Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman
Tema Mingguan : Tetap Teguh Dalam Iman Menghadapi Perubahan Zaman
Minggu, 10 September 2023
bahan bacaan : Yudas 1 : 17 -23
Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Keteguhan Iman
Perubahan dan perkembangan zaman tidak hanya mampu mempengaruhi pola pikir manusia, tetapi dapat juga mempengaruhi iman kita. Maksudnya ialah dapat berpengaruh pada keyakinan dan kepercayaan kita kepada Allah. Sebab seiring terjadinya perubahan zaman, akan juga hadir orang-orang yang hidup menurut hawa nafsu kefasikan yang memecah belah dan dikuasai oleh keinginan dunia serta hidup tanpa Roh Kudus (ay. 18-19). Karena orang percaya akan diperhadapkan dengan orang-orang seperti ini, maka penulis memberikan nasihat supaya tetap teguh di dalam iman. Salah satu bentuk keteguhan iman yaitu dengan cara mengingat dan mengerjakan semua pengajaran yang telah disampaikan melalui pengajaran rasul-rasul Yesus Kristus. Setiap orang punya tanggungjawab terhadap dirinya sendiri atas dasar iman dengan berdoa dalam Roh Kudus. Artinya, kita wajib memohon tuntunan Roh Kudus untuk memampukan dan menguatkan agar tetap teguh dalam iman percaya. Nasihat ini penting diperhatikan dan dilakukan oleh kita sebagai orang-orang percaya. Oleh sebab itu kita diajarkan supaya tetap bertekun di dalam doa dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus, supaya dijauhkan dari cara hidup dalam kefasikan. Jangan biarkan hidup kita dipengaruhi oleh perubahan zaman dewasa ini, yang dapat membuat kita terperosok dalam hal-hal duniawi. Kuatkan dan teguhkanlah iman sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah keteguhan iman itu membuat kita tetap kuat untuk mengerjakan semua yang sesuai dan berkenan kepada Tuhan. Tetaplah miliki iman yang teguh sekalipun hidup di tengah perubahan zaman.
| Doa: Tuhan, teguhkanlah iman kami agar dapat menghadapi perubahan zaman. Amin. |
Senin, 11 September 2023
bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33
Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.
Beriman Di Tengah Tantangan
Ada sekian banyak orang kristen yang dengan lantang mengatakan bahwa mereka memiliki iman yang teguh kepada Kristus. Namun jika diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan kehidupan, apakah masih tetap lantang mengemukakan iman itu? Sebab tidak sedikit orang yang justru meninggalkan imannya ketika menghadapi tantangan demi mendapatkan kenyamanan. Sikap seperti ini tentu saja sangat berbeda dengan sikap Paulus dalam bacaan kita. Bagian bacaan ini merupakan perkataan Paulus yang menunjukkan betapa ia mengalami banyak tantangan dan penderitaan, ketika percaya dan melayani pekerjaan Kristus. Kendatipun demikian, tantangan dan penderitaan itu sama sekali tidak menggoyahkan iman percayanya. Tidak pernah terpikirkan dalam hatinya untuk menghindari tantangan dan penderitaan itu, apalagi meninggalkan imannya. Sebab Paulus menyadari keterpanggilannya sebagai seorang pelayan Kristus. Keteguhan iman Paulus mengajarkan bahwa iman yang teguh akan membuat kita bertahan meski harus menderita sekalipun. Oleh karena itu patutlah kita dengan sungguh beriman kepada Kristus agar dimampukan untuk melewati tantangan-tantangan kehidupan. Ingatlah seberapa besar kita kuat menghadapi tantangan hidup, semuanya tergantung seberapa besar iman percaya kita kepada Sang pemberi kehidupan.
| Doa: Mampukanlah kami Tuhan supaya tetap beriman di tengah tantangan hidup. Amin. |
Selasa, 12 September 2023
bahan bacaan : Ibrani 12 : 7 -11
7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Dalam Derita Tetap Beriman
Perjalanan hidup beriman kepada Kristus menjadikan kita sebagai orang-orang yang tidak asing lagi dengan penderitaan. Sebab demi menyelamatkan manusia, Kristus telah menanggung penderitaan yang begitu berat. Bagian bacaan kita merupakan nasihat yang disampaikan penulis surat Ibrani kepada pengikut Kristus, supaya mereka tetap bertekun di dalam iman. Nasihat ini dimaksudkan agar iman orang kristen tidak kendor ketika diperhadapkan dengan berbagai penderitaan. Karena penderitaan atau ganjaran yang dialami bukan menunjukkan kebencian Allah, melainkan kasih-Nya kepada anak-anakNya. Ganjaran yang dimaksudkan bertujuan untuk kebaikan, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (ay. 10). Semua orang yang bertekun di dalam iman menghadapi penderitaan atau ganjaran dari Allah akan mengahasilkan buah kebenaran yang memberi damai. Sesuai kebenaran firman Tuhan saat ini, maka sebagai orang-orang percaya kita diajarkan agar tetap tekun di dalam iman. Penderitaan akan menjadi realita hidup kita yang tidak harus dihindari. Namun, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. Sebab itu kita diingatkan agar tidak memandang penderitaan atau ganjaran sebagai penghukuman, melainkan kasih Allah yang begitu nyata. Jadi ketika mengalami penderitaan kapan dan dimanapun serta bagaimana bentuknya, jangan berputus asa atau hilang harapan. Percayakanlah seluruh kehidupan kepada Allah dan biarkan Ia turut bekerja, sebab kita adalah anak-anakNya. Tetaplah mantapkan hati kita untuk terus beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sumber sukacita dan damai.
| Doa: Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang tetap beriman dalam derita. Amin. |
Rabu, 13 September 2023
bahan bacaan : 2 Timotius 3 : 1 – 9
Keadaan manusia pada akhir zaman Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.
Jauhi Hidup Yang Menentang Kebenaran
Seiring terjadinya perubahan zaman, turut juga mempengaruhi sikap dan prilaku manusia. Ada sebagian besar orang yang meninggalkan dosa dan hidup sesuai kehendak Allah, tetapi ada juga sebagian besar orang yang justru hidup menentang kebenaran. Sikap dan tindakan menentang kebenaran inilah yang dimaksudkan Paulus, akan nampak dan ditunjukan manusia pada akhir zaman. Cara hidup manusia benar-benar menyimpang dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sebab mereka lebih cenderung suka mengikuti hawa nafsu kedagingan dari pada menuruti Allah. Sikap dan prilaku yang menyimpang seperti ini memperlihatkan bahwa manusia memiliki akal yang bobrok dan iman yang tidak tahan uji (ay. 8). Cara hidup seperti ini sudah nampak nyata dalam kehidupan orang-orang percaya. Mereka mulai jauh dari pengenalan akan kebenaran dan justru menentangnya. Berdasarkan kebenaran firman Tuhan, maka sebagai orang-orang percaya kita diajarkan agar tetap tahan uji dalam iman untuk menjalani hari-hari kehidupan. Hal ini bertujuan agar kita tidak terpengaruh untuk hidup, bersikap dan bertindak menentang kebenaran. Jadilah pribadi-pribadi yang tetap mengimani Tuhan Yesus. Wujudnyatakanlah dalam hari-hari hidup lewat sikap dan perbuatan yang berkenan kepada-Nya. Ingatlah, jauhi hidup yang menentang kebenaran adalah bukti iman kita yang nyata.
| Doa: Tuhan, tolonglah kami agar menjauhi hidup yang menentang kebenaran. Amin. |
Kamis, 14 September 2023
bahan bacaan : 2 Korintus 7 : 5 – 7
5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. 6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.
Iman Mengalahkan Ketakutan
Paulus mengungkapkan dalam segala penderitaan yang dialaminya, ia sangat terhibur dan berlimpah dengan sukacita. Secara logis, tidak ada kaitan antara penderitaan dengan penghiburan, apalagi sukacita. Paulus mendapati bahwa kunci sukacita itu bukan dari aspek lingkungan di sekitar dirinya, melainkan karena keeratan hubungannya dengan Tuhan. Fakta ini membuat dirinya mampu untuk senantiasa bersukacita. Paulus dalam melakukan pelayanannya, ia juga mengalami banyak kesusahan, ketakutan bahkan ia juga pernah berada dalam posisi dimana dirinya merasa tidak tenang. Tetapi tekad dalam melayani lebih besar daripada tantangan-tantangan itu. Ia bersyukur masih ada pengiburan yang bisa ia nikmati saat penderitaan dan kesusahan datang, ada banyak orang yang mengasihinya dengan tulus ada juga orang-orang yang peduli kepadanya. Ketika tantangan itu datang Paulus tidak kehilangan pengharapan dan berputus asa tetapi sebaliknya ia bangkit dengan iman yang teguh dan tetap percaya kepada Kristus sang Mesias. Rasa takut tentu pernah dialami oleh setiap manusia. Rasa takut yang dirasakan bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Bila ingin mengalahkan rasa takut, kita harus punya iman yang teguh dan rasa percaya yang penuh kepada Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.Yakinlah, dalam tinggal tenang dan tetap percaya terletak kekuatan kita.
| Doa: Bapa, tolong kami supaya selalu punya iman yang teguh hadapi tantangan hidup. Amin. |
Jumat, 15 September 2023
bahan bacaan : 2 Timotius 3 : 10 – 17
Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.
Firman Tuhan Pemberi Kekuatan
Rasul Paulus memuji Timotius. Meskipun berada dalam penderitaan dan penganiayaan, Timotius masih mengikuti ajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dari Rasul Paulus. Penderitaan dan penganiayaan adalah konsekuensi dari mengikut Kristus. Oleh karena itu, penting bagi Timotius agar mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi semua ini, yakni dengan senantiasa mengingat ajaran Kitab Suci yang diterima dan diyakini olehnya sejak kecil. Pembacaan Kitab Suci penting karena dapat memberikan hikmat dan menuntun kepada keselamatan. Rasul Paulus pada saat menuliskan surat kepada Timotius tentang pentingnya semua tulisan yang diilhamkan oleh Allah. Tulisan-tulisan itu bukan hanya membantu Timotius untuk mengajar, tetapi juga mendidik umat untuk menapak pada jalan Tuhan dan berbuat baik kepada sesama. Inilah sebabnya mengapa kita percaya bahwa Firman Tuhan bagaikan vitamin/obat yang manjur bagi tubuh, jiwa dan raga kita. Selain itu, Kitab Suci dapat memperlengkapi orang-orang milik-Nya untuk melakukan segala perbuatan baik. Karena itu, bertekunlah dalam pembacaan Firman Tuhan. Itulah rahasia kekuatan orang percaya dalam menjalani kehidupan hari demi hari. Firman Tuhan memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia menjadi penguji bagi setiap pikiran dan tindakan kita. Ia menuntun kita pada kebenaran-Nya. Orang yang setia membaca, mendengar, merenungkan lalu melakukan Firman Tuhan akan diarahkan untuk menjalani hidup dengan baik dan benar.
| Doa: Tuhan buatlah kami, semakin dekat kepadaMu melalui Firman yang kami baca. Amin. |
Sabtu, 16 September 2023
bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 8 – 11
8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
Bersandar Pada Tuhan, Mampu Hadapi Apapun
Surat 1 Petrus 5 yang merupakan penutup dari surat pertama Rasul Petrus, berisikan salam dan nasihat-nasihatnya kepada para Penatua. Selain itu juga terselip nasihat bagi orang-orang muda. Dalam nasihatnya ini Rasul Petrus mengingatkan para pembacanya termasuk kita juga saat ini untuk sadar dan berjaga-jaga karena kita mempunyai musuh. Musuh yang selalu siap menyerang untuk menghancurkan. Rasul Petrus mengingatkan kita semua dengan menulis: “Sadarlah dan berjaga-jagalah lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Petrus menggambarkan Iblis bagaikan singa yang mengaum-aum mencari mangsa untuk dikuasai. Jika mangsanya lengah, kesempatan mudah untuk menghancurkannya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dan sadar akan kuasa iblis yang dapat menjatuhkan dan menghancurkan. Melalui berbagai cara dan tawaran dunia yang membawa kenikmatan. Karena itu, mintalah selalu perlindungan dari Tuhan karena hanya kepada Tuhanlah kita dapat bersandar menghadapi godaan iblis dan bujuk rayunya. Kita pun akan mampu dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, bahkan yang terberat sekalipun.
| Doa: Hanya Engkaulah Sandaran dan kekuata kami mmenjalani kehidupan ini ya Tuhan, Amin. |
@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ – GPM