Santapan Harian Keluarga, 02 – 08 Juli 2023

Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas

Tema Mingguan : Hidup Bersama sebagai Tubuh Kristus

Minggu, 02 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Kor 12 : 12-31

Banyak anggota, tetapi satu tubuh
12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? 18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. 19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? 20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. 21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." 22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. 23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. 27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, 30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Ada Banyak Anggota Tetapi Satu Tubuh

Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk menjaga persatuan dalam kehidupan berjemaat. Tidak ada status tinggi dan rendah dalam Tubuh Kristus yang adalah jemaat. Semua sama dan satu di dalam Kristus. Mereka dibaptis menjadi satu tubuh dan diberi minum dari satu Roh, Roh yang sama yaitu Roh Kudus yang mengisi hidup semua orang dalam jemaat. Tuhan juga yang memberikan karunia rohani yang berbeda dengan tujuan agar semua jemaat dapat bekerjasama demi mencapai tujuan bersama yaitu untuk memuliakan Tuhan. Paulus menggunakan gambaran tubuh manusia untuk menjelaskan soal kesatuan ini. “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.” Masing-masing anggota tubuh sekalipun memiliki peran dan fungsi yang berbeda, tetapi tidak ada satu pun yang lebih kuat atau lemah. Semua anggota tubuh jika menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, tubuh akan terjaga dengan baik pula. Demikian halnya jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh akan merasakan sakit. Kita semua adalah anggota tubuh Kristus yang harus hidup saling menopang. Perbedaan karunia yang Tuhan berikan adalah kekayaan yang harus digunakan untuk bekerjasama mendatangkan berkat dan sukacita, kedamaian dan ketentraman dalam hidup bersama.Top of FormBottom of Form

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar kiranya persatuan sebagai tubuh Kristus semakin erat dan nyata dalam hidup ini. Amin.  

Senin, 03 Juli 2023

bahan bacaan : Kolose 3 : 14-15

14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah

Kasih Sebagai Pengikat Yang Mempersatukan

Umumnya orang akan merasa betah tinggal dalam satu persekutuan yang rukun dan harmonis, jauh dari perselisihan dan perpecahan. Dalam kondisi yang demikian, orang  merasa diterima dan dibutuhkan. Begitu pula kesatuan tubuh Kristus akan tercipta jika masing-masing anggota jemaat dapat menerima keberadaan anggota yang lain dengan baik. Masing-masing orang punya rasa saling membutuhkan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita semua agar damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita. Damai yang mendorong kita hidup sebagai makhluk sosial. Artinya kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Termasuk dalam pertumbuhan iman kita, selain Tuhan dan Roh Kudus-Nya tetapi juga relasi dengan orang lain, akan ikut membentuk kita untuk menjadi lebih baik. Dalam hal apapun kita membutuhkan satu dengan yang lain. Karena itu kita harus belajar menerima keberadaan orang lain dan dengan jujur mengakui bahwa sehebat apapun, kita tetap membutuhkan orang lain. Inilah yang harus kita lakukan sebagai anggota tubuh Kristus. Seperti tubuh kita yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, demikianlah kita   harus hidup sebagai satu persekutuan yang diikat dalam kasih. Ya, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan, lalu bersyukurlah!.

Doa: Tuhan, tolong kami hidup dalam kasih sebagai pengikat yang mempersatukan, Amin. 

Selasa, 04 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Kor 10 : 14-17 

14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! 15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Satu dengan Kristus melalui Sakramen Perjamuan Kudus

Paulus memberikan nasihat kepada jemaat di Korintus dengan membandingkan kehidupan umat Israel sebagai sebuah peringatan dan pembelajaran. Ada banyak kesalahan yang dibuat sehingga mereka binasa dan tidak masuk ke tanah perjanjian. Mereka menyembah berhala dan tidak menghargai karya pembebasan Tuhan. Mereka masih hidup dalam keadaan lama yang berdosa, bahkan ketika mereka telah dibebaskan oleh Tuhan dari Mesir. Kesalahan inilah yang dipakai oleh Paulus untuk menasehati jemaat di Korintus supaya jangan mereka mengulangi kesalahan yang sama. Ia memberikan penekanan: “jauhilah persembahan berhala! Tuhan Allah tidak menghendaki umat yang telah dibebaskan-Nya justru berpaling dan menyembah dan percaya kepada allah lain. Jemaat Korintus pun telah menerima sakramen Perjamuan Kudus yang menjadi simbol kesatuan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu mereka telah menjadi satu tubuh dengan Kristus karena telah mengambil bagian dalam sakramen itu. Hal ini mewajibkan mereka untuk tidak lagi hidup dalam keadaan lama yang masih berdosa. Mereka harus menghargai pengorbanan Kristus dengan tetap menjaga kesatuan jemaat. Hal yang sama juga diingatkan kepada kita, marilah menghargai pengorbanan Kristus dengan meninggalkan kehidupan lama yang berdosa dan jagalah kesatuan Tubuh Kristus.  

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas pengorbanan-Mu yang membuat kami menjadi satu tubuh. Amin.   

 

Rabu, 05 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Yoh 1 : 5-10

Allah adalah terang
5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. 8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Persekutuan dengan Kristus Menuntun Hidup dalam Terang

Syukur bahwa oleh karena pengorbanan Kristus, kita memperoleh persekutuan dengan Tuhan. Itulah identitas kita yang baru. Identitas ini mewajibkan kita  untuk senantiasa hidup sesuai kehendak Kristus yakni hidup dalam terang. Yohanes mengingatkan hal itu dalam nas bacaan hari ini. Persekutuan dengan Kristus berarti tidak hidup dalam kegelapan, melainkan dalam terang dengan melakukan kebenaran. Kenyataannya, banyak orang yang mengaku Kristen atau percaya kepada Kristus, cara hidupnya tidak kristiani, karena masih hidup dalam kegelapan. Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Itu berarti terang menyatakan pribadi Allah yang penuh dengan kebenaran dan kebaikan. Di dalamNya tidak ada kegelapan. Kegelapan melambangkan kejahatan dan dosa. Karena itu, sebagai pengikut Kristus, janganlah kita hidup dalam kegelapan, tetapi hiduplah dalam terang yang dinampakkan melalui perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. Perbuatan kejahatan dan kedagingan harus diakui di hadapan Tuhan dengan jujur dan bertobat. Janganlah takut mengakuinya! Karena ada jaminan pengampunan bagi orang yang mengakui dosanya (ay.9). Meski memang ada orang yang bebal karena memilih tinggal dalam kegelapan dan tidak mau hidup dalam terang, janganlah kita termasuk didalamnya. Teruslah hidup dalam terang sebagai anak-anak Allah meskipun kita ada dalam kegelapan dunia ini.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar senantiasa hidup dalam terang. Amin. 

Kamis, 06 Juli 2023

bahan bacaan : Galatia 3 ; 25-29

25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Kita adalah Anak-anak Allah Karena Iman Di Dalam Kristus

Rasul Paulus dalam nas ini mengatakan bahwa kita semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.Tadinya kita adalah anak-anak yang terhilang karena kuasa dosa yang menjerat hati dan pikiran. Namun,pengorbanan Tuhan Yesus telah melepaskan segala ikatan kuasa dosa yang membelenggu hidup. Itulah kasih karunia yang telah kita terima dari Allah dalam Kristus. Kini saatnya menaruh percaya kepada Allah yang telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya di dalam Yesus Kristus.

 Rasul Paulus pun sejak menaruh hidupnya kepada Tuhan Yesus, bersaksi bahwa “bukan aku lagi yang hidup di dalam diriku, melainkan Yesuslah yang diam di dalam aku”. Ia pun hidup memuliakan Kristus melalui hidupnya. Itu berarti sejak dibaptis, kita telah menjadi anak-anak ahli waris kerajaan Allah. Jika kita sudah menjadi anak-anak Allah karena iman dalam Kristus Yesus, maka hidup kita pun harus memuliakan Tuhan. Kita tidak lagi memandang rendah orang karena perbedaan atar belakang suku, rasa atau golongan. Kita semua adalah satu keluarga Allah yang  sama dan setara di hadapan-Nya. Marilah menaruh hidup kepada Tuhan dan bergantung hanya kepada-Nya, supaya perbuatan hidup kita selaku anak-anak Allah selalu memuliakan-Nya.

Doa: Ajarilah kami hidup selaku anak-anak yang terus memuliakan-Mu ya Tuhan, Amin.   

Jumat, 07 Juli 2023

Bahan Bacaan : Roma 12 : 15-16

15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Berempatilah Dalam Membangun Hidup Bersama!

Tidak ada orang yang berani mengatakan bahwa ia tidak memerlukan orang lain. Kita semua dalam hidup ini memang saling membutuhkan. Ini penting untuk membangun hidup persekutuan yang saling menopang dan membangun. Dalam pembacaan alkitab hari ini, rasul Paulus memberikan nasihat yang berhubungan dengan pentingnya membangun perasaan dan sikap empati, “bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis”. Hal ini diingatkan supaya sebagai keluarga kristen, dalam menjalani hidup ini hendaknya perlu dibangun sikap empati dan peduli. Maka hidup sehati sepikir menjadi salah satu cara yang perlu diterapkan untuk menjaga persekutuan. Siapapun kita tidak boleh bersikap lebih hebat atau lebih pandai dari orang lain, tetapi masing-masing kita tetap menyadari bahwa ada karunia dan potensi yang Tuhan beri secara berbeda sehingga kita dapat hidup saling membutuhkan dan saling melengkapi. Ketika ada orang yang bersukacita karena sukses dalam pendidikan, karir dan jabatan ataupun usaha maka kita turut bersukacita dengannya. Tetapi apabila ada orang yang mengalami kesusahan dan dukacita, maka kita pun turut merasakan apa yang dialami. Karena itu, kita diajak untuk berempati dan saling melengkapi satu dengan yang lain. Teruslah hidup saling berempati demi menjaga persekutuan hidup bersama.

Doa: Tuhan tolonglah kami   untuk hidup saling melengkapi dan peduli dengan keadaan orang lain, Amin.

Sabtu, 08 Juli 2023

Bahan Bacaan : 1 Tes 5 : 14-15

14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Usahakanlah Senantiasa yang Baik

Jika saat ini kita sedang sakit hati akibat ulah atau perbuatan seseorang yang jahat, lalu kita mendengarkan firman ini yang mengingatkan supaya jangan ada yang membalas yang jahat dengan yang jahat, bagaimanakah kira-kira perasaan kita, apakah menjadi tenang ataukah semakin membara oleh dendam? Pernyataan Rasul Paulus dalam nas ini bukan tanpa dasar. “Jangan membalas yang jahat dengan yang jahat, melainkan usahakanlah senantiasa yang baik!”. Sejujurnya, hal ini berat untuk dilakukan. Bagaimana membiarkan orang lain berlaku jahat kepada kita?. sedapat mungkin kita akan membalas. Tetapi, apa bedanya kita dengan orang jahat itu jika kita balik membalas pula dengan perbuatan jahat? Itulah sebabnya mengendalikan dan mengatasi amarah, dendam dan sakit hati menjadi sangat penting untuk kita lakukan.Ini tidak dimaksudkan agar membiarkan diri kita diperlakukan tidak adil. Tetapi kita tahu bahwa pembalasan itu adalah hak Tuhan. Ketika kita diperlakukan jahat oleh orang lain, jangan membalas. Balaslah kejahatan dengan kebaikan sebagaimana Tuhan Yesus sendiri telah melakukannya terhadap kita. Kita yang sering melukai hati-Nya, tetapi IA masih membuka pintu pengampunan-Nya sehingga keselamatan masih dapat kita nikmati. Jadi, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan bukan karena apa-apa, tetapi karena sadar Kristus pun telah membalas kejahatan kita dengan segala kebaikan-Nya.Marilah kita terus memuliakan Tuhan dengan terus mengasihi-Nya, mengasihi sesama bahkan sampai kepada orang yang memusuhi.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk senantiasa mengusahakan kebaikan dalam hidup ini, Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 Juni – 1 Juli 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil Dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Persembahan Yang Benar

Minggu, 25 Juni 2023

bacaan : Roma 12 : 1 – 8

Persembahan yang benar 
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Persembahan Yang Berkenan Kepada Allah
Salah  satu  nasihat  Rasul  Paulus  kepada  Jemaat  di  Roma  melalui  suratnya yakni persembahan  yang  benar  kepada  Allah.  Mengawali  nasihatnya,   Rasul  Paulus menyampaikan  seruan  kepada  orang  Kristen  di  Roma  yaitu  hendaknya  mereka mempersembahkan  diri.  Paulus  memberikan  penekanan  pada  persembahan, karena mempersembahkan kurban adalah bagian penting dalam agama Yahudi maupun agama lainnya.  Persembahan  yang  benar  menurut  Paulus  yakni  melakukan  tanggungjawab sebagai orang beriman kepada Kristus sesuai dengan karunia yang diberikan. Karunia yang dimaksudkan ialah bernubuat, melayani, mengajar dan menasihati (ay. 6-8a). Ia juga menambahkan  segala  sesuatu  yang hendak  dilakukan  oleh  orang  Kristen,  sudah sepatutnya disertai dengan hati yang ikhlas dan sukacita. Nasihat Paulus bagi jemaat di Roma patutlah dilakukan juga oleh kita saat ini sebagai bukti iman kita kepada Kristus. Mempersembahkan hidup yang benar dan berkenan kepada  Tuhan, sesuai  dengan  karunia kita  masing- masing. Apapun karunia yang diberikan, hendaklah dilakukan dengan ketekunan, ikhlas dan sukacita baik dalam  lingkungan keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Jadilah pengikut-pengikut  Kristus yang  setia dan taat  serta senantiasa mempersembahkan diri  kita sebagai persembahan yang benar dan tentunya berkenan kepada Allah.

Doa: Tuhan, biarlah persembahan kami berkenan kepadaMu. Amin.

Senin, 26 Juni 2023

bacaan : 1 Samuel 1 : 21 – 28

21 Elkana, laki-laki itu, pergi dengan seisi rumahnya mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya kepada TUHAN. 22 Tetapi Hana tidak ikut pergi, sebab katanya kepada suaminya: "Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat TUHAN dan tinggal di sana seumur hidupnya." 23 Kemudian Elkana, suaminya itu, berkata kepadanya: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik; tinggallah sampai engkau menyapih dia; hanya, TUHAN kiranya menepati janji-Nya." Jadi tinggallah perempuan itu dan menyusui anaknya sampai disapihnya. 24 Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. 25 Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli; 26 lalu kata perempuan itu: "Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. 27 Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. 28 Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

Memberi Yang Berharga
Cerita Hana menyerahkan Samuel anak satu-satunya, berawal dari kisah ia dianggap mandul dan sering dibuat menangis oleh madunya (Peinina). Tidak tahan dengan perlakuan yang sering dialaminya membuatnya berdiri di depan bait suci Tuhan di Silo, menangis, berdoa dan bernazar bagi Allah. Dalam nazarnya itu, Hana memohon kepada Tuhan agar memberikan ia seorang anak laki-laki.  Jikalau Tuhan menjawabnya maka ia akan memberikan anak itu kepada Tuhan seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya (ay. 11). Nazarnya itu dijawab oleh Tuhan dan Hana pun menepati janji untuk menyerahkan anaknya (ay. 27-28). Meskipun hanya memiliki seorang anak, namun  dengan  segenap  hati  Hana memberikan  Samuel  untuk  melayani  Tuhan  dan pekerjaan-Nya seumur hidup. Tindakan Hana ini memperlihatkan bahwa ia berkomitmen dengan janjinya yakni mempersembahkan yang benar dan berharga dihadapan Allah. Apa yang dilakukan Hana, mendorong kita juga untuk memberikan yang terbaik dan berharga bagi Allah. Kita dapat memulainya dengan melakukan hal-hal sederhana antar anggota keluarga misalnya, dengan memberikan perhatian dan pelayanan yang baik. Selain itu kita dapat saja meberi diri dan terlibat untuk melayani pekerjaan Tuhan  dalam  organisasi pelayanan gereja, bahkan dengan sungguh mengabdikan diri melakukan tanggungjawab sesuai panggilan di tempat kerja masing-masing. Teruslah mempersembahkan yang berharga dalam diri kita untuk puji dan hormat bagi kemuliaan-Nya!

Doa: Ya Tuhan, kami mau memberikan yang terbaik dan berharga kepadaMu. Amin.

Selasa, 27 Juni 2023

bacaan : Roma 15 : 14 – 21

Paulus menjelaskan dasar-dasar tulisannya
14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. 15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, 16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. 17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. 18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, 19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. 20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, 21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

Menjadi Berkat Bagi Orang Lain
Salah satu cara mempersembahkan yang benar dihadapan Allah menurut Rasul Paulus, yakni dengan memanfaatkan kasih karunia yang dianugerahkan secara benar. Melalui surat ini, Paulus mengingatkan jemaat di Roma tentang keterpanggilannya yang juga diperuntukkan  bagi  bangsa-bangsa  bukan  Yahudi. Tujuan  Paulus  memberitakan  injil Yesus Kristus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, agar mereka dapat diterima oleh Allah dan menjadi persembahan yang berkenan kepada-Nya (ay. 16). Artinya pelayanan yang dilakukan oleh Paulus  sedapat mungkin berdampak positif bagi orang lain, yaitu hidup benar dan tetap taat kepada Allah dalam perkataan maupun perbuatan. Tindakan pelayanan  Paulus ini  dapat  menjadi  contoh  bagi  pribadi-pribadi  kita  sebagai  orang percaya. Tentu saja dengan tujuan yang sama seperti Paulus, yaitu agar setiap orang menjalani   kehidupannya dengan hidup dalam ketaatan kepada Allah yang diwujudnyatakan lewat  perkataan  maupun  perbuatan.  Sebab  dengan  demikian maka seluruh hidup kita dapat menjadi persembahan yang benar kepada Allah. Hal ini tidak terbatas hanya pada ruang lingkup keluarga saja, tetapi dapat menjangkau orang lain melalui transformasi digital yang semakin canggih. Teruslah mempersembahkan yang benar dihadapan Allah dengan melakukan semua hal yang berkenan kepada-Nya serta jadilah berkat bagi orang lain.

Doa: Tuhan, jadikanlah hidup kamii menjadi berkat bagi orang lain.. Amin.

Rabu, 28 Juni 2023

bacaan : 1 Korintus 8 : 1 – 13

Tentang persembahan berhala
Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. 4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." 5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian-- 6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. 8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." 9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. 10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala? 11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu. 12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus. 13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Persembahkan Hidupmu Kepada Allah
Korintus  merupakan   kota   yang   sangat   duniawi   dan   dipengaruhi   oleh   berbagai kebudayaan. Salah satu kebiasaan buruk yang mempengaruhi orang-orang Kristen di Korintus yakni penyembahan berhala. Mereka yang masih percaya kepada berhala (dewa-dewi), seringkali membawa dan memberikan persembahan-persembahan mereka di kuil. Cara hidup seperti ini mengakibatkan terjadinya perbedaan pemahaman, antara orang Kristen tentang perihal makan daging persembahan berhala. Sebab perbedaan ini dapat menjadi batu sandungan tentang persoalan iman diantara mereka. Hal penting yang hendak ditegaskan oleh Paulus kepada Jemaat Korintus yaitu bahwa persembahan yang benar bukan kepada berhala, melainkan hanya kepada Allah (ay. 4-6). Sebab segala sesuatu hanya berasal dari Allah, oleh karena itu hanya bagi Dia seluruh hidup kita. Penegasan Paulus pada bagian bacaan kita ini, mengingatkan tentang kepada siapa kita harus memberikan persembahan. Persembahan kita tentu hanya diperuntukkan kepada Allah  yang  memberi  kehidupan  ini.  Sebab  dengan demikian sesungguhnya menunjukkan iman percaya kita kepada-Nya. Pemahaman seperti ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap orang percaya baik didalam keluarga, bergereja maupun masyarakat. Tentu saja hal ini penting agar kita terhindar  dari tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah.  Tindakan  dimaksud  yakni  penyembahan kepada ilah-ilah  lain  (berhala)  yang  berakibat  fatal,  baik  kepada  pribadi,  keluarga  maupun persekutuan kita. Teruslah tingkatkan iman kita kepada Allah dan ingatlah bahwa hanya kepada-Nya seluruh persembahan hidup kita.

Doa:   Ya Allah, hanya padaMulah seluruh   persembahan   hidup kami.  Amin.

Kamis, 29 Juni 2023

bacaan : 2 Korintus 8 : 8 – 15

8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. 9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 10 Inilah pendapatku tentang hal itu, yang mungkin berfaedah bagimu. Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga. 11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu. 12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. 14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. 15 Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."

Peduli Terhadap Sesama
Peduli merupakan suatu nilai dasar dan sikap memperhatikan atau bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar. Rasa peduli seperti inilah yang diinginkan oleh Paulus dari jemaat Kristen di Korintus kepada orang-orang seiman yang ada di Yerusalem.  Oleh  karena  itu  Paulus  terus  mendorong  Jemaat Korintus untuk  menjadi penyumbang sukarela. Paulus mengatakan hal ini bukan dalam kekosongan belaka, tetapi ia  memahami  bahwa  jemaat  di  Korintus  kaya  dalam segala  sesuatu.  Maka  dengan demikian mereka diminta agar kaya juga dalam pelayanan kasih. Paulus juga menekankan bahwa  pelayanan  kasih   yang  hendak   dilakukan,   harus  disertai   dengan   kerelaan berdasarkan yang ada pada mereka (ay. 11-12). Sebab jika pemberian-pemberian disertai dengan keikhlasan atau tanpa paksaan, sama halnya dengan suatu tindakan yang benar. Nasihat yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus, mengajarkan kita untuk hidup peduli dengan sesama. Salah satu contoh bentuk kepedulian kita yaitu dengan melakukan pelayanan kasih kepada orang lain. Pelayanan kasih dimaksud tidak hanya terbatas pada keluarga kita saja  tetapi  kepada  semua  orang yang membutuhkan. Ingat dan camkanlah apa yang dipesankan Paulus bahwa setiap pemberian kita harus disertai dengan kerelaan, sebab dengan demikian kita telah melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan.

Doa: Ajarilah kami Tuhan untuk selalu mengucap syukur sebagai persembahan yang benar.  Amin.

Jumat, 30 Juni 2023

bacaan : 2 Korintus 9 : 6 – 15

Memberi dengan sukacita membawa berkat

6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. 13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, 14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. 15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Persembahan Sebagai Ucapan Syukur
Tidak terasa kita telah tiba di penghujung bulan Juni tahun 2023. Mengakhiri bulan ini, kita masih tetap belajar dari Rasul Paulus yang mengajarkan Jemaat Korintus untuk melakukan pelayanan kasih atau dengan kata lain memberi dengan sukacita. Pada bagian ini, Paulus mengungkapkan bahwa Allah mengasihi setiap orang yang memberi dengan sukacita (ay. 7). Artinya, setiap pemberian tidak disertai dengan sedih hati dan paksaan melainkan dengan ketulusan. Hal lain yang disampaikannya yaitu, orang yang memberi dengan sukacita dilimpahi kasih karunia dan selalu berkecukupan. Namun bagi Paulus ada hal yang tidak kalah penting yakni, setiap pemberian tidak hanya dilihat untuk mencukupi kebutuhan orang lain tetapi juga sebagai tanda pengucapan syukur kepada Allah.  Dengan  begitu,  setiap  orang  akan memiliki  kesadaran  untuk  meresponi  kasih karunia yang Allah berikan dengan melakukan apa yang benar dan berkenan kepada-Nya. Berdasarkan nasihat Paulus ini, maka sebagai orang percaya kita punya kewajiban untuk mengucap syukur kepada Allah sebagai persembahan yang benar. Kita harus bersyukur atas kekuatan, kesehatan, berkat dan setiap kemurahan Allah yang telah diberikan bagi kita. Atas semuanya  itu kita pun diajarkan  untuk  berbagi dengan sukacita. Ingatlah, memberi dengan sukacita tidak membuat kita berkekurangan melainkan selalu berkecukupan serta meperoleh kasih kemurahan Allah.

Doa:  Tuhan, ajari kami agar  rela dan peduli terhadap sesama. Amin.

Sabtu, 01 Juli 2023

bahan bacaan : Efesus 5 : 1-4

Hidup sebagai anak-anak terang
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

Persembahan Terbaik:Jadilah Penurut-Penurut Allah

Kita bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan yang masih memberikan kehidupan di bulan yang baru hari ini. Kasih dan anugerah Tuhan ini harus diresponi dengan sikap mempersembahkan hidup yang baik dan benar, yakni hidup dalam kasih dan menjadi terang. Dalam nas ini Rasul Paulus mengingatkan, “jadilah penurut-penurut Allah dan hiduplah dalam kasih. Memang, dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Jadi, di dalam terang Allah, manusia mendapatkan hidup. Terang Allah menerangi jalan manusia untuk tidak hidup dalam kegelapan. Rasul Paulus bukan hanya mengatakan bahwa “terang” itu hanyalah simbol pancaran kehadiran Allah yang menyilaukan. Tetapi “terang” itu sesungguhnya adalah kebenaran, kemurnian dan kesempurnaan moral. Jika kita hidup di dalam Kristus yang adalah Terang, kita harus meninggalkan kegelapan dan menjadi penurut-penurut Kristus yang hidup benar, murni dan menjaga etik moral. Mengekang diri dari perkataan yang kotor, kosong atau yang sembrono, karena hal-hal itu tidak pantas dan berpotensi mengganggu relasi dalam persekutuan hidup bersama. Jadilah penurut-penurut Allah yang suka  berkata benar. Hiduplah dalam kasih. Itulah cara yang pantas untuk dilakukan sebagai persembahan terbaik atas kasih Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya untuk kita.

Doa: Bapa, kami mau hidup dalam kasih, mengatakan hal benar dan yang berguna untuk membangun persekutuan, amin. 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Juni 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil Dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Jadilah Pemimpin Yang Berkenan Kepada Allah

Minggu, 18 Juni 2023

bacaan : Mazmur 21 : 1 – 14

Nyanyian syukur karena kemenangan raja
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (21-2) TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! 2 (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela 3 (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. 4 (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya. 5 (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya. 6 (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu. 7 (21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang. 8 (21-9) Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau. 9 (21-10) Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN. Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka. 10 (21-11) Keturunan mereka akan Kaubinasakan dari muka bumi, dan anak cucu mereka dari antara anak-anak manusia. 11 (21-12) Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya. 12 (21-13) Ya, Engkau akan membuat mereka melarikan diri, dengan tali busur-Mu Engkau membidik muka mereka. 13 (21-14) Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.

Pemimpin yang Berkenan
Raja bersukacita karena kemenangan yang Tuhan anugerahkan. Ia meyakini bahwa Tuhan telah mendengar dan menjawab doanya. Umur panjang dan berkat yang berlimpah   memenuhi   kehidupan   sang   raja.   Bahkan   berkat   itu   berlangsung seterusnya dan selama-lamanya. Raja memiliki kesempatan menikmati kemurahan Tuhan dikarenakan ia juga telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin yang berkenan kepada Allah.  Ayat  8  mengatakan  bahwa  sebab  raja  percaya  kepada  Tuhan.  Pada  pasal sebelumnya telah ditunjukkan pula alasan Allah mengindahkan dan memberkati sang raja karena ia taat dan setia membangun persekutuan dengan Allah (lih. 20 : 4). Hal ini berarti bahwa  raja  sangat  mengandalkan  Tuhan  dalam  menjalankan  kepemimpinannya.  Ia menaruh seluruh pengharapannya hanya kepada Tuhan. Karena itu, Tuhan membuatnya juga menjadi berkat bagi bangsanya. Sikap raja ini seharusnya menyadarkan kita untuk menjadi  seorang  pemimpin yang  berkenan  kepadaNya.  Pemimpin  yang  percaya  dan mengandalkan Tuhan. Faktanya, masih ada orang Kristen yang menjadi pemimpin dengan mengandalkan kekuatan diri, materi dan kekuatan- kekuatan lainnya. Akibatnya, tak sedikit dari antara mereka yang melakukan kesalahan dan hal tidak benar lainnya. Firman Tuhan hari ini tentunya mengingatkan kita untuk membaharui hidup dan berlaku sama seperti sang raja supaya hidup kita diberkati. Kepemimpinan yang berkenan kepada Tuhan dapat kita mulai dari ruang lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Kita harus menjadi orang tua yang bisa memimpin keluarga kita menjadi keluarga yang selalu percaya dan hidup berkenan kepada Tuhan.

Doa:     Ya  Tuhan,  tolonglah     agar kami  selalu  menjadi pemimpin  yang berkenan. Amin.

Senin, 19 Juni 2023

bacaan : Mazmur 20 : 7 – 8

6 (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. 7 (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Doa Adalah Kunci Orang Beriman

Mazmur 20 adalah sebuah doa yang memohonkan kemenangan bagi raja. Doa ini dilantunkan  bersahutan  antara  umat  dengan  imam.  Dalam  doa  tersebut  umat memohon kepada Tuhan agar raja memperoleh kemenangan menghadapi musuh- musuh  Israel,  sebab  rajalah  yang  bertanggung  jawab  untuk  mempertahankan dan menyelamatkan negerinya. Doa ini diserukan dengan keyakinan yang sungguh bahwa janji Tuhan untuk memberkati dan menyertai bangsa itu pasti akan dinyatakan. Jika musuh- musuh membanggakan dan mengandalkan persenjataan perang dan kereta kuda yang gagah, sebaliknya Bangsa Israel hanya mengandalkan Tuhan  Allah  sebagai  sumber kekuatan  yang  bisa  memberikan kemenangan  bagi raja.  Doa  menjadi  kekuatan  bagi Bangsa Israel menghadapi musuh-musuh mereka. Di dalam doa itu  terpancar keyakinan iman yang besar dari bangsa Israel terhadap Allah. Sama seperti Bangsa Israel, spirit doa harus juga menjadi spirit kita menjalani kehidupan yang penuh tantangan bahkan ancaman ini. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan atau kemampuan kita, karena semuanya sia-sia  (bnd  Yer  17:5-8). Doa  adalah  kunci bagi orang beriman untuk menyatakan bahwa kita membutuhkan dan bergantung hanya pada kekuatan dan kuasa Tuhan Allah.

Doa: Kiranya kami terus mengandalkan-Mu dalam hidup kami. Amin.

Selasa, 20 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 1 : 1 – 13

Doa Salomo memohon hikmat
Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. 2 Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak. 3 Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun. 4 --Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu, --sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem. 5 Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN. 6 Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya. 7 Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." 8 Berkatalah Salomo kepada Allah: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. 9 Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah. 10 Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?" 11 Berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, 12 maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau." 13 Lalu pulanglah Salomo dari bukit pengorbanan yang di Gibeon itu, dari depan Kemah Pertemuan, ke Yerusalem dan ia memerintah atas Israel.

Berdoa Meminta Hikmat
Raja, berasal dari bahasa Sansekerta rajan, merujuk pada seseorang yang memimpin sebuah  kerajaan;  orang  yang  memegang  jabatan  paling  tinggi  dalam  sebuah kelompok. Berbicara tentang raja, maka yang terlintas adalah istana megah dengan puluhan bahkan ratusan pengawal yang siap melayani kapan saja, di samping kekuasaan yang tak terbatas. Pendek kata “raja” adalah simbol kemegahan dan kehormatan. Salomo sebagai raja pengganti Daud memimpin kerajaan Israel juga berada pada posisi yang sama.  Kekuasaan  yang  tidak  berbatas,  memiliki  jumlah pengikut  yang  besar,  dengan daerah kekuasaan yang luas serta dikasihi Allah secara special. Hal ini bisa saja membuat Salomo mabuk kepayang dan “memanfaatkan” kebaikan Allah. Bukan hanya berbagai fasilitas berlimpah dalam fungsi dan perannya sebagai raja. Salomo bahkan diberikan keistimewaan untuk mengajukan permintaan khusus pada Allah. Namun, Salomo tidak meminta yang umumnya diharapkan penguasa yakni harta, kekayaan, kemuliaan, nama besar, umur panjang atau balasan Allah terhadap musuh-musuh Salomo, melainkan ia meminta hikmat dan pengertian. Salomo menyadari hikmat merupakan kebutuhan penting bagi  dirinya  sebagai  raja  yang  bertanggung  jawab untuk memutuskan hal-hal terkait dengan kehidupan rakyatnya. Seperti Salomo, hendaknya kita juga belajar meminta yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Pakailah doa dengan benar, bukan untuk memenuhi apa yang kita anggap baik, namun apa yang Tuhan anggap baik dan baik juga bagi orang lain.

Doa:  Ya Tuhan tolonglah agar kami berhikmat dalam setiap langkah, Amin.

Rabu, 21 Juni 2023

bacaan : Keluaran 15 : 19 – 21

19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut. 20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. 21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: "Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."

Perempuan Pemimpin Yang Pro-aktif

Bangsa  Israel  menaikkan  pujian  kepada Tuhan  atas  berkat dan  keselamatan  yang Tuhan berikan bagi mereka. Ketika kereta-kereta Mesir dan kuda serta penunggangnya tenggelam, bernyanyilah mereka bagi Tuhan. Mereka memuji Tuhan karena kelepasan dari perbudakan di Mesir. Kelepasan yang membawa mereka pada kehidupan sebagai suatu Bangsa yang merdeka dan tidak lagi mengalami tekanan atau penindasan   dari   bangsa   lain.   Mereka   menyanyi   sebagai tanda bahwa mereka menghormati dan memuliakan Tuhan yang memiliki kuasa yang besar dan tidak ada yang bisa menandingiNya. Seorang nabiah, saudara perempuan Harun yang bernama Miryam, memimpin bangsa  Israel  untuk menyatakan  syukur dan  pujian  mereka  kepada  Allah. Dengan proaktif penuh semangat, Miryam tampil di depan umum memandu puji-pujian dan diikuti oleh semua perempuan Bangsa Israel. Kepemimpinan yang diperankannya saat itu menunjukkan bahwa Miryam berani melawan budaya patriakhi yang kuat saat itu, dimana hanya laki-laki yang bisa berperan seperti demikian. Miryam pun menjadi patron bagi perempuan   yang   lain   dan   menjadi   simbol perubahan di tengah dominasi kekuatan laki-laki. Sebagai  perempuan   gereja,   kita   juga   harus mampu dan berani tampil seperti Miryam untuk membawa perubahan yang baik bagi hidup bersama. Kita harus bisa bergerak dan secara aktif berinisiatif untuk mengambil langkah-langkah yang baik untuk kehidupan.

Doa: Kiranya dapat menjadi pemimpin yang  pro  aktif  untuk  kebaikan  hidup. Amin.

Kamis, 22 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 14 : 2 – 8

Raja Asa -- Kemenangan atas Zerah
2 Asa melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya. 3 Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala. 4 Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah. 5 Ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan pedupaan-pedupaan dari segala kota di Yehuda. Dan kerajaanpun aman di bawah pemerintahannya. 6 Karena negeri itu aman dan tidak ada yang memeranginya di tahun-tahun itu, ia dapat membangun kota-kota benteng di Yehuda; TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya. 7 Katanya kepada orang Yehuda: "Marilah kita memperkuat kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintunya dan palang-palangnya. Negeri ini masih dalam tangan kita, karena kita mencari TUHAN Allah kita dan Ia mencari kita serta mengaruniakan keamanan kepada kita di segala penjuru." Maka mereka melaksanakan pembangunan itu dengan berhasil. 8 Pasukan-pasukan Asa yang dari Yehuda jumlahnya tiga ratus ribu orang yang membawa perisai besar dan tombak, dan yang dari Benyamin jumlahnya dua ratus delapan puluh ribu orang yang membawa perisai kecil, sebagai pemanah. Mereka semua pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa.

Pemimpin Yang Takut Tuhan
Pada saat Asa menjadi raja, ia mulai membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala dan mendorong umat mencari Tuhan  dan menaati perintah-perintah-Nya. Ayat 2 dan 3 mengatakan bahwa  Raja Asa  melakukan apa  yang  baik dan  yang  benar  di  mata TUHAN, Allahnya. Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala.   Sebagai raja, sesungguhnya Asa punya otoritas dan kuasa untuk menentukan apa yang baik menurut pandangannya. Namun  ia  tidak berlaku  demikian, sebaliknya  ia  melakukan  apa  yang Tuhan  kehendaki.  Kesungguhan Raja  Asa  mencari  Tuhan  kemudian  membuatnya memperoleh  keberhasilan dalam  kepemimpinannya.  Zerah  beserta  tentaranya  yang berjumlah sejuta orang dan tiga ratus keretanya dapat dikalahkan oleh Raja Asa. Kita belajar dari kehidupan beriman  Raja  Asa  bahwa  mencari  Tuhan  lebih  dulu dan melakukan apa yang dikehendakiNya menjadi jaminan untuk memperoleh apa yang baik bagi kita. Sekalipun situasi hidup yang kita alami pun tak mudah karena ada saja ujian, tantangan bahkan ancaman. Namun, ketika kita percaya dan memiliki komitmen untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar berdasarkan standar Tuhan, maka Ia akan memberkati, menjaga, dan memelihara kita.

Doa:    Ya  Tuhan,  tolonglah  agar kami selalu berkomitmen dalam hidup. Amin.

Jumat, 23 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 26 : 1 – 5

Raja Uzia
Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia. 2 Ia memperkuat Elot dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. 3 Uzia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem. 4 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. 5 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Pemimpin Yang Besar
Uzia diangkat menjadi raja Yehuda pada saat berumur enam belas tahun. Dan ia memerintah selama lima puluh dua tahun lamanya di Yerusalem. Tuhan menyertai dia dan membuatnya menjadi pemimpin yang besar. Lima puluh dua tahun bukan merupakan waktu yang sebentar. Pada waktu itu, tidak banyak orang yang bisa menjadi raja dan memerintah cukup lama. Tetapi Uzia melakukannya sejak ia masih muda. Uzia dapat menjadi Raja di usia muda dan berhasil karena ia mengandalkan Tuhan dan melakukan apa yang benar menurut Tuhan. Saat ini, masih ada orang-orang yang merasa bahwa mereka tidak cukup pengalaman dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Mereka  merasa  tidak  mempunyai  cukup  keahlian, pengetahuan,  ketrampilan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan masih banyak lagi alasan. Tidak sedikit juga yang  menolak  tugas-tugas  baru  yang  diberikan  kepada  mereka,  karena  merasa  tidak percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus belajar dari Raja Uzia. Kita harus menjadi orang Kristen yang mau memberi diri untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan.  Kita  tidak perlu takut,  tapi  andalkanlah Tuhan dan lakukanlah yang benar, sebab Tuhan pasti memberkati.  Menariknya,  Uzia  berhasil  karena pengaruh  didikan  ayahnya  dan hal  itu menjadi teladan baginya. Kita harus menjadikan keluarga kita sebagai pusat pembinaan yang pertama dan utama bagi lahirnya pemimpin-pemimpin yang baik dan besar.

Doa:  Kiranya  kami  dapat menjadi pemimpin yang besar seperti yang Tuhan kehendaki. Amin

Sabtu, 24 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 29 : 1 – 2

Hizkia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abia, anak Zakharia. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Pemimpin Yang Mengandalkan Tuhan
Hizkia adalah salah satu raja yang sangat terkenal karena kesalehan hidupnya dan juga kiprah politiknya yang mumpuni.  “…berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.” (2 Tawarikh 29:1). Nama ‘Hizkia’ memiliki arti: Tuhan adalah kekuatanku.  Sesuai dengan namanya, ia adalah seorang raja yang hidup taat kepada Tuhan. Itulah yang menjadi kunci keberhasilan hidupnya sekalipun  hidup di dalam zaman yang bengkok dan rusak.  Ahas,  raja  Yehuda  sebelumnya,  adalah  pemimpin  bangsa yang  paling  rusak dibandingkan raja-raja  sebelumnya. Namun dalam kepemimpinan  Hizkia, pembaharuan dilakukan secara besar-besaran olehnya di Yerusalem. Ia melakukan apa yang benar seperti yang telah dilakukan oleh Daud, bapa leluhurnya. Ia memulai niat hatinya dengan menguduskan kembali rumah Allah yang menjadi simbol kehadiran Allah di tengah umat- Nya, serta menguduskan kembali orang Lewi dan imam yang melayani di  rumah  Tuhan. Seperti Raja Hizkia, mestinya kita juga menjadi orang Kristen yang mampu menjaga  kekudusan  hidup. Segala kecemaran hidup yang berada di sekitar kita haruslah kita hindari, bahkan sebaiknya kita juga berupaya untuk membaharui yang cemar itu. Jika kita adalah seorang pemimpin, maka kita bertanggung jawab untuk mengupayakan kehidupan yang tidak benar berubah menjadi yag baik dan benar.

Doa:   Ya Tuhan, tolonglah   agar kami terus menjaga kekudusan hidup. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Juni 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Usahakanlah Keadilan Maka Engkau Hidup

Minggu, 11 Juni 2023

bacaan : Yehezkiel 18 : 1 – 22

Setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya
Maka datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 "Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? 3 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel. 4 Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. 5 Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, 6 dan ia tidak makan daging persembahan di atas gunung atau tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya dan tidak menghampiri perempuan waktu bercemar kain, 7 tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, 8 tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia, 9 hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap mengikuti peraturan-Ku dengan berlaku setia--ialah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 10 Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari hal-hal itu 11 --walaupun ayah tidak melakukan satupun--juga makan daging persembahan di atas gunung dan mencemari isteri sesamanya, 12 menindas orang sengsara dan miskin, merampas, tidak mengembalikan gadaian orang, melihat kepada berhala-berhala dan melakukan kekejian, 13 memungut bunga uang dan mengambil riba, orang yang demikian tidak akan hidup. Segala kekejian ini dilakukannya, ia harus mati; darahnya tertimpa kepadanya sendiri. 14 Sesungguhnya, kalau ia melahirkan seorang anak dan anak ini melihat segala dosa yang dilakukan ayahnya, tetapi menginsafi hal itu, sehingga tidak melakukan seperti itu: 15 ia tidak makan daging persembahan di atas gunung dan tidak melihat kepada berhala-berhala kaum Israel, tidak mencemari isteri sesamanya, 16 tidak menindas orang lain, tidak mau meminta gadai, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang, 17 menjauhkan diri dari kecurangan, tidak mengambil bunga uang atau riba, melakukan peraturan-Ku dan hidup menurut ketetapan-Ku--orang yang demikian tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, ia pasti hidup. 18 Ayahnya, yang melakukan pemerasan, yang merampas sesuatu, dan yang melakukan hal-hal yang tidak baik di tengah-tengah bangsanya, sungguh, ia akan mati karena kesalahannya. 19 Tetapi kamu berkata: Mengapa anak tidak turut menanggung kesalahan ayahnya? --Karena anak itu melakukan keadilan dan kebenaran, melakukan semua ketetapan-Ku dengan setia, maka ia pasti hidup. 20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. 21 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

Upah Dosa ialah Maut

Nilai suatu kekerabatan atau kekeluargaan terletak pada keharmonisan dan hidup saling mengasihi. Keharmonisan itu akan hilang jika terjadi kesalahpahaman antar satu anggota keluarga dengan anggota lainnya. Dalam tradisi orang Maluku, ada yang dikenal dengan krois/silang kaki. Krois/silang kaki pada halaman rumah adalah salah satu tindakan yang disebabkan karena hubungan kekeluargaan terganggu sehingga timbul rasa marah dan menciptakan ketidakharmonisan. Dalam kondisi demikian, orang bisa melakukan segala sesuatu yang tidak menyenangkan dan berpotensi melakukan dosa. Bacaan hari ini, oleh nabi Yehezkiel menggelisahkan dan mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan apalagi melakukan dosa. Sebab,  ketika  kita melakukan dosa maka kita pasti akan mati. Melakukan dosa disini berkaitan dengan diri sendiri tetapi juga relasi dengan sesama. Oleh karenanya, pada ayat 30-32 ditegaskan untuk marilah kita bertobat,  menjauhkan diri dari dosa dan kecemaran. Hidup saling berdampingan dengan yang lain, hidup saling mengasihi dan pelihara hidup agar tidak tercemar lewat tutur kata dan perilaku kita. Peliharalah kerukunan dan ciptakan kedamaian bagi sesama, maka hidup kita pasti bermakna serta menjadi berkat.

Doa: Roh Kudus, Peliharalah hidup kami, tolong kami untuk tidak melakukan Dosa.  Amin.

Senin, 12 Juni 2023

bacaan : Yeremia 21 : 11 – 14

Nubuat melawan raja Yehuda
11 Kepada keluarga raja Yehuda. Dengarlah firman TUHAN: 12 "Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud: Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, supaya kehangatan murka-Ku jangan menyambar seperti api dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkannya, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat! 13 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawanmu, hai kota yang di atas lembah, gunung batu di dataran, demikianlah firman TUHAN, hai kamu yang berkata: Siapakah yang berani turun kepada kami dan siapakah yang berani masuk ke tempat perteduhan kami? 14 Aku akan melakukan pembalasan kepadamu sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyalakan api di hutannya yang akan memakan habis segala sesuatu yang di sekitarnya."

Berlakukan Keadilan
Nabi Yeremia memperingatkan Raja Zedekia dan keluarganya melalui nubuatan ini agar segera bertobat sebab jika tidak maka hukuman Allah akan menimpa mereka. Praktek ketidakadilan  yang  dilakukan  keluarga  Raja  Yehuda  pada  akhirnya membawa  mereka untuk berhadapan dengan murka Allah. Disampaikan dalam ayat 12-14 tentang hukuman yang akan diterima keluarga Raja Yehuda tersebut dan kemurkaan Allah. Bertindak adil dan benar adalah esensi dari melayani. Siapapun kita yang dipercayakan untuk menjadi seorang pemimpin baiknya kita tidak semena-mena dan tidak menindas orang yang kita pimpin. Kepemimpinan adalah anugerah yang Allah percayakan kepada kita. Oleh sebab itu, kepemimpinan yang benar dan adil akan berujung pada kelimpahan  berkat.  Namun menyalahgunakan kepemimpinan maka kesengsaraan yang akan kita dapatkan. Untuk itu, baik sebagai pemimpin keluarga, pemimpin jemaat bahkan  masyarakat,  hendaknya  kita memimpin dengan adil  dan benar. Hindari kekuasaan yang semena-mena,  yang hanya  mementingkan  diri sendiri. Peliharalah relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama yang diwujudkan dalam perilaku kepemimpinan yang adil, benar dan mulia!

Doa: Jadikan kami pribadi yang selalu memprioritaskan  Engkau, Ya Tuhan. Amin.

Selasa, 13 Juni 2023

bacaan : Yeremia 22 : 1 – 9

Beginilah firman TUHAN: "Pergilah ke istana raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini! 2 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja Yehuda yang duduk di atas takhta Daud, engkau, pegawai-pegawaimu dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 3 Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! 4 Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya. 5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan. 6 Sebab beginilah firman TUHAN mengenai keluarga raja Yehuda: Engkau seperti Gilead bagi-Ku, seperti puncak gunung Libanon! Namun pastilah Aku akan membuat engkau menjadi padang gurun, menjadi kota yang tidak didiami orang. 7 Aku akan menetapkan pemusnah-pemusnah terhadap engkau, masing-masing dengan senjatanya; mereka akan menebang pohon aras pilihanmu dan mencampakkannya ke dalam api. 8 Dan apabila banyak bangsa melewati kota ini, maka mereka akan berkata seorang kepada yang lain: Mengapakah TUHAN melakukan seperti itu kepada kota yang besar ini? 9 Orang akan menjawab: Oleh karena mereka telah melupakan perjanjian TUHAN, Allah mereka, dan telah sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya."

Keutamaan Pemimpin yang Takut Tuhan

Yeremia menegaskan dalam bacaan hari ini tentang tanggung jawab pemimpin Israel yang harus dilakukan dengan adil dan benar. Sebab jika seorang Raja Yehuda menyengsarakan rakyatnya, menindas orang asing, merampas hak rakyat, berlaku kasar untuk  janda  dan  anak  yatim  bahkan  membunuh  orang  yang  tidak bersalah,  maka kemurkaan Allah akan menimpa dirinya. Ia bersama para pegawainya akan dimusnahkan, istana-istana akan runtuh, keluarga raja akan mengalami kesengsaraan dan hidup dalam ketidaknyamanan  bahkan  akan  ada pemusnah-pemusnah  yang  akan  memusnahkan semua yang mereka miliki. Peringatan keras dari Yeremia ini dikarenakan raja Yehuda mulai menunjukkan sikapnya yang melupakan perjanjian mereka dengan Allah serta sujud menyembah kepada allah lain. Hal ini menunjukkan pula bahwa kepemimpinan yang berlangsung merupakan kepemimpinan yang hanya memikirkan diri sendiri dan kelompok. Kehidupan Raja Yehuda dan keluarganya adalah cermin kehidupan kita saat ini yang kadang mementingkan kepentingan pribadi, apalagi ketika menjadi seorang  pemimpin. Lebih fatal lagi jika kita terlena dengan  semua yang  kita  miliki sehingga melupakan Tuhan dan mendewakan atau menghambakan diri untuk hal-hal duniawi yang kita miliki. Jabatan, kedudukan, kekayaan, popularitas, kemewahan dan sebagainya jika disalahpahami  dalam  iman  maka  bisa  menjadi „tuhan‟ bagi  kita.  Untuk  itu,  mari  kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup dan juang kita serta menjadi sumber Berkat bagi sesama.

Doa:  Curahkan Roh Keadilan kepada  setiap  pemimpin  kami, Tuhan.   Amin.

Rabu, 14 Juni 2023

bacaan : Amos 5 : 21 – 24

Ibadah Israel dibenci TUHAN
21 "Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."

Ibadah Sejati: Keadilan Bagi Sesama
Ibadah sejati  jadikanlah  persembahan,  Ibadah  sejati  kasihilah  sesamamu” adalah penggalan lirik pujian PKJ 264. Pujian ini memperlihatkan kepada kita bahwa Ibadah bukan  sekedar  sebuah  perayaan  keagamaan  semata,  namun  ibadah sesungguhnya berkaitan dengan tindakan saling mengasihi sesama. Nas bacaan hari ini memperlihatkan kehidupan bangsa Israel yang masih melakukan penyembahan berhala, tidak adil kepada sesama dan menindas sesama yang lemah. Perbuatan mereka ini tidak sesuai dengan kehidupan peribadahan serta persembahan yang mereka berikan kepada Tuhan. Karena itu Tuhan menolak ibadah ritual yang mereka lakukan. Bagi Tuhan yang terpenting ialah mengasihi sesama dan berlaku adil (ay.24). Dewasa ini, fokus peribadahan kita cenderung mengarah pada hal-hal yang bersifat selebrasi/perayaan. Kita kurang memaknai bahwa ibadah itu adalah perjumpaan dengan Tuhan dan membangun persekutuan dengan sesama. Bacaan ini sungguh mengingatkan kita untuk melayani lebih dulu seorang akan yang lain sebagai wujud ketaatan kita kepada Tuhan.

Doa: Ajari Kami Bapa, untuk melakukan   Ibadah   yang   Sejati. Amin.

Kamis, 15 Juni 2023

bacaan : Amsal 21 : 15

15 Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.

Nyalakanlah Cahaya Keadilan itu!
Salah satu ketakutan terbesar yang dimiliki manusia ialah perbuatan jahatnya diketahui orang. Demi menutupi setiap kejahatannya, manusia bisa saja melakukan hal-hal diluar kehendaknya bahkan sampai pada tindakan yang tidak manusiawi; seperti, membunuh. Entah  membunuh  secara  langsung  ataupun  „membunuh‟ dengan  bertindak  tidak  adil, memfitnah, menjatuhkan, menutup jalan bagi   keberhasilan orang lain serta memutarbalikan fakta. Amsal 21 : 15 menyuguhkan suatu pernyataan yang sangat tegas kepada kita saat ini tentang hidup orang benar pada keadilan dan ketakutan orang yang melakukan kejahatan. Perlu diingat, bahwa keadilan yang diperjuangkan akan berakhir pada   suatu kemenangan. Sesulit apapun orang benar bertindak adil dan memperjuangkannya pasti akan meraih kemenangan. Pada saat yang sama orang yang terus   menyembunyikan   keadilan, memutarbalikan fakta bahkan merancang  suatu kejahatan akan hidup dalam ketakutan. Sebagai orang-orang percaya, kita diajak untuk tidak sekedar menjadi orang yang percaya saja tetapi haruslah juga menjadi orang yang benar. Mengatakan dan menyuarakan kebenaran, keadilan dan kebaikan bagi sesama Walaupun untuk semua kebenaran dan keadilan yang kita perjuangkan itu ada yang menaruh benci, dendam dan kemarahan. Belajarlah untuk percaya pada keadilan dan kebenaran yang kita suarakan, laksana cahaya lilin di  tengah-tengah  kegelapan,  bahwa  selalu  ada  jalan yang menuntun kita keluar dari kegelapan itu.

Doa:  Tuntun  Kami  dengan Terang  Keadilan-Mu,  Tuhan. Amin.

Jumat, 16 Juni 2023

bacaan : Ulangan 16 : 18 – 20

Pengadilan yang adil
18 "Hakim-hakim dan petugas-petugas haruslah kauangkat di segala tempat yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, menurut suku-sukumu; mereka harus menghakimi bangsa itu dengan pengadilan yang adil. 19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar. 20 Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."

Menjadi Pelaku Keadilan

“Kalau  uang sudah menjadi raja, Keadilan pun menjadi sangat murah”. Ungkapan ini sering kita dengar ketika berjumpa dan menyaksikan kasus-kasus yang kebenarannya tidak diperjuangkan dan justru kesalahan yang diagungkan. Hakim, yang notabenenya adalah pengambil keputusan terhadap suatu kebenaran pun terkadang tidak berlaku adil ketika  diperhadapkan  dengan  berbagai  tawaran  yang  menggiurkan.  Nas  bacaan  kita menegaskan pada ayat ke 18 bahwa Hakim yang diangkat oleh Allah harus melaksanakan tugasnya dengan adil. Tidak  memutarbalikkan  keadilan, tidak  memandang  bulu, tidak boleh menerima suap dan berdiri pada kebenaran. Sebab, mereka yang hidup dipenuhi keadilan dan melakukan kebenaran akan merasakan penyertaan dan Berkat Tuhan. Untuk itu, belajarlah menjadi pribadi yang jujur dan adil. Jangan mudah dimanfaatkan, jangan mudah   diperdayai. Tugas sebagai pemimpin keluarga hendaknya berlaku adil kepada anak- anak. Usahakan semua perhatian diberikan merata  kepada anak-anak  kita.  Tugas sebagai pemimpin baik dalam jemaat  maupun masyarakat, hendaknya  menjadi  pemimpin  yang berhikmat, mengutamakan kepentingan jemaat dan masyarakat. Tidak mudah tergiur oleh berbagai kenyamanan sehingga mengorbankan keadilan dan kebenaran.

Doa: Dalam Tuntunan Tuhan, Jadikanlah kami pelaku Keadilan. Amin.

Sabtu, 17 Juni 2023

bacaan : Daniel 4 : 19 – 27

19 Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: "Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!" Beltsazar menjawab: "Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku! 20 Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi, 21 yang daun-daunnya indah dan buahnya berlimpah-limpah dan padanya ada makanan bagi semua yang hidup, yang di bawahnya ada binatang-binatang di padang dan di dahan-dahannya bersarang burung-burung di udara-- 22 tuankulah itu, ya raja, tuanku yang telah bertambah besar dan kuat, yang kebesarannya bertambah sampai ke langit, dan yang kekuasaannya sampai ke ujung bumi! 23 Tentang yang tuanku raja lihat, yakni seorang penjaga, seorang kudus, yang turun dari langit, sambil berkata: Tebanglah pohon ini dan binasakanlah dia, tetapi biarkanlah tunggulnya ada di dalam tanah, terikat dengan rantai dari besi dan tembaga, di rumput muda di padang, dan biarlah ia dibasahi dengan embun dari langit dan mendapat bagiannya bersama-sama dengan binatang-binatang di padang, hingga sudah berlaku yang demikian atasnya sampai tujuh masa berlalu-- 24 inilah maknanya, ya raja, dan inilah putusan Yang Mahatinggi mengenai tuanku raja: 25 tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. 26 Yang dikatakan tentang membiarkan tunggul pohon itu, berarti: kerajaan tuanku akan kembali tuanku pegang segera sesudah tuanku mengakui, bahwa Sorgalah yang mempunyai kekuasaan. 27 Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!"

Berani Bertindak Benar dan Adil

Daniel tahu resiko mengabarkan kebenaran Tuhan  melalui jawabannya terhadap mimpi Raja Nebukadnezar,  namun  ia  tetap melakukan hal  itu  dengan  keyakinan bahwa Tuhan besertanya. Seperti Daniel, demikian juga kita harus berani untuk mengambil setiap keputusan. Kadang keputusan itu baik dan menyenangkan, tetapi juga sering tidak menyenangkan  orang  lain.  Suara  kebenaran  yang  disampaikan  oleh  Daniel  memang membuat sang raja sedih karena yang didengarnya bukan berita baik. Sang raja akan mengalami kesusahan selama tujuh tahun, namun ketika pertobatan dan pengakuan akan Tuhan yang maha tinggi dilakukan serta melakukan keadilan pada mereka yang tertindas, maka semua kebahagiaan dan kemuliaan akan dikembalikan kepada sang raja. Bertobat dan melakukan keadilan kepada sesama merupakan perintah yang harus kita laksanakan sebagai Orang Kristen.   Kita harus berani untuk menyuarakan keadilan dan kebenaran melalui seluruh keradaan kita atau tugas dan peran kita. Untuk itu, sebaiknya kita mulai membiasakannya dengan melakukannya dari dalam keluarga kita lebih dulu. Kita juga harus membiasakan diri untuk mengajarkan kepada anak-anak dan mencontohkan kehidupan yang mendukung atau peduli pada mereka yang lemah.

Doa:   Kiranya   kami   terus   bertidak benar   dan  adil  sesuai   perintah-Mu Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 4 – 10 Juni 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Hidup yang Menghidupkan

Minggu, 04 Juni 2023

bacaan : Roma 15 : 1 – 13

Orang yang lemah dan orang yang kuat
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku." 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. 7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. 8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, 9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: "Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu." 10 Dan selanjutnya: "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya." 11 Dan lagi: "Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia." 12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan." 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Ale Rasa, Beta Rasa
Ale rasa, beta rasa (kamu rasa, saya juga rasa) merupakan salah satu nilai hidup (filosofi)   orang   Maluku   yang   menggambarkan  hubungan  persaudaraan   yang dibangun berdasarkan kesadaran bahwa kesusahan satu orang merupakan kesusahan semua orang. Kehidupan saling peduli (empati) ini juga dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam perikop bacaan tadi. Paulus menasehati jemaat di Roma agar mereka membangun persekutuan  hidup  sebagai  tubuh  Kristus dengan  cara  “yang  kuat,  wajib  menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan mencari kesenangan diri sendiri (ayat 1). Paulus  dengan  tegas  mengatakan  bahwa  orang Kristen  memiliki  kewajiban  untuk menolong mereka yang lemah baik secara material (harta) maupun mereka yang lemah secara  rohani  (iman).  Rupanya, dikalangan  kehidupan orang Kristen di Roma ada kecenderungan hidup  untuk diri sendiri (individualistis), maupun kecenderungan hidup memperkaya diri sendiri (materialistis) daripada melayani sesama yang hidup dalam kesusahan. Paulus menyampaikan nasehatnya dengan mencontohkan Yesus Kristus yang telah mengorbankan dirinya di kayu salib untuk menyelamatkan manusia. Orang percaya saat ini harus membangun hidup saling peduli kepada sesama ditengah-tengah situasi hidup yang sulit.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk hidup peduli pada sesama. Amin.

Senin, 05 Juni 2023

bacaan : Galatia 6 : 1 – 10

Saling membantulah kamu
Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. 7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Lakukanlah Kebaikan!

Masih ingatkah kita gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo yang memporak- porandakan Negara Turky dan Siria pada tanggal 6 Pebruari 2023. Akibatnya, puluhan ribu  orang meninggal  dunia,  puluhan ribu  orang mengalami luka-luka baik ringan maupun berat, ratusan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal. Peristiwa yang dahsyat ini telah membawa duka yang mendalam bagi seluruh umat manusia di dunia. Semua Negara mengulurkan tangan dengan memberikan bantuan berupa; makanan, pakaian, obat- obatan, tenaga medis maupun pelayanan penyembuhan trauma (trauma healing). Hidup saling membantu merupakan hal prinsip bagi rasul Paulus. Ia menasihati orang Kristen di Galatia untuk membantu  setiap orang yang  menanggung beban  hidup  karena  dengan demikian  mereka  telah  melaksanakan  hukum  Kristus  (ayat  2).  Selanjutnya,  mereka diingatkan untuk jangan jemu-jemu berbuat baik (ayat 9) sebab apa yang ditabur itu pula yang dituai. Sebaliknya, barang siapa menabur kejahatan ia akan menuai kebinasaan (ayat 8). Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk hidup supaya kita berbuat baik kepada sesama (ayat 10). Makna bagi kita, Tuhan telah berbuat baik bagi kita karena itu kita pun harus berbuat baik bagi  sesama,  terutama  mereka  yang  berada  dalam  keadaan-keadaan  yang  sulit  dan menderita; mereka yang lapar, mereka yang miskin, mereka yang mengalami praktek ketidakadilan, mereka yang sakit, korban bencana alam, dll. Ingatlah lagu Hidup Ini adalah Kesempatan!

Doa:   Tuhan tuntun  kami untuk terus berbuat baik, Amin.

Selasa, 06 Juni 2023

bacaan : Kisah Para Rasul. 16 : 4 – 12

Paulus menyeberang ke Makedonia
4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. 5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. 6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. 7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. 9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" 10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana. 11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.

Siapa Yang Bertelinga, Hendaklah Ia Mendengar!
Misi utama Rasul Paulus adalah melakukan pemberitaan Injil Yesus Kristus kepada semua orang, baik di kota, di desa maupun di daerah pedalaman. Nas bacaan kita menceritakan  tentang  Paulus  dan  Silas  dalam  tuntunan  Roh  Kudus  mengelilingi wilayah-wilayah di Asia untuk memberitakan injil dengan sangat rajin dan setia (ayat 6). Paulus dan rekan-rekannya berusaha untuk tetap memelihara iman jemaat dengan cara mengunjungi  mereka  pada  setiap  kesempatan  (ayat  5). Pada  saat  mereka  berada di Troas, Paulus menerima penglihatan (mimpi):  Ia melihat seorang Makedonia berdiri dan berseru “menyeberanglah kemari dan tolonglah kami” (ayat 9). Maka segeralah mereka mencari jalan menuju ke Makedonia. Sebab bagi mereka, penglihatan adalah cara (tanda) dimana Allah memanggil mereka untuk memberitakan  Injil  kepada  orang-orang  di Makedonia (ayat 10). Rupanya ada persoalan serius yang dihadapi orang-orang Kristen di Makedonia yakni mereka  lebih  mengandalkan  ilmu  pengetahuan daripada Iman, sehingga meskipun mereka telah menerima Yesus Kristus namun iman mereka masih kosong/lemah. Paulus dan silas memberikan teladan bagi kita untuk taat melakukan kehendak Tuhan dan memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus supaya kita dapat peka dan empati mendengar teriakan mereka yang minta tolong.

Doa: Roh Kudus  tuntunlah kami melakukan  panggilan  Tuhan, Amin.

Rabu, 07 Juni 2023

bacaan : Ulangan 15 : 1 – 11

Tahun penghapusan hutang
"Pada akhir tujuh tahun engkau harus mengadakan penghapusan hutang. 2 Inilah cara penghapusan itu: setiap orang yang berpiutang harus menghapuskan apa yang dipinjamkannya kepada sesamanya; janganlah ia menagih dari sesamanya atau saudaranya, karena telah dimaklumkan penghapusan hutang demi TUHAN. 3 Dari seorang asing boleh kautagih, tetapi piutangmu kepada saudaramu haruslah kauhapuskan. 4 Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka, 5 asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. 6 Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, maka engkau akan memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak akan meminta pinjaman; engkau akan menguasai banyak bangsa, tetapi mereka tidak akan menguasai engkau. 7 Jika sekiranya ada di antaramu seorang miskin, salah seorang saudaramu di dalam salah satu tempatmu, di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau menegarkan hati ataupun menggenggam tangan terhadap saudaramu yang miskin itu, 8 tetapi engkau harus membuka tangan lebar-lebar baginya dan memberi pinjaman kepadanya dengan limpahnya, cukup untuk keperluannya, seberapa ia perlukan. 9 Hati-hatilah, supaya jangan timbul di dalam hatimu pikiran dursila, demikian: Sudah dekat tahun ketujuh, tahun penghapusan hutang, dan engkau menjadi kesal terhadap saudaramu yang miskin itu dan engkau tidak memberikan apa-apa kepadanya, maka ia berseru kepada TUHAN tentang engkau, dan hal itu menjadi dosa bagimu. 10 Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu. 11 Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."

Melayani Sesama, Melakukan Perintah Tuhan

Mengapa manusia perlu aturan? Karena fungsi aturan mencegah manusia untuk bertindak tidak wajar dan tidak adil bagi sesama. Selain itu, manusia dapat menjamin hidup sesamanya dengan baik. Bangsa Israel juga memiliki aturan yang berfungsi untuk membangun hidup bersama, antara lain: “Tahun Penghapusan Hutang”. Pada akhir tujuh tahun (tahun ketujuh) Bangsa Israel bertanggung jawab menghapus hutang yang dipinjamkan kepada sesama (ayat 1-3), karena Tuhan menjamin hak-hak hidup manusia. Peraturan ini harus ditaati oleh seluruh bangsa Israel dengan setia, maka Tuhan Allah, sumber berkat akan memberi berkat yang berlimpah kepada mereka yang menghidupkan orang  lain  (ayat  4-6).  Selanjutnya, Israel  diingatkan  untuk memberi  pinjaman  kepada mereka yang membutuhkan dengan sukacita bukan dengan dukacita karena Tuhan Allah akan memberkatinya dalam segala pekerjaan dan usahanya (ayat 10). Sebaliknya mereka yang   tidak  mau memberi bantuan dan pinjaman kepada orang miskin, maka hal itu akan mendatangkan dosa baginya (ayat 9). Pesan firman Tuhan ini bagi kita yakni kita  bertanggung  jawab  untuk  menolong saudara-saudara  kita  yang  miskin  dan  tertindas.  Di tengah-tengah situasi resesi (krisis) pangan, kenaikan harga-harga barang, kenaikan BBM membuat hidup semakin sulit, Dalam situasi tersebut, kita ditantang untuk membangun sikap solidaritas dan peduli kepada sesama. Semoga!

Doa: Tuhan, semoga kehidupan kami menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

Kamis, 08 Juni 2023

bacaan : Yakobus 1 : 19 – 21

Pendengar atau pelaku firman
19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Berbuat Baik adalah Wujud Iman Yang Sejati

Tema utama kitab Yakobus adalah Iman tanpa perbuatan yang baik bukanlah iman yang sejati (band.Yak.psl 2). Yakobus mengingatkan kita bahwa memiliki iman saja tidaklah cukup, kita harus memiliki iman yang terlihat nyata dalam perbuatan baik. Hal ini ia jelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, Yakobus sangat prihatin terhadap penggunaan dan penyalahgunaan kata-kata.   Dia menyatakan bahwa orang Kristen ”Hendaklah cepat untuk  mendengar,  tetapi  lambat  untuk  berkata-kata,   dan juga lambat untuk marah” (ay.1:19).  Mereka  harus  menguasai   lidah  mereka,  jika  tidak  “sia-sialah   ibadahnya” (ay.1:26). Dalam pandangannya lidah sama merusaknya seperti api. Lidah itu beracun, cenderung dipakai untuk mengucapkan kata-kata   “berkat dan kutuk” (ay.3:5-12).   Menjadi orang Kristen tidak hanya pandai bicara, tetapi juga harus mewujudkannya melalui perbuatan mereka (ay.1:22). Melalui bacaan ini, Yakobus hendak menasihati kita juga agar kita  berhati- hati  dalam  menggunakan  lidah (mulut) sesuai dengan Firman Tuhan. Kita diingatkan untuk jangan cepat-cepat mengatakan  sesuatu,  tanpa dipikiran lebih dahulu. Sebab perkataan yang terlanjur kita keluarkan  dapat  saja  melukai  hati  orang  lain  dan  menyusahkan  diri  kita sendiri, misalnya: fitnah, gosip,dll. Kita juga diperingatkan untuk menjauhkan kebiasaan atau sifat pemarah dalam kehidupan  sehari-hari karena  amarah  tidak mengerjakan  kebenaran  di hadapan Allah (ayat 20). Artinya jika kita marah kita tidak dapat melakukan kehendak Allah (perbuatan baik).

Doa:    Kiranya kami menjadi pelaku Firman-Mu. Amin.

Jumat, 09 Juni 2023

bacaan : Yakobus 1 : 22 – 27

22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. 25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. 26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. 27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Menjadi Pelaku Firman yang Menghidupkan

SMTPI dan Katekisasi adalah Pendidikan Formal Gereja yang didalamnya berlangsung pembinaan,  pemberdayaan  dan  pengembangan  karakter  serta  nilai-nilai  kristiani  bagi anak, remaja dan katekisan. Pengajaran yang dilakukan sejak dini bertujuan untuk membentuk anak-anak menjadi pelaku Firman sehingga saat mereka menjadi pemuda dan dewasa, anak tersebut akan menjadi pribadi yang setia, jujur, penuh belas kasih serta hidupnya mencintai Firman Tuhan. Bacaan hari ini mengisahkan tentang nasihat Yakobus kepada 12 suku di perantauan agar hidup mereka jauh dari kecemaran dan perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan Allah. Oleh sebab itu, Yakobus menekankan agar umat Tuhan harus menjadi pelaku Firman bukan hanya pendengar saja. Sebab baginya, hanya dengan demikian   hidup   mereka  akan  terarah   dan  berfokus   pada   kehendak  Tuhan yang menyelamatkan   mereka  dari   tindakan-tindakan   yang   tidak  terpuji. Yakobus  juga mengingatkan umat dalam kaitan menjadi pelaku Firman untuk hidup beribadah kepada Allah dengan melakukan  perbuatan  baik.  Dalam ayat  27 disampaikan Ibadah yang  murni  itu  ialah mengunjungi yatim piatu, janda-janda dan menjaga diri agar tidak tercemar. Dengan demikian, sebagai orang percaya baiknya kita memaknai Firman Allah melalui   kata   dan   tindakan   kita   yang   dapat menunjukkan diri kita sebagai pelaku firman yang menghidupkan.

Doa:Jadikan kami sebagai Pelaku Firman  Ya  Allah,  Baharui  kami dengan RohMu yang kudus. Amin.


Sabtu, 10 Juni 2023

bacaan : Kejadian 48 : 1 – 22

Yakub memberkati Manasye dan Efraim
Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: "Ayahmu sakit!" Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim. 2 Ketika diberitahukan kepada Yakub: "Telah datang anakmu Yusuf kepadamu," maka Israel mengumpulkan segenap kekuatannya dan duduklah ia di tempat tidurnya. 3 Berkatalah Yakub kepada Yusuf: "Allah, Yang Mahakuasa telah menampakkan diri kepadaku di Lus di tanah Kanaan dan memberkati aku 4 serta berfirman kepadaku: Akulah yang membuat engkau beranak cucu, dan Aku akan membuat engkau bertambah banyak dan menjadi sekumpulan bangsa-bangsa; Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu untuk menjadi miliknya sampai selama-lamanya. 5 Maka sekarang kedua anakmu yang lahir bagimu di tanah Mesir, sebelum aku datang kepadamu ke Mesir, akulah yang empunya mereka; akulah yang akan empunya Efraim dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon. 6 Dan keturunanmu yang kauperoleh sesudah mereka, engkaulah yang empunya, tetapi dalam pembagian warisan nama mereka akan disebutkan berdasarkan nama kedua saudaranya itu. 7 Kalau aku, pada waktu perjalananku dari Padan, aku kematian Rahel di tanah Kanaan di jalan, ketika kami tidak berapa jauh lagi dari Efrata, dan aku menguburkannya di sana, di sisi jalan ke Efrata" --yaitu Betlehem. 8 Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, bertanyalah ia: "Siapakah ini?" 9 Jawab Yusuf kepada ayahnya: "Inilah anak-anakku yang telah diberikan Allah kepadaku di sini." Maka kata Yakub: "Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya kuberkati mereka." 10 Adapun mata Israel telah kabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian Yusuf mendekatkan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium serta didekap oleh ayahnya. 11 Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: "Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat keturunanmu." 12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah. 13 Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, dengan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu di sebelah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka kepadanya. 14 Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye--jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung. 15 Sesudah itu diberkatinyalah Yusuf, katanya: "Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, 16 dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini, sehingga namaku serta nama nenek dan bapaku, Abraham dan Ishak, termasyhur oleh karena mereka dan sehingga mereka bertambah-tambah menjadi jumlah yang besar di bumi." 17 Ketika Yusuf melihat bahwa ayahnya meletakkan tangan kanannya di atas kepala Efraim, hal itu dipandangnya tidak baik; lalu dipegangnya tangan ayahnya untuk memindahkannya dari atas kepala Efraim ke atas kepala Manasye. 18 Katanya kepada ayahnya: "Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya." 19 Tetapi ayahnya menolak, katanya: "Aku tahu, anakku, aku tahu; ia juga akan menjadi suatu bangsa dan ia juga akan menjadi besar kuasanya; walaupun begitu, adiknya akan lebih besar kuasanya dari padanya, dan keturunan adiknya itu akan menjadi sejumlah besar bangsa-bangsa." 20 Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: "Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye." Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye. 21 Kemudian berkatalah Israel kepada Yusuf: "Tidak lama lagi aku akan mati, tetapi Allah akan menyertai kamu dan membawa kamu kembali ke negeri nenek moyangmu. 22 Dan sekarang aku memberikan kepadamu sebagai kelebihanmu dari pada saudara-saudaramu, suatu punggung gunung yang kurebut dengan pedang dan panahku dari tangan orang Amori."

Berkat Tuhan Tidak Pernah Tertukar

Yakub dalam kedaan sakit meminta untuk berjumpa dengan Yusuf; anaknya serta cucu- cucunya Manasye & Efraim. Dalam perjumpaan itu, Yakub memberkati Manasye dan Efraim. Ia mendoakan mereka agar dilindungi dan diberkati oleh Allah. Yusuf melihat ada yang tidak sesuai ketika Yakub memberkati Efraim dengan tangan kanan dan Manasye dengan tangan kiri. Bagi Yusuf, hal ini tidak baik karena Manasye adalah anak sulung dan Efraim bungsu. Dalam kepercayaan Israel, tangan kanan dilambangkan sebagai otoritas, kuasa dan Berkat. Oleh sebab itu, Yusuf menghendaki Manasye anak sulungnya itu yang diberkati   dengan tangan  kanan.  Tetapi  Yakub menolak, Yakub tahu bahwa kedua cucunya itu pasti akan menjadi pemimpin besar bagi bangsa- bangsa, walaupun Efraim dinilai Yakub yang akan melebihi kakaknya Manasye, tetapi bagi Yakub Berkat yang diminta dari Tuhan bagi kedua cucunya itu sama yakni Tuhan Memberkati kehidupan mereka. Rasa cemburu dan iri hati sering juga kita alami ketika kita disepelekan atau tidak dianggap. Kita ingin berada di tempat yang  nyaman,  posisi  yang  strategis  dan  ruang  yang  tersedia.  Kita  lupa  bahwa dalam segala kondisi, ketika kita sudah dipercayakan dan diberkati melakukan sesuatu. Tuhan pasti menjaga dan melindungi kita.

Doa: Ya Tuhan, Ajari kami untuk tetap Bersyukur atas setiap Berkat yang Tuhan sediakan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, TERBITAN LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 28 Mei – 3 Juni 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Hiduplah Dalam Roh Kudus dan Bertobatlah

Minggu, 28 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 14 – 40

Khotbah Petrus
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. 15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, 16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel: 17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. 18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. 19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. 21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. 22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. 24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. 25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. 29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. 30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. 32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. 33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. 34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: 35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. 36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." 37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." 40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

Jadilah Penyambung Lidah Allah!
Pencurahan Roh Kudus merupakan penggenapan nubuat nabi Yoel, bahwa akan tiba waktunya Allah mencurahkan RohNya ke atas semua manusia. Tandanya ialah dapat bernubuat. Itulah yang terjadi atas diri para murid dan semua orang percaya. Bernubuat berkaitan dengan  tugas menyampaikan  kehendak  Tuhan  kepada  dunia  dan manusia. Demikian halnya dengan Petrus dalam nas bacaan hari ini. Petrus dalam khotbahnya di hadapan orang banyak mengatakan dengan keras kalau dirinya tidak mabuk. Roh Kudus memakai Petrus untuk bersaksi dengan berani dan menyadarkan orang Yahudi bahwa merekalah yang telah menyalibkan  Yesus, Sang Mesias. Reaksi mereka sungguh di luar dugaan.  Mereka  bertobat,  meminta pengampunan  Allah  dan  memberikan  diri  untuk dibaptis. Semua itu terjadi karena kerja kuasa Roh Kudus. Peristiwa pencurahan Roh Kudus ini mewajibkan kita untuk menjadi penyambung lidah Allah untuk memberitakan kebaikan Tuhan dalam hidup. Itu berarti sikap dan perilaku kita harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Bagaimana mungkin kita memberitakan tentang kebaikan Tuhan, sementara tutur kata, sikap dan perbuatan kita selalu menyakiti hati Tuhan dan sesama? Kita dikuasai oleh Roh Tuhan, supaya dibarui dan dimampukan untuk bersaksi dalam kata dan perbuatan yang mendatangkan kebaikan bagi banyak orang.

Doa: RohMu kiranya memampukan kami untuk menjadi penyambung lidah Allah. Amin.

Senin, 29 Mei 2023

bacaan : Roma 8 : 1 – 17

Hidup oleh Roh
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. 12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Hidup Yang Dipimpin Oleh Roh
Menjadi  perjuangan  bagi  kita  dalam  kehidupan  setiap  hari  mengupayakan hidup dengan benar karena telah dituntun oleh Roh Kudus. Bagaimana pola hidup benar yang harus ditunjukkan itu? Paulus mengingatkan kepada jemaat di Roma dalam nas bacaan ini bahwa keinginan daging adalah maut, keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Itu berarti bahwa memang menjadi keinginan Roh dalam hidup kita sebagai orang percaya agar hidup dalam damai sejahtera. Keinginan daging menghendaki supaya kita bermusuhan atau  berseteru,  tetapi  itu bukan keinginan  Roh.  Mari  kita menjadi  orang-  orang  yang membawa damai. Dimanapun kita ada menjalankan tugas dan tanggungjawab, hendaknya kehadiran kita  selalu  membawa  damai  sejahtera  bukan  perseteruan  dan perselisihan. Semua orang yang dipimpin oleh Roh adalah anak Allah.  Dengan demikian apa   yang    diperbuat   haruslah    sesuai   dengan kehendak   Allah.   Kehidupan   yang  bermutu   dan bermakna   bagi   sesama   itulah   kehendak   Allah. Semuanya  berawal   dari   dalam   keluarga.   Hidup suami berarti bagi isteri dan sebaliknya hidup isteri bermakna bagi suami, hidup orangtua bermakna bagi anak dan sebaliknya anak bagi orangtua. Hidup kita bermakna bagi banyak orang.

Doa: Ya Tuhan, daam  tuntunan RohMu,  kami mau menjadikan  hidup ini lebih bermakna. Amin.

Selasa, 30 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 26 – 40

Sida-sida dari tanah Etiopia
26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. 27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. 29 Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" 30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" 31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. 32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. 33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. 34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?" 35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" 37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") 38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. 39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Tuntunlah Orang Mengenal Kristus
Suatu waktu saya menerima surat elektronik dari seorang anak muda. Pesan yang saya terima  itu  singkat  tetapi  sangat  mendesak.  “Saya  ingin  diselamatkan,  saya  ingin mengenal Yesus”. Sungguh, suatu permohonan yang luar biasa. Anak muda ini tidak perlu lagi diyakinkan. Saya hanya perlu meredakan keraguan dalam diri tentang cara menjelaskan Injil kepadanya dan langsung menyampaikan konsep-konsep penting ayat kitab suci. Setelah itu saya yakin dengan pertolongan Roh Allah, ia akan dituntun untuk semakin mengenal  Tuhan.  Filipus  dalam  nas  bacaan  ini  menunjukkan  cara  penginjilan yang sederhana  seperti  itu  ketika  ia  bertemu  dengan seorang  sida-sida  Etiopia.  Ia sedang membaca dari kitab Yesaya ketika berjalan di jalan yang sepi. Mengertikah tuan apa yang dibacakan itu? tanya Filipus. Sida-sida itu menjawab, “bagaimanakah aku  dapat  mengerti  kalau  tidak  ada yang membimbing aku”? Mulailah Filipus berbicara dan memberitakan  injil  Yesus kepadanya. Karena kerja kuasa Roh Kudus, sida-sida itu meminta untuk dibaptiskan lalu ia melanjutkan perjalanannya dengan sukacita. Kesempatan untuk memberitakan Injil kepada siapa saja selalu tersedia. Tetapi apakah kita mau melakukannya? Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk terus memberitakan Injil dan menuntun orang lain untuk semakin mengenal Tuhan di dalam kehidupannya.

Doa: Mampukanlah kami untuk memberitakan Injil dan menuntun orang lain kepada Yesus.  Amin.

Rabu, 31 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 10 : 44 – 48

44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. 45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, 46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus: 47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?" 48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Allah Mengasihi Semua Orang

Petrus menyadari kalau semua orang sama di hadapan Allah. Perkataaan Petrus kepada Kornelius dengan tegas menyatakan bahwa Allah berkenan atas setiap orang dari bangsa manapun  yang  datang  kepadaNya  dengan  tulus.  Perkenaan  Allah atas  semua  orang nampak dalam diri Yesus Kristus. Ia datang ke dalam dunia mengerjakan keselamatan agar manusia berkenan kepada Allah. Melalui kematian dan kebangkitanNya. Yesus menyediakan jalan keselamatan untuk semua orang, semua bangsa  yang percaya  dan mempercayakan  diri  kepadaNya.  Itulah  yang  diberitakan  Petrus  kepada  orang  banyak waktu itu. Semua orang menjadi kagum dan percaya karena melihat sendiri karunia Roh dicurahkan. Mereka memuliakan Allah lalu memberi diri dibaptis. Betapa dasyatnya pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan manusia. Roh kuduslah yang terus menyadarkan akan tugas pemberitaan Injil  bahwa  Allah  mengasihi semua  orang, semua  bangsa.  Allah  tidak  memandang darimana dan bagaimana kehidupan kita. Karena itulah hendaknya  kita  membuka  diri  bagi  kerja  kuasa  Roh Kudus dan meresponi kasih Allah yang menyelamatkan dengan cara mengasihi semua orang tanpa membedakan. Semua orang berharga di mata Tuhan. Semua bangsa dikasihiNya. Mengakhiri bulan ini marilah tetap beritakan Injil dengan saling menghargai dan mengasihi satu dengan yang lain dalam kasih Tuhan Yesus.

Doa: Ajari kami untuk mengasihi semua orang tanpa membeda- bedakan. Amin.

Kamis, 01 Juni 2023

bacaan : 1 Korintus 6 : 12 – 20

Nasihat terhadap percabulan
12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. 13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. 14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. 15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! 16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging." 17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. 18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Hiduplah Dalam Roh, Jauhkan Percabulan!

“Segala sesuatu halal (diizinkan atau tidak dilarang) bagiku” merupakan pepatah yang biasa digunakan dalam masyarakat Korintus pada zaman itu, termasuk praktek percabulan. Orang-orang di Korintus menganggap praktek percabulan sebagai hal yang biasa-biasa saja, sehingga perbuatan ini sangat marak terjadi di sana. Paulus kemudian  menasehati  mereka  bahwa  yang  halal  itu  belum  tentu  berguna  dalam membangun iman kita. Karena itu, kita harus berhati-hati jangan memberi diri diperhamba oleh  dosa,  termasuk   dosa percabulan. Paulus dengan tegas mengatakan: ”jauhkanlah dirimu dari percabulan” (ayat 18). Perkataan Paulus ini mau mengingatkan mereka bahwa tubuh adalah tempat Roh Kudus berdiam dan tubuh adalah milik Allah (ayat 19). Allah telah  membayar hidup (tubuh) kita dengan  harga   yang  lunas (ayat 20) melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Karena itu pergunakanlah tubuh yang terikat dengan  Kristus  untuk  melayani  dan memuliakan Allah. Nasehat Paulus ini tentunya juga ditujukan kepada kita saat ini. Ada banyak kasus percabulan yang  terjadi  dan  sangat  miris  sebab  salah  satu penyebabnya  yakni  pengaruh  perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Peran media sosial tidak hanya memberi manfaat tapi juga dapat  berdampak     negatif   bagi   kehidupan   manusia.   Misalnya:   orang   melakukan percabulan/pemerkosaan  akibat  menonton  film  porno,  mengikuti  gaya  hidup  (trend) dengan melakukan seks bebas, narkoba dll. Kita diingatkan untuk mempergunakan tubuh sebagai sarana untuk melayani dan memuliakan Tuhan. Jauhkanlah  diri dari Percabulan.

DoaKiranya kami dapat mempergunakan tubuh untuk memuliakan-Mu, ya Tuhan. Amin.

Jumat, 02 Juni 2023

bacaan : Kisah Para Rasul. 19 : 1 – 12

Paulus di Efesus
Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. 2 Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." 3 Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." 4 Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." 5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. 8 Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah. 9 Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus. 10 Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. 11 Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, 12 bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.

Roh Kudus Menuntun Pada Pertobatan

Salah seorang Pendeta asal Aceh menceriterakan pengalamannya menjadi seorang penginjil  di  daerah  pedalaman.  Ia  mengaku  Roh  Kudus  telah  menuntun  dia dan isterinya untuk melakukan tugas pemberitaan injil kepada mereka yang miskin, sakit, buta huruf, dll. Mereka telah membawa banyak orang menjadi percaya kepada Kristus dan mengalami pertobatan melalui pertolongan Roh Kudus. Meskipun demikian, mereka juga mengakui seringkali ditolak dengan cara yang keras. Hal yang sama juga dialami oleh Rasul Paulus. Ia kerapkali mengalami penganiayaan tapi ia tetap setia dan taat pada pelayanannya.  Ia  rajin  mengunjungi  jemaat-jemaat  yang  ia  bentuk  dan  senantiasa melakukan tugas pendampingan bagi mereka. Hal ini juga ia lakukan kepada Jemaat di Efesus.  Dalam perkunjungannya, Paulus  berhadapan  dengan  situasi  dimana  jemaat Efesus belum mengalami  pertumbuhan  dengan  baik.  Mereka  percaya  kepada  Tuhan Yesus tetapi karna belum menerima Roh maka perbuatan mereka tidak sesuai dengan teladan Yesus (ay.2).  Paulus  kemudian  menasehati  mereka  agar percaya kepada Tuhan Yesus dan memberi diri untuk dibaptis dalam nama Tuhan Yesus (ayat 5). Melalui penumpangan tangan oleh Paulus, maka mereka dipenuhi Roh Kudus, sehingga yang belum percaya menjadi percaya. Roh Kudus juga menuntun kita saat ini untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik bagi sesama dan menuntun kita kepada pertobatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah setiap orang dalam pertobatan, Amin.

Sabtu, 03 Juni 2023

bacaan : Kisah Para Rasul. 19 : 13 – 20

Anak-anak Skewa
13 Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." 14 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 15 Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?" 16 Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka. 17 Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. 18 Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

Beritakan Injil Dengan Motivasi Yang Murni
Motivasi yang murni dalam penginjilan terlihat jelas dalam kehidupan dan pelayanan Rasul Paulus, terlebih dalam tugas pemberitaan Injil. Paulus dengan menggunakan nama   Yesus   telah   melakukan   mujizat-mujizat   yang   luar   biasa;  antara   lain: menyembuhkan orang yang kerasukan setan, sehingga banyak orang mulai meniru cara- cara pelayanan yang dilakukan oleh Paulus (ayat 13), termasuk anak-anak Skewa, Imam Kepala   Yahudi   (ayat   14).   Mereka   mencoba-coba  menyebut nama   Yesus   untuk menyembuhkan  roh  jahat,  padahal  mereka adalah  tukang  jampi  (dukun).  Mereka menggunakan mantera dengan menyebut nama Yesus padahal mereka tidak percaya kepada Yesus. Dengan  kata  lain,  motivasi  mereka  menggunakan  nama  Yesus  untuk memperoleh popularitas. Akibatnya anak-anak skewa dikalahkan; dipukuli dan ditelanjangi oleh roh jahat (ayat 16). Peristiwa yang alami oleh ketujuh anak skewa ini terdengar oleh banyak orang sehingga orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus menjadi percaya dan  mengalami pertobatan  (ayat  18,19).  Dengan  demikian,  nama  Yesus  semakin dimasyhurkan dan Pemberitaan Firman Tuhan semakin disebarluaskan sampai ke ujung-ujung bumi. Melalui perikop tadi, Paulus mengingatkan orang percaya agar memiliki  motivasi yang benar dalam  melayani pekerjaan Tuhan. Menjadi Pelayan bukan supaya kita menjadi terkenal, dipuji orang, memperoleh imbalan, memperkaya diri, dll. Semua itu akan membawa kehancuran bagi hidup kita. Sebaliknya, menjadi pelayan berarti kita melakukan kehendak Tuhan yakni memuliakan Tuhan dan melayani  sesama.   Ingat: “Dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia”  (1 Korintus 15:58).

Doa: Kiranya kami memiliki motivasi yang benar untuk memberitakan injil, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI DAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Mei 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Upayakanlah Kekayaan dengan Cara yang Benar

Minggu, 21 Mei 2023

bacaan : Ulangan 8 : 1 – 20

Bersyukur kepada Allah karena kebaikan-Nya
"Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. 5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. 6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. 7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; 8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. 10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. 11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, 13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, 14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, 15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, 16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. 17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; 20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."

Menjauhlah Dari Pekerjaan Yang Menyangkal Iman!

Kerja keras merupakan cara yang tepat untuk memperoleh apa yang diimpikan atau dicita-citakan oleh seseorang. Tapi bagaimana ia melakukan kerja keras itu, selalu menjadi pertanyaan pada bagian akhir ketika sudah melihat hasil kerja orang tersebut. Kerja benar atau tidak benarkah yang telah dilakukannya? Pertanyaan itu pun mengikuti pertanyaan pertama tadi. Kitab Ulangan secara detail dan berulang-ulang dalam penekanannya menguraikan tentang hal memperoleh berkat Tuhan. Setiap orang dapat menikmati segala yang baik dalam kehidupannya bukanlah  semata-mata   karena kekuasaan dan  kekuatan  tangannya bekerja, melainkan anugerah  Allah bagi kehidupannya. Allah melimpahinya dengan berkat karena Allah berkenan dengan kehidupannya yang takut Tuhan dan setia pada perintah-perintahNya. Karena itu, Allah terus memberikan kekuatan baginya untuk bekerja dan mendatangkan hasil yang banyak dari yang dikerjakannya tersebut. Bekerja dengan cara demikian bagi orang percaya haruslah dimulai dari diri sendiri. Takut pada Tuhan harus menjadi penuntun baginya untuk bekerja keras.  Ia  harus mengandalkan  Tuhan  yang  memberikan  kekuatan  dan kemampuan baginya  untuk   bekerja.   Untuk   itu, kerendahan hati dan penyerahan hidup kepada Allah menjadi  juga  cara  beriman yang harus  dinyatakan oleh orang Kristen saat bekerja. Ada banyak tawaran di sekitar kita supaya pekerjaan yang kita lakukan tidak menguras banyak tenaga dan dapat memberi hasil yang berlimpah. Tapi jika hal tersebut membuat kita menyangkali iman, maka sebaiknya jangan kita melakukannya. Sebab pada akhirnya kita akan menuai kesusahan dan penderitaan.

Doa: RohMu  yang menolong kami untuk bekerja dengan benar. Amin

Senin, 22 Mei 2023

bacaan : Yeremia 17 : 11

11 Seperti ayam hutan yang mengerami yang tidak ditelurkannya, demikianlah orang yang menggaruk kekayaan secara tidak halal, pada pertengahan usianya ia akan kehilangan semuanya, dan pada kesudahan usianya ia terkenal sebagai seorang bebal.

Jangan Serakah!
Orang  yang  bekerja  dengan  benar  akan  memperoleh  hasil  yang  mendatangkan kehidupan berdamai sejahtera dan pada akhir hidupnya akan dianggap orang baik. Kalimat ini mungkin dapat dibaca secara berbeda dengan orang yang bekerja secara tidak halal  seperti yang dikatakan  dalam nas  bacaan hari  ini. Yeremia menyampaikan cara hidup seperti ini sebagai orang serakah. Keserakahan yang menjadi gaya hidup sebagian orang di Israel telah mendatangkan penindasan bagi yang lemah. Orang yang kuat, yang kaya dan yang punya kekuasaan pun semakin lebih kuat dan mengabaikan mereka yang dipandang kecil dan miskin dalam masyarakat. Mereka tidak memiliki hati kasih sebab mereka hanya memikirkan diri sendiri. Keserakahan terkadang mengintai karakter kekristenan kita. Kita sering menjumpai  sikap  serakah  pada  beberapa orang  yang  telah  mengakibatkan kesusahan  bagi orang  lain.  Tak  sedikit  diantara  mereka  menggunakan  nama  lembaga  dan  peraturan tertentu -belum tentu itu benar- untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Apa yang sering disebut money oriented menjadi cara berpikir dan berperilaku dari orang-orang seperti ini. Jika demikian maka karakter kekristenan kita sesungguhnya telah kehilangan Roh Allah. Perubahan dan pemulihan tentunya harus segera kita lakukan, supaya hidup kita tidak dimakan habis oleh ngengat keserakahan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami supaya tidak serakah dalam bekerja.  Amin.

Selas, 23 Mei 2023

bacaan : Amsal 10 : 2 – 5

2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut. 3 TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya. 4 Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. 5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

Jangan Menjadi workakholic!
Kebenaran hidup dan  berkat selalu  berjalan  beriringan dalam setiap  nasihat bijak Amsal.   Penulis   menegaskan   tentang   ketercukupan   kebutuhan   hidup   hingga kekayaan dapat diperoleh seseorang karena melakukan hal-hal yang benar. Hal yang benar tersebut merupakan juga sikap seseorang untuk bekerja dengan rajin dan bijaksana mengatur waktu kerjanya. Dalam dunia kerja terkadang seseorang dianggap rajin bekerja ketika dia datang  pagi-pagi ke kantor dan pulang larut malam,  bahkan mungkin  juga bekerja sepanjang hari. Orang seperti ini disebut workakholic oleh Bryan Robinson Ph.D, seorang ahli terapi psikologis (Jurnal entrepreneur). Salah satu tipe dari orang seperti ini menjadi sangat perfeksionis. Mereka bekerja karena obsesi yang berlebihan pada kesempurnaan.  Mereka  takut  gagal atau  tidak  memenuhi  target  pekerjaannya.  Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan  pekerjaan mereka. Salah satu dampak dari tipe orang seperti ini adalah mereka sulit memiliki waktu luang bersama dengan orang lain. Dalam kehidupan keluarga Kristen, jika ada orang tua yang  berlaku  demikian maka bisa  saja  ia  akan  mengabaikan  perhatian  pada anak- anaknya. Dan jika orang tua yang seperti ini ingin mengganti ketidakmampuannya memperhatikan anak-anaknya dengan memberi materi atau uang tanpa disertai didikan, maka dapat kita bayangkan bagaimana pertumbuhan karakter anak-anak Kristen. Untuk itu, jadilah pekerja Kristen yang rajin dan mampu mengatur waktu dengan baik!

Doa: Ajarlah  kami Tuhan untuk bekerja dengan rajin dan mampu mengatur waktu. Amin.

Rabu, 24 Mei 2023

bacaan : Yakobus 5 : 1 – 6

Peringatan kepada orang kaya
Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Jangan Merampas Hak Orang Lain!
Yakobus   mengkritik  dengan tajam perilaku orang kaya yang  mengumpulkan kekayaannya  dengan cara mengambil  hak  orang  lain.  Dengan  tegas  Yakobus memberi peringatan akibat yang akan diperoleh mereka yakni kesengsaraan hidup. Kekayaan yang mereka peroleh menjadi tidak bernilai dan akan hilang. Penderitaan itu menjadi lebih berat karena fisik mereka juga akan sakit. Mereka akan malu karena hal ini, sebab keadaan mereka menjadi bukti keserakahan yang telah mereka lakukan. Semua kondisi ini harus juga ditanggung oleh orang kaya, sebagai jawaban Tuhan terhadap doa orang-orang yang telah diambil haknya. Mereka yang diperlakukan tidak adil dan dirampas haknya dipandang Yakobus sebagai orang benar. Kerja keras, sikap tidak melawan dan penyerahan hidup pada  Tuhan sebagai Hakim yang adil memposisikan mereka sebagai orang benar. Berdasarkan hal-hal  ini,  ada dua  pesan penting  dari nas  bacaan  hari  ini  yang  disampaikan kepada  kita, yakni : pertama, sebagai orang Kristen bekerjalah dengan benar dan jangan mengambil hak orang lain untuk memperkaya diri. Kedua, sebagai orang Kristen, bekerjalah dengan keras untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan keringatmu dan jika kamu diperlakukan tidak adil maka tetaplah berserah kepada Tuhan. Dialah, Tuhan yang peduli, yang setia mendengar seruan umatNya dan pasti menjawab dalam keadilanNya.

Doa:   Ajarlah  kami  Tuhan  untuk tidak merampas hak orang lain dan tetap berserah padaMu. Amin.

Kamis, 25 Mei 2023

bacaan : Amsal 13 : 11

11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Kumpulkan Hartamu dan Gunakanlah Dengan Benar

Harta adalah hiasan semata. Harta menjadi berarti jika digunakan dengan baik. Pengamsal mengingatkan bahwa harta yang diperoleh dengan mudah akan cepat habis. Berbeda dengan harta yang dikumpulkan dengan cara yang benar sedikit demi sedikit. Setelah mendapatkannya, ada rasa memiliki karena telah berjerih lelah. Karena itu pasti menghargai dan menjaganya. Barang-barang yang dibelanjakan akan dipakai  secara bertanggung jawab,  dirawat dengan baik dan tidak disia-siakan. Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, mudah dibelanjakan, foya-foya di sana sini. Selalu berkeinginan  untuk  belanja  tanpa  memikirkan manfaatnya.Terkadang  kita  ingin  kaya secara cepat atau instan. Segala cara diupayakan baik yang benar atau keliru. Kita seharusnya menyadari bahwa semua pekerjaan membutuhkan proses dalam waktu yang lama untuk menjadi mapan. Kalau menipu orang tua supaya mengambil warisan dan menjadi kaya, membunuh isteri/suami dan mengambil asuransinya dan lainnya,  seperti  banyak  kasus  yang  terjadi,  itu tindakan yang keliru, jahat, menghancurkan hidup dan masa depan. Tindakan demikian adalah dosa dan tidak boleh dilakukan. Kumpulkanlah hartamu dan pergunakanlah dengan baik dan benar.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk mengumpulkan dan menggunakan harta dengan benar. Amin.

Jumat, 26 Mei 2023

bacaan : Amsal 15 : 27

27 Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.

Berjuanglah Memperoleh Kekayaan Dengan Benar!

Amplop putih panjang yang di dalamnya berisikan uang dalam jumlah banyak, disodorkan seorang bapak kepada seorang jaksa yang akan membela perkara anaknya. Anak semata wayang ini telah melakukan pelecehan seksual. Jaksa itu dengan tegas mengatakan: “saya tidak pernah ingin membawa pulang uang suap yang tidak akan menjadi berkat bagi isteri dan anak-anakku”.Jaksa  ini menolak dan mengembalikan amplop putih itu.Tindakan Jaksa ini sungguh tepat. Alkitab mengatakan: “siapa loba  akan  keuntungan  gelap,  mengacaukan  rumah  tangganya.  Tetapi  siapa membenci suap akan hidup. Siapa tamak demi laba yang tidak adil menyusahkan rumah tangganya, tetapi dia yang membenci suap akan hidup”. Sumber kesuksesan dan berkat yang kita terima adalah dari Tuhan melalui kerja keras. Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan berbagai-bagai nafsu yang mencelakakan. Artinya mengupayakan  kekayaan  dengan  cara  yang  tidak benar  akan   binasa.   Dunia   banyak   memberikan tawaran yang menggoda. Berjuanglah memperoleh kekayaan dengan benar. Jangan serakah! Keinginan dan hawa nafsu yang berlebihan, mengacaukan kehidupan. Tujuan hidup adalah bahagia, tujuan kerja adalah memperoleh hasil dan hasil yang murni adalah dari keringat sendiri. Itu kualitas hidup orang Kristen yang diberkati.

Doa:  Ajarlah  kami  untuk membenci suap dan loba akan keuntungan gelap. Amin.

Sabtu, 27 Mei 2023

bacaan : Amsal 16 : 8

8 Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan.

Sedikit Tapi Berarti Daripada Banyak Tanpa Keadilan

Firman Tuhan di hari ini mengajarkan untuk bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini,  yang  kita  dapatkan  dengan  kebenaran.  Daripada  berlimpah  harta namun didapatkan dengan  ketidakadilan. Penghasilan sedikit namun disertai dengan kejujuran, akan  lebih  dihargai  daripada  penghasilan  banyak  namun menipu  sana-sini.  Saat  ini mungkin orang-orang yang berperilaku demikian merasa diuntungkan, namun keuntungan yang didapati itu akan menjadi   senjata yang berbalik menyerang kehidupan mereka. Saudaraku,  harta  sedikit  yang diperoleh  dengan  jujur,  dengannya  orang  merasakan kepuasan dan menikmatinya dengan nyaman. Akan jauh lebih baik  dan berharga jika digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan sukacita. Daripada harta berlimpah yang diperoleh dengan  cara  yang  tidak  benar,  kemudian  disimpan atau dihabiskan  dengan cara  yang tidak benar  pula. Harta yang  sedikit  akan  membawa  kepuasan dan ketenangan batin yang besar. Sebagai anak-anak Tuhan, marilah kita hidup dengan jujur dan adil. Bekerja dalam dasar takut kepadaNya, sebab Tuhan selalu menyertai langkah setiap orang yang didalam hatinya tertanam kejujuran.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk bekerja dengan jujur dan menggunakan harta dengan benar. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Mei 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Bertekadlah Membangun Bangsamu

Minggu, 14 Mei 2023

bacaan : Nehemia 2 : 11 – 20

Tekad untuk membangun kembali tembok Yerusalem
11 Maka tibalah aku di Yerusalem. Sesudah tiga hari aku di sana, 12 bangunlah aku pada malam hari bersama-sama beberapa orang saja yang menyertai aku. Aku tidak beritahukan kepada siapapun rencana yang akan kulakukan untuk Yerusalem, yang diberikan Allahku dalam hatiku. Juga tak ada lain binatang kepadaku kecuali yang kutunggangi. 13 Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api. 14 Lalu aku meneruskan perjalananku ke pintu gerbang Mata Air dan ke kolam Raja. Karena binatang yang kutunggangi tidak dapat lalu di tempat itu, 15 aku naik ke atas melalui wadi pada malam hari dan menyelidiki dengan seksama tembok itu. Kemudian aku kembali, lalu masuk melalui pintu gerbang Lebak. Demikianlah aku pulang. 16 Para penguasa tidak tahu ke mana aku telah pergi dan apa yang telah kulakukan, karena sampai kini aku belum memberitahukan apa-apa kepada orang Yahudi, baik kepada para imam, maupun kepada para pemuka, kepada para penguasa dan para petugas lainnya. 17 Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela." 18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu. 19 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?" 20 Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun. Tetapi kamu tak punya bagian atau hak dan tidak akan diingat di Yerusalem!"

Bangunlah Bangsamu
Kisah Nehemia jarang sekali diceritakan, namun kisah ini menjadi teladan sepanjang masa. Nehemia adalah seorang yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada orang  lain,  pada  bangsanya.  Oleh  sebab  itu,  ketika  Hanani,  salah  satu dari saudaranya, datang dan menggambarkan kehancuran kota Yerusalem, ia sangat sedih. Ia berkabung  selama   beberapa  hari   karena   kesulitan  yang  menimpa   bangsanya di Yerusalem dan Yehuda. Kepeduliannya membawanya pada keinginan untuk “pulang kampung” dan membangun kembali tembok Yerusalem yang hancur. Keinginannya begitu hebat, sebab hampir empat bulan penuh ia berdoa kepada Tuhan (Neh. 2:1), dengan air mata dan dengan tindakan puasa. Allah membuka jalan bagi maksud baik Nehemia. Ia mendapatkan restu dari Raja Artahsasta. Segala keberhasilan Nehemia dinyatakan dalam imannya, “karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.” Ia membangun  kembali  bangsanya dengan  tidak mencari  keuntungan  dari  apa yang dibuat. Kita pun membutuhkan Nehemia-Nehemia baru dalam hidup  ini  untuk  membangun  bangsa dan  negara ini.  Kita  dapat   memulai segala sesuatunya seperti  Nehemia; mulailah  dengan  doa.  Milikilah  semangat  untuk bekerja dengan  berkualitas. Merancang  dengan  baik  dan  melakukan  apa  saja  yang berguna untuk kepentingan membangun bangsa. Ketika berhasil, janganlah meninggikan diri. Ingatlah, bahwa keberhasilan itu datang dari Allah, maka biarlah hanya nama-Nya saja yang layak dimuliakan.

Doa:  Kuatkanlah  tekad  kami untuk  terus  membangun  bangsa ini ya Tuhan, Amin.

Senin, 15 Mei 2023

bacaan : Amsal 11 : 10 – 11

10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai. 11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Berkat Orang Jujur Mengembangkan Kota
Orang sering mengatakan, Jujur itu tanda orang yang lurus dan tulus hati. Ia tidak akan menyimpang, melainkan menyatakan yang sebenarnya dengan niat hati yang bersih.  Orang jujur  tidak suka  berbohong  atau melakukan kecurangan,  sehingga dari sifatnya  orang  menjadi  percaya.  Pengamsal  dalam  nas  bacaan  hari  ini menegaskan bahwa   berkat   orang   jujur   memperkembangkan   kota,   tetapi  mulut   orang   fasik meruntuhkannya. Itu berarti, setiap orang yang bekerja dalam dasar kejujuran, hasilnya akan membawa berkat dan kemajuan bagi kehidupan orang banyak. Sebaliknya, orang yang  bekerja  dalam  ketidakjujuran,  laksana mulut  orang  fasik  yang  menghancurkan kehidupan. Dengan perkataan bohong,  penuh tipu  muslihat,  seseorang bisa menghancurkan maksud dan tujuan yang baik. Maka suatu kota atau bangsa tidak pernah akan mengalami kemajuan,   jka  dipimpin  oleh   orang-orang   yang demikian.  Hanya  demi  kepentingan  diri  dan bukan ketulusan untuk melayani orang banyak. Firman ini mengingatkan kita marilah bekerja dengan jujur, karena berkat orang jujur menjadi sumber kebaikan, bagi hidup kita dan orang lain. Berkat orang jujur memperkembangkan kota.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk bekerja dan melayani dengan jujur. Amin.

Selasa, 16 Mei 2023

bacaan : Amsal 14 : 34

34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa
Kebesaran  dan   derajat   suatu  bangsa  bukanlah   terletak   pada   seberapa  maju teknologinya, atau seberapa besar armadanya. Kebesaran suatu bangsa terletak pada  bagaimana  pemimpin  dan  rakkatnya  menegakkan  dan  menjunjung kebenaran. Banyak masalah yang terjadi dan itu berakar dari pudarnya kebenaran lalu digantikan dengan  berbagai  tipu  daya  dan  sandiwara.  Banyak  orang  hanya memperkaya diri. Membuat  hokum  dibengkokan,  menggelapkan  dan memutarbalikan kebenaran  dalam suatu  peradilan.  Orang  menjadi  takut melakukan  dan menyuarakan  kebenaran  karena akan dianggap sebagai perusuh. Hikmat salomo dalam nas  ini menegaskan bahwa hanya kebenaranlah yang meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa dan kejahatan akan menjadi noda yang mencoreng kehidupan bangsa. Ketika kebenaran semakin langka ditemukan, maka ini adalah tugas gereja dan tugas kita semua untuk terus berdoa supaya Tuhan mengendalikan bangsa  ini..  Memberikan  bangsa  ini  suatu  generasi baru yang tangan dan hatinya murni. Generasi yang selalu mencari wajah Tuhan serta kebenarannya. Kitalah yang harus tampil sebagai model yang menyuarakan dan melakukan kebenaran. Kebenaran sangat erat dengan keadilan. Hilangnya nilai-nilai kebenaran  akan berdampak bagi kehidupan bangsa. Nilai kebenaran adalah nilai yang berkenan kepada Allah, maka marlahi kita menjalankan pekerjan dan panggilan di hari ini dengan sebaik-baiknya dalam landasan kebenaran.

Doa:  Tuhan,  buatlah  kami mengerti bahwa dengan hikmat hidup kami terpelihara.  Amin.

Rabu, 17 Mei 2023

bacaan : Ester 8 : 1 – 17

Perintah raja yang menguntungkan orang Yahudi
Pada hari itu juga raja Ahasyweros mengaruniakan harta milik Haman, seteru orang Yahudi, kepada Ester, sang ratu, dan Mordekhai masuk menghadap raja, karena Ester telah memberitahukan apa pertalian Mordekhai dengan dia. 2 Maka raja mencabut cincin meterai yang diambil dari pada Haman, lalu diserahkannya kepada Mordekhai; dan Mordekhai diangkat oleh Ester menjadi kuasa atas harta milik Haman. 3 Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkannya maksud jahat Haman, orang Agag itu, serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi. 4 Maka raja mengulurkan tongkat emas kepada Ester, lalu bangkitlah Ester dan berdiri di hadapan raja, 5 serta sembahnya: "Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah dikeluarkan surat titah untuk menarik kembali surat-surat yang berisi rancangan Haman bin Hamedata, orang Agag itu, yang ditulisnya untuk membinasakan orang Yahudi di dalam semua daerah kerajaan. 6 Karena bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?" 7 Maka jawab raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu, serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: "Harta milik Haman telah kukaruniakan kepada Ester, dan Haman sendiri telah disulakan pada tiang karena ia sudah mengacungkan tangannya kepada orang Yahudi. 8 Tuliskanlah atas nama raja apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja, karena surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali." 9 Pada waktu itu juga dipanggillah para panitera raja, dalam bulan yang ketiga--yakni bulan Siwan--pada tanggal dua puluh tiga, dan sesuai dengan segala yang diperintahkan Mordekhai ditulislah surat kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati dan para pembesar daerah, dari India sampai ke Etiopia, seratus dua puluh tujuh daerah, kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya, dan juga kepada orang Yahudi menurut tulisan dan bahasanya. 10 Maka ditulislah pesan atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja, lalu dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat yang berkuda, yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas yang diternakkan di pekudaan, dikirimkanlah surat-surat 11 yang isinya: raja mengizinkan orang Yahudi di tiap-tiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta memunahkan, membunuh atau membinasakan segala tentara, bahkan anak-anak dan perempuan-perempuan, dari bangsa dan daerah yang hendak menyerang mereka, dan untuk merampas harta miliknya, 12 pada hari yang sama di segala daerah raja Ahasyweros, pada tanggal tiga belas bulan yang kedua belas, yakni bulan Adar. 13 Salinan pesan tertulis itu harus diundangkan di tiap-tiap daerah, lalu diumumkan kepada segala bangsa, dan orang Yahudi harus bersiap-siap untuk hari itu akan melakukan pembalasan kepada musuhnya. 14 Maka dengan terburu-buru dan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh cepat yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam benteng Susan. 15 Dan Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan memakai pakaian kerajaan dari pada kain ungu tua dan kain lenan, dengan memakai tajuk emas yang mengagumkan serta jubah dari pada kain lenan halus dan kain ungu muda. Maka kota Susanpun bertempiksoraklah dan bersukaria: 16 orang Yahudi telah beroleh kelapangan hati dan sukacita, kegirangan dan kehormatan. 17 Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat manapun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.

Menjadi Berkat Bagi Sesama
Kisah    Ester    memberi    tiga    pesan    penting    bagi    kita    yakni    :    pertama, kedudukan/jabatan/kekuasaan  dan  kesempatan  haruslah  dipergunakan  sebaik- baiknya untuk memperjuangkan kehidupan yang membawa sukacita dan damai sejahtera bagi sesama. Kedua, relasi-relasi kekeluargaan mestinya menjadi kekuatan kerjasama untuk memberdayakan sesama. Ketiga, sebagai seorang perempuan yang selalu terasah pada dimensi rasa atau emosinya sehingga cepat berbelas kasih dan peduli pada yang lain   sebaiknya menjadikan hal ini sebagai kekuatan untuk menjadi bermakna bagi yang membutuhkan. Apa yang dilakukan Ester  mengingatkan saya pada  perjuangan  Martha Christina Tiahahu seorang perempuan Maluku yang sejak umur 17 tahun telah ikut serta mengangkat senjata melawan penjajah. Ia rela berkorban dan berani melakukannya demi kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Tindakan kedua perempuan ini, Ester dan Tiahahu hanya dapat dilakukan karena memiliki komitmen dan tekad yang kuat bahwa hidup harus bermakna bagi yang lain. Saat ini orang Kristen yang memiliki jabatan/ kekuasaan kadang lupa  atau  mengabaikan  komitmen  dan  tekad  seperti itu. Keinginan  memperkaya  dan memuaskan  diri  dengan  banyaknya kesempatan yang  diperoleh  cenderung  menjadi  pilihan  utama bagi orang-orang seperti ini. Jika ada ikatan kekeluargaan, maka hanya dipakai untuk kepentingan diri  dan kelompoknya. Sebagai  orang  beriman, menjadikan hidup sebagai berkat bagi sesama merupakan wujud menyaksikan Kristus. Memberlakukan sikap seperti ini dalam kehidupan berbangsa sangat menolong pembangunan bangsa kita.

Doa: Kami bertekad untuk menjadi berkat bagi sesama. Amin

Kamis, 18 Mei 2023

bacaan : Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11

Yesus terangkat ke sorga
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Mengucap Syukur dan Bersaksi
Kenaikan Yesus Kristus ke sorga menjadi momentum perayaan iman bagi semua orang Kristen. Kita mengingat kembali karya penyelamatan dan kemuliaan Kristus sebagai Anak Allah dan mengimani karya tersebut dengan melakukan tanggung jawab kesaksian sebagai murid-muridNya.  Ketika malaikat mengatakan kepada para murid : “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?…Pertanyaan ini hendak mengusik rasa terpesona atau kekaguman para murid terhadap cara Yesus naik ke sorga dengan terus menatap ke langit. Para murid harus segera memfokuskan diri pada tugas mereka untuk memberitakan injil ke semua tempat. Rasa syukur mereka pada Yesus yang bangkit dan telah menang atas maut harus dinyatakan melalui kesaksian yang benar. Roh Kudus menjadi jaminan kuasa Tuhan yang akan senantiasa menyertai mereka. Sebagai orang beriman, momentum perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ini juga kita responi dalam  rasa  syukur  untuk  mengingatkan  pada  tugas pemberitaan Injil. Kita tidak boleh terus menerus terbawa pada kesukacitaan iman karena melihat atau mengetahui peristiwa iman yang terjadi. Kita harus mampu menyatakan  iman  tersebut  dalam  kata  dan perbuatan sebagai saksiNya. Keluarga menjadi tempat yang penting untuk menyaksikan dan memuliakan Tuhan yang telah bangkit dan naik ke sorga.

Doa:  Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi saksiMu. Amin.

Jumat, 19 Mei 2023

bacaan : 2 Taw. 17 : 10 – 13

10 Ketakutan yang dari TUHAN menimpa semua kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat. 11 Dari antara orang-orang Filistin ada yang membawa kepada Yosafat persembahan, dan perak sebagai upeti. Juga orang-orang Arab membawa kepadanya kambing domba, domba jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor dan kambing jantan tujuh ribu tujuh ratus ekor. 12 Yosafat makin lama makin kuat, menjadi luar biasa kuat. Di Yehuda ia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan. 13 Banyak perbekalannya di kota-kota Yehuda. Orang-orang perangnya ada di Yerusalem, semuanya pahlawan yang gagah perkasa.

Ketaatan Sebagai Jaminan Berkat
Yosafat, Raja Israel yang menggantikan ayahnya Raja Asa. Kehidupan yang ia jalani dan kepemimpinannya atas Israel dilakukan dengan hidup menurut perintah-perintah Allah. Berbeda dengan ayahnya yang hingga akhir hidupnya tidak mencari pertolongan Tuhan. Ketaatan Raja Yosafat kepada Allah kemudian mendatangkan berkat bagi kerajaan Israel. Kerajaannya kuat dan kokoh. Seluruh Yehuda pun memberikan persembahan kepadanya hingga ia menjadi raja yang kaya dan terhormat. Kerajaan di negeri-negeri sekeliling Yehuda tidak berani berperang melawan Yosafat, sebaliknya mereka membawa persembahan kepadanya. Yosafat pun makin lama makin kuat dan dengan kepintarannya mengatur bangsanya sehingga segala sesuatu tersedia baginya dan bagi bangsanya. Di zaman  sekarang  ini,  mencari  pemimpin seperti  Raja  Yosafat  tentunya  sulit  untuk ditemukan. Loyalitasnya melayani bangsa Israel disertai komitmennya untuk selalu mengikuti perintah   Tuhan   dan  senantiasa   hidup   takut   Tuhan   menjadi   modal   utama   yang mendatangkan berkat bagi hidupnya dan bangsanya. Sebagai orang percaya, tugas dan kerja  yang kita  lakukan  dimana  saja  dan  kepada siapa saja tidak cukup hanya dengan kesungguhan hati, rajin  dan  loyal  melakukannya.  Ketaatan  pada Tuhan  dan ketergantungan  pada  pertolongan-Nya harus juga menjadi gaya dalam kerja bahkan kepemimpinan kita. Dengan demikian, kita dapat terus menyaksikan dan menghitung berkat Tuhan dalam kehidupan ini.

Doa:  Kami akan senantiasa taat kepada-Mu, ya Tuhan. Amin.

Sabtu, 20 Mei 2023

bacaan : 2 Taw. 32 : 1 – 8

Yerusalem dikepung oleh Sanherib
Setelah peristiwa yang menunjukkan kesetiaan Hizkia itu datanglah Sanherib, raja Asyur, menyerbu Yehuda. Ia mengepung kota-kota berkubu, dan berniat merebutnya. 2 Ketika Hizkia mengetahui, bahwa Sanherib datang hendak memerangi Yerusalem, 3 ia berunding dengan para panglima dan pahlawannya untuk menutup segala mata air yang terdapat di luar kota dan mereka itu bersedia membantunya. 4 Maka berkumpullah banyak orang. Mereka menutup semua mata air dan sungai yang mengalir dari tengah-tengah negeri itu. Kata mereka: "Mengapa raja-raja Asyur harus mendapat banyak air, kalau mereka datang?" 5 Dengan sekuat tenaga Hizkia membangun kembali seluruh tembok yang telah terbongkar, mendirikan menara-menara di atasnya dan tembok yang lain di luarnya. Ia memperkuat juga Milo di kota Daud dan membuat lembing dan perisai dalam jumlah yang besar. 6 Ia mengangkat panglima-panglima perang yang mengepalai rakyat, menyuruh mereka berkumpul kepadanya di halaman pintu gerbang kota dan menenangkan hati mereka dengan kata-kata: 7 "Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. 8 Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita." Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali.

Berperanlah Sebagai Pemimpin Yang Bijak!
Kehidupan ini dengan berbagai dinamikanya merupakan perjuangan iman bagi setiap orang percaya. Sama seperti yang dilakukan oleh Raja Hizkia. Ia tahu bahwa ada tangan besar yang menyertainya lebih dari pada yang menyertai bangsa Asyur. Selain rakyat yang  bersama  dengannya,  ada  Tuhan  Allah  yang  senantiasa menyertai  Hizkia. Hizkia meyakini penyertaan Allah itu sehingga ia bertindak dan melakukan apa yang baik dan mendatangkan keselamatan bagi bangsanya. Ia berunding dengan para panglima dan pahlawannya. Suatu sikap yang bijaksana sebagai pemimpin. Sekalipun ia adalah raja namun ia tidak membuat keputusan sendiri. Ia membutuhkan pandangan orang lain dan bekerjasama dengan semua orang di negaranya. Ia membangun sinergisitas dalam upaya pembangunan. Sebagai pemimpin, ia juga menjadi motivator ulung yang mampu menyemangati dan menumbuhkan keparcayaan di hati rakyatnya. Hizkia sangat paham dengan kondisi psikologi rakyatnya karena lawan mereka adalah Asyur. Hizkia memainkan peran-peran  pendampingan  dan  penguatan yang luar biasa bagi rakyatnya. Tipe kepemimpinan seperti ini sangatlah ideal dan mudah diterima dimana saja. Sayangnya,  kita  lebih  sering  menemukan  pemimpin yang mau  berusaha  mengenal  dan  memahami  orang-orang  yang  ia  pimpin ketika  ia memiliki kepentingan atau tujuan tertentu bagi dirinya. Pemimpin Kristen haruslah tidak demikian. Bahkan ia mesti tahu bahwa kerjanya hanya bisa berhasil jika mendapatkan dukungan dari banyak orang dan Tuhan yang memberkati.

Doa:    Tuhan, mampukanlah  kami menjadi pemimpin yang bijaksana. Amin

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 7 – 13 Mei 2023

Tema Bulanan : Sikap Demokrasi : Tunduklah dalam Tuntunan Hikmat dan Kuasa Roh Kudus

Tema Mingguan : Hidup dalam Hikmat Menuai Berkat

Minggu, 07 Mei 2023

bacaan : Amsal 2 : 1 – 22

Faedah dari pada menuntut hikmat
Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, 3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, 8 sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. 9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. 10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; 11 kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau 12 supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat, 13 dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap; 14 yang bersukacita melakukan kejahatan, bersorak-sorak karena tipu muslihat yang jahat, 15 yang berliku-liku jalannya dan yang sesat perilakunya; 16 supaya engkau terlepas dari perempuan jalang, dari perempuan yang asing, yang licin perkataannya, 17 yang meninggalkan teman hidup masa mudanya dan melupakan perjanjian Allahnya; 18 sesungguhnya rumahnya hilang tenggelam ke dalam maut, jalannya menuju ke arwah-arwah. 19 Segala orang yang datang kepadanya tidak balik kembali, dan tidak mencapai jalan kehidupan. 20 Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar. 21 Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, 22 tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.

Mencari Hikmat
Penulis kitab Amsal mendorong kita untuk bertekun dalam mencari sesuatu yang jauh lebih berharga dari segala yang ada dalam hidup, yaitu hikmat. Mencari hikmat sama artinya  kita  mencari  Tuhan.  Sebab  hikmat  itu  bersumber  dari  Tuhan. Untuk mendapatkan  hikmat  yang  menuntun  kepada  jalan  yang  benar,  maka yang  harus dilakukan adalah hidup takut akan Tuhan. Hal itu nampak dari kesetiaan kita mencari Tuhan dengan segenap hati. Mau mendengarkan nasehat dan perintah Tuhan, baik ketika membaca  Firman  Tuhan  dari  Alkitab,  maupun  saat merenungkan  dan  melakukannya dalam hidup. Kita pun diharapkan selalu berseru kepada Tuhan Sang Sumber hikmat. Jangan  pernah  memulai  hari  baru tanpa berseru memanggil nama Tuhan dalam doa. Itulah kekuatan kita dalam menjalani kehidupan. Ibarat mencari harta yang  terpendam,  dibutuhkan ketekunan  dan kerja keras untuk mencari hikmat. Mencari hikmat atau mencari Tuhan bukan hanya di saat-saat tertentu. Mencari Tuhan dalam susah maupun senang, dalam keadaan sehat atau sakit, saat untung ataupun rugi. Mencari Tuhan di segala waktu, tempat dan keadaan. Hanya demikianlah kita boleh beroleh karunia dari Tuhan, yakni hati yang paham untuk menapaki jalan-jalan kehidupan sesuai kehendakNya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar  senantiasa  hidup  dalam hikmat. Amin.

Senin, 08 Mei 2023

bacaan : Amsal 8 : 10 – 13

10 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. 11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. 12 Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. 13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Hikmat itu Harta yang Tidak Ternilai
Emas, perak dan permata, siapakah yang tidak mengenal dan menginginkan benda- benda ini? Benda-benda yang berharga dan punya nilai yang tinggi dalam kehidupan manusia dan dijadikan ukuran untuk status seseorang. Baik status ekonomi maupun status sosial seseorang dalam masyarakat. Tidak heran banyak orang berlomba-lomba memiliki benda-benda tersebut. Penulis Amsal dalam nas ini hadir dengan satu pernyataan yang kontras dengan kesukaan manusia terhadap benda-benda tadi. Ia mengatakan ada yang jauh lebih berharga dari semua benda itu, yaitu hikmat. Mengapa hikmat lebih tinggi dari benda-benda berharga tadi? Karena hikmat memampukan seseorang untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah. Apa yang baik dan benar dan sesuai dengan kehendak  Allah.  Dengan  kata  lain,  hikmat  mendidik orang untuk    bagaimana menjalani hidup ini dengan baik   sesuai kehendak Allah  sehingga   hidupnya menjadi berguna. Inilah harta yang tidak ternilai yang ditawarkan hikmat,  yang tidak  akan  lenyap  dan jika dikembangkan akan sangat berarti dalam membangun kehidupan bersama. Bukankah ini yang   dibutuhkan ditengah banyaknya perbedaan di antara kita yang dapat membawa pada keretakan dan perpecahan dalam keluarga, jemaat dan masyarakat?. Di sinilah kita harus menyadari betapa hikmat diperlukan. Maka jika kita kekurangan hikmat, Mintalah pada Tuhan Sumber Hikmat itu!

Doa:   Ya Allah, berilah hikmat-Mu, sebab   itu   lebih   berharga   dari perak. emas dan permata. Amin.

Selasa, 09 Mei 2023

bacaan : Amsal 8 : 14 – 21

14 Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan. 15 Karena aku para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan. 16 Karena aku para pembesar berkuasa juga para bangsawan dan semua hakim di bumi. 17 Aku mengasihi orang yang mengasihi aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku. 18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan. 19 Buahku lebih berharga dari pada emas, bahkan dari pada emas tua, hasilku lebih dari pada perak pilihan. 20 Aku berjalan pada jalan kebenaran, di tengah-tengah jalan keadilan, 21 supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku, dan kuisi penuh perbendaharaan mereka.

Hiduplah Dalam Hikmat
Salah satu prinsip hidup yang penting bagi semua orang percaya yaitu hidup dalam hikmat. Dikatakan demikian karena ketika hidup di dalam hikmat, maka kita dapat menentukan sikap dan tindakan yang benar. Inilah yang ditegaskan oleh penulis bahwa di dalam hikmat ada nasihat, pertimbangan, pengertian dan kekuatan (ay.14). Pernyataan  ini  jelas,  sebab  hanya  dengan  hikmat  saja  para  raja,  pembesar, para bangsawan dan hakim di bumi dapat memerintah serta menetapkan keadilan (ay. 15-16). Tidak hanya itu, penulis juga menegaskan bahwa di dalam hikmat kita dapat memperoleh berkat berupa kehormatan, keadilan dan kekayaan (ay.18). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengajarkan kita baik secara pribadi maupun keluarga, untuk terus hidup dalam hikmat. Karena hikmat lebih berharga dari apapun juga dan ia akan  senantiasa menuntun  seluruh  jalan  kehidupan kita, sesuai dengan kebenaran dan keadilan. Dengan hikmat  juga  kita  pun  akan  menuai  berkat-berkat Tuhan  melalui setiap tanggungjawab kerja yang ditekuni dan dijalani. Sebagai orang percaya, kita diingatkan agar terus meminta hikmat dari Tuhan dan hidup di dalamnya. Biarlah hikmat Tuhan senantiasa menyertai kita dalam menjalankan peran  masing-masing  sebagai  anggota keluarga (papa,  mama  dan  anak- anak). Hiduplah  senantiasa dalam  hikmat  Tuhan  dan selamat  menikmati setiap berkat yang berasal dari pada-Nya.

Doa: Hikmat-Mu kami perlukan ya Tuhan untuk menjalani hidup ini dengan benar. Amin.

Rabu, 10 Mei 2023

bacaan : Amsal 9 : 1 – 6

Undangan hikmat dan undangan kebodohan
Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya, 2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya. 3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota: 4 "Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari"; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: 5 "Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; 6 buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."

Hikmat Vs Kebodohan
Hikmat dan kebodohan merupakan dua hal berbeda yang saling bertolak belakang satu dengan yang lain.  Karena saling bertolak belakang,  maka tentu  saja segala sesuatu yang dihasilkan oleh hikmat dan kebodohan juga berbeda. Perbedaan ini akan nampak dalam pikiran, sikap maupun tindakan yang dilakukan oleh manusia. Hikmat selalu  menghasilkan  kebenaran,  sebaliknya kebodohan  menghasilkan kefasikkan.  Bagi Salomo, hikmat adalah hal yang sempurna dan di dalamnya telah tersedia segala sesuatu yang memberikan kehidupan. Hal ini berbeda dengan kebodohan, sebab kebodohan sama dengan tidak berpengalaman dan tidak berakalbudi (ay.4). Sebagai manusia, kita diberikan kebebasan  untuk  menentukan  pilihan.  Pertanyaannya  ialah, apakah  kita  lebih memilih untuk hidup di dalam hikmat atau hidup di dalam kebodohan?. Kita diajarkan oleh kebenaran firman Tuhan saat ini bahwa betapa pentingnya meninggalkan kebodohan dan hidup  dalam hikmat.  Sebab  dengan  meninggalkan kebodohan arah hidup kita akan semakin berkualitas. Artinya, kita harus memiliki komitmen untuk meninggalkan  atau  membuang  seluruh  sikap  dan tindakan hidup yang bertolak belakang dengan kehendak Allah. Camkanlah, hikmat akan menuntun pribadi maupun keluarga kita untuk menjalani hidup dalam kebenaran, karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Jadi, tinggalkanlah seluruh kebodohan yang selama ini melekat pada diri. Berdoalah kepada Tuhan dan senantiasalah meminta hikmat dari-Nya, agar kita dapat menata hidup serta melangkah dengan lebih baik ke depan. Ingatlah, jauhi kebodohan dan teruslah hidup dalam tutunan hikmat Allah.

Doa: Ajarilah kami Tuhan untuk meninggalkan kebodohan dan hidup dalam hikmatMu. Amin.

Kamis, 11 Mei 2023

bacaan : Amsal 4 : 1 – 13

Nasihat untuk mencari hikmat
Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup. 5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku. 6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya. 7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. 8 Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya. 9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu." 10 Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak. 11 Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. 12 Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung. 13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Mendengar Didikan, Peroleh Hikmat
Menyandang identitas sebagai orang percaya, tidak serta merta menjamin sikap dan perbuatan sesuai identitas itu. Sebab tidak dapat disangkali bahwa banyak sekali orang percaya yang kehidupannya jauh dari kehendak Tuhan. Karena itu nasihat, didikan,   petunjuk   maupun   pengajaran,   merupakan   tindakan   penting   yang  harus didengarkan  dan  dilakukan  oleh  semua  orang  percaya.  Hal  seperti  inilah yang dikemukakan oleh penulis dalam bacaan kita saat ini. Salomo mendapatkan didikan dari ayahnya Daud dan ia pun memberi didikan kepada anak-anaknya. Salah satu hal yang mendasar dari didikan Salomo yaitu tentang hikmat. Sebab hanya dengan hikmat maka kita  akan  hidup  dalam  kesetiaan  dan  ketaatan kepada  Allah  atau  yang  disebut oleh Salomo dengan jalan lurus (ay. 11). Hikmat menuntun pada jalan lurus sehingga ketika berjalan dan berlari setiap langkah tidak akan terhambat dan tersandung. Artinya, hikmat akan menuntun pada kebenaran sehingga  kita  tidak  salah  dalam  bersikap  maupun bertindak. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk tetap mendengar didikan serta beroleh hikmat  dan  hidup taat  kepada  Allah. Pengajaran  seperti  ini  dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga  kita  masing-masing.  Biarlah  didikan  yang diberikan  atau  diterima dapat membuat kita memperoleh hikmat dan melalui hikmat itulah, kita tetap berpegang teguh pada setiap pengajaran Allah.

Doa: Tuhan tolonglah kami mendengarkan didikan, agar dapat memperoleh hikmat. Amin.

Jumat, 12 Mei 2023

bacaan : Pengkhotbah 7 : 11 – 22

11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari. 12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya. 13 Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya? 14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang inipun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya. 15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya. 16 Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri? 17 Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu? 18 Adalah baik kalau engkau memegang yang satu, dan juga tidak melepaskan yang lain, karena orang yang takut akan Allah luput dari kedua-duanya. 19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota. 20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa! 21 Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau. 22 Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.

Hikmat Memelihara Hidup
Hikmat sejati merupakan sesuatu yang berharga dan berasal dari Allah serta diberikan kepada orang-orang yang menaati-Nya. Karena hikmat berharga, maka tidak heran Pengkhotbah menyatakan bahwa hikmat merupakan suatu keuntungan. Keuntungan yang dimaksudkan ialah hikmat akan memelihara hidup dan memberi kekuatan bagi setiap orang  yang  memilikinya.  Oleh  sebab  itu  Pengkhotbah  hendak mengajarkan kepada pendengarnya bahkan kita semua, betapa penting memiliki hikmat dalam menjalani hari- hari kehidupan. Sebab tidak semua dinamika hidup yang begitu beragam dialami oleh manusia, dapat dimengerti dan dipahami tanpa hikmat dari Allah. Karena itu hikmat diperlukan agar kita dapat melewati seluruh dinamika tersebut. Bahkan dengan hikmat dari Allah, kita dapat membedakan antara baik dan buruk, benar dan salah serta diberikan kemampuan  untuk mengerti atau memahami hal yang  sulit sekalipun.  Karena hikmat hanya akan diberikan  kepada orang-orang yang menaati Allah, maka untuk mendapatkannya kita harus hidup taat atau dengan kata lain takut akan Tuhan. Ketaatan itu harus diwujudnyatakan dalam cara berfikir, tutur kata, sikap maupun perbuatan yang kita lakukan dalam hidup. Gunakanlah hikmat  dalam  menjalankan  peran  maupun  tanggungjawab  baik dalam  keluarga, di lingkungan pekerjaan, gereja maupun masyarakat. Ingatlah bahwa hikmat berharga dan memelihara hidup dan memberikan kekuatan bagi kita semua. orang yang memilikinya disebut beruntung, maka mintalah selalu hikmat dari Allah dan hiduplah dalam hikmat-Nya itu. Yakin dan percayalah hikmat dari Allah itu akan senantiasa

Doa:  Tuhan,  buatlah  kami mengerti bahwa dengan hikmat hidup kami terpelihara.  Amin.

Sabtu, 13 Mei 2023

bacaan : Pengkhotbah 10 : 10

10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

Hikmat Membawa Keberhasilan
Setiap orang menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang dilakukannya. Untuk mendapatkan  keberhasilan  itu,  tidak  hanya  dibutuhkan  tenaga  dan  ketrampilan dalam mengerjakannya, melainkan juga hikmat. Inilah yang diingatkan pengkhotbah dalam nas bacaan ini. Jika besi menjadi tumpul maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat. Besi yang tumpul dan tidak diasah, tentu  tidak  akan  berguna.  Menggunakan  besi  yang tumpul  dan  tidak  diasah,  akan membuat tenaga menjadi habis terkuras tetapi hasilnya tidak maksimal. Inilah gambaran orang bodoh yang bekerja dengan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri. Ia tidak mampu mengatur kekuatannya yang terbatas bahkan menggunakan tenaganya yang terbatas itu untuk   melakukan  hal-hal   yang   tdak   berguna. Berbeda dengan orang yang mengandalkan Tuhan. Ia tidak menggunakan besi yang tumpul sebagai alatnya.   Ia   akan   mengasah   besi  yang   tumpul menjadi mata kapak yang tajam sehingga berguna menumbangkan pohon  yang  besar.  Orang yang  berhikmat,  menjadikan  firman  Tuhan sebagai sumber  kekuatannya. Tenaga dan  kemampuan memang  diperlukan  untuk bekerja, namun yang membuat berhasil adalah hikmat. Karena itu, bekerjalah dalam dasar takut Tuhan. Bekerjalah sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan, maka semuanya akan menjadi berhasil.

Doa: Ya Tuhan, berilah hikmatMu agar kami berhasil dalam bekerja, Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 April – 6 Mei 2023

Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus

Tema Mingguan : Jadilah Pelayan Pendamaian

bacaan : 2 Korintus 5 : 11 – 21

Pelayanan untuk pendamaian
11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu. 12 Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah. 13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu. 14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. 16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. 17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Didamaikan Untuk Melakukan Pelayanan Pendamaian

Allah   yang   telah   memprakasai   untuk   mendamaikan kita denganNya melalui pengorbanan Kristus. Oleh karena itu Rasul Paulus menegaskan melalui pembacaan ini bahwa benar hanya karena kasih Allah bagi kita,  Ia memberikan anakNya Yesus Kristus mengalami aniaya, disalibkan, mati dan dikuburkan. Supaya mereka yang percaya, menikmati anugerah keselamatan. Mereka hidup tidak lagi untuk dirinya sendiri, melainkan hidup untuk, oleh dan di dalam Dia. Kita adalah orang-orang yang  paling beruntung,  karena dosa dan pelanggaran kita tidak diperhitungkanNya. Kita telah didamaikan oleh Allah. Karena  itu,  Allah menghendaki kita hidup untuk mewujudkan karya pendamaian bagi dunia ini melalui pelayanan kasih terhadap sesama yang lemah dan membutuhkan. Menjadi pelayan- pelayan pendamaian yang memungkinkan orang lain menikmati pengampunan dan anugerah keselamatan dari Tuhan. Menjadi agen-agen pendamaian, agar kehidupan yang rukun dan harmonis tetap terawat.

Doa:   Roh Kudus mampukanlah kami mewujudkan pelayanan yang menghadirkan pendamaian. Amin.

Senin, 01 Mei 2023

bacaan : 1 Yohanes 2 : 1 – 6

Kristus pengantara kita
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. 2 Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. 3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Hiduplah Sama Seperti Kristus

Bulan baru telah kita masuki. Tanda rahmat dan penyertaan Allah tidak berkesudahan dalam kehidupan sebagai anak-anakNya. Menjadi anak Tuhan tidaklah mudah. Tidak juga  cukup  hanya  diucapkan,  melainkan  mesti  diaktakan. Artinya  bahwa,  setiap orang yang mengaku bahwa dia adalah anak Tuhan, bahwa Kristus ada dan hidup di dalam dirinya, wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Nas bacaan hari ini mau mengingatkan, janganlah berbuat dosa!. Namun, jika karena kelemahan kita berbuat dosa, janganlah takut dan menghukum diri sendiri. Kita mempunyai seorang pengantara kepada Bapa, yaitu Yesus Kristus. Dia-lah pendamaian untuk segala dosa manusia dan dosa seluruh dunia.  Pendamaian  yang dikerjakan  Allah  melalui  Kristus  itu,  mewajibkan  kita hidup menuruti perintah-Nya. Dengan begitu sempurnalah kasih Allah di dalam kita dan itu tandanya kita ada di dalam Dia. Jika kita ada di dalam Dia,  maka  wajib  hidup  sama  seperti  Kristus telah hidup.  Wajib  berarti  sesuatu  yang  harus  dilakukan. Kita memang bukanlah  anak-anak Tuhan yang sempurna, tetapi keinginan untuk selalu menjauhkan diri dari dosa dan meminta Roh Kudus mengendalikan, membuat kita mampu hidup sesuai dengan kehendakNya.

Doa:  Ya   Kristus   Tuhan,   tolonglah kami  untuk  hidup  semakin meneladani-Mu. Amin.

Selasa, 02 Mei 2023

bacaan : 1 Yohanes 2 : 7 – 11

Perintah yang baru
7 Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. 8 Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. 9 Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. 10 Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 11 Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Hiduplah Damai Dengan Saudara!

Refrein KJ. 424, “Bersinar, bersinar, itulah kehendak Yesus. Bersinar-bersinar, aku bersinar terus.”  Sesungguhnya mengandung pesan teologis yang penting bagi kita.  Kehidupan  orang  percaya  memang  harus  menjadi  terang  untuk  menerangi kegelapan di sekitar. Bagaimanakah caranya, kita tetap hidup sesuai kehendak Allah untuk menjadi terang? Tidak ada cara lain selain hidup mengasihi saudara.  Hubungan dengan saudara sangat penting untuk diperhatikan. Seseorang yang mempunyai hubungan yang baik   dengan   Tuhan   akan   diwujudnyatakan dengan  manisnya   hubungan   bersama saudaranya. Hubungan baik yang manis itu merupakan cerminan kasih   kepada Tuhan. Karena firman Tuhan  mengingatkan, “barangsiapa tidak  mengasihi saudaranya   yang kelihatan, tidak mungkin ia mengasihi Allah yang tidak kelihatan”. Sehingga setiap orang yang telah mengenal Allah akan senantiasa menjaga relasi yang baik dengan  saudaranya. Melalui hubungan yang   baik   kita   sedang   menampilkan   terang   kasih Kristus. Tidak mungkin kita yang percaya menampilkan terang kasih Kristus, jika kebencian, irihati, dendam, perselisihan masih ada di dalam diri terhadap saudara. Marilah mengerti  kehendak Tuhan dengan  menjalankan  kasih  yang sesungguhnya bagi semua saudara. Siapa membenci saudaranya, dia masih hidup dalam kegelapan. Keluarlah dari kegelapan itu! Hiduplah damai dengan saudara.

Doa:   Ya Allah, kami mau hidup seturut kehendakMu dengan tetap mengasihi saudara, Amin.

Rabu, 03 Mei

bacaan : Roma 3 : 21 – 26

Manusia dibenarkan karena iman
21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Yesuslah Jalan Pendamaian
Betapa penting dan agung karya Yesus Kristus yang menjadi jalan pendamaian. Kasih karunia Tuhan itu tersalur kepada semua orang agar menerima keselamatan. Tetapi siapa  yang  mau  diselamatkan,  haruslah  beriman  dan  menerima  Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Benar, bahwa Yesus sudah mati untuk menyelamatkan seisi dunia, tetapi hanya bagi yang percaya kepadaNya yang dapat menerima anugerah keselamatan  itu.  Iman  kita sangat  menentukan  apakah dapat menerima  kasih  karunia Allah yang menyelamatkan. Itulah pembenaran karena iman. Karena itu, sesungguhnya di bawah kolong langit ini tidak ada satupun yang boleh bermegah, sebab hanya oleh kasih karunia kita diselamatkan. Atas kasih karunia ini kita bersyukur.  Jika kita  berbuat  baik  dan  benar dalam hidup, itu sebagai tanda syukur karena telah diselamatkan. Konsep kekristenan ini penting bahwa kita berbuat baik dan benar bukan supaya diselamatkan. Kalau begitu pertanyaannya, apakah benar kita telah diselamatkan? Kalau iya, tunjukkanlah itu dalam perbuatan-perbuatan hidup tiap hari sebagai tanda bahwa kita mensyukuri keselamatan yang Tuhan beri. Mari masuk hari ini dengan bersyukur karena Tuhan Yesus telah menjadi jalan pendamaian bagi segala dosa kita.

Doa:  Terima  kasih  ya  Allah  atas anugerah keselamatan dalam hidup kami. Amin.

Kamis, 04 Mei 2023

bacaan : Mazmur 34 : 12 – 15

11 (34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu! 12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? 13 (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; 14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Orang Benar Berusaha Mencari Perdamaian

Ada  tiga  perilaku yang  membawa  manusia  untuk  menikmati  kehidupan  yang baik menurut pemazmur dalam nas bacaan hari ini. Pertama, orang yang dapat menjaga perkataan dari segala ucapan yang jahat dan menipu. Lidah adalah anggota tubuh yang sangat rentan untuk membawa kita kepada dosa dan kejahatan, seperti misalnya menyulut perkelahaian dan perpecahan, mengeluarkan kata-kata kotor, kutuk, dusta dan sebagainya. Karena itu, lidah harus dikuasai dan dikendalikan. Kedua, menjauhi segala yang jahat dan melakukan yang baik. Perilaku kejahatan bagi orang benar adalah sesuatu yang harus dijauhkan bahkan dihentikan dan sebaliknya lakukanlah kebaikan. Pikiran dan perbuatan     baik dan benar akan membuat kita dan orang lain mengalami damai dan sukacita.  Ketiga,  orang  yang mencari  perdamaian  dan  berusaha  mendapatkannya. Perdamaian atau hidup yang damai adalah kebutuhan semua orang. Tanpa damai, hidup kita tidak akan tenang, tenteram dan bahagia. Jadi sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung kepada kita, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Artinya selalu ada usaha untuk menjaga relasi baik dengan semua orang. Itulah tandanya kehidupan orang benar, selalu berusaha mencari perdamaian. Mulailah dari diri kita sendiri dan keluarga. Didikan dan ajaran dalam keluarga yang baik, membuat kita tahu mengendalikan lidah dan melakukan yang baik demi kedamaian tetap terjaga.

Doa: Ya Allah, berilah kami kemauan untuk hidup berdamai dengan semua orang, Amin.

Jumat, 05 Mei 2023

bacaan : Amsal 21 : 2 – 9

2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. 3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban. 4 Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. 5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. 6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. 7 Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan. 8 Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya. 9 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

Perempuan Yang Bersyukur dan Menjadi Pendamai

Sebesar apapun rumah, seindah apapun arsitekturnya, sebagus apapun intreriornya bahkan  semahal apapun  segala  yang ada  di dalamnya, tetap  tidak  akan pernah memberi rasa damai dan bahagia, kalau di dalamnya ada perempuan atau isteri yang suka bertengkar dan tidak tahu bersyukur. Ini mengungkapkan betapa seorang perempuan seharusnya menjadi  penolong yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan di dalam rumah. Seorang perempuan yang mampu menjadi pendamai dan menciptakan suasana bahagia adalah yang tahu bersyukur dalam segala hal. Dialah istri yang bijaksana atau berhikmat.  Sebab  hanya  istri  yang  bijaksana  dan berhikmat  sajalah  yang  mampu bersyukur dan menjadi pendamai mulai dari dalam keluarga, dan menyebar ke dalam kehidupan  sesama di lingkungan sekitar. Di  hari  Ulang  tahun  Wadah  pelayanan Perempuan GPM yang ke 55 hari ini, nas bacaan firman Tuhan mengingkatkan kita untuk Bersyukur atas berkat penyertaan Tuhan bagi semua perempuan GPM. Karena kasih Tuhanlah perempuan terus menjadi  berkat.  Kiranya berkat pertambahan usia, menginsprasi semua perempuan GPM untuk terus menjadi perempuan- perempuan   pendamai   yang   menghadirkan   karya- karya kebaikan dan kedamaian.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami perempuan yang bersyukur dan pendamai. Amin.

Sabtu, 06 Mei 2023

bacaan : Roma 14 : 19

19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Kejarlah Damai Sejahtera

Bersyukurlah karena Tuhan menciptakan kita dengan tujuan agar hidup dapat berguna bagi sesama. Setiap kita punya potensi dan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang dapat berdampak dalam kehidupan orang lain. Dengan kata lain kita diciptakan untuk dapat saling membangun. Untuk itulah setiap kita harus menghargai, menerima dan memberi ruang  atau  kesempatan  bagi  orang  lain untuk  mengembangkan  diri  dan menampilkan sesuatu yang berguna. Rasul Paulus dalam nas bacaan hari ini menegaskan bahwa  memang  selalu  diperlukan tekad untuk  mengejar  sesuatu  yang  mendatangkan damai sejahtera dan yang saling membangun. Tidak semua orang memiliki tekad seperti itu.  Ada  yang lebih suka  menjatuhkan  dan membuat kehidupan  orang  lain kehilangan damai sejahtera. Ada yang cenderung menjadi penghasut dan membuat kehidupan yang damai menjadi terganggu. Jauhkanlah hidup kita dari sikap yang demikian. Sebaliknya teruslah mengejar segala sesuatu yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun dalam hidup.  Jangan  ada  yang  berkecil  hati  dan berkata bahwa   dirinya tidak berguna atau tidak bisa melakukan apa-apa. Sebab sekecil apapun hal yang dilakukan demi kebaikan dan kesejahteraan hidup bersama, yakinlah! itu akan memberi dampak yang besar.

Doa: Bapa, kami akan terus mengejar damai sejahtera dan hidup saling membangun. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2023, LPJ – GPM