya Yesus adalah lahirnya kesatuan dari antara yang tercerai-berai. Yesus yang adalah Tuhan, bersedia menyapa dan hadir bagi dunia serta memihak kepada orang yang lemah yang selama ini menjadi korban dan diabaikan dari lingkungan sosial, ekonomi maupun politik. Menyambut kedatangan Yesus, Mari kita membawa kedamaian dengan membela kaum tertindas dan mewujudkan perdamaian dalam kehidupan.

Doa: Kristus, kami menanti kedatanganMu dalam damai, amin.   

Jumat, 26 Desember 2025

bahan bacaan : Lukas 2 : 21 – 38

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Menanti Tuhan dalam Damai

Natal, perayaan kelahiran Yesus Kristus, bukan sekadar peristiwa historis yang terjadi dua ribu tahun lalu dan berhenti begitu saja. Natal menjadi peristiwa yang terus ditunggu-tunggu dan dampaknya akan terus berlanjut hingga selama-lamanya. Kisah Simeon dan Hana dalam Lukas 2:21-38 menggambarkan bagaimana menanti Tuhan dalam damai. Mereka bukanlah orang-orang yang pasif menunggu, tetapi mereka adalah orang-orang yang hidup dalam ketaatan dan iman yang teguh. Simeon, dipimpin Roh Kudus, telah menantikan penghiburan Israel (ayat 25-26). Ia tahu bahwa janji Allah akan digenapi. Penantiannya bukan penantian yang cemas, tetapi penantian yang penuh harapan dan keyakinan. Begitu pula Hana, yang melayani Allah siang dan malam (ayat 37), ia hidup dalam penantian yang senantiasa berfokus pada Tuhan. Mereka tidak terganggu oleh hiruk-pikuk dunia, tetapi tetap teguh dalam iman dan doa. Teks ini mengingatkan kita untuk tetap fokus menanti Tuhan di tengah hiruk-pikuk dunia ini. Damai sejahtera bukanlah ketiadaan masalah, tetapi ketenangan hati di tengah badai kehidupan. Ia adalah buah dari hubungan kita yang intim dengan Allah.

Doa: Tuhan, terima kasih untuk damai sejahtera yang Engkau bawa ke dunia. Amin. 

Sabtu, 27 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 32 : 17 – 18

17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. 18 Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman.

Saksi Damai di Bumi

Kelahiran Yesus Kristus di Betlehem merupakan penggenapan janji Allah akan kedamaian sejati. Yesus datang bukan sebagai penguasa duniawi yang menggunakan kekerasan, tetapi sebagai Raja Damai yang menawarkan kedamaian. Namun, visi damai yang digambarkan dalam Yesaya 32:17-18 bahwa akan ada masa depan yang dipenuhi dengan keadilan, kebenaran, damai sejahtera, keamanan, dan kemakmuran belum sepenuhnya terwujud di dunia ini. Konflik, kekerasan, penindasan, ketidakadilan masih ada di mana-mana. Karena itulah, Natal mengingatkan kita bahwa kedamaian sejati itu mungkin. Kasih Kristus adalah kekuatan yang mampu mengubah hati manusia yang keras dan menciptakan kedamaian di tengah-tengah perselisihan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saluran damai sejahtera Allah di dunia ini. Kita harus menjadi agen perubahan, menunjukkan kasih dan pengampunan kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang atau perbedaan. Kita harus berani melawan ketidakadilan dan memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas. Kita harus berani bersuara untuk sebuah kedamaian kendati kita tahu bahwa ada harga mahal yang harus dibayar untuknya. Marilah kita merayakan Natal dengan hati yang penuh sukacita dan komitmen untuk menjadi saksi damai Kristus di dunia ini.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus Mencari dan Mengejar Damai, amin  

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2025, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar