Tema Bulanan : Anugerah Allah: Hiduplah Sebagai Orang-Orang Pilihan
Tema Mingguan : Jadilah Bagiku Gunung Batu Keselamatan
Minggu, 15 Februari 2026
bahan bacaan : Mazmur 31 : 1 – 9 (TB2)
Aman dalam tangan TUHAN
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku dipermalukan. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, 2 (31-3) arahkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 3 (31-4) Sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku, dan demi nama-Mu tuntunlah dan bimbinglah aku. 4 (31-5) Keluarkanlah aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; tebuslah aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 6 (31-7) Engkau membenci orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. 7 (31-8) Aku hendak bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah mengetahui kesesakan jiwaku, 8 (31-9) Engkau tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.
Dalam Tuhan Ada Perlindungan dan Keselamatan
Hari ini kita memasuki minggu sengsara I (Dalam bahasa Latin disebut estomihi yang berarti “Jadilah bagiku…”). Dalam tradisi gereja, perayaan minggu sengsara yang pertama mengingatkan kita bahwa kita mulai memasuki masa perenungan tentang penderitaan Tuhan Yesus menuju salib. Perenungan ini didasarkan pada nas Alkitab Mazmur 31:3, yang berbunyi: “Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku”. Ayat ini menjelaskan situasi sulit yang dialami oleh Daud, yakni tekanan, ketakutan dan ancaman para musuh, sehingga Daud memohon perlindungan dari Tuhan. Baginya, hanya Tuhan yang sanggup menolong dan menyelamatkan hidupnya karena Tuhan adalah Gunung Batu Keselamatan. Saat kita memasuki minggu sengsara Tuhan Yesus yang pertama, kita percaya bahwa Tuhan Yesus “Gunung Batu” telah menderita dan mati di salib untuk menyelamatkan kita. Sebab itu di tengah tekanan hidup, pergumulan atau penderitaan, bukan kekuatan diri, bukan orang lain, tetapi Tuhan yang melindungi dan menyelamatkan. Berlindunglah padaNya!.
Doa : Tuhan, jadilah Gunung batu keselamatan dalam pergumulan dan penderitaan hidup kami. amin.
Senin, 16 Februari 2026
bahan bacaan : Mazmur 18 : 31 – 36 (TB2)
30 (18-31) Jalan Allah itu sempurna; janji TUHAN adalah teruji; Dia perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. 31 (18-32) Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita? 32 (18-33) Dialah Allah, Dialah yang mengikat pinggangku dengan keperkasaan dan membuat jalanku sempurna; 33 (18-34) yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di tempat tinggi; 34 (18-35) yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga. 35 (18-36) Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku, pertolongan-Mu membuat aku perkasa.
Jadilah Perisai dan Gunung Batuku ya Tuhan!
Bayangkan seorang pendaki yang mendaki tebing yang sangat curam. Ia mempersiapkan tubuh, melatih kekuatan tangan dan memakai tali pengaman yang kuat. Saat mendaki, ada saat dimana tangannya menjadi lelah dan lemah, batu pijakan kakinya terlepas atau kakinya terpeleset. Tetapi ada satu hal yang membuat dia tidak takut jatuh, tali pengaman yang menahannya. Tali itu melakukan dua hal sekaligus: melindunginya agar tidak jatuh dan mendorongnya naik sampai puncak gunung.Kasih Tuhan adalah “tali pengaman” itu. Pengalaman ini yang menjadi kesaksian iman Daud saat Tuhan melepaskannya dari kejaran raja Saul. Ia berkata, Allah adalah Gunung Batu, Ia mengikat pinggangku dengan keperkasaan”. Kemenangan Daud bukan karena dirinya kuat, tetapi karena Allah yang menguatkannya. Demikian pun kita yang memaknai kesengsaraan Tuhan Yesus di minggu pertama ini. Seperti Daud, kita tetap membangun pengharapan kepada Allah dalam Kristus. Terkadang kita tergelincir, kadang kita lelah dan lemah, kadang kita menderita dan hampir menyerah. Tetapi kasih Tuhan tidak pernah melepaskan kita. Ia menahan kita, Ia menopang dan melindungi kita. seperti pendaki yang bergantung pada tali pengaman, marilah kita bergantung pada kasih Tuhan Yesus Juruselamat kita.
Doa: Tuhan, kami bersyukur atas perlindungan-Mu bagi kami. Amin
Selasa, 17 Februari 2026
bahan bacaan : Mazmur 18 : 47 – 51 (TB2)
46 (18-47) TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, mulialah Allah Penyelamatku, 47 (18-48) Dialah Allah, yang mengadakan pembalasan bagiku, dan menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 48 (18-49) dialah yang meluputkan aku dari musuhku. Bahkan, Engkau membuat aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau melepaskan aku dari orang yang melakukan kekerasan. 49 (18-50) Sebab itu aku hendak menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. 50 (18-51) Ia mengaruniakan kemenangan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan keturunannya untuk selamanya."
Tuhan Hidup! Terpujilah Gunung Batu Keselamatan Kita
Daud menutup mazmur ini dengan seruan penuh iman: Tuhan hidup!. Ini bukan hanya deklarasi imannya tetapi kesaksian nyata bahwa Allah yang dipercayainya benar-benar menyatakan kuasa-Nya dalam hidup. Ada perlindungan, kemenangan dan penyelamatan. Pengalaman itu juga kita punya, ketika diselamatkan dari musibah dan bahaya, ketika doa kita dijawab, ketika kuat menghadapi kekecewaan dan kenyataan pahit, terbebas dari masalah dalam keluarga, kuat tahan tekanan dalam pekerjaan, sadar dari kelemahan diri atau bertobat dari dosa yang terus menghantui. Semua itu kita tanggung karena ada Tuhan dalam hidup kita. Jika dengan yakin Daud dapat menyatakan bahwa Tuhan hidup! Tuhan sebagai Gunung Batu tempat perlindungan disaat ia mengalami kesesakan. Demikian pun kita sekeluarga saat bergantung dan meyakini kuasa Tuhan, maka Tuhan akan bertindak untuk menuntun, melindungi dan menyelamatkan kita Jadilah kuat karena Tuhan dan ini akan menjadi kesaksian iman bagi banyak orang.
Doa: Tuhan, Engkaulah Allah kami yang hidup. Jadilah Gunung Batu perlindungan kami, Amin.
Rabu, 18 Februari 2026
bahan bacaan : Mazmur 73 : 21 – 28 (TB2)
21 Ketika hatiku pedih dan buah pinggangku seperti tertusuk-tusuk, 22 aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu. 23 Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. 24 Dengan menuntun aku dengan nasihat-Mu, hingga akhirnya Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. 25 Siapa yang kumiliki di sorga kecuali Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kudambakan di bumi. 26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. 27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang tidak lagi setia kepada Engkau. 28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; Tuhan ALLAH kutetapkan sebagai tempat perlindunganku, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Mu.
Sekalipun Dagingku Habis, Allah Tetap Gunung Batuku
Pengalaman pemazmur dalam menghadapi penderitaan menjadi teladan bagi kita. Ada harapan yang kokoh dari pemazmur untuk tetap dekat dengan Tuhan, sekalipun penderitaan membuat daging di tubuhnya habis lenyap. Harapannya hanya pada Tuhan. Pemazmur merasakan cinta kasih Tuhan yang besar melebihi masalah yang dihadapinya. Hal ini membuatnya bersyukur dan bersaksi tentang kebesaran kuasa Tuhan itu bagi semua orang. Pengalaman ini nyata dihadapi oleh teman sekantor, berulang kali dagingnya habis karena proses pengobatannya dari sakit. Tetapi ia selalu menggantungkan harapannya pada Tuhan. Daging tubuhnya dipulihkan dan ia selamat. Ada banyak orang yang juga bergumul dengan kenyataan yang sama. Daging di tubuh kian habis, semangat menjadi lemah, hati kian tersiksa. Namun, kita percaya dan bersyukur bahwa Tuhan mengijinkan setiap masalah dan penderitaan sebagai cara Tuhan untuk membentuk kita menjadi anak-anak yang selalu mencari-Nya dan disitulah kita menikmati kasih-Nya. Bersaksilah tentang kebaikan Tuhan ini, Allah tetap Gunung Batu sekalipun daging dan hati habis lenyap!.
Doa : Ya Tuhan kami meyakini akan kebesaran kuasa-Mu sekalipun daging dan hati habis lenyap. Amin
Kamis, 19 Februari 2026
bahan bacaan : Mazmur 19 : 13 – 15 (TB2)
12 (19-13) Siapakah yang dapat mengetahui kekeliruannya sendiri? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari. 13 (19-14) Lindungilah hamba-Mu dari sikap angkuh; jangan sampai aku dikuasai olehnya! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar. 14 (19-15) KIranya ucapan mulutku dan renungan hatiku berkenaan kepada-Mu, ya TUHAN, Gunung Batuku dan Penebusku.
Ya Tuhan, Gunung Batuku dan Penebusku
Daud menyebut Tuhan sebagai “Gunung Batuku”. Ini berarti ia mengakui bahwa Tuhan adalah tempat yang kokoh, tidak tergoyahkan, tempat untuk berlindung dari segala badai kehidupan, dari dosa-dosa yang tidak disadari dan dari godaan yang mencoba menguasainya. Ia juga menyebut Tuhan sebagai “Penebusku”. Penebus adalah seseorang yang membayar harga untuk membebaskan atau menyelamatkan kita dari sesuatu yang buruk, seperti hutang, perbudakan atau hukuman. Itu berarti Daud sadar, hanya Tuhan yang dapat menyelamatkannya dari kekeliruan dan dosanya. Dalam iman kita mengakui, Tuhan Yesus Kristus adalah Penebus. Ia telah membayar lunas dosa-dosa kita dengan pengorbananNya di kayu salib, membebaskan kita dari belenggu dosa dan memberikan hidup yang kekal. Kita membutuhkan Tuhan sebagai kekuatan kita, perlindungan kita dan sebagai Penebus yang menolong. Mari kita belajar untuk rendah hati mengakui kekeliruan kita dan ketika menghadapi masalah atau godaan, kita selalu datang kepada Tuhan dalam doa. Ingatlah bahwa Tuhan adalah “Gunung Batu” kita yang kokoh.
Doa: Tuhan Penebus, ampuni kami dari segala kekeliruan dan selamatkanlah, Amin.
Jumat, 20 Februari 2026
bahan bacaan : 2 Samuel 22 : 1 – 3 (TB2)
Nyanyian syukur Daud
Daud melantunkan syair nyanyian ini kepada TUHAN sesudah TUHAN melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul. 2 Ia berkata: "Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.
Tuhan, Engkaulah Gunung batu dan Kubu Pertahanan
Gambaran “gunung batu” dan “kubu pertahanan” adalah metafora yang sangat kuat dalam budaya Timur Tengah kuno. Gunung batu adalah tempat yang tidak tergoyahkan, tinggi, sulit dijangkau musuh dan menawarkan perlindungan dari bahaya. Kubu pertahanan atau benteng adalah bangunan tembok yang dibangun untuk memberikan keamanan maksimal, tempat di mana seseorang merasa aman dari serangan. Daud dengan pengalamannya yang luas sebagai prajurit dan raja, sangat memahami nilai dari perlindungan seperti itu. Itulah sebabnya Daud menyanyi memuji Tuhan sebagai tanda ungkapan syukurnya bahwa Tuhan satu-satunya sumber keamanan dan keselamatan dalam perjalanan hidupnya. Dalam setiap ancaman, badai kehidupan, pengambilan keputusan, dan sebagainya,Tuhanlah yang menjadi tempat ia berpaling. Renungan hari ini mengajak kita untuk merenungkan siapa atau apa yang menjadi gunung batu dan kubu pertahanan kita. Ketika badai kehidupan menerpa, baik itu masalah, penyakit, kehilangan atau tekanan pekerjaan, dimanakah kita mencari perlindungan?. Angkatlah pandangan kita kepada Tuhan, Sang Gunung Batu yang tak tergyahkan, Sang Kubu Pertahanan yang tak tertembus. Dalam Dia, kita menemukan kekuatan untuk menghadapi setiap masalah dan tantangan dalam perjalanan hidup ini.
Doa: Tuntun kami sekeluarga Tuhan agar selalu bergantung dan berharap kepadaMu, Amin
Sabtu, 21 Februari 2026
bahan bacaan : 2 Samuel 22 : 47 – 51 (TB2)
47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Gunung Batu Penyelamatku, 48 Dialah Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 49 dan yang membebaskan aku dari musuh-musuhku. Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau melepaskan aku dari orang yang melakukan kekerasan. 50 Sebab itu aku hendak bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa Ya TUHAN, dan bermazmur bagi nama-Mu. 51 Ia mengaruniakan kemenangan-kemenangan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan keturunannya."
Nyanyikanlah Syukur Kepada Tuhan Penyelamat
Apa yang kita perbuat setelah keluar dari permasalahan hidup atau terbebas dari ancaman kematian? Masing-masing orang memiliki respons tersendiri, dan pastinya berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Daud memiliki respons yang khas ketika ia keluar dari permasalahan hidup atau terbebas dari ancaman kematian. Bacaan ini secara umum mengungkapkan respons Daud ketika terbebas dari ancaman kematian dari musuhnya. Daud menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan setelah terbebas dari ancaman kematian oleh Saul. Dalam nyanyian syukur itu Daud mengagungkan Tuhan yang hidup, sebab Tuhan telah menjadi “Gunung Batu” yang melindunginya. Tuhan pula yang membebaskan Daud dari para musuh. Atas kehidupan yang Tuhan telah karuniakan sehingga memberi keselamatan yang besar, Daud meninggikan Tuhan; ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku, demikian kata Daud (ay.47). Pesan terdalam dari firman Tuhan ini adalah tantangan dan ancaman apapun dalam hidup ini, jadikanlah Tuhan pelindung dan gunung batu keselamatan, pasti Tuhan yang hidup akan melindungi, menolong dan menyelamatkan kita.
Doa: Ya Tuhan, hanya Engkaulah Penyelamat dan Pembela kehidupan kami. Amin
*SUMBER : SHK BULAN FEB 2026, LPJ-GPM