Santapan Harian Keluarga, 28 Des 2025 – 03 Januari 2026

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Carilah Perdamaian dan Berusaha Mendapatkannya

Minggu 28 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 34 : 12-15

11 (34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! 12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? 13 (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Carilah Damai dan Kejarlah Ia

Kehidupan modern terasa begitu cepat dan penuh tekanan. Kita dikejar target dan tuntutan yang tidak pernah berhenti. Persaingan, konflik, dan perselisihan seakan menjadi bumbu kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pergaulan sosial. Akibatnya, banyak orang merasa stres, cemas, dan kehilangan kedamaian batin. Di tengah hiruk pikuk ini, Mazmur 34:12-15 mengaitkan pencarian damai dengan tindakan-tindakan konkret. Bukan sekadar menunggu damai datang, tetapi kita harus mencari dan mengejarnya. Langkah pertama adalah menjaga lidah dari kejahatan dan tipu daya—kata-kata kita memiliki kekuatan untuk membangun atau menghancurkan. Selanjutnya, kita harus menjauhkan diri dari kejahatan dan melakukan kebaikan—tindakan kita harus selaras dengan kata-kata kita. Sikap dan tindakan inilah yang menjadi kunci untuk meraih damai, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Ayat ini juga menjanjikan berkat bagi mereka yang mencari damai: Tuhan akan memperhatikan mereka dan melindungi mereka. Ada kalanya kita akan menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, kita harus tetap teguh dalam komitmen untuk mencari damai, karena Allah selalu menyertai kita dalam perjalanan ini. Ia akan memberikan kekuatan dan hikmat yang kita butuhkan untuk mengatasi segala kesulitan. Dengan demikian, kita dapat mengalami shalom—kedamaian yang melampaui segala situasi dan pengertian.

Doa: Kristus, mampukanlah kami menjadi saksi setiaMu di Bumi, amin.

Senin, 29 Desember 2025

bahan bacaan : Yesaya 48 : 17 – 18

17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. 18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

Jalan Damai Sejahtera

Allah bukan hanya memberikan perintah, tetapi juga mengajar dan menuntun umat-Nya menuju jalan yang benar. Bagaimana kita bisa berjalan pada  Jalan yang benar? Kita mesti taat;merespon dengan tulus perintah dan Ajaran Allah. Hasilnya adalah damai sejahtera yang melimpah—seperti sungai yang meluap dan gelombang laut yang tak putus-putusnya. Pesan Yesaya 48:17-18 sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Mencari damai tidak cukup hanya dengan usaha manusia. Kita perlu mencari tuntunan Allah melalui doa, renungankan Firman-Nya, dan beribadah. Allah memberikan hikmat dan kekuatan untuk menghadapi konflik dan perselisihan. Ia juga memberikan kemampuan untuk mengampuni, memahami, dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Jalan menuju damai mungkin tidak selalu mudah. Kita akan menghadapi tantangan dan rintangan. Namun, dengan tetap berpegang pada tuntunan Allah, kita akan menemukan kekuatan dan kedamaian yang melampaui segala pengertian. Damai sejahtera yang dijanjikan bukanlah kedamaian duniawi yang rapuh, melainkan kedamaian yang berasal dari hati yang diubahkan oleh kasih Allah. Ini adalah kedamaian yang berkelanjutan, yang membawa kebahagiaan dan kepuasanyang sejati.

Doa: Hanya Engkau, Tuhan, Jalan Damai Sejahtera, kami, amin   

Selasa, 30 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 85 : 1 – 14

Doa mohon Israel dipulihkan
Untuk pemimpin biduan. Mazmur bani Korah. (85-2) Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub. 2 (85-3) Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Sela 3 (85-4) Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala. 4 (85-5) Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami. 5 (85-6) Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun? 6 (85-7) Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau? 7 (85-8) Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! 8 (85-9) Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? 9 (85-10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. 10 (85-11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. 11 (85-12) Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. 12 (85-13) Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. 13 (85-14) Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

BersamaNya Semua Hal Menjadi Bermakna

Dunia saat ini menghadapi krisis kemanusiaan yang kompleks dan multi-faceted. Konflik bersenjata, ketidakadilan sosial, dan bencana alam telah menciptakan penderitaan yang meluas dan mengancam perdamaian global. Di tengah gejolak ini, banyak orang merasa kehilangan harapan dan sulit menemukan kedamaian batin. Kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan menjadi hal yang umum. Namun, di tengah krisis ini, Mazmur 85:1-14 menawarkan sebuah pesan pengharapan: bahwa kedamaian sejati dapat dicapai melalui pertobatan, pemulihan hubungan dengan Allah, dan tindakan nyata untuk membangun perdamaian. Pemazmur menggambarkan keadaan umat Allah yang sedang menderita akibat perpecahan dan konflik. Ia memohon kepada Allah untuk menunjukkan belas kasihan, mengampuni dosa, dan memulihkan hubungan yang rusak. Mencari kedamaian di tengah krisis kemanusiaan bukanlah tugas yang mudah. Ia membutuhkan komitmen, kesabaran, dan ketekunan. Namun, dengan berpegang teguh pada Allah dan mengikuti tuntunan-Nya, kita dapat menemukan kekuatan dan pengharapan. Ini adalah kedamaian yang membawa harapan, kesejahteraan, dan kehidupan yang penuh makna, bahkan di tengah krisis yang paling berat sekalipun.

Doa: Kami percaya, bersamaMu Tuhan, semua hal menjadi bermakna, amin 

Rabu, 31 Desember 2025

bahan bacaan : Mazmur 66 : 1 – 20

Nyanyian syukur karena orang Israel tertolong
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, 2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! 3 Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. 4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela 5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, 7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela 8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. 10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. 11 Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; 12 Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas. 13 Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, 14 yang telah diucapkan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah. 15 Korban-korban bakaran dari binatang gemuk akan kupersembahkan kepada-Mu, dengan asap korban dari domba-domba jantan; aku akan menyediakan lembu-lembu dan kambing-kambing jantan. Sela 16 Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. 17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian. 18 Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. 19 Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. 20 Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.

Merayakan Kesetiaan Tuhan

Puji Tuhan! Kita telah sampai di penghujung tahun 2025. Sepanjang tahun ini, kita telah mengalami berbagai peristiwa, tantangan, dan anugerah. Ada moment-moment penuh sukacita dan keberhasilan, tetapi juga ada masa-masa sulit yang menguji iman dan ketabahan kita. Di tengah arus kehidupan yang serba cepat dan penuh perubahan, sangat penting bagi kita untuk berhenti sejenak, merenungkan perjalanan hidup kita, dan mensyukuri kesetiaan Tuhan yang tak pernah berakhir. Sejalan dengan itu, teks Mazmur 66:1-20 hendak mengajak seluruh ciptaan untuk memuji Allah, menyatakan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Pemazmur menekankan pentingnya mempersembahkan pujian dan syukur kepada Allah sebagai respons atas kesetiaan-Nya. Teks ini memberi pesan penting bagi kita ketika hendak mengakhiri 2025  bahwa kesetiaan Tuhan adalah harta yang tak ternilai. Ia menyertai kita dalam setiap langkah kehidupan, memberikan kekuatan di saat kita lemah, dan memberikan pengharapan di saat kita putus asa. Di penghujung tahun ini, marilah kita merenungkan perjalanan hidup kita. Marilah kita mengingat kembali semua berkat yang telah Tuhan berikan, baik yang besar maupun yang kecil. Marilah kita menyadari bagaimana kesetiaan Tuhan telah menyertai kita dalam suka dan duka, menuntun kita melalui jalan yang benar, dan melindungi kita dari bahaya. Syukurilah kesetiaan Tuhan itu dan mari kita memasuki tahun baru 2026 dengan semangat untuk terus hidup dalam kesetiaan bagiNya.

Doa: Tuhan, kami sungguh bersyukur atas kasihMu hingga di  hari terakhir tahun 2025 ini, amin 

Kamis, 01 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 121 : 1-8

TUHAN, Penjaga Israel
Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? 2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. 4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. 5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. 6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. 7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. 8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Berjalan Bersama Allah Yang Setia

Kita telah memasuki tahun yang baru, tahun anugerah pemberian Tuhan. Kita bersyukur karena Tuhan setia menjaga dan menolong. Memasuki tahun baru berarti memasuki jalan yang belum pernah kita tempuh. Kita tidak tahu apa yang menanti, berkat, tantangan, perubahan, bahkan mungkin pergumulan baru. Firman Tuhan hari ini mengajak kita memulai perjalanan ini dengan satu sikap: mengangkat mata kepada Tuhan dan berjalan bersamaNya karena Tuhanlah satu-satunya Penolong. Kekuatan kita bisa saja melemah menjalani hidup ini, namun Tuhan tetap akan menjaga. Ia tidak akan membiarkan kaki kita goyah. Ini bukanlah janji bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan, tetapi janji bahwa dalam ketidakpastian pun, langkah kita ditopang oleh tanganNya. Kita hanya perlu menyerahkan hidup bagi Tuhan kendalikan, sebab hidup ini adalah ‘peziarahan iman’ bersamaNya. Jangan mengurung diri dengan kehendak dan kekuatan diri sendiri. Yakinlah, jika kita mengandalkan Tuhan, Ia menjaga keluar-masuk kita, maka masa depan pun ada dalam tanganNya dan kita aman terpelihara. 

Doa: Terima Kasih Tuhan untuk tahun yang baru. Berjalanlah bersama kami sehingga kami terus menikmati kemuliaanMu. Amin.

Jumat, 02 Januari 2026

bahan bacaan : Mazmur 25 : 8-12

8 TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. 9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. 10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. 11 Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu. 12 Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.

Berjalanlah Dalam Jalan Tuhan Dan Nikmati Kasih Setia-Nya

Sering ku tak mengerti  jalan-jalanMu, Tuhan. Bagai di belantara yang kelam. Tanpa seribu tanya namun tetap percaya, jejakMu Tuhan sungguh sempurna….” Sepenggal syair lagu ini mengajak kita untuk mengerti dan memahami bahwa hidup dalam jalan Tuhan adalah yang terbaik dan seharusnya menjadi pilihan setiap manusia. Namun adakalanya kita tidak memahami jalan-jalan Tuhan. Kita tidak mengerti mengapa Tuhan mengizinkan tantangan atau pergumulan terjadi dalam kehidupan kita. Tetapi pemazmur mengatakan: segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi yang berpegang pada janji dan peringatanNya. Artinya, setiap tantangan ada tujuannya, setiap pergumulan ada maksudnya. Karena itu, orang yang berpegang pada kasih setia Tuhan, akan tetap kuat, meskipun banyak badai yang datang karena Ia berpegang pada Tuhan. Sebagai orang percaya kita harus meyakinkan hidup untuk tetap berjalan sesuai dengan jalan Tuhan. Kita tidak akan pernah kecewa ketika berjalan bersamaNya. Dia akan terus menopang dan meneguhkan kita dalam perjalanan kehidupan.Untuk itu tetaplah berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya agar kita beroleh hikmat. Mintalah TuntunanNya hari demi hari dengan penuh kerendahan hati. Tunduklah kepada firmanNya dan biarkan Tuhan membentuk pikiran, keputusan dan rencana kita dalam menempuh perjalanan di tahun baru ini.

Doa: Ya Tuhan, arahkanlah kami untuk berpegang pada perjanjian dan peringatanMu agar kami selalu berjalan dalam kasihMu. Amin..

Sabtu, 03 Januari 2026

bahan bacaan : Ulangan 5 : 32-33

32 Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri. 33 Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki."

Ikuti Jalan Tuhan dan Jangan Menyimpang Ke Kiri Dan Ke Kanan

Setiap transportasi yang beroperasi memiliki jalur yang telah ditetapkan. Baik itu di darat, laut dan udara. Semisal, kita amati pesawat yang sedang terbang, sepertinya pesawat itu bisa bergerak bebas ke mana saja. Namun, pesawat itu sebetulnya terbang sesuai dengan jalurnya. Meleset satu derajat saja, bisa terjadi kecelakaan.  Bangsa Israel dalam firman Tuhan hari ini juga telah ditetapkan berjalan dengan jalur atau rute perjalanan yang mereka harus tempuh. Perjalanan itu menuntut mereka untuk taat dan patuh. Tidak boleh menyimpang ke kiri atau ke kanan tetapi tetap di jalan yang ditentuka. Mereka diingatkan untuk tetap setia dalam iman dan percaya, tetap bersandar dan mengandalkan Tuhan, tetap berpegang teguh pada petunjuk dan perintah di dalam Firman Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan telah melengkapi mereka dengan petunjuk dan arah perjalanan yang akan dilalui. Tuhan juga memberi semangat agar tetap berjalan di jalan Tuhan. Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Tuhan menyatakan peraturan dan perintahnya melalui firman-Nya dalam Alkitab. Jika kita mengikuti peraturan dan perintah Tuhan, kita bukan hanya akan hidup dan mengalami keadaan yang baik, tapi akan menikmati anugerahNya.  Maka, ikutilah jalan Tuhan, jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri.

Doa: Tuntun jalan hidup kami Tuhan, sehingga tidak menyimpang dari jalanMu. Amin.

*SUMBER : SHK DES 2026 & JAN 2026, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar