Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Januari 2025

Tema Bulanan : Berdirilah Teguh Sebagai Gereja!

Tema Mingguan : Berakar pada Kristus, Teguhkan Pemberitaan Gereja

Minggu, 5 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 3: 10 – 23

Dasar dan bangunan
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. 14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. 15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. 18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Jadikan Yesus Sebagai Dasar Kehidupan

Kita bersyukur memasuki minggu pertama di tahun 2025 dan menikmati anugerah Tuhan melalui sakramen perjamuan kudus. Roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Kristus, menjadi kekuatan baru bagi kita melangkah di sepanjang tahun ini. Nas bacaan hari ini bicara tentang pentingnya membangun hidup di atas dasar yang benar yaitu Yesus Kristus. Setiap tindakan dan keputusan yang diambil di dalam Kristus adalah bagian dari pembangunan kehidupan kita. Kita diajak untuk membangun hidup dengan bahan-bahan yang berkualitas dan murni dihadapan Allah seperti emas, perak dan batu permata yang dimurnikan dengan api sebagai symbol abadi dan berharga. Sama seperti sebuah bangunan yang kuat fondasinya, maka gedung itu akan kokoh. Demikian pula kehidupan kita memerlukan dasar yang kuat bagi iman percaya kita, yaitu Yesus Kristus. Perjalanan tahun masih panjang, kiranya kita tetap bertambah teguh dalam iman kepada Tuhan dan pelayanan bagi semua. Ya, bertambah teguh dalam panggilan pelayanan dan kesaksian. Itulah pula yang menjadi komitmen Lembaga Pembinaan Jemaat GPM dalam tanggungjawab mempersiapkan materi-materi pembinaan di tahun ini. Karena itu, mari kita bersyukur dan mendoakan selalu LPJ GPM yang bertambah setahun usia di hari ini, bersama semua umat dan pelayan agar terus menjadi berkat bagi Tuhan dan sesama..

Doa: Tuhan, bantu kami untuk membangun hidup dengan bijak dan berkualitas di dalam Engkau sebagai dasar. Amin.

Senin, 6 Januari 2025

bahan bacaan : Yohanes 15 : 1 – 4

Pokok anggur yang benar
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku

Hidup Yang Terus Berbuah

Hidup seperti ranting yang menghasilkan buah jauh lebih bernilai daripada hidup seperti ranting yang hanya sekedar ada tetapi tidak berguna. Hal ini yang hendak disampaikan penulis injil Yohanes dalam perumpamaan tentang pokok anggur. Ia menegaskan bahwa panggilan hidup semua orang percaya ialah hidup dan menghasilkan buah. Tentu buah yang berkualitas. Tetapi untuk menghasilkan buah yang berkualitas, ranting perlu melekat pada pokok anggur. Demikianlah hidup kita akan terus berbuah, kalau kita berakar dan bertumbuh dalam Kristus. Terus memiliki relasi yang kuat dengan Kristus, itulah yang akan membuat kehidupan terus berbuah. Dengan selalu mengandalkan kebenaran firman Tuhan, kita tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dan harus dilakukan. Memang belum sepenuhnya kita dapat memberlakukan firman Tuhan dalam hidup, tetapi paling tidak kita berupaya untuk menghidup firman Tuhan itu dalam kata dan perbuatan baik setiap waktu. Perbuatan baik itulah buah yang harus dikerjakan. Sekarang mari kita merefleksikan kehidupaan kita selama ini, apakah kita masih terus berbuah? seperti apa buah yang kita hasilkan? Manis atau asam kah? Buah yang segar atau busuk kah? Firman Tuhan mengingatkan, hiduplah untuk menghasilkan buah yang baik, yang manis dan segar karena kita berakar dan bertumbuh di dalam Kristus. Selamat berbuah!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk menjalani hidup yang terus berbuah, Amin.

Selasa, 7 Januari 2025

bahan bacaan : Yohanes 15 : 5 – 8

5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Jangan Jadi Ranting Kering

Teks hari ini mengingatkan kita agar jangan menjadi ranting kering. Ranting kering yang tidak menghasilkan buah tidak ada gunanya. Ranting kering itu akan dikumpulkan dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Seperti itu pula kehidupan yang dijalani dengan sia-sia dan tidak berguna. Lalu, bagaimanakah supaya kita dapat selalu berbuah di segala musim kehidupan? Firman Tuhan mengingatkan, Tinggal dan melekatlah pada Tuhan!. “jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal didalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Jadi untuk dapat berbuah, yang harus kita lakukan adalah melekat erat pada Tuhan dan firmanNya menjadi sandaran kehidupan. Tidak hanya itu, ada janji yang diberikan Tuhan jika tinggal di dalam Dia, yakni apapun yang kita minta, akan diberikan. Maka milikilah kehidupan yang selalu rindu untuk menjalin relasi dengan Tuhan, baik melalui doa-doa pribadi maupun pertemuan-pertemuan ibadah dan perenungan firman Tuhan. Lakukanlah hal-hal baik yang bermanfaat dalam hidup supaya Bapa dipermuliakan dan orang tahu bahwa kita adalah murid-murid Tuhan. Selama kita masih hidup, bekerjalah menghasilkan buah. Jangan menjadi ranting kering yang tidak berbuah karena terlepas dari Tuhan!.

Doa: Tuhan kami tidak mau menjadi ranting kering karena terlepas dari Engkau, Amin.

Rabu, 8 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 1 : 12 – 17

Ucapan syukur atas kasih karunia Allah
12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku-- 13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. 14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. 17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Lakukanlah Pemberitaan
Yang Mendatangkan Anugerah Allah

Seorang pelayan harus mampu memberi teladan bagi sesamanya. Sebab nilai dari keteladanan yang akan terus dilanjutkan dalam proses pemberitaan dan pelayanan injil. Hal yang sama dilakukan Paulus kepada Timotius, ketika dirinya menyadari bahwa sebentar lagi ia akan mengakhiri pertandingan dan mencapai garis akhir, namun injil Kristus harus terus dilanjutkan. Timotius perlu belajar dari Paulus bahwa sekalipun ia pernah menjadi penghujat dan penganiaya ganas, namun karena anugerah Allah ia telah diperkenankan memberitakan injil Kristus. Apa yang ditekankan oleh Paulus itu penting, agar dalam keberlanjutan pemberitaan, Timotius dapat senantiasa memberitakan tentang anugerah Allah itu. Timotius harus memberitakan bahwa Kristus datang untuk menyelamatkan orang berdosa, sebab Ia selalu menunggu dengan penuh kesabaran, sehingga setiap umat tidak lagi kuatir tentang hidup kekal. Paulus telah menjadi buktinya. Tugas pemberitaan yang sama ini juga menjadi tanggung jawab kita di saat sekarang. Kita perlu memberitakan anugerah Allah yang membebaskan dan menyelamatkan agar semua orang semakin percaya untuk senantiasa hidup bersama Tuhan.

Doa: Kami percaya, Roh-Mu akan memampukan kami melakukan pemberitaan yang mendatangkan anugerah Allah. Amin

Kamis, 9 Januari 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 3 : 14 – 16

Jemaat Allah, dasar dan penopang kebenaran
14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. 15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. 16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Lakukanlah Pemberitaan
Yang Mendatangkan Kebaikan

Ada pandangan yang cukup timpang saat ini, yaitu: kita melakukan kebaikan agar Allah juga melakukan hal-hal yang baik bagi kita”. Pandangan tersebut dikatakan timpang sebab seolah-olah Allah ditempatkan pada posisi yang bisa diatur sesuka hati manusia. Padahal, Allah memiliki keputusan yang mutlak dan tidak dapat dinegosiasi oleh siapapun. Paulus mengingatkan hal yang sama, bahwa keselamatan yang telah didapat oleh manusia bukan karena kebaikan yang telah dilakukan, melainkan karena rahmat-Nya. Sebaliknya, respon umat yang telah diselamatkan oleh Allah haruslah menguatkan sesama mereka, supaya lebih percaya kepada Allah dan melakukan pekerjaan pelayanan dengan baik. Tantangan pelayanan kita juga adalah terus menghadirkan pemberitaan yang mendatangkan kebaikan itu. Kebaikan Allah yang menyelamatkan harus terus disampaikan dan dilanjutkan kepada yang lain, agar iman umat kepada Allah terus bertumbuh. Bahkan pekerjaan pelayanan harus turut didasarkan pada kebaikan Allah agar kebaikan juga yang menjadi salah satu nilai dari pemberitaan injil kepada sesama.

Doa: Biarlah di tengah pencobaan pelayanan, kami dimampukan teguh berpegang pada ajaran-Mu. Amin

Jumat, 10 Januari 2025

bahan bacaan : 2 Tesalonika 2 : 13 – 17

Dipilih untuk diselamatkan
13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Teguhlah Berpegang Pada Ajaran Kristus

Dalam proses pemberitaan injil, kita akan selalu diperhadapkan dengan kegucangan nilai-nilai kekristenan. Dalam keguncangan nilai tersebut, kita bisa saja tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran yang benar, namun kita bisa juga meninggalkan ajaran yang benar. Ketakutan tersebut dirasakan Paulus untuk jemaat di Tesalonika yang sementara didatangi oleh ajaran-ajaran yang berbeda. Jemaat Tesalonika diperhadapkan dengan perbedaan ajaran mengenai kedatangan Tuhan, sehingga iman mereka goyah dan mereka mulai malas dalam melakukan banyak pekerjaan pelayanan. Berdasarkan situasi tersebut maka Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika agar tetap berdiri teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yan telah diterima (ay. 15). Seruan Paulus juga penting kita maknai di saat ini. Di tengah berbagai perkembangan zaman, ada nilai-nilai kekristenan yang turut tergerus sehingga iman Kristen semakin melemah. Kita mesti ingat, bahwa perkembangan zaman adalah sesuatu yang tidak dapat kita tolak, namun kita harus tetap berpegang pada ajaran Kristus. Berpegang pada ajaran Kristus tidak akan membuat kita lemah dan mengalami kemunduran. Sebab berpegang kepada Kristus akan memberikan kita kekuatan menjalani masa kini dan pengharapan keselamatan kekal di masa yang akan datang.

Doa: Biarlah Roh-Mu yang terus menggerakan kami untuk melakukan pemberitaan yang mendatangkan kebaikan bagi sesama. Amin.

Sabtu, 11 Januari 2025

bahan bacaan : Galatia 1 : 6 – 10

Hanya satu Injil
6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. 9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia. 10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

Jagalah Kemurnian Injil Kristus

Ancaman terhadap kemurnian injil Kristus tidak pernah selesai dalam cerita Perjanjian Baru. Kita sering menemukan, bagaimana Paulus dan para Rasul lainnya berusaha untuk menjaga kemurnian injil dari pengajar-pengajar lain. Salah satu serangan pengajar lain yang ditampilkan dalam kitab Galatia adalah tuduhan bahwa Paulus bukan seorang rasul dan pemberitaannya bukanlah injil. Menyikapi tuduhan tersebut sekaligus memperkokoh iman jemaat Galatia, Paulus menyatakan dengan tegas bahwa apa yang disampaikan oleh pengajar lain itulah yang bukan injil. Sebaliknya, injil yang Paulus beritakan bukan berasal dari manusia (para anthropou), melainkan dari Allah. Injil yang dimaksudkan Paulus adalah Allah, melalui Yesus Kristus yang telah disalibkan itu, yang kini menyelamatkan manusia oleh iman. Sejalan dengan itu, Paulus meminta jemaat Galatia untuk tetap menjaga kemurnian injil yang telah ia beritakan, sekalipun dihadapi dengan banyak guncangan dan pencobaan. Bagaimana dengan kita di masa kini? Sesungguhnya kita juga terpanggil untuk menjaga kemurnian injil dalam seluruh proses hidup dan pelayanan. Janganlah mudah tergoda dengan pengajaran yang lain, sebab hanya pengajaran Allah yang dapat memberikan ketenangan dan keselamatan kekal.

Doa: Biarlah Roh-Mu tetap meneguhkan hati kami untuk berakar pada-Mu dan teguh melayani pekerjaan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Des 2024 – 04 Jan 2025

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Bersyukurlah dan Berserah kepada Tuhan Pemelihara Kehidupan

Minggu, 29 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 111 : 1 – 10

Kebajikan Allah
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. 2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. 4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa. 7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, 8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. 9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. 10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Bersyukurlah atas kebaikan Tuhan.

Tanpa terasa klta sudah berada di minggu terakhir atau minggu ke 52 dari tahun yang akan kita tinggalkan; 2024. Kita bersyukur dan memuliakan serta mengagungkan kebesaran kuasa Allah dalam cinta kasih Kristus dan Roh Kudus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati perjalanan hidup kita, mulai dari minggu pertama sampai terakhir di tahun 2024 ini, Dalam semua dinamika yang menjadi realitas hidup, kita harus mengakui bahwa kebajikan atau kebalkan Tuhan tidak pernah berubah. Kebaikan Tuhan sesungguhnya tidak berkurang ataupun surut, sekalipun kita tidak setia dan taat kepada Tuhan. Untuk itu, sebagai keluarga yang percaya pada kebesaran dan kasih Allah, kita patut memuji, memuliakan dan memasyurkan namaNya; Allah didalam Kristus, dengan selalu mengucap syukur yang tiada habisnya. Sebab siapakah kita; manusia yang hina dan berdosa ini? Kasih dan kemurahan Tuhan yang telah melayakkan kita sekeluarga untuk menikmati pemeliharaan dan seluruh kebaikanNya hingga hari ini.

doa : Terima kasih ya TUhan, untuk pemeliharaan dan kebaikanMu. Amin.

Senin, 30 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 112 : 1-10

Bahagia orang benar
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. 9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Takut akan Tuhan adalah sumber kebahagiaan.

Masing-masing orang mengukur kebahagiaannya dan setiap orang memiliki ukuran kebahagian yang berbeda-beda. Ada yang bahagia karena mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai kuasa dan jabatan. Ada juga yang bahagia saat anak-anak sudah mendapat pekerjaan. Hal tersebut wajar saja. Menarik untuk kita renungkan melalui firman Tuhan saat ini,Pemazmur menyatakan berbahagialah orang yang takut akan Tuhan. Takut Tuhan adalah pokok kebahagian bagi semua orang percaya. Kondisi yang baik atau pun buruk tak akan mengurangi kebahagiaan seseorang.la akan tetap berdiri teguh dan kokoh dalam segala situasi maupun kondisi sebab takut akan Tuhan menjadi kekuatan bagi orang yang selalu berbahagia. Takut Tuhan berarti mengagumi,mengagungkan dan memuliakan Tuhan dalam seluruh hidup orang beriman. Kata-kata dan sikap serta perilakunya selalu setia dan taat kepada perintah dan kehendak Tuhan. Demikianlah sebagai keluarga, kebahagiaan yang sejati akan kita peroleh,dengan hidup takut akan Tuhan.

doa : Tuntun kami Tuhan agar hidup takut kepada Tuhan, supaya kehidupan kami selalu bahagia. Amin.

Selasa, 31 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 115 : 1-18

Kemuliaan hanya bagi Allah
Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! 2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" 3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! 4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. 17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, 18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Terima kasih atas tuntunan dan penyertaan Tuhan.

Puji Tuhan! Kita semua telah tiba di har terakhir, hari yang ke 365 di tahun 2024dengan selamat. Tidak ada yang dapat diungkapkan selain ucapan syukur atas kemurahan dan kebaikan Tuhan Allah Sang Pencipta serta Pemelihara kehidupan semua makhluk di alam semesta ini terkhusus umat manusia. Pemazmur menyaksikan kebesaran kuasa Tuhan yang tiada tertandingi oleh kuasa dan kekuatan apapun dunia ini.Ketika kita disini sampai di waktu terakhir penghujung tahun ini, kita mungkin akan bertanya siapakah kita sehingga patut memperoleh segala kebaikan Tuhan? Kita adalah manusia yang penuh dengan segala kelemahan, keterbatasan oleh karena keberdosaan kita. Tidak ada sesuatupun yang dapat kita banggakan dan andaikan,saat kita merenung sejenak di penghujung akhir tahun ini. Kita hanya dapat mengatakan dengan hati yang bersyukur bahwa kasih sayang Tuhan sungguh tak terbatas.Bahkan,dengan cucuran air mata yang menetes karena berat pergumulan hidup yang terus menantang,kita hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan sungguh baik. Kita tidak sendiri,sekalipun tertatih-tatih melangkah, suara Tuhan merdu terdengar:anakKu, AKU mengasihimu. AKU tidak akan meninggalkanmu, AKU selalu ada dan tetap ada untuk menemani, menuntun, menyertai dan memberkatimu sampai selama-lamanya.

doa : Terima kasih ya Tuhan atas penyertaan dan tuntunanMu sehingga kami boleh tiba dipenghujung tahun ini. Amin.

Rabu, 1 Januari 2025

bahan bacaan : Titus 2 : 11 – 15

Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Kasih Karunia Allah Menyelamatkan Kita
Selamat berjumpa dalam kasih Tuhan!. Mari sambut tahun baru dengan syukur dan sukacita karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berkarya dan beriman kepada Tuhan. Kesempatan itu diberikan secara cuma-cuma oleh Allah melalui kasih karunia-Nya yang menyelamatkan. Kasih Karunia Allah itu pula yang membebaskan manusia dari kejahatan, sehingga tidak ada cara lain untuk menusia meresponi karya keselamatan itu selain dengan melakukan kebaikan-kebaikan di dalam dunia ini. Hal ini yang diingatkan Rasul Paulus dalam bacaan hari ini. Allah telah berkarya menyelamatkan manusia, dan mendidik setiap orang agar meninggalkan kefasikan dan segala keinginan duniawi yang jahat, karena itu akan membuat kita jauh dari Allah. Sebab itu, Rasul Paulus menasehati, selagi masih ada di dunia ini, hiduplah bijaksana, adil, dan beribadah sambil terus menantikan hari kedatangan Yesus Kristus kembali. Nasehat berharga ini disampaikan kepada Titus dan tentunya kepada kita semua di awal tahun baru ini, agar bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan. Anugerah keselamatan itu bukanlah supaya kita hidup sembarangan tanpa tujuan, tetapi supaya kita menjadi umat milik Tuhan yang kudus dan yang selalu berbuat kebaikan. Karena itu, marilah kita letakkan seluruh harapan di tahun yang baru dan meminta kekuatan serta hikmat dari Tuhan, agar kita bijaksana menjalani hidup dengan segala kenyataannya ke depan.

Doa: terima kasih ya Tuhan, sebab atas kasih karuniaMu kami hidup di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 2 Januari 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 8 – 10

8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Janganlah Bermegah Diri

Kalau kita masih hidup hingga hari ini, itu semuanya hanya karena anugerah dan kemurahan Tuhan. Sungguh, kita patut bersyukur. Ajakan untuk bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan, diingatkan pula oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Kata kunci “menyelamatkan” menunjukkan bagaimana kasih karunia Allah membawa manusia keluar dari kegelapan dosa ke dalam terang keselamatan-Nya. Itulah sebabnya semua orang yang percaya dan beriman kepada Allah didalam Yesus Krstus, berkenan menerima keselamatan secara cuma-cuma. Keselamatan itu bukan hasil usaha manusia. Keselamatan itu bukan hasil pekerjaan manusia, melainkan pemberian Allah. Janganlah kita bermegah diri dan menganggap bahwa keselamatan itu kita peroleh karena perbuatan baik yang dilakukan. Kita tidak diselamatkan karena melakukan perbuatan baik, tetapi melakukan perbuatan baik adalah respons atas anugerah keselamatan yang telah diterima.. Marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan, sebab siapakah kita ini? Kita manusia berdosa yang kadang hidup tidak berkenan di hadapan Tuhan dan selayaknya binasa. Tetapi karena kasih Kristus, kita diselamatkan. Ingatlah, Tuhan memiliki tujuan mulia dengan hidup kita di tahun baru ini, yakni senantiasa melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang memuliakanNya. Wujudkanlah hal itu agar hidup kita tidak sia-sia melainkan terus berarti bagi Tuhan dan sesama.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tidak bermegah diri karena keselamatan itu hanya berasal dari-Mu, Amin.

Jumat, 3 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 5 : 18 – 21

18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, 21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Menghargai Anugerah Kehidupan Kekal
Dosa adalah segala tindakan, pikiran, atau sikap yang melanggar kehendak Allah. Ketika kita berdosa, ada konsekuensi yang harus ditanggung, dan konsekuensi itu adalah “maut.” Maut yang dimaksud bukan hanya kematian fisik, tetapi juga kematian rohani. Dosa membuat kita terpisah dari Allah, dan jika tidak ada jalan keluar, akibat akhirnya adalah kematian kekal, yaitu hidup yang jauh dari Allah selama-lamanya. Namun, kabar baiknya adalah kita berhak atas karunia Allah, yakni hidup yang kekal. Allah memberikan karunia ini kepada kita, bukan karena kita layak, tetapi karena kasih dan rahmat-Nya. Hidup yang kekal berarti hidup bersama Allah untuk selama-lamanya. Ini bukan hanya tentang kehidupan setelah kematian, tetapi juga tentang kualitas hidup yang baru mulai dari sekarang. Hidup yang dipenuhi dengan kebenaran, damai, sukacita, dan hubungan yang dekat dengan Allah. Sebagai orang percaya kita harus menghargai anugerah hidup kekal yang Allah berikan, dengan menghadirkan keindahan dalam perbuatan kasih kita. Sehingga melaluinya nama Tuhan terus dipermuliakan dan semakin banyak orang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus!

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus ada dalam jalan-jalan kebenaranMu,. Amin .

Sabtu, 4 Januari 2025

bahan bacaan : Roma 6 : 15 – 23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kristus Memerdekakan Hidup Kita

Dalam kehidupan ini kita diperhadapkan dengan pilihan benar atau salah, baik atau buruk dan sebagainya. Pilihan kita akan sangat menentukan perjalanan hidup ke depan. Sebab itu kita harus arif dan bijaksana dalam membuat pilihan-pilihan hidup. Ketika rasul Paulus menasehati jemaat di Roma, ia pun mengingatkan apakah mereka mau menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran?. Artinya mereka harus memilih salah satu. Jika memilih menjadi hamba dosa, maka upahnya ialah maut, tetapi jika memilih menjadi hamba kebenaran maka kehidupan kekal menjadi jaminan. Pilihan untuk tidak hidup dalam dosa dan kematian adalah mau meninggalkan hidup yang lama dan memulai hidup yang baru dengan pengudusan dalam Kristus. Pilihan ini selayaknya menjadi pilihan kita sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan. Kita perlu ingat bahwa hidup ini bukan hanya tentang lepas dari belenggu dosa, tetapi mau hidup dalam kebenaran bagi Tuhan. Apa dasar dan landasan hidup benar? Ini sangat bergantung pada bagaimana cara kita memandang diri dan kehidupan. Firman Tuhan berkata, “demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rm.6:11). Hanya dengan cara pandang ini kita dapat menjadi hamba kebenaran. Dosa tidak akan berkuasa lagi dalam tubuh kita yang fana. Dan kita, sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup, akan dapat menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah untuk dipakai sebagai senjata kebenaran.

Doa: Tuhan, di tahun yang baru ini, kami memilih untuk menjadi hamba kebenaran amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2024 DAN JAN 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 22-28 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Hiduplah Bersama Dalam Kedamaian, Tuhan Segera Datang

Minggu, 22 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 65 : 17 – 25

Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Janji Tuhan memulihkan dan menghidupkan.

Tema utama kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan’. Dapat dikatakan Tbahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan terutama pada saat Israel pulang dari pembuangan Babel (70 tahun). Melalui Nabi Yesaya Tuhan berjanji akan menciptakakan Yerusalem yang baru; yang dulu telah hancur dibangun kembali,yang dulu penuh dengan ratap tangis (penderitaan)akan bersorak-sorai. Selain itu, Tuhan akan memberikan umur panjang, kehidupan yang penuh berkat dan damai dimana tidak ada kekacauan dan penderitaan. Pesan ini mengingatkan kita tentang pentingnya berharap dan percaya pada janji Tuhan, meskipun masalah dan penderitaan datang silih berganti dalam hidup kita.Janji Tuhan tidak pernah gagal. Tuhan akan mengaruniakan berkat dan sukacita, dimana tidak ada lagi kesedihan, tangisan atau penderitaan bahkan Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita dan akan menjawab setiap doa kita, amin.

doa : Ya Roh Kudus, tuntunlah kami hidup untuk tetap berharap dan percaya pada janji Tuhan. Amin.

Senin, 23 Desember 2024.

Bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 33

33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Hiduplah dalam damai sejahtera.

Dapat dibilang bahwa dunia yang kita diami saat ini penuh dengan kekacauan,misalnya: demonstrasi secara anarkhi sampai peperangan. Kekacauan disebabkan oleh sikap ego, ketidakadilan sosial, perbedaan idelogi, persaingan, dil”. Apapun alasannya, kekacauan selalu membawa dampak yang negatif bagi hidup manusia, yakni stres, kecemasan, ketakutan bahkan penderitaan sampai kematian. Selain itu, kekacauan menimbulkan perpecahan; baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Realitas bahaya kekacauan tersebut, membuat Paulus menasehati jemaat di Korintus bahwa “Allah lidak menghendaki kekecauan, tetapi damai sejahtera”. Makna bagi kita saat ini adalah kita bertanggung jawab membawa damai sejahtera (cinta kasih, sukacita, kebaikan, keadilan, kesabaran, dil) kepada lingkungan dimana kita berada; baik lingkungan keluarga, antar tetangga, lingkungan tempat kerja bahkan relasi dengan sesama dari latarbelakang yang berbeda (suku, ras,agama) supaya “dimana ada kekacauan disitu ada kedamaian”.

doa : Roh Kudus tuntulah kami membawa damai bagi sesama. Amin.

Selasa, 24 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 26 – 28

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Sambutlah Yesus sang raja dengan kerendahan hati.

Hari ini umat kristiani di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk merayakan Natal Kristus yang tinggal beberapa jam lagi. Untuk itu, marilah kita siapkan hati untuk menyambut Tuhan Yesus, Sang Imanuel melalui pesan Alkitab, Lukas 1:26-38. Perikop ini menceritakan tentang pemberitahuan kelahiranYesus, dimana Maria seorang gadis sederhana dari Nazaret telah dipilih Allah untuk peran yang sangat besar dalam sejarah keselamatan umat manusia.Pemanggilan Maria ini dikarenakan ia memiliki kerendahan hati dan bersedia melaksanakan kehendak Tuhan dengan sikap taat dan setia. Hal ini menunjukkan bagaimana Tuhan memilih siapa saja termasuk, orang-orang biasa namun memiliki kerendahan hati dan bersedia melayani pekerjaan Tuhan dengan sukacita.

doa : Ya Tuhan, kami sambut kelahiranMu dengan kerendahan hati. Amin.

Rabu, 25 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 1 – 18

Firman yang telah menjadi manusia
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Percayalah, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Hari ini semua orang percaya di seluruh dunia bersukacita merayakan Natal;memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia di kota Betlehem. Kita bersukacita merayakan peristiwa iman,sebab Injil atau Firman yaitu Kristus sebagai Tuhan menjadi manusia sejati yang lahir melalui Maria. Sejarah iman yang sampai saat ini masih banyak orang yang menolak serta belum percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini yang disaksikan oleh pengijil Yohanes dengan menyatakan bahwa IA ( Kristus ) ada di dunia ini tetapi dunia tidak mengenalNya, dan IA datang kepada milik kepunyaanNya tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Hal ini gambaran dari bangsa Yahudi yang menolak dan menyalibkan Tuhan Yesus. Namun bagi yang menerimaNya akan diberi kuasaNya untuk menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Kita sekeluarga termasuk kelompok yang mana, menolak atau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Semoga di hari Natal ini kita terus diingatkan dan dikuatkan untuk meneguhkan pengakuan kita menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga mampu untuk meneruskan kepada mereka yang belum percaya melalui sikap kita.

doa : Ya Tuhan di hari natal ini, berkati kami agar kami tetap teguh dalampercaya kami kepadaMu. Amin.

Kamis, 26 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 29 -34

Yohanes menunjuk kepada Yesus
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Roh Kudus membuka mata iman kita untuk mengenal Tuhan Yesus.

Kesaksian Yohanes pembaptis bahwa ia belum mengenal Tuhan Yesus yang datang ke dunia sebagai Anak Allah. Oleh tuntunan Roh Kudus yang turun dan langit seperti burung merpati dan tinggal kepada Tuhan Yesus, menjadi tanda kepada Yohanes akan pengenalan kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Allah. Yohanes pun bersaksi bahwa kalau ia membaptis dengan air, maka Tuhan Yesus akan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus. Artinya siapa yang percaya akan menerima pencurahan karunia Roh Kudus yang menuntun pada pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga merindukan pencurahan dan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kita selalu bertumbuh dalam pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Seringkali kita ditutupi dan disilaukan oleh dunia dengan segala kekuatan dan godaan si pencoba sehingga membuat mata iman kita menjadi kabur. Kita menjadi orang-orang yang bimbang, kuatir dan takut ketika dihantam oleh badai dan gelombang hidup ini. Itulah sebabnya, penting untuk iman dan percaya kita yang teguh agar mata iman kita selalu terang benderang untuk melihat Tuhan Yesus selalu hadir dan menyertai perjalanan hidup kita.

doa : Tuntun kami dengan kuasa Roh KudusMu agar kami mampu untuk melihat dan mengenal Tuhan dengan benar. Amin.

Jumat, 27 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 21 – 40

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Taat dan setia bersaksi.

Karya Allah yang besar, agung dan mulia melalui kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia telah dinubuatkan oleh para nabi. Allah pun memakai orang-orang saleh dan benar yang tetap menjaga iman dan ketaatan mereka pada Tuhan untuk menyaksikan kegenapan nubuatan para nabi itu. Penginjil Lukas menyaksikan tentang Simeon dan Hana seorang nabiah yang berjumpa dengan Yesus, saat dibawa oleh orang tuanya; Yusuf dan Maria, ke bait Allah untuk di sunat. Simeon dan Hana bersukacita di masa lanjut usia, sebab oleh tuntunan Roh Kudus, mereka dapat menyaksikan kegenapan nubuatan janji Allah dalam kehadiran Tuhan Yesus. Penantian mereka tidaklah sia-sia dan saatnya mereka akan kembali kepada Allah Bapa di Sorga dengan penuh sukacita.Sebuah keteladanan bagi kita dalam masa penantian kembali Tuhan Yesus sebagai Raja dan Hakim pada kali yang kedua.Pentingnya tuntunan Roh Kudus, agar kita menjadi anak-anak Allah yang selalu taat dan setia kepada tugas pelayanan dan kesaksian, agar semua orang pun menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

doa : Tuntun kami ya Tuhan, agar kami senantiasa belajar dari firman Tuhan yang mengingatkan kami agar selalu taat kepadaMu. Amin.

Sabtu, 28 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 41 – 52

Yesus pada umur dua belas tahun dalam Bait Allah
41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Kedamaian dalam kendali Tuhan.

Hidup dalam kedamaian merupakan dambaan setiap keluarga, dimana masing-masing orang saling menasehati, memperhatikan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Sebagai sebuah keluarga, Yesus pun bertumbuh besar dalam pendampingan dengan penuh cinta kasih dari Yusuf dan Maria sebagai orang tua. Kecintaan itu berwujud saat mereka kembali ke Yerusalem dan berusaha mencari Yesus. Tiba di bait Allah,mereka menemukan Yesus sementara bersoal jawab dengan alim ulama. Maria kemudian menyatakan kegelisahannya sebagai orang tua dan dijawab oleh Yesus bahwa la harus berada di rumah BapaNya. Maria harus mengerti dan menerima Yesus dalam panggilannya sebagai Tuhan dan Mesias. Yesus bertanggung jawab mengajarkan kebenaran yang membawa kedamaian bagi seluruh dunia. Sebagai orang tua, kita harus menunjukkan perhatian kepada anak-anak agar keberadaan mereka aman, tenteram dan damai. Namun,kedamaian tidak selalu berada dalam kendali kita. Kedamaian berasal dari Tuhan dan berlangsung dalam penyataan tentang kebenaran yang dikehendakiNya. Tanggung jawab pendampingan harus terus kita lakukan dalam keluarga supaya kedamaian yang sesungguhnya itu dapat diperoleh dan dapat pula dinyatakan.

doa : Roh Kudus pimpin kami untuk memahami kedamaian yang berasal dari padaMu. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024

Santapan harian Keluarga, 15 – 21 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Tahun Rahmat Tuhan Akan datang, Bersukacitalah

Minggu, 15 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 61 : 1 -11

Kabar selamat kepada Sion
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya. 4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. 6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. 7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. 8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN. 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Bersukacitalah menanti kelahiran Sang Pembebas.

Setiap orang tentu ingin bersukacita. Tidak ada seorangpun yang ingin dalam hidupnya dipenuhi dengan situasi-situasi yang susah dan penuh duka. Seruan untuk bersukacita itu juga yang hendak disuarakan oleh teks Yesaya 61: 1-11. Di tengah berbagai ancaman hidup, kekerasan dan penindasan kepada umat, penulis teks menyuarakan untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan sudahtiba.Hadirnya Tahun Rahmat Tuhan adalah bukti nyata tentang pemberitaan kabar baik dan membebaskan.Tahun Rahmat Tuhan menegaskan tentang perjuangan untuk membebaskan dan menegakan keadilan di masyarakat, sehingga semua orang dapat bersukacita sebab mereka merasakan karya Allah itu. Mungkin saat kita memasuki Minggu III Adventus ini,kita masih dipenuhi dengan berbagai ancaman hidup, penindasan, dan kesusahan dalam berbagai bentuk. Namun percayalah, bahwa kita terpanggil untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan akan turut kita rasakan melalui peristiwa kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus akan menjadi panggilan kepada semua orang percaya untuk bersukacita, dan bergembira. Bahkan jika situasi hidup masih dipenuhi dengan dukacita maka akan digantikan dengan situasi hidup yang penuh ketenangan dan kegembiraan.

doa : Ya Tuhan, ajari kami untuk tetap bersukacita dalam menanti karya pembebasan melalui kelahiran Yesus. Amin.

Senin, 16 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 104 : 31 -35

31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! 32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap. 33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. 35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Aku hendak bernyanyi bagiMu.

Dalam hidup ini, kita akan selalu menjumpai karya-karya Allah yang menakjubkan,sehingga terus memacu kita untuk bersyukur kepada-Nya. Mazmur 104 menjadi catatan menarik, bahwa kebesaran dan keagungan Allah terlihat dalam segala ciptaan-Nya. Jika langit dan senja menunjukan keindahannya di waktu pagi dan petang maka itulah bentuk nyata dari karya Allah. Menariknya, Pemazmur mengungkapkan hal itu dengan bernyanyi dan bermazmur. Pemazmur bersukacita karena di dalam perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan nyata keselamatanNya. Bagi Pemazmur, biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan tangan-Nya, dan karena itu kita juga patut bersukacita karena Tuhan. Lirik lagu Ya Tuhanku aku hendak bemyanyi bagiMu telah terinspirasi dari teks Alkitab ini. Suatu pujian yang lahir dari iman sang pencipta lagu. Kita memang bersyukur dan bemyanyi bagi Tuhan bukan sekedar mata jasmani kita mengagumi apa yang kita lihat, tapi karena mata iman kita yang melihat dan mengakui kebesaran Tuhan, Sang Pencipta dan Penyelamat. Pengakuan ini pun, kita miliki di masa penantian kelahiran Kristus.

doa : Ya Tuhan, mampukan kami untuk bersukacita dalam nyanyian hidup kami, yang disertai iman. Amin.

Selasa, 17 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 118 : 24 -29

24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. 27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. 28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bersukacitalah sebab Tuhan itu baik.

Lirik lagu “ Hari ini,hari yang telah dijadikan Tuhan”, sering dinyanyikan dalamberbagai aktivitas, termasuk dalam Ibadah Kristen. Dengan lirik lagu tersebut maka setiap orang percaya diajak untuk mengimani, bahwa hari-hari hidup yang dijalani, tetap berada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Atas keyakinan itulah, maka setiap orang percaya harus bersukacita. Bersukacita bukan karena mereka telah memasuki hari-hari hidup yang baru,namun bersukacita karena sadar dan mengimani bahwa hari-hari hidup mereka tetap berada dalam kendali Tuhan. Pemazmnur juga mengimani hal yang sama, sehingga ia bersyukur kepada Allah. Bahkan Pemazmur menyatakan, bahwa tidak ada alasan untuk kita tidak bersukacita, sebab Allah itu baik bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk selama-lamanya. Bagaimana dengan kita yang menanti kelahiran Yesus? Benar adanya, bahwa hari-hari hidup ini tidak selamanya dipenuhi dengan situasi yang membuat kita bersukacita. Namun jika kita meyakini, bahwa segala situasi yang terjadi berada dalam kendali Allah maka tidak alasan untuk tidak bersyukur. Sebab sekalipun dipenuhi dengan berbagai masalah, kita harus ingat bahwa kita memiliki Allah yang Baik dan Besar. la mampu melakukan banyak hal-hal menakjubkan untuk kita. Karena itu, marilah kita bersukacita!

doa : Ajari kamni Tuhan untuk tetap bersukacita dalam menjalani hari- hari hidup ini Amin.

Rabu, 18 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 40 : 1 -5

Berita kelepasan
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

Tenanglah, berita pelepasan disampaikan kepadamu.

Seruan pembebasan selalu dinantikan oleh orang-orang yang berada dalam ancaman dan tekanan kehidupan. Karena dengan seruan itu maka mereka yakin akan adanya pelepasan. Umat Israel yang berada dalam pembuangan turut diberikan berita kelepasan. Dinyatakan, bahwa mereka harus menenangkan hati; kesalahan mereka telah diampuni Allah. Berita kelepasan tersebut tentu dirasakan sebagai berita yang membawa sukacita dan kegembiraan. Sebab sekian lamanya mereka diperhambakan, kini mereka akan dilepaskan karena pengampunan Allah. Dalam menjalani hari-hari hidup ini,mungkin sering kita merasakan dipenuhi dengan berbagai ancaman dan tekanan kehidupan. Hari-hari hidup dipenuhi dengan kesusahan, sakit yang tidak pemah berkesudahan, dan berbagai masalah hidup lainnya. Kita seolah-olah merasakan diperhambakan dalam situasi-situasi tersebut, sehingga sangat sulit untuk bersukacita. Namun belajarlah dari firman hari ini, bahwa berita pelepasan akan turut disampaikan kepada kita. Kita kemudian perlu untuk menenangkan hati untuk menerima berita pelepasan itu. Karena itu, biarlah di 7(tujuh) hari sisa menanti kelahiran Yesus ini, kita tetap dikuatkan untuk menenangkan hati, guna memperoleh berita pelepasan itu, sehingga pada akhimya kita semua dapat bersukacita.

doa : Mampukanlah kami ya Tuhan, agar mampu menenangkan hati ini dalam penantian memperoleh berita pelepasan. Amin.

Kamis, 19 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yeremia 31 : 7 -9

7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

Bersukacitalah karena keselamatan dari Tuhan.

Masalah yang datang silih berganti dalam hidup seringkali membuat seseorang Mmerasa putus asa dan kehilangan pengharapan pada kuasa Tuhan.Hal ini pernah dialami oleh Israel pada saat kehancuran Yerusalem (586 SM). Sebagian orang Israel dibawa sebagai orang-orang buangan di Babilonia. Hal ini menyebabkan penderitaan tapi juga krisis iman dan moral. Dalam situasi itu, Nabi Yeremia tampil menyampaikan harapan akan pemulihan dan janji Tuhan untuk masa depan yang lebih baik, termasuk perjanjian baru yang akan datang. Tuhan akan menyelamatkan dan mengumpulkan orang-orang yang tersisa dari seluruh negeri sehingga mereka akan bersorak-sorai. Yeremia mengingatkan bangsa itu supaya tetap berharap pada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa mereka. Pesan bagi kita saat ini, persoalan dan penderitaan apapun yang sedang kita alami, bahkan ketika doa belum terjawab dan situasi hidup kita tidak baik-baik saja, tetaplah berharap pada Kristus, Sang Imanuel yang akan menyertai kita. Ingatlah, Dia akan datang sebagai Hakim yang akan menghakimi kita, sebab itu bertobatlah!

doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap percaya dan berharap pada Kristus, Sang Penyelamat. Amin.

Jumat, 20 Desember 2024.

Bahan bacaan : Zakharia 9 : 9 -10

Raja Mesias di Sion
9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Sambutlah sang raja damai dengan sukacita.

Saat ini dunia sedang terjerumus dalam perang yang mengancam perdamaian (Mis:Rusia-Ukraina, Israel-Palestina yang melibatkan negara-negara Timur Tengah dan Eropa). Teknologi dan kekuatan militer canggih digunakan secara membabibuta mengakibatkan-krisis kemanusian yang parah. Manusia menderita dan berjuang untuk hidup ditengah-tengah ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, kita dikuatkan dengan pesan Nabi Zakharia tentang Raja yang akan dating, yaitu Yesus Kristus dengan penuh kerendahan hati akan menghadirkan perdamaian dan menghapus peperangan. di seluruh dunia. Nas ini mengajak kita untuk mengikuti teladan Kristus dalam menghadirkan perdamaian dengan mengutamakan nilai-nilai kasih dan kerendahan hati sehingga kita hidup adil, damai dan harmonis; baik dalam keluarga, di tempat pengabdian dan kerja, dalam gereja dan Masyarakat. Ingatlah: “Damai itu Indah”.

doa : Roh Kudus tuntun hati setiap manusia untuk menghadirkan perdamaian bukan kekerasan dan peperangan. Amin.

Sabtu, 21 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 67-80

Nyanyian pujian Zakharia
67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- 71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." 80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Bersoraklah karena keslamatan dan pelepasan dari Tuhan.

Kami mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai dan menuntun Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) di usia yang ke-68Tahun.SMTPI merupakan wadah pembinaan gereja, dimana gereja terpanggil untuk mendidik dan mengajar anak-anak agar mengenal dan mempercayai Tuhan. Tugas ini mutlak dilakukan oleh pelayan gereja, orang tua dan semua warga gereja. Tugas mendidik dan membina juga dilakukan oleh Zakharia dan Elisabet sebagai orang tua kepada Yohanes Pembaptis sehingga ia bertumbuh dengan fisik yang sehat dan iman yang kuat (ay.80) dalam mempersiapkan tugasnya kelak. Anak adalah generasi keluarga, gereja, bangsa dan negara.Karena itu, orang tua dan pelayan wajib membimbing, mendidik dan membentuk mereka dengan cinta kasih dan nilai-nilai yang baik supaya mereka bertumbuh dan berakar didalam Tuhan menghadapi tantangan zaman dan memiliki masa depan yang cerah.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami sebagai orang tua dalam melaksanakan tugas mengajar dan mendidik anak. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08-14 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Kerajaan Sorga Sudah Dekat, Hiduplah Saling Mengampuni

Minggu, 08 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 18 : 21 -35

Perumpamaan tentang pengampunan
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Mengampuni tanpa batas.

Hidup yang dijalani oleh seseorang pasti akan berkaitan dengan relasi yang terbangun antara dirinya dengan orang lain bahkan dengan ciptaan lainnya. Relasi yang tercipta memungkinkan manusia bisa saling menolong atau saling menopang satu dengan lainnya.Disadari sungguh bahwa dalam keterbatasan, manusia bisa juga saling membenci, saling menjatuhkan jika keinginan tidak terpenuhi. Teladan yang diberikan oleh Yesus menjadi tanda bahwa sebagai manusia pun harus mampu untuk mengampuni jika timbul perasaan marah,benci dan sikap lainnya. Pertanyaan Petrus kepada Tuhan Yesus tentang sikap mengampuni menjadi bukti bahwa sering terdapat keraguan untuk mewujudkan sikap mengampuni dalamn hidup manusia. Makna dari jawaban Yesus kepada Petrus ialah sikap mengampuni itu harus dilakukan tanpa batas. Hal ini bukanlah tanpa alasan sebab Yesus pun telah menunjukkannya bahwa la memberi dirinya untuk keselamatan umat manusia. Allah telah memberi anugerah keampunan lewat karya keselamatan Yesus Kristus. Hal ini yang menjadi alasan bahwa manusia pun harus saling mengampuni satu dengan lainnya. Sikap mengampuni pun harus diwujudkan dengan kesungguhan hati atau tanpa batas sebab Yesus pun memberi anugerah keselamatan bagi manusia tanpa batas.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk dapat mengampuni tanpa batas. Amin.

Senin, 09 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 6 : 14 -15

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Mengampunilah! Itu kehendak Tuhan.

Hidup beriman bukanlah sesuatu yang mudah atau gampang untuk dilakukan.Mewujudkan iman dalam kehidupan sesehari haruslah didasari pada kesungguhan hati untuk menaati dan melakukan kehendak Tuhan. Orang percaya tentu mengandalkan Tuhan dalam seluruh kenyataan hidup yang dijalani. Jika Tuhan menjadi satu-satunya yang diandalkan dalam hidup orang percaya maka sudah sepantasnya hidup orang percaya harus sesuai dengan kehendakNya. Teladan dari Yesus yang patut untuk dilakukan oleh setiap orang percaya adalah mengampuni kesalahan orang lain. Hal ini bukanlah perkara yang mudah sebab manusia kadang sulit untuk melupakan kesalahan apalagi mengampuni kesalahan orang lain. Sekalipun sulit untuk dilakukan namun sebagai orang percaya harus tetap mewujudkannya. Ajaran Yesus tentang Hal Berdoa dalam KhotbahNya di Bukit bagi para murid dan pengikutNya waktu itu memberi teladan tentang sikap beriman dan setiap orang percaya. Ketika seseorang berdoa meminta Tuhan mengampuni setiap kesalahannya maka hal itu harus disertai dengan sikapnya untuk mengampuni sesamanya yang berbuat salah. Jika mengampuni sesama dilakukan maka Bapa di sorga akan mengampuni kesalahan yang dilakukan. Sebaliknya jika tidak mampu untuk mengampuni sesama manusia maka Bapa di sorga juga tidak mengampuni kesalahan manusia.

doa : Tuntunlah kami Tuhan agar tetap melakukan kehendakMu. Amin.

Selasa, 10 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 17 : 1 -6

Beberapa nasihat
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Jagalah dirimu dan ampunilah sesamamu.

Setiap orang percaya adalah hamba dari Tuhan. Menjadi hamba dalam kehidupan yang dijalani membutuhkan sikap ketaatan dan kesetiaan. Masing-masing tentu bertanggung jawab atas dirinya sendiri tentang apa yang harus dilakukan sebagai hamba Tuhan. Menjadi seorang hamba harus tetap dekat dengan Tuhan bukan membuat hal-hal yang sesat dalam realitas bersama. Wujud dekat dengan Tuhan adalah tetap mengandalkan Tuhan dalam seluruh gerak perjalanan hidup. Sikap dekat dengan Tuhan pun dapat terwujud ketika sesama orang percaya atau hamba Tuhan saling menegor bahkan saling mengampuni jika kedapatan berbuat yang salah. Saling menegor dan saling mengampuni harus dilakukan terus menerus dan tidak boleh dibatasi pada tempat dan waktu tertentu saja. Karena itu, sebagai hamba Tuhan maka setiap orang percaya harus menjaga dirinya dari perilaku yang sesat dan tetap hidup dalam spirit saling menegor dan saling mengampuni antara satu dengan lainnya.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Rabu, 11 Desember 2024.

Bahan bacaan : Markus 11 : 20 -26

Pohon ara yang sudah kering Nasihat Yesus tentang doa
20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." 22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Mengampuni bersumber dari kemurnian hidup.

Hati adalah pusat kendali kehidupan manusia. Hati yang bersih atau murni akan membuat orang mampu melakukan hal yang baik. Sebaliknya hati yang kotor akan membuat orang melakukan hal yang buruk atau tidak baik.Hati yang murni atau bersih membuat orang dapat berpikir, berkata dan bertindak yang benar. Semua yang benar dalam pikiran, perkataan dan perbuatan adalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus menunjukkan teladan Yesus dalam hidupnya. Sebab jika seseorang berdoa dan meminta sesuatu dari Tuhan maka harus terlebih dahulu melakukannya kepada orang lain. Perihal mengampuni merupakan kewajiban setiap orang percaya. Mengampuni dapat dilakukan dengan baik jika setiap orang melandasinya dengan kemurnian hati. Iman kepada Yesus harus disertai dengan hati yang mumi untuk melakukan seluruh kehendak-Nya dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Hal ini penting sebab sebagai manusia kita pasti menginginkan sesuatu yang baik bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, jika ingin mendapatkan hal yang baik dalam hidup maka harus terlebih dahulu memiliki hati yang murni lewat sikap mengampuni. Dengan demikian maka Tuhan pun akan mengampuni dan memberikan segala sesuatu yang diinginkan dalam hidup.

doa: Ya Tuhan, tolonglah agar kami tetap memiliki hati yang murni. Amin.

Kamis, 12 Desember 2024.

bahan bacaan : Kolose 3 : 13

13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Mengampuni adalah ciri manusia baru.

Menjadi pengikut Kristus harus disertai dengan ciri hidup yang berbeda. Ciri yang Mberbeda adalah setiap pengikut Kristus harus menjadi manusia baru. Manusia baru memiliki sikap hidup yang berbeda dengan orang lain. Bahkan jika pernah melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan pengikut Kristujs maka harus berubah menjadi manusia baru.Menjadi manusia baru artinya meninggalkan segala sesuatu yang bersifat duniawi atau segala hal yang berkaitan dengan keinginan daging. Sebaliknya sikap yang harus untuk dilakukan oleh orang percaya adalah memiliki belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,kelemahlembutan dan kesabaran. Hal-hal ini merupakan ciri dari orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan atau yang disebut sebagai pengikut Kristus. Sikap hidup yang penuh dengan kesabaran, saling mengampuni satu dengan lainnya, merupakan kewajiban dari setiap pengikut Kristus. Pengikut Kristus harus berbeda dengan orang lain dan perbedaan sikap itu ditunjukkan ketika mampu saling mengampuni ketika ada orang lain yang dendam terhadap dirinya. Ciri hidup seperti inilah yang harus menjadi wujud sebuah kehidupan baru dari pengikut Kristus. Kehidupan baru ini hendaknya mempengaruhi cara hidup, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya.

doa : Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk saling mengampuni sebagai pengikut Kristus. Amin.

Jumat, 13 Desember 2024.

Bahan bacaan : 2 Korintus 2 : 5 -11

Harus diampuni orang yang bersalah
5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya--supaya jangan aku melebih-lebihkan--,hati beberapa orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. 9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Mengampuni dan menghibur.

Memberi pengampunan kepada orang yang membuat hati kita sedih bukan pekerjaan yang mudah. Sebagian besar di antara kita pasti sulit untuk mengampuni dalam waktu yang cepat. Namun menarik, bahwa dalam situasi yang membuat sedih, Paulus menasehati jemaat di Korintus uintuk memberi pengampunan kepada mereka yang menimbulkan kesedihan itu. Paulus menegaskan, bahwa jemaat di Korintus juga harus saling menghibur, supaya setiap orang tidak binasa dalam kesedihan tersebut. Tindakan mengampuni dan menghibur merupakan bukti nyata bahwa jemaat di Korintus hidup dalam kasih yang utuh. Panggilan untuk mengampuni sesama yang membawa luka dan kesedihan dalam hidup kita, perlu juga untuk dilakukan. Marilah kita belajar untuk memberi pengampunan kepada mereka yang membawa atau mengakibatkan kesedihan itu. Kita belajar dari Paulus, bahwa pengampunan telah kita dapatkan di hadapan Kristus. Karena itu, kita perlu belajar untuk memberi pengampunan kepada sesama.

doa : Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mampu mengampunisesamaseperti kami telah diampuni olehMu. Amin.

Sabtu, 14 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 6 : 37

37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Ampunilah sesamamu.

Salah satu penggalan Doa Bapa Kami yang sering kita ucapkan adalah: “Ampunilah kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Namun pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah mengampuni sesama yang bersalah?Atau kita cenderung menghakimi dan menghukum melalui perkataan dan perbuatan kita?Jika kita berada dalam kecenderungan itu maka Lukas 6:37 penting untuk kita maknai.Penulis kitab Lukas 6:37 memberikan suatu rumusan timbal balik untuk para pembaca:”Jika kita ingin diampuni maka kita harus mengampuni; sebaliknya, jika kita menghakimi maka kita juga akan dihakimi”. Penulis kitab Lukas memberikan penegasan, bahwa kita dapat memberi respon atas apa yang terjadi dalam hidup kita, sebab kita memiliki kebebasan untük melakukannya. Namun yang perlu juga untuk dipahami adalah apa yang kita lakukan kepada sesama merupakan cerminan atas apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Karena itu, jika kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang cenderung berbuat dosa dan membutuhkan pengampunan dari Allah maka kita patut melakukannya kepada sesama yang sudah melakukan kesalahan kepada kita.

doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami agar mampu mengampuni sesama yang telah bersalah kepada kami. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Berharap pada Allah Yang Menyelamatkan

Minggu, 01 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mikha 7 : 7- 13

Pengharapan baru bagi Sion
7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: "Di mana TUHAN, Allahmu?" Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.

Ku menunggu dan mengharapkan Allah.

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu advent pertama di bulan Desember. Ada fase dan tahap tertentu dari hidup yang telah terlampaui. Ada siklus musim yang silih berganti. Hidup dalam berbagai musim terutama musim kesukaran, penderitaan, tanpa harapan dan kesempatan, kita harus melihatnya sebagai sebuah fase yang tidak akan abadi. Musim itu pasti berlalu. Umat Isarel juga mengalami fase-fase kehidupan di musim kesukaran dan penuh penderitaan sebagaimana kata-kata nabi Mikha dalam bacaan ini. Tetapi Mikha berpengharapan dan menguatkan iman umat Israel untuk terus menunggu dan mengharapkan Allah yang menyelamatkan mereka dari berbagai kesempitan hidup. Umat Israel harus bertahan dan bersabar sebab ada pengharapan yang pasti. Tuhan akan menyelamatkan pada waktuNya.Menghadapi apapun dalam hidup kita, kesukaran dan krisis atau penderitaan,memang dimana-mana kita melihatnya. Tetapi jangan berhenti disitu, tetaplah bertahan dan berpengharapan. Tuhan selalu menginmkan tanda pengharapan supaya kita tetap bertahan.Oleh sebab itu besarkanlah hati, kuatkan semangat dan berpengharapanlah supaya kita sendiri kuat untuk menjadi orang yang memberi pengharapan bagi sesama yang lemah dan susah.

doa : Ya Tuhan mampukanlah kami agar tetapsetia menjaga relasi denganMu dan sesama kami. Amin.

Senin, 02 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 38 : 14-23

13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 16 (38-17) Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!" 17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan; 18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku. 19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab; 20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik. 21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku! 22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

Bejana Pengharapan.

Kapal Mercy Ship adalah rumah sakit yang pertama di dunia ini, yang beroperasi sejak tahun 1978.Kapal ini pergi kemana-mana,ke pulau terpencil, mengunjungi pasien-pasien yang sakit dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya pengobatan. Mereka mengobati banyak orang. Vivalina adalah salah seorang gadis di pulau Madagaskar, ia cacat kaki, bengkok tulang yang parah sekali sehingga tidak bisa berjalan. Tetapi pada suatu hari Mercy Ship singgah di Madagaskar dan melakukan operasi untuk gadis ini sehingga ia berhasil dipulihkan dan punya kemampuan untuk berjalan kembali. Bagi Vivalia, datangnya Mercy Ship adalah sinyal pengharapan yang menyelamatkannya.Betapa mulianya hati orang-orang yang ada di Mercy Ship itu, sebab itulah kapal tersebut dijuluki “bejana pengharapan’. Pemazmur dalam penderitaan kesakitannya, juga mengharapkan Tuhan jangan meninggalkannya. la percaya Tuhan segera menolong dan menyelamatkannya. Pengharapannya kepada Tuhan sungguh kuat. Firman Tuhan ini mengingatkan, Tuhan bukan hanya menginginkan untuk kita mencari isyarat pengharapan, tetapi adakalanya menjadi sinyal pengharapan bagi orang lain supaya banyak orang tahu Tuhan itu ada. Jika Tuhan itu ada, pengharapan selalu tersedia dan masa depan juga ada.

doa : Ya Tuhan tolonglah kami untuk menjadi sinyal pengharapan bagi yang lemah dan susah. Amin.

Selasa, 03 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 39 : 8 -14.

7 (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap. 8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! 9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak. 10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu. 11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela 12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku. 13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"

KepadaMu aku berharap.

Seorang ibu janda dalam ibadah persiapan menyongsong adventus, menyampaikan doanya: “ya Tuhan Allah, dari tengah kegelapan hamba berseru, dari tengah kesukaran hamba berbisik kata. Kirimkanlah orang-orang yang tulus membawa pengharapan kepada dunia yang sedang sakit ini. Jangan biarkan dunia terjerembab dalam lumpur keputusasaan. Ijinkan kami melihat cahaya kebaikan hati yang melegakan dan uluran tangan yang meringankan supaya ada perubahan-perubahan baru yang membesarkan hati. Kiranya didalam perkenaanMu ya Allah, mampukan kami mengirim pesan-pesan pengharapan pula kepada sesama yang membutuhkan supaya semakin banyak doa dikabulkan karena kami ikut ambil bagian didalam pengabulan doa-doa itu.Terpujilah namaMu Kristus, Pengharapan dunia”. Senada dengan doa ibu janda ini, pemazmur juga berkeluh kesah dalam doa, “berilah telinga kepada teriakanku minta tolong, sebab aku menumpang padaMu”. Tiap hari begitu banyak doa yang mengharapkan pertolongan Tuhan disampaikan banyak orang dalam berbagai himpitan dan tekanan kehidupan. Yakinilah bahwa pengharapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Teruslah berdoa dan bertindak dalam memaknai minggu adventus ini dengan selalu bersedia menolong orang lemah dan susah yang kehilangan sukacita dan pengharapan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah pengharapan dunia, tempat kami berharap dan bersandar. Amin.

Rabu, 04 Desember 2024

Bahan bacaan : Ibrani 6 : 9 -20.

Berpegang teguh pada pengharapan
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. 19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Pengharapanmu suatu milik yang pasti.

Dalam kehidupan, kita selalu membutuhkan suatu tanda sebagai isyarat bahwa ada pengharapan. Bagi pelaut yang sedang berjuang di malam hari melawan serbuan ombak dan gelombang, maka cahaya mercusuar yang jauh di tepi pantai adalah sinyal pengharapan baginya.Bagi orangtua yang hidupnya susah dan dililit kemiskinan,mempunyai seorang anak yang berprestasi di sekolah, adalah sebuah sinyal pengharapan.Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa, demikianlah nasehat kepada orang-orang Ibrani. Allah bukanlah tidak adil dan lupa akan pekerjaan kasih yang telah dilakukan mereka dalam berbagai pelayanan. Tetapi supaya masing-masing orang dapat menunjukan kesungguhan dengan menjadikan pengharapan itu sebagai sesuatu milik yang pasti. Oleh karena itu dalam berbagai keadaan hidup, mereka diminta untuk bersabar dan berpegang teguh pada pengharapan.Tidak lain, Tuhan Yesus adalah Sumber pengharapan dan Perintis untuk memperoleh keselamatan. Bagi kita yang sedang merayakan minggu adventus, pengharapan kepada Yesus adalah suatu milik yang pasti. Itulah kekuatan untuk kita bertahan menghadapi situasi apapun dalam kehidupan. Teruslah berharap pada Tuhan dan lakukanlah perbuatan kasih! Kirimlah sinyal pengharapan kepada siapa saja disekitar kita yang membutuhkan pertolongan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah sumber pengharapan yang apsti dalam berbagai situasi. Amin.

Kamis, 05 Desember 2024

Bahan bacaan : Yesaya 30 : 18-26.

Janji keselamatan bagi Sion
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! 19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. 20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. 22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!" 23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; 24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. 25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. 26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

Tuhan membalut luka umatNya.

Siapa yang suka menanggung beban dan menyimpan luka didalam hidupnya? Kita Ssemua tidak mau bila hidup berbeban dan terluka. Kita suka mengeluhkan sebuah beban. Jikalau boleh kita tidak perlu memikul beban dan merasakan luka. Tetapi ironisnya,kita ini juga manusia yang paling sulit meletakkan beban dan menyembuhkan luka sendiri.Padahal justru beban yang tidak diletakkan dan luka yang tidak disembuhkan akan menyulitkan kita sendiri. Umat Israel pada zaman nabi Yesaya,mengeluhkan beban yang yang mereka hadapi.Luka karena terhimpit kesesakan dan perbuatan bangsa-bangsa lain membuat mereka menangis. Akankah datang hari pembebasan dan penyelamatan itu?Terhadap keluh kesah umat Israel ini, Nabi Yesaya hadir menguatkan mereka.Nantikanlah Tuhan! Sebab la hendak menunjukan kasihNya dan membalut luka-luka umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang adil. Berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dial. Selama perjalanan hidup di tahun ini, tak terhitung betapa banyaknya beban kita pikul dan luka yang membuat menangis. Tiap orang dan keluarga berbeda beban dan luka. Tetapi satu yang pasti,kita yang menaruh pengharapan pada Tuhan menjadi kuat menanggung semua itu.Inilah belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan bagi kita. Sebab itu, tiada sia-sia terus berharap kepada Tuhan. Beban hidup yang berat diangkat-Nya. Luka menganga disembuhkan-Nya.

doa : Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan. Amin.

Jumat, 06 Desember 2024

Bahan bacaan : Yeremia 14 : 1-22.

Mengenai musim kering
Firman TUHAN yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering. 2 Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas. 3 Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. 4 Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka. 5 Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda. 6 Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput. 7 "Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. 8 Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam? 9 Mengapakah Engkau seperti orang yang bingung, seperti pahlawan yang tidak sanggup menolong? Tetapi Engkau ada di antara kami, ya TUHAN, dan nama-Mu diserukan di atas kami; janganlah tinggalkan kami!" 10 Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini: "Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka." 11 TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini! 12 Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar." 13 Lalu aku berkata: "Aduh, Tuhan ALLAH! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini!" 14 Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini--:Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan! 16 Dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka: mereka sendiri, isteri-isteri mereka, anak-anak mereka yang laki-laki dan yang perempuan. Demikianlah akan Kutumpahkan kejahatan mereka ke atas mereka." 17 Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. 18 Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." 19 Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! 20 Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. 21 Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! 22 Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Tuhan menolong disetiap musim kehidupan.

Kita merasa Allah tidak peduli. Ketika kita ada dalam kesesakan, kita bertanya Allah ada dimana? Bahkan ketika kita sudah menyampaikan begitu banyak doa, sepertinya Tuhan diam seribu bahasa. Tetapi benarkah bahwa Allah itu hanya diam dan tidak bekerja? Pertanyaan-pertanyaan penuh kegelisahan seperti diatas disampaikan pula oleh Umat Israel saat menghadapi musim kering kehidupan mereka.”Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini? Seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam?” Hidup yang mereka nikmati sungguh gersang dan mematikan oleh karena dosa-dosa mereka sendiri. Dalam kondisi seperti inilah nabi Yeremia tampil menyampaikan nubuatan dari Tuhan. Bertobat dan percayalah kepada Tuhan!. la Masih bekerja sebab akan ada waktunya Tuhan menurunkan hujan dan memberi kesuburan agar hidup terus berlanjut. Situasi sekarang banyak orang susah dan menghadapi kesulitan. Bagai ada di musim kering. Tetapi ingatlah, Tuhan selalu bekerja mendahului kita. Tuhan terlalu baik untuk membiarkan kita tanpa pertolongan. Yakinlah berkat-Nya tersedia, maka bersyukurlah dan berbagilah.

doa : Terima kasih atas pemeliharaanMu ya Tuhan, dalamkehidupan kami. Amin.

Sabtu, 07 Desember 2024

Bahan bacaan : Mazmur 71 : 12 – 16.

12 Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku! 13 Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku! 14 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; 15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. 16 Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Tuhan adalah sumber pengharapan.

Manusia selalu menginginkan hidupnya berlangsung dengan baik. Keberhasilan atau kesuksesan menjadi impian setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Berbagai cara tentu akan digunakan untuk mencapai tujuan hidup. Setiap cara yang digunakan akan menentukan perjalanan hidup, entah menjadi baik atau menjadi buruk. Tentunya dalam menjalani kehidupan maka tidak selamanya akan berlangsung baik tetapi akan juga terjadi hal yang buruk. Hal yang buruk berkaitan dengan tantangan atau kesulitan yang akan dihadapi oleh setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Olehnya itu dibutuhkan cara yang ampuh agar dapat kuat menjalani kehidupan dengan berbagai tantangan atau kesulitan.Kekuatan untuk berhadapan dengan tantangan kehidupan adalah tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya Penolong yang akan meluputkan manusia dari bahaya yang menghadang. Tuhan adalah gunung batu, tempat berteduh,kubu pertahanan, yang akan selalu menolong dan menjaga kehidupan setiap orang percaya. Menjadikan Tuhan sebagai Sumber Pengharapan maka orang percaya akan terluput dari celaka, dari setiap musuh bahkan dari maut sekalipun. Karena itu, jadikanlah Tuhan sebagai Sumber Pengharapan dalam hidup.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu mengandalkanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Solidaritas Dengan Yang Lemah

Minggu, 24 November 2024

bahan bacaan : Lukas 5 : 17 – 26

Orang lumpuh disembuhkan
17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. 19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." 21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Tunjukkan Solider terhadap yang Lemah

Barangsiapa mengasihi, hendaklah ia menyatakannya bukan melalui perkataannya tetapi juga melakukannya. Inilah yang terlihat dalam sikap beberapa orang yang membantu orang lumpuh agar dapat disembuhkan oleh Yesus. Mereka memperlihatkan sikap solidaritas terhadap mereka yang lemah. Apakah ini juga menjadi gaya hidup kekristenan kita? Kita akui kalau berbicara tentang membela kehidupan, kita bisa saja menjadi orang yang selalu mau membuktikan kepada orang lain tentang kebaikan kita. Tetapi apakah itu benar-benar kita lakukan dalam hidup kita yang nyata? Hari ini kita belajar bagaimana kasih yang sesungguhnya. Saya berada di kapal Santika Lestari. Sebagai penumpang yang baru saja menumpangi kapal cepat, saya agak kewalahan untuk bisa menyesuaikan diri. Tetapi untunglah ada seorang bapak menyapa saya dan menyebutkan identitasnya. Ia seorang majelis jemaat di Moa. Akhirnya selama pelayaran saya merasa nyaman karena beliau sangat membantu saya dalam pelayaran ini. Bagaimana dengan kita, maukah kita menunjukkan sikap yang solider dengan siapa saja?

Doa: Ya Allah, ajari kami solider kepada semua orang. Amin.

Senin, 25 November 2024

bahan bacaan : Amsal 19 : 17

17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Memiutangi Tuhan

Bagaimana mungkin kita memiutangi Tuhan, karena Tuhan itu kaya dan pastilah segera membayar hutangnya kepada kita. Namun, bacaan kita memaparkan bahwa Allah bisa jadi berhutang bukan karena kita meminjamkan sesuatu kepada Dia tetapi karena perbuatan kita kepada orang lain. Apakah itu? Yang pertama, karena kita menaruh belas kasihan kepada setiap orang. Tuhan senang kepada orang yang peduli terhadap sesamanya. Dia menghargai perbuatan orang yang melakukan sesuatu terhadap orang lain karena didorong belas kasihan. Belas kasihan menunjuk pada sikap yang turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Orang yang mendapatkan belas kasihan itu adalah orang yang lemah atau tersisihkan yaitu orang yang sering tidak memiliki jalan untuk mendapatkan pertolongan dari orang lain. Memberi didasari oleh belas kasihan merupakan sebuah cara untuk melayani Tuhan dan Dia akan memberi upah kepada orang yang berbuat demikian. Yang kedua, karena kita mau berkorban bagi sesama. Terkadang untuk menolong orang lain kita harus berkorban. Berkorban yang sungguh–sungguh dan yang mau membantu dengan hati yang tulus tanpa pamrih. Milikilah hati yang penuh belas kasih, yang suka berbagi dan menolong karena dengan demikian kita akan menjadi orang – orang yang dipenuhi berkat.

doa : Ya Tuhan Allah, berikanlah kami hati yang penuh belas kasihan bagi sesama di seputar kami, amin

Selasa, 26 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 16

16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Tepat Sasaran

Memberi kepada sesama adalah hal yang baik dan indah bagi Tuhan. Allah sendiri dalam banyak kesempatan mengajar dan memberi contoh bagaimana kita menunjukkan kasih kepada sesama dengan cara memberi atau berbagi. Kita bisa memberi tanpa mengasihi, namun sulit mengasihi tanpa memberi. Memberi kepada sesama pun tidak harus menunggu kita menjadi orang kaya, melainkan dalam keadaan apapun kita tetap dapat memberi. Firman Tuhan hari ini berkata, memberi hadiah kepada orang kaya itu merugikan diri sendiri. Maksudnya, pemberian yang tepat sasaran bukanlah pemberian kepada orang yang lebih mampu melainkan memberi kepada orang yang benar – benar membutuhkan bantuan kita. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menindas orang yang lemah dan tidak mengambil keuntungan dari mereka. Karena kenyataan hidup dewasa ini, hak – hak orang yang lemah terkadang tidak mereka dapatkan, melainkan kita mengambil hak itu bagi kita. Mari kita belajar untuk memperoleh sesuatu dengan cara yang benar dan mau berbagi hidup dengan mereka yang lemah dan tersisihkan. Agar hidup kita benar – benar hidup yang menjadi berkat bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

doa : Tuhan, ajarilah kami untuk tidak memperkaya diri dengan menindas orang lain, tetapi mau berbagi dengan yang lemah, amin

Rabu, 27 November 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 35

35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Tangan Yang Tulus dan Hati Yang Rela
Ada falsafah hidup yang mengatakan “Lebih baik tangan yang memberi daripada tangan yang menerima.” Dalam falsafah ini terkandung nilai–nilai luhur dan berguna bagi kehidupan ini. Melalui penggalan kalimat ini, kita kembali disadarkan tentang pentingnya memberi. Memberi yang lahir dari diri sendiri, dan bertujuan untuk menolong atau meringankan beban sesama kita yang sedang menderita dan membutuhkan. Di era yang penuh dengan kemajuan teknologi, mungkin falsafah ini sudah jarang terdengar bahkan ditinggalkan oleh banyak orang. Tidak heran, di zaman yang serba cepat seperti saat ini, banyak dari kita yang semakin individualis bahkan terjebak dalam self centered syndrome atau sindrom yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala kehidupan yang ada tanpa menghiraukan keberadaan orang lain. Dampak dari sindrom ini adalah pemikiran seperti : saya yang paling sulit dan menderita, sehingga seharusnya saya yang dibantu bukan membantu. Kalimat–kalimat ini mungkin muncul dalam pikiran kita saat kita hendak memberi. Namun, menurut Yesus memberikan yang terbaik tidak dilihat dari kuantitas tetapi tangan yang tulus dan hati yang rela memberi. Seperti dalam bacaan kita, Paulus juga mengingatkan kepada kita untuk dengan setia mau menolong sesama kita yang sedang menderita kesulitan, sembari terus mengingat dan menanamkan perkataan Yesus di dalam hidup kita.

doa : Ajarlah kami memberi dengan tangan yang tulus dan hati yang rela berbagi, amin

Kamis, 28 November 2024

bahan bacaan : Amsal 3 : 27 – 35

Anjuran untuk berbuat baik
27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu. 29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. 30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. 31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, 32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. 33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. 34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Hikmat : Kasih dan Rendah Hati

Ternyata hikmat dikaitkan dengan dua karakter yaitu kasih dan rendah hati. Seperti pedang bermata dua, kasih mempunyai dua sisi yaitu pasif dan aktif. Kasih menolak untuk merugikan apalagi mencelakakan orang. Dalam hal ini kasih memiliki makna pasif yaitu tidak berbuat jahat. Secara aktifnya, mendorong kita melakukan sesuatu, yakni berbuat kebaikan kepada sesama. Tidak berbuat jahat memang bagian dari kasih, namun ini hanya bagian pasifnya. Berbuat kebaikan kepada orang yang membutuhkannya adalah bagian kasih yang aktif. Rendah hati juga bermata dua yaitu pasif dan aktif. Secara pasifnya orang yang rendah hati menolak untuk meninggikan diri. Dengan kata lain, rendah hati merupakan lawan dari keangkuhan. Dari sisi aktifnya, rendah hati merupakan upaya terus menerus hidup sesuai realitas. Rendah hati berarti bisa melihat realitas kita dan menerima diri apa adanya serta hidup sesuai fakta. Sebaliknya orang yang angkuh tidak melihat realitas dengan tepat dan tidak bisa menerima diri apa adanya. Akibatnya, ia hidup berdasarkan diri yang tidak pernah ada, ia melandaskan dirinya pada ilusi bukan kenyataan. Imbalan untuk orang yang rendah hati adalah Tuhan mengasihaninya.

doa : Ya Allah, mampukan kami untuk hidup rendah hati dan penuh kasih, amin

Jumat, 29 November 2024

bahan bacaan : Lukas 14 : 12 – 14

Siapa yang harus diundang
12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Mengubah Kebiasaan

Dengan tangan apa anda biasa menulis? Jika menggunakan tangan kanan, cobalah menulis dengan tangan kiri. Apa yang anda rasakan? Rasanya tentu tak nyaman, terasa aneh dan janggal. Oh…betapa sulitnya mengubah kebiasaan. Hari ini Yesus mencoba untuk mengubah kebiasaan dalam mengadakan perjamuan makan. Ia hendak mengubah cara orang berelasi dan memandang sesamanya. Yesus ingin agar para pendengar-Nya itu mengetahui makna kebahagiaan dalam mengubah kebiasaan berelasi. Kebahagiaan sejati didapatkan dalam hubungan yang beragam dan tidak kaku. Yesus sedang merobohkan tembok pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Mereka mesti kita perhatikan. Yesus tidak membatasi hubungan kita dengan sahabat, keluarga, ataupun dengan yang lainnya. Yesus hanya ingin kita mengingat akan orang–orang yang tak beruntung, orang miskin dan orang cacat. Orang mungkin sibuk memperbaiki hubungannya demi mendapatkan keuntungan dan kehormatan diri. Namun Tuhan ingin agar kita mengubah kebiasaan itu. Tuhan mengajak kita masuk dalam persekutuan berdasarkan anugerah. Hubungan indah yang tak terbalaskan oleh siapa pun. Dalam hubungan itu hanya ada pemberian tanpa mengharapkan balas jasa. Kondisi ini akan membuat kita semakin menghargai hubungan kita dengan Tuhan.

doa : Tuhan ubahlah cara kami dalam berelasi dan memperlakukan sesama tanpa batas apapun, amin.

Sabtu, 30 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 22 – 23

22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. 23 Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.

Hidup Bijaksana

Setiap orang mendambakan hidup bijaksana. Tetapi apakah setiap orang tahu bagaimana caranya?. Hidup bijaksana mengajarkan kita untuk bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga orang yang bijaksana akan menghasilkan perilaku yang tepat dan sesuai. Hidup bijaksana, tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan sesama. Kita tidak seharusnya bersikap sewenang–wenang terhadap orang–orang yang lemah dan berkesusahan. Seringkali manusia tidak lagi memandang ke bawah ketika sudah berada di tangga pimpinan atau di atas. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki, lalu ”membeli” orang – orang lemah dan tak berdaya untuk memuaskan hasratnya. Bacaan kita mengingatkan bahwa Tuhan yang akan membela mereka dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka. Tak seorang pun layak menganggap dirinya lebih layak, lebih kaya, lebih terhormat, lebih berkuasa daripada orang lain. Karena itu berarti kita melawan Tuhan pembela orang lemah. Untuk itu bersikaplah bijaksana baik terhadap diri sendiri maupun sesama.

Doa : Jadikan hidup kami, hidup yang peduli dengan sesama, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Hentikan Kekerasan Terhadap Sesama

Minggu, 17 November 2024

bahan bacaan : Hakim-Hakim 19:1-30; Mazmur 11:5

Perbuatan noda di Gibea
Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel, bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda. 2 Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya. 3 Berkemaslah suaminya itu, lalu pergi menyusul perempuan itu untuk membujuk dia dan membawanya kembali; bersama-sama dia bujangnya dan sepasang keledai. Ketika perempuan muda itu membawa dia masuk ke rumah ayahnya, dan ketika ayah itu melihat dia, maka bersukacitalah ia mendapatkannya. 4 Mertuanya, ayah perempuan muda itu, tidak membiarkan dia pergi, sehingga ia tinggal tiga hari lamanya pada ayah itu; mereka makan, minum dan bermalam di sana. 5 Tetapi pada hari yang keempat, ketika mereka bangun pagi-pagi dan ketika orang Lewi itu berkemas untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu kepada menantunya: "Segarkanlah dirimu dahulu dengan sekerat roti, kemudian bolehlah kamu pergi." 6 Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu gembira." 7 Tetapi ketika orang itu bangun untuk pergi juga, mertuanya itu mendesaknya, sehingga ia tinggal pula di sana bermalam. 8 Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi-pagi untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: "Mari, segarkanlah dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari surut." Lalu makanlah mereka keduanya. 9 Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu." 10 Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus--itulah Yerusalem--;bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga. 11 Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ." 12 Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea." 13 Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama." 14 Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku Benyamin. 15 Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorangpun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam. 16 Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk tempat itu adalah orang Benyamin. 17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?" 18 Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya, 19 walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu." 20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini." 21 Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum. 22 Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia." 23 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda. 24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda." 25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu. 26 Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam, dan ia tergeletak di sana sampai fajar. 27 Pada waktu tuannya bangun pagi-pagi, dibukanya pintu rumah dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu rumah dengan tangannya pada ambang pintu. 28 Berkatalah ia kepada perempuan itu: "Bangunlah, marilah kita pergi." Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat kediamannya. 29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel. 30 Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: "Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang. Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!"
5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Hentikan Kekerasan

Berbicara perihal tindak kekerasan bukanlah suatu topik yang baru pernah dicakapkan. Mengapa? Karena hal ini sudah sering kita dengarkan dan diikuti melalui berbagai media maupun di lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, bisa jadi ada diantara kita yang justru menjadi korban bahkan pelaku kekerasan. Hal yang sama pun dapat kita temui dalam kisah di Gibea. Tindak kekerasan yang dialami gundik seorang Lewi yang tinggal dipegunungan Efrain saat bermalam di rumah orang Gibea ketika hendak kembali ke tempat tinggalnya begitu tragis. Tindak kekerasan tersebut terjadi karena adanya desakan dari orang-orang dursila yang ada di situ. Karena terdesak maka orang Lewi tersebut mengorbankan gundiknya, sehingga perempuan itu diperkosa dan dipermainkan semalam-malaman sampai pagi yang berujung kematian. Mirisnya jenazah tersebut dimutilasi menjadi dua belas bagian oleh suaminya sendiri dan disebarkan ke seluruh daerah Israel. Perbuatan yang tidak berprikemanusiaan ini tentu saja melawan kehendak Allah yang memberi anugerah kehidupan (Mzm 11:5b). Merenungkan firman ini maka kita disadarkan agar berhenti melakukan kekerasan, sebab sadar atau tidak kita pernah melakukanya lewat sikap, tutur kata maupun perbuatan. Biarlah kita menjadi manusia yang lebih bermartabat dan semakin menghargai hak hidup sebagai sesama manusia dan Allah yang memberikan kehidupan.

Doa: Roh Kudus pimpin kami berpikir dengan baik sebelum bertindak. Amin.

Senin, 18 November 2024

bahan bacaan : Amsal 16 : 29

29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.

Berpikir Sebelum Bertindak

Penyesalan biasanya datang dari belakang, merupakan penggalan kalimat yang menggambarkan suatu perasaan menyesal setelah semuanya telah terjadi berkaitan dengan sesuatu yang kurang baik atau salah. Salah satu contoh tindakan yang kurang baik atau salah yaitu tindakan kekerasan. Amsal 16:29 yang menjadi bacaan kita saat ini menunjukkan bahwa orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya dan membawa dia di jalan yang tidak baik Artinya perbuatannya itu memberikan pengaruh buruk kepada orang lain sehingga dimungkinkan melakukan hal yang sama juga. Dengan kata lain, orang yang melakukan kekerasan tidak dapat menjadi teladan yang baik karena memiliki prilaku yang menyesatkan. Itu sebabnya kecaman terhadap tindakan tersebut disertai seruan untuk menghentikan kekerasan seringkali kita dengarkan dimana-mana. Hal ini terjadi karena tindakan yang tidak terpuji tersebut marak terjadi baik di dalam keluarga, lingkungan masyarakat, tempat bekerja dan pelayanan. Hal dimaksud dapat saja terjadi baik tidak sengaja maupun disengajakan. Tidak ada seorangpun diantara kita yang ingin mengalami tindakan yang tidak terpuji itu. Karena tindakan kekerasan memberikan dampak yang tidak baik bagi diri sendiri maupun sesama, itu sebabnya kita diingatkan agar berpikir dengan baik sebelum terlanjur melakukan tindakan tersebut.

Doa: Tuhan Yesus terima kasih, firman-Mu mengajarkan kami agar tidak melakukan kekerasan. Amin.

Selasa, 19 November 2024

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 16

16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Akhiri Siklus Keluarga Beracun

Jika kamu berasal dari keluarga pemabuk, biarkan siklus itu berakhir pada anda, Biarkan mabuk tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Jika pernikahan kerabatmu tidak pernah bertahan lama, pernikahan orangtuamu mengecewakan, akhir siklus, ketika kamu menikah, bangunlah pernikahan yang langgeng. Jika kamu laki-laki dan ayahmu sering memukuli ibumu, akhir siklus itu dan jadilah kebalikan dari ayahmu serta cintailah istrimu sebagaimana seharusnya pria sejati. Jika orang-orang dari keluarga kamu dikenal kejam, dingin dan pemarah, akhiri siklus itu, berusahalah untuk bersikap ramah, hangat dan mudah didekati. Inilah sepenggal puisi yang diberi judul Akhiri Siklus Keluarga Beracun. Kata-katanya sangat mengena sebab inilah realitas kehidupan. Hal ini sesuai dengan seruan kitab Malaekhi. Lewat teks ini tergambar betapa Allah tidak menghendaki adanya tindakan tindak kekerasan. Perceraian sebagai bentuk perpisahan dan wujud ketidaksetiaan tidak disetujui Allah. Perceraian dilihat sebagai salah satu wujud tindak kekerasan dan itu sebabnya Allah menentangnya. Perintah ini tegas namun semoga kita bijaksana memahami bahwa semua ini demi kebaikan kita. Sedapat mungkin kita belajar mengedepankan Tuhan dalam penentuan sikap kita. Marilah melibatkan Tuhan dalam segala hal yang kita buat supaya akhirnya siklus keluarga beracun termasuk perceraian bisa kita akhiri.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk tidak melakukan kekerasan epada siapapun juga . Amin.

Rabu, 20 November 2024

bahan bacaan : Kejadian 37 : 12 – 28

Yusuf dijual ke tanah Mesir
12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. 13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa." 14 Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem. 15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang kaucari?" 16 Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?" 17 Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan. 18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. 19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang! 20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" 21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" 22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" --maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya. 23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. 24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. 25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. 26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? 27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. 28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. 

Katakan Tidak terhadap Kekerasan!
Di Lapas dan Rutan kami berjumpa dengan orang-orang yang hebat di dalam Tuhan. Banyak kesaksian menarik yang kami temui di sana. Salah satunya adalah ketika seorang warga bina bercerita tentang ulah saniri negeri yang kemudian membuatnya dan rekannya dijebloskan di ruang berterali besi ini. Wajahnya penuh ekspresi kemarahan, namun diakhir seluruh kepahitan hidup yang ia kisahkan, dengan wajah penuh senyuman, ia berkata, “Beta mengampuni mereka dan beta tidak akan balas perbuatan mereka. Cukup hanya untuk beta. Jangan lagi orang lain”. Pernyataannya adalah pilihan yang tepat. Belajar dari kecemburuan saudara-saudara Yusuf, hendaklah kita katakan tidak terhadap kekerasan sebab hanya akan membuat hidup orang lain menderita. Warga bina memutuskan untuk melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang telah membuatnya menderita. Sikapnya adalah teladan yang baik.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup baik , Amin.

Kamis, 21 November 2024

bahan bacaan : Yeremia 22 : 1 – 5

Beginilah firman TUHAN: "Pergilah ke istana raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini! 2 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja Yehuda yang duduk di atas takhta Daud, engkau, pegawai-pegawaimu dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 3 Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! 4 Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya. 5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.

Budaya Kekerasan Jangan Dipelihara!

Perintah untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah sebagaimana yang terucap melalui doa Bapa Kami adalah perintah yang sangat menantang. Rasanya sakit dan sulit untuk melakukannya. Ini juga yang dirasakan oleh Jefo. Ayahnya telah ditangkap dan sementara menjalani hukuman dii penjara selama satu tahun. Karena penangkapan ayahnya, ia bersama ibu dan adik-adiknya mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari masyarakat sekitar. Ia merasa dunia tidak adil baginya. Ayahnya sementara dihukum. Tetapi ia dan keluarganya juga ternyata menerima hukuman dari masyarakat sekitar. Karena semua perlakuan buruk ini akibatnya Jefo mengajak ibu dan adik-adiknya untuk berpindah tempat tinggal. Peristiswa yang diceritakan tentang Jefo mungkin dibilang biasa saja. Tapi sebagai orang percaya, kita harus membuat perenungan tersendiri tentang apa yang terjadi. Seperti inilkah cara hidup kita sebagai gereja ? Gereja adalah pesrekutuan orang percaya yang terpanggil untuk saling menopang dan bukan sebaliknya. Raja Yehuda (Zedekia) yang mendapatkan nubuat dari Yeremia telah diingatkan Tuhan akan kebenaran ini. Lepaskan pengampunan supaya budaya kekerasan berakhir dan tidak terpelihara.

Doa: ya Tuhan Yesus, ajar kami tidak berlaku kasar kepada semua ,Amin

Jumat, 22 November 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 45 : 9 – 17

Tugas umat TUHAN dan tanggung jawab raja
9 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 10 Neraca yang betul, efa yang betul dan bat yang betullah patut ada padamu. 11 Sepatutnyalah efa dan bat mempunyai ukuran yang sama yang ditera, sehingga satu bat isinya sepersepuluh homer, dan satu efa ialah sepersepuluh homer juga; jadi menurut homerlah ukuran-ukuran itu ditera. 12 Bagi kamu satu syikal sepatutnya sama dengan dua puluh gera, lima syikal, ya lima syikal dan sepuluh syikal, ya sepuluh syikal, dan lima puluh syikal adalah satu mina. 13 Inilah persembahan khusus yang kamu harus persembahkan: seperenam efa dari sehomer gandum dan seperenam efa dari sehomer jelai. 14 Tentang ketetapan mengenai minyak: sepersepuluh bat dari satu kor; satu kor adalah sama dengan sepuluh bat. 15 Seekor anak domba dari setiap dua ratus ekor milik sesuatu kaum keluarga Israel. Semuanya itu untuk korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16 Seluruh penduduk negeri harus mempersembahkan persembahan khusus ini kepada raja di Israel. 17 Dan rajalah yang bertanggung jawab mengenai korban bakaran, korban sajian, korban curahan pada hari-hari raya, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat dan pada setiap perayaan kaum Israel. Ialah yang akan mengolah korban penghapus dosa, korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi kaum Israel."

Hidup Baik Dengan Semua Orang
Bentuk tindakan menjauhi kekerasan yakni dengan melakukan keadilan dan kebenaran. Inilah yang difirmankan Tuhan melalui Nabi Yehezkiel. Otoritas sebagai seorang raja diingatkan untuk dilakukan dalam takut akan Tuhan. Ini merupakan perintah yang semestinya dipahami dan tidak dilupakan oleh kita sebagai orang percaya. Sebab terkadang jabatan dan kuasa membuat kita menghalalkan segala cara termasuk dalam melakukan praktek kekerasan dan aniaya. Tuhan mengingatkan para raja melalui nabi untuk senantiasa membangun hidup yang baik dengan semua orang. Hal ini mengandung pesan bagi kita bahwa selama masih ada kesempatan bagi kita untuk berbuat baik, maka marilah kita berbuat baik. Tuhan benci kepada kekerasan. Tuhan menciptakan manusia agar dapat mendampingi satu dengan yang lain. Karena itu segala bentuk tindakan yang seolah merusak citra hidup termasuk merampas hak Tuhan sebagai pencipta, sangat dibenci oleh Tuhan. Marilah gunakan hidup untuk hal yang baik dan benar agar nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk menabur kebaikan, Amin.

Sabtu, 23 November 2024

bahan bacaan : Mikha 2 : 1 – 2

Kutuk atas orang yang menindas
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya; 2 yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

Tabur Tuai Celaka
Orang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap sesamanya akan menuai celaka atas perbuatannya. Inilah yang tergambar dalam teks kita saat ini. Hidup mesti digunakan secara baik-baik. Setiap orang boleh memiliki keinginan namun keinginan harus dikendalikan oleh roh takut akan Tuhan. Keinginan yang tidak berada dalam kendali kuasa Tuhan hanya akan melanggengkan terjadinya kekerasan. Istilah jang baringin orang pung barang merupakan istilah yang harus dipahami sebagai sebuah perintah yang harus diikuti oleh kita sebagai orang percaya. Ini juga sesuai dengan hukum Tuhan yang mengajarkan kita untuk tidak mengingini. Kita boleh saja memilki keinginan tapi kita harus memilikinya dengan cara yang benar. Hukum tabur tuai akan kemudian menjadi hukum yang berlaku dalam hidup kita. Tentunya kita tidak menginginkan hidup kita hancur dan binasa bukan ? Karena itu, marilah sebijaksana mungkin kita bertindak terutama untuk apapun yang menjadi keinginan kita. Kiranya kita meminta Roh Kudus menolong kita untuk mewujudkan keinginan kita. Ingatlah bahwa bila kita menabur celaka maka kita juga akan menuai celaka!

Doa: Tuhan Yesus ajar kami berlaku hati-hati dalam hidup, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Hidup Sehat dengan Hikmat Allah

Minggu, 10 November 2024

bahan bacaan : Daniel 1 : 1 – 21

Di istana Babel
Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. 8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Jalan Hidup Orang Diberkati

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Hari ini diperingati untuk mengenang pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Pertempuran tersebut merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Walaupun berada ditengah-tengah pergolakan penjajahan, tidak menyurutkan semangat tentara Indonesia untuk merdeka dan terbebas dari penjajahan. Satu hal yang dapat kita pelajari dari semangat para pahlawan ini ialah komitmen mereka. Komitmen Daniel dalam bacaan kita hari ini pun mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh pada sesuatu yang benar dan tidak mudah terombang-ambing. Sebab, berkat dan promosi disediakan Tuhan bagi orang-orang yang hidup benar. Meski berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang menyembah berhala, Daniel berketetapan hati untuk tidak hanyut dalam pola hidup istana. Ia berani menolak dosa, tidak mau menyembah kepada raja meskipun nyawa menjadi taruhannya. Bahkan dari hal yang terkecil sekalipun (soal makanan). Bayangkan jika kita hidup ditengah-tengah lingkungan yang jahat, rusak moralnya, dan menganggap dosa itu sesuatu yang biasa dan wajar? Apakah kita akan merasa damai? Di akhir zaman ini, Tuhan mencari orang-orang seperti Daniel. Orang-orang yang berani menolak melakukan kejahatan dan pelanggaran.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk menjaga kekudusan hidup dan terus berjalan dalam kehendakMu. Amin.

Senin, 11 November 2024

bahan bacaan : Amsal 23 : 29 – 30

29 Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? 30 Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran.

Tubuhmu adalah Bait Allah yang Kudus, Hargailah!
P2PTM Kemenkes RI (Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak menular) menyerukan dampak mengkonsumsi Alkohol bagi kesehatan. Salah satunya yakni menyebabkan gangguan jantung. Terhadap dampak tersebut maka kita diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan sedini mungkin tidak terjerat kedalam lingkungan yang dipenuhi dengan Alkoholic (Pemabuk). Amsal 23 : 29-30 secara lantang menyampaikan tentang kondisi seorang pemabuk atau pecinta alkohol. Jika dibaca pada ayat selanjutnya kita dapat memahami bahwa dampak seseorang yang mengalami mabuk karena meminum minuman keras adalah kekacauan (ayat.33-35). Untuk itu, pembinaan dalam lingkup keluarga harus tetap digemakan. Pembinaan bukan hanya pada anak-anak, tetapi antar suami-istri pun haruslah diperkuat. Hanya dengan demikian, kita akan terhindar dari kekacauan dan kehancuran akibat kemabukan itu. Semoga kita dijauhkan dari perilaku-perilaku yang merusak hidup, jadilah orang-orang yang berhikmat dengan menjaga kekudusan tubuh dan hidup.

Doa: Hanya oleh Hikmat Tuhanlah, maka kami akan terhindar dari kemabukan duniawi. Amin.

Selasa, 12 November 2024

bahan bacaan : Amsal 20 : 1

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

Berhikmatlah dan Sayangilah Tubuhmu!
“Papa pung pasang”, Ini adalah judul lagu Ambon yang sangat viral sebab memuat kisah-kisah heroic seorang ayah yang sungguh-sungguh berjuang untuk anak—anaknya. Bertepatan dengan hari ini diperingati sebagai hari Ayah Nasional, maka bacaan dihari ini pula secara tersirat memberi kesan tentang sosok ayah yang terkadang harus berkutat dengan yang namanya anggur atau minuman keras sebab bekerja sebagai penghasil sopi (batifar). Sesungguhnya, anggur atau minuman keras yang dalam tradisi orang timur masih kental digunakan sebagai salah satu pengikat (adat), tidaklah salah jika didudukkan fungsinya secara benar. Sebab pada jemaat-jemaaat kita di daerah-daerah tertentu, minuman keras (sopi) adalah salah satu mata pencaharian umat atau masyarakat. Pendidikan anak-anak terjamin dengan adanya hasil sopi bahkan keberhasilan anak-anak pun adalah dari hasil penjualan sopi. Persoalannya ialah pada pengguna/pengkonsumsi minuman keras ini. Melalui Firman Tuhan hari ini ini, kita belajar bersama untuk menjadi orang-orang yang bijaksana dan berhikmat dengan tidak membiarkan diri dipengaruhi minuman keras.

Doa: Kuduskan Tubuh dan Hidup kami Tuhan, sehingga kami layak dihadapanMu. Amin.

Rabu, 13 November 2024

bahan bacaan : Amsal 6 : 32

32 (TB)  Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri. 

Jauhi Perzinahan

Salah satu penyakit sosial yang marak terjadi dalam kehidupan masyarakat yaitu masalah perzinahan. Meskipun zinah disadari sebagai perbuatan yang salah dan sangat beresiko, namun secara sengaja masih tetap dilakukan. Mirisnya perbuatan zinah acapkali dilakukan oleh orang percaya hanya untuk memenuhi keinginan daging semata. Karena itu melalui bacaan saat ini penulis hendak menyampaikan ajaran kepada kita perihal perzinahan. Baginya orang yang melakukan zinah sama dengan tidak berakal budi dan berdampak merusak diri sendiri. Artinya pelaku zinah tidak memiliki hikmat dan akal sehat sehingga menjerumuskan diri dalam perbuatan amoral. Karena perbuatan zinah dapat merugikan diri maka alangkah lebih baik perbuatan tersebut tidak dilakukan. Ada banyak konsekuensi yang didapat atas perbuatan tersebut baik secara moral, relasi sosial tetapi juga pada kesehatan tubuh. Terhadap hal itu sebagai orang percaya kita diajarkan agar menjauhkan diri dari perbuatan zinah, sebab perbuatan demikian pun tidak berkenan dihadapan Allah dan mendatangkan dosa. Terus jalani hari-hari hidup yang Tuhan anugerahkan sambil tetap meminta hikmat Allah, supaya kita tidak terjebak dan jatuh dalam perbuatan dosa.

Doa: Tuhan, kami percaya hikmat-Mu menuntun dan menjauhi kami dari perbuatan zinah. Amin.

Kamis, 14 November 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 5 : 23

23 Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

Hidup Sehat
Memiliki tubuh yang sehat merupakan harapan semua orang. Namun harapan itu harus ditopang dengan pola hidup yang sehat. Sebab dengan menjalankan pola hidup sehat maka kita dapat memiliki tubuh yang sehat pula. Kesehatan adalah hal yang penting dan harus dijaga, itu sebabnya rasul Paulus turut menasihati Timotius supaya menjaga kesehatannya. Sebab ada banyak hal yang akan ikut terganggu termasuk pelayanan jika tubuh tidak sehat. Ini berkaitan dengan kondisi Timotius yang mengalami gangguan pada pencernaannya dan tubuh yang sering lemah. Terhadap hal itu rasul Paulus menyampaikan kepadanya supaya janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit. Artinya ada upaya yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan. Kalimat tambahkan sedikit anggur mununjukkan pemakaian anggur yang tidak banyak atau tidak berlebihan. Sebab jika berlebihan maka justru akan berpotensi merusak kesehatan. Oleh karena itu melalui firman ini kita semua diajarkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Hal ini dapat dilakukan jika semua orang memiliki kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Dalam kaitan dengan itu maka hikmat dari Allah diperlukan untuk menuntun dan mengarahkan cara berpikir kita. Terapkanlah pola hidup sehat dalam kehidupan tiap-tiap hari baik kepada pribadi maupun keluarga kita. sebab dengan begitu akan mengurangi resiko berbagai macam penyakit bahkan kematian dini. Utamakan hidup sehat agar semua hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, dapat dijalankan dengan sebagaimana mestinya.  

Doa: Hikmati kami ya Allah, supaya terus menerapkan hidup sehat dari waktu ke waktu. Amin.

Jumat, 15 November 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 7 : 1 – 9

Tentang perkawinan
Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. 3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. 5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah. 7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. 8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. 9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Relasi Yang Sehat

Berbicara tentang hidup sehat tidak hanya terkait dengan tubuh jasmani manusia saja, tetapi juga berkaitan dengan relasi antara sesama manusia. Pada bagian ini Rasul Paulus hendak menasihati jemaat Korintus terkait hal tersebut. Nasihat Paulus ini merupakan respons terhadap tulisan yang dikirimkan kepadanya tentang persoalan hubungan seksual. Hal ini disebabkan karena sejumlah orang Korintus berpikir bahwa melakukan hubungan seks di luar perkawinan itu bukan masalah. Namun Paulus menolak hal tersebut serta meminta agar pasangan yang telah menikah supaya tetap saling setia. Ada sebagian pula dari orang Korintus yang berpendapat bahwa, tidak melakukan hubungan seksual akan membuat mereka lebih rohani dari pada mereka yang berhubungan seksual. Terkait dengan hal itu Paulus mengemukakan pendapat pribadinya, jika tidak dapat menguasai diri lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu (ay. 9). Artinya melalui firman ini, rasul Paulus mengingatkan kita tentang pentingnya menjalani suatu relasi yang sehat. Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena tidak sedikit dari orang percaya yang telah terjerumus dalam dosa percabulan. Jalanilah kehidupan yang sehat dan jauhkanlah diri kita dari hubungan seksual di luar pernikahan, serta berusaha menghargai pernikahan yang telah diberkati oleh Allah dengan tetap setia kepada pasangan hidup masing-masing.

Doa: Ya Allah, mampukan kami agar dapat menjalani relasi yang sehat. Amin.

Sabtu, 16 November 2024

bahan bacaan : Amsal 27 : 23 – 27

23 Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. 24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun? 25 Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan, 26 maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, 27 pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan.

Hikmat Allah Menuntun Hidup

Salah satu hal mendasar dan yang paling penting dalam menjalani kehidupan yakni memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Terhadap hal itu bagian Alkitab Amsal 27:23-27 memberikan pelajaran tentang suatu kehidupan di desa, berkaitan dengan bangsa Israel kuno yang cenderung berusaha pada bidang peternakan dan pertanian. Sebagaimana ternak harus dipelihara, demikian juga sawah harus digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menghasilkan. Dari hasil itulah segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi termasuk kebutuhan makanan (ay. 27). Pelajaran utama dari bagian Alkitab ini ialah kita harus memakai hikmat dalam membuat rencana, sehingga semua yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Sebab hewan yang sehat, sawah yang memberikan hasil, panen yang tepat waktu dan mempergunakan hasilnya dengan bijaksana semua itu membutuhkan hikmat. Pertanyaannya ialah apakah kita telah menggunakan hikmat dalam menjalani hidup? Sebab oleh hikmat Allah, setiap orang akan dimampukan serta dituntun dalam suatu perencanaan demi kebutuhan hidupnya. Artinya melalui firman Tuhan saat ini, kita diajarkan bahwa betapa pentingnya hikmat yang berasal dari pada Allah. Itu sebabnya mengakhiri usbu ini sebagai orang-orang percaya baik kehidupan pribadi maupun keluarga, kita semua diingatkan untuk terus meminta hikmat dari Sang sumber hikmat untuk menjalani hidup ke depannya.SDoa: Bapa, biarlah hikmat-Mu terus menuntun hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Dalam Sakitmu, Tuhan Dimuliakan

Minggu, 3 November 2024

bahan bacaan : Yohanes 9 : 1-41

Orang yang buta sejak lahirnya
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. 4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. 5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." 6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi 7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. 8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" 9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." 10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" 11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat." 12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu." 13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. 14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. 15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." 16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. 17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." 18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" 20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, 21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." 22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri." 24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." 25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." 26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?" 27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" 28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. 29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang." 30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa." 34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. 35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" 36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." 37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. 39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." 40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" 41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."

Nyatakan Kemuliaan Tuhan Dengan Menolong Sesama

Segala sesuatu yang terjadi di hidup ini pasti ada penyebabnya. Pemahaman seperti itu tampak juga dalam pikiran para murid yang menanyakan siapa yang bersalah saat mereka melihat pengemis yang buta sejak lahir. Para murid Yesus terjebak dalam pola sebab akibat, sehingga Yesus pun memberi penjelasan atas peristiwa yang terjadi tersebut. Bagi Yesus, apapun yang terjadi atas izin Allah dengan maksud supaya pekerjaan Tuhan dinyatakan. Jadi, peristiwa Yesus menyembuhkan pengemis buta terjadi atas izin Allah. Melalui penyembuhan yang terjadi di hari Sabat, Yesus memberikan terang kepada pengemis buta. Meskipun ada penolakan dari orang-orang Yahudi dan ahli Taurat karena dianggap melanggar Sabat; namun,
penyembuhan itu menunjukkan kasih Allah yang menjangkau semua manusia tanpa dibatasi apa pun. Melalui mujizat ini, kuasa Tuhan dinyatakan. Yesus melakukan ini dengan hati. Marilah kita menyatakan Allah kepada siapa pun dengan hati!

Doa: Semangatkanlah kami untuk menolong sesama demi kemuliaan Tuhan. Amin.

Senin, 4 November 2024

bahan bacaan : Yohanes 11 : 1 – 4

Lazarus dibangkitkan
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." 4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

Muliakan Tuhan Dalam Persoalan Hidupmu

Semua manusia, baik selaku pribadi atau keluarga, pasti mengalami persoalan dalam hidup. Persoalan-persoalan itu beraneka ragam yakni ekonomi, pekerjaan dan usaha, kesehatan dan masih banyak lagi yang lain. Kita pasti pernah mengalaminya, atau bisa saja kita sekarang sedang berjuang untuk keluar dari persoalan-persoalan itu. Meskipun demikian, persoalan-persoalan yang dialami tidak akan menghancurkan, membahayakan, atau membinasakan kita, justru melalui persoalan itu kemuliaan Allah dinyatakan (ay.4). Hal ini menunjukkan apapun keadaannya, Allah tidak pernah jauh dari hidup kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian meskipun kita berada di dalam kesesakan, Allah selalu hadir untuk mendampingi kita. Mengapa demikian? sebab melalui persoalan hidupmu Allah mau menyatakan kemuliaan-Nya dan mujizat-Nya di dalam dirimu saat ini juga. Di dalam persoalan hidup Allah yang berkuasa menyatakan kuasanya agar manusia tunduk pada kuasa Allah, dan memuliakan Allah.

Doa: Biarlah dalam persoalan hidup, kami terus memuliakan Tuhan dalam hidup ini. Amin.

Selasa, 5 November 2024

bahan bacaan : Matius 9 : 9-13

Matius pemungut cukai mengikut Yesus
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Kemuliaan Yesus Pada Orang Berdosa

Salah satu hal yang selalu melekat pada diri kita ketika mengetahui orang lain membuat kesalahan atau dosa adalah memberi “stempel” buruk atau tidak baik, atau tidak pantas pada orang tersebut. Catatan buruk diberikan kepadanya, lalu dikucilkan atau tidak dipakai dalam masyarakat. Firman Tuhan hari ini memperlihatkan tindakan Yesus melawan sikap tersebut. Matius; seorang murid Yesus yang punya catatan jelek di kalangan masyarakat, justru dipanggil dan dipilih Yesus untuk menjadi murid-Nya. Mengapa demikian? karena Yesus melihat kemungkinan pertobatan yang tulus dalam diri Matius. Yesus juga menilai keinginan hati Matius untuk mengikuti Dia, dengan kesungguhannya, serta meninggalkan pekerjaan dan cara hidupnya. Hal ini berbeda dari gambaran atau image orang tentang Matius. Pemilihan terhadap Matius yang tidak dipandang oleh masyarakat saat itu, hendak menegaskan bahwa orang berdosa disayangi dan mendapat perhatian dari Tuhan. Apalagi jika ia tidak menolak Tuhan. Berubah dan berbalik ke jalan yang benar menunjukkan telah terjadinya kemuliaan Tuhan pada orang berdosa yang bertobat.

Doa: Ya Tuhan, Muliakan dan ajarilah aku bertobat dan mengubah diriku menjadi manusia baru. Amin.

Rabu, 6 November 2024

bahan bacaan : Matius 9 : 18 – 26

Anak kepala rumah ibadat Perempuan yang sakit pendarahan
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Yakinlah, Kuasa Allah Menyembuhkan !

Meyakini kuasa Allah dalam hidup berarti memilih jalan kehidupan dan kesembuhan atas hidup tersebut. Hal ini harus berwujud dalam tindakan iman dengan datang kepada Yesus memohon keselamatan saat sakit, susah, atau menderita. Kisah kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya menunjukkan betapa Yesus berkuasa atas penyakit dan kematian. Iman kepada Yesus dinyatakan oleh kepala rumah ibadat yang datang menyembah dan memohon belas kasihan Yesus untuk menghidupkan anaknya yang mati. Iman yang sama juga terlihat dari kisah perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun lamanya. Keyakinan atas kuasa Yesus, membuat dirinya berani menjamah jumbai jubah Yesus. Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya, tetapi juga menahirkannya. Iman menuntun seseorang kepada sebuah tindakan konkret. Di tengah-tengah kondisi yang pelik, kita harus mencari, berharap, dan beriman kepada Yesus.

Doa: Berikanlah kemenangani dari derita hidup. Amin.

Kamis, 7 November 2024

bahan bacaan : II Tawarikh 21 : 1 – 20

Kemudian Yosafat mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Yoram, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Raja Yoram
2 Saudara-saudaranya, anak-anak Yosafat, ialah: Azarya, Yehiel, Zakharia, Azariahu, Mikhael dan Sefaca. Mereka semua anak-anak Yosafat, raja Israel. 3 Ayahnya memberikan kepada mereka banyak pemberian, berupa emas dan perak dan barang-barang berharga, juga kota-kota berkubu di Yehuda. Tetapi kedudukan raja diberikannya kepada Yoram, karena dialah anak sulungnya. 4 Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel. 5 Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. 6 Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 7 Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikat-Nya dengan Daud, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya. 8 Pada zamannya memberontaklah Edom terhadap kekuasaan Yehuda dan mereka mengangkat seorang raja atas mereka sendiri. 9 Maka majulah Yoram dengan panglima-panglimanya serta seluruh keretanya; pada waktu malam bangunlah ia, lalu bersama-sama dengan para panglima pasukan kereta ia menerobos barisan orang Edom yang mengepung dia. 10 Demikianlah Edom memberontak kekuasaan Yehuda dan terlepas sampai sekarang ini. Lalu Libnapun memberontak terhadap kekuasaannya pada masa itu juga. Itu disebabkan karena ia telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyangnya. 11 Lagipula ia membuat bukit-bukit pengorbanan di gunung-gunung Yehuda. Ia membujuk penduduk Yerusalem untuk berzinah dan ia menyesatkan Yehuda. 12 Lalu sampailah kepadanya sebuah surat dari nabi Elia yang bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Karena engkau tidak hidup mengikuti jejak Yosafat, ayahmu, dan Asa, raja Yehuda, 13 melainkan hidup menurut kelakuan raja-raja Israel dan membujuk Yehuda dan penduduk-penduduk Yerusalem untuk berzinah, sama seperti yang dilakukan keluarga Ahab, dan juga karena engkau telah membunuh saudara-saudaramu, seluruh keluarga ayahmu yang lebih baik dari padamu, 14 maka TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu. 15 Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu." 16 Lalu TUHAN menggerakkan hati orang Filistin dan orang Arab yang tinggal berdekatan dengan orang Etiopia untuk melawan Yoram. 17 Maka mereka maju melawan Yehuda, memasukinya dan mengangkut segala harta milik yang terdapat di dalam istana raja sebagai jarahan, juga anak-anak dan isteri-isterinya, sehingga tidak ada seorang anak yang tinggal padanya kecuali Yoahas, anaknya yang bungsu. 18 Sesudah semuanya ini TUHAN menulahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh. 19 Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. 20 Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.

Apa yang Ditabur, Itu yang Dituai
Sebagai orang percaya, cukuplah meyakini bahwa Hukum Tabur Tuai itu nyata. Kisah Raja Yoram, seorang muda yang dipercayakan menjadi pemimpin dalam usia 32 tahun dan berhadapan dengan situasi bangsa yang dipimpinnya saat itu. Yoram dalam kepemimpinannya melakukan yang tidak baik dihadapan Tuhan. Ia membunuh saudara-saudaranya dan beberapa pembesar Israel (ay.5). Ia merasa dirinya kuat dan hebat sehingga semena-mena atas kekuasaan yang dipercayakan baginya. Kondisi ini membuat tidak nyaman, sehingga Edom memberontak dan mengangkat pemimpin mereka sendiri. Pada akhirnya terjadi peperangan antar Yoram dan Edom. Ia membujuk Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berzinah, dll. Atas keburukan dan kejahatan Yoram, Tuhan Allah murka dan menghukumnya. Orang Filistin dan orang Arab bangkit melawan dia, sehingga ia kehilangan semua yang dimiliki. Bahkan sampai akhir hidupnya ia menderita sakit yang hebat dan meninggal dalam kesendirian sebab rakyatnya tidak mencintainya. Kisah Raja Yoram mengajarkan kita untuk berlaku baik, adil dan taat kepada sesama dan Tuhan. Jangan pernah memegahkan diri, jangan merasa lebih dari Tuhan, jangan angkuh dan serakah. Sebab semuanya hanya akan membawa kepada malapetaka dan kebinasaan.

Doa: Berkati kami Tuhan, untuk setia melakukan kebaikan dalam kehidupan kami. Amin.

Jumat, 8 November 2024

bahan bacaan : II Raja-raja 1 : 1 – 18

Nabi Elia memberitahukan kematian Ahazia
Sesudah Ahab mati, maka memberontaklah Moab terhadap Israel. 2 Pada suatu hari jatuhlah Ahazia dari kisi-kisi kamar atasnya yang ada di Samaria, lalu menjadi sakit. Kemudian dikirimnyalah utusan-utusan dengan pesan: "Pergilah, mintalah petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini." 3 Tetapi berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: "Bangunlah, berangkatlah menemui utusan-utusan raja Samaria dan katakan kepada mereka: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga kamu ini pergi untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? 4 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." Lalu pergilah Elia. 5 Sesudah utusan-utusan itu kembali kepada raja, berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu kembali?" 6 Jawab mereka kepadanya: "Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami: Pergilah, kembalilah kepada raja yang telah menyuruh kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." 7 Lalu bertanyalah ia kepada mereka: "Bagaimanakah rupa orang yang telah datang menemui kamu itu dan yang mengatakan perkataan ini kepadamu?" 8 Jawab mereka kepadanya: "Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya." Maka berkatalah ia: "Itu Elia, orang Tisbe!" 9 Sesudah itu disuruhnyalah kepada Elia seorang perwira dengan kelima puluh anak buahnya. Orang itu naik menjumpai Elia yang sedang duduk di atas puncak bukit. Berkatalah orang itu kepadanya: "Hai abdi Allah, raja bertitah: Turunlah!" 10 Tetapi Elia menjawab, katanya kepada perwira itu: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu." Maka turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. 11 Kemudian raja menyuruh pula kepadanya seorang perwira yang lain dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu orang itu berkata kepada Elia: "Hai abdi Allah, beginilah titah raja: Segeralah turun!" 12 Tetapi Elia menjawab mereka: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu!" Maka turunlah api Allah dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. 13 Kemudian raja menyuruh pula seorang perwira yang ketiga dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu naiklah perwira yang ketiga itu dan sesudah sampai, berlututlah ia di depan Elia, serta memohon belas kasihan kepadanya, katanya: "Ya abdi Allah, biarlah kiranya nyawaku dan nyawa kelima puluh orang hamba-hambamu ini berharga di matamu. 14 Bukankah api sudah turun dari langit memakan habis kedua perwira yang dahulu dengan kelima puluh anak buah mereka? Tetapi sekarang biarlah nyawaku berharga di matamu." 15 Maka berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia: "Turunlah bersama-sama dia, janganlah takut kepadanya!" Lalu bangunlah Elia dan turun bersama-sama dia menghadap raja. 16 Berkatalah Elia kepada raja: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel untuk ditanyakan firman-Nya, maka sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." 17 Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia. Maka Yoram menjadi raja menggantikan dia dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda, sebab Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki. 18 Selebihnya dari riwayat Ahazia, apa yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?

Nikmati ProsesNya dan Rasakanlah BerkatNya!

Ahazia melakukan kesalahan besar dihadapan Tuhan. Menyembah baal atau berhala ketika ia terbaring sakit karena terjatuh dari kisi-kisi kamar. Dia meminta petunjuk dari baal-zebub; allah di Ekron, terhadap penyakitnya dan mengharapkan kesembuhan. Mendengar perbuatan yang dilakukannya itu, Malaikat Tuhan menjumpai Nabi Elia dan meminta Elia untuk berjumpa dengan utusan-utusan Raja. Ketika perjumpaan itu terjadi, Nabi Elia menanyakan tentang keputusan Raja menemui baal-zebul untuk kesembuhannya! Nabi Elia berkata kepada mereka, Apakah tidak Allah di Israel, sehingga engkau menemui baal-zebul? Dalam kemarahan, Elia kemudian menyampaikan Firman Tuhan “Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, dimana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati (Ay.4). Apa yang dilakukan Nabi Elia merupakan wujud ketaatannya kepada Allah Menduakan Allah dalam hal keyakinan akan menjadi persoalan yang besar. Sebab Allah kita adalah Allah yang hidup, berkuasa dan memiliki segalanya.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk selalu sabar menjalani pembentukan yang berasal dariMu. Amin.

Sabtu, 9 November 2024

bahan bacaan : Lukas 13 : 10 – 17

Menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." 13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" 17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Tak tersembunyi, Kuasa Allah
Bagi etiap orang percaya, Mujizat Tuhan akan terjadi kapan dan dimana saja bahkan dalam waktu dan situasi yang tidak dibayangkan. Tuhan Yesus menyembuhkan (bekerja) pada hari sabat. Hal ini tidak diijinkan dalam tradisi Yahudi. Tuhan Yesus mendapat pertentangan dari kepala rumah ibadat, namun Yesus menjawab dengan bijak bahwa perempuan ini perlu ditolong, sebab ada banyak orang juga yang tidak menghargai hari Sabat, mereka melakukan pekerjaan seperti menggembalakan lembu dan keledai (ayat.15). Seringkali kita berlaku seperti kepala rumah ibadat yang cenderung tidak memikirkan kemanusiaan. Kita lupa bahwa menjadi pengikut Kristus haruslah hidup saling menolong dan melakukan kebaikan. Banyak sekali orang yang munafik, menampilkan kebaikan hanya sebagai pencitraan dan kemudian mengabaikan kemanusiaan. Untuk itu, jadilah orang yang bertanggung jawab bagi sesama tetapi juga bagi Tuhan. Hanya dengan demikian, kita akan merasakan Karya Kebaikan Tuhan yang nyata, yang tidak terbatas dalam ruang dan waktu.

Doa: Kuduskan hidup kami Ya Tuhan, agar kami menjadi Berkat bagi sesama kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM