Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Membangun Hidup Tanpa Penindasan

Minggu, 20 Agustus 2023

bahan bacaan : Habakuk 2 : 6-20

Penghukuman atas para penindas
6 Bukankah sekalian itu akan melontarkan peribahasa mengatai dia, dan nyanyian olok-olok serta sindiran ini: Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya--berapa lama lagi? --dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian. 7 Bukankah akan bangkit dengan sekonyong-konyong mereka yang menggigit engkau, dan akan terjaga mereka yang mengejutkan engkau, sehingga engkau menjadi barang rampasan bagi mereka? 8 Karena engkau telah menjarah banyak suku bangsa, maka bangsa-bangsa yang tertinggal akan menjarah engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu. 9 Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka! 10 Engkau telah merancangkan cela ke atas rumahmu, ketika engkau bermaksud untuk menghabisi banyak bangsa; dengan demikian engkau telah berdosa terhadap dirimu sendiri. 11 Sebab batu berseru-seru dari tembok, dan balok menjawabnya dari rangka rumah. 12 Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan. 13 Sesungguhnya, bukankah dari TUHAN semesta alam asalnya, bahwa bangsa-bangsa bersusah-susah untuk api dan suku-suku bangsa berlelah untuk yang sia-sia? 14 Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. 15 Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia untuk memandang auratnya. 16 Telah engkau kenyangkan dirimu dengan kehinaan ganti kehormatan. Minumlah juga engkau dan terhuyung-huyunglah. Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN, dan cela besar akan meliputi kemuliaanmu. 17 Sebab kekerasan terhadap gunung Libanon akan menutupi engkau dan pemusnahan binatang-binatang akan mengejutkan engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu. 18 Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. 19 Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: "Terjagalah!" dan kepada sebuah batu bisu: "Bangunlah!" Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya. 20 Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!

Celakalah Orang Yang Melakukan Kejahatan

Thomas Hobbes menyebutkan:”Manusia adalah serigala bagi sesamanya” (Latin: homo homini lupus) artinya manusia memiliki sifat serigala (membunuh, menindas, merebut kekuasaan, merampok, mengambil milik orang lain, merebut hak orang lain, dll). Hal-hal ini juga diperlihatkan oleh bangsa Babilonia. Mereka merampok, menipu dan  menghidupi keluarga atau bangsanya dengan menindas bangsa Yehuda, membangun kota-kota dengan uang dan tenaga kerja yang didapat dengan jalan kekerasan serta mempermalukan sesama dan menghancurkan negeri mereka. Mengapa Allah tidak bertindak cepat untuk menghentikan kekejaman dan ketidakadilan di Yehuda? Demikianlah nabi Habakuk bertanya kepada Allah. Memang Yehuda melakukan kejahatan dan ketidakadilan, tetapi Babel jauh lebih kejam. Namun, akhirnya Nabi mengakui,Tuhan Allah membenci dosa. Orang Babel boleh saja menghukum Yehuda tapi Babel akhirnya juga akan jatuh, sebab para pemimpinnya mendewakan kekuatan mereka sendiri (1:11). Bukan orang sombong yang diterima Tuhan, tetapi orang yang hidup oleh iman (2:4). Iman akan diuji melalui saat-saat yang sulit maka Habakuk menunjukkan pentingnya terus memuji Allah sebagai sumber kekuatan yang sejati dan satu-satunya Penyelamat (3:17,19). Firman Tuhan ini mengajarkan, saat kita mengalami ketidakadilan, kekerasan, kehilangan hak hidup tetaplah beriman dan berharap pada Tuhan maka kita akan mengalami sukacita dan damai sejahtera. Apabila kita memperoleh anugerah Tuhan, janganlah melakukan kejahatan karena pasti berujung celaka.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk tidak berbuat jahat. Amin. 

Senin, 21 Agustus 2023

bahan bacaan : Ulangan 23 : 15-16

Kesayangan terhadap budak yang melarikan diri
15 "Janganlah kauserahkan kepada tuannya seorang budak yang melarikan diri dari tuannya kepadamu. 16 Bersama-sama engkau ia boleh tinggal, di tengah-tengahmu, di tempat yang dipilihnya di salah satu tempatmu, yang dirasanya baik; janganlah engkau menindas dia."

Lindungilah Mereka Yang Tertindas

Film dengan judul “HERRIET” (diangkat dari kisah nyata) seorang  perempuan kulit hitam bernama Harriet Tubman yang membebaskan kaumnya dari perbudakan bangsa kulit putih di Amerika karena dituntun “Suara Tuhan”. Harriet adalah seorang budak, ia diperkosa dan dijual oleh majikannya kepada majikan yang lain. Ia mengalami kekerasan yang lebih kejam dan tidak manusiawi, Karen itu melarikan diri ke Philadelfia. Melalui sebuah organisasi bawah tanah, ia mendapatkan hak hidup di kota tersebut. Akhirnya, ia berjuang membebaskan keluarganya bersama dengan ratusan budak lainnya. Kisah budak melarikan diri ada dalam Alkitab. Mereka melarikan diri karena sebagian besar dari mereka menjadi sasaran kerja paksa dan tindakan sewenang-wenang dari tuannya. Hal tersebut membuat seorang budak mencari tempat untuk berlindung dan memiliki hidup baru. Sebab itu, Musa melarang orang Israel menyerahkan seorang budak yang melarikan diri kepada tuannya (ay.15). Sebaliknya, orang Israel harus mengizinkan dia untuk tinggal bersama mereka dan jangan menindas meraka, karena bangsa Israel pun pernah menjadi budak di Mesir (band. Kel.1:1-12). Saat ini kita tidak lagi mengalami perbudakan seperti di masa lampau tapi masih ada “perbudakan” yang kita alami seperti; ketidakadilan, kekerasan, diskriminasi (praktek ketidakadilan karena agama, suku, warna kulit, disabilitas, dll), kemiskinan, dan sebagainya. Marilah kita teladani tokoh Herriet untuk memberikan pembebasan bagi mereka yang lemah. Semoga !

 Doa: Tuhan, tuntun kami membangun hidup peduli kepada sesama.  Amin.   

Selasa, 22 Agustus 2023

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 13 : 1-5

Yoahas, raja Israel
Dalam tahun kedua puluh tiga zaman Yoas bin Ahazia, raja Yehuda, Yoahas, anak Yehu, menjadi raja atas Israel di Samaria; ia memerintah tujuh belas tahun lamanya. 2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia hidup menuruti dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Ia tidak menjauhinya. 3 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel, lalu diserahkan-Nyalah mereka ke dalam tangan Hazael, raja Aram, dan ke dalam tangan Benhadad, anak Hazael, selama zaman itu. 4 Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram. 5 --TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, sehingga mereka lepas dari tangan Aram dan dapat duduk di kemah-kemah mereka seperti yang sudah-sudah.

                                      Bertobatlah, Maka Tuhan Akan Menolong

Tema minggu ini “Membangun Hidup Tanpa Penindasan”. Tema ini bermaksud mengatakan bahwa selama manusia hidup selalu ada praktek penindasan. Misalnya: pemerkosaan, pelecehan seksual, perampokan, pembulian, pembunuhan, pencurian dan sebagainya. Penindasan adalah hal yang tidak dapat dibenarkan, karena itu manusia harus menjauhkan diri dari penindasan (kekerasan). Perikop bacaan, 2 Raja-raja 13:1-5 mengisahkan tentang Yoahas, raja Samaria melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Kepemimpinannya telah membawa umat Israel melakukan dosa (ay.2). Umat dan raja-rajanya tidak setia kepada Tuhan dengan beribadat kepada berhala-berhala (band Hakim-hakim 10:6). Akhirnya, bangsa itu dihukum dengan menyerahkan mereka ke tangan orang Aram yang menindas dan membinasakan dengan kejam. Keadaan tersebut, membuat Yoahas meminta belas kasihan Tuhan agar rakyatnya bebas dari penindasan raja Aram, dan Tuhan memberikan seorang penolong untuk membebaskan mereka. Dari firman ini kita belajar bahwa ketika mengalami penindasan baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat, berharap dan percaya hanya pada Tuhan yang memberikan pertolongan dan kelepasan. Jangan mengandalkan kekuatan diri sendiri atau orang lain yang memiliki kuasa, jabatan maupun kekayaan. Pertolongan Tuhan itu harus direspons dengan pertobatan hidup. STOP PENINDASAN ! terhadap sesama.

 Doa: Tuhan, tolonglah kami membangun hidup tanpa penindasan, amin.   

Rabu, 23 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 16 : 1-16

Hagar dan Ismael
Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. 2 Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. 3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. 4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. 5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: "Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau." 6 Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. 7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. 8 Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?" Jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku." 9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." 10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." 11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. 12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya." 13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?" 14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered. 15 Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. 16 Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Menyelesaikan Masalah Tanpa Kekerasan

Kisah tentang Abram dan Sarai, pasangan suami-isteri yang tidak memiliki anak sampai usia tua, kita semua tahu. Ini yang menyebabkan kebahagiaan dalam keluarga terasa tidak sempurna serta kurangnya iman sarai terhadap janji Allah tentang keturunan. Dalam situasi tersebut, muncullah ide Sarai agar Abram memperistri Hagar (hamba Sarai yang berasal dari Mesir) supaya mereka memiliki anak. Hagar bersedia diperistri oleh Abram, kemudian dia mengandung (ay.3-4). Kehamilan Hagar tentu mambawa kebahagian bagi Abram dan sarai karena mereka akan segera mendapatkan keturunan. Tetapi muncul masalah baru bagi rumah tangga Abram dan isterinya, sarai. Ketika Hagar tahu bahwa dia mengandung, maka dia menjadi sombong; memandang rendah dan menghina Sarai. Sikap Hagar ini sangat menyakiti hati Sarai, maka bangkitlah amarahnya sehingga Sarah menindas dan memberi tekanan yang berat kepada Hagar sampai dia kehilangan semangat untuk hidup dan kemudian lari meninggalkan majikannya. Dari kisah ini kita beroleh makna bahwa selalu ada masalah dalam rumah tangga, namun usahakanlah menyelesaikan masalah dengan mengandalkan Tuhan bukan berdasarkan keinginan kita semata-mata. Karena bisa saja bukan menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru yang jauh lebih besar.Selain itu, usahakan meyelesaikan masalah dengan membangun hidup tanpa penindasan karena penindasan (kekerasan) dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Doa: Tuhan, tuntun kami menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.   Amin.   

Kamis, 24 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 14 : 31

31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

Menolong Orang Miskin, Memuliakan Tuhan

Masih banyak orang yang memberlakukan orang lemah dan miskin dengan cara yang tidak benar dan tidak adil.  Misalnya: siswa yatim piatu dihina bodoh dan miskin oleh guru karena belum membayar SPP. Ada juga siswa berkebutuhan khusus yang tubuhnya tidak normal “bongkok” dihina oleh pelajar lain dengan menyebutnya “manusia pikul ransel” dan masih banyak orang yang mengalami kepahitan dalam hidup karena ulah sesama. Kitab Amsal berisi ucapan bijak kepada anak-anak muda yang bertujuan untuk mendidik mereka menghormati dan mentaati Tuhan, sumber hikmat dengan cara peduli kepada orang miskin dan orang yang memerlukan bantuan. Hal ini dikemukakan dalam perikop bacaan kita tadi, “Siapa menindas orang lemah, menghina pencipta-Nya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin memuliakan Dia”. Ayat ini mau menjelaskan bahwa orang lemah selalu menjadi sasaran penindasan dan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sesama. Namun, mereka lupa bahwa menindas orang lemah, itu artinya menghina Tuhan.Sebaliknya, kemurahan hati dan kepedulian kepada orang lemah (orang miskin) menunjukkan bahwa kita memuliakan Tuhan. Oleh sebab itu, marilah kita menunjukkan perhatian dan kepedulian kepada mereka yang lemah; orang miskin, orang berkebutuhan khusus (cacat fisik dan mental), korban kekerasan dengan benar dan adil. Dengan melakukan demikian, Tuhan dimuliakan.

Doa: Tolonglah kami menolong mereka yang lemah dan miskin, Amin.   

Jumat, 25 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 24 : 1-2

Jangan iri kepada orang jahat, jangan ingin bergaul dengan mereka. 2 Karena hati mereka memikirkan penindasan dan bibir mereka membicarakan bencana.

Waspadalah!

Memiliki relasi yang baik dengan orang lain merupakan dambaan setiap insan manusia. Akan tetapi relasi yang baik itu dapat saja menjadi rusak, karena sikap dan tindakan yang tidak manusiawi. Salah satu contoh sikap dan tindakan yang tidak manusiawi yaitu penindasan kepada orang lain. Penindasan sama artinya dengan menekan, memperlakukan dengan sewenang-wenang dan menguasai dengan paksa. Menurut Amsal, orang yang hatinya memikirkan penindasan dan bibirnya membicarakan bencana adalah orang yang jahat. Sikap dan tindakan yang mereka lakukan selalu mengakibatkan penderitaan bagi orang lain. Cara hidup seperti ini sangat berpengaruh dalam membina suatu hubungan yang baik. Penindasan masih sering terjadi dalam hidup bersama baik dalam lingkungan masyarakat, lingkungan kerja bahkan dalam ruang lingkup yang kecil sekalipun seperti keluarga. Misalnya atasan yang menekan bawahan, orang tua yang otoriter terhadap anak dan lain sebagainya. Karena itu, firman Tuhan mengajarkan kita untuk waspada terhadap orang jahat sekaligus menghindari tindakan penindasan kepada sesama. Sebab penindasan adalah tindakan yang tidak berkenan dihadapan Allah dan hanya akan merusak relasi yang baik diantara sesama manusia. Hiduplah sebagai orang percaya yang terus membina relasi baik, serta Ingatlah hanya orang jahat saja yang selalu melakukan penindasan.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar tetap waspada terhadap orang jahat. Amin. 

Sabtu, 26 Agustus 2023

bahna bacaan : Pengkhotbah 4 : 1-3

Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. 2 Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. 3 Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari.

Katakan Tidak Bagi Penindasan

Hidup dalam penindasan tidak ingin dialami oleh siapapun. Kendatipun demikian, praktek-praktek penindasan masih saja dilakukan oleh orang-orang tertentu. Rata-rata orang yang melakukan penindasan adalah mereka yang memiliki kuasa yang tinggi. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Pengkhotbah bahwa di pihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Mereka yang diperlakukan dengan tidak adil ini merupakan orang-orang lemah, miskin, tidak berdaya dan lain sebagainya. Karena itu, tindakan penindasan yang mereka alami mengakibatkan adanya tangisan. Mirisnya yang lebih menyakitkan dan menyayat hati menurut Pengkhotbah yaitu tidak ada penghibur ketika air mata mereka bercucuran. Fakta hidup memperlihatkan bagi kita semua, bahwa ada orang-orang yang memiliki kekuasaan karena status sosial dan jabatan yang tinggi. Namun ada juga orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan, tidak mampu, lemah dan tak berdaya. Perbedaan ini tidaklah patut menjadi alasan untuk melakukan tindakan penindasan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun dan membina hubungan yang baik. Oleh sebab itu, pergunakanlah kekuasaan yang dimiliki untuk selalu melakukan kebaikan dan bukan kejahatan. Perlakukanlah sesama dengan semestinya dan jadikanlah kekuasaan yang dimiliki sebagai sumber berkat bagi semua orang. Katakan tidak bagi tindakan yang menindas dan biarlah hidup dan karya kita selalu menjadi bermakna bagi semua orang.

Doa: Mampukanlah kami Tuhan, supaya kami tidak menjadi pelaku-pelaku penindasan. Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Hiduplah harmonis dan Jauhilah Perpecahan

Minggu, 13 Agustus 2023

bahan bacaan : I Korintus 1 : 10-17

Perpecahan dalam jemaat
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Hidup Harmonis Sebagai Satu Tubuh Kristus

Tema pelayanan sepanjang minggu ini ialah “hiduplah harmonis dan jauhi perpecahan”. Tema ini menegaskan tentang pentingnya membangun persekutuan dan persatuan hidup dalam keluarga, gereja maupun masyarakat dengan menghindari atau menjauhi hal-hal yang dapat memecah persekutuan atau persatuan. Rasul Paulus pun menasehati jemaat di Korintus melalui informasi dari keluarga Kloe bahwa telah terjadi perselisihan hebat dalam persekutuan jemaat. Ada masing-masing kelompok membanggakan pemimpin spirtitual mereka dengan menyebut golongan Paulus, Apolos, Kefas dan Kristus. Kondisi demikian mengganggu persekutuan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Paulus bertanya apakah dengan kondisi demikian tubuh Kristus harus dipecah-pecahkan?.Karya pelayanan Paulus dan teman-temannya adalah demi kehidupan persekutuan jemaat sebagai satu tubuh Kristus. Jemaat Korintus sangat maju dalam hal-hal pelayanan rohani dan karunia-karunia. Namun apalah arti semuanya itu kalau tidak dipakai untuk membangun jemaat. Ternyata masing-masing kelompok bersaing siapa yang lebih hebat dan anggul. Kalau demikian bukan Kristus yang mereka beritakan tetapi kesombongan diri mereka. Untuk tetap menjaga hidup yang harmonis, maka kita semua harus saling menghargai, menerima, mengasihi dan melengkapi satu dengan yang lain. Serta menjauhkan diri dari sikap kesombongan dan keangkuhan yang dapat menciptakan perpecahan dalam hidup persekutuan. 

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk mampu hidup harmonis sebagai satu persekutuan.. Amin.  

Senin, 14 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 13 : 12-14 

12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Andalkan Kristus Untuk Wujudkan Hidup yang Baik

Salah satu sikap yang mesti diwujudkan untuk membangun persekutuan hidup harmonis antar sesama adalah kesopanan. Sopan dalam perkataan maupun perbuatan. Kita pun seharusnya menjauhikan diri dari hal-hal yang memicu terjadi perpecahan. Kadangkala dengan kesukaan pada pesta pora dan kemabukan, percabulan dan hawa nafsu serta perselisihan dan iri hati, satu persekutuan dapat terganggu dan berujung konflik. Hal-hal tersebut bertentangan dengan injil Kristus yang diberitakan oleh Paulus bagi jemaat di Roma dan juga bagi kita. Seringkali sifat kedagingan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Untuk menghadapinya rasul Paulus  memberi nasehat supaya mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang. Ini akan membuat kita tidak mudah goyah oleh berbagai tawaran dunia dan terus-menerus terbawa keinginan kedagingan untuk memuaskannya. Roh Kristus yang berdiam didalam diri akan memampukan kita untuk mewujudkan hal-hal baik, manis dan sopan melalui tutur kata serta sikap perilaku dalam berelasi dengan sesama. Dengan demikian maka kerinduan kita untuk menikmati persekutuan hidup yang harmonis akan selalu terwujud dan hal itu pun menjadi kesaksian bagi semua orang.

Doa: Karuniakan RohMu untuk mampukan kami mewujudkan hidup yang baik. Amin.  

Selasa, 15 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 14 : 13-18

Jangan memberi batu sandungan
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! 14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. 16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

                               Hindari Perpecahan Dengan Hidup Dalam Kasih Kristus

Rasul Paulus selalu gelisah ketika terjadi perselisihan di jemaat-jemaat yang ia layani. Tidak bisa dipungkiri atau dihindari realitas hidup manusia dengan berbagai macam perbedaan yang ada. Perbedaan pandangan dan pemahaman soal makanan yang najis dan tidak najis. Namun ditengah perbedaan itu rasul Paulus hadir dan memberikan nasehat bagi jemaat Roma dan juga bagi kita untuk melihat hal penting dari sebuah persekutuan hidup sebagai satu tubuh Kristus. Di dalam kasih Kristus, perbedaan tidak boleh dipersoalkan untuk melihat siapa yang benar dan siapa yang salah. Bagi Paulus menyatakan kehadiran kerajaan Allah yakni kebenaran, damai sejahtera dan sukacita serta Roh Kudus itulah yang paling utama dan penting dari pada sekedar perdebatan soal makanan. Itulah sebabnya tidak perlu untuk saling menghakimi dan menjadi batu sandungan satu dengan yang lain. Tetapi memaknai kasih Allah dalam Kristus yang telah berkorban untuk keselamatan semua orang percaya. Itulah hal penting yang mesti diwujudkan dalam kehidupan persekutuan jemaat melalui sikap serta perilaku hidup.  Nasehat inipun penting bagi kita sebagai keluarga maupun persekutuan gereja dan masyarakat ketika kita mau mewujudkan persekutuan hidup yang harmonis. Tentu ketika kita tidak menjadikan perbedaan sebagai hal untuk memicu perpecahan dalam persekutuan. Namun perbedaan dilihat sebagai kekayaan untuk saling melengkapi dalam mewujudkan  persekutuan hidup sebagai satu tubuh Kristus.

Doa: Curahkan kasihMu bagi kami dalam wujudkan persekutuan hidup saling mengasihi. Amin.  

Rabu, 16 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 19 : 13-14

13 Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik. 14 Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

Hikmat Tuhan Menuntun Untuk Hidup Harmonis

Kita pasti mendambakan kehidupan dalam keluarga selalu harmonis dan jauh dari hal-hal yang memicu terjadinya perpecahan. Di hari ini penulis kitab Amsal memberikan nasehat hikmat untuk mendidik anak-anak kita agar tidak menjadi bebal. Anak bebal atau keras kepala adalah bencana bagi ayahnya. Oleh sebab itu mendidik anak-anak kita menjadi hal penting dalam keluarga, agar mereka menjadi anak yang baik dan takut Tuhan serta mempunyai masa depan yang baik. Pengamsal juga mengatakan tentang istri yang bertengkar, ibarat tiris yang tidak henti-hentinya menitik. Gambaran dari hati yang penuh amarah sehingga mengeluarkan kata-kata dari mulut yang mengalir tiada henti. Lebih fatal lagi kalau kondisi demikian ditanggapi dengan hal yang sama dari suami. Maka tiada hentinya pertengkaran itu. Rumah dan harta adalah warisan orang tua atau leluhur. Pasti kita senang dan bahagia menerima warisan tersebut. Pengamsal tegaskan bahwa istri yang berakal budi adalah karunia Tuhan. Artinya semua hal baik menjadi dambaan kita untuk hidup harmonis dalam keluarga, ketika kita meminta hikmat Tuhan untuk menuntun kita dalam menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dengan penuh kasih. Hikmat Tuhan merupakan kasih karunia Tuhan bagi kita.

Doa: Ya Tuhan tolong kami mewujudkan hidup yang harmonis. Amin.  

Kamis, 17 Agustus 2023

bahan bacaan : Mazmur 133 : 1-3

Persaudaraan yang rukun
Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Kerukunan Mendatangkan Berkat

Hari ini, segenap bangsa Indonesia merayakan HUT kemerdekaan RI yang ke-78 Tahun. Momentum ini mengingatkan kita bahwa Tuhan itu baik; Ia menjaga dan memelihara bangsa ini dengan kasih-Nya. Sebab itu, sebagai warga masyarakat kita patut menaikan syukur sekaligus merespons kebaikan Tuhan itu dengan cara “ Merawat Persaudaraan Yang Rukun” (Tema HUT RI ke-78). Tema ini mau mengarahkan kita untuk  merawat hidup yang rukun dan menghindari perpecahan. Perpecahan kadang terjadi disebabkan oleh sikap tidak menghargai perbedaan dan kurangnya toleransi antar golongan, agama, suku,dll. Menyadari bahaya perpecahan tersebut, maka kita perlu membangun persatuan atau persaudaraan dengan baik, sebagaimana  ditegaskan dalam perikop bacaan Mazmur 133:1-3. Mazmur ini digolongkan sebagai mazmur ziarah, yakni nyanyian yang dinyanyikan ketika umat Israel mendaki ke Yerusalem untuk beribadah kepada Tuhan di Bait Allah. Selain itu, nyanyian ini berisi komitmen umat Israel yang terdiri dari 12 suku yang terpisah-pisah untuk tetap menjaga keutuhan sebagai bangsa pilihan Allah.  Apabila mereka hidup dengan rukun (ay.1), maka Tuhan memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya (ay.3). Orang Kristen hidup di tengah-tengah masyarakat majemuk yang berpotensi konflik dan perpecahan. Sebab itu, kita harus tetap menjaga keutuhan bangsa ini dengan cara menghargai perbedaan dan menjauhi konflik dengan sesama. Hanya dengan membangun persaudaraan yang rukun, Tuhan memberikan berkat yang berlimpah-limpah.

Doa: Kiranya bangsa Indonesia senantiasa hidup rukun dan damai, amin! 

Jumat, 18 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 29 : 22-23

22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. 23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.

                                             Rendah Hati Mencegah Perpecahan

Keangkuhan dan kerendahan hati merupakan dua sifat manusia yang sangat bertolak belakang. Angkuh (sombong) adalah sifat seseorang yang merasa diri paling hebat, paling benar, paling lebih dari orang lain. Sedangkan rendah hati adalah sifat yang tidak merasa paling baik, paling bisa, paling tahu, paling pintar dari orang lain. Hal ini dijelaskan dalam perikop bacaan kita tadi, Penulis Kitab Amsal (Salomo) menunjukkan perbedaan antara sikap orang berhikmat dan sikap orang bodoh, yakni: “Keangkuhan merendahkan orang, tapi orang yang rendah hati menerima pujian”(ay.23). Keangkuhan membuat seseorang bersikap meremehkan dan tidak menghargai orang lain. Sifat angkuh ini berpotensi menimbulkan pertengkaran dan perpecahan. Sedangkan sifat rendah hati membuat seseorang dapat menjaga relasi hidup yang baik dengan sesama. Bunda Teresa berkata: “Kerendahan hati adalah ibu dari semua sifat yang baik”. Maka orang yang memiliki kerendahan hati dan takut Tuhan akan  memperoleh kekayaan,kehormatan dan kehidupan (Ams.22:4)).Belajarlah menjadi orang yang rendah hati dan jauhilah keangkuhan, karena orang rendah hati dikasihi oleh Tuhan (Maz.25:9) dan sesama, sedangkan keangkuhan dibenci oleh Tuhan.

 Doa: Tuhan, kiranya kami dapat mencegah perpecahan melalui kerendahan hati, amin.  

Sabtu, 19 Agustus 2023

bahan bacaan : Amsal 20 : 3

3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Orang Berhikmat Menjauhi Pertengkaran

Masih ingatkah kita tentang “kasus Sambo” yang menyita perhatian banyak orang baik di tanah air maupun luar negeri. Sambo disebutkan membunuh anak buahnya (JH) karena amarah yang meledak-ledak setelah mendapat informasi bahwa isterinya (PC) dilecehkan oleh ajudannya sendiri meskipun informasi tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Namun, satu hal yang memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa amarah (emosi) yang tidak dapat dikendalikan menimbulkan masalah besar bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Hal ini dijelaskan oleh penulis kitab Amsal dalam bacaan kita tadi, “terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh  membiarkan amarahnya meledak” (ay.3). Salomo mau mengingatkan, orang yang hidup berdasarkan hikmat melakukan hal-hal yang benar sedangkan orang bodoh hidup menurut hawa nafsunya. Orang yang hidup berdasarkan hikmat menjauhi perbantahan karena perbantahan (pertengkaran) dapat membahayan diri sendiri (band.ay.2), bahkan bisa menjadi sumber perpecahan baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Orang yang hidup berdasarkan hikmat Allah biasanya membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sabar, rendah hati, menghargai orang lain, tidak sombong, suka menolong, dan sebagainya. Sebaliknya orang bodoh membiarkan amarah (emosi) menguasai dirinya sehingga dia cenderung melukai hati orang lain dengan kata dan perbuatannya.Marilah jadi orang berhikmat yang dapat mengendalikan amarah dan menjauhi pertengkaran.

Doa:  Tuhan tuntun kami untuk mengendalikan emosi dan menjauhi pertengkaran, Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Agustus 2023

Tema Bulanan : Menjaga Keutuhan Keluarga, Gereja dan Masyarakat

Tema Mingguan : Menghargai dan Menerima Perbedaan

Minggu, 06 Agustus 2023

bahan bacaan : Galatia 2 : 11-14

Paulus bertentangan dengan Petrus
11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. 12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. 13 Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. 14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

Jadilah Orang Kristen Yang Tidak Munafik

Pernahkah kita tahu tentang arti kata munafik? Dalam bahasa Yunani kata munafik  disebut hupokrithes, yang awalnya dipakai untuk menjelaskan seorang aktor yang memainkan beberapa peran di panggung dalam pertunjukkan yang sama, dengan cara memakai berbagai topeng untuk berbagai adegan. Dalam hal ini kemunafikan dapat dimengerti sebagai penemuan penampilan yang palsu dari kebaikan sambil menyembunyikan karakter yang sebenarnya. Hal ini sangat tampak jika dikaitkan dengan keyakinan agama dan moral. Rasul Paulus sangat menentang sikap kemunafikan yang ditunjukkan oleh Kefas dan beberapa orang Yahudi. Sewaktu beberapa orang dari kalangan Yakobus belum datang menjumpai Kefas, ia (Kefas) sedang asyik makan sehidangan dengan orang-orang yang tidak bersunat, namun saat orang-orang kalangan Yakobus tiba, Kefas mengundurkan diri dan bergabung dengan orang-orang kalangan Yakobus yang merupakan orang-orang bersunat. Bagi Paulus, sifat atau karakter kemunafikan tersebut sepantasnya tidak boleh terjadi pada orang-orang Kristen. Orang Kristen harus menjadi diri sendiri dalam setiap situasi dan kondisi, kapan pun ia berada. Orang Kristen harus konsisten dalam kata dan perbuatan, serta tidak mencari rasa aman di setiap situasi dengan cara menyembunyikan jatidiri yang sebenarnya. Kata kasarnya, jadi orang Kristen itu jangan munafik, Tuhan membenci kemunafikan. Hargailah semua orang tanpa mempersoalkan latar belakang dan status atau kedudukannya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk meninggalkan cara hidup yang munafik. Amin 

Senin, 07 Agustus 2023

bahan bacaan : Roma 10 : 12

12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

Kasihilah Semua Orang Yang Berbeda Dari Kita

Tidak ada seorang pun yang lahir memiliki kesamaan dengan yang lainnya. Kenyataannya semua orang lahir memiliki perbedaan. Kita mungkin ingin lahir dari keluarga yang kaya dan memiliki fisik yang sempurna, wajah ganteng atau cantik. Namun, apa yang dapat dikatakan jika ternyata kita lahir dari keluarga yang sederhana atau miskin dengan fisik yang tidak sempurna atau wajah yang tidak terlalu ganteng atau cantik. Itulah realita hidup, bahwa Tuhan menciptakan semua orang tidak sama. Tuhan tidak menciptakan semua orang yang lahir itu perempuan saja atau laki-laki semata. Tuhan menciptakan masing-masing orang harus lahir pada jam, tanggal, bulan dan tahun yang berbeda, juga lahir di tempat yang berbeda, dan dari keturunan atau suku bangsa serta ras yang berbeda. Jika Tuhan yang membuat adanya perbedaan, mengapa manusia harus mempersoalkan perbedaan yang telah diciptakan oleh Tuhan.  Semua orang yang  Allah ciptakan berbeda ini punya Allah yang satu. Adapun maksud Tuhan Allah menciptakan adanya perbedaan adalah supaya antara satu dengan lainnya hidup saling mengasihi, melengkapi dan menopang. Alasannya, karena Tuhan sendiri mengasihi semua yang diciptakanNya, melengkapi dan menopang kehidupan meskipun yang diciptakan Tuhan itu berbeda antara satu dengan lainnya. Jadi, dalam perbedaan marilah kita saling mengasihi, melengkapi dan menopang antara satu dengan lainnya.

Doa: Ya Tuhan, Jadikanlah kami umatMu yang mengasihi semua orang yang berbeda dari kami…Amin 

Selasa, 08 Agustus 2023

bahan bacaan : I Tawarikh 24 : 1-15

Para imam dibagi dalam rombongan
Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 2 Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. 3 Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. 4 Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. 5 Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada "pemimpin-pemimpin kudus" dan "pemimpin-pemimpin Allah", baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. 6 Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. 7 Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; 8 yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; 9 yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; 10 yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; 11 yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; 12 yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; 13 yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; 14 yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; 15 yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes;

Berbagi Peran Dengan Mereka Yang Berbeda

Berbagi peran dan tanggung jawab kepada orang yang berbeda dari kita semestinya menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh orang-orang Kristen. Hal ini dimaksudkan agar melalui pembagian peran semua orang bukan saja merasa dihargai, namun juga termotivasi untuk bertanggung jawab atas kehidupan bersama dalam suatu persekutuan. Pembagian peran tersebut haruslah merata  dan adil kepada semua orang, meskipun mereka berbeda dari kita. Hal itulah yang dilakukan oleh Daud saat membagi peran imam dalam penyelenggaraan ibadah kepada suku-suku yang ada dari berbagai keturunan. Memang suku Lewi yang biasanya berperan sebagai imam, namun dalam rangka pemerataan pelayanan, Daud merasa perlu untuk peran imam juga diberikan kepada suku yang lain dari keturunan yang berbeda. Jadi, di sini perbedaan tidak menjadi hambatan untuk melakukan pelayanan terhadap semua orang. Perbedaan dikelola secara bijaksana oleh Daud melalui pembagian peran dalam rangka peningkatan pelayanan kepada kaum Israel. Melalui teks ini kita diminta untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai halangan atau hambatan dalam memberi peran kepada mereka yang berbeda demi kemajuan suatu kehidupan bersama yang lebih baik.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup berbagi peran dengan orang yang berbeda dengan kami… Amin. 

Rabu, 09 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 25 : 19-34

Esau dan Yakub
19 Inilah riwayat keturunan Ishak, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak. 20 Dan Ishak berumur empat puluh tahun, ketika Ribka, anak Betuel, orang Aram dari Padan-Aram, saudara perempuan Laban orang Aram itu, diambilnya menjadi isterinya. 21 Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. 22 Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: "Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?" Dan ia pergi meminta petunjuk kepada TUHAN. 23 Firman TUHAN kepadanya: "Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda." 24 Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. 25 Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau. 26 Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir. 27 Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: Esau menjadi seorang yang pandai berburu, seorang yang suka tinggal di padang, tetapi Yakub adalah seorang yang tenang, yang suka tinggal di kemah. 28 Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub. 29 Pada suatu kali Yakub sedang memasak sesuatu, lalu datanglah Esau dengan lelah dari padang. 30 Kata Esau kepada Yakub: "Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, karena aku lelah." Itulah sebabnya namanya disebutkan Edom. 31 Tetapi kata Yakub: "Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu." 32 Sahut Esau: "Sebentar lagi aku akan mati; apakah gunanya bagiku hak kesulungan itu?" 33 Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya. 34 Lalu Yakub memberikan roti dan masakan kacang merah itu kepada Esau; ia makan dan minum, lalu berdiri dan pergi. Demikianlah Esau memandang ringan hak kesulungan itu.

Potensi Anak yang Berbeda Itu Kekayaan Dalam Keluarga

Perbedaan antara Esau dan Yakub telah terjadi sejak dari dalam kandungan ibu mereka Ribka. Perbedaan saat dilahirkan, Esau badannya berbulu sedangkan Yakub tidak. Pekerjaan juga berbeda,  Esau suka berburu dan tinggal di padang serta menjadi kesayangan Ishak. Sedangkan Yakub suka tinggal di kemah dan menjadi kesayangan Ribka. Karakter juga berbeda, Esau tipe orang yang menggampangkan segala sesuatu dan tidak bertanggung jawab, sedangkan Yakub adalah pribadi yang penuh perhitungan serta ambisius. Hal ini terjadi saat Esau baru pulang berburu dari padang dan ia meminta sop kacang merah yang sementara dimasak oleh Yakub. Namun Yakub meminta Esau untuk menukarnya dengan hak kesulungan. Kondisi Esau yang lelah dan lapar membuatnya tidak berpikir panjang saat bersumpah dan menjual hak kesulungannya kepada Yakub. Konflik terjadi saat pemberian berkat oleh Ishak yang semestinya kepada Esau yang sulung, tetapi diambil oleh Yakub dengan bantuan Ribka ibunya. Kesaksian firman Tuhan ini menjadi pembelajaran bagi kita sebagai orang tua untuk tidak membeda-bedakan kasih sayang kepada anak-anak. Apapun kondisi dan perbedaan mereka, kita mesti memberi dukungan dan kasih sayang yang sama. Perbedaan yang mereka miliki dengan kemampuan masing-masing menjadi potensi ketika disatukan untuk kebahagian bersama. Untuk itu sebagai orang tua, mintalah selalu hikmat Tuhan dalam mendidik anak-anak kita dengan berbagai potensi yang berbeda, demi masa depan mereka yang baik.

Doa: Tuhan tuntun kami untuk mendidik anak-anak dengan baik dan bijaksana. Amin. 

Kamis, 10 Agustus 2023

bahan bacaan : Kejadian 37 : 1-11

Yusuf dan saudara-saudaranya
Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan. 2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya. 3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia. 4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah. 5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya. 6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini: 7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu." 8 Lalu saudara-saudaranya berkata kepadanya: "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" Jadi makin bencilah mereka kepadanya karena mimpinya dan karena perkataannya itu. 9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku." 10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?" 11 Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya, tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya.

Saling Mengasihi Antar Saudara Yang Berbeda

Perbedaan dalam perhatian serta cinta kasih sebagai orang tua kepada anak-anak dengan pertimbangan kondisi tertentu, tanpa disadari akan menimbulkan kebencian serta konflik di antara anak-anak. Yakub sangat mengasihi Yusuf dari saudara-saudaranya yang lain, itu ditandai dengan pemberiaan jubah yang maha indah kepadanya dan hal itu menimbulkan kebencian dari saudara-saudaranya. Tindakan Yakub yang sangat mengasihi Yusuf, didasari atas kelahiran Yusuf pada waktu Yakub telah berusia lanjut. Kebencian saudara-saudara Yusuf bertambah saat Yusuf menceritakan dua kali mimpinya yang menggambarkan bahwa baik orang tua maupun saudara-saudaranya suatu saat akan sujud menyembahnya. Kebencian yang dipendam saudara-saudara Yusuf membuat mereka berencana untuk membunuhnya. Apapun keberadaan anak-anak kita dengan berbagai perbedaan yang ada, sebagai orang tua kita mesti memberi dukungan dan aprisiasi yang sama kepada mereka. Jangan ada pilih kasih di antara mereka karena kondisi keberadaan yang berbeda. Justru dalam keperbedaan itu mereka mesti diajar dan dinasehati untuk saling menerima dan menghargai satu dengan yang lain. Anak yang mempunyai kemampuan dan kelebihan tertentu mesti membantu anak yang lain. Sebagai orang tua dengan hikmat Tuhan kita mampu untuk mengarahkan anak-anak untuk hidup saling menghargai dan menyayangi satu dengan yang lain demi kehidupan baik yang terus berlanjut. 

Doa: Berkati anak-anak kami ya Tuhan untuk mereka hidup saling mengasihi. Amin.  

Jumat, 11 Agustus 2023

bahan bacaan : Yakobus 2 : 1-4

Jangan memandang muka
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Jangan Membedakan Dengan Memandang Penampilan

Perbedaan merupakan anugerah Tuhan bagi kita yang mesti disyukuri. Perbedaan bukan untuk di pertentangkan, namun mesti diterima dan dihargai. Sebab bukan kebetulan Tuhan menciptakan seluruh ciptaan termasuk manusia dengan berbeda-beda. Ada yang lebih dan ada yang kurang, ada yang kuat tetapi ada juga yang lemah. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Semua realita tersebut mengajarkan kita sebagai manusia untuk saling membantu, melengkapi satu dengan yang lain. Dalam relasi kemanusiaan sering sebagai manusia kita lebih menghargai dan menghormati seseorang karena penampilannya. Kalau orangnya berpakaian indah dengan perhiasan yang mahal, kita memberikan tempat khusus dan terhormat kepada mereka. Sedangkan kepada mereka yang miskin dengan berpakaian yang buruk, kita menyuruh mereka berdiri atau duduk di lantai. Padahal sebagai orang-orang beriman yang hidupnya dari anugerah Tuhan Yesus, maka kita tidak boleh bersikap demikian. Sebab tanpa sadar kita telah menjadi hakim untuk mengukur seseorang dari penampilannya apakah layak atau tidak layak orangnya. Tidak ada seorangpun yang punya hak untuk menilai dan menghakimi seseorang, hanya Allah sebagai pencipta. Kita semua adalah orang-orang yang berdosa dan layak memohon belas kasihan Tuhan untuk diselamatkan. Jangan kita membeda-beda sesama kita dari latar belakang hidup mereka. Namun menerima dan menghargai mereka sebagai sesama ciptaan Allah.        

Doa: Tuhan ajar kami untuk tidak membedakan sesama dengan berdasarkan penampilan. Amin.  

Sabtu, 12 Agustus 2023

Bahan bacaan : Yakobus 2 : 8 – 9

8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Kasihilah Sesamamu Seperti Dirimu Sendiri

Ajaran Tuhan Yesus tentang hukum kasih yakni kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri adalah baik ketika kita dapat melakukannya. Hukum kasih tersebut bukan hanya disebutkan atau didengarkan semata, namun harus diwujudkan saat kita membangun relasi dengan sesama. Terkadang dalam kenyataan hukum kasih ini hanya sebagai penghias ucapan bibir mulut kita saja. Hal tersebut nyata melalui sikap serta tindakan yang suka memandang muka dalam menilai dan memperlakukan seseorang. Kalau orangnya punya jabatan, kekuasaan dan kekayaan, maka kita akan berusaha mendekat dan membangun relasi serta berbaikan dengannya. Namun kalau orang tersebut tidak mempunyai apa-apa, miskin, berkekurangan, maka pasti kita akan menghindar dengan berpura-pura tidak mengenal dan tidak peduli dengannya. Oleh karena itu, penulis surat Yakobus dalam nasehatnya bagi kita sebagai anak-anak Tuhan mengatakan bahwa kita telah berbuat dosa dan melakukan pelanggaran. Kita mesti memaknai dengan sungguh-sungguh hukum kasih itu, maka kita akan mengasihi sesama, sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Kita mampu melakukannya, ketika Roh Kudus berdiam di dalam kita. Mintalah selalu tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk mengasihi sesama seperti diri kami sendiri.  Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 Juli – 5 Agustus 2023

Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas

Tema Mingguan : Rawatlah Hidup Bersama dalam Kasih

Minggu, 30 Juli 2023

bahan bacaan : 2 Petrus 1 : 3-15

Panggilan dan pilihan Allah
3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.

Rawatlah Hidup Bersama Dalam Kasih

Hari ini kita telah berada di Hari Minggu ke-31 atau hari ke 211 di tahun 2023. Puji dan syukur bagi Tuhan, karena hanya oleh kasihNya, kita ada hingga saat ini. Kepada jemaat di Asia Kecil yang berhadapan dengan kesukaran dan pencobaan, Rasul Petrus menegaskan bahwa mereka itu adalah orang-orang pilihan Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu kepada mereka Allah menganugerahkan segala sesuatu yang berguna untuk hidup saleh oleh pengenalan akan Kristus. Iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus jangan sampai kendor dan goyah tetapi harus kuat dan kokoh. Pengenalan akan Yesus Kristus, akan membuat mereka hidup dalam kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan sehingga mereka akan saling mengasihi sebagai sesama saudara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Saudaraku, saat kita dibaptis, kemudian diteguhkan menjadi anggota sidi gereja, bahkan sejak kita dikandung dan terlahir dalam keluarga Kristen, kita telah menjadi orang-orang pilihan Allah. Seperti jemaat di Asia Kecil, kita pun diperhadapkan dengan berbagai kesukaran dan pencobaan. Karena itu nasehat Petrus hari ini juga ditujukan kepada kita. Marilah kita hidup dalam pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus sehingga kepada kita dianugerahkan segala sesuatu yang akan menuntun kita kepada kesalehan, kebajikan, penguasaan diri dan semua yang baik, yang kehendaki Tuhan. Dan yang terpenting kita dapat hidup bersama dalam kasih, selalu sehati, sepikir, sepenanggungan. Sehingga melalui kehidupan yang kita tampilkan, nama Tuhan dimuliakan.

Doa: Tuhan, hidup ini penuh tantangan. Bantulah kami tuk merawat hidup bersama dalam kasih, Amin!  

Senin, 31 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 22-25

22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

Tanda Hidup Baru

Syukur bagi Allah, Sang Sumber hidup yang telah menuntun kita hingga penghujung bulan Juli 2023. Banyak hal sudah kita lakukan sepanjang 31 (tiga puluh satu) hari di bulan ini. Mintalah Tuhan memberkati semua yang baik, yang sudah kita lakukan dan mengampuni semua yang salah dalam tindakan, perkataan dan pikiran kita.

Saudaraku, dalam suratnya kepada orang-orang percaya yang tersebar di Asia Kecil, yang kala itu sedang ada dalam penderitaan dan pergumulan, Petrus memberikan motivasi iman kepada mereka agar tidak bimbang tetapi tetap berpengharapan. Khusus dalam bacaan kita, 1 Petrus 1 : 22 – 25, Petrus memuji mereka sebagai orang-orang yang telah menyucikan diri dan taat kepada kebenaran. Petrus juga mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang sudah “dilahirkan kembali” dari benih yang baik, yaitu firman Allah, karena itu mereka harus hidup dalam kasih persaudaraan yang tulus dan saling mengasihi dengan segenap hati. Nasehat Petrus ini ditujukan juga kepada kita. Janganlah bimbang dalam menghadapi berbagai tantangan. Berharaplah kepada Tuhan Yesus Kristus. Jangan lupa membaca Firman Tuhan dan hayatilah agar kita dapat dilahirkan kembali. Tanda bahwa kita telah dilahirkan kembali akan terlihat dalam hidup kita yang saling mengasihi seorang dengan yang lain dengan segenap hati. Selamat mengakhiri bulan Juli dan bersiap memasuki bulan Agustus dengan sukacita. Amin!

Doa: Biarlah firmanMu menjadi pegangan kami, Tuhan, sehingga kami dapat dilahirkan kembali untuk hidup saling melayani. Amin!  

Selasa, 01 Agustus 2023

bacaan : Lukas 6 : 35 – 36

35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. 36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."

Kepada Musuh pun, kita harus bermurah hati

Apabila kita berpikir, berkata dan melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan umumnya dianggap sebagai orang “gila’, dianggap melawan arus. Akibatnya sulit terjadi perubahan. Kita justru membiarkan kebiasaan buruk berlangsung terus menerus. Ajaran Tuhan Yesus dalam Lukas 6 : 35 – 36, merupakan suatu pemikiran, perkataan, dan tidakan yang baru, merubah tradisi Yahudi tentang balas dendam, yakni mata ganti mata, gigi ganti gigi, dan seterusnya. Perkataan Tuhan Yesus tentang kasihilah musuhmu merupakan ajaran baru dalam kerangka penyelesaian masalah atau konflik secara damai, tidak dalam tindakan kekerasan. Kita diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk berbuat baik kepada musuh, baik itu orang yang memusuhi kita ataupun orang yang kita musuhi. Begitu pun jika kita meminjamkan sesuatu kepada orang lain, jangan mengharapkan balasan. Itulah yang disebut murah hati. Mengapa TUhan Yesus mengajarkan demikian? Sebab Allah Bapa murah hati. Allah Bapa tidak membalaskan setimpal dengan dosa kita. Kita berdosa, namun Allah Bapa mau mengasihi dan mengampuni. Allah Bapa menganugerahkan kebaikan dan berkat kepada kita namun tidak mengharapkan balasan. Cukup dengan bersyukur dan berterima ksaih kepadaNya. Ajaran Tuhan Yesus ini mengajak kita untuk bermurah hati kepada siapa pun, termasuk kepada musuh atau orang yang membenci kita. Bermurah hati dengan melakukan kebaikan kepada semua orang tanpa pamrih.

doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup bermurah hati dengan semua orang. Amin.

Rabu, 02 Agustus 2023

bacaan : Yohanes 13 : 34 – 35

34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."

Jadilah murid Yesus yang hidup saling mengasihi

Hal yang sepertinya agak sulit dilakukan oleh seseorang adalah melepaskan yang lama lalu menerima yang baru. Meskipun orang yang lahir dan dibesarkan dalam suatu masyarakat adat pergi merantau ke kota yang sangat jauh dari kampung halamannya, ternyata orang tersebut belum bisa melepaskan kebiasaan hidup sewaktu di kampung halamannya. Misalnya, orang Malukuyang di Pulau Jawa atau Belanda belum bisa melepaskan gaya bicara atau makan sagu/papeda. Hal yang sama sepetinya juga terjadi pada komunitas Yahudi yang belum bisa melepaskan kebiasaan lama yang menghakimi orang berdalilkan ajaran Taurat. Ketika ada kedapatan perempuan berzinah dan dibawa kehadapan Tuhan Yesus, ahli taurat dan orang Farisi hendak menghukum lempar batu kepada perempuan tersebut sesuai hukum taurat. Tetapi Tuhan Yesus mengatakan, jika ada diantara orang banyak ini yang tidak berbuat dosa, dialah yang pertama harus melempar perempuan tersebut. Ternyata tidak ada yang melakukannya. Perintah baru yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini menegaskan bahwa yang terpenting dilakukan adalah saling mengasihi. Saling mengasihi jauh lebih penting dan lebih utama dari saling menjatuhkan, saling membunuh, dan saling membinasakan. Intinya, sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan, ajaran yang harus dipegang dan dilakukan oleh kita adalah saling mengasihiantar satu dengan lainnya. Karena itu, jadilah murid yang hidup saling mengasihi.

doa : Ya Tuhan, ajarlah kami untuk hidup mengasihi yang lain. Amin

Kamis, 03 Agustus 2023

bacaan : 1 Yohanes 4 : 19 – 21  

19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Mengasihi dalam kata dan perbuatan

Orang Kristen selalu merasa bangga dengan sebutan bahwa dirinya adalah ahli waris Kerajaan Allah, pengikut Yesus, hamba Allah, dan sejenisnya. Namun, yang menjadi persoalan, apakah karakteristik atau sifat Allah itu ada dalam dirinya sehingga sinkron (cocok) dengan sebutan diatas tadi ? Nas bacaan ini mengungkapkan karakteristik atau sifat Allah yang paling utama atau penting, yaitu kasih. Seringkali  orang-orang Kristen mengabaikan hal kasih dalam kehidupannya dengan orang lain atau kepada orang lain. Paulus katakan, ada tiga hal yang utama yakni iman, pengharapan dan kasih, namun yang paling besar diantanya adalah kasih ( 1 Korintus 13 : 13 ). Kasih menutup banyak sekali dosa ( 1 Petrus 4 : 8 ). Jadi marilah kita mengasihi dengan segenap hati dan jiwa. Kebanggan orang Kristen semestinya ketika mengasihi orang lain, artinya memaafkan/ mangampuni kesalahan orang lain, tidak membenci saudaranya. Kebanggan orang Kristen selama ini hanya dengan sebutan di awal, tidak nampak dalam perbuatan kasihnya. Orang Kristen tidak menyadari bahwa ia ada karena kasih Allah, karena itu kasih Allah tersebut tidak diteruskan dalam perbuatan nyata. Ingat, selam kita tidak mengasihi sesama kita secara nyata dalam perbuatan, selama itu pula kita tidak mengasihi Allah.

doa : Ya Tuhan, mampukanlahkami untuk berbuat kasih secara nyata dalam hidup. Amin.

Jumat, 04 Agustus 2023

bacaan : Galatia 5 : 1 – 15  

Kemerdekaan Kristen
Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. 2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. 5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan. 6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? 8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu. 9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan. 10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia. 11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya! 13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Saling Mengasihi adalah wujud ketaatan pada hukum Tuhan.

Hukum selalu ada dalam masyarakat, entah dalam kelompok yang kecil maupun yang lebih luas. Begitu pentingnya hukum atau aturan hidup, sehingga setiap orang harus tunduk dan taat pada hukum. Jika ada yang tidak taat pada hukum, orang tersebut telah melanggar hukum, tentunya ada saksi bagi orag yang melanggar hukum. Komunitas Kristen (jemaat) di Galilea sebahagian besar merupakan orang-orang Kristen yang berketurunan Yahudi yang masih memegang teguh, bahkan taat pada hukum taurat, meskipun sudah menganut agama baru, yaitu Kristen. Pada satu sisi, oarang-orang Kristen berlatar belakang Yahudi harus tunduk dan taat pada hukum taurat sehingga harus disunat, namun pada sisi yang lain, mereka tidak perlu disunat sebab sudah menjadi Kristen. Pertentangan soal sunat dan tidak sunat tersebut direpons oleh Rasul Paulus bahwa bukanlah sunat atau tidak sunat. Artinya, yang terpenting adalah sebagai orang-orang yang sudah dimerdekakan oleh Yesus dalam kematian dan kebangkitanNya, orang-orang Kristen jangan lagi hidup dalam dosa. Orang-orang Kristen harus hidup saling melayani seorang akan yang lain, dan itulah yang dinamakan kasih. Dalam hal ini, rasul Paulus hendak tegaskan bahwa hukum yang efektif adalah hukum yang didalamnya membuat semua manusia saling mengasihi, yakni kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Jadi, orang-orang Kristen yang baik harus taat hukum Tuhan, yakni yang mengasihi Tuhan dan sesama manusia.

doa : Ya Tuhan, pimpinlah kami untuk mampu mengasihi Tuhan dan sesama manusia. Amin.

Sabtu, 05 Agustus 2023.

Bahan bacaan : 2 Tesalonika 1 : 3 – 12

Ucapan syukur dan doa
3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita: 5 suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. 6 Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu 7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8 dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. 9 Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, 10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai. 11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, 12 sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Saling mendoakan dan mengasihi.

Kita pasi senang dan bangga apabila apa yang diupayakan, diperjuangkan, dan dilakukan oleh kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Kita pasti bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu untuk semua perubahan positif yang terjadi, terutama ucapan syukur itu dilakukan kepada Tuhan. Hal inilah yang terjadi pada rasul Paulus ketika melihat ada perkembangan dan kemajuan iman pada orang-orang Kristen di Tesalonika. Paulus bahkan bermegah atas ketabahan iman jemaat Teslonika, meskipun terjadi penganiayaan dan penindasan yang ditujukan kepada orang-orang Kristen di Tesalonika. Bagi rasul Paulus, untuk menghadapi berbagai penganiayaan dan penindasan itu, orang-orang Kristen harus kuat dalam doa sambil terus berbuat baik terhadap semua orang. Alasan mendasarnya adalah suatu persekutuan akan kuat dan terus berkembang apabila sama-sama saling mendoakan, terus berbuat baik dengan cara saling mengasihi antara satu dengan lainnya. Itulah yang harus menjadi pegangan pada setiap orang yang percaya pada Yesus Kristus dalam persekutuan jemaat manapun. Kehidupan yang saling mendoakan dan mengasihi kunci pertumbuhan jemaat.

Doa: Ya Tuhan, buatlah kami menjadi orang percaya yang terus berdoa dan mengasihi semua orang…Amin. 

@ SUMBER : SHK BULAN JULI & AGUSTUS 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 23-29 Juli 2023

Tema Mingguan : Hidup Bersama yang Ramah dan Peduli Kepada Anak

Minggu, 23 Juli 2023

bahan bacaan : Keluaran 1 : 1-22

Orang Israel ditindas di Mesir
Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing: 2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda; 3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin; 4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer. 5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir. 6 Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia. 7 Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka. 8 Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. 9 Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. 10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini." 11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. 12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. 13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, 14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu. 15 Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: 16 "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup." 17 Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. 18 Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?" 19 Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin." 20 Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. 21 Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga. 22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup."

Hiduplah Takut Tuhan! Anak-anak Terlindungi

Hari ini kita merayakan hari anak nasional. Presiden Soeharto mengeluarkan keputusan presiden RI No 44 tahun 1984, yang menetapkan Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli. Menurutnya, anak-anak sebagai asset bangsa patut diperingati keberadaannya. Visi peringatan hari Anak Nasional adalah mewujudkan Indonesia ramah  dan peduli kepada anak. Visi ini searah juga dengan tema mingguan dalam pembinaan bagi warga GPM yakni hidup bersama yang ramah dan peduli kepada anak. Pertanyaannya adalah bagaimana kita mewujudkannya? Pesan pengajaran dalam Kitab Keluaran di hari ini menekankan tanggung jawab setiap orang Kristen untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak. Hal tersebut harus dilakukan dalam rasa takut akan Allah sama seperti yang dilakukan oleh Sifra dan Pua; bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani melahirkan. Sikap takut akan Tuhan telah memberdayakan mereka untuk bertindak benar. Mereka tetap pada komitmen untuk takut Tuhan dan berkonsisten dengan pilihan mereka untuk melindungi anak-anak Israel. Bahkan tanpa rasa takut kepada raja, mereka memberi jawaban secara tepat ketika ditanyakan. Perwujudan hidup bersama yang ramah dan peduli kepada anak memang membutuhkan komitmen yang kuat dan sikap yang tetap konsisten dari setiap orang. Untuk itu, hidup takut Tuhan harus menjadi kekuatan dan pengarah bagi diri kita.

Doa: kami mau hidup takut kepada-Mu Tuhan, supaya kami mampu melindungi anak-anak kami. Amin  

Senin, 24 Juli 2023

bahan bacaan : Kejadian 2 : 1-10

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. 2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. 3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. 4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- 5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; 6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu-- 7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

Cinta Yang Menyelamatkan

Sebuah tulisan berjudul kekuatan cinta ibu dan “perawatan kanguru” menyelamatkan bayinya yang lahir prematur. Tulisan ini menceritakan tentang suatu pendekatan sederhana yang dipakai sebagai alternatif terbaik untuk incubator saat merawat bayi prematur dan berat badan rendah. Pendekatan ini dilakukan oleh seorang ibu di Nigeria dengan menempelkan bayinya dalam posisi tegak di dadanya, sehingga ia mampu membagi panas tubuhnya untuk menjaga suhu tubuh bayinya tetap stabil. Sang ibu yang bernama Ekhomun melakukan hal ini dengan penuh cinta kepada anaknya, sehingga ia berhasil menyelamatkan anaknya. Berat badan anaknya terus bertambah dari awalnya 700 gram menjadi 1,8 kg pada usia 60 hari. Cerita tentang Musa diselamatkan oleh perempuan-perempuan yang bukan hanya ibunya menunjukkan bahwa cinta memiliki kekuatan terbesar untuk menyelamatkan. Di dalam cinta kakak perempuan Musa dan puteri Firaun ada kepedulian, tanggung jawab, belas kasihan, kerelaan dan pengorbanan. Nilai-nilai ini telah menolong Musa dari ancaman pembunuhan, hingga bisa bertumbuh besar dan menjadi berkat masa depan bagi bangsa Israel. Tanggung jawab kita menyelamatkan anak-anak pada masa kini tentunya sangat menentukan pula masa depan mereka. Untuk itu, berlakulah sama seperti ketiga perempuan dalam cerita ini.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, supaya cinta kami menyelamatkan anak-anakkami. amin

 

Selasa, 25 Juli 2023

bahan bacaan : Efesus 6 : 1-4

Taat dan kasih
Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Bangunlah Keharmonisan Antara Orang Tua dan Anak

Keyla Putri Cantika, 11 tahun, tewas oleh pedang ayah kandungnya, 1 November 2022 lalu (BeritaSatu.com). Fadhil, 25 tahun, 30 Maret 2023 lalu menggorok leher ayahnya, Oktariman, hingga tewas (detiknews). Kasus di atas – dan banyak kasus lainnya   menunujukkan ketidakharmonisan antara orang tua dan anak, bahkan berujung kematian. Pertanyaan : “Koq bisa?” Bisa! Karena iblis tak mau melihat keluarga hidup harmonis dan banyak keluarga yang tidak menjadikan Tuhan sebagai “tamu istimewa” dalam rumahnya.

Mari belajar dari nasihat Paulus kepada Jemaat di Efesus tentang cara menjaga dan merawat keharnonisan keluarga. Dalam Efesus 6 ayat 1-3, Paulus menasihati anak-anak agar taat dan hormat kepada orang tua. Taat dan hormat terhadap orang tua bukanlah sebuah pilihan tetapi perintah yang “harus” dilakukan oleh setiap anak. Bahagia dan umur panjang akan jadi bagian anak yang taat dan hormat pada orang tua (band. Kel. 20 : 12).

Mendidik anak pada jalan Tuhan bukanlah pilihan tetapi “keharusan”. Itulah nasehat Paulus kepada para orang tua seperti yang terungkap di ayat 4. Belakangan ini banyak hati anak yang sudah dicaplok Media Sosial. Ayo, rebut kembali hati anak-anak kita. Cintailah anak-anak kita dengan : berikan perhatian, sediakan waktu untuk  bicara dan jangan lupa kontrol, asal tidak sampai “over protec” (berlebihan). Semoga keharmonisan selalu tercipta antara kita dan mereka.

Doa: Tuhan, tolong kami tuk menjaga hidup keluarga kami agar selalu harmonis. Amin!  

Rabu, 26 Juli 2023

bahan bacaan : Kejadian 21 : 8 -21

Abraham mengusir Hagar dan Ismael
8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. 15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

Tuhan Cinta Anak – Anak 

“Yesus cinta anak-anak, anak-anak di dunia…” Itulah sepenggal lagu sekolah Minggu yang mengisyaratkan betapa besar cinta Tuhan terhadap anak. Cinta yang tulus, tanpa pamrih dan tanpa pandang bulu. Ya, Tuhan memang sangat peduli dengan orang-orang “kecil”, “lemah” dan yang “termarginal” termasuk anak-anak. Bacaan kita mengisahkan tentang bagaimana Tuhan bertindak sebagai penengah bagi Sara, Abraham dan Hagar. Bagi Sara Ismael tidak berhak menjadi ahli waris Abraham, karena itu Ismael dan ibunya harus pergi dari rumah mereka. Sementara Abraham menyayangi Ismael karena dia adalah anak kandungnya. Abaraham bingung menghadapi dilema ini. Namun Tuhan Allah, membantu Abraham mengatasi persoalan itu sekalipun ada masalah baru yang muncul. Namun sekali lagi, karena Tuhan Allah peduli, Ismael dan Hagar tertolong. PertolonganNya bukan hanya sesaat, namun berlangsung terus dan tak mengenal batas sehingga memungkinkan Ismael tumbuh dan berkembang menjadi suatu bangsa yang besar, seperti yang dijanjikan Tuhan.  

Hari ini kita belajar bahwa Tuhan Allah sangat peduli dengan anak-anak. DIA tak pernah berbohong dan selalu setia memegang janjiNya. Bahkan di tengah kekurangan dan terbatasan kita sebagai manusia. Allah telah menganugerahkan anak dalam tiap keluarga untuk dikasihi dan dicintai, bukan untuk disia-siakan. Tuhan menolong kita untuk terus mencintai anak-anak.                                                   

Doa: Tuhan, ajar kami tuk terus mengasihi anak pemberianMu, dengan tulus. Amin!  

Kamis, 27 Juli 2023

bahan bacaan : Yosua 4 : 20-24

20 Kedua belas batu yang diambil dari sungai Yordan itu ditegakkan oleh Yosua di Gilgal. 21 Dan berkatalah ia kepada orang Israel, demikian: "Apabila di kemudian hari anak-anakmu bertanya kepada ayahnya: Apakah arti batu-batu ini? 22 maka haruslah kamu beritahukan kepada anak-anakmu, begini: Israel telah menyeberangi sungai Yordan ini di tanah yang kering! -- 23 sebab TUHAN, Allahmu, telah mengeringkan di depan kamu air sungai Yordan, sampai kamu dapat menyeberang seperti yang telah dilakukan TUHAN, Allahmu, dengan Laut Teberau, yang telah dikeringkan-Nya di depan kita, sampai kita dapat menyeberang, 24 supaya semua bangsa di bumi tahu, bahwa kuat tangan TUHAN, dan supaya mereka selalu takut kepada TUHAN, Allahmu."

Ceritakanlah Kepada Anak: “Bahwa Tuhan Itu Baik

Salah satu cara untuk memberitahukan tentang kemahakuasaan dan kebaikan Tuhan adalah dengan menceritakan bagaimana kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Ibu Jos pernah mengalami sakit parah. Banyak orang memperkirakan bahwa hidupnya segera berakhir. Dokter meminta ibu Jos untuk segera cuci darah. Tetapi Ibu Jos menolak. Ia meminta para pelayan bergumul dengannya dan mendoakan ramuan tradisional yang ia konsumsi. Karena keyakinannya yang sungguh pada Tuhan, tanpa cuci darah dan hanya dengan minum ramuan tradisonal, tiga bulan kemudian, Ibu Jos dinyatakan pulih. Ibu Jos sungguh merasakan kebaikan Tuhan baginya dan keluarganya. Iapun sering membagi pengalaman imannya ini kepada orang lain, terutama bagi anak dan anak asuhnya”.

Itu juga yang diharapkan terjadi pada para orang tua bangsa Israel. 12 buah batu diambil dari sungai Yordan dan dijadikan tugu peringatan di Gilgal. Tugu itu menjadi tanda akan kebaikan dan kemahakuasaan Tuhan bagi umat Israel. Karena itu para orang tua Israel harus menceritakan hal ini kepada anak-anak mereka. Seringkali, karena kesibukan kerja kita lupa memberitahukan kebaikan Tuhan kepada anak-anak kita, sehingga mereka juga “lupa” untuk mengandalkan Tuhan dalam hidup mereka. Yang mereka ingat adalah “Kebutuhan hidupku disediakan oleh Papa dan Mama”. Sebelum terlambat, ceritakanlah bahwa “Tuhan Itu Baik” dan “DIAlah Sumber segala sesuatu yang mereka nikmati di  dunia ini.!”

Doa: Kami ingin menceritakan kebaikanMu bagi anak-anak kami. Tolong bantu kami, Tuhan. Amin! 

Jumat, 28 Juli 2023

bahan bacaan : Matius 19 : 13-15

Yesus memberkati anak-anak
13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga." 15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

Bawalah Anak untuk Berjumpa,Dijamah dan Didoakan Yesus

Suatu saat, Pendeta EB berteriak dari mimbar: “Bapa tua (tuagama), tolong tertibkan anak-anak itu!!” Saat itu ada dua gadis kecil yang berlarian sambil teriak saat kebaktian berlangsung.Mereka ternyata adalah anak-anak dari Pdt. EB sendiri.  Membawa serta anak-anak ke gereja seringkali dilakukan para orang tua dengan berbagai alasan. Di antaranya : tidak ada orang jaga atau agar Yesus memberkati mereka. Jika dibuat survei, maka presentasinya akan 100% pada alasan ke dua. Itu baik dan memang seharusnya begitu. Namun terkadang anak-anak itu tidak disiapkan secara dini untuk “ikut kebaktian” di gereja. Orang tua fokus kebaktian dan anak-anak dibiarkan bermain dan ribut sehingga mengganggu orang lain dan mungkin juga pemimpin kebaktian. Dewasa ini ada solusi untuk “mendiamkan mereka”. Berikan “HP” agar mereka fokus ke HP dan tidak ribut.

Ayat 13: ‘Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka;”. Anak-anak ini dibawa dengan tujuan “dijamah dan didoakan Yesus”. Itu berarti anak-anak ini tidak sedang berlarian dan ribut atau bermain game di HP. Karena itu sejak dini kita mesti memberitahu kepada anak apa tujuan mereka ke gereja. Latih mereka untuk duduk manis sekalipun belum banyak yang dimengerti dari seluruh proses kebaktian itu dan jangan lupa terus mendoakan mereka.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk membawa anak-anak kami untuk berjumpa, dijamah dan didoakan olehMu. Amin.! 

Sabtu, 29 Juli 2023

bahan bacaan : Ulangan 6 : 4-9

4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.

Ajarilah Anak Untuk Mengasihi Tuhan dengan Segenap Hati

Orang tua sering bertanya kepada anaknya: “Ade sayang Mama deng Papa ka seng?”, lalu “Sayang sampe di mana?” Dan anak akan menjawab: “Sayang, sampe di hati!” Jawaban ini bisa jujur tapi juga karena terbiasa. Melihat kenyataan ini maka ada sebuah tanya yang menggelitik di hati saya: “Seberapa seringkah orang tua bertanya kepada anak: “Ade sayang Tuhan Yesus ka seng?”. Umat Israel diperintahkan untuk selalu mengasihi Tuhan dengan tulus. “Kasihilah… dengan segenap hati,segenap jiwa, dan segenap kekuatan”. Jadi bukan kasih yang pura-pura tapi sungguh-sungguh (ayat. 5). Perintah ini teramat penting, karena itu mereka diharuskan untuk mengajarkannya berulang-ulang baik pada waktu duduk di rumah, sedang dalam perjalanan, malah saat berbaring dan bangun. Ajaran itu pun harus diikat sebagai tanda di tangan, di dahi, ditulis di tiang pintu rumah dan pintu gerbang (ay 6–9). Karena mendengar disertai melihat, akan memudahkan anak untuk mengingat. Jika sejak dini anak sering ditanya: apakah “Ade sayang Tuhan Yesus”, dan diikuti dengan penjelasan mengapa “Ade” harus sayang Tuhan Yesus, apalagi disertai dengan memberi contoh, maka kita telah melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepada umat Israel, ”Mengajarkan berulang-ulang”. Hasilnya adalah anak akan bertumbuh menjadi Anak yang “Mengasihi Tuhan dengan segenap hati..”

Doa: Tuhan, bantu kami untuk mengajarkan anak-anak kami mengasihiMu dengan tulus, Amin!  

@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16-22 Juli 2023

Tema Bulanan : Bngunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas

Tema Mingguan : Perjuangkan Keadilan Bagi yang Lemah

Minggu, 16 Juli 2023

bahan bacaan : Yesaya 1 : 10-20

Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban
10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! 11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. 20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Apalah Arti Ibadahmu?

Sungguhkah kita beribadah untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan ataukah hanya sebuah rutinitas?.Banyak orang melaksanakan ibadah sebagai rutinitas belaka.Hal yang sama berlangsung di masa nabi Yesaya. Ibadah di Yehuda berlangsung dengan baik. Berbagai perayaan dan pertemuan ibadah tetap dilakukan. Namun Allah sama sekali tidak menyukainya. Allah muak melihat ibadah dan perayaan mereka. Ibadah mereka hanya sekadar aktivitas agama yang di dalamnya tidak ada penghayatan dan rasa hormat kepada Allah. Tetapi juga karena ibadah yang dilakukan tidak berdampak pada kehidupan  keseharian.Kejahatan dan ketidakadilan begitu banyak terjadi sehingga mereka disamakan dengan keadaan kota Sodom dan Gomora. Dalam kondisi itulah Yesaya tampil untuk menyerukan pertobatan dan kembali hidup sesuai kehendak Allah. Jika mereka mau bertobat, maka dosa yang semerah kirmizi pun akan dibersihkan seputih bulu domba. Firman Tuhan ini mengingatkan kita semua, memang tidak ada alat ukur untuk menilai kesungguhan beribadah kepada Allah. Tetapi masing-masing kita dapat merenungkan apakah ibadah yang dilakukan itu sungguh-sungguh dari hati yang bersih dan tulus. Apakah ibadah kita berdampak pada pembaruan hidup setiap hari dengan setia memperjuangkan keadilan bagi yang lemah dan susah? Semoga demikian!

Doa:  Ya Allah, tolonglah kami memiliki hati yang tulus bersih dalam beribadah dan siap menolong sesama.  Amin.   

Senin, 17 Juli 2023

bahan bacaan : Yesaya 1 : 21-27

Hukuman atas Yerusalem
21 Bagaimana ini, kota yang dahulu setia sekarang sudah menjadi sundal! Tadinya penuh keadilan dan di situ selalu diam kebenaran, tetapi sekarang penuh pembunuh. 22 Perakmu tidak murni lagi dan arakmu bercampur air. 23 Para pemimpinmu adalah pemberontak dan bersekongkol dengan pencuri. Semuanya suka menerima suap dan mengejar sogok. Mereka tidak membela hak anak-anak yatim, dan perkara janda-janda tidak sampai kepada mereka. 24 Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; "Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku. 25 Aku akan bertindak terhadap engkau: Aku akan memurnikan perakmu dengan garam soda, dan akan menyingkirkan segala timah dari padanya. 26 Aku akan mengembalikan para hakimmu seperti dahulu, dan para penasihatmu seperti semula. Sesudah itu engkau akan disebutkan kota keadilan, kota yang setia." 27 Sion akan Kubebaskan dengan penghakiman yang adil dan orang-orangnya yang bertobat akan Kubebaskan dengan tindakan yang benar.

Berjuang Bagi yang Rentan

National Collaborating Centre for Determinants of Helath menjelaskan tentang kelompok rentan adalah kelompok atau komunitas beresiko mengalami masalah kesehatan yang buruk. Hal ini dikarenakan mereka tidak dapat mencapai akses sosial, ekonomi dan lingkungan. Pada suatu komunitas, kelompok rentan ini terlihat sangat dominan ada pada kaum perempuan dengan status janda. Mereka hidup dengan beban ganda, selain kondisi sakit yang harus mereka tanggung, tapi juga beban ekonomi dan sosial bagi keluarga menjadi tanggung jawab yang harus dipenuhi. Terkait dengan kondisi ini, gereja tentunya dipanggil untuk dapat menyatakan keberpihakan kepada mereka yang memiliki kerentanan. Nabi Yesaya menyuarakan tanggung jawab ini juga kepada orang Yehuda. Saat itu, kekerasan dan ketidakadilan telah terjadi dimana-mana hingga menyebabkan keadaan yang buruk bagi anak-anak yatim dan janda. Menurut nabi Yesaya, jika Yehuda tidak berbalik dari hidup mereka yang salah dan berdosa, maka Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya bagi mereka dengan memberikan penghukuman. Sebagai orang-orang yang telah mengalami penebusan Kristus, tentunya kita tidak lagi harus menjalani tahapan teguran dan penghukuman dari Allah yang kemudian menuntun kita berubah untuk berpihak pada yang lemah. Keselamatan yang telah kita peroleh harus kita sikapi dengan iman yang benar melalui cara bertanggung jawab membela dan memperjuangan keadilan bagi mereka yang lemah. Kita dapat memulainya dari orang-orang yang lemah disekitar kehidupan kita.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk berjuang bagi mereka yang lemah. Amin.  

Selasa, 18 Juli 2023

bahan bacaan : Yeremia 22 : 15-16

15 Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran, 16 serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? demikianlah firman TUHAN.

Pakai Kuasa untuk Menolong yang Lemah

Yoyakim  adalah raja Yehuda. Ia merupakan putra kedua dari raja Yosia.  Tidak seperti ayahnya, Yoyakim merupakan serorang raja yang tamak. Di tengah situasi  krisis pada masa pemerintahannya, dia lebih mengutamakan pembangunan istananya dengan memakai kayu-kayu aras yang mahal. Ia sepertinya ingin mengulang kehebatan Raja Salomo yang membangun istananya dengan kayu aras. Namun pembangunan tersebut dilakukan dengan cara yang tidak adil dan lalim. Ia mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upah kepada mereka (ayat 13). Dia tidak peduli dengan penderitaan rakyatnya, melainkan hanya memikirkan kesenangan dan kepuasan pribadi. Akibat perbuatannya yang jahat nabi Yeremia menubuatkan kesusahan yang akan ditanggungnya kemudian(ayat 18-19). Ketamakan dan kejahatan raja Yoyakim telah menutup mata hati dan imannya untuk menolong mereka yang lemah. Berbeda dengan Yoyakim, jika kita memiliki kekuatan dan kuasa, maka kita harus menggunakannya untuk menolong mereka yang lemah bukan menyusahkan dan mendatangkan penderitaan. Sama seperti yang diteladankan Yesus, kita bertanggung jawab untuk mewujudkan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan bagi sesama.

Doa: Mampukanlah kami Tuhan, untuk berlaku benar dan tidak menyusahkan sesama. Amin.  

Rabu, 19 Juli 2023

bahan bacaan : Zakharia 7 : 8-10

8 Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: 9 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! 10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing."

Keseimbangan Gaya Hidup Orang Beriman

Situasi kesedihan yang mendalam ketika dialami oleh seseorang atau suatu komunitas pasti memberi tekanan psikis yang besar. Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya perhatian pada hal-hal yang ada di sekitar. Di dalam Kitab Zakharia, suasana kesedihan seperti ini sementara dialami pula oleh para penduduk Yerusalem ketika mereka tersadarkan bahwa Bait Suci yang tengah mereka bangun kembali tidak akan seagung yang sebelumnya dan tidak ada lagi raja dari keluarga Daud yang memerintah sama seperti yang dulu. Tuhan kemudian memberikan penglihatan kepada Zakharia untuk menolong penduduk Yerusalem mengatasi persoalan tersebut. Salah satu caranya  yakni mereka harus bisa mengendalikan emosi kesedihan yang sebenarnya mengekspresikan kepentingan mereka sendiri dan melakukan hukum secara benar. Mereka diingatkan untuk mengasihi para janda, anak yatim, orang asing, orang miskin, dll. Pengendalian emosi dan bersikap benar pada yang lemah merupakan suatu kesimbangan gaya hidup sebagai orang beriman. Sebagai orang beriman, kita bertanggung jawab untuk tetap memberi perhatian kepada mereka yang lemah, sekalipun mungkin kita berada pada situasi-situasi emosional yang tidak memungkinkan. Tantangan yang kita alami, tidak boleh membuat kita melakukan pengabaian terhadap tanggung jawab peduli pada yang lain.

Doa: Tuhan, kendalikanlah pikiran kami, supaya kami dapat menolong mereka yang lemah Amin.  

Kamis, 20 Juli 2023

bahan bacaan : Amsal 22 : 22

22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang.

Kendalikanlah Dirimu Bagi Yang Lemah

Pintu gerbang merupakan tempat melakukan persidangan umum atau pengadilan. Pengamsal mengingatkan kita untuk memperlakukan sesama secara baik dan benar, termasuk ketika berada di pintu gerbang atau di tempat serupa yang mana sangat mempengaruhi  keadaan baik atau buruknya seseorang yang berada dalam kelemahan. Pengamsal menekankan pentingnya memiliki empati pada mereka yang lemah, sebab orang yang lemah adalah orang yang miskin, kecil, hina dan hidup dalam kemelaratan. Kemiskinan merupakan salah satu faktor yang membuat mereka semakin tidak berdaya dan tak mampu keluar dari kelemahan tersebut. Kondisi mereka yang seperti demikian sangatlah membutuhkan dukungan dan solidaritas kita sebagai sesama. Kata “janganlah” dalam teguran pengamsal menekankan pentingnya aspek menahan diri atau pengendalian diri ketika berhadapan dengan orang yang lemah. Mungkin kita mendapati ada hal yang keliru yang telah dilakukannya, namun keadaan yang lemah dari orang tersebut menjadi hal prioritas untuk kita harus memahami dan berempati dengannya. Kita harus bisa menolongnya supaya kehidupannya tidak semakin sulit dan bertambah penderitaannya. Bahkan jika ia harus berada di tempat yang kemudian menilai kekeliruan atau kealpaan dan kesalahannya, kita pun harus tetap bersikap konsisten untuk menolongnya bukan semakin menekannya.  Hal ini membutuhkan kerelaan dan kerendahan hati kita.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk berempati dan menolong mereka yang lemah. Amin.  

Jumat, 21 Juli 2023

bahan bacaan : Yeremia 7 : 1-7

Khotbah Yeremia mengenai Bait Suci
Firman yang datang kepada Yeremia dari pada TUHAN, bunyinya: 2 "Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN! 3 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini. 4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN, 5 melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing, 6 tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri, 7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.

Simbol Agama Dapat Membatasi Empati

Bait suci atau berbagai simbol keagamaan lain tidak menjadi jaminan keberpihakan Tuhan. Sebagian orang kristen memang suka menggunakan simbol-simbol keagamaan dalam menilai baik buruknya seseorang dalam kehidupan sosial. Rajin ke gereja, mendukung secara aktif pelayanan gereja, serta memiliki tugas atau jabatan tertentu dalam pelayanan di gereja terkadang menjadi beberapa kriteria standart untuk mengukur kepribadian seseorang dan menganggap orang tersebut merupakan orang yang baik di mata Tuhan. Menurut Yeremia, hal seperti ini tidak dapat dibenarkan. Sebab jika tingkah laku atau perbuatan orang tersebut tidak selaras dengan kesetiaannya beribadah dan mengimani Tuhan, maka hal tersebut sama dengan mendustai Tuhan. Yeremia mengkritik gaya hidup seperti demikian yang telah dilakukan oleh Bangsa Israel. Yeremia mengingatkan mereka untuk berhenti melakukan ketidakadilan dan menindas orang asing, anak yatim, janda, dll. Allah tidak akan berpihak pada mereka dan berada bersama-sama dengan mereka, jika mereka berlaku tidak adil pada sesama yang lemah. Karena itu, Yeremia pun menubuatkan penghukuman Allah akibat perbuatan mereka. Sebagai orang benar, kita dibenarkan bukan karena iman kita tertulis pada KTP, bukan juga karena kita selalu memegang Alkitab dan berada di gereja. Tuhan menuntut perkataan dan perbuatan kita yang benar dalam wujud mengasihi dan peduli pada mereka yang kecil dan menderita. Mereka yang dianggap masyarakat kelas dua dan memiliki status sosial yang berbeda.

Doa: Tuhan, seharusnya berada diBait-Mu mengingatkan kami untuk peduli pada sesama. Amin 

Sabtu, 22 Juli 2023

bahan bacaan : Maz 82 : 3-4

2 (22-3) Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab, dan pada waktu malam, tetapi tidak juga aku tenang. 3 (22-4) Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.

Keadilan Tuhan Bagi Yang Lemah

Dunia pengadilan menjadi harapan terbesar bagi mereka yang ingin memperoleh hak-haknya secara adil. Namun terkadang kenyataan yang dialami tidak sesuai dengan harapan yang diimpikan. Mafia peradilan menjadi salah satu masalah yang marak terjadi dalam dunia peradilan dan telah menyebabkan ketidakadilan terus terjadi dimana-mana. Keberadaan mafia peradilan terkadang semakin mempersulit mereka yang memiliki akses yang terbatas untuk membuktikan ketidakbersalahannya. Tak sedikit dari antara mereka yang merupakan orang kecil dan lemah mengalami kesusahan akibat perbuatan dari mafia peradilan. Salah seorang anggota DPR RI pernah mengatakan bahwa pemberantasan mafia peradilan tidak bisa hanya dilakukan di pucuknya saja, tapi harus dimulai dari akarnya pada dunia peradilan. Kondisi ketidakadilan yang terjadi dalam dunia peradilan modern seperti demikian dan upaya pemberantasannya, telah dilihat lebih dulu oleh Allah menurut Pemazmur. Allah sendiri menyaksikan pengadilan yang terus berpihak kepada orang-orang kuat dan fasik. Ketidakdilan ini membuat Allah mengambil alih tanggung jawab mengadili dengan benar dalam sidang ilahiNya. Mereka yang berlaku tidak adil dan tidak berpihak kepada mereka yang lemah akan diadili oleh Allah. Kita harus berubah dan mengupayakan dunia peradilan yang bersih dan tetap dapat menegakkan keadilan bagi mereka yang lemah.

Doa: Ajarlah kami Tuhan untuk berlaku adil pada tempatnya yang benar.  Amin.  

@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023 LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 09-15 Juli 2023

Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas

Tema Mingguan : Upayakanlah Kesejahteraan Bersama

Minggu, 09 Juli 2023

bahan bacaan : Yeremia 29 : 1-9

Surat kiriman kepada orang-orang Buangan di Babel.
Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem.Surat itu dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia yang diutus oleh Zedekia, raja Yehuda, ke Babel, kepada Nebukadnezar, raja Babel. Bunyinya:"Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel:Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang!Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan!Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN.

Bangkit Bersama Untuk Meraih Sejahtera

Hidup tak selamanya mulus, mudah, sukses dan tenang, sebagaimana yang pernah dialami bangsa Israel. Umat pilihan Allah ini mengalami masa hidup yang kelam yakni saat dibuang ke Babel. Pengalaman pahit mereka ini layak dijadikan pelajaran iman bagi kita yang adalah umat Allah di masa kini. Masa hidup yang sukar dan pahit tidak akan menjadi alasan untuk menjadi hancur, bila kita dapat memaknainya. Bangkitlah bersama-sama dan suarakan harapan untuk terus bergerak mengatasi hambatan agar sejahtera dialami. Ingatlah bahwa bersama kasih Tuhan, jalan dan kemungkinan baru tersedia bagi mereka yang bergairah berjuang mengatasi kesukaran. “Jatuh” adalah titian untuk “bangun” dan terus melangkah dengan pasti. Jadikanlah kegagalan sebagai pijakan kokoh untuk melangkah meraih sukses. Tetaplah gairahkanlah hidup untuk peroleh tempat tinggal yang layak, pekerjaan dan keturunan. Semua itu mengkarakterkan hidup yang sejahtera. Sejahtera baik untuk diri sendiri dan keluarga maupun sesama serta alam semesta. Kesukaran dan masa hidup yang sulit bukanlah alasan dan hambatan untuk tidak berbuat baik. Hayatilah bahwa dalam keadaan hidup yang bagaimanapun, kita terpanggil untuk menjadi berarti bagi kehidupan. Kehidupan akan terus berlanjut, kita menjadi sejahtera atau tidak, semuanya tergantung pada sikap dan tindakan beriman yang diaktakan. Akhirnya, tetaplah percaya kepada Dia Sang Pencipta dan sumber sejahtera yang setia.

Doa: Mampukanlah kami ya Allah agar dapat bangkit dari keterpurukan. Amin. 

Senin 10 Juli 2023

bahan bacaan : Kej 6 : 9-22

Riwayat Nuh
9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. 11 Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12 Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. 13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. 14 Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. 15 Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. 17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Inspirasi Iman Nuh dan Keluarganya

Nuh memiliki riwayat hidup yang pantas dijadikan inspirasi iman. Ia adalah seorang yang benar dan tidak bercela serta hidup dekat dengan Allah. Kualitas iman seperti inilah yang menjadikan Nuh dan keluarganya dijadikan alat dalam karya penyelamatan Allah. Nas ini mengisahkan bahwa bumi telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Allah berfirman kepada Nuh, bumi yang rusak akan dimusnahkan-Nya dengan air bah. Kecuali Nuh dan keluarganya, semua yang hidup di bumi akan Allah musnahkan. Keluarga ini hidup berkenan pada Allah, diselamatkan dari kebinasaan dan dipakai-Nya menjadi permulaan baru bagi kehidupan di bumi. Orang yang hidupnya benar, tak bercela dan dekat dengan Allah, kepada mereka disingkapkan rahasia hari esok. Bukan saja itu mereka juga dipakai Allah untuk menjadi alat penyelamatan bagi semua makhluk. Kebaikan Allah tak pernah berakhir dan oleh sebab itu pasti akan ada permulaan baru. Ingatlah bahwa semua orang yang hidupnya rusak binasa pasti mengalami petaka bila mereka tidak insyaf dan bertobat. Bila kita telah berbuat yang tidak berkenan pada Allah, sadar dan bertobatlah sebelum datang “air bah”. Kemurahan Allah itu bersar dan tak pernah habis bagi mereka yang berkenan pada-Nya. Hidup yang berkenan pada Allah pasti terselamatkan dari malapateka dan menjadi berkat bukan saja bagi sesama manusia, tapi semua makhluk agar sejahtera dialami bersama.

Doa:  Ya Allah, tolonglah agar kami hidup berkenan kepada-Mu. Amin.   

Selasa, 11 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Tim 2 : 1-7

Mengenai doa jemaat
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. 7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul--yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta--dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

Doa Syafaat Bagi Semua Makhluk

Nas hari ini mengisahkan pemberitaan Paulus tentang pentingnya akta berdoa. Allah menghendaki agar kita bukan saja berdoa bagi diri sendiri, tapi juga untuk semua orang. Semua orang termasuk raja dan pembesar haruslah didoakan supaya terhindar dari berbagai kesulitan. Inilah yang dimaksudkan dengan doa syafaat. Syafaat berarti menjadi “perantara” antara Allah dan orang lain bahkan alam semesta. Berdoa syafaat merupakan akta mendoakan orang lain, yakni keberadaan dan gumulan mereka. Kita terpanggil untuk tidak hanya hidup bagi diri sendiri. Berdoa syafaat merupakan wujud kepedulian dan sikap hormat kita kepada sesama manusia dan makhluk yang lain. Sebagaimana Kristus telah menjadi perantara antara Allah dan manusia, demikianpun seharusnya kita hidup. Kristus menjadi perantara dengan cara menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia. Hidup yang bermakna bagi manusia telah diteladankan Kristus. Panggilan kita sekarang ini adalah meneladani teladan Kristus. Kepedulian dan sikap hormat akan orang lain kiranya terus kita aktakan. Sebab hanya dengan cara demikian kita telah hidup menurut kehendak Kristus. Berdoa syafaatlah terus baik kepada semua orang maupun semesta ini. Demikianlah kita telah berupaya mewujudkan  kesejahteraan bersama. Kesejahteraan baik bagi sesama manusia maupun alam semesta sesungguhnya dimulai dengan berdoa syafaat.

Doa: Ya Allah, layakkanlah kami untu menjadi juru syafaat bagi semua makhluk. Amin

Rabu, 12 Juli 2023

bahan bacaan : Amos 8 : 4-8

Peringatan terhadap orang yang mengisap sesamanya
4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"

Rela Memberi Bukannya Menghisap

Agaknya sukar untuk dibantah bahwa selama kehidupan masih berlangsung, selalu dapat dijumpai fakta adanya orang miskin dan kaya. Kemiskinan dan kekayaan bersifat kontradiktif (bertentangan) serta menggambarkan perbedaan situasi hidup manusia. Perbedaan situasi baik yang berkaitan dengan aspek ekonomi, maupun sosial. Orang kaya dan miskin berbeda dalam hal kepemilikan harta, kedudukan (status), perlakuan, kekuasaan dan pengaruh. Kekayaan atau menjadi kaya bukanlah hal yang buruk atau terlarang sebab semua itu berkat Tuhan. Oleh sebab itu selayaknya kekayaan dipakai untuk menolong mereka yang miskin atau berkekurangan. Masalahnya adalah apakah orang kaya itu memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap penderitaan orang miskin ataukah tidak. Kepekaan dan kepedulian berujung pada kerelaan untuk memberi. Orang kaya yang memberi dengan rela, setidaknya meringankan beban penderitaan karena kemiskinan. Sebenarnya pada kita ada banyak hal yang dapat diberi atau dibagikan kepada sesama yang membutuhkan. Kita dapat berbagi kekayaan, doa, semangat dan dukungan, nasihat, senyum serta maaf. Biarlah kita utuhkan kebersamaan serta penuhi kehidupan dengan akta saling peduli dan berbagi seorang akan yang lainnya. Kita tidaklah dipanggil untuk memeras dan menindas yang lemah. Sebaliknya menolong atau memberdayakan mereka agar kesejahteraan dialami secara bersama.

Doa:  Ya Allah, tolonglah agar kami menjadi peka, peduli dan rela berbagi. Amin.   

Kamis, 13 Juli 2023

bahan bacaan : Efesus 4 : 28-32

28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Jangan Mencuri Lagi

Setiap hari kita bekerja untuk mencari nafkah dengan tujuan supaya kita dapat hidup layak dan berkecukupan. Itu esensi dasar mengapa kita bekerja. Memang ada juga yang bekerja  dengan tujuan untuk menumpuk kekayaan dan mendapatkan kejayaan. Itu sesuatu yang tidak keliru. Kelirunya adalah jika untuk menumpuk kekayaan itu, kita melakukan cara yang curang atau kotor. Nas kita hari ini mengingatkan: ”Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi.” Harus ada pertobatan dari perilaku mencuri. Praktik pencurian atau mengambil milik orang lain tanpa diketahui  selalu terjadi di mana-mana. Di masa lampau hingga sekarang dengan beragam bentuk atau modelnya. Mulai dari mencuri uang, barang sampai mencuri data-data pribadi. Perilaku seperti ini merugikan, baik diri sendiri, keluarga maupun sesama dan karena itu tidak boleh dilakukan. Kita harus bekerja dengan jujur dan tidak mengambil sesuatu yang bukan kita punya. Apa yang kita dapatkan sebagai berkat hasil kerja kiranya dapat pula kita sisihkan untuk membantu yang kekurangan dan membutuhkan. Itulah yang Paulus katakana pada bagian akhir  ayat ini, “supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”Jadi marilah memulai aktifitas hari ini dengan kerja keras dan mendapatkan harta kekayaan kita dengan cara yang jujur agar dapat menjadi berkat bagi diri kita, keluarga maupun orang lain.

Doa: Tolong kami untuk tidak mencuri dan dapat berbagi dengan yang lemah dan susah. Amin. 

Jumat, 14 Juli 2023

bahan bacaan : Mazmur 122 : 1-9

Doa sejahtera untuk Yerusalem
Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." 2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. 3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, 4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel. 5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. 6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. 7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!" 8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" 9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Inspirasi Iman Nuh dan Keluarganya

Mazmur 122 adalah Mazmur doa yang mengungkapkan harapan dan sukacita umat Tuhan.Mereka bersyukur dapat merayakan hari Tuhan di rumah-Nya, di kota Yerusalem.Perjalanan ziarah ke Yerusalem selalu disertai tekad yang menyatakan loyalitas kepada Tuhan dan kepada raja. Kota Yerusalem merupakan pusat peribadatan kepada Tuhan sejak Daud menjadi Raja Israel. Melalui peribadahan yang mereka lakukan di pusat Kota ini menjadikan mereka satu persekutuan yang dikehendaki Allah di mana tidak ada lagi batasan etnis, ras, dan golongan. Semua menyatu hati untuk bersyukur dan berdoa. Itulah isi nas ini, pemazmur mengajak  bangsa Israel berdoa bagi kesejahteraan kota Yerusalem, karena kesejahteraan Yerusalem menjadi tolok ukur bagi kesejahteraan seluruh rakyat Israel. Mendoakan kesejahteraan kota, sama artinya mendoakan kesejahteraan kita bersama. Itu adalah juga panggilan iman bersama. Kita harus tetap berkomitmen untuk mengupayakan kesejahteraan hidup bersama sebagai para pemimpin dan masyarakat. Sebagai warga gereja yang adalah warga masyarakat.Tujuan kita sama yakni menghadirkan kebaikan dan kesejahteraan melalui kerja, peran dan fungsi masing-masing. Maka kita yakin, melalui doa dan kerja bersama berkat Tuhan akan dilimpahkan bagi kota ini dan gereja.

Doa: Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada kota kami, amin.  

Sabtu, 15 Juli 2023

bahan bacaan : Yesaya 16 : 1-5

Mereka mengirim anak domba kepada pemerintah negeri, dari Sela melalui padang gurun ke gunung puteri Sion. 2 Seperti burung yang lari terbang, dan isi sarang yang diusir, demikianlah anak-anak perempuan Moab di tempat-tempat penyeberangan sungai Arnon. 3 "Berilah nasihat, pertahankanlah hak, jadilah naungan yang teduh di waktu rembang tengah hari; sembunyikanlah orang-orang yang terbuang, janganlah khianati orang-orang pelarian! 4 Biarkanlah orang-orang yang terbuang dari Moab menumpang padamu, jadilah tempat persembunyian baginya terhadap si pembinasa! Apabila penggagahan sudah berakhir, pembinasaan sudah lewat dan orang lalim sudah habis lenyap dari negeri, 5 maka suatu takhta akan ditegakkan dalam kasih setia dan di atasnya, dalam kemah Daud, akan duduk senantiasa seorang hakim yang menegakkan keadilan, dan yang segera melakukan kebenaran."

Wujudkanlah Keadilan Bagi Yang Terbuang dan Tertindas

Biarkanlah orang-orang yang terbuang dari Moab menumpang padamu, jadilah tempat persembunyian baginya, terhadap si pembinasa!. Kepada siapakah seruan ini disampaikan?. Yesaya mengingatkannya kepada para pemimpin atau raja-raja di Yehuda..  Di tangan mereka, ada kuasa yang besar. Dalam kuasa mereka, bergantung nasib hidup orang banyak. Karena itu, mereka diperintahkan oleh Allah untuk berlaku adil dan benar kepada yang lemah tak berdaya dan jangan berlaku lalim apalagi memihak kepada orang jahat. Jadi, pemerintahan yang baik  ditandai dengan perlakuan adil dan benar kepada orang miskin dan tertindas. Itulah yang Yesaya nubuatkan akan terjadi dalam masa pemeritahan Daud. Jika saja semua pemimpin dan penguasa menyadari bahwa mereka ditetapkan untuk menjadi pelindung orang miskin dan lemah, melawan ketidakadilan yang ditimpakan kepada mereka, maka keadilan dapat ditegakkan di dunia. Hanya saja apa yang diharapkan ini kadang tidak dapat diwujudkan. Keadilan bagi yang terbuang dan tertindas begitu sulit diupayakan. Uang, jabatan dan kuasa justru dipakai untuk kepentingan diri. Kiranya kita semua dapat mendengarkan kebenaran firman Tuhan ini, supaya secara bersama berupaya mewujudkan keadilan bagi yang terbuang dan tertindas.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami sebagai pemimpin untuk berlaku adil kepada yang tertindas, Amin 

@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023

Santapan Harian Keluarga, 02 – 08 Juli 2023

Tema Bulanan : Bangunlah Hidup Bersama yang Baik dan Berkualitas

Tema Mingguan : Hidup Bersama sebagai Tubuh Kristus

Minggu, 02 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Kor 12 : 12-31

Banyak anggota, tetapi satu tubuh
12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. 13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. 15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? 17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? 18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. 19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? 20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. 21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." 22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. 23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. 27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. 29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, 30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh? 31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Ada Banyak Anggota Tetapi Satu Tubuh

Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk menjaga persatuan dalam kehidupan berjemaat. Tidak ada status tinggi dan rendah dalam Tubuh Kristus yang adalah jemaat. Semua sama dan satu di dalam Kristus. Mereka dibaptis menjadi satu tubuh dan diberi minum dari satu Roh, Roh yang sama yaitu Roh Kudus yang mengisi hidup semua orang dalam jemaat. Tuhan juga yang memberikan karunia rohani yang berbeda dengan tujuan agar semua jemaat dapat bekerjasama demi mencapai tujuan bersama yaitu untuk memuliakan Tuhan. Paulus menggunakan gambaran tubuh manusia untuk menjelaskan soal kesatuan ini. “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.” Masing-masing anggota tubuh sekalipun memiliki peran dan fungsi yang berbeda, tetapi tidak ada satu pun yang lebih kuat atau lemah. Semua anggota tubuh jika menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, tubuh akan terjaga dengan baik pula. Demikian halnya jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh akan merasakan sakit. Kita semua adalah anggota tubuh Kristus yang harus hidup saling menopang. Perbedaan karunia yang Tuhan berikan adalah kekayaan yang harus digunakan untuk bekerjasama mendatangkan berkat dan sukacita, kedamaian dan ketentraman dalam hidup bersama.Top of FormBottom of Form

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar kiranya persatuan sebagai tubuh Kristus semakin erat dan nyata dalam hidup ini. Amin.  

Senin, 03 Juli 2023

bahan bacaan : Kolose 3 : 14-15

14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah

Kasih Sebagai Pengikat Yang Mempersatukan

Umumnya orang akan merasa betah tinggal dalam satu persekutuan yang rukun dan harmonis, jauh dari perselisihan dan perpecahan. Dalam kondisi yang demikian, orang  merasa diterima dan dibutuhkan. Begitu pula kesatuan tubuh Kristus akan tercipta jika masing-masing anggota jemaat dapat menerima keberadaan anggota yang lain dengan baik. Masing-masing orang punya rasa saling membutuhkan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita semua agar damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita. Damai yang mendorong kita hidup sebagai makhluk sosial. Artinya kita tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Termasuk dalam pertumbuhan iman kita, selain Tuhan dan Roh Kudus-Nya tetapi juga relasi dengan orang lain, akan ikut membentuk kita untuk menjadi lebih baik. Dalam hal apapun kita membutuhkan satu dengan yang lain. Karena itu kita harus belajar menerima keberadaan orang lain dan dengan jujur mengakui bahwa sehebat apapun, kita tetap membutuhkan orang lain. Inilah yang harus kita lakukan sebagai anggota tubuh Kristus. Seperti tubuh kita yang saling membutuhkan satu dengan yang lainnya, demikianlah kita   harus hidup sebagai satu persekutuan yang diikat dalam kasih. Ya, kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan, lalu bersyukurlah!.

Doa: Tuhan, tolong kami hidup dalam kasih sebagai pengikat yang mempersatukan, Amin. 

Selasa, 04 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Kor 10 : 14-17 

14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! 15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Satu dengan Kristus melalui Sakramen Perjamuan Kudus

Paulus memberikan nasihat kepada jemaat di Korintus dengan membandingkan kehidupan umat Israel sebagai sebuah peringatan dan pembelajaran. Ada banyak kesalahan yang dibuat sehingga mereka binasa dan tidak masuk ke tanah perjanjian. Mereka menyembah berhala dan tidak menghargai karya pembebasan Tuhan. Mereka masih hidup dalam keadaan lama yang berdosa, bahkan ketika mereka telah dibebaskan oleh Tuhan dari Mesir. Kesalahan inilah yang dipakai oleh Paulus untuk menasehati jemaat di Korintus supaya jangan mereka mengulangi kesalahan yang sama. Ia memberikan penekanan: “jauhilah persembahan berhala! Tuhan Allah tidak menghendaki umat yang telah dibebaskan-Nya justru berpaling dan menyembah dan percaya kepada allah lain. Jemaat Korintus pun telah menerima sakramen Perjamuan Kudus yang menjadi simbol kesatuan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Karena itu mereka telah menjadi satu tubuh dengan Kristus karena telah mengambil bagian dalam sakramen itu. Hal ini mewajibkan mereka untuk tidak lagi hidup dalam keadaan lama yang masih berdosa. Mereka harus menghargai pengorbanan Kristus dengan tetap menjaga kesatuan jemaat. Hal yang sama juga diingatkan kepada kita, marilah menghargai pengorbanan Kristus dengan meninggalkan kehidupan lama yang berdosa dan jagalah kesatuan Tubuh Kristus.  

Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas pengorbanan-Mu yang membuat kami menjadi satu tubuh. Amin.   

 

Rabu, 05 Juli 2023

bahan bacaan : 1 Yoh 1 : 5-10

Allah adalah terang
5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. 8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

Persekutuan dengan Kristus Menuntun Hidup dalam Terang

Syukur bahwa oleh karena pengorbanan Kristus, kita memperoleh persekutuan dengan Tuhan. Itulah identitas kita yang baru. Identitas ini mewajibkan kita  untuk senantiasa hidup sesuai kehendak Kristus yakni hidup dalam terang. Yohanes mengingatkan hal itu dalam nas bacaan hari ini. Persekutuan dengan Kristus berarti tidak hidup dalam kegelapan, melainkan dalam terang dengan melakukan kebenaran. Kenyataannya, banyak orang yang mengaku Kristen atau percaya kepada Kristus, cara hidupnya tidak kristiani, karena masih hidup dalam kegelapan. Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Itu berarti terang menyatakan pribadi Allah yang penuh dengan kebenaran dan kebaikan. Di dalamNya tidak ada kegelapan. Kegelapan melambangkan kejahatan dan dosa. Karena itu, sebagai pengikut Kristus, janganlah kita hidup dalam kegelapan, tetapi hiduplah dalam terang yang dinampakkan melalui perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. Perbuatan kejahatan dan kedagingan harus diakui di hadapan Tuhan dengan jujur dan bertobat. Janganlah takut mengakuinya! Karena ada jaminan pengampunan bagi orang yang mengakui dosanya (ay.9). Meski memang ada orang yang bebal karena memilih tinggal dalam kegelapan dan tidak mau hidup dalam terang, janganlah kita termasuk didalamnya. Teruslah hidup dalam terang sebagai anak-anak Allah meskipun kita ada dalam kegelapan dunia ini.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar senantiasa hidup dalam terang. Amin. 

Kamis, 06 Juli 2023

bahan bacaan : Galatia 3 ; 25-29

25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Kita adalah Anak-anak Allah Karena Iman Di Dalam Kristus

Rasul Paulus dalam nas ini mengatakan bahwa kita semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.Tadinya kita adalah anak-anak yang terhilang karena kuasa dosa yang menjerat hati dan pikiran. Namun,pengorbanan Tuhan Yesus telah melepaskan segala ikatan kuasa dosa yang membelenggu hidup. Itulah kasih karunia yang telah kita terima dari Allah dalam Kristus. Kini saatnya menaruh percaya kepada Allah yang telah mengangkat kita menjadi anak-anakNya di dalam Yesus Kristus.

 Rasul Paulus pun sejak menaruh hidupnya kepada Tuhan Yesus, bersaksi bahwa “bukan aku lagi yang hidup di dalam diriku, melainkan Yesuslah yang diam di dalam aku”. Ia pun hidup memuliakan Kristus melalui hidupnya. Itu berarti sejak dibaptis, kita telah menjadi anak-anak ahli waris kerajaan Allah. Jika kita sudah menjadi anak-anak Allah karena iman dalam Kristus Yesus, maka hidup kita pun harus memuliakan Tuhan. Kita tidak lagi memandang rendah orang karena perbedaan atar belakang suku, rasa atau golongan. Kita semua adalah satu keluarga Allah yang  sama dan setara di hadapan-Nya. Marilah menaruh hidup kepada Tuhan dan bergantung hanya kepada-Nya, supaya perbuatan hidup kita selaku anak-anak Allah selalu memuliakan-Nya.

Doa: Ajarilah kami hidup selaku anak-anak yang terus memuliakan-Mu ya Tuhan, Amin.   

Jumat, 07 Juli 2023

Bahan Bacaan : Roma 12 : 15-16

15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Berempatilah Dalam Membangun Hidup Bersama!

Tidak ada orang yang berani mengatakan bahwa ia tidak memerlukan orang lain. Kita semua dalam hidup ini memang saling membutuhkan. Ini penting untuk membangun hidup persekutuan yang saling menopang dan membangun. Dalam pembacaan alkitab hari ini, rasul Paulus memberikan nasihat yang berhubungan dengan pentingnya membangun perasaan dan sikap empati, “bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis”. Hal ini diingatkan supaya sebagai keluarga kristen, dalam menjalani hidup ini hendaknya perlu dibangun sikap empati dan peduli. Maka hidup sehati sepikir menjadi salah satu cara yang perlu diterapkan untuk menjaga persekutuan. Siapapun kita tidak boleh bersikap lebih hebat atau lebih pandai dari orang lain, tetapi masing-masing kita tetap menyadari bahwa ada karunia dan potensi yang Tuhan beri secara berbeda sehingga kita dapat hidup saling membutuhkan dan saling melengkapi. Ketika ada orang yang bersukacita karena sukses dalam pendidikan, karir dan jabatan ataupun usaha maka kita turut bersukacita dengannya. Tetapi apabila ada orang yang mengalami kesusahan dan dukacita, maka kita pun turut merasakan apa yang dialami. Karena itu, kita diajak untuk berempati dan saling melengkapi satu dengan yang lain. Teruslah hidup saling berempati demi menjaga persekutuan hidup bersama.

Doa: Tuhan tolonglah kami   untuk hidup saling melengkapi dan peduli dengan keadaan orang lain, Amin.

Sabtu, 08 Juli 2023

Bahan Bacaan : 1 Tes 5 : 14-15

14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

Usahakanlah Senantiasa yang Baik

Jika saat ini kita sedang sakit hati akibat ulah atau perbuatan seseorang yang jahat, lalu kita mendengarkan firman ini yang mengingatkan supaya jangan ada yang membalas yang jahat dengan yang jahat, bagaimanakah kira-kira perasaan kita, apakah menjadi tenang ataukah semakin membara oleh dendam? Pernyataan Rasul Paulus dalam nas ini bukan tanpa dasar. “Jangan membalas yang jahat dengan yang jahat, melainkan usahakanlah senantiasa yang baik!”. Sejujurnya, hal ini berat untuk dilakukan. Bagaimana membiarkan orang lain berlaku jahat kepada kita?. sedapat mungkin kita akan membalas. Tetapi, apa bedanya kita dengan orang jahat itu jika kita balik membalas pula dengan perbuatan jahat? Itulah sebabnya mengendalikan dan mengatasi amarah, dendam dan sakit hati menjadi sangat penting untuk kita lakukan.Ini tidak dimaksudkan agar membiarkan diri kita diperlakukan tidak adil. Tetapi kita tahu bahwa pembalasan itu adalah hak Tuhan. Ketika kita diperlakukan jahat oleh orang lain, jangan membalas. Balaslah kejahatan dengan kebaikan sebagaimana Tuhan Yesus sendiri telah melakukannya terhadap kita. Kita yang sering melukai hati-Nya, tetapi IA masih membuka pintu pengampunan-Nya sehingga keselamatan masih dapat kita nikmati. Jadi, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan bukan karena apa-apa, tetapi karena sadar Kristus pun telah membalas kejahatan kita dengan segala kebaikan-Nya.Marilah kita terus memuliakan Tuhan dengan terus mengasihi-Nya, mengasihi sesama bahkan sampai kepada orang yang memusuhi.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk senantiasa mengusahakan kebaikan dalam hidup ini, Amin.   

@SUMBER : SHK BULAN JULI 2023, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 Juni – 1 Juli 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil Dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Persembahan Yang Benar

Minggu, 25 Juni 2023

bacaan : Roma 12 : 1 – 8

Persembahan yang benar 
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Persembahan Yang Berkenan Kepada Allah
Salah  satu  nasihat  Rasul  Paulus  kepada  Jemaat  di  Roma  melalui  suratnya yakni persembahan  yang  benar  kepada  Allah.  Mengawali  nasihatnya,   Rasul  Paulus menyampaikan  seruan  kepada  orang  Kristen  di  Roma  yaitu  hendaknya  mereka mempersembahkan  diri.  Paulus  memberikan  penekanan  pada  persembahan, karena mempersembahkan kurban adalah bagian penting dalam agama Yahudi maupun agama lainnya.  Persembahan  yang  benar  menurut  Paulus  yakni  melakukan  tanggungjawab sebagai orang beriman kepada Kristus sesuai dengan karunia yang diberikan. Karunia yang dimaksudkan ialah bernubuat, melayani, mengajar dan menasihati (ay. 6-8a). Ia juga menambahkan  segala  sesuatu  yang hendak  dilakukan  oleh  orang  Kristen,  sudah sepatutnya disertai dengan hati yang ikhlas dan sukacita. Nasihat Paulus bagi jemaat di Roma patutlah dilakukan juga oleh kita saat ini sebagai bukti iman kita kepada Kristus. Mempersembahkan hidup yang benar dan berkenan kepada  Tuhan, sesuai  dengan  karunia kita  masing- masing. Apapun karunia yang diberikan, hendaklah dilakukan dengan ketekunan, ikhlas dan sukacita baik dalam  lingkungan keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Jadilah pengikut-pengikut  Kristus yang  setia dan taat  serta senantiasa mempersembahkan diri  kita sebagai persembahan yang benar dan tentunya berkenan kepada Allah.

Doa: Tuhan, biarlah persembahan kami berkenan kepadaMu. Amin.

Senin, 26 Juni 2023

bacaan : 1 Samuel 1 : 21 – 28

21 Elkana, laki-laki itu, pergi dengan seisi rumahnya mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya kepada TUHAN. 22 Tetapi Hana tidak ikut pergi, sebab katanya kepada suaminya: "Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat TUHAN dan tinggal di sana seumur hidupnya." 23 Kemudian Elkana, suaminya itu, berkata kepadanya: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik; tinggallah sampai engkau menyapih dia; hanya, TUHAN kiranya menepati janji-Nya." Jadi tinggallah perempuan itu dan menyusui anaknya sampai disapihnya. 24 Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. 25 Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli; 26 lalu kata perempuan itu: "Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. 27 Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. 28 Maka akupun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN.

Memberi Yang Berharga
Cerita Hana menyerahkan Samuel anak satu-satunya, berawal dari kisah ia dianggap mandul dan sering dibuat menangis oleh madunya (Peinina). Tidak tahan dengan perlakuan yang sering dialaminya membuatnya berdiri di depan bait suci Tuhan di Silo, menangis, berdoa dan bernazar bagi Allah. Dalam nazarnya itu, Hana memohon kepada Tuhan agar memberikan ia seorang anak laki-laki.  Jikalau Tuhan menjawabnya maka ia akan memberikan anak itu kepada Tuhan seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya (ay. 11). Nazarnya itu dijawab oleh Tuhan dan Hana pun menepati janji untuk menyerahkan anaknya (ay. 27-28). Meskipun hanya memiliki seorang anak, namun  dengan  segenap  hati  Hana memberikan  Samuel  untuk  melayani  Tuhan  dan pekerjaan-Nya seumur hidup. Tindakan Hana ini memperlihatkan bahwa ia berkomitmen dengan janjinya yakni mempersembahkan yang benar dan berharga dihadapan Allah. Apa yang dilakukan Hana, mendorong kita juga untuk memberikan yang terbaik dan berharga bagi Allah. Kita dapat memulainya dengan melakukan hal-hal sederhana antar anggota keluarga misalnya, dengan memberikan perhatian dan pelayanan yang baik. Selain itu kita dapat saja meberi diri dan terlibat untuk melayani pekerjaan Tuhan  dalam  organisasi pelayanan gereja, bahkan dengan sungguh mengabdikan diri melakukan tanggungjawab sesuai panggilan di tempat kerja masing-masing. Teruslah mempersembahkan yang berharga dalam diri kita untuk puji dan hormat bagi kemuliaan-Nya!

Doa: Ya Tuhan, kami mau memberikan yang terbaik dan berharga kepadaMu. Amin.

Selasa, 27 Juni 2023

bacaan : Roma 15 : 14 – 21

Paulus menjelaskan dasar-dasar tulisannya
14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. 15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, 16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. 17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. 18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, 19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. 20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, 21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

Menjadi Berkat Bagi Orang Lain
Salah satu cara mempersembahkan yang benar dihadapan Allah menurut Rasul Paulus, yakni dengan memanfaatkan kasih karunia yang dianugerahkan secara benar. Melalui surat ini, Paulus mengingatkan jemaat di Roma tentang keterpanggilannya yang juga diperuntukkan  bagi  bangsa-bangsa  bukan  Yahudi. Tujuan  Paulus  memberitakan  injil Yesus Kristus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, agar mereka dapat diterima oleh Allah dan menjadi persembahan yang berkenan kepada-Nya (ay. 16). Artinya pelayanan yang dilakukan oleh Paulus  sedapat mungkin berdampak positif bagi orang lain, yaitu hidup benar dan tetap taat kepada Allah dalam perkataan maupun perbuatan. Tindakan pelayanan  Paulus ini  dapat  menjadi  contoh  bagi  pribadi-pribadi  kita  sebagai  orang percaya. Tentu saja dengan tujuan yang sama seperti Paulus, yaitu agar setiap orang menjalani   kehidupannya dengan hidup dalam ketaatan kepada Allah yang diwujudnyatakan lewat  perkataan  maupun  perbuatan.  Sebab  dengan  demikian maka seluruh hidup kita dapat menjadi persembahan yang benar kepada Allah. Hal ini tidak terbatas hanya pada ruang lingkup keluarga saja, tetapi dapat menjangkau orang lain melalui transformasi digital yang semakin canggih. Teruslah mempersembahkan yang benar dihadapan Allah dengan melakukan semua hal yang berkenan kepada-Nya serta jadilah berkat bagi orang lain.

Doa: Tuhan, jadikanlah hidup kamii menjadi berkat bagi orang lain.. Amin.

Rabu, 28 Juni 2023

bacaan : 1 Korintus 8 : 1 – 13

Tentang persembahan berhala
Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. 4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." 5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian-- 6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. 8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan." 9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. 10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala? 11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan" mu. 12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus. 13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Persembahkan Hidupmu Kepada Allah
Korintus  merupakan   kota   yang   sangat   duniawi   dan   dipengaruhi   oleh   berbagai kebudayaan. Salah satu kebiasaan buruk yang mempengaruhi orang-orang Kristen di Korintus yakni penyembahan berhala. Mereka yang masih percaya kepada berhala (dewa-dewi), seringkali membawa dan memberikan persembahan-persembahan mereka di kuil. Cara hidup seperti ini mengakibatkan terjadinya perbedaan pemahaman, antara orang Kristen tentang perihal makan daging persembahan berhala. Sebab perbedaan ini dapat menjadi batu sandungan tentang persoalan iman diantara mereka. Hal penting yang hendak ditegaskan oleh Paulus kepada Jemaat Korintus yaitu bahwa persembahan yang benar bukan kepada berhala, melainkan hanya kepada Allah (ay. 4-6). Sebab segala sesuatu hanya berasal dari Allah, oleh karena itu hanya bagi Dia seluruh hidup kita. Penegasan Paulus pada bagian bacaan kita ini, mengingatkan tentang kepada siapa kita harus memberikan persembahan. Persembahan kita tentu hanya diperuntukkan kepada Allah  yang  memberi  kehidupan  ini.  Sebab  dengan demikian sesungguhnya menunjukkan iman percaya kita kepada-Nya. Pemahaman seperti ini harus terus dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap orang percaya baik didalam keluarga, bergereja maupun masyarakat. Tentu saja hal ini penting agar kita terhindar  dari tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah.  Tindakan  dimaksud  yakni  penyembahan kepada ilah-ilah  lain  (berhala)  yang  berakibat  fatal,  baik  kepada  pribadi,  keluarga  maupun persekutuan kita. Teruslah tingkatkan iman kita kepada Allah dan ingatlah bahwa hanya kepada-Nya seluruh persembahan hidup kita.

Doa:   Ya Allah, hanya padaMulah seluruh   persembahan   hidup kami.  Amin.

Kamis, 29 Juni 2023

bacaan : 2 Korintus 8 : 8 – 15

8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. 9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. 10 Inilah pendapatku tentang hal itu, yang mungkin berfaedah bagimu. Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga. 11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu! Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu. 12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. 14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. 15 Seperti ada tertulis: "Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan."

Peduli Terhadap Sesama
Peduli merupakan suatu nilai dasar dan sikap memperhatikan atau bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar. Rasa peduli seperti inilah yang diinginkan oleh Paulus dari jemaat Kristen di Korintus kepada orang-orang seiman yang ada di Yerusalem.  Oleh  karena  itu  Paulus  terus  mendorong  Jemaat Korintus untuk  menjadi penyumbang sukarela. Paulus mengatakan hal ini bukan dalam kekosongan belaka, tetapi ia  memahami  bahwa  jemaat  di  Korintus  kaya  dalam segala  sesuatu.  Maka  dengan demikian mereka diminta agar kaya juga dalam pelayanan kasih. Paulus juga menekankan bahwa  pelayanan  kasih   yang  hendak   dilakukan,   harus  disertai   dengan   kerelaan berdasarkan yang ada pada mereka (ay. 11-12). Sebab jika pemberian-pemberian disertai dengan keikhlasan atau tanpa paksaan, sama halnya dengan suatu tindakan yang benar. Nasihat yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Korintus, mengajarkan kita untuk hidup peduli dengan sesama. Salah satu contoh bentuk kepedulian kita yaitu dengan melakukan pelayanan kasih kepada orang lain. Pelayanan kasih dimaksud tidak hanya terbatas pada keluarga kita saja  tetapi  kepada  semua  orang yang membutuhkan. Ingat dan camkanlah apa yang dipesankan Paulus bahwa setiap pemberian kita harus disertai dengan kerelaan, sebab dengan demikian kita telah melakukan apa yang berkenan di mata Tuhan.

Doa: Ajarilah kami Tuhan untuk selalu mengucap syukur sebagai persembahan yang benar.  Amin.

Jumat, 30 Juni 2023

bacaan : 2 Korintus 9 : 6 – 15

Memberi dengan sukacita membawa berkat

6 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. 9 Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." 10 Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; 11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. 12 Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah. 13 Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, 14 sedangkan di dalam doa mereka, mereka juga merindukan kamu oleh karena kasih karunia Allah yang melimpah di atas kamu. 15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!

Persembahan Sebagai Ucapan Syukur
Tidak terasa kita telah tiba di penghujung bulan Juni tahun 2023. Mengakhiri bulan ini, kita masih tetap belajar dari Rasul Paulus yang mengajarkan Jemaat Korintus untuk melakukan pelayanan kasih atau dengan kata lain memberi dengan sukacita. Pada bagian ini, Paulus mengungkapkan bahwa Allah mengasihi setiap orang yang memberi dengan sukacita (ay. 7). Artinya, setiap pemberian tidak disertai dengan sedih hati dan paksaan melainkan dengan ketulusan. Hal lain yang disampaikannya yaitu, orang yang memberi dengan sukacita dilimpahi kasih karunia dan selalu berkecukupan. Namun bagi Paulus ada hal yang tidak kalah penting yakni, setiap pemberian tidak hanya dilihat untuk mencukupi kebutuhan orang lain tetapi juga sebagai tanda pengucapan syukur kepada Allah.  Dengan  begitu,  setiap  orang  akan memiliki  kesadaran  untuk  meresponi  kasih karunia yang Allah berikan dengan melakukan apa yang benar dan berkenan kepada-Nya. Berdasarkan nasihat Paulus ini, maka sebagai orang percaya kita punya kewajiban untuk mengucap syukur kepada Allah sebagai persembahan yang benar. Kita harus bersyukur atas kekuatan, kesehatan, berkat dan setiap kemurahan Allah yang telah diberikan bagi kita. Atas semuanya  itu kita pun diajarkan  untuk  berbagi dengan sukacita. Ingatlah, memberi dengan sukacita tidak membuat kita berkekurangan melainkan selalu berkecukupan serta meperoleh kasih kemurahan Allah.

Doa:  Tuhan, ajari kami agar  rela dan peduli terhadap sesama. Amin.

Sabtu, 01 Juli 2023

bahan bacaan : Efesus 5 : 1-4

Hidup sebagai anak-anak terang
Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

Persembahan Terbaik:Jadilah Penurut-Penurut Allah

Kita bersyukur atas kasih dan anugerah Tuhan yang masih memberikan kehidupan di bulan yang baru hari ini. Kasih dan anugerah Tuhan ini harus diresponi dengan sikap mempersembahkan hidup yang baik dan benar, yakni hidup dalam kasih dan menjadi terang. Dalam nas ini Rasul Paulus mengingatkan, “jadilah penurut-penurut Allah dan hiduplah dalam kasih. Memang, dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Jadi, di dalam terang Allah, manusia mendapatkan hidup. Terang Allah menerangi jalan manusia untuk tidak hidup dalam kegelapan. Rasul Paulus bukan hanya mengatakan bahwa “terang” itu hanyalah simbol pancaran kehadiran Allah yang menyilaukan. Tetapi “terang” itu sesungguhnya adalah kebenaran, kemurnian dan kesempurnaan moral. Jika kita hidup di dalam Kristus yang adalah Terang, kita harus meninggalkan kegelapan dan menjadi penurut-penurut Kristus yang hidup benar, murni dan menjaga etik moral. Mengekang diri dari perkataan yang kotor, kosong atau yang sembrono, karena hal-hal itu tidak pantas dan berpotensi mengganggu relasi dalam persekutuan hidup bersama. Jadilah penurut-penurut Allah yang suka  berkata benar. Hiduplah dalam kasih. Itulah cara yang pantas untuk dilakukan sebagai persembahan terbaik atas kasih Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya untuk kita.

Doa: Bapa, kami mau hidup dalam kasih, mengatakan hal benar dan yang berguna untuk membangun persekutuan, amin. 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Juni 2023

Tema Bulanan : Tindakan Demokrasi: Persembahkan Hidup Yang Benar, Adil Dan Menjadi Berkat

Tema Mingguan : Jadilah Pemimpin Yang Berkenan Kepada Allah

Minggu, 18 Juni 2023

bacaan : Mazmur 21 : 1 – 14

Nyanyian syukur karena kemenangan raja
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (21-2) TUHAN, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa besar kegirangannya karena kemenangan yang dari pada-Mu! 2 (21-3) Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya, dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela 3 (21-4) Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. 4 (21-5) Hidup dimintanya dari pada-Mu; Engkau memberikannya kepadanya, dan umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya. 5 (21-6) Besar kemuliaannya karena kemenangan yang dari pada-Mu; keagungan dan semarak telah Kaukaruniakan kepadanya. 6 (21-7) Ya, Engkau membuat dia menjadi berkat untuk seterusnya; Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu. 7 (21-8) Sebab raja percaya kepada TUHAN, dan karena kasih setia Yang Mahatinggi ia tidak goyang. 8 (21-9) Tangan-Mu akan menjangkau semua musuh-Mu; tangan kanan-Mu akan menjangkau orang-orang yang membenci Engkau. 9 (21-10) Engkau akan membuat mereka seperti perapian yang menyala-nyala, pada waktu Engkau menampakkan Diri, ya TUHAN. Murka TUHAN akan menelan mereka, dan api akan memakan mereka. 10 (21-11) Keturunan mereka akan Kaubinasakan dari muka bumi, dan anak cucu mereka dari antara anak-anak manusia. 11 (21-12) Apabila mereka hendak mendatangkan malapetaka atasmu, merancangkan tipu muslihat, mereka tidak berdaya. 12 (21-13) Ya, Engkau akan membuat mereka melarikan diri, dengan tali busur-Mu Engkau membidik muka mereka. 13 (21-14) Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu.

Pemimpin yang Berkenan
Raja bersukacita karena kemenangan yang Tuhan anugerahkan. Ia meyakini bahwa Tuhan telah mendengar dan menjawab doanya. Umur panjang dan berkat yang berlimpah   memenuhi   kehidupan   sang   raja.   Bahkan   berkat   itu   berlangsung seterusnya dan selama-lamanya. Raja memiliki kesempatan menikmati kemurahan Tuhan dikarenakan ia juga telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin yang berkenan kepada Allah.  Ayat  8  mengatakan  bahwa  sebab  raja  percaya  kepada  Tuhan.  Pada  pasal sebelumnya telah ditunjukkan pula alasan Allah mengindahkan dan memberkati sang raja karena ia taat dan setia membangun persekutuan dengan Allah (lih. 20 : 4). Hal ini berarti bahwa  raja  sangat  mengandalkan  Tuhan  dalam  menjalankan  kepemimpinannya.  Ia menaruh seluruh pengharapannya hanya kepada Tuhan. Karena itu, Tuhan membuatnya juga menjadi berkat bagi bangsanya. Sikap raja ini seharusnya menyadarkan kita untuk menjadi  seorang  pemimpin yang  berkenan  kepadaNya.  Pemimpin  yang  percaya  dan mengandalkan Tuhan. Faktanya, masih ada orang Kristen yang menjadi pemimpin dengan mengandalkan kekuatan diri, materi dan kekuatan- kekuatan lainnya. Akibatnya, tak sedikit dari antara mereka yang melakukan kesalahan dan hal tidak benar lainnya. Firman Tuhan hari ini tentunya mengingatkan kita untuk membaharui hidup dan berlaku sama seperti sang raja supaya hidup kita diberkati. Kepemimpinan yang berkenan kepada Tuhan dapat kita mulai dari ruang lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Kita harus menjadi orang tua yang bisa memimpin keluarga kita menjadi keluarga yang selalu percaya dan hidup berkenan kepada Tuhan.

Doa:     Ya  Tuhan,  tolonglah     agar kami  selalu  menjadi pemimpin  yang berkenan. Amin.

Senin, 19 Juni 2023

bacaan : Mazmur 20 : 7 – 8

6 (20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya. 7 (20-8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

Doa Adalah Kunci Orang Beriman

Mazmur 20 adalah sebuah doa yang memohonkan kemenangan bagi raja. Doa ini dilantunkan  bersahutan  antara  umat  dengan  imam.  Dalam  doa  tersebut  umat memohon kepada Tuhan agar raja memperoleh kemenangan menghadapi musuh- musuh  Israel,  sebab  rajalah  yang  bertanggung  jawab  untuk  mempertahankan dan menyelamatkan negerinya. Doa ini diserukan dengan keyakinan yang sungguh bahwa janji Tuhan untuk memberkati dan menyertai bangsa itu pasti akan dinyatakan. Jika musuh- musuh membanggakan dan mengandalkan persenjataan perang dan kereta kuda yang gagah, sebaliknya Bangsa Israel hanya mengandalkan Tuhan  Allah  sebagai  sumber kekuatan  yang  bisa  memberikan kemenangan  bagi raja.  Doa  menjadi  kekuatan  bagi Bangsa Israel menghadapi musuh-musuh mereka. Di dalam doa itu  terpancar keyakinan iman yang besar dari bangsa Israel terhadap Allah. Sama seperti Bangsa Israel, spirit doa harus juga menjadi spirit kita menjalani kehidupan yang penuh tantangan bahkan ancaman ini. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan atau kemampuan kita, karena semuanya sia-sia  (bnd  Yer  17:5-8). Doa  adalah  kunci bagi orang beriman untuk menyatakan bahwa kita membutuhkan dan bergantung hanya pada kekuatan dan kuasa Tuhan Allah.

Doa: Kiranya kami terus mengandalkan-Mu dalam hidup kami. Amin.

Selasa, 20 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 1 : 1 – 13

Doa Salomo memohon hikmat
Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. 2 Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak. 3 Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun. 4 --Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu, --sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem. 5 Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN. 6 Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya. 7 Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." 8 Berkatalah Salomo kepada Allah: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. 9 Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah. 10 Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?" 11 Berfirmanlah Allah kepada Salomo: "Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, 12 maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau." 13 Lalu pulanglah Salomo dari bukit pengorbanan yang di Gibeon itu, dari depan Kemah Pertemuan, ke Yerusalem dan ia memerintah atas Israel.

Berdoa Meminta Hikmat
Raja, berasal dari bahasa Sansekerta rajan, merujuk pada seseorang yang memimpin sebuah  kerajaan;  orang  yang  memegang  jabatan  paling  tinggi  dalam  sebuah kelompok. Berbicara tentang raja, maka yang terlintas adalah istana megah dengan puluhan bahkan ratusan pengawal yang siap melayani kapan saja, di samping kekuasaan yang tak terbatas. Pendek kata “raja” adalah simbol kemegahan dan kehormatan. Salomo sebagai raja pengganti Daud memimpin kerajaan Israel juga berada pada posisi yang sama.  Kekuasaan  yang  tidak  berbatas,  memiliki  jumlah pengikut  yang  besar,  dengan daerah kekuasaan yang luas serta dikasihi Allah secara special. Hal ini bisa saja membuat Salomo mabuk kepayang dan “memanfaatkan” kebaikan Allah. Bukan hanya berbagai fasilitas berlimpah dalam fungsi dan perannya sebagai raja. Salomo bahkan diberikan keistimewaan untuk mengajukan permintaan khusus pada Allah. Namun, Salomo tidak meminta yang umumnya diharapkan penguasa yakni harta, kekayaan, kemuliaan, nama besar, umur panjang atau balasan Allah terhadap musuh-musuh Salomo, melainkan ia meminta hikmat dan pengertian. Salomo menyadari hikmat merupakan kebutuhan penting bagi  dirinya  sebagai  raja  yang  bertanggung  jawab untuk memutuskan hal-hal terkait dengan kehidupan rakyatnya. Seperti Salomo, hendaknya kita juga belajar meminta yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. Pakailah doa dengan benar, bukan untuk memenuhi apa yang kita anggap baik, namun apa yang Tuhan anggap baik dan baik juga bagi orang lain.

Doa:  Ya Tuhan tolonglah agar kami berhikmat dalam setiap langkah, Amin.

Rabu, 21 Juni 2023

bacaan : Keluaran 15 : 19 – 21

19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut. 20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari. 21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: "Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."

Perempuan Pemimpin Yang Pro-aktif

Bangsa  Israel  menaikkan  pujian  kepada Tuhan  atas  berkat dan  keselamatan  yang Tuhan berikan bagi mereka. Ketika kereta-kereta Mesir dan kuda serta penunggangnya tenggelam, bernyanyilah mereka bagi Tuhan. Mereka memuji Tuhan karena kelepasan dari perbudakan di Mesir. Kelepasan yang membawa mereka pada kehidupan sebagai suatu Bangsa yang merdeka dan tidak lagi mengalami tekanan atau penindasan   dari   bangsa   lain.   Mereka   menyanyi   sebagai tanda bahwa mereka menghormati dan memuliakan Tuhan yang memiliki kuasa yang besar dan tidak ada yang bisa menandingiNya. Seorang nabiah, saudara perempuan Harun yang bernama Miryam, memimpin bangsa  Israel  untuk menyatakan  syukur dan  pujian  mereka  kepada  Allah. Dengan proaktif penuh semangat, Miryam tampil di depan umum memandu puji-pujian dan diikuti oleh semua perempuan Bangsa Israel. Kepemimpinan yang diperankannya saat itu menunjukkan bahwa Miryam berani melawan budaya patriakhi yang kuat saat itu, dimana hanya laki-laki yang bisa berperan seperti demikian. Miryam pun menjadi patron bagi perempuan   yang   lain   dan   menjadi   simbol perubahan di tengah dominasi kekuatan laki-laki. Sebagai  perempuan   gereja,   kita   juga   harus mampu dan berani tampil seperti Miryam untuk membawa perubahan yang baik bagi hidup bersama. Kita harus bisa bergerak dan secara aktif berinisiatif untuk mengambil langkah-langkah yang baik untuk kehidupan.

Doa: Kiranya dapat menjadi pemimpin yang  pro  aktif  untuk  kebaikan  hidup. Amin.

Kamis, 22 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 14 : 2 – 8

Raja Asa -- Kemenangan atas Zerah
2 Asa melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya. 3 Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala. 4 Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah. 5 Ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan pedupaan-pedupaan dari segala kota di Yehuda. Dan kerajaanpun aman di bawah pemerintahannya. 6 Karena negeri itu aman dan tidak ada yang memeranginya di tahun-tahun itu, ia dapat membangun kota-kota benteng di Yehuda; TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya. 7 Katanya kepada orang Yehuda: "Marilah kita memperkuat kota-kota ini dan mengelilinginya dengan tembok beserta menara-menaranya, pintu-pintunya dan palang-palangnya. Negeri ini masih dalam tangan kita, karena kita mencari TUHAN Allah kita dan Ia mencari kita serta mengaruniakan keamanan kepada kita di segala penjuru." Maka mereka melaksanakan pembangunan itu dengan berhasil. 8 Pasukan-pasukan Asa yang dari Yehuda jumlahnya tiga ratus ribu orang yang membawa perisai besar dan tombak, dan yang dari Benyamin jumlahnya dua ratus delapan puluh ribu orang yang membawa perisai kecil, sebagai pemanah. Mereka semua pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa.

Pemimpin Yang Takut Tuhan
Pada saat Asa menjadi raja, ia mulai membersihkan Yehuda dari penyembahan berhala dan mendorong umat mencari Tuhan  dan menaati perintah-perintah-Nya. Ayat 2 dan 3 mengatakan bahwa  Raja Asa  melakukan apa  yang  baik dan  yang  benar  di  mata TUHAN, Allahnya. Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala.   Sebagai raja, sesungguhnya Asa punya otoritas dan kuasa untuk menentukan apa yang baik menurut pandangannya. Namun  ia  tidak berlaku  demikian, sebaliknya  ia  melakukan  apa  yang Tuhan  kehendaki.  Kesungguhan Raja  Asa  mencari  Tuhan  kemudian  membuatnya memperoleh  keberhasilan dalam  kepemimpinannya.  Zerah  beserta  tentaranya  yang berjumlah sejuta orang dan tiga ratus keretanya dapat dikalahkan oleh Raja Asa. Kita belajar dari kehidupan beriman  Raja  Asa  bahwa  mencari  Tuhan  lebih  dulu dan melakukan apa yang dikehendakiNya menjadi jaminan untuk memperoleh apa yang baik bagi kita. Sekalipun situasi hidup yang kita alami pun tak mudah karena ada saja ujian, tantangan bahkan ancaman. Namun, ketika kita percaya dan memiliki komitmen untuk melakukan perbuatan yang baik dan benar berdasarkan standar Tuhan, maka Ia akan memberkati, menjaga, dan memelihara kita.

Doa:    Ya  Tuhan,  tolonglah  agar kami selalu berkomitmen dalam hidup. Amin.

Jumat, 23 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 26 : 1 – 5

Raja Uzia
Segenap bangsa Yehuda mengambil Uzia, yang masih berumur enam belas tahun dan menobatkan dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia. 2 Ia memperkuat Elot dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. 3 Uzia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem. 4 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. 5 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

Pemimpin Yang Besar
Uzia diangkat menjadi raja Yehuda pada saat berumur enam belas tahun. Dan ia memerintah selama lima puluh dua tahun lamanya di Yerusalem. Tuhan menyertai dia dan membuatnya menjadi pemimpin yang besar. Lima puluh dua tahun bukan merupakan waktu yang sebentar. Pada waktu itu, tidak banyak orang yang bisa menjadi raja dan memerintah cukup lama. Tetapi Uzia melakukannya sejak ia masih muda. Uzia dapat menjadi Raja di usia muda dan berhasil karena ia mengandalkan Tuhan dan melakukan apa yang benar menurut Tuhan. Saat ini, masih ada orang-orang yang merasa bahwa mereka tidak cukup pengalaman dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Mereka  merasa  tidak  mempunyai  cukup  keahlian, pengetahuan,  ketrampilan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan masih banyak lagi alasan. Tidak sedikit juga yang  menolak  tugas-tugas  baru  yang  diberikan  kepada  mereka,  karena  merasa  tidak percaya diri dalam menjalankan tanggung jawab yang lebih besar. Kita harus belajar dari Raja Uzia. Kita harus menjadi orang Kristen yang mau memberi diri untuk melakukan tugas-tugas yang diberikan.  Kita  tidak perlu takut,  tapi  andalkanlah Tuhan dan lakukanlah yang benar, sebab Tuhan pasti memberkati.  Menariknya,  Uzia  berhasil  karena pengaruh  didikan  ayahnya  dan hal  itu menjadi teladan baginya. Kita harus menjadikan keluarga kita sebagai pusat pembinaan yang pertama dan utama bagi lahirnya pemimpin-pemimpin yang baik dan besar.

Doa:  Kiranya  kami  dapat menjadi pemimpin yang besar seperti yang Tuhan kehendaki. Amin

Sabtu, 24 Juni 2023

bacaan : 2 Tawarikh 29 : 1 – 2

Hizkia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abia, anak Zakharia. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya.

Pemimpin Yang Mengandalkan Tuhan
Hizkia adalah salah satu raja yang sangat terkenal karena kesalehan hidupnya dan juga kiprah politiknya yang mumpuni.  “…berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.” (2 Tawarikh 29:1). Nama ‘Hizkia’ memiliki arti: Tuhan adalah kekuatanku.  Sesuai dengan namanya, ia adalah seorang raja yang hidup taat kepada Tuhan. Itulah yang menjadi kunci keberhasilan hidupnya sekalipun  hidup di dalam zaman yang bengkok dan rusak.  Ahas,  raja  Yehuda  sebelumnya,  adalah  pemimpin  bangsa yang  paling  rusak dibandingkan raja-raja  sebelumnya. Namun dalam kepemimpinan  Hizkia, pembaharuan dilakukan secara besar-besaran olehnya di Yerusalem. Ia melakukan apa yang benar seperti yang telah dilakukan oleh Daud, bapa leluhurnya. Ia memulai niat hatinya dengan menguduskan kembali rumah Allah yang menjadi simbol kehadiran Allah di tengah umat- Nya, serta menguduskan kembali orang Lewi dan imam yang melayani di  rumah  Tuhan. Seperti Raja Hizkia, mestinya kita juga menjadi orang Kristen yang mampu menjaga  kekudusan  hidup. Segala kecemaran hidup yang berada di sekitar kita haruslah kita hindari, bahkan sebaiknya kita juga berupaya untuk membaharui yang cemar itu. Jika kita adalah seorang pemimpin, maka kita bertanggung jawab untuk mengupayakan kehidupan yang tidak benar berubah menjadi yag baik dan benar.

Doa:   Ya Tuhan, tolonglah   agar kami terus menjaga kekudusan hidup. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2023, LPJ-GPM