Santapan Harian Keluarga, 23 – 29 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahanlah dan Pandanglah pada TUHAN

Minggu, 23 Maret 2025

bahan bacaan : Ratapan 5 : 1 – 22

Doa untuk pemulihan
Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami, pandanglah dan lihatlah akan kehinaan kami. 2 Milik pusaka kami beralih kepada orang lain, rumah-rumah kami kepada orang asing. 3 Kami menjadi anak yatim, tak punya bapa, dan ibu kami seperti janda. 4 Air kami kami minum dengan membayar, kami mendapat kayu dengan bayaran. 5 Kami dikejar dekat-dekat, kami lelah, bagi kami tak ada istirahat. 6 Kami mengulurkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur untuk menjadi kenyang dengan roti. 7 Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka. 8 Pelayan-pelayan memerintah atas kami; yang melepaskan kami dari tangan mereka tak ada. 9 Dengan bahaya maut karena serangan pedang di padang gurun, kami harus mengambil makanan kami. 10 Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan. 11 Mereka memperkosa wanita-wanita di Sion dan gadis-gadis di kota-kota Yehuda. 12 Pemimpin-pemimpin digantung oleh tangan mereka, para tua-tua tidak dihormati. 13 Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, anak-anak terjatuh karena beratnya pikulan kayu. 14 Para tua-tua tidak berkumpul lagi di pintu gerbang, para teruna berhenti main kecapi. 15 Lenyaplah kegirangan hati kami, tari-tarian kami berubah menjadi perkabungan. 16 Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Wahai kami, karena kami telah berbuat dosa! 17 Karena inilah hati kami sakit, karena inilah mata kami jadi kabur: 18 karena bukit Sion yang tandus, di mana anjing-anjing hutan berkeliaran. 19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa! 20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama? 21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala! 22 Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?

Di Tengah Penderitaan, Tetaplah Berharap Kepada Tuhan

Tema pelayanan di minggu ini “bertahan dan pandanglah Tuhan”. Tema ini menginspirasi kita di minggu sengsara Tuhan Yesus ke 4. Penderitaan Tuhan Yesus memberi teladan bagi kita sebagai orang percaya. Kita tidak hanya dianugerahi untuk percaya kepada Tuhan Yesus saja, tetapi juga menderita karena iman dan percaya kita kepadaNya. Sebab kata Tuhan Yesus, barangsiapa yang tidak memikul salibnya ia tidak layak menjadi muridNya. Salib adalah lambang penderitaan yang mesti kita pikul sebagai jawaban iman kita kepada Tuhan. Demikianpun umat Israel sebagai umat pilihan Tuhan harus dibuang sebagai cara Tuhan untuk mendidik mereka agar mereka berbalik dan bertobat kepadaNya. Sekalipun di tengah penderitaan penulis meyakini akan kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah. Itulah sebabnya kita tetap kuat dan bertahan dalam iman percaya kita kepada Allah dalam Kristus dengan selalu memandang kepadaNya yang tersalib sebagai bukti cinta kasihNya kepada kita sebagai umat pilihanNya untuk diselamatkan.

Doa: Tuhan kuatkan kami agar selalu berharap kepadaMu ditengah penderitaan yang kami alami Amin.-

Senin, 24 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 25 : 15 – 22

15 Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas. 17 Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! 18 Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku. 19 Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam. 20 Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. 21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau. 22 Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!

Di Tengah Kesulitan Hidup Tetaplah Pandang Tuhan

Bagian bacaan di hari ini menyaksikan tentang keadaan pemazmur raja Daud yang datang kepada Tuhan dalam doa dengan meminta perlindungan dari Tuhan. Pemazmur menghadapi para lawan dan musuhnya yang menginginkan kehancuran dan kebinasaanya. Pemazmur juga menyadari akan segala keterbatasannya sebagai orang berdosa yang telah melakukan perbuatan mendukacitakan hati Tuhan. Namun pemazmur meminta agar pengasihan Tuhan melalui kasih setiaNya agar ia dapat terluput dari ancaman para musuhnya. Di tengah kondisi yang begitu mengancam nyawa dan keselamatan pemazmur, ia tetap berharap kepada Tuhan. Pemazmur tetap mengarahkan pandangannya kepada Tuhan sebab ia yakin dan percaya bahwa ia akan diselamatkan dari ancaman para lawan dan musuhnya. Pemazmur selalu menanti-nantikan Tuhan melalui doa yang ia panjatkan kepada Tuhan. Sebuah teladan bagi kita, bahwa ketika kita berhadapan dengan para musuh atau lawan baik itu manusia maupun juga beban hidup, masalah dan pergumulan, hendaknya kita selalu mengarahkan padangan kita kepada Tuhan. Yakin dan percaya akan kuasaNya yang memberi jalan keluar serta pertolongan kepada kita, indah dan tepat pada waktunya.

Doa: Ya Tuhan kuatkan kami agar tetap memadangMu saat kami mengalami kesulitan dalam hidup. Amin.

Selasa, 25 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 141 : 8 – 10

8 Tetapi kepada-Mulah, ya ALLAH, Tuhanku, mataku tertuju; pada-Mulah aku berlindung, jangan campakkan aku! 9 Lindungilah aku terhadap katupan jerat yang mereka pasang terhadap aku, dan dari perangkap orang-orang yang melakukan kejahatan. 10 Orang-orang fasik akan jatuh serentak ke dalam jala mereka, tetapi aku melangkah lalu.

Bersama Dengan Tuhan Tidak Takut Dan Gentar

Hidup yang kita jalani tidak sepi dari berbagai tantangan, persoalan bahkan ancaman terhadap diri dan keselamatan kita. Kondisi seperti itu bertujuan untuk menghacurkan kehidupan kita. Tentu sebagai manusia kita merasa takut dan hal ini penting untuk membangun kesadaran bahwa hanya kepada Tuhan sajalah sebagai sumber hidup kita dapat menaruh harapan kita. Tuhan sebagai gunung batu, kota benteng tempat perlidungan kita. Harapan itu yang dibangun oleh pemazmur raja Daud saat ia harus berhadapan dengan para musuhnya. Padahal Daud sebagai seorang raja, bisa saja ia mengandalkan para pengawal yang selalu menjaganya. Namun Daud sadar bahwa manusia sehebat-hebatnya ia, tetap punya keterbatasan. Hanya Tuhan Allah sajalah yang menjadi sumber hidup dan keselamatan bagi Daud sehingga menuntun ia untuk meminta pertolongan dari Tuhan. Daud percaya bahwa para musuhnya akan dibinasakan oleh Allah dalam kuasa dan penghukumanNya. Hal ini menjadi kesaksian bagi kita ketika berhadapan dengan kondisi orang-orang yang tidak suka dan memusuhi kita. Kita berdoa dan memohon perlindungan Tuhan dan penjagaanNya agar kita diselamatkan dan para musuh akan berhadapan dengan kuasa Tuhan.

Doa: Tolong kami Tuhan Ketika berhadapan dengan orang-orang yang memusuhi kami. Amin.-

Rabu, 26 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 16 : 7 – 11

7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Kuasa Tuhan Yang Menjaga dan Melindungi

Keteladanan Daud sebagai raja selalu ada dalam perlindungan dan penjagaan Tuhan selama perjalanan hidupnya. Sekalipun ia telah menikmati kekokohan kerajaannya dengan segala kemuliaan yang ia miliki sebagai seorang raja, namun harapan dan sandarannya hanya tertuju kepada Tuhan. Daud selalu menggambarkan Tuhan dengan segala kuasa, pemeliharaan dan penjagaanNya seperti gunung batu dan kota benteng. Tentu sebagai manusia, Daud pun tidak luput dari pelanggaran yang mendatangkan dosa kepadanya. Namun ia sungguh-sungguh memohon pengampunan dari Tuhan dan selalu meminta tuntunan Tuhan melalui didikan dan ajaranNya. Bagian nas ini merupakan salah satu mazmur ajaran yang mengajak kita semua untuk tetap hidup dalam persekutuan dengan Tuhan. Hal ini akan memberikan ketenangan dan ketentraman bagi hati kita, sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan yang kita hadapi. Pun juga harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak menyukai dan memusuhi kita. Bersama Tuhan kita tetap berdiri teguh dan kokoh sebab tangan Tuhan yang kuat dan perkasa itu senantiasa menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita sebagai orang percaya.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu melindungi kami dari segala macam ancaman. Amin.-

Kamis, 27 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 17 : 13 – 15

13 Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik. 14 Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka. 15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Pandang Tuhan Dalam Kebenaran

Nadya adalah nama gadis yang berpindah agama karena mengikuti suaminya beragama Kristen. Suatu ketika suaminya menuduhnya berselingkuh. Nadya pun ditingalkan suaminya. Sebagai seorang yang baru mengikut Tuhan Yesus, Nadya hampir saja hilang arah hidupnya. Namun, setelah ia mencoba memahami Firman Tuhan, ia pun dikuatkan untuk tetap tenang menghadapi kemelut rumah tangganya. Pergumulan Nadya tidak beda jauh dari apa yang disampaikan teks hari ini. Pemazmur menyampaikan betapa ia tengah berhadapan dengan orang-orang yang disebutnya “yang bagiannya adalah dalam hidup ini”. Ia merasa tidak tidak mampu dan sebab itu, ia membangun kedekatan hanya dengan Tuhan. Dengan memandang Tuhan, ia meyakini Tuhan akan membuat ia melewati semua tantangan dalam hidupnya. Ini teladan baik bagi kita semua yakni bahwa kita diajar untuk memandang Tuhan dalam kebenaran. Semoga ini tetap menjadi gaya hidup Kekristenan kita dalam menyikapi apapun.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami memandang-Mu dalam kebenaran, ,Amin.

Jumat, 28 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 123 : 1 – 4

Berharap kepada anugerah TUHAN
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. 3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Teruslah Pandang Tuhan Sampai Ia mengasihani

Pernahkah kita merasa Tuhan begitu jauh ? Kita merasa seolah Tuhan tidak mengingat kita lagi? Tuhan sudah melupakan kita. Bila itu keadaan kita, maka ini juga keadaan yang dihadapi pemazmur. Hal terburuk yang terjadi dalam hidup adalah ketika kita melihat keadaan sekeliling kita dan kita tahu bahwa hanya sendirian. Ini kesendrian yang mencekam sebab kita ada dalam situasi yang sesungguhnya membutuhkan orang lain. Namun keadaan nampaknya tidak bersahabat dengan kita. Pemazmur mengalaminya dan ia mengungkapkan betapa yang diharapkan hanyalah Tuhan. Pemazmur memakai ibarat mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya dan mata hamba perempuan kepada tangan nyonyanya. Seluruh upaya ini dilakukan semata mennunjukan bahwa ia akan tetap menanti kemurahan Tuhan sampai Tuhan mengasihani. Kita bisa memaknainya dalam hidup kita. Pandanglah terus hanya kepada Tuhan..

Doa: ya Allah, kami akan tetap memandang-Mu sampai kapanpun, amin

Sabtu, 29 Maret 2025

bahan bacaan : Yesaya 17 : 7 – 8

7 Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; 8 ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.

Pandang Tuhan Yang Kudus

Tuhan adalah Allah yang kudus. Di dalam kekudusan-Nya kita tidak boleh menduakannya dengan cara apapun. Tuhan menginginkan hidup yang hanya berpaut kepada-Nya. Ketika kita mengandalkan yang lain di luar Tuhan, maka kesia-siaan itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Bacaan kita menceritakan ucapan Ilahi terhadap Damsyik dan Efraim. Dua kota yang berbeda dalam berbagai aspek. Damsyik sebagai ibu kota Aram yakni musuh Israel yang menyerang Yehuda dan Efraim sebagai nama lain untuk Kerajaan Israel Utara. Mezbah/kuil dan tiang berhala yang diandalkan mereka di Kanaan dipercayai sebagai lambang kesuburan akan dilenyapkan oleh kuasa Tuhan. Bagaimana dengan kita ? Apakah kita juga akan menduakan Tuhan dalam hidup terutama ketika kita diperhadapkan dengan tantangan ? Firman Tuhan ajak kita untuk hanya memandang Tuhan yang kudus.

Doa : Tuhan Yesus layakkan kami memandang-Mu yagg kudus, Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan dan Ingat Kasih Setia Tuhan

Minggu, 16 Maret 2025

bahan bacaan : Ayub 19 : 1 – 29

Ayub yakin bahwa Allah akan memihak kepadanya
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? 3 Sekarang telah sepuluh kali kamu menghina aku, kamu tidak malu menyiksa aku. 4 Jika aku sungguh tersesat, maka aku sendiri yang menanggung kesesatanku itu. 5 Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku, dan membuat celaku sebagai bukti terhadap diriku, 6 insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku. 7 Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan. 8 Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap. 9 Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku. 10 Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya. 11 Murka-Nya menyala terhadap aku, dan menganggap aku sebagai lawan-Nya. 12 Pasukan-Nya maju serentak, mereka merintangi jalan melawan aku, lalu mengepung kemahku. 13 Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. 14 Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku. 15 Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing. 16 Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis. 17 Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku. 18 Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku. 19 Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku. 20 Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku. 21 Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku. 22 Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak menjadi kenyang makan dagingku? 23 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, 24 terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! 25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. 28 Kalau kamu berkata: Kami akan menuntut dia dan mendapatkan padanya sebab perkaranya!, 29 takutlah kepada pedang, karena kegeraman mendatangkan hukuman pedang, agar kamu tahu, bahwa ada pengadilan."

Harapan Di Tengah Penderitaan
Perasaan ditinggalkan, baik oleh manusia maupun oleh Tuhan adalah salah satu pengalaman yang sangat berat dan menakutkan. Ketika kita merasa ditinggalkan oleh sahabat, rekan kerja bahkan keluarga dekat atau merasa Tuhan meninggalkan dan menghakimi membuat kita merasa sangat sakit, stress dan kecewa. Kondisi yang sama dihadapi oleh Ayub, ia ditinggalkan bahkan dihakimi oleh teman-temannya (Elifas, Bildad dan Zafar). Selain itu, ia merasa dijauhkan oleh Tuhan, bahwa Tuhan tidak peduli dengan penderitannya. Namun ada hal menarik yang dapat kita pelajari dari sosok Ayub, bahwa penderitaan tidak semata-mata membuat dia kehilangan pengharapan kepada Tuhan. Justru dia mengakui bahwa “Allah, Penebus yang hidup akan menyelamatkan dirinya” (ayat 25). Hal ini mengingatkan kita apapun masalah yang sedang kita hadapi saat ini, tetaplah berharap kepada Tuhan yang hidup, yang tidak akan membiarkan kita binasa.

Doa: Tuhan pimpin kami untuk berdoa dengan segenap hati (tulus dan yakin), amin.

Senin, 17 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 25 : 1- 7

Doa mohon ampun dan perlindungan
Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; 2 Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku. 3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. 4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 6 Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. 7 Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.

Kasih Setia Tuhan Yang Mengampuni

Penulis Anne Lamout mengisahkan seorang anak kecil tersesat di sebuah kota besar. Ia kelihatan sangat panik dan berusaha mendapatkan bantuan. Hal ini dilihat oleh seorang polisi yang mengantarnya pulang. Dalam perjalanan tiba-tiba anak kecil itu menghentikan mobil dan menunjuk ke arah sebuah Gereja sambil berkata “ini Gereja saya dan saya bisa menemukan jalan pulang dari sini”. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa kita sering tersesat. Kita tersesat karena keinginan daging (dosa) sehingga menjadi takut dan putus asa. Hal ini pun dialami oleh raja Daud dimana ia terus-menerus terperangkap dalam perasaan bersalah yang membebaninya akibat dosa masa lalu (ayat 7). Dosa tersebut berhubungan dengan perzinahannya dengan Batsyeba dan pembunuhan terhadap Uria, suami Batsyeba. Dalam penderitaan, Daud mencari Tuhan dan memohon pengampunan karena ia percaya kasih setia Tuhan akan menuntun ke jalan yang benar. Saudaraku, meskipun kita tidak sempurna dan sering jatuh dalam dosa, namunTuhan selalu menerima kita dengan kasihNya supaya kita mengalami pertobatan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah hati kami agar senantiasa bersyukur atas kebaikan Tuhan, Amin.

Selasa, 18 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 1 – 5

Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! 2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! 3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, 4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, 5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

Bersyukur Atas Kebaikan Tuhan

Saudaraku, seringkali satu penderitaan kita anggap sudah cukup untuk menyalahkan Tuhan, tetapi ribuan kebaikan-Nya seolah-olah tidak pernah cukup untuk bersyukur kepada Tuhan . Betapa kita mudah melupakan segala kebaikan-Nya. Hal berbeda diperlihatkan oleh pemazmur raja Daud melalui nas bacaan yang paling terkenal dan terindah ini. Pemazmur mengakui kebaikan Tuhan melalui puji-pujian dengan segenap hati. Kebaikan Tuhan diungkapkan melalui tiga hal yakni: Tuhan mengampuni segala kesalahan (ayat 3), Tuhan menyembuhkan penyakit (ayat 3) dan Tuhan menyelamatkan orang mati dan memberikan hidup baru yang penuh kasih setia dan rahmat (ayat 4). Dari pemazmur kita belajar untuk tidak berhenti memuji Tuhan dan tidak melupakan segala kebaikan-Nya. Di tengah segala kesulitan hidup, jangan lupa bersyukur karena Tuhan telah memberikan banyak berkat, yakni: pengampunan dosa, penyembuhan, keselamatan, dan perlindungan.

Doa: Datanglah kepada Tuhan dan memohon pengampunan-Nya, amin.

Rabu, 19 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 6 – 14

6 TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas. 7 Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel. 8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. 9 Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. 10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, 11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; 12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. 13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. 14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Tuhan Adil dan Memberikan Keadilan

Dalam dunia peradilan, istilah “korban sistem hukum” mengacu pada orang-orang yang mengalami ketidakadilan pada sistem hukum yang ada. Mereka dihukum bukan karena kejahatan yang mereka lakukan atau ketika tidak memiliki kemampuan finansial (keuangan) untuk mendapatkan pembelaan hukum yang adil., misalnya orang miskin atau minoritas. Dalam situasi tersebut, Pemazmur mengingatkan kita bahwa: “Tuhan menegakkan keadilan dan hukum bagi semua orang tertindas”. (ayat 6). Ayat ini menjelaskan bahwa Tuhan adalah Pembela keadilan yang setia. Ia bertindak menegakkan hak-hak orang kecil yang diberlakukan dengan tidak adil. Pesan teks, saat kita bergumul dengan ketidakadilan hukum yang berdampak pada penderitaan hidup, janganlah putus asa dan kecewa. Tetaplah percaya dan berharap kepada Tuhan yang berlimpah kasih setia, sebab Ia akan bangkit menyelamatkan kita.

Doa: : Roh Kudus, tuntunlah kami untuk hidup Takut Tuhan supaya kami dan seluruh keturunan kami diberkati Tuhan, Amin.

Kamis, 20 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 103 : 15 – 18

15 Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; 16 apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi. 17 Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, 18 bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Kasih Setia Tuhan Bagi Orang Yang Takut Dia

Ada sepenggal bait pujian yang terinspirasi dari Mazmur 103 yakni “Kasih setia-Mu lebih dari hidup, biar mulutku memuliakan-Mu”. Pujian ini mengajak kita untuk merenungkan kasih setia Tuhan yang kekal di sepanjang hidup yang penuh dengan lika-liku. Sehingga kita dapat bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, tulus serta sungguh-sungguh kepada Tuhan. Kasih setia Tuhan ini pun ditekankan oleh pemazmur dalam ayat 17 – 18, bahwa Allah mengasihi orang-orang yang takut akan Dia. Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang taat melakukan kehendak Tuhan melalui firmanNya. Misalnya: Jika Tuhan menghendaki kita mengasihi maka kita harus mengasihi, jika Tuhan menghendaki kita mengampuni maka kita harus mengampuni, jika Tuhan menghendaki kita berbuat baik maka setialah berbuat baik kepada siapapun, kapan dan di mana saja. Bagi setiap orang yang hidup takut akan Tuhan, maka keturunannya akan diberkati Tuhan untuk selama-lamanya.

Doa: : Tuhan Kiranya Engkau memberikan kasih setia dan keadilan kepada korban ketidakadilan hukum, amin.

Jumat, 21 Maret 2025

bahan bacaan : Yunus 4 : 1 – 11

Yunus belajar menginsyafi, bahwa Allah mengasihi bangsa-bangsa lain
Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. 2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup." 4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?" 5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu. 6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu. 7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu. 8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup." 9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati." 10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. 11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Jangan Picik Memaknai Kasih Tuhan

Terkadang dalam keadaan marah ataupun emosi membuat kita berpikir pendek dan dangkal. Alangkah bahaya kondisi demikian, sebab dalam keadaan demikian bisa saja membuat kita melakukan tindakan atau perbuatan yang membahayakan diri kita dan orang lain. Cerita yang tidak asing bagi kita tentang Yunus yang marah kepada Tuhan karena Tuhan tidak melakukan tindakan penghukuman kepada bangsa Niniwe. Tuhan menyesal untuk menghukum mereka, saat mereka sadar akan segala dosa mereka dengan berdoa dan berpuasa serta mohon pengampunan dari Tuhan. Keputusan Tuhan inilah yang membuat Yunus marah. Maunya Yunus, Tuhan lakukan saja penghukuman tersebut agar mereka semua binasa. Namun apa yang dipikirkan oleh Yunus tidak sama dengan apa yang dipkirkan Tuhan. Karena cinta kasih Tuhan bagi umat ciptaanNya. Kita juga jangan picik untuk menilai dan mengukur cinta kasih Tuhan hanya kepada kita dan tidak kepada orang lain. Cinta kasih Tuhan yang tak berbatas itu telah kita nikmati, pun juga bagi semua orang sehingga mengajak kita untuk selalu bersyukur kepadaNya.

Doa: Tuhan ajarlah kami untuk memaknai cinta kasihMu kepada kami dan semua orang agar kami selalu bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 22 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 13 : 1 – 6

Doa kepercayaan
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? 2 (13-3) Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? 3 (13-4) Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, 4 (13-5) supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. 5 (13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. 6 (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Selalu meyakini akan kasih setia Tuhan

Bagian mazmur ini menyaksikan tentang doa pengharapan pemazmur raja Daud kepada Tuhan ditengah kondisi tantangan dan masalah yang membuatnya menderita. Tantangan dan masalah datang dari orang-orang yang membenci dan memusuhinya. Mereka mengharapkan pemazmur binasa dan hal itu membuat mereka bersorak dan bersukacita. Dalam kondisi demikian, pemazmur datang kepada Tuhan dan menyampaikan keluh kesahnya dalam doa. Sepanjang hari ia melewati hari-hari hidup dalam kekuatiran dan ecewasan. Pemazmur meminta Tuhan memandang dan menjawabnya sehingga membuat matanya bercahaya dan jauh dari kondisi tertidur seperti orang mati. Dari pengalamannya bersama dengan Tuhan, pemazmur tetap yakin dan percaya akan kasih setia Tuhan yang tiada pernah berubah, sekalipun dalam kondisi hidupnya yang tidak baik-baik saja. Kesaksian inipun juga bagi kita sebagai keluarga papa, mama dan anak-anak untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan sebagai sumber hidup yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati hidup kita. Sekalipun kita mengalami banyak tantangan, namun kita tetap yakin akan kasih setia Tuhan selalu nyata dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya hendaklah kita tetap teguh dalam iman dan doa selalu kepada Tuhan.

Doa: Kami bersyukur atas kasih setiaMu Tuhan, sekalipun banyak tantangan harus kami hadapi. Amin,-

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 9 – 15 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan dan Berseru Dalam Penderitaan

Minggu, 9 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 102 : 1 – 29

Doa minta tolong dan doa untuk Sion
Doa seorang sengsara, pada waktu ia lemah lesu dan mencurahkan pengaduhannya ke hadapan TUHAN. (102-2) TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. 2 (102-3) Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! 3 (102-4) Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian. 4 (102-5) Hatiku terpukul dan layu seperti rumput, sehingga aku lupa makan rotiku. 5 (102-6) Oleh sebab keluhanku yang nyaring, aku tinggal tulang-belulang. 6 (102-7) Aku sudah menyerupai burung undan di padang gurun, sudah menjadi seperti burung ponggok pada reruntuhan. 7 (102-8) Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh. 8 (102-9) Sepanjang hari aku dicela oleh musuh-musuhku, orang-orang yang mempermainkan aku menyumpah dengan menyebut namaku. 9 (102-10) Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan, 10 (102-11) oleh karena marah-Mu dan geram-Mu, sebab Engkau telah mengangkat aku dan melemparkan aku. 11 (102-12) Hari-hariku seperti bayang-bayang memanjang, dan aku sendiri layu seperti rumput. 12 (102-13) Tetapi Engkau, ya TUHAN, bersemayam untuk selama-lamanya, dan nama-Mu tetap turun-temurun. 13 (102-14) Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya. 14 (102-15) Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya. 15 (102-16) Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu, 16 (102-17) bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, 17 (102-18) sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka. 18 (102-19) Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN, 19 (102-20) sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, 20 (102-21) untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, 21 (102-22) supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, 22 (102-23) apabila berkumpul bersama-sama bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan untuk beribadah kepada TUHAN. 23 (102-24) Ia telah mematahkan kekuatanku di jalan, dan memperpendek umurku. 24 (102-25) Aku berkata: "Ya Allahku, janganlah mengambil aku pada pertengahan umurku! Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun!" 25 (102-26) Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. 26 (102-27) Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; 27 (102-28) tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan. 28 (102-29) Anak hamba-hamba-Mu akan diam dengan tenteram, dan anak cucu mereka akan tetap ada di hadapan-Mu.

Bertahanlah Dalam Penderitaan,
Berserulah Kepada Tuhan! Ia Akan menolong-Mu

Kita tidak bisa meminta Tuhan menghapus masalah hidup. Kita dapat lakukan adalah berseru kepada-Nya dengan memohon kekuatan untuk bertahan dan menghadapi masalah itu”. Pernyataan ini menjadi penting, sebab ketika diperhadapkan dengan masalah, ada yang memilih bertahan dan berseru kepada Tuhan memohon kekuatan dari-Nya, tetapi ada juga yang pergi dan meninggalkan masalah itu, termasuk meninggalkan Tuhan. Pembacaan hari ini memberikan kesadaran, bahwa menjalani hidup sebagai manusia tidak akan terlepas dari masalah, pencobaan, dan penderitaan. Belajar dari Pemazmur maka di tengah masalah yang ditemui, biarlah kita terus berdoa kepada Allah. Doa adalah kesadaran bahwa kita terbatas, karena itu kita memerlukan pertolongan Tuhan. Percayalah, bahwa orang-orang yang berseru meminta tolong dari Tuhan akan menjadi kuat dalam hidup, sebab mereka percaya Tuhan akan menolong mereka. Belajarlah, untuk jangan meninggalkan masalah dan penderitaan yang datang, melainkan bertahanlah dan berserulah kepada Allah dalam doa.

Doa: Ya Tuhan, dengarlah seruan minta tolong kami di tengah banyaknya masalah hidup ini. Amin.

Senin, 10 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 91 : 14 – 16

14 "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 15 Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. 16 Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Lekatkanlah Hatimu Pada Tuhan
Dan Rasakan Lindungan-Nya

Tuhan tidak pernah ingkar janji dari umat-Nya. Sekali Ia menjanjikan untuk menyertai maka selamanya Ia menepati janji-Nya. Nas bacaan hari ini memberikan kita kenyataan, bahwa Tuhan adalah Allah Pelindung, sehingga di tengah berbagai ancaman, Ia akan membentengi umat-Nya (ay. 14); di tengah berbagai masalah, Ia akan menyertai umat-Nya dan meluputkannya dari kesesakan (ay. 15). Tindakan Allah yang membentengi menjadi bukti bahwa Allah mampu memberikan keamanan kepada umat-Nya, dan Allah yang menyertai umat-Nya menjadi bukti bahwa Allah berkuasa atas kehidupan seluruh ciptaan. Dalam tangan dan rangkulan Allah, ada lindungan kepada setiap umat-Nya. Namun kita perlu menyadari juga, bahwa lindungan Allah itu dapat terjadi jika kita melekatkan hati kepada-Nya. Melekatkan hati adalah tanda dari hidup yang hanya ditujukan kepada Allah. Hati yang melekat dengan Allah adalah hati yang dipenuhi dengan roh, sehingga setiap kata dan tindakan selalu bertujuan memuji dan memuliakan Allah.

Doa: Ya Tuhan, puji kepada-Mu yang tetap melimpahkan lindungan-Mu kepada kami. Kami sekarang terus menyatu hati untuk selalu melekatkan hati kepada-Mu. Amin

Selasa, 11 Maret 2025

bahan bacaan : Yesaya 55 : 6 – 7

6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

Carilah Tuhan di Setiap Perjalanan Hidup dan Pelayanan-Mu

Apakah kita sudah mencari Tuhan? Dan maukah kita senantiasa mencari Tuhan? Demikianlah pertanyaan-pertanyaan sederhana yang perlu kita renungkan di hari ini. Sebab dalam kenyataannya, ada kecenderungan untuk tidak lagi mencari Tuhan. Kita cenderung sibuk mencari kesukaan diri, yang pada akhirnya membawa kita jauh dari jangkauan Tuhan. Nas hari ini berisikan tentang seruan untuk tetap setia mencari Tuhan dan kesediaan untuk melakukan pertobatan. Artinya, orang yang mencari Tuhan adalah orang-orang yang sadar akan dosanya dan memberi diri untuk dibaharui oleh Allah. Sebab pertobatan adalah dasar untuk dikasihi oleh-Nya. Setiap umat percaya juga mesti yakin, bahwa Tuhan selalu memberi pengampunan kepada mereka yang dengan sungguh datang kepada-Nya. Panggilan untuk terus mencari Tuhan dan memberi diri untuk bertobat perlu juga dimaknakan oleh setiap kita di masa kini. Seringkali, kita cenderung melupakan panggilan untuk mencari Tuhan, sehingga kita berada di luar kendali-Nya. Marilah kita mulai untuk tetap setia mencari Tuhan dalam hidup ini. Sebab hanya dekat Tuhan saja kita memperoleh keselamatan.

Doa: Mampukanlah kami ya Tuhan, agar setia mencari-Mu dalam sepanjang perjalanan hidup dan pelayanan kami. Amin.

Rabu, 12 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 18 : 1 – 7

Nyanyian syukur Daud
Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN, pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul. (18:2) Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku! 2 (18-3) Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! 3 (18-4) Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku. 4 (18-5) Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, 5 (18-6) tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku. 6 (18-7) Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

Berserulah Kepada Tuhan, Sebab Ia Yang Berkuasa

Hidup Pemazmur bukanlah hidup yang mudah. Dalam catatan-catatan kitab Mazmur, kita akan menemukan kesaksian tentang hidup yang dipenuhi dengan masalah, ancaman, dan kesesakan. Namun kita juga akan menemukan kesaksian dan nyanyian syukur Pemazmur kepada Allah, sebab ia merasakan Allah dan karya-Nya nyata dalam seluruh gumulan dan kesesakan hidup yang dimiliki. Nas hari ini turut memperlihatkan ungkapan syukur Pemazmur kepada Allah yang telah menolongnya dalam kesesakan hidup. Pemazmur menggambarkan Allah sebagai “Bukit batu”, “Kubu pertahanan”, “Gunung batu”, “Perisai”, “Tanduk keselamatan”, dan “Kota benteng” (ay. 3). Gambaran Pemazmur itu adalah pengakuan tentang kemahakuasaan Allah yang tidak tertandingi. Pemazmur memperlihatkan bahwa Allah berkuasa atas seluruh kehidupan, termasuk atas seluruh masalah, ancaman, dan kesesakan (ay. 7). Asalkan umat mau percaya dan berseru meminta tolong kepada-Nya maka niscaya, Ia akan mendengar seruan dan teriakan minta tolong itu. Ingatlah, pendengaran Tuhan selalu peka mendengar seruan kita, dan tangannya tidak kurang panjang untuk menolong kita. Jika kita berseru dan meminta daripada-Nya maka sudah pasti kita akan menerima pada waktu yang tepat.

Doa: Ya Tuhan, syukur kepada-Mu yang tetap setia mendengar seruan dan suara minta tolong kami, bahkan memberi yang terbaik dalam kesesakan yang dialami. Amin

Kamis, 13 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 142 : 1 – 8

Doa seorang yang dikejar-kejar
Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa. (142-2) Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. 2 (142-3) Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. 3 (142-4) Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku. 4 (142-5) Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorangpun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang, tidak ada seorangpun yang mencari aku. 5 (142-6) Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!" 6 (142-7) Perhatikanlah teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah. Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang mengejar aku, sebab mereka terlalu kuat bagiku. 7 (142-8) Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.

Tuhan adalah Tempat Pertolonganmu,
Berserulah Kepada-Nya!

Salah satu catatan menarik dari hidup Pemazmur adalah ia tidak pernah meminta tolong dari yang lain. Sebab ketika berada dalam masalah, ancaman, kesesakan, ia hanya datang kepada Tuhan yang diyakini sebagai tempat perlindungan. Sikap hidup pemazmur bukanlah tanpa alasan, sebab sesungguhnya ia pernah merasakan karya Allah yang hidup itu dalam seluruh perjalanan imannya, sehingga hanya Allah yang dijadikan sebagai tempat seruan meminta tolong. Nas bacaan hari ini kembali menegaskan sikap hidup pemazmur itu. Ayat 6 menjadi kesaksian pemazmur bahwa Allah adalah tempat perlindungan. Pemazmur menyatakan kepercayaannya bahwa Allah adalah sumber keselamatan, ketenangan, dan tempat yang aman dan kokoh bagi umat-Nya. Maukah kita juga seperti pemazmur, yang selalu percaya bahwa Allah adalah tempat perlindungan kepada semua orang percaya, sehingga hanya berseru kepada-Nya? Ataukah di tengah kesesakan, kita mau mencari kekuatan yang lain? Mari belajarlah dari Pemazmur, sebab siapa yang mengandalkan Allah, hidupnya tidak akan pernah dikecewakan.

Doa: Ya Tuhan, kami selalu percaya bahwa ketika kami berseru kepada-Mu, Engkau akan selalu menolong kami, sebab Engkaulah tempat pertolongan semua orang percaya. Amin

Jumat, 14 Maret 2025

bahan bacaan : Ratapan 3 : 49 – 59

49 Air mataku terus-menerus bercucuran, dengan tak henti-hentinya, 50 sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga. 51 Mataku terasa pedih oleh sebab keadaan puteri-puteri kotaku. 52 Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. 53 Mereka melemparkan aku hidup-hidup dalam lobang, melontari aku dengan batu. 54 Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!" 55 "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. 56 Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku! 57 Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" 58 "Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku. 59 Engkau telah melihat ketidakadilan terhadap aku, ya TUHAN; berikanlah keadilan!

Tuhan Mendekat Saat Kita Memanggil

Kitab Ratapan berisi cerminan perasaan duka dan penderitaan bangsa Israel setelah kehancuran Yerusalem dan kehancuran Bait Suci akibat serangan dan penaklukan oleh kerajaan Babilonia pada tahun 568 SM. Dalam menghadapi kenyaatan pahit tersebut, umat tidak saja meratap tetapi mereka juga memiliki harapan dan doa untuk pemulihan di masa depan. Hal ini diungkapkan melalui perkataan Yeremia: “Tuhan mendekat ketika aku memanggil sehingga aku tidak menjadi takut” (ayat 57). Pernyataan Yeremia ini menjadi motivasi dalam membangun iman dan pengharapan umat kepada Allah. Maknanya bagi kita, dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup, mendekatlah kepada Tuhan dalam doa dan pengharapan. Jangan pernah lelah berdoa kepada Tuhan karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Mendekatlah kepada Tuhan sebagaimana syair lagu “Tuhan Hanya Sejauh Doa”.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap berharap dan berdoa kepada Tuhan, amin.

Sabtu, 15 Maret 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 145 – 152

145 Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang. 146 Aku berseru kepada-Mu; selamatkanlah aku! Aku hendak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu. 147 Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. 148 Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu. 149 Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. 150 Mendekat orang-orang yang mengejar aku dengan maksud jahat, mereka menjauh dari Taurat-Mu. 151 Engkau dekat, ya TUHAN, dan segala perintah-Mu adalah benar. 152 Sejak dahulu aku tahu dari peringatan-peringatan-Mu, bahwa Engkau telah menetapkannya untuk selama-lamanya.

Berserah Kepada Tuhan Dengan Sepenuh Hati

Kehidupan yang kita jalani ibarat roda pedati, terkadang di atas dan terkadang di bawah. Penderitaan dan tantangan datang silih berganti dalam hidup. Soalnya adalah bagaimana kita menghadapi pergumulan tersebut. Mendekatkan diri kepada Tuhan atau mengandalkan kuasa di luar Tuhan. Melalui bacaan kita tadi, pemazmur raja Daud mengajak kita untuk berseru kepada Tuhan dengan segenap hati (ayat 45). Berseru kepada Tuhan dengan segenap hati mengandung makna berdoa dengan tulus dan yakin bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong dan menyelamatkan. Selain itu, pemazmur mengajak kita untuk menyerahkan seluruh hidup di sepanjang waktu, sejak pagi sampai malam untuk berpegang pada firman Tuhan, sebab firman-Nya merupakan pedoman bagi jalan hidup kita (band. Mazmur 119 : 105). Jadi berdoa tidak boleh asal-asalan. Berdoa tidak hanya ketika kita membutuhkan Tuhan untuk menolong kita, tapi berdoa harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan senang maupun susah.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memelihara iman dan pengharapan dalam penderitaan, amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 2 – 8 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan Dalam Pencobaan Iman

Minggu, 2 Maret 2025

bahan bacaan : Ibrani 4 : 14 – 16

Yesus sebagai Imam Besar
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Iman Pada Tuhan Dalam Pergumulan
Minggu ini kita mulai memasuki peringatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus. Di mulai dengan minggu sengsara pertama yang mengingatkan kita untuk bertahan dalam pencobaan iman. Kita sadar, iman kita kepada Tuhan dapat menjadi lemah, manakala kita dicobai dengan banyak persoalan dan pergumuan berat. Tetapi setiap kali kita berhadapan dengan pencobaan iman, kita diingatkan untuk bertahan dan datang menghampiri Tuhan. Mengapa? karena Tuhan dapat menolong memberikan apa yang diperlukan pada saat yang tepat, sesuai dengan kebutuhan kita. Memang adakalanya kita merasa, tidak ada jalan keluar atas masalah yang dialami, tidak ada lagi waktu, semua terlambat. Tetapi, sesungguhnya Tuhan tahu dan peduli akan masalah hidup kita. Dialah Imam Besar yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, demikianlah nas bacaan ini mengingatkan. Jadi ketika kita ada dalam berbagai pencobaan, termasuk pencobaan iman, ingatlah bahwa kita punya Imam Besar Agung yang setia mendengar dan peduli. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk datang dan berbicara kepada-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan. Bersabarlah dan tetap teguh bertahan dalam iman pada Tuhan yang tak terbatas kasihNya.

Doa: Beri kekuatan dan pertolonganMu ya Tuhan, ketika kami menghadapi pergumulan, amin

Senin, 3 Maret 2025

bahan bacaan : Ibrani 10 : 32 – 39

32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. 37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Upah Besar Menanti bagi yang Bertahan Dalam Iman

Penulis kitab Ibrani mengajak pembacanya untuk mengingat kembali keberanian yang mereka tunjukkan pada masa-masa mereka baru percaya. Sekalipun mengalami penghinaan dan penganiayaan di muka umum, mereka tetap membantu orang-orang percaya yang mendekam dalam penjara karena iman mereka kepada Kristus. Dengan mengingat hal itu, ia berkata, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (ay. 35-36). Keyakinan kita tidaklah didasarkan pada diri sendiri melainkan dalam Yesus dan janji-Nya. Kuasa Allah yang memampukan kita untuk terus melangkah dalam perjalanan iman. Ketika beban hidup yang berat terus menekan, janganlah melepaskan kepercayaan pada Tuhan. Ingatlah bahwa ada upah besar yang menanti bagi orang bertahan dalam imannya kepada Tuhan. Karena itu marilah kita meminta Tuhan mengaruniakan keteguhan agar tetap beriman kepadaNya meski didalam pergumulan hidup yang berat.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keteguhan agar kami tetap beriman kepada-Mu sampai akhir. Amin.

Selasa, 4 Maret 2025

bahan bacaan : Ayub 23 : 1 – 17

Ayub ingin membela diri di hadapan Allah
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. 3 Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. 4 Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan. 5 Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku. 6 Sudikah Ia mengadakan perkara dengan aku dalam kemahakuasaan-Nya? Tidak, Ia akan menaruh perhatian kepadaku. 7 Orang jujurlah yang akan membela diri di hadapan-Nya, dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya. 8 Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; 9 di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. 10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. 12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. 13 Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. 15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. 16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; 17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita."

Iman Kepada Tuhan Dimurnikan

Dalam nas bacaan hari ini, Ayub bertanya kepada Tuhan mengapa masalah yang berat menimpanya dan keluarganya. Ayub ingin membela diri dan mengajukan perkaranya kepada Tuhan, berkeluh kesah bahwa ia tidak sepatutnya mengalami musibah tersebut. Tuhan seakan diam tidak memberikan jawaban yang melegakan. Bahkan para sahabatnya menganggapnya kena tulah karena ia berbuat dosa. Namun ditengah kebimbangan dan keraguannya itu, ada satu pengakuan yg mengandung kepastian bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi dirinya. “Ia tahu jalan hidupku, seandainya Tuhan menguji aku, aku akan keluar seperti emas”. Walaupun proses Tuhan menyakitkan tetapi proses itu membuat kita semakin dimurnikan. Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Sebab itu, kita harus memahami perbuatan Tuhan bahkan di dalam penderitaan dan pergumulan yang berat. Cara Ayub memandang persoalan hidupnya, mengajarkan kita bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan. Ia tahu jalan hidup yg terbaik bagi kita. Maka bersyukur dan yakinlah bahwa ditengah tantangan apapun, Tuhan akan memampukan kita dalam proses pemurnian iman.

Doa: Di tengah tantangan apapun, mampukan kami hadapi proses pemurnian iman, amin

Rabu, 5 Maret 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 3 – 12

Pengharapan, iman dan kasih
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Buktikan Kemurnian Imanmu

Bagian alkitab ini meneguhkan iman kita bahwa berbagai pergumulan, penderitaan bahkan kemalangan hidup tidaklah menjadi penentu nasib hidup kita. Semua penderitaan yang kita alami hendaknya dilihat sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa hidup kita telah dijamin oleh karunia keselamatan yang telah diberikan Allah melalui Yesus Kristus. Kita orang-orang yang bertekun hendaklah mampu menghadapi penderitaan dan menaklukkannya dibawah kekuatan iman. Kita mungkin menderita dan menghadapi pergumulan dalam berbagai hal terkait kehidupan kita secara pribadi, dalam keluarga, dalam pekerjaan atau usaha dan pelayanan kita. Tetapi hadapilah semuanya sebagai kesempatan untuk membuktikan kemurnian iman di hadapan Tuhan. Kiranya kita menyadari bahwa di tengah-tengah kenyataan dunia yang selalu mengecewakan, penuh dengan pergumulan, kita punya pengharapan sejati. Dialah Kristus Penyelamat dan Penjamin kehidupan. Berharaplah terus pada-Nya dan jadilah pemenang bersama Tuhan dalam penderitaan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang nyata bagi banyak orang.

Doa: Tuhan , Engkaulah harapan kami dalam penderitaan, amin.

Kamis, 6 Maret 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 3 – 11

Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Allah Sumber Segala Penghiburan

Rasul Paulus dalam surat 2 Korintus ini menyebut Allah sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Sumber segala penghiburan”. Itu berarti, ketika kita lemah, berkecil hati, tertekan, atau teraniaya, Dia hadir untuk menyatakan belas kasihanNya kepada kita. Ketika kita berpaling kepada-Nya dalam doa, Dia “menghibur” kita dalam segala penderitaan. Namun, hal ini tidak berakhir di sini. Paulus, dan rekan-rekan sepelayanannya yang pernah mengalami penderitaan hebat, memberikan kesaksian, bahwa penghiburan yang Allah berikan itu membuat mereka sanggup menghibur orang lain yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang diterima sendiri dari Allah. Pengalaman rasul Paulus bersama rekan-rekannya membuat kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang penuh kasih dan yang selalu menghibur. Ya, Allah Bapa senantiasa menghibur kita. Sehingga dalam peristiwa hidup yang susah bagaimanapun, kita tetap kuat menanggungnya. Namun, setelah mengalami penghiburan dari Allah, kita dikuatkan dan dimampukan untuk menghibur orang lain pula. Itu panggilan iman kita ketika memperingati minggu sengsara ini. Juruselamat kita yang penuh belas kasihan dan menderita sengsara bagi kita, sangat sanggup menghibur di tengah penderitaan dan kesusahan hidup kita. Maka ketika Tuhan menolong dan menghibur kita melewati masa-masa yang sulit, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain.

Doa: Tuhan, Tuhan terima kasih untuk penghiburanMu bagi jiwa kami, amin.

Jumat, 7 Maret 2025

bahan bacaan : Kejadian 22 : 1 – 19

Kepercayaan Abraham diuji
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." 2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." 6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." 19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Taatlah Kepada Allah Dalam Segala Situasi Hidupmu

Ketaatan harus menjadi sikap hidup umat sebagai respon kepada Allah dan karya-Nya. Ketaatan yang dimaksud adalah sikap hidup yang diarahkan kepada Allah dan tunduk hanya kepada-Nya. Umat yang taat kepada Allah adalah umat menjadikan Allah dan seluruh perintah-Nya sebagai prioritas dalam hidup. Sikap taat turut diperlihatkan Abraham, sebagaimana yang terbaca dalam Kejadian 22:1-19. Sekalipun Abraham diberikan perintah yang sulit karena harus mempersembahkan Ishak anaknya kepada Allah (ay. 2), namun Abraham dengan penuh ketaatan melakukannya (ay. 9). Tindakan Abraham yang bangun pagi-pagi (ay. 3) guna mempersiapkan perjalanannya memberikan penegasan, bahwa Abaraham sungguh taat kepada Allah. Ia tidak melakukan tawar menawar dengan Allah, sekalipun sebagai seorang ayah, Abraham mungkin merasa sedih atas perintah Allah itu. Nilai ketaatan Abraham kepada Allah harus dimaknai dalam hidup kita. Kita mesti sadar, bahwa hidup adalah anugerah Allah, dan sebagai responnya, kita harus taat kepada-Nya. Percayalah, ketaatan kepada Allah tidak pernah membawa kita kepada kegagalan, kehancuran, dan malapetaka. Namun ketaatan kepada Allah selalu membawa kita kepada kebahagiaan dan kehidupan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami dengan kuasa Roh-Mu, agar kami tetap taat dan setia kepada-Mu Amin.

Sabtu, 8 Maret 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33

Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Kesusahanmu dalam Pelayanan
Adalah Bukti Kesetiaan-Mu kepada Allah

Salah satu cara Paulus menghadapi para musuhnya adalah membuktikan kesetiaannya dalam proses pemberitaan injil. Tindakan pembuktian Paulus itu adalah respon atas gugatan musuh yang menyampaikan bahwa pengajaran Paulus adalah tidak benar. Untuk gugatan tersebut, Paulus menampilkan bukti kesetiaannya. Paulus menyatakan, bahwa karena kesetiaan terhadap injil Kristus, ia rela disesah, dipukul, dilempari dengan batu, terkatung di laut, tidak tidur, lapar, dahaga dan lainnya. Bukti-bukti itu adalah kritik Paulus bagi musuhnya, sekaligus memberikan penegasan bahwa ia telah setia dan taat dalam pemberitaan injil Kristus. Sekalipun diperhadapkan dengan berbagai masalah, penolakan, bahkan ancaman kehidupan, ia tidak pernah mundur. Pemberitaan injil yang telah ia mulai, terus ia tunaikan sebab ia telah lebih dulu merasakan kesetiaan Allah dalam hidupnya. Kita juga perlu belajar dari Paulus, supaya dalam situasi apapun, jangan pernah kita mundur dari pemberitaan injil Kristus. Sekalipun kita ditolak, bahkan berada dalam ancaman kehidupan, biarlah kita tetap taat kepada Allah. Sebab itulah bukti kesetiaan kita kepada-Nya.

Doa: Kami bersyukur atas kesetiaan-Mu dalam hidup kami. Kami bersatu hati untuk terus berusaha setia juga dalam pelayanan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 Feb – 1 Maret 2025

Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Ketekunan

Minggu, 23 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Miliki Hati Hamba
Penderitaan dan penganiayaan tak dapat dielakkan oleh Paulus dan Barnabas dalam perjuangan memberitakan injil. Namun, Allah tetap menolong Paulus dan Barnabas. Di mana pun mereka berada, Paulus dan Barnabas selalu mendorong jemaat untuk tetap bertekun dalam iman. Mereka tetap memelihara pertumbuhan injil dalam jemaat. Untuk itu mereka menetapkan penatua-penatua, dan bagi jemaat yang masih muda, mereka terus memberikan kekuatan dan nasihat agar dapat memahami dan berani menghadapi resiko hidup sebagai murid Kristus. Seperti Paulus dan Barnabas,kita pun memiliki fungsi dan tanggung jawab yang dipercayakan dalam menjalani hidup ini. Untuk itu, milikilah hati yang menghamba dan sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan muliakanlah Allah melalui apa yang kita lakukan.

Doa: Tuhan, ajarlah kami tetap setia dan tekun dalam menjalani hidup, Amin.

Senin, 24 Februari 2025

bahan bacaan ; Ibrani 10 : 19 – 23

Ketekunan
19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Tahan Untuk Beriman

Beriman kepada Tuhan berarti memberi hidup kita kepada-Nya dan siap mengikuti perintah Tuhan dengan setia. Dalam realitasnya, kita sering diperhadapkan dengan godaan untuk tidak setia. Untuk tetap teguh dalam iman dan setia dalam menjalani panggilan kita, ada dua hal istimewa yang kita terima dari penebusan Yesus Kristus. Pertama, jalan hidup yang baru untuk datang kepada Allah, dan kedua Kristus sendiri sebagai Imam besar agung. Kedua hal inilah yang memampukan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan tekun dan iman yang teguh. Itulah dasar kita memiliki pengharapan yang kokoh kepada Allah. Oleh anugerah Allah di dalam Kristus, kita sudah disucikan dan ditebus. Dengan iman yang teguh, kita melangkah maju penuh pengharapan dan mengisi kehidupan ini dengan melakukan perbuatan baik. Dan terus belajar bertahan di dalam menghadapi tantangan hidup. Hidup yang bertahan dalam pergumulan adalah hidup yang mengandalkan iman kepada Tuhan.

Doa : Mampukan kami Tuhan, untuk menjadii hamba yang setia. Amin.

Selasa, 25 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 1 – 11

Pembelaan Paulus di hadapan Agripa
Kata Agripa kepada Paulus: "Engkau diberi kesempatan untuk membela diri." Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut: 2 "Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku, 3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar. 4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem. 5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 6 Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita, 7 dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi. 8 Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? 9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."

Bersaksi di Tengah Himpitan
Biasanya, ketika seseorang berada dalam situasi genting dan tertindas, jati dirinya akan terlihat. Entah dia marah, entah dia membela diri. Paulus, meskipun dalam keadaan terjepit, tidak mementingkan dirinya sendiri. Paulus malah menggunakan kesempatan itu untuk memberitakan injil. Paulus bercerita tentang pertobatannya kepada raja Agripa. Selain menceritakan pertobatan dan panggilannya, Paulus juga mengajak raja Agripa untuk percaya kepada Yesus. Paulus tidak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli dengan orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan. Adakah kepedulian itu kita miliki juga, kepedulian terhadap orang-orang yang terhilang yang ada di sekitar kita? Seperti Paulus yang di tengah himpitan sekalipun tetap memberitakan tentang keselamatan, marilah kita juga melakukan hal yang sama. Baik ataupun tidak baik keadaan kita, tetaplah bersyukur dan tetap nyatakan kebaikan Tuhan bagi sesama. Mintalah pertolongan Tuhan, agar kita mampu untuk melakukannya.

Doa: Jangan Iman kami goyah Tuhan, Ketika dihajar ujian dan cobaan. Amin.

Rabu, 26 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 1 : 2 – 8

Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Masalah itu Berguna

Masalah itu berguna, ketika mendengar kalimat ini, orang akan berpikir, kita berada dalam situasi yang sulit atau sedang mengalami masalah, masakan masalah itu berguna ? Ada 3 hal yang mau disampaikan. Pertama, melalui masalah kita belajar menjadi tangguh, sebab diuji dan muncullah ketekunan. Dari ketekunan, muncul pribadi yang matang. Kedua, masalah membantu kita kembali dekat dengan Tuhan, kesenangan dunia dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Sebab saat itu kita ingat untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan. ketiga, masalah membantu kita tetap setia. Oleh masalah, kita yang semula kerap mengabaikan firman Tuhan, menjadi sungguhsungguh melakukannya. Mulai hari ini, jangan lagi kita menjadi tawar hati dalam menghadapi masalah. Sebab kita mengerti bahwa masalah itu berguna. Setiap kita mengalami masalah, ketika kita meminta pertolongan Tuhan, kita yakin bahwa semuanya akan terselesaikan. Karena Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita.

Doa: Tuhan, di tengah tantangan apapun mampukan kami untuk bersaksi, Amin.

Kamis, 27 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 5 : 7 – 11

Bersabar dalam penderitaan
7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Sabar Dalam Pengharapan
Seorang petani menceritakan tentang kesulitan yang dihadapinya pada musim tanam. Mulai dari berhentinya hujan dan sulitnya air saat sawah mulai dibajak, hingga serangan hama yang memaksa mereka menanam ulang benih hingga tiga sampai empat kali. Selain menambah pekerjaan, masalah itu tentu menambah keresahan. Solusinya ialah tetap menggarap sawah sebaik mungkin dengan penuh kesabaran seraya berdoa agar hasil panen tidak mengecewakan. Bersabar dalam menghadapi situasi apapun, inilah nasihat Yakobus bagi umat pada saat itu. Yakobus mengajak mereka melihat penderitaan dari sudut pandang Allah. dengan cara ini mereka dapat melihat tujuan akhir penderitaan dalam pengharapan akan kedatangan Tuhan. Terus berbuat baik tanpa lelah, tetap teguh di dalam Tuhan, tetap menyerahkan hidup kepada Allah dalam iman dan pengharapan, sekalipun banyak penderitaan dan tertatih-tatih, Tuhan akan memberikan pertolongan.

Doa: Tuhan, jadikan kami kuat untuk mewartakan kebaikanMu. Amin.

Jumat, 28 Februari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 2 : 1 – 13

Panggilan untuk ikut menderita
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. 8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; 12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; 13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Pejuang Iman

Mau mengalami penderitaan? Pada umumnya orang akan menjawab tidak. Namun, apakah ada hidup tanpa penderitaan? Rasanya tidak. Setiap orang pasti punya penderitaannya sendiri. Lazimnya, orang berusaha melepaskan diri dari penderitaan. Namun, orang percaya justru dipanggil untuk siap menderita. Orang yang memberitakan injil disebut “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”, karena hal itu tidaklah mudah, tantangan serta hambatan senantiasa menghadang. Namun ia rela menanggung derita demi mengabarkan injil Yesus Kristus, Sebagai penggenapan janji Allah dan berita keselamatan bagi manusia, Perjuangan Paulus menjadi contoh. Ia dipenjara namun firman Allah tidak dapat dibelenggu. Paulus terus berkarya dengan sabar demi membimbing sesama kepada keselamatan. Semangat dan perjuangan semacam inilah yang ingin ditularkan Paulus kepada Timotius dan jemaat Allah pada saat itu. Dibutuhkan pejuang iman Kristen yang setia untuk memberitakan tentang keselamatan meski menghadapi berbagai penolakan dan rintangan. Yesus memanggil kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Doa: Sesungguhnya pertolongan akan datang dengan kesabaran. Amin.

Sabtu, 1 Maret 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 1 : 2 – 5

Salam Buah pemberitaan Paulus
2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Mengucap Syukur Apapun Keadaan Kita

Ketekunan dapat diartikan sebagai ketetapan hati yang kuat atau teguh untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apapun. Ketekunan juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakan. Sikap ketekunan dimiliki oleh jemaat Tesalonika. Jemaat ini adalah buah karya penginjilan Rasul Paulus. Jemaat ini memberi diri sepenuhnya untuk membantu Paulus dalam pelayanan penginjilannya. Karena itu, ketika rasul Paulus sedang berada di Korintus, dia menyurati jemaat Tesalonika untuk menyatakan apresiasinya atas komitmen dan konsistensi mereka memberitakan Injil. Paulus juga bersyukur atas ketaatan dan ketekunan pengharapan mereka pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Setiap waktu, Paulus menyebut jemaat Tesalonika dalam doanya kepada Tuhan. Hari ini kita telah memasuki kehidupan baru di bulan Maret. Kita sungguh bersyukur atas kesempatan hidup yang masih Tuhan anugerahkan. Seperti apapun keadaan kita nanti di hari ini atau di sepanjang bulan ini, kita harus tekun mengucap syukur. Bukan hanya pada saat keadaan sedang baik, tetapi juga ketika keadaan kita tidak baik. Teruslah bertekun menjaga pengharapan kita kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolong kami selalu bertekun mengucap syukur setiap hari, amin

*SUMBER : SHK FEB-MARET 2025, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja yang Tangguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Pengharapan

Minggu, 16 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 62 : 1 – 13

Perasaan tenang dekat Allah
Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela 5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela 9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 11 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Bertumbuh Dalam Pengharapan

Saya seorang ibu berusia 41 tahun dan memiliki seorang anak perempuan yang berusia 7 tahun. Pernikahan saya telah berjalan selama 8 tahun. Mertua saya selalu menekan saya karena belum memberikan mereka seorang cucu laki-laki. Kata mereka, perempuan itu tidak akan menyandang nama keluarga mereka sebab akan mengikuti marga suaminya kelak. Sebenarnya saya juga memiliki kerinduan yang sama. Situasi ini juga adalah gambaran ketidaktenangan pemazmur. Tetapi bagi pemazmur, hanya dekat Allah saja ia tenang. Allah adalah gunung batu dan pada Allah terletak keselamatan dan kemuliaan. Saya percaya pada kata Firman Tuhan seperti yang dibilang dalam Mazmur : percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu kepada-Nya, Allah ialah tempat perlindungan yang kekal. Itu sebabnya saya pun tetap memberi diri untuk tetap dekat kepada Tuhan dan puji Tuhan, sekarang saya telah memiliki seorang anak laki-laki. Marilah tetap berharap kepada Tuhan.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup saling berbagi, ,Amin.

Senin, 17 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 42 : 1 – 6

Kerinduan kepada Allah
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Pengharapan Dalam Kegelisahan

Gelisah adalah kata yang tepat menggambarkan situasi dimana kita merasa tidak nyaman. Ada hal sensitif yang ingin sekali kita wujudkan tetapi kenyataannya adalah berbanding terbalik dengan yang diharapkan. Ini hal yang manusiawi sebab inilah realita hidup. Tetapi di dalam menyikapi situasi seperti ini, tindakan seperti apa yang tepat yang bisa dilakukan? Kita mungkin akan mencoba menutupi kegelisahan. Tetapi yang namanya gelisah, itu sama sekali tetap bisa terbaca melalui gerak gerik dan nada bicara kita. Hari ini pemazmur menawarkan kepada kita solusi untuk tidak gelisah. Pemazmur berkata kepada dirinya : mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? berharaplah kepada Allah sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku. Pemazmur merasa bahwa apapun caranya ia tidak bisa melepaskan diri dari kegelisahan. Pemazmur meyakini yang bisa menolongnya hanyalah ketika ia menaruh harapan kepada Tuhan. Marilah menaruh harap selalu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menghadapi musuh kami, Amin.

Selasa, 18 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 42 : 7 – 12

6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar. 7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. 8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku. 9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?" 10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?" 11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Pengharapan Dalam Menghadapi Tekanan Musuh

Hidup ini bukan hanya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita. Musuh adalah tipikal manusia yang juga pasti akan ada. Mereka selalu mencoba membuat kita merasa tidak nyaman,susah dan menderita. Tekanan yang diberikan mereka bisa saja dalam berbagai bentuk. Kita bisa saja kemudian merasa seolah sendiri bahkan Tuhan pun terkesan melupakan kita. Pemazmur mengungkapkan kebenaran ini. Musuhnya secara berulang terus mempertanyakan dimanakah Tuhan yang dipercayainya. Ia merasa sangat tertekan. Kegelisahan seolah menyergap dirinya. Tetapi kemudian ia menyadari. Tuhan masih ada. Tuhan punya kuasa. Allah adalah gunung batu tempat perlindungan yang kekal. Musuh tidak memiliki kuasa melebihi kuasa Tuhan. janganlah takut menghadapi musuh sebab kita masih punya Tuhan. Tetaplah percaya Allah!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk tetap berharap pada-Mu, amin

Rabu, 19 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 161 – 168

161 Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar. 162 Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan. 163 Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai. 164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. 165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. 166 Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. 167 Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. 168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

Pengharapan Akan Firman Tuhan

Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri. Namun dalam prakteknya, tidak selamanya semua orang bebas melakukan apa saja. Ada hukum yang mengatur; mengikat dan menjadi pedoman. Kehidupan sebagai orang percaya juga demikian. Kita punya Firman Tuhan yang menuntun. Selain itu Firman Tuhan juga menguatkan kita tatkala menghadapi tantangan hidup. Tidak selamanya kita kuat dalam menghadapi persoalan hidup. Ada saatnya dimana kita bisa rapuh, tidak berdaya dan membutuhkan petunjuk sebagai arah hidup. Kita memerlukan Firman Tuhan. Pemazmur menyatakan betapa ia mencintai Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan, ia tahu bagaimana menghadapi hidup yang keras. Ia memiiki Tuhan yang luar biasa. Damai sejahtera dimilikinya tatakala Firman Tuhan menjadi bagian yang menyatu di dalam hidupnya. Marilah kita belajar mencintai Firman Tuhan.

Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu disepanjang hidup kami, Amin.

Kamis, 20 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 131 : 1 – 3

Menyerah kepada TUHAN
Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Berserah Dan Berharaplah Hanya Pada Tuhan

Seperti apakah gaya hidup Kekristenan yang memperlihatkan gereja teguh? Berserah dan berharap hanya kepada Allah adalah jawabannya. Gereja dibentuk oleh Tuhan. Tuhan yang memanggil dan mengutus gereja. Sebagai milik Tuhan, maka yang dapat dilakukan sebagai gereja adalah tidak lain hanya berserah dan berharap hanya kepada Tuhan. Kebenaran ini kadang kala kita lupakan. Kita lupa Tuhan yang membentuk kita sehingga kadang kala melalui pelayanan apapun, pujian manusia itu dicari. Kita tidak menaruh Tuhan di depan semua perencanaan sehingga kita andalkan kekuatan diri sendiri. Ketika dalam tekanan persoalan, yang dilakukan bukanlah mendekatkan diri kepada Tuhan, sebaliknya kita melarikan diri dari persoalan. Sebagai gereja yang teguh hendaklah kita berserah dan berharap kepada Allah dari sekarang sampai selama-lamanya. Inilah yang dikatakan pemazmur. Semoga itu juga menjadi bagian dalam keseharian hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menaruh harap pada-Mu melalui kedekatan pada Firman-Mu , Amin.

Jumat, 21 Februari 2025

bahan bacaan ; Mazmur 71 : 1 – 6

Doa minta perlindungan di masa tua
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. 2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! 3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. 4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. 5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. 6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.

Pengharapan Sepanjang Hidup Kepada Tuhan

Kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai di hatiku, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti sungai di hatiku. Ini adalah lirik lagu yang biasa dinyanyikan terutama oleh anak sekolah minggu. Kedengaran biasa tetapi siapapun yang menciptakannya pasti hendak menanamkan pesan. Salah satu pesannya adalah bahwa kasih Tuhan itu tidak terbatas waktu. Kasih Tuhan itu berlangsung di sepanjang kehidupan ini. Ini pula yang mesti menjadi pengharapan kita. Sebagaimana yang diungkapkan dalam teks Mazmur ini. Ia meyakini Tuhan sebagai tempat perlindungan. Tuhan adalah gunung batu perlindungan. Sejak muda bahkan dari kandungan, Tuhan yang dipuji. Kita ada di dalam dunia yang penuh dengan beraneka ragam persoalan. Marilah di sepanjang hidup ini, kita membangun pengharapan hanya kepada Tuhan.

Doa : Ajarlah kami berharap hanya kepadaMu ya Tuhan. Amin.

Sabtu, 22 Februari 2025

bahan bacaan : Amsal 10 : 28

28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia

Harapan Orang Benar,Membawa Sukacita

Bagaimana orang meraih harapannya, akan menentukan pula hasil atau dampaknya. Amsal mengajarkan, orang benar akan meraih harapannya dengan jalan yang benar, mereka menaruh harapannya pada sesuatu yang ada di masa depan. Mereka hidup takut akan Allah. Hidup dalam kesalehan, supaya hari – harinya tidak saja akan menjadi banyak, tetapi hari – harinya dipenuhi kebahagiaan. Sementara kejahatan memperpendek usia orang dan menghancurkan harapan mereka. Tahun – tahun orang fasik, akan dihabiskan untuk menikmati dosa dan perkara dunia. Dan pengharapannya akan berganti menjadi keputusasaan yang tiada habisnya. Amsal mengingatkan kita, jadilah orang benar dalam meraih cita – cita dan harapan. Buktinya ada pada hasil, apa yang kita raih mendatangkan sukacita dan bahagia bagi kita, serta berdaya guna bagi orang lain. Jangan iri pada jalan orang fasik, sekali pun seolah meraih apa yang mereka inginkan. Tetap berharaplah pada Tuhan, maka hidupmu pasti diberkati.

Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu, Amin.

*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 9 – 15 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuhlah Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Kasih

Minggu, 09 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Kor 13 : 1 – 13

Kasih
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Milikilah Kasih

Ada banyak hal yang terlintas dalam pikiran kita jika diperhadapkan dengan pertanyaan, apa yang paling penting dalam hidupmu? Atas pertanyaan itu kita dapat memberi jawaban misalnya: keluarga, karir, pelayanan, dll. Namun pada bagian bacaan kita, rasul Paulus hendak menegaskan bahwa tidak ada hal yang paling penting dalam hidup ini selain memiliki kasih (ay. 1-3). Kasih yang dimaksudkannya yaitu kasih agape yang menunjuk pada kasih Allah. Kasih itu sabar, baik hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu dan tidak berkesudahan (ay. 4-8), harus dimiliki sebagai orang percaya. Namun, apa yang menjadi alasan kita harus memiliki kasih? Sebab Allah yang kita sembah sudah lebih dahulu menyatakan kasih-Nya bagi kita. Kasih kepada Allah harus diwujudnyatakan dalam kehidupan antara sesama manusia maupun ciptaan-Nya yang lain. Biarlah kasih tidak hanya dipahami sebatas pengetahuan saja, melainkan dimiliki dan diterapkan dalam kehidupan keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Memang hal ini tidaklah mudah, akan tetapi mengupayakannya adalah tanggungjawab bersama sebagai orang-orang yang percaya kepada Allah. Oleh sebab itu bertumbuh dan milikilah kasih, sebab tanpa kasih dalam diri kita maka hal yang paling berharga sekalipun sesungguhnya tidak akan berarti.

Doa: Dengan kasihMu Tuhan, kami tetap berkomitmen supaya menghentikan pilih kasih. Amin.

Senin, 10 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 2 : 8-9

8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Stop Pilih Kasih

Berdiri sama tinggi duduk sama rendah merupakan suatu ungkapan yang hendak menegaskan tentang kesetaraan manusia sebagai ciptaan. Oleh karena memiliki derajat yang sama, maka tidaklah baik dan benar jika sesama dibeda-bedakan hanya karena status sosial yang dimiliki. Ini jugalah yang dimaksudkan oleh penulis lewat nasihatnya yang mendorong jemaat kristen saat itu, supaya menjauhi hal-hal yang jahat dan mematuhi hukum Allah yang sempurna seperti menolong yatim piatu, para janda dan sesama yang membutuhkan. Sebab hanya dengan demikian menunjukkan keberadaan hidup mereka yang terus bertumbuh dalam kasih kepada sesama. Kasih itu jugalah yang menggerakkan agar kita tidak memandang rendah orang lain atau melakukan sesuatu dengan tidak memandang muka. Artinya kasih punya peranan yang penting bagi pribadi seseorang untuk menjalani kehidupan bersama dengan orang lain. Hal ini disampaikan sebab tindakan pilih kasih seringkali kita perankan baik secara sadar tetapi juga sebaliknya. Realita ini dapat di temui baik dari lingkungan keluarga, hidup bergereja dan bermasyarakat. Namun melalui firman ini kita diingatkan untuk tetap hidup dalam kasih dan tidak memandang muka hanya karena perbedaan status sosial. Teruslah mengasihi satu dengan yang lain dan tetap berkomitmen supaya menghentikan sikap pilih kasih.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami agar semakin bertumbuh dan memiliki kasih. Amin.

Selasa, 11 Februari 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 43-48

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Mengasihi Tanpa Batas

Kasih yang kita miliki tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri melainkan juga kepada sesama. Pertanyaannya, apakah kita akan tetap menyalurkan kasih itu kepada mereka yang juga adalah musuh kita? Memang hal ini tidak mudah dilakukan karena berbagai alasan yang mendasarinya. Akan tetapi dalam pengajaran-Nya di atas bukit Yesus berkata: kasihilah musuh-musuhmu (ay. 44a). Pernyataan Yesus kala itu hendak mengajarkan kepada pendengar-Nya tentang hal mengasihi secara utuh. Sebab menjadi anak-anak Allah tidak hanya mengasihi mereka yang juga mengasihi kita, tetapi mengasihi dengan tidak memandang bulu termasuk mengasihi musuh. Selanjutnya Yesus menegaskan agar pendengar-Nya juga mendoakan mereka yang menganiaya (ay. 44b). Artinya setiap perbuatan jahat tidak dibalas dengan jahat pula melainkan dengan kasih. Mengapa demikian? Sebab kasih tidak ada batasnya. Kendatipun sulit untuk dilakukan namun pengajaran Yesus ini harus dihidupi oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Melalui kebenaran firman Tuhan saat ini kita semua diajarkan untuk terus mengasihi semua orang dan mendoakan mereka yang dianggap musuh. Dengan begitu kita akan semakin bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak membatasi kasih, melainkan menyalurkannya secara utuh kepada semua orang. Biarlah kasih yang selalu kita nyatakan itu senantiasa dirasakan dan dialami juga oleh orang-orang yang berada di sekitar kita. Tetaplah berkomitmen untuk menjadi teladan kasih serta teruslah mengasihi semua orang tanpa batas sebab Allah tidak menghendaki kita membatasi kasih.

Doa: terima kasih Bapa, firmanMu mengajarkan kami untuk tetap saling mengasihi. Amin.

Rabu, 12 Februai 2025

bahan bacaan : Roma 13 : 8 – 14

Kasih adalah kegenapan hukum Taurat
8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. 11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Saling Mengasihi

Sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik, demikian juga semestinya kita memperlakukan orang lain. Dengan begitu perlakuan baik tidak hanya berjalan satu arah saja tetapi dua arah. Artinya hal-hal yang baik itu tidak dialami dan dirasakan oleh salah satu pihak saja melainkan oleh semua pihak. Demikian juga dengan nasihat Paulus bagi jemaat kristen di Roma tentang cara hidup mereka agar saling mengasihi sebagai sesama manusia. Bagi Paulus, orang yang hidup saling mengasihi sesungguhnya telah memenuhi hukum taurat (ay. 8). Pernyataan Paulus ini menunjukkan betapa pentingnya perihal saling mengasihi. Oleh sebab itu hal dimaksud benar-benar harus dihidupi oleh semua orang percaya. Jadi hal demikian tidak hanya sebatas wacana saja tetapi harus diwujudnyatakan dalam sikap, tutur kata dan perbuatan dari waktu ke waktu baik dalam lingkungan keluarga, gereja maupun masyarakat. Dengan adanya kesadaran untuk saling mengasihi membuat kita menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki Allah. Misalnya seperti yang disampaikan Paulus agar kita hidup jangan dalam pesta pora, bermabuk-mabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati (ay. 13). Karena itu mengasihi satu dengan yang lain harus tetap menjadi prinsip hidup yang terus dipertahankan. Tetap bertumbuh dalam kasih dan jadilah pribadi-pribadi yang saling mengasihi satu dengan yang lainnya.

Doa: mampukan kami Tuhan untuk mengasihi tanpa batas. Amin.

Kamis, 13 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 16 – 17

16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Jadilah Teladan

Menyandang identitas diri sebagai orang percaya tidak dapat dilepaspisahkan dari cara hidup yang baik dan benar. Artinya identitas dimaksud haruslah nyata terlihat dari karakter hidup kita. Dikatakan demikian karena ada banyak orang juga yang mengaku sebagai orang percaya tetapi cara hidupnya tidak mencerminkan identitas tersebut. Karena itu pada bagian bacaan kita, Petrus menasihati jemaat kristen saat itu agar tetap menerapkan cara hidup yang baik dalam menjalani kehidupan mereka sebagai hamba Allah. Ada beberapa hal yang ia ingatkan agar tetap menjadi perhatian antara lain hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah dan hormatilah raja (ay. 17). Pernyataan ini menunjukkan karakter hidup yang baik dan benar secara utuh. Disampaikan demikian sebab tidak hanya berkaitan dalam membangun relasi dengan Tuhan saja tetapi juga dengan sesama manusia. Dengan cara hidup yang demikian maka orang percaya telah memiliki kasih yang sesungguhnya dan dapat menjadi teladan bagi orang lain yang berada di sekitar mereka. Nasihatnya ini haruslah juga mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh kita semua sebagai orang percaya di masa kini. Sebab hanya dengan demikian menunjukkan keberadaan hidup kita yang terus bertumbuh dalam kasih dan menjadi teladan bagi sesama. Pastikanlah karakter hidup yang kita tampilkan dalam kehidupan setiap hari, merupakan karakter yang mencerminkan kehidupan sesuai identitas kita sebagai orang percaya. Dengan cara hidup demikian kita dapat menjadi contoh atau teladan yang baik bagi semua orang yang berada di sekitar kita.

Doa: Roh Kudus, kuasailah kami agar menjalani hidup dengan tidak menghakimi. Amin.

Jumat, 14 Februari 2025

bahan bacaan : Matius 7 : 1 – 5

Hal menghakimi
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Jangan Menghakimi

Salah satu wujud nyata hidup kita yang terus bertumbuh dalam kasih yaitu ketika kita tidak saling menghakimi satu dengan yang lain. Inilah juga yang ditegaskan oleh Tuhan Yesus ketika mengajarkan orang banyak di atas bukit. Perintah agar jangan menghakimi nampak jelas ketika Ia berkata: mengapa engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (ay. 3). Maksudnya ialah agar kita tidak menghakimi orang lain sebelum melihat diri sendiri. Itu berarti perilaku yang suka menghakimi perlu dihindari. Hal ini dilakukan atas kesadaran, bahwa semua orang berdosa dan hanya Allah yang berhak untuk menghakimi. Kendatipun demikian perihal saling menghakimi masih terus dijumpai dalam realitas hidup orang percaya dewasa ini. Oleh karenanya, firman Tuhan saat ini sekali lagi mengingatkan kita agar jangan menghakimi supaya hal demikian juga tidak diperlakukan bagi kita (ay. 1). Dari pada terus-menerus melihat kesalahan orang lain, alangkah lebih baik bila kita membenahi diri dan saling mengasihi. Dengan begitu keberadaan hidup kita akan lebih berarti, sebab kita terus menebarkan energi positif bagi orang-orang di sekitar. Hindarilah perilaku menghakimi dan terus belajar mengintrospeksi diri dari waktu ke waktu. Berkomitmenlah untuk menaati firman Tuhan dengan tidak menghakimi melainkan lebih mengasihi semua orang sebagai sesama.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar tetap menjadi teladan yang baik bagi sesama. Amin.

Sabtu, 15 Februari 2025

bahan bacaan : Markus 10 : 17 – 27

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" 20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Bertumbuh Melalui Hidup Berbagi

Ani membawa anaknya Nia yang masih kecil ke gereja. Sebelumnya ia mengajari Nia memberikan persembahan. Hanya saja di hari Minggu itu, Nia menangis. Ani kebingungan dan menanyakan alasan ia menangis. Ternyata ia tidak mau memberi persembahan. Ia ingin membeli permen dengan uang itu. Kita mungkin akan berkata bahwa anaknya Ani masih kecil jadi ia belum memahami hakekat memberi. Tapi sesungguhnya apa yang diceritakan tidak beda jauh dengan kisah seorang kaya yang tidak mau berbagi. Semua kebaikan telah ia kerjakan tetapi kalau soal berbagi adalah hal yang tidak mau dilakukannya. Ia tidak rela bila harus membagi apa yang ia miliki dengan lain. Hartanya jauh lebih berharga dari apapun. Itulah sebabnya ia meninggalkan Tuhan Yesus dengan tidak mengikuti apa yang dikatakan-Nya. Perilakunya tidak mencerminkan keberadaannya bertumbuh sebagai gereja yang teguh yakni gereja yang hidup dengan saling berbagi.

Doa : Tuhan Yesus tolong kami agar tidak gelisah, Amin

*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 2 – 8 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuhlah Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Iman

Minggu, 02 Februari 2025

bahan bacaan : Daniel 6 : 1 – 29

Gua singa
(6-2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 2 (6-3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. 3 (6-4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. 4 (6-5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 5 (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!" 6 (6-7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 7 (6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 8 (6-9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 9 (6-10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu. 10 (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 11 (6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 12 (6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 13 (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." 14 (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. 15 (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" 16 (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" 17 (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. 18 (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. 19 (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 20 (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" 21 (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! 22 (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." 23 (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. 24 (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. 25 (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 26 (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. 27 (6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa." 28 (6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Iman Yang Menyelamatkan

Kisah Daniel di Gua Singa adalah kisah heroik yang sungguh memberikan spirit bagi setiap orang percaya bahwa dalam Keyakinan yang sungguh kepada Allah, tidak ada yang mustahil. Daniel diselamatkan! Kesaksiannya pada ayat 23 adalah bukti bahwa orang-orang tulus hati dan jujur di hadapan Tuhan serta manusia pasti diselamatkan. Pada akhirnya, mereka yang memfitnah Daniel justru dihukum dan menuai apa yang mereka tabur. Dari kisah Daniel, kita belajar bahwa orang yang jujur, tulus dan hidup sesuai kehendak Tuhan pasti selamat. Mengandalkan Tuhan sebab menyadari bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya penolong adalah wujud Iman yang berakar pada diri setiap orang percaya. Oleh karenanya, hidupkan Iman itu, tetap bertumbuh pada Iman yang mengarah hanya kepada Tuhan sang penyelamat. Janganlah mengandalkan diri sendiri, kekuatan dan kehebatan manusia tidaklah berfaedah jika Iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus tidak bertumbuh. Setiap kita akan diperhadapakan dengan ‘singa2 masalah yang siap menerkam kapan dan dimana saja. Namun, ketika kita berlaku jujur, tulus dan benar dihadapan Tuhan maka ‘singa-singa’ atau masalah itu tidak akan mematikan kita justru akan membangkitkan Iman yang lebih kuat sebab Allah telah menyelamatkan kita. Marilah, perkuat Iman kepada Tuhan, pelihara dan yakinilah.

Doa: Ya Tuhan, teguhkanlah Iman kami. Amin.

Senin, 03 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 8 – 10

8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. 9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. 10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.

Dengan Iman, Selamatlah Engkau!

Dia berjalan dan melompat, Puji Hu,, Dalam Nama Yesus, berjalanlah engkau’ penggalan lirik ini merupakan lagu sekolah minggu yang terinspirasi dari kisah seorang lumpuh yang termuat dalam bacaan kita hari ini. Di Listra, dikisahkan ada seseorang yang lumpuh sejak lahir, ia duduk dan mendengar Paulus berbicara. Paulus menatapnya dan melihat bahwa ia beriman, sehingga pasti dapat diselamatkan. Lalu Paulus menyuruhnya untuk berdiri, seketika ia pun berdiri dan dapat berjalan. Mujizat yang terjadi pada orang lumpuh ini menyirat makna bahwa hanya dengan memiliki Iman yang sungguh akan Kuasa Allah, Allah akan menyatakan kemuliaanNya lewat orang-orang yang IA percayakan untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dan Jamahan Kasih Tuhan. Disekitar kita ada mereka yang membutuhkan pertolongan. Membalut luka hati yang putus asa dan hilang harapan bahkan mengulurkan tangan bagi mereka yang berkekurangan. Iman yang demikian mesti dikelola dan dipelihara sebab sangat berdampak baik bagi keutuhan relasi antar sesama bahkan juga relasi dengan Tuhan. Jika kita pernah melakukan kebaikan dan memiliki hati yang tergerak untuk menolong sesama itu sungguh menjadi sukacita bagi mereka yang mendapatkannya. Laksana orang lumpuh yang berloncat-loncat kegirangan itulah sukacita yang kita rasakan pula ketika memiliki Iman yang mau menggerakkan.

Doa: Gerakkan hati kami Tuhan, untuk menjadi penolong bagi sesama kami.. Amin.

Selasa, 04 Februari 2025

bahan bacaan : Kejadian 15 : 1 – 6

Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." 2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Menanti Penggenapan Janji Tuhan

Manusia berjanji seringkali berkhianat, manusia berjanji seringkali tidak ditepati, manusia berjanji seringkali berujung pada kekecewaan. Tetapi, Janji Tuhan tidak pernah mengecewakan, tidak pernah tidak ditepati, selalu tepat pada waktunya. Benar adanya kalimat-kalimat yang disampaikan itu, bahwa janganlah percaya sepenuhnya pada janji manusia sebab dapat mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diucapkan. Hanyalah, percaya pada janji Tuhan yang sungguh dan pasti ditepati. Abraham bergumul bersama istrinya, Sarai untuk memiliki keturunan. Dalam waktu yang tidak cepat dan tidak mudah pergumulan itu dibangun bersama Tuhan. Sungguh, ujian Iman yang tidak mudah dilalui oleh Abraham untuk memiliki keturunan. Belajar dari kisah Abraham, kita diingatkan untuk mempercayakan seutuhnya kehidupan kita pada janji dan rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Ingatlah, bahwa Tuhan yang berjanji pasti akan digenapi. Persoalannya, apakah kita siap menanti penggenapan janji itu? Kemanusiaan kita sering membuat kita tidak sabar menanti penggenapan janji Allah sehingga kita sering menyalahkanNya jika janji itu belum tergenapi. Oleh karenanya, Percayalah, Nantikanlah penggenapan Janji Tuhan, sebab Janji Tuhan Ya dan Amin serta mendatangkan Kebaikan dan sukacita.

Doa: Ya Tuhan, kami menantikan Janji SetiaMu yang menyelamatkan. Amin

Rabu, 05 Februari 2025

bahan bacaan : Markus 7 : 24 – 30

Perempuan Siro-Fenisia yang percaya
24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

“Remah-remah” Yang Menghidupkan

Perempuan Siro-Fenisia mendatangi Yesus ketika mendengar Yesus berada di daerah Tirus. Maksud perjumpaan itu ialah Perempuan ini ingin Yesus menyelamatkan anaknya yang sedang kerasukan setan. Ketika maksud itu disampaikan kepada Yesus, jawab Yesus kepadanya dengan sebuah perumpamaan (baca ayat 27). Dari perumpamaan itu, dengan bijak sang perempuan menjawab Yesus bahwa remah-remah yang jatuh pun akan dinikmati oleh anjing. Jawaban perempuan itu merupakan wujud kepercayaannya pada Kuasa Tuhan dan benar saja, Tuhan Yesus mengatakan bahwa jawaban perempuan itu menyelamatkan anaknya. Remah-remah adalah sisa-sisa makanan yang terbuang, dalam konteks pergumulan Perempuan Siro Fenisia itu, Remah-remah dilihat sebagai Iman yang justru membawa keselamatan. Sesunggunya, dalam kehidupan kita ada banyak sekali ‘remah-remah’ yang dapat menjadi kekuatan dan menyelamatkan kita dari persoalan yang kita alami. Jangan abaikan ‘remah-remah’ yang masih ada dalam kehidupan kita, sedikit saja kita memperhatikan dan mendayagunakan ‘remah-remah’ itu maka kita pasti akan merasakan sukacita. Remah itu adalah rasa Percaya kita pada Kuasa Tuhan. Taruhlah kepercayaan itu pada KuasaNya, maka semua persoalan kita pasti akan diselesaikan oleh KemuliaanNya.

Doa: Kami Percaya Tuhan, Engkau Penolong kami di dalam kesesakan. Amin.

Kamis, 06 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 17 : 40 – 47

Perkelahian Daud dengan Goliat
40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. 41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. 42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. 43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang." 45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Tuhanlah Perisaiku, Ku Tak akan Takut!

Daud dan Goliat ada dalam sebuah pertarungan yang sengit dan menegangkan. Goliat menggunakan pedang dan tombak sedangkan Daud hanya menggunakan Umban/ Katapel dan yang terpenting bagi Daud ialah Nama Tuhan yang menjadi perisainya. Daud menerima penghinaan dan dianggap remeh oleh Goliat, sebab dilihatnya Daud masih muda dan belum berpengalaman. Namun Alkitab menyaksikan Goliat kalah menghadapi Daud. Kekalahan Goliat ini mengajarkan kita untuk tidak bermegah dengan kekuatan, kekuasaan dan kekayaan kita sebab semua akan sirna jika Tuhan tidak berkehendak untuk kita yang mengandalkan hal-hal duniawi tersebut. Bahkan kita juga belajar untuk tidak memandang rendah orang lain dengan keterbatasan atau kelemahan mereka, sebab bisa saja dari kelemahan itu Tuhan mengangkat menjadi pemenang. Nilai lain yang kita pelajari dari bacaan ini juga adalah Mengandalkan Tuhan dalam menghadapi tantangan. Tuhanlah satu-satunya Perisai dan Penolong bagi kita yang diterpa dengan berbagai tantangan hidup. Tetaplah tunduk pada Kedaulatan dan Kemahakuasaan Tuhan itu, sebab jika hanya mengandalkan kekuatan kita, semua akan sia-sia. Janganlah takut, jangan khawatir dan cemas, tantangan kita akan diubah dengan kemenangan jika Tuhan yang menjadi Perisai.

Doa : Terima Kasih Tuhan, telah menjadi Perisai atas Persoalan hidup kami. Amin.

Jumat, 07 Februari 2025

bahan bacaan : II Raja-Raja 6 : 8 – 18

Tindakan Elisa dalam peperangan melawan Aram
8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang." 9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: "Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana." 10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja. 11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?" 12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu." 13 Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan." 14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu. 15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" 16 Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." 17 Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. 18 Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Doa Adalah Kekuatan

Kekuatan Doa orang-orang yang tulus dan sungguh-sungguh akan mendatangkan keselamatan dan kebaikan. Elisa meyakini Kuasa Doanya kepada Tuhan sehingga menyelamatkan bangsa Israel dari amukan Raja Aram. Jika Elisa tidak berdoa maka bangsa Israel akan binasa di tangan Bangsa Aram. Hampir saja mereka diserang dan dibinasakan. Elisa menyadari sungguh bahwa Tuhan saja yang dapat menyelamatkannya bersama smua orang Israel, maka Berdoalah dia. Seringkali Doa yang kita sampaikan kepada Tuhan masih diliputi dengan keragu-raguan, ketakutan dan kekhawatiran. Padahal, jika kita meyakini Doa memiliki Kuasa, maka Yakinilah. Elisa mengajarkan kepada kita bahwa Doa yang dipanjatkan dengan sungguh dan penuh keyakinan akan dikabulkan oleh Tuhan. Oleh karenanya, dalam semua gumulan kita yang didasari dengan Doa pasti akan membawa Berkat. Berdoa dengan keyakinan dan kepasrahan bahwa tidak ada yang melebihi kuasa Allah dalam Doa yang kita panjatkan itu memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menenangkan, menyembuhkan, memulihkan dan menolong. Bangun Relasi dengan Tuhan dalam doa-doa kita. Berdoa bersama keluarga di meja makan, di kamar tidur, di ruang-ruang hati kita. Teruslah Berdoa dan Yakini, Tuhan akan menjawab Doa dan Gumul kita jika kita Percaya Kuasa Doa itu. Bukankah Doa orang benar, besar Kuasanya?

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk memiliki Keyakinan akan Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Amin.

Sabtu, 08 Februari 2025

bahan bacaan : Lukas 7 : 1 – 10

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Hidup Dalam Kerendahan Hati

Memiliki jabatan dan kekuasaan sering kali menjadikan kita tinggi hati dan memandang rendah orang lain. Kendatipun realitas ini dapat kita temui dimana-mana, namun hal yang berbeda justru nampak dalam pribadi seorang perwira di Kapernaum dalam bacaan kita. Kerendahan hatinya itu nampak dari cara ia bersikap serta memperlakukan hambanya (ay. 2-3). Hal yang sama pun terlihat ketika sang perwira menganggap dirinya tidak layak menemui dan menerima Yesus di dalam rumahnya, untuk menyembuhkan hambanya (ay. 6-7). Terkait dengan itu sang perwira hanya meminta Yesus untuk mengatakan sepatah kata dan dalam keyakinannya ia meyakini hambanya akan sembuh. Keyakinannya terhadap kuasa Yesus lahir dan bertumbuh hanya dengan mendengar mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Pengalaman iman seperti ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita sebagai orang percaya, agar semakin bertumbuh dalam iman percaya kepada Yesus. Salah satu wujud bertumbuhnya iman kita kepada-Nya yaitu hidup dalam kerendahan hati. Karena itu sekalipun kita dianugerahi jabatan dan kekuasaan serta kekayaan yang berlimpah, tetaplah rendah hati di hadapan-Nya. Sebab dengan kerendahan hati, kita akan mengakui kemahakuasaan Allah dan keterbatasan kita sebagai manusia. Tetaplah rendah hati dan pastikanlah iman kita terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami agar tetap rendah hati sebagai wujud iman kepada-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Berharap pada Allah Yang Menyelamatkan

Minggu, 01 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mikha 7 : 7- 13

Pengharapan baru bagi Sion
7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: "Di mana TUHAN, Allahmu?" Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.

Ku menunggu dan mengharapkan Allah.

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu advent pertama di bulan Desember. Ada fase dan tahap tertentu dari hidup yang telah terlampaui. Ada siklus musim yang silih berganti. Hidup dalam berbagai musim terutama musim kesukaran, penderitaan, tanpa harapan dan kesempatan, kita harus melihatnya sebagai sebuah fase yang tidak akan abadi. Musim itu pasti berlalu. Umat Isarel juga mengalami fase-fase kehidupan di musim kesukaran dan penuh penderitaan sebagaimana kata-kata nabi Mikha dalam bacaan ini. Tetapi Mikha berpengharapan dan menguatkan iman umat Israel untuk terus menunggu dan mengharapkan Allah yang menyelamatkan mereka dari berbagai kesempitan hidup. Umat Israel harus bertahan dan bersabar sebab ada pengharapan yang pasti. Tuhan akan menyelamatkan pada waktuNya.Menghadapi apapun dalam hidup kita, kesukaran dan krisis atau penderitaan,memang dimana-mana kita melihatnya. Tetapi jangan berhenti disitu, tetaplah bertahan dan berpengharapan. Tuhan selalu menginmkan tanda pengharapan supaya kita tetap bertahan.Oleh sebab itu besarkanlah hati, kuatkan semangat dan berpengharapanlah supaya kita sendiri kuat untuk menjadi orang yang memberi pengharapan bagi sesama yang lemah dan susah.

doa : Ya Tuhan mampukanlah kami agar tetapsetia menjaga relasi denganMu dan sesama kami. Amin.

Senin, 02 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 38 : 14-23

13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 16 (38-17) Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!" 17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan; 18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku. 19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab; 20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik. 21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku! 22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

Bejana Pengharapan.

Kapal Mercy Ship adalah rumah sakit yang pertama di dunia ini, yang beroperasi sejak tahun 1978.Kapal ini pergi kemana-mana,ke pulau terpencil, mengunjungi pasien-pasien yang sakit dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya pengobatan. Mereka mengobati banyak orang. Vivalina adalah salah seorang gadis di pulau Madagaskar, ia cacat kaki, bengkok tulang yang parah sekali sehingga tidak bisa berjalan. Tetapi pada suatu hari Mercy Ship singgah di Madagaskar dan melakukan operasi untuk gadis ini sehingga ia berhasil dipulihkan dan punya kemampuan untuk berjalan kembali. Bagi Vivalia, datangnya Mercy Ship adalah sinyal pengharapan yang menyelamatkannya.Betapa mulianya hati orang-orang yang ada di Mercy Ship itu, sebab itulah kapal tersebut dijuluki “bejana pengharapan’. Pemazmur dalam penderitaan kesakitannya, juga mengharapkan Tuhan jangan meninggalkannya. la percaya Tuhan segera menolong dan menyelamatkannya. Pengharapannya kepada Tuhan sungguh kuat. Firman Tuhan ini mengingatkan, Tuhan bukan hanya menginginkan untuk kita mencari isyarat pengharapan, tetapi adakalanya menjadi sinyal pengharapan bagi orang lain supaya banyak orang tahu Tuhan itu ada. Jika Tuhan itu ada, pengharapan selalu tersedia dan masa depan juga ada.

doa : Ya Tuhan tolonglah kami untuk menjadi sinyal pengharapan bagi yang lemah dan susah. Amin.

Selasa, 03 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 39 : 8 -14.

7 (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap. 8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! 9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak. 10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu. 11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela 12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku. 13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"

KepadaMu aku berharap.

Seorang ibu janda dalam ibadah persiapan menyongsong adventus, menyampaikan doanya: “ya Tuhan Allah, dari tengah kegelapan hamba berseru, dari tengah kesukaran hamba berbisik kata. Kirimkanlah orang-orang yang tulus membawa pengharapan kepada dunia yang sedang sakit ini. Jangan biarkan dunia terjerembab dalam lumpur keputusasaan. Ijinkan kami melihat cahaya kebaikan hati yang melegakan dan uluran tangan yang meringankan supaya ada perubahan-perubahan baru yang membesarkan hati. Kiranya didalam perkenaanMu ya Allah, mampukan kami mengirim pesan-pesan pengharapan pula kepada sesama yang membutuhkan supaya semakin banyak doa dikabulkan karena kami ikut ambil bagian didalam pengabulan doa-doa itu.Terpujilah namaMu Kristus, Pengharapan dunia”. Senada dengan doa ibu janda ini, pemazmur juga berkeluh kesah dalam doa, “berilah telinga kepada teriakanku minta tolong, sebab aku menumpang padaMu”. Tiap hari begitu banyak doa yang mengharapkan pertolongan Tuhan disampaikan banyak orang dalam berbagai himpitan dan tekanan kehidupan. Yakinilah bahwa pengharapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Teruslah berdoa dan bertindak dalam memaknai minggu adventus ini dengan selalu bersedia menolong orang lemah dan susah yang kehilangan sukacita dan pengharapan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah pengharapan dunia, tempat kami berharap dan bersandar. Amin.

Rabu, 04 Desember 2024

Bahan bacaan : Ibrani 6 : 9 -20.

Berpegang teguh pada pengharapan
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. 19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Pengharapanmu suatu milik yang pasti.

Dalam kehidupan, kita selalu membutuhkan suatu tanda sebagai isyarat bahwa ada pengharapan. Bagi pelaut yang sedang berjuang di malam hari melawan serbuan ombak dan gelombang, maka cahaya mercusuar yang jauh di tepi pantai adalah sinyal pengharapan baginya.Bagi orangtua yang hidupnya susah dan dililit kemiskinan,mempunyai seorang anak yang berprestasi di sekolah, adalah sebuah sinyal pengharapan.Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa, demikianlah nasehat kepada orang-orang Ibrani. Allah bukanlah tidak adil dan lupa akan pekerjaan kasih yang telah dilakukan mereka dalam berbagai pelayanan. Tetapi supaya masing-masing orang dapat menunjukan kesungguhan dengan menjadikan pengharapan itu sebagai sesuatu milik yang pasti. Oleh karena itu dalam berbagai keadaan hidup, mereka diminta untuk bersabar dan berpegang teguh pada pengharapan.Tidak lain, Tuhan Yesus adalah Sumber pengharapan dan Perintis untuk memperoleh keselamatan. Bagi kita yang sedang merayakan minggu adventus, pengharapan kepada Yesus adalah suatu milik yang pasti. Itulah kekuatan untuk kita bertahan menghadapi situasi apapun dalam kehidupan. Teruslah berharap pada Tuhan dan lakukanlah perbuatan kasih! Kirimlah sinyal pengharapan kepada siapa saja disekitar kita yang membutuhkan pertolongan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah sumber pengharapan yang apsti dalam berbagai situasi. Amin.

Kamis, 05 Desember 2024

Bahan bacaan : Yesaya 30 : 18-26.

Janji keselamatan bagi Sion
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! 19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. 20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. 22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!" 23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; 24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. 25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. 26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

Tuhan membalut luka umatNya.

Siapa yang suka menanggung beban dan menyimpan luka didalam hidupnya? Kita Ssemua tidak mau bila hidup berbeban dan terluka. Kita suka mengeluhkan sebuah beban. Jikalau boleh kita tidak perlu memikul beban dan merasakan luka. Tetapi ironisnya,kita ini juga manusia yang paling sulit meletakkan beban dan menyembuhkan luka sendiri.Padahal justru beban yang tidak diletakkan dan luka yang tidak disembuhkan akan menyulitkan kita sendiri. Umat Israel pada zaman nabi Yesaya,mengeluhkan beban yang yang mereka hadapi.Luka karena terhimpit kesesakan dan perbuatan bangsa-bangsa lain membuat mereka menangis. Akankah datang hari pembebasan dan penyelamatan itu?Terhadap keluh kesah umat Israel ini, Nabi Yesaya hadir menguatkan mereka.Nantikanlah Tuhan! Sebab la hendak menunjukan kasihNya dan membalut luka-luka umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang adil. Berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dial. Selama perjalanan hidup di tahun ini, tak terhitung betapa banyaknya beban kita pikul dan luka yang membuat menangis. Tiap orang dan keluarga berbeda beban dan luka. Tetapi satu yang pasti,kita yang menaruh pengharapan pada Tuhan menjadi kuat menanggung semua itu.Inilah belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan bagi kita. Sebab itu, tiada sia-sia terus berharap kepada Tuhan. Beban hidup yang berat diangkat-Nya. Luka menganga disembuhkan-Nya.

doa : Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan. Amin.

Jumat, 06 Desember 2024

Bahan bacaan : Yeremia 14 : 1-22.

Mengenai musim kering
Firman TUHAN yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering. 2 Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas. 3 Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. 4 Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka. 5 Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda. 6 Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput. 7 "Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. 8 Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam? 9 Mengapakah Engkau seperti orang yang bingung, seperti pahlawan yang tidak sanggup menolong? Tetapi Engkau ada di antara kami, ya TUHAN, dan nama-Mu diserukan di atas kami; janganlah tinggalkan kami!" 10 Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini: "Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka." 11 TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini! 12 Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar." 13 Lalu aku berkata: "Aduh, Tuhan ALLAH! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini!" 14 Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini--:Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan! 16 Dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka: mereka sendiri, isteri-isteri mereka, anak-anak mereka yang laki-laki dan yang perempuan. Demikianlah akan Kutumpahkan kejahatan mereka ke atas mereka." 17 Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. 18 Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." 19 Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! 20 Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. 21 Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! 22 Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Tuhan menolong disetiap musim kehidupan.

Kita merasa Allah tidak peduli. Ketika kita ada dalam kesesakan, kita bertanya Allah ada dimana? Bahkan ketika kita sudah menyampaikan begitu banyak doa, sepertinya Tuhan diam seribu bahasa. Tetapi benarkah bahwa Allah itu hanya diam dan tidak bekerja? Pertanyaan-pertanyaan penuh kegelisahan seperti diatas disampaikan pula oleh Umat Israel saat menghadapi musim kering kehidupan mereka.”Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini? Seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam?” Hidup yang mereka nikmati sungguh gersang dan mematikan oleh karena dosa-dosa mereka sendiri. Dalam kondisi seperti inilah nabi Yeremia tampil menyampaikan nubuatan dari Tuhan. Bertobat dan percayalah kepada Tuhan!. la Masih bekerja sebab akan ada waktunya Tuhan menurunkan hujan dan memberi kesuburan agar hidup terus berlanjut. Situasi sekarang banyak orang susah dan menghadapi kesulitan. Bagai ada di musim kering. Tetapi ingatlah, Tuhan selalu bekerja mendahului kita. Tuhan terlalu baik untuk membiarkan kita tanpa pertolongan. Yakinlah berkat-Nya tersedia, maka bersyukurlah dan berbagilah.

doa : Terima kasih atas pemeliharaanMu ya Tuhan, dalamkehidupan kami. Amin.

Sabtu, 07 Desember 2024

Bahan bacaan : Mazmur 71 : 12 – 16.

12 Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku! 13 Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku! 14 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; 15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. 16 Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Tuhan adalah sumber pengharapan.

Manusia selalu menginginkan hidupnya berlangsung dengan baik. Keberhasilan atau kesuksesan menjadi impian setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Berbagai cara tentu akan digunakan untuk mencapai tujuan hidup. Setiap cara yang digunakan akan menentukan perjalanan hidup, entah menjadi baik atau menjadi buruk. Tentunya dalam menjalani kehidupan maka tidak selamanya akan berlangsung baik tetapi akan juga terjadi hal yang buruk. Hal yang buruk berkaitan dengan tantangan atau kesulitan yang akan dihadapi oleh setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Olehnya itu dibutuhkan cara yang ampuh agar dapat kuat menjalani kehidupan dengan berbagai tantangan atau kesulitan.Kekuatan untuk berhadapan dengan tantangan kehidupan adalah tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya Penolong yang akan meluputkan manusia dari bahaya yang menghadang. Tuhan adalah gunung batu, tempat berteduh,kubu pertahanan, yang akan selalu menolong dan menjaga kehidupan setiap orang percaya. Menjadikan Tuhan sebagai Sumber Pengharapan maka orang percaya akan terluput dari celaka, dari setiap musuh bahkan dari maut sekalipun. Karena itu, jadikanlah Tuhan sebagai Sumber Pengharapan dalam hidup.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu mengandalkanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Solidaritas Dengan Yang Lemah

Minggu, 24 November 2024

bahan bacaan : Lukas 5 : 17 – 26

Orang lumpuh disembuhkan
17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. 19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." 21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Tunjukkan Solider terhadap yang Lemah

Barangsiapa mengasihi, hendaklah ia menyatakannya bukan melalui perkataannya tetapi juga melakukannya. Inilah yang terlihat dalam sikap beberapa orang yang membantu orang lumpuh agar dapat disembuhkan oleh Yesus. Mereka memperlihatkan sikap solidaritas terhadap mereka yang lemah. Apakah ini juga menjadi gaya hidup kekristenan kita? Kita akui kalau berbicara tentang membela kehidupan, kita bisa saja menjadi orang yang selalu mau membuktikan kepada orang lain tentang kebaikan kita. Tetapi apakah itu benar-benar kita lakukan dalam hidup kita yang nyata? Hari ini kita belajar bagaimana kasih yang sesungguhnya. Saya berada di kapal Santika Lestari. Sebagai penumpang yang baru saja menumpangi kapal cepat, saya agak kewalahan untuk bisa menyesuaikan diri. Tetapi untunglah ada seorang bapak menyapa saya dan menyebutkan identitasnya. Ia seorang majelis jemaat di Moa. Akhirnya selama pelayaran saya merasa nyaman karena beliau sangat membantu saya dalam pelayaran ini. Bagaimana dengan kita, maukah kita menunjukkan sikap yang solider dengan siapa saja?

Doa: Ya Allah, ajari kami solider kepada semua orang. Amin.

Senin, 25 November 2024

bahan bacaan : Amsal 19 : 17

17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Memiutangi Tuhan

Bagaimana mungkin kita memiutangi Tuhan, karena Tuhan itu kaya dan pastilah segera membayar hutangnya kepada kita. Namun, bacaan kita memaparkan bahwa Allah bisa jadi berhutang bukan karena kita meminjamkan sesuatu kepada Dia tetapi karena perbuatan kita kepada orang lain. Apakah itu? Yang pertama, karena kita menaruh belas kasihan kepada setiap orang. Tuhan senang kepada orang yang peduli terhadap sesamanya. Dia menghargai perbuatan orang yang melakukan sesuatu terhadap orang lain karena didorong belas kasihan. Belas kasihan menunjuk pada sikap yang turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Orang yang mendapatkan belas kasihan itu adalah orang yang lemah atau tersisihkan yaitu orang yang sering tidak memiliki jalan untuk mendapatkan pertolongan dari orang lain. Memberi didasari oleh belas kasihan merupakan sebuah cara untuk melayani Tuhan dan Dia akan memberi upah kepada orang yang berbuat demikian. Yang kedua, karena kita mau berkorban bagi sesama. Terkadang untuk menolong orang lain kita harus berkorban. Berkorban yang sungguh–sungguh dan yang mau membantu dengan hati yang tulus tanpa pamrih. Milikilah hati yang penuh belas kasih, yang suka berbagi dan menolong karena dengan demikian kita akan menjadi orang – orang yang dipenuhi berkat.

doa : Ya Tuhan Allah, berikanlah kami hati yang penuh belas kasihan bagi sesama di seputar kami, amin

Selasa, 26 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 16

16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Tepat Sasaran

Memberi kepada sesama adalah hal yang baik dan indah bagi Tuhan. Allah sendiri dalam banyak kesempatan mengajar dan memberi contoh bagaimana kita menunjukkan kasih kepada sesama dengan cara memberi atau berbagi. Kita bisa memberi tanpa mengasihi, namun sulit mengasihi tanpa memberi. Memberi kepada sesama pun tidak harus menunggu kita menjadi orang kaya, melainkan dalam keadaan apapun kita tetap dapat memberi. Firman Tuhan hari ini berkata, memberi hadiah kepada orang kaya itu merugikan diri sendiri. Maksudnya, pemberian yang tepat sasaran bukanlah pemberian kepada orang yang lebih mampu melainkan memberi kepada orang yang benar – benar membutuhkan bantuan kita. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menindas orang yang lemah dan tidak mengambil keuntungan dari mereka. Karena kenyataan hidup dewasa ini, hak – hak orang yang lemah terkadang tidak mereka dapatkan, melainkan kita mengambil hak itu bagi kita. Mari kita belajar untuk memperoleh sesuatu dengan cara yang benar dan mau berbagi hidup dengan mereka yang lemah dan tersisihkan. Agar hidup kita benar – benar hidup yang menjadi berkat bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

doa : Tuhan, ajarilah kami untuk tidak memperkaya diri dengan menindas orang lain, tetapi mau berbagi dengan yang lemah, amin

Rabu, 27 November 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 35

35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Tangan Yang Tulus dan Hati Yang Rela
Ada falsafah hidup yang mengatakan “Lebih baik tangan yang memberi daripada tangan yang menerima.” Dalam falsafah ini terkandung nilai–nilai luhur dan berguna bagi kehidupan ini. Melalui penggalan kalimat ini, kita kembali disadarkan tentang pentingnya memberi. Memberi yang lahir dari diri sendiri, dan bertujuan untuk menolong atau meringankan beban sesama kita yang sedang menderita dan membutuhkan. Di era yang penuh dengan kemajuan teknologi, mungkin falsafah ini sudah jarang terdengar bahkan ditinggalkan oleh banyak orang. Tidak heran, di zaman yang serba cepat seperti saat ini, banyak dari kita yang semakin individualis bahkan terjebak dalam self centered syndrome atau sindrom yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala kehidupan yang ada tanpa menghiraukan keberadaan orang lain. Dampak dari sindrom ini adalah pemikiran seperti : saya yang paling sulit dan menderita, sehingga seharusnya saya yang dibantu bukan membantu. Kalimat–kalimat ini mungkin muncul dalam pikiran kita saat kita hendak memberi. Namun, menurut Yesus memberikan yang terbaik tidak dilihat dari kuantitas tetapi tangan yang tulus dan hati yang rela memberi. Seperti dalam bacaan kita, Paulus juga mengingatkan kepada kita untuk dengan setia mau menolong sesama kita yang sedang menderita kesulitan, sembari terus mengingat dan menanamkan perkataan Yesus di dalam hidup kita.

doa : Ajarlah kami memberi dengan tangan yang tulus dan hati yang rela berbagi, amin

Kamis, 28 November 2024

bahan bacaan : Amsal 3 : 27 – 35

Anjuran untuk berbuat baik
27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu. 29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. 30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. 31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, 32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. 33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. 34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Hikmat : Kasih dan Rendah Hati

Ternyata hikmat dikaitkan dengan dua karakter yaitu kasih dan rendah hati. Seperti pedang bermata dua, kasih mempunyai dua sisi yaitu pasif dan aktif. Kasih menolak untuk merugikan apalagi mencelakakan orang. Dalam hal ini kasih memiliki makna pasif yaitu tidak berbuat jahat. Secara aktifnya, mendorong kita melakukan sesuatu, yakni berbuat kebaikan kepada sesama. Tidak berbuat jahat memang bagian dari kasih, namun ini hanya bagian pasifnya. Berbuat kebaikan kepada orang yang membutuhkannya adalah bagian kasih yang aktif. Rendah hati juga bermata dua yaitu pasif dan aktif. Secara pasifnya orang yang rendah hati menolak untuk meninggikan diri. Dengan kata lain, rendah hati merupakan lawan dari keangkuhan. Dari sisi aktifnya, rendah hati merupakan upaya terus menerus hidup sesuai realitas. Rendah hati berarti bisa melihat realitas kita dan menerima diri apa adanya serta hidup sesuai fakta. Sebaliknya orang yang angkuh tidak melihat realitas dengan tepat dan tidak bisa menerima diri apa adanya. Akibatnya, ia hidup berdasarkan diri yang tidak pernah ada, ia melandaskan dirinya pada ilusi bukan kenyataan. Imbalan untuk orang yang rendah hati adalah Tuhan mengasihaninya.

doa : Ya Allah, mampukan kami untuk hidup rendah hati dan penuh kasih, amin

Jumat, 29 November 2024

bahan bacaan : Lukas 14 : 12 – 14

Siapa yang harus diundang
12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Mengubah Kebiasaan

Dengan tangan apa anda biasa menulis? Jika menggunakan tangan kanan, cobalah menulis dengan tangan kiri. Apa yang anda rasakan? Rasanya tentu tak nyaman, terasa aneh dan janggal. Oh…betapa sulitnya mengubah kebiasaan. Hari ini Yesus mencoba untuk mengubah kebiasaan dalam mengadakan perjamuan makan. Ia hendak mengubah cara orang berelasi dan memandang sesamanya. Yesus ingin agar para pendengar-Nya itu mengetahui makna kebahagiaan dalam mengubah kebiasaan berelasi. Kebahagiaan sejati didapatkan dalam hubungan yang beragam dan tidak kaku. Yesus sedang merobohkan tembok pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Mereka mesti kita perhatikan. Yesus tidak membatasi hubungan kita dengan sahabat, keluarga, ataupun dengan yang lainnya. Yesus hanya ingin kita mengingat akan orang–orang yang tak beruntung, orang miskin dan orang cacat. Orang mungkin sibuk memperbaiki hubungannya demi mendapatkan keuntungan dan kehormatan diri. Namun Tuhan ingin agar kita mengubah kebiasaan itu. Tuhan mengajak kita masuk dalam persekutuan berdasarkan anugerah. Hubungan indah yang tak terbalaskan oleh siapa pun. Dalam hubungan itu hanya ada pemberian tanpa mengharapkan balas jasa. Kondisi ini akan membuat kita semakin menghargai hubungan kita dengan Tuhan.

doa : Tuhan ubahlah cara kami dalam berelasi dan memperlakukan sesama tanpa batas apapun, amin.

Sabtu, 30 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 22 – 23

22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. 23 Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.

Hidup Bijaksana

Setiap orang mendambakan hidup bijaksana. Tetapi apakah setiap orang tahu bagaimana caranya?. Hidup bijaksana mengajarkan kita untuk bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga orang yang bijaksana akan menghasilkan perilaku yang tepat dan sesuai. Hidup bijaksana, tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan sesama. Kita tidak seharusnya bersikap sewenang–wenang terhadap orang–orang yang lemah dan berkesusahan. Seringkali manusia tidak lagi memandang ke bawah ketika sudah berada di tangga pimpinan atau di atas. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki, lalu ”membeli” orang – orang lemah dan tak berdaya untuk memuaskan hasratnya. Bacaan kita mengingatkan bahwa Tuhan yang akan membela mereka dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka. Tak seorang pun layak menganggap dirinya lebih layak, lebih kaya, lebih terhormat, lebih berkuasa daripada orang lain. Karena itu berarti kita melawan Tuhan pembela orang lemah. Untuk itu bersikaplah bijaksana baik terhadap diri sendiri maupun sesama.

Doa : Jadikan hidup kami, hidup yang peduli dengan sesama, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM