Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 April 2026

Tema Bulanan : Gereja Rumah Tangga Yang Bermisi Melalui Pelayanan Sosial

Tema Mingguan : Kebangkitan Kristus Memberdayakan Gereja Rumah Tangga, Semakin Beriman dan Sejahtera

Minggu, 5 April 2026

bahan bacaan :

Keluaran 12 : 24 – 28; (TB2)

24 Kamu harus melaksanakan hal itu sebagai ketetapan sampai selama-lamanya, bagimu dan bagi anak-anakmu. 25 Apabila kamu tiba di negeri yang akan TUHAN berikan kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, kamu harus melaksanakan ibadah ini. 26 Apabila anak-anakmu berkata kepadamu: Apakah arti ibadah ini bagimu? 27 maka kamu harus berkata: Itulah kurban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita." Lalu berlututlah umat itu dan sujud menyembah. 28 Orang Israel pergi dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun. Demikian mereka lakukan.

1 Korintus 15 : 1 – 11  (TB2)

Kebangkitan Kristus
Sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Melalui Injil itu kamu diselamatkan, seperti yang telah kuberitakan kepadamu, asal kamu teguh berpegang padanya, kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 3 Sebab, yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8 Yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. 9 Sebab akulah yang paling hina dari semua rasul, bahakan tidak layak disebut rasul, karena aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10 Namun karena anugerah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan anugerah yang diberikan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukan aku, melainkan anugerah Allah yang menyertai aku. 11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

Kebangkitan Kristus Membuat Hidup Berdaya dan Sejahtera

Siapakah yang tidak kenal dengan Rasul Paulus?. Setiap orang pasti memiliki pandangan sendiri tentangnya. Mungkin ada yang berangggapan bahwa ia adalah seorang penganiaya jemaat yang telah diselamatkan Allah dalam Kristus Yesus. Mungkin juga ada yang berpandangan bahwa ia adalah seorang rasul besar malah lebih dari Simon Petrus murid Tuhan Yesus. Apapun pandangan kita, teks hari ini berbicara tentang sosok seorang Paulus sebagai seorang yang dikasihani Allah melalui anugerah-Nya. Pernyataan ini bukan tanpa alasan sebab hal inilah yang ditekankan oleh Paulus dalam suratnya ini. Di dalam teks Paulus menuturkan tokoh-tokoh yang kepadanya Tuhan Yesus saat bangkit menampakan diri. Mereka adalah Kefas (Simon Petrus), 12 murid, lebih dari 500 saudara seiman, Yakobus, semua rasul dan Paulus menyebutkan dirinya yang paling hina yang juga mendapatkan kemurahan penampakan diri Tuhan Yesus itu. Kesaksian Paulus harus juga menjadi bagian dari kesaksian kita dalam menghadapi kehidupan. Kita mungkin bukan siapa-siapa dalam kehidupan ini. Kita hanya orang biasa tapi yang harus kita yakini sungguh bahwa kebangkitan Kristus memberdayakan kita sebagai gereja rumah tangga untuk semakin beriman dan sejahtera. Karena itu mari hadapi hidup dengan pengharapan. 

Doa:  Ya Tuhan kuatkan iman percaya kami. Amin.

Senin, 6 April 2026

bahan bacaan :  1 Korintus 15 : 12 -19 (TB2)

Kebangkitan kita
12 Jadi, bilamana diberitakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 13 Seandainya tidak ada kebangkitan orang mati, Kristus juga tidak dibangkitkan. 14 Andai kata Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15 Lebih dari pada itu, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andai kata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini menaruh pengharapan pada Kristus, kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Kristus Bangkit, Iman Kita Berarti

Bayangkan jika Yesus hanya mati dan tidak pernah bangkit. Paulus berkata dengan tegas: jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan Injil dan sia-sialah juga iman kita. Semua doa, ibadah, dan pengharapan kita hanya akan menjadi rutinitas kosong tanpa makna kekal. Tanpa kebangkitan, iman Kristen hanyalah cerita moral tanpa kuasa yang menyelamatkan. Namun syukur bagi Allah, Kristus sungguh bangkit! Kebangkitan-Nya menjadi dasar iman kita yang paling kokoh. Ia hidup, dan karena itu iman kita bukan ilusi, melainkan kebenaran yang memberi hidup. Mari kita jalani hari ini dengan keyakinan dan semangat, sebab iman kita berdiri di atas kemenangan Kristus atas maut.

Namun persoalannya bukan hanya apakah Kristus bangkit, melainkan apakah kebangkitan itu sungguh mengubah hidup kita. Sebab ada orang yang mengaku percaya, tetapi hidupnya tetap dikuasai ketakutan, keputusasaan, dan kekosongan. Kebangkitan bukan sekadar doktrin yang diakui, tetapi realitas yang harus dialami. Jika Kristus benar-benar hidup, maka hidup kita tidak boleh lagi dijalani dengan cara yang lama.

Doa:  Kami sungguh meyakini kebangkitan-Mu ya Tuhan, ,Amin.

Selasa, 7 April 2026

bahan bacaan :  1 Korintus 15 : 23 – 31 (TB2)

23 Namun tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. 25 Sebab Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. 26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. 27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", teranglah bahwa Ia yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. 28 Namun kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. 29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? 30 Kami juga--mengapa kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? 31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.

Maut Kalah, Keluarga Kita Berdaya

Kematian adalah musuh terbesar manusia, sumber ketakutan dan keputusasaan. Namun melalui kebangkitan-Nya, Yesus telah mengalahkan maut secara tuntas. Artinya, kuasa kematian tidak lagi memegang kata terakhir atas hidup kita. Di dalam Kristus, ketakutan digantikan oleh pengharapan, dan keputusasaan digantikan oleh keberanian. Karena maut telah dikalahkan, keluarga Kristen dipanggil untuk hidup berdaya dan tangguh. Tantangan boleh datang, tetapi kita tidak menyerah pada rasa takut. Kita merawat kesehatan jiwa dan raga, saling menguatkan, dan menjalani hidup dengan penuh syukur sebagai keluarga yang percaya kepada Tuhan yang hidup.Namun seringkali kita masih hidup seolah-olah maut masih berkuasa. Kita takut kehilangan, takut gagal, takut masa depan. Kita mengaku percaya kepada Kristus yang bangkit, tetapi hati kita tetap dikuasai kecemasan dan ketakutan. Kebangkitan Kristus menantang kita untuk hidup dengan cara yang berbeda: bukan lagi sebagai orang yang dikendalikan oleh ketakutan, tetapi sebagai orang yang dikuatkan oleh pengharapan. Firman Tuhan hari ini memanggil kita untuk memeriksa dasar pengharapan kita. Jika kita percaya pada kebangkitan Kristus, kita tidak perlu takut terhadap maut. Kita memiliki kekuatan untuk bertahan dalam penderitaan, dan pelayanan serta kasih yang kita lakukan hari ini memiliki nilai kekekalan.

Doa:  Syukur kepadaMu Tuhan yang telah memberikan kepada kami kemenangan oleh Yesus Kristus, amin..

Rabu, 8 April 2026

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 35 – 49 (TB2)

Kebangkitan tubuh
35 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" 36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau tidak mati dahulu. 37 Yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi bijinya saja, umpamanya biji gandum atau biji lain. 38 Namun Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. 39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. 40 Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi. 41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain. 42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Tubuh yang ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. 43 yang ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan; yang ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. 44 Yang ditaburkan adalah tubuh alami, yang dibangkitkan adalah tubuh rohani. Jika ada tubuh alami, ada pula tubuh rohani. 45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. 46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohani, tetapi yang alami; kemudian barulah datang yang rohani. 47 Manusia pertama berasal dari debu tanah, manusia kedua berasal dari surga. 48 Mereka yang dari debu sama dengan dia yang dari debu dan orang-orang surgawi sama dengan Dia yang sorgawi. 49 Sama seperti kita telah memakai rupa yang dari debu, demikian pula kita akan memakai rupa yang surgawi.

Menanti Tubuh Sorgawi yang Baru

Tubuh kita saat ini rapuh: bisa sakit, lelah, dan menua. Namun kebangkitan Yesus memberi kita janji yang melampaui keterbatasan ini. Tuhan menyiapkan bagi kita tubuh sorgawi yang mulia, tubuh yang tidak lagi dikuasai penderitaan, air mata, dan kematian. Karena itu, jangan biarkan kelemahan fisik membuat kita kehilangan harapan. Apa yang kita alami sekarang bersifat sementara. Masa depan kita di dalam Tuhan adalah pemulihan yang sempurna dan kemuliaan yang kekal. Pengharapan ini memberi kekuatan bagi kita untuk tetap setia dan bersukacita hari demi hari. Namun pengharapan akan tubuh yang mulia bukan alasan untuk meremehkan hidup saat ini. Justru sebaliknya, pengharapan itu mengubah cara kita menjalani hidup sekarang. Kita tidak hidup untuk mengejar kesenangan sesaat, tetapi untuk mempersiapkan diri bagi kemuliaan kekal. Tubuh yang rapuh ini adalah tempat kita belajar setia sebelum kita menerima yang mulia. Jangan menyerah pada keadaan tubuh fisik kita yang lemah atau keadaan keluarga yang sulit. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa dari tempat yang gelap (kubur/masalah), Tuhan bisa memunculkan kehidupan yang baru dan penuh kemuliaan.

Doa:  Terima kasih Tuhan Yesus, atas kekuatan bagi kami sekeluarga,  Amin.

Kamis, 9 April 2026

bahan bacaan :  1 Korintus 15 : 50 – 58 (TB2)

50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak dapat mewarisi Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mewarisi apa yang tidak binasa. 51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, 52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. 53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. 54 Sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, akan digenapi firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. 55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" 56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. 57 Namun syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui Tuhan kita Yesus Kristus. 58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Teguh Beriman dan Giat Melayani

Kebangkitan Kristus bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk dihidupi. Paulus mengingatkan bahwa iman kepada Kristus yang bangkit harus mendorong jemaat di Korintus dan kita  di saat ini untuk berdiri teguh dan giat dalam pekerjaan Tuhan. Keluarga yang percaya pada kuasa Paskah seharusnya menjadi keluarga yang aktif mengasihi dan melayani. Jangan goyah oleh ajaran sesat atau penderitaan. Fokuskan energi pada hal yang baik atau positif. Yakinlah, setiap jerih payah dalam Tuhan tidak pernah sia-sia. Tuhan melihat setiap kebaikan kecil, setiap pelayanan sederhana, setiap kasih yang kita taburkan dan setiap doa yang kita sampaikan. Mari terus melangkah dengan setia, menjadikan keluarga kita alat berkat di mana pun Tuhan menempatkan kita. Namun seringkali kita mudah lelah, kecewa, bahkan berhenti melayani karena merasa tidak dihargai. Kita mengukur pelayanan dengan hasil yang terlihat. Padahal kebangkitan Kristus mengingatkan kita bahwa yang tidak terlihat pun berharga di mata Tuhan. Kesetiaan tidak diukur dari besar kecilnya hasil, tetapi dari ketekunan untuk tetap berjalan bersama Tuhan.

Doa:  Tuhan, mampukanlah kami agar tidak goyah dan lemah dalam melayaniMu, . Amin.

Jumat, 10 April 2026

bahan bacaan :  Yohanes 11 : 17 – 32 (TB2)

17 Ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. 18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira tiga kilometer jauhnya. 19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. 20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Namun Maria tinggal di rumah. 21 Lalu kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. 22 Namun sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." 23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." 24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." 25 Kata Yesus kepadanya: "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, 26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" 27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang datang ke dalam dunia." 28 Sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau." 29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi menemui Dia. 30 Namun waktu itu Yesus belum sampai di kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. 31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. 32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, sujudlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Percaya Tuhan, Hidup Penuh Harapan

Pernahkah kita merasa Tuhan terlambat menolong? Maria dan Marta pernah merasakan hal itu. mereka berada dalam kesedihan mendalam saat Lazarus saudara laki-laki merea meninggal. Dalam situasi itu, Yesus menyatakan diri-Nya sebagai kebangkitan dan hidup. Ia menunjukkan bahwa di tengah keadaan paling gelap sekalipun, kuasa Allah sanggup menghadirkan kehidupan baru. Begitu juga dalam kehidupan keluarga kita. Masalah boleh terasa buntu, harapan boleh tampak mati, tetapi Tuhan tidak pernah kehabisan jalan. Selama kita percaya dan mengandalkan-Nya, selalu ada pengharapan yang hidup dan masa depan yang dipulihkan oleh kasih-Nya.Namun iman seringkali diuji justru ketika Tuhan tampak terlambat. Maria dan Marta percaya, tetapi mereka juga kecewa: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini…” Kalimat itu adalah suara banyak orang percaya. Kita percaya, tetapi kita juga bertanya mengapa Tuhan terlambat menolong. Tapi di sini kita belajar, waktu Tuhan bukanlah waktu kita. Itu juga bukan berarti Tuhan tidak peduli. Justru di tangan Tuhan, “terlambat” merupakan persiapan untuk mujizat yang lebih besar. Tetaplah percaya pada perkataan Tuhan Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup”!.

Doa:  Tuhan, beri kami kekuatan  dan percaya pada waktu-Mu yang tepat dalam bekerja Amin.

Sabtu, 11 April 2026

bahan bacaan : Yohanes 11 : 33 – 44 (TB2)

33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan begitu juga orang-orang Yahudi yang datang bersama dia, kesallah hati-Nya. Ia terguncang dan berkata: 34 "Di manakah dia kamu baringkan dia?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" 35 Lalu menangislah Yesus. 36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, Ia sungguh mengasihi dia!" 37 Namun beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang mencelikkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" 38 Yesus sekali lagi kesal, lalu pergi ke kubur itu. Kubur itu sebuah gua yang ditutup dengan batu. 39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." 40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" 41 Mereka pun mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. 42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." 43 Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah keluar!" 44 Orang yang telah mati itu keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Kemuliaan Allah Nyata, Tetaplah Percaya!

Kisah tentang kebangitan Lazarus, bukan sekedar tentang kekuatan kuasa Allah dalam Kristus yang bangkit. Kisah ini adalah kisah tentang kedalaman kasih Allah bagi kita manusia, sebab kita melihat Yesus yang tersentuh hatinya dan bahkan menangis. Itu artinya Tuhan Yesus tidak pernah jauh atau dingin dan tidak peduli dengan penderitaan kita. Apa yang dilakukan-Nya dengan membangkitkan Lazarus memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus juga merasakan kepedihan yang dirasakan oleh Maria dan Marta, saudara perempuan Lazarus. Ketika Ia berkata, Akulah kebangkitan dan hidup. Tuhan Yesus mau menegaskan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengubah duka menjadi sukacita dan kematian menjadi kehidupan. Di dalam kematian dan kebangkitan-Nya ada kehidupan bagi orang percaya. Karena itu, Tuhan mengajak kita untuk percaya pada-Nya, pada semua rencana-Nya dalam kehidupan kita, bahkan saat kita berada di ”depan kubur” persoalan dan pergumulan kita. Jangan biarkan keraguan ada dalam hati sehingga iman dan percaya kita menjadi goyah kepada Tuhan. Kemuliaan Allah nyata, jadi tetaplah percaya!

Doa:  Tuhan, teguhkanlah iman dan percaya kami bahwa Engkaulah kebangkitan dan Hidup Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2026, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar