Santapan Harian Keluarga, 23 – 30 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Allah Menciptakan Alam Semesta untuk Kesejahteraan Semua Mahluk

Minggu, 23 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 1:1-31

Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Alam Semesta Tanda Keagungan Allah
Menikmati panorama wisata alam (gunung) di Dusun Siwang, Kecamatan Nusaniwe membuat kita terpesona dan takjub akan keindahan alam, mulai dari pemandangan hijau di pegunungan, ombak di pesisir teluk Ambon hingga matahari terbit dan terbenam. Semua karya ciptaan Allah yang luar biasa tersebut menuntun kita untuk berucap “Allah Maha Pencipta” segala sesuatu yang diciptakan-Nya sempurna dan indah. Hal ini pun ditegaskan dalam bacaan kita, bahwa semua ciptaan Tuhan itu baik dan sempura (ay 1-27). Karena itu, manusia diberi kuasa atas seluruh makhluk (ay.28). Jika kita menyadari bahwa ciptaan Tuhan itu baik, maka sebagai orang percaya kita diberi tanggungjawab untuk mengusahakan, mengelola dan merawat ciptaan Tuhan itu dengan baik. kita diingatkan untuk menghentikan eksploitasi terhadap alam, mencemarkan lingkungan, menebang dan membakar hutan, dan sebagainya. Marilah kita bersyukur bahwa semua ciptaan Tuhan yang baik dan sempurna tersebut hanya diperuntukan bagi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan semua makhluk terutama bagi manusia, maka menjaga alam sama artinya kita menjaga keagungan Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk mengusahakan alam dengan baik demi kesejahteraan seluruh makhluk. Amin.

Senin, 24 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 2:8-14

Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Memanfaatkan Kekayaan Alam dengan Rasa Syukur
Menelusuri perjalanan sepanjang sungai Manumbae di Kepulauan Aru Tengah, kita dihadapkan dengan pemandangan yang indah dan menakjubkan karena di pesisir pantai terbentang hutan bakau yang luas. Air sungai yang tenang menjadi tempat aktivitas masyarakat yakni mandi, mencuci, memanggur sagu dan mencari ikan di sungai tersebut. Sungai Manumbae merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa bagi masyarakat di sana. Ciptaan Tuhan yang indah dan menakjubkan dapat kita temukan pula dalam perikop tadi tentang Taman Eden. Taman Eden selain indah memiliki kekayaan alam yang banyak; antara lain: berbagai jenis pohon yang dimakan baik oleh manusia maupun binatang ay.9). Dan yang paling terpenting dalam taman tersebut adalah sungai yang mengalir dengan keempat cabangnya. Dimana salah satu cabang, namanya Pison merupakan tambang emas terbaik. Selain itu terdapat pula damar bedolah (bahan baku minyak wangi, obat-obatan) dan batu krisopras (batu permata) yang memiliki nilai yang berharga. Kekayaan alam yang berada di taman Eden harus diusahakan dan dipelihara dengan baik demi kehidupan (ay.15). Allah telah menyediakan bagi kita kekayaan alam yang berlimpah; baik di darat, udara dan lautan. Marilah kita menjaga dan mengelolanya dengan baik demi keberlangsungan hidup kita semua.

Doa: kami bersyukur dapat memenfaatkan kekayaan alam sebagai berkatMu Tuhan, amin.

Selasa, 25 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 2: 15-17

15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Allah Pencipta Memberi Tugas Bekerja Untuk Kehidupan Bersama
Kelanjutan karya Allah Maha Pencipta dengan menempatkan manusia pertama Adam di taman Eden, adalah bekerja dengan mengusahakan dan memeliharanya. Sering kita salah memahami bahwa seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, maka kita hidup enak dan tidak harus bekerja. Padahal kerja itu telah diperintahkan oleh Tuhan Allah. Namun saat jatuh dalam dosa, maka kerja lebih diperberat sebagai hukuman, bahwa dengan berpeluh, bekerja keras untuk menikmati dan mendapatkan berkat Tuhan. Kemudian ada tanggung jawab yang penting kepada Adam yakni semua buah di dalam taman boleh dimakan dengan bebas. Tetapi buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat, jangan dimakan pasti engkau mati. Kita bersyukur bahwa Allah Pencipta menjadikan kita sebagai rekan sekerjaNya dalam menghadirkan damai sejahtera bagi semua ciptaan. Untuk itu adalah penting selalu mengandalkan hikmat Tuhan agar kita taat dan setia melakukan tugas dan tanggung jawab kita dengan baik. Semua pekerjaan yang baik ketika kita melakukannya kesejahteraan semua orang dan demi kemuliaan nama Tuhan, maka akan memberikan kehidupan baru. Namun kalau ketidaktaatan dan melanggar perintah Tuhan, maka semua yang kita lakukan akan membawa kematian bagi kita dan semua orang.

Doa: Tuhan terima kasih untuk kerja yang kami lakukan demi kesejahteraan bersama. Amin.

Rabu, 26 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 2:18-25

18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Allah Pencipta Yang Menyatukan Dan Memberkati
Kelanjutan firman Tuhan di hari kemarin, bahwa manusia pertama Adam, dilihat oleh Allah Sang Pencipta tidak baik seorang diri saja. Maka Tuhan Allah akan memberikan kepadanya Hawa sebagai penolong yang dicipta Tuhan dari tulang rusuk Adam. Kehadiran Hawa sebagai penolong untuk melanjutkan kehidupan yang telah diciptakan dan dianugerahi oleh Tuhan. Adam dan Hawa bukan lagi dua pribadi, namun telah menjadi satu. Didalam cinta kasih Allah, dua pribadi yang berbeda disatukan dengan tujuan menghadirkan kehidupan sejahtera yang diberkati Tuhan. Dalam realita, seiring perjalanan waktu, harus diakui tidak mudah untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda. Hal inipun terbukti dalam setiap pergumulan kehidupan keluarga Kristen. Perbedaan yang selalu dipertentangkan karena egoisme masing-masing pribadi. Hal ini menjadi teladan bagi kita semua, dan mesti memaknai kembali akan kebenaran firman Tuhan ini bagi setiap orang secara pribadi baik laki-laki maupun perempuan. Masing-masing memahami tugas panggilannya dengan baik dan diwujudkan dengan penuh kasih sambil tetap meminta hikmat Tuhan agar kesatuan bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk menikmati berkat dari Allah Sang Pencipta.

Doa: Tuhan tuntun kami dengan Roh KudusMu agar kami mampu menyatukan hati kami didalam
keperbedaan. Amin.

Kamis, 27 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 3:9-24

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." 17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." 20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. 21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. 22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Allah Mengampuni dan Memberkati
Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan segala baik. Semua yang baik dalam ciptaan Tuhan itu, dinodai dengan kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Saat mereka makan buah pengetahuan baik dan jahat oleh hasutan si pencoba, mata mereka terbuka dan mengetahui bahwa mereka telanjang. Mereka menjadi takut dan bersembunyi dari Allah. Tuhan pun menghukum ular sebagai si pencoba. Hawa pun harus susah payah waktu mengandung dan melahirkan sebagai seorang ibu. Pun juga Adam sebagai laki-laki harus bekerja keras dengan mengolah dan mengusahakan tanah sebagai pemberian Tuhan Allah. Mereka akan mengusahakan makanan dari semak duri dan tumbuh-tumbuhan di padang. Dengan berpeluh, bekerja keras untuk mendapatkan berkat sampai kembali kepada Allah sebagai Pencipta. Hawa akan menjadi ibu dari semua yang hidup. Tuhan Allahpun membuat pakaian dari kulit binatang untuk melindungi tubuh mereka. Sekalipun demikian, semua yang dilakukan Allah bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Panggilan hidup baik kepada Adam dan Hawa dan setiap kita sebagai keluarga Allah adalah melanjutkan kehidupan yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Panggilan itu sekalipun berbagai tantangan, persoalan dan pergumulan hidup, namun tuntunan dan penyertaan Tuhan sebagai wujud cinta kasihNya menjadi kekuatan dan harapan bagi kita untuk berupaya mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan kita.

Doa: Tuhan terima kasih untuk kasihMu yang mengampuni dan diwanai dengan memberkati kami. Amin.

Jumat, 28 juni 2024

bahan bacaan : Mazmur 105:37-45

37 Dituntun-Nya mereka keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir. 38 Orang Mesir bersukacita, ketika mereka keluar, sebab orang-orang Mesir itu ditimpa ketakutan terhadap mereka. 39 Dibentangkan-Nya awan menjadi tudung, dan api untuk menerangi malam. 40 Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. 41 Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai; 42 sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, akan Abraham, hamba-Nya. 43 Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. 44 Diberikan-Nya kepada mereka negeri-negeri bangsa-bangsa, sehingga mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa, 45 agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!

Allah Pencipta yang Selalu Menggenapi JanjiNya
Tuhan Allah yang memanggil Abraham sebagai leluhur Israel telah menepati janjiNya melalui Ishak dan Yakub. Anak-anak Yakub harus ke Mesir karena kelaparan yang hebat. Allahpun memakai Yusuf sebagai orang kedua di Mesir setelah Firaun. Saatnya mereka keluar dari Mesir tanah perbudakan menuju tanah perjanjian Allah kepada leluhur Israel, Abraham, Ishak dan Yakub. Orang Mesir bersukacita saat bangsa pilihan Tuhan keluar, sebab Mesir dilanda ketakutan karena tangan Allah yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati mereka. Tandanya dengan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari. Selama 40 tahun satupun diantara mereka tidak tercecer, tidak haus dan kelaparan. Sebab Allah Sang Pencipta selalu menyediakan berkat kecukupan dan kelimpahan bagi umat pilihanNya. Tuhan Allah melakukannya bukan karena bangsa Israel baik dan benar. Namun ikatan janjiNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Janji itupun nyata bagi kita sekeluarga dalam perjalanan pengembaraan di dunia ini. Ada banyak hal berupa tantangan, persoalan dan pergumulan. Tetapi Allah dalam Kristus tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Untuk itu yakin dan percayalah akan janji penyertaan dan berkatNya bagi kita sekeluarga.

Doa: Tuhan terima kasih untuk janji berkatMu bagi kehidupan kami sekeluarga. Amin.

Sabtu, 29 Juni 2024

bahan bacaan : Zakharia 10:1-2

Hanya TUHANlah pemberi hujan
Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang. 2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Allah Pencipta Yang Memberikan Hujan Berkat
Allah Sang Pencipta yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya demi kesejahteraan semua makhluk adalah bukti cinta dan sayangnya bagi kita sebagai manusia. Allah telah mengatur dengan begitu baik alam ciptaan dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kalau ada musim panas, tentu saatnya juga sesuai waktunya akan tiba musim hujan. Yang mengaturnya adalah Tuhan Allah Sang Pencipta. Dalam nas firman Tuhan di hari ini, nabi Zakharia menghimbau kepada umat Israel agar mereka meminta hujan dari Tuhan. Sebab Tuhanlah yng membuat awan-awan sebagai pembawa hujan deras, sehingga daripadanya tumbuh-tumbuhan akan hidup dan bertumbuh di padang untuk menghidupkan semua orang. Himbauan dan peringatan nabi Zakharia ini agar umat sadar akan kemahakuasaan Allah. Jangan mereka memakai kekuatan di luar Allah dengan menanyakan kepada terafim yang jahat dan yang juru-juru tenung yang penuh dusta dan hampa. Realita seperti ini terus terjadi sampai saat ini. Ada upaya untuk meminta hujan dan menghentikannya dengan memakai pawang hujan. Hal itu tentu mendukakan hati Allah dan menjadi teguran keras bagi kita semua. Kita mesti mengagungkan dan memuliakan Tuhan Allah yang memberikan hujan berkat, sebagaimana ungkapan pujian kita kepadaNya.

Doa: Tuhan terima kasih untuk hujan berkatMu bagi kami dan semua makhluk ciptaan. Amin.

*SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Bersama Merawat Alam Demi keberlanjutan Hidup

Minggu, 16 Juni 2024

bahan bacaan : 1 Raja-raja 21:1-29

Kebun anggur Nabot
Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. 2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 4 Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. 5 Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?" 6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu." 7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu." 8 Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot. 9 Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 10 Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati." 11 Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. 12 Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 13 Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. 14 Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati." 15 Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 16 Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 17 Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya: 18 "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 19 Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu." 20 Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 21 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. 22 Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa. 23 Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel. 24 Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara." 25 Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. 26 Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. 27 Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. 28 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: 29 "Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."

Tanah Milik Pusaka Tidak Boleh diperjualbelikan
Zakaria J. Ngelow sebagai Pendeta Gereja Kristen Sulawesi Selatan pernah menyampaikan bahwa “Pengelolaan tanah adalah amanat dari Allah”. Ngelow sesungguhnya mengkritik kecenderungan tindakan gadai dan jual beli tanah di masa kini. Menurut Ngelow, pengelolaan tanah milik pusaka harus didasarkan pada kepentingan hidup bersama. Bagi Ngelow, jika tanah tidak dikelola secara bijaksana maka akan menimbulkan beragam masalah, baik dalam relasi manusia dengan alam maupun relasi antar manusia. Berbeda dengan harapan Ngelow, teks 1 Raja-raja 21:1-19 memperlihatkan pengelolaan tanah yang tidak adil. Ahab sebagai penguasa menggunakan kekuasaannya untuk merampas hak milik dan hak hidup umat. Tindakan Ahab merupakan pelanggaran berat atas HAM, Hukum Keagamaan Israel, sekaligus pemberontakan kepada Allah Sang Sumber Hidup. Karena dalam hukum agama Israel, tanah adalah pemberian Allah yang tidak boleh dialihkan. Jika terjadi peralihan hak kepemilikan maka patut didasari pada mekanisme hukum. Ironinya, Ahab tidak melakukan semua itu. Belajar dari kesalahan Ahab maka kita di masa kini dipanggil untuk mengelola tanah berdasarkan prinsip keadilan Allah. Sudah saatnya, kita tidak menggunakan tanah untuk mendominasi sesama, melainkan untuk melayani, memberdayakan, dan memperjuangkan hidup bersama.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk terus memanfaatkan berkat-Mu untuk kepentingan bersama. Amin.

Senin, 17 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 26: 12-22

12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. 15 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah. 16 Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami." 17 Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ. 18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. 19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. 20 Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana. 21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna. 22 Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini."

Kita Terpanggil Merawat Alam
Sejak penciptaan langit dan bumi, manusia diberikan mandat dari Tuhan untuk “Berkuasa” (bnd. Kejadian 1:28). Mandat untuk “Berkuasa” dari Tuhan kemudian salah dipahami, sehingga terjadi kerusakan alam, karena sikap dominasi (power over) manusia. Manusia melupakan bahwa inti mandat Allah adalah menciptakan kesetaraan dan keutuhan hidup antar ciptaan serta panggilan untuk mengelola, merawat, dan melestarikan alam. Teks Kejadian 26:12-27 sebagai bahan perenungan semakin memberikan kita penyadaran tentang pentingnya merawat alam. Dalam teks diceritakan, bahwa negeri Filistin mendapat persoalan besar, yaitu mereka semua kelaparan. Ishak yang turut berada di negeri Filistin kemudian memutuskan mengelola tanah sebagai upaya untuk melanjutkan hidup. Disebutkan bahwa Ishak menabur di tanah dan pada tahun itu juga, ia mendapat hasil seratus kali lipat, dan ia menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya”. Tindakan Ishak memberikan pelajaran kepada kita di masa kini, bahwa alam adalah sumber kehidupan untuk seluruh ciptaan, karena telah diberkati oleh Tuhan. Sebagai manusia, kita patut bersyukur untuk anugerah tersebut. Dan sebagai bentuk ungkapan syukur, kita patut untuk menjaga dan merawat alam ciptaan ini. Dengan menjaga alam, kita sementara berjuang untuk menjaga rumah bersama yang kita diami. Dengan rumah yang aman maka seluruh ciptaan mampu terpelihara dengan baik.

Doa: Tuhan, teruslah mampukan kami untuk merawat alam ciptaan-Mu. Amin.

Selasa, 18 Juni 2024

bahan bacaan : Amsal 23:10-11

10 Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, dan memasuki ladang anak-anak yatim. 11 Karena penebus mereka kuat, Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.

Jangan Memindahkan Bataz Tanah Milik Orang Lain
Selain disebut sebagai makhluk etis-moral (homo ethicus), makhluk manusiawi (homo humanus), makhluk sosial (homo socius), manusia juga disebut sebagai makhluk ekologi (homo ecologicus). Dengan memahami hakekat diri sebagai makhluk ekologi maka manusia terpanggil untuk menjaga alam ini. Menurut penuturan Amsal 23:10-11, salah satu cara merawat alam adalah “Dengan tidak memindahkan batas tanah milik orang lain, terkhususnya ladang anak-anak yatim”. Larangan tersebut memiliki makna hukum/perlindungan berlapis. Karena pada satu sisi, larangan tersebut bertujuan menjaga dan mempertahankan hak-hak anak yatim dari para penguasa yang tidak adil. Dan pada sisi lain, larangan tersebut bertujuan menghindari eksploitasi lahan yang semena-mena. Dengan eksploitasi lahan maka alam semesta akan dikorbankan dan digiring mendekati kehancuran. Sesungguhnya larangan Amsal 23: 10-11 menjadi penting untuk dimaknai pada masa kini, karena eksploitasi lahan telah terjadi secara masif. Bahkan eksploitasi itu telah menekan orang miskin, janda, yatim piatu, dan lain sebagainya. Sudah saatnya kita melakukan pertobatan ekologis. Karena dengan pertobatan ekologis kita akan memahami bahwa tanah/lahan yang diberikan oleh Allah perlu untuk dirawat, bukan yang lainnya. Bahkan lebih dari itu, kita akan memahami bahwa sesungguhnya manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Upaya manusia menjaga tanah adalah manifestasi dari upaya menjaga dirinya.

Doa: Ajarilah kami untuk berusaha menjaga tanah pemberian-Mu dari sikap tamak dan arogan. Amin.

Rabu, 19 Juni 2024

bahan bacaan : Amsal 28:19

19 Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.

Orang Yang Bekerja Diberkati, Pemalas Akan Miskin
Dalam artikel “Teologi Tanah” (dipublikasi oleh Oase Intim) menyebutkan, Tanah diciptakan Tuhan sebagai rumah bersama semua makhluk untuk makan dan minum serta melakukan semua aktifitas untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Dengan kata lain, jika manusia memanfaatkan tanah dengan baik maka dia akan hidup dengan baik pula. Berbicara tentang tanah sebagai sumber hidup manusia juga dijelaskan dalam bacaan tadi, ay 19 menyebutkan: “Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan”. Penulis Kitab Amsal memperhadapkan kepada kita sebuah pilihan; orang bijak memilih jalan yang menuju kepada berkat, kekayaan dan kebahagiaan. Sebaliknya, orang bodoh selalu memilih jalan yang salah dan menerima akibatnya. Barangsiapa memanfaatkan tanahnya dengan bekerja keras (menanam, menginvestasi) maka dia akan memperoleh berkat yang berlimpah-limpah. Sebaliknya mereka yang malam bekerja dan membiarkan tanah tidak dimanfaatkan dengan baik akan hidup dalam kekurangan.

Doa: Tuhan tuntun kami memanfaatkan tanah sebagai sumber hidup, amin.

Kamis, 20 Juni 2024

bahan bacaan : Imamat 25:1-7

Tahun Sabat dan tahun Yobel
TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai: 2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. 3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, 4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. 5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. 6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. 7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.

Pelihara Alam Bagi Kebaikan Seluruh Makhluk
Salah satu tema penting di dalam Perjanjian Lama ialah tentang sabat (sabat berarti penghentian kerja (Band. Kej.2:1-3). Makna sabat bagi tanah dalam Imamat 25: 1-7 bahwa tanah haruslah diberikan perhentian penuh pada tahun ketujuh. Tuhan Allah memberikan perintah kepada bangsa Israel agar mereka tidak menabur dan menanam pada tahun ketujuh. Tanah haruslah diberikan perhentian penuh selama satu tahun. Dengan demikian seluruh hasil tanah bukan menjadi milik tuan tanah secara mutlak melainkan menjadi milik bersama. Artinya semua yang tumbuh di atas tanah menjadi milik bersama; baik para budak, pekerja maupun orang asing (pendatang) bahkan segala ternak yang hidup di tanah tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa tanah adalah milik Tuhan sehingga Tuhan berkuasa untuk mengatur proses pengelolaan tanah demi menjaga keberlangsungan hidup seluruh makhluk sekaligus memperlihatkan keberpihakan Allah untuk membelah hak hidup kaum lemah. Makna bagi orang percaya saat ini, tanah merupakan anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan demi kemakmuran bersama sebagai tanggung jawab sosial sekaligus menjamin kesuburan tanah sebagai tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.

Doa: Tuhan. kiranya tanah sebagai milik-Mu memberikan kesejahteraan bagi kami. Amin.

Jumat, 21 Juni 2024

bahan bacaan : Imamat 25: 23-28

Penebusan tanah
23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah. 25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu. 26 Apabila seseorang tidak mempunyai penebus, tetapi kemudian ia mampu, sehingga didapatnya yang perlu untuk menebus miliknya itu, 27 maka ia harus memasukkan tahun-tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya. 28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

Gunakanlah Tanah Anugerah Tuhan Bagi Kesejahteraan Hidup
Saat ini, dapat dibilang bahwa tanah telah menjadi sumber konflik (sengketa). Dimana-mana terjadi masalah tanah yang berujung pada masalah sosial maupun masalah hukum. Orang “bakalai” (bertengkar) karena tanah, orang “bakusumpah” (saling menyumpahi) karena tanah, orang “bakubunuh” (saling membunuh) juga karena tanah. Kenapa? Karena tanah memiliki nilai investasi (harga) yang tinggi. Akibat harga jual tanah yang sangat fantastis tersebut membuat orang tidak segan-segan mengambil tanah milik orang lain, ada yang menjual tanah warisan secara sepihak, manupulasi sertifikat tanah, dan sebagainya. Persoalan tentang tanah juga terjadi pada saat bangsa Israel mendiami tanah Kanaan. Setiap suku Israel diberikan pembagian dan kepemilikan tanah untuk dikelola demi kesejahteraan hidup akan tetapi ada yang menjual tanah sehingga mereka kehilangan miliknya Karena itu, mereka diingatkan agar jangan menjual tanah secara mutlak karena Allahlah pemilik tanah (ay.23). Orang Kristen diingatkan bahwa tanah milik Tuhan karena itu tanah tidak boleh menjadi sumber konflik melainkan sumber hidup.

Doa: Tuhan, kiranya tanah sebagai milik-Mu tidak menjadi sumber konflik melainkan sumber kesejahteraan, Amin.

Sabtu, 22 Juni 2024

bahan bacaan : Ulangan 27:17

17 Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Berpeganglah Pada Hak dan Kewajibanmu
Praktek menggeser batas tanah sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ada pihak-pihak tertentu yang dengan curang menggeser batas tanah atau patok yang telah dibuat dari si pemilik yang sah. Padahal praktek tersebut dapat diancam pidana. (Pasal 383 KUHP) Larangan tentang menggeser batas tanah milik orang lain pun sudah disampaikan oleh Musa pada zaman lampau. Larangan ini bermaksud agar bangsa Israel tidak semena-mena terhadap milik sesamanya. Dan apabila Israel melanggar perintah tersebut akan membawa konsekuensi buruk bagi kehidupan mereka yakni kutuk. Kutuk ini disampaikan oleh imam dan akan disahut dengan kata “amin” oleh segenap umat Israel (ay.17). Hal ini dilakukan agar umat Israel hidup taat sesuai perintah Tuhan (UI.30:19). Pesan nas ini bagi kita adalah bahwa kita tidak boleh menggeser batas tanah orang lain sebagai pemilik sah karena hal itu bukanlah perbuatan kebenaran. Tindakan tersebut dapat saja mendatangkan persoalan yang berujung pada hukuman pidana. Tentu kita tidak menginginkan hukuman Tuhan. Maka mari kita berlaku jujur di hadapanNya, termasuk jujur terhadap batas-batas tanah.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup dalam kebenaran, dengan tidak menggeser batas tansh yang
telah dibuat, amin.

*: SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 09 – 15 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Air menjadi Sumber Kehidupan

Minggu, 09 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 2: 19-22

Elisa menyehatkan air di Yerikho
19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi." 20 Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. 21 Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." 22 Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.

Air adalah Sarana Memulihkan Kehidupan
Salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah air. Fungsi air bagi tubuh adalah untuk menyeterilkan dan membersihkan organ tubuh, mengedarkan sari makanan ke semua sel tubuh, dan juga membuang sampah beracun dari tubuh. Dalam nas bacaan hari ini dikisahkan tentang mujizat yang Elisa lakukan yakni membuat air Yerikho kembali menjadi sehat. Yosua 6:26 mengatakan bahwa orang yang membangun kembali kota Yerikho akan terkutuk dan akan kehilangan anak sulung dan anak bungsunya.Para penduduk kota juga terkena dampak karena mereka pun kehilangan anak-anak yang belum dilahirkan karena ibu mereka mengalami keguguran. Meski letak kotak itu strategis, namun airnya tidak baik. Tuhan berfirman melalui Elisa (ay. 21) bahwa Dia sudah menyehatkan memulihkan kembali air di kota Yerikho. Akta pemulihan itu dilakukan Elisa dengan memberikan gambar ke dalam air itu. Air yang disehatkan kembali adalah tanda kemurahan Tuhan bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. Tuhan memakai media air untuk memulihkan kehidupan bangsa sebab ada generasi baru yang diselamatkan. Kita sungguh bersyukur atas anugerah air yang Tuhan sediakan di atas muka bumi. Ketersediaan air ini tidak semuanya dapat
dikonsumsi.. Air bersih akan semakin berkurang. Menjadi panggilan kita semua untuk menjaga dan merawat alam, pohon-pohon dan sumber-sumber air bersih dengan baik. Jangan mengotori air dengan sampah dan menggunakannya dengan sebebas-bebasnya tanpa memikirkan kebutuhan orang lain.

Doa: Tuhan terima kasih untuk air yang kami nikmati dalam hidup setiap hari. Amin.

Senin, 10 Juni 2024

bahan caan : 2 Raja-Raja 5:8-14

8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Air yang Menjadi Berkat
Iman adalah kemampuan untuk percaya pada apa yang tidak bisa kita lihat, sehingga terbebas dari ketakutan yang menjebak dan mengurung. Bagi hamba perempuan yang memberi saran kepada Naaman untuk bertemu dengan Elisa, penyakit Naaman bisa sembuh asalkan Naaman mau datang kepada sang nabi, itulah kebenarannya. Kisah Naaman disembuhkan ini mengingatkan bahwa percaya atau beriman saja tidak cukup. la percaya nabi Elisa di Israel bisa menyembuhkan sakit kustanya. Naaman berangkat dengan surat pengantar resmi atasannya, Raja Aram, lengkap dengan segala kegagahan militer dan harta persembahannya untuk “membeli” kesembuhan dan Allah Israel, tetapi pada akhirnya Naaman malah marah dan terhina. Elisa menyuruhnya “hanya” mandi di sungai Yordan tujuh kali. Apa susahnya perbuatan ini? Hampir saja Naaman luput dari anugerah kesembuhan, seandainya dia tetap marah dan tidak menaati perintah Elisa. Namun akhirnya ia mau mandi di sungai dan memperoleh kesembuhan. Kita percaya dalam iman bahwa air adalah juga sarana yang Tuhan pakai untuk proses kesembuhan. Dengan kuasa-Nya Tuhan bisa memakai media apapun termasuk air untuk menyatakan kasih dan pemulihan bagi yang berharap kepadaNya. Angkat hati dan minta Tuhan memberkati air untuk pemulihan.

Doa: Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat. Amin.

Selasa, 11 Juni 2024

bahan bacaan : Keluaran 15:22-27

Di Mara dan di Elim
22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. 24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" 25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, 26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau." 27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Air adalah Kebutuhan
Kurang lebih 60% dari total berat tubuh manusia adalah air/cairan, karenanya tak heran cairan menjadi zat yang sangat penting untuk membantu tubuh kita agar tetap sehat sehingga dapat menunjang kehidupan dan aktivitas setiap hari. Air menjadi kebutuhan hidup yang sangat penting bagi manusia. Keluaran 15:22-27 mengisahkan tentang peristiwa setelah penyeberangan Laut Merah, bangsa Israel mulai bersungut-sungut karena kekurangan air minum yang layak untuk dikonsumsi. Mereka mengkritik dan menyalahkan Musa, karena tidak memberikan solusi yang memadai terhadap masalah kekurangan air. Meresponi semua persungutan dan keluhan mereka, Musa berbalik kepada Tuhan dan berdoa. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan Musa selain menyerahkan persoalan krisis air ini kepada Tuhan. Tuhan dengan kemurahan hati-Nya memberikan solusi atas kekurangan air tersebut. Musa diperintahkan untuk melemparkan kayu ke dalam air yang pahit, dan air itu menjadi manis sehingga dapat diminum oleh bangsa Israel. Di tengah kondisi padang gurun yang gersang sekalipun, Tuhan dapat menyediakan air. Maka keberadaan air bersih yang hingga hari ini dapat kita nikmati, adalah bukti kemurahan hati Tuhan yang harus kita dayagunakan dengan baik demi keberlanjutan hidup. Air adalah sumber kehidupan. Mari jaga dan bersihkan sumber-sumber air bersih yang ada di sekitar lingkungan tempat kita tinggal.

Doa: Tuhan kiranya kami bertanggungjawab menjaga sumber-sumber air demi kehidupan yang berlanjut. Amin.

Rabu, 12 Juni 2024

bahan bacaan : Keluaran 17:1-7

Di Masa dan di Meriba
Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. 2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" 3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?" 4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" 5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. 7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Jangan Bertengkar Soal Air
Dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian, bangsa Israel berpindah-pindah hingga sampai di Rafidim. Di situ tidak ada air untuk diminum, lalu mereka mulai panik. Mereka tidak menyadari bahwa di persinggahan sebelumnya Allah selalu menyediakan air. Mereka tidak meyakini bahwa Allah juga akan menyediakan air bagi mereka di Rafidim. Pemeliharaan dan kebaikan Allah sepanjang perjalanan mereka, dari Mesir sampai Rafidim, seolah-olah terhapus begitu saja oleh masalah ketiadaan air. Musa terpancing dengan aksi bangsa itu, lalu dengan berteriak-teriak bertanya kepada Tuhan. Sebab ia khawatir kalau bangsa itu akan mencelakainya. Tuhan pun masih berkenan memakai Musa melakukan mukjizat untuk menolong umat-Nya. Musa berjalan di depan bangsa Israel dengan beberapa tua-tua dengan membawa tongkat menuju gunung Horeb, lalu memukul gunung batu dan keluarlah air sehingga bangsa Israel dapat meminumnya. Pertengkaran bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Salah satunya jika kebutuhan air tidak ada. Atau air yang ada tidak mencukupi kebutuhan banyak orang. Di tempat-tempat yang sulit mendapatkan air, kadangkala berebutan. Air yang disediakan pemerintah pun kadang-kadang jika tidak dijalankan satu dua hari, telah menimbulkan kesulitan dan persungutan bahkan pertengkaran. Ya, begitu pentingnya air bagi kehidupan. Tetapi jangan bertengkar karena air sebab Tuhanlah yang memberi air dan Tuhan tidak akan membarkan kehidupan binasa karena ketiadaan air.

Doa: Ya Tuhan, biarlah kami tidak bertengkar karena air. Amin.

Kamis, 13 Juni 2024

bahan bacaan : Bilangan 20:2-13

Miryam mati Dosa Musa dan Harun
2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun, 3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN! 4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ? 5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?" 6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. 7 TUHAN berfirman kepada Musa: 8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya." 9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. 10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" 11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." 13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

Tuhanlah yang Memberikan Air demi Memelihara Kehidupan
Tuhan Allah selalu menjaga keberlanjutan kehidupan seluruh ciptaan. Dalam nas ini disampaikan demikian, bahwa umat Israel yang melakukan perjalanan di padang gurun merasakan haus. Kehausan itu membuat mereka melakukan protes terhadap Musa dan Harun. Dalam pandangan bangsa Israel, sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah maka Musa dan Harun harus bertanggung jawab atas situasi krisis yang terjadi. Menyikapi kondisi itu maka Musa dan Harun memohon kepada Allah di pintu Kemah Pertemuan agar berkenan memberikan air, sehingga mereka dapat bertahan hidup. Dalam keadaan itu, hakekat Tuhan sebagai Allah yang merawat kehidupan dinampakan. Allah memerintahkan untuk mengumpulkan umat dan menyampaikan kepada bukit batu untuk mengeluarkan air. Perintah tersebut agar menjadi pengingat kebenaran, bahwa Allah yang memberi air sebagai bentuk pemeliharaan-Nya. Ironinya, Musa dan Harun justru mempertanyakan di depan umat: apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?. Pertanyaan itu adalah bentuk ketidakpercayaan dan keraguan atas pemeliharaan Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga meragukan kebenaran bahwa Allah akan tetap menolong dan memelihara hidup kita? Percayalah, bahwa Allah tidak akan meninggalkan ciptaan-Nya sendiri. Allah yang telah mencipta adalah Allah yang terus menuntun dan memelihara kehidupan dengan selalu menyediakan air bagi kebutuhan ciptaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, kami percaya. bahwa Engkau yang menciptakan air untuk terus menuntun dan memelihara ciptaan-Mu. Amin.

Jumat, 14 Juni 2024

bahan bacaan: Yehezkiel 47:1-12

Sungai yang keluar dari Bait Suci
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. 4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. 6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. 7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. 11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Aliran Air Sehat Membawa Kehidupan bagi Semua Makhluk
Seorang penyair dan penulis novel asal Skotlandia yang bernama Charles Mackay pernah menyampaikan, bahwa ” Air adalah ibu dari pokok anggur, perawat dan sumber kesuburan, penghias dan penyegar dunia”. Ungkapan Mackay sesungguhnya memberikan kesadaran kepada kita semua, bahwa air adalah salah satu sumber utama kehidupan. Dengan aliran air yang sehat maka kehidupan seluruh ciptaan dapat terus diperjuangkan. Teks Yehezkiel 47:1-12 sebagai kumpulan penglihatan zaman baru bangsa Israel menampilkan gagasan yang sama, bahwa aliran sungai yang keluar dari Bait Suci mampu memberikan kehidupan kepada seluruh ciptaan. Ungkapan “Bait suci” yang terus diulangi dalam teks Yehezkiel 47 hendak memberikan penegasan bahwa air yang membawa kehidupan bersumber dari Allah, sebab Bait Suci adalah kediamaan-Nya. Sebagai implikasi etis maka umat perlu menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Sesungguhnya, ketergantungan kepada air memberi penyadaran akan pentingnya penyerahan diri kepada Allah dan kerelaan melakukan perintah-Nya. Nilai yang sama perlu kita maknai di masa kini, bahwa kehidupan yang berkelanjutan dari seluruh ciptaan akan diperoleh hanya melalui intimitas dengan Allah, yaitu: menyerahkan hidup secara total kepada Allah dan kesediaan untuk melakukan seluruh kewajiban dan perintah-Nya, termasuk merawat air agar tetap sehat, bersih dan tersedia dari waktu ke waktu.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu melakukan kehedandak-Mu. Amin.

Sabtu, 15 Juni 2024

bahan bacaan ; Kejadian 24: 10-21

10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor. 11 Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air. 12 Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. 13 Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. 14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." 15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya. 16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. 17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu." 18 Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum. 19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum." 20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu. 21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.

Air Mesti dimanfaatkan untuk Kepentingan Bersama
Kerelaan untuk berbagi penting dimiliki setiap orang percaya. Teks Kejadian 24: 10-21 secara lugas menjelaskan tentang pertemuan Ishak dan Ribka. Dan sesungguhnya menarik karena pertemuan mereka digambarkan dalam ruang berbagi hidup yang tulus. Ishak pada waktu itu membutuhkan Air dan Ribka ditampilkan sebagai sosok yang memanfaatkan air sebagai sarana berbagi hidup untuk kepentingan bersama. Bahkan secara jelas ditampilkan, bahwa Ribka tidak hanya berbagi kehidupan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada ciptaan lainnya, hewan peliharaan Ishak (bnd. Ay. 19-20). Totalitas dan ketulusan Ribka untuk berbagi semakin terlihat ketika ia berlari kedua kalinya ke sumur, menimba air dan memastikan, bahwa unta-unta Ishak puas meminumnya. Kita yang terus hidup di masa kini, patut belajar dari ketulusan Ribka untuk berbagi sumber kehidupan dengan sesama dan ciptaan lainnya. Kita diingatkan untuk senantiasa memperjuangkan kepentingan dan keberlanjutan hidup bersama, dibandingkan mementingkan hidup sendiri. Percayalah, bahwa Allah Sang Sumber Berkat itu tidak akan membuat kita berkekurangan ketika dengan tulus kita memutuskan untuk menolong sesama.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk memanfaatkan air untuk kepentingan bersama. Amin.

*SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 02 – 08 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Berhikmat menghadapi Krisis Pangan

Minggu, 02 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 41:37-57

Yusuf di Mesir sebagai penguasa
37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. 38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" 39 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. 40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." 41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." 42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. 43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. 44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir." 45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. 46 Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir. 47 Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu, 48 maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu. 49 Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung. 50 Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. 51 Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." 52 Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku." 53 Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu, 54 mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti. 55 Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." 56 Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. 57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.

Berhikmat Menghadri Krisis Pangan
Dalam beberapa kali sambutan yang disampaikan oleh bapak Penjabat Walikota Ambon di kegiatan-kegiatan gereja, beliau mengatakan bahwa tahun ini memiliki tantangantersendiri. Ada 3 tantangan yang menurut beliau akan kita hadapi di tahun ini yaitu: pertama, perubahan iklim yang menyebabkan krisis pangan dan air bersih. Kedua, ketidakpastian arah geoplitik dan ketiga, disrupsi pasokan energy global. Semua tantangan ini akan memberikan dampak langsung bagi kita. Kenaikan harga-harga barang, merosotnya nilai tukar rupiah dan sebagainya. Menghadapi berbagai tantangan ini pemerintah akan tetap memperkuat peran pemberdayaan. Kisah yang kita baca hari ini, memperlihatkan pula cara Yusuf yang pada waktu itu menjadi penguasa di Mesir, untuk bertindak ketika menghadapi krisis kelaparan. Dengan kemampuan dan hikmat yang dimilikinya, ia berupaya menyimpan gandum selama tahun-tahun kelimpahan, sebagai antisipasi ketika datangnya tahun-tahun kelaparan di Mesir. Dengan caranya ini ia berhasil menolong rakyat yang dipimpinnya termasuk bangsa-bangsa lain diseluruh bumi yang datang meminta bantuan kepadanya. Mari kita berhikmat menghadapi krisis pangan ini dengan mengupayakan berbagai gerakan, dimulai dari keluarga: menanam, melaut, memasarkan, menabung, mengelola dan mengendalikan diri, menjaga dan melestarikan alam.

Doa: Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami kuat menghadapi berbagai krisis kehidupan, amin.

Senin, 03 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 47: 13-17

Tindakan Yusuf
13 Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab kelaparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu. 14 Maka Yusuf mengumpulkan segala uang yang terdapat di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, yakni uang pembayar gandum yang dibeli mereka; dan Yusuf membawa uang itu ke dalam istana Firaun. 15 Setelah habis uang di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, datanglah semua orang Mesir menghadap Yusuf serta berkata: "Berilah makanan kepada kami! Mengapa kami harus mati di depanmu? Sebab tidak ada lagi uang." 16 Jawab Yusuf: "Jika tidak ada lagi uang, berilah ternakmu, maka aku akan memberi makanan kepadamu sebagai ganti ternakmu itu." 17 Lalu mereka membawa ternaknya kepada Yusuf dan Yusuf memberi makanan kepada mereka ganti kuda, kumpulan kambing domba dan kumpulan lembu sapi dan keledainya, jadi disediakannyalah bagi mereka makanan ganti segala ternaknya pada tahun itu.

Bertindak Cepat dan Cerdas Menghadapi Krisis
Berhadapan dengan krisis kelaparan yang melanda Mesir dan Kanaan, kebijakan penyelamatan sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Yusuf bagi Mesir, ia menyimpan semua uang hasil pembelian gandum dan membawanya ke dalam istana. Ketika semua uang dan persediaan makanan telah habis, masyarakat mendatanginya sebagai penguasa untuk memohon bantuan. Melalui transaksi penjualan ternak yang diganti dengan bahan makanan, Yusuf membantu rakyatnya dari krisis pangan dan kelaparan. Sebagai seorang penguasa siapapun dia,sangat diharapkan akan bertindak dengan cepat
dan cerdas untuk menolong rakyatnya ketika mereka berhadapan dengan tantangan dan krisis. Belajar dari apa yang dilakukan oleh Yusuf sewaktu ia menjadi penguasa di Mesir. Kemampuan untuk bertindak cepat dan cerdas akan menolong meringankan penderitaan yang dialami rakyat. Sebagai orang percaya, kita mesti memiliki kemampuan untuk bertindak cepat dan cerdas menghadapi berbagai krisis yang terjadi dalam kehidupan. Dalam keluarga, utamakanlah membeli sesuatu yang menjadi prioritas dan kebutuhan. Menabung untuk masa depan, menjaga dan mengelola segala sumber daya alam yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Tetaplah berserah kepada Tuhan yang memberi kekuatan dan pertolongan untuk melalui semua krisis tersebut.

Doa: Tuhan, kami mau menyalurkan kasih dan berkat-Mu bagi sesama, amin.

Selasa, 04 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 47:18-26

18 Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami. 19 Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus." 20 Lalu Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Firaun, sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya, karena berat kelaparan itu menimpa mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Firaun. 21 Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah mereka di daerah Mesir dari ujung yang satu sampai ujung yang lain. 22 Hanya tanah para imam tidak dibelinya, sebab para imam mendapat tunjangan tetap dari Firaun, dan mereka hidup dari tunjangan itu; itulah sebabnya mereka tidak menjual tanahnya. 23 Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: "Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu. 24 Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu." 25 Lalu berkatalah mereka: "Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun." 26 Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa seperlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; hanya tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.

Berjuang Mengatasi Krisis
Pelajaran penting kita dapati dari Yusuf ketika ia bertindak untuk menyelamatkan keluarganya dan bangsa Mesir dari krisis pangan yang menyebabkan kelaparan. Kondisi negeri itu demikian parahnya karena bencana itu. Sebagai orang kepercayaan Firaun, ia diberi tanggungjawab menanggulangi bencana ini sesuai dengan rencana yang disingkapkan dari mimpi Firaun. Yusuf menunjukkan kecakapannya dengan mengambil kebijakan yang memperkokoh dan memperkaya kerajaan pada satu sisi, tetapi juga menolong rakyat Mesir dari kelaparan. Kesepakatan yang dibuat bersama kala itu adalah hasil tanah milik rakyat, seperlima menjadi milik Raja, tetapi hasil empat bagian sisa tetap menjadi hak mereka. Kesepakatan itu meringankan penderitaan rakyat. Karena itu rakyat menyampaikan kepada Yusuf, “Engkau telah memelihara hidup kami, asal kiranya kami mendapat kasih tuanku.” Yusuf telah bertindak sebagai saluran berkat di tengah bangsanya. Dalam situasi serba sulit, penuh krisis dan tantangan, kita dapat dipakai Tuhan sebagai alat-Nya, agar berkat-Nya tercurah bagi banyak orang. Kiranya kasih kita tidak berkurang meski ada di tengah krisis kehidupan.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami untuk terus hidup menjadi berkat bagi banyak orang, amin.

Rabu, 05 Juni 2024

bahan bacaan : 1 Raja-raja 18:1-6

Obaja, pegawai Ahab, bertemu dengan Elia
Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi." 2 Lalu pergilah Elia memperlihatkan diri kepada Ahab. Adapun kelaparan itu berat di Samaria. 3 Sebab itu Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan TUHAN. 4 Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka. 5 Ahab berkata kepada Obaja: "Jelajahilah negeri ini dan pergi ke segala mata air dan ke semua sungai; barangkali kita menemukan rumput, sehingga kita dapat menyelamatkan kuda dan bagal, dan tidak usah kita memotong seekorpun dari hewan itu." 6 Lalu mereka membagi-bagi tanah itu untuk menjelajahinya. Ahab pergi seorang diri ke arah yang satu dan Obaja pergi ke arah yang lain

Menolong Orang Lain di Tengah Krisis
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi keadaan genting atau krisis dalam hidupnya. Apapun caranya, kita diminta untuk bersikap bijaksana atau berhikmat dalam menghadapi krisis. Dari nas bacaan hari ini kita bisa belajar tentang bagaimana berhikmat menghadapi krisis. Obaja, seorang yang dibesarkan dalam takut akan Tuhan. Sebagai pegawai raja Ahab, ia tahu semua tindakan di istana. Ketika melihat rencana pembunuhan nabi-nabi Tuhan oleh ratu Izebel, ia menganggapnya sebagai tindakan yang jahat dan bertentangan dengan kehendak Tuhan. la diam-diam menyembunyikan seratus nabi Tuhan dan mencukupkan kebutuhan harian mereka dengan makanan dan minuman. Semua dilakukannya karena rasa takut akan Tuhan. la bisa saja terbunuh tetapi ia telah memilih untuk menyelamatkan kehidupan orang lain. Itulah hikmat yang dimiliki Obaja. Maka berhikmat menghadapi berbagai krisis termasuk krisis pangan, dapat dilakukan oleh semua orang yang takut akan Tuhan, melalui cara melindungi kehidupan orang lain. Pada kita masing-masing, ada potensi dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk menolong menyelamatkan orang lain dari krisis kehidupan yang berat. Orang yang takut Tuhan dengan cara melindungi kehidupan orang lain, akan mendapatkan jalan keluar tatkala berhadapan dengan krisis.

Doa: Ya Tuhan, ajari kami untuk menolong orang lain meski krisis kehidupan melanda, amin.

Kamis, 06 Juni 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 11:27-30

27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Bersama Kita Kuat Menghadapi Berbagai Krisis
Banyak krisis yang terjadi dalam kehidupan dapat diselesaikan secara bersama. Kebersamaan telah menjadi kekuatan yang menggerakan semua orang untuk terlibat mengulurkan tangan. Hal itu pun nyata terbukti dalam kisah ini. Seorang dari para rasul yang bernama Agabus telah menerima karunia bernubuat dari Roh Kudus. la berdiri dan menubuatkan tentang bencana kelaparan (ay. 28). Menyikapi peringatan Agabus dalam nubuatannya itu, menggerakkan murid-murid untuk mengumpulkan sumbangan sesuai kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara di Yudea (ay. 29). Hal yang sama pula dilakukan dan dikirimkan kepada penatua-penatua melalui Barnabas dan Saulus (ay. 30). Hal ini memperlihatkan bahwa sekalipun kelaparan akan melanda dunia seperti yang disampaikan Agabus, akan tetapi murid-murid di Antiokhia telah mengantisipasinya. Mereka tidak mementingkan diri mereka sendiri melainkan juga berusaha menolong orang lain. Tindakan murid-murid di Antiokhia menghadapi krisis kelaparan yang terjadi secara bersama, menunjukkan langkah yang tepat dan berhikmat. Kisah ini mengingatkan kita pula untuk menghadapi berbagai krisis kehidupan ini secara bersama. Ya, hanya dalam kebersamaan kita dapat menolong meringankan beban penderitaan orang-orang yang sedang kesusahan.

Doa: Kami mau mengulurkan tangan bagi yang miskin dan terancam krisis. Amin.

Jumat, 07 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 4:38-41

Maut dalam kuali
38 Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: "Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu." 39 Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya. 40 Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: "Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!" Dan tidak tahan mereka memakannya. 41 Tetapi berkatalah Elisa: "Ambillah tepung!" Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.

Memakai Hikmat dalam Bertindak
Elisa memerintahkan mereka untuk mengambil tepung lalu dilemparkan ke dalam kuali dan kuali itu menjadi bebas dari racun tadi. Sepertinya ini adalah hal yang kecil, tetapi jika kita mengingat situasi yang terjadi pada waktu peristiwa ini terjadi, barulah kita memahami betapa pentingnya tanda mujizat ini. Ayat 38 mengatakan bahwa ada kelaparan di negeri. Di tengah-tengah kelaparan inilah kuali makanan menjadi sangat berharga. Tanpa masakan dalam kuali itu mereka akan kelaparan. Inilah yang menjadikan tanda mujizat itu sangat penting, sebab tanda itu menyatakan belas kasihan Tuhan yang dinyatakan tepat pada waktunya. Ketika kebutuhan dari umat-Nya sangat besar, Tuhan memberikan pertolongan-Nya. Tuhan tidak pernah memalingkan wajah-Nya dari umat yang dikasihi-Nya. Dia terus menjaga dan mengawasi sehingga tidak ada satu pun peristiwa yang dialami oleh umat-Nya yang luput dari pengamatan-Nya. Tuhan memakai Elisa untuk menolong para nabi yang dipimpinnya. Setelah itu dia jugalah yang menyediakan makanan di dalam kuali untuk dimasak dan dimakan bersama. Menghadapi berbagai krisis dalam kehidupan kita pun dapat dipakai oleh Tuhan sama seperti Elisa. Kita dapat mengerjakan apa yang bisa dikerjakan berdasarkan potensi sumber daya dan kemauan yang dimiliki di dalam diri. Kita pun dapat menggunakan nilai kearifan local sebagai wujud hikmat dalam menyikapi krisis yang terjadi.

Doa: Bapa, berikan kami hikmat agar kami selalu bertidak dalam kehendakMu. Amin.

Sabtu, 08 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 4:42-44

Memberi makan seratus orang
42 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan." 43 Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya." 44 Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.

Berhikmat dalam Memberi
Mujizat roti yang dibuat Elisa merupakan tanda penyertaan Tuhan. Di tengah-tengah keterbatasan makanan, kuasa Tuhan tetap tidak terbatas. Jika Elisa mau menghitung-hitung, maka dia akan berpikir bahwa 20 roti mungkin hanya memadai untuk jaminan dia dan hambanya dapat makan selama seminggu. Tetapi yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana golongan nabi yang seratus orang itu bisa makan kenyang. Dia tidak memikirkan haknya sendiri dan tidak memikirkan kepentingannya sendiri. Dia melihat krisis yang sedang terjadi itu sebagai derita bersama, karena itu dengan berhikmat ia menyikapinya dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dalam hidup ini, cara Tuhan menolong tidak terbatas pada apa yang ada. Tuhan akan memelihara umat-Nya dengan apa yang ada. Berkat Tuhan tidak mungkin kurang. Itulah sebabnya Ibrani 13:5 mengatakan bahwa kita harus belajar untuk mencukupkan diri kita dengan apa yang ada pada kita. pengalaman beriman dari Elisa ini memberi pelajaran penting agar kita Jangan menjadi serakah dan jangan kehilangan iman. Apa yang Tuhan berikan, bukan hanya cukup untuk keperluan diri, keluarga, jemaat, gereja, tetapi juga untuk menolong orang lain dalam kehidupan bersama. Tuhan pasti akan memelihara kehidupan kita semua, tetapi Dia melakukan itu melalui kita sebagai saluran-Nya. Kita tidak dipanggil untuk meminta kemurahan, tetapi kita dipanggil untuk menjadi menunjukkan kemurahan itu dalam kehidupan bersama yang lain.

Doa: Tuhan ajarlah kami bermurah hati sama seperti-Mu dalam hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM


Santapan Harian Keluarga, 26 Mei – 01 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Roh Kudus Pembentuk Karakter Injili

Minggu, 26 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 6:1-10

Paulus dalam pelayanannya
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. 2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. 4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, 5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; 6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; 7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela 8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, 9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; 10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Dengan Kasih Karunia Allah Teruslah Berkarya
Sia-sia berarti tidak menghasilkan manfaat seperti yang telah direncanakan Lalu, apa makna membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia?. Artinya menerima kasih karunia Allah tetapi kemudian menghalangi bekerjanya kasih karunia itu di dalam kehidupannya. Dengan keberaniannya, Paulus membuktikan integritasnya sebagai hamba yang tidak menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan. Yang pertama, Paulus tidak pemah melakukan hal yang bisa membuat orang lain tersandung, dimana sikap dan tindakannya selalu menunjukkan bahwa dia takut akan Tuhan. Kedua, sikap yang dia tunjukkan pada waktu menanggung kesulitan dan penderitaan adalah Paulus tidak bersungut bahkan tidak menghindari penderitaan tersebut. Dia justru bersusah payah dalam pertumbuhan rohaninya dimana dia terus berjaga-jaga dengan berdoa dan berpuasa. Ketiga, Paulus menjaga kemurnian, sabar, murah hati dan tidak munafik. Keempat, semua kualitas rohani ada pada Paulus yang secara konsisten, dalam segala keaadaan ia mengandalkan penyertaan Roh Kudus. Bandingkan apa yang kita alami dengan apa yang harus ditanggung Paulus. Tentu belum ada apa-apanya. Namun, janagan mudah menyerah kemudian mundur. Bergantunglah terus kepada Allah, berdoa meminta hikmat dan kekuatan dari-Nya untuk terus berkarya.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk terus bersaksi tentang Injil Mu. Amin.

Senin, 27 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:22-29

Jawab kepada Antiokhia
22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. 23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. 24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. 25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Pemecahan Masalah
Menjadi pemimpin tanpa hikmat Tuhan dapat mengaburkan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang pelik. Bagaimana seharusnya para pemimpin bersikap untuk mengambil keputusan yang tepat ? Melalui kisah yang terjadi di jemaat Antiokhia, kita dapat memahami bagaimana seharusnya menyelesaikan permasalahan di jemaat. Penjelasan dan usulan dari Yakobus membuat para penganut Yudaisme tidak bisa membantah lagi. Maka sidang memutuskan untuk membuat klarifikasi atas kekisruhan yang timbul di dalam jemaat Antiokhia akibat pengajaran yang tidak sesuai dari kaum Yudaisme. Klarifikasi dilakukan melalui dua cara. Yang pertama melalui surat dan yang kedua adalah melalui kedatangan Yudas dan Silas yang menyertai Paulus dan Bamabas. Mereka adalah pemimpin dan nabi. Surat itu menjawab dua isu penting yang menjadi permasalahan, yaitu status rohani dari orang-orang non Yahudi yang tidak disunat dan peraturan mengenai persekutuan dengan orang-orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen. Surat ini memperlihatkan keseimbangan antarakesatuan di dalam Kristus dan penghargaan terhadap pemberdaan budaya. Dan melalui peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa kebenaran injil dan kasih kristiani diutamakan dalam pemecahan masalah. Karena dalam situasi demikian Roh Kudus bekerja memulihkan hubungan serta pemahaman yang salah yang di bawah ke dalam tubuh Kristus melalui infiltrasi yang tidak benar.

Doa : Tuhan, berilah kami Roh Kudus supaya bijak dan menghadapi masalah hidup, amin

Selasa, 28 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:30-34

30 Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. 31 Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan. 32 Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka. 33 Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya. 34 (Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.)

Keputusan yang Menghasilkan Sukacita
Untuk mengambil keputusan dalam setiap persoalan terutama di dalam jemaat dibutuhkan untuk duduk bersama dan menyelesaikan setiap persoalan dengan sebuah keputusan yang mendatangkan sukacita bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh jemaat di Antiokhioa. Setelah mereka membaca isi surat dan bertemu langsung dengan para utusan dari Yerusalem mereka bersukacita, terhibur dan dikuatkan. Kesalahpahaman yang ada di antara mereka pun dapat diselesaikan dengan baik. Dengan mengacu pada isi surat dan kehadiran para pemimpin di Yerusalem dengan kehendak Tuhan, jemaat di Antiokhia bisa mengatasi konflik pengajaran yang berbeda. Mereka pun tahu bagaimana menjalankan kehidupan yang kudus sesuai dengan firman Tuhan. Dan ini merupakan bukti bahwa keputusan dan pengimplementasiannya telah dilakukan secara bijak dan sehat. Dari pengalaman krisis jemaat Antiokhia, kita melihat bahwa perselisihan internal gereja yang mengikuti pimpinan Tuhan akan mendatangkan persatuan dan kesatuan. demikian pula halnya kita yang ada di saat ini, mampu memutuskan tetap taat dan setia untuk terus mewartakan syaloom Allah bagi sesama.

Doa: Tolong kami dapat menyelesaikan masalah apapun dengan baik, ya Tuhan. Amin.

Rabu, 29 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:35-41

Perselisihan antara Paulus dan Barnabas
35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan. 36 Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka." 37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. 40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Aku beda, balehkan?
Kisah dalam nas ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi gereja sepanjang segala abad dan tempat untuk belajar berbeda secara dewasa dan bertanggung jawab. Yang menarik untuk diamati adalah adalah bahwa Paulus dan Barnabas mampu melihat pokok permasalahan secara objektif dan melokalisir perselisihan tajam, sehingga tidak merambah ke pribadi ataupun pelayanan mereka. Perselisihan yang terjadi di antara mereka tidak menghambat pelayanan mereka dan merugikan jemaat. Sebaliknya pelayanan mereka berdua pun tetap memberikan berkat bagi jemaat-jemaat yang dilayani. Bahkan berpisahnya Paulus dan Barnabas memungkinkan terbentuknya 2 tim pelayanan yang solid, yang dipimpin oleh orang-orang yang berdedikasi dan bermotivasi tinggi bagi injil. Dan bagi kita yang masih terus setia melayani, berbeda pendapat itu boleh saja. Asalkan perbedaan itu tidak membuat kita menjadi orang yang pasif untuk tidak lagi melayani melainkan dengan perbedaan yang ada memampukan untuk bersama di dalam Tuhan menyatakan injil kebenaran Allah bukan hanya dalam kata melainkan juga dalam perbuatan. Karena dengan begitu jemaat pun akan semakin bertumbuh di dalam kasih karunia Allah.

Doa: Janganlah perbedaan menghambat pelayanan dan pemberitaan injil kebenaranMu Ya Tuhan. Amin.

Kamis, 30 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:1-9

Paulus di Tirus dan di Siprus
Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 2 Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. 3 Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. 4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. 5 Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa. 6 Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah. 7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. 8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. 9 Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat

Pakailah Waktu Anugerah TuhanMu
Rasul Paulus pun menyadari betapa waktu itu begitu penting. Maka setelah perpisahan yang berat dengan para penatua di Efesus, Paulus dan rekan-rekannya segera melanjutkan perjalanan mereka. Ayat 1-7 memperlihatkan bahwa bagaimana mereka terus bergerak tanpa henti. Mereka menggunakan setiap kesempatan yang ada di setiap tempat yang disinggahi kapal yang mereka tumpangi untuk mengunjungi, melayani dan bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Paulus dan rekan-rekannya tidak menyia-nyiakan waktu sebagai kesempatan berharga untuk menyatakan kasih dan kepedulian mereka terhadap jemaat. Mereka mau mengetahui keadaan saudara-saudara seiman dan menyaksikan karya Tuhan melalui para hamba-Nya sebagaimana Filipus dan keempat anak gadisnya yang memiliki talenta khusus dalam melayani Tuhan. Mereka juga tidak lupa menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Karena mereka tahu, perjalanan mereka tidak akan berhasil tanpa campur tangan Tuhan. Hidup ini begitu singkat dan kesempatan tidak selalu ada. Maka manfaatkanlah waktu yang diberikan Tuhan dengan bijak sebagai satu kesempatan emas untuk bersekutu, melayani dan memberitakan injil serta menyatakan kepedulian dan kasih terhadap mereka yang menderita.

Doa: Ajarlah kami menghargai waktu pemberianMu ya Tuhan. Amin.

Jumat, 31 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 10 :12-18

Pendapat Paulus tentang dirinya
12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! 13 Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga. 14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu. 15 Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami. 16 Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka. 17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." 18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Bangga Diri Karena Hasil Pekerjaan yang Jujur
Perikop hari ini menceritakan tentang sekelompok orang di Korintus yang membanggakan diri atas pertumbuhan jemaat korintus. Mereka bermegah dengan menjadikan diri sendiri sebagai pusat untuk mengukur segala sesuatu. Paulus menyebut mereka bodoh! Mereka membanggkan sesuatu yang bukan hasil kerja mereka dan bermegah atas hasil kerja orang lain, yang mereka akui sebagai hasil pekerjaannya. Padahal itu adalah hasil kerja Paulus bersama dengan teman sekerjanya. Ini artinya bermegah dengan penuh kebohongan. Paulus kemudian menjelaskan bahwa kebanggaan yang benar adalah karena ada iman yang tumbuh akibat pemberitaan injil. Ini menyebabkan Paulus memiliki kesempatan lebih besar untuk melayani di tempat yang lebih luas lagi. Bermegah bukanlah suatu tindakan yang salah. Namun, Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa jika mereka bermegah hendaklah mereka bermegah di dalam Tuhan. Maksudnya, kemegahan ini seharusnya tidak terlepas dari kesadaran bahwa keberhasilan yang dicapai adalah berkat campur tangan Tuhan. Kemegahan itu seharusnya terjadi juga merupakan kemegahan karena prestasi yang dihasilkan dari kerja keras, yang tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Jadi bukan keberhasilan oleh karena kebohongan dan manipulasi. Jadi bangga diri tidaklah salah. Tetapi hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan, karena kebanggaan yang terlepas dari kesadaran akan campur tangan Tuhan akan berubah menjadi keangkuhan.

Doa: Biarlah aku bermegah karena semua prestasiku adalah karunia dari Tuhan. Amin

Sabtu, 01 Juni 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:10-14

10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. 11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain." 12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. 13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus." 14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"

Rela Menderita dan Mati Karena Nama Tuhan Yesus
Agabus adalah nabi yang pernah bernubuat tentang kelaparan di Yerusalem dan hal itu terjadi, sehingga jemaat-jemaat diminta untuk memberikan bantuan menghadapi masalah ini. Nabi ini pula menubuatkan tentang masalah besar yang akan dialami Paulus di Yerusalem, sebagaimana yang dijelaskan dalam nas bacaan hari ini. Paulus akan diikat dan menderita di Yeruselam. Bagaimana tanggapan Paulus terhadap nubuatan yang disampaikan nabi Agabus? la tak bergeming, bahkan sekalipun ada murid-murid dan rekan-rekan sepelayanan yang melarang Paulus untuk jangan pergi, namun dengan tegas ia berkata: “aku ini bukan hanya rela untuk diikat, melainkan rela mati di Yerusalem karena nama Tuhan Yesus”. Paulus tahu apa itu menderita, dia tahu bagaimana berkorban, dia tidak memandang nubuatan itu sebagai malapetaka. Karena dia tahu betul hidupnya hanya untuk Kristus dan mati itu adalah keuntungan. Karena itu, Paulus tidak mau mendengarkan nasehat dan nubuatan yang disampaikan dan pada akhimya membuat mereka menyerah lalu berkata “jadilah kehendak Tuhan!”. Keberanian sikap Paulus dan pengorbanannya bagi pekerjaan Tuhan menjadi teladan bagi kita semua selaku pengikut Tuhan. Karakter injili yang demikian sesungguhnya adalah buah dari karya Roh Kudus.

Doa: Ya Tuhan. beri kami keberanian untuk berkorban karena nama Tuhan Yesus, amin.

*SUMBER SHK BULAN MEI-JUNI 2024, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 Mei 2026

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Roh Kudus Memenuhi Kita Untuk Menggemakan Perbuatan Allah yang Besar

Minggu, 19 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para rasul 2:1-13

Pentakosta
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Roh Kudus Beranikan diri Untuk Bersaksi
Namanya Iren. Ia seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak. Bersama suaminya, seorang yang bertugas sebagai kolektan, mereka sangat setia beribadah. Suatu ketika dalam pendampingan Panitia Pemilihan Majelis Jernaat, Iren didatangi untuk dimintai kesediaan menjadi majelis jemaat. Iren menolak dengan alasan ia hanya lulusan SMP dan tidak punya kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak. Ia malu dan gugup bila harus berhadapan dengan orang banyak. Ia takut salah berdoa dan mempermalukan Tuhan. Namun dalam pertolongan Tuhan, Iren bersedia menerima tanggung jawab ini. Kini tanpa terasa, telah hampir 4 tahun ia melayani. Ternyata, Iren telah mampu melakukan tanggung jawab yang sebelumnya ditakutinya dengan segala baik. Jemaat yang dilayaninya juga merasa sangat diberkati melalui pelayanannya. Mereka mengakui bahwa Iren telah menjadi seorang ibu majelis jemaat yang bisa berbicara dengan lancar dan berani saat melayani ibadah. Iren juga mampu mendoakan jemaat sehingga mereka merasakan kekuatan doanya. Iren bisa melakukan semua ini karena pencurahan kuasa Roh Kudus. Roh Kuduslah yang telah memberikan Iren keberanian dalam memberitakan perbuatan Allah yang besar.

Doa: Ya Roh Kudus, beranikan kami memberitakan nama Yesus. amin

Senin, 20 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5:17-25

Rasul-rasul dilepaskan dari penjara
17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. 18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. 19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: 20 "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak." 21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. 22 Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, 23 katanya: "Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya." 24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. 25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak."

Dilepas Untuk Jadi Saksi
Pada awalnya para murid Yesus sering kali berkumpul untuk berdoa dan memecahkan roti. Mereka juga saling membagikan milik mereka, sehingga tidak ada yang kekurangan apapun. Semua orang selalu berkumpul bersama rasul-rasul di Serambi Salomo. Mereka disegani orang banyak. Termasuk oleh Imam Besar dan pengikut-pengikutnya. Kedengkian dan rasa iri hati, membuat mereka menangkap rasul-rasul dan memasukan dalam penjara kota. Tetapi kuasa Roh Kudus tidak bisa dibendung oleh kekuatan manusia. Penjara dibukakan dan rasul-rasul diperintahkan untuk tetap memberitakan kebanaran yakni Firman yang Hidup dalam Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian. Bukankah hidup ini terkadang tidak berbeda jauh dengan apa yang dialami para rasul? Penjara bisa dipahami sebagai kemelut hidup yang dihadapi entah terkait ekonomi, sosial, pendidikan dan lain-lain. Sebagai orang percaya, kita bisa saja dijerumuskan ke dalamnya. Tekanan hidup oleh orang-orang yang tidak percaya dan takut Tuhan pastinya akan kita hadapi. Tetapi marilah tetap belajar percaya, tidak ada satu penjara manapun yang bisa mengurung kebenaran bahwa Tuhan Yesus bangkit. Semua penderitaan adalah penjara yang akan mengiring pada kesaksian betapa kuasa Tuhan luar biasa dalam kehidupan kita. Untuk itu, setiap kesempatan yang masih tetap diterima harus dipergunakan sebaik-baiknya. Jangan pernah menyia-nyiakan hidup. Tuhan mengijinkan kita keluar dari penjara kehidupan, agar kita bisa tetap menjadi pekabar Injil yang setia. Belenggu kita dilepaskan agar melaluinya nama Tuhan akan tetap dimuliakan.

Doa: Ya Roh Kudus. lepaskanlah belenggu kami. Amin.

Selasa, 21 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para rasul 11:19-26

Barnabas dan Saulus ke Antiokhia
19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. 20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. 22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. 23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, 24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. 25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. 26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Karya Roh Kudus adalah Menyatukan
Ada beberapa postingan beredar di media sosial yang memprovokasi sehingga menghancurkan keutuhan hidup bersama baik dalam gereja maupun masyarakat. Sikap demikian tidak patut diteladani karena tidak menjadi alat kesaksian yang berguna. Yang diharapkan adalah kita semakin memaknai diri dan hakikat gereja sebagai sebuah persekutuan yang mencerminkan kasih Kristus dan bukan sebaliknya. Barnabas adalah sosok pekabar Injil yang layak dicontohi. Ia adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.Pekerjaan Roh Kudus memampukannya untuk membawa banyak orang percaya dan berbalik kepada Tuhan. la bersama Saulus membentuk persekutuan Kristen yang pertama. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang-orang yang telah diselamatkan dan diberikan tugas untuk memberitakan Injil kepada banyak orang. Ini bukanlah tugas yang mudah. Karena tantangan, penganiayaan dan penderitaan kapan saja mengiringi. Karena itu, mintakan selalu pertolongan kuasa Roh Kudus agar kita dapat melakukannya dengan baik melalui pelayanan di mana semua orang dipersatukan dan bukan sebaliknya menghancurkan persekutuan hidup bersama.

Doa: Ya Roh Kudus, satukanlah kami senantiasa. Amin.

Rabu, 22 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 13:50-52

Ke Ikonium, Listra dan Derbe
50 Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. 51 Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. 52 Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Bersukacitlah, Kuasa Roh Kudus tak Terbatas
Tugas pemberitaan Injil tidak akan pernah lepas dari tantangan. Ini pula yang kerap dihadapi oleh Paulus dan Barnabas. Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut Allah dan pembesar-pembesar kota di Pisidia sehingga mereka menganiaya dan mengusir Paulus dan Barnabas. Dari Pisidia, Paulus menuju Ikonium. Sekalipun mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, namun murid-murid di Antiokhia tetap bersukacita. Inilah cara kerja Roh Kudus. Manusia boleh memakai cara apapun untuk menutupi kebenaran bahwa Yesus satu-satunya Juruselamat. Tetapi mereka tetap tidak akan bisa melakukannya. Gema perbuatan Allah melalui kebangkitan Tuhan Yesus akan tetap terpancar. Roh Kudus akan memberanikan orang percaya untuk memberitakannya. Sebab itu, tetaplah percaya walaupun tantangan yang kini kita hadapi seolah demikian berat. Ada upaya-upaya licik yang digunakan untuk menghancurkan kehidupan kita. Sebagai pengikut Tuhan, yakinlah, kita tidak sendiri. Roh Kudus akan menuntun kita melewati semuanya. Tetaplah bersukacitalah sebab manusia boleh merancang muslihat untuk merusak damai sejahtera, tetapi bila Tuhan bersama kita, apakah yang harus kita takuti ? gema perbuatan Allah yang terpancar melalui sukacita dan kepenuhan Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh hasutan manusia. Bersukacitalah tetap!

Doa: Ya Roh Kudus, buat kami tetap bersukacita. Amin.

Kamis, 23 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 7:54-60

Stefanus dibunuh -- Saulus hadir
54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. 55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." 57 Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. 58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. 59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." 60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Mengampuni adalah Wujud dipenuhi Roh Kudus
Sebuah paku bila ditancapkan ke dinding mudah untuk dicabut kembali, tetapi yang tidak mudah dihilangkan adalah bekas akibat tancapan paku itu. Seperti itu pula kehidupan ini. Berbagai peristiwa yang kita hadapi pastinya tidak hanya akan membuat kita merasa sukacita. Tetapi juga ada bagian yang membuat kita merasa marah dan kecewa. Terhadap situasi ini, pengampunan menjadi sebuah persoalan yang sulit dihindari. Stefanus adalah contoh martir yang meneladankan pengampunan itu. Ia dirajam dengan batu sampai mati. Roh Kudus yang memenuhi dirinya membuat ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Apa yang dilihatnya, itu pula yang disaksikannya. Setelah menyerahkan rohnya kepada Tuhan, ia tidak meminta Tuhan membalas perbuatan orang-orang yang melemparinya. Sebaliknya, ia berlutut dan berseru meminta pengampunan Tuhan bagi mereka. Kesaksiaan ini penting bagi kita. Separah apapun rasa sakit yang kita alami, hanya satu amanat Tuhan: mengampuni. Sesungguhnya kuasa Roh Kudus memberi kuasa dan akan membuat kita memandang kemuliaan Allah sehingga kita dapat melepaskan pengampunan bagi orang yang berbuat jahat kepada kita.

Doa: Ya Roh Kudus, bimbing kami untuk mengampuni. Amin.

Jumat, 24 Mei 2024

bahan bacaan : Efesus 5:14-21

14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Hidup yang Dipenuhi Roh Kudus
Hidup sebagai anak-anak terang adalah panggilan setiap orang yang dikuasai Roh Kudus. Itu sebabnya, mereka akan melihat hidup sebagai kesempatan melakukan kebaikan dan bukan sebaliknya. Anak-anak terang tidak membiarkan diri dikuasai kegelapan dan kenikmatan dunia. Mereka terbiasa mengucapkan kata-kata yang membangun. Anak-anak terang pun akan selalu ada dalam pengucapan syukur dan memperlihatkan sikap kerendahan hati. Karakter hidup sebagai anak-anak terang harus bisa kita nampakkan dalam kehidupan setiap hari. Tidak bijak bila kita mengatakan kita dikuasai Roh Kudus, tetapi kita menyia-nyiakan kehidupan dengan perilaku yang meresahkan orang lain seperti penjual atau pengedar narkoba, atau juga dengan menjadi pemabuk. Ada banyak perilaku lain yang seringkali tidak memperlihatkan keberadaan kita selaku anak-anak terang. Orang akan mempertanyakan identitas Kekristenan ketika kita terlalu sibuk merendahkan orang lain melalui perkataan dan tindakan kita termasuk melalui penggunaan media sosial. Kuasa Roh Kuduslah yang akan menuntun tutur kata dan perilaku kita sehingga menghadirkan damai sejahtera. Hidup yang dipenuhi Roh Kudus tampak dalam perilaku sebagai orang yang arif karena mengerti kehendak Tuhan dan melakukannya. Untuk itu, mintalah kuasa Roh Kudus mengendalikan hidup kita agar mampu menyatakan hidup sebagai anak-anak terang.

Doa: Ya Roh Kudus, tolong kami menjadi anak-anak terang. Amin.

Sabtu, 25 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 9:31

31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Karakter Jemaat yang Terus Bertumbuh
Selama beberapa waktu, jemaat di Yudea, Galilea dan Samaria jumlahnya bertambah besar. Mengapa jemaat-jemaat itu bertumbuh pesat? Pertama, mereka hidup dalam kedamaian. ini adalah salah satu ciri yang dimiliki pada saat itu. Sekalipun jemaat berasal dari budaya dan tradisi yang beragam, tetapi mereka tetap berusaha menjunjung persatuan dan hidup dalam damai. Kedua, mereka hidup dalam kekudusan. Hal ini menunjukkan bahwa jemaat benar-benar menghidupkan kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka memberi hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Dengan tuntunan Roh Kudus, jemaat juga memiliki keberanian untuk melakukan misi Tuhan. Keempat, gereja bertumbuh secara kuantitas. Tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan gereja secara luas otomatis sejalan dengan pertumbuhannya secara kuantitas. Dalam hal ini, gereja menuai jiwa-jiwa baru. Kuncinya adalah karena mereka fokus kepada injil dan bukan kepada kepentingan gereja sendiri. Semoga empat karakter ini bisa bertumbuh pada jemaat-jemaat di zaman ini, untuk terus
berkembang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa: dalam tuntunan Roh Kudus kami percaya gereja bertumbuh. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2024, LPJ – GPM


Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 Mei 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Kenaikan Yesus memberi Spirit Keutuhan

Minggu, 12 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 1:15-26

Matias dipilih menggantikan Yudas
15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: 16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." 18 --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--. 20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." 23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Merintis Jalan Pelayanan dalam Kebersamaan
Rentetan kisah Kenaikan Yesus berlanjut hingga pada pemilihan Matias yang menggantikan Yudas. Untuk penentuan itu mereka berdoa. Mereka meyakini kemahakuasaan Tuhan yang mengenal hati setiap orang dan siapapun yang terpilih merupakan Pilihan dan kehendak Tuhan. Matias terpilih dan melanjutkan misi pelayanan bersama para murid yang lain. Dalam perjalanan pelayanan para murid itu, kebersamaan menjadi prioritas serta saling menghormati. Wujud kecintaan mereka pada pelayanan dan juga Berkat yang telah Yesus tinggalkan untuk diteruskan. Kisah ini mengajarkan kita tentang kebersamaan dalam sebuah persekutuan. Baik persekutuan keluarga, persekutuan jemaat bahkan masyarakat. Para pelayan atau pemimpin yang dikehendaki Tuhan untuk melayani jemaat atau masyarakat haruslah melakukan secara bersama dan dalam kekompakan. Solidaritas menjadi penting untuk sebuah pekerjaan besar. Oleh karenanya, sikap memegahkan diri sendiri harus dihilangkan/dibuang. Sebab hal yang demikian akan membawa pada kehancuran. Kenaikan Yesus Kristus sekali lagi mengutuhkan persekutuan dan memperkokoh kebersamaan. Pada kebersamaan dan kekompakan ada Berkat dan Sukacita yang akan mewarnai dinamika pelayanan bahkan pekerjaan kita. Ingat! Satu tangan tak kuat bekerja, dua tangan tak kuat bekerja, bila kita semua kerja, hasil pasti besar.

Doa: Persekutukan kami Tuhan, untuk hidup saling menopang. Amin.

Senin, 13 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 6 : 1-7

Tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. 7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Teruslah Membangun Keutuhan
Keretakan hubungan dapat dirasakan bahkan dialami baik dalam ruang lingkup yang kecil maupun yang besar. Timbulnya keretakan dimaksud dapat disebabkan karena berbagai macam faktor misalnya ketidakadilan. Kendatipun demikian, keadaan seperti ini dapat disikapi dengan langkah-langkah bijak agar dapat terus membangun keutuhan. Sikap seperti ini nampak jelas dalam keputusan para rasul ketika diperhadapkan dengan realitas jemaat mula-mula antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani dan İbrani. Hal ini tentu saja berkaitan dengan pembagian kepada janda-janda mereka yang diabaikan dalam pelayanan sehari-hari (ay. 1). Atas dasar inilah para rasul mengumpulkan semua murid-murid dan menyuruh memilih tujuh orang yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat, agar diangkat untuk melayani orang miskin. Semua ini dilakukan supaya tidak terjadi keretakan atau perpecahan dalam ruang lingkup persekutuan yang mengimani Yesus Kristus. Perpecahan dapat saja terjadi dalam kehidupan kita hanya karena hal-hal kecil. Karena itu, kita perlu meneladani sikap dan tindakan para rasul dalam menyikapi setiap persoalan yang dihadapi baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Sebab keutuhan dalam persekutuan lebih berarti dari pada perpecahan. Karena itu, teruslah membangun spirit keutuhan antara satu dengan yang lain sebagai persekutuan orang-orang percaya.

Doa: Mampukan kami Tuhan agar tetap membangun spirit keutuhan diantara kami. Amin.

Selasa, 14 Mei 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 37:1-14

Kebangkitan Israel
Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. 2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. 3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" 4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! 5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. 6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." 7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. 8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. 9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." 10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. 11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. 12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. 13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

Keutuhan Itu Anugerah
Menjadi utuh atau tidak tercerai berai merupakan harapan dari setiap orang yang membangun relasi, baik antar personal maupun dalam satu persekutuan. Namun harapan agar tetap utuh dapat saja hilang jika diperhadapkan dengan keadaan yang begitu rumit. Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh bangsa Israel ketika berada di pembuangan. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang yang sudah kering dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang (ay. 11b), menunjukkan keadaan bangsa Israel yang sedang tidak baik-baik saja. Akan tetapi melalui penglihatan nabi Yehezkiel, Tuhan hendak menyampaikan berita pengharapan yakni la akan membawa umat-Nya kembali ke tanah Israel (ay. 12). Artinya, Tuhan akan memulihkan serta mengutuhkan kembali bangsa pilihan-Nya itu. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa betapa pentingnya membangun spirit keutuhan dalam menjalani hari-hari kehidupan. Sekalipun dalam kenyataannya keutuhan itu sendiri dapat terabaikan karena kepentingan orang-orang tertentu. Sebagaimana Tuhan menganugerahkan keutuhan kepada bangsa Israel, maka dengan demikian prinsip agar tetap utuh harus terus dihidupi oleh kita semua. Biarlah pribadi-pribadi kita tetap bersemangat menjaga keutuhan di lingkungan dimana kita berada, terlebih khusus sebagai persekutuan di dalam Kristus. Karena keutuhan itu adalah anugerah pemberian Allah, maka perioritaskanlah keutuhan baik sebagai anggota keluarga, sebagai para pelayan maupun di lingkungan sosial lainnya. Hindarilah semua hal yang berpotensi merusak keutuhan hidup bersama dan teruslah berpengharapan kepada Allah yang mengutuhkan.

Doa: Tuhan tolong kami menjaga keutuhan sebagai anugerahiMu. Amin.

Rabu, 15 Mei 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 37:15-28

Kerajaan Israel dan Yehuda dipersatukan kembali
15 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 16 "Hai engkau anak manusia, ambillah sepotong papan dan tulis di atasnya: Untuk Yehuda dan orang-orang Israel yang bersekutu dengan dia. Kemudian ambillah papan yang lain dan tulis di atasnya: Untuk Yusuf--papan Efraim--dan seluruh kaum Israel yang bersekutu dengan dia. 17 Gabungkanlah keduanya menjadi satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu. 18 Maka kalau teman-teman sebangsamu bertanya kepadamu: Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini-- 19 katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku mengambil papan Yusuf--yang dalam tangan Efraim--beserta suku-suku Israel yang bersekutu dengan dia dan menggabungkannya dengan papan Yehuda dan Aku akan menjadikan mereka satu papan, sehingga mereka menjadi satu dalam tangan-Ku. 20 Dan sedang engkau memegang papan-papan yang kautulisi itu dalam tanganmu di hadapan mereka, 21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 22 Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 27 Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya."

Bersatu Dalam Tuhan
Beragam situasi hidup sengkali menjadi alasan banyak orang tidak lagi ingin mempertahankan keutuhan. Hal ini mengakibatkan banyak relasi yang terpecah belah. Hal yang sama pun terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Terpecahnya Israel menjadi dua kerajaan (utara dan selatan) menunjukkan ketidakutuhan yang cukup berdampak, tidak hanya bagi keberadaan mereka sebagai satu bangsa saja melainkan mempengaruhi hidup beriman mereka. Melihat fakta seperti ini, Allah tidak tinggal diam. Ini jelas terlihat ketika la menyatakan firman-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi Yehezkiel. Sebab Allah ingin umat pilihan-Nya dipersatukan dan la satu-satunya Allah yang berkuasa atas kehidupan bangsa itu (ay. 21-22). Dengan bersatu dalam Tuhan, bangsa Israel akan dipulihkan dan hidup sesuai peraturan dan ketetapan Allah dengan setia (ay. 23-24). Selain itu Allah berjanji bahwa la akan memberkati mereka (ay. 26b). Oleh karena itu sebagai orang percaya kita semua diajarkan agar senantiasa bersatu dalam Tuhan sekalipun diperhadapkan dengan situasi yang dapat memecah belah. Jalanilah kehidupan bersama sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki semangat membangun keutuhan. Yakinilah bahwa dengan bersatu dalam cinta kasih Tuhan, maka seluruh kehidupan kita bersama dengan sesama akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya.

Doa: Bapa satukanlah kami sebagai anak-anakmu. Amin.

Kamis, 16 Mei 2024

bahan bacaan : Filipi 3:17-4:1

Nasihat-nasihat kepada jemaat
17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Keteguhan Iman
Pemberitaan tentang Yesus Kristus merupakan inti dari pelayanan yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Adapun nasihat-nasihat di sampaikan oleh rasul Paulus yang bertujuan agar iman orang Kristen di Filipi tidak goyah melainkan tetap teguh. Dalam nasihatnya itu, rasul Paulus mengajak jemaat untuk mengikuti teladannya. Hal ini disampaikan mengingat ada banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus (ay. 18). Pernyataannya dipertegas dengan menyampaikan bahwa kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (ay. 19). Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan mereka yang sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab orang yang teguh imannya menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nasihat rasul Paulus ini mengingatkan kita sebagai orang-orang percaya supaya tetap teguh dalam iman, yang dinyatakan dalam hidup lewat sikap dan perbuatan kita. Sebab dari sikap dan perbuatan kita itulah akan terlihat apakah kita bersekutu atau justru berseteru dengan salib Kristus. Berdirilah teguh dalam Tuhan sebagai bukti iman yang nyata kepada Dia yang menyelamatkan. Berupayalah agar kita tidak mudah goyah karena la yang menyelamatkan itu akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Biarlah kita semua yang percaya dimampukan untuk melewati dan menjalani hari-hari kehidupan sesuai dengan iman percaya kita. Janganlah goyah tetapi tetaplah teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab keteguhan iman itulah yang melayakan kita di hadapan-Nya.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, agar tetap teguh iman Kepada-Mu. Amin.

Jumat, 17 Mei 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 1:10-17

Perpecahan dalam jemaat
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Kesatuan Tubuh Kristus
Penghargaan dan penghormatan terhadap sikap, karakter dan pola pikir setiap orang harus
diberikan sebagai tanda pengakuan terhadap berbagai perbedaan yang ada. Sebab jika tidak, maka kemungkinan besar perpecahan dapat saja terjadi diantara suatu kelompok tertentu. Akibatnya seseorang dapat menganggap apa yang dipikirkan bahkan yang diyakininya justru lebih baik dari pada orang lain. Hal ini tentu saja tidak boleh terjadi dalam persekutuan tubuh Kristus. Karena itu dalam surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menasihati mereka supaya mereka seia sekata dan jangan ada perpecahan diantara mereka melainkan erat bersatu dan sehati sepikir (ay. 10). Paulus menyampaikannya karena ia mendengar kabar telah terjadi perselisihan antara jemaat kristen di Korintus yang menganggap golongannya lebih baik dari pada yang lain. Padahal semua golongan yang dimaksudkan percaya dan dibaptis hanya dalam nama Yesus Kristus. Nasihatnya ini mendorong kita sebagai persekutuan tubuh Kristus agar tetap menjaga keutuhan persekutuan dengan tetap seia sekata dan sehati sepikir. Jadilah pengikut-pengikut kristus yang saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebab persekutuan kita hanya punya satu keyakinan yaitu keyakinan kepada Tuhan Yesus Kristus. Jagalah persekutuan yang telah terbangun, hindarilah perpecahan diantara kita dan bersatulah.

Doa: Biarlah persekutuan kami tetap terpelihara dalam kasih Tuhan. Amin.

Sabtu, 18 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 13:11

11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Hidup Damai
Sikap dan perbuatan yang baik biasanya selalu terpancar dari hati dan pikiran yang baik pula. Semua kebaikan itu pastinya memiliki tujuan dan harapan yang sama yakni menghasilkan nilai-nilai kebaikan. Inilah yang menjadi harapan rasul Paulus dalam setiap pelayanan yang dilakukannya kepada jemaat kristen di Korintus. Karena itu mengakhiri suratnya yang ke dua kepada jemaat tersebut, rasul Paulus pun masih tetap memberikan nasihatnya. Dalam salamnya ini ia mengajak jemaat kristen agar tetap bersukacita dan usahakan diri agar sempurna. Maksudnya supaya dengan sukacita mereka taat dan setia menjalani hari-hari kehidupan sesuai kehendak Allah. Selain itu, mereka diharapkan agar tetap mendengar segala nasihat rasul Paulus agar tetap sehati sepikir dan hiduplah senantiasa dalam damai. Artinya dengan sehati sepikir, secara tidak langsung keutuhan persekutuan yang dipimpin oleh Tuhan Yesus menyatu atau tidak terpecah belah satu dengan lainnya. Dengan begitu, hal positif yang dinikmati bersama sebagai persekutuan yang utuh yakni hidup dalam damai sejahtera yang dianugerahkan oleh Allah sebagai sumbernya. Damai sejahtera yang berasal dari Tuhan itu pula yang juga harus dinikmati oleh setiap kita sebagai orang percaya. Karena itu melakukan kehendak-Nya dengan taat dan setia serta sehati dan sepikir dengan penuh sukacita harus menjadi komitmen bersama. Dengarkanlah senantiasa semua nasihat yang diberikan dan terapkanlah itu dalam menjalani kehidupan tiap-tiap hari. Yakinilah, damai sejahtera dan cinta kasih yang bersumber dari Allah akan senantiasa dirahmati bagi kita semua yang melakukan kehendak-Nya.

Doa: Tuhan tolong kami agar hidup dalam damai seorang terhadap yang lain. Amin.

Santapan Harian Keluarga, 28 April – 4 Mei 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Membangun Relasi dengan Hati Nurani yang Murni

Minggu, 28 April 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 2:14-26

Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat
14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Kita Harus Membangun Ralesi Dengan Hati Yang Murni
Hidup yang kita jalaki tidak mungkin berlangsung tanpa ada hubungan atau relasi dengan orang lain. Kita adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan orang lain dalam membangun kehidupan bersama ke depan yang lebih baik. Harus diakui bahwa relasi yang kita bangun bersama dengan orang lain tidak selamanya berjalan mulus dan baik. Ada saja berbagai hal yang mewarnai relasi tersebut. Namun kondisi demikian pun mendidik kita untuk lebih dewasa dalam memahami dan mengenal semua orang dengan berbagai perbedaan karakter dan latar belakang hidupnya. Semuanya itu terletak pada hati sebagai pusat seluruh keberadaan hidup kita. Hati yang tulus dan murni menjadi dasar untuk kita membangun relasi dengan semua orang demi kehidupan bersama yang rukun dan harmonis Hal ini penting sebab tanpa hati yang tulus dan murni, maka relasi yang terbangun akan diwarnai dengan pertentangan, ketidakpercayaan, curiga dan sebagainya, dan hal itu dapat membawa kehancuran. Sebagai keluarga Allah, pentingnya kita membuka hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar dalam membangun relasi dengan semua orang, hati kita tetap tulus dan munri. Dengan begitu sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan kerinduan kita bersama yakni menikmati kehidupan yang diberkati demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami agar dapat menjaga relasi hidup dengan baik. Amin.

Senin, 29 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:8-16

Permintaan Paulus kepada Filemon mengenai Onesimus

8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. 13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, 14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela. 15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Menjaga Relasi Dengan Saling Menghargai
Membangun relasi dengan hati yang murni menjadi tema mingguan yang akan memandu kita sepanjang pekan ini. Tema ini mengajak kita untuk membangun relasi sebagai persekutuan orang percaya dengan hati yang murni serta berlandaskan kepada cinta kasih Allah didalam Kristus. Makna tema ini dilaksanakan oleh Paulus dalam menjaga dan membangun relasi dengan Filemon sebagai teman sekerjanya. Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus untuk membantu Filemon. Onesimus yang dianggap sebagai anak tidak bisa lagi diurus dan bersama-sama dengan Paulus sebab ia sudah tua dan berada dalam penjara karena injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus meminta Filemon untuk menerimanya dengan tujuan Onesimus pun bisa membantu dan berguna baik bagi Paulus maupun Filemon. Sebagai orang yang dituakan, bisa saja Paulus dapat memerintahkan langsung kepada Filemon, namun Paulus tegaskan demi menjaga relasi, maka di meminta ijin kepada Filemon agar dapat menerima Onesimus dengan kerelaan hati dan sukacita. Sebab segala hal yang dilakukan dengan keterpaksaan akan berdampak tidak baik dalam membangun sebuah relasi. Kesaksian ini penting bagi persekutuan keluarga, agar setiap masalah yang dihadapi hendaknya dibicarakan secara baik tanpa pemaksaan kehendak satu pihak. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik ketika saling menghargai dan menghormati demi menjaga relasi persekutuan hidup bersama. Binalah relasi yang baik dengan semua orang dan rekatkanlah kembali relasi yang telah retak.

Doa: Roh Kudus mampukan kami untuk menjaga relasi dengan hidup saling menghargai Amin


Selasa, 30 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:17-22

17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku-- 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. 20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus! 21 Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan. 22 Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

Menjaga Relasi Dengan Sikap Bertanggungjawab Atas Masalah
Kelanjutan bagian firman Tuhan kemarin tentang permintaan Paulus kepada Filemon untuk menerima Onesimus sebagai anak didalam Tuhan. Permintaan Paulus kepada Filemon sebagai rekan sekerjanya dengan harapan agar Filemon menerima Onesimus dengan ketulusan hatinya dan tidak dengan keterpaksaan. Permintaan Paulus inipun dengan penuh pengorbanan kepada Onesimus, dimana ia meminta kepada Filemon kalau sekiranya Onesimus berhutang atau merugikan Filemon, biarlah semuanya itu ditanggungkan kepada Paulus. Šikap serta keputusan Paulus yang simpatik ini adalah demi menjaga relasi baik antara dirinya dengan Filemon pun antara Filemon dengan Onesimus. Hal ini penting agar saat Filemon menerima Onesimus, tidak ada lagi beban dan masalah dimasa lampau akan menggangu relasi hidup mereka bersama. Keteladanan Paulus ini menjadi hal yang penting dan menarik untuk kita wujudkan dalam membangun relasi hidup sebagai persekutuan orang percaya. Kita memulainya dari dalam kehidupan keluarga untuk bertanggung jawab atas semua hal termasuk masalah yang di hadapi. Sebab dengan mewujudkan sikap demikian, kita tetap menjaga relasi hidup dalam keluarga dengan baik. Sikap bertanggungjawab akan menghindarkan kita dari masalah yang lebih besar. Hal itupun akan berdampak positif kepada lingkungan persekutuan umat dan masyarakat.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menjaga relasi dengan sikap bertanggung jawab. . Amin.

Rabu, 01 Mei 2024

bahan bacaan : Ibrani 10: 24-25

24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bersama Tuhan Membangun Relasi Antar Manusia
Kalau kita mencermati kehidupan ini, ternyata keberlangsungan hidup manusia terletak pada perhatian dan bantuan orang lain. Seorang bayi bisa terbentuk, lahir dan bertumbuh menjadi manusia yang dewasa karena ada ibunya. Seorang ibu (perempuan) bisa hamil dan mengandung karena ada seorang suami (laki-laki). Satu keluarga bisa menjalani kehidupan dengan baik karena ada keluarga yang lain, begitu seterusnya. Intinya, dalam hidup ini manusia yang satu membutuhkan manusia yang lain untuk bertumbuh dan berkembang. Karena itu, prinsip hidup yang harus dipegang oleh manusia untuk hidup dan berkembang secara baik adalah saling memperhatikan dan saling mendorong antara satu dengan lainnya. Tanpa prinsip ini, jangan harap kita akan bertumbuh dan berkembang secara baik, melainkan akan terjadi saling membinasakan dan menghancurkan. Itulah pesan firman Tuhan melalui surat Ibrani ini, bahwa sebagai umat Tuhan kita harus saling memperhatikan dan mendorong dalam kasih dan perbuatan yang baik. Untuk itu kebersamaan tersebut harus dibina melalui relasi yang baik dengan Tuhan melalui pertemuan ibadah. Relasi yang baik dengan Tuhan merupakan dasar untuk hidup saling memperhatikan dan mendorong di antara sesama. Bangunlah relasi kehidupan yang saling memperhatikan dalam kasih dan bukan menjauhkan diri dari kebersamaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama.. Amin

Kamis, 02 Mei 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:5-10

Saling menolong dan perlawanan
5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 7 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. 9 Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami. 10 Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Menjadi Persekutuan Orang Percaya yang Saling Menolong
Kehidupan seorang manusia tidak bisa dilepas-pisahkan dengan manusia lainnya. Suka atau tidak suka kehidupan manusia yang satu memiliki keterkaitan atau ketergantungan dengan manusia lainnya. Hal ini sudah menjadi kodrat hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan. Apabila manusia mengingkari kodrat bahwa hidupnya bergantung atau memiliki keterkaitan dengan orang lain, maka dirinya akan mengalami masalah dalam hidup. Manusia tersebut akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan dirinya atau kehidupannya di dunia. Jika ada seseorang yang dalam hidupnya menyadari bahwa dirinya memiliki ketergantungan dengan orang lain, maka pasti ia pun akan selalu bertindak menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Bagi penulis surat 3 Yohanis, apabila ada orang percaya berbuat baik kepada orang lain dengan cara yang berkenan kepada Allah, maka orang-orang yang demikian wajib diterima dalam kumpulan orang percaya. Semuanya ini menunjukkan bahwa sebagai satu persekutuan orang percaya, masing-masing orang selalu dipanggil untuk bertindak menolong orang lain, karena dirinya pun suatu ketika akan ditolong oleh orang lain. Sebab itu, hati yang murni mesti menjadi bagian dalam bertindak membangun relasi dengan semua orang tanpa terkecuali.

Doa: kuatkanlah kami untuk selalu menolong orang lain. Amin.

Jumat, 03 Mei 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 18:1-5

Daud dan Yonatan
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. 2 Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. 5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

Relasi Persahabatan Sejati
Semangat juang akan tumbuh ketika orang-orang yang bersatu-padu mengikrarkan diri untuk berjuang bersama mengatasi tantangan atau pun ancaman. Itulah yang terjadi pada Daud dan Yonathan tatkala mereka mengahadapi ancaman musuh. Berpadunya Daud dan Yonathan disambut baik oleh Saul sehingga memberikan jabatan sebagai kepala prajurit kepada Daud. Berpadunya Daud dan Yonathan membuat perjuangan Daud dalam peperangan selalu berhasil. Pengangkatan Daud sebagai kepala prajurit pun diapresiasi oleh seluruh rakyat. Hal ini memberi pesan bahwa keberhasilan dapat terjadi jika ada persatuan antar sesama anggota keluarga, kelompok masyarakat, dan warga gereja. Tantangan dan masalah apapun yang dihadapi akan selalu berhasil dilewati jika kita mau bersatupadu dan berjuang bersama. Persoalan dan hambatan juga dapat diselesaikan atas dasar relasi persahabatan sejati. Persahabatan dengan kesadaran mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Teruslah merawat persahabatan sejati antar pribadi, keluarga, jemaat, gereja maupun antar agama.

Doa: Semangatkanlah kami ya Tuhan, untuk bersatu dalam persahabatan sejati demi memperjuangankan kehidupan ini. Amin.

Sabtu, 04 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 4:9-18

Pesan terakhir
9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Minta Pendampingan Tuhan dalam Pekerjaan
Jika kita melihat keberhasilan yang dicapai oleh seseorang dalam perjuangan hidupnya, pasti kita akan tahu, bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari dukungan orang-orang sekitarnya. Di balik keberhasilan suami ada dukungan isteri dan sebaliknya. Di balik keberhasilan anak ada topangan orangtuanya dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam suatu perjuangan untuk mencapai sukses, bantuan dari orang lain sangat diperlukan juga. Hal ini yang terjadi pada Paulus, bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam pelayanan, Paulus membutuhkan orang lain, seperti Lukas, Markus, dan Tikhikus. Mereka sangat diperlukan oleh Paulus untuk membantu pelayanan Paulus. Selain itu, yang terpenting adalah Paulus mengakui bahwa ia membutuhkan Tuhan untuk mendampinginya dalam pekerjaan pelayanan. Intinya, ketika kita melakukan pekerjaan apapun, agar
berhasil perlu untuk meminta Tuhan mendampingi kita dalam melakukan pekerjaan, dan meminta dukungan orang lain dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Jangan pemah merusak relasi yang terbangun dengan orang lain, apalagi dengan Tuhan sebab akan sangat berpengaruh terhadap seluruh kerja dan hidup kita.

Doa: Tuhan, tolong kami menjaga relasi dan dampingilah kami dalam melaksanakan pekerjaan apapun. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL-MEI, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 21- 27 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Hidup dalam Kesederhanaan

Minggu, 21 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:2b-10

(6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. 3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, 5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. 6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar Segala Kejahatan ialah Cinta Uang
Firman Tuhan hari ini mengajar dan menasehati kita untuk jangan cinta uang. Mengapa? Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Dalam suratnya ini Timotius memberikan tiga alasan untuk tidak mencintai uang. Pertama dijelaskan, orang yang cinta uang terkadang tidak lagi berpikiran sehat. Karena tidak berpikiran sehat menimbulkan banyak percekcokan. Faktanya, karena cinta uang orang dapat berkonflik atau bermusuhan, karena cinta uang orang bisa saling menghabisi nyawa dan sebagainya. Alasan kedua, orang yang cinta uang terjatuh dalam berbagai jerat pencobaan. Karena cinta uang banyak yang tidak tahan cobaan atau godaan sehingga perilaku manipulatif dan korupsi
dilakukan. Alasan ketiga, orang yang cinta uang dapat membuatnya menyimpang dari iman. Hanya karena cinta uang, orang dapat menyangkali iman kepada Tuhan. Inilah hal yang tidak boleh kita abaikan. Kita pasti membutuhkan uang untuk menjalani kehidupan. Tetapi kita tidak boleh mencintai uang lalu tidak lagi berpikiran sehat, jatuh dalam pencobaan dan meninggalkan iman. Uang hanyalah sarana, bukan segala-galanya. Jangan cinta uang!.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak cinta uang melebihi cinta kepada Mu, amin.

Senin, 22 April 2024

bahan bacaan : Amsal 21:20

20 Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.

Pemborosan Mendatangkan Kemiskinan
Gaya hidup konsumtif atau bisa juga disebut hedonisme merupakan gaya hidup yang disukai kebanyakan orang. Orang cenderung bersifat boros dengan membelanjakan sesuatu berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. Akibatnya, kadangkala terjadi masalah. Penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ada yang terjerat hutang-piutang yang menimbulkan persoalan dalam keluarga. Gaya hidup boros dilihat sebagai gaya hidup orang-orang yang tidak berhikmat. Penulis Amsal mengatakan hal itu untuk memberikan wejangan hikmat terutama kepada anak-anak muda supaya memperbaiki gaya hidup boros (ay.20). Sebaliknya sebagai orang muda yang bijak hendaknya menghadirkan gaya hidup sederhana dengan cara menghemat supaya kebutuhan hidup senantiasa terpenuhi dengan baik. Jangan karena ingin tampil modis, disukai dalam pergaulan, bergaya hidup mewah lalu menggunakan segala cara mendapatkan uang termasuk cara yang tidak benar. Nasehat Penulis Amsal ini tidak hanya penting bagi anak-anak muda tetapi bagi kita semua untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Kecenderungan untuk berbelanja yang berlebihan dan bukan merupakan kebutuhan, gaya hidup pesta pora, banyak pengeluaran yang melebihi pendapatan, sudah harus ditinggalkan. Bangunlah hidup sederhana dan menabung untuk kehidupan yang lebih baik kini dan di masa depan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menampilkan gaya hidup sederhana, amin.

Selasa, 23 April 2024

bahan bacaan : Titus 2:2

2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Kristiani
Gereja Protestan Maluku dalam ajarannya selalu menggaungkan untuk membangun hidup dalam “Spiritualitas Ugahari”. Bahwa segala sesuatu yang ada di bumi merupakan milik Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dinikmati demi kebaikan dan kesejahteraan hidup. Dengan demikian setiap orang harus merasa hidup cukup, tidak berkelebihan tapi juga tidak berkekurangan. Hal yang sama pun ditekankan oleh Presiden Jokowi, “Hidup sederhana itu sangat indah, jika kita tulus dengan hati. Maka mulailah hidup sederhana untuk mencegah korupsi, suap, pungli, penipuan, dan sebagainya. Gaya Hidup sederhana ini sudah ditegaskan sejak masa lampau sebagaimana yang tertera dalam surat Paulus kepada Titus untuk menasehati laki-laki yang tua (lanjut usia) agar mereka hidup “sederhana” artinya dapat menahan diri dari kebiasaan mabuk-mabukan. Selain itu, mereka harus terhormat, bijaksana, beriman, dan tekun, jangan serakah (Band 1.Tim3: 8). Pelajaran penting bagi laki-laki muda maupun tua, untuk memiliki gaya hidup kristiani dengan cara menjauhkan kebiasaan mabuk-mabukan, perjudian (Mis: Judi online), korupsi, serakah, dan sebagainya. Jadilah laki-laki sederhana yang berhikmat dan tulus hati.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk bersyukur dengan cara hidup dalam kesederhanaan, amin

Rabu, 24 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 2:9

9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Perempuan Kristen
Salah satu masalah keluarga yang meningkat dari waktu ke waktu adalah perceraian suami-isteri. Salah satunya disebabkan oleh soal ekonomi. Penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup, gaya hidup konsumtif. Nyatanya, ada isteri atau perempuan yang memiliki hobby bergaya dengan menggunakan barang-barang mewah yang sangat mahal, meski untuk itu ia berhutang dan melakukan manipulasi. Karena terseret utang piutang dalam jumlah banyak akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan mendekap di penjara. Kenyataan ini menjadi pelajaran penting bagi kaum perempuan (isteri) agar menunjukkan karakter kristiani sebagaimana yang dinasehati Rasul Paulus
dalam perikop tadi. Perempuan dinasehatkan supaya berdandan dengan pantas, sopan dan sederhana. Jangan memakai pakaian dan perhiasan yang mahal-mahal. Barangkali hai tersebut dapat menimbulkan masalah bagi keluarga mereka; misalnya: kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, pengeluaran lebih besar dari pendapatan, persaingan yang tidak sehat dikalangan sesama perempuan, dan sebagainya. Jauhilah gaya hidup boros, bebas dalam pergaulan, sopan dan mendandani hidup dengan kebaikan. Hiduplah sederhana!

Doa: Tuhan, tolong kami untuk membangun hidup sederhana. Amin.

Kamis, 25 April 2024

bahan bacaan : Amsal 25:16

16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.

Nikmati Berkat Secukupnya
Masih dalam tema mingguan kita “hidup dalam kesederhanaan”. Tema ini mengajak kita untuk mewujudkan pola hidup yang sederhana. Pola hidup sehari-hari yang mencerminkan sikap tidak berlebihan namun secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Hal ini sejalan dengan nasehat pengamsal dalam nas alkitab di hari ini yang menegaskan bahwa kalau kita mendapatkan madu, maka hendaknya kita makan dan menikmatinya secukupnya saja. Jangan sampai terlalu kenyang sebab kita akan memuntahkannya. Madu adalah jenis makanan yang manis, kalau makan secukupnya tentu enak dan baik untuk kesehatan. Tetapi kalau berlebihan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan, dimana membuat perut kita mual dan muntah. Nasehat ini sejalan dengan doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid dan kita semua. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk meminta dari Allah Bapa di Sorga makanan pada hari ini secukupnya. Itu berarti segala sesuatu yang kita dapat dan peroleh jangan sampai melebihi dari kebutuhan, sebab akan membuat kita hidup berfoya-foya dalam kesenangan yang pada saatnya akan membuat kita menjadi susah dan menderita. Kalau kita mempunyai segala sesuatu sebagai kelebihan, maka hendaknya kita gunakan secukupnya sesuai kebutuhan sebagaimana pola hidup sederhana. Sikap hidup demikian dapat menggerakan kita untuk hidup berbagi dengan sesama yang ada dalam kekurangan dan membutuhkan bantuan serta pertolongan kita.

Doa: Ajarlah kami Tuhan untuk menikmati berkatMu dengan secukupnya. Amin

Jumat, 26 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:10-13

Terima kasih atas pemberian jemaat
10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Bersyukur Apapun Kondisi Kita
Bagian firman Tuhan di hari ini memberi teladan penting bagi kita melalui pengalaman hidup Paulus. Dalam surat pastoral kepada Jemaat Filipi, paulus berterima kasih atas bantuan serta perhatian jemaat terhadap kehidupan dan pelayanannya. Paulus kemudian membagikan pengalaman imannya dengan menyaksikan betapa kasih sayang dan anugerah Tuhan Yesus melimpah kepadanya. Sekalipun ia mengalami banyak tantangan, dalam hal ini soal kekurangan ataupun kelaparan. Kondisi demikian tidak membuat Paulus bersungut dan menyalahkan keadaan, namun ia bersyukur sebab kekuatan dan kemampuan tetap ia miliki oleh cinta kasih Kristus melalui perhatian dan dukungan jemaat kepadanya (ay.13). Paulus belajar untuk mencukupkan segala sesuatu yang ada pada dirinya, bukan saja saat berkekurangan tetapi juga dalam kelebihan maupun kelimpahan. Pengalaman Paulus ini hendak mengajarkan kita sebagai pribadi dan keluarga untuk selalu bersyukur. Dengan bersyukur, kita akan selalu berupaya mencukupkan segala kebutuhan kita dengan berpengharapan kepada cinta kasih Tuhan. Kita tidak akan bersungut-sungut saat keadaan dan kondisi kita dalam kekurangan. Kita juga tidak menjadi serakah saat menikmati kelebihan dan kelimpahan. Kita selalu menjadi orang-orang yang hidup sederhana.

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk hidup dengan sederhana dan bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 27 April 2024

bahan bacaan : Lukas 3:10-14

10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Merasa Cukup Atas Apa Yang Kita Miliki
Merasa cukup dengan apa yang kita miliki baik uang, harta, jabatan ataupun kuasa adalah hal penting dan positif yang mesti terwujud dalam kehidupan, sehingga tidak menimbukan kehancuran hidup kita maupun orang lain. Tanpa rasa kecukupan membuat kita menjadi orang-orang yang serakah dan hal tersebut membuat kita dapat melakukan apa saja dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan serta keinginan kita. Yohanes Pembaptis dalam seruan pertobatannya kepada orang banyak yang datang mengikutinya, mengingatkan mereka akan soal hidup dalam kecukupan. Mereka harus mewujudkan hidup bersyukur dengan apa yang dimiliki serta berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Para pemungut cukai yang menagih pajak jangan mencari keutungan dengan memberatkan masyarakat. Para prajurit pun demikian untuk tidak melakukan kekerasan dan perampasan. Mereka harus mencukupkan diri dengan gaji mereka. Nasehat Yohanes Pembaptis inipun sesuai dengan situasi dan kondisi kehidupan kita saat ini. Harus diakui bahwa setiap saat kita bergumul dengan kuatnya kepentingan diri dan nafsu keinginan yang selalu menggoda. Merasa tidak puas dengan apa yang ada dan yang dimiliki seringkali menggoda kita untuk menempuh segala cara demi pemenuhan keinginan itu. Kita akan mampu untuk melawannya ketika kita memberi diri dituntun oleh Roh Kudus. Kuasa Roh memampukan kita selalu bersyukur dan hidup didalam kesederhanaan serta terus berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

Doa : Tuhan ajar kami senantiasa untuk memiliki rasa cukup dalam kehidupan kami, amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Pikiran dan Hati yang Gelap Melawan Kebenaran Allah

Minggu, 14 April 2024

bahan bacaan : Roma 1:18-32

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia
18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, 31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. 32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Pikiran dan Hati yang Gelap Mendatangkan Murka Allah
Banyak orang mengenal siapa itu Allah dan mengerti tentang kebenaran Allah. Namun ironinya, tidak semua orang mampu untuk melakukan kebenaran. Demikianlah penggalan kalimat yang dapat menggambarkan kehidupan umat di kota Roma. Teks Roma 1: 18-32 menampilkan kebiasaan hidup umat di Roma yang melupakan Allah sebagai satu-satunya Pencipta (bnd. Ay. 23-25). Umat lebih memilih menyembah dewa-dewi, melakukan pembunuhan, menunjang perselisihan, memperkokoh kejahatan dan tipu muslihat, menghidupi sikap sombong, tidak taat, dan lain sebagainya. Paulus menyatakan, bahwa seluruh pelanggaran tersebut tidak disebabkan karena paksaan pihak lainnya, namun karena umat setuju untuk melakukannya (bnd. Ay. 32). Bagi Paulus, pikiran dan hati umat di Roma telah menjadi gelap, sehingga tidak dapat melihat terang kebenaran Allah (bnd. Ay. 21-22). Menjadi pertanyaan untuk kita renungkan, apakah kita yang mengaku mengenal dan mengerti tentang kebenaran Allah telah melakukannya? Atau, hati dan pikiran kita telah menjadi gelap, seperti jemaat di Roma? Sesungguhnya, teks ini memberikan penyadaran kepada kita semua, bahwa pikiran dan hati yang gelap akan membuat kita melawan kebenaran Allah, sehingga mendatangkan murka Allah. Sebaliknya, pikiran dan hati yang diterangi oleh kebenaran Allah akan mampu mendatangkan berkat dalam seluruh kehidupan yang dijalani.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu melakukan kehendak-Mu. Amin.

Senin, 15 April 2024

bahan bacaan : Yakobus 3:13-18

Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya  oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. 3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!  3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas,  tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran  ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. 

Hiduplah Sesuai Hikmat Allah
Dengan berdasar pada hikmat Allah maka umat mampu melakukan tindakan yang benar”. Demikianlah penggalan kalimat menggugah dari Pdt. Dr. Samuel B. Hakh (Dosen Teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Jakarta). Ungkapan Hakh itu merupkan respon ketika membaca kitab Yakobus yang memperlihatkan kelakuan tidak etis dari jemaat. Dalam kitab Yakobus, disampaikan bahwa terdapat jemaat yang menaruh iri hati kepada sesama, mementingkan diri sendiri, dan mengucapkan dusta (bnd. Ay. 14). Bahkan ada jemaat yang mengejar pangkat (bnd. Pasal 3: 1-2) dan mengejar keuntungan sebesar-besarnya (bnd. Pasal 4: 13-17). Menurut penulis Yakobus, seluruh tindakan yang tidak benar itu bersumber dari hikmat dunia yang terus dan semakin diandalkan oleh jemaat. Karena itu, penulis Yakobus mengajak jemaat, untuk berbalik kepada hikmat yang datang dari atas, yaitu hikmat Allah. Dengan memiliki dan mengandalkan hikmat Allah maka jemaat akan mampu mendengar suara dan perintah-Nya, serta melakukan kehendak-Nya. Pada akhirnya, kehidupan bersama menjadi damai dan sejahtera. Ajakan untuk meminta dan memiliki hikmat Allah turut sampaikan kepada kita saat ini. Karena dengan memiliki hikmat Allah maka kita mampu menjadi pendamai, peramah, penurut, sosok yang penuh belas kasih, dan tidak memihak kepada kemunafikan. Bahkan buah kebaikan yang dihasilkan itu akan mampu menggerakan orang lain untuk turut mengusahakannya.

Doa: Ya Tuhan, berkenanlah Engkau memberikan hikmat-Mu kepada setiap kami. Amin.

Selasa, 16 April 2024

bahan bacaan : Matius 13:13-15

13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Melawan Perintah Allah tidak akan Mendatangkan Berkat
Salah satu metode pengajaran dan pemberitaan Yesus adalah perumpamaan. Penggunaan perumpamaan adalah upaya Yesus untuk mempermudah umat memahami inti pemberitaan-Nya. Matius 13: 13-15 merupakan kesatuan dengan perikop “Perumpamaan tentang Seorang Penabur”. Dengan perumpamaan tersebut, Yesus hendak menjelaskan tentang diri-Nya Kerajaan Sorga kepada orang-orang yang mengikutinya. Namun ironinya, ayat 13-15 memberi kenyataan bahwa terdapat kelompok yang sekalipun mendengar apa yang disampaikan, mereka tidak akan mengerti. Bahkan terdapat kelompok yang melihat pekerjaan Yesus, tetapi tidak akan menganggapnya. Ayat tersebut merupakan kritikan Yesus terhadap sikap tidak percaya umat atas dini-Nya sebagai Mesias yang telah dijanjikan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama, dan Kerajaan Sorga sebagai inti pemberitaan-Nya. Ungkapan “Hati bangsa yang telah menebal”, memberikan penekanan, bahwa jika sumber pengambilan keputusan menyatakan penolakan maka pikiran dan tindakan akan mengikutinya. Sesungguhnya, kritikan Yesus turut disampaikan kepada kita. Sebagai orang percaya, penting untuk kita memahami siapa Yesus dan mengakui pekerjaan-Nya. Dengan upaya tersebut maka kita tidak akan melawan perintah Allah. Sehingga segala sesuatu yang kita kerjakan, akan mendatangkan berkat dari Allah. Upaya melakukan semua itu hanyalah dengan meminta hikmat dari Allah.

Doa: Ya Tuhan, mampukan dan layakanlah kami untuk memahami kebenaran-Mu. Amin.


Rabu, 17 April 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 10:1-6

Sikap Paulus
Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah. 2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi. 3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, 6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Tawanlah Pikiran dan Hati yang Gelap
Upaya untuk semakin mengenal Allah tidak akan pernah lepas dari berbagai pencobaan.Kitab 2 Korintus memberikan gambaran itu, bahwa jemaat di Korintus berada dalam pencobaan, karena munculnya kelompok lain yang meragukan Paulus sebagai rasul sejati. Usaha mereka untuk memamerkan kuasa rohani yang dimiliki berhasil memenangkan mayoritas jemaat. Bahkan dalam serangan mereka, Paulus disebutkan sebagai sosok yang sikapnya lemah dan perkataannya tidak berarti jika berhadapan muka dengan muka. Menariknya, dalam serangan balik Paulus, ia tidak memamerkan diri sebagai seorang rasul, sebagaimana lawannya. Namun ia mengutip sapaan kebanggaan yang dipakai para lawannya itu untuk menyatakan, bahwa mereka tidak berhak menggunakan sapaan itu. Paulus memberikan argumentasi menarik, bahwa di dalam kelemahannya, kuasa Allah dinyatakan. Tanggapan balik Paulus terhadap para penyesat itu memperlihatkan, bahwa dirinya sungguh mengenal Allah yang lemah lembut dan ramah itu. Pengenalan akan Allah telah membawa Paulus untuk menawan pikiran dan hati yang gelap, sehingga ia tidak lebih membuat kacau keadaan jemaat Korintus di tengah persoalan yang dihadapi. Kita di masa kini juga patut belajar dari sikap Paulus yang mewarisi kelemahlembutan dan keramahan Allah. Sikap yang lemah lembut dan ramah adalah bukti penawanan kita atas pikiran dan hati yang gelap. Sebab kita percaya, bahwa hidup dengan pikiran dan hati yang gelap tidak akan pernah mendatangkan berkat.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk menawan pikiran dan hati yang gelap. Amin.

Kamis, 18 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 4:1-5

Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat
Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, 5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Pikiran dan Hati yang Gelap adalah Bentuk Murtad kepada Allah
Berbeda dengan Paulus yang mendapat penolakan atas wibawa rasulannya, Timotius justru diperhadapkan dengan masuknya kelompok pengajaran lain di kalangan jemaat. Kelompok pengajaran tersebut secara tegas mempraktikan hidup askestis, yaitu ciri hidup yang tidak mengakui pentingnya pernikahan dan menghindari makanan tertentu (bnd. Ay. 3). Dalam pandangan mereka, melakukan pernikahan dan makan makanan tertentu adalah haram. Pandangan dan praktik hidup mereka kemudian membuat jemaat menjadi bingung. Dalam kebingungan jemaat tersebut, Timotius kemudian memberikan penegasan, bahwa kelompok pengajaran tersebut mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan (bnd. Ay. 1). Pernyataan Timotius tersebut hendak memberikan penegasan, bahwa mereka bukan berasal dari Allah, sehingga jemaat tidak patut mengikuti mereka. Timotius turut memberikan penegasan, bahwa semua yang telah diciptakan oleh Allah adalah baik. Tidak ada satupun yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur (bnd. Ay. 4). Sebab semuanya telah dikuduskan oleh firman Allah dan doa (bnd. Ay. 5). Seruan Timotius patut kita maknai di saat ini, bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah baik adanya dan tidak haram oleh pengudusan firman Allah dan doa. Dengan kita menganggap bahwa ciptaan Allah adalah haram maka kita sementara menghidupi hati dan pikiran yang gelap, dengan cara meragukan karya penciptaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak murtad dengan meragukan karya ciptaan-Mu. Amin

Jumat, 19 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:37-43

Mengapa orang Yahudi tidak dapat percaya
37 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya, 38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" 39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: 40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka." 41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia. 42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. 43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

Jangan Menyangkal Yesus Karena Kesenangan Duniawi
Keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat adalah keputusan hidup yang paling utama. Namun mengapa kebanyakan orang memilih untuk mrnolak Yesus sebagai Juruslamat mereka?. Salah satu alasannya adalah karena mereka takut terhadap penolakan orang banyak. Ketakutan menghalangi rasa percaya kepada Yesus Kristus. Hal ini dijelaskan dalam perikop tadi, bahwa meskipun orang-orang Farisi telah melihat mujizat yang dibuat oleh Yesus namun mereka tetap menolak percaya kepada-Nya karena takut dikucilkan (ay.42) dan takut kehilangan kehormatan di hadapan banyak orang (ay 43). Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita, bahwa ada banyak orang Kristen yang takut bersaksi tentang Yesus Kristus dalam hidup. Bahkan ada yang mengambil keputusan untuk meninggalkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus karena takut kehilangan banyak hal: kuasa, jabatan, harta, kehormatan atau takut ditolak oleh lingkungan sosial. Firman ini mengingatkan, orang yang lebih suka kehormatan manusia daripada kehormatan Allah, sesungguhnya memiliki hati dan pikiran yang gelap. Jadilah orang percaya yang tidak akan menyangkal Tuhan hanya karena kesenangan duniawi.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk tidak menyangkalMu demi kesenangan duniawi, amin.

Sabtu, 20 April 2024

bahan bacaan : Yeremia 5: 20-25

20 Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda dengan mengatakan: 21 "Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! 22 Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, kamu tidak gemetar terhadap Aku? Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya? Biarpun ia bergelora, ia tidak sanggup, biarpun gelombang-gelombangnya ribut, mereka tidak dapat melampauinya! 23 Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang. 24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen. 25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.

Antara Hati dan Batu, Mana yang Lebih Keras?
Kita pasti pernah mendengar sinonim “Hati batu”. Gambaran hati manusia yang sama seperti batu atau kaku dan keras. Dalam konteks sejarah bangsa Israel, hal itu dapat disematkn kepada mereka karena mereka tidak mau mendengar nasehat para nabi untuk kembali kepada Tuhan dan mengalami pertobatan (Psl.3). Yeremia dengan tegas mengecam bangsa Israel dengan menyebut mereka tolol dan tidak mempunyai pikiran (ay 21), hati yang selalu melawan dan memberontak kepada Allah (ay.23). Kecaman Yeremia ini disebabkan oleh sikap mereka yang telah menolak Allah dan tidak melakukan kebenaran yang bersumber dari Allah. Mereka melakukan apa yang jahat di mata Allah. Demikianlah kondisi hati bangsa Israel yang sekeras batu, bahkan lebih keras. Karena batu masih ada celah terbelah dengan aliran air yang mengalir di sela-selanya, sedangkan hati bangsa Israel sudah sangat keras dan kaku, hidup melawan Allah dan akhirnya mereka di hukum. Hidup takut akan Tuhan, satu-satunya jalan untuk luput dari hukuman. Firman ini mengingatkan kita pula untuk tidak menjadi orang berhati batu. Tidak mau lagi mendengarkan suara Tuhan. Panggilan untuk datang kepada Tuhan melalui ibadah kita abaikan, nasehat baik orang lain kita lupakan, firman-Nya tidak didengarkan lagi. Hati kita bukan batu bukan?.ya, bukan batu!

Doa: Roh Kudus Tuntunlah Kami untuk tidak berhati batu dan menjadi degil, amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM