Santapan Harian Keluarga, 02 – 08 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjaga Alam sebagai Rumah Bersama

Tema Mingguan : Berhikmat menghadapi Krisis Pangan

Minggu, 02 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 41:37-57

Yusuf di Mesir sebagai penguasa
37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. 38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" 39 Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. 40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." 41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." 42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya. 43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir. 44 Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Akulah Firaun, tetapi dengan tidak setahumu, seorangpun tidak boleh bergerak di seluruh tanah Mesir." 45 Lalu Firaun menamai Yusuf: Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. 46 Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir. 47 Tanah itu mengeluarkan hasil bertumpuk-tumpuk dalam ketujuh tahun kelimpahan itu, 48 maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota; hasil daerah sekitar tiap-tiap kota disimpan di dalam kota itu. 49 Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung. 50 Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. 51 Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." 52 Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku." 53 Setelah lewat ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir itu, 54 mulailah datang tujuh tahun kelaparan, seperti yang telah dikatakan Yusuf; dalam segala negeri ada kelaparan, tetapi di seluruh negeri Mesir ada roti. 55 Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu." 56 Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir. 57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.

Berhikmat Menghadri Krisis Pangan
Dalam beberapa kali sambutan yang disampaikan oleh bapak Penjabat Walikota Ambon di kegiatan-kegiatan gereja, beliau mengatakan bahwa tahun ini memiliki tantangantersendiri. Ada 3 tantangan yang menurut beliau akan kita hadapi di tahun ini yaitu: pertama, perubahan iklim yang menyebabkan krisis pangan dan air bersih. Kedua, ketidakpastian arah geoplitik dan ketiga, disrupsi pasokan energy global. Semua tantangan ini akan memberikan dampak langsung bagi kita. Kenaikan harga-harga barang, merosotnya nilai tukar rupiah dan sebagainya. Menghadapi berbagai tantangan ini pemerintah akan tetap memperkuat peran pemberdayaan. Kisah yang kita baca hari ini, memperlihatkan pula cara Yusuf yang pada waktu itu menjadi penguasa di Mesir, untuk bertindak ketika menghadapi krisis kelaparan. Dengan kemampuan dan hikmat yang dimilikinya, ia berupaya menyimpan gandum selama tahun-tahun kelimpahan, sebagai antisipasi ketika datangnya tahun-tahun kelaparan di Mesir. Dengan caranya ini ia berhasil menolong rakyat yang dipimpinnya termasuk bangsa-bangsa lain diseluruh bumi yang datang meminta bantuan kepadanya. Mari kita berhikmat menghadapi krisis pangan ini dengan mengupayakan berbagai gerakan, dimulai dari keluarga: menanam, melaut, memasarkan, menabung, mengelola dan mengendalikan diri, menjaga dan melestarikan alam.

Doa: Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami kuat menghadapi berbagai krisis kehidupan, amin.

Senin, 03 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 47: 13-17

Tindakan Yusuf
13 Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab kelaparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu. 14 Maka Yusuf mengumpulkan segala uang yang terdapat di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, yakni uang pembayar gandum yang dibeli mereka; dan Yusuf membawa uang itu ke dalam istana Firaun. 15 Setelah habis uang di tanah Mesir dan di tanah Kanaan, datanglah semua orang Mesir menghadap Yusuf serta berkata: "Berilah makanan kepada kami! Mengapa kami harus mati di depanmu? Sebab tidak ada lagi uang." 16 Jawab Yusuf: "Jika tidak ada lagi uang, berilah ternakmu, maka aku akan memberi makanan kepadamu sebagai ganti ternakmu itu." 17 Lalu mereka membawa ternaknya kepada Yusuf dan Yusuf memberi makanan kepada mereka ganti kuda, kumpulan kambing domba dan kumpulan lembu sapi dan keledainya, jadi disediakannyalah bagi mereka makanan ganti segala ternaknya pada tahun itu.

Bertindak Cepat dan Cerdas Menghadapi Krisis
Berhadapan dengan krisis kelaparan yang melanda Mesir dan Kanaan, kebijakan penyelamatan sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh Yusuf bagi Mesir, ia menyimpan semua uang hasil pembelian gandum dan membawanya ke dalam istana. Ketika semua uang dan persediaan makanan telah habis, masyarakat mendatanginya sebagai penguasa untuk memohon bantuan. Melalui transaksi penjualan ternak yang diganti dengan bahan makanan, Yusuf membantu rakyatnya dari krisis pangan dan kelaparan. Sebagai seorang penguasa siapapun dia,sangat diharapkan akan bertindak dengan cepat
dan cerdas untuk menolong rakyatnya ketika mereka berhadapan dengan tantangan dan krisis. Belajar dari apa yang dilakukan oleh Yusuf sewaktu ia menjadi penguasa di Mesir. Kemampuan untuk bertindak cepat dan cerdas akan menolong meringankan penderitaan yang dialami rakyat. Sebagai orang percaya, kita mesti memiliki kemampuan untuk bertindak cepat dan cerdas menghadapi berbagai krisis yang terjadi dalam kehidupan. Dalam keluarga, utamakanlah membeli sesuatu yang menjadi prioritas dan kebutuhan. Menabung untuk masa depan, menjaga dan mengelola segala sumber daya alam yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Tetaplah berserah kepada Tuhan yang memberi kekuatan dan pertolongan untuk melalui semua krisis tersebut.

Doa: Tuhan, kami mau menyalurkan kasih dan berkat-Mu bagi sesama, amin.

Selasa, 04 Juni 2024

bahan bacaan : Kejadian 47:18-26

18 Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami. 19 Mengapa kami harus mati di depan matamu, baik kami maupun tanah kami? Belilah kami dan tanah kami sebagai ganti makanan, maka kami dengan tanah kami akan menjadi hamba kepada Firaun. Berikanlah benih, supaya kami hidup dan jangan mati, dan supaya tanah itu jangan menjadi tandus." 20 Lalu Yusuf membeli segala tanah orang Mesir untuk Firaun, sebab orang Mesir itu masing-masing menjual ladangnya, karena berat kelaparan itu menimpa mereka. Demikianlah negeri itu menjadi milik Firaun. 21 Dan tentang rakyat itu, diperhambakannyalah mereka di daerah Mesir dari ujung yang satu sampai ujung yang lain. 22 Hanya tanah para imam tidak dibelinya, sebab para imam mendapat tunjangan tetap dari Firaun, dan mereka hidup dari tunjangan itu; itulah sebabnya mereka tidak menjual tanahnya. 23 Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: "Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu. 24 Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu." 25 Lalu berkatalah mereka: "Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun." 26 Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa seperlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; hanya tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.

Berjuang Mengatasi Krisis
Pelajaran penting kita dapati dari Yusuf ketika ia bertindak untuk menyelamatkan keluarganya dan bangsa Mesir dari krisis pangan yang menyebabkan kelaparan. Kondisi negeri itu demikian parahnya karena bencana itu. Sebagai orang kepercayaan Firaun, ia diberi tanggungjawab menanggulangi bencana ini sesuai dengan rencana yang disingkapkan dari mimpi Firaun. Yusuf menunjukkan kecakapannya dengan mengambil kebijakan yang memperkokoh dan memperkaya kerajaan pada satu sisi, tetapi juga menolong rakyat Mesir dari kelaparan. Kesepakatan yang dibuat bersama kala itu adalah hasil tanah milik rakyat, seperlima menjadi milik Raja, tetapi hasil empat bagian sisa tetap menjadi hak mereka. Kesepakatan itu meringankan penderitaan rakyat. Karena itu rakyat menyampaikan kepada Yusuf, “Engkau telah memelihara hidup kami, asal kiranya kami mendapat kasih tuanku.” Yusuf telah bertindak sebagai saluran berkat di tengah bangsanya. Dalam situasi serba sulit, penuh krisis dan tantangan, kita dapat dipakai Tuhan sebagai alat-Nya, agar berkat-Nya tercurah bagi banyak orang. Kiranya kasih kita tidak berkurang meski ada di tengah krisis kehidupan.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami untuk terus hidup menjadi berkat bagi banyak orang, amin.

Rabu, 05 Juni 2024

bahan bacaan : 1 Raja-raja 18:1-6

Obaja, pegawai Ahab, bertemu dengan Elia
Dan sesudah beberapa lama, datanglah firman TUHAN kepada Elia dalam tahun yang ketiga: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada Ahab, sebab Aku hendak memberi hujan ke atas muka bumi." 2 Lalu pergilah Elia memperlihatkan diri kepada Ahab. Adapun kelaparan itu berat di Samaria. 3 Sebab itu Ahab telah memanggil Obaja yang menjadi kepala istana. Obaja itu seorang yang sungguh-sungguh takut akan TUHAN. 4 Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka lima puluh lima puluh sekelompok dalam gua dan mengurus makanan dan minuman mereka. 5 Ahab berkata kepada Obaja: "Jelajahilah negeri ini dan pergi ke segala mata air dan ke semua sungai; barangkali kita menemukan rumput, sehingga kita dapat menyelamatkan kuda dan bagal, dan tidak usah kita memotong seekorpun dari hewan itu." 6 Lalu mereka membagi-bagi tanah itu untuk menjelajahinya. Ahab pergi seorang diri ke arah yang satu dan Obaja pergi ke arah yang lain

Menolong Orang Lain di Tengah Krisis
Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi keadaan genting atau krisis dalam hidupnya. Apapun caranya, kita diminta untuk bersikap bijaksana atau berhikmat dalam menghadapi krisis. Dari nas bacaan hari ini kita bisa belajar tentang bagaimana berhikmat menghadapi krisis. Obaja, seorang yang dibesarkan dalam takut akan Tuhan. Sebagai pegawai raja Ahab, ia tahu semua tindakan di istana. Ketika melihat rencana pembunuhan nabi-nabi Tuhan oleh ratu Izebel, ia menganggapnya sebagai tindakan yang jahat dan bertentangan dengan kehendak Tuhan. la diam-diam menyembunyikan seratus nabi Tuhan dan mencukupkan kebutuhan harian mereka dengan makanan dan minuman. Semua dilakukannya karena rasa takut akan Tuhan. la bisa saja terbunuh tetapi ia telah memilih untuk menyelamatkan kehidupan orang lain. Itulah hikmat yang dimiliki Obaja. Maka berhikmat menghadapi berbagai krisis termasuk krisis pangan, dapat dilakukan oleh semua orang yang takut akan Tuhan, melalui cara melindungi kehidupan orang lain. Pada kita masing-masing, ada potensi dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk menolong menyelamatkan orang lain dari krisis kehidupan yang berat. Orang yang takut Tuhan dengan cara melindungi kehidupan orang lain, akan mendapatkan jalan keluar tatkala berhadapan dengan krisis.

Doa: Ya Tuhan, ajari kami untuk menolong orang lain meski krisis kehidupan melanda, amin.

Kamis, 06 Juni 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 11:27-30

27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Bersama Kita Kuat Menghadapi Berbagai Krisis
Banyak krisis yang terjadi dalam kehidupan dapat diselesaikan secara bersama. Kebersamaan telah menjadi kekuatan yang menggerakan semua orang untuk terlibat mengulurkan tangan. Hal itu pun nyata terbukti dalam kisah ini. Seorang dari para rasul yang bernama Agabus telah menerima karunia bernubuat dari Roh Kudus. la berdiri dan menubuatkan tentang bencana kelaparan (ay. 28). Menyikapi peringatan Agabus dalam nubuatannya itu, menggerakkan murid-murid untuk mengumpulkan sumbangan sesuai kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara di Yudea (ay. 29). Hal yang sama pula dilakukan dan dikirimkan kepada penatua-penatua melalui Barnabas dan Saulus (ay. 30). Hal ini memperlihatkan bahwa sekalipun kelaparan akan melanda dunia seperti yang disampaikan Agabus, akan tetapi murid-murid di Antiokhia telah mengantisipasinya. Mereka tidak mementingkan diri mereka sendiri melainkan juga berusaha menolong orang lain. Tindakan murid-murid di Antiokhia menghadapi krisis kelaparan yang terjadi secara bersama, menunjukkan langkah yang tepat dan berhikmat. Kisah ini mengingatkan kita pula untuk menghadapi berbagai krisis kehidupan ini secara bersama. Ya, hanya dalam kebersamaan kita dapat menolong meringankan beban penderitaan orang-orang yang sedang kesusahan.

Doa: Kami mau mengulurkan tangan bagi yang miskin dan terancam krisis. Amin.

Jumat, 07 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 4:38-41

Maut dalam kuali
38 Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: "Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu." 39 Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya. 40 Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: "Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!" Dan tidak tahan mereka memakannya. 41 Tetapi berkatalah Elisa: "Ambillah tepung!" Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.

Memakai Hikmat dalam Bertindak
Elisa memerintahkan mereka untuk mengambil tepung lalu dilemparkan ke dalam kuali dan kuali itu menjadi bebas dari racun tadi. Sepertinya ini adalah hal yang kecil, tetapi jika kita mengingat situasi yang terjadi pada waktu peristiwa ini terjadi, barulah kita memahami betapa pentingnya tanda mujizat ini. Ayat 38 mengatakan bahwa ada kelaparan di negeri. Di tengah-tengah kelaparan inilah kuali makanan menjadi sangat berharga. Tanpa masakan dalam kuali itu mereka akan kelaparan. Inilah yang menjadikan tanda mujizat itu sangat penting, sebab tanda itu menyatakan belas kasihan Tuhan yang dinyatakan tepat pada waktunya. Ketika kebutuhan dari umat-Nya sangat besar, Tuhan memberikan pertolongan-Nya. Tuhan tidak pernah memalingkan wajah-Nya dari umat yang dikasihi-Nya. Dia terus menjaga dan mengawasi sehingga tidak ada satu pun peristiwa yang dialami oleh umat-Nya yang luput dari pengamatan-Nya. Tuhan memakai Elisa untuk menolong para nabi yang dipimpinnya. Setelah itu dia jugalah yang menyediakan makanan di dalam kuali untuk dimasak dan dimakan bersama. Menghadapi berbagai krisis dalam kehidupan kita pun dapat dipakai oleh Tuhan sama seperti Elisa. Kita dapat mengerjakan apa yang bisa dikerjakan berdasarkan potensi sumber daya dan kemauan yang dimiliki di dalam diri. Kita pun dapat menggunakan nilai kearifan local sebagai wujud hikmat dalam menyikapi krisis yang terjadi.

Doa: Bapa, berikan kami hikmat agar kami selalu bertidak dalam kehendakMu. Amin.

Sabtu, 08 Juni 2024

bahan bacaan : 2 Raja-Raja 4:42-44

Memberi makan seratus orang
42 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah kantong. Lalu berkatalah Elisa: "Berilah itu kepada orang-orang ini, supaya mereka makan." 43 Tetapi pelayannya itu berkata: "Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?" Jawabnya: "Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya." 44 Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN.

Berhikmat dalam Memberi
Mujizat roti yang dibuat Elisa merupakan tanda penyertaan Tuhan. Di tengah-tengah keterbatasan makanan, kuasa Tuhan tetap tidak terbatas. Jika Elisa mau menghitung-hitung, maka dia akan berpikir bahwa 20 roti mungkin hanya memadai untuk jaminan dia dan hambanya dapat makan selama seminggu. Tetapi yang ada di dalam pikirannya adalah bagaimana golongan nabi yang seratus orang itu bisa makan kenyang. Dia tidak memikirkan haknya sendiri dan tidak memikirkan kepentingannya sendiri. Dia melihat krisis yang sedang terjadi itu sebagai derita bersama, karena itu dengan berhikmat ia menyikapinya dan menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dalam hidup ini, cara Tuhan menolong tidak terbatas pada apa yang ada. Tuhan akan memelihara umat-Nya dengan apa yang ada. Berkat Tuhan tidak mungkin kurang. Itulah sebabnya Ibrani 13:5 mengatakan bahwa kita harus belajar untuk mencukupkan diri kita dengan apa yang ada pada kita. pengalaman beriman dari Elisa ini memberi pelajaran penting agar kita Jangan menjadi serakah dan jangan kehilangan iman. Apa yang Tuhan berikan, bukan hanya cukup untuk keperluan diri, keluarga, jemaat, gereja, tetapi juga untuk menolong orang lain dalam kehidupan bersama. Tuhan pasti akan memelihara kehidupan kita semua, tetapi Dia melakukan itu melalui kita sebagai saluran-Nya. Kita tidak dipanggil untuk meminta kemurahan, tetapi kita dipanggil untuk menjadi menunjukkan kemurahan itu dalam kehidupan bersama yang lain.

Doa: Tuhan ajarlah kami bermurah hati sama seperti-Mu dalam hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2024, LPJ-GPM


Santapan Harian Keluarga, 26 Mei – 01 Juni 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Roh Kudus Pembentuk Karakter Injili

Minggu, 26 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 6:1-10

Paulus dalam pelayanannya
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. 2 Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 3 Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. 4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, 5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; 6 dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; 7 dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela 8 ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, 9 sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; 10 sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Dengan Kasih Karunia Allah Teruslah Berkarya
Sia-sia berarti tidak menghasilkan manfaat seperti yang telah direncanakan Lalu, apa makna membuat kasih karunia Allah menjadi sia-sia?. Artinya menerima kasih karunia Allah tetapi kemudian menghalangi bekerjanya kasih karunia itu di dalam kehidupannya. Dengan keberaniannya, Paulus membuktikan integritasnya sebagai hamba yang tidak menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan. Yang pertama, Paulus tidak pemah melakukan hal yang bisa membuat orang lain tersandung, dimana sikap dan tindakannya selalu menunjukkan bahwa dia takut akan Tuhan. Kedua, sikap yang dia tunjukkan pada waktu menanggung kesulitan dan penderitaan adalah Paulus tidak bersungut bahkan tidak menghindari penderitaan tersebut. Dia justru bersusah payah dalam pertumbuhan rohaninya dimana dia terus berjaga-jaga dengan berdoa dan berpuasa. Ketiga, Paulus menjaga kemurnian, sabar, murah hati dan tidak munafik. Keempat, semua kualitas rohani ada pada Paulus yang secara konsisten, dalam segala keaadaan ia mengandalkan penyertaan Roh Kudus. Bandingkan apa yang kita alami dengan apa yang harus ditanggung Paulus. Tentu belum ada apa-apanya. Namun, janagan mudah menyerah kemudian mundur. Bergantunglah terus kepada Allah, berdoa meminta hikmat dan kekuatan dari-Nya untuk terus berkarya.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk terus bersaksi tentang Injil Mu. Amin.

Senin, 27 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:22-29

Jawab kepada Antiokhia
22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. 23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. 24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. 25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Pemecahan Masalah
Menjadi pemimpin tanpa hikmat Tuhan dapat mengaburkan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang pelik. Bagaimana seharusnya para pemimpin bersikap untuk mengambil keputusan yang tepat ? Melalui kisah yang terjadi di jemaat Antiokhia, kita dapat memahami bagaimana seharusnya menyelesaikan permasalahan di jemaat. Penjelasan dan usulan dari Yakobus membuat para penganut Yudaisme tidak bisa membantah lagi. Maka sidang memutuskan untuk membuat klarifikasi atas kekisruhan yang timbul di dalam jemaat Antiokhia akibat pengajaran yang tidak sesuai dari kaum Yudaisme. Klarifikasi dilakukan melalui dua cara. Yang pertama melalui surat dan yang kedua adalah melalui kedatangan Yudas dan Silas yang menyertai Paulus dan Bamabas. Mereka adalah pemimpin dan nabi. Surat itu menjawab dua isu penting yang menjadi permasalahan, yaitu status rohani dari orang-orang non Yahudi yang tidak disunat dan peraturan mengenai persekutuan dengan orang-orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen. Surat ini memperlihatkan keseimbangan antarakesatuan di dalam Kristus dan penghargaan terhadap pemberdaan budaya. Dan melalui peristiwa tersebut kita dapat melihat bahwa kebenaran injil dan kasih kristiani diutamakan dalam pemecahan masalah. Karena dalam situasi demikian Roh Kudus bekerja memulihkan hubungan serta pemahaman yang salah yang di bawah ke dalam tubuh Kristus melalui infiltrasi yang tidak benar.

Doa : Tuhan, berilah kami Roh Kudus supaya bijak dan menghadapi masalah hidup, amin

Selasa, 28 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:30-34

30 Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. 31 Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan. 32 Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka. 33 Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya. 34 (Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.)

Keputusan yang Menghasilkan Sukacita
Untuk mengambil keputusan dalam setiap persoalan terutama di dalam jemaat dibutuhkan untuk duduk bersama dan menyelesaikan setiap persoalan dengan sebuah keputusan yang mendatangkan sukacita bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh jemaat di Antiokhioa. Setelah mereka membaca isi surat dan bertemu langsung dengan para utusan dari Yerusalem mereka bersukacita, terhibur dan dikuatkan. Kesalahpahaman yang ada di antara mereka pun dapat diselesaikan dengan baik. Dengan mengacu pada isi surat dan kehadiran para pemimpin di Yerusalem dengan kehendak Tuhan, jemaat di Antiokhia bisa mengatasi konflik pengajaran yang berbeda. Mereka pun tahu bagaimana menjalankan kehidupan yang kudus sesuai dengan firman Tuhan. Dan ini merupakan bukti bahwa keputusan dan pengimplementasiannya telah dilakukan secara bijak dan sehat. Dari pengalaman krisis jemaat Antiokhia, kita melihat bahwa perselisihan internal gereja yang mengikuti pimpinan Tuhan akan mendatangkan persatuan dan kesatuan. demikian pula halnya kita yang ada di saat ini, mampu memutuskan tetap taat dan setia untuk terus mewartakan syaloom Allah bagi sesama.

Doa: Tolong kami dapat menyelesaikan masalah apapun dengan baik, ya Tuhan. Amin.

Rabu, 29 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15:35-41

Perselisihan antara Paulus dan Barnabas
35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan. 36 Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka." 37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. 39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. 40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Aku beda, balehkan?
Kisah dalam nas ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi gereja sepanjang segala abad dan tempat untuk belajar berbeda secara dewasa dan bertanggung jawab. Yang menarik untuk diamati adalah adalah bahwa Paulus dan Barnabas mampu melihat pokok permasalahan secara objektif dan melokalisir perselisihan tajam, sehingga tidak merambah ke pribadi ataupun pelayanan mereka. Perselisihan yang terjadi di antara mereka tidak menghambat pelayanan mereka dan merugikan jemaat. Sebaliknya pelayanan mereka berdua pun tetap memberikan berkat bagi jemaat-jemaat yang dilayani. Bahkan berpisahnya Paulus dan Barnabas memungkinkan terbentuknya 2 tim pelayanan yang solid, yang dipimpin oleh orang-orang yang berdedikasi dan bermotivasi tinggi bagi injil. Dan bagi kita yang masih terus setia melayani, berbeda pendapat itu boleh saja. Asalkan perbedaan itu tidak membuat kita menjadi orang yang pasif untuk tidak lagi melayani melainkan dengan perbedaan yang ada memampukan untuk bersama di dalam Tuhan menyatakan injil kebenaran Allah bukan hanya dalam kata melainkan juga dalam perbuatan. Karena dengan begitu jemaat pun akan semakin bertumbuh di dalam kasih karunia Allah.

Doa: Janganlah perbedaan menghambat pelayanan dan pemberitaan injil kebenaranMu Ya Tuhan. Amin.

Kamis, 30 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:1-9

Paulus di Tirus dan di Siprus
Sesudah perpisahan yang berat itu bertolaklah kami dan langsung berlayar menuju Kos. Keesokan harinya sampailah kami di Rodos dan dari situ kami ke Patara. 2 Di Patara kami mendapat kapal, yang hendak menyeberang ke Fenisia. Kami naik kapal itu, lalu bertolak. 3 Kemudian tampak Siprus di sebelah kiri, tetapi kami melewatinya dan menuju ke Siria. Akhirnya tibalah kami di Tirus, sebab muatan kapal harus dibongkar di kota itu. 4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem. 5 Tetapi setelah lewat waktunya, kami berangkat meneruskan perjalanan kami. Murid-murid semua dengan isteri dan anak-anak mereka mengantar kami sampai ke luar kota; dan di tepi pantai kami berlutut dan berdoa. 6 Sesudah minta diri kami naik ke kapal, dan mereka pulang ke rumah. 7 Dari Tirus kami tiba di Ptolemais dan di situ berakhirlah pelayaran kami. Kami memberi salam kepada saudara-saudara dan tinggal satu hari di antara mereka. 8 Pada keesokan harinya kami berangkat dari situ dan tiba di Kaisarea. Kami masuk ke rumah Filipus, pemberita Injil itu, yaitu satu dari ketujuh orang yang dipilih di Yerusalem, dan kami tinggal di rumahnya. 9 Filipus mempunyai empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat

Pakailah Waktu Anugerah TuhanMu
Rasul Paulus pun menyadari betapa waktu itu begitu penting. Maka setelah perpisahan yang berat dengan para penatua di Efesus, Paulus dan rekan-rekannya segera melanjutkan perjalanan mereka. Ayat 1-7 memperlihatkan bahwa bagaimana mereka terus bergerak tanpa henti. Mereka menggunakan setiap kesempatan yang ada di setiap tempat yang disinggahi kapal yang mereka tumpangi untuk mengunjungi, melayani dan bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Paulus dan rekan-rekannya tidak menyia-nyiakan waktu sebagai kesempatan berharga untuk menyatakan kasih dan kepedulian mereka terhadap jemaat. Mereka mau mengetahui keadaan saudara-saudara seiman dan menyaksikan karya Tuhan melalui para hamba-Nya sebagaimana Filipus dan keempat anak gadisnya yang memiliki talenta khusus dalam melayani Tuhan. Mereka juga tidak lupa menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan. Karena mereka tahu, perjalanan mereka tidak akan berhasil tanpa campur tangan Tuhan. Hidup ini begitu singkat dan kesempatan tidak selalu ada. Maka manfaatkanlah waktu yang diberikan Tuhan dengan bijak sebagai satu kesempatan emas untuk bersekutu, melayani dan memberitakan injil serta menyatakan kepedulian dan kasih terhadap mereka yang menderita.

Doa: Ajarlah kami menghargai waktu pemberianMu ya Tuhan. Amin.

Jumat, 31 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 10 :12-18

Pendapat Paulus tentang dirinya
12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka! 13 Sebaliknya kami tidak mau bermegah melampaui batas, melainkan tetap di dalam batas-batas daerah kerja yang dipatok Allah bagi kami, yang meluas sampai kepada kamu juga. 14 Sebab dalam memberitakan Injil Kristus kami telah sampai kepada kamu, sehingga kami tidak melewati batas daerah kerja kami, seolah-olah kami belum sampai kepada kamu. 15 Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami. 16 Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka. 17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." 18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Bangga Diri Karena Hasil Pekerjaan yang Jujur
Perikop hari ini menceritakan tentang sekelompok orang di Korintus yang membanggakan diri atas pertumbuhan jemaat korintus. Mereka bermegah dengan menjadikan diri sendiri sebagai pusat untuk mengukur segala sesuatu. Paulus menyebut mereka bodoh! Mereka membanggkan sesuatu yang bukan hasil kerja mereka dan bermegah atas hasil kerja orang lain, yang mereka akui sebagai hasil pekerjaannya. Padahal itu adalah hasil kerja Paulus bersama dengan teman sekerjanya. Ini artinya bermegah dengan penuh kebohongan. Paulus kemudian menjelaskan bahwa kebanggaan yang benar adalah karena ada iman yang tumbuh akibat pemberitaan injil. Ini menyebabkan Paulus memiliki kesempatan lebih besar untuk melayani di tempat yang lebih luas lagi. Bermegah bukanlah suatu tindakan yang salah. Namun, Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa jika mereka bermegah hendaklah mereka bermegah di dalam Tuhan. Maksudnya, kemegahan ini seharusnya tidak terlepas dari kesadaran bahwa keberhasilan yang dicapai adalah berkat campur tangan Tuhan. Kemegahan itu seharusnya terjadi juga merupakan kemegahan karena prestasi yang dihasilkan dari kerja keras, yang tetap menjunjung nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Jadi bukan keberhasilan oleh karena kebohongan dan manipulasi. Jadi bangga diri tidaklah salah. Tetapi hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan, karena kebanggaan yang terlepas dari kesadaran akan campur tangan Tuhan akan berubah menjadi keangkuhan.

Doa: Biarlah aku bermegah karena semua prestasiku adalah karunia dari Tuhan. Amin

Sabtu, 01 Juni 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:10-14

10 Setelah beberapa hari kami tinggal di situ, datanglah dari Yudea seorang nabi bernama Agabus. 11 Ia datang pada kami, lalu mengambil ikat pinggang Paulus. Sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri ia berkata: "Demikianlah kata Roh Kudus: Beginilah orang yang empunya ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain." 12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem. 13 Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena nama Tuhan Yesus." 14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"

Rela Menderita dan Mati Karena Nama Tuhan Yesus
Agabus adalah nabi yang pernah bernubuat tentang kelaparan di Yerusalem dan hal itu terjadi, sehingga jemaat-jemaat diminta untuk memberikan bantuan menghadapi masalah ini. Nabi ini pula menubuatkan tentang masalah besar yang akan dialami Paulus di Yerusalem, sebagaimana yang dijelaskan dalam nas bacaan hari ini. Paulus akan diikat dan menderita di Yeruselam. Bagaimana tanggapan Paulus terhadap nubuatan yang disampaikan nabi Agabus? la tak bergeming, bahkan sekalipun ada murid-murid dan rekan-rekan sepelayanan yang melarang Paulus untuk jangan pergi, namun dengan tegas ia berkata: “aku ini bukan hanya rela untuk diikat, melainkan rela mati di Yerusalem karena nama Tuhan Yesus”. Paulus tahu apa itu menderita, dia tahu bagaimana berkorban, dia tidak memandang nubuatan itu sebagai malapetaka. Karena dia tahu betul hidupnya hanya untuk Kristus dan mati itu adalah keuntungan. Karena itu, Paulus tidak mau mendengarkan nasehat dan nubuatan yang disampaikan dan pada akhimya membuat mereka menyerah lalu berkata “jadilah kehendak Tuhan!”. Keberanian sikap Paulus dan pengorbanannya bagi pekerjaan Tuhan menjadi teladan bagi kita semua selaku pengikut Tuhan. Karakter injili yang demikian sesungguhnya adalah buah dari karya Roh Kudus.

Doa: Ya Tuhan. beri kami keberanian untuk berkorban karena nama Tuhan Yesus, amin.

*SUMBER SHK BULAN MEI-JUNI 2024, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 Mei 2026

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Roh Kudus Memenuhi Kita Untuk Menggemakan Perbuatan Allah yang Besar

Minggu, 19 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para rasul 2:1-13

Pentakosta
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Roh Kudus Beranikan diri Untuk Bersaksi
Namanya Iren. Ia seorang ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak. Bersama suaminya, seorang yang bertugas sebagai kolektan, mereka sangat setia beribadah. Suatu ketika dalam pendampingan Panitia Pemilihan Majelis Jernaat, Iren didatangi untuk dimintai kesediaan menjadi majelis jemaat. Iren menolak dengan alasan ia hanya lulusan SMP dan tidak punya kemampuan untuk berbicara di depan orang banyak. Ia malu dan gugup bila harus berhadapan dengan orang banyak. Ia takut salah berdoa dan mempermalukan Tuhan. Namun dalam pertolongan Tuhan, Iren bersedia menerima tanggung jawab ini. Kini tanpa terasa, telah hampir 4 tahun ia melayani. Ternyata, Iren telah mampu melakukan tanggung jawab yang sebelumnya ditakutinya dengan segala baik. Jemaat yang dilayaninya juga merasa sangat diberkati melalui pelayanannya. Mereka mengakui bahwa Iren telah menjadi seorang ibu majelis jemaat yang bisa berbicara dengan lancar dan berani saat melayani ibadah. Iren juga mampu mendoakan jemaat sehingga mereka merasakan kekuatan doanya. Iren bisa melakukan semua ini karena pencurahan kuasa Roh Kudus. Roh Kuduslah yang telah memberikan Iren keberanian dalam memberitakan perbuatan Allah yang besar.

Doa: Ya Roh Kudus, beranikan kami memberitakan nama Yesus. amin

Senin, 20 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 5:17-25

Rasul-rasul dilepaskan dari penjara
17 Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya, yaitu orang-orang dari mazhab Saduki, bertindak sebab mereka sangat iri hati. 18 Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. 19 Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya: 20 "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak." 21 Mereka mentaati pesan itu, dan menjelang pagi masuklah mereka ke dalam Bait Allah, lalu mulai mengajar di situ. Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah Agama berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh mengambil rasul-rasul itu dari penjara. 22 Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan memberitahukan, 23 katanya: "Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapihnya dan semua pengawal ada di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak seorangpun yang kami temukan di dalamnya." 24 Ketika kepala pengawal Bait Allah dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka cemas dan bertanya apa yang telah terjadi dengan rasul-rasul itu. 25 Tetapi datanglah seorang mendapatkan mereka dengan kabar: "Lihat, orang-orang yang telah kamu masukkan ke dalam penjara, ada di dalam Bait Allah dan mereka mengajar orang banyak."

Dilepas Untuk Jadi Saksi
Pada awalnya para murid Yesus sering kali berkumpul untuk berdoa dan memecahkan roti. Mereka juga saling membagikan milik mereka, sehingga tidak ada yang kekurangan apapun. Semua orang selalu berkumpul bersama rasul-rasul di Serambi Salomo. Mereka disegani orang banyak. Termasuk oleh Imam Besar dan pengikut-pengikutnya. Kedengkian dan rasa iri hati, membuat mereka menangkap rasul-rasul dan memasukan dalam penjara kota. Tetapi kuasa Roh Kudus tidak bisa dibendung oleh kekuatan manusia. Penjara dibukakan dan rasul-rasul diperintahkan untuk tetap memberitakan kebanaran yakni Firman yang Hidup dalam Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian. Bukankah hidup ini terkadang tidak berbeda jauh dengan apa yang dialami para rasul? Penjara bisa dipahami sebagai kemelut hidup yang dihadapi entah terkait ekonomi, sosial, pendidikan dan lain-lain. Sebagai orang percaya, kita bisa saja dijerumuskan ke dalamnya. Tekanan hidup oleh orang-orang yang tidak percaya dan takut Tuhan pastinya akan kita hadapi. Tetapi marilah tetap belajar percaya, tidak ada satu penjara manapun yang bisa mengurung kebenaran bahwa Tuhan Yesus bangkit. Semua penderitaan adalah penjara yang akan mengiring pada kesaksian betapa kuasa Tuhan luar biasa dalam kehidupan kita. Untuk itu, setiap kesempatan yang masih tetap diterima harus dipergunakan sebaik-baiknya. Jangan pernah menyia-nyiakan hidup. Tuhan mengijinkan kita keluar dari penjara kehidupan, agar kita bisa tetap menjadi pekabar Injil yang setia. Belenggu kita dilepaskan agar melaluinya nama Tuhan akan tetap dimuliakan.

Doa: Ya Roh Kudus. lepaskanlah belenggu kami. Amin.

Selasa, 21 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para rasul 11:19-26

Barnabas dan Saulus ke Antiokhia
19 Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. 20 Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. 21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. 22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. 23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, 24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. 25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. 26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Karya Roh Kudus adalah Menyatukan
Ada beberapa postingan beredar di media sosial yang memprovokasi sehingga menghancurkan keutuhan hidup bersama baik dalam gereja maupun masyarakat. Sikap demikian tidak patut diteladani karena tidak menjadi alat kesaksian yang berguna. Yang diharapkan adalah kita semakin memaknai diri dan hakikat gereja sebagai sebuah persekutuan yang mencerminkan kasih Kristus dan bukan sebaliknya. Barnabas adalah sosok pekabar Injil yang layak dicontohi. Ia adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman.Pekerjaan Roh Kudus memampukannya untuk membawa banyak orang percaya dan berbalik kepada Tuhan. la bersama Saulus membentuk persekutuan Kristen yang pertama. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang-orang yang telah diselamatkan dan diberikan tugas untuk memberitakan Injil kepada banyak orang. Ini bukanlah tugas yang mudah. Karena tantangan, penganiayaan dan penderitaan kapan saja mengiringi. Karena itu, mintakan selalu pertolongan kuasa Roh Kudus agar kita dapat melakukannya dengan baik melalui pelayanan di mana semua orang dipersatukan dan bukan sebaliknya menghancurkan persekutuan hidup bersama.

Doa: Ya Roh Kudus, satukanlah kami senantiasa. Amin.

Rabu, 22 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 13:50-52

Ke Ikonium, Listra dan Derbe
50 Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. 51 Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium. 52 Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Bersukacitlah, Kuasa Roh Kudus tak Terbatas
Tugas pemberitaan Injil tidak akan pernah lepas dari tantangan. Ini pula yang kerap dihadapi oleh Paulus dan Barnabas. Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut Allah dan pembesar-pembesar kota di Pisidia sehingga mereka menganiaya dan mengusir Paulus dan Barnabas. Dari Pisidia, Paulus menuju Ikonium. Sekalipun mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, namun murid-murid di Antiokhia tetap bersukacita. Inilah cara kerja Roh Kudus. Manusia boleh memakai cara apapun untuk menutupi kebenaran bahwa Yesus satu-satunya Juruselamat. Tetapi mereka tetap tidak akan bisa melakukannya. Gema perbuatan Allah melalui kebangkitan Tuhan Yesus akan tetap terpancar. Roh Kudus akan memberanikan orang percaya untuk memberitakannya. Sebab itu, tetaplah percaya walaupun tantangan yang kini kita hadapi seolah demikian berat. Ada upaya-upaya licik yang digunakan untuk menghancurkan kehidupan kita. Sebagai pengikut Tuhan, yakinlah, kita tidak sendiri. Roh Kudus akan menuntun kita melewati semuanya. Tetaplah bersukacitalah sebab manusia boleh merancang muslihat untuk merusak damai sejahtera, tetapi bila Tuhan bersama kita, apakah yang harus kita takuti ? gema perbuatan Allah yang terpancar melalui sukacita dan kepenuhan Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh hasutan manusia. Bersukacitalah tetap!

Doa: Ya Roh Kudus, buat kami tetap bersukacita. Amin.

Kamis, 23 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 7:54-60

Stefanus dibunuh -- Saulus hadir
54 Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. 55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. 56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." 57 Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. 58 Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. 59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." 60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Mengampuni adalah Wujud dipenuhi Roh Kudus
Sebuah paku bila ditancapkan ke dinding mudah untuk dicabut kembali, tetapi yang tidak mudah dihilangkan adalah bekas akibat tancapan paku itu. Seperti itu pula kehidupan ini. Berbagai peristiwa yang kita hadapi pastinya tidak hanya akan membuat kita merasa sukacita. Tetapi juga ada bagian yang membuat kita merasa marah dan kecewa. Terhadap situasi ini, pengampunan menjadi sebuah persoalan yang sulit dihindari. Stefanus adalah contoh martir yang meneladankan pengampunan itu. Ia dirajam dengan batu sampai mati. Roh Kudus yang memenuhi dirinya membuat ia melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Apa yang dilihatnya, itu pula yang disaksikannya. Setelah menyerahkan rohnya kepada Tuhan, ia tidak meminta Tuhan membalas perbuatan orang-orang yang melemparinya. Sebaliknya, ia berlutut dan berseru meminta pengampunan Tuhan bagi mereka. Kesaksiaan ini penting bagi kita. Separah apapun rasa sakit yang kita alami, hanya satu amanat Tuhan: mengampuni. Sesungguhnya kuasa Roh Kudus memberi kuasa dan akan membuat kita memandang kemuliaan Allah sehingga kita dapat melepaskan pengampunan bagi orang yang berbuat jahat kepada kita.

Doa: Ya Roh Kudus, bimbing kami untuk mengampuni. Amin.

Jumat, 24 Mei 2024

bahan bacaan : Efesus 5:14-21

14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." 15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. 17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. 20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Hidup yang Dipenuhi Roh Kudus
Hidup sebagai anak-anak terang adalah panggilan setiap orang yang dikuasai Roh Kudus. Itu sebabnya, mereka akan melihat hidup sebagai kesempatan melakukan kebaikan dan bukan sebaliknya. Anak-anak terang tidak membiarkan diri dikuasai kegelapan dan kenikmatan dunia. Mereka terbiasa mengucapkan kata-kata yang membangun. Anak-anak terang pun akan selalu ada dalam pengucapan syukur dan memperlihatkan sikap kerendahan hati. Karakter hidup sebagai anak-anak terang harus bisa kita nampakkan dalam kehidupan setiap hari. Tidak bijak bila kita mengatakan kita dikuasai Roh Kudus, tetapi kita menyia-nyiakan kehidupan dengan perilaku yang meresahkan orang lain seperti penjual atau pengedar narkoba, atau juga dengan menjadi pemabuk. Ada banyak perilaku lain yang seringkali tidak memperlihatkan keberadaan kita selaku anak-anak terang. Orang akan mempertanyakan identitas Kekristenan ketika kita terlalu sibuk merendahkan orang lain melalui perkataan dan tindakan kita termasuk melalui penggunaan media sosial. Kuasa Roh Kuduslah yang akan menuntun tutur kata dan perilaku kita sehingga menghadirkan damai sejahtera. Hidup yang dipenuhi Roh Kudus tampak dalam perilaku sebagai orang yang arif karena mengerti kehendak Tuhan dan melakukannya. Untuk itu, mintalah kuasa Roh Kudus mengendalikan hidup kita agar mampu menyatakan hidup sebagai anak-anak terang.

Doa: Ya Roh Kudus, tolong kami menjadi anak-anak terang. Amin.

Sabtu, 25 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 9:31

31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Karakter Jemaat yang Terus Bertumbuh
Selama beberapa waktu, jemaat di Yudea, Galilea dan Samaria jumlahnya bertambah besar. Mengapa jemaat-jemaat itu bertumbuh pesat? Pertama, mereka hidup dalam kedamaian. ini adalah salah satu ciri yang dimiliki pada saat itu. Sekalipun jemaat berasal dari budaya dan tradisi yang beragam, tetapi mereka tetap berusaha menjunjung persatuan dan hidup dalam damai. Kedua, mereka hidup dalam kekudusan. Hal ini menunjukkan bahwa jemaat benar-benar menghidupkan kebenaran firman Tuhan dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka memberi hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Dengan tuntunan Roh Kudus, jemaat juga memiliki keberanian untuk melakukan misi Tuhan. Keempat, gereja bertumbuh secara kuantitas. Tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan gereja secara luas otomatis sejalan dengan pertumbuhannya secara kuantitas. Dalam hal ini, gereja menuai jiwa-jiwa baru. Kuncinya adalah karena mereka fokus kepada injil dan bukan kepada kepentingan gereja sendiri. Semoga empat karakter ini bisa bertumbuh pada jemaat-jemaat di zaman ini, untuk terus
berkembang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Doa: dalam tuntunan Roh Kudus kami percaya gereja bertumbuh. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2024, LPJ – GPM


Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 Mei 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Kenaikan Yesus memberi Spirit Keutuhan

Minggu, 12 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 1:15-26

Matias dipilih menggantikan Yudas
15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: 16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." 18 --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah--. 20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." 23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Merintis Jalan Pelayanan dalam Kebersamaan
Rentetan kisah Kenaikan Yesus berlanjut hingga pada pemilihan Matias yang menggantikan Yudas. Untuk penentuan itu mereka berdoa. Mereka meyakini kemahakuasaan Tuhan yang mengenal hati setiap orang dan siapapun yang terpilih merupakan Pilihan dan kehendak Tuhan. Matias terpilih dan melanjutkan misi pelayanan bersama para murid yang lain. Dalam perjalanan pelayanan para murid itu, kebersamaan menjadi prioritas serta saling menghormati. Wujud kecintaan mereka pada pelayanan dan juga Berkat yang telah Yesus tinggalkan untuk diteruskan. Kisah ini mengajarkan kita tentang kebersamaan dalam sebuah persekutuan. Baik persekutuan keluarga, persekutuan jemaat bahkan masyarakat. Para pelayan atau pemimpin yang dikehendaki Tuhan untuk melayani jemaat atau masyarakat haruslah melakukan secara bersama dan dalam kekompakan. Solidaritas menjadi penting untuk sebuah pekerjaan besar. Oleh karenanya, sikap memegahkan diri sendiri harus dihilangkan/dibuang. Sebab hal yang demikian akan membawa pada kehancuran. Kenaikan Yesus Kristus sekali lagi mengutuhkan persekutuan dan memperkokoh kebersamaan. Pada kebersamaan dan kekompakan ada Berkat dan Sukacita yang akan mewarnai dinamika pelayanan bahkan pekerjaan kita. Ingat! Satu tangan tak kuat bekerja, dua tangan tak kuat bekerja, bila kita semua kerja, hasil pasti besar.

Doa: Persekutukan kami Tuhan, untuk hidup saling menopang. Amin.

Senin, 13 Mei 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 6 : 1-7

Tujuh orang dipilih untuk melayani orang miskin
Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2 Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4 dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman." 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 6 Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. 7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Teruslah Membangun Keutuhan
Keretakan hubungan dapat dirasakan bahkan dialami baik dalam ruang lingkup yang kecil maupun yang besar. Timbulnya keretakan dimaksud dapat disebabkan karena berbagai macam faktor misalnya ketidakadilan. Kendatipun demikian, keadaan seperti ini dapat disikapi dengan langkah-langkah bijak agar dapat terus membangun keutuhan. Sikap seperti ini nampak jelas dalam keputusan para rasul ketika diperhadapkan dengan realitas jemaat mula-mula antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani dan İbrani. Hal ini tentu saja berkaitan dengan pembagian kepada janda-janda mereka yang diabaikan dalam pelayanan sehari-hari (ay. 1). Atas dasar inilah para rasul mengumpulkan semua murid-murid dan menyuruh memilih tujuh orang yang terkenal baik, penuh Roh dan hikmat, agar diangkat untuk melayani orang miskin. Semua ini dilakukan supaya tidak terjadi keretakan atau perpecahan dalam ruang lingkup persekutuan yang mengimani Yesus Kristus. Perpecahan dapat saja terjadi dalam kehidupan kita hanya karena hal-hal kecil. Karena itu, kita perlu meneladani sikap dan tindakan para rasul dalam menyikapi setiap persoalan yang dihadapi baik dalam keluarga, bergereja maupun bermasyarakat. Sebab keutuhan dalam persekutuan lebih berarti dari pada perpecahan. Karena itu, teruslah membangun spirit keutuhan antara satu dengan yang lain sebagai persekutuan orang-orang percaya.

Doa: Mampukan kami Tuhan agar tetap membangun spirit keutuhan diantara kami. Amin.

Selasa, 14 Mei 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 37:1-14

Kebangkitan Israel
Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang. 2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. 3 Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!" 4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! 5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. 6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." 7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. 8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas. 9 Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali." 10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar. 11 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. 12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. 13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

Keutuhan Itu Anugerah
Menjadi utuh atau tidak tercerai berai merupakan harapan dari setiap orang yang membangun relasi, baik antar personal maupun dalam satu persekutuan. Namun harapan agar tetap utuh dapat saja hilang jika diperhadapkan dengan keadaan yang begitu rumit. Situasi seperti inilah yang dihadapi oleh bangsa Israel ketika berada di pembuangan. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang yang sudah kering dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang (ay. 11b), menunjukkan keadaan bangsa Israel yang sedang tidak baik-baik saja. Akan tetapi melalui penglihatan nabi Yehezkiel, Tuhan hendak menyampaikan berita pengharapan yakni la akan membawa umat-Nya kembali ke tanah Israel (ay. 12). Artinya, Tuhan akan memulihkan serta mengutuhkan kembali bangsa pilihan-Nya itu. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa betapa pentingnya membangun spirit keutuhan dalam menjalani hari-hari kehidupan. Sekalipun dalam kenyataannya keutuhan itu sendiri dapat terabaikan karena kepentingan orang-orang tertentu. Sebagaimana Tuhan menganugerahkan keutuhan kepada bangsa Israel, maka dengan demikian prinsip agar tetap utuh harus terus dihidupi oleh kita semua. Biarlah pribadi-pribadi kita tetap bersemangat menjaga keutuhan di lingkungan dimana kita berada, terlebih khusus sebagai persekutuan di dalam Kristus. Karena keutuhan itu adalah anugerah pemberian Allah, maka perioritaskanlah keutuhan baik sebagai anggota keluarga, sebagai para pelayan maupun di lingkungan sosial lainnya. Hindarilah semua hal yang berpotensi merusak keutuhan hidup bersama dan teruslah berpengharapan kepada Allah yang mengutuhkan.

Doa: Tuhan tolong kami menjaga keutuhan sebagai anugerahiMu. Amin.

Rabu, 15 Mei 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 37:15-28

Kerajaan Israel dan Yehuda dipersatukan kembali
15 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 16 "Hai engkau anak manusia, ambillah sepotong papan dan tulis di atasnya: Untuk Yehuda dan orang-orang Israel yang bersekutu dengan dia. Kemudian ambillah papan yang lain dan tulis di atasnya: Untuk Yusuf--papan Efraim--dan seluruh kaum Israel yang bersekutu dengan dia. 17 Gabungkanlah keduanya menjadi satu papan, sehingga keduanya menjadi satu dalam tanganmu. 18 Maka kalau teman-teman sebangsamu bertanya kepadamu: Tidakkah engkau bersedia memberitahukan kepada kami, apa artinya ini-- 19 katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku mengambil papan Yusuf--yang dalam tangan Efraim--beserta suku-suku Israel yang bersekutu dengan dia dan menggabungkannya dengan papan Yehuda dan Aku akan menjadikan mereka satu papan, sehingga mereka menjadi satu dalam tangan-Ku. 20 Dan sedang engkau memegang papan-papan yang kautulisi itu dalam tanganmu di hadapan mereka, 21 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 22 Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. 23 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 24 Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. 25 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 26 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 27 Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 28 Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya."

Bersatu Dalam Tuhan
Beragam situasi hidup sengkali menjadi alasan banyak orang tidak lagi ingin mempertahankan keutuhan. Hal ini mengakibatkan banyak relasi yang terpecah belah. Hal yang sama pun terjadi dalam kehidupan bangsa Israel. Terpecahnya Israel menjadi dua kerajaan (utara dan selatan) menunjukkan ketidakutuhan yang cukup berdampak, tidak hanya bagi keberadaan mereka sebagai satu bangsa saja melainkan mempengaruhi hidup beriman mereka. Melihat fakta seperti ini, Allah tidak tinggal diam. Ini jelas terlihat ketika la menyatakan firman-Nya kepada bangsa Israel melalui nabi Yehezkiel. Sebab Allah ingin umat pilihan-Nya dipersatukan dan la satu-satunya Allah yang berkuasa atas kehidupan bangsa itu (ay. 21-22). Dengan bersatu dalam Tuhan, bangsa Israel akan dipulihkan dan hidup sesuai peraturan dan ketetapan Allah dengan setia (ay. 23-24). Selain itu Allah berjanji bahwa la akan memberkati mereka (ay. 26b). Oleh karena itu sebagai orang percaya kita semua diajarkan agar senantiasa bersatu dalam Tuhan sekalipun diperhadapkan dengan situasi yang dapat memecah belah. Jalanilah kehidupan bersama sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki semangat membangun keutuhan. Yakinilah bahwa dengan bersatu dalam cinta kasih Tuhan, maka seluruh kehidupan kita bersama dengan sesama akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya.

Doa: Bapa satukanlah kami sebagai anak-anakmu. Amin.

Kamis, 16 Mei 2024

bahan bacaan : Filipi 3:17-4:1

Nasihat-nasihat kepada jemaat
17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Keteguhan Iman
Pemberitaan tentang Yesus Kristus merupakan inti dari pelayanan yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Adapun nasihat-nasihat di sampaikan oleh rasul Paulus yang bertujuan agar iman orang Kristen di Filipi tidak goyah melainkan tetap teguh. Dalam nasihatnya itu, rasul Paulus mengajak jemaat untuk mengikuti teladannya. Hal ini disampaikan mengingat ada banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus (ay. 18). Pernyataannya dipertegas dengan menyampaikan bahwa kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi (ay. 19). Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan mereka yang sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebab orang yang teguh imannya menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Nasihat rasul Paulus ini mengingatkan kita sebagai orang-orang percaya supaya tetap teguh dalam iman, yang dinyatakan dalam hidup lewat sikap dan perbuatan kita. Sebab dari sikap dan perbuatan kita itulah akan terlihat apakah kita bersekutu atau justru berseteru dengan salib Kristus. Berdirilah teguh dalam Tuhan sebagai bukti iman yang nyata kepada Dia yang menyelamatkan. Berupayalah agar kita tidak mudah goyah karena la yang menyelamatkan itu akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Biarlah kita semua yang percaya dimampukan untuk melewati dan menjalani hari-hari kehidupan sesuai dengan iman percaya kita. Janganlah goyah tetapi tetaplah teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, sebab keteguhan iman itulah yang melayakan kita di hadapan-Nya.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, agar tetap teguh iman Kepada-Mu. Amin.

Jumat, 17 Mei 2024

bahan bacaan : 1 Korintus 1:10-17

Perpecahan dalam jemaat
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. 11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus. 13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? 14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis. 17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Kesatuan Tubuh Kristus
Penghargaan dan penghormatan terhadap sikap, karakter dan pola pikir setiap orang harus
diberikan sebagai tanda pengakuan terhadap berbagai perbedaan yang ada. Sebab jika tidak, maka kemungkinan besar perpecahan dapat saja terjadi diantara suatu kelompok tertentu. Akibatnya seseorang dapat menganggap apa yang dipikirkan bahkan yang diyakininya justru lebih baik dari pada orang lain. Hal ini tentu saja tidak boleh terjadi dalam persekutuan tubuh Kristus. Karena itu dalam surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, ia menasihati mereka supaya mereka seia sekata dan jangan ada perpecahan diantara mereka melainkan erat bersatu dan sehati sepikir (ay. 10). Paulus menyampaikannya karena ia mendengar kabar telah terjadi perselisihan antara jemaat kristen di Korintus yang menganggap golongannya lebih baik dari pada yang lain. Padahal semua golongan yang dimaksudkan percaya dan dibaptis hanya dalam nama Yesus Kristus. Nasihatnya ini mendorong kita sebagai persekutuan tubuh Kristus agar tetap menjaga keutuhan persekutuan dengan tetap seia sekata dan sehati sepikir. Jadilah pengikut-pengikut kristus yang saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebab persekutuan kita hanya punya satu keyakinan yaitu keyakinan kepada Tuhan Yesus Kristus. Jagalah persekutuan yang telah terbangun, hindarilah perpecahan diantara kita dan bersatulah.

Doa: Biarlah persekutuan kami tetap terpelihara dalam kasih Tuhan. Amin.

Sabtu, 18 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 13:11

11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

Hidup Damai
Sikap dan perbuatan yang baik biasanya selalu terpancar dari hati dan pikiran yang baik pula. Semua kebaikan itu pastinya memiliki tujuan dan harapan yang sama yakni menghasilkan nilai-nilai kebaikan. Inilah yang menjadi harapan rasul Paulus dalam setiap pelayanan yang dilakukannya kepada jemaat kristen di Korintus. Karena itu mengakhiri suratnya yang ke dua kepada jemaat tersebut, rasul Paulus pun masih tetap memberikan nasihatnya. Dalam salamnya ini ia mengajak jemaat kristen agar tetap bersukacita dan usahakan diri agar sempurna. Maksudnya supaya dengan sukacita mereka taat dan setia menjalani hari-hari kehidupan sesuai kehendak Allah. Selain itu, mereka diharapkan agar tetap mendengar segala nasihat rasul Paulus agar tetap sehati sepikir dan hiduplah senantiasa dalam damai. Artinya dengan sehati sepikir, secara tidak langsung keutuhan persekutuan yang dipimpin oleh Tuhan Yesus menyatu atau tidak terpecah belah satu dengan lainnya. Dengan begitu, hal positif yang dinikmati bersama sebagai persekutuan yang utuh yakni hidup dalam damai sejahtera yang dianugerahkan oleh Allah sebagai sumbernya. Damai sejahtera yang berasal dari Tuhan itu pula yang juga harus dinikmati oleh setiap kita sebagai orang percaya. Karena itu melakukan kehendak-Nya dengan taat dan setia serta sehati dan sepikir dengan penuh sukacita harus menjadi komitmen bersama. Dengarkanlah senantiasa semua nasihat yang diberikan dan terapkanlah itu dalam menjalani kehidupan tiap-tiap hari. Yakinilah, damai sejahtera dan cinta kasih yang bersumber dari Allah akan senantiasa dirahmati bagi kita semua yang melakukan kehendak-Nya.

Doa: Tuhan tolong kami agar hidup dalam damai seorang terhadap yang lain. Amin.

Santapan Harian Keluarga, 28 April – 4 Mei 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Membangun Relasi dengan Hati Nurani yang Murni

Minggu, 28 April 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 2:14-26

Nasihat dalam menghadapi pengajar yang sesat
14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya. 15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu. 16 Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. 17 Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, 18 yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang. 19 Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan." 20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. 21 Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. 22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 23 Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran, 24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar 25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, 26 dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.

Kita Harus Membangun Ralesi Dengan Hati Yang Murni
Hidup yang kita jalaki tidak mungkin berlangsung tanpa ada hubungan atau relasi dengan orang lain. Kita adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan orang lain dalam membangun kehidupan bersama ke depan yang lebih baik. Harus diakui bahwa relasi yang kita bangun bersama dengan orang lain tidak selamanya berjalan mulus dan baik. Ada saja berbagai hal yang mewarnai relasi tersebut. Namun kondisi demikian pun mendidik kita untuk lebih dewasa dalam memahami dan mengenal semua orang dengan berbagai perbedaan karakter dan latar belakang hidupnya. Semuanya itu terletak pada hati sebagai pusat seluruh keberadaan hidup kita. Hati yang tulus dan murni menjadi dasar untuk kita membangun relasi dengan semua orang demi kehidupan bersama yang rukun dan harmonis Hal ini penting sebab tanpa hati yang tulus dan murni, maka relasi yang terbangun akan diwarnai dengan pertentangan, ketidakpercayaan, curiga dan sebagainya, dan hal itu dapat membawa kehancuran. Sebagai keluarga Allah, pentingnya kita membuka hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar dalam membangun relasi dengan semua orang, hati kita tetap tulus dan munri. Dengan begitu sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan kerinduan kita bersama yakni menikmati kehidupan yang diberkati demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntun kami agar dapat menjaga relasi hidup dengan baik. Amin.

Senin, 29 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:8-16

Permintaan Paulus kepada Filemon mengenai Onesimus

8 Karena itu, sekalipun di dalam Kristus aku mempunyai kebebasan penuh untuk memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, 9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, 10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus 11 --dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. 12 Dia kusuruh kembali kepadamu--dia, yaitu buah hatiku--. 13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil, 14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela. 15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya, 16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Menjaga Relasi Dengan Saling Menghargai
Membangun relasi dengan hati yang murni menjadi tema mingguan yang akan memandu kita sepanjang pekan ini. Tema ini mengajak kita untuk membangun relasi sebagai persekutuan orang percaya dengan hati yang murni serta berlandaskan kepada cinta kasih Allah didalam Kristus. Makna tema ini dilaksanakan oleh Paulus dalam menjaga dan membangun relasi dengan Filemon sebagai teman sekerjanya. Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus untuk membantu Filemon. Onesimus yang dianggap sebagai anak tidak bisa lagi diurus dan bersama-sama dengan Paulus sebab ia sudah tua dan berada dalam penjara karena injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus meminta Filemon untuk menerimanya dengan tujuan Onesimus pun bisa membantu dan berguna baik bagi Paulus maupun Filemon. Sebagai orang yang dituakan, bisa saja Paulus dapat memerintahkan langsung kepada Filemon, namun Paulus tegaskan demi menjaga relasi, maka di meminta ijin kepada Filemon agar dapat menerima Onesimus dengan kerelaan hati dan sukacita. Sebab segala hal yang dilakukan dengan keterpaksaan akan berdampak tidak baik dalam membangun sebuah relasi. Kesaksian ini penting bagi persekutuan keluarga, agar setiap masalah yang dihadapi hendaknya dibicarakan secara baik tanpa pemaksaan kehendak satu pihak. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik ketika saling menghargai dan menghormati demi menjaga relasi persekutuan hidup bersama. Binalah relasi yang baik dengan semua orang dan rekatkanlah kembali relasi yang telah retak.

Doa: Roh Kudus mampukan kami untuk menjaga relasi dengan hidup saling menghargai Amin


Selasa, 30 April 2024

bahan bacaan : Filemon 1:17-22

17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. 18 Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku-- 19 aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri. 20 Ya saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburkanlah hatiku di dalam Kristus! 21 Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu. Aku tahu, lebih dari pada permintaanku ini akan kaulakukan. 22 Dalam pada itu bersedialah juga memberi tumpangan kepadaku, karena aku harap oleh doamu aku akan dikembalikan kepadamu.

Menjaga Relasi Dengan Sikap Bertanggungjawab Atas Masalah
Kelanjutan bagian firman Tuhan kemarin tentang permintaan Paulus kepada Filemon untuk menerima Onesimus sebagai anak didalam Tuhan. Permintaan Paulus kepada Filemon sebagai rekan sekerjanya dengan harapan agar Filemon menerima Onesimus dengan ketulusan hatinya dan tidak dengan keterpaksaan. Permintaan Paulus inipun dengan penuh pengorbanan kepada Onesimus, dimana ia meminta kepada Filemon kalau sekiranya Onesimus berhutang atau merugikan Filemon, biarlah semuanya itu ditanggungkan kepada Paulus. Šikap serta keputusan Paulus yang simpatik ini adalah demi menjaga relasi baik antara dirinya dengan Filemon pun antara Filemon dengan Onesimus. Hal ini penting agar saat Filemon menerima Onesimus, tidak ada lagi beban dan masalah dimasa lampau akan menggangu relasi hidup mereka bersama. Keteladanan Paulus ini menjadi hal yang penting dan menarik untuk kita wujudkan dalam membangun relasi hidup sebagai persekutuan orang percaya. Kita memulainya dari dalam kehidupan keluarga untuk bertanggung jawab atas semua hal termasuk masalah yang di hadapi. Sebab dengan mewujudkan sikap demikian, kita tetap menjaga relasi hidup dalam keluarga dengan baik. Sikap bertanggungjawab akan menghindarkan kita dari masalah yang lebih besar. Hal itupun akan berdampak positif kepada lingkungan persekutuan umat dan masyarakat.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menjaga relasi dengan sikap bertanggung jawab. . Amin.

Rabu, 01 Mei 2024

bahan bacaan : Ibrani 10: 24-25

24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Bersama Tuhan Membangun Relasi Antar Manusia
Kalau kita mencermati kehidupan ini, ternyata keberlangsungan hidup manusia terletak pada perhatian dan bantuan orang lain. Seorang bayi bisa terbentuk, lahir dan bertumbuh menjadi manusia yang dewasa karena ada ibunya. Seorang ibu (perempuan) bisa hamil dan mengandung karena ada seorang suami (laki-laki). Satu keluarga bisa menjalani kehidupan dengan baik karena ada keluarga yang lain, begitu seterusnya. Intinya, dalam hidup ini manusia yang satu membutuhkan manusia yang lain untuk bertumbuh dan berkembang. Karena itu, prinsip hidup yang harus dipegang oleh manusia untuk hidup dan berkembang secara baik adalah saling memperhatikan dan saling mendorong antara satu dengan lainnya. Tanpa prinsip ini, jangan harap kita akan bertumbuh dan berkembang secara baik, melainkan akan terjadi saling membinasakan dan menghancurkan. Itulah pesan firman Tuhan melalui surat Ibrani ini, bahwa sebagai umat Tuhan kita harus saling memperhatikan dan mendorong dalam kasih dan perbuatan yang baik. Untuk itu kebersamaan tersebut harus dibina melalui relasi yang baik dengan Tuhan melalui pertemuan ibadah. Relasi yang baik dengan Tuhan merupakan dasar untuk hidup saling memperhatikan dan mendorong di antara sesama. Bangunlah relasi kehidupan yang saling memperhatikan dalam kasih dan bukan menjauhkan diri dari kebersamaan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami membangun relasi yang baik dengan sesama.. Amin

Kamis, 02 Mei 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:5-10

Saling menolong dan perlawanan
5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. 7 Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran. 9 Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami. 10 Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Menjadi Persekutuan Orang Percaya yang Saling Menolong
Kehidupan seorang manusia tidak bisa dilepas-pisahkan dengan manusia lainnya. Suka atau tidak suka kehidupan manusia yang satu memiliki keterkaitan atau ketergantungan dengan manusia lainnya. Hal ini sudah menjadi kodrat hidup manusia sebagai ciptaan Tuhan. Apabila manusia mengingkari kodrat bahwa hidupnya bergantung atau memiliki keterkaitan dengan orang lain, maka dirinya akan mengalami masalah dalam hidup. Manusia tersebut akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan dirinya atau kehidupannya di dunia. Jika ada seseorang yang dalam hidupnya menyadari bahwa dirinya memiliki ketergantungan dengan orang lain, maka pasti ia pun akan selalu bertindak menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Bagi penulis surat 3 Yohanis, apabila ada orang percaya berbuat baik kepada orang lain dengan cara yang berkenan kepada Allah, maka orang-orang yang demikian wajib diterima dalam kumpulan orang percaya. Semuanya ini menunjukkan bahwa sebagai satu persekutuan orang percaya, masing-masing orang selalu dipanggil untuk bertindak menolong orang lain, karena dirinya pun suatu ketika akan ditolong oleh orang lain. Sebab itu, hati yang murni mesti menjadi bagian dalam bertindak membangun relasi dengan semua orang tanpa terkecuali.

Doa: kuatkanlah kami untuk selalu menolong orang lain. Amin.

Jumat, 03 Mei 2024

bahan bacaan : 1 Samuel 18:1-5

Daud dan Yonatan
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri. 2 Pada hari itu Saul membawa dia dan tidak membiarkannya pulang ke rumah ayahnya. 3 Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi dia seperti dirinya sendiri. 4 Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya. 5 Daud maju berperang dan selalu berhasil ke mana juga Saul menyuruhnya, sehingga Saul mengangkat dia mengepalai para prajurit. Hal ini dipandang baik oleh seluruh rakyat dan juga oleh pegawai-pegawai Saul.

Relasi Persahabatan Sejati
Semangat juang akan tumbuh ketika orang-orang yang bersatu-padu mengikrarkan diri untuk berjuang bersama mengatasi tantangan atau pun ancaman. Itulah yang terjadi pada Daud dan Yonathan tatkala mereka mengahadapi ancaman musuh. Berpadunya Daud dan Yonathan disambut baik oleh Saul sehingga memberikan jabatan sebagai kepala prajurit kepada Daud. Berpadunya Daud dan Yonathan membuat perjuangan Daud dalam peperangan selalu berhasil. Pengangkatan Daud sebagai kepala prajurit pun diapresiasi oleh seluruh rakyat. Hal ini memberi pesan bahwa keberhasilan dapat terjadi jika ada persatuan antar sesama anggota keluarga, kelompok masyarakat, dan warga gereja. Tantangan dan masalah apapun yang dihadapi akan selalu berhasil dilewati jika kita mau bersatupadu dan berjuang bersama. Persoalan dan hambatan juga dapat diselesaikan atas dasar relasi persahabatan sejati. Persahabatan dengan kesadaran mengasihi orang lain sama seperti mengasihi diri kita sendiri. Teruslah merawat persahabatan sejati antar pribadi, keluarga, jemaat, gereja maupun antar agama.

Doa: Semangatkanlah kami ya Tuhan, untuk bersatu dalam persahabatan sejati demi memperjuangankan kehidupan ini. Amin.

Sabtu, 04 Mei 2024

bahan bacaan : 2 Timotius 4:9-18

Pesan terakhir
9 Berusahalah supaya segera datang kepadaku, 10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. 11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. 12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus. 13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. 14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. 15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. 16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. 18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Minta Pendampingan Tuhan dalam Pekerjaan
Jika kita melihat keberhasilan yang dicapai oleh seseorang dalam perjuangan hidupnya, pasti kita akan tahu, bahwa keberhasilan seseorang tidak lepas dari dukungan orang-orang sekitarnya. Di balik keberhasilan suami ada dukungan isteri dan sebaliknya. Di balik keberhasilan anak ada topangan orangtuanya dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam suatu perjuangan untuk mencapai sukses, bantuan dari orang lain sangat diperlukan juga. Hal ini yang terjadi pada Paulus, bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam pelayanan, Paulus membutuhkan orang lain, seperti Lukas, Markus, dan Tikhikus. Mereka sangat diperlukan oleh Paulus untuk membantu pelayanan Paulus. Selain itu, yang terpenting adalah Paulus mengakui bahwa ia membutuhkan Tuhan untuk mendampinginya dalam pekerjaan pelayanan. Intinya, ketika kita melakukan pekerjaan apapun, agar
berhasil perlu untuk meminta Tuhan mendampingi kita dalam melakukan pekerjaan, dan meminta dukungan orang lain dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Jangan pemah merusak relasi yang terbangun dengan orang lain, apalagi dengan Tuhan sebab akan sangat berpengaruh terhadap seluruh kerja dan hidup kita.

Doa: Tuhan, tolong kami menjaga relasi dan dampingilah kami dalam melaksanakan pekerjaan apapun. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL-MEI, LPJ GPM

Santapan Harian Keluarga, 21- 27 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Hidup dalam Kesederhanaan

Minggu, 21 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:2b-10

(6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. 3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat--yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, 5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. 6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. 7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Akar Segala Kejahatan ialah Cinta Uang
Firman Tuhan hari ini mengajar dan menasehati kita untuk jangan cinta uang. Mengapa? Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Dalam suratnya ini Timotius memberikan tiga alasan untuk tidak mencintai uang. Pertama dijelaskan, orang yang cinta uang terkadang tidak lagi berpikiran sehat. Karena tidak berpikiran sehat menimbulkan banyak percekcokan. Faktanya, karena cinta uang orang dapat berkonflik atau bermusuhan, karena cinta uang orang bisa saling menghabisi nyawa dan sebagainya. Alasan kedua, orang yang cinta uang terjatuh dalam berbagai jerat pencobaan. Karena cinta uang banyak yang tidak tahan cobaan atau godaan sehingga perilaku manipulatif dan korupsi
dilakukan. Alasan ketiga, orang yang cinta uang dapat membuatnya menyimpang dari iman. Hanya karena cinta uang, orang dapat menyangkali iman kepada Tuhan. Inilah hal yang tidak boleh kita abaikan. Kita pasti membutuhkan uang untuk menjalani kehidupan. Tetapi kita tidak boleh mencintai uang lalu tidak lagi berpikiran sehat, jatuh dalam pencobaan dan meninggalkan iman. Uang hanyalah sarana, bukan segala-galanya. Jangan cinta uang!.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak cinta uang melebihi cinta kepada Mu, amin.

Senin, 22 April 2024

bahan bacaan : Amsal 21:20

20 Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.

Pemborosan Mendatangkan Kemiskinan
Gaya hidup konsumtif atau bisa juga disebut hedonisme merupakan gaya hidup yang disukai kebanyakan orang. Orang cenderung bersifat boros dengan membelanjakan sesuatu berdasarkan keinginan bukan kebutuhan. Akibatnya, kadangkala terjadi masalah. Penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ada yang terjerat hutang-piutang yang menimbulkan persoalan dalam keluarga. Gaya hidup boros dilihat sebagai gaya hidup orang-orang yang tidak berhikmat. Penulis Amsal mengatakan hal itu untuk memberikan wejangan hikmat terutama kepada anak-anak muda supaya memperbaiki gaya hidup boros (ay.20). Sebaliknya sebagai orang muda yang bijak hendaknya menghadirkan gaya hidup sederhana dengan cara menghemat supaya kebutuhan hidup senantiasa terpenuhi dengan baik. Jangan karena ingin tampil modis, disukai dalam pergaulan, bergaya hidup mewah lalu menggunakan segala cara mendapatkan uang termasuk cara yang tidak benar. Nasehat Penulis Amsal ini tidak hanya penting bagi anak-anak muda tetapi bagi kita semua untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Kecenderungan untuk berbelanja yang berlebihan dan bukan merupakan kebutuhan, gaya hidup pesta pora, banyak pengeluaran yang melebihi pendapatan, sudah harus ditinggalkan. Bangunlah hidup sederhana dan menabung untuk kehidupan yang lebih baik kini dan di masa depan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menampilkan gaya hidup sederhana, amin.

Selasa, 23 April 2024

bahan bacaan : Titus 2:2

2 Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Kristiani
Gereja Protestan Maluku dalam ajarannya selalu menggaungkan untuk membangun hidup dalam “Spiritualitas Ugahari”. Bahwa segala sesuatu yang ada di bumi merupakan milik Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk dinikmati demi kebaikan dan kesejahteraan hidup. Dengan demikian setiap orang harus merasa hidup cukup, tidak berkelebihan tapi juga tidak berkekurangan. Hal yang sama pun ditekankan oleh Presiden Jokowi, “Hidup sederhana itu sangat indah, jika kita tulus dengan hati. Maka mulailah hidup sederhana untuk mencegah korupsi, suap, pungli, penipuan, dan sebagainya. Gaya Hidup sederhana ini sudah ditegaskan sejak masa lampau sebagaimana yang tertera dalam surat Paulus kepada Titus untuk menasehati laki-laki yang tua (lanjut usia) agar mereka hidup “sederhana” artinya dapat menahan diri dari kebiasaan mabuk-mabukan. Selain itu, mereka harus terhormat, bijaksana, beriman, dan tekun, jangan serakah (Band 1.Tim3: 8). Pelajaran penting bagi laki-laki muda maupun tua, untuk memiliki gaya hidup kristiani dengan cara menjauhkan kebiasaan mabuk-mabukan, perjudian (Mis: Judi online), korupsi, serakah, dan sebagainya. Jadilah laki-laki sederhana yang berhikmat dan tulus hati.

Doa: Ya Tuhan, ajarlah kami untuk bersyukur dengan cara hidup dalam kesederhanaan, amin

Rabu, 24 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 2:9

9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,

Kesederhanaan Sebagai Gaya Hidup Perempuan Kristen
Salah satu masalah keluarga yang meningkat dari waktu ke waktu adalah perceraian suami-isteri. Salah satunya disebabkan oleh soal ekonomi. Penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup, gaya hidup konsumtif. Nyatanya, ada isteri atau perempuan yang memiliki hobby bergaya dengan menggunakan barang-barang mewah yang sangat mahal, meski untuk itu ia berhutang dan melakukan manipulasi. Karena terseret utang piutang dalam jumlah banyak akhirnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan mendekap di penjara. Kenyataan ini menjadi pelajaran penting bagi kaum perempuan (isteri) agar menunjukkan karakter kristiani sebagaimana yang dinasehati Rasul Paulus
dalam perikop tadi. Perempuan dinasehatkan supaya berdandan dengan pantas, sopan dan sederhana. Jangan memakai pakaian dan perhiasan yang mahal-mahal. Barangkali hai tersebut dapat menimbulkan masalah bagi keluarga mereka; misalnya: kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi, pengeluaran lebih besar dari pendapatan, persaingan yang tidak sehat dikalangan sesama perempuan, dan sebagainya. Jauhilah gaya hidup boros, bebas dalam pergaulan, sopan dan mendandani hidup dengan kebaikan. Hiduplah sederhana!

Doa: Tuhan, tolong kami untuk membangun hidup sederhana. Amin.

Kamis, 25 April 2024

bahan bacaan : Amsal 25:16

16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.

Nikmati Berkat Secukupnya
Masih dalam tema mingguan kita “hidup dalam kesederhanaan”. Tema ini mengajak kita untuk mewujudkan pola hidup yang sederhana. Pola hidup sehari-hari yang mencerminkan sikap tidak berlebihan namun secukupnya sesuai dengan kebutuhan. Hal ini sejalan dengan nasehat pengamsal dalam nas alkitab di hari ini yang menegaskan bahwa kalau kita mendapatkan madu, maka hendaknya kita makan dan menikmatinya secukupnya saja. Jangan sampai terlalu kenyang sebab kita akan memuntahkannya. Madu adalah jenis makanan yang manis, kalau makan secukupnya tentu enak dan baik untuk kesehatan. Tetapi kalau berlebihan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan, dimana membuat perut kita mual dan muntah. Nasehat ini sejalan dengan doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid dan kita semua. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk meminta dari Allah Bapa di Sorga makanan pada hari ini secukupnya. Itu berarti segala sesuatu yang kita dapat dan peroleh jangan sampai melebihi dari kebutuhan, sebab akan membuat kita hidup berfoya-foya dalam kesenangan yang pada saatnya akan membuat kita menjadi susah dan menderita. Kalau kita mempunyai segala sesuatu sebagai kelebihan, maka hendaknya kita gunakan secukupnya sesuai kebutuhan sebagaimana pola hidup sederhana. Sikap hidup demikian dapat menggerakan kita untuk hidup berbagi dengan sesama yang ada dalam kekurangan dan membutuhkan bantuan serta pertolongan kita.

Doa: Ajarlah kami Tuhan untuk menikmati berkatMu dengan secukupnya. Amin

Jumat, 26 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:10-13

Terima kasih atas pemberian jemaat
10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Bersyukur Apapun Kondisi Kita
Bagian firman Tuhan di hari ini memberi teladan penting bagi kita melalui pengalaman hidup Paulus. Dalam surat pastoral kepada Jemaat Filipi, paulus berterima kasih atas bantuan serta perhatian jemaat terhadap kehidupan dan pelayanannya. Paulus kemudian membagikan pengalaman imannya dengan menyaksikan betapa kasih sayang dan anugerah Tuhan Yesus melimpah kepadanya. Sekalipun ia mengalami banyak tantangan, dalam hal ini soal kekurangan ataupun kelaparan. Kondisi demikian tidak membuat Paulus bersungut dan menyalahkan keadaan, namun ia bersyukur sebab kekuatan dan kemampuan tetap ia miliki oleh cinta kasih Kristus melalui perhatian dan dukungan jemaat kepadanya (ay.13). Paulus belajar untuk mencukupkan segala sesuatu yang ada pada dirinya, bukan saja saat berkekurangan tetapi juga dalam kelebihan maupun kelimpahan. Pengalaman Paulus ini hendak mengajarkan kita sebagai pribadi dan keluarga untuk selalu bersyukur. Dengan bersyukur, kita akan selalu berupaya mencukupkan segala kebutuhan kita dengan berpengharapan kepada cinta kasih Tuhan. Kita tidak akan bersungut-sungut saat keadaan dan kondisi kita dalam kekurangan. Kita juga tidak menjadi serakah saat menikmati kelebihan dan kelimpahan. Kita selalu menjadi orang-orang yang hidup sederhana.

Doa: Tuntun kami Tuhan untuk hidup dengan sederhana dan bersyukur kepadaMu. Amin.

Sabtu, 27 April 2024

bahan bacaan : Lukas 3:10-14

10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?" 11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian." 12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?" 13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Merasa Cukup Atas Apa Yang Kita Miliki
Merasa cukup dengan apa yang kita miliki baik uang, harta, jabatan ataupun kuasa adalah hal penting dan positif yang mesti terwujud dalam kehidupan, sehingga tidak menimbukan kehancuran hidup kita maupun orang lain. Tanpa rasa kecukupan membuat kita menjadi orang-orang yang serakah dan hal tersebut membuat kita dapat melakukan apa saja dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan serta keinginan kita. Yohanes Pembaptis dalam seruan pertobatannya kepada orang banyak yang datang mengikutinya, mengingatkan mereka akan soal hidup dalam kecukupan. Mereka harus mewujudkan hidup bersyukur dengan apa yang dimiliki serta berbagi dengan mereka yang berkekurangan. Para pemungut cukai yang menagih pajak jangan mencari keutungan dengan memberatkan masyarakat. Para prajurit pun demikian untuk tidak melakukan kekerasan dan perampasan. Mereka harus mencukupkan diri dengan gaji mereka. Nasehat Yohanes Pembaptis inipun sesuai dengan situasi dan kondisi kehidupan kita saat ini. Harus diakui bahwa setiap saat kita bergumul dengan kuatnya kepentingan diri dan nafsu keinginan yang selalu menggoda. Merasa tidak puas dengan apa yang ada dan yang dimiliki seringkali menggoda kita untuk menempuh segala cara demi pemenuhan keinginan itu. Kita akan mampu untuk melawannya ketika kita memberi diri dituntun oleh Roh Kudus. Kuasa Roh memampukan kita selalu bersyukur dan hidup didalam kesederhanaan serta terus berbagi dengan mereka yang berkekurangan.

Doa : Tuhan ajar kami senantiasa untuk memiliki rasa cukup dalam kehidupan kami, amin

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Pikiran dan Hati yang Gelap Melawan Kebenaran Allah

Minggu, 14 April 2024

bahan bacaan : Roma 1:18-32

Hukuman Allah atas kefasikan dan kelaliman manusia
18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. 25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. 26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. 27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. 28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: 29 penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. 30 Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, 31 tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. 32 Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Pikiran dan Hati yang Gelap Mendatangkan Murka Allah
Banyak orang mengenal siapa itu Allah dan mengerti tentang kebenaran Allah. Namun ironinya, tidak semua orang mampu untuk melakukan kebenaran. Demikianlah penggalan kalimat yang dapat menggambarkan kehidupan umat di kota Roma. Teks Roma 1: 18-32 menampilkan kebiasaan hidup umat di Roma yang melupakan Allah sebagai satu-satunya Pencipta (bnd. Ay. 23-25). Umat lebih memilih menyembah dewa-dewi, melakukan pembunuhan, menunjang perselisihan, memperkokoh kejahatan dan tipu muslihat, menghidupi sikap sombong, tidak taat, dan lain sebagainya. Paulus menyatakan, bahwa seluruh pelanggaran tersebut tidak disebabkan karena paksaan pihak lainnya, namun karena umat setuju untuk melakukannya (bnd. Ay. 32). Bagi Paulus, pikiran dan hati umat di Roma telah menjadi gelap, sehingga tidak dapat melihat terang kebenaran Allah (bnd. Ay. 21-22). Menjadi pertanyaan untuk kita renungkan, apakah kita yang mengaku mengenal dan mengerti tentang kebenaran Allah telah melakukannya? Atau, hati dan pikiran kita telah menjadi gelap, seperti jemaat di Roma? Sesungguhnya, teks ini memberikan penyadaran kepada kita semua, bahwa pikiran dan hati yang gelap akan membuat kita melawan kebenaran Allah, sehingga mendatangkan murka Allah. Sebaliknya, pikiran dan hati yang diterangi oleh kebenaran Allah akan mampu mendatangkan berkat dalam seluruh kehidupan yang dijalani.

Doa: Tuhan, mampukan kami dengan Roh Kudus agar mampu melakukan kehendak-Mu. Amin.

Senin, 15 April 2024

bahan bacaan : Yakobus 3:13-18

Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya  oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. 3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!  3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas,  tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan. 3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. 3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran  ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. 

Hiduplah Sesuai Hikmat Allah
Dengan berdasar pada hikmat Allah maka umat mampu melakukan tindakan yang benar”. Demikianlah penggalan kalimat menggugah dari Pdt. Dr. Samuel B. Hakh (Dosen Teologi pada Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Jakarta). Ungkapan Hakh itu merupkan respon ketika membaca kitab Yakobus yang memperlihatkan kelakuan tidak etis dari jemaat. Dalam kitab Yakobus, disampaikan bahwa terdapat jemaat yang menaruh iri hati kepada sesama, mementingkan diri sendiri, dan mengucapkan dusta (bnd. Ay. 14). Bahkan ada jemaat yang mengejar pangkat (bnd. Pasal 3: 1-2) dan mengejar keuntungan sebesar-besarnya (bnd. Pasal 4: 13-17). Menurut penulis Yakobus, seluruh tindakan yang tidak benar itu bersumber dari hikmat dunia yang terus dan semakin diandalkan oleh jemaat. Karena itu, penulis Yakobus mengajak jemaat, untuk berbalik kepada hikmat yang datang dari atas, yaitu hikmat Allah. Dengan memiliki dan mengandalkan hikmat Allah maka jemaat akan mampu mendengar suara dan perintah-Nya, serta melakukan kehendak-Nya. Pada akhirnya, kehidupan bersama menjadi damai dan sejahtera. Ajakan untuk meminta dan memiliki hikmat Allah turut sampaikan kepada kita saat ini. Karena dengan memiliki hikmat Allah maka kita mampu menjadi pendamai, peramah, penurut, sosok yang penuh belas kasih, dan tidak memihak kepada kemunafikan. Bahkan buah kebaikan yang dihasilkan itu akan mampu menggerakan orang lain untuk turut mengusahakannya.

Doa: Ya Tuhan, berkenanlah Engkau memberikan hikmat-Mu kepada setiap kami. Amin.

Selasa, 16 April 2024

bahan bacaan : Matius 13:13-15

13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Melawan Perintah Allah tidak akan Mendatangkan Berkat
Salah satu metode pengajaran dan pemberitaan Yesus adalah perumpamaan. Penggunaan perumpamaan adalah upaya Yesus untuk mempermudah umat memahami inti pemberitaan-Nya. Matius 13: 13-15 merupakan kesatuan dengan perikop “Perumpamaan tentang Seorang Penabur”. Dengan perumpamaan tersebut, Yesus hendak menjelaskan tentang diri-Nya Kerajaan Sorga kepada orang-orang yang mengikutinya. Namun ironinya, ayat 13-15 memberi kenyataan bahwa terdapat kelompok yang sekalipun mendengar apa yang disampaikan, mereka tidak akan mengerti. Bahkan terdapat kelompok yang melihat pekerjaan Yesus, tetapi tidak akan menganggapnya. Ayat tersebut merupakan kritikan Yesus terhadap sikap tidak percaya umat atas dini-Nya sebagai Mesias yang telah dijanjikan oleh para nabi dalam Perjanjian Lama, dan Kerajaan Sorga sebagai inti pemberitaan-Nya. Ungkapan “Hati bangsa yang telah menebal”, memberikan penekanan, bahwa jika sumber pengambilan keputusan menyatakan penolakan maka pikiran dan tindakan akan mengikutinya. Sesungguhnya, kritikan Yesus turut disampaikan kepada kita. Sebagai orang percaya, penting untuk kita memahami siapa Yesus dan mengakui pekerjaan-Nya. Dengan upaya tersebut maka kita tidak akan melawan perintah Allah. Sehingga segala sesuatu yang kita kerjakan, akan mendatangkan berkat dari Allah. Upaya melakukan semua itu hanyalah dengan meminta hikmat dari Allah.

Doa: Ya Tuhan, mampukan dan layakanlah kami untuk memahami kebenaran-Mu. Amin.


Rabu, 17 April 2024

bahan bacaan : 2 Korintus 10:1-6

Sikap Paulus
Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah. 2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi. 3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. 5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, 6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

Tawanlah Pikiran dan Hati yang Gelap
Upaya untuk semakin mengenal Allah tidak akan pernah lepas dari berbagai pencobaan.Kitab 2 Korintus memberikan gambaran itu, bahwa jemaat di Korintus berada dalam pencobaan, karena munculnya kelompok lain yang meragukan Paulus sebagai rasul sejati. Usaha mereka untuk memamerkan kuasa rohani yang dimiliki berhasil memenangkan mayoritas jemaat. Bahkan dalam serangan mereka, Paulus disebutkan sebagai sosok yang sikapnya lemah dan perkataannya tidak berarti jika berhadapan muka dengan muka. Menariknya, dalam serangan balik Paulus, ia tidak memamerkan diri sebagai seorang rasul, sebagaimana lawannya. Namun ia mengutip sapaan kebanggaan yang dipakai para lawannya itu untuk menyatakan, bahwa mereka tidak berhak menggunakan sapaan itu. Paulus memberikan argumentasi menarik, bahwa di dalam kelemahannya, kuasa Allah dinyatakan. Tanggapan balik Paulus terhadap para penyesat itu memperlihatkan, bahwa dirinya sungguh mengenal Allah yang lemah lembut dan ramah itu. Pengenalan akan Allah telah membawa Paulus untuk menawan pikiran dan hati yang gelap, sehingga ia tidak lebih membuat kacau keadaan jemaat Korintus di tengah persoalan yang dihadapi. Kita di masa kini juga patut belajar dari sikap Paulus yang mewarisi kelemahlembutan dan keramahan Allah. Sikap yang lemah lembut dan ramah adalah bukti penawanan kita atas pikiran dan hati yang gelap. Sebab kita percaya, bahwa hidup dengan pikiran dan hati yang gelap tidak akan pernah mendatangkan berkat.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk menawan pikiran dan hati yang gelap. Amin.

Kamis, 18 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 4:1-5

Tugas Timotius dalam menghadapi pengajar sesat
Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran. 4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, 5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Pikiran dan Hati yang Gelap adalah Bentuk Murtad kepada Allah
Berbeda dengan Paulus yang mendapat penolakan atas wibawa rasulannya, Timotius justru diperhadapkan dengan masuknya kelompok pengajaran lain di kalangan jemaat. Kelompok pengajaran tersebut secara tegas mempraktikan hidup askestis, yaitu ciri hidup yang tidak mengakui pentingnya pernikahan dan menghindari makanan tertentu (bnd. Ay. 3). Dalam pandangan mereka, melakukan pernikahan dan makan makanan tertentu adalah haram. Pandangan dan praktik hidup mereka kemudian membuat jemaat menjadi bingung. Dalam kebingungan jemaat tersebut, Timotius kemudian memberikan penegasan, bahwa kelompok pengajaran tersebut mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan (bnd. Ay. 1). Pernyataan Timotius tersebut hendak memberikan penegasan, bahwa mereka bukan berasal dari Allah, sehingga jemaat tidak patut mengikuti mereka. Timotius turut memberikan penegasan, bahwa semua yang telah diciptakan oleh Allah adalah baik. Tidak ada satupun yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur (bnd. Ay. 4). Sebab semuanya telah dikuduskan oleh firman Allah dan doa (bnd. Ay. 5). Seruan Timotius patut kita maknai di saat ini, bahwa segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah adalah baik adanya dan tidak haram oleh pengudusan firman Allah dan doa. Dengan kita menganggap bahwa ciptaan Allah adalah haram maka kita sementara menghidupi hati dan pikiran yang gelap, dengan cara meragukan karya penciptaan-Nya.

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk tidak murtad dengan meragukan karya ciptaan-Mu. Amin

Jumat, 19 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 12:37-43

Mengapa orang Yahudi tidak dapat percaya
37 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya, 38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" 39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: 40 "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka." 41 Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia. 42 Namun banyak juga di antara pemimpin yang percaya kepada-Nya, tetapi oleh karena orang-orang Farisi mereka tidak mengakuinya berterus terang, supaya mereka jangan dikucilkan. 43 Sebab mereka lebih suka akan kehormatan manusia dari pada kehormatan Allah.

Jangan Menyangkal Yesus Karena Kesenangan Duniawi
Keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat adalah keputusan hidup yang paling utama. Namun mengapa kebanyakan orang memilih untuk mrnolak Yesus sebagai Juruslamat mereka?. Salah satu alasannya adalah karena mereka takut terhadap penolakan orang banyak. Ketakutan menghalangi rasa percaya kepada Yesus Kristus. Hal ini dijelaskan dalam perikop tadi, bahwa meskipun orang-orang Farisi telah melihat mujizat yang dibuat oleh Yesus namun mereka tetap menolak percaya kepada-Nya karena takut dikucilkan (ay.42) dan takut kehilangan kehormatan di hadapan banyak orang (ay 43). Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita, bahwa ada banyak orang Kristen yang takut bersaksi tentang Yesus Kristus dalam hidup. Bahkan ada yang mengambil keputusan untuk meninggalkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus karena takut kehilangan banyak hal: kuasa, jabatan, harta, kehormatan atau takut ditolak oleh lingkungan sosial. Firman ini mengingatkan, orang yang lebih suka kehormatan manusia daripada kehormatan Allah, sesungguhnya memiliki hati dan pikiran yang gelap. Jadilah orang percaya yang tidak akan menyangkal Tuhan hanya karena kesenangan duniawi.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk tidak menyangkalMu demi kesenangan duniawi, amin.

Sabtu, 20 April 2024

bahan bacaan : Yeremia 5: 20-25

20 Beritahukanlah ini di antara kaum keturunan Yakub, kabarkanlah itu di Yehuda dengan mengatakan: 21 "Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! 22 Masakan kamu tidak takut kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, kamu tidak gemetar terhadap Aku? Bukankah Aku yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut, sebagai perhinggaan tetap yang tidak dapat dilampauinya? Biarpun ia bergelora, ia tidak sanggup, biarpun gelombang-gelombangnya ribut, mereka tidak dapat melampauinya! 23 Tetapi bangsa ini mempunyai hati yang selalu melawan dan memberontak; mereka telah menyimpang dan menghilang. 24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen. 25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.

Antara Hati dan Batu, Mana yang Lebih Keras?
Kita pasti pernah mendengar sinonim “Hati batu”. Gambaran hati manusia yang sama seperti batu atau kaku dan keras. Dalam konteks sejarah bangsa Israel, hal itu dapat disematkn kepada mereka karena mereka tidak mau mendengar nasehat para nabi untuk kembali kepada Tuhan dan mengalami pertobatan (Psl.3). Yeremia dengan tegas mengecam bangsa Israel dengan menyebut mereka tolol dan tidak mempunyai pikiran (ay 21), hati yang selalu melawan dan memberontak kepada Allah (ay.23). Kecaman Yeremia ini disebabkan oleh sikap mereka yang telah menolak Allah dan tidak melakukan kebenaran yang bersumber dari Allah. Mereka melakukan apa yang jahat di mata Allah. Demikianlah kondisi hati bangsa Israel yang sekeras batu, bahkan lebih keras. Karena batu masih ada celah terbelah dengan aliran air yang mengalir di sela-selanya, sedangkan hati bangsa Israel sudah sangat keras dan kaku, hidup melawan Allah dan akhirnya mereka di hukum. Hidup takut akan Tuhan, satu-satunya jalan untuk luput dari hukuman. Firman ini mengingatkan kita pula untuk tidak menjadi orang berhati batu. Tidak mau lagi mendengarkan suara Tuhan. Panggilan untuk datang kepada Tuhan melalui ibadah kita abaikan, nasehat baik orang lain kita lupakan, firman-Nya tidak didengarkan lagi. Hati kita bukan batu bukan?.ya, bukan batu!

Doa: Roh Kudus Tuntunlah Kami untuk tidak berhati batu dan menjadi degil, amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 April 2024

Tema Bulanan : Hidup Dalam Spiritualitas Kebangkitan Kristus

Tema Mingguan : Jangan Ragu, Kristus yang Bangkit memberi Kecukupan

Minggu, 07 April 2024

bahan bacaan : Yohanes 21:1-14

Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." 6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." 11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

Yesus Peduli dan Memperhatikan
Teks Yohanes 21:1-14, menyatakan bahwa banyak sekali kegagalan-kegagalan yang dihadapi murid-murid Yesus bahkan merasa kekurangan dalam mencukupi kebutuhan hidup mereka. Mereka kembali menjadi penjala ikan, dan melalaikan panggilan mereka sebagai penjala manusia. Murid-murid Yesus mulai berusaha untuk menggunakan kekuatan mereka sendiri. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak menghasilkan apa-apa di Danau Tiberias waktu itu. Bahkan dapat disebutkan mereka telah gagal total, karena mereka sudah berusaha siang malam menjala ikan akan tetapi sebagai seorang yang ahli menjala ikan mereka tidak membawa apapun juga, satu ekorpun tidak. Yesus adalah Allah yang mempedulikan dan memperhatikan kita (Yohanes 21:4), sampai sekecil kebutuhan dan masalah kita Dia senantiasa peduli dan turun tangan menolong. Dia adalah sahabat kita di tengah-tengah persoalan kita. Yesus bukan hanya memperhatikan akan tetapi Dia juga memberikan solusi (Yohanes 26: 6), bersama Yesus kita harus berani melangkah walalupun bagi kita hal itu mustahil tetapi Yesus mengubah hal yang mustahil menjadi mujizat. Kisah ini mengajarkan kepada kita untuk selalu percaya dan bersyukur, memuliakan nama-Nya melalui keajaiban tangan-Nya. Janganlah kita ragu, Yesus yang bangkit sanggup memberikan kecukupan melalui setiap usaha dan kerja yang dilakukan, melalui peluh dan keringat yang keluar demi kelanjutan hidup. Terbukti, murid-murid Yesus berani melangkah walaupun mereka sudah lelah. Karena ketaatan dan iman mereka, di Danau Tiberias Yesus memberkati mereka berlimpah-limpah.

Doa: Bapa, kami mau selalu percaya dan beriman kepada Mu ditengah kesulitan hidup, amin.

Senin, 08 April 2024

bahan bacaan : Ibrani 13:5

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Jangan Menjadi Hamba Uang
Surat kepada orang-orang Ibrani ini mengandung nasihat dan pengajaran tentang kehidupan Kristen yang benar. Nasihat atau pengajaran untuk menghindari ketamakan dan keinginan berlebihan terhadap harta dunia, serta untuk mengandalkan Allah dalam segala hal. Pengajaran pertama, “Janganlah menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu,” mengingatkan orang percaya untuk tidak terlalu terikat pada harta dan kekayaan. Mencari materi dan uang bukanlah hal yang harus diutamakan dalam hidup, melainkan kecukupan yang bersumber dari kepercayaan kepada Tuhan. Pengajaran kedua, “Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau,” merujuk pada janji Allah kepada umat-Nya bahwa Dia akan selalu hadir dan mendampingi. Ini adalah pernyataan bahwa kepercayaan dan kepatuhan kepada Allah lebih penting daripada tergantung pada harta benda atau kekayaan duniawi. Melalui kepatuhan, kerinduan untuk mengikuti kehendak-Nya, dan mendekatkan diri kepada-Nya dalam doa dan ibadah, kita dapat menemukan arti hidup dan kebahagiaan yang sejati. Karena itu, Pengajaran inipun penting bagi kita untuk melepaskan diri dari godaan materialisme, mengembangkan sikap puas dan bersyukur, serta membangun hubungan yang kokoh dengan Tuhan. JanjiNya harus dipegang, DIA akan mencukupkan kita dalam segala hal.

Doa: Tuhan tolonglah kami untuk taat dan tidak tergoda arus dunia ini. Amin.

Selasa, 09 April 2024

bahan bacaan : Matius 6:11

11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

Berserah Kepada Tuhan dan MengandalkanNya
Yesus mengajarkan hal penting dalam doa bapa kami yakni mengandalkanNya dalam segala aspek kehidupan, termasuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti makanan. “Berikanlah kepada kami, makanan kami yang secukupnya”. Latar belakang penulisan kutipan ini adalah untuk mengajarkan para pengikut Yesus tentang pentingnya berdoa kepada Allah, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, dan mengandalkan-Nya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Permohonan untuk makanan yang secukupnya mengandung makna bahwa manusia diingatkan untuk tidak rakus atau tamak, melainkan meminta apa yang diperlukan untuk menjaga keberlanjutan hidup, sehari demi sehari. Demikianlah sepatutnya bersyukur atas rezeki yang diberikan setiap hari. Kita sungguh bersyukur memiliki Allah yang selalu memberikan berkat dalam kehidupan ini. sebab itu mari kita mengandalkan Allah sebagai sumber segala berkat dan mengakui bahwa kita membutuhkan dukungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal pangan atau makan minum. Bagian kita adalah terus bekerja dan mengupayakan berkat-berkat demi keberlanjutan hidup itu dengan jujur dan benar.
Bersyukurlah atas berkat yang diberikan pada setiap hari dan mintalah supaya Tuhan mencukupkannya bagi keperluan kita. Di tengah berbagai krisis yang kita hadapi, termasuk krisis pangan, Doa Bapa Kami mengajarkan pentingnya bergantung pada Allah dalam segala hal.

Doa: Hanya Engkaulah Sumber Berkat ajar kami selalu berserah dan mengandalkanMu. Amin.

Rabu, 10 April 2024

bahan bacaan : Matius 15:32-39

Yesus memberi makan empat ribu orang
32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan." 33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?" 34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil." 35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. 38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

Yesus yang Bangkit, Mencukupkan Semuanya
Para murid Yesus tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang nonYahudi. Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikut Dia. Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka. Pertanyaan para murid tentang bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidakpedulian mereka (38). Sekali lagi dengan hanya tujuh roti dan beberapa ikan kecil, Yesus bersyukur dan melipatgandakannya serta kembali memakai para murid-Nya menyalurkan berkat itu kepada orang banyak. Hasilnya, semua orang dapat makan sama kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Keraguan para murid terkadang juga menjadi keraguan kita. Namun Yesus mengharapkan kita untuk jangan pernah meragukan kuasa-Nya. Kristus yang bangkit memberikan jaminan bahwa dengan apa yang ada pada kita, DIA akan mencukupkan. Bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, jangan cemas, tetapi serahkanlah kepada Yesus. la akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Karena itu tetaplah menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang yang lemah dan membutuhkan.

Doa: Bapa kami percaya berkatMu melimpah. Jadikan kami saluran berkat-Mu. Amin.

Kamis, 11 April 2024

bahan bacaan : Mazmur 65:10-14

9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.

Bersoraklah karena BerkatNya Melimpah
Hidup adalah anugerah dan berkat merupakan bagian dari kasih karunia Tuhan. Kalimat ini merupakan wandview (pandangan hidup) dari kata bersyukur. Bersyukur adalah respon iman yang lahir dari pengetahuan akan kebaikan Tuhan dan berbuah dalam tindakan memuliakan Tuhan. Mazmur 65:10-14 ini mencerminkan kedalaman hubungan antara manusia dengan Tuhan. Di rumah Tuhan, manusia bertemu dengan-Nya dan menyanyikan puji-pujian kepada-Nya. Puji-pujian oleh karena kuasa Allah dalam mengendalikan alam, khususnya dalam memberikan hujan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman dan kehidupan di bumi. Ketika Allah memberkati bumi dengan hujan, DIA pun memberikan tahun-tahun panen dan memenuhi kebutuhan manusia. Padang gurun dan bukit-bukit yang tandus berubah menjadi tempat yang subur, penuh dengan hasil panen. Inilah gambaran pemazmur tentang penyertaan Allah dalam kehidupan kita, yang dapat mengubah keadaan yang sulit menjadi sesuatu yang subur dan berlimpah. Nas hari ini mengajak kita untuk bersyukur kepada Tuhan atas karunia dan berkatNya. Manfaatkanlah semua yang diciptakan-
Nya dalam alam semesta ini, supaya makanan dan minuman tersedia. Dalam usaha dan kerja keras kita mengolah tanah, laut, dengan semua potensinya, yakin bahwa Allah bekerja didalamnya untuk memberikan kelimpahan yang mencukupkan keperluan kita setiap hari.

Doa: Tuhan, hati kami bersyukur dan bersukacita, Engkau memberi berkat melimpah.. amin.

Jumat, 12 April 2024

Bahan bacaan : Keluaran 16:13-18

13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. 14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. 15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. 16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa." 17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

Percayalah pada Pemeliharaan Tuhan
Israel selalu mengalami kebaikan Tuhan. Mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir. Mereka mengalami mujizat Tuhan ketika laut Teberau terbelah dan merka selamat dari pasukan Filistin. Tetapi semua itu belum cukup untuk meyakinkan mereka. Ketika berada di Padang Gurun, hari ke 15 di bulan kedua dalam perjalanan menuju Kanaan, Israel bersungut-sungut. Israel protes kepada Musa dan Harun. Kaki dan mata Israel sedang terarah menuju masa depan, Kanaan yang Tuhan janjikan, tetapi hati ternyata masih terikat pada masa lalu di Mesir. Israel membandingkan hidup di Mesir dan keadaan yang sedang mereka alami di Padang Gurun. Bagi Israel lebih baik mati di Mesir dengan kenyang daripada mati kelaparan di Padang Gurun. Ternyata masalah yang membuat Israel bersungut-sungut adalah soal perut atau makan minum. Soal perut membuat Israel melupakan kebaikan Tuhan dan meragukan kuasa Tuhan. Sikap ini di mata Tuhan adalah sebuah pemberontakan. Tuhan menyatakan kemuliaanNya di Awan, agar Israel sadar bahwa Tuhanlah Allah yang berkuasa membuat mujizat. Tiap pagi Tuhan memenuhi kebutuhan perut mereka dengan memberikan manna dan burung puyuh. Kisah ini berharga bagi kita. terkadang hanya karena soal perut, kita mudah melupakan Tuhan. Hanya soal perut kita berbuat jahat dan meragukan pemeliharaan Tuhan. Mari perteguh kepercayaan, Kristus yang bangkit berkuasa memberi berkat kecukupan bagi kita. Berkat-Nya selalu ada di tiap hari baru.

Doa: Ya Tuhan, terima kasih untuk pemeliharaanMu dalam hidup kami, amin.

Sabtu, 13 April 2024

bahan bacaan : Filipi 4:18-20

18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Jangan Ragu, Yesus yang Bangkit Memenuhi keperluan kita
Terdapat satu kecenderungan pada umat masa kini, yaitu keraguan untuk berbagi dengan sesama. Teks Filipi 4: 18-20 secara tegas mengkritisi cara berpikir tersebut. Paulus dalam nas ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jemaat Filipi yang telah mengasihinya melalui Efrapoditus. Paulus mengapresiasi jemaat Filipi yang selalu hadir baginya dalam hal kenyang, maupun lapar, dan hal suka, maupun duka. Bagi Paulus, tindakan itu merupakan persembahan yang harum dan berkenan bagi Allah. Paulus hendak mengajarkan bahwa pemberian yang berkenan bagi Allah bukan diukur secara kuantitas, melainkan kerelaan berbagi dan kesungguhan menolong untuk menjadi satu bersama mereka yang lemah dan membutuhkan. Ini menjadi peringatan bagi jemaat Filipi untuk jangan ragu menyatakan kasih kepada sesama, karena Allah Sang Pemilik Berkat akan memenuhi segala keperluan mereka. Kita di masa kini juga patut belajar dari jemaat di Filipi yang tidak pernah takut untuk berbagi. Sesungguhnya, ketakutan kita untuk berbagi memperlihatkan sikap ketidakpercayaan akan Allah Sang Pemilik Berkat. Dalam kesulitan dan kekurangan yang dialami banyak orang, termasuk yang ada di tengah jemaat kita, marilah kita terus berbagi dengan mereka. Percayalah, dengan berbagi kita tidak akan kehilangan berkat karena Allah akan memberinya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar tidak pernah ragu dalam menyatakan kasih. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN APRIL 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Maret – 6 April 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Yesus Bangkit, Kalahkan Keserakahan

Minggu, 31 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 28: 11-15

Dusta Mahkamah Agama

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itudan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Saksi Dusta
Santy tidak sengaja mendengarkan percakapan Ateng dan Anty. Ternyata mereka berdua telah merencanakan merusak nama baik Theo dengan mengatakan Theo telah berselingkuh. Akibatnya rumah tangga Theo di ujung perceraian. Ketika Ateng tahu Santy mengetahui percakapan mereka, kepada Santy ditawarkan uang sebesar 10 juta. Mereka meminta Santy tutup mulut sebab dengan menyebarkan berita bohong, mereka tengah membalas dendam kepada Theo yang telah mengambil tanah milik mereka. Apa yang mereka lakukan adalah tidak berbeda jauh dengan apa yang menjadi bacaan saat ini. Saksi dusta adalah sebutan tepat bagi orang-orang yang mengetahui kebenaran namun dengan sengaja menutupinya. Para penjaga yang menjaga kubur Tuhan Yesus dengan mata kepala sendiri menyaksikan bagaimana kematian Tuhan Yesus. Mereka juga melihat dalam ketakutan bagaimana batu besar yang dipakai menutup kubur Tuhan Yesus terguling dan malaikat Tuhan duduk di atasnya. Mereka tahu bahwa Yesus tidak lagi berada di kubur. la telah bangkit. Namun, demi kekayaan dan jabatan, mereka rela menjadi saksi dusta. Sikap seperti itu harus kita hindari.
Kebangkitan Kristus mengajak kita untuk mengalahkan keserakahan. Janganlah karena materi atau apapun kita menghalalkan segala cara. Ingatlah kebangkitan Kristus kemenangan bagi kita, mengapa kita melepasnya hanya karena harta duniawi?

Doa: Ya Allah kiranya kami tidak hidup sebagai saksi dusta demi keserakahan kami. Amin.

Senin, 01 April 2024

bahan bacaan : Kolose 1:15-23

Keutamaan Kristus
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. 21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, 22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. 23 Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kristus Yang Utama
Rumah atau keluarga biasanya menjadi tempat pulang yang paling nyaman. Namun,
terkadang rumah atau keluarga tidak lagi menjadi tempat pulang yang selalu diutamakan. Banyak kehidupan keluarga yang hampa, tidak menghadirkan cinta kasih dan sukacita di rumah. Pertengkaran, KDRT, hilangnya rasa kasih sayang, kepedulian dan penghargaan, termasuk kurang komunikasi dan sebagainya. Ada tiga tantangan utama keluarga Kristen yaitu: pertama, materialisme, yang mana materi selalu menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan. Kedua, sekularisme, yang mana rasa hormat kepada Tuhan menurun, kecenderungan duniawi lebih kuat sehingga moral dan etika diabaikan. Dan ketiga, pengaruh negatif dari berbagai media di era digital. Hal ini menjadi catatan penting bagi kita sebagai keluarga Kristen bahwa dibandingkan dengan segala hal apapun dunia, Kristus haruslah menjadi yang paling utama dalam hidup ini. DIA telah ada lebih duniawi DIA kunci kebahagiaan dalam keluarga. Karena itu kita diajak untuk lebih dahulu dari segala yang diciptakan, termasuk segala hal tentang materi maupun hal-hal mengutamakan Kristus agar cinta kasih Kristus yang telah dibuktikan melalui pengorbananNya di kayu salib, dapat kita aktakan dalam kehidupan setiap hari. Spirit kebangkitan Yesus menyadarkan kita untuk terus menumbuhkan rasa cinta kasih. Mengutamakan Tuhan sebagai sumber kebahagiaan dalam rumah. Jagalah keluarga kita dari berbagai hal yang tidak memberikan rasa aman dan nyaman.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk selalu mengutamakan Engkau dalam hidup. Amin.

Selasa, 02 April 2024

bahan bacaan : Amsal 11:28

28 Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.

Jangan Bergantung Pada Kekayaan!
Ketika kita melihat seseorang mengendarai mobil mewah, dengan cepat kita akan memberi komentar “Wuih orang kaya!”. Begitu pula ketika kita melihat orang yang memiliki rumah megah dengan halaman luas, ataupun ketika kita melihat orang menggunakan perhiasan yang banyak di tubuhnya. Ya, dunia mengakui bahwa menjadi kaya berarti memiliki segalanya dalam hidup. Tetapi mengandalkan hidup hanya pada kekayaan dapat menjadi penyebab kesengsaraan dan kejatuhan. Memang benar, tidak ada seorangpun di dalam dunia ini yang mau hidup dalam kemiskinan atau kekurangan. Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan bahkan berkelimpahan. Tetapi jika kita
hanya terlalu terfokus kepada mengejar kekayaan dan mengabaikan hal-hal lain dalam hidup termasuk juga mengabaikan relasi dengan Allah, hal itu akan berdampak bagi kehidupan kita. Amsal dalam ayat ini menggambarkan dua gaya hidup, yakni: kehidupan yang dihabiskan untuk mengejar kekayaan, dan kehidupan yang didasarkan pada Allah yang memberi kehidupan. Kita diarahkan untuk menjadi orang benar yang hidupnya penuh dengan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah. Orang yang benar akan menggantungkan kehidupan semata-mata kepada kasih Allah dan bukan kepada kekayaan duniawi. Orang benar juga akan menjadikan dirinya sebagai penyalur berkat bagi orang lain.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk lebih bergantung kepadaMu dan bukan kepada harta duniawi. Amin.

Rabu, 03 April 2024

bahan bacaan : Pengkhotbah 5:9

(5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Keserakahan Merusak Kebahagiaan
Beberapa tahun belakangan ini muncul istilah Crazy Rich yaitu orang-orang yang harta kekayaannya selalu diperlihatkan dan dipamerkan ke publik. Orang-orang yang disebut sebagai crazy rich ini ada yang pada akhirnya ditahan oleh polisi karena berbagai kasus, termasuk kasus penipuan dengan robot trading (alat untuk investasi yang memberikan keuntungan dengan cepat dan mudah). Hal ini memperlihatkan bahwa kekayaan yang dimiliki oleh seseorang tidak akan menjamin kepuasan. Walaupun sudah menjadi kaya, mereka terus berusaha memperkaya diri dengan menghalalkan berbagai macam cara. Bagi mereka kekayaan adalah sumber kebahagiaan, padahal. kebahagiaan sejati tidak dapat diukur dengan seberapa kayanya kita. Semakin kita mencintai uang, semakin kita
tidak akan pernah merasa cukup. Akibatnya kita akan menghabiskan waktu untuk terus mengumpulkan harta duniawi secara serakah dan mengabaikan tugas dan panggilan kita untuk
menjadikan hidup ini berarti. Hal ini tidaklah dimaksudkan bahwa orang tidak boleh memiliki harta
kekayaan. Tetapi pengkhotbah mau mengingatkan agar kita tidak menjadikan uang atau materi sebagai jalan pemenuhan kepuasan atau kebahagiaan. Kebahagiaan yang sejati ada pada karunia yang Allah berikan kepada kita untuk menikmati berkatNya, entah itu besar atau kecil. Kebahagiaan ada pada hati yang selalu mensyukuri berkat-berkat Allah itu.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami agar tidak serakah dan menjadikan kekayaan sebagai penentu kebahagiaan hidup. Amin.

Kamis, 04 April 2024

bahan bacaan : 2 Petrus 2:1-3

Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu
Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Waspada Terhadap Pangajaran Palsu

Pengajaran yang sehat sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan gereja. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses bertumbuhnya, gereja pun tidak luput dari berbagai macam tantangan, termasuk berkembangnya pengajaran-pengajaran palsu yang mengatas-namakan Kristus untuk kepentingan dan keserakahan pribadi. Dalam bagian ini Rasul Petrus menjelaskan tentang nabi-nabi dan guru-guru palsu. Mereka adalah orang yang mengenal dan mengajarkan jalan Tuhan, tetapi hidup mereka dikuasai hawa nafsu dalam mencari keuntungan diri. Ajaran yang disampaikan tidak berdasar pada kebenaran firman Tuhan. Kita pun harus menyadari bahwa guru-guru palsu dan pengajaran palsunya itu benar-benar ada dan nyata. Bukan hanya pada zaman dulu, tapi saat ini pun ada. Mereka adalah orang-orang yang mengerti dan menguasai Firman Allah, namun motivasinya adalah mencari keuntungan diri. Kasih Allah disalahgunakan dan merasa boleh bertindak bebas berdasarkan pemikiran bahwa semua dosa akan diampuni. Pengajaran seperti ini tentu akan mendorong orang melakukan perbuatan sesuka hati, sekalipun itu keliru dan jahat. Terhadap para penyesat seperti ini, kita perlu berwaspada termasuk pengajaran-pengajaran keliru yang menjauhkan kita dari Kasih Allah dan kebenaran firman-Nya. Tetaplah berakar kuat di dalam Kristus dan ajaran-Nya.

Doa: Tuhan, mampukan kami mewaspadai segala pengajaran yang tidak sesuai dengan kehendakMu. Amin.

Jumat, 05 April 2024

bahan bacaan : Amsal 28: 25

25 Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.

Jangan Serakah!
Beberapa waktu lalu, jagad maya sempat dihebohkan dengan berita pembunuhan satu warisan. Ada pula berita tewasnya seorang mahasiswi di Jakarta atas perbuatan kakak kandungnya sendiri karena perebutan harta warisan orang tua. Banyak kasus lainnya yang memperlihatkan bahwa nafsu keserakahan seseorang akibat harta masih sering terjadi. Di dalam diri selalu timbul hasrat ingin memiliki yang bukan hak mereka. Inilah yang dinamakan sifat serakah, tamak dan loba. Keserakahan cenderung menghasilkan perbuatan jahat. Bahkan keserakahan pula yang menjadi penyebab kerusakan alam ciptaan. Penulis Amsal hari ini mengingatkan kita untuk tidak serakah dan mampu mengendalikan diri agar terhindar dari pertengkaran yang sia-sia. Kita membutuhkan hikmat sejati agar tidak menjadi gelap mata oleh harta kekayaan. Takut akan Tuhan menjadi dasar utama hikmat yang sejati itu. Dengan bersandar dan percaya kepada Tuhan, kita akan mengalami kelimpahan, yakni damai sejahtera yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Keserakahan dapat dipatahkan hanya oleh pengendalian diri dan menaruh seluruh harapan kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri dan tidak serakah. Amin.

Sabtu, 06 April 2024

bahan bacaan : 1 Timotius 6:17-19

17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi 19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Menjadi Kaya dalam Kebajikan
Seorang tunawisma bemama Khimjibhai Prajapati, 64 tahun, terpaksa hidup mengemis di jalan karena toko teh kecilnya digusur. Ia tak mau mengubah pandangannya tentang hidup sekalipun ia tumbuh dalam kesengsaraan. Justru karena ia mengalami hidup susah, ia kemudian berusaha membantu mereka yang lebih kekurangan darinya. Seluruh tabungannya ia gunakan untuk membeli pakaian kepada siswi-siswi yang keluarganya berkekurangan. Ini adalah contoh nyata dari seseorang yang tidak memiliki kekayaan materi tapi ia memiliki hati yang kaya dalam melakukan kebaikan. Dalam bacaan Alkitab saat ini, kitapun membaca tentang Rasul Paulus yang memberi instruksi kepada Timotius untuk mengingatkan orang-orang kaya agar mereka jangan tinggi hati dan harus berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi. Ini adalah peringatan yang penting dan harusnya dilakukan sebagai antisipasi dari kesedihan atau penyesalan yang akan datang dari sikap mencintai uang. Sebagaimana yang Alkitab nyatakan bahwa kemurahan hati adalah upaya mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi diri di waktu yang akan datang yakni mencapai hidup yang sebenarnya yaitu hidup dalam kasih karunia Tuhan. Dengan mengetahui firman Tuhan ini, jangan lagi menunda atau menunggu sampai kita punya banyak uang baru memberi. Sebaliknya, kita harus mulai mencari kesempatan untuk menggunakan setiap sumber daya yang telah Tuhan percayakan pada kita termasuk kekayaan, untuk kepentingan orang lain dan kerajaan Allah. Pada kita ada banyak kekurangan, namun kiranya kita terus kaya dalam kebajikan.

Doa: Tuhan. Ajarilah kami untuk menjadi kaya dalam kebajikan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET-APRIL 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Maret 2024

Tema Bulanan : Berdayakan Ekonomi dan Hidup Sejahtera bersama Yesus Sang Penyelamat

Tema Mingguan : Kuduskan Hidup dan Pikullah Salib Bersama Yesus, Juruselamatmu

Minggu, 24 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 14:25-35

Segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? 29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, 30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. 31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? 32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. 33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku. 34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? 35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Ku Mau Mendengar & MengikutiMu, Yesusku
Palmarum menandakan kita telah berada pada Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang ketujuh atau terakhir. Bersamaan dengan itu pula, anak-anak Tuhan di Gereja Protestan Maluku, hari ini mengaku dan berjanji akan menjadi pengikut Kristus yang setia dan berkomitmen untuk menjadi anggota sidi Gereja Protestan Maluku. Pengakuan ini adalah wujud ketaatan dan kesungguhan hati mereka untuk benar-benar menjadi murid Kristus. Oleh karenanya, Lukas 14:25-35 mengingatkan kita kembali pada hari untuk memahami identitas kita sebagai orang-orang percaya, sebagai warga GPM yang harus berakar dan berbuah. Kuduskan hidup dan pikul salib menjadi dasar yang kokoh untuk membangun hubungan yang lebih intim dengan Tuhan. Jika demikian, maka haruslah kita sebagai murid Kristus mewujudkannya dalam segala aspek hidup kita. Berani menyangkal diri, menanggalkan kesenangan pribadi, melepaskan kepentingan diri, dll hanya untuk mengikut Yesus.
Ingat, Nyanyian pada KJ 375 “Saya Mau Ikut Yesus” harus dimaknai sebagai pengakuan yang sungguh untuk mengikut Yesus.

Doa: Roh Kudus, pimpinlah kami untuk menjadi Murid Kristus yang setia. Amin.

Senin, 25 Maret 2024

bahan bacaan : Filipi 1:27-30

Nasihat supaya tetap berjuang
27 Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil, 28 dengan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu. Bagi mereka semuanya itu adalah tanda kebinasaan, tetapi bagi kamu tanda keselamatan, dan itu datangnya dari Allah. 29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia, 30 dalam pergumulan yang sama seperti yang dahulu kamu lihat padaku, dan yang sekarang kamu dengar tentang aku.

Jangan Pernah Menyerah
Siapapun tidak menghendaki kemalangan. Tetapi kadang situasi hidup menjerumuskan kita sehingga penderitaan menjadi tidak terelakan. Paulus seorang rasul yang baru mengalami kuasa penyataan Tuhan ternyata kini diperhadapkan dengan penjara. Namun sebagai orang yang tetap percaya kepada Tuhan, penjara tidak membuatnya terpuruk. Justru di dalam penjara ia membangun semangat jemaat termasuk di Filipi. Apa yang ditulis Paulus adalah suatu hal yang menantang. Bagaimana mungkin tubuhnya terpenjara namun ia seolah tidak menangisi atau bahkan meminta belas kasihan orang akan penderitaannya? la justru malah mengajak umat untuk memandang bukan pada persoalan yang terjadi tetapi pada komitmen hidup terhadap Tuhan. Tuhan yang terutama dalam hidup dan karena itu bila karena pelayanan atau pekerjaan dalam nama Tuhan diperhadapkan dengan tantangan, itu hal yang biasa. Itu pakaian seorang Kristiani. Gambaran ini ia tuliskan kepada umat di Filipi dengan memaparkan keberadaan dirinya apa adanya. Semangat yang rasul sampaikan adalah pesan berharga bagi kita. Benar, kita punya banyak masalah, mulai dari masalah yang dapat kita katakan dapat dikelompokkan sebagai masalah kecil atau masalah besar. Satu hal yang pasti Tuhan lebih besar dari masalah kita. Karena itu jangan pernah menyerah! Injil Kristus adalah tanda keselamatan Allah yang berlaku juga bagi kita.

Doa : ya Allah bantulah kami agar jangan pernah menyerah. Amin

Selasa, 26 Maret 2024

bahan bacaan : Imamat 19:32-37

32 Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN. 33 Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. 34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. 35 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan. 36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah TUHAN, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir. 37 Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN."

Tetaplah Kudus!
Tantanga menjadi orang Kristen sesungguhnya bukan sekadar soal suka atau tidak suka dalam menyikapi persoalan. Soal terutama adalah pemaknaan bahwa hidup adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan dan karena itu tidak ada pilihan lain selain hidup kudus. Ya, hidup kudus sebab Tuhan adalah kudus adanya. Kita akui memasuki tahun 2024 ini banyak hal telah mulai menjadi bagian pergulatan kita. Berbarengan dengan itu, tawaran untuk menjalani hidup dalam ketidakkudusan di hadapan Tuhan menjadi hal yang menggiurkan. Perkembangan dunia yang kian cangggih seakan menjadi loncatan yang bisa menutupi segala kejahatan. Tetapi hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita. Siapa kita di hadapan Tuhan. Tanpa Tuhan, kita bukan siapa-siapa. Karena itu, orangtua yang lanjut usia harus kita hormati, kita harus berlaku baik kepada orang asing, dan bersikap adil. Mengapa orangtua yang lanjut usia dihormati? Karena dari orangtua kita ada dan pada saatnya kita juga menjalani masa hidup yang sama. Mengapa bersikap baik kepada orang asing? Karena kita juga adalah orang yang pemah menjalani kesempatan hidup sebagai orang asing. Mengapa bersikap adil? Karena dengan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan bisa terjadi. Semoga Tuhan Yesus menolong kita menyatakan perilaku demikian.

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup kudus. Amin.

Rabu, 27 Maret 2024

bahan bacaan : Matius 19:27-30

Upah mengikut Yesus
27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" 28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. 30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Kesadaran Akan Komitmen Pikul Salib
Mengikut Tuhan merupakan keputusan yang harus dilakukan dengan penuh kesadaran
dan bukan dalam keterpaksaan. Ini hal yang penting sebab ketidaksadaran akan nampak dalam perilaku. Tidak heran kita akan mendengarkan keluhan tentang pelayan yang malas beribadah, suka mabuk dan membuat keributan atau juga tidak terlibat dalam berbagai kegiatan gerejawi. Di minggu sengsara VII ini Firman Tuhan mengajarkan kita untuk memahami secara sadar apa yang menjadi komitmen kita dalam mengikut Tuhan. Kesannya kita kehilangan banyak hal; misalnya sebagai pelayan, kita tidak bisa berlaku seenaknya. Kebebasan dan kesenangan kita seakan dikekang. Bila tidak ada kesadaran, maka sia-sia apa yang menjadi komitmen kita. Semestinya kita bersyukur sebab tidak ada yang terhilang.Tuhan Yesus menjanjikan bahwa kita akan mendapatkan lebih. Suatu ungkapan janji yang tidak dimaknai hanya sebatas materi tetapi melampaui apa yang dapat disebut sebagai kebahagiaan sejati. Hidup sejahtera bersama Yesus Kristus menuntut kita untuk tetap setia memikul salib. Marilah tetap setia sebab akhir dari seluruh proses berjalan bersama Tuhan, kita sendiri yang akan menikmatinya.

Doa: Ya Tuhan Yesus, ajar kami setia memikul salib-Mu. Amin.

Kamis, 28 Maret 2024

bahan bacaan : Lukas 23:26-32

Yesus dibawa untuk disalibkan
26 Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. 27 Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. 28 Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! 29 Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata: Berbahagialah perempuan mandul dan yang rahimnya tidak pernah melahirkan, dan yang susunya tidak pernah menyusui. 30 Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung: Runtuhlah menimpa kami! dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami! 31 Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?" 32 Dan ada juga digiring dua orang lain, yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.

Pikul Salib

Hari itu Ishak sementara mempersiapkan diri untuk mandi. Rencananya ia akan mendampingi anaknya Agus yang sakit. Semalam bersama istri dan anak, mereka baru saja berdoa meminta pertolongan Tuhan berkenan dengan kondisi kesehatan Agus. Ia seorang mahasiswa yang akan menyusun skripsi namun karena sakit maag yang mengarah pada asam lambung, maka ia diminta pulang untuk menjalani pengobatan bersama orangtuanya. Istrinya Mega sementara berbelanja di toko yang terletak di depan rumah mereka. Ishak, yang sebelumnya berencana mandi, tiba-tiba dikagetkan dengan bunyi benturan keras. Ia lalu mendengar teriakan orang-orang di sekeliling rumahnya. Pikirnya, pasti telah terjadi tabrakan. Ternyata benar apa yang ia pikirkan. Namun, yang tidak pernah Ishak duga adalah korban tabrak adalah istrinya sendiri. Seperti itulah kehidupan. Tinggal sehari lagi kita akan merayakan Jumat Agung. Bacaan hari ini menceritakan Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib Tuhan. Juga diceritakan tentang tangisan perempuan-perempuan ketika melihat Tuhan memikul salib. Tuhan Yesus mengajarkan hidup ini keras. Betapa sering kita dipaksa menghadapi kenyataan hidup yang tidak pernah kita duga. Tuhan Yesus telah menjalaninya demi penyelamatan kita. Untuk itu, tetaplah setia pikul salib sebab Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita sendiri dalam menghadapi apapun. Ibarat pelangi sehabis hujan, demikian gambaran kasih setia Allah yang akan sertai kita walaupun dalam situasi buruk seperti apapun.

Doa : Tuhan Yesus, tolong kami untuk tetap pikul salib. Amin.

Jumat, 29 Maret 2024

bahan bacaan : Yohanes 19:31-37

Lambung Yesus ditikam
31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. 32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; 33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, 34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. 35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. 36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan." 37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."

Kemurahan Tuhan
Saya senang dengan lagu Kemurahan Tuhan yang dinyanyikan Angel Piters. Bait-baitnya sangat menyentuh sebab saya sendiri mengalaminya. Kemurahan Tuhan adalah bagian yang menghentar saya sampai hari ini. Banyak peristiwa telah terjadi dalam hidup saya. Demikian penceritaan Maria kepada saya. Ia mengeluh akan kemabukan suaminya. Setiap kali dalam kemabukannya, selalu saja kata-kata-kata kotor berupa makian ditujukan pada Maria. Ia malu dengan keadaan suaminya apalagi dengan keadaan anak-anaknya yang sudah menanjak dewasa, la pernah memikirkan rencana untuk bunuh diri. Miris memang kenyataan seperti itu. Tetapi kemurahan Tuhan menolong Maria. Bacaan hari ini mengisahkan peristiwa kematian Tuhan Yesus yang sangat mengenaskan. Tuhan Yesus benar-benar mati. Ini dibuktikan dengan tidak dipatahkannya kaki Tuhan dan juga lewat darah dan air yang keluar dari lambung Tuhan saat ditikam oleh prajurit. Tuhan menjalani semuanya karena kasih demi kita orang berdosa. Kematian Tuhan menegaskan bahwa Tuhan tahu betul seperti apa pahitnya penderitaan. Tuhan sudah menjalaninya dan ini pengharapan kita sebab Tuhan telah mati namun Ia tidak tetap dalam alam kematian. Ia bangkit sebagai pemenang. Marilah kita renungi tragisnya kematian Tuhan. Semua terjadi supaya kita diselamatkan. Karena itu, tetaplah setia pikul salib Tuhan.

Doa: Tuhan Yesus terima kasih atas kemurahan-Mu. Amin

Sabtu, 30 Maret 2024

bahan bacaan : 1 Tesalonika 4:1-12

Nasihat supaya hidup kudus
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. 2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. 3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, 4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, 5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, 6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. 7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. 8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. 9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. 10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya. 11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, 12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.

Hidup Sopan
Sebuah stikers bertuliskan “anda sopan, kami segan”. Samy dan Rony adalah teman baik sejak kecil. Suatu ketika mereka mengikuti rapat di rumah Ali teman mereka. Rony kelihatannya marah ketika tahu Nena pacarnya duduk berduaan dengan Ali. Samy mencoba menenangkannya. Tapi Rony tidak mau mendengarkan. Ia segera menarik Nena dari tempat duduknya. Di saat itu, ayah Ali langsung memarahi Rony dan menyuruhnya keluar dari rumah Ali. Sikap Rony tidak sopan akibatnya orang menjadi tidak segan padanya. Suatu realita yang wajar bila dalam keseharian, kita tidak menjagai perilaku kita, maka pasti orang akan sulit menghargai kita. Paulus menekankan pentingnya kita menjagai keteladan sebab cara hidup kita menunjukan citra kita sebagai umat Allah. Bersikap dan berkata baik akan membuat kita bisa membangun hubungan dengan siapa saja. Tuhan Yesus mati di tiang kayu salib sebagai bentuk pertanggungjawaban kecintaannya akan kita. Tuhan Yesus menjadi teladan kasih terbesar. Itulah sebabnya, mari tunjukkan identitas diri sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Bukan hanya dengan apa yang kita katakan, melainkan juga dengan apa yang kita perbuat tiap saat. Di saat kita mengatakan kekristenan identitas dengan kasih, maka marilah menyatakan kasih dalam kehidupan kita. Belajarlah hidup sopan, niscaya dengan kesopanan kita, orang belajar mengenal dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.

Doa: Ya Allah, ajari kami bersikap sopan kepada semua orang. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MARET 2024, LPJ-GPM