Tema Bulanan : Spirit Demokrasi : Dari Kematian ke Kebangkitan Yesus
Tema Mingguan : Tuhan Meluputkan Orang yang Mengasihi-Nya
Minggu, 23 April 2023
bacaan : Mazmur 116 : 1 – 14
Terluput dari belenggu maut Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. 2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya. 3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan. 4 Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: "Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!" 5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang. 6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku. 7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu. 8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung. 9 Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup. 10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: "Aku ini sangat tertindas." 11 Aku ini berkata dalam kebingunganku: "Semua manusia pembohong." 12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? 13 Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, 14 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.
Tuhan Meluputkan Mereka Yang MengasihiNya
Alasan untuk mengasihi Tuhan, yaitu bahwa IA telah lebih dulu mengasihi kita. Bacaan kita hari ini berisi alasan pemazmur mengasihi Tuhan. “..sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku…” Tuhan tidak hanya setia mendengar tetapi melanjutkan dengan tindakan: Meluputlkan dari maut, memberi keadilan, menghapus air mata, menjaga agar tidak tersandung. Bila tersandung, tidak sampai terjatuh atau tergeletak. Itulah kebaikan yang Tuhan perlihatkan dalam kehidupan Pemazmur. Maka diapun bertanya : “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”. Dalam kehidupan ini, kita juga banyak mengalami kebaikan Tuhan kan? Setelah mengalami begitu banyak kebaikan dan kemurahan Tuhan, adakah dalam hati kita timbul pertanyaan: “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?”. Sebagaimana dilakukan pemazmur yang membalas kebaikan Tuhan dengan mengasihi Dia. Mengasihi dalam bentuk ucapan syukur yang bukan hanya di bibir saja, tetapi berwujud dalam sikap dan tindakan nyata. Ya, Tuhan telah lebih dulu mengasihi kita. Maka kitapun harus melakukannya terhadap sesama. Itulah yang Tuhan kehendaki.
Doa: Terima kasih Tuhan karena Engkau terlebih dulu mengasihiku, Amin!
Senin, 24 April 2023
bacaan : Ayub 5 : 8 – 16
8 Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku. 9 Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya; 10 Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang; 11 Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat; 12 Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil; 13 Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan. 14 Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam. 15 Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat. 16 Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut
Sampaikanlah Pengaduanmu Hanya Kepada Allah
Salah memilih tempat mengaduh saat menghadapi tantangan kehidupan yang berat, akan membuat kita semakin lemah. Kita cenderung mengaduh kepada manusia, atau media social daripada mengaduh kepada Tuhan. Banyak orang mengalami kekecewaan kerena ternyata apa yang diharapkan dari setiap pengaduan seperti itu, jauh dari harapan yang diinginkan. Hal itu disebabkan karena baik yang mengadukan masalah, maupun yang mendengarkan pengaduan memiliki kelemahan dan keterbatasan. Semua orang berpacu dengan pergumulan serta pergulatan hidup masing-masing. Ayub mengalami pergumulan dan pergulatan iman yang tidak mudah. Pada satu sisi dia adalah orang saleh, namun di sisi lain ia harus menerima sebuah ujian iman yang luar biasa. Tetapi semua itu tidak membuat Ayub berpaling dari Allah. Justru dalam keyakinan akan kuasa Allah yang tidak berkesudahan itu Ayub mengaduhkan segala perkaranya. Mari kita yakini bahwa perbuatan-perbuatan Allah itu besar dan tidak terduga. Dialah Allah yang Maha mendengar. Maka apapun yang kita alami, mengaduhlah hanya kepada-Nya.
Doa: Hanya padaMu ya Tuhan seluruh pengaduan ini kusampaikan. Amin.
Selasa, 25 April 2023
bacaan : Ayub 5 : 17 – 27
17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. 18 Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula. 19 Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka. 20 Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang. 21 Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang. 22 Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti. 23 Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau. 24 Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa. 25 Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah. 26 Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya. 27 Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!"
Teguran dan Didikan Allah Berujung Kebaikan
Kita punya cara pandang tersendiri dalam melihat berbagai peristiwa kehidupan. Terkadang segala yang kita rencanakan secara matang mengalami kegagalan. Kita mengeluh, kecewa bahkan menganggap Allah tidak adil. Padahal dari setiap peristiwa yang dialami itu harus dijadikan sebagai suatu pelajaran berharga. Belajarlah dari kehidupan Ayub yang tetap bersedia dibentuk oleh Allah walaupun menghadapi berbagai macam bentuk kesesakan dan kesukaran dalam kehidupannya. Ayub tetap menunjukan kasih, kesetiaan dan kepercayaannya kepada Allah. Ia mengakui satu hal bahwa ini adalah cara Allah untuk mendidik dan membawanya dekat kepada Allah. Ia menyerahkan hidup sepenuhnya dikendalikan oleh tangan kasih Allah. Teguran dan didikan Allah terkadang tidak dapat dimengerti dengan pengertian kita yang terbatas. Kita mesti hidup dalam kerendahan hati agar dengan hikmat Allah dituntun untuk lebih memahami maksud Allah dibalik setiap peristiwa yang dialami dalam kehidupan. Berbahagialah manusia yang ditegur Allah, sebab teguran dan didikanNya berujung kebaikan. Benarlah apa yang diungkapkan dalam refrein lagu KJ.408: “suka dukaku dipakaiNya untuk kebaikanku”.
Doa: Ajari kami untuk memahami semua teguranMu, bahwa itu semua untuk kebaikan kami. Amin.
Rabu, 26 April 2023
bacaan : Mazmur 34 : 7 – 11
6 (34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 7 (34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 8 (34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! 9 (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 10 (34-11) Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.
Takut Tuhan, Sumber Kebahagiaan
Kita sering terjebak dalam pemahaman yang sempit tentang arti kebahagiaan. Kata bahagia diartikan sebagai suatu kondisi yang hanya terpaut pada kepemilikan harta dan benda. Hal ini merujuk pada sebuah anggapan bahwa tatkala seseorang memiliki harta dan benda, maka segala sesuatu dapat terpenuhi dan di tengah komunitas sosial dia terpandang. Pertanyaannya, benarkah hanya dengan memiliki harta dan benda dapat menjamin kebahagian yang seutuhnya? Jawabannya tidak. Ada yang memiliki harta dan benda melimpah, namun dalam hidupnya kebahagiaan itu tidak pernah dirasakan. Jika demikian, bagaimana caranya agar kita mengalami kebahagiaan yang sejati?. Pemazmur mengatakan bahwa kunci hidup bahagia adalah takut akan Tuhan. Dalam praktek hidup yang takut akan Tuhan, seseorang akan menikmati keselamatan,perlindungan, dan pertolongan Tuhan. Seruannya didengarkan dan Tuhan meluputkannya dari ancaman. Itulah kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan yang tidak dapat dibeli atau ditukar dengan harta benda. Pemeliharaan Tuhan menjadi jaminan untuk tetap berdiri tegak walaupun di tengah terpaan badai kehidupan. Tetap arahkanlah pandangan kepada-Nya, karena Dialah Allah yang menopang dan meluputkan.
Doa: Tuhan, Engkaulah Sumber keselamatan dan kebahagiaan kami. amin
Kamis, 27 April 2023
bacaan : Mazmur 34 : 16 – 18
15 (34-16) Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; 16 (34-17) wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi. 17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
Berjalanlah Dalam Kebenaran
Dalam salah satu acara pada TV swasta, Prof. Dr. Jacob Elfianus Sahetapy mengatakan, “walaupun kebohongan lari secepat kilat, satu waktu kebenaran itu akan mengalahkannya”. Firman Tuhan hari ini dengan jelas mengatakan bahwa sesungguhnya Allah itu mendengarkan seruan orang benar jika mereka berseru. Tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat. Memang benar, terkadang ketika kita melakukan kebenaran harus berhadapan dengan berbagai macam tantangan, dibully dengan kata-kata sindiran, dianggap sok suci, mau cari pujian, bahkan tidak sedikit yang harus meregang nyawa hanya karena sebuah kebenaran. Allah telah menyatakan keberpihakannya bagi mereka yang benar dengan memperhatikan setiap seruan yang disampaikan. Tuhan melepaskan mereka dari kemalangan. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk berjalan dalam kebenaran. Tuhan menginginkan kita hidup benar, karena sesungguhnya kita telah dibenarkan dan dikuduskan oleh Allah. Jangan demi tahta dan mahligai, kita melakukan sesuatu yang tidak benar dihadapan Allah. Bekerjalah hari ini dengan berpikir, berkata dan bertindak benar, niscaya hidup kita diberkati.
Doa: Bapa ajarilah kami untuk tetap hidup dan berjalan dalam kebenaran. Amin.
Jumat, 28 April 2023
bacaan : Mazmur 124 : 1 – 8
Terpujilah Penolong Israel
Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, --biarlah Israel berkata demikian-- 2 jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, 3 maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; 4 maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, 5 maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. 6 Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 7 Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput! 8 Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Tuhanlah Penolong Kita
Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang terlepas dari pergulatan kehidupan. Pergulatan ekonomi, kesehatan, ketidakharmonisan dalam keluarga bahkan persekutuan. Kondisi ini dapat menyeret seseorang ke dalam keterpurukan hidup dan tidak sedikit yang berujung pada konflik batin dan sosial. Kalau sudah begini, dari manakah mau mencari dan mendapatkan pertolongan? Yang pasti ada satu tangan penuh kuasa yang terbuka menanti kita datang kepadaNya. Dia-lah Allah Israel yang senantiasa bertindak menolong umatNya. Dia yang selalu ada dengan penyertaanNya pada waktu siang dan malam. Atas segala kasih karunia dan pertolongan Tuhan, kita ada sampai saat ini. Semua itu bukan karena kuat dan hebatnya kita ataupun karena kita sungguh layak, tapi semata-mata karena Allah Sang Penolong. Jalan boleh saja berliku dan terjal, penuh onak dan duri. Beban boleh saja menindih bahu, tapi satu yang pasti ketika datang padaNya, Allah akan menolong dan membebaskan kita dari segala persoalan kehidupan. Ingatlah, seberat apapun persoalan yang sedang dihadapi, Allah sanggup menyelesaikannya. Sebab itu,nyatakanlah syukur kepada Tuhan setiap waktu sebab Dia baik. PertolonganNya selalu memulihkan hidup.
Doa: Kami bersyukur atas pertolonganMu hingga hari ini, ya Tuhan. Amin.
Sabtu, 29 April 2023
bacaan : Mazmur 81 : 1 – 8
Nyanyian pada waktu pembaruan perjanjian Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Dari Asaf. (81-2) Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub. 2 (81-3) Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus. 3 (81-4) Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita. 4 (81-5) Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub. 5 (81-6) Sebagai suatu peringatan bagi Yusuf ditetapkan-Nya hal itu, pada waktu Ia maju melawan tanah Mesir. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal: 6 (81-7) "Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; 7 (81-8) dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba.
Setialah Memegang dan Menepati Janji
Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain dibibir lain dihati. Syair lagu ini menggambarkan tentang bagaimana mudahnya janji diucapkan tetapi sangat sukar ditepati. Inilah perbedaan antara janji yang dibuat antara sesama manusia dan janji yang dibuat antara Tuhan dengan manusia. Alkitab mencatat bahwa cara Allah membangun hidup denga umatNya selalu dilandaskan pada perjanjian. Baik secara personal hingga komunal. Janji Allah itu tidak ada satupun yang tidak ditepati. Semua ditepati Allah pada waktuNya.Allah setia pada janjiNya dan tidak pernah berubah walaupun terkadang manusia tidak setia menanti penggenapan janji Allah. Cobalah kita renungkan dalam seluruh perjalanan hidup, sudah berapa banyak kali kita berjanji, baik itu perjanjian kita dengan Allah tapi juga perjanjian kita dengan sesama berakhir dengan pengingkaran? Kalau sampai saat ini kita masih lebih cenderung untuk berjanji namun mengingkarinya, maka berbaliklah! Jadilah orang yang dapat dipercaya dan diandalkan karena dapat memegang dan menepati janji
Doa: Ya Allah, ampunilah kami yang sering berlaku tidak setia kepadaMu, amin.
*SUMBER SHK BULAN APRIL 2023, LPJ-GPM