Santapan Harian Keluarga, 2 – 8 Maret 2025

Tema Bulanan : Gereja Teguh: Memiliki Daya Tahan

Tema Mingguan : Bertahan Dalam Pencobaan Iman

Minggu, 2 Maret 2025

bahan bacaan : Ibrani 4 : 14 – 16

Yesus sebagai Imam Besar
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Iman Pada Tuhan Dalam Pergumulan
Minggu ini kita mulai memasuki peringatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus. Di mulai dengan minggu sengsara pertama yang mengingatkan kita untuk bertahan dalam pencobaan iman. Kita sadar, iman kita kepada Tuhan dapat menjadi lemah, manakala kita dicobai dengan banyak persoalan dan pergumuan berat. Tetapi setiap kali kita berhadapan dengan pencobaan iman, kita diingatkan untuk bertahan dan datang menghampiri Tuhan. Mengapa? karena Tuhan dapat menolong memberikan apa yang diperlukan pada saat yang tepat, sesuai dengan kebutuhan kita. Memang adakalanya kita merasa, tidak ada jalan keluar atas masalah yang dialami, tidak ada lagi waktu, semua terlambat. Tetapi, sesungguhnya Tuhan tahu dan peduli akan masalah hidup kita. Dialah Imam Besar yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, demikianlah nas bacaan ini mengingatkan. Jadi ketika kita ada dalam berbagai pencobaan, termasuk pencobaan iman, ingatlah bahwa kita punya Imam Besar Agung yang setia mendengar dan peduli. Jangan biarkan rasa takut menghalangi kita untuk datang dan berbicara kepada-Nya. Percayalah bahwa Tuhan tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan pertolongan. Bersabarlah dan tetap teguh bertahan dalam iman pada Tuhan yang tak terbatas kasihNya.

Doa: Beri kekuatan dan pertolonganMu ya Tuhan, ketika kami menghadapi pergumulan, amin

Senin, 3 Maret 2025

bahan bacaan : Ibrani 10 : 32 – 39

32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. 37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." 39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Upah Besar Menanti bagi yang Bertahan Dalam Iman

Penulis kitab Ibrani mengajak pembacanya untuk mengingat kembali keberanian yang mereka tunjukkan pada masa-masa mereka baru percaya. Sekalipun mengalami penghinaan dan penganiayaan di muka umum, mereka tetap membantu orang-orang percaya yang mendekam dalam penjara karena iman mereka kepada Kristus. Dengan mengingat hal itu, ia berkata, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (ay. 35-36). Keyakinan kita tidaklah didasarkan pada diri sendiri melainkan dalam Yesus dan janji-Nya. Kuasa Allah yang memampukan kita untuk terus melangkah dalam perjalanan iman. Ketika beban hidup yang berat terus menekan, janganlah melepaskan kepercayaan pada Tuhan. Ingatlah bahwa ada upah besar yang menanti bagi orang bertahan dalam imannya kepada Tuhan. Karena itu marilah kita meminta Tuhan mengaruniakan keteguhan agar tetap beriman kepadaNya meski didalam pergumulan hidup yang berat.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keteguhan agar kami tetap beriman kepada-Mu sampai akhir. Amin.

Selasa, 4 Maret 2025

bahan bacaan : Ayub 23 : 1 – 17

Ayub ingin membela diri di hadapan Allah
Tetapi Ayub menjawab: 2 "Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. 3 Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. 4 Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan. 5 Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku. 6 Sudikah Ia mengadakan perkara dengan aku dalam kemahakuasaan-Nya? Tidak, Ia akan menaruh perhatian kepadaku. 7 Orang jujurlah yang akan membela diri di hadapan-Nya, dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya. 8 Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; 9 di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. 10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. 11 Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. 12 Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. 13 Tetapi Ia tidak pernah berubah--siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. 15 Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. 16 Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; 17 sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita."

Iman Kepada Tuhan Dimurnikan

Dalam nas bacaan hari ini, Ayub bertanya kepada Tuhan mengapa masalah yang berat menimpanya dan keluarganya. Ayub ingin membela diri dan mengajukan perkaranya kepada Tuhan, berkeluh kesah bahwa ia tidak sepatutnya mengalami musibah tersebut. Tuhan seakan diam tidak memberikan jawaban yang melegakan. Bahkan para sahabatnya menganggapnya kena tulah karena ia berbuat dosa. Namun ditengah kebimbangan dan keraguannya itu, ada satu pengakuan yg mengandung kepastian bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi dirinya. “Ia tahu jalan hidupku, seandainya Tuhan menguji aku, aku akan keluar seperti emas”. Walaupun proses Tuhan menyakitkan tetapi proses itu membuat kita semakin dimurnikan. Kisah penderitaan Ayub ini dimaksudkan untuk mengajarkan kepada kita bahwa selalu ada rencana terbaik di balik setiap ujian hidup yang Tuhan izinkan menimpa kita. Sebab itu, kita harus memahami perbuatan Tuhan bahkan di dalam penderitaan dan pergumulan yang berat. Cara Ayub memandang persoalan hidupnya, mengajarkan kita bahwa Tuhan memegang kendali atas kehidupan. Ia tahu jalan hidup yg terbaik bagi kita. Maka bersyukur dan yakinlah bahwa ditengah tantangan apapun, Tuhan akan memampukan kita dalam proses pemurnian iman.

Doa: Di tengah tantangan apapun, mampukan kami hadapi proses pemurnian iman, amin

Rabu, 5 Maret 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 1 : 3 – 12

Pengharapan, iman dan kasih
3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Buktikan Kemurnian Imanmu

Bagian alkitab ini meneguhkan iman kita bahwa berbagai pergumulan, penderitaan bahkan kemalangan hidup tidaklah menjadi penentu nasib hidup kita. Semua penderitaan yang kita alami hendaknya dilihat sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa hidup kita telah dijamin oleh karunia keselamatan yang telah diberikan Allah melalui Yesus Kristus. Kita orang-orang yang bertekun hendaklah mampu menghadapi penderitaan dan menaklukkannya dibawah kekuatan iman. Kita mungkin menderita dan menghadapi pergumulan dalam berbagai hal terkait kehidupan kita secara pribadi, dalam keluarga, dalam pekerjaan atau usaha dan pelayanan kita. Tetapi hadapilah semuanya sebagai kesempatan untuk membuktikan kemurnian iman di hadapan Tuhan. Kiranya kita menyadari bahwa di tengah-tengah kenyataan dunia yang selalu mengecewakan, penuh dengan pergumulan, kita punya pengharapan sejati. Dialah Kristus Penyelamat dan Penjamin kehidupan. Berharaplah terus pada-Nya dan jadilah pemenang bersama Tuhan dalam penderitaan, sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang nyata bagi banyak orang.

Doa: Tuhan , Engkaulah harapan kami dalam penderitaan, amin.

Kamis, 6 Maret 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 3 – 11

Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Allah Sumber Segala Penghiburan

Rasul Paulus dalam surat 2 Korintus ini menyebut Allah sebagai “Bapa yang penuh belas kasihan dan Sumber segala penghiburan”. Itu berarti, ketika kita lemah, berkecil hati, tertekan, atau teraniaya, Dia hadir untuk menyatakan belas kasihanNya kepada kita. Ketika kita berpaling kepada-Nya dalam doa, Dia “menghibur” kita dalam segala penderitaan. Namun, hal ini tidak berakhir di sini. Paulus, dan rekan-rekan sepelayanannya yang pernah mengalami penderitaan hebat, memberikan kesaksian, bahwa penghiburan yang Allah berikan itu membuat mereka sanggup menghibur orang lain yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang diterima sendiri dari Allah. Pengalaman rasul Paulus bersama rekan-rekannya membuat kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang penuh kasih dan yang selalu menghibur. Ya, Allah Bapa senantiasa menghibur kita. Sehingga dalam peristiwa hidup yang susah bagaimanapun, kita tetap kuat menanggungnya. Namun, setelah mengalami penghiburan dari Allah, kita dikuatkan dan dimampukan untuk menghibur orang lain pula. Itu panggilan iman kita ketika memperingati minggu sengsara ini. Juruselamat kita yang penuh belas kasihan dan menderita sengsara bagi kita, sangat sanggup menghibur di tengah penderitaan dan kesusahan hidup kita. Maka ketika Tuhan menolong dan menghibur kita melewati masa-masa yang sulit, Dia juga akan memperlengkapi kita untuk melakukan hal yang sama bagi orang lain.

Doa: Tuhan, Tuhan terima kasih untuk penghiburanMu bagi jiwa kami, amin.

Jumat, 7 Maret 2025

bahan bacaan : Kejadian 22 : 1 – 19

Kepercayaan Abraham diuji
Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." 2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." 6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri--demikianlah firman TUHAN--:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." 19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.

Taatlah Kepada Allah Dalam Segala Situasi Hidupmu

Ketaatan harus menjadi sikap hidup umat sebagai respon kepada Allah dan karya-Nya. Ketaatan yang dimaksud adalah sikap hidup yang diarahkan kepada Allah dan tunduk hanya kepada-Nya. Umat yang taat kepada Allah adalah umat menjadikan Allah dan seluruh perintah-Nya sebagai prioritas dalam hidup. Sikap taat turut diperlihatkan Abraham, sebagaimana yang terbaca dalam Kejadian 22:1-19. Sekalipun Abraham diberikan perintah yang sulit karena harus mempersembahkan Ishak anaknya kepada Allah (ay. 2), namun Abraham dengan penuh ketaatan melakukannya (ay. 9). Tindakan Abraham yang bangun pagi-pagi (ay. 3) guna mempersiapkan perjalanannya memberikan penegasan, bahwa Abaraham sungguh taat kepada Allah. Ia tidak melakukan tawar menawar dengan Allah, sekalipun sebagai seorang ayah, Abraham mungkin merasa sedih atas perintah Allah itu. Nilai ketaatan Abraham kepada Allah harus dimaknai dalam hidup kita. Kita mesti sadar, bahwa hidup adalah anugerah Allah, dan sebagai responnya, kita harus taat kepada-Nya. Percayalah, ketaatan kepada Allah tidak pernah membawa kita kepada kegagalan, kehancuran, dan malapetaka. Namun ketaatan kepada Allah selalu membawa kita kepada kebahagiaan dan kehidupan.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami dengan kuasa Roh-Mu, agar kami tetap taat dan setia kepada-Mu Amin.

Sabtu, 8 Maret 2025

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 21b – 33

Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka akupun--aku berkata dalam kebodohan--berani juga! 22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham! 23 Apakah mereka pelayan Kristus? --aku berkata seperti orang gila--aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. 24 Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, 25 tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. 26 Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. 27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, 28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 29 Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita? 30 Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku. 31 Allah, yaitu Bapa dari Yesus, Tuhan kita, yang terpuji sampai selama-lamanya, tahu, bahwa aku tidak berdusta. 32 Di Damsyik wali negeri raja Aretas menyuruh mengawal kota orang-orang Damsyik untuk menangkap aku. 33 Tetapi dalam sebuah keranjang aku diturunkan dari sebuah tingkap ke luar tembok kota dan dengan demikian aku terluput dari tangannya.

Kesusahanmu dalam Pelayanan
Adalah Bukti Kesetiaan-Mu kepada Allah

Salah satu cara Paulus menghadapi para musuhnya adalah membuktikan kesetiaannya dalam proses pemberitaan injil. Tindakan pembuktian Paulus itu adalah respon atas gugatan musuh yang menyampaikan bahwa pengajaran Paulus adalah tidak benar. Untuk gugatan tersebut, Paulus menampilkan bukti kesetiaannya. Paulus menyatakan, bahwa karena kesetiaan terhadap injil Kristus, ia rela disesah, dipukul, dilempari dengan batu, terkatung di laut, tidak tidur, lapar, dahaga dan lainnya. Bukti-bukti itu adalah kritik Paulus bagi musuhnya, sekaligus memberikan penegasan bahwa ia telah setia dan taat dalam pemberitaan injil Kristus. Sekalipun diperhadapkan dengan berbagai masalah, penolakan, bahkan ancaman kehidupan, ia tidak pernah mundur. Pemberitaan injil yang telah ia mulai, terus ia tunaikan sebab ia telah lebih dulu merasakan kesetiaan Allah dalam hidupnya. Kita juga perlu belajar dari Paulus, supaya dalam situasi apapun, jangan pernah kita mundur dari pemberitaan injil Kristus. Sekalipun kita ditolak, bahkan berada dalam ancaman kehidupan, biarlah kita tetap taat kepada Allah. Sebab itulah bukti kesetiaan kita kepada-Nya.

Doa: Kami bersyukur atas kesetiaan-Mu dalam hidup kami. Kami bersatu hati untuk terus berusaha setia juga dalam pelayanan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 Feb – 1 Maret 2025

Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Ketekunan

Minggu, 23 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Miliki Hati Hamba
Penderitaan dan penganiayaan tak dapat dielakkan oleh Paulus dan Barnabas dalam perjuangan memberitakan injil. Namun, Allah tetap menolong Paulus dan Barnabas. Di mana pun mereka berada, Paulus dan Barnabas selalu mendorong jemaat untuk tetap bertekun dalam iman. Mereka tetap memelihara pertumbuhan injil dalam jemaat. Untuk itu mereka menetapkan penatua-penatua, dan bagi jemaat yang masih muda, mereka terus memberikan kekuatan dan nasihat agar dapat memahami dan berani menghadapi resiko hidup sebagai murid Kristus. Seperti Paulus dan Barnabas,kita pun memiliki fungsi dan tanggung jawab yang dipercayakan dalam menjalani hidup ini. Untuk itu, milikilah hati yang menghamba dan sikap yang bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Dan muliakanlah Allah melalui apa yang kita lakukan.

Doa: Tuhan, ajarlah kami tetap setia dan tekun dalam menjalani hidup, Amin.

Senin, 24 Februari 2025

bahan bacaan ; Ibrani 10 : 19 – 23

Ketekunan
19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

Tahan Untuk Beriman

Beriman kepada Tuhan berarti memberi hidup kita kepada-Nya dan siap mengikuti perintah Tuhan dengan setia. Dalam realitasnya, kita sering diperhadapkan dengan godaan untuk tidak setia. Untuk tetap teguh dalam iman dan setia dalam menjalani panggilan kita, ada dua hal istimewa yang kita terima dari penebusan Yesus Kristus. Pertama, jalan hidup yang baru untuk datang kepada Allah, dan kedua Kristus sendiri sebagai Imam besar agung. Kedua hal inilah yang memampukan kita untuk beribadah kepada-Nya dengan tekun dan iman yang teguh. Itulah dasar kita memiliki pengharapan yang kokoh kepada Allah. Oleh anugerah Allah di dalam Kristus, kita sudah disucikan dan ditebus. Dengan iman yang teguh, kita melangkah maju penuh pengharapan dan mengisi kehidupan ini dengan melakukan perbuatan baik. Dan terus belajar bertahan di dalam menghadapi tantangan hidup. Hidup yang bertahan dalam pergumulan adalah hidup yang mengandalkan iman kepada Tuhan.

Doa : Mampukan kami Tuhan, untuk menjadii hamba yang setia. Amin.

Selasa, 25 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 1 – 11

Pembelaan Paulus di hadapan Agripa
Kata Agripa kepada Paulus: "Engkau diberi kesempatan untuk membela diri." Paulus memberi isyarat dengan tangannya, lalu memberi pembelaannya seperti berikut: 2 "Ya raja Agripa, aku merasa berbahagia, karena pada hari ini aku diperkenankan untuk memberi pertanggungan jawab di hadapanmu terhadap segala tuduhan yang diajukan orang-orang Yahudi terhadap diriku, 3 terutama karena engkau tahu benar-benar adat istiadat dan persoalan orang Yahudi. Sebab itu aku minta kepadamu, supaya engkau mendengarkan aku dengan sabar. 4 Semua orang Yahudi mengetahui jalan hidupku sejak masa mudaku, sebab dari semula aku hidup di tengah-tengah bangsaku di Yerusalem. 5 Sudah lama mereka mengenal aku dan sekiranya mereka mau, mereka dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah hidup sebagai seorang Farisi menurut mazhab yang paling keras dalam agama kita. 6 Dan sekarang aku harus menghadap pengadilan oleh sebab aku mengharapkan kegenapan janji, yang diberikan Allah kepada nenek moyang kita, 7 dan yang dinantikan oleh kedua belas suku kita, sementara mereka siang malam melakukan ibadahnya dengan tekun. Dan karena pengharapan itulah, ya raja Agripa, aku dituduh orang-orang Yahudi. 8 Mengapa kamu menganggap mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati? 9 Bagaimanapun juga, aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus dari Nazaret. 10 Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati. 11 Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."

Bersaksi di Tengah Himpitan
Biasanya, ketika seseorang berada dalam situasi genting dan tertindas, jati dirinya akan terlihat. Entah dia marah, entah dia membela diri. Paulus, meskipun dalam keadaan terjepit, tidak mementingkan dirinya sendiri. Paulus malah menggunakan kesempatan itu untuk memberitakan injil. Paulus bercerita tentang pertobatannya kepada raja Agripa. Selain menceritakan pertobatan dan panggilannya, Paulus juga mengajak raja Agripa untuk percaya kepada Yesus. Paulus tidak peduli dengan kondisi dirinya. Ia justru sangat peduli dengan orang-orang yang dia hadapi, karena mereka adalah orang-orang terhilang yang perlu diselamatkan. Adakah kepedulian itu kita miliki juga, kepedulian terhadap orang-orang yang terhilang yang ada di sekitar kita? Seperti Paulus yang di tengah himpitan sekalipun tetap memberitakan tentang keselamatan, marilah kita juga melakukan hal yang sama. Baik ataupun tidak baik keadaan kita, tetaplah bersyukur dan tetap nyatakan kebaikan Tuhan bagi sesama. Mintalah pertolongan Tuhan, agar kita mampu untuk melakukannya.

Doa: Jangan Iman kami goyah Tuhan, Ketika dihajar ujian dan cobaan. Amin.

Rabu, 26 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 1 : 2 – 8

Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Masalah itu Berguna

Masalah itu berguna, ketika mendengar kalimat ini, orang akan berpikir, kita berada dalam situasi yang sulit atau sedang mengalami masalah, masakan masalah itu berguna ? Ada 3 hal yang mau disampaikan. Pertama, melalui masalah kita belajar menjadi tangguh, sebab diuji dan muncullah ketekunan. Dari ketekunan, muncul pribadi yang matang. Kedua, masalah membantu kita kembali dekat dengan Tuhan, kesenangan dunia dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Sebab saat itu kita ingat untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan. ketiga, masalah membantu kita tetap setia. Oleh masalah, kita yang semula kerap mengabaikan firman Tuhan, menjadi sungguhsungguh melakukannya. Mulai hari ini, jangan lagi kita menjadi tawar hati dalam menghadapi masalah. Sebab kita mengerti bahwa masalah itu berguna. Setiap kita mengalami masalah, ketika kita meminta pertolongan Tuhan, kita yakin bahwa semuanya akan terselesaikan. Karena Tuhan jauh lebih besar dari masalah kita.

Doa: Tuhan, di tengah tantangan apapun mampukan kami untuk bersaksi, Amin.

Kamis, 27 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 5 : 7 – 11

Bersabar dalam penderitaan
7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Sabar Dalam Pengharapan
Seorang petani menceritakan tentang kesulitan yang dihadapinya pada musim tanam. Mulai dari berhentinya hujan dan sulitnya air saat sawah mulai dibajak, hingga serangan hama yang memaksa mereka menanam ulang benih hingga tiga sampai empat kali. Selain menambah pekerjaan, masalah itu tentu menambah keresahan. Solusinya ialah tetap menggarap sawah sebaik mungkin dengan penuh kesabaran seraya berdoa agar hasil panen tidak mengecewakan. Bersabar dalam menghadapi situasi apapun, inilah nasihat Yakobus bagi umat pada saat itu. Yakobus mengajak mereka melihat penderitaan dari sudut pandang Allah. dengan cara ini mereka dapat melihat tujuan akhir penderitaan dalam pengharapan akan kedatangan Tuhan. Terus berbuat baik tanpa lelah, tetap teguh di dalam Tuhan, tetap menyerahkan hidup kepada Allah dalam iman dan pengharapan, sekalipun banyak penderitaan dan tertatih-tatih, Tuhan akan memberikan pertolongan.

Doa: Tuhan, jadikan kami kuat untuk mewartakan kebaikanMu. Amin.

Jumat, 28 Februari 2025

bahan bacaan : 2 Timotius 2 : 1 – 13

Panggilan untuk ikut menderita
Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2 Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3 Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4 Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5 Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga. 6 Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya. 7 Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu. 8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; 12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; 13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Pejuang Iman

Mau mengalami penderitaan? Pada umumnya orang akan menjawab tidak. Namun, apakah ada hidup tanpa penderitaan? Rasanya tidak. Setiap orang pasti punya penderitaannya sendiri. Lazimnya, orang berusaha melepaskan diri dari penderitaan. Namun, orang percaya justru dipanggil untuk siap menderita. Orang yang memberitakan injil disebut “seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus”, karena hal itu tidaklah mudah, tantangan serta hambatan senantiasa menghadang. Namun ia rela menanggung derita demi mengabarkan injil Yesus Kristus, Sebagai penggenapan janji Allah dan berita keselamatan bagi manusia, Perjuangan Paulus menjadi contoh. Ia dipenjara namun firman Allah tidak dapat dibelenggu. Paulus terus berkarya dengan sabar demi membimbing sesama kepada keselamatan. Semangat dan perjuangan semacam inilah yang ingin ditularkan Paulus kepada Timotius dan jemaat Allah pada saat itu. Dibutuhkan pejuang iman Kristen yang setia untuk memberitakan tentang keselamatan meski menghadapi berbagai penolakan dan rintangan. Yesus memanggil kita untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Doa: Sesungguhnya pertolongan akan datang dengan kesabaran. Amin.

Sabtu, 1 Maret 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 1 : 2 – 5

Salam Buah pemberitaan Paulus
2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami. 3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita. 4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu. 5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Mengucap Syukur Apapun Keadaan Kita

Ketekunan dapat diartikan sebagai ketetapan hati yang kuat atau teguh untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan tugas apapun. Ketekunan juga berarti fokus, konsisten dan tidak mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakan. Sikap ketekunan dimiliki oleh jemaat Tesalonika. Jemaat ini adalah buah karya penginjilan Rasul Paulus. Jemaat ini memberi diri sepenuhnya untuk membantu Paulus dalam pelayanan penginjilannya. Karena itu, ketika rasul Paulus sedang berada di Korintus, dia menyurati jemaat Tesalonika untuk menyatakan apresiasinya atas komitmen dan konsistensi mereka memberitakan Injil. Paulus juga bersyukur atas ketaatan dan ketekunan pengharapan mereka pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Setiap waktu, Paulus menyebut jemaat Tesalonika dalam doanya kepada Tuhan. Hari ini kita telah memasuki kehidupan baru di bulan Maret. Kita sungguh bersyukur atas kesempatan hidup yang masih Tuhan anugerahkan. Seperti apapun keadaan kita nanti di hari ini atau di sepanjang bulan ini, kita harus tekun mengucap syukur. Bukan hanya pada saat keadaan sedang baik, tetapi juga ketika keadaan kita tidak baik. Teruslah bertekun menjaga pengharapan kita kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, tolong kami selalu bertekun mengucap syukur setiap hari, amin

*SUMBER : SHK FEB-MARET 2025, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuh Sebagai Gereja yang Tangguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Pengharapan

Minggu, 16 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 62 : 1 – 13

Perasaan tenang dekat Allah
Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud. (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 2 (62-3) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 3 (62-4) Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh? 4 (62-5) Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela 5 (62-6) Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 8 (62-9) Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela 9 (62-10) Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 10 (62-11) Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. 11 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Bertumbuh Dalam Pengharapan

Saya seorang ibu berusia 41 tahun dan memiliki seorang anak perempuan yang berusia 7 tahun. Pernikahan saya telah berjalan selama 8 tahun. Mertua saya selalu menekan saya karena belum memberikan mereka seorang cucu laki-laki. Kata mereka, perempuan itu tidak akan menyandang nama keluarga mereka sebab akan mengikuti marga suaminya kelak. Sebenarnya saya juga memiliki kerinduan yang sama. Situasi ini juga adalah gambaran ketidaktenangan pemazmur. Tetapi bagi pemazmur, hanya dekat Allah saja ia tenang. Allah adalah gunung batu dan pada Allah terletak keselamatan dan kemuliaan. Saya percaya pada kata Firman Tuhan seperti yang dibilang dalam Mazmur : percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu kepada-Nya, Allah ialah tempat perlindungan yang kekal. Itu sebabnya saya pun tetap memberi diri untuk tetap dekat kepada Tuhan dan puji Tuhan, sekarang saya telah memiliki seorang anak laki-laki. Marilah tetap berharap kepada Tuhan.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup saling berbagi, ,Amin.

Senin, 17 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 42 : 1 – 6

Kerinduan kepada Allah
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Pengharapan Dalam Kegelisahan

Gelisah adalah kata yang tepat menggambarkan situasi dimana kita merasa tidak nyaman. Ada hal sensitif yang ingin sekali kita wujudkan tetapi kenyataannya adalah berbanding terbalik dengan yang diharapkan. Ini hal yang manusiawi sebab inilah realita hidup. Tetapi di dalam menyikapi situasi seperti ini, tindakan seperti apa yang tepat yang bisa dilakukan? Kita mungkin akan mencoba menutupi kegelisahan. Tetapi yang namanya gelisah, itu sama sekali tetap bisa terbaca melalui gerak gerik dan nada bicara kita. Hari ini pemazmur menawarkan kepada kita solusi untuk tidak gelisah. Pemazmur berkata kepada dirinya : mengapa engkau tertekan, hai jiwaku dan gelisah di dalam diriku? berharaplah kepada Allah sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku. Pemazmur merasa bahwa apapun caranya ia tidak bisa melepaskan diri dari kegelisahan. Pemazmur meyakini yang bisa menolongnya hanyalah ketika ia menaruh harapan kepada Tuhan. Marilah menaruh harap selalu kepada Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menghadapi musuh kami, Amin.

Selasa, 18 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 42 : 7 – 12

6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar. 7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. 8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku. 9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?" 10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?" 11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Pengharapan Dalam Menghadapi Tekanan Musuh

Hidup ini bukan hanya dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita. Musuh adalah tipikal manusia yang juga pasti akan ada. Mereka selalu mencoba membuat kita merasa tidak nyaman,susah dan menderita. Tekanan yang diberikan mereka bisa saja dalam berbagai bentuk. Kita bisa saja kemudian merasa seolah sendiri bahkan Tuhan pun terkesan melupakan kita. Pemazmur mengungkapkan kebenaran ini. Musuhnya secara berulang terus mempertanyakan dimanakah Tuhan yang dipercayainya. Ia merasa sangat tertekan. Kegelisahan seolah menyergap dirinya. Tetapi kemudian ia menyadari. Tuhan masih ada. Tuhan punya kuasa. Allah adalah gunung batu tempat perlindungan yang kekal. Musuh tidak memiliki kuasa melebihi kuasa Tuhan. janganlah takut menghadapi musuh sebab kita masih punya Tuhan. Tetaplah percaya Allah!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk tetap berharap pada-Mu, amin

Rabu, 19 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 119 : 161 – 168

161 Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar. 162 Aku gembira atas janji-Mu, seperti orang yang mendapat banyak jarahan. 163 Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta, tetapi Taurat-Mu kucintai. 164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. 165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. 166 Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. 167 Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. 168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

Pengharapan Akan Firman Tuhan

Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri. Namun dalam prakteknya, tidak selamanya semua orang bebas melakukan apa saja. Ada hukum yang mengatur; mengikat dan menjadi pedoman. Kehidupan sebagai orang percaya juga demikian. Kita punya Firman Tuhan yang menuntun. Selain itu Firman Tuhan juga menguatkan kita tatkala menghadapi tantangan hidup. Tidak selamanya kita kuat dalam menghadapi persoalan hidup. Ada saatnya dimana kita bisa rapuh, tidak berdaya dan membutuhkan petunjuk sebagai arah hidup. Kita memerlukan Firman Tuhan. Pemazmur menyatakan betapa ia mencintai Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan, ia tahu bagaimana menghadapi hidup yang keras. Ia memiiki Tuhan yang luar biasa. Damai sejahtera dimilikinya tatakala Firman Tuhan menjadi bagian yang menyatu di dalam hidupnya. Marilah kita belajar mencintai Firman Tuhan.

Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu disepanjang hidup kami, Amin.

Kamis, 20 Februari 2025

bahan bacaan : Mazmur 131 : 1 – 3

Menyerah kepada TUHAN
Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

Berserah Dan Berharaplah Hanya Pada Tuhan

Seperti apakah gaya hidup Kekristenan yang memperlihatkan gereja teguh? Berserah dan berharap hanya kepada Allah adalah jawabannya. Gereja dibentuk oleh Tuhan. Tuhan yang memanggil dan mengutus gereja. Sebagai milik Tuhan, maka yang dapat dilakukan sebagai gereja adalah tidak lain hanya berserah dan berharap hanya kepada Tuhan. Kebenaran ini kadang kala kita lupakan. Kita lupa Tuhan yang membentuk kita sehingga kadang kala melalui pelayanan apapun, pujian manusia itu dicari. Kita tidak menaruh Tuhan di depan semua perencanaan sehingga kita andalkan kekuatan diri sendiri. Ketika dalam tekanan persoalan, yang dilakukan bukanlah mendekatkan diri kepada Tuhan, sebaliknya kita melarikan diri dari persoalan. Sebagai gereja yang teguh hendaklah kita berserah dan berharap kepada Allah dari sekarang sampai selama-lamanya. Inilah yang dikatakan pemazmur. Semoga itu juga menjadi bagian dalam keseharian hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami menaruh harap pada-Mu melalui kedekatan pada Firman-Mu , Amin.

Jumat, 21 Februari 2025

bahan bacaan ; Mazmur 71 : 1 – 6

Doa minta perlindungan di masa tua
Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. 2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! 3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. 4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. 5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. 6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.

Pengharapan Sepanjang Hidup Kepada Tuhan

Kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai di hatiku, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti Sungai, kasih-Nya seperti sungai di hatiku. Ini adalah lirik lagu yang biasa dinyanyikan terutama oleh anak sekolah minggu. Kedengaran biasa tetapi siapapun yang menciptakannya pasti hendak menanamkan pesan. Salah satu pesannya adalah bahwa kasih Tuhan itu tidak terbatas waktu. Kasih Tuhan itu berlangsung di sepanjang kehidupan ini. Ini pula yang mesti menjadi pengharapan kita. Sebagaimana yang diungkapkan dalam teks Mazmur ini. Ia meyakini Tuhan sebagai tempat perlindungan. Tuhan adalah gunung batu perlindungan. Sejak muda bahkan dari kandungan, Tuhan yang dipuji. Kita ada di dalam dunia yang penuh dengan beraneka ragam persoalan. Marilah di sepanjang hidup ini, kita membangun pengharapan hanya kepada Tuhan.

Doa : Ajarlah kami berharap hanya kepadaMu ya Tuhan. Amin.

Sabtu, 22 Februari 2025

bahan bacaan : Amsal 10 : 28

28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia

Harapan Orang Benar,Membawa Sukacita

Bagaimana orang meraih harapannya, akan menentukan pula hasil atau dampaknya. Amsal mengajarkan, orang benar akan meraih harapannya dengan jalan yang benar, mereka menaruh harapannya pada sesuatu yang ada di masa depan. Mereka hidup takut akan Allah. Hidup dalam kesalehan, supaya hari – harinya tidak saja akan menjadi banyak, tetapi hari – harinya dipenuhi kebahagiaan. Sementara kejahatan memperpendek usia orang dan menghancurkan harapan mereka. Tahun – tahun orang fasik, akan dihabiskan untuk menikmati dosa dan perkara dunia. Dan pengharapannya akan berganti menjadi keputusasaan yang tiada habisnya. Amsal mengingatkan kita, jadilah orang benar dalam meraih cita – cita dan harapan. Buktinya ada pada hasil, apa yang kita raih mendatangkan sukacita dan bahagia bagi kita, serta berdaya guna bagi orang lain. Jangan iri pada jalan orang fasik, sekali pun seolah meraih apa yang mereka inginkan. Tetap berharaplah pada Tuhan, maka hidupmu pasti diberkati.

Doa: Ya Allah, ajari kami untuk tetap berserah diri pada-Mu, Amin.

*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 9 – 15 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuhlah Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Kasih

Minggu, 09 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Kor 13 : 1 – 13

Kasih
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Milikilah Kasih

Ada banyak hal yang terlintas dalam pikiran kita jika diperhadapkan dengan pertanyaan, apa yang paling penting dalam hidupmu? Atas pertanyaan itu kita dapat memberi jawaban misalnya: keluarga, karir, pelayanan, dll. Namun pada bagian bacaan kita, rasul Paulus hendak menegaskan bahwa tidak ada hal yang paling penting dalam hidup ini selain memiliki kasih (ay. 1-3). Kasih yang dimaksudkannya yaitu kasih agape yang menunjuk pada kasih Allah. Kasih itu sabar, baik hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tidak bersukacita karena ketidakadilan, menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu dan tidak berkesudahan (ay. 4-8), harus dimiliki sebagai orang percaya. Namun, apa yang menjadi alasan kita harus memiliki kasih? Sebab Allah yang kita sembah sudah lebih dahulu menyatakan kasih-Nya bagi kita. Kasih kepada Allah harus diwujudnyatakan dalam kehidupan antara sesama manusia maupun ciptaan-Nya yang lain. Biarlah kasih tidak hanya dipahami sebatas pengetahuan saja, melainkan dimiliki dan diterapkan dalam kehidupan keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Memang hal ini tidaklah mudah, akan tetapi mengupayakannya adalah tanggungjawab bersama sebagai orang-orang yang percaya kepada Allah. Oleh sebab itu bertumbuh dan milikilah kasih, sebab tanpa kasih dalam diri kita maka hal yang paling berharga sekalipun sesungguhnya tidak akan berarti.

Doa: Dengan kasihMu Tuhan, kami tetap berkomitmen supaya menghentikan pilih kasih. Amin.

Senin, 10 Februari 2025

bahan bacaan : Yakobus 2 : 8-9

8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik. 9 Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Stop Pilih Kasih

Berdiri sama tinggi duduk sama rendah merupakan suatu ungkapan yang hendak menegaskan tentang kesetaraan manusia sebagai ciptaan. Oleh karena memiliki derajat yang sama, maka tidaklah baik dan benar jika sesama dibeda-bedakan hanya karena status sosial yang dimiliki. Ini jugalah yang dimaksudkan oleh penulis lewat nasihatnya yang mendorong jemaat kristen saat itu, supaya menjauhi hal-hal yang jahat dan mematuhi hukum Allah yang sempurna seperti menolong yatim piatu, para janda dan sesama yang membutuhkan. Sebab hanya dengan demikian menunjukkan keberadaan hidup mereka yang terus bertumbuh dalam kasih kepada sesama. Kasih itu jugalah yang menggerakkan agar kita tidak memandang rendah orang lain atau melakukan sesuatu dengan tidak memandang muka. Artinya kasih punya peranan yang penting bagi pribadi seseorang untuk menjalani kehidupan bersama dengan orang lain. Hal ini disampaikan sebab tindakan pilih kasih seringkali kita perankan baik secara sadar tetapi juga sebaliknya. Realita ini dapat di temui baik dari lingkungan keluarga, hidup bergereja dan bermasyarakat. Namun melalui firman ini kita diingatkan untuk tetap hidup dalam kasih dan tidak memandang muka hanya karena perbedaan status sosial. Teruslah mengasihi satu dengan yang lain dan tetap berkomitmen supaya menghentikan sikap pilih kasih.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami agar semakin bertumbuh dan memiliki kasih. Amin.

Selasa, 11 Februari 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 43-48

43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Mengasihi Tanpa Batas

Kasih yang kita miliki tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri melainkan juga kepada sesama. Pertanyaannya, apakah kita akan tetap menyalurkan kasih itu kepada mereka yang juga adalah musuh kita? Memang hal ini tidak mudah dilakukan karena berbagai alasan yang mendasarinya. Akan tetapi dalam pengajaran-Nya di atas bukit Yesus berkata: kasihilah musuh-musuhmu (ay. 44a). Pernyataan Yesus kala itu hendak mengajarkan kepada pendengar-Nya tentang hal mengasihi secara utuh. Sebab menjadi anak-anak Allah tidak hanya mengasihi mereka yang juga mengasihi kita, tetapi mengasihi dengan tidak memandang bulu termasuk mengasihi musuh. Selanjutnya Yesus menegaskan agar pendengar-Nya juga mendoakan mereka yang menganiaya (ay. 44b). Artinya setiap perbuatan jahat tidak dibalas dengan jahat pula melainkan dengan kasih. Mengapa demikian? Sebab kasih tidak ada batasnya. Kendatipun sulit untuk dilakukan namun pengajaran Yesus ini harus dihidupi oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Melalui kebenaran firman Tuhan saat ini kita semua diajarkan untuk terus mengasihi semua orang dan mendoakan mereka yang dianggap musuh. Dengan begitu kita akan semakin bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang tidak membatasi kasih, melainkan menyalurkannya secara utuh kepada semua orang. Biarlah kasih yang selalu kita nyatakan itu senantiasa dirasakan dan dialami juga oleh orang-orang yang berada di sekitar kita. Tetaplah berkomitmen untuk menjadi teladan kasih serta teruslah mengasihi semua orang tanpa batas sebab Allah tidak menghendaki kita membatasi kasih.

Doa: terima kasih Bapa, firmanMu mengajarkan kami untuk tetap saling mengasihi. Amin.

Rabu, 12 Februai 2025

bahan bacaan : Roma 13 : 8 – 14

Kasih adalah kegenapan hukum Taurat
8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat. 11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. 12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! 13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. 14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Saling Mengasihi

Sebagaimana kita ingin diperlakukan dengan baik, demikian juga semestinya kita memperlakukan orang lain. Dengan begitu perlakuan baik tidak hanya berjalan satu arah saja tetapi dua arah. Artinya hal-hal yang baik itu tidak dialami dan dirasakan oleh salah satu pihak saja melainkan oleh semua pihak. Demikian juga dengan nasihat Paulus bagi jemaat kristen di Roma tentang cara hidup mereka agar saling mengasihi sebagai sesama manusia. Bagi Paulus, orang yang hidup saling mengasihi sesungguhnya telah memenuhi hukum taurat (ay. 8). Pernyataan Paulus ini menunjukkan betapa pentingnya perihal saling mengasihi. Oleh sebab itu hal dimaksud benar-benar harus dihidupi oleh semua orang percaya. Jadi hal demikian tidak hanya sebatas wacana saja tetapi harus diwujudnyatakan dalam sikap, tutur kata dan perbuatan dari waktu ke waktu baik dalam lingkungan keluarga, gereja maupun masyarakat. Dengan adanya kesadaran untuk saling mengasihi membuat kita menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki Allah. Misalnya seperti yang disampaikan Paulus agar kita hidup jangan dalam pesta pora, bermabuk-mabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati (ay. 13). Karena itu mengasihi satu dengan yang lain harus tetap menjadi prinsip hidup yang terus dipertahankan. Tetap bertumbuh dalam kasih dan jadilah pribadi-pribadi yang saling mengasihi satu dengan yang lainnya.

Doa: mampukan kami Tuhan untuk mengasihi tanpa batas. Amin.

Kamis, 13 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 16 – 17

16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. 17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Jadilah Teladan

Menyandang identitas diri sebagai orang percaya tidak dapat dilepaspisahkan dari cara hidup yang baik dan benar. Artinya identitas dimaksud haruslah nyata terlihat dari karakter hidup kita. Dikatakan demikian karena ada banyak orang juga yang mengaku sebagai orang percaya tetapi cara hidupnya tidak mencerminkan identitas tersebut. Karena itu pada bagian bacaan kita, Petrus menasihati jemaat kristen saat itu agar tetap menerapkan cara hidup yang baik dalam menjalani kehidupan mereka sebagai hamba Allah. Ada beberapa hal yang ia ingatkan agar tetap menjadi perhatian antara lain hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah dan hormatilah raja (ay. 17). Pernyataan ini menunjukkan karakter hidup yang baik dan benar secara utuh. Disampaikan demikian sebab tidak hanya berkaitan dalam membangun relasi dengan Tuhan saja tetapi juga dengan sesama manusia. Dengan cara hidup yang demikian maka orang percaya telah memiliki kasih yang sesungguhnya dan dapat menjadi teladan bagi orang lain yang berada di sekitar mereka. Nasihatnya ini haruslah juga mendapat perhatian dan ditindaklanjuti oleh kita semua sebagai orang percaya di masa kini. Sebab hanya dengan demikian menunjukkan keberadaan hidup kita yang terus bertumbuh dalam kasih dan menjadi teladan bagi sesama. Pastikanlah karakter hidup yang kita tampilkan dalam kehidupan setiap hari, merupakan karakter yang mencerminkan kehidupan sesuai identitas kita sebagai orang percaya. Dengan cara hidup demikian kita dapat menjadi contoh atau teladan yang baik bagi semua orang yang berada di sekitar kita.

Doa: Roh Kudus, kuasailah kami agar menjalani hidup dengan tidak menghakimi. Amin.

Jumat, 14 Februari 2025

bahan bacaan : Matius 7 : 1 – 5

Hal menghakimi
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Jangan Menghakimi

Salah satu wujud nyata hidup kita yang terus bertumbuh dalam kasih yaitu ketika kita tidak saling menghakimi satu dengan yang lain. Inilah juga yang ditegaskan oleh Tuhan Yesus ketika mengajarkan orang banyak di atas bukit. Perintah agar jangan menghakimi nampak jelas ketika Ia berkata: mengapa engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? (ay. 3). Maksudnya ialah agar kita tidak menghakimi orang lain sebelum melihat diri sendiri. Itu berarti perilaku yang suka menghakimi perlu dihindari. Hal ini dilakukan atas kesadaran, bahwa semua orang berdosa dan hanya Allah yang berhak untuk menghakimi. Kendatipun demikian perihal saling menghakimi masih terus dijumpai dalam realitas hidup orang percaya dewasa ini. Oleh karenanya, firman Tuhan saat ini sekali lagi mengingatkan kita agar jangan menghakimi supaya hal demikian juga tidak diperlakukan bagi kita (ay. 1). Dari pada terus-menerus melihat kesalahan orang lain, alangkah lebih baik bila kita membenahi diri dan saling mengasihi. Dengan begitu keberadaan hidup kita akan lebih berarti, sebab kita terus menebarkan energi positif bagi orang-orang di sekitar. Hindarilah perilaku menghakimi dan terus belajar mengintrospeksi diri dari waktu ke waktu. Berkomitmenlah untuk menaati firman Tuhan dengan tidak menghakimi melainkan lebih mengasihi semua orang sebagai sesama.

Doa: Ajarilah kami Tuhan agar tetap menjadi teladan yang baik bagi sesama. Amin.

Sabtu, 15 Februari 2025

bahan bacaan : Markus 10 : 17 – 27

Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
17 Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 18 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!" 20 Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." 24 Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. 25 Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 26 Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Bertumbuh Melalui Hidup Berbagi

Ani membawa anaknya Nia yang masih kecil ke gereja. Sebelumnya ia mengajari Nia memberikan persembahan. Hanya saja di hari Minggu itu, Nia menangis. Ani kebingungan dan menanyakan alasan ia menangis. Ternyata ia tidak mau memberi persembahan. Ia ingin membeli permen dengan uang itu. Kita mungkin akan berkata bahwa anaknya Ani masih kecil jadi ia belum memahami hakekat memberi. Tapi sesungguhnya apa yang diceritakan tidak beda jauh dengan kisah seorang kaya yang tidak mau berbagi. Semua kebaikan telah ia kerjakan tetapi kalau soal berbagi adalah hal yang tidak mau dilakukannya. Ia tidak rela bila harus membagi apa yang ia miliki dengan lain. Hartanya jauh lebih berharga dari apapun. Itulah sebabnya ia meninggalkan Tuhan Yesus dengan tidak mengikuti apa yang dikatakan-Nya. Perilakunya tidak mencerminkan keberadaannya bertumbuh sebagai gereja yang teguh yakni gereja yang hidup dengan saling berbagi.

Doa : Tuhan Yesus tolong kami agar tidak gelisah, Amin

*SUMBER : SHK FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 2 – 8 Februari 2025

Tema Bulanan : Bertumbuhlah Sebagai Gereja Yang Teguh

Tema Mingguan : Bertumbuh Dalam Iman

Minggu, 02 Februari 2025

bahan bacaan : Daniel 6 : 1 – 29

Gua singa
(6-2) Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; 2 (6-3) membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. 3 (6-4) Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. 4 (6-5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya. 5 (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!" 6 (6-7) Kemudian bergegas-gegaslah para pejabat tinggi dan wakil raja itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ya raja Darius, kekallah hidup tuanku! 7 (6-8) Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa. 8 (6-9) Oleh sebab itu, ya raja, keluarkanlah larangan itu dan buatlah suatu surat perintah yang tidak dapat diubah, menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 9 (6-10) Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu. 10 (6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 11 (6-12) Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. 12 (6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." 13 (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." 14 (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. 15 (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" 16 (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" 17 (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. 18 (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. 19 (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; 20 (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" 21 (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! 22 (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." 23 (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. 24 (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. 25 (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! 26 (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. 27 (6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa." 28 (6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Iman Yang Menyelamatkan

Kisah Daniel di Gua Singa adalah kisah heroik yang sungguh memberikan spirit bagi setiap orang percaya bahwa dalam Keyakinan yang sungguh kepada Allah, tidak ada yang mustahil. Daniel diselamatkan! Kesaksiannya pada ayat 23 adalah bukti bahwa orang-orang tulus hati dan jujur di hadapan Tuhan serta manusia pasti diselamatkan. Pada akhirnya, mereka yang memfitnah Daniel justru dihukum dan menuai apa yang mereka tabur. Dari kisah Daniel, kita belajar bahwa orang yang jujur, tulus dan hidup sesuai kehendak Tuhan pasti selamat. Mengandalkan Tuhan sebab menyadari bahwa hanya Tuhanlah satu-satunya penolong adalah wujud Iman yang berakar pada diri setiap orang percaya. Oleh karenanya, hidupkan Iman itu, tetap bertumbuh pada Iman yang mengarah hanya kepada Tuhan sang penyelamat. Janganlah mengandalkan diri sendiri, kekuatan dan kehebatan manusia tidaklah berfaedah jika Iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus tidak bertumbuh. Setiap kita akan diperhadapakan dengan ‘singa2 masalah yang siap menerkam kapan dan dimana saja. Namun, ketika kita berlaku jujur, tulus dan benar dihadapan Tuhan maka ‘singa-singa’ atau masalah itu tidak akan mematikan kita justru akan membangkitkan Iman yang lebih kuat sebab Allah telah menyelamatkan kita. Marilah, perkuat Iman kepada Tuhan, pelihara dan yakinilah.

Doa: Ya Tuhan, teguhkanlah Iman kami. Amin.

Senin, 03 Februari 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 8 – 10

8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. 9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. 10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.

Dengan Iman, Selamatlah Engkau!

Dia berjalan dan melompat, Puji Hu,, Dalam Nama Yesus, berjalanlah engkau’ penggalan lirik ini merupakan lagu sekolah minggu yang terinspirasi dari kisah seorang lumpuh yang termuat dalam bacaan kita hari ini. Di Listra, dikisahkan ada seseorang yang lumpuh sejak lahir, ia duduk dan mendengar Paulus berbicara. Paulus menatapnya dan melihat bahwa ia beriman, sehingga pasti dapat diselamatkan. Lalu Paulus menyuruhnya untuk berdiri, seketika ia pun berdiri dan dapat berjalan. Mujizat yang terjadi pada orang lumpuh ini menyirat makna bahwa hanya dengan memiliki Iman yang sungguh akan Kuasa Allah, Allah akan menyatakan kemuliaanNya lewat orang-orang yang IA percayakan untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dan Jamahan Kasih Tuhan. Disekitar kita ada mereka yang membutuhkan pertolongan. Membalut luka hati yang putus asa dan hilang harapan bahkan mengulurkan tangan bagi mereka yang berkekurangan. Iman yang demikian mesti dikelola dan dipelihara sebab sangat berdampak baik bagi keutuhan relasi antar sesama bahkan juga relasi dengan Tuhan. Jika kita pernah melakukan kebaikan dan memiliki hati yang tergerak untuk menolong sesama itu sungguh menjadi sukacita bagi mereka yang mendapatkannya. Laksana orang lumpuh yang berloncat-loncat kegirangan itulah sukacita yang kita rasakan pula ketika memiliki Iman yang mau menggerakkan.

Doa: Gerakkan hati kami Tuhan, untuk menjadi penolong bagi sesama kami.. Amin.

Selasa, 04 Februari 2025

bahan bacaan : Kejadian 15 : 1 – 6

Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya
Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." 2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." 3 Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." 4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." 5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Menanti Penggenapan Janji Tuhan

Manusia berjanji seringkali berkhianat, manusia berjanji seringkali tidak ditepati, manusia berjanji seringkali berujung pada kekecewaan. Tetapi, Janji Tuhan tidak pernah mengecewakan, tidak pernah tidak ditepati, selalu tepat pada waktunya. Benar adanya kalimat-kalimat yang disampaikan itu, bahwa janganlah percaya sepenuhnya pada janji manusia sebab dapat mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang diucapkan. Hanyalah, percaya pada janji Tuhan yang sungguh dan pasti ditepati. Abraham bergumul bersama istrinya, Sarai untuk memiliki keturunan. Dalam waktu yang tidak cepat dan tidak mudah pergumulan itu dibangun bersama Tuhan. Sungguh, ujian Iman yang tidak mudah dilalui oleh Abraham untuk memiliki keturunan. Belajar dari kisah Abraham, kita diingatkan untuk mempercayakan seutuhnya kehidupan kita pada janji dan rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Ingatlah, bahwa Tuhan yang berjanji pasti akan digenapi. Persoalannya, apakah kita siap menanti penggenapan janji itu? Kemanusiaan kita sering membuat kita tidak sabar menanti penggenapan janji Allah sehingga kita sering menyalahkanNya jika janji itu belum tergenapi. Oleh karenanya, Percayalah, Nantikanlah penggenapan Janji Tuhan, sebab Janji Tuhan Ya dan Amin serta mendatangkan Kebaikan dan sukacita.

Doa: Ya Tuhan, kami menantikan Janji SetiaMu yang menyelamatkan. Amin

Rabu, 05 Februari 2025

bahan bacaan : Markus 7 : 24 – 30

Perempuan Siro-Fenisia yang percaya
24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

“Remah-remah” Yang Menghidupkan

Perempuan Siro-Fenisia mendatangi Yesus ketika mendengar Yesus berada di daerah Tirus. Maksud perjumpaan itu ialah Perempuan ini ingin Yesus menyelamatkan anaknya yang sedang kerasukan setan. Ketika maksud itu disampaikan kepada Yesus, jawab Yesus kepadanya dengan sebuah perumpamaan (baca ayat 27). Dari perumpamaan itu, dengan bijak sang perempuan menjawab Yesus bahwa remah-remah yang jatuh pun akan dinikmati oleh anjing. Jawaban perempuan itu merupakan wujud kepercayaannya pada Kuasa Tuhan dan benar saja, Tuhan Yesus mengatakan bahwa jawaban perempuan itu menyelamatkan anaknya. Remah-remah adalah sisa-sisa makanan yang terbuang, dalam konteks pergumulan Perempuan Siro Fenisia itu, Remah-remah dilihat sebagai Iman yang justru membawa keselamatan. Sesunggunya, dalam kehidupan kita ada banyak sekali ‘remah-remah’ yang dapat menjadi kekuatan dan menyelamatkan kita dari persoalan yang kita alami. Jangan abaikan ‘remah-remah’ yang masih ada dalam kehidupan kita, sedikit saja kita memperhatikan dan mendayagunakan ‘remah-remah’ itu maka kita pasti akan merasakan sukacita. Remah itu adalah rasa Percaya kita pada Kuasa Tuhan. Taruhlah kepercayaan itu pada KuasaNya, maka semua persoalan kita pasti akan diselesaikan oleh KemuliaanNya.

Doa: Kami Percaya Tuhan, Engkau Penolong kami di dalam kesesakan. Amin.

Kamis, 06 Februari 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 17 : 40 – 47

Perkelahian Daud dengan Goliat
40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. 41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. 42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. 43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. 44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang." 45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. 46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, 47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Tuhanlah Perisaiku, Ku Tak akan Takut!

Daud dan Goliat ada dalam sebuah pertarungan yang sengit dan menegangkan. Goliat menggunakan pedang dan tombak sedangkan Daud hanya menggunakan Umban/ Katapel dan yang terpenting bagi Daud ialah Nama Tuhan yang menjadi perisainya. Daud menerima penghinaan dan dianggap remeh oleh Goliat, sebab dilihatnya Daud masih muda dan belum berpengalaman. Namun Alkitab menyaksikan Goliat kalah menghadapi Daud. Kekalahan Goliat ini mengajarkan kita untuk tidak bermegah dengan kekuatan, kekuasaan dan kekayaan kita sebab semua akan sirna jika Tuhan tidak berkehendak untuk kita yang mengandalkan hal-hal duniawi tersebut. Bahkan kita juga belajar untuk tidak memandang rendah orang lain dengan keterbatasan atau kelemahan mereka, sebab bisa saja dari kelemahan itu Tuhan mengangkat menjadi pemenang. Nilai lain yang kita pelajari dari bacaan ini juga adalah Mengandalkan Tuhan dalam menghadapi tantangan. Tuhanlah satu-satunya Perisai dan Penolong bagi kita yang diterpa dengan berbagai tantangan hidup. Tetaplah tunduk pada Kedaulatan dan Kemahakuasaan Tuhan itu, sebab jika hanya mengandalkan kekuatan kita, semua akan sia-sia. Janganlah takut, jangan khawatir dan cemas, tantangan kita akan diubah dengan kemenangan jika Tuhan yang menjadi Perisai.

Doa : Terima Kasih Tuhan, telah menjadi Perisai atas Persoalan hidup kami. Amin.

Jumat, 07 Februari 2025

bahan bacaan : II Raja-Raja 6 : 8 – 18

Tindakan Elisa dalam peperangan melawan Aram
8 Raja negeri Aram sedang berperang melawan Israel. Ia berunding dengan pegawai-pegawainya, lalu katanya: "Ke tempat ini dan itu haruslah kamu turun menghadang." 9 Tetapi abdi Allah menyuruh orang kepada raja Israel mengatakan: "Awas, jangan lewat dari tempat itu, sebab orang Aram sudah turun menghadang ke sana." 10 Sebab itu raja Israel menyuruh orang-orang ke tempat yang disebutkan abdi Allah kepadanya. Demikianlah Elisa memperingatkan kepadanya, supaya berawas-awas di sana, bukan sekali dua kali saja. 11 Lalu mengamuklah hati raja Aram tentang hal itu, maka dipanggilnyalah pegawai-pegawainya, katanya kepada mereka: "Tidakkah dapat kamu memberitahukan kepadaku siapa dari kita memihak kepada raja Israel?" 12 Tetapi berkatalah salah seorang pegawainya: "Tidak tuanku raja, melainkan Elisa, nabi yang di Israel, dialah yang memberitahukan kepada raja Israel tentang perkataan yang diucapkan oleh tuanku di kamar tidurmu." 13 Berkatalah raja: "Pergilah melihat, di mana dia, supaya aku menyuruh orang menangkap dia." Lalu diberitahukanlah kepadanya: "Dia ada di Dotan." 14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu. 15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" 16 Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." 17 Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. 18 Ketika orang-orang Aram itu turun mendatangi dia, berdoalah Elisa kepada TUHAN: "Butakanlah kiranya mata orang-orang ini." Maka dibutakan-Nyalah mata mereka, sesuai dengan doa Elisa.

Doa Adalah Kekuatan

Kekuatan Doa orang-orang yang tulus dan sungguh-sungguh akan mendatangkan keselamatan dan kebaikan. Elisa meyakini Kuasa Doanya kepada Tuhan sehingga menyelamatkan bangsa Israel dari amukan Raja Aram. Jika Elisa tidak berdoa maka bangsa Israel akan binasa di tangan Bangsa Aram. Hampir saja mereka diserang dan dibinasakan. Elisa menyadari sungguh bahwa Tuhan saja yang dapat menyelamatkannya bersama smua orang Israel, maka Berdoalah dia. Seringkali Doa yang kita sampaikan kepada Tuhan masih diliputi dengan keragu-raguan, ketakutan dan kekhawatiran. Padahal, jika kita meyakini Doa memiliki Kuasa, maka Yakinilah. Elisa mengajarkan kepada kita bahwa Doa yang dipanjatkan dengan sungguh dan penuh keyakinan akan dikabulkan oleh Tuhan. Oleh karenanya, dalam semua gumulan kita yang didasari dengan Doa pasti akan membawa Berkat. Berdoa dengan keyakinan dan kepasrahan bahwa tidak ada yang melebihi kuasa Allah dalam Doa yang kita panjatkan itu memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menenangkan, menyembuhkan, memulihkan dan menolong. Bangun Relasi dengan Tuhan dalam doa-doa kita. Berdoa bersama keluarga di meja makan, di kamar tidur, di ruang-ruang hati kita. Teruslah Berdoa dan Yakini, Tuhan akan menjawab Doa dan Gumul kita jika kita Percaya Kuasa Doa itu. Bukankah Doa orang benar, besar Kuasanya?

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk memiliki Keyakinan akan Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Amin.

Sabtu, 08 Februari 2025

bahan bacaan : Lukas 7 : 1 – 10

Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Hidup Dalam Kerendahan Hati

Memiliki jabatan dan kekuasaan sering kali menjadikan kita tinggi hati dan memandang rendah orang lain. Kendatipun realitas ini dapat kita temui dimana-mana, namun hal yang berbeda justru nampak dalam pribadi seorang perwira di Kapernaum dalam bacaan kita. Kerendahan hatinya itu nampak dari cara ia bersikap serta memperlakukan hambanya (ay. 2-3). Hal yang sama pun terlihat ketika sang perwira menganggap dirinya tidak layak menemui dan menerima Yesus di dalam rumahnya, untuk menyembuhkan hambanya (ay. 6-7). Terkait dengan itu sang perwira hanya meminta Yesus untuk mengatakan sepatah kata dan dalam keyakinannya ia meyakini hambanya akan sembuh. Keyakinannya terhadap kuasa Yesus lahir dan bertumbuh hanya dengan mendengar mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Pengalaman iman seperti ini memberikan pelajaran yang berharga bagi kita sebagai orang percaya, agar semakin bertumbuh dalam iman percaya kepada Yesus. Salah satu wujud bertumbuhnya iman kita kepada-Nya yaitu hidup dalam kerendahan hati. Karena itu sekalipun kita dianugerahi jabatan dan kekuasaan serta kekayaan yang berlimpah, tetaplah rendah hati di hadapan-Nya. Sebab dengan kerendahan hati, kita akan mengakui kemahakuasaan Allah dan keterbatasan kita sebagai manusia. Tetaplah rendah hati dan pastikanlah iman kita terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami agar tetap rendah hati sebagai wujud iman kepada-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Berharap pada Allah Yang Menyelamatkan

Minggu, 01 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mikha 7 : 7- 13

Pengharapan baru bagi Sion
7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya. 10 Musuhku akan melihatnya dan dengan malu ia akan menutupi mukanya, dia yang berkata kepadaku: "Di mana TUHAN, Allahmu?" Mataku akan memandangi dia; sekarang ia diinjak-injak seperti lumpur di jalan. 11 Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas. 12 Pada hari itu orang akan menghadap engkau dari Asyur sampai Mesir, dari Mesir sampai sungai Efrat, dari laut ke laut, dari gunung ke gunung. 13 Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.

Ku menunggu dan mengharapkan Allah.

Hidup ini bergulir mengikuti laju sang waktu hingga tidak terasa kita telah memasuki minggu advent pertama di bulan Desember. Ada fase dan tahap tertentu dari hidup yang telah terlampaui. Ada siklus musim yang silih berganti. Hidup dalam berbagai musim terutama musim kesukaran, penderitaan, tanpa harapan dan kesempatan, kita harus melihatnya sebagai sebuah fase yang tidak akan abadi. Musim itu pasti berlalu. Umat Isarel juga mengalami fase-fase kehidupan di musim kesukaran dan penuh penderitaan sebagaimana kata-kata nabi Mikha dalam bacaan ini. Tetapi Mikha berpengharapan dan menguatkan iman umat Israel untuk terus menunggu dan mengharapkan Allah yang menyelamatkan mereka dari berbagai kesempitan hidup. Umat Israel harus bertahan dan bersabar sebab ada pengharapan yang pasti. Tuhan akan menyelamatkan pada waktuNya.Menghadapi apapun dalam hidup kita, kesukaran dan krisis atau penderitaan,memang dimana-mana kita melihatnya. Tetapi jangan berhenti disitu, tetaplah bertahan dan berpengharapan. Tuhan selalu menginmkan tanda pengharapan supaya kita tetap bertahan.Oleh sebab itu besarkanlah hati, kuatkan semangat dan berpengharapanlah supaya kita sendiri kuat untuk menjadi orang yang memberi pengharapan bagi sesama yang lemah dan susah.

doa : Ya Tuhan mampukanlah kami agar tetapsetia menjaga relasi denganMu dan sesama kami. Amin.

Senin, 02 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 38 : 14-23

13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 16 (38-17) Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!" 17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan; 18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku. 19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab; 20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik. 21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku! 22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

Bejana Pengharapan.

Kapal Mercy Ship adalah rumah sakit yang pertama di dunia ini, yang beroperasi sejak tahun 1978.Kapal ini pergi kemana-mana,ke pulau terpencil, mengunjungi pasien-pasien yang sakit dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar biaya pengobatan. Mereka mengobati banyak orang. Vivalina adalah salah seorang gadis di pulau Madagaskar, ia cacat kaki, bengkok tulang yang parah sekali sehingga tidak bisa berjalan. Tetapi pada suatu hari Mercy Ship singgah di Madagaskar dan melakukan operasi untuk gadis ini sehingga ia berhasil dipulihkan dan punya kemampuan untuk berjalan kembali. Bagi Vivalia, datangnya Mercy Ship adalah sinyal pengharapan yang menyelamatkannya.Betapa mulianya hati orang-orang yang ada di Mercy Ship itu, sebab itulah kapal tersebut dijuluki “bejana pengharapan’. Pemazmur dalam penderitaan kesakitannya, juga mengharapkan Tuhan jangan meninggalkannya. la percaya Tuhan segera menolong dan menyelamatkannya. Pengharapannya kepada Tuhan sungguh kuat. Firman Tuhan ini mengingatkan, Tuhan bukan hanya menginginkan untuk kita mencari isyarat pengharapan, tetapi adakalanya menjadi sinyal pengharapan bagi orang lain supaya banyak orang tahu Tuhan itu ada. Jika Tuhan itu ada, pengharapan selalu tersedia dan masa depan juga ada.

doa : Ya Tuhan tolonglah kami untuk menjadi sinyal pengharapan bagi yang lemah dan susah. Amin.

Selasa, 03 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 39 : 8 -14.

7 (39-8) Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap. 8 (39-9) Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal! 9 (39-10) Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak. 10 (39-11) Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu. 11 (39-12) Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela 12 (39-13) Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku. 13 (39-14) Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"

KepadaMu aku berharap.

Seorang ibu janda dalam ibadah persiapan menyongsong adventus, menyampaikan doanya: “ya Tuhan Allah, dari tengah kegelapan hamba berseru, dari tengah kesukaran hamba berbisik kata. Kirimkanlah orang-orang yang tulus membawa pengharapan kepada dunia yang sedang sakit ini. Jangan biarkan dunia terjerembab dalam lumpur keputusasaan. Ijinkan kami melihat cahaya kebaikan hati yang melegakan dan uluran tangan yang meringankan supaya ada perubahan-perubahan baru yang membesarkan hati. Kiranya didalam perkenaanMu ya Allah, mampukan kami mengirim pesan-pesan pengharapan pula kepada sesama yang membutuhkan supaya semakin banyak doa dikabulkan karena kami ikut ambil bagian didalam pengabulan doa-doa itu.Terpujilah namaMu Kristus, Pengharapan dunia”. Senada dengan doa ibu janda ini, pemazmur juga berkeluh kesah dalam doa, “berilah telinga kepada teriakanku minta tolong, sebab aku menumpang padaMu”. Tiap hari begitu banyak doa yang mengharapkan pertolongan Tuhan disampaikan banyak orang dalam berbagai himpitan dan tekanan kehidupan. Yakinilah bahwa pengharapan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Teruslah berdoa dan bertindak dalam memaknai minggu adventus ini dengan selalu bersedia menolong orang lemah dan susah yang kehilangan sukacita dan pengharapan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah pengharapan dunia, tempat kami berharap dan bersandar. Amin.

Rabu, 04 Desember 2024

Bahan bacaan : Ibrani 6 : 9 -20.

Berpegang teguh pada pengharapan
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. 19 Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, 20 di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

Pengharapanmu suatu milik yang pasti.

Dalam kehidupan, kita selalu membutuhkan suatu tanda sebagai isyarat bahwa ada pengharapan. Bagi pelaut yang sedang berjuang di malam hari melawan serbuan ombak dan gelombang, maka cahaya mercusuar yang jauh di tepi pantai adalah sinyal pengharapan baginya.Bagi orangtua yang hidupnya susah dan dililit kemiskinan,mempunyai seorang anak yang berprestasi di sekolah, adalah sebuah sinyal pengharapan.Pengharapan adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa, demikianlah nasehat kepada orang-orang Ibrani. Allah bukanlah tidak adil dan lupa akan pekerjaan kasih yang telah dilakukan mereka dalam berbagai pelayanan. Tetapi supaya masing-masing orang dapat menunjukan kesungguhan dengan menjadikan pengharapan itu sebagai sesuatu milik yang pasti. Oleh karena itu dalam berbagai keadaan hidup, mereka diminta untuk bersabar dan berpegang teguh pada pengharapan.Tidak lain, Tuhan Yesus adalah Sumber pengharapan dan Perintis untuk memperoleh keselamatan. Bagi kita yang sedang merayakan minggu adventus, pengharapan kepada Yesus adalah suatu milik yang pasti. Itulah kekuatan untuk kita bertahan menghadapi situasi apapun dalam kehidupan. Teruslah berharap pada Tuhan dan lakukanlah perbuatan kasih! Kirimlah sinyal pengharapan kepada siapa saja disekitar kita yang membutuhkan pertolongan.

doa : Ya Tuhan, Engkaulah sumber pengharapan yang apsti dalam berbagai situasi. Amin.

Kamis, 05 Desember 2024

Bahan bacaan : Yesaya 30 : 18-26.

Janji keselamatan bagi Sion
18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! 19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab. 20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, 21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri. 22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: "Keluar!" 23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas; 24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. 25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh. 26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

Tuhan membalut luka umatNya.

Siapa yang suka menanggung beban dan menyimpan luka didalam hidupnya? Kita Ssemua tidak mau bila hidup berbeban dan terluka. Kita suka mengeluhkan sebuah beban. Jikalau boleh kita tidak perlu memikul beban dan merasakan luka. Tetapi ironisnya,kita ini juga manusia yang paling sulit meletakkan beban dan menyembuhkan luka sendiri.Padahal justru beban yang tidak diletakkan dan luka yang tidak disembuhkan akan menyulitkan kita sendiri. Umat Israel pada zaman nabi Yesaya,mengeluhkan beban yang yang mereka hadapi.Luka karena terhimpit kesesakan dan perbuatan bangsa-bangsa lain membuat mereka menangis. Akankah datang hari pembebasan dan penyelamatan itu?Terhadap keluh kesah umat Israel ini, Nabi Yesaya hadir menguatkan mereka.Nantikanlah Tuhan! Sebab la hendak menunjukan kasihNya dan membalut luka-luka umat-Nya. Tuhan adalah Allah yang adil. Berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dial. Selama perjalanan hidup di tahun ini, tak terhitung betapa banyaknya beban kita pikul dan luka yang membuat menangis. Tiap orang dan keluarga berbeda beban dan luka. Tetapi satu yang pasti,kita yang menaruh pengharapan pada Tuhan menjadi kuat menanggung semua itu.Inilah belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan bagi kita. Sebab itu, tiada sia-sia terus berharap kepada Tuhan. Beban hidup yang berat diangkat-Nya. Luka menganga disembuhkan-Nya.

doa : Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan. Amin.

Jumat, 06 Desember 2024

Bahan bacaan : Yeremia 14 : 1-22.

Mengenai musim kering
Firman TUHAN yang datang kepada Yeremia mengenai musim kering. 2 Yehuda berkabung, pintu-pintu gerbangnya rebah dan dengan sedih terhantar di tanah; jeritan Yerusalem naik ke atas. 3 Pembesar-pembesarnya menyuruh pelayan-pelayannya mencari air; mereka sampai ke sumur-sumur, tetapi tidak menemukan air, sehingga mereka pulang dengan kendi-kendi kosong. Mereka malu, mukanya menjadi merah, sampai mereka menyelubungi kepala mereka. 4 Pekerjaan di ladang sudah terhenti, sebab hujan tiada turun di negeri, maka petani-petani merasa kecewa dan menyelubungi kepala mereka. 5 Bahkan rusa betina di padang meninggalkan anaknya yang baru lahir, sebab tidak ada rumput muda. 6 Keledai-keledai hutan berdiri di atas bukit gundul, mengap-mengap seperti serigala, matanya menjadi lesu, sebab tidak ada rumput. 7 "Sekalipun kesalahan-kesalahan kami bersaksi melawan kami, bertindaklah membela kami, ya TUHAN, oleh karena nama-Mu! Sebab banyak kemurtadan kami, kami telah berdosa kepada-Mu. 8 Ya Pengharapan Israel, Penolongnya di waktu kesusahan! Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini, seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam? 9 Mengapakah Engkau seperti orang yang bingung, seperti pahlawan yang tidak sanggup menolong? Tetapi Engkau ada di antara kami, ya TUHAN, dan nama-Mu diserukan di atas kami; janganlah tinggalkan kami!" 10 Beginilah firman TUHAN tentang bangsa ini: "Mereka sangat senang mengembara dan tidak menahan kakinya. Sebab itu TUHAN tidak berkenan kepada mereka; tetapi sekarang Ia mau mengingat kesalahan mereka dan mau menghukum dosa mereka." 11 TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah engkau berdoa untuk kebaikan bangsa ini! 12 Sekalipun mereka berpuasa, Aku tidak akan mendengarkan seruan mereka; sekalipun mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban sajian, Aku tidak akan berkenan kepada mereka, melainkan Aku akan menghabiskan mereka dengan perang, dengan kelaparan dan dengan penyakit sampar." 13 Lalu aku berkata: "Aduh, Tuhan ALLAH! Bukankah para nabi telah berkata kepada mereka: Kamu tidak akan mengalami perang, dan kelaparan tidak akan menimpa kamu, tetapi Aku akan memberikan kepada kamu damai sejahtera yang mantap di tempat ini!" 14 Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri. 15 Sebab itu beginilah firman TUHAN mengenai para nabi yang bernubuat demi nama-Ku, padahal Aku tidak mengutus mereka, dan yang berkata: Perang dan kelaparan tidak akan menimpa negeri ini--:Para nabi itu sendiri akan habis mati oleh perang dan kelaparan! 16 Dan bangsa yang kepadanya mereka bernubuat akan tercampak mati di jalan-jalan Yerusalem, disebabkan oleh kelaparan dan perang, dan tidak ada orang yang akan menguburkan mereka: mereka sendiri, isteri-isteri mereka, anak-anak mereka yang laki-laki dan yang perempuan. Demikianlah akan Kutumpahkan kejahatan mereka ke atas mereka." 17 Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. 18 Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." 19 Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! 20 Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. 21 Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! 22 Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?

Tuhan menolong disetiap musim kehidupan.

Kita merasa Allah tidak peduli. Ketika kita ada dalam kesesakan, kita bertanya Allah ada dimana? Bahkan ketika kita sudah menyampaikan begitu banyak doa, sepertinya Tuhan diam seribu bahasa. Tetapi benarkah bahwa Allah itu hanya diam dan tidak bekerja? Pertanyaan-pertanyaan penuh kegelisahan seperti diatas disampaikan pula oleh Umat Israel saat menghadapi musim kering kehidupan mereka.”Mengapakah Engkau seperti orang asing di negeri ini? Seperti orang perjalanan yang hanya singgah untuk bermalam?” Hidup yang mereka nikmati sungguh gersang dan mematikan oleh karena dosa-dosa mereka sendiri. Dalam kondisi seperti inilah nabi Yeremia tampil menyampaikan nubuatan dari Tuhan. Bertobat dan percayalah kepada Tuhan!. la Masih bekerja sebab akan ada waktunya Tuhan menurunkan hujan dan memberi kesuburan agar hidup terus berlanjut. Situasi sekarang banyak orang susah dan menghadapi kesulitan. Bagai ada di musim kering. Tetapi ingatlah, Tuhan selalu bekerja mendahului kita. Tuhan terlalu baik untuk membiarkan kita tanpa pertolongan. Yakinlah berkat-Nya tersedia, maka bersyukurlah dan berbagilah.

doa : Terima kasih atas pemeliharaanMu ya Tuhan, dalamkehidupan kami. Amin.

Sabtu, 07 Desember 2024

Bahan bacaan : Mazmur 71 : 12 – 16.

12 Ya Allah, janganlah jauh dari padaku! Allahku, segeralah menolong aku! 13 Biarlah mendapat malu dan menjadi habis orang-orang yang memusuhi jiwaku; biarlah berselubungkan cela dan noda orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku! 14 Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu; 15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya. 16 Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Tuhan adalah sumber pengharapan.

Manusia selalu menginginkan hidupnya berlangsung dengan baik. Keberhasilan atau kesuksesan menjadi impian setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Berbagai cara tentu akan digunakan untuk mencapai tujuan hidup. Setiap cara yang digunakan akan menentukan perjalanan hidup, entah menjadi baik atau menjadi buruk. Tentunya dalam menjalani kehidupan maka tidak selamanya akan berlangsung baik tetapi akan juga terjadi hal yang buruk. Hal yang buruk berkaitan dengan tantangan atau kesulitan yang akan dihadapi oleh setiap orang dalam perjalanan hidupnya. Olehnya itu dibutuhkan cara yang ampuh agar dapat kuat menjalani kehidupan dengan berbagai tantangan atau kesulitan.Kekuatan untuk berhadapan dengan tantangan kehidupan adalah tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya Penolong yang akan meluputkan manusia dari bahaya yang menghadang. Tuhan adalah gunung batu, tempat berteduh,kubu pertahanan, yang akan selalu menolong dan menjaga kehidupan setiap orang percaya. Menjadikan Tuhan sebagai Sumber Pengharapan maka orang percaya akan terluput dari celaka, dari setiap musuh bahkan dari maut sekalipun. Karena itu, jadikanlah Tuhan sebagai Sumber Pengharapan dalam hidup.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk selalu mengandalkanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Solidaritas Dengan Yang Lemah

Minggu, 24 November 2024

bahan bacaan : Lukas 5 : 17 – 26

Orang lumpuh disembuhkan
17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. 19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. 20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni." 21 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 25 Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. 26 Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

Tunjukkan Solider terhadap yang Lemah

Barangsiapa mengasihi, hendaklah ia menyatakannya bukan melalui perkataannya tetapi juga melakukannya. Inilah yang terlihat dalam sikap beberapa orang yang membantu orang lumpuh agar dapat disembuhkan oleh Yesus. Mereka memperlihatkan sikap solidaritas terhadap mereka yang lemah. Apakah ini juga menjadi gaya hidup kekristenan kita? Kita akui kalau berbicara tentang membela kehidupan, kita bisa saja menjadi orang yang selalu mau membuktikan kepada orang lain tentang kebaikan kita. Tetapi apakah itu benar-benar kita lakukan dalam hidup kita yang nyata? Hari ini kita belajar bagaimana kasih yang sesungguhnya. Saya berada di kapal Santika Lestari. Sebagai penumpang yang baru saja menumpangi kapal cepat, saya agak kewalahan untuk bisa menyesuaikan diri. Tetapi untunglah ada seorang bapak menyapa saya dan menyebutkan identitasnya. Ia seorang majelis jemaat di Moa. Akhirnya selama pelayaran saya merasa nyaman karena beliau sangat membantu saya dalam pelayaran ini. Bagaimana dengan kita, maukah kita menunjukkan sikap yang solider dengan siapa saja?

Doa: Ya Allah, ajari kami solider kepada semua orang. Amin.

Senin, 25 November 2024

bahan bacaan : Amsal 19 : 17

17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Memiutangi Tuhan

Bagaimana mungkin kita memiutangi Tuhan, karena Tuhan itu kaya dan pastilah segera membayar hutangnya kepada kita. Namun, bacaan kita memaparkan bahwa Allah bisa jadi berhutang bukan karena kita meminjamkan sesuatu kepada Dia tetapi karena perbuatan kita kepada orang lain. Apakah itu? Yang pertama, karena kita menaruh belas kasihan kepada setiap orang. Tuhan senang kepada orang yang peduli terhadap sesamanya. Dia menghargai perbuatan orang yang melakukan sesuatu terhadap orang lain karena didorong belas kasihan. Belas kasihan menunjuk pada sikap yang turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Orang yang mendapatkan belas kasihan itu adalah orang yang lemah atau tersisihkan yaitu orang yang sering tidak memiliki jalan untuk mendapatkan pertolongan dari orang lain. Memberi didasari oleh belas kasihan merupakan sebuah cara untuk melayani Tuhan dan Dia akan memberi upah kepada orang yang berbuat demikian. Yang kedua, karena kita mau berkorban bagi sesama. Terkadang untuk menolong orang lain kita harus berkorban. Berkorban yang sungguh–sungguh dan yang mau membantu dengan hati yang tulus tanpa pamrih. Milikilah hati yang penuh belas kasih, yang suka berbagi dan menolong karena dengan demikian kita akan menjadi orang – orang yang dipenuhi berkat.

doa : Ya Tuhan Allah, berikanlah kami hati yang penuh belas kasihan bagi sesama di seputar kami, amin

Selasa, 26 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 16

16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.

Tepat Sasaran

Memberi kepada sesama adalah hal yang baik dan indah bagi Tuhan. Allah sendiri dalam banyak kesempatan mengajar dan memberi contoh bagaimana kita menunjukkan kasih kepada sesama dengan cara memberi atau berbagi. Kita bisa memberi tanpa mengasihi, namun sulit mengasihi tanpa memberi. Memberi kepada sesama pun tidak harus menunggu kita menjadi orang kaya, melainkan dalam keadaan apapun kita tetap dapat memberi. Firman Tuhan hari ini berkata, memberi hadiah kepada orang kaya itu merugikan diri sendiri. Maksudnya, pemberian yang tepat sasaran bukanlah pemberian kepada orang yang lebih mampu melainkan memberi kepada orang yang benar – benar membutuhkan bantuan kita. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menindas orang yang lemah dan tidak mengambil keuntungan dari mereka. Karena kenyataan hidup dewasa ini, hak – hak orang yang lemah terkadang tidak mereka dapatkan, melainkan kita mengambil hak itu bagi kita. Mari kita belajar untuk memperoleh sesuatu dengan cara yang benar dan mau berbagi hidup dengan mereka yang lemah dan tersisihkan. Agar hidup kita benar – benar hidup yang menjadi berkat bukan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

doa : Tuhan, ajarilah kami untuk tidak memperkaya diri dengan menindas orang lain, tetapi mau berbagi dengan yang lemah, amin

Rabu, 27 November 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 20 : 35

35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Tangan Yang Tulus dan Hati Yang Rela
Ada falsafah hidup yang mengatakan “Lebih baik tangan yang memberi daripada tangan yang menerima.” Dalam falsafah ini terkandung nilai–nilai luhur dan berguna bagi kehidupan ini. Melalui penggalan kalimat ini, kita kembali disadarkan tentang pentingnya memberi. Memberi yang lahir dari diri sendiri, dan bertujuan untuk menolong atau meringankan beban sesama kita yang sedang menderita dan membutuhkan. Di era yang penuh dengan kemajuan teknologi, mungkin falsafah ini sudah jarang terdengar bahkan ditinggalkan oleh banyak orang. Tidak heran, di zaman yang serba cepat seperti saat ini, banyak dari kita yang semakin individualis bahkan terjebak dalam self centered syndrome atau sindrom yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala kehidupan yang ada tanpa menghiraukan keberadaan orang lain. Dampak dari sindrom ini adalah pemikiran seperti : saya yang paling sulit dan menderita, sehingga seharusnya saya yang dibantu bukan membantu. Kalimat–kalimat ini mungkin muncul dalam pikiran kita saat kita hendak memberi. Namun, menurut Yesus memberikan yang terbaik tidak dilihat dari kuantitas tetapi tangan yang tulus dan hati yang rela memberi. Seperti dalam bacaan kita, Paulus juga mengingatkan kepada kita untuk dengan setia mau menolong sesama kita yang sedang menderita kesulitan, sembari terus mengingat dan menanamkan perkataan Yesus di dalam hidup kita.

doa : Ajarlah kami memberi dengan tangan yang tulus dan hati yang rela berbagi, amin

Kamis, 28 November 2024

bahan bacaan : Amsal 3 : 27 – 35

Anjuran untuk berbuat baik
27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu. 29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. 30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. 31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, 32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. 33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. 34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 35 Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Hikmat : Kasih dan Rendah Hati

Ternyata hikmat dikaitkan dengan dua karakter yaitu kasih dan rendah hati. Seperti pedang bermata dua, kasih mempunyai dua sisi yaitu pasif dan aktif. Kasih menolak untuk merugikan apalagi mencelakakan orang. Dalam hal ini kasih memiliki makna pasif yaitu tidak berbuat jahat. Secara aktifnya, mendorong kita melakukan sesuatu, yakni berbuat kebaikan kepada sesama. Tidak berbuat jahat memang bagian dari kasih, namun ini hanya bagian pasifnya. Berbuat kebaikan kepada orang yang membutuhkannya adalah bagian kasih yang aktif. Rendah hati juga bermata dua yaitu pasif dan aktif. Secara pasifnya orang yang rendah hati menolak untuk meninggikan diri. Dengan kata lain, rendah hati merupakan lawan dari keangkuhan. Dari sisi aktifnya, rendah hati merupakan upaya terus menerus hidup sesuai realitas. Rendah hati berarti bisa melihat realitas kita dan menerima diri apa adanya serta hidup sesuai fakta. Sebaliknya orang yang angkuh tidak melihat realitas dengan tepat dan tidak bisa menerima diri apa adanya. Akibatnya, ia hidup berdasarkan diri yang tidak pernah ada, ia melandaskan dirinya pada ilusi bukan kenyataan. Imbalan untuk orang yang rendah hati adalah Tuhan mengasihaninya.

doa : Ya Allah, mampukan kami untuk hidup rendah hati dan penuh kasih, amin

Jumat, 29 November 2024

bahan bacaan : Lukas 14 : 12 – 14

Siapa yang harus diundang
12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar."

Mengubah Kebiasaan

Dengan tangan apa anda biasa menulis? Jika menggunakan tangan kanan, cobalah menulis dengan tangan kiri. Apa yang anda rasakan? Rasanya tentu tak nyaman, terasa aneh dan janggal. Oh…betapa sulitnya mengubah kebiasaan. Hari ini Yesus mencoba untuk mengubah kebiasaan dalam mengadakan perjamuan makan. Ia hendak mengubah cara orang berelasi dan memandang sesamanya. Yesus ingin agar para pendengar-Nya itu mengetahui makna kebahagiaan dalam mengubah kebiasaan berelasi. Kebahagiaan sejati didapatkan dalam hubungan yang beragam dan tidak kaku. Yesus sedang merobohkan tembok pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Mereka mesti kita perhatikan. Yesus tidak membatasi hubungan kita dengan sahabat, keluarga, ataupun dengan yang lainnya. Yesus hanya ingin kita mengingat akan orang–orang yang tak beruntung, orang miskin dan orang cacat. Orang mungkin sibuk memperbaiki hubungannya demi mendapatkan keuntungan dan kehormatan diri. Namun Tuhan ingin agar kita mengubah kebiasaan itu. Tuhan mengajak kita masuk dalam persekutuan berdasarkan anugerah. Hubungan indah yang tak terbalaskan oleh siapa pun. Dalam hubungan itu hanya ada pemberian tanpa mengharapkan balas jasa. Kondisi ini akan membuat kita semakin menghargai hubungan kita dengan Tuhan.

doa : Tuhan ubahlah cara kami dalam berelasi dan memperlakukan sesama tanpa batas apapun, amin.

Sabtu, 30 November 2024

bahan bacaan : Amsal 22 : 22 – 23

22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. 23 Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.

Hidup Bijaksana

Setiap orang mendambakan hidup bijaksana. Tetapi apakah setiap orang tahu bagaimana caranya?. Hidup bijaksana mengajarkan kita untuk bertindak sesuai dengan pikiran, akal sehat sehingga orang yang bijaksana akan menghasilkan perilaku yang tepat dan sesuai. Hidup bijaksana, tidak hanya berkaitan dengan diri sendiri, tetapi juga dengan sesama. Kita tidak seharusnya bersikap sewenang–wenang terhadap orang–orang yang lemah dan berkesusahan. Seringkali manusia tidak lagi memandang ke bawah ketika sudah berada di tangga pimpinan atau di atas. Dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki, lalu ”membeli” orang – orang lemah dan tak berdaya untuk memuaskan hasratnya. Bacaan kita mengingatkan bahwa Tuhan yang akan membela mereka dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka. Tak seorang pun layak menganggap dirinya lebih layak, lebih kaya, lebih terhormat, lebih berkuasa daripada orang lain. Karena itu berarti kita melawan Tuhan pembela orang lemah. Untuk itu bersikaplah bijaksana baik terhadap diri sendiri maupun sesama.

Doa : Jadikan hidup kami, hidup yang peduli dengan sesama, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Hentikan Kekerasan Terhadap Sesama

Minggu, 17 November 2024

bahan bacaan : Hakim-Hakim 19:1-30; Mazmur 11:5

Perbuatan noda di Gibea
Terjadilah pada zaman itu, ketika tidak ada raja di Israel, bahwa di balik pegunungan Efraim ada seorang Lewi tinggal sebagai pendatang. Ia mengambil seorang gundik dari Betlehem-Yehuda. 2 Tetapi gundiknya itu berlaku serong terhadap dia dan pergi dari padanya ke rumah ayahnya di Betlehem-Yehuda, lalu tinggal di sana empat bulan lamanya. 3 Berkemaslah suaminya itu, lalu pergi menyusul perempuan itu untuk membujuk dia dan membawanya kembali; bersama-sama dia bujangnya dan sepasang keledai. Ketika perempuan muda itu membawa dia masuk ke rumah ayahnya, dan ketika ayah itu melihat dia, maka bersukacitalah ia mendapatkannya. 4 Mertuanya, ayah perempuan muda itu, tidak membiarkan dia pergi, sehingga ia tinggal tiga hari lamanya pada ayah itu; mereka makan, minum dan bermalam di sana. 5 Tetapi pada hari yang keempat, ketika mereka bangun pagi-pagi dan ketika orang Lewi itu berkemas untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu kepada menantunya: "Segarkanlah dirimu dahulu dengan sekerat roti, kemudian bolehlah kamu pergi." 6 Jadi duduklah mereka, lalu makan dan minumlah keduanya bersama-sama. Kata ayah perempuan muda itu kepada laki-laki itu: "Baiklah putuskan untuk tinggal bermalam dan biarlah hatimu gembira." 7 Tetapi ketika orang itu bangun untuk pergi juga, mertuanya itu mendesaknya, sehingga ia tinggal pula di sana bermalam. 8 Pada hari yang kelima, ketika ia bangun pagi-pagi untuk pergi, berkatalah ayah perempuan muda itu: "Mari, segarkanlah dirimu dahulu, dan tinggallah sebentar lagi, sampai matahari surut." Lalu makanlah mereka keduanya. 9 Ketika orang itu bangun untuk pergi, bersama dengan gundiknya dan bujangnya, berkatalah mertuanya, ayah perempuan muda itu, kepadanya: "Lihatlah, matahari telah mulai turun menjelang petang; baiklah tinggal bermalam, lihat, matahari hampir terbenam, tinggallah di sini bermalam dan biarlah hatimu gembira; maka besok kamu dapat bangun pagi-pagi untuk berjalan dan pulang ke rumahmu." 10 Tetapi orang itu tidak mau tinggal bermalam; ia berkemas, lalu pergi. Demikian sampailah ia di daerah yang berhadapan dengan Yebus--itulah Yerusalem--;bersama-sama dengan dia ada sepasang keledai yang berpelana dan gundiknya juga. 11 Ketika mereka dekat ke Yebus dan ketika matahari telah sangat rendah, berkatalah bujang itu kepada tuannya: "Marilah kita singgah di kota orang Yebus ini dan bermalam di situ." 12 Tetapi tuannya menjawabnya: "Kita tidak akan singgah di kota asing yang bukan kepunyaan orang Israel, tetapi kita akan berjalan terus sampai ke Gibea." 13 Lagi katanya kepada bujangnya: "Marilah kita berjalan sampai ke salah satu tempat yang di sana dan bermalam di Gibea atau di Rama." 14 Lalu berjalanlah mereka melanjutkan perjalanannya, dan matahari terbenam, ketika mereka dekat Gibea kepunyaan suku Benyamin. 15 Sebab itu singgahlah mereka di Gibea, lalu masuk untuk bermalam di situ, dan setelah sampai, duduklah mereka di tanah lapang kota. Tetapi tidak ada seorangpun yang mengajak mereka ke rumah untuk bermalam. 16 Tetapi datanglah pada malam itu seorang tua, yang pulang dari pekerjaannya di ladang. Orang itu berasal dari pegunungan Efraim dan tinggal di Gibea sebagai pendatang, tetapi penduduk tempat itu adalah orang Benyamin. 17 Ketika ia mengangkat mukanya dan melihat orang yang dalam perjalanan itu di tanah lapang kota, berkatalah orang tua itu: "Ke manakah engkau pergi dan dari manakah engkau datang?" 18 Jawabnya kepadanya: "Kami sedang dalam perjalanan dari Betlehem-Yehuda ke balik pegunungan Efraim. Dari sanalah aku berasal; aku tadinya pergi ke Betlehem-Yehuda dan sekarang sedang berjalan pulang ke rumah. Tetapi tidak ada orang yang mengajak aku ke rumahnya, 19 walaupun ada padaku jerami dan makanan untuk keledai kami, pula roti dan anggur untuk aku sendiri, untuk hambamu perempuan ini dan untuk bujang yang bersama-sama dengan hambamu ini; kami tidak kekurangan sesuatu." 20 Lalu berkatalah orang tua itu: "Jangan kuatir! Segala yang engkau perlukan biarlah aku yang menanggung, tetapi janganlah engkau bermalam di tanah lapang kota ini." 21 Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum. 22 Tetapi sementara mereka menggembirakan hatinya, datanglah orang-orang kota itu, orang-orang dursila, mengepung rumah itu. Mereka menggedor-gedor pintu sambil berkata kepada orang tua, pemilik rumah itu: "Bawalah ke luar orang yang datang ke rumahmu itu, supaya kami pakai dia." 23 Lalu keluarlah pemilik rumah itu menemui mereka dan berkata kepada mereka: "Tidak, saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat; karena orang ini telah masuk ke rumahku, janganlah kamu berbuat noda. 24 Tetapi ada anakku perempuan, yang masih perawan, dan juga gundik orang itu, baiklah kubawa keduanya ke luar; perkosalah mereka dan perbuatlah dengan mereka apa yang kamu pandang baik, tetapi terhadap orang ini janganlah kamu berbuat noda." 25 Tetapi orang-orang itu tidak mau mendengarkan perkataannya. Lalu orang Lewi itu menangkap gundiknya dan membawanya kepada mereka ke luar, kemudian mereka bersetubuh dengan perempuan itu dan semalam-malaman itu mereka mempermainkannya, sampai pagi. Barulah pada waktu fajar menyingsing mereka melepaskan perempuan itu. 26 Menjelang pagi perempuan itu datang kembali, tetapi ia jatuh rebah di depan pintu rumah orang itu, tempat tuannya bermalam, dan ia tergeletak di sana sampai fajar. 27 Pada waktu tuannya bangun pagi-pagi, dibukanya pintu rumah dan pergi ke luar untuk melanjutkan perjalanannya, tetapi tampaklah perempuan itu, gundiknya, tergeletak di depan pintu rumah dengan tangannya pada ambang pintu. 28 Berkatalah ia kepada perempuan itu: "Bangunlah, marilah kita pergi." Tetapi tidak ada jawabnya. Lalu diangkatnyalah mayat itu ke atas keledai, berkemaslah ia, kemudian pergi ke tempat kediamannya. 29 Sesampai di rumah, diambilnyalah pisau, dipegangnyalah mayat gundiknya, dipotong-potongnya menurut tulang-tulangnya menjadi dua belas potongan, lalu dikirimnya ke seluruh daerah orang Israel. 30 Dan setiap orang yang melihatnya, berkata: "Hal yang demikian belum pernah terjadi dan belum pernah terlihat, sejak orang Israel berangkat keluar dari tanah Mesir sampai sekarang. Perhatikanlah itu, pertimbangkanlah, lalu berbicaralah!"
5 TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Hentikan Kekerasan

Berbicara perihal tindak kekerasan bukanlah suatu topik yang baru pernah dicakapkan. Mengapa? Karena hal ini sudah sering kita dengarkan dan diikuti melalui berbagai media maupun di lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, bisa jadi ada diantara kita yang justru menjadi korban bahkan pelaku kekerasan. Hal yang sama pun dapat kita temui dalam kisah di Gibea. Tindak kekerasan yang dialami gundik seorang Lewi yang tinggal dipegunungan Efrain saat bermalam di rumah orang Gibea ketika hendak kembali ke tempat tinggalnya begitu tragis. Tindak kekerasan tersebut terjadi karena adanya desakan dari orang-orang dursila yang ada di situ. Karena terdesak maka orang Lewi tersebut mengorbankan gundiknya, sehingga perempuan itu diperkosa dan dipermainkan semalam-malaman sampai pagi yang berujung kematian. Mirisnya jenazah tersebut dimutilasi menjadi dua belas bagian oleh suaminya sendiri dan disebarkan ke seluruh daerah Israel. Perbuatan yang tidak berprikemanusiaan ini tentu saja melawan kehendak Allah yang memberi anugerah kehidupan (Mzm 11:5b). Merenungkan firman ini maka kita disadarkan agar berhenti melakukan kekerasan, sebab sadar atau tidak kita pernah melakukanya lewat sikap, tutur kata maupun perbuatan. Biarlah kita menjadi manusia yang lebih bermartabat dan semakin menghargai hak hidup sebagai sesama manusia dan Allah yang memberikan kehidupan.

Doa: Roh Kudus pimpin kami berpikir dengan baik sebelum bertindak. Amin.

Senin, 18 November 2024

bahan bacaan : Amsal 16 : 29

29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.

Berpikir Sebelum Bertindak

Penyesalan biasanya datang dari belakang, merupakan penggalan kalimat yang menggambarkan suatu perasaan menyesal setelah semuanya telah terjadi berkaitan dengan sesuatu yang kurang baik atau salah. Salah satu contoh tindakan yang kurang baik atau salah yaitu tindakan kekerasan. Amsal 16:29 yang menjadi bacaan kita saat ini menunjukkan bahwa orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya dan membawa dia di jalan yang tidak baik Artinya perbuatannya itu memberikan pengaruh buruk kepada orang lain sehingga dimungkinkan melakukan hal yang sama juga. Dengan kata lain, orang yang melakukan kekerasan tidak dapat menjadi teladan yang baik karena memiliki prilaku yang menyesatkan. Itu sebabnya kecaman terhadap tindakan tersebut disertai seruan untuk menghentikan kekerasan seringkali kita dengarkan dimana-mana. Hal ini terjadi karena tindakan yang tidak terpuji tersebut marak terjadi baik di dalam keluarga, lingkungan masyarakat, tempat bekerja dan pelayanan. Hal dimaksud dapat saja terjadi baik tidak sengaja maupun disengajakan. Tidak ada seorangpun diantara kita yang ingin mengalami tindakan yang tidak terpuji itu. Karena tindakan kekerasan memberikan dampak yang tidak baik bagi diri sendiri maupun sesama, itu sebabnya kita diingatkan agar berpikir dengan baik sebelum terlanjur melakukan tindakan tersebut.

Doa: Tuhan Yesus terima kasih, firman-Mu mengajarkan kami agar tidak melakukan kekerasan. Amin.

Selasa, 19 November 2024

bahan bacaan : Maleakhi 2 : 16

16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Akhiri Siklus Keluarga Beracun

Jika kamu berasal dari keluarga pemabuk, biarkan siklus itu berakhir pada anda, Biarkan mabuk tidak diwariskan kepada generasi berikutnya. Jika pernikahan kerabatmu tidak pernah bertahan lama, pernikahan orangtuamu mengecewakan, akhir siklus, ketika kamu menikah, bangunlah pernikahan yang langgeng. Jika kamu laki-laki dan ayahmu sering memukuli ibumu, akhir siklus itu dan jadilah kebalikan dari ayahmu serta cintailah istrimu sebagaimana seharusnya pria sejati. Jika orang-orang dari keluarga kamu dikenal kejam, dingin dan pemarah, akhiri siklus itu, berusahalah untuk bersikap ramah, hangat dan mudah didekati. Inilah sepenggal puisi yang diberi judul Akhiri Siklus Keluarga Beracun. Kata-katanya sangat mengena sebab inilah realitas kehidupan. Hal ini sesuai dengan seruan kitab Malaekhi. Lewat teks ini tergambar betapa Allah tidak menghendaki adanya tindakan tindak kekerasan. Perceraian sebagai bentuk perpisahan dan wujud ketidaksetiaan tidak disetujui Allah. Perceraian dilihat sebagai salah satu wujud tindak kekerasan dan itu sebabnya Allah menentangnya. Perintah ini tegas namun semoga kita bijaksana memahami bahwa semua ini demi kebaikan kita. Sedapat mungkin kita belajar mengedepankan Tuhan dalam penentuan sikap kita. Marilah melibatkan Tuhan dalam segala hal yang kita buat supaya akhirnya siklus keluarga beracun termasuk perceraian bisa kita akhiri.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk tidak melakukan kekerasan epada siapapun juga . Amin.

Rabu, 20 November 2024

bahan bacaan : Kejadian 37 : 12 – 28

Yusuf dijual ke tanah Mesir
12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem. 13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa." 14 Kata Israel kepadanya: "Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku." Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusufpun sampailah ke Sikhem. 15 Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: "Apakah yang kaucari?" 16 Sahutnya: "Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?" 17 Lalu kata orang itu: "Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan. 18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. 19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang! 20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!" 21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!" 22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" --maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya. 23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. 24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. 25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. 26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? 27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. 28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. 

Katakan Tidak terhadap Kekerasan!
Di Lapas dan Rutan kami berjumpa dengan orang-orang yang hebat di dalam Tuhan. Banyak kesaksian menarik yang kami temui di sana. Salah satunya adalah ketika seorang warga bina bercerita tentang ulah saniri negeri yang kemudian membuatnya dan rekannya dijebloskan di ruang berterali besi ini. Wajahnya penuh ekspresi kemarahan, namun diakhir seluruh kepahitan hidup yang ia kisahkan, dengan wajah penuh senyuman, ia berkata, “Beta mengampuni mereka dan beta tidak akan balas perbuatan mereka. Cukup hanya untuk beta. Jangan lagi orang lain”. Pernyataannya adalah pilihan yang tepat. Belajar dari kecemburuan saudara-saudara Yusuf, hendaklah kita katakan tidak terhadap kekerasan sebab hanya akan membuat hidup orang lain menderita. Warga bina memutuskan untuk melepaskan pengampunan bagi orang-orang yang telah membuatnya menderita. Sikapnya adalah teladan yang baik.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup baik , Amin.

Kamis, 21 November 2024

bahan bacaan : Yeremia 22 : 1 – 5

Beginilah firman TUHAN: "Pergilah ke istana raja Yehuda dan sampaikanlah di sana firman ini! 2 Katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai raja Yehuda yang duduk di atas takhta Daud, engkau, pegawai-pegawaimu dan rakyatmu yang masuk melalui pintu-pintu gerbang ini! 3 Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! 4 Sebab jika kamu sungguh-sungguh melakukan semuanya itu, maka melalui pintu-pintu gerbang istana ini akan berarak masuk raja-raja yang akan duduk di atas takhta Daud dengan mengendarai kereta dan kuda: mereka itu, pegawai-pegawainya dan rakyatnya. 5 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan perkataan-perkataan ini, maka Aku sudah bersumpah demi diri-Ku, demikianlah firman TUHAN, bahwa istana ini akan menjadi reruntuhan.

Budaya Kekerasan Jangan Dipelihara!

Perintah untuk melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah sebagaimana yang terucap melalui doa Bapa Kami adalah perintah yang sangat menantang. Rasanya sakit dan sulit untuk melakukannya. Ini juga yang dirasakan oleh Jefo. Ayahnya telah ditangkap dan sementara menjalani hukuman dii penjara selama satu tahun. Karena penangkapan ayahnya, ia bersama ibu dan adik-adiknya mendapatkan perlakukan yang tidak baik dari masyarakat sekitar. Ia merasa dunia tidak adil baginya. Ayahnya sementara dihukum. Tetapi ia dan keluarganya juga ternyata menerima hukuman dari masyarakat sekitar. Karena semua perlakuan buruk ini akibatnya Jefo mengajak ibu dan adik-adiknya untuk berpindah tempat tinggal. Peristiswa yang diceritakan tentang Jefo mungkin dibilang biasa saja. Tapi sebagai orang percaya, kita harus membuat perenungan tersendiri tentang apa yang terjadi. Seperti inilkah cara hidup kita sebagai gereja ? Gereja adalah pesrekutuan orang percaya yang terpanggil untuk saling menopang dan bukan sebaliknya. Raja Yehuda (Zedekia) yang mendapatkan nubuat dari Yeremia telah diingatkan Tuhan akan kebenaran ini. Lepaskan pengampunan supaya budaya kekerasan berakhir dan tidak terpelihara.

Doa: ya Tuhan Yesus, ajar kami tidak berlaku kasar kepada semua ,Amin

Jumat, 22 November 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 45 : 9 – 17

Tugas umat TUHAN dan tanggung jawab raja
9 Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 10 Neraca yang betul, efa yang betul dan bat yang betullah patut ada padamu. 11 Sepatutnyalah efa dan bat mempunyai ukuran yang sama yang ditera, sehingga satu bat isinya sepersepuluh homer, dan satu efa ialah sepersepuluh homer juga; jadi menurut homerlah ukuran-ukuran itu ditera. 12 Bagi kamu satu syikal sepatutnya sama dengan dua puluh gera, lima syikal, ya lima syikal dan sepuluh syikal, ya sepuluh syikal, dan lima puluh syikal adalah satu mina. 13 Inilah persembahan khusus yang kamu harus persembahkan: seperenam efa dari sehomer gandum dan seperenam efa dari sehomer jelai. 14 Tentang ketetapan mengenai minyak: sepersepuluh bat dari satu kor; satu kor adalah sama dengan sepuluh bat. 15 Seekor anak domba dari setiap dua ratus ekor milik sesuatu kaum keluarga Israel. Semuanya itu untuk korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 16 Seluruh penduduk negeri harus mempersembahkan persembahan khusus ini kepada raja di Israel. 17 Dan rajalah yang bertanggung jawab mengenai korban bakaran, korban sajian, korban curahan pada hari-hari raya, bulan-bulan baru, hari-hari Sabat dan pada setiap perayaan kaum Israel. Ialah yang akan mengolah korban penghapus dosa, korban sajian, korban bakaran dan korban keselamatan untuk mengadakan pendamaian bagi kaum Israel."

Hidup Baik Dengan Semua Orang
Bentuk tindakan menjauhi kekerasan yakni dengan melakukan keadilan dan kebenaran. Inilah yang difirmankan Tuhan melalui Nabi Yehezkiel. Otoritas sebagai seorang raja diingatkan untuk dilakukan dalam takut akan Tuhan. Ini merupakan perintah yang semestinya dipahami dan tidak dilupakan oleh kita sebagai orang percaya. Sebab terkadang jabatan dan kuasa membuat kita menghalalkan segala cara termasuk dalam melakukan praktek kekerasan dan aniaya. Tuhan mengingatkan para raja melalui nabi untuk senantiasa membangun hidup yang baik dengan semua orang. Hal ini mengandung pesan bagi kita bahwa selama masih ada kesempatan bagi kita untuk berbuat baik, maka marilah kita berbuat baik. Tuhan benci kepada kekerasan. Tuhan menciptakan manusia agar dapat mendampingi satu dengan yang lain. Karena itu segala bentuk tindakan yang seolah merusak citra hidup termasuk merampas hak Tuhan sebagai pencipta, sangat dibenci oleh Tuhan. Marilah gunakan hidup untuk hal yang baik dan benar agar nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk menabur kebaikan, Amin.

Sabtu, 23 November 2024

bahan bacaan : Mikha 2 : 1 – 2

Kutuk atas orang yang menindas
Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya; 2 yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya, manusia dengan milik pusakanya!

Tabur Tuai Celaka
Orang yang melakukan tindakan kekerasan terhadap sesamanya akan menuai celaka atas perbuatannya. Inilah yang tergambar dalam teks kita saat ini. Hidup mesti digunakan secara baik-baik. Setiap orang boleh memiliki keinginan namun keinginan harus dikendalikan oleh roh takut akan Tuhan. Keinginan yang tidak berada dalam kendali kuasa Tuhan hanya akan melanggengkan terjadinya kekerasan. Istilah jang baringin orang pung barang merupakan istilah yang harus dipahami sebagai sebuah perintah yang harus diikuti oleh kita sebagai orang percaya. Ini juga sesuai dengan hukum Tuhan yang mengajarkan kita untuk tidak mengingini. Kita boleh saja memilki keinginan tapi kita harus memilikinya dengan cara yang benar. Hukum tabur tuai akan kemudian menjadi hukum yang berlaku dalam hidup kita. Tentunya kita tidak menginginkan hidup kita hancur dan binasa bukan ? Karena itu, marilah sebijaksana mungkin kita bertindak terutama untuk apapun yang menjadi keinginan kita. Kiranya kita meminta Roh Kudus menolong kita untuk mewujudkan keinginan kita. Ingatlah bahwa bila kita menabur celaka maka kita juga akan menuai celaka!

Doa: Tuhan Yesus ajar kami berlaku hati-hati dalam hidup, Amin

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Hidup Sehat dengan Hikmat Allah

Minggu, 10 November 2024

bahan bacaan : Daniel 1 : 1 – 21

Di istana Babel
Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. 8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

Jalan Hidup Orang Diberkati

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Hari ini diperingati untuk mengenang pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Pertempuran tersebut merupakan bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Walaupun berada ditengah-tengah pergolakan penjajahan, tidak menyurutkan semangat tentara Indonesia untuk merdeka dan terbebas dari penjajahan. Satu hal yang dapat kita pelajari dari semangat para pahlawan ini ialah komitmen mereka. Komitmen Daniel dalam bacaan kita hari ini pun mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh pada sesuatu yang benar dan tidak mudah terombang-ambing. Sebab, berkat dan promosi disediakan Tuhan bagi orang-orang yang hidup benar. Meski berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat yang menyembah berhala, Daniel berketetapan hati untuk tidak hanyut dalam pola hidup istana. Ia berani menolak dosa, tidak mau menyembah kepada raja meskipun nyawa menjadi taruhannya. Bahkan dari hal yang terkecil sekalipun (soal makanan). Bayangkan jika kita hidup ditengah-tengah lingkungan yang jahat, rusak moralnya, dan menganggap dosa itu sesuatu yang biasa dan wajar? Apakah kita akan merasa damai? Di akhir zaman ini, Tuhan mencari orang-orang seperti Daniel. Orang-orang yang berani menolak melakukan kejahatan dan pelanggaran.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk menjaga kekudusan hidup dan terus berjalan dalam kehendakMu. Amin.

Senin, 11 November 2024

bahan bacaan : Amsal 23 : 29 – 30

29 Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? 30 Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran.

Tubuhmu adalah Bait Allah yang Kudus, Hargailah!
P2PTM Kemenkes RI (Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit tidak menular) menyerukan dampak mengkonsumsi Alkohol bagi kesehatan. Salah satunya yakni menyebabkan gangguan jantung. Terhadap dampak tersebut maka kita diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan sedini mungkin tidak terjerat kedalam lingkungan yang dipenuhi dengan Alkoholic (Pemabuk). Amsal 23 : 29-30 secara lantang menyampaikan tentang kondisi seorang pemabuk atau pecinta alkohol. Jika dibaca pada ayat selanjutnya kita dapat memahami bahwa dampak seseorang yang mengalami mabuk karena meminum minuman keras adalah kekacauan (ayat.33-35). Untuk itu, pembinaan dalam lingkup keluarga harus tetap digemakan. Pembinaan bukan hanya pada anak-anak, tetapi antar suami-istri pun haruslah diperkuat. Hanya dengan demikian, kita akan terhindar dari kekacauan dan kehancuran akibat kemabukan itu. Semoga kita dijauhkan dari perilaku-perilaku yang merusak hidup, jadilah orang-orang yang berhikmat dengan menjaga kekudusan tubuh dan hidup.

Doa: Hanya oleh Hikmat Tuhanlah, maka kami akan terhindar dari kemabukan duniawi. Amin.

Selasa, 12 November 2024

bahan bacaan : Amsal 20 : 1

Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

Berhikmatlah dan Sayangilah Tubuhmu!
“Papa pung pasang”, Ini adalah judul lagu Ambon yang sangat viral sebab memuat kisah-kisah heroic seorang ayah yang sungguh-sungguh berjuang untuk anak—anaknya. Bertepatan dengan hari ini diperingati sebagai hari Ayah Nasional, maka bacaan dihari ini pula secara tersirat memberi kesan tentang sosok ayah yang terkadang harus berkutat dengan yang namanya anggur atau minuman keras sebab bekerja sebagai penghasil sopi (batifar). Sesungguhnya, anggur atau minuman keras yang dalam tradisi orang timur masih kental digunakan sebagai salah satu pengikat (adat), tidaklah salah jika didudukkan fungsinya secara benar. Sebab pada jemaat-jemaaat kita di daerah-daerah tertentu, minuman keras (sopi) adalah salah satu mata pencaharian umat atau masyarakat. Pendidikan anak-anak terjamin dengan adanya hasil sopi bahkan keberhasilan anak-anak pun adalah dari hasil penjualan sopi. Persoalannya ialah pada pengguna/pengkonsumsi minuman keras ini. Melalui Firman Tuhan hari ini ini, kita belajar bersama untuk menjadi orang-orang yang bijaksana dan berhikmat dengan tidak membiarkan diri dipengaruhi minuman keras.

Doa: Kuduskan Tubuh dan Hidup kami Tuhan, sehingga kami layak dihadapanMu. Amin.

Rabu, 13 November 2024

bahan bacaan : Amsal 6 : 32

32 (TB)  Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri. 

Jauhi Perzinahan

Salah satu penyakit sosial yang marak terjadi dalam kehidupan masyarakat yaitu masalah perzinahan. Meskipun zinah disadari sebagai perbuatan yang salah dan sangat beresiko, namun secara sengaja masih tetap dilakukan. Mirisnya perbuatan zinah acapkali dilakukan oleh orang percaya hanya untuk memenuhi keinginan daging semata. Karena itu melalui bacaan saat ini penulis hendak menyampaikan ajaran kepada kita perihal perzinahan. Baginya orang yang melakukan zinah sama dengan tidak berakal budi dan berdampak merusak diri sendiri. Artinya pelaku zinah tidak memiliki hikmat dan akal sehat sehingga menjerumuskan diri dalam perbuatan amoral. Karena perbuatan zinah dapat merugikan diri maka alangkah lebih baik perbuatan tersebut tidak dilakukan. Ada banyak konsekuensi yang didapat atas perbuatan tersebut baik secara moral, relasi sosial tetapi juga pada kesehatan tubuh. Terhadap hal itu sebagai orang percaya kita diajarkan agar menjauhkan diri dari perbuatan zinah, sebab perbuatan demikian pun tidak berkenan dihadapan Allah dan mendatangkan dosa. Terus jalani hari-hari hidup yang Tuhan anugerahkan sambil tetap meminta hikmat Allah, supaya kita tidak terjebak dan jatuh dalam perbuatan dosa.

Doa: Tuhan, kami percaya hikmat-Mu menuntun dan menjauhi kami dari perbuatan zinah. Amin.

Kamis, 14 November 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 5 : 23

23 Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

Hidup Sehat
Memiliki tubuh yang sehat merupakan harapan semua orang. Namun harapan itu harus ditopang dengan pola hidup yang sehat. Sebab dengan menjalankan pola hidup sehat maka kita dapat memiliki tubuh yang sehat pula. Kesehatan adalah hal yang penting dan harus dijaga, itu sebabnya rasul Paulus turut menasihati Timotius supaya menjaga kesehatannya. Sebab ada banyak hal yang akan ikut terganggu termasuk pelayanan jika tubuh tidak sehat. Ini berkaitan dengan kondisi Timotius yang mengalami gangguan pada pencernaannya dan tubuh yang sering lemah. Terhadap hal itu rasul Paulus menyampaikan kepadanya supaya janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit. Artinya ada upaya yang harus dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan. Kalimat tambahkan sedikit anggur mununjukkan pemakaian anggur yang tidak banyak atau tidak berlebihan. Sebab jika berlebihan maka justru akan berpotensi merusak kesehatan. Oleh karena itu melalui firman ini kita semua diajarkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Hal ini dapat dilakukan jika semua orang memiliki kesadaran akan pentingnya hidup sehat. Dalam kaitan dengan itu maka hikmat dari Allah diperlukan untuk menuntun dan mengarahkan cara berpikir kita. Terapkanlah pola hidup sehat dalam kehidupan tiap-tiap hari baik kepada pribadi maupun keluarga kita. sebab dengan begitu akan mengurangi resiko berbagai macam penyakit bahkan kematian dini. Utamakan hidup sehat agar semua hal yang berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan kepada kita, dapat dijalankan dengan sebagaimana mestinya.  

Doa: Hikmati kami ya Allah, supaya terus menerapkan hidup sehat dari waktu ke waktu. Amin.

Jumat, 15 November 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 7 : 1 – 9

Tentang perkawinan
Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin, 2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. 3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. 4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. 5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak. 6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah. 7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu. 8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku. 9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Relasi Yang Sehat

Berbicara tentang hidup sehat tidak hanya terkait dengan tubuh jasmani manusia saja, tetapi juga berkaitan dengan relasi antara sesama manusia. Pada bagian ini Rasul Paulus hendak menasihati jemaat Korintus terkait hal tersebut. Nasihat Paulus ini merupakan respons terhadap tulisan yang dikirimkan kepadanya tentang persoalan hubungan seksual. Hal ini disebabkan karena sejumlah orang Korintus berpikir bahwa melakukan hubungan seks di luar perkawinan itu bukan masalah. Namun Paulus menolak hal tersebut serta meminta agar pasangan yang telah menikah supaya tetap saling setia. Ada sebagian pula dari orang Korintus yang berpendapat bahwa, tidak melakukan hubungan seksual akan membuat mereka lebih rohani dari pada mereka yang berhubungan seksual. Terkait dengan hal itu Paulus mengemukakan pendapat pribadinya, jika tidak dapat menguasai diri lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu (ay. 9). Artinya melalui firman ini, rasul Paulus mengingatkan kita tentang pentingnya menjalani suatu relasi yang sehat. Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena tidak sedikit dari orang percaya yang telah terjerumus dalam dosa percabulan. Jalanilah kehidupan yang sehat dan jauhkanlah diri kita dari hubungan seksual di luar pernikahan, serta berusaha menghargai pernikahan yang telah diberkati oleh Allah dengan tetap setia kepada pasangan hidup masing-masing.

Doa: Ya Allah, mampukan kami agar dapat menjalani relasi yang sehat. Amin.

Sabtu, 16 November 2024

bahan bacaan : Amsal 27 : 23 – 27

23 Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. 24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun? 25 Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan, 26 maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, 27 pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan.

Hikmat Allah Menuntun Hidup

Salah satu hal mendasar dan yang paling penting dalam menjalani kehidupan yakni memenuhi seluruh kebutuhan hidup. Terhadap hal itu bagian Alkitab Amsal 27:23-27 memberikan pelajaran tentang suatu kehidupan di desa, berkaitan dengan bangsa Israel kuno yang cenderung berusaha pada bidang peternakan dan pertanian. Sebagaimana ternak harus dipelihara, demikian juga sawah harus digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menghasilkan. Dari hasil itulah segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi termasuk kebutuhan makanan (ay. 27). Pelajaran utama dari bagian Alkitab ini ialah kita harus memakai hikmat dalam membuat rencana, sehingga semua yang direncanakan dapat berjalan dengan baik. Sebab hewan yang sehat, sawah yang memberikan hasil, panen yang tepat waktu dan mempergunakan hasilnya dengan bijaksana semua itu membutuhkan hikmat. Pertanyaannya ialah apakah kita telah menggunakan hikmat dalam menjalani hidup? Sebab oleh hikmat Allah, setiap orang akan dimampukan serta dituntun dalam suatu perencanaan demi kebutuhan hidupnya. Artinya melalui firman Tuhan saat ini, kita diajarkan bahwa betapa pentingnya hikmat yang berasal dari pada Allah. Itu sebabnya mengakhiri usbu ini sebagai orang-orang percaya baik kehidupan pribadi maupun keluarga, kita semua diingatkan untuk terus meminta hikmat dari Sang sumber hikmat untuk menjalani hidup ke depannya.SDoa: Bapa, biarlah hikmat-Mu terus menuntun hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 November 2024

Tema Bulanan : Agungkan Tuhan dengan Membela Kehidupan

Tema Mingguan : Dalam Sakitmu, Tuhan Dimuliakan

Minggu, 3 November 2024

bahan bacaan : Yohanes 9 : 1-41

Orang yang buta sejak lahirnya
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" 3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. 4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. 5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia." 6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi 7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. 8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?" 9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu." 10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?" 11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat." 12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu." 13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. 14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. 15 Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat." 16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka. 17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi." 18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?" 20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, 21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri." 22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri." 24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa." 25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat." 26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?" 27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?" 28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. 29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang." 30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa." 34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar. 35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?" 36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya." 37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!" 38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya. 39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta." 40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?" 41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."

Nyatakan Kemuliaan Tuhan Dengan Menolong Sesama

Segala sesuatu yang terjadi di hidup ini pasti ada penyebabnya. Pemahaman seperti itu tampak juga dalam pikiran para murid yang menanyakan siapa yang bersalah saat mereka melihat pengemis yang buta sejak lahir. Para murid Yesus terjebak dalam pola sebab akibat, sehingga Yesus pun memberi penjelasan atas peristiwa yang terjadi tersebut. Bagi Yesus, apapun yang terjadi atas izin Allah dengan maksud supaya pekerjaan Tuhan dinyatakan. Jadi, peristiwa Yesus menyembuhkan pengemis buta terjadi atas izin Allah. Melalui penyembuhan yang terjadi di hari Sabat, Yesus memberikan terang kepada pengemis buta. Meskipun ada penolakan dari orang-orang Yahudi dan ahli Taurat karena dianggap melanggar Sabat; namun,
penyembuhan itu menunjukkan kasih Allah yang menjangkau semua manusia tanpa dibatasi apa pun. Melalui mujizat ini, kuasa Tuhan dinyatakan. Yesus melakukan ini dengan hati. Marilah kita menyatakan Allah kepada siapa pun dengan hati!

Doa: Semangatkanlah kami untuk menolong sesama demi kemuliaan Tuhan. Amin.

Senin, 4 November 2024

bahan bacaan : Yohanes 11 : 1 – 4

Lazarus dibangkitkan
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. 2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. 3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." 4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."

Muliakan Tuhan Dalam Persoalan Hidupmu

Semua manusia, baik selaku pribadi atau keluarga, pasti mengalami persoalan dalam hidup. Persoalan-persoalan itu beraneka ragam yakni ekonomi, pekerjaan dan usaha, kesehatan dan masih banyak lagi yang lain. Kita pasti pernah mengalaminya, atau bisa saja kita sekarang sedang berjuang untuk keluar dari persoalan-persoalan itu. Meskipun demikian, persoalan-persoalan yang dialami tidak akan menghancurkan, membahayakan, atau membinasakan kita, justru melalui persoalan itu kemuliaan Allah dinyatakan (ay.4). Hal ini menunjukkan apapun keadaannya, Allah tidak pernah jauh dari hidup kita. Allah tidak pernah meninggalkan kita sendirian meskipun kita berada di dalam kesesakan, Allah selalu hadir untuk mendampingi kita. Mengapa demikian? sebab melalui persoalan hidupmu Allah mau menyatakan kemuliaan-Nya dan mujizat-Nya di dalam dirimu saat ini juga. Di dalam persoalan hidup Allah yang berkuasa menyatakan kuasanya agar manusia tunduk pada kuasa Allah, dan memuliakan Allah.

Doa: Biarlah dalam persoalan hidup, kami terus memuliakan Tuhan dalam hidup ini. Amin.

Selasa, 5 November 2024

bahan bacaan : Matius 9 : 9-13

Matius pemungut cukai mengikut Yesus
9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. 11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. 13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Kemuliaan Yesus Pada Orang Berdosa

Salah satu hal yang selalu melekat pada diri kita ketika mengetahui orang lain membuat kesalahan atau dosa adalah memberi “stempel” buruk atau tidak baik, atau tidak pantas pada orang tersebut. Catatan buruk diberikan kepadanya, lalu dikucilkan atau tidak dipakai dalam masyarakat. Firman Tuhan hari ini memperlihatkan tindakan Yesus melawan sikap tersebut. Matius; seorang murid Yesus yang punya catatan jelek di kalangan masyarakat, justru dipanggil dan dipilih Yesus untuk menjadi murid-Nya. Mengapa demikian? karena Yesus melihat kemungkinan pertobatan yang tulus dalam diri Matius. Yesus juga menilai keinginan hati Matius untuk mengikuti Dia, dengan kesungguhannya, serta meninggalkan pekerjaan dan cara hidupnya. Hal ini berbeda dari gambaran atau image orang tentang Matius. Pemilihan terhadap Matius yang tidak dipandang oleh masyarakat saat itu, hendak menegaskan bahwa orang berdosa disayangi dan mendapat perhatian dari Tuhan. Apalagi jika ia tidak menolak Tuhan. Berubah dan berbalik ke jalan yang benar menunjukkan telah terjadinya kemuliaan Tuhan pada orang berdosa yang bertobat.

Doa: Ya Tuhan, Muliakan dan ajarilah aku bertobat dan mengubah diriku menjadi manusia baru. Amin.

Rabu, 6 November 2024

bahan bacaan : Matius 9 : 18 – 26

Anak kepala rumah ibadat Perempuan yang sakit pendarahan
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup." 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Yakinlah, Kuasa Allah Menyembuhkan !

Meyakini kuasa Allah dalam hidup berarti memilih jalan kehidupan dan kesembuhan atas hidup tersebut. Hal ini harus berwujud dalam tindakan iman dengan datang kepada Yesus memohon keselamatan saat sakit, susah, atau menderita. Kisah kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sakit pendarahan dua belas tahun lamanya menunjukkan betapa Yesus berkuasa atas penyakit dan kematian. Iman kepada Yesus dinyatakan oleh kepala rumah ibadat yang datang menyembah dan memohon belas kasihan Yesus untuk menghidupkan anaknya yang mati. Iman yang sama juga terlihat dari kisah perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun lamanya. Keyakinan atas kuasa Yesus, membuat dirinya berani menjamah jumbai jubah Yesus. Yesus tidak hanya menyembuhkan penyakitnya, tetapi juga menahirkannya. Iman menuntun seseorang kepada sebuah tindakan konkret. Di tengah-tengah kondisi yang pelik, kita harus mencari, berharap, dan beriman kepada Yesus.

Doa: Berikanlah kemenangani dari derita hidup. Amin.

Kamis, 7 November 2024

bahan bacaan : II Tawarikh 21 : 1 – 20

Kemudian Yosafat mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Yoram, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Raja Yoram
2 Saudara-saudaranya, anak-anak Yosafat, ialah: Azarya, Yehiel, Zakharia, Azariahu, Mikhael dan Sefaca. Mereka semua anak-anak Yosafat, raja Israel. 3 Ayahnya memberikan kepada mereka banyak pemberian, berupa emas dan perak dan barang-barang berharga, juga kota-kota berkubu di Yehuda. Tetapi kedudukan raja diberikannya kepada Yoram, karena dialah anak sulungnya. 4 Sesudah Yoram memegang pemerintahan atas kerajaan ayahnya dan merasa dirinya kuat, ia membunuh dengan pedang semua saudaranya dan juga beberapa pembesar Israel. 5 Yoram berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. 6 Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 7 Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikat-Nya dengan Daud, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya. 8 Pada zamannya memberontaklah Edom terhadap kekuasaan Yehuda dan mereka mengangkat seorang raja atas mereka sendiri. 9 Maka majulah Yoram dengan panglima-panglimanya serta seluruh keretanya; pada waktu malam bangunlah ia, lalu bersama-sama dengan para panglima pasukan kereta ia menerobos barisan orang Edom yang mengepung dia. 10 Demikianlah Edom memberontak kekuasaan Yehuda dan terlepas sampai sekarang ini. Lalu Libnapun memberontak terhadap kekuasaannya pada masa itu juga. Itu disebabkan karena ia telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyangnya. 11 Lagipula ia membuat bukit-bukit pengorbanan di gunung-gunung Yehuda. Ia membujuk penduduk Yerusalem untuk berzinah dan ia menyesatkan Yehuda. 12 Lalu sampailah kepadanya sebuah surat dari nabi Elia yang bunyinya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Karena engkau tidak hidup mengikuti jejak Yosafat, ayahmu, dan Asa, raja Yehuda, 13 melainkan hidup menurut kelakuan raja-raja Israel dan membujuk Yehuda dan penduduk-penduduk Yerusalem untuk berzinah, sama seperti yang dilakukan keluarga Ahab, dan juga karena engkau telah membunuh saudara-saudaramu, seluruh keluarga ayahmu yang lebih baik dari padamu, 14 maka TUHAN akan mendatangkan tulah besar atas rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua harta milikmu. 15 Dan engkau sendiri akan menderita penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, hingga selang beberapa waktu ususmu keluar oleh karena penyakit itu." 16 Lalu TUHAN menggerakkan hati orang Filistin dan orang Arab yang tinggal berdekatan dengan orang Etiopia untuk melawan Yoram. 17 Maka mereka maju melawan Yehuda, memasukinya dan mengangkut segala harta milik yang terdapat di dalam istana raja sebagai jarahan, juga anak-anak dan isteri-isterinya, sehingga tidak ada seorang anak yang tinggal padanya kecuali Yoahas, anaknya yang bungsu. 18 Sesudah semuanya ini TUHAN menulahinya dengan penyakit usus yang tidak dapat sembuh. 19 Beberapa waktu berselang, kira-kira sesudah lewat dua tahun, keluarlah ususnya karena penyakitnya itu, lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat. Rakyatnya tidak menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek moyangnya. 20 Ia berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang. Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.

Apa yang Ditabur, Itu yang Dituai
Sebagai orang percaya, cukuplah meyakini bahwa Hukum Tabur Tuai itu nyata. Kisah Raja Yoram, seorang muda yang dipercayakan menjadi pemimpin dalam usia 32 tahun dan berhadapan dengan situasi bangsa yang dipimpinnya saat itu. Yoram dalam kepemimpinannya melakukan yang tidak baik dihadapan Tuhan. Ia membunuh saudara-saudaranya dan beberapa pembesar Israel (ay.5). Ia merasa dirinya kuat dan hebat sehingga semena-mena atas kekuasaan yang dipercayakan baginya. Kondisi ini membuat tidak nyaman, sehingga Edom memberontak dan mengangkat pemimpin mereka sendiri. Pada akhirnya terjadi peperangan antar Yoram dan Edom. Ia membujuk Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berzinah, dll. Atas keburukan dan kejahatan Yoram, Tuhan Allah murka dan menghukumnya. Orang Filistin dan orang Arab bangkit melawan dia, sehingga ia kehilangan semua yang dimiliki. Bahkan sampai akhir hidupnya ia menderita sakit yang hebat dan meninggal dalam kesendirian sebab rakyatnya tidak mencintainya. Kisah Raja Yoram mengajarkan kita untuk berlaku baik, adil dan taat kepada sesama dan Tuhan. Jangan pernah memegahkan diri, jangan merasa lebih dari Tuhan, jangan angkuh dan serakah. Sebab semuanya hanya akan membawa kepada malapetaka dan kebinasaan.

Doa: Berkati kami Tuhan, untuk setia melakukan kebaikan dalam kehidupan kami. Amin.

Jumat, 8 November 2024

bahan bacaan : II Raja-raja 1 : 1 – 18

Nabi Elia memberitahukan kematian Ahazia
Sesudah Ahab mati, maka memberontaklah Moab terhadap Israel. 2 Pada suatu hari jatuhlah Ahazia dari kisi-kisi kamar atasnya yang ada di Samaria, lalu menjadi sakit. Kemudian dikirimnyalah utusan-utusan dengan pesan: "Pergilah, mintalah petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, apakah aku akan sembuh dari penyakit ini." 3 Tetapi berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: "Bangunlah, berangkatlah menemui utusan-utusan raja Samaria dan katakan kepada mereka: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga kamu ini pergi untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? 4 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." Lalu pergilah Elia. 5 Sesudah utusan-utusan itu kembali kepada raja, berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu kembali?" 6 Jawab mereka kepadanya: "Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami: Pergilah, kembalilah kepada raja yang telah menyuruh kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." 7 Lalu bertanyalah ia kepada mereka: "Bagaimanakah rupa orang yang telah datang menemui kamu itu dan yang mengatakan perkataan ini kepadamu?" 8 Jawab mereka kepadanya: "Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya." Maka berkatalah ia: "Itu Elia, orang Tisbe!" 9 Sesudah itu disuruhnyalah kepada Elia seorang perwira dengan kelima puluh anak buahnya. Orang itu naik menjumpai Elia yang sedang duduk di atas puncak bukit. Berkatalah orang itu kepadanya: "Hai abdi Allah, raja bertitah: Turunlah!" 10 Tetapi Elia menjawab, katanya kepada perwira itu: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu." Maka turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. 11 Kemudian raja menyuruh pula kepadanya seorang perwira yang lain dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu orang itu berkata kepada Elia: "Hai abdi Allah, beginilah titah raja: Segeralah turun!" 12 Tetapi Elia menjawab mereka: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu!" Maka turunlah api Allah dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. 13 Kemudian raja menyuruh pula seorang perwira yang ketiga dengan kelima puluh anak buahnya. Lalu naiklah perwira yang ketiga itu dan sesudah sampai, berlututlah ia di depan Elia, serta memohon belas kasihan kepadanya, katanya: "Ya abdi Allah, biarlah kiranya nyawaku dan nyawa kelima puluh orang hamba-hambamu ini berharga di matamu. 14 Bukankah api sudah turun dari langit memakan habis kedua perwira yang dahulu dengan kelima puluh anak buah mereka? Tetapi sekarang biarlah nyawaku berharga di matamu." 15 Maka berfirmanlah Malaikat TUHAN kepada Elia: "Turunlah bersama-sama dia, janganlah takut kepadanya!" Lalu bangunlah Elia dan turun bersama-sama dia menghadap raja. 16 Berkatalah Elia kepada raja: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel untuk ditanyakan firman-Nya, maka sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." 17 Maka matilah raja sesuai dengan firman TUHAN yang dikatakan oleh Elia. Maka Yoram menjadi raja menggantikan dia dalam tahun kedua zaman Yoram bin Yosafat, raja Yehuda, sebab Ahazia tidak mempunyai anak laki-laki. 18 Selebihnya dari riwayat Ahazia, apa yang dilakukannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?

Nikmati ProsesNya dan Rasakanlah BerkatNya!

Ahazia melakukan kesalahan besar dihadapan Tuhan. Menyembah baal atau berhala ketika ia terbaring sakit karena terjatuh dari kisi-kisi kamar. Dia meminta petunjuk dari baal-zebub; allah di Ekron, terhadap penyakitnya dan mengharapkan kesembuhan. Mendengar perbuatan yang dilakukannya itu, Malaikat Tuhan menjumpai Nabi Elia dan meminta Elia untuk berjumpa dengan utusan-utusan Raja. Ketika perjumpaan itu terjadi, Nabi Elia menanyakan tentang keputusan Raja menemui baal-zebul untuk kesembuhannya! Nabi Elia berkata kepada mereka, Apakah tidak Allah di Israel, sehingga engkau menemui baal-zebul? Dalam kemarahan, Elia kemudian menyampaikan Firman Tuhan “Engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, dimana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati (Ay.4). Apa yang dilakukan Nabi Elia merupakan wujud ketaatannya kepada Allah Menduakan Allah dalam hal keyakinan akan menjadi persoalan yang besar. Sebab Allah kita adalah Allah yang hidup, berkuasa dan memiliki segalanya.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk selalu sabar menjalani pembentukan yang berasal dariMu. Amin.

Sabtu, 9 November 2024

bahan bacaan : Lukas 13 : 10 – 17

Menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
10 Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat. 11 Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. 12 Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh." 13 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah. 14 Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat." 15 Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? 16 Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" 17 Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Tak tersembunyi, Kuasa Allah
Bagi etiap orang percaya, Mujizat Tuhan akan terjadi kapan dan dimana saja bahkan dalam waktu dan situasi yang tidak dibayangkan. Tuhan Yesus menyembuhkan (bekerja) pada hari sabat. Hal ini tidak diijinkan dalam tradisi Yahudi. Tuhan Yesus mendapat pertentangan dari kepala rumah ibadat, namun Yesus menjawab dengan bijak bahwa perempuan ini perlu ditolong, sebab ada banyak orang juga yang tidak menghargai hari Sabat, mereka melakukan pekerjaan seperti menggembalakan lembu dan keledai (ayat.15). Seringkali kita berlaku seperti kepala rumah ibadat yang cenderung tidak memikirkan kemanusiaan. Kita lupa bahwa menjadi pengikut Kristus haruslah hidup saling menolong dan melakukan kebaikan. Banyak sekali orang yang munafik, menampilkan kebaikan hanya sebagai pencitraan dan kemudian mengabaikan kemanusiaan. Untuk itu, jadilah orang yang bertanggung jawab bagi sesama tetapi juga bagi Tuhan. Hanya dengan demikian, kita akan merasakan Karya Kebaikan Tuhan yang nyata, yang tidak terbatas dalam ruang dan waktu.

Doa: Kuduskan hidup kami Ya Tuhan, agar kami menjadi Berkat bagi sesama kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV 2024, LPJ-GPM