Santapan Harian Keluarga, 11-17 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Karakter Hidup Orang Benar

Minggu, 11 Agustus 2024

bahan bacaan : Amsal 29 : 1-27

Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. 2 Jika orang benar bertambah, bersukacitalah rakyat, tetapi jika orang fasik memerintah, berkeluhkesahlah rakyat. 3 Orang yang mencintai hikmat menggembirakan ayahnya, tetapi siapa yang bergaul dengan pelacur memboroskan harta. 4 Dengan keadilan seorang raja menegakkan negerinya, tetapi orang yang memungut banyak pajak meruntuhkannya. 5 Orang yang menjilat sesamanya membentangkan jerat di depan kakinya. 6 Orang yang jahat terjerat oleh pelanggarannya, tetapi orang benar akan bersorak dan bersukacita. 7 Orang benar mengetahui hak orang lemah, tetapi orang fasik tidak mengertinya. 8 Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah. 9 Jika orang bijak beperkara dengan orang bodoh, orang bodoh ini mengamuk dan tertawa, sehingga tak ada ketenangan. 10 Orang yang haus akan darah membenci orang saleh, tetapi orang yang jujur mencari keselamatannya. 11 Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya. 12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. 13 Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar. 14 Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. 15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya. 16 Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka. 17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu. 18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. 19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya. 20 Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu. 21 Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala. 22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya. 23 Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian. 24 Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya. Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya. 25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi. 26 Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan. 27 Orang bodoh adalah kekejian bagi orang benar, orang yang jujur jalannya adalah kekejian bagi orang fasik.

Hikmat yang Hakiki, Hikmat dari Allah

Jalan hidup orang benar, diterangi oleh cahaya Firman Tuhan. Apabila, ia jatuh tidaklah sampai tergeletak. Sebab Tangan Tuhan menopang”. Penggalan lagu rohani ini sungguh berkesan dan menguatkan setiap jiwa yang letih. Berbagai peristiwa yang menimpa kehidupan manusia akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Bencana alam, kelaparan, sakit bahkan kealpaan manusia sehingga melakukan kejahatan sering menjadi batu sandungan untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah. Amsal 29:1-27 secara tegas menyampaikan bahwa manusia yang hidup dalam keserakahan, kebebalan, kejahatan dan keangkuhan akan menuai kebinasaan. Sebaliknya, mereka yang hidup dipenuhi Roh Allah, berhikmat dan melakukan kehendak Allah akan menikmati berkat damai sejahtera Allah.  Meminta hikmat dari Allah untuk menjalani kehidupan di dunia ini adalah pilihan bijaksana dan tepat bagi orang yang takut akan Tuhan. Oleh karenanya, sebagai persekutuan keluarga, jemaat dan masyarakat hendaknya kita meminta hikmat Allah agar kita tetap dituntun ke jalan yang benar.

doa : tuntunlah kami dengan HikmatMU, Tuhan , Amin

Senin, 12 Agustus 2024

bahan bacaan : Amsal 21 : 21-23

21 Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan. 22 Orang bijak dapat memanjat kota pahlawan-pahlawan, dan merobohkan benteng yang mereka percayai. 23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

Kualitas Hidup Yang Membawa Pada Kebenaran & Kasih

Hari ini, 12 Agustus adalah hari Remaja Internasional atau International Youth Day. Dilansir dari situs resmi UNESCO, Hari ini diperingati sebagai hari dimana semua kaum muda bekerja sama untuk mendorong inovasi dan perubahan sosial serta menumbuhkan budaya perdamaian[1]. Sangatlah penting, anak-anak muda kita menjadi orang-orang yang cerdas secara intelektual dan spiritual, cakap dalam bertindak serta bijaksana dalam membangun relasi. Amsal 21:21-23 adalah bacaan yang menarik hari ini dan jika dikaitkan dengan hari remaja internasional, maka bacaan ini memiliki beberapa pesan bukan hanya untuk remaja atau anak-anak muda, tetapi untuk kita semua sebagai orang-orang percaya. Pertama, kita harus menjadi orang bijaksana dan berhikmat dalam kata dan perbuatan. Kedua, kita harus menjadi orang bijaksana yang tangguh menghadapi berbagai persoalan hidup. Ketiga, kita harus dapat menjaga perkataan agar tidak jatuh dalam dosa. Dengan demikian, marilah hidup dalam kebenaran dan kasih. Pertajam kata-kata yang memotivasi dan membawa sukacita, tetaplah menjadi bijaksana agar hidup dipenuhi hikmat Allah.

doa : tolonglah kami Tuhan, untuk menjadi orang yg Bijaksana, amin

Selasa, 13 Agustus 2024

bahan bacaan : Kolose 4 : 5-6

5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Bijak Dalam Berkata-Kata

Karakter seseorang terbentuk sangat tergantung pada didikan yang diterimanya. Karena itu, tidaklah heran terjadi banyak perbedaan karakter antara seseorang dengan yang lainnya. Kendati banyaknya perbedaan karakter, akan tetapi karakter hidup orang benar haruslah memiliki ciri khas tertentu. Ciri khas yang dimaksudkan tentu saja mencerminkan cara hidup yang sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini nampak dalam nasihat rasul Paulus kepada jemaat Kristen di Kolose supaya tetap berhikmat dalam menjalani kehidupan. Karena dengan demikian maka jemaat dapat memanfaatkan dengan baik setiap keadaan ketika berbicara dan menjawab perkataan orang lain dengan baik dan benar. Artinya dengan berhikmat maka setiap sikap dan tindakan termasuk perkataan selalu disertai dengan kasih dan bukan sesuatu yang hambar. Karakter seperti ini yang harus dimiliki oleh semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab perkataan yang penuh kasih akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi pribadi sendiri, melainkan juga kepada orang lain. Oleh karena itu perbiasakanlah diri kita agar tetap bijaksana dalam berkata-kata dan lakukanlah yang benar! Pastikanlah bahwa setiap karakter yang tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat mencerminkan karakter hidup orang benar!

doa : Tuhan mampukanlah kami supaya bijaksana dalam berkata-kata, amin

Rabu, 14 Agustus 2024

bahan bacaan : Pengkotbah 7 : 8-9

8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. 9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

Tetaplah Sabar

Sabar merupakan satu sikap bertahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati dll). Kelihatannya sabar adalah kata yang sangat sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam. Mengapa demikian? Sebab untuk mengaplikasikan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang mudah. Kendatipun sangat sulit untuk dilakukan, namun sikap sabar harus menjadi karakter hidup orang benar. Ada banyak orang yang berpendapat bahwa kesabaran manusia ada batasnya, akan tetapi dengan panjang sabar akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang lain. Sikap panjang sabar dapat mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan. Misalnya: terjadinya konflik antar personal maupun kelompok (perpecahan), keputusasaan, kemarahan dan lain sebagainya. Melalui firman Tuhan saat ini, kita semua diingatkan agar lebih panjang sabar menghadapi tantangan dan persoalan hidup. Sikap panjang sabar juga akan menolong kita melewati tantangan dan persoalan itu dengan lebih tenang atau tidak tergesa-gesa dalam menilai dan mengambil keputusan. Artinya orang yang panjang sabar, secara tidak langsung memberikan kesempatan bagi hati dan pikirannya untuk merenung dan berpikir sejenak dengan lebih jernih.

doa : Ya Allah, ajarilah kami untuk tetap sabar menjalani hari-hari hidup, amin

Kamis, 15 Agutus 2024

bahan bacaan : I Korintus : 15 : 33-34

33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Hindarilah Pergaulan Yang Buruk

Bertumbuh menjadi pribadi yang baik merupakan harapan semua orang terhadap orang yang dikasihinya. Namun ada sekian banyak realitas yang justru menunjukkan kebalikan dari harapan tersebut. Fakta seperti ini dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya akibat pergaulan yang buruk. Artinya pergaulan yang buruk sangatlah mungkin memberikan pengaruh negatif skaligus merusak kebiasaan-kebiasaan yang baik. Inilah yang dimaksudkan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus, agar mereka tidak hidup di dalam kesesatan. Sebab perbuatan dosa yang terus menerus dilakukan, menunjukkan sikap hidup yang tidak mengenal Allah. Apa yang disampaikan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus penting juga diperhatikan oleh kita. Sebab, jika kita mengaku mengenal Allah maka kitapun harus hidup sesuai perintah dan kehendak-Nya. Kapanpun dan dimanapun kita berada, pastikanlah bahwa karakter atau sikap hidup yang benar sebagai orang yang mengenal Allah terus dipertahankan. Hindarilah pergaulan yang buruk, sebab dapat merusak karakter dan kebiasaan-kebiasaan kita yang baik. Ingatlah!!! dari karakter yang nampak pada diri kita, akan  menunjukkan siapa kita sesungguhnya.

doa : Tuhan, hindarilah kami dari pergaulan buruk yang dapat merusak diri, amin

Jumat, 16 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 39 : 1-23

Yusuf di rumah Potifar
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. 2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. 3 Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, 4 maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. 5 Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. 6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." 8 Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, 9 bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" 10 Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia. 11 Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. 12 Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar. 13 Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, 14 dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. 15 Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 16 Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. 17 Perkataan itu jugalah yang diceritakan perempuan itu kepada Potifar, katanya: "Hamba orang Ibrani yang kaubawa ke mari itu datang kepadaku untuk mempermainkan aku. 18 Tetapi ketika aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannya bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." 19 Baru saja didengar oleh tuannya perkataan yang diceritakan isterinya kepadanya: begini begitulah aku diperlakukan oleh hambamu itu, maka bangkitlah amarahnya. 20 Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. 21 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. 22 Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. 23 Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

 Penguasaan Diri

Semua orang dapat dengan mudahnya membuat komitmen terhadap suatu hal, akan tetapi tidak semua orang dapat bertahan dengan komitmen tersebut. Sikap seperti ini seringkali terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai situasi, keinginan maupun kebutuhan hidup. Karena itu penguasaan diri menjadi bagian yang penting sebagai fungsi kontrol sebelum bertindak. Inilah yang nampak dalam kisah Yusuf ketika berada di rumah Potifar. Saat Yusuf diperhadapkan dengan situasi yang dapat membuatnya jatuh ke dalam dosa, akibat bujukan istri Potifar untuk tidur dan bersetubuh dengannya, ia tidak tergoda. Yusuf dapat menguasai dirinya, sehingga bertahan dari godaan tersebut. Penolakan terhadap istri Potifar membuat Yusuf disertai dan dilimpahkan kasih karunia oleh Tuhan. Tindakan Yusuf memberikan pengajaran penting kepada kita sebagai keluarga-keluarga Kristen. Kendatipun banyak godaan dan tawaran dunia yang menggiurkan, akan tetapi tidaklah benar jika membiarkannya untuk membawa kita jatuh dalam dosa. Oleh karenanya sebagaimana Yusuf menguasai dirinya, demikian pula dengan kita sebagai orang percaya. Cobaan hidup akan datang silih berganti mewarnai hari-hari kehidupan kita. Berilah diri kita dipimpin dan dituntun oleh Allah, baik secara pribadi maupun keluarga. Hiduplah dengan takut akan Tuhan dan jangan biarkan diri kita tunduk dalam dosa.

doa, Bapa, tolonglah kami agar dapat menguasai diri menghadapi cobaan hidup, amin

Sabtu, 17 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 6 : 15-23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Taati Allah

Taat merupakan satu sikap seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa tunduk dan patuh terhadap Tuhan, pribadi seseorang, organisasi maupun pemerintah dengan alasan tertentu. Sikap taat akan ditunjukkan seseorang jika ia telah memberi diri sepenuhnya dan menjadi hamba. Dalam bagian ini Rasul Paulus menggambarkan dua perhambaan yakni yang memimpin kepada kematian dan yang memimpin kepada kebenaran. Paulus mengingatkan umat di Roma bahwa sebelum mereka percaya kepada Kristus, mereka adalah hamba-hamba dosa. Namun sekarang Allah telah berkenan dan mengasihi mereka, maka mereka harus melayani Allah. Artinya secara utuh ketaatan kepada dosa harus ditanggalkan dan diganti dengan kehidupan yang baru yaitu taat sebagai hamba Allah. Di momen perayaan HUT RI yang ke-79 tahun, sebagai masyarakat maupun umat Allah kita diajarkan untuk hidup di dalam ketaatan. Karena kita telah dimerdekakan dari dosa maka hidup yang taat kepada kebenaran harus menjadi laku kita setiap hari. Taat kepada Allah sama halnya dengan menaati perintah-Nya. Tetaplah hidup dalam ketaatan kepada Allah, sebab dengan demikian kita akan beroleh buah yang membawa kepada pengudusan dan kesudahannya ialah hidup yang kekal.

doa, : Roh Kudus mampukan kami menjadi peribadi-pribadi yang menaati Allah, amin


*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 4 – 10 Agustus 2024

Tema Bulanan : Hidup Tangguh di Tengah Perubahan Zaman

Tema Mingguan : Menyamai Tuhan Menuai Kekacauan

Minggu, 4 Agustus 2024

bahan bacaan : Kejadian 11 : 1-9

Menara Babel
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Minta Tuhan Hadir dan Berkati Kerja Kita

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dalam hidupnya tidak menginginkan selamat. Semua orang ingin selamat, sehingga selalu berupaya merencanakan dan melakukan segala sesuatu untuk keselamatan dirinya. Namun apa yang terjadi, jika segala rencana dan kerja kita itu tidak melibatkan Tuhan? Semua rencana dan kerja tersebut pasti akan mengalami kegagalan. Hal tersebut dapat kita lihat dalam teks Alkitab hari ini. Rencana dan pekerjaan untuk membangun menara Babel yang puncaknya sampai ke langit supaya terhindar dari bencana air bah atau banjir ternyata digagalkan oleh Tuhan melalui tindakan Tuhan yang mengacaubalaukan bahasa mereka. Tuhan bertindak demikian sebab rencana dan pekerjaan membangun menara Babel tidak melibatkan Tuhan, sehingga Tuhan mematahkan pemikiran dan keinginan hati mereka. Begitulah nasib kita, jika dalam merencanakan dan melakukan sesuatu tidak melibatkan Tuhan. Rencana dan kerja kita pasti gagal bahkan hancur apabila tidak meminta Tuhan turut bekerja dan memberkatinya.

Doa: Tuhan, hadirlah dan berkatilah saat kami melaksanakan pekerjaan apapun. amin

Senin, 5 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 10 : 12-19

12 Tetapi apabila Tuhan telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di gunung Sion dan di Yerusalem, maka Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong. 13 Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. 14 Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." 15 Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu! 16 Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala. 17 Maka Terang Israel akan menjadi api, dan Allahnya, Yang Mahakudus, akan menyala-nyala dan akan membakar dan memakan habis puteri malu dan rumputnya pada satu hari juga. 18 Keindahan hutan Asyur dan kebun buah-buahannya akan dihabiskan-Nya, dari batangnya sampai rantingnya, sehingga akan menjadi seperti seorang sakit yang merana sampai mati; 19 dan sisa pohon-pohon hutannya akan dapat dihitung banyaknya, sehingga seorang anak dapat mencatatnya.

Berhentilah dari Sikap Angkuh dan Sombong

Setiap manusia pasti tidak ingin mengalami kecelakaan dalam hidup sehingga selalu berupaya terhindar dari kecelakaan, apapun bentuk kecelakaan tersebut. Meskipun demikian, hal yang harus menjadi perhatian yaitu penyebab kecelakaan yang menimpa seseorang. Salah satu penyebab seseorang mengalami kecelakaan dalam hidup adalah keangkuhan dan kesombongan. Teks Alkitab hari ini menegaskan tentang akan datangnya penghukuman berupa kecelakaan yang menimpa bangsa Asyur, yang disebabkan oleh keangkuhan dan kesombongan raja Asyur. Keangkuhan dan kesombongan raja Asyur menyebabkan campur tangan Tuhan yang memberikan kecelakaan, lalu menyelamatkan umatNya, Israel. Hal ini menujukkan bahwa sikap keangkuhan dan kesombongan merupakan suatu kekejian bagi Tuhan. Jadi, firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjauhkan diri dari sikap angkuh dan sombong, agar kecelakaan menjauh dari kehidupan kita.

dia : Jauhkanlah keangkuhan dan kesombongan dari hidup kami, amin

Selasa, 6 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 14 : 1-12

Ejekan tentang raja Babel
Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub. 2 Bangsa-bangsa lain akan mengantar Israel pulang ke tempatnya, lalu kaum Israel akan memiliki bangsa-bangsa itu di tanah TUHAN sebagai hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan. Demikianlah mereka akan menawan orang-orang yang menawan mereka dan akan berkuasa atas para penindas mereka. 3 Maka pada hari TUHAN mengakhiri kesakitan dan kegelisahanmu dan kerja paksa yang berat yang dipaksakan kepadamu, 4 maka engkau akan memperdengarkan ejekan ini tentang raja Babel, dan berkata: "Wah, sudah berakhir si penindas sudah berakhir orang lalim! 5 TUHAN telah mematahkan tongkat orang-orang fasik, gada orang-orang yang memerintah, 6 yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya. 7 Segenap bumi sudah aman dan tenteram; orang bergembira dengan sorak-sorai. 8 Juga pohon-pohon sanobar dan pohon-pohon aras di Libanon bersukacita karena kejatuhanmu, katanya: 'Dari sejak engkau rebah terbaring, tidak ada lagi orang yang naik untuk menebang kami!' 9 Dunia orang mati yang di bawah gemetar untuk menyongsong kedatanganmu, dijagakannya arwah-arwah bagimu, yaitu semua bekas pemimpin di bumi; semua bekas raja bangsa-bangsa dibangunkannya dari takhta mereka. 10 Sekaliannya mereka mulai berbicara dan berkata kepadamu: 'Engkau juga telah menjadi lemah seperti kami, sudah menjadi sama seperti kami!' 11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu; ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu." 12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

 Jangan Menindas Supaya Tidak Ditindas

Dalam hidup kita pasti tidak ingin mengalami penindasan dalam bentuk apapun  dan dari siapa pun. Sejalan dengan hal ini, dalam hidup ini pula kita tidak diperkenankan untuk melakukan apapun kepada siapa pun yang bersifat penindasan. Mengapa demikian? Sebab perbuatan menindas orang lain merupakan hal yang sangat dibenci oleh Tuhan. Teks Alkitab hari ini menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan akan menghancurkan bangsa Babel yang menindas kaum Israel. Ketika Bangsa Babel menindas Israel, Tuhan-lah yang berperkara menghancurkan bangsa Babel yang telah menindas umatNya, Israel. Tuhan membenci perlakuan penindasan yang dilakukan oleh orang-orang di Babel, sehingga pada waktunya Tuhan sendiri yang akan menghancurkan kehidupan para penindas. Karena itu, jauhkanlah diri kita dari perbuatan yang menindas kehidupan orang lain dalam bentuk apapun.

Doa: Mampukanlah kami untuk tidak menindas hidup orang lain  Amin.

Rabu, 7 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 40 : 18-20

18 Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia? 19 Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya. 20 Orang yang mendirikan arca, memilih kayu yang tidak lekas busuk, mencari tukang yang ahli untuk menegakkan patung yang tidak lekas goyang.

Kasih Allah Dalam Diri Manusia

Imago Dei atau gambar Allah. Istilah dari bahasa Latin ini menjelaskan bahwa manusia adalah Gambaran Allah yang dipenuhi kasih, kerendahan hati, kelemahlembutan serta kebaikan. Gambaran Allah jangan diartikan sama dengan atau ingin menjadi Allah. Manusia bukanlah Allah. Oleh karena itu, jika didapati manusia yang mengatasnamakan dirinya sebagai ”yang berkuasa”, kemudian dengan seenaknya dapat mengambil atau merenggut nyawa manusia lain, bahkan mengatur jalan hidup manusia lain, maka  hal tersebut merupakan wujud keserakahan atau ingin sama dengan Tuhan Allah.Yesaya 40 : 18 – 20 merupakan bagian kedua dari pasal 40-48 yang mengisahkan tentang keselamatan Bangsa Israel di dalam pembuangan. Nabi Yesaya memperingatkan bangsa Israel untuk tidak menyamakan diri mereka sama seperti Tuhan Allah. Sesuai perikop bacaan bahwa Allah itu di atas semua allah. Manusia yang ingin menjadi sama dengan Tuhan Allah, apapun usahanya tidaklah akan mendatangkan damai sejahtera dan sukacita

Doa: Ajari kami Ya Allah, untuk memahami diri kami sebagai ciptaan-Mu yang terbatas. Amin

Kamis, 8 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 40 : 25-26

25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. 26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.

Kebesaran Kuasa Allah Melampaui Kehebatan Manusia

Tuhan pencipta semesta, Kaulah yang Maha Mulia. Sungguh besar Karunia yang Kau beri”. Pujian dari KJ No 289 ini mengisahkan tentang Kemuliaan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi serta segala isinya. Lagu ini ditulis oleh John. Bacchus Dykes (1823-1876). Nabi Yesaya dalam bacaan kita pun mengakui Kemahakuasaan Tuhan dan KemuliaanNya. Bahwa hanya Tuhan Allah yang berkuasa atas alam semesta ini dan semua ciptaan yang ada. Oleh karenanya, hendaklah kita sebagai orang-orang percaya mengakui kemahakuasaan Tuhan Allah sebagai Pencipta Alam Semesta ini. Sama halnya dengan Nabi Yesaya, kita sebagai hasil ciptaan Allah tidaklah baik untuk memegahkan diri kita. Bermegah atas kemanusiaan kita hanya akan mendatangkan kehancuran. Ayat 26 dari bacaan saat ini menyadarkan kita tentang betapa kecilnya manusia di hadapan Allah. Tiada satu pun manusia yang mampu menandingi kuasa dan kekuatan Allah. Terkadang manusia terlalu bernafsu dengan kehebatan dan kekuatannya, sehingga lupa menengadah ke atas (langit) bahwa alam semesta ini hanya tempat persinggahannya saja dan tidaklah abadi untuk ditempati.

Doa: Ajari kami Ya Allah, untuk tetap merendah di HadapanMu. Amin

Jumat, 9 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 46 : 5-7

5 Kepada siapakah kamu hendak menyamakan Aku, hendak membandingkan dan mengumpamakan Aku, sehingga kami sama? 6 Orang mengeluarkan emas dari dalam kantongnya dan menimbang perak dengan dacing, mereka mengupah tukang emas untuk membuat allah dari bahan itu, lalu mereka menyembahnya, juga sujud kepadanya! 7 Mereka mengangkatnya ke atas bahu dan memikulnya, lalu menaruhnya di tempatnya; di situ ia berdiri dan tidak dapat beralih dari tempatnya. Sekalipun orang berseru kepadanya, ia tidak menjawab dan ia tidak menyelamatkan mereka dari kesesakannya.

Hatiku Mengagungkan Allahku, Tuhan & Penyelamatku

Orang yang mendua hatinya tidak akan pernah hidup dalam ketenangan. Mengutip teks bacaan dari Yakobus 1: 8 yang dapat diartikan dengan hidup percaya kepada Allah tetapi juga berhala. Dewasa ini, marak sekali penyembahan berhala terjadi. Manusia lebih mengutamakan “berhala” daripada beribadah kepada Allah. Berhala zaman modern ini, tidak hanya berupa patung-patung, melainkan berupa kuasa-kuasa kegelapan, orang-orang pintar, teknologi, dll. Kecenderungan manusia saat ini lebih percaya pada berhala-berhala itu daripada Allah sendiri. Dikuasai oleh kepentingan diri dan ketidakpuasan terhadap sesuatu, manusia kemudian memilih menyembah ‘berhala’ agar dapat memenuhi keinginan hatinya. Nabi Yesaya mengingatkan bahwa allah lain/berhala yang disembah dan dipuja-puji tidaklah memiliki kuasa apapun. Oleh karenanya, jika kita masih mengandalkan berhala-berhala itu maka celakalah kita. Jangan mudah tergoda dengan godaan dunia, kesenangan sesaat bahkan hasil yang instan. Sebab, semua hanya kesia-siaan. Jadilah keluarga yang tetap mengandalkan Tuhan dengan sungguh-sungguh, dan jadilah pribadi yang sungguh memuliakan Allah dalam segala keperkasaanNya.

Doa: Ya Tuhan,, KepadaMu sajalah kami menyembah & berserah. Amin

Sabtu, 10 Agustus 2024

bahan bacaan : Yesaya 46 : 8-13

8 Ingatlah hal itu dan jadilah malu, pertimbangkanlah dalam hati, hai orang-orang pemberontak! 9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, 10 yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, 11 yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya. 12 Dengarkanlah Aku hai orang-orang yang congkak, orang-orang yang jauh dari kebenaran: 13 Keselamatan yang dari pada-Ku tidak jauh lagi, sebab Aku telah mendekatkannya dan kelepasan yang Kuberikan tidak bertangguh lagi; Aku akan memberikan kelepasan di Sion dan keagungan-Ku kepada Israel."

Hanya Dekat Allah Saja, Ada Ketenangan

Hampir semua penyakit manusia disebabkan karena pikiran. Banyak dokter menganjurkan pasien yang mengalami sakit, apapun sakitnya, untuk tidak stress atau pikiran. Sebab kontrol kewarasan dan kesehatan manusia terletak pada hati dan pikiran. Jika hati kacau, pikiran kacau, maka tubuh akan sakit. Sebaliknya, jika hati sukacita, pikiran tenang, maka tubuh akan sehat dan bugar. Orang Kristen dianjurkan untuk memiliki hati yang gembira, sebab itu adalah obat yang manjur. Hati yang gembira pula memberikan kelegaan dan kelepasan apalagi jika dibarengi dengan penyerahan diri seutuhnya kepada Tuhan Allah. Nabi Yesaya mengingatkan umat Allah untuk tidak menjadi orang-orang fasik dan tidak menjadi penyembah berhala. Yesaya sungguh menginginkan umat kepunyaan Allah merasakan bahwa hanya dengan berserah kepada Allah maka hidup akan merasakan kelegaan dan terselamatkan. Kita sebagai orang tua dan anak-anak dianjurkan agar tetap saling mengingatkan untuk hidup di dalam Allah, hidup saling menghargai dan menghormati, Hidup saling menopang sebagai satu keutuhan keluarga Allah.

Doa: Ya Allah, hidupkanlah KasihMu yang agung dan selamatkanlah kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 28 Juli – 3 Agustus 2024

Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Melayani sebagai Kawan Sekerja Allah

Minggu, 28 Juli 2024

bahan bacaan : Filipi 2 : 19 – 3 : 1a

Timotius dan Epafroditus
19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. 20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; 21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. 22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya. 23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku; 24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang. 25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. 26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. 27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. 28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. 29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. 30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku. Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan.

Saling Membantu Sebagai Kawan Sekerja Allah

Tema pelayanan kita sepanjang minggu ini adalah “melayani sebagai kawan sekerja Allah”. Tema ini diangkat melalui nas bacaan hari ini yang mana terdapat dalam surat pastoral rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Paulus menceritakan semua pelayanan pekabaran injil Kristus dengan berbagai tantangan dan persoalan termasuk juga kondisi kesehatannya dapat dilakukan karena bantuan, baik Timotius maupun Epafroditus sebagai kawan sekerja Allah. Hal tersebut membuat Paulus tetap bersyukur dan bersukacita di dalam Tuhan serta mengajak jemaat untuk berada dalam kondisi demikian. Ajakan serta nasehat Paulus kepada jemaat di Filipi ini, agar mereka menerima Timotius dan Epafroditus menjadi bagian dari seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan sebagai satu persekutuan orang percaya. Semua orang percaya sebagai kawan sekerja Allah adalah hal penting yang harus dipahami untuk mewujudkan tanggung jawab pelayanan yang saling membantu dan menopang. Sebagai keluarga Allah untuk mewujudkan persekutuan hidup yang saling membantu dan menolong satu dengan yang lain dalam tugas pelayanan dan kesaksian

Doa: Ya Tuhan mampukan kami sebagai kawan sekerjaMu dengan saling membantu dalam tugas pelayanan dan kesaksian. Amin

Senin, 29 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 1 – 2  

Salam
Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea, 2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.

Wujudkan Sikap Hidup Sebagai Kawan Sekerja Allah

Saling membantu dan menolong satu dengan yang lain merupakan hal baik untuk diwujudkan sebagai satu persekutuan hidup orang percaya. Hal ini dinasehati oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dalam nas Alkitab hari ini. Paulus meminta jemaat di Roma untuk memperhatikan Febe yang merupakan kawan sekerja dalam tugas pelayanan pemberitaan Injil Kristus di Kengkrea. Perhatian dan dukungan jemaat terhadap Febe merupakan bukti bahwa jemaat Roma telah mengambil bagian dalam tugas-tugas pelayanan dan kesaksian sebagai kawan sekerja Allah. Itulah sebabnya jemaat di Roma mesti menanggapi permintaan Paulus ini dengan penuh kerelaan hati dan sukacita sebagai satu persekutuan orang percaya. Paulus sangat peduli kepada Febe sebagai kawan sekerja Allah, yang juga memperhatikan dan memberikan bantuan kepada Paulus. Itulah indahnya persekutuan hidup orang percaya yang saling memperhatikan dan membantu satu dengan yang lain ditengah tugas panggilan pelayanan dan kesaksian kita. Saling memperhatikan dan membantu dapat kita lakukan mulai dari dalam kehidupan keluarga dan akan berdampak positif kepada semua orang untuk menikmati berkat dan sukacita dalam cinta kasih Tuhan Yesus Kristus.

Doa: Ya Tuhan tolong dan mampukan kami untuk hidup saling membantu sebagai kawan sekerja Allah. Amin

Selasa, 30 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 3 – 7

3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

Ucapan Salam dan Terima Kasih Sebagai Kawan Sekerja Allah

Rasul Paulus sebagai tokoh pekabaran injil yang punya nama besar dalam sejarah pemberitaan injil Kristus merasa bersyukur dan berterima kasih karena bantuan dari teman-teman sepelayanannya. Diantaranya ada suami istri Priskilia dan Akwila yang disebut mempertaruhkan nyawa untuk kehidupan Paulus. Hal yang sama juga dilakukan oleh semua jemaat bukan Yahudi, yang telah menjadi bagian dari seluruh proses perjuangan bersama dalam melakukan tugas pelayanan pekabaran injil Kristus. Ucapan salam dan terima kasih menunjukkan sosok Paulus yang rendah hati. Paulus mengakui tanpa bantuan dan dukungan mereka, ia tidak mungkin berhasil untuk melakukan tugas pelayanan dan kesaksiannya. Sebuah teladan bagi kita untuk tahu bersyukur dan berterima kasih atas bantuan semua orang sebagai teman sekerja. Hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan hanya dapat dilakukan karena adanya dukungan yang lain dan dilakukan demi hormat serta kepujian nama Tuhan.

Doa: Ya Tuhan terima kasih untuk bantuan dan dukungan teman-teman sekerja dalam melakukan tugas-tugas pelayanan. Amin.

Rabu, 31 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 8-11

8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus. 11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

Sukacita Hidup Sebagai Kawan Sekerja Allah

Tanpa terasa kita telah tiba diakhir bulan Juli dengan tetap mengucap syukur atas anugerah dan kasih sayang Tuhan yang besar dalam seluruh perjalanan hidup kita. Berbagai tugas dan tanggung jawab pelayanan dapat kita lakukan bersama dengan semua orang sebagai rekan sekerja Allah. Sekalipun berbagai tantangan dan persoalan dihadapi, namun semua situasi itu dapat dilalaui dengan baik dalam kebersamaan sebagai satu persekutuan. Kita mengucap syukur dan berterima kasih kepada mereka semua serta memberikan salam sebagai tanda persekutuan hidup orang percaya. Rasul Paulus meneladankan pelayanannya kepada jemaat di Roma, dan caranya menghargai bantuan orang lain dengan menempatkan pada surat pastoralnya, ucapan terima kasih serta salam kepada umat secara keseluruhan juga kepada pribadi-pribadi yang disebutkan nama-nama mereka. Dalam pemberian salam terkandung juga ikatan emosional yang dalam antara Paulus dengan mereka. Ia merasakan suka duka pelayanan bersama mereka sebagai kawan sekerja Allah. Hal tersebut kemudian selalu memberikan semangat dan sukacita bagi Paulus dan jemaat serta memotivasi iman mereka untuk tekun melayani. 

Doa: Terima kasih Tuhan, mampukan kami untuk melayani bersama dengan mereka sebagai kawan sekerja Allah. Amin.

Kamis, 1 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 12-16

12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. 13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu. 14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka. 15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka. 16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.

Bersama Melayani Sebagai Kawan Sekerja Allah

Kekeluargaan merupakan hal yang penting dalam hidup manusia sebagai mahluk sosial. Salah satu wujud kekeluargaan adalah menjadikan orang lain sebagai teman atau kawan. Hal ini haruslah hidup dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pekerjaan Tuhan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa pekerjaan Tuhan dalam wujud pelayanan kepada umat Tuhan atau sesama manusia harus menempatkan sesama pelayan sebagai kawan sekerja Allah. Itulah yang ditekankan dan diwujudkan oleh Rasul Paulus.

Ketika Paulus memberi salam kepada Trifena, Trifosa, Rufus, dan lain-lain, maka salam Paulus kepada mereka semua bertujuan untuk menempatkan mereka tidak sebagai bawahan atau orang asing, melainkan selaku rekan atau kawan sekerja Allah, apalagi mereka semua adalah orang-orang yang ambil bagian membantu pelayanan dan turut bekerja dalam membantu pelayanan. Mari, jadikan semua orang yang terlibat dalam pelayanan sebagai kawan sekerja Allah !

Doa: Mampukanlah kami untuk menjadi kawan sekerja Allah yang baik.  Amin.

Jumat, 2 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 17-20

Peringatan
17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! 18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. 19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat. 20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Jangan Jadi Batu Sandungan Dalam Pekerjaan Tuhan

Sebagai kawan sekerja Allah, prinsip yang harus dimiliki dalam pelayanan adalah bersama-sama bekerja untuk kemajuan bersama. Hal ini penting untuk diperhatikan, mengingat sering kita sebagai pelayan mencari popularitas dalam pelayanan. Sikap mencari popularitas dalam pelayanan akan membuat seseorang bertindak menjadi batu sandungan bagi orang lain yang melakukan pelayanan. Firman Tuhan ini mengingatkan orang-orang percaya untuk waspada terhadap mereka yang menjadi batu sandungan dalam persekutuan kawan sekerja Allah, yakni yang perkataan dan perbuatannya menimbulkan perpecahan dan penuh tipu daya. Semua dilakukan hanya untuk memenuhi keinginan perut mereka sendiri. Penting untuk diingat, bahwa ketika di antara kita ada yang menempatkan diri menjadi batu sandungan dalam pelayanan, maka berkat Tuhan seperti yang terlihat dalam ayat 20 bacaan ini tidak akan menjadi bagian yang dinikmati oleh kita yang selama ini melakukan pelayanan. Hindarilah diri dari kecenderungan untuk menjadi batu sandungan bagi orang lain dalam pekerjaan pelayanan Tuhan!

Doa: Tolonglah kami untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.  Amin

Sabtu, 3 Agustus 2024

bahan bacaan : Roma 16 : 21-24

21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa. 22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. 24 (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.)

Saling Memberi Salam Dalam Hidup

Salah satu peran penting, yang kadang dilupakan oleh kita adalah menyampaikan salam kebaikan dan salam damai bagi orang lain. Sebenarnya ada manfaat dari penyampaian salam tersebut kepada orang lain. Salah satu manfaat adalah kita telah menjadi saluran berkat bagi orang lain. Dalam teks hari ini Paulus meneruskan salam dari Timotius, Lukius, Yason, Tertius, Sosipater, Gayus, Erastus, dan Kwartus untuk jemaat Roma. Mereka ini adalah orang-orang yang telah turut membantu Paulus dalam pekerjaan Tuhan. Di akhir penyampaian salam tersebut Paulus menyampaikan berkat kepada jemaat Roma. Hal ini menunjukkan bahwa saling memberi dan meneruskan salam kepada orang lain itu penting, sebab dengan begitu kita telah menjaga persekutuan hidup sebagai pelayan-pelayan Allah, bahkan kita telah menjadi berkat bagi orang lain.  

Doa: Ingatkanlah kami untuk selalu memberi salam kepada yang lain. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JULI DAN AGUSTUS 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan yang Berkualitas untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Pelayan yang Menyukakan Hati Allah

Minggu, 21 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Tesalonika 2 : 1 – 12

Pelayanan Paulus di Tesalonika
Kamu sendiripun memang tahu, saudara-saudara, bahwa kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia. 2 Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat. 3 Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan atau dari maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. 4 Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita. 5 Karena kami tidak pernah bermulut manis--hal itu kamu ketahui--dan tidak pernah mempunyai maksud loba yang tersembunyi--Allah adalah saksi-- 6 juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. 7 Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. 8 Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi. 9 Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. 10 Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. 11 Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, 12 dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Melayani Dengan Hati

Tema mingguan: “Pelayan yang menyukakan hati Allah” adalah pelayan yang melakukan kehendak Tuhan dalam praktek hidup sehari,hari, misalnya: tidak boleh bermulut manis (ay.5) mengucapkan kata-kata yang menyenangkan orang lain tapi memiliki maksud yang tidak baik, serakah, cinta uang (1.Tim.6:19), mencari pujian (ay.6) Seorang pelayan tidak boleh memuji diri atau suka dipuji orang lain. Sebaliknya, ia harus hidup ramah, sikap penuh kasih dan baik hati (ay.7),  rajin memberitakan inji kepada sesama (ay.8), pekerja keras (ay.9), memiliki karakter yang saleh, adil dan tidak melakukan perbuatan yang tidak baik (ay.10), saling mendukung dan menguatkan terutama mereka yang lemah iman (ay.11), Hidup sesuai kehendak/perintah Allah (ay,12). Nasehat Paulus di atas, merupakan karakter kristiani yang harus dimiliki oleh orang percaya, terutama pelayan Tuhan dalam melaksanakan tugas pemberitaan injil bagi keluarga, gereja dan masyarakat.

Doa, Roh Kudus Menuntun kami melayani dengan hati, amin

Senin, 22 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 7-11

7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. 11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Roh Menuntun Kita Menegakkan Hukum

Hari ini, 22 Juli diperingati sebagai Hari Kejaksaan Nasional. Momentum ini dirayakan sebagai wujud apresiasi terhadap berbagai upaya penegakkan hukum dan keadilan yang dilakukan oleh lembaga kejaksaan selama ini. Sekalipun kenyataannya, persoalan-persoalan yang berkaitan dengan proses penegakkan hukum belum tuntas dan memberi keadilan bagi seluruh masyarakat terutama orang-orang lemah. Nas bacaan hari ini berbicara tentang pelayan-pelayan perjanjian yang baru. Paulus memberikan pemahaman baru kepada Jemaat Korintus, khususnya kepada mereka yang adalah orang Yahudi tentang hukum taurat (hukum Musa), bahwa hukum taurat merupakan dokumen tertulis tapi perjanjian baru didasarkan pada kuasa Roh yang menghidupkan. Manusia bisa saja memberlakukan hukum tertulis, namun sewaktu-waktu bisa melanggar hukum. Karena itu, Roh harus bekerja dihatinya supaya menjadi taat dan patuh terhadap ketentuan hukum. Pesan nas ini kepada para penegak hukum (Jaksa, Hakim, Polisi) maupun masyarakat, yakni hiduplah dalam tuntunan Roh Kudus supaya kita taat hukum.

doa, Roh Kudus, kiranya menuntun penegak hukum melaksanakan tugas dengan adil dan benar, amin

Selasa, 23 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 12-18

12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, 13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Yesus Membuka Jalan Menuju Keselamatan

Perikop ini berisi usaha Paulus untuk membela kerasulannya sekaligus melawan orang-orang Yahudi yang lebih suka perjanjian lama dan hukum Taurat serta menolak perjanjian yang baru atau hubungan yang baru dengan Kristus. Mereka membandingkan cara pelayanan Paulus dengan pelayanan yang dilakukan oleh Musa. Menurut Paulus, hukum taurat hanya berisi loh-loh batu untuk ditaati oleh umat Israel sedangkan perjanjian baru berisi perjanjian antara Allah dan manusia yang telah diperbaharui/diperdamaikan didalam Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib yang memimpin kepada kehidupan, pembenaran dan keselamatan. Bagi Paulus, penolakan mereka terhadap Yesus karena pikiran mereka dihalangi oleh selubung (hati yang terikat pada hukum Taurat) sehingga mereka tidak dapat melihat kemuliaan Tuhan. Karena itu, mereka harus membuka hati untuk menerima Yesus Kristus dan bersedia untuk melayani Allah. Nas ini mengajarkan kita untuk membuka “selubung” yakni prasangka, ketakutan, kekuatiran, kepentingan diri serta melayani Tuhan dengan berani, taat dan setia.

doa, Tuhan tuntunlah kami dengan Roh Kudus supaya tetap setia, amin

Rabu, 24 Juli 2024

bahan bacaan : Lukas 16 : 10-13

Setia dalam perkara yang kecil Nasihat
10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? 12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? 13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

 Kesetiaan Berawal Dari Hal Kecil

Filsuf Tiongkok, Lao Tzu mengatakan “Kesetiaan” ibarat perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah pertama. Jangan meremehkan satu langkah jika ingin mencapai banyak langkah ke depan artinya jangan meremehkan tanggung jawab yang kecil, bila kita berharap mendapatkan tanggung jawab yang besar, Lukas 16:10-13, berisi nasehat Tuhan Yesus kepada kita supaya setia melakukan tugas. Sekecil apapun tugas tersebut, kita harus melakukannya dengan jujur, taat dan disiplin. Banyak orang berkeinginan untuk meraih sukses besar, jabatan, kuasa, kekayaan tapi kenyataannya tidak menjalankan tugas tersebut dengan baik. Akhirnya menggunakan cara-cara yang tidak benar, seperti: suap, korupsi, menjatuhkan orang lain, dsb. Selain itu, kesetiaan juga terkait dengan bagaimana seorang hamba tidak boleh mengabdi kepada Allah dan kepada mamon (uang). Kita hidup membutuhkan uang tapi tidak boleh mencintai uang lebih daripada Tuhan. Karena akar kejahatan adalah cinta uang (1 Tim. 6:10). Dan barangsiapa yang mencintai uang akan binasa.

doa : Tuhan Tuntunlah kami menjadi pelayan yang menyukakan hati Tuhan, amin

Kamis, 25 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Raja-raja 5 : 16-18

16 Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak. 17 Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN. 18 Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu."

Melayani Tuhan Tanpa Pamrih

Tema pelayanan kita di minggu ini adalah “pelayan yang menyukakan hati Allah”. Tema ini tercermin melalui sikap nabi Elisa yang menolak pemberian hadiah dari Naaman panglima raja Aram setelah disembuhkan dari sakit kusta. Nabi Elisa menjawab Naaman bahwa ia sebagai pelayan Tuhan tidak akan menerima pemberian dari orang yang ia layani, sebab hal tersebut telah menjadi tugas panggilan pelayannya. Sekalipun terus dipaksa oleh Naaman, namun nabi Elisa tetap saja menolaknya. Hal ini membuat Naaman bersimpati terhadap nabi Elisa dengan meminta setumpuk tanah untuk dibawa pulang dan dia pun percaya kepada Allah Israel dan mau hidup menyembahNya. Sikap nabi Elisa yang melayani tanpa pamrih sekaligus menjadi kesaksian bagi Naaman untuk percaya kepada Allah Israel. Sebuah teladan yang baik bagi kita semua bahwa melayani Tuhan melalui pekerjaan, usaha maupun pelayanan kita, hendaknya kita lakukan dengan tanpa pamrih dan tidak mengharapkan imbalan apapun, sebab kita yakin Tuhan sumber berkat akan memberikan kelimpahan berkat bagi kita. Sikap demikian akan menjadi kesaksian bagi semua orang untuk menjadi percaya kepada Allah dalam Kristus sebagai sumber hidup dan berkat yang memberkati kita ketika melayani tanpa pamrih.   

Doa:  Tuhan tuntun dan mampukan kami untuk melayaniMu tanpa mengharapkan imbalan apapun. Amin

Jumat, 26 Juli 2024

bahan bacaan : Efesus 6 : 5-7

5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Melayani Tuhan dan Sesama Sesuai Dengan KehendakNya

Setiap pekerjaan maupun usaha yang kita lakukan hendaknya didasari pada pemahaman bahwa semuanya itu ditujukan untuk Tuhan dan kemuliaan namaNya. Hal ini dinasehati oleh Rasul Paulus dalam surat pastoralnya kepada jemaat di Efesus terkhusus kepada para hamba. Mereka ini adalah bawahan, sehingga pasti tunduk kepada tuan karena ada bayaran atau upah. Hal tersebut merupakan suatu kewajaran dan kewajiban, sebab mereka telah bekerja kepada tuannya. Namun nasehat ini mengingatkan bahwa tujuan mereka bekerja seharusnya bukan upah atau uang semata, namun merupakan wujud iman dan ketaatan kepada Tuhan. Nasehat tersebut juga penting bagi kita sebagai keluarga Allah dalam melaksanakan seluruh tugas dan pelayanan. Hendaknya kita melakukannya dengan ketulusan hati dan sukacita sebab kita melakukan bukan untuk manusia tetapi untuk Tuhan serta bagi hormat dan kepujian namaNya. Dengan demikian kita selalu menyukakan hati Tuhan melalui pekerjaan dan pelayanan kita.

doa : Ya Tuhan kuatkan kami agar semua pekerjaan yang dilakukan untuk menyukakan hati_Mu Tuhan, amin

Sabtu, 27 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 15 : 58

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Melayani Tuhan Jerih Payah Tidak Sia-Sia

Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus menjadi inti dari seluruh pemberitaan injil yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Sekalipun diwarnai dengan berbagai tantangan bahkan penderitaan, namun Paulus tetap menasehati jemaat di Korintus agar mereka tetap berdiri teguh, tidak goyah dan selalu giat dalam melayani pekerjaan Tuhan. Jemaat harus selalu setia dalam memberitakan Kristus yang bangkit dan telah memberikan jaminan keselamatan  bagi jemaat dan setiap orang percaya. Paulus menegaskan bahwa jemaat harus memahami relasi jemaat dengan Tuhan sebagai persekutuan. Sebab, semua yang dilakukan dengan iman dan pengharapan demi kemajuan injil serta kemuliaan nama Tuhan, maka ada upah dari jerih dan kerja keras jemaat yakni keselamatan kekal didalam Tuhan Yesus Kristus. Berita sukacita ini juga diperuntukan bagi kita sebagai keluarga Allah yang terpanggil untuk memberitakan injil Kristus bagi semua orang melalui tutur kata, sikap serta perbuatan kita. Kita melakukannya dengan penuh sukacita, sebab kita yakin bahwa jerih payah tidak sia-sia yakni tersedia mahkota kehidupan bagi kita sebagai orang percaya. 

Doa:  Terima kasih Tuhan yang memberikan jaminan keselamatan kekal bagi kami yang giat selalu dalam pekerjaanMu. Amin.-

  • SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Kesiapan Diri Menjadi Pelayan Kristus

Minggu, 14 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 3 : 1 – 13

Syarat-syarat bagi penilik jemaat
Benarlah perkataan ini: "Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." 2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
Syarat-syarat bagi diaken
8 Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, 9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. 10 Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. 12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. 13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.

Tunjukanlah Teladanmu Sebagai Pelayan Kristus

Ungkapan yang sering disampaikan pada musim hujan adalah “Sedialah payung sebelum hujan”, atau untuk seseorang yang ingin berperang sering disampaikan: “Sedialah peluru sebelum perang”. Secara sederhana, ungkapan itu menegaskan pentingnya persiapan sebelum memulai pekerjaan. Kita kemudian sepakat, bahwa pekerjaan yang didahului dengan persiapan memilki hasil maksimal. Teks 1 Timotius 3:1-13 turut memerlihatkan sejumlah syarat persiapan bagi penilik jemaat dan diaken. Disampaikan bahwa setiap umat yang hendak dipilih menjadi pelayan gereja harus memiliki perilaku hidup benar, yang ditunjukan melalui hidup bijaksana dan sopan (ay. 2), peramah dan pendamai (ay. 3), sebab sikap itu menjadi bukti apakah dirinya telah mengenal dan melakukan kehendak Allah. Mereka juga dipanggil untuk menjaga keharmonisan keluarga sebagai cerminan bagi keluarga dan jemaat yang lain. Penting kemudian disadari bahwa syarat tersebut juga merupakan panggilan pelayanan bersama di masa kini. Setiap umat perlu menyadari pentingnya memiliki perilaku hidup benar sebagai bentuk keteladan umat dan pelayan Kristus. Ingatlah motivitasi Paulus, bahwa salah satu dari kekuatan jemaat dan pelayanan gereja terletak pada karakter (teladan) hidup umat dan pelayanNya.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu menjadi teladan bagi sesama. Amin.

Senin, 15 Juli 2024

bahan bacaan : Galatia 1 : 11-24

Bagaimana Paulus menjadi rasul
11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. 13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. 18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. 21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Panggilan Pelayanan Sebagai Augerah Allah!

Seseorang yang bertumbuh dalam iman akan mengakui bahwa jika dirinya dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk suatu proses pelayanan maka itu adalah bukti anugerah dan kehendak Allah. Sebab pilihan dan panggilan Allah tidak dapat dipengaruhi atau diintervensi oleh siapapun. Rasul Paulus dalam teks Galatia 1:11-24 turut mempertegas pernyataan tersebut. Paulus memberi kesaksian, bahwa dirinya pernah menganiaya dan berusaha membinasakan jemaat Kristen, sebab dirinya tidak percaya kepada Kristus. Tetapi jika saat ini ia (sebagai seorang rasul) kembali berusaha membangun jemaat Kristus maka sesungguhnya itu didasari pada imannya, bahwa Allah melalui Yesus yang telah memilihnya sejak dalam kandungan ibunya. Bahkan Allah juga yang telah mengaruniakannya kasih karunia. Berdasarkan kesaksian Paulus tersebut maka satu hal yang mesti kita dipahami di saat ini, bahwa Allah selalu memiliki kehendak bebas untuk memilih dan memanggil siapapun dalam proses perkembangan pelayanan-Nya. Belajar dari iman dan kesaksian Paulus maka yang perlu untuk kita akui adalah Allah tidak pernah keliru dalam menentukan pilihan dan panggilan-Nya. Sebagai umat percaya, kita dituntut untuk menjadi sama seperti Paulus yang meyakini, bahwa jika kita dipilih menjadi pelayan maka itu adalah panggilan dari Allah. Allah yang telah menyatakan kehendak bebas-Nya, sehingga segala bentuk panggilan pelayanan tersebut adalah sebuah anugerah dari Allah.

Doa: Kami bersyukur Tuhan, atas panggilan pelayanan-Mu, sebab kami percaya bahwa itu adalah anugerah Amin.

Selasa, 16 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 15 – 18

15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada…! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga! 16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. 17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku. 18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.

Bersukacita dan Tanpa Pamrih Dalam Pelayanan

Mungkin di antara kita pernah mendengarkan salah satu penggalan lirik lagu: “Kerja buat Tuhan, selalu manis e. Biar sondor gaji, selalu manise”. Penggalan lirik tersebut memberi penegasan dan panggilan, bahwa melalukan pelayanan jangan didasari pada penerimaan upah, melainkan sebagai bukti keikutsertaan kita dalam pekerjaan Tuhan di tengah dunia. Pendasaran yang sama turut disampaikan oleh Paulus dalam 1 Korintus 9:15-18. Paulus menyampaikan, bahwa sebagai seorang rasul, ia memiliki banyak hak dalam pelayanannya (ay. 1-14), namun ia tidak pernah mempergunakannya (ay. 15). Ia menyampaikan, bahwa ia tidak mempergunakan haknya sebab ia menyadari pelayanan sebagai kewajiban. Bahkan ia melakukannya bukan sesuai kehendaknya, melainkan berdasarkan apa yang ditanggungkan Allah. Pengakuan Paulus kemudian menjadi pendasaran bahwa tidak boleh satupun pelayan yang bermegah dengan hasil pelayanan-Nya, sebab hanya Allah yang patut dimegahkan dari seluruh hasil pelayanan. Motivasi yang sama harus turut dimaknai dalam pelayanan masa kini, bahwa proses pelayanan jangan didasari pada upah. Sebaliknya, pelayanan harus didasari pada kesediaan yang tulus, sehingga kita dapat memahami bahwa upah sesungguhnya dari proses pelayanan adalah kesukacitaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk melakukan pelayanan-Mu dengan sukacita dan tanpa pamrih. Amin.

Rabu, 17 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 19 – 23

19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. 20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. 21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. 22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. 23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Lakukan Pelayanan Allah Kepada Semua Orang

Menjadi pertanyaan sederhana untuk kita renungkan dan evaluasi saat ini adalah kepada siapa pelayanan itu harus diberikan? Pertanyaan ini menjadi penting sebab kecenderungan pelayanan yang dilakukan untuk orang dan komunitas tertentu masih terjadi. Kenyataan yang sama turut terjadi dalam jemaat Korintus, sehingga Paulus menegaskan bahwa dirinya bebas melakukan pelayanan kepada semua orang, karena ia adalah hamba dari semua orang. Catatan menarik dari pengakuan Paulus adalah ia mampu menjadikan dirinya seperti sesamanya, sehingga mereka semakin mengenal Kristus melalui pelayanan yang diberikan. Tidak menjadi masalah jika Paulus harus terlihat seperti seorang yang hidup di bawah atau di atas hukum taurat, ataupun seorang yang hidup bersama yang lemah. Sebab dalam tindakan tersebut maka pelayanan Kristus yang ditanggungkan kepadanya dapat dirasakan semua orang. Kenyataan tersebut kemudian memberikan penegasan, bahwa pelayanan di masa kini harus turut diberikan kepada siapapun; tanpa dibatasi pada kelompok, usia, gender, ras, dan lainnya. Seorang pelayan Kristen harus memposisikan dirinya dengan tepat bersama sesamanya agar pelayanan dapat diberikan dan dirasakan. Kristus yang hidup dalam pelayanan, mati dan bangkit telah lebih dulu melakukan pelayanan-Nya kepada semua orang: miskin dan kaya, laki-laki dan perempuan, Yahudi dan non Yahudi, serta yang lainnya. Karena itu, keberlanjutan dari pelayanan Kristus di masa kini harus diberikan dan dirasakan oleh semua orang.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat melakukan pelayanan kepada semua orang. Amin

Kamis, 18 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 24 – 27

24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! 25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. 26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. 27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Layanilah Allah dan Pekerjaan-Nya

Tidak ada seorangpun yang melakukan sesuatu tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, setiap orang makan pasti memiliki tujuan untuk kenyang. Atau seseorang belajar pasti memiliki tujuan untuk pintar dan cerdas. Tetapi menjadi pertanyaannya: apa tujuan kita melakukan pelayanan Allah? Apalagi, upah dan gaji bukan menjadi bagian kita selaku para pelayan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Paulus menggambarkan kehidupan kita di dunia sebagai arena pertandingan lari. Ada umat yang memilih berlari dan berusaha mendapat makhota fana, tetapi ada juga berlari dan berusaha mendapat makhota abadi. Tindakan seseorang yang berlari dalam arena adalah gambaran Paulus tentang apa yang kita lakukan sepanjang hidup ini. Bagi Paulus, tindakan berlari yang baik adalah ketika kita membawa diri untuk melayani Allah dan pekerjaan-Nya, bukan hanya mencari kesenangan dunia semata. Memang benar adanya, bahwa gaji dan upah tidak menjadi bagian kita, namun percayalah bahwa ada janji keselamatan kekal bersama Allah. Karena itu, jalanilah hidup ini dengan tujuan untuk semakin mengenal Allah dan melayani pekerjaan-Nya dengan sungguh, sehingga kita tidak menjadi seorang petinju yang menyerang orang secara sembarangan, ataupun seorang pelari yang berlari tanpa tujuan.

Doa: Tetap ajari kami Tuhan, agar kami tidak berupaya mendapat makhota yang fana, tetapi makhota abadi. Amin

Jumat, 19 Juli 2024

bahan bacaan : Yohanes 12 : 20-26

Yesus memberitakan kematian-Nya
20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." 22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Setia Melayani Tuhan, Memperoleh Kehormatan Allah

Dalam bukunya seri: Selamat Melayani, Pdt DR. Andar Ismail mengutip pertanyaan yang pernah dikemukakan oleh Plato “Siapakah yang senang kalau harus melayani orang lain?” ungkapan ini menunjukkan kejujuran seorang plato tentang hal melayani. Bagi Plato melayani atau “menjadi babu” bagi orang lain bukan sesuatu yang menyenangkan. Sekalipun demikian, kita bangga ketika menyatakan “siap melayani” atau bersedia “menjadi pelayan gereja”. Sayangnya, dalam kenyataannya kita tidak setia melaksanakan tugas tersebut dengan baik; bersungut-sungut, bermalas-malasan, dsbnya. Tuhan Yesus menyatakan “Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan dimana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada” (ay.26). Perkataan Tuhan Yesus ini menunjuk kepada kematian-Nya (ay.25). Jadi, barangsiapa mau menjadi pelayan dia harus bersedia menderita bahkan mati demi Kristus, Di sini, ada unsur: ketaatan, kesetiaan dan komitmen sungguh-sungguh untuk melayani Tuhan Yesus. Dengan ketaatan tersebut, seseorang akan mendapatkan kehormatan (berkat, anugerah) dari Allah sebagai pahala atau upah. 

doa : Roh Kudus Tuntunlah kami menjadi pelayan yang setia untuk melayani Tuhan Yesus, amin

Sabtu, 20 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 3 : 1-6

Pelayan-pelayan perjanjian yang baru
Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? 2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

Jangan Menyombongkan Diri Dalam Pekerjaan Tuhan

Ada seorang pengusaha kaya raya mengajak seorang pendeta makan di salah satu restoran ternama, selesai makan mereka menuju tempat parkir dan bertemu dengan seorang pengemis. Kemudian pengusaha tadi memberikan 100 ribu rupiah kepada pengemis itu. Si pengemis langsung gembira dan mendoakan pengusaha kaya tadi, tapi si pengusaha langsung menegur “Stop jangan berdoa untuk saya karena saya sudah kaya, berdoa untuk dirimu saja karena kamu miskin”. Perkataanya menunjukkan kesombongan diri. Hal kesombongan atau memuji diri pun diperlihatkan oleh orang Kristen di Korintus dalam perikop bacaan tadi. Mereka suka memuji diri (ay.1) atas hasil pekerjaan dan pelayanan mereka. Untuk itu Paulus mengingatkan mereka bahwa Jemaat Kristen di Korintus adalah hasil dari pekabaran Injil yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Karena itu tidak ada alasan untuk menyombongkan diri. Apa yang diterima merupakan anugerah Tuhan.

Doa, Roh Kudus jagalah hati kami supaya kami tidak “sombong rohani” amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 7 – 13 Juli 2024

Tema Bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema Mingguan : Diberdayakan Untuk Pembangunan Jemaat

Minggu, 7 Juli 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 2 : 1 – 10

Yesus Kristus batu penjuru
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, 3 jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. 4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. 5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. 6 Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." 7 Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan." 8 Mereka tersandung padanya, karena mereka tidak taat kepada Firman Allah; dan untuk itu mereka juga telah disediakan. 9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: 10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Kristus Menjadi Dasar Hidup

Rumah yang berkualitas pasti memiliki dasar yang kokoh. Dasar yang kokoh atau kuat menjadikan sebuah rumah dapat bertahan dalam setiap ancaman. Ketika diterjang angin kencang pun rumah tersebut tetap berdiri tegak karena memiliki dasar yang kokoh. Menjadi orang Kristen berarti harus tetap menjadikan Kristus sebagai dasar beriman dalam hidup yang dijalani. Rasul Petrus menasihati jemaat agar berusaha membangun hidup sebagai umat Tuhan. Hidup sebagai umat Tuhan artinya harus menjaga kekudusan dalam setiap kenyataan. Kekudusan hidup yang dimaksud adalah menjauhkan diri dari segala kejahatan, tipu muslihat, kemunafikan, kedengkian, fitnah bahkan perbuatan lainnya yang jauh dari kehendak Yesus Kristus. Orang percaya haruslah tetap hidup dengan menjaga kekudusan dan saling mengasihi. Saat hidup yang kudus dan kasih persaudaraan diaktakan maka sesungguhnya orang percaya telah memberitakan tentang Yesus Kristus melalui perilaku yang berkualitas. Hal ini penting sebab orang percaya akan berjumpa dengan begitu banyak kenyataan hidup. Berjumpa dengan orang yang beragam, situasi hidup yang berguncang. Atas dasar itu maka orang percaya harus memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi setiap kenyataan hidup. Dasar hidup yang kuat adalah tetap menjadikan Yesus Kristus sebagai pedoman atau patokan yang mengarahkan dan menuntun. Karena itu, jadikanlah Kristus sebagai dasar agar sebagai orang percaya kita tetap menjalani hidup dengan berkualitas.

Doa: Bimbinglah kami dengan Roh-Mu ya Tuhan agar kami tetap hidup meneladani-Mu. Amin.

Senin, 8 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 1 : 1-7

Salam
Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. 2 Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, 3 tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, 4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. 5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. 6 Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus. 7 Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

Hiduplah Sebagai Pelayan Kristus!

Hidup adalah anugerah dari Tuhan kepada manusia. Ada begitu banyak anugerah Tuhan dalam hidup manusia salah satunya yakni potensi atau kemampuan diri.  Setiap manusia tentu memiliki kemampuan atau potensi di dalam dirinya. Potensi atau kemampuan pada setiap manusia harus tetap dikembangkan atau didayagunakan untuk kebaikan bersama dalam hidup. Rasul Paulus memperkenalkan dirinya sebagai orang yang dipanggil dan dipilih oleh Yesus Kristus untuk memberitakan Injil Allah. Anugerah yang diterima oleh Paulus kemudian digunakan untuk setia melakukan tanggung jawab pemberitaan dimanapun ia berada. Hidup dan pelayanan yang ditunjukkan oleh Rasul Paulus menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk tetap menggunakan anugerah Tuhan bagi kebaikan bersama. Anugerah yang Tuhan berikan melalui potensi atau kemampuan bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Melalui anugerah itulah maka orang percaya dituntut untuk terus memuliakan Tuhan lewat setiap karya dimanapun berada. Jagalah kekudusan hidup sebagai orang-orang yang telah menikmati anugerah Tuhan. Hiduplah sebagai pelayan Yesus Kristus sebab Ia telah menganugerahkan kehidupan bagi setiap orang percaya.

Doa: Ya Tuhan, tuntunlah kami agar tetap menjadi pelayan-Mu yang setia. Amin.

Selasa, 9 Juli 2024

bahan bacaan : Roma 1 : 8-15

Paulus ingin ke Roma
8 Pertama-tama aku mengucap syukur kepada Allahku oleh Yesus Kristus atas kamu sekalian, sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia. 9 Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu: 10 Aku berdoa, semoga dengan kehendak Allah aku akhirnya beroleh kesempatan untuk mengunjungi kamu. 11 Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, 12 yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku. 13 Saudara-saudara, aku mau, supaya kamu mengetahui, bahwa aku telah sering berniat untuk datang kepadamu--tetapi hingga kini selalu aku terhalang--agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.

Melayani Tuhan Dengan Segenap Hati

Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang mempunyai tujuan untuk sesuatu yang baik. Tujuan dari setiap pekerjaan dapat tercapai jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dalam melakukan pekerjaan tertentu, setiap orang harus menggunakan potensi atau kemampuan agar kerja yang dilakukan berlangsung dengan baik. Rasul Paulus menunjukkan teladan dalam pekerjaan pemberitaan yang ia lakukan bagi jemaat-jemaat Kristen. Teladan yang dimaksud ialah Rasul Paulus bersungguh-sungguh melakukan tanggung jawabnya sekalipun berhadapan dengan tantangan atau kesulitan. Dalam tantangan yang dihadapi Rasul Paulus, ia menulis surat kepada jemaat di Roma untuk menguatkan iman kepada Yesus Kristus dan mengokohkan persekutuan bersama. Iman kepada Yesus Kristus dan keutuhan adalah cara untuk menghadapi setiap kesulitan yang dihadapi oleh jemaat. Rasul Paulus sekalipun berada di dalam kesulitan tetapi ia tetap menguatkan jemaat yang juga sementara menghadapi tantangan. Pelayanan Rasul Paulus menjadi kekuatan bagi orang percaya agar dalam melakukan setiap pekerjaan atau pelayanan harus dilakukan dengan segenap hati. Sekalipun ia berhadapan dengan kesulitan atau tantangan namun kesungguhan hati harus diwujudkan agar tujuan dari pekerjaan atau pelayanan dapat tercapai. Ingatlah! apapun yang dilakukan merupakan tanggung jawab kepada Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu. Karena itu, tetaplah setia melayani Tuhan dalam setiap hal dengan segenap hati.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk terus melayani-Mu. Amin.

Rabu, 10 Juli 2024

Bahan bacaan : Kisah Para Rasul 18 : 24 – 28

Apolos di Efesus
24 Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. 25 Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. 26 Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. 27 Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. 28 Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.

Memberitakan Yesus Kristus dengan Totalitas Diri

Tanggung jawab pemberitaan adalah tugas dari setiap orang percaya. Orang percaya dituntut untuk setia menunjukkan kebaikan Yesus melalui pikiran, tutur kata dan perbuatan setiap hari. Seringkali perkataan atau perbuatan orang percaya tidak sejalan dengan ajaran Tuhan. Bahkan, apa yang dikatakannya sebagai bentuk imannya pun tak sama dengan apa yang dilakukannya. Oleh sebab itu, memberitakan jalan Tuhan harus dilakukan dalam totalitas dirinya sebagai orang beriman. Jalan Tuhan yang dimaksud adalah seluruh kehendak Yesus Kristus yang diimani setiap orang percaya. Kesetiaan Apolos – termasuk juga Priskila dan Akwila – untuk memberitakan tentang Yesus menjadi contoh bagi orang percaya di masa kini agar setia menyaksikan tentang Yesus dimanapun berada. Selain itu, menjaga persekutuan bersama adalah kekuatan dalam melakukan tanggung jawab pekerjaan atau pelayanan masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, berilah RohMu menuntun kami dalam tugas pemberitaan. Amin.

Kamis, 11 Juli 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 23

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.

Kristus Menguatkan Setiap Orang Yang Percaya Kepada-Nya

Sebuah karang di tepi laut tetap berdiri kokoh ketika ombak menerjang. Dalam menjalani kehidupan, orang yang memperoleh keberhasilan adalah mereka yang kuat menghadapi tantangan atau kesulitan. Paulus dan Barnabas menghadapi tantangan dari orang-orang yang tidak menyukai mereka karena keduanya setia melayani. Keteguhan iman Paulus dan Barnabas membuat mereka tetap melakukan tugas pemberitaan di beberapa kota. Ketekunan di dalam iman kepada Yesus Kristus membuat Paulus dan Barnabas dapat melakukan tanggung jawab tersebut dengan baik. Hal inilah yang disampaikan kepada orang-orang percaya pada waktu itu. Ketekunan kepada Yesus Kristus yang berwujud dalam keteguhan hati untuk berjalan sesuai kehendak Yesus membuat Paulus – juga Barnabas – diselamatkan dari ancaman kehidupan yang dihadapi. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus tetap teguh di dalam iman. Keteguhan iman itulah yang membuat orang percaya dapat bertahan menghadapi setiap kemelut hidup. Jangan kuatir sebab Yesus Kristus selalu menguatkan orang-orang yang setia mengandalkan-Nya dalam seluruh perjalanan hidup.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu menghadapi setiap pencobaan. Amin.

Jumat, 12 Juli 2024

bahan bacaan : Matius 16 : 13 – 20

Pengakuan Petrus
13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" 14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." 15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" 16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" 17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." 20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

Kebahagiaan Menjadi Pengikut Kristus

Sebahagiaan merupakan keinginan dari setiap manusia. Hidup yang dijalani tentu disertai dengan keinginan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan yang merupakan kebahagiaan bagi setiap orang. Hal ini tentu tidak dapat dipungkiri sebab tujuan hidup dari manusia adalah memperoleh berbagai kebahagiaan yang ingin dicapai. Demikian halnya dalam kehidupan beriman, kebahagiaan bagi setiap orang percaya adalah Tuhan menganugerahkan kehidupan yang baik. Kehidupan yang baik bukan hanya untuk masa kini tetapi juga bagi masa yang akan datang. Pengakuan Petrus tentang siapa Yesus menjadi teladan bagi setiap orang percaya untuk mewujudkannya dalam hidup yang dijalani. Pengakuan itu berkaitan dengan keberadaan Yesus sebagai Mesias – Anak Allah Yang Hidup. Hal ini berarti bahwa seluruh hidup orang percaya akan aman terpelihara di dalam perlindungan Yesus, Sang Mesias. Pengakuan kepada Yesus itu haruslah terwujud dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya. Selain itu, menjaga keutuhan sebagai umat Tuhan juga merupakan cara mewujudkan pengakuan akan Yesus Kristus dalam hidup beriman. Yakinlah bahwa jika tetap setia menjadikan Yesus Kristus sebagai Penolong dalam seluruh perjalanan hidup maka kebahagiaan akan diperoleh setiap orang percaya.

doa : Ya Kristus tolonglah agar kami tetap tekun hidup sesuai kehendak-Mu, Amin

Sabtu, 13 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 8 : 22 – 24

22 Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu. 23 Titus adalah temanku yang bekerja bersama-sama dengan aku untuk kamu; saudara-saudara kami yang lain itu adalah utusan jemaat-jemaat dan suatu kemuliaan bagi Kristus. 24 Karena itu tunjukkanlah kepada mereka di hadapan jemaat-jemaat bukti kasihmu dan bukti kemegahanku atas kamu.

Menjadi Rekan Sekerja Allah

Teks 2 Korintus 8:22-24 yang menjadi dasar perenungan di hari ini memperlihatkan tentang kerelaan Titus dan kedua temannya untuk menjadi rekan kerja Allah bersama-sama dengan Paulus. Salah satu tugas yang diberikan Paulus kepada Titus yakni mengumpulkan persembahan dari jemaat Korintus untuk menolong orang Kristen di Yerusalem yang sementara mengalami kesulitan hidup. Mungkin bagi sebagian orang, mengumpulkan persembahan umat adalah persoalan yang mudah, tetapi tidak di zaman Paulus. Hal itu dikarenakan, tugas pelayanan untuk mengumpulkan uang membutuhkan kejujuran dan kerelaan yang sungguh dari setiap pelayan. Apalagi, ditambah dengan lokasi pengumpulan yang jauh dan jemaat-jemaat yang tidak dikenal sebelumnya. Namun menariknya, Titus tetap menerima tugas pelayanan tersebut. Kerelaan Titus dan kedua rekannya menjadi panggilan untuk setiap umat Kristen saat ini agar turut bersedia menjadi rekan kerja Allah di tengah-tengah dunia ini. Karena itu, tugas pelayanan yang diemban jangan dilihat sebagai beban. Justru sebaliknya, tugas pelayanan harus dipahami sebagai anugerah Allah, sehingga kita perlu memiliki kesungguhan hati untuk melakukan tugas itu.

Doa: Tuhan, mampukan dan layakanlah kami menjadi rekan kerja-Mu. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 1-6 Juli 2024

Tema bulanan : Pelayan Yang Berkualitas Untuk Pembangunan Jemaat

Tema mingguan : Bersama Merawat Alam Demi Keberlanjutan Hidup

Senin, 1 Juli 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 20 : 12-21

Hizkia dan para utusan dari Babel
12 Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya. 13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya. 14 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: "Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?" Jawab Hizkia: "Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!" 15 Lalu tanyanya lagi: "Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?" Jawab Hizkia: "Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku." 16 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: "Dengarkanlah firman TUHAN! 17 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN. 18 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel." 19 Hizkia menjawab kepada Yesaya: "Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!" Tetapi pikirnya: "Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!" 20 Selebihnya dari riwayat Hizkia, segala kepahlawanannya dan bagaimana ia membuat kolam dan saluran air dan mengalirkan air ke dalam kota, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda? 21 Kemudian Hizkia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka Manasye, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Muliakan Tuhan Dengan Segala yang Dimiliki

Manusia sebagai bagian dari lingkungan hidup, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan hidup. Hizkia dari Yehuda memberikan contoh itu. Setelah sembuh dari sakit, dengan segala kepahlawanannya, ia membuat kolam dan saluran air, kemudian mengalirkan air tersebut ke dalam kota (ayat 20). Segala yang terdapat dalam perbendaharaan raja tidak hanya diperlihatkan kepada para utusan dari Babel, namun digunakannya pula untuk membuat terowongan dan menjaminkan ketersediaan air di dalam kota. Tindakan Hizkia berdampak pada keberlanjutan hidup masyarakat dan lingkungan. Tindakan yang menjaga keberlanjutan hidup manusia dan alam menjadi panggilan kita semua. Segala yang kita miliki bukan untuk dipamerkan atau disombongkan, tetapi lebih dari itu dapat dimanfaatkan dengan lebih baik. Jika kita pernah diselamatkan oleh Allah itu, syukuri dan pakailah setiap kesempatan anugerah Tuhan itu untuk melakukan tindakan-tindakan yang berdampak baik bagi sesama dan alam ciptaan Tuhan. Marilah kita berkomitmen untuk menjadikan diri kita, pekerjaan dan pelayanan kita sebagai alat Tuhan untuk menjamin keberlanjutan hidup sesama dan lingkungan!

doa : Doa: Tuhan, dengan semua yang dimiliki, kiranya kami dapat menjadi berkat bagi sesama dan lingkungan, Amin.
 

Selasa, 2 Juli 2024

bahan bacaan : Pengkotbah 11 : 1-6

Pedoman-pedoman hikmat
Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. 2 Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi. 3 Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak. 4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai. 5 Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu. 6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Menabur Bibit yang Baik, Menuai Hasil Berlimpah

Kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan serta mengurangi tindakan merusak alam merupakan langkah awal yang sangat penting menuju kehidupan yang berkelanjutan dan seimbang. Sangat banyak perbuatan kerusakan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan, seperti pencemaran air, udara dan tanah. Pencemaran tanah misalnya, ditandai dengan adanya bahan pada permukaan atau di bawah permukaan tanah yang dapat mengganggu kemampuan tanah tersebut untuk mendukung kehidupan makhluk hidup di atasnya. Pencemaran tanah harus dihindari sebab tanah merupakan tempat hidup yang harus dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan. Itulah nasehat bijak pengkhotbah di hari ini. Ia mengingatkan manusia untuk bekerja mengupayakan tanah dan menabur benih diatas tanah setiap waktu. Merawatnya dengan baik, supaya hasil yang didapatkan berlimpah dan menjamin keberlanjutan hidup. Menjaga lingkungan yang berkelanjutan adalah kunci untuk menjaga ekosistem yang berfungsi baik, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan kualitas hidup yang baik bagi semua makhluk hidup di bumi. Dengan begitu kita telah menjaminkan keberlanjutan kehidupan ini.

Doa : Doa: Tuhan, kami mau terus memanfaatkan tanah demi keberlanjutan hidup, Amin

Rabu, 3 Juli 2024

Bahan bacaan : Ulangan 22 : 6-7

6 Apabila engkau menemui di jalan sarang burung di salah satu pohon atau di tanah dengan anak-anak burung atau telur-telur di dalamnya, dan induknya sedang duduk mendekap anak-anak atau telur-telur itu, maka janganlah engkau mengambil induk itu bersama-sama dengan anak-anaknya. 7 Setidak-tidaknya induk itu haruslah kaulepaskan, tetapi anak-anaknya boleh kauambil. Maksudnya supaya baik keadaanmu dan lanjut umurmu.

Jagalah Kehidupan Sesama Ciptaan

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi. Demikianlah pengakuan iman kita semua, yang meyakini bahwa kehidupan kita hingga hari ini adalah berkat kasih setia Tuhan. Rahmat Tuhan ini tidak hanya berlaku bagi kita melainkan juga ciptaan Tuhan lainnya. Penulis kitab Ulangan menyampaikan dalam bacaan hari ini berbagai aturan supaya kita memiliki hidup yang berbelaskasih bagi sesama manusia dan hewan, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak benar. Larangan untuk tidak boleh mengambil dan membunuh anak-anak burung adalah demi kelangsungan hidup burung-burung itu hingga menjadi besar. Janganlah kita berpura-pura untuk tidak memperhatikan sesama ciptaan Tuhan, apalagi merusak dan menghancurkan hidup mereka. Tidak ingatkah, bahwa di balik kehidupan mereka, ada berkat yang Tuhan sediakan bagi kita manusia? Sebab itu bukan saja soal mempedulikan, tetapi di tuntut untuk memahami apa yang menjadi kepunyaan kita dan yang bukan.Tuhan tidak mengijinkan kita melakukan kekejaman, ketidakadilan dan tindakan semena-mena kepada sesama manusia, maupun hewan dan lainnya. Kita harus menjadi orang-orang yang bertanggungjawab, berhati peduli dan penuh belas kasih demi hidup berkelanjutan.

Doa : Mampukan kami Tuhan agar tetap mengasihi sesama ciptaanMu. Amin.

Kamis, 4 Juli 2024

Bahan bacaan : Imamat 19 : 9-10

9 Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu. 10 Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.

Pedulilah Kepada Mereka yang Membutuhkan

Tuhan selalu memanggil kita untuk memperhatikan mereka yang membutuhkan. Dalam beberapa hukum yang disampaikan-Nya melalui Musa, Allah memerintahkan umat-Nya untuk tidak menuai sampai habis, melainkan meninggalkan sisa tuaian untuk orang miskin dan orang asing (Ay.10). Allah ingin umat-Nya memperhatikan dan menyediakan kebutuhan bagi orang-orang yang berkekurangan di tengah-tengah mereka. Dengan melakukan hal demikian, mereka telah menjaga keberlangsungan hidup saudara-saudara yang lemah dan membutuhkan. Hukum ini mungkin semakin sulit diterapkan di zaman sekarang. Semangat individualis membuat orang menjadi kurang peduli kepada sesama. Apalagi tekanan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan semakin banyak, orang memusatkan tindakan demi mencari untung belaka. Situasi ini menyulitkan untuk menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang miskin dan lemah. Meskipun begitu hari ini firman Tuhan kembali mengingatkan bahwa di sekitar kita ada banyak saudara yang sungguh membutuhkan. Pada kita ada berkat yang dari Tuhan. Maka sesungguhnya kita pun masih memiliki kesempatan untuk menjadi penyalur berkat Tuhan bagi mereka. Kita dapat terus menjadi pribadi-pribadi yang peduli dan menyatakan kebaikan serta berkat Tuhan bagi sesama yang lemah dan membutuhkan.

doa : Ya Tuhan, tolong agar kami terus menjadi berkat bagi sesama yang membuthkan. Amin

Jumat, 5 Juli 2024

Bahan bacaan : Keluaran 23 : 10-12

10 Enam tahunlah lamanya engkau menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, 11 tetapi pada tahun ketujuh haruslah engkau membiarkannya dan meninggalkannya begitu saja, supaya orang miskin di antara bangsamu dapat makan, dan apa yang ditinggalkan mereka haruslah dibiarkan dimakan binatang hutan. Demikian juga kaulakukan dengan kebun anggurmu dan kebun zaitunmu. 12 Enam harilah lamanya engkau melakukan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti, supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja dan supaya anak budakmu perempuan dan orang asing melepaskan lelah.

Mengasihi Sesama dan Ciptaan Allah Lainnya

Dalam kenyataannya, ada orang yang hidup mementingkan dirinya sendiri. Mereka tidak peduli pada kehidupan orang lain. Mereka menjadi orang-orang yang serakah dan egois, serta memikirkan kebutuhan hidupnya sendiri. Perilaku seperti ini tidak dikehendaki Tuhan. Karena itu, melalui Musa, Tuhan mengajarkan umat Israel agar dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka dapat memberikan perhatian kepada orang lain dan ciptaan Allah lainnya. Nas bacaan hari ini menegaskan hal itu, “Pada tahun ketujuh haruslah engkau meninggalkannya supaya orang miskin dapat makan … pada hari ketujuh haruslah engkau berhenti supaya lembu dan keledaimu tidak bekerja” (ay. 11-12). Penegasan ini penting supaya kita selalu ingat bahwa berupaya untuk memenuhi kebutuhan atau nafkah hidup, bukanlah berarti menutup mata terhadap orang lain dan ciptaan Allah lainnya. Kita harus menjauhkan diri dari sikap memeras alam demi kepentingan diri sendiri dan bertanggungjawab melestarikan alam ini demi keberlanjutan hidup.

Doa : Bapa ajarlah kami untuk selalu mengasihi sesama dan ciptaan Allah yang lain,  Amin

Sabtu, 6 Juli 2024

bahan bacaan : Ulangan 20 : 19-20

19 Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kaukepung. 20 Hanya pohon-pohon, yang engkau tahu tidak menghasilkan makanan, boleh kaurusakkan dan kautebang untuk mendirikan pagar pengepungan terhadap kota yang berperang melawan engkau, sampai kota itu jatuh."

Pohon itu Berkat dari Tuhan

Memperingati Hari Penanaman Pohon Indonesia pada tahun 2017, DISNAKERTRANS menggunakan Slogan: “Selembar Daunku Berarti Secercah Kehidupan di Bumi yang kau pijak”. Kalimat dalam slogan ini menjadi penegasan bagi kita tentang pentingnya pepohonan untuk keberlangsungan hidup di bumi. Nas bacaan hari ini juga mengingatkan hal yang sama, pohon adalah berkat dari Tuhan. Dalam keadaan terdesak sekalipun seperti peperangan, kita tetap diminta untuk menjaga setiap ciptaan Tuhan. Pepohonan sebenarnya tidak hanya sekadar objek di alam, namun makhluk hidup yang menjadi pelindung kehidupan. Ada berbagai macam manfaat yang kita dapati dari sebuah pohon. Menyediakan sumber daya penting bagi kehidupan manusia, misalnya: oksigen, buah-buahan, bahkan akar pohon mampu menahan tanah dan menjaga aliran air saat datangnya hujan deras. Betapa penting dan bermanfaatnya pepohonan bagi keberlanjutan hidup semua makhluk. Firman Tuhan di hari ini mengingatkan kita semua untuk terus memelihara bumi, menghormati dan menghargai pepohonan sebagai simbol kasih dan pemeliharaan Tuhan. Hentikanlah penebangan liar dan pengrusakan hutan. Janganlah karena ulah kita, pepohonan menjadi rusak. Semoga kita terus menunjukkan rasa syukur melalui tanggung jawab kita untuk menjaga dan melestarikan pepohonan sebagai anugerah berharga dari Tuhan.

doa : Tuhan, kami mau selalu menjaga pohon yang adalah berkatMu bagi kehidupan, Amin

*SUMBER : SHK BULAN JULI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 23 – 30 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Allah Menciptakan Alam Semesta untuk Kesejahteraan Semua Mahluk

Minggu, 23 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 1:1-31

Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. 3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. 6 Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. 8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. 9 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. 10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 11 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. 12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. 14 Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, 15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. 16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. 17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, 18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. 20 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. 24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. 25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Alam Semesta Tanda Keagungan Allah
Menikmati panorama wisata alam (gunung) di Dusun Siwang, Kecamatan Nusaniwe membuat kita terpesona dan takjub akan keindahan alam, mulai dari pemandangan hijau di pegunungan, ombak di pesisir teluk Ambon hingga matahari terbit dan terbenam. Semua karya ciptaan Allah yang luar biasa tersebut menuntun kita untuk berucap “Allah Maha Pencipta” segala sesuatu yang diciptakan-Nya sempurna dan indah. Hal ini pun ditegaskan dalam bacaan kita, bahwa semua ciptaan Tuhan itu baik dan sempura (ay 1-27). Karena itu, manusia diberi kuasa atas seluruh makhluk (ay.28). Jika kita menyadari bahwa ciptaan Tuhan itu baik, maka sebagai orang percaya kita diberi tanggungjawab untuk mengusahakan, mengelola dan merawat ciptaan Tuhan itu dengan baik. kita diingatkan untuk menghentikan eksploitasi terhadap alam, mencemarkan lingkungan, menebang dan membakar hutan, dan sebagainya. Marilah kita bersyukur bahwa semua ciptaan Tuhan yang baik dan sempurna tersebut hanya diperuntukan bagi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan semua makhluk terutama bagi manusia, maka menjaga alam sama artinya kita menjaga keagungan Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami untuk mengusahakan alam dengan baik demi kesejahteraan seluruh makhluk. Amin.

Senin, 24 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 2:8-14

Manusia dan taman Eden
8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

Memanfaatkan Kekayaan Alam dengan Rasa Syukur
Menelusuri perjalanan sepanjang sungai Manumbae di Kepulauan Aru Tengah, kita dihadapkan dengan pemandangan yang indah dan menakjubkan karena di pesisir pantai terbentang hutan bakau yang luas. Air sungai yang tenang menjadi tempat aktivitas masyarakat yakni mandi, mencuci, memanggur sagu dan mencari ikan di sungai tersebut. Sungai Manumbae merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa bagi masyarakat di sana. Ciptaan Tuhan yang indah dan menakjubkan dapat kita temukan pula dalam perikop tadi tentang Taman Eden. Taman Eden selain indah memiliki kekayaan alam yang banyak; antara lain: berbagai jenis pohon yang dimakan baik oleh manusia maupun binatang ay.9). Dan yang paling terpenting dalam taman tersebut adalah sungai yang mengalir dengan keempat cabangnya. Dimana salah satu cabang, namanya Pison merupakan tambang emas terbaik. Selain itu terdapat pula damar bedolah (bahan baku minyak wangi, obat-obatan) dan batu krisopras (batu permata) yang memiliki nilai yang berharga. Kekayaan alam yang berada di taman Eden harus diusahakan dan dipelihara dengan baik demi kehidupan (ay.15). Allah telah menyediakan bagi kita kekayaan alam yang berlimpah; baik di darat, udara dan lautan. Marilah kita menjaga dan mengelolanya dengan baik demi keberlangsungan hidup kita semua.

Doa: kami bersyukur dapat memenfaatkan kekayaan alam sebagai berkatMu Tuhan, amin.

Selasa, 25 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 2: 15-17

15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Allah Pencipta Memberi Tugas Bekerja Untuk Kehidupan Bersama
Kelanjutan karya Allah Maha Pencipta dengan menempatkan manusia pertama Adam di taman Eden, adalah bekerja dengan mengusahakan dan memeliharanya. Sering kita salah memahami bahwa seandainya Adam dan Hawa tidak jatuh ke dalam dosa, maka kita hidup enak dan tidak harus bekerja. Padahal kerja itu telah diperintahkan oleh Tuhan Allah. Namun saat jatuh dalam dosa, maka kerja lebih diperberat sebagai hukuman, bahwa dengan berpeluh, bekerja keras untuk menikmati dan mendapatkan berkat Tuhan. Kemudian ada tanggung jawab yang penting kepada Adam yakni semua buah di dalam taman boleh dimakan dengan bebas. Tetapi buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat, jangan dimakan pasti engkau mati. Kita bersyukur bahwa Allah Pencipta menjadikan kita sebagai rekan sekerjaNya dalam menghadirkan damai sejahtera bagi semua ciptaan. Untuk itu adalah penting selalu mengandalkan hikmat Tuhan agar kita taat dan setia melakukan tugas dan tanggung jawab kita dengan baik. Semua pekerjaan yang baik ketika kita melakukannya kesejahteraan semua orang dan demi kemuliaan nama Tuhan, maka akan memberikan kehidupan baru. Namun kalau ketidaktaatan dan melanggar perintah Tuhan, maka semua yang kita lakukan akan membawa kematian bagi kita dan semua orang.

Doa: Tuhan terima kasih untuk kerja yang kami lakukan demi kesejahteraan bersama. Amin.

Rabu, 26 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 2:18-25

18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. 20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. 21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." 24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. 25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Allah Pencipta Yang Menyatukan Dan Memberkati
Kelanjutan firman Tuhan di hari kemarin, bahwa manusia pertama Adam, dilihat oleh Allah Sang Pencipta tidak baik seorang diri saja. Maka Tuhan Allah akan memberikan kepadanya Hawa sebagai penolong yang dicipta Tuhan dari tulang rusuk Adam. Kehadiran Hawa sebagai penolong untuk melanjutkan kehidupan yang telah diciptakan dan dianugerahi oleh Tuhan. Adam dan Hawa bukan lagi dua pribadi, namun telah menjadi satu. Didalam cinta kasih Allah, dua pribadi yang berbeda disatukan dengan tujuan menghadirkan kehidupan sejahtera yang diberkati Tuhan. Dalam realita, seiring perjalanan waktu, harus diakui tidak mudah untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda. Hal inipun terbukti dalam setiap pergumulan kehidupan keluarga Kristen. Perbedaan yang selalu dipertentangkan karena egoisme masing-masing pribadi. Hal ini menjadi teladan bagi kita semua, dan mesti memaknai kembali akan kebenaran firman Tuhan ini bagi setiap orang secara pribadi baik laki-laki maupun perempuan. Masing-masing memahami tugas panggilannya dengan baik dan diwujudkan dengan penuh kasih sambil tetap meminta hikmat Tuhan agar kesatuan bukanlah sebuah hal yang mustahil untuk menikmati berkat dari Allah Sang Pencipta.

Doa: Tuhan tuntun kami dengan Roh KudusMu agar kami mampu menyatukan hati kami didalam
keperbedaan. Amin.

Kamis, 27 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 3:9-24

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" 10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." 11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" 12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." 13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." 14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 16 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." 17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." 20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. 21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. 22 Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." 23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. 24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Allah Mengampuni dan Memberkati
Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya dengan segala baik. Semua yang baik dalam ciptaan Tuhan itu, dinodai dengan kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Saat mereka makan buah pengetahuan baik dan jahat oleh hasutan si pencoba, mata mereka terbuka dan mengetahui bahwa mereka telanjang. Mereka menjadi takut dan bersembunyi dari Allah. Tuhan pun menghukum ular sebagai si pencoba. Hawa pun harus susah payah waktu mengandung dan melahirkan sebagai seorang ibu. Pun juga Adam sebagai laki-laki harus bekerja keras dengan mengolah dan mengusahakan tanah sebagai pemberian Tuhan Allah. Mereka akan mengusahakan makanan dari semak duri dan tumbuh-tumbuhan di padang. Dengan berpeluh, bekerja keras untuk mendapatkan berkat sampai kembali kepada Allah sebagai Pencipta. Hawa akan menjadi ibu dari semua yang hidup. Tuhan Allahpun membuat pakaian dari kulit binatang untuk melindungi tubuh mereka. Sekalipun demikian, semua yang dilakukan Allah bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Panggilan hidup baik kepada Adam dan Hawa dan setiap kita sebagai keluarga Allah adalah melanjutkan kehidupan yang dianugerahi Tuhan bagi kita. Panggilan itu sekalipun berbagai tantangan, persoalan dan pergumulan hidup, namun tuntunan dan penyertaan Tuhan sebagai wujud cinta kasihNya menjadi kekuatan dan harapan bagi kita untuk berupaya mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan kita.

Doa: Tuhan terima kasih untuk kasihMu yang mengampuni dan diwanai dengan memberkati kami. Amin.

Jumat, 28 juni 2024

bahan bacaan : Mazmur 105:37-45

37 Dituntun-Nya mereka keluar membawa perak dan emas, dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir. 38 Orang Mesir bersukacita, ketika mereka keluar, sebab orang-orang Mesir itu ditimpa ketakutan terhadap mereka. 39 Dibentangkan-Nya awan menjadi tudung, dan api untuk menerangi malam. 40 Mereka meminta, maka didatangkan-Nya burung puyuh, dan dengan roti dari langit dikenyangkan-Nya mereka. 41 Dibuka-Nya gunung batu, maka terpancarlah air, lalu mengalir di padang-padang kering seperti sungai; 42 sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus, akan Abraham, hamba-Nya. 43 Dituntun-Nya umat-Nya keluar dengan kegirangan dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai. 44 Diberikan-Nya kepada mereka negeri-negeri bangsa-bangsa, sehingga mereka memiliki hasil jerih payah suku-suku bangsa, 45 agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!

Allah Pencipta yang Selalu Menggenapi JanjiNya
Tuhan Allah yang memanggil Abraham sebagai leluhur Israel telah menepati janjiNya melalui Ishak dan Yakub. Anak-anak Yakub harus ke Mesir karena kelaparan yang hebat. Allahpun memakai Yusuf sebagai orang kedua di Mesir setelah Firaun. Saatnya mereka keluar dari Mesir tanah perbudakan menuju tanah perjanjian Allah kepada leluhur Israel, Abraham, Ishak dan Yakub. Orang Mesir bersukacita saat bangsa pilihan Tuhan keluar, sebab Mesir dilanda ketakutan karena tangan Allah yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati mereka. Tandanya dengan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari. Selama 40 tahun satupun diantara mereka tidak tercecer, tidak haus dan kelaparan. Sebab Allah Sang Pencipta selalu menyediakan berkat kecukupan dan kelimpahan bagi umat pilihanNya. Tuhan Allah melakukannya bukan karena bangsa Israel baik dan benar. Namun ikatan janjiNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Janji itupun nyata bagi kita sekeluarga dalam perjalanan pengembaraan di dunia ini. Ada banyak hal berupa tantangan, persoalan dan pergumulan. Tetapi Allah dalam Kristus tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Untuk itu yakin dan percayalah akan janji penyertaan dan berkatNya bagi kita sekeluarga.

Doa: Tuhan terima kasih untuk janji berkatMu bagi kehidupan kami sekeluarga. Amin.

Sabtu, 29 Juni 2024

bahan bacaan : Zakharia 10:1-2

Hanya TUHANlah pemberi hujan
Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang. 2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Allah Pencipta Yang Memberikan Hujan Berkat
Allah Sang Pencipta yang telah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya demi kesejahteraan semua makhluk adalah bukti cinta dan sayangnya bagi kita sebagai manusia. Allah telah mengatur dengan begitu baik alam ciptaan dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kalau ada musim panas, tentu saatnya juga sesuai waktunya akan tiba musim hujan. Yang mengaturnya adalah Tuhan Allah Sang Pencipta. Dalam nas firman Tuhan di hari ini, nabi Zakharia menghimbau kepada umat Israel agar mereka meminta hujan dari Tuhan. Sebab Tuhanlah yng membuat awan-awan sebagai pembawa hujan deras, sehingga daripadanya tumbuh-tumbuhan akan hidup dan bertumbuh di padang untuk menghidupkan semua orang. Himbauan dan peringatan nabi Zakharia ini agar umat sadar akan kemahakuasaan Allah. Jangan mereka memakai kekuatan di luar Allah dengan menanyakan kepada terafim yang jahat dan yang juru-juru tenung yang penuh dusta dan hampa. Realita seperti ini terus terjadi sampai saat ini. Ada upaya untuk meminta hujan dan menghentikannya dengan memakai pawang hujan. Hal itu tentu mendukakan hati Allah dan menjadi teguran keras bagi kita semua. Kita mesti mengagungkan dan memuliakan Tuhan Allah yang memberikan hujan berkat, sebagaimana ungkapan pujian kita kepadaNya.

Doa: Tuhan terima kasih untuk hujan berkatMu bagi kami dan semua makhluk ciptaan. Amin.

*SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 16 – 22 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Bersama Merawat Alam Demi keberlanjutan Hidup

Minggu, 16 Juni 2024

bahan bacaan : 1 Raja-raja 21:1-29

Kebun anggur Nabot
Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. 2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 4 Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. 5 Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?" 6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu." 7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu." 8 Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot. 9 Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 10 Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati." 11 Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. 12 Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 13 Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. 14 Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati." 15 Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 16 Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 17 Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya: 18 "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 19 Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu." 20 Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 21 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. 22 Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa. 23 Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel. 24 Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara." 25 Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. 26 Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. 27 Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban. 28 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu: 29 "Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."

Tanah Milik Pusaka Tidak Boleh diperjualbelikan
Zakaria J. Ngelow sebagai Pendeta Gereja Kristen Sulawesi Selatan pernah menyampaikan bahwa “Pengelolaan tanah adalah amanat dari Allah”. Ngelow sesungguhnya mengkritik kecenderungan tindakan gadai dan jual beli tanah di masa kini. Menurut Ngelow, pengelolaan tanah milik pusaka harus didasarkan pada kepentingan hidup bersama. Bagi Ngelow, jika tanah tidak dikelola secara bijaksana maka akan menimbulkan beragam masalah, baik dalam relasi manusia dengan alam maupun relasi antar manusia. Berbeda dengan harapan Ngelow, teks 1 Raja-raja 21:1-19 memperlihatkan pengelolaan tanah yang tidak adil. Ahab sebagai penguasa menggunakan kekuasaannya untuk merampas hak milik dan hak hidup umat. Tindakan Ahab merupakan pelanggaran berat atas HAM, Hukum Keagamaan Israel, sekaligus pemberontakan kepada Allah Sang Sumber Hidup. Karena dalam hukum agama Israel, tanah adalah pemberian Allah yang tidak boleh dialihkan. Jika terjadi peralihan hak kepemilikan maka patut didasari pada mekanisme hukum. Ironinya, Ahab tidak melakukan semua itu. Belajar dari kesalahan Ahab maka kita di masa kini dipanggil untuk mengelola tanah berdasarkan prinsip keadilan Allah. Sudah saatnya, kita tidak menggunakan tanah untuk mendominasi sesama, melainkan untuk melayani, memberdayakan, dan memperjuangkan hidup bersama.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk terus memanfaatkan berkat-Mu untuk kepentingan bersama. Amin.

Senin, 17 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 26: 12-22

12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. 13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. 15 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah. 16 Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami." 17 Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ. 18 Kemudian Ishak menggali kembali sumur-sumur yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, dan yang telah ditutup oleh orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah diberikan oleh ayahnya. 19 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. 20 Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: "Air ini kepunyaan kami." Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana. 21 Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna. 22 Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: "Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini."

Kita Terpanggil Merawat Alam
Sejak penciptaan langit dan bumi, manusia diberikan mandat dari Tuhan untuk “Berkuasa” (bnd. Kejadian 1:28). Mandat untuk “Berkuasa” dari Tuhan kemudian salah dipahami, sehingga terjadi kerusakan alam, karena sikap dominasi (power over) manusia. Manusia melupakan bahwa inti mandat Allah adalah menciptakan kesetaraan dan keutuhan hidup antar ciptaan serta panggilan untuk mengelola, merawat, dan melestarikan alam. Teks Kejadian 26:12-27 sebagai bahan perenungan semakin memberikan kita penyadaran tentang pentingnya merawat alam. Dalam teks diceritakan, bahwa negeri Filistin mendapat persoalan besar, yaitu mereka semua kelaparan. Ishak yang turut berada di negeri Filistin kemudian memutuskan mengelola tanah sebagai upaya untuk melanjutkan hidup. Disebutkan bahwa Ishak menabur di tanah dan pada tahun itu juga, ia mendapat hasil seratus kali lipat, dan ia menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya”. Tindakan Ishak memberikan pelajaran kepada kita di masa kini, bahwa alam adalah sumber kehidupan untuk seluruh ciptaan, karena telah diberkati oleh Tuhan. Sebagai manusia, kita patut bersyukur untuk anugerah tersebut. Dan sebagai bentuk ungkapan syukur, kita patut untuk menjaga dan merawat alam ciptaan ini. Dengan menjaga alam, kita sementara berjuang untuk menjaga rumah bersama yang kita diami. Dengan rumah yang aman maka seluruh ciptaan mampu terpelihara dengan baik.

Doa: Tuhan, teruslah mampukan kami untuk merawat alam ciptaan-Mu. Amin.

Selasa, 18 Juni 2024

bahan bacaan : Amsal 23:10-11

10 Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, dan memasuki ladang anak-anak yatim. 11 Karena penebus mereka kuat, Dialah yang membela perkara mereka melawan engkau.

Jangan Memindahkan Bataz Tanah Milik Orang Lain
Selain disebut sebagai makhluk etis-moral (homo ethicus), makhluk manusiawi (homo humanus), makhluk sosial (homo socius), manusia juga disebut sebagai makhluk ekologi (homo ecologicus). Dengan memahami hakekat diri sebagai makhluk ekologi maka manusia terpanggil untuk menjaga alam ini. Menurut penuturan Amsal 23:10-11, salah satu cara merawat alam adalah “Dengan tidak memindahkan batas tanah milik orang lain, terkhususnya ladang anak-anak yatim”. Larangan tersebut memiliki makna hukum/perlindungan berlapis. Karena pada satu sisi, larangan tersebut bertujuan menjaga dan mempertahankan hak-hak anak yatim dari para penguasa yang tidak adil. Dan pada sisi lain, larangan tersebut bertujuan menghindari eksploitasi lahan yang semena-mena. Dengan eksploitasi lahan maka alam semesta akan dikorbankan dan digiring mendekati kehancuran. Sesungguhnya larangan Amsal 23: 10-11 menjadi penting untuk dimaknai pada masa kini, karena eksploitasi lahan telah terjadi secara masif. Bahkan eksploitasi itu telah menekan orang miskin, janda, yatim piatu, dan lain sebagainya. Sudah saatnya kita melakukan pertobatan ekologis. Karena dengan pertobatan ekologis kita akan memahami bahwa tanah/lahan yang diberikan oleh Allah perlu untuk dirawat, bukan yang lainnya. Bahkan lebih dari itu, kita akan memahami bahwa sesungguhnya manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Upaya manusia menjaga tanah adalah manifestasi dari upaya menjaga dirinya.

Doa: Ajarilah kami untuk berusaha menjaga tanah pemberian-Mu dari sikap tamak dan arogan. Amin.

Rabu, 19 Juni 2024

bahan bacaan : Amsal 28:19

19 Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.

Orang Yang Bekerja Diberkati, Pemalas Akan Miskin
Dalam artikel “Teologi Tanah” (dipublikasi oleh Oase Intim) menyebutkan, Tanah diciptakan Tuhan sebagai rumah bersama semua makhluk untuk makan dan minum serta melakukan semua aktifitas untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia. Dengan kata lain, jika manusia memanfaatkan tanah dengan baik maka dia akan hidup dengan baik pula. Berbicara tentang tanah sebagai sumber hidup manusia juga dijelaskan dalam bacaan tadi, ay 19 menyebutkan: “Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan”. Penulis Kitab Amsal memperhadapkan kepada kita sebuah pilihan; orang bijak memilih jalan yang menuju kepada berkat, kekayaan dan kebahagiaan. Sebaliknya, orang bodoh selalu memilih jalan yang salah dan menerima akibatnya. Barangsiapa memanfaatkan tanahnya dengan bekerja keras (menanam, menginvestasi) maka dia akan memperoleh berkat yang berlimpah-limpah. Sebaliknya mereka yang malam bekerja dan membiarkan tanah tidak dimanfaatkan dengan baik akan hidup dalam kekurangan.

Doa: Tuhan tuntun kami memanfaatkan tanah sebagai sumber hidup, amin.

Kamis, 20 Juni 2024

bahan bacaan : Imamat 25:1-7

Tahun Sabat dan tahun Yobel
TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai: 2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN. 3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, 4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. 5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. 6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. 7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.

Pelihara Alam Bagi Kebaikan Seluruh Makhluk
Salah satu tema penting di dalam Perjanjian Lama ialah tentang sabat (sabat berarti penghentian kerja (Band. Kej.2:1-3). Makna sabat bagi tanah dalam Imamat 25: 1-7 bahwa tanah haruslah diberikan perhentian penuh pada tahun ketujuh. Tuhan Allah memberikan perintah kepada bangsa Israel agar mereka tidak menabur dan menanam pada tahun ketujuh. Tanah haruslah diberikan perhentian penuh selama satu tahun. Dengan demikian seluruh hasil tanah bukan menjadi milik tuan tanah secara mutlak melainkan menjadi milik bersama. Artinya semua yang tumbuh di atas tanah menjadi milik bersama; baik para budak, pekerja maupun orang asing (pendatang) bahkan segala ternak yang hidup di tanah tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa tanah adalah milik Tuhan sehingga Tuhan berkuasa untuk mengatur proses pengelolaan tanah demi menjaga keberlangsungan hidup seluruh makhluk sekaligus memperlihatkan keberpihakan Allah untuk membelah hak hidup kaum lemah. Makna bagi orang percaya saat ini, tanah merupakan anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan demi kemakmuran bersama sebagai tanggung jawab sosial sekaligus menjamin kesuburan tanah sebagai tanggung jawab menjaga lingkungan hidup.

Doa: Tuhan. kiranya tanah sebagai milik-Mu memberikan kesejahteraan bagi kami. Amin.

Jumat, 21 Juni 2024

bahan bacaan : Imamat 25: 23-28

Penebusan tanah
23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah. 25 Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga harus menjual sebagian dari miliknya, maka seorang kaumnya yang berhak menebus, yakni kaumnya yang terdekat harus datang dan menebus yang telah dijual saudaranya itu. 26 Apabila seseorang tidak mempunyai penebus, tetapi kemudian ia mampu, sehingga didapatnya yang perlu untuk menebus miliknya itu, 27 maka ia harus memasukkan tahun-tahun sesudah penjualannya itu dalam perhitungan, dan kelebihannya haruslah dikembalikannya kepada orang yang membeli dari padanya, supaya ia boleh pulang ke tanah miliknya. 28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

Gunakanlah Tanah Anugerah Tuhan Bagi Kesejahteraan Hidup
Saat ini, dapat dibilang bahwa tanah telah menjadi sumber konflik (sengketa). Dimana-mana terjadi masalah tanah yang berujung pada masalah sosial maupun masalah hukum. Orang “bakalai” (bertengkar) karena tanah, orang “bakusumpah” (saling menyumpahi) karena tanah, orang “bakubunuh” (saling membunuh) juga karena tanah. Kenapa? Karena tanah memiliki nilai investasi (harga) yang tinggi. Akibat harga jual tanah yang sangat fantastis tersebut membuat orang tidak segan-segan mengambil tanah milik orang lain, ada yang menjual tanah warisan secara sepihak, manupulasi sertifikat tanah, dan sebagainya. Persoalan tentang tanah juga terjadi pada saat bangsa Israel mendiami tanah Kanaan. Setiap suku Israel diberikan pembagian dan kepemilikan tanah untuk dikelola demi kesejahteraan hidup akan tetapi ada yang menjual tanah sehingga mereka kehilangan miliknya Karena itu, mereka diingatkan agar jangan menjual tanah secara mutlak karena Allahlah pemilik tanah (ay.23). Orang Kristen diingatkan bahwa tanah milik Tuhan karena itu tanah tidak boleh menjadi sumber konflik melainkan sumber hidup.

Doa: Tuhan, kiranya tanah sebagai milik-Mu tidak menjadi sumber konflik melainkan sumber kesejahteraan, Amin.

Sabtu, 22 Juni 2024

bahan bacaan : Ulangan 27:17

17 Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Berpeganglah Pada Hak dan Kewajibanmu
Praktek menggeser batas tanah sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ada pihak-pihak tertentu yang dengan curang menggeser batas tanah atau patok yang telah dibuat dari si pemilik yang sah. Padahal praktek tersebut dapat diancam pidana. (Pasal 383 KUHP) Larangan tentang menggeser batas tanah milik orang lain pun sudah disampaikan oleh Musa pada zaman lampau. Larangan ini bermaksud agar bangsa Israel tidak semena-mena terhadap milik sesamanya. Dan apabila Israel melanggar perintah tersebut akan membawa konsekuensi buruk bagi kehidupan mereka yakni kutuk. Kutuk ini disampaikan oleh imam dan akan disahut dengan kata “amin” oleh segenap umat Israel (ay.17). Hal ini dilakukan agar umat Israel hidup taat sesuai perintah Tuhan (UI.30:19). Pesan nas ini bagi kita adalah bahwa kita tidak boleh menggeser batas tanah orang lain sebagai pemilik sah karena hal itu bukanlah perbuatan kebenaran. Tindakan tersebut dapat saja mendatangkan persoalan yang berujung pada hukuman pidana. Tentu kita tidak menginginkan hukuman Tuhan. Maka mari kita berlaku jujur di hadapanNya, termasuk jujur terhadap batas-batas tanah.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup dalam kebenaran, dengan tidak menggeser batas tansh yang
telah dibuat, amin.

*: SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 09 – 15 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Air menjadi Sumber Kehidupan

Minggu, 09 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 2: 19-22

Elisa menyehatkan air di Yerikho
19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi." 20 Jawabnya: "Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya." Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. 21 Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: "Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi." 22 Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.

Air adalah Sarana Memulihkan Kehidupan
Salah satu kebutuhan hidup yang sangat penting bagi kehidupan manusia adalah air. Fungsi air bagi tubuh adalah untuk menyeterilkan dan membersihkan organ tubuh, mengedarkan sari makanan ke semua sel tubuh, dan juga membuang sampah beracun dari tubuh. Dalam nas bacaan hari ini dikisahkan tentang mujizat yang Elisa lakukan yakni membuat air Yerikho kembali menjadi sehat. Yosua 6:26 mengatakan bahwa orang yang membangun kembali kota Yerikho akan terkutuk dan akan kehilangan anak sulung dan anak bungsunya.Para penduduk kota juga terkena dampak karena mereka pun kehilangan anak-anak yang belum dilahirkan karena ibu mereka mengalami keguguran. Meski letak kotak itu strategis, namun airnya tidak baik. Tuhan berfirman melalui Elisa (ay. 21) bahwa Dia sudah menyehatkan memulihkan kembali air di kota Yerikho. Akta pemulihan itu dilakukan Elisa dengan memberikan gambar ke dalam air itu. Air yang disehatkan kembali adalah tanda kemurahan Tuhan bagi orang-orang yang dikasihi-Nya. Tuhan memakai media air untuk memulihkan kehidupan bangsa sebab ada generasi baru yang diselamatkan. Kita sungguh bersyukur atas anugerah air yang Tuhan sediakan di atas muka bumi. Ketersediaan air ini tidak semuanya dapat
dikonsumsi.. Air bersih akan semakin berkurang. Menjadi panggilan kita semua untuk menjaga dan merawat alam, pohon-pohon dan sumber-sumber air bersih dengan baik. Jangan mengotori air dengan sampah dan menggunakannya dengan sebebas-bebasnya tanpa memikirkan kebutuhan orang lain.

Doa: Tuhan terima kasih untuk air yang kami nikmati dalam hidup setiap hari. Amin.

Senin, 10 Juni 2024

bahan caan : 2 Raja-Raja 5:8-14

8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel." 9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir." 11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati. 13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." 14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Air yang Menjadi Berkat
Iman adalah kemampuan untuk percaya pada apa yang tidak bisa kita lihat, sehingga terbebas dari ketakutan yang menjebak dan mengurung. Bagi hamba perempuan yang memberi saran kepada Naaman untuk bertemu dengan Elisa, penyakit Naaman bisa sembuh asalkan Naaman mau datang kepada sang nabi, itulah kebenarannya. Kisah Naaman disembuhkan ini mengingatkan bahwa percaya atau beriman saja tidak cukup. la percaya nabi Elisa di Israel bisa menyembuhkan sakit kustanya. Naaman berangkat dengan surat pengantar resmi atasannya, Raja Aram, lengkap dengan segala kegagahan militer dan harta persembahannya untuk “membeli” kesembuhan dan Allah Israel, tetapi pada akhirnya Naaman malah marah dan terhina. Elisa menyuruhnya “hanya” mandi di sungai Yordan tujuh kali. Apa susahnya perbuatan ini? Hampir saja Naaman luput dari anugerah kesembuhan, seandainya dia tetap marah dan tidak menaati perintah Elisa. Namun akhirnya ia mau mandi di sungai dan memperoleh kesembuhan. Kita percaya dalam iman bahwa air adalah juga sarana yang Tuhan pakai untuk proses kesembuhan. Dengan kuasa-Nya Tuhan bisa memakai media apapun termasuk air untuk menyatakan kasih dan pemulihan bagi yang berharap kepadaNya. Angkat hati dan minta Tuhan memberkati air untuk pemulihan.

Doa: Bapa kami ingin membawa pemulihan bagi sesama, jadikan kami saluran berkat. Amin.

Selasa, 11 Juni 2024

bahan bacaan : Keluaran 15:22-27

Di Mara dan di Elim
22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. 23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. 24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?" 25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, 26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau." 27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Air adalah Kebutuhan
Kurang lebih 60% dari total berat tubuh manusia adalah air/cairan, karenanya tak heran cairan menjadi zat yang sangat penting untuk membantu tubuh kita agar tetap sehat sehingga dapat menunjang kehidupan dan aktivitas setiap hari. Air menjadi kebutuhan hidup yang sangat penting bagi manusia. Keluaran 15:22-27 mengisahkan tentang peristiwa setelah penyeberangan Laut Merah, bangsa Israel mulai bersungut-sungut karena kekurangan air minum yang layak untuk dikonsumsi. Mereka mengkritik dan menyalahkan Musa, karena tidak memberikan solusi yang memadai terhadap masalah kekurangan air. Meresponi semua persungutan dan keluhan mereka, Musa berbalik kepada Tuhan dan berdoa. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan Musa selain menyerahkan persoalan krisis air ini kepada Tuhan. Tuhan dengan kemurahan hati-Nya memberikan solusi atas kekurangan air tersebut. Musa diperintahkan untuk melemparkan kayu ke dalam air yang pahit, dan air itu menjadi manis sehingga dapat diminum oleh bangsa Israel. Di tengah kondisi padang gurun yang gersang sekalipun, Tuhan dapat menyediakan air. Maka keberadaan air bersih yang hingga hari ini dapat kita nikmati, adalah bukti kemurahan hati Tuhan yang harus kita dayagunakan dengan baik demi keberlanjutan hidup. Air adalah sumber kehidupan. Mari jaga dan bersihkan sumber-sumber air bersih yang ada di sekitar lingkungan tempat kita tinggal.

Doa: Tuhan kiranya kami bertanggungjawab menjaga sumber-sumber air demi kehidupan yang berlanjut. Amin.

Rabu, 12 Juni 2024

bahan bacaan : Keluaran 17:1-7

Di Masa dan di Meriba
Kemudian berangkatlah segenap jemaah Israel dari padang gurun Sin, berjalan dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan, sesuai dengan titah TUHAN, lalu berkemahlah mereka di Rafidim, tetapi di sana tidak ada air untuk diminum bangsa itu. 2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?" 3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?" 4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!" 5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. 7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?"

Jangan Bertengkar Soal Air
Dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian, bangsa Israel berpindah-pindah hingga sampai di Rafidim. Di situ tidak ada air untuk diminum, lalu mereka mulai panik. Mereka tidak menyadari bahwa di persinggahan sebelumnya Allah selalu menyediakan air. Mereka tidak meyakini bahwa Allah juga akan menyediakan air bagi mereka di Rafidim. Pemeliharaan dan kebaikan Allah sepanjang perjalanan mereka, dari Mesir sampai Rafidim, seolah-olah terhapus begitu saja oleh masalah ketiadaan air. Musa terpancing dengan aksi bangsa itu, lalu dengan berteriak-teriak bertanya kepada Tuhan. Sebab ia khawatir kalau bangsa itu akan mencelakainya. Tuhan pun masih berkenan memakai Musa melakukan mukjizat untuk menolong umat-Nya. Musa berjalan di depan bangsa Israel dengan beberapa tua-tua dengan membawa tongkat menuju gunung Horeb, lalu memukul gunung batu dan keluarlah air sehingga bangsa Israel dapat meminumnya. Pertengkaran bisa disebabkan oleh berbagai alasan. Salah satunya jika kebutuhan air tidak ada. Atau air yang ada tidak mencukupi kebutuhan banyak orang. Di tempat-tempat yang sulit mendapatkan air, kadangkala berebutan. Air yang disediakan pemerintah pun kadang-kadang jika tidak dijalankan satu dua hari, telah menimbulkan kesulitan dan persungutan bahkan pertengkaran. Ya, begitu pentingnya air bagi kehidupan. Tetapi jangan bertengkar karena air sebab Tuhanlah yang memberi air dan Tuhan tidak akan membarkan kehidupan binasa karena ketiadaan air.

Doa: Ya Tuhan, biarlah kami tidak bertengkar karena air. Amin.

Kamis, 13 Juni 2024

bahan bacaan : Bilangan 20:2-13

Miryam mati Dosa Musa dan Harun
2 Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka mengerumuni Musa dan Harun, 3 dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN! 4 Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan ternak kami mati di situ? 5 Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan delima, bahkan air minumpun tidak ada?" 6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. 7 TUHAN berfirman kepada Musa: 8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya." 9 Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya. 10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" 11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum. 12 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." 13 Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka.

Tuhanlah yang Memberikan Air demi Memelihara Kehidupan
Tuhan Allah selalu menjaga keberlanjutan kehidupan seluruh ciptaan. Dalam nas ini disampaikan demikian, bahwa umat Israel yang melakukan perjalanan di padang gurun merasakan haus. Kehausan itu membuat mereka melakukan protes terhadap Musa dan Harun. Dalam pandangan bangsa Israel, sebagai pemimpin yang ditunjuk oleh Allah maka Musa dan Harun harus bertanggung jawab atas situasi krisis yang terjadi. Menyikapi kondisi itu maka Musa dan Harun memohon kepada Allah di pintu Kemah Pertemuan agar berkenan memberikan air, sehingga mereka dapat bertahan hidup. Dalam keadaan itu, hakekat Tuhan sebagai Allah yang merawat kehidupan dinampakan. Allah memerintahkan untuk mengumpulkan umat dan menyampaikan kepada bukit batu untuk mengeluarkan air. Perintah tersebut agar menjadi pengingat kebenaran, bahwa Allah yang memberi air sebagai bentuk pemeliharaan-Nya. Ironinya, Musa dan Harun justru mempertanyakan di depan umat: apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?. Pertanyaan itu adalah bentuk ketidakpercayaan dan keraguan atas pemeliharaan Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga meragukan kebenaran bahwa Allah akan tetap menolong dan memelihara hidup kita? Percayalah, bahwa Allah tidak akan meninggalkan ciptaan-Nya sendiri. Allah yang telah mencipta adalah Allah yang terus menuntun dan memelihara kehidupan dengan selalu menyediakan air bagi kebutuhan ciptaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, kami percaya. bahwa Engkau yang menciptakan air untuk terus menuntun dan memelihara ciptaan-Mu. Amin.

Jumat, 14 Juni 2024

bahan bacaan: Yehezkiel 47:1-12

Sungai yang keluar dari Bait Suci
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. 2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. 3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. 4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang. 5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi. 6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai. 7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana. 8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, 9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup. 10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak. 11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam. 12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Aliran Air Sehat Membawa Kehidupan bagi Semua Makhluk
Seorang penyair dan penulis novel asal Skotlandia yang bernama Charles Mackay pernah menyampaikan, bahwa ” Air adalah ibu dari pokok anggur, perawat dan sumber kesuburan, penghias dan penyegar dunia”. Ungkapan Mackay sesungguhnya memberikan kesadaran kepada kita semua, bahwa air adalah salah satu sumber utama kehidupan. Dengan aliran air yang sehat maka kehidupan seluruh ciptaan dapat terus diperjuangkan. Teks Yehezkiel 47:1-12 sebagai kumpulan penglihatan zaman baru bangsa Israel menampilkan gagasan yang sama, bahwa aliran sungai yang keluar dari Bait Suci mampu memberikan kehidupan kepada seluruh ciptaan. Ungkapan “Bait suci” yang terus diulangi dalam teks Yehezkiel 47 hendak memberikan penegasan bahwa air yang membawa kehidupan bersumber dari Allah, sebab Bait Suci adalah kediamaan-Nya. Sebagai implikasi etis maka umat perlu menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Sesungguhnya, ketergantungan kepada air memberi penyadaran akan pentingnya penyerahan diri kepada Allah dan kerelaan melakukan perintah-Nya. Nilai yang sama perlu kita maknai di masa kini, bahwa kehidupan yang berkelanjutan dari seluruh ciptaan akan diperoleh hanya melalui intimitas dengan Allah, yaitu: menyerahkan hidup secara total kepada Allah dan kesediaan untuk melakukan seluruh kewajiban dan perintah-Nya, termasuk merawat air agar tetap sehat, bersih dan tersedia dari waktu ke waktu.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu melakukan kehedandak-Mu. Amin.

Sabtu, 15 Juni 2024

bahan bacaan ; Kejadian 24: 10-21

10 Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor. 11 Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air. 12 Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. 13 Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. 14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum--dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu." 15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya. 16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. 17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: "Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu." 18 Jawabnya: "Minumlah, tuan," maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum. 19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: "Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum." 20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu. 21 Dan orang itu mengamat-amatinya dengan berdiam diri untuk mengetahui apakah TUHAN membuat perjalanannya berhasil atau tidak.

Air Mesti dimanfaatkan untuk Kepentingan Bersama
Kerelaan untuk berbagi penting dimiliki setiap orang percaya. Teks Kejadian 24: 10-21 secara lugas menjelaskan tentang pertemuan Ishak dan Ribka. Dan sesungguhnya menarik karena pertemuan mereka digambarkan dalam ruang berbagi hidup yang tulus. Ishak pada waktu itu membutuhkan Air dan Ribka ditampilkan sebagai sosok yang memanfaatkan air sebagai sarana berbagi hidup untuk kepentingan bersama. Bahkan secara jelas ditampilkan, bahwa Ribka tidak hanya berbagi kehidupan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada ciptaan lainnya, hewan peliharaan Ishak (bnd. Ay. 19-20). Totalitas dan ketulusan Ribka untuk berbagi semakin terlihat ketika ia berlari kedua kalinya ke sumur, menimba air dan memastikan, bahwa unta-unta Ishak puas meminumnya. Kita yang terus hidup di masa kini, patut belajar dari ketulusan Ribka untuk berbagi sumber kehidupan dengan sesama dan ciptaan lainnya. Kita diingatkan untuk senantiasa memperjuangkan kepentingan dan keberlanjutan hidup bersama, dibandingkan mementingkan hidup sendiri. Percayalah, bahwa Allah Sang Sumber Berkat itu tidak akan membuat kita berkekurangan ketika dengan tulus kita memutuskan untuk menolong sesama.

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk memanfaatkan air untuk kepentingan bersama. Amin.

*SUMBER SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM