Santapan Harian Keluarga, 28 Sept – 04 Okt 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Gereja yang Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Minggu, 28 September 2025

bahan bacaan : Roma 14 : 13-23

Jangan memberi batu sandungan
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! 14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. 16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. 19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. 20 Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung! 21 Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. 22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. 23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Hadirkanlah Kasih, Damai Sejahtera Dan Sukacita

Panggilan kita sebagai gereja yaitu persekutuan umat percaya adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah yakni kasih, sukacita, kebenaran dan damai sejahtera. Mewujudkan hal demikian merupakan hal penting sebagaimana karya Allah yang telah dilakukan dalam cinta kasih Tuhan Yesus melalui pengorbananNya mati dan bangkit demi keselamatan dunia dan orang percaya. Melalui surat pastoral kepada jemaat di Roma, Paulus mengingatkan jemaat untuk mewujudkan hal tersebut dan tidak mempersoalkan hal-hal sepele tentang makanan. Sebab kondisinya akibat soal ini membuat mereka saling menghakimi dan menjadi sandungan antara satu dengan yang lain serta berdampak tidak baik bagi persekutuan jemaat. Paulus tegaskan agar mereka meninggalkan cara berpikir dan bertindak demikian, namun mereka harus sadar akan panggilan mereka untuk mewujudkan sikap hidup yang mendatangkan tanda-tanda kerajaan Allah. Demikianpun kita saat ini, dimana pun dan kapanpun panggilan itu harus kita lakukan dengan menghadirkan kasih, damai sejahtera, sukacita dan kebenaran melalui seluruh kerja dan akivitas keseharian kita. Kesemuanya itu adalah demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Doa:  Tuhan tolonglah kami agar dapat mewujudkan kasih, damai Sejahtera dan sukacita bagi semua orang. Amin.-

Senin, 29 September 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 4 : 14-21

14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. 15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. 16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! 17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. 18 Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu. 19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. 20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 21 Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?

Keteladanan adalah Kata dan Tindakan

Kita mungkin pernah mendengar ada yang menyatakan bahwa tindakan lebih kuat daripada kata-kata. Kata-kata ini ada benarnya juga sebab kita memahami bahwa faktanya orang akan menilai seperti apapun bukan hanya tergantung dari kata-kata yang indah atau diplomatis, melainkan dari apa yang kita lakukan. Kita bisa saja berkata kasih, tetapi bila dalam hidup, orang mengenal kita sebagai seorang yang sulit didatangi untuk memintakan kesediaan memberikan sumbangan, kata-kata kasihkita dianggap hanya menjadi ucapan pemanis bibir saja. Kita bisa saja mengajarkan orang untuk percaya kepada Tuhan, namun ketika kita ada dalam situasi sakit dan kita mendatangi tukang baroba maka kesaksian kita dipertanyakan. Jemaat Korintus adalah jemaat yang besar. Perselisihan yang mengakibatkan perpecahan . Perlakuan satu terhadap yang lain sangat memprihatinkan. Tarikan budaya duniawi menambah keresahan terkait keberadaan Kekristenan di Korintus. Paulus menegur pola hidup seperti ini. Hidup sebagai pengikut Tuhan itu bukan hanya berkaitan dengan apa yang diyakini dan dikatakan, tetapi juga apa yang dilakukan. Karena itu, marilah kita mengevaluasi kehidupan keimanan kita. Semoga Tuhan Yesus menolong kita mengaktakan iman setiap dalam kata dan perbuatan.

Doa:  Ya Allah, mampukanlah kami menyatakan iman melalui kata dan perbuatan kami, ,Amin.

Selasa, 30 September 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 31-34

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Jangan Kuatir

Tak pernah Tuhan janji hidupku takkan berduri, tak pernah Dia janji lautan tenang, tetapi Dia berjanji kan selalu sertaku, dan menuntun jalan hidupku slalu..” adalah sepenggal lagu rohani yang sangat memberikan inspirasi bagi kita. Melaluinya kita belajar untuk tidak kuatir. Memang harus diakui bahwa kekhawatiran adalah hal yang manusiawi. Dengan melihat berbagai realitas di masa sekarang ini siapapun pasti ada dalam kekhawatiran. Sekian daftarnya bisa disusun sebagai cara memperlihatkan betapa kuatir menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Hari ini Firman Tuhan memberikan pendasaran indah melalui jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Sebagai Injil yang berbicara tentang hidup dan ajaran Tuhan Yesus, melaluinya kita juga diajari apa artinya menjadi umat Allah  dan hidup yang sesuai kehendak Tuhan. Itulah sebabnya maka pertanyaan “ Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? “ tidak mesti menjadi pertanyaan orang percaya. Injil Matius menulis bahwa pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tuhan Yesus mengajari kita bahwa hidup itu lebih penting dari apapun. Burung di udara Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang Tuhan dandani, apalagi kita orang-orang yang dikasihi-Nya. Oleh sebab itu, mari belajar untuk tidak kuatir sebab seperti yang Tuhan katakan: kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Kuatir tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya Tuhan Yesus saja yang bisa menolong kita.  

Doa:  Ya Allah, pemeliharaanMu membuat kami tak lagi kuatir. ,Amin.

Rabu, 01 Oktober 2025

bahan bacaan : Lukas 15 : 8 – 10

Perumpamaan tentang dirham yang hilang
8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Sukacita karena Menemukan yang Hilang

Menurut kamus Alkitab, dirham adalah mata uang emas dari Persia yang beratnya kurang lebih delapan gram dan juga mata uang perak dari Yunani yang nilainya hampir sama dengan satu dinar. Itu berarti cukup berharga, sehingga kehilangan satu keping menjadi begitu berarti bagi perempuan dalam perumpamaan ini. Dengan cermat ia mencari hingga menemukannya dan sungguh bersukacita. Dalam konteks waktu itu, para pemungut cukai disebut “pendosa” tetapi Tuhan mau mendekati mereka. Kasih Tuhan yang ajaib menggapai dan memulihkan mereka dari perasaan terbuang atau terhilang, menjadi manusia yang berharga. Perumpamaan dirham yang hilang ini menegaskan kasih dan keseriusan Allah untuk mencari siapapun yang terhilang atau terhempas dari komunitasnya. Bagaimana dengan kita, pernahkah kita merasa tidak berdaya dan terpisah dari komunitas atau terhilang? atau melihat saudara yang lain juga mengalaminya? Ingat, Tuhan Yesus begitu mengasihi dan mengharapkan kita kembali kepadaNya.Jika Tuhan Yesus begitu bergembira menemukan kita. Pertanyaannya, bagaimana sikap kita menyambut kasih Tuhan yang besar itu? menutup diri atau membuka diri untuk diubahkan? Firman Tuhan ini mengingatkan, kita berharga sebab itu Tuhan rela turun ke dunia, mengambil jalan sengsara agar kita diselamatkan. Itu kabar sukacita tentang kerajaan Allah bagi kita.

Doa: Ya Bapa, tolong kami untuk tekun mencari dan menemukan sesama yang terhilang, amin. 

Kamis, 02 Oktober 2025

bahan bacaan : Markus 4 : 26 – 29

Perumpamaan tentang benih yang tumbuh
26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Tuhan Menumbuhkan Benih yang Ditabur

Tuhan Yesus mengajarkan hakekat Kerajaan Allah melalui perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih dan benih itu bertumbuh. Sebagai seorang penabur, pekerjaannya tentu menaburkan benih yang baik. Ia berpengharapan bahwa benih yang ditaburnya itu akan bertumbuh dan berbuah. Tetapi penabur diingatkan bahwa pertumbuhan benih yang ditaburnya itu, bukan ada di tangannya melainkkan di tangan Tuhan. Hidup dan pertumbuhan benih yang telah ditaburkan adalah anugerah Tuhan.  Allah sendiri turut bekerja dan kalau Allah bekerja dari benih yang kecil, Dia menumbuhkan. Maka yang kecil sekalipun akan bertumbuh menjadi besar, berdayaguna dan berdampak besar. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa yang besar lebih memikat perhatian. Rumah yang besar, rezeki yang melimpah, prestasi raksasa, sungguh membuat kita terpesona. Tapi, jangan suka kecil hati pada proses yang dimulai dari yang kecil. Menghayalkan yang tidak dipunyai. Di tangan Tuhan potensi dan talenta sekecil apapun sungguh berharga. Kita harus tekun dan setia mengerjakan hal apapun, mulai dari yang kecil, dengan menabur benih kebaikan setiap waktu. Percayalah, Tuhan akan memberkati setiap benih kebaikan yang ditabur agar bertumbuh dan berbuah melimpah-limpah sehingga bermanfaat bagi banyak orang.

Doa: Ya Bapa, ajarilah kami untuk tetap setia menabur kebaikan dari hal-hal yang kecil, amin. 

Jumat, 03 Oktober 2025

bahan bacaan : Lukas 15 : 1 – 7

Perumpamaan tentang domba yang hilang
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Bawa Pulang yang Tersesat dan Terhilang

Perumpamaan tentang domba yang hilang memiliki makna yang sama dengan perumpamaan tentang dirham yang hilang dan anak yang hilang. Ketiganya menceritakan tentang kasih dan keseriusan Allah untuk mencari manusia yang berdosa. Ketiga perupamaan di Injil Lukas ini berkaitan dengan kisah di ayat-ayat sebelumnya tentang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut karena Yesus makan dengan para pemungut cukai dan orang berdosa. Akan tetapi Tuhan Yesus tahu apa yang dipikirkan mereka dan menjelaskan kehendak-Nya dengan tiga perumpamaan ini.  Melaluinya, Lukas mau mengajarkan bahwa Tuhan Allah didalam Yesus Kristus begitu mengasihi kita manusia berdosa. Sebab itu Ia datang kedalam dunia untuk mencari milikNya, manakala mereka tersesat atau terhilang. Ini sungguh kabar baik tentang Kerajaan Allah bagi semua orang. Sebab itu, selaku orang-orang yang telah menikmati anugerah Tuhan ini, maukah kita juga terlibat sebagai alat dalam tangan Tuhan untuk mencari dan menemukan di sekitar kita orang-orang yang “tersesat dan terhilang”, bagi kemuliaan dan sukacita Tuhan?. Mereka sangat membutuhkan pendampingan dan bimbingan, kasih dan pemulihan. Mari kita menolong mereka, bawa pulang yang tersesat dan terhilang.

Doa: Tuhan, kami mau terus mencari dan menemukan domba yang hilang bagi-Mu,  amin

Sabtu, 04 Oktober 2025

bahan bacaan : Markus 4 : 30 – 34

Perumpamaan tentang biji sesawi
30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Mulai Dari Yang Kecil

biasanya kita memandang remeh pada apa yang kecil dan sebaliknya kagum pada apa yang besar.  Kita suka kagum melihat bangunan mewah yang besar. Kita hormat pada orang besar. Kita menyukai prestasi yang besar dan sebagainya.  Padahal kalau kita memikirkan lebih jauh, yang besar itu berawal dari yang kecil, bukan? Hal-hal yang besar tidak terjadi mendadak, tetapi merupakan kelanjutan atau hasil dari hal-hal kecil. Menjadi besar itu membutuhkan proses. Dikatakan, Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang sangat kecil ukurannya, sekitar setengah milimeter. Tetapi biji yang kecil ini dalam prosesnya bertumbuh menjadi pohon besar, sehingga burung-burung dapat membuat sarang disitu. Demikianlah gambaran Kerajaan Allah, dimulai dari apa yang sangat kecil, lalu terus bertumbuh menjadi besar. Dari perumpamaan ini kita melihat, ada proses yang harus dilalui untuk menjadi besar. Itulah sebabnya kita perlu bekerja. Kita menabur, menanam dan menyiram. Tetapi ada Allah yang juga bekerja memberikan pertumbuhan. Maka kita yakin, kalau kita mau hal-hal yang besar, harus setia mengerjakan perkara-perkara yang kecil. Kalau kita mau punya karakter yang besar seumpama integritas, itu harus berproses dari kebiasaan-kebiasaan kecil setiap hari, misalnya kebiasaan untuk berkata dan bersikap jujur. Setia dan jujur dari kecil.

Doa: Kami percaya Tuhan turut bekerja dibalik yang kecil untuk mendatangkan hal yang besar bagi kerajaan-Mu, amin.  

*SUMBER : SHK BULAN SEPT DAN OKT 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Tanggung Jawab Masyarakat menjaga Keterikatan Sosial

Minggu, 21 September 2025

bahan bacaan : Titus 3 : 1-14

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. 8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka. 10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. 11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. 13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Lemah Lembut dalam Berelasi

Titus adalah seorang pelayan yang dikaderkan oleh Rasul Paulus. Ada banyak kondisi sulit yang dihadapi Titus di Kreta tempat ia melayani. Salah satunya adalah perlakuan tidak adil pemerintah terhadap umat waktu itu dan juga sikap dan pola hidup umat Krsiten di Kreta yang tidak mejadi teladan Kristus bagi orang lain. Ada beberapa saran Paulus terhadap kondisi ini yang harus segera dilakukan dan diajarkan Titus kepada jemaatnya. Paulus berpesan melalui Titus agar jemaat sebagai pengikut Yesus, bersikap ramah terhadap semua orang. Berlaku ramah bukan hanya kepada sesama pengikut Yesus, melainkan juga kepada semua orang yang berlaku baik terhadap jemaat maupun yang tidak menyukai jemaat. Kelemah-lembutan adalah suatu karunia Roh Kudus. Orang percaya yang telah dikuasai Roh Kudus sepatutnya hidup ramah kepada semua orang. Tidak terlibat dalam pertengkaran dan menghamburkan emosi yang sia-sia. Kunci untuk terhindar dari pertengkaran adalah berusaha tetap ramah kepada siapapun termasuk orang yang memusuhi kita. Sabar menghadapi setiap orang pada segala situasi. Itulah nasehat firman Tuhan yang harus dipegang dalam menjalankan aktifitas kerja dan pelayanan kita di hari ini.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk bersikap lemah lembut dalam berelasi. Amin.

Senin, 22 September 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 16-17

16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,

Jangan Bermata Sombong dan Suka Berdusta

Mata sombong maksudnya mata yang tidak memperhatikan sesama karena menganggap diri lebih dari mereka. Karena itu dengan mudah merendahkan orang. Cara memandang orang lain dengan gaya merendahkan itulah kesombongan.  Apa yang harus kita tonjolkan atau apa yang harus disombongkan terhadap sesama manusia?. Dalam nas bacaan hari ini, ada nasehat tentang perkara-perkara yang dibenci Tuhan, karena itu tidak boleh dilakukan. Salah satunya adalah mata sombong dan lidah dusta. Jadi  kesombongan melalui pandangan mata yang sinis, tidak peduli dan merendahkan sesama disertai dengan suka berbohong menjadi perilaku yang harus dihindari. Selain karena memang itu tidak disukai Tuhan, tetapi hal itu juga dapat mengganggu relasi atau hubungan antar sesama. Padahal kita semua dipanggil untuk menjaga keterikatan hidup sebagai makhluk sosial. Marilah kita jaga keterikatan hidup itu mulai dari keluarga. Masing-masing bersikap rendah hati dan tidak memandang dengan sebelah mata dan berkata benar. Hal yang sama patut dilakukan terhadap orang lain. Mari kita hidup saling merangkul dengan penuh kasih. Jangan bermata sombong dan suka berdusta.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk tidak hidup dengan mata sombong dan lidah dusta, Amin.

Selasa, 23 September 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 18-19

18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, 19 seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Hiduplah Benar di Hadapan Tuhan

Sifat lain yang dibenci Tuhan adalah bersaksi dusta atau suka mengatakan kebohongan dan merancangkan kejahatan. Sebagai anak-Nya, kita harus bijaksana dengan lidah kita dan menggunakannya untuk memperkatakan kebenaran. Kebohongan seperti racun yang dapat merusak relasi hidup bersama baik dalam keluarga, jemaat maupun masyarakat. Misalnya fitnah atau tuduhan yang diberikan kepada orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Demikian juga dalam kehidupan bersama dengan orang lain janganlah suka merancang kejahatan dan menimbulkan pertengkaran saudara. Inilah nasehat bijaksana dari Amsal kepada kita. Kehidupan yang penuh damai dan ketentraman adalah kerinduan bersama. Hal itu harus sama-sama diwujudkan. Dengan begitu kita mestinya menghindari kebencian dan kemarahan, sebab itu akan membawa permusuhan. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Marilah kita membangun kehidupan bersama yang terikat dalam kasih dengan menjauhkan kebohongan, kebencian dan hati yang dipenuhi rancangan kejahatan. Hiduplah benar di hadapan Tuhan.

Doa: Tuhan terima kasih untuk pengampunanMu. Mampukan kami hidup benar  di hadapanMu Amin

Rabu, 24 September 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 16 : 13-18

13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! 15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus. 16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah. 17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; 18 karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!

Tegar Menghadapi Apapun

Sebagai orang percaya, kita harus berjaga-jaga, tidak gentar dan tetap tegar sebab masalah kadang datang secara tiba-tiba. Hal inilah yang menjadi tujuan rasul Paulus menasehati jemaat di Korintus agar berjaga-jaga. Masalah dan tantangan datang kapan saja.. Oleh sebab itu, mereka harus kuat menghadapinya. Berjaga-jaga merupakan tanda kesiagaan atau kewaspadaan. Itu sikap seorang prajurit. Berdiri teguh adalah kata yang juga digunakan dalam konteks peperangan, dimana seorang prajurit mempertahankan posisi di depan musuh dengan tidak goyah, tidak mundur, dan tidak menjadi lemah. Selain itu, mesti punya iman yang kuat. Iman yang dimaksudkan adalah iman yang sudah diisi oleh Firman Allah yang berisikan pengajaran yang benar tentang injil Kristus. Dengan iman kepada Tuhan maka seseorang tidak mudah lemah dan gentar ditengah masa yang sukar. Orang percaya yang tetap kuat adalah orang yang sepenuhnya bersandar kepada Tuhan. Rahasia kekuatan ini adalah karena kedekatan yang intim dengan Tuhan, sebab Tuhan adalah sumber dari kekuatan tersebut. Ada banyak kesukaran yang kita hadap tetapi marilah kita belajar untuk menjadi orang percaya yang tidak gentar menghadapi semua, sebab ada Yesus yang menyertai kehidupan kita. Hari ini, doakanlah semua laki-laki gereja yang berulang tahun agar kuat berdiri dalam iman dan terus menjadi teladan kapan dan dimana saja.

Doa: kami percaya Tuhan, Engkau selalu bersama kami apapun yang terjadi . Amin.

Kamis, 25 September 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 18-19

18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Cintailah Kebenaran dan Damai

Ada ungkapan yang mengatakan “Dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera dan akibat dari kebenaran adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya”. Keadaan yang seperti ini tentunya menjadi harapan bagi setiap insan ciptaan Tuhan, dan harapan itu bukan hanya sekedar dalam ucapan belaka melainkan harus diwujudnyatakan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Zakahria sebagai seorang abdi pilihan Allah mengingatkan Israel akan hal ini. dalam segala situasi cintailah kebenaran dan damai. Ketika seseorang mencintai kebenaran dan kedamaian maka dalam kehidupannya pasti akan selalu menciptakan suasana tenang, tentram yang didalamnya ada sikap hidup saling menghormati dan menghargai. Apalagi sebagai warga gereja, kita terpanggil untuk mencintai kebenaran dan menghadirkan kedamaian dalam hidup jemaat dan masyarakat. Janji penyertaan Tuhan bagi kita akan selalu teralami apabila kita memelihara kehidupan yang damai. Jangan takut dan kuatir untuk menjalani kehidupan, apapun rintangan dan pergumulan jangan sampai melemahkan iman kita. Wujudkanlah selalu  kehidupan yang mencintai kebenaran dan kedamaian.

Doa:  Tuhan tuntun kami agar terus mencintai kebenaran dan damai Amin.-

Jumat, 26 September 2025

bahan bacaan : Ibrani 12 : 14-15

14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Hidup Damai Dengan Semua Orang        

Menjadi murid Tuhan Yesus akan menghadapi berbagai tantangan iman. Penderitaan dan penganiayaan dialami sebagai resiko percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Hal ini dialami oleh orang kristen Yahudi dimana surat penggembalaan ditujukan kepada mereka saat mengalami penderitaan dan penganiayaan dalam kehidupan mereka. Penulis surat Ibrani menasehati mereka untuk tidak meninggalkan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di tengah situasi dan kondisi tantangan iman yang luar biasa, mereka harus tetap berusaha untuk hidup damai dengan semua orang dan mengejar kekudusan hidup. Hal ini penting agar jangan menimbulkan kerusuhan yang diakibatkan dari akar pahit perasaan hati yang marah dan penuh kebencian. Namun harus memberi diri dan hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar tetap kekudusan  diwujudkan dalam relasi hidup dengan semua orang. Penegasan ini juga disampaikan bagi kita semua. Dalam membangun relasi dengan siapa saja. kita hadir untuk melakukan kebaikan dan tidak menimbulkan kebencian atau ketidaksukaan yang kadang membuat kehilangan damai hati. Sebab itu marilah kita meminta hikmat Tuhan agar kebaikan terus kita wujudkan demi kedamaian hidup dengan semua orang dan demi hormat kepujian nama Tuhan. 

Doa: Tuhan tolong kami agar dapat untuk hidup dalam kebenaran dan damai. Amin.

Sabtu, 27 September 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 12-13

Nasihat-nasihat
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Saling Menghormati Satu Dengan Yang Lain

Surat Tesalonika di tulis oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar mereka tetap setia pada iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nasehat ini ditengah kondisi jemaat yang mengalami penganiayaan dan mereka selalu mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus secepatnya. Paulus berharap agar pengharapan mereka akan kedatangan Tuhan tidak menggangu aktivitas keseharian mereka terkait dengan kerja. Sebab kuatnya pemahaman tentang kedatangan Tuhan yang semakin dekat membuat mereka tidak lagi bekerja dan mengganggu mereka yang ada dalam aktivitas kerja. Paulus tegaskan bahwa kedatangan Tuhan sudah pasti dan tidak perlu dipersoalan kapan waktunya. Tetaplah dalam tugas dan tanggung jawab untuk hidup dan masa depan serta saling menghormati satu dengan yang lain. Dengan mewujudkan demikian, maka kita mewujudkan perdamaian dengan semua orang. Nasehat ini penting bagi kita yang juga dalam masa penantian Tuhan Yesus. Kita tetap melakukan semua tanggung jawab kita dengan menjaga relasi hidup yang baik serta saling menghormati satu dengan yang lain demi kedamaian bersama sebagai umat ciptaan Tuhan.  

Doa : Ya Tuhan tuntun kami agar dapat mewujudkan hidup saling menghormati demi hormat kepujian namaMU, amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Berdoa untuk Pemimpin yang Bersih dan Berwibawa

Minggu, 14 September 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 12 : 1-25

Samuel minta diri dari bangsa itu
Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu. 2 Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. 3 Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." 4 Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun." 5 Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi." 6 Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Tuhanlah saksi, yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir. 7 Maka sebab itu, berdirilah supaya aku bersama-sama dengan kamu berhakim di hadapan TUHAN mengenai segala perbuatan keselamatan TUHAN yang telah dikerjakan-Nya kepadamu dan kepada nenek moyangmu. 8 Ketika Yakub datang ke Mesir dan nenek moyangmu berseru-seru kepada TUHAN, maka TUHAN mengutus Musa dan Harun, yang membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir, dan membiarkan mereka diam di tempat ini. 9 Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan Sisera, panglima tentara di Hazor, dan ke dalam tangan orang Filistin dan raja Moab, yang berperang melawan mereka. 10 Mereka berseru-seru kepada TUHAN, katanya: Kami telah berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada para Baal dan para Asytoret; maka sekarang lepaskanlah kami dari tangan musuh kami, maka kami akan beribadah kepada-Mu. 11 Sesudah itu TUHAN mengutus Yerubaal, Barak, Yefta dan Samuel, dan melepaskan kamu dari tangan musuh di sekelilingmu, sehingga kamu diam dengan tenteram. 12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu. 13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu, 14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu! 15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu. 16 Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini. 17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu." 18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel. 19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini." 20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. 21 Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka. 22 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya? 23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. 24 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu. 25 Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."

Doa Keluarga, Pemimpin Berintegritas

Menjadi pemimpin yang bersih dan jujur semasa memegang jabatan tidaklah mudah. Lebih tidak mudah lagi pemimpin yng mengakhiri tugasny dengan bersih dan jujur. Dalam moment perpisahan Samuel sebagai pemimpin Israel, ia menantang bangsa itu untuk menunjukkan kesalahan atau ketidakadilannya selama ia memimpin. Tindakan ini menunjukkan integritas dan keberanian seorang pemimpin yang bersih hatinya. Bagi keluarga Kristen, kisah ini mengajarkan pentingnya mendoakan para pemimpin kita, baik di tingkat gereja, masyarakat, maupun negara. Kita patut berdoa agar mereka memiliki hati yang tulus, bersih dari kepentingan pribadi, dan berwibawa dalam menjalankan tugasnya. Pemimpin yang demikian akan membawa keadilan dan kedamaian bagi semua orang yang dipimpinnya. Sebagai keluarga, kita juga diajak untuk meneladani keteladanan Samuel dalam hal integritas dan tanggung jawab. Kita dapat saling mengingatkan untuk bertindak jujur dan adil dalam setiap aspek kehidupan kita. Lebih dari itu, mari kita ajarkan anak-anak kita untuk memiliki kepedulian terhadap para pemimpin dan pentingnya mendoakan mereka. Dengan doa yang sungguh-sungguh dari setiap keluarga Kristen, kita turut berkontribusi dalam menghadirkan pemimpin-pemimpin yang berkenan di hati Tuhan dan membawa berkat bagi banyak orang.

Doa : Tuhan, berktilah para pemimpin kami, amin

Senin, 15 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 1-4

Doa harapan untuk raja
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! 2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! 3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! 4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!

Keluarga Mendoakan para Pemimpin

Mazmur ini adalah doa permohonan agar raja diberikan hikmat untuk memerintah dengan adil dan membela hak-hak orang miskin serta tertindas. Sebagai keluarga Kristen, doa ini mengingatkan kita akan pentingnya mendoakan para pemimpin bangsa agar mereka menjalankan amanah dengan benar dan berpihak pada keadilan. Lebih dari itu, doa ini juga menantang kita sebagai anggota keluarga untuk memiliki kepedulian yang sama terhadap sesama yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Keadilan dan pembelaan terhadap yang tertindas bukan hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin, tetapi juga panggilan bagi setiap pengikut Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup keluarga, kita dapat mempraktikkan nilai-nilai keadilan dan kepedulian ini dengan saling menghargai, mendengarkan, dan membela anggota keluarga yang mungkin merasa diperlakukan tidak adil. Kita juga dapat mengajarkan anak-anak kita untuk memiliki hati yang peka terhadap penderitaan orang lain dan tergerak untuk membantu sesuai dengan kemampuan kita. Dengan meneladani Kristus yang datang untuk membawa keadilan dan kebenaran, kita berharap keluarga kita menjadi agen perubahan yang membawa damai dan keadilan di lingkungan sekitar kita.

Doa : Tuhan berilah berkat kepada para pemimpin kami, amin

Selasa, 16 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 5-11

5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! 6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi! 7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! 8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; 10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! 11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

Doakanlah Pemerintah Senantiasa

Mendoakan pemerintah agar mereka dapat menjalankan tugas pemerintahan dengn bik merupakan tangung jawab setiap warga.Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal  dari Allah. Dan dengan demikian Allah jugalah yang memegang kendali atas setiap tugas kepemimpinan yang dijalankan. Doa yang di sampaikan kepada Tuhan untuk memohon kebaikan, umur panjang dan hikmat kepada pemerintah adalah sebuah harapan agar seluruh roda pemerintahannya berjalan sesuai kehendak Allah sehingga pemerintah memperoleh hikmat Allah dalam menjalankan setiap amanat yang dipercayakan. Doa kepada pemerintah mengandung permohonan perlindungan serta pemeliharaan Allah karena begitu banyak tantangan dan ancaman yang datang. Maka marilah terus kita mendoakan pemerintah supaya dalam seluruh masa pemerintahan, banyak hal baik dapat dilakukan secara berkesinambungan, efektif dan menghasilkan pembaruan-pembaruan yang positif bagi kehidupan semua lapisan masyarakat. Tuhan berkenan memberkati kepemimpinan di keluarga, gereja dan masyarakat agar langgeng, berjalan baik dan semua menikmati kebahagiaan serta kesejahteraan.

Doa : Berikanlah hikmat dan berkatMU bagi pemerintah agar mampu menjalankan tugas yang dipercayakan, amin

Rabu, 17 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 12-14

12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; 13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. 14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.

Doa Menggugah Keberpihakan Pemerintah

Dalam setiap orasi di moment politik kita sering mendengar janji–janji tentang pengentasan kemiskinan. Namun ternyata tidak mudah mewujudkannya. Faktanya kemiskinan masih tetap menjadi bagian kehidupan kita. Kemiskinan telah menyeret sebagian manusia kedalam ketidak berdayaan. Apalagi kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial, dampak politik,keterbatasan pemerintah dan faktor ekonomi yang tidak adil dan merata. Belum lagi keterbatasan lapangan pekerjaan yang berdampak pada pendapatan ekonomi rumah tangga. Semua ini sangat berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan,  tempat hunian, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Hanya doa yang mampu menggerakan hati pemerintah agar tergerak untuk  melihat dan berpihak untuk mengentaskan kemiskinan dan selalu berpihak kepada mereka orang lemah dan miskin Ini panggilan sekaligus harapan semua rakyat yang menaruh percaya kepada pemerintah  sebagai perpanjangan tangan kasih Allah. Kiranya Tuhan memampukan pemerintah mewujudkannya.

Doa : Berikanlah ya Tuhan hati yang penuh dengan belas kasihan bagi pemerintah kami untuk berpihak kepada orang lemah dan miskin, amin

Kamis, 18 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 15-17

15 Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari! 16 Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi. 17 Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Berdoa agar Pemerintah Diberkati

Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang menjalankan kerja dan tanggungjawabnya berdasarkan takut akan Tuhan. Pemerintahan yang ideal terwujud melalui kerjasama dan bekerja bersama antara pemerintah juga warga masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, apapun yang mau dilakukan oleh pemerintah tidak akan berhasil dan berdayaguna. Dukungan moril sangat penting sebagi respons positif terhadap karya dan karsa pemerintah.  Salah satunya melalui dukungan doa sebagai sarana menggumuli segala rancangan dan arah kebijakan  pemerintah agar selalu berkenan kepada Tuhan dan senantiasa berpihak kepada rakyat. Kita sungguh meyakini bahwa berkat kehidupan dan  kemakmuran  serta kebahagiaan akan melimpahi pemerintah yang menaklukan segala kepemimpinannya dibawah kedaulatan Allah. Sebab itu janganlah kita berhenti mendoakan pemerintah dengan segala upaya mereka mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan bersama. Ada banyak masalah yang harus pula mereka selesaikan. Maka biarlah kita berdoa, Tuhan memberikan hikmat kepada pemerintah untuk menyelesaikannya satu demi satu.

Doa : Kiranya Allah tetap memberkati dan memberikan kebahagiaan bagi pemerintah, amin

Jumat, 19 September 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 2 : 1-4

Mengenai doa jemaat
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Paulus dalam suratnya kepada Timotius mendorongnya untuk tidak hanya berdoa bagi jemaat Kristen atau bagi orang – orang saleh saja, melainkan berdoa bagi semua orang termasuk para pemimpin. Tujuannya hanya satu agar semua orang dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.  Ini harus senantiasa didaoakan dalam ibadah-ibadah jemaat menjadi doa jemaat yang menopang tugas pemerintah. Nasehat Paulus kepada Timotius ini sekaligus merupakan nasehat bagi kita hari ini. Kita tidak menyangkali bahwa dalam berdoa yang kita doakan lebih banyak tentang apa yang kita sendiri dan orang–orang terdekat butuhkan. Dalam keluarga, jarang kita mendoakan pemerintah. Hanya ketika kita ada dalam persekutuan ibadah di gereja, baru kita mendoakan pemerintah. Firman Tuhan ini mengingatkan kita semua. Dalam setiap doa yang kita sampaikan di keluarga, janganlah lupa mendokan pemerintah. Sama halnya ketika kita ada dalam ibadah jemaat. Doa-doa jemaat bagi pemerintah senantiasa disampaikan. Doa agar Tuhan memakai pemerintah sebagai alat damai sejahtera sehingga kehidupan yang kita jalani selalu damai dan tentram.

Doa : Tuhan tolong pemerintah kami agar kehendakMu yang nyata dalam kerja dan pengabdian mereka, amin

Sabtu, 20 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 2 : 10-11

10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! 11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Berdoa agar Pemerintah Bijaksana

Agar seluruh proses pemerintahan dapat terselenggara dengan baik maka dibutuhkan pemerintah yang bijaksana. Artinya pemerintah tidak lalu harus  memposisikan diri sebagai yang maha tahu atau yang paling berkuasa atas segala sesuatu tetapi pemerintah yang bijaksana dalam pemerintahnya ialah pemerintah yang mau melayani dengan tetap tunduk dan menaklukan segala pemerintahannya di bawah kuasa Tuhan. Pemerintah pun bersedia membuka diri untuk menerima masukan warganya. Lebih dari itu pengajaran   Firman Tuhan akan menuntun pemerintah untuk melakukan apa yang benar dan adil.  Pemazmur dalam nas bacaan hari ini mengngatkan hal itu. sebagai orang-orang yang telah diurapi Tuhan, diyakini dapat menjalankan tugas dengan lebih bijaksana. Karena itu pemazmur menyerukan, bertindaklah bijaksana dan terimalah pengajaran sebelum memutuskan suatu perkara dan bekerja dengan takut Tuhan. Hari ini kita diingatkan agar berdoa bagi pemerintah supaya bertindak bijaksana dan melayani masyarakat dengan takut Tuhan. Hanya dengan begitu, sukacita dapat dinikmati dalam kehidupan bersama.

Doa : HikmatMu Berilah agar pemerintah kami memimpin dengan bijaksana, Amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Bangunlah Rumah Bersama yang Saling Melindungi

Minggu, 7 September 2025

bahan bacaan : Bilangan 35 : 9-15

Kota-kota perlindungan
9 TUHAN berfirman kepada Musa: 10 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 11 maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. 12 Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili. 13 Dan kota-kota yang kamu tentukan itu haruslah enam buah kota perlindungan bagimu. 14 Tiga kota harus kamu tentukan di seberang sungai Yordan sini dan tiga kota harus kamu tentukan di tanah Kanaan; semuanya kota-kota perlindungan. 15 Keenam kota itu haruslah menjadi tempat perlindungan bagi orang Israel dan bagi orang asing dan pendatang di tengah-tengahmu, supaya setiap orang yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana.

Rumah Bersama yang Saling Melindungi

Hari ini kita beryukur dan bersukacita merayakan HUT Kota Ambon. Sebagai warga masyarakat yang baik, dimanapun berada, kita dituntut untuk bisa berperilaku etis Injili. Misalnya dengan menyediakan lingkungan dimana kita tinggal sebagai rumah bersama dimana setiap orang bisa saling melindungi. Tempat berpijak kita menjadi rumah yang menyatakan adanya kesetaraan, belas kasih dan keseimbangan hukum. Teks Bilangan 35 :9-15  mengajak kita untuk menyadari tanggung jawab yang disebutkan di atas. Tuhan diam di tengah-tengah orang Israel, sebab itu umat mesti menjagai kekudusan mereka di hadapan Tuhan. Umat diperintahkan untuk membangun kota-kota perlindungan yang dibangun yakni tiga di seberang sungai Yordan dan tiga di tanah Kanaan. Kota-kota perlindungan tersebut diperuntukan bagi orang Israel, pendatang dan orang asing. Inilah perintah Tuhan sebagai cara membangun kesadaran kita akan pentingnya saling melindungi di antara kita. Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai gejolak, kita bisa saja diperhadapkan dengan situasi yang menyenangkan, tetapi juga tidak menutup kemungkinan, bisa juga sebaliknya. Apapun itu, penyertaan dan kehadiran Tuhan mengingatkan kita untuk tetap berperilaku baik kepada semua orang. Siapapun harus tetap bisa kita lindungi.

Doa : Ya Allah, mampunkanlah kami membangun rumah bersama yang saling melindungi, amin

Senin, 8 September 2025

bahan bacaan : Yosua 20 : 1-6

Kota-kota perlindungan
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: 2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa, 3 supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dahulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah. 4 Apabila ia melarikan diri ke salah satu kota tadi, maka haruslah ia tinggal berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka harus menerima dia dalam kota itu dan memberikan tempat kepadanya, dan ia akan diam pada mereka. 5 Apabila penuntut tebusan darah itu mengejar dia, pembunuh itu tidak akan diserahkan mereka ke dalam tangannya, sebab ia telah membunuh sesamanya manusia dengan tidak ada niat lebih dahulu, dan dengan tidak menaruh benci kepadanya lebih dahulu. 6 Ia harus tetap diam di kota itu sampai ia dihadapkan kepada rapat jemaah untuk diadili, sampai imam besar yang ada pada waktu itu mati. Maka barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya, ke kota dari mana ia melarikan diri."

Rumah Bersama Yang Dipenuhi Belas Kasihan Dan Keadilan Hukum

Setiap manusia membutuhkan pengakuan dari sesamanya, entah dalam situasi hidup yang baik misalnya melalui prestasinya, orang tetap mendambakan adanya penghargaan terhadap pencapaiannya; tetapi juga dalam situasi yang sebaliknya yakni hidup yang bermasalah. Sebut saja namanya Andre. Ia menjebak Brury temannya. Brury mengetahuinya dan dengan dipenuhi kemarahan ia mendatangi Andre dalam keadaan mabuk. Karena tidak bisa mengontrol diri, Andre ditikam oleh Brury. Keluarga Andre tidak bisa menerima peristiswa itu. Beramai-ramai mereka berdatangan ke rumah Brury dan memintai pertanggungjawabannya. Namun ternyata Brury dalam kesadaran telah melaporkan diri ke polisi. Ia mengakui segala perbuatannya. Sikap Brury kemudian disambut baik oleh keluarga dan mereka membiarkan proses hukum berlangsung secara tertanggung jawab. Inilah yang disampaikan oleh Yosua 20:1-6.  Kota-kota perlindungan bagi pembunuh yang sebelumnya tiada memiliki niat membunuh harus ada. Ruang hidup bagi mereka harus disediakan sebelum pada akhirnya mereka diperhadapkan pada peradilan. Di dalam hidup yang dijalani, tetap harus ada upaya menghadirkan rumah bersama yang dipenuhi belas kasihan dan keadilan hukum. Kita terpanggil menghadirkan lingkungan yang demikian.

Doa : Tuhan Yesus tolong kami bisa tetap menyatakan belas kasihan dan keadilan hukum, amin

Selasa, 9 September 2025

bahan bacaan : Yosua 20 : 7-9

7 Lalu orang Israel mengkhususkan sebagai kota perlindungan: Kedesh di Galilea, di pegunungan Naftali dan Sikhem, di pegunungan Efraim, dan Kiryat-Arba, itulah Hebron, di pegunungan Yehuda. 8 Dan di seberang sungai Yordan, di sebelah timur Yerikho, mereka menentukan Bezer, di padang gurun, di dataran tinggi, dari suku Ruben; dan Ramot di Gilead dari suku Gad, dan Golan di Basan dari suku Manasye. 9 Itulah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan bagi pendatang-pendatang yang ada di tengah-tengah mereka, supaya setiap orang yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana dan jangan mati dibunuh oleh tangan penuntut tebusan darah, sebelum ia dihadapkan kepada rapat jemaah.

Rumah Bersama bagi Semua

Tuhan selalu mengajarkan kita untuk hidup selalu berbagi. Bila hidup hanya orientasi untuk diri sendiri maka hidup tidak bisa menjadi berkat. Teks Yosua 20:7-9 membahasakannya sebagai kota perlindungan adalah kota yang ditetapkan bagi semua. Tidak ada diskriminasi. Yang ada adalah semua orang mendapatkan perlakuan yang sama yakni yang manusiawi. Dengan kata lain, teks ini mengajarkan kita untuk menghadirkan suatu rumah bersama bagi semua. Kesadaran ini penting untuk kita hidupi sebab sekarang semua orang memiliki kecendrungan menciptakan ruang hanya fokus bagi dirinya sendiri. padahal hidup berbaur dalam komunitas menjadi gaya hidup yang harus dinyatakan oleh setiap orang percaya. Dengan menghadirkan rumah bersama bagi semua, kita akan menciptakan lingkungan dimana kasih dan damai menjadi pengikat relasi. Perlindungan dan kesejahteraan menjadi capaian yang dirasakan secara bersama. Kita bahkan bisa meminimalisir berbagai tindak kejahatan bila kita mampu menghadirkan rumah bersama bagi semua. Siapapun yang mencoba merusak kebersmaan akan berhadapan dengan eratnya tali persekutuan sebab rumah yang didiami bukan hanya sekadar ditinggali sendiri tetapi adalah rumah bersama untuk semua.

Doa : Tuhan Yesus, tolong kami untuk bisa membangun kota perlindugan bagi semua, amin

Rabu, 10 September 2025

bahan bacaan : Yesaya 26 : 1-3

Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah
Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Rumah Bersama penuh Damai Sejahtera

Kita bisa hidup bersama dengan siapa saja. Tetapi salama kehidupan bersama itu tidak diwarnai dengan ketulusan hati maka suasana kebersamaan akan menjadi malapetaka. Belum lagi, bila dalam kebersamaan itu, setiap orang hidup dengan hanya memikirkan kepentinganya masing-masing. Damai sejahtera tidak akan ada di sana. Teks hari ini mengajarkan kepada kita hal yang penting. Kota perlindungan dimulai dari hati yang teguh dan menyatakan damai sejahtera Allah. Inilah yang saksikan oleh bacaan kita.  Kota yang kuat adalah kota yang orang-orangnya memiliki hati yang teguh sebab dijagai oleh damai sejahtera Allah. Kebenaran Firman Tuhan ini memberikan kepada kita kesadaran tentang pentingnya memiliki kelekatan hidup yang intim dengan Tuhan Pemilik kehidupan. Tuhan akan menolong kita memahami bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Bukanlah hal yang mustahil, bila kita ada dalam perbedaan, tetapi selama kita bisa tetap mengandalkan Tuhan dengan hati yang tulus, maka perbedaan bukan soal yang harus disingkirkan. Kita akan melihatnya sebagai anugerah untuk memperkaya hidup. Bila kita mengejar target yang menjadi tujuan hidup, bukanlah hal yang mustahil bahwa kita bisa saja melakukan kecerobohan dan kesalahan termasuk menghancurkan hidup sesame. Namun selama hati kita teguh di dalam Tuhan, Tuhan dengan damai sejahtera-Nya akan membuat kita meraih tujuan dan menjadikannya saluran berkat.

Doa:  Tuhan Yesus, tolong agar hati kami teguh dan kami mampu nyatakan shalom, amin.  

Kamis, 11 September 2025

bahan bacaan : Yesaya 26 : 4-6

4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."

Hati Yang Rendah, Kota Perlindungan Keluarga

Ayat dari Yesaya ini mengingatkan kita bahwa sebagai keluarga, tempat perlindungan yang paling utama bukanlah rumah yang besar atau harta benda yang melimpah, melainkan Tuhan sendiri. Ketika kita bersama-sama belajar untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, seperti gunung batu yang tak tergoyahkan, kita akan menemukan kekuatan di tengah segala tantangan hidup. Nabi Yesaya menggambarkan bagaimana kota yang sombong dan merasa hebat dengan kekuatannya sendiri justru akan jatuh dan diinjak-injak. Sebaliknya, hati yang rendah di hadapan Tuhan menjadi tempat yang aman. Dalam keluarga, ini berarti kita belajar untuk tidak saling meninggikan diri atau merasa paling benar, tetapi saling menghargai, mendengarkan, dan mengakui bahwa kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan. Sebagai keluarga Kristen, mari kita jadikan kerendahan hati sebagai landasan utama dalam setiap interaksi kita. Ketika kita belajar untuk saling merendahkan diri, mengampuni, dan melayani satu sama lain dengan tulus, di situlah Tuhan hadir dan memberikan perlindungan yang sejati. Rumah kita akan menjadi “kota perlindungan” yang bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga aman dan damai secara rohani karena kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita. Mari kita terus belajar untuk bersandar sepenuhnya kepada Tuhan dalam setiap langkah hidup kita sebagai keluarga.

Doa : Tuhan, Engkau Tempat perlindungan kami, amin

Jumat, 12 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 87 : 1-7

Sion, kota Allah
Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: 2 TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. 3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela 4 Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana." 5 Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya. 6 TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela 7 Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

 Kasih Setia Allah, Perlindungan Keluarga

Mazmur ini melukiskan Sion, kota Allah, sebagai tempat yang istimewa karena didirikan oleh Tuhan sendiri di atas gunung-gunung kudus. Lebih dari sekadar bangunan fisik, Sion adalah gambaran kehadiran Allah yang nyata dengan segala kasih setia-Nya. Bagi keluarga Kristen, kita pun dipanggil untuk membangun “Sion” di tengah-tengah rumah kita. Bukan berarti kita harus memiliki bangunan megah, tetapi lebih kepada menciptakan suasana di mana kasih setia Allah terasa begitu kuat. Ketika setiap anggota keluarga saling mengasihi, mendukung, dan mengampuni, di situlah kehadiran Allah bersemi dan menjadikan rumah kita sebagai tempat perlindungan yang sejati.Kehadiran Allah dalam keluarga kita bukan hanya terasa dalam saat-saat indah, tetapi juga menjadi kekuatan di kala sulit. Seperti Sion yang menjadi kebanggaan bangsa-bangsa, demikianlah seharusnya keluarga Kristen menjadi kesaksian kasih Allah bagi dunia di sekitarnya. Ketika kita hidup dalam kasih setia Allah, keluarga kita akan menjadi tempat di mana setiap anggota merasa diterima, aman, dan dikuatkan. Mari kita terus membangun “kota perlindungan” di rumah kita, di mana kasih setia Allah menjadi fondasi dan atmosfer yang senantiasa kita rasakan bersama.

Doa : Ya Allah, hadirlah selalu dalam keluarga kami, amin

Sabtu, 13 September 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 11

11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Jujur Membangun, Berkat Melimpah

Amsal ini memberikan kita gambaran yang jelas tentang bagaimana sebuah kota dapat berdiri tegak dan diberkati. Bukan karena kekuatan militer atau kekayaan materi, melainkan karena kejujuran dan keadilan yang ditegakkan di dalamnya. Sebaliknya, kefasikan dan kejahatan akan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks keluarga, prinsip ini sangat relevan. Rumah kita adalah “kota” kecil di mana setiap tindakan dan perkataan kita saling memengaruhi. Ketika kejujuran menjadi landasan komunikasi dan setiap anggota keluarga berusaha menjauhi segala bentuk kecurangan dan kebohongan, maka berkat Tuhan akan melimpah di rumah tersebut.

Kejujuran menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan adalah fondasi yang kokoh bagi sebuah keluarga. Ketika kita saling jujur, kita membangun rasa aman dan nyaman satu sama lain. Menjauhi kefasikan berarti kita menghindari segala tindakan yang merugikan, baik secara materi maupun emosional, di dalam keluarga. Dengan demikian, rumah kita akan menjadi tempat perlindungan yang diberkati, bukan hanya karena terhindar dari masalah eksternal, tetapi juga karena harmoni dan kasih yang terpancar dari setiap hati yang jujur dan tulus. Mari kita jadikan kejujuran dan kebenaran sebagai pilar utama dalam membangun “kota perlindungan” keluarga kita.

Doa : jadikan kami Keluarga yang jujur ya Tuhan, amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Agustus – 06 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Minggu : Memperkuat Keluarga, Mengokohkan Bangsa.

Minggu, 31 Agustus 2025

bahan bacaan : Kolose 3 : 18 – 25 & 4 : 1 – 6  

Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga
18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. 20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. 22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga. 2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. 3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. 4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. 5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Kehangatan Keluarga yang Diberkati Tuhan

Bacaan ini sering kita dengar dalam Ibadah Pemberkatan Nikah atau perayaan hari ulang tahun pernikah keluarga Kristen. Bacaan yang menjelaskan tentang peran anggota-anggota keluarga. Semua anggota keluarga memiliki tugas dan setiap tugas saling melengkapi satu dan yang lain. Peran suami dan istri yang mesti selalu menumbuhkan cinta kasih di dalam keluarga, peran orang tua dan anak yang mesti saling menghormati dan menghargai. Peran tuan dan hamba yang mesti saling menjaga. Sadarkah kita bahwa zaman sekarang nilai kekeluargaan tergeser karena kecanggihan Teknologi. Suami istri tidak lagi saling menatap namun lebih sering menatap HP masing-masing, tangan pun tidak saling merangkul sebab lebih nyaman menggenggam gadget, komunikasi semakin berkurang. Rumah yang ditempati pun tidak lagi hangat dan berisik dengan tawa keluarga. Meja makan sebagai tempat untuk saling menasihati, saling berbagi dan saling mencurahkan rasa kini sepi dan tidak lagi difungsikan. Realitas ini merupakan tantangn bagi keluarga-keluarga. Mari, hidupkan kembali iklim keluarga Kristen yang saling mengasihi dan menghormati, sebab keluarga adalah tempat pulang yang paling nyaman dan diatas semuanya ialah Kasih Tuhan ada tinggal menetap didalamnya.

Doa: Tuhan, biarlah cinta kasihMu hidup di dalam keluarga kami.  Amin. 

Senin, 01 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 92 : 13-16

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. 14 (92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 15 (92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Jangan Berhenti Berbuah

Menjadi pribadi, keluarga bahkan persekutuan yang hidup benar di hadapan Tuhan merupakan suatu keharusan sebagai orang percaya. Kendatipun sadar akan hal dimaksud, namun seringkali terabaikan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Itu sebabnya ada sekian banyak orang percaya yang hidupnya bertolak belakang dengan kehendak Tuhan. Terkait dengan hidup yang demikian, maka hidup hanya dilihat sebagai sesuatu yang sekedar dijalani saja tanpa ada pemaknaan yang berarti. Padahal hidup yang dikehendaki Tuhan yaitu hidup yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Agar tetap bertumbuh dan berbuah, maka kita berkewajiban untuk terus melakukan kehendak-Nya.  Inilah juga yang dimaksudkan pemazmur dalam bacaan kita hari ini. Bagi pemazmur hanya orang benar yang akan bertunas dan bertumbuh subur seperti pohon kurma dan pohon aras (ay. 13). Karenanya hidup benar tidak dapat diabaikan melainkan menjadi prinsip hidup yang terus dinyatakan dari waktu ke waktu. Sebab hanya dengan begitu, kita akan terus berbuah sekalipun berada di usia yang sudah lanjut. Buah yang dihasilkan akan mununjukkan siapa kita sesungguhnya karena akan nampak dari sikap, perkataan maupun perbuatan kita. Dengan demikian jangan berhenti menghasilkan buah yang menunjukkan bahwa kita adalah orang benar. Sebab hanya orang benarlah yang dapat berbuah sampai tua.

Doa: Pimpinlah Kami Tuhan, agar mengikuti kehendak-Mu dan terus berbuah. Amin.

Selasa, 02 September 2025

bahan bacaan : Yosua 24 : 14-15

14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. 15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Beribadah Kepada Tuhan Dengan Tulus dan Setia

Jika merenungkan kembali seluruh proses hidup yang telah dijalani, bukankah kita akan bersyukur kepada Tuhan? Disampaikan demikian sebab seluruh perjalanan hidup dengan berbagai dinamikanya dapat kita lalui hanya karena campur tangan-Nya.  Pertanyaannya, apa yang mesti kita lakukan meresponi kebaikan-Nya yang selama ini dialami? Ketika berbicara kepada seluruh bangsa Israel, Yosua mengingatkan tentang segala kebaikan Tuhan yang telah dinyatakan bagi mereka. Terhadap hal tersebut ia menyampaikan agar bangsa itu harus meresponinya dengan hidup yang takut Tuhan dan beribadah Pada-Nya dengan tulus dan setia. Selanjutnya ia memberikan ketegasan bahwa sekalipun bangsa itu memilih untuk beribadah kepada ilah lain, tetapi ia dan seisi rumahnya akan tetap beribadah kepada Tuhan. Keputusannya itu merupakan cerminan kehidupan yang patut diteladani oleh orang percaya masa kini. Sebab sebagai pemimpin bangsa Israel dan keluarga, ia tetap melakukan yang benar bagi Tuhan. Apakah hal yang demikian sudah diterapkan dalam kehidupan keluarga kita masing-masing? Melalui firman Tuhan saat ini kita diingatkan baik secara pribadi maupun keluarga, kepada siapa kita harus beribadah. Oleh sebab itu peranan sebagai orang tua maupun anggota keluarga yang lain, harus difungsikan dengan baik. Kendatipun ada banyak persoalan dan tantangan kehidupan, namun kebaikan Tuhan masih kita alami dan rasakan sampai detik ini. Sadar akan hal itu maka yang harus dilakukan sebagai keluarga kristen dalam menjalani hari-hari hidup yaitu takut akan Tuhan, serta senantiasa beribadah kepada-Nya dengan tulus dan setia.

Doa: Hanya kepadaMu Tuhan, keluarga kami datang beribadah dengan tulus dan setia.  Amin

Rabu, 03 September 2025

bahan bacaan : Amsal 31 : 1-9

Amsal-amsal untuk Lemuel dari ibunya
Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya. 2 Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku? 3 Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja. 4 Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, 5 jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. 6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati. 7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya. 8 Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. 9 Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.

Pengajaran Yang Benar Menuntun Hidup

Semua orang tua selalu berharap hal terbaik bagi anak-anaknya dimasa kini maupun masa depan mereka. Karena itu ada banyak hal yang terus menjadi perhatian dan dilakukan untuk menunjang kebutuhan anak. Misalnya: mencukupi makan dan pakai, memberikan kesempatan belajar di bangku pendidikan dan yang lainnya. Kendatipun semua ini dipenuhi, namun tanggung jawab mengajarkan dalam bentuk wejangan atau nasihat harus dilakukan sejak dini dalam keluarga. Hal yang demikian juga ditemui pada bagian bacaan kita saat ini. Perkataan yang disampaikan Lemuel raja Masa merupakan pengajaran yang mula-mula diajarkan oleh ibunya. Semua pengajran yang baik dan benar ini akan menolong raja Lemuel tentang bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak serta dapat dengan baik dan benar dalam pengambilan keputusan. Bukankah hal yang sama pula dibutuhkan oleh anak-anak kita? Sadar akan hal itu, maka tanggung jawab sebagai orang tua untuk terus mengajar dan menasihati anak-anak sangat penting diterapkan. Sebab berbagai nasihat dan pengajaran yang benar dari orang tua akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dikemudian hari. Atas dasar itulah sebagai orang tua kita diingatkan agar terus menjalankan tugas kita dengan penuh tanggung jawab. Percayalah semua hal baik dan benar yang kita taburkan bagi anak-anak, akan memberi hasil yang baik dan benar.

Doa: Biarlah kami dimampukan Tuhan untuk terus menyampaikan pengajaran yang benar.  Amin

Kamis, 04 September 2025

bahan bacaan : Amsal 1 : 20-33

Nasihat hikmat
20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, 21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. 22 "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? 23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu. 24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, 25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, 26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, 27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. 28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. 29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, 30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, 31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. 33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

 Dengarkanlah Teguran Hikmat

Sesuatu yang bertolak belakang dengan kehendak Allah, tentu saja pernah kita lakukan. Hal ini dapat terjadi baik disengaja ataupun sebaliknya lewat sikap, tutur kata maupun perbuatan. Terhadap itu, nasihat hikmat terus diberikan agar kita lebih memahami dan mampu membedakan antara yang benar dan salah. Nasihat hikmat juga bertujuan mengarahkan agar yang mendengarkan dapat memperbaiki kekeliruan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Terkait hal dimaksud penulis mengungkapkan bahwa hikmat selalu berseru, memperdengarkan suaranya dan mengucapkan kata-katanya (ay. 20-21). Itu berarti semua orang dapat mendengarkannya. Selanjutnya keputusan memilih untuk menerima dan memperhatikan teguran hikmat atau justru menolak dan mengabaikannya, tergantung tiap-tiap orang. Sebab apapun yang menjadi pilihan kita berdampak pada apa yang akan didapatkan kemudian. Jika menolak peringatan dan nasihat hikmat, maka kehancuran dan kebinasaan yang akan didapatkan (ay. 31-32). Sebaliknya jika menerima nasihat dan teguran hikmat, maka akan tinggal dengan aman dari kengerian malapetaka. Pertanyaannya, apakah kita akan menolak dan mengabaikan nasihat hikmat dan terus terlena serta tetap melakukan kesalahan? Ataukah kita menerima teguran hikmat kemudian memperbaiki kesalahan serta hidup benar dihadapan Tuhan? Dengarkanlah teguran dan nasihat hikmat yang kita dengarkan baik dari dalam keluarga, lingkungan masyarakat maupun dalam ruang lingkup bergereja. Dengan mendengar teguran, hikmat hidup kita senantiasa dibaharui dan diberikan pemahaman untuk menjalani hari-hari hidup selanjutnya.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar menerima dan mendengar  teguran hikmat. Amin.

Jumat, 05 September 2025

bahan bacaan : Matius 19 : 1-12

Perceraian
Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. 2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. 3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" 4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" 8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." 10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." 11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. 12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Menjaga Keutuhan Keluarga

Membuat keputusan dan berkomitmen untuk bersatu dalam ikatan pernikahan serta menjalani hidup bersama, tentu saja di pandang baik. Namun sangat disayangkan, tidak semua pasangan suami istri mampu bertahan pada keputusan dan komitmen awal yang telah disepakati. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor yang mengakibatkan hilang keharmonisan, rusaknya rumah tangga dan yang paling fatal yaitu terjadinya perceraian. Kondisi yang demikian juga tidak jarang dialami oleh kehidupan keluarga-keluarga kristen. Ini marak terjadi, meskipun sesungguhnya mereka memahami bahwa apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Itu berarti perceraian merupakan salah satu keputusan manusia yang di tentang oleh Allah. Dengan demikian berusaha menjaga keutuhan keluarga mesti terus dipertahankan. Bagaimana caranya? Pasangan suami istri seharusnya berkomitmen untuk saling mencintai dengan tulus, tetap setia, saling menghormati dll. Semuanya tidak sulit untuk dilakukan bila masing-masing orang hidup takut akan Tuhan. Itu sebabnya, keluarga kristen tidak boleh membuka cela dan memberi ruang bagi semua hal yang bertolak belakang dengan kehendak Allah. Karena percaraian tidak hanya berdampak bagi pasangan suami istri saja tetapi juga bagi anak-anak mereka, maka jadilah keluarga kristen yang selalu menjaga keutuhan rumah tangga.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk selalu menjaga keutuhan keluarga. Amin.

Sabtu, 06 September 2025 (Dirgahayu ke 80 GPM)

bahan bacaan : Markus 4 : 1-9

Perumpamaan tentang seorang penabur
Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Semua Karena Kasih Tuhan (Selamat Merayakan HUT ke-90 GPM)

Tema HUT GPM tahun 2025 adalah Gereja yang menabur, bertumbuh dan berbuah karena kasih Tuhan.  Tema ini mendasari syukur GPM yang ke 90. Melaluinya tergambar komitmen terkait sikap autokritik gereja. Usia yang hampir mendekati satu abad, mestinya membuat GPM menjadi gereja yang tetap menyadari eksistensi dirinya sebagai saluran syalom Allah. GPM terpanggil menyuarakan suara Allah dan menyalurkan damai sejahtera-Nya. Umat dan pelayan harus menghadirkan kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah. Inilah yang dinyatakan dalam teks Markus 4:1-9. Tuhan Yesus memberikan pengajaran dalam bentuk perumpaan tentang bagaimana kehidupan gereja yang seharusnya. Penabur menaburkan benih namun keberadaan benih yang jatuh di pinggir jalan, batu-batu dan semak duri tidak bertumbuh dan berbuah pada akhirnya. Kondisi mana yang berbeda dengan benih yang jatuh di tanah yang baik. Melaluinya eksistensi gereja sebagai tempat jatuhnya benih dipertanyakan. Apakah GPM tetap bertumbuh dan berbuah? Apakah yang menjadi indikatornya? Yang pasti selama Injil diberitakan, bila kita tetap berakar pada Kristus Sang Kepala Gereja, kita akan bertumbuh dan saatnya kita akan berbuah dalam kemurahan Tuhan.

Doa:  ya Allah, mampukan kami tetap menabur, bertumbuh dan berbuah, Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS DAN SEPTEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah : Mengisi Kemerdekaan

Tema Mingguan : Merdeka untuk Membangun Demokrasi Yang Bertanggungjawab

Minggu, 24 Agustus 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 1 – 22

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. 4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. 5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" 8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. 12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." 13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, 16 dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. 17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu." 18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." 21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. 22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Merdeka untuk Membangun Demokrasi yang Bertanggungjawab

Demokrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat di depan umum. Karena itu, salah satu hal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang menganut paham demokrasi adalah keberanian berbicara menyampaikan pendapat. Itu berarti tidak boleh takut kepada siapa pun, termasuk pemimpin, juga tidak boleh takut dihukum atau dipenjara karena penyampaian pendapat yang berbeda dengan kebijakan atau keinginan penguasa/pemimpin. Teks Alkitab hari ini berisikan keberanian dua murid Yesus, Petrus dan Yohanes yang berani bersaksi menyampaikan pendapat dan berbicara di depan Mahkamah Agama saat sidang. Dalam sidang tersebut kedua murid Yesus ini disuruh untuk tidak boleh berbicara dan mengajar lagi dengan menggunakan nama Yesus. Namun, Petrus dan Yohanes menolaknya, sebab bagi mereka apa yang disampaikan adalah sebuah kebenaran, dan semua yang dilakukan adalah untuk kebaikan banyak orang. Mereka berani menolak permintaan pemimpin sidang, dan lebih tunduk serta taat kepada Allah.Firman Tuhan  hari ini  mengingatkan kita untuk tidak takut menyampaikan suara kebenaran. Kita punya hak untuk menyampaikan pikiran dan pendapat. Lakukanlah itu dengan sopan dan beretika serta penuh rasa tanggungjawab. Teruslah berkata dan bertindak yang baik dan benar kepada siapa pun demi kebaikan hidup bersama.

Doa: Tuhan, berikanlah keberanian kepada kami untuk menyampaikan kebenaran.  Amin. 

Senin, 25 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 16 : 9 – 15

9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. 10 Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah. 11 Timbangan dan neraca yang betul adalah kepunyaan TUHAN, segala batu timbangan di dalam pundi-pundi adalah buatan-Nya. 12 Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran. 13 Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya. 14 Kegeraman raja adalah bentara maut, tetapi orang bijak memadamkannya. 15 Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.

Berpikir Postif dan Berkata Benar

Setiap orang, termasuk raja atau pemimpin dalam hidupnya harus selalu berpikir dan berbicara segala hal yang baik untuk dirinya, maupun untuk orang lain. Karena itu, dalam diri seseorang harus terbiasa berpikir positif, supaya bisa berkata yang baik atau yang positif juga kepada orang lain. Bagi Salomo, sebagaimana terbaca pada teks hari ini, berpikir positif akan membuat Tuhan turut terlibat untuk menentukan arah langkahnya (ay.9), sedangkan orang yang berbicara baik adalah mereka yang selalu berbicara jujur (bd.ay.13). Bagi Salomo, ini penting untuk setiap orang yang berjuang menjalani hidup agar lebih baik, apalagi seorang pemimpin dalam memimpin anggotanya. Jadi, kejernihan berpikir berimplikasi pada campur tangan Tuhan menuntun arah langkah hidup maupun berbicara kepada siapa pun juga. Karena itu, pesan nas bacaan ini bagi kita yaitulah jangan pernah berpikir negatif tentang orang lain, apalagi berkata yang tidak benar, menuduhkan sesuatu yang belum tentu terbukti kebenarannya. Mari selalu berpikir positif dan berkata yang benar supaya kata-kata yang dikeluarkan melalui bibir mulut kita diberkati dan bermanfaat bagi orang yang mendengarnya.

Doa: Tuhan, kuasailah pikiran kami agar selalu berpikir postif tentang orang lain,  Amin. 

Selasa, 26 Agustus 2025

bahan bacaan : I Petrus 2 : 11 – 15 

Peringatan untuk hidup sebagai hamba Allah
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. 12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Hati sebagai Hamba

Pemerintah adalah wakil Allah di dunia”, Kalimat ini tidak asing lagi di telinga kita. Maknanya ialah mereka yang dipercayakan untuk bekerja dalam pemerintahan baik di aras Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif adalah orang-orang pilihan, yang mesti melakukan kehendak Allah.Hal itu nampak dalam kerja-kerja pemerintah yang mendatangkan ketentraman dan kesejahteraan atas dasar keadilan dan kebenaran. Peringatan yang disampaikan Petrus untuk mengerjakan keselamatan Allah sebagai pemegang kekuasaan yang harus berbuat baik patut untuk diperhatikan. Tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk menyelubungi kejahatan. Namun peringatan yang sama disampaikan pula kepada semua orang agar hidup sebagai orang merdeka. Menghormati dan mengasihi semua orang. memiliki hati sebagai hamba untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan takut akan Tuhan. Pemerintah dengan banyak kebijakan dan aturan-aturan yang baru, membawa perubahan yang mesti kita sesuaikan dengan pola hidup dan kerja yang mungkin telah menjadi kebiasaan. Perubahan itu pastinya bertujuan baik. Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa Allah Kehidupan yang menganugerahkan tugas dan tanggung jawab bagi kita dalam bentuk apapun, jika dilakukan dengan takut akan Tuhan dan jujur maka akan mendatangkan berkat serta sukacita. Tetap merendah dan milikilah hati sebagai hamba.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk menjadi Hamba yang setia.  Amin. 

Rabu, 27 Agustus 2025

bahan bacaan : Galatia 5 : 13 – 15

13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Tuhan Yesus Mengasihi tanpa Syarat

Merdeka dari dosa merupakan dambaan semua manusia di dunia ini. Orang-orang percaya telah dimerdekakan oleh Allah dari perbudakan dosa melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Bacaan hari ini mau mengingatkan untuk selalu bersyukur atas karya   keselamatan Allah. Wujud syukur itu haruslah nampak dalam kehidupan yang saling mengasihi antar sesama. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” kalimat ini mesti menjadi pedoman untuk hidup berdampingan sebagai sesama manusia, saling mengingatkan agar tidak jatuh dalam dosa, sebab jika tidak demikian maka kemerdekaan yang telah diperoleh tidak akan mendatangakan kesejahteraan melainkan kebinasaan. Mengasihi harus dimulai dari keluarga. Suami dan istri saling jujur, tidak saling mengkhianati, saling mendukung dan menopang. Orang tua dan anak harus memiliki waktu berkualitas untuk saling berkomunikasi dan terbuka. Adik dan kakak harus saling menyayangi dan menghargai. Dalam lingkup jemaat dan masyarakat, hidup saling mengasihi harus melampaui banyak perbedaan dan banyak sekat. Mengasihi tidaklah bersyarat, sebab Tuhan pun mengasihi dan memerdekakan kita karena Kasih-Nya yang tak bersyarat.

Doa: Tolong kami menjalani kemerdekaan dengan hidup dalam kasih,  Amin

Kamis, 28 Agustus 2025

bahan bacaan : Keluaran  18 : 13 – 23

Pengangkatan hakim-hakim
13 Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang. 14 Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?" 15 Kata Musa kepada mertuanya itu: "Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah. 16 Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah." 17 Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu. 18 Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja. 19 Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah. 20 Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan. 21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. 22 Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya. 23 Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya."

Hikmat Allah Menyelesaikan Perkara

Sosok mertua Musa digambarkan dalam bacaan kita sebagai sosok yang bijaksana dan penuh dengan Hikmat Allah. Ketika musa diperhadapkan dengan berbagai persoalan dan perkara bangsa Israel yang mesti diselesaikan, Yitro dengan bijaksana memberi solusi yang sungguh membantu Musa. Pada akhirnya, Musa dapat mengendalikan tugasnya dengan bantuan orang-orang yang dipandangnya mampu menyelesaikan setiap perkara bangsa itu. Bacaan hari ini mengajarkan kita beberapa hal, yakni; Pertama, bahwa keputusan sebagai seorang pemimpin tidaklah mudah, karena itu selain membutuhkan saran atau nasihat orang lain mesti juga membutuhkan Hikmat Allah. Hikmat Allah ada pada diri Yitro dan kemudian ia menyampaikannya kepada Musa ketika harus menyelesaikan banyak perkara. Setiap perkara memiliki keunikan dan cara penyelesaiannya berbeda-beda. Ada perkara kecil dan ada pula perkara besar. tetapi dalam segala perkara kita membutuhkan kekuatan dari Tuhan untuk menyelesaikannya. Kedua, sebagai pemimpin kita pun tidak dapat melakukan segala sesuatu seorang diri, oleh karenanya orang lain diperlukan untuk membantu kita menjalankan tugas yang kita kerjakan. Janganlah merasa angkuh dan sombong, jangan mengandalkan kekuatan sendiri dan menganggap diri mampu tanpa bantuan orang lain, sebab sejatinya sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan manusia lain pula. Mari terus membangun relasi yang baik.

Doa: hikmatMu  Tuhan kami perlu untuk menyelesaikan segala perkara kehidupan ini.  Amin. 

Jumat, 29 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal  15 : 22

22 Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Kehendak Tuhan yang Memberkati

Manusia punya rencana, Tuhan punya kehendak. Kalimat bijak ini memiliki makna yang mendalam dan memberi kesan berarti bagi hidup orang percaya. Ya! Manusia memang memiliki rencana: baik itu rencana pekerjaan, rencana jodoh, rencana perjalanan, rencana hari tua, dan sebagainya, namun semua rencana itu jika tidak dikehendaki Tuhan maka akan sia-sia. Pada titik ini kita harus mengakui bahwa sungguh Tuhanlah yang berkehendak. Oleh sebab itu, kita selalu diingatkan agar menaruh pengharapan sungguh kepada Tuhan Allah atas setiap gumulan hidup kita. Nas bacaan Amsal 15:22 memperlihatkan bagaimana hasil yang diperoleh manusia jika semua rencananya tidak melalui pertimbangan yang matang, tidak memberi ruang menerima saran apalagi tidak mengandalkan Tuhan. Kegagalan manusia yang mendasar atas perencanaan gumulannya ialah kesombongan dan keangkuhan. Ketika sudah ada pada puncak kejayaan seringkali manusia lupa mengandalkan Tuhan. Nasihat dari sesama pun diabaikan. Akhirnya, jika gagal dan hancur lalu mulai menyalahkan Tuhan, menyalahkan keadaan dan orang sekitar. Firman ini mengingatkan agar tidak angkuh, terbuka bagi pikiran yang positif dan membangun dan jangan gegabah mengambil keputusan. Sertakan Tuhan dalam setiap perencanaan, niscaya pasti mendatangkan kebaikan.

Doa: Rencana kami sekeluarga ditaruh hanya ke dalam tanganMu Tuhan,  Amin.

Sabtu, 30 Agustus 2025

bahan bacaan : Mazmur 1 : 1 – 6

Jalan orang benar dan jalan orang fasik
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Jalan Hidup Orang Benar Diterangi Kemuliaan Tuhan

Ada dua jalan kehidupan yang selalu dijumpai manusia. Jalan yang benar dan jalan yang tidak benar. Pemazmur mengawali bacaan ini dengan menegaskan konsekuensi memilih jalan yang benar dan yang tidak benar. Jelas bahwa ketika memilih jalan yang benar maka kita menjadi orang benar dan kesukaan kita pada taurat atau Firman Tuhan yang akan mengantar kita pada keberhasilan dan sukacita. Sedangkan jalan yang tidak benar membuat kita menjadi orang fasik dan dihentar pada kebinasaan. Setiap pilihan pasti memiliki konsekuensi. Bacaan hari ini menuntut kita untuk memilih, ingin menjadi orang benar atau orang fasik? Kita telah mengetahui hasilnya pada tiap pilihan dan oleh karenanya bawalah diri kita menjadi orang-orang yang benar agar sukacita dan keberhasilan menjadi bagian dalam kehidupan kita. Orang tua sedari dini  akan mengajarkan anak-anak untuk menjadi orang benar, dimulai dari hidup Takut Tuhan, rajin berdoa, rajin beribadah, patuh kepada orang tua, jujur, mengasihi sesama, dll. Percayalah bahwa hal-hal sederhana itu akan membuahkan hasil yang luar biasa, ketika anak-anak bertumbuh dewasa mereka akan sangat peka dengan keadaan sekitar dan mengusahakan untuk hidup sebagai orang yang benar. Semoga bulan keluarga GPM tahun ini menuntun kita untuk menjadi keluarga-keluarga Kristen yang berjalan di jalan yang benar.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kami dapat terus di jalan-jalan orang benar  Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 17 – 23 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah : Mengisi Kemerdekaan

Tema Mingguan : Merdeka untuk Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Minggu, 17 Agustus 2025

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 12 : 1 – 24

Pecahnya kerajaan itu
Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja. 2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat--pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo--maka kembalilah ia dari Mesir. 3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam: 4 "Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu." 5 Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu. 6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?" 7 Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu." 8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya, 9 katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?" 10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami--beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku! 11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." 12 Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: "Kembalilah kepadaku pada hari lusa." 13 Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya; 14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: "Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." 15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat. 16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: "Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!" Maka pergilah orang Israel ke kemahnya, 17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda. 18 Kemudian raja Rehabeam mengutus Adoram yang menjadi kepala rodi, tetapi seluruh Israel melontari dia dengan batu, sehingga mati, bahkan raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem. 19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini. 20 Segera sesudah seluruh Israel mendengar, bahwa Yerobeam sudah pulang, maka mereka menyuruh memanggil dia ke pertemuan jemaah, lalu mereka menobatkan dia menjadi raja atas seluruh Israel. Tidak ada lagi yang mengikuti keluarga Daud selain dari suku Yehuda saja. 21 Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan segenap kaum Yehuda dan suku Benyamin, seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi kaum Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepada Rehabeam, anak Salomo. 22 Tetapi datanglah firman Allah kepada Semaya, abdi Allah, demikian: 23 "Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap kaum Yehuda dan Benyamin dan kepada selebihnya dari bangsa itu: 24 Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu, orang Israel. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi." Maka mereka mendengarkan firman TUHAN dan pergilah mereka pulang sesuai dengan firman TUHAN itu.

Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Hari ini seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mensyukuri dan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 80. Tema HUT kemerdekaan RI tahun ini “Merdeka untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa”. Persatuan dan kesatuan bangsa merupakan hal yang penting untuk diwujudkan, dimana semua anak bangsa tidak diperlakukan dengan tidak adil, namun semua mendapatkan hak hidup dengan damai demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Hal ini masih menjadi pergumulan bagi pemerintah untuk mewujudkannya sebab maraknya KKN menjadi tantangan besar untuk menuju cita-cita bangsa dan negara Indonesia mencapai masyarakat adil dan makmur. Kesaksian firman Tuhan menceritakan sikap raja Rehabeam yang tidak mendengar nasehat dari para tua-tua untuk meringankan beban rakyat tetapi ia mengikuti nasehat para pemuda untuk memberatkan tanggungan rakyat yang pada akhirnya keutuhan sebagai bangsa terpecah menjadi dua kerajaan Israel utara dan selatan. Pentingnya hikmat Tuhan bagi para pemimpin di masyarakat, gereja maupun keluarga untuk mendengar pendapat yang baik dari semua pihak agar dapat mewujudkan hal baik bagi semua orang.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah hikmat bagi pemimpin kami agar mereka dapat melakukan tugas dengan baik. Amin. 

Senin, 18 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 11 : 5 – 12

Raja Rehabeam -- Pengokohan kerajaan; keluarga raja
5 Rehabeam diam di Yerusalem dan memperkuat kota-kota kubu di Yehuda. 6 Ia memperkuat Betlehem, Etam, Tekoa, 7 Bet-Zur, Sokho, Adulam, 8 Gat, Mares, Zif, 9 Adoraim, Lakhis, Azeka, 10 Zora, Ayalon dan Hebron, yang terletak di Yehuda dan di Benyamin, sebagai kota-kota berkubu. 11 Ia memperkokoh kota-kota kubu itu dan menempatkan di situ kepala-kepala pasukan dengan persediaan makanan, minyak dan anggur; 12 perisai dan tombakpun disediakan di tiap-tiap kota. Ia membuat kota-kota itu amat kokoh. Demikianlah Yehuda dan Benyamin menjadi daerah kekuasaannya.

Pemimpin yang Bijak Membawa Kemakmuran bagi Masyarakat

Pemimpin bangsa yang bijak adalah pemimpin yang mengedepankan kekuatan pada daerah dan kota-kota agar tidak mudah diserang oleh musuh. Membangun kekuatan tersebut meliputi semua hal, baik secara ekonomi maupun peralatan persenjataan untuk keamanan bangsa dan negara. Hal ini dilakukan oleh raja Rehabeam yang tinggal di Yerusalem sebagai pusat pemerintahannya sambil memperkuat kota-kota di Yehuda dengan mendistribusikan bahan-bahan makanan serta perlengkapan persenjataan. Dengan kebijakan ini memberikan rasa aman dan tentram bagi masyarakat serta membangkitkan semangat mereka untuk saling tolong-menolong dan membantu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Hal inipun menjadi teladan bagi semua pemimpin di berbagai aras dalam negara tercinta Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidup serta dalam bidang keamanan melalui militer yang kuat dan bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Semuanya itu dapat dilakukan dengan baik ketika memohon campur tangan Tuhan sehingga pemimpin dengan bijak dapat melaksanakan hal tersebut juga dengan baik.

Doa: Ya Tuhan berkati pemimpin kami untuk wujudkan cita-cita bangsa dan negara yang adil dan Makmur. Amin  

Selasa, 19 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 11 : 13 – 23  

13 Para imam dan orang Lewi di seluruh Israel datang menggabungkan diri dengan dia dari daerah-daerah kediaman mereka. 14 Sebab orang Lewi meninggalkan tanah penggembalaan dan milik mereka, lalu pergi ke Yehuda dan Yerusalem, oleh karena Yerobeam dan anak-anaknya melarang mereka memegang jabatan imam TUHAN, 15 dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya. 16 Dari segenap suku Israel orang datang ke Yerusalem mengikuti orang-orang Lewi itu, yakni orang yang telah membulatkan hatinya untuk mencari TUHAN Allah Israel; dan mereka datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah nenek moyang mereka. 17 Demikianlah mereka memperkokoh kerajaan Yehuda dan memperkuat pemerintahan Rehabeam bin Salomo selama tiga tahun, karena selama tiga tahun mereka hidup mengikuti jejak Daud dan Salomo. 18 Rehabeam mengambil Mahalat, anak Yerimot bin Daud dan Abihail binti Elhiab bin Isai, menjadi isterinya, 19 yang melahirkan baginya anak-anak lelaki ini: Yeush, Semarya dan Zaham. 20 Sesudah Mahalat ia mengambil Maakha, anak Absalom, menjadi isterinya, yang melahirkan baginya Abia, Atai, Ziza dan Selomit. 21 Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih dari pada semua isteri dan gundiknya--ia mengambil delapan belas isteri dan enam puluh gundik dan memperanakkan dua puluh delapan anak laki-laki dan enam puluh anak perempuan. 22 Rehabeam mengangkat Abia, anak Maakha, sebagai pemuka, yakni sebagai pemimpin di antara saudara-saudaranya, karena ia bermaksud menjadikan dia raja. 23 Oleh sebab itu ia mengambil kebijaksanaan untuk menyebarkan semua anaknya yang lain ke seluruh daerah Yehuda dan Benyamin, ke segala kota kubu. Ia memberikan mereka makanan dengan limpahnya dan menyediakan bagi mereka banyak isteri.

Persatuan Bangsa Demi Kesejahteraan Bersama

Tema pelayanan minggu ini “ Merdeka untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa ”. Tema ini tergambar dalam pelayanan kepemimpinan raja Rehabeam putra Salomo yang melanjutkan kepemimpinan ayahnya di kerajaan Israel selatan. Raja Rehabeam menerima para imam dan orang Lewi yang datang dari Israel utara, saat raja Yerobeam tidak lagi memakai mereka dalam tugas pelayanan dan menggantikan dengan imam-imam untuk dewa pemujaan yang lain. Para imam dan orang Lewi bersyukur sebab bisa kembali ke Yerusalem serta membulatkan hati mereka untuk mencari  Tuhan melalui seluruh tugas dan tanggung jawab pelayanan mereka. Bergabungnya para imam dan orang Lewi dengan raja Rehabeam, maka lebih memperkuat dan memperkokoh kerajaan Yehuda. Raja Rehabeam tidak hanya fokus pada seluruh kehidupan rakyat yang ia pimpin dan layani, namun ia juga memperhatikan kehidupan keluarganya. Dengan bijak raja Rehabeam menyebarkan anak-anaknya ke seluruh daerah kekuasaannya serta menyediakan segala kebutuhan hidup mereka. Sebuah teladan kepemimpinan yang baik dengan selalu bergantung dan memohon tuntunan Tuhan yang berdampak bagi keutuhan persatuan serta kemakmuran bagi semua orang.

Doa: Tuhan, tuntun kami sebagai pemimpin untuk mewujudkan kesejahteraan bagi semua orang. Amin. 

Rabu, 20 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 8 : 1 – 9

Beberapa usaha raja Salomo
Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan rumah TUHAN dan istananya sendiri. 2 Maka Salomo memperkuat kota-kota yang diberikan Huram kepadanya, dan menyuruh orang Israel menetap di sana. 3 Lalu Salomo pergi ke Hamat-Zoba dan menaklukkannya. 4 Kemudian ia memperkuat Tadmor di padang gurun dan semua kota perbekalan yang didirikannya di Hamat. 5 Ia memperkuat juga Bet-Horon Hulu dan Bet-Horon Hilir menjadi kota kubu yang bertembok, berpintu gerbang dan berpalang, 6 dan juga Baalat, dan segala kota perbekalan kepunyaan Salomo, segala kota tempat kereta, kota-kota tempat orang berkuda dan apa saja yang Salomo ingin mendirikannya di Yerusalem, atau di gunung Libanon, atau di segenap negeri kekuasaannya. 7 Semua orang yang masih tinggal dari orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, yang tidak termasuk orang Israel, 8 yakni keturunan bangsa-bangsa yang masih tinggal di negeri itu dan yang tidak dibinasakan oleh orang Israel, merekalah yang dikerahkan Salomo untuk menjadi orang rodi; demikianlah mereka sampai hari ini. 9 Tetapi orang Israel tidak ada yang dijadikan budak oleh Salomo untuk pekerjaannya, melainkan mereka menjadi prajurit, atau perwira pasukan berkuda, atau panglima atas pasukan kereta dan pasukan berkuda.

Perkuat Keamanan Dan Ketahanan Pangan

Raja Salomo merupakan seorang raja yang dikarunia Tuhan hikmat dan kebijaksanaan yang luar biasa dalam tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin bagi seluruh bangsa Israel. Setelah selesai membangun bait suci yang besar dan megah di kota Yerusalem serta istananya, Salomo melanjutkan dengan memperkuat keamanan bagi kota-kota yang menjadi pertahanannya. Disamping itu juga Salomo membangun kota perbekalan sebagai ketahanan pangan bagi kebutuhan seluruh bangsa dan masyarakat Israel yang sangat banyak. Hal ini menunjukkan kemampuan Salomo dalam mewujudkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang baik dan bijaksana. Keamanan bangsanya serta ketahanan pangan menjadi hal yang menentukan untuk mewujudkan kesejahteraan banyak orang. Kepemimpinan raja Salomo inipun menjadi teladan bagi kita semua dalam tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin masa kini baik dalam masyarakat, gereja dan keluarga. Semua orang akan merasa tentram dan damai saat jaminan akan keamanan dan terpenuhinya kebutuhan hidup menjadi hal yang penting untuk diwujudkan. Kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi tentu dilakukan oleh pemimpin yang selalu mengandalkan hikmat Tuhan.

Doa: Tuntun kami Tuhan sebagai pemimpin yang membangun kesatuan demi kesejahteraan bersama. Amin

Kamis, 21 Agustus 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 17 : 1 – 6

Raja Yosafat -- Pengokohan kerajaan
Maka Yosafat, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Sebagai pemimpin Israel ia memperkuat dirinya 2 dengan menempatkan tentara di semua kota yang berkubu di Yehuda dan pasukan-pasukan pendudukan di tanah Yehuda serta di kota-kota Efraim yang direbut oleh Asa, ayahnya. 3 Dan TUHAN menyertai Yosafat, karena ia hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, bapa leluhurnya, dan tidak mencari Baal-baal, 4 melainkan mencari Allah ayahnya. Ia hidup menurut perintah-perintah-Nya dan tidak berbuat seperti Israel. 5 Oleh sebab itu TUHAN mengokohkan kerajaan yang ada di bawah kekuasaannya. Seluruh Yehuda memberikan persembahan kepada Yosafat, sehingga ia menjadi kaya dan sangat terhormat. 6 Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN. Pula ia menjauhkan dari Yehuda segala bukit pengorbanan dan tiang berhala.

Jalani Kemerdekaan Bersama Tuhan

Kemerdekaan dan kebebasan merupakan dua hal yang didambakan oleh setiap manusia. Dalam kekristenan, kedua hal tersebut didapat secara cuma-cuma, yaitu ketika Tuhan Yesus mengorbankan dirinya mati di Salib demi mengalahkan kuasa dosa yang membelenggu manusia. Melalui pengorbanan Yesus itulah, manusia berdosa diselamatkan, yang serentak dengan itu dimerdekakan dan dibebaskan dari kuasa dosa. Kini manusia sudah mengalami kemerdekaan dan kebebasan, namun tindak lanjut dari kemerdekaan dan kebebasan tersebut adalah hidup dengan selalu mencari Tuhan, melakukan perintah-perintah Tuhan, hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dan menjauhkan diri dari segala berhala dunia. Itulah yang dilakukan oleh Yosafat ketika dilantik menjadi raja Yehuda, menata kekuatan militer, serta yang terpenting membekali hidupnya dengan mengandalkan Tuhan, dan ini terbaca dalam bacaan hari ini. Bagi Yosafat apapun yang dilakukan olehnya jika tanpa mengandalkan Tuhan semuanya sia-sia. Kemerdekaan dan kebebasan tidak berarti hidup di luar Tuhan, melainkan semakin hidup di dalam Tuhan. Pesan firman Tuhan ini penting untuk dilaksanakan agar kemerdekaan yang adalah anugerah-Nya dapat kita isi dengan baik dan bertanggungjawab. 

Doa: Mampukanlah kami untuk hidup bersama Tuhan dalam mengisi kemerdekaan.  Amin. 

Jumat, 22 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 29 : 12 – 14

12 Kalau pemerintah memperhatikan kebohongan, semua pegawainya menjadi fasik. 13 Si miskin dan si penindas bertemu, dan TUHAN membuat mata kedua orang itu bersinar. 14 Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, takhtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya. 15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.

Laksanakan kejujuran dan Keadilan Di Sepanjang Hidup

Ada dua hal yang harus dimiliki oleh setiap manusia, tanpa terkecuali. Kedua hal tersebut adalah: kejujuran  dan sikap adil. Kejujuran sama artinya kita tidak berkata dusta atau berbohong dan bersikap adil sama artinya kita tidak berat sebelah, tidak memihak dan berpihak kepada yang benar. Teks bacaan hari ini menegaskan kedua hal tersebut, yang menurut Salomo sebagai penulis kitab Amsal, semuanya penting untuk dimiliki oleh manusia, apalagi  jika ia menjadi penguasa atau pemimpin dalam masyarakat pada suatu lembaga kecil maupun besar. Kalau pemimpinnya penuh kebohongan, bawahannya menjadi liar atau hidup seperti orang fasik yang selalu melakukan kejahatan. Jika pemimpinnya membuat bawahannya miskin atau terjadi penindasan maka Tuhan akan berpihak pada mereka yang dimiskinkan dan ditindas. Apabila dalam memimpin, pemimpinnya bertindak adil kepada orang lemah maka kepemimpinannya akan kokoh dan diberkati oleh Tuhan. Nasehat Salomo ini penting bagi kita selaku pemimpin dalam lembaga terkecil yakni keluarga, atau dalam kepemimpinan di lembaga yang besar. Karena itu, pegang dan laksanakan kejujuran dan keadilan di sepanjang hidup, supaya pekerjaan kita berkenan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Lengkapilah kami dengan RohMu Tuhan untuk hidup jujur dan adil. Amin. 

Sabtu, 23 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 14

14 Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.

Nasihat untuk Keutuhan Hidup 

Salah satu peran penting seorang pemimpin adalah memimpin anggotanya untuk mengalami hidup lebih baik ke depan. Untuk itu perkataan dan perbuatan pemimpin harus mencerminkan kata-kata dan perilaku yang dapat membangun semangat dan kerja anggotanya agar semakin baik dari waktu ke waktu. Dalam hal ini perkataan dan perbuatannya haruslah berisikan kebenaran, yakni berkata dan berbuat segala hal yang benar dalam kepemimpinannya. Agar setiap perkataan dan tindakannya selalu benar maka pemimpin mesti juga membuka diri untuk mendengar masukan atau nasihat dari siapa pun. Nasihat itu penting, sebab dalam nasihat kita, selaku pemimpin mendapat masukan dan saran untuk berkata dan berbuat yang baik dan benar. Karena itu, Salomo melalui teks bacaan hari ini mengingatkan semua pemimpin, termasuk pemimpin keluarga untuk jangan menutup telinga dari setiap nasihat yang disampaikan agar keutuhan, kemajuan, dan keselamatan selalu ada dalam hidup kita ke depan.  

Doa: Biarlah RohMu memampukan kami untuk berkata yang baik dan benar dalam hidup. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 10 – 16 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah : Mengisi Kemerdekaan

Tema Mingguan : Merdeka untuk Mengusahakan Kesejahteraan Bersama

Minggu, 10 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 6 – 11

6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, 8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? 10 "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" -- 11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.

Kebebasan untuk Kesejahteraan Bersama

Penulis Amsal menasihati orang malas agar belajar dari semut; makhluk kecil yang rajin, terorganisir, dan bekerja tanpa diawasi. Ia memperingatkan bahwa kemalasan akan membawa kemiskinan seperti perampok yang datang tiba-tiba. Alkitab memang memberi makna tentang hal menghargai kerja sebagai cara untuk mencerminkan karakter Allah Sang Pencipta. Seperti semut yang bekerja tanpa paksaan, manusia dipanggil untuk bekerja bukan karena takut hukuman, tetapi karena memahami tujuan hidupnya. Kemalasan bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi bisa menjadi dosa sosial bila membuat seseorang menjadi beban atau tidak peduli pada kesejahteraan bersama. Amsal memberi seruan agar setiap orang aktif berkontribusi untuk kesejahteraan hidup bersama. Kesejahteraan bukanlah mimpi dan tidak bisa tidak datang secara instan. Ada proses, ketekunan, dan pengaturan hidup yang harus diusahakan untuk memperolehnya. Dalam konteks ini, kemerdekaan haruslah dimengerti sebagai kebebasan untuk bertindak secara bijak dan bertanggung jawab demi kebaikan diri dan orang lain. Jadi berusahalah dan bekerjalah sebagai wujud syukur kepada Allah yang memberi kehidupan! Bangun budaya kerja keras, saling dukung, dan gotong royong sebagai jalan menuju kesejahteraan bersama.

Doa: Tuhan, ajarkanlah kami untuk mulai mengkritik diri dan memperbaiki hidup kami. Amin 

Senin, 11 Agustus 2025

bahan bacaan : Nehemia 2 : 1 – 10

Nehemia diutus ke Yerusalem
Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, 2 bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut. 3 Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" 4 Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, 5 kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali." 6 Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya. 7 Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. 8 Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. 9 Maka datanglah aku kepada bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat dan menyerahkan kepada mereka surat-surat raja. Dan raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai aku. 10 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.

Cinta Tanah Air Melalui Sikap Peduli dan Tindakan Nyata

Saudaraku, enam hari lagi kita akan merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Momen bersejarah ini harus kita maknai dengan sikap cinta Tanah Air melalui tindakan nyata. Cinta bangsa dan tanah air juga ditunjukkan oleh Nehemia, seorang  Yahudi yang dipercaya raja Arthasasta dari Persia sebagai pejabat tinggi, namun tidak melupakan penderitaan bangsanya. Ia menunjukkan cintanya kepada bangsa Israel dan tanah airnya, Yerusalem dengan membangun kembali tembok yang runtuh. Nehemia memberi teladan kepada kita tentang cinta bangsa dan Tanah Air melalui cara hidup yang bertanggung jawab dan peduli terhadap persoalan bangsanya. Hal ini dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti mendoakan para pemimpin bangsa, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, disiplin dan bertanggungjawab, melayani rakyat dengan baik, bebas dari korupsi, menjaga toleransi, meningkatkan kesatuan dan persatuan, menggunakan media sosial secara bijak, dan sebagainya.

Doa:  Roh Kudus tuntun kami untuk cinta tanah air dengan cara peduli dan bertanggung jawab bagi bangsa.  Amin 

Selasa, 12 Agustus 2025

bahan bacaan : Rut 2 : 1 – 12

Rut bertemu dengan Boas
Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. 2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku." 3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh. 4 Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: "TUHAN kiranya menyertai kamu." Jawab mereka kepadanya: "TUHAN kiranya memberkati tuan!" 5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?" 6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab. 7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti." 8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan. 9 Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu." 10 Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?" 11 Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. 12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

Kemerdekaan Adalah Kesetaraan Antara Kaya dan Miskin

 Kemerdekaan bukan hanya soal terbebas dari penjajahan, tetapi yang terpenting adalah tentang keseimbangan hidup antara yang kaya dan yang miskin. Artinya, dalam masyarakat yang merdeka, orang kaya terpanggil untuk membuka akses dan kesempatan bagi orang miskin agar mereka dapat berjuang dan memperoleh kesejahteraan yang merata. Boas adalah orang kaya yang berkuasa, tetapi tidak menyelahgunakan posisinya, sebaliknya ia memberi ruang, melindungi dan memberkati Rut- seorang perempuan  asing dan miskin. Sementara itu, Rut menunjukkan dirinya sebagai perempuan yang terhormat; ia tidak bersikap meminta-minta, melainkan mau bekerja keras. Firman Tuhan ini memberi pesan berharga bagi kita. Mengisi kemerdekaan berarti menggunakan kekayaan, jabatan dan kuasa sebagai anugerah Tuhan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Kemerdekaan bukan digunakan sebagai alat untuk menindas atau mempersulit orang lain apalagi orang miskin, melainkan untuk memberi mereka kesempatan untuk menikmati kehidupan yang lebih baik, sebagaimana yang juga kita miliki.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk memperlakukan sesama dengan setara, Amin.

Rabu, 13 Agustus 2025

bahan bacaan : Rut  2 : 13 – 23

13 Kemudian berkatalah Rut: "Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan." 14 Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: "Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini." Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya. 15 Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: "Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu; 16 bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia." 17 Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya. 18 Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu, 19 maka berkatalah mertuanya kepadanya: "Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!" Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: "Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas." 20 Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: "Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati." Lagi kata Naomi kepadanya: "Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita." 21 Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: "Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku." 22 Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: "Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain." 23 Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.

Menjadi Pribadi Yang Murah Hati

Hidup dan pelayanan Bunda Teresa dari kota Kalkuta India, bagaikan “Pelita cinta di tengah kemiskinan”. Setiap kakinya melangkah, hatinya selalu tergerak untuk melayani orang miskin: memberi makan yang lapar, merawat yang sakit, dan memeluk mereka yang tersisih dengan senyum dan kelembutan. Karena baginya, “Setiap orang adalah Yesus dalam rupa yang menyamar” artinya, Yesus bisa hadir lewat siapa saja, termasuk orang miskin. Palayanan kepada orang miskin dengan hati juga diteladankan oleh tokoh Boas dalam nas bacaan tadi. Boas tidak saja membiarkan Rut memungut jelai, tetapi juga mengundangnya makan bersama dan memberikan perlindungan serta rasa aman (ay.14-17). Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dengan kepentingan masing-masing, ketika banyak orang lupa untuk peduli dan melayani sesama, marilah kita bersedia menjadi pribadi yang murah hati seperti: Bunda Teresa, Boas dan Rut. Semoga!.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami menjadi pribadi yang peduli dan melayani sesama, Amin 

Kamis, 14 Agustus 2025

bahan bacaan : Nehemia 5 : 14 – 19

Sikap Nehemia yang tidak mencari keuntungan
14 Pula sejak aku diangkat sebagai bupati di tanah Yehuda, yakni dari tahun kedua puluh sampai tahun ketiga puluh dua pemerintahan Artahsasta jadi dua belas tahun lamanya, aku dan saudara-saudaraku tidak pernah mengambil pembagian yang menjadi hak bupati. 15 Tetapi para bupati yang sebelumnya, yang mendahului aku, sangat memberatkan beban rakyat. Bupati-bupati itu mengambil dari mereka empat puluh syikal perak sehari untuk bahan makanan dan anggur. Bahkan anak buah mereka merajalela atas rakyat. Tetapi aku tidak berbuat demikian karena takut akan Allah. 16 Akupun memulai pekerjaan tembok itu, walaupun aku tidak memperoleh ladang. Dan semua anak buahku dikumpulkan di sana khusus untuk pekerjaan itu. 17 Duduk pada mejaku orang-orang Yahudi dan para penguasa, seratus lima puluh orang, selain mereka yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa sekeliling kami. 18 Yang disediakan sehari atas tanggunganku ialah: seekor lembu, enam ekor kambing domba yang terpilih dan beberapa ekor unggas, dan bermacam-macam anggur dengan berlimpah-limpah setiap sepuluh hari. Namun, dengan semuanya itu, aku tidak menuntut pembagian yang menjadi hak bupati, karena pekerjaan itu sangat menekan rakyat. 19 Ya Allahku, demi kesejahteraanku, ingatlah segala yang kubuat untuk bangsa ini.


Kepemimpinan Yang Takut Tuhan

Menjelang perayaan delapan dekade kemerdekaan bangsa ini, pada tanggal 17 Agustus mendatang, ada realitas getir yang tidak bisa disembunyikan bahwa masih banyak pejabat publik (menteri, gubernur, bupati, walikota dll) yang menjadikan  jabatan sebagai alat untuk memperkaya diri, bukan untuk melayani rakyat. Jabatan yang seharusnya menjadi mandat dari rakyat dan anugerah dari Tuhan bagi seseorang, justru dijadikan ladang untuk praktek korupsi, proyek fiktif, penyalahgunaan anggaran, hingga jual beli jabatan. Hal berbeda diperlihatkan Nehemia; sebagai bupati, ia memiliki hak untuk mencari dan memperoleh keuntungan pribadi dari pajak rakyat, namun ia memilih untuk tidak mengambilnya (ay.14-15). Ia tidak menyalahgunakan kekuasaannya. Firman Tuhan ini mengingatkan kita sebagai para pemimpin yang bertanggungjawab mengusahakan kesejahteraan masyarakat, agar menunjukkan teladan kepemimpinan yang adil dan jujur. Tidak menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau keluarga, tetapi untuk melayani rakyat demi kesejahteraan bersama. Memimpinlah dengan takut akan Tuhan!

Doa: Tuhan, tolonglah para pemimpin kami agar tidak menyalahgunakan jabatan bagi kepentingan pribadi, amin.

Jumat, 15 Agustus 2025

bahan bacaan : Mazmur 122 : 1 – 9

Doa sejahtera untuk Yerusalem
Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." 2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. 3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, 4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel. 5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. 6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. 7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!" 8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" 9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Berdoa Demi Kesejahteraan Bangsa Indonesia

Kita patut bersyukur kepada Tuhan atas pimpinan dan pertolongan-Nya sehingga bangsa Indonesia akan merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 yang tinggal dua hari lagi.  Kemerdekaan bukan hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga merupakan panggilan bagi seluruh bangsa Indonesia untuk membangun dan mengusahakan kesejahteraan bersama. Panggilan ini  sejalan dengan ajakan Daud dalam perikop bacaan tadi. Daud mengajak  bangsa Israel untuk berdoa dan mengusahakan kesejahteraan kota Yerusalem (ay.6),  karena Yeusalem  yang adil, damai, aman dan rukun akan membawa dampak yang positif bagi kesejahteraan bersama. Maka, sebagai bangsa yang mencintai bangsa dan tanah air Indonesia, marilah kita berdoa bagi para pemimpin dan seluruh rakyat, serta bersama-sama mengusahakan kebaikan agar kita dapat hidup dalam damai dan sejahtera. Jagalah keharmonisan keluarga, pupuklah kebersamaan dalam jemaat dan jauhkan perpecahan. Hindarkanlah sikap hidup yang anti harmonis. Berhentilah melakukan korupsi dan tidak menyalahgunakan jabatan dan sebagaianya. Itulah tekad baru yang harus kita lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini.

Doa: Roh kudus tuntunlah kami untuk terus berdoa dan mengusahakan kesejahteraan bersama , amin. 

Sabtu, 16 Agustus 2025

bahan bacaan : Pengkhotbah 9 : 10

10 Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Menggunakan Kesempatan Untuk Bekerja Dengan Giat

Kesempatan untuk melakukan sesuatu hal yang baik melalui pekerjaan kita tidak akan kembali untuk kedua kalinya. Pergunakanlah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk bekerja dengan sebaik mungkin. Bekerja dengan sekuat tenaga, bekerja dengan sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan. Mengapa ? oleh penulis kitab Pengkhotbah katakan bahwa tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati. Artinya semua telah berakhir dan selesai segala aktivitas seseorang didalam kehidupannya saat kematian datang menjemputnya. Itulah sebabnya Pengkhotbah menasehati kita semua sebagai keluarga Allah untuk menggunakan waktu sebagai kesempatan dari Tuhan dengan baik. Jangan menunda waktu atau membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Orang tua bekerja keras untuk kehidupan dan masa depan keluarga. Pun juga anak-anak berlajar dengan giat dan rajin menuntut ilmu untuk masa depan yang sukses. Semuanya bekerja dan belajar  dengan giat sambil memohon tuntunan Tuhan agar apa yang dihasilkan menjadi berkat bagi keluarga dan semua orang serta kepujian nama Tuhan.

Doa:  Tuhan, tolong kami untuk menggunakan kesempatan dengan baik dalam bekerja. Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 03 – 09 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah : Mengisi Kemerdekaan

Tema Mingguan : Merdeka untuk Bersuara

Minggu, 03 Agustus 2025

bahan bacaan : Yeremia 26 : 1 – 19

Yeremia mau dibunuh, karena menubuatkan kemusnahan Bait Suci Nabi Uria dihukum mati
Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya: 2 Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah katapun! 3 Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuata mereka yang jahat. 4 Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, 5 dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, --tetapi kamu tidak mau mendengarkan-- 6 maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi." 7 Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN. 8 Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati! 9 Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?" Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN. 10 Ketika para pemuka Yehuda mendengar tentang hal ini, pergilah mereka dari istana raja ke rumah TUHAN, lalu duduk di pintu gerbang baru di rumah TUHAN. 11 Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri." 12 Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: "Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu. 13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. 14 Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu. 15 Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu." 16 Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: "Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama TUHAN, Allah kita." 17 Memang beberapa orang dari para tua-tua negeri itu tampil juga ke depan dan berkata kepada kumpulan rakyat itu, katanya: 18 "Mikha, orang Moresyet itu, telah bernubuat di zaman Hizkia, raja Yehuda. Dia telah berkata kepada segenap bangsa Yehuda: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sion akan dibajak seperti ladang dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan. 19 Apakah Hizkia, raja Yehuda, beserta segenap Yehuda membunuh dia? Tidakkah ia takut akan TUHAN, sehingga ia memohon belas kasihan TUHAN, agar TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas mereka? Dan kita, maukah kita mendatangkan malapetaka yang begitu besar atas diri kita sendiri?"

Merdeka Untuk Bersuara

Merdeka untuk bersuara atau bersuara untuk orang lain, kelompok dan golongan lain di luar kita sendiri membutuhkan kemauan, keberanian dan jiwa yang besar. Tidak semua orang mau melakukannya sebab mengandung banyak resiko. Dalam nas bacaan hari ini, kita belajar dari tokoh Yeremia yang berani bersuara tentang keadaan bangsa Yehuda dan apa yang akan dialami yakni kehancuran Yerusalem. Karena keberaniannya bersuara ini, nyawanya terancam, ia mau dibunuh. Padahal yang disampaikannya adalah sesuatu yang benar. Kalau mereka mau bertobat dan membarui hidup, Tuhan akan menyesali dan tidak menghukum mereka dengan kehancuran. Kebenaran yang disampaikan Yeremia juga pernah disampaikan oleh Hizkia dan Tuhan menyelamatkan mereka berdua. Firman ini menjadi pelajaran berharga bagi kita, Tuhan berkenan menolong orang-orang yang tidak pernah takut menyuarakan kebenaran. Tuhan menyelamatkan orang-orang yang berpihak kepada kebenaran bahkan yang karena itu kadang terancam nyawanya. Jangan takut untuk bersuara, jika yang hendak kita katakan adalah sesuatu yang benar. Mintalah pertolongan Roh Kudus, sebab hanya kuasa Roh Kudus yang memberanikan kita menyatakan kebenaran melalui kata dan perbuatan.

Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk berani menyuarakan kebenaran, dalam kata dan perbuatan, amin

Senin, 04 Agustus 2025

bahan bacaan : Yeremia 26 : 20 – 24

20 Ada juga seorang lain yang bernubuat demi nama TUHAN, yaitu Uria bin Semaya, dari Kiryat-Yearim. Dia bernubuat tentang kota dan negeri ini tepat seperti yang dikatakan Yeremia. 21 Ketika raja Yoyakim, bersama-sama dengan segenap perwiranya dan semua pemuka, mendengar perkataan orang itu, maka rajapun mencari ikhtiar untuk membunuhnya. Mendengar hal itu maka takutlah Uria, lalu melarikan diri dan tiba di Mesir. 22 Kemudian raja Yoyakim menyuruh orang ke Mesir, yaitu Elnatan bin Akhbor beserta beberapa orang. 23 Mereka mengambil Uria dari Mesir dan membawanya kepada raja Yoyakim. Raja menyuruh membunuh dia dengan pedang dan melemparkan mayatnya ke kuburan rakyat biasa. 24 Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh.

Keberanian Menyatakan Kebenaran

Bacaan hari ini masih merupakan kelanjutan dari bacaan kemarin. Dalam Yeremia 26:20-24 ini, seorang bernama Uria bin Semaya juga menyampaikan nubuat demi nama Tuhan. Ia bukan nabi palsu dan bukan bernubuat palsu sebab nubuatanya sama dengan Yeremia, mengingatkan bangsa Yehuda agar bertobat, sebelum mengalami kehancuran. Namun bedanya, karena nubuatan itu hidupnya terancam oleh raja Yoyakim sehingga ia harus melarikan diri. Raja Yoyakim memerintahkan orang mencari Uria untuk dibunuh. Akhirnya Uria mati, sebaliknya Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, seorang pejabat tinggi kerajaan, sehingga nyawanya selamat. Menjadi orang yang menyampaikan kebenaran atau perintah Tuhan bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan atau resiko yang dihadapi, bahkan sampai kehilangan nyawa. Kenyataan ini akan membuat sebagian orang menjadi takut dan memilih diam, tidak lagi berani. Kita harus senantiasa berdoa agar Tuhan menghindarkan kenyataan seperti ini. Namun, jika pada akhirnya kita alami, berbahagialah, sebab itu berarti kita ada di jalan Tuhan. Kiranya segala tantangan dan resiko tidak melemahkan iman dan semangat kita untuk menyampaikan kebenaran kepada siapa saja.

Doa: Kuatkanlah iman kami agar mampu menghadapi tantangan karena berani menyatakan kebenaran, Amin  

Selasa, 05 Agustus 2025

bahan bacaan : Yeremia 38 : 14 – 28

Pembicaraan terakhir dengan raja Zedekia
14 Raja Zedekia menyuruh orang membawa nabi Yeremia kepadanya di pintu yang ketiga pada rumah TUHAN. Berkatalah raja kepada Yeremia: "Aku mau menanyakan sesuatu kepadamu; janganlah sembunyikan apa-apa kepadaku!" 15 Jawab Yeremia kepada Zedekia: "Apabila aku memberitahukannya kepadamu, tentulah engkau akan membunuh aku, bukan? Dan apabila aku memberi nasihat kepadamu, engkau tidak juga akan mendengarkan aku!" 16 Lalu bersumpahlah raja Zedekia dengan diam-diam kepada Yeremia, katanya: "Demi TUHAN yang hidup yang telah memberi nyawa ini kepada kita, aku tidak akan membunuh engkau dan tidak akan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawamu itu!" 17 Sesudah itu berkatalah Yeremia kepada Zedekia: "Beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Allah Israel: Jika engkau keluar menyerahkan diri kepada para perwira raja Babel, maka nyawamu akan terpelihara, dan kota ini tidak akan dihanguskan dengan api; engkau dengan keluargamu akan hidup. 18 Tetapi jika engkau tidak menyerahkan diri kepada para perwira raja Babel, maka kota ini akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim yang akan menghanguskannya dengan api; dan engkau sendiri tidak akan luput dari tangan mereka." 19 Kemudian berkatalah raja Zedekia kepada Yeremia: "Aku takut kepada orang-orang Yehuda yang menyeberang kepada orang Kasdim itu; nanti aku diserahkan ke dalam tangan mereka, sehingga mereka mempermainkan aku." 20 Yeremia menjawab: "Hal itu tidak akan terjadi! Dengarkanlah suara TUHAN dalam hal apa yang kukatakan kepadamu, maka keadaanmu akan baik dan nyawamu akan terpelihara. 21 Tetapi jika engkau enggan menyerahkan diri, maka inilah firman yang dinyatakan TUHAN kepadaku: 22 Sungguh, semua perempuan yang masih tinggal di istana raja Yehuda digiring ke luar ke hadapan para perwira raja Babel sambil berseru: Engkau diperdayakan, dikalahkan oleh sahabat-sahabatmu. Tetapi baru saja kakimu terperosok ke dalam lumpur, mereka sudah berpaling pulang. 23 Semua isterimu dan anak-anakmu akan digiring ke luar ke hadapan orang-orang Kasdim itu. Dan engkau sendiri tidak akan terluput dari tangan mereka, tetapi engkau akan tertangkap oleh raja Babel. Dan kota ini akan dihanguskan dengan api." 24 Lalu berkatalah Zedekia kepada Yeremia: "Janganlah ada orang yang mengetahui tentang pembicaraan ini, supaya engkau jangan mati. 25 Apabila para pemuka mendengar, bahwa aku telah berbicara dengan engkau, lalu mereka datang meminta kepadamu: Beritahukanlah kepada kami apa yang telah kaukatakan kepada raja dan apa yang telah dikatakan raja kepadamu; janganlah sembunyikan kepada kami, supaya engkau jangan kami bunuh!, 26 maka haruslah kaukatakan kepada mereka: Aku menyampaikan permohonanku ke hadapan raja, supaya aku jangan dikembalikannya ke rumah Yonatan untuk mati di sana." 27 Memang semua pemuka itu datang bertanya kepada Yeremia, tetapi ia memberi jawab kepada mereka tepat seperti segala yang diperintahkan raja. Maka mereka membiarkan dia, sebab sesuatupun dari pembicaraan itu tidak ada yang diketahui siapapun. 28 Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu sampai kepada hari Yerusalem direbut.

Jangan Takut Menyampaikan Suara Tuhan

Ketika ada dalam keadaan yang sulit atau terjepit, meminta nasehat dari orang lain dapat menolong kita menemukan solusi. Itulah yang dilakukan oleh raja Zedekia. Ia bertanya kepada nabi Yeremia tentang apa yang harus dilakukan menghadapi kenyataan hidupnya dan bangsa Yehuda yang terancam oleh Babel.  Yeremia menjawab: “dengarkanlah suara Tuhan dalam hal apa yang kukatakan kepadamu, maka keadaanmu akan baik dan nyawamu akan terpelihara”. Bagi Yeremia, nasehat yang disampaikannya terbatas, tetapi mendengarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan akan membuat Raja Zedekia dan seluruh rakyatnya selamat. Kehendak Tuhan yaitulah Zedekia menyerahkan diri kepada para pemuka raja Babel. Bagi Zedekia itu sesuatu yang tidak mungkin, karena itu ia memilih tidak mendengarkan suara Tuhan. Akhirya ia ditangkap dan dibawa ke Babel, keluarganya mati dan rakyatnya mengalami kehancuran. Mendengarkan suara Tuhan selalu menjadi solusi terbaik dalam hidup orang percaya. Sayangnya, kita kadang tidak mau mendengar suara Tuhan dan memilih mendengarkan suara kita sendiri. Mengawali aktifitas di hari ini, marilah dengarkan suara Tuhan sebagai pesan bagi kita. Lakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan agar keadaan kita tetap baik dan terpelihara.

Doa: Kami mau mendengar dan melakukan perintahMu Tuhan agar kami selamat terpelihara, amin 

Rabu, 06 Agustus 2025

bahan bacaan : Keluaran 5 : 1 – 14

Musa menghadap Firaun -- Bangsa Israel makin ditindas
Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun." 2 Tetapi Firaun berkata: "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi." 3 Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang." 4 Tetapi raja Mesir berkata kepada mereka: "Musa dan Harun, mengapakah kamu bawa-bawa bangsa ini melalaikan pekerjaannya? Pergilah melakukan pekerjaanmu!" 5 Lagi kata Firaun: "Lihat, sekarang telah terlalu banyak bangsamu di negeri ini, masakan kamu hendak menghentikan mereka dari kerja paksanya!" 6 Pada hari itu juga Firaun memerintahkan kepada pengerah-pengerah bangsa itu dan kepada mandur-mandur mereka sendiri: 7 "Tidak boleh lagi kamu memberikan jerami kepada bangsa itu untuk membuat batu bata, seperti sampai sekarang; biarlah mereka sendiri yang pergi mengumpulkan jerami, 8 tetapi jumlah batu bata, yang harus dibuat mereka sampai sekarang, bebankanlah itu juga kepada mereka dan jangan menguranginya, karena mereka pemalas. Itulah sebabnya mereka berteriak-teriak: Izinkanlah kami pergi mempersembahkan korban kepada Allah kami. 9 Pekerjaan orang-orang ini harus diperberat, sehingga mereka terikat kepada pekerjaannya dan jangan mempedulikan perkataan dusta." 10 Maka para pengerah bangsa itu dan para mandurnya pergi dan berkata kepada mereka: "Beginilah kata Firaun: Aku tidak memberi jerami lagi kepadamu. 11 Pergilah kamu sendiri mengambil jerami, di mana saja kamu mendapatnya, tetapi pekerjaanmu sedikitpun tidak boleh kurang." 12 Lalu berseraklah bangsa itu ke seluruh tanah Mesir untuk mengumpulkan tunggul gandum sebagai pengganti jerami. 13 Dan pengerah-pengerah itu mendesak mereka dengan berkata: "Selesaikan pekerjaanmu, yaitu tugas sehari, seperti pada waktu ada jerami." 14 Lalu pengerah-pengerah Firaun memukul mandur-mandur Israel, yang mereka angkat, sambil bertanya: "Mengapakah kamu pada hari ini tidak menyelesaikan jumlah batu bata yang harus kamu buat seperti kemarin?"

Bersuara Atas Nama Tuhan

Keberanian untuk menyampaikan kehendak Tuhan adalah panggilan kita selaku orang percaya. Meski kita tahu ada banyak resiko yang akan dialami. Dalam nas bacaan hari ini, Musa dan Harun menyampaikan perintah Tuhan kepada Firaun agar ia membiarkan bangsa Israel pergi untuk beribadah kepada Tuhan di padang gurun. Firaun menolak dengan keras permintaan mereka. Perdebatan pun terjadi diantara mereka. Musa dan Harun bersikukuh membela hak saudara-saudaranya, bangsa Israel. Atas nama Tuhan, mereka berulang kali bersuara supaya saudara-saudaranya memperoleh kesempatan dan hak untuk beribadah kepada Tuhan, sekaligus mereka bisa beristirahat sejenak dari kerja paksa yang diberlakukan Firaun atas mereka. Keteguhan hati dan keberanian Musa dan Harun untuk bersuara atas nama Tuhan menjadi teladan bagi kita untuk juga bersuara membela yang lemah dan tertindas. Tindakan ini memang bukanlah hal yang mudah dilakukan, sebab penuh dengan resiko. Tapi jika tetap bersikap diam, maka tanpa sadar kita turut memperpanjang penindasan. Suara kebenaran harus terus digaungkan meski ada tantangan. Tuhan pasti menolong kita untuk melakukannya.

Doa:  Tuhan, tolonglah kami untuk berani bersuara demi kebaikan hidup bersama. Amin.

Kamis, 07 Agustus 2025

bahan bacaan : Keluaran 5 : 15 – 24

15 Sesudah itu pergilah para mandur Israel kepada Firaun dan mengadukan halnya kepadanya: "Mengapakah tuanku berlaku seperti itu terhadap hamba-hambamu ini? 16 Jerami tidak diberikan lagi kepada hamba-hambamu ini tetapi walaupun begitu, kami diperintahkan: Buatlah batu bata. Dan dalam pada itu hamba-hambamu ini dipukuli, padahal rakyat tuankulah yang bersalah." 17 Tetapi ia berkata: "Pemalas kamu, pemalas! Itulah sebabnya kamu berkata: Izinkanlah kami pergi mempersembahkan korban kepada TUHAN! 18 Jadi sekarang, pergilah, bekerja! Jerami tidak akan diberikan lagi kepadamu, tetapi jumlah batu bata yang sama harus kamu serahkan." 19 Maka mengertilah para mandur Israel, bahwa mereka ada dalam keadaan susah, karena dikatakan kepada mereka: "Kamu tidak boleh mengurangi jumlah batu bata pada tiap-tiap hari." 20 Waktu mereka meninggalkan Firaun berjumpalah mereka dengan Musa dan Harun, yang sedang menantikan mereka, 21 lalu mereka berkata kepada keduanya: "Kiranya TUHAN memperhatikan perbuatanmu dan menghukumkan kamu, karena kamu telah membusukkan nama kami kepada Firaun dan hamba-hambanya dan dengan demikian kamu telah memberikan pisau kepada mereka untuk membunuh kami." 22 Lalu Musa kembali menghadap TUHAN, katanya: "Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus? 23 Sebab sejak aku pergi menghadap Firaun untuk berbicara atas nama-Mu, dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali." 24 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Sekarang engkau akan melihat, apa yang akan Kulakukan kepada Firaun; sebab dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan membiarkan mereka pergi, ya dipaksa oleh tangan yang kuat ia akan mengusir mereka dari negerinya."

Bersuara Kepada Tuhan

Nas hari ini merupakan kelanjutan dari pembacaan Alkitab kemarin tentang Musa dan Harun menghadap Firaun. Situasi penderitaan yang dialami setelah Musa dan Harun menghadap Firaun semakin bertambah berat. Bagian ini memang mengungkapkan realitas iman ketika umat berada di titik terendah penderitaan. Bangsa Israel menyalahkan Musa dan Harun yang dianggap memperburuk keadaan mereka. Musa lalu berseru kepada Tuhan, mempertanyakan maksud penderitaan yang dialami oleh Bangsa Israel dan mengapa Tuhan belum campur tangan. Ia dengan jujur berseru, “Ya TUHAN, mengapa Kau perlakukan bangsa ini begitu buruk?” (ay. 22). Pertanyaan dan seruan Musa ini menunjukkan bahwa berseru kepada Tuhan, bahkan dalam bentuk keluhan merupakan ekspresi kejujuran orang beriman. Ia meyakini Tuhan pasti mendengar suara setiap orang yang menyampaikan permohonan dalam kelemahannya. Kita berseru kepada Tuhan dalam permohonan bukan karena lemah secara rohani, tetapi karena kita tahu bahwa hanya Tuhan yang dapat melepaskan kita dari berbagai hal yang menekan dan membawa penderitaan. Itulah iman kita yang menyatakan ketergantungan mutlak kepada Tuhan.

Doa : Mampukanlah kami dengan kekuatan Roh-Mu untuk berani menghentikan ketidakbenaran, Amin

Jumat, 08 Agustus 2025

bahan bacaan : Matius 14 : 1 – 12

Yohanes Pembaptis dibunuh
Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah. 2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya." 3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya. 4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!" 5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi. 6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes, 7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya. 8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam." 9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya. 10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara 11 dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya. 12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

Bersuaralah, Hentikan Ketidakbenaran!

Teks Matius 14:1-12 menceritakan tentang kematian Yohanes Pembaptis. Ia dipenggal atas permintaan Herodias, istri Herodes, melalui anak perempuannya kepada Herodes. Sebelumnya, Yohanes telah dengan berani menegur tindakan tidak bermoral Herodes, sehingga membuatnya ditangkap dan dimasukkan dalam penjara. Yohanes berani melakukan hal tersebut karena ia tahu bahwa menyuarakan kebenaran adalah bagian dari panggilan kenabiannya. Sebaliknya, respons Herodes dan Herodias menunjukkan bahwa kuasa dunia sering menolak kebenaran, apalagi jika kebenaran itu menggugat gaya hidup atau keputusan mereka. Berhadapan dengan penguasa seperti ini, tidak membuat Yohanes lalu berkecil hati dan mundur untuk menyuarakan kebenaran. Yohanes menunjukkan dirinya sebagai orang percaya yang memiliki integritas diri dan tidak berkompromi dengan hal-hal yang tidak benar. Apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis menjadi teladan bagi kita sebagai orang percaya untuk tetap memiliki integritas diri dan mampu menghentikan ketidakbenaran dengan bersuara. Kita harus mulai membiasakan hal ini dilakukan dalam keluarga. Kita membelajarkan anak-anak untuk melakukannya dengan sikap saling menghargai.

Doa: Kepada-Mu ya Tuhan, kami berseru dan membawa pengharapan. Engkaulah Penolong kami. Amin   

Sabtu, 09 Agustus 2025

bahan bacaan : 1 Raja-Raja 18 : 16 – 19   

Elia bertemu dengan Ahab
16 Lalu pergilah Obaja menemui Ahab dan memberitahukan hal itu kepadanya. Kemudian Ahab pergi menemui Elia. 17 Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?" 18 Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal. 19 Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."

Berani Mengkritik Kesalahan

Nas hari ini bercerita tentang Elia bertemu dengan Ahab, raja Israel yang menyembah Baal dan menyesatkan bangsa Israel. Ketika Ahab menuduh Elia sebagai “pengacau Israel”, Elia langsung membalikkan tuduhan itu dan menyatakan bahwa Ahab-lah yang membawa kekacauan karena meninggalkan perintah Tuhan dan mengikuti Baal. Sikap Elia yang berani menegur Ahab karena ia berdiri di atas firman Tuhan. Keberaniannya bukan karena kekuatan pribadi, tapi karena ia yakin akan kebenaran yang berasal dari Tuhan, yang sementara diembannya. Elia tidak gentar sedikitpun, sekalipun ia harus berhadapan dengan raja yang bisa saja membunuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa suara penegakkan kebenaran tidak boleh dilemahkan oleh tekanan apapun, termasuk tekanan politik atau kekuasaan duniawi. Tidaklah mudah melakukannya. Tapi seperti Elia, kita juga dipanggil untuk berani bersuara mengkritik kesalahan sebagai wujud suara kenabian. Sebaiknya, kita memulai dari diri kita sendiri. Kita harus berani mengoreksi diri dan tidak membenarkan kebiasaan yang salah meskipun sudah umum dilakukan. Kita melakukannya juga dari keluarga dengan menjadi orang tua yang terbuka menerima masukan dan kritik dari anak-anak kita, yang melakukannya dengan santun.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk menggunakan kebebasan yang mendatangkan kesejahteraan bersama. Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga : 11 – 17 Mei 2025

Tema Bulanan : Kritik Diri dan Transformasi Sebagai Gereja Yang Profetik

Tema Mingguan : Menghidupi Ibadah Sejati

Minggu, 11 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 58 : 1 – 12

Kesalehan yang palsu dan yang sejati
Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! 2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: 3 "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. 5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? 6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, 7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! 8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. 9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, 10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. 11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. 12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".

Ibadah Sejati

Ibadah merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh semua orang percaya sebagai bukti kepercayaan yang sungguh kepada Allah yang memberi kehidupan. Namun dibalik ibadah yang selama ini kita lakukan, ternyata ada yang berkenan di hadapan Allah tetapi juga sebaliknya. Hal yang demikian pula dijumpai dalam keberadaan hidup bangsa Israel. Terhadap hal demikian, Allah memerintahkan Yesaya agar memperingatkan bangsa Israel perihal ibadah yang mereka jalankan selama ini. Israel menjalankan ibadah dengan tetap membawa kurban dan persembahan yang ditentukan serta berpuasa pada hari raya keagamaan. Bahkan mereka mengenakan kain karung dan menggosok tubuh mereka dengan abu sebagai tanda penyesalan. Namun, semuanya itu tidak berarti apa-apa jika mereka tidak memperlakukan sesamanya dengan hormat dan adil. Oleh sebab itu, ibadah yang demikian harus mengalami perubahan dengan tidak mengabaikan mereka yang teraniaya, termarginal dan miskin, sebagai bentuk wujud nyata ibadah yang sejati. Jika demikianlah ibadah yang sejati, apakah sebagai orang percaya kita telah menjalankannya? Kita perlu menyadari bahwa ibadah ritual itu penting dan harus dijalankan, namun harus pula disertai dengan hidup yang peduli terhadap sesama. Tetaplah menghidupi ibadah sejati, sebab hanya dengan demikian ibadah yang kita lakukan berkenan kepada Allah!

Doa: Tuhan tolong sertai kami agar dapat menghidupi ibadah yang sejati. Amin.

Senin, 12 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 58 : 13 – 14

Menghormati hari Sabat
13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

Menyenangkan Tuhan

Tidak ada hal lain yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menyenangkan hati Tuhan, selain hidup menuruti kehendak-Nya. Pada perikop ini jelas terbaca bahwa Allah menghendaki agar umat Israel menghormati hari Sabat. Tanda Israel menghormati hari Sabat yakni tidak melakukan, menjalankan, mengurusi dan membicarakan hal-hal terkait dengan kepentingan diri sendiri ( ay.13) di hari tersebut. Itu berarti semua hal yang berkaitan dengan mementingkan diri sendiri haruslah dihindari dan tidak dilakukan oleh Israel. Hal ini tentu saja berkaitan erat dengan cara hidup sebagai umat pilihan Tuhan. Dengan menghormati hari Sabat, maka umat Israel akan menikmati sukacita, penyertaan dan berkat yang berasal dari-Nya (ay. 14). Memang hari Sabat yang dimaksudkan diperuntukkan hanya bagi bangsa Israel. Namun cara hidup yang demikian tidak hanya berlaku bagi bangsa Israel saja, melainkan juga bagi kehidupan kekristenan. Sebab memusatkan perhatian hanya kepada kepentingan diri sendiri dan mengabaikan orang lain, sama halnya dengan meninggalkan ibadah yang sejati. Karena itu semua orang kristen diharapkan agar tetap menghargai hari-hari pemberian Tuhan yang disertai dengan tindakan nyata, yakni tidak mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Kita harus melakukan kehendak Tuhan lewat cara hidup kita yang mencirikan kepribadian sebagai pengikut-pengikut Kristus. Yakinilah, kesetiaan untuk terus menyenangkan hati-Nya, akan membuahkan berkat bagi kehidupan kita secara pribadi, keluarga maupun persekutuan.

Doa: Tuhan kami mau selalu hidup dengan terus menyenangkanMu. Amin

Selasa, 13 Mei 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 16 – 18

Hal berpuasa
16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Tak Usah Memakai Topeng

Topeng adalah sejenis alat penutup yang digunakan untuk mengelabui pandangan atau dimaksudkan untuk tidak dikenali oleh orang lain. Topeng biasanya hanya dipakai oleh para badut dalam sirkus. Pemakaiannya sangat tidak lazim bagi kebanyakan orang. Namun, yang kurang disadari oleh semua orang pula, ternyata dalam hidup ini, ada banyak orang yang mengenakan topeng. Topeng yang dimaksud bukan dalam bentuk fisik seperti penutup wajah melainkan dua karakter dalam satu diri manusia. Di satu sisi ia menampilkan senyuman, namun di sisi lain, faktanya ia ingin sekali marah. Pengunaan topeng ini bisa diamati dalam banyak segi kehidupan. Tuhan Yesus dalam pengajarannya tentang soal menahan diri atau puasa, mengajarkan agar orang percaya tidak menjadi pribadi yang bertopeng atau dengan kata lain “munafik”. Yesus menegur mereka yang berpuasa dengan wajah muram agar dilihat oleh orang lain. Ini menunjukkan bahwa ibadah sejati harus dilakukan dengan sikap hati yang tulus dan hanya untuk kemuliaan Allah. Bila kita melakukan sesuatu untuk Tuhan, baiklah dilakukan dalam kesadaran, jangan pernah berlaku seperti yang diungkapkan : di mulut bilang laen, di hati bilang lain.

Doa: ya Allah, mampukanlah kami untuk hidup tidak munafik. Amin.

Rabu, 14 Mei 2025

bahan bacaan : Mazmur 50 : 7 – 23

7 "Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, 10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. 11 Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. 12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. 13 Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! 15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela 16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, 17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? 18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah. 19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya. 20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu. 21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. 22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. 23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Ibadah itu Kata dan Sikap

Putra pemuda lajang yang berusia 21 tahun adalah pemuda yang sangat aktif dalam pelayanan di jemaatnya. Di dalam organisasi Angkatan Muda, Putra adalah salah satu pengurus di rantingnya. Di samping itu, ia juga aktif melayani sebagai seorang pengasuh. Keaktifan Putra ternyata berbanding terbalik dengan kehidupannya bersama keluarganya. Seringkali tetangganya mencoba menenangkannya tatkala ia selalu bertengkar dengan orangtuanya. Ia juga tidak pernah akur dengan adik-adiknya. Sebagai anak tertua, Putra merasa selalu benar dengan apa yang dilakukan. Sikap Putra ini tidak sesuai dengan apa yang dimaksud dengan ibadah yang sejati. Tuhan menegur umat-Nya yang berpikir bahwa ibadah sejati hanya tentang mempersembahkan korban bakaran dan hewan. Tuhan tidak membutuhkan kurban mereka, karena segala sesuatu di dunia adalah milik-Nya. Ibadah yang sejati bukan hanya tindakan lahiriah, tetapi kesadaran bahwa Tuhan mencari hati yang benar. Tuhan menegur orang yang melakukan ibadah tetapi hidup dalam kefasikan, seperti membenci ajaran Tuhan, berbuat dosa, dan bersikap munafik. Ibadah sejati tidak bisa dipisahkan dari kehidupan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Marilah nyatakan ibadah yang sejati sebagai ibadah yang bukan hanya dengan kata tetapi juga sikap!

Doa: Ya Allah, mampukanlah kami untuk berbicara dan bersikap yang sesuai kehendak-Mu amin

Kamis, 15 Mei 2025

bahan bacaan : Zakaria 7 : 1 – 14

Ibadah puasa yang baik
Pada tahun yang keempat zaman raja Darius datanglah firman TUHAN kepada Zakharia, pada tanggal empat bulan kesembilan, yakni bulan Kislew. 2 Adapun penduduk Betel telah mengutus Sarezer dan Regem-Melekh serta orang-orangnya untuk melunakkan hati TUHAN, 3 untuk menanyakan kepada para imam dari rumah TUHAN semesta alam dan kepada nabi, demikian: "Haruskah kami sekalian menangis dan berpantang dalam bulan yang kelima seperti yang telah kami lakukan bertahun-tahun lamanya?" 4 Maka datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 5 "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku? 6 Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri? 7 Bukankah ini firman yang telah disampaikan TUHAN dengan perantaraan para nabi yang dahulu, ketika Yerusalem dengan kota-kota yang di sekelilingnya masih didiami orang dan masih sentosa dan Tanah Negeb dan Daerah Bukit masih didiami?" 8 Firman TUHAN datang kepada Zakharia, bunyinya: 9 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! 10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing." 11 Tetapi mereka tidak mau menghiraukan, dilintangkannya bahunya untuk melawan dan ditulikannya telinganya supaya jangan mendengar. 12 Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN. 13 "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam. 14 Oleh sebab itu Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi."

Belas Kasih Jauh Lebih Bernilai

Belas kasih jauh lebih bernilai daripada kekayaan yang berlimpah. Ini ungkapan yang tepat untuk gambarkan situasi yang dihadapi keluarga Margaret. Bersama suami dan anak-anaknya, ia baru saja mengalami masa sulit ketika ditipu oleh rekan kerjanya. Namun ketika dimintai untuk menopang pelayanan melalui bantuan sentuhan kasih yakni berupa natura bagi para janda, duda dan lansia, Margaret bersama keluarganya dengan sukacita memberikan apa yang bisa mereka beri. Suaminya Roby malah tidak tanggung-tanggung meminjamkan motornya untuk dipakai sebagai kendaraan bagi proses pembagian natura tersebut. Apa yang dilakukan oleh Margaret dan keluarganya adalah teladan baik. Ini jauh lebih baik ketimbang menaruh hati kepada kekayaan dan mengabaikan nilai kasih. Zakaria 7:1-14 mengajarkan kita bahwa bukan puasa yang utama melainkan dengan menunjukkan kasih setia dan kasih sayang satu kepada yang lain. Ibadah yang sejati diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menegakkan keadilan, menunjukkan belas kasihan, dan tidak menindas orang-orang lemah seperti janda, yatim, orang asing, dan orang miskin. Ini menunjukkan bahwa ibadah bukan hanya soal seremonial, tetapi juga mengenai bagaimana seseorang hidup dalam keseharian. Semoga Tuhan menolong kita melakukannya!

Doa : Tuhan Yesus tolong kami agar hidup saling berbelas kasih Amin

Jumat, 16 Mei 2025

bahan bacaan : Yesaya 1 : 10 – 20

Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban
10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! 11 "Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai. 12 Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku? 13 Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan. 14 Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya. 15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah. 16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! 18 Marilah, baiklah kita berperkara! --firman TUHAN--Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. 19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. 20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

Beribadah Berarti Berhenti Berbuat Jahat

Jefry nyaris membakar rumah Jeky karena dikuasai miras usai merayakan hari ulang tahun anaknya Jeky. Nona istri Jeky segera memproses ulah Jefry di kantor polisi. Setelah dimediasi, Nona dan keluarganya bersedia memaafkan Jefry. Mereka mengingat pesan Tuhan tentang soal pengampunan. Jefry pun dilepaskan dari terali besi namun sebelumnya ia harus terlebih dahulu menandatangani surat pernyataan bahwa ia tidak akan mengulangi perbuatannya. Di dalam hidup ini sesunguhnya kita tidak berbeda jauh dengan Jefry. Banyak pelanggaran yang kita buat tapi Tuhan berkenan mengampuni kita. Tuhan menghendaki kita hidup taat dan yang pastinya ketaatan itu mengandung arti bahwa kita harus berhenti melakukan kejahatan. Tuhan mengundang umat-Nya untuk “membersihkan diri” dengan menjauhi kejahatan (ayat 16-17). Ibadah yang benar harus diwujudkan dalam tindakan nyata yakni menegakkan keadilan, membela hak orang tertindas, memperhatikan yatim, dan membela perkara janda, dll.
Ini menunjukkan bahwa ibadah sejati harus berdampak dalam kehidupan sosial, bukan hanya dalam ruang ibadah. Tuhan inginkan dari kita adalah ketika kita memutuskan beribadah maka itu berarti kita harus berhenti berbuat jahat.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami untuk tidak berbuat jahat. Amin.

Sabtu, 17 Mei 2025

bahan bacaan : Matius 5 : 21 – 26

21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Jangan Simpan Amarah

Tasya sudah bersiap-siap ke gereja untuk pengembalaan baptisan. Ia dimintakan menjadi orangtua baptis untuk anak sahabat dekatnya. Ketika hendak keluar kamar, ia disenggol secara sengaja oleh Nofry kakaknya. Nofry hanya ingin menggoda Tasya yang hari itu kelihatan cantik dengan memakai make up. Tasya tidak memahami sikap Nofry. Dengan suara besar, ia mengeluarkan kata kotor kepada kakaknya itu. Nofry tidak menerima kata makian adiknya. Ia dengan segera melayangkan tangan hendak menampar adiknya. Untungnya ketika mendengar keributan kedua anak itu, Vandry sebagai papa keluar dan menasehati mereka agar saling memaafkan. Tasya pun menyadari kesalahan dirinya. Ini yang mesti diteladani oleh kita sebagaimana yang ditulis dalam teks hari ini. Dalam ayat 23-24, Yesus menekankan bahwa sebelum mempersembahkan korban kepada Allah, seseorang harus lebih dahulu berdamai dengan sesamanya. Ini berarti bahwa ibadah sejati bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga tentang hubungan horizontal dengan sesama. Pengampunan dan rekonsiliasi merupakan bagian integral dari ibadah sejati. Jika seseorang datang ke hadapan Allah dengan hati yang penuh amarah dan kebencian, maka ibadahnya menjadi sia-sia.

Doa: Tuhan Yesus, tolong kami bisa mengendalikan kemarahan kami , Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2025, LPJ-GPM