Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Januari 2026

Tema Bulanan : Anugerah Allah: Memelihara Kehidupan Semesta

Tema Mingguan : Percayalah Kepada Tuhan, Engkau dan Seisi  Rumahmu Selamat

Minggu, 18 Januari 2026

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 19 – 34 

Kepala penjara Filipi
19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa. 20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita ini, karena mereka orang Yahudi, 21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya." 22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. 23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. 24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. 25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. 26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. 27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah melarikan diri. 28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" 29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" 31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." 32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya. 33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. 34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

Hanya Tuhan Sumber Selamat bagi Seisi Rumah

Nas bacaan hari ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah karya Tuhan yang mengalir dari iman seseorang dan berdampak pada seluruh isi rumah. Penjaga penjara hampir bunuh diri karena mengira para tahanan melarikan diri. Namun paulus menahannya, ”jangan celakakan dirimu”. Kebaikan itu membuka pintu pertobatan dan keselamatan. Melalui Paulus dan Silas yang memberitakan firman kepada penjaga penjara dan semua orang yang di rumahnya, malam itu juga mereka dibaptis dan mengalami sukacita besar. Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga pemulihan keluarga. Firman ini mengingatkan kita, Tuhan menginginkan rumah-rumah kita menjadi tempat dimana kita berdoa, mendengarkan firman dan sukacita Kristus berlangsung, sehingga setiap anggota keluarga mengalami damai sejahtera dan keselamatan.  Apapun keadaan keluarga kita saat ini, bahagia, bermasalah, lemah dan retak atau jauh dari Tuhan, firman Tuhan ini berkata: selama ada yang percaya, selalu ada harapan bagi seisi rumah. Jadilah alat keselamatan bagi keluarga kita melalui kesaksian hidup, kasih dan doa. Ingatlah selalu, Tuhan sanggup menyelamatkan setiap rumah yang percaya kepada-Nya.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk keselamatan bagi seisi keluargaku, Amin.

Senin, 19 Januari 2026

bahan bacaan : 2 Samuel 6 : 6 – 14

6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 7 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 8 Daud menjadi marah, karena TUHAN telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. 9 Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN, lalu katanya: "Bagaimana tabut TUHAN itu dapat sampai kepadaku?" 10 Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut TUHAN itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu. 11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. 12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: "TUHAN memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu." Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. 13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut TUHAN itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. 14 Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

Mengalami Berkat Tuhan Karena Menopang Pelayanan

Dalam pengalaman melayani, ada saja orang baik yang turut menopang tugas pelayanan. Mereka mengorbankan waktu, pikiran,tenaga dan apapun talenta yang dimiliki. Seperti Obed-Edom yang tidak menolak ketika daud menitipkan Tabut Allah-simbol kehadiran Allah di rumahnya. Ia menjaga dan merawat Tabut Allah itu selama tiga bulan. Ketaatan dan kesetiaan dalam menunaikan kepercayaan yang diberikan Daud telah menggerakan Allah untuk mengaruniakan berkat keselamatan bagi Obed-Edom dan seisi rumahnya. Dalam 1 Tawarikh 15 dikatakan, anak-anak Obed-edom aktif menjadi pelayan di rumah Tuhan sebagai penyanyi, penjaga pintu gerbang dan pemain alat musik. Di sinilah  kita belajar bahwa rumah yang terbuka bagi pekerjaan Tuhan adalah rumah yang akan menikmati berkat Tuhan. Bukan hanya berkat materi, tetapi damai dan sukacita serta pemeliharaan Tuhan. Keluarga yang menyediakan diri menopang pekerjaan Tuhan apapun bentuknya, adalah keluarga yang melihat tangan Tuhan bekerja dalam hidup mereka. Jadi selagi masih ada kesempatan layanilah Tuhan dengan terus menopang tugas- tugas pelayanan yang dipercayakan.

Doa: Tuhan, kiranya rumah kami terbuka untuk menopang pelayanan, Amin.

Selasa, 20 Januari 2026

bahan bacaan : Kejadian 19 : 15 – 23

15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini." 16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. 17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap." 18 Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku. 19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. 20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara." 21 Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan. 22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar. 23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.

Tuhan Memelihara Keluarga yang Beriman

Lot bukanlah orang yang sempurna. Dia memiliki banyak kelemahan, termasuk keputusan awalnya untuk tinggal di lingkungan Sodom yang tidak benar. Namun, Tuhan menyelamatkannya karena “mengasihani dia” dan Ia mengingat Abraham. Pemeliharaan Tuhan datang dengan syarat ketaatan yang jelas dan mendesak. Malaikat-malaikat Tuhan memerintahkan Lot dan keluarganya untuk segera keluar dari Sodom dan tidak menoleh ke belakang. Ancaman kematian menjadi nyata jika mereka melanggar perintah tersebut dan itulah yang dialami oleh isteri Lot. Ketaatan menjadi jalan keselamatan. Kisah ini bukan sekedar cerita tentang pelarian sebuah keluarga dari kota yang binasa, tetapi ini kesaksian iman bagaimana Allah menopang dan memelihara keluarga dari ancaman kematian. Jika keluarga terus berjalan bersama Tuhan, mendengarkan suaraNya dengan taat, maka apapun yang terjadi pemeliharaan Tuhan akan dinikmati. Banyak keluarga mengalami kehancuran karena memilih menoleh ke belakang, kembali ke kebiasaan lama, kehidupan lama yang penuh dosa. Kiranya setiap keluarga akan hidup dalam kesadaran ini, Tuhan sendiri yang akan menjadi pemelihara keluarga kita. Taatlah kepadaNya!

Doa: Tuhan, keluarga kami mau hidup selalu dalam iman dan ketaataan kepada-Mu. Amin.

Rabu, 21 Januari 2026

bahan bacaan : Kejadian 26 : 23-33

23 Dari situ ia pergi ke Bersyeba. 24 Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu." 25 Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ. 26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. 27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: "Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?" 28 Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, 29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN." 30 Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum. 31 Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. 32 Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: "Kami telah mendapat air." 33 Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang.

Tuhan Memberkati Keluarga Turun-temurun

Kehadiran Tuhan adalah jaminan pemeliharaan tertinggi. Ketika Ishak pindah ke Bersyeba, Tuhan menampakkan diri kepadanya pada malam hari dan berkata, “Akulah Allah ayahmu Abraham. Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan memperbanyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.” Tuhan menegaskan kembali perjanjian yang dibuat-Nya dengan Abraham berlaku juga untuk Ishak dan keturunannya. Abimelekh, raja orang Filistin, datang menemui Ishak dan mengakui, “Memang kami lihat, bahwa Tuhan menyertai engkau”. Pengakuan ini menunjukkan berkat dan pemeliharaan Tuhan atas Ishak terlihat nyata oleh bangsa-bangsa di sekitarnya. Ishak dan Abimelekh mengikat perjanjian damai, yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya memelihara Ishak dalam konflik, tetapi juga memberinya kedamaian dan keamanan di negeri asing tersebut dan memastikan kelangsungan hidup keluarganya.  Pengalaman iman yang dijalani hari ini dalam keluarga, adalah pupuk bagi iman generasi berikutnya. Tuhan yang memelihara dan memberkati kita, juga rindu memelihara dan memberkati anak cucu kita. Ceritakanlah kepada anak-anak apa yang Tuhan sudah lakukan, sebab itu meneguhkan iman generasi berikutnya. Kesetiaan Tuhan adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam keluarga.

Doa: Tuhan, berkatilah keluarga kami turun temurun, Amin.

Kamis, 22 Januari 2026

bahan bacaan : Keluaran 2 : 1-10

Musa lahir dan diselamatkan
Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; 2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. 3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. 5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. 6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." 7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" 8 Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. 10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."

Tuhan memeliharaKeluarga yang Saling Menolong

Orangtua Musa, Amram dan Yokhebed, menunjukkan iman yang besar dengan menyembunyikan bayi Musa selama tiga bulan. Mereka menentang perintah Firaun untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani. Ketika tidak bisa menyembunyikannya lagi, mereka membuat rencana dengan iman, yaitu meletakkan bayi itu dalam peti pandan di sungai Nil, mempercayakan nasibnya kepada Tuhan. Miryam, kakak perempuan Musa, memainkan peran penting dalam pemeliharaan ini. Ia tidak hanya mengawasi peti berisi adiknya dari kejauhan, tetapi juga bertindak cepat dan bijaksana ketika putri Firaun menemukan bayi itu. Miryam dengan berani menawarkan untuk memanggilkan seorang inang penyusu dari kalangan perempuan Ibrani. Tawaran Miryam diterima, ibu kandung Musa sendiri akhirnya dipekerjakan untuk menyusui dan merawat anaknya dengan upah dari putri Firaun. Ketika kita sebagai keluarga, suami istri, orang tua anak, atau adik kakak bekerja sama, saling mendukung, dan bertindak dengan iman di tengah tantangan hidup, kita membuka jalan bagi pemeliharaan Tuhan untuk bekerja dengan cara yang ajaib. Tuhan memberkati persatuan dan kasih dalam keluarga. Dia memakai ikatan tersebut sebagai alat-Nya untuk melindungi dan memberkati semua ciptaan-Nya di bumi.

Doa: Tuhan, Terima kasih untuk pemeliharaan-Mu bagi keluarga kami. Amin.

Jumat, 23 Januari 2026

bahan bacaan : Ulangan 12 : 1-7

Satu tempat ibadah
"Inilah ketetapan dan peraturan yang harus kamu lakukan dengan setia di negeri yang diberikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu untuk memilikinya, selama kamu hidup di muka bumi. 2 Kamu harus memusnahkan sama sekali segala tempat, di mana bangsa-bangsa yang daerahnya kamu duduki itu beribadah kepada allah mereka, yakni di gunung-gunung yang tinggi, di bukit-bukit dan di bawah setiap pohon yang rimbun. 3 Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu. 4 Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap TUHAN, Allahmu. 5 Tetapi tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. 6 Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. 7 Di sanalah kamu makan di hadapan TUHAN, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh TUHAN, Allahmu.

Tuhan Menaungi Keluarga yang Taat dan Setia

Nas bacaan ini merupakan pengingat bagi umat Israel ketika mereka akan memasuki tanah perjanjian. Tuhan menegaskan bahwa berkat yang akan mereka terima sangat berkaitan dengan ketaatan dan kesetiaan untuk hidup sesuai kehendak-Nya. ada tiga hal yang berkaitan dengan hal itu: umat harus menghancurkan berhala, mau menyembah Tuhan dan menguduskan persembahan bagi-Nya. Semua itu bersumber pada satu hal: hidup yang setia kepada Tuhan.Di zaman skarang, berhala tidak selalu berupa patung, tetapi hal-hal yang mendominasi hati dan gaya hidup yang membuat Tuhan tersisih.  Keluarga yang taat dan setia memilih untuk tetap fokus kepada Tuhan, menggunakan segala sesuatu dengan bijak tanpa diperbudak olehnya. Marilah kita berkomitmen untuk membangun keluarga yang demikian. Jujur dalam melakukan apapun, menghindari tindakan yang kurang baik atau merusak, menjaga hati dari keinginan tercela dan sebagainya. Ketika keluarga mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan, maka Tuhan sendiri yang akan memelihara, menguatkan dan memberkati. Kesetiaan membawa damai, keutuhan dan sukacita yang tidak bisa diberikan dunia.

Doa: Tuhan, tolong keluarga kami hidup taat dan setia kepadaMu. Amin.

Sabtu, 24 Januari 2026

bahan bacaan : Kejadian 35 : 1-5

Yakub di Betel untuk kedua kalinya
Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu." 2 Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. 3 Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh." 4 Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. 5 Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.

Tuhan Tempat Perlindungan

Keluarga-keluarga kita hari ini menghadapi banyak krisis, mulai dari pengaruh digital negatif hingga tekanan kebutuhan ekonomi. Seperti keluarga Yakub yang baru saja melalui krisis di Sikhem. Ia takut diserang bangsa-bangsa sekitar karena tindakan anak-anaknya. Allah menegur dan memanggil Yakub untuk kembali ke Betel, tempat perjanjian. Yakub meresponsnya dengan bijaksana. Ia memerintahkan pemurnian total seisi rumah tangganya: menjauhkan dewa asing dan mentahirkan diri. Seluruh keluarga, termasuk anak-anak, berpartisipasi dalam menguburkan patung dewa-dewa di bawah pohon.Tindakan kolektif ini menegaskan bahwa takut akan Tuhan adalah komitmen yang harus dipegang seluruh keluarga. Apa hasil dari ketaatan keluarga ini? Pemeliharaan dan kedahsyatan dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Esau tidak berani mengejar anak-anak Yakub.” Firman ini mengingatkan kita sebagai keluarga, ketika hidup mengalami banyak masalah dan krisis. Tuhan mengundang kita untuk kembali kepada-Nya. Untuk itu, ada hal-hal yang perlu “dikubur” agar hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan dan dijaga: kebiasaan yang buruk, hati yang kera atau dosa yang kita simpan diam-diam. Saat melangkah dalam ketaatan, Tuhan sendiri menjaga dan menuntun langkah kita dan seisi keluarga.

Doa: Tuhan, pagarilah keluarga kami dalam kasihMu, amin

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2026, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar