Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Jadilah Murid Yang Taat, Tabah dan Setia Memikul Salib

Minggu, 13 April 2025

bahan bacaan I : Yesaya 50 : 4 – 11

Ketaatan hamba TUHAN
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. 7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. 8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! 9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka. 10 Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! 11 Sesungguhnya, kamu semua yang menyalakan api dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala apimu, dan ke tengah-tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu; kamu akan berbaring di tempat siksaan.

bahan bacaan II : Lukas 23 : 26 – 32

Yesus dibawa untuk disalibkan
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Ketaatan Seorang Murid
Yesaya 50:4-11 dan Lukas 23:26-32 memiliki kesamaan makna yakni berkaitan dengan ketaatan sebagai murid Allah. Kedua bagian ini menggambarkan bagaimana seseorang yang mengikuti Tuhan harus siap untuk menghadapi penderitaan dan tetap setia dalam ketaatan. Ketaatan itu berwujud dalam sikap seorang hamba Tuhan yang menerima pengajaran dari Allah dan tidak memberontak. Dalam Lukas 23:26, ketaatan tersebut ditunjukkan oleh Simon dari Kirene. Ia dipaksa memikul salib Yesus dan ia melakukannya tanpa membantah. Selanjutnya, Yesaya 50:10-11 mengajak orang yang takut akan Tuhan untuk tetap percaya, meskipun berada dalam kegelapan dan kesulitan. Kegelapan itu ditempatkan dalam Lukas 23:32 melalui kehadiran dua penjahat. Mereka berbuat salah dan harus disalibkan. Salib merupakan simbol kegelapan hidup seseorang saat itu. Yesus harus berada dalam kegelapan itu, sekalipun tidak berbuat salah. Ia tetap taat dan setia pada Allah Bapa supaya ada keselamatan bagi dunia. Salib bukanlah jalan yang mudah bagi siapapun, termasuk bagi kita. Namun sebagai murid Tuhan, kita harus tetap tetap setia mengikuti Kristus sekalipun jalan itu gelap. Sebab menjadi murid Kristus bukan hanya tentang berkat, tetapi juga tentang kesediaan untuk menderita demi kebenaran dan dijalani dengan penuh kesetiaan dan ketaatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menjadi Pengikut Yesus yang taat dan setia, amin.

Senin, 14 April 2025

bahan bacaan : Matius 16 : 24 – 28

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Taat: Jalan Menuju Kehidupan Sejati

Mengikut Yesus adalah panggilan untuk hidup taat sesuai dengan teladan dan ajaran Tuhan. Berikut ini merupakan aspek- aspek penting tentang hal menjadi “Pengikut Yesus”, sebagaimana yang dijelaskan dalam Matius 16: 24. Pertama, aspek Menyangkal Diri. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa untuk mengikuti-Nya, maka kita harus menyangkal diri dengan melupakan kepentingan diri sendiri, melepaskan ego diri, ambisi pribadi dan keinginan duniawi (Band.Kol.3:5-9). Kedua, aspek Memikul Salib. Salib adalah simbol Pengorbanan dan penderitaanTuhan Yesus di kayu salib. Jadi, Menjadi pengikut Yesus berarti kita harus bersedia untuk menderita dan berkorban dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam situasi baik maupun tidak baik. Dengan demikian, sikap taat untuk menyangkal diri dan memikul salib menunjukkan komitmen secara total untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, dan pada akhirnya membawa seseorang kepada kehidupan sejati, yakni hidup kekal yang penuh pengharapan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi murid-Mu yang taat dan setia memikul salib derita. Amin.

Selasa, 15 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 13 – 21

Kekudusan dan kasih persaudaraan
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Hidup Dalam Ketaatan

Hidup dalam kebiasaan atau cara lama yang tidak sesuai dengan injil Kristus memang bertentangan dengan panggilan sebagai pengikut Kristus. Hal ini ditekankan oleh Petrus kepada jemaat kristen non-Yahudi supaya mereka meninggalkan kebiasaan hidup yang dikuasai oleh hawa nafsu dan dosa karena mereka telah menerima keselamatan yang diberikan Allah melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Anugerah keselamatan yang telah diberikan Allah ini hendaknya menuntun mereka untuk hidup; taat, kudus dan takut akan Tuhan. Saudaraku, Kristus telah menyelamatkan hidup kita. Karena itu, hendaklah kita hidup sebagai anak-anak yang taat atau anak-anak terang (Ef.15-18), yang menghadirkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kita bukan sebagai anak-anak gelap (duniawi) yang hidup didalam dosa (fitnah, amarah, kebencian, dll). Sebab hidup dalam ketaatan menyaksikan Tuhan yang kita imani.

Doa: Tuhan pimpin kami untuk hidup taat dan kudus dalam menghadapi godaan dan tantangan, amin.

Rabu, 16 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 18 – 25

Penderitaan Kristus sebagai teladan
18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Sabar Menderita Karena Berbuat Baik

Dalam hidup ini, banyak orang mungkin berpikir bahwa berbuat baik akan selalu mendatangkan hal-hal yang baik pula. Namun, kenyataannya seringkali berbeda. Kita diingatkan bahwa melakukan yang benar dan berbuat baik bukan berarti kita akan terhindar dari penderitaan. Bahkan, kadang-kadang kebaikan yang kita lakukan justru mendatangkan penderitaan. Hamba-hamba diperintahkan untuk tunduk kepada tuan mereka, baik yang baik maupun yang kejam. Ini menekankan bahwa iman Kristen harus diwujudkan dalam sikap hormat dan ketaatan, bahkan dalam situasi yang sulit. Karena itu, tetaplah sabar dan setia dalam menghadapi penderitaan dengan meneladani penderitaan Kristus. Kristus telah menderita tanpa melakukan kesalahan, namun Dia tetap sabar untuk menggenapkan karya keselamatan Allah bagi dunia. Dengan demikian, ketika kita menderita karena berbuat baik (bukan berbuat jahat) berarti kita telah turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus yang mendatangkan anugerah dan berkat bagi hidup kita. Sebab itu, tetaplah sabar dan teruslah berbuat baik meskipun kita menderita karena dibenci dan tidak disukai orang.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk sabar menderita karena berbuat baik, amin.

Kamis, 17 April 2025

bahan bacaan : Wahyu 2 : 8 – 11

Kepada jemaat di Smirna
8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Jangan Takut: Tetaplah Setia Sampai Akhir

Perikop Wahyu 2:8-11 dialamatkan kepada jemaat di Smirna yang sedang mengalami berbagai masalah serius, yakni kesusahan dan kemiskinan, fitnah serta penganiayaan berat. Dalam situasi tersebut, Yohanes berusaha menghibur dan memuji iman mereka yang teguh bertahan dalam penderitaan (ay.9). Yohanes dengan tegas meminta jemaat agar tidak takut terhadap penderitaan yang sedang mereka hadapi dan tetaplah setia sampai akhir hidup. Memang, menghadapi penderitaan dan penganiayaan bukan hal yang mudah. Namun, kita diingatkan tentang harga sebuah kesetiaan adalah mahkota kehidupan (ay.10). Saudara, dalam hidup ini kita mungkin menghadapi masalah dan penderitaan silih berganti, misalnya: masalah ekonomi,keuangan, keluarga, ketidakadilan bahkan penganiayaan. Dalam situasi itu, kita tidak boleh takut dan putus asa, tetapi tetaplah setia dalam iman karena kita akan menerima upah kehidupan kekal bersama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami memaknai perjamuan kudus dengan hati yang benar, Amin.

Jumat, 18 April 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 11 : 17 – 34

Kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam
17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. 18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya. 19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji. 20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan. 21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. 22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji. 23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" 26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. 29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. 30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. 31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. 32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia. 33 Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain. 34 Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.

Merayakan Perjamuan Kudus Dengan Hati Yang Benar

Saudaraku, hari ini kita melaksanaan Perjamuan Kudus, namun kita diingatkan bahwa dalam pelaksanaannya masih kedapatan pemahaman atau tindakan yang salah yang bisa mengurangi makna dan kekudusan Perjamuan kudus. Misalnya: menganggap Perjamuan Kudus sebagai ritual kosong, mengambil bagian tanpa pertobatan, menyimpan permusuhan atau konflik dengan sesama. Cara yang salah juga dipraktekkan oleh jemaat di Korintus (ay.17-22), dimana mereka mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan tapi hidup dalam perselisihan dan perpecahan, mereka menunjukkan sikap egois, makan dan minum terlebih dahulu tanpa mempedulikan orang lain, ada yang menjadi mabuk dan tidak memperhatikan orang yang lapar. Ayat 27-32 menekankan bahwa seseorang harus memeriksa dirinya sendiri sebelum mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Ini mengajarkan pentingnya pertobatan dan kehidupan yang benar di hadapan Allah. Paulus mengingatkan mereka tentang makna sejati dari Perjamuan Tuhan agar tidak mendatangkan penghukuman atas diri mereka sendiri (ay.29). Di Perayaan Jumat Agung hari ini mengajak kita untuk merenungkan hidup dan memperbarui komitmen iman kita. Bagi kita yang merayakan Perjamuan kudus supaya menjaga hati dengan cara bersyukur, bertobat, dan membaharui hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar teguh dalam iman amin.

Sabtu, 19 April 2025

bahan bacaan : Lukas 23 : 50 – 56a

Yesus dikuburkan
50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. 52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat. 54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. 55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.

Jangan Takut Menyatakan Kebenaran

Dalam kenyataan, tidak semua orang mau mempertaruhkan jabatan dan kuasa demi orang lain. Tapi masih ada orang yang bersedia mengambil resiko untuk mempertaruhkan jabatan dan kuasa mereka. Tindakan tersebut didorong oleh hati nurani yang menuntun seseorang mengambil keputusan yang benar dan berani. Tokoh Yusuf dari Arimatea, anggota Mahkamah Agama adalah orang yang berani menyatakan kebenaran dengan mengatakan bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak menyetujui penyaliban Yesus. Dalam prinsip kebenaran itu, ia berani menghadap Pilatus untuk meminta menguburkan mayat Yesus. Tindakannya ini sangat beresiko terhadap posisinya sebagai pejabat pada saat itu. Yusuf Arimatea, memberikan motivasi yang kuat bagi kita saat ini agar tidak takut mengambil keputusan untuk menyatakan kebenaran dimana saja kita berada sekalipun kita harus mempertaruhkan posisi, jabatan dan kedudukan kita. Mereka yang berani melakukan hal tersebut hanyalah mereka yang hidup dekat dengan Tuhan.

Doa: Tuhan dalam sukacita merayakan kebangkitanMu, tuntun kami untuk menjalani hidup ini dengan tidak gentar. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berani Berkata Dan Bertindak Benar Sesuai Ajaran Yesus

Minggu, 6 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 18 : 19 – 24

19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. 20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." 22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" 23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" 24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.

Mengapa Engkau Menampar Aku, Jikalau Kataku Benar?
Tidak semua orang berani berkata dan bertindak benar. Berkata dan bertindak benar membutuhkan keberanian dan pengorbanan. Di hadapan Imam Besar Hanas yang bertanya mengenai murid-muridNya dan ajaranNya, Tuhan Yesus menjawab bahwa Dia tidak pernah mengajar secara sembunyi-sembunyi. Ajarannya didengar dan diketahui bukan hanya oleh para murid tapi juga banyak orang. Sebab itu, Imam besar boleh menguji dari orang banyak yang mendengarkan ajaranNya, apakah yang diajarkan dan dilakukan itu benar atau tidak. Atas jawaban ini, Yesus ditampar oleh seorang penjaga. Ia pun menanggapi tamparan itu dengan bertanya, jikalau kataKu itu benar, mengapa engkau menampar Aku? Hanya karena berkata dan bertindak benar, Yesus ditampar. Pernahkah kita mengalami hal serupa? Karena berkata dan bertindak benar kita tidak disukai, ditentang bahkan mengalami penderitaan fisik. Sesuatu yang tidak adil dan tidak benar. Kita memang harus teguh, berani berkata dan bertindak benar meskipun di sekeliling begitu menakutkan dan mengancam. Jika kita tidak berani melakukannya, maka akan ada banyak ketidakadilan, penindasan dan ketimpangan yang terus dialami oleh orang-orang lemah, miskin dan susah.

Doa: ya Tuhan, mampukanlah agar kami kuat bertahan dalam derita karena nama Kristus, Amin

Senin, 7 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 12-20

Yesus adalah terang dunia
12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar." 14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku." 19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." 20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Bersaksi yang Benar Tentang Yesus
Bersaksi merupakan satu panggilan gereja yang kita terima dari Tuhan. Tentu, kita akan bersaksi tentang hal-hal yang benar, sama seperti yang telah dilakukan oleh Yesus sepanjang pelayananNya di dunia. Ia bersaksi tentang kebenaran bahwa DiriNya adalah terang dunia, sehingga setiap orang yang mengikutiNya tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan melainkan akan mempunyai terang kehidupan. Kesaksian ini benar dan patut kita pegang. Tetapi kesaksian kita tidak cukup hanya dengan mengatakannya. Bagaimana caranya? Yaitulah dengan menjadi anak-anak terang, karena terang Kristus telah menerangi hati dan hidup kita. Itulah cara kita bersaksi. Ditengah dunia yang penuh dengan bayang-bayang kegelapan, kehadiran kita yang membawa terang diperlukan. Di tengah banyak kemelut dan penderitaan, kehadiran kita yang memberi sukacita dan pemulihan dibutuhkan. Sebab itu jagalah agar terang Kristus yang ada didalam diri kita tidak padam. Kristus berkata, “kamulah terang dunia’! Semoga dengan mendengarkan firman di hari ini, iman dan karya kesaksian kita diteguhkan. Semangat untuk terus bersaksi tentang yang baik dan benar semakin menggelora dalam segala situasi. Jadilah saksi-saksi Kristus yang sejati!

Doa: Tolong kami ya Tuhan agar bersaksi yang benar. Amin

Selasa, 8 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 21-29

Yesus bukan dari dunia ini
21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." 22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" 23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." 25 Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." 27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. 28 Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."

\Berkata dan Bertindak Benar Tentang Yesus

Yesus dengan tegas menyatakan kebenaran tentang diri-Nya dan menyampaikan konsekuensi bagi mereka yang menolak untuk percaya. Ia menyatakan bahwa asal-usul-Nya dari surga, meskipun orang-orang Yahudi tidak mempercayai-Nya. Ketika mereka bertanya, “Siapakah Engkau?”, Yesus pun menjawab dengan konsisten. Ia tidak mengubah perkataan-Nya hanya karena takut atau untuk menyenangkan orang lain. Yesus mengatakan bahwa ketika Ia “ditinggikan” (disalibkan), barulah mereka akan menyadari bahwa Ia adalah benar. Pengorbanan diri Yesus memang menjadi bukti nyata dari kebenaran perkataanNya. Sikap Yesus dalam teks ini memberikan keteladanan kepada kita untuk berani berkata dan bertindak benar sesuai dengan kehendak Allah, meskipun menghadapi penolakan atau tantangan. Orang lain terkadang meragukan dan mempertanyakan diri kita ketika menyampaikan sesuatu yang benar. Bahkan, kita mungin tidak disukai. Apalagi, jika mereka menganggap kita hanyalah orang biasa yang tak punya jabatan dan tidak memiliki banyak uang. Sekalipun demikian, kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Kristen. Sebagai orang percaya, tindakan kita harus mencerminkan ajaran Yesus, sehingga orang lain dapat melihat kebenaran melalui hidup kita.

Doa: Tolong kami ya Tuhan agar dapat berkata dan bertindak yang benar. Amin

Rabu, 9 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 30 – 36

Kebenaran yang memerdekakan
30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Kemerdekaan Murid yang Benar
Yesus menekankan bahwa kesetiaan pada firman Tuhan adalah tanda seseorang sebagai murid yang benar. Sebab, Firman Tuhan itu berisi kebenaran yang akan membimbing setiap orang untuk hidup benar. Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi tentang pentingnya hidup dalam kebenaran supaya mereka dapat mengalami kemerdekaan dari dosa. Kemerdekaan tersebut yakni bebas dari kebohongan, dosa, dan ketakutan. Ketika mendengar hal ini, orang-orang Yahudi melakukan penolakan dengan menyoalkan perkataan Yesus. Mereka menganggap sudah “bebas” sebagai keturunan Abraham, sehingga tidak memerlukan kemerdekaaan sekalipun datang dari Yesus Kristus. Anggapan tersebut merupakan suatu kebohongan dan penyangkalan diri. Yesus mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pernah luput berbuat dosa. Mereka telah hidup sebagai hamba dosa. Sebagai murid Kristus, kita tidaklah sama dengan orang-orang Yahudi. Kita harus hidup dalam kebenaran yang memerdekakan kita sebagai muridNya. Kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan Yesus Kristus di salib, sehingga kita dapat berkata dan bertindak benar sesuai dengan ajaranNya.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami muridMu yang memperoleh kemerdekaan untuk melakukan kebenaran. Amin

Kamis, 10 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 37 – 47

Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah

37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. 43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. 46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? 47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Anak Abraham adalah Anak Allah, bukan Anak Iblis
Yesus sedang berdialog dengan orang-orang Yahudi yang mengklaim sebagai keturunan Abraham. Yesus menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham sejati bukan hanya soal garis keturunan biologis, tetapi lebih kepada hidup yang mencerminkan iman dan ketaatan kepada Allah. Hal ini menekankan bahwa iman ditunjukkan dalam tindakan, bukan hanya klaim keturunan atau status agama. Saat ini, orang Kristen harus hidup dengan iman yang murni kepada Allah sebagai Bapa. Ia tidak bisa hidup dalam imannya yang sempit dan mengaitkannya dengan hal-hal yang tidak benar. Salah satu yang sering terjadi yakni orang Kristen menganggap bahwa ia adalah keturunan bangsa Israel. Pada beberapa kesempatan, anak-anak muda Kristen terlihat memegang bendera Israel sebagai ungkapan kesamaan identitas. Tindakan ini dapat menyebabkan situasi hidup bersama yang damai menjadi terganggu. Hanya orang yang hidupnya dipengaruhi oleh Iblis yang bertindak demikian. Iblis selalu berusaha menipu manusia dengan kebohongan dan membawa manusia hidup dalam ketidakbenaran. Sebagai anak-anak yang memiliki Bapa yakni Allah dan Kristus perantaranya, harus berani melawan godaan untuk berbuat curang, berbohong, atau berlaku tidak adil, dan tetap setia kepada kebenaran firman Tuhan.

Doa: Tuhan, inilah kami, anak-anakMu! Tolonglah kami untuk mengatakan kebenaran-Mu. Amin

Jumat, 11 April 2025

bahan bacaan : Markus 14 : 53 – 65

Yesus di hadapan Mahkamah Agama
53 Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ. 54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api. 55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. 56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini: 58 "Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia." 59 Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 60 Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" 61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" 62 Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." 63 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? 64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati. 65 Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: "Hai nabi, cobalah terka!" Malah para pengawalpun memukul Dia.

Berani Menegakkan Kebenaran
Ketika Imam Besar bertanya, “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”, Yesus dengan tegas menjawab, “Akulah Dia.” Jawaban ini menunjukkan bahwa Yesus tidak takut untuk menyatakan kebenaran, meskipun konsekuensinya adalah penderitaan dan kematian. Yesus menerima penderitaan dengan sabar dan tidak membela diri secara berlebihan, karena Dia tahu bahwa penderitaan-Nya adalah bagian dari rencana keselamatan Allah. Hal ini mengajarkan kita bahwa keberanian untuk berbicara benar harus tetap dipegang, meskipun ada risiko besar. Di sisi lain, nas ini juga menyoroti bagaimana dunia sering kali tidak menerima kebenaran. Mahkamah Agama mencari alasan untuk menghukum Yesus, meskipun kesaksian dari para saksi tidak konsisten. Lembaga yang bertanggung jawab menegakkan kebenaran ternyata bisa dikhianati oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya dengan melakukan ketidakbenaran. Penegakkan kebenaran memang bukanlah hal yang mudah. Namun, iman yang teguh kepada Tuhan sumber kebenaran, akan memampukan orang Kristen untuk melakukannya. Teks hari ini menceritakan suatu ketidakbenaran, namun pada akhirnya akan dipatahkan oleh kebenaran Tuhan dalam peristiwa kematian dan kebangkitanNya.

Doa: kuatkan iman kami Tuhan untuk menghadapi tekanan ketidakbenaran. Amin

Sabtu, 12 April 2025

bahan bacaan : Lukas 23 : 13 – 25

Yesus kembali di hadapan Pilatus
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!" 19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. 20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Hadapilah Tekanan ketidakbenaran dengan Iman

Teks bacaan hari ini menunjukkan bahwa Yesus yang tidak bersalah justru dihukum mati, sementara Barabas, seorang pemberontak dan pembunuh, dibebaskan. Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi ia tidak berani mengambil sikap yang benar. Ia memilih untuk menyenangkan orang banyak dengan mengikuti kepentingan politik daripada bertindak sesuai dengan kebenaran. Pilatus menghadirkan dirinya sebagai pemimpin yang pengecut karena dipenuhi ketakutan akibat tekanan sosial. Ia tidak berani berkata dan bertindak benar meskipun mengetahui kebenaran. Sebagai orang Kristen, hal ini menjadi peringatan bagi kita agar tidak bersikap seperti Pilatus. Tekanan dalam bentuk apapun tidak boleh menggoyahkan iman kita untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Apalagi jika kita harus mengorbankan keadilan demi kepentingan pribadi. Kita harus belajar dari Yesus yang memberikan keteladanan dalam memperjuangkan kebenaran. Yesus tetap diam dan menerima penderitaan-Nya dengan taat. Akhir dari perjuanganNya untuk kebenaran, Yesus memperoleh kemuliaan. Hal ini mencerminkan bagaimana kebenaran seringkali ditolak oleh dunia, tetapi pada akhirnya, kehendak Allah tetap terlaksana dan yang benar pasti akan memperoleh kemenangan.

Doa: Tuhan, kuatkan iman kami supaya mampu untuk menegakkan kebenaran. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 Maret – 5 April 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan Dan Bersukacitalah Dalam Derita

Minggu, 30 Maret 2025

bahan bacaan : Habakuk 3 : 1 – 19

Doa nabi Habakuk
Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan. 2 TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang! 3 Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. 4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. 5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad. 7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar. 8 Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu? 9 Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;

Tetap Bertahan dan Bersukacitalah Dalam Derita
Sukacita adalah bentuk relasi yang dibangun dengan Tuhan. Itulah sebabnya sukacita berbeda dengan bahagia. Orang bisa bahagia namun belum tentu sukacita. Sukacita tidak bisa dibatasi dengan situasi. Inilah yang digambarkan oleh penulis Habakuk. Ada sekian banyak hal buruk yang terjadi sebagaimana yang digambarkan “ sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah dan hasil pohon zaitun mengecewakan”. Habakuk menyatakan kemudian bahwa sekalipun itu kenyataannya namun, ia akan tetap bersorak sorai di dalam Tuhan. Kelihatan sepele namun seperti inilah yang harus kita lakukan ketika kita ada dalam situasi yang tidak menyenangkan. Bertahan sajalah dalam kondisi apapun dan tetaplah bersukacita sebab janji penyertaan Tuhan itu sempurna. Allah itu adalah kekuatan kita. Allah melalui karya pengorbanan Yesus Kristus akan membuat kita mampu menghadapi apapun. Percayalah. Tetaplah pandang Tuhan dan bersukacitalah selalu.

Doa: Tuhan Yesus, ,tolong mampukanku untuk bertahan dan bersukacita, Amin.

Senin, 31 Maret 2025

bahan bacaan : Filipi 4 : 4 – 9

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Bersukacitalah Senantiasa Dalam Tuhan

Adakah yang bisa membuat hidupnya jauh lebih baik ? Sampai kapanpun kita akan mengakui bahwa kecemasan dan kebingungan kita tidak akan bisa mengubah apapun,. Kita malah akan bertambah susah bila menghabiskan waktu dalam pemikiran buruk. Itukah sebabnya teks hari ini memberikan kepada kita Pelajaran yang jauh lebih berharga. Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan. Surat yang menjadi teks bacaan saat ini adalah sebuah surat yang ditulis di dalam penjara. Namun Paulus dengan penuh iman menuliskannya dengan nada penuh sukacita. Penjara tidak bisa mencuri sukacita yang ia rasakan. Tuhan adalah pokok sukacitanya, Entah seperti apa kehidupan yang kita jalani tetapi marilah tetap meyakini kasih karunia Tuhan. Tuhan Yesus rela tergantung di tiang kayu salib demi penebusan kita. Inilah dasar sukacita kita. Marilah tetap bersukacita di dalam Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, bantu kami untuk tetap bersukacita dalam keadaan apapun, Amin.

Selasa, 1 April 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 1-10

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Petrus menyembuhkan orang lumpuh

Dalam nama Yesus Kristus, bangkit dan berjalanlah!. Petrus dengan kuasa kebangkitan Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh. Pada dirinya sendiri tidak ada kuasa apa-apa, ia juga tidak memiliki materi, emas dan perak yang dapat diberikan untuk menolong orang lumpuh itu dari ketidakberdayaannya. Hanya dengan menggunakan kuasa Yesus, ia membuat mujizat. Kuasa yang sama juga memberanikannya untuk berkhotbah kepada orang banyak bahwa Yesuslah yang menjadi sumber kesembuhan orang lumpuh tadi. Ya, semua itu terjadi hanya karena kuasa Tuhan Yesus melalui RohNya. Sebab, kepada kita yang percaya, kuasa Roh Kudus telah diberikan. Kuasa yang harus dipakai untuk memberi kesaksian tentang Yesus Kristus dan dimanfaatkan untuk melakukan pemulihan dan pemberdayaan bagi sesama yang membutuhkan. Oleh sebab itu bekerjalah dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus dalam setiap karya hidup dan pelayanan. Jangan pernah digentarkan oleh kuasa manapun. Percaya akan kuasa Tuhan, sebab kuasaNya itu nyata bagi orang yang percaya. Bersyukurlah kita masih diberi waktu untuk memberitakan Kristus yang penuh kuasa kepada banyak orang. Berdiri dan berjalanlah!Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu

doa : Tuhan, kami mau memberitakan tentang kuasaMu agar banyak orang menjadi percaya dan mengikutiMu, amin.

Rabu, 2 April 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 2 : 1-10

Puji pujian Hana
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu

Tuhan sungguh tahu apa yang kualami. Aku percaya ada waktu Tuhan untuk membuatku dan anak-anak kembali tersenyum”, Demikianlah kata-kata seorang ibu janda yang telah ditinggalkan suaminya bertahun-tahun karena bersama dengan wanita lain. Tidak sedikit cemoohan ia dapatkan ketika tiap hari berjualan kue dari rumah ke rumah. Kadangkala ia juga menjual sayur-sayuran. Apapun dilakukannya demi hidupnya dan anak-anaknya. Walaupun beda masalah yang dihadapi, tetapi kata-kata yang diucapkan ibu janda ini hampir sama dengan yang diucapkan Hana. Bagi Hana, Tuhan adalah sumber kekuatannya, sebab ia sendiri tidak mampu menghadapi persoalan yang dialaminya. Pergumulan berat yang dihadapinya bertahun-tahun terasa begitu menyesakkan hati. Namun ia percaya, Tuhan tahu apa yang menjadi harapan hatinya. Ada waktu Tuhan meninggikan dan tidak membiarkannya terus tertindas. Sebab itu, ia menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan ketika mendapatkan jawaban dan pertolongan. Masing-masing kita punya pengalaman bersama Tuhan. Satu yang kita akui, Tuhan telah menjadi sumber kekuatan bagi kita menghadapi berbagai persoalan hidup. Bahkan di saat kita ada dalam berbagai pergumulan yang berat, penderitaan yang berkepanjangan, kuasa Tuhan dinyatakan. Oleh sebab itu, bersyukurlah dan pujilah Tuhan senantiasa!

doa : Tuhan Engkaulah Allah yang maha tahu. Engkaulah saja sumber kekuatan kami, Amin

Kamis, 3 April 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26-42

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasehat Gamaliel.
Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Pilihlah Untuk Lebih Taat Kepada Allah Daripada Manusia

Nas bacaan ini menceritakan tentang apa yang dialami oleh Rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka memilih untuk lebih taat kepada Allah daripada manusia. Sejak awal, mereka dilarang oleh imam besar untuk mengajar dan memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Namun, Petrus dan Yohanes melanggar larangan itu. Dengan berani mereka tetap bersaksi tentang Kristus dan kuasa kebangkitanNya kepada orang banyak. Ketika imam besar bertanya mengapa mereka tetap mengajar tentang Yesus? Petrus menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia”. Jawaban ini kemudian mengantarkan mereka kepada pengadilan dan penderitaan. Namun mereka menjalani semua itu dengan sukacita. Tidak semua orang dapat memilih taat kepada Tuhan daripada kepada manusia, apalagi jika dihadapkan pada pilihan yang sulit, penuh resiko dan penderitaan. Banyak orang lebih suka memilih jalan aman dan lepas dari resiko penderitaan karena nama Yesus. Namun belajarlah dari ketaatan kedua rasul Tuhan ini. Mereka berani memberitakan Injil Yesus Kristus supaya semakin banyak orang menjadi percaya. Kalau karena kesetiaan dan ketaatan kita berkata dan bertindak benar lalu kita menderita karena hal itu, pilihlah untuk bertahan pada kebenaran. Tetaplah taat memberitakan Injil agar semakin banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Doa: Tuhan, dalam segala hal, kami mau lebih taat kepadaMu daripada kepada manusia, Amin

Jumat, 4 April 2025

bahan bacaan : Filipi 2 : 12-18

Tetaplah kerjakan keselamatanmu
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Kerjakanlah Keselamatanmu Dengan Takut dan Gentar

Kita bersyukur atas anugerah keselamatan yang masih Tuhan berikan hari ini. Sebuah pemberian cuma-cuma karena kasihNya kepada kita semua. Anugerah ini patut kita responi dengan syukur dan komitmen yang teguh untuk terus mengerjakan keselamatan dalam hidup. Hari ini, firman Tuhan mengingatkan akan hal itu melalui rasul Paulus yang mengingatkan jemaat di Filipi untuk jangan sia-siakan waktu hidup tanpa mengerjakan apa-apa yang memberi faedah. Jangan melakukan hal yang baik dan berguna dengan bersungut-sungut dan berbantah-bantah. Keselamatan harus tetap dikerjakan dalam ketaatan dan kesetiaan, dengan takut dan gentar kepada Tuhan. Jika kita masih diberi waktu untuk bekerja dan melayani, maka bekerja dan melayanilah dengan rajin dan setia. Lakukan semuanya dengan hati tulus penuh sukacita . Karena itu, berusahalah keras bukan hanya untuk mempertahankan keselamatan yang telah dimiliki sebagai anugerah Tuhan, namun yang terpenting adalah kita tetap mengerjakan keselamatan itu dalam wujud perbuatan baik penuh kasih kepada Tuhan dan sesama manusia.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, Amin

Sabtu, 5 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 4 : 12-19

Menderita sebagai kristen
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Berbahagialah Jika Kita Menderita Karena Kristus

Sadhu Sundar Sing, seorang misionaris India yang banyak mengalami penderitaan dalam karya misionarisnya, menulis sebuah renungan indah yang diberi judul The Cross Is Heaven (Salib Adalah Sorga). Dalam buku itu ia berefleksi: “Bagaimana mungkin salib dinyatakan sebagai sorga? Dari refleksinya ia berkesimpulan bahwa kekristenan baik secara perorangan maupun komunitas, pada suatu saat akan mengalami penderitaan sebagai resiko dan konsekuensi iman kepada Allah yang menyatakan diri-Nya melalui Kristus. Konsekuensi itu harus diterima dan dijalani dengan sabar dan tabah. Kita harus yakin bahwa dalam penderitaan itu, Allah tidak meninggalkan melainkan hadir memeluk dan merengkuh kita dalam cinta-Nya. Surat 1 Petrus mengigatkan akan hal itu bagi pembacanya dan bagi kita semua. Sebagai orang Kristen, kita harus sabar menanggung penderitaan, sama seperti Kristus yang menderita, disalibkan dan mati karena dosa manusia. Tetapi Ia bangkit, supaya dunia selamat. Oleh karena itu, kita diminta untuk terus memelihara iman dan jangan pernah menyangkal Kristus. Salib Kristuslah yang mengantar kita ke Sorga, bersukacitalah!

doa : teguhkanlah iman kami agar terus bersaksi tentang Tuhan Yesus Terang yang sejati, Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 – 29 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahanlah dan Pandanglah pada TUHAN

Minggu, 23 Maret 2025

bahan bacaan : Ratapan 5 : 1 – 22

Doa untuk pemulihan
Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami. 2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing. 3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda. 4 Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran. 5 Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat. 6 Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti. 7 Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka. 8 Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada. 9 Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami. 10 Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan. 11 Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda. 12 Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati. 13 Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu. 14 Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi. 15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan. 16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa! 17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur: 18 karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran. 19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa! 20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama? 21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala! 22 Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?

Di Tengah Penderitaan, Tetaplah Berharap Kepada Tuhan

Tema pelayanan di minggu ini “bertahan dan pandanglah Tuhan”. Tema ini menginspirasi kita di minggu sengsara Tuhan Yesus ke 4. Penderitaan Tuhan Yesus memberi teladan bagi kita sebagai orang percaya. Kita tidak hanya dianugerahi untuk percaya kepada Tuhan Yesus saja, tetapi juga menderita karena iman dan percaya kita kepadaNya. Sebab kata Tuhan Yesus, barangsiapa yang tidak memikul salibnya ia tidak layak menjadi muridNya. Salib adalah lambang penderitaan yang mesti kita pikul sebagai jawaban iman kita kepada Tuhan. Demikianpun umat Israel sebagai umat pilihan Tuhan harus dibuang sebagai cara Tuhan untuk mendidik mereka agar mereka berbalik dan bertobat kepadaNya. Sekalipun di tengah penderitaan penulis meyakini akan kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah. Itulah sebabnya kita tetap kuat dan bertahan dalam iman percaya kita kepada Allah dalam Kristus dengan selalu memandang kepadaNya yang tersalib sebagai bukti cinta kasihNya kepada kita sebagai umat pilihanNya untuk diselamatkan.

Doa: Tuhan kuatkan kami agar selalu berharap kepadaMu ditengah penderitaan yang kami alami Amin.-

Senin, 24 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 25 : 15 – 22

15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas. 17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! 18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku. 19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam. 20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. 21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

Di Tengah Kesulitan Hidup Tetaplah Pandang Tuhan

Bagian bacaan di hari ini menyaksikan tentang keadaan pemazmur raja Daud yang datang kepada Tuhan dalam doa dengan meminta perlindungan dari Tuhan. Pemazmur menghadapi para lawan dan musuhnya yang menginginkan kehancuran dan kebinasaanya. Pemazmur juga menyadari akan segala keterbatasannya sebagai orang berdosa yang telah melakukan perbuatan mendukacitakan hati Tuhan. Namun pemazmur meminta agar pengasihan Tuhan melalui kasih setiaNya agar ia dapat terluput dari ancaman para musuhnya. Di tengah kondisi yang begitu mengancam nyawa dan keselamatan pemazmur, ia tetap berharap kepada Tuhan. Pemazmur tetap mengarahkan pandangannya kepada Tuhan sebab ia yakin dan percaya bahwa ia akan diselamatkan dari ancaman para lawan dan musuhnya. Pemazmur selalu menanti-nantikan Tuhan melalui doa yang ia panjatkan kepada Tuhan. Sebuah teladan bagi kita, bahwa ketika kita berhadapan dengan para musuh atau lawan baik itu manusia maupun juga beban hidup, masalah dan pergumulan, hendaknya kita selalu mengarahkan padangan kita kepada Tuhan. Yakin dan percaya akan kuasaNya yang memberi jalan keluar serta pertolongan kepada kita, indah dan tepat pada waktunya.

Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap memadangMu saat kami mengalami kesulitan dalam hidup. Amin.

Selasa, 25 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 141 : 8 – 10

8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku! 9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan. 10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka, tetapi aku melangkah lalu.

Bersama Dengan Tuhan Tidak Takut Dan Gentar

Hidup yang kita jalani tidak sepi dari berbagai tantangan, persoalan bahkan ancaman terhadap diri dan keselamatan kita. Kondisi seperti itu bertujuan untuk menghacurkan kehidupan kita. Tentu sebagai manusia kita merasa takut dan hal ini penting untuk membangun kesadaran bahwa hanya kepada Tuhan sajalah sebagai sumber hidup kita dapat menaruh harapan kita. Tuhan sebagai gunung batu, kota benteng tempat perlidungan kita. Harapan itu yang dibangun oleh pemazmur raja Daud saat ia harus berhadapan dengan para musuhnya. Padahal Daud sebagai seorang raja, bisa saja ia mengandalkan para pengawal yang selalu menjaganya. Namun Daud sadar bahwa manusia sehebat-hebatnya ia, tetap punya keterbatasan. Hanya Tuhan Allah sajalah yang menjadi sumber hidup dan keselamatan bagi Daud sehingga menuntun ia untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Daud percaya bahwa para musuhnya akan dibinasakan oleh Allah dalam kuasa dan penghukumanNya. Hal ini menjadi kesaksian bagi kita ketika berhadapan dengan kondisi orang-orang yang tidak suka dan memusuhi kita. Kita berdoa dan memohon perlindungan Tuhan dan penjagaanNya agar kita diselamatkan dan para musuh akan berhadapan dengan kuasa Tuhan.

Doa: Tolong kami Tuhan Ketika berhadapan dengan orang-orang yang memusuhi kami. Amin.-

Rabu, 26 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 16 : 7 – 11

7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Kuasa Tuhan Yang Menjaga dan Melindungi

Keteladanan Daud sebagai raja selalu ada dalam perlindungan dan penjagaan Tuhan selama perjalanan hidupnya. Sekalipun ia telah menikmati kekokohan kerajaannya dengan segala kemuliaan yang ia miliki sebagai seorang raja, namun harapan dan sandarannya hanya tertuju kepada Tuhan. Daud selalu menggambarkan Tuhan dengan segala kuasa, pemeliharaan dan penjagaanNya seperti gunung batu dan kota benteng. Tentu sebagai manusia, Daud pun tidak luput dari pelanggaran yang mendatangkan dosa kepadanya. Namun ia sungguh-sungguh memohon pengampunan dari Tuhan dan selalu meminta tuntunan Tuhan melalui didikan dan ajaranNya. Bagian nas ini merupakan salah satu mazmur ajaran yang mengajak kita semua untuk tetap hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Hal ini akan memberikan ketenangan dan ketentraman bagi hati kita, sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan yang kita hadapi. Pun juga harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukai dan memusuhi kita. Bersama Tuhan kita tetap berdiri teguh dan kokoh sebab tangan Tuhan yang kuat dan perkasa itu senantiasa menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu melindungi kami dari segala macam ancaman. Amin.-

Kamis, 27 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 17 : 13 – 15

13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik. 14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka. 15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Pandang Tuhan Dalam Kebenaran

Nadya adalah nama gadis yang berpindah agama karena mengikuti suaminya beragama Kristen. Suatu ketika suaminya menuduhnya berselingkuh. Nadya pun ditingalkan suaminya. Sebagai seorang yang baru mengikut Tuhan Yesus, Nadya hampir saja hilang arah hidupnya. Namun, setelah ia mencoba memahami Firman Tuhan, ia pun dikuatkan untuk tetap tenang menghadapi kemelut rumah tangganya. Pergumulan Nadya tidak beda jauh dari apa yang disampaikan teks hari ini. Pemazmur menyampaikan betapa ia tengah berhadapan dengan orang-orang yang disebutnya “yang bagiannya adalah dalam hidup ini”. Ia merasa tidak tidak mampu dan sebab itu, ia membangun kedekatan hanya dengan Tuhan. Dengan memandang Tuhan, ia meyakini Tuhan akan membuat ia melewati semua tantangan dalam hidupnya. Ini teladan baik bagi kita semua yakni bahwa kita diajar untuk memandang Tuhan dalam kebenaran. Semoga ini tetap menjadi gaya hidup Kekristenan kita dalam menyikapi apapun.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami memandang-Mu dalam kebenaran, ,Amin.

Jumat, 28 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 123 : 1 – 4

Berharap kepada anugerah TUHAN
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. 3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Teruslah Pandang Tuhan Sampai Ia mengasihani

Pernahkah kita merasa Tuhan begitu jauh ? Kita merasa seolah Tuhan tidak mengingat kita lagi? Tuhan sudah melupakan kita. Bila itu keadaan kita, maka ini juga keadaan yang dihadapi pemazmur. Hal terburuk yang terjadi dalam hidup adalah ketika kita melihat keadaan sekeliling kita dan kita tahu bahwa hanya sendirian. Ini kesendrian yang mencekam sebab kita ada dalam situasi yang sesungguhnya membutuhkan orang lain. Namun keadaan nampaknya tidak bersahabat dengan kita. Pemazmur mengalaminya dan ia mengungkapkan betapa yang diharapkan hanyalah Tuhan. Pemazmur memakai ibarat mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya dan mata hamba perempuan kepada tangan nyonyanya. Seluruh upaya ini dilakukan semata mennunjukan bahwa ia akan tetap menanti kemurahan Tuhan sampai Tuhan mengasihani. Kita bisa memaknainya dalam hidup kita. Pandanglah terus hanya kepada Tuhan..

Doa: ya Allah, kami akan tetap memandang-Mu sampai kapanpun, amin

Sabtu, 29 Maret 2025

bahan bacaan : Yesaya 17 : 7 – 8

7 Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; 8 ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.

Pandang Tuhan Yang Kudus

Tuhan adalah Allah yang kudus. Di dalam kekudusan-Nya kita tidak boleh menduakannya dengan cara apapun. Tuhan menginginkan hidup yang hanya berpaut kepada-Nya. Ketika kita mengandalkan yang lain di luar Tuhan, maka kesia-siaan itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Bacaan kita menceritakan ucapan Ilahi terhadap Damsyik dan Efraim. Dua kota yang berbeda dalam berbagai aspek. Damsyik sebagai ibu kota Aram yakni musuh Israel yang menyerang Yehuda dan Efraim sebagai nama lain untuk Kerajaan Israel Utara. Mezbah/kuil dan tiang berhala yang diandalkan mereka di Kanaan dipercayai sebagai lambang kesuburan akan dilenyapkan oleh kuasa Tuhan. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita juga akan menduakan Tuhan dalam hidup terutama ketika kita diperhadapkan dengan tantangan ? Firman Tuhan ajak kita untuk hanya memandang Tuhan yang kudus.

Doa : Tuhan Yesus layakkan kami memandang-Mu yagg kudus, Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan dan Ingat Kasih Setia Tuhan

Minggu, 16 Maret 2025

bahan bacaan : Ayub 19 : 1 – 29

Ayub yakin bahwa Allah akan memihak kepadanya
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? 3 Sekarang telah sepuluh kali kamu menghina aku, kamu tidak malu menyiksa aku. 4 Jika aku sungguh tersesat, maka aku sendiri yang menanggung kesesatanku itu. 5 Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku, dan membuat celaku sebagai bukti terhadap diriku, 6 insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku. 7 Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan. 8 Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap. 9 Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku. 10 Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya. 11 Murka-Nya menyala terhadap aku, dan menganggap aku sebagai lawan-Nya. 12 Pasukan-Nya maju serentak, mereka merintangi jalan melawan aku, lalu mengepung kemahku. 13 Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. 14 Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku. 15 Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing. 16 Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis. 17 Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku. 18 Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku. 19 Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku. 20 Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku. 21 Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku. 22 Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak menjadi kenyang makan dagingku? 23 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, 24 terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! 25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. 28 Kalau kamu berkata: Kami akan menuntut dia dan mendapatkan padanya sebab perkaranya!, 29 takutlah kepada pedang, karena kegeraman mendatangkan hukuman pedang, agar kamu tahu, bahwa ada pengadilan."

Harapan Di Tengah Penderitaan
Perasaan ditinggalkan, baik oleh manusia maupun oleh Tuhan adalah salah satu pengalaman yang sangat berat dan menakutkan. Ketika kita merasa ditinggalkan oleh sahabat, rekan kerja bahkan keluarga dekat atau merasa Tuhan meninggalkan dan menghakimi membuat kita merasa sangat sakit, stress dan kecewa. Kondisi yang sama dihadapi oleh Ayub, ia ditinggalkan bahkan dihakimi oleh teman-temannya (Elifas, Bildad dan Zafar). Selain itu, ia merasa dijauhkan oleh Tuhan, bahwa Tuhan tidak peduli dengan penderitannya. Namun ada hal menarik yang dapat kita pelajari dari sosok Ayub, bahwa penderitaan tidak semata-mata membuat dia kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Justru dia mengakui bahwa “Allah, Penebus yang hidup akan menyelamatkan dirinya” (ayat 25). Hal ini mengingatkan kita apapun masalah yang sedang kita hadapi saat ini, tetaplah berharap kepada Tuhan yang hidup, yang tidak akan membiarkan kita binasa.

Doa: Tuhan pimpin kami untuk berdoa dengan segenap hati (tulus dan yakin), amin.

Senin, 17 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 25 : 1- 7

Doa mohon ampun dan perlindungan
Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; 2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. 3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. 4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. 7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

Kasih Setia Tuhan Yang Mengampuni

Penulis Anne Lamout mengisahkan seorang anak kecil tersesat di sebuah kota besar. Ia kelihatan sangat panik dan berusaha mendapatkan bantuan. Hal ini dilihat oleh seorang polisi yang mengantarnya pulang. Dalam perjalanan tiba-tiba anak kecil itu menghentikan mobil dan menunjuk ke arah sebuah Gereja sambil berkata “ini Gereja saya dan saya bisa menemukan jalan pulang dari sini”. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa kita sering tersesat. Kita tersesat karena keinginan daging (dosa) sehingga menjadi takut dan putus asa. Hal ini pun dialami oleh raja Daud dimana ia terus-menerus terperangkap dalam perasaan bersalah yang membebaninya akibat dosa masa lalu (ayat 7). Dosa tersebut berhubungan dengan perzinahannya dengan Batsyeba dan pembunuhan terhadap Uria, suami Batsyeba. Dalam penderitaan, Daud mencari Tuhan dan memohon pengampunan karena ia percaya kasih setia Tuhan akan menuntun ke jalan yang benar. Saudaraku, meskipun kita tidak sempurna dan sering jatuh dalam dosa, namunTuhan selalu menerima kita dengan kasihNya supaya kita mengalami pertobatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah hati kami agar senantiasa bersyukur atas kebaikan Tuhan, Amin.

Selasa, 18 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 1 – 5

Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! 2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! 3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, 4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, 5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Bersyukur Atas Kebaikan Tuhan

Saudaraku, seringkali satu penderitaan kita anggap sudah cukup untuk menyalahkan Tuhan, tetapi ribuan kebaikan-Nya seolah-olah tidak pernah cukup untuk bersyukur kepada Tuhan . Betapa kita mudah melupakan segala kebaikan-Nya. Hal berbeda diperlihatkan oleh pemazmur raja Daud melalui nas bacaan yang paling terkenal dan terindah ini. Pemazmur mengakui kebaikan Tuhan melalui puji-pujian dengan segenap hati. Kebaikan Tuhan diungkapkan melalui tiga hal yakni: Tuhan mengampuni segala kesalahan (ayat 3), Tuhan menyembuhkan penyakit (ayat 3) dan Tuhan menyelamatkan orang mati dan memberikan hidup baru yang penuh kasih setia dan rahmat (ayat 4). Dari pemazmur kita belajar untuk tidak berhenti memuji Tuhan dan tidak melupakan segala kebaikan-Nya. Di tengah segala kesulitan hidup, jangan lupa bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak berkat, yakni: pengampunan dosa, penyembuhan, keselamatan, dan perlindungan.

Doa: Datanglah kepada Tuhan dan memohon pengampunan-Nya, amin.

Rabu, 19 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 6 – 14

6 TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. 7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel. 8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, 11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; 12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. 13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. 14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Tuhan Adil dan Memberikan Keadilan

Dalam dunia peradilan, istilah “korban sistem hukum” mengacu pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan pada sistem hukum yang ada. Mereka dihukum bukan karena kejahatan yang mereka lakukan atau ketika tidak memiliki kemampuan finansial (keuangan) untuk mendapatkan pembelaan hukum yang adil., misalnya orang miskin atau minoritas. Dalam situasi tersebut, Pemazmur mengingatkan kita bahwa: “Tuhan menegakkan keadilan dan hukum bagi semua orang tertindas”. (ayat 6). Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan adalah Pembela keadilan yang setia. Ia bertindak menegakkan hak-hak orang kecil yang diberlakukan dengan tidak adil. Pesan teks, saat kita bergumul dengan ketidakadilan hukum yang berdampak pada penderitaan hidup, janganlah putus asa dan kecewa. Tetaplah percaya dan berharap kepada Tuhan yang berlimpah kasih setia, sebab Ia akan bangkit menyelamatkan kita.

Doa: : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk hidup Takut Tuhan supaya kami dan seluruh keturunan kami diberkati Tuhan, Amin.

Kamis, 20 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 15 – 18

15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; 16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. 17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, 18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Kasih Setia Tuhan Bagi Orang Yang Takut Dia

Ada sepenggal bait pujian yang terinspirasi dari Mazmur 103 yakni “Kasih setia-Mu lebih dari hidup, biar mulutku memuliakan-Mu”. Pujian ini mengajak kita untuk merenungkan kasih setia Tuhan yang kekal di sepanjang hidup yang penuh dengan lika-liku. Sehingga kita dapat bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, tulus serta sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kasih setia Tuhan ini pun ditekankan oleh pemazmur dalam ayat 17 – 18, bahwa Allah mengasihi orang-orang yang takut akan Dia. Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang taat melakukan kehendak Tuhan melalui firmanNya. Misalnya: Jika Tuhan menghendaki kita mengasihi maka kita harus mengasihi, jika Tuhan menghendaki kita mengampuni maka kita harus mengampuni, jika Tuhan menghendaki kita berbuat baik maka setialah berbuat baik kepada siapapun, kapan dan di mana saja. Bagi setiap orang yang hidup takut akan Tuhan, maka keturunannya akan diberkati Tuhan untuk selama-lamanya.

Doa: : Tuhan Kiranya Engkau memberikan kasih setia dan keadilan kepada korban ketidakadilan hukum, amin.

Jumat, 21 Maret 2025

bahan bacaan : Yunus 4 : 1 – 11

Yunus belajar menginsyafi, bahwa Allah mengasihi bangsa-bangsa lain
Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. 2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup." 4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" 5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. 6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. 7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. 8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup." 9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati." 10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. 11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Jangan Picik Memaknai Kasih Tuhan

Terkadang dalam keadaan marah ataupun emosi membuat kita berpikir pendek dan dangkal. Alangkah bahaya kondisi demikian, sebab dalam keadaan demikian bisa saja membuat kita melakukan tindakan atau perbuatan yang membahayakan diri kita dan orang lain. Cerita yang tidak asing bagi kita tentang Yunus yang marah kepada Tuhan karena Tuhan tidak melakukan tindakan penghukuman kepada bangsa Niniwe. Tuhan menyesal untuk menghukum mereka, saat mereka sadar akan segala dosa mereka dengan berdoa dan berpuasa serta mohon pengampunan dari Tuhan. Keputusan Tuhan inilah yang membuat Yunus marah. Maunya Yunus, Tuhan lakukan saja penghukuman tersebut agar mereka semua binasa. Namun apa yang dipikirkan oleh Yunus tidak sama dengan apa yang dipkirkan Tuhan. Karena cinta kasih Tuhan bagi umat ciptaanNya. Kita juga jangan picik untuk menilai dan mengukur cinta kasih Tuhan hanya kepada kita dan tidak kepada orang lain. Cinta kasih Tuhan yang tak berbatas itu telah kita nikmati, pun juga bagi semua orang sehingga mengajak kita untuk selalu bersyukur kepadaNya.

Doa: Tuhan ajarlah kami untuk memaknai cinta kasihMu kepada kami dan semua orang agar kami selalu bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 22 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 13 : 1 – 6

Doa kepercayaan
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? 2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? 3 (13-4) Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, 4 (13-5) supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. 5 (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. 6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Selalu meyakini akan kasih setia Tuhan

Bagian mazmur ini menyaksikan tentang doa pengharapan pemazmur raja Daud kepada Tuhan ditengah kondisi tantangan dan masalah yang membuatnya menderita. Tantangan dan masalah datang dari orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Mereka mengharapkan pemazmur binasa dan hal itu membuat mereka bersorak dan bersukacita. Dalam kondisi demikian, pemazmur datang kepada Tuhan dan menyampaikan keluh kesahnya dalam doa. Sepanjang hari ia melewati hari-hari hidup dalam kekuatiran dan ecewasan. Pemazmur meminta Tuhan memandang dan menjawabnya sehingga membuat matanya bercahaya dan jauh dari kondisi tertidur seperti orang mati. Dari pengalamannya bersama dengan Tuhan, pemazmur tetap yakin dan percaya akan kasih setia Tuhan yang tiada pernah berubah, sekalipun dalam kondisi hidupnya yang tidak baik-baik saja. Kesaksian inipun juga bagi kita sebagai keluarga papa, mama dan anak-anak untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan sebagai sumber hidup yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati hidup kita. Sekalipun kita mengalami banyak tantangan, namun kita tetap yakin akan kasih setia Tuhan selalu nyata dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya hendaklah kita tetap teguh dalam iman dan doa selalu kepada Tuhan.

Doa: Kami bersyukur atas kasih setiaMu Tuhan, sekalipun banyak tantangan harus kami hadapi. Amin,-

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 9 – 15 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan dan Berseru Dalam Penderitaan

Minggu, 9 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 102 : 1 – 29

Doa minta tolong dan doa untuk Sion
Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN. (102-2) TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. 2 (102-3) Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! 3 (102-4) Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian. 4 (102-5) Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku. 5 (102-6) Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang. 6 (102-7) Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan. 7 (102-8) Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh. 8 (102-9) Sepanjang hari aku dicela oleh musuh-musuhku, orang-orang yang mempermainkan aku menyumpah dengan menyebut namaku. 9 (102-10) Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan, 10 (102-11) oleh karena marah-Mu dan geram-Mu, sebab Engkau telah mengangkat aku dan melemparkan aku. 11 (102-12) Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku sendiri layu seperti rumput. 12 (102-13) Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun. 13 (102-14) Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya. 14 (102-15) Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya. 15 (102-16) Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu, 16 (102-17) bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, 17 (102-18) sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka. 18 (102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, 19 (102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, 20 (102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, 21 (102-22) supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, 22 (102-23) apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN. 23 (102-24) Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku. 24 (102-25) Aku berkata: "Ya Allahku, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun!" 25 (102-26) Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. 26 (102-27) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; 27 (102-28) tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan. 28 (102-29) Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.

Bertahanlah Dalam Penderitaan,
Berserulah Kepada Tuhan! Ia Akan menolong-Mu

Kita tidak bisa meminta Tuhan menghapus masalah hidup. Kita dapat lakukan adalah berseru kepada-Nya dengan memohon kekuatan untuk bertahan dan menghadapi masalah itu”. Pernyataan ini menjadi penting, sebab ketika diperhadapkan dengan masalah, ada yang memilih bertahan dan berseru kepada Tuhan memohon kekuatan dari-Nya, tetapi ada juga yang pergi dan meninggalkan masalah itu, termasuk meninggalkan Tuhan. Pembacaan hari ini memberikan kesadaran, bahwa menjalani hidup sebagai manusia tidak akan terlepas dari masalah, pencobaan, dan penderitaan. Belajar dari Pemazmur maka di tengah masalah yang ditemui, biarlah kita terus berdoa kepada Allah. Doa adalah kesadaran bahwa kita terbatas, karena itu kita memerlukan pertolongan Tuhan. Percayalah, bahwa orang-orang yang berseru meminta tolong dari Tuhan akan menjadi kuat dalam hidup, sebab mereka percaya Tuhan akan menolong mereka. Belajarlah, untuk jangan meninggalkan masalah dan penderitaan yang datang, melainkan bertahanlah dan berserulah kepada Allah dalam doa.

Doa: Ya Tuhan, dengarlah seruan minta tolong kami di tengah banyaknya masalah hidup ini. Amin.

Senin, 10 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 91 : 14 – 16

14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Lekatkanlah Hatimu Pada Tuhan
Dan Rasakan Lindungan-Nya

Tuhan tidak pernah ingkar janji dari umat-Nya. Sekali Ia menjanjikan untuk menyertai maka selamanya Ia menepati janji-Nya. Nas bacaan hari ini memberikan kita kenyataan, bahwa Tuhan adalah Allah Pelindung, sehingga di tengah berbagai ancaman, Ia akan membentengi umat-Nya (ay. 14); di tengah berbagai masalah, Ia akan menyertai umat-Nya dan meluputkannya dari kesesakan (ay. 15). Tindakan Allah yang membentengi menjadi bukti bahwa Allah mampu memberikan keamanan kepada umat-Nya, dan Allah yang menyertai umat-Nya menjadi bukti bahwa Allah berkuasa atas kehidupan seluruh ciptaan. Dalam tangan dan rangkulan Allah, ada lindungan kepada setiap umat-Nya. Namun kita perlu menyadari juga, bahwa lindungan Allah itu dapat terjadi jika kita melekatkan hati kepada-Nya. Melekatkan hati adalah tanda dari hidup yang hanya ditujukan kepada Allah. Hati yang melekat dengan Allah adalah hati yang dipenuhi dengan roh, sehingga setiap kata dan tindakan selalu bertujuan memuji dan memuliakan Allah.

Doa: Ya Tuhan, puji kepada-Mu yang tetap melimpahkan lindungan-Mu kepada kami. Kami sekarang terus menyatu hati untuk selalu melekatkan hati kepada-Mu. Amin

Selasa, 11 Maret 2025

bahan bacaan : Yesaya 55 : 6 – 7

6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Carilah Tuhan di Setiap Perjalanan Hidup dan Pelayanan-Mu

Apakah kita sudah mencari Tuhan? Dan maukah kita senantiasa mencari Tuhan? Demikianlah pertanyaan-pertanyaan sederhana yang perlu kita renungkan di hari ini. Sebab dalam kenyataannya, ada kecenderungan untuk tidak lagi mencari Tuhan. Kita cenderung sibuk mencari kesukaan diri, yang pada akhirnya membawa kita jauh dari jangkauan Tuhan. Nas hari ini berisikan tentang seruan untuk tetap setia mencari Tuhan dan kesediaan untuk melakukan pertobatan. Artinya, orang yang mencari Tuhan adalah orang-orang yang sadar akan dosanya dan memberi diri untuk dibaharui oleh Allah. Sebab pertobatan adalah dasar untuk dikasihi oleh-Nya. Setiap umat percaya juga mesti yakin, bahwa Tuhan selalu memberi pengampunan kepada mereka yang dengan sungguh datang kepada-Nya. Panggilan untuk terus mencari Tuhan dan memberi diri untuk bertobat perlu juga dimaknakan oleh setiap kita di masa kini. Seringkali, kita cenderung melupakan panggilan untuk mencari Tuhan, sehingga kita berada di luar kendali-Nya. Marilah kita mulai untuk tetap setia mencari Tuhan dalam hidup ini. Sebab hanya dekat Tuhan saja kita memperoleh keselamatan.

Doa: Mampukanlah kami ya Tuhan, agar setia mencari-Mu dalam sepanjang perjalanan hidup dan pelayanan kami. Amin.

Rabu, 12 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 18 : 1 – 7

Nyanyian syukur Daud
Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN, pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul. (18:2) Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku! 2 (18-3) Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! 3 (18-4) Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku. 4 (18-5) Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, 5 (18-6) tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku. 6 (18-7) Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Berserulah Kepada Tuhan, Sebab Ia Yang Berkuasa

Hidup Pemazmur bukanlah hidup yang mudah. Dalam catatan-catatan kitab Mazmur, kita akan menemukan kesaksian tentang hidup yang dipenuhi dengan masalah, ancaman, dan kesesakan. Namun kita juga akan menemukan kesaksian dan nyanyian syukur Pemazmur kepada Allah, sebab ia merasakan Allah dan karya-Nya nyata dalam seluruh gumulan dan kesesakan hidup yang dimiliki. Nas hari ini turut memperlihatkan ungkapan syukur Pemazmur kepada Allah yang telah menolongnya dalam kesesakan hidup. Pemazmur menggambarkan Allah sebagai “Bukit batu”, “Kubu pertahanan”, “Gunung batu”, “Perisai”, “Tanduk keselamatan”, dan “Kota benteng” (ay. 3). Gambaran Pemazmur itu adalah pengakuan tentang kemahakuasaan Allah yang tidak tertandingi. Pemazmur memperlihatkan bahwa Allah berkuasa atas seluruh kehidupan, termasuk atas seluruh masalah, ancaman, dan kesesakan (ay. 7). Asalkan umat mau percaya dan berseru meminta tolong kepada-Nya maka niscaya, Ia akan mendengar seruan dan teriakan minta tolong itu. Ingatlah, pendengaran Tuhan selalu peka mendengar seruan kita, dan tangannya tidak kurang panjang untuk menolong kita. Jika kita berseru dan meminta daripada-Nya maka sudah pasti kita akan menerima pada waktu yang tepat.

Doa: Ya Tuhan, syukur kepada-Mu yang tetap setia mendengar seruan dan suara minta tolong kami, bahkan memberi yang terbaik dalam kesesakan yang dialami. Amin

Kamis, 13 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 142 : 1 – 8

Doa seorang yang dikejar-kejar
Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. (142-2) Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. 2 (142-3) Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. 3 (142-4) Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku. 4 (142-5) Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang, tidak ada seorangpun yang mencari aku. 5 (142-6) Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!" 6 (142-7) Perhatikanlah teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah. Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang mengejar aku, sebab mereka terlalu kuat bagiku. 7 (142-8) Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.

Tuhan adalah Tempat Pertolonganmu,
Berserulah Kepada-Nya!

Salah satu catatan menarik dari hidup Pemazmur adalah ia tidak pernah meminta tolong dari yang lain. Sebab ketika berada dalam masalah, ancaman, kesesakan, ia hanya datang kepada Tuhan yang diyakini sebagai tempat perlindungan. Sikap hidup pemazmur bukanlah tanpa alasan, sebab sesungguhnya ia pernah merasakan karya Allah yang hidup itu dalam seluruh perjalanan imannya, sehingga hanya Allah yang dijadikan sebagai tempat seruan meminta tolong. Nas bacaan hari ini kembali menegaskan sikap hidup pemazmur itu. Ayat 6 menjadi kesaksian pemazmur bahwa Allah adalah tempat perlindungan. Pemazmur menyatakan kepercayaannya bahwa Allah adalah sumber keselamatan, ketenangan, dan tempat yang aman dan kokoh bagi umat-Nya. Maukah kita juga seperti pemazmur, yang selalu percaya bahwa Allah adalah tempat perlindungan kepada semua orang percaya, sehingga hanya berseru kepada-Nya? Ataukah di tengah kesesakan, kita mau mencari kekuatan yang lain? Mari belajarlah dari Pemazmur, sebab siapa yang mengandalkan Allah, hidupnya tidak akan pernah dikecewakan.

Doa: Ya Tuhan, kami selalu percaya bahwa ketika kami berseru kepada-Mu, Engkau akan selalu menolong kami, sebab Engkaulah tempat pertolongan semua orang percaya. Amin

Jumat, 14 Maret 2025

bahan bacaan : Ratapan 3 : 49 – 59

49 Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya, 50 sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga. 51 Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku. 52 Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. 53 Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu. 54 Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!" 55 "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. 56 Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 57 Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" 58 "Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. 59 Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!

Tuhan Mendekat Saat Kita Memanggil

Kitab Ratapan berisi cerminan perasaan duka dan penderitaan bangsa Israel setelah kehancuran Yerusalem dan kehancuran Bait Suci akibat serangan dan penaklukan oleh kerajaan Babilonia pada tahun 568 SM. Dalam menghadapi kenyaatan pahit tersebut, umat tidak saja meratap tetapi mereka juga memiliki harapan dan doa untuk pemulihan di masa depan. Hal ini diungkapkan melalui perkataan Yeremia: “Tuhan mendekat ketika aku memanggil sehingga aku tidak menjadi takut” (ayat 57). Pernyataan Yeremia ini menjadi motivasi dalam membangun iman dan pengharapan umat kepada Allah. Maknanya bagi kita, dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup, mendekatlah kepada Tuhan dalam doa dan pengharapan. Jangan pernah lelah berdoa kepada Tuhan karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Mendekatlah kepada Tuhan sebagaimana syair lagu “Tuhan Hanya Sejauh Doa”.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap berharap dan berdoa kepada Tuhan, amin.

Sabtu, 15 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 145 – 152

145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. 146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu. 147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu. 149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. 150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu. 151 Engkau dekat, ya TUHAN, dan segala perintah-Mu adalah benar. 152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya.

Berserah Kepada Tuhan Dengan Sepenuh Hati

Kehidupan yang kita jalani ibarat roda pedati, terkadang di atas dan terkadang di bawah. Penderitaan dan tantangan datang silih berganti dalam hidup. Soalnya adalah bagaimana kita menghadapi pergumulan tersebut. Mendekatkan diri kepada Tuhan atau mengandalkan kuasa di luar Tuhan. Melalui bacaan kita tadi, pemazmur raja Daud mengajak kita untuk berseru kepada Tuhan dengan segenap hati (ayat 45). Berseru kepada Tuhan dengan segenap hati mengandung makna berdoa dengan tulus dan yakin bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong dan menyelamatkan. Selain itu, pemazmur mengajak kita untuk menyerahkan seluruh hidup di sepanjang waktu, sejak pagi sampai malam untuk berpegang pada firman Tuhan, sebab firman-Nya merupakan pedoman bagi jalan hidup kita (band. Mazmur 119 : 105). Jadi berdoa tidak boleh asal-asalan. Berdoa tidak hanya ketika kita membutuhkan Tuhan untuk menolong kita, tapi berdoa harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan senang maupun susah.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memelihara iman dan pengharapan dalam penderitaan, amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 2 – 8 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan Dalam Pencobaan Iman

Minggu, 2 Maret 2025

bahan bacaan : Ibrani 4 : 14 – 16

Yesus sebagai Imam Besar
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Iman Pada Tuhan Dalam Pergumulan
Minggu ini kita mulai memasuki peringatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus. Di mulai dengan minggu sengsara pertama yang mengingatkan kita untuk bertahan dalam pencobaan iman. Kita sadar, iman kita kepada Tuhan dapat menjadi lemah, manakala kita dicobai dengan banyak persoalan dan pergumuan berat. Tetapi setiap kali kita berhadapan dengan pencobaan iman, kita diingatkan untuk bertahan dan datang menghampiri Tuhan. Mengapa? karena Tuhan dapat menolong memberikan apa yang diperlukan pada saat yang tepat, sesuai dengan kebutuhan kita. Memang adakalanya kita merasa, tidak ada jalan keluar atas masalah yang dialami, tidak ada lagi waktu, semua terlambat. Tetapi, sesungguhnya Tuhan tahu dan peduli akan masalah hidup kita. Dialah Imam Besar yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, demikianlah nas bacaan ini mengingatkan. Jadi ketika kita ada dalam berbagai pencobaan, termasuk pencobaan iman, ingatlah bahwa kita punya Imam Besar Agung yang setia mendengar dan peduli. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk datang dan berbicara kepada-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan. Bersabarlah dan tetap teguh bertahan dalam iman pada Tuhan yang tak terbatas kasihNya.

Doa: Beri kekuatan dan pertolonganMu ya Tuhan, ketika kami menghadapi pergumulan, amin

Senin, 3 Maret 2025

bahan bacaan : Ibrani 10 : 32 – 39

32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. 37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Upah Besar Menanti bagi yang Bertahan Dalam Iman

Penulis kitab Ibrani mengajak pembacanya untuk mengingat kembali keberanian yang mereka tunjukkan pada masa-masa mereka baru percaya. Sekalipun mengalami penghinaan dan penganiayaan di muka umum, mereka tetap membantu orang-orang percaya yang mendekam dalam penjara karena iman mereka kepada Kristus. Dengan mengingat hal itu, ia berkata, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (ay. 35-36). Keyakinan kita tidaklah didasarkan pada diri sendiri melainkan dalam Yesus dan janji-Nya. Kuasa Allah yang memampukan kita untuk terus melangkah dalam perjalanan iman. Ketika beban hidup yang berat terus menekan, janganlah melepaskan kepercayaan pada Tuhan. Ingatlah bahwa ada upah besar yang menanti bagi orang bertahan dalam imannya kepada Tuhan. Karena itu marilah kita meminta Tuhan mengaruniakan keteguhan agar tetap beriman kepadaNya meski didalam pergumulan hidup yang berat.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keteguhan agar kami tetap beriman kepada-Mu sampai akhir. Amin.

Selasa, 4 Maret 2025

bahan bacaan : Ayub 23 : 1 – 17

Ayub ingin membela diri di hadapan Allah
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. 3 Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. 4 Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan. 5 Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku. 6 Sudikah Ia mengadakan perkara dengan aku dalam kemahakuasaan-Nya? Tidak, Ia akan menaruh perhatian kepadaku. 7 Orang jujurlah yang akan membela diri di hadapan-Nya, dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya. 8 Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; 9 di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. 10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. 12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. 13 Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. 15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. 16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; 17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita."

Iman Kepada Tuhan Dimurnikan

Dalam nas bacaan hari ini, Ayub bertanya kepada Tuhan mengapa masalah yang berat menimpanya dan keluarganya. Ayub ingin membela diri dan mengajukan perkaranya kepada Tuhan, berkeluh kesah bahwa ia tidak sepatutnya mengalami musibah tersebut. Tuhan seakan diam tidak memberikan jawaban yang melegakan. Bahkan para sahabatnya menganggapnya kena tulah karena ia berbuat dosa. Namun ditengah kebimbangan dan keraguannya itu, ada satu pengakuan yg mengandung kepastian bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi dirinya. “Ia tahu jalan hidupku, seandainya Tuhan menguji aku, aku akan keluar seperti emas”. Walaupun proses Tuhan menyakitkan tetapi proses itu membuat kita semakin dimurnikan. Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Sebab itu, kita harus memahami perbuatan Tuhan bahkan di dalam penderitaan dan pergumulan yang berat. Cara Ayub memandang persoalan hidupnya, mengajarkan kita bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan. Ia tahu jalan hidup yg terbaik bagi kita. Maka bersyukur dan yakinlah bahwa ditengah tantangan apapun, Tuhan akan memampukan kita dalam proses pemurnian iman.

Doa: Di tengah tantangan apapun, mampukan kami hadapi proses pemurnian iman, amin

Rabu, 5 Maret 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 3 – 12

Pengharapan, iman dan kasih
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Buktikan Kemurnian Imanmu

Bagian alkitab ini meneguhkan iman kita bahwa berbagai pergumulan, penderitaan bahkan kemalangan hidup tidaklah menjadi penentu nasib hidup kita. Semua penderitaan yang kita alami hendaknya dilihat sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa hidup kita telah dijamin oleh karunia keselamatan yang telah diberikan Allah melalui Yesus Kristus. Kita orang-orang yang bertekun hendaklah mampu menghadapi penderitaan dan menaklukkannya dibawah kekuatan iman. Kita mungkin menderita dan menghadapi pergumulan dalam berbagai hal terkait kehidupan kita secara pribadi, dalam keluarga, dalam pekerjaan atau usaha dan pelayanan kita. Tetapi hadapilah semuanya sebagai kesempatan untuk membuktikan kemurnian iman di hadapan Tuhan. Kiranya kita menyadari bahwa di tengah-tengah kenyataan dunia yang selalu mengecewakan, penuh dengan pergumulan, kita punya pengharapan sejati. Dialah Kristus Penyelamat dan Penjamin kehidupan. Berharaplah terus pada-Nya dan jadilah pemenang bersama Tuhan dalam penderitaan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang nyata bagi banyak orang.

Doa: Tuhan , Engkaulah harapan kami dalam penderitaan, amin.

Kamis, 6 Maret 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 3 – 11

Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Allah Sumber Segala Penghiburan

Rasul Paulus dalam surat 2 Korintus ini menyebut Allah sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Sumber segala penghiburan”. Itu berarti, ketika kita lemah, berkecil hati, tertekan, atau teraniaya, Dia hadir untuk menyatakan belas kasihanNya kepada kita. Ketika kita berpaling kepada-Nya dalam doa, Dia “menghibur” kita dalam segala penderitaan. Namun, hal ini tidak berakhir di sini. Paulus, dan rekan-rekan sepelayanannya yang pernah mengalami penderitaan hebat, memberikan kesaksian, bahwa penghiburan yang Allah berikan itu membuat mereka sanggup menghibur orang lain yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang diterima sendiri dari Allah. Pengalaman rasul Paulus bersama rekan-rekannya membuat kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang penuh kasih dan yang selalu menghibur. Ya, Allah Bapa senantiasa menghibur kita. Sehingga dalam peristiwa hidup yang susah bagaimanapun, kita tetap kuat menanggungnya. Namun, setelah mengalami penghiburan dari Allah, kita dikuatkan dan dimampukan untuk menghibur orang lain pula. Itu panggilan iman kita ketika memperingati minggu sengsara ini. Juruselamat kita yang penuh belas kasihan dan menderita sengsara bagi kita, sangat sanggup menghibur di tengah penderitaan dan kesusahan hidup kita. Maka ketika Tuhan menolong dan menghibur kita melewati masa-masa yang sulit, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain.

Doa: Tuhan, Tuhan terima kasih untuk penghiburanMu bagi jiwa kami, amin.

Jumat, 7 Maret 2025

bahan bacaan : Kejadian 22 : 1 – 19

Kepercayaan Abraham diuji
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." 2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." 6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." 19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Taatlah Kepada Allah Dalam Segala Situasi Hidupmu

Ketaatan harus menjadi sikap hidup umat sebagai respon kepada Allah dan karya-Nya. Ketaatan yang dimaksud adalah sikap hidup yang diarahkan kepada Allah dan tunduk hanya kepada-Nya. Umat yang taat kepada Allah adalah umat menjadikan Allah dan seluruh perintah-Nya sebagai prioritas dalam hidup. Sikap taat turut diperlihatkan Abraham, sebagaimana yang terbaca dalam Kejadian 22:1-19. Sekalipun Abraham diberikan perintah yang sulit karena harus mempersembahkan Ishak anaknya kepada Allah (ay. 2), namun Abraham dengan penuh ketaatan melakukannya (ay. 9). Tindakan Abraham yang bangun pagi-pagi (ay. 3) guna mempersiapkan perjalanannya memberikan penegasan, bahwa Abaraham sungguh taat kepada Allah. Ia tidak melakukan tawar menawar dengan Allah, sekalipun sebagai seorang ayah, Abraham mungkin merasa sedih atas perintah Allah itu. Nilai ketaatan Abraham kepada Allah harus dimaknai dalam hidup kita. Kita mesti sadar, bahwa hidup adalah anugerah Allah, dan sebagai responnya, kita harus taat kepada-Nya. Percayalah, ketaatan kepada Allah tidak pernah membawa kita kepada kegagalan, kehancuran, dan malapetaka. Namun ketaatan kepada Allah selalu membawa kita kepada kebahagiaan dan kehidupan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami dengan kuasa Roh-Mu, agar kami tetap taat dan setia kepada-Mu Amin.

Sabtu, 8 Maret 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33

Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Kesusahanmu dalam Pelayanan
Adalah Bukti Kesetiaan-Mu kepada Allah

Salah satu cara Paulus menghadapi para musuhnya adalah membuktikan kesetiaannya dalam proses pemberitaan injil. Tindakan pembuktian Paulus itu adalah respon atas gugatan musuh yang menyampaikan bahwa pengajaran Paulus adalah tidak benar. Untuk gugatan tersebut, Paulus menampilkan bukti kesetiaannya. Paulus menyatakan, bahwa karena kesetiaan terhadap injil Kristus, ia rela disesah, dipukul, dilempari dengan batu, terkatung di laut, tidak tidur, lapar, dahaga dan lainnya. Bukti-bukti itu adalah kritik Paulus bagi musuhnya, sekaligus memberikan penegasan bahwa ia telah setia dan taat dalam pemberitaan injil Kristus. Sekalipun diperhadapkan dengan berbagai masalah, penolakan, bahkan ancaman kehidupan, ia tidak pernah mundur. Pemberitaan injil yang telah ia mulai, terus ia tunaikan sebab ia telah lebih dulu merasakan kesetiaan Allah dalam hidupnya. Kita juga perlu belajar dari Paulus, supaya dalam situasi apapun, jangan pernah kita mundur dari pemberitaan injil Kristus. Sekalipun kita ditolak, bahkan berada dalam ancaman kehidupan, biarlah kita tetap taat kepada Allah. Sebab itulah bukti kesetiaan kita kepada-Nya.

Doa: Kami bersyukur atas kesetiaan-Mu dalam hidup kami. Kami bersatu hati untuk terus berusaha setia juga dalam pelayanan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 Feb – 1 Maret 2025

Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Ketekunan

Minggu, 23 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Miliki Hati Hamba
Penderitaan dan penganiayaan tak dapat dielakkan oleh Paulus dan Barnabas dalam perjuangan memberitakan injil. Namun, Allah tetap menolong Paulus dan Barnabas. Di mana pun mereka berada, Paulus dan Barnabas selalu mendorong jemaat untuk tetap bertekun dalam iman. Mereka tetap memelihara pertumbuhan injil dalam jemaat. Untuk itu mereka menetapkan penatua-penatua, dan bagi jemaat yang masih muda, mereka terus memberikan kekuatan dan nasihat agar dapat memahami dan berani menghadapi resiko hidup sebagai murid Kristus. Seperti Paulus dan Barnabas,kita pun memiliki fungsi dan tanggung jawab yang dipercayakan dalam menjalani hidup ini. Untuk itu, milikilah hati yang menghamba dan sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan muliakanlah Allah melalui apa yang kita lakukan.

Doa: Tuhan, ajarlah kami tetap setia dan tekun dalam menjalani hidup, Amin.

Senin, 24 Februari 2025

bahan bacaan ; Ibrani 10 : 19 – 23

Ketekunan
19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Tahan Untuk Beriman

Beriman kepada Tuhan berarti memberi hidup kita kepada-Nya dan siap mengikuti perintah Tuhan dengan setia. Dalam realitasnya, kita sering diperhadapkan dengan godaan untuk tidak setia. Untuk tetap teguh dalam iman dan setia dalam menjalani panggilan kita, ada dua hal istimewa yang kita terima dari penebusan Yesus Kristus. Pertama, jalan hidup yang baru untuk datang kepada Allah, dan kedua Kristus sendiri sebagai Imam besar agung. Kedua hal inilah yang memampukan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan tekun dan iman yang teguh. Itulah dasar kita memiliki pengharapan yang kokoh kepada Allah. Oleh anugerah Allah di dalam Kristus, kita sudah disucikan dan ditebus. Dengan iman yang teguh, kita melangkah maju penuh pengharapan dan mengisi kehidupan ini dengan melakukan perbuatan baik. Dan terus belajar bertahan di dalam menghadapi tantangan hidup. Hidup yang bertahan dalam pergumulan adalah hidup yang mengandalkan iman kepada Tuhan.

Doa : Mampukan kami Tuhan, untuk menjadii hamba yang setia. Amin.

Selasa, 25 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 1 – 11

Pembelaan Paulus di hadapan Agripa
Kata Agripa kepada Paulus: "Engkau diberi kesempatan untuk membela diri." Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut: 2 "Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku, 3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar. 4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem. 5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 6 Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita, 7 dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi. 8 Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? 9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."

Bersaksi di Tengah Himpitan
Biasanya, ketika seseorang berada dalam situasi genting dan tertindas, jati dirinya akan terlihat. Entah dia marah, entah dia membela diri. Paulus, meskipun dalam keadaan terjepit, tidak mementingkan dirinya sendiri. Paulus malah menggunakan kesempatan itu untuk memberitakan injil. Paulus bercerita tentang pertobatannya kepada raja Agripa. Selain menceritakan pertobatan dan panggilannya, Paulus juga mengajak raja Agripa untuk percaya kepada Yesus. Paulus tidak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli dengan orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan. Adakah kepedulian itu kita miliki juga, kepedulian terhadap orang-orang yang terhilang yang ada di sekitar kita? Seperti Paulus yang di tengah himpitan sekalipun tetap memberitakan tentang keselamatan, marilah kita juga melakukan hal yang sama. Baik ataupun tidak baik keadaan kita, tetaplah bersyukur dan tetap nyatakan kebaikan Tuhan bagi sesama. Mintalah pertolongan Tuhan, agar kita mampu untuk melakukannya.

Doa: Jangan Iman kami goyah Tuhan, Ketika dihajar ujian dan cobaan. Amin.

Rabu, 26 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 1 : 2 – 8

Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Masalah itu Berguna

Masalah itu berguna, ketika mendengar kalimat ini, orang akan berpikir, kita berada dalam situasi yang sulit atau sedang mengalami masalah, masakan masalah itu berguna ? Ada 3 hal yang mau disampaikan. Pertama, melalui masalah kita belajar menjadi tangguh, sebab diuji dan muncullah ketekunan. Dari ketekunan, muncul pribadi yang matang. Kedua, masalah membantu kita kembali dekat dengan Tuhan, kesenangan dunia dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Sebab saat itu kita ingat untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan. ketiga, masalah membantu kita tetap setia. Oleh masalah, kita yang semula kerap mengabaikan firman Tuhan, menjadi sungguhsungguh melakukannya. Mulai hari ini, jangan lagi kita menjadi tawar hati dalam menghadapi masalah. Sebab kita mengerti bahwa masalah itu berguna. Setiap kita mengalami masalah, ketika kita meminta pertolongan Tuhan, kita yakin bahwa semuanya akan terselesaikan. Karena Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita.

Doa: Tuhan, di tengah tantangan apapun mampukan kami untuk bersaksi, Amin.

Kamis, 27 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 5 : 7 – 11

Bersabar dalam penderitaan
7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Sabar Dalam Pengharapan
Seorang petani menceritakan tentang kesulitan yang dihadapinya pada musim tanam. Mulai dari berhentinya hujan dan sulitnya air saat sawah mulai dibajak, hingga serangan hama yang memaksa mereka menanam ulang benih hingga tiga sampai empat kali. Selain menambah pekerjaan, masalah itu tentu menambah keresahan. Solusinya ialah tetap menggarap sawah sebaik mungkin dengan penuh kesabaran seraya berdoa agar hasil panen tidak mengecewakan. Bersabar dalam menghadapi situasi apapun, inilah nasihat Yakobus bagi umat pada saat itu. Yakobus mengajak mereka melihat penderitaan dari sudut pandang Allah. dengan cara ini mereka dapat melihat tujuan akhir penderitaan dalam pengharapan akan kedatangan Tuhan. Terus berbuat baik tanpa lelah, tetap teguh di dalam Tuhan, tetap menyerahkan hidup kepada Allah dalam iman dan pengharapan, sekalipun banyak penderitaan dan tertatih-tatih, Tuhan akan memberikan pertolongan.

Doa: Tuhan, jadikan kami kuat untuk mewartakan kebaikanMu. Amin.

Jumat, 28 Februari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 2 : 1 – 13

Panggilan untuk ikut menderita
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. 8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; 12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; 13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Pejuang Iman

Mau mengalami penderitaan? Pada umumnya orang akan menjawab tidak. Namun, apakah ada hidup tanpa penderitaan? Rasanya tidak. Setiap orang pasti punya penderitaannya sendiri. Lazimnya, orang berusaha melepaskan diri dari penderitaan. Namun, orang percaya justru dipanggil untuk siap menderita. Orang yang memberitakan injil disebut “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”, karena hal itu tidaklah mudah, tantangan serta hambatan senantiasa menghadang. Namun ia rela menanggung derita demi mengabarkan injil Yesus Kristus, Sebagai penggenapan janji Allah dan berita keselamatan bagi manusia, Perjuangan Paulus menjadi contoh. Ia dipenjara namun firman Allah tidak dapat dibelenggu. Paulus terus berkarya dengan sabar demi membimbing sesama kepada keselamatan. Semangat dan perjuangan semacam inilah yang ingin ditularkan Paulus kepada Timotius dan jemaat Allah pada saat itu. Dibutuhkan pejuang iman Kristen yang setia untuk memberitakan tentang keselamatan meski menghadapi berbagai penolakan dan rintangan. Yesus memanggil kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Doa: Sesungguhnya pertolongan akan datang dengan kesabaran. Amin.

Sabtu, 1 Maret 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 1 : 2 – 5

Salam Buah pemberitaan Paulus
2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Mengucap Syukur Apapun Keadaan Kita

Ketekunan dapat diartikan sebagai ketetapan hati yang kuat atau teguh untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apapun. Ketekunan juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakan. Sikap ketekunan dimiliki oleh jemaat Tesalonika. Jemaat ini adalah buah karya penginjilan Rasul Paulus. Jemaat ini memberi diri sepenuhnya untuk membantu Paulus dalam pelayanan penginjilannya. Karena itu, ketika rasul Paulus sedang berada di Korintus, dia menyurati jemaat Tesalonika untuk menyatakan apresiasinya atas komitmen dan konsistensi mereka memberitakan Injil. Paulus juga bersyukur atas ketaatan dan ketekunan pengharapan mereka pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Setiap waktu, Paulus menyebut jemaat Tesalonika dalam doanya kepada Tuhan. Hari ini kita telah memasuki kehidupan baru di bulan Maret. Kita sungguh bersyukur atas kesempatan hidup yang masih Tuhan anugerahkan. Seperti apapun keadaan kita nanti di hari ini atau di sepanjang bulan ini, kita harus tekun mengucap syukur. Bukan hanya pada saat keadaan sedang baik, tetapi juga ketika keadaan kita tidak baik. Teruslah bertekun menjaga pengharapan kita kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolong kami selalu bertekun mengucap syukur setiap hari, amin

*SUMBER : SHK FEB-MARET 2025, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja yang Tangguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Pengharapan

Minggu, 16 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 62 : 1 – 13

Perasaan tenang dekat Allah
Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela 5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela 9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 11 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Bertumbuh Dalam Pengharapan

Saya seorang ibu berusia 41 tahun dan memiliki seorang anak perempuan yang berusia 7 tahun. Pernikahan saya telah berjalan selama 8 tahun. Mertua saya selalu menekan saya karena belum memberikan mereka seorang cucu laki-laki. Kata mereka, perempuan itu tidak akan menyandang nama keluarga mereka sebab akan mengikuti marga suaminya kelak. Sebenarnya saya juga memiliki kerinduan yang sama. Situasi ini juga adalah gambaran ketidaktenangan pemazmur. Tetapi bagi pemazmur, hanya dekat Allah saja ia tenang. Allah adalah gunung batu dan pada Allah terletak keselamatan dan kemuliaan. Saya percaya pada kata Firman Tuhan seperti yang dibilang dalam Mazmur : percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu kepada-Nya, Allah ialah tempat perlindungan yang kekal. Itu sebabnya saya pun tetap memberi diri untuk tetap dekat kepada Tuhan dan puji Tuhan, sekarang saya telah memiliki seorang anak laki-laki. Marilah tetap berharap kepada Tuhan.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup saling berbagi, ,Amin.

Senin, 17 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 42 : 1 – 6

Kerinduan kepada Allah
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Pengharapan Dalam Kegelisahan

Gelisah adalah kata yang tepat menggambarkan situasi dimana kita merasa tidak nyaman. Ada hal sensitif yang ingin sekali kita wujudkan tetapi kenyataannya adalah berbanding terbalik dengan yang diharapkan. Ini hal yang manusiawi sebab inilah realita hidup. Tetapi di dalam menyikapi situasi seperti ini, tindakan seperti apa yang tepat yang bisa dilakukan? Kita mungkin akan mencoba menutupi kegelisahan. Tetapi yang namanya gelisah, itu sama sekali tetap bisa terbaca melalui gerak gerik dan nada bicara kita. Hari ini pemazmur menawarkan kepada kita solusi untuk tidak gelisah. Pemazmur berkata kepada dirinya : mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? berharaplah kepada Allah sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku. Pemazmur merasa bahwa apapun caranya ia tidak bisa melepaskan diri dari kegelisahan. Pemazmur meyakini yang bisa menolongnya hanyalah ketika ia menaruh harapan kepada Tuhan. Marilah menaruh harap selalu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menghadapi musuh kami, Amin.

Selasa, 18 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 42 : 7 – 12

6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar. 7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. 8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku. 9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?" 10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?" 11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Pengharapan Dalam Menghadapi Tekanan Musuh

Hidup ini bukan hanya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita. Musuh adalah tipikal manusia yang juga pasti akan ada. Mereka selalu mencoba membuat kita merasa tidak nyaman,susah dan menderita. Tekanan yang diberikan mereka bisa saja dalam berbagai bentuk. Kita bisa saja kemudian merasa seolah sendiri bahkan Tuhan pun terkesan melupakan kita. Pemazmur mengungkapkan kebenaran ini. Musuhnya secara berulang terus mempertanyakan dimanakah Tuhan yang dipercayainya. Ia merasa sangat tertekan. Kegelisahan seolah menyergap dirinya. Tetapi kemudian ia menyadari. Tuhan masih ada. Tuhan punya kuasa. Allah adalah gunung batu tempat perlindungan yang kekal. Musuh tidak memiliki kuasa melebihi kuasa Tuhan. janganlah takut menghadapi musuh sebab kita masih punya Tuhan. Tetaplah percaya Allah!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk tetap berharap pada-Mu, amin

Rabu, 19 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 161 – 168

161 Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar. 162 Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan. 163 Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai. 164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. 165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. 166 Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. 167 Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. 168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

Pengharapan Akan Firman Tuhan

Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri. Namun dalam prakteknya, tidak selamanya semua orang bebas melakukan apa saja. Ada hukum yang mengatur; mengikat dan menjadi pedoman. Kehidupan sebagai orang percaya juga demikian. Kita punya Firman Tuhan yang menuntun. Selain itu Firman Tuhan juga menguatkan kita tatkala menghadapi tantangan hidup. Tidak selamanya kita kuat dalam menghadapi persoalan hidup. Ada saatnya dimana kita bisa rapuh, tidak berdaya dan membutuhkan petunjuk sebagai arah hidup. Kita memerlukan Firman Tuhan. Pemazmur menyatakan betapa ia mencintai Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan, ia tahu bagaimana menghadapi hidup yang keras. Ia memiiki Tuhan yang luar biasa. Damai sejahtera dimilikinya tatakala Firman Tuhan menjadi bagian yang menyatu di dalam hidupnya. Marilah kita belajar mencintai Firman Tuhan.

Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu disepanjang hidup kami, Amin.

Kamis, 20 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 131 : 1 – 3

Menyerah kepada TUHAN
Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Berserah Dan Berharaplah Hanya Pada Tuhan

Seperti apakah gaya hidup Kekristenan yang memperlihatkan gereja teguh? Berserah dan berharap hanya kepada Allah adalah jawabannya. Gereja dibentuk oleh Tuhan. Tuhan yang memanggil dan mengutus gereja. Sebagai milik Tuhan, maka yang dapat dilakukan sebagai gereja adalah tidak lain hanya berserah dan berharap hanya kepada Tuhan. Kebenaran ini kadang kala kita lupakan. Kita lupa Tuhan yang membentuk kita sehingga kadang kala melalui pelayanan apapun, pujian manusia itu dicari. Kita tidak menaruh Tuhan di depan semua perencanaan sehingga kita andalkan kekuatan diri sendiri. Ketika dalam tekanan persoalan, yang dilakukan bukanlah mendekatkan diri kepada Tuhan, sebaliknya kita melarikan diri dari persoalan. Sebagai gereja yang teguh hendaklah kita berserah dan berharap kepada Allah dari sekarang sampai selama-lamanya. Inilah yang dikatakan pemazmur. Semoga itu juga menjadi bagian dalam keseharian hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menaruh harap pada-Mu melalui kedekatan pada Firman-Mu , Amin.

Jumat, 21 Februari 2025

bahan bacaan ; Mazmur 71 : 1 – 6

Doa minta perlindungan di masa tua
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. 2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! 3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. 4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. 5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. 6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.

Pengharapan Sepanjang Hidup Kepada Tuhan

Kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai di hatiku, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti sungai di hatiku. Ini adalah lirik lagu yang biasa dinyanyikan terutama oleh anak sekolah minggu. Kedengaran biasa tetapi siapapun yang menciptakannya pasti hendak menanamkan pesan. Salah satu pesannya adalah bahwa kasih Tuhan itu tidak terbatas waktu. Kasih Tuhan itu berlangsung di sepanjang kehidupan ini. Ini pula yang mesti menjadi pengharapan kita. Sebagaimana yang diungkapkan dalam teks Mazmur ini. Ia meyakini Tuhan sebagai tempat perlindungan. Tuhan adalah gunung batu perlindungan. Sejak muda bahkan dari kandungan, Tuhan yang dipuji. Kita ada di dalam dunia yang penuh dengan beraneka ragam persoalan. Marilah di sepanjang hidup ini, kita membangun pengharapan hanya kepada Tuhan.

Doa : Ajarlah kami berharap hanya kepadaMu ya Tuhan. Amin.

Sabtu, 22 Februari 2025

bahan bacaan : Amsal 10 : 28

28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia

Harapan Orang Benar,Membawa Sukacita

Bagaimana orang meraih harapannya, akan menentukan pula hasil atau dampaknya. Amsal mengajarkan, orang benar akan meraih harapannya dengan jalan yang benar, mereka menaruh harapannya pada sesuatu yang ada di masa depan. Mereka hidup takut akan Allah. Hidup dalam kesalehan, supaya hari – harinya tidak saja akan menjadi banyak, tetapi hari – harinya dipenuhi kebahagiaan. Sementara kejahatan memperpendek usia orang dan menghancurkan harapan mereka. Tahun – tahun orang fasik, akan dihabiskan untuk menikmati dosa dan perkara dunia. Dan pengharapannya akan berganti menjadi keputusasaan yang tiada habisnya. Amsal mengingatkan kita, jadilah orang benar dalam meraih cita – cita dan harapan. Buktinya ada pada hasil, apa yang kita raih mendatangkan sukacita dan bahagia bagi kita, serta berdaya guna bagi orang lain. Jangan iri pada jalan orang fasik, sekali pun seolah meraih apa yang mereka inginkan. Tetap berharaplah pada Tuhan, maka hidupmu pasti diberkati.

Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu, Amin.

*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 9 – 15 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuhlah Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Kasih

Minggu, 09 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Kor 13 : 1 – 13

Kasih
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Milikilah Kasih

Ada banyak hal yang terlintas dalam pikiran kita jika diperhadapkan dengan pertanyaan, apa yang paling penting dalam hidupmu? Atas pertanyaan itu kita dapat memberi jawaban misalnya: keluarga, karir, pelayanan, dll. Namun pada bagian bacaan kita, rasul Paulus hendak menegaskan bahwa tidak ada hal yang paling penting dalam hidup ini selain memiliki kasih (ay. 1-3). Kasih yang dimaksudkannya yaitu kasih agape yang menunjuk pada kasih Allah. Kasih itu sabar, baik hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu dan tidak berkesudahan (ay. 4-8), harus dimiliki sebagai orang percaya. Namun, apa yang menjadi alasan kita harus memiliki kasih? Sebab Allah yang kita sembah sudah lebih dahulu menyatakan kasih-Nya bagi kita. Kasih kepada Allah harus diwujudnyatakan dalam kehidupan antara sesama manusia maupun ciptaan-Nya yang lain. Biarlah kasih tidak hanya dipahami sebatas pengetahuan saja, melainkan dimiliki dan diterapkan dalam kehidupan keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Memang hal ini tidaklah mudah, akan tetapi mengupayakannya adalah tanggungjawab bersama sebagai orang-orang yang percaya kepada Allah. Oleh sebab itu bertumbuh dan milikilah kasih, sebab tanpa kasih dalam diri kita maka hal yang paling berharga sekalipun sesungguhnya tidak akan berarti.

Doa: Dengan kasihMu Tuhan, kami tetap berkomitmen supaya menghentikan pilih kasih. Amin.

Senin, 10 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 2 : 8-9

8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Stop Pilih Kasih

Berdiri sama tinggi duduk sama rendah merupakan suatu ungkapan yang hendak menegaskan tentang kesetaraan manusia sebagai ciptaan. Oleh karena memiliki derajat yang sama, maka tidaklah baik dan benar jika sesama dibeda-bedakan hanya karena status sosial yang dimiliki. Ini jugalah yang dimaksudkan oleh penulis lewat nasihatnya yang mendorong jemaat kristen saat itu, supaya menjauhi hal-hal yang jahat dan mematuhi hukum Allah yang sempurna seperti menolong yatim piatu, para janda dan sesama yang membutuhkan. Sebab hanya dengan demikian menunjukkan keberadaan hidup mereka yang terus bertumbuh dalam kasih kepada sesama. Kasih itu jugalah yang menggerakkan agar kita tidak memandang rendah orang lain atau melakukan sesuatu dengan tidak memandang muka. Artinya kasih punya peranan yang penting bagi pribadi seseorang untuk menjalani kehidupan bersama dengan orang lain. Hal ini disampaikan sebab tindakan pilih kasih seringkali kita perankan baik secara sadar tetapi juga sebaliknya. Realita ini dapat di temui baik dari lingkungan keluarga, hidup bergereja dan bermasyarakat. Namun melalui firman ini kita diingatkan untuk tetap hidup dalam kasih dan tidak memandang muka hanya karena perbedaan status sosial. Teruslah mengasihi satu dengan yang lain dan tetap berkomitmen supaya menghentikan sikap pilih kasih.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami agar semakin bertumbuh dan memiliki kasih. Amin.

Selasa, 11 Februari 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 43-48

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Mengasihi Tanpa Batas

Kasih yang kita miliki tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri melainkan juga kepada sesama. Pertanyaannya, apakah kita akan tetap menyalurkan kasih itu kepada mereka yang juga adalah musuh kita? Memang hal ini tidak mudah dilakukan karena berbagai alasan yang mendasarinya. Akan tetapi dalam pengajaran-Nya di atas bukit Yesus berkata: kasihilah musuh-musuhmu (ay. 44a). Pernyataan Yesus kala itu hendak mengajarkan kepada pendengar-Nya tentang hal mengasihi secara utuh. Sebab menjadi anak-anak Allah tidak hanya mengasihi mereka yang juga mengasihi kita, tetapi mengasihi dengan tidak memandang bulu termasuk mengasihi musuh. Selanjutnya Yesus menegaskan agar pendengar-Nya juga mendoakan mereka yang menganiaya (ay. 44b). Artinya setiap perbuatan jahat tidak dibalas dengan jahat pula melainkan dengan kasih. Mengapa demikian? Sebab kasih tidak ada batasnya. Kendatipun sulit untuk dilakukan namun pengajaran Yesus ini harus dihidupi oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Melalui kebenaran firman Tuhan saat ini kita semua diajarkan untuk terus mengasihi semua orang dan mendoakan mereka yang dianggap musuh. Dengan begitu kita akan semakin bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak membatasi kasih, melainkan menyalurkannya secara utuh kepada semua orang. Biarlah kasih yang selalu kita nyatakan itu senantiasa dirasakan dan dialami juga oleh orang-orang yang berada di sekitar kita. Tetaplah berkomitmen untuk menjadi teladan kasih serta teruslah mengasihi semua orang tanpa batas sebab Allah tidak menghendaki kita membatasi kasih.

Doa: terima kasih Bapa, firmanMu mengajarkan kami untuk tetap saling mengasihi. Amin.

Rabu, 12 Februai 2025

bahan bacaan : Roma 13 : 8 – 14

Kasih adalah kegenapan hukum Taurat
8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. 11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Saling Mengasihi

Sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik, demikian juga semestinya kita memperlakukan orang lain. Dengan begitu perlakuan baik tidak hanya berjalan satu arah saja tetapi dua arah. Artinya hal-hal yang baik itu tidak dialami dan dirasakan oleh salah satu pihak saja melainkan oleh semua pihak. Demikian juga dengan nasihat Paulus bagi jemaat kristen di Roma tentang cara hidup mereka agar saling mengasihi sebagai sesama manusia. Bagi Paulus, orang yang hidup saling mengasihi sesungguhnya telah memenuhi hukum taurat (ay. 8). Pernyataan Paulus ini menunjukkan betapa pentingnya perihal saling mengasihi. Oleh sebab itu hal dimaksud benar-benar harus dihidupi oleh semua orang percaya. Jadi hal demikian tidak hanya sebatas wacana saja tetapi harus diwujudnyatakan dalam sikap, tutur kata dan perbuatan dari waktu ke waktu baik dalam lingkungan keluarga, gereja maupun masyarakat. Dengan adanya kesadaran untuk saling mengasihi membuat kita menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki Allah. Misalnya seperti yang disampaikan Paulus agar kita hidup jangan dalam pesta pora, bermabuk-mabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati (ay. 13). Karena itu mengasihi satu dengan yang lain harus tetap menjadi prinsip hidup yang terus dipertahankan. Tetap bertumbuh dalam kasih dan jadilah pribadi-pribadi yang saling mengasihi satu dengan yang lainnya.

Doa: mampukan kami Tuhan untuk mengasihi tanpa batas. Amin.

Kamis, 13 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 16 – 17

16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Jadilah Teladan

Menyandang identitas diri sebagai orang percaya tidak dapat dilepaspisahkan dari cara hidup yang baik dan benar. Artinya identitas dimaksud haruslah nyata terlihat dari karakter hidup kita. Dikatakan demikian karena ada banyak orang juga yang mengaku sebagai orang percaya tetapi cara hidupnya tidak mencerminkan identitas tersebut. Karena itu pada bagian bacaan kita, Petrus menasihati jemaat kristen saat itu agar tetap menerapkan cara hidup yang baik dalam menjalani kehidupan mereka sebagai hamba Allah. Ada beberapa hal yang ia ingatkan agar tetap menjadi perhatian antara lain hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah dan hormatilah raja (ay. 17). Pernyataan ini menunjukkan karakter hidup yang baik dan benar secara utuh. Disampaikan demikian sebab tidak hanya berkaitan dalam membangun relasi dengan Tuhan saja tetapi juga dengan sesama manusia. Dengan cara hidup yang demikian maka orang percaya telah memiliki kasih yang sesungguhnya dan dapat menjadi teladan bagi orang lain yang berada di sekitar mereka. Nasihatnya ini haruslah juga mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh kita semua sebagai orang percaya di masa kini. Sebab hanya dengan demikian menunjukkan keberadaan hidup kita yang terus bertumbuh dalam kasih dan menjadi teladan bagi sesama. Pastikanlah karakter hidup yang kita tampilkan dalam kehidupan setiap hari, merupakan karakter yang mencerminkan kehidupan sesuai identitas kita sebagai orang percaya. Dengan cara hidup demikian kita dapat menjadi contoh atau teladan yang baik bagi semua orang yang berada di sekitar kita.

Doa: Roh Kudus, kuasailah kami agar menjalani hidup dengan tidak menghakimi. Amin.

Jumat, 14 Februari 2025

bahan bacaan : Matius 7 : 1 – 5

Hal menghakimi
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Jangan Menghakimi

Salah satu wujud nyata hidup kita yang terus bertumbuh dalam kasih yaitu ketika kita tidak saling menghakimi satu dengan yang lain. Inilah juga yang ditegaskan oleh Tuhan Yesus ketika mengajarkan orang banyak di atas bukit. Perintah agar jangan menghakimi nampak jelas ketika Ia berkata: mengapa engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (ay. 3). Maksudnya ialah agar kita tidak menghakimi orang lain sebelum melihat diri sendiri. Itu berarti perilaku yang suka menghakimi perlu dihindari. Hal ini dilakukan atas kesadaran, bahwa semua orang berdosa dan hanya Allah yang berhak untuk menghakimi. Kendatipun demikian perihal saling menghakimi masih terus dijumpai dalam realitas hidup orang percaya dewasa ini. Oleh karenanya, firman Tuhan saat ini sekali lagi mengingatkan kita agar jangan menghakimi supaya hal demikian juga tidak diperlakukan bagi kita (ay. 1). Dari pada terus-menerus melihat kesalahan orang lain, alangkah lebih baik bila kita membenahi diri dan saling mengasihi. Dengan begitu keberadaan hidup kita akan lebih berarti, sebab kita terus menebarkan energi positif bagi orang-orang di sekitar. Hindarilah perilaku menghakimi dan terus belajar mengintrospeksi diri dari waktu ke waktu. Berkomitmenlah untuk menaati firman Tuhan dengan tidak menghakimi melainkan lebih mengasihi semua orang sebagai sesama.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar tetap menjadi teladan yang baik bagi sesama. Amin.

Sabtu, 15 Februari 2025

bahan bacaan : Markus 10 : 17 – 27

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" 20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Bertumbuh Melalui Hidup Berbagi

Ani membawa anaknya Nia yang masih kecil ke gereja. Sebelumnya ia mengajari Nia memberikan persembahan. Hanya saja di hari Minggu itu, Nia menangis. Ani kebingungan dan menanyakan alasan ia menangis. Ternyata ia tidak mau memberi persembahan. Ia ingin membeli permen dengan uang itu. Kita mungkin akan berkata bahwa anaknya Ani masih kecil jadi ia belum memahami hakekat memberi. Tapi sesungguhnya apa yang diceritakan tidak beda jauh dengan kisah seorang kaya yang tidak mau berbagi. Semua kebaikan telah ia kerjakan tetapi kalau soal berbagi adalah hal yang tidak mau dilakukannya. Ia tidak rela bila harus membagi apa yang ia miliki dengan lain. Hartanya jauh lebih berharga dari apapun. Itulah sebabnya ia meninggalkan Tuhan Yesus dengan tidak mengikuti apa yang dikatakan-Nya. Perilakunya tidak mencerminkan keberadaannya bertumbuh sebagai gereja yang teguh yakni gereja yang hidup dengan saling berbagi.

Doa : Tuhan Yesus tolong kami agar tidak gelisah, Amin

*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM