Santapan Harian Keluarga, 15 – 22 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Perencanaan yang mendatangkan Kasih Karunia Allah

Minggu, 15 September 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 12-24

Perubahan dalam rencana Paulus
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. 13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya, 14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu. 15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya. 16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea. 17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"? 18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak". 19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya". 20 Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. 21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, 22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku--Ia mengenal aku--,bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu. 24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.

Letakanlah Rencanamu Di Bawah Kehendak Allah

Salah satu petuah orang tua kepada anak-anak adalah: letakanlah rencanamu di bawah kehendak Allah, sebab kehendak manusia bisa gagal tetapi kehendak Allah itu baik dan tepat. Pernyataan iman yang sama turut disampaikan Paulus dalam 2 Korintus 1:12-24. Dalam teks, Paulus menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat melakukan perjalanan kembali ke Korintus sebagaimana yang disampaikan sebelumnya (bnd. 1 Korintus 15: 5-6). Namun menarik, Paulus kemudian menegaskan bahwa sekalipun ia belum dapat mengunjungi jemaat Korintus, itu bukan berarti bahwa yang dirancangkan sejak awal didasari pada keinginan pribadi. Justru sebaliknya, apa yang telah rancangkan didasari pada kehendak Allah, sehingga jika terjadi perubahan maka ia percaya bahwa Allah turut terlibat dalam proses itu. Paulus percaya, bahwa rancangan yang diletakkan pada kehendak Allah akan selalu terjadi pada waktu yang tepat. Sehingga rancangannya tidak pernah membawa kesedihan melainkan sukacita. Apakah kita sama dengan Paulus yang meletakkan rancangan kita di bawah kehendak Allah? Sesungguhnya, setiap orang percaya terpanggil untuk meletakkan rancangan hidupnya di bawah kehendak Allah, sebab di bawah kehendak-Nya, tidak satupun rencana yang berakhir dengan sia-sia dan penyesalan. Justru sebaliknya, setiap rencana yang didasarkan pada kehendak Allah akan mampu menghadirkan sukacita dan syukur.

Doa: Ya Tuhan, tuntunanlah kami melalui Roh-Mu untuk melakukan perencanaan hidup ini. Amin.

Senin, 16 September 2024

bahan bacaan : Yakobus 4 : 13-17

Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Berencana Bersama Tuhan

Membuat rencana adalah salah satu strategi kita untuk bertahan hidup. Sebab, tidak ada satupun yang dapat menjalani hidupnya tanpa rencana. Misalnya, seseorang yang ingin membangun rumah selalu didahului dengan rencana untuk membeli tanah, membeli bahan bangunan, membayar tukang kerja, dan lain sebagainya. Sebab jika tidak, bagaimana caranya rumah itu dapat terbangun? Bagi Paulus, seseorang yang menginginkan kehidupan, tidak hanya karena memiliki pengakuan iman, melainkan juga karena adanya perbuatan. Penulis Yakobus 4:14 memberi penegasan bahwa hidup manusia itu seumpama uang, yang dapat hilang dengan sekejap. Karena itu, perlu dipahami bahwa hidup untuk hari ini sesungguhnya berbeda untuk hidup di hari esok. Setiap hari memiliki kesusahannya sendiri, sehingga setiap orang harus memiliki rencana terkait apa yang harus ia lakukan untuk hari ini, maupun besok. Dalam arti, tujuan dari hidup kita akan tercapai hanya melalui perencanaan hidup yang baik. Perencanaan hidup bukan tindakan protes atau pengabaian atas kehendak bebas Allah terhadap hidup kita. Namun perencanaan kita adalah bentuk (nyata) iman kita sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas hidup yang diberikan Allah. Jangan melupakan keterlibatan Allah dalam perencanaan kita.

Doa: Ya Tuhan, kepada-MU, kami mendasari seluruh perencanaan kami. Amin.

Selasa, 17 September 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 16 : 5-9

Rencana Paulus
5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. 6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku. 7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. 8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Perencanaan Yang Tertunda

Perencanaan pelayanan Paulus bukanlah perjalanan untuk bersenang-senang. Setiap wilayah yang akan didatanginya sudah direncanakan secara baik. Rasul Paulus dengan tegas menyampaikan beberapa alasan mengapa ia belum bisa tiba di Korintus. Ia sama sekali tak bermaksud untuk tidak menepati janjinya dan membuat perencanaan sekehendak dirinya. Satu-satunya alasan yang kuat untuk tinggal yakni hendak melakukan pekerjaan yang besar dan penting. Pekerjaan tersebut adalah pelayanan bagi jemaat di Efesus. Perencanaan Paulus seperti ini menasihati kita tentang pentingnya membuat perencanaan. Bahkan, setiap rencana hidup kita yang didasarkan pada kehendak Allah tidak akan pernah sia-sia dan gagal. Justru sebaliknya, rencana hidup yang didasarkan pada kehendak Allah akan membuahkan keberhasilan dan sukacita. Paulus menyadari, bahwa sekalipun apa yang direncanakannya tidak terjadi sesuai waktu yang dikehendakinya, tetapi waktu Tuhan adalah tepat. Keyakinan Paulus juga harus menjadi penyadaran untuk kita semua di saat ini, bahwa jika rencana hidup kita membuahkan hasil maka itu bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, melainkan hanya karena kasih dan anugerah dari Allah. Karena itu, tidak boleh ada satupun yang bermegah atas keberhasilan rencana hidupnya. Sebaliknya, segala ungkapan syukur hanya patut dinaikan kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk memahami keterbatasan dalam berencana. Amin.

Rabu, 18 September 2024

bahan bacaan : Yesaya 32 : 7-8

7 Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. 8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.

Orang Baik Pasti Merencakan Hal Baik

Ada sebuah quotes menarik, “Jika kamu susah menemukan orang baik maka jadilah salah satunya”. Penggalan kalimat ini memberikan sebuah cara hidup yang mestinya dilakukan oleh umat. Yesaya 32:7-8 juga memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya umat harus lakukan. Seorang penipu tidak bisa lain dari pada mempunyai tipu muslihat yang jahat, dan merencanakan hal-hal yang jahat pula. Dia suka menggunakan kata-kata dusta untuk menipu orang miskin (lemah). Walaupun orang miskin akan mengadukan perkaranya ke pengadilan (pihak yang bertanggung jawab mengadili perkara), untuk mendapat keadilan, namun akan sia-sia belaka. Para penipu berlindung di balik dustanya, sehingga khususnya orang lemah tetap menjadi korban (ay. 7). Sebaliknya orang yang berbudi luhur (baik hati, jujur) merencanakan hal-hal yang luhur, bahkan juga memperjuangkan agar hal-hal yang luhur dapat ditegakkan dan dihormati oleh semua pihak. Jelaslah, bahwa orang-orang yang sungguh-sungguh berbudi luhur mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesamanya (ay. 8). Ketidakjujuran berdampak negatif pada hubungan antar individu. Kita dituntut untuk mampu merencakan dan berbuat baik kepada sesama, sebab mendatangkan sukacita.Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk merancang kebaikan bagi sesama. Amin.

Kamis, 19 September 2024

bahan bacaan : Yesaya 55 : 8-9

8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 Rancangan Tuhan Mendatangkan Damai Sejahtera

Tema kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan”. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan. Pasal 55 berisi penghiburan dan pengharapan bagi umat pilihan Allah yang hidup di pembuangan Babel. Nubuat Nabi Yesaya menunjukkan bahwa Tuhan Allah memiliki rancangan damai sejahtera bagi Bangsa Israel berdasarkan Kasih-Nya (Ay.8-9). Oleh sebab itu,Tindakan penyelamatan Allah ini harus disertai dengan sikap taat untuk kembali kepada Tuhan Allah. Israel harus meninggalkan perbuatan yang menyembah allah lain dan mempersembahkan korban kepada berhala supaya mereka memperoleh pengasihan dan pengampunan Allah (ay.7). Seringkali kita mengalami persoalan silih berganti, misalnya :  kesehatan, keuangan, pekerjaan, masalah jodoh  dsbnya. Hal tersebut membuat kita kecewa dan marah bahkan kepada Tuhan tapi jika kita mengingat kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan dalam hidup maka  kita tidak akan berhenti mengucap syukur dan menyerahkan seluruh hidup dalam tuntunan dan penyertaan-Nya..Amin!

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk mengerti rencana dan kehendak Tuhan bagi hidup kami, amin.

Jumat, 20 September 2024

bahan bacaan : Amsal 16 : 1-3

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. 2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. 3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Perencanaan Didalam Tuhan Mendatangkan Keberhasilan

Setiap orang pasti memiliki perencanaan dalam hidup, misalnya: studi lanjut, membangun rumah baru, wisata bersama keluarga, tour ke luar negeri, menikah dsb. Perencanaan itu penting bagi hidup tapi apa artinya membuat perencanaan tanpa menghadirkan Tuhan. Pemazmur katakan “Jikalau bukan Tuhan sia-sialah…” (Maz 127:1). Betapa pentingnya Tuhan sebagai Penentu bagi suksesnya sebuah perencanaan, karena itu jangan melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup. Sebab, jika kita mengandalkan diri sendiri (rencana sendiri) pasti gagal. Seperti pengakuan seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S3 di Yogyakarta, “saya bertekad untuk menyelesaikan studi saya hanya 2 tahun dengan predikat pujian (cumlaude) tapi saya hanya mengendalkan diri sendiri bukan Tuhan, akhirnya saya gagal. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan (bnd. Amsal 23:17-18).

Doa: Roh Kudus pimpin kami untuk menyerahkan setiap perencanaan pada Tuhan. Amin.

Sabtu, 21 September 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 3 : 18-23

18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Rendahkanlah Dirimu Dibawah Hikmat Allah

Tema minggu ini “Pelayan yang menyukakan hati Allah”. Tema ini mengandung arti  pelayan yang dengan taat melakukan kehendak Allah. Menurut Paulus, pelayan yang melakukan kehendak Allah adalah pelayan tidak boleh bermulut manis (ay.5) atau pelayan yang mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain tapi memiliki maksud yang tidak baik. Seorang Pelayan tidak boleh loba atau serakah; tidak boleh memberitakan injil dengan maksud memperkaya diri atau cinta uang (1Timotius 6:19), tidak boleh mencari puji-pujian baik dari diri sendiri maupun orang lain (ay.6). Selanjutnya, ia harus hidup ramah, sikap penuh kasih dan baik hati seperti hati seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya (ay.7). Ia harus rajin memberitakan injil Allah kepada sesama (ay.8), pekerja keras (ay.9), memiliki karakter yang saleh, adil dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik (ay.10), Saling mendukung dan menguatkan terutama mereka yang lemah iman (ay.11), Hidup sesuai perintah Allah (ay,12). Nasehat Paulus ini bermanfaat bagi para pelayan untuk merendahkan diri dibawah hikmat Allah bukan hikmat atau kepintaran manusia karena semuanya adalah kesia-siaan (ay.20).

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup sesuai Kehendak Tuhan, amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Pendataan Sumber Daya untuk Pengembangan Pelayanan

Minggu, 08 September 2024

bahan bacaan : Ezra 1 : 1-11

Koresh mengizinkan orang-orang buangan pulang ke negerinya
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: 2 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. 4 Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem." 5 Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem. 6 Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela. 7 Pula raja Koresh menyuruh mengeluarkan perlengkapan rumah TUHAN yang telah diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang ditaruhnya di dalam kuil allahnya. 8 Koresh, raja Persia itu, menyuruh mengeluarkan semuanya itu di bawah pengawasan Mitredat, bendahara raja, yang menghitung seluruhnya bagi Sesbazar, pembesar di Yehuda. 9 Inilah daftarnya: tiga puluh bokor emas, seribu bokor perak, dua puluh sembilan pisau, 10 tiga puluh piala emas, pula empat ratus sepuluh piala perak, seribu buah barang-barang lain. 11 Barang-barang emas dan perak itu seluruhnya berjumlah lima ribu empat ratus. Semuanya itu dibawa oleh Sesbazar sewaktu orang-orang buangan itu dibawa pulang dari negeri Babel ke Yerusalem.

Pemimpin Yang Berkenan Kepada Tuhan

Setiap orang adalah pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Pemimpin di dalam keluarga, masyarakat bahkan gereja atau jemaat. Tentunya ketika melakukan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin maka kecakapan atau kemampuan harus ditunjukkan. Tuhan menganugerahkan manusia dengan berbagai kemampuan atau kecakapan. Berbagai kemampuan itu digunakan dalam menjalani kehidupan. Kemampuan atau kecakapan di dalam diri setiap orang tentu akan ditunjukkan ketika berhadapan dengan berbagai kenyataan hidup. Nas bacaan ini memberi teladan untuk menggunakan setiap kemampuan, potensi atau kecakapan bagi kebaikan banyak orang. Setiap orang yang diberi anugerah melalui berbagai tanggung jawab, hendaknya semua itu dilakukan untuk memuliakan Tuhan yang telah menganugerahkannya. Hal ini penting untuk dimaknai sebab terkadang yang terjadi adalah semua kewenangan atau tindakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata. Tidak jarang juga kekuasaan dalam kepemimpinan digunakan untuk menindas orang lain. Kenyataan-kenyataan seperti ini harus dihindari sebab Tuhan tidak menghendaki hal demikian. Hendaklah seorang pemimpin dalam melakukan tanggung jawabnya harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Mintalah hikmat dari Tuhan agar dapat menjalani berbagai tanggung jawab untuk kebaikan bersama. Itulah wujud pemimpin yang berkenan kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat menjadi orang percaya yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Senin, 09 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 1-35

Daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan
Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel: 3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang; 4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang; 5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang; 6 bani Pahat-Moab, yakni anak-anak Yesua dan Yoab: dua ribu delapan ratus dua belas orang; 7 bani Elam: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 8 bani Zatu: sembilan ratus empat puluh lima orang; 9 bani Zakai: tujuh ratus enam puluh orang; 10 bani Bani: enam ratus empat puluh dua orang; 11 bani Bebai: enam ratus dua puluh tiga orang; 12 bani Azgad: seribu dua ratus dua puluh dua orang; 13 bani Adonikam: enam ratus enam puluh enam orang; 14 bani Bigwai: dua ribu lima puluh enam orang; 15 bani Adin: empat ratus lima puluh empat orang; 16 bani Ater, yakni bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang; 17 bani Bezai: tiga ratus dua puluh tiga orang; 18 bani Yora: seratus dua belas orang; 19 bani Hasum: dua ratus dua puluh tiga orang; 20 bani Gibar: sembilan puluh lima orang; 21 dari Betlehem: seratus dua puluh tiga orang; 22 orang-orang Netofa: lima puluh enam orang; 23 orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang; 24 dari Asmawet: empat puluh dua orang; 25 dari Kiryat-Arim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus empat puluh tiga orang; 26 dari Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang; 27 orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang; 28 orang-orang Betel dan Ai: dua ratus dua puluh tiga orang; 29 dari Nebo: lima puluh dua orang; 30 bani Magbis: seratus lima puluh enam orang; 31 bani Elam, yakni Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 32 bani Harim: tiga ratus dua puluh orang; 33 orang-orang dari Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh lima orang; 34 dari Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang; 35 bani Senaa: tiga ribu enam ratus tiga puluh orang.

Keutuhan Adalah Kekuatan

Pelangi terdiri dari beberapa warna yang berkumpul menjadi satu. Warna-warni Pelangi yang berkumpul menjadi satu akan membentuk keindahan bagi setiap mata yang melihatnya. Satu warna saja tidak akan bisa menjadikan pelangi menjadi indah. Keindahan hidup ini pun akan tercipta jika keutuhan tetap terjalin dalam hidup bersama. Manusia tentunya tidak bisa hidup sendiri. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk menopang seluruh keberadaan hidupnya. Menjaga keutuhan dalam kebersamaan sama artinya dengan memelihara kehidupan. Ketika bangsa Israel kembali pulang dari pembuangan, mereka tetap menjaga kebersamaan. Kebersamaan yang tetap terbangun dalam hidup bangsa Israel adalah wujud tetap menjaga keutuhan. Hal ini penting sebab hanya dengan menjaga keutuhan maka hidup bangsa Israel akan berlangsung dengan baik. Bangsa Israel harus membangun Rumah Tuhan di Yerusalem setelah mereka kembali dari pembuangan. Oleh sebab itu, keutuhan yang tetap terpelihara dalam hidup bangsa Israel menjadi kekuatan untuk mengupayakan seluruh kehidupan bangsa termasuk membangun Rumah Tuhan. Dalam hidup beriman masa kini, orang percaya pun diingatkan untuk senantiasa memelihara persekutuan. Persekutuan di dalam keluarga, masyarakat dan juga di dalam gereja.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar tetap menjaga keutuhan dalam hidup bersama. Amin.

Selasa, 10 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 36-42

36 Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang; 37 bani Imer: seribu lima puluh dua orang; 38 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang; 39 bani Harim: seribu tujuh belas orang. 40 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang. 41 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang. 42 Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang.

Gunakanlah Potensimu Untuk Melayani Tuhan

Setiap potensi hendaknya digunakan untuk memuliakan Tuhan. Kalimat ini menjadi penting sebab Tuhan-lah yang menganugerahkan potensi dalam diri setiap orang. Anugerah Tuhan itu hendaknya digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dimanapun berada. Ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan, terdapat juga para imam dan orang-orang Lewi. Mereka inilah yang digerakkan hatinya oleh Allah untuk membangun kembali Rumah Tuhan di Yerusalem. Para imam dan orang-orang Lewi adalah mereka yang dianugerahkan Tuhan dengan kecakapan atau potensi untuk melayani-Nya di Bait Suci. Kemampuan para imam dan orang-orang Lewi senantiasa digunakan untuk memuliakan Tuhan, terutamanya di Bait Suci. Ini adalah wujud mereka bertanggung jawab kepada Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu kepada mereka. Bacaan ini menjadi teladan bagi orang percaya agar senantiasa hidup untuk memuliakan Tuhan. Setiap orang dianugerahkan potensi, karya, pengabdian bahkan hal lainnya dalam hidup ini. Semua itu haruslah digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dimanapun berada.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami sebagai alat untuk terus melayani-Mu. Amin.

Rabu, 11 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 43-54

43 Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot; 44 bani Keros, bani Siaha, bani Padon; 45 bani Lebana, bani Hagaba, bani Akub; 46 bani Hagab, bani Samlai, bani Hanan; 47 bani Gidel, bani Gahar, bani Reaya; 48 bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam; 49 bani Uza, bani Paseah, bani Besai; 50 bani Asna, bani Meunim, bani Nefusim; 51 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur; 52 bani Bazlut, bani Mehida, bani Harsa; 53 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah; 54 bani Neziah, bani Hatifa.

Kasihilah Mereka Yang Lemah

Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu berjumpa dengan banyak orang di dalam hidupnya. Perjumpaan manusia dalam relasi bersama bukan hanya dengan kelompok yang kuat tetapi juga yang lemah. Hal ini tidak dapat disangkali sebab masa kini masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai makhluk sosial, sikap hidup saling menopang harus dinyatakan dalam perjumpaan bersama. Bangsa Israel yang kembali dari pembuangan bukan hanya terdiri dari orang-orang yang kuat tetapi juga terdapat mereka yang lemah. Mereka yang lemah adalah para budak di Bait Allah. Sekalipun mereka dikategorikan sebagai ‘yang lemah’ namun hidup mereka diberikan untuk melayani Tuhan. Hal penting yang dapat dimaknai yakni hidup ini adalah anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan itu harus disyukuri dengan cara saling mengasihi satu dengan lainnya. Dalam Persekutuan bersama tentu ada begitu banyak realitas yang dapat dijumpai. Berbagai realitas itu hendaknya dimaknai sebagai cara untuk tetap memelihara kebersamaan. Kasih menjadi penting sebab hanya dengan demikian maka semua orang akan menikmati kebaikan dalam hidup bersama. Oleh sebab itu, tetaplah hidup dalam saling mengasihi terutama kepada mereka yang lemah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap hidup saling mengasihi. Amin.

Kamis, 12 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 55-63

55 Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda; 56 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel; 57 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-Hazebaim, bani Ami. 58 Seluruh budak di bait Allah dan keturunan para hamba Salomo ada tiga ratus sembilan puluh dua orang. 59 Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel: 60 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, enam ratus lima puluh dua orang; 61 dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu. 62 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. 63 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

Jadikanlah Hidupmu Saluran Kebaikan

Kualitas hidup seseorang dapat dikatakan baik jika mampu saling menopang satu dengan lainnya. Saling menopang adalah wujud seseorang tetap menjaga kebersamaan dalam hidup yang dijalani. Salomo memiliki hamba yang bertugas untuk menopang keberadaan hidupnya, termasuk juga keluarganya. Hal ini menjadi bukti bahwa prinsip saling menopang menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan. Sekalipun memiliki hamba dalam konteks bangsa Israel merupakan sesuatu yang lazim terjadi, namun menjadi penting untuk diingat bahwa kenyataan tersebut merupakan tanda atau bukti adanya sikap hidup yang saling menopang satu dengan lainnya. Para hamba Salomo menjadikan diri mereka saluran kebaikan bagi Salomo dan orang-orang pada lingkup hidupnya. Bacaan ini memberi pelajaran penting bahwa sekalipun dalam kondisi hidup yang kuat namun tetap membutuhkan orang lain. Apapun potensi, kemampuan yang ada di dalam diri hendaknya digunakan untuk menopang keberadaan orang lain. Hidup di dalam keluarga, masyarakat dan gereja harus diwujudkan dengan saling menopang untuk kebaikan bersama. Hanya dengan demikian maka akan tercipta kebaikan dalam hidup bersama yang dijalani.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami saluran kebaikan bagi banyak orang. Amin.

Jumat, 13 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 64-67

64 Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang, 65 selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan. 66 Mereka mempunyai tujuh ratus tiga puluh enam ekor kuda, dua ratus empat puluh lima ekor bagal, 67 empat ratus tiga puluh lima ekor unta, dan enam ribu tujuh ratus dua puluh ekor keledai.

Semua Terpanggil untuk Melaksanakan Pelayanan-Nya

Data menunjukkan bahwa jumlah umat Israel yang kembali dari pembuangan berkisar 42.360 jiwa (bnd. Neh. 7:66), tetapi angka sesungguhnya di Pasal 2 hanya mencapai 29.818 jiwa dan jumlah yang disebutkan di Nehemia 7 mencapai 31.088 jiwa. Angka-angka yang berubah adalah akibat dari penyalinan teks yang berulang-ulang. Dalam angka tersebut terdapat 200 penyanyi laki-laki dan perempuan (ay. 65), mereka ini adalah orang-orang non-Israel yang disewa sebagai peratap pada saat ada yang meninggal atau sebagai penyanyi suku Lewi. Tidak hanya manusia, hewan turut disebutkan dalam bagian ini (ay. 66, 67). Hewan-hewan yang disebutkan memiliki harga yang fantastis, diperkirakan ini adalah bentuk dari banyaknya harta penduduk pada saat pembuangan. Sebenarnya, penyebutan tersebut bukan hanya persoalan angka-angka saja, melainkan penegasan bahwa umat Israel memiliki sejumlah sumber daya untuk pengembangan pelayanan. Sumber daya tersebut menjadi kekuatan dalam proses pelayanan yang harus dapat dikelola dengan benar dan jujur. Untuk itu, perlu juga sikap saling mengakui dan menerima. Ada sebuah penggalan lagu, “Satu tangan tak kuat berjuang; satu mulut tak kuat tabaos”. Penggalan lagu ini memberikan sebuah gambaran bahwa dalam pengembangan pelayanan yang dilakukan secara bersama, tentu akan terasa semakin mudah.

Doa: Tuhan, mampukan kami semua agar secara bersama mengembangkan pelayanan-Mu. Amin.

Sabtu, 14 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 68-70

68 Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula. 69 Mereka memberi sumbangan sekadar kemampuan mereka untuk perbendaharaan guna pekerjaan itu sebanyak enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam. 70 Adapun para imam dan orang-orang Lewi, dan juga sebagian dari rakyat, serta para penyanyi, para penunggu pintu gerbang dan para budak di bait Allah menetap di kota-kota mereka, demikian juga semua orang Israel yang lain, masing-masing di kota-kotanya sendiri.

Sukarela Menopang Pekerjaan Pelayanan Allah

Biarpun bait Allah telah menjadi puing-puing akibat perang, namun lapangannya terus dipakai semasa pembuangan. Kenyataan tersebut menarik, sebab menunjukkan bahwa keadaan ini tetap berlangsung di Yerusalem bahkan sesudah kota itu dihancurkan. Ezra mencatat dalam bilangan yang dibulatkan mengenai persembahan-persembahan dari kepala daerah, kepala suku bangsa dan segenap masyarakat yang telah dikumpulkan (Ay. 69). Mereka memberi secara sukarela dari kekurangan yang dimiliki dengan tujuan untuk menopang proses pelayanan pasca kembali ke Yerusalem. Kenyataan saling memberi tersebut menjadi menarik, sebab persembahan diberikan atas dasar ketulusan hati dan bukan karena paksaan atau iri hati terhadap pihak manapun yang memberikan lebih besar darinya. Kenyataan yang sama juga harus dipahami dalam proses pelayanan saat ini, yaitu kita semua terpanggil untuk menopang pekerjaan Allah secara sukarela. Memberi dari kekurangan tidak akan membuat kita kehabisan berkat, sebab kita memberi kepada pekerjaan Sang Pemberi itu sendiri. Ingat, bahwa persembahan tidak diukur dari nominal, tetapi seluruh kerelaan dan kesungguhan hati untuk memberi.

Doa: Ajarilah kami agar tidak pernah takut dan ragu dalam menopang pelayanan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Lakukanlah Perintah Tuhan supaya kamu hidup

Minggu, 01 September 2024

bahan bacaan : Keluaran 20 : 1-17

Kesepuluh firman
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. 7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 13 Jangan membunuh. 14 Jangan berzinah. 15 Jangan mencuri. 16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

10 Hukum: Kunci Relasi Harmonis

Kita patut bersyukur kepada Tuhan di dalam Yesus Kristus yang telah menjaga dan memelihara hingga memasuki bulan September. Kita pun bersyukur karena sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, ada Firman Tuhan yang masih bisa kita terima dan renungkan.  Tetapi terlebih untuk ditaati dalam kehidupan ini. Firman Tuhan sangat berguna sebagai pedoman, agar hidup terus berlangsung sesuai kehendakNya. Bacaan kita di hari ini menjelaskan tentang sepuluh hukum Tuhan yang diterima oleh Musa sebagai pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tanah perbudakan. 10 hukum ini diberikan bukan untuk mengekang umat, melainkan justru menyadarkan mereka akan kasih karunia Tuhan yang telah menyelamatkan mereka. Karena itu, mereka harus meresponi kasih karunia Tuhan ini dengan tetap berlaku setia dan taat kepada Tuhan serta mengasihi sesama. Semua itu telah diatur secara rinci dalam Firman Tuhan menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang harmonis. Hukum kasih yang diajarkan Yesus pun telah merangkum semua kitab para nabi. Maka marilah kita semakin menampakkan kasih kepada Tuhan dan sesama.  Hidup dalam ketaatan penuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Itulah kunci relasi harmonis.

Doa: Tuhan, Mampukan kami agar tetap setia menjaga relasi denganMU dan sesama kami. Amin

Senin, 02 September 2024

bahan bacaan : Amsal 4 : 1-4

Nasihat untuk mencari hikmat
Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

Didiklah Anakmu Agar Jangan Meninggalkan Hikmat

Hidup yang penuh kualitas pertama-tama harus dimulai dari dalam keluarga, sebab keluarga merupakan tempat pertama seorang anak dididik dan dibina. Dalam bacaan ini, Pengamsal mengajarkan agar umat mencari dan menemukan hikmat, pengetahuan dan kepandaian. Sumber hikmat adalah Tuhan dan dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Orangtua bertanggungjawab untuk mendidik, mengajar, memberikan ilmu dan petunjuk yang baik dan anak-anak harus mendengar, memperhatikan, berpegang pada setiap didikan yang baik. Manfaatnya adalah mereka akan memperoleh pengertian dan kepandaian sehingga menjadi anak-anak yang berkualitas. Belajar dari firman hari ini, kita dituntut sebagai keluarga Kristen untuk melihat peran orangtua yakni menanamkan budi pekerti, tata krama, pembentukan etik, moral dan karakter yang baik kepada anak-anak. Walaupun ditengah kesibukan, luangkanlah waktu untuk mendampingi dan mendidik anak-anak. Kalau tidak, kita akan kehilangan generasi yang bekualitas. Sebagai anak-anak, hendaklah memiliki roh takut akan Tuhan, sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Patuh dan hormatilah orangtua, sebab anak-anak yang patuh pada didikan orangtua, masa depannya berbahagia.

Doa: Tuhan tolong kami mewujudkan pendidikan Kristen yang berkualitas. Amin

Selasa, 03 September 2024

bahan bacaan : Keluaran 21 : 12-36

Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia
12 "Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati. 13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari. 14 Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbah-Ku, supaya ia mati dibunuh. 15 Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati. 16 Siapa yang menculik seorang manusia, baik ia telah menjualnya, baik orang itu masih terdapat padanya, ia pasti dihukum mati. 17 Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati. 18 Apabila ada orang bertengkar dan yang seorang memukul yang lain dengan batu atau dengan tinjunya, sehingga yang lain itu memang tidak mati, tetapi terpaksa berbaring di tempat tidur, 19 maka orang yang memukul itu bebas dari hukuman, jika yang lain itu dapat bangkit lagi dan dapat berjalan di luar dengan memakai tongkat; hanya ia harus membayar kerugian orang yang lain itu, karena terpaksa menganggur, dan menanggung pengobatannya sampai sembuh. 20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. 21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri. 22 Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. 23 Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, 24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. 26 Apabila seseorang memukul mata budaknya laki-laki atau mata budaknya perempuan dan merusakkannya, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kerusakan matanya itu. 27 Dan jika ia menumbuk sampai tanggal gigi budaknya laki-laki atau gigi budaknya perempuan, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kehilangan giginya itu. 28 Apabila seekor lembu menanduk seorang laki-laki atau perempuan, sehingga mati, maka pastilah lembu itu dilempari mati dengan batu dan dagingnya tidak boleh dimakan, tetapi pemilik lembu itu bebas dari hukuman. 29 Tetapi jika lembu itu sejak dahulu telah sering menanduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknyapun harus dihukum mati. 30 Jika dibebankan kepadanya uang pendamaian, maka haruslah dibayarnya segala yang dibebankan kepadanya itu sebagai tebusan nyawanya. 31 Kalau ditanduknya seorang anak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus diperlakukan menurut peraturan itu juga. 32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu. 33 Apabila seseorang membuka sumur, atau apabila seseorang menggali sumur, dengan tidak menutupnya, dan seekor lembu atau keledai jatuh ke dalamnya, 34 maka pemilik sumur itu harus membayar ganti kerugian: ia harus mengganti harga binatang itu dengan uang kepada pemiliknya, tetapi binatang yang mati itu menjadi kepunyaannya. 35 Apabila lembu seseorang menanduk lembu orang lain, sehingga mati, maka lembu yang hidup itu harus dijual, uangnya dibagi dan binatang yang mati itupun harus dibagi juga. 36 Tetapi jikalau lembu itu terkenal telah sering menanduk sejak dahulu, dan walaupun demikian pemiliknya tidak mau menjaganya, maka ia harus membayar ganti kerugian sepenuhnya: lembu ganti lembu, tetapi binatang yang mati itu menjadi kepunyaannya."

Menaburkan Benih Kebaikan dan Keadilan

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa melakukan kejahatan terhadap sesama merupakan hal yang tidak dikehendaki Tuhan dan ada hukuman untuk hal itu. (ay.12-14). Oleh karena itu kita diarahkan untuk menghindari kejahatan. Hukum yang tertulis dalam nas ini tidak membenarkan atau mengizinkan aksi balas dendam seperti yang dikatakan: “mata ganti mata, gigi ganti gigi dst ”. Hukum ini justru menjadi dasar bagi para hakim untuk menjatuhkan hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya bagi para pelaku kejahatan. Dengan adanya hukum ini orang akan berpikir dua kali sebelum melakukan  sesuatu yang mencelakai orang lain. Ini merupakan pengajaran yang harus dihidupi oleh setiap kita, bahwa sesungguhnya Tuhan membenci kekerasan dan kejahatan. Ia menginginkan kedamaian dan cinta kasih.  Hukum ini  membantu kita pula untuk melihat realita sosial, ketika banyak ketidakadilan terjadi di mana-mana. Sebagai orang-orang yang berkepentingan mengatur kehidupan orang lain, maka jadilah bijak dalam pengambilan keputusan bagi keberlangsungan semua mahkluk. Dengan menaburkan benih kebaikan, keadilan bagi sesama dan lingkungan, maka hidup kita tentunya diberkati oleh Tuhan.

Doa: Mampukan kami menuruti perintahMu, dengan menjauhkan kejahatan dari hidup kami, Amin

Rabu, 04 September 2024

bahan bacaan : Ulangan 30 : 11 – 15

Kehidupan atau kematian
11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. 12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. 15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Pilihlah Allah Sumber Kehidupan

Dalam kehidupan kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Memilih adalah hakekat yang telah dianugerahkan Allah sejak manusia diciptakan. Allah memberikan kehendak bebas untuk memilih. Kita mulai memilih dari hal-hal yang mudah dan sederhana, hingga memilih hal-hal yang sulit dan rumit. Hidup ini adalah pilihan berkelanjutan. Sekali kita memilih akan ada konsekwensi pilihan-pilihan selanjutnya. Ada dua pilihan yang tersedia untuk umat Israel sebagaimana yang disampaikan oleh Musa. Pilihan pertama adalah kehidupan, keberuntungan dan berkat. Pilihan yang kedua adalah kematian, kecelakaan dan kutuk. Kedua pilihan ini adalah pilihan untuk menentukan kehidupan seumur hidup bahkan dampaknya hingga turun temurun untuk generasi yang akan datang. Ini bukan pilihan momentum atau sesaat, tetapi ini adalah pilihan permanen dan tetap selamanya. Itulah yang disebutkan dengan setia, percaya dan taat selamanya. Kedua pilihan ini adalah pilihan yang tidak dapat dicampuradukan. Karena itulah umat disuruh untuk memilih yang tepat dan pilihan itu adalah tetap setia kepada Allah kehidupan dan mengikuti perintah-Nya. Pilihan untuk tidak mau disesatkan, tidak mau beralih kepada ilah lain dan tetap setia kepada Tuhan sekalipun kesulitan dan masalah serta tekanan datang.  Kehidupan kita janganlah ditentukan oleh arus kehidupan, tetapi tetaplah setia pada pilihan untuk mengasihi Tuhan, mengikuti jalanNya dan melakukan ketetapan-Nya!

Doa: Tolong kami ya Tuhan untuk menentukan pilihan yang tepat dalam hidup, amin.

Kamis, 05 September 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 20 : 10-17

10 Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun. 11 Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. 12 Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka. 13 Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka. 14 Tetapi Aku bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar. 15 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun, bahwa Aku tidak akan membawa mereka masuk ke tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri, 16 oleh karena mereka menolak peraturan-peraturan-Ku dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku; sebab hati mereka mengikuti berhala-berhala mereka. 17 Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.

Belas Kasihan Tuhan Tak Terbatas

Bacaan hari ini menceritakan tentang sejarah perjalanan umat Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian. Selama perjalanan, mereka sering kali memberontak terhadap Tuhan. Seharusnya karena pemberontakan itu mereka dibinasakan, namun Tuhan tidak menunjukan amarah dan dendam-Nya (ay.17). Tuhan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat dan mengubah hidup mereka. Inilah sifat belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan umat-Nya dan memberikan kesempatan untuk pertobatan. Belas kasihan Tuhan ini, harusnya menjadi lonceng pengingat bagi kita atas setiap pelanggaran dan dosa yang pernah kita lakukan seperti halnya umat Israel.  Kasih Tuhan itu selalu memulihkan dan  tidak pernah dibiarkannya kita binasa. Tuhan masih memberikan peluang bagi kita untuk mengakui kesalahan, kembali kepada-Nya mencari pengampunan,  alu bertobat dan mengubah hidup.  Berbahagialah kita yang mau bersandar dan percaya kepada Tuhan, sebab kekuatan dan semangat baru akan kita terima serta mampu memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita.

Doa: Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan, Amin

Jumat, 06 September 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 11 -22

Dipersatukan di dalam Kristus
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Bertumbuh Dalam Damai Sejahtera Sebagai Keluarga Allah

Bertumbuh dalam damai sejahtera sebagai keluarga Allah”, itulah tema perayaan Ulang Tahun Gereja Protestan Maluku yang ke 89, hari ini. Kita tahu bahwa keluarga sangatlah penting sebab di dalam keluarga kita menerima cinta kasih, dukungan dan peran berharga bagi tiap anggotanya. Demikianlah Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka harus hidup layaknya sebuah keluarga. Lebih tegas ia katakan bahwa jemaat adalah keluarga Allah, untuk menegaskan bahwa orang-orang yang bukan Yahudi adalah bagian yang tak terpisahkan dari jemaat Allah. Mereka disebut sebagai kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Jadi istilah keluarga Allah hendak menekankan kesatuan dan keragaman umat Allah di mana Kristus menjadi batu penjurunya. Hari ini kita sungguh bersyukur, Kristus batu penjuru telah menopang dan memelihara GPM yang tersebar di 770 jemaat pada 34 Klasis di Maluku-Maluku Utara. Meskipun kita hidup dalam keperbedaan latar belakang, suku, ras, budaya dan sebagainya, tetapi kita satu sebagai Keluarga Allah. Marilah kita hidup sebagai satu keluarga Allah yang terus bertumbuh dalam damai sejahtera. Pertumbuhan itu akan nampak jika kita semua hidup saling mendukung dan menopang satu sama lain. Dirgahayu Gereja Protestan Maluku, Tuhan Yesus memberkati.

Doa: atas berkat-Mu Tuhan, yang memberikan pertumbuhan bagi GPM hingga hari ini, kami bersyukur.. Amin

Sabtu, 07 September 2024

bahan bacaan : 1 Yohanes 2 : 15-17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Mengasihi Allah Mendatangkan Berkat

Hidup memungkinkani pilihan baik atau buruk bagi setiap orang yang menjalaninya. Ada begitu banyak hal yang akan terjadi dalam hidup seseorang. Berhadapan dengan kenyataan hidup maka setiap orang akan menentukan pilihan untuk melakukan yang baik atau yang buruk. Jika melakukan yang baik maka akan mendatangkan kebahagiaan. Sebaliknya jika melakukan yang buruk maka berujung kepada kebinasaan. Sikap hidup demikian juga merupakan bagian dari sikap beriman setiap orang percaya. Hidup di dalam terang atau di dalam kegelapan menjadi pilihan beriman bagi setiap orang. Terang berarti hidup sesuai kehendak Tuhan sedangkan gelap berarti jauh dari kehendak Tuhan. Mengimani Yesus Kristus haruslah terwujud dalam perilaku beriman setiap waktu. Salah satu wujud mengimani Yesus Kristus adalah saling mengasihi. Mengasihi Yesus tetapi juga sesama manusia bahkan alam ini. Hal ini penting sebab di tengah banyak tawaran dunia maka harus tetap teguh mengimani Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Sebagaimana melakukan hal yang baik akan mendatangkan kebahagiaan maka mengasihi Yesus dalam segala hal yang dijalani akan mendatangkan berkat. Inilah kekuatan bagi setiap orang percaya jika setia melakukan kehendak Tuhan.

Doa: Kuatkanlah kami ya Tuhan agar mampu hidup saling mengasihi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 – 31 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Keluarga Sebagai Basis Pembinaan

Minggu, 25 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 2 : 11-26

Kejahatan anak-anak Eli
11 Lalu pulanglah Elkana ke Rama tetapi anak itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli. 12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN, 13 ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya 14 dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo. 15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja." 16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan." 17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN. 18 Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. 19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan. 20 Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. 21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN. 22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, 23 berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu? 24 Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran. 25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka. 26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

Keluarga Bagi Kemuliaan Tuhan

Dalam bacaan hari ini, kita membandingkan dua keluarga yaitu pertama, keluarga Imam Eli, yang menurunkan jabatannya kepada kedua anaknya Hofni dan Pinehas. Imam Eli memberikan jabatan namun tidak mampu mempersiapkan kerohanian kedua anaknya untuk hidup sungguh–sungguh di dalam Tuhan. Mereka tidak menghormati Tuhan dengan memandang rendah korban untuk Tuhan, dll. Berbeda dengan keluarga kedua, yaitu keluarga Hana. Hana sungguh beriman kepada Tuhan. Setelah Samuel diserahkan kepada Tuhan, setiap tahun ibunya membuat baju efod baginya dari kain lenan. Keluarga Elkana pun makin diberkati Tuhan. Belajar dari kedua keluarga di atas, maka kita diarahkan untuk mampu menuntun kehidupan anak–anak kita hidup di dalam rasa takut akan Tuhan. Kita bertanggung jawab untuk menentukan pola didik yang baik untuk mengarahkan mereka menghormati Tuhan. Mereka wajib menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan dengan melakukan hal–hal yang baik. Dengan demikian, hidup mereka adalah hidup yang memuliakan Tuhan dan hidup yang menjadi berkat bagi sesama.

doa: Tuhan, aku dan keluargaku ingin taat dan mengabdi hanya kepadaMu, amin

Senin, 26 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 9 : 18-29

Nuh dan anak-anaknya
18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan. 19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. 20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. 21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. 22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. 23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. 24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, 25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya." 26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. 27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya." 28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah. 29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.

Bijak Bertindak

Di awal kisahnya, Nuh dikenal sebagai orang benar dan hidup bergaul dengan Allah. Namun, anggur yang dia tanam kemudian menjadi awal sebuah bencana lain di dalam hidupnya. Ia mabuk oleh anggur hasil panennya sendiri dan terbaring telanjang di dalam kemahnya. Kejatuhan Nuh ternyata membuat orang lain tersandung juga. Ham, anak Nuh yang melihat ayahnya berada dalam kondisi yang demikian, tidak dapat menahan diri untuk menceritakan hal itu kepada kedua saudaranya yang lain, yaitu Sem dan Yafet. Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet berusaha menutup aurat ayahnya dengan tidak melihatnya. Bagi Nuh, tindakan Ham merupakan suatu kesalahan yang besar. Ia sama sekali tidak berupaya melindungi martabat ayahnya, melainkan menceritakan hal itu kepada orang lain. Saat ini, gaya menceritakan kesalahan bahkan masalah orang lain, adalah sebuah trend yang tidak bisa dihilangkan. Bahkan bukan hanya dari orang ke orang, tetapi juga disampaikan di dunia maya. Hal ini bukanlah etika yang baik. Bijak dalam bertindak   harus kita ajarkan kepada anak-anak kita, agar mereka memiliki sikap yang baik ketika melihat orang lain melakukan kesalahan.

doa: Jadikan kami penolong bagi sesama, amin

Selasa, 27 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 1-4

Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung
Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa." 2 Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku. 3 Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang; 4 olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati."

Mendengar dan Melakukan

Hadirnya anak dalam keluarga adalah anugerah Allah. Setiap anak terlahir dengan talenta dan karunia masing-masing. Demikian pula halnya dengan Esau dan Yakub. Melalui Ishak dan Ribka, Esau dan Yakub tumbuh menjadi dewasa dengan bakat dan talenta masing-masing. Esau gemar berburu, sementara Yakub memilih di rumah untuk bercocok tanam dan beternak. Ketika Ishak sudah tua, saatnya ia menyelesaikan urusannya dengan memberikan berkat bagi anaknya, Esau. Untuk itu Ishak meminta Esau untuk berburu dan membuat makanan yang enak serta gurih agar dapat dinikmati olehnya. Apa yang diminta oleh Ishak menjadi contoh bagi setiap keluarga di masa sekarang ini. Karena seiring berjalan waktu, ketaatan akan perintah orang tua sudah mulai terkikis. Padahal yang harus mereka lakukan ketika diminta ialah mendengar dan melakukannya. Itulah ketaatan yang sesungguhnya. Karena dengan taat melaksanakan perintah orang tua, maka berkat akan diterima. Untuk itu marilah menjadi anak-anak yang taat dan setia serta layanilah orang tua dengan kesungguhan hati, karena dengan kesungguhan hati dalam melayani, hidup kita tidak akan sia-sia tetapi akan dipenuhi dengan limpahan berkat dari Allah Sang pemberi hidup.

doa: Tuhan, jadikan kami orang tua yang baik bagi anak-anak kami, amin

Rabu, 28 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 5-17

5 Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya, 6 berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu: 7 Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati. 8 Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. 9 Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya. 10 Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati." 11 Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin. 12 Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat." 13 Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu." 14 Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya. 15 Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya. 16 Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu. 17 Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.

 Meraih Janji Allah Dengan Cara Yang Salah

Hidup dalam dunia yang berdosa membuat apa yang terjadi seringkali berbeda dengan apa yang diharapkan. Kita sering melihat ada banyak yang karena menginginkan sesuatu, menggunakan berbagai cara untuk memperolehnya, walaupun itu adalah cara yang salah. Ishak telah tua dan ia berkeinginan untuk memberi berkat sulungnya kepada Esau, dengan memintanya membuat makanan dari hasil buruannya. Ketika Ribka mendengar hal itu, ia pun mencari jalan keluar sendiri bagi anak kesayangannya. Ia berusaha menipu Ishak, sebab menurutnya Yakub yang berhak mendapatkan hak kesulungan. Ia bahkan berkata, bahwa ia rela menanggung kutuk dari Ishak, jika ternyata Yakub ketahuan membohongi ayahnya. Dengan sungguh–sungguh mereka merencanakan untuk menipu Ishak agar memberikan berkat tersebut bagi Yakub. Hal ini diakibatkan oleh karena Ribka terlalu mengasihi Yakub daripada Esau. Ingatlah! Anak adalah berkat dari Tuhan yang harus dijaga, dirawat,    dipelihara dan dididik oleh orang tua, sehingga kehidupan mereka menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.

doa: Jadikan kami anak-anak yang taat dan setia, amin

Kamis, 29 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 18-29

18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: "Bapa!" Sahut ayahnya: "Ya, anakku; siapakah engkau?" 19 Kata Yakub kepada ayahnya: "Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku." 20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: "Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!" Jawabnya: "Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku." 21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: "Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan." 22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau." 23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia, 24 tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya!" 25 Lalu berkatalah Ishak: "Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau." Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum. 26 Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku." 27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. 28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. 29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

Meraih Berkat Dengan Tipu Daya

Nasi sudah menjadi bubur, mungkin itulah pepatah yang bisa kita gunakan untuk cerita dalam bacaan hari ini. Dengan bantuan Ribka, Yakub menipu Ishak. Ia memakai pakaian yang indah kepunyaan Esau, membalutkan kulit anak kambing di kedua tangannya, dan membawa makanan kesukaan Ishak yang disiapkan oleh Ribka. Tanpa rasa malu Yakub menyatakan bahwa Tuhan Allah Ishak yang membuatnya mencapai tujuan. Ishak yang sudah rabun kemudian percaya dan memberkati Yakub. Yakub telah memperoleh berkat dengan cara yang Salah. Berkat diraih dengan tipu daya. Hal inilah yang harus kita hindari. Jangan hanya karena keinginan kita untuk masa depan anak–anak, lalu kita menghalalkan semua cara walaupun itu salah. Kita harus mengajarkan kepada anak–anak bahwa untuk memperoleh segala sesuatu, mereka harus berjalan sesuai dengan jalurnya. Jangan dengan tipu daya ataupun tipu muslihat. Karena pada akhirnya apa yang dilakukan akan membawa dampak yang buruk bagi masa depan anak–anak kita. Belajarlah menjalani hidup ini sesuai dengan yang Tuhan kehendaki bukan yang kita kehendaki!

doa: Berkatilah keluarga kami ya Tuhan, Amin

Jumat, 30 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 30-40

30 Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu. 31 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku." 32 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau." 33 Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati." 34 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" 35 Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu." 36 Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?" 37 Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?" 38 Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. 39 Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. 40 Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."

Persoalan Keluarga

Pengkhianatan akhirnya membuahkan persoalan dalam keluarga bahkan retaknya hubungan persaudaraaan antara Esau dan Yakub. Yakub mengambil hak kesulungan Esau dan kemudian mengambil berkat yang seharusnya menjadi milik Esau. Dendam Esau dan perselisihan yang terjadi merupakan dampak dari cara didikan orang tua mereka yaitu Ishak dan Ribka. Ishak lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub. Bagian ini menunjukkan kepada kita bahwa meskipun Ishak dan Ribka adalah orang tua dari Esau, kelalaian sebagai ayah dan keberpihakan sebagai ibu menyebabkan konflik jangka panjang. Keluarga menjadi terpecah belah. Belajar dari pengalaman hidup Esau dan Yakub, menjadikan kita untuk memahami bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Untuk kebaikan keluarga marilah kita merawat dan menjaga hubungan kita dengan baik. Menciptakan suasana yang penuh dengan cinta kasih dan keharmonisan. Jangan karena harta dan kekayaan memecah seluruh tatanan kehidupan keluarga kita. Ada pepatah bijak yang mengatakan, “Tak perlu memiliki semuanya di dunia ini agar hidupmu bahagia, cukup syukuri apa dan siapa yang ada bersamamu saat ini”.

doa: Izinkan AnugerahMU membarui hidup kami, amin

Sabtu, 31 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 4 : 1-16

Kain dan Habel
Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." 2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. 3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." 8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" 10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. 11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi." 13 Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." 15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. 16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.

Harga Diri: Sebuah Kemewahan

Kita melihat sebuah perjalanan perkembangan kebudayaan manusia mulai dengan telanjang, lalu ia berpakaian untuk menutupi ketelanjangannya. Kini, ia perlu menghias dirinya dengan ornamen–ornamen untuk makin menutupi ketelanjangannya, yaitu harga diri. Harga diri itu mahal, karena didapatkan dengan harga darah. Bukankah sesuatu yang indah ketika Hawa melahirkan anak–anaknya? Pertama, lahirlah Kain, kemudian Habel menyusul. Mereka berdua mempersembahkan korban. Habel membawa korban terbaik, dari hasil pertama yang dikerjakannya. Tidak demikian dengan Kain. Tidak ada indikasi bahwa Kain membawa hasil sulung dari apa yang diusahakannya. Yang tercatat dalam kitab hanyalah Allah menganggap baik apa yang diberikan Habel dan tidak menerima apa yang diberikan Kain.

Penolakan itu sakit. Kain tak mampu menahan emosi dan kebenciannya. Harga dirinya terlalu tinggi untuk membiarkan seorang Habel hidup. pembunuhan pertama terjadi dalam sejarah manusia. Ketika Tuhan bertanya, ia menjawab Tuhan seenaknya. Tidak ada kasih melainkan iri hati dan kebencian. Kehidupan di luar Eden memang sudah berbeda. Kain tak bisa lari dari kenyataan. Disertai jaminan penyertaan Tuhan, pakaian Kain dilumuri dengan harga diri yang membuatnya miskin. Tuhan membentuk institusi keluarga supaya setiap anggota keluarga dapat merasakan cinta kasih dan kehadiran Allah. Tuhan juga ingin menjadikan setiap keluarga orang percaya sebagai bagian dari karya agungNya. Hal itu dapat tercapai apabila setiap anggota keluarga menerima satu sama lain dengan cinta kasih dan ketulusan. Bukan sebaliknya hidup dalam kecemburuan dan iri hati seperti yang terjadi pada Kain terhadap adiknya Habel. Biarlah setiap keluarga Tuhan diberkati untuk terus menumbuhkan cinta yang utuh dan di dalam kebersamaan  dan saling menopang untuk berjalan dalam kasih.

doa : Tuhan, jauhkan sifat iri hati dari Keluarga Kami, amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Condongkan Hatimu pada Tuhan

Minggu, 18 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 11 : 1-13

Salomo jatuh ke dalam penyembahan berhala
Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, 2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. 3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. 4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, 6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. 8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. 9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, 10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. 11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. 13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."

Pautkan Hati Kepada Tuhan

Perubahan zaman dewasa ini dapat memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan tetapi juga hidup beriman kita, baik positif maupun negatif. Pengaruh yang dimaksudkan juga dialami oleh Salomo ketika menduduki tahta kerajaan mengantikan ayahnya Daud. Awalnya Salomo adalah seorang yang taat dan setia sehingga hikmat Allah diberikan kepadanya. Namun karena kepentingan politiknya, ia mulai tidak setia dan berpaling dari Tuhan dengan beribadah kepada ilah-ilah yang disembah oleh istri-istrinya. Akibatnya, kerajaan Salomo mulai menghadapi berbagai persoalan yang berasal dari musuh-musuhnya, baik dari dalam maupun dari luar Israel. Kecenderungan Salomo yang meninggalkan Allah karena suatu kepentingan juga pernah dilakukan oleh kita baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa sadar sikap, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan sesungguhnya menunjukkan kecenderungan kita kepada kepentingan diri sendiri atau kelompok, sehingga secara tidak langgsung tidak mencondongkan diri lagi kepada Allah. Belajar dari pengalaman hidup Salomo yang menanggung murka Allah akibat ketidaktaatan dan ketidaksetiaannya, maka kita tidak boleh berlaku demikian. Sebab Allah yang kita sembah tidak berkompromi dengan pelanggaran-pelanggaran kita. Karena itu, sebagaimana ungkapan percaya kita kepada Allah maka dengan taat dan setia pula kita seharusnya pautkan hati kepada-Nya.

doa, Pimpin Kami Tuhan agar tetap pautkan hati kepadaMU, amin

Senin, 19 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 112-114

112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir. 113 Orang yang bimbang hati kubenci, tetapi Taurat-Mu kucintai. 114 Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu

Firman Tuhan Sebagai Pegangan Hidup

Saat berada di dalam kesesakan, apa yang biasanya akan kita buat? Jalan keluar adalah hal terutama yang akan kita upayakan. Tetapi mungkinkah dalam kondisi seperti itu, mudah bagi kita menemukan jalan keluar? Pastinya sulit. Tetapi tahukah kita bahwa didalam menghadapi hidup, bila kita memiliki pegangan hidup, tantangan bukan masalah. Hari ini, bacaan kita memberikan petunjuk bahwa Firman Tuhan adalah pegangan yang mampu membuat kita tidak bimbang dan takut. Karena itu, kita diajak untuk tetap tangguh dalam menghadapi tantangan. Dengan mencondongkan hati kepada Tuhan melalui kedekatan diri dengan Firman Tuhan, kita pasti akan bisa melalui segala perkara tersulit apapun dalam hidup kita. Itu sebabnya kita diajak bukan hanya membaca Alkitab saat ke tempat ibadah. Pemazmur menulis, dalam segala waktu, kita diajak untuk membaca Alkitab.  Kita harus membiasakan diri untuk meluangkan waktu membaca dan merenungkan Alkitab. Firman Tuhan yang tertulis di dalamnya akan menjadi pegangan bagi kita. Ada banyak sekali kesukaran hidup tetapi bila kita rajin membaca Alkitab, dengan pertolongan kuasa Roh Kudus, kita akan bijaksana. Roh Kudus akan bekerja dan menggerakkan kita untuk memahami apa yang harus kita kerjakan. Karena itu, jangan biarkan Alkitab tertutup di atas meja doa kita. Mari belajarlah miliki kerinduan: lekat pada FirmanNya.

doa: Ya Tuhan, buat aku lekat pada Firman-Mu, amin

Selasa, 20 Agustus 2024

bahan bacaan : Yosua 24 : 19-24

19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu. 20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu." 21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah." 22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!" 23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel." 24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."

Tetaplah Beribadah Kepada Tuhan

Andika demi masa depan berpisah dari orangtuanya. Ia tinggal di kost bersama Puan teman sekampungnya. Suatu ketika Andika berada dalam situasi yang genting. Usaha dagang orangtuanya bangkrut padahal bulan itu ia diharuskan membayar uang kost. Puan mengajaknya bertemu dengan Gery seorang pengedar shabu. Andika menolaknya sebab ia ingat Tuhan dan percaya pasti ada jalan yang jauh lebih baik. Sikap Andika layak ditiru sebab dunia dewasa ini memang marak dengan tawaran yang kadang bisa mendatangkan kebaikan tetapi juga keburukan. Kita akan memberikan jawaban sebagai bentuk tanggapan atas semuanya. Keputusan kita menentukan seperti apa kehidupan kita sesungguhnya, apalagi dalam status sebagai orang percaya. Sikhem menjadi tempat dimana Yosua menghadapkan pilihan yang sama kepada kaum Israel. Sikhem menjadi saksi dimana Israel menyatakan sikap bahwa mereka memutuskan hanya akan beribadah kepada Tuhan. Kita berada dalam dunia dengan situasi hidup yang berbeda. Terkadang, tanpa kita sadari, kita diperhadapkan pula dengan pilihan seperti ini. Israel telah membuat keputusan yang tepat yakni beribadah kepada Tuhan dan mendengarkan FirmanNya. Sikap tepat ini kiranya menjadi pula sikap kita. Kita harus mencondongkan hati kepada Tuhan sebagai wujud hidup tangguh di tengah perubahan zaman. Andika membuat keputusan yang tepat.

doa: Ya Tuhan, bantu kami untuk setia beribadah pada-Mu, amin

Rabu, 21 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 33-38

34 Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. 35 Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. 36 Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. 37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! 38 Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.

Jangan Fokus Pada Hal Yang Hampa

Ingin tampil beda, membuat Karin yang terbiasa dengan pujian orang akan kecantikannya mengabaikan nasehat sahabat tentang dampak obat pewarna rambut yang dibelinya. Ia lebih peduli pada penampilan dan berprinsip bahwa penampilan harus dijaga. Demi menjaga image sebagai seorang terpandang, maka dengan segera ia menyuruh pegawai salon mengolesi rambutnya dengan obat pewarna tersebut. Tak berselang lama, tiba-tiba Karin merasa gatal dan mukanya terasa bengkak serta memerah. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat sebab serangan jantung yang dialaminya. Inilah contoh hidup orang yang pilihan hatinya bukan kepada Tuhan tetapi kepada keuntungan materi. Perilaku ini memperlihatkan kecendrungan hati orang yang tidak tangguh sebab mudah terombang ambing oleh pengaruh zaman. Pemazmur berkata, “ condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatanMu dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kau tunjukkan”. Semoga kita mampu memaknainya demi membangun ketangguhan di tengah perubahan zaman.

doa : Ya Tuhan, jangan biarkan kami fokus pada hal-hal yang hampa, amin

Kamis, 22 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 9-11

9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

 Ingat Firman, maka Jauhilah Dosa

Usia bukan ukuran bahwa kita bisa luput dari berbuat salah atau dosa. Oleh Pemazmur dikatakan, dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan FirmanMu. Dengan diinspirasi tema hidup tangguh di tengah perubahan zaman, maka salah satu bentuk mencondongkan hati kepada Tuhan, adalah memelihara janji Tuhan agar kita menjauhi dosa. Anak kecil, remaja, pemuda, bahkan orangtua yang lanjut usia, bila tidak menyimpan Firman Tuhan, sangat mudah jatuh ke dalam dosa. Tentunya bukan sekadar mengingat atau menghapal ayat-ayat Alkitab. Sebaliknya dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan. Kita bisa memiliki kesempatan untuk mengambil milik orang, tetapi bila kita ingat Firman Tuhan yang melarang kita mencuri, maka pasti hati tidak tenang. Kita bisa marah dan berkeinginan membalas dendam kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, tetapi dengan ingat Firman Tuhan yang mengajarkan untuk mengampuni, maka kita tidak memiliki pilihan lain. Ingatan akan Firman Tuhan membuat kita tangguh sebab jauhkan kita dari dosa.

doa : Ya Tuhan, tolong kami jauhi dosa, amin

Jumat, 23 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 8 : 54-61

Berkat dan pujian
54 Ketika Salomo selesai memanjatkan segala doa dan permohonan itu kepada TUHAN, bangkitlah ia dari depan mezbah TUHAN setelah berlutut dengan menadahkan tangannya ke langit. 55 Maka berdirilah ia dan memberkati segenap jemaah Israel dengan suara nyaring, katanya: 56 "Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. 57 Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita, 58 tetapi hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita. 59 Hendaklah perkataan yang telah kupohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari, 60 supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, 61 dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."

Berpaut Pada Tuhan 

Salomo adalah anak Daud yang diberikan kesempatan membangun Bait Suci. Ia menerima berkat ini sebab hidupnya berpaut kepada Tuhan. Setelah penahbisan Bait Suci, ia menaikan doa kepada Tuhan. Kasih karunia yang dialami membuatnya termotivasi memuji Tuhan. Salomo mengingat penyertaan Tuhan dalam hidup leluhurnya dan melalui doanya, ia memintakan penyertaan yang sama. Tuhan kiranya tetap memberkati umat. Ini pengharapan yang dibangun Salomo. Ia menyadari hidup memerlukan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Itulah sebabnya ia pun mengajak umat untuk tetap juga berpaut kepada Tuhan. Seperti apakah beban hidup kita? Saat ini Firman Tuhan mengajak kita untuk menjadikan doa Salomo sebagai teladan. Mari belajar memohon belas kasih sayang Tuhan sebab kita sangat membutuhkan hati Tuhan tetap berpaut pada kita. Tiada seorang pun yang bisa menolong kita dalam memikul beban hidup kecuali Tuhan. Mari pula belajar berpaut dengan sepenuh hati kepada Tuhan dan hidup menurut segala ketetapanNya! Percayalah tatkala kita berpaut pada Tuhan, Ia tahu apa yang terbaik bagi kita.

doa: Ya Tuhan, bimbing kami untuk berpaut hanya padaMU, amin

Sabtu, 24 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 7 : 2-14

Orang Filistin terpukul kalah dekat Mizpa
2 Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN. 3 Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin." 4 Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. 5 Lalu berkatalah Samuel: "Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN." 6 Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa. 7 Ketika didengar orang Filistin, bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, majulah raja-raja kota orang Filistin mendatangi orang Israel. Serta didengar orang Israel demikian, maka ketakutanlah mereka terhadap orang Filistin. 8 Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu." 9 Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia. 10 Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel. 11 Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar. 12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 13 Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, 14 dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.

Ebenhaezer

Hidup tangguh di tengah perubahan zaman memerlukan keteguhan hati yang tidak biasa. Keteguhan yang dimaksudkan adalah terkait soal mencondongkan hati hanya kepada Tuhan. Kita bisa saja kadang mengatakan pertolongan Tuhan seolah datang terlambat. Namun kita lupa keterlambatan yang seolah disengaja itu ternyata akhirnya adalah demi kebaikan kita. Melia seorang gadis manis yang memutuskan berangkat ke luar kota untuk mencari lapangan pekerjaan. Ia kemudian mendapatkan tawaran untuk bekerja di perkantoran. Tetapi hatinya tidak menyukainya. Ia hanya mau mengajar di sekolah. Namun, ia kemudian menyadari, penyertaaan Tuhan kadang tidak seperti apa yang kita harapkan. Tapi rancangan Tuhan pastinya adalah rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Ebenhaezer adalah kata yang tepat memaknai panggilan untuk bekerja di kantor. Sampai di sini Tuhan menolong kita yang selalu menaruh harap kepadaNya. Sekarang Melia menjadi seorang pegawai kantor yang diberkati. Mari tetap percaya, Ebenhaezer, pertolongan Tuhan selalu tetap waktu dan demi kebaikan kita. Andalkan Tuhan senantiasa, niscaya hidupmu diberkati.

doa: Ya Tuhan, tetaplah tolong kami, amin

*SUMBER, SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 11-17 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Karakter Hidup Orang Benar

Minggu, 11 Agustus 2024

bahan bacaan : Amsal 29 : 1-27

Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. 2 Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat. 3 Orang yang mencintai hikmat menggembirakan ayahnya, tetapi siapa yang bergaul dengan pelacur memboroskan harta. 4 Dengan keadilan seorang raja menegakkan negerinya, tetapi orang yang memungut banyak pajak meruntuhkannya. 5 Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. 6 Orang yang jahat terjerat oleh pelanggarannya, tetapi orang benar akan bersorak dan bersukacita. 7 Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya. 8 Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah. 9 Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan. 10 Orang yang haus akan darah membenci orang saleh, tetapi orang yang jujur mencari keselamatannya. 11 Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. 12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. 13 Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar. 14 Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. 15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. 16 Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. 17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. 18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. 19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya. 20 Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. 21 Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala. 22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. 23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. 24 Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya. 25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi. 26 Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan. 27 Orang bodoh adalah kekejian bagi orang benar, orang yang jujur jalannya adalah kekejian bagi orang fasik.

Hikmat yang Hakiki, Hikmat dari Allah

Jalan hidup orang benar, diterangi oleh cahaya Firman Tuhan. Apabila, ia jatuh tidaklah sampai tergeletak. Sebab Tangan Tuhan menopang”. Penggalan lagu rohani ini sungguh berkesan dan menguatkan setiap jiwa yang letih. Berbagai peristiwa yang menimpa kehidupan manusia akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Bencana alam, kelaparan, sakit bahkan kealpaan manusia sehingga melakukan kejahatan sering menjadi batu sandungan untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah. Amsal 29:1-27 secara tegas menyampaikan bahwa manusia yang hidup dalam keserakahan, kebebalan, kejahatan dan keangkuhan akan menuai kebinasaan. Sebaliknya, mereka yang hidup dipenuhi Roh Allah, berhikmat dan melakukan kehendak Allah akan menikmati berkat damai sejahtera Allah.  Meminta hikmat dari Allah untuk menjalani kehidupan di dunia ini adalah pilihan bijaksana dan tepat bagi orang yang takut akan Tuhan. Oleh karenanya, sebagai persekutuan keluarga, jemaat dan masyarakat hendaknya kita meminta hikmat Allah agar kita tetap dituntun ke jalan yang benar.

doa : tuntunlah kami dengan HikmatMU, Tuhan , Amin

Senin, 12 Agustus 2024

bahan bacaan : Amsal 21 : 21-23

21 Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. 22 Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan, dan merobohkan benteng yang mereka percayai. 23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

Kualitas Hidup Yang Membawa Pada Kebenaran & Kasih

Hari ini, 12 Agustus adalah hari Remaja Internasional atau International Youth Day. Dilansir dari situs resmi UNESCO, Hari ini diperingati sebagai hari dimana semua kaum muda bekerja sama untuk mendorong inovasi dan perubahan sosial serta menumbuhkan budaya perdamaian[1]. Sangatlah penting, anak-anak muda kita menjadi orang-orang yang cerdas secara intelektual dan spiritual, cakap dalam bertindak serta bijaksana dalam membangun relasi. Amsal 21:21-23 adalah bacaan yang menarik hari ini dan jika dikaitkan dengan hari remaja internasional, maka bacaan ini memiliki beberapa pesan bukan hanya untuk remaja atau anak-anak muda, tetapi untuk kita semua sebagai orang-orang percaya. Pertama, kita harus menjadi orang bijaksana dan berhikmat dalam kata dan perbuatan. Kedua, kita harus menjadi orang bijaksana yang tangguh menghadapi berbagai persoalan hidup. Ketiga, kita harus dapat menjaga perkataan agar tidak jatuh dalam dosa. Dengan demikian, marilah hidup dalam kebenaran dan kasih. Pertajam kata-kata yang memotivasi dan membawa sukacita, tetaplah menjadi bijaksana agar hidup dipenuhi hikmat Allah.

doa : tolonglah kami Tuhan, untuk menjadi orang yg Bijaksana, amin

Selasa, 13 Agustus 2024

bahan bacaan : Kolose 4 : 5-6

5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Bijak Dalam Berkata-Kata

Karakter seseorang terbentuk sangat tergantung pada didikan yang diterimanya. Karena itu, tidaklah heran terjadi banyak perbedaan karakter antara seseorang dengan yang lainnya. Kendati banyaknya perbedaan karakter, akan tetapi karakter hidup orang benar haruslah memiliki ciri khas tertentu. Ciri khas yang dimaksudkan tentu saja mencerminkan cara hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini nampak dalam nasihat rasul Paulus kepada jemaat Kristen di Kolose supaya tetap berhikmat dalam menjalani kehidupan. Karena dengan demikian maka jemaat dapat memanfaatkan dengan baik setiap keadaan ketika berbicara dan menjawab perkataan orang lain dengan baik dan benar. Artinya dengan berhikmat maka setiap sikap dan tindakan termasuk perkataan selalu disertai dengan kasih dan bukan sesuatu yang hambar. Karakter seperti ini yang harus dimiliki oleh semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab perkataan yang penuh kasih akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi pribadi sendiri, melainkan juga kepada orang lain. Oleh karena itu perbiasakanlah diri kita agar tetap bijaksana dalam berkata-kata dan lakukanlah yang benar! Pastikanlah bahwa setiap karakter yang tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat mencerminkan karakter hidup orang benar!

doa : Tuhan mampukanlah kami supaya bijaksana dalam berkata-kata, amin

Rabu, 14 Agustus 2024

bahan bacaan : Pengkotbah 7 : 8-9

8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. 9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Tetaplah Sabar

Sabar merupakan satu sikap bertahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati dll). Kelihatannya sabar adalah kata yang sangat sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam. Mengapa demikian? Sebab untuk mengaplikasikan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Kendatipun sangat sulit untuk dilakukan, namun sikap sabar harus menjadi karakter hidup orang benar. Ada banyak orang yang berpendapat bahwa kesabaran manusia ada batasnya, akan tetapi dengan panjang sabar akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Sikap panjang sabar dapat mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan. Misalnya: terjadinya konflik antar personal maupun kelompok (perpecahan), keputusasaan, kemarahan dan lain sebagainya. Melalui firman Tuhan saat ini, kita semua diingatkan agar lebih panjang sabar menghadapi tantangan dan persoalan hidup. Sikap panjang sabar juga akan menolong kita melewati tantangan dan persoalan itu dengan lebih tenang atau tidak tergesa-gesa dalam menilai dan mengambil keputusan. Artinya orang yang panjang sabar, secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi hati dan pikirannya untuk merenung dan berpikir sejenak dengan lebih jernih.

doa : Ya Allah, ajarilah kami untuk tetap sabar menjalani hari-hari hidup, amin

Kamis, 15 Agutus 2024

bahan bacaan : I Korintus : 15 : 33-34

33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Hindarilah Pergaulan Yang Buruk

Bertumbuh menjadi pribadi yang baik merupakan harapan semua orang terhadap orang yang dikasihinya. Namun ada sekian banyak realitas yang justru menunjukkan kebalikan dari harapan tersebut. Fakta seperti ini dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya akibat pergaulan yang buruk. Artinya pergaulan yang buruk sangatlah mungkin memberikan pengaruh negatif skaligus merusak kebiasaan-kebiasaan yang baik. Inilah yang dimaksudkan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus, agar mereka tidak hidup di dalam kesesatan. Sebab perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan, menunjukkan sikap hidup yang tidak mengenal Allah. Apa yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus penting juga diperhatikan oleh kita. Sebab, jika kita mengaku mengenal Allah maka kitapun harus hidup sesuai perintah dan kehendak-Nya. Kapanpun dan dimanapun kita berada, pastikanlah bahwa karakter atau sikap hidup yang benar sebagai orang yang mengenal Allah terus dipertahankan. Hindarilah pergaulan yang buruk, sebab dapat merusak karakter dan kebiasaan-kebiasaan kita yang baik. Ingatlah!!! dari karakter yang nampak pada diri kita, akan  menunjukkan siapa kita sesungguhnya.

doa : Tuhan, hindarilah kami dari pergaulan buruk yang dapat merusak diri, amin

Jumat, 16 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 39 : 1-23

Yusuf di rumah Potifar
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. 6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." 8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, 9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" 10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia. 11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. 12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. 13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, 14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. 15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. 17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. 18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. 20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. 21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

 Penguasaan Diri

Semua orang dapat dengan mudahnya membuat komitmen terhadap suatu hal, akan tetapi tidak semua orang dapat bertahan dengan komitmen tersebut. Sikap seperti ini seringkali terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai situasi, keinginan maupun kebutuhan hidup. Karena itu penguasaan diri menjadi bagian yang penting sebagai fungsi kontrol sebelum bertindak. Inilah yang nampak dalam kisah Yusuf ketika berada di rumah Potifar. Saat Yusuf diperhadapkan dengan situasi yang dapat membuatnya jatuh ke dalam dosa, akibat bujukan istri Potifar untuk tidur dan bersetubuh dengannya, ia tidak tergoda. Yusuf dapat menguasai dirinya, sehingga bertahan dari godaan tersebut. Penolakan terhadap istri Potifar membuat Yusuf disertai dan dilimpahkan kasih karunia oleh Tuhan. Tindakan Yusuf memberikan pengajaran penting kepada kita sebagai keluarga-keluarga Kristen. Kendatipun banyak godaan dan tawaran dunia yang menggiurkan, akan tetapi tidaklah benar jika membiarkannya untuk membawa kita jatuh dalam dosa. Oleh karenanya sebagaimana Yusuf menguasai dirinya, demikian pula dengan kita sebagai orang percaya. Cobaan hidup akan datang silih berganti mewarnai hari-hari kehidupan kita. Berilah diri kita dipimpin dan dituntun oleh Allah, baik secara pribadi maupun keluarga. Hiduplah dengan takut akan Tuhan dan jangan biarkan diri kita tunduk dalam dosa.

doa, Bapa, tolonglah kami agar dapat menguasai diri menghadapi cobaan hidup, amin

Sabtu, 17 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 6 : 15-23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Taati Allah

Taat merupakan satu sikap seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap Tuhan, pribadi seseorang, organisasi maupun pemerintah dengan alasan tertentu. Sikap taat akan ditunjukkan seseorang jika ia telah memberi diri sepenuhnya dan menjadi hamba. Dalam bagian ini Rasul Paulus menggambarkan dua perhambaan yakni yang memimpin kepada kematian dan yang memimpin kepada kebenaran. Paulus mengingatkan umat di Roma bahwa sebelum mereka percaya kepada Kristus, mereka adalah hamba-hamba dosa. Namun sekarang Allah telah berkenan dan mengasihi mereka, maka mereka harus melayani Allah. Artinya secara utuh ketaatan kepada dosa harus ditanggalkan dan diganti dengan kehidupan yang baru yaitu taat sebagai hamba Allah. Di momen perayaan HUT RI yang ke-79 tahun, sebagai masyarakat maupun umat Allah kita diajarkan untuk hidup di dalam ketaatan. Karena kita telah dimerdekakan dari dosa maka hidup yang taat kepada kebenaran harus menjadi laku kita setiap hari. Taat kepada Allah sama halnya dengan menaati perintah-Nya. Tetaplah hidup dalam ketaatan kepada Allah, sebab dengan demikian kita akan beroleh buah yang membawa kepada pengudusan dan kesudahannya ialah hidup yang kekal.

doa, : Roh Kudus mampukan kami menjadi peribadi-pribadi yang menaati Allah, amin


*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 4 – 10 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menyamai Tuhan Menuai Kekacauan

Minggu, 4 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 11 : 1-9

Menara Babel
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Minta Tuhan Hadir dan Berkati Kerja Kita

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dalam hidupnya tidak menginginkan selamat. Semua orang ingin selamat, sehingga selalu berupaya merencanakan dan melakukan segala sesuatu untuk keselamatan dirinya. Namun apa yang terjadi, jika segala rencana dan kerja kita itu tidak melibatkan Tuhan? Semua rencana dan kerja tersebut pasti akan mengalami kegagalan. Hal tersebut dapat kita lihat dalam teks Alkitab hari ini. Rencana dan pekerjaan untuk membangun menara Babel yang puncaknya sampai ke langit supaya terhindar dari bencana air bah atau banjir ternyata digagalkan oleh Tuhan melalui tindakan Tuhan yang mengacaubalaukan bahasa mereka. Tuhan bertindak demikian sebab rencana dan pekerjaan membangun menara Babel tidak melibatkan Tuhan, sehingga Tuhan mematahkan pemikiran dan keinginan hati mereka. Begitulah nasib kita, jika dalam merencanakan dan melakukan sesuatu tidak melibatkan Tuhan. Rencana dan kerja kita pasti gagal bahkan hancur apabila tidak meminta Tuhan turut bekerja dan memberkatinya.

Doa: Tuhan, hadirlah dan berkatilah saat kami melaksanakan pekerjaan apapun. amin

Senin, 5 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 10 : 12-19

12 Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong. 13 Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. 14 Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." 15 Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu! 16 Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala. 17 Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus, akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis puteri malu dan rumputnya pada satu hari juga. 18 Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya akan dihabiskan-Nya, dari batangnya sampai rantingnya, sehingga akan menjadi seperti seorang sakit yang merana sampai mati; 19 dan sisa pohon-pohon hutannya akan dapat dihitung banyaknya, sehingga seorang anak dapat mencatatnya.

Berhentilah dari Sikap Angkuh dan Sombong

Setiap manusia pasti tidak ingin mengalami kecelakaan dalam hidup sehingga selalu berupaya terhindar dari kecelakaan, apapun bentuk kecelakaan tersebut. Meskipun demikian, hal yang harus menjadi perhatian yaitu penyebab kecelakaan yang menimpa seseorang. Salah satu penyebab seseorang mengalami kecelakaan dalam hidup adalah keangkuhan dan kesombongan. Teks Alkitab hari ini menegaskan tentang akan datangnya penghukuman berupa kecelakaan yang menimpa bangsa Asyur, yang disebabkan oleh keangkuhan dan kesombongan raja Asyur. Keangkuhan dan kesombongan raja Asyur menyebabkan campur tangan Tuhan yang memberikan kecelakaan, lalu menyelamatkan umatNya, Israel. Hal ini menujukkan bahwa sikap keangkuhan dan kesombongan merupakan suatu kekejian bagi Tuhan. Jadi, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjauhkan diri dari sikap angkuh dan sombong, agar kecelakaan menjauh dari kehidupan kita.

dia : Jauhkanlah keangkuhan dan kesombongan dari hidup kami, amin

Selasa, 6 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 14 : 1-12

Ejekan tentang raja Babel
Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub. 2 Bangsa-bangsa lain akan mengantar Israel pulang ke tempatnya, lalu kaum Israel akan memiliki bangsa-bangsa itu di tanah TUHAN sebagai hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan. Demikianlah mereka akan menawan orang-orang yang menawan mereka dan akan berkuasa atas para penindas mereka. 3 Maka pada hari TUHAN mengakhiri kesakitan dan kegelisahanmu dan kerja paksa yang berat yang dipaksakan kepadamu, 4 maka engkau akan memperdengarkan ejekan ini tentang raja Babel, dan berkata: "Wah, sudah berakhir si penindas sudah berakhir orang lalim! 5 TUHAN telah mematahkan tongkat orang-orang fasik, gada orang-orang yang memerintah, 6 yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya. 7 Segenap bumi sudah aman dan tenteram; orang bergembira dengan sorak-sorai. 8 Juga pohon-pohon sanobar dan pohon-pohon aras di Libanon bersukacita karena kejatuhanmu, katanya: 'Dari sejak engkau rebah terbaring, tidak ada lagi orang yang naik untuk menebang kami!' 9 Dunia orang mati yang di bawah gemetar untuk menyongsong kedatanganmu, dijagakannya arwah-arwah bagimu, yaitu semua bekas pemimpin di bumi; semua bekas raja bangsa-bangsa dibangunkannya dari takhta mereka. 10 Sekaliannya mereka mulai berbicara dan berkata kepadamu: 'Engkau juga telah menjadi lemah seperti kami, sudah menjadi sama seperti kami!' 11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." 12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

 Jangan Menindas Supaya Tidak Ditindas

Dalam hidup kita pasti tidak ingin mengalami penindasan dalam bentuk apapun  dan dari siapa pun. Sejalan dengan hal ini, dalam hidup ini pula kita tidak diperkenankan untuk melakukan apapun kepada siapa pun yang bersifat penindasan. Mengapa demikian? Sebab perbuatan menindas orang lain merupakan hal yang sangat dibenci oleh Tuhan. Teks Alkitab hari ini menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan akan menghancurkan bangsa Babel yang menindas kaum Israel. Ketika Bangsa Babel menindas Israel, Tuhan-lah yang berperkara menghancurkan bangsa Babel yang telah menindas umatNya, Israel. Tuhan membenci perlakuan penindasan yang dilakukan oleh orang-orang di Babel, sehingga pada waktunya Tuhan sendiri yang akan menghancurkan kehidupan para penindas. Karena itu, jauhkanlah diri kita dari perbuatan yang menindas kehidupan orang lain dalam bentuk apapun.

Doa: Mampukanlah kami untuk tidak menindas hidup orang lain  Amin.

Rabu, 7 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 40 : 18-20

18 Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? 19 Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya. 20 Orang yang mendirikan arca, memilih kayu yang tidak lekas busuk, mencari tukang yang ahli untuk menegakkan patung yang tidak lekas goyang.

Kasih Allah Dalam Diri Manusia

Imago Dei atau gambar Allah. Istilah dari bahasa Latin ini menjelaskan bahwa manusia adalah Gambaran Allah yang dipenuhi kasih, kerendahan hati, kelemahlembutan serta kebaikan. Gambaran Allah jangan diartikan sama dengan atau ingin menjadi Allah. Manusia bukanlah Allah. Oleh karena itu, jika didapati manusia yang mengatasnamakan dirinya sebagai ”yang berkuasa”, kemudian dengan seenaknya dapat mengambil atau merenggut nyawa manusia lain, bahkan mengatur jalan hidup manusia lain, maka  hal tersebut merupakan wujud keserakahan atau ingin sama dengan Tuhan Allah.Yesaya 40 : 18 – 20 merupakan bagian kedua dari pasal 40-48 yang mengisahkan tentang keselamatan Bangsa Israel di dalam pembuangan. Nabi Yesaya memperingatkan bangsa Israel untuk tidak menyamakan diri mereka sama seperti Tuhan Allah. Sesuai perikop bacaan bahwa Allah itu di atas semua allah. Manusia yang ingin menjadi sama dengan Tuhan Allah, apapun usahanya tidaklah akan mendatangkan damai sejahtera dan sukacita

Doa: Ajari kami Ya Allah, untuk memahami diri kami sebagai ciptaan-Mu yang terbatas. Amin

Kamis, 8 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 40 : 25-26

25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.

Kebesaran Kuasa Allah Melampaui Kehebatan Manusia

Tuhan pencipta semesta, Kaulah yang Maha Mulia. Sungguh besar Karunia yang Kau beri”. Pujian dari KJ No 289 ini mengisahkan tentang Kemuliaan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Lagu ini ditulis oleh John. Bacchus Dykes (1823-1876). Nabi Yesaya dalam bacaan kita pun mengakui Kemahakuasaan Tuhan dan KemuliaanNya. Bahwa hanya Tuhan Allah yang berkuasa atas alam semesta ini dan semua ciptaan yang ada. Oleh karenanya, hendaklah kita sebagai orang-orang percaya mengakui kemahakuasaan Tuhan Allah sebagai Pencipta Alam Semesta ini. Sama halnya dengan Nabi Yesaya, kita sebagai hasil ciptaan Allah tidaklah baik untuk memegahkan diri kita. Bermegah atas kemanusiaan kita hanya akan mendatangkan kehancuran. Ayat 26 dari bacaan saat ini menyadarkan kita tentang betapa kecilnya manusia di hadapan Allah. Tiada satu pun manusia yang mampu menandingi kuasa dan kekuatan Allah. Terkadang manusia terlalu bernafsu dengan kehebatan dan kekuatannya, sehingga lupa menengadah ke atas (langit) bahwa alam semesta ini hanya tempat persinggahannya saja dan tidaklah abadi untuk ditempati.

Doa: Ajari kami Ya Allah, untuk tetap merendah di HadapanMu. Amin

Jumat, 9 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 46 : 5-7

5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? 6 Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya! 7 Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.

Hatiku Mengagungkan Allahku, Tuhan & Penyelamatku

Orang yang mendua hatinya tidak akan pernah hidup dalam ketenangan. Mengutip teks bacaan dari Yakobus 1: 8 yang dapat diartikan dengan hidup percaya kepada Allah tetapi juga berhala. Dewasa ini, marak sekali penyembahan berhala terjadi. Manusia lebih mengutamakan “berhala” daripada beribadah kepada Allah. Berhala zaman modern ini, tidak hanya berupa patung-patung, melainkan berupa kuasa-kuasa kegelapan, orang-orang pintar, teknologi, dll. Kecenderungan manusia saat ini lebih percaya pada berhala-berhala itu daripada Allah sendiri. Dikuasai oleh kepentingan diri dan ketidakpuasan terhadap sesuatu, manusia kemudian memilih menyembah ‘berhala’ agar dapat memenuhi keinginan hatinya. Nabi Yesaya mengingatkan bahwa allah lain/berhala yang disembah dan dipuja-puji tidaklah memiliki kuasa apapun. Oleh karenanya, jika kita masih mengandalkan berhala-berhala itu maka celakalah kita. Jangan mudah tergoda dengan godaan dunia, kesenangan sesaat bahkan hasil yang instan. Sebab, semua hanya kesia-siaan. Jadilah keluarga yang tetap mengandalkan Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan jadilah pribadi yang sungguh memuliakan Allah dalam segala keperkasaanNya.

Doa: Ya Tuhan,, KepadaMu sajalah kami menyembah & berserah. Amin

Sabtu, 10 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 46 : 8-13

8 Ingatlah hal itu dan jadilah malu, pertimbangkanlah dalam hati, hai orang-orang pemberontak! 9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, 10 yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, 11 yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya. 12 Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran: 13 Keselamatan yang dari pada-Ku tidak jauh lagi, sebab Aku telah mendekatkannya dan kelepasan yang Kuberikan tidak bertangguh lagi; Aku akan memberikan kelepasan di Sion dan keagungan-Ku kepada Israel."

Hanya Dekat Allah Saja, Ada Ketenangan

Hampir semua penyakit manusia disebabkan karena pikiran. Banyak dokter menganjurkan pasien yang mengalami sakit, apapun sakitnya, untuk tidak stress atau pikiran. Sebab kontrol kewarasan dan kesehatan manusia terletak pada hati dan pikiran. Jika hati kacau, pikiran kacau, maka tubuh akan sakit. Sebaliknya, jika hati sukacita, pikiran tenang, maka tubuh akan sehat dan bugar. Orang Kristen dianjurkan untuk memiliki hati yang gembira, sebab itu adalah obat yang manjur. Hati yang gembira pula memberikan kelegaan dan kelepasan apalagi jika dibarengi dengan penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan Allah. Nabi Yesaya mengingatkan umat Allah untuk tidak menjadi orang-orang fasik dan tidak menjadi penyembah berhala. Yesaya sungguh menginginkan umat kepunyaan Allah merasakan bahwa hanya dengan berserah kepada Allah maka hidup akan merasakan kelegaan dan terselamatkan. Kita sebagai orang tua dan anak-anak dianjurkan agar tetap saling mengingatkan untuk hidup di dalam Allah, hidup saling menghargai dan menghormati, Hidup saling menopang sebagai satu keutuhan keluarga Allah.

Doa: Ya Allah, hidupkanlah KasihMu yang agung dan selamatkanlah kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 28 Juli – 3 Agustus 2024

Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Melayani sebagai Kawan Sekerja Allah

Minggu, 28 Juli 2024

bahan bacaan : Filipi 2 : 19 – 3 : 1a

Timotius dan Epafroditus
19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. 20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; 21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. 22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya. 23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku; 24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang. 25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. 26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. 27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. 28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. 29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. 30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku. Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan.

Saling Membantu Sebagai Kawan Sekerja Allah

Tema pelayanan kita sepanjang minggu ini adalah “melayani sebagai kawan sekerja Allah”. Tema ini diangkat melalui nas bacaan hari ini yang mana terdapat dalam surat pastoral rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Paulus menceritakan semua pelayanan pekabaran injil Kristus dengan berbagai tantangan dan persoalan termasuk juga kondisi kesehatannya dapat dilakukan karena bantuan, baik Timotius maupun Epafroditus sebagai kawan sekerja Allah. Hal tersebut membuat Paulus tetap bersyukur dan bersukacita di dalam Tuhan serta mengajak jemaat untuk berada dalam kondisi demikian. Ajakan serta nasehat Paulus kepada jemaat di Filipi ini, agar mereka menerima Timotius dan Epafroditus menjadi bagian dari seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai satu persekutuan orang percaya. Semua orang percaya sebagai kawan sekerja Allah adalah hal penting yang harus dipahami untuk mewujudkan tanggung jawab pelayanan yang saling membantu dan menopang. Sebagai keluarga Allah untuk mewujudkan persekutuan hidup yang saling membantu dan menolong satu dengan yang lain dalam tugas pelayanan dan kesaksian

Doa: Ya Tuhan mampukan kami sebagai kawan sekerjaMu dengan saling membantu dalam tugas pelayanan dan kesaksian. Amin

Senin, 29 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 1 – 2  

Salam
Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea, 2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.

Wujudkan Sikap Hidup Sebagai Kawan Sekerja Allah

Saling membantu dan menolong satu dengan yang lain merupakan hal baik untuk diwujudkan sebagai satu persekutuan hidup orang percaya. Hal ini dinasehati oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam nas Alkitab hari ini. Paulus meminta jemaat di Roma untuk memperhatikan Febe yang merupakan kawan sekerja dalam tugas pelayanan pemberitaan Injil Kristus di Kengkrea. Perhatian dan dukungan jemaat terhadap Febe merupakan bukti bahwa jemaat Roma telah mengambil bagian dalam tugas-tugas pelayanan dan kesaksian sebagai kawan sekerja Allah. Itulah sebabnya jemaat di Roma mesti menanggapi permintaan Paulus ini dengan penuh kerelaan hati dan sukacita sebagai satu persekutuan orang percaya. Paulus sangat peduli kepada Febe sebagai kawan sekerja Allah, yang juga memperhatikan dan memberikan bantuan kepada Paulus. Itulah indahnya persekutuan hidup orang percaya yang saling memperhatikan dan membantu satu dengan yang lain ditengah tugas panggilan pelayanan dan kesaksian kita. Saling memperhatikan dan membantu dapat kita lakukan mulai dari dalam kehidupan keluarga dan akan berdampak positif kepada semua orang untuk menikmati berkat dan sukacita dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan tolong dan mampukan kami untuk hidup saling membantu sebagai kawan sekerja Allah. Amin

Selasa, 30 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 3 – 7

3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

Ucapan Salam dan Terima Kasih Sebagai Kawan Sekerja Allah

Rasul Paulus sebagai tokoh pekabaran injil yang punya nama besar dalam sejarah pemberitaan injil Kristus merasa bersyukur dan berterima kasih karena bantuan dari teman-teman sepelayanannya. Diantaranya ada suami istri Priskilia dan Akwila yang disebut mempertaruhkan nyawa untuk kehidupan Paulus. Hal yang sama juga dilakukan oleh semua jemaat bukan Yahudi, yang telah menjadi bagian dari seluruh proses perjuangan bersama dalam melakukan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Ucapan salam dan terima kasih menunjukkan sosok Paulus yang rendah hati. Paulus mengakui tanpa bantuan dan dukungan mereka, ia tidak mungkin berhasil untuk melakukan tugas pelayanan dan kesaksiannya. Sebuah teladan bagi kita untuk tahu bersyukur dan berterima kasih atas bantuan semua orang sebagai teman sekerja. Hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan hanya dapat dilakukan karena adanya dukungan yang lain dan dilakukan demi hormat serta kepujian nama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan terima kasih untuk bantuan dan dukungan teman-teman sekerja dalam melakukan tugas-tugas pelayanan. Amin.

Rabu, 31 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 8-11

8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus. 11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

Sukacita Hidup Sebagai Kawan Sekerja Allah

Tanpa terasa kita telah tiba diakhir bulan Juli dengan tetap mengucap syukur atas anugerah dan kasih sayang Tuhan yang besar dalam seluruh perjalanan hidup kita. Berbagai tugas dan tanggung jawab pelayanan dapat kita lakukan bersama dengan semua orang sebagai rekan sekerja Allah. Sekalipun berbagai tantangan dan persoalan dihadapi, namun semua situasi itu dapat dilalaui dengan baik dalam kebersamaan sebagai satu persekutuan. Kita mengucap syukur dan berterima kasih kepada mereka semua serta memberikan salam sebagai tanda persekutuan hidup orang percaya. Rasul Paulus meneladankan pelayanannya kepada jemaat di Roma, dan caranya menghargai bantuan orang lain dengan menempatkan pada surat pastoralnya, ucapan terima kasih serta salam kepada umat secara keseluruhan juga kepada pribadi-pribadi yang disebutkan nama-nama mereka. Dalam pemberian salam terkandung juga ikatan emosional yang dalam antara Paulus dengan mereka. Ia merasakan suka duka pelayanan bersama mereka sebagai kawan sekerja Allah. Hal tersebut kemudian selalu memberikan semangat dan sukacita bagi Paulus dan jemaat serta memotivasi iman mereka untuk tekun melayani. 

Doa: Terima kasih Tuhan, mampukan kami untuk melayani bersama dengan mereka sebagai kawan sekerja Allah. Amin.

Kamis, 1 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 12-16

12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. 13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka. 15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. 16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.

Bersama Melayani Sebagai Kawan Sekerja Allah

Kekeluargaan merupakan hal yang penting dalam hidup manusia sebagai mahluk sosial. Salah satu wujud kekeluargaan adalah menjadikan orang lain sebagai teman atau kawan. Hal ini haruslah hidup dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pekerjaan Tuhan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pekerjaan Tuhan dalam wujud pelayanan kepada umat Tuhan atau sesama manusia harus menempatkan sesama pelayan sebagai kawan sekerja Allah. Itulah yang ditekankan dan diwujudkan oleh Rasul Paulus.

Ketika Paulus memberi salam kepada Trifena, Trifosa, Rufus, dan lain-lain, maka salam Paulus kepada mereka semua bertujuan untuk menempatkan mereka tidak sebagai bawahan atau orang asing, melainkan selaku rekan atau kawan sekerja Allah, apalagi mereka semua adalah orang-orang yang ambil bagian membantu pelayanan dan turut bekerja dalam membantu pelayanan. Mari, jadikan semua orang yang terlibat dalam pelayanan sebagai kawan sekerja Allah !

Doa: Mampukanlah kami untuk menjadi kawan sekerja Allah yang baik.  Amin.

Jumat, 2 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 17-20

Peringatan
17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Jangan Jadi Batu Sandungan Dalam Pekerjaan Tuhan

Sebagai kawan sekerja Allah, prinsip yang harus dimiliki dalam pelayanan adalah bersama-sama bekerja untuk kemajuan bersama. Hal ini penting untuk diperhatikan, mengingat sering kita sebagai pelayan mencari popularitas dalam pelayanan. Sikap mencari popularitas dalam pelayanan akan membuat seseorang bertindak menjadi batu sandungan bagi orang lain yang melakukan pelayanan. Firman Tuhan ini mengingatkan orang-orang percaya untuk waspada terhadap mereka yang menjadi batu sandungan dalam persekutuan kawan sekerja Allah, yakni yang perkataan dan perbuatannya menimbulkan perpecahan dan penuh tipu daya. Semua dilakukan hanya untuk memenuhi keinginan perut mereka sendiri. Penting untuk diingat, bahwa ketika di antara kita ada yang menempatkan diri menjadi batu sandungan dalam pelayanan, maka berkat Tuhan seperti yang terlihat dalam ayat 20 bacaan ini tidak akan menjadi bagian yang dinikmati oleh kita yang selama ini melakukan pelayanan. Hindarilah diri dari kecenderungan untuk menjadi batu sandungan bagi orang lain dalam pekerjaan pelayanan Tuhan!

Doa: Tolonglah kami untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.  Amin

Sabtu, 3 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 21-24

21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa. 22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. 24 (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.)

Saling Memberi Salam Dalam Hidup

Salah satu peran penting, yang kadang dilupakan oleh kita adalah menyampaikan salam kebaikan dan salam damai bagi orang lain. Sebenarnya ada manfaat dari penyampaian salam tersebut kepada orang lain. Salah satu manfaat adalah kita telah menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dalam teks hari ini Paulus meneruskan salam dari Timotius, Lukius, Yason, Tertius, Sosipater, Gayus, Erastus, dan Kwartus untuk jemaat Roma. Mereka ini adalah orang-orang yang telah turut membantu Paulus dalam pekerjaan Tuhan. Di akhir penyampaian salam tersebut Paulus menyampaikan berkat kepada jemaat Roma. Hal ini menunjukkan bahwa saling memberi dan meneruskan salam kepada orang lain itu penting, sebab dengan begitu kita telah menjaga persekutuan hidup sebagai pelayan-pelayan Allah, bahkan kita telah menjadi berkat bagi orang lain.  

Doa: Ingatkanlah kami untuk selalu memberi salam kepada yang lain. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JULI DAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan yang Berkualitas untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Pelayan yang Menyukakan Hati Allah

Minggu, 21 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Tesalonika 2 : 1 – 12

Pelayanan Paulus di Tesalonika
Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi-- 6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Melayani Dengan Hati

Tema mingguan: “Pelayan yang menyukakan hati Allah” adalah pelayan yang melakukan kehendak Tuhan dalam praktek hidup sehari,hari, misalnya: tidak boleh bermulut manis (ay.5) mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain tapi memiliki maksud yang tidak baik, serakah, cinta uang (1.Tim.6:19), mencari pujian (ay.6) Seorang pelayan tidak boleh memuji diri atau suka dipuji orang lain. Sebaliknya, ia harus hidup ramah, sikap penuh kasih dan baik hati (ay.7),  rajin memberitakan inji kepada sesama (ay.8), pekerja keras (ay.9), memiliki karakter yang saleh, adil dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik (ay.10), saling mendukung dan menguatkan terutama mereka yang lemah iman (ay.11), Hidup sesuai kehendak/perintah Allah (ay,12). Nasehat Paulus di atas, merupakan karakter kristiani yang harus dimiliki oleh orang percaya, terutama pelayan Tuhan dalam melaksanakan tugas pemberitaan injil bagi keluarga, gereja dan masyarakat.

Doa, Roh Kudus Menuntun kami melayani dengan hati, amin

Senin, 22 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 7-11

7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. 11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Roh Menuntun Kita Menegakkan Hukum

Hari ini, 22 Juli diperingati sebagai Hari Kejaksaan Nasional. Momentum ini dirayakan sebagai wujud apresiasi terhadap berbagai upaya penegakkan hukum dan keadilan yang dilakukan oleh lembaga kejaksaan selama ini. Sekalipun kenyataannya, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan proses penegakkan hukum belum tuntas dan memberi keadilan bagi seluruh masyarakat terutama orang-orang lemah. Nas bacaan hari ini berbicara tentang pelayan-pelayan perjanjian yang baru. Paulus memberikan pemahaman baru kepada Jemaat Korintus, khususnya kepada mereka yang adalah orang Yahudi tentang hukum taurat (hukum Musa), bahwa hukum taurat merupakan dokumen tertulis tapi perjanjian baru didasarkan pada kuasa Roh yang menghidupkan. Manusia bisa saja memberlakukan hukum tertulis, namun sewaktu-waktu bisa melanggar hukum. Karena itu, Roh harus bekerja dihatinya supaya menjadi taat dan patuh terhadap ketentuan hukum. Pesan nas ini kepada para penegak hukum (Jaksa, Hakim, Polisi) maupun masyarakat, yakni hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus supaya kita taat hukum.

doa, Roh Kudus, kiranya menuntun penegak hukum melaksanakan tugas dengan adil dan benar, amin

Selasa, 23 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 12-18

12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, 13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Yesus Membuka Jalan Menuju Keselamatan

Perikop ini berisi usaha Paulus untuk membela kerasulannya sekaligus melawan orang-orang Yahudi yang lebih suka perjanjian lama dan hukum Taurat serta menolak perjanjian yang baru atau hubungan yang baru dengan Kristus. Mereka membandingkan cara pelayanan Paulus dengan pelayanan yang dilakukan oleh Musa. Menurut Paulus, hukum taurat hanya berisi loh-loh batu untuk ditaati oleh umat Israel sedangkan perjanjian baru berisi perjanjian antara Allah dan manusia yang telah diperbaharui/diperdamaikan didalam Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib yang memimpin kepada kehidupan, pembenaran dan keselamatan. Bagi Paulus, penolakan mereka terhadap Yesus karena pikiran mereka dihalangi oleh selubung (hati yang terikat pada hukum Taurat) sehingga mereka tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan. Karena itu, mereka harus membuka hati untuk menerima Yesus Kristus dan bersedia untuk melayani Allah. Nas ini mengajarkan kita untuk membuka “selubung” yakni prasangka, ketakutan, kekuatiran, kepentingan diri serta melayani Tuhan dengan berani, taat dan setia.

doa, Tuhan tuntunlah kami dengan Roh Kudus supaya tetap setia, amin

Rabu, 24 Juli 2024

bahan bacaan : Lukas 16 : 10-13

Setia dalam perkara yang kecil Nasihat
10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

 Kesetiaan Berawal Dari Hal Kecil

Filsuf Tiongkok, Lao Tzu mengatakan “Kesetiaan” ibarat perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah pertama. Jangan meremehkan satu langkah jika ingin mencapai banyak langkah ke depan artinya jangan meremehkan tanggung jawab yang kecil, bila kita berharap mendapatkan tanggung jawab yang besar, Lukas 16:10-13, berisi nasehat Tuhan Yesus kepada kita supaya setia melakukan tugas. Sekecil apapun tugas tersebut, kita harus melakukannya dengan jujur, taat dan disiplin. Banyak orang berkeinginan untuk meraih sukses besar, jabatan, kuasa, kekayaan tapi kenyataannya tidak menjalankan tugas tersebut dengan baik. Akhirnya menggunakan cara-cara yang tidak benar, seperti: suap, korupsi, menjatuhkan orang lain, dsb. Selain itu, kesetiaan juga terkait dengan bagaimana seorang hamba tidak boleh mengabdi kepada Allah dan kepada mamon (uang). Kita hidup membutuhkan uang tapi tidak boleh mencintai uang lebih daripada Tuhan. Karena akar kejahatan adalah cinta uang (1 Tim. 6:10). Dan barangsiapa yang mencintai uang akan binasa.

doa : Tuhan Tuntunlah kami menjadi pelayan yang menyukakan hati Tuhan, amin

Kamis, 25 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Raja-raja 5 : 16-18

16 Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak. 17 Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN. 18 Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu."

Melayani Tuhan Tanpa Pamrih

Tema pelayanan kita di minggu ini adalah “pelayan yang menyukakan hati Allah”. Tema ini tercermin melalui sikap nabi Elisa yang menolak pemberian hadiah dari Naaman panglima raja Aram setelah disembuhkan dari sakit kusta. Nabi Elisa menjawab Naaman bahwa ia sebagai pelayan Tuhan tidak akan menerima pemberian dari orang yang ia layani, sebab hal tersebut telah menjadi tugas panggilan pelayannya. Sekalipun terus dipaksa oleh Naaman, namun nabi Elisa tetap saja menolaknya. Hal ini membuat Naaman bersimpati terhadap nabi Elisa dengan meminta setumpuk tanah untuk dibawa pulang dan dia pun percaya kepada Allah Israel dan mau hidup menyembahNya. Sikap nabi Elisa yang melayani tanpa pamrih sekaligus menjadi kesaksian bagi Naaman untuk percaya kepada Allah Israel. Sebuah teladan yang baik bagi kita semua bahwa melayani Tuhan melalui pekerjaan, usaha maupun pelayanan kita, hendaknya kita lakukan dengan tanpa pamrih dan tidak mengharapkan imbalan apapun, sebab kita yakin Tuhan sumber berkat akan memberikan kelimpahan berkat bagi kita. Sikap demikian akan menjadi kesaksian bagi semua orang untuk menjadi percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat yang memberkati kita ketika melayani tanpa pamrih.   

Doa:  Tuhan tuntun dan mampukan kami untuk melayaniMu tanpa mengharapkan imbalan apapun. Amin

Jumat, 26 Juli 2024

bahan bacaan : Efesus 6 : 5-7

5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Melayani Tuhan dan Sesama Sesuai Dengan KehendakNya

Setiap pekerjaan maupun usaha yang kita lakukan hendaknya didasari pada pemahaman bahwa semuanya itu ditujukan untuk Tuhan dan kemuliaan namaNya. Hal ini dinasehati oleh Rasul Paulus dalam surat pastoralnya kepada jemaat di Efesus terkhusus kepada para hamba. Mereka ini adalah bawahan, sehingga pasti tunduk kepada tuan karena ada bayaran atau upah. Hal tersebut merupakan suatu kewajaran dan kewajiban, sebab mereka telah bekerja kepada tuannya. Namun nasehat ini mengingatkan bahwa tujuan mereka bekerja seharusnya bukan upah atau uang semata, namun merupakan wujud iman dan ketaatan kepada Tuhan. Nasehat tersebut juga penting bagi kita sebagai keluarga Allah dalam melaksanakan seluruh tugas dan pelayanan. Hendaknya kita melakukannya dengan ketulusan hati dan sukacita sebab kita melakukan bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan serta bagi hormat dan kepujian namaNya. Dengan demikian kita selalu menyukakan hati Tuhan melalui pekerjaan dan pelayanan kita.

doa : Ya Tuhan kuatkan kami agar semua pekerjaan yang dilakukan untuk menyukakan hati_Mu Tuhan, amin

Sabtu, 27 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 58

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Melayani Tuhan Jerih Payah Tidak Sia-Sia

Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus menjadi inti dari seluruh pemberitaan injil yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Sekalipun diwarnai dengan berbagai tantangan bahkan penderitaan, namun Paulus tetap menasehati jemaat di Korintus agar mereka tetap berdiri teguh, tidak goyah dan selalu giat dalam melayani pekerjaan Tuhan. Jemaat harus selalu setia dalam memberitakan Kristus yang bangkit dan telah memberikan jaminan keselamatan  bagi jemaat dan setiap orang percaya. Paulus menegaskan bahwa jemaat harus memahami relasi jemaat dengan Tuhan sebagai persekutuan. Sebab, semua yang dilakukan dengan iman dan pengharapan demi kemajuan injil serta kemuliaan nama Tuhan, maka ada upah dari jerih dan kerja keras jemaat yakni keselamatan kekal didalam Tuhan Yesus Kristus. Berita sukacita ini juga diperuntukan bagi kita sebagai keluarga Allah yang terpanggil untuk memberitakan injil Kristus bagi semua orang melalui tutur kata, sikap serta perbuatan kita. Kita melakukannya dengan penuh sukacita, sebab kita yakin bahwa jerih payah tidak sia-sia yakni tersedia mahkota kehidupan bagi kita sebagai orang percaya. 

Doa:  Terima kasih Tuhan yang memberikan jaminan keselamatan kekal bagi kami yang giat selalu dalam pekerjaanMu. Amin.-

  • SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Kesiapan Diri Menjadi Pelayan Kristus

Minggu, 14 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 3 : 1 – 13

Syarat-syarat bagi penilik jemaat
Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." 2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
Syarat-syarat bagi diaken
8 Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, 9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. 10 Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. 12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. 13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.

Tunjukanlah Teladanmu Sebagai Pelayan Kristus

Ungkapan yang sering disampaikan pada musim hujan adalah “Sedialah payung sebelum hujan”, atau untuk seseorang yang ingin berperang sering disampaikan: “Sedialah peluru sebelum perang”. Secara sederhana, ungkapan itu menegaskan pentingnya persiapan sebelum memulai pekerjaan. Kita kemudian sepakat, bahwa pekerjaan yang didahului dengan persiapan memilki hasil maksimal. Teks 1 Timotius 3:1-13 turut memerlihatkan sejumlah syarat persiapan bagi penilik jemaat dan diaken. Disampaikan bahwa setiap umat yang hendak dipilih menjadi pelayan gereja harus memiliki perilaku hidup benar, yang ditunjukan melalui hidup bijaksana dan sopan (ay. 2), peramah dan pendamai (ay. 3), sebab sikap itu menjadi bukti apakah dirinya telah mengenal dan melakukan kehendak Allah. Mereka juga dipanggil untuk menjaga keharmonisan keluarga sebagai cerminan bagi keluarga dan jemaat yang lain. Penting kemudian disadari bahwa syarat tersebut juga merupakan panggilan pelayanan bersama di masa kini. Setiap umat perlu menyadari pentingnya memiliki perilaku hidup benar sebagai bentuk keteladan umat dan pelayan Kristus. Ingatlah motivitasi Paulus, bahwa salah satu dari kekuatan jemaat dan pelayanan gereja terletak pada karakter (teladan) hidup umat dan pelayanNya.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu menjadi teladan bagi sesama. Amin.

Senin, 15 Juli 2024

bahan bacaan : Galatia 1 : 11-24

Bagaimana Paulus menjadi rasul
11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. 21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Panggilan Pelayanan Sebagai Augerah Allah!

Seseorang yang bertumbuh dalam iman akan mengakui bahwa jika dirinya dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk suatu proses pelayanan maka itu adalah bukti anugerah dan kehendak Allah. Sebab pilihan dan panggilan Allah tidak dapat dipengaruhi atau diintervensi oleh siapapun. Rasul Paulus dalam teks Galatia 1:11-24 turut mempertegas pernyataan tersebut. Paulus memberi kesaksian, bahwa dirinya pernah menganiaya dan berusaha membinasakan jemaat Kristen, sebab dirinya tidak percaya kepada Kristus. Tetapi jika saat ini ia (sebagai seorang rasul) kembali berusaha membangun jemaat Kristus maka sesungguhnya itu didasari pada imannya, bahwa Allah melalui Yesus yang telah memilihnya sejak dalam kandungan ibunya. Bahkan Allah juga yang telah mengaruniakannya kasih karunia. Berdasarkan kesaksian Paulus tersebut maka satu hal yang mesti kita dipahami di saat ini, bahwa Allah selalu memiliki kehendak bebas untuk memilih dan memanggil siapapun dalam proses perkembangan pelayanan-Nya. Belajar dari iman dan kesaksian Paulus maka yang perlu untuk kita akui adalah Allah tidak pernah keliru dalam menentukan pilihan dan panggilan-Nya. Sebagai umat percaya, kita dituntut untuk menjadi sama seperti Paulus yang meyakini, bahwa jika kita dipilih menjadi pelayan maka itu adalah panggilan dari Allah. Allah yang telah menyatakan kehendak bebas-Nya, sehingga segala bentuk panggilan pelayanan tersebut adalah sebuah anugerah dari Allah.

Doa: Kami bersyukur Tuhan, atas panggilan pelayanan-Mu, sebab kami percaya bahwa itu adalah anugerah Amin.

Selasa, 16 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 15 – 18

15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada…! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga! 16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. 17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. 18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Bersukacita dan Tanpa Pamrih Dalam Pelayanan

Mungkin di antara kita pernah mendengarkan salah satu penggalan lirik lagu: “Kerja buat Tuhan, selalu manis e. Biar sondor gaji, selalu manise”. Penggalan lirik tersebut memberi penegasan dan panggilan, bahwa melalukan pelayanan jangan didasari pada penerimaan upah, melainkan sebagai bukti keikutsertaan kita dalam pekerjaan Tuhan di tengah dunia. Pendasaran yang sama turut disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:15-18. Paulus menyampaikan, bahwa sebagai seorang rasul, ia memiliki banyak hak dalam pelayanannya (ay. 1-14), namun ia tidak pernah mempergunakannya (ay. 15). Ia menyampaikan, bahwa ia tidak mempergunakan haknya sebab ia menyadari pelayanan sebagai kewajiban. Bahkan ia melakukannya bukan sesuai kehendaknya, melainkan berdasarkan apa yang ditanggungkan Allah. Pengakuan Paulus kemudian menjadi pendasaran bahwa tidak boleh satupun pelayan yang bermegah dengan hasil pelayanan-Nya, sebab hanya Allah yang patut dimegahkan dari seluruh hasil pelayanan. Motivasi yang sama harus turut dimaknai dalam pelayanan masa kini, bahwa proses pelayanan jangan didasari pada upah. Sebaliknya, pelayanan harus didasari pada kesediaan yang tulus, sehingga kita dapat memahami bahwa upah sesungguhnya dari proses pelayanan adalah kesukacitaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk melakukan pelayanan-Mu dengan sukacita dan tanpa pamrih. Amin.

Rabu, 17 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 19 – 23

19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. 20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. 21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. 22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. 23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Lakukan Pelayanan Allah Kepada Semua Orang

Menjadi pertanyaan sederhana untuk kita renungkan dan evaluasi saat ini adalah kepada siapa pelayanan itu harus diberikan? Pertanyaan ini menjadi penting sebab kecenderungan pelayanan yang dilakukan untuk orang dan komunitas tertentu masih terjadi. Kenyataan yang sama turut terjadi dalam jemaat Korintus, sehingga Paulus menegaskan bahwa dirinya bebas melakukan pelayanan kepada semua orang, karena ia adalah hamba dari semua orang. Catatan menarik dari pengakuan Paulus adalah ia mampu menjadikan dirinya seperti sesamanya, sehingga mereka semakin mengenal Kristus melalui pelayanan yang diberikan. Tidak menjadi masalah jika Paulus harus terlihat seperti seorang yang hidup di bawah atau di atas hukum taurat, ataupun seorang yang hidup bersama yang lemah. Sebab dalam tindakan tersebut maka pelayanan Kristus yang ditanggungkan kepadanya dapat dirasakan semua orang. Kenyataan tersebut kemudian memberikan penegasan, bahwa pelayanan di masa kini harus turut diberikan kepada siapapun; tanpa dibatasi pada kelompok, usia, gender, ras, dan lainnya. Seorang pelayan Kristen harus memposisikan dirinya dengan tepat bersama sesamanya agar pelayanan dapat diberikan dan dirasakan. Kristus yang hidup dalam pelayanan, mati dan bangkit telah lebih dulu melakukan pelayanan-Nya kepada semua orang: miskin dan kaya, laki-laki dan perempuan, Yahudi dan non Yahudi, serta yang lainnya. Karena itu, keberlanjutan dari pelayanan Kristus di masa kini harus diberikan dan dirasakan oleh semua orang.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat melakukan pelayanan kepada semua orang. Amin

Kamis, 18 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 24 – 27

24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Layanilah Allah dan Pekerjaan-Nya

Tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, setiap orang makan pasti memiliki tujuan untuk kenyang. Atau seseorang belajar pasti memiliki tujuan untuk pintar dan cerdas. Tetapi menjadi pertanyaannya: apa tujuan kita melakukan pelayanan Allah? Apalagi, upah dan gaji bukan menjadi bagian kita selaku para pelayan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Paulus menggambarkan kehidupan kita di dunia sebagai arena pertandingan lari. Ada umat yang memilih berlari dan berusaha mendapat makhota fana, tetapi ada juga berlari dan berusaha mendapat makhota abadi. Tindakan seseorang yang berlari dalam arena adalah gambaran Paulus tentang apa yang kita lakukan sepanjang hidup ini. Bagi Paulus, tindakan berlari yang baik adalah ketika kita membawa diri untuk melayani Allah dan pekerjaan-Nya, bukan hanya mencari kesenangan dunia semata. Memang benar adanya, bahwa gaji dan upah tidak menjadi bagian kita, namun percayalah bahwa ada janji keselamatan kekal bersama Allah. Karena itu, jalanilah hidup ini dengan tujuan untuk semakin mengenal Allah dan melayani pekerjaan-Nya dengan sungguh, sehingga kita tidak menjadi seorang petinju yang menyerang orang secara sembarangan, ataupun seorang pelari yang berlari tanpa tujuan.

Doa: Tetap ajari kami Tuhan, agar kami tidak berupaya mendapat makhota yang fana, tetapi makhota abadi. Amin

Jumat, 19 Juli 2024

bahan bacaan : Yohanes 12 : 20-26

Yesus memberitakan kematian-Nya
20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." 22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Setia Melayani Tuhan, Memperoleh Kehormatan Allah

Dalam bukunya seri: Selamat Melayani, Pdt DR. Andar Ismail mengutip pertanyaan yang pernah dikemukakan oleh Plato “Siapakah yang senang kalau harus melayani orang lain?” ungkapan ini menunjukkan kejujuran seorang plato tentang hal melayani. Bagi Plato melayani atau “menjadi babu” bagi orang lain bukan sesuatu yang menyenangkan. Sekalipun demikian, kita bangga ketika menyatakan “siap melayani” atau bersedia “menjadi pelayan gereja”. Sayangnya, dalam kenyataannya kita tidak setia melaksanakan tugas tersebut dengan baik; bersungut-sungut, bermalas-malasan, dsbnya. Tuhan Yesus menyatakan “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan dimana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada” (ay.26). Perkataan Tuhan Yesus ini menunjuk kepada kematian-Nya (ay.25). Jadi, barangsiapa mau menjadi pelayan dia harus bersedia menderita bahkan mati demi Kristus, Di sini, ada unsur: ketaatan, kesetiaan dan komitmen sungguh-sungguh untuk melayani Tuhan Yesus. Dengan ketaatan tersebut, seseorang akan mendapatkan kehormatan (berkat, anugerah) dari Allah sebagai pahala atau upah. 

doa : Roh Kudus Tuntunlah kami menjadi pelayan yang setia untuk melayani Tuhan Yesus, amin

Sabtu, 20 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 1-6

Pelayan-pelayan perjanjian yang baru
Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? 2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Jangan Menyombongkan Diri Dalam Pekerjaan Tuhan

Ada seorang pengusaha kaya raya mengajak seorang pendeta makan di salah satu restoran ternama, selesai makan mereka menuju tempat parkir dan bertemu dengan seorang pengemis. Kemudian pengusaha tadi memberikan 100 ribu rupiah kepada pengemis itu. Si pengemis langsung gembira dan mendoakan pengusaha kaya tadi, tapi si pengusaha langsung menegur “Stop jangan berdoa untuk saya karena saya sudah kaya, berdoa untuk dirimu saja karena kamu miskin”. Perkataanya menunjukkan kesombongan diri. Hal kesombongan atau memuji diri pun diperlihatkan oleh orang Kristen di Korintus dalam perikop bacaan tadi. Mereka suka memuji diri (ay.1) atas hasil pekerjaan dan pelayanan mereka. Untuk itu Paulus mengingatkan mereka bahwa Jemaat Kristen di Korintus adalah hasil dari pekabaran Injil yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Karena itu tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Apa yang diterima merupakan anugerah Tuhan.

Doa, Roh Kudus jagalah hati kami supaya kami tidak “sombong rohani” amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM