Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Jangan Ragu, Kristus yang Bangkit memberi Kecukupan

Minggu, 07 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 21:1-14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Yesus Peduli dan Memperhatikan
Teks Yohanes 21:1-14, menyatakan bahwa banyak sekali kegagalan-kegagalan yang dihadapi murid-murid Yesus bahkan merasa kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mereka kembali menjadi penjala ikan, dan melalaikan panggilan mereka sebagai penjala manusia. Murid-murid Yesus mulai berusaha untuk menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak menghasilkan apa-apa di Danau Tiberias waktu itu. Bahkan dapat disebutkan mereka telah gagal total, karena mereka sudah berusaha siang malam menjala ikan akan tetapi sebagai seorang yang ahli menjala ikan mereka tidak membawa apapun juga, satu ekorpun tidak. Yesus adalah Allah yang mempedulikan dan memperhatikan kita (Yohanes 21:4), sampai sekecil kebutuhan dan masalah kita Dia senantiasa peduli dan turun tangan menolong. Dia adalah sahabat kita di tengah-tengah persoalan kita. Yesus bukan hanya memperhatikan akan tetapi Dia juga memberikan solusi (Yohanes 26: 6), bersama Yesus kita harus berani melangkah walalupun bagi kita hal itu mustahil tetapi Yesus mengubah hal yang mustahil menjadi mujizat. Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu percaya dan bersyukur, memuliakan nama-Nya melalui keajaiban tangan-Nya. Janganlah kita ragu, Yesus yang bangkit sanggup memberikan kecukupan melalui setiap usaha dan kerja yang dilakukan, melalui peluh dan keringat yang keluar demi kelanjutan hidup. Terbukti, murid-murid Yesus berani melangkah walaupun mereka sudah lelah. Karena ketaatan dan iman mereka, di Danau Tiberias Yesus memberkati mereka berlimpah-limpah.

Doa: Bapa, kami mau selalu percaya dan beriman kepada Mu ditengah kesulitan hidup, amin.

Senin, 08 April 2024

bahan bacaan : Ibrani 13:5

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Jangan Menjadi Hamba Uang
Surat kepada orang-orang Ibrani ini mengandung nasihat dan pengajaran tentang kehidupan Kristen yang benar. Nasihat atau pengajaran untuk menghindari ketamakan dan keinginan berlebihan terhadap harta dunia, serta untuk mengandalkan Allah dalam segala hal. Pengajaran pertama, “Janganlah menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu,” mengingatkan orang percaya untuk tidak terlalu terikat pada harta dan kekayaan. Mencari materi dan uang bukanlah hal yang harus diutamakan dalam hidup, melainkan kecukupan yang bersumber dari kepercayaan kepada Tuhan. Pengajaran kedua, “Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau,” merujuk pada janji Allah kepada umat-Nya bahwa Dia akan selalu hadir dan mendampingi. Ini adalah pernyataan bahwa kepercayaan dan kepatuhan kepada Allah lebih penting daripada tergantung pada harta benda atau kekayaan duniawi. Melalui kepatuhan, kerinduan untuk mengikuti kehendak-Nya, dan mendekatkan diri kepada-Nya dalam doa dan ibadah, kita dapat menemukan arti hidup dan kebahagiaan yang sejati. Karena itu, Pengajaran inipun penting bagi kita untuk melepaskan diri dari godaan materialisme, mengembangkan sikap puas dan bersyukur, serta membangun hubungan yang kokoh dengan Tuhan. JanjiNya harus dipegang, DIA akan mencukupkan kita dalam segala hal.

Doa: Tuhan tolonglah kami untuk taat dan tidak tergoda arus dunia ini. Amin.

Selasa, 09 April 2024

bahan bacaan : Matius 6:11

11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Berserah Kepada Tuhan dan MengandalkanNya
Yesus mengajarkan hal penting dalam doa bapa kami yakni mengandalkanNya dalam segala aspek kehidupan, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan. “Berikanlah kepada kami, makanan kami yang secukupnya”. Latar belakang penulisan kutipan ini adalah untuk mengajarkan para pengikut Yesus tentang pentingnya berdoa kepada Allah, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, dan mengandalkan-Nya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Permohonan untuk makanan yang secukupnya mengandung makna bahwa manusia diingatkan untuk tidak rakus atau tamak, melainkan meminta apa yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan hidup, sehari demi sehari. Demikianlah sepatutnya bersyukur atas rezeki yang diberikan setiap hari. Kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang selalu memberikan berkat dalam kehidupan ini. sebab itu mari kita mengandalkan Allah sebagai sumber segala berkat dan mengakui bahwa kita membutuhkan dukungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal pangan atau makan minum. Bagian kita adalah terus bekerja dan mengupayakan berkat-berkat demi keberlanjutan hidup itu dengan jujur dan benar.
Bersyukurlah atas berkat yang diberikan pada setiap hari dan mintalah supaya Tuhan mencukupkannya bagi keperluan kita. Di tengah berbagai krisis yang kita hadapi, termasuk krisis pangan, Doa Bapa Kami mengajarkan pentingnya bergantung pada Allah dalam segala hal.

Doa: Hanya Engkaulah Sumber Berkat ajar kami selalu berserah dan mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 10 April 2024

bahan bacaan : Matius 15:32-39

Yesus memberi makan empat ribu orang
32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

Yesus yang Bangkit, Mencukupkan Semuanya
Para murid Yesus tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang nonYahudi. Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikut Dia. Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka. Pertanyaan para murid tentang bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidakpedulian mereka (38). Sekali lagi dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan kecil, Yesus bersyukur dan melipatgandakannya serta kembali memakai para murid-Nya menyalurkan berkat itu kepada orang banyak. Hasilnya, semua orang dapat makan sama kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Keraguan para murid terkadang juga menjadi keraguan kita. Namun Yesus mengharapkan kita untuk jangan pernah meragukan kuasa-Nya. Kristus yang bangkit memberikan jaminan bahwa dengan apa yang ada pada kita, DIA akan mencukupkan. Bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, jangan cemas, tetapi serahkanlah kepada Yesus. la akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Karena itu tetaplah menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang yang lemah dan membutuhkan.

Doa: Bapa kami percaya berkatMu melimpah. Jadikan kami saluran berkat-Mu. Amin.

Kamis, 11 April 2024

bahan bacaan : Mazmur 65:10-14

9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Bersoraklah karena BerkatNya Melimpah
Hidup adalah anugerah dan berkat merupakan bagian dari kasih karunia Tuhan. Kalimat ini merupakan wandview (pandangan hidup) dari kata bersyukur. Bersyukur adalah respon iman yang lahir dari pengetahuan akan kebaikan Tuhan dan berbuah dalam tindakan memuliakan Tuhan. Mazmur 65:10-14 ini mencerminkan kedalaman hubungan antara manusia dengan Tuhan. Di rumah Tuhan, manusia bertemu dengan-Nya dan menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Puji-pujian oleh karena kuasa Allah dalam mengendalikan alam, khususnya dalam memberikan hujan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan kehidupan di bumi. Ketika Allah memberkati bumi dengan hujan, DIA pun memberikan tahun-tahun panen dan memenuhi kebutuhan manusia. Padang gurun dan bukit-bukit yang tandus berubah menjadi tempat yang subur, penuh dengan hasil panen. Inilah gambaran pemazmur tentang penyertaan Allah dalam kehidupan kita, yang dapat mengubah keadaan yang sulit menjadi sesuatu yang subur dan berlimpah. Nas hari ini mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan atas karunia dan berkatNya. Manfaatkanlah semua yang diciptakan-
Nya dalam alam semesta ini, supaya makanan dan minuman tersedia. Dalam usaha dan kerja keras kita mengolah tanah, laut, dengan semua potensinya, yakin bahwa Allah bekerja didalamnya untuk memberikan kelimpahan yang mencukupkan keperluan kita setiap hari.

Doa: Tuhan, hati kami bersyukur dan bersukacita, Engkau memberi berkat melimpah.. amin.

Jumat, 12 April 2024

Bahan bacaan : Keluaran 16:13-18

13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. 14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. 15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa." 17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

Percayalah pada Pemeliharaan Tuhan
Israel selalu mengalami kebaikan Tuhan. Mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Mereka mengalami mujizat Tuhan ketika laut Teberau terbelah dan merka selamat dari pasukan Filistin. Tetapi semua itu belum cukup untuk meyakinkan mereka. Ketika berada di Padang Gurun, hari ke 15 di bulan kedua dalam perjalanan menuju Kanaan, Israel bersungut-sungut. Israel protes kepada Musa dan Harun. Kaki dan mata Israel sedang terarah menuju masa depan, Kanaan yang Tuhan janjikan, tetapi hati ternyata masih terikat pada masa lalu di Mesir. Israel membandingkan hidup di Mesir dan keadaan yang sedang mereka alami di Padang Gurun. Bagi Israel lebih baik mati di Mesir dengan kenyang daripada mati kelaparan di Padang Gurun. Ternyata masalah yang membuat Israel bersungut-sungut adalah soal perut atau makan minum. Soal perut membuat Israel melupakan kebaikan Tuhan dan meragukan kuasa Tuhan. Sikap ini di mata Tuhan adalah sebuah pemberontakan. Tuhan menyatakan kemuliaanNya di Awan, agar Israel sadar bahwa Tuhanlah Allah yang berkuasa membuat mujizat. Tiap pagi Tuhan memenuhi kebutuhan perut mereka dengan memberikan manna dan burung puyuh. Kisah ini berharga bagi kita. terkadang hanya karena soal perut, kita mudah melupakan Tuhan. Hanya soal perut kita berbuat jahat dan meragukan pemeliharaan Tuhan. Mari perteguh kepercayaan, Kristus yang bangkit berkuasa memberi berkat kecukupan bagi kita. Berkat-Nya selalu ada di tiap hari baru.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk pemeliharaanMu dalam hidup kami, amin.

Sabtu, 13 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:18-20

18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Jangan Ragu, Yesus yang Bangkit Memenuhi keperluan kita
Terdapat satu kecenderungan pada umat masa kini, yaitu keraguan untuk berbagi dengan sesama. Teks Filipi 4: 18-20 secara tegas mengkritisi cara berpikir tersebut. Paulus dalam nas ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jemaat Filipi yang telah mengasihinya melalui Efrapoditus. Paulus mengapresiasi jemaat Filipi yang selalu hadir baginya dalam hal kenyang, maupun lapar, dan hal suka, maupun duka. Bagi Paulus, tindakan itu merupakan persembahan yang harum dan berkenan bagi Allah. Paulus hendak mengajarkan bahwa pemberian yang berkenan bagi Allah bukan diukur secara kuantitas, melainkan kerelaan berbagi dan kesungguhan menolong untuk menjadi satu bersama mereka yang lemah dan membutuhkan. Ini menjadi peringatan bagi jemaat Filipi untuk jangan ragu menyatakan kasih kepada sesama, karena Allah Sang Pemilik Berkat akan memenuhi segala keperluan mereka. Kita di masa kini juga patut belajar dari jemaat di Filipi yang tidak pernah takut untuk berbagi. Sesungguhnya, ketakutan kita untuk berbagi memperlihatkan sikap ketidakpercayaan akan Allah Sang Pemilik Berkat. Dalam kesulitan dan kekurangan yang dialami banyak orang, termasuk yang ada di tengah jemaat kita, marilah kita terus berbagi dengan mereka. Percayalah, dengan berbagi kita tidak akan kehilangan berkat karena Allah akan memberinya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar tidak pernah ragu dalam menyatakan kasih. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Maret – 6 April 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Yesus Bangkit, Kalahkan Keserakahan

Minggu, 31 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 28: 11-15

Dusta Mahkamah Agama

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itudan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Saksi Dusta
Santy tidak sengaja mendengarkan percakapan Ateng dan Anty. Ternyata mereka berdua telah merencanakan merusak nama baik Theo dengan mengatakan Theo telah berselingkuh. Akibatnya rumah tangga Theo di ujung perceraian. Ketika Ateng tahu Santy mengetahui percakapan mereka, kepada Santy ditawarkan uang sebesar 10 juta. Mereka meminta Santy tutup mulut sebab dengan menyebarkan berita bohong, mereka tengah membalas dendam kepada Theo yang telah mengambil tanah milik mereka. Apa yang mereka lakukan adalah tidak berbeda jauh dengan apa yang menjadi bacaan saat ini. Saksi dusta adalah sebutan tepat bagi orang-orang yang mengetahui kebenaran namun dengan sengaja menutupinya. Para penjaga yang menjaga kubur Tuhan Yesus dengan mata kepala sendiri menyaksikan bagaimana kematian Tuhan Yesus. Mereka juga melihat dalam ketakutan bagaimana batu besar yang dipakai menutup kubur Tuhan Yesus terguling dan malaikat Tuhan duduk di atasnya. Mereka tahu bahwa Yesus tidak lagi berada di kubur. la telah bangkit. Namun, demi kekayaan dan jabatan, mereka rela menjadi saksi dusta. Sikap seperti itu harus kita hindari.
Kebangkitan Kristus mengajak kita untuk mengalahkan keserakahan. Janganlah karena materi atau apapun kita menghalalkan segala cara. Ingatlah kebangkitan Kristus kemenangan bagi kita, mengapa kita melepasnya hanya karena harta duniawi?

Doa: Ya Allah kiranya kami tidak hidup sebagai saksi dusta demi keserakahan kami. Amin.

Senin, 01 April 2024

bahan bacaan : Kolose 1:15-23

Keutamaan Kristus
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kristus Yang Utama
Rumah atau keluarga biasanya menjadi tempat pulang yang paling nyaman. Namun,
terkadang rumah atau keluarga tidak lagi menjadi tempat pulang yang selalu diutamakan. Banyak kehidupan keluarga yang hampa, tidak menghadirkan cinta kasih dan sukacita di rumah. Pertengkaran, KDRT, hilangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan penghargaan, termasuk kurang komunikasi dan sebagainya. Ada tiga tantangan utama keluarga Kristen yaitu: pertama, materialisme, yang mana materi selalu menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan. Kedua, sekularisme, yang mana rasa hormat kepada Tuhan menurun, kecenderungan duniawi lebih kuat sehingga moral dan etika diabaikan. Dan ketiga, pengaruh negatif dari berbagai media di era digital. Hal ini menjadi catatan penting bagi kita sebagai keluarga Kristen bahwa dibandingkan dengan segala hal apapun dunia, Kristus haruslah menjadi yang paling utama dalam hidup ini. DIA telah ada lebih duniawi DIA kunci kebahagiaan dalam keluarga. Karena itu kita diajak untuk lebih dahulu dari segala yang diciptakan, termasuk segala hal tentang materi maupun hal-hal mengutamakan Kristus agar cinta kasih Kristus yang telah dibuktikan melalui pengorbananNya di kayu salib, dapat kita aktakan dalam kehidupan setiap hari. Spirit kebangkitan Yesus menyadarkan kita untuk terus menumbuhkan rasa cinta kasih. Mengutamakan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan dalam rumah. Jagalah keluarga kita dari berbagai hal yang tidak memberikan rasa aman dan nyaman.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu mengutamakan Engkau dalam hidup. Amin.

Selasa, 02 April 2024

bahan bacaan : Amsal 11:28

28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.

Jangan Bergantung Pada Kekayaan!
Ketika kita melihat seseorang mengendarai mobil mewah, dengan cepat kita akan memberi komentar “Wuih orang kaya!”. Begitu pula ketika kita melihat orang yang memiliki rumah megah dengan halaman luas, ataupun ketika kita melihat orang menggunakan perhiasan yang banyak di tubuhnya. Ya, dunia mengakui bahwa menjadi kaya berarti memiliki segalanya dalam hidup. Tetapi mengandalkan hidup hanya pada kekayaan dapat menjadi penyebab kesengsaraan dan kejatuhan. Memang benar, tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang mau hidup dalam kemiskinan atau kekurangan. Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan bahkan berkelimpahan. Tetapi jika kita
hanya terlalu terfokus kepada mengejar kekayaan dan mengabaikan hal-hal lain dalam hidup termasuk juga mengabaikan relasi dengan Allah, hal itu akan berdampak bagi kehidupan kita. Amsal dalam ayat ini menggambarkan dua gaya hidup, yakni: kehidupan yang dihabiskan untuk mengejar kekayaan, dan kehidupan yang didasarkan pada Allah yang memberi kehidupan. Kita diarahkan untuk menjadi orang benar yang hidupnya penuh dengan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Orang yang benar akan menggantungkan kehidupan semata-mata kepada kasih Allah dan bukan kepada kekayaan duniawi. Orang benar juga akan menjadikan dirinya sebagai penyalur berkat bagi orang lain.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk lebih bergantung kepadaMu dan bukan kepada harta duniawi. Amin.

Rabu, 03 April 2024

bahan bacaan : Pengkhotbah 5:9

(5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Keserakahan Merusak Kebahagiaan
Beberapa tahun belakangan ini muncul istilah Crazy Rich yaitu orang-orang yang harta kekayaannya selalu diperlihatkan dan dipamerkan ke publik. Orang-orang yang disebut sebagai crazy rich ini ada yang pada akhirnya ditahan oleh polisi karena berbagai kasus, termasuk kasus penipuan dengan robot trading (alat untuk investasi yang memberikan keuntungan dengan cepat dan mudah). Hal ini memperlihatkan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh seseorang tidak akan menjamin kepuasan. Walaupun sudah menjadi kaya, mereka terus berusaha memperkaya diri dengan menghalalkan berbagai macam cara. Bagi mereka kekayaan adalah sumber kebahagiaan, padahal. kebahagiaan sejati tidak dapat diukur dengan seberapa kayanya kita. Semakin kita mencintai uang, semakin kita
tidak akan pernah merasa cukup. Akibatnya kita akan menghabiskan waktu untuk terus mengumpulkan harta duniawi secara serakah dan mengabaikan tugas dan panggilan kita untuk
menjadikan hidup ini berarti. Hal ini tidaklah dimaksudkan bahwa orang tidak boleh memiliki harta
kekayaan. Tetapi pengkhotbah mau mengingatkan agar kita tidak menjadikan uang atau materi sebagai jalan pemenuhan kepuasan atau kebahagiaan. Kebahagiaan yang sejati ada pada karunia yang Allah berikan kepada kita untuk menikmati berkatNya, entah itu besar atau kecil. Kebahagiaan ada pada hati yang selalu mensyukuri berkat-berkat Allah itu.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami agar tidak serakah dan menjadikan kekayaan sebagai penentu kebahagiaan hidup. Amin.

Kamis, 04 April 2024

bahan bacaan : 2 Petrus 2:1-3

Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Waspada Terhadap Pangajaran Palsu

Pengajaran yang sehat sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan gereja. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses bertumbuhnya, gereja pun tidak luput dari berbagai macam tantangan, termasuk berkembangnya pengajaran-pengajaran palsu yang mengatas-namakan Kristus untuk kepentingan dan keserakahan pribadi. Dalam bagian ini Rasul Petrus menjelaskan tentang nabi-nabi dan guru-guru palsu. Mereka adalah orang yang mengenal dan mengajarkan jalan Tuhan, tetapi hidup mereka dikuasai hawa nafsu dalam mencari keuntungan diri. Ajaran yang disampaikan tidak berdasar pada kebenaran firman Tuhan. Kita pun harus menyadari bahwa guru-guru palsu dan pengajaran palsunya itu benar-benar ada dan nyata. Bukan hanya pada zaman dulu, tapi saat ini pun ada. Mereka adalah orang-orang yang mengerti dan menguasai Firman Allah, namun motivasinya adalah mencari keuntungan diri. Kasih Allah disalahgunakan dan merasa boleh bertindak bebas berdasarkan pemikiran bahwa semua dosa akan diampuni. Pengajaran seperti ini tentu akan mendorong orang melakukan perbuatan sesuka hati, sekalipun itu keliru dan jahat. Terhadap para penyesat seperti ini, kita perlu berwaspada termasuk pengajaran-pengajaran keliru yang menjauhkan kita dari Kasih Allah dan kebenaran firman-Nya. Tetaplah berakar kuat di dalam Kristus dan ajaran-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami mewaspadai segala pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendakMu. Amin.

Jumat, 05 April 2024

bahan bacaan : Amsal 28: 25

25 Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.

Jangan Serakah!
Beberapa waktu lalu, jagad maya sempat dihebohkan dengan berita pembunuhan satu warisan. Ada pula berita tewasnya seorang mahasiswi di Jakarta atas perbuatan kakak kandungnya sendiri karena perebutan harta warisan orang tua. Banyak kasus lainnya yang memperlihatkan bahwa nafsu keserakahan seseorang akibat harta masih sering terjadi. Di dalam diri selalu timbul hasrat ingin memiliki yang bukan hak mereka. Inilah yang dinamakan sifat serakah, tamak dan loba. Keserakahan cenderung menghasilkan perbuatan jahat. Bahkan keserakahan pula yang menjadi penyebab kerusakan alam ciptaan. Penulis Amsal hari ini mengingatkan kita untuk tidak serakah dan mampu mengendalikan diri agar terhindar dari pertengkaran yang sia-sia. Kita membutuhkan hikmat sejati agar tidak menjadi gelap mata oleh harta kekayaan. Takut akan Tuhan menjadi dasar utama hikmat yang sejati itu. Dengan bersandar dan percaya kepada Tuhan, kita akan mengalami kelimpahan, yakni damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Keserakahan dapat dipatahkan hanya oleh pengendalian diri dan menaruh seluruh harapan kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri dan tidak serakah. Amin.

Sabtu, 06 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:17-19

17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Menjadi Kaya dalam Kebajikan
Seorang tunawisma bemama Khimjibhai Prajapati, 64 tahun, terpaksa hidup mengemis di jalan karena toko teh kecilnya digusur. Ia tak mau mengubah pandangannya tentang hidup sekalipun ia tumbuh dalam kesengsaraan. Justru karena ia mengalami hidup susah, ia kemudian berusaha membantu mereka yang lebih kekurangan darinya. Seluruh tabungannya ia gunakan untuk membeli pakaian kepada siswi-siswi yang keluarganya berkekurangan. Ini adalah contoh nyata dari seseorang yang tidak memiliki kekayaan materi tapi ia memiliki hati yang kaya dalam melakukan kebaikan. Dalam bacaan Alkitab saat ini, kitapun membaca tentang Rasul Paulus yang memberi instruksi kepada Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar mereka jangan tinggi hati dan harus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi. Ini adalah peringatan yang penting dan harusnya dilakukan sebagai antisipasi dari kesedihan atau penyesalan yang akan datang dari sikap mencintai uang. Sebagaimana yang Alkitab nyatakan bahwa kemurahan hati adalah upaya mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi diri di waktu yang akan datang yakni mencapai hidup yang sebenarnya yaitu hidup dalam kasih karunia Tuhan. Dengan mengetahui firman Tuhan ini, jangan lagi menunda atau menunggu sampai kita punya banyak uang baru memberi. Sebaliknya, kita harus mulai mencari kesempatan untuk menggunakan setiap sumber daya yang telah Tuhan percayakan pada kita termasuk kekayaan, untuk kepentingan orang lain dan kerajaan Allah. Pada kita ada banyak kekurangan, namun kiranya kita terus kaya dalam kebajikan.

Doa: Tuhan. Ajarilah kami untuk menjadi kaya dalam kebajikan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Kuduskan Hidup dan Pikullah Salib Bersama Yesus, Juruselamatmu

Minggu, 24 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 14:25-35

Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. 34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? 35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Ku Mau Mendengar & MengikutiMu, Yesusku
Palmarum menandakan kita telah berada pada Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang ketujuh atau terakhir. Bersamaan dengan itu pula, anak-anak Tuhan di Gereja Protestan Maluku, hari ini mengaku dan berjanji akan menjadi pengikut Kristus yang setia dan berkomitmen untuk menjadi anggota sidi Gereja Protestan Maluku. Pengakuan ini adalah wujud ketaatan dan kesungguhan hati mereka untuk benar-benar menjadi murid Kristus. Oleh karenanya, Lukas 14:25-35 mengingatkan kita kembali pada hari untuk memahami identitas kita sebagai orang-orang percaya, sebagai warga GPM yang harus berakar dan berbuah. Kuduskan hidup dan pikul salib menjadi dasar yang kokoh untuk membangun hubungan yang lebih intim dengan Tuhan. Jika demikian, maka haruslah kita sebagai murid Kristus mewujudkannya dalam segala aspek hidup kita. Berani menyangkal diri, menanggalkan kesenangan pribadi, melepaskan kepentingan diri, dll hanya untuk mengikut Yesus.
Ingat, Nyanyian pada KJ 375 “Saya Mau Ikut Yesus” harus dimaknai sebagai pengakuan yang sungguh untuk mengikut Yesus.

Doa: Roh Kudus, pimpinlah kami untuk menjadi Murid Kristus yang setia. Amin.

Senin, 25 Maret 2024

bahan bacaan : Filipi 1:27-30

Nasihat supaya tetap berjuang
27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28 dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. 29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Jangan Pernah Menyerah
Siapapun tidak menghendaki kemalangan. Tetapi kadang situasi hidup menjerumuskan kita sehingga penderitaan menjadi tidak terelakan. Paulus seorang rasul yang baru mengalami kuasa penyataan Tuhan ternyata kini diperhadapkan dengan penjara. Namun sebagai orang yang tetap percaya kepada Tuhan, penjara tidak membuatnya terpuruk. Justru di dalam penjara ia membangun semangat jemaat termasuk di Filipi. Apa yang ditulis Paulus adalah suatu hal yang menantang. Bagaimana mungkin tubuhnya terpenjara namun ia seolah tidak menangisi atau bahkan meminta belas kasihan orang akan penderitaannya? la justru malah mengajak umat untuk memandang bukan pada persoalan yang terjadi tetapi pada komitmen hidup terhadap Tuhan. Tuhan yang terutama dalam hidup dan karena itu bila karena pelayanan atau pekerjaan dalam nama Tuhan diperhadapkan dengan tantangan, itu hal yang biasa. Itu pakaian seorang Kristiani. Gambaran ini ia tuliskan kepada umat di Filipi dengan memaparkan keberadaan dirinya apa adanya. Semangat yang rasul sampaikan adalah pesan berharga bagi kita. Benar, kita punya banyak masalah, mulai dari masalah yang dapat kita katakan dapat dikelompokkan sebagai masalah kecil atau masalah besar. Satu hal yang pasti Tuhan lebih besar dari masalah kita. Karena itu jangan pernah menyerah! Injil Kristus adalah tanda keselamatan Allah yang berlaku juga bagi kita.

Doa : ya Allah bantulah kami agar jangan pernah menyerah. Amin

Selasa, 26 Maret 2024

bahan bacaan : Imamat 19:32-37

32 Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN. 33 Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. 34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. 35 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan. 36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah TUHAN, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir. 37 Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN."

Tetaplah Kudus!
Tantanga menjadi orang Kristen sesungguhnya bukan sekadar soal suka atau tidak suka dalam menyikapi persoalan. Soal terutama adalah pemaknaan bahwa hidup adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan dan karena itu tidak ada pilihan lain selain hidup kudus. Ya, hidup kudus sebab Tuhan adalah kudus adanya. Kita akui memasuki tahun 2024 ini banyak hal telah mulai menjadi bagian pergulatan kita. Berbarengan dengan itu, tawaran untuk menjalani hidup dalam ketidakkudusan di hadapan Tuhan menjadi hal yang menggiurkan. Perkembangan dunia yang kian cangggih seakan menjadi loncatan yang bisa menutupi segala kejahatan. Tetapi hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita. Siapa kita di hadapan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa. Karena itu, orangtua yang lanjut usia harus kita hormati, kita harus berlaku baik kepada orang asing, dan bersikap adil. Mengapa orangtua yang lanjut usia dihormati? Karena dari orangtua kita ada dan pada saatnya kita juga menjalani masa hidup yang sama. Mengapa bersikap baik kepada orang asing? Karena kita juga adalah orang yang pemah menjalani kesempatan hidup sebagai orang asing. Mengapa bersikap adil? Karena dengan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan bisa terjadi. Semoga Tuhan Yesus menolong kita menyatakan perilaku demikian.

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup kudus. Amin.

Rabu, 27 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 19:27-30

Upah mengikut Yesus
27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" 28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. 30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Kesadaran Akan Komitmen Pikul Salib
Mengikut Tuhan merupakan keputusan yang harus dilakukan dengan penuh kesadaran
dan bukan dalam keterpaksaan. Ini hal yang penting sebab ketidaksadaran akan nampak dalam perilaku. Tidak heran kita akan mendengarkan keluhan tentang pelayan yang malas beribadah, suka mabuk dan membuat keributan atau juga tidak terlibat dalam berbagai kegiatan gerejawi. Di minggu sengsara VII ini Firman Tuhan mengajarkan kita untuk memahami secara sadar apa yang menjadi komitmen kita dalam mengikut Tuhan. Kesannya kita kehilangan banyak hal; misalnya sebagai pelayan, kita tidak bisa berlaku seenaknya. Kebebasan dan kesenangan kita seakan dikekang. Bila tidak ada kesadaran, maka sia-sia apa yang menjadi komitmen kita. Semestinya kita bersyukur sebab tidak ada yang terhilang.Tuhan Yesus menjanjikan bahwa kita akan mendapatkan lebih. Suatu ungkapan janji yang tidak dimaknai hanya sebatas materi tetapi melampaui apa yang dapat disebut sebagai kebahagiaan sejati. Hidup sejahtera bersama Yesus Kristus menuntut kita untuk tetap setia memikul salib. Marilah tetap setia sebab akhir dari seluruh proses berjalan bersama Tuhan, kita sendiri yang akan menikmatinya.

Doa: Ya Tuhan Yesus, ajar kami setia memikul salib-Mu. Amin.

Kamis, 28 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 23:26-32

Yesus dibawa untuk disalibkan
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Pikul Salib

Hari itu Ishak sementara mempersiapkan diri untuk mandi. Rencananya ia akan mendampingi anaknya Agus yang sakit. Semalam bersama istri dan anak, mereka baru saja berdoa meminta pertolongan Tuhan berkenan dengan kondisi kesehatan Agus. Ia seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi namun karena sakit maag yang mengarah pada asam lambung, maka ia diminta pulang untuk menjalani pengobatan bersama orangtuanya. Istrinya Mega sementara berbelanja di toko yang terletak di depan rumah mereka. Ishak, yang sebelumnya berencana mandi, tiba-tiba dikagetkan dengan bunyi benturan keras. Ia lalu mendengar teriakan orang-orang di sekeliling rumahnya. Pikirnya, pasti telah terjadi tabrakan. Ternyata benar apa yang ia pikirkan. Namun, yang tidak pernah Ishak duga adalah korban tabrak adalah istrinya sendiri. Seperti itulah kehidupan. Tinggal sehari lagi kita akan merayakan Jumat Agung. Bacaan hari ini menceritakan Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib Tuhan. Juga diceritakan tentang tangisan perempuan-perempuan ketika melihat Tuhan memikul salib. Tuhan Yesus mengajarkan hidup ini keras. Betapa sering kita dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang tidak pernah kita duga. Tuhan Yesus telah menjalaninya demi penyelamatan kita. Untuk itu, tetaplah setia pikul salib sebab Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita sendiri dalam menghadapi apapun. Ibarat pelangi sehabis hujan, demikian gambaran kasih setia Allah yang akan sertai kita walaupun dalam situasi buruk seperti apapun.

Doa : Tuhan Yesus, tolong kami untuk tetap pikul salib. Amin.

Jumat, 29 Maret 2024

bahan bacaan : Yohanes 19:31-37

Lambung Yesus ditikam
31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. 32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, 34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." 37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

Kemurahan Tuhan
Saya senang dengan lagu Kemurahan Tuhan yang dinyanyikan Angel Piters. Bait-baitnya sangat menyentuh sebab saya sendiri mengalaminya. Kemurahan Tuhan adalah bagian yang menghentar saya sampai hari ini. Banyak peristiwa telah terjadi dalam hidup saya. Demikian penceritaan Maria kepada saya. Ia mengeluh akan kemabukan suaminya. Setiap kali dalam kemabukannya, selalu saja kata-kata-kata kotor berupa makian ditujukan pada Maria. Ia malu dengan keadaan suaminya apalagi dengan keadaan anak-anaknya yang sudah menanjak dewasa, la pernah memikirkan rencana untuk bunuh diri. Miris memang kenyataan seperti itu. Tetapi kemurahan Tuhan menolong Maria. Bacaan hari ini mengisahkan peristiwa kematian Tuhan Yesus yang sangat mengenaskan. Tuhan Yesus benar-benar mati. Ini dibuktikan dengan tidak dipatahkannya kaki Tuhan dan juga lewat darah dan air yang keluar dari lambung Tuhan saat ditikam oleh prajurit. Tuhan menjalani semuanya karena kasih demi kita orang berdosa. Kematian Tuhan menegaskan bahwa Tuhan tahu betul seperti apa pahitnya penderitaan. Tuhan sudah menjalaninya dan ini pengharapan kita sebab Tuhan telah mati namun Ia tidak tetap dalam alam kematian. Ia bangkit sebagai pemenang. Marilah kita renungi tragisnya kematian Tuhan. Semua terjadi supaya kita diselamatkan. Karena itu, tetaplah setia pikul salib Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus terima kasih atas kemurahan-Mu. Amin

Sabtu, 30 Maret 2024

bahan bacaan : 1 Tesalonika 4:1-12

Nasihat supaya hidup kudus
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. 10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. 11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, 12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

Hidup Sopan
Sebuah stikers bertuliskan “anda sopan, kami segan”. Samy dan Rony adalah teman baik sejak kecil. Suatu ketika mereka mengikuti rapat di rumah Ali teman mereka. Rony kelihatannya marah ketika tahu Nena pacarnya duduk berduaan dengan Ali. Samy mencoba menenangkannya. Tapi Rony tidak mau mendengarkan. Ia segera menarik Nena dari tempat duduknya. Di saat itu, ayah Ali langsung memarahi Rony dan menyuruhnya keluar dari rumah Ali. Sikap Rony tidak sopan akibatnya orang menjadi tidak segan padanya. Suatu realita yang wajar bila dalam keseharian, kita tidak menjagai perilaku kita, maka pasti orang akan sulit menghargai kita. Paulus menekankan pentingnya kita menjagai keteladan sebab cara hidup kita menunjukan citra kita sebagai umat Allah. Bersikap dan berkata baik akan membuat kita bisa membangun hubungan dengan siapa saja. Tuhan Yesus mati di tiang kayu salib sebagai bentuk pertanggungjawaban kecintaannya akan kita. Tuhan Yesus menjadi teladan kasih terbesar. Itulah sebabnya, mari tunjukkan identitas diri sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Bukan hanya dengan apa yang kita katakan, melainkan juga dengan apa yang kita perbuat tiap saat. Di saat kita mengatakan kekristenan identitas dengan kasih, maka marilah menyatakan kasih dalam kehidupan kita. Belajarlah hidup sopan, niscaya dengan kesopanan kita, orang belajar mengenal dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.

Doa: Ya Allah, ajari kami bersikap sopan kepada semua orang. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Maknai Kesengsaraan Yesus, Berlakulah Adil dan Jujur

Minggu, 17 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 27:1-10

Yesus diserahkan kepada Pilatus Kematian Yudas
Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. 3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" 5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. 6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah." 7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. 8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. 9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, 10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."

Berlakulah Jujur dan Adil
Sikap tidak taat dan tidak adil turut kita temukan dalam diri imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, bukan hanya Yudas. Mengapa demikian ? Matius 27: 1-2 memberikan catatan singkat bahwa mereka berkumpul untuk membawa Yesus dengan tudahan palsu agar Yesus dapat dihukum seberat-beratnya oleh Pilatus. Sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa Yesus tidaklah bersalah. Bahkan ayat 4 menegaskan penyesalan dan pengakuan Yudas, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang tidaklah bersalah. Jika imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi adil dan jujur maka pengakuan Yudas perlu untuk dipertimbangkan sebelum Yesus dituduh dan dijatuhi hukuman. Namun karena kebencian, mereka menutup mata dari kejujuran diri Yesus, sehingga rencana jahat untuk menyengsarakan Yesus tetaplah dilakukan. Bagaimana posisi kita di saat ini? Apakah kita masih menjadi pengikut Kristus yang terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan? Atau justru karena kebencian, kita melupakan dan mengabaikannya? Ingatlah bahwa tindakan yang tidak adil dan tidak jujur berdampak buruk bagi hidup orang lain. Kesengsaraan Yesus mengajarkan kita untuk sesungguhnya memperjuangkan kejujuran dan keadilan dimanapun kita berada dan apapun situasinya. Janganlah menjadi umat yang menyengsarakan hidup orang lain karena kebencian diri kita.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar mampu berlaku adil dan jujur. Amin.

Senin, 18 Maret 2024

bahan bacaan : Markus 14: 10-11

Yudas mengkhianati Yesus
10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka. 11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Ketamakan Membawa Malapetaka
Ketamakan menjadi salah satu alasan kehancuran dari persekutuan”. Hal yang sama turut terlihat dalam kisah Yudas yang menjual Yesus kepada imam-imam kepala. Padahal sebagaimana diketahui, Yudas adalah murid Yesus yang telah ikut serta dalam proses pelayanan dan pemberitaan Injil, sehingga sewajarnya Yudas mengenal Yesus lebih dalam dan menjaga-Nya dari ancaman para penguasa yang mengintarinya. Namun karena keinginan berlebihan terhadap uang maka Yudas menjadi seorang yang buta terhadap kebenaran, kejujuran, dan kehormatan. Yudas tidak mampu berkata jujur dan benar tentang siapakah Yesus. Karena keinginan terhadap uang, Yudas kemudian melupakan dan mengkhianati pengakuan awalnya, bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat dunia. Yudas meninggalkan jalan kemuridan dan secara total menolak Yesus dengan seluruh pelayanan yang telah dilakukan. Kita juga mungkin seringkali menjadi marah jika mendengar tentang kisah Yudas yang menjual Yesus, tetapi marilah sejenak kita merenungkan kembali hidup ini, jangan sampai kita masih memiliki orientasi ketamakan, sehingga sewaktu-waktu kita dapat menjual Yesus dengan cara kita sendiri? Jika demikian, apa bedanya kita dengan Yudas? Karena itu, penguasaan diri untuk berkata jujur dan berlaku adil harus menjadi nilai hidup yang tidak boleh terlupakan oleh setiap orang Kristen. Dengan upaya kita untuk berkata jujur dan adil maka kita berbeda dengan Yudas, karena kita memperjuangkan kebenaran demi kehidupan sejati.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami mampu berkata jujur agar tentang-Mu. Amin.

Selasa, 19 Maret 2024

bahan bacaan : Kolose 4:1

Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

Berlakulah Adil Kepada Mereka Yang Lemah
Manusia terkadang terjebak dalam sifat kemanusiaannya saat ia mempunyai banyak hal. Ketika ia memiliki kekuasaan, kadang ia bertindak semena-mena kepada orang lain dengan kekuasaannya. Bagian firman Tuhan di hari ini mengingatkan mereka yang dikategorikan sebagai tuan-tuan untuk memperlakukan para hambanya dengan adil dan jujur. Nasehat ini diberikan karena ada kondisi dimana para hamba ini diperlakukan tidak adil dan jujur. Hak-hak hidup mereka terabaikan. Tenaga mereka dikuras habis-habisan demi keuntungan para tuan. Para tuan dinasehati dan diingatkan bahwa mereka tidak boleh melakukan hal tersebut sebab mereka pun mempunyai tuan yang ada di sorga. Yang dimaksudkan dengan tuan di sorga yakni Allah dalam Kristus yang berkuasa atas seluruh kehidupan umat manusia. Allah sebagai Penguasa dan Pencipta pun mempunyai kasih yang besar melalui anakNya Yesus Kristus yang datang untuk menyelamatkan dunia ini. Itulah sebab sebagai para tuan mesti memaknai pengorbanan Tuhan Yesus yang mengasihi kita semua, sehingga para tuan pun mesti mewujudkan kasih Tuhan itu melalui sikap adil dan jujur kepada para hamba. Demikian pula sebagai keluarga Allah kiranya kita dapat mewujudkan kepada sesama kita.

Doa: Tuhan tolong kami agar menggunakan kekuasaan kami dengan adil dan benar. Amin.

Rabu, 20 Maret 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5:1-11

Ananias dan Safira
Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 3 Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 8 Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." 9 Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." 10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Ketidakjujuran Akan Membawa Malapetaka
Sebagai manusia terkadang kita dicobai dengan keinginan untuk memiliki sesuatu dengan cara tidak adil dan jujur. Seperti halnya suami isteri Ananias dan Safira yang menjual tanah mereka namun tidak memberikan hasil penjualan semua kepada para rasul. Ananias menyembunyikan sebagian hasilnya penjualan tersebut dan diketahui serta didukung oleh istrinya Safira. Mereka kompak dalam kejahatan dan tetap tidak jujur saat ditanya oleh Petrus. Akibatnya mereka menerima resiko yakni kematian. Sebuah kesaksian iman bagi kita semua sebagai keluarga Allah, papa, mama dan anak-anak agar selalu mewujudkan sikap hidup yang jujur dalam semua hal. Kita mesti memohon tuntunan kuasa Roh Kudus agar dapat melawan roh kedagingan kita yang dikuasai oleh iblis dan bertujuan menghancurkan kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan. Kejujuran kita sebagai bagian dari keyakinan iman kepada Tuhan Yesus yang telah menderita, mati dan bangkit demi keselamatan kita sebagai orang percaya. Kejujuran akan membawa dampak positif dalam relasi hidup dengan Tuhan dan sesama kita.

Doa: Tuhan mampukan kami untuk bertindak jujur. Amin.

Kamis, 21 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 13:23

23 Huma orang miskin menghasilkan banyak makanan, tetapi ada yang lenyap karena tidak ada keadilan.

Didikan Membentuk Keluarga Yang Adil dan Jujur
Kitab Amsal 13 secara umum memperlihatkan bahwa pendidikan baik akan menghasilkan anak yang memiliki hati yang bijaksana dan cakap. Tradisi pendidikan anak harus dimulai dari keluarga. Orang tua memiliki peran besar dalam mendidik anaknya, sebab di rumah anak dilatih untuk disiplin dan menaati aturan-aturan atau hukum-hukum. Tradisi ini sudah berlangsung lama pada orang Yahudi. Anak diajar tentang berkata yang benar, bekerja sesuai dengan yang dikehendaki Allah, perilaku dalam pergaulan dan hal-hal lain yang membuat seseorang dihargai dalam hidupnya, bahkan menghasilkan berkat bagi anak cucu.Itulah yang dimaksud dalam teks ini, bahwa mendidik anak untuk berlaku adil dan jujur, membuat anak akan diberkati, meskipun dalam hidup kekurangan. Teks ini mengingatkan orang tua agar bertanggung jawab membangun karakter anak yang baik sesuai dengan iman Kristen. Hal itu dimulai di rumah sejak usia dini anak. Didiklah anak dengan benar agar mereka tumbuh sebagai anak-anak orang beriman yang takut akan Tuhan, mengerti didikan yang benar dan mampu melakukannya

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami mendidik anak kami untuk berlaku adil dan jujur. Amin

Jumat, 22 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 16:1-9

Perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur
Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. 2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. 3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. 4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. 5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? 6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. 7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. 8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. 9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Bekerja Dengan Cerdik Dan Benar Untuk Masa Depan
Kecerdikan harus dimiliki oleh setiap manusia. Yesus tidak bermaksud menyetujui ketidakjujuran sang bendahara. Sang bendahara memang tidak mengerjakan tugasnya dengan baik. Tak hanya lalai dalam perhitungan, dia sengaja menghamburkan harta majikan. Bendahara itu telah bertindak tidak adil karena menempatkan dirinya sebagai pemilik harta, bukan menjadi pengelola. Akibatnya jelas, dia harus mempertanggungjawabkannya dan siap dipecat. Bendahara kemudian menyadari keberadaannya pada masa depan dan cerdik mengambil langkah. Tindakannya ini dapat dilihat sebagai cara yang baik, namun kecerdikan tidak boleh membuat seseorang mengabaikan ketaatannya kepada Tuhan. Kecerdikan dapat dilihat sebagai cara yang bijak, namun orang percaya tidak boleh diperhamba oleh kekuatan dunia yang disebut Tuhan Yesus sebagai mamon. Sebab mamon tidak dapat menolong dan memberikan keselamatan. Perumpamaan ini mengajarkan kita untuk tetap berlaku benar. Ketika kita memikirkan masa depan, kita sebenarnya harus melakukannya dari masa kini. Kita dapat juga menjadi cerdik tapi ketaatan kepada Tuhan harus menjadi prioritas dalam iman kita.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami untuk berlaku benar di masa kini supaya masa depan kami baik. Amin

Sabtu, 23 Maret 2024

bahan bacaan : Ulangan 24 : 14-15

14 Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu. 15 Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu.

Hargailah setiap Manusia!
Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) mendeklarasikan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) pada setiap tanggal 10 November. Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada semua manusia, tanpa memandang ras, jenis kelamin, kebangsaan, etnis, bahasa, agama atau status sosial lainnya. Hak asasi manusia termasuk hak untuk hidup dan kebebasan. Setiap orang berhak atas hak-hak ini tanpa diskriminasi dari siapa pun. Bacaan hari ini memberi sebuah penegasan kepada setiap orang yang mempekerjakan orang lain (sebagai budak, pekerja) untuk tetap berlaku adil dan tidak menindas mereka. Melainkan, menghargai pekerjaan yang dilakukan tanpa memeras dan mengambil hak mereka. Sebab seorang pekerja juga memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil kerja mereka. Dalam kehidupan kita, seringkali perlakuan ketidakadilan masih kita terapkan. Dalam dunia kerja, sebagai pemimpin kadang perlakuan semena-mena terhadap bawahan masih dilanggengkan. Berkuasa untuk mematikan usaha sesama, merampas hak dan bertindak semena-mena. Oleh karenanya, bacaan ini mengingatkan kita supaya semua orang yang memperoleh tanggung jawab sebagai pemimpin, baik pemimpin dalam keluarga, masyarakat maupun gereja untuk memperhatikan hak sesama, hak orang yang kita pimpin serta mampu mengayomi mereka untuk merasakan kenyamanan dalam lingkup pengabdian mereka masing-masing.

Doa: Hanya oleh Kuasa Roh Kudus. kami dimampukan untuk berlaku adil bagi sesama kami. Amin

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Tetap Bersukacita dan Jadilah Berdaya dalam Derita

Minggu, 10 Maret 2024

bahan bacaan : Kolose 1:24-29

Pelayanan dan penderitaan Paulus
24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Lakukanlah Tanggung Jawabmu Dengan Sukacita
Ungkapan sukacita lazimnya berkaitan dengan hal-hal yang mendatangkan kebaikan. Sangat jarang ungkapan sukacita muncul dalam situasi-situasi hidup yang sukar. Sukacita dapat diartikan sebagai situasi yang membuat seseorang mengalami kegirangan. Seseorang bersukacita atau mengalami kegirangan karena memperoleh keberhasilan atau sesuatu yang membuatnya bahagia. Kisah rasul Paulus dalam pelayanannya menjadi teladan iman tentang sukacita. Sukacita harus terwujud dalam setiap tanggung jawab dimanapun berada. Sukacita bukan hanya terjadi pada saat bahagia tetapi juga pada saat kesukaran. Melakukan berbagai tanggung jawab dengan sukacita sama artinya dengan
menghargai anugerah Tuhan. Menjalani keberadaan sebagai orang percaya dengan berbagai tanggung jawab maka kita diajak untuk hidup sesuai kehendak Tuhan. Hidup sesuai kehendak Tuhan artinya setia melakukan kehendak-Nya, memberitakan tentang kasih-Nya lewat perbuatan sesehari. Oleh sebab itu, lakukan setiap tanggung jawab yang telah dianugerah Tuhan melalui hidup dan memuliakan nama-Nya, kapan dan di mana saja.

Doa: Ya Tuhan. berilah Roh-Mu menuntun dalam menjalani kehidupan. Amin.

Senin, 11 Maret 2024

bahan bacaan : Ibrani 10:32-36

32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

Ketekunan Mendatangkan Berkat
Hidup orang percaya haruslah berada di dalam terang. Hidup di dalam terang terwujud dalam kebaikan, keadilan, kebenaran. maksudnya semua hal positif yang berujung pada kebaikan dan untuk kemuliaan Tuhan. Saat menjalani hidup, tentu ada pertumbuhan baik secara fisik maupun secara iman. Hal ini menunjukkan bahwa hidup orang percaya haruslah mengalami pertumbuhan iman dalam setiap kenyataan yang dihadapi dan digumuli. Tentu tidak mudah sebab pasti ada tantangan atau kesulitan yang datang silih berganti. Orang percaya pun akan berhadapan dengan tantangan bahkan kesulitan. Ketekunan diperlukan saat menghadapi dan menggumuli kenyataan hidup. Tekun berarti kesungguhan atau melakukan segala sesuatu dengan kesungguhan hati. Tekun menjalani hidup di dalam iman kepada Yesus haruslah menjadi ciri khas dari orang percaya. Ciri khas tersebut haruslah dinampakkan dalam setiap kenyataan hidup entah dalam keadaan baik ataupun buruk. Setiap orang percaya yang hidup di dalam ketekunan maka baginya akan tersedia berkat. Tuhan pasti menyediakan segala yang diperlukan dalam hidup ini namun yang terpenting adalah hidup di dalam
terang sebagai wujud ketekunan kepada Yesus Kristus.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap tekun hidup sesuai kehendakMu. Amin.

Selasa, 12 Maret 2024

bahan bacaan : Yakobus 1:12-18

Pengujian dan pencobaan
12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Bertekun di Dalam Pencobaan
Kualitas seseorang dapat disebut telah tahan uji jika mampu bertahan dalam menghadapi setiap tantangan atau kesulitan. Nas bacaan ini berkaitan dengan kualitas diri seseorang dalam pengujian dan pencobaan. Pencobaan berkaitan dengan kesukaran atau tantangan yang menerpa kehidupan entah di dalam hidup pribadi ataupun hidup bersama. Setiap orang percaya yang mampu menghadapi kesukaran hidup maka dapat dikatakan telah tahan uji. Hal ini menjadi penting sebab terkadang orang menjadi pesimis, hilang arah, cemas, kuatir dan takut ketika berhadapan dengan tantangan atau kesukaran. Sikap-sikap hidup seperti itulah yang membuat kualitas diri orang percaya tidaklah menjadi tahan uji. Bertekun di dalam setiap pencobaan akan membuat orang percaya menjadi tahan uji. Kuncinya adalah tetap meminta tuntunan Tuhan melalui Roh-Nya agar mampu menghadapi setiap kenyataan hidup terutama yang sukar atau menantang. Tidak perlu cemas, kuatir ataupun takut secara berlebihan sebab Tuhan pasti akan menyertai setiap orang percaya dalam menghadapi kenyataan hidup. Jalanilah hidup dengan bertekun dalam setiap kenyataannya sekalipun ada pencobaan, kesukaran atau tantangan. Tuhan pasti menyertai kita.

Doa: Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar mampu menghadapi setiap pencobaan. Amin.

Rabu, 13 Maret 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 3 :13-16

Menderita dengan sabar
13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? 14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. 15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 16 dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.

Janganlah Bersedih Dan Terpuruk! Berjuanglah!
Ketaatan iman kepada Yesus akan diperhadapkan dengan beragam penderitaan. Kenyataan itu turut terjadi di Jemaat Kristen wilayah Asia Kecil yang mengaku iman kepada Yesus namun ditolak dan dianiaya. Pada akhirnya, kehidupan jemaat menjadi sangat susah dan sengsara. Menyikapi situasi itu, Petrus melalui suratnya mengingatkan jemaat untuk jangan takut dan gentar dalam penderitaan yang sementara dialami (ay. 14). Bagi Petrus, penderitaan yang dialami oleh jemaat adalah bukti dari kemurnian iman mereka, karena didasari pada perjuangan akan kebenaran tentang Yesus (ay. 15), sehingga penderitaan mereka akan tetap diberkati oleh-Nya. Dalam penderitaan yang dihadapi, Petrus turut mengingatkan jemaat untuk tidak terpuruk dan bersedih. Justru sebaliknya, jemaat harus berjuang di tengah penderitaan tersebut (ay. 16). Bahkan bagi Petrus, sekalipun dihadapkan banyak masalah, Kristus harus tetap berada dalam hati setiap jemaat. Apakah kita di masa kini tetap kuat seperti jemaat Kristen wilayah Asia Kecil ketika mendapat banyak persoalan hidup? Jika tidak maka belajarlah dari perjuangan Jemaat Kristen Wilayah Asia Kecil, bahwa kita tidak boleh terpuruk dan bersedih di tengah persoalan hidup. Kesedihan dan keterpurukan hanya akan membuat kita menjadi orang yang gampang menyerah. Tetaplah berjuang di tengah persoalan hidupmu. Allah di dalam Kristus pasti menolongmu.

Doa: Tolonglah kami agar tidak terpuruk dan bersedih dalam penderitaan ini. Amin.

Kamis, 14 Maret 2024

bahan bacaan : Filipi 1:18-26

18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita, 19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus. 20 Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. 21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. 22 Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. 23 Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus--itu memang jauh lebih baik; 24 tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 25 Dan dalam keyakinan ini tahulah aku: aku akan tinggal dan akan bersama-sama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, 26 sehingga kemegahanmu dalam Kristus Yesus makin bertambah karena aku, apabila aku kembali kepada kamu.

Bersukacitalah di Tengah Penderitaan!
Pengakuan akan Yesus Kristus pada zaman pemberitaan injil, Paulus selalu mendapat tantangan. Filipi 1 memberikan catatan singkat bahwa jemaat Filipi diperhadapkan dengan kelompok di luar Kristus yang mengacaubalaukan iman umat. Bahkan dalam gerakan mereka, Paulus yang sementara dipenjara mengalami penganiyaan dengan begitu keras. Jemaat-jemaat yang mengaku percaya kepada Yesus juga menjadi semakin sengsara karena penganiayaan. Tujuan dari semuanya itu untuk mencegah perkembangan pemberitaan injil dan menghambat pertumbuhan gereja di Filipi. Namun dalam menghadapi penderitaan yang begitu berat, Paulus mengajak jemaat di Filipi supaya tetap bersukacita. Jemaat diajak untuk belajar dari dirinya yang telah meneladani penderitaan Yesus, sehingga tetap bersukacita dalam keadaan yang sulit sekalipun. Karena tujuan terpenting adalah injil mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pesan bagi kita adalah, sebagai orang percaya, kita mungkin akan berhadapan dengan beragam persoalan hidup, baik pribadi, keluarga, gereja, bahkan bangsa dan negara. Janganlah kita menjadi putus asa, kecewa, hilang harapan, dan melupakan Allah. Sebaliknya, hadapilah masalah itu dengan penuh sukacita. Berdirilah teguh dalam iman kepada Allah, agar pada waktunya kita dapat melihat begitu indahnya Allah yang penuh kasih menolong dan menyelamatkan kehidupan kita.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tetap bersukacita dalam iman di tengah penderitaan. Amin.

Jumat, 15 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 6:22-23

22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. 23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Andalkanlah Yesus dan bersukacitalah!
Ketika melakukan diskusi dalam kebaktian umat, seorang ibu pernah bertanya : mengapakah orang Kristen harus bersukacita dan bergembira ketika menderita karena imannya? Bukankah penderitaan hanya membawa kesengsaraan? Pertanyaan itu muncul ketika sang ibu selesai membaca teks Lukas 6: 22 yang menyebutkan, bahwa jemaat yang percaya kepada Anak Manusia (merujuk pada Yesus) akan ditolak, dibenci, difitnah sebagai sesuatu yang jahat, dan lainnya. Perlu diakui, bahwa ungkapan Yesus itu didasari pada kenyataan: orang-orang yang mengikut Yesus memiliki ciri hidup berbeda dengan yang lainnya. Karena Yesus telah menjadi pusat dari seluruh pertimbangan dan keputusan hidup mereka, sehingga apapun yang mereka pikirkan, katakan, dan lakukan itu berasal dari Allah di dalam Kristus. Yesus menyampaikan bahwa mereka yang menjadikan diri-Nya sebagai pusat dari kehidupan akan mendapat upah yang besar di Sorga. Upah yang besar di Sorga menunjuk pada keiikutsertaan Allah dalam hidup mereka, baik masa kini maupun masa yang akan datang. Artinya mereka tidak akan berjuang sendiri namun Allah tetap memberkati perjuangan mereka. Pesan bagi kita di saat ini, andalkanlah Yesus dalam seluruh langkah hidup kita. Pandanglah Yesus dalam segala
pergumulan dan tantangan hidup kita. Karena orang yang percaya kepada Yesus mendapat kekuatan untuk berjuang di tengah penderitaan.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar tetap memandang-Mu di tengah penderitaan ini. Amin.

Sabtu, 16 Maret 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 1:3-9

Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Pujilah Allah Atas Penderitaanmu
Raja George V pernah mengatakan, bahwa “Jikalau aku harus menderita karena Kristus, biarlah aku menjalaninya dengan rasa penuh sukacita”. Namun berbeda dengan Raja George V, orang Kristen yang menghadapi penderitaan karena imannya cenderung bersungut, akibat merasa kecewa. Hal itu dikarenakan, mata mereka hanya tertuju pada penderitaan, sehingga mereka tidak mampu merasakan kuasa dan kasih Allah. Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di Korintus maka Paulus memberi nasehat untuk tetap memandang Allah dalam seluruh penderitaan. Pandangan yang tertuju pada Yesus akan memampukan umat untuk bersukacita sekalipun penderitaan yang dihadapi sungguh berat, bahkan seolah-olah dijatuhi hukuman mati (ay. 9). Bagi Paulus, menderita sebagai orang Kristen mendapat hak istimewa, karena Kristus menderita bersama-sama dengan mereka. Paulus juga menasehati jemaat untuk tetap sabar dan bersukacita dalam penderitaan. Bagi Paulus, peran Allah yang menghibur menjadi daya dorong yang membawa keberanian untuk menghadapi penderitaan, sama seperti yang telah ia alami. Paulus sangat meyakini, bahwa Allah tidak pernah
memberikan penderitaan tanpa kekuatan untuk kita menjalaninya. Kita yang saat ini dipenuhi dengan
berbagai tantangan mungkin dapat bertanya: apakah kita memiliki kekuatan untuk melewatinya? Mari belajar dari pengalaman Paulus yang merasakan campur tangan Allah di setiap persoalan hidup. Percayalah bahwa Allah akan memberikan kita kekuatan untuk berjuang di tengah penderitaan yang dialami.

Doa: Ya Tuhan, tetaplah berikan kami kemampuan untuk berjuang di tengah penderitaan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Pndanglah Tuhan dan Entaskan Kemiskinan

Minggu, 03 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 19: 16-26

Orang muda yang kaya
16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, 19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?" 21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. 23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Pakailah Hartamu Untuk Menyalurkan Kasih Tuhan
Apakah salah menjadi orang kaya sehingga Tuhan Yesus berkata bahwa orang kaya sukar sekali untuk masuk ke dalam Kerjaan surga ? Tidak! Yesus tidak membenci orang kaya dan tidak melarang orang untuk memiliki harta kekayaan. Yesus mengecam orang yang bergantung pada harta kekayaannya dan menjadikannya pegangan hidup untuk menggantikan Tuhan. Selain itu, ia menjadi tidak peka terhadap kehidupan disekitamya dan mengabaikan orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongannya. Ia gagal melihat kehadiran Tuhan di dalam diri orang-orang kecil, sebab yang ada di dalam pikirannya hanyalah bagaimana harus mempertahankan dan menambah kekayaan. Inilah yang menjadi batu sandungan bagi orang kaya untuk memperoleh kehidupan kekal. Melalui kisah di minggu sengsara ketiga ini kita belajar bahwa harta kekayaan yang kita peroleh melalui usaha dan kerja keras, hendaknya disyukuri lalu digunakan demi kebaikan dan kemuliaan Tuhan. Harta yang kita miliki jangan menjadi batu sandungan untuk mengikut Tuhan. Jangan pula mematikan rasa untuk peduli bagi sesama yang miskin. Melalui harta yang dimiliki, kita diajak untuk menyalurkan kasih Tuhan kepada sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Hanya dengan begitu harta tidak menjadi batu sandungan untuk memperoleh hidup kekal.

Doa: Tuhan, kami mau menyalurkan kasih dan berkat-Mu bagi sesama. amin.

Senin, 04 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 22:7-9

7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. 8 Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa. 9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Membagi Rezeki Dengan Orang Miskin Diberkati
Kenyataan suka berhutang sering kita temui dalam kehidupan orang Kristen. Bukan hanya orang yang lemah dan miskin, orang dengan pekerjaan pun terkadang berhutang. Hutang bukanlah sesuatu yang keliru, jika itu demi kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda dan memang karena tidak memiliki uang sama sekali. Zaman sekarang, orang yang berhutang biasanya diberikan pinjaman dengan bunga pinjaman yang harus diganti. Jika tidak bisa mengganti maka ada sanksi, misalnya penyitaan barang. Berbeda dengan zaman lampau, orang kaya ada yang memberi hutang kepada orang-orang lemah kadang disertai keinginan untuk menjadikan mereka budak. Ada juga orang kaya raya, tetapi menjadi sombong dan tidak mau peduli atau berbagi dengan orang lain di sekitar. Sungguh ironi!. Oleh karena itu, firman Tuhan ini mengingatkan, mari kita menjadi orang-orang baik yang tidak memiliki tujuan jahat ketika hendak membantu orang lain. Sesungguhnya kita tidak akan berkekurangan jika kita menolong orang-orang miskin dari kesulitannya dan dari kejahatan orang kaya yang tidak lurus hatinya. Ingatlah, membagi rezeki dengan orang miskin dan lemah akan diberkati.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami untuk terus hidup berbagi berkat dengan orang miskin, amin.

Selasa, 05 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 28:27

27 Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.

Memberi Kepada Orang Miskin Tak akan Kekurangan
Pengamsal dalam nas bacaan hari ini mengingatkan kita akan satu hal penting yaitu hidup berbagi. Di tengah situasi dan kondisi hidup yang semakin sulit seperti sekarang ini, kita diingatkan untuk tidak lupa berbagi dengan orang lemah dan miskin. Kenyataannya, orang miskin selalu ada di sekitar kita, di tengah-tengah kehidupan warga jemaat. Ada juga orang kaya atau yang memiliki kelebihan secara materi. Tetapi tidak semua orang kaya atau yang berkelebihan memiliki kemauan untuk menolong atau berbagi dengan orang-orang miskin di sekitarnya. Perhatikan apa yang firman Tuhan
katakan: “Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan”. atau Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan” (Amsal 11:25). Firman Tuhan justru mengajarkan kita untuk suka memberi, terutama memberi kepada orang yang miskin. Karena itu, mari gunakan berkat yang Tuhan berikan untuk menolong orang miskin yang ada di tengah jemaat dan masyarakat. Yakinlah bahwa
kita tidak akan berkekurangan ketika memberi kepada yang miskin. Tuhan Sumber berkat senantiasa
menganugerahkan berkat-Nya dalam hidup kita. Maka teruslah berbagi. Banyak atau sedikit bukanlah ukuran, asalkan disertai ketulusan.

Doa: Ya Tuhan, kami mau terus hidup berbagi dengan orang yang miskin, Amin

Rabu, 06 Maret 2024

bahan bacaan : Amsal 31:16-20

16 Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya. 17 Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya. 18 Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam. 19 Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. 20 Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Ulurkanlah Tangan Bagi Yang Miskin Dan Tertindas
Sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, melakukan kebaikan merupakan suatu kewajiban bagi kita. Hal ini sekaligus menyatakan ungkapan rasa syukur kita karena Tuhan telah terlebih dahulu melakukan kebaikan. Ia mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Melakukan kebaikan telah menjadi gaya hidup isteri yang cakap dalam gambaran Amsal 31: 20 nas hari ini. Meskipun ia mendapatkan banyak keuntungan dari kerja kerasnya mengupayakan ladang dan tangannya yang tidak berhenti memintal, ia tidak melupakan orang lain. Ia senantiasa mengulurkan tangannya bagi yang miskin dan tertindas. Itulah sebabnya ia dihargai dan seisi keluarganya pun dihormati. Gaya hidup isteri yang cakap ini baik untuk dicontohi. Tidak hanya oleh isteri atau perempuan dalam keluarga yang berperan untuk mengatur segala keperluan rumah tangga, melainkan juga kita semua diingatkan hal yang sama. Jangan mengeraskan hati dan tangan bilamana kita melihat orang yang miskin dan tertindas. Ulurkanlah tangan bagi mereka. Tidak ada kata sia-sia bagi orang yang bermurah hati atau berbuat baik kepada orang lain! Di dalam Amsal 19:17 tertulis: “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas
perbuatannya itu.” Jadi, orang yang berbuat baik kepada orang lain sesungguhnya sedang melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri, sebab Tuhan pasti membalas perbuatan baiknya itu.

Doa: Kami mau mengulurkan tangan bagi yang miskin dan tertindas, Amin.

Kamis, 07 Maret 2024

bahan bacaan : Galatia 2:9-10

9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; 10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

Hidup Bersama Yang Saling Memberdayakan
Setiap manusia memiliki kemampuan di dalam dirinya. Kemampuan pada dirinya dimaknai sebagai anugerah dari Tuhan. Anugerah Tuhan berwujud dalam seluruh tindakan atau perbuatan yang dapat dirasakan oleh orang lain. Kemampuan seseorang yang merupakan anugerah itu hendaknya diwujudkan dengan saling menopang atau saling memberdayakan satu dengan yang lain. Setiap orang telah dianugerahkan Tuhan dengan potensi yang berbeda-beda. Keragaman potensi itu haruslah menjadi kekuatan bersama bagi terwujudnya hidup bersama yang adil dan bahagia. Kebahagiaan akan tercipta jika sikap hidup saling menopang terwujud dalam hidup bersama. Kebahagiaan itu tidak akan terwujud jika kita hanya hidup untuk diri saja. Sebaliknya, melalui kebersamaan yang saling menopang maka kebahagiaan akan terwujud. Hidup bersama yang saling memberdayakan adalah tanggung jawab iman setiap orang percaya. Hindarilah sikap iri hati, dengki, amarah, perseteruan hingga perpecahan. Hal-hal itu akan menjadi penghambat dalam mewujudkan hidup bersama yang sejahtera. Wujudkanlah hidup bersama yang saling memberdayakan sebagai tanggung jawab iman terhadap anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan.

Doa: Kuatkanlah kami ya Tuhan agar mampu hidup saling menopang. Amin.

Jumat, 08 Maret 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 4:1-7

Minyak seorang janda
Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya." 2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak." 3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. 4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" 5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. 6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Percayalah Pada Tuhan Dan Jadilah Berkat
Hidup menawarkan banyak hal entah yang baik atau buruk. Ada kebahagiaan tetapi ada jua tantangan yang menerpa kehidupan khususnya hidup orang percaya. Tantangan dalam hidup sosial, ekonomi bahkan secara iman pun tidak dapat terelakkan dalam perjalanan hidup sebagai orang-orang percaya. Ketika berhadapan dengan tantangan atau kesulitan, orang percaya perlu menempuh sikap memaknai. Sikap hidup tersebut merupakan cara terbaik menghadapi setiap kenyataan hidup. Orang percaya harus menaruh iman dan pengharapan seutuhnya kepada Tuhan sekalipun ada tantangan atau
kesulitan. Tantangan atau kesulitan bukanlah penghalang dalam mewujudkan tujuan hidup. Tantangan atau kesulitan harus dipahami sebagai cara Tuhan untuk membentuk iman dan percaya kepada-Nya. Hal penting lainnya yang layak diaktakan sebagai wujud beriman kepada Tuhan adalah saling membantu. Akta ini harus diwujudkan baik dalam keluarga dan hidup bersama di gereja maupun masyarakat. Saling membantu atau saling menopang adalah wujud menjadi berkat bagi sesama maupun semesta. Oleh sebab itu, percayalah kepada Tuhan, yakinilah bahwa Ia selalu menyertai dan memberi segala yang diperlukan. Jadi akhirnya ingatlah bahwa percaya kepada Tuhan harus pula diwujudkan dengan cara menjadi saluran berkat bagi sesama manusia bahkan bagi seluruh alam semesta. Itulah wujud iman atau percaya kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat menjadi saluran berkat bagi sesama dan semesta. Amin.

Sabtu, 09 Maret 2024

bahan bacaan : Nehemia 5 : 1-13

Nehemia memperhatikan keluhan-keluhan sesama orang Yahudi
Maka terdengarlah keluhan yang keras dari rakyat dan juga dari pihak para isteri terhadap sesama orang Yahudi. 2 Ada yang berteriak: "Anak laki-laki dan anak perempuan kami banyak dan kami harus mendapat gandum, supaya kami dapat makan dan hidup." 3 Dan ada yang berteriak: "Ladang dan kebun anggur dan rumah kami gadaikan untuk mendapat gandum pada waktu kelaparan." 4 Juga ada yang berteriak: "Kami harus meminjam uang untuk membayar pajak yang dikenakan raja atas ladang dan kebun anggur kami. 5 Sekarang, walaupun kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka, namun kami terpaksa membiarkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri dimiliki orang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena ladang dan kebun anggur kami sudah di tangan orang lain." 6 Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu. 7 Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para penguasa. Kataku kepada mereka: "Masing-masing kamu telah makan riba dari saudara-saudaramu!" Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar. 8 Berkatalah aku kepada mereka: "Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!" Mereka berdiam diri karena tidak dapat membantah. 9 Kataku: "Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? 10 Juga aku dan saudara-saudaraku dan anak buahku telah membungakan uang dan gandum pada mereka. Biarlah kita hapuskan hutang mereka itu! 11 Biarlah kamu kembalikan kepada mereka hari ini juga ladang mereka, kebun anggur, kebun zaitun dan rumah mereka, pula hapuskanlah hutang mereka, yakni uang serta gandum, anggur dan minyak yang kamu tagih dari pada mereka!" 12 Berkatalah mereka: "Itu akan kami kembalikan! Dan kami tidak akan menuntut apa-apa dari mereka. Kami akan lakukan tepat seperti yang engkau perintahkan!" Lalu aku memanggil para imam dan menyuruh mereka bersumpah, bahwa mereka akan menepati janji mereka. 13 Juga kukebas lipatan bajuku sambil berkata: "Demikianlah setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih payahnya. Demikianlah ia dikebas dan menjadi hampa!" Dan seluruh jemaah berkata: "Amin," lalu memuji-muji TUHAN. Maka rakyat berbuat sesuai dengan janji itu.

Pemimpin Yang Berkenan Kepada Tuhan
Perjalanan hidup bangsa Israel bukanlah sesuatu yang baik atau mulus saja. Pengalaman bangsa Israel menjadi pengalaman iman dan merupakan pelajaran bagi semua orang percaya. Pengalaman hidup tersebut bukan hanya yang baik tetapi juga yang tidak baik. Kesulitan-kesulitan hidup yang dialami oleh bangsa Israel merupakan kenyataan bahwa masih banyak orang ternyata hidup hanya memikirkan dirinya sendiri. Sikap hidup yang hanya mementingkan diri sendiri disebabkan karena ketidakpuasan terhadap apa yang dimiliki sehingga menindas orang lain bahkan mengambil milik sesama. Terhadap kenyataan hidup seperti itu maka perlu ada sosok seorang pemimpin yang dapat bertanggung jawab bagi kepentingan semua orang. Sikap hidup Nehemia menjadi pelajaran iman bagi setiap orang percaya. Pemimpin harus mampu mendengarkan keluhan dari masyarakat atau umat. Hal ini penting sebab terkadang dengan menjadi pemimpin maka hanya kepentingan pribadi yang diutamakan dibandingkan kepentingan bersama. Tanggung jawab yang diemban merupakan anugerah Tuhan. Olehnya itu, sudah sepatutnya dalam menjalankan tanggung jawab tersebut harus menunjukkan teladan kebaikan bagi semua orang. Kebaikan diwujudkan melalui berbagai keputusan yang bermanfaat bagi semua orang. Dengan demikian, maka terwujudlah sikap hidup seorang pemimpin yang berpadanan dengan kehendak Tuhan.

Doa: ya Allah, layakkanlah kami untuk menjadi hambaMu yang setia. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 25 Feb – 2 Maret 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Ingat Kasih Setia Tuhan dan Tetap Berpengharapan

Minggu, 25 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 31: 1-24

Aman dalam tangan TUHAN
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (31-2) Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, 2 (31-3) sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 3 (31-4) Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. 4 (31-5) Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 5 (31-6) Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. 6 (31-7) Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. 7 (31-8) Aku akan bersorak-sorak dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku, telah memperhatikan kesesakan jiwaku, 8 (31-9) dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang. 9 (31-10) Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. 10 (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah. 11 (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku. 12 (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah. 13 (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, --ada kegentaran dari segala pihak! --mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku. 14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" 15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! 16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! 17 (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam. 18 (31-19) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan! 19 (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! 20 (31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. 21 (31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan! 22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: "Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu." Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong. 23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. 24 (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!

Tuhan Sumber Pengharapan
Tantangan dan persoalan menjadi bagian yang tidak dapat dilepaspisahkan dari realitas kehidupan yang dijalani. Menghadapi kenyataan seperti ini menggerakkan kita untuk mencari cara agar sedapatnya keluar dari tantangan dan persoalan dimaksud. Fakta membuktikan bahwa ada sekian banyak orang yang tetap teguh berpengharapan kepada Tuhan, tetapi tidak sedikit juga yang mencari solusi dan penyelesaian secara instan. Cara seseorang meresponi semua hal yang terjadi dalam hidupnya memperlihatkan kepada siapa ia menaruh harap dan percaya. Inilah juga yang nampak di dalam refleksi pemazmur pada bacaan saat ini. Menghadapi orang-orang yang bermufakat mencelakakan dan mencabut nyawa pemazmur, tidak membuatnya hilang harapan dan percaya kepada Tuhan. Sebab Tuhan yang ia sembah penuh dengan kasih setia, keadilan, kebaikan, perlindungan dll. Itu sebabnya pemazmur berlindung dan menaruh harap serta tetap percaya kepada Tuhan sebagai satu-satunya sumber pengharapan yang dapat menyelamatkan. Hal ini mengajarkan kepada kita semua tentang bagaimana kita bersikap ketika diperhadapkan dengan situasi hidup yang penuh tantangan dan persoalan. Situasi seperti ini dapat dialami oleh siapapun dan dimanapun. Seberat apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi, jangan takut melainkan ingat kasih setia Tuhan dan tetap berpengharapan.

Doa: Tuhan Yesus, ajari kami agar selalu mengingat kasih setiaMu dan tetap berpengharapan. Amin.

Senin, 26 Maret 2024

bahan bacaan : Ulangan 7:7-11

7 Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? -- 8 tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. 9 Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, 10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. 11 Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan."

Tetaplah Setia Sebab Tuhan Setia
Kesetiaan merupakan satu sikap yang diharapkan dari seseorang baik dalam membangun relasi sebagai pasangan, sahabat, rekan kerja dan lain sebagainya. Kesetiaan berarti berpegang (pada janji, pendirian dll), patuh dan taat terhadap suatu hal. Sikap setia seperti inilah yang diperintahkan oleh Tuhan Allah agar tetap dipegang oleh bangsa Israel ketika mereka memasuki tanah Kanaan. Sebab bangsa Israel dapat saja terpengaruh dan berpaling dari Allah dengan menyembah kepada berhala-berhala yang di sembah orang Kanaan. Hal ini harus dihindari sebagai wujud kepatuhan dan ketaatan mereka terhadap Tuhan yang mengasihi dan membawa keluar dengan tangan-Nya yang kuat, serta menebus Israel dari rumah perbudakan. Sebab Dialah Allah yang setia dan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang mengasihi-Nya dan berpegang pada perintah-Nya. Kesetiaan kepada Tuhan haruslah juga dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. Sikap setia itu harus diwujudnyatakan dalam kehidupan tiap-tiap hari. Misalnya setia berdoa, setia kepada pasangan hidup, setia menjalankan kerja dan pelayanan dan sebagainya Tetaplah berlaku setia terhadap hal-hal yang benar dalam menjalani hari-hari hidup, baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Camkanlah bahwa Allah telah lebih dahulu menunjukkan kasih setia-Nya kepada kita. Setialah kepada-Nya!

Doa Ya Tuhan, ajarlah kemi agar tetap setia kepadaMu. Amin.

Selasa, 27 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 33: 18-22

18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, 19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. 20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! 21 Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. 22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bersukacita Karena Pertolongan Tuhan
Aku bersyukur bersukacita, kasih Tuhan diam di dalamku”, demikianlah salah satu lirik lagu dalam PKJ 216. Penggalan pujian ini menggambarkan ada ungkapan terima kasih dan perasaan gembira karena mengalami kasih setia Tuhan. Sebagaimana makna yang terkandung dalam pujian di atas, pemazmur juga mengungkapkan hal yang sama. Perasaan ini lahir dari hasil refleksi pemazmur tentang kuasa Tuhan yang begitu besar. Kuasa Tuhan yang besar itu diungkapkan pemazmur dengan mengakui bahwa Tuhanlah penolong dan perisai, untuk melindungi semua orang yang mendapat kasih setia-Nya. Sebab kasih setia Tuhan hanya akan diberikan bagi mereka yang hidup takut akan Tuhan dan berharap pada-Nya. Puji-pujian pemazmur ini memberikan daya dorong kepada kita untuk memahami betapa keberadaan Tuhan mampu memberikan sukacita. Oleh sebab itu dalam menapaki hari-hari kehidupan, kita wajib melibatkan Tuhan. Kesadaran ini membuktikan bahwa sesungguhnya kitapun mengakui kekuasaan-Nya yang sanggup memberikan pertolongan dan menghadirkan sukacita. Hiduplah takut akan Dia dan berharap pada kasih setia-Nya senantiasa. Yakinilah dengan hidup takut akan Tuhan dan berharap pada-Nya, menganugerahkan segala kebaikan-kebaikan bagi kita.

Doa: terima kasih Tuhan, sebab semua pertolonganMu memberi sukacita. Amin.

Rabu, 28 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 86:14-17

14 Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau. 15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. 16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan! 17 Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.

Berdoalah!
Salah satu bentuk pengakuan dan keyakinan kita kepada Allah yakni dengan berdoa. Artinya dalam setiap keberadaan hidup kita, doa menjadi salah satu hal yang sangat penting dilakukan. Kendatipun demikian, hal penting ini seringkali diabaikan bahkan dilupakan karena berbagai macam alasan. Kesadaran untuk selalu berdoa yang memperlihatkan ketergantungan kita kepada Allah, haruslah tetap menjadi bagian dalam menjalani hidup. Sama seperti pemazmur yang juga berdoa meminta pertolongan dari Tuhan terkait dengan kenyataan hidup yang ia alami. Hal ini tidak berarti doa hanya dijadikan kekuatan ketika kita diperhadapkan dengan masalah, melainkan dalam segala situasi hidup baik susah maupun senang. Dengan berdoa memperlihatkan kesadaran pemazmur akan dirinya yang memiliki keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia, sekaligus mengakui keberadaan Allah yang penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Pengakuan yang sama pun harus lahir dari dalam diri kita sebagai orang yang percaya kepada Allah. Sebab hanya dengan begitu, maka di setiap proses hidup dari waktu ke waktu akan menjadikan doa sebagai hal yang penting. Karena dengan berdoa kita dapat membangun relasi secara intim dengan Tuhan bahkan menyampaikan semua isi hati kita secara terbuka dihadapan-Nya. Karena doa merupakan nafas hidup orang percaya, maka teruslah berdoa. Sebab dengan berdoa kita akan senantiasa diberikan kekuatan dan kemampuan dari Tuhan, untuk melewati susah senang, suka duka dan baik buruknya tantangan kehidupan yang selalu datang silih berganti.

Doa: Ajarilah kami ya Tuhan, supaya mengerti pentingnya berdoa. Amin.

Kamis, 29 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 107:1-9

Nyanyian syukur dari orang-orang yang ditebus TUHAN
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, 3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan. 4 Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; 5 mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. 6 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. 7 Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus, sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang. 8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, 9 sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

Bersyukur Atas Kasih Setia Tuhan
Bersyukur merupakan suatu energi positif yang timbul dari diri seseorang sebagai cara nyanyian syukurnya kepada Tuhan. Nyanyian syukur ini berkaitan dengan tindakan penebusan karena kesesakkan yang dialami akibat dari kuasa yang menyesakkan. Tindakan penebusan tersebut murni karena kasih setia Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga mampu memberikan kepuasan kepada jiwa yang dahaga dan yang lapar dikenyangkan. Kasih setia Tuhan dan perbuatan-Nya yang ajaib pun terus menerus dialami oleh semua orang yang percaya kepada-Nya. Atas dasar itulah, kita semua diajarkan untuk selalu bersyukur sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemazmur. Sekalipun tidak bisa dipungkiri bahwa ada berbagai macam rintangan yang terus menghampiri. Namun kita harus meyakini, di balik rintangan-rintangan tersebut sesungguhnya ada kebaikan yang akan Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita. Karena kebaikan itulah, maka sudah sepantasnya kita bersyukur kepada-Nya. Pastikanlah bahwa kita akan tetap menjadi pribadi-pribadi yang menyadari kasih setia dan kebaikan Tuhan dan menanggapinya dengan tetap bersyukur. Sebab
dengan bersyukur membuktikan bahwa kita mengakui adanya kebaikan yang dialami dan dirasakan semata-mata hanya karena anugerah Tuhan.

Doa Atas kasih setia dan kebaikan yang Tuhan beri, kami mau selalu bersyukur. Amin.

Jumat, 01 Maret 2024

bahan bacaan : Mazmur 130:1-8

Seruan dari dalam kesusahan
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! 2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. 3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? 4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. 5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. 6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. 7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. 8 Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Pada Tuhan ada Kasih Setia, Berharaplah!
Syukur kepada Tuhan yang begitu mengasihi kita sehingga memberikan kesempatan untuk masuk di bulan yang baru, bulan Maret. Kasih Tuhan ini terus mengiringi langkah kehidupan kita, walaupun terkadang kita menjadi lemah dan jatuh ke dalam dosa. Namun kasih setia Tuhan selalu diarahkan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya. Pemazmur menegaskan hal itu kepada kita melalui nas bacaan hari ini. Pemazmur menggunakan ilustrasi orang yang terjebak di jurang yang dalam untuk menggambarkan manusia berdosa yang tidak berdaya, tanpa pu menyelamatkan dirinya sendiri dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Manusia berdosa hanya bisa menunggu akibat yang mengerikan, yaitu maut. Oleh sebab itu, dalam keterbatasan untuk membebaskan diri dari dosa, manusia membutuhkan Tuhan untuk membebaskannya. Demikianlah jiwa manusia mengharapkan Tuhan. Hari ini kita diingatkan, Pandanglah Tuhan yang sengsara dan syukurilah kasih-Nya yang rela berkorban bagi kita semua, manusia yang berdosa. Hanya Allah didalam Yesus Kristus yang
dapat mengampuni dan menyelamatkan, sebesar apapun dosa dan kesalahan yang dilakukan. Karena itu, berharaplah kepada Tuhan sebab pada-Nya ada kasih setia. Pada-Nya ada anugerah pengampunan.

Doa: Ya Tuhan, kami mau berharap pada kasih setia-Mu, amin

Sabtu, 02 Maret 2024

bahan bacaan : Mazmur 145:14-21

14 TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. 15 Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkaupun memberi mereka makanan pada waktunya; 16 Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup. 17 TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. 18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. 20 TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya. 21 Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

Tuhan Dekat Pada Setiap Orang yang Berseru kepada-Nya
Kita masing-masing pasti memepunyai pengalaman berseru kepada Tuhan. Apalagi ketika hidup yang dijalani terasa begitu sulit dan berat. Masalah, penderitaan, musibah, ancaman kematian, seringkali membuat kita tidak memiliki cara lain untuk mendapatkan kelepasan dan kebahagiaan, selain berseru kepada Tuhan. Suatu ketika dalam perjalanan pelayanan untuk mengantar pendeta baru di salah satu jemaat, kami mendapatkan ancaman. Terpaan angin kencang yang disertai dengan gelombang besar yang membuat hati kecut. Kepanikan dan rasa takut menghantui diri, keringat dingin bercucuran. Hanya terdengar seruan dari mulut: “Tuhan tolong!, Tuhan tolong!. Betapa di saat itu, kami menyadari tak memiliki daya dan kekuatan apa pun, selain berharap pada pertolongan Tuhan. Seruan Tuhan tolong, tak pernah henti hingga tiba di tujuan. Tuhan mendengarkan seruan kami dan mempertibakan dengan selamat. Tuhan tidak pernah melupakan setiap orang yang berseru kepada-Nya. Inilah juga yang diingatkan Daud dalam Mazmur ini bahwa Tuhan tidak melupakan umat kepunyaan-Nya. Tuhan dekat pada orang yang berseru kepada-Nya. Bilamana kesesakan menghimpit dan ketakutan menguasai, jangan ragu untuk berseru memanggil nama Tuhan. la sedia mendengarkan dan memberi pertolongan. Jadi, berserulah kepada-Nya dalam kesetiaan!

Doa: Tuhan, dengarkanlah seruan kami di tengah situasi hidup yang sulit, amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB-MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 18 – 24 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Dalam Kesengsaraan Berserulah pada Tuhan dan Jadilah Bijak

Minggu, 18 Februari 2024

bahan bacaan : Matius 21:1-11

Yesus dielu-elukan di Yerusalem
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. 3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." 4 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: 5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." 6 Maka pergilah murid-murid itu dan berbuat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. 7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya. 8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. 9 Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" 10 Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: "Siapakah orang ini?" 11 Dan orang banyak itu menyahut: "Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea."

Follow Jesus, You’re Deserve
Selebritis adalah mereka yang selalu memiliki daya tarik tersendiri dan memiliki banyak Follower (pengikut). Kekaguman setiap Followers membuat mereka dapat saja memberi yang terbaik jika memiliki kesempatan untuk berjumpa langsung dengan idola mereka. Zaman ini, sosial media selalu menyuguhkan perjalanan para seleb dan followers mereka yang dapat dikatakan sangat intens mengikuti keseharian para selebritis tersebut. Tuhan Yesus dalam perjalanan penginjilan-Nya mengundang banyak pengikut pula. Mereka mengeluk-elukan Dia, merasa takjub dan mempersembahkan yang terbaik bagiNya. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap pengikut Kristus adalah mereka yang benar-benar memahami dan mengetahui tentang kemahakuasaanNya. Pemberian dan persembahan mereka adalah wujud ketaatan dan rasa kagum yang dimiliki. Perjumpaan dengan Yesus bagi orang percaya adalah suatu anugerah dan kesukacitaan tersendiri. Berjumpa dalam pergumulan hidup merupakan buah dari keyakinan yang diletakkan sepenuhNya kepada Tuhan Allah. Oleh sebab itu, yakinlah bahwa mengikut Yesus bukan hanya sekedar keputusan pribadi namun kebutuhan karena hanya bersama Yesus saja kita pasti dikuatkan dan diselamatkan. Mengikut Yesus adalah kebahagiaan tiada tara kebahagiaan tak berujung serta kebahagiaan abadi. Ikut dan Percayalah pada jalan Kristus, hari ini, esok, dan selama-lamanya.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi pengikut-Mu yang setia. Amin

Senin, 19 Februari 2024

bahan bacaan : Keluaran 22:21-27

Peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu
21 "Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. 22 Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. 23 Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. 24 Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. 25 Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. 26 Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, 27 sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya--pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih."

Kase Deng Tulus
“Tangan kanan kase, tangan kiri jang tau” istilah ini tidak lazim dalam hidup orang Maluku, hidup orang basudara. Artinya kalau ingin memberikan sesuatu kepada seseorang dengan niat membantu, maka janganlah pernah mengharapkan untuk dikembalikan dan jangan mengungkit-ungkit. Sebab pemberian yang tulus tidak akan pernah menuntut imbalan. Kitab Keluaran 22 : 21-27 menggambarkan situasi dimana bangsa Israel diajari untuk melakukan kebaikan dalam hidup mereka termasuk tentang Hidup saling mengasihi. Terdapat banyak aturan yang baik untuk mengajarkan Bangsa Israel agar hidup tidak saling menindas. Larangan dan ajaran tersebut juga diberikan kepada kita. Hidup kekeluargaan dan dalam kebersamaan seharusnya terpupuk dalam bingkai saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling menindas, tidak saling menuntut. Membangun persekutuan hidup yang saling melengkapi adalah dambaan setiap manusia dan oleh karenanya kita diajak saat ini agar mampu merangkai hidup bersama dengan hati yang penuh ketulusan. Tulus memberi, tulus membantu, tulus menopang, tulus mendukung, tulus memberi semangat dan tulus melayani Tuhan. Percayalah, tangan kanan yang terbuka itu pasti akan menerima berkat Tuhan yang tidak berkesudahan. Jadilah pribadi yang Tulus dan Rendah hati!

Doa: Ya Tuhan. Ujilah Kami. Lihatlah ketulusan kami untuk melayaniMu dan sesama. Amin.

Selasa, 20 Februari 2024

bahan bacaan : Hakim-hakim 3:7-11

Otniel
7 Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera. 8 Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya. 9 Lalu berserulah orang Israel kepada TUHAN, maka TUHAN membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb. 10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim. 11 Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya. Kemudian matilah Otniel anak Kenas.

Merasakan Kuasa Tuhan, Lebih Dan Lebih Lagi!
Otniel bin Kenas adalah Hakim pertama bangsa Israel. Dalam perjuangannya, ia diangkat oleh Tuhan untuk membantu orang Israel terlepas dari tangan Raja Aram. Delapan tahun orang Israel ada dalam genggaman Raja Aram, oleh karenanya orang-orang Israel berseru kepada Tuhan untuk menyelamatkan mereka dan Tuhan mengutus Otniel. Awalnya Orang Israel ditunjukkan sebagai orang-orang yang melakukan kesalahan di hadapan Tuhan. Mereka menyembah berhala. Tuhan sendiri menghukum mereka lewat Kusyan-Risyataim dan pada akhirnya mereka ada dalam penyesalan. Ketidaktaatan orang Israel mewakili ketidaktaatan kita juga ketika kita hidup masih menduakan Tuhan. Apa yang dialami orang-orang Israel menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak terjerumus dalam penyembahan berhala. Arahkan pandangan dan keyakinan hanya kepada Tuhan sebab hanya Tuhanlah sumber keselamatan dan kedamaian. Otniel mewakili pribadi yang Tuhan utus untuk membantu mereka yang masih terkungkung dalam dosa dan pelanggaran. Segala bentuk penyembahan berhala dan kepercayaan di luar Kuasa Tuhan hendaknya tidak membuat kita melupakan Tuhan. Sebab bagi orang percaya Kuasa Allah di dalam Yesus Kristus adalah Kuasa yang melebihi kuasa apapun di dunia ini.

Doa: Terangi hati Kami Tuhan, agar tetap berpegang pada KuasaMu. Amin.

Rabu, 21 Februari 2024

bahan bacaan : Lukas 18:1-8

Perumpamaan tentang hakim yang tak benar
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 2 Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. 3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, 5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." 6 Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kenakanlah Jubah Keadilan!
Sebuah keputusan yang ditetapkan oleh Hakim akan selalu bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Beberapa kasus yang terjadi di tanah air bahkan dalam daerah kita sendiri akan selalu bermuara pada putusan hakim. Seyogianya, hakim harus menegakkan keadilan dan memutuskan sesuai dengan peristiwa yang sebenarnya. Tidak memutarbalikkan fakta dan keadaan. Pada bacaan kita, perumpamaan tentang hakim yang tak benar, dijelaskan bahwa hakim ini tidak takut akan Tuhan dan tidak menghormati seorang pun. Namun ada seorang janda yang terus menerus datang kepadanya dan memohon agar hakim tersebut membela haknya dan membenarkannya dari lawannya. Awalnya hakim itu tidak peduli, namun karena janda ini selalu datang kepadanya, maka ia
membenarkannya. Janda ini menunjukkan bahwa kebenaran harus terus diperjuangkan. Ia juga tak datang sendiri tapi bersama Tuhan yang menolongnya. Sikap yang adil harus juga kita lakukan dalam kehidupan keluarga, orang tua harus menjadi hakim yang adil bagi anak-anak. Tidak membeda-bedakan anak, berbagi kasih dengan adil. Dalam hidup bermasyarakat pun demikian, pemimpin adalah hakim yang harus mengedepankan kejujuran dan keadilan. Sebagai pelayan (Pdt dan MJ) harus melayani dengan tidak memandang muka dan bertanggung jawab.

Doa: Tolonglah kami Tuhan untuk terus berjuang bagi kebenaran dan keadilan.Amin.

Kamis, 22 Febuari 2024

bahan bacaan : Yunus 1:8-16

8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?" 9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." 10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" --sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. 11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora." 12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." 13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. 14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." 15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

Iko ANTUA Pung Mau, Pasti Katong S’lamat
Anana ee,, kalo orang tatua bicara tuh dengar, kalo orang tatua suruh tuh iko, jang talalu malawang. Nanala trus nanti cilaka baru bilang, iyo ee.. beta malawang mama ini, beta malawang bapa ini.. tar dengar-dengaran la dapa kuti dar pohong talinga. Perkataan ini sering kita jumpai dalam keseharian kita ketika bersama-sama di dalam keluarga. Disadari atau tidak, hampir semua yang disampaikan atau dikatakan orang tua sebagai nasihat, haruslah kita dengar dan taat. Jika tidak demikian, maka pasti malapetaka menimpa kita. Kekerasan hati Yunus dan ketidaktaannya hampir membawa ia bersama sekelompok orang di dalam kapal mengalami kecelakaan. Kapal yang di tumpangi itu di hantam ombak dan gelombang yang besar, banyak orang ketakutan termasuk Yunus pun demikian. Apa yang dialami Yunus dan orang banyak itu diakibatkan dari ketidaktaan Yunus. Yunus telah
dipercayakan untuk menyadarkan bangsa Niniwe agar mereka kembali agar mereka kembali kepada Allah, ke jalan yang benar. Oleh karenanya, marilah kita membuka hati kita untuk mendengar suara Tuhan, menerima Tuhan serta melakukan apa yang menjadi ketetapanNya. Resiko dari ketidaktaatan
kepada Tuhan ialah maut, tetapi ketaatan kepadaNya akan membawa berkat dan sukacita bahkan dalam situasi hampir tenggelam pun (terpuruk sekalipun), Tuhan pasti menolong.

Doa: Terima Kasih Tuhan, telah mengajari kami untuk Taat kepadaMu. Amin.

Jumat, 23 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 69:1-13

Doa dalam kesesakan
Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari Daud. (69-2) Selamatkanlah aku, ya Allah, sebab air telah naik sampai ke leherku! 2 (69-3) Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam, tidak ada tempat bertumpu; aku telah terperosok ke air yang dalam, gelombang pasang menghanyutkan aku. 3 (69-4) Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku. 4 (69-5) Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepalaku; terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku, yang memusuhi aku tanpa sebab; aku dipaksa untuk mengembalikan apa yang tidak kurampas. 5 (69-6) Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu. 6 (69-7) Janganlah mendapat malu oleh karena aku orang-orang yang menantikan Engkau, ya Tuhan, ALLAH semesta alam! Janganlah kena noda oleh karena aku orang-orang yang mencari Engkau, ya Allah Israel! 7 (69-8) Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku. 8 (69-9) Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku; 9 (69-10) sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku. 10 (69-11) Aku meremukkan diriku dengan berpuasa, tetapi itupun menjadi cela bagiku; 11 (69-12) aku membuat kain kabung menjadi pakaianku, aku menjadi sindiran bagi mereka. 12 (69-13) Aku menjadi buah bibir orang-orang yang duduk di pintu gerbang, dengan kecapi peminum-peminum menyanyi tentang aku.

Kesukaan di Tengah Kesukaran
Ditengah kesukarannya, Pemazmur berseru kepada Tuhan. Seruan untuk mengalami kedamaian hidup seharusnya menjadi alasan mendasar seseorang berseru kepada Tuhan. Keadaan yang terpuruk, kondisi perekonomian yang semakin sulit, relasi sosial yang renggang, kadang memaksa setiap manusia untuk memahami hakekat hidupnya dan kembali berharap serta berseru hanya kepada Allah. Minggu sengsara kedua ini, mengarahkan pandangan kita harus selalu berseru dan menggantungkan pengharapan hanya kepada Tuhan. Perihal menggantungkan pengharapan kepada Tuhan, bukanlah soal kita berkhotbah, berkata-kata saja namun harus benar-benar diaktakan dalam gumul hidup kita. Orang tua yang menaruh pengharapan hanya kepada Tuhan untuk masa depan anak-anak pasti akan melihat hasil yang luar biasa. Anak-anak yang menaruh pengharapan kepada Tuhan bagi keberlangsungan hidup orang tua pasti akan dilegakkan dan dipenuhi sukacita. Pemimpin yang menaruh pengharapan kepada Tuhan untuk memimpin masyarakat akan diberkahi hikmat dan
kebijaksanaan. Oleh karenanya dalam kesesakan, berserulah dan percayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, pasti kita akan diberkati.

Doa: Kami berseru Tuhan, Jawablah kami. Amin.

Sabtu, 24 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 118:5-9

5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Tuhan Ada di Pihakku!
Perkara menyampaikan kebenaran bukanlah perkara mudah. Ketika diperhadapkan dengan situasi yang sulit dan dilematis, seseorang akan sulit mengatakan kebenaran. Sebut saja, kasus Sambo yang menurut kesaksian Eliezer adalah otak dan tewasnya Brigadir J. Sejak beberapa tahun kasus ini memanas dan sempat menjadi trending topik. Eliezer seperti pemazmur yang berseru dan memohon kepada Tuhan agar ia dilindungi sehingga ia dapat menyampaikan kebenarannya. Tindakan Eliezer ini jika dikaitkan dalam bacaan kita, mengacu pada ayat ke 6 “Tuhan di pihakku. Aku tidak akan Takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” kalimat ini merupakan sebuah pengakuan tetapi juga permohonan bahwa pemazmur mengakui dan bermohon sungguh kepada Tuhan. Ia meyakini bahwa ia akan baik-baik saja jika Tuhan dipihaknya. Pengakuan dan permohonan pemazmur mesti dimiliki oleh kita sebagai orang-orang percaya. Mengakhiri minggu
sengsara kedua ini, iman kita harus benar-benar bertumbuh dan berakar di dalam Kristus Yesus,
sebab kesengsaraan yang dilaluiNya adalah jaminan keselamatan dan kedamaian hidup kita. Kedamaian yang diperoleh pula dari sikap menjunjung kebenaran dan keadilan. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami kasih setiaNya yang selalu memampukan kita untuk berkata dan berlaku benar tanpa diintimidasi oleh siapapun.

Doa: Berikan kami keberanian Tuhan. untuk menyatakan kebenaran dan keadilanMu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 11 – 17 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Muliakan Yesus yang Sengsara dan Tentukan Pilihan Politik

Minggu, 11 Februari 2024

bahan bacaan I : Markus 9:2-13,

Yesus dimuliakan di atas gunung
2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 5 Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." 6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. 7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." 8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. 10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati." 11 Lalu mereka bertanya kepada-Nya: "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?" 12 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan? 13 Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia."

bahan bacaan II : Ulangan 1:9-18

Riwayat pengangkatan hakim-hakim
9 "Pada waktu itu aku berkata kepadamu, demikian: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. 10 TUHAN, Allahmu, telah membuat kamu banyak dan sesungguhnya, sekarang kamu sudah seperti bintang-bintang di langit banyaknya. 11 TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 12 Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu? 13 Kemukakanlah dari suku-sukumu orang-orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman, maka aku akan mengangkat mereka menjadi kepala atas kamu. 14 Lalu kamu menjawab aku: Memang baik apa yang kauanjurkan untuk dilakukan itu. 15 Kemudian aku mengambil kepala-kepala sukumu, yakni orang-orang yang bijaksana dan berpengalaman, lalu aku mengangkat mereka menjadi pemimpin atas kamu, yakni sebagai kepala pasukan seribu, kepala pasukan seratus, kepala pasukan lima puluh dan kepala pasukan sepuluh dan sebagai pengatur pasukan bagi suku-sukumu. 16 Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya. 17 Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya. 18 Demikianlah aku pada waktu itu memerintahkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan."

Kemuliaan Tuhan Mengubah Hidup
Semua umat Tuhan pasti mengalami kebahagiaan jika padanya ada perjumpaan Tuhan dalam kemuliaan-Nya. Hal tersebut dirasakan oleh murid-murid Yesus. Kemuliaan Tuhan membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes mengalami kebahagiaan yang luar biasa. Kemuliaan yang mereka lihat mengubah suasana hati mereka. Hati mereka pasti susah, tetapi bersyukur ketika mereka melihat kemuliaan Tuhan di atas gunung, hati mereka begitu bergembira. Kemuliaan Tuhan membuat mereka merendahkan hati di hadapan Tuhan. Catatan Matius memberitahukan kepada kita bahwa ketika mendengar hal itu, tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Pancaran sinar kemuliaan Tuhan membuat mereka tertunduk dan merendahkan hati di hadapan Tuhan. Betapa agungnya kemuliaan Tuhan memenuhi hati mereka. Kita tidak melihat kemuliaan Tuhan secara langsung, tetapi kemuliaan Tuhan sudah dinyatakan melalui penyertaan Tuhan sepanjang hidup
kita dan keluarga sejak dahulu. Kemuliaan melalui Yesus Kristus yang kita terima membuat kita hidup semakin takut akan Tuhan dan merendahkan hati di hadapan Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati kita.

Doa: Biarlah kemuliaanMU mengubah hidupku menjadi lebih baik. Amin.

Senin, 12 Februari 2024

Bahan bacaan : Yohanes 12:20-24

Yesus memberitakan kematian-Nya
20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." 22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Jatuh Tapi Berbuah
Firman Tuhan hari ini bicara tentang biji gandum, yang menggambarkan diri Yesus sendiri. Kalau Tuhan Yesus tidak taat sampai mati di kayu salib, Ia tidak akan berbuah. tidak ada korban penebusan dosa, dan tidak ada keselamatan. Manusia berdosa akan tetap menanggung akibat dari dosa. Namun, karena Tuhan Yesus mau taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib, maka ada buah yang dihasilkan, yaitu orang yang percaya kepada-Nya diselamatkan dan diperdamaikan dengan Allah. Tuhan Yesus telah menjadi biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, akhirnya menghasilkan tuaian yaitu jiwa-jiwa yang diselamatkan. Kehendak Tuhan bagi orang percaya adalah menghasilkan buah. Tujuannya agar dapat berbuah maka kita pun harus mengikuti jejak Tuhan Yesus yaitu menjadi seperti gandum yang jatuh ke tanah dan mati. Seperti biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati, kita pun harus bersedia meninggalkan kehidupan lama dan sepenuhnya mengenakan kehidupan Kristus.

Doa: Biarlah kami mampu berbuah dalam hidup ini. Amin.

Selasa, 13 Februari 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:27-30

27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. 28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" 29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia." 30 Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.

Kemuliaan Yesus Setelah Menderita
Yohanes 12 berisikan kisah tentang orang-orang yang menerima Yesus dan yang menolak Dia. Mereka adalah orang-orang Yahudi dan juga orang-orang Yunani. Beberapa orang Yunani datang kepada Filipus seorang murid Yesus yang berbangsa Yahudi, namun mempunyai nama Yunani. Mereka datang padanya karena ingin bertemu dengan Yesus. Respons Yesus, bahwa inilah saatnya Anak Manusia dipermullakan. Kedatangan orang Yunani bagi Yesus menjadi petunjuk bahwa masa pelayanan Yesus kepada bangsa Yahudi sudah berakhir dengan banyak penolakan dan la akan diterima oleh bangsa-bangsa bukan Yahudi, Akan tetapi, sebelum misi kepada bangsa-bangsa dicapai, terlebih dahulu Yesus harus mati, Ini sungguh sebuah tantangan yang harus dipikirkan secara sungguh-sungguh, pola hidup yang dapat dijalani hanya apabila kita berjalan dalam terang dan percaya kepada terang, yaitu Yesus. Bapa telah mempermuliakan Yesus yang rela menggenapi rencana-Nya. Bapa juga akan mempermuliakan kita sebagai anak-anak-Nya apabila kita tidak memikirkan lagi kenyamanan diri, melainkan melayani Yesus dengan sepenuh hati dan berkorban bagi-Nya, serta memberitakan kematian-Nya dan berbuah bagi-Nya.

Doa: Biarlah dalam derita kami, Tuhan selalu dimuliakan. Amin

Rabu, 14 Pebruari 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:31-36

31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; 32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." 33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. 34 Lalu jawab orang banyak itu: "Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?" 35 Kata Yesus kepada mereka: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi. 36 Percayalah kepada terang itu, selama terang itu ada padamu, supaya kamu menjadi anak-anak terang." Sesudah berkata demikian, Yesus pergi bersembunyi dari antara mereka.

Menderita untuk Kemenangan
Dalam hidup ada pergumulan/ketegangan. Tetapi akhir dari semua itu bukanlah pergumulan/ ketegangan, tetapi kemenangan dan kepastian. Bahwa Dalam hidup kita juga ada pergumulan/ ketegangan, tetapi kita harus percaya bahwa akhir dari semua ini adalah kepastian dan kemenangan. Dalam hal ini Yesus menolak cara mudah yang ditawarkan dunia untuk membuat manusia menolak penderitaan atau enggan menerima penderitaan. Penderitaan yang ditempuh oleh Yesus menunjukkan bahwa la memilih cara yang sukar (melalui kematian di salib), melalui mana Ia akan menarik semua orang datang kepadaNya. Jadi, ayat ini hendak menekankan kebenaran bahwa keselamatan hanya terjadi melalui penderitaan dan kematian Yesus. Hal ini pertanda bahwa sebagai umat Tuhan, jangan pernah memandang penderitaan sebagai beban hidup, namun lihatlah sebagai anugerah Tuhan. Di balik penderitaan itu ada kemenangan dan keselamatan yang diberikan Tuhan.

Doa: Berikanlah kemenangani dari derita hidup kami. Tuhan. Amin.

Kamis, 15 Pebruari 2024

bahan bacaan : Yohanes 13:31-33

Perintah baru
31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.

Hiduplah Penuh Kasih
Kisah tentang Yudas ini penting sebab berbicara tentang pengkhianatan. Yesus memandang rencana jahat Yudas untuk menyerahkan-Nya kepada para pemimpin agama Yahudi dan penyaliban yang akan dihadapi-Nya sebagai cara Allah Bapa untuk memuliakan-Nya, serta jalan bagi-Nya untuk memuliakan Allah Bapa. Hal ini menunjukkan bahwa panggilan Yesus kepada para murid dengan sebutan “anak-anak-Ku menunjukkan relasi yang erat dan dekat yang dibangun dan diprakarsai oleh Yesus. Karena Yesus yang memprakarsainya, relasi itu bersifat kekal. Yesus telah, sedang, dan akan terus mengasihi mereka. Karena itu, Dia memberikan perintah supaya mereka saling mengasihi dengan standar yang Yesus berikan. Dan, saling mengasihi itulah yang akan menjadi identitas mereka di tengah-tengah dunia, yaitu cara dunia mengenali mereka. Perintah ini berlaku untuk semua orang percaya di sepanjang masa, termasuk kita dan semua orang yang berstatus sebagai anak-anak Allah. Kasih itu tidak hanya kita alami, namun kasih itu akan menjadi bukti bahwa kita adalah murid Tuhan Yesus. Sudahkah kita mengasihi sesama tanpa memandang bulu seperti Yesus mengasihi kita?

Doa: Mampukanlah kami untuk hidup dalam kasih. Amin.

Jumat, 16 Pebruari 2024

bahan bacaan : Ibrani 2:9

9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Bertahanlah Dalam Penderitaan
Kita mungkin tidak setuju dengan pernyataan direndahkan untuk ditinggikan, sebab sebagai manusia dunia kita selalu ingin ditinggikan, tidak mau direndahkan. Namun bagi Yesus penderitaan dan maut diterimaNya sebagai bagian dari jalan untuk menyelamatkan manusia. Yesus mau direndahkan, tapi kemudian dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Supaya oleh kasih karunia Allah la mengalami maut bagi semua manusia. Yesus seketika lebih rendah daripada malaikat-malaikat padahal Yesus itu lebih tinggi dari malaikat bahkan tidak bisa dibandingkan dgn malaikat. Setelah Kristus menyelesaikan tugas penyelamatan-Nya, Ia ditinggikan dan dikaruniakan nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yg ada di langit dan yg ada di atas bumi dan yg ada di bawah bumi dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan” bagi kemuliaan Allah Bapa. Jika kita saat ini “dibuat lebih rendah”, ada upah dan kemuliaan bagi mereka yg bertahan sampai akhir. Bertahanlah sesaat lagi karena semua pun akan berlalu.

Doa: tinggikanlah kami di tengah penderitaan hidup. Amin.

Sabtu, 17 Februari 2024

bahan bacaan : Ibrani 2:10

10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah--yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

Pengorbanan Yang Bernilai
Mengakhiri Minggu Sengsara I ini, kita disuguhkan dengan nas bacaan yang memberi pesan tentang Kemuliaan Allah melalui Penderitaan Yesus Kristus. Seketika kita dibuat tergugah dengan pengorbanan dan kasih Yesus yang besar sehingga Ia bersedia menderita untuk kita. Menderita dan berkorban adalah dua sikap yang mesti dimiliki oleh setiap orang yang bersedia untuk melayani, baik melayani dalam pelayanan gerejawi maupun melayani dalam masyarakat. Yesus sendiri telah mengorbankan diriNya untuk memberikan keselamatan kepada kita sebagai bentuk ketaatanNya kepada Allah. Oleh karenanya, dalam seluruh tanggung jawab yang kita lakukan, baik dalam keluarga, pekerjaan maupun pelayanan, hendaknya kita dapat mewujudkan tanggung jawab itu dengan mengedepankan nilai ketaatan, ketulusan, kejujuran dan kesederhanaan serta rela berkorban. Euoforia politik untuk menentukan pilihan telah kita lalui bersama. Bukanlah sebuah kebetulan bahwa hal itu terjadi dalam minggu sengsara I ini. Untuk itu, jelaslah bahwa sebagai orang-orang percaya kita diingatkan akan kesengsaraan Tuhan Yesus agar moment di tahun politik ini dimaknai sebagai tahun rahmat Tuhan yang mempercayakan tugas-tugas besar bagi setiap orang yang sungguh-sungguh hendak Melayani Tuhan dan sesama, bukan sekedar untuk memuaskan kepentingan pribadi dan golongan tertentu. Ingatlah pengorbanan Yesus bersifat universal, yakni untuk semua manusia tanpa membeda-bedakan.

Doa: Ya Tuhan, sambutlah kami yang senantiasa menaruh Pengharapan hanya kepadaMu.

*SUMBER : SHK BULAN FEBRUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 04 – 10 Februari 2024

Tema Bulanan : Wujudkan Makna Sengsara Kristus dalam Realitas Berdemokrasi

Tema Mingguan : Allah meraja di Bumi

Minggu, 04 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 96:1-13

Allah, Tuhan dan Hakim seluruh dunia
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa. 4 Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah. 5 Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 6 Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. 7 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! 9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! 10 Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 11 Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, 12 biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai 13 di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Puji Dan Sembah Allah Dalam Kemuliaannya
Hari ini kita telah memasuki minggu pertama di bulan Februari 2024. Kita tetap bersyukur kepada Allah dalam Kristus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati kehidupan kita. Allah sang Penguasa yang mengatur segala sesuatu dalam kehidupan kita, patutlah kita muliakan, puji dan sembah kepadaNya. Sebab jikalau bukan kuasaNya yang ajaib yang selalu menyertai seluruh perjalanan hidup kita, maka semuanya itu sia-sia. Ada banyak hal serta persoalan yang terus menantang perjalanan hidup kita, namun tangan kasih Tuhan yang ajaib selalu hadir dengan pertolonganNya sehingga kita dapat melewati semua persoalan. Ajakan pemazmur bagi kita untuk tetap memuliakan Tuhan dengan menceritakan perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan kepada kita dan semua orang serta semua makhluk. Semua yang kita saksikan tentang kemuliaan Allah dinyatakan melalui seluruh hidup dan kerja kita. Sebagai rekan sekerja Allah, kita terpanggil untuk meneruskannya kepada semua orang dengan menghadirkan cinta kasih dan kuasa serta kemuliaan Tuhan yang dinyatakan demi kebaikan dan kesejahteraan bersama semua makhluk.

Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.

Senin, 05 Februari 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 12:12-19

12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu. 13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu, 14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu! 15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu. 16 Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini. 17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu." 18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel. 19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini."

Tuhan Allah Pengendali Semesta Alam
Tuhan Allah sebagai penguasa dan pengendali alam raya ini. Banyak pengalaman iman yang disaksikan dan diceritakan melalui firman Tuhan betapa Tuhan Allah menyatakan kuasaNya yang tak berkesudahan dalam perjalanan hidup manusia. Salah satunya melalui pengalaman Samuel yang meminta hujan dan guruh dari Tuhan Allah sebagai bukti bagi umat Israel agar mereka menjadi bangsa yang taat dan setia kepada Tuhan Allah yang telah memilih mereka menjadi bangsa pilihanNya. Sebab dalam kenyataan terkadang Israel keras kepala melawan Tuhan yang dinyatakan melalui nabi sebagai utusan-Nya. Mereka membuat kecewa hati Samuel sebagai wakil Allah dengan meminta seorang raja. Namun Samuel tetap taat dalam panggilannya dan ia menyaksikan kemahakuasaan Tuhan dengan meminta tanda. Hal ini kemudian membuat umat Israel menjadi takut dan meminta Samuel agar tetap berdoa meminta belas kasihan dan pengampuan dari Tuhan. Kesaksian inipun menjadi teladan bagi kita sebagai keluarga Allah untuk tetap memuji dan memuliakan Allah dalam Kristus melalui seluruh hidup dan kerja kita. Terkadang kita pun sering mendukacitakan hati Tuhan dengan sikap serta perilaku hidup. Namun cinta kasih Tuhan yang mengampuni dan menyelamatkan menjadi anugerah yang mesti kita syukuri setiap saat.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kuasaMu yang selalu hadir dalam kehidupan kami. Amin.

Selasa, 06 Februari 2024

bahan bacaan : Mikha 4:6-8

Penyelamatan puteri Sion
6 Pada hari itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, dan akan menghimpunkan mereka yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan. 7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya. 8 Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba, hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Memuji Allah; Raja Yang Memulihkan
Tuhan adalah Raja yang memulihkan Sion; bangsa pilihanNya. Pemulihan Sion sebagai sesuatu yang yang mereka yang pincang akandijadikan Tuhan pangkal suatu keturunan. Dan mereka yang terusir oleh bangsa yang kuat, Tuhan akan menjadi Raja atas mereka. Sebuah berita sukacita bagi setiap orang yang mengalami berbagai hal kemelut dalam hidupnya. Bukan kata akhir ibarat mau kiamat, sebab Tuhanlah pemegang kendali kehidupan semua ciptaan di bawah kolong langit ini. Tuhan sebagai raja yang penuh kuasa dapat melakukan dan membalik sebuah kondisi dan kenyataan yang terlihat mustahil bagi kita sebagai manusia. Namun bagi Tuhan tidak ada yang mestahil. Hal ini mesti menjadi penyemangat yang membangkitkan iman dan pengharapan kepada Allah dalam Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Berita sukacita ini juga bagi kita sekeluarga dalam menapaki hari-hari hidup dengan berbagai tantangan dan persoalan. Hendaknya pengharapan kita hanya kepadaNya, keagungan dan kepujian selalu kita tujukan kepadaNya atas kasih sayang dan anugerahNya bagi kita. Sekalipun sebagai manusia dengan kelemahan dan keterbatasan, namun Tuhan mengangkat kita dan menjadikan kita anak-anak kesayanganNya untuk selalu bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan dalam seluruh kehidupan kita.

Doa: Terima kasih Tuhan atas kasihMu yang selalu membarui dan menyelamatkan kami. Amin.

Rabu, 07 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 93:1-5

TUHAN, raja yang kekal
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang; 2 takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada. 3 Sungai-sungai telah mengangkat, ya TUHAN, sungai-sungai telah mengangkat suaranya, sungai-sungai mengangkat bunyi hempasannya. 4 Dari pada suara air yang besar, dari pada pecahan ombak laut yang hebat, lebih hebat TUHAN di tempat tinggi. 5 Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

Saksikanlah Kemegahan Allah
Bagian firman Tuhan di hari ini, pemazmur hendak menyaksikan keberadaan dan hakekat Allah sebagai Raja yang penuh dengan kemegahan dan kekuatan. Tidak ada satupun kekuatan di alam semesta ini yang dapat menandingi kernegahan dan kekuatan Allah. Bahkan alam pun digambarkan oleh pemazmur turut menyatakan kekuatan dan kemegahan Allah sebagai Raja. Bahwa sekalipun sungai-sungai mengangkat suara bunyi hempasan serta suara pecahan ombak di laut yang hebat tidak dapat menandingi kehebatan dan kekuatan Allah di tempat yang maha tinggi. Gambaran ini tidak sekedar sebuah pernyataan saja, namun mesti dimaknai dengan sungguh-sungguh oleh kita sebagai keluarga Allah. Kemegahan dan kekuatan Tuhan sudah terbukti dalam keseharian hidup kita. Berbagai tantangan dan masalah yang kita hadapi, dapat kita lalui dan selesaikan dengan baik, itu bukan kekuatan dan kemampuan kita semata, melainkan kekuatan Tuhan yang dianugerahkan bagi kita. Semangat dan sukacita Tuhan berikan bagi kita untuk tetap berdiri kokoh menghadapi apapun tantangan dan persoalan yang dihadapi. Itulah sebabnya sebagai keluarga, papa mama dan anak-anak, hendaknya kita selalu bersyukur serta memuji dan mengagungkan Allah sebagai Raja atas semesta dan kehidupan kita. Pengagungan kepada Tuhan itu akan diwujudkan melalui sikap serta perilaku hidup kita yang taat kepada Tuhan, bergantung dan berharap selalu kepadaNya, sehingga daripada semua orang pun akan memuji dan memuliakan Tuhan.

Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.

Kamis, 08 Februari 2024

bahan bacaan : Zakharia 14:1-13

Kemenangan terakhir: TUHAN menjadi Raja di Yerusalem
Sesungguhnya, akan datang hari yang ditetapkan TUHAN, maka jarahan yang dirampas dari padamu akan dibagi-bagi di tengah-tengahmu. 2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa untuk memerangi Yerusalem; kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dirampoki dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Setengah dari penduduk kota itu harus pergi ke dalam pembuangan, tetapi selebihnya dari bangsa itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu. 3 Kemudian TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. 4 Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. 5 Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia. 6 Maka pada waktu itu tidak akan ada lagi udara dingin atau keadaan beku, 7 tetapi akan ada satu hari--hari itu diketahui oleh TUHAN--dengan tidak ada pergantian siang dan malam, dan malampun menjadi siang. 8 Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengah lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin. 9 Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya. 10 Seluruh negeri ini akan berubah menjadi seperti Araba-Yordan, dari Geba sampai ke Rimon di sebelah selatan Yerusalem. Tetapi kota itu akan menjulang tinggi dan tetap tinggal di tempatnya, dari pintu gerbang Benyamin sampai ke tempat pintu gerbang yang dahulu, yakni sampai ke pintu gerbang Sudut, dan dari menara Hananeel sampai ke tempat pemerasan anggur raja. 11 Orang akan menetap di dalamnya, sebab penumpasan tidak akan ada lagi, dan Yerusalem akan tetap aman. 12 Inilah tulah yang akan ditimpakan TUHAN kepada segala bangsa yang memerangi Yerusalem: daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan menjadi busuk dalam lekuknya dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulut mereka. 13 Maka pada waktu itu akan terjadi kegemparan besar dari pada TUHAN di antara mereka, sehingga masing-masing memegang tangan temannya dan mengangkat tangannya melawan tangan temannya.

Allah Sebagai Pengendali Hidup Manusia
Ada masa-masa tenang dan senang, tetapi juga ada masa-sama ribut dan derita. Itulah realitas hidup yang datang silih berganti dalam kehidupan di dunia ini. Tidak satupun yang kekal dan abadi. Hanya Allah saja sebagai Raja dan penguasa dalam dunia dan hidup semua makhluk ciptaanNya. Pasang surut kehidupan Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan adalah bagian realitas hidup yang kita bisa teladani. Tuhan pun turut bekerja atas seluruh perjalanan hidup mereka. Terkadang mereka mendukakan hati Allah dengan sikap hidup yang memberontak. Allah kemudian menghukum mereka sebagai cara didikan agar mereka sadar dan bertobat. Dibalik penghukuman, cinta kasih Allah tidak pernah berobah. Allah sebagai Hakim yang mengadili tetapi juga Raja yang menyatakan kuasaNya untuk mengatur segala sesuatu menjadi baik dan terkendali. Ia memakai bangsa lain untuk menindas Israel. Tetapi saat itu juga Ia menghukum bangsa penindas Israel. Semuanya itu hendak mengajar kita untuk selalu tunduk atas otoritas dan kemahakuasaan Tuhan yang mutlak. Jangan sekali-kali kita memberontak terhadap Allah, tetapi setia dan taat selalu kepadaNya sebab Tuhan sebagai Raja akan mewujudkan kehidupan yang baik dan sejahtera bagi kita.

Doa: Tuhan ajar kami agar selalu tunduk dan setia serta memuliakan Engkau sebagai penguasa alam ini. Amin.

Jumat, 09 Februari 2024

bahan bacaan : Mazmur 10:12-18

12 Bangkitlah, TUHAN! Ya Allah, ulurkanlah tangan-Mu, janganlah lupakan orang-orang yang tertindas. 13 Mengapa orang fasik menista Allah, sambil berkata dalam hatinya: "Engkau tidak menuntut?" 14 Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong. 15 Patahkanlah lengan orang fasik dan orang jahat, tuntutlah kefasikannya, sampai Engkau tidak menemuinya lagi. 16 TUHAN adalah Raja untuk seterusnya dan selama-lamanya. Bangsa-bangsa lenyap dari tanah-Nya. 17 Keinginan orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati mereka, Engkau memasang telinga-Mu, 18 untuk memberi keadilan kepada anak yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi yang berani menakut-nakuti.

Lawanlah Kejahatan Bersama Tuhan
Kejahatan selalu ada, bahkan semakin merajalela. Tampak orang-orang menindas kaum lemah dan tidak berdaya. Keadilan dikalahkan oleh ketidakadilan, kejujuran dikalahkan oleh ragam penipuan, kasih dikalahkan oleh kebencian dan amarah. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa Allah membiarkan orang jahat merajalela? Orang bahkan mempertanyakan keberadaan Allah. Melalui teks ini, ternyata Allah berada di sekitar kita dan memakai kita baik secara langsung ataupun tidak langsung sebagai alat-Nya untuk menegakkan keadilan dan kasih-Nya di muka bumi ini. Sebagai umat Allah, kita terpanggil untuk membawa keadilan, kedamaian, dan sukacita di bumi yang kita diami ini. Kita berperang melawan segala bentuk kefasikan dan kejahatan di muka bumi ini. Sebagai alat Allah, kita dipakai untuk menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya. Allah kita yang hidup itu akan menolong dan meneguhkan kita serta memampukan kita untuk terhindar dan menghindari diri dari kejahatan. Kita harus yakin dan percaya, sama seperti pemazmur bahwa Allah adalah raja yang berkuasa dan sanggup menegakkan keadilan-Nya. Kita juga harus menyadari, bahwa tanpa campur tangan Allah mustahil kita bisa, tapi dengan campur tangan Allah kita pasti bisa melakukannya.

Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar terhindar dari segala kejahatan dunia. Amin

Sabtu, 10 Februari 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 19:14-16

14 Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. 15 Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. 16 Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup.

Andalkan Kuasa Tuhan
Krisis selalu saja ada, bahkan sering dihadapi oleh siapa pun. Kadang Tuhan mengijinkan krisis itu terjadi dan dialami oleh kita. BIla hal itu terjadi, seharusnya kita menyadari bahwa kita butuh Tuhan. Teks alkitab ini memperlihatkan Sanherib mengirim utusan untuk melemahkan Hizkia dan bangsanya. Tujuannya agar Hizkia menyerah (3-4). Melihat situasi yang sulit ini, Hizkia datang ke rumah Tuhan dengan penuh perkabungan dan berdoa memohon pertolongan Tuhan. Hizkia bergumul bersama dengan orang yang dekat dengan Tuhan, supaya dapat menolongnya untuk tidak tertekan dalam persoalan apapun. Kesombongan ditunjukkan oleh Sanherib namun tidak menyadari kehancuran mereka sudah di depan mata. Hizkia berdoa dan mengakui kedaulatan dan kekuasaan Tuhan, bahkan memohon pertolongan Tuhan untuk membuat segala kerajaan di bumi mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah satu-satunya. Doa Hizkia didengar dan Tuhan memberi penghiburan-Nya. Hal ini membuktikan bahwa TUHAN menjadi Penjaga dan Penyelamat umat Tuhan. Bahkan Tuhan menubuatkan hukuman-Nya atas raja Asyur dan kerajaan-Nya. Intinya, Tuhan itu selalu menolong umatNYA. Tidak ada hal yang sulit bagi Tuhan untuk menolong umatNYA. Ketika kita sudah tidak mampu mengandalkan apapun, Tuhan menjadi kekuatan. Kita hanya perlu datang setiap saat kepada
Tuhan, mengandalkan Tuhan, dan tidak menyombongkan apapun yang kita miliki. Bersyukur atas semua pertolongan-Nya.

Doa: Mampukanlah kami untuk selalu mengandalkan-Mu. Tuhan Amin.

*SUMBER : SHK BULAN FEB 2024, LPJ-GPM