Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Dalam Kesengsaraan Berserulah pada Tuhan dan Jadilah Bijak

Minggu, 18 Februari 2024

bahan bacaan : Matius 21:1-11

Yesus dielu-elukan di Yerusalem
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Follow Jesus, You’re Deserve
Selebritis adalah mereka yang selalu memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki banyak Follower (pengikut). Kekaguman setiap Followers membuat mereka dapat saja memberi yang terbaik jika memiliki kesempatan untuk berjumpa langsung dengan idola mereka. Zaman ini, sosial media selalu menyuguhkan perjalanan para seleb dan followers mereka yang dapat dikatakan sangat intens mengikuti keseharian para selebritis tersebut. Tuhan Yesus dalam perjalanan penginjilan-Nya mengundang banyak pengikut pula. Mereka mengeluk-elukan Dia, merasa takjub dan mempersembahkan yang terbaik bagiNya. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap pengikut Kristus adalah mereka yang benar-benar memahami dan mengetahui tentang kemahakuasaanNya. Pemberian dan persembahan mereka adalah wujud ketaatan dan rasa kagum yang dimiliki. Perjumpaan dengan Yesus bagi orang percaya adalah suatu anugerah dan kesukacitaan tersendiri. Berjumpa dalam pergumulan hidup merupakan buah dari keyakinan yang diletakkan sepenuhNya kepada Tuhan Allah. Oleh sebab itu, yakinlah bahwa mengikut Yesus bukan hanya sekedar keputusan pribadi namun kebutuhan karena hanya bersama Yesus saja kita pasti dikuatkan dan diselamatkan. Mengikut Yesus adalah kebahagiaan tiada tara kebahagiaan tak berujung serta kebahagiaan abadi. Ikut dan Percayalah pada jalan Kristus, hari ini, esok, dan selama-lamanya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi pengikut-Mu yang setia. Amin

Senin, 19 Februari 2024

bahan bacaan : Keluaran 22:21-27

Peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu
21 "Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 22 Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. 23 Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. 24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. 25 Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. 26 Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, 27 sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya--pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih."

Kase Deng Tulus
“Tangan kanan kase, tangan kiri jang tau” istilah ini tidak lazim dalam hidup orang Maluku, hidup orang basudara. Artinya kalau ingin memberikan sesuatu kepada seseorang dengan niat membantu, maka janganlah pernah mengharapkan untuk dikembalikan dan jangan mengungkit-ungkit. Sebab pemberian yang tulus tidak akan pernah menuntut imbalan. Kitab Keluaran 22 : 21-27 menggambarkan situasi dimana bangsa Israel diajari untuk melakukan kebaikan dalam hidup mereka termasuk tentang Hidup saling mengasihi. Terdapat banyak aturan yang baik untuk mengajarkan Bangsa Israel agar hidup tidak saling menindas. Larangan dan ajaran tersebut juga diberikan kepada kita. Hidup kekeluargaan dan dalam kebersamaan seharusnya terpupuk dalam bingkai saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling menindas, tidak saling menuntut. Membangun persekutuan hidup yang saling melengkapi adalah dambaan setiap manusia dan oleh karenanya kita diajak saat ini agar mampu merangkai hidup bersama dengan hati yang penuh ketulusan. Tulus memberi, tulus membantu, tulus menopang, tulus mendukung, tulus memberi semangat dan tulus melayani Tuhan. Percayalah, tangan kanan yang terbuka itu pasti akan menerima berkat Tuhan yang tidak berkesudahan. Jadilah pribadi yang Tulus dan Rendah hati!

Doa: Ya Tuhan. Ujilah Kami. Lihatlah ketulusan kami untuk melayaniMu dan sesama. Amin.

Selasa, 20 Februari 2024

bahan bacaan : Hakim-hakim 3:7-11

Otniel
7 Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera. 8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya. 9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb. 10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim. 11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.

Merasakan Kuasa Tuhan, Lebih Dan Lebih Lagi!
Otniel bin Kenas adalah Hakim pertama bangsa Israel. Dalam perjuangannya, ia diangkat oleh Tuhan untuk membantu orang Israel terlepas dari tangan Raja Aram. Delapan tahun orang Israel ada dalam genggaman Raja Aram, oleh karenanya orang-orang Israel berseru kepada Tuhan untuk menyelamatkan mereka dan Tuhan mengutus Otniel. Awalnya Orang Israel ditunjukkan sebagai orang-orang yang melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Mereka menyembah berhala. Tuhan sendiri menghukum mereka lewat Kusyan-Risyataim dan pada akhirnya mereka ada dalam penyesalan. Ketidaktaatan orang Israel mewakili ketidaktaatan kita juga ketika kita hidup masih menduakan Tuhan. Apa yang dialami orang-orang Israel menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terjerumus dalam penyembahan berhala. Arahkan pandangan dan keyakinan hanya kepada Tuhan sebab hanya Tuhanlah sumber keselamatan dan kedamaian. Otniel mewakili pribadi yang Tuhan utus untuk membantu mereka yang masih terkungkung dalam dosa dan pelanggaran. Segala bentuk penyembahan berhala dan kepercayaan di luar Kuasa Tuhan hendaknya tidak membuat kita melupakan Tuhan. Sebab bagi orang percaya Kuasa Allah di dalam Yesus Kristus adalah Kuasa yang melebihi kuasa apapun di dunia ini.

Doa: Terangi hati Kami Tuhan, agar tetap berpegang pada KuasaMu. Amin.

Rabu, 21 Februari 2024

bahan bacaan : Lukas 18:1-8

Perumpamaan tentang hakim yang tak benar
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." 6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kenakanlah Jubah Keadilan!
Sebuah keputusan yang ditetapkan oleh Hakim akan selalu bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Beberapa kasus yang terjadi di tanah air bahkan dalam daerah kita sendiri akan selalu bermuara pada putusan hakim. Seyogianya, hakim harus menegakkan keadilan dan memutuskan sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya. Tidak memutarbalikkan fakta dan keadaan. Pada bacaan kita, perumpamaan tentang hakim yang tak benar, dijelaskan bahwa hakim ini tidak takut akan Tuhan dan tidak menghormati seorang pun. Namun ada seorang janda yang terus menerus datang kepadanya dan memohon agar hakim tersebut membela haknya dan membenarkannya dari lawannya. Awalnya hakim itu tidak peduli, namun karena janda ini selalu datang kepadanya, maka ia
membenarkannya. Janda ini menunjukkan bahwa kebenaran harus terus diperjuangkan. Ia juga tak datang sendiri tapi bersama Tuhan yang menolongnya. Sikap yang adil harus juga kita lakukan dalam kehidupan keluarga, orang tua harus menjadi hakim yang adil bagi anak-anak. Tidak membeda-bedakan anak, berbagi kasih dengan adil. Dalam hidup bermasyarakat pun demikian, pemimpin adalah hakim yang harus mengedepankan kejujuran dan keadilan. Sebagai pelayan (Pdt dan MJ) harus melayani dengan tidak memandang muka dan bertanggung jawab.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk terus berjuang bagi kebenaran dan keadilan.Amin.

Kamis, 22 Febuari 2024

bahan bacaan : Yunus 1:8-16

8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" 9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." 10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. 11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." 12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." 13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. 14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." 15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Iko ANTUA Pung Mau, Pasti Katong S’lamat
Anana ee,, kalo orang tatua bicara tuh dengar, kalo orang tatua suruh tuh iko, jang talalu malawang. Nanala trus nanti cilaka baru bilang, iyo ee.. beta malawang mama ini, beta malawang bapa ini.. tar dengar-dengaran la dapa kuti dar pohong talinga. Perkataan ini sering kita jumpai dalam keseharian kita ketika bersama-sama di dalam keluarga. Disadari atau tidak, hampir semua yang disampaikan atau dikatakan orang tua sebagai nasihat, haruslah kita dengar dan taat. Jika tidak demikian, maka pasti malapetaka menimpa kita. Kekerasan hati Yunus dan ketidaktaannya hampir membawa ia bersama sekelompok orang di dalam kapal mengalami kecelakaan. Kapal yang di tumpangi itu di hantam ombak dan gelombang yang besar, banyak orang ketakutan termasuk Yunus pun demikian. Apa yang dialami Yunus dan orang banyak itu diakibatkan dari ketidaktaan Yunus. Yunus telah
dipercayakan untuk menyadarkan bangsa Niniwe agar mereka kembali agar mereka kembali kepada Allah, ke jalan yang benar. Oleh karenanya, marilah kita membuka hati kita untuk mendengar suara Tuhan, menerima Tuhan serta melakukan apa yang menjadi ketetapanNya. Resiko dari ketidaktaatan
kepada Tuhan ialah maut, tetapi ketaatan kepadaNya akan membawa berkat dan sukacita bahkan dalam situasi hampir tenggelam pun (terpuruk sekalipun), Tuhan pasti menolong.

Doa: Terima Kasih Tuhan, telah mengajari kami untuk Taat kepadaMu. Amin.

Jumat, 23 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 69:1-13

Doa dalam kesesakan
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari Daud. (69-2) Selamatkanlah aku, ya Allah, sebab air telah naik sampai ke leherku! 2 (69-3) Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam, tidak ada tempat bertumpu; aku telah terperosok ke air yang dalam, gelombang pasang menghanyutkan aku. 3 (69-4) Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku. 4 (69-5) Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas. 5 (69-6) Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu. 6 (69-7) Janganlah mendapat malu oleh karena aku orang-orang yang menantikan Engkau, ya Tuhan, ALLAH semesta alam! Janganlah kena noda oleh karena aku orang-orang yang mencari Engkau, ya Allah Israel! 7 (69-8) Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku. 8 (69-9) Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku; 9 (69-10) sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku. 10 (69-11) Aku meremukkan diriku dengan berpuasa, tetapi itupun menjadi cela bagiku; 11 (69-12) aku membuat kain kabung menjadi pakaianku, aku menjadi sindiran bagi mereka. 12 (69-13) Aku menjadi buah bibir orang-orang yang duduk di pintu gerbang, dengan kecapi peminum-peminum menyanyi tentang aku.

Kesukaan di Tengah Kesukaran
Ditengah kesukarannya, Pemazmur berseru kepada Tuhan. Seruan untuk mengalami kedamaian hidup seharusnya menjadi alasan mendasar seseorang berseru kepada Tuhan. Keadaan yang terpuruk, kondisi perekonomian yang semakin sulit, relasi sosial yang renggang, kadang memaksa setiap manusia untuk memahami hakekat hidupnya dan kembali berharap serta berseru hanya kepada Allah. Minggu sengsara kedua ini, mengarahkan pandangan kita harus selalu berseru dan menggantungkan pengharapan hanya kepada Tuhan. Perihal menggantungkan pengharapan kepada Tuhan, bukanlah soal kita berkhotbah, berkata-kata saja namun harus benar-benar diaktakan dalam gumul hidup kita. Orang tua yang menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan untuk masa depan anak-anak pasti akan melihat hasil yang luar biasa. Anak-anak yang menaruh pengharapan kepada Tuhan bagi keberlangsungan hidup orang tua pasti akan dilegakkan dan dipenuhi sukacita. Pemimpin yang menaruh pengharapan kepada Tuhan untuk memimpin masyarakat akan diberkahi hikmat dan
kebijaksanaan. Oleh karenanya dalam kesesakan, berserulah dan percayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, pasti kita akan diberkati.

Doa: Kami berseru Tuhan, Jawablah kami. Amin.

Sabtu, 24 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 118:5-9

5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Tuhan Ada di Pihakku!
Perkara menyampaikan kebenaran bukanlah perkara mudah. Ketika diperhadapkan dengan situasi yang sulit dan dilematis, seseorang akan sulit mengatakan kebenaran. Sebut saja, kasus Sambo yang menurut kesaksian Eliezer adalah otak dan tewasnya Brigadir J. Sejak beberapa tahun kasus ini memanas dan sempat menjadi trending topik. Eliezer seperti pemazmur yang berseru dan memohon kepada Tuhan agar ia dilindungi sehingga ia dapat menyampaikan kebenarannya. Tindakan Eliezer ini jika dikaitkan dalam bacaan kita, mengacu pada ayat ke 6 “Tuhan di pihakku. Aku tidak akan Takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” kalimat ini merupakan sebuah pengakuan tetapi juga permohonan bahwa pemazmur mengakui dan bermohon sungguh kepada Tuhan. Ia meyakini bahwa ia akan baik-baik saja jika Tuhan dipihaknya. Pengakuan dan permohonan pemazmur mesti dimiliki oleh kita sebagai orang-orang percaya. Mengakhiri minggu
sengsara kedua ini, iman kita harus benar-benar bertumbuh dan berakar di dalam Kristus Yesus,
sebab kesengsaraan yang dilaluiNya adalah jaminan keselamatan dan kedamaian hidup kita. Kedamaian yang diperoleh pula dari sikap menjunjung kebenaran dan keadilan. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami kasih setiaNya yang selalu memampukan kita untuk berkata dan berlaku benar tanpa diintimidasi oleh siapapun.

Doa: Berikan kami keberanian Tuhan. untuk menyatakan kebenaran dan keadilanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Muliakan Yesus yang Sengsara dan Tentukan Pilihan Politik

Minggu, 11 Februari 2024

bahan bacaan I : Markus 9:2-13,

Yesus dimuliakan di atas gunung
2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 5 Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." 6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. 7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." 8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. 10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati." 11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?" 12 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? 13 Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia."

bahan bacaan II : Ulangan 1:9-18

Riwayat pengangkatan hakim-hakim
9 "Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. 10 TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. 11 TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 12 Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? 13 Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. 14 Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu. 15 Kemudian aku mengambil kepala-kepala sukumu, yakni orang-orang yang bijaksana dan berpengalaman, lalu aku mengangkat mereka menjadi pemimpin atas kamu, yakni sebagai kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima puluh dan kepala pasukan sepuluh dan sebagai pengatur pasukan bagi suku-sukumu. 16 Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya. 17 Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya. 18 Demikianlah aku pada waktu itu memerintahkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan."

Kemuliaan Tuhan Mengubah Hidup
Semua umat Tuhan pasti mengalami kebahagiaan jika padanya ada perjumpaan Tuhan dalam kemuliaan-Nya. Hal tersebut dirasakan oleh murid-murid Yesus. Kemuliaan Tuhan membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes mengalami kebahagiaan yang luar biasa. Kemuliaan yang mereka lihat mengubah suasana hati mereka. Hati mereka pasti susah, tetapi bersyukur ketika mereka melihat kemuliaan Tuhan di atas gunung, hati mereka begitu bergembira. Kemuliaan Tuhan membuat mereka merendahkan hati di hadapan Tuhan. Catatan Matius memberitahukan kepada kita bahwa ketika mendengar hal itu, tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Pancaran sinar kemuliaan Tuhan membuat mereka tertunduk dan merendahkan hati di hadapan Tuhan. Betapa agungnya kemuliaan Tuhan memenuhi hati mereka. Kita tidak melihat kemuliaan Tuhan secara langsung, tetapi kemuliaan Tuhan sudah dinyatakan melalui penyertaan Tuhan sepanjang hidup
kita dan keluarga sejak dahulu. Kemuliaan melalui Yesus Kristus yang kita terima membuat kita hidup semakin takut akan Tuhan dan merendahkan hati di hadapan Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati kita.

Doa: Biarlah kemuliaanMU mengubah hidupku menjadi lebih baik. Amin.

Senin, 12 Februari 2024

Bahan bacaan : Yohanes 12:20-24

Yesus memberitakan kematian-Nya
20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." 22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Jatuh Tapi Berbuah
Firman Tuhan hari ini bicara tentang biji gandum, yang menggambarkan diri Yesus sendiri. Kalau Tuhan Yesus tidak taat sampai mati di kayu salib, Ia tidak akan berbuah. tidak ada korban penebusan dosa, dan tidak ada keselamatan. Manusia berdosa akan tetap menanggung akibat dari dosa. Namun, karena Tuhan Yesus mau taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib, maka ada buah yang dihasilkan, yaitu orang yang percaya kepada-Nya diselamatkan dan diperdamaikan dengan Allah. Tuhan Yesus telah menjadi biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, akhirnya menghasilkan tuaian yaitu jiwa-jiwa yang diselamatkan. Kehendak Tuhan bagi orang percaya adalah menghasilkan buah. Tujuannya agar dapat berbuah maka kita pun harus mengikuti jejak Tuhan Yesus yaitu menjadi seperti gandum yang jatuh ke tanah dan mati. Seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, kita pun harus bersedia meninggalkan kehidupan lama dan sepenuhnya mengenakan kehidupan Kristus.

Doa: Biarlah kami mampu berbuah dalam hidup ini. Amin.

Selasa, 13 Februari 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:27-30

27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. 28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" 29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia." 30 Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.

Kemuliaan Yesus Setelah Menderita
Yohanes 12 berisikan kisah tentang orang-orang yang menerima Yesus dan yang menolak Dia. Mereka adalah orang-orang Yahudi dan juga orang-orang Yunani. Beberapa orang Yunani datang kepada Filipus seorang murid Yesus yang berbangsa Yahudi, namun mempunyai nama Yunani. Mereka datang padanya karena ingin bertemu dengan Yesus. Respons Yesus, bahwa inilah saatnya Anak Manusia dipermullakan. Kedatangan orang Yunani bagi Yesus menjadi petunjuk bahwa masa pelayanan Yesus kepada bangsa Yahudi sudah berakhir dengan banyak penolakan dan la akan diterima oleh bangsa-bangsa bukan Yahudi, Akan tetapi, sebelum misi kepada bangsa-bangsa dicapai, terlebih dahulu Yesus harus mati, Ini sungguh sebuah tantangan yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh, pola hidup yang dapat dijalani hanya apabila kita berjalan dalam terang dan percaya kepada terang, yaitu Yesus. Bapa telah mempermuliakan Yesus yang rela menggenapi rencana-Nya. Bapa juga akan mempermuliakan kita sebagai anak-anak-Nya apabila kita tidak memikirkan lagi kenyamanan diri, melainkan melayani Yesus dengan sepenuh hati dan berkorban bagi-Nya, serta memberitakan kematian-Nya dan berbuah bagi-Nya.

Doa: Biarlah dalam derita kami, Tuhan selalu dimuliakan. Amin

Rabu, 14 Pebruari 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:31-36

31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; 32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." 33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. 34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?" 35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. 36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Menderita untuk Kemenangan
Dalam hidup ada pergumulan/ketegangan. Tetapi akhir dari semua itu bukanlah pergumulan/ ketegangan, tetapi kemenangan dan kepastian. Bahwa Dalam hidup kita juga ada pergumulan/ ketegangan, tetapi kita harus percaya bahwa akhir dari semua ini adalah kepastian dan kemenangan. Dalam hal ini Yesus menolak cara mudah yang ditawarkan dunia untuk membuat manusia menolak penderitaan atau enggan menerima penderitaan. Penderitaan yang ditempuh oleh Yesus menunjukkan bahwa la memilih cara yang sukar (melalui kematian di salib), melalui mana Ia akan menarik semua orang datang kepadaNya. Jadi, ayat ini hendak menekankan kebenaran bahwa keselamatan hanya terjadi melalui penderitaan dan kematian Yesus. Hal ini pertanda bahwa sebagai umat Tuhan, jangan pernah memandang penderitaan sebagai beban hidup, namun lihatlah sebagai anugerah Tuhan. Di balik penderitaan itu ada kemenangan dan keselamatan yang diberikan Tuhan.

Doa: Berikanlah kemenangani dari derita hidup kami. Tuhan. Amin.

Kamis, 15 Pebruari 2024

bahan bacaan : Yohanes 13:31-33

Perintah baru
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

Hiduplah Penuh Kasih
Kisah tentang Yudas ini penting sebab berbicara tentang pengkhianatan. Yesus memandang rencana jahat Yudas untuk menyerahkan-Nya kepada para pemimpin agama Yahudi dan penyaliban yang akan dihadapi-Nya sebagai cara Allah Bapa untuk memuliakan-Nya, serta jalan bagi-Nya untuk memuliakan Allah Bapa. Hal ini menunjukkan bahwa panggilan Yesus kepada para murid dengan sebutan “anak-anak-Ku menunjukkan relasi yang erat dan dekat yang dibangun dan diprakarsai oleh Yesus. Karena Yesus yang memprakarsainya, relasi itu bersifat kekal. Yesus telah, sedang, dan akan terus mengasihi mereka. Karena itu, Dia memberikan perintah supaya mereka saling mengasihi dengan standar yang Yesus berikan. Dan, saling mengasihi itulah yang akan menjadi identitas mereka di tengah-tengah dunia, yaitu cara dunia mengenali mereka. Perintah ini berlaku untuk semua orang percaya di sepanjang masa, termasuk kita dan semua orang yang berstatus sebagai anak-anak Allah. Kasih itu tidak hanya kita alami, namun kasih itu akan menjadi bukti bahwa kita adalah murid Tuhan Yesus. Sudahkah kita mengasihi sesama tanpa memandang bulu seperti Yesus mengasihi kita?

Doa: Mampukanlah kami untuk hidup dalam kasih. Amin.

Jumat, 16 Pebruari 2024

bahan bacaan : Ibrani 2:9

9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Bertahanlah Dalam Penderitaan
Kita mungkin tidak setuju dengan pernyataan direndahkan untuk ditinggikan, sebab sebagai manusia dunia kita selalu ingin ditinggikan, tidak mau direndahkan. Namun bagi Yesus penderitaan dan maut diterimaNya sebagai bagian dari jalan untuk menyelamatkan manusia. Yesus mau direndahkan, tapi kemudian dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Supaya oleh kasih karunia Allah la mengalami maut bagi semua manusia. Yesus seketika lebih rendah daripada malaikat-malaikat padahal Yesus itu lebih tinggi dari malaikat bahkan tidak bisa dibandingkan dgn malaikat. Setelah Kristus menyelesaikan tugas penyelamatan-Nya, Ia ditinggikan dan dikaruniakan nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yg ada di langit dan yg ada di atas bumi dan yg ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan” bagi kemuliaan Allah Bapa. Jika kita saat ini “dibuat lebih rendah”, ada upah dan kemuliaan bagi mereka yg bertahan sampai akhir. Bertahanlah sesaat lagi karena semua pun akan berlalu.

Doa: tinggikanlah kami di tengah penderitaan hidup. Amin.

Sabtu, 17 Februari 2024

bahan bacaan : Ibrani 2:10

10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah--yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

Pengorbanan Yang Bernilai
Mengakhiri Minggu Sengsara I ini, kita disuguhkan dengan nas bacaan yang memberi pesan tentang Kemuliaan Allah melalui Penderitaan Yesus Kristus. Seketika kita dibuat tergugah dengan pengorbanan dan kasih Yesus yang besar sehingga Ia bersedia menderita untuk kita. Menderita dan berkorban adalah dua sikap yang mesti dimiliki oleh setiap orang yang bersedia untuk melayani, baik melayani dalam pelayanan gerejawi maupun melayani dalam masyarakat. Yesus sendiri telah mengorbankan diriNya untuk memberikan keselamatan kepada kita sebagai bentuk ketaatanNya kepada Allah. Oleh karenanya, dalam seluruh tanggung jawab yang kita lakukan, baik dalam keluarga, pekerjaan maupun pelayanan, hendaknya kita dapat mewujudkan tanggung jawab itu dengan mengedepankan nilai ketaatan, ketulusan, kejujuran dan kesederhanaan serta rela berkorban. Euoforia politik untuk menentukan pilihan telah kita lalui bersama. Bukanlah sebuah kebetulan bahwa hal itu terjadi dalam minggu sengsara I ini. Untuk itu, jelaslah bahwa sebagai orang-orang percaya kita diingatkan akan kesengsaraan Tuhan Yesus agar moment di tahun politik ini dimaknai sebagai tahun rahmat Tuhan yang mempercayakan tugas-tugas besar bagi setiap orang yang sungguh-sungguh hendak Melayani Tuhan dan sesama, bukan sekedar untuk memuaskan kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Ingatlah pengorbanan Yesus bersifat universal, yakni untuk semua manusia tanpa membeda-bedakan.

Doa: Ya Tuhan, sambutlah kami yang senantiasa menaruh Pengharapan hanya kepadaMu.

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 04 – 10 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Allah meraja di Bumi

Minggu, 04 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 96:1-13

Allah, Tuhan dan Hakim seluruh dunia
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. 4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. 5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. 7 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! 9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! 10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, 12 biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai 13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Puji Dan Sembah Allah Dalam Kemuliaannya
Hari ini kita telah memasuki minggu pertama di bulan Februari 2024. Kita tetap bersyukur kepada Allah dalam Kristus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita. Allah sang Penguasa yang mengatur segala sesuatu dalam kehidupan kita, patutlah kita muliakan, puji dan sembah kepadaNya. Sebab jikalau bukan kuasaNya yang ajaib yang selalu menyertai seluruh perjalanan hidup kita, maka semuanya itu sia-sia. Ada banyak hal serta persoalan yang terus menantang perjalanan hidup kita, namun tangan kasih Tuhan yang ajaib selalu hadir dengan pertolonganNya sehingga kita dapat melewati semua persoalan. Ajakan pemazmur bagi kita untuk tetap memuliakan Tuhan dengan menceritakan perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan kepada kita dan semua orang serta semua makhluk. Semua yang kita saksikan tentang kemuliaan Allah dinyatakan melalui seluruh hidup dan kerja kita. Sebagai rekan sekerja Allah, kita terpanggil untuk meneruskannya kepada semua orang dengan menghadirkan cinta kasih dan kuasa serta kemuliaan Tuhan yang dinyatakan demi kebaikan dan kesejahteraan bersama semua makhluk.

Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.

Senin, 05 Februari 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 12:12-19

12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu. 13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu, 14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu! 15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu. 16 Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini. 17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu." 18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel. 19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini."

Tuhan Allah Pengendali Semesta Alam
Tuhan Allah sebagai penguasa dan pengendali alam raya ini. Banyak pengalaman iman yang disaksikan dan diceritakan melalui firman Tuhan betapa Tuhan Allah menyatakan kuasaNya yang tak berkesudahan dalam perjalanan hidup manusia. Salah satunya melalui pengalaman Samuel yang meminta hujan dan guruh dari Tuhan Allah sebagai bukti bagi umat Israel agar mereka menjadi bangsa yang taat dan setia kepada Tuhan Allah yang telah memilih mereka menjadi bangsa pilihanNya. Sebab dalam kenyataan terkadang Israel keras kepala melawan Tuhan yang dinyatakan melalui nabi sebagai utusan-Nya. Mereka membuat kecewa hati Samuel sebagai wakil Allah dengan meminta seorang raja. Namun Samuel tetap taat dalam panggilannya dan ia menyaksikan kemahakuasaan Tuhan dengan meminta tanda. Hal ini kemudian membuat umat Israel menjadi takut dan meminta Samuel agar tetap berdoa meminta belas kasihan dan pengampuan dari Tuhan. Kesaksian inipun menjadi teladan bagi kita sebagai keluarga Allah untuk tetap memuji dan memuliakan Allah dalam Kristus melalui seluruh hidup dan kerja kita. Terkadang kita pun sering mendukacitakan hati Tuhan dengan sikap serta perilaku hidup. Namun cinta kasih Tuhan yang mengampuni dan menyelamatkan menjadi anugerah yang mesti kita syukuri setiap saat.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu hadir dalam kehidupan kami. Amin.

Selasa, 06 Februari 2024

bahan bacaan : Mikha 4:6-8

Penyelamatan puteri Sion
6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Memuji Allah; Raja Yang Memulihkan
Tuhan adalah Raja yang memulihkan Sion; bangsa pilihanNya. Pemulihan Sion sebagai sesuatu yang yang mereka yang pincang akandijadikan Tuhan pangkal suatu keturunan. Dan mereka yang terusir oleh bangsa yang kuat, Tuhan akan menjadi Raja atas mereka. Sebuah berita sukacita bagi setiap orang yang mengalami berbagai hal kemelut dalam hidupnya. Bukan kata akhir ibarat mau kiamat, sebab Tuhanlah pemegang kendali kehidupan semua ciptaan di bawah kolong langit ini. Tuhan sebagai raja yang penuh kuasa dapat melakukan dan membalik sebuah kondisi dan kenyataan yang terlihat mustahil bagi kita sebagai manusia. Namun bagi Tuhan tidak ada yang mestahil. Hal ini mesti menjadi penyemangat yang membangkitkan iman dan pengharapan kepada Allah dalam Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Berita sukacita ini juga bagi kita sekeluarga dalam menapaki hari-hari hidup dengan berbagai tantangan dan persoalan. Hendaknya pengharapan kita hanya kepadaNya, keagungan dan kepujian selalu kita tujukan kepadaNya atas kasih sayang dan anugerahNya bagi kita. Sekalipun sebagai manusia dengan kelemahan dan keterbatasan, namun Tuhan mengangkat kita dan menjadikan kita anak-anak kesayanganNya untuk selalu bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kasihMu yang selalu membarui dan menyelamatkan kami. Amin.

Rabu, 07 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 93:1-5

TUHAN, raja yang kekal
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; 2 takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. 3 Sungai-sungai telah mengangkat, ya TUHAN, sungai-sungai telah mengangkat suaranya, sungai-sungai mengangkat bunyi hempasannya. 4 Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi. 5 Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

Saksikanlah Kemegahan Allah
Bagian firman Tuhan di hari ini, pemazmur hendak menyaksikan keberadaan dan hakekat Allah sebagai Raja yang penuh dengan kemegahan dan kekuatan. Tidak ada satupun kekuatan di alam semesta ini yang dapat menandingi kernegahan dan kekuatan Allah. Bahkan alam pun digambarkan oleh pemazmur turut menyatakan kekuatan dan kemegahan Allah sebagai Raja. Bahwa sekalipun sungai-sungai mengangkat suara bunyi hempasan serta suara pecahan ombak di laut yang hebat tidak dapat menandingi kehebatan dan kekuatan Allah di tempat yang maha tinggi. Gambaran ini tidak sekedar sebuah pernyataan saja, namun mesti dimaknai dengan sungguh-sungguh oleh kita sebagai keluarga Allah. Kemegahan dan kekuatan Tuhan sudah terbukti dalam keseharian hidup kita. Berbagai tantangan dan masalah yang kita hadapi, dapat kita lalui dan selesaikan dengan baik, itu bukan kekuatan dan kemampuan kita semata, melainkan kekuatan Tuhan yang dianugerahkan bagi kita. Semangat dan sukacita Tuhan berikan bagi kita untuk tetap berdiri kokoh menghadapi apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi. Itulah sebabnya sebagai keluarga, papa mama dan anak-anak, hendaknya kita selalu bersyukur serta memuji dan mengagungkan Allah sebagai Raja atas semesta dan kehidupan kita. Pengagungan kepada Tuhan itu akan diwujudkan melalui sikap serta perilaku hidup kita yang taat kepada Tuhan, bergantung dan berharap selalu kepadaNya, sehingga daripada semua orang pun akan memuji dan memuliakan Tuhan.

Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.

Kamis, 08 Februari 2024

bahan bacaan : Zakharia 14:1-13

Kemenangan terakhir: TUHAN menjadi Raja di Yerusalem
Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu. 2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu. 3 Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. 4 Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. 5 Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia. 6 Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, 7 tetapi akan ada satu hari--hari itu diketahui oleh TUHAN--dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. 8 Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin. 9 Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. 10 Seluruh negeri ini akan berubah menjadi seperti Araba-Yordan, dari Geba sampai ke Rimon di sebelah selatan Yerusalem. Tetapi kota itu akan menjulang tinggi dan tetap tinggal di tempatnya, dari pintu gerbang Benyamin sampai ke tempat pintu gerbang yang dahulu, yakni sampai ke pintu gerbang Sudut, dan dari menara Hananeel sampai ke tempat pemerasan anggur raja. 11 Orang akan menetap di dalamnya, sebab penumpasan tidak akan ada lagi, dan Yerusalem akan tetap aman. 12 Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka. 13 Maka pada waktu itu akan terjadi kegemparan besar dari pada TUHAN di antara mereka, sehingga masing-masing memegang tangan temannya dan mengangkat tangannya melawan tangan temannya.

Allah Sebagai Pengendali Hidup Manusia
Ada masa-masa tenang dan senang, tetapi juga ada masa-sama ribut dan derita. Itulah realitas hidup yang datang silih berganti dalam kehidupan di dunia ini. Tidak satupun yang kekal dan abadi. Hanya Allah saja sebagai Raja dan penguasa dalam dunia dan hidup semua makhluk ciptaanNya. Pasang surut kehidupan Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan adalah bagian realitas hidup yang kita bisa teladani. Tuhan pun turut bekerja atas seluruh perjalanan hidup mereka. Terkadang mereka mendukakan hati Allah dengan sikap hidup yang memberontak. Allah kemudian menghukum mereka sebagai cara didikan agar mereka sadar dan bertobat. Dibalik penghukuman, cinta kasih Allah tidak pernah berobah. Allah sebagai Hakim yang mengadili tetapi juga Raja yang menyatakan kuasaNya untuk mengatur segala sesuatu menjadi baik dan terkendali. Ia memakai bangsa lain untuk menindas Israel. Tetapi saat itu juga Ia menghukum bangsa penindas Israel. Semuanya itu hendak mengajar kita untuk selalu tunduk atas otoritas dan kemahakuasaan Tuhan yang mutlak. Jangan sekali-kali kita memberontak terhadap Allah, tetapi setia dan taat selalu kepadaNya sebab Tuhan sebagai Raja akan mewujudkan kehidupan yang baik dan sejahtera bagi kita.

Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.

Jumat, 09 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 10:12-18

12 Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu, janganlah lupakan orang-orang yang tertindas. 13 Mengapa orang fasik menista Allah, sambil berkata dalam hatinya: "Engkau tidak menuntut?" 14 Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong. 15 Patahkanlah lengan orang fasik dan orang jahat, tuntutlah kefasikannya, sampai Engkau tidak menemuinya lagi. 16 TUHAN adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya. 17 Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, 18 untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

Lawanlah Kejahatan Bersama Tuhan
Kejahatan selalu ada, bahkan semakin merajalela. Tampak orang-orang menindas kaum lemah dan tidak berdaya. Keadilan dikalahkan oleh ketidakadilan, kejujuran dikalahkan oleh ragam penipuan, kasih dikalahkan oleh kebencian dan amarah. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa Allah membiarkan orang jahat merajalela? Orang bahkan mempertanyakan keberadaan Allah. Melalui teks ini, ternyata Allah berada di sekitar kita dan memakai kita baik secara langsung ataupun tidak langsung sebagai alat-Nya untuk menegakkan keadilan dan kasih-Nya di muka bumi ini. Sebagai umat Allah, kita terpanggil untuk membawa keadilan, kedamaian, dan sukacita di bumi yang kita diami ini. Kita berperang melawan segala bentuk kefasikan dan kejahatan di muka bumi ini. Sebagai alat Allah, kita dipakai untuk menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya. Allah kita yang hidup itu akan menolong dan meneguhkan kita serta memampukan kita untuk terhindar dan menghindari diri dari kejahatan. Kita harus yakin dan percaya, sama seperti pemazmur bahwa Allah adalah raja yang berkuasa dan sanggup menegakkan keadilan-Nya. Kita juga harus menyadari, bahwa tanpa campur tangan Allah mustahil kita bisa, tapi dengan campur tangan Allah kita pasti bisa melakukannya.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar terhindar dari segala kejahatan dunia. Amin

Sabtu, 10 Februari 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 19:14-16

14 Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. 15 Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. 16 Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup.

Andalkan Kuasa Tuhan
Krisis selalu saja ada, bahkan sering dihadapi oleh siapa pun. Kadang Tuhan mengijinkan krisis itu terjadi dan dialami oleh kita. BIla hal itu terjadi, seharusnya kita menyadari bahwa kita butuh Tuhan. Teks alkitab ini memperlihatkan Sanherib mengirim utusan untuk melemahkan Hizkia dan bangsanya. Tujuannya agar Hizkia menyerah (3-4). Melihat situasi yang sulit ini, Hizkia datang ke rumah Tuhan dengan penuh perkabungan dan berdoa memohon pertolongan Tuhan. Hizkia bergumul bersama dengan orang yang dekat dengan Tuhan, supaya dapat menolongnya untuk tidak tertekan dalam persoalan apapun. Kesombongan ditunjukkan oleh Sanherib namun tidak menyadari kehancuran mereka sudah di depan mata. Hizkia berdoa dan mengakui kedaulatan dan kekuasaan Tuhan, bahkan memohon pertolongan Tuhan untuk membuat segala kerajaan di bumi mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah satu-satunya. Doa Hizkia didengar dan Tuhan memberi penghiburan-Nya. Hal ini membuktikan bahwa TUHAN menjadi Penjaga dan Penyelamat umat Tuhan. Bahkan Tuhan menubuatkan hukuman-Nya atas raja Asyur dan kerajaan-Nya. Intinya, Tuhan itu selalu menolong umatNYA. Tidak ada hal yang sulit bagi Tuhan untuk menolong umatNYA. Ketika kita sudah tidak mampu mengandalkan apapun, Tuhan menjadi kekuatan. Kita hanya perlu datang setiap saat kepada
Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan tidak menyombongkan apapun yang kita miliki. Bersyukur atas semua pertolongan-Nya.

Doa: Mampukanlah kami untuk selalu mengandalkan-Mu. Tuhan Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 28 Jan – 03 Feb 2024

Tema Bulanan : Bersyukurlah dan Jalanilah Hidup Sebagai Orang Beriman

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan

Minggu, 28 Januari 2024

bahan bacaan : Ibrani 5:1-10

Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. 2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, 3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. 4 Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. 5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", 6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Belajar Taat Dari Yesus

Penulis Kitab Ibrani menuliskan Yesus adalah Imam Besar. Di Israel seorang Imam tugas utama mempersembahkan Korban untuk dosa umat. Ada hal yang membedakan Yesus dan para imam, karena Yesus bukan melaksanakan upacara mempersembahkan korban sebagaimana tugas seorang imam melainkan Dia sendiri mengorbankan diri-Nya di kayu salib sebagai tebusan atas dosa-dosa kita walaupun status-Nya sebagai Anak Allah (ay.8) Ia tetap menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa di Sorga. Sekalipun ketaatan itu membawa-Nya pada penderitaan dan kematian. Pesan teks ini bagi kita, yakni: Pertama, keseluruhan hidup dan pelayanan Tuhan Yesus adalah bukti ketaatanNya kepada kehendak Bapa disorga. Tuhan Yesus telah memberikan teladan tentang ketaatan, maka sebagai umat kristiani kita pun belajar taat dan setia kepada Tuhan dalam berbagai situasi hidup, terutama dalam penderitaan. Memang, hal itu tidak mudah untuk dipraktekkan, maka mintalah pertolongan Tuhan. Kedua, Yesus menunjukkan ketaatan sebagai seorang Imam Besar, maka kita pun harus melaksanakan tugas seorang imam, yakni melayani Tuhan sebagai Pelayan (Pendeta, Penatua, Diaken, Pengasuh, dll).

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami meneladani ketaatan Yesus, amin.

Senin, 29 Januari 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 11:14-25

Janji tentang pembaharuan Israel
14 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 15 "Hai anak manusia, penduduk-penduduk Yerusalem berkata tentang semua saudara-saudaramu, tentang kaum kerabatmu dan segenap kaum Israel dalam keseluruhannya: Mereka telah jauh dari TUHAN, kepada kami tanah ini diberikan menjadi milik. 16 Oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Walaupun Aku membawa mereka jauh-jauh di antara bangsa-bangsa dan menyerakkan mereka di negeri-negeri itu dan Aku menjadi tempat kudus yang sedikit artinya bagi mereka di negeri-negeri di mana mereka datang, 17 oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menghimpunkan kamu dari bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri di mana kamu berserak, dan Aku akan memberikan kamu tanah Israel. 18 Maka sesudah mereka datang di sana, mereka akan menjauhkan segala dewa-dewanya yang menjijikkan dan segala perbuatan-perbuatan yang keji dari tanah itu. 19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-K dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. 21 Mengenai mereka, yang hatinya berpaut pada dewa-dewanya yang menjijikkan dan pada perbuatan-perbuatannya yang keji, Aku akan menimpakan kelakuan mereka atas kepalanya sendiri, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 22 Maka kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan roda-rodanya bergerak bersama-sama dengan mereka, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. 23 Lalu kemuliaan TUHAN naik ke atas dari tengah-tengah kota dan hinggap di atas gunung yang di sebelah timur kota. 24 Dan Roh itu mengangkat aku dan membawa aku kembali di dalam penglihatan yang dari Roh Allah ke negeri Kasdim kepada para buangan. Lalu menghilanglah penglihatan yang kulihat itu dari padaku 25 dan aku sampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.

Jangan Mendua Hati
Seringkali kita mendengar ucapan “mendua hati”. Kita lalu berpikir bahwa ucapan tersebut menunjuk pada seseorang yang mulai tidak setia. Mendua hati dalam bahasa Yunani “Dipsuchos” yang berarti perasaan atau dua hati yang berlawanan, sedangkan bahasa Ibrani “Tamim” yang mengandung arti tidak sepenuh hati kepada Tuhan. Dalam bacaan tadi, dapat disimpulkan bahwa Israel adalah umat yang “mendua hati” kepada Tuhan Allah. Kenapa? Karena mereka mulai menunjukkan cara hidup yang jauh dari Tuhan (ay.15). Ketidaktaatan Israel ditunjukkan dengan menyembah dewa-dewa orang Babel dan hidup dengan sangat keji (jahat) di daerah tersebut (ay.21). Dalam realitas tersebut, Firman Tuhan kepada nabi Yehezkiel bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan mereka dengan memberikan mereka hati yang baru, yakni hati yang taat (ay.19). Hati taat yakni hidup menurut Firman Tuhan dengan setia, supaya memperoleh kasih setia Tuhan sebagai umat pilihan-Nya (ay.20). Sangat penting bagi orang percaya untuk memiliki hati yang taat di hadapan Tuhan, jangan kita “Mendua hati” kepada Tuhan dengan percaya kepada ilah-ilah dunia ini. Sebaliknya, dengan percaya dan berharap hanya kepada Tuhan serta hidup menurut kehendak Firman-Nya, maka Tuhan akan mengasihi dan memelihara hidup kita.

Doa: Tuhan tuntunlah hati kami dengan Roh Kudus supaya kami tidak mendua hati Amin.

Selasa, 30 Januari 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 36: 22-32

22 Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. 23 Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. 24 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. 25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 28 Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. 29 Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. 30 Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa. 31 Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji. 32 Bukan karena kamu Aku bertindak, demikianlah firman Tuhan ALLAH, ketahuilah itu. Merasa malulah kamu dan biarlah kamu dipermalukan karena kelakuanmu, hai kaum Israel.

Miliki Hati Yang Taat
Nas bacaan ini berisi nubuatan Yehezkiel tentang Pembaharuan Israel. Bahwa Tuhan Allah akan membebaskan Israel dari masa pembuangan dan membawa merea pulang ke tanah leluhur nenek moyang mereka. Janji tersebut, merupakan bukti cinta kasih Allah kepada Israel dan menyudahi murka Allah atas dosa-dosa mereka sekaligus memuliakan Nama Tuhan yang sudah dinajiskan ditengah-tengah bangsa lain (ay.22-23). Inisiatif Tuhan ini dinyatakan dalam tindakan yang dijelaskan pada ayat 24-31, yakni: mempersatukan umat Israel yang tercerai berai, memberikan air jernih untuk membersihkan mereka dari dosa penyembahan berhala, memberikan hati yang baru dan roh yang baru supaya mereka berhenti melakukan kejahatan. Dan Jika Israel hidup taat kepada Tuhan, maka Israel akan menerima janji berkatNya, yakni: menduduki tanah Kanaan, menjadi umat pilihan Tuhan, menikmati hasil panen yang melimpah sehingga mereka tidak akan kelaparan. Pelajaran penting bagi kita, Tuhan telah berinisiatif untuk membebaskan kita dari dosa melalui kematiaan-Nya di kayu salib, maka kita harus mengalami pertobatan dan memuliakan Nama Tuhan melalui ketaatan untuk melakukan kehendak Tuhan.

Doa: Ya Tuhan,ajarlah kami untuk tidak mendua hati dan hanya taat kepada-Mu, amin.

Rabu, 31 Januari 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 3: 1-7

Hidup bersama suami isteri
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, 6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman. 7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Suami Isteri Yang Kristiani
Akhir-akhir ini banyak masalah menimpa keluarga, misalnya : tindak kekerasan terhadap suami atau istri (KDRT), perselingkuhan, perceraian bahkan pembunuhan. Hal-hal ini disebabkan oleh faktor emosi, perbedaan pendapat, kurangnya komunikasi antara suami istri, masalah keuangan, harga diri, sikap tidak menghargai pasangan, dan sebagainya. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Rasul Petrus memberikan tips bagaimana membangun hubungan suami istri Kristiani sebagaimana dijelaskan dalam bacaan tadi. Ayat 1-6, berisi nasehat yang ditujukan kepada istri, yakni istri-istri harus tunduk (taat) kepada suami. Menurut Petrus, sikap tunduk kepada suami dapat membawa mereka untuk percaya kepada Kristus terutama mereka yang belum percaya. Selain itu, istri-istri harus memperlihatkan cara hidup yang baik, menjaga kesucian hidup, berharap kepada Tuhan, hormat kepada suami serta mengutamakan kecantikan batiniah (hati) bukan kecantikan lahiriah (pakaian mahal, emas dll). Selanjutnya, Petrus memberi nasehat kepada suami-suami supaya mereka hidup bijaksana terhadap istri-istri dengan cara menghormati, menjaga, melindungi dan mencintainya dengan segenap hati maka doamu akan dijawab Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar hidup taat sebagai suami istri Kristiani. amin

Kamis, 01 Februari 2024

bahan bacaan : Yohanes 15:9-10

Perintah supaya saling mengasihi
9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Tinggal Dalam Tuhan Dan Taat KepadaNya
Kita bersyukur di saat ini ketika telah menapaki hari pertama di bulan Februari 2024 atas
penyertaan dan tuntunan Tuhan bagi kita. Semuanya itu atas dasar cinta kasih Tuhan bagi kita sehingga mewajibkan kita untuk senantiasa hidup dalam ketaatan kepada perintah dan kehendak Tuhan. Hal ini yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid dalam kesaksian firman Tuhan di hari ini. Pentingnya melakukan perintah Tuhan sebagai wujud ketaatan kita atas kasih sayang dan anugerah Tuhan yang besar dan melimpah dalam kehidupan kita. Sebaliknya ketika kita hidup tidak taat dan setia kepada perintah Tuhan, maka kita hidup di luar persekutuan dengan Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan dan setia melakukan perintahNya akan membuat kita terus berjuang dan berperang dengan kekuatan kedagingan yang selalu berupaya menarik kita keluar dari persekutuan hidup dengan Tuhan. Hidup diluar Tuhan dengan tidak setia dan taat kepadaNya akan membuat kita menjadi orang-orang yang melakukan berbagai tindakan yang mendukakan hati Tuhan dan sesama melalui tutur kata, sikap serta perilaku kita. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu meminta tuntunan Tuhan melalui Roh Kudus agar kita dimampukan mewujudkan hidup didalam kasih Tuhan dengan selalu setia dan taat kepadaNya. Ketaatan kepada Tuhan yang diwujudkan dalam keluarga akan berdampak untuk kehidupan bersama dengan orang lain.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar selalu taat dan setia kepada perintahMu. Amin

Jumat, 02 Februari 2024

bahan bacaan : Imamat 18:1-5

Kudusnya perkawinan
TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu. 3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. 4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. 5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.

Menjaga Kekudusan Hidup
Keterpilihan Umat Israel sebagaimana ikatan janji Tuhan dengan Abraham leluhur mereka yakni agar melalui kehidupan mereka semua orang akan mendapat berkat. Sebagai penerus berkat Tuhan, Israel mesti mewujudkan hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada perintah Tuhan. Mereka diingatkan Tuhan agar tidak mengikuti sikap serta perilaku hidup orang-orang yang ada di Mesir saat Isarel menjadi budak di sana. Serta juga tidak ikut-ikutan hidup seperti pendudukan Kanaan saat mereka akan memasuki dan hidup di tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Peringatan ini terkait dengan kekudusan dalam kehidupan keluarga. Setiap orang mesti berperilaku sopan dan beretika terhadap sesama anggota keluarga. Setiap anggota dalam keluarga harus saling menjaga kehormatan dan diajarkan tentang norma-norma kesusilaan. Tuhan menyatakan ketika mereka mewujudkan hal tersebut sebagai ketaatan pada Tuhan maka mereka akan hidup. Hidup yang dimaksudkan bukan sekedar bernafas saja, tetapi hidup dalam kepenuhan berkat dan cinta kasih Tuhan bagi kehidupan mereka. Firman Tuhan inipun ditujukan bagi kita sekeluarga, papa, mama dan
anak-anak serta semua yang ada dalam keluarga kita. Kita ingin menikmati kepenuhan berkat dan cinta kasih Tuhan bagi kehidupan kita, itulah sebabnya kita mesti mewujudkan sikap hidup saling menghargai, mencintai dan menyayangi satu dengan yang lain. Kita harus selalu memohon hikmat Tuhan agar kita dapat saling menjaga dan menghormati diantara kita.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menghargai satu dengan yang lain dalam kehidupan keluarga. Amin.

Sabtu, 03 Februari 2024

bahan bacaan : Ulangan 4: 30-40

30 Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. 31 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. 33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? 34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? 35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. 36 Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. 37 Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, 38 untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. 39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. 40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Menikmati Kebaikan Hidup
Bagian Firman Tuhan di hari ini merupakan nasehat Musa kepada bangsa Israel saat mereka membuat perjalanan menuju ke tanah Kanaan. Nasehat ini berisikan tentang hakekat Allah yang maha kuasa menjumpai umat Israel sebagai manusia berdosa. Perjumpaan itu digambarkan bahwa tidak ada allah lain di muka bumi ini untuk disamakan dengan Allah Yahwe yang penuh kasih dan selalu menyatakan mujizat serta kuasaNya agar umat Israel mau tetap hidup percaya dan setia serta taat kepada Allah. Semua yang dinyatakan kepada umat Israel sebagai tanda cinta kasih Allah kepada mereka mesti dijaga dan dipelihara sebagai hukum dan ketetapan yang akan menuntun kehidupan umat Israel untuk tetap setia dan taat kepada Allah. Hukum dan ketetapan Allah itu ketika dilakukan dengan setia dan taat, maka akan membawa Israel kepada kehidupan yang selalu diberkati dan akan menerima keselamatan dari Allah. Demikianpun sebagai keluarga, papa, mama dan anak-anak hendaknya selalu mewujudkan ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan melalui perintah dan ketetapan dalam firman Tuhan yang mesti kita lakukan setiap hari. Kita selalu meminta kekuatan dari Tuhan melalui tuntunan kuasa RohNya dengan baik. Ketika kita melakukannya, maka kehidupan kita akan selalu terpelihara. Kita akan menikmat sukacita dan kebahagian abadi. Tuhan akan memberikan umur panjang bagi kita, oleh karena kita selalu menghargai setiap waktu sebagai anugerah Tuhan yang kita wujudkan dengan melakukan setiap hal sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan.

Doa: Tuhan tolong kami untuk setia melakukan perintahMu demi kebaikan hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JAN & FEB 2024, LPJ – GPM


Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 21 Januari 2024

bahan bacaan : Yeremia 9: 23-26

Mengenal Allah adalah kebahagiaan manusia
23 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." 25 "Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: 26 orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya."

Bermegahlah Karena Engkau Mengenal Allah
Pengenalan akan Allah sesungguhnya melampaui segala bentuk kekayaan dan kekuatan, sehingga tidak ada satu orang pun yang dapat bermegah di hadapan-Nya. Gagasan yang sama dipertegas oleh Yeremía, seperti yang tertulis pada pasal 9. Bahwa dengan kekayaan dan kekuatan yang dimiliki, umat dapat menjadi sombong dan angkuh terhadap Allah dan sesamanya, karena didasarkan pada prestasi diri sendiri. Karena itu, ia menegaskan bahwa jika umat ingin bermegah hendaklah ia bermegah karena ia “Memahami dan mengenal Allah”. Kata memahami dan mengenal Allah yang ditampilkan pada ayat 24 bukan sekedar menggambarkan pentingnya pengetahuan tentang Allah. Namun, ungkapan memahami dan mengenal Allah artinya memiliki relasi yang intim dengan-Nya. Sehingga dengan relasi yang intim itu, kita dapat mengakui bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan besar. Bahkan hanya karena kekuasaan Allah itulah, manusia dapat memegahkan dirinya. Menariknya menurut Yeremia, orang yang bermegah karena mengenal dan memahami Allah tidak akan berujung pada kesombongan dan keegoisan diri. Karena mengagungkan dan menyombongkan diri sendiri adalah permulaan dari kehancuran hidup. Bagian ini bukan berarti tidak boleh memiliki kelebihan, melainkan kelebihan yang dimiliki harus bertujuan untuk kemuliaan Allah.

Doa: Ya Allah, tuntunlah kami untuk selalu bermegah karena-Mu.Amin.

Senin, 22 Januari 2024

bahan bacaan : Kejadian 11: 1-9

Menara Babel
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Libatkanlah Allah Dalam Seluruh Rencana Hidupmu
Mengapakah demikian? Karena dengan mengandalkan diri sendiri maka manusia melupakan pentingnya ketergantungan hidup akan Allah, sehingga tidak lagi berusaha memahami kehendak-Nya dalam setiap perencanaan hidup. Kenyataan yang sama turut diperlihatkan dalam kisah pembangunan menara babel. Dalam catatan Kejadian 11, manusia menolak adanya keberagaman, sehingga mereka berusaha untuk menjadi satu. Berbeda dengan perencanaan manusia, Allah justru membuat mereka menjadi terpencar di bumi dengan beragamnya komunitas masyarakat. Bahkan dipertegas bahwa apapun yang manusia rencanakan, tidak akan pernah terlaksana. Apakah Allah tidak adil akan proses itu? Kejadian 11 memperlihatkan nilai sebaliknya, bahwa Allah begitu adil dalam seluruh pekerjaan tangan-Nya. Allah menghendaki adanya pertumbuhan, pembangunan, dan kemajuan umat. Namun menjadi penting adalah, segala usaha itu haruslah didasari pada hubungan yang intim dengan Allah. Memahami kehendak Allah dalam setiap perencanaan adalah keputusan bijak umat, sehingga kemajuan yang diperoleh tidak menjadi dasar menyombongkan diri. Bagaimanakah dengan kita masih Allah izinkan hidup sampai saat ini? Apakah kita yang masih melibatkan-Nya dalam seluruh pergumulan hidup di awal tahun ini? Jika belum maka percayalah, bahwa melibatkan Allah dalam seluruh rencana hidup, akan membuat kita memahami kehendak-Nya

Doa: Ya Allah, tolong kami agar mampu untuk memahami kehendak-Mu. Amin.

Selasa, 23 Januari 2024

bahan bacaan : Ayub 42: 1-6

Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri
Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Akuilah Allah Dengan Seluruh Kekuasaan-Nya

Tidak pernah ada kata “Terlambat” kepada setiap orang yang ingin berjumpa dan memahami Allah dalam hidupnya. Kenyataan yang sama turut diperlihatkan oleh Ayub dalam kesudahan penderitaannya. Kitab Ayub memberi catatan, bahwa ketika hidup Ayub dipenuhi dengan penderitaan, dia menolak dan membantah Allah. Ayub bahkan menggugat Allah dengan seluruh kekuasaan-Nya. Karena menurut Ayub, dirinya selalu berlaku benar dan adil, sehingga mengapa dia harus menderita? Gugatan Ayub kepada Allah di tengah penderitaan memperlihatkan bahwa ia telah gagal memahami tujuan Allah dalam hidupnya. Ayub telah memandang penderitaan dari sudut pandang manusia yang berdosa, sehingga ia melupakan bahwa Allah sesungguhnya adil dan benar dalam setiap perbuatannya. Menariknya, pasal 42 kemudian mengakhiri kisah Ayub dengan kesadaran dan pengakuan dirinya atas kemahakuasaan Allah. Ayub mengaku, bahwa dirinya gagal memahami kehendak Allah dalam hidupnya. Kesadaran akan keterbatasan dirinya membawa pengubahan visi tentang Allah yang adil dan benar. Karena itu, jadilah bijak untuk memahami kehendak Allah dalam seluruh perjalanan hidup kita. Sadari dan akuilah diri kita sebagai manusia yang sangat terbatas dan lemah. Karena pengakuan akan keterbatasan diri memberi kita ruang untuk berjumpa dan memahami kehendak Allah dalam setiap perjalanan hidup ini.

Doa: Ya Tuhan, nyatakanlah kemahakuasaanMu di dalam kelemahan kami. Amin.

Rabu, 24 Januari 2024

bahan bacaan : Matius 16:1-4

Orang Farisi dan Saduki meminta tanda
Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. 2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. 4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Berilah Dirimu Dipimpin Oleh Allah
Pertentangan tentang apakah Yesus adalah anak Allah terus berkembang ketika Ia melakukan pelayanan. Kenyataan yang sama dapat ditemukan dalam nats hari ini, yaitu orang-orang Farisi dan Saduki menghampiri Yesus dan meminta-Nya untuk melakukan Mujizat. Permintaan orang Farisi dan Saduki didasari pada rasa tidak percaya mereka akan diri Allah dalam Yesus. Meminta Yesus melakukan Mujizat bertujuan untuk melihat apakah Yesus adalah Allah yang telah menjadi daging? Jika benar maka Ia sanggup untuk melakukan segala hal, karena kekuasaan yang dimiliki tidak tertandingi. Namun Yesus dalam kelembutannya menjawab bahwa tanda yang dimintakan sesungguhnya sudah ada, hanya mereka yang tidak dapat melihatnya. Maksud dari perkataan Yesus adalah diri-Nya sendiri merupakan tanda/berita dari Allah. Namun orang Farisi dan Saduki tidak mampu mengetahuinya, karena mereka tidak membawa diri untuk dipimpin oleh Allah. Pada akhirnya, mereka tidak mampu untuk memahami kehendak Allah dalam pelayanan Yesus. Membawa diri kepada Allah untuk dipimpin oleh-Nya memampukan setiap kita memahami kehendak Allah dalam seluruh perjalanan hidup ini. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang dapat mengatakan bahwa dirinya memahami kehendak Allah tanpa dipimpin oleh Allah. Justru sebaliknya, karena hakekat diri kita sebagai manusia yang lemah dan terbatas maka pimpinan Allah sajalah yang mampu mengantarkan kita memahami kehendak-Nya dalam seluruh perjalanan hidup ini.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami agar selalu memahami kehendak-Mu. Amin.

Kamis, 25 Januari 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 22:1-22

Paulus berbicara kepada orang Yahudi
"Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri." 2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata: 3 "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. 6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. 9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. 11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. 12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. 14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! 17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. 18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku. 19 Jawabku: Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka. 20 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya. 21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain." 22 Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: "Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!"

Hidup Sesuai Ketetapan Tuhan
Setiap orang memiliki pengalaman hidup yang berharga; baik pengalaman manis maupun pahit. Setiap pengalaman tersebut, harus kita jadikan pelajaran penting untuk menata masa depan bahkan menjadi kesaksian untuk memuliakan Tuhan. Hal ini diperlihatkan oleh rasul Paulus dalam perikop bacaan kita tadi. Melalui pidato yang disampaikannya di depan banyak orang pada saat itu, Paulus menceritakan pengalamannya menjadi pengikut Kristus; Ia adalah seorang penganiaya orang Kristen
yang mengalami pertobatan. Ia diutus Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil kepada orang Yahudi maupun non-Yahudi (ay.21). Pengalaman berharga Paulus di depan pintu kota Damsyik membuat dia memberikan hidupnya bagi Kristus (Flp.1:21). Kita semua pun memiliki pengalaman yang berharga bersama Tuhan pada saat kita susah maupun senang; saat sakit, gagal dalam usaha, pekerjaan maupun pendidikan, ataupun ketika hidup kita baik-baik saja. Semua hal tersebut menuntun kita untuk memahami kehendak Tuhan dan mentaatinya. Setiap kejadian hidup merupakan tanda dari Tuhan bahwa Dia mengasihi kita dan menetapkan kita untuk melaksanakan tugas pengutusan-Nya.

Doa: Tuhan, ini kami utuslah sesuai kehendak-Mu, amin.

Jumat, 26 Januari 2024

bahan bacaan : Kejadian 9 : 8-17

8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." 12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi." 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

Tanda Alam Sebagai Pernyataan Kehendak Allah

Kejahatan dan ketaatan adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Kedua hal tersebut merupakan yang sering temui dalam dupan manusia. Seperti dalam kisah Air Bah (7:1-24). Akibat kejahatan manusia di hadapan Tuhan Allah, maka la memusnahkan manusia beserta seluruh makhluk di muka bumi. Namun ketaatan Nuh merupakan alasan Allah untuk menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari bencana Air Bah. Bahkan Allah berjanji kepada manusia dan seluruh makhluk di bumi bahwa Dia tidak akan lagi mendatangkan murka-Nya melenyapkan kehidupan dengan Air Bah (ay.11). Tanda perjanjian yang dipakai Allah adalah busur di awan (pelangi) sebagai lambang kasih Allah dan jaminan damai antara Allah dan manusia. Pesan bagi kita, marilah kita berpegah teguh pada janji Allah tentang bagaimana la memelihara, menjaga dan menyelamatkan hidup kita dari berbagai situasi yang sulit. Janji Allah ini juga berhubungan dengan tanggungjawab manusia untuk taat dan setia kepada kehendak Tuhan, merawat dan memelihara seluruh mahkluk di bumi (misalnya: stop eksploitasi).

Doa: Kiranya kami setia berpegang teguh pada janji Allah yang menyelamatkan, amin.

Sabtu, 27 Januari 2024

bahan bacaan : Lukas 13:1-5

Dosa dan penderitaan
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. 2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? 3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. 4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? 5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Bertobat Atau Binasa
Ada yang berpendapat bahwa musibah, penderitaan maupun kematian adalah akibat dosa. Pemahaman tersebut pun dianut oleh orang-orang pada zaman Yesus yang menghubungkan penyakit atau kematian dengan dosa (band. Yoh.9:1-41) sebagaimana perikop bacaan tadi. Menurut mereka kematian orang-orang Galilea maupun 18 orang Yerusalem akibat dosa mereka. Padahal Orang Galilea dibunuh oleh Pilatus karena mereka melakukan pemberontakan kepada Pemerintah Romawi, menghambat proyek bendungan air di Yerusalem, sedangkan 18 orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam. Tentang hal tersebut, Tuhan Yesus mengatakan dengan tegas tidak ada hubungan antara kematian dan dosa. Sebaliknya, mereka diperingatkan supaya bertobat; berbalik dari kebiasaan hidup dalam kekerasan serta waspada dalam setiap pekerjaan supaya mereka selamat. Maknanya, Kematian Yesus Kristus di kayu salib telah memerdekakan kita dari dosa sehingga tidak ada penderitaan ataupun kematian dikarenakan oleh dosa. Sebaliknya, penderitaan ataupun kematian disebabkan karena kesalahan kita sendiri. Misalnya: korupsi akhirnya menderita di penjara, nafsu makan yang tidak terkontrol akibatnya sakit, ngebut-ngebut di jalan raya akibatnya terjadi kecelakaan, dll.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup sesuai Kehendak Tuhan. amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 14 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 8:31-39

Keyakinan iman
31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Berada Di Pihak Kristus
Berada di pihak Kristus berarti dikarunia kehormatan dan kekuasaan. Hiduplah sebagai orang percaya yang terhormat dan berdaya agar tidak dihina dan dipandang rendah. Apapun keberadaan kita, jadilah terhormat dan berdaya menjalani semua kenyataan hidup. Orang yang berada di pihak Kristus tak gentar menghadapi derita. Derita, tantangan atau kesukaran adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi bukan disangkali dan dihindari. Penderitaan tidak akan memisahkan orang yang percaya dari kasih Kristus. Ia pasti mengasihi, meneguhkan, menghibur, dan menyediakan jalan keluar saat kita berada dalam himpitan hidup. Karena itu tetaplah berusaha menjadi orang percaya yang terhormat dan berdaya saat sedang menjalani kenyataan hidup yang bagaimana pun. Hindarilah melakukan tindakan yang cemar agar tidak dicemooh, dihindari dan dihina orang. Ingatlah bahwa Allah pasti menganugerahkan kekuatan atau kemampuan bagi semua orang yang berada di pihak-Nya. Berada di pihak Kristus berarti tetap percaya kepada-Nya, terus mejalani hidup, tekun berdoa, beribadah dan membaca Alkitab.

Doa: Ya Kristus, tolonglah agar kami tetap berada di pihak-Mu. Amin.

Senin, 15 Januari 2024

bahan bacaan : Yesaya 30: 15

15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Percaya Dan Menyerahkan Diri
Hidup dapat pula dipahami sebagai proses panjang, bertahap, dan jatuh bangun menuju Umumnya dipahami dan diterima bahwa harus dimulai dengan membuat fondasi. Tahap selanjutnya adalah mendirikan tiang-tiang penyangga lalu diteruskan dengan bagian-bagian yang lain. Seperti itulah jalan hidup, tak selamanya sukses sebab ada gagalnya juga, jatuh dan bangun dihiasi aneka kejadian. Orang Kristen memerlukan sikap dan tindakan beriman yang dapat memastikan bahwa ia tetap berada di jalan yang benar. Kita harus memastikan berada pada jalan yang benar terutama saat mengalami masa hidup sulit. Caranya adalah tetap percaya dan menyerahkan diri. Percaya dan menyerahkan diri kepada Tuhan serta menantikan pertolongan-Nya besar sekali faedahnya. Saat hidup berguncang dengan hebat belajarlah untuk tetap percaya dan berserah. Percaya dan berserah sebab daya dan cara kita ada batasnya. Ingatlah bahwa kasih Tuhan tak ada batasnya. Ia pasti menyediakan jalan dan kemungkinan baru dengan cara dan waktu yang tepat berdasar kehendak bebas-Nya. Hindarilah untuk menjadi orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan itu baik dan berkuasa, namun enggan menyerahkan diri dalam pimpinan-Nya.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap percaya dan menyerahkan diri pada-Mu. Amin

Selasa, 16 Januari 2024

bahan bacaan : Yesaya 7:3-9

3 Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4 dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 5 Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6 Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya, 7 maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8 sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. 9 Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya."

Ketakutan Pasti Teratasi
Ketakutan merupakan fakta yang manusiawi, maksudnya selalu dialami manusia tanpa merasa gentar atau ngeri menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana. Kita pasti mengalami kelemahan pada saat tertentu. Nyatanya ada begitu banyak hal yang tak dapat kita duga dan pahami dalam hidup ini. Kehilangan harapan atau mengalami stres dan depresi hadir tanpa diundang sebagai dampaknya. Apa pun situasi yang mencekam dan dampaknya, percayalah pada Tuhan serta belajarlah dari nas hari ini. Kata Tuhan: teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut. Hidup kita tak boleh dibelenggu ketakutan sebab pemeliharaan Tuhan pasti dialami. Yakinlah bahwa Tuhan tak pernah tinggal diam, Ia segera turun tangan menopang dan memberikan kelegaan serta keluputan kepada kita. Tuhan melindungi kita dari segala ancaman kebinasaan. Saat kita lemah, Ia memberikan kekuatan. Ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam penderitaan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Doa: Ya Allah, atasilah ketakutan yang kami alami. Amin.

Rabu, 17 Januari 2024

bahan bacaan : Mazmur 9: 10-11

9 (9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. 10 (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

Percayakanlah Hidupmu kepada Allah!
Hidup yang dipenuhi dengan persoalan akan memunculkan pertanyaan : kemanakah harus kami berlindung? Hal yang sama dirasakan oleh Pemazmur. Kitab Mazmur memberikan catatan bahwa Pemazmur dipenuhi dengan banyak persoalan, seperti pembelaan perkara yang tidak adil, bangsa yang menindas, berkembangnya kejahatan orang fasik, hadirnya para musuh, dan lain sebagainya. Dalam segala persoalannya, Pemazmur kemudian melihat karya Allah yang membebaskan. Berdasarkan pengalaman pembebasan Allah itu maka Pemazmur memberikan kesaksian iman, bahwa Allah adalah tempat perlindungan bagi setiap orang. Pada satu sisi, kesaksian iman Pemazmur bertujuan untuk memberitakan tentang kuasa Allah yang besar. Namun pada sisi lain, ia juga mengkritik umat yang menganggap bahwa perlindungan dapat ditemukan di luar Allah, seperti batu-batu yang besar, pohon-pohon rindang, dan lain sebagainya. Bagi pemazmur, agar dapat merasakan kuasa Allah maka kita harus untuk mempercayakan hidup kepada-Nya. Mempercayakan hidup kepada Allah memperlihatkan bahwa kita sadar akan keterbatasan diri dan sekaligus mengaku bahwa Allah yang sanggup melindungi setiap kita. Memasuki tahun 2024, banyak di antara kita yang sementara merasa susah karena dipenuhi dengan beragam masalah hidup. Kesaksian Mazmur 9: 10-11 memberikan kekuatan kepada kita, untuk tidak mencari tempat perlindungan lain ketika
hidup ini dipenuhi dengan masalah. Sebaliknya, datanglah kepada Allah, percayakanlah hidup
kepada-Nya, sehingga kita dapat tersenyum dan bersukacita bersama-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk menjadikan-Mu sebagai tempat perlindungan. Amin.

Kamis, 18 Januari 2024

bahan bacaan : Amsal 3: 5-8

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Jadilah Rendah Hati Di Hadapan Allah
“Aku percaya kepada Allah” telah menjadi pengakuan iman yang sering diucapkan dalam ritual keagamaan. Namun apakah kita telah mempercayakan hidup seutuhnya kepada Allah, sebagaimana pengakuan kita? Jangan sampai, kita hanya mengaku, namun masih mengandalkan diri sendiri dan melupakan Allah. Jika benar seperti itu maka nats hari ini memberikan kita kesadaran baru, bahwa percaya kepada Allah adalah perintah kepada orang percaya (ay. 5a), dalam kondisi dan situasi apapun. Percaya kepada Allah bukan hanya tentang pengakuan, melainkan penyerahan hidup secara total kepada-Nya. Bagi penulis Amsal, dengan mempercayakan hidup kepada Allah maka umat akan menemukan banyak berkat-Nya, seperti: jalan hidup akan diluruskan (ay. 6), tubuh akan menjadi sembuh (ay. 8a), dan tulang-tulang, akan disegarkan (ay. 8b). Kerendahan hati adalah nilai hidup yang perlu dimiliki oleh umat yang mengharapkan pertolongan-Nya. Dalam persoalan Kehidupan di tahun baru yang kian hari kian bertambah ini, apakah kita sudah menjadi umat yang rendah hati untuk mempercayakan hidup seutuhnya kepada Allah? Jika belum, maka belajarlah sejak hari ini untuk menjadi umat yang rendah hati di hadapan Allah, sehingga kita mampu untuk mempercayakan hidup ini kepada-Nya. Sehingga pada kesudahannya, kita merasakan karya Allah yang menolong dan menyelamatkan.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menjadi umat yang rendah hati di hadapan-Mu. Amin.

Jumat, 19 Januari 2024

bahan bacaan : Yosua 22:1-8

Kelancangan penduduk Yerusalem
Ucapan ilahi terhadap "lembah penglihatan". Ada apa gerangan, maka semua pendudukmu naik ke sotoh-sotoh rumah, 2 hai kota yang bersorak riuh dan ribut gembira, hai negeri yang beria-ria? Orang-orangmu yang mati terbunuh bukanlah terbunuh oleh pedang, dan bukanlah gugur dalam peperangan. 3 Semua panglimamu sama-sama melarikan diri, mereka tertawan tanpa tembakan panah; semua orang-orang kuatmu sama-sama tertawan, biarpun mereka sudah lari jauh-jauh. 4 Sebab itu aku berkata: "Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku menangis dalam kepahitan; janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri bangsaku." 5 Sebab Tuhan, TUHAN semesta alam telah menentukan suatu hari: Ia akan menggemparkan, menginjak-injak dan mengacaukan orang: di "lembah penglihatan" tembok akan dirombak dan teriakan minta tolong sampai ke puncak gunung! 6 Elam telah memasang tabung panah, Aram datang dengan pasukan berkereta dan berkuda, dan Kir membuka sarung perisai. 7 Maka lembah-lembahmu yang paling indah penuh dengan kereta, dan pasukan berkuda berbaris di hadapan pintu gerbang, 8 dan Yehuda kehilangan perlindungan. Pada waktu itu engkau memandang kepada perlengkapan senjata di "Gedung Hutan";

Percayakanlah Hidupmu Dan Rasakan LindunganNya.

Mempercayakan hidup kepada Allah adalah bentuk dari kerendahan hati kita untuk memberi diri dipimpin dalam perintah dan ketetapan-Nya. Dalam catatan-catatan Perjanjian Lama, umat yang memelihara perintah Allah adalah umat yang mempercayakan hidupnya kepada Allah. Kitab Yosua 22 memberikan catatan, bahwa ciri-ciri umat yang mempercayakan hidup adalah umat yang menuruti jalan Allah, mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya, dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hati dan jiwa. Terhadap mereka itu, Allah memberikan berkat keamanan dan perlindungan. Dengan berkat keamanan dan perlindungan-Nya mereka tidak menjadi takut dan gentar akan ancaman kehidupan. Mereka percaya, bahwa dengan memberi diri dipimpin oleh Allah maka Allah juga yang akan menjadi penolong di setiap ketidakberdayaan mereka. Menapaki hari hidup di tahun baru harusnya memberikan kita kesadaran, bahwa kita sangat lemnah dan terbatas. Kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga hidup kita sendiri. Kita perlu mengaku bahwa Allah diperlukan dalam seluruh perjalanan hidup. Kecenderungan untuk menganggap diri sendiri kuat hanya menggiring kita pada kehancuran. Sebaliknya, dengan mempercayakan hidup kepada Allah maka kita akan memperoleh berkat-berkat dari-Nya.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tetap mengandalkan-Mu dalam perjalanan hidup ini. Amin.

Sabtu, 20 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 1:2-8

Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Bertahanlah Di Tengah Pencobaan
Mayor, seorang teolog Kristen pernah memperingatkan orang Kristen untuk jangan terkadang jauh dari pantai. Bahkan seorang Kristen juga jangan hidup seperti pemabuk, karena saat berjalan mereka selalu terhuyung-huyung dari tepi jalan yang satu, ke tepi jalan yang lain. Bagi Mayor, orang Kristen yang hidupnya seperti gabus dan pemabuk memperlihatkan sikap yang tidak konsisten dalam iman mereka. Sejalan dengan penegasan Mayor, Yakobus juga memberi peringatan kepada umat untuk tidak mendua hati di tengah penderitaan yang dihadapi (ay. 7-8). Mempercayakan hidup secara total kepada Allah adalah jalan kemuridan yang harus dipilih umat. Bagi Yakobus, penderitaan yang dihadapi adalah bentuk pengujian: apakah tetap mempercayakan hidup kepada Allah, atau berpaling ke pengetahuan diri sendiri? Nats hari ini menjadi perenungan bersama, apakah di tengah persoalan, kita masih terus mempercayakan hidup secara total kepada Allah? Atau justru, kita telah mengandalkan kekuatan diri sendiri? Yakinlah! Bahwa percaya kepada Allah tidak akan pernah berakhir dengan kesia-siaan. Karena orang yang percaya kepada Allah akan merasakan peranan Allah dalam hidupnya, sehingga penderitaan yang terjadi akan dapat dimaknai melalui perjalanan bersama dengan-Nya. Berjalanlah dengan iman bersama Allah dan nikmatilah kasih Allah dalam kehidupanmu!

Doa: Ya Allah, kokohkanlah iman kami kepada-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 7-13 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan : Hidup Baru di Dalam Kristus

Minggu, 07 Januari 2024.

Bahan bacaan : Efesus 4 : 17-32.

Manusia baru
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Menjadi manusia baru.

Minggu pertama setelah masuk tahun baru biasanya oleh GPM dilakukan Perjamuan Kudus. Meskipun sudah biasa dan rutin dilakukan, perjamuan kudus awal tahun harus dimaknai sebagai moment untuk kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup dan menerima anugerah pembenaran serta pengudusan melalui pengorbanan Yesus Kristus.Perjamuan kudus yang dilakukan ini selain menjadi kesempatan bersyukur, juga menjadi kesempatan membangun komitmen untuk membarui hidup menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, memberikan nasehat agar mereka membarui hidup sehingga menjadi manusia-manusia baru. Menjadi manusia yang dibarui itu hidupnya berbeda dari manusia yang lama. Kehidupan manusia lama, menolak Allah dan penebusan Yesus Kristus. Kehidupan manusia lama dipenuhi berbagai. kejahatan yang membinasakan. Kehidupan manusia baru,menghormati Tuhan dan menghargai karyapengorbanan Tuhan Yesus. Kehidupan manusia baru membuahkan kebaikan, kebenaran,dan keadilan. Masukilah tahun ini dengan bersyukur atas keselamatan yang dianugerahkan Tuhan Yesus dan pergunakan kesempatan hidup yang masih diberikan ini untuk membarui kehidupan lama menjadi kehidupan baru yang lebih berkenan kepada Tuhan.

doa : Syukur ya Tuhan Yesus, sebab melalui pengorbanan-Mu kami menjadi manusia baru, amin.

Senin, 08 Januari 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:11

11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Janganlah Meniru Yang Jahat
Salah satu kecenderungan manusia adalah suka meniru. Perbuatan meniru bukanlah hal yang keliru, namun tidak semua yang kita lihat dan dengar merupakan hal yang pantas untuk ditiru. Rasul Yohanes dalam nas bacaan hari ini mengingatkan penerima suratnya akan hal ini. Paulus memberikan contoh nyata bahwa di dalam kehidupan jernaat mula-mula, ada orang yang layak ditiru dan tidak boleh ditiru. Gayus adalah orang yang cara hidupnya layak ditiru. Ia penuh kasih menyambut dan melayani orang asing. Ia peduli pada kehidupan orang lain. Berbeda dengan Diotrefes, seorang yang perbuatannya harus diwaspadai dan tidak boleh ditiru. Ia memberontak terhadap ajaran kebenaran yang telah diajarkan kepadanya dan berlaku jahat. Menyebarkan fitnah, tidak mengakui rasul-rasul, dan mengucilkan orang-orang yang tak sepaham dengannya.
Fokusnya adalah diri sendiri bukan kebaikan bersama. Paulus mengingatkan untuk jangan meniru yang jahat sebagaimana yang dilakukan Diotrefes. Sebagai orang percaya yang telah mengenal Tuhan dan dibekali berbagai ajaran baik sepantasnya kita meniru hal yang baik, bukan yang jahat. Saling mengasihi dan memikirkan kepentingan bersama. Itulah yang telah diteladankan Kristus bagi kita, tirulah!.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami meniru hal yang baik. bukan yang jahat, Amin.

Selasa, 09 Januari 2024

bahan bacaan : Kolose 3:5-11

Manusia baru

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Jalanilah Hidup Sebagai Orang Baik
Teks hari ini menyaksikan pandangan rasul Paulus tentang salah satu karakter hidup orang yang percaya kepada Yesus. Karakter hidup itu disebutnya dengan sebutan manusia baru”. Sebutan itu dipertentangkan dengan ungkapan “manusia lama”. Percaya kepada Yesus berarti bersedia mengubah cara hidup atau perilaku yang buruk. Paulus tidak sekadar mengemukakan ajakan namun perintah. Setiap orang yang percaya kepada Yesus wajib hidup menurut kehendak-Nya. Yesus menghendaki semua orang yang percaya kepada-Nya mengubah perilaku buruk menjadi baik. Percaya kepada Yesus berarti mewujudkan perilaku yang baik bukan buruk. Kita tidak boleh percaya kepada Yesus tetapi berkelakuan buruk. Orang Kristen memang sementara menjalani kesementaraannya di dunia tapi bukanlah manusia yang duniawi. Oleh sebab itu semua hal yang duniawi tidak boleh menjadi cara hidup Orang Kristen. Hidup beriman dalam kesementaraan di dunia ini haruslah dijalani dengan cara menghindari semua keburukan. Keburukan itu adalah percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan, peyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Allah yang kita percaya di dalam Yesus dan Roh Kudus baik adanya. Ia menciptakan manusia “sungguh amat baik dan berhendak agar ciptaan-Nya itu tetap menjadi baik. Kehendak Tuhan itulah yang menjadi pegangan dan kekuatan kita. Jalanilah kehidupan sebagai orang baik sebab itulah yang dikehendaki Tuhan.

Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk menjalani hidup sebagai orang baik. Amin

Rabu, 10 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 4:11-12

Jangan memfitnah orang
11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Hiduplah Sesuai Hukum Kasih
Akta mengasihi merupakan panggilan beriman untuk merawat kualitas hidup bersama berarti belas kepada, dalam hal ini sesama manusia. Orang-orang yang mengasihi sesama manusia patut disebut penurut hukum. Maksudnya adalah hukum kasih yakni aturan yang seharusnya mendasari perilaku orang beriman. Hidup sesuai hukum kasih mengharuskan orang Kristen tidak melakukan tindakan memfitnah dan menghakimi sesama manusia. Memfitnah bukanlah tindakan beriman, sebab dengannya kita telah menjelekkan nama orang, menodai nama baik dan merugikan kehormatan. Sedangkan menghakimi berarti mengadili atau berlaku sebagai hakim terhadap sesama manusia. Kita terpanggil untuk mengasihi sesama manusia bukan menghakimi. Selayaknya orang yang menghakimi adalah mereka yang tak berdosa dan hal ini mustahil terpenuhi pada diri setiap orang. Setiap orang ada salahnya oleh sebab itu urusan menghakimi diserahkan saja kepada mereka yang berwewenang. Ingatlah bahwa mengasihi adalah panggilan iman yang perlu kita wujudkan dalam hidup sesehari. Kita tak dapat hidup sendiri tanpa keberadaan sesama manusia. Jadi hiduplah sesuai hukum kasih!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami menjadi penurut-penurut hukum. Amin.

Kamis, 11 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 7:21-26

21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. 22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Selamat Karena Kasih Karunia
Rasul Paulus mengisahkan pengalaman berimannya yang dilematis. Dahulu ia tahu bahwa hukum Taurat itu baik dan berusaha menaatinya. Namun keinginan daging membuatnya ingin berontak melawan hukum Taurat dan berbalik kepada dosa. Tidak ada seorang pun yang mampu menaati hukum Taurat dengan sempurna, sekalipun ia tahu bahwa itulah yang harus dilakukannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Paulus begitu lega, karena Allah telah mengutus Yesus untuk menyelamatkannya dan orang lain dari keadaan yang amat sulit ini. Yesus menolong mengatasi ketidakmampuan Paulus. Saat Paulus sampai di batas kemampuannya sebagai manusia, ia mengalami kasih karunia Allah. Pengalaman Paulus adalah cerminan hidup beriman orang Kristen. Kita mungkin dapat melakukan banyak hal dalam hidup ini tapi tak seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya sendin. Keselamatan adalah kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Ingatlah bahwa keinginan-keinginan daging dapat menyebabkan kita mengalami petaka atau
kebinasaan. Mohonlah Roh Kudus agar keinginan daging dimatikan sehingga akal budi memampukan kita membedakan baik dan buruk. Akhimya hiduplah dalam kasih karunia Allah yang menyelamatkan dan matikanlah dosa.

Doa : ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup dalam kasih karunia-Mu. Amin

Jumat, 12 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 4 : 1-10

Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Hindari Hal Buruk Dan Lakukan Yang Baik
Ada tiga hal buruk yang harus diwaspadai dan dihindari yakni hawa nafsu, bersahabat dengan dunia dan congkak. Hindarilah hawa nafsu yakni dorongan atau keinginan kuat akan hal yang tidak baik atau keburukan. Keburukan tak ada manfaatnya dalam keberadaan kita, kapan dan di mana saja. Oleh sebab itu berusahalah untuk tidak dikendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat mengakibatkan tindakan membunuh, iri hati, bertengkar, berkelahi dan absen berdoa. Bila tindakan tak berkualitas ini dilakukan, maka itu berarti bahwa kita telah menjadi sahabat “dunia”. Maksudnya menjadi sahabat orang jahat dan kuasa-kuasa yang melawan Allah serta umat-Nya. Kondisi demikian lebih diperparah kalau tenyata kita menjalani hidup dengan kecongkakan pula. Hindarilah menjadi orang beriman yang besar kepala, sombong, pongah, dan merasa diri lebih agung dibandingkan yang lainnya. Sebaliknya, belajarlah menjadi orang beriman yang tekun berdoa, hidup dalam tuntunan Roh, rendah hati, tunduk kepada Allah dan lawanlah iblis, mentahirkan tangan, sucikan hati, mengantisipasi kejadian buruk, serta rendahkanlah diri di hadapan Tuhan. Yakinlah bahwa orang beriman yang hidup dalam kerendahan di hadapan Tuhan pasti ditinggikan-Nya.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari keburukan. Amin.

Sabtu, 13 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 6 : 1 – 4

Mati dan bangkit dengan Kristus
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Hidup Bersama Kristus
Ungkapan hidup bersama Kristus sejatinya merupakan pernyataan yang mengingatkan orang Kristen untuk tidak mengulangi perbuatan salah atau dosa. Kita tak boleh mengulangi perbuatan salah atau dosa sebab menurut Paulus semua orang percaya telah dibaptis dalam Kristus. Paulus hendak menjelaskan bahwa dibaptis berarti mati bagi dosa dan dibangkitkan kepada hidup, sebagaimana Yesus telah mati dan kemudian dibangkitkan kepada hidup oleh Allah. Renungkanlah hidup dan jadilah bijak agar tidak mengulangi kesalahan. Bila selama ini kita tak melakukan kesalahan, maka berusahalah untuk tetap hidup demikian. Tetapi kalau kedapatan ada kesalahan yang dibuat berusahalah untuk tidak hidup di dalam dosa. Kita dapat saja menjadi orang yang salah dalam merasa, berpikir, berkehendak, memutuskan atau bertindak. Namun keadaan salah itu bukanlah akhir keberadaan kita. Sebab karena Kristus telah menebus, maka tersedia pengampunan Tuhan bagi setiap yang menyadari kesalahan dan mau bertobat. Orang bertobat adalah mereka yang belajar dari kesalahan, memperbaiki dan tidak mengulanginya. Ingatlah bahwa bila kesalahan tidak diperbaiki, maka hal itu akan berbalik “mengejar kita. Hidup dengan diburu perasaan bersalah tak sedap untuk dijalani. Karena itu hiduplah bersama Kristus, Sang Penyelamat yang maha baik dan mengampuni. Dia-lah Tuhan yang berkuasa memberikan kelegaan dan keluputan. Jalanilah hidup bersama Kristus yang mengasihi dan mengampuni serta jadilah berkat bagi sesama.

Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk tidak mengulagi kesalahan yang telah terjadi. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Des 2023 – 6 Januari 2024

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas Pertolongan Tuhan

Minggu, 31 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 146:1-10

Hanya Allah satu-satunya penolong
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Kita Ada Hingga Hari Ini Karena Pertolongan Tuhan

Marilah kita bersyukur di hari terkahir dalam perjalanan tahun 2023. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal atas hidup kita. Inilah bukti kasih Tuhan bahwa kita masih ada sampai saat ini. Hal itu berarti Tuhan masih mempercayakan kita menjadi saksi-Nya untuk menceritakan segala kebaikan-Nya. Apa yang dapat kita lakukan untuk membalas segala kebaikanNya?. Hanya pujian dan ungkapan syukur, karena Tuhanlah yang layak dipuji dan disembah. Tuhan adalah harta yang paling berharga. Dia tidak hanya berada pada waktu lampau, atau masa kini, tapi Dia adalah Tuhan yang juga akan menjaga seluruh perjalanan kita di masa yang akan datang. Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan bagi kita hingga di tapal batas 2023. Kuatkan dan teguhkanlah hati, janganlah takut dan janganlah gentar, sebab Tuhanlah yang berjalan bersama kita. Apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya dan mempercayakan seluruh perjalanan di tahun yang baru, untuk bersama dan hidup di dalam tuntunan serta pemeliharaanNya? Ya, kita percaya!!!.

Doa: Atas penyertaanMu kami ada dan itu yang menjadi kekuatan untuk kami melangkah di tahun yang baru. Amin.

Senin, 01 Januari 2024.

Bahan bacaan : Bilangan 6:22- 27.

Ucapan berkat imam
22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: 24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Berharaplah Kepada Tuhan Sumber Berkat.

Bersyukurlah kepada Tuhan Pencipta dan Pemelihara kehidupan, sebab la baik!Kebaikan-Nya menyata ketika kesempatan untuk hidup dan terus berkarya masih diberikan. Itulah tanda penyertaan berkat Allah kepada kita semua di tahun yang baru,tahun 2024. Tahun yang baru kita masuki ini, terbentang dengan segala kemungkinan dan tantangannya. Mari menaruh seluruh pengharapan pada Tuhan Sumber berkat. Sama seperti umat Israel yang berjalan di padang gurun dengan topangan berkat yang disampaikan Allah kepada Musa, untuk diteruskan kepada Harun dan keturunannya yang berfungsi sebagai Imam-imam Israel di zaman keluaran sampai padang gurun,maka kita pun harus terus berjalan dengan mengandalkan berkat Tuhan. Berkat yang kita yakini diberikan Tuhan kepada manusia di sepanjang sejarah. Hidup dengan mengandalkan berkat Tuhan bukan berarti kita tinggal diam atau pasif menunggu berkat tetapi secara aktif bertanggungjawab untuk mengupayakan berkat-berkat itu . Marilah mengupayakan berkat itu dengan kerja dan pelayanan yang lebih baik, lebih setia, lebib benar dan jujur. Hidup dan karya kita di tahun baru harus menjadi karya yang membawa berkat dan manfaat bagi banyak orang,sebab Tuhan pun senantiasa memberkati kehidupan kita. Berharaplah pada Tuhan sumber berkat. la menjaga dan melindungi kita di sepanjang tahun.

doa : Ya Tuhan, berkati dan lindungilah kami disepanjang tahun baru ini. Amin.

Selasa, 02 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 95: 1-7a.

Hormatilah TUHAN dan taatilah Dia
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. 4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. 5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. 6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.

Kita umat gembalaanNya, bersyukurlah.

Kawanan domba tanpa gembala adalah hal yang mustahil. Domba-domba tidak tahu arah kemana akan berjalan. dan mudah tersesat atau keluar dari kawanannya. Gembala dantongkatnya menjadi penunjuk arah yang tepat menuju padang rumput dan sungai atau sumur, tempat mereka makan dan minum. Ketika mengikuti persidangan MPL ke 44 di Kisar tahun lalu, pengalaman akan fakta ini didapati. Seorang penatua yang menjadi gembala pemilik puluhan domba dengan setia dan sabar menuntun kawanan domba gembalaannya. Masing-masing domba dikenal, sebab diberi tanda pada telinganya. Jika ia berjalan dan mengarahkan tongkatnya ke kiri, domba-domba mengikutinya dan jika ke kanan, kawanan domba itupun berjalan ke arah kanan. Setelah puas makan dan minum, sang gembala akan kembali menuntun dombanya pulang sebelum hari menjadi gelap. Domba yang mengikuti petunjuk gembala dan tetap berada dalam kawanan, akan pulang ke kandangnya dengan selamat. Pengalaman ini memberikan pelajaran, betapa domba tidck dapat berjalan tanpa gembala yang menuntun. Karena itu tepatlah jika pemazmur dalam bacaan hari ini mengajak kita bersyukur dan sujud menyembah di hadapan Tuhan, sebab Tuhan adalah Gembala kita dan kita adalah umat gembalaan-Nya, kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Kehidupan kita terpelihara dengan aman jika tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan dari apa yang diarahkan oleh Sang Gembala Agung.

doa : Tuhan, Engkaulah gembala kami, tuntunlah kami domba-dombaMu. Amin.

Rabu, 03 Januari 2024.

Bahan bacaan : 1 Tawarikh 29: 10-19.

Nyanyian pujian Daud
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. 11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. 13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. 14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. 15 Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. 16 Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya. 17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. 18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. 19 Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai kamu.

Membaca ayat 18 dari nas bacaan hari ini, teringatlah ucapan yang sama: “Ya Tuhan, kiranya berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai semua hamba-Mu ini, amin”. Demikian sepenggal kalimat berkat di akhir doa yang disampaikan oleh salah seorang penjaga “Sinagoge”, salah satu ikon wisata yang menjadi tempat kunjungan peserta MPL 44 di Kisar. Sungguh, betapa agung karya Tuhan, tak terselami perbuatan tangan-Nya. Kebesaran, kejayaan, kehormatan, kemasyhuran, keagunganNya dan segala-galanya yang ada di langit dan di bumi, dapat dilihat serta dinikmati oleh semua orang yang percaya dan tetap tulus hati. Tidak hanya dialami oleh umat Israel di masa lampau, ketika melalui nyanyian pujian Daud, mereka bersyukur sebab nyata pertolongan Tuhan atas hidup dan kerja yang dilakukan. Kita pun bersyukur dapat mengalami Tuhan dalam karya-karya-Nya di tiap waktu dan tempat. Oktober tahun lalu, ada “Sinagoge”, Kaki Dian, Bukit Doa, pohon Ara, zaitun, kurma dan domba di Kisar. Oktober tahun 2024 ini, di Seram Utara Barat, kita pun akan melihat keagungan dan pertolongan Tuhan. Mari ungkapkanlah penghormatan kita kepada Tuhan atas semua kebaikan dan pertolongan-Nya. Perkuat komitmen untuk bekerja dan melayani. Jagalah kecenderungan hati agar tetap berpaut dan berpegang pada segala perintah, peringatan serta ketetapan-Nya, maka berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai langkah-langkah kita di sepanjang jalan hidup dan pelayanan di GPM.

doa : Kiranya berkat Abraham, Ishak, dan Israel menyertai kita di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 04 Januari 2024.

Bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 11-16.

Paulus tiba di Roma
11 Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. 12 Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. 13 Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. 14 Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. 15 Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. 16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Mengucap syukur atas semua kisah Pelayanan.

Pelayaran peserta MPL ke 44 pulang pergi Ambon-Kisar dengan kapal Sabuk Nusantara 71 dipenuhi beragam kisah. Ada kisah menyenangkan, sebab lama tidak bertemu dengan para pelayan dari 34 Klasis. Saling berbagi bekal di kapal, bercerita dan bersenda gurau. Ada pula kisah menyedihkan, karena duka yang dialami satu keluarga dan secara bersama kami berdoa dan memberikan penghiburan. Setibanya di Kisar, meski panas terik matahari menyengat kulit, sambutan penuh sukacita dari saudara-saudara seiman dirasakan melalui lantunan nyanyian anak-anak Sekolah Minggu: “selamat datang tuan, selamat datang nyonya di pulau Yotowawa, Rai Daisuli”. Sebagai rasul Tuhan, Paulus dan teman-temannya bersyukur atas kisah pelayaran dari satu tempat ke tempat lain untuk memberitakan Injil. Berhari-hari mengarungi lautan, ditemani gelombang dan angin, tidaklah menghalangi langkah mereka. Sukacita menjadi penuh ketika melihat ada banyak saudara seiman menyambut dan menjamu mereka di Putioli dan Roma. Seperti kisah pelayaran dan pelayanan Paulus yang disertai ungkapan syukur. Kita semua, para hamba-Nya yang masih setia melayani di gereja laut pulau ini, kiranya tetap bersyukur dan bersukacita dengan berbagai kisah pelayanan yang dialami, sambil terus melayani Tuhan dengan tekun serta setia.

doa ; Ya Allah, kami bersyukur atas semua kisah pelayaran dan pelayanan bersamaMu. Amin.

Jumat, 05 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 65 : 1-9.

Nyanyian syukur karena berkat Allah
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (65-2) Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 2 (65-3) Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 3 (65-4) karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 4 (65-5) Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. 5 (65-6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 6 (65-7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 7 (65-8) Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 8 (65-9) Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.

Bersyukurlah atas segala berkat Allah.

Pemazmur di hari ini mengajak kita untuk bersyukur atas segala berkat Allah, sebab berkat-berkat Allah itu selalu tersedia bagi umat-Nya. Berkat Allah nampak dalam berbagai perbuatan-Nya yang dasyat. Allah menyelamatkan, meredakan deru lautan dan gelombang-gelombangnya. Allah mendengarkan seruan dan doa umat-Nya. Allah menghapuskan pelanggaran. Itulah sebabnya, umat yang percaya kepada-Nya diajak untuk bersyukur, memuji dan bersorak-sorai di hadapan-Nya. Hari ini kita bersyukur, sebab berkat Allah ada bagi kita di tahun yang baru. Berkat Allah juga menyertai Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) Gereja Protestan Maluku, yang hari ini berusia 43 tahun. Tanpa pertolongan Tuhan Allah, LPJ GPM sebagai “dapur” yang menyiapkan materi-materi binaan bagi umat dan pelayan tidak dapat bekerja dengan baik. Hanya Tuhanlah yang memampukan. Dalam pengakuan itu, marilah kita semua mengucap syukur kepada Allah yang berkenan memberkati semua pekerjaan pelayanan di GPM. Kita yakin, Tuhan Allah akan menolong dan memberkati kelanjutan pekerjaan pelayanan di tahun 2024. Mari menghitung kebaikan dan berkat-Nya, lalu berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya yang baik. Teruslah bergerak bersama untuk menanam dan menyiram di kebun anggur Tuhan ini dengan tulus. Allah akan menumbuhkan.

doa : Ya Allah kami bersyukur atas berkatMu yang melimpah dalam hidup dan bagi LPJGPM. Amin.

Sabtu, 06 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 117 : 1- 2.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Megahkanlah Tuhan, hai segala suku bangsa.

Pujilah Tuhan dan megahkanlah Dia hai segala suku bangsa, sebab kasih-Nya hebat atas kita! Setelah sepekan penuh melihat kasih Tuhan dalam proses persidangan MPL 44 dan menikmati segala kelimpahan berkat Tuhan dalam berbagai jamuan makan minum yang disiapkan semua orang saudara di Kisar. Sebagai wujud ungkapan syukur di akhir persidangan itu, semua peserta diajak untuk duduk makan bersama dalam tradisi masyarakat Kisar yang disebut “Rahak.” Meja panjang tempat jamuan makan bersama telah diatur secara terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Satu persatu dipersilahkan masuk mengambil bagian di meja makan itu, sesuai hirarki statusnya. Dimulai dari yang memiliki status tertinggi dalam gereja dan masyarakat hingga rakyat biasa. Perjamuan makan dimulai setelah semua tempat duduk terisi. Tradisi “Rahak” ini memiliki makna kebersamaan dalam persekutuan. Ibarat berada dalam satu perahu, semua orang sama-sama adalah penumpang, walaupun berbeda suku bangsa dan status social. Semua menjadi satusaudara di dalam Tuhan, sebab itu orang besar atau berstatus tinggi wajib menunggu rakyat kecil. Doa makan dilakukan oleh Latupati. Tradisi makan bersama yang ditempatkan pada akhir kegiatan penutupan sidang MPL ke-44 GPM sekaligus juga mengekspresikan rasa syukur atas seluruh kemurahan Tuhan bagi umat serta masyarakat.

doa : Kami mau memuji dan memegahkan Engkau Tuhan selama-lamanya. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023 DAN JAN 2024, LPJ, GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Desember 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Nantikanlah Mesias yang Membawa Damai

Minggu, 24 Desember 2023

bahan bacaan : Mikha 5:1-14

Raja Mesias dan penyelamatan Israel
(4-14) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 2 (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3 (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4 (5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 5 (5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 6 (5-5) Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita. 7 (5-6) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia. 8 (5-7) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di antara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti singa di antara binatang-binatang hutan, seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, maka ia membanting dan menerkam, sedang tidak ada yang melepaskan. 9 (5-8) Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan! 10 (5-9) Maka akan terjadi pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan kudamu dari tengah-tengahmu dan akan membinasakan keretamu. 11 (5-10) Aku akan melenyapkan kota-kota negerimu dan akan meruntuhkan segala kubumu. 12 (5-11) Aku akan melenyapkan alat-alat sihir dari tanganmu, dan tukang-tukang peramal tidak akan ada lagi padamu. 13 (5-12) Aku akan melenyapkan patung-patungmu dan tugu-tugu berhalamu dari tengah-tengahmu, maka engkau tidak lagi akan sujud menyembah kepada buatan tanganmu. 14 (5-13) Aku akan menyentakkan tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memunahkan berhalamu; 15 (5-14) Aku akan membalas dendam dengan murka dan kehangatan amarah, kepada bangsa-bangsa yang tidak mau mendengarkan.

Bersama Yesus Ada Damai Dan Bahagia
Perjalanan kehidupan di dunia ini tidak selamanya baik-baik saja ada rupa-rupa masalah yang menghampiri dan setiap kita punya cara sendiri untuk menghadapi dan mengatasinya. Ada yang kemudian mengatasinya dengan menggunakan kekuatan dan kepintaran, uang atau harta bahkan ada yang mengandalkan koneksi. Kita lalu melupakan dan mengabaikan suatu kuasa dan kekuatan yang telah menyelamatkan. Dialah sang Mesias Tuhan dan Juruselamat kita. Nabi Mikha telah menubuatkan bagi kita bahwa akan datang seseorang yang menjadi penyelamat dan sandaran hidup kita. Betlehem yang terkecil di antara kaum yehuda menjadi bukti kasih dan anugerah Allah bagi manusia. Dari kisah nubuatan mikha lalu kita belajar bahwa sesungguhnya yang kecil, yang hina justru dipakai Allah sebagai jalan lahimya Sang Juruselamat. Nantikanlah Dia dalam keteguhan iman dan pengharapan padanya. Ikuti dan berjalan bersama Dia pasti ada damai dan bahagia.

Doa: bersamaMu, kedamaian dan kebahagian akan menjadi bagian hidup kami. Amin

Senin, 25 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 2:1-12

Orang-orang majus dari Timur
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Menyambut Yesus Dalam Ketaatan Dan Kesetiaan
Dalam setiap nasehat orang-orang tua kalimat yang sering kita dengar salah satunya “muka seng bisa robah tapi kalakuang bisa” artinya dari waktu ke waktu pengenalan akan Yesus, pengakuan akan Yesus sebagai Juruselamat mengharuskan ada perubahan-perubahan perilaku selaku orang yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, mereka harus menjadi orang-orang yang patuh dan taat pada perintah-Nya dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk serta perilaku-perilaku yang menyimpang dari kehendakNya. Jangan lagi membiarkan pikiran dan perasaan kita dirasuki oleh hal-hal yang bertentangan dengan kehendakNya. Dari apa yang dilakukan oleh para Majus kita belajar tentang hal menyembah Yesus yang sesungguhnya yaitu tidak sekedar sujud tetapi serentak dengan itu harus mengambil keputusan untuk taat, setia, berpegang teguh pada perintah dan kehendakNya serta mau setia hidup di jalan Tuhan. Inilah natal yang sesungguhnya.

Doa: Mampukanlah kami menyembah-Mu dalam Roh dan Kebenaran. Amin.

Selasa, 26 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 2:13-15

Penyingkiran ke Mesir
13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Kedatangan-Nya Menjadikan Hidup Lebih Berarti
Dalam mewujudkan karya keselamatan bagi manusia dan semesta melalui Yesus Kristus, Allah juga memahami orang-orang di sekitar dan salah satunya berdasarkan catatan Matius 2:13-15 ialah Yusuf. Dia adalah orang yang tulus hatinya. Ketulusan hati yusuf ini menjadikannya pribadi yang memiliki kepekaan sungguh pada apa yang diperintahkan Allah melalui malaekat-Nya. Sebab itu Allah menggunakan Yusuf sebagai mitra dalam karya penyelamatan. Ketulusan hati tidak hanya ditunjukan dalam hal kepedulian bagi sesama tetapi juga harus dinyatakan dalam kepatuhan mendengar dan melaksanakan kehendak Allah tanpa bimbang dan ragu dan tanpa persungutan. Ketulusan hati Yusuf patut kita teladani agar kita pun menjadi alat penggenapan Firman Tuhan demi karya keselamatan dari Allah bagi dunia. Jadilah orang-orang yang tulus dan memiliki kepekaan mendengar perintah Tuhan, sehingga kita akan terus berada pada jalan dan rencana Tuhan bagi kebaikan semua anak, sesama dan dunia ini seutuhnya.

Doa: Jadikan kami anak-anak yang berhati tulus dan peka mendengar perintah-MU TUHAN. Amin

Rabu, 27 Desember 2023

bahan bacaan : Zakharla 8:9-13

9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"

Diselamatkan Untuk Menjadi Berkat
Saat badai datang menerpa kehidupan dan semua jalan tertutup, kehidupan seolah-olah tanpa harapan. Tatkala semua janji dan pertolongan dari tak berwujud maka ketakutan dan kecemasan akan menjadi bagian jiwa yang membuat seluruh sendi kehidupan seakan tidak berdaya. Dalam situasi seperti ini hanya ada satu janji dan pertolongan yang dapat memberi kelegaan dan kelepasan, yaitu janji Allah, sebagaimana kehadiran Yesus ke dalam dunia ini bukan karena kehendak manusia tetapi semata-mata karena kasih Allah yang mau dinyatakan agar manusia diselamatkan. Firman Tuhan yang disampaikan Zakharia itu telah menjadi nyata bahwa Yesus datang tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak terlambat, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Allah. Jadi janganlah takut! Allah telah menyelamatkan dan membuat kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Tolong kami ya TUHAN, memiliki hati yang kuat dalam menjalani setiap musim kehidupan. Amin

Kamis, 28 Desember 2023

bahan bacaan : Zakharia 8:14-19

14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kalau dahulu Aku telah bermaksud mendatangkan malapetaka kepada kamu, ketika nenek moyangmu membuat Aku murka, dan Aku tidak menyesal, firman TUHAN semesta alam, 15 maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut! 16 Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. 17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN." 18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Berkata Benar Dan Jujur Menyenangkan Hati Tuhan
Dari keterpurukan di Babelonia, umat Israel diangkat dan dipulihkan Allah. Mereka dibawa keluar dan dihentar tangan Allah yang gagah dan penuh kuasa, kembali ke tanah perjanjian sebagai tindakan penyelamatan. Karena itu umat harus meresponinya dengan berkata benar seorang kepada yang lain dan melaksanakan hukum dengan benar, yang mendatangkan damai kepada sesama. Satu tanggung jawab iman kita ialah merespon segala kebaikan Tuhan yang memenuhi hidup kita dengan berkat-Nya. Jadikan hidup kita sebagai saluran berkat bagi sesama. Berkatalah benar satu kepada yang lain, bawalah damai dalam kehidupan bersama. Lakukanlah ini sebagai persembahan yang harum bagi kemuliaan nama Tuhan. Melalui Firman Tuhan ini, kita diajak untuk berkomitmen menjalani hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Kita hidup benar dan jujur di hadapan Allah, tidak merancang kejahatan dalam hidup serta tidak mencintai sumpah palsu. Percayalah janji Tuhan itu ya dan amin, jangan takut! kuatkanlah hatimu karena Allah selalu besertamu.

Doa: Kami mau menjadi saluran berkatMU dengan tetap mencintai kebenaran dan kedamaian. Amin

Jumat, 29 Desember

bahan bacaan : Yesaya 9:1-6

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 3 (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 (9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 (9-4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 7 (9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Penasihat Ajaib
Jalan dalam kegelapan bagaikan kapal yang berlayar tanpa tujuan dan hanya terombang-ambing dalam situasi yang tidak menentu. Kita membutuhkan terang di tengah kegelapan agar jangan terantuk dan jatuh dalam lembah kebinasaan. Terang itu membuka mata kita untuk melihat jauh ke masa depan yang penuh dengan harapan. Yesaya bernubuat, Terang yang ilahi itu telah datang, Dialah Yesus. Kepada kita semua dianjurkan, bukalah hati sambut Dia dan tinggal Bersama-Nya pada setiap waktu dan keadaan. Jadikan Yesus bagian yang terindah dalam hidup, supaya keindahan apapun yang ditawarkan dunia ini tidak akan menggoyahkan hati dan iman kita kepada-Nya. Dialah Yesus, Tuhan yang harus memerintah atas hidup kita. Dialah Yesus, Sang Penasihat Ajaib yang akan menuntun dengan nasihat dan hikmat-Nya agar sepanjang hidup kita dapat menikmati damai sejahtera. Dialah bapa yang kekal, Raja damai. kedatanganNya memberikan kesejahteraan dan damai mengalir ibarat laut yang tidak akan pernah kering.

Doa: Tuhan, kami percaya hanya saat tinggal dan dekat dengan MU jiwa kami damai. Amin.

Sabtu, 30 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 26:1-6

Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah
Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. 4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."

Engkaulah Gunung Batu yang Kekal
Setiap pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan terjadi dikemudian hari. Untuk itu Yesus mengumpamakan setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan firman Tuhan seperti membangun rumah di atas pondasi batu karang, akan tetap kokoh saat di terpa badai. Tetapi bagi setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan emosional sesaat orang itu ibarat membangun rumah di atas pasir, mudah roboh saat badai menerpa. Hal yang paling didambakan setiap kita di dunia ini ialah hidup di dalam damai sejahtera. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memperoleh damai sejahtera?. Damai sejahtera akan didapati saat kita hidup benar. Damai sejahtera akan dialami saat kita terbebas dari segala kejahatan. Ke dua faktor penting ini di temukan hanya dengan cara hidup melihat pada firman Tuhan dan percaya bahwa Tuhan adalah gunung batu yang kekal (Yesaya 26 : 4). Setahun sudah kita merasakan perlindungan Tuhan. Maka buang jauh-jauh kecemasan dan keraguan dalam hati, percayalah kepada Tuhan selama-lamanya. Sebab Tuhan adalah Gunung Batu yang kuat, tempat kita berlindung di sepanjang hidup.

Doa: Kami percaya bahwa hanya Engkaulah gunung batu yang kekal. Amin

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Bersukacitalah ! Tuhan Membawa Keselamatan

Minggu, 17 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 35:1-10

Keselamatan bagi umat TUHAN
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" 5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Tuhan Membawa Keselamatan, Bersukacitalahl
Tidak terasa kita sudah memasuki Minggu Adventus III (Minggu Gudete/Bersukacitalah). Pada minggu ini umat diharapkan untuk mengungkapkan sukacita atau kegembiraan menyongsong kedatangan Tuhan Yesus. Hal ini didasarkan pada pengharapan akan kedatangan Tuhan yang membawa keselamatan. Hal ini juga diungkapkan oleh Yesaya melalui nas bacaan tadi, bangsa Israel yang menderita sebagai bangsa buangan di Babilonia akan mengalami kelepasan. Pertolongan dan keselamatan akan datang dari Allah, sehingga kegirangan akan memenuhi sekalian tempat, Semuanya akan bersorak menyambut datangnya Allah Sang Penyelamat dan Penebus umat-Nya. Pada waktu itu, orang buta dapat melihat, orang yang tidak dapat mendengar akan kembali mendengar, orang lumpuh dapat berjalan, orang bisu dapat berbicara (ay.5-6). Orang yang tawar hati dan menderita memiliki semangat untuk hidup. Pokoknya, pertolongan Tuhan sempurna adanya. Maka umat yang sedang menanti kedatangan Tuhan saat adalah umat yang bersukacita dan berpengharapan kepada Tuhan yang akan memberikan keselamatan dan pelepasan dari berbagai persoalan hidup; penyakit, perselisihan, masalah keuangan, dan pergumulan lainnya.

Doa: Ya Tuhan, kami sangat bersukacita atas keselamatan yang Kau sediakan bagi kami. Amin.

Senin, 18 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 52:1-12

TUHAN menyelamatkan Sion
Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu. 2 Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan! 3 Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus tanpa pembayaran juga. 4 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dahulu umat-Ku berangkat ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, lalu Asyur memeras dia tanpa alasan. 5 Tetapi sekarang, apakah lagi urusan-Ku di sini? demikianlah firman TUHAN. Umat-Ku sudah dirampas begitu saja. Mereka yang berkuasa atas dia memegahkan diri, demikianlah firman TUHAN, dan nama-Ku terus dihujat sepanjang hari. 6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku! 7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" 8 Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. 9 Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10 TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. 11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN! 12 Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.

Sambutlah, Raja-Mu Datang!
Umat Israel sangat menantikan saat di mana Tuhan memulihkan kembali relasi dengan mereka. Sebagai umat pilihan, mereka rindu mendengar bahwa Tuhan telah datang untuk kembali menjadi Raja atas Israel. Tetapi kapankah ini terjadi? Kapankah berita sorak sorai ini dinyatakan? Ketika Israel kembali dari pembuangan? Tidak. Sebab setelah mereka kembali dari pembuangan pun tetap tidak ada satu orang raja keturunan Daud yang diurapi. Maka sebenarnya sorak sorai ini baru bisa digenapi ketika Tuhan Yesus datang. Kedatangan Tuhan Yesus itulah kedatangan Allah yang menjadi Raja atas umat-Nya. Yesuslah Sang Raja keturunan Daud. Dialah Sang Mesias yang dijanjikan. Dialah berita sukacita yang diteriakkan oleh pembawa berita damai itu. “Sudah datang! Sudah datang Raja kita, Allah segenap pasukan malaikat!” Yesuslah yang dimaksud. Dialah yang menggenapi semua janji Allah tentang Sang Mesias yang akan memerintah. Kita pun di saat ini mesti membuka hati untuk menyambut Raja yang sudah datang ini. Biarkan Ia memerintah dalam hati dan hidup kita, agar kebahagiaan dan sukacita menjadi bagian kita hari ini dan selamanya.

Doa: Kami siap menyambut-Mu dengan penuh sukacita ya Tuhan. Raja atas hidup kami. Amin.

Selasa, 19 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 55:1-5

Seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari TUHAN
Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. 4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; 5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Yesus Adalah Jalan Keselamatan dan Hidup
Nas bacaan hari ini berisi ajakan kepada umat di pembuangan untuk mendapatkan pemulihan yang dikerjakan Allah. Dalam bahasa kiasan dikatakan, mereka tidak perlu berbelanja untuk dapat makanan dan minuman yang baik dan lezat. Hal ini bukanlah berarti umat tidak perlu lagi bekerja, melainkan mereka harus melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah agar menikmati berkat dari Allah. Mereka tidak boleh mengerjakan hal yang jahat, apalagi mendapatkan makanan dan minuman dari hasil kecurangan. Seperti Tuhan mengaruniakan manna dan air dalam pengembaraan di padang gurun, demikianlah umat di pembuangan akan dikenyangkan dan dipuaskan oleh anugerah Allah. Sebab itu mereka harus bersukacita. Kasih setia Allah akan terbukti ketika umat di pembuangan itu kembali memperoleh situasi hidup semasa pemerintahan Daud, di mana mereka dapat memanggil bangsa mana pun untuk mendekat demi perwujudan rencana Allah bagi bangsa-bangsa. Kasih setia dan anugerah keselamatan dari Allah tidak terbatas untuk umat Israel saja, melainkan tersalurkan pula kepada seluruh bangsa.Kita sungguh bersyukur, janji kesetiaan Tuhan itu masih berlaku hingga kini. Kedatangan Tuhan Yesus, adalah bukti kesetiaan Tuhan. Karena itu, Yesus adalah Jalan keselamatan dan hidup harus kita sambut dengan bersyukur dan bersukacita.

Doa : Tuhan, ajarkan kami untuk hidup setia di jalan Keselamatan-Mu, amin

Rabu, 20 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 56:1-8

Keselamatan adalah bagi semua orang
Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. 2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. 3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: "Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering." 4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama--itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan--,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. 6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. 8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."

Bersukacita Atas Keselamatan Dari Tuhan
Nabi Yesaya diutus kepada umat Tuhan untuk menyatakan penghiburan yang berasal dari-Nya. Penghiburan yang menguatkan umat. Karena terpuruk akibat penjajahan kekuasaan asing dan perangkap penyembahan berhala. Sungguh mengejutkan! Tuhan yang dikhianati. Tuhan yang ditinggalkan. Namun demikian, justru Tuhan yang mau datang dan menjumpai umat-Nya, bahkan memberi kesukacitaan. Tuhan menganugerahkan keselamatan bagi setiap orang yang bersedia
memelihara hidup dan mengisinya dengan pilihan untuk melakukan kehendak-Nya juga bergantung hanya pada perjanjian-Nya serta mau melayani-Nya. Di hari minggu Adven III ini, marilah menghayati dan mensyukuri keselamatan dari Tuhan, sehingga kita bersukacita! Sukacita Tuhan itu ditujukan bagi semua orang. Malam ini, marilah kita tutup dengan sebuah doa dan kesediaan diri untuk menjadi pribadi dan keluarga serta jemaat yang membagikan sukacita kepada semua orang.

Doa: Bapa, biarlah sukacita atas keselamatan yang Engkau beri mewarnai hari-hari kami. Amin.

Kamis, 21 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 60:1-7

Kemuliaan Sion yang akan datang
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. 3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. 4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. 5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. 7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Bangkit dan Menjadi Teranglah
Melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan pesan pengharapan yang menerangi hati umat pilihan-Nya bahwa Tuhan akan mendatangkan terang yang akan terbit di tengah mereka. kehidupan bangsa Israel akan dipulihkan bahkan melalui mereka bangsa-bangsa akan datang kepada terang Allah. Kesulitan hidup memang kerap membuat sekeliling kita terasa gelap. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menghendaki kita terus diam dalam kegelapan. Dia bukan hanya memberikan terang-Nya untuk tinggal di dalam kita, tetapi Dia juga memberikan sebuah identitas baru. Dia melabeli kita sebagai terang dunia, agar kita dapat menerangi kegelapan dalam hidup banyak orang. Sehingga mereka memperoleh pengharapan dalam terang Allah yang terpancar melalui kita. Maka dari itu, bangkitlah dari keterpurukan. Firman Tuhan ini sedang mengingatkan bahwa, tidak ada alasan untuk ragu, karena sesungguhnya terang Tuhan telah terbit atas umat-Nya, yaitu, kita. Yang diperlukan adalah sadar dan bangkit lalu melakukan apa yang telah dipercayakan kepada kita. Dimanapun kita berada biarlah hidup kita ini mampu untuk memancarkan terang itu kepada semua orang. Seperti apa yang dikatakan dalam Injil Matius: Kamu adalah Terang Dunia. Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang (Matius 5:16).

Doa: Bapa, biarlah terang hidup kami menerangi kegelapan dunia ini. Amin.

Jumat, 22 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 62:1-5

Keselamatan Sion akan datang dengan segera
Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. 2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri. 3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu. 4 Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Merespani Keselamatan Dari Allah
Penghukuman yang dialami dan dijalani oleh bangsa Israel membuat mereka benar-benar terpuruk. Situasi yang cukup memprihatinkan ini menggelisahkan hati sang nabi. Sebab itu, ia berkata: oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri….dst (ay. 1). Artinya ia tidak akan pernah berhenti menggumuli keadaan umat Israel agar Tuhan melepaskan mereka dari penderitaan yang dialami. la sangat meyakini bahwa akan tiba saatnya bangsa Israel memperoleh pembebasan dan keselamatan dari Allah. Hal ini dipertegas dengan ungkapannya, maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu…..dst (ay. 2). Artinya Israel akan dipulihkan dan menjadi berharga serta berkenan dihadapan Tuhan. Itulah sebabnya Allah akan bergirang hati atas umat-Nya itu seperti seorang mempelai melihat pengantin perempuan. Ayat ini menjelaskan akan terjalin kembali hubungan baik antara Allah dan umat Israel. Jika Allah yang memberikan keselamatan saja dapat bergirang hati, maka bagaimana dengan Israel yang menerima keselamatan itu? Tentu saja sangat bersukacita, karena mereka akan kembali dan mendiami tanah yang telah dianugerahkan bagi mereka. Keselamatan juga telah menjadi milik kita sebagai umat Allah. Sebagai respon atas keselamatan itu maka patutlah kita bersukacita dalam menjalani hari-hari hidup, sekalipun diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Tetaplah bersukacita!

Doa: Tuhan, biarlah sukacita atas keselamatan yang Engkau beri mewarnai hari-hari kami. Amin.

Sabtu, 23 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 14:7

7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Tuhan Pemberi Keselamatan
Allah tidak akan tinggal diam melihat ketidakbenaran dan ketidakadilan, sebab Dia adalah Allah yang benar dan adil. Dia sanggup sekaligus memulihkan semua orang yang mengandalkan-Nya dari cengkraman ketidakbenaran. Karena itu sangatlah penting berharap pada Tuhan seperti yang dilakukan oleh pemazmur dalam bacaan kita. Besar harapan pemazmur agar Allah dapat memulihkan dan menyelamatkan Israel dan ketidakadilan yang dialami. Pemazmur meyakini bahwa pemulihan dan keselamatan yang akan dianugerahkan Allah bagi bangsa Israel, dapat menjadikan mereka bersukacita dan bersorak-sorak. Artinya ia mengakui kuasa Allah yang mampu menghadirkan sukacita ditengah-tengah berbagai persoalan dan tantangan hidup. Tantangan kehidupan akan selalu datang silih berganti. Namun penyertaan dan perlindungan Tuhan tidak dapat tergantikan oleh apapun. Oleh karena itu teruslah bangun kepercayaan kepada Allah, sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang sanggup melepaskan, memulihkan dan menyelamatkan. Jangan ragu mengutarakan setiap beban yang mengganjal di hati kepada Tuhan. Percayalah dan berharap dengan sungguh-sungguh kepada-Nya, maka kita akan menyaksikan keberpihakan Tuhan dalam perjalanan kehidupan yang dilalui.

Doa: Ya Allah, kami percaya bahwa Engkaulah pemberi keselamatan bagi kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM