Santapan Harian Keluarga, 9-15 Mei 2021

Ambon, 8 Mei 2021

Tema Mingguan : “Barang siapa Mengasihi Allah, Ia Harus Mengasihi Saudaranya

Minggu, 09 Mei 2021                                 

bacaan : 1 Yohanes 4 : 7 – 21

Allah adalah kasih
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

MARILAH KITA SALING MENGASIHI

Dalam bacaan kita hari ini, Tuhan Yesus menegaskan keharusan dan kewajiban yang harus dilakukan oleh para pengikut-Nya. Kita diperintahkan untuk mengasihi satu dengan yang lain, artinya kita harus mengasihi semua orang. Kita dituntut menjadi pribadi yang aktif dalam menunjukkan identitas iman kita. Kita tidak diajarkan untuk ‘hanya’ mengasihi orang yang mengasihi kita, tetapi mengasihi satu dengan yang lain. Tidak ada batasan untuk mengasihi. Dalam menerapkan kasih, tidak ada orang kaya, orang miskin, tua, muda, dan sebagainya. Yesus tidak menginginkan kita memilih-milih orang untuk dikasihi. Yesus sendiri membuktikan bahwa dia mengasihi semua orang, bahkan orang-orang yang dikucilkan dan direndahkan, orang-orang cacat dan juga orang-orang yang dianggap sebagai orang berdosa, bahkan orang yang membenci-Nya sekalipun. Jadi Yesus tidak hanya mengajarkan konsep belaka kepada para murid-Nya, namun Dia mengajarkan apa yang telah Dia perbuat di tengah-tengah pelayanan-Nya.  Sebab itu, kita pun wajib saling mengasihi yang satu dengan yang lain. Sikap inilah yang menjadi penerapan akan kasih kita kepada Allah.  Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Maka sebagai orang Kristen kasih kepada Allah dan kepada sesama harus kita terapkan dalam kehidupan kita, dalam pelayanan dan dalam perkerjaan maupun dalam keluarga kita. Sehingga melalui kasih yang nyata kepada sesama maka nyata pula kita sudah tinggal di dalam kasih Allah. Marilah kita saling mengasihi.

DoaTuhan Yesus,  mampukan kami menaati perintah-Mu untuk hidup saling mengasihi satu dengan yang lain, Amin

Senin, 10 Mei 2021                                      

bacaan : Yohanes 15 : 9 – 17

Perintah supaya saling mengasihi
9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

HANYA YESUS SAHABAT SEJATI

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini tak mungkin kita sendirian, siapa pun kita, pasti kita memerlukan orang lain sebagai teman atau sahabat.  Namun tidaklah mudah menemukan teman yang dapat menjadi sahabat yang baik, yang setia di segala keadaan. Teman datang dan pergi adalah hal yang biasa. Teman dalam suka banyak, tapi bagaimana dengan teman dalam duka atau ketika sedang susah?  Sebagai orang percaya kita patut bersyukur karena kita mempunyai Tuhan Yesus yang bukan saja sebagai Juruselamat hidup kita, tapi juga menjadi sahabat sejati kita. Bahkan Tuhan Yesus sendirilah yang memilih kita menjadi sahabat-Nya. Tidak hanya itu, Ia pun rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita. Kalau Tuhan Yesus saja rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita, apakah Dia akan tinggal diam ketika kita sedang dalam permasalahan yang berat?. Teman, sahabat dan orang-orang yang kita kasihi di dunia ini sewaktu-waktu bisa saja pergi meninggalkan kita, tetapi Tuhan Yesus berjanji bahwa Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita bergumul seorang diri.  Dan janji Tuhan itu ya dan amin!  Karena itu jangan pernah merasa sendirian, ada Tuhan Yesus di samping kita.  Inilah yang seharusnya menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita setiap hari. Karena itu, kalau kita percaya bahwa Dia adalah Juruselamat dan Sahabat sejati kita, maka sebesar apa pun persoalan yang kita alami, seberat apa pun pergumulan yang ada, kita akan sanggup berkata,  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” 

DoaTerima kasih  Tuhan Yesus, karena Engkau mau menjadi sahabat sejati dalam suka dan duka hidup kami, Amin

Selasa, 11 Mei  2021                                          

bacaan : Roma 13 : 8 – 14

Kasih adalah kegenapan hukum Taurat
8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. 11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

“HIDOP BAKU SAYANG”

Hidop baku sayang” atau hidup saling mengasihi, merupakan nasehat utama orangtua kepada  anak-anak, ketika duduk bersama di meja makan. Hidop baku sayang artinya saling mengasihi antar ade-kaka dalam ikatan darah sebagai suatu keluarga; tetapi juga meluas dengan orang lain dari suku dan agama yang berbeda. Seperti dalam ungkapan “potong di kuku rasa di daging”, atau “ale rasa beta rasa” atau “sagu salempeng dibagi dua sama rata”. Didalam hidop baku sayang, seorang akan menganggap dan memperlakukan yang lain sebagai bagian dari dirinya sendiri. Satu terhadap yang lain saling menghormati, saling menghargai, saling memahami dan saling menerima dalam kekurangan dan kelebihan yang dimiliki serta penuh kesopanan dalam berbicara dan dalam bertindak diantara mereka. Hidop baku sayang membuat seorang terhadap yang lain saling membutuhkan untuk saling melengkapi sehingga tidak ada jarak yang memisahkan, baik agama, suku dan status sosial. Itu adalah nasehat rasul Paulus kepada jemaat di Efesus dan juga bagi kita di saat ini. Di dalam hidop baku sayang setiap orang akan merasakan bahwa dirinya akan berarti atau bermanfaat bila ia berhubungan dengan orang lain. Hidop baku sayang memberi rasa aman dan saling percaya kepada setiap orang untuk menjalani hidup di tengah keluarga dan masyarakat. Justru, hidop baku sayang menciptakan keteraturan dan ketertiban hidup  di dalam keluarga dan masyarakat luas. Harmoni dan kesejahteraan keluarga terpenuhi dengan sendirinya. Sebab, hidop baku sayang tidak berbuat jahat, tidak berkata dusta, tidak berselisih, tidak iri hati, tidak melakukan perzinahan, tidak mencuri, tidak ada hawa nafsu. Jadi, hidop baku sayang adalah hidup dalam terang Tuhan Yesus.

Doa : Tuhan,  beri kami kemampuan untuk membangun hidop baku sayang. amin

Rabu, 12 Mei  2021                                         

bacaan : Matius 18 : 21 – 35

Perumpamaan tentang pengampunan
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

“LAENG MUSTI KASI AMPONG LAENG”

Ingatan, dalam hidop ade kaka, laeng musti kasi ampong laeng”, artinya dalam hidup adik dan kakak, mereka harus saling mengampuni, jika ada yang melakukan kesalahan. Itulah nasehat orangtua kepada anak – anaknya untuk merawat hidup orang bersaudara. Itulah juga yang menjadi ajaran Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang pengampunan. Memang seringkali dalam posisi sebagai korban dari perbuatan jahat orang lain, rasa sakit secara psikis dan fisik membuat kita sangat sulit untuk memaafkan dan mengampuni. Kita selalu berusaha untuk membalas perbuatannya, sekalipun orang tersebut telah mengakui kesalahannya dan meminta pengampunan. Sebenarnya, hal ini sangat manusiawi, jika ada batas waktunya. Tetapi jika keputusan kita adalah bahwa seumur hidup kita tidak memaafkan dan mengampuni orang yang berbuat jahat itu, maka ini sangat bertentangan dengan ajaran Yesus tentang pengampunan. Jika kita tidak mengampuni, maka kita akan menghadapai berbagai hal. Pertama, hidup kita tidak akan tentram, ketika masih ada kebencian dan dendam. Setiap hari pikiran kita hanya bertujuan untuk balas dendam. Kedua, kita tidak mendapat pengampunan Tuhan, sama seperti kita tidak mengampuni orang yang berbuat jahat. Jika demikian, apa bedanya kita dengan orang yang berbuat jahat itu? Jika kita tidak memaafkan dan mengampuni orang yang berbuat jahat itu maka kita pun secara sadar telah berbuat jahat. Bukankah pembalasan itu adalah hak Allah? Mengapa kita harus mengambil bagian yang merupakan milik Allah?  Kita adalah juga orang – orang yang sudah diampuni oleh Allah dan karena itu kita pun harus hidup saling mengampuni. Ikutilah petuah orang tua: “Ingatan, dalam hidop ade kaka, laeng musti kasi ampong laeng”.

Doa : Tuhan, tolonglah kami untuk hidup saling mengampuni, seperti Engkau sudah mengampuni kami, Amin.

Kamis, 13 Mei 2021                                         

bacaan : Lukas 24 : 50 – 53

Kenaikan Yesus
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

HIDUP SONDOR RASA TAKU

Hidup sondor rasa taku” atau hidup tanpa rasa takut, adalah suatu pernyataan iman seseorang tentang penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Penyertaan Tuhan menjadi kekuatannya, sehingga ia berani menjalani hidup yang penuh dengan berbagai tantangan dan kesulitan. Jadi, hidop sondor rasa takut, adalah hidup yang percaya bahwa Tuhan itu ada; Tuhan itu hidup; Tuhan setia memelihara,. Tuhan selalu memberi kepastian hidup dan masa depan bagi orang yang percaya kepada-Nya dengan cara memberkati mereka. Itulah yang terjadi dalam peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga. Peristiwa yang terjadi di tengah “rasa takut” yang dialami oleh para murid Yesus setelah Yesus mati dan dikuburkan. Kebangkitan Yesus pun masih belum dapat menghilangkan rasa takut. Peristiwa Kenaikan Yesus ke Sorga disertai dengan akta penumpangan tangan, menggenapi janji berkat Allah yang akan menjadi penghibur dan penolong bagi kehidupan murid – murid Yesus. Hal inilah yang menyebabkan mereka tidak lagi merasa takut, mereka bahkan kembali dengan bersukacita. Pernyataan berkat adalah keinginan Allah atau perkenaan-Nya yang memulihkan hidup manusia. Berkat terbesar yang telah Tuhan berikan adalah kehidupan baru dan pengampunan. Berkat Tuhan melenyapkan segala rasa sedih dan kecemasan yang membuat manusia tak berdaya. Orang yang menerima berkat Tuhan akan bersukacita yaitu mengalami kebahagiaan mendalam karena mendapat kekuatan dari Tuhan, sehingga dalam keadaan susah pun orang akan tetap bersukacita.   Hidop sondor rasa takut,  merupakan hidup baru yang diberikan Tuhan kepada orang yang percaya kepada-Nya. Kepada mereka Tuhan memberikan tanggungjawab memberitakan pengampunan yang Tuhan sediakan kepada semua orang.

Doa : Tuhan, tolonglah kami agar hidup tanpa rasa takut dan berharap hanya kepadaMU amin

Jumat, 14 Mei 2021                                      

bacaan : 2 Samuel 9 : 1 – 13

Daud dan Mefiboset
Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan." 2 Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: "Engkaukah Ziba?" Jawabnya: "Hamba tuanku." 3 Kemudian berkatalah raja: "Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari Allah." Lalu berkatalah Ziba kepada raja: "Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya." 4 Tanya raja kepadanya: "Di manakah ia?" Jawab Ziba kepada raja: "Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar." 5 Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar. 6 Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: "Mefiboset!" Jawabnya: "Inilah hamba tuanku." 7 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku." 8 Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: "Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?" 9 Lalu raja memanggil Ziba, hamba Saul itu, dan berkata kepadanya: "Segala sesuatu yang adalah milik Saul dan milik seluruh keluarganya kuberikan kepada cucu tuanmu itu. 10 Engkau harus mengerjakan tanah baginya, engkau, anak-anakmu dan hamba-hambamu, dan harus membawa masuk tuaiannya, supaya cucu tuanmu itu ada makanannya. Mefiboset, cucu tuanmu itu, akan tetap makan sehidangan dengan aku." Ziba mempunyai lima belas orang anak laki-laki dan dua puluh orang hamba. 11 Berkatalah Ziba kepada raja: "Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya." Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja. 12 Mefiboset mempunyai seorang anak laki-laki yang kecil, yang bernama Mikha. Semua orang yang diam di rumah Ziba adalah hamba-hamba Mefiboset. 13 Demikianlah Mefiboset diam di Yerusalem, sebab ia tetap makan sehidangan dengan raja. Adapun kedua kakinya timpang.

INGATAN JANG LUPA TEPATI JANJI

Beta seng pernah lupa apa yang beta janji, beta inga” artinya saya tidak pernah melupakan janji yang telah saya ucapkan. Kalimat ini menjelaskan tentang kebiasaan untuk mengingat sesuatu yang penting dan berharga, yang pernah terjadi pada waktu lampau. Kebiasaan mengingat,merupakan suatu perilaku yang jujur, dan setia. Sebab, dengan mengingat, orang akan  mengatakan hal-hal yang dirasakan dan dipahami sebagai yang belum dilaksanakan. Kemudian dengan kesadaran akan Tuhan, orang berniat untuk melaksanakannya. Bacaan kita hari ini, menceriterakan tentang kisah raja Daud yang selalu mengingat perjanjian yang pernah ia lakukan dengan sahabatnya Yonatan. Walaupun Yonatan sudah mati, tetapi Daud berniat untuk menepati janjinya. Daud meminta Mefiboset anak Yonatan untuk tinggal di istana bersama keluarganya, bahkan Daud mengembalikan semua  milik keluarga Saul kepada Mefiboset. Saat ini, hal ingat untuk menepati janji, menjadi hal yang langka, misalnya, ingat janji sebagai adik-kakak, atau ingat janji sebagai sahabat, ingat janji sebagai orang tua, ingat janji kepada guru, ingat janji kepada siapa saja. Menepati janji, ibarat tidak ada hutang tersisa yang belum dibayar oleh mereka. Justru, pola hubungan diantara mereka akan menjadi kekuatan dasar untuk terbinanya relasi baru dan berkelanjutan bagi generasi turun-temurun. Jadi, kebiasaan mengingat, sangat membantu setiap orang untuk terus memperbaiki diri dan memperbaiki berbagai relasi kehidupan yang dimiliki. Perilaku inga mewajibkan setiap orang untuk konsisten dalam kata dan perbuatan. Waktu terus berputar, hari-bulan-tahun terus berganti, tetapi tidak akan mengubah komitmen kita untuk menepati janji yang pernah dilakukan.

Doa : Tuhan, b’rilah Roh-Mu menuntunku supaya aku ingat untuk selalu menepati janjiku, Amin.

Sabtu, 15  Mei 2021                                 

bacaan : 1 Tesalonika 4 : 1 – 12

Nasihat supaya hidup kudus
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. 10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. 11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, 12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

“KALESANG HIDOP”

Kata “kalesang” dalam Kamus Malayu Ambon artinya atur /mengatur, merawat dengan baik. Jadi, “kalesang hidop” artinya membuat hidup teratur, atau merawat hidup menjadi lebih baik.Orang tua selalu mengingatkan dalam nasehatnya: “Ana-ana ee, kalesang hidop tu jua” artinya anak-anak hendaklah mengatur atau merawat hidupnya dengan baik. Kalimat ini bersifat teguran atau nasehat yang disampaikan oleh orang tua atau orang yang dituakan, atau orang yang dianggap layak untuk memberi nasehat. Teguran atau nasehat ini disampaikan sebagai upaya untuk mencegah munculnya berbagai perilaku menyimpang yang bisa berakibat kekacauan, konflik dan kehancuran hidup bersama dengan orang lain. Setiap hari, kehidupan dipenuhi dengan berbagai hal yang baik atau yang buruk bagi manusia. Ibarat
“kalesang kintal rumah”
artinya mengatur, merawat halaman rumah supaya tidak kotor tapi selalu bersih, demikian juga dengan hidup. Kalesang hidup merupakan suatu perilaku iman, bahwa setiap orang baik laki-laki maupun perempuan, orang tua maupun orang muda juga anak-anak, wajib membersihkan hidupnya dari berbagai praktek dosa, pelanggaran dan kesalahan supaya keteraturan hidup di rasakan. Hal ini disampaikan oleh rasul Paulus dalam nasehatnya kepada jemaat di Tesalonika, tentang hidup kudus. Kalesang hidop dimulai dari kalesang diri, kalesang suami, kalesang isteri, kalesang anak-anak, kalesang rumah tangga, bahkan dalam setiap hubungan mulai dari hubungan antara dua orang sampai hubungan dengan banyak orang. Kalesang hidop merupakan cara manusia untuk merawat hidup supaya teratur, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dalam hubungan dengan sesamanya. Kalesang hidop akan menghasilkan kekudusan hidup sesuai kehendak Tuhan.

Doa : Tuhan, tuntun kami untuk merawat hidup kudus. Amin.

*sumber : SHK bulan Mei 2021, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 2-8 Mei 2021

Tema Mingguan : ” : Tinggallah Dalam Yesus, Jadilah Murid-Nya

Minggu, 02 Mei 2021                                  

bacaan : Yohanes 15 : 1 – 8

Pokok anggur yang benar
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

TINGGALLAH DALAM YESUS, JADILAH MURID-NYA

Tinggallah dalam Yesus dan jadilah murid-Nya adalah syarat yang harus dipenuhi oleh setiap orang percaya. Tanpa tinggal dalam Yesus dan menjadi murid-Nya, maka sangat sulit untuk menghasilkan buah. Pernyataan “barang siapa tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia” mengandung arti bahwa Tuhan Yesus akan tinggal didalam kita hanya jika kita tinggal didalam Yesus. Hal ini merupakan perintah yang harus kita lakukan dan bukan sebuah ajakan atau saran. Itu berarti kita wajib mematuhi dan melakukannya, sebab kalau kita mengabaikannya, maka kita berdosa. Jaman sekarang ini terlihat bahwa banyak orang tidak lagi tinggal dalam Tuhan Yesus, tetapi tinggal di pokok yang lain, seperti uang, harta, jabatan, kekuasaan, status sosial dll. Orang-orang yang demikian akan mengalami hidup yang sulit, seperti ranting yang kering, dibuang dan dibakar. Gereja sebagai  persekutuan dan lembaga adalah tanda dan pekerjaan penyelamatan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Gereja sebagai orangyang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus terpanggil untuk menghadirkan kasih Kristus bagi dunia ini melalui perbuatan-perbuatan baik. Itulah buah-buah  dari pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya. Suatu persekutuan hidup yang membuat orang percaya mengalami kasih Tuhan yang menghidupkannya dan membuat dia bisa menghasilkan perbuatan – perbuatan yang memuliakan Allah. Tanpa hidup di dalam persekutuan dengan Tuhan, maka orang percaya tidak bisa menghasilkan perbuatan-perbuatan baik sebagai buah dari pekerjaan Roh. Persekutuan yang hidup dengan Tuhan Yesus Kristus, membuat orang percaya belajar menjadi murid yang baik dan setia, yang hidup untuk menjadi bekat.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami murid-murid-Mu. Amin.

Senin, 03 Mei 2021                                           

bacaan : Kolose 2 : 6 – 7

Kepenuhan hidup dalam Kristus
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

“MENJADI MURID YANG HIDUP  DI DALAM KRISTUS”

Orang yang percaya dan mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya adalah orang yang  disebut sebagai murid Yesus, yaitu murid yang hidup dan belajar dari Yesus sebagai guru Agung. Orang percaya sebagai murid Yesus selalu  menghadapi tantangan iman, seperti ajaran sesat, yaitu ajaran yang berbeda dari ajaran para rasul dan inilah yang dihadapi oleh jemaat di Kolose. Mereka menghadapi ajaran  sesat yang bersifat sinkretis, yaitu  ajaran yang  mencapur-baurkan berbagai ajaran yang berbeda untuk menjadi satu sistem kepercayaan. Ajaran sinkretis dianggap sebagai ajaran yang paling baik dan benar. Sekalipun orang-orang yang mengajarkannya tidak hidup menurut apa yang mereka ajarkan. Untuk menghadapi ajaran yang dianggap sesat, maka Firman Tuhan di dalam Surat Kolose 2 : 6 – 7,  menasihati orang percaya untuk tetap hidup di dalam Yesus, berakar di dalam Dia dan dibangun atas Dia. Artinya apapun yang terjadi orang percaya tetapi berada di dalam Kristus Yesus, belajar dari apa yang Yesus ajarkan melalui para Rasul sehingga iman mereka semakin diteguhkan. Sebagai  murid Kristus Yesus di zaman ini, kita juga  diminta untuk terus berumbuh di dalam Kristus Yesus di tengah tantangan zaman kita. Zaman di mana materi dianggap sebagai segala-galanya sehingga membuat orang percaya melupakan Kristus dan ajaran-Nya. Orang lebih mementingkan kenikmatan sesaat yang menghancurkan masa depannya. Orang lebih memilih hidup secara individualis dan mengabaikan persekutuan.  Menghadapi semua itu, hendaklah orang percaya tetap tinggal di dalam Yesus, dan melakukan kehendak-Nya.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami murid yang tetap hidup dalam kasih-Mu. Amin.

Selasa, 04 Mei 2021                                        

bacaan : Kolose 2 : 8 – 12

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

“MENJADI MURID YANG TETAP SETIA PADA KRISTUS”

Kesetiaan sebagai seorang murid Yesus sangat diperlukan bagi  orang percaya. Tanpa kesetiaan, maka orang percaya mudah meninggalkan iman mereka kepada Yesus dan berpaling pada ajaran yang lain. Apalagi ajaran yang dibuat sedemikian untuk menyenangkan hati dan pikiran manusia, karena menawarkan hal-hal yang baik semata dan tidak mau menerima tantangan karena iman. Firman Tuhan ini disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat Kolose menghadapi tantangan ajaran sesat. Ajaran yang dipengaruhi pemikiran Filsafat sehingga kedengarannya indah dan menawan hati para pendengarnya. Menurut rasul Paulus ajaran itu didasarkan pada pemikiran dan kelicikan manusia, bukan dari Tuhan. Karena itu umat harus waspada, hati-hati agar jangan mereka terpengaruh dengan ajaran yang palsu, ajaran yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh para rasul. Peringatan yang disampaikan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Kolose juga disampaikan kepada kita. Bahwa di zaman ini ada pengaruh paham materialisme dan hedonisme yang sangat menyesatkan orang-orang yang percaya kepada Kristus Yesus. Hidup dengan menjadikan materi dan kenikmatan sebagai tujuan hidup. Akibatnya terjadi banyak kejahatan di mana-mana, karena itu kita diminta untuk menjadi murid yang tetap setia pada Kristus. Setia menjalani hidup sesuai dengan kehendak Yesus, agar kita tidak mudah tersesat. Setia kepada Yesus harus terwujud dalam sikap, tutyr kata dan laku hidup, baik di keluarga, gereja dan juga masyarakat.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami menghadapi pengaruh zaman kami.  Amin

Rabu, 05 Mei 2021                                     

bacaan : Mazmur 22 : 7 – 20

6 (22-7) Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. 7 (22-8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: 8 (22-9) "Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?" 9 (22-10) Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku. 10 (22-11) Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku. 11 (22-12) Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong. 12 (22-13) Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku; 13 (22-14) mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum. 14 (22-15) Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; 15 (22-16) kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. 16 (22-17) Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. 17 (22-18) Segala tulangku dapat kuhitung; mereka menonton, mereka memandangi aku. 18 (22-19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku. 19 (22-20) Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! 20

AMAN DI DADA IBUKU

Bersama perempuan GPM kita patut bersyukur, karena hari ini Wadah Pelayanan Perempuan GPM,  memasuki usianya yang ke-53 tahun. Suatu usia yang dijalani dalam  kasih dan penyertaan Tuhan di tengah pandemi covid-19. Pandemi covid ini telah berlangsung selama setahun lebih dan sangat mempengaruhi  seluruh aspek kehidupan bersama berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat. Banyak orang mengalami berbagai kesulitan hidup. Apakah itu masalah kesehatan, ekonomi, pendidikan anak-anak,  masalah sosial dan lain-lain. Di tengah situasi hidup yang demikian, diperlukan sosok seseorang yang bisa memberikan rasa aman bagi keluarga, gereja dan masyarakat. Pemazmur 22 mengungkapkan rasa syukur ditengah kesulitannya, karena Tuhan menempatkannya pada dada ibunya. Ibu, adalah seorang perempuan yang memiliki hikmat Tuhan untuk memberi rasa aman bagi seisi rumah tangganya. Ia menata kehidupan rumah tangga agar suami, anak-anak dan semua orang yang hidup bersamanya,  bisa merasa aman dan nyaman. Perempuan yang bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi keluarga adalah perempuan yang dekat dengan Tuhan. Sehingga dia tidak menjadi panik dan putus asa menghadapi kesulitan hidup yang dialami. Sebaliknya dia mempercayakan hidup keluarganya dalam tangan Tuhan, melakukan tanggungjawabnya dengan setia, mengorbankan waktu, pikiran dan tenaganya untuk memberi rasa aman. Diapun percaya, bahwa Tuhanlah yang memberi perlindungan dan memberkati hidup dan karyanya.

Doa: Ya Tuhan, berkati perempuan GPM untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi semua orang. Amin.

       

Kamis, 06 Mei  2021                                 

bacaan : Yohanes 8 : 30 – 36

Kebenaran yang memerdekakan
30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

YESUS ITU KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN

Dalam pembacaan kita saat ini Yesus berbicara mengenai kebenaran yang memerdekakan. Apa maksud Ia bicara tentang kebenaran yang memerdekakan? Ketika Yesus berbicara tentang hal ini, bukan dalam konteks kemerdekaan bangsa Yahudi dari penjajahan Romawi, tetapi Ia berbicara mengenai kemerdekaan manusia dari belenggu dosa. Hal ini disampaikan-Nya untuk menanggapi orang – orang Yahudi yang berpendapat bahwa mereka keturunan Abraham yang tidak pernah menjadi hamba siapapun. Mereka menilai diri sebagai orang suci yang tidak berdosa karena faktor keturunan langsung Abraham. Tetapi Yesus menjelaskan, tidak ada manusia yang tidak berdosa sekalipun ia keturunan Abraham. Manusia adalah hamba dosa, sebab itu manusia membutuhkan kemerdekaan dari dosa. Yesuslah Sang Kebenaran yang memerdekakan manusia dari perbudakan dosa. Hal itu dilakukan melalui karya penebusan-Nya di kayu salib. Seperti ada tertulis, “karena Adam semua manusia menjadi hamba dosa, maka di dalam Yesus, semua manusia dimerdekakan dari dosa (Rm 5:18-19).” Itulah kebenaran yang memerdekakan yang dimaksudkan oleh Yesus. Sebagai manusia, dengan  kekuatannya sendiri tidak dapat melepaskan diri dari perhambaan dosa. Itulah sebabnya Yesus datang untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa dan hidup dalam kebenaran. Sebab itu, marilah kita tinggal dalam Dia, sumber kebenaran yang memerdekakan itu dan jangan mau lagi diperhamba oleh dosa agar kehidupan kita benar-benar mengalami sukacita dan kebahagiaan.

DoaYa Allah dalam Yesus Kristus, terima kasih atas pengorbanan-Mu yang memerdekakan kami dari belenggu dosa, Amin

Jumat, 07 Mei  2021                                 

bacaan : Kolose 3 : 16 – 17

16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

LAKUKANLAH SEGALA SESUATU DALAM NAMA TUHAN YESUS

Tuhan Yesus telah memberikan teladan bagi umat-Nya bagaimana Ia melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati. Apa pun yang menjadi kehendak Bapa dikerjakan-Nya dengan sepenuh hati meski harus melewati segala penderitaan yang hebat, bahkan sampai harus mati di kayu salib.  Kalau hari ini kita diingatkan oleh firman Tuhan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan dan perbuatan, haruslah kita lakukan semuanya dalam nama Yesus. Itu berarti dalam semua hal yang dikatakan dan dilakukan, semuanya  hanya untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Sebab itu ketika kita melakukan segala aktifitas pekerjaan, pelayanan, dan sebagainya, marilah kita melakukannya bukan dengan keluh kesah, persungutan, dan setengah hati. Bukan pula dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri atau untuk mencari nama diri. Melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus juga berarti bahwa kita mengakui dalam setiap kata dan perbuatan, kita akan mengikuti apa yang Tuhan Yesus kehendaki. Sehingga di mana pun kita berada atau kemana pun kita pergi untuk melakukan semua yang menjadi kerja dan panggilan kita, kita akan bertindak hati-hati dan tidak melakukan sesuatu yang mempermalukan diri kita sendiri, keluarga, dan juga mempermalukan orang lain apalagi mempermalukan Tuhan. Sebab itu, marilah kita merenungkan dalam diri kita masing-masing: sudahkah kita melakukan segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus?. Jika belum, mari barui diri, agar apa yang kita katakan dan lakukan menjadi berkat dalam hidup dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus.

DoaApapun yang kami katakan dan lakukan, biarlah semuanya demi hormat dan kemuliaan nama-Mu ya Tuhan, Amin

Sabtu, 08 Mei 2021                                 

bacaan : Matius 7 : 24 – 25

Dua macam dasar
24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

BANGUNLAH RUMAHMU DENGAN FONDASI YANG KUAT

Masih ingatkah salah satu kartun Walt Disney yang terkenal dengan tiga ekor babi? Kisahnya menceritakan tiga ekor babi yang harus membangun tempat perlindungan paling aman dari ancaman serigala jahat. Mereka sama-sama membangun rumah, dengan cara dan dasar yang berbeda. Yang satu membangunnya dari jerami, yang satu dari kayu, sedang saudaranya satu lagi membangun dengan batu bata dan semen. Yang membangun dengan jerami dan kayu tentu pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga mereka sempat menertawakan saudara tertuanya yang masih tekun menumpuk batu bata dan menyatukannya dengan semen. Tapi kakak tertua tetap tekun membangunnya. Pada satu ketika, serigala jahat pun datang. Rumah dari tumpukan jerami dengan mudah diluluh lantakkan dengan sekali hembus, dan kaburlah si adik terkecil dengan ketakutan. Ia lari berlindung di rumah kakaknya yang dibangun dari kayu. Rumah itu pun dengan mudah dirobohkan oleh si serigala jahat. Seketika mereka berdua berhamburan ketakutan, dan lari ke rumah kakak tertuanya. Di sana mereka aman dari kejaran serigala jahat karena sang serigala tidak mampu merubuhkan rumah yang kokoh dibangun di atas dasar kuat. Demikian halnya yang diajarkan Yesus melalui perumpamaan dua macam dasar ini. Ia mengingatkan kita, bangunlah hidup kita diatas fondasi iman yang kuat dalam Kristus dan firman-Nya. Karena dengan begitu kita akan kokoh dalam segala situasi, dan tidak akan mudah goyah ketika angin ribut, badai dan banjir. Ketika persoalan datang menghampiri, kita akan tetap kuat bertahan, karena kita bukan hanya mendengar firman-Nya, tapi mau melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

DoaYa Tuhan, Engkaulah fondasi dasar yang kuat bagi bangunan hidup kami kini dan selamanya, amin

        

Santapan Harian Keluarga, 25 April – 1 Mei 2021

Tema Mingguan : Anak-anak Allah Hidup Dalam Kebenaran, Sama Seperti Kristus Adalah Benar

Minggu, 25 April 2021                                  

bacaan : 1 Yohanes 3 : 1 – 10

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. 3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. 4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. 5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. 6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. 7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; 8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. 9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. 10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

MENJADI ANAK-ANAK ALLAH KARENA KASIH KARUNIA

Di dalam dunia hukum dikenal istilah grasi, yakni hak prerogative seorang kepala negara untuk mengurangi hukuman, bahkan menghapuskan pelaksanaan hukuman pidana yang telah dijatuhkan oleh pengadilan kepada seseorang. Pemberian grasi dapat memberikan kesempatan kepada seseorang terpidana mati untuk tetap hidup. Demikian pula dengan penebusan Kristus, Allah memberikan grasi kepada manusia berdosa untuk hidup dan memperoleh jaminan keselamatan.Anugerah yang diperoleh manusia ini hanya semata-mata berdasarkan Kasih Allah kepada manusia berdosa, sehingga kita memperolah status baru sebagai anak-anak Allah (ay.1). Status atau kedudukan sebagai anak-anak Allah bukan berarti anak yang dilahirkan secara biologis (perkawinan antara Tuhan dengan seorang perempuan), melainkan karena iman di dalam Yesus Kristus (band. Galatia 3:26). Kita percaya bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Melalui Status baru “hak istimewa” tersebut, maka penulis kitab 1 Yohanes menasehati kita untuk tidak hidup dan menjadi budak dosa lagi, karena mereka yang tetap hidup didalam dosa berarti dia menolak dan tidak mengenal Kristus (ay.6). Dan mereka yang tidak mengenal Kristus disebut sebagai anak-anak iblis.Ciri-ciri sebagai anak-anak iblis adalah, penyembahan berhala, perzinahan, tipu daya, iri hati, kekerasan, penindasan, ketidakadilan, dan sebagainya.Semua ini membuktikan bahwa gambar Allah yang ada didalam diri manusia benar-benar sudah rusak. Namun, oleh anugerahNya kita memperoleh hidup baru sebagai anak-anak Allah yang menghadirkan kasih, pengampunan, sukacita, damai sejahtera, rela berkorban, keadilan, kebanaran, mengasihi saudaranya.

Doa: Tuhan tuntunlah kami untuk mematikan perbuatan dosa dalam hidup kami, dan tuntunlah kami untuk menghadirkan kebenaran. Amin.

Senin, 26 April 2021                                   

bacaan : 2 Korintus 11 : 10 – 15

10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. 11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya. 12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. 13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.

RASUL YANG SEJATI

Bacaan hari ini berbicara tentang Paulus yang menegaskan dirinya sebagai rasul yang sejati. Kerasulan Paulus didasarkan pada penglihatannya tentang Kristus yang telah bangkit (1 Kor.15:7-11). Atas dasar itu Paulus menegaskan bahwa ia adalah rasul yang sejati bukan palsu. Paulus tidak pernah menghindar dari tantangan, melainkan berani menghadapinya. Keyakinannya akan Kristus yang bangkit tidak pernah goyah. Hidupnya melimpah dengan kasih, dalam hal ini ia sungguh-sungguh mengasihi jemaat Korintus. Selain itu, ia tidak pernah mencari keuntungan pribadi dalam pelayanannya, justru berusaha keras menghalangi orang-orang yang memanfaatkan jemaat bagi kepentingan pribadi. Kesejatiannya sebagai rasul juga diwujudkan dalam kesetiaan melakukan panggilan pelayanan yang dipercayakan kepadanya. Hidupnya dijalani dengan rendah hati bukan kesombongan serta tidak pernah mencari popularitas. Paulus telah membuktikan kualitas imannya sebagi rasul yang meyakini kebangkitan Kristus. Makna kebangkitan Kristus mengkarakterkan kesejatian kerasulan Paulus. Kristus yang bangkit mengubah Paulus menjadi rasul sejati bukan palsu. Rasul yang palsu dicirikan dengan tiga hal sebagai berikut. Pertama, selalu mencari kesempatan untuk dimegahkan atau berusaha untuk dipuji. Kedua, mereka adalah pekerja-pekerja yang curang dan pandai melakukan penyamaran atau menjalani hidup dengan kebohongan. Kita diminta untuk hidup dalam semangat tema mingguan; anak-anak Allah hidup dalam kebenaran, sama seperti Kristus adalah benar. Hidup dalam kebenaran sejalan dengan makna menjadi orang percaya yang sejati. Teladanilah Paulus sebagai rasul yang sejati dan hindarilah menjadi orang beriman yang palsu.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi orang beriman yang sejati, Amin.

Selasa, 27 April 2021                              

bacaan : 2 Korintus 13 : 1 – 10

Nasihat-nasihat terakhir
Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah. 2 Kepada mereka, yang di masa yang lampau berbuat dosa, dan kepada semua orang lain, telah kukatakan terlebih dahulu dan aku akan mengatakannya sekali lagi--sekarang pada waktu aku berjauhan dengan kamu tepat seperti pada waktu kedatanganku kedua kalinya--bahwa aku tidak akan menyayangkan mereka pada waktu aku datang lagi. 3 Karena kamu ingin suatu bukti, bahwa Kristus berkata-kata dengan perantaraan aku, dan Ia tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa di tengah-tengah kamu. 4 Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah. 5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 6 Tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. 7 Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji. 8 Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. 9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. 10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

NASIHAT UNTUK MEMBANGUN IMAN JEMAAT

Paulus memberi nasihat untuk membangun iman jemaat Korintus. Pertama, ia mengingatkan mereka untuk mengoreksi pengalaman salah di masa lampau. Kesalahan yang pernah mereka lakukan berkaitan dengan dosa seksual (1 Kor. 5), penyembahan berhala (1 Kor. 8, 2 Kor. 6:14-7:1), dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan saat perjamuan Tuhan (1 Kor. 11:17-34). Melakukan kesalahan adalah sifat manusia tetapi iman mengajarkan untuk tidak mengulanginya lagi. Kristus telah disalibkan dan mati karena dosa manusia, tetapi bangkit karena kuasa Allah. Pengorbanan Kristus harus berdampak pada perubahan perilaku. Bila dahulu pernah melakukan kesalahan, maka sekarang harus hidup sebagai manusia baru. Kedua, Jemaat Korintus harus menguji apakah mereka tetap tegak dalam iman. Ketiga, jemaat Korintus perlu menyelidiki benarkah mereka tahan uji. Keempat, lakukan perbuatan baik dan hindari melakukan kejahatan. Kelima, bersukacitalah senantiasa dan berdoalah kepada orang lain. Hendaklah masing-masing orang berusaha sungguh-sungguh untuk membangun imannya. Nasehat ini penting diperhatikan dan dilakukan dengan seksama setiap hari. Bila karena kelemahan, kesalahan dilakukan, maka sebagai orang beriman, janganlah menutupi kesalahan itu, tetapi bertanggung-jawab dan perbaikilah. Kita terpanggil untuk terus mewujudkan tanda-tanda pertobatan, agar kasih karunia Allah semakin nyata. Berusahalah agar imanmu kepada Kristus tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa ajaran apapun. Hadapilah semua tantangan bukan dengan bersungut dan berbantah, tetapi dengan keyakinan akan pertolongan Allah, sehingga engkau menjadi orang percaya yang tahan uji. Tetaplah melakukan yang baik dan bersukacita serta teruslah berdoa kepada orang lain.

Doa: Ya Tuhan tolong kami untuk tetap berusaha membangun iman. Amin.

Rabu, 28 April 2021                                             

bacaan : Roma 3 : 21 – 31

Manusia dibenarkan karena iman
21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. 27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! 28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. 31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

MANUSIA DIBENARKAN KARENA IMAN

Paulus berpandangan bahwa di hadapan Allah semua orang bersalah, baik mereka yang mengetahui hukum Taurat maupun tidak. Orang yang mengetahui hukum Taurat tidak dapat menaatinya dengan sempurna, sehingga menaati Taurat tidak dapat dijadikan jaminan untuk “dibenarkan”. “Dibenarkan” berarti dapat diterima oleh Allah. Allah menerima dan mengampuni manusia karena apa yang telah Yesus kerjakan. Maksudnya, pembenaran dari Allah hanya dapat diterima oleh mereka yang beriman kepada Yesus. Jadi percaya kepada Yesus adalah satu-satunya jalan agar manusia dibenarkan Allah. Oleh karena itu keselamatan tidak dapat diperoleh berdasarkan jasa manusia. Allah mengutus Yesus untuk mendamaikan dan membebaskan semua orang yang percaya kepada-Nya. Kristus berkorban untuk menebus orang berdosa dan mereka dibenarkan dengan cuma-cuma (ayat 24). Sehubungan dengan hal itu, maka Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian (ayat 25). Kristus berkorban di salib agar orang yang percaya kepada-Nya dapat dibenarkan. Manusia dibenarkan karena iman bukan karena jasanya. Walau demikian, tidaklah berarti bahwa bagi Paulus hukum Taurat tidak penting. Ia tidak bermaksud meniadakan hukum Taurat karena iman (ayat 31). Hukum Taurat tetap diperlukan karena memperlihatkan apa yang Allah harapkan untuk dilakukan manusia. Hal ini berarti hukum Taurat dilakukan bukan sebagai syarat untuk memperoleh keselamtan. Orang beriman melakukan hukum Taurat kerena ia sudah diselamatkan atau dibenarkan dan bukan supaya ia diselamatkan. Kita diselamatkan oleh kasih dan anugerah Allah, dan kita melakukan perbuatan baik sebagai ungkapan syukur kepada Allah

Doa: Ya Tuhan, layakkanlah kami untuk hidup sebagai orang benar. Amin.

Kamis, 29 April 2021                                       

bacaan : Roma 8 : 9 – 11

8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

HIDUP MENURUT ROH

Hidup menurut Roh dipertentangkan Paulus dengan hidup menurut daging. Ia bermaksud menegaskan bahwa orang percaya haruslah hidup sesuai dengan kehendak Allah. Hidup sesuai kehendak Allah itulah yang dimaksudkannya dengan hidup menurut Roh. Roh Allah bekerja dalam kehidupan para pengikut Yesus untuk menguatkan dan membebaskan mereka dari kuasa dosa sehingga mampu hidup sesuai kehendak Allah. Hidup dalam kuasa dosa itulah yang dimaksudkannya dengan hidup menurut daging. Hidup menurut Roh harus menjadi pilihan orang percaya, karena keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Sebaliknya hindarilah hidup menurut daging, karena keinginan daging adalah maut dan perseteruan terhadap Allah (ayat 6-7). Semua perbuatan yang tidak dikehendaki Allah berakibat pada dialaminya maut. Atas dasar itu selanjutnya ia katakan: “Roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran” (10). Orang percaya haruslah hidup sebagai orang yang telah dibenarkan, maksudnya telah diampuni atau didamaikan. Orang yang telah diampuni tidak boleh lagi hidup menurut daging atau hidup dalam pelanggaran atau dosa. Pelanggaran atau dosa tidak boleh dilakukan karena orang percaya adalah milik Kristus dan oleh sebab itu harus memiliki Roh Kristus, atau yang disebut pula dengan sebutan Roh Kudus. Roh Kudus adalah kuasa Allah, yang dengannya dinyatakan rencana-rencana Allah di dunia. Inti rencana Allah adalah kebaikan bukan kejahatan. Marilah terus berusaha untuk tidak menjadi hamba dosa, karena sebagai umat Allah yang baru, kita telah diubah menjadi hamba-hamba Allah (Roma. 6:20-22). Hiduplah menurut Roh dan bukan daging, agar kehendah Allah dapat dipahami sepanjang hari hidupmu. Tuhan menolong dan memberkati kita.

Doa: Ya Tuhan tolong kami untuk hidup menurut Roh. Amin.

Jumat, 30 April 2021                                          

bacaan : Roma 9 : 1 – 8

Pilihan atas Israel
Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, 2 bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. 3 Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. 4 Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. 5 Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! 6 Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, 7 dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." 8 Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar.

DIPILIH MENJADI UMAT ALLAH KARENA SETIA

Umat Allah terdiri dari baik orang Israel atau Yahudi maupun yang bukan Yahudi. Pemilihan orang Israel sebagai umat Allah berlangsung ketika Abraham dipanggil (Kej. 12). Paulus bersaksi dan meyakini bahwa ia adalah bagian dari rencana pemilihan Allah itu, karena ia adalah keturunan Abraham atau bagian dari umat Israel. Kesaksiannya diawali dengan mengatakan: “suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus” (1). Paulus hendak mengatakan bahwa Roh Kudus bertindak sebagai guru, yang berbicara bagi suara hatinya dan membentuk semua pikiran serta kehendaknya yang terdalam. Ia tidak berbicara atau mengatakan sesuatu atas kehendaknya sendiri tetapi atas kehendak Allah di dalam Roh. Pembicaraannya didasarkan pada kuasa Roh yang bekerja di dalam hati, bukan pada pertimbangan akal atau rasionya. Jadi Paulus berbicara karena kehendak Allah, bukan kehendaknya sebagai manusia. Pertimbangan hati nurani inilah yang menyadarkan Paulus bahwa secara jasmani ia memang telah dilahirkan dan dibesarkan sebagai orang Israel, tetapi secara rohani hubungannya dengan Allah telah melampaui dimensi fisik. Maksudnya pemilihan umat Allah tidak didasarkan pada pertimbangan fisik atau keturunan saja tetapi juga pada alasan rohani dalam hal ini kesetiaan.Pemilihan Israel sebagai umat berlangsung dalam suatu perjanjian yang intinya adalah setia.Kesetiaan adalah syarat mutlak untuk menjadi umat Allah. Inilah alasannya untuk mengatakan: “anak-anak Allah bukan anak-anak menurut daging, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar” (ayat 8). Oleh karena itu, berusahalah untuk menjadi umat Allah yang setia dalam melakukan kehendak-Nya.

Doa:  Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi umat-Mu, Amin.

Sabtu, 1 Mei 2021

bacaan : Efesus 4: 17-24

Manusia Baru

17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.
20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

HIDUPLAH DALAM KEBENARAN”
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus adalah orang yang telah dibarui oleh Allah melalui pekerjaan Roh Kudus. Artinya orang yang tidak lagi hidup menurut apa yang mereka kehendaki sendiri, tetapi hidup menurut apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Tanda dari kehidupan orang yang telah mengalami hidup yang baru ialah hidup dengan melakukan kebenaran sesuai dengan kehendak Tuhan. Di dalam kehidupan berkeluarga, bergereja dan bermasyarakat, diperlukan orang – orang yang hidup dengan melakukan kebenaran sesuai dengan kehendak Tuhan. Sebab terkadang kita mengalami berbagai pengaruh yang jahat melalui media dan lingkungan di mana kita hidup dan bekerja. Semua yang kita hadapi adalah tantangan bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Sejauh mana kita memiliki kemampuan untuk bertahan menghadapi pengaruh-pengaruh yang jahat. Bagi orang percaya yang tidak mampu bertahan menghadapi pengaruh yang jahat, mereka akan hidup dalam kejahatan dengan melakukan hal-hal yang tidak benar. Baik itu dalam keluarga, gereja maupun dalam masyarakat. Karena itu firman Tuhan di hari ini mengajak kita untuk menjadi orang percaya yang hidup dalam kebenaran. Kita bisa hidup dalam kebenaran bila kita memberikan hidup kita dituntun oleh Tuhan melalui Firman dan Roh Kudus. Karena itu berilah dirimu dipimpin oleh Roh Kudus Allah, sebab Firman dan Roh adalah wujud dari kehadiran Tuhan bersama kita.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami dengan Firman dan Roh-Mu agar kami bisa
hidup dalam kebenaran. Amin.

*Sumber : SHK bulan April 2021, LPJ-GPM

SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 18-24 April 2021

Tema Mingguan : ” Hidup Karena Kuasa Kebangkitan Kristus

Minggu, 18 April 2021                    

bacaan : Kisah Para Rasul  4 : 1 – 12

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. 4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. 5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" 8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. 12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

HIDUP DALAM KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Berhadapan dengan dunia digital, tidaklah mengherankan jika segala sesuatu gampang viral dan diviralkan. Kenyataan memang membuktikan bahwa sampai sesuatu yang tidak benar pun dibuat seakan benar dan disebarluaskan sehingga tersebar luas dan banyak orang menjadi tahu. Jika demikian dengan orang-orang dunia, lalu bagaimanakah dengan kita yang diutus ke dalam dunia dan bergaul dengan orang dunia tersebut? Satu hal yang mesti kita ingat dari perkataan Tuhan Yesus, bahwa kita memang berada dalam dunia ini namun kita bukan berasal dari dunia ini. Dan oleh karena itu tugas kita mesti berani memviralkan tentang Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit bagi kita dan memberikan kita kekuatan untuk hidup dalam kuasa kebangkitanNya. Belajarlah dari Petrus yang berani menyampaikan berita injil dan berita tersebut menjadi ujian bagi para pemimpin agama yang berkeras hati untuk menerimanya. Diakui kita hidup di zaman yang senang menyatakan isi hati tetapi tidak terlatih untuk mendengarkan Tuhan. Jika pemimpin agama sudah tidak punya kepekaan untuk mendengar injil (yang di dalamnya terdapat tentang berita kebangkitan Tuhan Yesus) dan hidup di dalam kuasa injil tersebut, maka keadaan umat ke depan pasti akan suram. Papa dan mama adalah para pemimpin dalam keluarga yang bertugas menghidupkan injil dalam keluarga.Salah satu yang terpenting adalah membawa keluarga untuk tetap mengalami Tuhan yang bangkit serta hidup di dalam kuasa kebangkitanNya tersebut sehingga memampukan seisi keluarga kuat menjalani hari-hari hidup.

Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur Engkau telah bangkit bagi kami sehingga kami hidup dalam kuasa kebangkitanMu. Amin.

Senin, 19 April 2021                    

bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 7 – 12

7 Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. 8 Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu. 9 Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati. 10 Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: "Jangan ribut, sebab ia masih hidup." 11 Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. 12 Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.

MEMBANGUN KEBERSAMAAN HIDUP

Ciri hidup orang Kristen adalah berkumpul bersama, memecah-mecahkan roti, menasihati satu sama lain, saling menghibur dan menguatkan serta berdoa bersama. Hal itu pula yang dilakukan oleh Paulus dalam tugas pemberitaan Injil yang diembannya. Berkumpul bersama dan memecah-mecahkan roti merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dalam hidup orang percaya, termasuk keluarga kita. Sebab hal itu adalah tanda dari persekutuan hidup yang menghayati kehadiran Kristus dalam keluarga. Berkumpul dan makan bersama tidak hanya menggambarkan keutuhan dan keharmonisan hidup papa-mama dan anak-anak, tetapi terutama menampakkan penghayatan iman keluarga terhadap cinta kasih Kristus. Saat berkumpul dan makan bersama, orang tua dapat menasihati dan mengajar anak-anak tentang pentingnya hidup takut Tuhan. Anak-anak juga bisa menceritakan isi hati dan pengalaman mereka kepada papa-mama. Dengan begitu orang tua dan anak dapat saling menghibur dan menguatkan. Jika ada anak yang punya persoalan bisa dibicarakan bersama dan dicari jalan keluarnya. Sebab anak-anak zaman sekarang ini sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan, sahabat dan teman, sehingga gampang jatuh dalam sex bebas, narkoba, minuman keras, dan tindakan kekerasan. Jika hal itu dibiarkan maka hidup mereka terancam. Oleh karena itu, marilah kita mulai menata hidup keluarga kita, menetapkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama, saling menguatkan dan berdoa bersama. Sebagai tanda kita menghayati cinta kasih Tuhan dalam hidup keluarga kita.

Doa: Tuhan, beri kami Roh dan agar kami dapat menghayati kasihMu melalui persekutuan makan bersama. Amin!

Selasa, 20 April 2021                                      

bacaan : Roma 5 : 12 – 21

Adam dan Kristus
12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. 16 Dan kasih karunia tidak berimbangan dengan dosa satu orang. Sebab penghakiman atas satu pelanggaran itu telah mengakibatkan penghukuman, tetapi penganugerahan karunia atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran. 17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. 18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, 21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

KELUARGA YANG SALING MENGASIHI, TAAT DAN SETIA KEPADA TUHAN

Kita adalah orang-orang yang dibenarkan lewat Tuhan Yesus. Kesalahan dan dosa kita tidak lagi diperhitungkan, sebab Tuhan sudah membayarnya. Kalau Tuhan Yesus mengasihi kita dan membayar semua hutang-hutang kita, maka kita juga harus mengasihi Tuhan. Karena ketaatan dan kesetiaan Tuhan Yesus kepada Allah dan kasihNya kepada kita itulah maka Ia rela  mengorbankan nyawaNya untuk keselamatan kita. Olehnya kita diajak bukan hanya mengasihi Tuhan Yesus saja, namun juga mesti taat dan setia kepadaNya, sekalipun ada banyak tantangan dan kesulitan yang harus kita hadapi. Sebab menjadi orang yang diselamatkan, tidak berarti hidup kita tanpa kesulitan. Justru dalam kesulitan kita menjadi kuat karena Tuhan selalu menyertai kita.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengasihi Tuhan Yesus serta taat dan setia kepadaNya? Yaitu dengan selalu rajin berdoa dan membaca Alkitab supaya kita mengenal kehendak Tuhan dan melakukannya. Sebab kita tidak cukup hanya tahu, tapi melakukan apa yang kita tahu itu sangatlah penting. Ada orang yang sangat rajin ke gereja juga rajin baca Alkitab, bahkan dia bisa menghafal ayat-ayat Alkitab dengan baik, tetapi di rumah dia sangat malas bekerja. Kalau papa/mama suruh dia untuk bekerja, dia marah-marah dan berkata kasar. Ini menunjukan bahwa dia tidak sayang kepada orang tua dan dia terus mengulang kesalahan yang sudah dibayar oleh Tuhan Yesus. Begitupun sebaliknya dengan papa dan mama yang suka bertengkar hanya masalah-masalah sepele. Jadi berhentilah berbuat jahat dan mulailah berbuat baik. Itulah cara hidup yang Tuhan kehendaki.

Doa: Tolong kami Tuhan supaya selalu mengasihi, taat dan setia kepada-Mu. Amin.

Rabu, 21 April 2021                                                

bacaan : Roma 6 :  1 – 4

Mati dan bangkit dengan Kristus
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

MATI BAGI DOSA, HIDUP BAGI ALLAH

Ada pemahaman bahwa Kristus telah mati dan bangkit untuk menebus dosa-dosa,  karena itu meskipun berbuat dosa kita senantiasa memperoleh keselamatan. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh lawan-lawan Paulus menanggapi pernyataan Paulus pada pasal 5:20 yang mengatakan “hukum taurat ditambahkan supaya pelanggaran menjadi semakin banyak, dan dimana dosa bertambah banyak, disana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah”. Menurut pendapat mereka bahwa manusia berbuat dosa lebih banyak lagi agar mendapat anugerah lebih berlipat ganda lagi. Pendapat tersebut keliru dan sangat berbahaya, karena itu Paulus tegas menentangnya dengan mengatakan “sekali-kali tidak! Karena kita telah mati bagi dosa (ay.2) dan kita telah dibaptis dalam Kristus, melalui kematian-Nya (ay.3). Paulus mengingatkan orang Kristen asal Yahudi, bahwa keselamatan yang mereka peroleh bukan karena mempraktekkan hukum taurat tetapi merupakan kasih karunia Allah yang dinyatakan melalui penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus. Kita-pun diharapkan dapat merespons kebaikan Allah dengan hidup benar dan taat melakukan kehendak Tuhan. Semua orang yang sudah menerima kasih karunia Kristus, harus hidup sebagai anak-anak Allah (Gal. 2: 20). Maksudnya adalah hidup menurut roh (kasih, sukacita, sabar, lemah-lembut, kesetiaan, kebaikan, penguasaan diri, dan sebagainya) dan bukan menurut keinginan daging (percabulan, kecemaran, hawa nafsu, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, kedengkian, kemabukan, pesta pora, gila hormat dan sebagainya).

Doa: Tuhan tuntunlah kami untuk mematikan perbuatan dosa dalam hidup kami, dan pimpinlah kami hidup bagi Tuhan

Kamis, 22 April 2021                                         

bacaan : Roma 6 : 5 – 9

5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. 6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. 7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. 8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

HIDUP KARENA SALIB KRISTUS

Menurut Rasul Paulus, bahwa semua orang, baik orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi telah jatuh ke dalam dosa melalui pemberontakan mereka kepada Allah (1:18-32; 3:9). Dan akibat dosa manusia berada di bawah penghukuman Allah (Roma 6:23). Akan tetapi Allah sungguh mengasihi manusia dan bersedia berdamai dengan manusia di dalam pengampunan-Nya. Ia rela menyerahkan Putra-Nya untuk mati di kayu salib. Kematian dan kebangkitan Kristus secara aktual berarti kita mengalami pengalaman yang serupa “Mati dan bangkit bersama Kristus” sebagai sarana untuk mempersatukan kita dengan Kristus (ay.5). Oleh sebab itu, Kematian dan kebangkitan Kristus memberi kita konsekuensi untuk mati terhadap dosa dan hidup bagi Allah. Artinya, meninggalkan kehidupan yang lama (hidup didalam dosa) dan jangan lagi membiarkan hidup dikuasai oleh dosa (diperbudak oleh dosa). Dengan demikian, merayakan minggu-minggu sengsara, kematian dan Kebangkitan Kristus (paskah) hendaknya membawa perubahan baru dalam hidup kita. Perubahan itu dinyatakan melalui iman dan pengharapan kepada Kristus di dalam berbagai pergumulan dan persoalan hidup, khususnya  di tengah-tengah situasi krisis hidup menghadapi pandemic covid 19 yang semakin menakutkan karena munculnya varian baru yang semakin berbahaya. Hal ini sangat berdampak terhadap kehidupan, kesehatan, pendapatan, dan sebagainya. Selain itu, menghadapi berbagai krisis hidup, hendaknya kita saling menopang dan berbagi seorang seorang terhadap yang lain agar keberlangsungan hidup tetap berjalan dengan baik. Tuhan menolong kita semua.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk memuliakanMu melalui hidup yang taat, setia dan benar, amin

Jumat, 23 April 2021                                         

bacaan : Roma 6 :  12 – 14

12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. 13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. 14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

PAKAILAH TUBUHMU BAGI KEMULIAAN ALLAH

Seorang pemuda memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman keras (sopi). Hal ini mengakibatkan ia jatuh sakit dan dibawa ke dokter. Dalam pemeriksaan tersebut, terjadi dialog antara dokter dan si pemuda tersebut: Dokter: saudara terlalu banyak minum sopi akibatnya terdapat gangguan pada hati (lever). Pemuda: Saya tidak mengerti penjelasan dokter. Dokter: (sambil mengambil gelas berisi sopi didalamnya ada cacing yang sudah mati), jika saudara terus minum sopi maka nasib saudara akan sama seperti cacing di dalam gelas ini. Pemuda: Dokter, anda keliru sekali! Justru mengkonsumsi sopi yang banyak maka cacing dalam perut saya akan mati dan saya akan tetap sehat. Perkataan si pemuda ini membenarkan kebiasaan buruk yang membahayakan kesehatan dan keselamatan dirinya. Ilustrasi ini mau mengatakan bahwa kita sulit untuk meninggalkan kebiasaan yang salah (dosa). Hal yang sama juga diperlihatkan oleh orang Kristen di Roma, dimana mereka memiliki kebiasaan menyerahkan anggota-anggota tubuh mereka kepada dosa; mereka mencemarkan tubuh, menyembah alah lain, kelaliman, keserakahan, kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, pemfitnah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak setia, tidak mengenal belas kasihan, dan sebagainya (Roma 1:18-32). Paulus menasihatkan orang-orang Kristen di Roma supaya berhenti menyerahkan anggota-anggota tubuh tetapi juga totalitas kehidupan kepada dosa karena kasih karunia Tuhan telah dilimpahkan. Perayaan Paskah Kristus mengingatkan bahwa kita sudah merdeka dari dosa karena itu jangan  menjadi hamba dosa lagi, melainkan menjadi manusia baru didalam Kristus melalui pertobatan hidup.

Doa: Tuhan tuntunlah kami untuk mematikan perbuatan dosa dalam hidup kami, dan pimpinlah kami hidup bagi Tuhan. Amin

Sabtu, 24 April 2021                                    

bacaan : 2 Korintus 4 : 7 – 12

7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. 8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; 9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. 10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. 11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. 12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.

SEMAKIN DIBABAT, SEMAKIN MERAMBAT

Salah satu buku terkenal, berjudul “Semakin Dibabat Semakin Merambat” mengisahkan tentang penganiayaan yang dialami oleh para martir pada abad-abad pertama, ketika mereka dipaksa untuk berpaling dari imannya kepada Kristus, algojo-algojo dikerahkan untuk menyiksa mereka dengan berbagai cara, dari fajar hingga senja. Tidak hanya siksaan jasmaniah yang mereka alami tetapi juga batiniah; kehilangan atau kematian anak, orang tua, suami atau istri: yang peristiwanya sering kali terjadi di depan mata mereka sendiri. Namun para martir itu tetap dan semakin berpegang teguh pada imannya dan bahkan jumlahnya pun semakin bertambah. Pengalaman Penganiayaan karena iman kepada Kristus juga dialami oleh orang Kristen pada saat itu dan Paulus sendiri ketika ia melaksanakan tugas pemberitaan Injil yang dianggapnya sebagai harta yang indah yang dipercayakan Kristus kepadanya (ay.7).  Dan akibat dari tugas tersebut, maka ia harus mengalami cemohan, caci maki, dibenci bahkan dipenjarakan. Paulus senantiasa mampu bertahan dan menjalaninya, karena Allah menganugerahkan kekuatan (kuasa) yang berlimpah-limpah kepadanya (ay.8-9). Paulus, memahami bahwa Allah tidak meninggalkannya sendiri; ketika ia jatuh ia bangun kembali, ketika ia kalah iapun tahu bahwa pada akhirnya ia tidak akan pernah kalah dalam perjuangan. Kematian dan kebangkitan Kristus menghadirkan kehidupan kekal, “tidak ada salib, maka tidak ada mahkota”. Orang percaya dipanggil untuk memberitakan injil Kristus kepada dunia dengan taat dan setia dalam keadaan bagaimana pun. Ingatlah Firman Tuhan: ”Aku Menyertai kamu senanantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28: 20).

Doa:  Ya Tuhan, tinggallah didalamku dan kuatkanlah aku untuk memberitakan kabar baik bagi sesama, supaya orang melihat Engkau dan kekuatan-Mu dalam diriku, Amin.

*sumber : SHK April 2021, LPJ-GPM

SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 11-17 April 2021

Tema Mingguan : “Beritakanlah Apa Yang Kamu Lihat dan Dengar Tentang Kristus Yang Hidup

Minggu, 11 April 2021                                     

bacaan : 1 Yohanes 1 : 1 – 4 

Kesaksian rasul tentang Firman hidup
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. 3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. 4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

MENJADI SAKSI KRISTUS YANG BANGKIT

Masih dalam suasana sukacita kebangkitan Kristus, maka pertanyaannya apa makna kebangkitan Kristus bagi kehidupan kita sebagai orang Kristen sekarang ini. Kebangkitan Kristus memberikan harapan dan sukacita untuk menikmati dan memperoleh keselamatan kekal yang disediakan Allah bagi setiap orang yang percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Tidak ada yang lain, kekuatan, kemampuan ataupun keyakinan yang lain untuk mendapatkan anugerah keselamatan itu. Hanya ada dan telah terjadi dalam peristiwa penderitaan, kematian serta kebangkitan Kristus yang memberikan jaminan keselamatan itu kepada semua orang percaya. Rasul Yohanes menyampaikan hal tersebut kepada persekutuan orang percaya agar mereka tetap setia kepada iman dan pengharapan mereka kepada Tuhan Yesus. Nasihat rasul Yohanes ini berangkat dari pengalaman pribadi bersama dengan Tuhan Yesus. Ia melihat dan menyaksikan tentang semua yang dilakukan dan dikaryakan oleh Tuhan Yesus. Itulah sebabnya ia menasihati mereka untuk tetap teguh dalam iman dan meneruskan berita sukacita itu, sehingga mereka yang belum percaya menjadi percaya dan diselamatkan. Kita pun dinasihati agar sebagai keluarga (papa, mama dan anak-anak) dapat meneruskan berita kebangkitan Kristus dalam seluruh kehidupan. Kita melihat dan mendengar dengan hati yang beriman melalui seluruh pengalaman hidup bersama dan didalam Kristus (bd.Gal.3:11). Yesus yang bangkit menjadikan kita kuat dan menang dalam pergumulan dan perjuangan. Ceriterakanlah pengalaman iman melalui hidupmu agar Yesus yang bangkit dipercaya dan dimuliakan.

Doa: Tuhan Yesus kuatkan kami untuk bersaksi tentang kebangkitan-Mu melalui sikap serta perilaku hidup kami, amin

Senin, 12 April 2021

bacaan : Roma 1  : 1 – 5

Salam
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. 2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. 5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. 7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

SETIA MELAYANI KRISTUS YANG BANGKIT

Rasul Paulus penuhi panggilan kerasulannya dengan cara memberitakan Injil Kerajaan Allah. Para nabi sejak dahulu  telahmemberitakannya pula, dan digenapi melalui peristiwa penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Pengorbanan Tuhan Yesus membuat manusia yang semestinya   menerima penghukuman kekal akibat dosa, ditebus dan diselamatkan. Panggilan ini ditegaskan Paulus dalam surat penggembalaannya kepada jemaat di Roma. Paulus memperkenalkan dirinya dengan memakai sebutan hamba Kristus Yesus. Sebagai hamba maka Paulus tetap tunduk, setia serta taat kepada tuan yaitu Kristus yang memanggil dan memerintahkannya. Paulus berharap bahwa melalui pelayanannya kepada jemaat di Roma, merekapun dapat membuka hati, menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dari kehidupan jemaat Roma maka berita Injil terus disampaikan dan disaksikan agar semua orang dapat percaya dan menerima Kristus untuk dapat diselamatkan. Demikianpun sebagai keluarga Kristen, kita terpanggil menceritakan berita sukacita dan menyelamatkan itu bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Kita menceritakannya melaui ucapan, sikap serta perilaku. Sukacita dan kebahagiaan terus dihadirkan bagi dunia dan umat manusia. Memang masih banyak yang belum percaya dan menerima Tuhan Yesus yang bangkit. Kenyataan tersebut menjadi tantangan serta menjadi tanggung jawab kita semua dan kita melakukannya dengan penuh sukacita dan rendah hati sebagai hamba yang selalu taat dan setia kepada tuan yakni Tuhan Yesus Kristus. 

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap taat dan setia dalam memberitakan kebangkitan-Mu. Amin.

Selasa, 13 April 2021                                             

bacaan : Roma 1 : 8 – 15

Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

BERIMAN KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT

Kelanjutan firman Tuhan dihari ini, adalah kerinduan rasul Paulus untuk mengunjungi jemaat di Roma. Kerinduannya itu sangat kuat, karena didasarkan atas kecintaannya kepada jemaat Roma yang selalu bertumbuh dalam pengenalan kepada   Tuhan Yesus. Sekalipun rasul Paulus belum sempat mengunjungi jemaat Roma, namun ia tetap mendoakan mereka agar tetap menjaga iman dan yang terwujud melalui seluruh kehidupan jemaat Roma. Kepedulian serta perhatian Paulus yang terus mendoakan jemaat Roma dalam seluruh tugas dan panggilan pelayanan pekabaran Injil adalah wujud cintanya yang mendalam. Sukacita dan kebahagian jemaat yang selalu bertumbuh dalam iman pun menjadi sukacita dan kebahagiannya. Paulus juga mengalami kegelisahan ketika jemaat Roma berada dalam tantangan dan masalah. Itulah keteladan seorang pelayan yang berhati hamba. Ia sungguh-sungguh memaknai panggilan pelayananya.Kita juga terpanggil untuk meneladani teladan rasul Paulus. Sikap perhatian dan kepedulian bagi semua orang demi kehidupan yang dipenuhi kebahagian, kesejahteraan, kesukacitaan serta keselamatan dalam kasih Tuhan Yesus yang bangkit mesti menyemangati kita dalam melakukannya. Mungkin juga sama seperti Paulus, kita tidak hadir secara fisik bersama-sama dengan mereka ataupun kita juga tidak mempunyai sesuatu berupa materi untuk kita berikan, namun saat kita menopang dan mendukung mereka dalam doa maka kita telah mewujudkan sebuah kepedulian yang sangat besar nilainya. Kita telah melakukan sebuah tanggung jawab pelayanan dan kesaksian dengan memberitakan dan menyaksikan tentang Kristus yang bangkit kepada semua orang.

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap yakin dan percaya kepada kuasa kebangkitan-Mu. Amin.-

Rabu, 14 April 2021                         

bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 18 – 20

18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

TAAT KEPADA KRISTUS YANG BANGKIT

Keberanian untuk menceritakan dan menyaksikan karya kesalamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus dilakukan oleh para rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka diperhadapkan di hadapan Mahkamah Agama. Sebagai manusia bisa saja Petrus dan Yohanes takut dan memilih diam demi keselamatan mereka. Namun peranan dan tutunan kuasa Roh Kudus (bd. KPR. 2) menyemangati mereka untuk berani menyatakan tentang keselamatan yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Petrus dan Yohanes malah menentang mereka (Mahkamah Agama) untuk memilih lebih takut kepada Allah ataukah kepada manusia (mereka)? Mengapa Petrus dan Yohanes menyampaikan hal ini kepada mereka ? sebab mereka adalah tokoh-tokoh agama yang pasti tahu apa yang menjadi kehendak Allah dan kebenarannya yang mesti mereka sampaikan. Sehingga Petrus dan Yohanes lebih menegaskan lagi bahwa tidak mungkin menghalangi mereka untuk memberitakan apa yang mereka lihat dan dengar tentang keselamatan Allah yang terjadi dalam Tuhan Yesus Kristus. Sebagai keluarga Kristen, kita juga mesti berani untuk menceritakan dan menyaksikan tentang karya keselamatan yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi kita sekeluarga kepada dunia dan semua orang. Kita melakukan dengan tuntunan kuasa Roh Kudus sehingga kita tidak takut ketika menderita, dikucilkan, ditinggalkan sebab kita tidak sendiri, namun cinta kasih dan kuasa Allah dalam Kristus selalu melindungi, menyertai dan memberkati kita. Cerita dan kesaksian kitapun tidak sebatas kata-kata saja tetapi terlebih melalui sikap dan perilaku hidup kita sehingga dari sanalah semua orang yang belum percaya akan menjadi percaya dan menerima Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.  

Doa:   Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap berani dan taat memberitakan tentang kebangkitan-Mu. Amin.

Kamis, 15 April 2021                    

bacaan : Kisah Para Rasul 16 : 9 – 12

9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" 10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. 11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

KEPEDULIAN UNTUK MELAYANI

Selalu peka terhadap suara Tuhan melalui kuasa Roh Kudus membuat Paulus dan Silas tetap setia dan taat memberitakan Injil Kristus. Diceritakan dalam pelayanan Pekabaran Injil dari kota ke kota ada tempat yang tidak diijinkan oleh kuasa Roh Kudus bagi Paulus dan Silas untuk singgah dan tinggal. Ketika mereka sampai di Troas, Paulus mendapatkan penglihatan ada seorang Makedonia yang berseru “menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami”. Perjalanannya dari Troas ke Makedonia harus melewati beberapa daerah yakni Samotrake kemudian Neapolis baru ke Filipi kota pertama dibagian Makedonia. Tentu perjalanan yang berat dan melelahkan serta juga dengan berbagai acaman. Namun Paulus dan Silas melakukan dengan semangat dan sukacita dengan tidak memikirkan segala kepentingan dan kenyamanan diri sendiri. Yang dipikirkan Paulus dan Silas adalah demi orang lain dan keselamatan mereka. Paulus dan Silas merasa terbeban kalau mereka belum mendengar tentang kabar keselamatan didalam Kristus. Hal itulah yang membuat mereka tetap tekun dan setia melakukan tugas pemberitaan Injil Kristus. Semangat inipun mesti dimiliki oleh kita sebagai keluarga Kristen untuk meneruskan berita keselamatan yang telah terjadi dalam Tuhan Yesus bagi kita dan semua orang percaya. Kita juga mesti membuka hati kepada tuntunan Roh Kudus, sehingga kepekaan dan prihatin dengan mereka yang masih menolak dan belum percaya kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus memampukan kita untuk melakukan tugas yang mulia itu dengan penuh sukacita, rendah hati, taat dan setia. Berusahalah agar sikap dan perilaku kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk percaya dan menerima Tuhan Yesus.  

Doa: Tuhan Yesus tolonglah kami agar tetap peduli dengan mereka yang membutuhkan pertolongan, amin

Jumat, 16 April 2021                                     

bacaan : Efesus 3 : 1 – 13

Rahasia panggilan orang-orang bukan Yahudi
Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.

MEMBERITAKAN KRISTUS YANG HIDUP

Pengorbanan Yesus di kayu salib merupakan pintu masuk bagi kasih karunia Allah. Salib menjadi sarana perdamaian manusia dengan Allah. Peristiwa yang sangat penting, namun terkadang telah menjadi biasa, tapi dalam kenyataannya tidak. Yesus sebelum disalib mengalami jalan salib yang sulit. Ia mengalami luka fisik yang tak terperikan. Cambuk tentara romawi yang terdiri dari sembilan tali kulit dengan sebuah bola kulit terikat pada pada ujung tiap tali tersebut. Pecahan tulang, besi dan rantai, terdapat pada setiap bola kulit, sehingga membuat cambuk itu berat dan tajam, membuat luka yang berat pada tubuh Yesus. Kulit terkelupas, daging tersayat, beserta luka pendarahan di otak (akibat dipukul), luka tembus, luka ligamen (banyak tulang yang retak dan akibatnya nyeri tak tertahankan). Ia pun mengalami luka batin, yang pedih. Cemoohan, makian, penolakan, ketidakadilan, membuat penderitaan-Nya lengkap. Peristiwa penderitaan inilah, yang membuat kita berdamai dengan Allah, dan bisa datang kepada-Nya, tanpa takut karena sudah ditebus. Peristiwa ini yang mesti kita bawa dalam ingatan senatiasa. Ini akan membuat kita memahami betapa berharganya hidup kita. Membuat kita menolak untuk tetap hidup dalam dosa. Mendorong kita untuk bertekun mencari kehendak Tuhan. Sebab, penebusan Yesus terhadap diri kita, membuat hidup kita memiliki satu tujuan. Menjadi alat-Nya untuk menyatakan apa yang kita lihat dan dengar tentang Kristus dengan kasihNya itu. Ingat hidup ini bukan cuma soal kita (apa yang kita ingini, butuhkan), tapi hidup ini adalah soal memberitakan tentang Kristus yang hidup.

Doa: Tuhan, kami mau memberitakan tentang Engkau yang hidup. Amin.

Sabtu, 17 April 2021                                  

bacaan : Matius 10 : 26 – 28

26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

HADAPI HIDUP DENGAN BERANI

Selama hidup di dunia ini, kita tentu akan selalu berhadapan dengan masalah. Apalagi sebagai keluarga orang percaya, tentu seringkali kita bergumul dengan berbagai persoalan-persoalan hidup dan tantangan-tantangan didalamnya. Tantangan tersebut ada yang biasa-biasa saja bahkan ada juga yang berat.  Karena itu tidaklah mengherankan jika banyak orang yang takut menghadapi hidup dan tantangannya, padahal firman ini bilang bahwa Tuhan ada dan Dia tahu apa yang sedang kita hadapi, apa yang sedang kita gumuli. Tuhan tidak jauh dari kita. Dia ada bersama kita untuk menghadapi berbagai kenyataan hidup, baik suka maupun duka. Dia tahu suasana hidup kita, karena sehelai rambut yang jatuh dari kepala kita pun, Dia tahu. Tuhan tahu, Dia dekat dengan kita.Dekatnya Tuhan dengan kita itulah yang membuat Dia sangat mengerti setiap kebutuhan hidup kita, setiap tetesan air mata kita bahkan sampai kepada kekuatiran dan ketakutan kita terhadap berbagai situasi-situasi hidup saat ini, apalagi masih tetap ditengah pandemic Covid-19. Oleh karenanya, jangan kita takut dan kuatir terhadap apapun bahkan mungkin saja mereka yang dapat menjahati kita. Yakinlah, Tuhan tahu keberadaan kita, Dia peka dan Dia bersedia menolong kita. Untuk itu jangan gentar hadapi hidup dengan semua tantangan, hambatan bahkan ancaman di dalamnya.Kita tidak sendiri, Tuhan ada dan menyertai keluarga kita yang berserah kepadaNya.

Doa: Bapa yang penuh kasih, berilah keberanian kepada kami dalam menghadapi hidup dengan segala tantangannya. Amin.

*sumber : SHK April 2021, LPJ-GPM

                  

SANTAPAN HARIAN KELUARGA, 4-10 APRIL 2021

Boy Kaya BLOG

Minggu, 04 April 2021     

bacaan 1 : Yesaya 12 : 1 – 6

Nyanyian syukur atas keselamatan
Pada waktu itu engkau akan berkata: "Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku. 2 Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." 3 Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. 4 Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya, beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! 6 Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!"

bacaan 2 : Markus 16 : 1 – 8

Kebangkitan Yesus
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?" 4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut, 6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. 7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." 8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.

BERITAKANLAH KRISTUS SUDAH BANGKIT

Hari ini kita bersukacita dan bersyukur menyambut Paskah pagi. Paskah yang mengingatkan kepada kita tentang peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari antara orang mati. Peristiwa kematian Yesus  membuat para murid-Nya berada dalam kesedihan dan ketakutan yang sangat besar. Mereka takut pada ancaman kematian dari orang-orang Yahudi. Sekalipun mereka diliputi ketakutan, tetapi cinta dan kerinduan mereka pada Yesus membuat Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome harus pergi ke kubur Yesus untuk merempahi mayat Yesus dan mengobati rasa rindu mereka kepada-Nya. Tetapi ternyata kubur Yesus telah kosong dan mereka diminta untuk jangan takut, tetapi pergi dan memberitahukan pada para murid yang lain bahwa Yesus sudah bangkit. Berita dari malaikat Tuhan itu mengubah suasana ketakutan para perempuan ini menjadi sukacita yang besar. Sukacita karena Kristus sudah bangkit. Dengan sukacita mereka memberitahukan apa yang mereka dengar dan lihat kepada para murid yang lain. Ini mengingatkan kita bahwa sukacita paskah di hari ini mendorong kita untuk terus bersaksi tentang siapa Kristus yang bangkit. Kesaksian itu kita lakukan melalui hidup dan karya kita untuk membebaskan manusia dari ketakutan karena ancaman virus corona yang melanda bumi kita.

Doa: Ya Tuhan, kuatkan kami untuk terus memberitakan nama-Mu. Amin.

Senin, 05 April 2021                               

bacaan : Yohanes 20 : 11 – 18

Yesus menampakkan diri kepada Maria Magdalena
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, 12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. 13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." 14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." 16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. 17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." 18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

AKU TELAH MELIHAT TUHAN YANG BANGKIT

Kita sungguh bersyukur dapat merayakan paskah atau kebangkitan Yesus Kristus kembali. Kita tahu bahwa kebangkitan Yesus adalah titik pusat sejarah keselamatan yang menjadi dasar iman kita. Sebab andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah iman dan pemberitaan gereja.Karena itu, kebangkitan Yesus yang merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah keselamatan itu harus selalu memberi dampak dalam hidup kita.Paling tidak kita menjadi orang-orang yang tetap bersemangat dan berpengharapan menjalani hidup dengan segala kompleksitas persoalan yang kita hadapi. Dalam teks bacaan kita hari ini penulis Injil Yohanes mau memperlihatkan kepada kita betapa kebangkitan Yesus telah mengubah keadaan para murid-Nya, mulai dari rasa kurang yakin menjadi seyakin-yakinnya; Dari rasa diam karena rasa kalah menjadi bersorak karena rasa girang; Dari patah hati menjadi bulat hati karena telah melihat Tuhan yang bangkit. Itulah perubahan besar yang terjadi pada Maria Magdalena ketika ia berjumpa dengan Yesus. “Aku telah melihat Tuhan”, demikianlah pengakuan imannya yang memberanikan ia pergi dan bersaksi tentang peristiwa kebangkitan Yesus. Saat ini ketika kita diberi kesempatan untuk merayakan kebangkitan-Nya, perubahan apa yang terjadi dalam hidup kita? Dapatkah kita pergi dan bersaksi tentang Yesus yang bangkit bagi orang lain, sehingga melalui kita pun orang lain akan melihat Tuhan dalam diri kita? Semua itu dapat kita lakukan jika kita tetap berserah pada Tuhan dan kuasa kebangkitan-Nya sehingga melalui tuturkata dan perbuatan yang kita lakukan, nama Tuhan dipermuliakan dan dengan begitu orang lain juga akan memasyurkan nama Tuhan dalam hidup mereka. Selamat Paskah!

Doa:  Tuhan yang bangkit, tuntunlah kami agar melalui hidup dan kerja kami banyak orang dapat melihat Engkau, Amin!

Selasa, 06 April  2021                                   

bacaan : Lukas 24 : 13 – 27

Yesus menampakkan diri di jalan ke Emaus
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, 14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. 15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. 16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. 17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. 18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" 19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. 20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. 21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. 22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

JANGAN BIARKAN SESUATU MENGHALANGI KITA UNTUK MENGENAL DIA

Kita seringkali mudah kecewa dan sedih, bahkan putus asa dan hilang pengharapan jika yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Lalu akhirnya kita menyerah dan mengikuti saja kemana keadaan itu membawa kita. Kita lupa bahwa segala sesuatu masih bisa diperbaiki dan dimaknai kalau saja kita mau membuka diri. Kisah dua orang yang berjalan ke Emaus merupakan contoh nyata. Mereka adalah orang-orang yang kehilangan pengharapan karena kematian Yesus. Yesus yang mereka harapkan dapat menjadi pemimpin, ternyata harus mengalami siksaan berat hingga mati di kayu salib. Harapan mereka tidak sesuai kenyataan. Karena itulah mereka memilih kembali ke rutinitas lama di daerah dimana mereka berasal. Dalam perjalanan mereka memperbicangkan segala sesuatu yang sudah terjadi. Dan Tuhan Yesus hadir menemani mereka dalam perjalanan. Awalnya ada sesuatu yang menghalangi mata mereka sehingga mereka tidak mengenali Yesus, namun ketika Yesus melakukan perjamuan bersama mereka, barulah mereka sadar dan kenal bahwa itu Yesus. Ia benar-benar bangkit, dan dua murid yang kecewa itu pun kembali dengan semangat dan harapan baru. Memang, perjumpaan dengan Tuhan selalu mampu mengubah hidup seseorang. Kisah ini mengajarkan kita bahwa Tuhan senantiasa hadir untuk menyapa setiap orang dalam berbagai suasana hidup yang dialaminya. Hanya saja terkadang banyaknya persoalan itu seperti menjadi penghalang pada mata kita untuk mengenal dan mengalami Tuhan sendiri dan kehendak-Nya dalam hidup kita. Namun bagi orang-orang yang selalu membuka hati bagi kehadiran-Nya, akan selalu mengalami pertolongan dan kuat kuasa-Nya, tetap semangat dalam berpengharapan.

Doa: Tuhan, biarlah mata dan hati kami selalu terbuka melihat kehadiran-Mu dalam setiap keadaan hidup kami. Amin.

Rabu, 07 April 2021                                           

bacaan : Matius 28 : 9 – 10

9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

SUKACITA BERJUMPA DENGAN YESUS YANG BANGKIT

Sukacita adalah suatu karunia Roh Kudus yang membantu mengembangkan kepribadian baru seperti yang dialami oleh Maria Magdalena dan Maria yang lain. Peristiwa gempa bumi dan kubur yang kosong serta berita malaekat bahwa Yesus telah bangkit, sesungguhnya telah membuat para perempuan itu mengalami sukacita yang besar dan rasa takut, sehingga mereka berlari dengan cepat untuk memberitahukan kepada para murid yang lain tentang hal tersebut sesuai pesan malaekat. Karena itu, Yesus menjumpai mereka ditengah jalan dan berkata: “salam bagimu”. Itulah kalimat pertama dari Yesus yang bangkit, dan menjumpai mereka dalam keadaan damai untuk membebaskan mereka dari rasa takut. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit semakin menguatkan sukacita mereka sehingga mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya, dan menyembah-Nya. Orang yang bersukacita adalah orang yang mau datang kepada Yesus, merendahkan diri dihadapan-Nya atau menyerahkan diri seutuhnya dalam kendali Yesus untuk memberitahukan perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan memasyhurkan nama-Nya. Sukacita mereka merupakan alasan mendasar untuk Yesus memberi tanggungjawab baru: pergi dan katakan kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galelia, dan disanalah mereka akan melihat Aku. Sukacita menjadi kekuatan para perempuan untuk meyakinkan para murid lelaki dan sanak keluarga bahwa Yesus telah bangkit dari kematian, sekaligus melawan dusta mahkamah agama. Jadi, tanpa sukacita orang kristen tak akan pernah bisa meyakinkan dunia tentang perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan memasyhurkan nama-Nya. Setiap hari Yesus menjumpaimu dan memberimu sukacita-Nya. Jangan abaikan!!! 

Doa: Tuhan, penuhkan kami dengan RohMu, supaya kami bersukacita. Amin.

 

Kamis, 08 April 2021                                     

bacaan : Lukas 24 : 28 – 35

28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. 29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. 30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. 31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. 34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 35 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

SESUNGGUHNYA TUHAN YESUS TELAH BANGKIT

Menjadi percaya dan mengaku bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, harus melewati suatu proses bersama Yesus seperti yang dialami oleh dua orang murid yang berjalan ke Emaus. Yesus menuntun mereka untuk keluar dari kesedihan dan ketidakmengertian serta membentuk kepercayaan mereka dengan tiga cara yakni: (1). Yesus mau mendengar dan merasakan keluhan mereka, menuntun mereka untuk mengenal kerapuhan iman mereka, serta memberi jalan keluar dengan menggunakan kitab suci sebagai dasar yang benar; (2). Yesus memenuhi desakan mereka untuk tinggal bersama dengan mereka; (3). Yesus memulihkan ingatan mereka tentang diri-Nya di perjamuan malam: “Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka”. Perbuatan Yesus mengubah arah perjalanan hidup mereka: “bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem untuk menjumpai para murid yang lain di Yerusalem”. Jadi, setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit, kedua murid tersebut mengalami evolusi kesadaran: dari keputusasaan karena kematian Kristus menuju keimanan akan kebangkitan-Nya. Mereka mengalami pertumbuhan iman. Pengalaman mengenal Yesus yang bangkit, mereka ceritakan kepada para murid yang lain sebagai suatu kesaksian iman mereka. Karena, iman selalu bertumbuh dalam masa yang sangat sulit.Jika demikian, maka setiap masa yang sangat sulit, harus dijalani bukan dihindari bahkan lari darinya.Dalam kesadaran tersebut, setiap orang Kristen harus berusaha menemukan dan mengenal serta mengalami Yesus yang bangkit. Itu pun jika anda mendesak supaya Tuhan tinggal bersama-sama dengan anda, maka Ia setia memenuhi desakanmu dan memberimu berkat terindah menjadi saksi kebangkitan-Nya.

Doa: Tuhan, tinggallah bersama-sama denganku. Amin.

Jumat, 09 April 2021                                       

bacaan : Lukas 24 : 36 – 49

Yesus menampakkan diri kepada semua murid
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" 37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." 40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" 42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, 47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. 48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini. 49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."

YESUS YANG BANGKIT MEMULIHKAN KEPERCAYAANMU

Setelah kebangkitan-Nya, mengapa Yesus secara berulang menampakan diri-Nya kepada para murid-Nya? Sebab penyaliban dan kematian Yesus membuat para murid melupakan seluruh pengajaran, perkataan Yesus dan pengalaman melayani bersama Yesus selama tiga tahun. Mereka sedih, dan takut bahkan tidak percaya dan menganggap omong kosong perkataan para perempuan yang pergi ke kubur Yesus. Petrus pun masih bertanya dalam hatinya: apa kiranya yang telah terjadi? Setelah ia melihat hanya kain kapan di dalam kubur Yesus. Kesaksian dua orang yang pergi ke Emaus, masih membuat para murid mempercakapkan tentang hal-hal itu.Karena itu, ketika semua murid berkumpul Yesus menampakan diri-Nya, untuk memulihkan kepercayaan semua murid tentang diri-Nya. Yesus ingin semua murid memiliki pengetahuan dan pengertian yang sama bahwa Ia telah bangkit dari kematian tetapi Ia bukan hantu. Yesus memberi beberapa bukti mendasar yakni: (1). Ia berkata: damai sejahtera bagi kamu; (2). Ia menyuruh mereka meraba tangan-Nya dan kaki-Nya yang dipaku; (3). Ia makan ikan goreng; (4). Ia membuka pikiran mereka bahwa kematian-Nya dan kebangkitan-Nya telah menggenapi semua yang tertulis tentang-Nya dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Yesus melakukan semua itu untuk mempersiapkan para murid-Nya sebagai saksi yang memberitahukan perbuatan-Nya dan memasyurkan nama-Nya.Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus merupakan perbuatan Allah yang memulihkan kepercayaan orang Kristen.Bahwa, mereka percaya kepada Tuhan yang hidup dan mengendalikan kehidupan; Tuhan yang berkuasa atas maut; Tuhan yang mengetahui dan mengerti pikiran mereka. Nyatakanlah Tuhan mu dalam kata dan perbuatanmu

Doa: Tuhan, kami percaya pada-Mu, kami merindukan-Mu. Amin.

Sabtu, 10 April 2021                                 

bacaan : Yohanes 21 : 1 – 14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

ITULAH TUHAN, IA SUDAH BANGKIT

Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai, namun murid-murid tidak tahu bahwa itu Yesus. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakan diri kepada murid-murid-Nya, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. Yesus mau bersama mereka dan memberkati mereka. Pekerjaan mereka sebagai nelayan diteruskan dengan tidak kecewa, ragu dan putus asa. Yesus bersama mereka pada peristiwa kebangkitan dan menyuruh menebarkan jala, hasil menggembirakan, penuh sukacita dan berkat. Memahami kehadiran Yesus yang bangkit, mengubah cara pandang tentang hidup dan menjadikan para murid mengalami keberanian untuk bekerja lagi sebagai nelayan. Bersama Yesus dan taat melaksanakan perintah-Nya, para murid memperoleh hasil yang melimpah. Kehadiran Kristus yang bangkit memulihkan semangat yang patah. Mereka berdaya untuk kembali beraktifitas sebagai nelayan dan selanjutnya memberitakan Kristus yang mati tetapi bangkit. Murid-murid itu tidak bertanya lagi siapa Engkau, sebab mereka sudah melihat Yesus dengan perbuatan dan mujizat-Nya. Kebangkitan bagi orang Kristen adalah kehidupan, kehidupan itu tidak sia-sia,kehidupan yang memiliki harapan, walau dalam keadaan susah sekalipun, kebangkitan akan menghidupkan kita. Kekurangan-kekurangan kita banyak, hasil kurang memuaskan, corona mengganggu seluruh eksistensi kita, percaya bahwa kebangkitan Kristus dapat memutuskan mata rantai penyebaran virus corona, kebangkitan Kristus menyemangati kita untuk bekerja bersama Yesus dalam ajaran dan mujizat-Nya. Kristus telah bangkit perubahan besar terjadi di hidup kita. Bekerjalah bersama Dia yang bangkit, sebab bersama Dia selalu ada perubahan,sukses dan berkat.

Doa: Terima kasih Tuhan, Kebangkitan-Mu menghidupkan kami! Amin.

*sumber : SHK BUlan April 2021 LPJ-GPM