Santapan Harian Keluarga, 25 – 31 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kristus Menjadikan Mata Hatimu Terang

Minggu, 25 Mei 2025

bahan bacaan : Efesus 1 : 15 – 23

Doa untuk pengertian tentang kemuliaan Kristus
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Transformasi Hidup Keluarga

Pentingnya pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan, guna membawa transformasi dalam hidup kita. Paulus berdoa agar Tuhan memberikan “mata hati yang terang” kepada orang percaya, supaya dapat memahami harapan panggilan Tuhan, kekayaan warisan-Nya, dan kuasa-Nya yang besar dalam hidup mereka. Ini mengajak kita untuk melakukan autokritik, merenung tentang hubungan kita dengan Tuhan, serta mengakui area dalam hidup kita yang perlu perubahan. Hanya dengan pengenalan yang benar tentang Tuhan, kita dapat mengalami pertumbuhan rohani dan memahami tujuan hidup yang sejati. Hal mana memberi dampak positif pada pengenalan diri dan pengenalan terhadap sesama. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk saling mendorong dalam proses transformasi ini. Dengan memiliki pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan, kita tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai keluarga yang saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Kekuatan dan kuasa Kristus yang bekerja dalam kita akan mengubah cara kita melihat diri kita sendiri, hubungan kita dengan sesama, dan bagaimana kita hidup sebagai umat Tuhan. Oleh karena itu, mari kita terus berdoa agar mata hati kita terbuka, untuk hidup dalam pengenalan yang semakin dalam akan Tuhan, dan menjadi saluran berkat bagi umat-Nya.

Doa: Tuhan, bukalah mata hati kami untuk mengenal Engkau lebih dalam. Amin.

Senin, 26 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 1 : 4 – 9

Ucapan syukur
4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Berkat Hidup dalam Persekutuan dengan Kristus

Dalam Kristus, kita telah diberkati dengan kekayaan dalam segala hal, baik dalam perkataan, pengetahuan, maupun karunia-karunia roh. Kita bersyukur sebab Tuhan memanggil kita dalam persekutuan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus, dan memberikan berkat tersebut untuk menguatkan iman kita. Untuk itu, perkataan yang kita ucapkan dan pengetahuan yang kita miliki harus mencerminkan kebenaran Kristus. Kebenaran yang memampukan kita juga untuk berbagi kasih dan kebijaksanaan dengan orang lain. Sebab, karunia-karunia rohani yang diberikan kepada setiap orang percaya adalah sarana untuk melayani dan membangun tubuh Kristus, yakni gereja. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk saling memperkaya satu sama lain dengan berkat-berkat tersebut guna mendukung pertumbuhan rohani kita bersama. Marilah kita terus mengandalkan Tuhan, untuk mempergunakan berkat-berkat ini dalam kehidupan keluarga, sehingga rumah tangga kita menjadi tempat di mana kasih, pengetahuan, dan pelayanan tumbuh subur, guna memuliakan Tuhan dalam segala hal.

Doa: terima kasih ya Tuhan, untuk setiap anugerahMu dalam hidup kami. Amin

Selasa, 27 Mei 2025

bahan bacaan : Filipi 1 : 3 – 11

Ucapan syukur dan doa
3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. 8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. 9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Berbuah Kebenaran Karena Kristus

Kekristenan itu identik dengan bertumbuh dan menghasikan buah. Buah yang dimaksud itu adalah kebenaran yang telah dikerjakan oleh Yesus. Paulus menegaskan bahwa pekerjaan baik yang dimulai Allah dalam diri orang percaya akan diteruskan hingga pada akhirnya disempurnakan pada Hari Kristus Yesus. Ini berarti bahwa hidup yang berbuah dalam kebenaran bukan hasil usaha manusia sendiri, tetapi merupakan karya Allah yang terus-menerus membentuk orang percaya agar hidup dalam kebenaran. Berbuah dalam kebenaran pun bukan sekadar tindakan baik yang dilakukan tanpa pemahaman, tetapi didasarkan pada pengenalan yang mendalam akan kehendak Allah dan kebenaran Injil. Sebagai orang percaya, hidup dalam kebenaran adalah bukti dari hubungan yang erat dengan Kristus, yang menghasilkan perubahan dalam karakter dan tindakan orang percaya. Untuk itu, buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus melalui kehidupan orang percaya bukan untuk kemuliaan dirinya sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah. Hal Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan Kristen bukan hanya tentang menjalankan moralitas atau kebaikan sosial, tetapi tentang mencerminkan kemuliaan Allah melalui kehidupan yang berpadanan dengan Injil.

Doa: Mampukan kami Tuhan, untuk tetap bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik demi kemuliaan namaMu. Amin.

Rabu, 28 mei 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 1 : 3 – 11

Mengenai ajaran sesat
3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. 8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat 11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

Terlepas Dari Kesesatan

Ajaran yang benar akan membawa kepada keselamatan apalagi ajaran-ajaran itu berdasarkan injil Yesus Kristus. Paulus menasihati Timotius untuk menegur mereka yang mengajarkan ajaran lain, termasuk mitos dan silsilah yang tidak membawa manfaat rohani. Ini menunjukkan bahwa mengenal Tuhan harus didasarkan pada kebenaran firman-Nya, bukan spekulasi atau tradisi manusia. Tujuan pengajaran yang benar adalah kasih yang timbul dari hati yang murni, hati nurani yang baik, dan iman yang tulus. Saat ini, ada begitu banyak orang yang justru lebih memilih untuk mendengar bahkan mencondongkan hatinya untuk sibuk mendengarkan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya. Cerita yang hanya menghasilkan persoalan belaka sehingga kemudian mengabaikan hidup yang tertib dan yang menuntun kepada keselamatan yang diberikan Allah. Selaku orang percaya, kita ditugaskan untuk menasehati dan mengingatkan mereka bahwa keselamatan yang dikerjakan Allah bertujuan untuk membuka hati nurani agar tidak lagi menjerumuskan diri dengan segala hal yang menyesatkan, tetapi memberikan hidup untuk dipakai sebagai alat ditangan Allah.

Doa: Pakailah kami Tuhan, sebagai alatMu untuk melakukan apa yang baik dan berkenan sesuai InjilMu. Amin.

Kamis, 29 Mei 2025

bahan bacaan ke-1 : Mazmur 110 : 1 – 7,

Penobatan raja imam
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu! 3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun. 4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." 5 TUHAN ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, 6 Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas. 7 Dari sungai di tepi jalan ia minum, oleh sebab itu ia mengangkat kepala.

bahan bacaan ke-2 : Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11

Yesus terangkat ke sorga
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kristus Sebagai Raja

Mazmur 110 digolongkan ke dalam jenis ‘Mazmur Raja’. Mazmur ini diawali dengan penjelasan bahwa Tuhan memberi kepada sang raja kedudukan di sebelah kanan-Nya. Raja diangkat sebagai wakil-Nya, yang dengan demikian diberi bagian penuh dalam kemahakuasaan Allah. Mazmur ini berbicara tentang Mesias yang dimuliakan, berkuasa, dan bertindak sebagai Raja serta Imam. Di dalam perayaan kenaikan Yesus ke sorga hari ini, mazmur ini memiliki makna teologis yang sangat penting. Yesus yang naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa adalah raja yang menerima otoritas tertinggi. Ia akan memerintah sampai semua musuh-Nya dikalahkan, termasuk dosa dan maut. Namun kenaikan Yesus bukan kepergian, tetapi awal dari pemerintahan-Nya sebagai Raja yang berdaulat. Mazmur ini juga menggambarkan Mesias yang akan menghakimi bangsa-bangsa dan menegakkan keadilan Allah. Ini berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali untuk menghakimi dunia. Ia sebagai Raja yang akan membawa kemenangan penuh atas segala kejahatan. Sebab kenaikan Yesus bukan akhir dari rencana-Nya, tetapi awal dari penggenapan kerajaan-Nya. Sebagai orang percaya, peristiwa Kenaikan Kristus harus memberi kita spirit hidup dalam pengharapan. Dalam Kisah Para Rasul 1:7 sebelum naik ke sorga, Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi (ayat 8) dan Roh Kudus akan diberikan untuk memperlengkapi mereka dalam pelayanan. Roh Kudus akan menuntun dan menguatkan orang percaya untuk hidup dalam pengharapan yang sungguh kepada Allah.

Doa: Dimuliakanlah Tuhan Sang Raja. Tolonglah kami untuk hidup sebagai saksiMu. Amin

Jumat, 30 Mei 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 12 – 15

Paulus menceriterakan pertobatan dan panggilannya
12 "Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik, 13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. 14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

Pertobatan Mengubah Hidup

Paulus sebelum mengalami pertobatan dan menjadi murid Kristus adalah seorang yang menyiksa, membunuh, dan memenjarakan pengikut Yesus. Paulus waktu itu berpikir dengan menyiksa pengikut Kristus akan membuat mereka menyangkal imannya dan meninggalkan Kristus. Tapi hal itu ternyata tidak terjadi, mereka tetap teguh mengikut Kristus. Dalam perjalanannya, Tuhan datang dan menyapa Paulus. Namanya Saulus diubah menjadi Paulus dan Tuhan meminta Paulus menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah dilihat dan tentang apa yang akan diperlihatkan Tuhan pada Paulus. Kesaksian tentang pengalaman hidup Paulus diceritakan kembali termasuk di depan Raja Agripa yang mendengar pembelaan Paulus. Ia menyaksikan tentang kehidupannya sebagai seorang pembenci Kristus, namun telah berbalik menjadi pengikut Kristus yang setia dan berjiwa militan. Sebagai orang Kristen, kita adalah juga murid Kristus yang dipanggil untuk menyaksikan karya kebaikan dan kasih setia kasih Kristus yang terjadi pada diri dan hidup kita. Perjalanan hidup sebagai murid Kristus memang tidak mudah, namun selalu ada pertolongan dan penyertaan Kristus.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tetap setia dan menjadi saksi yang nyata dalam hidup, Amin.

Sabtu, 31 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 18 – 21

18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. 19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. 20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. 21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Pengertian untuk Mengenal yang Benar

Yohanes mengatakan bahwa Anak Allah telah memberi kita satu pengertian sehingga kita dapat mengenal Yang Benar atau mengetahui Yang Benar. Yang Benar itu adalah Allah dalam Yesus Kristus. Ia adalah perantara utama untuk mengenal Allah yang benar. Tanpa Kristus, manusia tidak dapat mengenal Allah yang telah memberikan AnakNya untuk keselamatan dunia. Kristus mengaruniakan pengertian rohani kepada orang percaya agar mereka mengenal Allah dengan benar. Pengenalan yang benar bukan sekadar intelektual, melainkan memahami dalam hati hubungan pribadinya dengan Allah dalam Kristus dan bertindak sesuai dengan pemahaman tersebut. Kata “mengenal” sebenarnya berarti mengalami, menikmati, dan memiliki. Karena itu, mengenal Yang Benar adalah mengalami, menikmati, dan memiliki Yang Benar. Kita perlu memiliki dan mengalami Allah dalam hidup kita dengan tidak terus menerus hidup dalam dosa. Ayat 21 mengatakan : “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala!” Mengenal Allah sebagai Yang Benar berarti meninggalkan segala bentuk penyembahan palsu. “Berhala” tidak hanya berarti patung dewa, tetapi juga segala sesuatu yang menggantikan posisi Allah dalam hidup kita, misalnya materi atau kemewahan hidup, kekuasaan dan egoisme.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk mengerti dan mengenal yang benar. Amin .

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Minggu, 18 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 127 : 1 – 5

Berkat TUHAN pangkal selamat
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. 3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Mazmur 127 adalah sebuah nyanyian ziarah yang dinisbatkan kepada Salomo. Mazmur ini menekankan bahwa segala usaha manusia, baik dalam membangun rumah, menjaga kota, maupun mencari nafkah, akan sia-sia jika tidak melibatkan Tuhan. Pesan Alkitab ini disaksikan oleh Mario dalam suatu ibadah yang dilakukan. Baginya, doa dalam keluarga menjadi kekuatan baginya bersama istri untuk membangun rumah tangga mereka. Karena itu, ia sangat merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup keluarganya. Di dalam satu rumah, mereka hidup tak sendiri, tapi bersama juga dengan orang tua dan saudara yang lain. Walau kadang diperhadapkan dengan tantangan yang berat, Mario tetap mengandalkan Tuhan. Mario meyakini campur tangan Tuhan di dalam hidupnya. Seperti kata Firman Tuhan : Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Setiap perencanaan keluarga terutama masa depan anak-anak di bawa hanya kepada Tuhan. Tuhan adalah fondasi utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk rumah tangga dan pekerjaan

Doa: Ya Allah, berkatilah rumah tangga kami, Amin.

Senin, 19 Mei 2025

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 10 – 16

TUHAN memarahi Israel karena kawin campur dan perceraian
10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita? 11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing. 12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam! 13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. 14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. 15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Tuhan Membenci Perceraian

Keluarga adalah ruang dimana cinta kasih Tuhan dinyatakan baik sebagai orangtua kepada anak dan dari suami kepada istri. Tidak jarang dalam perkembangan dewasa ini, banyak keluarga mengalami kehancuran. Perceraian menjadi wujud nyata kehancuran itu. Biasanya hal itu terjadi karena kurangnya cinta kasih dan lunturnya kepercayaan diantara pasangan suami istri. Belum lagi dengan adanya tindakan KDRT dan perselingkuhan. Kitab Maleakhi memberikan kesaksian bahwa Tuhan membenci perceraian, sebab pernikahan adalah perjanjian kudus. Semua orang percaya berasal dari satu Tuhan yang sama, sehingga mereka harus hidup dalam kesatuan dan kesetiaan, baik kepada Tuhan maupun sesama, termasuk dalam pernikahan. Tuhan juga marah ketika orang Israel mengkhianati Tuhan dengan menikahi wanita asing yang menyembah dewa-dewa lain, sehingga membawa pengaruh buruk dalam iman mereka. Ini menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya urusan manusia, tetapi juga harus selaras dengan kehendak Tuhan. Keluarga kristen harus membangun rumah tangganya yang selaras dengan kehendak Tuhan, untuk itu suami dan istri harus saling setia dan tidak boleh bercerai. Rumah tangga Kristen harus menjadi tempat dimana laki-laki dan perempuan belajar dewasa dalam cinta kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah, tolong berkati pernikahan kami, amin.

Selasa, 20 Mei 2025

bahan bacaan : Ibrani 13 : 1 – 4

Nasihat dan doa selamat
Peliharalah kasih persaudaraan! 2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Menjaga Kasih Persaudaraan dan Kehormatan Perkawinan

Tuhan mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga kasih persaudaraan dan hidup dalam kebaikan. Kasih yang tulus kepada sesama menunjukkan kita peduli satu sama lain, tanpa membeda-bedakan, dan dengan tulus membantu mereka yang membutuhkan. Memberi tumpangan dengan hati yang terbuka, memberikan tempat bagi orang lain untuk merasa diterima dan dihargai merupakan bentuk kasih yang nyata. Melalui sikap ini, kita memperlihatkan kebaikan yang berasal dari Tuhan, yang menginginkan agar kita saling mendukung dalam kasih persaudaraan. Selain itu, kita juga dipanggil untuk hidup dalam kesucian dan menjaga hubungan yang terhormat, termasuk menghormati perkawinan dan menjauhi segala bentuk perilaku cabul dan perzinahan. Tuhan menekankan pentingnya kesetiaan dalam hubungan, baik dalam pernikahan maupun dalam kehidupan sosial kita. Dengan menjaga hal-hal ini, kita membangun fondasi yang kuat dalam kehidupan keluarga dan komunitas, yang pada gilirannya mencerminkan kehormatan kepada Tuhan dan sesama. Melalui hidup yang saling menghormati dan mencintai, kita menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia ini.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menjaga kasih persaudaraan dan kasih dalam perkawinan. Amin.

Rabu, 21 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 4

4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.

Istri yang Cakap sebagai Mahkota Keluarga

Istri yang cakap adalah mahkota bagi suami. Istri yang bijaksana, penuh kasih, dan mampu mendukung suami dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam peran sebagai pasangan hidup maupun dalam mengelola rumah tangga, memberikan kebanggaan dan kehormatan bagi suami. Ketika seorang istri menjalani peran dengan penuh pengertian dan kebaikan, dia menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga, yang pada gilirannya mendatangkan kesejahteraan bagi suami dan anak-anak. Suami merasa dihargai dan didukung, sehingga hubungan mereka semakin erat dan penuh berkat. Sebagai suami, kita diajak untuk menghargai dan menghormati istri yang cakap, karena keberadaannya memberikan kestabilan dan kehormatan dalam kehidupan keluarga. Seorang istri yang bijaksana tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjaga suasana hati yang positif di rumah. Dalam kerjasama yang penuh kasih ini, suami dan istri saling mendukung untuk membangun rumah tangga yang sehat dan penuh berkat. Maka, sebagai keluarga, mari kita terus menghargai dan merayakan peran penting yang dimiliki setiap anggota, terutama peran seorang istri yang cakap sebagai mahkota yang memperindah kehidupan keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menghargai dan mendukung satu sama lain dalam kasih. Amin.

Kamis, 22 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 19 : 23 – 26

23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. 24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut. 25 Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. 26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri.

Takut Tuhan, Kunci Kedamaian Keluarga

Hidup yang takut akan Tuhan adalah hidup yang penuh damai sejahtera dan jauh dari kehancuran. Anak muda yang takut Tuhan akan menjaga hidupnya di jalan yang benar. Ia akan menghormati orang tua, dan mendengarkan nasihat mereka dengan hati yang terbuka. Ketika seorang anak muda hidup dalam takut akan Tuhan, ia akan dilimpahi berkat dan dipenuhi dengan rasa hormat terhadap orang tua sebagai bentuk penghargaan terhadap otoritas yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan mereka. Orang muda menghormati orang tua bukan hanya sekedar ketaatan, tetapi juga mencerminkan pengertian dan kasih mereka dalam hubungan keluarga. Hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua adalah bagian penting dari kebahagiaan rumah tangga. Pengamsal mengingatkan agar kita tidak menganiaya atau mengusir orang tua. Sebagai orang Kristen, kita harus membangun hubungan yang sehat dan penuh kasih, dengan menghormati orang tua sebagai bagian dari hidup yang takut Tuhan, yang mendatangkan damai sejahtera dalam keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk hidup takut padaMu. Amin.

Jumat, 23 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 128 : 1 – 6

Berkat atas rumah tangga
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. 5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Hidup Takut akan Tuhan Membawa Berkat

Berkat Tuhan akan tercurah atas keluarga yang hidup dalam takut akan Tuhan. Ketika suami istri berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan, mereka akan menikmati damai sejahtera dan keberhasilan. Tuhan akan memberkati pekerjaan tangan mereka, memberikan kelimpahan, dan menyertai mereka dalam setiap langkah. Keluarga yang takut akan Tuhan akan merasakan sukacita dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan dunia, karena berkat Tuhan mencakup segala aspek hidup mereka, dari hubungan suami istri hingga anak-anak yang tumbuh dalam kasih dan takut akan Tuhan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk terus menjaga hidup dalam takut Tuhan, karena melalui ketaatan kepada-Nya, kita akan menikmati berkat-Nya yang melimpah. Tuhan akan mempererat hubungan dalam rumah tangga, memberikan kebahagiaan yang sejati, dan menjadikan rumah tangga kita sebagai tempat yang penuh kedamaian dan kasih. Sebagai orang tua, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan ajaran Tuhan kepada anak-anak kita, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan, dan berkat-Nya akan terus mengalir dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan, pererat hubungan kami dan tolonglah kami untuk menanamkan ajaranMu kepada anak-anak kami. Amin.

Sabtu, 24 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 20 – 31

Nasihat tentang perzinahan
20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. 21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. 22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. 23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, 24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. 25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. 26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga. 27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? 28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya? 29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. 30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? 31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

Menjaga Kesucian Hidup Keluarga di Era Digital

Tuhan mengingatkan kita dalam Amsal 6:20-31 untuk memegang teguh ajaran orang tua dan hidup sesuai dengan hukum-Nya, termasuk dalam hal menjaga kesucian hidup. Seks bebas dan perzinahan adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan yang dapat merusak keharmonisan keluarga, kesehatan, dan hubungan kita dengan Tuhan. Di zaman sekarang, pengaruh digital dan teknologi seringkali mempermudah akses kepada konten yang tidak suci, yang dapat menjerat kita dalam dosa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga hati dan pikiran, serta melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, agar kita terhindar dari godaan dan tetap setia dalam pernikahan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam menjaga kemurnian hidup, termasuk dalam penggunaan teknologi. Marilah kita menggunakan media digital dengan bijak, memastikan bahwa segala yang kita konsumsi, baik dalam bentuk gambar, video, maupun percakapan, mencerminkan nilai-nilai kesucian dan integritas. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita, mengajarkan mereka pentingnya menjaga diri dari perzinahan dan dampak negatif dari pengaruh digital.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk untuk bijak menggunakan teknologi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga : 11 – 17 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Menghidupi Ibadah Sejati

Minggu, 11 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 58 : 1 – 12

Kesalehan yang palsu dan yang sejati
Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! 2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: 3 "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. 5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? 6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! 8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, 10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. 12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Ibadah Sejati

Ibadah merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh semua orang percaya sebagai bukti kepercayaan yang sungguh kepada Allah yang memberi kehidupan. Namun dibalik ibadah yang selama ini kita lakukan, ternyata ada yang berkenan di hadapan Allah tetapi juga sebaliknya. Hal yang demikian pula dijumpai dalam keberadaan hidup bangsa Israel. Terhadap hal demikian, Allah memerintahkan Yesaya agar memperingatkan bangsa Israel perihal ibadah yang mereka jalankan selama ini. Israel menjalankan ibadah dengan tetap membawa kurban dan persembahan yang ditentukan serta berpuasa pada hari raya keagamaan. Bahkan mereka mengenakan kain karung dan menggosok tubuh mereka dengan abu sebagai tanda penyesalan. Namun, semuanya itu tidak berarti apa-apa jika mereka tidak memperlakukan sesamanya dengan hormat dan adil. Oleh sebab itu, ibadah yang demikian harus mengalami perubahan dengan tidak mengabaikan mereka yang teraniaya, termarginal dan miskin, sebagai bentuk wujud nyata ibadah yang sejati. Jika demikianlah ibadah yang sejati, apakah sebagai orang percaya kita telah menjalankannya? Kita perlu menyadari bahwa ibadah ritual itu penting dan harus dijalankan, namun harus pula disertai dengan hidup yang peduli terhadap sesama. Tetaplah menghidupi ibadah sejati, sebab hanya dengan demikian ibadah yang kita lakukan berkenan kepada Allah!

Doa: Tuhan tolong sertai kami agar dapat menghidupi ibadah yang sejati. Amin.

Senin, 12 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 58 : 13 – 14

Menghormati hari Sabat
13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Menyenangkan Tuhan

Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menyenangkan hati Tuhan, selain hidup menuruti kehendak-Nya. Pada perikop ini jelas terbaca bahwa Allah menghendaki agar umat Israel menghormati hari Sabat. Tanda Israel menghormati hari Sabat yakni tidak melakukan, menjalankan, mengurusi dan membicarakan hal-hal terkait dengan kepentingan diri sendiri ( ay.13) di hari tersebut. Itu berarti semua hal yang berkaitan dengan mementingkan diri sendiri haruslah dihindari dan tidak dilakukan oleh Israel. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan cara hidup sebagai umat pilihan Tuhan. Dengan menghormati hari Sabat, maka umat Israel akan menikmati sukacita, penyertaan dan berkat yang berasal dari-Nya (ay. 14). Memang hari Sabat yang dimaksudkan diperuntukkan hanya bagi bangsa Israel. Namun cara hidup yang demikian tidak hanya berlaku bagi bangsa Israel saja, melainkan juga bagi kehidupan kekristenan. Sebab memusatkan perhatian hanya kepada kepentingan diri sendiri dan mengabaikan orang lain, sama halnya dengan meninggalkan ibadah yang sejati. Karena itu semua orang kristen diharapkan agar tetap menghargai hari-hari pemberian Tuhan yang disertai dengan tindakan nyata, yakni tidak mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Kita harus melakukan kehendak Tuhan lewat cara hidup kita yang mencirikan kepribadian sebagai pengikut-pengikut Kristus. Yakinilah, kesetiaan untuk terus menyenangkan hati-Nya, akan membuahkan berkat bagi kehidupan kita secara pribadi, keluarga maupun persekutuan.

Doa: Tuhan kami mau selalu hidup dengan terus menyenangkanMu. Amin

Selasa, 13 Mei 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 16 – 18

Hal berpuasa
16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Tak Usah Memakai Topeng

Topeng adalah sejenis alat penutup yang digunakan untuk mengelabui pandangan atau dimaksudkan untuk tidak dikenali oleh orang lain. Topeng biasanya hanya dipakai oleh para badut dalam sirkus. Pemakaiannya sangat tidak lazim bagi kebanyakan orang. Namun, yang kurang disadari oleh semua orang pula, ternyata dalam hidup ini, ada banyak orang yang mengenakan topeng. Topeng yang dimaksud bukan dalam bentuk fisik seperti penutup wajah melainkan dua karakter dalam satu diri manusia. Di satu sisi ia menampilkan senyuman, namun di sisi lain, faktanya ia ingin sekali marah. Pengunaan topeng ini bisa diamati dalam banyak segi kehidupan. Tuhan Yesus dalam pengajarannya tentang soal menahan diri atau puasa, mengajarkan agar orang percaya tidak menjadi pribadi yang bertopeng atau dengan kata lain “munafik”. Yesus menegur mereka yang berpuasa dengan wajah muram agar dilihat oleh orang lain. Ini menunjukkan bahwa ibadah sejati harus dilakukan dengan sikap hati yang tulus dan hanya untuk kemuliaan Allah. Bila kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, baiklah dilakukan dalam kesadaran, jangan pernah berlaku seperti yang diungkapkan : di mulut bilang laen, di hati bilang lain.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup tidak munafik. Amin.

Rabu, 14 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 50 : 7 – 23

7 "Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 11 Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 13 Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! 15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela 16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, 17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? 18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah. 19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya. 20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu. 21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. 22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. 23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Ibadah itu Kata dan Sikap

Putra pemuda lajang yang berusia 21 tahun adalah pemuda yang sangat aktif dalam pelayanan di jemaatnya. Di dalam organisasi Angkatan Muda, Putra adalah salah satu pengurus di rantingnya. Di samping itu, ia juga aktif melayani sebagai seorang pengasuh. Keaktifan Putra ternyata berbanding terbalik dengan kehidupannya bersama keluarganya. Seringkali tetangganya mencoba menenangkannya tatkala ia selalu bertengkar dengan orangtuanya. Ia juga tidak pernah akur dengan adik-adiknya. Sebagai anak tertua, Putra merasa selalu benar dengan apa yang dilakukan. Sikap Putra ini tidak sesuai dengan apa yang dimaksud dengan ibadah yang sejati. Tuhan menegur umat-Nya yang berpikir bahwa ibadah sejati hanya tentang mempersembahkan korban bakaran dan hewan. Tuhan tidak membutuhkan kurban mereka, karena segala sesuatu di dunia adalah milik-Nya. Ibadah yang sejati bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi kesadaran bahwa Tuhan mencari hati yang benar. Tuhan menegur orang yang melakukan ibadah tetapi hidup dalam kefasikan, seperti membenci ajaran Tuhan, berbuat dosa, dan bersikap munafik. Ibadah sejati tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Marilah nyatakan ibadah yang sejati sebagai ibadah yang bukan hanya dengan kata tetapi juga sikap!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk berbicara dan bersikap yang sesuai kehendak-Mu amin

Kamis, 15 Mei 2025

bahan bacaan : Zakaria 7 : 1 – 14

Ibadah puasa yang baik
Pada tahun yang keempat zaman raja Darius datanglah firman TUHAN kepada Zakharia, pada tanggal empat bulan kesembilan, yakni bulan Kislew. 2 Adapun penduduk Betel telah mengutus Sarezer dan Regem-Melekh serta orang-orangnya untuk melunakkan hati TUHAN, 3 untuk menanyakan kepada para imam dari rumah TUHAN semesta alam dan kepada nabi, demikian: "Haruskah kami sekalian menangis dan berpantang dalam bulan yang kelima seperti yang telah kami lakukan bertahun-tahun lamanya?" 4 Maka datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 5 "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku? 6 Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri? 7 Bukankah ini firman yang telah disampaikan TUHAN dengan perantaraan para nabi yang dahulu, ketika Yerusalem dengan kota-kota yang di sekelilingnya masih didiami orang dan masih sentosa dan Tanah Negeb dan Daerah Bukit masih didiami?" 8 Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: 9 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! 10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing." 11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar. 12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN. 13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam. 14 Oleh sebab itu Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi."

Belas Kasih Jauh Lebih Bernilai

Belas kasih jauh lebih bernilai daripada kekayaan yang berlimpah. Ini ungkapan yang tepat untuk gambarkan situasi yang dihadapi keluarga Margaret. Bersama suami dan anak-anaknya, ia baru saja mengalami masa sulit ketika ditipu oleh rekan kerjanya. Namun ketika dimintai untuk menopang pelayanan melalui bantuan sentuhan kasih yakni berupa natura bagi para janda, duda dan lansia, Margaret bersama keluarganya dengan sukacita memberikan apa yang bisa mereka beri. Suaminya Roby malah tidak tanggung-tanggung meminjamkan motornya untuk dipakai sebagai kendaraan bagi proses pembagian natura tersebut. Apa yang dilakukan oleh Margaret dan keluarganya adalah teladan baik. Ini jauh lebih baik ketimbang menaruh hati kepada kekayaan dan mengabaikan nilai kasih. Zakaria 7:1-14 mengajarkan kita bahwa bukan puasa yang utama melainkan dengan menunjukkan kasih setia dan kasih sayang satu kepada yang lain. Ibadah yang sejati diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menegakkan keadilan, menunjukkan belas kasihan, dan tidak menindas orang-orang lemah seperti janda, yatim, orang asing, dan orang miskin. Ini menunjukkan bahwa ibadah bukan hanya soal seremonial, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang hidup dalam keseharian. Semoga Tuhan menolong kita melakukannya!

Doa : Tuhan Yesus tolong kami agar hidup saling berbelas kasih Amin

Jumat, 16 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 1 : 10 – 20

Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban
10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! 11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. 20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Beribadah Berarti Berhenti Berbuat Jahat

Jefry nyaris membakar rumah Jeky karena dikuasai miras usai merayakan hari ulang tahun anaknya Jeky. Nona istri Jeky segera memproses ulah Jefry di kantor polisi. Setelah dimediasi, Nona dan keluarganya bersedia memaafkan Jefry. Mereka mengingat pesan Tuhan tentang soal pengampunan. Jefry pun dilepaskan dari terali besi namun sebelumnya ia harus terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya. Di dalam hidup ini sesunguhnya kita tidak berbeda jauh dengan Jefry. Banyak pelanggaran yang kita buat tapi Tuhan berkenan mengampuni kita. Tuhan menghendaki kita hidup taat dan yang pastinya ketaatan itu mengandung arti bahwa kita harus berhenti melakukan kejahatan. Tuhan mengundang umat-Nya untuk “membersihkan diri” dengan menjauhi kejahatan (ayat 16-17). Ibadah yang benar harus diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menegakkan keadilan, membela hak orang tertindas, memperhatikan yatim, dan membela perkara janda, dll.
Ini menunjukkan bahwa ibadah sejati harus berdampak dalam kehidupan sosial, bukan hanya dalam ruang ibadah. Tuhan inginkan dari kita adalah ketika kita memutuskan beribadah maka itu berarti kita harus berhenti berbuat jahat.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk tidak berbuat jahat. Amin.

Sabtu, 17 Mei 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 21 – 26

21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Jangan Simpan Amarah

Tasya sudah bersiap-siap ke gereja untuk pengembalaan baptisan. Ia dimintakan menjadi orangtua baptis untuk anak sahabat dekatnya. Ketika hendak keluar kamar, ia disenggol secara sengaja oleh Nofry kakaknya. Nofry hanya ingin menggoda Tasya yang hari itu kelihatan cantik dengan memakai make up. Tasya tidak memahami sikap Nofry. Dengan suara besar, ia mengeluarkan kata kotor kepada kakaknya itu. Nofry tidak menerima kata makian adiknya. Ia dengan segera melayangkan tangan hendak menampar adiknya. Untungnya ketika mendengar keributan kedua anak itu, Vandry sebagai papa keluar dan menasehati mereka agar saling memaafkan. Tasya pun menyadari kesalahan dirinya. Ini yang mesti diteladani oleh kita sebagaimana yang ditulis dalam teks hari ini. Dalam ayat 23-24, Yesus menekankan bahwa sebelum mempersembahkan korban kepada Allah, seseorang harus lebih dahulu berdamai dengan sesamanya. Ini berarti bahwa ibadah sejati bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga tentang hubungan horizontal dengan sesama. Pengampunan dan rekonsiliasi merupakan bagian integral dari ibadah sejati. Jika seseorang datang ke hadapan Allah dengan hati yang penuh amarah dan kebencian, maka ibadahnya menjadi sia-sia.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami bisa mengendalikan kemarahan kami , Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga : 4 – 10 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Pendidikan Untuk Keadilan

Minggu, 4 Mei 2025

bahan bacaan : Amos 5 : 7 – 13

Melawan perkosaan keadilan
7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah! 8 Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam; Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--TUHAN itulah nama-Nya. 9 Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu. 10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas. 11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, --sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya. 12 Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. 13 Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

Kenakan Perisai Keadilan Sebagai Sumber Kehidupan

Amos mengutarakan kemahakuasaan Tuhan atas kehidupan orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Banyak sekali penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir orang yang memiliki kekuasaan terhadap mereka yang termaginal, terabaikan dan dipandang sebelah mata. Teks bacaan hari ini mengingatkan kita akan pentingnya melakukan kebaikan dan keadilan terhadap sesama. Sebab Tuhan Allah akan menghempaskan mereka yang berbuat tidak adil, dengan caraNya. Praktek ketidakadilan terhadap mereka yang kecil dan termarginal menjadi juga persoalan saat ini. Mereka yang termarginal tidak memiliki kekuatan untuk memperjuangkan hak-hak mereka sendiri, bahkan pemenuhan hak-hak mereka pun sengaja diabaikan. Perlakuan tidak adil mereka peroleh dalam berbagai aspek, misalnya pemberian upah yang tidak adil, hak pendidikan yang tidak merata, dll. Terhadap kenyataan ini, kita harus sadar bahwa Tuhan itu Maha Adil. Ia menghendaki kita berlaku adil dan kita dapat memulainya dari keluarga. Kita membelajarkan hal keadilan sebagai orang tua yang mengasihi semua anak tanpa membeda-bedakan. Kita mengajarkan berbagi tugas rumah secara merata. Kita menumbuhkan pendidikan untuk keadilan yang berlangsung dalam iman kepada Tuhan yang hidup.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah kepada kami, Roh melakukan Keadilan bagi sesama. Amin,

Senin, 5 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 25 : 32 – 35

32 Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; 33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan. 34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-lakipun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing." 35 Lalu Daud menerima dari perempuan itu apa yang dibawanya untuk dia, dan berkata kepadanya: "Pulanglah dengan selamat ke rumahmu; lihatlah, aku mendengarkan perkataanmu dan menerima permintaanmu dengan baik."

Kebijaksanaan Seorang Perempuan Yang Takut Tuhan

Hari ini kita merayakan HUT Perempuan GPM yang ke 57. Sesuai dengan Tema Mingguan : Terpujilah Perempuan GPM yang arif, kita pun diingatkan untuk tetap menjadi perempuan-perempuan Gereja yang bijaksana dan arif. Dalam teks hari ini, Abigail merupakan seorang istri yang cakap dan takut Tuhan telah menyelamatkan suaminya Nabal dari kemarahan Daud. Tindakan Nabal yang tidak hormat kepada Daud seharusnya berdampak padanya, tetapi atas kebaikan dan kerendahan hati istrinya Abigail, Nabal selamat. Sosok Abigail menjadi sosok perempuan dan istri yang patut diteladani. Ia melakukan tugasnya untuk menjaga keutuhan hidup rumah tangganya dan sebagai cara menghormati suami atau kepala keluarga. Di Perayaan HUT Perempuan GPM, kita dituntun untuk juga menjadi perempuan-perempuan yang bijaksana dan arif. Tak dapat disangkal, seringkali kita juga berhadapan dengan suami yang berperawakan seperti Nabal yakni kasar dan tidak menghargai istri, namun hal itu tidak dapat menjadi alasan untuk kita melakukan hal yang sama sebab jika demikian maka kehancuran rumah tangga akan kita alami. Untuk itu, prioritaskan kebaikan dalam rumah tanggamu walaupun jalan yang ditemui tidaklah mudah.

Doa: Ya Tuhan, jadikan kami bijaksana untuk menghadapi setiap persoalan. Amin

Selasa, 6 Mei 2025

bahan bacaan : Yehezkiel 18 : 1 – 9

Setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya
Maka datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 "Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? 3 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel. 4 Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. 5 Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, 6 dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain, 7 tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, 8 tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia, 9 hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia--ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Baik Buruk Perbuatan Akan Dipertanggungjawabkan

Perihal bertanggungjawab atas apa yang dilakukan adalah keharusan setiap manusia. Yehezkiel 18:1-9 menekankan prinsip tanggung jawab pribadi dalam hubungan manusia dengan Allah, terutama dalam hal keadilan dan kebenaran. Pada masa itu, orang Israel memiliki anggapan bahwa mereka dihukum karena dosa nenek moyang mereka, seperti yang tercermin dalam peribahasa yang dikutip dalam Yehezkiel 18:2: “Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu.” Namun, Allah melalui Yehezkiel menegaskan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Jika seseorang hidup dengan benar dan melakukan keadilan, ia akan hidup, tetapi jika ia berbuat dosa, ia sendiri yang menanggung akibatnya. Allah adil dalam menilai manusia. Ia tidak membiarkan orang benar binasa, dan Ia tidak menyelamatkan orang fasik tanpa pertobatan. Keadilan Allah memberi harapan bahwa siapa pun yang berbalik dari kejahatan dan hidup benar akan diselamatkan. Tindakan Keadilan dalam hidup sebagai orang yang benar, yaitu mereka yang tidak menyembah berhala, tidak menindas sesama, tetapi berlaku adil, tidak memeras atau mengambil riba. Hal Ini menekankan bahwa iman sejati harus disertai dengan tindakan keadilan sosial.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk bertanggung jawab melakukan keadilan. Amin

Rabu, 7 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Tim 6 : 11 – 16

Pesan penutup
11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. 12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: 14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, 15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. 16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

Hidup Benar Di Hadapan Allah
Memiliki keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia, seringkali menjadi alasan ketika kita melakukan kekeliruan bahkan salah dalam bersikap maupun bertindak. Akan tetapi jika direnungkan kembali, hal demikian tidak dapat dibenarkan mengingat status kita sebagai anak-anak Allah. Karena status itu jugalah, mengakhiri suratnya ini Paulus tetap mengingatkan dan menasihati Timotius dan pemimpin-pemimpin jemaat agar selalu hidup benar di hadapan Allah. Itu berarti mereka harus menjauhkan diri dari berbagai kejahatan termasuk cinta uang yang akan membuat mereka menyimpang dari iman dan menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka. Terhadap hal demikian, secara tegas Paulus menyampaikan agar mereka mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. Cara hidup seperti ini penting diperhatikan dan dilakukan agar kita tidak semena-mena terhadap sesama. Untuk memahami semuanya itu harus didukung dan didorong oleh didikan serta pengajaran yang baik dan benar. Pengajaran dimaksud dapat dimulai dari dalam keluarga sebagai basis pembinaan yang pertama. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari peranan orang tua untuk membimbing dan mengarahkan anggota keluarga lainnya, tentang cara hidup yang berkenan di hadapan Allah. Biarlah dengan didikan yang kita dapatkan selama ini mampu menjadikan kita memahami cara hidup yang benar dan adil.

Doa: Tuhan, kami mau berkomitmen agar hidup benar dan adil Amin.

Kamis, 8 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 40 : 10 – 11

9 (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN. 10 (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Teruslah Suarakan Keadilan

Ada sekian banyak orang diantara kita yang tidak tanggung-tanggung menyuarakan tentang keadilan. Namun tidak sedikit pula yang bungkam bahkan tidak peduli dengan ketidakadilan yang terjadi dimana-mana. Padahal semua orang berhak mendapatkan keadilan dan semua orang juga berkewajiban menyuarakan keadilan. Terkait hal ini, pemazmur dalam bacaan kita telah memberikan contoh yang baik. Dalam doa dan ungkapan syukurnya, pemazmur mengaku dihadapan Tuhan tentang keberadaan dirinya yang tidak pernah menahan bibir untuk terus memberitakan keadilan. Untuk memperkuat perkataanya itu, ia menyampaikan bahwa terhadap perihal itu Tuhan juga mengetahuinya (ay. 10). Sekali lagi secara tegas pemazmur menyampaikan bahwa ia tidak pernah menyembunyikan keadilan, kesetiaan, karya keselamatan, kasih dan kebenaran yang berasal dari Tuhan kepada banyak orang (ay. 11). Pertanyaannya seberapa pentingkah kita turut menyuarakan keadilan dan hal-hal lainnya yang telah Allah nyatakan? Hal ini tentu saja memberikan dampak positif yang mengajarkan semua orang percaya agar juga memberitakan hal serupa dan menjadi orang-orang yang berlaku adil terhadap sesama. Tuhan telah lebih dahulu menyatakan keadilan-Nya bagi manusia, oleh sebab itu kita pun dituntut untuk berlaku adil dan terus bersuara untuk keadilan. Pergunakan kesempatan yang Allah berikan bagi kita dengan baik kepada semua orang tanpa terkecuali. Pastikanlah selalu bahwa kita tidak akan bungkam atau diam saja melainkan tetap menyampaikan suara Allah tentang keadilan.

Doa: Pakailah kami Tuhan sebagai alat untuk terus menyuarakan keadilan. Amin

Jumat, 9 Mei 2025

bahan bacaan : Kejadian 18 : 16 – 19

Doa syafaat Abraham untuk Sodom
16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 17 Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? 18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."

Lakukanlah Perintah-Nya

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang tidak dapat diabaikan dalam kehidupan. Mengapa demikian? Sebab melalui pendidikan kita dapat menghasilkan generasi-generasi selanjutnya yang berkualitas. Hal ini tentu tidak hanya terbatas diterapkan dalam pendidikan formal saja, melainkan harus dilakukan sejak dini dalam kehidupan keluarga. Itu sebabnya orang tua sedapat mungkin harus memainkan peranannya dengan baik. Peranan sebagai orang tua pun nampak jelas terbaca dalam bacaan kita saat ini ketika Abraham dipilih Allah. Selain Abraham telah ditetapkan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (ay. 18), ia juga telah dipilih supaya memerintahkan anak-anaknya dan keturunannya agar hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan dengan melakukan kebenaran dan keadilan (ay. 19). Tanggung jawab yang diperintahkan Tuhan kepada Abraham merupakan tanggung jawab yang harusnya juga diperankan oleh kita sebagai orang tua. Ini tentu saja bertujuan agar anak-anak kita bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas hidupnya yakni melakukan yang benar dan adil. Pertanyaannya, apakah semua orang tua telah melakukan tanggung jawabnya ini dengan baik? Lakukanlah perintah-Nya dalam hari-hari hidup kita sebab hanya dengan demikian, kita telah setia dan taat kepada Allah serta menjadi berkat bagi keluarga dan orang lain.

Doa: Tuntun kami Tuhan, agar kami dimampukan untuk melakukan perintahMu. Amin.

Sabtu, 10 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Taw 18 : 14 – 17

Pegawai-pegawai Daud

14 Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya. 15 Yoab, anak Zeruya, menjadi panglima; Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara; 16 Zadok bin Ahitub dan Ahimelekh bin Abyatar menjadi imam; Sausa menjadi panitera; 17 Benaya bin Yoyada menjadi panglima orang Kreti dan orang Pleti; dan anak-anak Daud adalah orang-orang utama yang diperbantukan kepada raja.

Hentikan Ketidakadilan

Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas merupakan ungkapan yang menggambarkan ketidakadilan dalam penegakan hukum, di mana hukum cenderung keras terhadap rakyat kecil (tajam ke bawah) tetapi lunak terhadap orang-orang yang memiliki kekuasaan atau kedudukan tinggi (tumpul ke atas). Itu berarti keadilan tidak diberlakukan merata kepada semua kalangan. Tindakan dimaksud acapkali kita temui, saksikan dan dengarkan baik dilingkungan sekitar maupun lewat media massa. Bahkan tidak jarang kita menjadi korban atau justru menjadi pelaku ketidakadilan. Kendati pun banyak pengalaman hidup yang kita alami, belajarlah dari Daud dalam bacaan kita hari ini! Bagian ini menceritakan tentang kepribadiannya menjadi seorang raja yang selalu menegakkan kebenaran dan keadilan bagi seluruh bangsanya (ay. 14). Artinya dalam kepemimpinan Daud, kebenaran dan keadilan tidak timpang sebelah melainkan merata bagi semua orang yang di pimpinnya. Hal yang demikian juga diharapkan menjadi bagian karakter hidup kita sebagai pengikut-pengikut Kristus. Ini harus menjadi perhatian bersama, sebab ada banyak anak-anak Tuhan yang terjebak dalam sikap dan tindakan yang tidak benar dan tidak adil terhadap sesamanya. Namun melalui firman saat ini, kita diajarkan tentang bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak. Pastikanlah bahwa kita akan menjadi pelaku-pelaku tindak kebenaran dan keadilan baik dalam lingkungan keluarga, di ruang lingkup pelayanan maupun dalam hidup bermasyarakat! Hentikanlah ketidakadilan sebab semua orang hanya ingin diperlakukan dengan benar dan adil!

Doa: kami percaya Tuhan Roh KudusMu menuntun kami berlaku benar dan adil . Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 April – 3 Mei 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Yesus Tuhan Yang Hidup, Percayalah!

Minggu, 27 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 20 : 24 – 28

Yesus menampakkan diri kepada Tomas
24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. 25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Iman Tanpa Melihat

Sebagai murid atau pun pengikut Yesus, prinsip iman yang harus dimiliki dalam hidup kekristenan kita adalah percaya bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan yang hidup. Prinsip iman seperti ini bukan sekedar pernyataan atau kata-kata semata, namun suatu keyakinan yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam. Hal ini penting, mengingat sering kita kehilangan iman tatkala mengalami berbagai masalah hidup, tekanan, bahkan ancaman. Terkadang kita seperti Tomas yang hanya mau percaya kalau melihat. Kita lupa bahwa kita bukan saja telah melihat Tuhan yang memberi hidup, tetapi lebih dari pada itu yakni kita telah mengalami hidup yang Tuhan nyatakan kepada kita secara langsung. Karena itu, semestinya dalam hidup ini kita selalu percaya bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang hidup. Selanjutnya dalam teks ini menunjukkan bahwa Yesus tidak menolak Tomas, tetapi justru menolongnya untuk percaya. Hal ini menunjukkan kasih dan kesabaran Tuhan terhadap mereka yang bergumul dalam iman. Pengakuan Tomas : “Ya Tuhanku dan Allahku!” sebagai pernyataan iman yang menegaskan bahwa Yesus bukan sekadar manusia, tetapi benar-benar Tuhan. Nyatakanlah terus iman Percaya ini di sepanjang hidup kita, kini dan selamanya, di sini dan dimana pun kita berada

Doa: Buatlah kami selalu percaya, Yesus itu Tuhan yang Hidup Amin.

Senin, 28 April 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 36 – 49

Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

Tuhan itu Hidup, Saksikanlah!
Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Dia bukan hanya seorang guru atau nabi, tetapi Tuhan yang berkuasa atas maut. Yesus menampakkan diri kepada murid-mjuridNya dalam tubuh yang nyata dan tidak hanya sebagai roh, menunjukkan bahwa kebangkitan-Nya adalah fisik, bukan sekadar spiritual. Murid-murid awalnya takut dan ragu, tetapi Yesus menenangkan mereka dengan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Lukas 24:36). Hal ini untuk meneguhkan iman mereka yang percaya pada Yesus yang hidup bahwa damai sejahtera menjadi milik mereka. Yesus membawa damai sejahtera untuk mengatasi ketakutan dan kebimbangan dalam hidup para murid saat itu, serta memampukan mereka untuk bersaksi tentang Tuhan yang hidup. Para murid diutus untuk memberitakan pertobatan dan pengampunan dosa dalam nama-Nya ke segala bangsa. Hal ini menegaskan bahwa percaya kepada Yesus yang hidup juga berarti bersaksi tentang Dia kepada dunia. Pernyataan Yesus di ayat 48, “Kamu adalah saksi dari semuanya ini” dimaksudkan agar segala hal yang murid-murid Yesus sampaikan atau beritakan adalah kebenaran bahwa Yesus memang sudah bangkit. Murid-murid Yesus adalah saksi dari kebangkitan Yesus. Penekanan Yesus agar murid-murid Yesus harus menjadi saksi mengandung pesan bagi kita selaku pengikut Yesus. Kita juga harus terus melakukan peran bersaksi tentang karya Tuhan Yesus melalui perkataan dan perbuatan sesehari.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menyaksikan bahwa Bengkau hidup. Amin.

Selasa, 29 April 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 1 – 5

Iman mengalahkan dunia
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. 2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Iman Membawa Kasih dan Ketaatan
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dalam hidupnya tidak mengalami masalah, meskipun semua orang ingin mengantisipasi atau keluar dari masalah yang dialaminya. Ada berbagai cara yang ditempuh dalam mengatasi permasalahan hidup; mengandalkan jabatan/pangkat, kepintaran, dan uang/kekayaan. Ayat 1 menegaskan, siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus, ia lahir dari Allah. Hal ini menunjukkan bahwa iman kepada Yesus membawa kita ke dalam hubungan sebagai anak-anak Allah. Ayat 2-3 menyatakan bahwa kasih kepada Allah terbukti dalam kasih kepada sesama dan ketaatan terhadap perintah-Nya. Sebagai orang percaya, iman sejati bukan hanya dalam perkataan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan kasih dan hidup yang taat kepada firman Tuhan. Selanjutnya dalam ayat 4-5 menegaskan bahwa setiap orang yang lahir dari Allah dapat mengalahkan dunia, dan kemenangan itu diperoleh melalui iman kepada Yesus. Percaya kepada Yesus memang bukan sekadar kepercayaan intelektual, tetapi percaya dengan melibatkan seluruh keberadaannya sebagai anak-anak Allah. kuncinya adalah iman kita (lihat ayat 4). Iman dimaksud berwujud tidak hanya sebagai keyakinan yang diucapkan, tetapi iman yang nyata dalam gaya hidup yang mencerminkan kasih, ketaatan, dan kemenangan dalam Kristus. Dengan demikian beriman kepada Yesus yang bangkit, merupakan tanda kemenangan Allah yang memampukan kita menang atas permasalahan hidup yang dialami dan setia menyatakan kasih kepada sesama.

Doa: Tuhan, teguhkanlah iman kami supaya kasih an ketaatan dapat kami lakukan. Amin.

Rabu, 30 April 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 6 – 12

Kesaksian tentang Anak Allah
6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. 7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu. 9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya. 11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. 12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Percaya Kepada Yesus Pasti Hidup

Setiap manusia pasti ingin mengalami hidup, sehingga selalu berupaya agar tetap hidup. Teks Alkitab hari ini menegaskan tentang bagaimana kehidupan itu di dapat dan dialami. “Yesus Kristus telah datang dengan air dan darah” mengacu pada baptisan-Nya (air) dan kematian-Nya di kayu salib (darah). Hal ini menegaskan bahwa Yesus bukan hanya manusia biasa, tetapi Ia adalah Mesias yang menjalankan misi keselamatan Allah. Roh Kudus pun menjadi saksi kebenaran ini. Karya Yesus memang bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi rencana ilahi untuk menebus manusia. Selanjutnya, dalam teks hari ini ditegaskan pula tentang ketritunggalan Allah (Bapa, Yesus/Firman, dan Roh Kudus). Ketritunggalan Allah inilah yang memberi kesaksian bahwa Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu ada di dalam anakNya (ay.11). lebih spesifik lagi dikatakan dalam ayat 12, “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki Hidup; barang siapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”. kedua ayat ini menegaskan bahwa hidup itu dapat dapat dimiliki ketika kita percaya kepada Allah Tritunggal, dengan menerima Yesus Kristus sebagai kepunyaan kita. Sebab memiliki Anak Allah, berarti percaya dan menyerahkan diri seutuhnya dalam pimpinan serta tuntunan Allah, yakni Roh Kudus.

Doa: Tuhan, buatlah kami semakin percaya kepada Yesus agar kami memiliki hidup yang sesungguhnya. Amin.

Kamis, 1 Mei 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 13 – 35

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Kebangkitan Yesus, Menghidupkan!
Peristiwa Kebangkitan Yesus menjadi spirit bagi setiap orang percaya bahwa kemenangan akan dosa telah ditaklukkan oleh Tuhan Yesus sehingga kita pun diberi jaminan keselamatan. Menjadi saksi atas peristiwa Iman ini tidaklah berdasar hanya pada melihat dengan mata, tetapi lebih dari itu melihat dengan ‘mata hati’ serta merasakan Kuasa KebangkitanNya. Kisah kebangkitan selalu disandingkan dengan kehadiran saksi yang melihat dengan nyata bahwa Yesus telah bangkit. Penampakkan Yesus menjadi kekuatan bagi mereka yang berjumpa denganNya secara langsung seperti yang disaksikan pada bacaan hari ini. Beberapa murid Yesus berjumpa dengan-Nya dalam perjalanan menuju Emaus. Mereka membangun percakapan denganNya, namun tidak mengenalNya sampai pada jamuan makan malam dan mereka sadar akan keberadaan Yesus. Dari perjumpaan ini, mereka kemudian menjadi saksi tentang kebangkitanNya. Percaya pada Kebangkitan Yesus bukanlah perkara adanya pembuktian secara kasat mata, tetapi hendaknya diyakini dalam Iman. Kebangkitan Yesus menjadi nyata ketika kita masih menikmati kehidupan ini hingga saat ini. Berbagai pergolakan hidup dan beban yang berat karena persoalan Rumah Tangga, pendidikan anak-anak, pekerjaan, dll masih dapat kita lalui hanya karena kemurahan Tuhan Yesus dan oleh Karya kebangkitanNya. Sebab itu, bersyukurlah Yesus telah bangkit!

Doa: Kami Percaya, Tuhan Yesus sumber Kebangkitan itu menyertai kehidupan kami. Amin.

Jumat, 2 Mei 2025

bahan bacaan : Roma 10 : 4 – 15

Kebenaran karena iman
4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. 5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya." 6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun, 7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati. 8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." 12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. 14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

Pakailah Hidupmu Untuk Menyatakan Kebenaran

Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”. Penggalan ayat bacaan ini menjadi penekanan yang disampaikan Paulus kepada Jemaat di Roma. Bagi Paulus, Firman tentang kebenaran yang diajarkan Yesus memiliki dampak luar biasa bagi setiap orang yang sungguh-sungguh meyakininya. Iman timbul dari kepercayaan dan kepercayaan akan berimplikasi pada kebenaran. Segala sesuatu yang dilakukan jika bersandar pada kepercayaan akan Firman Allah itu pasti berujung pada kebenaran. Paulus mengajak umat di Roma untuk sungguh-sungguh percaya pada Yesus dengan Hati, bukan hanya dibibir mulut. Percaya di bibir mulut serta hati yang tulus adalah kunci memperoleh keselamatan. Percaya bukanlah perkara mudah, bukan pula sebagai pemanis bibir saja sebab jika tidak diimbangi dengan tindakan dan ketulusan hati maka semua sia-sia. Jadi, jika kita berani berkata bahwa kita percaya pada Tuhan, maka haruslah pula berani menyatakannya dalam ketulusan hati kita. Belajarlah untuk terus mengimani Yesus dengan total dengan sungguh-sungguh memberi diri dan berserah padaNya.

Doa: Baharui hidup kami Tuhan, agar menjadi Saksi Kebenaran lewat tutur kata dan hidup kami. Amin

Sabtu, 3 Mei 2025

bahan bacaan : Wahyu 1 : 17 – 20

17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. 19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini. 20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

Tuhanku, Alfa & Omega. Mengawal & Menyertai
Akulah Alfa dan Omega, yang awal dan yang akhir. Kalimat ini sering kita dengar setiap Perayaan Natal dalam Nats natal anak-anak SMTPI. Yesus adalah Alfa dan Omega, yang berarti Dia adalah awal dan akhir dari segala sesuatu, memiliki otoritas mutlak atas sejarah, kehidupan, dan kematian. Yesus berkata : “Jangan takut!”. Perkataan ini merupakan jaminan bagi orang percaya bahwa Dia mengendalikan segala sesuatu. Ia yang mengawali perjalanan hidup dengan kita dan yang juga akan bersama-sama dengan kita mengakhiri pergumulan hidup yang kita alami. Kita tidak perlu takut karena Yesus berkuasa atas segala sesuatu. Dia memegang kendali atas kehidupan, kematian, dan masa depan kita. Kepercayaan kepada-Nya membawa penghiburan, keteguhan, dan harapan dalam kehidupan setiap orang percaya. Kata Yesus pula : “Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut”. Perkataan ini menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa atas kehidupan dan kematian. Kematian tidak lagi menakutkan bagi orang percaya karena Yesus telah mengalahkannya melalui kebangkitan-Nya. Untuk itu, hiduplah dalam tuntunan penyertaanNya, supaya kita diberi kekuatan untuk berdaya guna, membangun persekutuan dengan sesama dan menyatu dengan alam.

Doa: Ya Tuhan, Kawal selalu kehidupan kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL-MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu Dengan Tidak Gentar!

Minggu, 20 April 2025

bahan bacaan : Matius 28 : 1 – 10

Kebangkitan Yesus
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu dengan Tidak Gentar!

Di hari ini seluruh dunia merayakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Kebangkitan Tuhan Yesus menandakan bahwa maut dan kematian telah dikalahkan. Kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa dan maut untuk memulai sebuah kehidupan baru yang penuh pengharapan. Kehidupan tersebut diperuntukan bagi semua orang percaya, termasuk kita sekeluarga. Untuk itu, Tuhan Yesus menasihati para murid untuk tidak takut saat mereka datang mencariNya di kubur yang kosong. Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk pergi dan memberitakan kabar sukacita kebangkitanNya kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Perintah Tuhan Yesus sebagai amanat agung pun diberikan kepada kita. Kita diutus untuk memberitakan Injil dengan sukacita, penuh pengharapan dan tetap teguh serta tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam perjalanan hidup. KebangkitanNya juga menjaminkan penyertaanNya kepada kita. Kita tidak sendiri, sebab Dialah Imanuel yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati di sepanjang perjalanan hidup kita. Untuk itu, tetaplah yakin dan percaya pada Kristus yang bangkit dan nyatakanlah keyakinan itu dalam seluruh sikap serta perilaku hidup kita sebagai orang percaya.

Doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk terus menyatakan kebenaran dan keadilan, amin.

Senin, 21 April 2025

bahan bacaan : Roma 8 : 18 – 30

Pengharapan anak-anak Allah
18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Berharaplah Kepada Kristus Yang Bangkit
Paskah memberikan kekuatan baru untuk senantiasa hidup dalam sebagai orang-orang percaya. Realitas hidup yang kita jalani memang tidak baik-baik saja dan masih banyak tantangan serta persoalan yang kita hadapi. Namun firman Tuhan hari mengajak kita agar tetap teguh berpengharapan kepada Allah dalam Kristus yang telah bangkit. Paulus menyatakan bahwa penderitaan di dunia ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan bagi kita (ayat 18). Kebangkitan Kristus memberi kita jaminan harapan bahwa segala penderitaan hanyalah sementara. Paulus mengingatkan bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Roh Kudus membantu kita dalam doa, bahkan ketika kita tidak tahu harus berdoa apa. Ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dan menolong kita untuk tetap kuat dalam iman. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita tidak terlepas dari campur tangan Allah yang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihiNya. Untuk itu, kita harus tetap mengasihi Tuhan yang bangkit. Dialah yang akan menolong dan menyelamatkan kita di tengah hidup yang penuh dengan tantangan.

Doa: Tuhan mampukanlah kami dengan Roh-Mu, agar kami tetap bersemangat menjalani hidup dengan berbagai tantangan. Amin.-

Selasa, 22 April 2025

bahan bacaan : Amsal 24 : 10

10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Tetap Semangat Menjalani Hidup Bersama Yesus Yang Bangkit

Masih dalam suasana sukacita kebangkitan Tuhan Yesus yang memberikan harapan baru kepada para murid dan bagi kita semua sebagai orang percaya. Situasi dan kondisi mereka sangat kontras saat Tuhan Yesus ada dalam proses menjalani jalan salib yang dimulai dari taman Getsemani. Semua murid tercerai-berai mencari keselamatan mereka sendiri. Mereka sangat takut dan kehilangan harapan serta patah semangat. Sebab apa yang mereka harapkan dari Tuhan Yesus seakan sirna dengan pengaruh para penguasa Romawi. Namun saat Yesus bangkit, Ia kembali meneguhkan iman dan harapan mereka bahwa setiap orang harus semangat dan kuat dalam menjalani hidup sebagai murid Tuhan untuk selalu setia dan taat memikul salib. Demikianpun sejalan dengan Pengamsal yang mengingatkan kita bahwa kalau kita patah semangat didalam masa kesesakan, maka akan mengecilkan kekuatan kita. Artinya tetap teguh dan kokoh dalam semangat itu sangat penting ditengah situasi kondisi hidup yang penuh dengan tantangan dan pergumulan yang berat. Semuanya itu terletak kepada iman dan percaya kita kepada Tuhan Yesus yang bangkit serta telah memberikan keselamatan bagi kita sebagai orang percaya. Untuk itu tetaplah bersemangat dalam menjalani hari-hari hidup bersama Tuhan Yesus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap berharap kepadaMu ditengah tantangan hidup yang menantang kami. Amin.-

Rabu, 23 April 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 1 – 12

Kebangkitan Yesus
56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Beritakanlah Tuhan Yesus yang Bangkit
Berita sukacita tentang Yesus yang bangkit dimulai dari perempuan-perempuan yang datang ke kubur Tuhan Yesus dan mendapati kubur itu telah kosong. Peristiwa ini membuktikan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah berkuasa atas dosa dan kematian. Kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan yang kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Karena itu, sekalipun para murid mengalami kebimbangan dan ketakutan, namun ketika mereka berjumpa dengan Kristus yang bangkit, mereka pun mengalami pembaharuan hidup. Mereka memiliki kekuatan iman dan pengharapan serta berani untuk melakukan tugas pemberitaan kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Demikian juga pembaharuan harus terjadi bagi kita sebagai keluarga Allah. Kristus telah mengalahkan maut, maka tidak ada masalah atau pergumulan yang terlalu besar bagi kita. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kuasa Allah lebih besar daripada kesulitan dunia.Kita pun diutus untuk memberitakan dan menyampaikannya melalui tindakan kita yang berkenan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak perlu takut akan masa depan, penderitaan, atau bahkan kematian, karena kita memiliki pengharapan dalam Kristus yang hidup.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk masa depan dalam sukacita kebangkitanMu. Amin.

Kamis, 24 April 2025

bahan bacaan : Filipi 3 : 10 – 14

10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Menatap Masa Depan Bersama Yesus Yang Bangkit
Rasul Paulus sebagai rasul besar dalam sejarah pemberitaan injil Kristus selalu memberikan nasehat dan menguatkan jemaat yang dilayaninya bahwa penderitaan bukan alasan untuk mundur, tetapi kesempatan untuk semakin mengenal Kristus dan mengalami kuasa-Nya.. Paulus tidak menyangkali dan menutupi masa lalunya yang kelam, namun dengan jujur ia mengakui segala kelemahan dan kekurangannya, serta menjadikannya sebagai teladan untuk menyambut masa depan penuh harapan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan kepada jemaat di Filipi agar mereka dapat mewujudkan pengenalan yang sungguh dan benar kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang telah bangkit. Paulus pun terus berusaha mewujudkan hal tersebut dalam tugas panggilan pelayanannya. Sehingga sekalipun para lawannya mempersoalkan masa lalunya, namun bagi Paulus, dia tetap menatap ke depan demi keselamatan kekal dalam Kristus. Seperti Paulus, kita harus menatap masa depan dengan iman dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan tolong kami untuk mengabarkan kebangkitanMu bagi semua orang. Amin.

Jumat, 25 April 2025

bahan bacaan : Ayub 19 : 25 – 27

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Keyakinan akan Penebus yang Hidup
Sebuah pernyataan iman dari Ayub “tetapi aku tahu Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit membelaku di atas bumi”. Pernyataan iman Ayub ini ditengah situasi dan kondisi hidupnya yang penuh dengan tantangan dan penderitaan. Apa yang dialaminya bukan karena salah dan dosanya. Tetapi bagian dari cara Tuhan untuk membentuknya sebagai orang yang saleh dan benar dihadapan Tuhan. Ayub menegaskan bahwa meskipun tubuhnya hancur, ia akan melihat Allah. Ini menunjuk pada pengharapan akan kebangkitan, yang digenapi dalam Kristus. Kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi kita bahwa kematian bukan akhir, tetapi ada kehidupan kekal bersama Allah (Yohanes 11:25-26). Pengalaman iman Ayub ini juga menjadi teladan dan kekuatan bagi kita untuk meyakini kuasa dan kasih Allah dalam Kristus yang menderita, mati dan bangkit demi keselamatan kita. Sebagai orang Kristen, kebangkitan Kristus memberi keberanian untuk menghadapi hidup dengan tidak gentar, karena kita tahu bahwa hidup kita ada dalam tangan Tuhan.

Doa: Tuhan, kuatkan iman kami untuk menjalani hari-hari hidup ini. amin

Sabtu, 26 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 20 : 19 – 23

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Hadirkan Damai Sejahtera Dalam Perjumpaan

Ketika bertemu dengan orang lain, siapa pun dia, pasti yang diharapkan adalah suatu keadaan yang penuh damai sejahtera. Tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan damai sejahtera. Yesus tahu tentang keinginan setiap orang ketika hendak bertemu dengan orang lain. Atas dasar itu, saat berjumpa dengan murid-muridNya, yesus mengawali perjumpaan tersebut dengan mengucapkan “Damai Sejahtera bagi kamu”. Ucapan Yesus ini bukan sekedar basa-basi, melainkan merupakan sapaan yang penuh makna, yakni Yesus hendak membuat murid-muridnya atau orang yang dijumpaiNya mengalami suasana batin yang tenang, tentram, dan penuh sukacita, apalagi saat itu murid-murid Yesus berada dalam situasi kesedihan pasca kematian Yesus di Salib. Dengan ucapan “Damai Sejahtera bagi Kamu”, Yesus hendak menciptakan suatu suasana hidup yang penuh damai dan sejahtera bagi semua orang yang ditemui oleh Yesus. Cara Yesus menyapa setiap orang yang ditemuinya haruslah menjadi pedoman hidup bagi setiap orang Kristen saat berjumpa dengan orang lain. Sebagai pengikut Yesus, kehadiran orang-orang Kristen haruslah haruslah juga membawa dan memberikan damai sejahtera bagi semua orang yang kita jumpai dalam hidup, baik kini dan nanti, serta di setiap tempat kita berada. Roh Kudus menuntun kita untuk menyatakan kehidupan dan kuasa baru yang membawa damai sejahtera itu. Yesus pun mengembusi para murid dengan kuasa Roh Kudus, supaya mereka senantiasa hidup dalam keberanian dan iman.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk menghadirkan damai sejahtera bagi semua orang. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Jadilah Murid Yang Taat, Tabah dan Setia Memikul Salib

Minggu, 13 April 2025

bahan bacaan I : Yesaya 50 : 4 – 11

Ketaatan hamba TUHAN
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. 7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. 8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! 9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka. 10 Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! 11 Sesungguhnya, kamu semua yang menyalakan api dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala apimu, dan ke tengah-tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu; kamu akan berbaring di tempat siksaan.

bahan bacaan II : Lukas 23 : 26 – 32

Yesus dibawa untuk disalibkan
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Ketaatan Seorang Murid
Yesaya 50:4-11 dan Lukas 23:26-32 memiliki kesamaan makna yakni berkaitan dengan ketaatan sebagai murid Allah. Kedua bagian ini menggambarkan bagaimana seseorang yang mengikuti Tuhan harus siap untuk menghadapi penderitaan dan tetap setia dalam ketaatan. Ketaatan itu berwujud dalam sikap seorang hamba Tuhan yang menerima pengajaran dari Allah dan tidak memberontak. Dalam Lukas 23:26, ketaatan tersebut ditunjukkan oleh Simon dari Kirene. Ia dipaksa memikul salib Yesus dan ia melakukannya tanpa membantah. Selanjutnya, Yesaya 50:10-11 mengajak orang yang takut akan Tuhan untuk tetap percaya, meskipun berada dalam kegelapan dan kesulitan. Kegelapan itu ditempatkan dalam Lukas 23:32 melalui kehadiran dua penjahat. Mereka berbuat salah dan harus disalibkan. Salib merupakan simbol kegelapan hidup seseorang saat itu. Yesus harus berada dalam kegelapan itu, sekalipun tidak berbuat salah. Ia tetap taat dan setia pada Allah Bapa supaya ada keselamatan bagi dunia. Salib bukanlah jalan yang mudah bagi siapapun, termasuk bagi kita. Namun sebagai murid Tuhan, kita harus tetap tetap setia mengikuti Kristus sekalipun jalan itu gelap. Sebab menjadi murid Kristus bukan hanya tentang berkat, tetapi juga tentang kesediaan untuk menderita demi kebenaran dan dijalani dengan penuh kesetiaan dan ketaatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menjadi Pengikut Yesus yang taat dan setia, amin.

Senin, 14 April 2025

bahan bacaan : Matius 16 : 24 – 28

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Taat: Jalan Menuju Kehidupan Sejati

Mengikut Yesus adalah panggilan untuk hidup taat sesuai dengan teladan dan ajaran Tuhan. Berikut ini merupakan aspek- aspek penting tentang hal menjadi “Pengikut Yesus”, sebagaimana yang dijelaskan dalam Matius 16: 24. Pertama, aspek Menyangkal Diri. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa untuk mengikuti-Nya, maka kita harus menyangkal diri dengan melupakan kepentingan diri sendiri, melepaskan ego diri, ambisi pribadi dan keinginan duniawi (Band.Kol.3:5-9). Kedua, aspek Memikul Salib. Salib adalah simbol Pengorbanan dan penderitaanTuhan Yesus di kayu salib. Jadi, Menjadi pengikut Yesus berarti kita harus bersedia untuk menderita dan berkorban dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam situasi baik maupun tidak baik. Dengan demikian, sikap taat untuk menyangkal diri dan memikul salib menunjukkan komitmen secara total untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, dan pada akhirnya membawa seseorang kepada kehidupan sejati, yakni hidup kekal yang penuh pengharapan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi murid-Mu yang taat dan setia memikul salib derita. Amin.

Selasa, 15 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 13 – 21

Kekudusan dan kasih persaudaraan
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Hidup Dalam Ketaatan

Hidup dalam kebiasaan atau cara lama yang tidak sesuai dengan injil Kristus memang bertentangan dengan panggilan sebagai pengikut Kristus. Hal ini ditekankan oleh Petrus kepada jemaat kristen non-Yahudi supaya mereka meninggalkan kebiasaan hidup yang dikuasai oleh hawa nafsu dan dosa karena mereka telah menerima keselamatan yang diberikan Allah melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Anugerah keselamatan yang telah diberikan Allah ini hendaknya menuntun mereka untuk hidup; taat, kudus dan takut akan Tuhan. Saudaraku, Kristus telah menyelamatkan hidup kita. Karena itu, hendaklah kita hidup sebagai anak-anak yang taat atau anak-anak terang (Ef.15-18), yang menghadirkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kita bukan sebagai anak-anak gelap (duniawi) yang hidup didalam dosa (fitnah, amarah, kebencian, dll). Sebab hidup dalam ketaatan menyaksikan Tuhan yang kita imani.

Doa: Tuhan pimpin kami untuk hidup taat dan kudus dalam menghadapi godaan dan tantangan, amin.

Rabu, 16 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 18 – 25

Penderitaan Kristus sebagai teladan
18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Sabar Menderita Karena Berbuat Baik

Dalam hidup ini, banyak orang mungkin berpikir bahwa berbuat baik akan selalu mendatangkan hal-hal yang baik pula. Namun, kenyataannya seringkali berbeda. Kita diingatkan bahwa melakukan yang benar dan berbuat baik bukan berarti kita akan terhindar dari penderitaan. Bahkan, kadang-kadang kebaikan yang kita lakukan justru mendatangkan penderitaan. Hamba-hamba diperintahkan untuk tunduk kepada tuan mereka, baik yang baik maupun yang kejam. Ini menekankan bahwa iman Kristen harus diwujudkan dalam sikap hormat dan ketaatan, bahkan dalam situasi yang sulit. Karena itu, tetaplah sabar dan setia dalam menghadapi penderitaan dengan meneladani penderitaan Kristus. Kristus telah menderita tanpa melakukan kesalahan, namun Dia tetap sabar untuk menggenapkan karya keselamatan Allah bagi dunia. Dengan demikian, ketika kita menderita karena berbuat baik (bukan berbuat jahat) berarti kita telah turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus yang mendatangkan anugerah dan berkat bagi hidup kita. Sebab itu, tetaplah sabar dan teruslah berbuat baik meskipun kita menderita karena dibenci dan tidak disukai orang.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk sabar menderita karena berbuat baik, amin.

Kamis, 17 April 2025

bahan bacaan : Wahyu 2 : 8 – 11

Kepada jemaat di Smirna
8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Jangan Takut: Tetaplah Setia Sampai Akhir

Perikop Wahyu 2:8-11 dialamatkan kepada jemaat di Smirna yang sedang mengalami berbagai masalah serius, yakni kesusahan dan kemiskinan, fitnah serta penganiayaan berat. Dalam situasi tersebut, Yohanes berusaha menghibur dan memuji iman mereka yang teguh bertahan dalam penderitaan (ay.9). Yohanes dengan tegas meminta jemaat agar tidak takut terhadap penderitaan yang sedang mereka hadapi dan tetaplah setia sampai akhir hidup. Memang, menghadapi penderitaan dan penganiayaan bukan hal yang mudah. Namun, kita diingatkan tentang harga sebuah kesetiaan adalah mahkota kehidupan (ay.10). Saudara, dalam hidup ini kita mungkin menghadapi masalah dan penderitaan silih berganti, misalnya: masalah ekonomi,keuangan, keluarga, ketidakadilan bahkan penganiayaan. Dalam situasi itu, kita tidak boleh takut dan putus asa, tetapi tetaplah setia dalam iman karena kita akan menerima upah kehidupan kekal bersama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami memaknai perjamuan kudus dengan hati yang benar, Amin.

Jumat, 18 April 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 11 : 17 – 34

Kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam
17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. 18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya. 19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji. 20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan. 21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. 22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji. 23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" 26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. 29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. 30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. 31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. 32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia. 33 Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain. 34 Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.

Merayakan Perjamuan Kudus Dengan Hati Yang Benar

Saudaraku, hari ini kita melaksanaan Perjamuan Kudus, namun kita diingatkan bahwa dalam pelaksanaannya masih kedapatan pemahaman atau tindakan yang salah yang bisa mengurangi makna dan kekudusan Perjamuan kudus. Misalnya: menganggap Perjamuan Kudus sebagai ritual kosong, mengambil bagian tanpa pertobatan, menyimpan permusuhan atau konflik dengan sesama. Cara yang salah juga dipraktekkan oleh jemaat di Korintus (ay.17-22), dimana mereka mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan tapi hidup dalam perselisihan dan perpecahan, mereka menunjukkan sikap egois, makan dan minum terlebih dahulu tanpa mempedulikan orang lain, ada yang menjadi mabuk dan tidak memperhatikan orang yang lapar. Ayat 27-32 menekankan bahwa seseorang harus memeriksa dirinya sendiri sebelum mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Ini mengajarkan pentingnya pertobatan dan kehidupan yang benar di hadapan Allah. Paulus mengingatkan mereka tentang makna sejati dari Perjamuan Tuhan agar tidak mendatangkan penghukuman atas diri mereka sendiri (ay.29). Di Perayaan Jumat Agung hari ini mengajak kita untuk merenungkan hidup dan memperbarui komitmen iman kita. Bagi kita yang merayakan Perjamuan kudus supaya menjaga hati dengan cara bersyukur, bertobat, dan membaharui hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar teguh dalam iman amin.

Sabtu, 19 April 2025

bahan bacaan : Lukas 23 : 50 – 56a

Yesus dikuburkan
50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. 52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat. 54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. 55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.

Jangan Takut Menyatakan Kebenaran

Dalam kenyataan, tidak semua orang mau mempertaruhkan jabatan dan kuasa demi orang lain. Tapi masih ada orang yang bersedia mengambil resiko untuk mempertaruhkan jabatan dan kuasa mereka. Tindakan tersebut didorong oleh hati nurani yang menuntun seseorang mengambil keputusan yang benar dan berani. Tokoh Yusuf dari Arimatea, anggota Mahkamah Agama adalah orang yang berani menyatakan kebenaran dengan mengatakan bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak menyetujui penyaliban Yesus. Dalam prinsip kebenaran itu, ia berani menghadap Pilatus untuk meminta menguburkan mayat Yesus. Tindakannya ini sangat beresiko terhadap posisinya sebagai pejabat pada saat itu. Yusuf Arimatea, memberikan motivasi yang kuat bagi kita saat ini agar tidak takut mengambil keputusan untuk menyatakan kebenaran dimana saja kita berada sekalipun kita harus mempertaruhkan posisi, jabatan dan kedudukan kita. Mereka yang berani melakukan hal tersebut hanyalah mereka yang hidup dekat dengan Tuhan.

Doa: Tuhan dalam sukacita merayakan kebangkitanMu, tuntun kami untuk menjalani hidup ini dengan tidak gentar. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berani Berkata Dan Bertindak Benar Sesuai Ajaran Yesus

Minggu, 6 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 18 : 19 – 24

19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. 20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." 22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" 23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" 24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.

Mengapa Engkau Menampar Aku, Jikalau Kataku Benar?
Tidak semua orang berani berkata dan bertindak benar. Berkata dan bertindak benar membutuhkan keberanian dan pengorbanan. Di hadapan Imam Besar Hanas yang bertanya mengenai murid-muridNya dan ajaranNya, Tuhan Yesus menjawab bahwa Dia tidak pernah mengajar secara sembunyi-sembunyi. Ajarannya didengar dan diketahui bukan hanya oleh para murid tapi juga banyak orang. Sebab itu, Imam besar boleh menguji dari orang banyak yang mendengarkan ajaranNya, apakah yang diajarkan dan dilakukan itu benar atau tidak. Atas jawaban ini, Yesus ditampar oleh seorang penjaga. Ia pun menanggapi tamparan itu dengan bertanya, jikalau kataKu itu benar, mengapa engkau menampar Aku? Hanya karena berkata dan bertindak benar, Yesus ditampar. Pernahkah kita mengalami hal serupa? Karena berkata dan bertindak benar kita tidak disukai, ditentang bahkan mengalami penderitaan fisik. Sesuatu yang tidak adil dan tidak benar. Kita memang harus teguh, berani berkata dan bertindak benar meskipun di sekeliling begitu menakutkan dan mengancam. Jika kita tidak berani melakukannya, maka akan ada banyak ketidakadilan, penindasan dan ketimpangan yang terus dialami oleh orang-orang lemah, miskin dan susah.

Doa: ya Tuhan, mampukanlah agar kami kuat bertahan dalam derita karena nama Kristus, Amin

Senin, 7 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 12-20

Yesus adalah terang dunia
12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar." 14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku." 19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." 20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Bersaksi yang Benar Tentang Yesus
Bersaksi merupakan satu panggilan gereja yang kita terima dari Tuhan. Tentu, kita akan bersaksi tentang hal-hal yang benar, sama seperti yang telah dilakukan oleh Yesus sepanjang pelayananNya di dunia. Ia bersaksi tentang kebenaran bahwa DiriNya adalah terang dunia, sehingga setiap orang yang mengikutiNya tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan melainkan akan mempunyai terang kehidupan. Kesaksian ini benar dan patut kita pegang. Tetapi kesaksian kita tidak cukup hanya dengan mengatakannya. Bagaimana caranya? Yaitulah dengan menjadi anak-anak terang, karena terang Kristus telah menerangi hati dan hidup kita. Itulah cara kita bersaksi. Ditengah dunia yang penuh dengan bayang-bayang kegelapan, kehadiran kita yang membawa terang diperlukan. Di tengah banyak kemelut dan penderitaan, kehadiran kita yang memberi sukacita dan pemulihan dibutuhkan. Sebab itu jagalah agar terang Kristus yang ada didalam diri kita tidak padam. Kristus berkata, “kamulah terang dunia’! Semoga dengan mendengarkan firman di hari ini, iman dan karya kesaksian kita diteguhkan. Semangat untuk terus bersaksi tentang yang baik dan benar semakin menggelora dalam segala situasi. Jadilah saksi-saksi Kristus yang sejati!

Doa: Tolong kami ya Tuhan agar bersaksi yang benar. Amin

Selasa, 8 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 21-29

Yesus bukan dari dunia ini
21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." 22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" 23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." 25 Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." 27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. 28 Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."

\Berkata dan Bertindak Benar Tentang Yesus

Yesus dengan tegas menyatakan kebenaran tentang diri-Nya dan menyampaikan konsekuensi bagi mereka yang menolak untuk percaya. Ia menyatakan bahwa asal-usul-Nya dari surga, meskipun orang-orang Yahudi tidak mempercayai-Nya. Ketika mereka bertanya, “Siapakah Engkau?”, Yesus pun menjawab dengan konsisten. Ia tidak mengubah perkataan-Nya hanya karena takut atau untuk menyenangkan orang lain. Yesus mengatakan bahwa ketika Ia “ditinggikan” (disalibkan), barulah mereka akan menyadari bahwa Ia adalah benar. Pengorbanan diri Yesus memang menjadi bukti nyata dari kebenaran perkataanNya. Sikap Yesus dalam teks ini memberikan keteladanan kepada kita untuk berani berkata dan bertindak benar sesuai dengan kehendak Allah, meskipun menghadapi penolakan atau tantangan. Orang lain terkadang meragukan dan mempertanyakan diri kita ketika menyampaikan sesuatu yang benar. Bahkan, kita mungin tidak disukai. Apalagi, jika mereka menganggap kita hanyalah orang biasa yang tak punya jabatan dan tidak memiliki banyak uang. Sekalipun demikian, kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Kristen. Sebagai orang percaya, tindakan kita harus mencerminkan ajaran Yesus, sehingga orang lain dapat melihat kebenaran melalui hidup kita.

Doa: Tolong kami ya Tuhan agar dapat berkata dan bertindak yang benar. Amin

Rabu, 9 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 30 – 36

Kebenaran yang memerdekakan
30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Kemerdekaan Murid yang Benar
Yesus menekankan bahwa kesetiaan pada firman Tuhan adalah tanda seseorang sebagai murid yang benar. Sebab, Firman Tuhan itu berisi kebenaran yang akan membimbing setiap orang untuk hidup benar. Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi tentang pentingnya hidup dalam kebenaran supaya mereka dapat mengalami kemerdekaan dari dosa. Kemerdekaan tersebut yakni bebas dari kebohongan, dosa, dan ketakutan. Ketika mendengar hal ini, orang-orang Yahudi melakukan penolakan dengan menyoalkan perkataan Yesus. Mereka menganggap sudah “bebas” sebagai keturunan Abraham, sehingga tidak memerlukan kemerdekaaan sekalipun datang dari Yesus Kristus. Anggapan tersebut merupakan suatu kebohongan dan penyangkalan diri. Yesus mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pernah luput berbuat dosa. Mereka telah hidup sebagai hamba dosa. Sebagai murid Kristus, kita tidaklah sama dengan orang-orang Yahudi. Kita harus hidup dalam kebenaran yang memerdekakan kita sebagai muridNya. Kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan Yesus Kristus di salib, sehingga kita dapat berkata dan bertindak benar sesuai dengan ajaranNya.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami muridMu yang memperoleh kemerdekaan untuk melakukan kebenaran. Amin

Kamis, 10 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 37 – 47

Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah

37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. 43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. 46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? 47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Anak Abraham adalah Anak Allah, bukan Anak Iblis
Yesus sedang berdialog dengan orang-orang Yahudi yang mengklaim sebagai keturunan Abraham. Yesus menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham sejati bukan hanya soal garis keturunan biologis, tetapi lebih kepada hidup yang mencerminkan iman dan ketaatan kepada Allah. Hal ini menekankan bahwa iman ditunjukkan dalam tindakan, bukan hanya klaim keturunan atau status agama. Saat ini, orang Kristen harus hidup dengan iman yang murni kepada Allah sebagai Bapa. Ia tidak bisa hidup dalam imannya yang sempit dan mengaitkannya dengan hal-hal yang tidak benar. Salah satu yang sering terjadi yakni orang Kristen menganggap bahwa ia adalah keturunan bangsa Israel. Pada beberapa kesempatan, anak-anak muda Kristen terlihat memegang bendera Israel sebagai ungkapan kesamaan identitas. Tindakan ini dapat menyebabkan situasi hidup bersama yang damai menjadi terganggu. Hanya orang yang hidupnya dipengaruhi oleh Iblis yang bertindak demikian. Iblis selalu berusaha menipu manusia dengan kebohongan dan membawa manusia hidup dalam ketidakbenaran. Sebagai anak-anak yang memiliki Bapa yakni Allah dan Kristus perantaranya, harus berani melawan godaan untuk berbuat curang, berbohong, atau berlaku tidak adil, dan tetap setia kepada kebenaran firman Tuhan.

Doa: Tuhan, inilah kami, anak-anakMu! Tolonglah kami untuk mengatakan kebenaran-Mu. Amin

Jumat, 11 April 2025

bahan bacaan : Markus 14 : 53 – 65

Yesus di hadapan Mahkamah Agama
53 Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ. 54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api. 55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. 56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini: 58 "Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia." 59 Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 60 Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" 61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" 62 Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." 63 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? 64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati. 65 Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: "Hai nabi, cobalah terka!" Malah para pengawalpun memukul Dia.

Berani Menegakkan Kebenaran
Ketika Imam Besar bertanya, “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”, Yesus dengan tegas menjawab, “Akulah Dia.” Jawaban ini menunjukkan bahwa Yesus tidak takut untuk menyatakan kebenaran, meskipun konsekuensinya adalah penderitaan dan kematian. Yesus menerima penderitaan dengan sabar dan tidak membela diri secara berlebihan, karena Dia tahu bahwa penderitaan-Nya adalah bagian dari rencana keselamatan Allah. Hal ini mengajarkan kita bahwa keberanian untuk berbicara benar harus tetap dipegang, meskipun ada risiko besar. Di sisi lain, nas ini juga menyoroti bagaimana dunia sering kali tidak menerima kebenaran. Mahkamah Agama mencari alasan untuk menghukum Yesus, meskipun kesaksian dari para saksi tidak konsisten. Lembaga yang bertanggung jawab menegakkan kebenaran ternyata bisa dikhianati oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya dengan melakukan ketidakbenaran. Penegakkan kebenaran memang bukanlah hal yang mudah. Namun, iman yang teguh kepada Tuhan sumber kebenaran, akan memampukan orang Kristen untuk melakukannya. Teks hari ini menceritakan suatu ketidakbenaran, namun pada akhirnya akan dipatahkan oleh kebenaran Tuhan dalam peristiwa kematian dan kebangkitanNya.

Doa: kuatkan iman kami Tuhan untuk menghadapi tekanan ketidakbenaran. Amin

Sabtu, 12 April 2025

bahan bacaan : Lukas 23 : 13 – 25

Yesus kembali di hadapan Pilatus
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!" 19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. 20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Hadapilah Tekanan ketidakbenaran dengan Iman

Teks bacaan hari ini menunjukkan bahwa Yesus yang tidak bersalah justru dihukum mati, sementara Barabas, seorang pemberontak dan pembunuh, dibebaskan. Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi ia tidak berani mengambil sikap yang benar. Ia memilih untuk menyenangkan orang banyak dengan mengikuti kepentingan politik daripada bertindak sesuai dengan kebenaran. Pilatus menghadirkan dirinya sebagai pemimpin yang pengecut karena dipenuhi ketakutan akibat tekanan sosial. Ia tidak berani berkata dan bertindak benar meskipun mengetahui kebenaran. Sebagai orang Kristen, hal ini menjadi peringatan bagi kita agar tidak bersikap seperti Pilatus. Tekanan dalam bentuk apapun tidak boleh menggoyahkan iman kita untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Apalagi jika kita harus mengorbankan keadilan demi kepentingan pribadi. Kita harus belajar dari Yesus yang memberikan keteladanan dalam memperjuangkan kebenaran. Yesus tetap diam dan menerima penderitaan-Nya dengan taat. Akhir dari perjuanganNya untuk kebenaran, Yesus memperoleh kemuliaan. Hal ini mencerminkan bagaimana kebenaran seringkali ditolak oleh dunia, tetapi pada akhirnya, kehendak Allah tetap terlaksana dan yang benar pasti akan memperoleh kemenangan.

Doa: Tuhan, kuatkan iman kami supaya mampu untuk menegakkan kebenaran. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 Maret – 5 April 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan Dan Bersukacitalah Dalam Derita

Minggu, 30 Maret 2025

bahan bacaan : Habakuk 3 : 1 – 19

Doa nabi Habakuk
Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan. 2 TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang! 3 Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. 4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. 5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad. 7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar. 8 Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu? 9 Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;

Tetap Bertahan dan Bersukacitalah Dalam Derita
Sukacita adalah bentuk relasi yang dibangun dengan Tuhan. Itulah sebabnya sukacita berbeda dengan bahagia. Orang bisa bahagia namun belum tentu sukacita. Sukacita tidak bisa dibatasi dengan situasi. Inilah yang digambarkan oleh penulis Habakuk. Ada sekian banyak hal buruk yang terjadi sebagaimana yang digambarkan “ sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah dan hasil pohon zaitun mengecewakan”. Habakuk menyatakan kemudian bahwa sekalipun itu kenyataannya namun, ia akan tetap bersorak sorai di dalam Tuhan. Kelihatan sepele namun seperti inilah yang harus kita lakukan ketika kita ada dalam situasi yang tidak menyenangkan. Bertahan sajalah dalam kondisi apapun dan tetaplah bersukacita sebab janji penyertaan Tuhan itu sempurna. Allah itu adalah kekuatan kita. Allah melalui karya pengorbanan Yesus Kristus akan membuat kita mampu menghadapi apapun. Percayalah. Tetaplah pandang Tuhan dan bersukacitalah selalu.

Doa: Tuhan Yesus, ,tolong mampukanku untuk bertahan dan bersukacita, Amin.

Senin, 31 Maret 2025

bahan bacaan : Filipi 4 : 4 – 9

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Bersukacitalah Senantiasa Dalam Tuhan

Adakah yang bisa membuat hidupnya jauh lebih baik ? Sampai kapanpun kita akan mengakui bahwa kecemasan dan kebingungan kita tidak akan bisa mengubah apapun,. Kita malah akan bertambah susah bila menghabiskan waktu dalam pemikiran buruk. Itukah sebabnya teks hari ini memberikan kepada kita Pelajaran yang jauh lebih berharga. Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan. Surat yang menjadi teks bacaan saat ini adalah sebuah surat yang ditulis di dalam penjara. Namun Paulus dengan penuh iman menuliskannya dengan nada penuh sukacita. Penjara tidak bisa mencuri sukacita yang ia rasakan. Tuhan adalah pokok sukacitanya, Entah seperti apa kehidupan yang kita jalani tetapi marilah tetap meyakini kasih karunia Tuhan. Tuhan Yesus rela tergantung di tiang kayu salib demi penebusan kita. Inilah dasar sukacita kita. Marilah tetap bersukacita di dalam Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, bantu kami untuk tetap bersukacita dalam keadaan apapun, Amin.

Selasa, 1 April 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 1-10

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Petrus menyembuhkan orang lumpuh

Dalam nama Yesus Kristus, bangkit dan berjalanlah!. Petrus dengan kuasa kebangkitan Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh. Pada dirinya sendiri tidak ada kuasa apa-apa, ia juga tidak memiliki materi, emas dan perak yang dapat diberikan untuk menolong orang lumpuh itu dari ketidakberdayaannya. Hanya dengan menggunakan kuasa Yesus, ia membuat mujizat. Kuasa yang sama juga memberanikannya untuk berkhotbah kepada orang banyak bahwa Yesuslah yang menjadi sumber kesembuhan orang lumpuh tadi. Ya, semua itu terjadi hanya karena kuasa Tuhan Yesus melalui RohNya. Sebab, kepada kita yang percaya, kuasa Roh Kudus telah diberikan. Kuasa yang harus dipakai untuk memberi kesaksian tentang Yesus Kristus dan dimanfaatkan untuk melakukan pemulihan dan pemberdayaan bagi sesama yang membutuhkan. Oleh sebab itu bekerjalah dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus dalam setiap karya hidup dan pelayanan. Jangan pernah digentarkan oleh kuasa manapun. Percaya akan kuasa Tuhan, sebab kuasaNya itu nyata bagi orang yang percaya. Bersyukurlah kita masih diberi waktu untuk memberitakan Kristus yang penuh kuasa kepada banyak orang. Berdiri dan berjalanlah!Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu

doa : Tuhan, kami mau memberitakan tentang kuasaMu agar banyak orang menjadi percaya dan mengikutiMu, amin.

Rabu, 2 April 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 2 : 1-10

Puji pujian Hana
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu

Tuhan sungguh tahu apa yang kualami. Aku percaya ada waktu Tuhan untuk membuatku dan anak-anak kembali tersenyum”, Demikianlah kata-kata seorang ibu janda yang telah ditinggalkan suaminya bertahun-tahun karena bersama dengan wanita lain. Tidak sedikit cemoohan ia dapatkan ketika tiap hari berjualan kue dari rumah ke rumah. Kadangkala ia juga menjual sayur-sayuran. Apapun dilakukannya demi hidupnya dan anak-anaknya. Walaupun beda masalah yang dihadapi, tetapi kata-kata yang diucapkan ibu janda ini hampir sama dengan yang diucapkan Hana. Bagi Hana, Tuhan adalah sumber kekuatannya, sebab ia sendiri tidak mampu menghadapi persoalan yang dialaminya. Pergumulan berat yang dihadapinya bertahun-tahun terasa begitu menyesakkan hati. Namun ia percaya, Tuhan tahu apa yang menjadi harapan hatinya. Ada waktu Tuhan meninggikan dan tidak membiarkannya terus tertindas. Sebab itu, ia menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan ketika mendapatkan jawaban dan pertolongan. Masing-masing kita punya pengalaman bersama Tuhan. Satu yang kita akui, Tuhan telah menjadi sumber kekuatan bagi kita menghadapi berbagai persoalan hidup. Bahkan di saat kita ada dalam berbagai pergumulan yang berat, penderitaan yang berkepanjangan, kuasa Tuhan dinyatakan. Oleh sebab itu, bersyukurlah dan pujilah Tuhan senantiasa!

doa : Tuhan Engkaulah Allah yang maha tahu. Engkaulah saja sumber kekuatan kami, Amin

Kamis, 3 April 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26-42

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasehat Gamaliel.
Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Pilihlah Untuk Lebih Taat Kepada Allah Daripada Manusia

Nas bacaan ini menceritakan tentang apa yang dialami oleh Rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka memilih untuk lebih taat kepada Allah daripada manusia. Sejak awal, mereka dilarang oleh imam besar untuk mengajar dan memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Namun, Petrus dan Yohanes melanggar larangan itu. Dengan berani mereka tetap bersaksi tentang Kristus dan kuasa kebangkitanNya kepada orang banyak. Ketika imam besar bertanya mengapa mereka tetap mengajar tentang Yesus? Petrus menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia”. Jawaban ini kemudian mengantarkan mereka kepada pengadilan dan penderitaan. Namun mereka menjalani semua itu dengan sukacita. Tidak semua orang dapat memilih taat kepada Tuhan daripada kepada manusia, apalagi jika dihadapkan pada pilihan yang sulit, penuh resiko dan penderitaan. Banyak orang lebih suka memilih jalan aman dan lepas dari resiko penderitaan karena nama Yesus. Namun belajarlah dari ketaatan kedua rasul Tuhan ini. Mereka berani memberitakan Injil Yesus Kristus supaya semakin banyak orang menjadi percaya. Kalau karena kesetiaan dan ketaatan kita berkata dan bertindak benar lalu kita menderita karena hal itu, pilihlah untuk bertahan pada kebenaran. Tetaplah taat memberitakan Injil agar semakin banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Doa: Tuhan, dalam segala hal, kami mau lebih taat kepadaMu daripada kepada manusia, Amin

Jumat, 4 April 2025

bahan bacaan : Filipi 2 : 12-18

Tetaplah kerjakan keselamatanmu
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Kerjakanlah Keselamatanmu Dengan Takut dan Gentar

Kita bersyukur atas anugerah keselamatan yang masih Tuhan berikan hari ini. Sebuah pemberian cuma-cuma karena kasihNya kepada kita semua. Anugerah ini patut kita responi dengan syukur dan komitmen yang teguh untuk terus mengerjakan keselamatan dalam hidup. Hari ini, firman Tuhan mengingatkan akan hal itu melalui rasul Paulus yang mengingatkan jemaat di Filipi untuk jangan sia-siakan waktu hidup tanpa mengerjakan apa-apa yang memberi faedah. Jangan melakukan hal yang baik dan berguna dengan bersungut-sungut dan berbantah-bantah. Keselamatan harus tetap dikerjakan dalam ketaatan dan kesetiaan, dengan takut dan gentar kepada Tuhan. Jika kita masih diberi waktu untuk bekerja dan melayani, maka bekerja dan melayanilah dengan rajin dan setia. Lakukan semuanya dengan hati tulus penuh sukacita . Karena itu, berusahalah keras bukan hanya untuk mempertahankan keselamatan yang telah dimiliki sebagai anugerah Tuhan, namun yang terpenting adalah kita tetap mengerjakan keselamatan itu dalam wujud perbuatan baik penuh kasih kepada Tuhan dan sesama manusia.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, Amin

Sabtu, 5 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 4 : 12-19

Menderita sebagai kristen
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Berbahagialah Jika Kita Menderita Karena Kristus

Sadhu Sundar Sing, seorang misionaris India yang banyak mengalami penderitaan dalam karya misionarisnya, menulis sebuah renungan indah yang diberi judul The Cross Is Heaven (Salib Adalah Sorga). Dalam buku itu ia berefleksi: “Bagaimana mungkin salib dinyatakan sebagai sorga? Dari refleksinya ia berkesimpulan bahwa kekristenan baik secara perorangan maupun komunitas, pada suatu saat akan mengalami penderitaan sebagai resiko dan konsekuensi iman kepada Allah yang menyatakan diri-Nya melalui Kristus. Konsekuensi itu harus diterima dan dijalani dengan sabar dan tabah. Kita harus yakin bahwa dalam penderitaan itu, Allah tidak meninggalkan melainkan hadir memeluk dan merengkuh kita dalam cinta-Nya. Surat 1 Petrus mengigatkan akan hal itu bagi pembacanya dan bagi kita semua. Sebagai orang Kristen, kita harus sabar menanggung penderitaan, sama seperti Kristus yang menderita, disalibkan dan mati karena dosa manusia. Tetapi Ia bangkit, supaya dunia selamat. Oleh karena itu, kita diminta untuk terus memelihara iman dan jangan pernah menyangkal Kristus. Salib Kristuslah yang mengantar kita ke Sorga, bersukacitalah!

doa : teguhkanlah iman kami agar terus bersaksi tentang Tuhan Yesus Terang yang sejati, Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 – 29 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahanlah dan Pandanglah pada TUHAN

Minggu, 23 Maret 2025

bahan bacaan : Ratapan 5 : 1 – 22

Doa untuk pemulihan
Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami. 2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing. 3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda. 4 Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran. 5 Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat. 6 Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti. 7 Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka. 8 Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada. 9 Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami. 10 Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan. 11 Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda. 12 Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati. 13 Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu. 14 Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi. 15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan. 16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa! 17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur: 18 karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran. 19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa! 20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama? 21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala! 22 Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?

Di Tengah Penderitaan, Tetaplah Berharap Kepada Tuhan

Tema pelayanan di minggu ini “bertahan dan pandanglah Tuhan”. Tema ini menginspirasi kita di minggu sengsara Tuhan Yesus ke 4. Penderitaan Tuhan Yesus memberi teladan bagi kita sebagai orang percaya. Kita tidak hanya dianugerahi untuk percaya kepada Tuhan Yesus saja, tetapi juga menderita karena iman dan percaya kita kepadaNya. Sebab kata Tuhan Yesus, barangsiapa yang tidak memikul salibnya ia tidak layak menjadi muridNya. Salib adalah lambang penderitaan yang mesti kita pikul sebagai jawaban iman kita kepada Tuhan. Demikianpun umat Israel sebagai umat pilihan Tuhan harus dibuang sebagai cara Tuhan untuk mendidik mereka agar mereka berbalik dan bertobat kepadaNya. Sekalipun di tengah penderitaan penulis meyakini akan kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah. Itulah sebabnya kita tetap kuat dan bertahan dalam iman percaya kita kepada Allah dalam Kristus dengan selalu memandang kepadaNya yang tersalib sebagai bukti cinta kasihNya kepada kita sebagai umat pilihanNya untuk diselamatkan.

Doa: Tuhan kuatkan kami agar selalu berharap kepadaMu ditengah penderitaan yang kami alami Amin.-

Senin, 24 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 25 : 15 – 22

15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas. 17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! 18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku. 19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam. 20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. 21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

Di Tengah Kesulitan Hidup Tetaplah Pandang Tuhan

Bagian bacaan di hari ini menyaksikan tentang keadaan pemazmur raja Daud yang datang kepada Tuhan dalam doa dengan meminta perlindungan dari Tuhan. Pemazmur menghadapi para lawan dan musuhnya yang menginginkan kehancuran dan kebinasaanya. Pemazmur juga menyadari akan segala keterbatasannya sebagai orang berdosa yang telah melakukan perbuatan mendukacitakan hati Tuhan. Namun pemazmur meminta agar pengasihan Tuhan melalui kasih setiaNya agar ia dapat terluput dari ancaman para musuhnya. Di tengah kondisi yang begitu mengancam nyawa dan keselamatan pemazmur, ia tetap berharap kepada Tuhan. Pemazmur tetap mengarahkan pandangannya kepada Tuhan sebab ia yakin dan percaya bahwa ia akan diselamatkan dari ancaman para lawan dan musuhnya. Pemazmur selalu menanti-nantikan Tuhan melalui doa yang ia panjatkan kepada Tuhan. Sebuah teladan bagi kita, bahwa ketika kita berhadapan dengan para musuh atau lawan baik itu manusia maupun juga beban hidup, masalah dan pergumulan, hendaknya kita selalu mengarahkan padangan kita kepada Tuhan. Yakin dan percaya akan kuasaNya yang memberi jalan keluar serta pertolongan kepada kita, indah dan tepat pada waktunya.

Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap memadangMu saat kami mengalami kesulitan dalam hidup. Amin.

Selasa, 25 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 141 : 8 – 10

8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku! 9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan. 10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka, tetapi aku melangkah lalu.

Bersama Dengan Tuhan Tidak Takut Dan Gentar

Hidup yang kita jalani tidak sepi dari berbagai tantangan, persoalan bahkan ancaman terhadap diri dan keselamatan kita. Kondisi seperti itu bertujuan untuk menghacurkan kehidupan kita. Tentu sebagai manusia kita merasa takut dan hal ini penting untuk membangun kesadaran bahwa hanya kepada Tuhan sajalah sebagai sumber hidup kita dapat menaruh harapan kita. Tuhan sebagai gunung batu, kota benteng tempat perlidungan kita. Harapan itu yang dibangun oleh pemazmur raja Daud saat ia harus berhadapan dengan para musuhnya. Padahal Daud sebagai seorang raja, bisa saja ia mengandalkan para pengawal yang selalu menjaganya. Namun Daud sadar bahwa manusia sehebat-hebatnya ia, tetap punya keterbatasan. Hanya Tuhan Allah sajalah yang menjadi sumber hidup dan keselamatan bagi Daud sehingga menuntun ia untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Daud percaya bahwa para musuhnya akan dibinasakan oleh Allah dalam kuasa dan penghukumanNya. Hal ini menjadi kesaksian bagi kita ketika berhadapan dengan kondisi orang-orang yang tidak suka dan memusuhi kita. Kita berdoa dan memohon perlindungan Tuhan dan penjagaanNya agar kita diselamatkan dan para musuh akan berhadapan dengan kuasa Tuhan.

Doa: Tolong kami Tuhan Ketika berhadapan dengan orang-orang yang memusuhi kami. Amin.-

Rabu, 26 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 16 : 7 – 11

7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Kuasa Tuhan Yang Menjaga dan Melindungi

Keteladanan Daud sebagai raja selalu ada dalam perlindungan dan penjagaan Tuhan selama perjalanan hidupnya. Sekalipun ia telah menikmati kekokohan kerajaannya dengan segala kemuliaan yang ia miliki sebagai seorang raja, namun harapan dan sandarannya hanya tertuju kepada Tuhan. Daud selalu menggambarkan Tuhan dengan segala kuasa, pemeliharaan dan penjagaanNya seperti gunung batu dan kota benteng. Tentu sebagai manusia, Daud pun tidak luput dari pelanggaran yang mendatangkan dosa kepadanya. Namun ia sungguh-sungguh memohon pengampunan dari Tuhan dan selalu meminta tuntunan Tuhan melalui didikan dan ajaranNya. Bagian nas ini merupakan salah satu mazmur ajaran yang mengajak kita semua untuk tetap hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Hal ini akan memberikan ketenangan dan ketentraman bagi hati kita, sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan yang kita hadapi. Pun juga harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukai dan memusuhi kita. Bersama Tuhan kita tetap berdiri teguh dan kokoh sebab tangan Tuhan yang kuat dan perkasa itu senantiasa menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu melindungi kami dari segala macam ancaman. Amin.-

Kamis, 27 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 17 : 13 – 15

13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik. 14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka. 15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Pandang Tuhan Dalam Kebenaran

Nadya adalah nama gadis yang berpindah agama karena mengikuti suaminya beragama Kristen. Suatu ketika suaminya menuduhnya berselingkuh. Nadya pun ditingalkan suaminya. Sebagai seorang yang baru mengikut Tuhan Yesus, Nadya hampir saja hilang arah hidupnya. Namun, setelah ia mencoba memahami Firman Tuhan, ia pun dikuatkan untuk tetap tenang menghadapi kemelut rumah tangganya. Pergumulan Nadya tidak beda jauh dari apa yang disampaikan teks hari ini. Pemazmur menyampaikan betapa ia tengah berhadapan dengan orang-orang yang disebutnya “yang bagiannya adalah dalam hidup ini”. Ia merasa tidak tidak mampu dan sebab itu, ia membangun kedekatan hanya dengan Tuhan. Dengan memandang Tuhan, ia meyakini Tuhan akan membuat ia melewati semua tantangan dalam hidupnya. Ini teladan baik bagi kita semua yakni bahwa kita diajar untuk memandang Tuhan dalam kebenaran. Semoga ini tetap menjadi gaya hidup Kekristenan kita dalam menyikapi apapun.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami memandang-Mu dalam kebenaran, ,Amin.

Jumat, 28 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 123 : 1 – 4

Berharap kepada anugerah TUHAN
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. 3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Teruslah Pandang Tuhan Sampai Ia mengasihani

Pernahkah kita merasa Tuhan begitu jauh ? Kita merasa seolah Tuhan tidak mengingat kita lagi? Tuhan sudah melupakan kita. Bila itu keadaan kita, maka ini juga keadaan yang dihadapi pemazmur. Hal terburuk yang terjadi dalam hidup adalah ketika kita melihat keadaan sekeliling kita dan kita tahu bahwa hanya sendirian. Ini kesendrian yang mencekam sebab kita ada dalam situasi yang sesungguhnya membutuhkan orang lain. Namun keadaan nampaknya tidak bersahabat dengan kita. Pemazmur mengalaminya dan ia mengungkapkan betapa yang diharapkan hanyalah Tuhan. Pemazmur memakai ibarat mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya dan mata hamba perempuan kepada tangan nyonyanya. Seluruh upaya ini dilakukan semata mennunjukan bahwa ia akan tetap menanti kemurahan Tuhan sampai Tuhan mengasihani. Kita bisa memaknainya dalam hidup kita. Pandanglah terus hanya kepada Tuhan..

Doa: ya Allah, kami akan tetap memandang-Mu sampai kapanpun, amin

Sabtu, 29 Maret 2025

bahan bacaan : Yesaya 17 : 7 – 8

7 Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; 8 ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.

Pandang Tuhan Yang Kudus

Tuhan adalah Allah yang kudus. Di dalam kekudusan-Nya kita tidak boleh menduakannya dengan cara apapun. Tuhan menginginkan hidup yang hanya berpaut kepada-Nya. Ketika kita mengandalkan yang lain di luar Tuhan, maka kesia-siaan itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Bacaan kita menceritakan ucapan Ilahi terhadap Damsyik dan Efraim. Dua kota yang berbeda dalam berbagai aspek. Damsyik sebagai ibu kota Aram yakni musuh Israel yang menyerang Yehuda dan Efraim sebagai nama lain untuk Kerajaan Israel Utara. Mezbah/kuil dan tiang berhala yang diandalkan mereka di Kanaan dipercayai sebagai lambang kesuburan akan dilenyapkan oleh kuasa Tuhan. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita juga akan menduakan Tuhan dalam hidup terutama ketika kita diperhadapkan dengan tantangan ? Firman Tuhan ajak kita untuk hanya memandang Tuhan yang kudus.

Doa : Tuhan Yesus layakkan kami memandang-Mu yagg kudus, Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM