Santapan Harian Keluarga, 27 Oktober – 2 November 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Relasi Antar Sesama untuk Kesejahteraan

Minggu, 27 Oktober 2024

bahan bacaan : Ezra 6 : 1-12

Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan. 2 Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam: 3 Pada tahun pertama zaman raja Koresh dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh: Mengenai rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu haruslah dibangun kembali sebagai tempat orang mempersembahkan korban sembelihan dan korban api-apian; haruslah tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam puluh hasta. 4 Dan haruslah dipasang tiga lapis batu besar-besar dan satu lapis kayu. Biayanya harus dibayar dari perbendaharaan kerajaan. 5 Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam bait suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah." 6 "Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana. 7 Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. 8 Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu. 9 Dan apa yang diperlukan, yakni lembu jantan muda, domba jantan, anak domba untuk korban bakaran bagi Allah semesta langit, juga gandum, garam, anggur dan minyak, menurut petunjuk para imam yang di Yerusalem, semuanya itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari tanpa kelalaian, 10 supaya mereka selalu mempersembahkan korban yang menyenangkan kepada Allah semesta langit dan mendoakan raja serta anak-anaknya. 11 Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu. 12 Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama."

Pentingnya Relasi Dengan Sesama Demi Kesejahteraan Hidup

Membangun relasi antar sesama untuk kesejahteraan menjadi tema minggu pelayanan kita. Tema ini ditegaskan melalui kesaksian Firman Tuhan tentang perintah raja Darius untuk meneruskan penyelesaian pembangunan bait Allah. Perintah raja Darius ditujukan kepada bupati dan tua-tua Israel untuk membangun bait Allah. Perintah tersebut didukung baik secara daya maupun dana, termasuk  kebutuhan makan dan minum ditunjang dan digerakan untuk menyelesaikan pembangunan bait Allah. Sebuah kerjasama yang baik terjadi antar sesama. Perintah Raja Darius ini jika tidak diikuti dan diindahkan maka resiko adalah hukuman gantung dan pemusnahan seisi rumahnya. Itulah cara dan kuasa Tuhan yang menggerakkan Raja Darius yang tidak percaya kepada Tuhan. Dalam tuntunan Tuhan, kerjasama yang dapat dibangun dan diwujudkan untuk menyelesaikan pekerjaan besar yaitu menyelesaikan pembangunan bait Allah. Keteladanannya bagi adalah keharusan mengupayakan kesejahteraan hidup ini melalui kerjasama yang dibangun antar sesama. Semuanya pun akan berjalan dengan baik atas kuasa Tuhan yang menggerakkan hati setiap orang. Bahkan orang yang tidak seiman dengan kita sekalipun, dapat Tuhan pakai untuk mewujudkan hal-hal yang baik untuk semua orang dan demi hormat kepujian nama Tuhan.    

Doa: Terima kasih Tuhan atas tuntunanMu bagi kami dalam membangun relasi dengan sesama untuk masa depan yang baik. Amin.-

Senin, 28 Oktober 2024

bahan bacaan : Ezra 6 : 13-15

Pekerjaan selesai; pentahbisan rumah Allah dan hari raya Paskah yang pertama
13 Kemudian Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka berbuat dengan seksama menurut apa yang diperintahkan raja Darius. 14 Para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia. 15 Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius.

 Relasi yang dibangun Dalam Campur Tangan Tuhan

Relasi antar sesama untuk kesejateraan akan terjadi hanya dalam tuntunan kuasa Tuhan. Hal ini terbukti melalui kesaksian Firman Tuhan saat Raja Darius memerintah untuk kembali menyelesaikan pembangunan bait Allah oleh dukungan Tatnai serta rekan-rekan mereka. Dukungan penuh kepada para tua-tua Yahudi untuk menyelesaikannya juga ditopang oleh nubuatan nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Kuasa Tuhan yang Maha Besar terjadi melalui raja-raja Persia yakni Koresh, Darius dan Arthasasta untuk menyelesaikan Bait Allah yakni pada hari ketiga bulan Adar. Sebuah kesaksian iman bagi kita bahwa pentingnya membangun relasi dengan siapapun untuk mewujudkan kehidupan yang baik dan sejahtera, dengan menghadirkan Tuhan. Kuasa Tuhanlah yang menggerakan hati setiap orang. Bahkan yang tidak seiman ataupun menjadi musuh kita sekalipun. Sebab itu, jadikanlah Kristus sebagai sumber hidup untuk menjadi kekuatan bagi kita dalam membangun relasi hidup dengan semua orang demi mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan dalam kehidupan kita semua!

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk membangun relasi dengan sesama demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Amin.

Selasa, 29 Oktober 2024

bahan bacaan : Nehemia 7 : 1-3

Tindakan-tindakan untuk melindungi kota
Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu. Lalu diangkatlah penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. 2 Pengawasan atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima benteng, karena dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Allah lebih dari pada orang-orang lain. 3 Berkatalah aku kepada mereka: "Pintu-pintu gerbang Yerusalem jangan dibuka sampai matahari panas terik. Dan pintu-pintunya harus ditutup dan dipalangi, sementara orang masih bertugas di tempatnya. Tempatkanlah penjaga-penjaga dari antara penduduk Yerusalem, masing-masing pada tempat-tempat penjagaan dan di depan rumahnya."

Relasi yang Baik Akan Tercipta Kerjasama yang Baik

Nehemia bertugas sebagai bupati untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang runtuh. Setelah semua proses pembangunan selesai dengan pemasangan pintu-pintu gerbang, maka Nehemia menugaskan para penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. Selain itu, kepada Hanani sebagai pengawas atas Yerusalem serta Hanaya sebagai panglima benteng. Hanaya adalah seorang yang takut akan Allah dan dapat dipercaya dibanding dengan yang lain. Nehemia juga memerintahkan untuk pintu-pintu gerbang selalu dijaga dan ia menempatkan penjaga-penjaga dari penduduk kota Yerusalem di tiap-tiap tempat penjagaannya. Semua yang diatur dengan baik oleh Nehemia, mendapat dukungan melalui relasi kerja yang baik dengan semua unsur, baik pimpinan dan umat di Yerusalem. Nehemia melaksanakan tanggung jawab itu dengan selalu mengandalkan Tuhan sebagai kekuatannya. Sebuah teladan bagi kita dalam melaksanakan setiap tanggung jawab untuk membangun relasi dan kerjasama guna mewujudkan kesejahteraan.

Doa: Ya Tuhan mampukan kami untuk membangun relasi dengan sesama untuk kesejahteraan hidup bersama. Amin.

Rabu, 30 Oktober 2024

bahan bacaan : Nehemia 12 : 44 -47

Jaminan hidup untuk para imam dan orang-orang Lewi
44 Pada masa itu beberapa orang diangkat untuk mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, bilik-bilik untuk persembahan khusus, untuk hasil pertama dan untuk persembahan persepuluhan, supaya sumbangan yang menurut hukum menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi dikumpulkan di bilik-bilik itu sesuai dengan ladang setiap kota. Sebab Yehuda bersukacita karena para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas. 45 Karena merekalah yang melakukan tugas pelayanan bagi Allah mereka dan tugas pentahiran, demikian juga para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang, sesuai dengan perintah Daud dan Salomo, anaknya. 46 Karena sudah sejak dahulu, pada zaman Daud dan Asaf, ada pemimpin-pemimpin penyanyi, ada nyanyian pujian dan nyanyian syukur bagi Allah. 47 Pada zaman Zerubabel dan Nehemia semua orang Israel memberikan sumbangan bagi para penyanyi dan para penunggu pintu gerbang sekadar yang perlu tiap-tiap hari dan mempersembahkan persembahan kudus kepada orang-orang Lewi. Dan orang-orang Lewi mempersembahkan persembahan kudus kepada anak-anak Harun.

Bantuan Kepada Pelayanan Akan Mewujudkan Kesejahteraan

Tugas Nehemia sebagai bupati bukan saja untuk membangun tembok Yerusalem yang runtuh, namun juga memperhatikan jaminan hidup para imam dan orang-orang Lewi yang bertugas dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Hal tersebut dilakukan dengan mengangkat beberapa orang yang bertugas mengawasi bilik-bilik perbendaharaan, persembahan khusus, hasil pertama dan persepuluhan sesuai dengan ladang setiap kota. Hal ini diatur dengan baik sebagai bentuk sukacita umat karena pekerjaan untuk melayani Tuhan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh para imam, kaum Lewi serta juga para penyanyi dan penunggu pintu gerbang. Pesan nas hari ini bagi kita adalah pentingnya membangun relasi antar sesama yang dengan baik demi mewujudkan tugas dan tanggungjawab pekerjaan Tuhan untuk kesejahteraan bersama. Kita tidak dapat melakukan sutau pekerjaan seorang diri. Kita butuh kerjasama dengan sesama dan meminta hikmat Tuhan agar semua yang dilakukan untuk kesejahtaraan bersama dapat terwujud.

Doa: Ya Tuhan terima kasih untuk bantuan dan dukungan teman-teman sekerja dalam melakukan tugas-tugas pelayanan. Amin.

Kamis, 31 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 15 : 22-33

Harapan Paulus untuk datang ke Roma
22 Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu. 23 Tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini dan karena aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu, 24 aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu. 25 Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. 26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. 27 Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka. 28 Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu. 29 Dan aku tahu, bahwa jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus. 30 Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, 31 supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana, 32 agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu. 33 Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin.

Membantu sesama untuk kesejahteraan adalah buah benih Injil

Di hari ini kita merayakan HUT Reformasi atau Pekabaran Injil dengan bersyukur atas kasih Tuhan bagi kita dalam tanggung jawab kesaksian dan pelayanan di tengah dunia. Pelayanan kepada sesama yang lemah, sakit dan berkekurangan dilakukan dengan sukacita dalam persekutuan orang percaya adalah merupakan kesaksian injil Kristus yang terus kita beritakan dan saksikan bagi dunia dan semua orang. Hal tersebut dinyatakan oleh Paulus dalam surat pastoralnya kepada jemaat di Roma. Paulus mengajak umat untuk mengambil bagian dalam pelayanan kasih bagi mereka yang miskin dan berkekurangan di Yerusalem. Ajakan Paulus tidak sebatas pernyataan saja, namun melalui tindakan pelayanan Paulus kepada jemaat dengan kepedulian cinta kasih kepada mereka. Itulah benih Injil yang terus ditabur oleh Paulus dan diharapkan dapat diteruskan oleh jemaat, termauk oleh kita sebagai wujud kesaksian bagi semua orang. Injil yang menjadi manusia dalam Tuhan Yesus Kristus, diwujudkan dalam hidup yang penuh kasih, mengampuni dan menyelamatkan semua orang percaya. Injil itu yang diberitakan melalui akta berbagi kasih dengan mereka yang sakit, miskin dan berkekurangan. Itulah makna syukur kita di Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil. 

Doa: Terima kasih Tuhan, mampukan kami untuk melayani bersama dengan mereka sebagai kawan sekerja Allah. Amin.

Jumat, 1 November 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 17 : 7 – 9

7 Pada tahun ketiga pemerintahannya ia mengutus beberapa pembesarnya, yakni Benhail, Obaja, Zakharia, Netaneel dan Mikha untuk mengajar di kota-kota Yehuda. 8 Bersama-sama mereka turut juga beberapa orang Lewi, yakni Semaya, Netanya, Zebaja, Asael, Semiramot, Yonatan, Adonia, Tobia dan Tob-Adonia disertai imam-imam Elisama dan Yoram. 9 Mereka memberikan pelajaran di Yehuda dengan membawa kitab Taurat TUHAN. Mereka mengelilingi semua kota di Yehuda sambil mengajar rakyat.

Diberkati Karena Mengutamakan Tuhan

Tidak semua anak memiliki karakter atau perilaku hidup yang sama dengan orang tuanya. Ada anak yang berbeda dari kehidupan orang tuanya. Bacaan teks ini menampilkan cerita bahwa raja Yosafat menjadi raja Yehuda menggantikan Asa; ayahnya, yang wafat akibat sakit parah mendera kakinya (2Taw. 16:12-13). Yosafat setia dan taat, bahkan mengandalkan Tuhan sebagai penolong. Ayahnya, Raja Asa, bersekutu dengan Aram yang menyembah ilah sehingga dibenci Tuhan. Yosafat juga memperhatikan kehidupan rohani rakyatnya. Ia mengutus beberapa pembesar, orang Lewi, dan para imam untuk mengajar rakyatnya agar hidup takut akan Tuhan (7-9). Yosafat melakukan banyak hal yang benar di mata Tuhan, hal yang berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh ayahnya. Yosafat mendelegasikan tugas mengajarkan hukum Tuhan kepada orang yang tepat. Tuhan pun memberkati Yosafat dengan menaruh rasa takut pada Yehuda di dalam hati negara tetangga dan musuhnya. Makna dan pesan firman Tuhan ini adalah orang yang hidup bagi Tuhan serta yang mengutamakan Tuhan dalam seluruh karyanya, akan mengalami berkat-berkat Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami hidup mengutamakanMU. Amin

Sabtu, 2 November 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 31 : 1 – 10

Setelah semuanya ini diakhiri, seluruh orang Israel yang hadir pergi ke kota-kota di Yehuda, lalu meremukkan segala tugu berhala, menghancurkan segala tiang berhala, dan merobohkan segala bukit pengorbanan dan mezbah di seluruh Yehuda dan Benyamin, juga di Efraim dan Manasye, sampai musnah semuanya. Kemudian pulanglah seluruh orang Israel ke kota-kotanya, ke miliknya masing-masing.
Hizkia mengatur sumbangan untuk para imam dan orang Lewi
2 Hizkia menetapkan rombongan para imam dan orang-orang Lewi, rombongan demi rombongan, masing-masing menurut tugas jabatannya sebagai imam atau sebagai orang Lewi, untuk mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, untuk mengucap syukur dan menyanyikan puji-pujian dan untuk melayani di pintu-pintu gerbang di tempat perkemahan TUHAN. 3 Raja memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran, yakni: korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, korban bakaran pada hari-hari Sabat dan pada bulan-bulan baru dan pada hari-hari raya, yang semuanya tertulis di dalam Taurat TUHAN. 4 Ia memerintahkan rakyat, yakni penduduk Yerusalem, untuk memberikan sumbangan yang menjadi bagian para imam dan orang-orang Lewi, supaya mereka dapat mencurahkan tenaganya untuk melaksanakan Taurat TUHAN. 5 Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah yang besar hasil pertama dari pada gandum, anggur, minyak, madu dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persembahan persepuluhan dari segala sesuatu dalam jumlah yang besar. 6 Orang Israel dan orang Yehuda yang tinggal di kota-kota Yehuda juga membawa persembahan persepuluhan yang terdiri dari lembu sapi dan kambing domba, dan persembahan persepuluhan yang terdiri dari persembahan kudus yang telah dikuduskan bagi TUHAN Allah mereka. Semuanya itu diletakkan mereka bertimbun-timbun. 7 Mereka mulai membuat timbunan itu pada bulan yang ketiga, dan mereka selesai pada bulan yang ketujuh. 8 Hizkia dan para pemimpin datang melihat timbunan itu, dan mereka memuji TUHAN dan umat-Nya, orang Israel. 9 Hizkia menanyakan para imam dan orang-orang Lewi tentang timbunan itu, 10 dan dijawab oleh Azarya, imam kepala keturunan Zadok demikian: "Sejak persembahan khusus mulai dibawa ke rumah TUHAN, kami telah makan sekenyang-kenyangnya, namun sisanya masih banyak. Sebab TUHAN telah memberkati umat-Nya, sehingga tinggal sisa yang banyak ini."

Teladan Kemurahan Hati Demi Kesejahteraan Banyak Orang

Firman Tuhan diakui berisikan petunjuk-petunjuk hidup dalam menjalani kehidupan selaku umat Tuhan. Selain itu, ada prinsip-prinsip kebenaran yang menuntun umat Tuhan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Salah satu kebenaran yang harus dilakukan oleh umat Tuhan adalah hidup bermurah  hati dan adanya kesediaan untuk memberi. Dalam rangka itulah, raja Hizkia menjadikan dirinya sebagai contoh dan teladan dalam memberi sumbangan untuk para Imam dan Orang Lewi. Raja Hizkia memberi sumbangan dari harta miliknya untuk korban bakaran. Dengan menunjukkan kemurahan hati melalui memberi sumbangan, raja Hizkia menggerakkan hati rakyat juga untuk memberi sumbangan. Hasilnya, terkumpullah bahan makanan sehingga para hamba-Nya bisa makan sampai kenyang, malah mereka semua berkelimpahan.
Dari sini dapat dipahami bahwa Tuhan memanggil kita untuk dengan sadar menjadi teladan kemurahan hati demi kesejahteraan banyak orang.

Doa: Mampukanlah kami menjadi teladan dalam memberi Amin..

*SUMBER : SHK BULAN OKT – NOV 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 20 – 26 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Hikmat Allah Menjadi Dasar Membangun Kerjasama

Minggu, 20 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 10 : 1-13

Kunjungan ratu negeri Syeba
Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 6 Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 9 Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." 10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu. 11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah TUHAN dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini. 13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.

Relasi Yang Baik Memudahkan Kerjasama

Membangun kerjasama yang baik adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini diperlihatkan dalam nas bacaan hari ini, Ratu Syeba datang dari jauh untuk menguji kebijaksanaan Salomo dan menyaksikan kekayaan serta kebesaran kerajaannya. Ia sangat kagum dengan hikmat yang dimiliki Salomo dan bagaimana Allah telah memberkati keluarganya sehingga mereka penuh kasih, rasa hormat, ramah dan disiplin dalam beragama (Band. Ayat 4-5). Pelayanan Salomo kepada Ratu Syeba ini telah membangun kerjasama yang harmoni dari kedua belah pihak sehingga ratu Syeba memberikan bantuan bagi pembangunan Bait Allah dan Istana Raja (ay.10-12). Kisah ini mengingatkan kita bahwa hikmat Tuhan adalah dasar untuk membangun kerjasama yang lebih harmonis dan produktif, baik antar keluarga, rekan pelayan, mitra kerja, dan sebagainya. Untuk itu, marilah kita terus memohon hikmat dari Tuhan dan menggunakannya dalam membangun hubungan kerjasama yang lebih baik.

Doa: Ajari kami Tuhan untuk memahami dan meyakini, bahwa perbedaan adalah anugerah kehidupan yang berasal dari-Mu. Amin.

Senin, 21 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 11 : 11-12

Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat
11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu. 12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

 Keselamatan Terwujud Dalam Hidup Baru

Ada prinsip yang keliru dikalangan orang kristen bahwa “keselamatan pasti diperoleh meskipun kita berbuat dosa”. Pemahaman yang keliru ini juga dianut oleh bangsa Yahudi bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah yang berhak atas keselamatan yang dianugerahkan didalam Yesus Kristus sehingga mendorong mereka untuk tidak taat kepada Tuhan. Melalui perikop ini, Paulus memperingatkan bangsa Yahudi, bahwa memang keselamatan telah dianugerahkan kepada mereka akan tetapi bila mereka tetap hidup didalam dosa dan tidak taat pada perintah Tuhan Allah, maka penolakan dari Allah akan mereka peroleh. Sebaliknya, Allah membuka jalan bagi bangsa-bangsa non Yahudi untuk menerima keselamatan dari Allah. Nasehat Paulus, mengingatkan kita bahwa menjadi kristen saja bukanlah jaminan menerima anugerah keselamatan Allah melainkan kita harus hidup beriman dan taat melakukan kehendak Allah. Firman Tuhan : “Iman tanpa perbuatan, pada hakekatnya adalah mati” (Yakobus 2:17).

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk merespon keselamatan Allah dengan hidup benar, Amin.

Selasa, 22 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 11 : 13-24

13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku, 14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka. 15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? 16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus. 17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu. 19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas. 20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah! 21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu. 22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. 23 Tetapi merekapun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali. 24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Perikop ini dialamatkan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (ayat 13), dimana Paulus mengingatkan mereka yang sekarang menerima anugerah keselamatan agar tidak boleh merasa sombong dengan meremehkan bangsa Yahudi/Israel melainkan mereka harus hidup takut akan Tuhan (ayat 20). Kesombongan dapat mendorong mereka untuk melakukan dosa sehingga mengakibatkan penolakan mereka terhadap anugerah yang telah diterima. Selain itu, bila mereka hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Allah, mereka akan menjadi saksi bagi bangsa yahudi untuk berbalik kepada Allah dan menerima anugerah keselamatan. Paulus juga  mengingatkan kita, supaya hidup dalam kerendahan hati. Orang percaya harus mengakui bahwa keselamatan adalah hasil dari anugerah Allah, dan tidak ada yang bisa disombongkan, sebaliknya orang percaya harus merespon kasih Allah tersebut dengan menampakkan hidup kekristenan yang sejati sehingga Allah dimuliakan dan banyak orang menjadi percaya.

Doa: Roh Kudus, kiranya menuntun kami hidup dalam kerendahan hati Amin.

Rabu, 23 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 2 : 1-10

Persiapan-persiapan untuk mendirikan Bait Suci
Salomo memerintahkan untuk mendirikan suatu rumah bagi nama TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri. 2 Dan Salomo mengerahkan tujuh puluh ribu kuli, delapan puluh ribu tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus mandur untuk mengawasi mereka itu. 3 Lalu Salomo mengutus orang kepada Huram, raja negeri Tirus, dengan pesan: "Perbuatlah terhadap aku seperti yang kauperbuat terhadap ayahku Daud, ketika engkau mengirim kayu aras kepadanya, sehingga ia dapat mendirikan baginya suatu istana untuk tinggal di situ. 4 Ketahuilah, aku hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, untuk menguduskannya bagi Dia, supaya di hadapan-Nya dibakar ukupan dari wangi-wangian, tetap diatur roti sajian dan dipersembahkan korban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, pada hari-hari Sabat dan bulan-bulan baru, dan pada perayaan-perayaan yang ditetapkan TUHAN, Allah kami, sebab semuanya itu adalah kewajiban orang Israel untuk selama-lamanya. 5 Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Allah kami lebih besar dari segala allah. 6 Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langitpun tidak dapat memuat Dia? Dan siapakah aku ini, sehingga aku hendak mendirikan suatu rumah bagi Dia, kecuali sebagai tempat untuk membakar korban di hadapan-Nya? 7 Maka sekarang, kirimlah kepadaku seorang yang ahli mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, kain ungu muda, kain kirmizi, kain ungu tua, dan yang juga pandai membuat ukiran, untuk membantu para ahli yang ada padaku di Yehuda dan di Yerusalem, yang telah ditunjuk ayahku Daud. 8 Kirim juga kepadaku kayu aras, sanobar dan cendana dari gunung Libanon, sebab aku tahu, bahwa hamba-hambamu pandai menebang pohon dari Libanon. Dalam pada itu hamba-hambaku akan membantu hamba-hambamu 9 untuk menyediakan bagiku sejumlah besar kayu, sebab rumah yang hendak kudirikan itu harus besar dan mentakjubkan. 10 Dan untuk tukang-tukang yang menebang pohon kuberikan gandum dua puluh ribu kor, jelai dua puluh ribu kor, anggur dua puluh ribu bat dan minyak dua puluh ribu bat, sebagai bahan makanan bagi hamba-hambamu itu."

Kerjasama Mendatangkan Manfaat Besar

Saudaraku, membangun relasi yang baik memberi manfaat besar bagi kepentingan dan kesuksesan bersama. Raja Salomo menyadari bahwa untuk membangun Bait Allah, diperlukan kerjasama dengan orang-orang yang memiliki keahlian dan potensi. Ia membangun relasi yang baik dengan Hiram; Raja Tirus, dalam mendukung proses pembangunan tersebut, melalui bantuan materi dan tenaga kerja yang memadai. Salomo memulai relasi ini dengan pendekatan yang penuh hormat. Dia  tidak hanya meminta bantuan, tetapi juga menawarkan konpensasi (imbalan) yang adil dan sesuai. Ini menunjukkan pentingnya mutualisme (saling menguntungkan) dalam membangun relasi. Dalam hubungan apapun, baik kelompok maupun pribadi penting untuk menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima. Kita dapat melakukannya dengan membangun komunikasi yang baik dan membangun kepercayaan serta rasa hormat.  

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk terus menabur kebaikan demi kemuliaan Tuhan, Amin.

Kamis, 24 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 2 : 11-18

11 Dan Huram, raja negeri Tirus, mengirim surat balasan kepada Salomo, yang berbunyi: "Karena TUHAN mengasihi umat-Nya, Ia telah mengangkat engkau menjadi raja atas mereka." 12 Lalu Huram melanjutkan: "Terpujilah TUHAN, Allah orang Israel, yang menjadikan langit dan bumi, karena Ia telah memberikan kepada raja Daud seorang anak yang bijaksana, penuh akal budi dan pengertian, yang akan mendirikan suatu rumah bagi TUHAN dan suatu istana kerajaan bagi dirinya sendiri! 13 Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi, 14 anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud. 15 Baiklah sekarang tuanku kirim kepada hamba-hamba tuanku gandum dan jelai, minyak dan anggur yang telah tuanku sebutkan itu. 16 Dan kami akan menebang kayu dari gunung Libanon sebanyak engkau perlukan dan membawanya kepadamu dengan rakit-rakit melalui laut sampai ke Yafo, dan engkau dapat mengangkutnya ke Yerusalem." 17 Lalu Salomo menghitung semua orang asing yang laki-laki yang ada di negeri Israel sama seperti yang pernah dilakukan Daud, ayahnya. Maka terdapatlah seratus lima puluh tiga ribu enam ratus orang. 18 Dan dari antara mereka, tujuh puluh ribu orang dijadikannya kuli, delapan puluh ribu orang tukang pahat di pegunungan, dan tiga ribu enam ratus orang mandur yang harus menyuruh orang-orang itu bekerja.

Perbuatan Baik Memuliakan Tuhan

Ada kalimat bijak mengatakan” Perbuatan baik dapat menjadi sarana kemuliaan Tuhan”. Artinya, jika seseorang melakukan kebaikan, maka seharusnya ia  menunjukkan nilai-nilai kasih, kemurahan hati dan keadilan sesuai ajaran Tuhan. Kebaikan ini bukan hanya berdampak positif pada orang-orang sekitar, tetapi juga menjadi bentuk kesaksian yang nyata tentang sifat Allah (Mat.5:16). Hal ini terlihat dalam nas bacaan hari ini, yakni Salomo merupakan raja yang bijaksana, penuh akal budi dan pengertian (ay.12), menghormati relasi dengan orang lain (ay.1-10), dan berbuat baik (Band.1Raja-Raja 10:1-13). Sikap Salomo tersebut telah membuat Hiram; Raja Tirus, memuliakan Tuhan Allah orang Israel (ay.12) serta dengan sukacita memberikan bantuan materi dan tenaga kerja untuk pembangunan rumah Tuhan (Bait Allah). Pesan teks bagi kita, teruslah menabur kebaikan kapan dan dimana saja dan kepada siapapun tanpa memandang latarbelakang dan perbedaan yang ada. Sebab setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus membuat orang-orang dapat melihat dan memuliakan Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama, Amin.

Jumat, 25 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 22 : 1 – 5

Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel."
Persiapan untuk mendirikan Bait Suci
2 Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah. 3 Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya, 4 dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud. 5 Karena pikir Daud: "Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi TUHAN haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!" Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati.

Membangun Kerjasama yang Baik Demi Kepujian Nama Tuhan

Daud sebagai seorang raja yang mengasihi Tuhan, berkeinginan untuk membangun Bait Allah. Keinginan Daud tersebut tidak dikehendaki Allah, namun anaknya Salomo yang akan membangun bait Allah. Sebagai seorang ayah, Daud sangat memahami keberadaan Salomo yang masih muda dan kurang berpengalaman untuk melaksanakan tanggung jawab besar itu. Daud menginginkan pekerjaan membangun bait Allah dapat dilakukannya sehingga akan membuat namanya termashur dan menjadi kenamaan di segala negeri. Itulah sebabnya, Daud mempersiapkan pembangunan tersebut dengan mengumpulkan bahan-bahan bangunan yang terbaik dan sangat banyak jumlahnya yang bawah oleh orang Tirus dan Sidon. Kerjasama yang dibangun oleh Daud dalam tuntunan hikmat Allah menjadi dasar untuk proses pembangunan bait Allah. Sebuah teladan bagi kita sebagai orang tua untuk mempersiapkan masa depan anak-anak dengan selalu membangun kerjasama dalam komunikasi tentang situasi dan kondisi mereka. Jangan kita membiarkan mereka berjalan sendiri, namun tanggung jawab pendampingan dapat kita lakukan dengan baik melalui tuntunan hikmat Tuhan, agar masa depan yang baik dapat tercapai demi hormat dan kepujian nama Tuhan. 

Doa: Tuhan tuntun dan kami dengan hikmatMu agar kami dapat melakukan berbagai hal baik demi kepujian nama Tuhan. Amin.

Sabtu, 26 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 22 : 6 – 13

6 Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi TUHAN, Allah Israel, 7 kata Daud kepada Salomo: "Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama TUHAN, Allahku, 8 tetapi firman TUHAN datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku. 9 Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. 10 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. 11 Maka sekarang, hai anakku, TUHAN kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah TUHAN, Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya mengenai engkau. 12 Hanya, TUHAN kiranya memberikan kepadamu akal budi dan pengertian dan membuat engkau menjadi pemegang perintah atas Israel, supaya engkau memelihara Taurat TUHAN, Allahmu. 13 Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan TUHAN kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.

Tantangan yang Besar dihadapi Dengan Dukungan Kerjasama

Kelanjutan nas bacaan kemarin, bahwa sebagai seorang ayah, Daud sangat peduli kepada Salomo; anaknya yang akan menggantikan sebagai raja atas Israel dan khusus untuk membangun bait Allah. Daud memanggil Salomo dan menceritakan bahwa kerinduannya untuk membangun bait Allah, tetapi Allah tidak menghendaki sebab tangan Daud telah banyak menumpahkan darah dalam peperangan. Tuhan menyatakan bahwa Salomo yang akan membangun Bait Allah tersebut dan kuasa serta anugerah Allah akan menyertainya dalam seluruh tanggung jawab kepemimpinan sebagai Raja Israel. Kerajaannya akan berdiri kokoh serta proses pembangunan bait Allah akan selesai dengan baik. Itulah sebabnya Salomo tidak perlu takut dan tawar hati sebab Tuhan Allah selalu menyertai dan memberkatinya. Salomo pun tidak sendiri, Daud sebagai orang tua memberi penguatan melalui nasehat kepadanya. Demikianpun kita sebagai keluarga Allah, harus meminta hikmat Tuhan agar kita menjadi keluarga Allah yang tat dan setia. Ketaatan kepada Tuhan menjadi dasar untuk kita saling mendampingi, menguatkan dan menyemangati satu dengan yang lain demi masa depan bersama yang terbaik.

Doa: Ya Tuhan karuniakan hikmatMu bagi kami dalam pekerjaan, pendidikan demi masa depan yang baik. Amin.-

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 13 – 19 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Relasi Gereja yang Saling Menerima & Menghormati

Minggu, 13 Oktober 2024

bahan bacaan : Matius 21 : 23-27

Pertanyaan mengenai kuasa Yesus
23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?" 24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi." 27 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesuspun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Jadilah Pribadi yang Tenang!

Protes terhadap pelayanan Yesus selalu berdatangan dari Imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Sebagaimana catatan Kitab-kitab injil, kelompok-kelompok itu meragukan dan tidak mempercayai Yesus adalah Anak Allah; Sang Mesias yang dijanjikan itu. Matius 21: 23-27 merupakan salah satu teks yang menampilkan upaya kelompok tersebut membangun relasi dengan Yesus. Tergambarkan relasi mereka didasarkan pada keraguan dan niat jahat untuk menjatuhkan/mempermalukan Yesus (bnd. Pertanyaan imam kepala dan tua bangsa Yahudi pada ayat 23). Namun menariknya, Yesus tidak menanggapi kelompok tersebut dengan kekerasan. Justru sebaliknya, Yesus menampilkan sikap tenang yang kokoh, sehingga Ia tidak mempermalukan mereka. Yesus menerima dan menghormati mereka, sambil berusaha membenahi pikiran mereka yang bertentangan dengan kebenaran Allah. Catatan menarik untuk kita di saat ini, sebagai manusia kita akan selalu berelasi dengan sesama. Karena itu, ketenangan diri untuk berkata dan menanggapi perkataan orang lain harus menjadi pilihan sikap yang bijak. Jadi, dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun kita berelasi, kita akan mampu memberikan kedamaian dan penghormatan yang sungguh kepada sesama kita.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar tetap menjadi pribadi yang tenang dalam membangun relasi dengan sesama. Amin.

Senin, 14 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 11 : 7 – 21a

Paulus tidak mementingkan diri
7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma? 8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! 9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorangpun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian. 10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. 11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya. 12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan. 13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. 14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang. 15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 16 Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya akupun boleh bermegah sedikit. 17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah. 18 Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga. 19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana: 20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu. 21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah.

Membangun Relasi Dengan Pribadi yang Rendah Hati  

Sikap mendominasi cenderung menjadi wajah relasi dan dialog di masa kini. Beberapa orang terkesan memuji diri sendiri dan menganggap yang lain lebih rendah dari dirinya. Bahkan ungkapan “Kamu bodoh” sering dijumpai sebagai salah satu bentuk nyata upaya mendominasi dalam proses dialog. Kenyataan yang sama turut diperlihatkan dalam teks 2 Korintus 11: 7-21a. Diperlihatkan, bahwa kedatangan rasul-rasul palsu di Korintus telah menyebabkan Paulus dikenal sebagai orang bodoh (bnd. Ay. 16). Namun menarik, bahwa di tengah gempuran kekerasan verbal, Paulus tidak membalas mereka. Justru Paulus mengatakan, bahwa dirinya akan tetap menerima jika jemaat Korintus turut menganggap dirinya sebagai seorang yang bodoh. Kerendahan hati dan ketenangan Paulus untuk tidak membalas kekerasan verbal orang lain harus juga kita maknai di masa kini. Sekalipun kita direndahkan atau dianggap lemah oleh orang lain, marilah kita menjadi pribadi yang tenang untuk menanggapinya. Karena ketenangan kita akan meminimalisir upaya saling mendominasi yang berujung pada kekacauan relasi. Pada akhirnya, relasi tetap terjaga dalam bingkai penerimaan dan penghormatan.

Doa: Ajarilah kami agar tetap rendah hati dan tenang dalam membangun relasi dengan sesama. Amin.

Selasa, 15 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 3 : 10-13

Dasar dan bangunan
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. 11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, 13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Kristus sebagai Dasar Persekutuan

Sering disampaikan oleh para ahli ataupun pekerja bangunan, bahwa bangunan yang kokoh hanya bisa dimiliki jika telah lebih dulu memiliki dasar/fondasi yang kuat. Itu sebabnya, dalam sebuah proses pembangunan, selalu didahulukan bagian dasarnya, sebab dasar menjadi penentu keberlangsungan bangunan tersebut. Dalam membangun relasi sebagai persekutuan, Paulus menasehati jemaat di Korintus supaya setiap orang dapat melanjutkan pembangunan yang telah diletakannya (ay. 10). Namun harus diingat bahwa dasar bangunan tidak lagi dapat diubah, sebab dasarnya adalah Yesus Kristus (ay. 11). Bangunan yang dimaksudkan Paulus merujuk pada jemaat Korintus yang telah dibangunnya. Nasehat Paulus itu menjadi kritik untuk kenyataan perpecahan jemaat di Korintus. Bagi Paulus, setiap jemaat harus mengetahui bahwa Yesus Kristus merupakan dasar persekutuan yang telah dibangunnya. Yesus Kristus sebagai dasar jemaat merujuk pada kesatuan dan persatuan dalam kasih. Hal yang sama juga perlu kita maknakan di saat ini, bahwa dasar dalam kehidupan bersama/ persekutuan adalah Yesus Kristus yang penuh kasih. Oleh karena itu, kita perlu menjaganya agar bangunan persekutuan kita tetap berdiri kokoh.

Doa: Ya Tuhan, ingatkanlah kami bahwa Engkau adalah dasar dari persekutuan ini. Amin.

Rabu, 16 Oktober 2024

bahan bacaan : Galatia 2 : 15-21

Yang terutama, juga untuk orang Kristen keturunan Yahudi
15 Menurut kelahiran kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa dari bangsa-bangsa lain. 16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. 17 Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa, apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak. 18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; 20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Janganlah Menjadi Pribadi yang Egois!

Ada kecenderungan sebagian orang untuk membangun relasi dengan sikap egois yang tinggi. Dalam keegoisan, ia kemudian memaksakan sesamanya melakukan apa yang dirinya kehendaki. Pada akhirnya, dalam sikap egois tersebut maka relasi menjadi tidak sehat, bahkan berada dalam ancaman perpecahan. Berdasarkan kecenderungan keegoisan itu juga, Paulus turut menasehati orang-orang Yahudi di Galatia untuk tidak memaksakan sesamanya yang non Yahudi melakukan sunat. Paulus mengetahui, bahwa keegoisan orang-orang Yahudi untuk memaksakan sesama yang non Yahudi melakukan sunat akan berujung pada perpecahan umat Kristen di Galatia. Bagi Paulus, yang menyelamatkan orang percaya bukan karena melakukan hukum Taurat, melainkan karena imannya kepada Kristus Yesus (bnd. Ay. 16). Hal penting untuk kita maknakan di masa kini, bahwa keegoisan dalam berelasi perlu untuk ditinggalkan. Kita terpanggil untuk tidak memaksakan apa yang kita inginkan kepada sesama. Saling bertukar pikiran atau berdiskusi untuk mencapai kesepakatan bersama adalah salah satu cara untuk membangun relasi yang sehat dengan sesama.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk tidak menjadi egois dalam upaya membangun kehidupan bersama. Amin.

Kamis, 17 Oktober 2024

bahan bacaan : Galatia 3 : 1-14

Dibenarkan oleh karena iman
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? 2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? 3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? 4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! 5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. 7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. 8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati." 9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. 10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." 11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." 12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. 13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

 Perbedaan Bukan Pemecah Keharmonisan

Dalam membangun relasi dan dialog, ada upaya untuk memperjuangkan apa yang diyakini sebagai kebenaran. Upaya tersebut tidaklah salah. Yang keliru adalah upaya tersebut kemudian dijalankan bersamaan dengan cara menjatuhkan orang lain akan kebenaran yang diyakini olehnya. Kenyataan yang sama turut terjadi dalam jemaat Galatia. Kelompok Yahudi dan non Yahudi mempertentangkan mengenai siapakah yang pantas dan layak mendapat berkat dari Allah. Bahkan dalam pertentangan tersebut, ada kecenderungan untuk saling menjatuhkan. Menariknya, Paulus menegaskan kepada mereka yang bertentangan, bahwa Yesus Kristus yang mati dan bangkit adalah bukti keselamatan dan perberkatan Allah disalurkan kepada Abraham dan bangsa-bangsa lain (bnd. Ay. 14). Belajar dari pertentangan tersebut maka salah satu nilai penting dalam membangun relasi adalah penerimaan. Dengan kalimat lain, setiap orang yang membangun relasi harus menerima satu dengan yang lain, tanpa memandang latar belakang, keyakinan, dan kebenaran yang dipegangnya. Pada dasarnya, setiap orang memiliki kebenaran yang diyakininya. Oleh karena itu, sikap untuk menerima dan menghormati mereka adalah cara membangun dan menjaga relasi agar tetap harmonis.

Doa: Roh Kudus persatukan gereja-Mu, amin.

Jumat, 18 Oktober 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 1-18

Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius di Yerusalem
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah. 2 Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia. 3 Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka." 4 Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya: 5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku. 6 Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung. 7 Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah! 8 Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku. 9 Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram! 10 Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit. 11 Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea. 12 Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu, 13 dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus. 14 Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu. 15 Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. 16 Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. 17 Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?" 18 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."

Perbedaan adalah Anugerah Allah

Rasanya, pertentangan antara kelompok yang Yahudi dan non Yahudi tidak pernah berkesudahan pada awal-awal masa pertumbuhan gereja. Seorang Yahudi yang dekat, diam di rumah, dan makan sehidangan dengan orang non Yahudi akan dilabeli sebagai seorang kafir/haram (bnd. Ay. 3). Orang Yahudi meyakini, bahwa pertobatan, keselamatan, dan berkat Allah hanya ditujukan kepada mereka, bukan yang lain. Padahal, kepada bangsa-bangsa lain, Allah turut mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup (bnd. Ay. 18). Petrus yang mendapat pertentangan karena telah melakukan pembaptisan kepada Kornelius di Yerusalem turut menegaskan, bahwa apa yang dilakukannya dihalalkan oleh Allah (bnd. Ay. 9). Jawaban Petrus turut menjadi kritik dan panggilan kepada kita di masa kini, bahwa perbedaan golongan, ras, suku, dan kepercayaan jangan menjadi pemecah kehidupan bersama. Justru sebaliknya, perbedaan harus dipandang sebagai anugerah Allah yang membawa kehidupan. Ingatlah, bahwa taman yang indah tidak pernah terisi oleh 1 warna tunggal, melainkan oleh beragam warna. Semakin banyak warna maka semakin indah taman itu. Demikianlah hidup kita.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk dapat menerima dan menghormati sesama kami yang berbeda dengan kami. Amin.

Sabtu, 19 Oktober 2024

bahan bacaan : Markus 9 : 38-41

Seorang yang bukan murid Yesus mengusir setan
38 Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." 39 Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. 41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya."

Yesus Milik Semua Orang

Toleransi berarti menghormati dan menghargai perbedaan. Setiap orang memiliki cara tertentu untuk menyatakan imannya, misalnya : berkhotbah, mengajar dan melayani. Sikap toleransi menuntut kita untuk bisa menerima cara tersebut dan tidak bisa mengklaim kebenaran hanya pada diri kita. Hal ini  ditunjukkan oleh Yesus dalam perikop hari ini.  Tindakan kebaikan dan pelayanan (termasuk mengusir setan) yang dilakukan dengan nama-Nya, meskipun oleh orang yang berbeda dari sisi latar belakang kelompok , bagi Yesus tetap diterima (ay.39-40). Sikap Yesus ini berbeda dengan sikap Yohanes yang menolak pelayanan orang lain (bukan murid Yesus) dengan menggunakan nama Yesus (ay.38). Pesan teks, Kita harus mencontohi sikap Yesus bahwa perbedaan tidak boleh menjadi sumber konflik dan perpecahan. Tidak boleh ada gereja yang merasa lebih baik dan lebih benar dari gereja lain. Sebaliknya, perbedaan harus dihargai demi membangun kerjasama dan persatuan, dimana semua orang dipanggil dalam pelayanan Gereja demi kemuliaan nama Tuhan.  

Doa: Roh Kudus anugerahkan hikmat bagi kami untuk membangun kerjasama yang baik. amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 6 – 12 Oktober 2024

Tema Bulanan : Meningkatkan Relasi Antar Sesama Untuk Kesejahteraan

Tema Mingguan : Kasih Kristus Mempersatukan Gereja

Minggu, 6 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 12 : 9-21

Nasihat untuk hidup dalam kasih
9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! 17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! 18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! 19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. 20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. 21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Membangun Relasi atas Dasar Kasih

Setiap saat kita suka berelasi dan berkomunikasi, entah dengan perkataan lisan atau tulisan atau dengan perangkat gadget maupun melalui tindakan. Semua itu menjadi sarana untuk membangun relasi. Namun sayangnya, tidak semua relasi itu lancar dan mendatangkan sukacita dan kebahagiaan sebab dalam kehidupan ini ada banyak relasi yang terganggu, komunikasi yang buntu, yang rusak dan menghadirkan permusuhan berkepanjangan. Kalau memakai bahasa Rasul Paulus dalam surat Roma 12 ini, “sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. (ay.18) Relasi damai dalam keluarga antar suami dan isteri, orangtua dan anak, antar saudara, antar teman, antar rekan sepelayanan, antar elemen dalam masyarakat atau siapa saja. Salah satu alasan sulitnya terbangun relasi adalah kasih yang pura-pura. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan, hendaklah kasih itu jangan pura-pura!, Perbuatan kasih haruslah dilakukan atas dasar ketulusan. Dengan kasih, seseorang akan terus berpikir untuk menghadirkan kebaikan dan bukan kejahatan. Bahkan terhadap musuh pun, ia mampu menunjukan kebaikan hatinya. Karena itu, marilah kita mendasarkan semua relasi dengan kasih dan perbuatan yang baik.

Doa: Kami mau membangun relasi dengan kasih-Mu yang tulus dan suci,. Amin.

Senin, 07 Oktober 2024

bahan bacaan : Ibrani 13 : 8-16

8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 9 Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu. 10 Kita mempunyai suatu mezbah dan orang-orang yang melayani kemah tidak boleh makan dari apa yang di dalamnya. 11 Karena tubuh binatang-binatang yang darahnya dibawa masuk ke tempat kudus oleh Imam Besar sebagai korban penghapus dosa, dibakar di luar perkemahan. 12 Itu jugalah sebabnya Yesus telah menderita di luar pintu gerbang untuk menguduskan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri. 13 Karena itu marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya. 14 Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang. 15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Hidup Persaudaraan Dalam Kasih Kristus

Perubahan selalu terjadi dalam kehidupan yang dijalani. Berbagai kemajuan zaman yang berkembang masa kini turut mempengaruhi perubahan pola pikir, tutur kata, tindakan bahkan gaya hidup dari manusia. Semua itu menjadi tanda bahwa perubahan adalah sesuatu yang mutlak. Sekalipun dunia terus mengalami perubahan dengan berbagai kenyataannya namun ada satu hal yang tidak akan pernah berubah. Kasih Kristus adalah sesuatu yang tidak akan pernah berubah dalam hidup orang percaya. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, hari ini, bahkan sampai selama-lamanya. Hal ini menjadikan hidup orang percaya harus tetap mengimani Yesus Kristus dalam setiap perjalanan hidupnya. Mengimani Yesus Kristus tidaklah dibatasi pada sikap percaya saja tetapi juga dalam sikap mempercayakan seluruh hidup dalam kendali-Nya. Jika mempercayakan seluruh hidup kepada Yesus maka harus menaati dan mengikuti seluruh perintahNya. Ini menjadi penting sebab terkadang orang mengaku percaya tetapi tidak melakukan seluruh kehendak Yesus. Salah satu kehendak Yesus haruslah terwujud dalam sikap hidup yang membangun persaudaraan. Karena itu, jagalah hidup persaudaraan sebagai wujud menaati kehendak Yesus Kristus.

Doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk hidup dalam persaudaraan. Amin.

Selasa, 08 Oktober 2024

bahan bacaan : Kolose 2 : 6-7

Kepenuhan hidup dalam Kristus
6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Jadikanlah Kristus Sebagai Dasar Hidupmu

Dasar hidup orang percaya adalah tetap berakar di dalam Yesus Kristus. Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Kolose menjadi sesuatu yang penting sebab orang percaya terkadang hanya mengaku percaya tetapi tidak sungguh-sungguh hidup mengandalkan Tuhan. Perilaku hidup masa kini seperti narkoba, miras, judi, seks bebas, selingkuh, korupsi, nepotisme, materialisme dan perilaku lainnya menjadi tanda bahwa hidup orang percaya tidak berakar di dalam Yesus Kristus. Perilaku-perilaku tersebut menjadi bukti bahwa orang percaya lebih mudah untuk percaya kepada ajaran-ajaran sesat, tawaran-tawaran dunia yang menghancurkan. Seperti halnya dengan jemaat Kolose, nasihat Rasul Paulus dalam bacaan hari ini hendak menegaskan bahwa orang percaya haruslah tetap berakar di dalam Yesus Kristus. Sebagai orang percaya yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka hidupnya harus dibangun di atas Dia. Orang percaya pun harus tetap teguh dalam iman yang telah diajarkan. Keteguhan iman juga terwujud ketika memiliki hati nurani yang bersumber pada kasih Kristus. Oleh sebab itu, hidup orang percaya yang menjadikan Kristus sebagai dasar harus saling mengasihi satu dengan lainnya. Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama adalah wujud orang percaya berakar di dalam Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk hidup selalu mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 09 Oktober 2024

bahan bacaan : Kolose 2 : 8 – 15

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Tetaplah Beriman Kepada Yesus Kristus

Hidup menawarkan berbagai hal yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dalam perjalanan hidup di tengah berbagai tawaran tersebut, manusia akan senantiasa bergumul dengan pilihan baik atau buruk. Baik dan buruk kehidupan tergantung dari keputusan yang dipilih seseorang terhadap hidup yang dijalaninya. Dalam hidup beriman pun orang percaya diperhadapkan dengan pilihan baik atau buruk. Baik adalah ketika hidup mengandalkan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penolong yang membawa kepada keselamatan. Sebaliknya, buruk adalah ketika hidup orang percaya jauh dari kehendak Tuhan, mengikuti ajaran palsu dan terpengaruh pada roh-roh duniawi yang membawa kepada malapetaka. Pilihan hidup bagi orang percaya adalah tetaplah beriman kepada Yesus Kristus sebab Ia yang menjaminkan kehidupan bagi semua orang. Yesus Kristus berkuasa atas segala kuasa yang ada di dunia. Yesus mati di kayu salib dan bangkit dari dunia orang mati menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh berkuasa atas hidup dan mati segala ciptaan. Jika orang percaya hidup mengandalkan Yesus dan tetap beriman kepadaNya maka keselamatan menjadi bagian dari hidupnya.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar tetap beriman kepadaMu. Amin

Kamis, 10 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 20-24

20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. 21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. 22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. 23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. 24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

                Yesus Kristus Yang Terutama

Dalam hidup ini, ada yang utama tetapi ada juga yang lebih utama. Hidup yang utama adalah ketika orang percaya mengusahakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, pakai, tempat tinggal bahkan kebutuhan lainnya seperti kesehatan, pendidikan dan berbagai kebutuhan lainnya. Namun selain itu ada juga hidup yang lebih utama bagi setiap orang percaya. Yesus Kristus menjadi yang lebih utama dalam hidup setiap orang percaya. Menjadikan Yesus Kristus sebagai yang lebih utama artinya orang percaya harus meletakkan pengharapan seutuhnya kepada Dia. Yesus Kristus adalah yang terutama atau yang sulung, Ia dibangkitkan dari kuasa maut dan menjaminkan kehidupan kekal bagi setiap orang percaya. Oleh sebab itu, keyakinan kepada Yesus yang bangkit harus menjadi spirit atau dorongan bagi setiap orang dalam menjalani kehidupannya. Spirit hidup dalam kuasa Yesus terwujud dalam saling mengasihi, saling menopang bahkan saling mengutuhkan sebagai satu persekutuan.

Doa: Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Jumat, 11 Oktober 2024

bahan bacaan : 1 Yohanes 4 : 7-21

Allah adalah kasih
7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. 11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. 15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. 20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Mengasihi Sesama Adalah Wujud Mengasihi Allah

Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu berjumpa dengan banyak orang di dalam hidupnya. Perjumpaan manusia dalam relasi bersama bukan hanya dengan kelompok yang kuat tetapi juga yang lemah. Hal ini tidak dapat disangkali sebab masa kini masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai makhluk sosial maka sikap hidup saling menopang harus dinyatakan dalam perjumpaan bersama. Dalam hidup beriman pun setiap orang harus saling mengasihi. Yesus Kristus telah lebih dahulu mengasihi manusia dan karena itu sudah sepatutnya manusia pun harus hidup saling mengasihi. Pengakuan kepada kemahakuasaan Yesus tidak bisa hanya sebatas pada ucapan bibir semata. Mengaku percaya kepada Yesus juga harus terwujud dalam tindakan sesehari. Baik dalam perkataan maupun perbuatan harus didasarkan pada hati nurani yang bersumber dari kasih Kristus. Kasih Allah dalam Yesus Kristus membuat setiap orang mampu hidup saling menopang. Kasih menjadi penting sebab hanya dengan demikian maka semua orang akan menikmati kebaikan dalam hidup bersama. Oleh sebab itu, tetaplah hidup saling mengasihi antara satu dengan lainnya sebagai wujud mengasihi Allah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap hidup saling mengasihi. Amin.

Sabtu, 12 Oktober 2024

bahan bacaan : Roma 3 : 27-31

27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! 28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. 31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Kasih Kristus Mempersatukan Semua Orang

Kebersamaan di dalam hidup menjadi impian semua orang. Manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri. Sejak lahir hingga mengakhiri hidup pun manusia membutuhkan orang lain untuk menopang kehidupannya. Dalam memenuhi seluruh kebutuhan hidup pun manusia akan membutuhkan sesama manusia bahkan ciptaan lainnya. Namun terkadang sesama manusia tidak bisa untuk menjaga keutuhan dalam hidup bersama. Sikap egoisme dan kecemburuan sosial membuat persekutuan menjadi terancam. Dalam hidup beriman pun persekutuan merupakan kewajiban bagi setiap orang percaya untuk menjaganya. Bukan tentang orang Yahudi atau non Yahudi (Yunani), bukan berdasarkan latar belakang atau asal kelompok tertentu. Yesus Kristus dalam karya-Nya telah mempersatukan semua orang dari semua latar belakang yang berbeda. Jika sungguh-sungguh mengimani Yesus Kristus maka harus mampu menunjukkan teladan kebaikan-Nya dalam sikap yang menjaga persekutuan. Hidup orang beriman tidaklah untuk bermegah dalam perbuatan sebab bisa saja perbuatan tidak sesuai dengan kehendak Yesus. Karena itu, sebagai orang beriman maka harus bermegah di dalam iman kepada Yesus. Iman kepada Yesus terwujud dalam hidup persekutuan sebab kasih Kristus telah mempersatukan semua orang.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk tetap menjaga persekutuan bersama. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 29 Sept – 5 Okt 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Dokumen Sejarah menyelamatkan hidup

Minggu, 29 September 2024

bahan bacaan : Ester 6 : 1-14

Mordekhai dihormati
Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja. 2 Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 3 Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apapun." 4 Maka bertanyalah raja: "Siapakah itu yang ada di pelataran?" Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 5 Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: "Itulah Haman, ia berdiri di pelataran." Maka titah raja: "Suruhlah dia masuk." 6 Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 7 Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 8 hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, 9 dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!" 10 Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah katapun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." 11 Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya." 12 Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya. 13 Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: "Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya." 14 Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.

Dokumen Sejarah Mengubah Hidup

Saya tidak bisa mengubah sejarah, saya tidak ingin mengubahnya. Saya hanya ingin mengubah masa depan, dan saya sedang mengerjakannya” demikian kata-kata Boris Frans Becker, mantan petenis nomor satu dunia asal Jerman. Kata-kata Becker ini mirip dengan sejarah perjalanan hidup Mordekhai yang tidak menyangka akan mendapat penghargaan tertinggi dari raja Ahasyweros saat raja membuka dokumen sejarah yang mencatat bahwa ia pernah menyelamatkan raja. Mordekhai memberi informasi tentang rencana pembunuhan raja kepada dua orang pengawal raja. Catatan sejarah ini membawa masa depan baru bagi Mordekhai ketika ia menggantikan Haman yang dihukum gantung karena kebencian serta rencana jahatnya kepada Mordekhai dan orang Yahudi. Sebuah teladan bagi kita, bahwa pentingnya untuk kita selalu melakukan yang baik dalam hidup ini. Sekalipun mungkin tidak diketahui orang dan juga tidak dicatat dalam sejarah sebab kita hanyalah orang “kecil”. Namun kita mesti yakin bahwa akan selalu tercatat oleh Allah Sang Pencipta dalam cacatan Ilahi. Hal tersebut akan membawa kebahagian dan sukacita bagi kita pada suatu saat kelak. Untuk itu teruslah berbuat baik bagi semua orang dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. 

Doa: Tuntun kami Tuhan agar kami senantiasa belajar dari Firman Tuhan. Amin.

Senin, 30 September 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 22 : 1-20

Yosia, raja Yehuda -- Kitab Taurat ditemukan kembali
Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 3 Dalam tahun yang kedelapan belas zaman raja Yosia maka raja menyuruh Safan bin Azalya bin Mesulam, panitera itu, ke rumah TUHAN, katanya: 4 "Pergilah kepada imam besar Hilkia; suruhlah ia menyerahkan seluruh uang yang telah dibawa ke dalam rumah TUHAN yang telah dikumpulkan dari pihak rakyat oleh penjaga-penjaga pintu; 5 baiklah itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN, supaya diberikan kepada tukang-tukang yang ada di rumah TUHAN untuk memperbaiki kerusakan rumah itu, 6 yaitu kepada tukang-tukang kayu, tukang-tukang bangunan dan tukang-tukang tembok, juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah itu. 7 Tetapi tidak usahlah mengadakan perhitungan dengan mereka mengenai uang yang diberikan ke tangan mereka, sebab mereka bekerja dengan jujur." 8 Berkatalah imam besar Hilkia, kepada Safan, panitera itu: "Telah kutemukan kitab Taurat itu di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan terus membacanya. 9 Kemudian Safan, panitera itu, masuk menghadap raja, disampaikannyalah kabar tentang itu kepada raja: "Hamba-hambamu ini telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah itu." 10 Safan, panitera itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakannya di depan raja. 11 Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 12 Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya." 14 Maka pergilah imam Hilkia, Ahikam, Akhbor, Safan dan Asaya kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tikwa bin Harhas; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka memberitakan semuanya kepadanya. 15 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 16 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala perkataan kitab yang telah dibaca oleh raja Yehuda; 17 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu kehangatan murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap tempat ini dengan tidak padam-padam. 18 Tetapi kepada raja Yehuda, yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 19 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan TUHAN pada waktu engkau mendengar hukuman yang Kufirmankan terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, bahwa mereka akan mendahsyatkan dan menjadi kutuk, dan oleh karena engkau mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 20 sebab itu, sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.

Kitab Pengajaran Sebagai Dokumen Yang Mengubah

 Ditemukannya kitab Taurat oleh imam besar Hilkia saat para pekerja sementara memperbaiki rumah Tuhan, membuat raja Yosia segera meminta petunjuk Tuhan melalui seorang nabiah yang tinggal di Yerusalem. Yosia adalah raja Yehuda yang memerintah di usia muda yakni delapan tahun. Sekalipun muda, Yosia berlaku benar di mata Tuhan seperti Daud bapa leluhurnya. Ia mengoyakkan pakaiannya saat Safan, panitera membacakan kitab yang ditemukan itu, sebagai tanda penyesalan dan menangis akibat dosa dan kecemaran leluhurnya dengan menyembah kepada allah lain dan menimbulkan sakit hati Tuhan. Sikap Yosia ini mendapat simpatik Tuhan dengan menubuatkan bahwa ia akan mendapat tempat saat meninggal dunia bersama dengan para leluhurnya dan ia tidak akan mengalami pengukuman Tuhan atas Bangsa Israel. Sebuah teladan bagi kita bahwa Kitab Pengajaran merupakan juga dokumen sejarah iman untuk menyaksikan dan menceritakan kemahakuasaan Allah yang nyata bagi semua umat ciptaanNya. Firman Tuhan itu memberikan petunjuk agar kita mau menjadi anak-anak Tuhan yang selalu hidup dalam pembaharuan dan pertobatan hidup.  

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk melakukan kebaikan sebagai hal terindah dalam sejarah perjalanan hidup ini. Amin.-

Selasa, 01 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 8-21

Kitab Taurat ditemukan kembali
8 Pada tahun kedelapan belas dari pemerintahannya, setelah selesai mentahirkan negeri dan rumah TUHAN, ia menyuruh Safan bin Azalya, dan Maaseya, penguasa kota, serta Yoah bin Yoahas, bendahara negara, untuk memperbaiki rumah TUHAN, Allahnya. 9 Maka datanglah mereka kepada imam besar Hilkia dan menyerahkan kepadanya uang yang telah dibawa ke rumah Allah dan yang telah dikumpulkan oleh orang-orang Lewi, yakni oleh para penjaga pintu, dari orang-orang Manasye dan Efraim, dan dari semua orang yang masih tinggal dari Israel, pula dari seluruh orang Yehuda dan Benyamin, dan dari penduduk Yerusalem. 10 Uang itu diberikan mereka ke tangan para pekerja yang diangkat untuk mengawasi rumah TUHAN; dan mereka itu, yang bekerja dalam rumah TUHAN, mengeluarkannya untuk membetulkan dan memperbaiki rumah itu. 11 Mereka memberikannya kepada tukang-tukang kayu dan tukang-tukang bangunan, supaya tukang-tukang itu membeli batu pahat dan kayu untuk tupai-tupai dan untuk memasang balok-balok pada gedung-gedung, yang oleh raja-raja Yehuda dibiarkan roboh. 12 Orang-orang itu melakukan pekerjaan itu dengan setia. Orang-orang yang diangkat menjadi pengawas mereka ialah: Yahat dan Obaja, orang-orang Lewi dari bani Merari, sedangkan Zakharia dan Mesulam dari bani Kehat mengepalai semua. Dan semua orang Lewi yang pandai memainkan alat-alat musik, 13 mengepalai kuli-kuli dan mengiringi semua tukang dalam pekerjaan apapun. Dari antara orang-orang Lewi itu ada yang menjadi panitera, pengatur atau penunggu pintu gerbang. 14 Ketika mereka mengeluarkan uang yang telah dibawa ke rumah TUHAN, imam Hilkia menemukan kitab Taurat TUHAN, yang diberikan dengan perantaraan Musa. 15 Maka berkatalah Hilkia kepada Safan, panitera negara itu: "Aku telah menemukan kitab Taurat di rumah TUHAN!" Lalu Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, 16 dan Safan membawa kitab itu kepada raja. Ia juga menyampaikan kabar kepada raja: "Segala sesuatu yang ditugaskan kepada hamba-hambamu, telah mereka laksanakan. 17 Mereka telah mengambil seluruh uang yang terdapat di rumah TUHAN dan memberikannya ke tangan para pengawas dan para pekerja." 18 Safan, panitera negara itu, memberitahukan juga kepada raja: "Imam Hilkia telah memberikan kitab kepadaku," lalu Safan membacakan sebagian di depan raja. 19 Segera sesudah raja mendengar perkataan Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya. 20 Kemudian raja memberi perintah kepada Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Abdon bin Mikha, kepada Safan, panitera negara itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 21 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi yang masih tinggal di Israel dan di Yehuda tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang dicurahkan kepada kita, oleh karena nenek moyang kita tidak memelihara firman TUHAN dengan berbuat tepat seperti yang tertulis dalam kitab ini!"

Warisan yang Baik Pasti Menguntungkan

Sebagai manusia, kita ini pasti mewarisi sesuatu. Baik dari sejarah sebelum kita atau dari para pendahulu, leluhur orang tua atau warisan dari masa lalu kita sendiri. Warisan itu bisa yang baik, bisa pula yang buruk. Warisan  yang baik pasti menguntungkan, melegakan dan melancarkan jalan kita ke depan.Warisan yang buruk akan membebani, menghambat dan merugikan jalan kita ke depan. Kitab Tawarikh adalah kitab yang ditulis atau ditujukan kepada satu generasi umat Israel yang mewarisi kehancuran bangsanya, karena generasi pendahulu mereka kalah perang. Mereka dibuang dan dijajah di tanah Babilonia. Setelah 70 tahun mereka diijinkan untuk pulang ke negeri asal dan mulai memperbaiki rumah Tuhan. Ketika pekerjaan dilakukan, Imam Hilkia menemukan kitab Taurat Tuhan. Sebuah dokumen hidup yang mengingatkan bahwa hukuman hebat yang dialami mereka adalah karena nenek-moyang mereka tidak memelihara dan melakukan Firman Tuhan. Kitab Taurat sebagai dokumen mengingatkan umat Israel dan kita semua, bahwa Tuhan itu terlebih besar dari semua kondisi yang kita warisi, termasuk kondisi yang buruk dan warisan-warisan yang negatif. Jikalau Tuhan memberi perkenaan dan rahmat, dan kita tidak menyerah pada penjara nasib atau kegagalan di masa lampau atau warisan-warisan yang membebani dan menghambat, maka segala perubahan bisa saja terjadi. Firman Tuhan adalah dokumen warisan yang baik dan menguntungkan, bacalah!

Doa: Tuhan, sertailah agar warisan masa lalu yang buruk, tidak memenjarakan kami untuk berubah, amin.

Rabu, 02 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 22-28

22 Maka pergilah Hilkia dengan orang-orang yang disuruh raja kepada nabiah Hulda, isteri seorang yang mengurus pakaian-pakaian, yaitu Salum bin Tokhat bin Hasra, penunggu pakaian-pakaian; nabiah itu tinggal di Yerusalem, di perkampungan baru. Mereka berbicara kepadanya sebagaimana yang diperintahkan. 23 Perempuan itu menjawab mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel! Katakanlah kepada orang yang menyuruh kamu kepada-Ku! 24 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan malapetaka atas tempat ini dan atas penduduknya, yakni segala kutuk yang tertulis dalam kitab yang telah dibacakan di depan raja Yehuda, 25 karena mereka meninggalkan Aku dan membakar korban kepada allah lain dengan maksud menimbulkan sakit hati-Ku dengan segala pekerjaan tangan mereka; sebab itu nyala murka-Ku akan dicurahkan ke tempat ini dengan tidak padam-padam. 26 Tetapi kepada raja Yehuda yang telah menyuruh kamu untuk meminta petunjuk TUHAN, harus kamu katakan demikian: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Mengenai perkataan yang telah kaudengar itu, 27 oleh karena engkau sudah menyesal dan engkau merendahkan diri di hadapan Allah pada waktu engkau mendengar firman-Nya terhadap tempat ini dan terhadap penduduknya, oleh karena engkau merendahkan diri di hadapan-Ku, mengoyakkan pakaianmu dan menangis di hadapan-Ku, Akupun telah mendengarnya, demikianlah firman TUHAN, 28 maka sesungguhnya Aku akan mengumpulkan engkau kepada nenek moyangmu, dan engkau akan dikebumikan ke dalam kuburmu dengan damai, dan matamu tidak akan melihat segala malapetaka yang akan Kudatangkan atas tempat ini dan atas penduduknya." Lalu mereka menyampaikan jawab itu kepada raja.

Bangkit dan Berjuang Dengan Sepenuh Hati

Warisan adalah sesuatu yang diluar kuasa kita untuk mengaturnya. Kita memang harus menampung atau menanggungnya. Dengan kalimat lain, kita  mewarisinya saja. Warisan yang baik, misalnya nama baik keluarga, harta warisan, benih unggul dari orangtua, kemerdekaan, tentunya membuat kita senang dan bersyukur. Sebaliknya, jika warisan itu adalah hal-hal yang buruk. Warisan genetik yang kurang baik, kemiskinan, penyakit turunan, atau kondisi bangsa yang terjajah dan generasi pendahulu kalah perang, dosa serta kejahatan orangtua di masa lalu, tentunya hal itu menjadi sesuatu yang membebani. Kesadaran akan akibat dari warisan yang buruk ketika mendengarkan sebagian kitab Taurat, itulah yang membuat Raja Yosia untuk meminta petunjuk seorang nabiah tentang apa maksud Tuhan. Ternyata, hukuman akan menimpa mereka karena perbuatan para pendahulu. Tetapi penyesalan dan kerendahan hati yang ditunjukan Raja, membuat mereka terluput dari segala malapetaka. Ketika masa lalu meninggalkan jejak-jejak yang tidak menguntungkan untuk diwarisi. Kita diingatkan untuk tidak berteriak menyalahkan para pendahulu atau menangisi keadaan atas sesuatu yang diwariskan. Tidak pula tergoda membesarkan sakit hati. Bawalah hati kepada Tuhan dan duduk di hadapan hadirat-Nya, supaya keadaan masa lalu menjadi inspirasi dan  motivasi.

Doa: Tuhan Bawalah hati kami kepadaMu, agar keluar dari gelapnya masa lalu, Amin

Kamis, 03 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Tawarikh 34 : 29-33

29 Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 30 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN bersama-sama semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, para imam, orang-orang Lewi, dan seluruh orang awam, baik yang besar maupun yang masih kecil. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 31 Sesudah itu berdirilah raja pada tempatnya dan diikatnyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan untuk melakukan perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. 32 Ia menyuruh semua orang yang berada di Yerusalem dan Benyamin ikut serta dalam perjanjian itu. Dan penduduk Yerusalem berbuat menurut perjanjian Allah, yakni Allah nenek moyang mereka. 33 Yosia menjauhkan segala dewa kekejian dari semua daerah orang Israel dan menyuruh semua orang yang ada di Israel beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Maka sepanjang hidup Yosia mereka tidak menyimpang mengikuti TUHAN, Allah nenek moyang mereka.

Dalam Hidup dan Perjuangan Kita Masih Ada Tuhan

Sejarah kehidupan bangsa Israel yang tercatat sebagai dokumen dalam kitab Taurat,  mengingatkan mereka bahwa Tuhan dengan kuasa-Nya jauh lebih besar dari semua kondisi yang mereka warisi apapun itu. Berdasarkan petunjuk Tuhan, raja Yosia berseru kepada Allah dan mengajak umat Israel untuk kembali kepada Tuhan. Tidak hanya itu, mereka pun mengikat perjanjian dengan Tuhan untuk hidup mengikuti segala perintah Tuhan yang ada dalam Kitab Taurat. Jikalau Tuhan memberi perkenaan dan rahmat maka perubahan akan terus terjadi. Demikianlah perubahan terjadi dalam kehidupan umat Israel di masa pemerintahan Raja Yosia menjadi semakin lebih baik. Warisan masa lalu yang buruk, tidak boleh memenjarakan kita. Masa depan masih terbuka, sebab hal itu ada dalam genggaman Tuhan.Yang penting, kita punya Tuhan dan dapat memulai segala sesuatu yang baru bersama Tuhan. Benarlah kata satu nasehat yang  berbunyi begini: “engkau boleh kehilangan segala-galanya dan hanya tersisa Tuhan saja. Kalau itu yang terjadi, engkau punya lebih dari cukup untuk memulai sesuatu yang baru. Hal lain boleh pergi dan tersisa Tuhan sendiri, itu sudah cukup untuk memulai langkah yang baru. Ingatlah, dalam hidup dan perjuangan kita masih ada Tuhan. Teruslah berubah semakin baik.

Doa: Tuhan, celikanlah mata kami untuk melihat bahwa Engkau selalu ada di setiap perjuangan, Amin

Jumat, 04 Oktober 2024

bahan bacaan : Yosua 8 : 30 – 35

Mezbah di gunung Ebal; pembacaan hukum Taurat
30 Pada waktu itulah Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel, 31 seperti yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN, kepada orang Israel, menurut apa yang tertulis dalam kitab hukum Musa: suatu mezbah dari batu-batu yang tidak dipahat, yang tidak diolah dengan perkakas besi apapun. Di atasnyalah mereka mempersembahkan korban bakaran kepada TUHAN dan mengorbankan korban keselamatan. 32 Dan di sanalah di atas batu-batu itu, dituliskan Yosua salinan hukum Musa, yang dituliskannya di depan orang Israel. 33 Seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para pengatur pasukannya dan para hakimnya berdiri sebelah-menyebelah tabut, berhadapan dengan para imam yang memang suku Lewi, para pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, baik pendatang maupun anak negeri, setengahnya menghadap ke gunung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap ke gunung Ebal, seperti yang dahulu diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN, apabila orang memberkati bangsa Israel. 34 Sesudah itu dibacakannyalah segala perkataan hukum Taurat, berkatnya dan kutuknya, sesuai dengan segala apa yang tertulis dalam kitab hukum. 35 Tidak ada sepatah katapun dari segala apa yang diperintahkan Musa yang tidak dibacakan oleh Yosua kepada seluruh jemaah Israel dan kepada perempuan-perempuan dan anak-anak dan kepada pendatang yang ikut serta.

                                             Simpanlah Firman Tuhan dalam Ingatan

Ada sebuah tulisan bunyinya begini: “lupakan setiap kebaikan yang kamu lakukan segera sesudah kamu melakukannya. Tetapi ingatlah orang-orang yang pernah membantumu, berterimakasihlah kepada mereka”. Nasehat seperti ini muncul karena memang dalam kenyataan sering terjadi ironi. Manusia selalu mengingat hal-hal yang sepatutnya dilupakan dan sebaliknya lekas melupakan hal-hal yang sepatutnya untuk diingat. Padahal apa yang diingat itu akan ikut menentukan bagaimana rupa kehidupan kita. Kesadaran akan pentingnya mengingat, menjadi alasan mengapa Yosua menuliskan kembali salinan hukum Musa diatas loh-loh batu. Tidak lain, supaya umat Israel jangan melupakan firman Tuhan dan terus hidup menurut ketetapanNya. Kitab Taurat menjadi dokumen sejarah yang menyelamatkan dan menuntun kehidupan mereka memasuki masa depan yang baik. Apakah yang sedang menempel di ingatan kita saat ini? kenangan buruk atau manis? Jangan biarkan memori kita terus dipenuhi dengan pengalaman buruk, perkataan pahit, perkara-perkara usang dan merusak kebahagiaan. Kita punya pilihan untuk terus menjalani kehidupan yang diarahkan oleh ingatan akan hal-hal yang baik, indah, luhur dan bermutu. Hal itu semua didapati dalam kebenaran firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kemenangan kita. Maka, simpanlah firman Tuhan dalam ingatan dan lakukanlah!

Doa: Tuhan, perkataanMu selalu menghidupkan. Tolong kami untuk terus mengingatnya, Amin.

Sabtu, 05 Oktober 2024

bahan bacaan : 2 Raja-raja 23 : 1 – 3

Pembaharuan yang dilakukan Yosia
Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 2 Kemudian pergilah raja ke rumah TUHAN dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah TUHAN itu. 3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan TUHAN untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu.

Berjanji Mengikuti Tuhan dan Menuruti Perintah-Nya

Yosia adalah raja Yehuda yang baik dan takut Tuhan. Hidup takut Tuhan kunci kebahagiaan dan kesejahteraan. Sebab itu ia melakukan pembaruan dengan menggantikan para imam yang beribadah kepada allah-allah lain dan menghancurkan tempat-tempat persembahan berhala. Selanjutnya, Yosia menyuruh memperbaiki rumah Tuhan. Ia membayar orang-orang yang bekerja untuk melakukan perbaikan dimaksud. Ketika pekerjaan perbaikan berlangsung, ditemukanlah kitab Taurat Tuhan. Kitab ini sebagai dokumen sejarah yang mengingatkan bahwa hukuman hebat yang dialami adalah karena nenek moyang mereka tidak memelihara dan melakukan firman Tuhan. Karena itu, Yosia meminta semua orang Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk berjanji mengikuti Tuhan dan menuruti perintah-perintah-Nya. Seluruh rakyat mendukung perjanjian itu. Masa lalu bisa saja mewariskan hal-hal yang buruk, tetapi bukan berarti masa depan ikut menjadi gelap. Masih ada Tuhan yang sanggup mengubah keadaan. Di tengah berbagai tantangan, kesibukan pekerjaan dan banyak hal lain yang menyita waktu, sempatkanlah membaca Alkitab setiap hari. Dengarkanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan dan berjanjilah menurutiNya, agar memasuki hari hidup yang baru dan berjalan terus ke depan, kita menempuhnya dengan kekuatan kebenaran firman-Nya.

Doa: Kami mau melakukan perintahMu dengan segenap hati dan jiwa, Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN SEPT-OKT 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 22 – 28 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Menatalayani Potensi Pelayan dan Umat

Minggu, 22 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 23 : 1-32

Orang Lewi dibagi dan diberi tugas
Setelah Daud menjadi tua dan lanjut umur, maka diangkatnya Salomo menjadi raja atas Israel. 2 Ia mengumpulkan segala pembesar Israel, juga para imam dan orang-orang Lewi. 3 Lalu dihitunglah orang-orang Lewi, yang berumur tiga puluh tahun ke atas, dan jumlah orang-orang mereka, dihitung satu demi satu, ada tiga puluh delapan ribu orang. 4 --"Dari orang-orang ini dua puluh empat ribu orang harus mengawasi pekerjaan di rumah TUHAN; enam ribu orang harus menjadi pengatur dan hakim; 5 empat ribu orang menjadi penunggu pintu gerbang; dan empat ribu orang menjadi pemuji TUHAN dengan alat-alat musik yang telah kubuat untuk melagukan puji-pujian," kata Daud. 6 Juga Daud membagi-bagi mereka dalam rombongan menurut anak-anak Lewi, yakni Gerson, Kehat dan Merari. 7 Termasuk orang Gerson ialah Ladan dan Simei. 8 Anak-anak Ladan ialah Yehiel, seorang kepala, serta Zetam dan Yoel, tiga orang. 9 Anak-anak Simei ialah Selomit, Haziel dan Haran, tiga orang; orang-orang inilah yang menjadi kepala puak Ladan. 10 Anak-anak Simei ialah Yahat, Ziza, Yeush dan Beria; itulah anak-anak Simei, empat orang. 11 Yahat ialah kepala dan Ziza orang kedua, tetapi Yeush dan Beria tidak mempunyai banyak anak, maka mereka merupakan hanya satu puak dengan satu jabatan. 12 Anak-anak Kehat ialah Amram, Yizhar, Hebron dan Uziel, empat orang. 13 Anak-anak Amram ialah Harun dan Musa; Harun ditunjuk untuk mengurus apa yang maha kudus, dia dan keturunannya, sampai selama-lamanya, untuk membakar korban di hadapan TUHAN, untuk melayani Dia dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai selama-lamanya. 14 Anak-anak Musa, abdi Allah itu, digolongkan kepada suku Lewi. 15 Anak-anak Musa ialah Gersom dan Eliezer. 16 Anak Gersom ialah Sebuel, seorang kepala. 17 Anak Eliezer ialah Rehabya, seorang kepala; Eliezer tidak mempunyai anak-anak lain, tetapi anak-anak Rehabya luar biasa banyaknya. 18 Anak Yizhar ialah Selomit, seorang kepala. 19 Anak-anak Hebron ialah Yeria, seorang kepala, Amarya, anak yang kedua, Yahaziel, anak yang ketiga dan Yekameam, anak yang keempat. 20 Anak-anak Uziel ialah Mikha, seorang kepala, dan Yisia, anak yang kedua. 21 Anak-anak Merari ialah Mahli dan Musi. Anak-anak Mahli ialah Eleazar dan Kish. 22 Ketika Eleazar mati, ia tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak perempuan, lalu anak-anak Kish, saudara sepupu mereka, mengambil mereka menjadi isteri. 23 Anak-anak Musi ialah Mahli, Eder dan Yeremot, tiga orang. 24 Itulah bani Lewi menurut puak mereka, kepala-kepala puak mereka, pada waktu mereka dicatat seorang-seorang sesuai dengan bilangan nama mereka, orang demi orang, yang berumur dua puluh tahun atau lebih, merekalah yang harus melakukan pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN. 25 Sebab Daud telah berkata: "TUHAN, Allah Israel, telah mengaruniakan keamanan kepada umat-Nya, dan Ia diam di Yerusalem sampai selama-lamanya. 26 Dengan demikian tidak usah lagi orang Lewi mengangkat Bait Suci dan segala perkakas yang dipakai untuk ibadah di situ." -- 27 Sebab sesuai dengan titah Daud yang belakangan, mereka yang didaftarkan dari anak-anak Lewi ialah yang berumur dua puluh tahun ke atas. -- 28 "Tugas mereka ialah membantu anak-anak Harun untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN, mengawasi pelataran, bilik-bilik dan pentahiran segala barang kudus serta melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan ibadah di rumah Allah. 29 Juga mereka harus menyediakan sajian dan tepung yang terbaik untuk korban sajian, roti tipis yang tidak beragi, apa yang dipanggang di atas panggangan, apa yang teraduk dan segala sukatan dan ukuran. 30 Selanjutnya mereka bertugas menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN setiap pagi, demikian juga pada waktu petang 31 dan pada waktu mempersembahkan segala korban bakaran kepada TUHAN, pada hari-hari Sabat, bulan-bulan baru, dan hari-hari raya, menurut jumlah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku bagi mereka, sebagai tugas tetap di hadapan TUHAN. 32 Mereka harus melakukan pemeliharaan Kemah Pertemuan serta tempat kudus dan harus melayani anak-anak Harun, saudara-saudara mereka, untuk menyelenggarakan ibadah di rumah TUHAN."

Memanfaatkan Potensi Umat Bagi Kemajuan Pekerjaan Tuhan

Desa wisata Blimbingsari yang terletak di Kabupaten Jembrana, Bali memiliki pesona keindahan alam yang asri dan gereja tua yang berdiri megah dengan desain arsitektur Bali. Hal menarik dari desa tersebut, yakni program pembeDrdayaan desa dengan melibatkan seluruh potensi Sumber Daya Manusia (SDM), yang dibagi dalam kelompok-kelompok usaha. Misalnya: panitia homestay yang bertugas mengelolah rumah tinggal bagi para wisatawan, Kelompok usaha kaum ibu yang bertugas menyediakan makanan (Catering), dll. Semua kelompok memberikan manfaat besar bagi kemajuan desa tersebut. Nas bacaan hari ini pun berbicara tentang pembagian tugas di kalangan orang Lewi menurut umur dan kemampuan masing-masing orang dalam pekerjaan Pembangunan Bait Allah. Kita diingatkan bahwa jemaat memiliki sumber daya (laki-laki, perempuan, pemuda, anak, tenaga profesi dll) untuk dimanfaatkan bagi kemajuan jemaat.

Doa: Roh Kudus tuntulah kami untuk saling menolong dan melengkapi demi membangun hidup bersama, Amin.

Senin, 23 September 2024

bahan bacaan : Matius 4 : 18-22

Yesus memanggil murid-murid yang pertama
18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." 20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka 22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Jangan Menolak Panggilan Tuhan

Perikop ini berisi narasi tentang “Yesus memanggil murid-murid yang pertama”. Peristiwa pemanggilan ini terjadi di pantai laut Galilea saat Tuhan Yesus bertemu dengan para nelayan yang terdiri dari Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes (ay.18,21). Para Nelayan yang sedang menangkap ikan ini ditantang untuk meninggalkan tugas mereka sebagai penjala ikan menjadi penjala manusia (ay.19). Mereka dipanggil menjadi murid Yesus yang akan membawa orang kepada keselamatan. Cukup menarik bagi kita bahwa para nelayan ini bukanlah orang-orang terpelajar yang berpengaruh, kaya dan berasal dari keluarga terhormat. Mereka hanyalah orang-orang biasa yang ditantang untuk pertama kali dan seterusnya memilih hidup bersama Yesus. Hal ini mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus selalu memilih orang-orang biasa yang bersedia memberikan dirinya untuk pelayanan. Jadi, menjadi pelayan Kristus bukan karena kaya, berjabatan dan terhormat tapi  yang memiliki kerendahan hati dan bersedia meleksanakan kehendak-Nya dengan taat dan setia.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk memberi diri melayani dengan sukacita. amin.

Selasa, 24 September 2024

bahan bacaan : Lukas 10 : 1-12

Yesus mengutus tujuh puluh murid
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. 4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. 5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. 6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. 8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, 9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. 10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: 11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. 12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Membawa Damai Sejahtera

Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi Laki-laki GPM di usia ke-38 tahun. Momentum ini patut disyukuri karena hanya oleh pertolongan dan penyertaan Tuhan laki-laki gereja bisa melaksanakan tugas pemberitaan injil bagi keluarga, gereja dan masyarakat sampai saat ini. Di sisi lain laki-laki gereja masih bergumul dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks. Untuk itu, melalui tema Hut “Pergilah Aku Mengutus Kamu Menyampaikan Damai Sejahtera” berdasarkan Lukas 10:1-12, maka dapat disimpulkan bahwa semua orang (termasuk laki-laki) diutus untuk membawa berita damai sejahtera bagi sesama (Band.Ay.5). Damai sejahtera yang dimaksudkan adalah membangun relasi dan hidup bersama dengan orang lain (ay.5-8) menyembuhkan orang sakit (ay.9), bekerja bersama dalam pelayanan (ay.1) dan tidak menaruh perhatian pada hal-hal duniawi (ay.4).

Doa: Tuhan Tuntunlah kami menjadi pelayan yang mampu membawa damai sejahtraMu, Amin.

Rabu, 25 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 24 : 1-19

Para imam dibagi dalam rombongan
Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 2 Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. 3 Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. 4 Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. 5 Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada "pemimpin-pemimpin kudus" dan "pemimpin-pemimpin Allah", baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. 6 Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. 7 Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; 8 yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; 9 yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; 10 yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; 11 yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; 12 yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; 13 yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; 14 yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; 15 yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes; 16 yang kesembilan belas pada Petahya; yang kedua puluh pada Yehezkel; 17 yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh dua pada Gamul; 18 yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada Maazya. 19 Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN, Allah Israel.

Menatalayani Potensi dengan Adil dan Jujur Untuk Pekerjaan Tuhan

Semua orang dikarunia kemampuan serta potensi dari Tuhan untuk didayagunakan demi kehidupan bersama dan hormat kepujian nama Tuhan. Di Israel, suku Lewi diberikan tugas untuk melayani Tuhan dan pekerjaanNya di kemah pertemuan. Dari suku ini, jabatan imam ada pada Harun dan anak-anaknya, diantaranya Eleazar dan Itamar. Dari mereka berdua dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil yang dilakukan dengan cara membuang undi. Cara pengundian pada masa itu adalah untuk menjaga nilai keadilan dan kejujuran. Hal ini penting untuk menjaga kekudusan baik pelayan maupun umat dalam melayani Tuhan dan pekerjaanNya. Semua hal menyangkut peribadahan diatur sedemikian rupa dengan tujuan untuk membangun persekutuan yang memuliakan Tuhan. Keteladanan ini harus kita wujudkan dalam seluruh tanggung jawab pekerjaan serta pelayanan di masa sekarang. Semua potensi yang kita miliki mesti diatur secara baik dengan tetap menjunjung nilai keadilan dan kejujuran sehingga tidak menimbulkan pertentangan dan perselisihan. Sebaliknya, akan menciptakan persekutuan hyang indah dan harmonis demi kepujian nama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan berkati setiap talenta dan potensi yang kami miliki untuk dipakai demi hormat dan kepujian namaMu. Amin.-

Kamis, 26 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 25 : 1-7

Para penyanyi
Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut: 2 dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja. 3 Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN. 4 Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot. 5 Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. 6 Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. 7 Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN--mereka sekalian adalah ahli seni--ada dua ratus delapan puluh delapan orang.

Penatalayanan Talenta Untuk Memuliakan Tuhan

Tema pelayanan di minggu ini “menatalayani potensi pelayan dan umat” tercermin melalui tindakan Daud dan para panglimanya untuk menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun dalam melayani ibadah. Dalam pelayanan ibadah, mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Mereka dikarunia talenta dan potensi untuk bernyanyi memuji Tuhan serta mahir dalam memainkan alat musik yakni gambus dan kecapi serta ceracap. Semuanya dilakukan di rumah Allah dalam pendampingan dan petunjuk raja Daud. Jumlah mereka sebanyak dua ratus delapan puluh delapan orang yang punya kemampuan sebagai ahli seni. Sekalipun mereka mempunyai potensi yang luar biasa, namun semua dilakukan dengan penuh kerendahan hati. Mereka lakukan bukan untuk menjadi kepujian nama mereka sebagai manusia. Teladan ini pun bagi kita yang memiliki potensi yang dianugerahi oleh Tuhan. Hendaknya kita menggunakan dengan rendah hati, sukacita dan demi kepujian nama Tuhan. Tuhan memberkati semua pelayanan kita yang dilakukan bukan untuk diri kita, tetapi untuk Tuhan. Dengan memahami demikian, maka kita terus dipakai Tuhan dalam tugas-tugas pelayanan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk mengatur segala potensi guna pelayanan pekerjaan Tuhan secara baik. Amin,-

Jumat, 27 September 2024

bahan bacaan : 1 Tawarikh 26 : 20-28

20 Orang-orang Lewi, saudara-saudara sesuku mereka, yang mengawasi perbendaharaan rumah Allah dan yang mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus; 21 bani Ladan, yakni keturunan Gerson melalui Ladan, mempunyai orang-orang Yehiel sebagai kepala puak. 22 Keturunan Yehiel, yakni Zetam dan Yoel, saudaranya, mengawasi perbendaharaan rumah TUHAN. 23 Dari orang Amram, orang Yizhar, orang Hebron dan orang Uziel 24 adalah Sebuel bin Gersom bin Musa yang menjadi kepala perbendaharaan. 25 Sanak saudara Sebuel melalui Eliezer ialah Rehabya, anak Eliezer, dan Yesaya, anak Rehabya, dan Yoram, anak Yesaya, dan Zikhri, anak Yoram, dan Selomit, anak Zikhri. 26 Selomit ini beserta sanak saudaranya mengawasi perbendaharaan barang-barang kudus yang telah dikuduskan oleh raja Daud dan oleh para kepala puak dan para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus dan para panglima. 27 Mereka telah menguduskannya dari rampasan perang untuk menyemarakkan rumah TUHAN. 28 Juga segala yang dikuduskan oleh Samuel, pelihat itu, oleh Saul bin Kish, oleh Abner bin Ner dan oleh Yoab, anak Zeruya, ya segala barang yang dikuduskan ada di bawah pengawasan Selomit beserta sanak saudaranya.

 Mengelola Perbendaharaan Rumah Tuhan

Allah Pencipta dalam cinta kasih Kristus menganugerahkan talenta sebagai potensi kepada semua orang. Setiap orang dengan kelebihan dan kemampuannya dibidang masing-masing guna mewujudkan pekerjaan secara tertanggungjawab. Suku Lewi  diberi tugas melayani di rumah Tuhan, bukan saja soal peribadahan namun terkait dengan semua hal yang bertalian dan berhubungan dengan rumah Tuhan. Diantaranya adalah perbendaharaan barang-barang kudus. Tugas mereka yakni menjaga barang-barang dari hasil rampasan perang yang telah dikuduskan oleh raja Daud untuk dipakai menyemarakkan rumah Tuhan. Semua barang-barang itu dalam pengawasan Selomit beserta sanak saudaranya. Sebuah teladan bagi kita semua, bahwa pengaturan tentang perbendaharaan di Rumah Tuhan juga harus kita lakukan dengan cakap dan jujur. Kita diberikan tanggung jawab untuk melakukannya sebab kita dianggap memiliki kemampuan secara intelektual dan beriman. Hendaknya kita mengerjakan hal-hal terkait dengan rumah Tuhan demi hormat dan kepujian nama Tuhan.

Doa: Tolong kami Tuhan untuk menata semua potensi yang kami miliki agar daoat digunakan dengan baik. Amin.-

Sabtu, 28 September 2024

bahan bacaan : I Tawarikh 27 : 1-15

Panglima-panglima tentara dan pembesar-pembesar lainnya
Adapun orang Israel, inilah daftar para kepala puak, para panglima pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pengatur yang melayani raja dalam segala hal mengenai rombongan orang-orang yang bertugas dan libur, bulan demi bulan, sepanjang tahun. Setiap rombongan berjumlah dua puluh empat ribu orang. 2 Yang mengepalai rombongan pertama untuk bulan pertama ialah Yasobam bin Zabdiel dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 3 Ia dari bani Peres dan mengepalai semua panglima untuk bulan yang pertama. 4 Yang mengepalai rombongan bulan yang kedua ialah Dodai, orang Ahohi, sedang pemimpin rombongannya yang berjumlah dua puluh empat ribu orang, adalah Miklot. 5 Panglima yang ketiga untuk bulan yang ketiga ialah Benaya, anak imam kepala Yoyada, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 6 Benaya ini adalah seorang dari ketiga puluh pahlawan dan mengepalai ketiga puluh orang itu, tetapi yang memegang pimpinan rombongannya ialah Amizabad, anaknya. 7 Yang keempat untuk bulan yang keempat ialah Asael, saudara Yoab, kemudian ia digantikan oleh Zebaja, anaknya, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 8 Yang kelima untuk bulan yang kelima ialah Samhut orang Yizrah, panglima itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 9 Yang keenam untuk bulan yang keenam ialah Ira anak Ikesh orang Tekoa dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 10 Yang ketujuh untuk bulan yang ketujuh ialah Heles, orang Peloni, dari bani Efraim, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 11 Yang kedelapan untuk bulan yang kedelapan ialah Sibkhai, orang Husa dari orang Zerah itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 12 Yang kesembilan untuk bulan yang kesembilan ialah Abiezer, orang Anatot itu, dari bani Benyamin, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 13 Yang kesepuluh untuk bulan yang kesepuluh ialah Maharai, orang Netofa dari orang Zerah itu, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 14 Yang kesebelas untuk bulan yang kesebelas ialah Benaya, orang Piraton, dari bani Efraim, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang. 15 Yang kedua belas untuk bulan yang kedua belas ialah Heldai, orang Netofa itu, keturunan Otniel, dan dalam rombongannya ada dua puluh empat ribu orang.

Pentingnya Keamanan Untuk Kesejahteraan Hidup

Daud dalam kepemimpinannya sebagai raja Israel bukan saja mengatur soal peribadahan tetapi juga soal keamanan, pasukannya serta semua hal yang terkait dengan aktivitas kehidupan kerajaan. Nas bacaan hari ini menyaksikan tentang pengaturan pelayanan dalam kerajaan yang diatur setiap bulan dengan melibatkan tiap rombongan yang berjumlah dua puluh empat ribu orang. Rombongan ini diatur dengan memiliki seorang pemimpin dari suku tertentu. Pembagian tugas dengan cara ini dimaksudkan supaya adanya keadilan dalam pelaksanaan peran serta keterlibatan semua suku di Israel. Setiap suku mendapatkan perannya masing-masing hingga bulan kedua belas. Keselarasan pengaturan potensi dengan mempertimbangkan waktu telah menjadikan pula keseimbangan dalam kehidupan suatu bangsa. Hal ini menegaskan bahwa sebanyak apapun jumlah orang dengan berbagai  keberagaman potensi, namun jika diatur secara baik, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang besar dalam keteraturan pekerjaan serta memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Sebuah keteladanan bagi kita bahwa adanya potensi dan keberagaman perlu diatur secara baik dan dengan menggunakan hikmat Tuhan.

Doa: Roh Kudus pimpin kami untuk menyerahkan setiap perencanaan pada Tuhan. amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPT 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 15 – 22 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Perencanaan yang mendatangkan Kasih Karunia Allah

Minggu, 15 September 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 1 : 12-24

Perubahan dalam rencana Paulus
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. 13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya, 14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu. 15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya. 16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea. 17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat "ya" dan "tidak"? 18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak". 19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya". 20 Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. 21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, 22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku--Ia mengenal aku--,bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu. 24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.

Letakanlah Rencanamu Di Bawah Kehendak Allah

Salah satu petuah orang tua kepada anak-anak adalah: letakanlah rencanamu di bawah kehendak Allah, sebab kehendak manusia bisa gagal tetapi kehendak Allah itu baik dan tepat. Pernyataan iman yang sama turut disampaikan Paulus dalam 2 Korintus 1:12-24. Dalam teks, Paulus menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat melakukan perjalanan kembali ke Korintus sebagaimana yang disampaikan sebelumnya (bnd. 1 Korintus 15: 5-6). Namun menarik, Paulus kemudian menegaskan bahwa sekalipun ia belum dapat mengunjungi jemaat Korintus, itu bukan berarti bahwa yang dirancangkan sejak awal didasari pada keinginan pribadi. Justru sebaliknya, apa yang telah rancangkan didasari pada kehendak Allah, sehingga jika terjadi perubahan maka ia percaya bahwa Allah turut terlibat dalam proses itu. Paulus percaya, bahwa rancangan yang diletakkan pada kehendak Allah akan selalu terjadi pada waktu yang tepat. Sehingga rancangannya tidak pernah membawa kesedihan melainkan sukacita. Apakah kita sama dengan Paulus yang meletakkan rancangan kita di bawah kehendak Allah? Sesungguhnya, setiap orang percaya terpanggil untuk meletakkan rancangan hidupnya di bawah kehendak Allah, sebab di bawah kehendak-Nya, tidak satupun rencana yang berakhir dengan sia-sia dan penyesalan. Justru sebaliknya, setiap rencana yang didasarkan pada kehendak Allah akan mampu menghadirkan sukacita dan syukur.

Doa: Ya Tuhan, tuntunanlah kami melalui Roh-Mu untuk melakukan perencanaan hidup ini. Amin.

Senin, 16 September 2024

bahan bacaan : Yakobus 4 : 13-17

Jangan melupakan Tuhan dalam perencanaan
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", 14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Berencana Bersama Tuhan

Membuat rencana adalah salah satu strategi kita untuk bertahan hidup. Sebab, tidak ada satupun yang dapat menjalani hidupnya tanpa rencana. Misalnya, seseorang yang ingin membangun rumah selalu didahului dengan rencana untuk membeli tanah, membeli bahan bangunan, membayar tukang kerja, dan lain sebagainya. Sebab jika tidak, bagaimana caranya rumah itu dapat terbangun? Bagi Paulus, seseorang yang menginginkan kehidupan, tidak hanya karena memiliki pengakuan iman, melainkan juga karena adanya perbuatan. Penulis Yakobus 4:14 memberi penegasan bahwa hidup manusia itu seumpama uang, yang dapat hilang dengan sekejap. Karena itu, perlu dipahami bahwa hidup untuk hari ini sesungguhnya berbeda untuk hidup di hari esok. Setiap hari memiliki kesusahannya sendiri, sehingga setiap orang harus memiliki rencana terkait apa yang harus ia lakukan untuk hari ini, maupun besok. Dalam arti, tujuan dari hidup kita akan tercapai hanya melalui perencanaan hidup yang baik. Perencanaan hidup bukan tindakan protes atau pengabaian atas kehendak bebas Allah terhadap hidup kita. Namun perencanaan kita adalah bentuk (nyata) iman kita sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas hidup yang diberikan Allah. Jangan melupakan keterlibatan Allah dalam perencanaan kita.

Doa: Ya Tuhan, kepada-MU, kami mendasari seluruh perencanaan kami. Amin.

Selasa, 17 September 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 16 : 5-9

Rencana Paulus
5 Aku akan datang kepadamu, sesudah aku melintasi Makedonia, sebab aku akan melintasi Makedonia. 6 Dan di Korintus mungkin aku akan tinggal beberapa lamanya dengan kamu atau mungkin aku akan tinggal selama musim dingin, sehingga kamu dapat menolong aku untuk melanjutkan perjalananku. 7 Sebab sekarang aku tidak mau melihat kamu hanya sepintas lalu saja. Aku harap dapat tinggal agak lama dengan kamu, jika diperkenankan Tuhan. 8 Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

Perencanaan Yang Tertunda

Perencanaan pelayanan Paulus bukanlah perjalanan untuk bersenang-senang. Setiap wilayah yang akan didatanginya sudah direncanakan secara baik. Rasul Paulus dengan tegas menyampaikan beberapa alasan mengapa ia belum bisa tiba di Korintus. Ia sama sekali tak bermaksud untuk tidak menepati janjinya dan membuat perencanaan sekehendak dirinya. Satu-satunya alasan yang kuat untuk tinggal yakni hendak melakukan pekerjaan yang besar dan penting. Pekerjaan tersebut adalah pelayanan bagi jemaat di Efesus. Perencanaan Paulus seperti ini menasihati kita tentang pentingnya membuat perencanaan. Bahkan, setiap rencana hidup kita yang didasarkan pada kehendak Allah tidak akan pernah sia-sia dan gagal. Justru sebaliknya, rencana hidup yang didasarkan pada kehendak Allah akan membuahkan keberhasilan dan sukacita. Paulus menyadari, bahwa sekalipun apa yang direncanakannya tidak terjadi sesuai waktu yang dikehendakinya, tetapi waktu Tuhan adalah tepat. Keyakinan Paulus juga harus menjadi penyadaran untuk kita semua di saat ini, bahwa jika rencana hidup kita membuahkan hasil maka itu bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, melainkan hanya karena kasih dan anugerah dari Allah. Karena itu, tidak boleh ada satupun yang bermegah atas keberhasilan rencana hidupnya. Sebaliknya, segala ungkapan syukur hanya patut dinaikan kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk memahami keterbatasan dalam berencana. Amin.

Rabu, 18 September 2024

bahan bacaan : Yesaya 32 : 7-8

7 Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. 8 Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.

Orang Baik Pasti Merencakan Hal Baik

Ada sebuah quotes menarik, “Jika kamu susah menemukan orang baik maka jadilah salah satunya”. Penggalan kalimat ini memberikan sebuah cara hidup yang mestinya dilakukan oleh umat. Yesaya 32:7-8 juga memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya umat harus lakukan. Seorang penipu tidak bisa lain dari pada mempunyai tipu muslihat yang jahat, dan merencanakan hal-hal yang jahat pula. Dia suka menggunakan kata-kata dusta untuk menipu orang miskin (lemah). Walaupun orang miskin akan mengadukan perkaranya ke pengadilan (pihak yang bertanggung jawab mengadili perkara), untuk mendapat keadilan, namun akan sia-sia belaka. Para penipu berlindung di balik dustanya, sehingga khususnya orang lemah tetap menjadi korban (ay. 7). Sebaliknya orang yang berbudi luhur (baik hati, jujur) merencanakan hal-hal yang luhur, bahkan juga memperjuangkan agar hal-hal yang luhur dapat ditegakkan dan dihormati oleh semua pihak. Jelaslah, bahwa orang-orang yang sungguh-sungguh berbudi luhur mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesamanya (ay. 8). Ketidakjujuran berdampak negatif pada hubungan antar individu. Kita dituntut untuk mampu merencakan dan berbuat baik kepada sesama, sebab mendatangkan sukacita.Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk merancang kebaikan bagi sesama. Amin.

Kamis, 19 September 2024

bahan bacaan : Yesaya 55 : 8-9

8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 Rancangan Tuhan Mendatangkan Damai Sejahtera

Tema kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan”. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan. Pasal 55 berisi penghiburan dan pengharapan bagi umat pilihan Allah yang hidup di pembuangan Babel. Nubuat Nabi Yesaya menunjukkan bahwa Tuhan Allah memiliki rancangan damai sejahtera bagi Bangsa Israel berdasarkan Kasih-Nya (Ay.8-9). Oleh sebab itu,Tindakan penyelamatan Allah ini harus disertai dengan sikap taat untuk kembali kepada Tuhan Allah. Israel harus meninggalkan perbuatan yang menyembah allah lain dan mempersembahkan korban kepada berhala supaya mereka memperoleh pengasihan dan pengampunan Allah (ay.7). Seringkali kita mengalami persoalan silih berganti, misalnya :  kesehatan, keuangan, pekerjaan, masalah jodoh  dsbnya. Hal tersebut membuat kita kecewa dan marah bahkan kepada Tuhan tapi jika kita mengingat kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan dalam hidup maka  kita tidak akan berhenti mengucap syukur dan menyerahkan seluruh hidup dalam tuntunan dan penyertaan-Nya..Amin!

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk mengerti rencana dan kehendak Tuhan bagi hidup kami, amin.

Jumat, 20 September 2024

bahan bacaan : Amsal 16 : 1-3

Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari pada TUHAN. 2 Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. 3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Perencanaan Didalam Tuhan Mendatangkan Keberhasilan

Setiap orang pasti memiliki perencanaan dalam hidup, misalnya: studi lanjut, membangun rumah baru, wisata bersama keluarga, tour ke luar negeri, menikah dsb. Perencanaan itu penting bagi hidup tapi apa artinya membuat perencanaan tanpa menghadirkan Tuhan. Pemazmur katakan “Jikalau bukan Tuhan sia-sialah…” (Maz 127:1). Betapa pentingnya Tuhan sebagai Penentu bagi suksesnya sebuah perencanaan, karena itu jangan melupakan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup. Sebab, jika kita mengandalkan diri sendiri (rencana sendiri) pasti gagal. Seperti pengakuan seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S3 di Yogyakarta, “saya bertekad untuk menyelesaikan studi saya hanya 2 tahun dengan predikat pujian (cumlaude) tapi saya hanya mengendalkan diri sendiri bukan Tuhan, akhirnya saya gagal. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan (bnd. Amsal 23:17-18).

Doa: Roh Kudus pimpin kami untuk menyerahkan setiap perencanaan pada Tuhan. Amin.

Sabtu, 21 September 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 3 : 18-23

18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." 20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka." 21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Rendahkanlah Dirimu Dibawah Hikmat Allah

Tema minggu ini “Pelayan yang menyukakan hati Allah”. Tema ini mengandung arti  pelayan yang dengan taat melakukan kehendak Allah. Menurut Paulus, pelayan yang melakukan kehendak Allah adalah pelayan tidak boleh bermulut manis (ay.5) atau pelayan yang mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain tapi memiliki maksud yang tidak baik. Seorang Pelayan tidak boleh loba atau serakah; tidak boleh memberitakan injil dengan maksud memperkaya diri atau cinta uang (1Timotius 6:19), tidak boleh mencari puji-pujian baik dari diri sendiri maupun orang lain (ay.6). Selanjutnya, ia harus hidup ramah, sikap penuh kasih dan baik hati seperti hati seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya (ay.7). Ia harus rajin memberitakan injil Allah kepada sesama (ay.8), pekerja keras (ay.9), memiliki karakter yang saleh, adil dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik (ay.10), Saling mendukung dan menguatkan terutama mereka yang lemah iman (ay.11), Hidup sesuai perintah Allah (ay,12). Nasehat Paulus ini bermanfaat bagi para pelayan untuk merendahkan diri dibawah hikmat Allah bukan hikmat atau kepintaran manusia karena semuanya adalah kesia-siaan (ay.20).

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup sesuai Kehendak Tuhan, amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LJP-GPM

Santapan Harian Keluarga, 01 – 07 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Lakukanlah Perintah Tuhan supaya kamu hidup

Minggu, 01 September 2024

bahan bacaan : Keluaran 20 : 1-17

Kesepuluh firman
Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, 6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. 7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 13 Jangan membunuh. 14 Jangan berzinah. 15 Jangan mencuri. 16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."

10 Hukum: Kunci Relasi Harmonis

Kita patut bersyukur kepada Tuhan di dalam Yesus Kristus yang telah menjaga dan memelihara hingga memasuki bulan September. Kita pun bersyukur karena sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, ada Firman Tuhan yang masih bisa kita terima dan renungkan.  Tetapi terlebih untuk ditaati dalam kehidupan ini. Firman Tuhan sangat berguna sebagai pedoman, agar hidup terus berlangsung sesuai kehendakNya. Bacaan kita di hari ini menjelaskan tentang sepuluh hukum Tuhan yang diterima oleh Musa sebagai pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, tanah perbudakan. 10 hukum ini diberikan bukan untuk mengekang umat, melainkan justru menyadarkan mereka akan kasih karunia Tuhan yang telah menyelamatkan mereka. Karena itu, mereka harus meresponi kasih karunia Tuhan ini dengan tetap berlaku setia dan taat kepada Tuhan serta mengasihi sesama. Semua itu telah diatur secara rinci dalam Firman Tuhan menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang harmonis. Hukum kasih yang diajarkan Yesus pun telah merangkum semua kitab para nabi. Maka marilah kita semakin menampakkan kasih kepada Tuhan dan sesama.  Hidup dalam ketaatan penuh kepada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya. Itulah kunci relasi harmonis.

Doa: Tuhan, Mampukan kami agar tetap setia menjaga relasi denganMU dan sesama kami. Amin

Senin, 02 September 2024

bahan bacaan : Amsal 4 : 1-4

Nasihat untuk mencari hikmat
Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian, 2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku. 3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku, 4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

Didiklah Anakmu Agar Jangan Meninggalkan Hikmat

Hidup yang penuh kualitas pertama-tama harus dimulai dari dalam keluarga, sebab keluarga merupakan tempat pertama seorang anak dididik dan dibina. Dalam bacaan ini, Pengamsal mengajarkan agar umat mencari dan menemukan hikmat, pengetahuan dan kepandaian. Sumber hikmat adalah Tuhan dan dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. Orangtua bertanggungjawab untuk mendidik, mengajar, memberikan ilmu dan petunjuk yang baik dan anak-anak harus mendengar, memperhatikan, berpegang pada setiap didikan yang baik. Manfaatnya adalah mereka akan memperoleh pengertian dan kepandaian sehingga menjadi anak-anak yang berkualitas. Belajar dari firman hari ini, kita dituntut sebagai keluarga Kristen untuk melihat peran orangtua yakni menanamkan budi pekerti, tata krama, pembentukan etik, moral dan karakter yang baik kepada anak-anak. Walaupun ditengah kesibukan, luangkanlah waktu untuk mendampingi dan mendidik anak-anak. Kalau tidak, kita akan kehilangan generasi yang bekualitas. Sebagai anak-anak, hendaklah memiliki roh takut akan Tuhan, sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Patuh dan hormatilah orangtua, sebab anak-anak yang patuh pada didikan orangtua, masa depannya berbahagia.

Doa: Tuhan tolong kami mewujudkan pendidikan Kristen yang berkualitas. Amin

Selasa, 03 September 2024

bahan bacaan : Keluaran 21 : 12-36

Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia
12 "Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati. 13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari. 14 Tetapi apabila seseorang berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya, maka engkau harus mengambil orang itu dari mezbah-Ku, supaya ia mati dibunuh. 15 Siapa yang memukul ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati. 16 Siapa yang menculik seorang manusia, baik ia telah menjualnya, baik orang itu masih terdapat padanya, ia pasti dihukum mati. 17 Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati. 18 Apabila ada orang bertengkar dan yang seorang memukul yang lain dengan batu atau dengan tinjunya, sehingga yang lain itu memang tidak mati, tetapi terpaksa berbaring di tempat tidur, 19 maka orang yang memukul itu bebas dari hukuman, jika yang lain itu dapat bangkit lagi dan dapat berjalan di luar dengan memakai tongkat; hanya ia harus membayar kerugian orang yang lain itu, karena terpaksa menganggur, dan menanggung pengobatannya sampai sembuh. 20 Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. 21 Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri. 22 Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. 23 Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, 24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. 26 Apabila seseorang memukul mata budaknya laki-laki atau mata budaknya perempuan dan merusakkannya, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kerusakan matanya itu. 27 Dan jika ia menumbuk sampai tanggal gigi budaknya laki-laki atau gigi budaknya perempuan, maka ia harus melepaskan budak itu sebagai orang merdeka pengganti kehilangan giginya itu. 28 Apabila seekor lembu menanduk seorang laki-laki atau perempuan, sehingga mati, maka pastilah lembu itu dilempari mati dengan batu dan dagingnya tidak boleh dimakan, tetapi pemilik lembu itu bebas dari hukuman. 29 Tetapi jika lembu itu sejak dahulu telah sering menanduk dan pemiliknya telah diperingatkan, tetapi tidak mau menjaganya, kemudian lembu itu menanduk mati seorang laki-laki atau perempuan, maka lembu itu harus dilempari mati dengan batu, tetapi pemiliknyapun harus dihukum mati. 30 Jika dibebankan kepadanya uang pendamaian, maka haruslah dibayarnya segala yang dibebankan kepadanya itu sebagai tebusan nyawanya. 31 Kalau ditanduknya seorang anak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus diperlakukan menurut peraturan itu juga. 32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu. 33 Apabila seseorang membuka sumur, atau apabila seseorang menggali sumur, dengan tidak menutupnya, dan seekor lembu atau keledai jatuh ke dalamnya, 34 maka pemilik sumur itu harus membayar ganti kerugian: ia harus mengganti harga binatang itu dengan uang kepada pemiliknya, tetapi binatang yang mati itu menjadi kepunyaannya. 35 Apabila lembu seseorang menanduk lembu orang lain, sehingga mati, maka lembu yang hidup itu harus dijual, uangnya dibagi dan binatang yang mati itupun harus dibagi juga. 36 Tetapi jikalau lembu itu terkenal telah sering menanduk sejak dahulu, dan walaupun demikian pemiliknya tidak mau menjaganya, maka ia harus membayar ganti kerugian sepenuhnya: lembu ganti lembu, tetapi binatang yang mati itu menjadi kepunyaannya."

Menaburkan Benih Kebaikan dan Keadilan

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa melakukan kejahatan terhadap sesama merupakan hal yang tidak dikehendaki Tuhan dan ada hukuman untuk hal itu. (ay.12-14). Oleh karena itu kita diarahkan untuk menghindari kejahatan. Hukum yang tertulis dalam nas ini tidak membenarkan atau mengizinkan aksi balas dendam seperti yang dikatakan: “mata ganti mata, gigi ganti gigi dst ”. Hukum ini justru menjadi dasar bagi para hakim untuk menjatuhkan hukuman yang setimpal dan seadil-adilnya bagi para pelaku kejahatan. Dengan adanya hukum ini orang akan berpikir dua kali sebelum melakukan  sesuatu yang mencelakai orang lain. Ini merupakan pengajaran yang harus dihidupi oleh setiap kita, bahwa sesungguhnya Tuhan membenci kekerasan dan kejahatan. Ia menginginkan kedamaian dan cinta kasih.  Hukum ini  membantu kita pula untuk melihat realita sosial, ketika banyak ketidakadilan terjadi di mana-mana. Sebagai orang-orang yang berkepentingan mengatur kehidupan orang lain, maka jadilah bijak dalam pengambilan keputusan bagi keberlangsungan semua mahkluk. Dengan menaburkan benih kebaikan, keadilan bagi sesama dan lingkungan, maka hidup kita tentunya diberkati oleh Tuhan.

Doa: Mampukan kami menuruti perintahMu, dengan menjauhkan kejahatan dari hidup kami, Amin

Rabu, 04 September 2024

bahan bacaan : Ulangan 30 : 11 – 15

Kehidupan atau kematian
11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh. 12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya? 14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan. 15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Pilihlah Allah Sumber Kehidupan

Dalam kehidupan kita selalu diperhadapkan dengan pilihan. Memilih adalah hakekat yang telah dianugerahkan Allah sejak manusia diciptakan. Allah memberikan kehendak bebas untuk memilih. Kita mulai memilih dari hal-hal yang mudah dan sederhana, hingga memilih hal-hal yang sulit dan rumit. Hidup ini adalah pilihan berkelanjutan. Sekali kita memilih akan ada konsekwensi pilihan-pilihan selanjutnya. Ada dua pilihan yang tersedia untuk umat Israel sebagaimana yang disampaikan oleh Musa. Pilihan pertama adalah kehidupan, keberuntungan dan berkat. Pilihan yang kedua adalah kematian, kecelakaan dan kutuk. Kedua pilihan ini adalah pilihan untuk menentukan kehidupan seumur hidup bahkan dampaknya hingga turun temurun untuk generasi yang akan datang. Ini bukan pilihan momentum atau sesaat, tetapi ini adalah pilihan permanen dan tetap selamanya. Itulah yang disebutkan dengan setia, percaya dan taat selamanya. Kedua pilihan ini adalah pilihan yang tidak dapat dicampuradukan. Karena itulah umat disuruh untuk memilih yang tepat dan pilihan itu adalah tetap setia kepada Allah kehidupan dan mengikuti perintah-Nya. Pilihan untuk tidak mau disesatkan, tidak mau beralih kepada ilah lain dan tetap setia kepada Tuhan sekalipun kesulitan dan masalah serta tekanan datang.  Kehidupan kita janganlah ditentukan oleh arus kehidupan, tetapi tetaplah setia pada pilihan untuk mengasihi Tuhan, mengikuti jalanNya dan melakukan ketetapan-Nya!

Doa: Tolong kami ya Tuhan untuk menentukan pilihan yang tepat dalam hidup, amin.

Kamis, 05 September 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 20 : 10-17

10 Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun. 11 Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. 12 Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka. 13 Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka. 14 Tetapi Aku bertindak karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, yang melihat sendiri waktu Aku membawa mereka ke luar. 15 Walaupun begitu Aku bersumpah kepadanya di padang gurun, bahwa Aku tidak akan membawa mereka masuk ke tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, yang berlimpah-limpah susu dan madunya, tanah yang permai di antara semua negeri, 16 oleh karena mereka menolak peraturan-peraturan-Ku dan tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku; sebab hati mereka mengikuti berhala-berhala mereka. 17 Tetapi Aku merasa sayang melihat mereka, sehingga Aku tidak membinasakannya dan tidak menghabisinya di padang gurun.

Belas Kasihan Tuhan Tak Terbatas

Bacaan hari ini menceritakan tentang sejarah perjalanan umat Israel dari Mesir ke Tanah Perjanjian. Selama perjalanan, mereka sering kali memberontak terhadap Tuhan. Seharusnya karena pemberontakan itu mereka dibinasakan, namun Tuhan tidak menunjukan amarah dan dendam-Nya (ay.17). Tuhan memberikan mereka kesempatan untuk bertobat dan mengubah hidup mereka. Inilah sifat belas kasih Tuhan yang menginginkan keselamatan umat-Nya dan memberikan kesempatan untuk pertobatan. Belas kasihan Tuhan ini, harusnya menjadi lonceng pengingat bagi kita atas setiap pelanggaran dan dosa yang pernah kita lakukan seperti halnya umat Israel.  Kasih Tuhan itu selalu memulihkan dan  tidak pernah dibiarkannya kita binasa. Tuhan masih memberikan peluang bagi kita untuk mengakui kesalahan, kembali kepada-Nya mencari pengampunan,  alu bertobat dan mengubah hidup.  Berbahagialah kita yang mau bersandar dan percaya kepada Tuhan, sebab kekuatan dan semangat baru akan kita terima serta mampu memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita.

Doa: Terima kasih atas belas kasihanMu bagi kami yang berdosa ini ya Tuhan, Amin

Jumat, 06 September 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 11 -22

Dipersatukan di dalam Kristus
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, -- 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Bertumbuh Dalam Damai Sejahtera Sebagai Keluarga Allah

Bertumbuh dalam damai sejahtera sebagai keluarga Allah”, itulah tema perayaan Ulang Tahun Gereja Protestan Maluku yang ke 89, hari ini. Kita tahu bahwa keluarga sangatlah penting sebab di dalam keluarga kita menerima cinta kasih, dukungan dan peran berharga bagi tiap anggotanya. Demikianlah Paulus mengingatkan jemaat Efesus bahwa mereka harus hidup layaknya sebuah keluarga. Lebih tegas ia katakan bahwa jemaat adalah keluarga Allah, untuk menegaskan bahwa orang-orang yang bukan Yahudi adalah bagian yang tak terpisahkan dari jemaat Allah. Mereka disebut sebagai kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Jadi istilah keluarga Allah hendak menekankan kesatuan dan keragaman umat Allah di mana Kristus menjadi batu penjurunya. Hari ini kita sungguh bersyukur, Kristus batu penjuru telah menopang dan memelihara GPM yang tersebar di 770 jemaat pada 34 Klasis di Maluku-Maluku Utara. Meskipun kita hidup dalam keperbedaan latar belakang, suku, ras, budaya dan sebagainya, tetapi kita satu sebagai Keluarga Allah. Marilah kita hidup sebagai satu keluarga Allah yang terus bertumbuh dalam damai sejahtera. Pertumbuhan itu akan nampak jika kita semua hidup saling mendukung dan menopang satu sama lain. Dirgahayu Gereja Protestan Maluku, Tuhan Yesus memberkati.

Doa: atas berkat-Mu Tuhan, yang memberikan pertumbuhan bagi GPM hingga hari ini, kami bersyukur.. Amin

Sabtu, 07 September 2024

bahan bacaan : 1 Yohanes 2 : 15-17

15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. 17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Mengasihi Allah Mendatangkan Berkat

Hidup memungkinkani pilihan baik atau buruk bagi setiap orang yang menjalaninya. Ada begitu banyak hal yang akan terjadi dalam hidup seseorang. Berhadapan dengan kenyataan hidup maka setiap orang akan menentukan pilihan untuk melakukan yang baik atau yang buruk. Jika melakukan yang baik maka akan mendatangkan kebahagiaan. Sebaliknya jika melakukan yang buruk maka berujung kepada kebinasaan. Sikap hidup demikian juga merupakan bagian dari sikap beriman setiap orang percaya. Hidup di dalam terang atau di dalam kegelapan menjadi pilihan beriman bagi setiap orang. Terang berarti hidup sesuai kehendak Tuhan sedangkan gelap berarti jauh dari kehendak Tuhan. Mengimani Yesus Kristus haruslah terwujud dalam perilaku beriman setiap waktu. Salah satu wujud mengimani Yesus Kristus adalah saling mengasihi. Mengasihi Yesus tetapi juga sesama manusia bahkan alam ini. Hal ini penting sebab di tengah banyak tawaran dunia maka harus tetap teguh mengimani Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Sebagaimana melakukan hal yang baik akan mendatangkan kebahagiaan maka mengasihi Yesus dalam segala hal yang dijalani akan mendatangkan berkat. Inilah kekuatan bagi setiap orang percaya jika setia melakukan kehendak Tuhan.

Doa: Kuatkanlah kami ya Tuhan agar mampu hidup saling mengasihi. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 – 31 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Keluarga Sebagai Basis Pembinaan

Minggu, 25 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 2 : 11-26

Kejahatan anak-anak Eli
11 Lalu pulanglah Elkana ke Rama tetapi anak itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan imam Eli. 12 Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN, 13 ataupun batas hak para imam terhadap bangsa itu. Setiap kali seseorang mempersembahkan korban sembelihan, sementara daging itu dimasak, datanglah bujang imam membawa garpu bergigi tiga di tangannya 14 dan dicucukkannya ke dalam bejana atau ke dalam kuali atau ke dalam belanga atau ke dalam periuk. Segala yang ditarik dengan garpu itu ke atas, diambil imam itu untuk dirinya sendiri. Demikianlah mereka memperlakukan semua orang Israel yang datang ke sana, ke Silo. 15 Bahkan sebelum lemaknya dibakar, bujang imam itu datang, lalu berkata kepada orang yang mempersembahkan korban itu: "Berikanlah daging kepada imam untuk dipanggang, sebab ia tidak mau menerima dari padamu daging yang dimasak, hanya yang mentah saja." 16 Apabila orang itu menjawabnya: "Bukankah lemak itu harus dibakar dahulu, kemudian barulah ambil bagimu sesuka hatimu," maka berkatalah ia kepada orang itu: "Sekarang juga harus kauberikan, kalau tidak, aku akan mengambilnya dengan kekerasan." 17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN. 18 Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan. 19 Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan. 20 Lalu Eli memberkati Elkana dan isterinya, katanya: "TUHAN kiranya memberikan keturunan kepadamu dari perempuan ini pengganti yang telah diserahkannya kepada TUHAN." Sesudah itu pulanglah mereka ke tempat kediamannya. 21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN. 22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, 23 berkatalah ia kepada mereka: "Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu? 24 Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran. 25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?" Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka. 26 Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

Keluarga Bagi Kemuliaan Tuhan

Dalam bacaan hari ini, kita membandingkan dua keluarga yaitu pertama, keluarga Imam Eli, yang menurunkan jabatannya kepada kedua anaknya Hofni dan Pinehas. Imam Eli memberikan jabatan namun tidak mampu mempersiapkan kerohanian kedua anaknya untuk hidup sungguh–sungguh di dalam Tuhan. Mereka tidak menghormati Tuhan dengan memandang rendah korban untuk Tuhan, dll. Berbeda dengan keluarga kedua, yaitu keluarga Hana. Hana sungguh beriman kepada Tuhan. Setelah Samuel diserahkan kepada Tuhan, setiap tahun ibunya membuat baju efod baginya dari kain lenan. Keluarga Elkana pun makin diberkati Tuhan. Belajar dari kedua keluarga di atas, maka kita diarahkan untuk mampu menuntun kehidupan anak–anak kita hidup di dalam rasa takut akan Tuhan. Kita bertanggung jawab untuk menentukan pola didik yang baik untuk mengarahkan mereka menghormati Tuhan. Mereka wajib menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan dengan melakukan hal–hal yang baik. Dengan demikian, hidup mereka adalah hidup yang memuliakan Tuhan dan hidup yang menjadi berkat bagi sesama.

doa: Tuhan, aku dan keluargaku ingin taat dan mengabdi hanya kepadaMu, amin

Senin, 26 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 9 : 18-29

Nuh dan anak-anaknya
18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan. 19 Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi. 20 Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. 21 Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. 22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. 23 Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. 24 Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, 25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya." 26 Lagi katanya: "Terpujilah TUHAN, Allah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. 27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya." 28 Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air bah. 29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun, lalu ia mati.

Bijak Bertindak

Di awal kisahnya, Nuh dikenal sebagai orang benar dan hidup bergaul dengan Allah. Namun, anggur yang dia tanam kemudian menjadi awal sebuah bencana lain di dalam hidupnya. Ia mabuk oleh anggur hasil panennya sendiri dan terbaring telanjang di dalam kemahnya. Kejatuhan Nuh ternyata membuat orang lain tersandung juga. Ham, anak Nuh yang melihat ayahnya berada dalam kondisi yang demikian, tidak dapat menahan diri untuk menceritakan hal itu kepada kedua saudaranya yang lain, yaitu Sem dan Yafet. Berbeda dengan Ham, Sem dan Yafet berusaha menutup aurat ayahnya dengan tidak melihatnya. Bagi Nuh, tindakan Ham merupakan suatu kesalahan yang besar. Ia sama sekali tidak berupaya melindungi martabat ayahnya, melainkan menceritakan hal itu kepada orang lain. Saat ini, gaya menceritakan kesalahan bahkan masalah orang lain, adalah sebuah trend yang tidak bisa dihilangkan. Bahkan bukan hanya dari orang ke orang, tetapi juga disampaikan di dunia maya. Hal ini bukanlah etika yang baik. Bijak dalam bertindak   harus kita ajarkan kepada anak-anak kita, agar mereka memiliki sikap yang baik ketika melihat orang lain melakukan kesalahan.

doa: Jadikan kami penolong bagi sesama, amin

Selasa, 27 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 1-4

Yakub diberkati Ishak sebagai anak sulung
Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa." 2 Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku. 3 Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang; 4 olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati."

Mendengar dan Melakukan

Hadirnya anak dalam keluarga adalah anugerah Allah. Setiap anak terlahir dengan talenta dan karunia masing-masing. Demikian pula halnya dengan Esau dan Yakub. Melalui Ishak dan Ribka, Esau dan Yakub tumbuh menjadi dewasa dengan bakat dan talenta masing-masing. Esau gemar berburu, sementara Yakub memilih di rumah untuk bercocok tanam dan beternak. Ketika Ishak sudah tua, saatnya ia menyelesaikan urusannya dengan memberikan berkat bagi anaknya, Esau. Untuk itu Ishak meminta Esau untuk berburu dan membuat makanan yang enak serta gurih agar dapat dinikmati olehnya. Apa yang diminta oleh Ishak menjadi contoh bagi setiap keluarga di masa sekarang ini. Karena seiring berjalan waktu, ketaatan akan perintah orang tua sudah mulai terkikis. Padahal yang harus mereka lakukan ketika diminta ialah mendengar dan melakukannya. Itulah ketaatan yang sesungguhnya. Karena dengan taat melaksanakan perintah orang tua, maka berkat akan diterima. Untuk itu marilah menjadi anak-anak yang taat dan setia serta layanilah orang tua dengan kesungguhan hati, karena dengan kesungguhan hati dalam melayani, hidup kita tidak akan sia-sia tetapi akan dipenuhi dengan limpahan berkat dari Allah Sang pemberi hidup.

doa: Tuhan, jadikan kami orang tua yang baik bagi anak-anak kami, amin

Rabu, 28 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 5-17

5 Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya, 6 berkatalah Ribka kepada Yakub, anaknya: "Telah kudengar ayahmu berkata kepada Esau, kakakmu: 7 Bawalah bagiku seekor binatang buruan dan olahlah bagiku makanan yang enak, supaya kumakan, dan supaya aku memberkati engkau di hadapan TUHAN, sebelum aku mati. 8 Maka sekarang, anakku, dengarkanlah perkataanku seperti yang kuperintahkan kepadamu. 9 Pergilah ke tempat kambing domba kita, ambillah dari sana dua anak kambing yang baik, maka aku akan mengolahnya menjadi makanan yang enak bagi ayahmu, seperti yang digemarinya. 10 Bawalah itu kepada ayahmu, supaya dimakannya, agar dia memberkati engkau, sebelum ia mati." 11 Lalu kata Yakub kepada Ribka, ibunya: "Tetapi Esau, kakakku, adalah seorang yang berbulu badannya, sedang aku ini kulitku licin. 12 Mungkin ayahku akan meraba aku; maka nanti ia akan menyangka bahwa aku mau memperolok-olokkan dia; dengan demikian aku akan mendatangkan kutuk atas diriku dan bukan berkat." 13 Tetapi ibunya berkata kepadanya: "Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu." 14 Lalu ia pergi mengambil kambing-kambing itu dan membawanya kepada ibunya; sesudah itu ibunya mengolah makanan yang enak, seperti yang digemari ayahnya. 15 Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya. 16 Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu. 17 Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.

 Meraih Janji Allah Dengan Cara Yang Salah

Hidup dalam dunia yang berdosa membuat apa yang terjadi seringkali berbeda dengan apa yang diharapkan. Kita sering melihat ada banyak yang karena menginginkan sesuatu, menggunakan berbagai cara untuk memperolehnya, walaupun itu adalah cara yang salah. Ishak telah tua dan ia berkeinginan untuk memberi berkat sulungnya kepada Esau, dengan memintanya membuat makanan dari hasil buruannya. Ketika Ribka mendengar hal itu, ia pun mencari jalan keluar sendiri bagi anak kesayangannya. Ia berusaha menipu Ishak, sebab menurutnya Yakub yang berhak mendapatkan hak kesulungan. Ia bahkan berkata, bahwa ia rela menanggung kutuk dari Ishak, jika ternyata Yakub ketahuan membohongi ayahnya. Dengan sungguh–sungguh mereka merencanakan untuk menipu Ishak agar memberikan berkat tersebut bagi Yakub. Hal ini diakibatkan oleh karena Ribka terlalu mengasihi Yakub daripada Esau. Ingatlah! Anak adalah berkat dari Tuhan yang harus dijaga, dirawat,    dipelihara dan dididik oleh orang tua, sehingga kehidupan mereka menjadi berkat dan memuliakan Tuhan.

doa: Jadikan kami anak-anak yang taat dan setia, amin

Kamis, 29 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 18-29

18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: "Bapa!" Sahut ayahnya: "Ya, anakku; siapakah engkau?" 19 Kata Yakub kepada ayahnya: "Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku." 20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: "Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!" Jawabnya: "Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku." 21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: "Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan." 22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau." 23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia, 24 tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya!" 25 Lalu berkatalah Ishak: "Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau." Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum. 26 Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku." 27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN. 28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. 29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

Meraih Berkat Dengan Tipu Daya

Nasi sudah menjadi bubur, mungkin itulah pepatah yang bisa kita gunakan untuk cerita dalam bacaan hari ini. Dengan bantuan Ribka, Yakub menipu Ishak. Ia memakai pakaian yang indah kepunyaan Esau, membalutkan kulit anak kambing di kedua tangannya, dan membawa makanan kesukaan Ishak yang disiapkan oleh Ribka. Tanpa rasa malu Yakub menyatakan bahwa Tuhan Allah Ishak yang membuatnya mencapai tujuan. Ishak yang sudah rabun kemudian percaya dan memberkati Yakub. Yakub telah memperoleh berkat dengan cara yang Salah. Berkat diraih dengan tipu daya. Hal inilah yang harus kita hindari. Jangan hanya karena keinginan kita untuk masa depan anak–anak, lalu kita menghalalkan semua cara walaupun itu salah. Kita harus mengajarkan kepada anak–anak bahwa untuk memperoleh segala sesuatu, mereka harus berjalan sesuai dengan jalurnya. Jangan dengan tipu daya ataupun tipu muslihat. Karena pada akhirnya apa yang dilakukan akan membawa dampak yang buruk bagi masa depan anak–anak kita. Belajarlah menjalani hidup ini sesuai dengan yang Tuhan kehendaki bukan yang kita kehendaki!

doa: Berkatilah keluarga kami ya Tuhan, Amin

Jumat, 30 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 27 : 30-40

30 Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu. 31 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku." 32 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau." 33 Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati." 34 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" 35 Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu." 36 Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?" 37 Lalu Ishak menjawab Esau, katanya: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur; maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?" 38 Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau. 39 Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. 40 Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."

Persoalan Keluarga

Pengkhianatan akhirnya membuahkan persoalan dalam keluarga bahkan retaknya hubungan persaudaraaan antara Esau dan Yakub. Yakub mengambil hak kesulungan Esau dan kemudian mengambil berkat yang seharusnya menjadi milik Esau. Dendam Esau dan perselisihan yang terjadi merupakan dampak dari cara didikan orang tua mereka yaitu Ishak dan Ribka. Ishak lebih mengasihi Esau dan Ribka lebih mengasihi Yakub. Bagian ini menunjukkan kepada kita bahwa meskipun Ishak dan Ribka adalah orang tua dari Esau, kelalaian sebagai ayah dan keberpihakan sebagai ibu menyebabkan konflik jangka panjang. Keluarga menjadi terpecah belah. Belajar dari pengalaman hidup Esau dan Yakub, menjadikan kita untuk memahami bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga. Untuk kebaikan keluarga marilah kita merawat dan menjaga hubungan kita dengan baik. Menciptakan suasana yang penuh dengan cinta kasih dan keharmonisan. Jangan karena harta dan kekayaan memecah seluruh tatanan kehidupan keluarga kita. Ada pepatah bijak yang mengatakan, “Tak perlu memiliki semuanya di dunia ini agar hidupmu bahagia, cukup syukuri apa dan siapa yang ada bersamamu saat ini”.

doa: Izinkan AnugerahMU membarui hidup kami, amin

Sabtu, 31 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 4 : 1-16

Kain dan Habel
Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." 2 Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. 3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; 4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, 5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 6 Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? 7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." 8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. 9 Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" 10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. 11 Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. 12 Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi." 13 Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. 14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." 15 Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. 16 Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.

Harga Diri: Sebuah Kemewahan

Kita melihat sebuah perjalanan perkembangan kebudayaan manusia mulai dengan telanjang, lalu ia berpakaian untuk menutupi ketelanjangannya. Kini, ia perlu menghias dirinya dengan ornamen–ornamen untuk makin menutupi ketelanjangannya, yaitu harga diri. Harga diri itu mahal, karena didapatkan dengan harga darah. Bukankah sesuatu yang indah ketika Hawa melahirkan anak–anaknya? Pertama, lahirlah Kain, kemudian Habel menyusul. Mereka berdua mempersembahkan korban. Habel membawa korban terbaik, dari hasil pertama yang dikerjakannya. Tidak demikian dengan Kain. Tidak ada indikasi bahwa Kain membawa hasil sulung dari apa yang diusahakannya. Yang tercatat dalam kitab hanyalah Allah menganggap baik apa yang diberikan Habel dan tidak menerima apa yang diberikan Kain.

Penolakan itu sakit. Kain tak mampu menahan emosi dan kebenciannya. Harga dirinya terlalu tinggi untuk membiarkan seorang Habel hidup. pembunuhan pertama terjadi dalam sejarah manusia. Ketika Tuhan bertanya, ia menjawab Tuhan seenaknya. Tidak ada kasih melainkan iri hati dan kebencian. Kehidupan di luar Eden memang sudah berbeda. Kain tak bisa lari dari kenyataan. Disertai jaminan penyertaan Tuhan, pakaian Kain dilumuri dengan harga diri yang membuatnya miskin. Tuhan membentuk institusi keluarga supaya setiap anggota keluarga dapat merasakan cinta kasih dan kehadiran Allah. Tuhan juga ingin menjadikan setiap keluarga orang percaya sebagai bagian dari karya agungNya. Hal itu dapat tercapai apabila setiap anggota keluarga menerima satu sama lain dengan cinta kasih dan ketulusan. Bukan sebaliknya hidup dalam kecemburuan dan iri hati seperti yang terjadi pada Kain terhadap adiknya Habel. Biarlah setiap keluarga Tuhan diberkati untuk terus menumbuhkan cinta yang utuh dan di dalam kebersamaan  dan saling menopang untuk berjalan dalam kasih.

doa : Tuhan, jauhkan sifat iri hati dari Keluarga Kami, amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Condongkan Hatimu pada Tuhan

Minggu, 18 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 11 : 1-13

Salomo jatuh ke dalam penyembahan berhala
Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, 2 padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: "Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan merekapun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka." Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. 3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. 4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, 6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. 8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. 9 Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, 10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. 11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: "Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. 13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih."

Pautkan Hati Kepada Tuhan

Perubahan zaman dewasa ini dapat memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan tetapi juga hidup beriman kita, baik positif maupun negatif. Pengaruh yang dimaksudkan juga dialami oleh Salomo ketika menduduki tahta kerajaan mengantikan ayahnya Daud. Awalnya Salomo adalah seorang yang taat dan setia sehingga hikmat Allah diberikan kepadanya. Namun karena kepentingan politiknya, ia mulai tidak setia dan berpaling dari Tuhan dengan beribadah kepada ilah-ilah yang disembah oleh istri-istrinya. Akibatnya, kerajaan Salomo mulai menghadapi berbagai persoalan yang berasal dari musuh-musuhnya, baik dari dalam maupun dari luar Israel. Kecenderungan Salomo yang meninggalkan Allah karena suatu kepentingan juga pernah dilakukan oleh kita baik disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa sadar sikap, perkataan dan perbuatan yang kita lakukan sesungguhnya menunjukkan kecenderungan kita kepada kepentingan diri sendiri atau kelompok, sehingga secara tidak langgsung tidak mencondongkan diri lagi kepada Allah. Belajar dari pengalaman hidup Salomo yang menanggung murka Allah akibat ketidaktaatan dan ketidaksetiaannya, maka kita tidak boleh berlaku demikian. Sebab Allah yang kita sembah tidak berkompromi dengan pelanggaran-pelanggaran kita. Karena itu, sebagaimana ungkapan percaya kita kepada Allah maka dengan taat dan setia pula kita seharusnya pautkan hati kepada-Nya.

doa, Pimpin Kami Tuhan agar tetap pautkan hati kepadaMU, amin

Senin, 19 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 112-114

112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir. 113 Orang yang bimbang hati kubenci, tetapi Taurat-Mu kucintai. 114 Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu

Firman Tuhan Sebagai Pegangan Hidup

Saat berada di dalam kesesakan, apa yang biasanya akan kita buat? Jalan keluar adalah hal terutama yang akan kita upayakan. Tetapi mungkinkah dalam kondisi seperti itu, mudah bagi kita menemukan jalan keluar? Pastinya sulit. Tetapi tahukah kita bahwa didalam menghadapi hidup, bila kita memiliki pegangan hidup, tantangan bukan masalah. Hari ini, bacaan kita memberikan petunjuk bahwa Firman Tuhan adalah pegangan yang mampu membuat kita tidak bimbang dan takut. Karena itu, kita diajak untuk tetap tangguh dalam menghadapi tantangan. Dengan mencondongkan hati kepada Tuhan melalui kedekatan diri dengan Firman Tuhan, kita pasti akan bisa melalui segala perkara tersulit apapun dalam hidup kita. Itu sebabnya kita diajak bukan hanya membaca Alkitab saat ke tempat ibadah. Pemazmur menulis, dalam segala waktu, kita diajak untuk membaca Alkitab.  Kita harus membiasakan diri untuk meluangkan waktu membaca dan merenungkan Alkitab. Firman Tuhan yang tertulis di dalamnya akan menjadi pegangan bagi kita. Ada banyak sekali kesukaran hidup tetapi bila kita rajin membaca Alkitab, dengan pertolongan kuasa Roh Kudus, kita akan bijaksana. Roh Kudus akan bekerja dan menggerakkan kita untuk memahami apa yang harus kita kerjakan. Karena itu, jangan biarkan Alkitab tertutup di atas meja doa kita. Mari belajarlah miliki kerinduan: lekat pada FirmanNya.

doa: Ya Tuhan, buat aku lekat pada Firman-Mu, amin

Selasa, 20 Agustus 2024

bahan bacaan : Yosua 24 : 19-24

19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu. 20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu." 21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah." 22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!" 23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel." 24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."

Tetaplah Beribadah Kepada Tuhan

Andika demi masa depan berpisah dari orangtuanya. Ia tinggal di kost bersama Puan teman sekampungnya. Suatu ketika Andika berada dalam situasi yang genting. Usaha dagang orangtuanya bangkrut padahal bulan itu ia diharuskan membayar uang kost. Puan mengajaknya bertemu dengan Gery seorang pengedar shabu. Andika menolaknya sebab ia ingat Tuhan dan percaya pasti ada jalan yang jauh lebih baik. Sikap Andika layak ditiru sebab dunia dewasa ini memang marak dengan tawaran yang kadang bisa mendatangkan kebaikan tetapi juga keburukan. Kita akan memberikan jawaban sebagai bentuk tanggapan atas semuanya. Keputusan kita menentukan seperti apa kehidupan kita sesungguhnya, apalagi dalam status sebagai orang percaya. Sikhem menjadi tempat dimana Yosua menghadapkan pilihan yang sama kepada kaum Israel. Sikhem menjadi saksi dimana Israel menyatakan sikap bahwa mereka memutuskan hanya akan beribadah kepada Tuhan. Kita berada dalam dunia dengan situasi hidup yang berbeda. Terkadang, tanpa kita sadari, kita diperhadapkan pula dengan pilihan seperti ini. Israel telah membuat keputusan yang tepat yakni beribadah kepada Tuhan dan mendengarkan FirmanNya. Sikap tepat ini kiranya menjadi pula sikap kita. Kita harus mencondongkan hati kepada Tuhan sebagai wujud hidup tangguh di tengah perubahan zaman. Andika membuat keputusan yang tepat.

doa: Ya Tuhan, bantu kami untuk setia beribadah pada-Mu, amin

Rabu, 21 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 33-38

34 Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. 35 Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. 36 Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. 37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan! 38 Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.

Jangan Fokus Pada Hal Yang Hampa

Ingin tampil beda, membuat Karin yang terbiasa dengan pujian orang akan kecantikannya mengabaikan nasehat sahabat tentang dampak obat pewarna rambut yang dibelinya. Ia lebih peduli pada penampilan dan berprinsip bahwa penampilan harus dijaga. Demi menjaga image sebagai seorang terpandang, maka dengan segera ia menyuruh pegawai salon mengolesi rambutnya dengan obat pewarna tersebut. Tak berselang lama, tiba-tiba Karin merasa gatal dan mukanya terasa bengkak serta memerah. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat sebab serangan jantung yang dialaminya. Inilah contoh hidup orang yang pilihan hatinya bukan kepada Tuhan tetapi kepada keuntungan materi. Perilaku ini memperlihatkan kecendrungan hati orang yang tidak tangguh sebab mudah terombang ambing oleh pengaruh zaman. Pemazmur berkata, “ condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatanMu dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kau tunjukkan”. Semoga kita mampu memaknainya demi membangun ketangguhan di tengah perubahan zaman.

doa : Ya Tuhan, jangan biarkan kami fokus pada hal-hal yang hampa, amin

Kamis, 22 Agustus 2024

bahan bacaan : Mazmur 119 : 9-11

9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

 Ingat Firman, maka Jauhilah Dosa

Usia bukan ukuran bahwa kita bisa luput dari berbuat salah atau dosa. Oleh Pemazmur dikatakan, dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan FirmanMu. Dengan diinspirasi tema hidup tangguh di tengah perubahan zaman, maka salah satu bentuk mencondongkan hati kepada Tuhan, adalah memelihara janji Tuhan agar kita menjauhi dosa. Anak kecil, remaja, pemuda, bahkan orangtua yang lanjut usia, bila tidak menyimpan Firman Tuhan, sangat mudah jatuh ke dalam dosa. Tentunya bukan sekadar mengingat atau menghapal ayat-ayat Alkitab. Sebaliknya dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman dalam kehidupan. Kita bisa memiliki kesempatan untuk mengambil milik orang, tetapi bila kita ingat Firman Tuhan yang melarang kita mencuri, maka pasti hati tidak tenang. Kita bisa marah dan berkeinginan membalas dendam kepada orang yang berbuat jahat kepada kita, tetapi dengan ingat Firman Tuhan yang mengajarkan untuk mengampuni, maka kita tidak memiliki pilihan lain. Ingatan akan Firman Tuhan membuat kita tangguh sebab jauhkan kita dari dosa.

doa : Ya Tuhan, tolong kami jauhi dosa, amin

Jumat, 23 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 8 : 54-61

Berkat dan pujian
54 Ketika Salomo selesai memanjatkan segala doa dan permohonan itu kepada TUHAN, bangkitlah ia dari depan mezbah TUHAN setelah berlutut dengan menadahkan tangannya ke langit. 55 Maka berdirilah ia dan memberkati segenap jemaah Israel dengan suara nyaring, katanya: 56 "Terpujilah TUHAN yang memberikan tempat perhentian kepada umat-Nya Israel tepat seperti yang difirmankan-Nya; dari segala yang baik, yang telah dijanjikan-Nya dengan perantaraan Musa, hamba-Nya, tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. 57 Kiranya TUHAN, Allah kita, menyertai kita sebagaimana Ia telah menyertai nenek moyang kita, janganlah Ia meninggalkan kita dan janganlah Ia membuangkan kita, 58 tetapi hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita. 59 Hendaklah perkataan yang telah kupohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari, 60 supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, 61 dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."

Berpaut Pada Tuhan 

Salomo adalah anak Daud yang diberikan kesempatan membangun Bait Suci. Ia menerima berkat ini sebab hidupnya berpaut kepada Tuhan. Setelah penahbisan Bait Suci, ia menaikan doa kepada Tuhan. Kasih karunia yang dialami membuatnya termotivasi memuji Tuhan. Salomo mengingat penyertaan Tuhan dalam hidup leluhurnya dan melalui doanya, ia memintakan penyertaan yang sama. Tuhan kiranya tetap memberkati umat. Ini pengharapan yang dibangun Salomo. Ia menyadari hidup memerlukan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Itulah sebabnya ia pun mengajak umat untuk tetap juga berpaut kepada Tuhan. Seperti apakah beban hidup kita? Saat ini Firman Tuhan mengajak kita untuk menjadikan doa Salomo sebagai teladan. Mari belajar memohon belas kasih sayang Tuhan sebab kita sangat membutuhkan hati Tuhan tetap berpaut pada kita. Tiada seorang pun yang bisa menolong kita dalam memikul beban hidup kecuali Tuhan. Mari pula belajar berpaut dengan sepenuh hati kepada Tuhan dan hidup menurut segala ketetapanNya! Percayalah tatkala kita berpaut pada Tuhan, Ia tahu apa yang terbaik bagi kita.

doa: Ya Tuhan, bimbing kami untuk berpaut hanya padaMU, amin

Sabtu, 24 Agustus 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 7 : 2-14

Orang Filistin terpukul kalah dekat Mizpa
2 Sejak saat tabut itu tinggal di Kiryat-Yearim berlalulah waktu yang cukup lama, yakni dua puluh tahun, dan seluruh kaum Israel mengeluh kepada TUHAN. 3 Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin." 4 Kemudian orang-orang Israel menjauhkan para Baal dan para Asytoret dan beribadah hanya kepada TUHAN. 5 Lalu berkatalah Samuel: "Kumpulkanlah segenap orang Israel ke Mizpa; maka aku akan berdoa untuk kamu kepada TUHAN." 6 Setelah berkumpul di Mizpa, mereka menimba air dan mencurahkannya di hadapan TUHAN. Mereka juga berpuasa pada hari itu dan berkata di sana: "Kami telah berdosa kepada TUHAN." Dan Samuel menghakimi orang Israel di Mizpa. 7 Ketika didengar orang Filistin, bahwa orang Israel telah berkumpul di Mizpa, majulah raja-raja kota orang Filistin mendatangi orang Israel. Serta didengar orang Israel demikian, maka ketakutanlah mereka terhadap orang Filistin. 8 Lalu kata orang Israel kepada Samuel: "Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu." 9 Sesudah itu Samuel mengambil seekor anak domba yang menyusu, lalu mempersembahkan seluruhnya kepada TUHAN sebagai korban bakaran. Dan ketika Samuel berseru kepada TUHAN bagi orang Israel, maka TUHAN menjawab dia. 10 Sedang Samuel mempersembahkan korban bakaran itu, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi pada hari itu TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin dan mengacaukan mereka, sehingga mereka terpukul kalah oleh orang Israel. 11 Keluarlah orang-orang Israel dari Mizpa, mengejar orang Filistin itu dan memukul mereka kalah sampai hilir Bet-Kar. 12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 13 Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, 14 dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.

Ebenhaezer

Hidup tangguh di tengah perubahan zaman memerlukan keteguhan hati yang tidak biasa. Keteguhan yang dimaksudkan adalah terkait soal mencondongkan hati hanya kepada Tuhan. Kita bisa saja kadang mengatakan pertolongan Tuhan seolah datang terlambat. Namun kita lupa keterlambatan yang seolah disengaja itu ternyata akhirnya adalah demi kebaikan kita. Melia seorang gadis manis yang memutuskan berangkat ke luar kota untuk mencari lapangan pekerjaan. Ia kemudian mendapatkan tawaran untuk bekerja di perkantoran. Tetapi hatinya tidak menyukainya. Ia hanya mau mengajar di sekolah. Namun, ia kemudian menyadari, penyertaaan Tuhan kadang tidak seperti apa yang kita harapkan. Tapi rancangan Tuhan pastinya adalah rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. Ebenhaezer adalah kata yang tepat memaknai panggilan untuk bekerja di kantor. Sampai di sini Tuhan menolong kita yang selalu menaruh harap kepadaNya. Sekarang Melia menjadi seorang pegawai kantor yang diberkati. Mari tetap percaya, Ebenhaezer, pertolongan Tuhan selalu tetap waktu dan demi kebaikan kita. Andalkan Tuhan senantiasa, niscaya hidupmu diberkati.

doa: Ya Tuhan, tetaplah tolong kami, amin

*SUMBER, SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM