Santapan Harian Keluarga, 30 Nov – 06 Des 2025

Tema Bulanan : Menjadi Gereja yang Teguh Memberitakan Cinta Kasih Tuhan bagi Semua

Tema Mingguan : Melakukan yang Baik Sebagai Wujud Pengharapan akan Kedatangan Tuhan

Minggu, 30 November 2025

bahan bacaan : Matius 25 : 31 – 46

Penghakiman terakhir
31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. 32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, 33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. 34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. 41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. 42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; 43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. 44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? 45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. 46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

Menanti Tuhan Datang dengan Melakukan yang Baik

Merayakan minggu Adventus yang pertama hari ini, merupakan sukacita semua orang percaya. Minggu-minggu dimana kita diajak untuk bersukacita  atas kelahiran Yesus  tetapi sekaligus menanti dengan iman akan kedatanganNya yang kedua kali, Namun, seringkali pengharapan itu hanya tinggal di ranah pemikiran, tanpa berdampak nyata pada kehidupan kita sehari-hari. Matius 25:31-46 memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana kita seharusnya mempersiapkan diri dalam menanti kedatangan-Nya. Bukan dengan ritual-ritual keagamaan semata, tetapi dengan tindakan nyata. Pertanyaan bagi kita adalah tindakan nyata seperti apa yang bisa kita lakukan? Pertama, bagilah berkatmu dengan mereka yang tidak punya baik itu makanan, minuman, pakaian. Kedua, jadikanlah rumahmu sebagai rumah aman bagi mereka yang terlantar. Ketiga, sediakan waktumu untuk mengunjungi mereka yang sakit dan terpenjara. Akta ini bukan sekadar amal umum, tetapi tindakan-tindakan kebaikan yang diarahkan bagi mereka yang paling rentan dan membutuhkan pertolongan. Ini menunjukkan bahwa menyambut kedatangan Tuhan bukan aksi statis dalam diam tapi dinamis dalam akta yang hidup melalui kepedulian, empati dan berbuat kebaikan terhadap sesama. Apabila kita tidak peduli terhadap sesama maka itu bentuk penolakan terhadap Kristus sendiri. Mari, nyatakan aktamu sebagai cara menyambut kedatanganNya.

Doa: Tuhan, kami siap menyambutMu dengan melakukan yang baik,  amin 

Senin, 01 Desember 2025

bahan bacaan : Yakobus 2 : 14-17

Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati
14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? 15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, 16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? 17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Perbuatan Baik Sebagai Wujud Iman

Pernahkah saudara merencanakan segala sesuatu tetapi tidak ada tindakan? Saya pernah mengalaminya. Banyak hal yang saya rencanakan tetapi hanya sebatas perencanaan semata. Pada akhirnya saya tidak mendapatkan apa-apa. Perencanaan tanpa pelaksanaan sama dengan nol, tidak memberikan dampak perubahan apa pun. Jadi perkataan dan tindakan harus sejalan, supaya dapat menciptakan hal yang baru. Demikian juga dengan iman, jika hanya diucapkan di mulut tanpa adanya tindakan sama dengan omong kosong. Demikianlah orang yang mengakui kalau dirinya memiliki iman tetapi tidak terlihat dari perbuatannya. Oleh karena itu, firman Tuhan hari ini mengajarkan bahwa bahwa iman dan perbuatan tidak dapat dipisahkan. Iman sejati melahirkan tindakan kasih. Bukan hanya sebatas ucapan semata, tetapi harus terlihat dalam tindakan hidup sehari-hari: menolong yang membutuhkan, berbagi berkat, peduli pada yang kesusahan, dan sebagainya. Sebab itu, tampilkanlah iman kita melalui perbuatan kasih yang dapat dirasakan orang lain, termasuk SADHA (Saudara dengan HIV Aids). Dengan cara itulah kita menjadi kesaksian bagi dunia.

Doa: Tuhan, tolong hidupkanlah imanku untuk selalu berbuat baik. Amin.

Selasa, 02 Desember 2025

bahan bacaan : Ibrani 6 : 9-12

Berpegang teguh pada pengharapan
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 

Allah Memperhitungkan Semua Perbuatan Kebaikan

Kebenaran firman Tuhan melalui surat Ibrani  di hari ini mengajarkan bahwa Allah  memperhatikan setiap pelayanan, kerja keras dan kasih yang seseorang atau jemaat tunjukkan kepada sesama demi nama-Nya. Sebab itu, tidak boleh menjadi lamban tetapi meneladani mereka yang dengan iman dan kesabaran memperoleh janji Allah. Itu artinya janganlah pernah menjadi jemu dalam melakukan kebaikan, sebab Tuhan memperhitungkannya.  Terkadang kita menjadi jemu atau merasa lelah ketika kebaikan yang kita lakukan tidak dihargai, lalu membatasi kita untuk tidak lagi melakukan kebaikan bagi orang lain. Kita menjadi lamban untuk melakukan kebaikan padahal kita dapat melakukannya. Firman Tuhan ini mau meneguhkan bahwa, tidak ada satupun perbuatan kasih dan kebaikan yang sia-sia. Allah Adil dan Ia menghargai kesetiaan anak-anakNya.  Belajarlah tekun dan sabar, sebab janji Allah digenapi pada waktuNya. Inilah dasar pengharapan orang percaya. Kita tidak bekerja sia-sia, karena pada akhirnya kita akan menerima janji Allah. pengharapan itu memberi kekuatan untuk terus melayani dengan setia dan melakukan kebaikan dengan rajin, sekalipun kadang tidak ada yang memberikan penghargaan.

Doa: Bapa Sorgawi, terima kasih atas kasihMu yang mau memperhitungkan semua kebaikan yang dilakukan, Amin.

Rabu, 03 Desember 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 32-43

Petrus menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas
32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida. 33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh. 34 Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu. 35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan. 36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. 37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas. 38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami." 39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. 40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk. 41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup. 42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan. 43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.

Selama Hidup Berbuat Baik

Pada waktu kita memasukkan sebuah baterai kedalam sebuah jam dinding, maka jam dinding itu mulai bekerja menjalankan tugasnya. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, ia terus bekerja dan bekerja sampai baterai itu habis. Jam dinding itu bekerja tanpa pamrih, dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Kisah Petrus yang menyembuhkan Eneas dan membangkitkan Dorkas menekankan bahwa iman kepada Yesus harus diwujudkan melalui perbuatan baik terus menerus. Itu dilakukan oleh Petrus, seperti halnya yang ditunjukkan oleh Dorkas selama ia masih hidup. Tabita atau Dorkas adalah teladan bagaimana hidup seharusnya dijalani. Ia dikenag bukan karena harta, pangkat atau jabatan, melainkan karena kebaikan hatinya. Ia menolong orang miskin, menjahit pakaian bagi janda-janda dan hidupnya dipenuhi kasih.  Firman Tuhan ini mengajarkan kita bahwa hidup ini bukan diukur dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang kita berikan. Kembangkanlah hati yang murah seperti Dorkas dan jadilah pribadi yang selalu berbuat baik kepada mereka yang membutuhkan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami tetap berbuat baik selama ada kesempatan hidup, Amin.

Kamis, 04 Desember 2025

bahan bacaan : Mikha 6 : 8

8 "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

Berbuat Baik, Berlaku Adil dan Mencintai Kesetiaan

Ayat ini adalah inti dari seluruh hukum dan ibadah yang sejati. Bangsa Israel pada zaman itu hidup dengan banyak ritual, sibuk dengan segala macam bentuk persembahan dan kurban. Namun hidup mereka tidak mencerminkan kehendak Allah. Melalui nabi Mikha, Tuhan menegaskan kembali bahwa yang Ia inginkan bukan sekadar ritual lahiriah tetapi hidup yang benar di hadapan Nya. Hidup yang benar yang dimaksudkan disini adalah: berlaku adil, mencintai kesetiaan dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah. Hidup dengan adil kepada sesama itulah yang dikehendaki Allah. Dalam keluarga: orangtua berlaku adil kepada anak-anak. Tidak membeda-bedakan. Dalam pekerjaan: tidak mengambil keuntungan dengan cara curang atau merugikan orang lain. Kita tidak menindas orang lain. Kita pun diminta untuk mencintai kesetiaan dan rendah hati. Tidak sombong atau merasa diri lebih lalu menjatuhkan orang lain. Kiranya melalui firman ini kita semakin diteguhkan untuk hidup bukan hanya sebagai umat yang beribadah, tetapi juga umat yang menghadirkan kebaikan, kasih dan keadilan Allah di dunia ini.

Doa:  Ya Allah, mampukanlah kami untuk tetap berbuat baik, berlaku adil dan mencintai kesetiaan, Amin.

Jumat, 05 Desember 2025

bahan bacaan : Matius  10 : 40 – 42  

40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. 42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Berbuat Baik Dimulai Dari Hal Yang Kecil

Banyak orang sering berpikir bahwa untuk melayani Tuhan atau menolong sesama harus dengan hal-hal besar: memberi banyak uang, membangun gedung, atau melakukan sesuatu yang spektakuler. Padahal Yesus mengajarkan bahwa kebaikan sejati justru dimulai dari hal-hal kecil, sederhana, dan sering tidak terlihat orang lain. Tuhan Yesus mencontohkan: memberi segelas air sejuk. Itu bukan perbuatan yang besar, tetapi bila dilakukan dengan kasih, memiliki nilai kekal di hadapan Allah. Di mata dunia, hal kecil sering dianggap tidak berarti. Tetapi di mata Tuhan, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan dengan kasih memiliki arti besar. Senyuman yang tulus bisa menguatkan hati orang yang putus asa. Sepotong roti bisa menyelamatkan orang yang kelaparan. Doa bisa menghibur hati yang sedang hancur. Kebaikan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Seperti tetesan air yang lama-lama melubangi batu, demikianlah kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus akan mengubah kehidupan kita dan orang lain.

Doa:  Tuhan, mampukanlah aku untuk dapat melakukan perbuatan baik sekecil apapun itu. Amin

Sabtu, 06 Desember 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 27

26 Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum

Mengejar kebaikan Disenangi Orang

Anna memiliki kebiasaan cepat mengantuk ketika ia menaiki mobil. Hari itu bukan saja ia mengantuk, tetapi nampaknya ada pula seorang ibu yang mengantuk dan akhirnya ketiduran dalam perjalanan dari Ambon ke Liang. Anna nyaris juga ikut tertidur. Namun rasa kantuknya tiba-tiba hilang saat ia melihat pemuda yang duduk di sebelah kanan ibu yang tertidur mencoba memasukan tangan ke dalam tas yang dipegang ibu itu. Anna secara keras langsung menegurnya. Suara Anna yang besar akhirnya membuat sang ibu pun terbangun. Pemuda itu pun terburu-buru menghentikan mobil dan segera turun. Perbuatan baik Anna telah menyelamatkan orang lain. Ia tidak mengenalnya tetapi kebaikan hatinya mendorongnya untuk mencegah kejahatan. Hidup ini menjadi jauh lebih baik ketika kita mau tetap melakukan kebaikan. Inilah sikap yang dimaksudkan dalam teks Amsal 11:27. Amsal sebagai kitab yang berisikan kata-kata hikmat menyampaikan penyataan kebenaran yakni bila kita melakukan kebaikan maka kebaikan pula yang akan kita terima; sebaliknya bila kejahatan yang kita lakukan, maka kejahatan yang kita terima. Apa yang kita buat, semuanya akan kembali kepada kita. Karenanya mari jaga sikap kita. Kejarlah kebaikan, karena itu yang akan membuat kita disenangi orang dan diberkati Tuhan.

Doa:  Tuhan, mampukanlah aku untuk terus mengejar dan melakukan kebaikan, Amin.

*SUMBER : SHK NOV & DES 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23-29 November 2025

Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Gereja untuk Hidup Berkelanjutan

Minggu, 23 November 2025

bahan bacaan : Kejadian 9 : 1 – 17

Perjanjian Allah dengan Nuh
Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. 2 Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan. 3 Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. 4 Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. 5 Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. 6 Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. 7 Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya." 8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." 12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi." 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

Anugerah Damai Sejahtera

Pasal 9:1-17, menjelaskan bagaimana Tuhan Allah menyatakan kasih-Nya yang besar atas kehidupan Nuh dan keluarganya. Tuhan dengan kuasa-Nya yang besar memerintahkan Nuh dan anak-anak-Nya untuk melajutkan kehidupan “beranak cuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi”. Suatu anugerah yang besar yang menandai babak baru dari kehidupan di muka bumi ini. Keluarga Nuh sajalah yang oleh ketaatan dan kesetian kepada Tuhan Allah, diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan setelah air bah. Tuhan Allah menghendaki kelangsungan hidup manusia dan kehidupan yang dikehendaki-Nya adalah hidup dalam damai sejahtera.  Tuhan Allah berjanji kepada Nuh, tidak akan ada lagi air bah. Tanda dari janji Tuhan adalah melalui busur pelangi di awan. Saat kita melihat pelangi, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan umatNya. Kasih dan kesetiaanNya tidak berubah. Manusia diberi kuasa atas bumi ini untuk menjaga keberlanjutannya. Manusia harus hidup tertib dan menjaga keseimbangan ciptaan. Sebab itu, sama seperti Nuh dan keluarganya, biarlah kita juga dipakai Tuhan untuk melestarikan ciptaanNya agar kehidupan ini terus berlanjut dengan baik.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas panggilanMu bagi kami menjaga keberlanjutan hidup di bumi. Amin. 

Senin, 24 November 2025

bahan bacaan : Mazmur 78 : 1 – 11

Pelajaran dari sejarah
Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. 2 Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. 3 Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, 4 kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. 5 Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, 6 supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 7 supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; 8 dan jangan seperti nenek moyang mereka, angkatan pendurhaka dan pemberontak, angkatan yang tidak tetap hatinya dan tidak setia jiwanya kepada Allah. 9 Bani Efraim, pemanah-pemanah yang bersenjata lengkap, berbalik pada hari pertempuran; 10 mereka tidak berpegang pada perjanjian Allah dan enggan hidup menurut Taurat-Nya. 11 Mereka melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan-Nya kepada mereka.

Ceritakanlah Tentang Kasih Tuhan

Asaf menyampaikan kepada bangsanya tentang bagaimana Allah menetapkan peringatan kepada Yakub dan hukum taurat kepada Israel. Ia juga menyampaikan bahwa nenek moyang mereka telah diperintahkan oleh Allah untuk mengajarkan peringatan dan taurat itu kepada anak-anak mereka agar dikenal oleh angkatan yang kemudian dan agar anak-anak yang lahir kelak juga dapat menceritakan kepada anak-anak mereka. Ajaran dan peringatan untuk etap menaruh kepercayaan dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah. Mereka juga tidak boleh mengikuti kehidupan nenek moyang mereka yang disebut sebagai angkatan pendurhaka, pemberontak, angkatan yang tidak setia kepada Tuhan. Sebaliknya, bangsanya harus mendengar dengan sungguh-sungguh dan belajar tentang apa yang telah terjadi di masa lampau agar kehidupan mereka ke depan dapat berjalan dengan baik. Mazmur ini mengajarkan kita semua untuk penting mengingat perbuatan Tuhan dan mewariskannya kepada generasi berikut. Banyak perbuatan Tuhan yang nyata dalam hidup kita. Ceritakanlah dan perkenalkanlah Tuhan kepada anak-anak kita dan banyak orang agar mereka semakin bertumbuh dalam iman dan taat kepada Tuhan. Sungguh indah jika mereka pada akhirnya menjadi generasi yang memuliakan nama Tuhan karena terinspirasi dari cerita pengalaman hidup kita bersama Tuhan.

Doa: Tuhan, Biarlah cerita hidup kami bersamaMu, memberkati banyak orang. Amin. 

Selasa, 25 November 2025

bahan bacaan : Yosua 14 : 6 – 15

Kaleb mendapat Hebron
6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: "Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. 7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya. 8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; 11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. 12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." 13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan diberikannyalah Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. 14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 15 Nama Hebron dahulu ialah Kiryat-Arba; Arba ialah orang yang paling besar di antara orang Enak. Dan amanlah negeri itu, berhenti berperang.

Iman yang Teguh Seperti Kaleb

Melalui perkataan Kaleb kepada Yosua dan klaimnya terhadap janji Tuhan, kita bisa meneladaninya. Kaleb selalu beriman dan setia mengikut Tuhan sepenuh hati (ay.8, 9, 14), meskipun sudah berlalu empat puluh lima tahun dan saat itu ia berusia delapan puluh lima tahun. Ini terjadi karena Tuhan memelihara dan menopang hidupnya. Pengembaraan empat puluh tahun di padang gurun dan lima tahun berperang di Kanaan tidak meredupkan harapan Kaleb karena ia selalu mengingat janji kesetiaan Allah yang akan memberikan bagian tanah miliknya. Janji itu ditepati, meskipun tanah itu masih dikuasai oleh orang Enak atau para raksasa. Dalam kesemuanya itu, Kaleb mengimani bahwa Tuhan selalu menyertai dia. Dari Kaleb, kita belajar untuk taat dan beriman kepada Allah dengan setia di sepanjang hidup. Pertambahan usia tidak boleh melemahkan iman kita kepada Tuhan, juga tidak melemahkan semangat untuk menjalankan perintah Tuhan. Ya, seringkali kita begitu bersemangat di waktu usia masih muda. Tetapi ketika telah berusia lanjut, kadang iman menjadi lemah karena banyak masalah dan tantangan hidup. Kaleb mengajarkan bahwa iman harus terus dipelihara, bahkan harus semakin matang seiring bertambahnya usia. Untuk itu, janganlah kita bergantung pada kekuatan diri, melainkan pada janji-janji Tuhan.

Doa: Tuhan, tambahkan iman percaya kami seperti Kaleb yang teguh dengan janjiMu. Amin. 

Rabu, 26 November 2025

bahan bacaan : Yesaya 43 : 18 – 21

18 firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! 19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 20 Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku; 21 umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

Beritakanlah Kemasyuran Tuhan

Tiga pembagian waktu yang penting untuk kita ingat adalah waktu lalu, waktu kini dan masa depan. waktu lalu adalah periode yang telah berlalu, tidak dapat diubah serta berdampak pada waktu kini atau masa depan. Waktu kini adalah periode waktu yang sementara berlangsung, kita dapat bertindak, membuat keputusan dan mengalami kehidupan. Masa depan adalah periode waktu yang belum terjadi. Masa depan dapat berupa harapan, impian atau rencana untuk dilakukan. Kepada bangsa Israel  Yesaya  mengingatkan untuk tidak terjebak  dalam bayangan masa lalu, sebab Tuhan akan melakukan sesuatu yang baru. “jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara”.  Itu karya Allah yang mustahil menurut manusia, tapi nyata oleh kuasa-Nya. bahkan ciptaan lain ikut menikmati karya pembaruan Allah. Itu berarti, bukan hanya manusia tetapi juga ciptaan lain Tuhan lindungi. Firman Tuhan ini mengundang kita semua untuk hidup dalam pengharapan baru bersama Tuhan dan menjadi umatNya yang selalu memuliakan namaNya melalui keterpanggilan kita menjaga keberlenjutan hidup di dunia ini.

Doa: Dalam setiap waktu, ajarkan kami untuk terus memasyurkan namaMu dan menjaga keberlanjutan hidup,  amin

Kamis, 27 November 2025

bahan bacaan : Keluaran 2 : 23 – 25

Musa diutus TUHAN
23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

Berserulah, Allah akan Menjawab

Permasalahan, tantangan, penderitaan, semua orang menghadapinya. Ketika persoalan  dan tantangan itu datang silih berganti, kita cenderung bertanya, dimana Allah. Apakah Allah tahu apa persoalan kita? Apakah Allah tahu penderitaan kita?. Sesungguhnya Allah mengetahui  semua yang terjadi dalam hidup seluruh ciptaannya! Pertanyaan mendasar untuk kita adalah apakah kita datang kepada Allah dalam doa untuk menyampaikan seluruh permasalahan dan tantangan tersebut? Keluaran 2:22-23  mengungkapkan dengan jelas tentang Israel yang mengalami perbudakan bertahun-tahun, tetapi ketika mereka berpaling kepada Allah, berseru meminta pertolongan kepadaNya. Allah pun berpaling menjawab dan menolong mereka. Firman Tuhan ini memberi pesan kepada kita bahwa Tuhan bukan Allah yang jauh, tetapi Allah yang dekat dan penuh empati. Ia tidak hanya tahu masalah dan pergumulan kita, tetapi Ia juga menaruh perhatian, kasih dan rencana untuk menolong kita. Berserulah, dan meminta dalam doa kepada  Allah dalam Yesus, Ia akan memberi jawaban tepat pada waktunya. Jawabannya tidak pernah mengecewakan. Karena itu, mari kita hidup dalam iman dan pengharapan, sambil terus berseru kepada-Nya.

Doa: Tuhan, terima kasih karena selalu mendengar dan menjawab doaku, amin

Jumat, 28 November 2025

bahan bacaan : Roma 11 : 25 – 36

Penyelamatan Israel
25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. 26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. 27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka." 28 Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. 29 Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. 30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. 32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. 33 O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! 34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? 35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Rencana  Allah yang Penuh Kasih.

Manusia siapakah yang mengetahui rencana Allah? Jawabannya, tidak ada! Manusia hanya bisa mensyukuri bahwa rencana Allah itu baik adanya sebab Ia mengasihi semua ciptaanNya. Baik yang tegar tengkuk atau keras kepala, yang percaya kepadaNya maupun yang tidak. Pengakuan ini yang disampaikan Paulus dalam teks hari ini bahwa Allah memiliki rencana keselamatan yang mencakup Israel dan bangsa-bangsa lain. Rencana  keselamatan ini bukanlah gagasan manusia tetapi berasal dari kasih Allah sendiri. Rencana  ini terwujud melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Ini berarti bahwa rencana keselamatan Allah yang melampaui batas-batas manusia. Kasih Allah ini tidak terbatas pada satu bangsa atau kelompok tertentu, tetapi meluas kepada seluruh dunia. Inilah kasih yang inklusif, yang menghapus sekat-sekat pemisah dan membuka jalan bagi semua orang untuk diselamatkan. Bagaimana kita merespon rencana keselamatan Allah yang penuh kasih ini? Menerima rencana penyelamatan Allah berarti hidup dalam identitas yang baru. Pertama, kita bukan lagi budak dosa, tetapi anak-anak Allah. Kedua, hidup mengasihi sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Ketiga, dengan menjadi saksi atau saluran berkat bagi banyak orang. Bersyukurlah atas rencana Allah yang penuh kasih dalam hidup kita.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami bagian dari rencana penuh kasihMu, amin 

Sabtu, 29 November 2025

bahan bacaan : Amsal 24 : 14 – 15

14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. 15 Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik, jangan merusak rumahnya.

Hikmat untuk Masa Depan

Masa depan, tidak bisa ditebak karena masa depan adalah peristiwa yang belum terjadi. Masih dalam rencana.  Tetapi semua orang selalu berharap miliki masa depan yang baik. Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendapatkan masa depan yang baik? Tentu harus ada rencana dan aksi. Menurut Amsal 24:14-15, hikmat adalah kunci untuk mendapatkan masa depan yang baik dan harapan yang tetap ada. Hikmat bukan hanya sekadar pengetahuan, tetapi juga kemampuan untuk menerapkan pengetahuan itu dengan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu carilah hikmat sebanyak-banyaknya supaya masa depan kita cerah. Bagaimana caranya? Bacalah banyak buku, dengarkan nasehat orang tua, guru, atau teman yang lebih berpengalaman dan yang paling penting, membaca Firman Tuhan agar selalu mengenal kehendakNya. Tuhan adalah sumber hikmat. Jika kita menjauh dari Tuhan, kita tidak memiliki hikmat dan akhirnya kita akan menjadi orang fasik. Tetapi dalam dekat dengan Tuhan, hikmat akan menjadi milik kita. Selanjutnya, kita akan menjadi orang benar serta hidup kita menjadi berkat bagi banyak orang.  

Doa: Berikanlah HikmatMu menuntun masa depanku, Tuhan, amin 

*SUMBER : SHK NOV 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16-22 November 2025

Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Menjadi Gereja yang Ugahari

Minggu, 16 November 2025

bahan bacaan : Amsal  30 : 7 – 9 

7 Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: 8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Hidup Sederhana, Jauh dari Keserakahan

Lapar bicara laeng kanyang biking laeng”, kalimat sederhana tapi mengandung makna  yang sangat dalam. Waktu ada limpah lupa jalan pulang, tapi saat seng ada lai mau kaluar  lewat tiris – tiris rumah saja seng bisa. Ini tipe keserakahan yang nyata karena tidak pernah merasa cukup, tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada . Kalau cara hidup seperti ini langgeng dalam keseharian berarti akan terjadi rupa-rupa pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan. Agur bin Yake dalam permohonan-Nya kepadaTuhan,  momohonkan agar dijauhkan dari kecurangan dan kebohongan, ini merupakan dosa-dosa etis, moral, yang berdampak pada terganggunya hubungan sosial. Ia  juga meminta jangan memberikan  kemiskinan dan kekayaan, tetapi biarkan ia menikmati makanan yang menjadi bagiannya.Kemiskinan dan kekayaan adalah dua keadaan hidup yang sama – sama memiliki dampak negatif ketika tidak di sikapi dengan bijak. Firman ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik dan sangat dibutuhkan. Bukan soal kemiskinan dan kekayaan tetapi bagaimana kita teta. mengandalkan Tuhan sebagai sumber berkat, Selalu merasa puas dan cukup  dengan apa yang diperoleh serta senantiasa megucap syukur dengan apa yang Tuhan beri. Buanglah jauh-jauh segala hasrat dan keinginan yang berlebihan, jangan angkuh dan serakah!. Bangunlah hidup dalam kesederhanaan. 

Doa: Biarlah kami mau hidup dalam kesederhanaan karena semua yang kami punyai asalnya dari-Mu. Amin

Senin, 17 November 2025

bahan bacaan : Keluaran 16 : 17 – 20 

17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya. 19 Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi." 20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka

Cukupkanlah Dirimu dengan Pemberian Tuhan

Mencari dan mengumpulkan sesuatu untuk persediaan hari esok adalah cara manusia demi tetap bertahan hidup. Apalagi  di tengah tantangan saman yang semakin susah karena berbagai  kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini menuai berbagai macam reaksi sebab hal ini menyebabkan keterpurukan secara ekonomi dan ketidak sejahteraan bagi rakyat. Ini tentu mengkhawatirkan. Sikap khawatir yang ekstrim kadang berdampak pada keraguan akan kuasa Tuhan bahwa Ia yang memegang dan berkuasa atas hari esok. Padang gurun Sin menjadi saksi kemahakuasaan Allah yang sanggup mencukupkan segala sesuatu demi kelangsungan kehidupan umat. Manna Allah turunkan dari langit sebagai jawaban atas keluhan umat Israel yang lapar. Namun apa yang terjadi disana ialah perintah Allah untuk mengumpulkan secukupnya dilanggar. Karena kekhawatiran mereka mengumpulkan melebihi dari yang dibutuhkan, akibatnya manna itu busuk dan berulat. Peristiwa ini menandakan bahwa pemeliharaan Tuhan itu sempurna dan adil. BerkatNya cukup untuk kita masing-masing. Sebab itu cukupkanlah diri dengan segala yang berasal dari tangan kasih Tuhan.  Jika kita rakus, serakah atau tidak percaya pada janjiNya, berkat itu bisa menjadi bencana.

Doa : Tuhan, Ajarkan kami untuk mencukupkan diri dengan pemberianMu, Amin

Selasa, 18 November 2025

bahan bacaan : Amsal  16 : 17 – 19  

17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya. 18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. 19 Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.

Jangan Hidup Dalam Kesombongan Dan Ketidakjujuran                                                                                                                  

Kalau mau supaya jang calaka harus kalakuang tu bae jang kajahatang. Kalau mau orang lia deng paduli saat susah, saat jatuh deng seng berdaya, jang sombong jang tinggi hati,jang rasa diri hebat dari orang laeng, lalu kalau ada pung labe jang hanya mau bagi deng orang yang satu level saja tapi kalau pung labe, bagi lai deng orang yang seng punya”. Itu pesan seorang ayah kepada anaknya saat ia pergi merantau. Nasehat ini mau mengingatkan agar anak-anak bahkan siapa saja agar hidup rendah hati. Amsal mengingatkan hal yang sama:” kecongkakan mendahului kehancuran dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Lebih baik hidup rendah hati dan sederhana daripada kaya dari hasil curang dan hidup dalam kesombongan. Firman Tuhan ini penting untuk kita ingat, marilah kita hidup jujur. Kejujuran melindungi kita dari dosa, dari tipu daya bahkan dari akibat buruk di hari  ini dan kemudian hari. Di dunia yang penuh kompromi dan kepalsuan ini, kita diajak untuk setia, jujur dan rendah hati. Dengan demikian Tuhan tetap dimuliakan dalam seluruh praktek hidup kita .

Doa: Perteguhkanlah iman kami Tuhan untuk selalu mencintai kebenaran agar kesombongan dan kebohongan tidak merajai hati kami. Amin.

Rabu, 19 November 2025

bahan bacaan : Amsal  15 : 16 – 17

16 Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan TUHAN dari pada banyak harta dengan disertai kecemasan. 17 Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.

Hidup Sederhana dengan Kasih dan Takut akan Tuhan

Manakah yang akan dipilih, antara banyak harta tapi selalu di hantui kecemasan, ataukah memilih  hidup sederhana tapi limpah sukacita dan jauh dari kecemasan? Pasti semua kita akan memilih lebih baik sedikit atau lebih baik hidup sederhana asalkan bahagia, tenang aman dan nyaman tanpa tekanan dan jauh dari kecemasan. Kesederhanaan dalam hidup bukan berarti tidak boleh memiliki sesuatu yang lebih. Tetapi   hidup sesuai dengan apa yang kita miliki dengan cara menyeimbangkan keinginan dengan penghasilan atau pendapatan yang kita punya. Pada sisi lain, hidup dengan mengejar kekayaan seringkali menyeret kita kedalam berbagai masalah, ketakutan kalau harta kita hilang, hidup dalam kecurigaan terhadap orang lain, hilang ketentraman jiwa dan batinbahkan berdampak pada hubungan dengan Tuhan. Amsal mengajak kita untuk merenungkan nilai kehidupan yang sejati. Memperoleh kekayaan tanpa rasa takut akan Tuhan hanya membawa kegelisahan. Tetapi relasi yang hangat, penuh cinta lebih berharga dari semua itu. Mari membangun kasih dalam keluarga, gereja dan sesama. Karena kasih lebih bernilai daripada segala kekayaan.

Doa : Tuhan curahkanlah kiranya kekuatan dan hikmatmu agar kami tidak mencondongkan hati dan terikat pada tawaran dunia,  Amin

Kamis, 20 November 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 9 : 6 – 15 

Memberi dengan sukacita membawa berkat
6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. 13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, 14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. 15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Berbagi Adalah Wujud Pelayanan Kasih

Kita hidup dan menikmati segala sesuatu di dunia ini adalah karena kasih dan kemurahan Tuhan. Apa yang dapat kita lakukan untuk membalas segala kebaikan Tuhan?. Hanya puji dan sembah yang teraktualisasi lewat tindakan hidup yang mau berbagi dengan sesama. Tindakan berbagi  adalah wujud belas kasihan kepada orang lemah, memiutangi Tuhan yang akan membalas perbuatannya itu (amsal 19:17). Paulus menulis surat kepada jemaat di Korintus untuk mendorong mereka memberi dengan hati yang tulus. Ia memakai prinsip sederhana; menabur dan menuai. Menabur sedikit,menuai sedikit; tetapi menabur banyak, menuai banyak. Prinsip ini bukan hanya berlaku dalam dunia pertanian, tetapi juga dalam kehidupan iman kita. Maka memberi atau berbagi dengan sesama bukanlah sekedar sebuah pilihan melainkan wujud nyata dari iman, pengharapan serta kasih.Berbagi dalam ketulusan adalah berbagi dengan apa adanya kita, dan bukan karena ada apa – apanya. Berbagi dalam ketulusan hati tidak akan pernah membuat kita berkekurangan, justru kita akan dilimpahi Tuhan dengan berkat-Nya yang berlimpah.

Doa: Tuhan, kami mau berbagi dengan sesama sebagai perwujudan kasihMu yang melimpah,  Amin.

Jumat, 21 November 2025

bahan bacaan : Roma 15 : 1 – 13

Orang yang lemah dan orang yang kuat
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. 8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." 10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya." 11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia." 12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan." 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Keseimbangan Hidup: yang Kuat Membantu yang Lemah

alam Roma 15 ini, Paulus berbicara tentang gereja Tuhan yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda: budaya, karakter, bahkan kemampuan yang berbeda, tetapi menjadi satu kesatuan yang harmonis dengan kuncinya yaitu yang kuat menolong yang lemah. Mereka yang kuat memiliki kewajiban menolong yang lemah. Mereka yang lemah tidak boleh menjadi korban dari yang kuat. Disinilah prinsip keseimbangan hidup dibangun. Hidup tidak akan pernah seimbang bila yang kuat hanya memikirkan dirinya sendiri dan yang lemah dibiarkan tergeletak tanpa pertolongan. Justru keindahan hidup tercipta ketika ada keseimbangan. Sebab itu kekuatan yang dimiliki, entah itu fisik, pikiran, harta atau pengaruh, bukanlah untuk dipamerkan, melainkan untuk dipakai menolong. Sebab sesungguhnya kekuatan itupun adalah pemberian Tuhan. Saat kita menolong, kita bukan hanya membangun orang lain, tetapi juga menjaga keseimbangan hidup. Tuhan Yesus adalah teladan utama. Walau Ia Mahakuat, Ia rela merendahkan diri, menanggung kelemahan kita bahkan memikul dosa dunia di kayu salib. Kasih-Nya menciptakan keseimbangan, sehingga kita yang lemah kini memiliki harapan dan kekuatan baru. Hal ini mengingatkan, agar kita tidak egois, melainkan setia menolong mereka yang lemah. Kiranya hidup kita menjadi saluran keseimbangan hidup dan berkat dalam dunia ini.

Doa: Tuhan, kami mau selalu menolong orang yang lemah. Amin.  

Sabtu, 22 November 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 18

18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Mengucap Syukur dalam Segala Hal

Nasehat untuk mengucap syukur dalam segala hal dihubungkan dengan nasehat untuk selalu berdoa. Mengucap syukur juga adalah bentuk kepercayaan seseorang kepada Allah. Ketika mengucap syukur, kita percaya bahwa Tuhan Yesus akan bekerja secara luar biasa sesuai dengan apa yang Dia rancangkan yaitu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Mengucap syukur membuat kita lebih sadar akan berkat-berkat Tuhan dalam hidup. Saat kita menyadari berkat-berkat itu, kita akan semakin menghargai kasih-Nya dan lebih bersyukur atas segala yang diberikan. mengucap syukur bukanlah sesuatu yang kita lakukan saat kita menginginkannya atau saat hidup berjalan baik. Mengucap syukur adalah sesuatu yang harus kita lakukan dalam segala situasi. Inilah kehendak Allah yang berkenan. Ini adalah perintah yang hanya dapat ditaati melalui iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus dan kekuatan yang diberikan oleh Roh Kudus. Paulus tidak menyarankan kita mengabaikan kenyataan akan rasa sakit atau penderitaan kita. Sebaliknya, ia mendorong kita untuk memupuk hati yang bersyukur di setiap musim kehidupan. Tuhan Yesus sendiri memberi teladan. Dalam perjamuan terakhir, Ia mengucap syukur saat membagi roti dan anggur, padahal Ia tahu penderitaan salib sudah menanti. Itu menunjukkan bahwa syukur lahir dari iman, bukan dari keadaan. Jadi, marilah kita selalu bersyukur sebab syukur adalah sikap hati yang percaya bahwa Allah tetap berdaulat dalam segala keadaan.

Doa: Tuhan, bantu kami punya sikap hati yang mau bersyukur dalam segala situasi. Amin  

*SUMBER : SHK NOV 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 09-15 November 2025

Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Gereja yang Arif Menyikapi Perubahan Zaman

Minggu, 09 November 2025

bahan bacaan : Efesus 5 : 1 – 20  

Hidup sebagai anak-anak terang
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. 6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. 8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Jangan Asal Bertindak

Demonstrasi yang terjadi di akhir bulan Agustus 2025 memberikan banyak kesan dan pesan berharga. Salah satunya terkait dengan sikap para pendemo. Mereka berani dalam menyampaikan asprasi. Ini hal yang baik. Tetapi ketika arogansi mereka diberitakan terjadi dalam bentuk penjarahan yang dilakukan atas nama keadilan, itu sesuatu yang tidak baik. Efesus 5 : 1-20 menuliskan pesan yang berharga bagi kita. Hidup sebagai anak-anak terang inilah yang dipesankan. Hal ini mengandung makna yakni agar kita tidak asal dalam hidup ini terutama dalam segala tindakan. Apa yang kita lakukan memperlihatkan jati diri Kekristenan kita. Kita harus bersikap adaptif atau memiliki daya dalam menyesuaikan diri dengan perubahan apapun. Tetapi semua yang dilakukan tidak boleh sekadar asal dilakukan. Semua yang dilakukan harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Jangan pernah memakai nama kebenaran dan keadilan sebagai dasar tindakan kita namun sesungguhnya yang terjadi adalah kita sementara juga melakukan tindakan yang tidak benar dan tidak adil. Itu bukan tipe anak-anak terang. Anak-anak terang hanya memiliki satu kriteria yaitu tidak asal bertindak, apalagi bertindak yang jahat. Maukah kita tetap mempertahankan jati diri kita sebagai anak-anak Terang?   

Doa:  Ya Allah, kami mau menjadi anak-anak terang, Amin.

Senin, 10 November 2025

bahan bacaan :   Amsal 4 : 23 – 27 

23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. 25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. 26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Jadilah  Pahlawan dan Bukan Penjahat

Hari ini kita memperingati hari pahlawan. Mungkin ada banyak defenisi tentang arti pahlawan. Tetapi salah satu defenisi pahlawan adalah orang yang mampu menyikapi zaman dengan menjaga hati dan terus menatap ke depan. Hidup seorang pahlawan pasti hanya akan menjadi berkat dan itulah sebabnya ia disebut pahlawan. Amsal sebagai kitab hikmat memberikan pengajaran tentang sisi hidup seorang pahlawan. Hatinya dijagai dengan kewaspadaan, ia tidak membiarkan hatinya dikuasai oleh hal yang tidak baik. Mulutnya tidak digunakan untuk mengatakan hal yang tidak benar. Matanya dipakai hanya untuk melihat kebenaran dan bukan sebaliknya. Kakinya berjalan di jalan yang rata. Ia tidak melangkah di jalan kejahatan. Renungan ini menuntun kita untuk hidup dengan hati yang terjaga, mulut yang jujur, mata yang focus, dan langakh yang mantap. Dunia boleh menawarkan banyak godaan yang dapat membuat kita tergoda menoleh ke kanan atau ke kiri, tetapi mata iman menuntun kita untuk tetap setia pada jalan Tuhan dan melakukan apa yang benar dan bukan sebaliknya. Sebab itu firman Tuhan harus menjadi kompas agar kita tidak menyimpang. Jadilah pahlawan dan bukan penjahat.

Doa:  Ya Allah, mampukanlah kami menjadi pahlawan kebaikan,  Amin.

Selasa, 11 November 2025

bahan bacaan : Titus  2 : 1 – 2

Kewajiban orang tua, pemuda dan hamba
Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat: 2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan

Hidup Menjadi Teladan Yang Matang

Firman Tuhan hari ini menjadi dasar untuk kita bersyukur bersama laki-laki GPM yang berusia 39 tahun. Dari firman ini kita diajak untuk hidup dalam pengajaran yang sehat. Bukan sekedar tahu kebenaran firman Tuhan, tetapi menghidupinya dalam kata dan perbuatan. Orang yang sudah dewasa dalam iman, khususnya laki-laki, diingatkan untuk hidup sederhana, terhormat, bijaksana, dan teguh dalam iman, kasih, serta ketekunan. Dunia hari ini banyak menawarkan jalan pintas untuk menghibur hati, tetapi firman Tuhan menuntun kita untuk menjadi teladan yang kokoh di tengah badai nilai-nilai yang berubah. Karakter yang matang bukan lahir dari kemudahan, tetapi dari kesetiaan memegang kebenaran walau banyak yang menentangnya. Tuhan rindu melihat umat-Nya menjadi pilar bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat. Kekuatan seorang ayah, kakak, atau pelayan laki-laki tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi dari kestabilan hati dan kebijaksanaan hidupnya. Mari kita bercermin, apakah perkataan dan sikap kita menuntun keluarga kepada Kristus atau malah menjauhkan karena kita tidak bisa menjadi teladan? Hari ini, jadikan firman sebagai pelita agar hidup kita menjadi contoh dan teladan yang menguatkan orang lain untuk tetap berjalan dalam kebenaran.

Doa: Teguhkan Imanku Tuhan, agar dapat menjadi teladan, Amin.

Rabu, 12 November 2025

bahan bacaan : Titus  2 : 3 – 5

3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.

Perempuan Bijak, Generasi Kuat

Perempuan-perempuan yang dewasa dalam iman dipanggil untuk hidup dengan penuh hormat, tidak memfitnah, tidak diperbudak oleh hawa nafsu, dan menjadi pengajar yang baik bagi generasi muda. Dalam dunia yang serba cepat ini, godaan untuk sibuk mengomentari hidup orang lain sangat besar. Tetapi firman Tuhan memanggil para perempuan untuk menjadi sumber kebijaksanaan, penopang keluarga, dan penanam nilai-nilai ilahi bagi anak-anak dan remaja. Kata-kata yang diucapkan dengan kasih dan bijak bisa menjadi benih kehidupan yang kelak menghasilkan buah yang manis. Kita tidak tahu seberapa besar dampak yang dihasilkan dari teladan hidup yang benar. Seorang ibu yang sabar, seorang kakak yang penuh perhatian, atau seorang nenek yang setia berdoa bisa menjadi benteng iman bagi keluarga. Tuhan ingin perempuan-perempuan-Nya menjadi agen pembawa damai, pelindung kasih, dan pengajar kebaikan yang tulus. Mari kita mulai hari ini dengan komitmen untuk menjadi suara yang membangun dan hati yang membimbing generasi muda dengan pembentukan karakter: hidup dalam kasih, bijaksana, suci, penuh kebaikan dan bertanggungjawab. Keluarga yang kuat, melahirkan generasi yang kuat dan itu adalah kesaksian nyata bagi dunia.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk hidup sebagai teladan iman, Amin.

Kamis, 13 November 2025

bahan bacaan : Pengkhotbah  11 : 9 – 10

Nasihat bagi pemuda-pemudi
9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! 10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.

Masa Muda Yang Bertanggung Jawab

Sukacita adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri. Hidup yang terlalu kaku dan tanpa sukacita akan membuat kita lupa menikmati segala hal yang baik dan indah dari Tuhan. Namun firman Tuhan mengingatkan:  masa muda perlu dinikmati, tetapi tidak boleh dijalani secara sembarangan. Karena setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan kepada Allah. Artinya, boleh mengikuti keinginan hati, tetapi keinginan itu harus ditimbang dengan kebenaran firman. Dunia mendorong anak muda untuk “mengejar kebebasan” tanpa batas, tetapi Tuhan mengajarkan kebebasan yang bertanggung jawab. Masa muda adalah anugerah yang indah, tetapi juga masa yang rentan untuk terseret oleh kesenangan sesaat. Jangan biarkan hati kita tertipu oleh hal-hal yang kelihatan manis di depan, tetapi pahit di belakang. Hidup dengan bijak di masa muda berarti menata langkah sejak sekarang, bukan nanti ketika segalanya sudah terlambat. Singkirkan hal-hal yang dapat mengeraskan hati dan merusak masa depan. Jadilah pribadi yang memanfaatkan masa muda untuk membangun iman, karakter, dan masa depan yang kokoh. Allah rindu anak-anak muda memiliki hati yang bersih, tubuh yang sehat dan hidup yang bersemangat. Sebab itu, sukacita sejati tidak merusak diri, melainkan memuliakan Allah.

Doa: Arahkan Jalanku di masa muda ini ya Tuhan, Amin.

Jumat, 14 November 2025

bahan bacaan : Lukas  12 : 54 – 59

Menilai zaman
54 Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. 55 Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. 56 Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini? 57 Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? 58 Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. 59 Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas."

Peka Membaca Tanda -Tanda Zaman

Yesus menegur orang-orang yang pandai membaca tanda-tanda cuaca, tetapi gagal membaca tanda-tanda zaman. Teguran itu bermaksud agar mereka peka terhadap karya Allah dalam sejarah kehidupan. Begitu pula kita. menilai zaman bukan berarti hanya mengikuti trend perkembangan dunia, tetapi melihat apa yang sedang Allah kerjakan. Sering kita sibuk memprediksi hal-hal duniawi, tetapi tidak peka pada apa yang Tuhan sedang kerjakan di sekitar kita. Apakah kita mampu melihat bahwa dibalik peristiwa sosial, politik, ekonomi dan kehidupan sehari-hari, Allah sedang berbicara dan mengarahkan kita? Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk bertindak selagi masih ada waktu. Pertobatan bukanlah hal yang harus ditunda-tunda. Kita tidak tahu kapan kesempatan itu akan berakhir. Mari belajar membaca tanda-tanda yang Tuhan tunjukkan melalui firman, peristiwa, dan suara hati, agar kita dapat hidup selaras dengan kehendak-Nya dan siap menyambut-Nya dengan hati yang bersih. Jangan kita sibuk membaca tanda-tanda dunia tetapi lalai membaca tanda-tanda kehendak Tuhan, dan kehendakNya adalah bertobat dan tidak ikut arus dunia ini yang menyesatkan.

Doa: Buat kami peka  melihat apa maksud Tuhan dibalik setiap zaman, Amin.

Sabtu, 15 November 2025

bahan bacaan : Amsal 3 : 1 – 4 

Berkat dari hikmat
Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, 4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia

Firman Yang Tertulis Di Hati

Tuhan berjanji bahwa mereka yang setia memegang pengajaran-Nya akan menikmati umur panjang, sejahtera, dan kasih setia yang tidak lekang oleh waktu. Firman dan kasih Tuhan harus tertulis bukan hanya di Alkitab, tetapi di hati kita. Inilah kunci untuk menemukan damai sejati di tengah dunia yang penuh gejolak. Kesetiaan pada firman bukan sekadar soal menghafal ayat, tetapi menghidupinya dalam pilihan-pilihan kecil setiap hari. Kebaikan dan kesetiaan adalah harta yang tidak bisa dibeli, tetapi bisa kita berikan kepada orang lain sebagai warisan rohani. Saat hidup kita dipenuhi kasih dan kejujuran, kita akan mendapatkan perkenaan dari Allah dan manusia. Hari ini, mari kita pilih untuk menaruh firman di hati, membiarkannya membentuk pikiran, perkataan, dan tindakan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang mengundang orang lain untuk mengenal kasih Tuhan. Jangan abaikan firman, karena disitulah sumber kehidupan yang menuntuk kita hidup berkenan kepada Tuhan.

Doa: FirmanMu tertulis dalam hati kami ya  Tuhan, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 02 – 08 November 2025

Tema Bulanan : Gereja bagi Kehidupan yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Gereja bagi Semua

Minggu, 02 November 2025

bahan bacaan : Yesaya 56 : 1 – 8

Keselamatan adalah bagi semua orang
Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. 2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. 3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: "Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering." 4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama--itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan--,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. 6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. 8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."

Rumah Doa Bagi Banyak Orang

Ada sebuah rumah makan yang besar dengan meja panjang penuh makanan lezat. Pemilik rumah makan tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun. Siapa saja boleh datang baik itu orang kaya, miskin, tua, muda, bahkan yang tidak mampu membayar pun akan diberi makan dengan penuh kasih. Demikianlah gambaran gereja yang sejati: meja perjamuan Tuhan terbuka bagi semua orang, tidak ada yang ditolak. Tuhan menegaskan bahwa rumah-Nya adalah “Rumah Doa Bagi seluruh bangsa”. Ia mengundang bukan hanya bangsa Israel, tetapi juga orang asing, bahkan orang yang dianggap tidak layak, untuk datang dan menerima kasih serta keselamatan-Nya. Kadang kita sering berpikir bahwa gereja hanya untuk orang tertentu orang yang sudah lama beriman, yang punya latar belakang sama, atau yang kelihatan “baik-baik saja” di mata manusia. Namun bacaan hari ini Yesaya 56 mengingatkan bahwa Allah membuka pintu-Nya lebar-lebar untuk siapa saja. Gereja merupakan tempat bagi siapapun yang mau datang dan menetap, baik itu orang asing, orang yang berbeda suku budaya atau sampai kepada status sosial pun akan tetap di terima. Firman Tuhan ini mengajarkan bahwa gereja bukan milik sekelompok orang tertentu, melainkan milik Kristus yang terbuka bagi semua. Mari kita belajar hidup sebagai orang yang ramah, menerima, dan membawa setiap orang lebih dekat kepada Tuhan.

Doa Mampukan kami Tuhan untuk selalu menjaga keutuhan Rumah untuk banyak orang. Amin.  

Senin, 03 November 2025

bahan bacaan : Yohanes 4 : 1 – 26

Percakapan dengan perempuan Samaria
Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 2 --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, -- 3 Iapun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum." 8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. 9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." 11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?" 13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." 15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." 16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini." 17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar." 19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah." 21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami." 26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."

Pelayanan Tanpa Batas

Perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria adalah kisah yang sangat penting karena Yesus berani menembus berbagai batasan yang ada pada zaman itu. Bangsa Yahudi dan orang Samaria tidak bergaul karena adanya permusuhan panjang. Namun Yesus justru mendekati perempuan Samaria itu, membuka percakapan, dan menawarkan air hidup. Ini menunjukkan bahwa pelayanan Kristus tidak mengenal sekat suku, ras, atau budaya. Kasih Allah berlaku bagi semua orang dengan menjadi pelayanan di segala tempat. Perempuan Samaria itu menyinggung soal tempat ibadah: apakah di gunung yang berada di Samaria atau di Yerusalem. Tetapi Yesus menegaskan bahwa penyembahan yang benar bukan ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh sikap hati: menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran (ayat 23-24). Artinya, pelayanan tidak dibatasi tembok gedung atau tempat khusus. Di mana pun kita berada, kasih Kristus dapat diberitakan. Kita dipanggil untuk melayani siapa saja, tanpa memandang suku, budaya, atau latar belakang. Gereja tidak boleh tertutup, melainkan terbuka untuk menjadi berkat bagi semua orang. Maka kita sebagai pengikut Kristus dipanggil untuk melayani dengan kasih yang tulus, dan menjangkau siapa pun, di mana pun, dan membawa mereka kepada Kristus sumber air hidup.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk memberitakan firmanMu kepada banyak orang  Amin.  

Selasa, 04 November 2025

bahan bacaan : Yohanes 4 : 27 – 42

27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?" 28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?" 30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus. 31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah." 32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." 33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. 38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." 39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." 40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. 41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, 42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

Dari Satu Jiwa Untuk Banyak Jiwa

Seperti sebuah lilin kecil yang dinyalakan dalam ruangan gelap. Cahaya lilin itu mungkin tampak kecil, tetapi cukup untuk membuat orang lain melihat jalan. Jika lilin itu kemudian menyalakan lilin-lilin lain, maka seluruh ruangan akan terang. Demikian juga dengan Injil. Ketika satu orang menerima dan membagikannya, terang itu menyebar dan menjangkau banyak orang. Pertemuan Yesus dengan perempuan Samaria di sumur bukanlah kebetulan. Setelah mengalami kasih dan kebenaran Kristus, perempuan itu segera meninggalkan tempayannya lalu kembali ke kotanya untuk bersaksi: “Mari, lihatlah seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” (ay. 29). Kesaksiannya yang sederhana tetapi tulus membuat banyak orang datang kepada Yesus dan menjadi percaya. Inilah kuasa pemberitaan Injil: dimulai dari satu pribadi yang diubahkan, lalu merambat menjangkau banyak orang. Tuhan rindu kita semua ikut ambil bagian dalam pekerjaan besar ini. Maka Jangan remehkan kesaksian sederhana kita, sebab Tuhan bisa pakai itu untuk menyentuh banyak orang. Pemberitaan Injil bukan hanya tugas pendeta atau penginjil, tetapi juga keluarga Kristen di mana pun berada. Mari kita mulai dari lingkungan terdekat: rumah, tetangga, teman kerja, sekolah, bahkan melalui media social, agar pemeritaan Injil menjangkau banyak orang.

Doa Tuhan, kami mau melayani  sesama tanpa melihat latarbelakang mereka,  Amin.

Rabu, 05 November 2025

bahan bacaan : Yohanes 10 : 14 – 16

14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. 16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Satu Gembala Untuk Banyak Domba

Seorang gembala di sebuah padang rumput memiliki banyak domba dari berbagai warna dan ukuran. Ada yang putih bersih, ada yang berbintik hitam, ada pula yang berbulu agak kusut. Namun meskipun berbeda, semuanya tetap dipanggil dengan suara yang sama. Ketika gembala itu bersiul, semua domba yang besar maupun kecil, yang dekat maupun jauh berlari mendekat karena mengenal suara gembalanya. Mereka tidak mengikuti suara lain, sebab hanya suara gembala yang membuat mereka merasa aman. Demikianlah Yesus sebagai Gembala Agung memanggil kita dari berbagai bangsa, suku, bahasa, dan latar belakang untuk menjadi satu kawanan. Meski berbeda-beda, kita disatukan dalam kasih dan bimbingan Kristus. Yesus mengenal kita secara pribadi Sama seperti gembala mengenal setiap dombanya, Yesus mengenal nama, pergumulan, dan kebutuhan kita masing-masing. Tugas kita sebagai domba adalah mengenali suaraNya melalui doa, firman dan pimpinan Roh Kudus. Banyak suara dunia yang ingin menyesatkan, tetapi hanya suara Yesus yang membawa pada kehidupan. Karena itu, mari kita hidup saling mengasihi, melampaui perbedaan, dan setia mengikuti Yesus.

Doa:  ya Allah, kami mau mendengar dan mengikutiMu, gembala Agung,  Amin.

Kamis, 06 November 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 26 – 40 

Sida-sida dari tanah Etiopia
26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. 27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. 29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" 30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" 31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. 32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. 33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. 34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?" 35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" 37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") 38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. 39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Tetaplah Bangun Kepeduliaan Memberitakan Injil

Kita tidak hidup sendiri di dunia. Kita hidup bersama orang lain. Amatlah naif bila kita terus menerus memiliki kecendrungan untuk hanya memikirkan diri sendiri. Perilaku egois tidak membuat kita sejahtera dan damai. Tuhan Yesus memanggil kita sebagai gereja agar  bisa hidup sebagai orang-orang yang inklusif. Inilah kandungan tema bulan November yaitu  Gereja bagi hidup yang berkelanjutan dan untuk minggu ini diarahkan pada tema Mingguan: Gereja bagi semua. Teks kita saat ini menceritakan ksiah pelayanan  Filipus. Ia seorang pemberita Injil. Sikap ketaatannya juga ia tunjukkan ketika malaekat Tuhan berkata kepadanya untuk turun ke jalan yang sunyi (Kisah 8:26). Filipus memahami betapa pentingnya hidup berbagi kebenaran tentang kasih Tuhan Yesus kepada orang lain, apalagi yang belum percaya dan mengenal Tuhan. Apakah sikap seperti ini .juga kita miliki? Ataukah kita malah memperlihatkan sikap tidak suka sebagai wujud rasa tidak peduli akan pertumbuhan iman orang lain, misalnya saja malas mengajak orang lain beribadah? Mari belajar dari Filipus yang ingat akan tanggung jawab pemberitaan Injil dan tetap setia melakukannya.

Doa Ya Tuhan Yesus, Tolonglah kami agar selalu mendengar suara-Mu dan setia memberitakan Injil, Amin  

Jumat, 07 November 2025

bahan bacaan : Matius 22 : 1 – 14

Perumpamaan tentang perjamuan kawin
Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: 2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. 3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. 4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. 5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, 6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. 7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. 8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. 9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. 10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. 11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. 12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. 13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. 14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Semua Orang Berhak atas Keselamatan

Hari Minggu telah tiba. Pit meminta Popy istrinya untuk menyetrika pakaiannya sebab ia mau ke ibadah. Stenly anaknya yang bungsu membawakan pakaiannya juga kepada ibunya. Melihat itu, Pit bertanya  kepada Stenly : Mengapa nyong membawa baju untuk mama ? Popy istrinya langsung menjawab: Stenly cuma mau ikut-ikutan saja. Tetapi Stenly berkata bahwa ia juga mau ke ibadah Minggu bersama papa dan mamanya. Mendengarkan hal itu, Pit melarang agar anaknya jangan ikut ibadah Minggu sebab hanya akan merepotkan. Stenly nanti saja ke ibadah sekolah minggu. Pit melarang Popy untuk membawa Stenly saat mereka ke ibadah minggu. Stenly pun hanya bisa diam. Cerita ini kelihatan biasa saja. Tetapi melaluinya terselip pesan yang penting yakni semua orang berhak atas keselamatan.Tuhan Yesus memberikan perumpamaan tentang hal Kerajaan Sorga. Orang banyak yang diundang masuk ke dalam Kerajaan Surga ibarat mereka adalah tamu perjamuan kawin. Semua orang diundang dan berhak untuk ikut di dalam perjamuan kawin itu dengan pakaian yang pantas. Ini berarti kita semua dipandang layak di hadapan Tuhan. Siapapun kita termasuk anak-anak. Jangan pernah melarang siapapun untuk datang kepada Tuhan dan jangan pernah membatasinya sebab Tuhan berkenan menyelamatkan semua orang.

 Doa:  ya Allah, mampukanlah kami datang pada-Mu sebagai sumber keselamatan, Amin.

Sabtu, 08 November 2025

bahan bacaan : Wahyu 7 : 9-17

Orang banyak yang tidak terhitung banyaknya
9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. 10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" 11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, 12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" 13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" 14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. 15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. 16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. 17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Tuhan Sumber Keselamatan

Teks ini dilatari dengan situasi sulit yang dihadapi orang Kristen sekitar akhir abad pertama, dimana seluruh penduduk kekaisaran Romawi diwajibkan untuk menyembah dan mempersembahkan kurban kepada kaisar-kaisar yang mengganggap diri mereka sebagai dewa. Orang yang menolak dianggap pengkhianat dan dapat dijatuhi hukuman mati. Orang Kristen bertanya tentang keyakinan mereka akan Allah dan penulis kitab Wahyu menjawab dengan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang akan menaklukan seluruh umat manusia dan semua kekuatan termasuk kekaisaran Romawi yang melawan Allah. Teks Wahyu 7:9-17 menuliskan semua orang datang kepada Tuhan sumber keselamatan. Hanya kepada Tuhan dan bukan kepada yang lainnya. ini merupakan ajakan bagi semua kita untuk menyakini kedaulatan kuasa Tuhan. Hanya di dalam Tuhan kita menemukan keselamatan. Manusia tidak memliki kuasa yang bisa menandingi Tuhan. Sebagai sumber keselamatan, Tuhan mau agar kita hanya datang kepada-Nya dan menyandarkan seluruh pergumulan hidup hanya kepadaNya.

 Doa: ya Allah, hanya Tuhanlah satu-satuNya sumber keselamatan hidup kami,   Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 Juli – 2 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah: Gereja yang Matang

Tema Mingguan : Hidup bagi Allah dan Mati Terhadap Dosa   

Minggu, 27 Juli 2025

bahan bacaan : Roma 6 : 1-14

Mati dan bangkit dengan Kristus
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. 10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. 11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. 12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. 13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. 14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Mati Terhadap Dosa dan Hidup bagi Allah

Selamat hari minggu dan selamat beribadah kepada Tuhan. Kita sungguh bersyukur atas anugerah kehidupan yang masih Tuhan berikan. Anugerah yang memungkinkan kita dapat terus hidup, bekerja dan melayani untuk memuliakanNya.  Hari ini melalui surat yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, kita semua diingatkan akan anugerah Allah yang besar ini. Anugerah yang nyata melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus bagi kita sehingga keselamatan kekal dapat diperoleh. Ketika kita telah menerima anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus,  kita harus meresponinya dengan berjuang untuk hidup kudus sesuai dengan kehendak-Nya. Mulailah dengan cara mati terhadap dosa. Itu artinya dalam menjalani kehidupan hari ini dan seterusnya, kita harus berhenti menuruti kehendak dosa. Kita tidak lagi mau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Sebaliknya, kita harus membiarkan Roh Kudus berdiam didalam diri kita untuk menuntun dan memampukan kita hidup bagi Allah di dalam kekudusan-Nya. Mintalah kuasa Roh Kudus menolong agar tubuh kita berkenan dipakai oleh Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran, sehingga kehidupan yang kita jalani benar-benar berbeda. Kita mati terhadap dosa dan hidup bagi Allah sebagai wujud syukur atas anugerah keselamatan yang telah diterima.

Doa: Kami mau hidup bagiMu ya Tuhan dan mati terhadap dosa,, amin  

Senin, 28 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 19

19 Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi siapa mengejar kejahatan, menuju kematian.

Berpegang pada Kebenaran, Menuju Hidup

Menjalani kehidupan ini, kita sering dihadapkan pada situasi atau kondisi yang tidak mudah antara harus memilih mengikuti kebenaran Tuhan ataukah mengikuti apa yang dianggap benar oleh dunia ini. Sering kita temui dalam aktifitas kerja tiap hari ada begitu banyak godaan untuk berlaku tidak benar atau tidak jujur demi memperoleh keuntungan pribadi. Dalam pergaulan misalnya, kadang juga kita tergoda untuk mengikuti arus hanya supaya dapat diterima oleh orang lain. Namun, jika kita tahu bahwa itu semua salah dan bertentangan dengan kehendak Tuhan, kita harus berani memilih untuk berada dalam jalan kebenaran.  Meskipun untuk itu kita menghadapi masalah atau penolakan dari orang lain. Nas bacaan hari ini merupakan nasehat bijak dari penulis Amsal yang mengingatkan kita agar tidak lari mengejar kejahatan, sebaliknya tetap berpegang pada kebenaran. Alasannya jelas, berpegang pada kebenaran akan menuju kehidupan. Siapa mengejar kejahatan menuju kematian. Tidak ada diantara kita yang suka menuju kematian. Sebab itu berpeganglah pada kebenaran dan hidup didalamnya. Jadikanlah firman Tuhan sebagai sandaran kita, niscaya kehidupan yang baik akan kita dapatkan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk berpegang pada kebenaranMu yang menuju kehidupan, Amin  

Selasa, 29 Juli 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 14-17

14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kalau dahulu Aku telah bermaksud mendatangkan malapetaka kepada kamu, ketika nenek moyangmu membuat Aku murka, dan Aku tidak menyesal, firman TUHAN semesta alam, 15 maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut! 16 Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. 17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN."

Menegakkan Kebenaran Sebagai Kematangan Moral

Zakharia menegaskan bahwa Allah yang dahulu menjatuhkan hukuman karena dosa umat-Nya, kini kembali berniat melimpahkan berkat dan pemulihan. Hal Ini menunjukkan kasih Allah yang mau memulihkan dan membentuk kembali umat-Nya. Bahkan di dalam penghukuman yang dijalani oleh Bangsa Israel, kasih Allah tak berkurang sebab rencana keselamatanNya pasti digenapi. Karya Allah yang memulihkan dan menyatakan kasihNya ini, harus ditanggapi oleh bangsa Israel dengan perubahan hidup secara total. Melakukan transformasi etis dan sosial merupakan salah satu bentuk perubahan yang diharapkan terjadi dalam kehidupan Bangsa Israel. “Berkata benar….dan tegakkanlah hukum yang benar…”(ayat 16) menegaskan tentang nilai kebenaran dan kejujuran sebagai dasar dari relasi antar umat yang harus diprioritaskan. Kesadaran diri untuk mengalami perubahan sikap etis ini mengingatkan setiap orang percaya bahwa Allah tidak hanya menuntut kesetiaan pada aspek ritual, tetapi perilaku yang benar dalam relasi dengan sesama harus menjadi bentuk nyata dari pemaknaan terhadap yang ritual itu. Jadi, sesungguhnya kebenaran harus dikatakan dan diperjuangkan, bukan sekadar didengar dan dipikirkan. Hal ini sekaligus membuktikan kematangan moralitas orang beriman.

Doa: Tuhan, Tuntunlah kami dengan Roh-Mu untuk terus mengalami kematangan moralitas. Amin 

Rabu, 30 Juli 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 33-37

33 Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Jangan Bersumpah Palsu

Nas hari ini merupakan Khotbah Tuhan Yesus di Bukit. Ia memberikan pengajaran tentang jangan bersumpah palsu. Pada zaman Yesus, orang Yahudi terbiasa dengan sumpah yang rumit yakni bersumpah demi bait suci, demi langit, dan demi bumi. Mereka melakukan ini untuk menghindari menyebut nama Allah secara langsung. Tapi kebiasaan ini bisa dimanipulasi untuk berbohong atau membenarkan sesuatu yang keliru. Yesus mengecam kebiasaan ini, karena menciptakan celah untuk sumpah palsu yang terselubung. Ia menunjukkan bahwa seluruh ciptaan adalah milik Allah, dan semua perkataan manusia ada di hadapan-Nya.Yesus menuntut ketulusan hati, bukan hanya ketaatan lahiriah terhadap aturan. Penegasan tentang hal bersumpah palsu bukan sekadar soal ucapan, tetapi tentang konsistensi antara kata dan tindakan. Yesus berkata bahwa ucapan “ya” harus berarti “ya”, dan “tidak” harus berarti “tidak”. Artinya, komunikasi orang percaya harus benar, jujur dan bebas dari manipulasi. Dengan kalimat lain, mengandalkan sumpah bisa menjadi tanda bahwa kata-kata biasa tidak dapat dipercaya. Bahkan, menggunakan sumpah untuk membangun reputasi sangat bersifat manipulatif dan tidak jujur. Karena itu, sebagai orang percaya jangan bersumpah palsu!

Doa: Tuhan, tolonglah kami dengan Roh-mu agar tidak bersumpah palsu.  Amin 

Kamis, 31 Juli 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 38-42

38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Jangan Membalas Kejahatan Dengan Kejahatan

Dalam Khotbah Yesus di Bukit. Yesus mengajarkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah. Ia merujuk pada prinsip hukum balas dendam (mata ganti mata), yang dalam konteks Perjanjian Lama adalah cara membatasi pembalasan agar tidak berlebihan. Namun Yesus melampaui hukum itu dan menekankan hal mengampuni dan nir-kekerasan. Kerajaan Allah tidak didasarkan pada keadilan retributif (balas dendam), melainkan pada kasih dan pengampunan. Perintah “jangan melawan orang yang berbuat jahat”, bukan berarti pasif atau menyerah begitu saja pada ketidakadilan, melainkan mengundang respon yang aktif memberlakukan kasih. Memberi pipi yang lain, memberi jubah, dan berjalan dua mil adalah simbol dari mengambil kendali atas respon dengan cara yang berbeda untuk memutus rantai kekerasan. Ajaran ini memang menantang. Sebab balas dendam harus digantikan dengan perbuatan kasih. Sebagaimana sikap Allah Pemurah dan penuh belas kasihan, demikian halnya kita sebagai para pengikut-Nya. Dalam menjalani aktifitas hari ini dan seterusnya, kita dipanggil untuk bersikap lemah lembut, namun tegas dalam kasih. Kita dipanggil untuk menjadi agen damai, bukan pelanjut siklus dendam. Lebih dari itu, janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. Klahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

Doa: Mampukanlah kami dengan Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, untuk tidak membalas dendam. Amin  

Jumat, 01 Agustus 2025

bahan bacaan : Matius 12 : 33 – 37

33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal. 34 Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. 35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. 36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."

Manis di Muka, Mar Hati Sama Deng Asam Cuka

Kita bersyukur menikmati kehidupan di hari baru, tanda rahmat Tuhan tak berkesudahan. Hari ini kita merenungkan ajaran Tuhan Yesus yang menegaskan: “pohon yang baik akan selalu menghasilkan buah-buah yang baik, sebaliknya pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik pula”. Selanjutnya, ”setiap pohon dikenal dari buahnya”. Ajaran ini mengandung makna bahwa orang akan mengenal siapa diri kita dari apa yang kita katakan dan lakukan setiap hari. Kita patut menjaga setiap perkataan yang keluar dan tindakan yang dilakukan. Kata-kata baik yang diucapkan, tindakan baik yang dilakukan akan menolong, menguatkan dan memberi motivasi bagi diri kita dan orang lain. Sebaliknya perkataan buruk, penuh prasangka, rencana kotor dan jahat akan membuat relasi terganggu dan orang tersakiti. Betapa dalam kehidupan ini kita membutuhkan orang-orang yang hatinya bersih, mulutnya bersih dan tindakannya bersih. Jangan sampai ada yang mengatakan, “mulu manis tapi hati macang rarobang”, atau “manis di muka, mar hati macang deng asam cuka”. Ingatlah supaya apa yang dikatakan itu keluar dari hati bersih dan selaras dengan yang dilakukan. Itu ciri dan karakter orang yang menerima ajaran Yesus dalam hidupnya.

Doa: Tuhan, jadikan kami orang-orang yang berhati bersih, supaya ucapan dan tindakan kami pun bersih, amin. 

Sabtu, 02 Agustus 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 27 – 30

27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Kendalikan Mata dan Hati dari Dosa

Kitab Injil penuh dengan ajaran Tuhan Yesus. Meskipun ada ajaran-Nya yang sulit dilakukan, namun ajaran-ajaran Tuhan Yesus ini mengandung perintah untuk dilaksanakan sebab mengandung kebenaran iman. Ajaran tentang Jangan berzinah ini masuk dalam satu rumpun ajaran tentang khotbah di bukit, mulai dari pasal 5 sampai 7. Ajaran ini mengandung pesan berharga yaitulah dalam menjalani kehidupan, kita mesti menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat membawa pada perbuatan dosa.  Berzinah misalnya, tidak terjadi begitu saja melainkan diawali dari pandangan mata yang disertai keinginan dalam hati. Itu berarti seseorang sebenarnya dapat terhindar dari perbuatan dosa zinah ini, jika ia dapat menjaga mata dan hatinya tetap murni, tanpa keinginan tertentu. Ketika kita bekerja atau melayani, menjaga mata dan hati dari segala keinginan begitu penting. Jika keinginan mata dan hati tidak terkendali, itu berpotensi membawa kita pada kecenderungan memiliki tanpa batas, termasuk memiliki apa yang dipunyai orang lain, misalnya uang, jabatan, rumah, tanah, isteri atau suami orang. Sebab itu, memulai aktifitas di hari ini, bawalah hati kepada Tuhan dan mintalah supaya Tuhan berkenan menjaga mata dan hati kita dari segala kecenderungan yang membawa kita pada perbuatan dosa. Dengan pertolongan Roh Kudus, kita sanggup mematikan dalam diri semua perbuatan dosa dan hidup berkenan bagi Tuhan. Inilah kebenaran iman yang diajarkan dan perlu terus dihidupi.

Doa: Kendalikanlah mata dan hati kami ya Tuhan, agar terhindar dari perbuatan dosa, Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI-AGUSTUS 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 20-26 Juli 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah: Gereja yang Matang

Tema Mingguan : Pengendalian diri : Wujud Ketaatan kepada Tuhan

Minggu, 20 Juli 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 26 : 1-25

Untuk kedua kalinya Daud membiarkan Saul hidup
Datanglah orang Zif kepada Saul di Gibea serta berkata: "Daud menyembunyikan diri di bukit Hakhila di padang belantara." 2 Lalu berkemaslah Saul dan turun ke padang gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun Zif. 3 Berkemahlah Saul di bukit Hakhila yang di tepi jalan di padang belantara, sedang Daud tinggal di padang gurun. Ketika diketahui Daud, bahwa Saul datang mengikuti dia ke padang gurun, 4 disuruhnyalah pengintai-pengintai, maka diketahuinyalah, bahwa Saul benar-benar datang. 5 Berkemaslah Daud, lalu sampai ke tempat Saul berkemah. Waktu Daud melihat tempat Saul berbaring dengan Abner bin Ner, panglima tentaranya, --Saul berbaring di tengah-tengah perkemahan, sedang rakyat berkemah sekelilingnya-- 6 berbicaralah Daud kepada Ahimelekh, orang Het itu, dan kepada Abisai, anak Zeruya, saudara Yoab, katanya: "Siapa turun bersama-sama dengan aku kepada Saul ke tempat perkemahan itu?" Jawab Abisai: "Aku turun bersama-sama dengan engkau." 7 Datanglah Daud dengan Abisai kepada rakyat itu pada waktu malam, dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring sekelilingnya. 8 Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: "Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali." 9 Tetapi kata Daud kepada Abisai: "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?" 10 Lagi kata Daud: "Demi TUHAN yang hidup, niscaya TUHAN akan membunuh dia: entah karena sampai ajalnya dan ia mati, entah karena ia pergi berperang dan hilang lenyap di sana. 11 Kiranya TUHAN menjauhkan dari padaku untuk menjamah orang yang diurapi TUHAN. Ambillah sekarang tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu, dan marilah kita pergi." 12 Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur, karena TUHAN membuat mereka tidur nyenyak. 13 Setelah Daud sampai ke seberang, berdirilah ia jauh-jauh di puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar antara mereka. 14 Dan berserulah Daud kepada tentara itu dan kepada Abner bin Ner, katanya: "Tidakkah engkau menjawab, Abner?" Maka jawab Abner, katanya: "Siapakah engkau ini yang berseru-seru kepada raja?" 15 Kemudian berkatalah Daud kepada Abner: "Apakah engkau ini bukan laki-laki? Siapakah yang seperti engkau di antara orang Israel? Mengapa engkau tidak mengawal tuanmu raja? Sebab ada seorang dari rakyat yang datang untuk memusnahkan raja, tuanmu itu. 16 Tidak baik hal yang kauperbuat itu. Demi TUHAN yang hidup, kamu ini harus mati, karena kamu tidak mengawal tuanmu, orang yang diurapi TUHAN itu. Sekarang, lihatlah, di mana tombak raja dan kendi yang ada di sebelah kepalanya?" 17 Saul mengenal suara Daud, lalu ia berkata: "Suaramukah itu, anakku Daud?" Jawab Daud: "Suaraku, tuanku raja." 18 Lalu berkatalah ia: "Mengapa pula tuanku mengejar hambanya ini? Apa yang telah kuperbuat? Apakah kejahatan yang melekat pada tanganku? 19 Oleh sebab itu, kiranya tuanku raja mendengarkan perkataan hambanya ini. Jika TUHAN yang membujuk engkau melawan aku, maka biarlah Ia mencium bau korban persembahan; tetapi jika itu anak-anak manusia, terkutuklah mereka di hadapan TUHAN, karena mereka sekarang mengusir aku, sehingga aku tidak mendapat bagian dari pada milik TUHAN, dengan berkata: Pergilah, beribadahlah kepada allah lain. 20 Sebab itu, janganlah kiranya darahku tertumpah ke tanah, jauh dari hadapan TUHAN. Sebab raja Israel keluar untuk mencabut nyawaku, seperti orang memburu seekor ayam hutan di gunung-gunung." 21 Lalu berkatalah Saul: "Aku telah berbuat dosa, pulanglah, anakku Daud, sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu, karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya, perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali." 22 Tetapi Daud menjawab: "Inilah tombak itu, ya tuanku raja! Baiklah salah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk mengambilnya. 23 TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN. 24 Dan sesungguhnya, seperti nyawamu pada hari ini berharga di mataku, demikianlah hendaknya nyawaku berharga di mata TUHAN, dan hendaknya Ia melepaskan aku dari segala kesusahan." 25 Lalu berkatalah Saul kepada Daud: "Diberkatilah kiranya engkau, anakku Daud. Apa juapun yang kauperbuat, pastilah engkau sanggup melakukannya." Lalu pergilah Daud meneruskan perjalanannya dan pulanglah Saul ke tempatnya.

Pengendalian Diri: Wujud Ketaatan kepada Tuhan

Ada beberapa area dalam diri kita yang perlu dijaga. Pikiran, mata, pendengaran, ucapan dan tindakan.  Semuanya saling berkaitan dan menuntut adanya pengendalian diri. Agar tidak menjadi bumerang bagi diri sendiri dan orang lain. Menyeimbangkan area dalam diri tidak hanya mendatangkan dampak positif, namun juga berguna untuk membangun hubungan dengan orang lain. Meminimalkan resiko konflik serta membuat hidup kita lebih produktif. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita tentang pentingnya pengendalian diri sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan. Itulah yang ditampilkan oleh Daud yang untuk kedua kalinya membiarkan Saul hidup. Daud memiliki banyak alasan dan kesempatan untuk membunuh Saul, namun hal itu tidak dilakukannya. Dalam tuntunan roh Tuhan, ia masih mampu mengendalikan dirinya dan tidak berlaku jahat terhadap Saul. Pengendalian diri adalah salah satu bentuk kecerdasan emosional. Orang yang dapat mengendalikan dirinya akan mampu memberi batasan pada apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan, apalagi jika itu bertentangan dengan kehendak Tuhan. Karena itu kita harus belajar untuk terus mengendalikan diri agar ucapan dan tindakan kita tidak melukai bahkan menghancurkan orang lain dan diri kita sendiri. Hal itu kita lakukan sebagai wujud ketaatan kita kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk mengendalikan diri, amin.

Senin, 21 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 37 : 1-9

Kebahagiaan orang fasik semu
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.

Hidup Sesuai Kehendak Tuhan

Mazmur 37 berbicara tentang pengajaran, bagaimana seseorang harus bersikap di tengah dunia yang seakan-akan tidak adil di mana hidup orang fasik seakan-akan lebih baik dari hidup orang benar. Sehingga orang benar dituntut untuk bisa bersikap bijaksana dalam menilai apa yang nampaknya seakan ada ketidakadilan. Dalam ayat 1 pemazmur ingatkan: janganlah marah, jangan iri hati. Kenapa ada perkataan ini? karena kalau kita membaca ayat-ayat selanjutnya tersirat bahwa orang fasik, orang yang berbuat curang itu kelihatan kehidupannnya lebih baik daripada orang benar. Terhadap kehidupan orang fasik ini, kita diminta untuk jangan marah dan iri hati kepada mereka. Pada saat kita melihat kehidupan orang lain lebih baik dari hidup kita, jangan iri hati meskipun kesuksesan yang mereka peroleh mungkin dengan cara-cara yang tidak benar/curang. Tetaplah lakukan yang baik, artinya bahwa kita tetap melakukan apa yang menjadi baik dan benar dalam pandangan Tuhan sambil tetap menyerahkan hidup kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang mengambil kendali dalam kehidupan kita, karena ada janji-Nya. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang dan hakmu seperti siang. Hiduplah sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan marah dan tinggalkanlah panas hati.

Doa: Tuhan, kami mau hidup seturut dengan kehendakMu Tolonglah kami. Amin. 

Selasa, 22 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 15 : 1

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

                                                    Perkataan yang Lemah Lembut

Belajar dari nasehat Salomo, seorang raja penuh hikmat yang mengatakan: “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah” (ay 1) . Bila kita bisa menahan diri dan menanggapi perkataan dan tindakan yang negatif dengan ketenangan dan lemah lembut, maka kita akan terhindar dari banyak konflik dan persoalan yang tidak perlu. Tidak jarang kita mendengar ada banyak pernikahan yang mengalami masalah hanya karena suami atau isteri, atau keduanya, tidak dapat menahan perkataannya .Hubungan pertemanan yang baik pun dapat timbul konflik hanya dari perkataan-perkataan yang kurang bijak. Kata-kata yang lembut dan bijaksana bisa menjadi obat bagi hati yang terluka dan membangun jembatan dalam hubungan. Di sisi lain, perkataan yang tajam dan kasar hanya akan memperburuk keadaan, menciptakan rasa sakit dan permusuhan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai  di tengah-tengah dunia ini. Dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip kasih dan pengampunan, kita dapat menjadi saksi Kristus. Mari berdiam diri sejenak dan berdoalah, minta pimpinan Roh Kudus untuk menguasai hati, pikiran dan perkataan kita agar dapat memberi jawaban yang lemah lembut sehingga kita terhindar dari konflik yang tidak perlu.

Doa: Tuhan bantu kami mengendalikan emosi dan perkataan kami.  Amin.   

Rabu, 23 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 12

12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.

Menghina Sesama Tidak Berakal Budi

Amsal dalam bacaan hari ini mengingatkan agar tidak menjelek-jelekkan atau menghina sesama. Orang bijak tidak akan menghina orang lain dalam hati atau dengan kata-kata. Mereka akan menahan diri untuk tidak mengatakan kata-kata yang merendahkan atau mengejek. Mereka tahu bahwa pada diri setiap  orang, ada kelebihan dan kelemahannya. Kekurangan atau kelemahan yang dimiliki seseorang jangan dijadikan bahan ejekan atau hinaan. Orang bijaksana akan menunjukkan kasih dan rasa hormat. Mereka mampu berdiam diri  dan tidak terlanjur mengeluarkan perkataan. Itulah tanda orang berakal budi. Apa yang menjadi nasehat dan peringatan pengamsal ini penting untuk kita ingat dan lakukan. Semua manusia diciptakan Tuhan dengan harkat dan martabat yang sama dan patut dihargai. Semua  manusia hadir di dunia atas kehendak Tuhan dan menyandang tugas untuk hidup bersama dengan manusia lain. Mengelola kehidupan ini agar tercipta kehidupan yang damai dan penuh sejahtera. Sebab  itu jangan  suka meninggikan diri lalu merendahkan orang lain apalagi menghinanya. Menghina sesama berarti menghina Tuhan sebagai Penciptanya. Manusia yang menghina Penciptanya adalah manusia yang tidak berakal budi.

Doa: Tuhan berilah kami akal budi yang baik untuk tidak menghina sesama, Amin.  

Kamis, 24 Juli 2025

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 6 : 19-23

19 Kemudian berkatalah Elisa kepada mereka: "Bukan ini jalannya dan bukan ini kotanya. Ikutlah aku, maka aku akan mengantarkan kamu kepada orang yang kamu cari." Lalu diantarkannya mereka ke Samaria. 20 Segera sesudah mereka sampai ke Samaria berkatalah Elisa: "Ya TUHAN, bukalah mata orang-orang ini, supaya mereka melihat." Lalu TUHAN membuka mata mereka, sehingga mereka melihat, dan heran, mereka ada di tengah-tengah Samaria. 21 Lalu bertanyalah raja Israel kepada Elisa, tatkala melihat mereka: "Kubunuhkah mereka, bapak?" 22 Tetapi jawabnya: "Jangan! Biasakah kaubunuh yang kautawan dengan pedangmu dan dengan panahmu? Tetapi hidangkanlah makanan dan minuman di depan mereka, supaya mereka makan dan minum, lalu pulang kepada tuan mereka." 23 Disediakannyalah bagi mereka jamuan yang besar, maka makan dan minumlah mereka. Sesudah itu dibiarkannyalah mereka pulang kepada tuan mereka. Sejak itu tidak ada lagi gerombolan-gerombolan Aram memasuki negeri Israel.

Hikmat Allah Menjauhkan Kita dari Perbuatan Jahat

Selain kehadiran dan perlindungan Allah, kisah ini juga menyingkapkan hikmat Allah yang luar biasa. Pasukan Aram yang telah dibutakan matanya digiring ke Samaria, ibukota Israel utara. Secara manusia, seperti yang ditunjukkan oleh sikap Raja Israel, pasukan Aram itu sebaiknya dibinasakan. Namun dalam kisah ini, Elisa yang diberi hikmat Allah, justru meminta Raja agar jangan melakukan yang jahat, sebaliknya menyiapkan pesta untuk menjamu musuh-musuh mereka, sebelum menyuruh mereka pulang ke negerinya. Sejak saat itu tidak ada lagi gerombolan Aram memasuki negeri Israel. Akhirnya kehidupan mereka menjadi damai karena mereka mengikuti hikmat Allah melalui nasehat nabi. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita agar janganlah menaruh dendam atau membalas kejahatan dengan kejahatan.Mendendam menghambat kelancaran aktifitas karena terbawa oleh pikiran untuk membuat hati menjadi puas bila dendam terbalaskan. Kalau kita tidak dapat menahan diri untuk membalas maka akan terbuka kemungkinan untuk kita berlaku jahat. Karena itu jangan membenci orang lain karena kesalahan tau kejahatan yang pernah dilakukannya. Bencilah perbuatan jahatnya dan yakinlah, ganjaran dan nama baik menanti para pemaaf.

Doa: Tuntun kami Tuhan, agar  tidak membalas dendam,. Amin.

Jumat, 25 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 19 : 11

11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Akal Budi Membuat Panjang Sabar

Emosi yang tidak terkendali seringkali menyebabkan kerugian daripada memberikan manfaat. Kita perlu melatih diri untuk mengendalikan emosi, seperti misalnya kemarahan. Tuhan memberikan kita akal budi untuk berpikir bagaimana seharusnya kita berkata dan bertindak. “Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran”, demikianlah ditulis dalam nas hari ini. Disini penulis kitab Amsal memberi nasehat bijak tentang perilaku hidup yang harus dimiliki oleh orang berhikmat berakal budi. Jika ada orang yang menyakiti, janganlah saling membalas, baik dengan kata-kata, tapi juga dengan perbuatan. Tetapi sebaliknya hendaklah mengasihi dengan sabar dan memaafkan pelanggaran. Hal ini akan menyelamatkan diri sendiri dan juga sesama kita dari kecendrungan untuk saling menghakimi. Hal penting adalah orang yang berakal budi akan lebih panjang sabar dan kemuliaannya adalah memafkan pelanggaran orang lain. Itulah pekerjaan Roh Tuhan didalam dirinya. Marilah kita menjadi orang-orang yang lebih berakal budi dengan melatih kepanjang sabaran kita dari hari ke hari.

Doa: Tuhan tolong kami untuk selalu sabar. Amin

Sabtu, 26 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 14 : 16-17

16 Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman. 17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Kendalikan Diri, Jangan Lekas Naik Darah

Pernahkah kita merasa tidak mampu mengendalikan emosi atau kemarahan terhadap orang lain? Ya, pasti kita pernah merasakannya. Dalam kondisi demikian, kata-kata yang dikeluarkan tidak dapat dikontrol atau bahkan emosi kita berujung dalam tindakan yang merusak. Itulah sebabnya pengendalian diri merupakan satu hal penting yang mesti kita miliki. Pengendalian diri membuat kita tahu ada batasan untuk sesuatu yang harus dikatakan atau dilakukan. Penulis Amsal mengingatkan dalam bacaan hari ini. “Siapa lekas naik darah bertindak bodoh, tetapi orang bijak bertindak hati-hati”. Kata lekas menunjuk pada ketidakmampuan seseorang mengendalikan diri atau emosinya.Orang yang lekas marah mempermalukan diri sendiri dan lebih dari itu dapat pula melukai hati orang lain. Pengendalian diri dapat dimulai dengan mengontrol kemarahan dalam diri kita. Jangan biarkan kemarahan mengontrol diri kita atau kita mejadi lekas naik darah. Jika kita dapat mengendalikan diri, pikiran menjadi jernih dan tindakan tetap baik. Marilah memulai aktifitas di hari ini dengan belajar menjadi orang bijak yang tahu mengendalikan amarah, agar kita perkataan maupun tindakan yang dilakukan tetap terkontrol dan berkenan menjadi berkat bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Doa: Ya Bapa, berilah kami kemampuan mengendalikan amarah dalam diri, amin.

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Juli 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah: Gereja yang Matang

Tema Mingguan : Takut akan Tuhan adalah Awal Pengetahuan

Minggu, 13 Juli 2025

bahan bacaan : Ayub 28 : 20-28

20 Hikmat itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya? 21 Ia terlindung dari mata segala yang hidup, bahkan tersembunyi bagi burung di udara. 22 Kebinasaan dan maut berkata: Hanya desas-desusnya yang sampai ke telinga kami. 23 Allah mengetahui jalan ke sana, Ia juga mengenal tempat kediamannya. 24 Karena Ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi, dan melihat segala sesuatu yang ada di kolong langit. 25 Ketika Ia menetapkan kekuatan angin, dan mengatur banyaknya air, 26 ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan, dan jalan bagi kilat guruh, 27 ketika itulah Ia melihat hikmat, lalu memberitakannya, menetapkannya, bahkan menyelidikinya; 28 tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."

Hikmat Sejati dari Tuhan

Menjalani kehidupan di dunia ini, kita sangat membutuhkan hikmat. Setiap hari kita membuat pilihan-pilihan yang menentukan kehidupan kita. Kadangkala kita keliru dan membuat keputusan yang berdampak kurang baik bagi diri dan orang keliru. Dalam nas bacaan hari ini diajarkan bahwa hikmat sejati tidak bisa kita temukan dalam harta dunia, atau kemampuan intelektual, tapi hanya dari Tuhan. Hidup takut akan Tuhan adalah awal pengetahuan. Sebagai keluarga, penting bagi kita untuk mengutamakan takut akan Tuhan, yaitu sikap hormat dan kasih kepada-Nya dalam segala hal yang dilakukan. Takut akan Tuhan adalah hikmat yang sejati dan Hikmat Tuhan inilah yang menolong kita untuk membuat pilihan atau keputusan yang benar. Hikmat Tuhan memungkinkan kita membangun keluarga yang kuat dan hidup dengan damai sejahtera. Mari kita ajak seluruh keluarga untuk terus mencari hikmat Tuhan melalui kesetiaan kita beribadah, berdoa, membaca Alkitab yang berisikan Firman Tuhan dan belajar rendah hati di hadapan-Nya. Dengan begitu, kita akan menemukan berkat dan sukacita sejati dalam kehidupan bersama, lebih berharga daripada apa pun yang dunia tawarkan.

Doa:  Tuhan, penuhi keluarga kami dengan hikmatMu. Amin.  

Senin, 14 Juli 2025

bahan bacaan : Pengkhotbah 7 : 19

19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.

Hikmat yang Menguatkan Keluarga

Hari baru masih Tuhan anugerahkan kepada kita. Marilah bersyukur dan memuji nama-Nya. hari ini kita akan memulai kembali aktifitas kerja dan pelayanan bersama Tuhan. Kita yakin, hikmat Tuhan akan senantiasa menolong untuk bekerja dan melayani dengan sungguh-sungguh hati. Firman Tuhan hari ini melalui nasehat Pengkhotbah mengajarkan kepada kita bahwa hikmat itu kekuatan bagi kita. Dalam hidup yang takut akan Tuhan kita menjadi kuat, lebih dari kekuatan duniawi mana pun. Dengan mengandalkan hikmat Tuhan kita mampu menolak segala tawaran dan godaan dunia yang dapat melemahkan dan menjatuhkan. Sebagai keluarga, mari kita membangun hidup yang selalu menghormati Tuhan, karena dari situlah kita mendapat pengertian dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan bersama. Saat kita mengandalkan hikmat Tuhan, kita akan dimampukan untuk membuat keputusan yang bijakana, saling menguatkan di masa sulit, dan menjalani hidup dalam suka duka dengan damai. Mari kita terus mencari hikmat-Nya setiap hari, agar keluarga kita menjadi tempat penuh kasih dan ketenangan, Berbahagilah keluarga yang mengandalkan hikmat Tuhan, karena hikmat itu menguatkan keluarga.

Doa:  Tuhan, tuntun keluarga kami dengan hikmatMu. Amin.

Selasa, 15 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 10 : 13-14

13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. 14 Orang bijak menyimpan pengetahuan, tetapi mulut orang bodoh adalah kebinasaan yang mengancam.

Bibir Orang Berpengertian terdapat Hikmat

Sering kita mendengarkan bahwa dari cara bicara seseorang dapat tergambar siapa orang itu. Kualitas seseorang dilihat dari kata-kata yang diucapkannya. Semakin matang seseorang secara intelektual memungkinkannya mengeluarkan pikiran dan pendapat yang baik dan berguna. Amsal 10:13-14 bacaan hari ini mengajarkan bahwa di bibir orang berpengertian terdapat hikmat dan orang bijak menyimpan pengetahuan. Kebijaksanaan atau hikmat menolong orang mengendalikan ucapan bibirnya. Ia menjadi orang yang lebih pengertian atau memahami orang lain dengan kekurangan dan kelebihannya. Tetapi mulut orang bodoh mengucapkan sesuatu tanpa berpikir dan membuat pertimbangan terlebih dulu. Sebab itu kadang kata-katanya menyakiti dan membawa kebinasaan bagi dirinya dan orang lain. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk menyimpan pengetahuan, berhati-hati dalam berbicara, dan bertindak dengan pengertian. Dengan kebijaksanaan dari Tuhan, kita dapat membuat keputusan yang benar, membangun satu sama lain, dan menghindari kesalahan yang bisa merusak hubungan. Mari kita biasakan mendengar lebih banyak, berbicara dengan kasih, dan berjalan dengan hati yang penuh hikmat. Saat keluarga kita hidup dalam kebijaksanaan Tuhan, kita akan menjadi terang bagi sekitar. Kebijaksanaan Tuhan adalah pelita bagi rumah kita.

Doa :  Tuhan, kendalikan bibir mulut dan tindakan kami dengan hikmatMu. Amin.  

Rabu, 16 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 10 : 21

21 Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi

Berkatalah Dengan Bijak

Setiap kalimat mengandung makna dan berdampak bagi orang yang mendengarnya. Ketika yang terucap  itu adalah perkataan yang baik, manis didengar, penuh dengan kata- kata yang menghibur dan menguatkan, membuat orang yang mendengar merasa dikuatkan. Begitu juga dengan perkataan yang bijak, sarat dengan tujuan untuk mendorong kearah perubahan atau pembaruan, maka itu akan menjadi motivasi untuk seseorang dapat mengoreksi dirinya dan berubah. Inilah ciri-ciri bibir orang benar yang dimaksudkan pnulis Amsal. Bibir orang benar menggembalakan banyak orang. Sedangkan setiap kata atau kalimat yang terucap dari bibir dan berdampak buruk pada orang lain, bukan kata-kata yang membangun, bukan kata- kata yang memberikan penguatan tetapi sebaliknya menyakiti adalah ciri–ciri orang bodoh karena kurangnya akal budi. Karena itu firman Tuhan ini mengingatkan agar kita harus lebih banyak berpikir sebelum berkata–kata. Pertimbangkanlah setiap makna dan dampak dari ucapan kita. Kiranya semua ucapan yang kita keluarkan dari bibir mulut mendatangkan berkat sukacita bagi mereka yang mendengarkan.

Doa: Ajarkanlah kami untuk bijaksana dalam berucap dan mendatangkan berkat sukacita bagi sesama, Amin.

Kamis, 17 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 1

Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

Mencintai Pengetahuan Dan Menerima  Teguran

Orang yang memiliki kecerdasan serta kemampuan untuk melakukan  yang baik dan benar serta berguna bagi dirinya dan sesama adalah buah kesungguhan mencintai pengetahuan dan menerima setiap terguran. Tidak sedikit orang yang tersesat dalam ketidakberdayaan karena tidak berpengetahuan dan membenci teguran. Mereka tersesat oleh pemahaman yang sempit tentang arti kehidupan dan apa yang semestinya dilakukan untuk menjadikan hidup ini lebih berarti.  Mereka merasa bahwa telah mengetahui segala sesuatu lalu menutup diri dari segala macam bentuk teguran.  Sikap seperti ini sesungguhnya menurut pengamsal adalah kedunguan. Orang yang mencintai pengetahuan selalu mencari dan terus belajar memahami apa yang harus dijadikan sebagai pegangan hidup serta tetap barsedia dan membuka diri untuk meneriama setiap nasehat dan teguran yang mendatangkan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.  Orang yang mencintai pengetahuan dan tidak membenci teguran  memiliki karakter kerendahan hati. Marilah kita menjadi orang-orang yang rendah hati. Dengan tidak berhenti mencari hikmat Tuhan sebagai dasar pengetahuan dan mau membuka diri untuk menerima teguran.

Doa: Hikmatilah kami TUHAN dengan pengetahuan dan selalu rendah hati menerima teguran Amin

Jumat, 18 Juli 2025

bahan bacaan : Pengkhotbah 9 : 13-18

Hikmat lebih baik dari pada kuasa
13 Hal ini juga kupandang sebagai hikmat di bawah matahari dan nampaknya besar bagiku; 14 ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya; 15 di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu. 16 Kataku: "Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang." 17 Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh. 18 Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.

Kebijaksanaan Lebih Baik Daripada Kekuasaan

Orang boleh saja memiliki harta kekayaan, pangkat dan kedudukan, status nomor satu ditengah–tengah masyarakat tetapi kalau tidak memiliki kebijkasanaan maka semua yang dimiliki tidaklah berarti. Kebijaksanaan adalah sesuatu yang berharga bagi setiap manusia yang akan memberikan ketenangan dan kedamaian baginya. Pengkhotbah menceritakan kepada kita sebuah kisah tentang seorang pria malang yang menyelamatkan sebuah kota. Terlepas dari kenyataan bahwa pria malang ini adalah pahlawan sejati dalam menyelamatkan banyak orang, ia tidak pernah diingat atas apa yang telah dilakukan. Namun, yang menjadi pesan dari cerita ini adalah bahwa kebijaksanan lebih baik dari kekuatan fisik. Ada kekuatan dalam kebijkasanaan yang menjadikan seseorang hidup dalam kedamaian.  Mari bertekadlah untuk menjadi orang yang bijaksana. Karena kebijaksanaan lebih besar dari kekuatan. Carilah Tuhan dan hikmat-Nya setiap hari, karena kekuatan sendiri tidak akan menyelamatkan kita dari  ancaman atau rancangan jahat orang lain. Tetapi hikmat Tuhan akan menolong menyelamatkan kita. Mereka yang memiliki hikmat keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

Doa: Anugerahkan kepada kami hikmatMU TUHAN, agar kami menjadi lebih bijaksana, Amin.

Sabtu, 19 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 10 : 17

17 Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

Mengindahkan Didikan, Berjalan Menuju Kehidupan

barangsiapa ingin berada dalam kehidupan yang baik dan berkualitas,maka perlu  memiiki sifat hati yang mau selalu diajar. Mau  menerima teguran dan masukan yang mengubahkan kita untuk menjadi lebih baik. Sehingga kita pun dapat membantu orang lain untuk hidup dalam jalan kebenaran. Janganlah kita mengabaikan semua teguran dan nasehat jika hal tersebut mendatangkan kebaikan bagi kita. Hal inilah yang menjadi nasehat pengamsal bagi kita di hari ini. Siapa mengindahkan didikan, berjalan menuju kehidupan. Tetapi siapa mengabaikan teguran, ia tersesat. Ketika kita sungguh mau menerima didikan sebagai kekuatan yang membimbing ke jalan kehidupan, maka kehidupan yang sungguh bermakna akan kita dapati. Namun tatkala hal itu diabaikan, kita dapat mengalami kegagalan dan kekecewaan. Didikan akan menjadikan kita matang secara intelektual. Kita tidak hanya sekedar menerima informasi atau pengetahuan tetapi lebih dari itu kita mampu memanfaatkan pengetahuan itu menjadi sesuatu yang berguna bagi diri kita dan orang lain. Indahkanlah didikan dan terimalah teguran.

Doa : Ajarkan kami Tuhan untuk menerima didikan dan teguran demi hidup kami yang lebih baik,  Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Juli 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah: Gereja yang Matang

Tema Mingguan : Spiritualitas Ketaatan sebagai Wujud Ungkapan Syukur

Minggu, 6 Juli 2026

bahan bacaan : Ulangan 6 : 10-25

10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; 11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, 12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. 13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 14 Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu, 15 sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi. 16 Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa. 17 Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; 18 haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, 19 dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN. 20 Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? 21 maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. 22 TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita; 23 tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita. 24 TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. 25 Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita."

 Taat Sebagai Wujud Syukur

Spiritualitas ketaatan sebagai wujud ungkapan syukur adalah pesan yang penting. Terkadang karena  kesenangan dan kenikmatan hidup, dengan mudah ingatan kepada Tuhan menjadi hilang. Tuhan hanya disebutkan ketika ada masalah. Saat kesusahan telah dilewati, janji apapun kepada Tuhan, seolah dilupakan. Ini yang kerap terjadi dalam hidup kita. Tetapi sesungguhnya kebiasaan ini mesti kita tinggalkan. Bila kita berpola hidup demikian, maka kita ibarat kacang yang lupa kulit. Teks Ulangan 6:10-25 mengajarkan kita tentang pentingnya hidup tetap taat kepada Tuhan. Umat mesti mengingat bahwa segala yang kini dimiliki umat adalah pemberian Tuhan. Umat tidak melakukan apapun namun Tuhan yang berkenan memberkati melalui banyak pemberkatan dalam hidup umat. Karena sumpah sebagai janji Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub maka umat bisa menduduki dan berkembang di atas tanah atau negeri yang diberikan Tuhan. Kesadaran untuk tetap taat kepada Tuhan adalah wujud ungkapan syukur kita kepada Tuhan. Kita harus melakukannya karena hidup kita sampai kapanpun tergantung semata pada kemurahan Tuhan. Mari tetap mengingat kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita dengan cara tetap taat kepada-Nya dari waktu ke waktu. 

Doa:  Ya Allah, mampukanlah kami tetap taat dalam situasi hidup seperti apapun. Amin.

Senin, 7 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 7 : 7-11

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. 11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."

Walau Kecil Namun Dikasihi Tuhan

Yesus sayang padaku, Alkitab mengajarku, walau ku kecil lemah, aku ini milik-Nya, inilah sepenggal kalimat dalam bait lagu Yesus Sayang Padaku. Lagu ini menyatakan adanya kesadaran diri kita sebagai seorang manusia biasa, penuh salah dan dosa, namun beroleh belas kasihan Allah dalam Tuhan Yesus. Kita disayangi Allah. Ini adalah suatu ungkapan kesadaran yang wajib tetap kita miliki. Sebagaimana yang tertulis dalam teks Ulangan 7:7-11, kita diajari untuk tetap berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan. Tanah Kanaan yang didiami umat Israel adalah karena pertolongan Tuhan. Mereka kaum yang terkecil dari segala bangsa dan tidak ada hal khusus yang membuat Tuhan memilih mereka. Tindakan Tuhan semata terjadi karena kemurahan-Nya.Hati Tuhan terpikat pada Israel dan Ia berkenan kepada mereka. Karena itu, umat melalui teks ini diingatkan untuk tetap berpegang pada ketetapan dan peraturan Tuhan. Kesadaran bahwa kita kecil dan lemah namun dikasihi Tuhan harus menjadi suatu pedoman bagi kita. Bila kita telah mengalami banyak hal yang baik dalam hidup, jangan pernah menyombongkan diri. Semua hal yang terjadi dalam hidup adalah karena anugerah Tuhan. Mari mensyukuri kebaikan Tuhan ini.

Doa:  Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sungguh mengasih kami Amin.   

Selasa, 8 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 7 : 12-16

Janji berkat
12 "Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 13 Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak; Ia akan memberkati buah kandunganmu dan hasil bumimu, gandum dan anggur serta minyakmu, anak lembu sapimu dan anak kambing dombamu, di tanah yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. 14 Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu. 15 TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau. 16 Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka dan janganlah beribadah kepada allah mereka, sebab hal itu akan menjadi jerat bagimu

Berkat Pengasihan Tuhan

Sewaktu berada dalam kapal Labobar saya sempat kesulitan karena barang bawaan saya cukup berat. Saya merasa gelisah. Siapa yang bisa membantu saya mengangkat barang? Uang saya tidak cukup bila harus menyewa buruh. Apalagi uang yang saya sisihkan membayar buruh telah dipakai untuk membayar timbangan barang saya. Tapi tanpa saya duga Tuhan mempertemukan saya dengan seorang ibu haji. Beliau bertujuan juga ke Ambon. Kebersamaan yang terjalin antara saya dan beliau kemudian memudahkan saya saat kami tiba di Ambon. Beliau membantu saya sehingga barang-barang saya bisa diangkut dari kapal. Saya percaya pertolongan ibu haji adalah bagian dari berkat yang Tuhan berikan kepada saya. Selalu ada berkat bagi orang yang mendengarkan dan berpegang pada ketetapan Tuhan. Cerita kesaksian ini adalah sesuai dengan pesan yang terkandung dalam nas hari ini. Melaluinya, terungkap janji berkat yang disampaikan kepada umat. Tuhan memerintahkan Musa untuk menyampaikan kepada umat bahwa bila mereka mendengarkan peraturan Tuhan, hidup mereka akan diberkati. Tuhan akan menyatakan pemberkatan dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu nikmatilah berkat pengasihan Tuhan dalam pengucapan syukur.

Doa: Tuhan Yesus berkatilah hidup kami senantiasa. Amin. 

Rabu, 9 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 37 : 23-24

23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Tuhan Menetapkan Langkah Hidup

Theo dan Thos adalah dua saudara kembar yang berkeinginan menjadi tentara. Ayah mereka adalah seorang pekerja keras dan selalu berusaha memenuhi kebutuhan keluarga. Ketika mereka menyampaikan keinginan mereka, ayah mereka menasehati mereka untuk melandasi perjuangan mereka dengan doa. “Katong orang kurang, jadi kalau mau lanjut tes tentara, katong seng ada uang. Katong cuma bisa harap hanya kepada Tuhan saja“. Nasehat ini didengarkan secara baik oleh Theo dan Thos. Mereka memahami betul kondisi ekonomi keluarga mereka. Tetapi mereka sangat meyakini kuasa penyertaan Tuhan. Ini juga kesaksian Firman Tuhan saat ini. Mazmur 137:23-24 menuliskan bahwa langkah hidup orang benar diatur oleh Tuhan. Pemazmur menyaksikan kebaikan Tuhan atas orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Apabila orang benar jatuh, Tuhan tidak membiarkannya jatuh tergeletak sebab Tuhan akan menopang-Nya. Kebenaran ini sungguh memberikan pengharapan. Bukan hanya Theo dan Thos tetapi semua kita menaruh harapan hanya kepada Tuhan. Kita boleh merancang apapun tetapi kenyataannya hanyalah kehendak Tuhan yang berlaku. Percayalah Tuhan menetapkan langkah hidup kita.

Doa:  Tuhan, kami percaya Engkau yang akan menetapkan langkah hidup kami, Amin.  

Kamis, 10 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 57 – 60

57 Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. 58 Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati, kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu. 59 Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu. 60 Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.

Berbahagia Berpegang Pada Firman Tuhan

Setiap orang memiliki cara sendiri di dalam menyikapi tantangan. Ada yang mudah sekali larut dengan persoalan yang menimpa dan berputus asa. Bagi mereka, tidak ada pegangan kuat yang bisa menopang pergumulan hidup. Apalagi ketika di era dewasa ini, ada banyak tawaran yang seolah membahagiakan. Namun ketika tantangan dirasakan tidak mampu dihadapi, melarikan diri kedalam tindakan-tindakan yang tidak Tuhan kehendaki bukan menjadi soal yang tidak mungkin. Orang bisa saja mencuri, membuat onar, membunuh atau bahkan bunuh diri. Sikap ini bisa dihindari seandainya saja, kita tetap mendekatkan diri kepada Tuhan. Pemazmur dalam bacaan ini mengatakan tentang pentingnya membaca Alkitab. Ini menjadi kekuatan di dalam menyikapi pergumulan hidup. Bagi Pemazmur, Firman Tuhan menjadi inspirasi yang memberikan kekuatan dan pedoman ketika ia menghadapi apapun. Ia bisa mengalami ketakutan menghadapi orang yang lebih berkuasa dari dirinya, tetapi hanya terhadap Firman Tuhan yang membuat ia benar-benar merasa gentar. Pemazmur bergembira atas janji yang dikatakan Tuhan melalui Firman-Nya.  Ia meyakini kekuatan di balik kelekatannya dengan membaca dan memberlakukan Firman Tuhan. Apa yang disampaikan Pemazmur harus pula menjadi bagian dari hidup kita. Apapun bisa terjadi, tetapi selama kita dekat dengan Firman Tuhan, kita tahu cara terbaik di dalam menjalani hidup. Berbahagia orang yang berpegang pada Firman Tuhan.

Doa:  Tuhan, kami mau tetap berpegang pada firmanMu. Amin.

Jumat, 11 Juli 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 1-8

Bahagianya orang yang hidup menurut Taurat TUHAN
Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. 2 Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, 3 yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. 4 Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. 5 Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! 6 Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. 7 Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. 8 Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.

Taat Karena Kita Mengasihi Tuhan

Terpujilah Tuhan yang menolong dan memelihara hidup kita hingga hari ini. Tidak pernah berkurang kasih dan berkat Tuhan dalam hidup. Semuanya disediakan Tuhan selalu baru tiap hari. Kasih Tuhan yang besar ini mesti diresponi dengan kesediaan kita untuk selalu mendekat kepadaNya. Tuhan rindu setiap kita hidup dalam ketaatan karena kasih kepada-Nya. Mazmur 119:1-8 mengingatkan bahwa kunci hidup yang berbahagia adalah jka kita hidup berjalan menurut Taurat Tuhan. Taurat Tuhan atau Firman Tuhan adalah pelita yang menerangi setiap langkah hidup. Dalam keluarga, kita belajar saling menolong dan menguatkan untuk tetap setia mengikuti jalan-Nya. Ketaatan bukan beban, tetapi ungkapan syukur kita atas kasih dan kebaikan Tuhan yang setia menyertai keluarga kita setiap hari. Mari kita membangun kebiasaan mendengar dan melakukan Firman Tuhan bersama-sama dalam keseharian, mulai dari hal-hal kecil seperti berkata jujur, saling mengampuni, hingga mendoakan satu sama lain. Saat kita hidup taat sebagai satu keluarga, sukacita dan damai Tuhan akan tinggal di rumah kita. Biarlah kasih kepada Tuhan menjadi alasan utama kita taat, bukan karena takut tapi karena cinta Tuhan.

Doa:  Tuhan, kami mau taat karena mengasihimu. Amin.

Sabtu, 12 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 13 : 1-5

Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, 2 dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, 3 maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 4 TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut. 5 Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Teguh Berpegang pada Tuhan

Dalam kehidupan yang dijalani, ada banyak godaan untuk mendengar ajaran atau mengikuti hal-hal yang kelihatan baik menurut kita, tapi sebenarnya dapat menjauhkan kita dari Tuhan.  Nas bacaan hari ini adalah sebuah nasehat yang disampaikan kepada bangsa Israel agar jangan mereka menyembah ilah-ilah lain selain Tuhan. sekalipun itu adalah ajaran dari seorang nabi yang menjadi pemimpi dan ia memberitahukan suatu tanda mujizat. Musa mengingatkan bangsa Israel untuk tetap setia kepada Tuhan dan tidak mudah tergoda untuk percaya dan mengikuti ilah lain. Sebagai keluarga, penting sekali untuk saling mengingatkan dan menjaga supaya hati kita tetap percaya penuh kepada Tuhan. Hanya Tuhan saja satu-satunya yang patut dipuji dan disembah. Dalam segala hal yang dikerjakan, kita harus tetap mengandalkanNya. Jangan mudah tergoda dengan ajaran atau ajakan yang menjauhkan kita dari Tuhan. Mari kita terus belajar firman Tuhan bersama, berdoa, dan saling mendukung supaya iman kita tetap kuat. Saat kita berjalan bersama dalam kebenaran Firman Tuhan dan memintaNya untuk mengendalikan kehidupan, Tuhan akan memimpin dan memberkati kehidupan kita, menyertai keluarga kita dengan sukacita dan damai sejahtera.

Doa:  Tuhan, kami tetap percaya dan mau mengikutiMu, Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Juni – 5 Juli 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kabar Baik untuk Orang Miskin

Minggu, 29 Juni 2025

bahan bacaan : Lukas 19 : 1 – 10

Zakheus
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat." 9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Berikanlah Apa Yang Kita Miliki Untuk Orang Miskin

Zakheus dipandang sebagai orang berdosa, sebab pekerjaan dan jabatan yang dimilikinya, yakni kepala pemungut cukai, dinilai sebagai suatu pekerjaan tidak benar. Kekayaan Zakheus dianggap sebagai hasil pemerasan pemungutan cukai, yang menurut banyak orang saat itu adalah dosa. Dalam pelayanan Yesus saat itu, semua orang yang dianggap berdosa pun didatangiNya. Hal ini nampak ketika Zakheus hendak melihat kehadiran Yesus, namun menemui kesulitas karena banyak orang juga ingin melihatnya. Kerinduan Zakheus untuk melihat, bahkan bertemu Yesus memang sangat besar, sehingga meskipun terhalang oleh orang banyak ia pun naik ke atas pohon ara supaya dapat melihat Yesus. Ketika melihat Zakheus di atas pohon, Yesus kemudian menyuruhnya turun karena hendak menumpang di rumahnya. Perjumpaan Yesus dengan Zakheus menunjukkan keberpihakan dan kepedulian Yesus pada Zakheus sebagai orang yang dianggap berdosa dan berjuang mencari dan menemukan Yesus. Menariknya, perjumpaan Yesus dengan Zakheus di rumahnya ditindaklanjuti oleh Zakheus dengan berbagi kekayaan kepada orang miskin. Tindakan berbagi kepada orang miskin ini ditanggapi oleh Yesus dengan mengatakan, “hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini,…”. Kisah Zakheus ini memberi pesan bagi kita untuk peduli kepada orang miskin, susah, dan menderita, meskipun kita dipandang sebalah mata sebagai orang berdosa. Sebab, setinggi apapun jabatanmu dan pendidikanmu bahkan sebanyak apapun kekayaanmu, namun jika diri kita tidak berbagi kepada orang miskin, maka sia-sialah semuanya. 

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk peduli dan mau berbagai dengan yang lain. Amin. 

Senin, 30 Juni 2025

bahan bacaan : Ulangan 10 : 12 – 18

Orang Israel diperingatkan supaya taat dan bersyukur
12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu. 14 Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; 15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini. 16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk. 17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; 18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.

Membela Hak Anak Yatim Dan Janda

Siapa pun pasti tidak ingin menjadi anak yatim piatau, janda atau duda. Namun, jika itu terjadi pada seseorang, ia pasti tak bisa mengelak atau harus menerima kenyataan tersebut. Persoalannya, mengapa sampai ada orang yang kehilangan salah satu orang tua atau kehilangan suami/istri yang dicintainya? Mengapa sampai ada orang yang berstatus anak yatim dan janda? Apa maksud Tuhan dengan adanya status anak yatim-piatu dan janda/duda? Pertanyaan-pertanyaan ini hendak menegaskan bahwa anak yatim-piatu dan janda harus menjadi kepedulian kita. Sebab Allah itu penuh kasih setia dan keadilan. Ia juga memperhatikan mereka yang kecil dan dianggap sebagai orang-orang yang rentan dalam masyarakat, seperti anak yatim dan janda. Orang-orang ini sering kali tidak memiliki pelindung. Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk membela hak anak yatim dan janda Ketidakpedulian kita terhadap anak yatim dan janda berarti kita mengabaikan hal yang paling penting dari ajaran Tuhan yakni bersikap dengan iman dalam membela hak-hak mereka. Belalah mereka yang lemah dengan cinta kasih dan kepedulian dalam iman kita kepada Tuhan Yang Maha Kasih!

Doa: Tuhan, kami ingin membela kehidupan anak yatim dan janda, tolonglah kami. Amin. 

Selasa, 1 Juli 2025

bahan bacaan : Ulangan 10 : 19-22

19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 20 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. 21 Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri. 22 Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit."

Teruslah Menyalurkan Kasih Allah

Berbagai dinamika kehidupan akan kita jumpai melalui seluruh perjalanan hidup yang ditapaki dari waktu ke waktu. Kebahagiaan tetapi juga kesedihan, keberhasilan tetapi juga kegagalan dan banyaknya persoalan selalu datang silih berganti. Bila kita dimampukan untuk menjalani semuanya sampai hari ini, bukankah semua itu hanya karena kasih Allah? Ini memperlihatkan bahwa kasih-Nya senantiasa menyertai kita dalam segala situasi hidup. Kasih yang sama juga dianugerahkan Allah bagi bangsa Israel, sekalipun mereka seringkali tegar tengkuk dan melawan perintah-Nya. Terhadap hal itu, bangsa Israel diingatkan agar selalu bersyukur dan hidup dalam ketaatan pada Allah. Salah satu bentuk syukur dan taat menjawab kasih Allah yang besar bagi mereka yaitu dengan mengasihi orang asing. Mengapa demikian? Sebab dahulu mereka juga adalah orang asing di tanah Mesir. Artinya jika mereka pernah diperlakukan dengan tidak baik sebagai orang asing, maka hal yang sama tidak patut dialami oleh orang asing karena perbuatan mereka. Itu berarti yang harus mereka lakukan yakni terus menyalurkan kasih yang telah diterima dari Allah. Perihal mengasihi orang asing atau pendatang berlaku juga bagi kita sebagai orang percaya, sebab kita juga terus mengalami dan merasakan kasih Allah. Pastikanlah bahwa pribadi-pribadi kita akan selalu bersedia  mengasihi orang lain termasuk orang asing.

Doa: Roh Kudus, mampukan kami untuk menyalurkan kasih Allah bagi sesama tanpa terkecuali. Amin. 

Rabu, 2 Juli 2025

bahan bacaan : Ester 9 : 20-22

Penetapan hari raya Purim
20 Maka Mordekhai menuliskan peristiwa itu, lalu mengirimkan surat-surat kepada semua orang Yahudi di seluruh daerah raja Ahasyweros, baik yang dekat baik yang jauh, 21 untuk mewajibkan mereka, supaya tiap-tiap tahun merayakan hari yang keempat belas dan yang kelima belas bulan Adar, 22 karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin.

                                                    Hidup Saling Berbagi

Berbeda dari segi status sosial merupakan realita yang dapat ditemui dalam kehidupan bersama. Karena itu tidak heran bila ada yang berkelebihan, berkecukupan tetapi ada juga yang berkekurangan. Kenyataan ini seharusnya membuat kita siuman bahwa peranan sebagai makhluk sosial harus difungsikan.Sebagai manusia kita saling membutuhkan satu dengan yang lain. Berdasarkan hal itu, maka kepedulian dapat ditunjukkan kepada sesama yang membutuhkan dengan saling berbagi. Hal serupa juga nampak dalam bacaan kita hari ini. Hari raya Purim ditetapkan untuk memperingati waktu dimana orang Yahudi mendapatkan keamanan dari musuh-musuhnya, sehingga dukacita berubah menjadi sukacita dan perkabungan berubah menjadi kegembiraan. Oleh sebab itu, mereka diwajibkan merayakannya setiap tahun yang disertai dengan perjamuan dan berbagi dengan orang-orang miskin. Ini tidak berarti saling berbagi hanya dilakukan bila berada dalam keadaan aman, penuh sukacita dan bahagia serta hari-hari tertentu saja. Akan tetapi harus menjadi gaya hidup yang terus dipertahankan setiap waktu oleh semua orang tanpa terkecuali. Aksi nyata ini dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal, dalam ruang lingkup pelayanan gereja, dll. Ini tentu saja bertujuan agar kita tidak mementingkan diri sendiri melainkan menjadi pribadi yang lebih berguna bagi mereka yang membutuhkan. Dengan saling berbagi, secara tidak langsung kita turut meringankan sedikit beban yang sedang dialami. Karena itu nyatakan terus kepedulian kita bagi yang benar-benar membutuhkan sambil meyakini apa yang kita lakukan menjadi berkat bagi mereka.

Doa: Tuhan ajarilah kami untuk saling berbagi dengan orang yang membutuhkan.  Amin.   

Kamis, 3 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 22 : 9

9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Kebaikan hati seseorang akan jauh lebih berarti jika disertai dengan aksi yang nyata. Sebab sikap yang didukung dengan perbuatan baik, akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi orang lain melainkan juga bagi diri sendiri. Pikiran yang demikian juga terbaca dalam teks saat ini. Penulis Amsal menyampaikan bahwa orang yang baik hati akan diberkati karena membagi rezekinya kepada orang miskin. Hal ini tentu tidak terlepas dari motifasi yang baik dan benar dihadapan Tuhan. Itu berarti berbagi dengan orang miskin mesti dipahami sebagai suatu keharusan yang disertai dengan ketulusan hati. Sebab hanya dengan demikian, kita menjadi berguna bagi orang lain dan diberkati Tuhan. Kendati demikian, masih ada segelintir orang yang berbagi rezekinya kepada orang miskin dengan tujuan yang keliru. Misalnya berbagi agar mendapatkan keuntungan, pujian, popularitas dll. Namun melalui firman ini, kita diajak untuk berbagi rezeki yang didapatkan dengan mereka yang benar-benar membutuhkan. Sikap dan tindakan ini memperlihatkan kebaikan hati sebagai orang beriman. Oleh sebab itu jangan ragu untuk selalu memberi bagi orang-orang miskin dari berkat yang kita terima. Yakinilah bahwa tidak ada yang sia-sia dari semua perbuatan baik yang dilakukan dengan hati yang tulus. Tetaplah jadi berkat bagi semua orang (orang miskin), sebab untuk itulah kita semua diberkati oleh-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, berkatilah kami agar  menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

Jumat, 4 Juli 2025

 Bahan bacaan : Amos 8 : 4-8

Peringatan terhadap orang yang mengisap sesamanya
4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"

Semua Orang Harus Diperlakukan Sama

Tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan hidupnya mengalami ketidakadilan. Kendatipun demikian, keadaan ini masih terus terjadi dimana-mana. Mirisnya hal tersebut seringkali menimpa mereka yang dikategorikan sebagai orang miskin. Keterbatasan secara materi mengakibatkan mereka sulit membela diri dan melawan pelaku ketidakadilan. Hal ini tentu saja membuat keadaan mereka jauh lebih sulit, sebaliknya pelaku ketidakadilan semakin sewenang-wenang terhadap orang lain. Kondisi yang sama juga terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Pemerasan, ketidakjujuran dan berbagai ketidakadilan lainnya terus dialami oleh orang-orang yang tidak mampu. Sangat disayangkan, perlakuan yang tidak terpuji ini justru dilakukan oleh orang-orang sebangsa. Dengan kata lain tanggungjawab menghadirkan keadilan bagi semua orang diabaikan, karena lebih mengutamakan kepentingan pribadi. Itu sebabnya nabi Amos menyuarakan dan memperingatkan mereka yang memperlakukan orang lain dengan tidak semestinya bahwa Tuhan tidak akan melupakan setiap perbuatan mereka. Itu berarti ada ganjaran yang akan diterima karena perlakuan tidak adil bagi orang miskin. Peringatan Amos bagi bangsa Israel mengingatkan kita tentang pentingnya memperlakukan sesama dengan baik. Jika kita pernah melakukan ketidakbenaran dan ketidakadilan bagi sesama, maka berhentilah. Perlakukanlah semua orang sama, disertai dengan kejujuran dan ketulusan. Tentu saja ini dapat dimulai dari dalam kehidupan keluarga dan lingkungan di sekitar tempat kita tinggal. Hanya dengan begitu semua orang yang tidak mampu dapat hidup dengan selayaknya. 

Doa: tolonglah kami Tuhan agar dapat bersikap adil bagi semua orang . Amin.

Sabtu, 5 Juli 2025

bahan bacaan : Amsal 14 : 21

21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.

Miliki Hati Yang Berbelas Kasih

Ada banyak orang yang dapat dikatakan beruntung karena segala kebutuhan hidupnya tercukupi bahkan berkelebihan. Berada pada kondisi yang demikian, ada yang menggunakan kelebihannya itu untuk berbagi atau peduli kepada orang lain tetapi juga sebaliknya. Itu sebabnya ada orang yang punya kecenderungan mengabaikan bahkan menghina sesama yang dianggap tidak mampu atau miskin. Meskipun disadari perilaku seperti ini tidak dibenarkan, namun masih dilakukan karena keegoisan dan kesombongan diri. Terhadap kenyataan ini, firman Tuhan mengingatkan kita agar selalu berbelaskasihan  kepada orang miskin. Sebab hanya dengan demikian kita melakukan yang benar dihadapan Allah dan dikatakan berbahagia. Sebab kebahagian tidak dapat diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki, melainkan seberapa besar kita memiliki hati yang berbelas kasih. Itu berarti berbelas kasih kepada sesama yang lemah atau miskin, harus menjadi prinsip hidup sebagai orang percaya. Karena hanya dengan begitu hidup yang kita jalani akan jauh lebih berarti. Ingatlah, di sekitar kita ada mereka yang kurang beruntung dan membutuhkan kepedulian serta uluran tangan dari kita. Jangan pernah ragu untuk tetap peduli dan berbelaskasihan bagi sesama melalui tindakan yang nyata. Percayalah, kebahagian tersendiri akan Allah anugerahkan bagi kita jika memiliki hati yang berbelaskasihan.

Doa: Roh Kudus bantu kami agar tetap memiliki hati yang berbelas kasih. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI – JULI 2025, LPJ-GPM