Santapan Harian Keluarga, 29 Okt – 04 Nov 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Berani Menyatakan Kebenaran

Minggu, 29 Oktober 2023

bahan bacaan : Galatia 4 : 12-20

Ingatlah akan hubungan kita yang semula
12 Aku minta kepadamu, saudara-saudara, jadilah sama seperti aku, sebab akupun telah menjadi sama seperti kamu. Belum pernah kualami sesuatu yang tidak baik dari padamu. 13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. 14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. 15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. 16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? 17 Mereka dengan giat berusaha untuk menarik kamu, tetapi tidak dengan tulus hati, karena mereka mau mengucilkan kamu, supaya kamu dengan giat mengikuti mereka. 18 Memang baik kalau orang dengan giat berusaha menarik orang lain dalam perkara-perkara yang baik, asal pada setiap waktu dan bukan hanya bila aku ada di antaramu. 19 Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 20 Betapa rinduku untuk berada di antara kamu pada saat ini dan dapat berbicara dengan suara yang lain, karena aku telah habis akal menghadapi kamu.

Kebenaran Haruslah Dengan Berani Dinyatakan

Kondisi Jemaat Galatia tidak baik-baik saja sehingga Paulus mendatangi mereka
Paulus dan mengingatkan mereka kembali kepada Injil Kristus yang menyelamatkan menegaskan bahwa oleh Tuhan, mereka telah menjadi pengikut Kristus yang setia. Sebab itu, sekalipun ada rupa-rupa kesesatan yang mewarnai perjalanan hidup umat dengan berbagai tawaran yang menyenangkan, mereka diingatkan untuk tetap waspada, Berhikmat dan mampu menjaga kekudusan hidup. Jangan mudah diperdayai. Paulus mengharapkan umat tetap menerima setlap hal yang disampaikannya sebagai kebenaran, agar mereka mawas diri berhadapan dengan tantangan ke depan. Saudaraku, menyampaikan kebenaran terkadang tidak selalu disambut baik. Ada kalanya kebenaran yang disampaikan justru menjadi pemicu kehancuran dalam kehidupan bersama dan relasi yang terbangun. Benar bahwa setiap kebenaran yang disampaikan memiliki konsekuensi baik positif maupun negative. Namun sebagai pelaku kebenaran di dalam Kristus, hendaknya kita tidak ragu dan gentar untuk menyatakan kebenaran dalam hidup. Jangan takut dengan ancaman kekuatan dunia ini. Beranilah nyatakan kebenaran, Ya diatas Ya!, tidak diatas tidak! Hanya orang-orang seperti inilah yang memiliki karakter hidup yang bertanggung jawab dan layak diperhitungkan.

Doa: Kami hendak menyatakan Kebenaran dalam hidup kami Tuhan. Amin.

Senin, 30 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 19-20

19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.

Kebenaran Tidak Pernah Salah
Masih segar diingatan kita kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat yang dilakukan oleh atasannva Inspektur Jenderal Ferdi Sambo. Jika tidak ada pengakuan dari Bharada Richard Eliezer maka kematian Yosua tidak dapat terungkap. Eliezer diperhadapkan dengan kondisi yang menyudutkannya, tatkala dihimpit ketakutan kepada Sambo tetapi juga dituntut oleh keluarga Yosua agar mengatakan kebenaran. Beruntung Eliezer mengambil langkah tepat dengan menyatakan kebenaran. Pada akhinya sidang memutuskan Sambo bersalah dan dijatuhi hukuman yang pantas. Eliezer pun demikian, ia harus menjalani hukuman sesuai perbuatannya. Sikap Eliezer di atas mewakili sikap yang harus dimiliki oleh umat di Efesus sesuai seruan Rasul Paulus. Menyatakan kebenaran adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang percaya. Baik atau tidak baik waktu dan kondisinya menyatakan kebenaran itu sebuah keharusan. Ketika menyatakan kebenaran kita harus siap untuk tidak disukai, siap dimusuhi, siap dicibir dan dihina. Memulai mengajarkan untuk menyampaikan kebenaran dari dalam keluarga adalah dasar yang sangat baik untuk membentuk manusia-manusia yang jujur dan bertanggung jawab. Anak-anak diajarkan untuk selalu mengatakan yang benar, untuk berlaku benar agar kelak mereka bertumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebab dengan kejujuran, kualitas diri seseorang akan terasah.

Doa: Roh Kudus. pimpinlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.

Selasa, 31 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 20:7-9

Keluh kesah Yeremia akibat tekanan jabatannya
7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: "Kelaliman! Aniaya!" Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. 9 Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

Jadilah Baik dan Benar
Yeremia berhadapan dengan kondisi yang sulit ketika ia bernubuat. Pada ayat sebelumnya pada pasal 20 ini dijelaskan bahwa Yeremia dipukul dan dipasung oleh Pasyhur, seorang Imam yang menjabat sebagai kepala di rumah Tuhan. Pada akhirnya, Yeremia berkeluh kepada Tuhan. Keluhan Yeremia ini didasarkan pada kondisi yang tidak menyenangkan ketika ia menyatakan kebenaran. Yeremia terbuka kepada Tuhan bahwa ia sudah ada pada titik ketidakberdayaan dan ini sangat manusiawi. Pengalaman buruk yang dialami oleh Yeremia pun dialami oleh kita ketika kita melakukan sesuatu yang benar. Kita sering “disandera” oleh perbuatan baik dan tindakan benar yang kita lakukan. Ada kalimat-kalimat motivasi yang selalu mengingatkan kita tentang berlakukan kebenaran dan kebaikan walaupun balasannya pahit. Sebab rasa pahit itu hanya diberikan dari manusia, tetapi dari Tuhan akan berbuah manis. Pengingat ini hendaknya menguatkan kita untuk tetap menjadi orang-orang baik dan tetap berlaku benar dalam kehidupan. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas dengan kebaikan. Tidak menyesali perbuatan baik yang sudah dilakukan. Semoga keluarga dan persekutuan jemaat menjadi sarana untuk menyatakan kebaikan dan kebenaran bagi sesama.

Doa: Arahkan langkah kami Tuhan, agar tetap di jalan yang benar dan tetap berlakukan kebaikan. Amin.

Rabu, 01 November 2023

bahan bacaan : Markus 6 : 14-29

Yohanes Pembaptis dibunuh
14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia." 15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu." 16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." 17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. 18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" 19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, 20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. 21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. 22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!", 23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" 24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" 25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!" 26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. 27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. 28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. 29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

Nyatakanlah Kebenaran Walaupun Dibenci

Herodes kagum akan apa yang diajarkan Yohanes, tetapi ia tidak bisa menerima ketika Yohanes mengkritik apa yang dilakukannya. Kritikan itu berkaitan dengan sebuah kebenaran bahwa Herodes telah bertindak keliru dengan mengambil Herodias isteri saudaranya menjadi isterinya sendiri. Herodes yang marah memenjarakan Yohanes. Herodias pun menaruh benci dan dendam pada Yohanes. Pada moment Herodes mengadakan perjamuan untuk para pembesar di Galilea, anak Herodias menari dan ia sangat disukai oleh Herodes. Apapun yang diminta oleh anak Herodias, akan dipenuhi oleh Herodes. Kesempatan ini dipakai oleh Herodias untuk menyalurkan kebencian dan dendamnya kepada Yohanes. Dimintanya kepala Yohanes sebagai hadiah yang harus dipenuhi Herodes bagi anaknya. Kisah ini memberikan dua pembelajaran berharga bagi kita memasuki kehidupan di bulan yang baru. Pertama, hati-hati dengan kebiasaan menaruh benci dan dendam, karena dapat berakibat fatal di dalam kehidupan kita. Maka janganlah biarkan diri kita dikuasai oleh amarah dan dendam karena akan merugikan diri kita sendiri dan orang lain. Kedua, milikilah keberanian untuk mengkritik atau menyatakan hal yang benar. Memang, menyatakan hal yang benar tidaklah mudah, tetapi ini panggilan dan tanggungjawab beriman selaku anak-anak Tuhan. Marilah singkirkan benci dan dendam, jadilah orang baik yang berkata dan berlaku benar.

Doa: Ya Bapa. singkirkanlah kemarahan dan kebencian dalam hati dan mampukanlah kami untuk menyatakan kebenaran. Amin.

Kamis, 02 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 2:28-29

Anak-anak Allah
28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. 29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

Setiap Orang Yang Berbuat Kebenaran Lahir Daripada-Nya
Kita bersyukur karena diberikan hak istimewa menjadi anak-anak Allah melalui Yesus Kristus. Wujud nyata dari rasa syukur kita menjadi anak-anak Allah adalah dengan menghidupi cara hidup anak-anak Allah. Karena itu, pikirkanlah perbuatan baik dan benar yang ingin kita lakukan sebagai anak-anak Allah. Memang, kemampuan untuk melakukan yang benar berasal dari Allah. Kemampuan itu diberikan Allah kepada kita semua, tetapi tidak semua orang mau hidup dalam kebenaran dan berani untuk menyatakan yang benar. Namun nas bacaan hari ini mengingatkan, kalau kita tahu bahwa Allah itu benar, kita juga harus tahu bahwa setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir daripada-Nya. Hal itu berarti, setiap orang yang beriman kepada Kristus harus konsisten melakukan kebenaran. Itu panggilan selaku anak-anak Allah. Menjalani hidup sebagai anak-anak Allah yang setia melakukan kebenaran, mungkin saja membawa kita dalam banyak penderitaan, mengalami penolakan dan dianggap sebagai orang-orang sok suci karena tidak turut melakukan kejahatan dan sebagainya. Namun, tetaplah berlaku sebagai anak-anak Allah. Dengan cara hidup seperti itu, kita beroleh keberanian percaya kepada Kristus dan tidak malu pada hari kedatangan Tuhan.

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami selaku anak-anak-Mu untuk melakukan kebenaran. Amin

Jumat, 03 November 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26:24-32

Ajakan kepada Agripa untuk percaya
24 Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggungjawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila." 25 Tetapi Paulus menjawab: "Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat! 26 Raja juga tahu tentang segala perkara ini, sebab itu aku berani berbicara terus terang kepadanya. Aku yakin, bahwa tidak ada sesuatupun dari semuanya ini yang belum didengarnya, karena perkara ini tidak terjadi di tempat yang terpencil. 27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka." 28 Jawab Agripa: "Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen!" 29 Kata Paulus: "Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini." 30 Lalu bangkitlah raja dan wali negeri serta Bernike dan semua orang yang duduk bersama-sama mereka. 31 Sementara mereka keluar, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang itu tidak melakukan sesuatu yang setimpal dengan hukuman mati atau hukuman penjara." 32 Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."

Nyatakan Kebenaran Dengan Pikiran Yang Sehat
Menyatakan kebenaran kadangkala tidak diterima oleh semua Pengalaman itu yang dialami oleh Rasul Paulus ketika ia menyatakan kebenaran tentang segala pekerjaan pelayanannya untuk memberitakan tentang salib Kristus di hadapan raja Agripa. Ia bersaksi tentang kebenaran Injil dan seluruh kabar tentang Kristus dinyatakan Paulus dengan pikiran yang sehat. Tetapi kesaksian ini justeru membuat Paulus dianggap sebagai orang gila. Merespons hal itu, Paulus menegaskan bahwa apa yang disampaikannya sebagai kebenaran, diungkapkannya dengan pikiran yang sehat, ia tidak menghayal atau menyampaikan berita bohong, karena ada juga saksi kebangkitan Kristus yang lain. Kalau memang raja meragukan apa yang Paulus sampaikan, saksi-saksi yang lain itu dapat ditemui untuk diminta memberikan kesaksian tentang pengalaman menyaksikan kebangkitan Kristus. Kebenaran Paulus dalam bersaksi mengingatkan kita bahwa dalam menyampaikan kebenaran Injil Kristus, haruslah berdasarkan akal sehat disertai bukti yang benar. Bukan sebuah hayalan, rekayasa atau kebohongan. Itulah yang diharapkan Tuhan dari kita selaku saksi-saksi-Nya. Marilah kita menjadi saksi-saksi yang menyatakan kebenaran Injil Kristus dengan pikiran yang sehat tanpa kebohongan atau rekayasa.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menyatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat. Amin.

Sabtu, 04 November 2023

bahan bacaan : Galatia 2:1-5

Paulus diakui oleh para rasul
Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. 2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. 3 Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya. 4 Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita. 5 Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.


Nyatakanlah kebenaran: Allah Tidak Memandang Muka
Paulus ketika melakukan tanggung jawab pemberitaan Injil di jemaat Galatia menghadapi banyak masalah. Salah satu diantaranya adalah banyaknya saudara-saudara palsu, yakni orang-orang yang menyelundup ke dalam jemaat dan mempengaruhi jemaat untuk mengikuti pandangan mereka yang tidak mau Injil diberitakan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Namun, masalah itu tidak membuat Paulus patah semangat untuk terus memberitakan Injil. Ia justru bersaksi bahwa Allah sesungguhnya tidak memandang muka. Latar belakang seseorang seperti status sosial, suku bangsa, sunat atau tidak sunat, dan hal lainnya tidak menjadi penghambat untuk orang mengenal Allah dan beriman kepada-Nya. Kebenaran inilah yang terus disaksikan di tengah beragamnya orang yang mendengarkan pengajaran Paulus. Keberanian untuk menyatakan kebenaran Injil, harus pula kita miliki. Kebenaran Injil yang diberitakan penting dalam membangun iman, karena semua orang dari bangsa manapun dikasihi Allah. Orang terpandang atau rakyat biasa, semuanya sama di hadapan-Nya. Allah tidak memandang muka dan Anugerah-Nya sama kepada setiap orang yang mendengarkan ajaran-Nya. Beritakanlah hal ini dengan berani!.

Doa: Ya Tuhan, sesungguhnya Engkau Allah pengasih yang tidak memandang muka. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKT-NOV 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Menatalayani Karunia Tuhan

Minggu, 22 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 12:1-11

Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh
Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. 3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Gunakanlah Karunia Untuk Saling Melayani
Sejak awal penciptaan, Tuhan menciptakan segala yang ada di bumi ini berbeda. Ada berbagai macam jenis hewan, beranekaragam tumbuhan, berupa-rupa warna kulit dan wajah manusia serta jenis kelamin yang berbeda, dan banyak hal lain yang berbeda. Semuanya menunjukkan bahwa perbedaan adalah anugerah dari Tuhan yang satu. Begitu juga dengan karunia-karunia yang ada pada manusia, yang mana masing-masing orang memiliki karunia yang berbeda-beda; ada yang mendapat karunia berkata-kata dengan hikmat, ada juga yang dianugerahkan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Ada karunia iman, karunia menyembuhkan, karunia mengadakan mujizat, karunia bernubuat, dan lain sebagainya. Tuhan yang satu, melalui RohNYA memberikan kepada setiap orang karunia yang berbeda-beda agar setiap orang dapat berperan dalam sesuai karunia yang sudah dianugerahkan kepadanya. Tujuannya supaya tidak ada yang memonopoli peran dalam menolong sesama manusia. Semua orang dapat saling membantu melaksanakan perannya sesuai kapasitas karunia yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan yang satu kepada masing-masing orang. Jadi, yang terpenting adalah saling membantu dan menopang dalam melakukan berbagai tugas dan pelayanan terhadap semua orang.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk menggunakan karunia yang ada ini sebaik-baiknya. Amin.

Senin, 23 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 1-12

Sekali lagi tentang karunia Roh
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. 6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi--bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! 10 Ada banyak--entah berapa banyak--macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

Gunakanlah Bahasa yang Bisa Dimengerti dan Membangun

Setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulut kita sejatinya harus membuat orang yang mendengarnya mengerti atau memahaminya secara jelas. Tujuannya agar pesan dari kata atau kalimat tersebut tidak saja terdengar namun juga dapat dilakukan. Sebab apa gunanya kita berbicara mengeluarkan kata dan kalimat jika yang disampaikan tersebut tidak dimengerti dan dipahami?. Apalagi jika perkataan yang dikeluarkan tidaklah membangun melainkan menjatuhkan atau melecehkan. Tentu tidak ada gunanya. Inilah yang mau ditegaskan oleh rasul Paulus ketika ia berbicara tentang karunia atau bahasa Roh. Paulus membedakan antara karunia Roh dan nubuat. Bedanya yaitu, tujuan berbicara dengan bahasa Roh yaitu kepada Allah, sehinggga hanya Allah yang mengerti bahasaNYA. Orang yang berbicara dengan bahasa Roh hanya membangun dirinya. Sedangkan orang yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia dengan tujuan menasehati, membangun, dan menghibur. Dalam hal ini, orang yang bernubuat membangun jemaat. Apa gunanya berkata-kata dengan bahasa Roh jika orang lain tidak mengerti dan memahaminya, tentu tidak akan membuat orang yang mendengarnya dapat membangun kehidupanya. Karena itu, pesan Paulus kepada jemaat Korintus, dan juga kepada kita adalah dalam hidup ini lebih baik menggunakan bahasa yang baik, dapat dimengerti dan membangun kehidupan jemaat dan sesama.

Doa: Mampukanlah kami untuk menggunakan bahasa yang dapat membangun. Amin.

Selasa, 24 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Korintus 16:1-4

Bantuan untuk Jemaat di Yerusalem
Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia. 2 Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang. 3 Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. 4 Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.

Menyisihkan Dan Mengumpulkan Bagi Pelayanan
Banyak cara yang dapat digunakan oleh kita untuk membangun kehidupan sesama, khususnya kehidupan jemaat. Ada yang dapat dilakukan melalui cara berdoa, atau langsung terlibat dalam pekerjaan-pekerjaan nyata bersama. Rasul Paulus, melalui firman Tuhan ini memberikan salah satu metode yang tepat untuk membangun jemaat Kristen di Yerusalem. Kepada orang-orang Kristen di Korintus, Rasul Paulus meminta agar pada hari pertama, setiap Minggu, orang-orang Kristen dapat menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah untuk pada saatnya nanti dikumpulkan dan dibawakan ke Yerusalem bagi pembangunan jemaat Kristen di Yerusalem. Hal ini dimaksudkan agar
sebagai keluarga Allah, orang-orang Kristen dimanapun dapat berpartisipasi secara langsung atau pun tidak langsung dalam membangun kehidupan jemaat. Ajakan rasul Paulus ini untuk
menyadarkan orang-orang Kristen di Korintus dan kita pada masa ini untuk selalu memiliki rasa kepekaan dan kepedulian dalam membangun kehidupan sesama. Hal itu dapat diwujudkan melalui cara menyisihkan dan mengumpulkan apa yang ada pada kita untuk menopang pekerjaan pelayanan. Berkat yang disisihkan dan dikumpulkan, kiranya dikelola dengan baik demi kepentingan membangun jemaat Semoga ajakan rasul Paulus ini menjadi hal yang terus diingat untuk kita lakukan.

Doa: Mampukanlah kami untuk menyisihkan dan mengumpulkan bagi pelayanan. Amin.

Rabu, 25 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 4:9-16

9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

Kearifan Menatalayani Karunia Tuhan

Kelola hasil alam atau panen hasil adalah moment yang dinanti-nantikan setiap orang pada suatu jemaat atau tempat. Sebab dengan moment itu semua orang dapat menikmati Berkat yang Tuhan sediakan melalui alam ini untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Menatalayani Karunia Tuhan merupakan Tema Mingguan yang mengarahkan pandangan kita untuk bersyukur atas Nikmat yang Tuhan sediakan lewat alam semesta ini. Rasul Paulus menegaskan dalam bacaan hari ini tentang kecakapan mengelolah Berkat yang Tuhan berikan. Berkat tidak terbatas hanya pada hasil-hasil alam yang dapat dinikmati, bagi Paulus Berkat berkaitan juga dengan bakat, kompetensi dan karunia seseorang mengelolah tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Oleh karenanya, mengingatkan Jemaat di Efesus untuk bertanggung jawab atas karunia yang Tuhan berikan. Walaupun banyak karunia dan berbeda-beda, namun harus dapat dikerjakan dengan penuh tertanggung jawab dan saling melengkapi. Dengan demikian, kita diingatkan untuk mengelola dan menatalayani Karunia Tuhan itu dengan pemahaman setiap tugas memiliki keunikan, dan keunikan-keunikan itu harusnya dapat saling memperkaya untuk sebuah pertumbuhan yang lebih baik.

Doa: kami mau mengelola Karunia yang Tuhan beri dengan arif. Amin.

Kamis, 26 Oktober 2023

bahan bacaan : Keluaran 18 : 24-27

24 Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya. 25 Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. 26 Mereka ini mengadili di antara bangsa itu sewaktu-waktu; perkara-perkara yang sukar dihadapkan mereka kepada Musa, tetapi perkara-perkara yang kecil diadili mereka sendiri. 27 Kemudian Musa membiarkan mertuanya itu pergi dan ia pulang ke negerinya.

Jagalah Kepercayaan itu!
Nasihat yang diberikan Yitro kepada Musa adalah solusi terhadap tugas yang dijalankan Musa tatkala memimpin Bangsa Israel. Sebab, dilhatnya Yitro bahwa Musa menanggung semua hal sendirian dan itu sungguh melelahkan. Oleh sebab itu, Yitro menyarankan untuk memilih orang-orang yang cakap, dapat dipercaya, Takut akan Tuhan, benci kepada pengejaran suap untuk membantu Musa menyelesaikan perkara-perkara umat. Orang-orang inilah yang akan menyelesaikan perkara-perkara kecil dan Musa berfokus kepada perkara-perkara besar. Musa mengikuti apa yang disarankan mertuanya. Dari kisah Musa diatas, ada pesan penting bagi kita. Pertama, Nasihat orang tua haruslah kita dengar dan patuhi. Sebab setiap nasihat dan ajaran orang tua terkandung nilai-nilai
kebaikan yang dapat menolong kita. Sebagai anak, belajarlah menjadi taat dan patuh kepada orang tua. Kedua, mempercayakan seseorang untuk menjadi pemimpin atau mengerjakan sesuatu adalah Karunia dan kesempatan untuk melayani sesama. Ketika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin baik pemimpin rumah tangga, pemimpin organisasi, pemimpin masyarakat maka hendaknya kita melakukannya dengan Takut kepada Tuhan, Jujur, Tulus dan bertanggung jawab.

Jumat, 27 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4:11-16

11 Beritakanlah dan ajarkanlah semuanya itu. 12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 13 Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. 14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. 15 Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 16 Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.

Jangan Lalai Pergunakan Karuniamu
Kepada kita semua orang percaya, Roh Kudus yang tinggal dalam diri kita berkehendak
tugas, pekerjaan dan pelayanan kita sebagai saksi-saksi Kristus dalam memenangkan jiwa-jiwa bagi Kerajaan Sorga. Ada berbagai macam karunia yang diberikan oleh Roh Kudus yang harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan jemaat, untuk membangun iman mereka kepada Tuhan. Namun banyak di antara kita yang telah menerima karunia-karunia Roh tersebut, tetapi lalai untuk menggunakannya karena berbagai alasan dan sebab. Akibatnya karunia-karunia tersebut menjadi seperti tidak berguna atau tidak dapat dinikmati oleh jemaat Tuhan secara keseluruhan. Padahal, untuk memperoleh karunia-karunia Roh tersebut tidak mudah dan merupakan anugerah dari Tuhan. Sebuah karunia rohani lebih dari sebuah bakat alami yang dimiliki oleh seseorang kita dapat mengalami pertumbuhan, pembinaan dan pendewasaan sebagai jemaat Tuhan. Temukanlah karunia rohani yang diberikan oleh Roh Kudus kepada Anda. Jangan biarkan karunia itu tertidur sehingga tidak berfaedah bagi jemaat Tuhan. Ada tujuan dan maksud Allah dengannya. Jangan lalai dalam menggunakannya, agar jangan karunia itu diambil kembali oleh Allah.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tidak lalai menggunakan karunia Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 28 Oktober 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 8:1-7

Pelayanan kasih
Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. 2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. 3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. 4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. 5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami. 6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya. 7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, --dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.

Melayani, Berbagi, Bersukacita
“Melayani-melayani lebih Sungguh, Tuhan lebih dulu Melayani kepadamu, Melayani-melayani lebih sungguh”. Pujian ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Pujian yang sungguh memberikan penguatan kepada kita untuk mengerjakan pelayanan dengan sungguh-sungguh. Paulus memberikan amanat kepada Titus untuk berkunjung ke Korintus dan mengajarkan umat tentang hidup saling melayani. Walaupun ada dalam penderitaan dan pergumulan hidup yang berat, mereka harus tetap hidup saling melayani dan berbagi. Jemaat melakukan seperti yang dinasehatkan, berbagi dari kelemahan dan kekurangan mereka. Inilah kekayaan yang sesungguhnya. Seringkali dalam pergumulan hidup ketika diperhadapkan dengan kesulitan dan kesakitan, kita cenderung untuk sulit melayani dan berbagi. Pikiran kita dipenuhi dengan persungutan, kemarahan serta penyesalan. Kita berulang kali mengecam keadaan. Benar, bahwa kemanusiaan kita lemah dan membuat kita terbatas sehingga tidak dapat mengelola energi negatif. Oleh karenanya, belajar dari Firman Tuhan hari ini, kita diberikan kesempatan untuk menjadi pribadi yang berhikmat mengelola persoalan hidup dan tidak membiarkan persolan itu membatasi Kemuliaan Tuhan berkarya dalam hidup kita. Belajarlah untuk tetap melayani dalam himpitan hidup, berbagi dalam kesulitan, bersukacita di tengah penderitaan. Sebab hanya dengan demikian, kita akan mengalami Kuasa dan Kemurahan Tuhan di dalam hidup kita.

Doa: Ya Tuhan. karuniakanlah Sukacita melayani dalam hidup kami di tengah-tengah berbagai kondisi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Janganlah Kuatir akan Hidupmu

Minggu, 15 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 6 : 25-34

Hal kekuatiran
25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Janganlah Kuatir Akan Hidupmu
Kita bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan dalam kehidupan yang dijalani setiap kasih dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Memang diakui sebagai manusia yang terbatas, terkadang ketika berhadapan dengan berbagai tantangan ataupun persoalan dalam hidup dan membuat kita kuatir. Sebagai orang tua kita kuatir terhadap masa depan anak-anak ketika melihat situasi dan kondisi dunia saat ini, Sebagai anak-anak yang sementara berjuang mencari-cari pekerjaan dan belum mendapatkannya, juga membuat mereka kuatir akan masa depan. Kita semua pasti mengalami kekuatiran dalam hidup. Menarik bahwa di hari ini, Tuhan Yesus menasehati kita sebagai orang percaya untuk jangan kuatir. Untuk itu, Tuhan Yesus menunjuk kepada burung-burung di langit yang tidak menabur dan menuai serta tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapa di sorga. Bunga bakung yang tumbuh tanpa bekerja dan memintal, namun keindahannya tidak disamai oleh Salomo dalam kemegahannya. Dari sini kita belajar bahwa hidup kita yang mengatur dan menentukan adalah Bapa di sorga. Untuk itu sebagai orang percaya kita harus selalu berharap kepadaNya sebagai sumber hidup dan berkat. Kita mesti mencari Allah dengan kerajaan dan kebenaran-Nya, maka kita selalu menikmati berkat jasmani maupun rohani dalam sukacita abadi.
Doa: Tuhan mampukan kami agar tidak kuatir namun tetap yakin akan tuntunan tangan kasihMu, Amin.

Senin, 16 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 37:1-11

Kebahagiaan orang fasik semu
Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. 10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. 11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.

Jangan Iri Dengan Keberhasilan Orang Fasik
Orang fasik dalam kesaksian pemazmur adalah orang-orang yang jahat, sombong dan angkuh serta tidak mengakui akan kemahakuasaan Tuhan. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan secara material. Kehidupan mereka seakan berhasil dan sukses dengan menikmati segala hasil perbuatan kejahatan mereka. Pemazmur menasehati kita sebagai keluarga Allah untuk tidak ini atau sakit hati dan marah kepada orang-orang seperti itu. Jikalau bersikap seperti itu seakan-akan kita juga tergoda dan tergiur atas kesenangan hidup yang mereka nikmati. Dipicu oleh rasa kuatir dengan kondisi kita yang membandingkannya dengan orang fasik ini, maka nasehat pemazmur penting untuk mengingatkan kita agar tidak mudah terpengaruh dan mengikuti jejak atau jalan mereka. Sebab pemazmur tegaskan bahwa keberhasilan mereka tidak berlangsung lama atau bertahan selamanya. Ada waktu dimana mereka akan lenyap. Kita sebagai orang-orang percaya harus mewujudkan sikap kerendahan hati dan selalu bersyukur, sebab berkat Tuhan akan selalu disediakan jika kita mengerjakan setiap usaha dan kerja dengan baik dan benar. Itulah sebabnya mari berserah dan bergantung kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat dalam kehidupan kita samua.
Doa: Tuhan tuntun kami dengan agar tidak mudah tergada dengan keberhasilan orang fasik. Amin.

Selasa, 17 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 55 : 21-24

20 (55-21) Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya; 21 (55-22) mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus. 22 (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. 23 (55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Jangan Kuatir, Tuhan Tetap Memelihara kita
Manusia, pada dirinya selalu memiliki rasa kuatir. Hal itu karena manusia bukanlah makhluk sempurna, melainkan makhluk ciptaan Tuhan yang terbatas dan memiliki kekurangan. Adapun maksud Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna, meskipun diciptakan serupa/segambar dengan Allah, yaitu supaya manusia sadar bahwa hidupnya harus bergantung pada Allah sebagai Pencipta. Hal ini berarti, dalam menjalani kehidupan yang Tuhan telah anugerahkan ini, manusia tidak perlu takut, bahkan jangan kuatir terhadap apapun; Jangan kuatir besok mau makan apa, jangan kuatir terhadap siapapun yang mengancam hidup kita, jangan kuatir terhadap musuh yang menyerang kita. Firman Tuhan dalam Mazmur 55:21-24 dengan jelas memberi penegasan bahwa apapun tantangan dan permasalahan hidup yang membuat manusia kuatir akan hidup ini, serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan (lihat ayat 23). Untuk apa menyerahkan segala kekuatiran hidup ini pada Tuhan? Tujuannya yaitu untuk Tuhan memelihara kita. Tuhan akan membiarkan kita teguh berdiri, bahkan kaki kita tidak akan goyah. Pesan firman Tuhan ini kepada kita adalah serahkanlah segala kekuatiran kita kepada Tuhan sebab sebagai Pencipta, Tuhan itu penuh kasih setia dan tidak akan membiarkan ciptaanNYA binasa bahkan menyelamatkan hidup kita.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar dalam kekuatiran hidup, kami berserah kepada Tuhan. Amin.

Rabu, 18 Oktober 2023

bahan bacaan : Lukas 10:38-42

Maria dan Marta
38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."


Pilihlah Hal Yang Terbaik
Dalam hidup ini ada dua hal yang selalu dikejar oleh manusia, yakni jasmani dan rohani. Kenyatannya banyak orang dalam hidup ini lebih condong menyukai dan mengejar hal yang bersifat jasmani ketimbang rohani. Begitu juga dengan dua perempuan yang disebutkan dalam teks bacaan ini, dua perempuan tersebut adalah Maria dan Marta. Disebutkan Maria lebih menyukai hal-hal yang bersifat rohani, seperti duduk dekat kaki Tuhan dan mendengar perkataan Tuhan. Sebaliknya, Marta sibuk melayani Yesus dengan hal-hal yang bersifat jasmani, seperti soal makan dan minum. Bagi Yesus orang-orang yang condong menyukai hal jasmani menunjukkan pada dirinya ada rasa kekuatiran akan hidup. Makanya, Yesus mengetahui bahwa Marta sibuk dengan hal jasmani, Yesus menyebut pada diri Marta ada rasa kuatir akan hidup, dan itu berarti sama saja dengan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Sebaliknya, hal penting dan terbaik telah dilakukan oleh Maria, yaitu sibuk dengan perkara rohani, yakni mendengar perkataan Tuhan Yesus. Jadi, pesan penting dari Firman Tuhan ini kepada kita adalah pilihlah hal yang terbaik dalam hidup ini. mendengarkan perkataan Tuhan dan melakukannya dalam hidup setiap hari. Mengejar kebutuhan jasmani penting juga dalam hidup, tetapi jangan karena hal itu kita mengabaikan persekutuan dengan Tuhan sumber hidup.
Doa: Mampukanlah kami Tuhan, supaya dapat memilih yang terbaik yakni mendengarkan perkataan-Mu. Amin.

Kamis, 19 Oktober 2023

bahan bacaan : Mazmur 78 : 17 – 31

17 Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering. 18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka. 19 Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun? 20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?" 21 Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel, 22 sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya. 23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, 24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; 25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah. 26 Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya; 27 Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut; 28 Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu. 29 Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan. 30 Mereka belum merasa puas, sedang makanan masih ada di mulut mereka; 31 maka bangkitlah murka Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan teruna-teruna Israel.

Jangan Pernah Meragukan Tuhan Dalam Hidupmu
Setiap orang punya sejarah perjalanan hidup, dan di sepanjang sejarah hidup itu ada pengalaman yang baik dan juga buruk, ada hal positif tapi juga negatif. Sejarah perjalanan hidup memang penting, sebab dari situ kita banyak belajar tentang kehidupan yang pernah dijalani oleh kita untuk selanjutnya menjalani hidup ke masa depan. Dalam hal ini, sejarah perjalanan hidup merupakan pengalaman yang membantu kita untuk tidak ragu menjalani hidup di masa depan. Sama seperti yang diungkapkan oleh Asaf melalui nyanyian pengajarannya. Asaf mengungkapkan sejarah perjalanan bangsa lsrael keluar dari Mesir dengan tujuan agar di masa kini dan ke depannya umat Israel mengetahui tentang kesetiaan Tuhan yang menyediakan segala hal bagi kehidupan mereka meskipun selalu berbuat dosa dan memberontak kepada Tuhan. Air, roti (manna), dan lainnya disediakan dan diberikan kepada Israel walaupun mereka tidak percaya kepada Tuhan, namun tetap saja Tuhan menunjukkan kasih setiaNYA kepada Israel dan menyelamatkan mereka. Hal ini juga memberi pesan kepada kita untuk belajar dari sejarah hidup bahwa Tuhan selalu dengan setia menyetai dan memberkati hidup kita meskipun dosa dan ketidak-setiaan kepada Tuhan selalu kita lakukan. Atas dasar itu, tetaplah yakin pada Tuhan dan jangan pernah meragukan Tuhan dalam hidup ini jika ingin selalu menikmati keselamatan yang dari Tuhan.

Doa: Buatlah kami tetap yakin kepadaMU ya Tuhan Tuhanlah yang Memelihara kita

Jumat, 20 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 7

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Tuhan yang Memelihara Kita

Manusia dalam hidup ini selalu merasakan kuatir. Kuatir itu normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun, setiap orang memiliki kekuatiran yang berbeda-beda. Orang kaya itu pasti kuatir mengenai masa depan kekayaannya, dan sebaliknya juga orang miskin kuatir dengan masa depan dari kemiskinannya. Kata kuatir sendiri memiliki arti takut atau gelisah dan cermas terhadap sesuatu hal yang belum diketahui dengan pasti. Jadi, kuatir itu berkaitan dengan bagaimana seseorang memikirkan masalah atau mengenai sesuatu hal yang tidak menyenangkan yang menurutnya akan terjadi sehingga membuat orang tersebut merasa takut dan tidak bahagia. Sering untuk mengantisipasi hal yang dikuatirkan tersebut orang lalu mengupayakan berbagai cara termasuk cara-cara yang keliru. Orang sering merencanakan bahkan bertindak di luar Tuhan hanya untuk mengantisipasi apa yang dikuatirkan olehnya. Firman Tuhan ini menghendaki kita untuk menyerahkan segala hal yang menjadi kekuatiran kita kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memelihara kita. la telah memelihara kita hari ini, sehingga ke depannya Tuhan pun akan tetap memelihara. Jangan melakukan apapun di luar kehendak Tuhan untuk menolong kita mengatasi hal yang dikuatirkan oleh kita sendiri. Serahkanlah kekuatiranmu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami mengatasi hal yang mermbuat kuatir dalam hidup ini. Amin.

Sabtu, 21 Oktober 2023

bahan bacaan : Yesaya 41:8-10

Israel hamba TUHAN
8 Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; 9 engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: "Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau"; 10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

Tuhan Menyertai dan Menalang Umat PilihanNya
Dalam hidup setiap orang pasti memiliki rasa takut dan bimbang untuk melangkah dan melakukan apapun. Orang takut melangkah sebab tidak tahu situasi dan kondisi di setiap perjalanan hidupnya. Orang bimbang karena takut salah dalam melakukan apapun. Itulah yang terjadi pada Yakub ketika Tuhan memilih dan memanggilnya menjadi hamba Tuhan, umat pilihanNYA. Ketakutan dan kebimbangan meliputi Yakub, sebab ia tidak tahu bagaimana harus melangkah dan menjalani hidup sebagai umat pilihanNYA. Yakub juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Nabi Yesaya mengatakan, atas ketakutan dan kebimbangan tersebut Tuhan berfirman: “jangan takut sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang sebab Aku ini adalah Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan” (ay.10). Perkataan Tuhan sungguh menguatkan hati dan meneguhkan iman di saat-saat kebimbangan. Melalui firman Tuhan ini selaku umat pilihan Tuhan, Yakub dan kita diyakinkan bahwa ketakutan dan kebimbangan mungkin masih akan kita alami. Tetapi keyakinan bahwa Tuhan ada akan sangat menguatkan. Ada Tuhan yang selalu menyertai, menolong, meneguhkan, dan memegang kita dalam menjalani hidup dan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa Tuhan, sertai dan tolonglah kami dalam melangkah dan melakukan segala hal. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Bersaksilah tentang Kristus

Minggu, 08 Oktober 2023

bahan bacaan : Yohanes 3 : 22-36

Kesaksian Yohanes tentang Yesus
22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. 23 Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, 24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. 25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. 26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya." 27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorangpun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga. 28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. 29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. 31 Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. 32 Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorangpun yang menerima kesaksian-Nya itu. 33 Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar. 34 Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. 35 Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Bersaksi tentang Kristus

Banyak orang cenderung ingin memperoleh pujian, mendapatkan posisi yang utama (pertama), menjadi yang terbesar atau menjadi berkuasa; baik dalam pekerjaan, karier, pendidikan, usaha, cinta bahkan dalam pelayanan gereja. Akibatnya sering terjadi konflik dan perpecahan. Hal ini pun dijelaskan oleh Penulis Injil Yohanes tentang adanya perselisihan antara murid dari Yohanes Pembaptis dan pengikut Yesus tentang baptisan yang dianggap berbeda dengan baptisan yang dilakukan oleh guru mereka (ay.26). Selain itu, Yesus semakin dikenal dan disukai banyak orang sehingga mereka memberi diri untuk dibaptis. Akibatnya, para murid menjadi marah karena guru mereka mulai kehilangan pengaruhnya atau mendapat tempat kedua. namun ketika Yohanes Pembaptis mengetahui hal tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai orang yang mempersiapkan kedatangan Mesias. Yesus adalah Mesias Anak Allah, karena itu percayalah kepada Yesus (ay34-36). Yohanes telah memberikan teladan bagi kita tentang kerendahan hati. Tuhan Yesus harus menjadi pusat dari pemberitaan dan kesaksian, bukan diri kita. Percayakanlah hidup kita sepenuhnya kepada Yesus, Sumber Kehidupan.

doa : Tuhan tuntunlah kami agar memiliki kerendahan hati dalam menyaksikan Nama-Mu, amin.

Senin, 09 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 5-8

5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. 6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. 7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. 8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pengharapan kepada Tuhan Yesus sebagai Juruselamat
Karya penyelamatan Allah dalam Kristus bagi kita sebagai orang percaya adalah merupakan anugerah yang besar dan ajaib, sebab tanpa anugerah itu, kita tetap hidup dalam dosa dan akibatnya adalah penghukuman kekal kepada kebinasaan. Paulus tegaskan hal tersebut kepada jemaat di Roma dan bagi kita sebagai keluarga Allah, bahwa hanya oleh dan didalam karya pengorbanan Tuhan Yesus maka setiap orang yang mengaku dan percaya akan diselamatkan. Pengakuan iman akan terwujud melalui seluruh kehidupan orang percaya pun kita sekeluarga yang tetap teguh dalam pengharapan kepada Kristus sebagai Juruselamat. Sekalipun kita menghadapi berbagai tantangan iman serta bergumul dengan kuasa dosa dan kedagingan. Namun kita yakin dan percaya, kita akan menjadi pemenang karena pengharapan kita hanya kepada Allah didalam Kristus. Nasehat ini penting bagi kita agar tidak perlu ragu dan kecewa atas berbagai persoalan dan tantangan hidup yang menjadi salib dalam kehidupan pribadi maupun keluarga. Dari pengalaman dan kenyataan hidup dalam cinta kasih Allah yang menyelamatkan, akan menjadi sarana bagi kita untuk bersaksi tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi semua orang yang belum percaya kepadaNya.

Doa: Roh Kudus menuntun orang percaya untuk menuruti perintah Tuhan. Amin.

Selasa, 10 Oktober 2023

bahan bacaan : Roma 5 : 9-11

9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Bermegah didalam Kasih Kristus yang Menyelamatkan
Rasul Paulus tegaskan kepada jemaat di Roma, bahwa oleh karya penebusan Tuhan Yesus yang menderita dengan darahNya yang tercurah di kayu salib telah mendamaikan kita dengan Allah. Ketika manusia pertama Adam dan Hawa, jatuh dalam dosa, maka manusia kehilangan kemuliaan Allah dan menjadi seteru Allah. Namun cinta kasih Allah yang besar, membuat Allah tidak menginginkan manusia binasa karena penghukuman dosa dan maut. Allah datang sebagai manusia didalam Tuhan Yesus Kristus yang mengorbankan diri-Nya menjadi pendamaian antara Allah dengan manusia. Itulah sebabnya manusia yang tadinya menjadi seteru Allah, telah didamaikan dan
dibenarkan didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Hal inilah yang memberikan sukacita abadi dan membuat setiap orang percaya termasuk kita sekeluarga untuk tetap dan selalu bermegah dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus. Biasanya orang akan bermegah karena hal-hal secara lahiriah atau material semata, seperti mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai jabatan, kedudukan atau kuasa. Hal seperti itu sangatlah manusiawi, namun semuanya itu hanya sementara dan tidak kekal serta tidak memberikan jaminan keselamatan. Paulus tegaskan bahwa hanya didalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus, maka setiap orang percaya pun kita sekeluarga akan menikmati dan mendapatkan keselamatan kekal. Kenyataan ini menjadi berita sukacita bagi semua dan hendaknya kita saksikan kepada orang lain pula melalui kata dan perbuatan tiap hari.


Doa: Terima kasih ya Yesus untuk kasih dan anugerah-Mu yang menyelamatkan kami. Amin.

Rabu, 11 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 3 : 1-6

Yesus lebih tinggi dari Musa
Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus, 2 yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sebagaimana Musapun setia dalam segenap rumah-Nya. 3 Sebab Ia dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa, sama seperti ahli bangunan lebih dihormati dari pada rumah yang dibangunnya. 4 Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. 5 Dan Musa memang setia dalam segenap rumah Allah sebagai pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian, 6 tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Bersaksi Tentang Tuhan Yesus Melalui Seluruh Kehidupan Kita
Betapa bahagianya kita sebagai orang percaya menjadi bagian dari satu persekutuan yang dikepalai oleh Tuhan Rasul Imam Besar. adalah perantara orang percaya yang telah dibenarkan untuk menerima anugerah keselamatan. Tentu bukanlah hal mudah dan gampang, dimana kita tetap setia dan taat dalam menjaga pengharapan agar tetap teguh kepada Tuhan Yesus. Berbagai tantangan iman, godaan dan tawaran dari dunia dan kekuatannya akan terus menantang dan menggoda pengharapan kita kepada Tuhan Yesus. Namun apapun situasi dan kondisinya, kita tetap bersyukur bahwa semua itu menjadi bagian untuk menguji kesetiaan dan ketaatan kepada Tuhan Yesus. Kita akan gagal dan sia-sia ketika kekuatan dan kemampuan sebagai manusia yang kita andalkan. Kita mesti tunduk dan takluk kepada tuntunan Tuhan melalui kuasa roh-Nya, agar semua yang dilakukan bukanlah kehendak kita, melainkan kehendak Tuhan. Pekerjaan, usaha maupun pengabdian, pelayanan serta pendidikan anak-anak menjadi media untuk melakukan perintah dan kehendakNya sebagai wujud pengharapan kita menuju keselamatan kekal. Semua aktivitas itupun menjadi hal penting untuk kita bersaksi tentang Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat bagi dunia dan semua orang yang belum percaya. Dengan demikian semua itu kita lakukan dengan penuh kerendahan hati dan sukacita demi hormat dan kepujian namaNya.
Doa: Ajar kami Tuhan untuk selalu bermegah didalam kasihMu yang menyelamatkan. Amin.

Kamis, 12 Oktober 2023

bahan bacaan : 1 Timotius 4 : 6-10

6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. 7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. 8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 9 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya. 10 Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

Pengharapan Iman Kepada Kristus Yang Menyelamatkan
Hidup adalah sebuah perjuangan dengan berjerih lelah dalam menata dan membangunnya menuju kepada keselamatan kekal sebagai anugerah Allah didalam Kristus bagi setiap orang percaya. Hal ini menjadi inti nasehat rasul Paulus kepada Timotius sebagai anak didiknya yang akan melanjutkan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Tidak sedikit tantangan iman yang dihadapi baik oleh Paulus maupun juga Timotius terhadap para penyesat yang menyebarkan ajaran-ajaran sesat. Demikian pun kita yang hidup saat ini, pun menghadapi berbagai tantangan iman. Baik itu karena berbagai ajaran-ajarab sesat namun juga berbagai penderitaan yang terkadang membuat kita ragu dan putus asa. Namun Paulus memberikan nasehat bagi Timotius serta kita semua untuk tetap berdiri teguh dalam iman dan pengharapan melalui persekutuan dengan Allah didalam beribadah. Sebab ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup sekarang maupun akan datang. Janji dari Tuhan yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita setiap waktu. Demikian juga janji keselamatan kekal sebagai anugerah dari Allah dalam Tuhan Yesus Kristus. Tentu kita akan tetap menjaga dan memelihara janji tersebut didalam pengharapan kita yang kokoh dan teguh.
Doa: Kuatkan kami Tuhan untuk tetap teguh dalam pengharapan kepadaMu. Amin.

Jumat 13 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 30-31

Paulus memberitakan Kerajaan Allah di Roma
30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Rela Hati Dalam Melayani, Nama Tuhan Dimuliakan
Teladan yang baik disaksikan melalui kehidupan dan pelayanan rasul Paulus dalam memberitakan injil Kristus bagi semua orang. Paulus sebagai seorang Yahudi dengan penuh sukacita menjawab panggilan pelayana dari Tuhan Yesus untuk melayani bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dalam nas bacaan di hari ini menyaksikan bahwa demi pelayanan pekabaran injil, Paulus selama dua tahun penuh tinggal di Roma pada sebuah rumah yang disewa dari uang sendiri. Semua orang datang dan diterima dengan oleh Paulus dengan sukacita ia mengajarkan mereka tentang kerajaan Allah dan Tuhan Yesus Kristus. Pelayanan yang dilakukan dengan kerelaan hati dan tanpa paksaan sekalipun ada yang harus Paulus korbankan berupa waktu, tenaga pun juga uang. Namun semua itu tidak seberapa arti dan nilai jika dibandingkan dengan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang diberitakan oleh rasul Paulus. Kesaksian inipun mengajak kita untuk memberitakan tentang Tuhan Yesus melalui seluruh pekerjaan, usaha, pendidikan, pelayanan dan pengabdian diberbagai bidang hidup yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Hendaknya semua itu kita lakukan dengan penuh sukacita dan kerelaan hati. Sebab dengan cara demikian semua orang akan melihat cara hidup dan pelayanan kita yang dengan sendirinya mereka pun percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang kita imani sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk melayani dengan keralaan hati demi kepujian namaMu. Amin.

Sabtu, 14 Oktober 2023

bahan bacaan : Ibrani 8 : 1-6

Imam Besar perjanjian baru
Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 4 Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. 5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Tuhan Yesus Sebagai Perantara Manusia Dengan Allah
Pelayanan para imam dalam peribadahan Israel sebagaimana yang diatur dalam hukum Taurat, bahwa mereka menjadi perantara umat dengan Allah. Setiap korban persembahan yang disampaikan umat kepada Allah diatur sedemikian rupa dengan berbagai aturan dan tata cara dan dibawa oleh imam besar sebagai perantara. Melalui nas bacaan saat ini, disaksikan bahwa tugas pelayanan para imam sebagai perantara antara Allah dan umat telah digenapi melalui karya pengorbanan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menjadi Imam Besar dan Pengantara dari perjanjian yang mulia atas dasar janji yang lebih tinggi. Yakni perjanjian keselamatan yang telah dikaryakan oleh Allah sendiri. Hal tersebut menjadi sukacita bagi kita sebagai keluarga Allah, yang disebut juga Israel Perjanjian Baru, bahwa kita datang ke hadapan Allah tidak lagi membawa korban persembahan seperti dalam hukum Taurat di masa Perjanjian Lama. Namun melalui dan didalam Tuhan Yesus Kristus kita dilayakkan untuk datang dan bersekutu dengan Allah Bapa di Sorga. Ketika kita menaikkan doa baik secara pribadi, maupun bersyafaat bersama dengan umat, adalah penting bahwa doa kita panjatkan kepada Allah Bapa melalui perantara Tuhan Yesus Kristus. Hal ini menjadi kesaksian yang mesti kita beritakan didalam seluruh kehidupan sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus. sebab Engkau menjadi perantara kami dengan Bapa di Sorga. Amin.

* SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023. LPK-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Oktober 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Biarlah Semua Menjadi Satu

Minggu, 01 Oktober 2023

bahan bacaan : Matius 18:15-20

15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami." 16 Jawab Yesus: "Kamupun masih belum dapat memahaminya? 17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? 18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. 19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. 20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Dunia Memecah Belah, Kristus Mempersatukan

Kita bersyukur atas tuntunan-Nya, kita telah memasuki bulan Oktober 2023 (Bulan Pekabaran Injil). Dan mengawali bulan Pl ini, kita semua dipersatukan Kristus melalui perjamuan kudus secara oikumene di pagi tadi. Perjamuan kudus memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan orang beriman, yakni memperingati pengorbanan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib demi keselamatan dan penyucian segala dosa kita. Untuk itu, setiap kali kita merayakan perjamuan kudus kita diingatkan bahwa ada tanggungjawab iman yang harus kita kerjakan yakni tugas pemberitaan injil sebagai amanat agung Tuhan Yesus (Mat.28). Sebagai orang percaya, kita wajib untuk melaksanakan Amanat Agung, yaitu dengan berusaha menjaga kesatuan jemaat sebagai tubuh Kristus. Perikop tadi, berisikan Doa Yesus kepada murid-murid-Nya. Tuhan Yesus berdoa supaya para murid dan semua orang percaya di masa kini menjadi satu sama seperti Yesus didalam Bapa dan kita didalam Kristus (ay.21). Demikianlah semua orang percaya menjadi satu kesatuan dalam kemuliaan-Nya. Dengan demikian, jangan lagi ada perbantahan, ada perselisihan, ada amarah, kebencian, kesombongan. merasa diri paling hebat dari orang lain, dll. Sebaliknya, hidup saling mengasihi seorang dengan yang lain.

doa : Tuhan Tolonglah kami untuk menjaga persekutuan Umat sebagai Tubuh Kristus, amin

Senin, 02 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2:41-42

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


Persekutuan Sebagai Gaya Hidup Kekristenan


Salah satu bagian Aikitab yang paling indah dan memberikan makna bagi hidup Hidup Jemaat Yang Pertama”. Kenapa perikop ini disebut paling indah dan bermakna?, Karena kehidupan orang Kristen mula-mula sungguh memperlihatkan pola kehidupan gereja yang sejati; kehidupan yang mengedepankan persekutuan, solid, harmonis, bertekun dan taat kepada pengajaran rasul, setia mendengarkan Firman Tuhan, melaksanakan sakramen serta saling mendoakan. Kehidupan jemaat mula-mula ini yang telah berdampak besar besar bagi gereja saat ini. Hal ini diperlihatkan dengan jumlah kekristenan yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Selain itu. Gereja terpanggil untuk melaksanakan tugas bersekutu (Koinonia), bersaksi (Marturia), dan melayani (Diakonia). Oleh sebab itu, memperingati bulan Pekabaran Injil ini, kita selaku gereja terpanggil untuk membangun persekutuan sebagai Tubuh Kristus.

Doa: Kiranya kami membangun kesatuan hidup saling berbagi dan saling mendoakan. Amin.

Selasa, 03 Oktober 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 43-47

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Hidup Berbagi Sebagai Model Persekutuan

Cara hidup gereja mula-mula memberikan model bagi gereja masa kini. Kenapa? karena karakteristik (sifat) jemaat pada waktu itu menunjukkan kekristenan sejati, dimana para rasul memiliki kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat, mereka bersekutu dan saling berbagi; menjual milik mereka dan berbagi kepada sesama. Hal yang menarik, yakni apa yang menjadi milik pribadi menjadi kepunyaan atau milik bersama, jika ada yang memiliki harta yang banyak dapat dibagikan kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma atau gratis. Selain itu, Mereka bertekun dengan sehati di dalam Bait Allah dan melaksanakan sakramen. Kehidupan gereja mula-mula ini mendapatkan perhatian dan simpati banyak orang sehingga jumlah mereka yang percaya kepada Kristus semakin bertambah dari waktu ke waktu dan hidup mereka pun semakin diberkati. Bacaan hari ini mengajak kita semua untuk membangun persekutuan sebagai tubuh Kristus dengan cara hidup saling berbagi seorang dengan yang lain. Hal ini penting karena hidup saling berbagi sulit dipraktekan di masa sekarang. Orang lebih cenderung hidup untuk diri sendiri dan memperkaya diri. Marilah kit terus membangun hidup yang saling berbagi.

doa : Roh Kudus Tuntunlah kami untuk membangun hidup berbagi dengan sesama amin,

Rabu, 04 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 32 : 36-38

36 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai kota ini, yang engkau katakan telah diserahkan ke dalam tangan raja Babel karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar: 37 Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku menceraiberaikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram. 38 Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.


Kasih Kristus Mempersatukan


Saudara terkasih, sekalipun berbagai persoalan menerpa hidup kita saat ini, yakinlah bahwa kasih setia Tuhan tak berkesudahan dari waktu ke waktu. Kasih setia Tuhan pun dinyatakan kepada Israel, umat kepunyaan-Nya. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi. Dimana Kasih setia Tuhan dinyatakan melalui penyertaan-Nya bagi bangsa itu pada saat mereka berada di Babilonia. Pada waktu itu, mereka mengalami penindasan, kekerasan, kelaparan dan penyakit sampar yang mengancam hidup mereka. Dalam situasi tersebut, melalui nabi Yeremia Tuhan berjanji akan memperhatikan dan menunjukkan kasih setia-Nya dengan mengumpulkan mereka yang tercerai berai di berbagai negeri, sehigga mereka akan diam dengan tenteram, aman dan damai (bnd ay.37).
Maknanya bagi kita saat ini adalah bahwa perjalanan hidup akan terus berwama; ada suka ada duka, ada sukses ada gagal, dsbnya. Dalam situasi tersebut, kita diingatkan bahwa kasih setia Tuhan tak habis-habisnya rahmat-Nya selalu baru tiap pagi. Namun, kasih setia Tuhan diberikan kepada mereka yang takut akan Dia (Mzr 103:17). Jadi, jika ingin berada dalam penyertaan dan berkat Tuhan, maka kita harus hidup menurut jalan-jalan Tuhan.

Doa: Ya Kristus, tuntunlah kami agar hidup di jalan-Mu. Amin.

Kamis, 05 Oktober 2023

bahan bacaan : Yeremia 32 : 39-41

39 Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. 40 Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku. 41 Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.


Hidup Yang Menyatu Dengan Kehendak Tuhan


Hari ini Indonesia bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di usia ke-78 tahun. Tentu, di hari yang bersejarah ini kita semua mendoakan TNI tetap eksis dan dapat melaksanakan tugas mulianya, yakni menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah kesatuan Republik Indonesia. Tugas utama TNI tersebut, selaras dengan tugas gereja dalam membangun persekutuan dan keutuhan umat sebagai Tubuh Kristus. Hal ini dijelaskan
melalui nas ini. Nabi Yeremia mengingatkan umat Israel yang ditawan dan dibuang di Babilonia pada zaman pemerintahan raja Nebukadnezar, bahwa Tuhan Allah tidak akan melupakan dan meninggalkan mereka menderita di sana, sebaliknya Tuhan akan memberikan mereka satu hati dan satu tingkah langkah (ay.39). Tuhan akn mempersatukan mereka sebagai keluarga, suku dan kesatuan bangsa demi kebaikan mereka. Orang Kristen terpanggil untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI serta berusaha untuk memelihara komitmen melalui tugas dan pengabdian sebagai TNI, POLRI, mahasiwa, dosen, guru, dokter dan sebagainya demi kebaikan bersama. Mari bersatu menjaga keutuhan hidup bersama.

Doa: Ya Bapa. dalam Kristus kasih-Mu mempersatukan kami selaku orang percaya. Amin.

Jumat, 06 Oktober 2023

bahan bacaan : Pengkhotbah 4:7-12

Kesia-siaan dalam hidup
7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari: 8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanyapun tidak puas dengan kekayaan; --untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? --Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan. 9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. 10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? 12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.


Hidup Bersama Menghadirkan Kebaikan


Manusia adalah mahkluk social artinya manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak sendiri
dan kekayaan. Intinya, manusia membutuhkan orang lain. Hal ini dijelaskan oleh Pengkhotbah, salah satu kesia-siaan dalam kehidupan adalah kesendirian. Hidup tanpa kerabat, sahabat atau teman. Pengkhotbah mengajak kita memahami makna kebersamamaan dalam membangun hidup. Ayat 7-8, kebersamaan dihubungkan dengan hidup saling berbagi; menikmati hasil kerja keras (kekayaan) bersama-sama akan jauh lebih indah dan bermakna dari pada menikmati hasil kerja seorang diri saja. Hidup dalam kebersamaan memiliki makna saling menolong dan menopang. Apabila seseorang mengalami masalah, maka ada orang lain yang dapat menolong dia meringankan bebannya. Selain
itu, bila seseorang hidup sendirian, maka dia akan lebih mudah dikalahkan, sedangkan jika bersama-
sama tentu lebih sulit untuk dikalahkan. Oleh sebab itu, kita harus hidup membangun kebersamaan; saling berbagi, saling peduli dan saling menolong seorang dengan yang lain.


Doa: Kiranya kami dapat membangun hidup bersama yang membawa kebaikan. Amin.

Sabtu, 07 Oktober 2023

bahan bacaan : Efesus 4 : 1-8

Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda
Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. 2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. 3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: 4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. 7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."

Menjadi Satu Didalam Kristus

Surat Efesus ditulis oleh Rasul Paulus sewaktu ia dipenjarakan (3:1, 4:1, 6:20). Surat ini dibuat dengan tujuan mempersatukan semua orang didalam Kristus. Persatuan dinyatakan dalam kehidupan ber-jemaat sebagai orang-orang yang telah diselamatkan melalu Kasih Karunia Allah. Untuk itu, baik orang Yahudi maupun orang-orang bukan Yahudi, semuanya adalah persekutuan umat Allah atau Tubuh Kristus (1:23). Dengan demikian perbedaan tidak noleh menjadi alasan perpcehaan dalam jemaat, sebaliknya menjadi alat pemersatu. Sehubungan dengan itu, Paulus memberikan Tips untuk menjaga keutuhan jemaat, yakni : rendah hati, lemah lembut, sabar, mengasihi, saling menolong, memelihara kesatuan Roh (Roh Kudus), dipanggil dalam satu jemaat dan pengharapan dan satu iman dan baptisan kepada Yesus Kristus. Nasehat Paulus ini berguna bagi kita untuk membangun persekutuan dan kebersamaan hidup walaupun ada dalam berbagai perbedaan; suku, agama, budaya, pendapat, baik dalam kehidupan bergeraj maupun bermasyarakat. Kita dapat mencegah konflik dan perpecahan dengan berusaha menjaga dan merawat persekutuan yang rukun untuk memperoleh berkat Tuhan (band. Maz. 133)

doa : Roh Kudus tuntunlah kami mewujudkan persekutuan hidup sekalipun berbeda-beda, amin

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Wujudkanlah Syukur Dengan Hidup Rendah Hati Dan Taat

Minggu, 24 September 2023

bahan bacaan : Yohanes 13 : 1 – 20

Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. 2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. 3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. 4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. 6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" 7 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak." 8 Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku." 9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!" 10 Kata Yesus kepadanya: "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua." 11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: "Tidak semua kamu bersih." 12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku."

Melayani Dalam Kerendahan Hati

Bangsa Yahudi mempunyai banyak hukum yang mengatur dan mengarahkan mereka tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi Yesus datang untuk menunjukkan bagaimana mereka menjalani hidup sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah. Yesus tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga menjadikan diri-Nya teladan bagi mereka. Salah satunya  adalah ketika Ia mau membasuh kaki murid- murid-Nya. Tindakan itu dilakukan Yesus sebagai sebuah pembelajaran berharga bagi para murid untuk mengajarkan sekaligus mendorong mereka untuk hidup saling melayani, bukan  dilayani. Itu wujud kerendahan hati. Sebagai para pelayan memang sikap kerendahan hati dalam melayani sangat dibutuhkan. Orang-orang yang ada di sekeliling kita tidak hanya membutuhkan nasihat dan kata-kata hikmat yang indah, tetapi mereka lebih memerlukan tindakan yang kita lakukan. Peran apa pun yang kita ambil dalam dunia ini, baik sebagai ayah, ibu, anak, pemimpin, karyawan, pengusaha, atau apa pun itu, doronglah diri kita agar dapat menjadi teladan dalam hal kerendahan hati. Mengapa? Karena keteladanan akan berbicara lebih keras daripada serangkaian perkataan yang kita ucapkan tanpa diwujudkan dalam tindakan. Jadi mari kita renungkan, sudahkan selama ini kita meneladankan kerendahan hati, termasuk dalam hal melayani? 

Doa: Tolonglah kami menolong mereka yang lemah dan miskin, Amin.   

Senin, 25 September 2023

bahan bacaan : Amsal 11 : 2

2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Hidup Rendah Hati, Tidak Suka Mencemooh

Secara sadar maupun tidak sadar sering kita menjadi sombong. Mungkin disebabkan suatu keadaan dan didukung adanya kesempatan. Pada Amsal 11:2b, dikatakan “Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati”. Kita diingatkan agar tidak menyerupai orang fasik yang sombong karena  kesombongan adalah hal yang tidak disukai Allah. Terkadang kita mengukur orang lain dengan mudah, menghakimi orang yang lemah dan bertingkah sombong pada orang lain. Hal ini membuat kita mudah merendahkan orang lain. Dengan memiliki kerendahan hati kita bisa memahami keadaan orang lain. Kita memang harus dapat mengerti dan memahami kondisi orang lain, bagaimana kalau kita berada pada posisi orang itu. Janganlah kita menjadi sombong dan suka merendahkan orang lain, itu perilaku yang tidak baik.  Saat keangkuhan muncul maka akan menimbulkan cemooh pada sesama sehingga mengakibatkan timbul kesombongan yang menghilangkan hikmat. Kita tahu bahwa tidak ada orang yang berhasil menjadi orang yang rendah hati secara instan, semuanya membutuhkan proses. Namun yang paling penting dari semua itu adalah kita harus terus memiliki kemauan dan berusaha menjadi orang yang rendah hati kepada siapapun. 

Doa: Tolonglah kami bersikap rendah hati dan tidak mencemooh. Amin.   

Selasa, 26 September 2023

bahan bacaan : Amsal 15 : 33

33 Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.

Kerendahan Hati Mendahului Kehormatan

“Tidak perlu ajar beta!, kata-kata ketus itu keluar dari salah satu pegawai di kantor yang tidak menghargai usulan yang disampaikan dalam rapat. Ia tidak mau dibilang tentang kekeliruannya.Di dalam Kitab Amsal, orang bijak adalah orang benar yang taat kepada Allah dan hidup sesuai ajaran Kitab Suci. Sebaliknya, orang bodoh menghina didikan. Salomo membandingkan sikap, perbuatan, dan kata-kata orang berhikmat dan orang bodoh dan menerangkan bahwa orang yang berhikmat atau bijaksana akan selalu rendah hati. Kenyataannya, tidak semua orang dapat bersikap rendah hati. Ada yang tidak mau dibilang atau diajar. Padahal salah satu aspek Kerendahan hati adalah memiliki hati yang mau diajar. Kita diajarkan oleh firman Tuhan agar hidup takut Tuhan, dengan begitu kehidupan menjadi baik dan bermanfaat. Kita pun dapat belajar dari orang lain, karena tidak semua hal kita tahu dan miliki Kita bukanlah siapa-siapa tanpa Tuhan dan orang lain. Keberhasilan dan kesuksesan yang kita terima dalam hidup pun selalu terkait dengan kebaikan  Tuhan dan pengorbanan orang lain. Kerendahan hati mengajarkan bahwa kita bisa belajar dari siapa pun bahkan dari hewan. Orang-orang yang rendah hati akan memiliki kehormatan. Mari kita menjadi orang-orang yang takut Tuhan dan rendah hati.

Doa: Mampukanlah kami untuk terus hidup rendah hati dan suka belajar dari orang lain, Amin.   

Rabu, 27 September 2023

bahan bacaan : Amsal 18 : 12

12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Hiduplah Rendah Hati, Jauhilah Kesombongan!

Firman Tuhan dalam kitab Amsal mengapresiasi sikap yang mencerminkan karakter rendah hati. Seseorang akan dihormati oleh sesamanya karena melihat kerendahan hati yang ditunjukkan.Sebaliknya, sikap tinggi hati dapat menghancurkan hidup seseorang. Budaya kita sangat menghargai sikap kerendahan hati. Tidak heran kita memiliki pepatah, “belajarlah dari padi, semakin berisi makin merunduk”. Dan orang tua kita selalu mengingatkan, “tong kosong nyaring bunyinya”. Kedua pepatah ini memiliki arti yang sama bahwa kerendahan harus menjadi gaya hidup dan mencerminkan sikap yang terpuji. Praktik kerendahan hati yang paling tulus kita lihat adalah ketika Allah mau menjadi manusia. Tinggi hati mendahului kehancuran, sebaliknya kerendahan hati mendahului kehormatan. Bagi orang yang rendah hati, orang lain menyimpan nilai yang berharga yang dapat dipelajari untuk memperkaya dirinya. Sebaliknya, bagi orang yang sombong merasa orang lain tidak ada apa-apanya. Ia menganggap hanya dirinya yang hebat. Punya segala hal, tidak suka masukan, apalagi kritikan dari orang lain. termasuk dalam kehidupan beriman. Maka firman Tuhan ini mengingatkan kita, hindarilah sikap kesombongan dan jadilah rendah hati!.

Doa: Tuhan, tolonglah agar kami mau selalu rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama. Amin. 

Kamis, 28 September 2023

bahan bacaan : Amsal 22 : 4

4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

 Ganjaran Kerendahan Hati 

Selama beberapa hari ini kita mendengarkan Firman Tuhan tentang kerendahan hati. Sikap kerendahan hati menurut kitab Amsal akan memberikan banyak ganjaran: kekayaan, kehormatan dan kehidupan. Siapa yang tidak ingin memiliki kekayaan, harta berlimpah dan uang banyak. Dengan semua itu kita dapat melakukan banyak hal dan mebeli apa yang diinginkan. Demikian halnya kita semua menghendaki dihormati oleh orang. Hidup sebagai orang-orang terhormat yang disegani dan dihargai orang lain. Kita pun menginginkan kehidupan yang baik dan bahagia. Hal-hal ini dapat dimiliki karena itu adalah buah ketika kita  bersikap rendah hati. Kerendahan hati adalah lawan dari kesombongan. Orang yang rendah hati tidak menyombongkan diri. Ia dapat bersyukur di segala situasi dan merasakan kalau semua yang dimilikinya adalah semata-mata anugerah Tuhan. Sebab  itu orang yang rendah hati dapat berelasi dengan semua orang. Ia mampu bekerjasama dengan siapa saja. Tentu sikap yang seperti inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan ini. Maka marilah kita tetap mengembangkan kerendahan hati sebagai gaya hidup dan pelayanan kita. Walaupun ada yang masih sulit melakukannya. Namun, di dalam Allah kita dapat menjadi orang-orang yang rendah hati. Keakuan dan kesombongan diri kita akan perlahan terkikis dan akhirnya kita mampu menjadi seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Saat itulah, ganjaran kekayaan, kehormatan dan kehidupan akan kita miliki.

Doa: Tuhan, kami bersyukur atas ganjaran kerendahan hati yang Engkau berikan,  Amin.   

Jumat, 29 September 2023

bahan bacaan : Matius 20 : 26 – 28

26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Menjadi Pelayan yang Rendah Hati

Tuhan Yesus  mengingatkan bahwa dalam Kerajaan Allah seorang pemimpin tidaklah bersikap seperti pemimpin yang ada di dunia ini, yang kadang menggunakan kuasa serta otoritas yang ada padanya untuk kepentingan dirinya. Yesus berkata: “barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”. Itu artinya menjadi pemimpin harus mau melayani dan memberikan diri untuk kesejahteraan orang lain. Rendah hati dan punya kesediaan berkorban adalah sifat dari seorang pemimpin. Tuhan Yesus sendiri sudah terlebih dulu memberikan teladan itu untuk diikuti, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”. Meskipun dengan konteks dan cara yang berbeda.Tidak mementingkan diri sendiri, tidak menyelamatkan diri sendiri tetapi memberi diri, memberi waktu untuk orang lain, memberi tenaga dan pikiran serta apa yang kita punya, bahkan memberi nyawa sekalipun untuk orang lain adalah bukti pengorbanan dan kerendahan hati. Inilah nilai pengorbanan Tuhan Yesus yang diberikan kepada kita, untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, jadilah pemimpin-pemimpin yang melayani dengan rendah hati. Jadilah pelayan yang melayani dengan setia.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah kami terus meneladani kerendahan hati-Mu, Amin. 

Sabtu, 30 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 149 : 4 

4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.

Orang Yang Rendah Hati Memperoleh Keselamatan

Tuhan sungguh senang kepada orang-orang yang hidupnya rendah hati. Demikianlah dikatakan oleh pemazmur dalam bacaan hari ini: “sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya. Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan”. Tuhan memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan karena mereka adalah orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya. Mereka merendahkan diri di hadapan Tuhan, mengakui kelemahan dan keterbatasan mereka dan mengandalkan-Nya sepenuhnya. Orang-orang yang rendah hati j uga cenderung untuk mengasihi sesama dan menunjukkan belas kasihan, karena mereka tidak mementingkan diri sendiri. Mereka bersedia untuk melayani Tuhan dan melayani orang lain, tanpa mengharapkan imbalan atau penghargaan. Tuhan menghargai dan memperhatikan sikap hati seperti ini, lalu memberikan keselamatan sebagai hadiah bagi mereka. Karena itu, keselamatan adalah hadiah yang terbesar dan paling berharga yang Tuhan dapat berikan kepada kita jika kita tetap berlaku rendah hati. Maka firman Tuhan ini mengingatkan, marilah kita menjadi orang-orang yang rendah hati. Meskipun hal ini bukanlah mudah, tetapi kita dapat mengupayakannya dengan lebih sungguh dan mewariskannya kepada anak-anak di dalam keluarga.

Doa: Tuhan, terima kasih atas anugrah keselamatan yang Engkau berikan untuk orang rendah hati, amin   Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menghadirkan Kehidupan Yang Aman dan Tenteram

Minggu, 17 September 2023

bahan bacaan : Yeremia 33 : 1 – 13

Janji pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda
Datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 "Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya--TUHAN ialah nama-Nya--: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya. 10 Beginilah firman TUHAN: Di tempat ini, yang kamu katakan telah menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, 11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan: Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!, sambil mempersembahkan korban syukur di rumah TUHAN. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman TUHAN. 12 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. 13 Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit, di kota-kota Tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi dari bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman TUHAN."

Membawa Dampak Pemulihan Bagi Sesama

Yehuda berada dalam keterpurukan, akibat murka Allah yang menghukum mereka karena dosa dan kejahatan yang telah dilakukan. Hukuman itu berupa kekalahan perang melawan serangan Babel serta kehancuran dan kesengsaraan yang mengikutinya. Namun di tengah keterpurukan itu, ada harapan yang disuarakan Nabi Yeremia mengenai  janji pemulihan Tuhan kepada umat-Nya. Di tengah kehancuran yang sedang dan masih akan dialami umat sampai bertahun-tahun, Tuhan berjanji bahwa kelak Tuhan akan memulihkan mereka ketika mereka datang dan berseru kepada Tuhan. Janji itu adalah janji pemulihan akibat perang yang menyengsarakan umat.Kelak umat akan mengalami Kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan yang melimpah di Yerusalem dan pemulihan akibat dosa yang menjerat umat pada masa lampau. Hasil pemulihan itu menimbulkan sukacita dan sorak sorai umat, serta dipermuliakan dan dihormatinya Tuhan oleh  segala bangsa. Kita adalah terang.Dimanapun berada kita mampu menghadirkan damai dan sejahtera. Kita hendaknya bisa membawa dampak positif di kala bekerja dan melayani. Seperti Yehuda yang dipulihkan Tuhan, kita juga dapat memberikan pemulihan untuk sesama yang mengalami penolakan, trauma, broken home sehigga mereka punya semangat hidup dan bisa menjadi berkat juga untuk sesamanya.

 Doa:  Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat,, Amin.   

Senin, 18 September 2023

bahan bacaan : Hosea 2 : 17

8 (2-17) Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.

Relasi Baik, Kehidupan Aman dan Tentram

Ternyata untuk mencapai relasi yang berkualitas tidak selalu mudah. Padahal relasi yang baik sangat menetukan kehidupan itu berlangsung dengan aman dan tenteram. Relasi itu terbentuk karena pengenalan yang dalam. Itulah yang dialami umat Israel pada zaman Nabi Hosea. Umat Israel justru lebih mengenal dewa Kanaan, yaitu Baal (4, 6). Mereka beranggapan bahwa kelimpahan hasil pertanian dan peternakan berasal dari dewa ini. Akibatnya, mereka melupakan Tuhan dan  tidak lagi merasakan kasih sayang Tuhan. Padahal, Tuhan selalu digambarkan sebagai Suami yang setia. Suami yang mengasihi isteri-Nya dengan kasih yang kekal. Karena itu, Tuhan menghukum mereka dengan mengambil semua berkat yang diberikan kepada umat Israel (8-12). Penghukuman itu dimaksudkan agar Israel menjadi sadar dan mengenal kasih Tuhan bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber kelimpahan, keamanan dan ketentraman. Untunglah, Tuhan berkenan memulihkan kembali hubungan-Nya dengan bangsa Israel seperti sedia kala (17), sehingga kehidupan yang aman dan tentram. Setiap orang beriman tidak bisa mengabaikan proses mengenal Tuhan. Melalui proses tersebut kita dapat merasakan kasih dan sayang-Nya yang abadi. Dengan demikian relasi baik yang tercipta itu akan memberikan kehidupan yang aman dan tenteram.

Doa: Tuhan, tolonglah kami menjaga relasi baik dengan-Mu dan sesama, amin. 

Selasa, 19 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 1 – 21

Patung sembahan Mikha dirampas oleh bani Dan
Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel dan pada zaman itu suku Dan sedang mencari milik pusaka untuk menetap, sebab sampai hari itu mereka belum juga mendapat bagian milik pusaka di tengah-tengah suku-suku Israel. 2 Sebab itu bani Dan menyuruh dari kaumnya lima orang dari seluruh jumlah mereka, semuanya orang-orang yang gagah perkasa, yang berasal dari Zora dan Esytaol, untuk mengintai negeri itu dan menyelidikinya, serta berkata kepada mereka: "Pergilah menyelidiki negeri itu." Ketika orang-orang itu sampai ke pegunungan Efraim di rumah Mikha, bermalamlah mereka di sana. 3 Ketika mereka ada dekat rumah Mikha itu, dikenal merekalah logat orang muda suku Lewi itu, lalu singgahlah mereka ke sana dan berkata kepadanya: "Siapakah yang membawa engkau ke mari? Apakah pekerjaanmu dan urusanmu di sini?" 4 Katanya kepada mereka: "Begini begitulah dilakukan Mikha kepadaku; ia menggaji aku dan aku menjadi imamnya." 5 Kata mereka kepadanya: "Tanyakanlah kiranya kepada Allah, supaya kami ketahui apakah perjalanan yang kami tempuh ini akan berhasil." 6 Kata imam itu kepada mereka: "Pergilah dengan selamat! Perjalanan yang kamu tempuh itu dipandang baik oleh TUHAN." 7 Sesudah itu pergilah kelima orang itu, lalu sampailah mereka ke Lais. Dilihat merekalah, bahwa rakyat yang diam di sana hidup dengan tenteram, menurut adat orang Sidon, aman dan tenteram. Orang-orang itu tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi, malah kaya harta. Mereka tinggal jauh dari orang Sidon dan tidak bergaul dengan siapapun juga. 8 Setelah mereka kembali kepada saudara-saudara sesukunya di Zora dan Esytaol, berkatalah saudara-saudara sesukunya kepada mereka: "Apakah yang kamu dapati di sana?" 9 Jawab mereka: "Bersiaplah, marilah kita maju menyerang mereka, sebab kami telah melihat negeri itu, dan memang sangat baik. Masakan kamu tinggal diam! Janganlah bermalas-malas untuk pergi memasuki dan menduduki negeri itu. 10 Apabila kamu memasukinya kamu mendapati rakyat yang hidup dengan tenteram, dan negeri itu luas ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan. Sesungguhnya, Allah telah menyerahkannya ke dalam tanganmu; itulah tempat yang tidak kekurangan apapun yang ada di muka bumi." 11 Lalu berangkatlah dari sana, dari Zora dan Esytaol, enam ratus orang dari kaum suku Dan, diperlengkapi dengan senjata. 12 Mereka maju, lalu berkemah di Kiryat-Yearim di Yehuda. Itulah sebabnya tempat itu disebut Mahane-Dan sampai sekarang; letaknya di sebelah barat Kiryat-Yearim. 13 Dari sana mereka bergerak terus ke pegunungan Efraim dan sampai di rumah Mikha. 14 Lalu berbicaralah kelima orang yang telah pergi mengintai daerah Lais itu, katanya kepada saudara-saudara sesukunya: "Tahukah kamu, bahwa dalam rumah-rumah ini ada efod, terafim, patung pahatan dan patung tuangan? Oleh sebab itu, insafilah apa yang akan kamu perbuat!" 15 Kemudian mereka menuju ke tempat itu, lalu sampai di rumah orang muda suku Lewi itu, di rumah Mikha, dan menanyakan apakah ia selamat. 16 Sementara keenam ratus orang dari bani Dan yang diperlengkapi dengan senjata itu tinggal berdiri di pintu gerbang, 17 maka kelima orang yang telah pergi mengintai negeri itu berjalan terus, masuk ke dalam lalu mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu. Adapun imam itu berdiri di pintu gerbang bersama-sama dengan keenam ratus orang yang diperlengkapi dengan senjata itu. 18 Tetapi, setelah yang lain-lain itu masuk ke dalam rumah Mikha dan mengambil patung pahatan, efod, terafim dan patung tuangan itu, berkatalah imam itu kepada mereka: "Berbuat apakah kamu ini?" 19 Tetapi jawab mereka kepadanya: "Diamlah, tutup mulut, ikutlah kami dan jadilah bapak dan imam kami. Apakah yang lebih baik bagimu: menjadi imam untuk seisi rumah satu orang atau menjadi imam untuk suatu suku dan kaum di antara orang Israel?" 20 Maka gembiralah hati imam itu, diambilnyalah efod, terafim dan patung pahatan itu, lalu masuk ke tengah-tengah orang banyak. 21 Kemudian berbaliklah mereka dan pergi, dengan anak-anak, ternak dan barang-barang yang berharga ditempatkan di depan mereka.

Harapan akan Rasa Aman

Dalam ayat ini terdapat interaksi antara lima orang pengintai dari suku Dan dengan seorang Lewi. Kelima orang ini kelihatannya takut akan Tuhan. Mereka masih mau mengandalkan Tuhan, tetapi bila itu sesuai dengan rencana mereka. Kita dapat melihat hati dan pola pikir mereka ketika kemudian menjumpai orang-orang Lais yang hidup “aman dan tenteram” dan”kaya harta”.Tanpa pikir panjang, orang Dan membawa enam ratus orang bersenjata untuk membantai habis seisi Lais guna merampas harta milik mereka. Orang Dan mempunyai harapan supaya mereka juga memiliki kehidupan yang nyaman dan tentram. Oleh karena itu suku Dan berusaha merampas apa yang bukan menjadi miliknya. Tentu saja tindakan semacam ini tidak dibenarkan dan tidak untuk dicontoh. Kita semua memiliki harapan mempunyai hidup yang aman damai sejahtera, tetapi juga harus mengusahakan dengan cara yang baik misalnya dengan bekerja keras, menabung sehingga di masa mendatang harapan itu bisa terwujud bukan hanya sebatas angan-angan atau isapan jempol. Selain itu kita harus mengikut sertakan Tuhan dalam setiap rencana. Doakan dan yakini jika Tuhan berkenan itu pasti terwujud, bukan seperti suku Dan yang mengatur rencana mereka sendiri tanpa melibatkan Tuhan  dan akhirnya berdampak pada tindakan mereka yang merugikan orang lain. Wujudkanlah ketentraman dan kesejahteraan hidup itu dengan cara-cara yang benar dan memuliakan Tuhan. Jika ingin mendapatkan sesuatu perjuangkan hal itu dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya untuk diri sendiri.

Doa: Kiranya kami terus hidup dalam keharmonisan dengan sesama. Amin.

Rabu, 20 September 2023

bahan bacaan : Hakim-Hakim 18 : 22 – 31

22 Ketika mereka telah jauh dari rumah Mikha, dikerahkanlah orang-orang dari rumah-rumah yang di dekat rumah Mikha dan orang-orang itu mengejar bani Dan itu. 23 Mereka memanggil-manggil bani Dan, maka berbaliklah orang-orang itu dan berkata kepada Mikha: "Mau apa engkau dengan mengerahkan orang?" Lalu jawabnya: 24 "Allahku yang kubuat serta imam juga kamu ambil, lalu kamu pergi. Apakah lagi yang masih tinggal padaku? Bagaimana perkataanmu itu kepadaku: Mau apa engkau?" 25 Berkatalah bani Dan kepadanya: "Janganlah suaramu kedengaran lagi kepada kami, nanti ada orang yang menyerang engkau karena sakit hati dan dengan demikian engkau serta seisi rumahmu kehilangan nyawa." 26 Lalu bani Dan melanjutkan perjalanannya, dan Mikha, setelah dilihatnya mereka itu lebih kuat dari padanya, berpalinglah ia pulang ke rumahnya. 27 Lalu bani Dan, dengan membawa barang-barang yang dibuat Mikha, juga imamnya, mendatangi Lais, yakni rakyat yang hidup dengan aman dan tenteram. Mereka memukul orang-orang itu dengan mata pedang dan kotanya dibakar. 28 Tidak ada orang yang datang menolong, sebab kota itu jauh dari Sidon dan orang-orang kota itu tidak bergaul dengan siapapun juga. Letak kota itu di lembah Bet-Rehob. Kemudian bani Dan membangun kota itu kembali dan diam di sana. 29 Mereka menamai kota itu Dan, menurut nama bapa leluhur mereka, yakni Dan, yang lahir bagi Israel, tetapi nama kota itu dahulu adalah Lais. 30 Bani Dan menegakkan bagi mereka sendiri patung pahatan itu, lalu Yonatan bin Gersom bin Musa bersama-sama dengan anak-anaknya menjadi imam bagi suku Dan, sampai penduduk negeri itu diangkut sebagai orang buangan. 31 Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo.

Hadirkanlah Rasa Aman dan Tentram

Pada mulanya patung berhala ini dibuat oleh Mikha, dan disimpan di rumah Mikha untuk disembah dan jadi dewa pegangan Mikha. Tetapi segala berhala membawa kutuk, maka tak lama kemudian Mikha diserang dan dijajah oleh suku Dan. Beratus-ratus orang suku Dan datang menjarah harta Mikha, tanah, ladang dan juga patung berhala Mikha. Patung berhala itu, dimiliki suku Dan dan menjadi berhala mereka, lengkap dengan imam bayaran milik Mikha pun di ambil alih. Dan kisah yang sama terulang lagi : kutuk pun turun atas suku Dan, dan mereka akhirnya menjadi budak dan tawanan kerajaan Asing. Dalam mendapatkan Ketentraman, suku Dan berusaha dengan berbagai macam cara merusak, mengambil dan membakar sampai keinginan mereka terpenuhi. Mereka memang mendapatkan ketentraman, tetapi dengan merusak hidup orang lain. Kisah ini menjadi pembelajaran bagi kita. Jauhilah berhala! Jangan menginginkan ketentraman dengan berharap padanya. Untuk memperoleh hidup yang tentram kita harus mengusahakan hubungan yang baik dengan sesama. Menjaga relasi demi kebersamaan itu sangat penting. Bukan sebaliknya bersaing dan bertengkar. Juga bukan dengan merampas dan merusak barang milik orang lain.Hadirkanlah rasa aman dan tenteram dalam hidup!

Doa:  Ya Tuhan, tolong kami menjauhi berhala agar selalu merasa aman dan tentram. Amin.   

Kamis, 21 September 2023

bahan bacaan : Mazmur 119 : 165

165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Merenungkan Firman Membawa Kedamaian

Kecintaan dan kesetiaan pemazmur kepada Taurat Tuhan telah membawanya pada damai sejahtera Allah. Karena itulah, pemazmur memuji-muji Allah senantiasa. Pujian yang dilakukan pemazmur keluar secara spontan karena kekagumannya pada Allah dan Taurat-Nya. Memuji Tuhan di sini berarti mengerahkan segala kemampuan, kekuatan, dan segenap jiwa melalui perbuatan-perbuatan baik yang bersumber pada Allah dan Taurat-Nya. Allah sudah mengaruniakan kebaikan, keselamatan, keadilan, dan kebenaran yang nyata dalam hidup, maka sudah sepatutnya kita memuji-muji Allah dengan perkataan, nyanyian, dan perbuatan.Firman Tuhan adalah penuntun dalam hidup. Kita hidup memang membutuhkan penuntun agar tidak salah arah dan tersesat. Maka dari itu  Firman seharusnya menjadi kecintaan kita sama seperti pemazmur.. Ketika  punya kecintaan akan Firman Tuhan, kita akan rindu membacanya setiap hari, bukan setiap minggu, setiap bulan atau setiap tahun tetapi setiap hari. Ketika membaca Firman setiap hari, kita jadi mengerti apa yang Tuhan sukai untuk dilakukan. Merenungkan Firman Tuhan membuat hati kita merasa tenang dan damai. Segala sesuatu pasti diselesaikan dengan kepala dingin dan semuanya dalam ketepatan bukan terburu-buru atau tergesa-gesa sehingga bisa mengambil tindakan yang gegabah. Orang yang setia membaca dan merenungkan firman Tuhan akan selalu mau menghadirkan kedamaian dalam hidup orang lain.

Doa: Kiranya kami terus menghadirkan kedamaian karena cinta pada firman-Mu Tuhan, Amin 

Jumat, 22 September 2023

bahan bacaan : 1 Samuel 16 : 19 – 23

19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: "Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu." 20 Lalu Isai mengambil seekor keledai yang dimuati roti, sekirbat anggur dan seekor anak kambing, maka dikirimkannyalah itu kepada Saul dengan perantaraan Daud, anaknya. 21 Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya. 22 Sebab itu Saul menyuruh orang kepada Isai mengatakan: "Biarkanlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab aku suka kepadanya." 23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.

Kiranya Kehadiran Kita Membawa Ketenangan

Daud, anak bungsu Isai yang pandai bermain kecapi. Allah menyuruh Samuel mengurapi salah seorang anak Isai untuk menjadi raja. Raja dalam pikiran Samuel adalah orang yang special, memiliki bentuk tubuh tinggi besar dari rata-rata seperti raja Saul. Samuel sudah memilih di antara anak Isai sesuai kriterianya. Tetapi Allah memberitahukan bukan yang seperti itu. Allah menunjuk Daud seorang anak yang mukanya kemerah-merahan dan perawakannya tidak besar, dialah yang akan menjadi raja. Daud memiliki kepribadian baik dan Tuhan menyertainya. Daud akhirnya menjadi pelayan Saul dan pembawa senjatanya. Sejak saat itu, jikalau roh jahat menghinggapi Saul, Daud memainkan kecapi, lalu Saul merasa nyaman karena roh jahat itu pergi meninggalkannya.Kerendahan hati yang dimiliki Daud itulah yang menyukakan hati Tuhan. Tuhan memakai Daud untuk membawa rasa aman pada Saul melalui permainan kecapinya sehingga Saul dapat merasakan kembali kedamaian. Allah melihat dan memilih orang yang akan dipakai menjadi alat-Nya bukan dari fisik tetapi dari hatinya. Allah memilih dan memakai masing-masing orang dengan maksud dan tujuan-Nya yang baik. Kiranya tujuan kehadiran kita selalu membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup orang lain, agar kehidupan ini berlangsung aman dan damai.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kehadiran kami membawa ketenangan bagi orang lain. Amin.  

Sabtu, 23 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 33 : 14

14 Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu."

Hanya Dalam BimbinganNya Tentram Jiwaku

Ketika Allah meminta Musa memimpin bangsa Israel melanjutkan perjalanan, ia pun memohon kasih karunia-Nya. Bagi Musa, memimpin bangsa yang besar bukanlah perkara yang mudah. Bangsa Israel suka memberontak. Banyak pengalaman Musa dapati dalam kepemimpinannya atas bangsa Israel. Di tengah perjalanan dari Mesir ke Tanah Perjanjian, bangsa Israel  melakukan dosa kepada Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas untuk disembah. Hal ini membuat Musa marah dan kecewa. Ia  merasa gagal menunaikan tugas dari Tuhan dan tidak sanggup menanggung beratnya beban di pundaknya. Karena itu, Musa mengatakan bahwa ia hanya mau berangkat dan memimpin bangsa Israel bila Tuhan sendiri yang menyertai. Tuhan meneguhkan hati Musa dan memberikannya jaminan bahwa Tuhan sendirilah yang akan membimbingnya. Hati Musa merasa tentram. Seperti Musa, ketika kita merasa lemah dan tertekan, kita pun menyadari betapa pentingnya tuntunan Tuhan. Namun, jika ingin Tuhan menuntun kehidupan kita, maka kita juga harus hidup mengikuti apa yang dikehendakiNya. Tidak selamanya kita berjalan di jalan yang rata. Ada saatnya kita pun melewati bukit dan jurang yang terjal. Namun, jika Tuhan yang memimpin, percayalah hati dan jiwa kita akan merasa tenang dan tenteram.

Doa: Tuhan, dalam bimbingan-Mu, hati kami tentram. Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Tetap Teguh Dalam Iman Menghadapi Perubahan Zaman

Minggu, 10 September 2023

bahan bacaan : Yudas 1 : 17 -23

Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Keteguhan Iman

Perubahan dan perkembangan zaman tidak hanya mampu mempengaruhi pola pikir manusia, tetapi dapat juga mempengaruhi iman kita. Maksudnya ialah dapat berpengaruh pada keyakinan dan kepercayaan kita kepada Allah. Sebab seiring terjadinya perubahan zaman, akan juga hadir orang-orang yang hidup menurut hawa nafsu kefasikan yang memecah belah dan dikuasai oleh keinginan dunia serta hidup tanpa Roh Kudus (ay. 18-19). Karena orang percaya akan diperhadapkan dengan orang-orang seperti ini, maka penulis memberikan nasihat supaya tetap teguh di dalam iman. Salah satu bentuk keteguhan iman yaitu dengan cara mengingat dan mengerjakan semua pengajaran yang telah disampaikan melalui pengajaran rasul-rasul Yesus Kristus. Setiap orang punya tanggungjawab terhadap dirinya sendiri atas dasar iman dengan berdoa dalam Roh Kudus. Artinya, kita wajib memohon tuntunan Roh Kudus untuk memampukan dan menguatkan agar tetap teguh dalam iman percaya. Nasihat ini penting diperhatikan dan dilakukan oleh kita sebagai orang-orang percaya. Oleh sebab itu kita diajarkan supaya tetap bertekun di dalam doa dan hidup dalam pimpinan Roh Kudus, supaya dijauhkan dari cara hidup dalam kefasikan. Jangan biarkan hidup kita dipengaruhi oleh perubahan zaman dewasa ini, yang dapat membuat kita terperosok dalam hal-hal duniawi. Kuatkan dan teguhkanlah iman sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus.  Biarlah keteguhan iman itu membuat kita tetap kuat untuk mengerjakan semua yang sesuai dan berkenan kepada Tuhan. Tetaplah miliki iman yang teguh sekalipun hidup di tengah perubahan zaman.

Doa: Tuhan, teguhkanlah iman kami agar dapat menghadapi perubahan zaman.  Amin.   

Senin, 11 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33

Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Beriman Di Tengah Tantangan

Ada sekian banyak orang kristen yang dengan lantang mengatakan bahwa mereka memiliki iman yang teguh kepada Kristus. Namun jika diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan kehidupan, apakah masih tetap lantang mengemukakan iman itu? Sebab tidak sedikit orang yang justru meninggalkan imannya ketika menghadapi tantangan demi mendapatkan kenyamanan. Sikap seperti ini tentu saja sangat berbeda dengan sikap Paulus dalam bacaan kita. Bagian bacaan ini merupakan perkataan Paulus yang menunjukkan betapa ia mengalami banyak tantangan dan penderitaan, ketika percaya dan melayani pekerjaan Kristus. Kendatipun demikian, tantangan dan penderitaan itu sama sekali tidak menggoyahkan iman percayanya. Tidak pernah terpikirkan dalam hatinya untuk menghindari tantangan dan penderitaan itu, apalagi meninggalkan imannya. Sebab Paulus menyadari keterpanggilannya sebagai seorang pelayan Kristus. Keteguhan iman Paulus mengajarkan  bahwa iman yang teguh akan membuat kita bertahan meski harus menderita sekalipun. Oleh karena itu patutlah kita dengan sungguh beriman kepada Kristus agar dimampukan untuk melewati tantangan-tantangan kehidupan. Ingatlah seberapa besar kita kuat menghadapi tantangan hidup, semuanya tergantung seberapa besar iman percaya kita kepada Sang pemberi kehidupan.

Doa: Mampukanlah kami Tuhan supaya tetap beriman di tengah tantangan hidup. Amin. 

Selasa, 12 September 2023

bahan bacaan : Ibrani 12 : 7 -11

7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Dalam Derita Tetap Beriman

Perjalanan hidup beriman kepada Kristus menjadikan kita sebagai orang-orang yang tidak asing lagi dengan penderitaan. Sebab demi menyelamatkan manusia, Kristus telah menanggung penderitaan yang begitu berat. Bagian bacaan kita merupakan nasihat yang disampaikan penulis surat Ibrani kepada pengikut Kristus, supaya mereka tetap bertekun di dalam iman. Nasihat ini dimaksudkan agar iman orang kristen tidak kendor ketika diperhadapkan dengan berbagai penderitaan. Karena penderitaan atau ganjaran yang dialami bukan menunjukkan kebencian Allah, melainkan kasih-Nya kepada anak-anakNya. Ganjaran yang dimaksudkan bertujuan untuk kebaikan, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (ay. 10). Semua orang yang bertekun di dalam iman menghadapi penderitaan atau ganjaran dari Allah akan mengahasilkan buah kebenaran yang memberi damai. Sesuai kebenaran firman Tuhan saat ini, maka sebagai orang-orang percaya kita diajarkan agar tetap tekun di dalam iman. Penderitaan akan menjadi realita hidup kita yang tidak harus dihindari. Namun, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. Sebab itu kita diingatkan agar tidak memandang penderitaan atau ganjaran sebagai penghukuman, melainkan kasih Allah yang begitu nyata. Jadi ketika mengalami penderitaan kapan dan dimanapun serta bagaimana bentuknya, jangan berputus asa atau hilang harapan. Percayakanlah seluruh kehidupan kepada Allah dan biarkan Ia turut bekerja, sebab kita adalah anak-anakNya. Tetaplah mantapkan hati kita untuk terus beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sumber sukacita dan damai.

Doa: Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang tetap beriman dalam derita.  Amin.   

Rabu, 13 September 2023

bahan bacaan : 2 Timotius 3 : 1 – 9

Keadaan manusia pada akhir zaman
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! 6 Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, 7 yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran. 8 Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. 9 Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang.

Jauhi Hidup Yang Menentang Kebenaran

Seiring terjadinya perubahan zaman, turut juga mempengaruhi sikap dan prilaku manusia. Ada sebagian besar orang yang meninggalkan dosa dan hidup sesuai kehendak Allah, tetapi ada juga sebagian besar orang yang justru hidup menentang kebenaran. Sikap dan tindakan menentang kebenaran inilah yang dimaksudkan Paulus, akan nampak dan ditunjukan manusia pada akhir zaman. Cara hidup manusia benar-benar menyimpang dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Sebab mereka lebih cenderung suka mengikuti hawa nafsu kedagingan dari pada menuruti Allah. Sikap dan prilaku yang menyimpang seperti ini memperlihatkan bahwa manusia memiliki akal yang bobrok dan iman yang tidak tahan uji (ay. 8). Cara hidup seperti ini sudah nampak nyata dalam kehidupan orang-orang percaya. Mereka mulai jauh dari pengenalan akan kebenaran dan justru menentangnya. Berdasarkan kebenaran firman Tuhan, maka sebagai orang-orang percaya kita diajarkan agar tetap tahan uji dalam iman untuk menjalani hari-hari kehidupan. Hal ini bertujuan agar kita tidak terpengaruh untuk hidup, bersikap dan bertindak menentang kebenaran. Jadilah pribadi-pribadi yang tetap mengimani Tuhan Yesus. Wujudnyatakanlah dalam hari-hari hidup lewat sikap dan perbuatan yang berkenan kepada-Nya. Ingatlah, jauhi hidup yang menentang kebenaran adalah bukti iman kita yang nyata.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar menjauhi hidup yang menentang kebenaran. Amin. 

Kamis, 14 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 7 : 5 – 7

5 Bahkan ketika kami tiba di Makedonia, kami tidak beroleh ketenangan bagi tubuh kami. Di mana-mana kami mengalami kesusahan: dari luar pertengkaran dan dari dalam ketakutan. 6 Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus. 7 Bukan hanya oleh kedatangannya saja, tetapi juga oleh penghiburan yang dinikmatinya di tengah-tengah kamu. Karena ia telah memberitahukan kepada kami tentang kerinduanmu, keluhanmu, kesungguhanmu untuk membela aku, sehingga makin bertambahlah sukacitaku.

Iman Mengalahkan Ketakutan

Paulus mengungkapkan dalam segala penderitaan yang dialaminya, ia sangat terhibur dan berlimpah dengan sukacita. Secara logis, tidak ada kaitan antara penderitaan dengan penghiburan, apalagi sukacita. Paulus mendapati bahwa kunci sukacita itu bukan dari aspek lingkungan di sekitar dirinya, melainkan karena keeratan hubungannya dengan Tuhan. Fakta ini membuat dirinya mampu untuk senantiasa bersukacita. Paulus dalam melakukan pelayanannya, ia juga mengalami banyak kesusahan, ketakutan bahkan ia juga pernah berada dalam posisi dimana dirinya merasa tidak tenang. Tetapi tekad dalam melayani lebih besar daripada tantangan-tantangan itu. Ia bersyukur masih ada pengiburan  yang bisa ia nikmati saat penderitaan dan kesusahan datang, ada banyak orang yang mengasihinya dengan tulus ada juga orang-orang yang peduli kepadanya. Ketika tantangan itu datang Paulus tidak kehilangan pengharapan dan berputus asa tetapi sebaliknya ia bangkit dengan iman yang teguh dan tetap percaya kepada Kristus sang Mesias. Rasa takut tentu pernah dialami oleh setiap manusia. Rasa takut yang dirasakan bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Bila  ingin mengalahkan rasa takut, kita harus punya iman yang teguh dan rasa percaya yang penuh kepada Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri.Yakinlah, dalam tinggal tenang dan tetap percaya terletak kekuatan kita.

Doa: Bapa, tolong kami supaya selalu punya iman yang teguh hadapi tantangan hidup. Amin. 

Jumat, 15 September 2023

bahan bacaan : 2 Timotius 3 : 10 – 17

Iman bertumbuh dalam penganiayaan dan dalam pembacaan Kitab Suci
10 Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. 11 Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya. 12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, 13 sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. 14 Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. 15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Firman Tuhan Pemberi Kekuatan

Rasul Paulus memuji Timotius. Meskipun berada dalam penderitaan dan penganiayaan, Timotius masih mengikuti ajaran, cara hidup, pendirian, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dari Rasul Paulus. Penderitaan dan penganiayaan adalah konsekuensi dari mengikut Kristus. Oleh karena itu, penting bagi Timotius agar mempunyai dasar yang kokoh dalam menghadapi semua ini, yakni dengan senantiasa mengingat ajaran Kitab Suci yang diterima dan diyakini olehnya sejak kecil. Pembacaan Kitab Suci penting karena dapat memberikan hikmat dan menuntun kepada keselamatan. Rasul Paulus pada saat menuliskan surat kepada Timotius tentang pentingnya semua tulisan yang diilhamkan oleh Allah. Tulisan-tulisan itu bukan hanya membantu Timotius untuk mengajar, tetapi juga mendidik umat untuk menapak pada jalan Tuhan dan berbuat baik kepada sesama. Inilah sebabnya mengapa kita percaya bahwa Firman Tuhan bagaikan vitamin/obat yang manjur bagi tubuh, jiwa dan raga kita. Selain itu, Kitab Suci dapat memperlengkapi orang-orang milik-Nya untuk melakukan segala perbuatan baik. Karena itu, bertekunlah dalam pembacaan Firman Tuhan. Itulah rahasia kekuatan orang percaya dalam menjalani kehidupan hari demi hari. Firman Tuhan memang memiliki kekuatan yang luar biasa. Ia menjadi penguji bagi setiap pikiran dan tindakan kita. Ia menuntun kita pada kebenaran-Nya. Orang yang setia membaca, mendengar, merenungkan lalu melakukan Firman Tuhan akan diarahkan untuk menjalani hidup dengan baik dan benar.

Doa: Tuhan buatlah kami, semakin dekat kepadaMu melalui Firman yang kami baca. Amin.  

Sabtu, 16 September 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 5 : 8 – 11

8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 10 Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. 11 Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Bersandar Pada Tuhan, Mampu Hadapi Apapun

Surat 1 Petrus 5 yang merupakan penutup dari surat pertama Rasul Petrus, berisikan salam dan nasihat-nasihatnya kepada para Penatua. Selain itu juga terselip nasihat bagi orang-orang muda. Dalam nasihatnya ini Rasul Petrus mengingatkan para pembacanya termasuk kita juga saat ini untuk sadar dan berjaga-jaga karena kita mempunyai musuh. Musuh yang selalu siap menyerang untuk menghancurkan. Rasul Petrus mengingatkan kita semua dengan menulis: “Sadarlah dan berjaga-jagalah lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”. Petrus menggambarkan Iblis bagaikan singa yang mengaum-aum mencari mangsa untuk dikuasai. Jika mangsanya lengah, kesempatan mudah untuk menghancurkannya. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dan sadar akan kuasa iblis yang dapat menjatuhkan dan menghancurkan. Melalui berbagai cara dan tawaran dunia yang membawa kenikmatan. Karena itu, mintalah selalu perlindungan dari Tuhan karena hanya kepada Tuhanlah kita dapat bersandar menghadapi godaan iblis dan bujuk rayunya. Kita pun akan mampu dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, bahkan yang terberat sekalipun.

Doa: Hanya Engkaulah Sandaran dan kekuata kami mmenjalani kehidupan ini ya Tuhan, Amin. 

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 03 – 09 September 2023

Tema Bulanan : Gereja Yang Bersyukur Di Tengah Perubahan Zaman 

Tema Mingguan : Bersama-sama Berdoa Dan Bekerja

Minggu, 03 September 2023

bahan bacaan : 2 Tesalonika 3 : 1 -15

Berdoa dan bekerja
Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan, sama seperti yang telah terjadi di antara kamu, 2 dan supaya kami terlepas dari para pengacau dan orang-orang jahat, sebab bukan semua orang beroleh iman. 3 Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat. 4 Dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan. 5 Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus. 6 Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. 7 Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, 8 dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 9 Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. 10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. 11 Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. 12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri. 13 Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik. 14 Jika ada orang yang tidak mau mendengarkan apa yang kami katakan dalam surat ini, tandailah dia dan jangan bergaul dengan dia, supaya ia menjadi malu, 15 tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara.

Berdoa dan Bekerja

Apa itu Berdoa? Satu pertanyaan sederhana yang disampaikan oleh seorang pengasuh sekolah minggu kepada anak-anak asuhannya di jenjang AK 2. Seorang anak menjawab, “berdoa itu kalo mau makan”, anak yang lain menjawab “Mama bilang musti berdoa supaya Tuhan Yesus jaga”, dan yang lain pung menjawab “Berdoa itu tutup mata, lipat tangan toh kaka pengasuh?” Apapun jawaban anak-anak adalah wujud pengajaran yang diberikan oleh orang tua dan para pengasuh SMTPI. Sungguh dengan polosnya, anak-anak ini menyampaikan apa yang selalu mereka lakukan dalam keseharian mereka. Dalam bacaan kita, oleh Rasul Paulus pun mengingatkan jemaat di Tesalonika agar menghidupkan Ora et Labora atau berdoa dan bekerja. Wujud berdoa dan bekerja bagi Paulus adalah hidup saling mengasihi terhadap sesama tetapi juga hidup dituntun oleh kuasa Roh Kudus. Paulus menyadari ada banyak tantangan yang kelak akan dihadapi oleh jemaat di Tesalonika. Karena itu, Paulus memberi sebuah peringatan agar umat tekun dalam Doa. Paulus juga memperingatkan umat bahwa kalau tidak bekerja maka tidak akan dapat makan. Peringatan-peringatan itu sesungguhnya bermakna bagi kita untuk memperbiasakan hidup harus selalu dilandasi dengan Doa dan diwujudkan dalam bekerja. Berdoa dan Bekerja adalah tindakan-tindakan aktif yang akan melahirkan tujuan yang baik jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan.

Doa: Tuhan, kami mau  mempersembahkan hidup melalui Doa dan Kerja setiap hari. Amin.    

Senin, 04 September 2023

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 18 : 36 – 39

36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. 37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." 38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. 39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

Yakinilah Kuasa Allah dalam Kehidupanmu!

Baru-baru ini lewat laman media sosial kita dikejutkan dengan sebuah karnaval besar di Brazil yang mempertontonkan patung satanic atau patung iblis yang diarak sepanjang jalan. TribunGayo.com menuliskan bahwa ada sekelompok individu yang berkeyakinan atau memiliki ideologis dan filosofis yang didasarkan pada setan.Warganet mengomentari video tersebut dan tidak sedikit yang mengutuk tindakan tersebut sebagai Penyembahan terhadap berhala. Nabi Elia pun dalam bacaan kita sesungguhnya sedang berhadapan dengan penyembah-penyembah Baal atau Berhala. Elia dengan keyakinan sungguh kepada Allah melawan baal-baal itu. Allah menunjukkan Kemahakuasaan-Nya dan semua bangsa menyembah kepadaNya. Sebagai orang-orang percaya, kita yakin Allah kita adalah Allah yang hidup, yang mampu mengubah segala keadaan dan tidak akan pernah membuat malu. Elia membuktikannya. Allah yang ia sembah tidak mempermalukannya tetapi justru membuatnya semakin yakin dan percaya. Kadang kala,  keraguan seringkali muncul ketika kita diperhadapkan dengan persoalan hidup yang besar. Persoalan melemahkan kita hingga tidak lagi meyakini Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus. Marilah kita berkaca dan belajar dari nabi-nabi terdahulu bahwa dengan keyakinan yang sungguh, Tuhan akan bertindak menolong dan menyelamatkan.

Doa: Ya Tuhan, hadirlah dengan kehidupan kami dengan Kuasa dan KasihMu.  Amin.   

Selasa, 05 September 2023

bahan bacaan : Nehemia 4 : 7 – 9

7 Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka. 8 Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana. 9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

Kokohkan Hati Meyakini Penyertaan Tuhan

Dalam proses membangun sebuah bangunan pasti akan ditemui berbagai permasalahan. Masalah pendanaan, material bangunan, tenaga kerja bahkan masalah komitmen untuk bekerja. Sebab, dalam pekerjaan-pekerjaan yang demikian, seringkali juga tantangan justru timbul akibat lemahnya komitmen. Contohnya dalam pembangunan gereja / pastori di sebuah Jemaat. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi tetapi komitmen jemaat lemah dan tidak mendukung, maka akan menyebabkan kemacetan dalam pembangunan. Sangat mungkin proses pembangunan itu akan terbengkalai dan menjadi pergumulan berat bagi suatu jemaat sehingga membutuhkan waktu bertahun-tahun demi penyelesainnya. Oleh karena itu, belajar dari Nehemia dalam nas bacaan hari ini, yang terus maju untuk membangun walaupun ditentang Sanbalat dan sekutunya. Nehemia meyakini Penyertaan Tuhan Allah untuk pembangunan tersebut. Kita pun harus demikian, jika dalam pembangunan sebuah rumah atau gedung, apapun tantangan dan masalah, jangan lemah dalam komitmen. Keyakinan akan Allah di dalam Yesus Kristus sebagai dasar pembangunan menjadi pendorong bahwa penyertaan-Nya akan tetap menopang proses pembangunan itu. Maka bekerjalah dengan semangat dan komitmen yang teguh.

Doa: Tuhan, Kokohkan hati kami, untuk tetap meyakini PenyertaanMu, Amin.   

Rabu, 06 September 2023

bahan bacaan : Efesus 3 : 14-21

Doa Paulus
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

 Sikap Berdoa

Paulus dalam nas ini mendorong orang percaya agar memiliki sikap doa yang berbeda, yaitu menjadikan kehendak Allah sebagai landasannya. Paulus berdoa agar jemaat Efesus dikuatkan dan diteguhkan oleh Roh Allah berdasarkan kekayaan kemuliaan-Nya. Inilah kebutuhan mendasar orang beriman, yaitu kehadiran kuasa Allah di dalam hidupnya. Paulus juga berdoa agar orang Kristen nonYahudi, sebagai bagian dari keluarga Allah, memahami kasih Kristus. Umat yang telah mengalami kasih Kristus niscaya akan memahami kasih itu serta mau hidup dan berdasar di dalamnya. Tujuannya, agar jemaat Efesus dipenuhi oleh kuasa Allah.Pada akhir doa Paulus memperlihatkan keyakinan Paulus akan kebesaran Allah, bahwa Ia sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang didoakan atau dipikirkan. Doa Paulus ini menggarisbawahi kebutuhan kita. Sebagai gereja yang diberkati hingga usia 88 tahun hari ini, kita mengalami hidup yang dinamis karena menyadari kehadiran Kristus di dalam seluruh gerak pelayanan bergereja. Hidup kita akan efektif karena memiliki kualitas yang lahir dari kuasa Roh Kudus, pemahaman akan kasih Kristus, serta dipenuhi oleh kepenuhan Allah. Inilah yang akan menolong GPM dan keluarga kita dalam ber-doa. Kita mempercayakan hidup pada kuasa dan kehendak-Nya. “Bukan kehendakku, tapi kehendak Tuhan-lah yang jadi. Selamat ulang tahun gerejaku, Tuhan memberkati!

Doa: Ya Tuhan, kami berserah dalam tiap doa, biarlah kehendak-Mu sajalah yang jadi. Amin.   

Kamis, 07 September 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 18

18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Doa Itu Penting

Doa lahir karena semua orang menyadari akan kekuatan dan kemampuan yang terbatas, sehingga kita sangat membutuhkan pertolongan dan campur tangan Tuhan.  Namun banyak dari kita kurang menyadari arti pentingnya berdoa, terbukti kita sering mengabaikan jam-jam doa dan susah sekali menyediakan waktu secara konsisten untuk berdoa dibandingkan aktifitas lain. Berdoa haruslah menjadi hal terpenting dan kebutuhan khusus dalam kehidupan kita lebih dari segala pekerjaan apa pun. Hidup tanpa doa, ibarat rumah tidak bertiang!  Dapatkah sebuah rumah berdiri tegak bila tidak ada tiang yang mendukungnya?  Mustahil! Doa bukan hanya sebagai kegiatan rutinitas agamawi, bukan sekedar mengucapkan kalimat-kalimat doa yang dihafalkan, tetapi mesti menjadi gaya hidup sehari-hari.  Inilah yang dimaksud memiliki kehidupan doa!  Janganlah beranggapan bahwa segala sesuatu bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri tanpa harus melibatkan Tuhan dalam hidup dan kerja karena doa merupakan jalan yang Tuhan tetapkan untuk kita berbicara, membangun hubungan dengan Dia, dan meminta sesuatu kepada-Nya. Tinggal dan berkarya di kota Ambon, membutuhkan doa sebagai kekuatan dalam membangun hidup bersama. Berdoalah bagi kota Ambon di usia ke – 448. Upayakanlah kesejahteraan bagi kota tercinta. Selamat hari ulang tahun Kota Ambon, Tuhan berkati. TABEA..!!! 

Doa: Tuhan, berkatilah kota Ambon dan limpahkanlah kesejahteraan di dalamnya bagi kami. Amin.   

Jumat, 08 September 2023

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 1 – 4

Paulus di Korintus
Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. 2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. 3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. 4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.

  Bersama Wujudkan Keutuhan Pelayanan

Akwila dan Priskila, yang dicatat dalam bacaan kita hari ini, adalah orang-orang biasa, namun mereka mempunyai peran yang penting bagi gereja pada waktu itu. Mereka berasal dari Pontus, Italia. Mereka pindah ke Korintus dan berjumpa dengan Paulus. Bahkan, Paulus menginap di rumah mereka. Pada saat itulah, Paulus banyak mengajar dan membimbing Akwila dan Priskila. Dan hari ini pun kita dibimbing dan diajarkan, selama kita berbuat sesuatu yang berkenan di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan selalu membuka jalan bagi kita. Tantangan pasti akan selalu ada, namun tantangan tidak akan pernah menyurutkan langkah kita, sebab Tuhan senantiasa ada bersama. Ada banyak cara atau jalan yang akan Tuhan berikan untuk meluruskan jalan kita. Kita diajak untuk selalu bekerja bersama, memberikan diri dengan sukacita untuk kemajuan pemberitaan Firman Tuhan. Kebaikan dari Akwila, Priskila dan Titius Yustus menjadi teladan yang berharga bagi kita. Bagaimana kita dengan penuh sukacita melibatkan diri bekerja bersama sebagai wujud keutuhan pelayanan. Ada banyak hal yang bisa kita perbuat, yang bisa kita lakukan untuk pelayanan. Kita mempersembahkan pikiran, kemauan, dana, tenaga dan juga menyediakan rumah menjadi tempat persekutuan. Kita memberikan diri dan apa yang ada pada kita dengan penuh sukacita tanpa terpaksa dan bersungut-sungut.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk tetap memberi hidup kami bagi pekerjaan pelayanan. Amin.    

Sabtu, 09 September 2023

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 10-11

10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Topangan Doa

Berdoa merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk membangun relasi dan komunikasi dengan Tuhan. Relasi yang dibangun dengan Tuhan tentu saja berupa permohonan yang dapat berkaitan dengan diri sendiri tetapi juga dengan sesama. Inilah yang disampaikan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Ia sangat bersyukur sebab dalam setiap penderitaan yang dialaminya, ia tetap kuat karena mendapat dukungan doa dari jemaat di Korintus. Hal ini nampak jelas dalam ungkapannya “karena kamu juga turut membantu mendoakan kami…..” (ay. 11). Artinya, topangan doa yang diberikan oleh jemaat begitu penting dan sangatlah membantu. Karena itu, saling menopang dalam doa patutlah diteladani oleh kita sebagai orang percaya.  Dengan saling mendoakan, kita akan diberikan kemampuan dan kekuatan sekalipun ada dalam penderitaan karena berbagai persoalan hidup. Perbiasakanlah diri kita agar terus berdoa, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dengan begitu, memperlihatkan kepribadian kita yang tidak hanya mementingkan diri sendiri melainkan kepentingan bersama. Berdoalah senantiasa kepada Tuhan dan mintalah Ia untuk turut serta campur tangan dan selalu mengendalikan seluruh kehidupan kita. Karena doa merupakan nafas hidup orang percaya, maka teruslah berdoa.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, agar selalu saling menopang di dalam doa. Amin. 

@SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 27 Agustus – 2 September 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Merawat Keutuhan Keluarga dengan Kekuatan Cinta

Minggu, 27 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 8 : 5-7

Cinta kuat seperti maut
5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau. 6 --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Keluarga Utuh Karena Kekuatan Cinta

Terbentuknya satu keluarga, selalu diawali dengan disatukannya dua insan yang berbeda dalam ikatan pernikahan. Ikatan pernikahan ini pada umumnya didasari karena timbulnya suatu ikatan emosional yang di sebut cinta. Menjadi keluarga yang tetap utuh dan harmonis adalah dambaan dan harapan mereka yang menjalaninya. Namun, fakta membuktikan bahwa ada sejumlah besar keluarga-keluarga kristen yang tidak dapat mempertahankan keutuhan dan keharmonisan keluarganya. Hal ini disebabkan karena berbagai macam faktor, baik internal maupun eksternal. Agar keutuhan dan keharmonisan keluarga kristen tetap terawat, maka ada hal penting yang harus tetap dipertahankan yaitu kekuatan cinta. Sebab itu tidaklah heran ketika Salomo menekankan bahwa, cinta kuat seperti maut dan nyalanya seperti nyala api Tuhan (ay. 6). Karena dengan cinta kita akan selalu bersyukur, setia, jujur, tulus, saling percaya, bertanggungjawab, menyemangati, menghargai, mengampuni  dan seterusnya. Inilah kekuatan cinta yang akan terus memberikan motivasi untuk memelihara keutuhan keluarga. Hiduplah sebagai keluarga-keluarga kristen yang menghadirkan cinta bagi semua anggota keluarga, dalam tanggungjawab serta peran sebagai papa, mama dan juga anak-anak. Ingatlah bahwa kekuatan cinta yang berasal dari Tuhan, akan senantiasa memelihara dan merawat keutuhan keluarga kita.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk tetap merawat keutuhan keluarga dengan kekuatan cinta. Amin. 

Senin, 28 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 1 : 2-8

Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
2 --Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur, 3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu! 4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu! 5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma. 6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga. 7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu? 8 --Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.

Hargai Yang Dicintai

Tindakan sewenang-wenang seperti ini dapat saja terjadi dalam keluarga antara suami dan istri, adik dan kakak serta orang tua dan anak. Hal ini tentu saja berpengaruh pada relasi yang dapat menimbulkan perseteruan dan perpecahan dalam keluarga. Karena itu hal terpenting yang harus dibangun yaitu menghargai yang dicintai. Inilah yang nampak dalam bacaan kita “putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; Artinya ada tindakan sewenang-wenang yang terjadi diantara anggota keluarga. Namun, menariknya ada sikap tunduk atau patuh kepada orang-orang yang dicintai. Sikap ini dibuktikan dengan ungkapan Kebun anggurku sendiri tidak kujaga. Maksudnya ialah sikap rela berkorban yang ditunjukkan, menggambarkan sikap hidup yang bertujuan mengutamakan keutuhan keluarga meskipun ada konsekuensinya. Sesuai firman Tuhan, kita diajarkan agar tidak mengabaikan mereka yang dicintai melainkan menghargai dengan sepenuh hati. Sebab ketika kita saling menghargai dalam keluarga, maka sikap ini juga yang akan diterapkan di lingkungan masyarakat. Sebagai orang percaya, tidaklah patut berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain, apalagi keluarga sendiri. Sebab  akan ada yang tersakiti karena sikap dan tindakan kita. Ingatlah, orang yang cintanya tulus selalu siap berkorban demi merawat keutuhan keluarga. Karena semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang semestinya, Jadi teruslah menjadi pribadi yang selalu menghargai dan tidak menyakiti mereka yang kita cintai.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami sebagai pribadi yang selalu menghargai yang dicintai.  Amin.   

Selasa, 29 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 29 : 1-20

Yakub di rumah Laban
Kemudian berangkatlah Yakub dari situ dan pergi ke negeri Bani Timur. 2 Ketika ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; 3 dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. 4 Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran." 5 Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal." 6 Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya." 7 Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi." 8 Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami." 9 Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. 10 Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. 11 Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. 12 Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya. 13 Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. 14 Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya. 15 Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." 16 Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. 17 Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. 18 Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." 19 Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku." 20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

Termotivasi Karena Cinta

Dibalik setiap tindakan yang dilakukan manusia, sesungguhnya ada alasan yang mendasarinya. Inilah yang terjadi dan nampak ketika Yakub ingin memperisterikan Rahel. Fakta sejarah membuktikan bahwa karena cinta, ada dorongan yang begitu kuat dalam diri Yakub. Dorongan untuk tetap semangat bekerja pada Laban selama tujuh tahun. Karena kekuatan cinta itulah, sehingga tujuh tahun bekerja hanya dianggap beberapa hari saja oleh Yakub. Hal ini memperlihatkan bahwa, cinta dapat memampukan setiap orang untuk berupaya mendapatkan atau mencapai keinginannya. Dengan begitu, berbagai tantangan yang berat sekalipun dapat dilewati dan terasa lebih ringan. Pastikan bahwa cinta yang ada dalam diri kita adalah cinta yang berasal dari Allah. Karena cinta seperti ini akan selalu disertai dengan ketulusan dan motivasi yang benar. Ingatlah termotivasi melakukan sesuatu karena cinta, tidak diperuntukkan hanya bagi pasangan kekasih saja tetapi juga kepada orang lain. Perasaan cinta yang tulus dan murni, dapat dimulai dari ruang lingkup yang terkecil seperti keluarga. Dapat juga diwujudnyatakan lewat hal-hal sederhana yang dilakukan sebagai orang tua, anak-anak maupun anggota keluarga lainnya. Teruslah  memotivasi diri dengan kekuatan cinta yang tulus, karena dengan demikian kita dapat menjalankan tanggungjawab dimana saja tanpa merasa terbeban oleh apapun.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah semua yang kami lakukan termotivasii karena cinta yang tulus. Amin. 

Rabu, 30 Agustus 2023

bahan bacaan : Kidung Agung 2 : 1-7

Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah. 2 --Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis. 3 --Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku. 4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta. 5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku. 6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Cinta Sejati

Sebagai keluarga-keluarga kristen, patutlah kita bersyukur dan bersukacita karena di hari ini kita ada dalam perayaan hari keluarga GPM.  Dalam kebahagian bersama ini, masing-masing keluarga tentunya memiliki harapan agar keutuhan keluarga tetap terjaga. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa ada keluarga-keluarga kristen yang tetap harmonis, bertahan, saling setia dll. Akan tetapi ada juga keluarga-keluarga kristen yang hidup dalam pertengkaran, mengalami keretakan rumah tangga bahkan berujung pada perceraian. Perjalanan dan pengalaman masing-masing keluarga yang berbeda ini, dilatarbelakangi juga oleh cara hidup yang berbeda. Karena itu, satu hal yang menjadi fondasi untuk mempertahankan keutuhan keluarga yaitu memiliki cinta sejati. Cinta sejati diartikan sebagai perasaan tulus yang datang dari hati paling dalam. Ketulusan inilah yang membuat mereka yang menjalaninya tetap saling mencintai, mengasihi, menghormati, menjaga, bahkan saling memuji seperti yang dilakukan oleh mempelai laki-laki dan perempuan. Inilah cara hidup benar  yang menjadikan perjalanan hidup keluarga penuh dengan rasa syukur, kebahagiaan dan sukacita. Karena itu sebagai keluarga kristen, kita wajib menjauhkan dan menghindari terjadinya sikap dan tindakan negatif yang berakibat fatal bagi keluarga. Misalnya bersikap masa bodoh dan tidak setia, bertutur kata yang tidak sopan dan cenderung menyakiti serta tindakan kekerasan dalam keluarga. Hendaklah hidup sebagai keluarga kristen yang takut Tuhan dan milikilah cinta sejati. Hindari perpecahan dan tetaplah menjaga keutuhan keluarga. Selamat merayakan hari keluarga GPM bersama orang-orang terkasih.

Doa: Tuhan, yakinkan hati kami agar tetap memiliki cinta sejati.  Amin.   

Kamis, 31 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 34 : 1-12

Dina dan Sikhem
Pada suatu kali pergilah Dina, anak perempuan Lea yang dilahirkannya bagi Yakub, mengunjungi perempuan-perempuan di negeri itu. 2 Ketika itu terlihatlah ia oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya. 3 Tetapi terikatlah hatinya kepada Dina, anak Yakub; ia cinta kepada gadis itu, lalu menenangkan hati gadis itu. 4 Sebab itu berkatalah Sikhem kepada Hemor, ayahnya: "Ambillah bagiku gadis ini untuk menjadi isteriku." 5 Kedengaranlah kepada Yakub, bahwa Sikhem mencemari Dina. Tetapi anak-anaknya ada di padang menjaga ternaknya, jadi Yakub mendiamkan soal itu sampai mereka pulang. 6 Lalu Hemor ayah Sikhem, pergi mendapatkan Yakub untuk berbicara dengan dia. 7 Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan. 8 Berbicaralah Hemor kepada mereka itu: "Hati Sikhem anakku mengingini anakmu; kiranya kamu memberikan dia kepadanya menjadi isterinya 9 dan biarlah kita ambil-mengambil: berikanlah gadis-gadis kamu kepada kami dan ambillah gadis-gadis kami. 10 Tinggallah pada kami: negeri ini terbuka untuk kamu; tinggallah di sini, jalanilah negeri ini dengan bebas, dan menetaplah di sini." 11 Lalu Sikhem berkata kepada ayah anak itu dan kepada kakak-kakaknya: "Biarlah kiranya aku mendapat kasihmu, aku akan memberikan kepadamu apa yang kamu minta; 12 walaupun kamu bebankan kepadaku uang jujuran dan uang mahar seberapa banyakpun, aku akan memberikan apa yang kamu minta; tetapi berilah gadis itu kepadaku menjadi isteriku."

Siap Bertanggungjawab

Kesalahan merupakan sikap atau tindakan menyimpang yang dilakukan oleh manusia, baik secara sadar maupun tidak sadar. Mirisnya ada sebagian orang yang masa bodoh atau tidak peduli dengan penyimpangan atau kesalahan yang dilakukannya. Akan tetapi, menariknya ada juga sebagian orang yang justru siap betanggungjawab atas penyimpangan dan kesalahan mereka. Sikap dan tindakan yang siap bertanggungjawab ini, tergambar jelas ketika Sikhem ingin mengambil Dina sebagai isterinya. Keputusan Sikhem dilandasi dengan terikat hatinya serta cinta kepada gadis itu. Untuk mencapai keinginannya itu, ia meminta belas kasih dari keluarga Dina bahkan siap memenuhi permintaan mereka. Mengakhiri bulan ini, firman Tuhan mengajarkan kita untuk hidup bertanggungjawab. Bertanggungjawab terhadap semua kepercayaan yang diberikan Tuhan kepada kita lewat kehidupan bersama dalam keluarga, ruang lingkup pelayanan gereja maupun pelayanan masyarakat. Bahkan kita diajarkan untuk berani dan siap bertanggungjawab atas sikap dan tindakan yang salah atau keliru. Satu hal yang tidak kalah penting yang dapat dipelajari yaitu berfikir sebelum bertindak. Maknailah semua yang terjadi dalam kehidupan kita, sambil terus membarui diri untuk melakukan hal-hal yang benar. Selamat mengakhiri bulan ini bersama keluarga terkasih dan jalanilah bulan yang baru dengan rahmat dan berkat dari Tuhan. Jalanilah hidup dengan takut akan Tuhan.

Doa: Layakanlah kami Tuhan, untuk tetap hidup bertanggungjawab dalam segala hal. Amin. 

Jumat, 01 September 2023

bahan bacaan : Keluaran 18 : 1-12

Yitro mengunjungi Musa
Kedengaranlah kepada Yitro, imam di Midian, mertua Musa, segala yang dilakukan Allah kepada Musa dan kepada Israel, umat-Nya, yakni bahwa TUHAN telah membawa orang Israel keluar dari Mesir. 2 Lalu Yitro, mertua Musa, membawa serta Zipora, isteri Musa--yang dahulu disuruh Musa pulang-- 3 dan kedua anak laki-laki Zipora; yang seorang bernama Gersom, sebab kata Musa: "Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing," 4 dan yang seorang lagi bernama Eliezer, sebab katanya: "Allah bapaku adalah penolongku dan telah menyelamatkan aku dari pedang Firaun." 5 Ketika Yitro, mertua Musa, beserta anak-anak dan isteri Musa sampai kepadanya di padang gurun, tempat ia berkemah dekat gunung Allah, 6 disuruhnyalah mengatakan kepada Musa: "Aku, mertuamu Yitro, datang kepadamu membawa isterimu beserta kedua anaknya." 7 Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah. 8 Sesudah itu Musa menceritakan kepada mertuanya segala yang dilakukan TUHAN kepada Firaun dan kepada orang Mesir karena Israel dan segala kesusahan yang mereka alami di jalan dan bagaimana TUHAN menyelamatkan mereka. 9 Bersukacitalah Yitro tentang segala kebaikan, yang dilakukan TUHAN kepada orang Israel, bahwa Ia telah menyelamatkan mereka dari tangan orang Mesir. 10 Lalu kata Yitro: "Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. 11 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, karena memang orang-orang ini telah bertindak angkuh terhadap mereka." 12 Dan Yitro, mertua Musa, mempersembahkan korban bakaran dan beberapa korban sembelihan bagi Allah; lalu Harun dan semua tua-tua Israel datang untuk makan bersama-sama dengan mertua Musa di hadapan Allah.

 Kehangatan Kasih Dalam Keluarga

Bacaan kita hari ini menceritakan tentang Yitro, Mertua musa yang berkeinginan mengunjungi Musa bersama Zipora, Istri Musa dan kedua anak mereka. Di samping itu, Yitro juga ingin menaikkan Syukur Kepada Allah atas perlindungan-Nya sehingga Musa selamat dan berhasil membawa umat Israel keluar dari tanah perbudakan itu. Karena itu Musa berbahagia ketika didatangi oleh Mertua, Istri dan anak-anaknya. Kehangatan keluarga adalah fondasi yang sangat kuat untuk merekatkan dan menyatukan setiap perbedaan yang ada. Keluarga menjadi tempat untuk ‘pulang’ ketika kita bergumul dengan berbagai situasi. Dalam bahagia, susah, sakit, sehat, berhasil ataupun gagal, keluarga akan selalu menjadi tempat yang tepat untuk mencurahkan semua perasaan itu. Oleh karenanya, keluarga-keluarga Kristen dewasa ini haruslah memperkuat cinta kasih yang dilandaskan pada kasih Allah, baik suami kepada istri, orang tua kepada anak-anak, adik kepada kakak, dst. Menghidupkan cinta kasih harus menjadi prioritas dalam keluarga. Mewujudkannya dengan hidup saling mengasihi, memahami serta menjaga bahkan saling mendoakan dalam bina keluarga yang setiap sabtu kita lakukan. Sebab hanya dengan demikian keutuhan keluarga akan selalu terjaga dan dipenuhi dengan sukacita. 

Doa: Berkatilah Keluarga kami ya Tuhan, agar terus menghidupkan Cinta KasihMu. Amin.   

Sabtu, 02 September 2023

bahan bacaan : 2 Samuel 13 : 1-22

Amnon dan Tamar
Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya. 2 Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia. 3 Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. 4 Katanya kepada Amnon: "Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku?" Kata Amnon kepadanya: "Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu." 5 Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: "Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya." 6 Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: "Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya." 7 Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: "Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya." 8 Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. 9 Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon: "Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku." Lalu keluarlah setiap orang meninggalkan dia. 10 Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: "Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu." Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. 11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." 12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. 13 Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." 14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. 15 Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" 16 Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: "Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. 17 Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: "Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya." 18 Gadis itu memakai baju kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan berpakaikan baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya. 19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring. 20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri. 21 Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia. 22 Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

                                                      Tak ada yang lebih Indah dari Saling Mengasihi

Tindakan Amnon kepada Tamar mewakili semua tindakan tidak terpuji yang dilakukan seseorang ketika cintanya ditolak. Bacaan ini memperlihatkan bahwa ternyata nafsu birahi manusia dapat membuat manusia itu kalap mata dan tidak dapat berpikir dengan akal sehat. Dari perasaan suka, hasrat memiliki dan didukung dengan hasutan kelicikan, Amnon mengatur strategi untuk mendapatkan Tamar dan menidurinya. Setelah hasratnya terpenuhi, Amnon dengan kasar tidak bertanggung jawab dan mengabaikan Tamar. Tamar hanya berpasrah dan mengenakkan baju kurung dan menaruh abu diatas kepalanya. Dalam tradisi kuno, menaruh abu/debu di atas kepala menandakan adanya kesedihan yang mendalam tetapi juga simbol pertobatan. Tamar melalui pergolakan hidup yang sulit serta diperhadapkan dengan kenyataan yang sungguh memilukan. Tamar mewakili setiap kita yang diperlakukan tidak adil, direndahkan dan diabaikan. Dalam membina sebuah hubungan pun baiknya didasarkan pada cinta yang tulus. Cinta yang tidak memaksa apalagi didasarkan pada nafsu semata. Cinta dalam keluarga harus mengutamakan sikap  saling menghargai dan menghormati dan mendukung bukan saling menyakiti. Oleh karenanya, bimbingan, nasihat dan pengajaran-pengajaran yang baik mesti selalu disampaikan kepada anak-anak kita di dalam keluarga. Mengarahkan mereka untuk hidup Takut Tuhan dan cinta saudara dengan sikap saling  menghormati.

Doa: Tuntun Kami Ya Roh Kudus, agar kami hidup saling mengasihi dan menghormati. Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS & SEPTEMBER 2023, LPJ-GPM