Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Solidaritas Dengan Yang Lemah

Minggu, 24 November 2024

bahan bacaan : Lukas 5 : 17 – 26

Orang lumpuh disembuhkan
17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. 19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." 21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Tunjukkan Solider terhadap yang Lemah

Barangsiapa mengasihi, hendaklah ia menyatakannya bukan melalui perkataannya tetapi juga melakukannya. Inilah yang terlihat dalam sikap beberapa orang yang membantu orang lumpuh agar dapat disembuhkan oleh Yesus. Mereka memperlihatkan sikap solidaritas terhadap mereka yang lemah. Apakah ini juga menjadi gaya hidup kekristenan kita? Kita akui kalau berbicara tentang membela kehidupan, kita bisa saja menjadi orang yang selalu mau membuktikan kepada orang lain tentang kebaikan kita. Tetapi apakah itu benar-benar kita lakukan dalam hidup kita yang nyata? Hari ini kita belajar bagaimana kasih yang sesungguhnya. Saya berada di kapal Santika Lestari. Sebagai penumpang yang baru saja menumpangi kapal cepat, saya agak kewalahan untuk bisa menyesuaikan diri. Tetapi untunglah ada seorang bapak menyapa saya dan menyebutkan identitasnya. Ia seorang majelis jemaat di Moa. Akhirnya selama pelayaran saya merasa nyaman karena beliau sangat membantu saya dalam pelayaran ini. Bagaimana dengan kita, maukah kita menunjukkan sikap yang solider dengan siapa saja?

Doa: Ya Allah, ajari kami solider kepada semua orang. Amin.

Senin, 25 November 2024

bahan bacaan : Amsal 19 : 17

17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Memiutangi Tuhan

Bagaimana mungkin kita memiutangi Tuhan, karena Tuhan itu kaya dan pastilah segera membayar hutangnya kepada kita. Namun, bacaan kita memaparkan bahwa Allah bisa jadi berhutang bukan karena kita meminjamkan sesuatu kepada Dia tetapi karena perbuatan kita kepada orang lain. Apakah itu? Yang pertama, karena kita menaruh belas kasihan kepada setiap orang. Tuhan senang kepada orang yang peduli terhadap sesamanya. Dia menghargai perbuatan orang yang melakukan sesuatu terhadap orang lain karena didorong belas kasihan. Belas kasihan menunjuk pada sikap yang turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Orang yang mendapatkan belas kasihan itu adalah orang yang lemah atau tersisihkan yaitu orang yang sering tidak memiliki jalan untuk mendapatkan pertolongan dari orang lain. Memberi didasari oleh belas kasihan merupakan sebuah cara untuk melayani Tuhan dan Dia akan memberi upah kepada orang yang berbuat demikian. Yang kedua, karena kita mau berkorban bagi sesama. Terkadang untuk menolong orang lain kita harus berkorban. Berkorban yang sungguh–sungguh dan yang mau membantu dengan hati yang tulus tanpa pamrih. Milikilah hati yang penuh belas kasih, yang suka berbagi dan menolong karena dengan demikian kita akan menjadi orang – orang yang dipenuhi berkat.

doa : Ya Tuhan Allah, berikanlah kami hati yang penuh belas kasihan bagi sesama di seputar kami, amin

Selasa, 26 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 16

16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Tepat Sasaran

Memberi kepada sesama adalah hal yang baik dan indah bagi Tuhan. Allah sendiri dalam banyak kesempatan mengajar dan memberi contoh bagaimana kita menunjukkan kasih kepada sesama dengan cara memberi atau berbagi. Kita bisa memberi tanpa mengasihi, namun sulit mengasihi tanpa memberi. Memberi kepada sesama pun tidak harus menunggu kita menjadi orang kaya, melainkan dalam keadaan apapun kita tetap dapat memberi. Firman Tuhan hari ini berkata, memberi hadiah kepada orang kaya itu merugikan diri sendiri. Maksudnya, pemberian yang tepat sasaran bukanlah pemberian kepada orang yang lebih mampu melainkan memberi kepada orang yang benar – benar membutuhkan bantuan kita. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menindas orang yang lemah dan tidak mengambil keuntungan dari mereka. Karena kenyataan hidup dewasa ini, hak – hak orang yang lemah terkadang tidak mereka dapatkan, melainkan kita mengambil hak itu bagi kita. Mari kita belajar untuk memperoleh sesuatu dengan cara yang benar dan mau berbagi hidup dengan mereka yang lemah dan tersisihkan. Agar hidup kita benar – benar hidup yang menjadi berkat bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

doa : Tuhan, ajarilah kami untuk tidak memperkaya diri dengan menindas orang lain, tetapi mau berbagi dengan yang lemah, amin

Rabu, 27 November 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 35

35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Tangan Yang Tulus dan Hati Yang Rela
Ada falsafah hidup yang mengatakan “Lebih baik tangan yang memberi daripada tangan yang menerima.” Dalam falsafah ini terkandung nilai–nilai luhur dan berguna bagi kehidupan ini. Melalui penggalan kalimat ini, kita kembali disadarkan tentang pentingnya memberi. Memberi yang lahir dari diri sendiri, dan bertujuan untuk menolong atau meringankan beban sesama kita yang sedang menderita dan membutuhkan. Di era yang penuh dengan kemajuan teknologi, mungkin falsafah ini sudah jarang terdengar bahkan ditinggalkan oleh banyak orang. Tidak heran, di zaman yang serba cepat seperti saat ini, banyak dari kita yang semakin individualis bahkan terjebak dalam self centered syndrome atau sindrom yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala kehidupan yang ada tanpa menghiraukan keberadaan orang lain. Dampak dari sindrom ini adalah pemikiran seperti : saya yang paling sulit dan menderita, sehingga seharusnya saya yang dibantu bukan membantu. Kalimat–kalimat ini mungkin muncul dalam pikiran kita saat kita hendak memberi. Namun, menurut Yesus memberikan yang terbaik tidak dilihat dari kuantitas tetapi tangan yang tulus dan hati yang rela memberi. Seperti dalam bacaan kita, Paulus juga mengingatkan kepada kita untuk dengan setia mau menolong sesama kita yang sedang menderita kesulitan, sembari terus mengingat dan menanamkan perkataan Yesus di dalam hidup kita.

doa : Ajarlah kami memberi dengan tangan yang tulus dan hati yang rela berbagi, amin

Kamis, 28 November 2024

bahan bacaan : Amsal 3 : 27 – 35

Anjuran untuk berbuat baik
27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu. 29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. 30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. 31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, 32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. 33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. 34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Hikmat : Kasih dan Rendah Hati

Ternyata hikmat dikaitkan dengan dua karakter yaitu kasih dan rendah hati. Seperti pedang bermata dua, kasih mempunyai dua sisi yaitu pasif dan aktif. Kasih menolak untuk merugikan apalagi mencelakakan orang. Dalam hal ini kasih memiliki makna pasif yaitu tidak berbuat jahat. Secara aktifnya, mendorong kita melakukan sesuatu, yakni berbuat kebaikan kepada sesama. Tidak berbuat jahat memang bagian dari kasih, namun ini hanya bagian pasifnya. Berbuat kebaikan kepada orang yang membutuhkannya adalah bagian kasih yang aktif. Rendah hati juga bermata dua yaitu pasif dan aktif. Secara pasifnya orang yang rendah hati menolak untuk meninggikan diri. Dengan kata lain, rendah hati merupakan lawan dari keangkuhan. Dari sisi aktifnya, rendah hati merupakan upaya terus menerus hidup sesuai realitas. Rendah hati berarti bisa melihat realitas kita dan menerima diri apa adanya serta hidup sesuai fakta. Sebaliknya orang yang angkuh tidak melihat realitas dengan tepat dan tidak bisa menerima diri apa adanya. Akibatnya, ia hidup berdasarkan diri yang tidak pernah ada, ia melandaskan dirinya pada ilusi bukan kenyataan. Imbalan untuk orang yang rendah hati adalah Tuhan mengasihaninya.

doa : Ya Allah, mampukan kami untuk hidup rendah hati dan penuh kasih, amin

Jumat, 29 November 2024

bahan bacaan : Lukas 14 : 12 – 14

Siapa yang harus diundang
12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Mengubah Kebiasaan

Dengan tangan apa anda biasa menulis? Jika menggunakan tangan kanan, cobalah menulis dengan tangan kiri. Apa yang anda rasakan? Rasanya tentu tak nyaman, terasa aneh dan janggal. Oh…betapa sulitnya mengubah kebiasaan. Hari ini Yesus mencoba untuk mengubah kebiasaan dalam mengadakan perjamuan makan. Ia hendak mengubah cara orang berelasi dan memandang sesamanya. Yesus ingin agar para pendengar-Nya itu mengetahui makna kebahagiaan dalam mengubah kebiasaan berelasi. Kebahagiaan sejati didapatkan dalam hubungan yang beragam dan tidak kaku. Yesus sedang merobohkan tembok pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Mereka mesti kita perhatikan. Yesus tidak membatasi hubungan kita dengan sahabat, keluarga, ataupun dengan yang lainnya. Yesus hanya ingin kita mengingat akan orang–orang yang tak beruntung, orang miskin dan orang cacat. Orang mungkin sibuk memperbaiki hubungannya demi mendapatkan keuntungan dan kehormatan diri. Namun Tuhan ingin agar kita mengubah kebiasaan itu. Tuhan mengajak kita masuk dalam persekutuan berdasarkan anugerah. Hubungan indah yang tak terbalaskan oleh siapa pun. Dalam hubungan itu hanya ada pemberian tanpa mengharapkan balas jasa. Kondisi ini akan membuat kita semakin menghargai hubungan kita dengan Tuhan.

doa : Tuhan ubahlah cara kami dalam berelasi dan memperlakukan sesama tanpa batas apapun, amin.

Sabtu, 30 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 22 – 23

22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. 23 Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.

Hidup Bijaksana

Setiap orang mendambakan hidup bijaksana. Tetapi apakah setiap orang tahu bagaimana caranya?. Hidup bijaksana mengajarkan kita untuk bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga orang yang bijaksana akan menghasilkan perilaku yang tepat dan sesuai. Hidup bijaksana, tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan sesama. Kita tidak seharusnya bersikap sewenang–wenang terhadap orang–orang yang lemah dan berkesusahan. Seringkali manusia tidak lagi memandang ke bawah ketika sudah berada di tangga pimpinan atau di atas. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki, lalu ”membeli” orang – orang lemah dan tak berdaya untuk memuaskan hasratnya. Bacaan kita mengingatkan bahwa Tuhan yang akan membela mereka dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka. Tak seorang pun layak menganggap dirinya lebih layak, lebih kaya, lebih terhormat, lebih berkuasa daripada orang lain. Karena itu berarti kita melawan Tuhan pembela orang lemah. Untuk itu bersikaplah bijaksana baik terhadap diri sendiri maupun sesama.

Doa : Jadikan hidup kami, hidup yang peduli dengan sesama, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Hentikan Kekerasan Terhadap Sesama

Minggu, 17 November 2024

bahan bacaan : Hakim-Hakim 19:1-30; Mazmur 11:5

Perbuatan noda di Gibea
Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel, bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda. 2 Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya. 3 Berkemaslah suaminya itu, lalu pergi menyusul perempuan itu untuk membujuk dia dan membawanya kembali; bersama-sama dia bujangnya dan sepasang keledai. Ketika perempuan muda itu membawa dia masuk ke rumah ayahnya, dan ketika ayah itu melihat dia, maka bersukacitalah ia mendapatkannya. 4 Mertuanya, ayah perempuan muda itu, tidak membiarkan dia pergi, sehingga ia tinggal tiga hari lamanya pada ayah itu; mereka makan, minum dan bermalam di sana. 5 Tetapi pada hari yang keempat, ketika mereka bangun pagi-pagi dan ketika orang Lewi itu berkemas untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu kepada menantunya: "Segarkanlah dirimu dahulu dengan sekerat roti, kemudian bolehlah kamu pergi." 6 Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu gembira." 7 Tetapi ketika orang itu bangun untuk pergi juga, mertuanya itu mendesaknya, sehingga ia tinggal pula di sana bermalam. 8 Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi-pagi untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: "Mari, segarkanlah dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari surut." Lalu makanlah mereka keduanya. 9 Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu." 10 Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus--itulah Yerusalem--;bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga. 11 Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ." 12 Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea." 13 Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama." 14 Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku Benyamin. 15 Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorangpun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam. 16 Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk tempat itu adalah orang Benyamin. 17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?" 18 Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya, 19 walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu." 20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini." 21 Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum. 22 Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia." 23 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda. 24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda." 25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu. 26 Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam, dan ia tergeletak di sana sampai fajar. 27 Pada waktu tuannya bangun pagi-pagi, dibukanya pintu rumah dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu rumah dengan tangannya pada ambang pintu. 28 Berkatalah ia kepada perempuan itu: "Bangunlah, marilah kita pergi." Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat kediamannya. 29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel. 30 Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: "Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang. Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!"
5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Hentikan Kekerasan

Berbicara perihal tindak kekerasan bukanlah suatu topik yang baru pernah dicakapkan. Mengapa? Karena hal ini sudah sering kita dengarkan dan diikuti melalui berbagai media maupun di lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, bisa jadi ada diantara kita yang justru menjadi korban bahkan pelaku kekerasan. Hal yang sama pun dapat kita temui dalam kisah di Gibea. Tindak kekerasan yang dialami gundik seorang Lewi yang tinggal dipegunungan Efrain saat bermalam di rumah orang Gibea ketika hendak kembali ke tempat tinggalnya begitu tragis. Tindak kekerasan tersebut terjadi karena adanya desakan dari orang-orang dursila yang ada di situ. Karena terdesak maka orang Lewi tersebut mengorbankan gundiknya, sehingga perempuan itu diperkosa dan dipermainkan semalam-malaman sampai pagi yang berujung kematian. Mirisnya jenazah tersebut dimutilasi menjadi dua belas bagian oleh suaminya sendiri dan disebarkan ke seluruh daerah Israel. Perbuatan yang tidak berprikemanusiaan ini tentu saja melawan kehendak Allah yang memberi anugerah kehidupan (Mzm 11:5b). Merenungkan firman ini maka kita disadarkan agar berhenti melakukan kekerasan, sebab sadar atau tidak kita pernah melakukanya lewat sikap, tutur kata maupun perbuatan. Biarlah kita menjadi manusia yang lebih bermartabat dan semakin menghargai hak hidup sebagai sesama manusia dan Allah yang memberikan kehidupan.

Doa: Roh Kudus pimpin kami berpikir dengan baik sebelum bertindak. Amin.

Senin, 18 November 2024

bahan bacaan : Amsal 16 : 29

29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.

Berpikir Sebelum Bertindak

Penyesalan biasanya datang dari belakang, merupakan penggalan kalimat yang menggambarkan suatu perasaan menyesal setelah semuanya telah terjadi berkaitan dengan sesuatu yang kurang baik atau salah. Salah satu contoh tindakan yang kurang baik atau salah yaitu tindakan kekerasan. Amsal 16:29 yang menjadi bacaan kita saat ini menunjukkan bahwa orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya dan membawa dia di jalan yang tidak baik Artinya perbuatannya itu memberikan pengaruh buruk kepada orang lain sehingga dimungkinkan melakukan hal yang sama juga. Dengan kata lain, orang yang melakukan kekerasan tidak dapat menjadi teladan yang baik karena memiliki prilaku yang menyesatkan. Itu sebabnya kecaman terhadap tindakan tersebut disertai seruan untuk menghentikan kekerasan seringkali kita dengarkan dimana-mana. Hal ini terjadi karena tindakan yang tidak terpuji tersebut marak terjadi baik di dalam keluarga, lingkungan masyarakat, tempat bekerja dan pelayanan. Hal dimaksud dapat saja terjadi baik tidak sengaja maupun disengajakan. Tidak ada seorangpun diantara kita yang ingin mengalami tindakan yang tidak terpuji itu. Karena tindakan kekerasan memberikan dampak yang tidak baik bagi diri sendiri maupun sesama, itu sebabnya kita diingatkan agar berpikir dengan baik sebelum terlanjur melakukan tindakan tersebut.

Doa: Tuhan Yesus terima kasih, firman-Mu mengajarkan kami agar tidak melakukan kekerasan. Amin.

Selasa, 19 November 2024

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 16

16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Akhiri Siklus Keluarga Beracun

Jika kamu berasal dari keluarga pemabuk, biarkan siklus itu berakhir pada anda, Biarkan mabuk tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Jika pernikahan kerabatmu tidak pernah bertahan lama, pernikahan orangtuamu mengecewakan, akhir siklus, ketika kamu menikah, bangunlah pernikahan yang langgeng. Jika kamu laki-laki dan ayahmu sering memukuli ibumu, akhir siklus itu dan jadilah kebalikan dari ayahmu serta cintailah istrimu sebagaimana seharusnya pria sejati. Jika orang-orang dari keluarga kamu dikenal kejam, dingin dan pemarah, akhiri siklus itu, berusahalah untuk bersikap ramah, hangat dan mudah didekati. Inilah sepenggal puisi yang diberi judul Akhiri Siklus Keluarga Beracun. Kata-katanya sangat mengena sebab inilah realitas kehidupan. Hal ini sesuai dengan seruan kitab Malaekhi. Lewat teks ini tergambar betapa Allah tidak menghendaki adanya tindakan tindak kekerasan. Perceraian sebagai bentuk perpisahan dan wujud ketidaksetiaan tidak disetujui Allah. Perceraian dilihat sebagai salah satu wujud tindak kekerasan dan itu sebabnya Allah menentangnya. Perintah ini tegas namun semoga kita bijaksana memahami bahwa semua ini demi kebaikan kita. Sedapat mungkin kita belajar mengedepankan Tuhan dalam penentuan sikap kita. Marilah melibatkan Tuhan dalam segala hal yang kita buat supaya akhirnya siklus keluarga beracun termasuk perceraian bisa kita akhiri.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk tidak melakukan kekerasan epada siapapun juga . Amin.

Rabu, 20 November 2024

bahan bacaan : Kejadian 37 : 12 – 28

Yusuf dijual ke tanah Mesir
12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. 13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa." 14 Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem. 15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang kaucari?" 16 Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?" 17 Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan. 18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. 19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang! 20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" 21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" 22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" --maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya. 23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. 24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. 25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. 26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? 27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. 28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. 

Katakan Tidak terhadap Kekerasan!
Di Lapas dan Rutan kami berjumpa dengan orang-orang yang hebat di dalam Tuhan. Banyak kesaksian menarik yang kami temui di sana. Salah satunya adalah ketika seorang warga bina bercerita tentang ulah saniri negeri yang kemudian membuatnya dan rekannya dijebloskan di ruang berterali besi ini. Wajahnya penuh ekspresi kemarahan, namun diakhir seluruh kepahitan hidup yang ia kisahkan, dengan wajah penuh senyuman, ia berkata, “Beta mengampuni mereka dan beta tidak akan balas perbuatan mereka. Cukup hanya untuk beta. Jangan lagi orang lain”. Pernyataannya adalah pilihan yang tepat. Belajar dari kecemburuan saudara-saudara Yusuf, hendaklah kita katakan tidak terhadap kekerasan sebab hanya akan membuat hidup orang lain menderita. Warga bina memutuskan untuk melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang telah membuatnya menderita. Sikapnya adalah teladan yang baik.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup baik , Amin.

Kamis, 21 November 2024

bahan bacaan : Yeremia 22 : 1 – 5

Beginilah firman TUHAN: "Pergilah ke istana raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini! 2 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja Yehuda yang duduk di atas takhta Daud, engkau, pegawai-pegawaimu dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 3 Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! 4 Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya. 5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.

Budaya Kekerasan Jangan Dipelihara!

Perintah untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah sebagaimana yang terucap melalui doa Bapa Kami adalah perintah yang sangat menantang. Rasanya sakit dan sulit untuk melakukannya. Ini juga yang dirasakan oleh Jefo. Ayahnya telah ditangkap dan sementara menjalani hukuman dii penjara selama satu tahun. Karena penangkapan ayahnya, ia bersama ibu dan adik-adiknya mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari masyarakat sekitar. Ia merasa dunia tidak adil baginya. Ayahnya sementara dihukum. Tetapi ia dan keluarganya juga ternyata menerima hukuman dari masyarakat sekitar. Karena semua perlakuan buruk ini akibatnya Jefo mengajak ibu dan adik-adiknya untuk berpindah tempat tinggal. Peristiswa yang diceritakan tentang Jefo mungkin dibilang biasa saja. Tapi sebagai orang percaya, kita harus membuat perenungan tersendiri tentang apa yang terjadi. Seperti inilkah cara hidup kita sebagai gereja ? Gereja adalah pesrekutuan orang percaya yang terpanggil untuk saling menopang dan bukan sebaliknya. Raja Yehuda (Zedekia) yang mendapatkan nubuat dari Yeremia telah diingatkan Tuhan akan kebenaran ini. Lepaskan pengampunan supaya budaya kekerasan berakhir dan tidak terpelihara.

Doa: ya Tuhan Yesus, ajar kami tidak berlaku kasar kepada semua ,Amin

Jumat, 22 November 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 45 : 9 – 17

Tugas umat TUHAN dan tanggung jawab raja
9 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 10 Neraca yang betul, efa yang betul dan bat yang betullah patut ada padamu. 11 Sepatutnyalah efa dan bat mempunyai ukuran yang sama yang ditera, sehingga satu bat isinya sepersepuluh homer, dan satu efa ialah sepersepuluh homer juga; jadi menurut homerlah ukuran-ukuran itu ditera. 12 Bagi kamu satu syikal sepatutnya sama dengan dua puluh gera, lima syikal, ya lima syikal dan sepuluh syikal, ya sepuluh syikal, dan lima puluh syikal adalah satu mina. 13 Inilah persembahan khusus yang kamu harus persembahkan: seperenam efa dari sehomer gandum dan seperenam efa dari sehomer jelai. 14 Tentang ketetapan mengenai minyak: sepersepuluh bat dari satu kor; satu kor adalah sama dengan sepuluh bat. 15 Seekor anak domba dari setiap dua ratus ekor milik sesuatu kaum keluarga Israel. Semuanya itu untuk korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16 Seluruh penduduk negeri harus mempersembahkan persembahan khusus ini kepada raja di Israel. 17 Dan rajalah yang bertanggung jawab mengenai korban bakaran, korban sajian, korban curahan pada hari-hari raya, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat dan pada setiap perayaan kaum Israel. Ialah yang akan mengolah korban penghapus dosa, korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi kaum Israel."

Hidup Baik Dengan Semua Orang
Bentuk tindakan menjauhi kekerasan yakni dengan melakukan keadilan dan kebenaran. Inilah yang difirmankan Tuhan melalui Nabi Yehezkiel. Otoritas sebagai seorang raja diingatkan untuk dilakukan dalam takut akan Tuhan. Ini merupakan perintah yang semestinya dipahami dan tidak dilupakan oleh kita sebagai orang percaya. Sebab terkadang jabatan dan kuasa membuat kita menghalalkan segala cara termasuk dalam melakukan praktek kekerasan dan aniaya. Tuhan mengingatkan para raja melalui nabi untuk senantiasa membangun hidup yang baik dengan semua orang. Hal ini mengandung pesan bagi kita bahwa selama masih ada kesempatan bagi kita untuk berbuat baik, maka marilah kita berbuat baik. Tuhan benci kepada kekerasan. Tuhan menciptakan manusia agar dapat mendampingi satu dengan yang lain. Karena itu segala bentuk tindakan yang seolah merusak citra hidup termasuk merampas hak Tuhan sebagai pencipta, sangat dibenci oleh Tuhan. Marilah gunakan hidup untuk hal yang baik dan benar agar nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk menabur kebaikan, Amin.

Sabtu, 23 November 2024

bahan bacaan : Mikha 2 : 1 – 2

Kutuk atas orang yang menindas
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya; 2 yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

Tabur Tuai Celaka
Orang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap sesamanya akan menuai celaka atas perbuatannya. Inilah yang tergambar dalam teks kita saat ini. Hidup mesti digunakan secara baik-baik. Setiap orang boleh memiliki keinginan namun keinginan harus dikendalikan oleh roh takut akan Tuhan. Keinginan yang tidak berada dalam kendali kuasa Tuhan hanya akan melanggengkan terjadinya kekerasan. Istilah jang baringin orang pung barang merupakan istilah yang harus dipahami sebagai sebuah perintah yang harus diikuti oleh kita sebagai orang percaya. Ini juga sesuai dengan hukum Tuhan yang mengajarkan kita untuk tidak mengingini. Kita boleh saja memilki keinginan tapi kita harus memilikinya dengan cara yang benar. Hukum tabur tuai akan kemudian menjadi hukum yang berlaku dalam hidup kita. Tentunya kita tidak menginginkan hidup kita hancur dan binasa bukan ? Karena itu, marilah sebijaksana mungkin kita bertindak terutama untuk apapun yang menjadi keinginan kita. Kiranya kita meminta Roh Kudus menolong kita untuk mewujudkan keinginan kita. Ingatlah bahwa bila kita menabur celaka maka kita juga akan menuai celaka!

Doa: Tuhan Yesus ajar kami berlaku hati-hati dalam hidup, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Hidup Sehat dengan Hikmat Allah

Minggu, 10 November 2024

bahan bacaan : Daniel 1 : 1 – 21

Di istana Babel
Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. 8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Jalan Hidup Orang Diberkati

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Hari ini diperingati untuk mengenang pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Pertempuran tersebut merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Walaupun berada ditengah-tengah pergolakan penjajahan, tidak menyurutkan semangat tentara Indonesia untuk merdeka dan terbebas dari penjajahan. Satu hal yang dapat kita pelajari dari semangat para pahlawan ini ialah komitmen mereka. Komitmen Daniel dalam bacaan kita hari ini pun mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh pada sesuatu yang benar dan tidak mudah terombang-ambing. Sebab, berkat dan promosi disediakan Tuhan bagi orang-orang yang hidup benar. Meski berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang menyembah berhala, Daniel berketetapan hati untuk tidak hanyut dalam pola hidup istana. Ia berani menolak dosa, tidak mau menyembah kepada raja meskipun nyawa menjadi taruhannya. Bahkan dari hal yang terkecil sekalipun (soal makanan). Bayangkan jika kita hidup ditengah-tengah lingkungan yang jahat, rusak moralnya, dan menganggap dosa itu sesuatu yang biasa dan wajar? Apakah kita akan merasa damai? Di akhir zaman ini, Tuhan mencari orang-orang seperti Daniel. Orang-orang yang berani menolak melakukan kejahatan dan pelanggaran.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk menjaga kekudusan hidup dan terus berjalan dalam kehendakMu. Amin.

Senin, 11 November 2024

bahan bacaan : Amsal 23 : 29 – 30

29 Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? 30 Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran.

Tubuhmu adalah Bait Allah yang Kudus, Hargailah!
P2PTM Kemenkes RI (Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak menular) menyerukan dampak mengkonsumsi Alkohol bagi kesehatan. Salah satunya yakni menyebabkan gangguan jantung. Terhadap dampak tersebut maka kita diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan sedini mungkin tidak terjerat kedalam lingkungan yang dipenuhi dengan Alkoholic (Pemabuk). Amsal 23 : 29-30 secara lantang menyampaikan tentang kondisi seorang pemabuk atau pecinta alkohol. Jika dibaca pada ayat selanjutnya kita dapat memahami bahwa dampak seseorang yang mengalami mabuk karena meminum minuman keras adalah kekacauan (ayat.33-35). Untuk itu, pembinaan dalam lingkup keluarga harus tetap digemakan. Pembinaan bukan hanya pada anak-anak, tetapi antar suami-istri pun haruslah diperkuat. Hanya dengan demikian, kita akan terhindar dari kekacauan dan kehancuran akibat kemabukan itu. Semoga kita dijauhkan dari perilaku-perilaku yang merusak hidup, jadilah orang-orang yang berhikmat dengan menjaga kekudusan tubuh dan hidup.

Doa: Hanya oleh Hikmat Tuhanlah, maka kami akan terhindar dari kemabukan duniawi. Amin.

Selasa, 12 November 2024

bahan bacaan : Amsal 20 : 1

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

Berhikmatlah dan Sayangilah Tubuhmu!
“Papa pung pasang”, Ini adalah judul lagu Ambon yang sangat viral sebab memuat kisah-kisah heroic seorang ayah yang sungguh-sungguh berjuang untuk anak—anaknya. Bertepatan dengan hari ini diperingati sebagai hari Ayah Nasional, maka bacaan dihari ini pula secara tersirat memberi kesan tentang sosok ayah yang terkadang harus berkutat dengan yang namanya anggur atau minuman keras sebab bekerja sebagai penghasil sopi (batifar). Sesungguhnya, anggur atau minuman keras yang dalam tradisi orang timur masih kental digunakan sebagai salah satu pengikat (adat), tidaklah salah jika didudukkan fungsinya secara benar. Sebab pada jemaat-jemaaat kita di daerah-daerah tertentu, minuman keras (sopi) adalah salah satu mata pencaharian umat atau masyarakat. Pendidikan anak-anak terjamin dengan adanya hasil sopi bahkan keberhasilan anak-anak pun adalah dari hasil penjualan sopi. Persoalannya ialah pada pengguna/pengkonsumsi minuman keras ini. Melalui Firman Tuhan hari ini ini, kita belajar bersama untuk menjadi orang-orang yang bijaksana dan berhikmat dengan tidak membiarkan diri dipengaruhi minuman keras.

Doa: Kuduskan Tubuh dan Hidup kami Tuhan, sehingga kami layak dihadapanMu. Amin.

Rabu, 13 November 2024

bahan bacaan : Amsal 6 : 32

32 (TB)  Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri. 

Jauhi Perzinahan

Salah satu penyakit sosial yang marak terjadi dalam kehidupan masyarakat yaitu masalah perzinahan. Meskipun zinah disadari sebagai perbuatan yang salah dan sangat beresiko, namun secara sengaja masih tetap dilakukan. Mirisnya perbuatan zinah acapkali dilakukan oleh orang percaya hanya untuk memenuhi keinginan daging semata. Karena itu melalui bacaan saat ini penulis hendak menyampaikan ajaran kepada kita perihal perzinahan. Baginya orang yang melakukan zinah sama dengan tidak berakal budi dan berdampak merusak diri sendiri. Artinya pelaku zinah tidak memiliki hikmat dan akal sehat sehingga menjerumuskan diri dalam perbuatan amoral. Karena perbuatan zinah dapat merugikan diri maka alangkah lebih baik perbuatan tersebut tidak dilakukan. Ada banyak konsekuensi yang didapat atas perbuatan tersebut baik secara moral, relasi sosial tetapi juga pada kesehatan tubuh. Terhadap hal itu sebagai orang percaya kita diajarkan agar menjauhkan diri dari perbuatan zinah, sebab perbuatan demikian pun tidak berkenan dihadapan Allah dan mendatangkan dosa. Terus jalani hari-hari hidup yang Tuhan anugerahkan sambil tetap meminta hikmat Allah, supaya kita tidak terjebak dan jatuh dalam perbuatan dosa.

Doa: Tuhan, kami percaya hikmat-Mu menuntun dan menjauhi kami dari perbuatan zinah. Amin.

Kamis, 14 November 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 5 : 23

23 Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

Hidup Sehat
Memiliki tubuh yang sehat merupakan harapan semua orang. Namun harapan itu harus ditopang dengan pola hidup yang sehat. Sebab dengan menjalankan pola hidup sehat maka kita dapat memiliki tubuh yang sehat pula. Kesehatan adalah hal yang penting dan harus dijaga, itu sebabnya rasul Paulus turut menasihati Timotius supaya menjaga kesehatannya. Sebab ada banyak hal yang akan ikut terganggu termasuk pelayanan jika tubuh tidak sehat. Ini berkaitan dengan kondisi Timotius yang mengalami gangguan pada pencernaannya dan tubuh yang sering lemah. Terhadap hal itu rasul Paulus menyampaikan kepadanya supaya janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit. Artinya ada upaya yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan. Kalimat tambahkan sedikit anggur mununjukkan pemakaian anggur yang tidak banyak atau tidak berlebihan. Sebab jika berlebihan maka justru akan berpotensi merusak kesehatan. Oleh karena itu melalui firman ini kita semua diajarkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Hal ini dapat dilakukan jika semua orang memiliki kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Dalam kaitan dengan itu maka hikmat dari Allah diperlukan untuk menuntun dan mengarahkan cara berpikir kita. Terapkanlah pola hidup sehat dalam kehidupan tiap-tiap hari baik kepada pribadi maupun keluarga kita. sebab dengan begitu akan mengurangi resiko berbagai macam penyakit bahkan kematian dini. Utamakan hidup sehat agar semua hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, dapat dijalankan dengan sebagaimana mestinya.  

Doa: Hikmati kami ya Allah, supaya terus menerapkan hidup sehat dari waktu ke waktu. Amin.

Jumat, 15 November 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 7 : 1 – 9

Tentang perkawinan
Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. 3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. 5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah. 7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. 8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. 9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Relasi Yang Sehat

Berbicara tentang hidup sehat tidak hanya terkait dengan tubuh jasmani manusia saja, tetapi juga berkaitan dengan relasi antara sesama manusia. Pada bagian ini Rasul Paulus hendak menasihati jemaat Korintus terkait hal tersebut. Nasihat Paulus ini merupakan respons terhadap tulisan yang dikirimkan kepadanya tentang persoalan hubungan seksual. Hal ini disebabkan karena sejumlah orang Korintus berpikir bahwa melakukan hubungan seks di luar perkawinan itu bukan masalah. Namun Paulus menolak hal tersebut serta meminta agar pasangan yang telah menikah supaya tetap saling setia. Ada sebagian pula dari orang Korintus yang berpendapat bahwa, tidak melakukan hubungan seksual akan membuat mereka lebih rohani dari pada mereka yang berhubungan seksual. Terkait dengan hal itu Paulus mengemukakan pendapat pribadinya, jika tidak dapat menguasai diri lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu (ay. 9). Artinya melalui firman ini, rasul Paulus mengingatkan kita tentang pentingnya menjalani suatu relasi yang sehat. Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena tidak sedikit dari orang percaya yang telah terjerumus dalam dosa percabulan. Jalanilah kehidupan yang sehat dan jauhkanlah diri kita dari hubungan seksual di luar pernikahan, serta berusaha menghargai pernikahan yang telah diberkati oleh Allah dengan tetap setia kepada pasangan hidup masing-masing.

Doa: Ya Allah, mampukan kami agar dapat menjalani relasi yang sehat. Amin.

Sabtu, 16 November 2024

bahan bacaan : Amsal 27 : 23 – 27

23 Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. 24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun? 25 Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan, 26 maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, 27 pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan.

Hikmat Allah Menuntun Hidup

Salah satu hal mendasar dan yang paling penting dalam menjalani kehidupan yakni memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Terhadap hal itu bagian Alkitab Amsal 27:23-27 memberikan pelajaran tentang suatu kehidupan di desa, berkaitan dengan bangsa Israel kuno yang cenderung berusaha pada bidang peternakan dan pertanian. Sebagaimana ternak harus dipelihara, demikian juga sawah harus digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menghasilkan. Dari hasil itulah segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi termasuk kebutuhan makanan (ay. 27). Pelajaran utama dari bagian Alkitab ini ialah kita harus memakai hikmat dalam membuat rencana, sehingga semua yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Sebab hewan yang sehat, sawah yang memberikan hasil, panen yang tepat waktu dan mempergunakan hasilnya dengan bijaksana semua itu membutuhkan hikmat. Pertanyaannya ialah apakah kita telah menggunakan hikmat dalam menjalani hidup? Sebab oleh hikmat Allah, setiap orang akan dimampukan serta dituntun dalam suatu perencanaan demi kebutuhan hidupnya. Artinya melalui firman Tuhan saat ini, kita diajarkan bahwa betapa pentingnya hikmat yang berasal dari pada Allah. Itu sebabnya mengakhiri usbu ini sebagai orang-orang percaya baik kehidupan pribadi maupun keluarga, kita semua diingatkan untuk terus meminta hikmat dari Sang sumber hikmat untuk menjalani hidup ke depannya.SDoa: Bapa, biarlah hikmat-Mu terus menuntun hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Dalam Sakitmu, Tuhan Dimuliakan

Minggu, 3 November 2024

bahan bacaan : Yohanes 9 : 1-41

Orang yang buta sejak lahirnya
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. 4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. 5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." 6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi 7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. 8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" 9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." 10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" 11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat." 12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu." 13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. 14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. 15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." 16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. 17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." 18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" 20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, 21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." 22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri." 24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." 25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." 26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?" 27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" 28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. 29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang." 30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa." 34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. 35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" 36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." 37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. 39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." 40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" 41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."

Nyatakan Kemuliaan Tuhan Dengan Menolong Sesama

Segala sesuatu yang terjadi di hidup ini pasti ada penyebabnya. Pemahaman seperti itu tampak juga dalam pikiran para murid yang menanyakan siapa yang bersalah saat mereka melihat pengemis yang buta sejak lahir. Para murid Yesus terjebak dalam pola sebab akibat, sehingga Yesus pun memberi penjelasan atas peristiwa yang terjadi tersebut. Bagi Yesus, apapun yang terjadi atas izin Allah dengan maksud supaya pekerjaan Tuhan dinyatakan. Jadi, peristiwa Yesus menyembuhkan pengemis buta terjadi atas izin Allah. Melalui penyembuhan yang terjadi di hari Sabat, Yesus memberikan terang kepada pengemis buta. Meskipun ada penolakan dari orang-orang Yahudi dan ahli Taurat karena dianggap melanggar Sabat; namun,
penyembuhan itu menunjukkan kasih Allah yang menjangkau semua manusia tanpa dibatasi apa pun. Melalui mujizat ini, kuasa Tuhan dinyatakan. Yesus melakukan ini dengan hati. Marilah kita menyatakan Allah kepada siapa pun dengan hati!

Doa: Semangatkanlah kami untuk menolong sesama demi kemuliaan Tuhan. Amin.

Senin, 4 November 2024

bahan bacaan : Yohanes 11 : 1 – 4

Lazarus dibangkitkan
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." 4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

Muliakan Tuhan Dalam Persoalan Hidupmu

Semua manusia, baik selaku pribadi atau keluarga, pasti mengalami persoalan dalam hidup. Persoalan-persoalan itu beraneka ragam yakni ekonomi, pekerjaan dan usaha, kesehatan dan masih banyak lagi yang lain. Kita pasti pernah mengalaminya, atau bisa saja kita sekarang sedang berjuang untuk keluar dari persoalan-persoalan itu. Meskipun demikian, persoalan-persoalan yang dialami tidak akan menghancurkan, membahayakan, atau membinasakan kita, justru melalui persoalan itu kemuliaan Allah dinyatakan (ay.4). Hal ini menunjukkan apapun keadaannya, Allah tidak pernah jauh dari hidup kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian meskipun kita berada di dalam kesesakan, Allah selalu hadir untuk mendampingi kita. Mengapa demikian? sebab melalui persoalan hidupmu Allah mau menyatakan kemuliaan-Nya dan mujizat-Nya di dalam dirimu saat ini juga. Di dalam persoalan hidup Allah yang berkuasa menyatakan kuasanya agar manusia tunduk pada kuasa Allah, dan memuliakan Allah.

Doa: Biarlah dalam persoalan hidup, kami terus memuliakan Tuhan dalam hidup ini. Amin.

Selasa, 5 November 2024

bahan bacaan : Matius 9 : 9-13

Matius pemungut cukai mengikut Yesus
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Kemuliaan Yesus Pada Orang Berdosa

Salah satu hal yang selalu melekat pada diri kita ketika mengetahui orang lain membuat kesalahan atau dosa adalah memberi “stempel” buruk atau tidak baik, atau tidak pantas pada orang tersebut. Catatan buruk diberikan kepadanya, lalu dikucilkan atau tidak dipakai dalam masyarakat. Firman Tuhan hari ini memperlihatkan tindakan Yesus melawan sikap tersebut. Matius; seorang murid Yesus yang punya catatan jelek di kalangan masyarakat, justru dipanggil dan dipilih Yesus untuk menjadi murid-Nya. Mengapa demikian? karena Yesus melihat kemungkinan pertobatan yang tulus dalam diri Matius. Yesus juga menilai keinginan hati Matius untuk mengikuti Dia, dengan kesungguhannya, serta meninggalkan pekerjaan dan cara hidupnya. Hal ini berbeda dari gambaran atau image orang tentang Matius. Pemilihan terhadap Matius yang tidak dipandang oleh masyarakat saat itu, hendak menegaskan bahwa orang berdosa disayangi dan mendapat perhatian dari Tuhan. Apalagi jika ia tidak menolak Tuhan. Berubah dan berbalik ke jalan yang benar menunjukkan telah terjadinya kemuliaan Tuhan pada orang berdosa yang bertobat.

Doa: Ya Tuhan, Muliakan dan ajarilah aku bertobat dan mengubah diriku menjadi manusia baru. Amin.

Rabu, 6 November 2024

bahan bacaan : Matius 9 : 18 – 26

Anak kepala rumah ibadat Perempuan yang sakit pendarahan
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Yakinlah, Kuasa Allah Menyembuhkan !

Meyakini kuasa Allah dalam hidup berarti memilih jalan kehidupan dan kesembuhan atas hidup tersebut. Hal ini harus berwujud dalam tindakan iman dengan datang kepada Yesus memohon keselamatan saat sakit, susah, atau menderita. Kisah kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya menunjukkan betapa Yesus berkuasa atas penyakit dan kematian. Iman kepada Yesus dinyatakan oleh kepala rumah ibadat yang datang menyembah dan memohon belas kasihan Yesus untuk menghidupkan anaknya yang mati. Iman yang sama juga terlihat dari kisah perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun lamanya. Keyakinan atas kuasa Yesus, membuat dirinya berani menjamah jumbai jubah Yesus. Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya, tetapi juga menahirkannya. Iman menuntun seseorang kepada sebuah tindakan konkret. Di tengah-tengah kondisi yang pelik, kita harus mencari, berharap, dan beriman kepada Yesus.

Doa: Berikanlah kemenangani dari derita hidup. Amin.

Kamis, 7 November 2024

bahan bacaan : II Tawarikh 21 : 1 – 20

Kemudian Yosafat mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Yoram, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Raja Yoram
2 Saudara-saudaranya, anak-anak Yosafat, ialah: Azarya, Yehiel, Zakharia, Azariahu, Mikhael dan Sefaca. Mereka semua anak-anak Yosafat, raja Israel. 3 Ayahnya memberikan kepada mereka banyak pemberian, berupa emas dan perak dan barang-barang berharga, juga kota-kota berkubu di Yehuda. Tetapi kedudukan raja diberikannya kepada Yoram, karena dialah anak sulungnya. 4 Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel. 5 Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. 6 Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 7 Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikat-Nya dengan Daud, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya. 8 Pada zamannya memberontaklah Edom terhadap kekuasaan Yehuda dan mereka mengangkat seorang raja atas mereka sendiri. 9 Maka majulah Yoram dengan panglima-panglimanya serta seluruh keretanya; pada waktu malam bangunlah ia, lalu bersama-sama dengan para panglima pasukan kereta ia menerobos barisan orang Edom yang mengepung dia. 10 Demikianlah Edom memberontak kekuasaan Yehuda dan terlepas sampai sekarang ini. Lalu Libnapun memberontak terhadap kekuasaannya pada masa itu juga. Itu disebabkan karena ia telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyangnya. 11 Lagipula ia membuat bukit-bukit pengorbanan di gunung-gunung Yehuda. Ia membujuk penduduk Yerusalem untuk berzinah dan ia menyesatkan Yehuda. 12 Lalu sampailah kepadanya sebuah surat dari nabi Elia yang bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Karena engkau tidak hidup mengikuti jejak Yosafat, ayahmu, dan Asa, raja Yehuda, 13 melainkan hidup menurut kelakuan raja-raja Israel dan membujuk Yehuda dan penduduk-penduduk Yerusalem untuk berzinah, sama seperti yang dilakukan keluarga Ahab, dan juga karena engkau telah membunuh saudara-saudaramu, seluruh keluarga ayahmu yang lebih baik dari padamu, 14 maka TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu. 15 Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu." 16 Lalu TUHAN menggerakkan hati orang Filistin dan orang Arab yang tinggal berdekatan dengan orang Etiopia untuk melawan Yoram. 17 Maka mereka maju melawan Yehuda, memasukinya dan mengangkut segala harta milik yang terdapat di dalam istana raja sebagai jarahan, juga anak-anak dan isteri-isterinya, sehingga tidak ada seorang anak yang tinggal padanya kecuali Yoahas, anaknya yang bungsu. 18 Sesudah semuanya ini TUHAN menulahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh. 19 Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. 20 Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.

Apa yang Ditabur, Itu yang Dituai
Sebagai orang percaya, cukuplah meyakini bahwa Hukum Tabur Tuai itu nyata. Kisah Raja Yoram, seorang muda yang dipercayakan menjadi pemimpin dalam usia 32 tahun dan berhadapan dengan situasi bangsa yang dipimpinnya saat itu. Yoram dalam kepemimpinannya melakukan yang tidak baik dihadapan Tuhan. Ia membunuh saudara-saudaranya dan beberapa pembesar Israel (ay.5). Ia merasa dirinya kuat dan hebat sehingga semena-mena atas kekuasaan yang dipercayakan baginya. Kondisi ini membuat tidak nyaman, sehingga Edom memberontak dan mengangkat pemimpin mereka sendiri. Pada akhirnya terjadi peperangan antar Yoram dan Edom. Ia membujuk Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berzinah, dll. Atas keburukan dan kejahatan Yoram, Tuhan Allah murka dan menghukumnya. Orang Filistin dan orang Arab bangkit melawan dia, sehingga ia kehilangan semua yang dimiliki. Bahkan sampai akhir hidupnya ia menderita sakit yang hebat dan meninggal dalam kesendirian sebab rakyatnya tidak mencintainya. Kisah Raja Yoram mengajarkan kita untuk berlaku baik, adil dan taat kepada sesama dan Tuhan. Jangan pernah memegahkan diri, jangan merasa lebih dari Tuhan, jangan angkuh dan serakah. Sebab semuanya hanya akan membawa kepada malapetaka dan kebinasaan.

Doa: Berkati kami Tuhan, untuk setia melakukan kebaikan dalam kehidupan kami. Amin.

Jumat, 8 November 2024

bahan bacaan : II Raja-raja 1 : 1 – 18

Nabi Elia memberitahukan kematian Ahazia
Sesudah Ahab mati, maka memberontaklah Moab terhadap Israel. 2 Pada suatu hari jatuhlah Ahazia dari kisi-kisi kamar atasnya yang ada di Samaria, lalu menjadi sakit. Kemudian dikirimnyalah utusan-utusan dengan pesan: "Pergilah, mintalah petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini." 3 Tetapi berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: "Bangunlah, berangkatlah menemui utusan-utusan raja Samaria dan katakan kepada mereka: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga kamu ini pergi untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? 4 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." Lalu pergilah Elia. 5 Sesudah utusan-utusan itu kembali kepada raja, berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu kembali?" 6 Jawab mereka kepadanya: "Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami: Pergilah, kembalilah kepada raja yang telah menyuruh kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." 7 Lalu bertanyalah ia kepada mereka: "Bagaimanakah rupa orang yang telah datang menemui kamu itu dan yang mengatakan perkataan ini kepadamu?" 8 Jawab mereka kepadanya: "Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya." Maka berkatalah ia: "Itu Elia, orang Tisbe!" 9 Sesudah itu disuruhnyalah kepada Elia seorang perwira dengan kelima puluh anak buahnya. Orang itu naik menjumpai Elia yang sedang duduk di atas puncak bukit. Berkatalah orang itu kepadanya: "Hai abdi Allah, raja bertitah: Turunlah!" 10 Tetapi Elia menjawab, katanya kepada perwira itu: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu." Maka turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. 11 Kemudian raja menyuruh pula kepadanya seorang perwira yang lain dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu orang itu berkata kepada Elia: "Hai abdi Allah, beginilah titah raja: Segeralah turun!" 12 Tetapi Elia menjawab mereka: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu!" Maka turunlah api Allah dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. 13 Kemudian raja menyuruh pula seorang perwira yang ketiga dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu naiklah perwira yang ketiga itu dan sesudah sampai, berlututlah ia di depan Elia, serta memohon belas kasihan kepadanya, katanya: "Ya abdi Allah, biarlah kiranya nyawaku dan nyawa kelima puluh orang hamba-hambamu ini berharga di matamu. 14 Bukankah api sudah turun dari langit memakan habis kedua perwira yang dahulu dengan kelima puluh anak buah mereka? Tetapi sekarang biarlah nyawaku berharga di matamu." 15 Maka berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia: "Turunlah bersama-sama dia, janganlah takut kepadanya!" Lalu bangunlah Elia dan turun bersama-sama dia menghadap raja. 16 Berkatalah Elia kepada raja: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel untuk ditanyakan firman-Nya, maka sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." 17 Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia. Maka Yoram menjadi raja menggantikan dia dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda, sebab Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki. 18 Selebihnya dari riwayat Ahazia, apa yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?

Nikmati ProsesNya dan Rasakanlah BerkatNya!

Ahazia melakukan kesalahan besar dihadapan Tuhan. Menyembah baal atau berhala ketika ia terbaring sakit karena terjatuh dari kisi-kisi kamar. Dia meminta petunjuk dari baal-zebub; allah di Ekron, terhadap penyakitnya dan mengharapkan kesembuhan. Mendengar perbuatan yang dilakukannya itu, Malaikat Tuhan menjumpai Nabi Elia dan meminta Elia untuk berjumpa dengan utusan-utusan Raja. Ketika perjumpaan itu terjadi, Nabi Elia menanyakan tentang keputusan Raja menemui baal-zebul untuk kesembuhannya! Nabi Elia berkata kepada mereka, Apakah tidak Allah di Israel, sehingga engkau menemui baal-zebul? Dalam kemarahan, Elia kemudian menyampaikan Firman Tuhan “Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, dimana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati (Ay.4). Apa yang dilakukan Nabi Elia merupakan wujud ketaatannya kepada Allah Menduakan Allah dalam hal keyakinan akan menjadi persoalan yang besar. Sebab Allah kita adalah Allah yang hidup, berkuasa dan memiliki segalanya.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk selalu sabar menjalani pembentukan yang berasal dariMu. Amin.

Sabtu, 9 November 2024

bahan bacaan : Lukas 13 : 10 – 17

Menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." 13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" 17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Tak tersembunyi, Kuasa Allah
Bagi etiap orang percaya, Mujizat Tuhan akan terjadi kapan dan dimana saja bahkan dalam waktu dan situasi yang tidak dibayangkan. Tuhan Yesus menyembuhkan (bekerja) pada hari sabat. Hal ini tidak diijinkan dalam tradisi Yahudi. Tuhan Yesus mendapat pertentangan dari kepala rumah ibadat, namun Yesus menjawab dengan bijak bahwa perempuan ini perlu ditolong, sebab ada banyak orang juga yang tidak menghargai hari Sabat, mereka melakukan pekerjaan seperti menggembalakan lembu dan keledai (ayat.15). Seringkali kita berlaku seperti kepala rumah ibadat yang cenderung tidak memikirkan kemanusiaan. Kita lupa bahwa menjadi pengikut Kristus haruslah hidup saling menolong dan melakukan kebaikan. Banyak sekali orang yang munafik, menampilkan kebaikan hanya sebagai pencitraan dan kemudian mengabaikan kemanusiaan. Untuk itu, jadilah orang yang bertanggung jawab bagi sesama tetapi juga bagi Tuhan. Hanya dengan demikian, kita akan merasakan Karya Kebaikan Tuhan yang nyata, yang tidak terbatas dalam ruang dan waktu.

Doa: Kuduskan hidup kami Ya Tuhan, agar kami menjadi Berkat bagi sesama kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 Oktober – 2 November 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Relasi Antar Sesama untuk Kesejahteraan

Minggu, 27 Oktober 2024

bahan bacaan : Ezra 6 : 1-12

Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan. 2 Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam: 3 Pada tahun pertama zaman raja Koresh dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh: Mengenai rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu haruslah dibangun kembali sebagai tempat orang mempersembahkan korban sembelihan dan korban api-apian; haruslah tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam puluh hasta. 4 Dan haruslah dipasang tiga lapis batu besar-besar dan satu lapis kayu. Biayanya harus dibayar dari perbendaharaan kerajaan. 5 Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam bait suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah." 6 "Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. 7 Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. 8 Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu. 9 Dan apa yang diperlukan, yakni lembu jantan muda, domba jantan, anak domba untuk korban bakaran bagi Allah semesta langit, juga gandum, garam, anggur dan minyak, menurut petunjuk para imam yang di Yerusalem, semuanya itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari tanpa kelalaian, 10 supaya mereka selalu mempersembahkan korban yang menyenangkan kepada Allah semesta langit dan mendoakan raja serta anak-anaknya. 11 Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu. 12 Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama."

Pentingnya Relasi Dengan Sesama Demi Kesejahteraan Hidup

Membangun relasi antar sesama untuk kesejahteraan menjadi tema minggu pelayanan kita. Tema ini ditegaskan melalui kesaksian Firman Tuhan tentang perintah raja Darius untuk meneruskan penyelesaian pembangunan bait Allah. Perintah raja Darius ditujukan kepada bupati dan tua-tua Israel untuk membangun bait Allah. Perintah tersebut didukung baik secara daya maupun dana, termasuk  kebutuhan makan dan minum ditunjang dan digerakan untuk menyelesaikan pembangunan bait Allah. Sebuah kerjasama yang baik terjadi antar sesama. Perintah Raja Darius ini jika tidak diikuti dan diindahkan maka resiko adalah hukuman gantung dan pemusnahan seisi rumahnya. Itulah cara dan kuasa Tuhan yang menggerakkan Raja Darius yang tidak percaya kepada Tuhan. Dalam tuntunan Tuhan, kerjasama yang dapat dibangun dan diwujudkan untuk menyelesaikan pekerjaan besar yaitu menyelesaikan pembangunan bait Allah. Keteladanannya bagi adalah keharusan mengupayakan kesejahteraan hidup ini melalui kerjasama yang dibangun antar sesama. Semuanya pun akan berjalan dengan baik atas kuasa Tuhan yang menggerakkan hati setiap orang. Bahkan orang yang tidak seiman dengan kita sekalipun, dapat Tuhan pakai untuk mewujudkan hal-hal yang baik untuk semua orang dan demi hormat kepujian nama Tuhan.    

Doa: Terima kasih Tuhan atas tuntunanMu bagi kami dalam membangun relasi dengan sesama untuk masa depan yang baik. Amin.-

Senin, 28 Oktober 2024

bahan bacaan : Ezra 6 : 13-15

Pekerjaan selesai; pentahbisan rumah Allah dan hari raya Paskah yang pertama
13 Kemudian Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka berbuat dengan seksama menurut apa yang diperintahkan raja Darius. 14 Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia. 15 Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius.

 Relasi yang dibangun Dalam Campur Tangan Tuhan

Relasi antar sesama untuk kesejateraan akan terjadi hanya dalam tuntunan kuasa Tuhan. Hal ini terbukti melalui kesaksian Firman Tuhan saat Raja Darius memerintah untuk kembali menyelesaikan pembangunan bait Allah oleh dukungan Tatnai serta rekan-rekan mereka. Dukungan penuh kepada para tua-tua Yahudi untuk menyelesaikannya juga ditopang oleh nubuatan nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Kuasa Tuhan yang Maha Besar terjadi melalui raja-raja Persia yakni Koresh, Darius dan Arthasasta untuk menyelesaikan Bait Allah yakni pada hari ketiga bulan Adar. Sebuah kesaksian iman bagi kita bahwa pentingnya membangun relasi dengan siapapun untuk mewujudkan kehidupan yang baik dan sejahtera, dengan menghadirkan Tuhan. Kuasa Tuhanlah yang menggerakan hati setiap orang. Bahkan yang tidak seiman ataupun menjadi musuh kita sekalipun. Sebab itu, jadikanlah Kristus sebagai sumber hidup untuk menjadi kekuatan bagi kita dalam membangun relasi hidup dengan semua orang demi mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan dalam kehidupan kita semua!

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk membangun relasi dengan sesama demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Amin.

Selasa, 29 Oktober 2024

bahan bacaan : Nehemia 7 : 1-3

Tindakan-tindakan untuk melindungi kota
Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu. Lalu diangkatlah penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. 2 Pengawasan atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima benteng, karena dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Allah lebih dari pada orang-orang lain. 3 Berkatalah aku kepada mereka: "Pintu-pintu gerbang Yerusalem jangan dibuka sampai matahari panas terik. Dan pintu-pintunya harus ditutup dan dipalangi, sementara orang masih bertugas di tempatnya. Tempatkanlah penjaga-penjaga dari antara penduduk Yerusalem, masing-masing pada tempat-tempat penjagaan dan di depan rumahnya."

Relasi yang Baik Akan Tercipta Kerjasama yang Baik

Nehemia bertugas sebagai bupati untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang runtuh. Setelah semua proses pembangunan selesai dengan pemasangan pintu-pintu gerbang, maka Nehemia menugaskan para penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. Selain itu, kepada Hanani sebagai pengawas atas Yerusalem serta Hanaya sebagai panglima benteng. Hanaya adalah seorang yang takut akan Allah dan dapat dipercaya dibanding dengan yang lain. Nehemia juga memerintahkan untuk pintu-pintu gerbang selalu dijaga dan ia menempatkan penjaga-penjaga dari penduduk kota Yerusalem di tiap-tiap tempat penjagaannya. Semua yang diatur dengan baik oleh Nehemia, mendapat dukungan melalui relasi kerja yang baik dengan semua unsur, baik pimpinan dan umat di Yerusalem. Nehemia melaksanakan tanggung jawab itu dengan selalu mengandalkan Tuhan sebagai kekuatannya. Sebuah teladan bagi kita dalam melaksanakan setiap tanggung jawab untuk membangun relasi dan kerjasama guna mewujudkan kesejahteraan.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk membangun relasi dengan sesama untuk kesejahteraan hidup bersama. Amin.

Rabu, 30 Oktober 2024

bahan bacaan : Nehemia 12 : 44 -47

Jaminan hidup untuk para imam dan orang-orang Lewi
44 Pada masa itu beberapa orang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, bilik-bilik untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama dan untuk persembahan persepuluhan, supaya sumbangan yang menurut hukum menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang setiap kota. Sebab Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas. 45 Karena merekalah yang melakukan tugas pelayanan bagi Allah mereka dan tugas pentahiran, demikian juga para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, sesuai dengan perintah Daud dan Salomo, anaknya. 46 Karena sudah sejak dahulu, pada zaman Daud dan Asaf, ada pemimpin-pemimpin penyanyi, ada nyanyian pujian dan nyanyian syukur bagi Allah. 47 Pada zaman Zerubabel dan Nehemia semua orang Israel memberikan sumbangan bagi para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang sekadar yang perlu tiap-tiap hari dan mempersembahkan persembahan kudus kepada orang-orang Lewi. Dan orang-orang Lewi mempersembahkan persembahan kudus kepada anak-anak Harun.

Bantuan Kepada Pelayanan Akan Mewujudkan Kesejahteraan

Tugas Nehemia sebagai bupati bukan saja untuk membangun tembok Yerusalem yang runtuh, namun juga memperhatikan jaminan hidup para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Hal tersebut dilakukan dengan mengangkat beberapa orang yang bertugas mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, persembahan khusus, hasil pertama dan persepuluhan sesuai dengan ladang setiap kota. Hal ini diatur dengan baik sebagai bentuk sukacita umat karena pekerjaan untuk melayani Tuhan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh para imam, kaum Lewi serta juga para penyanyi dan penunggu pintu gerbang. Pesan nas hari ini bagi kita adalah pentingnya membangun relasi antar sesama yang dengan baik demi mewujudkan tugas dan tanggungjawab pekerjaan Tuhan untuk kesejahteraan bersama. Kita tidak dapat melakukan sutau pekerjaan seorang diri. Kita butuh kerjasama dengan sesama dan meminta hikmat Tuhan agar semua yang dilakukan untuk kesejahtaraan bersama dapat terwujud.

Doa: Ya Tuhan terima kasih untuk bantuan dan dukungan teman-teman sekerja dalam melakukan tugas-tugas pelayanan. Amin.

Kamis, 31 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 15 : 22-33

Harapan Paulus untuk datang ke Roma
22 Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu. 23 Tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini dan karena aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu, 24 aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu. 25 Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. 26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. 27 Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka. 28 Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu. 29 Dan aku tahu, bahwa jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus. 30 Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, 31 supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana, 32 agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu. 33 Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin.

Membantu sesama untuk kesejahteraan adalah buah benih Injil

Di hari ini kita merayakan HUT Reformasi atau Pekabaran Injil dengan bersyukur atas kasih Tuhan bagi kita dalam tanggung jawab kesaksian dan pelayanan di tengah dunia. Pelayanan kepada sesama yang lemah, sakit dan berkekurangan dilakukan dengan sukacita dalam persekutuan orang percaya adalah merupakan kesaksian injil Kristus yang terus kita beritakan dan saksikan bagi dunia dan semua orang. Hal tersebut dinyatakan oleh Paulus dalam surat pastoralnya kepada jemaat di Roma. Paulus mengajak umat untuk mengambil bagian dalam pelayanan kasih bagi mereka yang miskin dan berkekurangan di Yerusalem. Ajakan Paulus tidak sebatas pernyataan saja, namun melalui tindakan pelayanan Paulus kepada jemaat dengan kepedulian cinta kasih kepada mereka. Itulah benih Injil yang terus ditabur oleh Paulus dan diharapkan dapat diteruskan oleh jemaat, termauk oleh kita sebagai wujud kesaksian bagi semua orang. Injil yang menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, diwujudkan dalam hidup yang penuh kasih, mengampuni dan menyelamatkan semua orang percaya. Injil itu yang diberitakan melalui akta berbagi kasih dengan mereka yang sakit, miskin dan berkekurangan. Itulah makna syukur kita di Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil. 

Doa: Terima kasih Tuhan, mampukan kami untuk melayani bersama dengan mereka sebagai kawan sekerja Allah. Amin.

Jumat, 1 November 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 17 : 7 – 9

7 Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda. 8 Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. 9 Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.

Diberkati Karena Mengutamakan Tuhan

Tidak semua anak memiliki karakter atau perilaku hidup yang sama dengan orang tuanya. Ada anak yang berbeda dari kehidupan orang tuanya. Bacaan teks ini menampilkan cerita bahwa raja Yosafat menjadi raja Yehuda menggantikan Asa; ayahnya, yang wafat akibat sakit parah mendera kakinya (2Taw. 16:12-13). Yosafat setia dan taat, bahkan mengandalkan Tuhan sebagai penolong. Ayahnya, Raja Asa, bersekutu dengan Aram yang menyembah ilah sehingga dibenci Tuhan. Yosafat juga memperhatikan kehidupan rohani rakyatnya. Ia mengutus beberapa pembesar, orang Lewi, dan para imam untuk mengajar rakyatnya agar hidup takut akan Tuhan (7-9). Yosafat melakukan banyak hal yang benar di mata Tuhan, hal yang berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh ayahnya. Yosafat mendelegasikan tugas mengajarkan hukum Tuhan kepada orang yang tepat. Tuhan pun memberkati Yosafat dengan menaruh rasa takut pada Yehuda di dalam hati negara tetangga dan musuhnya. Makna dan pesan firman Tuhan ini adalah orang yang hidup bagi Tuhan serta yang mengutamakan Tuhan dalam seluruh karyanya, akan mengalami berkat-berkat Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami hidup mengutamakanMU. Amin

Sabtu, 2 November 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 31 : 1 – 10

Setelah semuanya ini diakhiri, seluruh orang Israel yang hadir pergi ke kota-kota di Yehuda, lalu meremukkan segala tugu berhala, menghancurkan segala tiang berhala, dan merobohkan segala bukit pengorbanan dan mezbah di seluruh Yehuda dan Benyamin, juga di Efraim dan Manasye, sampai musnah semuanya. Kemudian pulanglah seluruh orang Israel ke kota-kotanya, ke miliknya masing-masing.
Hizkia mengatur sumbangan untuk para imam dan orang Lewi
2 Hizkia menetapkan rombongan para imam dan orang-orang Lewi, rombongan demi rombongan, masing-masing menurut tugas jabatannya sebagai imam atau sebagai orang Lewi, untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, untuk mengucap syukur dan menyanyikan puji-pujian dan untuk melayani di pintu-pintu gerbang di tempat perkemahan TUHAN. 3 Raja memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran, yakni: korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, korban bakaran pada hari-hari Sabat dan pada bulan-bulan baru dan pada hari-hari raya, yang semuanya tertulis di dalam Taurat TUHAN. 4 Ia memerintahkan rakyat, yakni penduduk Yerusalem, untuk memberikan sumbangan yang menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka dapat mencurahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat TUHAN. 5 Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah yang besar hasil pertama dari pada gandum, anggur, minyak, madu dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persembahan persepuluhan dari segala sesuatu dalam jumlah yang besar. 6 Orang Israel dan orang Yehuda yang tinggal di kota-kota Yehuda juga membawa persembahan persepuluhan yang terdiri dari lembu sapi dan kambing domba, dan persembahan persepuluhan yang terdiri dari persembahan kudus yang telah dikuduskan bagi TUHAN Allah mereka. Semuanya itu diletakkan mereka bertimbun-timbun. 7 Mereka mulai membuat timbunan itu pada bulan yang ketiga, dan mereka selesai pada bulan yang ketujuh. 8 Hizkia dan para pemimpin datang melihat timbunan itu, dan mereka memuji TUHAN dan umat-Nya, orang Israel. 9 Hizkia menanyakan para imam dan orang-orang Lewi tentang timbunan itu, 10 dan dijawab oleh Azarya, imam kepala keturunan Zadok demikian: "Sejak persembahan khusus mulai dibawa ke rumah TUHAN, kami telah makan sekenyang-kenyangnya, namun sisanya masih banyak. Sebab TUHAN telah memberkati umat-Nya, sehingga tinggal sisa yang banyak ini."

Teladan Kemurahan Hati Demi Kesejahteraan Banyak Orang

Firman Tuhan diakui berisikan petunjuk-petunjuk hidup dalam menjalani kehidupan selaku umat Tuhan. Selain itu, ada prinsip-prinsip kebenaran yang menuntun umat Tuhan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Salah satu kebenaran yang harus dilakukan oleh umat Tuhan adalah hidup bermurah  hati dan adanya kesediaan untuk memberi. Dalam rangka itulah, raja Hizkia menjadikan dirinya sebagai contoh dan teladan dalam memberi sumbangan untuk para Imam dan Orang Lewi. Raja Hizkia memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran. Dengan menunjukkan kemurahan hati melalui memberi sumbangan, raja Hizkia menggerakkan hati rakyat juga untuk memberi sumbangan. Hasilnya, terkumpullah bahan makanan sehingga para hamba-Nya bisa makan sampai kenyang, malah mereka semua berkelimpahan.
Dari sini dapat dipahami bahwa Tuhan memanggil kita untuk dengan sadar menjadi teladan kemurahan hati demi kesejahteraan banyak orang.

Doa: Mampukanlah kami menjadi teladan dalam memberi Amin..

*SUMBER : SHK BULAN OKT – NOV 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Hikmat Allah Menjadi Dasar Membangun Kerjasama

Minggu, 20 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 10 : 1-13

Kunjungan ratu negeri Syeba
Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." 10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu. 11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.

Relasi Yang Baik Memudahkan Kerjasama

Membangun kerjasama yang baik adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini diperlihatkan dalam nas bacaan hari ini, Ratu Syeba datang dari jauh untuk menguji kebijaksanaan Salomo dan menyaksikan kekayaan serta kebesaran kerajaannya. Ia sangat kagum dengan hikmat yang dimiliki Salomo dan bagaimana Allah telah memberkati keluarganya sehingga mereka penuh kasih, rasa hormat, ramah dan disiplin dalam beragama (Band. Ayat 4-5). Pelayanan Salomo kepada Ratu Syeba ini telah membangun kerjasama yang harmoni dari kedua belah pihak sehingga ratu Syeba memberikan bantuan bagi pembangunan Bait Allah dan Istana Raja (ay.10-12). Kisah ini mengingatkan kita bahwa hikmat Tuhan adalah dasar untuk membangun kerjasama yang lebih harmonis dan produktif, baik antar keluarga, rekan pelayan, mitra kerja, dan sebagainya. Untuk itu, marilah kita terus memohon hikmat dari Tuhan dan menggunakannya dalam membangun hubungan kerjasama yang lebih baik.

Doa: Ajari kami Tuhan untuk memahami dan meyakini, bahwa perbedaan adalah anugerah kehidupan yang berasal dari-Mu. Amin.

Senin, 21 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 11 : 11-12

Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat
11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu. 12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

 Keselamatan Terwujud Dalam Hidup Baru

Ada prinsip yang keliru dikalangan orang kristen bahwa “keselamatan pasti diperoleh meskipun kita berbuat dosa”. Pemahaman yang keliru ini juga dianut oleh bangsa Yahudi bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah yang berhak atas keselamatan yang dianugerahkan didalam Yesus Kristus sehingga mendorong mereka untuk tidak taat kepada Tuhan. Melalui perikop ini, Paulus memperingatkan bangsa Yahudi, bahwa memang keselamatan telah dianugerahkan kepada mereka akan tetapi bila mereka tetap hidup didalam dosa dan tidak taat pada perintah Tuhan Allah, maka penolakan dari Allah akan mereka peroleh. Sebaliknya, Allah membuka jalan bagi bangsa-bangsa non Yahudi untuk menerima keselamatan dari Allah. Nasehat Paulus, mengingatkan kita bahwa menjadi kristen saja bukanlah jaminan menerima anugerah keselamatan Allah melainkan kita harus hidup beriman dan taat melakukan kehendak Allah. Firman Tuhan : “Iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17).

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk merespon keselamatan Allah dengan hidup benar, Amin.

Selasa, 22 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 11 : 13-24

13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, 14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. 15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? 16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. 17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! 21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Perikop ini dialamatkan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (ayat 13), dimana Paulus mengingatkan mereka yang sekarang menerima anugerah keselamatan agar tidak boleh merasa sombong dengan meremehkan bangsa Yahudi/Israel melainkan mereka harus hidup takut akan Tuhan (ayat 20). Kesombongan dapat mendorong mereka untuk melakukan dosa sehingga mengakibatkan penolakan mereka terhadap anugerah yang telah diterima. Selain itu, bila mereka hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Allah, mereka akan menjadi saksi bagi bangsa yahudi untuk berbalik kepada Allah dan menerima anugerah keselamatan. Paulus juga  mengingatkan kita, supaya hidup dalam kerendahan hati. Orang percaya harus mengakui bahwa keselamatan adalah hasil dari anugerah Allah, dan tidak ada yang bisa disombongkan, sebaliknya orang percaya harus merespon kasih Allah tersebut dengan menampakkan hidup kekristenan yang sejati sehingga Allah dimuliakan dan banyak orang menjadi percaya.

Doa: Roh Kudus, kiranya menuntun kami hidup dalam kerendahan hati Amin.

Rabu, 23 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 2 : 1-10

Persiapan-persiapan untuk mendirikan Bait Suci
Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi nama TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri. 2 Dan Salomo mengerahkan tujuh puluh ribu kuli, delapan puluh ribu tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus mandur untuk mengawasi mereka itu. 3 Lalu Salomo mengutus orang kepada Huram, raja negeri Tirus, dengan pesan: "Perbuatlah terhadap aku seperti yang kauperbuat terhadap ayahku Daud, ketika engkau mengirim kayu aras kepadanya, sehingga ia dapat mendirikan baginya suatu istana untuk tinggal di situ. 4 Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya. 5 Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah. 6 Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya? 7 Maka sekarang, kirimlah kepadaku seorang yang ahli mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, kain ungu muda, kain kirmizi, kain ungu tua, dan yang juga pandai membuat ukiran, untuk membantu para ahli yang ada padaku di Yehuda dan di Yerusalem, yang telah ditunjuk ayahku Daud. 8 Kirim juga kepadaku kayu aras, sanobar dan cendana dari gunung Libanon, sebab aku tahu, bahwa hamba-hambamu pandai menebang pohon dari Libanon. Dalam pada itu hamba-hambaku akan membantu hamba-hambamu 9 untuk menyediakan bagiku sejumlah besar kayu, sebab rumah yang hendak kudirikan itu harus besar dan mentakjubkan. 10 Dan untuk tukang-tukang yang menebang pohon kuberikan gandum dua puluh ribu kor, jelai dua puluh ribu kor, anggur dua puluh ribu bat dan minyak dua puluh ribu bat, sebagai bahan makanan bagi hamba-hambamu itu."

Kerjasama Mendatangkan Manfaat Besar

Saudaraku, membangun relasi yang baik memberi manfaat besar bagi kepentingan dan kesuksesan bersama. Raja Salomo menyadari bahwa untuk membangun Bait Allah, diperlukan kerjasama dengan orang-orang yang memiliki keahlian dan potensi. Ia membangun relasi yang baik dengan Hiram; Raja Tirus, dalam mendukung proses pembangunan tersebut, melalui bantuan materi dan tenaga kerja yang memadai. Salomo memulai relasi ini dengan pendekatan yang penuh hormat. Dia  tidak hanya meminta bantuan, tetapi juga menawarkan konpensasi (imbalan) yang adil dan sesuai. Ini menunjukkan pentingnya mutualisme (saling menguntungkan) dalam membangun relasi. Dalam hubungan apapun, baik kelompok maupun pribadi penting untuk menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima. Kita dapat melakukannya dengan membangun komunikasi yang baik dan membangun kepercayaan serta rasa hormat.  

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk terus menabur kebaikan demi kemuliaan Tuhan, Amin.

Kamis, 24 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 2 : 11-18

11 Dan Huram, raja negeri Tirus, mengirim surat balasan kepada Salomo, yang berbunyi: "Karena TUHAN mengasihi umat-Nya, Ia telah mengangkat engkau menjadi raja atas mereka." 12 Lalu Huram melanjutkan: "Terpujilah TUHAN, Allah orang Israel, yang menjadikan langit dan bumi, karena Ia telah memberikan kepada raja Daud seorang anak yang bijaksana, penuh akal budi dan pengertian, yang akan mendirikan suatu rumah bagi TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri! 13 Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi, 14 anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud. 15 Baiklah sekarang tuanku kirim kepada hamba-hamba tuanku gandum dan jelai, minyak dan anggur yang telah tuanku sebutkan itu. 16 Dan kami akan menebang kayu dari gunung Libanon sebanyak engkau perlukan dan membawanya kepadamu dengan rakit-rakit melalui laut sampai ke Yafo, dan engkau dapat mengangkutnya ke Yerusalem." 17 Lalu Salomo menghitung semua orang asing yang laki-laki yang ada di negeri Israel sama seperti yang pernah dilakukan Daud, ayahnya. Maka terdapatlah seratus lima puluh tiga ribu enam ratus orang. 18 Dan dari antara mereka, tujuh puluh ribu orang dijadikannya kuli, delapan puluh ribu orang tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus orang mandur yang harus menyuruh orang-orang itu bekerja.

Perbuatan Baik Memuliakan Tuhan

Ada kalimat bijak mengatakan” Perbuatan baik dapat menjadi sarana kemuliaan Tuhan”. Artinya, jika seseorang melakukan kebaikan, maka seharusnya ia  menunjukkan nilai-nilai kasih, kemurahan hati dan keadilan sesuai ajaran Tuhan. Kebaikan ini bukan hanya berdampak positif pada orang-orang sekitar, tetapi juga menjadi bentuk kesaksian yang nyata tentang sifat Allah (Mat.5:16). Hal ini terlihat dalam nas bacaan hari ini, yakni Salomo merupakan raja yang bijaksana, penuh akal budi dan pengertian (ay.12), menghormati relasi dengan orang lain (ay.1-10), dan berbuat baik (Band.1Raja-Raja 10:1-13). Sikap Salomo tersebut telah membuat Hiram; Raja Tirus, memuliakan Tuhan Allah orang Israel (ay.12) serta dengan sukacita memberikan bantuan materi dan tenaga kerja untuk pembangunan rumah Tuhan (Bait Allah). Pesan teks bagi kita, teruslah menabur kebaikan kapan dan dimana saja dan kepada siapapun tanpa memandang latarbelakang dan perbedaan yang ada. Sebab setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus membuat orang-orang dapat melihat dan memuliakan Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama, Amin.

Jumat, 25 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 22 : 1 – 5

Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel."
Persiapan untuk mendirikan Bait Suci
2 Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah. 3 Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya, 4 dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud. 5 Karena pikir Daud: "Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!" Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati.

Membangun Kerjasama yang Baik Demi Kepujian Nama Tuhan

Daud sebagai seorang raja yang mengasihi Tuhan, berkeinginan untuk membangun Bait Allah. Keinginan Daud tersebut tidak dikehendaki Allah, namun anaknya Salomo yang akan membangun bait Allah. Sebagai seorang ayah, Daud sangat memahami keberadaan Salomo yang masih muda dan kurang berpengalaman untuk melaksanakan tanggung jawab besar itu. Daud menginginkan pekerjaan membangun bait Allah dapat dilakukannya sehingga akan membuat namanya termashur dan menjadi kenamaan di segala negeri. Itulah sebabnya, Daud mempersiapkan pembangunan tersebut dengan mengumpulkan bahan-bahan bangunan yang terbaik dan sangat banyak jumlahnya yang bawah oleh orang Tirus dan Sidon. Kerjasama yang dibangun oleh Daud dalam tuntunan hikmat Allah menjadi dasar untuk proses pembangunan bait Allah. Sebuah teladan bagi kita sebagai orang tua untuk mempersiapkan masa depan anak-anak dengan selalu membangun kerjasama dalam komunikasi tentang situasi dan kondisi mereka. Jangan kita membiarkan mereka berjalan sendiri, namun tanggung jawab pendampingan dapat kita lakukan dengan baik melalui tuntunan hikmat Tuhan, agar masa depan yang baik dapat tercapai demi hormat dan kepujian nama Tuhan. 

Doa: Tuhan tuntun dan kami dengan hikmatMu agar kami dapat melakukan berbagai hal baik demi kepujian nama Tuhan. Amin.

Sabtu, 26 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 22 : 6 – 13

6 Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel, 7 kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, 8 tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku. 9 Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. 10 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. 11 Maka sekarang, hai anakku, TUHAN kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya mengenai engkau. 12 Hanya, TUHAN kiranya memberikan kepadamu akal budi dan pengertian dan membuat engkau menjadi pemegang perintah atas Israel, supaya engkau memelihara Taurat TUHAN, Allahmu. 13 Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.

Tantangan yang Besar dihadapi Dengan Dukungan Kerjasama

Kelanjutan nas bacaan kemarin, bahwa sebagai seorang ayah, Daud sangat peduli kepada Salomo; anaknya yang akan menggantikan sebagai raja atas Israel dan khusus untuk membangun bait Allah. Daud memanggil Salomo dan menceritakan bahwa kerinduannya untuk membangun bait Allah, tetapi Allah tidak menghendaki sebab tangan Daud telah banyak menumpahkan darah dalam peperangan. Tuhan menyatakan bahwa Salomo yang akan membangun Bait Allah tersebut dan kuasa serta anugerah Allah akan menyertainya dalam seluruh tanggung jawab kepemimpinan sebagai Raja Israel. Kerajaannya akan berdiri kokoh serta proses pembangunan bait Allah akan selesai dengan baik. Itulah sebabnya Salomo tidak perlu takut dan tawar hati sebab Tuhan Allah selalu menyertai dan memberkatinya. Salomo pun tidak sendiri, Daud sebagai orang tua memberi penguatan melalui nasehat kepadanya. Demikianpun kita sebagai keluarga Allah, harus meminta hikmat Tuhan agar kita menjadi keluarga Allah yang tat dan setia. Ketaatan kepada Tuhan menjadi dasar untuk kita saling mendampingi, menguatkan dan menyemangati satu dengan yang lain demi masa depan bersama yang terbaik.

Doa: Ya Tuhan karuniakan hikmatMu bagi kami dalam pekerjaan, pendidikan demi masa depan yang baik. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Relasi Gereja yang Saling Menerima & Menghormati

Minggu, 13 Oktober 2024

bahan bacaan : Matius 21 : 23-27

Pertanyaan mengenai kuasa Yesus
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" 24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." 27 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Jadilah Pribadi yang Tenang!

Protes terhadap pelayanan Yesus selalu berdatangan dari Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Sebagaimana catatan Kitab-kitab injil, kelompok-kelompok itu meragukan dan tidak mempercayai Yesus adalah Anak Allah; Sang Mesias yang dijanjikan itu. Matius 21: 23-27 merupakan salah satu teks yang menampilkan upaya kelompok tersebut membangun relasi dengan Yesus. Tergambarkan relasi mereka didasarkan pada keraguan dan niat jahat untuk menjatuhkan/mempermalukan Yesus (bnd. Pertanyaan imam kepala dan tua bangsa Yahudi pada ayat 23). Namun menariknya, Yesus tidak menanggapi kelompok tersebut dengan kekerasan. Justru sebaliknya, Yesus menampilkan sikap tenang yang kokoh, sehingga Ia tidak mempermalukan mereka. Yesus menerima dan menghormati mereka, sambil berusaha membenahi pikiran mereka yang bertentangan dengan kebenaran Allah. Catatan menarik untuk kita di saat ini, sebagai manusia kita akan selalu berelasi dengan sesama. Karena itu, ketenangan diri untuk berkata dan menanggapi perkataan orang lain harus menjadi pilihan sikap yang bijak. Jadi, dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun kita berelasi, kita akan mampu memberikan kedamaian dan penghormatan yang sungguh kepada sesama kita.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar tetap menjadi pribadi yang tenang dalam membangun relasi dengan sesama. Amin.

Senin, 14 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 7 – 21a

Paulus tidak mementingkan diri
7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma? 8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! 9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian. 10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. 11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya. 12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. 13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 16 Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit. 17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. 18 Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga. 19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana: 20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu. 21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah.

Membangun Relasi Dengan Pribadi yang Rendah Hati  

Sikap mendominasi cenderung menjadi wajah relasi dan dialog di masa kini. Beberapa orang terkesan memuji diri sendiri dan menganggap yang lain lebih rendah dari dirinya. Bahkan ungkapan “Kamu bodoh” sering dijumpai sebagai salah satu bentuk nyata upaya mendominasi dalam proses dialog. Kenyataan yang sama turut diperlihatkan dalam teks 2 Korintus 11: 7-21a. Diperlihatkan, bahwa kedatangan rasul-rasul palsu di Korintus telah menyebabkan Paulus dikenal sebagai orang bodoh (bnd. Ay. 16). Namun menarik, bahwa di tengah gempuran kekerasan verbal, Paulus tidak membalas mereka. Justru Paulus mengatakan, bahwa dirinya akan tetap menerima jika jemaat Korintus turut menganggap dirinya sebagai seorang yang bodoh. Kerendahan hati dan ketenangan Paulus untuk tidak membalas kekerasan verbal orang lain harus juga kita maknai di masa kini. Sekalipun kita direndahkan atau dianggap lemah oleh orang lain, marilah kita menjadi pribadi yang tenang untuk menanggapinya. Karena ketenangan kita akan meminimalisir upaya saling mendominasi yang berujung pada kekacauan relasi. Pada akhirnya, relasi tetap terjaga dalam bingkai penerimaan dan penghormatan.

Doa: Ajarilah kami agar tetap rendah hati dan tenang dalam membangun relasi dengan sesama. Amin.

Selasa, 15 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 3 : 10-13

Dasar dan bangunan
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Kristus sebagai Dasar Persekutuan

Sering disampaikan oleh para ahli ataupun pekerja bangunan, bahwa bangunan yang kokoh hanya bisa dimiliki jika telah lebih dulu memiliki dasar/fondasi yang kuat. Itu sebabnya, dalam sebuah proses pembangunan, selalu didahulukan bagian dasarnya, sebab dasar menjadi penentu keberlangsungan bangunan tersebut. Dalam membangun relasi sebagai persekutuan, Paulus menasehati jemaat di Korintus supaya setiap orang dapat melanjutkan pembangunan yang telah diletakannya (ay. 10). Namun harus diingat bahwa dasar bangunan tidak lagi dapat diubah, sebab dasarnya adalah Yesus Kristus (ay. 11). Bangunan yang dimaksudkan Paulus merujuk pada jemaat Korintus yang telah dibangunnya. Nasehat Paulus itu menjadi kritik untuk kenyataan perpecahan jemaat di Korintus. Bagi Paulus, setiap jemaat harus mengetahui bahwa Yesus Kristus merupakan dasar persekutuan yang telah dibangunnya. Yesus Kristus sebagai dasar jemaat merujuk pada kesatuan dan persatuan dalam kasih. Hal yang sama juga perlu kita maknakan di saat ini, bahwa dasar dalam kehidupan bersama/ persekutuan adalah Yesus Kristus yang penuh kasih. Oleh karena itu, kita perlu menjaganya agar bangunan persekutuan kita tetap berdiri kokoh.

Doa: Ya Tuhan, ingatkanlah kami bahwa Engkau adalah dasar dari persekutuan ini. Amin.

Rabu, 16 Oktober 2024

bahan bacaan : Galatia 2 : 15-21

Yang terutama, juga untuk orang Kristen keturunan Yahudi
15 Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain. 16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. 17 Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak. 18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Janganlah Menjadi Pribadi yang Egois!

Ada kecenderungan sebagian orang untuk membangun relasi dengan sikap egois yang tinggi. Dalam keegoisan, ia kemudian memaksakan sesamanya melakukan apa yang dirinya kehendaki. Pada akhirnya, dalam sikap egois tersebut maka relasi menjadi tidak sehat, bahkan berada dalam ancaman perpecahan. Berdasarkan kecenderungan keegoisan itu juga, Paulus turut menasehati orang-orang Yahudi di Galatia untuk tidak memaksakan sesamanya yang non Yahudi melakukan sunat. Paulus mengetahui, bahwa keegoisan orang-orang Yahudi untuk memaksakan sesama yang non Yahudi melakukan sunat akan berujung pada perpecahan umat Kristen di Galatia. Bagi Paulus, yang menyelamatkan orang percaya bukan karena melakukan hukum Taurat, melainkan karena imannya kepada Kristus Yesus (bnd. Ay. 16). Hal penting untuk kita maknakan di masa kini, bahwa keegoisan dalam berelasi perlu untuk ditinggalkan. Kita terpanggil untuk tidak memaksakan apa yang kita inginkan kepada sesama. Saling bertukar pikiran atau berdiskusi untuk mencapai kesepakatan bersama adalah salah satu cara untuk membangun relasi yang sehat dengan sesama.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk tidak menjadi egois dalam upaya membangun kehidupan bersama. Amin.

Kamis, 17 Oktober 2024

bahan bacaan : Galatia 3 : 1-14

Dibenarkan oleh karena iman
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! 5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. 8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." 9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

 Perbedaan Bukan Pemecah Keharmonisan

Dalam membangun relasi dan dialog, ada upaya untuk memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran. Upaya tersebut tidaklah salah. Yang keliru adalah upaya tersebut kemudian dijalankan bersamaan dengan cara menjatuhkan orang lain akan kebenaran yang diyakini olehnya. Kenyataan yang sama turut terjadi dalam jemaat Galatia. Kelompok Yahudi dan non Yahudi mempertentangkan mengenai siapakah yang pantas dan layak mendapat berkat dari Allah. Bahkan dalam pertentangan tersebut, ada kecenderungan untuk saling menjatuhkan. Menariknya, Paulus menegaskan kepada mereka yang bertentangan, bahwa Yesus Kristus yang mati dan bangkit adalah bukti keselamatan dan perberkatan Allah disalurkan kepada Abraham dan bangsa-bangsa lain (bnd. Ay. 14). Belajar dari pertentangan tersebut maka salah satu nilai penting dalam membangun relasi adalah penerimaan. Dengan kalimat lain, setiap orang yang membangun relasi harus menerima satu dengan yang lain, tanpa memandang latar belakang, keyakinan, dan kebenaran yang dipegangnya. Pada dasarnya, setiap orang memiliki kebenaran yang diyakininya. Oleh karena itu, sikap untuk menerima dan menghormati mereka adalah cara membangun dan menjaga relasi agar tetap harmonis.

Doa: Roh Kudus persatukan gereja-Mu, amin.

Jumat, 18 Oktober 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 1-18

Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius di Yerusalem
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. 2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. 3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." 4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: 5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. 6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. 7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! 8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. 9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! 10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. 11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. 12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. 14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. 15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. 16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" 18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Perbedaan adalah Anugerah Allah

Rasanya, pertentangan antara kelompok yang Yahudi dan non Yahudi tidak pernah berkesudahan pada awal-awal masa pertumbuhan gereja. Seorang Yahudi yang dekat, diam di rumah, dan makan sehidangan dengan orang non Yahudi akan dilabeli sebagai seorang kafir/haram (bnd. Ay. 3). Orang Yahudi meyakini, bahwa pertobatan, keselamatan, dan berkat Allah hanya ditujukan kepada mereka, bukan yang lain. Padahal, kepada bangsa-bangsa lain, Allah turut mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup (bnd. Ay. 18). Petrus yang mendapat pertentangan karena telah melakukan pembaptisan kepada Kornelius di Yerusalem turut menegaskan, bahwa apa yang dilakukannya dihalalkan oleh Allah (bnd. Ay. 9). Jawaban Petrus turut menjadi kritik dan panggilan kepada kita di masa kini, bahwa perbedaan golongan, ras, suku, dan kepercayaan jangan menjadi pemecah kehidupan bersama. Justru sebaliknya, perbedaan harus dipandang sebagai anugerah Allah yang membawa kehidupan. Ingatlah, bahwa taman yang indah tidak pernah terisi oleh 1 warna tunggal, melainkan oleh beragam warna. Semakin banyak warna maka semakin indah taman itu. Demikianlah hidup kita.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk dapat menerima dan menghormati sesama kami yang berbeda dengan kami. Amin.

Sabtu, 19 Oktober 2024

bahan bacaan : Markus 9 : 38-41

Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."

Yesus Milik Semua Orang

Toleransi berarti menghormati dan menghargai perbedaan. Setiap orang memiliki cara tertentu untuk menyatakan imannya, misalnya : berkhotbah, mengajar dan melayani. Sikap toleransi menuntut kita untuk bisa menerima cara tersebut dan tidak bisa mengklaim kebenaran hanya pada diri kita. Hal ini  ditunjukkan oleh Yesus dalam perikop hari ini.  Tindakan kebaikan dan pelayanan (termasuk mengusir setan) yang dilakukan dengan nama-Nya, meskipun oleh orang yang berbeda dari sisi latar belakang kelompok , bagi Yesus tetap diterima (ay.39-40). Sikap Yesus ini berbeda dengan sikap Yohanes yang menolak pelayanan orang lain (bukan murid Yesus) dengan menggunakan nama Yesus (ay.38). Pesan teks, Kita harus mencontohi sikap Yesus bahwa perbedaan tidak boleh menjadi sumber konflik dan perpecahan. Tidak boleh ada gereja yang merasa lebih baik dan lebih benar dari gereja lain. Sebaliknya, perbedaan harus dihargai demi membangun kerjasama dan persatuan, dimana semua orang dipanggil dalam pelayanan Gereja demi kemuliaan nama Tuhan.  

Doa: Roh Kudus anugerahkan hikmat bagi kami untuk membangun kerjasama yang baik. amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Kasih Kristus Mempersatukan Gereja

Minggu, 6 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 12 : 9-21

Nasihat untuk hidup dalam kasih
9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Membangun Relasi atas Dasar Kasih

Setiap saat kita suka berelasi dan berkomunikasi, entah dengan perkataan lisan atau tulisan atau dengan perangkat gadget maupun melalui tindakan. Semua itu menjadi sarana untuk membangun relasi. Namun sayangnya, tidak semua relasi itu lancar dan mendatangkan sukacita dan kebahagiaan sebab dalam kehidupan ini ada banyak relasi yang terganggu, komunikasi yang buntu, yang rusak dan menghadirkan permusuhan berkepanjangan. Kalau memakai bahasa Rasul Paulus dalam surat Roma 12 ini, “sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. (ay.18) Relasi damai dalam keluarga antar suami dan isteri, orangtua dan anak, antar saudara, antar teman, antar rekan sepelayanan, antar elemen dalam masyarakat atau siapa saja. Salah satu alasan sulitnya terbangun relasi adalah kasih yang pura-pura. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan, hendaklah kasih itu jangan pura-pura!, Perbuatan kasih haruslah dilakukan atas dasar ketulusan. Dengan kasih, seseorang akan terus berpikir untuk menghadirkan kebaikan dan bukan kejahatan. Bahkan terhadap musuh pun, ia mampu menunjukan kebaikan hatinya. Karena itu, marilah kita mendasarkan semua relasi dengan kasih dan perbuatan yang baik.

Doa: Kami mau membangun relasi dengan kasih-Mu yang tulus dan suci,. Amin.

Senin, 07 Oktober 2024

bahan bacaan : Ibrani 13 : 8-16

8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 9 Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu. 10 Kita mempunyai suatu mezbah dan orang-orang yang melayani kemah tidak boleh makan dari apa yang di dalamnya. 11 Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. 12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. 13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. 14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Hidup Persaudaraan Dalam Kasih Kristus

Perubahan selalu terjadi dalam kehidupan yang dijalani. Berbagai kemajuan zaman yang berkembang masa kini turut mempengaruhi perubahan pola pikir, tutur kata, tindakan bahkan gaya hidup dari manusia. Semua itu menjadi tanda bahwa perubahan adalah sesuatu yang mutlak. Sekalipun dunia terus mengalami perubahan dengan berbagai kenyataannya namun ada satu hal yang tidak akan pernah berubah. Kasih Kristus adalah sesuatu yang tidak akan pernah berubah dalam hidup orang percaya. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, bahkan sampai selama-lamanya. Hal ini menjadikan hidup orang percaya harus tetap mengimani Yesus Kristus dalam setiap perjalanan hidupnya. Mengimani Yesus Kristus tidaklah dibatasi pada sikap percaya saja tetapi juga dalam sikap mempercayakan seluruh hidup dalam kendali-Nya. Jika mempercayakan seluruh hidup kepada Yesus maka harus menaati dan mengikuti seluruh perintahNya. Ini menjadi penting sebab terkadang orang mengaku percaya tetapi tidak melakukan seluruh kehendak Yesus. Salah satu kehendak Yesus haruslah terwujud dalam sikap hidup yang membangun persaudaraan. Karena itu, jagalah hidup persaudaraan sebagai wujud menaati kehendak Yesus Kristus.

Doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup dalam persaudaraan. Amin.

Selasa, 08 Oktober 2024

bahan bacaan : Kolose 2 : 6-7

Kepenuhan hidup dalam Kristus
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Jadikanlah Kristus Sebagai Dasar Hidupmu

Dasar hidup orang percaya adalah tetap berakar di dalam Yesus Kristus. Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Kolose menjadi sesuatu yang penting sebab orang percaya terkadang hanya mengaku percaya tetapi tidak sungguh-sungguh hidup mengandalkan Tuhan. Perilaku hidup masa kini seperti narkoba, miras, judi, seks bebas, selingkuh, korupsi, nepotisme, materialisme dan perilaku lainnya menjadi tanda bahwa hidup orang percaya tidak berakar di dalam Yesus Kristus. Perilaku-perilaku tersebut menjadi bukti bahwa orang percaya lebih mudah untuk percaya kepada ajaran-ajaran sesat, tawaran-tawaran dunia yang menghancurkan. Seperti halnya dengan jemaat Kolose, nasihat Rasul Paulus dalam bacaan hari ini hendak menegaskan bahwa orang percaya haruslah tetap berakar di dalam Yesus Kristus. Sebagai orang percaya yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka hidupnya harus dibangun di atas Dia. Orang percaya pun harus tetap teguh dalam iman yang telah diajarkan. Keteguhan iman juga terwujud ketika memiliki hati nurani yang bersumber pada kasih Kristus. Oleh sebab itu, hidup orang percaya yang menjadikan Kristus sebagai dasar harus saling mengasihi satu dengan lainnya. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama adalah wujud orang percaya berakar di dalam Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk hidup selalu mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 09 Oktober 2024

bahan bacaan : Kolose 2 : 8 – 15

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Tetaplah Beriman Kepada Yesus Kristus

Hidup menawarkan berbagai hal yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dalam perjalanan hidup di tengah berbagai tawaran tersebut, manusia akan senantiasa bergumul dengan pilihan baik atau buruk. Baik dan buruk kehidupan tergantung dari keputusan yang dipilih seseorang terhadap hidup yang dijalaninya. Dalam hidup beriman pun orang percaya diperhadapkan dengan pilihan baik atau buruk. Baik adalah ketika hidup mengandalkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penolong yang membawa kepada keselamatan. Sebaliknya, buruk adalah ketika hidup orang percaya jauh dari kehendak Tuhan, mengikuti ajaran palsu dan terpengaruh pada roh-roh duniawi yang membawa kepada malapetaka. Pilihan hidup bagi orang percaya adalah tetaplah beriman kepada Yesus Kristus sebab Ia yang menjaminkan kehidupan bagi semua orang. Yesus Kristus berkuasa atas segala kuasa yang ada di dunia. Yesus mati di kayu salib dan bangkit dari dunia orang mati menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh berkuasa atas hidup dan mati segala ciptaan. Jika orang percaya hidup mengandalkan Yesus dan tetap beriman kepadaNya maka keselamatan menjadi bagian dari hidupnya.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar tetap beriman kepadaMu. Amin

Kamis, 10 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 20-24

20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

                Yesus Kristus Yang Terutama

Dalam hidup ini, ada yang utama tetapi ada juga yang lebih utama. Hidup yang utama adalah ketika orang percaya mengusahakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, pakai, tempat tinggal bahkan kebutuhan lainnya seperti kesehatan, pendidikan dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun selain itu ada juga hidup yang lebih utama bagi setiap orang percaya. Yesus Kristus menjadi yang lebih utama dalam hidup setiap orang percaya. Menjadikan Yesus Kristus sebagai yang lebih utama artinya orang percaya harus meletakkan pengharapan seutuhnya kepada Dia. Yesus Kristus adalah yang terutama atau yang sulung, Ia dibangkitkan dari kuasa maut dan menjaminkan kehidupan kekal bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu, keyakinan kepada Yesus yang bangkit harus menjadi spirit atau dorongan bagi setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Spirit hidup dalam kuasa Yesus terwujud dalam saling mengasihi, saling menopang bahkan saling mengutuhkan sebagai satu persekutuan.

Doa: Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Jumat, 11 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Yohanes 4 : 7-21

Allah adalah kasih
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Mengasihi Sesama Adalah Wujud Mengasihi Allah

Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu berjumpa dengan banyak orang di dalam hidupnya. Perjumpaan manusia dalam relasi bersama bukan hanya dengan kelompok yang kuat tetapi juga yang lemah. Hal ini tidak dapat disangkali sebab masa kini masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai makhluk sosial maka sikap hidup saling menopang harus dinyatakan dalam perjumpaan bersama. Dalam hidup beriman pun setiap orang harus saling mengasihi. Yesus Kristus telah lebih dahulu mengasihi manusia dan karena itu sudah sepatutnya manusia pun harus hidup saling mengasihi. Pengakuan kepada kemahakuasaan Yesus tidak bisa hanya sebatas pada ucapan bibir semata. Mengaku percaya kepada Yesus juga harus terwujud dalam tindakan sesehari. Baik dalam perkataan maupun perbuatan harus didasarkan pada hati nurani yang bersumber dari kasih Kristus. Kasih Allah dalam Yesus Kristus membuat setiap orang mampu hidup saling menopang. Kasih menjadi penting sebab hanya dengan demikian maka semua orang akan menikmati kebaikan dalam hidup bersama. Oleh sebab itu, tetaplah hidup saling mengasihi antara satu dengan lainnya sebagai wujud mengasihi Allah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap hidup saling mengasihi. Amin.

Sabtu, 12 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 3 : 27-31

27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! 28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. 31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Kasih Kristus Mempersatukan Semua Orang

Kebersamaan di dalam hidup menjadi impian semua orang. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Sejak lahir hingga mengakhiri hidup pun manusia membutuhkan orang lain untuk menopang kehidupannya. Dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidup pun manusia akan membutuhkan sesama manusia bahkan ciptaan lainnya. Namun terkadang sesama manusia tidak bisa untuk menjaga keutuhan dalam hidup bersama. Sikap egoisme dan kecemburuan sosial membuat persekutuan menjadi terancam. Dalam hidup beriman pun persekutuan merupakan kewajiban bagi setiap orang percaya untuk menjaganya. Bukan tentang orang Yahudi atau non Yahudi (Yunani), bukan berdasarkan latar belakang atau asal kelompok tertentu. Yesus Kristus dalam karya-Nya telah mempersatukan semua orang dari semua latar belakang yang berbeda. Jika sungguh-sungguh mengimani Yesus Kristus maka harus mampu menunjukkan teladan kebaikan-Nya dalam sikap yang menjaga persekutuan. Hidup orang beriman tidaklah untuk bermegah dalam perbuatan sebab bisa saja perbuatan tidak sesuai dengan kehendak Yesus. Karena itu, sebagai orang beriman maka harus bermegah di dalam iman kepada Yesus. Iman kepada Yesus terwujud dalam hidup persekutuan sebab kasih Kristus telah mempersatukan semua orang.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk tetap menjaga persekutuan bersama. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Sept – 5 Okt 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Dokumen Sejarah menyelamatkan hidup

Minggu, 29 September 2024

bahan bacaan : Ester 6 : 1-14

Mordekhai dihormati
Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja. 2 Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 3 Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apapun." 4 Maka bertanyalah raja: "Siapakah itu yang ada di pelataran?" Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 5 Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: "Itulah Haman, ia berdiri di pelataran." Maka titah raja: "Suruhlah dia masuk." 6 Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 7 Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 8 hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, 9 dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!" 10 Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah katapun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." 11 Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya." 12 Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya. 13 Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: "Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya." 14 Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

Dokumen Sejarah Mengubah Hidup

Saya tidak bisa mengubah sejarah, saya tidak ingin mengubahnya. Saya hanya ingin mengubah masa depan, dan saya sedang mengerjakannya” demikian kata-kata Boris Frans Becker, mantan petenis nomor satu dunia asal Jerman. Kata-kata Becker ini mirip dengan sejarah perjalanan hidup Mordekhai yang tidak menyangka akan mendapat penghargaan tertinggi dari raja Ahasyweros saat raja membuka dokumen sejarah yang mencatat bahwa ia pernah menyelamatkan raja. Mordekhai memberi informasi tentang rencana pembunuhan raja kepada dua orang pengawal raja. Catatan sejarah ini membawa masa depan baru bagi Mordekhai ketika ia menggantikan Haman yang dihukum gantung karena kebencian serta rencana jahatnya kepada Mordekhai dan orang Yahudi. Sebuah teladan bagi kita, bahwa pentingnya untuk kita selalu melakukan yang baik dalam hidup ini. Sekalipun mungkin tidak diketahui orang dan juga tidak dicatat dalam sejarah sebab kita hanyalah orang “kecil”. Namun kita mesti yakin bahwa akan selalu tercatat oleh Allah Sang Pencipta dalam cacatan Ilahi. Hal tersebut akan membawa kebahagian dan sukacita bagi kita pada suatu saat kelak. Untuk itu teruslah berbuat baik bagi semua orang dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. 

Doa: Tuntun kami Tuhan agar kami senantiasa belajar dari Firman Tuhan. Amin.

Senin, 30 September 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 22 : 1-20

Yosia, raja Yehuda -- Kitab Taurat ditemukan kembali
Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 3 Dalam tahun yang kedelapan belas zaman raja Yosia maka raja menyuruh Safan bin Azalya bin Mesulam, panitera itu, ke rumah TUHAN, katanya: 4 "Pergilah kepada imam besar Hilkia; suruhlah ia menyerahkan seluruh uang yang telah dibawa ke dalam rumah TUHAN yang telah dikumpulkan dari pihak rakyat oleh penjaga-penjaga pintu; 5 baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah TUHAN untuk memperbaiki kerusakan rumah itu, 6 yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu. 7 Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur." 8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya. 9 Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: "Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu." 10 Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakannya di depan raja. 11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 12 Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya." 14 Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya. 15 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 16 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala perkataan kitab yang telah dibaca oleh raja Yehuda; 17 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu kehangatan murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap tempat ini dengan tidak padam-padam. 18 Tetapi kepada raja Yehuda, yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 19 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN pada waktu engkau mendengar hukuman yang Kufirmankan terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, bahwa mereka akan mendahsyatkan dan menjadi kutuk, dan oleh karena engkau mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 20 sebab itu, sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.

Kitab Pengajaran Sebagai Dokumen Yang Mengubah

 Ditemukannya kitab Taurat oleh imam besar Hilkia saat para pekerja sementara memperbaiki rumah Tuhan, membuat raja Yosia segera meminta petunjuk Tuhan melalui seorang nabiah yang tinggal di Yerusalem. Yosia adalah raja Yehuda yang memerintah di usia muda yakni delapan tahun. Sekalipun muda, Yosia berlaku benar di mata Tuhan seperti Daud bapa leluhurnya. Ia mengoyakkan pakaiannya saat Safan, panitera membacakan kitab yang ditemukan itu, sebagai tanda penyesalan dan menangis akibat dosa dan kecemaran leluhurnya dengan menyembah kepada allah lain dan menimbulkan sakit hati Tuhan. Sikap Yosia ini mendapat simpatik Tuhan dengan menubuatkan bahwa ia akan mendapat tempat saat meninggal dunia bersama dengan para leluhurnya dan ia tidak akan mengalami pengukuman Tuhan atas Bangsa Israel. Sebuah teladan bagi kita bahwa Kitab Pengajaran merupakan juga dokumen sejarah iman untuk menyaksikan dan menceritakan kemahakuasaan Allah yang nyata bagi semua umat ciptaanNya. Firman Tuhan itu memberikan petunjuk agar kita mau menjadi anak-anak Tuhan yang selalu hidup dalam pembaharuan dan pertobatan hidup.  

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk melakukan kebaikan sebagai hal terindah dalam sejarah perjalanan hidup ini. Amin.-

Selasa, 01 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 8-21

Kitab Taurat ditemukan kembali
8 Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya. 9 Maka datanglah mereka kepada imam besar Hilkia dan menyerahkan kepadanya uang yang telah dibawa ke rumah Allah dan yang telah dikumpulkan oleh orang-orang Lewi, yakni oleh para penjaga pintu, dari orang-orang Manasye dan Efraim, dan dari semua orang yang masih tinggal dari Israel, pula dari seluruh orang Yehuda dan Benyamin, dan dari penduduk Yerusalem. 10 Uang itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN; dan mereka itu, yang bekerja dalam rumah TUHAN, mengeluarkannya untuk membetulkan dan memperbaiki rumah itu. 11 Mereka memberikannya kepada tukang-tukang kayu dan tukang-tukang bangunan, supaya tukang-tukang itu membeli batu pahat dan kayu untuk tupai-tupai dan untuk memasang balok-balok pada gedung-gedung, yang oleh raja-raja Yehuda dibiarkan roboh. 12 Orang-orang itu melakukan pekerjaan itu dengan setia. Orang-orang yang diangkat menjadi pengawas mereka ialah: Yahat dan Obaja, orang-orang Lewi dari bani Merari, sedangkan Zakharia dan Mesulam dari bani Kehat mengepalai semua. Dan semua orang Lewi yang pandai memainkan alat-alat musik, 13 mengepalai kuli-kuli dan mengiringi semua tukang dalam pekerjaan apapun. Dari antara orang-orang Lewi itu ada yang menjadi panitera, pengatur atau penunggu pintu gerbang. 14 Ketika mereka mengeluarkan uang yang telah dibawa ke rumah TUHAN, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN, yang diberikan dengan perantaraan Musa. 15 Maka berkatalah Hilkia kepada Safan, panitera negara itu: "Aku telah menemukan kitab Taurat di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, 16 dan Safan membawa kitab itu kepada raja. Ia juga menyampaikan kabar kepada raja: "Segala sesuatu yang ditugaskan kepada hamba-hambamu, telah mereka laksanakan. 17 Mereka telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pengawas dan para pekerja." 18 Safan, panitera negara itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakan sebagian di depan raja. 19 Segera sesudah raja mendengar perkataan Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 20 Kemudian raja memberi perintah kepada Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Abdon bin Mikha, kepada Safan, panitera negara itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 21 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi yang masih tinggal di Israel dan di Yehuda tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang dicurahkan kepada kita, oleh karena nenek moyang kita tidak memelihara firman TUHAN dengan berbuat tepat seperti yang tertulis dalam kitab ini!"

Warisan yang Baik Pasti Menguntungkan

Sebagai manusia, kita ini pasti mewarisi sesuatu. Baik dari sejarah sebelum kita atau dari para pendahulu, leluhur orang tua atau warisan dari masa lalu kita sendiri. Warisan itu bisa yang baik, bisa pula yang buruk. Warisan  yang baik pasti menguntungkan, melegakan dan melancarkan jalan kita ke depan.Warisan yang buruk akan membebani, menghambat dan merugikan jalan kita ke depan. Kitab Tawarikh adalah kitab yang ditulis atau ditujukan kepada satu generasi umat Israel yang mewarisi kehancuran bangsanya, karena generasi pendahulu mereka kalah perang. Mereka dibuang dan dijajah di tanah Babilonia. Setelah 70 tahun mereka diijinkan untuk pulang ke negeri asal dan mulai memperbaiki rumah Tuhan. Ketika pekerjaan dilakukan, Imam Hilkia menemukan kitab Taurat Tuhan. Sebuah dokumen hidup yang mengingatkan bahwa hukuman hebat yang dialami mereka adalah karena nenek-moyang mereka tidak memelihara dan melakukan Firman Tuhan. Kitab Taurat sebagai dokumen mengingatkan umat Israel dan kita semua, bahwa Tuhan itu terlebih besar dari semua kondisi yang kita warisi, termasuk kondisi yang buruk dan warisan-warisan yang negatif. Jikalau Tuhan memberi perkenaan dan rahmat, dan kita tidak menyerah pada penjara nasib atau kegagalan di masa lampau atau warisan-warisan yang membebani dan menghambat, maka segala perubahan bisa saja terjadi. Firman Tuhan adalah dokumen warisan yang baik dan menguntungkan, bacalah!

Doa: Tuhan, sertailah agar warisan masa lalu yang buruk, tidak memenjarakan kami untuk berubah, amin.

Rabu, 02 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 22-28

22 Maka pergilah Hilkia dengan orang-orang yang disuruh raja kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tokhat bin Hasra, penunggu pakaian-pakaian; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka berbicara kepadanya sebagaimana yang diperintahkan. 23 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 24 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala kutuk yang tertulis dalam kitab yang telah dibacakan di depan raja Yehuda, 25 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu nyala murka-Ku akan dicurahkan ke tempat ini dengan tidak padam-padam. 26 Tetapi kepada raja Yehuda yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 27 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan Allah pada waktu engkau mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, oleh karena engkau merendahkan diri di hadapan-Ku, mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 28 maka sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini dan atas penduduknya." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.

Bangkit dan Berjuang Dengan Sepenuh Hati

Warisan adalah sesuatu yang diluar kuasa kita untuk mengaturnya. Kita memang harus menampung atau menanggungnya. Dengan kalimat lain, kita  mewarisinya saja. Warisan yang baik, misalnya nama baik keluarga, harta warisan, benih unggul dari orangtua, kemerdekaan, tentunya membuat kita senang dan bersyukur. Sebaliknya, jika warisan itu adalah hal-hal yang buruk. Warisan genetik yang kurang baik, kemiskinan, penyakit turunan, atau kondisi bangsa yang terjajah dan generasi pendahulu kalah perang, dosa serta kejahatan orangtua di masa lalu, tentunya hal itu menjadi sesuatu yang membebani. Kesadaran akan akibat dari warisan yang buruk ketika mendengarkan sebagian kitab Taurat, itulah yang membuat Raja Yosia untuk meminta petunjuk seorang nabiah tentang apa maksud Tuhan. Ternyata, hukuman akan menimpa mereka karena perbuatan para pendahulu. Tetapi penyesalan dan kerendahan hati yang ditunjukan Raja, membuat mereka terluput dari segala malapetaka. Ketika masa lalu meninggalkan jejak-jejak yang tidak menguntungkan untuk diwarisi. Kita diingatkan untuk tidak berteriak menyalahkan para pendahulu atau menangisi keadaan atas sesuatu yang diwariskan. Tidak pula tergoda membesarkan sakit hati. Bawalah hati kepada Tuhan dan duduk di hadapan hadirat-Nya, supaya keadaan masa lalu menjadi inspirasi dan  motivasi.

Doa: Tuhan Bawalah hati kami kepadaMu, agar keluar dari gelapnya masa lalu, Amin

Kamis, 03 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 29-33

29 Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 30 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN bersama-sama semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, para imam, orang-orang Lewi, dan seluruh orang awam, baik yang besar maupun yang masih kecil. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 31 Sesudah itu berdirilah raja pada tempatnya dan diikatnyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan untuk melakukan perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. 32 Ia menyuruh semua orang yang berada di Yerusalem dan Benyamin ikut serta dalam perjanjian itu. Dan penduduk Yerusalem berbuat menurut perjanjian Allah, yakni Allah nenek moyang mereka. 33 Yosia menjauhkan segala dewa kekejian dari semua daerah orang Israel dan menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Maka sepanjang hidup Yosia mereka tidak menyimpang mengikuti TUHAN, Allah nenek moyang mereka.

Dalam Hidup dan Perjuangan Kita Masih Ada Tuhan

Sejarah kehidupan bangsa Israel yang tercatat sebagai dokumen dalam kitab Taurat,  mengingatkan mereka bahwa Tuhan dengan kuasa-Nya jauh lebih besar dari semua kondisi yang mereka warisi apapun itu. Berdasarkan petunjuk Tuhan, raja Yosia berseru kepada Allah dan mengajak umat Israel untuk kembali kepada Tuhan. Tidak hanya itu, mereka pun mengikat perjanjian dengan Tuhan untuk hidup mengikuti segala perintah Tuhan yang ada dalam Kitab Taurat. Jikalau Tuhan memberi perkenaan dan rahmat maka perubahan akan terus terjadi. Demikianlah perubahan terjadi dalam kehidupan umat Israel di masa pemerintahan Raja Yosia menjadi semakin lebih baik. Warisan masa lalu yang buruk, tidak boleh memenjarakan kita. Masa depan masih terbuka, sebab hal itu ada dalam genggaman Tuhan.Yang penting, kita punya Tuhan dan dapat memulai segala sesuatu yang baru bersama Tuhan. Benarlah kata satu nasehat yang  berbunyi begini: “engkau boleh kehilangan segala-galanya dan hanya tersisa Tuhan saja. Kalau itu yang terjadi, engkau punya lebih dari cukup untuk memulai sesuatu yang baru. Hal lain boleh pergi dan tersisa Tuhan sendiri, itu sudah cukup untuk memulai langkah yang baru. Ingatlah, dalam hidup dan perjuangan kita masih ada Tuhan. Teruslah berubah semakin baik.

Doa: Tuhan, celikanlah mata kami untuk melihat bahwa Engkau selalu ada di setiap perjuangan, Amin

Jumat, 04 Oktober 2024

bahan bacaan : Yosua 8 : 30 – 35

Mezbah di gunung Ebal; pembacaan hukum Taurat
30 Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel, 31 seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan. 32 Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel. 33 Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel. 34 Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum. 35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.

                                             Simpanlah Firman Tuhan dalam Ingatan

Ada sebuah tulisan bunyinya begini: “lupakan setiap kebaikan yang kamu lakukan segera sesudah kamu melakukannya. Tetapi ingatlah orang-orang yang pernah membantumu, berterimakasihlah kepada mereka”. Nasehat seperti ini muncul karena memang dalam kenyataan sering terjadi ironi. Manusia selalu mengingat hal-hal yang sepatutnya dilupakan dan sebaliknya lekas melupakan hal-hal yang sepatutnya untuk diingat. Padahal apa yang diingat itu akan ikut menentukan bagaimana rupa kehidupan kita. Kesadaran akan pentingnya mengingat, menjadi alasan mengapa Yosua menuliskan kembali salinan hukum Musa diatas loh-loh batu. Tidak lain, supaya umat Israel jangan melupakan firman Tuhan dan terus hidup menurut ketetapanNya. Kitab Taurat menjadi dokumen sejarah yang menyelamatkan dan menuntun kehidupan mereka memasuki masa depan yang baik. Apakah yang sedang menempel di ingatan kita saat ini? kenangan buruk atau manis? Jangan biarkan memori kita terus dipenuhi dengan pengalaman buruk, perkataan pahit, perkara-perkara usang dan merusak kebahagiaan. Kita punya pilihan untuk terus menjalani kehidupan yang diarahkan oleh ingatan akan hal-hal yang baik, indah, luhur dan bermutu. Hal itu semua didapati dalam kebenaran firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kemenangan kita. Maka, simpanlah firman Tuhan dalam ingatan dan lakukanlah!

Doa: Tuhan, perkataanMu selalu menghidupkan. Tolong kami untuk terus mengingatnya, Amin.

Sabtu, 05 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Raja-raja 23 : 1 – 3

Pembaharuan yang dilakukan Yosia
Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.

Berjanji Mengikuti Tuhan dan Menuruti Perintah-Nya

Yosia adalah raja Yehuda yang baik dan takut Tuhan. Hidup takut Tuhan kunci kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebab itu ia melakukan pembaruan dengan menggantikan para imam yang beribadah kepada allah-allah lain dan menghancurkan tempat-tempat persembahan berhala. Selanjutnya, Yosia menyuruh memperbaiki rumah Tuhan. Ia membayar orang-orang yang bekerja untuk melakukan perbaikan dimaksud. Ketika pekerjaan perbaikan berlangsung, ditemukanlah kitab Taurat Tuhan. Kitab ini sebagai dokumen sejarah yang mengingatkan bahwa hukuman hebat yang dialami adalah karena nenek moyang mereka tidak memelihara dan melakukan firman Tuhan. Karena itu, Yosia meminta semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berjanji mengikuti Tuhan dan menuruti perintah-perintah-Nya. Seluruh rakyat mendukung perjanjian itu. Masa lalu bisa saja mewariskan hal-hal yang buruk, tetapi bukan berarti masa depan ikut menjadi gelap. Masih ada Tuhan yang sanggup mengubah keadaan. Di tengah berbagai tantangan, kesibukan pekerjaan dan banyak hal lain yang menyita waktu, sempatkanlah membaca Alkitab setiap hari. Dengarkanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan dan berjanjilah menurutiNya, agar memasuki hari hidup yang baru dan berjalan terus ke depan, kita menempuhnya dengan kekuatan kebenaran firman-Nya.

Doa: Kami mau melakukan perintahMu dengan segenap hati dan jiwa, Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN SEPT-OKT 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Menatalayani Potensi Pelayan dan Umat

Minggu, 22 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 23 : 1-32

Orang Lewi dibagi dan diberi tugas
Setelah Daud menjadi tua dan lanjut umur, maka diangkatnya Salomo menjadi raja atas Israel. 2 Ia mengumpulkan segala pembesar Israel, juga para imam dan orang-orang Lewi. 3 Lalu dihitunglah orang-orang Lewi, yang berumur tiga puluh tahun ke atas, dan jumlah orang-orang mereka, dihitung satu demi satu, ada tiga puluh delapan ribu orang. 4 --"Dari orang-orang ini dua puluh empat ribu orang harus mengawasi pekerjaan di rumah TUHAN; enam ribu orang harus menjadi pengatur dan hakim; 5 empat ribu orang menjadi penunggu pintu gerbang; dan empat ribu orang menjadi pemuji TUHAN dengan alat-alat musik yang telah kubuat untuk melagukan puji-pujian," kata Daud. 6 Juga Daud membagi-bagi mereka dalam rombongan menurut anak-anak Lewi, yakni Gerson, Kehat dan Merari. 7 Termasuk orang Gerson ialah Ladan dan Simei. 8 Anak-anak Ladan ialah Yehiel, seorang kepala, serta Zetam dan Yoel, tiga orang. 9 Anak-anak Simei ialah Selomit, Haziel dan Haran, tiga orang; orang-orang inilah yang menjadi kepala puak Ladan. 10 Anak-anak Simei ialah Yahat, Ziza, Yeush dan Beria; itulah anak-anak Simei, empat orang. 11 Yahat ialah kepala dan Ziza orang kedua, tetapi Yeush dan Beria tidak mempunyai banyak anak, maka mereka merupakan hanya satu puak dengan satu jabatan. 12 Anak-anak Kehat ialah Amram, Yizhar, Hebron dan Uziel, empat orang. 13 Anak-anak Amram ialah Harun dan Musa; Harun ditunjuk untuk mengurus apa yang maha kudus, dia dan keturunannya, sampai selama-lamanya, untuk membakar korban di hadapan TUHAN, untuk melayani Dia dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai selama-lamanya. 14 Anak-anak Musa, abdi Allah itu, digolongkan kepada suku Lewi. 15 Anak-anak Musa ialah Gersom dan Eliezer. 16 Anak Gersom ialah Sebuel, seorang kepala. 17 Anak Eliezer ialah Rehabya, seorang kepala; Eliezer tidak mempunyai anak-anak lain, tetapi anak-anak Rehabya luar biasa banyaknya. 18 Anak Yizhar ialah Selomit, seorang kepala. 19 Anak-anak Hebron ialah Yeria, seorang kepala, Amarya, anak yang kedua, Yahaziel, anak yang ketiga dan Yekameam, anak yang keempat. 20 Anak-anak Uziel ialah Mikha, seorang kepala, dan Yisia, anak yang kedua. 21 Anak-anak Merari ialah Mahli dan Musi. Anak-anak Mahli ialah Eleazar dan Kish. 22 Ketika Eleazar mati, ia tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak perempuan, lalu anak-anak Kish, saudara sepupu mereka, mengambil mereka menjadi isteri. 23 Anak-anak Musi ialah Mahli, Eder dan Yeremot, tiga orang. 24 Itulah bani Lewi menurut puak mereka, kepala-kepala puak mereka, pada waktu mereka dicatat seorang-seorang sesuai dengan bilangan nama mereka, orang demi orang, yang berumur dua puluh tahun atau lebih, merekalah yang harus melakukan pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN. 25 Sebab Daud telah berkata: "TUHAN, Allah Israel, telah mengaruniakan keamanan kepada umat-Nya, dan Ia diam di Yerusalem sampai selama-lamanya. 26 Dengan demikian tidak usah lagi orang Lewi mengangkat Bait Suci dan segala perkakas yang dipakai untuk ibadah di situ." -- 27 Sebab sesuai dengan titah Daud yang belakangan, mereka yang didaftarkan dari anak-anak Lewi ialah yang berumur dua puluh tahun ke atas. -- 28 "Tugas mereka ialah membantu anak-anak Harun untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN, mengawasi pelataran, bilik-bilik dan pentahiran segala barang kudus serta melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan ibadah di rumah Allah. 29 Juga mereka harus menyediakan sajian dan tepung yang terbaik untuk korban sajian, roti tipis yang tidak beragi, apa yang dipanggang di atas panggangan, apa yang teraduk dan segala sukatan dan ukuran. 30 Selanjutnya mereka bertugas menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN setiap pagi, demikian juga pada waktu petang 31 dan pada waktu mempersembahkan segala korban bakaran kepada TUHAN, pada hari-hari Sabat, bulan-bulan baru, dan hari-hari raya, menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi mereka, sebagai tugas tetap di hadapan TUHAN. 32 Mereka harus melakukan pemeliharaan Kemah Pertemuan serta tempat kudus dan harus melayani anak-anak Harun, saudara-saudara mereka, untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN."

Memanfaatkan Potensi Umat Bagi Kemajuan Pekerjaan Tuhan

Desa wisata Blimbingsari yang terletak di Kabupaten Jembrana, Bali memiliki pesona keindahan alam yang asri dan gereja tua yang berdiri megah dengan desain arsitektur Bali. Hal menarik dari desa tersebut, yakni program pembeDrdayaan desa dengan melibatkan seluruh potensi Sumber Daya Manusia (SDM), yang dibagi dalam kelompok-kelompok usaha. Misalnya: panitia homestay yang bertugas mengelolah rumah tinggal bagi para wisatawan, Kelompok usaha kaum ibu yang bertugas menyediakan makanan (Catering), dll. Semua kelompok memberikan manfaat besar bagi kemajuan desa tersebut. Nas bacaan hari ini pun berbicara tentang pembagian tugas di kalangan orang Lewi menurut umur dan kemampuan masing-masing orang dalam pekerjaan Pembangunan Bait Allah. Kita diingatkan bahwa jemaat memiliki sumber daya (laki-laki, perempuan, pemuda, anak, tenaga profesi dll) untuk dimanfaatkan bagi kemajuan jemaat.

Doa: Roh Kudus tuntulah kami untuk saling menolong dan melengkapi demi membangun hidup bersama, Amin.

Senin, 23 September 2024

bahan bacaan : Matius 4 : 18-22

Yesus memanggil murid-murid yang pertama
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka 22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Jangan Menolak Panggilan Tuhan

Perikop ini berisi narasi tentang “Yesus memanggil murid-murid yang pertama”. Peristiwa pemanggilan ini terjadi di pantai laut Galilea saat Tuhan Yesus bertemu dengan para nelayan yang terdiri dari Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes (ay.18,21). Para Nelayan yang sedang menangkap ikan ini ditantang untuk meninggalkan tugas mereka sebagai penjala ikan menjadi penjala manusia (ay.19). Mereka dipanggil menjadi murid Yesus yang akan membawa orang kepada keselamatan. Cukup menarik bagi kita bahwa para nelayan ini bukanlah orang-orang terpelajar yang berpengaruh, kaya dan berasal dari keluarga terhormat. Mereka hanyalah orang-orang biasa yang ditantang untuk pertama kali dan seterusnya memilih hidup bersama Yesus. Hal ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus selalu memilih orang-orang biasa yang bersedia memberikan dirinya untuk pelayanan. Jadi, menjadi pelayan Kristus bukan karena kaya, berjabatan dan terhormat tapi  yang memiliki kerendahan hati dan bersedia meleksanakan kehendak-Nya dengan taat dan setia.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk memberi diri melayani dengan sukacita. amin.

Selasa, 24 September 2024

bahan bacaan : Lukas 10 : 1-12

Yesus mengutus tujuh puluh murid
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Membawa Damai Sejahtera

Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Laki-laki GPM di usia ke-38 tahun. Momentum ini patut disyukuri karena hanya oleh pertolongan dan penyertaan Tuhan laki-laki gereja bisa melaksanakan tugas pemberitaan injil bagi keluarga, gereja dan masyarakat sampai saat ini. Di sisi lain laki-laki gereja masih bergumul dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks. Untuk itu, melalui tema Hut “Pergilah Aku Mengutus Kamu Menyampaikan Damai Sejahtera” berdasarkan Lukas 10:1-12, maka dapat disimpulkan bahwa semua orang (termasuk laki-laki) diutus untuk membawa berita damai sejahtera bagi sesama (Band.Ay.5). Damai sejahtera yang dimaksudkan adalah membangun relasi dan hidup bersama dengan orang lain (ay.5-8) menyembuhkan orang sakit (ay.9), bekerja bersama dalam pelayanan (ay.1) dan tidak menaruh perhatian pada hal-hal duniawi (ay.4).

Doa: Tuhan Tuntunlah kami menjadi pelayan yang mampu membawa damai sejahtraMu, Amin.

Rabu, 25 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 24 : 1-19

Para imam dibagi dalam rombongan
Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 2 Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. 3 Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. 4 Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. 5 Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada "pemimpin-pemimpin kudus" dan "pemimpin-pemimpin Allah", baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. 6 Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. 7 Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; 8 yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; 9 yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; 10 yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; 11 yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; 12 yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; 13 yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; 14 yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; 15 yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes; 16 yang kesembilan belas pada Petahya; yang kedua puluh pada Yehezkel; 17 yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh dua pada Gamul; 18 yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada Maazya. 19 Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN, Allah Israel.

Menatalayani Potensi dengan Adil dan Jujur Untuk Pekerjaan Tuhan

Semua orang dikarunia kemampuan serta potensi dari Tuhan untuk didayagunakan demi kehidupan bersama dan hormat kepujian nama Tuhan. Di Israel, suku Lewi diberikan tugas untuk melayani Tuhan dan pekerjaanNya di kemah pertemuan. Dari suku ini, jabatan imam ada pada Harun dan anak-anaknya, diantaranya Eleazar dan Itamar. Dari mereka berdua dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil yang dilakukan dengan cara membuang undi. Cara pengundian pada masa itu adalah untuk menjaga nilai keadilan dan kejujuran. Hal ini penting untuk menjaga kekudusan baik pelayan maupun umat dalam melayani Tuhan dan pekerjaanNya. Semua hal menyangkut peribadahan diatur sedemikian rupa dengan tujuan untuk membangun persekutuan yang memuliakan Tuhan. Keteladanan ini harus kita wujudkan dalam seluruh tanggung jawab pekerjaan serta pelayanan di masa sekarang. Semua potensi yang kita miliki mesti diatur secara baik dengan tetap menjunjung nilai keadilan dan kejujuran sehingga tidak menimbulkan pertentangan dan perselisihan. Sebaliknya, akan menciptakan persekutuan hyang indah dan harmonis demi kepujian nama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan berkati setiap talenta dan potensi yang kami miliki untuk dipakai demi hormat dan kepujian namaMu. Amin.-

Kamis, 26 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 25 : 1-7

Para penyanyi
Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut: 2 dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja. 3 Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN. 4 Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot. 5 Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. 6 Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. 7 Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN--mereka sekalian adalah ahli seni--ada dua ratus delapan puluh delapan orang.

Penatalayanan Talenta Untuk Memuliakan Tuhan

Tema pelayanan di minggu ini “menatalayani potensi pelayan dan umat” tercermin melalui tindakan Daud dan para panglimanya untuk menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun dalam melayani ibadah. Dalam pelayanan ibadah, mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Mereka dikarunia talenta dan potensi untuk bernyanyi memuji Tuhan serta mahir dalam memainkan alat musik yakni gambus dan kecapi serta ceracap. Semuanya dilakukan di rumah Allah dalam pendampingan dan petunjuk raja Daud. Jumlah mereka sebanyak dua ratus delapan puluh delapan orang yang punya kemampuan sebagai ahli seni. Sekalipun mereka mempunyai potensi yang luar biasa, namun semua dilakukan dengan penuh kerendahan hati. Mereka lakukan bukan untuk menjadi kepujian nama mereka sebagai manusia. Teladan ini pun bagi kita yang memiliki potensi yang dianugerahi oleh Tuhan. Hendaknya kita menggunakan dengan rendah hati, sukacita dan demi kepujian nama Tuhan. Tuhan memberkati semua pelayanan kita yang dilakukan bukan untuk diri kita, tetapi untuk Tuhan. Dengan memahami demikian, maka kita terus dipakai Tuhan dalam tugas-tugas pelayanan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk mengatur segala potensi guna pelayanan pekerjaan Tuhan secara baik. Amin,-

Jumat, 27 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 26 : 20-28

20 Orang-orang Lewi, saudara-saudara sesuku mereka, yang mengawasi perbendaharaan rumah Allah dan yang mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus; 21 bani Ladan, yakni keturunan Gerson melalui Ladan, mempunyai orang-orang Yehiel sebagai kepala puak. 22 Keturunan Yehiel, yakni Zetam dan Yoel, saudaranya, mengawasi perbendaharaan rumah TUHAN. 23 Dari orang Amram, orang Yizhar, orang Hebron dan orang Uziel 24 adalah Sebuel bin Gersom bin Musa yang menjadi kepala perbendaharaan. 25 Sanak saudara Sebuel melalui Eliezer ialah Rehabya, anak Eliezer, dan Yesaya, anak Rehabya, dan Yoram, anak Yesaya, dan Zikhri, anak Yoram, dan Selomit, anak Zikhri. 26 Selomit ini beserta sanak saudaranya mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus yang telah dikuduskan oleh raja Daud dan oleh para kepala puak dan para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus dan para panglima. 27 Mereka telah menguduskannya dari rampasan perang untuk menyemarakkan rumah TUHAN. 28 Juga segala yang dikuduskan oleh Samuel, pelihat itu, oleh Saul bin Kish, oleh Abner bin Ner dan oleh Yoab, anak Zeruya, ya segala barang yang dikuduskan ada di bawah pengawasan Selomit beserta sanak saudaranya.

 Mengelola Perbendaharaan Rumah Tuhan

Allah Pencipta dalam cinta kasih Kristus menganugerahkan talenta sebagai potensi kepada semua orang. Setiap orang dengan kelebihan dan kemampuannya dibidang masing-masing guna mewujudkan pekerjaan secara tertanggungjawab. Suku Lewi  diberi tugas melayani di rumah Tuhan, bukan saja soal peribadahan namun terkait dengan semua hal yang bertalian dan berhubungan dengan rumah Tuhan. Diantaranya adalah perbendaharaan barang-barang kudus. Tugas mereka yakni menjaga barang-barang dari hasil rampasan perang yang telah dikuduskan oleh raja Daud untuk dipakai menyemarakkan rumah Tuhan. Semua barang-barang itu dalam pengawasan Selomit beserta sanak saudaranya. Sebuah teladan bagi kita semua, bahwa pengaturan tentang perbendaharaan di Rumah Tuhan juga harus kita lakukan dengan cakap dan jujur. Kita diberikan tanggung jawab untuk melakukannya sebab kita dianggap memiliki kemampuan secara intelektual dan beriman. Hendaknya kita mengerjakan hal-hal terkait dengan rumah Tuhan demi hormat dan kepujian nama Tuhan.

Doa: Tolong kami Tuhan untuk menata semua potensi yang kami miliki agar daoat digunakan dengan baik. Amin.-

Sabtu, 28 September 2024

bahan bacaan : I Tawarikh 27 : 1-15

Panglima-panglima tentara dan pembesar-pembesar lainnya
Adapun orang Israel, inilah daftar para kepala puak, para panglima pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pengatur yang melayani raja dalam segala hal mengenai rombongan orang-orang yang bertugas dan libur, bulan demi bulan, sepanjang tahun. Setiap rombongan berjumlah dua puluh empat ribu orang. 2 Yang mengepalai rombongan pertama untuk bulan pertama ialah Yasobam bin Zabdiel dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 3 Ia dari bani Peres dan mengepalai semua panglima untuk bulan yang pertama. 4 Yang mengepalai rombongan bulan yang kedua ialah Dodai, orang Ahohi, sedang pemimpin rombongannya yang berjumlah dua puluh empat ribu orang, adalah Miklot. 5 Panglima yang ketiga untuk bulan yang ketiga ialah Benaya, anak imam kepala Yoyada, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 6 Benaya ini adalah seorang dari ketiga puluh pahlawan dan mengepalai ketiga puluh orang itu, tetapi yang memegang pimpinan rombongannya ialah Amizabad, anaknya. 7 Yang keempat untuk bulan yang keempat ialah Asael, saudara Yoab, kemudian ia digantikan oleh Zebaja, anaknya, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 8 Yang kelima untuk bulan yang kelima ialah Samhut orang Yizrah, panglima itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 9 Yang keenam untuk bulan yang keenam ialah Ira anak Ikesh orang Tekoa dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 10 Yang ketujuh untuk bulan yang ketujuh ialah Heles, orang Peloni, dari bani Efraim, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 11 Yang kedelapan untuk bulan yang kedelapan ialah Sibkhai, orang Husa dari orang Zerah itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 12 Yang kesembilan untuk bulan yang kesembilan ialah Abiezer, orang Anatot itu, dari bani Benyamin, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 13 Yang kesepuluh untuk bulan yang kesepuluh ialah Maharai, orang Netofa dari orang Zerah itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 14 Yang kesebelas untuk bulan yang kesebelas ialah Benaya, orang Piraton, dari bani Efraim, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 15 Yang kedua belas untuk bulan yang kedua belas ialah Heldai, orang Netofa itu, keturunan Otniel, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang.

Pentingnya Keamanan Untuk Kesejahteraan Hidup

Daud dalam kepemimpinannya sebagai raja Israel bukan saja mengatur soal peribadahan tetapi juga soal keamanan, pasukannya serta semua hal yang terkait dengan aktivitas kehidupan kerajaan. Nas bacaan hari ini menyaksikan tentang pengaturan pelayanan dalam kerajaan yang diatur setiap bulan dengan melibatkan tiap rombongan yang berjumlah dua puluh empat ribu orang. Rombongan ini diatur dengan memiliki seorang pemimpin dari suku tertentu. Pembagian tugas dengan cara ini dimaksudkan supaya adanya keadilan dalam pelaksanaan peran serta keterlibatan semua suku di Israel. Setiap suku mendapatkan perannya masing-masing hingga bulan kedua belas. Keselarasan pengaturan potensi dengan mempertimbangkan waktu telah menjadikan pula keseimbangan dalam kehidupan suatu bangsa. Hal ini menegaskan bahwa sebanyak apapun jumlah orang dengan berbagai  keberagaman potensi, namun jika diatur secara baik, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam keteraturan pekerjaan serta memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Sebuah keteladanan bagi kita bahwa adanya potensi dan keberagaman perlu diatur secara baik dan dengan menggunakan hikmat Tuhan.

Doa: Roh Kudus pimpin kami untuk menyerahkan setiap perencanaan pada Tuhan. amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPT 2024, LPJ-GPM