Tema Bulanan : Anugerah Allah: Penderitaan Kristus yang Menyelamatkan
Tema Mingguan : Ingatlah Kasih Setia Tuhan Dalam Penderitaan
Minggu, 1 Maret 2026
bahan bacaan : Ratapan 3 : 19 – 33 (TB2)
19 "Ingatlah akan sengsaraku dan pengembaraanku, akan racun pahit dan kepahitan." 20 Jiwaku selalu teringat akan hal itu dan tertekan dalam diriku. 21 Tetapi, inilah yang kuperhatikan, sebab itu berharap: 22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! 24 "TUHANlah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. 25 TUHAN itu baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. 26 Baiklah menanti dengan diam pertolongan TUHAN. 27 Baiklah bagi seorang pria memikul kuk pada masa mudanya. 28 Biarlah ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau kuk ditaruh padanya. 29 Biarlah ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada harapan. 30 Biarlah ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan cercaan. 31 Karena tidak untuk selamanya Tuhan menolak. 32 Walaupun Ia mendatangkan kesusahan, Ia juga berbelas kasihan menurut kebesaran kasih setia-Nya. 33 Karena tidak dengan rela hati Ia menindas dan menyusahkan anak-anak manusia.
Jika Menderita, Ingatlah Kasih Setia Tuhan!
Perjalanan hidup kita selalu penuh dengan warna, mulai dari meringis karena kesakitan, menangis karena bersedih, dan tertawa karena kegirangan. Semua itu terjadi agar kita selalu merasakan campur tangan Tuhan dalam hidup kita. Bangsa Israel, karena kedegilan hatinya harus mengalami penderitaan, ditaklukkan musuh dan ditawan sebagai budak. Meski keadaan sangat terpuruk, namun Yeremia melihat dari sisi imannya bahwa di dalam Tuhan selalu ada pengharapan. Dalam keadaan terpuruk sekalipun ia tetap memandang kepada kasih setia Tuhan dan kebaikan Tuhan yang tak berkesudahan. Di minggu sengsara ketiga ini, kita belajar untuk mengingat kasih setia Tuhan bila keadaan kita sedang terpuruk. Bahwa Tuhan itu pengasih dan penyayang. Ketika kita terpuruk akibat berbagai persoalan hidup seperti umat Israel, bagaimana kita menanggapi? Stres, depresi, atau putus asa? Di sinilah sebagai seorang percaya diajak untuk menanggapi segala sesuatu dari segi iman. Bila persoalan menghampiri kita, bukan berarti kasih Tuhan telah berakhir. “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi”. Artinya Tuhan tidak pernah berhenti mengasihi. Ingatlah terus kebaikan Tuhan dan selalu berharap bahwa hari esok akan lebih baik dari hari ini karena Tuhan itu baik dan pengasih.
Doa: Kepada kasih setiaMulah aku percaya, ya Tuhan. Amin.
Senin, 2 Maret 2026
bahan bacaan : Mazmur 86 : 8 – 13 (TB2)
8 Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaulakukan. 9 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. 10 Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. 11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. 12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya; 13 sebab besarlah kasih setia-Mu kepadaku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari lubuk dunia orang mati.
Kasih Setia Tuhan Melepaskan Dari Lubuk Orang Mati
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali diperhadapkan dengan situasi yang menekan. Masalah dan pergumulan itu adakalanya menghimpit iman dan membuat kita berada dalam kesesakan. Dalam kondisi seperti ini, tidak sedikit orang yang putus asa. Apakah yang harus dilakukan supaya kesesakan tidak membuat kita putus asa?. Pesan Tuhan ini menjadi kekuatan bagi kita untuk tidak perlu takut karena mengalami situasi yang semakin suram. Kesetiaan Tuhan menopang kita untuk mampu menanggung segala perkara. Kita Adalah orang percaya kepada Kristus yang memiliki iman yang mampu mengalahkan dunia. Jiwa kita akan tetap kuat di tengah guncangan dan krisis global karena pengharapan kita hanya di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kadang Tuhan ijinkan kita mengalami lembah kekelaman, situasi yang sulit dan mustahil dan penuh dengan gejolak, tapi justru di situlah kesempatan Tuhan menunjukkan kasih setia dan menyatakan kemuliaanNya. Kita tidak akan dibiarkan berjalan sendiri menghadapi segala tantangan. Tuhan akan melindungi, memelihara dan melepaskan kita dari penderitaan yang berupa lubuk orang-orang mati. Dia adalah tempat perlindungan dan kubu pertahanan kita. Olehnya teruslah berharap kepada kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan.
Doa: Terima kasih untuk kasih setiaMu ya Tuhan. Amin.
Selasa, 3 Maret 2026
bahan bacaan : Mazmur 69 : 14 – 19 (TB2)
14 Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku dengan pertolongan-Mu yang setia! 15 Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari mereka yang membenci aku, dan dari air yang dalam! 16 Janganlah biarkan arus banjir menghanyutkan aku, atau air yang dalam menelan aku, dan jangan biarkan sumur menutup mulutnya mengurung aku. 17 Jawablah aku, ya TUHAN, sebab sungguh baik kasih setia-Mu, berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! 18 Janganlah sembunyikan wajah-Mu dari hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! 19 Datanglah kepadaku, tebuslah aku, oleh karena musuh-musuhku bebaskanlah aku.
Kasih Setia Tuhan Melepaskan Dari Kesesakan
Kesulitan dan penindasan terjadi dalam bacaan ini dan itu digambarkan oleh penulis Mazmur. Ia berbicara tentang kesesakan hatinya, caci maki yang dia alami, dan ketidakmampuannya untuk menemukan pertolongan. Ia meminta pertolongan dan belas kasihan Tuhan dan dia berharap kepada Tuhan sebagai satu-satunya tempat perlindungan dan pertolongan. Dari permohonan Pemazmur ini, menandakan ungkapan kepercayaan dan ketergantungan kepada Tuhan dalam situasi yang sulit, bahwa Tuhan pasti menjawab doa dan mengampuni dia dari penindasan yang dia alami. Ya, adalah tepat dan sangat bijaksana untuk datang kepada Tuhan dalam doa dan mengandalkan-Nya dalam masa-masa kesulitan yang membuat kita sesak. Seringkali kita juga berada dalam kesesakan, kesulitan dan penindasan. Baiknya kita bertindak seperti Pemazmur yang memohon kepada Allah untuk melepaskan kita. Di sini kita mengakui bahwa hanya Allah yang bisa menyelamatkan dan memberi pertolongan dalam situasi tersebut karena kasih setiaNya yang besar. Menjadikan Allah sebagai sumber harapan, pertolongan, dan penyelamatan adalah ungkapan iman yang kuat. Ingatlah saat penuh kesesakan, kita dapat berharap kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan dan penghiburan sebab hanya Dialah yang mampu melepaskan kita.
Doa: Tuhan, kami bersyukur walau hidup kami menderita, namun kasih setiaMu tak pernah berkesudahan, amin.
Rabu, 4 Maret 2026
bahan bacaan : Mazmur 94 : 16 – 23 (TB2)
16 Siapakah yang akan bangkit membela aku terhadap orang-orang jahat, siapakah yang akan tampil mendampingi aku terhadap orang yang melakukan kejahatan? 17 Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku berdiam di alam kesunyian. 18 Ketika aku berpikir: "Kakiku sudah goyah," kasih setia-Mu, ya TUHAN, menopang aku. 19 Ketika bathinku kalut oleh pikiran-pikiran, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku. 20 Bagaimana mungkin Engkau bersekongkol dengan kebusukan peradilan, yang merancangkan bencana berdasarkan peraturan? 21 Mereka bersekongkol melawan orang benar, dan menghukum mati orang tidak bersalah. 22 Tetapi, TUHAN adalah kota bentengku, Allahku gunung batu perlindunganku. 23 Ia akan membalas perbuatan jahat mereka, dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.
Kasih Setia Tuhan Yang Menopang, Menghibur dan Membela
Kita masih hidup dan tentu saja masih menghadapi berbagai masalah yang membawa penderitaan kepada hati. Bagaimana cara kita mengatasi masalah tersebut, tergantung kepada setiap pribadi. Sebagian orang memandang masalah sebagai situasi hidup yang buruk. Sedangkan sebagian lagi memandang masalah sebagai cara Tuhan menunjukan kasih setiaNya. Nas kita pada hari ini menyerukan bahwa Allah pembela keadilan dan kebenaran sebab itu Pemazmur berkata: Ketika aku berpikir: “Kakiku goyang,” maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.“
Pada saat kita terbebani masalah yang besar dan ketidakmampuan kita menyelesaikan berbagai persoalan dalam hidup ini, hendaklah kita selalu mengandalkan Tuhan, berpengharapan kepada Tuhan sebab Dia adalah sumber kekuatan yang tidak pernah musnah, sebab kebaikan Allah bagi kita itu abadi. Pengharapan dan penghiburan yang datangnya dari Tuhan memberikan kekuatan dan memampukan kita menghadapi kesulitan. Tuhan tidak pernah berdiam diri ketika kita menderita karena tertindas atau tertekan dalam hidup. Tuhan sanggup membela kita berdasarkan kasih setiaNya.
Doa: Atas kasih setiaMu yang menopang, menghibur dan membela kami, terima kasih ya Tuhan. Amin.
Kamis, 5 Maret 2026
bahan bacaan : Mazmur 136 : 23 – 26 (TB2)
23 Dia yang mengingat kita ketika direndahkan, sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 24 Dan membebaskan kita dari pada para lawan kita; sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 25 Dia yang memberikan makanan kepada segala makhluk; sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 26 Bersyukurlah kepada Allah Semesta Langit! Sesungguhnya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Ingatlah Kasih Setia Tuhan Ketika Direndahkan
Semua kita pasti pernah melewati masa-masa sulit. Entah di saat kita mampu atau tidak; situasi tersebut bisa membuat kita hilang harapan. Apalagi ketika kita merasa sendirian dalam menyikapinya. Tiada yang peduli kepada kita. Tiada yang menaruh perhatian atau belas kasih kepada kita. Penderitaan semacam ini terasa sangat menyakitkan. Kita bisa hilang arah dan bahkan kemudian melakukan hal yang bukan saja membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain. Tetapi sebagai orang percaya, kita diingatkan teks hari ini. Sebagai suatu kitab yang berisikan pujian dan doa, Mazmur mengajak kita untuk tetap mengingat kasih setia Tuhan. Sesungguhnya ada banyak kebaikan yang Tuhan buat dalam kehidupan umat. Pemazmur secara berulang mengajak umat untuk bersyukur atas kasih setia Tuhan. Umat tidak boleh melupakan bahwa di saat umat direndahkan justru Allah menyatakan kuasa-Nya. Tuhan mengingat kesusahan umat dan Tuhan yang membebaskan umat. Karena itu, kita diajak untuk tetap ingat kasih setia Tuhan dalam penderitaan. Percayalah di saat kita direndahkan Tuhan tidak membiarkannya. Tuhan menolong kita melewati segala kesukaran. Kasih setia Tuhan menyelamatkan kita.
Doa: ya Allah, mampukanlah kami mempercayai kasih setia-Mu, ,Amin.
Jumat, 6 Maret 2026
Bahan bacaan : Mazmur 90 : 13 – 17 (TB2)
13 Kembalilah, ya TUHAN! Berapa lama lagi? Sayangilah hamba-hamba-Mu! 14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hidup kami. 15 Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami sengsara. 16 Biarlah perbuatan-Mu terlihat oleh hamba-hamba-Mu, dan semarak-Mu oleh anak-anak mereka. 17 Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, turun ke atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, teguhkanlah perbuatan tangan kami.
Tuhan Mengenyangkan Hidup
Waktu kecil ketika ayah saya sakit, ia meminta saya untuk berdoa baginya. Saya malu sekali waktu itu. Entah bagaimana kejadiannya saya kemudian berdoa, tapi malamnya saya bermimpi. Tuhan Yesus membawa saya dengan sebuah kapal kecil. Sejak kecil saya menyebut kapal itu bahtera. Tuhan Yesus membawa saya ke gereja dan disana saya bersama orang-orang bernyanyi memuji Tuhan. Setelah itu, Tuhan Yesus bertanya kepada saya, apakah saya lapar? Saya pun dengan semangat menjawab : Tidak Tuhan Yesus. Saya tidak lapar lagi. Ternyata Tuhan Yesus membuat saya kenyang. Saya terbangun dari tidur dan menceritakan mimpi itu kepada ayah saya. Saya mengingat mimpi itu sampai saat ini dan membuat kedekatan dengan Tuhan menjadi rutinitas saya. Apa yang saya alami tidak berbeda jauh dengan apa yang diungkapkan Pemazmur. Ia merasakan bahwa Tuhan tempat perteduhan yang kekal. Hanya kepada Tuhan, ia menaruh doa: ”Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hidup kami.” Pemazmur menyatakan Tuhan saja yang membuatnya bersukacita. Ini pula keyakinan saya. Tuhan mengenyangkan kita dengan kasih setia-Nya.
Doa: ya Tuhan Yesus ajar kami percaya Dikau sanggup kenyangkan kami, Amin.
Sabtu, 7 Maret 2026
bana bacaan : Mazmur 143 : 5 – 8 (TB2)
5 Aku teringat pada hari-hari di masa lampau, aku menuturkan segala pekerjaan-Mu, aku merenungkan perbuatan tangan-Mu. 6 Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus. Sela 7 Jawablah aku dengan segera, ya TUHAN, sudah habis semangatku! Jangan sembunyikan wajah-Mu terhadap aku, sehingga aku seperti mereka yang turun ke liang kubur. 8 Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.
Kasih Setia Tuhan Diberikan Kepada Orang Yang Percaya Kepada-Nya
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang memiliki keyakinan sungguh akan kuasa Tuhan. Meskipun mereka berada dalam persoalan yang berat, tetapi iman mereka tidak mudah goyah. Sebutlah Beny dan Maria. Keduanya adalah pelayan Tuhan. Mereka telah menikah delapan tahun. Karena belum memiliki anak, mereka berdoa meminta petunjuk Tuhan. Setelah melalui banyak pergumulan, mereka kemudian mengambil keputusan untuk mengadopsi anak. Sekalipun hanya anak angkat tetapi mereka menyayanginya seperti anak kandung mereka sendiri. Mereka percaya akan kuasa Tuhan dalam hidup rumah tangga mereka. Teks hari ini menceritakan ungkapan doa seorang yang memintakan pertolongan dan pengajaran Tuhan. Ia tertekan dengan situasi hidupnya. Namun ia mengingat campur tangan Tuhan dalam hidupnya. Oleh karena itu, dengan penyerahan diri, ia meminta Tuhan mengajarinya. Ia pun akhirnya meyakini bahwa kasih setia Tuhan akan tetap berlaku atas hidupnya bahkan persoalannya. Dengan kepasrahan ia menjalani semuanya. Beny dan Maria telah menjalaninya. Mereka percaya akan kasih setia Tuhan walaupun hanya harus memiliki anak angkat.
Doa: ya Tuhan Yesus, tetaplah berikan kasih setia-Mu kepada kami, Amin.
*SUMBER : SHK BULAN MARET 2026, LPJ-GPM