Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Advokasi Laut Bagi Kehidupan Semua Ciptaan

Minggu, 22 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 3 : 19 – 21 

19 Dengan hikmat TUHAN telah meletakkan dasar bumi, dengan pengertian ditetapkan-Nya langit, 20 dengan pengetahuan-Nya air samudera raya berpencaran dan awan menitikkan embun. 21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu

Jagalah Lautan Dengan Hikmat Tuhan!

Kita bersyukur atas kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi secara khusus laut beserta segala isinya untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Pengucapan syukur kita mesti disertai dengan sikap serta perilaku hidup untuk menjaga dan merawat lautan dengan segala kekayaannya bagi kehidupan kita serta generasi penerus. Hal ini penting sebab Tuhan Allah menciptakan dan menghadirkan laut dengan hikmatNya, sebagaimana yang disaksikan oleh pengamsal dalam bacaan kita di hari ini. Artinya semua yang diberikan Allah merupakan maha karya yang sangat baik dan bertujuan untuk kehidupan dan kemakmuran semua makhluk hidup. Realitas saat ini menunjukkan laut kita mengalami pencemaran akibat kerakusan manusia dalam mengeksploitasinya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi kita. Tuhan Allah telah mandatkan untuk menjaga dan merawat laut dengan penuh kesadaran dalam tuntunan hikmat Tuhan. Itulah sebabnya pengamsal menasehati kita agar segala pertimbangan dan kebijaksanaan jangan menjauh dari mata kita dan terus dipelihara. Apa yang kita lihat baik dan indah terkait laut serta bumi secara keseluruhan mesti kita jaga dan rawat demi keharmonisan hidup semua makhluk.

Doa: Tuntun kami Tuhan dengan hikmatMu dalam tanggung jawab menjaga lautan sebagai berkatMu. Amin,- 

Senin, 23 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 25 – 26 

25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar. 26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.

Lestarikan Laut Sebagai Tempat Hidup Semua Ciptaan

Tema pelayanan selama sepekan ini adalah “advokasi laut bagi kehidupan semua ciptaan”. Laut yang menjadi berkat Tuhan bagi kita mesti kita menjaga dan merawatnya demi kehidupan bersama dan bagi anak cucu kita ke depan. Kebiasaan yang selalu diperlihatkan dengan membuang sampah ke laut menjadi penyebab pencemaran laut. Teristimewa sampah plastik yang akan dikonsumsi oleh ikan dan akhirnya kita nikmati ikan yang telah tercemari sampah itu dan akan berdampak juga pada kesehatan kita. Belum lagi dengan aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan bom yang bertampak pada rusaknya ekosistim di laut. Semua realitas ini mesti kita sadari dan harus ada dalam sebuah pembaruan dan pertobatan untuk membangun kesadaran kita mencintai laut sebagai kekayaan yang telah diberikan dan dianugerahi Tuhan bagi kita. Kesaksian firman Tuhan dengan menggambarkan betapa kayanya laut yang menjadi berkat Tuhan bagi kita, mesti kita jaga, rawat dan lestarikan secara baik. Salah satunya dengan membangun sikap hidup untuk tidak membuang sampah ke laut. Sikap ini akan menyelamatkan laut sebagai tempat kehidupan semua ciptaan.

Doa:  Tuhan sadarkan kami untuk merawat laut sebagai tempat hidup Bersama. Amin.- 

Selasa, 24 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 106 : 9 – 12

9 Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering, dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun. 10 Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci, ditebus-Nya mereka dari tangan musuh; 11 air menutupi para lawan mereka, seorangpun dari pada mereka tiada tinggal. 12 Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya, mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.

Biarlah Semua Ciptaan Memuji Tuhan

Kesaksian Alkitab yang menceritakan bahwa Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya hendak menegaskan bahwa langit bumi dan segala isinya ada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Hal tersebut dibuktikan dengan perlindungan Tuhan terhadap Israel dalam peristiwa bangsa Israel saat keluar dari Mesir dan harus menyeberangi laut Teberau. Tidak ada jalan lain yang bisa ditempuh supaya selamat, selain menyebrangi laut Teberau. Musa memimpin mereka menyebrangi laut itu dengan mengangkat tongkatnya dan mengulurkannya di atas laut. Laut Teberau pun terbelah dua dengan membentuk dinding laut dan jalan bagi bangsa pilihanNya. Bangsa Israel menyambut peristiwa itu dengan memuji-muji Tuhan atas mujizat yang dilakukannya. Hal ini menjadi kesaksian bagi Israel dan juga kepada Firaun, Mesir beserta tentaranya. Kesaksian ini kembali ditegaskan oleh pemazmur untuk kita di hari ini untuk memuji Tuhan yang berkuasa atas segala diciptakanNya. Kita memang harus bersyukur untuk semua yang diciptakan Tuhan. Kita menyatakannya melalui seluruh sikap dan perilaku hidup yang memuliakan Tuhan dengan taat dan setia kepadaNya.

Doa: Ya Tuhan kami memuji dan memuliakanMu atas kuasa dan kasihMu yang selalu menuntun dan menyertai kami. Amin.

Rabu, 25 Juni 2025

bahan bacaan : Ayub 12 : 7 – 11   

7 Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pengajaran, kepada burung di udara, maka engkau akan diberinya keterangan. 8 Atau bertuturlah kepada bumi, maka engkau akan diberinya pengajaran, bahkan ikan di laut akan bercerita kepadamu. 9 Siapa di antara semuanya itu yang tidak tahu, bahwa tangan Allah yang melakukan itu; 10 bahwa di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup dan nafas setiap manusia? 11 Bukankah telinga menguji kata-kata, seperti langit-langit mencecap makanan?

Agunglah Kemahakuasaan Tuhan!

Tokoh Ayub dikenal dengan kesalehannya kepada Allah sekalipun imannya diuji secara luar biasa. Ayub sangat menderita, sebab penderitaannya terjadi atas ijin Tuhan. Ia pun terus bergumul dengan penderitaanNya dan berusaha untuk memahami kehendak dan kemahakuasaan Allah. Dalam bagian nas hari ini, Ayub menyaksikan kemahakuasaan Allah yang menciptakan langit bumi dan segala isinya. Semua makhluk hidup yang bernapas dijadikan dan diciptakan Allah. Tuhan Allah yang memberi kehidupan bagi semua makhluk hidup dan Ia juga yang berkuasa serta berkehendak mengambilnya. Di dalam Ayub 1 ayat 21, Ayub memberikan pengakuan terhadap kemahakuasaan Allah itu. Pengakuan akan kemahakuasaan Allah ditegaskan Ayub untuk menyatakan bahwa bahwa tidak ada seorang pun dan sesuatu apapun yang dapat menandingi kemahakuasaan Tuhan. Itulah sebabnya kita diajak untuk terus memuliakan Tuhan sebagai Allah yang berkuasa atas segala ciptaanNya di muka bumi ini. Kita bersyukur sebab mandat untuk menjaga dan merawat bumi dan segala isinya ada pada kita. Hendaklah tanggung jawab itu kita lakukan dengan baik. Kita melakukannya dengan kesadaran akan kemahakuasaan Tuhan dengan selalu memuji dan memuliakanNya. 

Doa:  Tuhan terima kasih untuk keagungan kemahakuasaanMu dalam hidup kami. Amin.- 

Kamis, 26 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 98 : 4 – 9  

4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah! 5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, 6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN! 7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! 8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama 9 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Laut Turut Memuji Kebesaran Tuhan

Pemazmur dalam bagian bacaan firman Tuhan di hari ini mengajak umat Israel serta kita semua untuk memuji Tuhan atas penyertaan dan tuntunan-Nya yang menyelamatkan. Pujian kepada Tuhan diungkapkan dengan alat musik baik kecapi maupun sangkakala. Bukan itu saja, pemazmur menggambarkan bahwa laut, sungai-sungai dan gunung-gunung menyatakan pujian kepada Tuhan Allah sebagai pencipta dan penguasa alam semesta. Semua ungkapan pujian sebagai gambaran sukacita atas kebesaran dan kemahakuasaan Allah yang dinyatakan kepada bangsa-bangsa dengan keadilan dan kebenaran. Itu berarti pujian kepada Tuhan merupakan suatu hal penting bagi kita sebagai manusia. Sebab kalau alam pun mengambil bagian dalam arak-arakan memuji Tuhan, maka terlebih penting tanggung jawab itu ada pada kita sebagai manusia. Pujian kita kepada Tuhan bukan sebatas kata-kata, namun melalui sikap serta perilaku hidup dalam ketaatan pada Tuhan. Ketaatan dalam kaitan tanggung jawab menjaga dan merawat alam semesta, terkhusus laut yang diciptakan Tuhan untuk semua makhluk menikmati menikmati keharmonisan hidup yang bertujuan memuliakan Tuhan.

Doa: Terima kasih Tuhan atas cinta kasihMu, dan ajar kami agar senantiasa memujiMu melalui seluruh hidup kami. Amin.-

Jumat, 27 Juni 2025

bahan bacaan :    Keluaran 14 : 15 – 22

Menyeberangi Laut Teberau
15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. 17 Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. 18 Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda." 19 Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. 20 Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. 21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. 22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

      Laut Menyatakan Kebesaran Allah

Jika diperhatikan dengan teliti, ternyata kekuatan dan kebesaran Allah nampak pada laut, selain ciptaan Allah yang lain. Allah selalu bertindak menyelamatkan umatNya ketika umatNya berada pada kesulitan atau keadaan pasrah. Dalam bacaan ini, umat Israel berpasrah pada keadaan, dimana jika meneruskan perjalanan mereka berhadapan dengan laut, dan bila mundur ancamannya adalah berhadapan dengan prajurit Mesir yang mengejar mereka dari belakang. Pada situasi tersebut Allah menyatakan kekuatan dan kebesaranNya. Kekuatan dan kebesaran Allah bukan melalui peperangan umatNya dengan Mesir, tetapi dengan menggunakan alam semesta. Laut dipakai Allah untuk menyatakan kebesaranNya. Jadi bukan Musa yang hebat, yang mampu membelah air laut Teberau, tetapi Allah yang melakukannya. Laut Teberau terbelah dua dan umat Allah (Israel) bisa berjalan menyeberangi laut. Prajurit Mesir yang mengikuti Israel dari belakang pun mati dihantam laut Teberau yang menyatu. Itu semua karena Allah. Kisah ini memberi pesan bahwa umat Tuhan harus tetap meyakini Kebesaran Allah yang selalu tersedia untuk menyelamatkan umatNya .

Doa: Dalam segala hal kami berpasrah dan berserah pada keselamatan yang dari padaMu, Tuhan  Amin. 

Sabtu, 28 Juni 2025

bahan bacaan : Matius 14 : 22 – 33

Yesus berjalan di atas air
22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. 24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. 25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" 28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." 29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" 31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?" 32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. 33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

 Siapapun Dan Apapun Tunduk Kepada Kuasa Tuhan

Siapa pun pasti takut ketika melihat ada gerakan yang aneh, yang tidak lazim terjadi. Itulah yang terjadi pada murid-murid Yesus, ketika pada jam tiga malam ada seseorang yang berjalan di atas air dari darat ke perahu mereka di tengah laut. Mereka sangat takut sehingga mengatakan “itu hantu”. Ketakutan mereda saat Yesus menyapa mereka dengan menyebut :Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”  Petrus merasa tertantang saat melihat Yesus berjalan di atas air, sehingga untuk meyakinkan dirinya, Petrus meminta Yesus menyuruh dirinya berjalan mengikuti Yesus yang masih di atas air. Saat Yesus mempersilahkan Petrus untuk datang pada diriNya, Petrus pun berjalan di atas air mengikuti Yesus. Ketakutan Petrus pada tiupan angin membuat dirinya tenggelam. Penyebabnya hanya satu, yakni Petrus kurang percaya. Petrus tidak fokus pada Yesus sehingga ia tenggelam. Petrus terpengaruh pada hal yang di luar Tuhan sehingga membuat ia tak mampu berjalan di atas air, lalu jatuh tenggelam dalam air. Kisah ini hendak menegaskan bahwa apapun dapat kita taklukkan jika kita berfokus pada Yesus. Siapa pun dan apapun tidak punya kekuatan untuk melawan kuasa Tuhan. Dengan iman, segala hal dan segala manusia akan tunduk pada kuasa Tuhan.

Doa: Perkuatlah iman kami agar apapun tantangan hidup ini dapat kami hadapi dengan kuasaMu, Tuhan Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 21 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi

Minggu 15 Juni 2025

bahan bacaan : Keluaran 23 : 1 – 13

Peraturan tentang hak-hak manusia
"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar. 2 Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakukan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu perkara janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum. 3 Juga janganlah memihak kepada orang miskin dalam perkaranya. 4 Apabila engkau melihat lembu musuhmu atau keledainya yang sesat, maka segeralah kaukembalikan binatang itu. 5 Apabila engkau melihat rebah keledai musuhmu karena berat bebannya, maka janganlah engkau enggan menolongnya. Haruslah engkau rela menolong dia dengan membongkar muatan keledainya. 6 Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. 7 Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. 8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. 9 Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 10 Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, 11 tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu. 12 Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah. 13 Dalam segala hal yang Kufirmankan kepadamu haruslah kamu berawas-awas; nama allah lain janganlah kamu panggil, janganlah nama itu kedengaran dari mulutmu."

Hiduplah Dengan Adil Dan Benar

Peraturan memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan manusia, yakni sebagai pedoman yang mengarahkan seseorang untuk hidup dengan baik dan benar. Dalam Keluaran 23:1-13, kita menemukan sejumlah peraturan tentang bagaimana  memelihara hak-hak hidup sesama. Peraturan itu yakni :  jangan menyampaikan kabar bohong (hoax), jangan memberikan kesaksian palsu, jangan merampas hak orang miskin, jangan menerima suap dan jangan menindas pendatang (orang asing). Peraturan dimaksud bertujuan supaya umat Israel memperlakukan sesama ( khususnya orang miskin dan orang asing) dengan setara atau memiliki hak yang sama untuk hidup dengan baik dan adil. Pesan penting bagi kita, saat orang cenderung melakukan kejahatan dan ketidakadilan bagi sesama karena kepentingan diri sendiri, kekayaan atau kekuasaan dengan mengorbankan orang lain, maka marilah kita menghadirkan keadilan bagi sesama dengan berbicara dan bertindak dengan benar.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk bersikap dengan penuh kasih sayang terhadap hewan sebagai ciptaan Tuhan, Amin  

Senin, 16 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 10

10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.

Memelihara Hewan Dengan Kasih Sayang

Patung anjing raksasa yang berdiri kokoh di dekat pintu keluar stasiun kereta di Shibuya, Jepang memiliki kisah yang mengharukan. Kisah ini berawal dari seekor anjing yang diberi nama Hachiko oleh tuannya, Profesor Hidesaburo Ueno ini merupakan hewan piaraan yang sangat setia kepada tuannya, karena sangat disayangi oleh Ueno. Hachiko setia antar-jemput tuannya hingga suatu waktu, tuannya meninggal saat kerja. Tetapi, Hachiko tetap setia menunggu tuannya untuk kembali selama 10 tahun. Hal ini mengajarkan kita tentang bagaimana hubungan kasih sayang antara manusia dan hewan yang patut dicontohi, ditengah-tengah sikap arogansi manusia terhadap hewan. Misalnya: penembakan kucing secara brutal,dll. Amsal 12:10 mengajarkan tentang bagaimana memperhatikan hewan peliharaan dengan baik, bukan hanya tentang memberi makan atau merawat mereka tetapi juga tentang peduli dengan kasih sayang terhadap ciptaan Tuhan lainnya.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memperlakukan sesame dengan setara, Amin.  

Selasa, 17 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 6 : 17 – 22

17 Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. 18 Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. 19 Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20 Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. 21 Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." 22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

 Pelihara Bumi Demi Keberlanjutan Hidup

Bulan Juni diperingati sebagai Bulan Lingkungan Hidup Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan manusia tentang masalah lingkungan dan mendorong tindakan nyata dalam melindungi bumi. Karya nyata untuk menyelamatkan bumi dilakukan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam perikop tadi. Allah tidak saja menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari ancaman air bah, tetapi juga menjaga kelangsungan hidup seluruh ciptaan-Nya melalui tindakan nyata, yakni menyelamatkan berbagai jenis makhluk hidup dari kehancuran. Hal ini menunjukkan bahwa Allah peduli kepada manusia dan bumi ciptaan-Nya. Karena itu, manusia juga harus menunjukkan kepedulian kepada lingkungan, dengan cara STOP EXPLOITASI ALAM yang berdampak buruk bagi lingkungan, kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Mari kita memelihara bumi untuk hidup kita dan generasi mendatang!

Doa: Tuhan, anugerahkan bagi kami hati yang bijaksana untuk menjaga lingkungan bagi keberlanjutan hidup, amin. 

Rabu, 18 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 7 : 1 – 9

Air bah
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. 2 Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; 3 juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. 4 Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu." 5 Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 6 Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.

Allah Peduli Kepada Keberlanjutan Hidup

Saudara terkasih, kita mungkin masih ingat tentang korban selamat banjir bandang di Adonara, NTT pada tahun 2021, atas nama Zelo, bayi berusia 4 tahun yang hanyut dibawa banjir selama 5 jam dan ditemukan selamat tersangkut di batang pohon. Menurut keluarga, “Zelo selamat karena kuasa Tuhan Yesus”. Kisah Zelo merupakan salah satu kisah orang selamat dari berbagai peristiwa besar yang mengancam keselamatan manusia dan mahkluk hidup lainnya. Misalnya : gempa bumi, tsunami, topan, kebakaran. Peristiwa banjir bandang juga pernah terjadi pada zaman Nuh akibat dosa manusia. Di tengah kehancuran dan kematian seluruh makhluk, Allah melakukan karya keselamatan melalui Nuh dan keluarganya serta seluruh makhluk hidup di dalam bahtera. Karya Keselamatan Allah yamg penuh kasih ini bertujuan untuk memelihara keberlangsungan hidup seluruh makhluk. Sebagai orang percaya, tugas kita juga mengikuti misi Allah untuk menyelamatkan bumi.

Doa: Roh kudus tuntunlah kami untuk menyelamatkan bumi. Amin. 

Kamis, 19 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 7 : 10 – 16

10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam bahtera itu, 14 mereka itu dan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata yang merayap di bumi dan segala jenis burung, yakni segala yang berbulu bersayap; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh; lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.

 Bencana Alam: Bencana Bagi Manusia Dan Seluruh Makhluk

Bencana alam yakni banjir, tanah longsor, kekeringan, gempa bumi, dll dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, antara lain: korban jiwa dan material. Ancaman terhadap kehidupan manusia dan seluruh makhluk juga dialami pada zaman Nuh melalui peristiwa air bah (banjir bandang). Namun karena ketaatan Nuh kepada perintah Tuhan untuk membuat bahtera dan mendiaminya, maka Nuh dan keluarganya selamat. Hal ini mengajarkan kita tentang hidup taat kepada Tuhan mendatangkan keselamatan, sebaliknya yang tidak taat mengalami kehancuran. Salah satu bentuk ketaatan adalah tidak merusak lingkungan alam yang berdampak terhadap kehidupan kita. Ingatlah ungkapan ini: “Alam dapat hidup tanpa manusia, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa alam”.

Doa:  Tuhan tuntun kami agar taat kepada perintahMu untuk kehidupan baru di bumi yang penuh berkat. Amin. 

Jumat, 20 Juni 2025

bahan bacaan : Keluaran 22 : 5 – 6

5 Apabila seseorang menggembalakan ternaknya di ladangnya atau di kebun anggurnya dan ternak itu dibiarkannya berjalan lepas, sehingga makan habis ladang orang lain, maka ia harus memberikan hasil yang terbaik dari ladangnya sendiri atau hasil yang terbaik dari kebun anggurnya sebagai ganti kerugian. 6 Apabila ada api dinyalakan dan api itu menjilat semak duri, tetapi tumpukan gandum atau gandum yang belum dituai atau seluruh ladang itu ikut juga dimakan api, maka orang yang menyebabkan kebakaran itu harus membayar ganti kerugian sepenuhnya.

 Hormati Milik Orang lain Dengan Sikap Bertanggung Jawab

Masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah hewan peliharaan atau ternak merusak tanaman atau kebun milik tetangga yang menyebabkan ketegangan dan perselisihan. Melalui Perikop ini, kita diingatkan bahwa setiap milik orang lain, baik itu tanaman, ternak atau harta lainnya harus dihormati dan dijaga dengan baik. Misalnya: jika hewan piaraan kita merusak tanaman milik orang lain, maka kita harus bertanggungjawab dengan memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan bahkan harus bersedia memberi ganti rugi atas kerusakan yang terjadi. Ganti rugi bisa berupa uang atau memberikan tanaman baru sebagai penggantinya. Selain itu, kita diingatkan untuk mengawasi dan menjaga agar hewan piaraan kita tidak merusak tanaman atau kebun orang lain, terutama jika ternak itu bebas merumput atau berkeliaran dengan bebas di pekarangan atau kebun orang lain. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita ikut bertanggung jawab atas seluruh ciptaan Tuhan.

Doa: : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk menjaga milik orang lain dengan  bertangung jawab Amin. 

Sabtu, 21 Juni 2025

bahan bacaan : Kejadian 7 : 17 – 24

17 Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi. 18 Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi, terapung-apunglah bahtera itu di muka air. 19 Dan air itu sangat hebatnya bertambah-tambah meliputi bumi, dan ditutupinyalah segala gunung tinggi di seluruh kolong langit, 20 sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. 21 Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi, serta semua manusia. 22 Matilah segala yang ada nafas hidup dalam hidungnya, segala yang ada di darat. 23 Demikianlah dihapuskan Allah segala yang ada, segala yang di muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang melata dan burung-burung di udara, sehingga semuanya itu dihapuskan dari atas bumi; hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu. 24 Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya.

Kelanjutan Hidup Baru Setiap Makhluk di Atas Bumi

Kisah sejarah tentang manusia dan semua makhluk hidup dimusnahkan melalui peristiwa air bah menjadi catatan penting sebagai peringatan akan penghukuman Allah terhadap dosa. Manusia melawan perintah Allah menjadi penyebab diturunkannya air bah untuk memulihkan bumi. Selama empat puluh hari air bah dicurahkan ke atas bumi dan menenggelamkan semua yang bernapas. Hanya Nuh dan keluarganya yang disiapkan Allah untuk melanjutkan kehidupan baru beserta setiap hewan yang dipilih sepasang. Nuh dan keluarganya sebagai satu kelompok kecil yang tetap menjaga kekudusan hidup ditengah kondisi kebejatan moral yang parah. Saat itu tidak ada seorang pun yang hidupnya taat kepada Allah. Itulah sebabnya tindakan Allah melalui air bah untuk memulihkan bumi dan segala makhuk hidup lainnya harus dimaknai dengan syukur dan sebagai peringatan keras agar manusia selalu mewujudkan perilaku hidup yang taat dan setia kepada Tuhan sebagai sumber hidup. Ketika sikap dan perilaku hidup kita masih menyimpang dari Tuhan, maka pasti penghukumanNya akan berlaku. Oleh sebab itu kita mesti sadar dan bertobat serta membarui hidup dengan setia dan taat kepada Tuhan sehingga membawa keharmonisan hidup di atas bumi tempat hidup semua makhluk.

Doa: Roh Kudus, tuntunlah kami supaya hidup taat kepada Tuhan, dan dapay membawa keharmonisan hidup di bumi ini amin. 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 8 – 14 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Roh Kudus Memampukan Orang Percaya untuk Hidup Setara

Minggu, 08 Juni 2025

bahan bacaan I : Yoel 2:28-32;

Hari TUHAN
28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. 32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."

bahan bacaan II : Kisah Para Rasul 2:1-13   

Pentakosta
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.

Hidup Setara dengan Kuasa Roh Kudus

Yoel 2:28 menyatakan bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya kepada “segala manusia”, tanpa memandang jenis kelamin, usia, atau status sosial. Hal ini menegaskan bahwa semua orang memiliki akses yang sama kepada Tuhan. Dalam tugas bersaksi dan melayani, setiap orang percaya memiliki peran penting. Ayat 32 menegaskan bahwa “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Keselamatan tersedia bagi semua orang tanpa diskriminasi. Seperti Yoel, dalam Kisah Para Rasul 2, hal kesetaraan juga dinyatakan ketika para murid menerima Roh Kudus. Tuhan mencurahkan kuasa itu tanpa memandang latar belakang mereka. Semua orang memiliki hak yang sama untuk menerima anugerah Roh Kudus. Orang-orang dari berbagai bangsa yang ada saat itu pun dapat mendengar para murid berbicara dalam bahasa mereka sendiri. Pesan Injil ternyata tidak hanya untuk satu kelompok tertentu, tetapi untuk semua bangsa. Melalui peristiwa keturunan Roh Kudus, Tuhan menghancurkan batas-batas linguistik dan budaya, yang sebelumnya sering menjadi alasan perpecahan. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menghormati dan memperlakukan semua orang dengan setara dan adil. Dalam kuasa Roh Kudus tidak ada perbedaan dalam kesempatan untuk bertumbuh, melayani.

Doa: Mampukanlah kami dengan Roh Kudus-Mu, ya Tuhan, untuk hidup setara. Amin  

Senin, 09 Juni 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37

Cara hidup jemaat
32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 33 Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. 34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. 36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37 Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Hidup Berbagi Dalam Prinsip Kesetaraan

Bacaan hari ini menggambarkan kehidupan jemaat mula-mula yang hidup dalam kesatuan, berbagi segala sesuatu, dan tidak ada yang berkekurangan di antara mereka. Dalam konteks teologi, perikop ini memiliki makna mendalam tentang hidup setara dalam komunitas orang-orang beriman. Ayat 32 mengatakan jemaat hidup “sehati dan sejiwa,” ini menunjukkan bahwa iman kepada Kristus membawa persatuan yang melampaui status sosial atau ekonomi. Kesetaraan dalam komunitas Kristen bukan hanya teori, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup yang saling peduli. Tidak ada yang menganggap miliknya sendiri, tetapi semuanya digunakan untuk kepentingan bersama. Yusuf yang disebut Barnabas menjadi contoh bagi kita. Tindakannya mencerminkan prinsip iman bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan, dan dipanggil untuk mengelolanya demi kesejahteraan bersama, bukan hanya kepentingan pribadi. Tanggung jawab mementingkan hidup bersama sebagai wujud hidup setara tentunya bukan hanya sebagai tindakan sosial, tetapi adalah bentuk nyata dari orang-orang yang hidupnya dipenuhi kasih dan dengan kuasa Roh Kudus  yang mengubah hidup.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk hidup berbagi dalam kesetaraan. Amin 

Selasa, 10 Juni 2025

bahan bacaan : Roma 8 : 12 – 17   

12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Hiduplah Menurut Roh!

Orang percaya tidak lagi terikat oleh keinginan daging, tetapi dipanggil untuk hidup dalam Roh. Sebab, hidup dalam daging membawa kematian, sementara hidup dalam Roh membawa kehidupan kekal. Mereka yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah, yang tidak lagi hidup dalam ketakutan sebagai budak, melainkan kebebasan sebagai anak-anak yang dapat berseru, “Abba, ya Bapa!”. Anak-anak Allah yang hidup dengan pimpinan Roh Allah tidak hidup dalam sikap mendiskriminasi dan saling membedakan satu dengan yang lain. Sebaliknya sebagai anak-anak Allah, Roh memampukan setiap orang untuk memiliki kesempatan yang sama datang pada Tuhan. Situasi saudara-saudara positif HIV yang masih mendapatkan perlakuan diskriminasi dari keluarga dan lingkungan membuktikan hidup beriman kita yang belum sungguh-sungguh memahami diri sebagai anak-anak Allah. Kita memang dipenuhi dengan kelemahan dan dosa, namun dengan selalu sadar sebagai anak-anak Allah, kita akan mengandalkan tuntunan Roh, sehingga keinginan Roh yang kita ikuti, bukan keinginan daging. Keinginan Roh pasti akan membawa kita pada keadilan dan kesetaraan dalam hidup.

Doa: ya Tuhan, berilah Roh-Mu untuk menuntun hidup kami sebagai anak-anak-Mu. Amin 

Rabu, 11 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 22 : 2

2 Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.

Orang Kaya dan Orang Miskin Sama Di Mata Tuhan

Teks Amsal hari ini hendak menyatakan kepada kita bahwa Tuhan adalah pencipta semua manusia tanpa memandang status sosial. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dalam nilai intrinsik manusia di hadapan Allah. Hal ini searah dengan konsep penciptaanNya yang menjadikan manusia serupa dan segambar denganNya. Perbedaan status sosial tidak boleh menjadi alasan untuk diskriminasi atau ketidakadilan. Orang kaya tidak boleh sombong, dan orang miskin tidak boleh merasa rendah diri. Semua yang ada pada manusia terjadi dalam ijin Allah, sehingga sekalipun secara fisik nampak berbeda, namun di mata Allah semuanya sama. Perbedaan ini hanya bersifat sementara dan bertujuan supaya mereka yang memiliki lebih banyak sumber daya memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka yang kekurangan. Pengamsal mengatakan “Tuhanlah yang menjadikan mereka semua” sebagai penegasan tentang kedaulatan Tuhan yang bisa mengubah situasi hidup setiap manusia. Sama seperti kata Pengkhotbah bahwa semua ada waktunya, demikianlah maksud Tuhan di dalam kedaulatanNya. Karena itu, baik orang kaya maupun orang miskin harus hidup bersyukur dan saling membangun untuk mewujudkan hidup bersama yang harmonis.

Doa: Tuhan, ajarlah kami bersyukur dan mempergunakan pemberianMu untuk kebaikan bersama. amin

Kamis, 12 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 24 : 23 – 26

23 Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik. 24 Siapa berkata kepada orang fasik: "Engkau tidak bersalah", akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa. 25 Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia, mereka akan mendapat ganjaran berkat. 26 Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir.

Berlakulah Adil!

Orang percaya dipanggil untuk hidup dalam keadilan dan tidak memihak karena status sosial, ekonomi, atau latar belakang seseorang. Panggilan tersebut berlangsung dalam setiap ruang kehidupannya, termasuk pada lembaga-lembaga pengadilan. Seorang warga bina di salah satu rumah tahanan mengungkapkan situasi sidang hingga keputusan yang dialami oleh mereka kadang tidak adil. Realita ini tentunya sangat miris bagi seseorang yang menyebutkan dirinya Kristen dan melakukan pekerjaan sebagai penegak keadilan. Tempat tersebut mestinya menjadi ladang pelayanan untuk menyaksikan Tuhan yang diimaninya sebagai Tuhan yang berpihak pada kebenaran dan keadilan. Sayangnya, karena kepentingan diri dan kelompok terkadang panggilan untuk hidup adil diabaikan. Kitab Amsal ini menegaskan bahwa menyebut orang fasik tidak bersalah berarti sama dengan ia mendukung ketidakadilan. Hal ini berlawanan dengan prinsip kebenaran Tuhan. Setiap orang percaya harus berani menegur ketidakadilan, meskipun itu sulit atau tidak populer. Sebab,Tuhan memberkati orang yang menegur ketidakbenaran dan menegakkan keadilan. Orang percaya juga harus membangun hubungan yang setara dan saling menghormati dengan kejujuran. Perkataan yang jujur membawa pada kedekatan dan harmoni.

Doa : Tuhan mampukanlah kami untuk hidup adil satu dengan yang lain. Amin

Jumat, 13 Juni 2025

bahan bacaan : Yakobus 2 : 1 – 4 

Jangan memandang muka
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. 2 Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, 3 dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: "Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!", sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: "Berdirilah di sana!" atau: "Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!", 4 bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat?

Stop Diskriminasi!

Sebagai tubuh Kristus, gereja menjadi tempat dimana semua orang diterima dengan kasih tanpa diskriminasi. Yakobus 2:1 menyatakan bahwa iman kepada Kristus harus selaras dengan sikap yang tidak memandang muka. Hal ini berarti bahwa dalam hidup persekutuan, semua orang diperlakukan setara tanpa diskriminasi. Ayat 2-3 menggambarkan situasi di mana orang kaya diperlakukan dengan hormat, sementara orang miskin diabaikan. Situasi ini mencerminkan kecenderungan manusia untuk lebih menghormati mereka yang memiliki kekayaan dan kekuasaan. Sikap ini bertentangan dengan ajaran Kristus yang menghargai semua orang tanpa melihat statusnya. Sebab membeda-bedakan orang berarti memiliki “pikiran yang jahat.” Dengan kata lain, orang yang berbuat demikian adalah orang yang hidupnya senantiasa berlangsung dalam dosa. Tidaklah demikian bagi kita yang sudah mengalami keselamatan dari penebusan Yesus Kristus. PengorbananNya di salib merupakan bukti, kasih kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan. Karena itu, seharusnya demikian pula kehidupan kita sebagai orang Kristen. Kita harus hidup dengan pikiran yang baik, yang sehat atau yang penuh kasih.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk hidup dalam kasih dan tidak melakukan diskriminasi. Amin. 

Sabtu, 14 Juni 2025

bahan bacaan : Amsal 28 : 21

21 Memandang bulu tidaklah baik, tetapi untuk sekerat roti orang membuat pelanggaran.

Jangan Memandang Bulu!

Memandang bulu atau pilih kasih menunjuk kepada sikap atau tindakan yang tidak adil kepada orang lain. Tindakan ini disebabkan oleh faktor status sosial, ikatan emosional/kedekatan dan latar belakang yang “serupa” atau “lebih baik”. Misalnya: orang yang memiliki jabatan tinggi, orang kaya, teman dekat, keluarga dekat, se-agama, se-budaya, se-suku atau se-pendidikan seringkali diperlakukan dengan sangat istimewa dibandingkan dengan orang lain. Sikap pandang bulu ini dapat menyebabkan ketidakadilan yang dapat merusak hubungan antar sesama berdasarkan faktor-faktor di atas. Oleh karena itu, penulis kitab Amsal menasehati kita agar “jangan memandang bulu” karena akan melahirkan ketidakadilan yang memicu konflik diantara pribadi atau kelompok yang merasa dirugikan. Penting bagi kita untuk berlaku adil dan menghargai semua orang tanpa memandang latar belakang atau status sosial. Tindakan ini harus dimulai dari keluarga, misalnya: orang tua tidak boleh pilih kasih diantara anak-anak.

Doa:  Roh Kudus tuntun kami untuk tidak bersikap pandang bulu, Amin 

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1 – 7 Juni 2025

Tema Bulanan : Advokasi Hak-Hak Komunitas Bumi sebagai gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Suara Bumi: dari Ratapan ke Pemulihan

Minggu, 01 Juni 2025

bahan bacaan : Yeremia 12 : 1 – 17

Keluhan Yeremia dan jawab Allah
Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? 2 Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka. 3 Ya TUHAN, Engkau mengenal aku, Engkau melihat aku, dan Engkau menguji bagaimana hatiku terhadap Engkau. Tariklah mereka ke luar seperti domba-domba sembelihan, dan khususkanlah mereka untuk hari penyembelihan. -- 4 Berapa lama lagi negeri ini menjadi kering, dan rumput di segenap padang menjadi layu? Karena kejahatan penduduknya binatang-binatang dan burung-burung habis lenyap, sebab mereka telah mengira: "Ia tidak akan melihat tingkah langkah kita!" 5 "Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda? Dan jika di negeri yang damai engkau tidak merasa tenteram, apakah yang akan engkau perbuat di hutan belukar sungai Yordan? 6 Sebab saudara-saudaramu dan kaum keluargamu, mereka sendiri juga berbuat khianat terhadap engkau; mereka juga bersama-sama di belakangmu. Janganlah percaya kepada mereka, sekalipun mereka berkata manis kepadamu! 7 Aku telah meninggalkan kediaman-Ku, telah membuangkan negeri milik-Ku; Aku telah menyerahkan buah hati-Ku ke dalam tangan musuhnya. 8 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti singa di hutan bagi-Ku; ia mengeraskan suaranya menentang Aku, sebab itu Aku membencinya. 9 Negeri milik-Ku sudah menjadi seperti burung belang bagi-Ku; burung-burung buas mengerumuninya. Ayo, kumpulkanlah segala binatang di padang, bawalah untuk menghabiskannya! 10 Banyak gembala telah merusakkan kebun anggur-Ku, memijak-mijak tanah-Ku, dan membuat tanah kedambaan-Ku menjadi padang gurun yang sunyi sepi. 11 Ya, mereka telah membuatnya sunyi sepi, sunyi sepi tanah itu berkabung di hadapan-Ku! Sunyi sepi sekarang segenap negeri itu, tetapi tidak ada orang yang memperhatikannya. 12 Para pembinasa telah datang melintasi segala bukit gundul di padang gurun; sebab pedang TUHAN mengamuk makan dari ujung negeri yang satu ke ujung lain; tidak ada damai bagi segala yang hidup. 13 Mereka telah menabur gandum, tetapi yang dituai adalah semak duri; mereka telah bersusah payah, tetapi usaha mereka tidak berguna; mereka malu karena hasil yang diperoleh mereka, akibat dari murka TUHAN yang menyala-nyala." 14 Beginilah firman TUHAN: "Mengenai sekalian tetangga-Ku yang jahat yang telah mengusik negeri yang telah Kuberikan sebagai milik pusaka kepada umat-Ku Israel, bahwasanya Aku akan mencabut mereka dari tanah mereka dan Aku mencabut kaum Yehuda dari tengah-tengah mereka. 15 Tetapi setelah Aku mencabut mereka, maka Aku akan menyayangi mereka kembali. Aku akan mengembalikan mereka masing-masing ke milik pusakanya dan masing-masing ke negerinya. 16 Dan jika mereka sungguh-sungguh belajar cara hidup umat-Ku sehingga bersumpah demi nama-Ku: Demi TUHAN yang hidup, seperti tadinya mereka mengajar umat-Ku untuk bersumpah demi Baal, maka mereka akan dibangun di tengah-tengah umat-Ku. 17 Tetapi jika mereka tidak mau mendengarkan, maka Aku akan sungguh-sungguh mencabut dan membinasakan bangsa yang demikian, demikianlah firman TUHAN."

Suara Bumi: dari Ratapan ke Pemulihan

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu pertama bulan Juni. Hampir enam bulan terlalui oleh pertolongan Tuhan. Kiranya dengan pertolongan kuat kuasa Tuhan, kita terus menjalani hidup dengan bersandar pada kebenaran firman-Nya. Hari ini kita mendengarkan firman Tuhan yang mengingatkan akan pentingnya memelihara bumi ciptaan Tuhan. Bumi dari waktu ke waktu mengalami kehancuran oleh ulah kita manusia yang cenderung egois dan serakah. Jika dibiarkan terus maka bumi akan menjadi hancur dan akibatnya akan dialami bukan hanya oleh manusia, tetapi ciptaan Tuhan yang lain juga. Keluhan akan semakin rusaknya bumi oleh kejahatan manusia, juga pernah disampaikan Yeremia kepada Tuhan sebagaimana ada dalam nas bacan ini. Yeremia melihat bahwa umat Israel mengalami kesukaran dan penderitaan akibat tindakan mereka sendiri yang merusak alam. Tetapi Yeremia berpengharapan dan mengingatkan umat bahwa akan datang waktunya pemulihan terjadi, jika mereka sungguh-sungguh bertobat dari kejahatan yang sering merusak alam. Peringatan ini juga penting bagi kita bahwa kita harus menjaga dan merawat bumi ini dengan sungguh-sungguh. Menjaga dan merawat disini berdimensi tanggung jawab mengembangkan dan mengusahakan kelestariannya, demi memuliakan Tuhan Sang Pencipta. Maka, dengarkanlah ratapan bumi dan pulihkan!.

Doa: Tuhan,buatlah kami untuk memulihkan dan merawat alam ciptaanMu ini,  Amin

Senin, 02 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 10 – 13

10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu

                                    Engkau yang Membuat Mata Air Membual

Air merupakan kebutuhan vital semua makhluk hidup. Tanpa air, kehidupan tidak akan berlangsung. Kita dapat membayangkan, kalau suatu ketika air bersih yang dibutuhkan semakin berkurang, krisis air terjadi dimana-mana, maka yang ada hanyalah bencana dan penderitaan. Pentingnya air bagi keberlanjutan hidup semua makhluk menyadarkan kita untuk dapat menjaga dan melestarikan sumber-sumber air yang ada disekitar kita. Bagi pemazmur, air menyimbolkan kebesaran dan keagungan Tuhan. TanganNya yang menciptakan dan menyediakan air membual di lembah-lembah, begitu melimpah sehingga mencukupi kebutuhan semua makhluk. Tuhan mengalirkan air di antara gunung-gunung dan membuat bumi menjadi kenyang. Semuanya bersumber dari kamar-kamar loteng milik Tuhan. Betapa hebat pekerjaan Tuhan ini. Karya agung Tuhan yang ada dalam ciptaanNya ini haruslah kita jaga. Salah satu masalah yang kita hadapi sekarang dan ke depan adalah kiris air bersih. Sebab itu, kita perlu arif dan bijaksana memanfaatkan air. Tidak mencemari dan merusakkan sumber-sumber mata air, agar bukan hanya kita sekarang yang menikmati membualnya air, melainkan turut dinikmati oleh anak cucu generasi kita di masa depan.

Doa: Terima kasih atas karya agungMu ya Tuhan, yang memberikan air bagi kami,  Amin

Selasa, 03 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 104 : 14 – 18

14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Anugerah Tuhanlah Yang Menjamin Kehidupan

Pemazmur dalam nas hari ini menegaskan bahwa anugerah Tuhanlah yang menjamin kehidupan semua makhluk di bumi. Jaminan pemeliharaan Tuhan itu nampak dalam segala sesuatu yang diciptakanNya tidak pernah berdiri sendiri, melainkan saling terkait satu dengan yang lain untuk menopang dan memberi kehidupan. Mata air yang keluar dari lembah dan mengalir diantara gunung-gunung memberikan minum bagi binatang-binatang. Menumbuhkan rumput bagi makanan para binatang dan pepohonan sebagai tempat tinggal atau tempat bersarang. Demikian juga tumbuhan untuk keperluan makanan manusia. Melalui alam ciptaanNya Tuhan menyediakan kebutuhan segala makhluk. Untuk anugerah Tuhan ini kita patut bersyukur oleh karena kehidupan kita semua terjamin dalam tangan Tuhan. Tuhan peduli terhadap seluruh ciptaanNya. Anugerah Tuhan ini harus diresponi dengan kesediaan kita menjaga dan melestarikan semua yang sudah diberikan. Jadi ada aspek keberlanjutan hidup yang senantiasa harus diupayakan. Sebagaimana Tuhan ingin kita tidak lalai  beribadah, berdoa dan merenungkan firmanNya, Tuhan juga tidak ingin kita mengabaikan lingkungan alam ciptaan yang telah dijadikanNya dengan amat baik, apalagi merusaknya hanya demi kepentingan diri dan kepentingan sesaat.

Doa: Terima kasih Tuhan atas anugerahMu yang menjamin kehidupan kami tiap waktu,  Amin

Rabu, 04 Juni 2025

bahan bacaan : Yesaya 35 : 1 – 4

Keselamatan bagi umat TUHAN
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu

Kegembiraan dan Sukacita Karena Dipulihkan

Umat Israel yang mengalami pembuangan ke Babel karena dosa dan pelanggaran, sungguh merindukan pengampunan dosa dan pemulihan dari Allah. Mereka sadar bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dan memulihkan keadaan mereka. Ketika sadar, mereka bertobat dan bertekad untuk meninggalkan kebodohan dan kejahatan yang dilakukan dan mendengarkan kembali firman Allah. Melalui nabi Yesaya, Tuhan Allah berfirman tentang akan datang waktunya untuk pemulihan. Allah memulihkan keadaan mereka seutuhnya, manusia bersama alam ciptaanNya.Tanah-tanah kering akan bergirang, padang gurun dan padang belantara akan bersorak dan berbuah.Gambaran kehidupan yang dipulihkan dan diberkati akan kembali mereka nikmati. Sebab itu mereka bersyukur dan bersukacita. Kehidupan yang dipulihkan, penuh dengan sukacita dan damai sejahtera merupakan pemberian Allah yang hanya dapat dinikmati jika kita setia pada kehendak Allah. Wujud kehendak Allah itu  adalah jika kita memperhatikan kepentingan hidup bersama, membangun relasi yang baik dengan semua orang maupun dengan alam ciptaan Tuhan, sehingga kebaikan Allah dialami oleh kita semua selaku ciptaanNya. Firman Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk sadar akan kelemahan kita dan bertobat, termasuk melakukan pertobatan ekologis. Kerusakan alam terjadi karena kegagalan kita manusia melakukan mandat Allah, yaitu merawat ciptaanNya. Maka marilah bertekad dan bertindak dengan cepat untuk memulihkan alam ciptaan Tuhan yang sedang rusak ini, agar kehidupan yang penuh damai sejahtera akan terus kita nikmati.

Doa: Ampunilah kami yang masih gagal melakukan perintah untuk merawat ciptaanMu, Tuhan. amin. 

Kamis, 05 Juni 2025

bahan bacaan : Yesaya 35 : 5 – 10

5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Allah Memanggil Kita Untuk Memulihkan Ciptaan-Nya

Hari ini kita memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia. Hari yang mengingatkan kita semua untuk bersyukur atas pemeliharaan Tuhan yang setia bagi kita melalui alam ciptaanNya. Rasa syukur kita mesti dibarengi dengan kesadaran akan situasi nyata kondisi alam dan lingkungan hidup sekarang ini. Eksploitasi sumber daya alam semakin marak. Sampah yang dibuang sembarangan tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga mengotori dan menghalangi air sungai mengalir untuk memberikan kehidupan bagi sekitarnya. Selain itu, penebangan pohon masih secara masif dilakukan. Penebangan hutan dan pengerukan tanah di bukit-bukit menyebabkan tanah longsor dan banjir dimana-mana. Lingkungan hidup kita bertambah rusak. Jika hari ini nabi Yesaya mengingatkan, Allah bermaksud membebaskan semua ciptaanNya dari belenggu dosa yang menyebabkan mereka menderita dan memberikan kehidupan yang penuh damai sejahtera dan sukacita, semua itu karena Allah peduli dan mengasihi seluruh ciptaanNya. Allah selalu bekerja memulihkan kehidupan ini. Karena itu, Allah memanggil kita sebagai teman sekerja-Nya untuk juga memulihkan alam semesta yang mengerang kesakitan karena perlakuan semena-mena manusia. Tanggungjawab ini menuntut manusia untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan nyata untuk menjaga alam semesta dengan seluruh isinya.

Doa: Terima kasih atas alam ciptaanMu yang telah memberikan kehidupan bagi kami,  Amin

Jumat, 06 Juni 2025

bahan bacaan : Mazmur 8 : 1 – 10

Manusia hina sebagai makhluk mulia
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 3 (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; 8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Masihkah Sadar Kita Ini Makhluk Mulia?

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan makin meningkat hingga menyebabkan manusia cenderung tidak peduli lagi kepada sesamanya demi mengejar keuntungan bagi diri, keluarga atau kelompoknya. Akibatnya, banyak sesama yang tersisih dalam persaingan yang berujung kemiskinan dan ketidakadilan. Kekerasaan acapkali menandai persaingan tersebut. Tidak jarang perempuan dan anak menjadi korban kesewenangan manusia. Bahkan, alam ciptaan Tuhan pun menjadi korban kekerasan manusia yang mengeksploitasi dan ingin memperoleh sebanyak mungkin keuntungan. Kehidupan spiritualitas kita menjadi semakin merosot. Masih sadarkah kita sebagai makhluk mulia?. Pemazmur dalam nas bacaan hari ini mengingatkan akan keberadaan diri kita sebagai makhluk Tuhan yang mulia, yang dikasihi Tuhan dan diberikan kewenangan untuk berkuasa atas segala buatan tangan Tuhan. Kuasa dari Tuhan itu bukan berarti kita menjadi tuan yang dapat berbuat sewenang-wenang terhadap alam ciptaan-Nya. Justru kuasa itu diberikan agar kita bertanggungjawab menjaga dan melestarikan alam ciptaan Tuhan. Mari kita turut berjuang mewujudkan kehidupan yang lebih ramah, nyaman dan membawa damai sejahtera untuk semua. Itulah cara hidup makhluk yang mulia.

Doa: Tuhan, tolong kami agar sebagai makhluk mulia, kami selalu mengasihi dan merawat alam ini, Amin 

Sabtu, 07 Juni 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 9 – 13

9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"

Ketaatan Manusia dan Pemulihan Bumi

Zakharia 8 ditulis dalam konteks pasca-pembuangan, di mana bangsa Israel baru saja kembali dari pembuangan Babel dan sedang dalam proses membangun kembali Bait Suci serta kehidupan mereka di Yerusalem. Sebelum pemulihan, mereka mengalami penderitaan, kelaparan, dan kekacauan akibat dosa dan ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan. Untuk itu, mereka harus berubah dengan taat dan bertekun dalam membangun Bait Suci. Tuhan kemudian berjanji untuk memberikan pemulihan atas kehidupan mereka. Dia akan memberkati mereka dengan damai, hasil tanah yang berlimpah dan kesejahteraan. Ini artinya bahwa janji pemulihan Tuhan akan terjadi seiring dengan ketaatan manusia. Bahkan, Tuhan akan menyatakan pemulihan yang seutuhnya bagi bumi (Ayat 11-12). Ketaatan tersebut mestinya berwujud juga dalam tanggung jawab menjaga alam ini. Kita melakukannya seperti sekelompok anak-anak pecinta lingungan yang menamakan diri mereka sebagai Komunitas Anak peduli Lingkungan LEBEBAE dan  melakukan aksi bersih-bersih sampah di Pantai Amahusu serta yang dilakukan Solidaritas Anak-anak Alam, di Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Kei. Marilah kita memulihkan bumi ini!

Doa: Tuhan, Tuntunlah kami dengan Roh-Mu untuk hidup taat dan bertanggungjawab pulihkan bumi ini. Amin  

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 – 31 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kristus Menjadikan Mata Hatimu Terang

Minggu, 25 Mei 2025

bahan bacaan : Efesus 1 : 15 – 23

Doa untuk pengertian tentang kemuliaan Kristus
15 Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, 16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, 17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, 20 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. 22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Transformasi Hidup Keluarga

Pentingnya pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan, guna membawa transformasi dalam hidup kita. Paulus berdoa agar Tuhan memberikan “mata hati yang terang” kepada orang percaya, supaya dapat memahami harapan panggilan Tuhan, kekayaan warisan-Nya, dan kuasa-Nya yang besar dalam hidup mereka. Ini mengajak kita untuk melakukan autokritik, merenung tentang hubungan kita dengan Tuhan, serta mengakui area dalam hidup kita yang perlu perubahan. Hanya dengan pengenalan yang benar tentang Tuhan, kita dapat mengalami pertumbuhan rohani dan memahami tujuan hidup yang sejati. Hal mana memberi dampak positif pada pengenalan diri dan pengenalan terhadap sesama. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk saling mendorong dalam proses transformasi ini. Dengan memiliki pengenalan yang lebih dalam tentang Tuhan, kita tidak hanya bertumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai keluarga yang saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Kekuatan dan kuasa Kristus yang bekerja dalam kita akan mengubah cara kita melihat diri kita sendiri, hubungan kita dengan sesama, dan bagaimana kita hidup sebagai umat Tuhan. Oleh karena itu, mari kita terus berdoa agar mata hati kita terbuka, untuk hidup dalam pengenalan yang semakin dalam akan Tuhan, dan menjadi saluran berkat bagi umat-Nya.

Doa: Tuhan, bukalah mata hati kami untuk mengenal Engkau lebih dalam. Amin.

Senin, 26 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 1 : 4 – 9

Ucapan syukur
4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Berkat Hidup dalam Persekutuan dengan Kristus

Dalam Kristus, kita telah diberkati dengan kekayaan dalam segala hal, baik dalam perkataan, pengetahuan, maupun karunia-karunia roh. Kita bersyukur sebab Tuhan memanggil kita dalam persekutuan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus, dan memberikan berkat tersebut untuk menguatkan iman kita. Untuk itu, perkataan yang kita ucapkan dan pengetahuan yang kita miliki harus mencerminkan kebenaran Kristus. Kebenaran yang memampukan kita juga untuk berbagi kasih dan kebijaksanaan dengan orang lain. Sebab, karunia-karunia rohani yang diberikan kepada setiap orang percaya adalah sarana untuk melayani dan membangun tubuh Kristus, yakni gereja. Sebagai keluarga, kita dipanggil untuk saling memperkaya satu sama lain dengan berkat-berkat tersebut guna mendukung pertumbuhan rohani kita bersama. Marilah kita terus mengandalkan Tuhan, untuk mempergunakan berkat-berkat ini dalam kehidupan keluarga, sehingga rumah tangga kita menjadi tempat di mana kasih, pengetahuan, dan pelayanan tumbuh subur, guna memuliakan Tuhan dalam segala hal.

Doa: terima kasih ya Tuhan, untuk setiap anugerahMu dalam hidup kami. Amin

Selasa, 27 Mei 2025

bahan bacaan : Filipi 1 : 3 – 11

Ucapan syukur dan doa
3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. 8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. 9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, 11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Berbuah Kebenaran Karena Kristus

Kekristenan itu identik dengan bertumbuh dan menghasikan buah. Buah yang dimaksud itu adalah kebenaran yang telah dikerjakan oleh Yesus. Paulus menegaskan bahwa pekerjaan baik yang dimulai Allah dalam diri orang percaya akan diteruskan hingga pada akhirnya disempurnakan pada Hari Kristus Yesus. Ini berarti bahwa hidup yang berbuah dalam kebenaran bukan hasil usaha manusia sendiri, tetapi merupakan karya Allah yang terus-menerus membentuk orang percaya agar hidup dalam kebenaran. Berbuah dalam kebenaran pun bukan sekadar tindakan baik yang dilakukan tanpa pemahaman, tetapi didasarkan pada pengenalan yang mendalam akan kehendak Allah dan kebenaran Injil. Sebagai orang percaya, hidup dalam kebenaran adalah bukti dari hubungan yang erat dengan Kristus, yang menghasilkan perubahan dalam karakter dan tindakan orang percaya. Untuk itu, buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus melalui kehidupan orang percaya bukan untuk kemuliaan dirinya sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah. Hal Ini mengingatkan kita bahwa kehidupan Kristen bukan hanya tentang menjalankan moralitas atau kebaikan sosial, tetapi tentang mencerminkan kemuliaan Allah melalui kehidupan yang berpadanan dengan Injil.

Doa: Mampukan kami Tuhan, untuk tetap bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik demi kemuliaan namaMu. Amin.

Rabu, 28 mei 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 1 : 3 – 11

Mengenai ajaran sesat
3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. 8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat 11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

Terlepas Dari Kesesatan

Ajaran yang benar akan membawa kepada keselamatan apalagi ajaran-ajaran itu berdasarkan injil Yesus Kristus. Paulus menasihati Timotius untuk menegur mereka yang mengajarkan ajaran lain, termasuk mitos dan silsilah yang tidak membawa manfaat rohani. Ini menunjukkan bahwa mengenal Tuhan harus didasarkan pada kebenaran firman-Nya, bukan spekulasi atau tradisi manusia. Tujuan pengajaran yang benar adalah kasih yang timbul dari hati yang murni, hati nurani yang baik, dan iman yang tulus. Saat ini, ada begitu banyak orang yang justru lebih memilih untuk mendengar bahkan mencondongkan hatinya untuk sibuk mendengarkan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya. Cerita yang hanya menghasilkan persoalan belaka sehingga kemudian mengabaikan hidup yang tertib dan yang menuntun kepada keselamatan yang diberikan Allah. Selaku orang percaya, kita ditugaskan untuk menasehati dan mengingatkan mereka bahwa keselamatan yang dikerjakan Allah bertujuan untuk membuka hati nurani agar tidak lagi menjerumuskan diri dengan segala hal yang menyesatkan, tetapi memberikan hidup untuk dipakai sebagai alat ditangan Allah.

Doa: Pakailah kami Tuhan, sebagai alatMu untuk melakukan apa yang baik dan berkenan sesuai InjilMu. Amin.

Kamis, 29 Mei 2025

bahan bacaan ke-1 : Mazmur 110 : 1 – 7,

Penobatan raja imam
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." 2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu! 3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun. 4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek." 5 TUHAN ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, 6 Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas. 7 Dari sungai di tepi jalan ia minum, oleh sebab itu ia mengangkat kepala.

bahan bacaan ke-2 : Kisah Para Rasul 1 : 6 – 11

Yesus terangkat ke sorga
6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kristus Sebagai Raja

Mazmur 110 digolongkan ke dalam jenis ‘Mazmur Raja’. Mazmur ini diawali dengan penjelasan bahwa Tuhan memberi kepada sang raja kedudukan di sebelah kanan-Nya. Raja diangkat sebagai wakil-Nya, yang dengan demikian diberi bagian penuh dalam kemahakuasaan Allah. Mazmur ini berbicara tentang Mesias yang dimuliakan, berkuasa, dan bertindak sebagai Raja serta Imam. Di dalam perayaan kenaikan Yesus ke sorga hari ini, mazmur ini memiliki makna teologis yang sangat penting. Yesus yang naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa adalah raja yang menerima otoritas tertinggi. Ia akan memerintah sampai semua musuh-Nya dikalahkan, termasuk dosa dan maut. Namun kenaikan Yesus bukan kepergian, tetapi awal dari pemerintahan-Nya sebagai Raja yang berdaulat. Mazmur ini juga menggambarkan Mesias yang akan menghakimi bangsa-bangsa dan menegakkan keadilan Allah. Ini berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali untuk menghakimi dunia. Ia sebagai Raja yang akan membawa kemenangan penuh atas segala kejahatan. Sebab kenaikan Yesus bukan akhir dari rencana-Nya, tetapi awal dari penggenapan kerajaan-Nya. Sebagai orang percaya, peristiwa Kenaikan Kristus harus memberi kita spirit hidup dalam pengharapan. Dalam Kisah Para Rasul 1:7 sebelum naik ke sorga, Yesus memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi (ayat 8) dan Roh Kudus akan diberikan untuk memperlengkapi mereka dalam pelayanan. Roh Kudus akan menuntun dan menguatkan orang percaya untuk hidup dalam pengharapan yang sungguh kepada Allah.

Doa: Dimuliakanlah Tuhan Sang Raja. Tolonglah kami untuk hidup sebagai saksiMu. Amin

Jumat, 30 Mei 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 12 – 15

Paulus menceriterakan pertobatan dan panggilannya
12 "Dan dalam keadaan demikian, ketika aku dengan kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala sedang dalam perjalanan ke Damsyik, 13 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku. 14 Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. 15 Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu.

Pertobatan Mengubah Hidup

Paulus sebelum mengalami pertobatan dan menjadi murid Kristus adalah seorang yang menyiksa, membunuh, dan memenjarakan pengikut Yesus. Paulus waktu itu berpikir dengan menyiksa pengikut Kristus akan membuat mereka menyangkal imannya dan meninggalkan Kristus. Tapi hal itu ternyata tidak terjadi, mereka tetap teguh mengikut Kristus. Dalam perjalanannya, Tuhan datang dan menyapa Paulus. Namanya Saulus diubah menjadi Paulus dan Tuhan meminta Paulus menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah dilihat dan tentang apa yang akan diperlihatkan Tuhan pada Paulus. Kesaksian tentang pengalaman hidup Paulus diceritakan kembali termasuk di depan Raja Agripa yang mendengar pembelaan Paulus. Ia menyaksikan tentang kehidupannya sebagai seorang pembenci Kristus, namun telah berbalik menjadi pengikut Kristus yang setia dan berjiwa militan. Sebagai orang Kristen, kita adalah juga murid Kristus yang dipanggil untuk menyaksikan karya kebaikan dan kasih setia kasih Kristus yang terjadi pada diri dan hidup kita. Perjalanan hidup sebagai murid Kristus memang tidak mudah, namun selalu ada pertolongan dan penyertaan Kristus.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tetap setia dan menjadi saksi yang nyata dalam hidup, Amin.

Sabtu, 31 Mei 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 5 : 18 – 21

18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. 19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. 20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. 21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Pengertian untuk Mengenal yang Benar

Yohanes mengatakan bahwa Anak Allah telah memberi kita satu pengertian sehingga kita dapat mengenal Yang Benar atau mengetahui Yang Benar. Yang Benar itu adalah Allah dalam Yesus Kristus. Ia adalah perantara utama untuk mengenal Allah yang benar. Tanpa Kristus, manusia tidak dapat mengenal Allah yang telah memberikan AnakNya untuk keselamatan dunia. Kristus mengaruniakan pengertian rohani kepada orang percaya agar mereka mengenal Allah dengan benar. Pengenalan yang benar bukan sekadar intelektual, melainkan memahami dalam hati hubungan pribadinya dengan Allah dalam Kristus dan bertindak sesuai dengan pemahaman tersebut. Kata “mengenal” sebenarnya berarti mengalami, menikmati, dan memiliki. Karena itu, mengenal Yang Benar adalah mengalami, menikmati, dan memiliki Yang Benar. Kita perlu memiliki dan mengalami Allah dalam hidup kita dengan tidak terus menerus hidup dalam dosa. Ayat 21 mengatakan : “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala!” Mengenal Allah sebagai Yang Benar berarti meninggalkan segala bentuk penyembahan palsu. “Berhala” tidak hanya berarti patung dewa, tetapi juga segala sesuatu yang menggantikan posisi Allah dalam hidup kita, misalnya materi atau kemewahan hidup, kekuasaan dan egoisme.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk mengerti dan mengenal yang benar. Amin .

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Minggu, 18 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 127 : 1 – 5

Berkat TUHAN pangkal selamat
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. 3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. 4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. 5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Berbahagialah Rumah Tangga yang Mengandalkan Tuhan

Mazmur 127 adalah sebuah nyanyian ziarah yang dinisbatkan kepada Salomo. Mazmur ini menekankan bahwa segala usaha manusia, baik dalam membangun rumah, menjaga kota, maupun mencari nafkah, akan sia-sia jika tidak melibatkan Tuhan. Pesan Alkitab ini disaksikan oleh Mario dalam suatu ibadah yang dilakukan. Baginya, doa dalam keluarga menjadi kekuatan baginya bersama istri untuk membangun rumah tangga mereka. Karena itu, ia sangat merasakan penyertaan Tuhan dalam hidup keluarganya. Di dalam satu rumah, mereka hidup tak sendiri, tapi bersama juga dengan orang tua dan saudara yang lain. Walau kadang diperhadapkan dengan tantangan yang berat, Mario tetap mengandalkan Tuhan. Mario meyakini campur tangan Tuhan di dalam hidupnya. Seperti kata Firman Tuhan : Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Setiap perencanaan keluarga terutama masa depan anak-anak di bawa hanya kepada Tuhan. Tuhan adalah fondasi utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk rumah tangga dan pekerjaan

Doa: Ya Allah, berkatilah rumah tangga kami, Amin.

Senin, 19 Mei 2025

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 10 – 16

TUHAN memarahi Israel karena kawin campur dan perceraian
10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita? 11 Yehuda berkhianat, dan perbuatan keji dilakukan di Israel dan di Yerusalem, sebab Yehuda telah menajiskan tempat kudus yang dikasihi TUHAN dan telah menjadi suami anak perempuan allah asing. 12 Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam! 13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. 14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. 15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Tuhan Membenci Perceraian

Keluarga adalah ruang dimana cinta kasih Tuhan dinyatakan baik sebagai orangtua kepada anak dan dari suami kepada istri. Tidak jarang dalam perkembangan dewasa ini, banyak keluarga mengalami kehancuran. Perceraian menjadi wujud nyata kehancuran itu. Biasanya hal itu terjadi karena kurangnya cinta kasih dan lunturnya kepercayaan diantara pasangan suami istri. Belum lagi dengan adanya tindakan KDRT dan perselingkuhan. Kitab Maleakhi memberikan kesaksian bahwa Tuhan membenci perceraian, sebab pernikahan adalah perjanjian kudus. Semua orang percaya berasal dari satu Tuhan yang sama, sehingga mereka harus hidup dalam kesatuan dan kesetiaan, baik kepada Tuhan maupun sesama, termasuk dalam pernikahan. Tuhan juga marah ketika orang Israel mengkhianati Tuhan dengan menikahi wanita asing yang menyembah dewa-dewa lain, sehingga membawa pengaruh buruk dalam iman mereka. Ini menunjukkan bahwa pernikahan tidak hanya urusan manusia, tetapi juga harus selaras dengan kehendak Tuhan. Keluarga kristen harus membangun rumah tangganya yang selaras dengan kehendak Tuhan, untuk itu suami dan istri harus saling setia dan tidak boleh bercerai. Rumah tangga Kristen harus menjadi tempat dimana laki-laki dan perempuan belajar dewasa dalam cinta kasih Tuhan.

Doa: Ya Allah, tolong berkati pernikahan kami, amin.

Selasa, 20 Mei 2025

bahan bacaan : Ibrani 13 : 1 – 4

Nasihat dan doa selamat
Peliharalah kasih persaudaraan! 2 Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. 3 Ingatlah akan orang-orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini. 4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Menjaga Kasih Persaudaraan dan Kehormatan Perkawinan

Tuhan mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga kasih persaudaraan dan hidup dalam kebaikan. Kasih yang tulus kepada sesama menunjukkan kita peduli satu sama lain, tanpa membeda-bedakan, dan dengan tulus membantu mereka yang membutuhkan. Memberi tumpangan dengan hati yang terbuka, memberikan tempat bagi orang lain untuk merasa diterima dan dihargai merupakan bentuk kasih yang nyata. Melalui sikap ini, kita memperlihatkan kebaikan yang berasal dari Tuhan, yang menginginkan agar kita saling mendukung dalam kasih persaudaraan. Selain itu, kita juga dipanggil untuk hidup dalam kesucian dan menjaga hubungan yang terhormat, termasuk menghormati perkawinan dan menjauhi segala bentuk perilaku cabul dan perzinahan. Tuhan menekankan pentingnya kesetiaan dalam hubungan, baik dalam pernikahan maupun dalam kehidupan sosial kita. Dengan menjaga hal-hal ini, kita membangun fondasi yang kuat dalam kehidupan keluarga dan komunitas, yang pada gilirannya mencerminkan kehormatan kepada Tuhan dan sesama. Melalui hidup yang saling menghormati dan mencintai, kita menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia ini.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menjaga kasih persaudaraan dan kasih dalam perkawinan. Amin.

Rabu, 21 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 4

4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.

Istri yang Cakap sebagai Mahkota Keluarga

Istri yang cakap adalah mahkota bagi suami. Istri yang bijaksana, penuh kasih, dan mampu mendukung suami dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam peran sebagai pasangan hidup maupun dalam mengelola rumah tangga, memberikan kebanggaan dan kehormatan bagi suami. Ketika seorang istri menjalani peran dengan penuh pengertian dan kebaikan, dia menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian dalam keluarga, yang pada gilirannya mendatangkan kesejahteraan bagi suami dan anak-anak. Suami merasa dihargai dan didukung, sehingga hubungan mereka semakin erat dan penuh berkat. Sebagai suami, kita diajak untuk menghargai dan menghormati istri yang cakap, karena keberadaannya memberikan kestabilan dan kehormatan dalam kehidupan keluarga. Seorang istri yang bijaksana tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjaga suasana hati yang positif di rumah. Dalam kerjasama yang penuh kasih ini, suami dan istri saling mendukung untuk membangun rumah tangga yang sehat dan penuh berkat. Maka, sebagai keluarga, mari kita terus menghargai dan merayakan peran penting yang dimiliki setiap anggota, terutama peran seorang istri yang cakap sebagai mahkota yang memperindah kehidupan keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk selalu menghargai dan mendukung satu sama lain dalam kasih. Amin.

Kamis, 22 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 19 : 23 – 26

23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. 24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut. 25 Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. 26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri.

Takut Tuhan, Kunci Kedamaian Keluarga

Hidup yang takut akan Tuhan adalah hidup yang penuh damai sejahtera dan jauh dari kehancuran. Anak muda yang takut Tuhan akan menjaga hidupnya di jalan yang benar. Ia akan menghormati orang tua, dan mendengarkan nasihat mereka dengan hati yang terbuka. Ketika seorang anak muda hidup dalam takut akan Tuhan, ia akan dilimpahi berkat dan dipenuhi dengan rasa hormat terhadap orang tua sebagai bentuk penghargaan terhadap otoritas yang Tuhan tempatkan dalam kehidupan mereka. Orang muda menghormati orang tua bukan hanya sekedar ketaatan, tetapi juga mencerminkan pengertian dan kasih mereka dalam hubungan keluarga. Hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua adalah bagian penting dari kebahagiaan rumah tangga. Pengamsal mengingatkan agar kita tidak menganiaya atau mengusir orang tua. Sebagai orang Kristen, kita harus membangun hubungan yang sehat dan penuh kasih, dengan menghormati orang tua sebagai bagian dari hidup yang takut Tuhan, yang mendatangkan damai sejahtera dalam keluarga.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk hidup takut padaMu. Amin.

Jumat, 23 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 128 : 1 – 6

Berkat atas rumah tangga
Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. 5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Hidup Takut akan Tuhan Membawa Berkat

Berkat Tuhan akan tercurah atas keluarga yang hidup dalam takut akan Tuhan. Ketika suami istri berjalan dalam ketaatan kepada Tuhan, mereka akan menikmati damai sejahtera dan keberhasilan. Tuhan akan memberkati pekerjaan tangan mereka, memberikan kelimpahan, dan menyertai mereka dalam setiap langkah. Keluarga yang takut akan Tuhan akan merasakan sukacita dan kebahagiaan yang tidak tergantung pada keadaan dunia, karena berkat Tuhan mencakup segala aspek hidup mereka, dari hubungan suami istri hingga anak-anak yang tumbuh dalam kasih dan takut akan Tuhan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk terus menjaga hidup dalam takut Tuhan, karena melalui ketaatan kepada-Nya, kita akan menikmati berkat-Nya yang melimpah. Tuhan akan mempererat hubungan dalam rumah tangga, memberikan kebahagiaan yang sejati, dan menjadikan rumah tangga kita sebagai tempat yang penuh kedamaian dan kasih. Sebagai orang tua, kita juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan ajaran Tuhan kepada anak-anak kita, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan, dan berkat-Nya akan terus mengalir dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan, pererat hubungan kami dan tolonglah kami untuk menanamkan ajaranMu kepada anak-anak kami. Amin.

Sabtu, 24 Mei 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 20 – 31

Nasihat tentang perzinahan
20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. 21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. 22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. 23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, 24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. 25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. 26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga. 27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? 28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya? 29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. 30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? 31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

Menjaga Kesucian Hidup Keluarga di Era Digital

Tuhan mengingatkan kita dalam Amsal 6:20-31 untuk memegang teguh ajaran orang tua dan hidup sesuai dengan hukum-Nya, termasuk dalam hal menjaga kesucian hidup. Seks bebas dan perzinahan adalah pelanggaran terhadap perintah Tuhan yang dapat merusak keharmonisan keluarga, kesehatan, dan hubungan kita dengan Tuhan. Di zaman sekarang, pengaruh digital dan teknologi seringkali mempermudah akses kepada konten yang tidak suci, yang dapat menjerat kita dalam dosa. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga hati dan pikiran, serta melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, agar kita terhindar dari godaan dan tetap setia dalam pernikahan. Sebagai keluarga, kita diajak untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam menjaga kemurnian hidup, termasuk dalam penggunaan teknologi. Marilah kita menggunakan media digital dengan bijak, memastikan bahwa segala yang kita konsumsi, baik dalam bentuk gambar, video, maupun percakapan, mencerminkan nilai-nilai kesucian dan integritas. Kita harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita, mengajarkan mereka pentingnya menjaga diri dari perzinahan dan dampak negatif dari pengaruh digital.

Doa: Tuhan, ajar kami untuk untuk bijak menggunakan teknologi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu Dengan Tidak Gentar!

Minggu, 20 April 2025

bahan bacaan : Matius 28 : 1 – 10

Kebangkitan Yesus
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." 8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Kristus Bangkit, Jalanilah Hidupmu dengan Tidak Gentar!

Di hari ini seluruh dunia merayakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian. Kebangkitan Tuhan Yesus menandakan bahwa maut dan kematian telah dikalahkan. Kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa dosa dan maut untuk memulai sebuah kehidupan baru yang penuh pengharapan. Kehidupan tersebut diperuntukan bagi semua orang percaya, termasuk kita sekeluarga. Untuk itu, Tuhan Yesus menasihati para murid untuk tidak takut saat mereka datang mencariNya di kubur yang kosong. Tuhan Yesus menyuruh mereka untuk pergi dan memberitakan kabar sukacita kebangkitanNya kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Perintah Tuhan Yesus sebagai amanat agung pun diberikan kepada kita. Kita diutus untuk memberitakan Injil dengan sukacita, penuh pengharapan dan tetap teguh serta tidak gentar menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam perjalanan hidup. KebangkitanNya juga menjaminkan penyertaanNya kepada kita. Kita tidak sendiri, sebab Dialah Imanuel yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati di sepanjang perjalanan hidup kita. Untuk itu, tetaplah yakin dan percaya pada Kristus yang bangkit dan nyatakanlah keyakinan itu dalam seluruh sikap serta perilaku hidup kita sebagai orang percaya.

Doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk terus menyatakan kebenaran dan keadilan, amin.

Senin, 21 April 2025

bahan bacaan : Roma 8 : 18 – 30

Pengharapan anak-anak Allah
18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Berharaplah Kepada Kristus Yang Bangkit
Paskah memberikan kekuatan baru untuk senantiasa hidup dalam sebagai orang-orang percaya. Realitas hidup yang kita jalani memang tidak baik-baik saja dan masih banyak tantangan serta persoalan yang kita hadapi. Namun firman Tuhan hari mengajak kita agar tetap teguh berpengharapan kepada Allah dalam Kristus yang telah bangkit. Paulus menyatakan bahwa penderitaan di dunia ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan bagi kita (ayat 18). Kebangkitan Kristus memberi kita jaminan harapan bahwa segala penderitaan hanyalah sementara. Paulus mengingatkan bahwa kita tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Roh Kudus membantu kita dalam doa, bahkan ketika kita tidak tahu harus berdoa apa. Ini menunjukkan bahwa Allah senantiasa menyertai kita dan menolong kita untuk tetap kuat dalam iman. Semua yang terjadi dalam kehidupan kita tidak terlepas dari campur tangan Allah yang turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihiNya. Untuk itu, kita harus tetap mengasihi Tuhan yang bangkit. Dialah yang akan menolong dan menyelamatkan kita di tengah hidup yang penuh dengan tantangan.

Doa: Tuhan mampukanlah kami dengan Roh-Mu, agar kami tetap bersemangat menjalani hidup dengan berbagai tantangan. Amin.-

Selasa, 22 April 2025

bahan bacaan : Amsal 24 : 10

10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Tetap Semangat Menjalani Hidup Bersama Yesus Yang Bangkit

Masih dalam suasana sukacita kebangkitan Tuhan Yesus yang memberikan harapan baru kepada para murid dan bagi kita semua sebagai orang percaya. Situasi dan kondisi mereka sangat kontras saat Tuhan Yesus ada dalam proses menjalani jalan salib yang dimulai dari taman Getsemani. Semua murid tercerai-berai mencari keselamatan mereka sendiri. Mereka sangat takut dan kehilangan harapan serta patah semangat. Sebab apa yang mereka harapkan dari Tuhan Yesus seakan sirna dengan pengaruh para penguasa Romawi. Namun saat Yesus bangkit, Ia kembali meneguhkan iman dan harapan mereka bahwa setiap orang harus semangat dan kuat dalam menjalani hidup sebagai murid Tuhan untuk selalu setia dan taat memikul salib. Demikianpun sejalan dengan Pengamsal yang mengingatkan kita bahwa kalau kita patah semangat didalam masa kesesakan, maka akan mengecilkan kekuatan kita. Artinya tetap teguh dan kokoh dalam semangat itu sangat penting ditengah situasi kondisi hidup yang penuh dengan tantangan dan pergumulan yang berat. Semuanya itu terletak kepada iman dan percaya kita kepada Tuhan Yesus yang bangkit serta telah memberikan keselamatan bagi kita sebagai orang percaya. Untuk itu tetaplah bersemangat dalam menjalani hari-hari hidup bersama Tuhan Yesus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap berharap kepadaMu ditengah tantangan hidup yang menantang kami. Amin.-

Rabu, 23 April 2025

bahan bacaan : Lukas 24 : 1 – 12

Kebangkitan Yesus
56b) Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat,
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. 2 Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, 3 dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. 4 Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. 5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 8 Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. 9 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 10 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 11 Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. 12 Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.

Beritakanlah Tuhan Yesus yang Bangkit
Berita sukacita tentang Yesus yang bangkit dimulai dari perempuan-perempuan yang datang ke kubur Tuhan Yesus dan mendapati kubur itu telah kosong. Peristiwa ini membuktikan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah berkuasa atas dosa dan kematian. Kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan yang kekal bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Karena itu, sekalipun para murid mengalami kebimbangan dan ketakutan, namun ketika mereka berjumpa dengan Kristus yang bangkit, mereka pun mengalami pembaharuan hidup. Mereka memiliki kekuatan iman dan pengharapan serta berani untuk melakukan tugas pemberitaan kepada dunia dan semua orang yang belum percaya. Demikian juga pembaharuan harus terjadi bagi kita sebagai keluarga Allah. Kristus telah mengalahkan maut, maka tidak ada masalah atau pergumulan yang terlalu besar bagi kita. Kebangkitan-Nya menunjukkan bahwa kuasa Allah lebih besar daripada kesulitan dunia.Kita pun diutus untuk memberitakan dan menyampaikannya melalui tindakan kita yang berkenan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak perlu takut akan masa depan, penderitaan, atau bahkan kematian, karena kita memiliki pengharapan dalam Kristus yang hidup.

Doa: Terima kasih Tuhan untuk masa depan dalam sukacita kebangkitanMu. Amin.

Kamis, 24 April 2025

bahan bacaan : Filipi 3 : 10 – 14

10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. 12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. 13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Menatap Masa Depan Bersama Yesus Yang Bangkit
Rasul Paulus sebagai rasul besar dalam sejarah pemberitaan injil Kristus selalu memberikan nasehat dan menguatkan jemaat yang dilayaninya bahwa penderitaan bukan alasan untuk mundur, tetapi kesempatan untuk semakin mengenal Kristus dan mengalami kuasa-Nya.. Paulus tidak menyangkali dan menutupi masa lalunya yang kelam, namun dengan jujur ia mengakui segala kelemahan dan kekurangannya, serta menjadikannya sebagai teladan untuk menyambut masa depan penuh harapan keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan kepada jemaat di Filipi agar mereka dapat mewujudkan pengenalan yang sungguh dan benar kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang telah bangkit. Paulus pun terus berusaha mewujudkan hal tersebut dalam tugas panggilan pelayanannya. Sehingga sekalipun para lawannya mempersoalkan masa lalunya, namun bagi Paulus, dia tetap menatap ke depan demi keselamatan kekal dalam Kristus. Seperti Paulus, kita harus menatap masa depan dengan iman dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang bangkit.

Doa: Ya Tuhan tolong kami untuk mengabarkan kebangkitanMu bagi semua orang. Amin.

Jumat, 25 April 2025

bahan bacaan : Ayub 19 : 25 – 27

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

Keyakinan akan Penebus yang Hidup
Sebuah pernyataan iman dari Ayub “tetapi aku tahu Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit membelaku di atas bumi”. Pernyataan iman Ayub ini ditengah situasi dan kondisi hidupnya yang penuh dengan tantangan dan penderitaan. Apa yang dialaminya bukan karena salah dan dosanya. Tetapi bagian dari cara Tuhan untuk membentuknya sebagai orang yang saleh dan benar dihadapan Tuhan. Ayub menegaskan bahwa meskipun tubuhnya hancur, ia akan melihat Allah. Ini menunjuk pada pengharapan akan kebangkitan, yang digenapi dalam Kristus. Kebangkitan Yesus adalah jaminan bagi kita bahwa kematian bukan akhir, tetapi ada kehidupan kekal bersama Allah (Yohanes 11:25-26). Pengalaman iman Ayub ini juga menjadi teladan dan kekuatan bagi kita untuk meyakini kuasa dan kasih Allah dalam Kristus yang menderita, mati dan bangkit demi keselamatan kita. Sebagai orang Kristen, kebangkitan Kristus memberi keberanian untuk menghadapi hidup dengan tidak gentar, karena kita tahu bahwa hidup kita ada dalam tangan Tuhan.

Doa: Tuhan, kuatkan iman kami untuk menjalani hari-hari hidup ini. amin

Sabtu, 26 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 20 : 19 – 23

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. 23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Hadirkan Damai Sejahtera Dalam Perjumpaan

Ketika bertemu dengan orang lain, siapa pun dia, pasti yang diharapkan adalah suatu keadaan yang penuh damai sejahtera. Tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan damai sejahtera. Yesus tahu tentang keinginan setiap orang ketika hendak bertemu dengan orang lain. Atas dasar itu, saat berjumpa dengan murid-muridNya, yesus mengawali perjumpaan tersebut dengan mengucapkan “Damai Sejahtera bagi kamu”. Ucapan Yesus ini bukan sekedar basa-basi, melainkan merupakan sapaan yang penuh makna, yakni Yesus hendak membuat murid-muridnya atau orang yang dijumpaiNya mengalami suasana batin yang tenang, tentram, dan penuh sukacita, apalagi saat itu murid-murid Yesus berada dalam situasi kesedihan pasca kematian Yesus di Salib. Dengan ucapan “Damai Sejahtera bagi Kamu”, Yesus hendak menciptakan suatu suasana hidup yang penuh damai dan sejahtera bagi semua orang yang ditemui oleh Yesus. Cara Yesus menyapa setiap orang yang ditemuinya haruslah menjadi pedoman hidup bagi setiap orang Kristen saat berjumpa dengan orang lain. Sebagai pengikut Yesus, kehadiran orang-orang Kristen haruslah haruslah juga membawa dan memberikan damai sejahtera bagi semua orang yang kita jumpai dalam hidup, baik kini dan nanti, serta di setiap tempat kita berada. Roh Kudus menuntun kita untuk menyatakan kehidupan dan kuasa baru yang membawa damai sejahtera itu. Yesus pun mengembusi para murid dengan kuasa Roh Kudus, supaya mereka senantiasa hidup dalam keberanian dan iman.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk menghadirkan damai sejahtera bagi semua orang. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Jadilah Murid Yang Taat, Tabah dan Setia Memikul Salib

Minggu, 13 April 2025

bahan bacaan I : Yesaya 50 : 4 – 11

Ketaatan hamba TUHAN
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. 5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. 6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. 7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. 8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! 9 Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka. 10 Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya! 11 Sesungguhnya, kamu semua yang menyalakan api dan yang memasang panah-panah api, masuklah ke dalam nyala apimu, dan ke tengah-tengah panah-panah api yang telah kamu pasang! Oleh tangan-Kulah hal itu akan terjadi atasmu; kamu akan berbaring di tempat siksaan.

bahan bacaan II : Lukas 23 : 26 – 32

Yesus dibawa untuk disalibkan
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Ketaatan Seorang Murid
Yesaya 50:4-11 dan Lukas 23:26-32 memiliki kesamaan makna yakni berkaitan dengan ketaatan sebagai murid Allah. Kedua bagian ini menggambarkan bagaimana seseorang yang mengikuti Tuhan harus siap untuk menghadapi penderitaan dan tetap setia dalam ketaatan. Ketaatan itu berwujud dalam sikap seorang hamba Tuhan yang menerima pengajaran dari Allah dan tidak memberontak. Dalam Lukas 23:26, ketaatan tersebut ditunjukkan oleh Simon dari Kirene. Ia dipaksa memikul salib Yesus dan ia melakukannya tanpa membantah. Selanjutnya, Yesaya 50:10-11 mengajak orang yang takut akan Tuhan untuk tetap percaya, meskipun berada dalam kegelapan dan kesulitan. Kegelapan itu ditempatkan dalam Lukas 23:32 melalui kehadiran dua penjahat. Mereka berbuat salah dan harus disalibkan. Salib merupakan simbol kegelapan hidup seseorang saat itu. Yesus harus berada dalam kegelapan itu, sekalipun tidak berbuat salah. Ia tetap taat dan setia pada Allah Bapa supaya ada keselamatan bagi dunia. Salib bukanlah jalan yang mudah bagi siapapun, termasuk bagi kita. Namun sebagai murid Tuhan, kita harus tetap tetap setia mengikuti Kristus sekalipun jalan itu gelap. Sebab menjadi murid Kristus bukan hanya tentang berkat, tetapi juga tentang kesediaan untuk menderita demi kebenaran dan dijalani dengan penuh kesetiaan dan ketaatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menjadi Pengikut Yesus yang taat dan setia, amin.

Senin, 14 April 2025

bahan bacaan : Matius 16 : 24 – 28

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."

Taat: Jalan Menuju Kehidupan Sejati

Mengikut Yesus adalah panggilan untuk hidup taat sesuai dengan teladan dan ajaran Tuhan. Berikut ini merupakan aspek- aspek penting tentang hal menjadi “Pengikut Yesus”, sebagaimana yang dijelaskan dalam Matius 16: 24. Pertama, aspek Menyangkal Diri. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa untuk mengikuti-Nya, maka kita harus menyangkal diri dengan melupakan kepentingan diri sendiri, melepaskan ego diri, ambisi pribadi dan keinginan duniawi (Band.Kol.3:5-9). Kedua, aspek Memikul Salib. Salib adalah simbol Pengorbanan dan penderitaanTuhan Yesus di kayu salib. Jadi, Menjadi pengikut Yesus berarti kita harus bersedia untuk menderita dan berkorban dengan iman yang sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam situasi baik maupun tidak baik. Dengan demikian, sikap taat untuk menyangkal diri dan memikul salib menunjukkan komitmen secara total untuk menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, dan pada akhirnya membawa seseorang kepada kehidupan sejati, yakni hidup kekal yang penuh pengharapan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi murid-Mu yang taat dan setia memikul salib derita. Amin.

Selasa, 15 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 13 – 21

Kekudusan dan kasih persaudaraan
13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Hidup Dalam Ketaatan

Hidup dalam kebiasaan atau cara lama yang tidak sesuai dengan injil Kristus memang bertentangan dengan panggilan sebagai pengikut Kristus. Hal ini ditekankan oleh Petrus kepada jemaat kristen non-Yahudi supaya mereka meninggalkan kebiasaan hidup yang dikuasai oleh hawa nafsu dan dosa karena mereka telah menerima keselamatan yang diberikan Allah melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Anugerah keselamatan yang telah diberikan Allah ini hendaknya menuntun mereka untuk hidup; taat, kudus dan takut akan Tuhan. Saudaraku, Kristus telah menyelamatkan hidup kita. Karena itu, hendaklah kita hidup sebagai anak-anak yang taat atau anak-anak terang (Ef.15-18), yang menghadirkan kebaikan, keadilan dan kebenaran. Kita bukan sebagai anak-anak gelap (duniawi) yang hidup didalam dosa (fitnah, amarah, kebencian, dll). Sebab hidup dalam ketaatan menyaksikan Tuhan yang kita imani.

Doa: Tuhan pimpin kami untuk hidup taat dan kudus dalam menghadapi godaan dan tantangan, amin.

Rabu, 16 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 18 – 25

Penderitaan Kristus sebagai teladan
18 Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis. 19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. 20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. 21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. 25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Sabar Menderita Karena Berbuat Baik

Dalam hidup ini, banyak orang mungkin berpikir bahwa berbuat baik akan selalu mendatangkan hal-hal yang baik pula. Namun, kenyataannya seringkali berbeda. Kita diingatkan bahwa melakukan yang benar dan berbuat baik bukan berarti kita akan terhindar dari penderitaan. Bahkan, kadang-kadang kebaikan yang kita lakukan justru mendatangkan penderitaan. Hamba-hamba diperintahkan untuk tunduk kepada tuan mereka, baik yang baik maupun yang kejam. Ini menekankan bahwa iman Kristen harus diwujudkan dalam sikap hormat dan ketaatan, bahkan dalam situasi yang sulit. Karena itu, tetaplah sabar dan setia dalam menghadapi penderitaan dengan meneladani penderitaan Kristus. Kristus telah menderita tanpa melakukan kesalahan, namun Dia tetap sabar untuk menggenapkan karya keselamatan Allah bagi dunia. Dengan demikian, ketika kita menderita karena berbuat baik (bukan berbuat jahat) berarti kita telah turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus yang mendatangkan anugerah dan berkat bagi hidup kita. Sebab itu, tetaplah sabar dan teruslah berbuat baik meskipun kita menderita karena dibenci dan tidak disukai orang.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk sabar menderita karena berbuat baik, amin.

Kamis, 17 April 2025

bahan bacaan : Wahyu 2 : 8 – 11

Kepada jemaat di Smirna
8 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali: 9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun engkau kaya--dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis. 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. 11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Jangan Takut: Tetaplah Setia Sampai Akhir

Perikop Wahyu 2:8-11 dialamatkan kepada jemaat di Smirna yang sedang mengalami berbagai masalah serius, yakni kesusahan dan kemiskinan, fitnah serta penganiayaan berat. Dalam situasi tersebut, Yohanes berusaha menghibur dan memuji iman mereka yang teguh bertahan dalam penderitaan (ay.9). Yohanes dengan tegas meminta jemaat agar tidak takut terhadap penderitaan yang sedang mereka hadapi dan tetaplah setia sampai akhir hidup. Memang, menghadapi penderitaan dan penganiayaan bukan hal yang mudah. Namun, kita diingatkan tentang harga sebuah kesetiaan adalah mahkota kehidupan (ay.10). Saudara, dalam hidup ini kita mungkin menghadapi masalah dan penderitaan silih berganti, misalnya: masalah ekonomi,keuangan, keluarga, ketidakadilan bahkan penganiayaan. Dalam situasi itu, kita tidak boleh takut dan putus asa, tetapi tetaplah setia dalam iman karena kita akan menerima upah kehidupan kekal bersama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami memaknai perjamuan kudus dengan hati yang benar, Amin.

Jumat, 18 April 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 11 : 17 – 34

Kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam
17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan. 18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya. 19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji. 20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan. 21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. 22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji. 23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti 24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" 25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!" 26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. 29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. 30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. 31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. 32 Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia. 33 Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain. 34 Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.

Merayakan Perjamuan Kudus Dengan Hati Yang Benar

Saudaraku, hari ini kita melaksanaan Perjamuan Kudus, namun kita diingatkan bahwa dalam pelaksanaannya masih kedapatan pemahaman atau tindakan yang salah yang bisa mengurangi makna dan kekudusan Perjamuan kudus. Misalnya: menganggap Perjamuan Kudus sebagai ritual kosong, mengambil bagian tanpa pertobatan, menyimpan permusuhan atau konflik dengan sesama. Cara yang salah juga dipraktekkan oleh jemaat di Korintus (ay.17-22), dimana mereka mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan tapi hidup dalam perselisihan dan perpecahan, mereka menunjukkan sikap egois, makan dan minum terlebih dahulu tanpa mempedulikan orang lain, ada yang menjadi mabuk dan tidak memperhatikan orang yang lapar. Ayat 27-32 menekankan bahwa seseorang harus memeriksa dirinya sendiri sebelum mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan. Ini mengajarkan pentingnya pertobatan dan kehidupan yang benar di hadapan Allah. Paulus mengingatkan mereka tentang makna sejati dari Perjamuan Tuhan agar tidak mendatangkan penghukuman atas diri mereka sendiri (ay.29). Di Perayaan Jumat Agung hari ini mengajak kita untuk merenungkan hidup dan memperbarui komitmen iman kita. Bagi kita yang merayakan Perjamuan kudus supaya menjaga hati dengan cara bersyukur, bertobat, dan membaharui hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar teguh dalam iman amin.

Sabtu, 19 April 2025

bahan bacaan : Lukas 23 : 50 – 56a

Yesus dikuburkan
50 Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar. 51 Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. 52 Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. 53 Dan sesudah ia menurunkan mayat itu, ia mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat. 54 Hari itu adalah hari persiapan dan sabat hampir mulai. 55 Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. 56 Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.

Jangan Takut Menyatakan Kebenaran

Dalam kenyataan, tidak semua orang mau mempertaruhkan jabatan dan kuasa demi orang lain. Tapi masih ada orang yang bersedia mengambil resiko untuk mempertaruhkan jabatan dan kuasa mereka. Tindakan tersebut didorong oleh hati nurani yang menuntun seseorang mengambil keputusan yang benar dan berani. Tokoh Yusuf dari Arimatea, anggota Mahkamah Agama adalah orang yang berani menyatakan kebenaran dengan mengatakan bahwa Yesus tidak bersalah dan tidak menyetujui penyaliban Yesus. Dalam prinsip kebenaran itu, ia berani menghadap Pilatus untuk meminta menguburkan mayat Yesus. Tindakannya ini sangat beresiko terhadap posisinya sebagai pejabat pada saat itu. Yusuf Arimatea, memberikan motivasi yang kuat bagi kita saat ini agar tidak takut mengambil keputusan untuk menyatakan kebenaran dimana saja kita berada sekalipun kita harus mempertaruhkan posisi, jabatan dan kedudukan kita. Mereka yang berani melakukan hal tersebut hanyalah mereka yang hidup dekat dengan Tuhan.

Doa: Tuhan dalam sukacita merayakan kebangkitanMu, tuntun kami untuk menjalani hidup ini dengan tidak gentar. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 April 2025

Tema Bulanan : Sadar Dan Peka Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Berani Berkata Dan Bertindak Benar Sesuai Ajaran Yesus

Minggu, 6 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 18 : 19 – 24

19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. 20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." 22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" 23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" 24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.

Mengapa Engkau Menampar Aku, Jikalau Kataku Benar?
Tidak semua orang berani berkata dan bertindak benar. Berkata dan bertindak benar membutuhkan keberanian dan pengorbanan. Di hadapan Imam Besar Hanas yang bertanya mengenai murid-muridNya dan ajaranNya, Tuhan Yesus menjawab bahwa Dia tidak pernah mengajar secara sembunyi-sembunyi. Ajarannya didengar dan diketahui bukan hanya oleh para murid tapi juga banyak orang. Sebab itu, Imam besar boleh menguji dari orang banyak yang mendengarkan ajaranNya, apakah yang diajarkan dan dilakukan itu benar atau tidak. Atas jawaban ini, Yesus ditampar oleh seorang penjaga. Ia pun menanggapi tamparan itu dengan bertanya, jikalau kataKu itu benar, mengapa engkau menampar Aku? Hanya karena berkata dan bertindak benar, Yesus ditampar. Pernahkah kita mengalami hal serupa? Karena berkata dan bertindak benar kita tidak disukai, ditentang bahkan mengalami penderitaan fisik. Sesuatu yang tidak adil dan tidak benar. Kita memang harus teguh, berani berkata dan bertindak benar meskipun di sekeliling begitu menakutkan dan mengancam. Jika kita tidak berani melakukannya, maka akan ada banyak ketidakadilan, penindasan dan ketimpangan yang terus dialami oleh orang-orang lemah, miskin dan susah.

Doa: ya Tuhan, mampukanlah agar kami kuat bertahan dalam derita karena nama Kristus, Amin

Senin, 7 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 12-20

Yesus adalah terang dunia
12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar." 14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku." 19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku." 20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Bersaksi yang Benar Tentang Yesus
Bersaksi merupakan satu panggilan gereja yang kita terima dari Tuhan. Tentu, kita akan bersaksi tentang hal-hal yang benar, sama seperti yang telah dilakukan oleh Yesus sepanjang pelayananNya di dunia. Ia bersaksi tentang kebenaran bahwa DiriNya adalah terang dunia, sehingga setiap orang yang mengikutiNya tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan melainkan akan mempunyai terang kehidupan. Kesaksian ini benar dan patut kita pegang. Tetapi kesaksian kita tidak cukup hanya dengan mengatakannya. Bagaimana caranya? Yaitulah dengan menjadi anak-anak terang, karena terang Kristus telah menerangi hati dan hidup kita. Itulah cara kita bersaksi. Ditengah dunia yang penuh dengan bayang-bayang kegelapan, kehadiran kita yang membawa terang diperlukan. Di tengah banyak kemelut dan penderitaan, kehadiran kita yang memberi sukacita dan pemulihan dibutuhkan. Sebab itu jagalah agar terang Kristus yang ada didalam diri kita tidak padam. Kristus berkata, “kamulah terang dunia’! Semoga dengan mendengarkan firman di hari ini, iman dan karya kesaksian kita diteguhkan. Semangat untuk terus bersaksi tentang yang baik dan benar semakin menggelora dalam segala situasi. Jadilah saksi-saksi Kristus yang sejati!

Doa: Tolong kami ya Tuhan agar bersaksi yang benar. Amin

Selasa, 8 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 21-29

Yesus bukan dari dunia ini
21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." 22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" 23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." 25 Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." 27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. 28 Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."

\Berkata dan Bertindak Benar Tentang Yesus

Yesus dengan tegas menyatakan kebenaran tentang diri-Nya dan menyampaikan konsekuensi bagi mereka yang menolak untuk percaya. Ia menyatakan bahwa asal-usul-Nya dari surga, meskipun orang-orang Yahudi tidak mempercayai-Nya. Ketika mereka bertanya, “Siapakah Engkau?”, Yesus pun menjawab dengan konsisten. Ia tidak mengubah perkataan-Nya hanya karena takut atau untuk menyenangkan orang lain. Yesus mengatakan bahwa ketika Ia “ditinggikan” (disalibkan), barulah mereka akan menyadari bahwa Ia adalah benar. Pengorbanan diri Yesus memang menjadi bukti nyata dari kebenaran perkataanNya. Sikap Yesus dalam teks ini memberikan keteladanan kepada kita untuk berani berkata dan bertindak benar sesuai dengan kehendak Allah, meskipun menghadapi penolakan atau tantangan. Orang lain terkadang meragukan dan mempertanyakan diri kita ketika menyampaikan sesuatu yang benar. Bahkan, kita mungin tidak disukai. Apalagi, jika mereka menganggap kita hanyalah orang biasa yang tak punya jabatan dan tidak memiliki banyak uang. Sekalipun demikian, kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai kebenaran Kristen. Sebagai orang percaya, tindakan kita harus mencerminkan ajaran Yesus, sehingga orang lain dapat melihat kebenaran melalui hidup kita.

Doa: Tolong kami ya Tuhan agar dapat berkata dan bertindak yang benar. Amin

Rabu, 9 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 30 – 36

Kebenaran yang memerdekakan
30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." 33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."

Kemerdekaan Murid yang Benar
Yesus menekankan bahwa kesetiaan pada firman Tuhan adalah tanda seseorang sebagai murid yang benar. Sebab, Firman Tuhan itu berisi kebenaran yang akan membimbing setiap orang untuk hidup benar. Yesus berbicara kepada orang-orang Yahudi tentang pentingnya hidup dalam kebenaran supaya mereka dapat mengalami kemerdekaan dari dosa. Kemerdekaan tersebut yakni bebas dari kebohongan, dosa, dan ketakutan. Ketika mendengar hal ini, orang-orang Yahudi melakukan penolakan dengan menyoalkan perkataan Yesus. Mereka menganggap sudah “bebas” sebagai keturunan Abraham, sehingga tidak memerlukan kemerdekaaan sekalipun datang dari Yesus Kristus. Anggapan tersebut merupakan suatu kebohongan dan penyangkalan diri. Yesus mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak pernah luput berbuat dosa. Mereka telah hidup sebagai hamba dosa. Sebagai murid Kristus, kita tidaklah sama dengan orang-orang Yahudi. Kita harus hidup dalam kebenaran yang memerdekakan kita sebagai muridNya. Kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan Yesus Kristus di salib, sehingga kita dapat berkata dan bertindak benar sesuai dengan ajaranNya.

Doa: Tuhan, jadikanlah kami muridMu yang memperoleh kemerdekaan untuk melakukan kebenaran. Amin

Kamis, 10 April 2025

bahan bacaan : Yohanes 8 : 37 – 47

Keturunan Abraham yang tidak berasal dari Allah

37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah." 42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. 43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. 46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? 47 Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Anak Abraham adalah Anak Allah, bukan Anak Iblis
Yesus sedang berdialog dengan orang-orang Yahudi yang mengklaim sebagai keturunan Abraham. Yesus menegaskan bahwa menjadi keturunan Abraham sejati bukan hanya soal garis keturunan biologis, tetapi lebih kepada hidup yang mencerminkan iman dan ketaatan kepada Allah. Hal ini menekankan bahwa iman ditunjukkan dalam tindakan, bukan hanya klaim keturunan atau status agama. Saat ini, orang Kristen harus hidup dengan iman yang murni kepada Allah sebagai Bapa. Ia tidak bisa hidup dalam imannya yang sempit dan mengaitkannya dengan hal-hal yang tidak benar. Salah satu yang sering terjadi yakni orang Kristen menganggap bahwa ia adalah keturunan bangsa Israel. Pada beberapa kesempatan, anak-anak muda Kristen terlihat memegang bendera Israel sebagai ungkapan kesamaan identitas. Tindakan ini dapat menyebabkan situasi hidup bersama yang damai menjadi terganggu. Hanya orang yang hidupnya dipengaruhi oleh Iblis yang bertindak demikian. Iblis selalu berusaha menipu manusia dengan kebohongan dan membawa manusia hidup dalam ketidakbenaran. Sebagai anak-anak yang memiliki Bapa yakni Allah dan Kristus perantaranya, harus berani melawan godaan untuk berbuat curang, berbohong, atau berlaku tidak adil, dan tetap setia kepada kebenaran firman Tuhan.

Doa: Tuhan, inilah kami, anak-anakMu! Tolonglah kami untuk mengatakan kebenaran-Mu. Amin

Jumat, 11 April 2025

bahan bacaan : Markus 14 : 53 – 65

Yesus di hadapan Mahkamah Agama
53 Kemudian Yesus dibawa menghadap Imam Besar. Lalu semua imam kepala, tua-tua dan ahli Taurat berkumpul di situ. 54 Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh, sampai ke dalam halaman Imam Besar, dan di sana ia duduk di antara pengawal-pengawal sambil berdiang dekat api. 55 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. 56 Banyak juga orang yang mengucapkan kesaksian palsu terhadap Dia, tetapi kesaksian-kesaksian itu tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 57 Lalu beberapa orang naik saksi melawan Dia dengan tuduhan palsu ini: 58 "Kami sudah mendengar orang ini berkata: Aku akan merubuhkan Bait Suci buatan tangan manusia ini dan dalam tiga hari akan Kudirikan yang lain, yang bukan buatan tangan manusia." 59 Dalam hal inipun kesaksian mereka tidak sesuai yang satu dengan yang lain. 60 Maka Imam Besar bangkit berdiri di tengah-tengah sidang dan bertanya kepada Yesus, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?" 61 Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" 62 Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit." 63 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Untuk apa kita perlu saksi lagi? 64 Kamu sudah mendengar hujat-Nya terhadap Allah. Bagaimana pendapat kamu?" Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati. 65 Lalu mulailah beberapa orang meludahi Dia dan menutupi muka-Nya dan meninju-Nya sambil berkata kepada-Nya: "Hai nabi, cobalah terka!" Malah para pengawalpun memukul Dia.

Berani Menegakkan Kebenaran
Ketika Imam Besar bertanya, “Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?”, Yesus dengan tegas menjawab, “Akulah Dia.” Jawaban ini menunjukkan bahwa Yesus tidak takut untuk menyatakan kebenaran, meskipun konsekuensinya adalah penderitaan dan kematian. Yesus menerima penderitaan dengan sabar dan tidak membela diri secara berlebihan, karena Dia tahu bahwa penderitaan-Nya adalah bagian dari rencana keselamatan Allah. Hal ini mengajarkan kita bahwa keberanian untuk berbicara benar harus tetap dipegang, meskipun ada risiko besar. Di sisi lain, nas ini juga menyoroti bagaimana dunia sering kali tidak menerima kebenaran. Mahkamah Agama mencari alasan untuk menghukum Yesus, meskipun kesaksian dari para saksi tidak konsisten. Lembaga yang bertanggung jawab menegakkan kebenaran ternyata bisa dikhianati oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya dengan melakukan ketidakbenaran. Penegakkan kebenaran memang bukanlah hal yang mudah. Namun, iman yang teguh kepada Tuhan sumber kebenaran, akan memampukan orang Kristen untuk melakukannya. Teks hari ini menceritakan suatu ketidakbenaran, namun pada akhirnya akan dipatahkan oleh kebenaran Tuhan dalam peristiwa kematian dan kebangkitanNya.

Doa: kuatkan iman kami Tuhan untuk menghadapi tekanan ketidakbenaran. Amin

Sabtu, 12 April 2025

bahan bacaan : Lukas 23 : 13 – 25

Yesus kembali di hadapan Pilatus
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!" 19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. 20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.

Hadapilah Tekanan ketidakbenaran dengan Iman

Teks bacaan hari ini menunjukkan bahwa Yesus yang tidak bersalah justru dihukum mati, sementara Barabas, seorang pemberontak dan pembunuh, dibebaskan. Pilatus tahu bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi ia tidak berani mengambil sikap yang benar. Ia memilih untuk menyenangkan orang banyak dengan mengikuti kepentingan politik daripada bertindak sesuai dengan kebenaran. Pilatus menghadirkan dirinya sebagai pemimpin yang pengecut karena dipenuhi ketakutan akibat tekanan sosial. Ia tidak berani berkata dan bertindak benar meskipun mengetahui kebenaran. Sebagai orang Kristen, hal ini menjadi peringatan bagi kita agar tidak bersikap seperti Pilatus. Tekanan dalam bentuk apapun tidak boleh menggoyahkan iman kita untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Apalagi jika kita harus mengorbankan keadilan demi kepentingan pribadi. Kita harus belajar dari Yesus yang memberikan keteladanan dalam memperjuangkan kebenaran. Yesus tetap diam dan menerima penderitaan-Nya dengan taat. Akhir dari perjuanganNya untuk kebenaran, Yesus memperoleh kemuliaan. Hal ini mencerminkan bagaimana kebenaran seringkali ditolak oleh dunia, tetapi pada akhirnya, kehendak Allah tetap terlaksana dan yang benar pasti akan memperoleh kemenangan.

Doa: Tuhan, kuatkan iman kami supaya mampu untuk menegakkan kebenaran. Amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 30 Maret – 5 April 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan Dan Bersukacitalah Dalam Derita

Minggu, 30 Maret 2025

bahan bacaan : Habakuk 3 : 1 – 19

Doa nabi Habakuk
Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan. 2 TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; dalam murka ingatlah akan kasih sayang! 3 Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya. 4 Ada kilauan seperti cahaya, sinar cahaya dari sisi-Nya dan di situlah terselubung kekuatan-Nya. 5 Mendahului-Nya berjalan penyakit sampar dan demam mengikuti jejak-Nya. 6 Ia berdiri, maka bumi dibuat-Nya bergoyang; Ia melihat berkeliling, maka bangsa-bangsa dibuat-Nya melompat terkejut, hancur gunung-gunung yang ada sejak purba, merendah bukit-bukit yang berabad-abad; itulah perjalanan-Nya berabad-abad. 7 Aku melihat kemah-kemah orang Kusyan tertekan, kain-kain tenda tanah Midian menggetar. 8 Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu? 9 Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;

Tetap Bertahan dan Bersukacitalah Dalam Derita
Sukacita adalah bentuk relasi yang dibangun dengan Tuhan. Itulah sebabnya sukacita berbeda dengan bahagia. Orang bisa bahagia namun belum tentu sukacita. Sukacita tidak bisa dibatasi dengan situasi. Inilah yang digambarkan oleh penulis Habakuk. Ada sekian banyak hal buruk yang terjadi sebagaimana yang digambarkan “ sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah dan hasil pohon zaitun mengecewakan”. Habakuk menyatakan kemudian bahwa sekalipun itu kenyataannya namun, ia akan tetap bersorak sorai di dalam Tuhan. Kelihatan sepele namun seperti inilah yang harus kita lakukan ketika kita ada dalam situasi yang tidak menyenangkan. Bertahan sajalah dalam kondisi apapun dan tetaplah bersukacita sebab janji penyertaan Tuhan itu sempurna. Allah itu adalah kekuatan kita. Allah melalui karya pengorbanan Yesus Kristus akan membuat kita mampu menghadapi apapun. Percayalah. Tetaplah pandang Tuhan dan bersukacitalah selalu.

Doa: Tuhan Yesus, ,tolong mampukanku untuk bertahan dan bersukacita, Amin.

Senin, 31 Maret 2025

bahan bacaan : Filipi 4 : 4 – 9

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. 7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Bersukacitalah Senantiasa Dalam Tuhan

Adakah yang bisa membuat hidupnya jauh lebih baik ? Sampai kapanpun kita akan mengakui bahwa kecemasan dan kebingungan kita tidak akan bisa mengubah apapun,. Kita malah akan bertambah susah bila menghabiskan waktu dalam pemikiran buruk. Itukah sebabnya teks hari ini memberikan kepada kita Pelajaran yang jauh lebih berharga. Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan. Surat yang menjadi teks bacaan saat ini adalah sebuah surat yang ditulis di dalam penjara. Namun Paulus dengan penuh iman menuliskannya dengan nada penuh sukacita. Penjara tidak bisa mencuri sukacita yang ia rasakan. Tuhan adalah pokok sukacitanya, Entah seperti apa kehidupan yang kita jalani tetapi marilah tetap meyakini kasih karunia Tuhan. Tuhan Yesus rela tergantung di tiang kayu salib demi penebusan kita. Inilah dasar sukacita kita. Marilah tetap bersukacita di dalam Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, bantu kami untuk tetap bersukacita dalam keadaan apapun, Amin.

Selasa, 1 April 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 3 : 1-10

Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Petrus menyembuhkan orang lumpuh

Dalam nama Yesus Kristus, bangkit dan berjalanlah!. Petrus dengan kuasa kebangkitan Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh. Pada dirinya sendiri tidak ada kuasa apa-apa, ia juga tidak memiliki materi, emas dan perak yang dapat diberikan untuk menolong orang lumpuh itu dari ketidakberdayaannya. Hanya dengan menggunakan kuasa Yesus, ia membuat mujizat. Kuasa yang sama juga memberanikannya untuk berkhotbah kepada orang banyak bahwa Yesuslah yang menjadi sumber kesembuhan orang lumpuh tadi. Ya, semua itu terjadi hanya karena kuasa Tuhan Yesus melalui RohNya. Sebab, kepada kita yang percaya, kuasa Roh Kudus telah diberikan. Kuasa yang harus dipakai untuk memberi kesaksian tentang Yesus Kristus dan dimanfaatkan untuk melakukan pemulihan dan pemberdayaan bagi sesama yang membutuhkan. Oleh sebab itu bekerjalah dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus dalam setiap karya hidup dan pelayanan. Jangan pernah digentarkan oleh kuasa manapun. Percaya akan kuasa Tuhan, sebab kuasaNya itu nyata bagi orang yang percaya. Bersyukurlah kita masih diberi waktu untuk memberitakan Kristus yang penuh kuasa kepada banyak orang. Berdiri dan berjalanlah!Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu

doa : Tuhan, kami mau memberitakan tentang kuasaMu agar banyak orang menjadi percaya dan mengikutiMu, amin.

Rabu, 2 April 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 2 : 1-10

Puji pujian Hana
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. Langkah kaki orang-orang yang dikasihi-Nya dilindungi-Nya, tetapi orang-orang fasik akan mati binasa dalam kegelapan, sebab bukan oleh karena kekuatannya sendiri seseorang berkuasa. Orang yang berbantah dengan TUHAN akan dihancurkan; atas mereka Ia mengguntur di langit. TUHAN mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya; Ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapi-Nya."

Tuhan itu Allah Yang Maha Tahu

Tuhan sungguh tahu apa yang kualami. Aku percaya ada waktu Tuhan untuk membuatku dan anak-anak kembali tersenyum”, Demikianlah kata-kata seorang ibu janda yang telah ditinggalkan suaminya bertahun-tahun karena bersama dengan wanita lain. Tidak sedikit cemoohan ia dapatkan ketika tiap hari berjualan kue dari rumah ke rumah. Kadangkala ia juga menjual sayur-sayuran. Apapun dilakukannya demi hidupnya dan anak-anaknya. Walaupun beda masalah yang dihadapi, tetapi kata-kata yang diucapkan ibu janda ini hampir sama dengan yang diucapkan Hana. Bagi Hana, Tuhan adalah sumber kekuatannya, sebab ia sendiri tidak mampu menghadapi persoalan yang dialaminya. Pergumulan berat yang dihadapinya bertahun-tahun terasa begitu menyesakkan hati. Namun ia percaya, Tuhan tahu apa yang menjadi harapan hatinya. Ada waktu Tuhan meninggikan dan tidak membiarkannya terus tertindas. Sebab itu, ia menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan ketika mendapatkan jawaban dan pertolongan. Masing-masing kita punya pengalaman bersama Tuhan. Satu yang kita akui, Tuhan telah menjadi sumber kekuatan bagi kita menghadapi berbagai persoalan hidup. Bahkan di saat kita ada dalam berbagai pergumulan yang berat, penderitaan yang berkepanjangan, kuasa Tuhan dinyatakan. Oleh sebab itu, bersyukurlah dan pujilah Tuhan senantiasa!

doa : Tuhan Engkaulah Allah yang maha tahu. Engkaulah saja sumber kekuatan kami, Amin

Kamis, 3 April 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26-42

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasehat Gamaliel.
Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Pilihlah Untuk Lebih Taat Kepada Allah Daripada Manusia

Nas bacaan ini menceritakan tentang apa yang dialami oleh Rasul Petrus dan Yohanes ketika mereka memilih untuk lebih taat kepada Allah daripada manusia. Sejak awal, mereka dilarang oleh imam besar untuk mengajar dan memberitakan tentang kebangkitan Yesus. Namun, Petrus dan Yohanes melanggar larangan itu. Dengan berani mereka tetap bersaksi tentang Kristus dan kuasa kebangkitanNya kepada orang banyak. Ketika imam besar bertanya mengapa mereka tetap mengajar tentang Yesus? Petrus menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia”. Jawaban ini kemudian mengantarkan mereka kepada pengadilan dan penderitaan. Namun mereka menjalani semua itu dengan sukacita. Tidak semua orang dapat memilih taat kepada Tuhan daripada kepada manusia, apalagi jika dihadapkan pada pilihan yang sulit, penuh resiko dan penderitaan. Banyak orang lebih suka memilih jalan aman dan lepas dari resiko penderitaan karena nama Yesus. Namun belajarlah dari ketaatan kedua rasul Tuhan ini. Mereka berani memberitakan Injil Yesus Kristus supaya semakin banyak orang menjadi percaya. Kalau karena kesetiaan dan ketaatan kita berkata dan bertindak benar lalu kita menderita karena hal itu, pilihlah untuk bertahan pada kebenaran. Tetaplah taat memberitakan Injil agar semakin banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus.

Doa: Tuhan, dalam segala hal, kami mau lebih taat kepadaMu daripada kepada manusia, Amin

Jumat, 4 April 2025

bahan bacaan : Filipi 2 : 12-18

Tetaplah kerjakan keselamatanmu
Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.

Kerjakanlah Keselamatanmu Dengan Takut dan Gentar

Kita bersyukur atas anugerah keselamatan yang masih Tuhan berikan hari ini. Sebuah pemberian cuma-cuma karena kasihNya kepada kita semua. Anugerah ini patut kita responi dengan syukur dan komitmen yang teguh untuk terus mengerjakan keselamatan dalam hidup. Hari ini, firman Tuhan mengingatkan akan hal itu melalui rasul Paulus yang mengingatkan jemaat di Filipi untuk jangan sia-siakan waktu hidup tanpa mengerjakan apa-apa yang memberi faedah. Jangan melakukan hal yang baik dan berguna dengan bersungut-sungut dan berbantah-bantah. Keselamatan harus tetap dikerjakan dalam ketaatan dan kesetiaan, dengan takut dan gentar kepada Tuhan. Jika kita masih diberi waktu untuk bekerja dan melayani, maka bekerja dan melayanilah dengan rajin dan setia. Lakukan semuanya dengan hati tulus penuh sukacita . Karena itu, berusahalah keras bukan hanya untuk mempertahankan keselamatan yang telah dimiliki sebagai anugerah Tuhan, namun yang terpenting adalah kita tetap mengerjakan keselamatan itu dalam wujud perbuatan baik penuh kasih kepada Tuhan dan sesama manusia.

Doa: Tuhan, tolong kami untuk tetap mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, Amin

Sabtu, 5 April 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 4 : 12-19

Menderita sebagai kristen
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Berbahagialah Jika Kita Menderita Karena Kristus

Sadhu Sundar Sing, seorang misionaris India yang banyak mengalami penderitaan dalam karya misionarisnya, menulis sebuah renungan indah yang diberi judul The Cross Is Heaven (Salib Adalah Sorga). Dalam buku itu ia berefleksi: “Bagaimana mungkin salib dinyatakan sebagai sorga? Dari refleksinya ia berkesimpulan bahwa kekristenan baik secara perorangan maupun komunitas, pada suatu saat akan mengalami penderitaan sebagai resiko dan konsekuensi iman kepada Allah yang menyatakan diri-Nya melalui Kristus. Konsekuensi itu harus diterima dan dijalani dengan sabar dan tabah. Kita harus yakin bahwa dalam penderitaan itu, Allah tidak meninggalkan melainkan hadir memeluk dan merengkuh kita dalam cinta-Nya. Surat 1 Petrus mengigatkan akan hal itu bagi pembacanya dan bagi kita semua. Sebagai orang Kristen, kita harus sabar menanggung penderitaan, sama seperti Kristus yang menderita, disalibkan dan mati karena dosa manusia. Tetapi Ia bangkit, supaya dunia selamat. Oleh karena itu, kita diminta untuk terus memelihara iman dan jangan pernah menyangkal Kristus. Salib Kristuslah yang mengantar kita ke Sorga, bersukacitalah!

doa : teguhkanlah iman kami agar terus bersaksi tentang Tuhan Yesus Terang yang sejati, Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2025, LPJ-GPM