SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 11-17 April 2021

Tema Mingguan : “Beritakanlah Apa Yang Kamu Lihat dan Dengar Tentang Kristus Yang Hidup

Minggu, 11 April 2021                                     

bacaan : 1 Yohanes 1 : 1 – 4 

Kesaksian rasul tentang Firman hidup
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. 3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. 4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

MENJADI SAKSI KRISTUS YANG BANGKIT

Masih dalam suasana sukacita kebangkitan Kristus, maka pertanyaannya apa makna kebangkitan Kristus bagi kehidupan kita sebagai orang Kristen sekarang ini. Kebangkitan Kristus memberikan harapan dan sukacita untuk menikmati dan memperoleh keselamatan kekal yang disediakan Allah bagi setiap orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Tidak ada yang lain, kekuatan, kemampuan ataupun keyakinan yang lain untuk mendapatkan anugerah keselamatan itu. Hanya ada dan telah terjadi dalam peristiwa penderitaan, kematian serta kebangkitan Kristus yang memberikan jaminan keselamatan itu kepada semua orang percaya. Rasul Yohanes menyampaikan hal tersebut kepada persekutuan orang percaya agar mereka tetap setia kepada iman dan pengharapan mereka kepada Tuhan Yesus. Nasihat rasul Yohanes ini berangkat dari pengalaman pribadi bersama dengan Tuhan Yesus. Ia melihat dan menyaksikan tentang semua yang dilakukan dan dikaryakan oleh Tuhan Yesus. Itulah sebabnya ia menasihati mereka untuk tetap teguh dalam iman dan meneruskan berita sukacita itu, sehingga mereka yang belum percaya menjadi percaya dan diselamatkan. Kita pun dinasihati agar sebagai keluarga (papa, mama dan anak-anak) dapat meneruskan berita kebangkitan Kristus dalam seluruh kehidupan. Kita melihat dan mendengar dengan hati yang beriman melalui seluruh pengalaman hidup bersama dan didalam Kristus (bd.Gal.3:11). Yesus yang bangkit menjadikan kita kuat dan menang dalam pergumulan dan perjuangan. Ceriterakanlah pengalaman iman melalui hidupmu agar Yesus yang bangkit dipercaya dan dimuliakan.

Doa: Tuhan Yesus kuatkan kami untuk bersaksi tentang kebangkitan-Mu melalui sikap serta perilaku hidup kami, amin

Senin, 12 April 2021

bacaan : Roma 1  : 1 – 5

Salam
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. 2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. 5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. 7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

SETIA MELAYANI KRISTUS YANG BANGKIT

Rasul Paulus penuhi panggilan kerasulannya dengan cara memberitakan Injil Kerajaan Allah. Para nabi sejak dahulu  telahmemberitakannya pula, dan digenapi melalui peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Pengorbanan Tuhan Yesus membuat manusia yang semestinya   menerima penghukuman kekal akibat dosa, ditebus dan diselamatkan. Panggilan ini ditegaskan Paulus dalam surat penggembalaannya kepada jemaat di Roma. Paulus memperkenalkan dirinya dengan memakai sebutan hamba Kristus Yesus. Sebagai hamba maka Paulus tetap tunduk, setia serta taat kepada tuan yaitu Kristus yang memanggil dan memerintahkannya. Paulus berharap bahwa melalui pelayanannya kepada jemaat di Roma, merekapun dapat membuka hati, menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dari kehidupan jemaat Roma maka berita Injil terus disampaikan dan disaksikan agar semua orang dapat percaya dan menerima Kristus untuk dapat diselamatkan. Demikianpun sebagai keluarga Kristen, kita terpanggil menceritakan berita sukacita dan menyelamatkan itu bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Kita menceritakannya melaui ucapan, sikap serta perilaku. Sukacita dan kebahagiaan terus dihadirkan bagi dunia dan umat manusia. Memang masih banyak yang belum percaya dan menerima Tuhan Yesus yang bangkit. Kenyataan tersebut menjadi tantangan serta menjadi tanggung jawab kita semua dan kita melakukannya dengan penuh sukacita dan rendah hati sebagai hamba yang selalu taat dan setia kepada tuan yakni Tuhan Yesus Kristus. 

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap taat dan setia dalam memberitakan kebangkitan-Mu. Amin.

Selasa, 13 April 2021                                             

bacaan : Roma 1 : 8 – 15

Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

BERIMAN KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT

Kelanjutan firman Tuhan dihari ini, adalah kerinduan rasul Paulus untuk mengunjungi jemaat di Roma. Kerinduannya itu sangat kuat, karena didasarkan atas kecintaannya kepada jemaat Roma yang selalu bertumbuh dalam pengenalan kepada   Tuhan Yesus. Sekalipun rasul Paulus belum sempat mengunjungi jemaat Roma, namun ia tetap mendoakan mereka agar tetap menjaga iman dan yang terwujud melalui seluruh kehidupan jemaat Roma. Kepedulian serta perhatian Paulus yang terus mendoakan jemaat Roma dalam seluruh tugas dan panggilan pelayanan pekabaran Injil adalah wujud cintanya yang mendalam. Sukacita dan kebahagian jemaat yang selalu bertumbuh dalam iman pun menjadi sukacita dan kebahagiannya. Paulus juga mengalami kegelisahan ketika jemaat Roma berada dalam tantangan dan masalah. Itulah keteladan seorang pelayan yang berhati hamba. Ia sungguh-sungguh memaknai panggilan pelayananya.Kita juga terpanggil untuk meneladani teladan rasul Paulus. Sikap perhatian dan kepedulian bagi semua orang demi kehidupan yang dipenuhi kebahagian, kesejahteraan, kesukacitaan serta keselamatan dalam kasih Tuhan Yesus yang bangkit mesti menyemangati kita dalam melakukannya. Mungkin juga sama seperti Paulus, kita tidak hadir secara fisik bersama-sama dengan mereka ataupun kita juga tidak mempunyai sesuatu berupa materi untuk kita berikan, namun saat kita menopang dan mendukung mereka dalam doa maka kita telah mewujudkan sebuah kepedulian yang sangat besar nilainya. Kita telah melakukan sebuah tanggung jawab pelayanan dan kesaksian dengan memberitakan dan menyaksikan tentang Kristus yang bangkit kepada semua orang.

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap yakin dan percaya kepada kuasa kebangkitan-Mu. Amin.-

Rabu, 14 April 2021                         

bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 18 – 20

18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

TAAT KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT

Keberanian untuk menceritakan dan menyaksikan karya kesalamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus dilakukan oleh para rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka diperhadapkan di hadapan Mahkamah Agama. Sebagai manusia bisa saja Petrus dan Yohanes takut dan memilih diam demi keselamatan mereka. Namun peranan dan tutunan kuasa Roh Kudus (bd. KPR. 2) menyemangati mereka untuk berani menyatakan tentang keselamatan yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Petrus dan Yohanes malah menentang mereka (Mahkamah Agama) untuk memilih lebih takut kepada Allah ataukah kepada manusia (mereka)? Mengapa Petrus dan Yohanes menyampaikan hal ini kepada mereka ? sebab mereka adalah tokoh-tokoh agama yang pasti tahu apa yang menjadi kehendak Allah dan kebenarannya yang mesti mereka sampaikan. Sehingga Petrus dan Yohanes lebih menegaskan lagi bahwa tidak mungkin menghalangi mereka untuk memberitakan apa yang mereka lihat dan dengar tentang keselamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai keluarga Kristen, kita juga mesti berani untuk menceritakan dan menyaksikan tentang karya keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi kita sekeluarga kepada dunia dan semua orang. Kita melakukan dengan tuntunan kuasa Roh Kudus sehingga kita tidak takut ketika menderita, dikucilkan, ditinggalkan sebab kita tidak sendiri, namun cinta kasih dan kuasa Allah dalam Kristus selalu melindungi, menyertai dan memberkati kita. Cerita dan kesaksian kitapun tidak sebatas kata-kata saja tetapi terlebih melalui sikap dan perilaku hidup kita sehingga dari sanalah semua orang yang belum percaya akan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.  

Doa:   Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap berani dan taat memberitakan tentang kebangkitan-Mu. Amin.

Kamis, 15 April 2021                    

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 9 – 12

9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" 10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. 11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

KEPEDULIAN UNTUK MELAYANI

Selalu peka terhadap suara Tuhan melalui kuasa Roh Kudus membuat Paulus dan Silas tetap setia dan taat memberitakan Injil Kristus. Diceritakan dalam pelayanan Pekabaran Injil dari kota ke kota ada tempat yang tidak diijinkan oleh kuasa Roh Kudus bagi Paulus dan Silas untuk singgah dan tinggal. Ketika mereka sampai di Troas, Paulus mendapatkan penglihatan ada seorang Makedonia yang berseru “menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami”. Perjalanannya dari Troas ke Makedonia harus melewati beberapa daerah yakni Samotrake kemudian Neapolis baru ke Filipi kota pertama dibagian Makedonia. Tentu perjalanan yang berat dan melelahkan serta juga dengan berbagai acaman. Namun Paulus dan Silas melakukan dengan semangat dan sukacita dengan tidak memikirkan segala kepentingan dan kenyamanan diri sendiri. Yang dipikirkan Paulus dan Silas adalah demi orang lain dan keselamatan mereka. Paulus dan Silas merasa terbeban kalau mereka belum mendengar tentang kabar keselamatan didalam Kristus. Hal itulah yang membuat mereka tetap tekun dan setia melakukan tugas pemberitaan Injil Kristus. Semangat inipun mesti dimiliki oleh kita sebagai keluarga Kristen untuk meneruskan berita keselamatan yang telah terjadi dalam Tuhan Yesus bagi kita dan semua orang percaya. Kita juga mesti membuka hati kepada tuntunan Roh Kudus, sehingga kepekaan dan prihatin dengan mereka yang masih menolak dan belum percaya kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan tugas yang mulia itu dengan penuh sukacita, rendah hati, taat dan setia. Berusahalah agar sikap dan perilaku kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus.  

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan, amin

Jumat, 16 April 2021                                     

bacaan : Efesus 3 : 1 – 13

Rahasia panggilan orang-orang bukan Yahudi
Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

MEMBERITAKAN KRISTUS YANG HIDUP

Pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan pintu masuk bagi kasih karunia Allah. Salib menjadi sarana perdamaian manusia dengan Allah. Peristiwa yang sangat penting, namun terkadang telah menjadi biasa, tapi dalam kenyataannya tidak. Yesus sebelum disalib mengalami jalan salib yang sulit. Ia mengalami luka fisik yang tak terperikan. Cambuk tentara romawi yang terdiri dari sembilan tali kulit dengan sebuah bola kulit terikat pada pada ujung tiap tali tersebut. Pecahan tulang, besi dan rantai, terdapat pada setiap bola kulit, sehingga membuat cambuk itu berat dan tajam, membuat luka yang berat pada tubuh Yesus. Kulit terkelupas, daging tersayat, beserta luka pendarahan di otak (akibat dipukul), luka tembus, luka ligamen (banyak tulang yang retak dan akibatnya nyeri tak tertahankan). Ia pun mengalami luka batin, yang pedih. Cemoohan, makian, penolakan, ketidakadilan, membuat penderitaan-Nya lengkap. Peristiwa penderitaan inilah, yang membuat kita berdamai dengan Allah, dan bisa datang kepada-Nya, tanpa takut karena sudah ditebus. Peristiwa ini yang mesti kita bawa dalam ingatan senatiasa. Ini akan membuat kita memahami betapa berharganya hidup kita. Membuat kita menolak untuk tetap hidup dalam dosa. Mendorong kita untuk bertekun mencari kehendak Tuhan. Sebab, penebusan Yesus terhadap diri kita, membuat hidup kita memiliki satu tujuan. Menjadi alat-Nya untuk menyatakan apa yang kita lihat dan dengar tentang Kristus dengan kasihNya itu. Ingat hidup ini bukan cuma soal kita (apa yang kita ingini, butuhkan), tapi hidup ini adalah soal memberitakan tentang Kristus yang hidup.

Doa: Tuhan, kami mau memberitakan tentang Engkau yang hidup. Amin.

Sabtu, 17 April 2021                                  

bacaan : Matius 10 : 26 – 28

26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

HADAPI HIDUP DENGAN BERANI

Selama hidup di dunia ini, kita tentu akan selalu berhadapan dengan masalah. Apalagi sebagai keluarga orang percaya, tentu seringkali kita bergumul dengan berbagai persoalan-persoalan hidup dan tantangan-tantangan didalamnya. Tantangan tersebut ada yang biasa-biasa saja bahkan ada juga yang berat.  Karena itu tidaklah mengherankan jika banyak orang yang takut menghadapi hidup dan tantangannya, padahal firman ini bilang bahwa Tuhan ada dan Dia tahu apa yang sedang kita hadapi, apa yang sedang kita gumuli. Tuhan tidak jauh dari kita. Dia ada bersama kita untuk menghadapi berbagai kenyataan hidup, baik suka maupun duka. Dia tahu suasana hidup kita, karena sehelai rambut yang jatuh dari kepala kita pun, Dia tahu. Tuhan tahu, Dia dekat dengan kita.Dekatnya Tuhan dengan kita itulah yang membuat Dia sangat mengerti setiap kebutuhan hidup kita, setiap tetesan air mata kita bahkan sampai kepada kekuatiran dan ketakutan kita terhadap berbagai situasi-situasi hidup saat ini, apalagi masih tetap ditengah pandemic Covid-19. Oleh karenanya, jangan kita takut dan kuatir terhadap apapun bahkan mungkin saja mereka yang dapat menjahati kita. Yakinlah, Tuhan tahu keberadaan kita, Dia peka dan Dia bersedia menolong kita. Untuk itu jangan gentar hadapi hidup dengan semua tantangan, hambatan bahkan ancaman di dalamnya.Kita tidak sendiri, Tuhan ada dan menyertai keluarga kita yang berserah kepadaNya.

Doa: Bapa yang penuh kasih, berilah keberanian kepada kami dalam menghadapi hidup dengan segala tantangannya. Amin.

*sumber : SHK April 2021, LPJ-GPM

                  

SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 4-10 APRIL 2021

Boy Kaya BLOG

Minggu, 04 April 2021     

bacaan 1 : Yesaya 12 : 1 – 6

Nyanyian syukur atas keselamatan
Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. 2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." 3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. 4 Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

bacaan 2 : Markus 16 : 1 – 8

Kebangkitan Yesus
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" 4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

BERITAKANLAH KRISTUS SUDAH BANGKIT

Hari ini kita bersukacita dan bersyukur menyambut Paskah pagi. Paskah yang mengingatkan kepada kita tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati. Peristiwa kematian Yesus  membuat para murid-Nya berada dalam kesedihan dan ketakutan yang sangat besar. Mereka takut pada ancaman kematian dari orang-orang Yahudi. Sekalipun mereka diliputi ketakutan, tetapi cinta dan kerinduan mereka pada Yesus membuat Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome harus pergi ke kubur Yesus untuk merempahi mayat Yesus dan mengobati rasa rindu mereka kepada-Nya. Tetapi ternyata kubur Yesus telah kosong dan mereka diminta untuk jangan takut, tetapi pergi dan memberitahukan pada para murid yang lain bahwa Yesus sudah bangkit. Berita dari malaikat Tuhan itu mengubah suasana ketakutan para perempuan ini menjadi sukacita yang besar. Sukacita karena Kristus sudah bangkit. Dengan sukacita mereka memberitahukan apa yang mereka dengar dan lihat kepada para murid yang lain. Ini mengingatkan kita bahwa sukacita paskah di hari ini mendorong kita untuk terus bersaksi tentang siapa Kristus yang bangkit. Kesaksian itu kita lakukan melalui hidup dan karya kita untuk membebaskan manusia dari ketakutan karena ancaman virus corona yang melanda bumi kita.

Doa: Ya Tuhan, kuatkan kami untuk terus memberitakan nama-Mu. Amin.

Senin, 05 April 2021                               

bacaan : Yohanes 20 : 11 – 18

Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

AKU TELAH MELIHAT TUHAN YANG BANGKIT

Kita sungguh bersyukur dapat merayakan paskah atau kebangkitan Yesus Kristus kembali. Kita tahu bahwa kebangkitan Yesus adalah titik pusat sejarah keselamatan yang menjadi dasar iman kita. Sebab andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman dan pemberitaan gereja.Karena itu, kebangkitan Yesus yang merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah keselamatan itu harus selalu memberi dampak dalam hidup kita.Paling tidak kita menjadi orang-orang yang tetap bersemangat dan berpengharapan menjalani hidup dengan segala kompleksitas persoalan yang kita hadapi. Dalam teks bacaan kita hari ini penulis Injil Yohanes mau memperlihatkan kepada kita betapa kebangkitan Yesus telah mengubah keadaan para murid-Nya, mulai dari rasa kurang yakin menjadi seyakin-yakinnya; Dari rasa diam karena rasa kalah menjadi bersorak karena rasa girang; Dari patah hati menjadi bulat hati karena telah melihat Tuhan yang bangkit. Itulah perubahan besar yang terjadi pada Maria Magdalena ketika ia berjumpa dengan Yesus. “Aku telah melihat Tuhan”, demikianlah pengakuan imannya yang memberanikan ia pergi dan bersaksi tentang peristiwa kebangkitan Yesus. Saat ini ketika kita diberi kesempatan untuk merayakan kebangkitan-Nya, perubahan apa yang terjadi dalam hidup kita? Dapatkah kita pergi dan bersaksi tentang Yesus yang bangkit bagi orang lain, sehingga melalui kita pun orang lain akan melihat Tuhan dalam diri kita? Semua itu dapat kita lakukan jika kita tetap berserah pada Tuhan dan kuasa kebangkitan-Nya sehingga melalui tuturkata dan perbuatan yang kita lakukan, nama Tuhan dipermuliakan dan dengan begitu orang lain juga akan memasyurkan nama Tuhan dalam hidup mereka. Selamat Paskah!

Doa:  Tuhan yang bangkit, tuntunlah kami agar melalui hidup dan kerja kami banyak orang dapat melihat Engkau, Amin!

Selasa, 06 April  2021                                   

bacaan : Lukas 24 : 13 – 27

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

JANGAN BIARKAN SESUATU MENGHALANGI KITA UNTUK MENGENAL DIA

Kita seringkali mudah kecewa dan sedih, bahkan putus asa dan hilang pengharapan jika yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Lalu akhirnya kita menyerah dan mengikuti saja kemana keadaan itu membawa kita. Kita lupa bahwa segala sesuatu masih bisa diperbaiki dan dimaknai kalau saja kita mau membuka diri. Kisah dua orang yang berjalan ke Emaus merupakan contoh nyata. Mereka adalah orang-orang yang kehilangan pengharapan karena kematian Yesus. Yesus yang mereka harapkan dapat menjadi pemimpin, ternyata harus mengalami siksaan berat hingga mati di kayu salib. Harapan mereka tidak sesuai kenyataan. Karena itulah mereka memilih kembali ke rutinitas lama di daerah dimana mereka berasal. Dalam perjalanan mereka memperbicangkan segala sesuatu yang sudah terjadi. Dan Tuhan Yesus hadir menemani mereka dalam perjalanan. Awalnya ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenali Yesus, namun ketika Yesus melakukan perjamuan bersama mereka, barulah mereka sadar dan kenal bahwa itu Yesus. Ia benar-benar bangkit, dan dua murid yang kecewa itu pun kembali dengan semangat dan harapan baru. Memang, perjumpaan dengan Tuhan selalu mampu mengubah hidup seseorang. Kisah ini mengajarkan kita bahwa Tuhan senantiasa hadir untuk menyapa setiap orang dalam berbagai suasana hidup yang dialaminya. Hanya saja terkadang banyaknya persoalan itu seperti menjadi penghalang pada mata kita untuk mengenal dan mengalami Tuhan sendiri dan kehendak-Nya dalam hidup kita. Namun bagi orang-orang yang selalu membuka hati bagi kehadiran-Nya, akan selalu mengalami pertolongan dan kuat kuasa-Nya, tetap semangat dalam berpengharapan.

Doa: Tuhan, biarlah mata dan hati kami selalu terbuka melihat kehadiran-Mu dalam setiap keadaan hidup kami. Amin.

Rabu, 07 April 2021                                           

bacaan : Matius 28 : 9 – 10

9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

SUKACITA BERJUMPA DENGAN YESUS YANG BANGKIT

Sukacita adalah suatu karunia Roh Kudus yang membantu mengembangkan kepribadian baru seperti yang dialami oleh Maria Magdalena dan Maria yang lain. Peristiwa gempa bumi dan kubur yang kosong serta berita malaekat bahwa Yesus telah bangkit, sesungguhnya telah membuat para perempuan itu mengalami sukacita yang besar dan rasa takut, sehingga mereka berlari dengan cepat untuk memberitahukan kepada para murid yang lain tentang hal tersebut sesuai pesan malaekat. Karena itu, Yesus menjumpai mereka ditengah jalan dan berkata: “salam bagimu”. Itulah kalimat pertama dari Yesus yang bangkit, dan menjumpai mereka dalam keadaan damai untuk membebaskan mereka dari rasa takut. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit semakin menguatkan sukacita mereka sehingga mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya, dan menyembah-Nya. Orang yang bersukacita adalah orang yang mau datang kepada Yesus, merendahkan diri dihadapan-Nya atau menyerahkan diri seutuhnya dalam kendali Yesus untuk memberitahukan perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan memasyhurkan nama-Nya. Sukacita mereka merupakan alasan mendasar untuk Yesus memberi tanggungjawab baru: pergi dan katakan kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galelia, dan disanalah mereka akan melihat Aku. Sukacita menjadi kekuatan para perempuan untuk meyakinkan para murid lelaki dan sanak keluarga bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, sekaligus melawan dusta mahkamah agama. Jadi, tanpa sukacita orang kristen tak akan pernah bisa meyakinkan dunia tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan memasyhurkan nama-Nya. Setiap hari Yesus menjumpaimu dan memberimu sukacita-Nya. Jangan abaikan!!! 

Doa: Tuhan, penuhkan kami dengan RohMu, supaya kami bersukacita. Amin.

 

Kamis, 08 April 2021                                     

bacaan : Lukas 24 : 28 – 35

28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

SESUNGGUHNYA TUHAN YESUS TELAH BANGKIT

Menjadi percaya dan mengaku bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, harus melewati suatu proses bersama Yesus seperti yang dialami oleh dua orang murid yang berjalan ke Emaus. Yesus menuntun mereka untuk keluar dari kesedihan dan ketidakmengertian serta membentuk kepercayaan mereka dengan tiga cara yakni: (1). Yesus mau mendengar dan merasakan keluhan mereka, menuntun mereka untuk mengenal kerapuhan iman mereka, serta memberi jalan keluar dengan menggunakan kitab suci sebagai dasar yang benar; (2). Yesus memenuhi desakan mereka untuk tinggal bersama dengan mereka; (3). Yesus memulihkan ingatan mereka tentang diri-Nya di perjamuan malam: “Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka”. Perbuatan Yesus mengubah arah perjalanan hidup mereka: “bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem untuk menjumpai para murid yang lain di Yerusalem”. Jadi, setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit, kedua murid tersebut mengalami evolusi kesadaran: dari keputusasaan karena kematian Kristus menuju keimanan akan kebangkitan-Nya. Mereka mengalami pertumbuhan iman. Pengalaman mengenal Yesus yang bangkit, mereka ceritakan kepada para murid yang lain sebagai suatu kesaksian iman mereka. Karena, iman selalu bertumbuh dalam masa yang sangat sulit.Jika demikian, maka setiap masa yang sangat sulit, harus dijalani bukan dihindari bahkan lari darinya.Dalam kesadaran tersebut, setiap orang Kristen harus berusaha menemukan dan mengenal serta mengalami Yesus yang bangkit. Itu pun jika anda mendesak supaya Tuhan tinggal bersama-sama dengan anda, maka Ia setia memenuhi desakanmu dan memberimu berkat terindah menjadi saksi kebangkitan-Nya.

Doa: Tuhan, tinggallah bersama-sama denganku. Amin.

Jumat, 09 April 2021                                       

bacaan : Lukas 24 : 36 – 49

Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

YESUS YANG BANGKIT MEMULIHKAN KEPERCAYAANMU

Setelah kebangkitan-Nya, mengapa Yesus secara berulang menampakan diri-Nya kepada para murid-Nya? Sebab penyaliban dan kematian Yesus membuat para murid melupakan seluruh pengajaran, perkataan Yesus dan pengalaman melayani bersama Yesus selama tiga tahun. Mereka sedih, dan takut bahkan tidak percaya dan menganggap omong kosong perkataan para perempuan yang pergi ke kubur Yesus. Petrus pun masih bertanya dalam hatinya: apa kiranya yang telah terjadi? Setelah ia melihat hanya kain kapan di dalam kubur Yesus. Kesaksian dua orang yang pergi ke Emaus, masih membuat para murid mempercakapkan tentang hal-hal itu.Karena itu, ketika semua murid berkumpul Yesus menampakan diri-Nya, untuk memulihkan kepercayaan semua murid tentang diri-Nya. Yesus ingin semua murid memiliki pengetahuan dan pengertian yang sama bahwa Ia telah bangkit dari kematian tetapi Ia bukan hantu. Yesus memberi beberapa bukti mendasar yakni: (1). Ia berkata: damai sejahtera bagi kamu; (2). Ia menyuruh mereka meraba tangan-Nya dan kaki-Nya yang dipaku; (3). Ia makan ikan goreng; (4). Ia membuka pikiran mereka bahwa kematian-Nya dan kebangkitan-Nya telah menggenapi semua yang tertulis tentang-Nya dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Yesus melakukan semua itu untuk mempersiapkan para murid-Nya sebagai saksi yang memberitahukan perbuatan-Nya dan memasyurkan nama-Nya.Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus merupakan perbuatan Allah yang memulihkan kepercayaan orang Kristen.Bahwa, mereka percaya kepada Tuhan yang hidup dan mengendalikan kehidupan; Tuhan yang berkuasa atas maut; Tuhan yang mengetahui dan mengerti pikiran mereka. Nyatakanlah Tuhan mu dalam kata dan perbuatanmu

Doa: Tuhan, kami percaya pada-Mu, kami merindukan-Mu. Amin.

Sabtu, 10 April 2021                                 

bacaan : Yohanes 21 : 1 – 14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

ITULAH TUHAN, IA SUDAH BANGKIT

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai, namun murid-murid tidak tahu bahwa itu Yesus. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakan diri kepada murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Yesus mau bersama mereka dan memberkati mereka. Pekerjaan mereka sebagai nelayan diteruskan dengan tidak kecewa, ragu dan putus asa. Yesus bersama mereka pada peristiwa kebangkitan dan menyuruh menebarkan jala, hasil menggembirakan, penuh sukacita dan berkat. Memahami kehadiran Yesus yang bangkit, mengubah cara pandang tentang hidup dan menjadikan para murid mengalami keberanian untuk bekerja lagi sebagai nelayan. Bersama Yesus dan taat melaksanakan perintah-Nya, para murid memperoleh hasil yang melimpah. Kehadiran Kristus yang bangkit memulihkan semangat yang patah. Mereka berdaya untuk kembali beraktifitas sebagai nelayan dan selanjutnya memberitakan Kristus yang mati tetapi bangkit. Murid-murid itu tidak bertanya lagi siapa Engkau, sebab mereka sudah melihat Yesus dengan perbuatan dan mujizat-Nya. Kebangkitan bagi orang Kristen adalah kehidupan, kehidupan itu tidak sia-sia,kehidupan yang memiliki harapan, walau dalam keadaan susah sekalipun, kebangkitan akan menghidupkan kita. Kekurangan-kekurangan kita banyak, hasil kurang memuaskan, corona mengganggu seluruh eksistensi kita, percaya bahwa kebangkitan Kristus dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus corona, kebangkitan Kristus menyemangati kita untuk bekerja bersama Yesus dalam ajaran dan mujizat-Nya. Kristus telah bangkit perubahan besar terjadi di hidup kita. Bekerjalah bersama Dia yang bangkit, sebab bersama Dia selalu ada perubahan,sukses dan berkat.

Doa: Terima kasih Tuhan, Kebangkitan-Mu menghidupkan kami! Amin.

*sumber : SHK BUlan April 2021 LPJ-GPM