Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Mei 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Bertekadlah Membangun Bangsamu

Minggu, 14 Mei 2023

bacaan : Nehemia 2 : 11 – 20

Tekad untuk membangun kembali tembok Yerusalem
11 Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana, 12 bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi. 13 Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api. 14 Lalu aku meneruskan perjalananku ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja. Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat lalu di tempat itu, 15 aku naik ke atas melalui wadi pada malam hari dan menyelidiki dengan seksama tembok itu. Kemudian aku kembali, lalu masuk melalui pintu gerbang Lebak. Demikianlah aku pulang. 16 Para penguasa tidak tahu ke mana aku telah pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa-apa kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, maupun kepada para pemuka, kepada para penguasa dan para petugas lainnya. 17 Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela." 18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. 19 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?" 20 Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!"

Bangunlah Bangsamu
Kisah Nehemia jarang sekali diceritakan, namun kisah ini menjadi teladan sepanjang masa. Nehemia adalah seorang yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada orang  lain,  pada  bangsanya.  Oleh  sebab  itu,  ketika  Hanani,  salah  satu dari saudaranya, datang dan menggambarkan kehancuran kota Yerusalem, ia sangat sedih. Ia berkabung  selama   beberapa  hari   karena   kesulitan  yang  menimpa   bangsanya di Yerusalem dan Yehuda. Kepeduliannya membawanya pada keinginan untuk “pulang kampung” dan membangun kembali tembok Yerusalem yang hancur. Keinginannya begitu hebat, sebab hampir empat bulan penuh ia berdoa kepada Tuhan (Neh. 2:1), dengan air mata dan dengan tindakan puasa. Allah membuka jalan bagi maksud baik Nehemia. Ia mendapatkan restu dari Raja Artahsasta. Segala keberhasilan Nehemia dinyatakan dalam imannya, “karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.” Ia membangun  kembali  bangsanya dengan  tidak mencari  keuntungan  dari  apa yang dibuat. Kita pun membutuhkan Nehemia-Nehemia baru dalam hidup  ini  untuk  membangun  bangsa dan  negara ini.  Kita  dapat   memulai segala sesuatunya seperti  Nehemia; mulailah  dengan  doa.  Milikilah  semangat  untuk bekerja dengan  berkualitas. Merancang  dengan  baik  dan  melakukan  apa  saja  yang berguna untuk kepentingan membangun bangsa. Ketika berhasil, janganlah meninggikan diri. Ingatlah, bahwa keberhasilan itu datang dari Allah, maka biarlah hanya nama-Nya saja yang layak dimuliakan.

Doa:  Kuatkanlah  tekad  kami untuk  terus  membangun  bangsa ini ya Tuhan, Amin.

Senin, 15 Mei 2023

bacaan : Amsal 11 : 10 – 11

10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai. 11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Berkat Orang Jujur Mengembangkan Kota
Orang sering mengatakan, Jujur itu tanda orang yang lurus dan tulus hati. Ia tidak akan menyimpang, melainkan menyatakan yang sebenarnya dengan niat hati yang bersih.  Orang jujur  tidak suka  berbohong  atau melakukan kecurangan,  sehingga dari sifatnya  orang  menjadi  percaya.  Pengamsal  dalam  nas  bacaan  hari  ini menegaskan bahwa   berkat   orang   jujur   memperkembangkan   kota,   tetapi  mulut   orang   fasik meruntuhkannya. Itu berarti, setiap orang yang bekerja dalam dasar kejujuran, hasilnya akan membawa berkat dan kemajuan bagi kehidupan orang banyak. Sebaliknya, orang yang  bekerja  dalam  ketidakjujuran,  laksana mulut  orang  fasik  yang  menghancurkan kehidupan. Dengan perkataan bohong,  penuh tipu  muslihat,  seseorang bisa menghancurkan maksud dan tujuan yang baik. Maka suatu kota atau bangsa tidak pernah akan mengalami kemajuan,   jka  dipimpin  oleh   orang-orang   yang demikian.  Hanya  demi  kepentingan  diri  dan bukan ketulusan untuk melayani orang banyak. Firman ini mengingatkan kita marilah bekerja dengan jujur, karena berkat orang jujur menjadi sumber kebaikan, bagi hidup kita dan orang lain. Berkat orang jujur memperkembangkan kota.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk bekerja dan melayani dengan jujur. Amin.

Selasa, 16 Mei 2023

bacaan : Amsal 14 : 34

34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa
Kebesaran  dan   derajat   suatu  bangsa  bukanlah   terletak   pada   seberapa  maju teknologinya, atau seberapa besar armadanya. Kebesaran suatu bangsa terletak pada  bagaimana  pemimpin  dan  rakkatnya  menegakkan  dan  menjunjung kebenaran. Banyak masalah yang terjadi dan itu berakar dari pudarnya kebenaran lalu digantikan dengan  berbagai  tipu  daya  dan  sandiwara.  Banyak  orang  hanya memperkaya diri. Membuat  hokum  dibengkokan,  menggelapkan  dan memutarbalikan kebenaran  dalam suatu  peradilan.  Orang  menjadi  takut melakukan  dan menyuarakan  kebenaran  karena akan dianggap sebagai perusuh. Hikmat salomo dalam nas  ini menegaskan bahwa hanya kebenaranlah yang meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa dan kejahatan akan menjadi noda yang mencoreng kehidupan bangsa. Ketika kebenaran semakin langka ditemukan, maka ini adalah tugas gereja dan tugas kita semua untuk terus berdoa supaya Tuhan mengendalikan bangsa  ini..  Memberikan  bangsa  ini  suatu  generasi baru yang tangan dan hatinya murni. Generasi yang selalu mencari wajah Tuhan serta kebenarannya. Kitalah yang harus tampil sebagai model yang menyuarakan dan melakukan kebenaran. Kebenaran sangat erat dengan keadilan. Hilangnya nilai-nilai kebenaran  akan berdampak bagi kehidupan bangsa. Nilai kebenaran adalah nilai yang berkenan kepada Allah, maka marlahi kita menjalankan pekerjan dan panggilan di hari ini dengan sebaik-baiknya dalam landasan kebenaran.

Doa:  Tuhan,  buatlah  kami mengerti bahwa dengan hikmat hidup kami terpelihara.  Amin.

Rabu, 17 Mei 2023

bacaan : Ester 8 : 1 – 17

Perintah raja yang menguntungkan orang Yahudi
Pada hari itu juga raja Ahasyweros mengaruniakan harta milik Haman, seteru orang Yahudi, kepada Ester, sang ratu, dan Mordekhai masuk menghadap raja, karena Ester telah memberitahukan apa pertalian Mordekhai dengan dia. 2 Maka raja mencabut cincin meterai yang diambil dari pada Haman, lalu diserahkannya kepada Mordekhai; dan Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta milik Haman. 3 Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkannya maksud jahat Haman, orang Agag itu, serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi. 4 Maka raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja, 5 serta sembahnya: "Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan. 6 Karena bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?" 7 Maka jawab raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu, serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: "Harta milik Haman telah kukaruniakan kepada Ester, dan Haman sendiri telah disulakan pada tiang karena ia sudah mengacungkan tangannya kepada orang Yahudi. 8 Tuliskanlah atas nama raja apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja, karena surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali." 9 Pada waktu itu juga dipanggillah para panitera raja, dalam bulan yang ketiga--yakni bulan Siwan--pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan Mordekhai ditulislah surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah, dari India sampai ke Etiopia, seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya. 10 Maka ditulislah pesan atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja, lalu dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat yang berkuda, yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas yang diternakkan di pekudaan, dikirimkanlah surat-surat 11 yang isinya: raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya, 12 pada hari yang sama di segala daerah raja Ahasyweros, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar. 13 Salinan pesan tertulis itu harus diundangkan di tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, dan orang Yahudi harus bersiap-siap untuk hari itu akan melakukan pembalasan kepada musuhnya. 14 Maka dengan terburu-buru dan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. 15 Dan Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan memakai pakaian kerajaan dari pada kain ungu tua dan kain lenan, dengan memakai tajuk emas yang mengagumkan serta jubah dari pada kain lenan halus dan kain ungu muda. Maka kota Susanpun bertempiksoraklah dan bersukaria: 16 orang Yahudi telah beroleh kelapangan hati dan sukacita, kegirangan dan kehormatan. 17 Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat manapun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.

Menjadi Berkat Bagi Sesama
Kisah    Ester    memberi    tiga    pesan    penting    bagi    kita    yakni    :    pertama, kedudukan/jabatan/kekuasaan  dan  kesempatan  haruslah  dipergunakan  sebaik- baiknya untuk memperjuangkan kehidupan yang membawa sukacita dan damai sejahtera bagi sesama. Kedua, relasi-relasi kekeluargaan mestinya menjadi kekuatan kerjasama untuk memberdayakan sesama. Ketiga, sebagai seorang perempuan yang selalu terasah pada dimensi rasa atau emosinya sehingga cepat berbelas kasih dan peduli pada yang lain   sebaiknya menjadikan hal ini sebagai kekuatan untuk menjadi bermakna bagi yang membutuhkan. Apa yang dilakukan Ester  mengingatkan saya pada  perjuangan  Martha Christina Tiahahu seorang perempuan Maluku yang sejak umur 17 tahun telah ikut serta mengangkat senjata melawan penjajah. Ia rela berkorban dan berani melakukannya demi kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Tindakan kedua perempuan ini, Ester dan Tiahahu hanya dapat dilakukan karena memiliki komitmen dan tekad yang kuat bahwa hidup harus bermakna bagi yang lain. Saat ini orang Kristen yang memiliki jabatan/ kekuasaan kadang lupa  atau  mengabaikan  komitmen  dan  tekad  seperti itu. Keinginan  memperkaya  dan memuaskan  diri  dengan  banyaknya kesempatan yang  diperoleh  cenderung  menjadi  pilihan  utama bagi orang-orang seperti ini. Jika ada ikatan kekeluargaan, maka hanya dipakai untuk kepentingan diri  dan kelompoknya. Sebagai  orang  beriman, menjadikan hidup sebagai berkat bagi sesama merupakan wujud menyaksikan Kristus. Memberlakukan sikap seperti ini dalam kehidupan berbangsa sangat menolong pembangunan bangsa kita.

Doa: Kami bertekad untuk menjadi berkat bagi sesama. Amin

Kamis, 18 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11

Yesus terangkat ke sorga
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Mengucap Syukur dan Bersaksi
Kenaikan Yesus Kristus ke sorga menjadi momentum perayaan iman bagi semua orang Kristen. Kita mengingat kembali karya penyelamatan dan kemuliaan Kristus sebagai Anak Allah dan mengimani karya tersebut dengan melakukan tanggung jawab kesaksian sebagai murid-muridNya.  Ketika malaikat mengatakan kepada para murid : “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?…Pertanyaan ini hendak mengusik rasa terpesona atau kekaguman para murid terhadap cara Yesus naik ke sorga dengan terus menatap ke langit. Para murid harus segera memfokuskan diri pada tugas mereka untuk memberitakan injil ke semua tempat. Rasa syukur mereka pada Yesus yang bangkit dan telah menang atas maut harus dinyatakan melalui kesaksian yang benar. Roh Kudus menjadi jaminan kuasa Tuhan yang akan senantiasa menyertai mereka. Sebagai orang beriman, momentum perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ini juga kita responi dalam  rasa  syukur  untuk  mengingatkan  pada  tugas pemberitaan Injil. Kita tidak boleh terus menerus terbawa pada kesukacitaan iman karena melihat atau mengetahui peristiwa iman yang terjadi. Kita harus mampu menyatakan  iman  tersebut  dalam  kata  dan perbuatan sebagai saksiNya. Keluarga menjadi tempat yang penting untuk menyaksikan dan memuliakan Tuhan yang telah bangkit dan naik ke sorga.

Doa:  Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi saksiMu. Amin.

Jumat, 19 Mei 2023

bacaan : 2 Taw. 17 : 10 – 13

10 Ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. 11 Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor dan kambing jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor. 12 Yosafat makin lama makin kuat, menjadi luar biasa kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan. 13 Banyak perbekalannya di kota-kota Yehuda. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, semuanya pahlawan yang gagah perkasa.

Ketaatan Sebagai Jaminan Berkat
Yosafat, Raja Israel yang menggantikan ayahnya Raja Asa. Kehidupan yang ia jalani dan kepemimpinannya atas Israel dilakukan dengan hidup menurut perintah-perintah Allah. Berbeda dengan ayahnya yang hingga akhir hidupnya tidak mencari pertolongan Tuhan. Ketaatan Raja Yosafat kepada Allah kemudian mendatangkan berkat bagi kerajaan Israel. Kerajaannya kuat dan kokoh. Seluruh Yehuda pun memberikan persembahan kepadanya hingga ia menjadi raja yang kaya dan terhormat. Kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda tidak berani berperang melawan Yosafat, sebaliknya mereka membawa persembahan kepadanya. Yosafat pun makin lama makin kuat dan dengan kepintarannya mengatur bangsanya sehingga segala sesuatu tersedia baginya dan bagi bangsanya. Di zaman  sekarang  ini,  mencari  pemimpin seperti  Raja  Yosafat  tentunya  sulit  untuk ditemukan. Loyalitasnya melayani bangsa Israel disertai komitmennya untuk selalu mengikuti perintah   Tuhan   dan  senantiasa   hidup   takut   Tuhan   menjadi   modal   utama   yang mendatangkan berkat bagi hidupnya dan bangsanya. Sebagai orang percaya, tugas dan kerja  yang kita  lakukan  dimana  saja  dan  kepada siapa saja tidak cukup hanya dengan kesungguhan hati, rajin  dan  loyal  melakukannya.  Ketaatan  pada Tuhan  dan ketergantungan  pada  pertolongan-Nya harus juga menjadi gaya dalam kerja bahkan kepemimpinan kita. Dengan demikian, kita dapat terus menyaksikan dan menghitung berkat Tuhan dalam kehidupan ini.

Doa:  Kami akan senantiasa taat kepada-Mu, ya Tuhan. Amin.

Sabtu, 20 Mei 2023

bacaan : 2 Taw. 32 : 1 – 8

Yerusalem dikepung oleh Sanherib
Setelah peristiwa yang menunjukkan kesetiaan Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu, dan berniat merebutnya. 2 Ketika Hizkia mengetahui, bahwa Sanherib datang hendak memerangi Yerusalem, 3 ia berunding dengan para panglima dan pahlawannya untuk menutup segala mata air yang terdapat di luar kota dan mereka itu bersedia membantunya. 4 Maka berkumpullah banyak orang. Mereka menutup semua mata air dan sungai yang mengalir dari tengah-tengah negeri itu. Kata mereka: "Mengapa raja-raja Asyur harus mendapat banyak air, kalau mereka datang?" 5 Dengan sekuat tenaga Hizkia membangun kembali seluruh tembok yang telah terbongkar, mendirikan menara-menara di atasnya dan tembok yang lain di luarnya. Ia memperkuat juga Milo di kota Daud dan membuat lembing dan perisai dalam jumlah yang besar. 6 Ia mengangkat panglima-panglima perang yang mengepalai rakyat, menyuruh mereka berkumpul kepadanya di halaman pintu gerbang kota dan menenangkan hati mereka dengan kata-kata: 7 "Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. 8 Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita." Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.

Berperanlah Sebagai Pemimpin Yang Bijak!
Kehidupan ini dengan berbagai dinamikanya merupakan perjuangan iman bagi setiap orang percaya. Sama seperti yang dilakukan oleh Raja Hizkia. Ia tahu bahwa ada tangan besar yang menyertainya lebih dari pada yang menyertai bangsa Asyur. Selain rakyat yang  bersama  dengannya,  ada  Tuhan  Allah  yang  senantiasa menyertai  Hizkia. Hizkia meyakini penyertaan Allah itu sehingga ia bertindak dan melakukan apa yang baik dan mendatangkan keselamatan bagi bangsanya. Ia berunding dengan para panglima dan pahlawannya. Suatu sikap yang bijaksana sebagai pemimpin. Sekalipun ia adalah raja namun ia tidak membuat keputusan sendiri. Ia membutuhkan pandangan orang lain dan bekerjasama dengan semua orang di negaranya. Ia membangun sinergisitas dalam upaya pembangunan. Sebagai pemimpin, ia juga menjadi motivator ulung yang mampu menyemangati dan menumbuhkan keparcayaan di hati rakyatnya. Hizkia sangat paham dengan kondisi psikologi rakyatnya karena lawan mereka adalah Asyur. Hizkia memainkan peran-peran  pendampingan  dan  penguatan yang luar biasa bagi rakyatnya. Tipe kepemimpinan seperti ini sangatlah ideal dan mudah diterima dimana saja. Sayangnya,  kita  lebih  sering  menemukan  pemimpin yang mau  berusaha  mengenal  dan  memahami  orang-orang  yang  ia  pimpin ketika  ia memiliki kepentingan atau tujuan tertentu bagi dirinya. Pemimpin Kristen haruslah tidak demikian. Bahkan ia mesti tahu bahwa kerjanya hanya bisa berhasil jika mendapatkan dukungan dari banyak orang dan Tuhan yang memberkati.

Doa:    Tuhan, mampukanlah  kami menjadi pemimpin yang bijaksana. Amin

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 7 – 13 Mei 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Hidup dalam Hikmat Menuai Berkat

Minggu, 07 Mei 2023

bacaan : Amsal 2 : 1 – 22

Faedah dari pada menuntut hikmat
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, 3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, 8 sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. 9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. 10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; 11 kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau 12 supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat, 13 dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap; 14 yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat, 15 yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya; 16 supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, 17 yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya; 18 sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah. 19 Segala orang yang datang kepadanya tidak balik kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan. 20 Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. 21 Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, 22 tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.

Mencari Hikmat
Penulis kitab Amsal mendorong kita untuk bertekun dalam mencari sesuatu yang jauh lebih berharga dari segala yang ada dalam hidup, yaitu hikmat. Mencari hikmat sama artinya  kita  mencari  Tuhan.  Sebab  hikmat  itu  bersumber  dari  Tuhan. Untuk mendapatkan  hikmat  yang  menuntun  kepada  jalan  yang  benar,  maka yang  harus dilakukan adalah hidup takut akan Tuhan. Hal itu nampak dari kesetiaan kita mencari Tuhan dengan segenap hati. Mau mendengarkan nasehat dan perintah Tuhan, baik ketika membaca  Firman  Tuhan  dari  Alkitab,  maupun  saat merenungkan  dan  melakukannya dalam hidup. Kita pun diharapkan selalu berseru kepada Tuhan Sang Sumber hikmat. Jangan  pernah  memulai  hari  baru tanpa berseru memanggil nama Tuhan dalam doa. Itulah kekuatan kita dalam menjalani kehidupan. Ibarat mencari harta yang  terpendam,  dibutuhkan ketekunan  dan kerja keras untuk mencari hikmat. Mencari hikmat atau mencari Tuhan bukan hanya di saat-saat tertentu. Mencari Tuhan dalam susah maupun senang, dalam keadaan sehat atau sakit, saat untung ataupun rugi. Mencari Tuhan di segala waktu, tempat dan keadaan. Hanya demikianlah kita boleh beroleh karunia dari Tuhan, yakni hati yang paham untuk menapaki jalan-jalan kehidupan sesuai kehendakNya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar  senantiasa  hidup  dalam hikmat. Amin.

Senin, 08 Mei 2023

bacaan : Amsal 8 : 10 – 13

10 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. 11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. 12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Hikmat itu Harta yang Tidak Ternilai
Emas, perak dan permata, siapakah yang tidak mengenal dan menginginkan benda- benda ini? Benda-benda yang berharga dan punya nilai yang tinggi dalam kehidupan manusia dan dijadikan ukuran untuk status seseorang. Baik status ekonomi maupun status sosial seseorang dalam masyarakat. Tidak heran banyak orang berlomba-lomba memiliki benda-benda tersebut. Penulis Amsal dalam nas ini hadir dengan satu pernyataan yang kontras dengan kesukaan manusia terhadap benda-benda tadi. Ia mengatakan ada yang jauh lebih berharga dari semua benda itu, yaitu hikmat. Mengapa hikmat lebih tinggi dari benda-benda berharga tadi? Karena hikmat memampukan seseorang untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah. Apa yang baik dan benar dan sesuai dengan kehendak  Allah.  Dengan  kata  lain,  hikmat  mendidik orang untuk    bagaimana menjalani hidup ini dengan baik   sesuai kehendak Allah  sehingga   hidupnya menjadi berguna. Inilah harta yang tidak ternilai yang ditawarkan hikmat,  yang tidak  akan  lenyap  dan jika dikembangkan akan sangat berarti dalam membangun kehidupan bersama. Bukankah ini yang   dibutuhkan ditengah banyaknya perbedaan di antara kita yang dapat membawa pada keretakan dan perpecahan dalam keluarga, jemaat dan masyarakat?. Di sinilah kita harus menyadari betapa hikmat diperlukan. Maka jika kita kekurangan hikmat, Mintalah pada Tuhan Sumber Hikmat itu!

Doa:   Ya Allah, berilah hikmat-Mu, sebab   itu   lebih   berharga   dari perak. emas dan permata. Amin.

Selasa, 09 Mei 2023

bacaan : Amsal 8 : 14 – 21

14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. 16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi. 17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. 19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Hiduplah Dalam Hikmat
Salah satu prinsip hidup yang penting bagi semua orang percaya yaitu hidup dalam hikmat. Dikatakan demikian karena ketika hidup di dalam hikmat, maka kita dapat menentukan sikap dan tindakan yang benar. Inilah yang ditegaskan oleh penulis bahwa di dalam hikmat ada nasihat, pertimbangan, pengertian dan kekuatan (ay.14). Pernyataan  ini  jelas,  sebab  hanya  dengan  hikmat  saja  para  raja,  pembesar, para bangsawan dan hakim di bumi dapat memerintah serta menetapkan keadilan (ay. 15-16). Tidak hanya itu, penulis juga menegaskan bahwa di dalam hikmat kita dapat memperoleh berkat berupa kehormatan, keadilan dan kekayaan (ay.18). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengajarkan kita baik secara pribadi maupun keluarga, untuk terus hidup dalam hikmat. Karena hikmat lebih berharga dari apapun juga dan ia akan  senantiasa menuntun  seluruh  jalan  kehidupan kita, sesuai dengan kebenaran dan keadilan. Dengan hikmat  juga  kita  pun  akan  menuai  berkat-berkat Tuhan  melalui setiap tanggungjawab kerja yang ditekuni dan dijalani. Sebagai orang percaya, kita diingatkan agar terus meminta hikmat dari Tuhan dan hidup di dalamnya. Biarlah hikmat Tuhan senantiasa menyertai kita dalam menjalankan peran  masing-masing  sebagai  anggota keluarga (papa,  mama  dan  anak- anak). Hiduplah  senantiasa dalam  hikmat  Tuhan  dan selamat  menikmati setiap berkat yang berasal dari pada-Nya.

Doa: Hikmat-Mu kami perlukan ya Tuhan untuk menjalani hidup ini dengan benar. Amin.

Rabu, 10 Mei 2023

bacaan : Amsal 9 : 1 – 6

Undangan hikmat dan undangan kebodohan
Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, 2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya. 3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota: 4 "Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: 5 "Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; 6 buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."

Hikmat Vs Kebodohan
Hikmat dan kebodohan merupakan dua hal berbeda yang saling bertolak belakang satu dengan yang lain.  Karena saling bertolak belakang,  maka tentu  saja segala sesuatu yang dihasilkan oleh hikmat dan kebodohan juga berbeda. Perbedaan ini akan nampak dalam pikiran, sikap maupun tindakan yang dilakukan oleh manusia. Hikmat selalu  menghasilkan  kebenaran,  sebaliknya kebodohan  menghasilkan kefasikkan.  Bagi Salomo, hikmat adalah hal yang sempurna dan di dalamnya telah tersedia segala sesuatu yang memberikan kehidupan. Hal ini berbeda dengan kebodohan, sebab kebodohan sama dengan tidak berpengalaman dan tidak berakalbudi (ay.4). Sebagai manusia, kita diberikan kebebasan  untuk  menentukan  pilihan.  Pertanyaannya  ialah, apakah  kita  lebih memilih untuk hidup di dalam hikmat atau hidup di dalam kebodohan?. Kita diajarkan oleh kebenaran firman Tuhan saat ini bahwa betapa pentingnya meninggalkan kebodohan dan hidup  dalam hikmat.  Sebab  dengan  meninggalkan kebodohan arah hidup kita akan semakin berkualitas. Artinya, kita harus memiliki komitmen untuk meninggalkan  atau  membuang  seluruh  sikap  dan tindakan hidup yang bertolak belakang dengan kehendak Allah. Camkanlah, hikmat akan menuntun pribadi maupun keluarga kita untuk menjalani hidup dalam kebenaran, karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Jadi, tinggalkanlah seluruh kebodohan yang selama ini melekat pada diri. Berdoalah kepada Tuhan dan senantiasalah meminta hikmat dari-Nya, agar kita dapat menata hidup serta melangkah dengan lebih baik ke depan. Ingatlah, jauhi kebodohan dan teruslah hidup dalam tutunan hikmat Allah.

Doa: Ajarilah kami Tuhan untuk meninggalkan kebodohan dan hidup dalam hikmatMu. Amin.

Kamis, 11 Mei 2023

bacaan : Amsal 4 : 1 – 13

Nasihat untuk mencari hikmat
Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. 5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. 6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. 7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. 8 Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya. 9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu." 10 Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak. 11 Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. 12 Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung. 13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Mendengar Didikan, Peroleh Hikmat
Menyandang identitas sebagai orang percaya, tidak serta merta menjamin sikap dan perbuatan sesuai identitas itu. Sebab tidak dapat disangkali bahwa banyak sekali orang percaya yang kehidupannya jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu nasihat, didikan,   petunjuk   maupun   pengajaran,   merupakan   tindakan   penting   yang  harus didengarkan  dan  dilakukan  oleh  semua  orang  percaya.  Hal  seperti  inilah yang dikemukakan oleh penulis dalam bacaan kita saat ini. Salomo mendapatkan didikan dari ayahnya Daud dan ia pun memberi didikan kepada anak-anaknya. Salah satu hal yang mendasar dari didikan Salomo yaitu tentang hikmat. Sebab hanya dengan hikmat maka kita  akan  hidup  dalam  kesetiaan  dan  ketaatan kepada  Allah  atau  yang  disebut oleh Salomo dengan jalan lurus (ay. 11). Hikmat menuntun pada jalan lurus sehingga ketika berjalan dan berlari setiap langkah tidak akan terhambat dan tersandung. Artinya, hikmat akan menuntun pada kebenaran sehingga  kita  tidak  salah  dalam  bersikap  maupun bertindak. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap mendengar didikan serta beroleh hikmat  dan  hidup taat  kepada  Allah. Pengajaran  seperti  ini  dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga  kita  masing-masing.  Biarlah  didikan  yang diberikan  atau  diterima dapat membuat kita memperoleh hikmat dan melalui hikmat itulah, kita tetap berpegang teguh pada setiap pengajaran Allah.

Doa: Tuhan tolonglah kami mendengarkan didikan, agar dapat memperoleh hikmat. Amin.

Jumat, 12 Mei 2023

bacaan : Pengkhotbah 7 : 11 – 22

11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari. 12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. 13 Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? 14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya. 15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya. 16 Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri? 17 Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu? 18 Adalah baik kalau engkau memegang yang satu, dan juga tidak melepaskan yang lain, karena orang yang takut akan Allah luput dari kedua-duanya. 19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota. 20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa! 21 Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau. 22 Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.

Hikmat Memelihara Hidup
Hikmat sejati merupakan sesuatu yang berharga dan berasal dari Allah serta diberikan kepada orang-orang yang menaati-Nya. Karena hikmat berharga, maka tidak heran Pengkhotbah menyatakan bahwa hikmat merupakan suatu keuntungan. Keuntungan yang dimaksudkan ialah hikmat akan memelihara hidup dan memberi kekuatan bagi setiap orang  yang  memilikinya.  Oleh  sebab  itu  Pengkhotbah  hendak mengajarkan kepada pendengarnya bahkan kita semua, betapa penting memiliki hikmat dalam menjalani hari- hari kehidupan. Sebab tidak semua dinamika hidup yang begitu beragam dialami oleh manusia, dapat dimengerti dan dipahami tanpa hikmat dari Allah. Karena itu hikmat diperlukan agar kita dapat melewati seluruh dinamika tersebut. Bahkan dengan hikmat dari Allah, kita dapat membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah serta diberikan kemampuan  untuk mengerti atau memahami hal yang  sulit sekalipun.  Karena hikmat hanya akan diberikan  kepada orang-orang yang menaati Allah, maka untuk mendapatkannya kita harus hidup taat atau dengan kata lain takut akan Tuhan. Ketaatan itu harus diwujudnyatakan dalam cara berfikir, tutur kata, sikap maupun perbuatan yang kita lakukan dalam hidup. Gunakanlah hikmat  dalam  menjalankan  peran  maupun  tanggungjawab  baik dalam  keluarga, di lingkungan pekerjaan, gereja maupun masyarakat. Ingatlah bahwa hikmat berharga dan memelihara hidup dan memberikan kekuatan bagi kita semua. orang yang memilikinya disebut beruntung, maka mintalah selalu hikmat dari Allah dan hiduplah dalam hikmat-Nya itu. Yakin dan percayalah hikmat dari Allah itu akan senantiasa

Doa:  Tuhan,  buatlah  kami mengerti bahwa dengan hikmat hidup kami terpelihara.  Amin.

Sabtu, 13 Mei 2023

bacaan : Pengkhotbah 10 : 10

10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Hikmat Membawa Keberhasilan
Setiap orang menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang dilakukannya. Untuk mendapatkan  keberhasilan  itu,  tidak  hanya  dibutuhkan  tenaga  dan  ketrampilan dalam mengerjakannya, melainkan juga hikmat. Inilah yang diingatkan pengkhotbah dalam nas bacaan ini. Jika besi menjadi tumpul maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. Besi yang tumpul dan tidak diasah, tentu  tidak  akan  berguna.  Menggunakan  besi  yang tumpul  dan  tidak  diasah,  akan membuat tenaga menjadi habis terkuras tetapi hasilnya tidak maksimal. Inilah gambaran orang bodoh yang bekerja dengan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Ia tidak mampu mengatur kekuatannya yang terbatas bahkan menggunakan tenaganya yang terbatas itu untuk   melakukan  hal-hal   yang   tdak   berguna. Berbeda dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Ia tidak menggunakan besi yang tumpul sebagai alatnya.   Ia   akan   mengasah   besi  yang   tumpul menjadi mata kapak yang tajam sehingga berguna menumbangkan pohon  yang  besar.  Orang yang  berhikmat,  menjadikan  firman  Tuhan sebagai sumber  kekuatannya. Tenaga dan  kemampuan memang  diperlukan  untuk bekerja, namun yang membuat berhasil adalah hikmat. Karena itu, bekerjalah dalam dasar takut Tuhan. Bekerjalah sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan, maka semuanya akan menjadi berhasil.

Doa: Ya Tuhan, berilah hikmatMu agar kami berhasil dalam bekerja, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 April – 6 Mei 2023

Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus

Tema Mingguan : Jadilah Pelayan Pendamaian

bacaan : 2 Korintus 5 : 11 – 21

Pelayanan untuk pendamaian
11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu. 12 Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah. 13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu. 14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. 16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Didamaikan Untuk Melakukan Pelayanan Pendamaian

Allah   yang   telah   memprakasai   untuk   mendamaikan kita denganNya melalui pengorbanan Kristus. Oleh karena itu Rasul Paulus menegaskan melalui pembacaan ini bahwa benar hanya karena kasih Allah bagi kita,  Ia memberikan anakNya Yesus Kristus mengalami aniaya, disalibkan, mati dan dikuburkan. Supaya mereka yang percaya, menikmati anugerah keselamatan. Mereka hidup tidak lagi untuk dirinya sendiri, melainkan hidup untuk, oleh dan di dalam Dia. Kita adalah orang-orang yang  paling beruntung,  karena dosa dan pelanggaran kita tidak diperhitungkanNya. Kita telah didamaikan oleh Allah. Karena  itu,  Allah menghendaki kita hidup untuk mewujudkan karya pendamaian bagi dunia ini melalui pelayanan kasih terhadap sesama yang lemah dan membutuhkan. Menjadi pelayan- pelayan pendamaian yang memungkinkan orang lain menikmati pengampunan dan anugerah keselamatan dari Tuhan. Menjadi agen-agen pendamaian, agar kehidupan yang rukun dan harmonis tetap terawat.

Doa:   Roh Kudus mampukanlah kami mewujudkan pelayanan yang menghadirkan pendamaian. Amin.

Senin, 01 Mei 2023

bacaan : 1 Yohanes 2 : 1 – 6

Kristus pengantara kita
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. 2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. 3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Hiduplah Sama Seperti Kristus

Bulan baru telah kita masuki. Tanda rahmat dan penyertaan Allah tidak berkesudahan dalam kehidupan sebagai anak-anakNya. Menjadi anak Tuhan tidaklah mudah. Tidak juga  cukup  hanya  diucapkan,  melainkan  mesti  diaktakan. Artinya  bahwa,  setiap orang yang mengaku bahwa dia adalah anak Tuhan, bahwa Kristus ada dan hidup di dalam dirinya, wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Nas bacaan hari ini mau mengingatkan, janganlah berbuat dosa!. Namun, jika karena kelemahan kita berbuat dosa, janganlah takut dan menghukum diri sendiri. Kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus. Dia-lah pendamaian untuk segala dosa manusia dan dosa seluruh dunia.  Pendamaian  yang dikerjakan  Allah  melalui  Kristus  itu,  mewajibkan  kita hidup menuruti perintah-Nya. Dengan begitu sempurnalah kasih Allah di dalam kita dan itu tandanya kita ada di dalam Dia. Jika kita ada di dalam Dia,  maka  wajib  hidup  sama  seperti  Kristus telah hidup.  Wajib  berarti  sesuatu  yang  harus  dilakukan. Kita memang bukanlah  anak-anak Tuhan yang sempurna, tetapi keinginan untuk selalu menjauhkan diri dari dosa dan meminta Roh Kudus mengendalikan, membuat kita mampu hidup sesuai dengan kehendakNya.

Doa:  Ya   Kristus   Tuhan,   tolonglah kami  untuk  hidup  semakin meneladani-Mu. Amin.

Selasa, 02 Mei 2023

bacaan : 1 Yohanes 2 : 7 – 11

Perintah yang baru
7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. 8 Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. 9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. 10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Hiduplah Damai Dengan Saudara!

Refrein KJ. 424, “Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus. Bersinar-bersinar, aku bersinar terus.”  Sesungguhnya mengandung pesan teologis yang penting bagi kita.  Kehidupan  orang  percaya  memang  harus  menjadi  terang  untuk  menerangi kegelapan di sekitar. Bagaimanakah caranya, kita tetap hidup sesuai kehendak Allah untuk menjadi terang? Tidak ada cara lain selain hidup mengasihi saudara.  Hubungan dengan saudara sangat penting untuk diperhatikan. Seseorang yang mempunyai hubungan yang baik   dengan   Tuhan   akan   diwujudnyatakan dengan  manisnya   hubungan   bersama saudaranya. Hubungan baik yang manis itu merupakan cerminan kasih   kepada Tuhan. Karena firman Tuhan  mengingatkan, “barangsiapa tidak  mengasihi saudaranya   yang kelihatan, tidak mungkin ia mengasihi Allah yang tidak kelihatan”. Sehingga setiap orang yang telah mengenal Allah akan senantiasa menjaga relasi yang baik dengan  saudaranya. Melalui hubungan yang   baik   kita   sedang   menampilkan   terang   kasih Kristus. Tidak mungkin kita yang percaya menampilkan terang kasih Kristus, jika kebencian, irihati, dendam, perselisihan masih ada di dalam diri terhadap saudara. Marilah mengerti  kehendak Tuhan dengan  menjalankan  kasih  yang sesungguhnya bagi semua saudara. Siapa membenci saudaranya, dia masih hidup dalam kegelapan. Keluarlah dari kegelapan itu! Hiduplah damai dengan saudara.

Doa:   Ya Allah, kami mau hidup seturut kehendakMu dengan tetap mengasihi saudara, Amin.

Rabu, 03 Mei

bacaan : Roma 3 : 21 – 26

Manusia dibenarkan karena iman
21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Yesuslah Jalan Pendamaian
Betapa penting dan agung karya Yesus Kristus yang menjadi jalan pendamaian. Kasih karunia Tuhan itu tersalur kepada semua orang agar menerima keselamatan. Tetapi siapa  yang  mau  diselamatkan,  haruslah  beriman  dan  menerima  Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Benar, bahwa Yesus sudah mati untuk menyelamatkan seisi dunia, tetapi hanya bagi yang percaya kepadaNya yang dapat menerima anugerah keselamatan  itu.  Iman  kita sangat  menentukan  apakah dapat menerima  kasih  karunia Allah yang menyelamatkan. Itulah pembenaran karena iman. Karena itu, sesungguhnya di bawah kolong langit ini tidak ada satupun yang boleh bermegah, sebab hanya oleh kasih karunia kita diselamatkan. Atas kasih karunia ini kita bersyukur.  Jika kita  berbuat  baik  dan  benar dalam hidup, itu sebagai tanda syukur karena telah diselamatkan. Konsep kekristenan ini penting bahwa kita berbuat baik dan benar bukan supaya diselamatkan. Kalau begitu pertanyaannya, apakah benar kita telah diselamatkan? Kalau iya, tunjukkanlah itu dalam perbuatan-perbuatan hidup tiap hari sebagai tanda bahwa kita mensyukuri keselamatan yang Tuhan beri. Mari masuk hari ini dengan bersyukur karena Tuhan Yesus telah menjadi jalan pendamaian bagi segala dosa kita.

Doa:  Terima  kasih  ya  Allah  atas anugerah keselamatan dalam hidup kami. Amin.

Kamis, 04 Mei 2023

bacaan : Mazmur 34 : 12 – 15

11 (34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! 12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? 13 (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Orang Benar Berusaha Mencari Perdamaian

Ada  tiga  perilaku yang  membawa  manusia  untuk  menikmati  kehidupan  yang baik menurut pemazmur dalam nas bacaan hari ini. Pertama, orang yang dapat menjaga perkataan dari segala ucapan yang jahat dan menipu. Lidah adalah anggota tubuh yang sangat rentan untuk membawa kita kepada dosa dan kejahatan, seperti misalnya menyulut perkelahaian dan perpecahan, mengeluarkan kata-kata kotor, kutuk, dusta dan sebagainya. Karena itu, lidah harus dikuasai dan dikendalikan. Kedua, menjauhi segala yang jahat dan melakukan yang baik. Perilaku kejahatan bagi orang benar adalah sesuatu yang harus dijauhkan bahkan dihentikan dan sebaliknya lakukanlah kebaikan. Pikiran dan perbuatan     baik dan benar akan membuat kita dan orang lain mengalami damai dan sukacita.  Ketiga,  orang  yang mencari  perdamaian  dan  berusaha  mendapatkannya. Perdamaian atau hidup yang damai adalah kebutuhan semua orang. Tanpa damai, hidup kita tidak akan tenang, tenteram dan bahagia. Jadi sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung kepada kita, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Artinya selalu ada usaha untuk menjaga relasi baik dengan semua orang. Itulah tandanya kehidupan orang benar, selalu berusaha mencari perdamaian. Mulailah dari diri kita sendiri dan keluarga. Didikan dan ajaran dalam keluarga yang baik, membuat kita tahu mengendalikan lidah dan melakukan yang baik demi kedamaian tetap terjaga.

Doa: Ya Allah, berilah kami kemauan untuk hidup berdamai dengan semua orang, Amin.

Jumat, 05 Mei 2023

bacaan : Amsal 21 : 2 – 9

2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. 3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban. 4 Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. 5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. 6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. 7 Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan. 8 Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya. 9 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

Perempuan Yang Bersyukur dan Menjadi Pendamai

Sebesar apapun rumah, seindah apapun arsitekturnya, sebagus apapun intreriornya bahkan  semahal apapun  segala  yang ada  di dalamnya, tetap  tidak  akan pernah memberi rasa damai dan bahagia, kalau di dalamnya ada perempuan atau isteri yang suka bertengkar dan tidak tahu bersyukur. Ini mengungkapkan betapa seorang perempuan seharusnya menjadi  penolong yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan di dalam rumah. Seorang perempuan yang mampu menjadi pendamai dan menciptakan suasana bahagia adalah yang tahu bersyukur dalam segala hal. Dialah istri yang bijaksana atau berhikmat.  Sebab  hanya  istri  yang  bijaksana  dan berhikmat  sajalah  yang  mampu bersyukur dan menjadi pendamai mulai dari dalam keluarga, dan menyebar ke dalam kehidupan  sesama di lingkungan sekitar. Di  hari  Ulang  tahun  Wadah  pelayanan Perempuan GPM yang ke 55 hari ini, nas bacaan firman Tuhan mengingkatkan kita untuk Bersyukur atas berkat penyertaan Tuhan bagi semua perempuan GPM. Karena kasih Tuhanlah perempuan terus menjadi  berkat.  Kiranya berkat pertambahan usia, menginsprasi semua perempuan GPM untuk terus menjadi perempuan- perempuan   pendamai   yang   menghadirkan   karya- karya kebaikan dan kedamaian.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami perempuan yang bersyukur dan pendamai. Amin.

Sabtu, 06 Mei 2023

bacaan : Roma 14 : 19

19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Kejarlah Damai Sejahtera

Bersyukurlah karena Tuhan menciptakan kita dengan tujuan agar hidup dapat berguna bagi sesama. Setiap kita punya potensi dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang dapat berdampak dalam kehidupan orang lain. Dengan kata lain kita diciptakan untuk dapat saling membangun. Untuk itulah setiap kita harus menghargai, menerima dan memberi ruang  atau  kesempatan  bagi  orang  lain untuk  mengembangkan  diri  dan menampilkan sesuatu yang berguna. Rasul Paulus dalam nas bacaan hari ini menegaskan bahwa  memang  selalu  diperlukan tekad untuk  mengejar  sesuatu  yang  mendatangkan damai sejahtera dan yang saling membangun. Tidak semua orang memiliki tekad seperti itu.  Ada  yang lebih suka  menjatuhkan  dan membuat kehidupan  orang  lain kehilangan damai sejahtera. Ada yang cenderung menjadi penghasut dan membuat kehidupan yang damai menjadi terganggu. Jauhkanlah hidup kita dari sikap yang demikian. Sebaliknya teruslah mengejar segala sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun dalam hidup.  Jangan  ada  yang  berkecil  hati  dan berkata bahwa   dirinya tidak berguna atau tidak bisa melakukan apa-apa. Sebab sekecil apapun hal yang dilakukan demi kebaikan dan kesejahteraan hidup bersama, yakinlah! itu akan memberi dampak yang besar.

Doa: Bapa, kami akan terus mengejar damai sejahtera dan hidup saling membangun. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 – 29 April 2023

Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus

Tema Mingguan : Tuhan Meluputkan Orang yang Mengasihi-Nya

Minggu, 23 April 2023

bacaan : Mazmur 116 : 1 – 14

Terluput dari belenggu maut
Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. 2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. 3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. 4 Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: "Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!" 5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang. 6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. 7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. 8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung. 9 Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup. 10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: "Aku ini sangat tertindas." 11 Aku ini berkata dalam kebingunganku: "Semua manusia pembohong." 12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? 13 Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, 14 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Tuhan Meluputkan Mereka Yang MengasihiNya

Alasan untuk mengasihi Tuhan, yaitu bahwa IA telah lebih dulu mengasihi kita. Bacaan kita hari ini berisi alasan pemazmur mengasihi Tuhan. “..sebab   Ia  mendengarkan suaraku dan permohonanku.  Ia  menyendengkan  telinga-Nya kepadaku…”  Tuhan  tidak hanya setia mendengar tetapi melanjutkan dengan tindakan: Meluputlkan dari maut, memberi keadilan, menghapus air  mata, menjaga  agar  tidak  tersandung. Bila tersandung,  tidak sampai  terjatuh  atau tergeletak.  Itulah  kebaikan  yang  Tuhan  perlihatkan  dalam kehidupan Pemazmur. Maka diapun bertanya : “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”. Dalam kehidupan ini, kita juga banyak mengalami kebaikan Tuhan kan? Setelah mengalami begitu banyak kebaikan dan kemurahan Tuhan, adakah dalam hati kita timbul pertanyaan:  “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”. Sebagaimana dilakukan pemazmur yang membalas kebaikan Tuhan dengan mengasihi Dia. Mengasihi dalam bentuk ucapan syukur yang bukan hanya di bibir saja, tetapi berwujud dalam sikap dan tindakan nyata. Ya, Tuhan telah lebih dulu mengasihi kita. Maka kitapun harus melakukannya terhadap sesama. Itulah yang Tuhan kehendaki.

Doa: Terima kasih Tuhan karena Engkau terlebih dulu mengasihiku, Amin!

Senin, 24 April 2023

bacaan : Ayub 5 : 8 – 16

8 Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku. 9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya; 10 Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang; 11 Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat; 12 Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil; 13 Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan. 14 Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam. 15 Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat. 16 Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut

Sampaikanlah Pengaduanmu Hanya Kepada Allah

Salah memilih tempat mengaduh saat menghadapi tantangan kehidupan yang berat, akan membuat kita semakin lemah. Kita cenderung mengaduh kepada manusia, atau media social daripada mengaduh kepada Tuhan. Banyak orang mengalami kekecewaan kerena ternyata apa yang diharapkan dari setiap pengaduan seperti itu, jauh dari harapan yang diinginkan. Hal itu disebabkan karena baik yang mengadukan masalah, maupun yang  mendengarkan  pengaduan  memiliki  kelemahan  dan  keterbatasan.  Semua  orang berpacu  dengan  pergumulan  serta pergulatan  hidup  masing-masing.  Ayub  mengalami pergumulan dan pergulatan iman yang tidak mudah. Pada satu sisi dia adalah orang saleh, namun di sisi lain ia harus menerima sebuah ujian iman  yang  luar  biasa.  Tetapi  semua  itu  tidak membuat  Ayub  berpaling  dari  Allah. Justru  dalam keyakinan akan kuasa Allah    yang tidak berkesudahan itu Ayub mengaduhkan segala perkaranya. Mari kita yakini bahwa perbuatan-perbuatan Allah itu besar dan tidak terduga. Dialah Allah yang Maha mendengar. Maka apapun yang kita alami, mengaduhlah hanya kepada-Nya.

Doa:   Hanya padaMu ya Tuhan seluruh pengaduan ini kusampaikan. Amin.

Selasa, 25 April 2023

bacaan : Ayub 5 : 17 – 27

17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. 18 Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula. 19 Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka. 20 Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang. 21 Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang. 22 Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti. 23 Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau. 24 Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa. 25 Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah. 26 Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya. 27 Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!"

Teguran dan Didikan Allah Berujung Kebaikan
Kita  punya  cara  pandang  tersendiri  dalam  melihat  berbagai  peristiwa kehidupan. Terkadang segala yang kita rencanakan secara matang mengalami kegagalan. Kita mengeluh, kecewa bahkan menganggap Allah tidak adil. Padahal dari setiap peristiwa yang dialami itu harus dijadikan sebagai suatu pelajaran berharga. Belajarlah dari kehidupan Ayub yang tetap bersedia dibentuk oleh Allah walaupun menghadapi berbagai macam bentuk kesesakan dan kesukaran dalam kehidupannya. Ayub tetap menunjukan kasih,  kesetiaan dan  kepercayaannya  kepada  Allah.  Ia  mengakui  satu  hal  bahwa  ini adalah cara Allah untuk mendidik dan membawanya dekat kepada Allah. Ia menyerahkan hidup sepenuhnya dikendalikan oleh tangan kasih Allah. Teguran dan didikan  Allah  terkadang  tidak dapat dimengerti dengan pengertian kita yang terbatas. Kita mesti hidup dalam kerendahan hati agar dengan hikmat Allah dituntun untuk lebih memahami maksud Allah dibalik setiap peristiwa  yang  dialami  dalam  kehidupan.  Berbahagialah  manusia  yang  ditegur  Allah, sebab teguran dan didikanNya berujung kebaikan. Benarlah apa yang diungkapkan dalam refrein lagu KJ.408: “suka dukaku dipakaiNya untuk kebaikanku”.

Doa:  Ajari kami untuk memahami semua teguranMu, bahwa itu semua untuk kebaikan kami. Amin.

Rabu, 26 April 2023

bacaan : Mazmur 34 : 7 – 11

6 (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 7 (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 8 (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! 9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 10 (34-11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

Takut Tuhan, Sumber Kebahagiaan
Kita sering terjebak dalam pemahaman yang sempit tentang arti kebahagiaan. Kata bahagia diartikan sebagai suatu kondisi yang hanya terpaut pada kepemilikan harta dan benda. Hal ini merujuk pada sebuah anggapan bahwa tatkala seseorang memiliki harta dan benda, maka segala sesuatu dapat terpenuhi dan di tengah komunitas sosial dia terpandang. Pertanyaannya,  benarkah hanya dengan  memiliki  harta  dan benda  dapat menjamin kebahagian yang seutuhnya? Jawabannya tidak. Ada yang memiliki harta dan benda  melimpah, namun  dalam hidupnya kebahagiaan itu tidak pernah dirasakan.  Jika demikian, bagaimana caranya agar  kita mengalami kebahagiaan yang  sejati?. Pemazmur mengatakan bahwa kunci hidup bahagia adalah takut akan Tuhan.   Dalam   praktek   hidup  yang   takut   akan   Tuhan, seseorang akan menikmati keselamatan,perlindungan, dan pertolongan Tuhan. Seruannya didengarkan dan  Tuhan  meluputkannya dari ancaman.  Itulah kebahagiaan  yang sejati. Kebahagiaan  yang  tidak  dapat  dibeli atau  ditukar dengan  harta  benda.  Pemeliharaan Tuhan  menjadi  jaminan  untuk tetap  berdiri tegak  walaupun  di  tengah  terpaan  badai kehidupan. Tetap arahkanlah pandangan kepada-Nya, karena Dialah Allah yang menopang dan meluputkan.

Doa: Tuhan, Engkaulah Sumber keselamatan dan kebahagiaan kami. amin

Kamis, 27 April 2023

bacaan : Mazmur 34 : 16 – 18

15 (34-16) Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; 16 (34-17) wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. 17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

Berjalanlah Dalam Kebenaran

Dalam  salah  satu  acara  pada  TV  swasta, Prof.  Dr.  Jacob  Elfianus  Sahetapy mengatakan, “walaupun kebohongan lari secepat kilat, satu waktu kebenaran itu akan mengalahkannya”.  Firman Tuhan hari ini dengan jelas mengatakan bahwa sesungguhnya Allah itu mendengarkan  seruan orang  benar  jika mereka  berseru. Tetapi  wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat. Memang benar, terkadang ketika kita melakukan kebenaran harus berhadapan dengan berbagai macam tantangan, dibully dengan kata-kata sindiran, dianggap sok suci, mau cari pujian, bahkan tidak sedikit yang harus meregang nyawa hanya karena   sebuah kebenaran. Allah telah menyatakan keberpihakannya bagi mereka  yang benar dengan memperhatikan  setiap  seruan  yang  disampaikan. Tuhan  melepaskan  mereka  dari  kemalangan. Firman   Tuhan   hari  ini mengajarkan kita untuk berjalan dalam kebenaran. Tuhan menginginkan kita hidup benar, karena sesungguhnya kita telah dibenarkan dan dikuduskan oleh Allah. Jangan   demi tahta dan mahligai, kita melakukan sesuatu yang tidak benar dihadapan Allah. Bekerjalah hari ini dengan berpikir, berkata dan bertindak benar, niscaya hidup kita diberkati.

Doa: Bapa ajarilah kami untuk tetap hidup   dan   berjalan   dalam kebenaran. Amin.

Jumat, 28 April 2023

bacaan : Mazmur 124 : 1 – 8

Terpujilah Penolong Israel
Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, --biarlah Israel berkata demikian-- 2 jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, 3 maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; 4 maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, 5 maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. 6 Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 7 Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! 8 Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Tuhanlah Penolong Kita

Tidak  ada  satupun  manusia  di  dunia  ini  yang  terlepas  dari  pergulatan kehidupan. Pergulatan ekonomi, kesehatan, ketidakharmonisan dalam  keluarga bahkan persekutuan. Kondisi ini dapat menyeret seseorang ke dalam keterpurukan hidup dan tidak sedikit yang berujung pada konflik batin dan sosial. Kalau sudah begini, dari manakah mau mencari dan mendapatkan pertolongan? Yang pasti ada satu tangan penuh kuasa yang terbuka menanti kita datang kepadaNya. Dia-lah Allah Israel yang senantiasa bertindak menolong umatNya. Dia yang selalu ada dengan penyertaanNya pada waktu siang dan malam. Atas segala kasih karunia dan pertolongan Tuhan, kita ada sampai saat ini. Semua itu bukan karena kuat dan hebatnya kita ataupun karena kita sungguh layak, tapi semata-mata karena Allah Sang Penolong. Jalan boleh saja berliku dan terjal, penuh onak dan duri. Beban boleh saja menindih bahu, tapi satu yang pasti ketika  datang  padaNya,  Allah  akan  menolong  dan  membebaskan  kita  dari segala persoalan kehidupan. Ingatlah, seberat  apapun  persoalan  yang sedang  dihadapi,  Allah sanggup menyelesaikannya. Sebab  itu,nyatakanlah  syukur kepada  Tuhan  setiap  waktu sebab Dia baik. PertolonganNya selalu memulihkan hidup.

Doa:  Kami bersyukur atas pertolonganMu  hingga hari ini, ya Tuhan. Amin.

Sabtu, 29 April 2023

bacaan : Mazmur 81 : 1 – 8

Nyanyian pada waktu pembaruan perjanjian
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Dari Asaf. (81-2) Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub. 2 (81-3) Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus. 3 (81-4) Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita. 4 (81-5) Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub. 5 (81-6) Sebagai suatu peringatan bagi Yusuf ditetapkan-Nya hal itu, pada waktu Ia maju melawan tanah Mesir. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal: 6 (81-7) "Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; 7 (81-8) dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba.

Setialah Memegang dan Menepati Janji

Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain dibibir lain dihati. Syair lagu ini menggambarkan tentang bagaimana mudahnya janji diucapkan tetapi sangat sukar ditepati. Inilah perbedaan antara janji yang dibuat antara sesama manusia   dan janji yang dibuat antara Tuhan dengan manusia. Alkitab mencatat bahwa cara Allah membangun hidup denga umatNya selalu dilandaskan pada perjanjian. Baik secara personal  hingga komunal. Janji Allah itu tidak ada satupun yang tidak ditepati.  Semua ditepati Allah  pada waktuNya.Allah setia pada janjiNya dan tidak pernah berubah walaupun terkadang manusia tidak setia menanti penggenapan janji Allah. Cobalah kita renungkan dalam seluruh perjalanan hidup, sudah berapa banyak kali kita berjanji, baik itu perjanjian kita dengan Allah tapi juga perjanjian kita dengan sesama berakhir dengan pengingkaran? Kalau sampai saat ini kita masih lebih cenderung untuk berjanji namun mengingkarinya, maka berbaliklah! Jadilah orang yang dapat dipercaya dan diandalkan karena dapat memegang dan menepati janji

Doa:  Ya  Allah,  ampunilah  kami  yang sering berlaku  tidak setia kepadaMu, amin.

*SUMBER SHK BULAN APRIL 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 April 2023

Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus

Tema Mingguan : Kuasa Yesus Memulihkan Yang Sedih

Minggu, 16 April 2023

bacaan : Yohanes 20 : 11 – 18

Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Dibalik Dukacita Ada Sukacita
Ini  adalah hari Minggu  pertama sesudah  Paskah.  Alkitab memberi kesaksian bahwa setelah bangkit, ada 10 kali Yesus menampakkan diri kepada para pengikutNya selama kurun waktu 40 hari. Penampakkan diri Yesus ini hendak memberikan kepastian kepada para murid dan dunia bahwa IA benar-benar hidup, sekaligus memberi penguatan bagi mereka yang merasa kehilangan dan sedih. Bacaan hari ini mengisahkan kedatangan Maria ke kubur untuk mengawetkan mayat Yesus dengan rempah-rempah. Namun dia tidak mendapati mayat Yesus di situ. Air mata membuat pandangannya kabur sehingga untuk sesaat tidak mengenal Yesus. Sapaan Yesus membuat Maria tersadar dan dapat melihatNya. Perjumpaan dan sapaan yang mengubah air mata menjadi kegirangan. Mariapun meneruskan kabar sukacita itu kepada para murid lainnya: “Aku telah melihat Tuhan”. Saudaraku, hari ini kita belajar bahwa: perjumpaan dengan Yesus berdampak positif bagi kehidupan kita dimana cara berpikir,  bertindak  dan  bertingkah  laku mengalami perubahan. Sapaan Yesus membuka mata rohani kita yang seringkali “dikaburkan” oleh hal-hal negatif sehingga tidak “mengenalNya”. IA rindu berjumpa dan menyapa kita agar dukacita berubah menjadi sukacita dan kehidupan semakin bermutu dan memuliakan Dia.

Doa:  Tuhan,  kami siap  berjumpa dan disapa OlehMu agar hidup dipulihkan. Amin.

Senin, 17 April 2023

bacaan : Lukas 24 : 13-27

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Kebangkitan Yesus Menghapus Keraguan
Puji syukur kepada Tuhan yang telah pertibakan kita di usbu kerja baru dengan selamat dan damai. Hari ini kita belajar dari kisah penampakkan Yesus kepada Kleopas dan temannya yang berjalan ke Emaus. Dari percakapan yang mereka lakukan, terlihat bahwa kesedihan masih meliputi hati mereka. Kesedihan, kekecewaan kehilangan harapan, itulah suasana hati mereka waktu itu. Hal ini membuat mereka tidak mengenali Yesus yang hadir dan menemani perjalanan. Yesus malah dianggap sebagai orang asing yang tidak tahu perkembangan situasi di Yerusalem dan sekitar saat itu. Yesus mendengarkan mereka lalu memberikan penjelasan kepada mereka tentang apa yang tertulis tentang Dia dalam kitab Suci. Ya saudaraku, Yesus yang bangkit menemani Kleopas dan temannya di dalam perjalanan. Ia tidak mau mereka lupa pada Firman Tuhan yang sudah sering diajarkan. Ia menjelaskan kembali isi kitab suci itu agar mereka memahaminya dan tidak ragu tetapi percaya bahwa Yesus benar telah bangkit dari antara orang   mati.  Sebagai pengikutNya, Yesus juga ingin kita tidak meragukan kebangkitanNya. Dengan kuasa RohNya, Ia mengingatkan kita tentang isi kitab suci yang sering kita dengar dan pelajari agar pesan Firman itu tidak hanya masuk ke telinga kiri dan keluar lagi di telinga kanan atau sebaliknya, tetapi masuk ke dalam hati dan pikiran sehingga menjadi penuntun dalam hidup kita. Percayalah bahwa Yesus sungguh-sungguh bangkit dan hidup.

DoaYa  Yesus  Tuhan,  temanilah kami   menyusuri   jalan   kehidupan ini. Amin.

Selasa, 18 April 2023

bacaan : Lukas 24: 28 – 35

28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Kebangkitan Yesus Menghapus Kesedihan
Kleopas dan temannya terus berjalan menuju Emaus dengan ditemani Yesus. Saat tiba di  Emaus  mereka  mengajak  Yesus  untuk  mampir  dan  beristirahat  sejenak untuk melepaskan  lelah  baru  melanjutkan  perjalanan.  Mereka  masih  belum mengenali  Dia. Kesedihan dan kekecewaan  membuat mata mereka “tertutup”. Pada saat makan, Yesus mengambil  roti,  mengucap  syukur  atasnya  dan  membagikan  roti  itu  kepada  mereka. Sebuah kebiasaan yang IA lakukan saat masih bersama, barulah mata mereka “terbuka” dan  mengenal  DIA.  Yesus  yang  bangkit menemani  Kleopas  dan  temannya  di  dalam perjalanan namun  mereka  tidak  mengenali  Dia.  Hal  inipun  sering  terjadi  dengan kita. seringkali masalah membuat kita sedih dan putus asa sehingga tidak dapat melihat Yesus yang sedang “berjalan” bersama menyusuri perjalanan kehidupan di dunia ini. Yesus tidak mau Kleopas dan para pengikutNya larut dalam kesedihan, kekecewaan, putus asa dan kehilangan harapan. Yesus tahu dan mengerti semua situasi yang dialami mereka dengan baik. Karena itu Ia hadir, berjalan, tinggal, makan bersama lalu membuka mata hati dan pikiran mereka agar mengenal Dia dengan baik. Kita adalah pengikutNya, maka hal itu dilakukanNya  juga  bagi  kita.  Ia  hadir,  tinggal,  makan  serta  berjalan  bersama.  Ia menghapus kesedihan, kekecewaan dan setiap suasana hati kita yang negatif. Yesus sudah bangkit dan hidup jadi tidak ada alasan lagi untuk sedih dan kecewa! Bersukacita dan bergembiralah!!!

Doa: Ya Yesus, tolong kami, agar tetap percaya dan tidak meragukan kebangkitanMu. Amin.

Rabu, 19 April 2023

bacaan : Lukas 24 : 36 – 43

Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Kebangkitan Yesus Menghapus Ketakutan

Sekalipun  telah  mendengar  kesaksian  dari  beberapa  orang  yang  sudah  bertemu dengan Yesus Yang Bangkit, tapi para murid masih belum yakin pada berita itu. Karena   itu   suasana   duka   dan   kehilangan   harapan   masih   mewarnai mereka. Ketidakyakinan para murid terhadap berita kebangkitan Yesus tergambar pada ekspresi “terkejut dan takut” yang mereka perlihatkan saat Yesus menampakkan diriNya. Mereka bahkan menyangka Yesus itu hantu. Untuk meyakinkan mereka Yesus menyuruh mereka meraba bekas luka pada kaki dan tangan-Nya, karena hantu tidak mempunyai daging dan tulang. IA juga meminta ikan goreng dan memakannya. Adalah manusiawi jika seseorang merasa terkejut dan takut saat mengalami peristiwa yang tidak disangka akan terjadi. Namun, Yesus tidak ingin hal itu terjadi bagi murid-muridNya. Karena itu IA meyakinkan mereka bahwa IA bukan  hantu  tetapi  Yesus  Yang  Bangkit  sehingga  mereka  harus menghilangkan ketakutan  dan  percaya  kepadaNya. Tuhan mau memakai para murid  untuk melanjutkan pelayananNya. Bukan saja para murid pada waktu itu, Yesus  juga  menghendaki  hal  itu  dari  kita,  murid-muridNya di zaman ini. Kita juga harus yakin dan dijauhkan dari rasa takut sehingga siap dipakai untuk melanjutkan pekerjaan pelayananNya di dunia ini.

Doa   :   Tuhan,   kami   siap   untuk meneruskan karya pelayananMu di dunia ini, Amin!

Kamis, 20 April 2023

bacaan : Lukas 24 : 44 – 49

44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Jadilah Saksi Kebangkitan Yesus
Setelah meyakinkan para murid bahwa IA bukan hantu melainkan benar-benar Yesus yang bangkit, Yesus memberikan penjelasan kepada para muridNya tentang isi kitab suci. Di dalamnya berbicara tentang diriNya yang mati tetapi akan bangkit pada hari ketiga. Bukan hanya itu, IA juga memberikan pengertian untuk memahami isi kitab suci. IA mempersiapkan murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya. IA membuka pikiran mereka untuk memahami karya penyelamatan yang telah IA kerjakan, dan menyampaikan berita pertobatan serta pengampunan dosa dalam nama Yesus kepada segala bangsa. Kepada para murid Tuhan Yesus berjanji akan memperlengkapi mereka dengan kuasa yang akan memampukan untuk menjadi saksiNya. Yesus berpesan  kepada  mereka agar tetap tinggal di Yerusalem sampai  apa  yang  dijanjikan  BapaNya  itu diterima. Saudaraku, untuk menjadi saksi, seseorang bukan hanya perlu tahu apa yang akan disaksikannya, melainkan juga perlu kesiapan diri. Kesiapan ini penting agar seseorang mampu meyakinkan orang lain untuk menerima dan mempercayai kesaksiannya. Itulah yang dialami para murid serta kita yang mau diutus menjadi saksi tentang hidup dan karya Kristus. Jangan kuatir, Ia berkenan    mengutus, memperlengkapi, dan memberkati kita untuk tugas menjadi saksi-saksiNya.

Doa: Ya Yesus, kami siap dipakai untuk  menjadi  saksi-saksiMu  di dunia ini. Amin.

Jumat, 21 April 2023

bacaan : Wahyu 21 : 1 – 8

Langit yang baru dan bumi yang baru
Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. 2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar." 6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. 8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Kebangkitan Yesus Meniadakan Maut dan Air Mata
“Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan atau ratap tangis, atau dukacita sebab segala yang lama itu telah berlalu”. Sebuah  pesan  yang sangat  indah  dan    menyejukkan  hati setiap orang  yang membacanya.  Bagaimana tidak? Segala penderitaan yang diakibatkan  oleh  dosa yang telah ada sejak awal dunia ini akan dilenyapkan. Dia yang duduk di takhta   adalah Alpha dan Omega, yang Awal dan yang Akhir, Dia adalah Tuhan yang Bangkit dan hidup, Dia yang akan   membarui   dan memulihkan keadaan semua ciptaan-Nya yang rusak karena dosa. Namun, yang bisa menikmati semua pembaruan dan pemulihan itu adalah mereka yang bertahan dan menjadi pemenang (ayat 7). Sedangkan mereka yang penakut, tidak percaya, keji,   pembunuh,  sundal,   tukang   sihir,penyembah berhala dan pendusta akan mengalami kematian kedua di dalam lautan api dan belerang (ay.8).  Jadi tidak semua dapat  menikmati kehidupan yang indah itu. Menjadi Kristen bukan jaminan kita dapat menikmati semua pembaruan dan pemulihan hidup yang dijanjikan itu. Melakukan kehendak Tuhan dengan taat itulah panggilan kita. Bagi Kartini-Kartini muda di mana saja berada,  selamat  merayakan  Hari  KARTINI  ke  119.  “Habis  Gelap  Terbitlah Terang”, menjadi semangat bagi setiap karya kita untuk memberikan menjadi dan yang terbaik bagi semua, terutama untuk kemuliaan Tuhan.

Doa: Tuhan, topanglah kami untuk bertahan     sampai     akhir     dan menjadi pemenang, Amin.

Sabtu, 22 April 2023

bacaan : Wahyu 7 : 13 – 17

13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" 14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. 15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. 16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. 17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Kebangkitan Yesus Menuntun Ke Mata Air Kehidupan

Syukur bagi Allah, Sumber kehidupan yang telah menuntun kita memasuki hari Minggu ke-2 setelah Paskah. Bacaan hari ini berisi penglihatan Yohanes tentang mereka yang memakai jubah putih. Jubah yang tadinya kotor tetapi dicuci dalam darah Anak Domba sehingga menjadi bersih kembali. Mereka siang malam berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia di Bait Suci-Nya. Lalu IA yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. IA rindu untuk tinggal bersekutu bersama  mereka  serta  menjamin  keamanan,  kesejahteraan dan  kebahagiaan.  Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi. Sebab Anak Domba yang ada di tengah- tengah takhta  itu,  akan  menggembalakan  mereka. Bahkan akan menghapus air mata dari mata mereka. Seperti  orangtua  yang menghapus  air  mata  dari wajah  anak-anak-Nya.  Saudaraku,  kita  pasti  rindu menjadi orang-orang yang digembalakan Tuhan ke mata air kehidupan seperti mereka yang ada dalam penglihatan Yohanes ini. Karena itu, baiklah dengan setia kita melayani Dia    di sepanjang kehidupan. Melayani Dia melalui suami, isteri, anak-anak dan mereka yang diam bersama kita. Melayani Dia melalui usaha dan kerja keras  di tempat pekerjaan. Melayani Dia dengan hidup rukun dan harmonis bersama tetangga. Melayani Dia dengan tidak membuang sampah sembarangan sehingga alam tetap terawat. Selamat merayakan HARI BUMI.!

Doa:   Tuhan,   Engkaulah   Gembala yang menuntun  kami  ke  mata  air kehidupan, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 9-15 April 2023

Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus

Tema Mingguan : Wartakan Berita Paskah yang Membebaskan

Minggu, 9 April 2023

bacaan : Yohanes 20 : 1-10

Kebangkitan Yesus
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. 2 Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." 3 Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 4 Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. 5 Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 6 Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, 7 sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. 8 Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 9 Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 10 Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah.

Wartakanlah Yesus yang Bangkit
Hari ini sebagai umat kristen di seluruh dunia merayakan kebangkitan Tuhan Yesus
dari kematian. Peristiwa sejarah iman ini menjadi inti dari panggilan gereja untuk
meneruskan berita sukacita yang menyelamatkan bagi dunia dan semua orang yang
belum percaya. Ketidakpercayaan adalah sikap kemanusiaan yang juga dialami oleh Maria Magdalena saat datang dan menyaksikan kubur Yesus yang kosong dan segera berlari memberitakan kepada Simon Petrus dan murid yang lain bahwa tubuh Yesus telah dicuri orang. Petrus dengan murid yang lainpun berlari ke kubur Yesus untuk melihat sendiri apa yang disampaikan oleh Maria Magdalena. Pernyataan Maria Magdalena adalah gambaran bahwa selama itu ia belum mengerti tentang isi kitab suci yang mengatakan bahwa Yesus harus bangkit dari antara orang mati. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus sebagai Firman Hidup akhirnya menguatkan iman percaya Maria Magdalena dan semua murid untuk melanjutkan misi penyelamatan bagi semua orang. Pentingnya perjumpaan kita sebagai keluarga dengan Tuhan Yesus yang bangkit melalui pendalaman firman Tuhan dalam ibadah binakel
akan menjadi kekuatan iman bagi kita dalam menjalani kehidupan kita dengan damai dan sukacita. Semua itu akan terwujud melalui tutur kata dan perilaku kita yang menjadi kesaksian bagi semua orang tentang Yesus yang bangkit.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk mewartakan berita kebangkitanMu bagi semua orang. Amin.

Senin, 10 April 2023

bacaan : 1 Korintus 15 : 1 – 11

Kebangkitan Kristus
Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. 3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; 5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. 6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. 7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. 8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. 9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. 10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. 11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.

Mengimani Yesus yang Bangkit
Inti dari pemberitaan injil adalah kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Sampai saat inipun masih terjadi perdebatan soal kebangkitan. Demikianpun dengan jemaat
Korintus, dimana Paulus menasehati mereka untuk percaya dengan sungguh kepada injil yang memberitakan tentang kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati. Yesus pun menampakkan diri kepada semua murid, dan Paulus salah satunya yang merasa paling hina dan tidak layak dihadapan Tuhan. Namun pilihan Tuhan kepadanya untuk mewartakan berita injil tentang kebangkitan Kristus yang menyelamatkan semua orang percaya terus dilakukan oleh Paulus dengan penuh kesetiaan dan ketaatan. Sekalipun ada banyak tantangan bahkan acaman yang harus dialami oleh Paulus namun ia percaya kepada Tuhan Yesus yang telah menyelamatkannya dan dimaknai oleh Paulus sebagai anugerah. Anugerah keselamatan Tuhan Yesus pun nyata bagi jemaat Korintus serta kita sekeluarga. Menjalani hari hidup dengan berbagai tantangan dan persoalan terkadang membuat kita menjadi bimbang dan ragu serta putus asa. Namun di
hari ini berita sukacita mesti kita percaya dengan sungguh, bahwa Yesus telah menang dan menganugerahkan keselamatan kekal bagi orang percaya.AnugerahNya itu membebaskan kita dari dosa dan kematian. Itulah sebabnya kebangkitanNya harus memberikan semangat bagi kita untuk mengimaninNya dengan sungguh dan menjalani hidup dengan syukur, setia dan taat kepadaNya.

Doa: Tuhan, kami mau mengimani dengan sungguh Yesus yang bangkit. Amin.

Selasa, 11 April 2023

bacaan : 1 Korintus 15 : 12 – 19

Kebangkitan kita
12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Jalani Hidup Dalam Pengharapan
Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Ini merupakan pernyataan rasul Paulus kepada jemaat di Korintus yang ditantang dengan berbagai ajaran yang meragukan kebangkitan dari kematian. Mereka percaya Tuhan Yesus memang bangkit dari antara orang mati, namun mereka tidak percaya dan menerima adanya kebangkitan dari kematian. Hal ini akan mempengaruhi mereka dalam beriman dan percaya kepada Kristus yang oleh kebangkitanNya telah memberikan kemenangan dan kebebasan bagi setiap orang percaya. “Janganlah kamu sesat”! demikian nasehat Paulus bagi jemaat Korintus dan bagi kita semua untuk berpengharapan kepada Tuhan Yesus yang bangkit dan telah memberikan kebebasan serta keselamatan bagi kita sebagai orang percaya. Berpengharapan seperti ini penting di tengah kita menjalani hari hidup dengan berbagai tantangan dan persoalan yang begitu kuat dan terkadang
membuat ragu, bimbang dan kecewa serta putus asa. Kalaupun kita mengalami situasi dan kondisi hidup demikian, maka firman Tuhan di hari ini kembali memberikan harapan untuk tetap percaya kepada Tuhan Yesus yang bangkit dan telah memberikan kekuatan bagi kita untuk menang atas segala beban dan persoalan hidup.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk menjalani hidup ini dalam pengharapan kepadaMu. Amin.

Rabu, 12 April 2023

bacaan : Kisah 13 : 26 – 31

26 Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita. 27 Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. 28 Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh. 29 Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. 30 Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. 31 Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.

Misi Pelayanan

Tanggung jawab panggilan iman kita sebagai orang percaya adalah memberitakan tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Ini inti dari misi dan pelayanan gereja selaku persekutuan orang  percaya,  sebagaimana  pula yang  telah Paulus  dan  Barnabas kerjakan ketika berada di Antiokhia. Mereka memberi kesaksian tentang cinta kasih Allah bagi umat manusia dengan mengutus Tuhan Yesus untuk menebus dan menyelamatkan mereka.  Jalan  penebusan  itu  harus  dilalui  dengan  penderitaan  dan  kematian  yang dilakukan oleh penduduk dan pemimpin Yerusalem yang tidak mengenal Yesus. Mereka menolak dengan meminta Pilatus  untuk menghukum Yesus dengan  jalan  di salibkan. Yesus menjalaninya sebagaimana nubuatan para nabi sampai mati di kayu salib dan dikuburkan. Namun oleh kuasa Allah, Yesus dibangkitkan pada hari yang ketiga. Ini menegaskan bahwa maut dan kematian telah dikalahkan.  Yesus  menampakkan  diriNya  bagi  para murid  dan  mereka  meneruskan  berita  kebangkitanNya  itu  kepada  semua  orang  yang belum percaya. Di sekitar kita masih banyak yang menolak dan belum percaya kepada Yesus.  Sebagai  pribadi  dan keluarga, kita  pun dipanggil  untuk  memberitakan tentang Tuhan melalui tutur kata dan perbuatan yang memuliakan namaNya, agar orang mengenal dan percaya kepada Yesus.

Doa: Kuatkan kami untuk menjadi alat kesaksian yang hidup demi kemuliaan namaMu. Amin.

Kamis, 13 April 2023

bacaan : Kisah 13 : 32 – 39

32 Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, 33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini. 34 Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud. 35 Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan. 37 Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian. 38 Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. 39 Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa.

Yesus: Penyelamat Orang Percaya

Berita sukacita kebangkitan Tuhan Yesus bagi setiap orang percaya adalah bahwa keselamatan kekal menjadi jaminan yang pasti. Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus  telah  membayar  lunas  segala  hutang  dosa  umat  manusia yang seharusnya menerima  penghukuman  dari  Allah.  Semua  karena  cinta  kasih  Allah  yang tidak menginginkan  seorangpun  binasa  melainkan  memperoleh  keselamatan  kekal melalui karya pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Hal inilah yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada orang-orang Yahudi dan non Yahudi dalam kelanjutan firman Tuhan hari kemarin. Semua orang siapapun dia, akan diserahkan dalam kebinasaan sebagai realitas manusia yang bergumul dengan dosa. Namun di dalam Kristus yang telah menang atas maut telah menggantikan kebinasaan dengan keselamatan kekal. Hanya di dalam dan oleh Tuhan Yesus Kristus, setiap orang percaya   memperoleh pengampunan dosa dan keselamatan kekal. Inilah berita sukacita setiap kali kita merayakan kebangkitan Kristus. Peristiwa iman itulah    yang    akan    memberikan   sukacita dan pengharapan ketika berhadapan dengan berbagai kekuatan   dosa   dan   kematian   yang   mengancam kehidupan.  Untuk  itu  sebagai  keluarga, letakkanlah pengharapan hanya kepada Yesus sebagai Juruselamat yang telah memberikan keselamatan kepada kita.
Doa:  kami  mau  menaruh  iman pengharapan hanya kepadaMu ya Yesus yang bangkit. Amin.

Jumat, 14 April 2023

bacaan : Kisah 10 : 34 – 43

34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya. 36 Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. 37 Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, 38 yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. 39 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. 40 Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, 41 bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. 42 Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. 43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Tidak Ada Perbedaan Dalam Kuasa Kebangkitan

Berita kebangkitan Tuhan Yesus disampaikan oleh rasul Petrus kepada Kornelius. Petrus   pun  memahami   bahwa   anugerah   Allah   dalam   Kristus   melalui   karya penebusan adalah bagi semua orang. Anugerah Allah itu diberikan tanpa melihat perbedaan. Hal ini yang dialami oleh Kornelius seorang perwira pasukan Italia. Kornelius seorang saleh yang takut akan Allah dan selalu memberi bantuan kepada orang Yahudi. Semua hal baik dari Kornelius diingat Tuhan dan dijawab segala doanya. Melalui perjumpaan dengan Petrus, Kornelius dan keluarganya dibaptis sebagai tanda mereka menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus yang memberikan anugerah keselamatan. Kesaksian firman Tuhan ini menjadi teladan bagi kita semua untuk mensyukuri anugerah keselamatan Allah dalam Kristus.   Allah tidak membeda-bedakan setiap orang yang datang kepadaNya.  Semua  orang  punya  hak  yang  sama untuk menikmati anugerah keselamatan dalam karya kebangkitan Tuhan Yesus. Hargailah anugerah Tuhan ini dengan menjadi keluarga yang tidak membeda-bedakan dalam relasi hidup sebagai wujud tugas panggilan pelayanan dan kesaksian yang nyata.

Doa:   Terima   kasih   ya   Tuhan untuk     kasihMu     yang     tidak membeda bedakan.  Amin.

Sabtu, 15 April 2023

bacaan : Kisah 17 : 1 – 9

Keributan di Tesalonika
Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi. 2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab Suci. 3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata: "Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu." 4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka. 5 Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat. 6 Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari, 7 dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus." 8 Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya itu, mereka menjadi gelisah. 9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari saudara-saudara lain, merekapun dilepaskan.

Semangat Memberitakan Injil Ditengah Tantangan

Pemberitaan kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian menjadi intisari injil yang terus disampaikan oleh Paulus dan Silas di Tesalonika. Kesaksian ini tidak diterima oleh orang-orang  Yahudi  yang  iri  terhadap  mereka  sebab  banyak  orang  menjadi  percaya kepada  Tuhan  Yesus.  Mereka  membuat  kekacauan  dengan  menyerbu  rumah  Yason, salah seorang murid yang percaya. Mereka  bermaksud mencari Paulus dan Silas untuk ditangkap. Ketika  tidak menemukan  Paulus  dan  Silas, akhirnya  diseretlah  Yason  dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota. Jaminan dari Yason dan beberapa  saudara  untuk  menjaga  situasi  dan  kondisi  keamanan  membuat  mereka dilepaskan. Kesaksian firman Tuhan ini mau mengingatkan kita bahwa tugas panggilan pemberitaan injil tentang kebangkitan Tuhan Yesus, tidak lepas dari berbagai tantangan, penderitaan bahkan ancaman. Namun baik Paulus, Silas maupun Yason dan para murid yang  lain,  tidak  menjadi takut.  Dengan  berani  dan  penuh  semangat,  mereka  terus memberitakan  dan menyampaikan  kabar  sukacita kebangkitan Tuhan. Semangat dan keberanian inipun menjadi spirit bagi kita sebagai keluarga dalam tugas panggilan dan kesaksian di tengah dunia. Kita tidak perlu   ragu    dan   takut,    sebab   penyertaan  dan perlindungan Tuhan selalu nyata.

Doa : Berikanlah keberanian untuk kami mewartakan kebangkitanMu bagi banyak orang. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 2-8 April 2023

Tema Bulanan :

Ttema Mingguan :

Minggu, 2 April 2023

bacan : Matius 27 : 32-44

Yesus disalibkan
32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. 33 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. 34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. 35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. 36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. 37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang Yahudi." 38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. 39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, 40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" 41 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: 42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. 43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." 44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.

Pikul salib bersama Yesus

Semua orang ingin selamat sehingga segala upaya dilakukan untuk menjaga keselamatan dirinya. Ada yang melakukan tindakan antisipatif jika tahu ada ancaman atau ada yang berjuang keluar dari situasi malapetaka dan musibah. Perjalanan Yesus ke bukit Golguta atau Bukit Tengkorak adalah perjalanan untuk pelaksanaan hukuman mati, yakni disalibkan. Semua orang yang turut dalam hadir dalam iring-iringan Yesus menuju ke Golguta atau persis bahwa ia akan mati di atas kayu salib. Ketika tiba di bukit Golguta dan Yesus disalibkan di situ, banyak orang menggelengkan kepala menghujat dan mengolok-oloknya dengan perkataan : orang lain IA diselamatkan, tapi diriNya sendiri tidak bisa diselamatkan. Sejatinya Yesus dapat menyelamatkan diriNya, namun ia tidak mau melakukannya. Yesus harus menjalani apa yang sudah Allah Bapa tentukan bagi diriNya, demi penebusan dan penyelamatan umat manusia. Karena itu, Ia menjalani hingga akhir dengan taat. Hari ini kita sungguh hari ini kita sungguh bersyukur dan mengagungkan Tuhan atas karya penyelamatan yang dikerjakan Allah dalam Yesus Kristus. Ada banyak anak yang mau menyatakan pengakuan dan kesedihan diri untuk sungguh-sungguh taat beriman dan memikul salib bersama Yesus pengakuan sebagai anggota sidi Gereja Protestan Maluku. Kiranya semakin banyak orang tergerak untuk percaya dan mengikuti Yesus, lalu taat dan setia memikul salib. Itulah Respon yang sepatutnya ditunjukkan oleh semua orang yang mau menjadi pengikut Yesus, atas Anugerah keselamatan yang telah dikerjakan Allah melalui Kristus Putra TunggalNya.

doa : mampukanlah kami untuk taat dan setia memikul salib bersama Yesus, amin

Senin, 3 April 2023

bacaan : Matius 10 : 34-39

Yesus membawa pemisahan Bagaimana mengikut Yesus
34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. 37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Pegang Erat Komitmen Mengikut Yesus

Mengikut Yesus membutuhkan sikap pengorbanan dan komitmen melepaskan segala kepentingan diri, kelompok, dan golongan. Mengikut Yesus memerlukan juga keikhlasan dan ketulusan hati. Meskipun nyawa menjadi taruhan, mengikut Yesus tetaplah menjadi komitmen yang teguh dan kuat. Ini harus menjadi prinsip hidup orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Bacaan hari ini mengingatkan hal tersebut. Tidak boleh ada lasan apapun ketika mau mengikutiNya, baik itu alasan hal orang tersebut. tua, anak, bahkan nyawa yang terancam. Yesus mau kita mengikutiNya dengan kesungguhan hati. Tidak dengan separuh atau setengah hati. Mengikut Yesus harus pula tanpa memperhitungkan untung-rugi. Banyak orang Kristen beranggapan bahwa kalau mengikut Yesus pasti senang, tidak ada masalah. selalu mendapat berkat, kesuksesan dan sebagainya. Ketika anggapan-anggapan ini selalu ada dalam pikiran dan tidak terwujud dalam perjalanan hidup, maka orang menjadi goyah. Mereka mengemukakan berbagai alasan ketika diminta komitmennya untuk melayani. Firman Tuhan mengingatkan kita semua, pegang eratlah komitmen dalam mengikut Tuhan Yesus, apapun situasi dan kondisi hidup yang dijalani. Kerelaan dan ketaatan memikul salib dan mengikut Yesus, memberikan kepada kita kelayakan dan kemuliaan yang tidak bisa diberikan oleh dunia ini yakni keselamatan kekal.

doa : Kami mau memegang teguh komitmen untuk mengikutMu, Yesus. Amin.

Selasa, 4 April 2023

bacan : Matius 16 : 24-25

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Jangan Takut Kehilangan Nyawa karena Yesus

Tidak ada manusia yang ingin kehilangan nyawa, sebab bicara tentang nyawa berarti itu menyangkut kehidupan atau kematian. Kehidupan adalah masih ada nyawa. Sebaliknya, kematian menunjukkan bahwa seseorang sudah tidak lagi bernyawa. Atas dasar itulah, orang selalu melakukan apapun untuk mempertahankan nyawa agar tetap hidup. Dalam kenyataannya, banyak pengikut Yesus yang telah dan mau melepaskan imannya kepada Yesus supaya tidak kehilangan nyawa. Melalui nas bacaan hari ini, Yesus mengingatkan kita tentang hal kehilangan nyawa. Barang siapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi barang siapa kehilangan nyawanya karena AKU (Yesus), ia akan memperolehnya (ay.25), Sebagai pengikut Yesus, janganlah takut menghadapi berbagai tantangan dan ancaman hidup. Jangan pula takut kehilangan nyawa karena Yesus. Nyawa tidak diciptakan melainkan dianugerahkan oleh Allah Bapa kepada manusia. Orang yang kehilangan nyawa karena Yesus, akan memperolehnya kembali dari Allah Bapa. Jadi, sikap yang harus dimiliki oleh kita adalah tidak menyangkal Yesus karena alasan apapun. Setialah mengikutiNya hingga akhir hidup.

Doa : Kuatkan kami untuk tidak menyangkal Yesus dlam segala situasi hidup, Amin

Rabu, 5 April 2023

Bacaan : Yohanes 12 : 25-26

25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Hidup untuk melayani Tuhan

Mengikut dan melayani Tuhan adalah panggilan yang berharga. Ini menjadi Respon yang indah ketika seseorang mengalami Kasih Setia Tuhan. Injil Yohanes melukiskan Kasih setia Tuhan melalui pengorbanan Kristus bagi manusia. Pengorbanan ini begitu besar dan memberi arti penting bagi manusia. Nampak dalam perumpamaan tentang biji gandum. Jika biji gandum mati ia terbelah dan bertumbuh menjadi banyak biji gandum. Semangat berbagi itu menjadi tanda kasih bagi banyak orang. Sebagai orang yang telah ditebus dan diselamatkan oleh Kristus, setiap orang Kristen diberikan kesempatan melayani Aku, dia akan dihormati Bapa. Ini suatu janji yang sungguh menggembirakan. Melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan yang diberikan kepada kita selagi masih ada waktu dan kesempatan. Karena itu, layanilah Tuhan dengan setia dan sepenuh hati. Lakukanlah pekerjaan pelayanan dengan tulus dan penuh sukacita. Yakinlah Tuhan memberkati orang-orang yang setia melayaninya melalui sikap dan tindakan sehari-hari sesuai dengan kerja dan panggilan masing-masing. Marilah saling melayani di dalam kasih Kristus.

Doa : Mampukanlah kami untuk melayanimMu dengan setia dan tulus, Amin

Kamis, 6 April 2023

bacaan : Matius 11 : 28-30

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Datanglah pada Yesus, Ia Lemah Lembut dan Rendah Hati.

Semua orang punya masalah kesulitan dan beban hidup tersendiri. Di dalam situasi seperti itu tidak semua orang mampu mengatasi masalah dan beban hidupnya. Terkadang orang terjerumus pada pikiran dan perbuatan yang jauh dari kehendak Tuhan. Hal ini membuat hidupnya semakin sulit dan tidak bahagia. Melalui nas ini Yesus menawarkan solusi atau jalan keluar yang dapat memberikan sukacita dan kelegaan. Ada tiga hal yang merupakan ajakan Yesus, Pertama, datanglah kepadaNya, pikullah kuk dan belajar daripadaNya. Sikap Yesus yang lemah lembut dan rendah hati nampak dalam sikapNya yang mau menerima siapa saja. Ajakan untuk selalu datang kepada Yesus adalah ajakan untuk belajar dan sikapNya yang lemah lembut dan rendah hati. Itu yang akan memberikan ketenangan kepada jiwa. Lemah lembut dalam tutur kata dan rendah hati dalam perbuatan mesti menjadi ciri khas setiap pengikut Tuhan. Lemah lembut dan rendah hati kepada siapa saja yang kita jumpai. Zaman sekarang sikap lemah lembut dan rendah hati mulai sulit dijumpai dalam kehidupan bersama, juga dalam keluarga. Banyak yang berlomba untuk memperlihatkan diri sebagai yang hebat. Sulit menerima kekurangan dan kelebihan orang lain. Kita diajak hari ini teladanilah Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati, karena orang-orang seperti inilah yang memiliki bumi.

doa : padamu kami merasakan kelegaan karena engkau lemah lembut dan rendah hati amin

Jumat, 7 April 2023

bacaan : Matius 27 : 46-56

Yesus mati
45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." 48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." 50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. 51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." 55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. 56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.

Kematian Yesus di hari Jumat Agung

Hari ini kita merayakan Jumat Agung atau kematian Yesus Kristus. Kita mengenang kembali pengorbanan Kristus untuk menebus dosa manusia. KematianNya adalah kematian terhadap dosa yang dilakukan oleh manusia. Karena itu kematian Yesus sungguh Agung. Alam ikut merayakan kematianNya. Hal ini terlihat pada saat Yesus tergantung di kayu salib, ketika Ia menyerahkan nyawaNya. Serentak dengan itu tabir Bait Suci terbelah menjadi dua. Terjadi gempa bumi yang dahsyat dan bukit-bukit batu terbelah. Hal ini menandakan bahwa penderitaan dan kematian Yesus dirasakan oleh seisi alam semesta. KematianNya menghancurkan sekat pemisah yaitu dosa yang menghalangi manusia untuk datang kepada Allah. Penderitaan dan kematian Yesus akhirnya tergenapi dan menjadi kesaksian yang menimbulkan pengakuan percaya dan orang-orang yang menganiaya-Nya. Itulah kesaksian kepala pasukan yang berkata sungguh IA ini adalah Anak Allah. Penderitaan dan kematian Yesus di hari Jumat Agung mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menghargai pengorbananNya. Setia mengikuti Yesus walaupun diperhadapkan dengan banyak tantangan dan penderitaan. Mengikuti Yesus mewajibkan kita mengikuti jalan hidup-Nya, ajaran-ajaran-Nya dan setia melakukan kehendak-Nya setiap hari.

doa : Yesus terima kasih atas pengorbananmu bagi kami amin

Sabtu, 8 April 2023

bacaan : Matius 27 : 62-66

Kubur Yesus dijaga
62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, 63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 65 Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." 66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Perkuat Iman untuk Setia, Teguh dan Berani

Ketakutan yang berlebihan biasanya membuat orang bukan saja kehilangan akal sehat, namun juga Iman. Hal itu yang terjadi pada diri imam-imam kepala dan orang Farisi setelah kematian Yesus. Mereka takut jangan sampai murid-murid Yesus mengambil mayat Yesus dari kubur dan mengatakan Yesus sudah bangkit. Para imam kepala dan orang Farisi takut kehilangan popularitas dan pengikut. Mereka telah menyaksikan Yesus mati disalib. Kepala pasukan beserta prajurit-prajurit dan banyak orang mengakui bahwa Yesus adalah anak Allah. Hal ini menimbulkan kepanikan pada Imam kepala dan orang Farisi. Jika Yesus bangkit pada hari ketiga sesuai perkataan-Nya ketika masih hidup, maka pengakuan akan Yesus adalah anak Allah yang semakin menyebar. Banyak orang akan percaya kepada Yesus dan mengikuti-Nya. Firman ini memberikan pesan agar iman dan akal sehat kita jangan pernah hilang jika menghadapi situasi sulit. Kita harus meyakini bahwa apa yang telah dilakukan Yesus melalui penderitaan dan kematian-Nya adalah benar-benar fakta yang menguatkan iman percaya. Sebab itu jangan hanya karena ingin mencari kenyamanan diri, membuat iman menjadi lemah dan menghianati pengorbanan Yesus. Jadilah para pengikut Yesus yang setia Teguh dan berani.

doa : Ya Yesus tolonglah kami untuk setia kepadamu dan tidak mencari kenyamanan diri, amin

sumber : SHK bulan April 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Maret – 1 April 2023

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 26 Maret 2023                                   

Bacaan: Matius 27 : 11 – 26

Yesus di hadapan Pilatus
11 Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 12 Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawab apapun. 13 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" 14 Tetapi Ia tidak menjawab suatu katapun, sehingga wali negeri itu sangat heran. 15 Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. 17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?" 18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. 19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam." 20 Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. 21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas." 22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" 23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" 24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" 25 Dan seluruh rakyat itu menjawab: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!" 26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Perjuangkan Keadilan

Pengadilan merupakan salah satu lembaga tempat dimana perkara seseorang atau sekelompok orang diadili. Salah satu hal yang paling mendasar dalam proses pengadilan yakni memperjuangkan dengan seadil-adilnya dan berpegang pada kebenaran. Akan tetapi hal yang mendasar ini seringkali diabaikan karena ada kepentingan pihak-pihak tertentu. Bacaan kita hari ini merupakan kisah yang menceritakan tentang diadilinya Yesus oleh wali negeri yakni Pilatus. Dalam proses peradilan itu imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi memberikan tuduhan kepada Yesus, namun sama sekali  tidak digubris oleh-Nya dan lebih memilih untuk diam (ay. 12-14). Sikap diamnya Yesus tidak berarti menunjukkan ketidakberdayaan-Nya, tetapi memperlihatkan ketidaksukaan-Nya terhadap tuduhan palsu dan pengadilan bengkok tersebut. Sikap diamnya Yesus juga bukanlah sikap pasif yang pasrah kepada keadaan, melainkan sikap aktif memfokuskan diri-Nya kepada kehendak Allah. Ketidakadilan yang pernah dialami oleh Yesus mungkin saja dialami juga oleh kita. Ketidakadilan dapat saja terjadi dimana-mana termasuk di ruang pengadilan, dalam pelayanan masyarakat, gereja maupun keluarga. Ketika diperhadapkan dengan situasi seperti yang dialami oleh Yesus, tentunya kita akan berjuang dengan sekuat tenaga untuk membela diri. Salah satu sikap atau tindakan yang dilakukan untuk membela diri, misalnya dengan membantah setiap tuduhan yang dianggap tidak benar. Namun sikap atau tindakan diamnya Yesus mengajarkan kepada kita bahwa, mengupayakan keadilan tidak harus dilakukan dengan membela diri. Karena meskipun keadilan dan kebenaran dapat diputar-balikan dihadapan manusia, namun hal itu tidak berlaku dihadapan Allah. Oleh sebab itu teruslah memperjuangkan semua yang adil dan benar dengan keyakinan bahwa Allah turut bekerja didalamnya.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami agar mampu untuk terus memperjuangkan keadilan. Amin.

Senin, 27 Maret 2023                                    

Bacaan: Matius 27 : 27 – 31

Yesus diolok-olokkan
27 Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. 28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. 29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" 30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. 31 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.

Akibat Ketidakadilan

Ketidakadilan dapat saja terjadi dimana saja termasuk dalam ruang pengadilan sekalipun. Situasi seperti ini dapat terjadi karena mereka yang memiliki peranan penting dalam proses peradilan tidak berani mengatakan ya bagi yang benar atau tidak bagi yang salah. Ketidakadilan yang terjadi dapat berdampak buruk bagi pihak yang diadili yakni penghukuman. Hal seperti inilah yang terjadi dan dialami langsung oleh Yesus, meskipun penderitaan-Nya merupakan rencana Allah demi karya penyelamatan manusia. Ia harus menjalani penderitaan atas kesalahan yang sama sekali tidak diperbuatnya. Ia diolok-olok, diludahi, dipukul kepala-Nya tanpa ada rasa prikemanusiaan sedikitpun (ay. 29-30). Tindakan penganiayaan yang dilakukan kepada Yesus sesungguhnya menunjukkan kebengisan orang-orang yang tidak berpihak kepada kebenaran. Ketidakadilan yang terjadi pada Yesus dapat juga dialami pada diri kita baik di lingkungan masyarakat, gereja dan ruang lingkup terkecil sekalipun seperti keluarga. Misalnya orang tua yang menghukum anaknya tanpa mendengar dan mempertimbangkan dengan baik duduk persoalannya. Namun berdasarkan kisah penganiayaan Yesus dalam bacaan kita hari ini, hendak mengajarkan bahwa memperjuangkan keadilan merupakan hal yang paling penting. Karena dengan memperjuangkan keadilan, sama halnya berpegang kepada kebenaran dan tidak semena-mena terhadap orang lain. Karakter seperti inilah yang harus dihidupi oleh setiap orang percaya serta dipertahankan dalam menjalani kehidupan. Oleh sebab itu tetaplah hidup dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, sehingga memberikan keadilan bagi siapa saja yang ada di sekitar kita. Ingatlah dan camkanlah, katakan ya bagi semua hal yang benar dan tidak bagi semua hal yang salah, agar tidak ada yang menderita karena kesalahan kita.

Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah kami sebagai pelaku-pelaku kebenaran dan keadilan. Amin.

Selasa, 28 Maret 2023                               

Bacaan: Yohanes 18 : 28 – 32

Yesus di hadapan Pilatus
28 Maka mereka membawa Yesus dari Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. 29 Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: "Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?" 30 Jawab mereka kepadanya: "Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!" 31 Kata Pilatus kepada mereka: "Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu." Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang." 32 Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Keputusan Sepihak

Lasimnya suatu keputusan yang ditetapkan oleh seorang pemimpin dalam lembaga peradilan berdasarkan pertimbangan atas keterangan-keterangan yang diberikan, baik dari pihak saksi maupun terdakwa.  Akan tetapi hal ini berbeda dengan tindakan Pilatus sebagai seorang pemimpin, ketika orang-orang Yahudi membawa Yesus kepadanya. Pasalnya ia hanya bertanya kepada salah satu pihak yakni orang-orang Yahudi yang menginginkan kematian Yesus. Namun mereka tidak dapat memberikan alasan yang jelas kepadanya terkait dengan kesalahan Yesus sehingga Ia di cap sebagai seorang penjahat (ay. 30). Tanpa ada pertimbangan yang matang, Pilatus pun membuat keputusan secara sepihak yakni menyuruh orang-orang Yahudi untuk menghakimi Yesus sesuai hukum taurat mereka (ay. 31a). Meskipun pada akhirnya pihak orang Yahudi menolak untuk menghakimi Yesus, karena didasari pada ajaran hukum taurat mereka yang melarang membunuh (ay. 31b). Tindakan Pilatus yang mengambil keputusan secara sepihak menunjukkan terjadinya krisis kepemimpinan. Sebab krisis kepemimpinan akan berakibat fatal karena tidak dapat bertindak sesuai dengan yang semestinya yakni mengutamakan keadilan. Dikatakan demikian karena tindakan yang dilakukannya hanya atas keterangan salah satu pihak tanpa mengetahui kebenaran secara pasti. Tindakan yang dilakukan Pilatus tidaklah patut untuk dicontohi oleh kita, ketika dipercayakan sebagai seorang pemimpin. Sebab dalam pengambilan keputusan, seorang pemimpin dituntut untuk mengutamakan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta tidak timbang sebelah dan berpihak pada yang salah. Jadilah pribadi yang selalu memperjuangkan keadilan dimanapun kita berada baik dalam ruang lingkup pekerjaan (masyarakat), kehidupan bergereja maupun di dalam keluarga. 

Doa:   Tuhan Yesus, mampukanlah kami menjadi pemimpin yang adil. Amin.

Rabu, 29 Maret 2023                               

Bacaan: Yohanes 18 : 33 – 38a

33 Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: "Engkau inikah raja orang Yahudi?" 34 Jawab Yesus: "Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?" 35 Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" 36 Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini." 37 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Jadi Engkau adalah raja?" Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku." 38a Kata Pilatus kepada-Nya: "Apakah kebenaran itu?"

Berani Menyampaikan Kebenaran

Salah satu sikap atau tindakan memperjuangkan keadilan yakni dengan berani mengutarakan fakta yang sebenarnya. Akan tetapi tidak semua orang mampu mengambil sikap dan tindakan seperti ini. Hal ini disebabkan karena tidak berani, adanya tekanan atau ancaman dari pihak lain dan sebagainya. Akan tetapi berbanding terbalik dengan sikap dan tindakan yang ditunjukkan oleh Yesus dalam bacaan kita. Terlihat jelas bahwa dalam proses peradilan yang dihadapi Yesus, Ia meresponi setiap pertanyaan yang ditujukan kepada-Nya oleh Pilatus (ay. 34, 36-37). Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh Yesus, memperlihatkan keberanian-Nya bersuara untuk menyatakan pendapat. Tanpa gentar sedikitpun, Yesus membenarkan perkataan Pilatus tentang status yang dimilikinya sebagai seorang raja (ay. 37). Tindakan berani tanpa takut yang dilakukan oleh Yesus sudah sepatutnya diteladani oleh kita. Karena ada saat dimana kita hanya perlu diam dan mendengar saja, tetapi ada saat dimana kita juga harus secara tegas bersuara. Sebab semua orang memiliki hak untuk berpendapat bahkan membela diri sekalipun. Sikap takut dan tidak berani akan cenderung membuat kita seperti seorang pengecut dan tidak mampu mengungkapkan kebenaran. Padahal ketika kita menyampaikan pendapat bahkan mengungkapkan kebenaran, menunjukkan karakter dan ciri khas kekristenan yang meneladani Yesus. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mengungkapkan kebenaran, kita dapat saja diperhadapkan dengan berbagai tantangan seperti tekanan,  ancaman, status sosial yang rendah dll. Jangan biarkan hal-hal tersebut membungkam mulut kita untuk memperkatakan kebenaran, karena dengan demikian menunjukkan keberpihakkan kita dalam memperjuangkan keadilan. Tetaplah berani mengupayakan dan memperjuangkan kebenaran juga keadilan.

Doa:  Bapa di Sorga, tolonglah kami untuk memperkatakan yang benar meski ada dalam derita. Amin.

Kamis, 30 Maret 2023                              

Bacaan: Yohanes 18 : 38b – 40

(18-38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. 39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?" 40 Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!" Barabas adalah seorang penyamun.

Diburu Tanpa Bersalah

Kisah Yesus dihukum mati yang digambarkan Yohanes, merupakan kelanjutan dari kisah dimana Ia diadili oleh Pilatus. Sesuai pemeriksaan yang dilakukan terhadap Yesus, Pilatus tidak menemukan kesalahan apapun pada diri-Nya. Anehnya, Pilatus tidak dengan tegas memutuskan kebebasan pada Yesus tetapi justru mengajukan pertanyaan tentang kebebasan-Nya kepada orang Yahudi. Tindakan Pilatus menunjukkan kepribadiannya yang tidak berani membela apa yang benar sesuai dengan hati nuraninya. Tindakan Pilatus ini juga dinilai sebagai suatu tindakan yang keliru, ragu-ragu (skeptis), labil dan cari aman karena tidak dapat mengambil keputusan sesuai kewenangannya. Hal ini disebabkan karena ketakutannya kepada orang banyak itu. Yesus harus mendapatkan ketidakadilan dan diburu tanpa bersalah. Situasi ini nampak ketika orang-orang Yahudi lebih memilih untuk mebebaskan Barabas sang penyamun ketimbang Yesus. Tindakan mereka seperti itu memperlihatkan sikap dan karakter manusia yang tidak dapat memperjuangkan keadilan. Bagian bacaan kita ini hendak mengajarkan bahwa  tindakan Pilatus dan orang-orang Yahudi tidaklah patut untuk dicontohi. Di satu sisi kita harus menentukan keputusan yang sesuai dan tidak bertolak belakang dengan kebenaran. Di sisi lainnya juga kita tidak dapat seenaknya menuduh serta menghakimi orang lain tanpa ada bukti yang pasti. Meskipun demikian, tanpa disadari seringkali kita menjadi pelaku ketidakadilan dalam kehidupan seperti yang dilakukan oleh Pilatus dan orang-orang Yahudi. Jadilah pribadi-pribadi yang selalu memperjuangkan keadilan bagi diri, keluarga bahkan juga orang lain. Sebab dengan begitu  menunjukkan kepribadian kita yang baik dan benar di hadapan Allah Sang hakim yang adil.

Doa: Tuhan, pimpin kami agar memahami bahwa setiap orang ingin diperlakukan dengan seadil-adilnya. Amin.

Jumat, 31 Maret 2023                                   

Bacaan: Yohanes 19 : 1 – 12

Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. 2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, 3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya. 4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya." 5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!" 6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya." 7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah." 8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, 9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. 10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" 11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." 12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."

Tetap Teguh Dalam Derita

Pada prinsipnya setiap orang yang melakukan pelanggaran atau kejahatan, harus menerima hukuman sesuai perbuatannya. Namun ada juga orang-orang yang dengan terpaksa menjalani hukuman akibat perbuatan orang lain (mis: dijebak, difitnah, dll). Situasi seperti inilah yang dialami oleh Yesus dalam bacaan kita. Akibat fitnahan yang disampaikan oleh orang-orang Yahudi, membuat Yesus harus menanggung penderitaan karena disesah, diolok bahkan ditampar (ay. 1-3). Meskipun Pilatus telah mengatakan tidak mendapati kesalahan pada Yesus, tetapi imam-imam kepala dan para penjaga bersikeras untuk menyalibkan-Nya (ay. 4, 6). Hukuman mati yang diinginkan orang Yahudi kepada Yesus didasari alasan karena Yesus manganggap diri-Nya sebagai anak Allah (ay. 7). Untuk meyakinkan dirinya, Pilatus mengajukan pertanyaan lagi kepada Yesus tentang siapa diri-Nya (ay. 9). Akan tetapi atas pertanyaan itu Yesus memilih untuk diam. Pilatus melanjutkannya dengan pernyataan terkait jabatannya, tapi dengan tegas Yesus membantahnya. Hal ini mengindikasikan bahwa Yesus tetap berpegang teguh pada pendirian-Nya meski harus menderita. Berpegang teguh artinya sikap yang tetap pada pendirian dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi apapun. Sikap Yesus memperlihatkan ketaatan-Nya yang berpegang teguh terhadap semua rencana Allah. Oleh karena itu Ia rela dihukum meski tanpa bersalah. Keteguhan yang diperlihatkan oleh Yesus haruslah juga menjadi sikap dan kepribadian kita. Keteguhan dimaksud tentu saja tidak terlepas dari kehendak Allah. Sikap seperti ini akan menolong kita agar tidak mudah goyah dan terpengaruh meski diperhadapkan dengan penderitaan. Selamat mengakhiri bulan ini dan masukilah bulan yang baru dengan tetap berpegang teguh pada Yesus. 

Doa: Ajari kami ya Tuhan untuk tetap  teguh beriman kepada-Mu, walaupun ada dalam penderitaan. Amin.

*SUMBER SHK Bulan Maret-April 2023, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 19-25 Maret 2023

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 19 Maret 2023                                   

Bacaan: 1 Petrus 4 : 12 – 19

Menderita sebagai Kristen
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. 15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu. 17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? 18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? 19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Bersukacitalah dalam Penderitaan

Bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. (1Ptr.  4:13-14). Firman Tuhan saat ini mengangkat topik tentang penderitaan Kristus,  bukan supaya kita berkecil hati apalagi takut dan kuatir, melainkan supaya kita bersukacita. Pada saat saya menjalani kemoterapi kanker sampai 8 kali setiap tiga minggu sekali, itu bukan hal yang mudah pada awalnya. Saya harus melawan rasa mual dan terus memaksa diri untuk tetap makan, walaupun saya tahu setelah makan pasti akan muntah kembali. Tetapi saya harus tetap makan dan itu berlangsung selama beberapa minggu.Ssetiap kemoterapi gejala yang dirasakan ada pada saat seminggu pertama, seperti mual-mual, muntah, rambut rontok, rasa nyeri hampir diseluruh badan dan efek-efek yang lain Semua itu selalu saya rasakan pada saat setelah melakukan pengobatan kemo. Penderitaan yang dirasakan itu saya jalani tanpa mengeluh dan tetap bersukacita, walaupun berat tetapi saya yakin bisa melewatinya bersama Tuhan. Saya tetap bernyanyi memuji Tuhan di tengah penderitaan yang dialami, berkumpul bersama keluarga dan teman serta selalu bersyukur untuk apapun yang Tuhan berikan. Bersukacita dalam penderitaan memang bukan hal yang mudah, tetapi kalau kita mengikutsertakan Tuhan hal yang tidak mungkin akan menjadi mungkin. Jika kita meminta Tuhan campur tangan untuk memberi kekuatan, maka semuanya pasti bisa dihadapi dan dilewati bersama-Nya.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersukacita sekalipun ada dalam penderitaan. Amin.   

Senin, 20 Maret 2023                                      

Bacaan: Mazmur 16 : 7 – 11

7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Iman dalam Penderitaan

Pada saat itu Daud sedang merasakan pedihnya mendapatkan ancaman dari musuh-musuhnya. Namun dalam kondisi yang penuh dengan pergumulan, Daud tidak memilih untuk mengeluh dan berputus asa. Melainkan ia memiliki cara sendiri untuk mengatasi segala sesuatu yang dihadapinya pada saat itu. Daud menyadari bahwa sukacita dan kebahagiaan yang ia alami adalah berada di dalam tangan Tuhan. Untuk itu Daud terus menambatkan imannya kepada Tuhan dari tengah-tengah masalah dan penderitaannya. Baru-baru ini ada berita peristiwa gempa yang terjadi di Sukabumi dan dampaknya sangat dirasakan di kota Cianjur. Rumah saya dan keluarga yang di Cianjur, juga ikut terkena dampaknya.  Sebagian tembok hancur dan genteng berjatuhan. Papa dan mama yang ada di Jakarta pun harus mendadak ke Cianjur untuk melihat kondisi rumah. Setelah mereka kesana dan melihat kondisi rumah, saya dan adik mendapatkan kiriman video tentang keadaan rumah kami itu. Kami sekeluarga sedih, tetapi yang saya ingat mama pada saat itu mengatakan,“kita bangun rumah itu berkatnya dari Tuhan. Sekarang rumah itu rusak karena gempa, nanti Tuhan yang membantu kita menyediakan berkat untuk memperbaiki kerusakkannya”. Setelah kami mendengar kata-kata mama itu, kami kembali bersukacita dan tetap percaya pasti Tuhan berikan jalan dan berkat. Tuhan sanggup melakukan hal apapun, ketika kita mau percaya dan bersandar pada-Nya. Kita harus punya iman menghadapi kesulitan dan penderitaan. Tidak larut dalam kesedihan melainkan percaya, ada Tuhan yang selalu akan menolong.

Doa: Tuhan, tolonglah agar kami tetap punya iman dalam penderitaan sehingga selalu ada sukacita dalam hati. Amin.

Selasa, 21 Maret 2023                                               

Bacaan: Roma 5 : 1 – 4

Hasil pembenaran
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. 3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Ketekunan Dalam Penderitaan

Daya tahan kita akan terlatih ketika mengalami masalah, tantangan, cobaan, kesulitan hidup, dan penderitaan. Saat ini terjadi, ada dua pilihan: Kita tekun, atau menyerah. Pilihlah untuk tetap tekun. Namun, jangan hanya karena mengharapkan buah atau hasilnya secara instan, yang terpenting di sini adalah kemauan untuk menjalani semuanya dengan rela dan gigih. Dengan bersikap demikian maka kita telah berada di jalur yang benar. Pada saat menjalani pengobatan kemoterapi karena sakit, saya juga menjalani pengobatan radiasi sebanyak 25 kali dan karena itu harus ke rumah sakit setiap hari pulang-pergi dari senin sampai jumat. Pada saat itu, setiap kali ke rumah sakit saya di damping oleh orang tua, kadang karena cuaca kami naik mobil tetapi lebih sering menggunakan motor. Kami setiap hari harus ke rumah sakit apapun tantangannya dan itu semua dilakukan dengan tekun dan sabar baik oleh saya juga orangtua. Oleh pertolongan Tuhan, saya bisa menjalani semua proses pengobatan sampai akhir dengan baik. Ketika menjalani penderitaan, kadang kita tidak sabar dengan prosesnya. Kita ingin proses yang cepat atau bahkan di tengah proses itu merasa ingin menyerah. Dalam teks hari ini dikatakan bahwa, kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Tidak semua penderitaan itu buruk, ada penderitaan yang akan berdampak baik untuk diri, karena lewat penderitaan kita diproses Tuhan untuk menjadi pribadi yang tahan uji. Dampak tahan uji adalah kita menjadi pribadi yang lebih kuat menghadapi kehidupan. Tetaplah kuat di dalam Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, Beri kami kekuatan dalam menghadapi setiap penderitaan. Amin.

Rabu, 22 Maret 2023                                               

Bacaan: Lukas 15 : 8 – 10

Perumpamaan tentang dirham yang hilang
8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Dalam Derita, Tuhan Hadir

Dirham disini adalah gambaran dari mata uang emas atau perak. Sesuatu yang sangat berharga, sama seperti halnya satu orang jiwa yang bertobat. Bukti bahwa manusia berharga di mata Tuhan adalah karya Yesus di kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia. Sebab itu, Tuhan begitu rindu melihat anak-anakNya bertobat dan berbalik kembali kepada-Nya. Perumpamaan ini memberi kita gambaran yang luar biasa tentang  Tuhan, bagaimana cara Ia menilai manusia yang terhilang. Hati-Nya penuh cinta, selalu tergerak mencari orang yang hilang atau berdosa. Semua dilakukan oleh-Nya demi kehidupan yang masih harus terus berlanjut dalam kesadaran dan pembaruan diri. Saat memutuskan untuk jauh dari keluarga karena panggilan pelayanan, tentu saya dengan sadar tahu bahwa ada resiko yang akan ditanggung misalnya saya harus mengusahakan segala sesuatu sendiri. Terkadang merasa seperti sedih dan kehilangan, tetapi saya tahu Tuhan ada bersama. Melalui orang-orang yang peduli dan mau saling membantu, segala sesuatu dapat dijalani. Apapun yang dirasakan dalam hidup, saya tetap bersukacita karena tahu tangan-Nya yang kuat selalu menopang. Dalam hidup ini sesungguhnya kita tidak pernah sendiri. Itulah sebabnya, kehidupan yang sulit penuh masalah, tantangan dan penderitaan seharusmya tidak membuat kita menjauh dari Tuhan. Justru melalui semua itu membuat kita mengerti Kehadiran Tuhan dan peranan-Nya dalam kehidupan. Mari jalani hidup dengan menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan terang Tuhan yang nampak dalam diri akan semakin bercahaya dan menyinari sekeliling kita.

Doa: Tuhan. tolong untuk selalu menyadari bahwa Engkau hadir dalam penderitaan kami. Amin.

Kamis, 23 Maret 2023                                              

Bacaan: Filipi 2 : 12 – 18

Tetaplah kerjakan keselamatanmu
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, 13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, 16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Tetaplah Taat Dalam Segala Situasi dan Kondisi

Rasul Paulus menghubungkan ketaatan dengan integritas. Mereka yang memiliki integritas akan tetap taat pada Tuhan apapun kondisi hidup yang dialaminya. Melalui surat ini, jemaat Filipi didorong untuk tetap taat pada Tuhan, tidak hanya pada saat Rasul Paulus hadir, namun ketika Rasul Paulus tidak bisa hadir bersama jemaat. Bagi Rasul Paulus, ibadah memang tidak boleh berhenti hanya dalam ruang ibadah. Ibadah harus terwujud secara konkret dalam kehidupan. Keselamatan yang telah diterima harus diperjuangkan dalam ketaatan dan integritas hidup. Betapapun tidak ada yang melihat dan menyaksikan ketaatan yang kita tampilkan, namun tetaplah hidup dalam ketaatan. Ada cerita tentang seorang ibu penjual kue yang menjajakan dagangannya dipinggir jalan, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Walaupun hidup pas-pasan bersama keluarganya, kadang mereka hanya makan sekali sehari. ia tetap bersyukur.  Suatu ketika ada pria bermobil yang berhenti untuk membeli dagangannya, pria itu membeli semua kuenya, saat pria itu berjalan ke mobil, ibu itu melihat uang 100 ribu milik pria bermobil yang jatuh. Sebenarnya ibu itu bisa saja menunggu pria itu pergi dan mengambil uangnya, tetapi ia tidak melakukannya. Ia mengembalikan uang itu kepada pemiliknya. Cerita di atas dan nas hari ini memberikan pesan bahwa dalam kondisi apapun bahkan ketika susah dan menderita, ketaatan kepada Tuhan harus tetap dinampakkan. Itulah integritas kita sebagai orang beriman yang setia melakukan perintah-Nya. Melalui hidup yang benar orang akan melihat keberadaan Tuhan didalam kita.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami supaya selalu taat kepada-Mu dalam segala situasi dan keadaan. Amin.

Jumat, 24 Maret 2023                                  

Bacaan: 1 Tesalonika 5 : 16 – 18

16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Hati yang Bersukacita

Sukacita adalah suatu bentuk ungkapan perasaan sebagai pandangan hidup dari orang-orang yang selalu memiliki sikap optimis atau pengharapan dalam menghadapi segala situasi hidup. Boleh saja tekanan hidup datang menghampiri, tetapi perasaan sukacita itu tidak pupus karena ia memiliki iman dan pengharapan kepada Tuhan. Sukacita adalah bukti dari kualitas iman seseorang sebagai hasil dari pengalaman batin dalam hidupnya. Sukacita tercipta karena adanya dorongan energi positif yang mengalir dalam diri seseorang karena hubungannya dengan Tuhan. Sukacita tidak ditentukan oleh situasi, sehingga tidak terperangkap kepada hal-hal yang bersifat lahiriah saja. Artinya, secara lahiriah bisa saja seseorang kelihatan menderita dan serba kekurangan, namun di dalam batinnya dia merasa berkecukupan, sehingga tidak gampang dirongrong oleh kekuatiran. Paulus menasihatkan jemaatnya di Tesalonika untuk tetap bersukacita meski mereka harus mengalami penderitaan yang begitu rupa karena penganiayaan. Tantangan menjadi pengikut Kristus memang sungguh nyata dan benar-benar mereka alami, maka dari itu Paulus ingin jemaat memperkokoh hidup persekutuan dengan bersukacita (ay.16), tekun berdoa (ay.17), dan bersyukur (ay.18). Kepada kita pun diingatkan hal yang sama. Tantangan, persoalan dan penderitaan telah menjadi bagian kehidupan manusia. Namun, Tuhan mau kita tetap mengandalkan-Nya, menaikkan doa, selalu bersyukur dan memiliki hati yang bersukacita dimana pun kita berada. Tuhan Allah yang kita imani adalah Tuhan yang tidak pernah mengecewakan, maka berharaplah pada-Nya Sumber sukacita yang sejati.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk selalu berpengharapan kepadaMu. Amin.

Sabtu, 25 Maret 2023                               

Bacaan: 2 Korintus 12 : 1 – 10

Paulus menerima penglihatan dan penyataan
Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. 2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-- 4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 5 Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. 6 Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. 7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. 8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. 9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Text Box: Senang Dan Rela Dalam Penderitaan

Derita merupakan suatu kondisi atau perasaan yang tidak menyenangkan dan dapat dialami oleh pribadi atau sekelompok orang. Kondisi atau perasaan yang tidak menyenangkan ini, tentu saja tidak ingin dialami oleh siapapun. Penderitaan seringkali membuat mereka yang mengalaminya memberikan reaksi yang berbeda-beda. Mungkin saja ada yang dengan sabar dan ikhlas, tetapi ada juga yang bimbang, kecewa dan putus asa. Lebih parahnya lagi dapat meyalahkan diri sendiri, orang lain dan juga menyalahkan Tuhan. Penderitaan juga dialami dan diungkapkan Paulus dalam bacaan kita hari ini. Penderitaan itu diakibatkan karena keraguan jemaat Korintus atas kerasulan Paulus. Selain itu penderitaannya juga bertujuan agar ia tidak meninggikan diri atas penglihatan dan penyataan yang dinyatakan kepadanya (ay. 7). Paulus tetap meresponi setiap penderitaan yang ditanggungnya dengan senang dan rela. Karena baginya dalam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan dan kesesakan itu ia justru mengalami kuasa Tuhan (ay. 9-10). Penderitaan tidak hanya dapat dialami dan dirasakan oleh Paulus saja, tetapi juga kita sebagai orang percaya. Terjadinya penderitaan dapat disebabkan karena berbagai macam faktor misalnya ekonomi, kesehatan, hubungan sosial dan lain sebagainya yang berdampak buruk bagi pribadi, keluarga bahkan masyarakat. Namun sebagaimana Paulus yang melihat derita sebagai sesuatu yang memungkinkannya merasakan kuasa Allah, demikian juga seharusnya dengan kita. Oleh karena itu apapun bentuk penderitaan yang kita alami tetaplah menjalaninya dengan sabar, ikhlas serta penuh kerelaan. Janganlah bimbang, kecewa dan putus asa atas setiap penderitaan yang menghampiri hidup. Tetaplah berbahagia dan bersukacita, sambil meyakini bahwa Allah akan senantiasa menunjukkan kuasa-Nya.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami memaknai penderitaan yang dialami dan  senantiasa meyakini kuasa-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Maret 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12-18 Maret 2023

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 12 Maret 2023                                

Bacaan: Matius 26 : 47 – 56

Yesus ditangkap
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. 48 Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." 49 Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia. 50 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. 51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. 52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. 53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? 54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?" 55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. 56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Serukan Perdamaian, Hentikan Kekerasan!

Kisah pengangkapan Tuhan Yesus merupakan awal penderitaan yang akan dialami oleh-Nya. Menarik, bahwa Tuhan Yesus ditangkap justru karena petunjuk dari salah seorang Murid-Nya. Pada akhirnya, penangkapan itu terjadi. Tuhan Yesus sama sekali tidak mengelak atau menghindar, Ia justru mengakui peristiwa ini harus terjadi agar genaplah semua yang tertulis dalam kitab nabi-nabi (ay.56).

Memasuki minggu sengsara keempat ini, pandangan kita diarahkan kepada awal kesengsaraan Tuhan Yesus yang dipenuhi dengan tindakan kekerasan. Dalam bacaan kita, ada kekerasan yang terjadi yakni perlawanan para murid dengan segerombolan orang yang akan menangkap Yesus dan salah seorang dari mereka yakni Hamba Imam Besar mendapatkan perlakuan kekerasan dari salah satu murid Yesus. Hal ini membuat Tuhan Yesus marah dan mengatakan: barangsiapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang, artinya kekerasan yang dibalas dengan kekerasan hanya akan berujung pada kesengsaraan dan penderitaan. Setiap manusia siapapun dia pasti tidak ingin diperlakukan kasar oleh sesamanya, baik secara psikis maupun fisik, verbal maupun non verbal. Tindakan kekerasan hanya menyisakan traumatic, kesedihan dan penderitaan tetapi juga rusaknya relasi dalam kehidupan. Jadi, mari berusahalah hidup damai dan menjauhi kekerasan. Ini harus menjadi gaya hidup kita, sebab hidup dalam kedamaian pasti membawa ketentraman dan kenyamanan. Lawanlah kejahatan, jangan balas kekerasan dengan kekerasan dan jadilah agen-agen perdamaian di dalam keluarga, dunia kerja, lingkup pelayanan dan masyarakat.

Doa: Roh Kudus penuhilah hati kami agar tetap hidup dalam kasih dan perdamaian. Amin.

Senin, 13 Maret 2023                                         

Bacaan: Mazmur 11 : 1 – 7

TUHAN, tempat perlindungan
Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: "Terbanglah ke gunung seperti burung!" 2 Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. 3 Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu? 4 TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia. 5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. 6 Ia menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan, itulah isi piala mereka. 7 Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Perlindungan Sejati hanya Bersama Tuhan

Pengalaman menjadi seorang Voluntier/relawan pada satu Yayasan penanganan kekerasan anak dan perempuan di Maluku, memberi kesan berbeda bagi Sarah (nama samaran) terhadap perlakuan kekerasan yang dialami anak dan perempuan, baik kekerasan seksual maupun KDRT. Dampak yang sangat besar dialami oleh para korban kekerasan yaitu hilang kepercayaan diri dan hilang percaya pada orang lain. Dalam konteks ini, sebagai relawan bahkan konselor, sarah berupaya menciptakan suasana aman bagi korban kekerasan yang didampinginya agar mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Selain pemulihan diri dan batin, Sarah mengarahkan pandangan orangyang didampinginya itu kepada Tuhan sebagai tempat perlidungan baginya. Tuhan adalah Allah yang peduli dan selalu menolong orang-orang lemah. Tuhan tidak suka akan perilaku kekerasan. Pada ayat yang ke-5 dan 6 dari bacaan ini, pemazmur menegaskan hal penting itu kepada kita bahwa Tuhan membenci kekerasan, Ia  menghujani orang-orang fasik dengan arang berapi dan belerang; angin yang menghanguskan.

Penderitaan karena kekerasan sering mengakibatkan ketidakberdayaan. Manusia dalam keterbatasannya tidak memiliki kekuatan apapun ketika ada dalam situasi yang demikian. Oleh karenanya, berharap pada keadilan Tuhan menjadi kekuatan setiap jiwa yang berjuang serta menjadikan kita sebagai orang-orang yang sadar bahwa hanya Tuhanlah tempat perlindungan dan sumber kedamaian. Jadikanlah Tuhan sebagai penopang dalam kehidupan. Percayalah semualLuka dalam hidup, hati dan batin kita akan terobati di dalam Kasih dan Penyertaan-Nya.

Doa: Kami sungguh Meyakini Tuhan, hanya Bersama-Mu segala kesesakan hidup berubah menjadi kelegaan. Amin.

Selasa, 14 Maret 2023                                      

Bacaan: Kolose 3 : 18 – 21

Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga
18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. 20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Menenun Cinta Kasih Tuhan dalam Keluarga

Nas hari ini berbicara tentang hubungan antar angota-anggota keluarga. Laki-laki yang juga adalah suami dan bapa berperan penting menciptakan serta memelihara hubungan hidup yang harmonis di antara semua anggota keluarga. Hubungan hidup yang harmonis itu harus tetap dijaga baik saat senang maupun susah. Memang pada saat menghadapi dan menjalani kesusahan atau penderitaan, kita cenderung emosional dan bertindak kasar. Sehingga hubungan hidup yang harmonis dalam keluarga menjadi terganggu.  Rasul Paulus secara khusus memberikan peringatan kepada suami-suami agar tidak berlaku kasar kepada istrinya. Hal ini menandakan bahwa hubungan antar anggota keluarga, yakni suami-istri harus tercipta keharmonisan. Oleh karenanya, dalam setiap penggembalaan pra nikah para pendeta selalu mengingatkan tentang peran suami-istri sebagai partner yang sama-sama bertanggungjawab menjaga keharmonisan dalam keluarga. Membangun keharmonisan hidup rumah tangga berarti harus menumbuhkan sikap saling menghargai, memahami, mencintai, dan mengayomi. Benar, bahwa dalam setiap rumah tangga pasti ada masalah yang dihadapi namun janganlah masalah-masalah itu menjadi cikal bakal keretakan dalam rumah tangga apalagi jika ada kekerasan yang terjadi di dalamnya. Kekerasan verbal maupun non verbal akan menyisakan rasa sakit baik psikis maupun fisik. Oleh sebab itu, hiduplah saling menghormati dan memahami. Jadikan Kristus sebagai nahkoda dalam rumah tangga agar kehidupan keluarga tetap diberkati dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

Doa: Tuhan, Ajarkan kami untuk hidup saling mengasihi di dalam keluarga.  Amin.

Rabu, 15 Maret 2023                                            

Bacaan: Amsal 16 : 29

29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.

Allah menghendaki Hidup yang Penuh Kasih

Kata bang Napi: “kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan, waspadalah!”. Pernyataan ini menegaskan bahwa kejahatan terjadi  bukan hanya soal ada rencana dan niat dari pelaku, tetapi juga ketika ada kesempatan. Terhadap mereka yang melakukan kejahatan dan kekerasan itu ditegaskan dalam bacaan kita hari ini bahwa mereka sedang berjalan ke arah yang tidak baik. Kehidupan yang dikuasai oleh pikiran yang jahat, kebusukan hati dan keegoisan pada akhirnya tidak akan membuahkan hasil yang baik. Oleh sebab itu jika kita menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah yang sudah diselamatkan maka respon atas keselamatan itu ialah melakukan perbuatan baik yang dikehendaki Tuhan dan membawa sukacita bagi sesama. Ciptakan relasi yang baik dengan sesama dengan tidak merancang kejahatan, iri hati, dendam bahkan melakukan kekerasan bagi sesama. Tindakan kekerasan merupakan tindakan yang tidak beriman. Sebab akibat dari tindakan ini menimbulkan hidup yang jahat, sesat atau lalim bagi orang lain. Tuhan Allah melalui pengorbanan Yesus Anak-Nya, menyatakan kasih-Nya agar kita tidak lagi hidup serupa dengan dunia yang hanya memikirkan kesenangan sesaat, kepuasan semata untuk menyakiti hati sesama. Marilah, dengan kerendahan hati miliki sikap yang mengutamakan hidup dalam kedamaian dengan sesama serta menjunjung tinggi kasih Tuhan yang rela berkorban itu, agar kita semakin dimampukan untuk hidup dalam kasih dan menjadi agen-agen perdamaian dalam kehidupan setiap hari.

Doa:  Roh Kudus, penuhilah hati kami dengan Kasih-Mu agar hidup penuh kasih dengan sesama. Amin.

Kamis, 16 Maret 2023                                      

Bacaan: Amsal 20 : 20 – 22

20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap. 21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. 22 Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan," nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.

Kejahatan Dibalas Dengan Kebaikan

Prinsip mata ganti mata dan gigi ganti gigi (Kel 21:24), dalam tradisi Israel adalah hukum pencegahan yang bertujuan untuk memastikan ada hukuman yang sesuai diberikan kepada pelaku pelanggaran. Hal ini baik agar tidak terjadi lagi pelanggaran-pelanggaran yang lain serta memberi efek jera bagi para pelaku. Di luar hukum yang berlaku itu, sebagai orang percaya kita meyakini sungguh bahwa pembalasan adalah Hak Tuhan. Oleh sebab itu Amsal 20:22 mengajak kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan menyerahkan sepenuhnya persoalan hidup kita kepada Tuhan. Menantikan kuasa-Nya bekerja dalam setiap pergumulan hidup adalah cara tepat untuk tetap mempercayakan kehidupan kita kepada-Nya. Jangan mengambil hak Tuhan untuk membalas. Melainkan dengan terus mendoakan mereka yang berlaku tidak adil, kita yakin kelak kehidupan mereka diperbarui dan tidak mengulang pelanggaran atau kejahatan yang sama. Memperingati  minggu sengsara Tuhan Yesus ke empat ini, pandangan kita harus tertuju pada sikap Yesus yang tetap merendah walaupun difitnah, disiksa, dihujat dan dihukum sekalipun. Sikap yang ditunjukkan oleh Tuhan ini bukan karena ketidakberdayaan atau ketidakmampuan-Nya, melainkan karena ketaatan-Nya kepada Allah Bapa di Sorga. Kita diberikan kesempatan untuk menyatakan ketaatan kepada Allah dengan membawa semua gumulan hanya kepada-Nya. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, Amin.

Jumat, 17 Maret 2023                                     

Bacaan: Matius 5 : 38 – 39

38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Bersikap Sopan dan Menjauhi Kekerasan

Hukum dalam teks ini dimaksudkan untuk mencegah kejahatan yang satu karena bila dilakukan maka akan ada balasan yang sepadan. Pada waktu itu seseorang yang menampar pipi kanan orang lain, pasti menggunakan sebelah luar tangan kanan. Sebenarnya yang dimaksudkan ialah bahwa menampar pipi kanan seseorang dengan sebelah luar tangan kanan menandakan penghinaan terhadap orang yang ditampar, Tekanannya bukan pada rasa sakit, tetapi pada penghinaan terhadap orang yang ditampar. Yesus mengajar agar kejahatan yang berupa penghinaan itu tidak perlu dibalas dengan kejahatan pula. Sebaliknya, Yesus mengajarkan agar selalu murah hati. Orang yang murah hati tidak akan membalas kejahatan yang ia terima. Pada saat di sekolah dulu saya sering dibuly oleh teman-teman, mulai dari kekerasan verbal sampai kekerasan fisik. Saya tidak tahu mengapa saat itu mereka suka sekali melakukan hal itu terhadap saya, tetapi semua itu tidak pernah saya ambil dihati. Saya memandang mereka sebagai teman-teman yang harus selalu dikasihi, saya hanya mengatakan kepada Tuhan saat itu untuk selalu memberikan kekuatan dan kesabaran. Kita tentu tidak suka apabila diperlakukan dengan kasar atau jahat oleh orang lain. Kita menginginkan supaya orang lain bersikap sopan, baik dan tidak kurang ajar. Maka mulailah dari diri sendiri untuk selalu bersikap sopan, baik dan menjauhi kekerasan, baik verbal maupun fisik. Jadikanlah diri sebagai contoh terlebih dahulu untuk melakukan yang benar, maka orang lain bahkan lingkungan sekitar akan mengikuti apa yang kita praktekkan.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami untuk menjadi contoh yang benar, bersikap sopan dan menjauhi kekerasan. Amin.

Sabtu, 18 Maret 2023                                        

Bacaan: Matius 5 : 43 – 48

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Berdoa untuk Mereka

Kata-kata Tuhan Yesus dalam bacaan hari ini merupakan pengajaran yang amat dikagumi namun juga tidak disukai oleh kebanyakan orang. Kata-kata ini bertentangan dengan apa yang biasanya orang dunia lakukan kepada musuh-musuhnya. Kristus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama dengan sungguh. Saat kebanyakan orang di dunia ini lebih bersikap menuntut balas ketika disakiti, dicurangi atau dirugikan, Kristus mengajak kita untuk mengasihi dan bahkan mendoakan mereka yang telah membuat sakit dan menderita (ay. 44). Pada saat lulus kuliah dan memutuskan untuk test vikaris sebelum melayani di GPM, saya pernah mendaftar di suatu lembaga dan mengikuti sebagaimana prosedur yang ada dengan semua tahapannya. Tiba saat pengumuman hasil ternyata saya dinyatakan tidak lulus karena alasan keterbatasan fisik. Kaki saya yang cacat seperti ini, mereka anggap tidak bisa melayani di pedalaman. Saya lahir sebagai bayi prematur yakni usia 6 bulan, jadi ada di bagian kaki  yang masih belum terbentuk sempurna dan mempengaruhi cara berjalan. Ketika saya mendengar itu saya sedih dan menangis, lalu mengatakan kepada Tuhan: “Tuhan, apa yang mereka katakan saya tidak dapat merubahnya, saya serahkan kepada-Mu”. Akhirnya setelah satu tahun berselang, Tuhan punya rencana yang lebih indah. Saya dipakai-Nya sebagai pelayan di GPM. Dalam penderitaan, berserulah kepada Tuhan dan Ia akan memberikan apa yang terbaik. Jangan membalas dalam bentuk apapun ketika kita disakiti, sebaliknya serahkan semuanya dalam doa karena Tuhan yang lebih tahu apa yang baik bagi kehidupan setiap orang.

Doa: Ya Tuhan, Mampukan kami berdoa bagi mereka yang menyakiti kami. Amin.

*SUMBER : SHK Bulan Maret 2023, LPJ-DPM