Santapan Harian Keluarga, 28 Jan – 03 Feb 2024

Tema Bulanan : Bersyukurlah dan Jalanilah Hidup Sebagai Orang Beriman

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan

Minggu, 28 Januari 2024

bahan bacaan : Ibrani 5:1-10

Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. 2 Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, 3 yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. 4 Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. 5 Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", 6 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." 7 Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Belajar Taat Dari Yesus

Penulis Kitab Ibrani menuliskan Yesus adalah Imam Besar. Di Israel seorang Imam tugas utama mempersembahkan Korban untuk dosa umat. Ada hal yang membedakan Yesus dan para imam, karena Yesus bukan melaksanakan upacara mempersembahkan korban sebagaimana tugas seorang imam melainkan Dia sendiri mengorbankan diri-Nya di kayu salib sebagai tebusan atas dosa-dosa kita walaupun status-Nya sebagai Anak Allah (ay.8) Ia tetap menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa di Sorga. Sekalipun ketaatan itu membawa-Nya pada penderitaan dan kematian. Pesan teks ini bagi kita, yakni: Pertama, keseluruhan hidup dan pelayanan Tuhan Yesus adalah bukti ketaatanNya kepada kehendak Bapa disorga. Tuhan Yesus telah memberikan teladan tentang ketaatan, maka sebagai umat kristiani kita pun belajar taat dan setia kepada Tuhan dalam berbagai situasi hidup, terutama dalam penderitaan. Memang, hal itu tidak mudah untuk dipraktekkan, maka mintalah pertolongan Tuhan. Kedua, Yesus menunjukkan ketaatan sebagai seorang Imam Besar, maka kita pun harus melaksanakan tugas seorang imam, yakni melayani Tuhan sebagai Pelayan (Pendeta, Penatua, Diaken, Pengasuh, dll).

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami meneladani ketaatan Yesus, amin.

Senin, 29 Januari 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 11:14-25

Janji tentang pembaharuan Israel
14 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 15 "Hai anak manusia, penduduk-penduduk Yerusalem berkata tentang semua saudara-saudaramu, tentang kaum kerabatmu dan segenap kaum Israel dalam keseluruhannya: Mereka telah jauh dari TUHAN, kepada kami tanah ini diberikan menjadi milik. 16 Oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Walaupun Aku membawa mereka jauh-jauh di antara bangsa-bangsa dan menyerakkan mereka di negeri-negeri itu dan Aku menjadi tempat kudus yang sedikit artinya bagi mereka di negeri-negeri di mana mereka datang, 17 oleh sebab itu katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan menghimpunkan kamu dari bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri di mana kamu berserak, dan Aku akan memberikan kamu tanah Israel. 18 Maka sesudah mereka datang di sana, mereka akan menjauhkan segala dewa-dewanya yang menjijikkan dan segala perbuatan-perbuatan yang keji dari tanah itu. 19 Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-K dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. 21 Mengenai mereka, yang hatinya berpaut pada dewa-dewanya yang menjijikkan dan pada perbuatan-perbuatannya yang keji, Aku akan menimpakan kelakuan mereka atas kepalanya sendiri, demikianlah firman Tuhan ALLAH." 22 Maka kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan roda-rodanya bergerak bersama-sama dengan mereka, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka. 23 Lalu kemuliaan TUHAN naik ke atas dari tengah-tengah kota dan hinggap di atas gunung yang di sebelah timur kota. 24 Dan Roh itu mengangkat aku dan membawa aku kembali di dalam penglihatan yang dari Roh Allah ke negeri Kasdim kepada para buangan. Lalu menghilanglah penglihatan yang kulihat itu dari padaku 25 dan aku sampaikan kepada para buangan itu segala sesuatu yang diperlihatkan TUHAN kepadaku.

Jangan Mendua Hati
Seringkali kita mendengar ucapan “mendua hati”. Kita lalu berpikir bahwa ucapan tersebut menunjuk pada seseorang yang mulai tidak setia. Mendua hati dalam bahasa Yunani “Dipsuchos” yang berarti perasaan atau dua hati yang berlawanan, sedangkan bahasa Ibrani “Tamim” yang mengandung arti tidak sepenuh hati kepada Tuhan. Dalam bacaan tadi, dapat disimpulkan bahwa Israel adalah umat yang “mendua hati” kepada Tuhan Allah. Kenapa? Karena mereka mulai menunjukkan cara hidup yang jauh dari Tuhan (ay.15). Ketidaktaatan Israel ditunjukkan dengan menyembah dewa-dewa orang Babel dan hidup dengan sangat keji (jahat) di daerah tersebut (ay.21). Dalam realitas tersebut, Firman Tuhan kepada nabi Yehezkiel bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan mereka dengan memberikan mereka hati yang baru, yakni hati yang taat (ay.19). Hati taat yakni hidup menurut Firman Tuhan dengan setia, supaya memperoleh kasih setia Tuhan sebagai umat pilihan-Nya (ay.20). Sangat penting bagi orang percaya untuk memiliki hati yang taat di hadapan Tuhan, jangan kita “Mendua hati” kepada Tuhan dengan percaya kepada ilah-ilah dunia ini. Sebaliknya, dengan percaya dan berharap hanya kepada Tuhan serta hidup menurut kehendak Firman-Nya, maka Tuhan akan mengasihi dan memelihara hidup kita.

Doa: Tuhan tuntunlah hati kami dengan Roh Kudus supaya kami tidak mendua hati Amin.

Selasa, 30 Januari 2024

bahan bacaan : Yehezkiel 36: 22-32

22 Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. 23 Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. 24 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. 25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 28 Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. 29 Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. 30 Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, supaya kamu jangan lagi menanggung noda kelaparan di tengah bangsa-bangsa. 31 Dan kamu akan teringat-ingat kepada kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik dan kamu akan merasa mual melihat dirimu sendiri karena kesalahan-kesalahanmu dan perbuatan-perbuata yang keji. 32 Bukan karena kamu Aku bertindak, demikianlah firman Tuhan ALLAH, ketahuilah itu. Merasa malulah kamu dan biarlah kamu dipermalukan karena kelakuanmu, hai kaum Israel.

Miliki Hati Yang Taat
Nas bacaan ini berisi nubuatan Yehezkiel tentang Pembaharuan Israel. Bahwa Tuhan Allah akan membebaskan Israel dari masa pembuangan dan membawa merea pulang ke tanah leluhur nenek moyang mereka. Janji tersebut, merupakan bukti cinta kasih Allah kepada Israel dan menyudahi murka Allah atas dosa-dosa mereka sekaligus memuliakan Nama Tuhan yang sudah dinajiskan ditengah-tengah bangsa lain (ay.22-23). Inisiatif Tuhan ini dinyatakan dalam tindakan yang dijelaskan pada ayat 24-31, yakni: mempersatukan umat Israel yang tercerai berai, memberikan air jernih untuk membersihkan mereka dari dosa penyembahan berhala, memberikan hati yang baru dan roh yang baru supaya mereka berhenti melakukan kejahatan. Dan Jika Israel hidup taat kepada Tuhan, maka Israel akan menerima janji berkatNya, yakni: menduduki tanah Kanaan, menjadi umat pilihan Tuhan, menikmati hasil panen yang melimpah sehingga mereka tidak akan kelaparan. Pelajaran penting bagi kita, Tuhan telah berinisiatif untuk membebaskan kita dari dosa melalui kematiaan-Nya di kayu salib, maka kita harus mengalami pertobatan dan memuliakan Nama Tuhan melalui ketaatan untuk melakukan kehendak Tuhan.

Doa: Ya Tuhan,ajarlah kami untuk tidak mendua hati dan hanya taat kepada-Mu, amin.

Rabu, 31 Januari 2024

bahan bacaan : 1 Petrus 3: 1-7

Hidup bersama suami isteri
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, 2 jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. 3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, 4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. 5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya, 6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman. 7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Suami Isteri Yang Kristiani
Akhir-akhir ini banyak masalah menimpa keluarga, misalnya : tindak kekerasan terhadap suami atau istri (KDRT), perselingkuhan, perceraian bahkan pembunuhan. Hal-hal ini disebabkan oleh faktor emosi, perbedaan pendapat, kurangnya komunikasi antara suami istri, masalah keuangan, harga diri, sikap tidak menghargai pasangan, dan sebagainya. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Rasul Petrus memberikan tips bagaimana membangun hubungan suami istri Kristiani sebagaimana dijelaskan dalam bacaan tadi. Ayat 1-6, berisi nasehat yang ditujukan kepada istri, yakni istri-istri harus tunduk (taat) kepada suami. Menurut Petrus, sikap tunduk kepada suami dapat membawa mereka untuk percaya kepada Kristus terutama mereka yang belum percaya. Selain itu, istri-istri harus memperlihatkan cara hidup yang baik, menjaga kesucian hidup, berharap kepada Tuhan, hormat kepada suami serta mengutamakan kecantikan batiniah (hati) bukan kecantikan lahiriah (pakaian mahal, emas dll). Selanjutnya, Petrus memberi nasehat kepada suami-suami supaya mereka hidup bijaksana terhadap istri-istri dengan cara menghormati, menjaga, melindungi dan mencintainya dengan segenap hati maka doamu akan dijawab Tuhan.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar hidup taat sebagai suami istri Kristiani. amin

Kamis, 01 Februari 2024

bahan bacaan : Yohanes 15:9-10

Perintah supaya saling mengasihi
9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Tinggal Dalam Tuhan Dan Taat KepadaNya
Kita bersyukur di saat ini ketika telah menapaki hari pertama di bulan Februari 2024 atas
penyertaan dan tuntunan Tuhan bagi kita. Semuanya itu atas dasar cinta kasih Tuhan bagi kita sehingga mewajibkan kita untuk senantiasa hidup dalam ketaatan kepada perintah dan kehendak Tuhan. Hal ini yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada para murid dalam kesaksian firman Tuhan di hari ini. Pentingnya melakukan perintah Tuhan sebagai wujud ketaatan kita atas kasih sayang dan anugerah Tuhan yang besar dan melimpah dalam kehidupan kita. Sebaliknya ketika kita hidup tidak taat dan setia kepada perintah Tuhan, maka kita hidup di luar persekutuan dengan Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan dan setia melakukan perintahNya akan membuat kita terus berjuang dan berperang dengan kekuatan kedagingan yang selalu berupaya menarik kita keluar dari persekutuan hidup dengan Tuhan. Hidup diluar Tuhan dengan tidak setia dan taat kepadaNya akan membuat kita menjadi orang-orang yang melakukan berbagai tindakan yang mendukakan hati Tuhan dan sesama melalui tutur kata, sikap serta perilaku kita. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu meminta tuntunan Tuhan melalui Roh Kudus agar kita dimampukan mewujudkan hidup didalam kasih Tuhan dengan selalu setia dan taat kepadaNya. Ketaatan kepada Tuhan yang diwujudkan dalam keluarga akan berdampak untuk kehidupan bersama dengan orang lain.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar selalu taat dan setia kepada perintahMu. Amin

Jumat, 02 Februari 2024

bahan bacaan : Imamat 18:1-5

Kudusnya perkawinan
TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu. 3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. 4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. 5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.

Menjaga Kekudusan Hidup
Keterpilihan Umat Israel sebagaimana ikatan janji Tuhan dengan Abraham leluhur mereka yakni agar melalui kehidupan mereka semua orang akan mendapat berkat. Sebagai penerus berkat Tuhan, Israel mesti mewujudkan hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada perintah Tuhan. Mereka diingatkan Tuhan agar tidak mengikuti sikap serta perilaku hidup orang-orang yang ada di Mesir saat Isarel menjadi budak di sana. Serta juga tidak ikut-ikutan hidup seperti pendudukan Kanaan saat mereka akan memasuki dan hidup di tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Peringatan ini terkait dengan kekudusan dalam kehidupan keluarga. Setiap orang mesti berperilaku sopan dan beretika terhadap sesama anggota keluarga. Setiap anggota dalam keluarga harus saling menjaga kehormatan dan diajarkan tentang norma-norma kesusilaan. Tuhan menyatakan ketika mereka mewujudkan hal tersebut sebagai ketaatan pada Tuhan maka mereka akan hidup. Hidup yang dimaksudkan bukan sekedar bernafas saja, tetapi hidup dalam kepenuhan berkat dan cinta kasih Tuhan bagi kehidupan mereka. Firman Tuhan inipun ditujukan bagi kita sekeluarga, papa, mama dan
anak-anak serta semua yang ada dalam keluarga kita. Kita ingin menikmati kepenuhan berkat dan cinta kasih Tuhan bagi kehidupan kita, itulah sebabnya kita mesti mewujudkan sikap hidup saling menghargai, mencintai dan menyayangi satu dengan yang lain. Kita harus selalu memohon hikmat Tuhan agar kita dapat saling menjaga dan menghormati diantara kita.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk menghargai satu dengan yang lain dalam kehidupan keluarga. Amin.

Sabtu, 03 Februari 2024

bahan bacaan : Ulangan 4: 30-40

30 Apabila engkau dalam keadaan terdesak dan segala hal ini menimpa engkau di kemudian hari, maka engkau akan kembali kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya. 31 Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang, Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. 33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? 34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? 35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. 36 Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. 37 Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, 38 untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. 39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. 40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."

Menikmati Kebaikan Hidup
Bagian Firman Tuhan di hari ini merupakan nasehat Musa kepada bangsa Israel saat mereka membuat perjalanan menuju ke tanah Kanaan. Nasehat ini berisikan tentang hakekat Allah yang maha kuasa menjumpai umat Israel sebagai manusia berdosa. Perjumpaan itu digambarkan bahwa tidak ada allah lain di muka bumi ini untuk disamakan dengan Allah Yahwe yang penuh kasih dan selalu menyatakan mujizat serta kuasaNya agar umat Israel mau tetap hidup percaya dan setia serta taat kepada Allah. Semua yang dinyatakan kepada umat Israel sebagai tanda cinta kasih Allah kepada mereka mesti dijaga dan dipelihara sebagai hukum dan ketetapan yang akan menuntun kehidupan umat Israel untuk tetap setia dan taat kepada Allah. Hukum dan ketetapan Allah itu ketika dilakukan dengan setia dan taat, maka akan membawa Israel kepada kehidupan yang selalu diberkati dan akan menerima keselamatan dari Allah. Demikianpun sebagai keluarga, papa, mama dan anak-anak hendaknya selalu mewujudkan ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan melalui perintah dan ketetapan dalam firman Tuhan yang mesti kita lakukan setiap hari. Kita selalu meminta kekuatan dari Tuhan melalui tuntunan kuasa RohNya dengan baik. Ketika kita melakukannya, maka kehidupan kita akan selalu terpelihara. Kita akan menikmat sukacita dan kebahagian abadi. Tuhan akan memberikan umur panjang bagi kita, oleh karena kita selalu menghargai setiap waktu sebagai anugerah Tuhan yang kita wujudkan dengan melakukan setiap hal sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan.

Doa: Tuhan tolong kami untuk setia melakukan perintahMu demi kebaikan hidup kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JAN & FEB 2024, LPJ – GPM


Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 21 Januari 2024

bahan bacaan : Yeremia 9: 23-26

Mengenal Allah adalah kebahagiaan manusia
23 Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN." 25 "Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: 26 orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya."

Bermegahlah Karena Engkau Mengenal Allah
Pengenalan akan Allah sesungguhnya melampaui segala bentuk kekayaan dan kekuatan, sehingga tidak ada satu orang pun yang dapat bermegah di hadapan-Nya. Gagasan yang sama dipertegas oleh Yeremía, seperti yang tertulis pada pasal 9. Bahwa dengan kekayaan dan kekuatan yang dimiliki, umat dapat menjadi sombong dan angkuh terhadap Allah dan sesamanya, karena didasarkan pada prestasi diri sendiri. Karena itu, ia menegaskan bahwa jika umat ingin bermegah hendaklah ia bermegah karena ia “Memahami dan mengenal Allah”. Kata memahami dan mengenal Allah yang ditampilkan pada ayat 24 bukan sekedar menggambarkan pentingnya pengetahuan tentang Allah. Namun, ungkapan memahami dan mengenal Allah artinya memiliki relasi yang intim dengan-Nya. Sehingga dengan relasi yang intim itu, kita dapat mengakui bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan besar. Bahkan hanya karena kekuasaan Allah itulah, manusia dapat memegahkan dirinya. Menariknya menurut Yeremia, orang yang bermegah karena mengenal dan memahami Allah tidak akan berujung pada kesombongan dan keegoisan diri. Karena mengagungkan dan menyombongkan diri sendiri adalah permulaan dari kehancuran hidup. Bagian ini bukan berarti tidak boleh memiliki kelebihan, melainkan kelebihan yang dimiliki harus bertujuan untuk kemuliaan Allah.

Doa: Ya Allah, tuntunlah kami untuk selalu bermegah karena-Mu.Amin.

Senin, 22 Januari 2024

bahan bacaan : Kejadian 11: 1-9

Menara Babel
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." 8 Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

Libatkanlah Allah Dalam Seluruh Rencana Hidupmu
Mengapakah demikian? Karena dengan mengandalkan diri sendiri maka manusia melupakan pentingnya ketergantungan hidup akan Allah, sehingga tidak lagi berusaha memahami kehendak-Nya dalam setiap perencanaan hidup. Kenyataan yang sama turut diperlihatkan dalam kisah pembangunan menara babel. Dalam catatan Kejadian 11, manusia menolak adanya keberagaman, sehingga mereka berusaha untuk menjadi satu. Berbeda dengan perencanaan manusia, Allah justru membuat mereka menjadi terpencar di bumi dengan beragamnya komunitas masyarakat. Bahkan dipertegas bahwa apapun yang manusia rencanakan, tidak akan pernah terlaksana. Apakah Allah tidak adil akan proses itu? Kejadian 11 memperlihatkan nilai sebaliknya, bahwa Allah begitu adil dalam seluruh pekerjaan tangan-Nya. Allah menghendaki adanya pertumbuhan, pembangunan, dan kemajuan umat. Namun menjadi penting adalah, segala usaha itu haruslah didasari pada hubungan yang intim dengan Allah. Memahami kehendak Allah dalam setiap perencanaan adalah keputusan bijak umat, sehingga kemajuan yang diperoleh tidak menjadi dasar menyombongkan diri. Bagaimanakah dengan kita masih Allah izinkan hidup sampai saat ini? Apakah kita yang masih melibatkan-Nya dalam seluruh pergumulan hidup di awal tahun ini? Jika belum maka percayalah, bahwa melibatkan Allah dalam seluruh rencana hidup, akan membuat kita memahami kehendak-Nya

Doa: Ya Allah, tolong kami agar mampu untuk memahami kehendak-Mu. Amin.

Selasa, 23 Januari 2024

bahan bacaan : Ayub 42: 1-6

Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri
Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 4 Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. 6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Akuilah Allah Dengan Seluruh Kekuasaan-Nya

Tidak pernah ada kata “Terlambat” kepada setiap orang yang ingin berjumpa dan memahami Allah dalam hidupnya. Kenyataan yang sama turut diperlihatkan oleh Ayub dalam kesudahan penderitaannya. Kitab Ayub memberi catatan, bahwa ketika hidup Ayub dipenuhi dengan penderitaan, dia menolak dan membantah Allah. Ayub bahkan menggugat Allah dengan seluruh kekuasaan-Nya. Karena menurut Ayub, dirinya selalu berlaku benar dan adil, sehingga mengapa dia harus menderita? Gugatan Ayub kepada Allah di tengah penderitaan memperlihatkan bahwa ia telah gagal memahami tujuan Allah dalam hidupnya. Ayub telah memandang penderitaan dari sudut pandang manusia yang berdosa, sehingga ia melupakan bahwa Allah sesungguhnya adil dan benar dalam setiap perbuatannya. Menariknya, pasal 42 kemudian mengakhiri kisah Ayub dengan kesadaran dan pengakuan dirinya atas kemahakuasaan Allah. Ayub mengaku, bahwa dirinya gagal memahami kehendak Allah dalam hidupnya. Kesadaran akan keterbatasan dirinya membawa pengubahan visi tentang Allah yang adil dan benar. Karena itu, jadilah bijak untuk memahami kehendak Allah dalam seluruh perjalanan hidup kita. Sadari dan akuilah diri kita sebagai manusia yang sangat terbatas dan lemah. Karena pengakuan akan keterbatasan diri memberi kita ruang untuk berjumpa dan memahami kehendak Allah dalam setiap perjalanan hidup ini.

Doa: Ya Tuhan, nyatakanlah kemahakuasaanMu di dalam kelemahan kami. Amin.

Rabu, 24 Januari 2024

bahan bacaan : Matius 16:1-4

Orang Farisi dan Saduki meminta tanda
Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. 2 Tetapi jawab Yesus: "Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, 3 dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak. 4 Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus." Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Berilah Dirimu Dipimpin Oleh Allah
Pertentangan tentang apakah Yesus adalah anak Allah terus berkembang ketika Ia melakukan pelayanan. Kenyataan yang sama dapat ditemukan dalam nats hari ini, yaitu orang-orang Farisi dan Saduki menghampiri Yesus dan meminta-Nya untuk melakukan Mujizat. Permintaan orang Farisi dan Saduki didasari pada rasa tidak percaya mereka akan diri Allah dalam Yesus. Meminta Yesus melakukan Mujizat bertujuan untuk melihat apakah Yesus adalah Allah yang telah menjadi daging? Jika benar maka Ia sanggup untuk melakukan segala hal, karena kekuasaan yang dimiliki tidak tertandingi. Namun Yesus dalam kelembutannya menjawab bahwa tanda yang dimintakan sesungguhnya sudah ada, hanya mereka yang tidak dapat melihatnya. Maksud dari perkataan Yesus adalah diri-Nya sendiri merupakan tanda/berita dari Allah. Namun orang Farisi dan Saduki tidak mampu mengetahuinya, karena mereka tidak membawa diri untuk dipimpin oleh Allah. Pada akhirnya, mereka tidak mampu untuk memahami kehendak Allah dalam pelayanan Yesus. Membawa diri kepada Allah untuk dipimpin oleh-Nya memampukan setiap kita memahami kehendak Allah dalam seluruh perjalanan hidup ini. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang dapat mengatakan bahwa dirinya memahami kehendak Allah tanpa dipimpin oleh Allah. Justru sebaliknya, karena hakekat diri kita sebagai manusia yang lemah dan terbatas maka pimpinan Allah sajalah yang mampu mengantarkan kita memahami kehendak-Nya dalam seluruh perjalanan hidup ini.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami agar selalu memahami kehendak-Mu. Amin.

Kamis, 25 Januari 2024

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 22:1-22

Paulus berbicara kepada orang Yahudi
"Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah, apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri." 2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata: 3 "Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. 5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. 6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. 9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. 11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. 12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. 14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. 16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! 17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi. 18 Aku melihat Dia, yang berkata kepadaku: Lekaslah, segeralah tinggalkan Yerusalem, sebab mereka tidak akan menerima kesaksianmu tentang Aku. 19 Jawabku: Tuhan, mereka tahu, bahwa akulah yang pergi dari rumah ibadat yang satu ke rumah ibadat yang lain dan yang memasukkan mereka yang percaya kepada-Mu ke dalam penjara dan menyesah mereka. 20 Dan ketika darah Stefanus, saksi-Mu itu, ditumpahkan, aku ada di situ dan menyetujui perbuatan itu dan aku menjaga pakaian mereka yang membunuhnya. 21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain." 22 Rakyat mendengarkan Paulus sampai kepada perkataan itu; tetapi sesudah itu, mereka mulai berteriak, katanya: "Enyahkan orang ini dari muka bumi! Ia tidak layak hidup!"

Hidup Sesuai Ketetapan Tuhan
Setiap orang memiliki pengalaman hidup yang berharga; baik pengalaman manis maupun pahit. Setiap pengalaman tersebut, harus kita jadikan pelajaran penting untuk menata masa depan bahkan menjadi kesaksian untuk memuliakan Tuhan. Hal ini diperlihatkan oleh rasul Paulus dalam perikop bacaan kita tadi. Melalui pidato yang disampaikannya di depan banyak orang pada saat itu, Paulus menceritakan pengalamannya menjadi pengikut Kristus; Ia adalah seorang penganiaya orang Kristen
yang mengalami pertobatan. Ia diutus Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil kepada orang Yahudi maupun non-Yahudi (ay.21). Pengalaman berharga Paulus di depan pintu kota Damsyik membuat dia memberikan hidupnya bagi Kristus (Flp.1:21). Kita semua pun memiliki pengalaman yang berharga bersama Tuhan pada saat kita susah maupun senang; saat sakit, gagal dalam usaha, pekerjaan maupun pendidikan, ataupun ketika hidup kita baik-baik saja. Semua hal tersebut menuntun kita untuk memahami kehendak Tuhan dan mentaatinya. Setiap kejadian hidup merupakan tanda dari Tuhan bahwa Dia mengasihi kita dan menetapkan kita untuk melaksanakan tugas pengutusan-Nya.

Doa: Tuhan, ini kami utuslah sesuai kehendak-Mu, amin.

Jumat, 26 Januari 2024

bahan bacaan : Kejadian 9 : 8-17

8 Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: 9 "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, 10 dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. 11 Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi." 12 Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya: 13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. 14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, 15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. 16 Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjian-Ku yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup, segala makhluk yang ada di bumi." 17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

Tanda Alam Sebagai Pernyataan Kehendak Allah

Kejahatan dan ketaatan adalah dua hal yang sangat bertolak belakang. Kedua hal tersebut merupakan yang sering temui dalam dupan manusia. Seperti dalam kisah Air Bah (7:1-24). Akibat kejahatan manusia di hadapan Tuhan Allah, maka la memusnahkan manusia beserta seluruh makhluk di muka bumi. Namun ketaatan Nuh merupakan alasan Allah untuk menyelamatkan Nuh dan keluarganya dari bencana Air Bah. Bahkan Allah berjanji kepada manusia dan seluruh makhluk di bumi bahwa Dia tidak akan lagi mendatangkan murka-Nya melenyapkan kehidupan dengan Air Bah (ay.11). Tanda perjanjian yang dipakai Allah adalah busur di awan (pelangi) sebagai lambang kasih Allah dan jaminan damai antara Allah dan manusia. Pesan bagi kita, marilah kita berpegah teguh pada janji Allah tentang bagaimana la memelihara, menjaga dan menyelamatkan hidup kita dari berbagai situasi yang sulit. Janji Allah ini juga berhubungan dengan tanggungjawab manusia untuk taat dan setia kepada kehendak Tuhan, merawat dan memelihara seluruh mahkluk di bumi (misalnya: stop eksploitasi).

Doa: Kiranya kami setia berpegang teguh pada janji Allah yang menyelamatkan, amin.

Sabtu, 27 Januari 2024

bahan bacaan : Lukas 13:1-5

Dosa dan penderitaan
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. 2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? 3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. 4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? 5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Bertobat Atau Binasa
Ada yang berpendapat bahwa musibah, penderitaan maupun kematian adalah akibat dosa. Pemahaman tersebut pun dianut oleh orang-orang pada zaman Yesus yang menghubungkan penyakit atau kematian dengan dosa (band. Yoh.9:1-41) sebagaimana perikop bacaan tadi. Menurut mereka kematian orang-orang Galilea maupun 18 orang Yerusalem akibat dosa mereka. Padahal Orang Galilea dibunuh oleh Pilatus karena mereka melakukan pemberontakan kepada Pemerintah Romawi, menghambat proyek bendungan air di Yerusalem, sedangkan 18 orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam. Tentang hal tersebut, Tuhan Yesus mengatakan dengan tegas tidak ada hubungan antara kematian dan dosa. Sebaliknya, mereka diperingatkan supaya bertobat; berbalik dari kebiasaan hidup dalam kekerasan serta waspada dalam setiap pekerjaan supaya mereka selamat. Maknanya, Kematian Yesus Kristus di kayu salib telah memerdekakan kita dari dosa sehingga tidak ada penderitaan ataupun kematian dikarenakan oleh dosa. Sebaliknya, penderitaan ataupun kematian disebabkan karena kesalahan kita sendiri. Misalnya: korupsi akhirnya menderita di penjara, nafsu makan yang tidak terkontrol akibatnya sakit, ngebut-ngebut di jalan raya akibatnya terjadi kecelakaan, dll.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup sesuai Kehendak Tuhan. amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan :

Minggu, 14 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 8:31-39

Keyakinan iman
31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Berada Di Pihak Kristus
Berada di pihak Kristus berarti dikarunia kehormatan dan kekuasaan. Hiduplah sebagai orang percaya yang terhormat dan berdaya agar tidak dihina dan dipandang rendah. Apapun keberadaan kita, jadilah terhormat dan berdaya menjalani semua kenyataan hidup. Orang yang berada di pihak Kristus tak gentar menghadapi derita. Derita, tantangan atau kesukaran adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi bukan disangkali dan dihindari. Penderitaan tidak akan memisahkan orang yang percaya dari kasih Kristus. Ia pasti mengasihi, meneguhkan, menghibur, dan menyediakan jalan keluar saat kita berada dalam himpitan hidup. Karena itu tetaplah berusaha menjadi orang percaya yang terhormat dan berdaya saat sedang menjalani kenyataan hidup yang bagaimana pun. Hindarilah melakukan tindakan yang cemar agar tidak dicemooh, dihindari dan dihina orang. Ingatlah bahwa Allah pasti menganugerahkan kekuatan atau kemampuan bagi semua orang yang berada di pihak-Nya. Berada di pihak Kristus berarti tetap percaya kepada-Nya, terus mejalani hidup, tekun berdoa, beribadah dan membaca Alkitab.

Doa: Ya Kristus, tolonglah agar kami tetap berada di pihak-Mu. Amin.

Senin, 15 Januari 2024

bahan bacaan : Yesaya 30: 15

15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

Percaya Dan Menyerahkan Diri
Hidup dapat pula dipahami sebagai proses panjang, bertahap, dan jatuh bangun menuju Umumnya dipahami dan diterima bahwa harus dimulai dengan membuat fondasi. Tahap selanjutnya adalah mendirikan tiang-tiang penyangga lalu diteruskan dengan bagian-bagian yang lain. Seperti itulah jalan hidup, tak selamanya sukses sebab ada gagalnya juga, jatuh dan bangun dihiasi aneka kejadian. Orang Kristen memerlukan sikap dan tindakan beriman yang dapat memastikan bahwa ia tetap berada di jalan yang benar. Kita harus memastikan berada pada jalan yang benar terutama saat mengalami masa hidup sulit. Caranya adalah tetap percaya dan menyerahkan diri. Percaya dan menyerahkan diri kepada Tuhan serta menantikan pertolongan-Nya besar sekali faedahnya. Saat hidup berguncang dengan hebat belajarlah untuk tetap percaya dan berserah. Percaya dan berserah sebab daya dan cara kita ada batasnya. Ingatlah bahwa kasih Tuhan tak ada batasnya. Ia pasti menyediakan jalan dan kemungkinan baru dengan cara dan waktu yang tepat berdasar kehendak bebas-Nya. Hindarilah untuk menjadi orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan itu baik dan berkuasa, namun enggan menyerahkan diri dalam pimpinan-Nya.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap percaya dan menyerahkan diri pada-Mu. Amin

Selasa, 16 Januari 2024

bahan bacaan : Yesaya 7:3-9

3 Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4 dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 5 Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: 6 Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya, 7 maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, 8 sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. 9 Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya."

Ketakutan Pasti Teratasi
Ketakutan merupakan fakta yang manusiawi, maksudnya selalu dialami manusia tanpa merasa gentar atau ngeri menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana. Kita pasti mengalami kelemahan pada saat tertentu. Nyatanya ada begitu banyak hal yang tak dapat kita duga dan pahami dalam hidup ini. Kehilangan harapan atau mengalami stres dan depresi hadir tanpa diundang sebagai dampaknya. Apa pun situasi yang mencekam dan dampaknya, percayalah pada Tuhan serta belajarlah dari nas hari ini. Kata Tuhan: teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut. Hidup kita tak boleh dibelenggu ketakutan sebab pemeliharaan Tuhan pasti dialami. Yakinlah bahwa Tuhan tak pernah tinggal diam, Ia segera turun tangan menopang dan memberikan kelegaan serta keluputan kepada kita. Tuhan melindungi kita dari segala ancaman kebinasaan. Saat kita lemah, Ia memberikan kekuatan. Ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja dalam penderitaan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Doa: Ya Allah, atasilah ketakutan yang kami alami. Amin.

Rabu, 17 Januari 2024

bahan bacaan : Mazmur 9: 10-11

9 (9-10) Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan. 10 (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

Percayakanlah Hidupmu kepada Allah!
Hidup yang dipenuhi dengan persoalan akan memunculkan pertanyaan : kemanakah harus kami berlindung? Hal yang sama dirasakan oleh Pemazmur. Kitab Mazmur memberikan catatan bahwa Pemazmur dipenuhi dengan banyak persoalan, seperti pembelaan perkara yang tidak adil, bangsa yang menindas, berkembangnya kejahatan orang fasik, hadirnya para musuh, dan lain sebagainya. Dalam segala persoalannya, Pemazmur kemudian melihat karya Allah yang membebaskan. Berdasarkan pengalaman pembebasan Allah itu maka Pemazmur memberikan kesaksian iman, bahwa Allah adalah tempat perlindungan bagi setiap orang. Pada satu sisi, kesaksian iman Pemazmur bertujuan untuk memberitakan tentang kuasa Allah yang besar. Namun pada sisi lain, ia juga mengkritik umat yang menganggap bahwa perlindungan dapat ditemukan di luar Allah, seperti batu-batu yang besar, pohon-pohon rindang, dan lain sebagainya. Bagi pemazmur, agar dapat merasakan kuasa Allah maka kita harus untuk mempercayakan hidup kepada-Nya. Mempercayakan hidup kepada Allah memperlihatkan bahwa kita sadar akan keterbatasan diri dan sekaligus mengaku bahwa Allah yang sanggup melindungi setiap kita. Memasuki tahun 2024, banyak di antara kita yang sementara merasa susah karena dipenuhi dengan beragam masalah hidup. Kesaksian Mazmur 9: 10-11 memberikan kekuatan kepada kita, untuk tidak mencari tempat perlindungan lain ketika
hidup ini dipenuhi dengan masalah. Sebaliknya, datanglah kepada Allah, percayakanlah hidup
kepada-Nya, sehingga kita dapat tersenyum dan bersukacita bersama-Nya.

Doa: Ya Tuhan, mampukan kami untuk menjadikan-Mu sebagai tempat perlindungan. Amin.

Kamis, 18 Januari 2024

bahan bacaan : Amsal 3: 5-8

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Jadilah Rendah Hati Di Hadapan Allah
“Aku percaya kepada Allah” telah menjadi pengakuan iman yang sering diucapkan dalam ritual keagamaan. Namun apakah kita telah mempercayakan hidup seutuhnya kepada Allah, sebagaimana pengakuan kita? Jangan sampai, kita hanya mengaku, namun masih mengandalkan diri sendiri dan melupakan Allah. Jika benar seperti itu maka nats hari ini memberikan kita kesadaran baru, bahwa percaya kepada Allah adalah perintah kepada orang percaya (ay. 5a), dalam kondisi dan situasi apapun. Percaya kepada Allah bukan hanya tentang pengakuan, melainkan penyerahan hidup secara total kepada-Nya. Bagi penulis Amsal, dengan mempercayakan hidup kepada Allah maka umat akan menemukan banyak berkat-Nya, seperti: jalan hidup akan diluruskan (ay. 6), tubuh akan menjadi sembuh (ay. 8a), dan tulang-tulang, akan disegarkan (ay. 8b). Kerendahan hati adalah nilai hidup yang perlu dimiliki oleh umat yang mengharapkan pertolongan-Nya. Dalam persoalan Kehidupan di tahun baru yang kian hari kian bertambah ini, apakah kita sudah menjadi umat yang rendah hati untuk mempercayakan hidup seutuhnya kepada Allah? Jika belum, maka belajarlah sejak hari ini untuk menjadi umat yang rendah hati di hadapan Allah, sehingga kita mampu untuk mempercayakan hidup ini kepada-Nya. Sehingga pada kesudahannya, kita merasakan karya Allah yang menolong dan menyelamatkan.

Doa: Ya Tuhan, ajarilah kami untuk menjadi umat yang rendah hati di hadapan-Mu. Amin.

Jumat, 19 Januari 2024

bahan bacaan : Yosua 22:1-8

Kelancangan penduduk Yerusalem
Ucapan ilahi terhadap "lembah penglihatan". Ada apa gerangan, maka semua pendudukmu naik ke sotoh-sotoh rumah, 2 hai kota yang bersorak riuh dan ribut gembira, hai negeri yang beria-ria? Orang-orangmu yang mati terbunuh bukanlah terbunuh oleh pedang, dan bukanlah gugur dalam peperangan. 3 Semua panglimamu sama-sama melarikan diri, mereka tertawan tanpa tembakan panah; semua orang-orang kuatmu sama-sama tertawan, biarpun mereka sudah lari jauh-jauh. 4 Sebab itu aku berkata: "Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku menangis dalam kepahitan; janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri bangsaku." 5 Sebab Tuhan, TUHAN semesta alam telah menentukan suatu hari: Ia akan menggemparkan, menginjak-injak dan mengacaukan orang: di "lembah penglihatan" tembok akan dirombak dan teriakan minta tolong sampai ke puncak gunung! 6 Elam telah memasang tabung panah, Aram datang dengan pasukan berkereta dan berkuda, dan Kir membuka sarung perisai. 7 Maka lembah-lembahmu yang paling indah penuh dengan kereta, dan pasukan berkuda berbaris di hadapan pintu gerbang, 8 dan Yehuda kehilangan perlindungan. Pada waktu itu engkau memandang kepada perlengkapan senjata di "Gedung Hutan";

Percayakanlah Hidupmu Dan Rasakan LindunganNya.

Mempercayakan hidup kepada Allah adalah bentuk dari kerendahan hati kita untuk memberi diri dipimpin dalam perintah dan ketetapan-Nya. Dalam catatan-catatan Perjanjian Lama, umat yang memelihara perintah Allah adalah umat yang mempercayakan hidupnya kepada Allah. Kitab Yosua 22 memberikan catatan, bahwa ciri-ciri umat yang mempercayakan hidup adalah umat yang menuruti jalan Allah, mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya, dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hati dan jiwa. Terhadap mereka itu, Allah memberikan berkat keamanan dan perlindungan. Dengan berkat keamanan dan perlindungan-Nya mereka tidak menjadi takut dan gentar akan ancaman kehidupan. Mereka percaya, bahwa dengan memberi diri dipimpin oleh Allah maka Allah juga yang akan menjadi penolong di setiap ketidakberdayaan mereka. Menapaki hari hidup di tahun baru harusnya memberikan kita kesadaran, bahwa kita sangat lemnah dan terbatas. Kita tidak memiliki kemampuan untuk menjaga hidup kita sendiri. Kita perlu mengaku bahwa Allah diperlukan dalam seluruh perjalanan hidup. Kecenderungan untuk menganggap diri sendiri kuat hanya menggiring kita pada kehancuran. Sebaliknya, dengan mempercayakan hidup kepada Allah maka kita akan memperoleh berkat-berkat dari-Nya.

Doa: Tuhan, tolonglah kami agar tetap mengandalkan-Mu dalam perjalanan hidup ini. Amin.

Sabtu, 20 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 1:2-8

Salam Iman dan hikmat
2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. 5 Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. 6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Bertahanlah Di Tengah Pencobaan
Mayor, seorang teolog Kristen pernah memperingatkan orang Kristen untuk jangan terkadang jauh dari pantai. Bahkan seorang Kristen juga jangan hidup seperti pemabuk, karena saat berjalan mereka selalu terhuyung-huyung dari tepi jalan yang satu, ke tepi jalan yang lain. Bagi Mayor, orang Kristen yang hidupnya seperti gabus dan pemabuk memperlihatkan sikap yang tidak konsisten dalam iman mereka. Sejalan dengan penegasan Mayor, Yakobus juga memberi peringatan kepada umat untuk tidak mendua hati di tengah penderitaan yang dihadapi (ay. 7-8). Mempercayakan hidup secara total kepada Allah adalah jalan kemuridan yang harus dipilih umat. Bagi Yakobus, penderitaan yang dihadapi adalah bentuk pengujian: apakah tetap mempercayakan hidup kepada Allah, atau berpaling ke pengetahuan diri sendiri? Nats hari ini menjadi perenungan bersama, apakah di tengah persoalan, kita masih terus mempercayakan hidup secara total kepada Allah? Atau justru, kita telah mengandalkan kekuatan diri sendiri? Yakinlah! Bahwa percaya kepada Allah tidak akan pernah berakhir dengan kesia-siaan. Karena orang yang percaya kepada Allah akan merasakan peranan Allah dalam hidupnya, sehingga penderitaan yang terjadi akan dapat dimaknai melalui perjalanan bersama dengan-Nya. Berjalanlah dengan iman bersama Allah dan nikmatilah kasih Allah dalam kehidupanmu!

Doa: Ya Allah, kokohkanlah iman kami kepada-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 7-13 Januari 2024

Tema Bulanan :

Tema Mingguan : Hidup Baru di Dalam Kristus

Minggu, 07 Januari 2024.

Bahan bacaan : Efesus 4 : 17-32.

Manusia baru
17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. 19 Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. 20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. 21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, 22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, 24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. 25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan. 29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. 30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Menjadi manusia baru.

Minggu pertama setelah masuk tahun baru biasanya oleh GPM dilakukan Perjamuan Kudus. Meskipun sudah biasa dan rutin dilakukan, perjamuan kudus awal tahun harus dimaknai sebagai moment untuk kita bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup dan menerima anugerah pembenaran serta pengudusan melalui pengorbanan Yesus Kristus.Perjamuan kudus yang dilakukan ini selain menjadi kesempatan bersyukur, juga menjadi kesempatan membangun komitmen untuk membarui hidup menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, memberikan nasehat agar mereka membarui hidup sehingga menjadi manusia-manusia baru. Menjadi manusia yang dibarui itu hidupnya berbeda dari manusia yang lama. Kehidupan manusia lama, menolak Allah dan penebusan Yesus Kristus. Kehidupan manusia lama dipenuhi berbagai. kejahatan yang membinasakan. Kehidupan manusia baru,menghormati Tuhan dan menghargai karyapengorbanan Tuhan Yesus. Kehidupan manusia baru membuahkan kebaikan, kebenaran,dan keadilan. Masukilah tahun ini dengan bersyukur atas keselamatan yang dianugerahkan Tuhan Yesus dan pergunakan kesempatan hidup yang masih diberikan ini untuk membarui kehidupan lama menjadi kehidupan baru yang lebih berkenan kepada Tuhan.

doa : Syukur ya Tuhan Yesus, sebab melalui pengorbanan-Mu kami menjadi manusia baru, amin.

Senin, 08 Januari 2024

bahan bacaan : 3 Yohanes 1:11

11 Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.

Janganlah Meniru Yang Jahat
Salah satu kecenderungan manusia adalah suka meniru. Perbuatan meniru bukanlah hal yang keliru, namun tidak semua yang kita lihat dan dengar merupakan hal yang pantas untuk ditiru. Rasul Yohanes dalam nas bacaan hari ini mengingatkan penerima suratnya akan hal ini. Paulus memberikan contoh nyata bahwa di dalam kehidupan jernaat mula-mula, ada orang yang layak ditiru dan tidak boleh ditiru. Gayus adalah orang yang cara hidupnya layak ditiru. Ia penuh kasih menyambut dan melayani orang asing. Ia peduli pada kehidupan orang lain. Berbeda dengan Diotrefes, seorang yang perbuatannya harus diwaspadai dan tidak boleh ditiru. Ia memberontak terhadap ajaran kebenaran yang telah diajarkan kepadanya dan berlaku jahat. Menyebarkan fitnah, tidak mengakui rasul-rasul, dan mengucilkan orang-orang yang tak sepaham dengannya.
Fokusnya adalah diri sendiri bukan kebaikan bersama. Paulus mengingatkan untuk jangan meniru yang jahat sebagaimana yang dilakukan Diotrefes. Sebagai orang percaya yang telah mengenal Tuhan dan dibekali berbagai ajaran baik sepantasnya kita meniru hal yang baik, bukan yang jahat. Saling mengasihi dan memikirkan kepentingan bersama. Itulah yang telah diteladankan Kristus bagi kita, tirulah!.

Doa: Ya Allah, tolonglah kami meniru hal yang baik. bukan yang jahat, Amin.

Selasa, 09 Januari 2024

bahan bacaan : Kolose 3:5-11

Manusia baru

5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. 9 Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; 11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

Jalanilah Hidup Sebagai Orang Baik
Teks hari ini menyaksikan pandangan rasul Paulus tentang salah satu karakter hidup orang yang percaya kepada Yesus. Karakter hidup itu disebutnya dengan sebutan manusia baru”. Sebutan itu dipertentangkan dengan ungkapan “manusia lama”. Percaya kepada Yesus berarti bersedia mengubah cara hidup atau perilaku yang buruk. Paulus tidak sekadar mengemukakan ajakan namun perintah. Setiap orang yang percaya kepada Yesus wajib hidup menurut kehendak-Nya. Yesus menghendaki semua orang yang percaya kepada-Nya mengubah perilaku buruk menjadi baik. Percaya kepada Yesus berarti mewujudkan perilaku yang baik bukan buruk. Kita tidak boleh percaya kepada Yesus tetapi berkelakuan buruk. Orang Kristen memang sementara menjalani kesementaraannya di dunia tapi bukanlah manusia yang duniawi. Oleh sebab itu semua hal yang duniawi tidak boleh menjadi cara hidup Orang Kristen. Hidup beriman dalam kesementaraan di dunia ini haruslah dijalani dengan cara menghindari semua keburukan. Keburukan itu adalah percabulan, kenajisan, hawa nafsu, keserakahan, peyembahan berhala, marah, geram, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor dan dusta. Allah yang kita percaya di dalam Yesus dan Roh Kudus baik adanya. Ia menciptakan manusia “sungguh amat baik dan berhendak agar ciptaan-Nya itu tetap menjadi baik. Kehendak Tuhan itulah yang menjadi pegangan dan kekuatan kita. Jalanilah kehidupan sebagai orang baik sebab itulah yang dikehendaki Tuhan.

Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk menjalani hidup sebagai orang baik. Amin

Rabu, 10 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 4:11-12

Jangan memfitnah orang
11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Hiduplah Sesuai Hukum Kasih
Akta mengasihi merupakan panggilan beriman untuk merawat kualitas hidup bersama berarti belas kepada, dalam hal ini sesama manusia. Orang-orang yang mengasihi sesama manusia patut disebut penurut hukum. Maksudnya adalah hukum kasih yakni aturan yang seharusnya mendasari perilaku orang beriman. Hidup sesuai hukum kasih mengharuskan orang Kristen tidak melakukan tindakan memfitnah dan menghakimi sesama manusia. Memfitnah bukanlah tindakan beriman, sebab dengannya kita telah menjelekkan nama orang, menodai nama baik dan merugikan kehormatan. Sedangkan menghakimi berarti mengadili atau berlaku sebagai hakim terhadap sesama manusia. Kita terpanggil untuk mengasihi sesama manusia bukan menghakimi. Selayaknya orang yang menghakimi adalah mereka yang tak berdosa dan hal ini mustahil terpenuhi pada diri setiap orang. Setiap orang ada salahnya oleh sebab itu urusan menghakimi diserahkan saja kepada mereka yang berwewenang. Ingatlah bahwa mengasihi adalah panggilan iman yang perlu kita wujudkan dalam hidup sesehari. Kita tak dapat hidup sendiri tanpa keberadaan sesama manusia. Jadi hiduplah sesuai hukum kasih!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami menjadi penurut-penurut hukum. Amin.

Kamis, 11 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 7:21-26

21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. 22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. 24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? 25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Selamat Karena Kasih Karunia
Rasul Paulus mengisahkan pengalaman berimannya yang dilematis. Dahulu ia tahu bahwa hukum Taurat itu baik dan berusaha menaatinya. Namun keinginan daging membuatnya ingin berontak melawan hukum Taurat dan berbalik kepada dosa. Tidak ada seorang pun yang mampu menaati hukum Taurat dengan sempurna, sekalipun ia tahu bahwa itulah yang harus dilakukannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Paulus begitu lega, karena Allah telah mengutus Yesus untuk menyelamatkannya dan orang lain dari keadaan yang amat sulit ini. Yesus menolong mengatasi ketidakmampuan Paulus. Saat Paulus sampai di batas kemampuannya sebagai manusia, ia mengalami kasih karunia Allah. Pengalaman Paulus adalah cerminan hidup beriman orang Kristen. Kita mungkin dapat melakukan banyak hal dalam hidup ini tapi tak seorang pun yang mampu menyelamatkan dirinya sendin. Keselamatan adalah kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Ingatlah bahwa keinginan-keinginan daging dapat menyebabkan kita mengalami petaka atau
kebinasaan. Mohonlah Roh Kudus agar keinginan daging dimatikan sehingga akal budi memampukan kita membedakan baik dan buruk. Akhimya hiduplah dalam kasih karunia Allah yang menyelamatkan dan matikanlah dosa.

Doa : ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup dalam kasih karunia-Mu. Amin

Jumat, 12 Januari 2024

bahan bacaan : Yakobus 4 : 1-10

Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. 3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. 4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. 5 Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" 6 Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." 7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! 8 Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! 9 Sadarilah kemalanganmu, berdukacita dan merataplah; hendaklah tertawamu kamu ganti dengan ratap dan sukacitamu dengan dukacita. 10 Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Hindari Hal Buruk Dan Lakukan Yang Baik
Ada tiga hal buruk yang harus diwaspadai dan dihindari yakni hawa nafsu, bersahabat dengan dunia dan congkak. Hindarilah hawa nafsu yakni dorongan atau keinginan kuat akan hal yang tidak baik atau keburukan. Keburukan tak ada manfaatnya dalam keberadaan kita, kapan dan di mana saja. Oleh sebab itu berusahalah untuk tidak dikendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu dapat mengakibatkan tindakan membunuh, iri hati, bertengkar, berkelahi dan absen berdoa. Bila tindakan tak berkualitas ini dilakukan, maka itu berarti bahwa kita telah menjadi sahabat “dunia”. Maksudnya menjadi sahabat orang jahat dan kuasa-kuasa yang melawan Allah serta umat-Nya. Kondisi demikian lebih diperparah kalau tenyata kita menjalani hidup dengan kecongkakan pula. Hindarilah menjadi orang beriman yang besar kepala, sombong, pongah, dan merasa diri lebih agung dibandingkan yang lainnya. Sebaliknya, belajarlah menjadi orang beriman yang tekun berdoa, hidup dalam tuntunan Roh, rendah hati, tunduk kepada Allah dan lawanlah iblis, mentahirkan tangan, sucikan hati, mengantisipasi kejadian buruk, serta rendahkanlah diri di hadapan Tuhan. Yakinlah bahwa orang beriman yang hidup dalam kerendahan di hadapan Tuhan pasti ditinggikan-Nya.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari keburukan. Amin.

Sabtu, 13 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 6 : 1 – 4

Mati dan bangkit dengan Kristus
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? 2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? 3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? 4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Hidup Bersama Kristus
Ungkapan hidup bersama Kristus sejatinya merupakan pernyataan yang mengingatkan orang Kristen untuk tidak mengulangi perbuatan salah atau dosa. Kita tak boleh mengulangi perbuatan salah atau dosa sebab menurut Paulus semua orang percaya telah dibaptis dalam Kristus. Paulus hendak menjelaskan bahwa dibaptis berarti mati bagi dosa dan dibangkitkan kepada hidup, sebagaimana Yesus telah mati dan kemudian dibangkitkan kepada hidup oleh Allah. Renungkanlah hidup dan jadilah bijak agar tidak mengulangi kesalahan. Bila selama ini kita tak melakukan kesalahan, maka berusahalah untuk tetap hidup demikian. Tetapi kalau kedapatan ada kesalahan yang dibuat berusahalah untuk tidak hidup di dalam dosa. Kita dapat saja menjadi orang yang salah dalam merasa, berpikir, berkehendak, memutuskan atau bertindak. Namun keadaan salah itu bukanlah akhir keberadaan kita. Sebab karena Kristus telah menebus, maka tersedia pengampunan Tuhan bagi setiap yang menyadari kesalahan dan mau bertobat. Orang bertobat adalah mereka yang belajar dari kesalahan, memperbaiki dan tidak mengulanginya. Ingatlah bahwa bila kesalahan tidak diperbaiki, maka hal itu akan berbalik “mengejar kita. Hidup dengan diburu perasaan bersalah tak sedap untuk dijalani. Karena itu hiduplah bersama Kristus, Sang Penyelamat yang maha baik dan mengampuni. Dia-lah Tuhan yang berkuasa memberikan kelegaan dan keluputan. Jalanilah hidup bersama Kristus yang mengasihi dan mengampuni serta jadilah berkat bagi sesama.

Doa: Ya Allah mampukanlah kami untuk tidak mengulagi kesalahan yang telah terjadi. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JANUARI 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Des 2023 – 6 Januari 2024

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Bersyukurlah atas Pertolongan Tuhan

Minggu, 31 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 146:1-10

Hanya Allah satu-satunya penolong
Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 3 Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. 4 Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. 5 Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, 7 yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, 8 TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar. 9 TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. 10 TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

Kita Ada Hingga Hari Ini Karena Pertolongan Tuhan

Marilah kita bersyukur di hari terkahir dalam perjalanan tahun 2023. Penyertaan Tuhan sungguh sempurna dan tidak ada satupun rencana-Nya yang gagal atas hidup kita. Inilah bukti kasih Tuhan bahwa kita masih ada sampai saat ini. Hal itu berarti Tuhan masih mempercayakan kita menjadi saksi-Nya untuk menceritakan segala kebaikan-Nya. Apa yang dapat kita lakukan untuk membalas segala kebaikanNya?. Hanya pujian dan ungkapan syukur, karena Tuhanlah yang layak dipuji dan disembah. Tuhan adalah harta yang paling berharga. Dia tidak hanya berada pada waktu lampau, atau masa kini, tapi Dia adalah Tuhan yang juga akan menjaga seluruh perjalanan kita di masa yang akan datang. Bersyukurlah atas pertolongan Tuhan bagi kita hingga di tapal batas 2023. Kuatkan dan teguhkanlah hati, janganlah takut dan janganlah gentar, sebab Tuhanlah yang berjalan bersama kita. Apakah kita sudah sungguh-sungguh percaya dan mempercayakan seluruh perjalanan di tahun yang baru, untuk bersama dan hidup di dalam tuntunan serta pemeliharaanNya? Ya, kita percaya!!!.

Doa: Atas penyertaanMu kami ada dan itu yang menjadi kekuatan untuk kami melangkah di tahun yang baru. Amin.

Senin, 01 Januari 2024.

Bahan bacaan : Bilangan 6:22- 27.

Ucapan berkat imam
22 TUHAN berfirman kepada Musa: 23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: 24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. 27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Berharaplah Kepada Tuhan Sumber Berkat.

Bersyukurlah kepada Tuhan Pencipta dan Pemelihara kehidupan, sebab la baik!Kebaikan-Nya menyata ketika kesempatan untuk hidup dan terus berkarya masih diberikan. Itulah tanda penyertaan berkat Allah kepada kita semua di tahun yang baru,tahun 2024. Tahun yang baru kita masuki ini, terbentang dengan segala kemungkinan dan tantangannya. Mari menaruh seluruh pengharapan pada Tuhan Sumber berkat. Sama seperti umat Israel yang berjalan di padang gurun dengan topangan berkat yang disampaikan Allah kepada Musa, untuk diteruskan kepada Harun dan keturunannya yang berfungsi sebagai Imam-imam Israel di zaman keluaran sampai padang gurun,maka kita pun harus terus berjalan dengan mengandalkan berkat Tuhan. Berkat yang kita yakini diberikan Tuhan kepada manusia di sepanjang sejarah. Hidup dengan mengandalkan berkat Tuhan bukan berarti kita tinggal diam atau pasif menunggu berkat tetapi secara aktif bertanggungjawab untuk mengupayakan berkat-berkat itu . Marilah mengupayakan berkat itu dengan kerja dan pelayanan yang lebih baik, lebih setia, lebib benar dan jujur. Hidup dan karya kita di tahun baru harus menjadi karya yang membawa berkat dan manfaat bagi banyak orang,sebab Tuhan pun senantiasa memberkati kehidupan kita. Berharaplah pada Tuhan sumber berkat. la menjaga dan melindungi kita di sepanjang tahun.

doa : Ya Tuhan, berkati dan lindungilah kami disepanjang tahun baru ini. Amin.

Selasa, 02 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 95: 1-7a.

Hormatilah TUHAN dan taatilah Dia
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. 4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya. 5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. 6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.

Kita umat gembalaanNya, bersyukurlah.

Kawanan domba tanpa gembala adalah hal yang mustahil. Domba-domba tidak tahu arah kemana akan berjalan. dan mudah tersesat atau keluar dari kawanannya. Gembala dantongkatnya menjadi penunjuk arah yang tepat menuju padang rumput dan sungai atau sumur, tempat mereka makan dan minum. Ketika mengikuti persidangan MPL ke 44 di Kisar tahun lalu, pengalaman akan fakta ini didapati. Seorang penatua yang menjadi gembala pemilik puluhan domba dengan setia dan sabar menuntun kawanan domba gembalaannya. Masing-masing domba dikenal, sebab diberi tanda pada telinganya. Jika ia berjalan dan mengarahkan tongkatnya ke kiri, domba-domba mengikutinya dan jika ke kanan, kawanan domba itupun berjalan ke arah kanan. Setelah puas makan dan minum, sang gembala akan kembali menuntun dombanya pulang sebelum hari menjadi gelap. Domba yang mengikuti petunjuk gembala dan tetap berada dalam kawanan, akan pulang ke kandangnya dengan selamat. Pengalaman ini memberikan pelajaran, betapa domba tidck dapat berjalan tanpa gembala yang menuntun. Karena itu tepatlah jika pemazmur dalam bacaan hari ini mengajak kita bersyukur dan sujud menyembah di hadapan Tuhan, sebab Tuhan adalah Gembala kita dan kita adalah umat gembalaan-Nya, kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Kehidupan kita terpelihara dengan aman jika tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan dari apa yang diarahkan oleh Sang Gembala Agung.

doa : Tuhan, Engkaulah gembala kami, tuntunlah kami domba-dombaMu. Amin.

Rabu, 03 Januari 2024.

Bahan bacaan : 1 Tawarikh 29: 10-19.

Nyanyian pujian Daud
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. 11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. 13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. 14 Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. 15 Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. 16 Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya. 17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita. 18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. 19 Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan."

Berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai kamu.

Membaca ayat 18 dari nas bacaan hari ini, teringatlah ucapan yang sama: “Ya Tuhan, kiranya berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai semua hamba-Mu ini, amin”. Demikian sepenggal kalimat berkat di akhir doa yang disampaikan oleh salah seorang penjaga “Sinagoge”, salah satu ikon wisata yang menjadi tempat kunjungan peserta MPL 44 di Kisar. Sungguh, betapa agung karya Tuhan, tak terselami perbuatan tangan-Nya. Kebesaran, kejayaan, kehormatan, kemasyhuran, keagunganNya dan segala-galanya yang ada di langit dan di bumi, dapat dilihat serta dinikmati oleh semua orang yang percaya dan tetap tulus hati. Tidak hanya dialami oleh umat Israel di masa lampau, ketika melalui nyanyian pujian Daud, mereka bersyukur sebab nyata pertolongan Tuhan atas hidup dan kerja yang dilakukan. Kita pun bersyukur dapat mengalami Tuhan dalam karya-karya-Nya di tiap waktu dan tempat. Oktober tahun lalu, ada “Sinagoge”, Kaki Dian, Bukit Doa, pohon Ara, zaitun, kurma dan domba di Kisar. Oktober tahun 2024 ini, di Seram Utara Barat, kita pun akan melihat keagungan dan pertolongan Tuhan. Mari ungkapkanlah penghormatan kita kepada Tuhan atas semua kebaikan dan pertolongan-Nya. Perkuat komitmen untuk bekerja dan melayani. Jagalah kecenderungan hati agar tetap berpaut dan berpegang pada segala perintah, peringatan serta ketetapan-Nya, maka berkat Abraham, Ishak dan Israel menyertai langkah-langkah kita di sepanjang jalan hidup dan pelayanan di GPM.

doa : Kiranya berkat Abraham, Ishak, dan Israel menyertai kita di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 04 Januari 2024.

Bahan bacaan : Kisah Para Rasul 28 : 11-16.

Paulus tiba di Roma
11 Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. 12 Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. 13 Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. 14 Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. 15 Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. 16 Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Mengucap syukur atas semua kisah Pelayanan.

Pelayaran peserta MPL ke 44 pulang pergi Ambon-Kisar dengan kapal Sabuk Nusantara 71 dipenuhi beragam kisah. Ada kisah menyenangkan, sebab lama tidak bertemu dengan para pelayan dari 34 Klasis. Saling berbagi bekal di kapal, bercerita dan bersenda gurau. Ada pula kisah menyedihkan, karena duka yang dialami satu keluarga dan secara bersama kami berdoa dan memberikan penghiburan. Setibanya di Kisar, meski panas terik matahari menyengat kulit, sambutan penuh sukacita dari saudara-saudara seiman dirasakan melalui lantunan nyanyian anak-anak Sekolah Minggu: “selamat datang tuan, selamat datang nyonya di pulau Yotowawa, Rai Daisuli”. Sebagai rasul Tuhan, Paulus dan teman-temannya bersyukur atas kisah pelayaran dari satu tempat ke tempat lain untuk memberitakan Injil. Berhari-hari mengarungi lautan, ditemani gelombang dan angin, tidaklah menghalangi langkah mereka. Sukacita menjadi penuh ketika melihat ada banyak saudara seiman menyambut dan menjamu mereka di Putioli dan Roma. Seperti kisah pelayaran dan pelayanan Paulus yang disertai ungkapan syukur. Kita semua, para hamba-Nya yang masih setia melayani di gereja laut pulau ini, kiranya tetap bersyukur dan bersukacita dengan berbagai kisah pelayanan yang dialami, sambil terus melayani Tuhan dengan tekun serta setia.

doa ; Ya Allah, kami bersyukur atas semua kisah pelayaran dan pelayanan bersamaMu. Amin.

Jumat, 05 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 65 : 1-9.

Nyanyian syukur karena berkat Allah
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (65-2) Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 2 (65-3) Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 3 (65-4) karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 4 (65-5) Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. 5 (65-6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 6 (65-7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 7 (65-8) Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 8 (65-9) Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.

Bersyukurlah atas segala berkat Allah.

Pemazmur di hari ini mengajak kita untuk bersyukur atas segala berkat Allah, sebab berkat-berkat Allah itu selalu tersedia bagi umat-Nya. Berkat Allah nampak dalam berbagai perbuatan-Nya yang dasyat. Allah menyelamatkan, meredakan deru lautan dan gelombang-gelombangnya. Allah mendengarkan seruan dan doa umat-Nya. Allah menghapuskan pelanggaran. Itulah sebabnya, umat yang percaya kepada-Nya diajak untuk bersyukur, memuji dan bersorak-sorai di hadapan-Nya. Hari ini kita bersyukur, sebab berkat Allah ada bagi kita di tahun yang baru. Berkat Allah juga menyertai Lembaga Pembinaan Jemaat (LPJ) Gereja Protestan Maluku, yang hari ini berusia 43 tahun. Tanpa pertolongan Tuhan Allah, LPJ GPM sebagai “dapur” yang menyiapkan materi-materi binaan bagi umat dan pelayan tidak dapat bekerja dengan baik. Hanya Tuhanlah yang memampukan. Dalam pengakuan itu, marilah kita semua mengucap syukur kepada Allah yang berkenan memberkati semua pekerjaan pelayanan di GPM. Kita yakin, Tuhan Allah akan menolong dan memberkati kelanjutan pekerjaan pelayanan di tahun 2024. Mari menghitung kebaikan dan berkat-Nya, lalu berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya yang baik. Teruslah bergerak bersama untuk menanam dan menyiram di kebun anggur Tuhan ini dengan tulus. Allah akan menumbuhkan.

doa : Ya Allah kami bersyukur atas berkatMu yang melimpah dalam hidup dan bagi LPJGPM. Amin.

Sabtu, 06 Januari 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 117 : 1- 2.

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa
Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Megahkanlah Tuhan, hai segala suku bangsa.

Pujilah Tuhan dan megahkanlah Dia hai segala suku bangsa, sebab kasih-Nya hebat atas kita! Setelah sepekan penuh melihat kasih Tuhan dalam proses persidangan MPL 44 dan menikmati segala kelimpahan berkat Tuhan dalam berbagai jamuan makan minum yang disiapkan semua orang saudara di Kisar. Sebagai wujud ungkapan syukur di akhir persidangan itu, semua peserta diajak untuk duduk makan bersama dalam tradisi masyarakat Kisar yang disebut “Rahak.” Meja panjang tempat jamuan makan bersama telah diatur secara terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Satu persatu dipersilahkan masuk mengambil bagian di meja makan itu, sesuai hirarki statusnya. Dimulai dari yang memiliki status tertinggi dalam gereja dan masyarakat hingga rakyat biasa. Perjamuan makan dimulai setelah semua tempat duduk terisi. Tradisi “Rahak” ini memiliki makna kebersamaan dalam persekutuan. Ibarat berada dalam satu perahu, semua orang sama-sama adalah penumpang, walaupun berbeda suku bangsa dan status social. Semua menjadi satusaudara di dalam Tuhan, sebab itu orang besar atau berstatus tinggi wajib menunggu rakyat kecil. Doa makan dilakukan oleh Latupati. Tradisi makan bersama yang ditempatkan pada akhir kegiatan penutupan sidang MPL ke-44 GPM sekaligus juga mengekspresikan rasa syukur atas seluruh kemurahan Tuhan bagi umat serta masyarakat.

doa : Kami mau memuji dan memegahkan Engkau Tuhan selama-lamanya. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023 DAN JAN 2024, LPJ, GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Desember 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan

Tema Mingguan : Nantikanlah Mesias yang Membawa Damai

Minggu, 24 Desember 2023

bahan bacaan : Mikha 5:1-14

Raja Mesias dan penyelamatan Israel
(4-14) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel. 2 (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. 3 (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. 4 (5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, 5 (5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. 6 (5-5) Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita. 7 (5-6) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di tengah-tengah banyak bangsa seperti embun dari pada TUHAN seperti dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan yang tidak menanti-nantikan orang dan tidak mengharap-harapkan anak manusia. 8 (5-7) Maka sisa-sisa Yakub akan ada di antara suku-suku bangsa, di tengah-tengah banyak bangsa seperti singa di antara binatang-binatang hutan, seperti singa muda di antara kawanan kambing domba: ke manapun ia pergi, maka ia membanting dan menerkam, sedang tidak ada yang melepaskan. 9 (5-8) Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan! 10 (5-9) Maka akan terjadi pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan melenyapkan kudamu dari tengah-tengahmu dan akan membinasakan keretamu. 11 (5-10) Aku akan melenyapkan kota-kota negerimu dan akan meruntuhkan segala kubumu. 12 (5-11) Aku akan melenyapkan alat-alat sihir dari tanganmu, dan tukang-tukang peramal tidak akan ada lagi padamu. 13 (5-12) Aku akan melenyapkan patung-patungmu dan tugu-tugu berhalamu dari tengah-tengahmu, maka engkau tidak lagi akan sujud menyembah kepada buatan tanganmu. 14 (5-13) Aku akan menyentakkan tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memunahkan berhalamu; 15 (5-14) Aku akan membalas dendam dengan murka dan kehangatan amarah, kepada bangsa-bangsa yang tidak mau mendengarkan.

Bersama Yesus Ada Damai Dan Bahagia
Perjalanan kehidupan di dunia ini tidak selamanya baik-baik saja ada rupa-rupa masalah yang menghampiri dan setiap kita punya cara sendiri untuk menghadapi dan mengatasinya. Ada yang kemudian mengatasinya dengan menggunakan kekuatan dan kepintaran, uang atau harta bahkan ada yang mengandalkan koneksi. Kita lalu melupakan dan mengabaikan suatu kuasa dan kekuatan yang telah menyelamatkan. Dialah sang Mesias Tuhan dan Juruselamat kita. Nabi Mikha telah menubuatkan bagi kita bahwa akan datang seseorang yang menjadi penyelamat dan sandaran hidup kita. Betlehem yang terkecil di antara kaum yehuda menjadi bukti kasih dan anugerah Allah bagi manusia. Dari kisah nubuatan mikha lalu kita belajar bahwa sesungguhnya yang kecil, yang hina justru dipakai Allah sebagai jalan lahimya Sang Juruselamat. Nantikanlah Dia dalam keteguhan iman dan pengharapan padanya. Ikuti dan berjalan bersama Dia pasti ada damai dan bahagia.

Doa: bersamaMu, kedamaian dan kebahagian akan menjadi bagian hidup kami. Amin

Senin, 25 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 2:1-12

Orang-orang majus dari Timur
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia." 9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Menyambut Yesus Dalam Ketaatan Dan Kesetiaan
Dalam setiap nasehat orang-orang tua kalimat yang sering kita dengar salah satunya “muka seng bisa robah tapi kalakuang bisa” artinya dari waktu ke waktu pengenalan akan Yesus, pengakuan akan Yesus sebagai Juruselamat mengharuskan ada perubahan-perubahan perilaku selaku orang yang mengalami perjumpaan dengan Yesus, mereka harus menjadi orang-orang yang patuh dan taat pada perintah-Nya dengan cara meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk serta perilaku-perilaku yang menyimpang dari kehendakNya. Jangan lagi membiarkan pikiran dan perasaan kita dirasuki oleh hal-hal yang bertentangan dengan kehendakNya. Dari apa yang dilakukan oleh para Majus kita belajar tentang hal menyembah Yesus yang sesungguhnya yaitu tidak sekedar sujud tetapi serentak dengan itu harus mengambil keputusan untuk taat, setia, berpegang teguh pada perintah dan kehendakNya serta mau setia hidup di jalan Tuhan. Inilah natal yang sesungguhnya.

Doa: Mampukanlah kami menyembah-Mu dalam Roh dan Kebenaran. Amin.

Selasa, 26 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 2:13-15

Penyingkiran ke Mesir
13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." 14 Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku."

Kedatangan-Nya Menjadikan Hidup Lebih Berarti
Dalam mewujudkan karya keselamatan bagi manusia dan semesta melalui Yesus Kristus, Allah juga memahami orang-orang di sekitar dan salah satunya berdasarkan catatan Matius 2:13-15 ialah Yusuf. Dia adalah orang yang tulus hatinya. Ketulusan hati yusuf ini menjadikannya pribadi yang memiliki kepekaan sungguh pada apa yang diperintahkan Allah melalui malaekat-Nya. Sebab itu Allah menggunakan Yusuf sebagai mitra dalam karya penyelamatan. Ketulusan hati tidak hanya ditunjukan dalam hal kepedulian bagi sesama tetapi juga harus dinyatakan dalam kepatuhan mendengar dan melaksanakan kehendak Allah tanpa bimbang dan ragu dan tanpa persungutan. Ketulusan hati Yusuf patut kita teladani agar kita pun menjadi alat penggenapan Firman Tuhan demi karya keselamatan dari Allah bagi dunia. Jadilah orang-orang yang tulus dan memiliki kepekaan mendengar perintah Tuhan, sehingga kita akan terus berada pada jalan dan rencana Tuhan bagi kebaikan semua anak, sesama dan dunia ini seutuhnya.

Doa: Jadikan kami anak-anak yang berhati tulus dan peka mendengar perintah-MU TUHAN. Amin

Rabu, 27 Desember 2023

bahan bacaan : Zakharla 8:9-13

9 Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kuatkanlah hatimu, hai orang-orang yang selama ini telah mendengar firman ini, yang diucapkan para nabi, sejak dasar rumah TUHAN semesta alam diletakkan, untuk mendirikan Bait Suci itu. 10 Sebab sebelum waktu itu tidak ada rezeki bagi manusia, juga tidak bagi binatang; dan karena musuh tidak ada keamanan bagi orang yang keluar dan bagi orang yang masuk, lagipula Aku membuat manusia semua bertengkar. 11 Tetapi sekarang, Aku tidak lagi seperti waktu dahulu terhadap sisa-sisa bangsa ini, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 12 melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya. 13 Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"

Diselamatkan Untuk Menjadi Berkat
Saat badai datang menerpa kehidupan dan semua jalan tertutup, kehidupan seolah-olah tanpa harapan. Tatkala semua janji dan pertolongan dari tak berwujud maka ketakutan dan kecemasan akan menjadi bagian jiwa yang membuat seluruh sendi kehidupan seakan tidak berdaya. Dalam situasi seperti ini hanya ada satu janji dan pertolongan yang dapat memberi kelegaan dan kelepasan, yaitu janji Allah, sebagaimana kehadiran Yesus ke dalam dunia ini bukan karena kehendak manusia tetapi semata-mata karena kasih Allah yang mau dinyatakan agar manusia diselamatkan. Firman Tuhan yang disampaikan Zakharia itu telah menjadi nyata bahwa Yesus datang tepat pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak terlambat, dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Allah. Jadi janganlah takut! Allah telah menyelamatkan dan membuat kita menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Tolong kami ya TUHAN, memiliki hati yang kuat dalam menjalani setiap musim kehidupan. Amin

Kamis, 28 Desember 2023

bahan bacaan : Zakharia 8:14-19

14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: "Kalau dahulu Aku telah bermaksud mendatangkan malapetaka kepada kamu, ketika nenek moyangmu membuat Aku murka, dan Aku tidak menyesal, firman TUHAN semesta alam, 15 maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut! 16 Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu. 17 Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN." 18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Berkata Benar Dan Jujur Menyenangkan Hati Tuhan
Dari keterpurukan di Babelonia, umat Israel diangkat dan dipulihkan Allah. Mereka dibawa keluar dan dihentar tangan Allah yang gagah dan penuh kuasa, kembali ke tanah perjanjian sebagai tindakan penyelamatan. Karena itu umat harus meresponinya dengan berkata benar seorang kepada yang lain dan melaksanakan hukum dengan benar, yang mendatangkan damai kepada sesama. Satu tanggung jawab iman kita ialah merespon segala kebaikan Tuhan yang memenuhi hidup kita dengan berkat-Nya. Jadikan hidup kita sebagai saluran berkat bagi sesama. Berkatalah benar satu kepada yang lain, bawalah damai dalam kehidupan bersama. Lakukanlah ini sebagai persembahan yang harum bagi kemuliaan nama Tuhan. Melalui Firman Tuhan ini, kita diajak untuk berkomitmen menjalani hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Kita hidup benar dan jujur di hadapan Allah, tidak merancang kejahatan dalam hidup serta tidak mencintai sumpah palsu. Percayalah janji Tuhan itu ya dan amin, jangan takut! kuatkanlah hatimu karena Allah selalu besertamu.

Doa: Kami mau menjadi saluran berkatMU dengan tetap mencintai kebenaran dan kedamaian. Amin

Jumat, 29 Desember

bahan bacaan : Yesaya 9:1-6

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 3 (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 4 (9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 5 (9-4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 6 (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 7 (9-6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Penasihat Ajaib
Jalan dalam kegelapan bagaikan kapal yang berlayar tanpa tujuan dan hanya terombang-ambing dalam situasi yang tidak menentu. Kita membutuhkan terang di tengah kegelapan agar jangan terantuk dan jatuh dalam lembah kebinasaan. Terang itu membuka mata kita untuk melihat jauh ke masa depan yang penuh dengan harapan. Yesaya bernubuat, Terang yang ilahi itu telah datang, Dialah Yesus. Kepada kita semua dianjurkan, bukalah hati sambut Dia dan tinggal Bersama-Nya pada setiap waktu dan keadaan. Jadikan Yesus bagian yang terindah dalam hidup, supaya keindahan apapun yang ditawarkan dunia ini tidak akan menggoyahkan hati dan iman kita kepada-Nya. Dialah Yesus, Tuhan yang harus memerintah atas hidup kita. Dialah Yesus, Sang Penasihat Ajaib yang akan menuntun dengan nasihat dan hikmat-Nya agar sepanjang hidup kita dapat menikmati damai sejahtera. Dialah bapa yang kekal, Raja damai. kedatanganNya memberikan kesejahteraan dan damai mengalir ibarat laut yang tidak akan pernah kering.

Doa: Tuhan, kami percaya hanya saat tinggal dan dekat dengan MU jiwa kami damai. Amin.

Sabtu, 30 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 26:1-6

Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah
Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. 4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."

Engkaulah Gunung Batu yang Kekal
Setiap pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh terhadap apa yang akan terjadi dikemudian hari. Untuk itu Yesus mengumpamakan setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan firman Tuhan seperti membangun rumah di atas pondasi batu karang, akan tetap kokoh saat di terpa badai. Tetapi bagi setiap mereka yang mengambil keputusan berdasarkan emosional sesaat orang itu ibarat membangun rumah di atas pasir, mudah roboh saat badai menerpa. Hal yang paling didambakan setiap kita di dunia ini ialah hidup di dalam damai sejahtera. Pertanyaannya adalah bagaimana kita memperoleh damai sejahtera?. Damai sejahtera akan didapati saat kita hidup benar. Damai sejahtera akan dialami saat kita terbebas dari segala kejahatan. Ke dua faktor penting ini di temukan hanya dengan cara hidup melihat pada firman Tuhan dan percaya bahwa Tuhan adalah gunung batu yang kekal (Yesaya 26 : 4). Setahun sudah kita merasakan perlindungan Tuhan. Maka buang jauh-jauh kecemasan dan keraguan dalam hati, percayalah kepada Tuhan selama-lamanya. Sebab Tuhan adalah Gunung Batu yang kuat, tempat kita berlindung di sepanjang hidup.

Doa: Kami percaya bahwa hanya Engkaulah gunung batu yang kekal. Amin

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Bersukacitalah ! Tuhan Membawa Keselamatan

Minggu, 17 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 35:1-10

Keselamatan bagi umat TUHAN
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; 2 seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. 3 Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. 4 Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" 5 Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. 6 Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; 7 tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. 8 Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. 9 Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, 10 dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Tuhan Membawa Keselamatan, Bersukacitalahl
Tidak terasa kita sudah memasuki Minggu Adventus III (Minggu Gudete/Bersukacitalah). Pada minggu ini umat diharapkan untuk mengungkapkan sukacita atau kegembiraan menyongsong kedatangan Tuhan Yesus. Hal ini didasarkan pada pengharapan akan kedatangan Tuhan yang membawa keselamatan. Hal ini juga diungkapkan oleh Yesaya melalui nas bacaan tadi, bangsa Israel yang menderita sebagai bangsa buangan di Babilonia akan mengalami kelepasan. Pertolongan dan keselamatan akan datang dari Allah, sehingga kegirangan akan memenuhi sekalian tempat, Semuanya akan bersorak menyambut datangnya Allah Sang Penyelamat dan Penebus umat-Nya. Pada waktu itu, orang buta dapat melihat, orang yang tidak dapat mendengar akan kembali mendengar, orang lumpuh dapat berjalan, orang bisu dapat berbicara (ay.5-6). Orang yang tawar hati dan menderita memiliki semangat untuk hidup. Pokoknya, pertolongan Tuhan sempurna adanya. Maka umat yang sedang menanti kedatangan Tuhan saat adalah umat yang bersukacita dan berpengharapan kepada Tuhan yang akan memberikan keselamatan dan pelepasan dari berbagai persoalan hidup; penyakit, perselisihan, masalah keuangan, dan pergumulan lainnya.

Doa: Ya Tuhan, kami sangat bersukacita atas keselamatan yang Kau sediakan bagi kami. Amin.

Senin, 18 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 52:1-12

TUHAN menyelamatkan Sion
Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu. 2 Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan! 3 Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus tanpa pembayaran juga. 4 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dahulu umat-Ku berangkat ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, lalu Asyur memeras dia tanpa alasan. 5 Tetapi sekarang, apakah lagi urusan-Ku di sini? demikianlah firman TUHAN. Umat-Ku sudah dirampas begitu saja. Mereka yang berkuasa atas dia memegahkan diri, demikianlah firman TUHAN, dan nama-Ku terus dihujat sepanjang hari. 6 Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku! 7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!" 8 Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion. 9 Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem. 10 TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita. 11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN! 12 Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.

Sambutlah, Raja-Mu Datang!
Umat Israel sangat menantikan saat di mana Tuhan memulihkan kembali relasi dengan mereka. Sebagai umat pilihan, mereka rindu mendengar bahwa Tuhan telah datang untuk kembali menjadi Raja atas Israel. Tetapi kapankah ini terjadi? Kapankah berita sorak sorai ini dinyatakan? Ketika Israel kembali dari pembuangan? Tidak. Sebab setelah mereka kembali dari pembuangan pun tetap tidak ada satu orang raja keturunan Daud yang diurapi. Maka sebenarnya sorak sorai ini baru bisa digenapi ketika Tuhan Yesus datang. Kedatangan Tuhan Yesus itulah kedatangan Allah yang menjadi Raja atas umat-Nya. Yesuslah Sang Raja keturunan Daud. Dialah Sang Mesias yang dijanjikan. Dialah berita sukacita yang diteriakkan oleh pembawa berita damai itu. “Sudah datang! Sudah datang Raja kita, Allah segenap pasukan malaikat!” Yesuslah yang dimaksud. Dialah yang menggenapi semua janji Allah tentang Sang Mesias yang akan memerintah. Kita pun di saat ini mesti membuka hati untuk menyambut Raja yang sudah datang ini. Biarkan Ia memerintah dalam hati dan hidup kita, agar kebahagiaan dan sukacita menjadi bagian kita hari ini dan selamanya.

Doa: Kami siap menyambut-Mu dengan penuh sukacita ya Tuhan. Raja atas hidup kami. Amin.

Selasa, 19 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 55:1-5

Seruan untuk turut serta dalam keselamatan yang dari TUHAN
Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! 2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. 3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. 4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; 5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.

Yesus Adalah Jalan Keselamatan dan Hidup
Nas bacaan hari ini berisi ajakan kepada umat di pembuangan untuk mendapatkan pemulihan yang dikerjakan Allah. Dalam bahasa kiasan dikatakan, mereka tidak perlu berbelanja untuk dapat makanan dan minuman yang baik dan lezat. Hal ini bukanlah berarti umat tidak perlu lagi bekerja, melainkan mereka harus melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah agar menikmati berkat dari Allah. Mereka tidak boleh mengerjakan hal yang jahat, apalagi mendapatkan makanan dan minuman dari hasil kecurangan. Seperti Tuhan mengaruniakan manna dan air dalam pengembaraan di padang gurun, demikianlah umat di pembuangan akan dikenyangkan dan dipuaskan oleh anugerah Allah. Sebab itu mereka harus bersukacita. Kasih setia Allah akan terbukti ketika umat di pembuangan itu kembali memperoleh situasi hidup semasa pemerintahan Daud, di mana mereka dapat memanggil bangsa mana pun untuk mendekat demi perwujudan rencana Allah bagi bangsa-bangsa. Kasih setia dan anugerah keselamatan dari Allah tidak terbatas untuk umat Israel saja, melainkan tersalurkan pula kepada seluruh bangsa.Kita sungguh bersyukur, janji kesetiaan Tuhan itu masih berlaku hingga kini. Kedatangan Tuhan Yesus, adalah bukti kesetiaan Tuhan. Karena itu, Yesus adalah Jalan keselamatan dan hidup harus kita sambut dengan bersyukur dan bersukacita.

Doa : Tuhan, ajarkan kami untuk hidup setia di jalan Keselamatan-Mu, amin

Rabu, 20 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 56:1-8

Keselamatan adalah bagi semua orang
Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. 2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat. 3 Janganlah orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN berkata: "Sudah tentu TUHAN hendak memisahkan aku dari pada umat-Nya"; dan janganlah orang kebiri berkata: "Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering." 4 Sebab beginilah firman TUHAN: "Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 5 kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama--itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan--,suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. 6 Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, 7 mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. 8 Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang: Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun."

Bersukacita Atas Keselamatan Dari Tuhan
Nabi Yesaya diutus kepada umat Tuhan untuk menyatakan penghiburan yang berasal dari-Nya. Penghiburan yang menguatkan umat. Karena terpuruk akibat penjajahan kekuasaan asing dan perangkap penyembahan berhala. Sungguh mengejutkan! Tuhan yang dikhianati. Tuhan yang ditinggalkan. Namun demikian, justru Tuhan yang mau datang dan menjumpai umat-Nya, bahkan memberi kesukacitaan. Tuhan menganugerahkan keselamatan bagi setiap orang yang bersedia
memelihara hidup dan mengisinya dengan pilihan untuk melakukan kehendak-Nya juga bergantung hanya pada perjanjian-Nya serta mau melayani-Nya. Di hari minggu Adven III ini, marilah menghayati dan mensyukuri keselamatan dari Tuhan, sehingga kita bersukacita! Sukacita Tuhan itu ditujukan bagi semua orang. Malam ini, marilah kita tutup dengan sebuah doa dan kesediaan diri untuk menjadi pribadi dan keluarga serta jemaat yang membagikan sukacita kepada semua orang.

Doa: Bapa, biarlah sukacita atas keselamatan yang Engkau beri mewarnai hari-hari kami. Amin.

Kamis, 21 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 60:1-7

Kemuliaan Sion yang akan datang
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. 3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. 4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. 5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. 7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.

Bangkit dan Menjadi Teranglah
Melalui Nabi Yesaya, Allah memberikan pesan pengharapan yang menerangi hati umat pilihan-Nya bahwa Tuhan akan mendatangkan terang yang akan terbit di tengah mereka. kehidupan bangsa Israel akan dipulihkan bahkan melalui mereka bangsa-bangsa akan datang kepada terang Allah. Kesulitan hidup memang kerap membuat sekeliling kita terasa gelap. Meski demikian, Tuhan tidak pernah menghendaki kita terus diam dalam kegelapan. Dia bukan hanya memberikan terang-Nya untuk tinggal di dalam kita, tetapi Dia juga memberikan sebuah identitas baru. Dia melabeli kita sebagai terang dunia, agar kita dapat menerangi kegelapan dalam hidup banyak orang. Sehingga mereka memperoleh pengharapan dalam terang Allah yang terpancar melalui kita. Maka dari itu, bangkitlah dari keterpurukan. Firman Tuhan ini sedang mengingatkan bahwa, tidak ada alasan untuk ragu, karena sesungguhnya terang Tuhan telah terbit atas umat-Nya, yaitu, kita. Yang diperlukan adalah sadar dan bangkit lalu melakukan apa yang telah dipercayakan kepada kita. Dimanapun kita berada biarlah hidup kita ini mampu untuk memancarkan terang itu kepada semua orang. Seperti apa yang dikatakan dalam Injil Matius: Kamu adalah Terang Dunia. Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang (Matius 5:16).

Doa: Bapa, biarlah terang hidup kami menerangi kegelapan dunia ini. Amin.

Jumat, 22 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 62:1-5

Keselamatan Sion akan datang dengan segera
Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. 2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri. 3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu. 4 Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami. 5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.

Merespani Keselamatan Dari Allah
Penghukuman yang dialami dan dijalani oleh bangsa Israel membuat mereka benar-benar terpuruk. Situasi yang cukup memprihatinkan ini menggelisahkan hati sang nabi. Sebab itu, ia berkata: oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri….dst (ay. 1). Artinya ia tidak akan pernah berhenti menggumuli keadaan umat Israel agar Tuhan melepaskan mereka dari penderitaan yang dialami. la sangat meyakini bahwa akan tiba saatnya bangsa Israel memperoleh pembebasan dan keselamatan dari Allah. Hal ini dipertegas dengan ungkapannya, maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu…..dst (ay. 2). Artinya Israel akan dipulihkan dan menjadi berharga serta berkenan dihadapan Tuhan. Itulah sebabnya Allah akan bergirang hati atas umat-Nya itu seperti seorang mempelai melihat pengantin perempuan. Ayat ini menjelaskan akan terjalin kembali hubungan baik antara Allah dan umat Israel. Jika Allah yang memberikan keselamatan saja dapat bergirang hati, maka bagaimana dengan Israel yang menerima keselamatan itu? Tentu saja sangat bersukacita, karena mereka akan kembali dan mendiami tanah yang telah dianugerahkan bagi mereka. Keselamatan juga telah menjadi milik kita sebagai umat Allah. Sebagai respon atas keselamatan itu maka patutlah kita bersukacita dalam menjalani hari-hari hidup, sekalipun diperhadapkan dengan berbagai tantangan. Tetaplah bersukacita!

Doa: Tuhan, biarlah sukacita atas keselamatan yang Engkau beri mewarnai hari-hari kami. Amin.

Sabtu, 23 Desember 2023

bahan bacaan : Mazmur 14:7

7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Tuhan Pemberi Keselamatan
Allah tidak akan tinggal diam melihat ketidakbenaran dan ketidakadilan, sebab Dia adalah Allah yang benar dan adil. Dia sanggup sekaligus memulihkan semua orang yang mengandalkan-Nya dari cengkraman ketidakbenaran. Karena itu sangatlah penting berharap pada Tuhan seperti yang dilakukan oleh pemazmur dalam bacaan kita. Besar harapan pemazmur agar Allah dapat memulihkan dan menyelamatkan Israel dan ketidakadilan yang dialami. Pemazmur meyakini bahwa pemulihan dan keselamatan yang akan dianugerahkan Allah bagi bangsa Israel, dapat menjadikan mereka bersukacita dan bersorak-sorak. Artinya ia mengakui kuasa Allah yang mampu menghadirkan sukacita ditengah-tengah berbagai persoalan dan tantangan hidup. Tantangan kehidupan akan selalu datang silih berganti. Namun penyertaan dan perlindungan Tuhan tidak dapat tergantikan oleh apapun. Oleh karena itu teruslah bangun kepercayaan kepada Allah, sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang sanggup melepaskan, memulihkan dan menyelamatkan. Jangan ragu mengutarakan setiap beban yang mengganjal di hati kepada Tuhan. Percayalah dan berharap dengan sungguh-sungguh kepada-Nya, maka kita akan menyaksikan keberpihakan Tuhan dalam perjalanan kehidupan yang dilalui.

Doa: Ya Allah, kami percaya bahwa Engkaulah pemberi keselamatan bagi kami. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Nantikanlah Tuhan Yang Penuh Cinta dengan Pertobatan

Minggu, 10 Desember 2023

bahan bacaan : Matius 3:1-12

Yohanes Pembaptis
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: 2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" 3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." 4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. 6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. 7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? 8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. 9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! 10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. 12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

Hiduplah Sesuai Kehendak Tuhan
Bertobat merupakan satu kata yang sering menjadi perhatian penting bagi setiap orang yang memberitakan Firman. Ini tentu saja bukan hal yang baru, sebab sudah disampaikan sejak dari zaman perjanjian lama maupun perjanjian baru. Hal yang sama pun kita dapati dalam bacaan hari ini. Bagian ini menunjukkan tampilnya Yohanes di padang gurun Yudea sambil menyerukan tentang pertobatan. Bertobat artinya meninggalkan semua hal yang tidak baik dan tidak benar kemudian berbalik pada Allah. Bagi Yohanes, setiap pertobatan haruslah menghasilkan buah. Perkataan ini dia sampaikan dengan tegas, sebab setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan di tebang dan di buang ke dalam api (ay. 10). Maksudnya setiap orang akan menuai sesuai dengan apa yang ditaburinya. Jika yang dihasilkan adalah baik maka dibiarkan untuk terus bertumbuh dan berkembang, sebaliknya jika yang dihasilkan jahat akan di tebang dan di buang. Karena itu, dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta, maka bertobat harus menjadi komitmen kita. Bertobat bukan hanya pengakuan semata tetapi harus nampak dalam setiap kata maupun perbuatan yang baik dan benar sesuai kehendak Allah. Jadi bertobatlah dan mengakui segala pelanggaran yang telah dilakukan, baik disengaja atau tidak disengaja. Biarlah pertobatan kita senantiasa menghasilkan buah yang baik.

Doa: Tuhan Yesus, tuntunlah kami untuk kembali dan berharap hanya kepada-Mu. Amin.

Senin, 11 Desember 2023

bahan bacaan : Yehezkiel 33:10-11

10 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup? 11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

Pahamilah Maksud Allah
Banyaknya pelanggara dan kejahatan yang diperbuat mengakibatkan manusia merasa tidak layak di hadapan Allah. Perasaan seperti inilah yang dirasakan oleh bangsa Israel. Hal ini terbaca jelas dalam ayat 10, ketika Israel berkata: pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur…..dst. Bangsa Israel yang dibuang ke Babel menyadari bahwa hilangnya negeri mereka adalah hukuman berat karena dosa-dosa mereka. Sebagian dari mereka merasa tidak berdaya karena tidak mungkin lagi mendapatkan kembali tanah atau membangun kembali apa yang telah hancur. Atas perkataan itu Allah berfirman, Aku tidak berkenan pada kematian orang fasik…..supaya ia hidup (ay. 11a). Bangsa Israel yang tinggal di Babel telah menderita karena dosa-dosa mereka. Namun, Yehezkiel diminta untuk terus mengajak generasi yang ada untuk bertobat. Artinya Allah tidak menginginkan kematian yang sia-sia dialami oleh bangsa itu atau dengan kata lain mereka akan mengalami kebinasaan. Karena itu sangatlah penting memahami maksud Allah dalam menjalani kehidupan ini. Allah menginginkan semua orang yang dikasihi-Nya menyadari pelanggaran dan dosa serta mengalami pertobatan, sebab dengan begitu ia akan hidup. Dalam segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki, mintalah Roh-Nya agar selalu memberikan pengertian dan pemahaman. Dengan demikian maka kita akan tahu bahwa Allah selalu menginginkan yang terbaik dalam kehidupan kita. Ingat dan camkanlah selalu bahwa Allah tidak menginginkan kematian
orang fasik melainkan pertobatan mereka. Bertobatlah supaya kamu hidup.

Doa: Ya Tuhan, kami mau bertobat dan berlaku benar sesuaikehendak-Mu. Amin.

Selasa, 12 Desember 2023

bahan bacaan : Yehezkiel 33:12-20

12 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada teman-temanmu sebangsa: Kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya; dan orang benar tidak dapat hidup karena kebenarannya, pada waktu ia berbuat dosa. 13 Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! --tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya. 14 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti mati! --tetapi ia bertobat dari dosanya serta melakukan keadilan dan kebenaran, 15 orang jahat itu mengembalikan gadaian orang, ia membayar ganti rampasannya, menuruti peraturan-peraturan yang memberi hidup, sehingga tidak berbuat curang lagi, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 16 Semua dosa yang diperbuatnya tidak akan diingat-ingat lagi; ia sudah melakukan keadilan dan kebenaran, maka ia pasti hidup. 17 Tetapi teman-temanmu sebangsa berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Padahal tindakan mereka yang tidak tepat. 18 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan, ia harus mati karena itu. 19 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup karena itu. 20 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Aku akan menghakimi kamu, masing-masing menurut kelakuannya, hai kaum Israel."

Orang Benar vs Orang Jahat

Ada dua tipe orang yang dapat kita temui di dalam bacaan ini. Perbedaan mereka tidak hanya nampak dalam penyebutannya, tetapi juga dari setiap kelakuan mereka. Jika orang benar melakukan kebenaran dalam hidupnya, sebaliknya orang jahat melakukan kejahatan. Namun firman Tuhan yang harus disampaikan kepada orang Israel melalui Yehezkiel, kebenaran orang benar tidak menyelamatkan dia, pada waktu ia jatuh dalam pelanggaran dan kejahatan orang jahat tidak menyebabkan dia tersandung, pada waktu ia bertobat dari kejahatannya…..dst (ay. 12). Artinya seseorang dapat dikatakan benar atau jahat tergantung dari prilaku atau perbuatannya. Dengan kata lain perbuatan seseorang mencerminkan siapa dirinya, orang benar ataukah orang jahat. Menyandang identitas sebagai orang percaya mengharuskan kita berlaku benar, baik dalam sikap, perkataan dan perbuatan. Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa seringkali kedagingan sebagai manusia lebih menonjol sehingga perbuatan-perbuatan jahat selalu menjadi laku kita. Namun firman Tuhan memberi harapan dan dorongan untuk memperbaiki diri atau bertobat. Mintalah Roh Allah menguasai diri kita supaya dapat membedakan antara yang benar dan jahat di mata Tuhan. Ingatlah bahwa kejahatan tidak akan terjadi apabila kebenaran menjadi laku kita. Oleh karena itu nantikanlah Tuhan dan jadilah pelaku kebenaran.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk selalu memahami maksud-Mu. Amin.

Rabu, 13 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 2:1-7

Kepada jemaat di Efesus
"Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. 2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. 3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. 6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. 7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Hiduplah Dalam Kasih
Ada sekian banyak orang yang melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupannya. Kendatipun demikian, tidak semua perbuatan baik itu berkenan bagi Allah. Hal yang serupa juga dapat ditemui dalam perenungan saat ini. Dalam surat rasul Yohanes kepada jemaat di Efesus berisikan firman Tuhan yang memperingatkan mereka. Hal ini berkaitan dengan penilaian Tuhan atas semua perbuatan yang mereka lakukan. Tuhan memandang baik jerih payah maupun ketekunan jemaat Efesus, bahkan ketika mereka menentang rasul-rasul palsu, sabar dan menderita karena nama Yesus serta tidak mengenal lelah (ay. 2-3). Namun mereka dikecam karena perbuatan baik itu tidak disertai kasih mereka yang semula (ay. 4). Yang dimaksudkan dengan kasih yang semula yaitu kasih kepada Allah maupun sesama (Iht. Ef. 6:24; 1:15). Karena kasih itu telah hilang dari jemaat Efesus, maka sesungguhnya mereka telah jatuh dan tidak benar di hadapan Tuhan. Karenanya Tuhan mengingatkan mereka agar bertobat, melakukan kebaikan dan di dalam perbuatan baik itu mereka harus menghidupi kasih yang semula itu. Peringatan Tuhan kepada jemaat di Efesus juga penting dimaknai oleh kita sebagai orang percaya. Sebab, terkadang perbuatan baik yang kita lakukan
didorong karena motivasi yang tidak benar bahkan tidak didasari oleh kasih yang sesungguhnya.
Dengan demikian di dalam menantikan Tuhan yang penuh cinta sangatlah penting melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang didasari dengan kasih. Sebab tanpa kasih terhadap Tuhan maupun sesama, semua perbuatan baik kita di pandang sebagai sesuatu yang tidak berkenan dihadapan Allah.

Doa: Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau tidak pernah mengabaikan kami. Amin.

Kamis, 14 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 3:1-6

Kepada jemaat di Sardis
"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! 2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. 3 Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. 4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 6 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Allah Tidak Mengabaikan Umat-Nya
Terlihat hidup tetapi sudah mati merupakan pernyataan Allah kepada jemaat Sardis. Mati yang dimaksudkan bukan secara jasmani tetap secara rohani. Ini disampaikan karena sekalipun mereka baik secara materi, namun tidak baik dalam membangun hubungan dengan Tuhan. Meskipun demikian, Allah tidak membiarkan dan mengabaikan mereka begitu saja. Itu sebabnya Allah berfirman: bangunlah dan kuatkan apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati…..dst (ay. 2). Artinya Allah ingin mereka bangkit sekaligus meneguhkan kembali yang sudah lemah secara rohani. Karena dari semua yang mereka lakukan tidak ada sesuatupun yang berkenan bagi Allah. Jemaat Sardis diingatkan untuk menuruti firman Tuhan yang disampaikan melalui Yohanes untuk bertobat. Ini dimaksudkan agar kehidupan rohani mereka dibarui. Buruknya kerohanian yang didapati pada jemaat Sardis juga didapati dalam kehidupan kita. Tetapi sebagaimana Allah tidak mengabaikan mereka dan masih memberikan kesempatan untuk bertobat, maka kesempatan yang sama pun diberikan kepada kita. Jangan terus terlena dengan hidup yang tidak berkenan kepada Allah melainkan barui hidup dan turuti firman-Nya. Karena firman-Nya itu adalah kekuatan sekaligus memberikan kehidupan yang abadi. Pastikanlah pribadi maupun keluarga kita tidak lagi mengikuti keinginan daging, tetapi keinginan Roh.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk berlaku baik yang disertai kasih kepada Allah juga sesama. Amin.

Jumat, 15 Desember 2023

bahan bacaan : Wahyu 3:19-22

19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! 20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. 21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. 22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Ditegur Dan Dihajar Karena Kasih
Laodikia adalah salah satu jemaat di Asia Kecil yang juga mendapat pesan dari Tuhan Yesus. Jemaat ini masih tetap melakukan ritual-ritual keagamaan, namun hanya sebatas rutinitas atau kebiasaan semata. Ketidaksungguhan kepada Allah diakibatkan karena kesombongan atas banyaknya kekayaan yang dimiliki. Karena kesombongan, mereka tidak menyadari bahwa Tuhan menganggap mereka sebagai orang-orang yang melarat dan malang, miskin, buta serta telanjang. Celaan yang disampaikan oleh Allah bertujuan supaya mereka menyadari kekeliruan bahkan kesalahan yang dilakukan. Tegoran dan hajaran yang dialami mereka bukan karena Allah membenci, tetapi sebaliknya karena Allah mengasihi dan menginginkan mereka bertobat (ay. 19). Kebenaran firman Tuhan saat ini mengingatkan sekaligus mengajarkan kita agar jangan sombong dan meninggikan diri, ketika kita diberkati dengan berlimpah-limpah kekayaan. Apalagi karena kekayaan itu kita menjadi lupa kepada Dia Sang pemberi hidup dan berkat. Jikalau karena kesalahan kita di tegor dan di hajar oleh Tuhan, maka janganlah berfikir negatif atas semuanya itu. Sebab dibalik itu sesungguhnya Allah mengasihi dan ingin kita meninggalkan dosa kemudian berbalik kepada-Nya. Dengar dan lakukanlah apa yang difirmankan-Nya, karena dengan begitu dapat mengubah hidup dan menjadikan kita berkenan kepada-Nya. Janganlah lupa, Allah tidak pernah membenci melainkan mengasihi kita.

Doa: Tuhan, kami percaya ada kasih di balik tegoran dan hajaran-Mu. Amin.

Sabtu, 16 Desember

bahan bacaan : 2 Petrus 3:1-16

Hari Tuhan
Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. 3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." 5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. 8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. 9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. 10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. 14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. 15 Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. 16 Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Menantikan Tuhan Dengan Pertobatan
Kita sudah berada di hari terakhir perayaan minggu adventus II. Perayaan ini mengingatkan orang kristen bahwa kita sedang berada dalam masa-masa penantian “kedatangan” Tuhan Yesus sebagai Raja dan Tuhan pada akhir zaman (eskhatologis). Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua ini, diibaratkan seperti pencuri, tidak seorang pun yang tahu kecuali Bapa Sorga (Mat. 24:36). Dalam masa penantian tersebut, rasul Petrus menasehati orang percaya untuk semakin dewasa dalam kebenaran Allah dalam menghadapi ajaran palsu yang menolak kedatangan Kristus kedua kalinya. Akan tetapi kebenaran Allah akan berlaku ketika pada Hari Tuhan, bumi yang tua itu lenyap dan langit dan bumi yang baru akan menggantikannya. Pada Hari Tuhan orang jahat akan menerima penghukuman mereka, sedangkan orang benar akan diselamatkan. Karena itu, orang-orang yang sudah disesatkan oleh guru-guru palsu supaya berbalik dan bertobat. Mereka harus kedapatan tak bercacat dalam perdamaian dengan Tuhan. Pesan teks ini bagi kita, merayakan minggu-minggu adventus (kedua), mengingatkan kita untuk tetap setia menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya dengan hidup mengalami pertobatan dari kehidupan yang penuh dosa menjadi manusia baru didalam Kristus.

Doa: Kami mau menanti kedatangan-Mu dengan bertobat dan membarui hidup. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 3 – 9 Desember 2023

Tema Bulanan : Menyambut Tuhan dengan Berpengharapan dan Bersukacita

Tema Mingguan : Tetaplah Berpengharapan dan jadilah terang bagi dunia

Minggu, 03 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 49:1-7

Hamba TUHAN sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. 2 Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. 3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." 4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." 5 Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: 6 "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." 7 Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: "Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau."

Kita adalah Mereka. Mereka itu Kita
Setiap orang yang terlahir di dunia ini memiliki keunikan dan keterampilan masing-masing. Nabi Yesaya menyampaikan Firman Tuhan, bahwa sejak dalam kandungan Tuhan telah menetapkan kita untuk menjadi “HambaNya” sesuai dengan kemampuan kita. Hamba Tuhan bukan sekedar menjadi Pendeta/Penginjil/Majelis Jemaat, Hamba Tuhan adalah semua orang yang taat dan setia melakukan kehendakNya dalam segala keadaan dan situasi termasuk mereka yang memiliki keterbatasan juga. Oleh karenanya, kita saat ini diarahkan agar dapat menjadi Hamba Tuhan yang menerangi kehidupan kita lewat tutur kata, perilaku dan pekerjaan yang kita lakukan. Apapun yang kita kerjakan hendaknya berdampak pada nilai-nilai kebaikan serta menjadi teladan bagi sesama. Saudara/l kita yang adalah penyandang Disabilitas pun mampu menjadi Terang ketika mereka dengan keterbatasannya tetap menunjukkan kesetiaan untuk menjadi Hamba Tuhan yang mau hidup saling mengasihi dan saling menerima satu dengan yang lain. Jika demikian, maka tugas kita yang hidup berdampingan dengan saudara/l Disabiltas ialah hidup saling melengkapi, saling mendukung dan tidak megucilkan mereka. Ingat, setiap kita memiliki keunikan dan itu telah ditentukan Tuhan Allah sejak di dalam kandungan.

Doa: Tunjukkan KasihMu Tuhan, bagi setiap jiwa yang merindukan JamahanMu. Amin.

Senin, 04 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42:1-9

Hamba TUHAN
Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. 2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. 3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum. 4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. 5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya: 6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, 7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. 8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."

Berharaplah Hanya Kepada Tuhan
Dunia dewasa ini sedang tidak baik-baik saja. Kesulitan ekonomi, penderitaan akibat penyalahgunaan kekuasaan, penindasan serta perundungan hak-hak asasi manusia lewat media online kian marak terjadi. Ya! Belakangan ini kita diperhadapkan dengan berbagai informasi kematian akibat bullyian atau perundungan. Pada dasarnya manusia ketika berhadapan dengan persoalan hidup, ‘sakit’ yang mereka derita bukan soal sakit fisik namun lebih kepada psikis. Oleh karenanya, dukungan keluarga atau Support System penting untuk memberikan semangat dan mengembalikan kepercayaan diri dari si penderita itu. Nabi Yesaya melalui bacaan ini memberikan sebuah pengharapan tentang kehidupan yang diselamatkan oleh Tuhan Allah. Pada ayat 3 & 4 digambarkan lewat kalimat “buluh yang patah tidak diputuskan dan sumbu yang pudar tidak akan dipadamkan”. Metafora ini menegaskan bahwa dalam keadaan sesulit apapun, Tuhan tidak akan pemah meninggalkan kita asalkan kita sungguh-sungguh percaya dan berserah padaNya. Ketika kita meminta kekuatan, Tuhan memberikan kesulitan agar kita belajar menjadi kuat. Ketika kita meminta Hikmat, Tuhan memberikan persoalan agar kita semakin bijaksana. Kita diajarkan untuk hidup berserah kepada Tuhan sebab keselamatan telah dianugerahkan kepada kita. Jadilah pribadi yang saling menguatkan, hadir dan memberikan motivasi kepada setiap jiwa yang hampa. Hanya dengan demikian, maka kehadiran kita akan lebih berarti dan bermakna.

Doa: Topang kami Tuhan, untuk tetap menggantungkan seluruh harapan hanya kepadaMu. Amin.

Selasa, 05 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 42: 10-17

Puji-pujian tentang penyelamatan
10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. 11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! 12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau. 13 TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. 14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap. 15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga. 16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan. 17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!"

Pujilah Tuhan, hai Jiwaku

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Allah Pencipta cakrawala. Segala Serafim, Kerubim, pujilah Dia, besarkanlah namaNya” ini adalah penggalan lagu PKJ No 27 yang bercerita tentang Puji-pujian kepada Allah oleh karena kebaikan dan kebesaran yang Tuhan Allah anugerahkan kepada kita. Sejalan dengan bacaan kita hari ini yang merupakan lanjutan dari bacaan kemarin bahwa Nabi Yesaya menyerukan kepada umat untuk selalu memuji Tuhan Allah atas Keselamatan yang dianugerahkan kepada kita. Memuji Tuhan bukan sekedar bernyanyi dan melantunkan nada-nada indah, melainkan harus diaktakan lewat tutur kata dan tindakan sehari-hari. Memuji Tuhan melalui tindakan kepedulian bagi sesama, penghormatan kepada orang tua, membangun kehidupan saling mengasihi. Tidak saling menjatuhkan, tidak saling membenci, tidak ada rasa iri hati, dendam bahkan tidak merancang kejahatan bagi sesama. Memuji Tuhan juga harus nampak dalam relasi dengan alam ciptaan. Merawat dan melestarikan alam yang adalah anugerah Allah untuk kita berdiam didalamnya. Jika kita dapat memberlakukan dalam kehidupan dan keseharian kita, maka percayalah itu adalah wujud puji-pujian yang sejati bagi Allah yang telah menebus kita.

Doa: ajari kami untuk memujiMu Tuhan melalui tutur kata dan perbuatan kami. Amin.

Rabu, 06 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 43:1-7

Allah adalah satu-satunya penebus
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. 2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau. 3 Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu. 4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. 5 Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau, Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur, dan Aku akan menghimpun engkau dari barat. 6 Aku akan berkata kepada utara: Berikanlah! dan kepada selatan: Janganlah tahan-tahan! Bawalah anak-anak-Ku laki-laki dari jauh, dan anak-anak-Ku perempuan dari ujung-ujung bumi, 7 semua orang yang disebutkan dengan nama-Ku yang Kuciptakan untuk kemuliaan-Ku, yang Kubentuk dan yang juga Kujadikan!"

Berharga Di Mata Tuhan Setiap Orang Percaya
Seperti pelangi sehabis hujan itulah janji setiaMu Tuhan, merupakan penggalan lirik lagu yang menunjukkan kesetiaan Tuhan di balik penderitaan yang dialami manusia. Dalam sejarah umat Israel, beberapa kali mereka diselamatkan oleh Allah dari cengkraman musuh dan salah satunya yaitu pembebasan dari pembuangan di Babel. Teks bacaan kita menggambarkan tentang janji Allah terkait pembebasan yang akan dialami oleh umat-Nya dalam pembuangan. …..jangan takut, sebab Aku telah menebus engkau. (ay. 1), menunjukkan ada ketakutan besar yang dirasakan oleh bangsa Israel kala itu. Namun dalam penderitaan yang dialami, Allah akan senantiasa menyertai hidup mereka. Sebab umat Israel berharga di mata Allah dan Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha Kudus dan pengasih. Penyelamatan Allah atas Israel dalam bacaan saat ini memberikan kekuatan bagi kita sebagai orang percaya. Berbagai tantangan dan persoalan hidup akan menjadi realita yang harus tetap kita hadapi dan jalani. Karena sebagaimana Israel dibebaskan maka kita juga harus meyakini bahwa dalam harap dan percaya pada Allah dalam Yesus, kita akan mampu melewati tantangan dan persoalan itu. Sebab hidup setiap orang percaya begitu berharga di mata Allah. Karena itu, janganlah takut melainkan berharaplah senantiasa kepada-Nya, sebab di mata-Nya kita berharga.

Doa: Terima kasih Tuhan, karena hidup kami berharga dihadapanMu. Amin.

Kamis, 07 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:1-8

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel." 6 Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. 7 Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! 8 Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah Allah selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!"

Allah Tak Pernah Ingkar Janji
Dengan beragam alasan, manusia dapat saja mengingkari janji yang telah diucapkannya. Namun hal semacam ini tidak berlaku bagi Tuhan Allah. Janji berkat atas seluruh kehidupan umat Israel tidak pernah di ingkari-Nya, sekalipun mereka hidup dalam ketidaktaatan. Hal ini terbukti ketika Allah masih memberikan kesempatan setelah mereka menerima ganjaran atas ketidaktaatan yang dilakukan. Inilah yang nampak dalam ayat 3, sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus…..dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. Artinya janji berkat Allah tidak berkesudahan dan akan senantiasa ditepati bagi bangsa Israel bahkan sampai kepada keturunan selanjutnya. Oleh karena itu sangatlah penting membangun kepercayaan dan keyakinan secara utuh kepada Allah. Sebab hanya Dia satu-satunya Allah yang patut dipercayai (ay. 6b). Janji berkat yang diucapkan-Nya tidak berlaku hanya kepada bangsa Israel saja, melainkan juga bagi semua orang yang telah percaya kepada-Nya. Sebagai manusia seringkali kita diliputi kekuatiran ketika diperhadapkan dengan badai kehidupan. Badai itu dapat bermunculan dari berbagai segi kehidupan baik dalam keluarga, persekutuan maupun masyarakat. Akan tetapi sekuat apapun badai yang datang menerpa silih berganti, tetaplah berpegang teguh pada janji Tuhan. Sesuai firman Tuhan saat ini, maka janganlah gentar dan janganlah takut sebab Allah yang kita sembah adalah Allah yang takan pernah mengingkari janji. Teruslah membangun hidup dalam kepercayaan yang sungguh kepada Allah. Yakinlah di dalam kepercayaan itu kita akan senantiasa menikmati berkat-berkat-Nya dan menjadi berkat bagi orang lain.

Doa: Ajarilah kami Bapa, agar mau meninggalkan dosa dan kembali kepadaMu. Amin.

Jumat, 08 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 44:21-28

TUHAN Penebus Israel
21 Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan. 22 Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau! 23 Bersorak-sorailah, hai langit, sebab TUHAN telah bertindak, bertempiksoraklah, hai rahim bumi! Bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung, hai hutan serta segala pohon di dalamnya! Sebab TUHAN telah menebus Yakub, dan Ia telah memperlihatkan keagungan-Nya dalam hal Israel. 24 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku? -- 25 Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang tenung; yang membuat orang-orang bijaksana mundur ke belakang, dan membalikkan pengetahuan mereka menjadi kebodohan; 26 Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku; yang berkata tentang Yerusalem: Baiklah ia didiami! dan tentang kota-kota Yehuda: Baiklah ia dibangun, Aku mau mendirikan kembali reruntuhannya! 27 Akulah yang berkata kepada tubir lautan: Jadilah kering, Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu! 28 Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!"

Allah Berkuasa Menebus Umat-Nya
Pemberontakan Israel kepada Allah mengakibatkan mereka harus menerima ganjarannya yakni terbuang ke Babel. Namun dalam segala keterpurukan yang mereka alami karena murka Allah itu, tidak membuat mereka dilupakan dan ditinggalkan sebagai umat pilihan Allah. Hal ini nampak jelas dalam ayat 21, dimana Allah menyatakan bahwa mereka dibentuk oleh Allah dan mereka adalah hamba Allah. Artinya sekalipun mereka telah melakukan pelanggaran, tetapi Allah mau tetap mengampuni dan mengasihi mereka. Ini jelas terbaca dalam ayat 22, Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu…..kembalilah padaKu sebab Aku telah menebus engkau. Karena Allah sama sekali tidak memperhitungkan dosa pemberontakan yang dilakukan, maka mereka patut bersyukur dan bersukacita atas kemurahan Allah yang tak terhingga. Selain itu hal terpenting yang harus dilakukan sebagai respon atas kasih Allah yaitu meninggalkan dosa. Kasih Allah yang tak terbatas berlaku juga bagi kita semua yang percaya kepada-Nya. Karena itu jika kita telah terlanjur melakukan kesalahan lewat sikap, tutur kata dan perbuatan yang menyakiti Allah dan sesama, maka bertobat dan berbaliklah pada Allah. Sebab la berkuasa membentuk segala sesuatu, membebaskan dari keterpurukan bahkan mengampuni segala dosa. Jadi baharuilah diri dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, kami yakin bahwa Engkau adalah Allah yang tak pernah ingkari janji. Amin.

Sabtu, 09 Desember 2023

bahan bacaan : Yesaya 45: 20-25

Seruan kepada bangsa-bangsa supaya kembali kepada TUHAN
20 "Berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama, hai kamu sekalian yang terluput di antara bangsa-bangsa! Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. 21 Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! 22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. 23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, 25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN."

Kembalilah Kepada Allah
Ketika seseorang merasakan sakit yang begitu mendalam karena kesalahan orang lain maka akan sangat sulit mempercayai, mengampuni, apalagi memberi kesempatan ke dua. Akan tetapi tidak demikian dengan Allah, karena Ia masih memberikan kesempatan kepada bangsa yang telah menyakiti-Nya berulang kali. Kesempatan yang Allah berikan kepada bangsa Israel sangat jelas terlihat dalam ayat 20, berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama…… yang tidak dapat menyelamatkan. Kalimat ini menunjukkan panggilan Allah kepada mereka yang telah berpaling dan menjauh dari pada-Nya. Allah seakan tidak ingin bangsa Israel terus-menerus hidup berdampingan dengan bangsa lain yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan. Hal ini dipertegas dalam ayat 22, berpalinglah kepada-Ku dan biarkan dirimu diselamatkan…..dst. Sebab tidak ada yang dapat memberikan keselamatan selain Tuhan Allah sendiri. Kepada-Nyalah semua orang akan bertekuk lutut dan bersumpah setia sambil berkata keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam Tuhan. Selebihnya orang yang kembali kepada Allah akan senantiasa bermegah di dalam-Nya. Karena itu kebenaran firman Tuhan saat ini hendak mengajarkan kepada kita untuk kembali dan terus mengimani Allah yang telah menyelamatkan kita. Dialah satu-satunya Allah yang akan memberikan kesempatan bagi kita untuk bertobat, memperbaiki diri dan mau hidup baru di dalam Allah. Oleh sebab itu patutlah kita memberi diri agar dituntun oleh Allah, terus berpengharapan kepada-Nya serta berlaku yang mencerminkan hidup sebagai anak-anak Allah.

Doa: Tuhan, mampukan kami agar dapat hidup sesuai kehendak-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2023, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 26 Nov – 2 Des 2023

Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan.

Tema Mingguan : Keluarga yang Saling Mengasihi

Minggu, 26 November 2023

bahan bacaan : 1 Yohanes 3:11-18

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. 16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Mengasihi Saudara Sebagai Wujud Kasih Kristus
Tema binaan di minggu ini adalah “Keluarga Yang Saling Mengasihi” berdasarkan perikop 1 Yohanes 3: 11-18. Nas ini menekankan aspek saling mengasihi sebagai perintah Tuhan Yesus kepada orang percaya. Yohanes menjelaskan Keluarga yang saling mengasihi adalah keluarga yang menyayangi dan menaruh kasih kepada anggota keluarga dengan cara tidak melakukan tindakan kejahatan (membunuh) yang didasarkan pada rasa kebencian terhadap sesama saudara seperti yang dilakukan Kain kepada Habel. Mengasihi juga berarti tindakan untuk berbagi dengan mereka yang menderita kekurangan. Hidup saling mengasihi didasarkan pada kasih Kristus yang telah mengorbankan nyawanya kepada manusia berdosa (ay.16). Makna yang mendalam bagi kita. Sebab itu marilah membangun hidup keluarga yang saling mengasihi antara suami atau isteri, orang tua dan anak, saudara dengan saudara dan antar sesama. Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perselisihan antara orang tua dengan anak, saudara dengan saudara serta rasa kebencian yang bisa menyakiti dan menjatuhkan sesama.

Doa: Tuhan, Tolonglah kami menghadirkan hidup saling mengasihi dalam keluarga. Amin.

Senin, 27 November 2023

bahan bacaan : 2 Yohanes 1:4-6

Tetaplah di dalam ajaran Kristus
4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu--bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya--supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

Hidup Saling Mengasihi Merupakan Ajaran Kristus
Surat 2 Yohanes ditujukan kepada seorang wanita Kristen dan anak-anaknya, tapi juga dimaksdkan kepada sebagian jemaat yang masih berpegang kepada kebenaran mengenai Yesus Kristus. Memang, ada dugaan bahwa sebagian jemaat telah terpengaruh oleh pengajaran palsu sehingga kelakuan mereka tidak lagi rohani. Dalam realitas tersebut. Yohanes menasehati jemaat untuk hidup dalam kebenaran, kasih dan ketaatan. Hal ini dijelaskan dalam bacaan tadi, Yohanes yang merasa senang/bergembira menasehati jemaat pada saat itu supaya mereka hidup saling mengasihi (ay.5). Karena hidup di dalam kasih adalah perintah Tuhan bagi setiap orang percaya (ay.6) Hal ini pun ditegaskan dalam Markus 12:30-31 tentang hal mengasihi Tuhan Allah dan mengasihi manusia. Maka orang kristen yang sejati harus mempraktekkan kasih yang sesungguhnya yang tercermin dalam perilaku hidup kita sehari-hari bukan sekedar dengan perkataan belaka tapi dengan perbuatan nyata. Seperti: hidup saling menolong, hidup saling mengasihi, hidup saling berbagi dengan sesama.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami hidup saling mengasihi sebagai wujud hidup dalam kebenaran. Amin.

Selasa, 28 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5: 25

25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Mengasihi Isteri Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fakta yang sering terjadi dan dialami oleh siapa saja, kapan dan dimana saja. Salah satu contoh, ada seorang ibu rumah tangga bekerja pada salah satu perusahaan swasta terkemuka di kota ini (berinisial B). Selain bekerja untuk menghidupi keluarganya, ia juga merupakan seorang pelayan pada salah satu jemaat. Namun, disayangkan setiap kali Ibu B pulang kerja atau pulang pelayanan selalu dimarahi bahkan dipukuli oleh suaminya dengan semena-mena. Sikap sang suami disebabkan oleh perasaan cemburu yang berlebihan. Singkatnya, Ibu B mengalami tekanan psikis (mental) tapi juga kekerasan fisik dari waktu ke waktu? Mungkin juga kita sebagai isteri atau suami sedang mengalami situasi sulit seperti ini? Nas bacaan kita tadi, merupakan nasehat Paulus tentang hubungan suami dengan isterinya dengan cara membandingkannya dengan hubungan Kristus dengan Jemaat. Dimana Kristus sangat mengasihi jemaat, sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya. Cinta kasih suami kepada isterinya pun harus sama seperti cinta kasih Kristus ini, yaitu suami mengasihi isterinya. Itulah cinta yang sejati tanpa kecemburuan, kebencian, dan kekerasan.

Doa: Kiranya suami mengasihi isteri sama seperti Kristus mengasihi kita. Amin.

Rabu, 29 November 2023

bahan bacaan : Efesus 5 : 22-24

Kasih Kristus adalah dasar hidup suami isteri
22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

Mengasihi Suami Sebagaimana Kristus Mengasihi
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik secara perkataan (verbal) maupun perbuatan (aksi) bukan saja dilakukan oleh laki-laki (suami) tapi dilakukan pula oleh perempuan (isteri). Banyak kasus yang memperlihatkan kekerasan yang dilakukan oleh kaum perempuan (isteri), misalnya: Istri mencaci maki sumi, isteri pukul suami sampai isteri membunuh suami. Dalam situasi tersebut, Paulus mengingatkan kita tentang cara hidup bersama sebagai rumah tangga kristen, khususnya tugas dan tanggungjawab seorang isteri kepada suaminya. Menurut Paulus, sikap seorang isteri kepada suaminya mencerminkan hubungannya dengan Tuhan. Jadi, eorang isteri seharusnya bersedia mentaati suaminya dengan cara sama seperti dia mentaati Tuhan. Selanjutnya, Paulus menanbahkan alasan mengapa isteri mentaati suami karena suami adalah kepala (pemimpin) isterinya. Hal ini berkaitan pula dengan tugas seorang suami untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan isterinya. Makna yang mendalam bagi kita kaum perempuan (isteri) saat ini, suami adalah pemimpin dan imam dalam keluarga, karena itu kita patut mengasihi, mencintai, menghargai dan menghormatinya.

Doa Jadilah Isteri yang mentaati suami, sama seperti kepada Kristus. Amin.

Kamis, 30 November 2023

bahan bacaan : Keluaran 20:12

12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Menghormati Orang Tua, Memperoleh Berkat
Pada masa kini, ada anak yang menghargai dan menghormati orang tua, tapi ada pula bahkan berperilaku kepada orang tua, seperti: menentang nasehat orang tua, membentak, mengeluarkan kalimat kasar dan melakukan perbuatan yang membuat orang tua menangis. Sikap tersebut sangat
disayangkan karena orang tua memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan seorang anak. Dengan kata lain, tanpa orang tua kita tidak ada di dunia ini. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan orang tua bagi hidup setiap anak. Karena itu, Tuhan memberikan perintah (hukum kelima) kepada generasi Israel untuk menghormati papa dan mama mereka. Menghormati orang tua berarti sebagai anak patut menghargai, mendukung, membahagiakan bahkan melayani mereka sampai akhir hidup mereka. Dengan demikian, maka anak-anak akan memperoleh janji berkat, yakni berumur panjang di bumi. Pesan Alkitab ini penting bagi kita sebagai anak-anak di masa kini, bila kita ingin mendapatkan berkat panjang umur dan berkat lainya, maka harus menghormati orang tua dengan cara: mendoakan orang tua, mentaati nasehat mereka, mengasihi dan membanggakan orang tua.

Doa: Ya Tuhan, Jadikan anak-anak kami, pribadi yang takut Tuhan dan menghormati orang tua. Amin.

Jumat, 01 Desember 2023

bahan bacaan : Keluaran 4: 18-31

Musa kembali ke Mesir
18 Lalu Musa kembali kepada mertuanya Yitro serta berkata kepadanya: "Izinkanlah kiranya aku kembali kepada saudara-saudaraku, yang ada di Mesir, untuk melihat apakah mereka masih hidup." Yitro berkata kepada Musa: "Pergilah dengan selamat." 19 Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian: "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang yang ingin mencabut nyawamu telah mati." 20 Kemudian Musa mengajak isteri dan anak-anaknya lelaki, lalu menaikkan mereka ke atas keledai dan ia kembali ke tanah Mesir; dan tongkat Allah itu dipegangnya di tangannya. 21 Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi. 22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; 23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." 24 Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. 25 Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." 26 Lalu TUHAN membiarkan Musa. "Pengantin darah," kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu. 27 Berfirmanlah TUHAN kepada Harun: "Pergilah ke padang gurun menjumpai Musa." Ia pergi dan bertemu dengan dia di gunung Allah, lalu menciumnya. 28 Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat. 29 Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. 30 Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa, serta membuat di depan bangsa itu tanda-tanda mujizat itu. 31 Lalu percayalah bangsa itu, dan ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN telah mengindahkan orang Israel dan telah melihat kesengsaraan mereka, maka berlututlah mereka dan sujud menyembah.

Tuhan Sumber Penyemangat Kami
Bacaan kita secara sederhana menjelaskan tentang Kemahakuasaan Tuhan Allah yang telah membebaskan umat Israel dari Bangsa Mesir. Melalui Musa dan Harun, umat Israel diarahkan untuk beribadah kembali kepada Tuhan. Musa diperintahkan untuk membawa kembali umat Israel dan jika ada yang menghalangi maka akan dihukum oleh Tuhan. Musa sempat mendapatkan tantangan, namun oleh kebijaksanaan istrinya, Zipora maka Musa dapat melaksanakan amanat Tuhan. Kehadiran keluarga dan orang- orang yang kita kasihi di dalam pergumulan hidup yang berat merupakan suatu anugerah yang Tuhan karuniakan untuk memberikan kita semangat, motivasi dan harapan baru. Mereka yang disebut sebagai ODHA (Orang dengan HIV AIDS) harus tetap diberi ruang untuk menata diri mereka kembali dan menumbuhkan kepercayaan diri ketika mungkin mendapat perlakukan tidak menyenangkan atau diskriminasi. Oleh karenanya, hari ini selain mensyukuri penyertaan Tuhan sebab kita boleh ada di hari pertama bulan Desember, kita pun
diajak untuk berempati dengan saudara-saudari kita (ODHA). Selayaknya Zipora melindungi dan
menolong suaminya Musa, maka kita pun demikian. Menjadi saudara bagi mereka yang membutuhkan dan berbeban berat dengan pergumulan hidup mereka masing-masing.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi penyemangat bagi sesama. Amin.

Sabtu, 02 Desember 2023

bahan bacaan : Kejadian 44: 18-34

Yehuda membela Benyamin
18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri. 19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu? 20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia. 21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia. 22 Tetapi jawab kami kepada tuanku: Anak itu tidak dapat meninggalkan ayahnya, sebab jika ia meninggalkan ayahnya, tentulah ayah ini mati. 23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat mukaku lagi. 24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu. 25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita. 26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu tidak bersama-sama dengan kami. 27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku; 28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali. 29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka. 30 Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia, 31 tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita. 32 Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya. 33 Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya. 34 Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku."

Kalau Tersesat, Keluarga Itu Jalan Pulang
Yehuda dalam bacaan hari ini menampilkan karakter sebagai seseorang yang bertanggung jawab, berani dan berkomitmen pada janji untuk melindungi adiknya, Benyamin. la berani berhadapan dengan Yusuf walaupun tahu resiko yang akan diterimanya jika ia terus melawan. Hal ini dilakukannya sebagai bagian dari memenuhi janjinya pada sang ayah, Yakub bahwa ia akan selalu melindungi adiknya. Yehuda pun sadar konsekuensi jika Benyamin tidak pulang dan berjumpa dengan Yakub. Oleh karenanya, ia rela berkorban dan meminta dirinya yang menggantikan Benyamin untuk menjadi Budak. Ini juga adalah bagian dari bentuk penebusan terhadap kesalahan masa lalu yang pernah dilakukannya kepada Yusuf, adiknya. Sikap Yehuda mewakili sikap setiap kita di dalam keluarga, baik sebagai orang tua, anak dan saudara, kita diajarkan untuk berani bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang kita lakukan dengan tidak mengabaikan kepedulian kepada keluarga kita. Menebus kesalahan dan menepati janji merupakan sikap yang dewasa untuk mewujudkan hidup yang harmonis di dalam keluarga. Cinta kasih yang terpupuk tidak hanya lewat kata-kata namun juga haruss disertai dengan perbuatan. Kasihilah orang tuamu, anak-anakmu, dan saudaramu.

Doa: Berkati Keluarga kami Tuhan, agar dipenuhi dengan Kasih sayang dan saling memaafkan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOV-DES 2023, LPJ-GPM