Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Biarlah Semua Menjadi Satu

Minggu, 01 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 18:15-20

15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Dunia Memecah Belah, Kristus Mempersatukan

Kita bersyukur atas tuntunan-Nya, kita telah memasuki bulan Oktober 2023 (Bulan Pekabaran Injil). Dan mengawali bulan Pl ini, kita semua dipersatukan Kristus melalui perjamuan kudus secara oikumene di pagi tadi. Perjamuan kudus memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan orang beriman, yakni memperingati pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib demi keselamatan dan penyucian segala dosa kita. Untuk itu, setiap kali kita merayakan perjamuan kudus kita diingatkan bahwa ada tanggungjawab iman yang harus kita kerjakan yakni tugas pemberitaan injil sebagai amanat agung Tuhan Yesus (Mat.28). Sebagai orang percaya, kita wajib untuk melaksanakan Amanat Agung, yaitu dengan berusaha menjaga kesatuan jemaat sebagai tubuh Kristus. Perikop tadi, berisikan Doa Yesus kepada murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berdoa supaya para murid dan semua orang percaya di masa kini menjadi satu sama seperti Yesus didalam Bapa dan kita didalam Kristus (ay.21). Demikianlah semua orang percaya menjadi satu kesatuan dalam kemuliaan-Nya. Dengan demikian, jangan lagi ada perbantahan, ada perselisihan, ada amarah, kebencian, kesombongan. merasa diri paling hebat dari orang lain, dll. Sebaliknya, hidup saling mengasihi seorang dengan yang lain.

doa : Tuhan Tolonglah kami untuk menjaga persekutuan Umat sebagai Tubuh Kristus, amin

Senin, 02 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2:41-42

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


Persekutuan Sebagai Gaya Hidup Kekristenan


Salah satu bagian Aikitab yang paling indah dan memberikan makna bagi hidup Hidup Jemaat Yang Pertama”. Kenapa perikop ini disebut paling indah dan bermakna?, Karena kehidupan orang Kristen mula-mula sungguh memperlihatkan pola kehidupan gereja yang sejati; kehidupan yang mengedepankan persekutuan, solid, harmonis, bertekun dan taat kepada pengajaran rasul, setia mendengarkan Firman Tuhan, melaksanakan sakramen serta saling mendoakan. Kehidupan jemaat mula-mula ini yang telah berdampak besar besar bagi gereja saat ini. Hal ini diperlihatkan dengan jumlah kekristenan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Selain itu. Gereja terpanggil untuk melaksanakan tugas bersekutu (Koinonia), bersaksi (Marturia), dan melayani (Diakonia). Oleh sebab itu, memperingati bulan Pekabaran Injil ini, kita selaku gereja terpanggil untuk membangun persekutuan sebagai Tubuh Kristus.

Doa: Kiranya kami membangun kesatuan hidup saling berbagi dan saling mendoakan. Amin.

Selasa, 03 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 43-47

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Hidup Berbagi Sebagai Model Persekutuan

Cara hidup gereja mula-mula memberikan model bagi gereja masa kini. Kenapa? karena karakteristik (sifat) jemaat pada waktu itu menunjukkan kekristenan sejati, dimana para rasul memiliki kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat, mereka bersekutu dan saling berbagi; menjual milik mereka dan berbagi kepada sesama. Hal yang menarik, yakni apa yang menjadi milik pribadi menjadi kepunyaan atau milik bersama, jika ada yang memiliki harta yang banyak dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma atau gratis. Selain itu, Mereka bertekun dengan sehati di dalam Bait Allah dan melaksanakan sakramen. Kehidupan gereja mula-mula ini mendapatkan perhatian dan simpati banyak orang sehingga jumlah mereka yang percaya kepada Kristus semakin bertambah dari waktu ke waktu dan hidup mereka pun semakin diberkati. Bacaan hari ini mengajak kita semua untuk membangun persekutuan sebagai tubuh Kristus dengan cara hidup saling berbagi seorang dengan yang lain. Hal ini penting karena hidup saling berbagi sulit dipraktekan di masa sekarang. Orang lebih cenderung hidup untuk diri sendiri dan memperkaya diri. Marilah kit terus membangun hidup yang saling berbagi.

doa : Roh Kudus Tuntunlah kami untuk membangun hidup berbagi dengan sesama amin,

Rabu, 04 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 32 : 36-38

36 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai kota ini, yang engkau katakan telah diserahkan ke dalam tangan raja Babel karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar: 37 Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku menceraiberaikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram. 38 Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.


Kasih Kristus Mempersatukan


Saudara terkasih, sekalipun berbagai persoalan menerpa hidup kita saat ini, yakinlah bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan dari waktu ke waktu. Kasih setia Tuhan pun dinyatakan kepada Israel, umat kepunyaan-Nya. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi. Dimana Kasih setia Tuhan dinyatakan melalui penyertaan-Nya bagi bangsa itu pada saat mereka berada di Babilonia. Pada waktu itu, mereka mengalami penindasan, kekerasan, kelaparan dan penyakit sampar yang mengancam hidup mereka. Dalam situasi tersebut, melalui nabi Yeremia Tuhan berjanji akan memperhatikan dan menunjukkan kasih setia-Nya dengan mengumpulkan mereka yang tercerai berai di berbagai negeri, sehigga mereka akan diam dengan tenteram, aman dan damai (bnd ay.37).
Maknanya bagi kita saat ini adalah bahwa perjalanan hidup akan terus berwama; ada suka ada duka, ada sukses ada gagal, dsbnya. Dalam situasi tersebut, kita diingatkan bahwa kasih setia Tuhan tak habis-habisnya rahmat-Nya selalu baru tiap pagi. Namun, kasih setia Tuhan diberikan kepada mereka yang takut akan Dia (Mzr 103:17). Jadi, jika ingin berada dalam penyertaan dan berkat Tuhan, maka kita harus hidup menurut jalan-jalan Tuhan.

Doa: Ya Kristus, tuntunlah kami agar hidup di jalan-Mu. Amin.

Kamis, 05 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 32 : 39-41

39 Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. 40 Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku. 41 Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.


Hidup Yang Menyatu Dengan Kehendak Tuhan


Hari ini Indonesia bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di usia ke-78 tahun. Tentu, di hari yang bersejarah ini kita semua mendoakan TNI tetap eksis dan dapat melaksanakan tugas mulianya, yakni menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Tugas utama TNI tersebut, selaras dengan tugas gereja dalam membangun persekutuan dan keutuhan umat sebagai Tubuh Kristus. Hal ini dijelaskan
melalui nas ini. Nabi Yeremia mengingatkan umat Israel yang ditawan dan dibuang di Babilonia pada zaman pemerintahan raja Nebukadnezar, bahwa Tuhan Allah tidak akan melupakan dan meninggalkan mereka menderita di sana, sebaliknya Tuhan akan memberikan mereka satu hati dan satu tingkah langkah (ay.39). Tuhan akn mempersatukan mereka sebagai keluarga, suku dan kesatuan bangsa demi kebaikan mereka. Orang Kristen terpanggil untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta berusaha untuk memelihara komitmen melalui tugas dan pengabdian sebagai TNI, POLRI, mahasiwa, dosen, guru, dokter dan sebagainya demi kebaikan bersama. Mari bersatu menjaga keutuhan hidup bersama.

Doa: Ya Bapa. dalam Kristus kasih-Mu mempersatukan kami selaku orang percaya. Amin.

Jumat, 06 Oktober 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 4:7-12

Kesia-siaan dalam hidup
7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: 8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan. 9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. 10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? 12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.


Hidup Bersama Menghadirkan Kebaikan


Manusia adalah mahkluk social artinya manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak sendiri
dan kekayaan. Intinya, manusia membutuhkan orang lain. Hal ini dijelaskan oleh Pengkhotbah, salah satu kesia-siaan dalam kehidupan adalah kesendirian. Hidup tanpa kerabat, sahabat atau teman. Pengkhotbah mengajak kita memahami makna kebersamamaan dalam membangun hidup. Ayat 7-8, kebersamaan dihubungkan dengan hidup saling berbagi; menikmati hasil kerja keras (kekayaan) bersama-sama akan jauh lebih indah dan bermakna dari pada menikmati hasil kerja seorang diri saja. Hidup dalam kebersamaan memiliki makna saling menolong dan menopang. Apabila seseorang mengalami masalah, maka ada orang lain yang dapat menolong dia meringankan bebannya. Selain
itu, bila seseorang hidup sendirian, maka dia akan lebih mudah dikalahkan, sedangkan jika bersama-
sama tentu lebih sulit untuk dikalahkan. Oleh sebab itu, kita harus hidup membangun kebersamaan; saling berbagi, saling peduli dan saling menolong seorang dengan yang lain.


Doa: Kiranya kami dapat membangun hidup bersama yang membawa kebaikan. Amin.

Sabtu, 07 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 4 : 1-8

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

Menjadi Satu Didalam Kristus

Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus sewaktu ia dipenjarakan (3:1, 4:1, 6:20). Surat ini dibuat dengan tujuan mempersatukan semua orang didalam Kristus. Persatuan dinyatakan dalam kehidupan ber-jemaat sebagai orang-orang yang telah diselamatkan melalu Kasih Karunia Allah. Untuk itu, baik orang Yahudi maupun orang-orang bukan Yahudi, semuanya adalah persekutuan umat Allah atau Tubuh Kristus (1:23). Dengan demikian perbedaan tidak noleh menjadi alasan perpcehaan dalam jemaat, sebaliknya menjadi alat pemersatu. Sehubungan dengan itu, Paulus memberikan Tips untuk menjaga keutuhan jemaat, yakni : rendah hati, lemah lembut, sabar, mengasihi, saling menolong, memelihara kesatuan Roh (Roh Kudus), dipanggil dalam satu jemaat dan pengharapan dan satu iman dan baptisan kepada Yesus Kristus. Nasehat Paulus ini berguna bagi kita untuk membangun persekutuan dan kebersamaan hidup walaupun ada dalam berbagai perbedaan; suku, agama, budaya, pendapat, baik dalam kehidupan bergeraj maupun bermasyarakat. Kita dapat mencegah konflik dan perpecahan dengan berusaha menjaga dan merawat persekutuan yang rukun untuk memperoleh berkat Tuhan (band. Maz. 133)

doa : Roh Kudus tuntunlah kami mewujudkan persekutuan hidup sekalipun berbeda-beda, amin

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Wujudkanlah Syukur Dengan Hidup Rendah Hati Dan Taat

Minggu, 24 September 2023

bahan bacaan : Yohanes 13 : 1 – 20

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" 7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." 8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." 9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" 10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." 12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

Melayani Dalam Kerendahan Hati

Bangsa Yahudi mempunyai banyak hukum yang mengatur dan mengarahkan mereka tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi Yesus datang untuk menunjukkan bagaimana mereka menjalani hidup sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah. Yesus tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga menjadikan diri-Nya teladan bagi mereka. Salah satunya  adalah ketika Ia mau membasuh kaki murid- murid-Nya. Tindakan itu dilakukan Yesus sebagai sebuah pembelajaran berharga bagi para murid untuk mengajarkan sekaligus mendorong mereka untuk hidup saling melayani, bukan  dilayani. Itu wujud kerendahan hati. Sebagai para pelayan memang sikap kerendahan hati dalam melayani sangat dibutuhkan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita tidak hanya membutuhkan nasihat dan kata-kata hikmat yang indah, tetapi mereka lebih memerlukan tindakan yang kita lakukan. Peran apa pun yang kita ambil dalam dunia ini, baik sebagai ayah, ibu, anak, pemimpin, karyawan, pengusaha, atau apa pun itu, doronglah diri kita agar dapat menjadi teladan dalam hal kerendahan hati. Mengapa? Karena keteladanan akan berbicara lebih keras daripada serangkaian perkataan yang kita ucapkan tanpa diwujudkan dalam tindakan. Jadi mari kita renungkan, sudahkan selama ini kita meneladankan kerendahan hati, termasuk dalam hal melayani? 

Doa: Tolonglah kami menolong mereka yang lemah dan miskin, Amin.   

Senin, 25 September 2023

bahan bacaan : Amsal 11 : 2

2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Hidup Rendah Hati, Tidak Suka Mencemooh

Secara sadar maupun tidak sadar sering kita menjadi sombong. Mungkin disebabkan suatu keadaan dan didukung adanya kesempatan. Pada Amsal 11:2b, dikatakan “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati”. Kita diingatkan agar tidak menyerupai orang fasik yang sombong karena  kesombongan adalah hal yang tidak disukai Allah. Terkadang kita mengukur orang lain dengan mudah, menghakimi orang yang lemah dan bertingkah sombong pada orang lain. Hal ini membuat kita mudah merendahkan orang lain. Dengan memiliki kerendahan hati kita bisa memahami keadaan orang lain. Kita memang harus dapat mengerti dan memahami kondisi orang lain, bagaimana kalau kita berada pada posisi orang itu. Janganlah kita menjadi sombong dan suka merendahkan orang lain, itu perilaku yang tidak baik.  Saat keangkuhan muncul maka akan menimbulkan cemooh pada sesama sehingga mengakibatkan timbul kesombongan yang menghilangkan hikmat. Kita tahu bahwa tidak ada orang yang berhasil menjadi orang yang rendah hati secara instan, semuanya membutuhkan proses. Namun yang paling penting dari semua itu adalah kita harus terus memiliki kemauan dan berusaha menjadi orang yang rendah hati kepada siapapun. 

Doa: Tolonglah kami bersikap rendah hati dan tidak mencemooh. Amin.   

Selasa, 26 September 2023

bahan bacaan : Amsal 15 : 33

33 Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

“Tidak perlu ajar beta!, kata-kata ketus itu keluar dari salah satu pegawai di kantor yang tidak menghargai usulan yang disampaikan dalam rapat. Ia tidak mau dibilang tentang kekeliruannya.Di dalam Kitab Amsal, orang bijak adalah orang benar yang taat kepada Allah dan hidup sesuai ajaran Kitab Suci. Sebaliknya, orang bodoh menghina didikan. Salomo membandingkan sikap, perbuatan, dan kata-kata orang berhikmat dan orang bodoh dan menerangkan bahwa orang yang berhikmat atau bijaksana akan selalu rendah hati. Kenyataannya, tidak semua orang dapat bersikap rendah hati. Ada yang tidak mau dibilang atau diajar. Padahal salah satu aspek Kerendahan hati adalah memiliki hati yang mau diajar. Kita diajarkan oleh firman Tuhan agar hidup takut Tuhan, dengan begitu kehidupan menjadi baik dan bermanfaat. Kita pun dapat belajar dari orang lain, karena tidak semua hal kita tahu dan miliki Kita bukanlah siapa-siapa tanpa Tuhan dan orang lain. Keberhasilan dan kesuksesan yang kita terima dalam hidup pun selalu terkait dengan kebaikan  Tuhan dan pengorbanan orang lain. Kerendahan hati mengajarkan bahwa kita bisa belajar dari siapa pun bahkan dari hewan. Orang-orang yang rendah hati akan memiliki kehormatan. Mari kita menjadi orang-orang yang takut Tuhan dan rendah hati.

Doa: Mampukanlah kami untuk terus hidup rendah hati dan suka belajar dari orang lain, Amin.   

Rabu, 27 September 2023

bahan bacaan : Amsal 18 : 12

12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Hiduplah Rendah Hati, Jauhilah Kesombongan!

Firman Tuhan dalam kitab Amsal mengapresiasi sikap yang mencerminkan karakter rendah hati. Seseorang akan dihormati oleh sesamanya karena melihat kerendahan hati yang ditunjukkan.Sebaliknya, sikap tinggi hati dapat menghancurkan hidup seseorang. Budaya kita sangat menghargai sikap kerendahan hati. Tidak heran kita memiliki pepatah, “belajarlah dari padi, semakin berisi makin merunduk”. Dan orang tua kita selalu mengingatkan, “tong kosong nyaring bunyinya”. Kedua pepatah ini memiliki arti yang sama bahwa kerendahan harus menjadi gaya hidup dan mencerminkan sikap yang terpuji. Praktik kerendahan hati yang paling tulus kita lihat adalah ketika Allah mau menjadi manusia. Tinggi hati mendahului kehancuran, sebaliknya kerendahan hati mendahului kehormatan. Bagi orang yang rendah hati, orang lain menyimpan nilai yang berharga yang dapat dipelajari untuk memperkaya dirinya. Sebaliknya, bagi orang yang sombong merasa orang lain tidak ada apa-apanya. Ia menganggap hanya dirinya yang hebat. Punya segala hal, tidak suka masukan, apalagi kritikan dari orang lain. termasuk dalam kehidupan beriman. Maka firman Tuhan ini mengingatkan kita, hindarilah sikap kesombongan dan jadilah rendah hati!.

Doa: Tuhan, tolonglah agar kami mau selalu rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Amin. 

Kamis, 28 September 2023

bahan bacaan : Amsal 22 : 4

4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

 Ganjaran Kerendahan Hati 

Selama beberapa hari ini kita mendengarkan Firman Tuhan tentang kerendahan hati. Sikap kerendahan hati menurut kitab Amsal akan memberikan banyak ganjaran: kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Siapa yang tidak ingin memiliki kekayaan, harta berlimpah dan uang banyak. Dengan semua itu kita dapat melakukan banyak hal dan mebeli apa yang diinginkan. Demikian halnya kita semua menghendaki dihormati oleh orang. Hidup sebagai orang-orang terhormat yang disegani dan dihargai orang lain. Kita pun menginginkan kehidupan yang baik dan bahagia. Hal-hal ini dapat dimiliki karena itu adalah buah ketika kita  bersikap rendah hati. Kerendahan hati adalah lawan dari kesombongan. Orang yang rendah hati tidak menyombongkan diri. Ia dapat bersyukur di segala situasi dan merasakan kalau semua yang dimilikinya adalah semata-mata anugerah Tuhan. Sebab  itu orang yang rendah hati dapat berelasi dengan semua orang. Ia mampu bekerjasama dengan siapa saja. Tentu sikap yang seperti inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan ini. Maka marilah kita tetap mengembangkan kerendahan hati sebagai gaya hidup dan pelayanan kita. Walaupun ada yang masih sulit melakukannya. Namun, di dalam Allah kita dapat menjadi orang-orang yang rendah hati. Keakuan dan kesombongan diri kita akan perlahan terkikis dan akhirnya kita mampu menjadi seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Saat itulah, ganjaran kekayaan, kehormatan dan kehidupan akan kita miliki.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas ganjaran kerendahan hati yang Engkau berikan,  Amin.   

Jumat, 29 September 2023

bahan bacaan : Matius 20 : 26 – 28

26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Menjadi Pelayan yang Rendah Hati

Tuhan Yesus  mengingatkan bahwa dalam Kerajaan Allah seorang pemimpin tidaklah bersikap seperti pemimpin yang ada di dunia ini, yang kadang menggunakan kuasa serta otoritas yang ada padanya untuk kepentingan dirinya. Yesus berkata: “barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”. Itu artinya menjadi pemimpin harus mau melayani dan memberikan diri untuk kesejahteraan orang lain. Rendah hati dan punya kesediaan berkorban adalah sifat dari seorang pemimpin. Tuhan Yesus sendiri sudah terlebih dulu memberikan teladan itu untuk diikuti, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Meskipun dengan konteks dan cara yang berbeda.Tidak mementingkan diri sendiri, tidak menyelamatkan diri sendiri tetapi memberi diri, memberi waktu untuk orang lain, memberi tenaga dan pikiran serta apa yang kita punya, bahkan memberi nyawa sekalipun untuk orang lain adalah bukti pengorbanan dan kerendahan hati. Inilah nilai pengorbanan Tuhan Yesus yang diberikan kepada kita, untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, jadilah pemimpin-pemimpin yang melayani dengan rendah hati. Jadilah pelayan yang melayani dengan setia.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah kami terus meneladani kerendahan hati-Mu, Amin. 

Sabtu, 30 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 149 : 4 

4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Orang Yang Rendah Hati Memperoleh Keselamatan

Tuhan sungguh senang kepada orang-orang yang hidupnya rendah hati. Demikianlah dikatakan oleh pemazmur dalam bacaan hari ini: “sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya. Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan”. Tuhan memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan karena mereka adalah orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya. Mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui kelemahan dan keterbatasan mereka dan mengandalkan-Nya sepenuhnya. Orang-orang yang rendah hati j uga cenderung untuk mengasihi sesama dan menunjukkan belas kasihan, karena mereka tidak mementingkan diri sendiri. Mereka bersedia untuk melayani Tuhan dan melayani orang lain, tanpa mengharapkan imbalan atau penghargaan. Tuhan menghargai dan memperhatikan sikap hati seperti ini, lalu memberikan keselamatan sebagai hadiah bagi mereka. Karena itu, keselamatan adalah hadiah yang terbesar dan paling berharga yang Tuhan dapat berikan kepada kita jika kita tetap berlaku rendah hati. Maka firman Tuhan ini mengingatkan, marilah kita menjadi orang-orang yang rendah hati. Meskipun hal ini bukanlah mudah, tetapi kita dapat mengupayakannya dengan lebih sungguh dan mewariskannya kepada anak-anak di dalam keluarga.

Doa: Tuhan, terima kasih atas anugrah keselamatan yang Engkau berikan untuk orang rendah hati, amin   Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menghadirkan Kehidupan Yang Aman dan Tenteram

Minggu, 17 September 2023

bahan bacaan : Yeremia 33 : 1 – 13

Janji pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda
Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 "Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya. 10 Beginilah firman TUHAN: Di tempat ini, yang kamu katakan telah menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, 11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN. 12 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. 13 Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit, di kota-kota Tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi dari bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman TUHAN."

Membawa Dampak Pemulihan Bagi Sesama

Yehuda berada dalam keterpurukan, akibat murka Allah yang menghukum mereka karena dosa dan kejahatan yang telah dilakukan. Hukuman itu berupa kekalahan perang melawan serangan Babel serta kehancuran dan kesengsaraan yang mengikutinya. Namun di tengah keterpurukan itu, ada harapan yang disuarakan Nabi Yeremia mengenai  janji pemulihan Tuhan kepada umat-Nya. Di tengah kehancuran yang sedang dan masih akan dialami umat sampai bertahun-tahun, Tuhan berjanji bahwa kelak Tuhan akan memulihkan mereka ketika mereka datang dan berseru kepada Tuhan. Janji itu adalah janji pemulihan akibat perang yang menyengsarakan umat.Kelak umat akan mengalami Kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan yang melimpah di Yerusalem dan pemulihan akibat dosa yang menjerat umat pada masa lampau. Hasil pemulihan itu menimbulkan sukacita dan sorak sorai umat, serta dipermuliakan dan dihormatinya Tuhan oleh  segala bangsa. Kita adalah terang.Dimanapun berada kita mampu menghadirkan damai dan sejahtera. Kita hendaknya bisa membawa dampak positif di kala bekerja dan melayani. Seperti Yehuda yang dipulihkan Tuhan, kita juga dapat memberikan pemulihan untuk sesama yang mengalami penolakan, trauma, broken home sehigga mereka punya semangat hidup dan bisa menjadi berkat juga untuk sesamanya.

 Doa:  Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat,, Amin.   

Senin, 18 September 2023

bahan bacaan : Hosea 2 : 17

8 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Relasi Baik, Kehidupan Aman dan Tentram

Ternyata untuk mencapai relasi yang berkualitas tidak selalu mudah. Padahal relasi yang baik sangat menetukan kehidupan itu berlangsung dengan aman dan tenteram. Relasi itu terbentuk karena pengenalan yang dalam. Itulah yang dialami umat Israel pada zaman Nabi Hosea. Umat Israel justru lebih mengenal dewa Kanaan, yaitu Baal (4, 6). Mereka beranggapan bahwa kelimpahan hasil pertanian dan peternakan berasal dari dewa ini. Akibatnya, mereka melupakan Tuhan dan  tidak lagi merasakan kasih sayang Tuhan. Padahal, Tuhan selalu digambarkan sebagai Suami yang setia. Suami yang mengasihi isteri-Nya dengan kasih yang kekal. Karena itu, Tuhan menghukum mereka dengan mengambil semua berkat yang diberikan kepada umat Israel (8-12). Penghukuman itu dimaksudkan agar Israel menjadi sadar dan mengenal kasih Tuhan bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber kelimpahan, keamanan dan ketentraman. Untunglah, Tuhan berkenan memulihkan kembali hubungan-Nya dengan bangsa Israel seperti sedia kala (17), sehingga kehidupan yang aman dan tentram. Setiap orang beriman tidak bisa mengabaikan proses mengenal Tuhan. Melalui proses tersebut kita dapat merasakan kasih dan sayang-Nya yang abadi. Dengan demikian relasi baik yang tercipta itu akan memberikan kehidupan yang aman dan tenteram.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menjaga relasi baik dengan-Mu dan sesama, amin. 

Selasa, 19 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 1 – 21

Patung sembahan Mikha dirampas oleh bani Dan
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan pada zaman itu suku Dan sedang mencari milik pusaka untuk menetap, sebab sampai hari itu mereka belum juga mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel. 2 Sebab itu bani Dan menyuruh dari kaumnya lima orang dari seluruh jumlah mereka, semuanya orang-orang yang gagah perkasa, yang berasal dari Zora dan Esytaol, untuk mengintai negeri itu dan menyelidikinya, serta berkata kepada mereka: "Pergilah menyelidiki negeri itu." Ketika orang-orang itu sampai ke pegunungan Efraim di rumah Mikha, bermalamlah mereka di sana. 3 Ketika mereka ada dekat rumah Mikha itu, dikenal merekalah logat orang muda suku Lewi itu, lalu singgahlah mereka ke sana dan berkata kepadanya: "Siapakah yang membawa engkau ke mari? Apakah pekerjaanmu dan urusanmu di sini?" 4 Katanya kepada mereka: "Begini begitulah dilakukan Mikha kepadaku; ia menggaji aku dan aku menjadi imamnya." 5 Kata mereka kepadanya: "Tanyakanlah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil." 6 Kata imam itu kepada mereka: "Pergilah dengan selamat! Perjalanan yang kamu tempuh itu dipandang baik oleh TUHAN." 7 Sesudah itu pergilah kelima orang itu, lalu sampailah mereka ke Lais. Dilihat merekalah, bahwa rakyat yang diam di sana hidup dengan tenteram, menurut adat orang Sidon, aman dan tenteram. Orang-orang itu tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi, malah kaya harta. Mereka tinggal jauh dari orang Sidon dan tidak bergaul dengan siapapun juga. 8 Setelah mereka kembali kepada saudara-saudara sesukunya di Zora dan Esytaol, berkatalah saudara-saudara sesukunya kepada mereka: "Apakah yang kamu dapati di sana?" 9 Jawab mereka: "Bersiaplah, marilah kita maju menyerang mereka, sebab kami telah melihat negeri itu, dan memang sangat baik. Masakan kamu tinggal diam! Janganlah bermalas-malas untuk pergi memasuki dan menduduki negeri itu. 10 Apabila kamu memasukinya kamu mendapati rakyat yang hidup dengan tenteram, dan negeri itu luas ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Sesungguhnya, Allah telah menyerahkannya ke dalam tanganmu; itulah tempat yang tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi." 11 Lalu berangkatlah dari sana, dari Zora dan Esytaol, enam ratus orang dari kaum suku Dan, diperlengkapi dengan senjata. 12 Mereka maju, lalu berkemah di Kiryat-Yearim di Yehuda. Itulah sebabnya tempat itu disebut Mahane-Dan sampai sekarang; letaknya di sebelah barat Kiryat-Yearim. 13 Dari sana mereka bergerak terus ke pegunungan Efraim dan sampai di rumah Mikha. 14 Lalu berbicaralah kelima orang yang telah pergi mengintai daerah Lais itu, katanya kepada saudara-saudara sesukunya: "Tahukah kamu, bahwa dalam rumah-rumah ini ada efod, terafim, patung pahatan dan patung tuangan? Oleh sebab itu, insafilah apa yang akan kamu perbuat!" 15 Kemudian mereka menuju ke tempat itu, lalu sampai di rumah orang muda suku Lewi itu, di rumah Mikha, dan menanyakan apakah ia selamat. 16 Sementara keenam ratus orang dari bani Dan yang diperlengkapi dengan senjata itu tinggal berdiri di pintu gerbang, 17 maka kelima orang yang telah pergi mengintai negeri itu berjalan terus, masuk ke dalam lalu mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu. Adapun imam itu berdiri di pintu gerbang bersama-sama dengan keenam ratus orang yang diperlengkapi dengan senjata itu. 18 Tetapi, setelah yang lain-lain itu masuk ke dalam rumah Mikha dan mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu, berkatalah imam itu kepada mereka: "Berbuat apakah kamu ini?" 19 Tetapi jawab mereka kepadanya: "Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu: menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara orang Israel?" 20 Maka gembiralah hati imam itu, diambilnyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak. 21 Kemudian berbaliklah mereka dan pergi, dengan anak-anak, ternak dan barang-barang yang berharga ditempatkan di depan mereka.

Harapan akan Rasa Aman

Dalam ayat ini terdapat interaksi antara lima orang pengintai dari suku Dan dengan seorang Lewi. Kelima orang ini kelihatannya takut akan Tuhan. Mereka masih mau mengandalkan Tuhan, tetapi bila itu sesuai dengan rencana mereka. Kita dapat melihat hati dan pola pikir mereka ketika kemudian menjumpai orang-orang Lais yang hidup “aman dan tenteram” dan”kaya harta”.Tanpa pikir panjang, orang Dan membawa enam ratus orang bersenjata untuk membantai habis seisi Lais guna merampas harta milik mereka. Orang Dan mempunyai harapan supaya mereka juga memiliki kehidupan yang nyaman dan tentram. Oleh karena itu suku Dan berusaha merampas apa yang bukan menjadi miliknya. Tentu saja tindakan semacam ini tidak dibenarkan dan tidak untuk dicontoh. Kita semua memiliki harapan mempunyai hidup yang aman damai sejahtera, tetapi juga harus mengusahakan dengan cara yang baik misalnya dengan bekerja keras, menabung sehingga di masa mendatang harapan itu bisa terwujud bukan hanya sebatas angan-angan atau isapan jempol. Selain itu kita harus mengikut sertakan Tuhan dalam setiap rencana. Doakan dan yakini jika Tuhan berkenan itu pasti terwujud, bukan seperti suku Dan yang mengatur rencana mereka sendiri tanpa melibatkan Tuhan  dan akhirnya berdampak pada tindakan mereka yang merugikan orang lain. Wujudkanlah ketentraman dan kesejahteraan hidup itu dengan cara-cara yang benar dan memuliakan Tuhan. Jika ingin mendapatkan sesuatu perjuangkan hal itu dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk diri sendiri.

Doa: Kiranya kami terus hidup dalam keharmonisan dengan sesama. Amin.

Rabu, 20 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 22 – 31

22 Ketika mereka telah jauh dari rumah Mikha, dikerahkanlah orang-orang dari rumah-rumah yang di dekat rumah Mikha dan orang-orang itu mengejar bani Dan itu. 23 Mereka memanggil-manggil bani Dan, maka berbaliklah orang-orang itu dan berkata kepada Mikha: "Mau apa engkau dengan mengerahkan orang?" Lalu jawabnya: 24 "Allahku yang kubuat serta imam juga kamu ambil, lalu kamu pergi. Apakah lagi yang masih tinggal padaku? Bagaimana perkataanmu itu kepadaku: Mau apa engkau?" 25 Berkatalah bani Dan kepadanya: "Janganlah suaramu kedengaran lagi kepada kami, nanti ada orang yang menyerang engkau karena sakit hati dan dengan demikian engkau serta seisi rumahmu kehilangan nyawa." 26 Lalu bani Dan melanjutkan perjalanannya, dan Mikha, setelah dilihatnya mereka itu lebih kuat dari padanya, berpalinglah ia pulang ke rumahnya. 27 Lalu bani Dan, dengan membawa barang-barang yang dibuat Mikha, juga imamnya, mendatangi Lais, yakni rakyat yang hidup dengan aman dan tenteram. Mereka memukul orang-orang itu dengan mata pedang dan kotanya dibakar. 28 Tidak ada orang yang datang menolong, sebab kota itu jauh dari Sidon dan orang-orang kota itu tidak bergaul dengan siapapun juga. Letak kota itu di lembah Bet-Rehob. Kemudian bani Dan membangun kota itu kembali dan diam di sana. 29 Mereka menamai kota itu Dan, menurut nama bapa leluhur mereka, yakni Dan, yang lahir bagi Israel, tetapi nama kota itu dahulu adalah Lais. 30 Bani Dan menegakkan bagi mereka sendiri patung pahatan itu, lalu Yonatan bin Gersom bin Musa bersama-sama dengan anak-anaknya menjadi imam bagi suku Dan, sampai penduduk negeri itu diangkut sebagai orang buangan. 31 Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo.

Hadirkanlah Rasa Aman dan Tentram

Pada mulanya patung berhala ini dibuat oleh Mikha, dan disimpan di rumah Mikha untuk disembah dan jadi dewa pegangan Mikha. Tetapi segala berhala membawa kutuk, maka tak lama kemudian Mikha diserang dan dijajah oleh suku Dan. Beratus-ratus orang suku Dan datang menjarah harta Mikha, tanah, ladang dan juga patung berhala Mikha. Patung berhala itu, dimiliki suku Dan dan menjadi berhala mereka, lengkap dengan imam bayaran milik Mikha pun di ambil alih. Dan kisah yang sama terulang lagi : kutuk pun turun atas suku Dan, dan mereka akhirnya menjadi budak dan tawanan kerajaan Asing. Dalam mendapatkan Ketentraman, suku Dan berusaha dengan berbagai macam cara merusak, mengambil dan membakar sampai keinginan mereka terpenuhi. Mereka memang mendapatkan ketentraman, tetapi dengan merusak hidup orang lain. Kisah ini menjadi pembelajaran bagi kita. Jauhilah berhala! Jangan menginginkan ketentraman dengan berharap padanya. Untuk memperoleh hidup yang tentram kita harus mengusahakan hubungan yang baik dengan sesama. Menjaga relasi demi kebersamaan itu sangat penting. Bukan sebaliknya bersaing dan bertengkar. Juga bukan dengan merampas dan merusak barang milik orang lain.Hadirkanlah rasa aman dan tenteram dalam hidup!

Doa:  Ya Tuhan, tolong kami menjauhi berhala agar selalu merasa aman dan tentram. Amin.   

Kamis, 21 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 119 : 165

165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Merenungkan Firman Membawa Kedamaian

Kecintaan dan kesetiaan pemazmur kepada Taurat Tuhan telah membawanya pada damai sejahtera Allah. Karena itulah, pemazmur memuji-muji Allah senantiasa. Pujian yang dilakukan pemazmur keluar secara spontan karena kekagumannya pada Allah dan Taurat-Nya. Memuji Tuhan di sini berarti mengerahkan segala kemampuan, kekuatan, dan segenap jiwa melalui perbuatan-perbuatan baik yang bersumber pada Allah dan Taurat-Nya. Allah sudah mengaruniakan kebaikan, keselamatan, keadilan, dan kebenaran yang nyata dalam hidup, maka sudah sepatutnya kita memuji-muji Allah dengan perkataan, nyanyian, dan perbuatan.Firman Tuhan adalah penuntun dalam hidup. Kita hidup memang membutuhkan penuntun agar tidak salah arah dan tersesat. Maka dari itu  Firman seharusnya menjadi kecintaan kita sama seperti pemazmur.. Ketika  punya kecintaan akan Firman Tuhan, kita akan rindu membacanya setiap hari, bukan setiap minggu, setiap bulan atau setiap tahun tetapi setiap hari. Ketika membaca Firman setiap hari, kita jadi mengerti apa yang Tuhan sukai untuk dilakukan. Merenungkan Firman Tuhan membuat hati kita merasa tenang dan damai. Segala sesuatu pasti diselesaikan dengan kepala dingin dan semuanya dalam ketepatan bukan terburu-buru atau tergesa-gesa sehingga bisa mengambil tindakan yang gegabah. Orang yang setia membaca dan merenungkan firman Tuhan akan selalu mau menghadirkan kedamaian dalam hidup orang lain.

Doa: Kiranya kami terus menghadirkan kedamaian karena cinta pada firman-Mu Tuhan, Amin 

Jumat, 22 September 2023

bahan bacaan : 1 Samuel 16 : 19 – 23

19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu." 20 Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya. 21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya. 22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya." 23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Kiranya Kehadiran Kita Membawa Ketenangan

Daud, anak bungsu Isai yang pandai bermain kecapi. Allah menyuruh Samuel mengurapi salah seorang anak Isai untuk menjadi raja. Raja dalam pikiran Samuel adalah orang yang special, memiliki bentuk tubuh tinggi besar dari rata-rata seperti raja Saul. Samuel sudah memilih di antara anak Isai sesuai kriterianya. Tetapi Allah memberitahukan bukan yang seperti itu. Allah menunjuk Daud seorang anak yang mukanya kemerah-merahan dan perawakannya tidak besar, dialah yang akan menjadi raja. Daud memiliki kepribadian baik dan Tuhan menyertainya. Daud akhirnya menjadi pelayan Saul dan pembawa senjatanya. Sejak saat itu, jikalau roh jahat menghinggapi Saul, Daud memainkan kecapi, lalu Saul merasa nyaman karena roh jahat itu pergi meninggalkannya.Kerendahan hati yang dimiliki Daud itulah yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan memakai Daud untuk membawa rasa aman pada Saul melalui permainan kecapinya sehingga Saul dapat merasakan kembali kedamaian. Allah melihat dan memilih orang yang akan dipakai menjadi alat-Nya bukan dari fisik tetapi dari hatinya. Allah memilih dan memakai masing-masing orang dengan maksud dan tujuan-Nya yang baik. Kiranya tujuan kehadiran kita selalu membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup orang lain, agar kehidupan ini berlangsung aman dan damai.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kehadiran kami membawa ketenangan bagi orang lain. Amin.  

Sabtu, 23 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 33 : 14

14 Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."

Hanya Dalam BimbinganNya Tentram Jiwaku

Ketika Allah meminta Musa memimpin bangsa Israel melanjutkan perjalanan, ia pun memohon kasih karunia-Nya. Bagi Musa, memimpin bangsa yang besar bukanlah perkara yang mudah. Bangsa Israel suka memberontak. Banyak pengalaman Musa dapati dalam kepemimpinannya atas bangsa Israel. Di tengah perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian, bangsa Israel  melakukan dosa kepada Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah. Hal ini membuat Musa marah dan kecewa. Ia  merasa gagal menunaikan tugas dari Tuhan dan tidak sanggup menanggung beratnya beban di pundaknya. Karena itu, Musa mengatakan bahwa ia hanya mau berangkat dan memimpin bangsa Israel bila Tuhan sendiri yang menyertai. Tuhan meneguhkan hati Musa dan memberikannya jaminan bahwa Tuhan sendirilah yang akan membimbingnya. Hati Musa merasa tentram. Seperti Musa, ketika kita merasa lemah dan tertekan, kita pun menyadari betapa pentingnya tuntunan Tuhan. Namun, jika ingin Tuhan menuntun kehidupan kita, maka kita juga harus hidup mengikuti apa yang dikehendakiNya. Tidak selamanya kita berjalan di jalan yang rata. Ada saatnya kita pun melewati bukit dan jurang yang terjal. Namun, jika Tuhan yang memimpin, percayalah hati dan jiwa kita akan merasa tenang dan tenteram.

Doa: Tuhan, dalam bimbingan-Mu, hati kami tentram. Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Tetap Teguh Dalam Iman Menghadapi Perubahan Zaman

Minggu, 10 September 2023

bahan bacaan : Yudas 1 : 17 -23

Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Keteguhan Iman

Perubahan dan perkembangan zaman tidak hanya mampu mempengaruhi pola pikir manusia, tetapi dapat juga mempengaruhi iman kita. Maksudnya ialah dapat berpengaruh pada keyakinan dan kepercayaan kita kepada Allah. Sebab seiring terjadinya perubahan zaman, akan juga hadir orang-orang yang hidup menurut hawa nafsu kefasikan yang memecah belah dan dikuasai oleh keinginan dunia serta hidup tanpa Roh Kudus (ay. 18-19). Karena orang percaya akan diperhadapkan dengan orang-orang seperti ini, maka penulis memberikan nasihat supaya tetap teguh di dalam iman. Salah satu bentuk keteguhan iman yaitu dengan cara mengingat dan mengerjakan semua pengajaran yang telah disampaikan melalui pengajaran rasul-rasul Yesus Kristus. Setiap orang punya tanggungjawab terhadap dirinya sendiri atas dasar iman dengan berdoa dalam Roh Kudus. Artinya, kita wajib memohon tuntunan Roh Kudus untuk memampukan dan menguatkan agar tetap teguh dalam iman percaya. Nasihat ini penting diperhatikan dan dilakukan oleh kita sebagai orang-orang percaya. Oleh sebab itu kita diajarkan supaya tetap bertekun di dalam doa dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus, supaya dijauhkan dari cara hidup dalam kefasikan. Jangan biarkan hidup kita dipengaruhi oleh perubahan zaman dewasa ini, yang dapat membuat kita terperosok dalam hal-hal duniawi. Kuatkan dan teguhkanlah iman sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus.  Biarlah keteguhan iman itu membuat kita tetap kuat untuk mengerjakan semua yang sesuai dan berkenan kepada Tuhan. Tetaplah miliki iman yang teguh sekalipun hidup di tengah perubahan zaman.

Doa: Tuhan, teguhkanlah iman kami agar dapat menghadapi perubahan zaman.  Amin.   

Senin, 11 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33

Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Beriman Di Tengah Tantangan

Ada sekian banyak orang kristen yang dengan lantang mengatakan bahwa mereka memiliki iman yang teguh kepada Kristus. Namun jika diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan kehidupan, apakah masih tetap lantang mengemukakan iman itu? Sebab tidak sedikit orang yang justru meninggalkan imannya ketika menghadapi tantangan demi mendapatkan kenyamanan. Sikap seperti ini tentu saja sangat berbeda dengan sikap Paulus dalam bacaan kita. Bagian bacaan ini merupakan perkataan Paulus yang menunjukkan betapa ia mengalami banyak tantangan dan penderitaan, ketika percaya dan melayani pekerjaan Kristus. Kendatipun demikian, tantangan dan penderitaan itu sama sekali tidak menggoyahkan iman percayanya. Tidak pernah terpikirkan dalam hatinya untuk menghindari tantangan dan penderitaan itu, apalagi meninggalkan imannya. Sebab Paulus menyadari keterpanggilannya sebagai seorang pelayan Kristus. Keteguhan iman Paulus mengajarkan  bahwa iman yang teguh akan membuat kita bertahan meski harus menderita sekalipun. Oleh karena itu patutlah kita dengan sungguh beriman kepada Kristus agar dimampukan untuk melewati tantangan-tantangan kehidupan. Ingatlah seberapa besar kita kuat menghadapi tantangan hidup, semuanya tergantung seberapa besar iman percaya kita kepada Sang pemberi kehidupan.

Doa: Mampukanlah kami Tuhan supaya tetap beriman di tengah tantangan hidup. Amin. 

Selasa, 12 September 2023

bahan bacaan : Ibrani 12 : 7 -11

7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Dalam Derita Tetap Beriman

Perjalanan hidup beriman kepada Kristus menjadikan kita sebagai orang-orang yang tidak asing lagi dengan penderitaan. Sebab demi menyelamatkan manusia, Kristus telah menanggung penderitaan yang begitu berat. Bagian bacaan kita merupakan nasihat yang disampaikan penulis surat Ibrani kepada pengikut Kristus, supaya mereka tetap bertekun di dalam iman. Nasihat ini dimaksudkan agar iman orang kristen tidak kendor ketika diperhadapkan dengan berbagai penderitaan. Karena penderitaan atau ganjaran yang dialami bukan menunjukkan kebencian Allah, melainkan kasih-Nya kepada anak-anakNya. Ganjaran yang dimaksudkan bertujuan untuk kebaikan, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (ay. 10). Semua orang yang bertekun di dalam iman menghadapi penderitaan atau ganjaran dari Allah akan mengahasilkan buah kebenaran yang memberi damai. Sesuai kebenaran firman Tuhan saat ini, maka sebagai orang-orang percaya kita diajarkan agar tetap tekun di dalam iman. Penderitaan akan menjadi realita hidup kita yang tidak harus dihindari. Namun, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. Sebab itu kita diingatkan agar tidak memandang penderitaan atau ganjaran sebagai penghukuman, melainkan kasih Allah yang begitu nyata. Jadi ketika mengalami penderitaan kapan dan dimanapun serta bagaimana bentuknya, jangan berputus asa atau hilang harapan. Percayakanlah seluruh kehidupan kepada Allah dan biarkan Ia turut bekerja, sebab kita adalah anak-anakNya. Tetaplah mantapkan hati kita untuk terus beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sumber sukacita dan damai.

Doa: Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang tetap beriman dalam derita.  Amin.   

Rabu, 13 September 2023

bahan bacaan : 2 Timotius 3 : 1 – 9

Keadaan manusia pada akhir zaman
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

Jauhi Hidup Yang Menentang Kebenaran

Seiring terjadinya perubahan zaman, turut juga mempengaruhi sikap dan prilaku manusia. Ada sebagian besar orang yang meninggalkan dosa dan hidup sesuai kehendak Allah, tetapi ada juga sebagian besar orang yang justru hidup menentang kebenaran. Sikap dan tindakan menentang kebenaran inilah yang dimaksudkan Paulus, akan nampak dan ditunjukan manusia pada akhir zaman. Cara hidup manusia benar-benar menyimpang dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sebab mereka lebih cenderung suka mengikuti hawa nafsu kedagingan dari pada menuruti Allah. Sikap dan prilaku yang menyimpang seperti ini memperlihatkan bahwa manusia memiliki akal yang bobrok dan iman yang tidak tahan uji (ay. 8). Cara hidup seperti ini sudah nampak nyata dalam kehidupan orang-orang percaya. Mereka mulai jauh dari pengenalan akan kebenaran dan justru menentangnya. Berdasarkan kebenaran firman Tuhan, maka sebagai orang-orang percaya kita diajarkan agar tetap tahan uji dalam iman untuk menjalani hari-hari kehidupan. Hal ini bertujuan agar kita tidak terpengaruh untuk hidup, bersikap dan bertindak menentang kebenaran. Jadilah pribadi-pribadi yang tetap mengimani Tuhan Yesus. Wujudnyatakanlah dalam hari-hari hidup lewat sikap dan perbuatan yang berkenan kepada-Nya. Ingatlah, jauhi hidup yang menentang kebenaran adalah bukti iman kita yang nyata.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar menjauhi hidup yang menentang kebenaran. Amin. 

Kamis, 14 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 7 : 5 – 7

5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. 6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.

Iman Mengalahkan Ketakutan

Paulus mengungkapkan dalam segala penderitaan yang dialaminya, ia sangat terhibur dan berlimpah dengan sukacita. Secara logis, tidak ada kaitan antara penderitaan dengan penghiburan, apalagi sukacita. Paulus mendapati bahwa kunci sukacita itu bukan dari aspek lingkungan di sekitar dirinya, melainkan karena keeratan hubungannya dengan Tuhan. Fakta ini membuat dirinya mampu untuk senantiasa bersukacita. Paulus dalam melakukan pelayanannya, ia juga mengalami banyak kesusahan, ketakutan bahkan ia juga pernah berada dalam posisi dimana dirinya merasa tidak tenang. Tetapi tekad dalam melayani lebih besar daripada tantangan-tantangan itu. Ia bersyukur masih ada pengiburan  yang bisa ia nikmati saat penderitaan dan kesusahan datang, ada banyak orang yang mengasihinya dengan tulus ada juga orang-orang yang peduli kepadanya. Ketika tantangan itu datang Paulus tidak kehilangan pengharapan dan berputus asa tetapi sebaliknya ia bangkit dengan iman yang teguh dan tetap percaya kepada Kristus sang Mesias. Rasa takut tentu pernah dialami oleh setiap manusia. Rasa takut yang dirasakan bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Bila  ingin mengalahkan rasa takut, kita harus punya iman yang teguh dan rasa percaya yang penuh kepada Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.Yakinlah, dalam tinggal tenang dan tetap percaya terletak kekuatan kita.

Doa: Bapa, tolong kami supaya selalu punya iman yang teguh hadapi tantangan hidup. Amin. 

Jumat, 15 September 2023

bahan bacaan : 2 Timotius 3 : 10 – 17

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Firman Tuhan Pemberi Kekuatan

Rasul Paulus memuji Timotius. Meskipun berada dalam penderitaan dan penganiayaan, Timotius masih mengikuti ajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dari Rasul Paulus. Penderitaan dan penganiayaan adalah konsekuensi dari mengikut Kristus. Oleh karena itu, penting bagi Timotius agar mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi semua ini, yakni dengan senantiasa mengingat ajaran Kitab Suci yang diterima dan diyakini olehnya sejak kecil. Pembacaan Kitab Suci penting karena dapat memberikan hikmat dan menuntun kepada keselamatan. Rasul Paulus pada saat menuliskan surat kepada Timotius tentang pentingnya semua tulisan yang diilhamkan oleh Allah. Tulisan-tulisan itu bukan hanya membantu Timotius untuk mengajar, tetapi juga mendidik umat untuk menapak pada jalan Tuhan dan berbuat baik kepada sesama. Inilah sebabnya mengapa kita percaya bahwa Firman Tuhan bagaikan vitamin/obat yang manjur bagi tubuh, jiwa dan raga kita. Selain itu, Kitab Suci dapat memperlengkapi orang-orang milik-Nya untuk melakukan segala perbuatan baik. Karena itu, bertekunlah dalam pembacaan Firman Tuhan. Itulah rahasia kekuatan orang percaya dalam menjalani kehidupan hari demi hari. Firman Tuhan memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia menjadi penguji bagi setiap pikiran dan tindakan kita. Ia menuntun kita pada kebenaran-Nya. Orang yang setia membaca, mendengar, merenungkan lalu melakukan Firman Tuhan akan diarahkan untuk menjalani hidup dengan baik dan benar.

Doa: Tuhan buatlah kami, semakin dekat kepadaMu melalui Firman yang kami baca. Amin.  

Sabtu, 16 September 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 8 – 11

8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Bersandar Pada Tuhan, Mampu Hadapi Apapun

Surat 1 Petrus 5 yang merupakan penutup dari surat pertama Rasul Petrus, berisikan salam dan nasihat-nasihatnya kepada para Penatua. Selain itu juga terselip nasihat bagi orang-orang muda. Dalam nasihatnya ini Rasul Petrus mengingatkan para pembacanya termasuk kita juga saat ini untuk sadar dan berjaga-jaga karena kita mempunyai musuh. Musuh yang selalu siap menyerang untuk menghancurkan. Rasul Petrus mengingatkan kita semua dengan menulis: “Sadarlah dan berjaga-jagalah lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Petrus menggambarkan Iblis bagaikan singa yang mengaum-aum mencari mangsa untuk dikuasai. Jika mangsanya lengah, kesempatan mudah untuk menghancurkannya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dan sadar akan kuasa iblis yang dapat menjatuhkan dan menghancurkan. Melalui berbagai cara dan tawaran dunia yang membawa kenikmatan. Karena itu, mintalah selalu perlindungan dari Tuhan karena hanya kepada Tuhanlah kita dapat bersandar menghadapi godaan iblis dan bujuk rayunya. Kita pun akan mampu dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, bahkan yang terberat sekalipun.

Doa: Hanya Engkaulah Sandaran dan kekuata kami mmenjalani kehidupan ini ya Tuhan, Amin. 

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 03 – 09 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman 

Tema Mingguan : Bersama-sama Berdoa Dan Bekerja

Minggu, 03 September 2023

bahan bacaan : 2 Tesalonika 3 : 1 -15

Berdoa dan bekerja
Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus. 6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Berdoa dan Bekerja

Apa itu Berdoa? Satu pertanyaan sederhana yang disampaikan oleh seorang pengasuh sekolah minggu kepada anak-anak asuhannya di jenjang AK 2. Seorang anak menjawab, “berdoa itu kalo mau makan”, anak yang lain menjawab “Mama bilang musti berdoa supaya Tuhan Yesus jaga”, dan yang lain pung menjawab “Berdoa itu tutup mata, lipat tangan toh kaka pengasuh?” Apapun jawaban anak-anak adalah wujud pengajaran yang diberikan oleh orang tua dan para pengasuh SMTPI. Sungguh dengan polosnya, anak-anak ini menyampaikan apa yang selalu mereka lakukan dalam keseharian mereka. Dalam bacaan kita, oleh Rasul Paulus pun mengingatkan jemaat di Tesalonika agar menghidupkan Ora et Labora atau berdoa dan bekerja. Wujud berdoa dan bekerja bagi Paulus adalah hidup saling mengasihi terhadap sesama tetapi juga hidup dituntun oleh kuasa Roh Kudus. Paulus menyadari ada banyak tantangan yang kelak akan dihadapi oleh jemaat di Tesalonika. Karena itu, Paulus memberi sebuah peringatan agar umat tekun dalam Doa. Paulus juga memperingatkan umat bahwa kalau tidak bekerja maka tidak akan dapat makan. Peringatan-peringatan itu sesungguhnya bermakna bagi kita untuk memperbiasakan hidup harus selalu dilandasi dengan Doa dan diwujudkan dalam bekerja. Berdoa dan Bekerja adalah tindakan-tindakan aktif yang akan melahirkan tujuan yang baik jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.

Doa: Tuhan, kami mau  mempersembahkan hidup melalui Doa dan Kerja setiap hari. Amin.    

Senin, 04 September 2023

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 18 : 36 – 39

36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. 37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." 38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. 39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Yakinilah Kuasa Allah dalam Kehidupanmu!

Baru-baru ini lewat laman media sosial kita dikejutkan dengan sebuah karnaval besar di Brazil yang mempertontonkan patung satanic atau patung iblis yang diarak sepanjang jalan. TribunGayo.com menuliskan bahwa ada sekelompok individu yang berkeyakinan atau memiliki ideologis dan filosofis yang didasarkan pada setan.Warganet mengomentari video tersebut dan tidak sedikit yang mengutuk tindakan tersebut sebagai Penyembahan terhadap berhala. Nabi Elia pun dalam bacaan kita sesungguhnya sedang berhadapan dengan penyembah-penyembah Baal atau Berhala. Elia dengan keyakinan sungguh kepada Allah melawan baal-baal itu. Allah menunjukkan Kemahakuasaan-Nya dan semua bangsa menyembah kepadaNya. Sebagai orang-orang percaya, kita yakin Allah kita adalah Allah yang hidup, yang mampu mengubah segala keadaan dan tidak akan pernah membuat malu. Elia membuktikannya. Allah yang ia sembah tidak mempermalukannya tetapi justru membuatnya semakin yakin dan percaya. Kadang kala,  keraguan seringkali muncul ketika kita diperhadapkan dengan persoalan hidup yang besar. Persoalan melemahkan kita hingga tidak lagi meyakini Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Marilah kita berkaca dan belajar dari nabi-nabi terdahulu bahwa dengan keyakinan yang sungguh, Tuhan akan bertindak menolong dan menyelamatkan.

Doa: Ya Tuhan, hadirlah dengan kehidupan kami dengan Kuasa dan KasihMu.  Amin.   

Selasa, 05 September 2023

bahan bacaan : Nehemia 4 : 7 – 9

7 Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka. 8 Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana. 9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

Kokohkan Hati Meyakini Penyertaan Tuhan

Dalam proses membangun sebuah bangunan pasti akan ditemui berbagai permasalahan. Masalah pendanaan, material bangunan, tenaga kerja bahkan masalah komitmen untuk bekerja. Sebab, dalam pekerjaan-pekerjaan yang demikian, seringkali juga tantangan justru timbul akibat lemahnya komitmen. Contohnya dalam pembangunan gereja / pastori di sebuah Jemaat. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi tetapi komitmen jemaat lemah dan tidak mendukung, maka akan menyebabkan kemacetan dalam pembangunan. Sangat mungkin proses pembangunan itu akan terbengkalai dan menjadi pergumulan berat bagi suatu jemaat sehingga membutuhkan waktu bertahun-tahun demi penyelesainnya. Oleh karena itu, belajar dari Nehemia dalam nas bacaan hari ini, yang terus maju untuk membangun walaupun ditentang Sanbalat dan sekutunya. Nehemia meyakini Penyertaan Tuhan Allah untuk pembangunan tersebut. Kita pun harus demikian, jika dalam pembangunan sebuah rumah atau gedung, apapun tantangan dan masalah, jangan lemah dalam komitmen. Keyakinan akan Allah di dalam Yesus Kristus sebagai dasar pembangunan menjadi pendorong bahwa penyertaan-Nya akan tetap menopang proses pembangunan itu. Maka bekerjalah dengan semangat dan komitmen yang teguh.

Doa: Tuhan, Kokohkan hati kami, untuk tetap meyakini PenyertaanMu, Amin.   

Rabu, 06 September 2023

bahan bacaan : Efesus 3 : 14-21

Doa Paulus
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 Sikap Berdoa

Paulus dalam nas ini mendorong orang percaya agar memiliki sikap doa yang berbeda, yaitu menjadikan kehendak Allah sebagai landasannya. Paulus berdoa agar jemaat Efesus dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh Allah berdasarkan kekayaan kemuliaan-Nya. Inilah kebutuhan mendasar orang beriman, yaitu kehadiran kuasa Allah di dalam hidupnya. Paulus juga berdoa agar orang Kristen nonYahudi, sebagai bagian dari keluarga Allah, memahami kasih Kristus. Umat yang telah mengalami kasih Kristus niscaya akan memahami kasih itu serta mau hidup dan berdasar di dalamnya. Tujuannya, agar jemaat Efesus dipenuhi oleh kuasa Allah.Pada akhir doa Paulus memperlihatkan keyakinan Paulus akan kebesaran Allah, bahwa Ia sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang didoakan atau dipikirkan. Doa Paulus ini menggarisbawahi kebutuhan kita. Sebagai gereja yang diberkati hingga usia 88 tahun hari ini, kita mengalami hidup yang dinamis karena menyadari kehadiran Kristus di dalam seluruh gerak pelayanan bergereja. Hidup kita akan efektif karena memiliki kualitas yang lahir dari kuasa Roh Kudus, pemahaman akan kasih Kristus, serta dipenuhi oleh kepenuhan Allah. Inilah yang akan menolong GPM dan keluarga kita dalam ber-doa. Kita mempercayakan hidup pada kuasa dan kehendak-Nya. “Bukan kehendakku, tapi kehendak Tuhan-lah yang jadi. Selamat ulang tahun gerejaku, Tuhan memberkati!

Doa: Ya Tuhan, kami berserah dalam tiap doa, biarlah kehendak-Mu sajalah yang jadi. Amin.   

Kamis, 07 September 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 18

18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Doa Itu Penting

Doa lahir karena semua orang menyadari akan kekuatan dan kemampuan yang terbatas, sehingga kita sangat membutuhkan pertolongan dan campur tangan Tuhan.  Namun banyak dari kita kurang menyadari arti pentingnya berdoa, terbukti kita sering mengabaikan jam-jam doa dan susah sekali menyediakan waktu secara konsisten untuk berdoa dibandingkan aktifitas lain. Berdoa haruslah menjadi hal terpenting dan kebutuhan khusus dalam kehidupan kita lebih dari segala pekerjaan apa pun. Hidup tanpa doa, ibarat rumah tidak bertiang!  Dapatkah sebuah rumah berdiri tegak bila tidak ada tiang yang mendukungnya?  Mustahil! Doa bukan hanya sebagai kegiatan rutinitas agamawi, bukan sekedar mengucapkan kalimat-kalimat doa yang dihafalkan, tetapi mesti menjadi gaya hidup sehari-hari.  Inilah yang dimaksud memiliki kehidupan doa!  Janganlah beranggapan bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri tanpa harus melibatkan Tuhan dalam hidup dan kerja karena doa merupakan jalan yang Tuhan tetapkan untuk kita berbicara, membangun hubungan dengan Dia, dan meminta sesuatu kepada-Nya. Tinggal dan berkarya di kota Ambon, membutuhkan doa sebagai kekuatan dalam membangun hidup bersama. Berdoalah bagi kota Ambon di usia ke – 448. Upayakanlah kesejahteraan bagi kota tercinta. Selamat hari ulang tahun Kota Ambon, Tuhan berkati. TABEA..!!! 

Doa: Tuhan, berkatilah kota Ambon dan limpahkanlah kesejahteraan di dalamnya bagi kami. Amin.   

Jumat, 08 September 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 1 – 4

Paulus di Korintus
Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. 4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

  Bersama Wujudkan Keutuhan Pelayanan

Akwila dan Priskila, yang dicatat dalam bacaan kita hari ini, adalah orang-orang biasa, namun mereka mempunyai peran yang penting bagi gereja pada waktu itu. Mereka berasal dari Pontus, Italia. Mereka pindah ke Korintus dan berjumpa dengan Paulus. Bahkan, Paulus menginap di rumah mereka. Pada saat itulah, Paulus banyak mengajar dan membimbing Akwila dan Priskila. Dan hari ini pun kita dibimbing dan diajarkan, selama kita berbuat sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan selalu membuka jalan bagi kita. Tantangan pasti akan selalu ada, namun tantangan tidak akan pernah menyurutkan langkah kita, sebab Tuhan senantiasa ada bersama. Ada banyak cara atau jalan yang akan Tuhan berikan untuk meluruskan jalan kita. Kita diajak untuk selalu bekerja bersama, memberikan diri dengan sukacita untuk kemajuan pemberitaan Firman Tuhan. Kebaikan dari Akwila, Priskila dan Titius Yustus menjadi teladan yang berharga bagi kita. Bagaimana kita dengan penuh sukacita melibatkan diri bekerja bersama sebagai wujud keutuhan pelayanan. Ada banyak hal yang bisa kita perbuat, yang bisa kita lakukan untuk pelayanan. Kita mempersembahkan pikiran, kemauan, dana, tenaga dan juga menyediakan rumah menjadi tempat persekutuan. Kita memberikan diri dan apa yang ada pada kita dengan penuh sukacita tanpa terpaksa dan bersungut-sungut.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk tetap memberi hidup kami bagi pekerjaan pelayanan. Amin.    

Sabtu, 09 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 10-11

10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Topangan Doa

Berdoa merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan. Relasi yang dibangun dengan Tuhan tentu saja berupa permohonan yang dapat berkaitan dengan diri sendiri tetapi juga dengan sesama. Inilah yang disampaikan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Ia sangat bersyukur sebab dalam setiap penderitaan yang dialaminya, ia tetap kuat karena mendapat dukungan doa dari jemaat di Korintus. Hal ini nampak jelas dalam ungkapannya “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami…..” (ay. 11). Artinya, topangan doa yang diberikan oleh jemaat begitu penting dan sangatlah membantu. Karena itu, saling menopang dalam doa patutlah diteladani oleh kita sebagai orang percaya.  Dengan saling mendoakan, kita akan diberikan kemampuan dan kekuatan sekalipun ada dalam penderitaan karena berbagai persoalan hidup. Perbiasakanlah diri kita agar terus berdoa, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dengan begitu, memperlihatkan kepribadian kita yang tidak hanya mementingkan diri sendiri melainkan kepentingan bersama. Berdoalah senantiasa kepada Tuhan dan mintalah Ia untuk turut serta campur tangan dan selalu mengendalikan seluruh kehidupan kita. Karena doa merupakan nafas hidup orang percaya, maka teruslah berdoa.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, agar selalu saling menopang di dalam doa. Amin. 

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 Agustus – 2 September 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Merawat Keutuhan Keluarga dengan Kekuatan Cinta

Minggu, 27 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 8 : 5-7

Cinta kuat seperti maut
5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. 6 --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Keluarga Utuh Karena Kekuatan Cinta

Terbentuknya satu keluarga, selalu diawali dengan disatukannya dua insan yang berbeda dalam ikatan pernikahan. Ikatan pernikahan ini pada umumnya didasari karena timbulnya suatu ikatan emosional yang di sebut cinta. Menjadi keluarga yang tetap utuh dan harmonis adalah dambaan dan harapan mereka yang menjalaninya. Namun, fakta membuktikan bahwa ada sejumlah besar keluarga-keluarga kristen yang tidak dapat mempertahankan keutuhan dan keharmonisan keluarganya. Hal ini disebabkan karena berbagai macam faktor, baik internal maupun eksternal. Agar keutuhan dan keharmonisan keluarga kristen tetap terawat, maka ada hal penting yang harus tetap dipertahankan yaitu kekuatan cinta. Sebab itu tidaklah heran ketika Salomo menekankan bahwa, cinta kuat seperti maut dan nyalanya seperti nyala api Tuhan (ay. 6). Karena dengan cinta kita akan selalu bersyukur, setia, jujur, tulus, saling percaya, bertanggungjawab, menyemangati, menghargai, mengampuni  dan seterusnya. Inilah kekuatan cinta yang akan terus memberikan motivasi untuk memelihara keutuhan keluarga. Hiduplah sebagai keluarga-keluarga kristen yang menghadirkan cinta bagi semua anggota keluarga, dalam tanggungjawab serta peran sebagai papa, mama dan juga anak-anak. Ingatlah bahwa kekuatan cinta yang berasal dari Tuhan, akan senantiasa memelihara dan merawat keutuhan keluarga kita.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk tetap merawat keutuhan keluarga dengan kekuatan cinta. Amin. 

Senin, 28 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 1 : 2-8

Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
2 --Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, 3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! 4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu! 5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma. 6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga. 7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu? 8 --Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Hargai Yang Dicintai

Tindakan sewenang-wenang seperti ini dapat saja terjadi dalam keluarga antara suami dan istri, adik dan kakak serta orang tua dan anak. Hal ini tentu saja berpengaruh pada relasi yang dapat menimbulkan perseteruan dan perpecahan dalam keluarga. Karena itu hal terpenting yang harus dibangun yaitu menghargai yang dicintai. Inilah yang nampak dalam bacaan kita “putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; Artinya ada tindakan sewenang-wenang yang terjadi diantara anggota keluarga. Namun, menariknya ada sikap tunduk atau patuh kepada orang-orang yang dicintai. Sikap ini dibuktikan dengan ungkapan Kebun anggurku sendiri tidak kujaga. Maksudnya ialah sikap rela berkorban yang ditunjukkan, menggambarkan sikap hidup yang bertujuan mengutamakan keutuhan keluarga meskipun ada konsekuensinya. Sesuai firman Tuhan, kita diajarkan agar tidak mengabaikan mereka yang dicintai melainkan menghargai dengan sepenuh hati. Sebab ketika kita saling menghargai dalam keluarga, maka sikap ini juga yang akan diterapkan di lingkungan masyarakat. Sebagai orang percaya, tidaklah patut berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain, apalagi keluarga sendiri. Sebab  akan ada yang tersakiti karena sikap dan tindakan kita. Ingatlah, orang yang cintanya tulus selalu siap berkorban demi merawat keutuhan keluarga. Karena semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang semestinya, Jadi teruslah menjadi pribadi yang selalu menghargai dan tidak menyakiti mereka yang kita cintai.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami sebagai pribadi yang selalu menghargai yang dicintai.  Amin.   

Selasa, 29 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 29 : 1-20

Yakub di rumah Laban
Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur. 2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; 3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. 4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran." 5 Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal." 6 Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya." 7 Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi." 8 Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami." 9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. 10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. 11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. 12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya. 13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. 14 Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya. 15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." 16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. 17 Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. 18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." 19 Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku." 20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

Termotivasi Karena Cinta

Dibalik setiap tindakan yang dilakukan manusia, sesungguhnya ada alasan yang mendasarinya. Inilah yang terjadi dan nampak ketika Yakub ingin memperisterikan Rahel. Fakta sejarah membuktikan bahwa karena cinta, ada dorongan yang begitu kuat dalam diri Yakub. Dorongan untuk tetap semangat bekerja pada Laban selama tujuh tahun. Karena kekuatan cinta itulah, sehingga tujuh tahun bekerja hanya dianggap beberapa hari saja oleh Yakub. Hal ini memperlihatkan bahwa, cinta dapat memampukan setiap orang untuk berupaya mendapatkan atau mencapai keinginannya. Dengan begitu, berbagai tantangan yang berat sekalipun dapat dilewati dan terasa lebih ringan. Pastikan bahwa cinta yang ada dalam diri kita adalah cinta yang berasal dari Allah. Karena cinta seperti ini akan selalu disertai dengan ketulusan dan motivasi yang benar. Ingatlah termotivasi melakukan sesuatu karena cinta, tidak diperuntukkan hanya bagi pasangan kekasih saja tetapi juga kepada orang lain. Perasaan cinta yang tulus dan murni, dapat dimulai dari ruang lingkup yang terkecil seperti keluarga. Dapat juga diwujudnyatakan lewat hal-hal sederhana yang dilakukan sebagai orang tua, anak-anak maupun anggota keluarga lainnya. Teruslah  memotivasi diri dengan kekuatan cinta yang tulus, karena dengan demikian kita dapat menjalankan tanggungjawab dimana saja tanpa merasa terbeban oleh apapun.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah semua yang kami lakukan termotivasii karena cinta yang tulus. Amin. 

Rabu, 30 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 2 : 1-7

Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2 --Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis. 3 --Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku. 4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta. 5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Cinta Sejati

Sebagai keluarga-keluarga kristen, patutlah kita bersyukur dan bersukacita karena di hari ini kita ada dalam perayaan hari keluarga GPM.  Dalam kebahagian bersama ini, masing-masing keluarga tentunya memiliki harapan agar keutuhan keluarga tetap terjaga. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa ada keluarga-keluarga kristen yang tetap harmonis, bertahan, saling setia dll. Akan tetapi ada juga keluarga-keluarga kristen yang hidup dalam pertengkaran, mengalami keretakan rumah tangga bahkan berujung pada perceraian. Perjalanan dan pengalaman masing-masing keluarga yang berbeda ini, dilatarbelakangi juga oleh cara hidup yang berbeda. Karena itu, satu hal yang menjadi fondasi untuk mempertahankan keutuhan keluarga yaitu memiliki cinta sejati. Cinta sejati diartikan sebagai perasaan tulus yang datang dari hati paling dalam. Ketulusan inilah yang membuat mereka yang menjalaninya tetap saling mencintai, mengasihi, menghormati, menjaga, bahkan saling memuji seperti yang dilakukan oleh mempelai laki-laki dan perempuan. Inilah cara hidup benar  yang menjadikan perjalanan hidup keluarga penuh dengan rasa syukur, kebahagiaan dan sukacita. Karena itu sebagai keluarga kristen, kita wajib menjauhkan dan menghindari terjadinya sikap dan tindakan negatif yang berakibat fatal bagi keluarga. Misalnya bersikap masa bodoh dan tidak setia, bertutur kata yang tidak sopan dan cenderung menyakiti serta tindakan kekerasan dalam keluarga. Hendaklah hidup sebagai keluarga kristen yang takut Tuhan dan milikilah cinta sejati. Hindari perpecahan dan tetaplah menjaga keutuhan keluarga. Selamat merayakan hari keluarga GPM bersama orang-orang terkasih.

Doa: Tuhan, yakinkan hati kami agar tetap memiliki cinta sejati.  Amin.   

Kamis, 31 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 34 : 1-12

Dina dan Sikhem
Pada suatu kali pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu. 2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya. 3 Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu. 4 Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: "Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi isteriku." 5 Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem mencemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ternaknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai mereka pulang. 6 Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia. 7 Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan. 8 Berbicaralah Hemor kepada mereka itu: "Hati Sikhem anakku mengingini anakmu; kiranya kamu memberikan dia kepadanya menjadi isterinya 9 dan biarlah kita ambil-mengambil: berikanlah gadis-gadis kamu kepada kami dan ambillah gadis-gadis kami. 10 Tinggallah pada kami: negeri ini terbuka untuk kamu; tinggallah di sini, jalanilah negeri ini dengan bebas, dan menetaplah di sini." 11 Lalu Sikhem berkata kepada ayah anak itu dan kepada kakak-kakaknya: "Biarlah kiranya aku mendapat kasihmu, aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu minta; 12 walaupun kamu bebankan kepadaku uang jujuran dan uang mahar seberapa banyakpun, aku akan memberikan apa yang kamu minta; tetapi berilah gadis itu kepadaku menjadi isteriku."

Siap Bertanggungjawab

Kesalahan merupakan sikap atau tindakan menyimpang yang dilakukan oleh manusia, baik secara sadar maupun tidak sadar. Mirisnya ada sebagian orang yang masa bodoh atau tidak peduli dengan penyimpangan atau kesalahan yang dilakukannya. Akan tetapi, menariknya ada juga sebagian orang yang justru siap betanggungjawab atas penyimpangan dan kesalahan mereka. Sikap dan tindakan yang siap bertanggungjawab ini, tergambar jelas ketika Sikhem ingin mengambil Dina sebagai isterinya. Keputusan Sikhem dilandasi dengan terikat hatinya serta cinta kepada gadis itu. Untuk mencapai keinginannya itu, ia meminta belas kasih dari keluarga Dina bahkan siap memenuhi permintaan mereka. Mengakhiri bulan ini, firman Tuhan mengajarkan kita untuk hidup bertanggungjawab. Bertanggungjawab terhadap semua kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita lewat kehidupan bersama dalam keluarga, ruang lingkup pelayanan gereja maupun pelayanan masyarakat. Bahkan kita diajarkan untuk berani dan siap bertanggungjawab atas sikap dan tindakan yang salah atau keliru. Satu hal yang tidak kalah penting yang dapat dipelajari yaitu berfikir sebelum bertindak. Maknailah semua yang terjadi dalam kehidupan kita, sambil terus membarui diri untuk melakukan hal-hal yang benar. Selamat mengakhiri bulan ini bersama keluarga terkasih dan jalanilah bulan yang baru dengan rahmat dan berkat dari Tuhan. Jalanilah hidup dengan takut akan Tuhan.

Doa: Layakanlah kami Tuhan, untuk tetap hidup bertanggungjawab dalam segala hal. Amin. 

Jumat, 01 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 18 : 1-12

Yitro mengunjungi Musa
Kedengaranlah kepada Yitro, imam di Midian, mertua Musa, segala yang dilakukan Allah kepada Musa dan kepada Israel, umat-Nya, yakni bahwa TUHAN telah membawa orang Israel keluar dari Mesir. 2 Lalu Yitro, mertua Musa, membawa serta Zipora, isteri Musa--yang dahulu disuruh Musa pulang-- 3 dan kedua anak laki-laki Zipora; yang seorang bernama Gersom, sebab kata Musa: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing," 4 dan yang seorang lagi bernama Eliezer, sebab katanya: "Allah bapaku adalah penolongku dan telah menyelamatkan aku dari pedang Firaun." 5 Ketika Yitro, mertua Musa, beserta anak-anak dan isteri Musa sampai kepadanya di padang gurun, tempat ia berkemah dekat gunung Allah, 6 disuruhnyalah mengatakan kepada Musa: "Aku, mertuamu Yitro, datang kepadamu membawa isterimu beserta kedua anaknya." 7 Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah. 8 Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka. 9 Bersukacitalah Yitro tentang segala kebaikan, yang dilakukan TUHAN kepada orang Israel, bahwa Ia telah menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir. 10 Lalu kata Yitro: "Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. 11 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka." 12 Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah.

 Kehangatan Kasih Dalam Keluarga

Bacaan kita hari ini menceritakan tentang Yitro, Mertua musa yang berkeinginan mengunjungi Musa bersama Zipora, Istri Musa dan kedua anak mereka. Di samping itu, Yitro juga ingin menaikkan Syukur Kepada Allah atas perlindungan-Nya sehingga Musa selamat dan berhasil membawa umat Israel keluar dari tanah perbudakan itu. Karena itu Musa berbahagia ketika didatangi oleh Mertua, Istri dan anak-anaknya. Kehangatan keluarga adalah fondasi yang sangat kuat untuk merekatkan dan menyatukan setiap perbedaan yang ada. Keluarga menjadi tempat untuk ‘pulang’ ketika kita bergumul dengan berbagai situasi. Dalam bahagia, susah, sakit, sehat, berhasil ataupun gagal, keluarga akan selalu menjadi tempat yang tepat untuk mencurahkan semua perasaan itu. Oleh karenanya, keluarga-keluarga Kristen dewasa ini haruslah memperkuat cinta kasih yang dilandaskan pada kasih Allah, baik suami kepada istri, orang tua kepada anak-anak, adik kepada kakak, dst. Menghidupkan cinta kasih harus menjadi prioritas dalam keluarga. Mewujudkannya dengan hidup saling mengasihi, memahami serta menjaga bahkan saling mendoakan dalam bina keluarga yang setiap sabtu kita lakukan. Sebab hanya dengan demikian keutuhan keluarga akan selalu terjaga dan dipenuhi dengan sukacita. 

Doa: Berkatilah Keluarga kami ya Tuhan, agar terus menghidupkan Cinta KasihMu. Amin.   

Sabtu, 02 September 2023

bahan bacaan : 2 Samuel 13 : 1-22

Amnon dan Tamar
Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya. 2 Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia. 3 Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. 4 Katanya kepada Amnon: "Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku?" Kata Amnon kepadanya: "Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu." 5 Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: "Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya." 6 Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: "Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya." 7 Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: "Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya." 8 Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. 9 Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon: "Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku." Lalu keluarlah setiap orang meninggalkan dia. 10 Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: "Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu." Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. 11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." 12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. 13 Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." 14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. 15 Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" 16 Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: "Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. 17 Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: "Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya." 18 Gadis itu memakai baju kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan berpakaikan baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya. 19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring. 20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri. 21 Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia. 22 Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

                                                      Tak ada yang lebih Indah dari Saling Mengasihi

Tindakan Amnon kepada Tamar mewakili semua tindakan tidak terpuji yang dilakukan seseorang ketika cintanya ditolak. Bacaan ini memperlihatkan bahwa ternyata nafsu birahi manusia dapat membuat manusia itu kalap mata dan tidak dapat berpikir dengan akal sehat. Dari perasaan suka, hasrat memiliki dan didukung dengan hasutan kelicikan, Amnon mengatur strategi untuk mendapatkan Tamar dan menidurinya. Setelah hasratnya terpenuhi, Amnon dengan kasar tidak bertanggung jawab dan mengabaikan Tamar. Tamar hanya berpasrah dan mengenakkan baju kurung dan menaruh abu diatas kepalanya. Dalam tradisi kuno, menaruh abu/debu di atas kepala menandakan adanya kesedihan yang mendalam tetapi juga simbol pertobatan. Tamar melalui pergolakan hidup yang sulit serta diperhadapkan dengan kenyataan yang sungguh memilukan. Tamar mewakili setiap kita yang diperlakukan tidak adil, direndahkan dan diabaikan. Dalam membina sebuah hubungan pun baiknya didasarkan pada cinta yang tulus. Cinta yang tidak memaksa apalagi didasarkan pada nafsu semata. Cinta dalam keluarga harus mengutamakan sikap  saling menghargai dan menghormati dan mendukung bukan saling menyakiti. Oleh karenanya, bimbingan, nasihat dan pengajaran-pengajaran yang baik mesti selalu disampaikan kepada anak-anak kita di dalam keluarga. Mengarahkan mereka untuk hidup Takut Tuhan dan cinta saudara dengan sikap saling  menghormati.

Doa: Tuntun Kami Ya Roh Kudus, agar kami hidup saling mengasihi dan menghormati. Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS & SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Membangun Hidup Tanpa Penindasan

Minggu, 20 Agustus 2023

bahan bacaan : Habakuk 2 : 6-20

Penghukuman atas para penindas
6 Bukankah sekalian itu akan melontarkan peribahasa mengatai dia, dan nyanyian olok-olok serta sindiran ini: Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya--berapa lama lagi? --dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian. 7 Bukankah akan bangkit dengan sekonyong-konyong mereka yang menggigit engkau, dan akan terjaga mereka yang mengejutkan engkau, sehingga engkau menjadi barang rampasan bagi mereka? 8 Karena engkau telah menjarah banyak suku bangsa, maka bangsa-bangsa yang tertinggal akan menjarah engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu. 9 Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka! 10 Engkau telah merancangkan cela ke atas rumahmu, ketika engkau bermaksud untuk menghabisi banyak bangsa; dengan demikian engkau telah berdosa terhadap dirimu sendiri. 11 Sebab batu berseru-seru dari tembok, dan balok menjawabnya dari rangka rumah. 12 Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan. 13 Sesungguhnya, bukankah dari TUHAN semesta alam asalnya, bahwa bangsa-bangsa bersusah-susah untuk api dan suku-suku bangsa berlelah untuk yang sia-sia? 14 Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. 15 Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia untuk memandang auratnya. 16 Telah engkau kenyangkan dirimu dengan kehinaan ganti kehormatan. Minumlah juga engkau dan terhuyung-huyunglah. Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN, dan cela besar akan meliputi kemuliaanmu. 17 Sebab kekerasan terhadap gunung Libanon akan menutupi engkau dan pemusnahan binatang-binatang akan mengejutkan engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu. 18 Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. 19 Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: "Terjagalah!" dan kepada sebuah batu bisu: "Bangunlah!" Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya. 20 Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!

Celakalah Orang Yang Melakukan Kejahatan

Thomas Hobbes menyebutkan:”Manusia adalah serigala bagi sesamanya” (Latin: homo homini lupus) artinya manusia memiliki sifat serigala (membunuh, menindas, merebut kekuasaan, merampok, mengambil milik orang lain, merebut hak orang lain, dll). Hal-hal ini juga diperlihatkan oleh bangsa Babilonia. Mereka merampok, menipu dan  menghidupi keluarga atau bangsanya dengan menindas bangsa Yehuda, membangun kota-kota dengan uang dan tenaga kerja yang didapat dengan jalan kekerasan serta mempermalukan sesama dan menghancurkan negeri mereka. Mengapa Allah tidak bertindak cepat untuk menghentikan kekejaman dan ketidakadilan di Yehuda? Demikianlah nabi Habakuk bertanya kepada Allah. Memang Yehuda melakukan kejahatan dan ketidakadilan, tetapi Babel jauh lebih kejam. Namun, akhirnya Nabi mengakui,Tuhan Allah membenci dosa. Orang Babel boleh saja menghukum Yehuda tapi Babel akhirnya juga akan jatuh, sebab para pemimpinnya mendewakan kekuatan mereka sendiri (1:11). Bukan orang sombong yang diterima Tuhan, tetapi orang yang hidup oleh iman (2:4). Iman akan diuji melalui saat-saat yang sulit maka Habakuk menunjukkan pentingnya terus memuji Allah sebagai sumber kekuatan yang sejati dan satu-satunya Penyelamat (3:17,19). Firman Tuhan ini mengajarkan, saat kita mengalami ketidakadilan, kekerasan, kehilangan hak hidup tetaplah beriman dan berharap pada Tuhan maka kita akan mengalami sukacita dan damai sejahtera. Apabila kita memperoleh anugerah Tuhan, janganlah melakukan kejahatan karena pasti berujung celaka.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk tidak berbuat jahat. Amin. 

Senin, 21 Agustus 2023

bahan bacaan : Ulangan 23 : 15-16

Kesayangan terhadap budak yang melarikan diri
15 "Janganlah kauserahkan kepada tuannya seorang budak yang melarikan diri dari tuannya kepadamu. 16 Bersama-sama engkau ia boleh tinggal, di tengah-tengahmu, di tempat yang dipilihnya di salah satu tempatmu, yang dirasanya baik; janganlah engkau menindas dia."

Lindungilah Mereka Yang Tertindas

Film dengan judul “HERRIET” (diangkat dari kisah nyata) seorang  perempuan kulit hitam bernama Harriet Tubman yang membebaskan kaumnya dari perbudakan bangsa kulit putih di Amerika karena dituntun “Suara Tuhan”. Harriet adalah seorang budak, ia diperkosa dan dijual oleh majikannya kepada majikan yang lain. Ia mengalami kekerasan yang lebih kejam dan tidak manusiawi, Karen itu melarikan diri ke Philadelfia. Melalui sebuah organisasi bawah tanah, ia mendapatkan hak hidup di kota tersebut. Akhirnya, ia berjuang membebaskan keluarganya bersama dengan ratusan budak lainnya. Kisah budak melarikan diri ada dalam Alkitab. Mereka melarikan diri karena sebagian besar dari mereka menjadi sasaran kerja paksa dan tindakan sewenang-wenang dari tuannya. Hal tersebut membuat seorang budak mencari tempat untuk berlindung dan memiliki hidup baru. Sebab itu, Musa melarang orang Israel menyerahkan seorang budak yang melarikan diri kepada tuannya (ay.15). Sebaliknya, orang Israel harus mengizinkan dia untuk tinggal bersama mereka dan jangan menindas meraka, karena bangsa Israel pun pernah menjadi budak di Mesir (band. Kel.1:1-12). Saat ini kita tidak lagi mengalami perbudakan seperti di masa lampau tapi masih ada “perbudakan” yang kita alami seperti; ketidakadilan, kekerasan, diskriminasi (praktek ketidakadilan karena agama, suku, warna kulit, disabilitas, dll), kemiskinan, dan sebagainya. Marilah kita teladani tokoh Herriet untuk memberikan pembebasan bagi mereka yang lemah. Semoga !

 Doa: Tuhan, tuntun kami membangun hidup peduli kepada sesama.  Amin.   

Selasa, 22 Agustus 2023

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 13 : 1-5

Yoahas, raja Israel
Dalam tahun kedua puluh tiga zaman Yoas bin Ahazia, raja Yehuda, Yoahas, anak Yehu, menjadi raja atas Israel di Samaria; ia memerintah tujuh belas tahun lamanya. 2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia hidup menuruti dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Ia tidak menjauhinya. 3 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel, lalu diserahkan-Nyalah mereka ke dalam tangan Hazael, raja Aram, dan ke dalam tangan Benhadad, anak Hazael, selama zaman itu. 4 Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram. 5 --TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, sehingga mereka lepas dari tangan Aram dan dapat duduk di kemah-kemah mereka seperti yang sudah-sudah.

                                      Bertobatlah, Maka Tuhan Akan Menolong

Tema minggu ini “Membangun Hidup Tanpa Penindasan”. Tema ini bermaksud mengatakan bahwa selama manusia hidup selalu ada praktek penindasan. Misalnya: pemerkosaan, pelecehan seksual, perampokan, pembulian, pembunuhan, pencurian dan sebagainya. Penindasan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan, karena itu manusia harus menjauhkan diri dari penindasan (kekerasan). Perikop bacaan, 2 Raja-raja 13:1-5 mengisahkan tentang Yoahas, raja Samaria melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Kepemimpinannya telah membawa umat Israel melakukan dosa (ay.2). Umat dan raja-rajanya tidak setia kepada Tuhan dengan beribadat kepada berhala-berhala (band Hakim-hakim 10:6). Akhirnya, bangsa itu dihukum dengan menyerahkan mereka ke tangan orang Aram yang menindas dan membinasakan dengan kejam. Keadaan tersebut, membuat Yoahas meminta belas kasihan Tuhan agar rakyatnya bebas dari penindasan raja Aram, dan Tuhan memberikan seorang penolong untuk membebaskan mereka. Dari firman ini kita belajar bahwa ketika mengalami penindasan baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat, berharap dan percaya hanya pada Tuhan yang memberikan pertolongan dan kelepasan. Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri atau orang lain yang memiliki kuasa, jabatan maupun kekayaan. Pertolongan Tuhan itu harus direspons dengan pertobatan hidup. STOP PENINDASAN ! terhadap sesama.

 Doa: Tuhan, tolonglah kami membangun hidup tanpa penindasan, amin.   

Rabu, 23 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 16 : 1-16

Hagar dan Ismael
Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. 2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. 3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. 4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. 5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau." 6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. 7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. 8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." 9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." 10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." 11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. 12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." 13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" 14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. 15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. 16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Menyelesaikan Masalah Tanpa Kekerasan

Kisah tentang Abram dan Sarai, pasangan suami-isteri yang tidak memiliki anak sampai usia tua, kita semua tahu. Ini yang menyebabkan kebahagiaan dalam keluarga terasa tidak sempurna serta kurangnya iman sarai terhadap janji Allah tentang keturunan. Dalam situasi tersebut, muncullah ide Sarai agar Abram memperistri Hagar (hamba Sarai yang berasal dari Mesir) supaya mereka memiliki anak. Hagar bersedia diperistri oleh Abram, kemudian dia mengandung (ay.3-4). Kehamilan Hagar tentu mambawa kebahagian bagi Abram dan sarai karena mereka akan segera mendapatkan keturunan. Tetapi muncul masalah baru bagi rumah tangga Abram dan isterinya, sarai. Ketika Hagar tahu bahwa dia mengandung, maka dia menjadi sombong; memandang rendah dan menghina Sarai. Sikap Hagar ini sangat menyakiti hati Sarai, maka bangkitlah amarahnya sehingga Sarah menindas dan memberi tekanan yang berat kepada Hagar sampai dia kehilangan semangat untuk hidup dan kemudian lari meninggalkan majikannya. Dari kisah ini kita beroleh makna bahwa selalu ada masalah dalam rumah tangga, namun usahakanlah menyelesaikan masalah dengan mengandalkan Tuhan bukan berdasarkan keinginan kita semata-mata. Karena bisa saja bukan menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru yang jauh lebih besar.Selain itu, usahakan meyelesaikan masalah dengan membangun hidup tanpa penindasan karena penindasan (kekerasan) dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Doa: Tuhan, tuntun kami menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.   Amin.   

Kamis, 24 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 14 : 31

31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

Menolong Orang Miskin, Memuliakan Tuhan

Masih banyak orang yang memberlakukan orang lemah dan miskin dengan cara yang tidak benar dan tidak adil.  Misalnya: siswa yatim piatu dihina bodoh dan miskin oleh guru karena belum membayar SPP. Ada juga siswa berkebutuhan khusus yang tubuhnya tidak normal “bongkok” dihina oleh pelajar lain dengan menyebutnya “manusia pikul ransel” dan masih banyak orang yang mengalami kepahitan dalam hidup karena ulah sesama. Kitab Amsal berisi ucapan bijak kepada anak-anak muda yang bertujuan untuk mendidik mereka menghormati dan mentaati Tuhan, sumber hikmat dengan cara peduli kepada orang miskin dan orang yang memerlukan bantuan. Hal ini dikemukakan dalam perikop bacaan kita tadi, “Siapa menindas orang lemah, menghina pencipta-Nya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin memuliakan Dia”. Ayat ini mau menjelaskan bahwa orang lemah selalu menjadi sasaran penindasan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sesama. Namun, mereka lupa bahwa menindas orang lemah, itu artinya menghina Tuhan.Sebaliknya, kemurahan hati dan kepedulian kepada orang lemah (orang miskin) menunjukkan bahwa kita memuliakan Tuhan. Oleh sebab itu, marilah kita menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada mereka yang lemah; orang miskin, orang berkebutuhan khusus (cacat fisik dan mental), korban kekerasan dengan benar dan adil. Dengan melakukan demikian, Tuhan dimuliakan.

Doa: Tolonglah kami menolong mereka yang lemah dan miskin, Amin.   

Jumat, 25 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 24 : 1-2

Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka. 2 Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.

Waspadalah!

Memiliki relasi yang baik dengan orang lain merupakan dambaan setiap insan manusia. Akan tetapi relasi yang baik itu dapat saja menjadi rusak, karena sikap dan tindakan yang tidak manusiawi. Salah satu contoh sikap dan tindakan yang tidak manusiawi yaitu penindasan kepada orang lain. Penindasan sama artinya dengan menekan, memperlakukan dengan sewenang-wenang dan menguasai dengan paksa. Menurut Amsal, orang yang hatinya memikirkan penindasan dan bibirnya membicarakan bencana adalah orang yang jahat. Sikap dan tindakan yang mereka lakukan selalu mengakibatkan penderitaan bagi orang lain. Cara hidup seperti ini sangat berpengaruh dalam membina suatu hubungan yang baik. Penindasan masih sering terjadi dalam hidup bersama baik dalam lingkungan masyarakat, lingkungan kerja bahkan dalam ruang lingkup yang kecil sekalipun seperti keluarga. Misalnya atasan yang menekan bawahan, orang tua yang otoriter terhadap anak dan lain sebagainya. Karena itu, firman Tuhan mengajarkan kita untuk waspada terhadap orang jahat sekaligus menghindari tindakan penindasan kepada sesama. Sebab penindasan adalah tindakan yang tidak berkenan dihadapan Allah dan hanya akan merusak relasi yang baik diantara sesama manusia. Hiduplah sebagai orang percaya yang terus membina relasi baik, serta Ingatlah hanya orang jahat saja yang selalu melakukan penindasan.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar tetap waspada terhadap orang jahat. Amin. 

Sabtu, 26 Agustus 2023

bahna bacaan : Pengkhotbah 4 : 1-3

Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. 2 Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. 3 Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari.

Katakan Tidak Bagi Penindasan

Hidup dalam penindasan tidak ingin dialami oleh siapapun. Kendatipun demikian, praktek-praktek penindasan masih saja dilakukan oleh orang-orang tertentu. Rata-rata orang yang melakukan penindasan adalah mereka yang memiliki kuasa yang tinggi. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Pengkhotbah bahwa di pihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Mereka yang diperlakukan dengan tidak adil ini merupakan orang-orang lemah, miskin, tidak berdaya dan lain sebagainya. Karena itu, tindakan penindasan yang mereka alami mengakibatkan adanya tangisan. Mirisnya yang lebih menyakitkan dan menyayat hati menurut Pengkhotbah yaitu tidak ada penghibur ketika air mata mereka bercucuran. Fakta hidup memperlihatkan bagi kita semua, bahwa ada orang-orang yang memiliki kekuasaan karena status sosial dan jabatan yang tinggi. Namun ada juga orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan, tidak mampu, lemah dan tak berdaya. Perbedaan ini tidaklah patut menjadi alasan untuk melakukan tindakan penindasan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun dan membina hubungan yang baik. Oleh sebab itu, pergunakanlah kekuasaan yang dimiliki untuk selalu melakukan kebaikan dan bukan kejahatan. Perlakukanlah sesama dengan semestinya dan jadikanlah kekuasaan yang dimiliki sebagai sumber berkat bagi semua orang. Katakan tidak bagi tindakan yang menindas dan biarlah hidup dan karya kita selalu menjadi bermakna bagi semua orang.

Doa: Mampukanlah kami Tuhan, supaya kami tidak menjadi pelaku-pelaku penindasan. Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Hiduplah harmonis dan Jauhilah Perpecahan

Minggu, 13 Agustus 2023

bahan bacaan : I Korintus 1 : 10-17

Perpecahan dalam jemaat
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Hidup Harmonis Sebagai Satu Tubuh Kristus

Tema pelayanan sepanjang minggu ini ialah “hiduplah harmonis dan jauhi perpecahan”. Tema ini menegaskan tentang pentingnya membangun persekutuan dan persatuan hidup dalam keluarga, gereja maupun masyarakat dengan menghindari atau menjauhi hal-hal yang dapat memecah persekutuan atau persatuan. Rasul Paulus pun menasehati jemaat di Korintus melalui informasi dari keluarga Kloe bahwa telah terjadi perselisihan hebat dalam persekutuan jemaat. Ada masing-masing kelompok membanggakan pemimpin spirtitual mereka dengan menyebut golongan Paulus, Apolos, Kefas dan Kristus. Kondisi demikian mengganggu persekutuan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Paulus bertanya apakah dengan kondisi demikian tubuh Kristus harus dipecah-pecahkan?.Karya pelayanan Paulus dan teman-temannya adalah demi kehidupan persekutuan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Jemaat Korintus sangat maju dalam hal-hal pelayanan rohani dan karunia-karunia. Namun apalah arti semuanya itu kalau tidak dipakai untuk membangun jemaat. Ternyata masing-masing kelompok bersaing siapa yang lebih hebat dan anggul. Kalau demikian bukan Kristus yang mereka beritakan tetapi kesombongan diri mereka. Untuk tetap menjaga hidup yang harmonis, maka kita semua harus saling menghargai, menerima, mengasihi dan melengkapi satu dengan yang lain. Serta menjauhkan diri dari sikap kesombongan dan keangkuhan yang dapat menciptakan perpecahan dalam hidup persekutuan. 

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk mampu hidup harmonis sebagai satu persekutuan.. Amin.  

Senin, 14 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 13 : 12-14 

12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Andalkan Kristus Untuk Wujudkan Hidup yang Baik

Salah satu sikap yang mesti diwujudkan untuk membangun persekutuan hidup harmonis antar sesama adalah kesopanan. Sopan dalam perkataan maupun perbuatan. Kita pun seharusnya menjauhikan diri dari hal-hal yang memicu terjadi perpecahan. Kadangkala dengan kesukaan pada pesta pora dan kemabukan, percabulan dan hawa nafsu serta perselisihan dan iri hati, satu persekutuan dapat terganggu dan berujung konflik. Hal-hal tersebut bertentangan dengan injil Kristus yang diberitakan oleh Paulus bagi jemaat di Roma dan juga bagi kita. Seringkali sifat kedagingan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Untuk menghadapinya rasul Paulus  memberi nasehat supaya mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang. Ini akan membuat kita tidak mudah goyah oleh berbagai tawaran dunia dan terus-menerus terbawa keinginan kedagingan untuk memuaskannya. Roh Kristus yang berdiam didalam diri akan memampukan kita untuk mewujudkan hal-hal baik, manis dan sopan melalui tutur kata serta sikap perilaku dalam berelasi dengan sesama. Dengan demikian maka kerinduan kita untuk menikmati persekutuan hidup yang harmonis akan selalu terwujud dan hal itu pun menjadi kesaksian bagi semua orang.

Doa: Karuniakan RohMu untuk mampukan kami mewujudkan hidup yang baik. Amin.  

Selasa, 15 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 14 : 13-18

Jangan memberi batu sandungan
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! 14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. 16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

                               Hindari Perpecahan Dengan Hidup Dalam Kasih Kristus

Rasul Paulus selalu gelisah ketika terjadi perselisihan di jemaat-jemaat yang ia layani. Tidak bisa dipungkiri atau dihindari realitas hidup manusia dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Perbedaan pandangan dan pemahaman soal makanan yang najis dan tidak najis. Namun ditengah perbedaan itu rasul Paulus hadir dan memberikan nasehat bagi jemaat Roma dan juga bagi kita untuk melihat hal penting dari sebuah persekutuan hidup sebagai satu tubuh Kristus. Di dalam kasih Kristus, perbedaan tidak boleh dipersoalkan untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Bagi Paulus menyatakan kehadiran kerajaan Allah yakni kebenaran, damai sejahtera dan sukacita serta Roh Kudus itulah yang paling utama dan penting dari pada sekedar perdebatan soal makanan. Itulah sebabnya tidak perlu untuk saling menghakimi dan menjadi batu sandungan satu dengan yang lain. Tetapi memaknai kasih Allah dalam Kristus yang telah berkorban untuk keselamatan semua orang percaya. Itulah hal penting yang mesti diwujudkan dalam kehidupan persekutuan jemaat melalui sikap serta perilaku hidup.  Nasehat inipun penting bagi kita sebagai keluarga maupun persekutuan gereja dan masyarakat ketika kita mau mewujudkan persekutuan hidup yang harmonis. Tentu ketika kita tidak menjadikan perbedaan sebagai hal untuk memicu perpecahan dalam persekutuan. Namun perbedaan dilihat sebagai kekayaan untuk saling melengkapi dalam mewujudkan  persekutuan hidup sebagai satu tubuh Kristus.

Doa: Curahkan kasihMu bagi kami dalam wujudkan persekutuan hidup saling mengasihi. Amin.  

Rabu, 16 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 19 : 13-14

13 Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik. 14 Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

Hikmat Tuhan Menuntun Untuk Hidup Harmonis

Kita pasti mendambakan kehidupan dalam keluarga selalu harmonis dan jauh dari hal-hal yang memicu terjadinya perpecahan. Di hari ini penulis kitab Amsal memberikan nasehat hikmat untuk mendidik anak-anak kita agar tidak menjadi bebal. Anak bebal atau keras kepala adalah bencana bagi ayahnya. Oleh sebab itu mendidik anak-anak kita menjadi hal penting dalam keluarga, agar mereka menjadi anak yang baik dan takut Tuhan serta mempunyai masa depan yang baik. Pengamsal juga mengatakan tentang istri yang bertengkar, ibarat tiris yang tidak henti-hentinya menitik. Gambaran dari hati yang penuh amarah sehingga mengeluarkan kata-kata dari mulut yang mengalir tiada henti. Lebih fatal lagi kalau kondisi demikian ditanggapi dengan hal yang sama dari suami. Maka tiada hentinya pertengkaran itu. Rumah dan harta adalah warisan orang tua atau leluhur. Pasti kita senang dan bahagia menerima warisan tersebut. Pengamsal tegaskan bahwa istri yang berakal budi adalah karunia Tuhan. Artinya semua hal baik menjadi dambaan kita untuk hidup harmonis dalam keluarga, ketika kita meminta hikmat Tuhan untuk menuntun kita dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dengan penuh kasih. Hikmat Tuhan merupakan kasih karunia Tuhan bagi kita.

Doa: Ya Tuhan tolong kami mewujudkan hidup yang harmonis. Amin.  

Kamis, 17 Agustus 2023

bahan bacaan : Mazmur 133 : 1-3

Persaudaraan yang rukun
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kerukunan Mendatangkan Berkat

Hari ini, segenap bangsa Indonesia merayakan HUT kemerdekaan RI yang ke-78 Tahun. Momentum ini mengingatkan kita bahwa Tuhan itu baik; Ia menjaga dan memelihara bangsa ini dengan kasih-Nya. Sebab itu, sebagai warga masyarakat kita patut menaikan syukur sekaligus merespons kebaikan Tuhan itu dengan cara “ Merawat Persaudaraan Yang Rukun” (Tema HUT RI ke-78). Tema ini mau mengarahkan kita untuk  merawat hidup yang rukun dan menghindari perpecahan. Perpecahan kadang terjadi disebabkan oleh sikap tidak menghargai perbedaan dan kurangnya toleransi antar golongan, agama, suku,dll. Menyadari bahaya perpecahan tersebut, maka kita perlu membangun persatuan atau persaudaraan dengan baik, sebagaimana  ditegaskan dalam perikop bacaan Mazmur 133:1-3. Mazmur ini digolongkan sebagai mazmur ziarah, yakni nyanyian yang dinyanyikan ketika umat Israel mendaki ke Yerusalem untuk beribadah kepada Tuhan di Bait Allah. Selain itu, nyanyian ini berisi komitmen umat Israel yang terdiri dari 12 suku yang terpisah-pisah untuk tetap menjaga keutuhan sebagai bangsa pilihan Allah.  Apabila mereka hidup dengan rukun (ay.1), maka Tuhan memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya (ay.3). Orang Kristen hidup di tengah-tengah masyarakat majemuk yang berpotensi konflik dan perpecahan. Sebab itu, kita harus tetap menjaga keutuhan bangsa ini dengan cara menghargai perbedaan dan menjauhi konflik dengan sesama. Hanya dengan membangun persaudaraan yang rukun, Tuhan memberikan berkat yang berlimpah-limpah.

Doa: Kiranya bangsa Indonesia senantiasa hidup rukun dan damai, amin! 

Jumat, 18 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 29 : 22-23

22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. 23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

                                             Rendah Hati Mencegah Perpecahan

Keangkuhan dan kerendahan hati merupakan dua sifat manusia yang sangat bertolak belakang. Angkuh (sombong) adalah sifat seseorang yang merasa diri paling hebat, paling benar, paling lebih dari orang lain. Sedangkan rendah hati adalah sifat yang tidak merasa paling baik, paling bisa, paling tahu, paling pintar dari orang lain. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, Penulis Kitab Amsal (Salomo) menunjukkan perbedaan antara sikap orang berhikmat dan sikap orang bodoh, yakni: “Keangkuhan merendahkan orang, tapi orang yang rendah hati menerima pujian”(ay.23). Keangkuhan membuat seseorang bersikap meremehkan dan tidak menghargai orang lain. Sifat angkuh ini berpotensi menimbulkan pertengkaran dan perpecahan. Sedangkan sifat rendah hati membuat seseorang dapat menjaga relasi hidup yang baik dengan sesama. Bunda Teresa berkata: “Kerendahan hati adalah ibu dari semua sifat yang baik”. Maka orang yang memiliki kerendahan hati dan takut Tuhan akan  memperoleh kekayaan,kehormatan dan kehidupan (Ams.22:4)).Belajarlah menjadi orang yang rendah hati dan jauhilah keangkuhan, karena orang rendah hati dikasihi oleh Tuhan (Maz.25:9) dan sesama, sedangkan keangkuhan dibenci oleh Tuhan.

 Doa: Tuhan, kiranya kami dapat mencegah perpecahan melalui kerendahan hati, amin.  

Sabtu, 19 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 20 : 3

3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Orang Berhikmat Menjauhi Pertengkaran

Masih ingatkah kita tentang “kasus Sambo” yang menyita perhatian banyak orang baik di tanah air maupun luar negeri. Sambo disebutkan membunuh anak buahnya (JH) karena amarah yang meledak-ledak setelah mendapat informasi bahwa isterinya (PC) dilecehkan oleh ajudannya sendiri meskipun informasi tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Namun, satu hal yang memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa amarah (emosi) yang tidak dapat dikendalikan menimbulkan masalah besar bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Hal ini dijelaskan oleh penulis kitab Amsal dalam bacaan kita tadi, “terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh  membiarkan amarahnya meledak” (ay.3). Salomo mau mengingatkan, orang yang hidup berdasarkan hikmat melakukan hal-hal yang benar sedangkan orang bodoh hidup menurut hawa nafsunya. Orang yang hidup berdasarkan hikmat menjauhi perbantahan karena perbantahan (pertengkaran) dapat membahayan diri sendiri (band.ay.2), bahkan bisa menjadi sumber perpecahan baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Orang yang hidup berdasarkan hikmat Allah biasanya membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sabar, rendah hati, menghargai orang lain, tidak sombong, suka menolong, dan sebagainya. Sebaliknya orang bodoh membiarkan amarah (emosi) menguasai dirinya sehingga dia cenderung melukai hati orang lain dengan kata dan perbuatannya.Marilah jadi orang berhikmat yang dapat mengendalikan amarah dan menjauhi pertengkaran.

Doa:  Tuhan tuntun kami untuk mengendalikan emosi dan menjauhi pertengkaran, Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Menghargai dan Menerima Perbedaan

Minggu, 06 Agustus 2023

bahan bacaan : Galatia 2 : 11-14

Paulus bertentangan dengan Petrus
11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

Jadilah Orang Kristen Yang Tidak Munafik

Pernahkah kita tahu tentang arti kata munafik? Dalam bahasa Yunani kata munafik  disebut hupokrithes, yang awalnya dipakai untuk menjelaskan seorang aktor yang memainkan beberapa peran di panggung dalam pertunjukkan yang sama, dengan cara memakai berbagai topeng untuk berbagai adegan. Dalam hal ini kemunafikan dapat dimengerti sebagai penemuan penampilan yang palsu dari kebaikan sambil menyembunyikan karakter yang sebenarnya. Hal ini sangat tampak jika dikaitkan dengan keyakinan agama dan moral. Rasul Paulus sangat menentang sikap kemunafikan yang ditunjukkan oleh Kefas dan beberapa orang Yahudi. Sewaktu beberapa orang dari kalangan Yakobus belum datang menjumpai Kefas, ia (Kefas) sedang asyik makan sehidangan dengan orang-orang yang tidak bersunat, namun saat orang-orang kalangan Yakobus tiba, Kefas mengundurkan diri dan bergabung dengan orang-orang kalangan Yakobus yang merupakan orang-orang bersunat. Bagi Paulus, sifat atau karakter kemunafikan tersebut sepantasnya tidak boleh terjadi pada orang-orang Kristen. Orang Kristen harus menjadi diri sendiri dalam setiap situasi dan kondisi, kapan pun ia berada. Orang Kristen harus konsisten dalam kata dan perbuatan, serta tidak mencari rasa aman di setiap situasi dengan cara menyembunyikan jatidiri yang sebenarnya. Kata kasarnya, jadi orang Kristen itu jangan munafik, Tuhan membenci kemunafikan. Hargailah semua orang tanpa mempersoalkan latar belakang dan status atau kedudukannya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk meninggalkan cara hidup yang munafik. Amin 

Senin, 07 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 10 : 12

12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

Kasihilah Semua Orang Yang Berbeda Dari Kita

Tidak ada seorang pun yang lahir memiliki kesamaan dengan yang lainnya. Kenyataannya semua orang lahir memiliki perbedaan. Kita mungkin ingin lahir dari keluarga yang kaya dan memiliki fisik yang sempurna, wajah ganteng atau cantik. Namun, apa yang dapat dikatakan jika ternyata kita lahir dari keluarga yang sederhana atau miskin dengan fisik yang tidak sempurna atau wajah yang tidak terlalu ganteng atau cantik. Itulah realita hidup, bahwa Tuhan menciptakan semua orang tidak sama. Tuhan tidak menciptakan semua orang yang lahir itu perempuan saja atau laki-laki semata. Tuhan menciptakan masing-masing orang harus lahir pada jam, tanggal, bulan dan tahun yang berbeda, juga lahir di tempat yang berbeda, dan dari keturunan atau suku bangsa serta ras yang berbeda. Jika Tuhan yang membuat adanya perbedaan, mengapa manusia harus mempersoalkan perbedaan yang telah diciptakan oleh Tuhan.  Semua orang yang  Allah ciptakan berbeda ini punya Allah yang satu. Adapun maksud Tuhan Allah menciptakan adanya perbedaan adalah supaya antara satu dengan lainnya hidup saling mengasihi, melengkapi dan menopang. Alasannya, karena Tuhan sendiri mengasihi semua yang diciptakanNya, melengkapi dan menopang kehidupan meskipun yang diciptakan Tuhan itu berbeda antara satu dengan lainnya. Jadi, dalam perbedaan marilah kita saling mengasihi, melengkapi dan menopang antara satu dengan lainnya.

Doa: Ya Tuhan, Jadikanlah kami umatMu yang mengasihi semua orang yang berbeda dari kami…Amin 

Selasa, 08 Agustus 2023

bahan bacaan : I Tawarikh 24 : 1-15

Para imam dibagi dalam rombongan
Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 2 Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. 3 Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. 4 Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. 5 Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada "pemimpin-pemimpin kudus" dan "pemimpin-pemimpin Allah", baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. 6 Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. 7 Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; 8 yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; 9 yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; 10 yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; 11 yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; 12 yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; 13 yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; 14 yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; 15 yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes;

Berbagi Peran Dengan Mereka Yang Berbeda

Berbagi peran dan tanggung jawab kepada orang yang berbeda dari kita semestinya menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang-orang Kristen. Hal ini dimaksudkan agar melalui pembagian peran semua orang bukan saja merasa dihargai, namun juga termotivasi untuk bertanggung jawab atas kehidupan bersama dalam suatu persekutuan. Pembagian peran tersebut haruslah merata  dan adil kepada semua orang, meskipun mereka berbeda dari kita. Hal itulah yang dilakukan oleh Daud saat membagi peran imam dalam penyelenggaraan ibadah kepada suku-suku yang ada dari berbagai keturunan. Memang suku Lewi yang biasanya berperan sebagai imam, namun dalam rangka pemerataan pelayanan, Daud merasa perlu untuk peran imam juga diberikan kepada suku yang lain dari keturunan yang berbeda. Jadi, di sini perbedaan tidak menjadi hambatan untuk melakukan pelayanan terhadap semua orang. Perbedaan dikelola secara bijaksana oleh Daud melalui pembagian peran dalam rangka peningkatan pelayanan kepada kaum Israel. Melalui teks ini kita diminta untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai halangan atau hambatan dalam memberi peran kepada mereka yang berbeda demi kemajuan suatu kehidupan bersama yang lebih baik.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup berbagi peran dengan orang yang berbeda dengan kami… Amin. 

Rabu, 09 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 25 : 19-34

Esau dan Yakub
19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak. 20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya. 21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. 22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: "Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?" Dan ia pergi meminta petunjuk kepada TUHAN. 23 Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." 24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. 25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau. 26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir. 27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. 28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. 29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. 30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. 31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." 32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" 33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. 34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Potensi Anak yang Berbeda Itu Kekayaan Dalam Keluarga

Perbedaan antara Esau dan Yakub telah terjadi sejak dari dalam kandungan ibu mereka Ribka. Perbedaan saat dilahirkan, Esau badannya berbulu sedangkan Yakub tidak. Pekerjaan juga berbeda,  Esau suka berburu dan tinggal di padang serta menjadi kesayangan Ishak. Sedangkan Yakub suka tinggal di kemah dan menjadi kesayangan Ribka. Karakter juga berbeda, Esau tipe orang yang menggampangkan segala sesuatu dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Yakub adalah pribadi yang penuh perhitungan serta ambisius. Hal ini terjadi saat Esau baru pulang berburu dari padang dan ia meminta sop kacang merah yang sementara dimasak oleh Yakub. Namun Yakub meminta Esau untuk menukarnya dengan hak kesulungan. Kondisi Esau yang lelah dan lapar membuatnya tidak berpikir panjang saat bersumpah dan menjual hak kesulungannya kepada Yakub. Konflik terjadi saat pemberian berkat oleh Ishak yang semestinya kepada Esau yang sulung, tetapi diambil oleh Yakub dengan bantuan Ribka ibunya. Kesaksian firman Tuhan ini menjadi pembelajaran bagi kita sebagai orang tua untuk tidak membeda-bedakan kasih sayang kepada anak-anak. Apapun kondisi dan perbedaan mereka, kita mesti memberi dukungan dan kasih sayang yang sama. Perbedaan yang mereka miliki dengan kemampuan masing-masing menjadi potensi ketika disatukan untuk kebahagian bersama. Untuk itu sebagai orang tua, mintalah selalu hikmat Tuhan dalam mendidik anak-anak kita dengan berbagai potensi yang berbeda, demi masa depan mereka yang baik.

Doa: Tuhan tuntun kami untuk mendidik anak-anak dengan baik dan bijaksana. Amin. 

Kamis, 10 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 37 : 1-11

Yusuf dan saudara-saudaranya
Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan. 2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. 3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. 4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. 5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." 8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. 9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." 10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" 11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

Saling Mengasihi Antar Saudara Yang Berbeda

Perbedaan dalam perhatian serta cinta kasih sebagai orang tua kepada anak-anak dengan pertimbangan kondisi tertentu, tanpa disadari akan menimbulkan kebencian serta konflik di antara anak-anak. Yakub sangat mengasihi Yusuf dari saudara-saudaranya yang lain, itu ditandai dengan pemberiaan jubah yang maha indah kepadanya dan hal itu menimbulkan kebencian dari saudara-saudaranya. Tindakan Yakub yang sangat mengasihi Yusuf, didasari atas kelahiran Yusuf pada waktu Yakub telah berusia lanjut. Kebencian saudara-saudara Yusuf bertambah saat Yusuf menceritakan dua kali mimpinya yang menggambarkan bahwa baik orang tua maupun saudara-saudaranya suatu saat akan sujud menyembahnya. Kebencian yang dipendam saudara-saudara Yusuf membuat mereka berencana untuk membunuhnya. Apapun keberadaan anak-anak kita dengan berbagai perbedaan yang ada, sebagai orang tua kita mesti memberi dukungan dan aprisiasi yang sama kepada mereka. Jangan ada pilih kasih di antara mereka karena kondisi keberadaan yang berbeda. Justru dalam keperbedaan itu mereka mesti diajar dan dinasehati untuk saling menerima dan menghargai satu dengan yang lain. Anak yang mempunyai kemampuan dan kelebihan tertentu mesti membantu anak yang lain. Sebagai orang tua dengan hikmat Tuhan kita mampu untuk mengarahkan anak-anak untuk hidup saling menghargai dan menyayangi satu dengan yang lain demi kehidupan baik yang terus berlanjut. 

Doa: Berkati anak-anak kami ya Tuhan untuk mereka hidup saling mengasihi. Amin.  

Jumat, 11 Agustus 2023

bahan bacaan : Yakobus 2 : 1-4

Jangan memandang muka
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Jangan Membedakan Dengan Memandang Penampilan

Perbedaan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang mesti disyukuri. Perbedaan bukan untuk di pertentangkan, namun mesti diterima dan dihargai. Sebab bukan kebetulan Tuhan menciptakan seluruh ciptaan termasuk manusia dengan berbeda-beda. Ada yang lebih dan ada yang kurang, ada yang kuat tetapi ada juga yang lemah. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Semua realita tersebut mengajarkan kita sebagai manusia untuk saling membantu, melengkapi satu dengan yang lain. Dalam relasi kemanusiaan sering sebagai manusia kita lebih menghargai dan menghormati seseorang karena penampilannya. Kalau orangnya berpakaian indah dengan perhiasan yang mahal, kita memberikan tempat khusus dan terhormat kepada mereka. Sedangkan kepada mereka yang miskin dengan berpakaian yang buruk, kita menyuruh mereka berdiri atau duduk di lantai. Padahal sebagai orang-orang beriman yang hidupnya dari anugerah Tuhan Yesus, maka kita tidak boleh bersikap demikian. Sebab tanpa sadar kita telah menjadi hakim untuk mengukur seseorang dari penampilannya apakah layak atau tidak layak orangnya. Tidak ada seorangpun yang punya hak untuk menilai dan menghakimi seseorang, hanya Allah sebagai pencipta. Kita semua adalah orang-orang yang berdosa dan layak memohon belas kasihan Tuhan untuk diselamatkan. Jangan kita membeda-beda sesama kita dari latar belakang hidup mereka. Namun menerima dan menghargai mereka sebagai sesama ciptaan Allah.        

Doa: Tuhan ajar kami untuk tidak membedakan sesama dengan berdasarkan penampilan. Amin.  

Sabtu, 12 Agustus 2023

Bahan bacaan : Yakobus 2 : 8 – 9

8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Kasihilah Sesamamu Seperti Dirimu Sendiri

Ajaran Tuhan Yesus tentang hukum kasih yakni kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri adalah baik ketika kita dapat melakukannya. Hukum kasih tersebut bukan hanya disebutkan atau didengarkan semata, namun harus diwujudkan saat kita membangun relasi dengan sesama. Terkadang dalam kenyataan hukum kasih ini hanya sebagai penghias ucapan bibir mulut kita saja. Hal tersebut nyata melalui sikap serta tindakan yang suka memandang muka dalam menilai dan memperlakukan seseorang. Kalau orangnya punya jabatan, kekuasaan dan kekayaan, maka kita akan berusaha mendekat dan membangun relasi serta berbaikan dengannya. Namun kalau orang tersebut tidak mempunyai apa-apa, miskin, berkekurangan, maka pasti kita akan menghindar dengan berpura-pura tidak mengenal dan tidak peduli dengannya. Oleh karena itu, penulis surat Yakobus dalam nasehatnya bagi kita sebagai anak-anak Tuhan mengatakan bahwa kita telah berbuat dosa dan melakukan pelanggaran. Kita mesti memaknai dengan sungguh-sungguh hukum kasih itu, maka kita akan mengasihi sesama, sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Kita mampu melakukannya, ketika Roh Kudus berdiam di dalam kita. Mintalah selalu tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk mengasihi sesama seperti diri kami sendiri.  Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 Juli – 5 Agustus 2023

Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas

Tema Mingguan : Rawatlah Hidup Bersama dalam Kasih

Minggu, 30 Juli 2023

bahan bacaan : 2 Petrus 1 : 3-15

Panggilan dan pilihan Allah
3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.

Rawatlah Hidup Bersama Dalam Kasih

Hari ini kita telah berada di Hari Minggu ke-31 atau hari ke 211 di tahun 2023. Puji dan syukur bagi Tuhan, karena hanya oleh kasihNya, kita ada hingga saat ini. Kepada jemaat di Asia Kecil yang berhadapan dengan kesukaran dan pencobaan, Rasul Petrus menegaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang pilihan Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu kepada mereka Allah menganugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh oleh pengenalan akan Kristus. Iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus jangan sampai kendor dan goyah tetapi harus kuat dan kokoh. Pengenalan akan Yesus Kristus, akan membuat mereka hidup dalam kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan sehingga mereka akan saling mengasihi sebagai sesama saudara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Saudaraku, saat kita dibaptis, kemudian diteguhkan menjadi anggota sidi gereja, bahkan sejak kita dikandung dan terlahir dalam keluarga Kristen, kita telah menjadi orang-orang pilihan Allah. Seperti jemaat di Asia Kecil, kita pun diperhadapkan dengan berbagai kesukaran dan pencobaan. Karena itu nasehat Petrus hari ini juga ditujukan kepada kita. Marilah kita hidup dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus sehingga kepada kita dianugerahkan segala sesuatu yang akan menuntun kita kepada kesalehan, kebajikan, penguasaan diri dan semua yang baik, yang kehendaki Tuhan. Dan yang terpenting kita dapat hidup bersama dalam kasih, selalu sehati, sepikir, sepenanggungan. Sehingga melalui kehidupan yang kita tampilkan, nama Tuhan dimuliakan.

Doa: Tuhan, hidup ini penuh tantangan. Bantulah kami tuk merawat hidup bersama dalam kasih, Amin!  

Senin, 31 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 22-25

22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Tanda Hidup Baru

Syukur bagi Allah, Sang Sumber hidup yang telah menuntun kita hingga penghujung bulan Juli 2023. Banyak hal sudah kita lakukan sepanjang 31 (tiga puluh satu) hari di bulan ini. Mintalah Tuhan memberkati semua yang baik, yang sudah kita lakukan dan mengampuni semua yang salah dalam tindakan, perkataan dan pikiran kita.

Saudaraku, dalam suratnya kepada orang-orang percaya yang tersebar di Asia Kecil, yang kala itu sedang ada dalam penderitaan dan pergumulan, Petrus memberikan motivasi iman kepada mereka agar tidak bimbang tetapi tetap berpengharapan. Khusus dalam bacaan kita, 1 Petrus 1 : 22 – 25, Petrus memuji mereka sebagai orang-orang yang telah menyucikan diri dan taat kepada kebenaran. Petrus juga mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah “dilahirkan kembali” dari benih yang baik, yaitu firman Allah, karena itu mereka harus hidup dalam kasih persaudaraan yang tulus dan saling mengasihi dengan segenap hati. Nasehat Petrus ini ditujukan juga kepada kita. Janganlah bimbang dalam menghadapi berbagai tantangan. Berharaplah kepada Tuhan Yesus Kristus. Jangan lupa membaca Firman Tuhan dan hayatilah agar kita dapat dilahirkan kembali. Tanda bahwa kita telah dilahirkan kembali akan terlihat dalam hidup kita yang saling mengasihi seorang dengan yang lain dengan segenap hati. Selamat mengakhiri bulan Juli dan bersiap memasuki bulan Agustus dengan sukacita. Amin!

Doa: Biarlah firmanMu menjadi pegangan kami, Tuhan, sehingga kami dapat dilahirkan kembali untuk hidup saling melayani. Amin!  

Selasa, 01 Agustus 2023

bacaan : Lukas 6 : 35 – 36

35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Kepada Musuh pun, kita harus bermurah hati

Apabila kita berpikir, berkata dan melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan umumnya dianggap sebagai orang “gila’, dianggap melawan arus. Akibatnya sulit terjadi perubahan. Kita justru membiarkan kebiasaan buruk berlangsung terus menerus. Ajaran Tuhan Yesus dalam Lukas 6 : 35 – 36, merupakan suatu pemikiran, perkataan, dan tidakan yang baru, merubah tradisi Yahudi tentang balas dendam, yakni mata ganti mata, gigi ganti gigi, dan seterusnya. Perkataan Tuhan Yesus tentang kasihilah musuhmu merupakan ajaran baru dalam kerangka penyelesaian masalah atau konflik secara damai, tidak dalam tindakan kekerasan. Kita diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk berbuat baik kepada musuh, baik itu orang yang memusuhi kita ataupun orang yang kita musuhi. Begitu pun jika kita meminjamkan sesuatu kepada orang lain, jangan mengharapkan balasan. Itulah yang disebut murah hati. Mengapa TUhan Yesus mengajarkan demikian? Sebab Allah Bapa murah hati. Allah Bapa tidak membalaskan setimpal dengan dosa kita. Kita berdosa, namun Allah Bapa mau mengasihi dan mengampuni. Allah Bapa menganugerahkan kebaikan dan berkat kepada kita namun tidak mengharapkan balasan. Cukup dengan bersyukur dan berterima ksaih kepadaNya. Ajaran Tuhan Yesus ini mengajak kita untuk bermurah hati kepada siapa pun, termasuk kepada musuh atau orang yang membenci kita. Bermurah hati dengan melakukan kebaikan kepada semua orang tanpa pamrih.

doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup bermurah hati dengan semua orang. Amin.

Rabu, 02 Agustus 2023

bacaan : Yohanes 13 : 34 – 35

34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Jadilah murid Yesus yang hidup saling mengasihi

Hal yang sepertinya agak sulit dilakukan oleh seseorang adalah melepaskan yang lama lalu menerima yang baru. Meskipun orang yang lahir dan dibesarkan dalam suatu masyarakat adat pergi merantau ke kota yang sangat jauh dari kampung halamannya, ternyata orang tersebut belum bisa melepaskan kebiasaan hidup sewaktu di kampung halamannya. Misalnya, orang Malukuyang di Pulau Jawa atau Belanda belum bisa melepaskan gaya bicara atau makan sagu/papeda. Hal yang sama sepetinya juga terjadi pada komunitas Yahudi yang belum bisa melepaskan kebiasaan lama yang menghakimi orang berdalilkan ajaran Taurat. Ketika ada kedapatan perempuan berzinah dan dibawa kehadapan Tuhan Yesus, ahli taurat dan orang Farisi hendak menghukum lempar batu kepada perempuan tersebut sesuai hukum taurat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan, jika ada diantara orang banyak ini yang tidak berbuat dosa, dialah yang pertama harus melempar perempuan tersebut. Ternyata tidak ada yang melakukannya. Perintah baru yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini menegaskan bahwa yang terpenting dilakukan adalah saling mengasihi. Saling mengasihi jauh lebih penting dan lebih utama dari saling menjatuhkan, saling membunuh, dan saling membinasakan. Intinya, sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan, ajaran yang harus dipegang dan dilakukan oleh kita adalah saling mengasihiantar satu dengan lainnya. Karena itu, jadilah murid yang hidup saling mengasihi.

doa : Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup mengasihi yang lain. Amin

Kamis, 03 Agustus 2023

bacaan : 1 Yohanes 4 : 19 – 21  

19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Mengasihi dalam kata dan perbuatan

Orang Kristen selalu merasa bangga dengan sebutan bahwa dirinya adalah ahli waris Kerajaan Allah, pengikut Yesus, hamba Allah, dan sejenisnya. Namun, yang menjadi persoalan, apakah karakteristik atau sifat Allah itu ada dalam dirinya sehingga sinkron (cocok) dengan sebutan diatas tadi ? Nas bacaan ini mengungkapkan karakteristik atau sifat Allah yang paling utama atau penting, yaitu kasih. Seringkali  orang-orang Kristen mengabaikan hal kasih dalam kehidupannya dengan orang lain atau kepada orang lain. Paulus katakan, ada tiga hal yang utama yakni iman, pengharapan dan kasih, namun yang paling besar diantanya adalah kasih ( 1 Korintus 13 : 13 ). Kasih menutup banyak sekali dosa ( 1 Petrus 4 : 8 ). Jadi marilah kita mengasihi dengan segenap hati dan jiwa. Kebanggan orang Kristen semestinya ketika mengasihi orang lain, artinya memaafkan/ mangampuni kesalahan orang lain, tidak membenci saudaranya. Kebanggan orang Kristen selama ini hanya dengan sebutan di awal, tidak nampak dalam perbuatan kasihnya. Orang Kristen tidak menyadari bahwa ia ada karena kasih Allah, karena itu kasih Allah tersebut tidak diteruskan dalam perbuatan nyata. Ingat, selam kita tidak mengasihi sesama kita secara nyata dalam perbuatan, selama itu pula kita tidak mengasihi Allah.

doa : Ya Tuhan, mampukanlahkami untuk berbuat kasih secara nyata dalam hidup. Amin.

Jumat, 04 Agustus 2023

bacaan : Galatia 5 : 1 – 15  

Kemerdekaan Kristen
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. 2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. 5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. 6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? 8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu. 9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan. 10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia. 11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya! 13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Saling Mengasihi adalah wujud ketaatan pada hukum Tuhan.

Hukum selalu ada dalam masyarakat, entah dalam kelompok yang kecil maupun yang lebih luas. Begitu pentingnya hukum atau aturan hidup, sehingga setiap orang harus tunduk dan taat pada hukum. Jika ada yang tidak taat pada hukum, orang tersebut telah melanggar hukum, tentunya ada saksi bagi orag yang melanggar hukum. Komunitas Kristen (jemaat) di Galilea sebahagian besar merupakan orang-orang Kristen yang berketurunan Yahudi yang masih memegang teguh, bahkan taat pada hukum taurat, meskipun sudah menganut agama baru, yaitu Kristen. Pada satu sisi, oarang-orang Kristen berlatar belakang Yahudi harus tunduk dan taat pada hukum taurat sehingga harus disunat, namun pada sisi yang lain, mereka tidak perlu disunat sebab sudah menjadi Kristen. Pertentangan soal sunat dan tidak sunat tersebut direpons oleh Rasul Paulus bahwa bukanlah sunat atau tidak sunat. Artinya, yang terpenting adalah sebagai orang-orang yang sudah dimerdekakan oleh Yesus dalam kematian dan kebangkitanNya, orang-orang Kristen jangan lagi hidup dalam dosa. Orang-orang Kristen harus hidup saling melayani seorang akan yang lain, dan itulah yang dinamakan kasih. Dalam hal ini, rasul Paulus hendak tegaskan bahwa hukum yang efektif adalah hukum yang didalamnya membuat semua manusia saling mengasihi, yakni kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Jadi, orang-orang Kristen yang baik harus taat hukum Tuhan, yakni yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

doa : Ya Tuhan, pimpinlah kami untuk mampu mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Amin.

Sabtu, 05 Agustus 2023.

Bahan bacaan : 2 Tesalonika 1 : 3 – 12

Ucapan syukur dan doa
3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: 5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. 6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu 7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. 9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, 10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai. 11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, 12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Saling mendoakan dan mengasihi.

Kita pasi senang dan bangga apabila apa yang diupayakan, diperjuangkan, dan dilakukan oleh kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Kita pasti bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk semua perubahan positif yang terjadi, terutama ucapan syukur itu dilakukan kepada Tuhan. Hal inilah yang terjadi pada rasul Paulus ketika melihat ada perkembangan dan kemajuan iman pada orang-orang Kristen di Tesalonika. Paulus bahkan bermegah atas ketabahan iman jemaat Teslonika, meskipun terjadi penganiayaan dan penindasan yang ditujukan kepada orang-orang Kristen di Tesalonika. Bagi rasul Paulus, untuk menghadapi berbagai penganiayaan dan penindasan itu, orang-orang Kristen harus kuat dalam doa sambil terus berbuat baik terhadap semua orang. Alasan mendasarnya adalah suatu persekutuan akan kuat dan terus berkembang apabila sama-sama saling mendoakan, terus berbuat baik dengan cara saling mengasihi antara satu dengan lainnya. Itulah yang harus menjadi pegangan pada setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus dalam persekutuan jemaat manapun. Kehidupan yang saling mendoakan dan mengasihi kunci pertumbuhan jemaat.

Doa: Ya Tuhan, buatlah kami menjadi orang percaya yang terus berdoa dan mengasihi semua orang…Amin. 

@ SUMBER : SHK BULAN JULI & AGUSTUS 2023, LPJ – GPM