Santapan Harian Keluarga, 26 Okt – 1 Nop 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Bersyukurlah untuk Saling Berbagi sebagai Jemaat Kristus

Minggu, 26 Oktober 2025

bahan bacaan : Filipi 4 : 10 – 20

Terima kasih atas pemberian jemaat
10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

Tetaplah Bersyukur dan Saling Berbagi

Bersyukur dalam segala hal dan saling berbagi dengan sesama merupakan sikap dan tindakan yang baik dan benar di hadapan Allah. Sikap dan tindakan dimaksud dapat kita temui pada teks bacaan hari ini, baik dalam pribadi Paulus maupun kehidupan jemaat kristen di Filipi. Dalam suratnya ini,  Paulus mengungkapkan rasa syukurnya atas semua bantuan yang diberikan jemaat Filipi kepadanya. Sekalipun tidak dapat dipungkiri bahwa ada saat dimana jemaat tidak memberi, akan tetapi tetap dipandang positif oleh Paulus (ay. 10). Hal positif lainnya yaitu kepedulian jemaat Filipi yang tetap ada dalam kesadaran untuk berbagi dengan orang lain. Bagi mereka, memberi adalah wujud iman dan kasih. Pertanyaannya, apakah kita masih tetap sadar untuk selalu bersyukur dan berbagi dengan sesama? atau kita justru bersungut-sungut dan lebih mementingkan diri sendiri?, apalagi di tengah kesulitan ekonomi seperti sekarang ini. Kita tidak dapat memprediksi dengan tepat perjalanan hidup yang akan dilalui dari waktu ke waktu. Hal ini disampaikan karena ada sejumlah kenyataan yang terjadi diluar harapan dan pikiran kita. Kendati demikian, bukankah sebagai orang percaya kita harus tetap bersyukur dan hidup saling berbagi?. Firman Tuhan hari ini mengajak kita belajar cukup, tetap bersyukur dan mempercayakan segala kebutuhan kepada Allah. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian, kekuatan kita bukan dari apa yang kita punya, melainkan dari Kristus yang hidup dalam kita.

Doa: Ajarilah kami Tuhan, untuk selalu bersyukur dan saling berbagi. Amin. 

Senin, 27 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 25

25 Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Semua orang berkesempatan menikmati berkat dari Tuhan saat menjalani hari-hari hidupnya. Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa berkat yang didapatkan dan dinikmati oleh masing-masing orang berbeda. Karena itu, ada yang berkelebihan, ada yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan tetapi ada juga yang berkekurangan. Terhadap kenyataan yang demikian maka tanggung jawab beriman yang diwujudnyatakan dalam sikap dan perbuatan harus diterapkan dalam kehidupan bersama. Salah satu contohnya yaitu berbagi dan membantu sesama manusia yang membutuhkan. Pada prinsipnya, berkat yang didapatkan tidak hanya diperuntukkan untuk diri sendiri melainkan juga bagi orang lain. Dengan kata lain kita diberkati supaya dapat menjadi berkat bagi yang lain. Firman Tuhan hari ini jelas menunjukkan kepada kita bahwa siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum ia sendiri akan diberi minum (ay. 25). Artinya segala perbuatan baik yang dilakukan tidak akan berakhir dengan sia-sia. Sebab bagian berkat yang kita dapatkan dan dibagikan kepada yang lain, sesungguhnya membuat kita semakin diberkati. Karena itu latihlah diri bahkan keluarga kita untuk tetap saling memberi dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Dengan berbagi dan memberi, kita tidak akan pernah berkekurangan melainkan terus diberkati. Biarlah melalui aksi nyata yang kita lakukan dapat bermanfaat dan menjadi teladan bagi sesama. Jangan ragu memberi dan membantu orang lain dari berkat yang kita dapatkan melalui pekerjaan maupun usaha yang dikerjakan dalam hidup tiap-tiap hari, sebab untuk itulah kita semua diberkati.

Doa: Roh Kudus kuasai hati kami agar tidak lalai melakukan yang baik dan benar. Amin. 

Selasa, 28 Oktober 2025

bahan bacaan : Ibrani 13 : 15 – 16

15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

Jangan Lalai Berbuat Baik dan Benar

Melakukan yang baik dan benar sesuai kehendak Allah merupakan kewajiban yang tidak boleh diabaikan oleh setiap orang percaya. Pertanyaannya apakah kita telah melakukannya dalam menjalani hidup? Sebab hal dimaksud bukan hanya sebatas pemahaman semata melainkan harus diwujudnyatakan dalam iman melalui sikap, perkataan dan tindakan. Dengan kata lain kita diingatkan agar jangan lalai untuk terus melakukan yang baik dan benar sesuai iman percaya kepada Allah. Karena itu melalui teks bacaan saat ini, penulis surat Ibrani hendak mengajarkan kita tentang hidup yang selalu memuliakan Allah dan tidak lupa memberikan bantuan (ay. 15-16). Kendatipun hal ini sudah diketahui oleh kita namun seringkali lalai bahkan secara sengaja diabaikan. Kita justru melakukan hal yang bertolakbelakang dengan kehendak-Nya yakni ucapan bibir yang tidak memuliakan Allah, bersaksi dusta, menyebarkan gosip, memutarbalikan fakta dll. Selain itu ada pula sikap yang hanya mementingkan diri sendiri, mengambil hak orang lain dan tidak peduli kepada orang yang membutuhkan. Terhadap hal itu kita diingatkan untuk kembali merenung dan mengintrospeksi diri serta membuat komitmen untuk berbalik melakukan yang baik dan berkenan di hadapan Allah. Ini harus menjadi kesadaran bersama untuk diterapkan dalam kehidupan secara pribadi maupun keluarga. Ingat! Jangan lalai berbuat baik dan benar.

Doa: Tuhan, berkati kami agar dapat menjadi berkat bagi orang lain.  Amin.   

Rabu, 29 Oktober 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 1 – 4

Hal memberi sedekah
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. 2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. 4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Motivasi Yang Keliru

Ada banyak alasan yang mendorong seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan hal yang baik bagi orang lain. Alasan dimaksud antara lain: sadar akan tanggung jawab sebagai sesama manusia yang harus saling mengasihi dan peduli satu dengan yang lain. Akan tetapi ada juga karena ada alasan lain yakni untuk mendapatkan popularitas, memanfaatkan orang lain demi kepentingan diri sendiri, pamer dll. Artinya kebaikan-kebaikan yang dilakukan dapat dilatarbelakangi oleh motivasi yang benar tetapi juga terdorong oleh motivasi yang keliru atau salah. Karena itu dalam teks hari ini Tuhan Yesus mengajarkan pada pendengar-Nya saat itu, agar tidak melakukan kewajiban agama dengan tujuan untuk dilihat orang. Salah satu contohnya yaitu memberikan sedekah disertai dengan seruan yang lantang agar dipuji orang (ay. 2). Ini disampaikan-Nya sebab perbuatan baik tersebut didorong oleh motivasi yang salah dan pada umumnya dilakukan oleh orang-orang yang munafik. Terhadap hal itu Yesus mengajarkan agar pemberian sedekah yang dilakukan tidak perlu digembar-gemborkan atau diketahui oleh orang banyak, melainkan harus tersembunyi (ay. 3-4). Nasihat Tuhan Yesus ini tentunya berlaku juga bagi kita para pengikut-Nya dimasa kini. Kita diingatkan untuk selalu menunjukkan kepedulian kepada orang lain lewat tindakan yang kongkrit seperti memberi sedekah. Namun hal itu dilakukan bukan untuk kepentingan diri sendiri, dipuji oleh orang lain, mencari keuntungan, pamer dll. Lakukanlah semua kebaikan kepada mereka yang membutuhkan dengan motivasi yang baik dan benar dihadapan Allah, sambil tetap percaya Ia akan membalas dengan berkat-Nya.

Doa: Bapa,  ajarilah kami untuk selalu hidup saling mengasihi. Amin.  

Kamis, 30 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 3 : 11 – 18

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. 15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. 16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Hidup Saling Mengasihi

Perintah untuk mengasihi satu dengan yang lain merupakan prinsip hidup yang harus menjadi pegangan bagi semua orang percaya. Dengan saling mengasihi kita dapat mencegah diri dari sikap iri hati dan perbuatan dosa lainnya yang menyakiti sesama dan menyakiti Allah (ay. 12). Karena itu kebenaran firman ini mengajarkan kita untuk menghidupi kasih atau selalu hidup saling mengasihi satu dengan yang lain. Sebab siapa yang tidak saling mengasihi, ia berada dalam maut dan tidak memiliki hidup yang kekal (ay. 14-15). Kita mestinya menyadari bahwa Allah mengasihi kita sehingga mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk menebus dosa manusia dengan mati di tiang kayu salib. Bertolak dari itu, kita harus meresponinya dengan mengasihi sesama (ay. 16). Mengasihi sesama harus ditunjukkan dengan aksi-aksi yang nyata dan dalam kebenaran (ay. 17-18). Salah satu contohnya yakni dengan tidak menutup pintu hati dari mereka yang berkekurangan dan membutuhkan. Perhatikanlah semua orang yang berada di sekitar  dan kerjakanlah yang telah diperintahkan kepada kitadengan taat dan setia. Sebab hanya dengan demikian kita telah menghidupi kasih yang jauh sebelumnya telah dianugerahkan Allah bagi kita lewat Tuhan Yesus Kristus. Tetaplah hidup saling mengasihi tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain, sebab demikianlah yang diperintahkan dan harus dijalankan oleh kita.

Doa: Tuhan kami mau melakukan perintahMu, berbagi dengan motivasi yang benar. Amin.  

Jumat, 31 Oktober 2025

bahan bacaan : Galatia 6 : 1 – 10

Saling membantulah kamu
Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. 3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. 6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. 7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Gunakanlah Kesempatan Dengan Baik

Hidup yang dianugerahkan Allah bagi kita umat-Nya harus dipergunakan dengan baik. Ini disampaikan karena tiap-tiap orang diberikan kesempatan, akan tetapi tentu saja ada batasannya. Bertolak dari itu tiap-tiap orang berhak memilih apakah akan menggunakan kesempatan tersebut untuk hal-hal yang baik ataukah sebaliknya? Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, pada bagian ini Paulus hendak menasihati agar jemaat dapat saling membantu satu dengan yang lain. Saling membantu yang dimaksudkan mencakup semua hal yakni memimpin orang ke jalan yang benar apabila melakukan pelanggaran, saling tolong menolong dalam menanggung beban (ay. 1-2). Artinya ketika seseorang atau sekelompok orang berada dalam kekeliruan atau kesalahan dan adapula yang berbeban berat, maka kita berkewajiban untuk membantu. Kendatipun sadar akan hal ini, namun sebagian besar dari kita belum menerapkan atau menindaklanjuti dalam kehidupan berkeluarga, bergereja dan juga bermasyarakat. Oleh sebab itu jika kesempatan masih diberikan kepada kita, maka pergunakanlah kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Sebab keberadaan kita sebagai orang beriman bukan untuk diri kita sendiri, melainkan haruslah berguna dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Karena itu kapanpun dan dimanapun kita berada, mintalah Roh Kudus untuk menggerakkan hati kita agar terus melakukan hal-hal baik. Jangan pernah jemu untuk melakukan kebaikan sebab itulah panggilan kita sebagai orang percaya utuk saling menolong atau membantu serta melayani sebagai sesama manusia. Lakukanlah itu selagi masih ada kesempatan dan jadilah berkat bagi orang lain.

Doa: Roh Kudus tolonglah kami agar dapat menggunakan kesempatan dengan baik. Amin 

Sabtu, 01 November 2025

bahan bacaan : Mazmur 37 : 21

21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

Belas Kasihan Orang Benar

Sikap murah hati bukan hanya soal memberi dari kelebihan, tetapi memberi karena hati yang digerakkan oleh kasih Tuhan. Orang benar tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, melainkan berbagi walaupun caranya sederhana. Hal ini mencerminkan karakter Allah yang penuh anugerah dan kemurahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kemurahan hati bisa tampak dalam hal-hal kecil dengan cara mendengar keluhan orang lain, memberikan senyum atau penghiburan bagi orang yang ada dalam persoalan dan juga sedih hati dan menolong sesama yang kekurangan, sesuai kemampuan. Ketika kita hidup dengan belas kasih, kita bukan hanya menolong orang lain, tetapi juga memancarkan kasih Kristus di tengah dunia. Orang yang murah hati tidak pernah kehilangan, sebab Tuhan sendiri yang mencukupkan. Menjadi orang benar berarti meneladani hati Allah: penuh kasih dan kemurahan. Dunia mungkin mengajarkan kita untuk menyimpan bagi diri sendiri, tetapi Firman Tuhan hari ini mengingatkan dan mengajarkan bahwa orang benar dikenal bukan karena apa yang ia miliki, melainkan karena kasih dan kemurahan yang ia bagikan bagi semua orang. Mari kita bertanya pada diri sendiri: Adakah seseorang yang mau saya tolong atau saya beri senyum dan perhatian, sebagai wujud belas kasih Tuhan?

Doa: Ajarilah kami untuk tetap penuh dengan belas kasihan dan hidup dalam murah hati. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 Oktober 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Pembaruan Diri untuk Membarui Kehidupan

Minggu, 19 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 1 – 11  

Berjaga-jaga
Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Membarui Diri Untuk Pembaruan Hidup

Tema pelayanan minggu ini “pembaruan diri untuk membarui kehidupan”. Tema ini hendak menegaskan bagi kita sebagai orang-orang percaya untuk bersyukur dengan memaknai pengorbanan Tuhan Yesus yang telah mengampuni dan menyelamatkan kita dari penghukuman dosa. Pengorbanan Tuhan Yesus yang mahal itu mesti kita jawab dengan mewujudkannya melalui sikap dan perilaku hidup yang disebut oleh Paulus dalam bacaan kita sebagai anak-anak terang atau anak-anak siang. Sebagai anak-anak terang atau anak-anak siang, maka iman, pengharapan serta kasih kita kepada Tuhan Yesus dan sesama mesti terwujud didalam masa penantian kedatangan Tuhan Yesus kembali. Kedatangan Tuhan seperti pencuri yang kita tidak tahu kapan waktunya. Sehingga kita harus selalu siap sedia. Janganlah kita menunggu dengan  menjadi anak-anak gelap atau anak-anak malam, dengan menghabiskan waktu untuk hal-hal serta perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Itulah sebabnya firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk membarui hidup agar kita pun dapat melakukan pembaruan dalam kehidupan, baik di keluarga, gereja pun masayarakat.

Doa: Tuhan, ampunilah dosa kami, dan baruilah agar kami dapat melakukan pembaruan dalam kehidupan ini. Amin.  

Senin, 20 Oktober 2025

bahan bacaan : Mazmur 51 : 9 – 15

7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! 8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! 9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! 11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! 12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! 13 (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

          Pengampunan Tuhan Membuat Hidup Menjadi Baru   

Raja Daud seorang raja yang besar pada zamannya dan dalam kepemimpinannya bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan menikmati masa kegemilangan. Namun ia juga seorang manusia biasa yang mempunyai kelemahan dan keterbatasan.  Keinginan Daud untuk mengambil istri Uria, Batsyeba membuat Daud merancang kejahatan dengan menempatkan Uria di depan medan perang, sehingga membuat Uria mati. Hal itu membuat Daud untuk leluasa memiliki Batsyeba. Namun itu merupakan perbuatan dosa yang besar. Tuhan menegur Daud melalui nabi Nathan, tentang dosa dan pelanggarannya. Menarik dalam bacaan kita di hari ini, Daud berseru memohon pengampunan dari Tuhan dan berharap dosanya tidak dijadikan sebagai alasan untuk dia terbuang dari hadapan Tuhan. Cinta dan sayang Tuhan yang besar kembali ditujukan kepada Daud dengan mengampuni dan membaruinya. Ia pun berubah dan menjadikan dirinya berkat bagi banyak orang. Jika kita berbuat salah, segeralah barui hidup dan meresponi kebaikan Tuhan yang mengampuni itu denan selalu berbuat baik dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Doa: Tuntun kami Tuhan agar selalu menjadi berkat bagi orang lain sebagai tanda hidup baru. Amin  

Selasa, 21 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 9 : 1 – 19a

Saulus bertobat
Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. 3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." 7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. 10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" 11 Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." 13 Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku." 17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.

Pertobatan Membawa Perubahan Arah Hidup

Masa depan setiap orang tidak ada yang tahu. Hari ini seseorang dapat menjadi orang baik, tetapi ke depan dapat juga berubah menjadi orang jahat. Sebaliknya, hari ini seseorang menjadi jahat, namun ke depan dapat mengalami perubahan menjadi orang baik dan berguna. Itulah yang dialami oleh Paulus. Sebelum bertobat dikenal dengan nama Saulus, pria yang sangat jahat dan selalu membunuh pengikut-pengikut Yesus. Saulus tidak pernah menyusun rencana untuk menjadi orang baik apalagi berencana menjadi rasul. Sebaliknya, Saulus menyusun rencana untuk menangkap orang-orang Kristen di rumah-rumah ibadat lalu dibawa ke hadapan imam besar untuk disidangkan. Benar kata firman Tuhan, rencanamu bukanlah rencanaKu, rancanganmu bukanlah rancanganKu. Ternyata Yesus menjumpai Saulus dalam perjalanannya ke Damsyik. Perjumpaan Saulus dengan Yesus membawa pertobatan dan pembaruan. Ia dipakai oleh Yesus menjadi rasul yang memberitakan Injil Kristus kepada banyak orang. Pesan firman Tuhan ini adalah, pertobatan bukan hanya menyesali masa lalu, tetapi juga berbalik membarui arah hidup, dari jalan lama menuju jalan baru sesuai kehendak Tuhan. Kita akan dipakai untuk menjadi alat Tuhan memberitakan Injil, jika ada pertobatan yang sungguh dalam diri. 

Doa: Tuhan, ubahlah hidupku, dan pakailah aku menjadi alatMu untuk memberitakan Injil.  Amin. 

Rabu, 22 Oktober 2025

bahan bacaan : 2 Tawarikh 7 : 14

4 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri merek

Berbalik Kepada Tuhan Ada Pemulihan

Adakah dari antara kita yang ingin mengalami pemulihan dalam hidup?. Jika tidak ada, pertanda orang itu tidak ingin berkembang dan maju, serta tidak ingin mengalami hal-hal baik terjadi pada dirinya. Sebaliknya, jika ada berarti orang tersebut ingin berkembang dan mengalami kemajuan dalam hidup, serta mengalami hal-hal baik dalam hidupnya. Teks bacaan ini memberikan beberapa hal yang harus dilakukan jika ingin mengalami pemulihan dalam hidup, yaitu: merendahkan diri, berdoa, selalu mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan hidup yang jahat. Tuhan menampakkan diri dan menyampaikan hal tersebut kepada Salomo, apabila ingin pengampunan dosa dan pemulihan hidup terjadi pada umat Israel. Itulah janji Tuhan yang penuh kasih. Begitu pun dengan hidup kita, apabila kita bertobat dari kesalahan dan dosa, maka Tuhan akan mengampuni dosa, dan memulihkan kehidupan kita sehingga menjadi lebih baik lagi. Pertobatan nyata harus disertai perubahan hidup. Tidak cukup hanya mengaku dosa tetapi juga meninggalkan dosa. Kita semua dipanggil untuk menjadi umat yang rendah hati, berdoa, suka mencari wajah Tuhan dan sungguh-sungguh bertobat.

Doa: Tuhan, kami mengakui dosa, dan berharap pengampunan serta pemulihan dariMu.  Amin. 

Kamis, 23 Oktober 2025

bahan bacaan : Lukas 15 : 11 – 32

Perumpamaan tentang anak yang hilang
11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. 12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. 13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. 16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. 17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. 18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. 20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. 21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. 22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. 23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. 24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. 25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. 26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. 27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. 28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. 29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. 30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. 31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. 32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Bapa yang Merangkul

Setiap orang tua pasti pasti tidak ingin kehilangan anak, dan apabila ada salah satu anaknya hilang dari kehdupan keluarganya akan membuat kesedihan yang mendalam. Namun, jika anak yang hilang ditemukan atau telah kembali dan berada di tengah keluarga, ia pasti disambut dengan penuh sukacita oleh orang tua dan memulihkan martabatnya sebagai seorang anak. Itulah kisah yang disebutkan dalam perumpamaan ini. Perumpamaan tentang anak yang hilang menjadi sebuah gambaran akan kasih Allah yang berlimpah. Sebab itu Allah bersukacita atas pertobatan setiap orang dari dosa. Seberat apapun dosa, sedalam apapun kita jatuh. Kasih Allah tidak pernah habis.  Tuhan mengharapkan kita yang berdosa, bertobat dan kembali kepadaNya. Bahkan ketika kita masih jauh, Allah berlari menyambut kita.Inilah kabar sukacita Injil:  Allah bukanlah Allah yang menghukum tanpa belas kasih, melainkan Bapa yang merangkul.Jadi, pesan firman Tuhan ini kepada kita, jangan berlarut-larut hidup dalam dosa, kembalilah kepada Tuhan dan bertobatlah, sebab Tuhan merindukan kita berubah menjadi baik.

Doa: Tuhan, terima kasih karena selalu merangkul kami yang berdosa ini,  Amin. 

Jumat, 24 Oktober 2025

bahan bacaan : Roma 12 : 1 – 8

Persembahan yang benar
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. 3 Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. 4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. 7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar; 8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

Berubahlah oleh Pembaruan Budi

Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak lepas dari kelemahan dan kesalahan. Siapa pun dia pasti pernah melakukan hal–hal yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak bisa menyangkalinya, sebab firman Tuhan sendiri mengatakan bahwa setiap manusia melakukan kesalahan, seorang pun tidak ada yang benar. Semua manusia adalah orang berdosa (lihat Roma 3:9-20). Paulus menyebutkan bahwa manusia yang melakukan kesalahan atau dosa disebut sebagai manusia yang sudah menjadi serupa dengan dunia ini. Karena itu, harus ada pembaruan hidup. Kalimat yang digunakan Paulus adalah berubahlah oleh pembaruan budimu. Maksudnya supaya manusia dapat membedakan mana kehendak Allah, dan mana yang bukan kehendak Allah; mana yang baik, yang berkenan kepada Allah dan sempurna, serta mana yang tidak baik dan yang tidak sempurna. Tentu hal ini dimaksudkan agar kita tahu bahwa yang baik dan yang sempurna bagi Allah-lah yang harus dipegang dan dilakukan, dengan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hiduo, kudus dan nerkenan kepada Allah. Bukan korban bakaran atau persembahan materi yang terutama, melainkan hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan. Hidup kita akan berkenan kepada Tuhan bila kita mempersembahkan diri setiap hari kepadaNya, Hidup rendah hati dan melayani dengan setia. Itulah panggilan bagi kita sebagai umat kepunyaan Kristus.

Doa: Tuhan baruilah hati dan budi kami, agar semakin berkenan kepadaMu, Amin. 

Sabtu, 25 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 8 : 14 – 25

14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." 20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu." 25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.

Roh Kudus Menuntun Kepada Pembaruan Hidup

Apapun yang dilakukan oleh kita tidak akan pernah membuahkan hasil yang maksimal dan bermanfaat dalam hidup jika tidak meminta campur tangan kuasa Roh Kudus. Semuanya akan mubazir atau sia-sia. Itulah yang terjadi ketika Filipus memberitakan Injil di Samaria, dan hasilnya banyak orang mengikuti Yesus dan memberi diri di baptis, termasuk salah seorang tukang sihir. Meskipun demikian, mereka belum mengalami kuasa Roh Kudus dan ketika Petrus bersama Yohanes hadir di Samaria menumpangkan tangan ke atas orang-orang yang dibaptis, mereka pun menerima kuasa Roh Kudus. Ketika melihat itu, tukang sihir tadi menawarkan uang agar mendapat kuasa yang sama. Tetapi ia ditegur Petrus. Meski keras, teguran petrus adalah panggilan kasih agar si tukang sihir itu bertobat. Ia menanggapi dengan meminta doa. Ini mengajarkan kita untuk tidak menutup diri saat ditegur. Allah masih memberi kesempatan, asal kita mau merendahkan diri dan kembali kepadaNya.Hanya Roh Kudus yang membuat terjadinya pembaruan hidup dalam diri kita. sehingga hidup, kerja dan pelayanan kita tidak mengejar harta dan penghormatan melainkan kemuliaan kepada Allah.

Doa: Tuhan, biarlah Roh KudusMu hadir dalam hidupku agar pembaruan terjadi padaku  Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 12 – 18 Oktober 2025

Tema Bulanan :Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Saling Mendengar sebagai Gereja

Minggu, 12 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15 : 1 – 21

Sidang di Yerusalem
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. 3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." 6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." 12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula. 19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Mendengar Adalah Jembatan Hati Yang Berbeda

Ada kata bijak: “Saling mendengar adalah jembatan antara hati yang berbeda”. Kata bijak ini mau menjelaskan kepada kita bahwa perbedaan pasti ada dalam hidup; baik karakter, pendapat, nilai hidup bahkan dogma atau ajaran agama. Namun, jika perbedaan tersebut dipersoalkan maka akan terjadi perselisihan yang dapat merusak hubungan satu dengan yang lain. Karena itu mendengar adalah tindakan awal mencegah perselisihan. Dalam perikop ini, Paulus dan Barnabas meminta jemaat perdana untuk “mendengarkan” apa yang mereka katakan, bahwa keselamatan adalah anugerah Allah bagi semua orang, Yahudi maupun non-Yahudi. Keselamatan bukan karena melakukan sunat sebagai tradisi yahudi, melainkan karena anugerah Tuhan semata. Pesan bagi kita, sebagai gereja hendaklah kita saling mendengar untuk menunjukkan bahwa kita menghargai perbedaan, peduli terhadap yang lain, tetap terbuka dan rendah hati.

Doa: Tuhan ajarlah kami untuk menjadi gereja yang mau mendengar, amin. 

Senin, 13 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 25 : 12

12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.

Teguran Yang Bijak, Telinga Yang Mendengar

Menegur adalah salah satu tindakan yang menunjukkan bahwa kita peduli terhadap orang lain. Kita mau membetulkan kesalahan atau membimbiing seseorang kembali ke jalan yang benar. Namun, sayangnya tidak semua teguran dapat diterima oleh orang lain, sebaliknya cenderung menghakimi, menjatuhkan dan mempermalukan dengan kata-kata yang kasar serta menyinggung perasaan. Hal ini dapat menimbulkan kemarahan, kekecewaan dan rasa malu yang mendalam bagi seseorang. Hal ini seperti yang digambarkan melalui ungkapan khas Papua yang sederhana: “ko pung maksud baik, tapi ko pung cara tu salah”. Karena itu, Pengamsal menunjukkan cara yang benar untuk menegur, yakni menggunakan kata-kata yang bijak, santun, etika dan penuh kasih karena teguran yang bijak sangat berharga (seperti emas)  untuk memperbaiki kesalahan seseorang. Mari arahkanlah telinga kepada teguran yang berfaedah untuk membawa perubahan hidup.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk menegur seseorang dengan bijaksana, Amin  

Selasa, 14 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 15 : 31 – 32

31 Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. 32 Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.

Mendengar Teguran, Menjadi Berakal Budi

Setiap orang pasti pernah ditegur, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kenapa? Karena tidak ada manusia yang sempurna, dalam perjalanan hidup kita pasti pernah berbuat salah, bersikap kurang tepat dan keliru dalam mengambil keputusan. Karena itu, menurut penulis kitab Amsal, teguran itu penting agar seseorang memiliki akal budi atau hidup takut akan Tuhan. Dengan demikian, jika seseorang ditegur, baik oleh pemimpin, orang tua, rekan kerja bahkan dari orang-orang yang kita pimpin, hal itu dilakukan dengan maksud baik. Teguran yang disampaikan dengan kata-kata santun dan cara yang benar, harus diterima dengan berbesar hati, tidak berusaha untuk membela diri, mencari pembenaran atau membenci yang menegur. Teguran yang membawa kepada hidup berarti ada orang yang peduli, mau mengingatkan ketika kita salah jalan. Mendengarkan teguran, membuat kita menjadi berakal budi, sebab teguran yang diberikan dengan penuh kasih membimbing kita menjadi pribadi yang tangguh, rendah hati dan sukses dalam hidup.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk siap menerima teguran dengan rendah hati, Amin. 

Rabu, 15 Oktober 2025

bahan bacaan : Yakobus 1 : 19 – 20

Pendengar atau pelaku firman
19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Cepat Mendengar, Lambat Berbicara

Peribahasa mengatakan: “Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara”. Artinya, seharusnya kita lebih sering mendengar daripada berbicara. Kenapa? Karena perkataan yang tidak bijaksana atau tidak dikontrol dapat menimbulkan konflik, menyakiti orang lain dan membuat kita berdosa, misalnya dengan berbohong, bergosip, mengeluarkan kata makian dan sebagainya. Perkataan-perkataan kita pada waktunya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Sebab itu, Yakobus mengingatkan kita tentang tiga hal penting, yakni: cepat mendengar, lambat berbicara, dan lambat marah (ay.19). Itu artinya jangan kita cepat-cepat membangun opini atau memberikan tanggapan sebelum mendengar dengan jelas, mengontrol kata-kata dengan bijaksana agar kita tidak melakukan kesalahan, dan mengontrol emosi dengan baik agar kita tidak mudah marah yang dapat membawa kehancuran dan keretakan relasi.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami untuk membangun hidup saling “mendengar” untuk mencegah perselisihan, Amin.  

Kamis, 16 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 12 : 15

15 Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

Mendengar Nasehat Untuk Menjadi Bijak

Mengawali seluruh aktivitas kita di hari baru, firman Tuhan melalui pengamsal mengingatkan kita agar menjadi orang-orang bijak dengan mendengarkan nasehat. Nasehat yang kita peroleh baik melalui firman Tuhan pun juga melalui sesama bertujuan baik untuk kehidupan yang diberkati Tuhan. Bukan hal mudah saat kita mau mendengarkan nasehat yang baik, sebab terkadang sebagai manusia sifat keegoisan membuat kita merasa lebih pintar, hebat dan benar sehingga menolak untuk menerima nasehat yang disampaikan kepada kita. Jika kita bersikap demikian, maka pengamsal menyebut kita sebagai orang bodoh yang sangat percaya diri dengan berjalan menurut kehendak hati, Padahal semuanya itu menuju kepada kehancuran dan kebinasaan hidup. Oleh sebab itu, marilah kita selalu meminta tuntunan hikmat Tuhan agar baik sebagai orang tua maupun anak-anak, kita menjadi orang-orang yang selalu rendah hati dan mau membuka telinga dan hati untuk mendengarkan setiap nasehat yang baik dan positif serta melakukannya demi kehidupan yang diberkati Tuhan.   

Doa:  Tuhan, tuntun kami dengan hikmatMu agar kami mau mendengar nasehat untuk menjadi bijak. Amin   

Jumat, 17 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 18 : 15

15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Hati Sebagai Pusat Untuk Memperoleh Pengetahuan Yang Baik

Kehidupan yang kita jalani sebagai orang percaya dengan berbagai tantangan, persoalan dan pergumulan hidup mesti menyadarkan kita untuk pentingnya mengupayakan pengetahuan yang diperoleh melalui hikmat Tuhan. Pengamsal dalam bacaan firman Tuhan di hari ini menasehati agar hikmat Tuhan harus menguasai hati  sebagai pusat kehidupan agar memberikan pengetahuan bagi kita. Hikmat sangat penting bagi kita, tetapi itu bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Kita perlu mengupayakannya. Karena itu, hati orang berpengertian akan selalu terbuka untuk belajar dan telinga orang bijak kan selalu siap mendengar.  Sebab itu kita perlu belajar menjadikan hati dan pendengaran untuk memperoleh pengetahuan yang baik.  Sikap yang rendah hati untuk terus belajar adalah tanda dari kebijaksanaan. Maka orang yang berhenti belajar akan cepat puas, namun orang yang bijaksana sadar bahwa masih banyak yang harus dipelajari dari Tuhan dan firmanNya, dari sesama bahkan dari pengalaman hidup.

Doa : Ya Tuhan kami mohon kuasa hati kami dengan hikmatMu untuk mendapatkan pengetahuan. Amin   

Sabtu, 18 Oktober 2025

bahan bacaan : Amsal 18 : 13

13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

Mendengar Sebelum Memberi Jawaban

Pengamsal memberi nasehat dengan selalu membandingkan antara mereka yang bijak dan mereka yang bodoh. Salah satunya melalui firman Tuhan di hari ini yang menegaskan tentang mereka yang bijak adalah mereka yang akan mendengar dahulu baru memberikan jawaban. Sedangkan mereka yang bodoh akan langsung menjawab tanpa berkesempatan untuk mendengar.  Memberikan jawaban tanpa mendengarkan,  memperlihatkan bahwa kita kurang bijaksana. Hal ini ibarat kita mau memperbaiki sesuatu namun kita tidak tahu apa yang rusak. Tindakan tersebut oleh pengamsal disebutkan mempertontonkan kebodohan dan mempermalukan diri sendiri. Pengamsal menasehati agar hendaknya kita menjadi pendengar yang baik sebelum menjadi pembicara yang baik. Sebelum kita memberikan jalan keluar berupa tanggapan, saran atau solusi, kita telah mendengar dengan sungguh-sungguh dan memahami duduk masalah atau persoalannya sehingga kita dapat memberikan saran dan solusi dengan baik. Seperti slogan Kantor Penggadaian “menyelesaikan masalah tanpa masalah” dan bukan menyelesaikan masalah tambah masalah. Hal menyelesaikan masalah dapat kita lakukan, asal mau mendengar dan memohon hikmat dari Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, ajar kami untuk selalu mendengar lebih dulu sebelum menjawab. Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 05 – 11 Oktober 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Bersyukur dan Mentransformasi Diri

Tema Mingguan : Bersekutu, Bersaksi dan Saling melayani Sebagai Gereja

Minggu, 05 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Petrus 4 : 7 – 11

Hidup orang Kristen
7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. 8 Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa. 9 Berilah tumpangan seorang akan yang lain dengan tidak bersungut-sungut. 10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Waspadalah! Jangan Kehilangan Jati Diri

Kita bersyukur atas anugerah keselamatan yang Tuhan berikan melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Sakramen Perjamuan Kudus merupakan cara kita untuk mengenang kembali pengorbanan Tuhan. Dalam kaitan itu, rasul Petrus dalam nas bacaan ini mengingatkan, kesudahan segala sesuatu sudah dekat, sebab itu kuasailah dirimu dan waspadalah supaya kamu dapat berdoa. Hal ini diingatkannya kepada penerima surat ini yang memang sedang berada dalam tekanan di kala itu. Seberat apapun penderitaan yang dialami, mereka harus menguasai diri dan tetap waspada. Tidak membiarkan diri dikuasai oleh kejahatan, tetapi harus terus hidu saling mengasihi. Melalui surat ini kita pun diingatkan, seberat apapun keadaan hidup yang dialami anak-anak Tuhan, kita tidak boleh menyerah dan kehilangan kasih. Ini teladan Tuhan Yesus bagi kita. Walaupun berada di puncak penderitaan, Ia tetap taat dan memberlakukan kasih. Jika melihat situasi kita sekarang, di saat tekanan ekonomi dan politik sedang dihadapi. Kita mungkin dapat terbawa situasi untuk berubah, namun kita diingatkan agar kuasai diri dan waspada. Jangan sampai kita kehilangan jati diri sebagai anak-anak Tuhan. Laksanakanlah tugas panggilan sebagai orang yang beriman dan tunjukanlah kasih, itulah cara kita meresponi kasih dan pengorbanan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita.

Doa: Tuhan, mampukan kami waspada dan mengendalikan diri dari segala yang jahat, amin  

Senin, 06 Oktober 2025

bahan bacaan : Yohanes 15 : 26 – 27

26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Kesaksian  Gereja Dalam Karya Roh Kudus

Gereja tidak boleh hanya bersekutu ke dalam, tetapi juga keluar untuk memberitakan Kristus dengan perkataan dan tindakan. Untuk itu, tantangan bahkan ancaman dalam pelayanan merupakan realitas yang harus dihadapi oleh gereja, sama seperti yang telah dialami oleh jemaat Kristen pada akhir abad pertama. Jemaat Kristen yang menjadi latar konteks Injil Yohanes merupakan jemaat yang saat itu sementara menghadapi penolakan keras, baik dari orang Yahudi (sinagoga) maupun dunia Romawi. Pengikut Kristus sering diusir dari sinagoga (lih. Yoh 9:22) dan dianggap kelompok sesat. Teks Injil Yohanes hadir untuk menguatkan jemaat yang sedang mengalami kebencian, penganiayaan, dan tekanan sosial-politik tersebut. Nasehat Yesus kepada para murid untuk bersaksi disertai dengan pemberian Roh Kudus sebagai penolong bagi mereka. Yesus menyatakan bahwa gereja tidak sendirian dalam melakukan tugas bersaksi dan melayani, sebab ada Roh Kudus. Roh Kudus  menjadi Penghibur dan menguatkan serta memampukan para murid untuk bersaksi tentang Kristus, sebab mereka telah bersama Yesus “sejak semula”. Kita pun bertanggung jawab untuk bersaksi tentang Kristus. Tapi gereja bukan bersaksi dan melayani dengan usaha sendiri, melainkan dalam karya bersama Roh Kudus.

Doa :  Tuhan, tolonglah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk bersaksi dan melayani. Amin.

Selasa, 07 Oktober 2025

bahan bacaan : Roma 7 : 6   

6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Pelayanan Menurut Roh

Paulus menegaskan bahwa melalui Kristus, orang percaya telah “mati bagi hukum Taurat.” Artinya, orang percaya tidak lagi terikat pada sistem hukum yang kaku dan formalistis sebagai jalan memperoleh kebenaran. Kematian dan kebangkitan Kristus membuat orang percaya bebas dari kuasa hukum yang menuduh. Pembebasan ini bukan berarti orang percaya hidup tanpa arah, melainkan hidup dalam tuntunan Roh Kudus. Roh yang menggerakkan orang percaya untuk melayani dengan menolong seseorang, menghibur yang berduka, atau menegur dengan kasih. Melayani “menurut Roh” berarti Roh Kudus memberi kuasa, motivasi, dan arah dalam pelayanan, sehingga pelayanan tidak dilihat sebagai beban, tetapi merupakan tindakan yang disertai dengan sukacita. Melayani juga bukan untuk mencari pujian atau menunaikan kewajiban, tetapi karena kasih Kristus menguasai kita. Pelayanan kita menyatakan kuasa yang membebaskan. Sebagai Gereja, kita melayani bukan dengan aturan kaku yang membebani, tetapi dengan kasih yang membebaskan, memulihkan, dan membangun hidup.

Doa: Tuhan, mampukanlah kami untuk melayani menurut tuntunan Roh-Mu. Amin  

Rabu, 08 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 9 : 13 – 14

13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu? 14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

Pelayanan Sebagai Ketetapan Allah

Pelayanan bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan penetapan Allah. Seperti imam Lewi dipilih untuk melayani di mezbah, demikian pula pelayan Injil ditetapkan Tuhan untuk hidup dalam panggilan melayani. Artinya: panggilan pelayanan memiliki dasar otoritas Allah, bukan semata keinginan manusia. Pelayan yang memahami bahwa panggilannya adalah otoritas Allah akan melihat dirinya bukan sebagai “pekerja organisasi,” tetapi sebagai hamba Allah yang diutus. Ia tidak melayani untuk menyenangkan diri atau manusia, tetapi untuk taat kepada Allah. Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani melalui peran dan tugas yang sementara diembannya atau dilakukannya. Pelayanan bukan hanya milik pendeta atau hamba Tuhan penuh waktu, tapi setiap orang percaya ditetapkan Allah untuk melayani melalui hidup dan pekerjaannya sehari-hari. Seorang pengemudi motor atau ojek misalnya, dipanggil untuk melayani melalui pekerjaannya. Ia harus melayani dengan jujur dalam tarif, tidak menipu pelanggan. Sopan dan ramah, memberi senyum dan sikap hormat serta tidak berkata kasar. Ia menolong penumpang, misalnya menunggu dengan sabar, bahkan mendoakan orang yang diantar secara diam-diam. Demikian pun dalam segala yang kita kerjakan, biarlah kita mengerjakannya dalam dasar takut kepada Tuhan.

Doa: Tuhan, ajarkanlah kami untuk melakukan tugas dan kerja kami sebagai wujud pelayanan yang ditetapkan Allah. amin 

Kamis, 09 Oktober 2025

bahan bacaan : 1 Yohanes 1 : 1 – 4   

Kesaksian rasul tentang Firman hidup
Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. 3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. 4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Sukacita  Sebagai Buah Persekutuan

Sukacita Kristen bukan terutama dari keadaan lahiriah, melainkan dari relasi kasih yang menyatu dengan Allah dan sesama dalam Kristus. Menurut Yohanes dalam teks ini, persekutuan dengan Allah tidak mungkin tanpa pengenalan dan iman kepada Yesus Kristus. Allah menghadirkan hidup kekal melalui Kristus, sehingga orang percaya dipanggil masuk dalam persekutuan dengan-Nya (ayat 2–3). Persekutuan orang percaya dengan Allah berarti hidup dalam relasi yang nyata dengan-Nya, bukan sekadar pengetahuan intelektual. Yohanes kemudian menegaskan salah satu alasanya yakni “supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami” (ayat 3). Persekutuan dengan Allah tidak bisa dipisahkan dari persekutuan dengan sesama orang percaya. Kasih Allah yang dialami orang percaya harus terwujud dalam kasih dan kebersamaan dengan saudara-saudara seiman. Hasil dari persekutuan dengan Allah dan sesama itu adalah sukacita yang sempurna (ayat 4). Jemaat memang harus hidup saling menguatkan, berbagi, menolong, dan mendoakan sebagai wujud kasih yang dialami bersama, bukan sendirian.

Doa: Kami ingin tetap bersekutu dengan-Mu, ya Tuhan, supaya hidup kami dipenuhi sukacita. Amin  

Jumat, 10 Oktober 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 26 : 19 – 23

19 Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. 20 Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. 21 Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. 22 Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, 23 yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain."

Melayani Tanpa Pandang Bulu

Gereja dipanggil untuk melayani semua kalangan, tanpa membedakan berdasarkan status sosial, etnis, gender, atau latar belakang. Melayani tanpa pandang bulu adalah wujud nyata kasih Allah yang merangkul semua orang, bahkan mereka yang dianggap hina atau terbuang. Teks hari ini menegaskan bahwa pelayanan sejati adalah ketaatan pada panggilan Allah untuk memberitakan Injil bagi semua orang, tanpa diskriminasi, dan berpusat pada Kristus yang bangkit. Paulus menyatakan tanggung jawab pemberitaan injil kepada semua bangsa dalam kesaksiannya di hadapan Raja Agripa. Ia menceritakan pertobatannya yang terjadi di Damsyik dan bagaimana ia berbalik kepada Allah, serta melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan (ayat 20). Pesannya disampaikan pertama kepada orang Yahudi, lalu kepada bangsa-bangsa lain (ayat 20–21). Hal ini menegaskan prinsip iman bahwa Allah tidak membeda-bedakan (band. Kis. 10:34). Pelayanan sejati memang harus terbuka bagi siapa pun yakni kaya–miskin, laki–perempuan, dll tanpa membatasi kasih karunia Allah. Karena itu, marilah kita bersaksi dan melayani tanpa pandang bulu.

Doa: Tuhan, ajarlah kami untuk melayani tanpa membeda-bedakan. Amin 

Sabtu, 11 Oktober 2025

bahan bacaan : Yohanes 17 : 24 – 26

24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; 26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."

Persekutuan Sebagai Wujud Pemberitaan Injil

Bulan Oktober dikenal sebagai bulan Pemberitaan Injil (PI). Tugas mengabarkan Injil bukan sekedar memberitakan tentang Yesus kepada orang banyak, tetapi membawa orang masuk ke dalam persekutuan; dalam hubungan yang hidup dengan Allah dan dengan sesama. Hal ini dijelaskan dalam bagian bacaan kita tadi,  dimana salah satu tema utama dalam doa Tuhan Yesus adalah persekutuan (bersekutu). Tuhan Yesus ingin agar semua murid-Nya (gereja) hidup dalam persekutuan. Sebab dengan kita bersatu dalam kasih Allah, maka kita akan memandang kemuliaan Allah (ay.24). Kemuliaan Allah adalah anugerah bagi setiap orang percaya untuk hidup kekal bersama Kristus. Doa Yesus mengingatkan kita untuk menjauhkan dari persekutuan, aroma kesombongan, iri hati, kebencian, fitnah, saling menghakimi dan saling menjatuhkan. Hal ini memang sedang terjadi dimana-,mana (keluarga, gereja, kantor, kampus, sekolah, tempat kerja dll) yang menghancurkan kebersamaan. Marilah kita tetap membangun persekutuan yang baik sebagai wujud pemberitaan injil.

Doa:  Tuhan Yesus tuntun kami agar hidup sebagai gereja yang bersekutu dan saling mengasihi, Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN OKTOBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 28 Sept – 04 Okt 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Gereja yang Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Minggu, 28 September 2025

bahan bacaan : Roma 14 : 13-23

Jangan memberi batu sandungan
13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung! 14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. 15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia. 16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah. 17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. 18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. 19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. 20 Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung! 21 Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu. 22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. 23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

Hadirkanlah Kasih, Damai Sejahtera Dan Sukacita

Panggilan kita sebagai gereja yaitu persekutuan umat percaya adalah menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah yakni kasih, sukacita, kebenaran dan damai sejahtera. Mewujudkan hal demikian merupakan hal penting sebagaimana karya Allah yang telah dilakukan dalam cinta kasih Tuhan Yesus melalui pengorbananNya mati dan bangkit demi keselamatan dunia dan orang percaya. Melalui surat pastoral kepada jemaat di Roma, Paulus mengingatkan jemaat untuk mewujudkan hal tersebut dan tidak mempersoalkan hal-hal sepele tentang makanan. Sebab kondisinya akibat soal ini membuat mereka saling menghakimi dan menjadi sandungan antara satu dengan yang lain serta berdampak tidak baik bagi persekutuan jemaat. Paulus tegaskan agar mereka meninggalkan cara berpikir dan bertindak demikian, namun mereka harus sadar akan panggilan mereka untuk mewujudkan sikap hidup yang mendatangkan tanda-tanda kerajaan Allah. Demikianpun kita saat ini, dimana pun dan kapanpun panggilan itu harus kita lakukan dengan menghadirkan kasih, damai sejahtera, sukacita dan kebenaran melalui seluruh kerja dan akivitas keseharian kita. Kesemuanya itu adalah demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Doa:  Tuhan tolonglah kami agar dapat mewujudkan kasih, damai Sejahtera dan sukacita bagi semua orang. Amin.-

Senin, 29 September 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 4 : 14-21

14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. 15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. 16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! 17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. 18 Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu. 19 Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. 20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. 21 Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?

Keteladanan adalah Kata dan Tindakan

Kita mungkin pernah mendengar ada yang menyatakan bahwa tindakan lebih kuat daripada kata-kata. Kata-kata ini ada benarnya juga sebab kita memahami bahwa faktanya orang akan menilai seperti apapun bukan hanya tergantung dari kata-kata yang indah atau diplomatis, melainkan dari apa yang kita lakukan. Kita bisa saja berkata kasih, tetapi bila dalam hidup, orang mengenal kita sebagai seorang yang sulit didatangi untuk memintakan kesediaan memberikan sumbangan, kata-kata kasihkita dianggap hanya menjadi ucapan pemanis bibir saja. Kita bisa saja mengajarkan orang untuk percaya kepada Tuhan, namun ketika kita ada dalam situasi sakit dan kita mendatangi tukang baroba maka kesaksian kita dipertanyakan. Jemaat Korintus adalah jemaat yang besar. Perselisihan yang mengakibatkan perpecahan . Perlakuan satu terhadap yang lain sangat memprihatinkan. Tarikan budaya duniawi menambah keresahan terkait keberadaan Kekristenan di Korintus. Paulus menegur pola hidup seperti ini. Hidup sebagai pengikut Tuhan itu bukan hanya berkaitan dengan apa yang diyakini dan dikatakan, tetapi juga apa yang dilakukan. Karena itu, marilah kita mengevaluasi kehidupan keimanan kita. Semoga Tuhan Yesus menolong kita mengaktakan iman setiap dalam kata dan perbuatan.

Doa:  Ya Allah, mampukanlah kami menyatakan iman melalui kata dan perbuatan kami, ,Amin.

Selasa, 30 September 2025

bahan bacaan : Matius 6 : 31-34

31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Jangan Kuatir

Tak pernah Tuhan janji hidupku takkan berduri, tak pernah Dia janji lautan tenang, tetapi Dia berjanji kan selalu sertaku, dan menuntun jalan hidupku slalu..” adalah sepenggal lagu rohani yang sangat memberikan inspirasi bagi kita. Melaluinya kita belajar untuk tidak kuatir. Memang harus diakui bahwa kekhawatiran adalah hal yang manusiawi. Dengan melihat berbagai realitas di masa sekarang ini siapapun pasti ada dalam kekhawatiran. Sekian daftarnya bisa disusun sebagai cara memperlihatkan betapa kuatir menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Hari ini Firman Tuhan memberikan pendasaran indah melalui jaminan yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Sebagai Injil yang berbicara tentang hidup dan ajaran Tuhan Yesus, melaluinya kita juga diajari apa artinya menjadi umat Allah  dan hidup yang sesuai kehendak Tuhan. Itulah sebabnya maka pertanyaan “ Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? “ tidak mesti menjadi pertanyaan orang percaya. Injil Matius menulis bahwa pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tuhan Yesus mengajari kita bahwa hidup itu lebih penting dari apapun. Burung di udara Tuhan pelihara, bunga bakung di ladang Tuhan dandani, apalagi kita orang-orang yang dikasihi-Nya. Oleh sebab itu, mari belajar untuk tidak kuatir sebab seperti yang Tuhan katakan: kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Kuatir tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya Tuhan Yesus saja yang bisa menolong kita.  

Doa:  Ya Allah, pemeliharaanMu membuat kami tak lagi kuatir. ,Amin.

Rabu, 01 Oktober 2025

bahan bacaan : Lukas 15 : 8 – 10

Perumpamaan tentang dirham yang hilang
8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Sukacita karena Menemukan yang Hilang

Menurut kamus Alkitab, dirham adalah mata uang emas dari Persia yang beratnya kurang lebih delapan gram dan juga mata uang perak dari Yunani yang nilainya hampir sama dengan satu dinar. Itu berarti cukup berharga, sehingga kehilangan satu keping menjadi begitu berarti bagi perempuan dalam perumpamaan ini. Dengan cermat ia mencari hingga menemukannya dan sungguh bersukacita. Dalam konteks waktu itu, para pemungut cukai disebut “pendosa” tetapi Tuhan mau mendekati mereka. Kasih Tuhan yang ajaib menggapai dan memulihkan mereka dari perasaan terbuang atau terhilang, menjadi manusia yang berharga. Perumpamaan dirham yang hilang ini menegaskan kasih dan keseriusan Allah untuk mencari siapapun yang terhilang atau terhempas dari komunitasnya. Bagaimana dengan kita, pernahkah kita merasa tidak berdaya dan terpisah dari komunitas atau terhilang? atau melihat saudara yang lain juga mengalaminya? Ingat, Tuhan Yesus begitu mengasihi dan mengharapkan kita kembali kepadaNya.Jika Tuhan Yesus begitu bergembira menemukan kita. Pertanyaannya, bagaimana sikap kita menyambut kasih Tuhan yang besar itu? menutup diri atau membuka diri untuk diubahkan? Firman Tuhan ini mengingatkan, kita berharga sebab itu Tuhan rela turun ke dunia, mengambil jalan sengsara agar kita diselamatkan. Itu kabar sukacita tentang kerajaan Allah bagi kita.

Doa: Ya Bapa, tolong kami untuk tekun mencari dan menemukan sesama yang terhilang, amin. 

Kamis, 02 Oktober 2025

bahan bacaan : Markus 4 : 26 – 29

Perumpamaan tentang benih yang tumbuh
26 Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, 27 lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. 28 Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. 29 Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Tuhan Menumbuhkan Benih yang Ditabur

Tuhan Yesus mengajarkan hakekat Kerajaan Allah melalui perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih dan benih itu bertumbuh. Sebagai seorang penabur, pekerjaannya tentu menaburkan benih yang baik. Ia berpengharapan bahwa benih yang ditaburnya itu akan bertumbuh dan berbuah. Tetapi penabur diingatkan bahwa pertumbuhan benih yang ditaburnya itu, bukan ada di tangannya melainkkan di tangan Tuhan. Hidup dan pertumbuhan benih yang telah ditaburkan adalah anugerah Tuhan.  Allah sendiri turut bekerja dan kalau Allah bekerja dari benih yang kecil, Dia menumbuhkan. Maka yang kecil sekalipun akan bertumbuh menjadi besar, berdayaguna dan berdampak besar. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa yang besar lebih memikat perhatian. Rumah yang besar, rezeki yang melimpah, prestasi raksasa, sungguh membuat kita terpesona. Tapi, jangan suka kecil hati pada proses yang dimulai dari yang kecil. Menghayalkan yang tidak dipunyai. Di tangan Tuhan potensi dan talenta sekecil apapun sungguh berharga. Kita harus tekun dan setia mengerjakan hal apapun, mulai dari yang kecil, dengan menabur benih kebaikan setiap waktu. Percayalah, Tuhan akan memberkati setiap benih kebaikan yang ditabur agar bertumbuh dan berbuah melimpah-limpah sehingga bermanfaat bagi banyak orang.

Doa: Ya Bapa, ajarilah kami untuk tetap setia menabur kebaikan dari hal-hal yang kecil, amin. 

Jumat, 03 Oktober 2025

bahan bacaan : Lukas 15 : 1 – 7

Perumpamaan tentang domba yang hilang
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. 2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." 3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Bawa Pulang yang Tersesat dan Terhilang

Perumpamaan tentang domba yang hilang memiliki makna yang sama dengan perumpamaan tentang dirham yang hilang dan anak yang hilang. Ketiganya menceritakan tentang kasih dan keseriusan Allah untuk mencari manusia yang berdosa. Ketiga perupamaan di Injil Lukas ini berkaitan dengan kisah di ayat-ayat sebelumnya tentang orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut karena Yesus makan dengan para pemungut cukai dan orang berdosa. Akan tetapi Tuhan Yesus tahu apa yang dipikirkan mereka dan menjelaskan kehendak-Nya dengan tiga perumpamaan ini.  Melaluinya, Lukas mau mengajarkan bahwa Tuhan Allah didalam Yesus Kristus begitu mengasihi kita manusia berdosa. Sebab itu Ia datang kedalam dunia untuk mencari milikNya, manakala mereka tersesat atau terhilang. Ini sungguh kabar baik tentang Kerajaan Allah bagi semua orang. Sebab itu, selaku orang-orang yang telah menikmati anugerah Tuhan ini, maukah kita juga terlibat sebagai alat dalam tangan Tuhan untuk mencari dan menemukan di sekitar kita orang-orang yang “tersesat dan terhilang”, bagi kemuliaan dan sukacita Tuhan?. Mereka sangat membutuhkan pendampingan dan bimbingan, kasih dan pemulihan. Mari kita menolong mereka, bawa pulang yang tersesat dan terhilang.

Doa: Tuhan, kami mau terus mencari dan menemukan domba yang hilang bagi-Mu,  amin

Sabtu, 04 Oktober 2025

bahan bacaan : Markus 4 : 30 – 34

Perumpamaan tentang biji sesawi
30 Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? 31 Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. 32 Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya." 33 Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, 34 dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Mulai Dari Yang Kecil

biasanya kita memandang remeh pada apa yang kecil dan sebaliknya kagum pada apa yang besar.  Kita suka kagum melihat bangunan mewah yang besar. Kita hormat pada orang besar. Kita menyukai prestasi yang besar dan sebagainya.  Padahal kalau kita memikirkan lebih jauh, yang besar itu berawal dari yang kecil, bukan? Hal-hal yang besar tidak terjadi mendadak, tetapi merupakan kelanjutan atau hasil dari hal-hal kecil. Menjadi besar itu membutuhkan proses. Dikatakan, Kerajaan Allah seumpama biji sesawi yang sangat kecil ukurannya, sekitar setengah milimeter. Tetapi biji yang kecil ini dalam prosesnya bertumbuh menjadi pohon besar, sehingga burung-burung dapat membuat sarang disitu. Demikianlah gambaran Kerajaan Allah, dimulai dari apa yang sangat kecil, lalu terus bertumbuh menjadi besar. Dari perumpamaan ini kita melihat, ada proses yang harus dilalui untuk menjadi besar. Itulah sebabnya kita perlu bekerja. Kita menabur, menanam dan menyiram. Tetapi ada Allah yang juga bekerja memberikan pertumbuhan. Maka kita yakin, kalau kita mau hal-hal yang besar, harus setia mengerjakan perkara-perkara yang kecil. Kalau kita mau punya karakter yang besar seumpama integritas, itu harus berproses dari kebiasaan-kebiasaan kecil setiap hari, misalnya kebiasaan untuk berkata dan bersikap jujur. Setia dan jujur dari kecil.

Doa: Kami percaya Tuhan turut bekerja dibalik yang kecil untuk mendatangkan hal yang besar bagi kerajaan-Mu, amin.  

*SUMBER : SHK BULAN SEPT DAN OKT 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 21 – 27 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Tanggung Jawab Masyarakat menjaga Keterikatan Sosial

Minggu, 21 September 2025

bahan bacaan : Titus 3 : 1-14

Pesan-pesan penutup
Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik. 2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang. 3 Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. 4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, 6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, 7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. 8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka. 10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. 11 Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri. 12 Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini. 13 Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa. 14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Lemah Lembut dalam Berelasi

Titus adalah seorang pelayan yang dikaderkan oleh Rasul Paulus. Ada banyak kondisi sulit yang dihadapi Titus di Kreta tempat ia melayani. Salah satunya adalah perlakuan tidak adil pemerintah terhadap umat waktu itu dan juga sikap dan pola hidup umat Krsiten di Kreta yang tidak mejadi teladan Kristus bagi orang lain. Ada beberapa saran Paulus terhadap kondisi ini yang harus segera dilakukan dan diajarkan Titus kepada jemaatnya. Paulus berpesan melalui Titus agar jemaat sebagai pengikut Yesus, bersikap ramah terhadap semua orang. Berlaku ramah bukan hanya kepada sesama pengikut Yesus, melainkan juga kepada semua orang yang berlaku baik terhadap jemaat maupun yang tidak menyukai jemaat. Kelemah-lembutan adalah suatu karunia Roh Kudus. Orang percaya yang telah dikuasai Roh Kudus sepatutnya hidup ramah kepada semua orang. Tidak terlibat dalam pertengkaran dan menghamburkan emosi yang sia-sia. Kunci untuk terhindar dari pertengkaran adalah berusaha tetap ramah kepada siapapun termasuk orang yang memusuhi kita. Sabar menghadapi setiap orang pada segala situasi. Itulah nasehat firman Tuhan yang harus dipegang dalam menjalankan aktifitas kerja dan pelayanan kita di hari ini.

Doa: Tuhan, bantu kami untuk bersikap lemah lembut dalam berelasi. Amin.

Senin, 22 September 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 16-17

16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: 17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,

Jangan Bermata Sombong dan Suka Berdusta

Mata sombong maksudnya mata yang tidak memperhatikan sesama karena menganggap diri lebih dari mereka. Karena itu dengan mudah merendahkan orang. Cara memandang orang lain dengan gaya merendahkan itulah kesombongan.  Apa yang harus kita tonjolkan atau apa yang harus disombongkan terhadap sesama manusia?. Dalam nas bacaan hari ini, ada nasehat tentang perkara-perkara yang dibenci Tuhan, karena itu tidak boleh dilakukan. Salah satunya adalah mata sombong dan lidah dusta. Jadi  kesombongan melalui pandangan mata yang sinis, tidak peduli dan merendahkan sesama disertai dengan suka berbohong menjadi perilaku yang harus dihindari. Selain karena memang itu tidak disukai Tuhan, tetapi hal itu juga dapat mengganggu relasi atau hubungan antar sesama. Padahal kita semua dipanggil untuk menjaga keterikatan hidup sebagai makhluk sosial. Marilah kita jaga keterikatan hidup itu mulai dari keluarga. Masing-masing bersikap rendah hati dan tidak memandang dengan sebelah mata dan berkata benar. Hal yang sama patut dilakukan terhadap orang lain. Mari kita hidup saling merangkul dengan penuh kasih. Jangan bermata sombong dan suka berdusta.

Doa: Tolonglah kami Tuhan, untuk tidak hidup dengan mata sombong dan lidah dusta, Amin.

Selasa, 23 September 2025

bahan bacaan : Amsal 6 : 18-19

18 hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, 19 seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Hiduplah Benar di Hadapan Tuhan

Sifat lain yang dibenci Tuhan adalah bersaksi dusta atau suka mengatakan kebohongan dan merancangkan kejahatan. Sebagai anak-Nya, kita harus bijaksana dengan lidah kita dan menggunakannya untuk memperkatakan kebenaran. Kebohongan seperti racun yang dapat merusak relasi hidup bersama baik dalam keluarga, jemaat maupun masyarakat. Misalnya fitnah atau tuduhan yang diberikan kepada orang lain demi menyelamatkan diri sendiri. Demikian juga dalam kehidupan bersama dengan orang lain janganlah suka merancang kejahatan dan menimbulkan pertengkaran saudara. Inilah nasehat bijaksana dari Amsal kepada kita. Kehidupan yang penuh damai dan ketentraman adalah kerinduan bersama. Hal itu harus sama-sama diwujudkan. Dengan begitu kita mestinya menghindari kebencian dan kemarahan, sebab itu akan membawa permusuhan. Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. Marilah kita membangun kehidupan bersama yang terikat dalam kasih dengan menjauhkan kebohongan, kebencian dan hati yang dipenuhi rancangan kejahatan. Hiduplah benar di hadapan Tuhan.

Doa: Tuhan terima kasih untuk pengampunanMu. Mampukan kami hidup benar  di hadapanMu Amin

Rabu, 24 September 2025

bahan bacaan : 1 Korintus 16 : 13-18

13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! 14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! 15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus. 16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah. 17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu; 18 karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!

Tegar Menghadapi Apapun

Sebagai orang percaya, kita harus berjaga-jaga, tidak gentar dan tetap tegar sebab masalah kadang datang secara tiba-tiba. Hal inilah yang menjadi tujuan rasul Paulus menasehati jemaat di Korintus agar berjaga-jaga. Masalah dan tantangan datang kapan saja.. Oleh sebab itu, mereka harus kuat menghadapinya. Berjaga-jaga merupakan tanda kesiagaan atau kewaspadaan. Itu sikap seorang prajurit. Berdiri teguh adalah kata yang juga digunakan dalam konteks peperangan, dimana seorang prajurit mempertahankan posisi di depan musuh dengan tidak goyah, tidak mundur, dan tidak menjadi lemah. Selain itu, mesti punya iman yang kuat. Iman yang dimaksudkan adalah iman yang sudah diisi oleh Firman Allah yang berisikan pengajaran yang benar tentang injil Kristus. Dengan iman kepada Tuhan maka seseorang tidak mudah lemah dan gentar ditengah masa yang sukar. Orang percaya yang tetap kuat adalah orang yang sepenuhnya bersandar kepada Tuhan. Rahasia kekuatan ini adalah karena kedekatan yang intim dengan Tuhan, sebab Tuhan adalah sumber dari kekuatan tersebut. Ada banyak kesukaran yang kita hadap tetapi marilah kita belajar untuk menjadi orang percaya yang tidak gentar menghadapi semua, sebab ada Yesus yang menyertai kehidupan kita. Hari ini, doakanlah semua laki-laki gereja yang berulang tahun agar kuat berdiri dalam iman dan terus menjadi teladan kapan dan dimana saja.

Doa: kami percaya Tuhan, Engkau selalu bersama kami apapun yang terjadi . Amin.

Kamis, 25 September 2025

bahan bacaan : Zakharia 8 : 18-19

18 Datanglah firman TUHAN semesta alam kepadaku, bunyinya: 19 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!"

Cintailah Kebenaran dan Damai

Ada ungkapan yang mengatakan “Dimana ada kebenaran disitu akan tumbuh damai sejahtera dan akibat dari kebenaran adalah ketenangan dan ketentraman untuk selama-lamanya”. Keadaan yang seperti ini tentunya menjadi harapan bagi setiap insan ciptaan Tuhan, dan harapan itu bukan hanya sekedar dalam ucapan belaka melainkan harus diwujudnyatakan dalam setiap aspek kehidupan manusia. Zakahria sebagai seorang abdi pilihan Allah mengingatkan Israel akan hal ini. dalam segala situasi cintailah kebenaran dan damai. Ketika seseorang mencintai kebenaran dan kedamaian maka dalam kehidupannya pasti akan selalu menciptakan suasana tenang, tentram yang didalamnya ada sikap hidup saling menghormati dan menghargai. Apalagi sebagai warga gereja, kita terpanggil untuk mencintai kebenaran dan menghadirkan kedamaian dalam hidup jemaat dan masyarakat. Janji penyertaan Tuhan bagi kita akan selalu teralami apabila kita memelihara kehidupan yang damai. Jangan takut dan kuatir untuk menjalani kehidupan, apapun rintangan dan pergumulan jangan sampai melemahkan iman kita. Wujudkanlah selalu  kehidupan yang mencintai kebenaran dan kedamaian.

Doa:  Tuhan tuntun kami agar terus mencintai kebenaran dan damai Amin.-

Jumat, 26 September 2025

bahan bacaan : Ibrani 12 : 14-15

14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. 15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

Hidup Damai Dengan Semua Orang        

Menjadi murid Tuhan Yesus akan menghadapi berbagai tantangan iman. Penderitaan dan penganiayaan dialami sebagai resiko percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Hal ini dialami oleh orang kristen Yahudi dimana surat penggembalaan ditujukan kepada mereka saat mengalami penderitaan dan penganiayaan dalam kehidupan mereka. Penulis surat Ibrani menasehati mereka untuk tidak meninggalkan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di tengah situasi dan kondisi tantangan iman yang luar biasa, mereka harus tetap berusaha untuk hidup damai dengan semua orang dan mengejar kekudusan hidup. Hal ini penting agar jangan menimbulkan kerusuhan yang diakibatkan dari akar pahit perasaan hati yang marah dan penuh kebencian. Namun harus memberi diri dan hati untuk dituntun kuasa Roh Kudus agar tetap kekudusan  diwujudkan dalam relasi hidup dengan semua orang. Penegasan ini juga disampaikan bagi kita semua. Dalam membangun relasi dengan siapa saja. kita hadir untuk melakukan kebaikan dan tidak menimbulkan kebencian atau ketidaksukaan yang kadang membuat kehilangan damai hati. Sebab itu marilah kita meminta hikmat Tuhan agar kebaikan terus kita wujudkan demi kedamaian hidup dengan semua orang dan demi hormat kepujian nama Tuhan. 

Doa: Tuhan tolong kami agar dapat untuk hidup dalam kebenaran dan damai. Amin.

Sabtu, 27 September 2025

bahan bacaan : 1 Tesalonika 5 : 12-13

Nasihat-nasihat
12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

Saling Menghormati Satu Dengan Yang Lain

Surat Tesalonika di tulis oleh Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar mereka tetap setia pada iman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nasehat ini ditengah kondisi jemaat yang mengalami penganiayaan dan mereka selalu mengharapkan kedatangan Tuhan Yesus secepatnya. Paulus berharap agar pengharapan mereka akan kedatangan Tuhan tidak menggangu aktivitas keseharian mereka terkait dengan kerja. Sebab kuatnya pemahaman tentang kedatangan Tuhan yang semakin dekat membuat mereka tidak lagi bekerja dan mengganggu mereka yang ada dalam aktivitas kerja. Paulus tegaskan bahwa kedatangan Tuhan sudah pasti dan tidak perlu dipersoalan kapan waktunya. Tetaplah dalam tugas dan tanggung jawab untuk hidup dan masa depan serta saling menghormati satu dengan yang lain. Dengan mewujudkan demikian, maka kita mewujudkan perdamaian dengan semua orang. Nasehat ini penting bagi kita yang juga dalam masa penantian Tuhan Yesus. Kita tetap melakukan semua tanggung jawab kita dengan menjaga relasi hidup yang baik serta saling menghormati satu dengan yang lain demi kedamaian bersama sebagai umat ciptaan Tuhan.  

Doa : Ya Tuhan tuntun kami agar dapat mewujudkan hidup saling menghormati demi hormat kepujian namaMU, amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 14 – 20 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Berdoa untuk Pemimpin yang Bersih dan Berwibawa

Minggu, 14 September 2025

bahan bacaan : 1 Samuel 12 : 1-25

Samuel minta diri dari bangsa itu
Berkatalah Samuel kepada seluruh orang Israel: "Telah kudengarkan segala permintaanmu yang kamu sampaikan kepadaku, dan seorang raja telah kuangkat atasmu. 2 Maka sekarang raja itulah yang menjadi pemimpinmu; tetapi aku ini telah menjadi tua dan beruban, dan bukankah anak-anakku laki-laki ada di antara kamu? Akulah yang menjadi pemimpinmu dari sejak mudaku sampai hari ini. 3 Di sini aku berdiri. Berikanlah kesaksian menentang aku di hadapan TUHAN dan di hadapan orang yang diurapi-Nya: Lembu siapakah yang telah kuambil? Keledai siapakah yang telah kuambil? Siapakah yang telah kuperas? Siapakah yang telah kuperlakukan dengan kekerasan? Dari tangan siapakah telah kuterima sogok sehingga aku harus tutup mata? Aku akan mengembalikannya kepadamu." 4 Jawab mereka: "Engkau tidak memeras kami dan engkau tidak memperlakukan kami dengan kekerasan dan engkau tidak menerima apa-apa dari tangan siapapun." 5 Lalu berkatalah ia kepada mereka: "TUHAN menjadi saksi kepada kamu, dan orang yang diurapi-Nyapun menjadi saksi pada hari ini, bahwa kamu tidak mendapat apa-apa dalam tanganku." Jawab mereka: "Dia menjadi saksi." 6 Lalu berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Tuhanlah saksi, yang mengangkat Musa dan Harun dan yang menuntun nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir. 7 Maka sebab itu, berdirilah supaya aku bersama-sama dengan kamu berhakim di hadapan TUHAN mengenai segala perbuatan keselamatan TUHAN yang telah dikerjakan-Nya kepadamu dan kepada nenek moyangmu. 8 Ketika Yakub datang ke Mesir dan nenek moyangmu berseru-seru kepada TUHAN, maka TUHAN mengutus Musa dan Harun, yang membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir, dan membiarkan mereka diam di tempat ini. 9 Tetapi mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan Sisera, panglima tentara di Hazor, dan ke dalam tangan orang Filistin dan raja Moab, yang berperang melawan mereka. 10 Mereka berseru-seru kepada TUHAN, katanya: Kami telah berdosa, sebab kami telah meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada para Baal dan para Asytoret; maka sekarang lepaskanlah kami dari tangan musuh kami, maka kami akan beribadah kepada-Mu. 11 Sesudah itu TUHAN mengutus Yerubaal, Barak, Yefta dan Samuel, dan melepaskan kamu dari tangan musuh di sekelilingmu, sehingga kamu diam dengan tenteram. 12 Tetapi ketika kamu melihat, bahwa Nahas, raja bani Amon, mendatangi kamu, maka kamu berkata kepadaku: Tidak, seorang raja harus memerintah kami, padahal TUHAN, Allahmu, adalah rajamu. 13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu, 14 asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu! 15 Tetapi jika kamu tidak mendengarkan firman TUHAN dan kamu menentang titah TUHAN, maka tangan TUHAN akan melawan kamu dan melawan rajamu. 16 Sekarang tinggallah berdiri dan lihatlah perkara yang besar yang akan dilakukan TUHAN di depan matamu ini. 17 Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu." 18 Lalu berserulah Samuel kepada TUHAN, maka TUHAN memberikan pada hari itu guruh dan hujan, sehingga sangat takutlah seluruh bangsa itu kepada TUHAN dan kepada Samuel. 19 Berkatalah seluruh bangsa itu kepada Samuel: "Berdoalah untuk hamba-hambamu ini kepada TUHAN, Allahmu, supaya jangan kami mati, sebab dengan meminta raja bagi kami, kami menambah dosa kami dengan kejahatan ini." 20 Dan berkatalah Samuel kepada bangsa itu: "Jangan takut; memang kamu telah melakukan segala kejahatan ini, tetapi janganlah berhenti mengikuti TUHAN, melainkan beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hatimu. 21 Janganlah menyimpang untuk mengejar dewa kesia-siaan yang tidak berguna dan tidak dapat menolong karena semuanya itu adalah kesia-siaan belaka. 22 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, sebab nama-Nya yang besar. Bukankah TUHAN telah berkenan untuk membuat kamu menjadi umat-Nya? 23 Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. 24 Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu. 25 Tetapi jika kamu terus berbuat jahat, maka kamu akan dilenyapkan, baik kamu maupun rajamu itu."

Doa Keluarga, Pemimpin Berintegritas

Menjadi pemimpin yang bersih dan jujur semasa memegang jabatan tidaklah mudah. Lebih tidak mudah lagi pemimpin yng mengakhiri tugasny dengan bersih dan jujur. Dalam moment perpisahan Samuel sebagai pemimpin Israel, ia menantang bangsa itu untuk menunjukkan kesalahan atau ketidakadilannya selama ia memimpin. Tindakan ini menunjukkan integritas dan keberanian seorang pemimpin yang bersih hatinya. Bagi keluarga Kristen, kisah ini mengajarkan pentingnya mendoakan para pemimpin kita, baik di tingkat gereja, masyarakat, maupun negara. Kita patut berdoa agar mereka memiliki hati yang tulus, bersih dari kepentingan pribadi, dan berwibawa dalam menjalankan tugasnya. Pemimpin yang demikian akan membawa keadilan dan kedamaian bagi semua orang yang dipimpinnya. Sebagai keluarga, kita juga diajak untuk meneladani keteladanan Samuel dalam hal integritas dan tanggung jawab. Kita dapat saling mengingatkan untuk bertindak jujur dan adil dalam setiap aspek kehidupan kita. Lebih dari itu, mari kita ajarkan anak-anak kita untuk memiliki kepedulian terhadap para pemimpin dan pentingnya mendoakan mereka. Dengan doa yang sungguh-sungguh dari setiap keluarga Kristen, kita turut berkontribusi dalam menghadirkan pemimpin-pemimpin yang berkenan di hati Tuhan dan membawa berkat bagi banyak orang.

Doa : Tuhan, berktilah para pemimpin kami, amin

Senin, 15 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 1-4

Doa harapan untuk raja
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! 2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! 3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! 4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!

Keluarga Mendoakan para Pemimpin

Mazmur ini adalah doa permohonan agar raja diberikan hikmat untuk memerintah dengan adil dan membela hak-hak orang miskin serta tertindas. Sebagai keluarga Kristen, doa ini mengingatkan kita akan pentingnya mendoakan para pemimpin bangsa agar mereka menjalankan amanah dengan benar dan berpihak pada keadilan. Lebih dari itu, doa ini juga menantang kita sebagai anggota keluarga untuk memiliki kepedulian yang sama terhadap sesama yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Keadilan dan pembelaan terhadap yang tertindas bukan hanya menjadi tanggung jawab para pemimpin, tetapi juga panggilan bagi setiap pengikut Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dalam lingkup keluarga, kita dapat mempraktikkan nilai-nilai keadilan dan kepedulian ini dengan saling menghargai, mendengarkan, dan membela anggota keluarga yang mungkin merasa diperlakukan tidak adil. Kita juga dapat mengajarkan anak-anak kita untuk memiliki hati yang peka terhadap penderitaan orang lain dan tergerak untuk membantu sesuai dengan kemampuan kita. Dengan meneladani Kristus yang datang untuk membawa keadilan dan kebenaran, kita berharap keluarga kita menjadi agen perubahan yang membawa damai dan keadilan di lingkungan sekitar kita.

Doa : Tuhan berilah berkat kepada para pemimpin kami, amin

Selasa, 16 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 5-11

5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! 6 Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi! 7 Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! 8 Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 9 Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya, dan musuh-musuhnya menjilat debu; 10 kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persemb kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! 11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

Doakanlah Pemerintah Senantiasa

Mendoakan pemerintah agar mereka dapat menjalankan tugas pemerintahan dengn bik merupakan tangung jawab setiap warga.Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal  dari Allah. Dan dengan demikian Allah jugalah yang memegang kendali atas setiap tugas kepemimpinan yang dijalankan. Doa yang di sampaikan kepada Tuhan untuk memohon kebaikan, umur panjang dan hikmat kepada pemerintah adalah sebuah harapan agar seluruh roda pemerintahannya berjalan sesuai kehendak Allah sehingga pemerintah memperoleh hikmat Allah dalam menjalankan setiap amanat yang dipercayakan. Doa kepada pemerintah mengandung permohonan perlindungan serta pemeliharaan Allah karena begitu banyak tantangan dan ancaman yang datang. Maka marilah terus kita mendoakan pemerintah supaya dalam seluruh masa pemerintahan, banyak hal baik dapat dilakukan secara berkesinambungan, efektif dan menghasilkan pembaruan-pembaruan yang positif bagi kehidupan semua lapisan masyarakat. Tuhan berkenan memberkati kepemimpinan di keluarga, gereja dan masyarakat agar langgeng, berjalan baik dan semua menikmati kebahagiaan serta kesejahteraan.

Doa : Berikanlah hikmat dan berkatMU bagi pemerintah agar mampu menjalankan tugas yang dipercayakan, amin

Rabu, 17 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 12-14

12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; 13 ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. 14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.

Doa Menggugah Keberpihakan Pemerintah

Dalam setiap orasi di moment politik kita sering mendengar janji–janji tentang pengentasan kemiskinan. Namun ternyata tidak mudah mewujudkannya. Faktanya kemiskinan masih tetap menjadi bagian kehidupan kita. Kemiskinan telah menyeret sebagian manusia kedalam ketidak berdayaan. Apalagi kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial, dampak politik,keterbatasan pemerintah dan faktor ekonomi yang tidak adil dan merata. Belum lagi keterbatasan lapangan pekerjaan yang berdampak pada pendapatan ekonomi rumah tangga. Semua ini sangat berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan,  tempat hunian, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Hanya doa yang mampu menggerakan hati pemerintah agar tergerak untuk  melihat dan berpihak untuk mengentaskan kemiskinan dan selalu berpihak kepada mereka orang lemah dan miskin Ini panggilan sekaligus harapan semua rakyat yang menaruh percaya kepada pemerintah  sebagai perpanjangan tangan kasih Allah. Kiranya Tuhan memampukan pemerintah mewujudkannya.

Doa : Berikanlah ya Tuhan hati yang penuh dengan belas kasihan bagi pemerintah kami untuk berpihak kepada orang lemah dan miskin, amin

Kamis, 18 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 72 : 15-17

15 Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari! 16 Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri, bergelombang di puncak pegunungan; biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon, bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi. 17 Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Berdoa agar Pemerintah Diberkati

Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang menjalankan kerja dan tanggungjawabnya berdasarkan takut akan Tuhan. Pemerintahan yang ideal terwujud melalui kerjasama dan bekerja bersama antara pemerintah juga warga masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat, apapun yang mau dilakukan oleh pemerintah tidak akan berhasil dan berdayaguna. Dukungan moril sangat penting sebagi respons positif terhadap karya dan karsa pemerintah.  Salah satunya melalui dukungan doa sebagai sarana menggumuli segala rancangan dan arah kebijakan  pemerintah agar selalu berkenan kepada Tuhan dan senantiasa berpihak kepada rakyat. Kita sungguh meyakini bahwa berkat kehidupan dan  kemakmuran  serta kebahagiaan akan melimpahi pemerintah yang menaklukan segala kepemimpinannya dibawah kedaulatan Allah. Sebab itu janganlah kita berhenti mendoakan pemerintah dengan segala upaya mereka mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan bersama. Ada banyak masalah yang harus pula mereka selesaikan. Maka biarlah kita berdoa, Tuhan memberikan hikmat kepada pemerintah untuk menyelesaikannya satu demi satu.

Doa : Kiranya Allah tetap memberkati dan memberikan kebahagiaan bagi pemerintah, amin

Jumat, 19 September 2025

bahan bacaan : 1 Timotius 2 : 1-4

Mengenai doa jemaat
Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Paulus dalam suratnya kepada Timotius mendorongnya untuk tidak hanya berdoa bagi jemaat Kristen atau bagi orang – orang saleh saja, melainkan berdoa bagi semua orang termasuk para pemimpin. Tujuannya hanya satu agar semua orang dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.  Ini harus senantiasa didaoakan dalam ibadah-ibadah jemaat menjadi doa jemaat yang menopang tugas pemerintah. Nasehat Paulus kepada Timotius ini sekaligus merupakan nasehat bagi kita hari ini. Kita tidak menyangkali bahwa dalam berdoa yang kita doakan lebih banyak tentang apa yang kita sendiri dan orang–orang terdekat butuhkan. Dalam keluarga, jarang kita mendoakan pemerintah. Hanya ketika kita ada dalam persekutuan ibadah di gereja, baru kita mendoakan pemerintah. Firman Tuhan ini mengingatkan kita semua. Dalam setiap doa yang kita sampaikan di keluarga, janganlah lupa mendokan pemerintah. Sama halnya ketika kita ada dalam ibadah jemaat. Doa-doa jemaat bagi pemerintah senantiasa disampaikan. Doa agar Tuhan memakai pemerintah sebagai alat damai sejahtera sehingga kehidupan yang kita jalani selalu damai dan tentram.

Doa : Tuhan tolong pemerintah kami agar kehendakMu yang nyata dalam kerja dan pengabdian mereka, amin

Sabtu, 20 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 2 : 10-11

10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! 11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Berdoa agar Pemerintah Bijaksana

Agar seluruh proses pemerintahan dapat terselenggara dengan baik maka dibutuhkan pemerintah yang bijaksana. Artinya pemerintah tidak lalu harus  memposisikan diri sebagai yang maha tahu atau yang paling berkuasa atas segala sesuatu tetapi pemerintah yang bijaksana dalam pemerintahnya ialah pemerintah yang mau melayani dengan tetap tunduk dan menaklukan segala pemerintahannya di bawah kuasa Tuhan. Pemerintah pun bersedia membuka diri untuk menerima masukan warganya. Lebih dari itu pengajaran   Firman Tuhan akan menuntun pemerintah untuk melakukan apa yang benar dan adil.  Pemazmur dalam nas bacaan hari ini mengngatkan hal itu. sebagai orang-orang yang telah diurapi Tuhan, diyakini dapat menjalankan tugas dengan lebih bijaksana. Karena itu pemazmur menyerukan, bertindaklah bijaksana dan terimalah pengajaran sebelum memutuskan suatu perkara dan bekerja dengan takut Tuhan. Hari ini kita diingatkan agar berdoa bagi pemerintah supaya bertindak bijaksana dan melayani masyarakat dengan takut Tuhan. Hanya dengan begitu, sukacita dapat dinikmati dalam kehidupan bersama.

Doa : HikmatMu Berilah agar pemerintah kami memimpin dengan bijaksana, Amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 07 – 13 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Mingguan : Bangunlah Rumah Bersama yang Saling Melindungi

Minggu, 7 September 2025

bahan bacaan : Bilangan 35 : 9-15

Kota-kota perlindungan
9 TUHAN berfirman kepada Musa: 10 "Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 11 maka haruslah kamu memilih beberapa kota yang menjadi kota-kota perlindungan bagimu, supaya orang pembunuh yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana. 12 Kota-kota itu akan menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut balas, supaya pembunuh jangan mati, sebelum ia dihadapkan kepada rapat umat untuk diadili. 13 Dan kota-kota yang kamu tentukan itu haruslah enam buah kota perlindungan bagimu. 14 Tiga kota harus kamu tentukan di seberang sungai Yordan sini dan tiga kota harus kamu tentukan di tanah Kanaan; semuanya kota-kota perlindungan. 15 Keenam kota itu haruslah menjadi tempat perlindungan bagi orang Israel dan bagi orang asing dan pendatang di tengah-tengahmu, supaya setiap orang yang telah membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana.

Rumah Bersama yang Saling Melindungi

Hari ini kita beryukur dan bersukacita merayakan HUT Kota Ambon. Sebagai warga masyarakat yang baik, dimanapun berada, kita dituntut untuk bisa berperilaku etis Injili. Misalnya dengan menyediakan lingkungan dimana kita tinggal sebagai rumah bersama dimana setiap orang bisa saling melindungi. Tempat berpijak kita menjadi rumah yang menyatakan adanya kesetaraan, belas kasih dan keseimbangan hukum. Teks Bilangan 35 :9-15  mengajak kita untuk menyadari tanggung jawab yang disebutkan di atas. Tuhan diam di tengah-tengah orang Israel, sebab itu umat mesti menjagai kekudusan mereka di hadapan Tuhan. Umat diperintahkan untuk membangun kota-kota perlindungan yang dibangun yakni tiga di seberang sungai Yordan dan tiga di tanah Kanaan. Kota-kota perlindungan tersebut diperuntukan bagi orang Israel, pendatang dan orang asing. Inilah perintah Tuhan sebagai cara membangun kesadaran kita akan pentingnya saling melindungi di antara kita. Di tengah dunia yang penuh dengan berbagai gejolak, kita bisa saja diperhadapkan dengan situasi yang menyenangkan, tetapi juga tidak menutup kemungkinan, bisa juga sebaliknya. Apapun itu, penyertaan dan kehadiran Tuhan mengingatkan kita untuk tetap berperilaku baik kepada semua orang. Siapapun harus tetap bisa kita lindungi.

Doa : Ya Allah, mampunkanlah kami membangun rumah bersama yang saling melindungi, amin

Senin, 8 September 2025

bahan bacaan : Yosua 20 : 1-6

Kota-kota perlindungan
Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: 2 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa, 3 supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dahulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah. 4 Apabila ia melarikan diri ke salah satu kota tadi, maka haruslah ia tinggal berdiri di depan pintu gerbang kota dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka harus menerima dia dalam kota itu dan memberikan tempat kepadanya, dan ia akan diam pada mereka. 5 Apabila penuntut tebusan darah itu mengejar dia, pembunuh itu tidak akan diserahkan mereka ke dalam tangannya, sebab ia telah membunuh sesamanya manusia dengan tidak ada niat lebih dahulu, dan dengan tidak menaruh benci kepadanya lebih dahulu. 6 Ia harus tetap diam di kota itu sampai ia dihadapkan kepada rapat jemaah untuk diadili, sampai imam besar yang ada pada waktu itu mati. Maka barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya, ke kota dari mana ia melarikan diri."

Rumah Bersama Yang Dipenuhi Belas Kasihan Dan Keadilan Hukum

Setiap manusia membutuhkan pengakuan dari sesamanya, entah dalam situasi hidup yang baik misalnya melalui prestasinya, orang tetap mendambakan adanya penghargaan terhadap pencapaiannya; tetapi juga dalam situasi yang sebaliknya yakni hidup yang bermasalah. Sebut saja namanya Andre. Ia menjebak Brury temannya. Brury mengetahuinya dan dengan dipenuhi kemarahan ia mendatangi Andre dalam keadaan mabuk. Karena tidak bisa mengontrol diri, Andre ditikam oleh Brury. Keluarga Andre tidak bisa menerima peristiswa itu. Beramai-ramai mereka berdatangan ke rumah Brury dan memintai pertanggungjawabannya. Namun ternyata Brury dalam kesadaran telah melaporkan diri ke polisi. Ia mengakui segala perbuatannya. Sikap Brury kemudian disambut baik oleh keluarga dan mereka membiarkan proses hukum berlangsung secara tertanggung jawab. Inilah yang disampaikan oleh Yosua 20:1-6.  Kota-kota perlindungan bagi pembunuh yang sebelumnya tiada memiliki niat membunuh harus ada. Ruang hidup bagi mereka harus disediakan sebelum pada akhirnya mereka diperhadapkan pada peradilan. Di dalam hidup yang dijalani, tetap harus ada upaya menghadirkan rumah bersama yang dipenuhi belas kasihan dan keadilan hukum. Kita terpanggil menghadirkan lingkungan yang demikian.

Doa : Tuhan Yesus tolong kami bisa tetap menyatakan belas kasihan dan keadilan hukum, amin

Selasa, 9 September 2025

bahan bacaan : Yosua 20 : 7-9

7 Lalu orang Israel mengkhususkan sebagai kota perlindungan: Kedesh di Galilea, di pegunungan Naftali dan Sikhem, di pegunungan Efraim, dan Kiryat-Arba, itulah Hebron, di pegunungan Yehuda. 8 Dan di seberang sungai Yordan, di sebelah timur Yerikho, mereka menentukan Bezer, di padang gurun, di dataran tinggi, dari suku Ruben; dan Ramot di Gilead dari suku Gad, dan Golan di Basan dari suku Manasye. 9 Itulah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan bagi pendatang-pendatang yang ada di tengah-tengah mereka, supaya setiap orang yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana dan jangan mati dibunuh oleh tangan penuntut tebusan darah, sebelum ia dihadapkan kepada rapat jemaah.

Rumah Bersama bagi Semua

Tuhan selalu mengajarkan kita untuk hidup selalu berbagi. Bila hidup hanya orientasi untuk diri sendiri maka hidup tidak bisa menjadi berkat. Teks Yosua 20:7-9 membahasakannya sebagai kota perlindungan adalah kota yang ditetapkan bagi semua. Tidak ada diskriminasi. Yang ada adalah semua orang mendapatkan perlakuan yang sama yakni yang manusiawi. Dengan kata lain, teks ini mengajarkan kita untuk menghadirkan suatu rumah bersama bagi semua. Kesadaran ini penting untuk kita hidupi sebab sekarang semua orang memiliki kecendrungan menciptakan ruang hanya fokus bagi dirinya sendiri. padahal hidup berbaur dalam komunitas menjadi gaya hidup yang harus dinyatakan oleh setiap orang percaya. Dengan menghadirkan rumah bersama bagi semua, kita akan menciptakan lingkungan dimana kasih dan damai menjadi pengikat relasi. Perlindungan dan kesejahteraan menjadi capaian yang dirasakan secara bersama. Kita bahkan bisa meminimalisir berbagai tindak kejahatan bila kita mampu menghadirkan rumah bersama bagi semua. Siapapun yang mencoba merusak kebersmaan akan berhadapan dengan eratnya tali persekutuan sebab rumah yang didiami bukan hanya sekadar ditinggali sendiri tetapi adalah rumah bersama untuk semua.

Doa : Tuhan Yesus, tolong kami untuk bisa membangun kota perlindugan bagi semua, amin

Rabu, 10 September 2025

bahan bacaan : Yesaya 26 : 1-3

Nyanyian puji-pujian karena kelepasan dan penghakiman yang diberikan Allah
Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng. 2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia! 3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Rumah Bersama penuh Damai Sejahtera

Kita bisa hidup bersama dengan siapa saja. Tetapi salama kehidupan bersama itu tidak diwarnai dengan ketulusan hati maka suasana kebersamaan akan menjadi malapetaka. Belum lagi, bila dalam kebersamaan itu, setiap orang hidup dengan hanya memikirkan kepentinganya masing-masing. Damai sejahtera tidak akan ada di sana. Teks hari ini mengajarkan kepada kita hal yang penting. Kota perlindungan dimulai dari hati yang teguh dan menyatakan damai sejahtera Allah. Inilah yang saksikan oleh bacaan kita.  Kota yang kuat adalah kota yang orang-orangnya memiliki hati yang teguh sebab dijagai oleh damai sejahtera Allah. Kebenaran Firman Tuhan ini memberikan kepada kita kesadaran tentang pentingnya memiliki kelekatan hidup yang intim dengan Tuhan Pemilik kehidupan. Tuhan akan menolong kita memahami bagaimana seharusnya menjalani kehidupan ini. Bukanlah hal yang mustahil, bila kita ada dalam perbedaan, tetapi selama kita bisa tetap mengandalkan Tuhan dengan hati yang tulus, maka perbedaan bukan soal yang harus disingkirkan. Kita akan melihatnya sebagai anugerah untuk memperkaya hidup. Bila kita mengejar target yang menjadi tujuan hidup, bukanlah hal yang mustahil bahwa kita bisa saja melakukan kecerobohan dan kesalahan termasuk menghancurkan hidup sesame. Namun selama hati kita teguh di dalam Tuhan, Tuhan dengan damai sejahtera-Nya akan membuat kita meraih tujuan dan menjadikannya saluran berkat.

Doa:  Tuhan Yesus, tolong agar hati kami teguh dan kami mampu nyatakan shalom, amin.  

Kamis, 11 September 2025

bahan bacaan : Yesaya 26 : 4-6

4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal. 5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu. 6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."

Hati Yang Rendah, Kota Perlindungan Keluarga

Ayat dari Yesaya ini mengingatkan kita bahwa sebagai keluarga, tempat perlindungan yang paling utama bukanlah rumah yang besar atau harta benda yang melimpah, melainkan Tuhan sendiri. Ketika kita bersama-sama belajar untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Nya, seperti gunung batu yang tak tergoyahkan, kita akan menemukan kekuatan di tengah segala tantangan hidup. Nabi Yesaya menggambarkan bagaimana kota yang sombong dan merasa hebat dengan kekuatannya sendiri justru akan jatuh dan diinjak-injak. Sebaliknya, hati yang rendah di hadapan Tuhan menjadi tempat yang aman. Dalam keluarga, ini berarti kita belajar untuk tidak saling meninggikan diri atau merasa paling benar, tetapi saling menghargai, mendengarkan, dan mengakui bahwa kita semua membutuhkan pertolongan Tuhan. Sebagai keluarga Kristen, mari kita jadikan kerendahan hati sebagai landasan utama dalam setiap interaksi kita. Ketika kita belajar untuk saling merendahkan diri, mengampuni, dan melayani satu sama lain dengan tulus, di situlah Tuhan hadir dan memberikan perlindungan yang sejati. Rumah kita akan menjadi “kota perlindungan” yang bukan hanya nyaman secara fisik, tetapi juga aman dan damai secara rohani karena kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita. Mari kita terus belajar untuk bersandar sepenuhnya kepada Tuhan dalam setiap langkah hidup kita sebagai keluarga.

Doa : Tuhan, Engkau Tempat perlindungan kami, amin

Jumat, 12 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 87 : 1-7

Sion, kota Allah
Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: 2 TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. 3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela 4 Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana." 5 Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya. 6 TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela 7 Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

 Kasih Setia Allah, Perlindungan Keluarga

Mazmur ini melukiskan Sion, kota Allah, sebagai tempat yang istimewa karena didirikan oleh Tuhan sendiri di atas gunung-gunung kudus. Lebih dari sekadar bangunan fisik, Sion adalah gambaran kehadiran Allah yang nyata dengan segala kasih setia-Nya. Bagi keluarga Kristen, kita pun dipanggil untuk membangun “Sion” di tengah-tengah rumah kita. Bukan berarti kita harus memiliki bangunan megah, tetapi lebih kepada menciptakan suasana di mana kasih setia Allah terasa begitu kuat. Ketika setiap anggota keluarga saling mengasihi, mendukung, dan mengampuni, di situlah kehadiran Allah bersemi dan menjadikan rumah kita sebagai tempat perlindungan yang sejati.Kehadiran Allah dalam keluarga kita bukan hanya terasa dalam saat-saat indah, tetapi juga menjadi kekuatan di kala sulit. Seperti Sion yang menjadi kebanggaan bangsa-bangsa, demikianlah seharusnya keluarga Kristen menjadi kesaksian kasih Allah bagi dunia di sekitarnya. Ketika kita hidup dalam kasih setia Allah, keluarga kita akan menjadi tempat di mana setiap anggota merasa diterima, aman, dan dikuatkan. Mari kita terus membangun “kota perlindungan” di rumah kita, di mana kasih setia Allah menjadi fondasi dan atmosfer yang senantiasa kita rasakan bersama.

Doa : Ya Allah, hadirlah selalu dalam keluarga kami, amin

Sabtu, 13 September 2025

bahan bacaan : Amsal 11 : 11

11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Jujur Membangun, Berkat Melimpah

Amsal ini memberikan kita gambaran yang jelas tentang bagaimana sebuah kota dapat berdiri tegak dan diberkati. Bukan karena kekuatan militer atau kekayaan materi, melainkan karena kejujuran dan keadilan yang ditegakkan di dalamnya. Sebaliknya, kefasikan dan kejahatan akan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks keluarga, prinsip ini sangat relevan. Rumah kita adalah “kota” kecil di mana setiap tindakan dan perkataan kita saling memengaruhi. Ketika kejujuran menjadi landasan komunikasi dan setiap anggota keluarga berusaha menjauhi segala bentuk kecurangan dan kebohongan, maka berkat Tuhan akan melimpah di rumah tersebut.

Kejujuran menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan adalah fondasi yang kokoh bagi sebuah keluarga. Ketika kita saling jujur, kita membangun rasa aman dan nyaman satu sama lain. Menjauhi kefasikan berarti kita menghindari segala tindakan yang merugikan, baik secara materi maupun emosional, di dalam keluarga. Dengan demikian, rumah kita akan menjadi tempat perlindungan yang diberkati, bukan hanya karena terhindar dari masalah eksternal, tetapi juga karena harmoni dan kasih yang terpancar dari setiap hati yang jujur dan tulus. Mari kita jadikan kejujuran dan kebenaran sebagai pilar utama dalam membangun “kota perlindungan” keluarga kita.

Doa : jadikan kami Keluarga yang jujur ya Tuhan, amin

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 31 Agustus – 06 September 2025

Tema Bulanan : Gereja Yang Berbuah: Menghadirkan Tanda-Tanda Kerajaan Allah

Tema Minggu : Memperkuat Keluarga, Mengokohkan Bangsa.

Minggu, 31 Agustus 2025

bahan bacaan : Kolose 3 : 18 – 25 & 4 : 1 – 6  

Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga
18 Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. 19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. 20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. 22 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. 23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 25 Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga. 2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. 3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. 4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. 5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Kehangatan Keluarga yang Diberkati Tuhan

Bacaan ini sering kita dengar dalam Ibadah Pemberkatan Nikah atau perayaan hari ulang tahun pernikah keluarga Kristen. Bacaan yang menjelaskan tentang peran anggota-anggota keluarga. Semua anggota keluarga memiliki tugas dan setiap tugas saling melengkapi satu dan yang lain. Peran suami dan istri yang mesti selalu menumbuhkan cinta kasih di dalam keluarga, peran orang tua dan anak yang mesti saling menghormati dan menghargai. Peran tuan dan hamba yang mesti saling menjaga. Sadarkah kita bahwa zaman sekarang nilai kekeluargaan tergeser karena kecanggihan Teknologi. Suami istri tidak lagi saling menatap namun lebih sering menatap HP masing-masing, tangan pun tidak saling merangkul sebab lebih nyaman menggenggam gadget, komunikasi semakin berkurang. Rumah yang ditempati pun tidak lagi hangat dan berisik dengan tawa keluarga. Meja makan sebagai tempat untuk saling menasihati, saling berbagi dan saling mencurahkan rasa kini sepi dan tidak lagi difungsikan. Realitas ini merupakan tantangn bagi keluarga-keluarga. Mari, hidupkan kembali iklim keluarga Kristen yang saling mengasihi dan menghormati, sebab keluarga adalah tempat pulang yang paling nyaman dan diatas semuanya ialah Kasih Tuhan ada tinggal menetap didalamnya.

Doa: Tuhan, biarlah cinta kasihMu hidup di dalam keluarga kami.  Amin. 

Senin, 01 September 2025

bahan bacaan : Mazmur 92 : 13-16

12 (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 13 (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. 14 (92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 15 (92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Jangan Berhenti Berbuah

Menjadi pribadi, keluarga bahkan persekutuan yang hidup benar di hadapan Tuhan merupakan suatu keharusan sebagai orang percaya. Kendatipun sadar akan hal dimaksud, namun seringkali terabaikan karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Itu sebabnya ada sekian banyak orang percaya yang hidupnya bertolak belakang dengan kehendak Tuhan. Terkait dengan hidup yang demikian, maka hidup hanya dilihat sebagai sesuatu yang sekedar dijalani saja tanpa ada pemaknaan yang berarti. Padahal hidup yang dikehendaki Tuhan yaitu hidup yang terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Agar tetap bertumbuh dan berbuah, maka kita berkewajiban untuk terus melakukan kehendak-Nya.  Inilah juga yang dimaksudkan pemazmur dalam bacaan kita hari ini. Bagi pemazmur hanya orang benar yang akan bertunas dan bertumbuh subur seperti pohon kurma dan pohon aras (ay. 13). Karenanya hidup benar tidak dapat diabaikan melainkan menjadi prinsip hidup yang terus dinyatakan dari waktu ke waktu. Sebab hanya dengan begitu, kita akan terus berbuah sekalipun berada di usia yang sudah lanjut. Buah yang dihasilkan akan mununjukkan siapa kita sesungguhnya karena akan nampak dari sikap, perkataan maupun perbuatan kita. Dengan demikian jangan berhenti menghasilkan buah yang menunjukkan bahwa kita adalah orang benar. Sebab hanya orang benarlah yang dapat berbuah sampai tua.

Doa: Pimpinlah Kami Tuhan, agar mengikuti kehendak-Mu dan terus berbuah. Amin.

Selasa, 02 September 2025

bahan bacaan : Yosua 24 : 14-15

14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. 15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"

Beribadah Kepada Tuhan Dengan Tulus dan Setia

Jika merenungkan kembali seluruh proses hidup yang telah dijalani, bukankah kita akan bersyukur kepada Tuhan? Disampaikan demikian sebab seluruh perjalanan hidup dengan berbagai dinamikanya dapat kita lalui hanya karena campur tangan-Nya.  Pertanyaannya, apa yang mesti kita lakukan meresponi kebaikan-Nya yang selama ini dialami? Ketika berbicara kepada seluruh bangsa Israel, Yosua mengingatkan tentang segala kebaikan Tuhan yang telah dinyatakan bagi mereka. Terhadap hal tersebut ia menyampaikan agar bangsa itu harus meresponinya dengan hidup yang takut Tuhan dan beribadah Pada-Nya dengan tulus dan setia. Selanjutnya ia memberikan ketegasan bahwa sekalipun bangsa itu memilih untuk beribadah kepada ilah lain, tetapi ia dan seisi rumahnya akan tetap beribadah kepada Tuhan. Keputusannya itu merupakan cerminan kehidupan yang patut diteladani oleh orang percaya masa kini. Sebab sebagai pemimpin bangsa Israel dan keluarga, ia tetap melakukan yang benar bagi Tuhan. Apakah hal yang demikian sudah diterapkan dalam kehidupan keluarga kita masing-masing? Melalui firman Tuhan saat ini kita diingatkan baik secara pribadi maupun keluarga, kepada siapa kita harus beribadah. Oleh sebab itu peranan sebagai orang tua maupun anggota keluarga yang lain, harus difungsikan dengan baik. Kendatipun ada banyak persoalan dan tantangan kehidupan, namun kebaikan Tuhan masih kita alami dan rasakan sampai detik ini. Sadar akan hal itu maka yang harus dilakukan sebagai keluarga kristen dalam menjalani hari-hari hidup yaitu takut akan Tuhan, serta senantiasa beribadah kepada-Nya dengan tulus dan setia.

Doa: Hanya kepadaMu Tuhan, keluarga kami datang beribadah dengan tulus dan setia.  Amin

Rabu, 03 September 2025

bahan bacaan : Amsal 31 : 1-9

Amsal-amsal untuk Lemuel dari ibunya
Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya. 2 Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku? 3 Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja. 4 Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, 5 jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. 6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati. 7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya. 8 Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. 9 Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka.

Pengajaran Yang Benar Menuntun Hidup

Semua orang tua selalu berharap hal terbaik bagi anak-anaknya dimasa kini maupun masa depan mereka. Karena itu ada banyak hal yang terus menjadi perhatian dan dilakukan untuk menunjang kebutuhan anak. Misalnya: mencukupi makan dan pakai, memberikan kesempatan belajar di bangku pendidikan dan yang lainnya. Kendatipun semua ini dipenuhi, namun tanggung jawab mengajarkan dalam bentuk wejangan atau nasihat harus dilakukan sejak dini dalam keluarga. Hal yang demikian juga ditemui pada bagian bacaan kita saat ini. Perkataan yang disampaikan Lemuel raja Masa merupakan pengajaran yang mula-mula diajarkan oleh ibunya. Semua pengajran yang baik dan benar ini akan menolong raja Lemuel tentang bagaimana seharusnya bersikap dan bertindak serta dapat dengan baik dan benar dalam pengambilan keputusan. Bukankah hal yang sama pula dibutuhkan oleh anak-anak kita? Sadar akan hal itu, maka tanggung jawab sebagai orang tua untuk terus mengajar dan menasihati anak-anak sangat penting diterapkan. Sebab berbagai nasihat dan pengajaran yang benar dari orang tua akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dikemudian hari. Atas dasar itulah sebagai orang tua kita diingatkan agar terus menjalankan tugas kita dengan penuh tanggung jawab. Percayalah semua hal baik dan benar yang kita taburkan bagi anak-anak, akan memberi hasil yang baik dan benar.

Doa: Biarlah kami dimampukan Tuhan untuk terus menyampaikan pengajaran yang benar.  Amin

Kamis, 04 September 2025

bahan bacaan : Amsal 1 : 20-33

Nasihat hikmat
20 Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, 21 di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. 22 "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? 23 Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu. 24 Oleh karena kamu menolak ketika aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika aku mengulurkan tanganku, 25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku, 26 maka aku juga akan menertawakan celakamu; aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, 27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. 28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku. 29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, 30 tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku, 31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. 33 Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka."

 Dengarkanlah Teguran Hikmat

Sesuatu yang bertolak belakang dengan kehendak Allah, tentu saja pernah kita lakukan. Hal ini dapat terjadi baik disengaja ataupun sebaliknya lewat sikap, tutur kata maupun perbuatan. Terhadap itu, nasihat hikmat terus diberikan agar kita lebih memahami dan mampu membedakan antara yang benar dan salah. Nasihat hikmat juga bertujuan mengarahkan agar yang mendengarkan dapat memperbaiki kekeliruan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Terkait hal dimaksud penulis mengungkapkan bahwa hikmat selalu berseru, memperdengarkan suaranya dan mengucapkan kata-katanya (ay. 20-21). Itu berarti semua orang dapat mendengarkannya. Selanjutnya keputusan memilih untuk menerima dan memperhatikan teguran hikmat atau justru menolak dan mengabaikannya, tergantung tiap-tiap orang. Sebab apapun yang menjadi pilihan kita berdampak pada apa yang akan didapatkan kemudian. Jika menolak peringatan dan nasihat hikmat, maka kehancuran dan kebinasaan yang akan didapatkan (ay. 31-32). Sebaliknya jika menerima nasihat dan teguran hikmat, maka akan tinggal dengan aman dari kengerian malapetaka. Pertanyaannya, apakah kita akan menolak dan mengabaikan nasihat hikmat dan terus terlena serta tetap melakukan kesalahan? Ataukah kita menerima teguran hikmat kemudian memperbaiki kesalahan serta hidup benar dihadapan Tuhan? Dengarkanlah teguran dan nasihat hikmat yang kita dengarkan baik dari dalam keluarga, lingkungan masyarakat maupun dalam ruang lingkup bergereja. Dengan mendengar teguran, hikmat hidup kita senantiasa dibaharui dan diberikan pemahaman untuk menjalani hari-hari hidup selanjutnya.

Doa: Roh Kudus tuntunlah kami agar menerima dan mendengar  teguran hikmat. Amin.

Jumat, 05 September 2025

bahan bacaan : Matius 19 : 1-12

Perceraian
Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan. 2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana. 3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?" 4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?" 8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah." 10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin." 11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. 12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Menjaga Keutuhan Keluarga

Membuat keputusan dan berkomitmen untuk bersatu dalam ikatan pernikahan serta menjalani hidup bersama, tentu saja di pandang baik. Namun sangat disayangkan, tidak semua pasangan suami istri mampu bertahan pada keputusan dan komitmen awal yang telah disepakati. Hal ini dapat disebabkan karena berbagai faktor yang mengakibatkan hilang keharmonisan, rusaknya rumah tangga dan yang paling fatal yaitu terjadinya perceraian. Kondisi yang demikian juga tidak jarang dialami oleh kehidupan keluarga-keluarga kristen. Ini marak terjadi, meskipun sesungguhnya mereka memahami bahwa apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Itu berarti perceraian merupakan salah satu keputusan manusia yang di tentang oleh Allah. Dengan demikian berusaha menjaga keutuhan keluarga mesti terus dipertahankan. Bagaimana caranya? Pasangan suami istri seharusnya berkomitmen untuk saling mencintai dengan tulus, tetap setia, saling menghormati dll. Semuanya tidak sulit untuk dilakukan bila masing-masing orang hidup takut akan Tuhan. Itu sebabnya, keluarga kristen tidak boleh membuka cela dan memberi ruang bagi semua hal yang bertolak belakang dengan kehendak Allah. Karena percaraian tidak hanya berdampak bagi pasangan suami istri saja tetapi juga bagi anak-anak mereka, maka jadilah keluarga kristen yang selalu menjaga keutuhan rumah tangga.

Doa: Mampukan kami Tuhan untuk selalu menjaga keutuhan keluarga. Amin.

Sabtu, 06 September 2025 (Dirgahayu ke 80 GPM)

bahan bacaan : Markus 4 : 1-9

Perumpamaan tentang seorang penabur
Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 2 Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: 3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." 9 Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Semua Karena Kasih Tuhan (Selamat Merayakan HUT ke-90 GPM)

Tema HUT GPM tahun 2025 adalah Gereja yang menabur, bertumbuh dan berbuah karena kasih Tuhan.  Tema ini mendasari syukur GPM yang ke 90. Melaluinya tergambar komitmen terkait sikap autokritik gereja. Usia yang hampir mendekati satu abad, mestinya membuat GPM menjadi gereja yang tetap menyadari eksistensi dirinya sebagai saluran syalom Allah. GPM terpanggil menyuarakan suara Allah dan menyalurkan damai sejahtera-Nya. Umat dan pelayan harus menghadirkan kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah. Inilah yang dinyatakan dalam teks Markus 4:1-9. Tuhan Yesus memberikan pengajaran dalam bentuk perumpaan tentang bagaimana kehidupan gereja yang seharusnya. Penabur menaburkan benih namun keberadaan benih yang jatuh di pinggir jalan, batu-batu dan semak duri tidak bertumbuh dan berbuah pada akhirnya. Kondisi mana yang berbeda dengan benih yang jatuh di tanah yang baik. Melaluinya eksistensi gereja sebagai tempat jatuhnya benih dipertanyakan. Apakah GPM tetap bertumbuh dan berbuah? Apakah yang menjadi indikatornya? Yang pasti selama Injil diberitakan, bila kita tetap berakar pada Kristus Sang Kepala Gereja, kita akan bertumbuh dan saatnya kita akan berbuah dalam kemurahan Tuhan.

Doa:  ya Allah, mampukan kami tetap menabur, bertumbuh dan berbuah, Amin

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS DAN SEPTEMBER 2025, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 24 – 30 Agustus 2025

Tema Bulanan : Gereja yang Berbuah : Mengisi Kemerdekaan

Tema Mingguan : Merdeka untuk Membangun Demokrasi Yang Bertanggungjawab

Minggu, 24 Agustus 2025

bahan bacaan : Kisah Para Rasul 4 : 1 – 22

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. 4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. 5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" 8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 11 Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. 12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." 13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, 16 dan berkata: "Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. 17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapapun dalam nama itu." 18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." 21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. 22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Merdeka untuk Membangun Demokrasi yang Bertanggungjawab

Demokrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat di depan umum. Karena itu, salah satu hal yang harus dimiliki oleh orang-orang yang menganut paham demokrasi adalah keberanian berbicara menyampaikan pendapat. Itu berarti tidak boleh takut kepada siapa pun, termasuk pemimpin, juga tidak boleh takut dihukum atau dipenjara karena penyampaian pendapat yang berbeda dengan kebijakan atau keinginan penguasa/pemimpin. Teks Alkitab hari ini berisikan keberanian dua murid Yesus, Petrus dan Yohanes yang berani bersaksi menyampaikan pendapat dan berbicara di depan Mahkamah Agama saat sidang. Dalam sidang tersebut kedua murid Yesus ini disuruh untuk tidak boleh berbicara dan mengajar lagi dengan menggunakan nama Yesus. Namun, Petrus dan Yohanes menolaknya, sebab bagi mereka apa yang disampaikan adalah sebuah kebenaran, dan semua yang dilakukan adalah untuk kebaikan banyak orang. Mereka berani menolak permintaan pemimpin sidang, dan lebih tunduk serta taat kepada Allah.Firman Tuhan  hari ini  mengingatkan kita untuk tidak takut menyampaikan suara kebenaran. Kita punya hak untuk menyampaikan pikiran dan pendapat. Lakukanlah itu dengan sopan dan beretika serta penuh rasa tanggungjawab. Teruslah berkata dan bertindak yang baik dan benar kepada siapa pun demi kebaikan hidup bersama.

Doa: Tuhan, berikanlah keberanian kepada kami untuk menyampaikan kebenaran.  Amin. 

Senin, 25 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal 16 : 9 – 15

9 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya. 10 Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah. 11 Timbangan dan neraca yang betul adalah kepunyaan TUHAN, segala batu timbangan di dalam pundi-pundi adalah buatan-Nya. 12 Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran. 13 Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya. 14 Kegeraman raja adalah bentara maut, tetapi orang bijak memadamkannya. 15 Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.

Berpikir Postif dan Berkata Benar

Setiap orang, termasuk raja atau pemimpin dalam hidupnya harus selalu berpikir dan berbicara segala hal yang baik untuk dirinya, maupun untuk orang lain. Karena itu, dalam diri seseorang harus terbiasa berpikir positif, supaya bisa berkata yang baik atau yang positif juga kepada orang lain. Bagi Salomo, sebagaimana terbaca pada teks hari ini, berpikir positif akan membuat Tuhan turut terlibat untuk menentukan arah langkahnya (ay.9), sedangkan orang yang berbicara baik adalah mereka yang selalu berbicara jujur (bd.ay.13). Bagi Salomo, ini penting untuk setiap orang yang berjuang menjalani hidup agar lebih baik, apalagi seorang pemimpin dalam memimpin anggotanya. Jadi, kejernihan berpikir berimplikasi pada campur tangan Tuhan menuntun arah langkah hidup maupun berbicara kepada siapa pun juga. Karena itu, pesan nas bacaan ini bagi kita yaitulah jangan pernah berpikir negatif tentang orang lain, apalagi berkata yang tidak benar, menuduhkan sesuatu yang belum tentu terbukti kebenarannya. Mari selalu berpikir positif dan berkata yang benar supaya kata-kata yang dikeluarkan melalui bibir mulut kita diberkati dan bermanfaat bagi orang yang mendengarnya.

Doa: Tuhan, kuasailah pikiran kami agar selalu berpikir postif tentang orang lain,  Amin. 

Selasa, 26 Agustus 2025

bahan bacaan : I Petrus 2 : 11 – 15 

Peringatan untuk hidup sebagai hamba Allah
11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. 12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. 13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, 14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik. 15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.

Hati sebagai Hamba

Pemerintah adalah wakil Allah di dunia”, Kalimat ini tidak asing lagi di telinga kita. Maknanya ialah mereka yang dipercayakan untuk bekerja dalam pemerintahan baik di aras Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif adalah orang-orang pilihan, yang mesti melakukan kehendak Allah.Hal itu nampak dalam kerja-kerja pemerintah yang mendatangkan ketentraman dan kesejahteraan atas dasar keadilan dan kebenaran. Peringatan yang disampaikan Petrus untuk mengerjakan keselamatan Allah sebagai pemegang kekuasaan yang harus berbuat baik patut untuk diperhatikan. Tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk menyelubungi kejahatan. Namun peringatan yang sama disampaikan pula kepada semua orang agar hidup sebagai orang merdeka. Menghormati dan mengasihi semua orang. memiliki hati sebagai hamba untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan takut akan Tuhan. Pemerintah dengan banyak kebijakan dan aturan-aturan yang baru, membawa perubahan yang mesti kita sesuaikan dengan pola hidup dan kerja yang mungkin telah menjadi kebiasaan. Perubahan itu pastinya bertujuan baik. Pada akhirnya kita harus mengakui bahwa Allah Kehidupan yang menganugerahkan tugas dan tanggung jawab bagi kita dalam bentuk apapun, jika dilakukan dengan takut akan Tuhan dan jujur maka akan mendatangkan berkat serta sukacita. Tetap merendah dan milikilah hati sebagai hamba.

Doa: Ajari kami Tuhan, untuk menjadi Hamba yang setia.  Amin. 

Rabu, 27 Agustus 2025

bahan bacaan : Galatia 5 : 13 – 15

13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Tuhan Yesus Mengasihi tanpa Syarat

Merdeka dari dosa merupakan dambaan semua manusia di dunia ini. Orang-orang percaya telah dimerdekakan oleh Allah dari perbudakan dosa melalui pengorbanan Tuhan Yesus. Bacaan hari ini mau mengingatkan untuk selalu bersyukur atas karya   keselamatan Allah. Wujud syukur itu haruslah nampak dalam kehidupan yang saling mengasihi antar sesama. “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” kalimat ini mesti menjadi pedoman untuk hidup berdampingan sebagai sesama manusia, saling mengingatkan agar tidak jatuh dalam dosa, sebab jika tidak demikian maka kemerdekaan yang telah diperoleh tidak akan mendatangakan kesejahteraan melainkan kebinasaan. Mengasihi harus dimulai dari keluarga. Suami dan istri saling jujur, tidak saling mengkhianati, saling mendukung dan menopang. Orang tua dan anak harus memiliki waktu berkualitas untuk saling berkomunikasi dan terbuka. Adik dan kakak harus saling menyayangi dan menghargai. Dalam lingkup jemaat dan masyarakat, hidup saling mengasihi harus melampaui banyak perbedaan dan banyak sekat. Mengasihi tidaklah bersyarat, sebab Tuhan pun mengasihi dan memerdekakan kita karena Kasih-Nya yang tak bersyarat.

Doa: Tolong kami menjalani kemerdekaan dengan hidup dalam kasih,  Amin

Kamis, 28 Agustus 2025

bahan bacaan : Keluaran  18 : 13 – 23

Pengangkatan hakim-hakim
13 Keesokan harinya duduklah Musa mengadili di antara bangsa itu; dan bangsa itu berdiri di depan Musa, dari pagi sampai petang. 14 Ketika mertua Musa melihat segala yang dilakukannya kepada bangsa itu, berkatalah ia: "Apakah ini yang kaulakukan kepada bangsa itu? Mengapakah engkau seorang diri saja yang duduk, sedang seluruh bangsa itu berdiri di depanmu dari pagi sampai petang?" 15 Kata Musa kepada mertuanya itu: "Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah. 16 Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah." 17 Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu. 18 Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja. 19 Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah. 20 Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan. 21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. 22 Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya. 23 Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya."

Hikmat Allah Menyelesaikan Perkara

Sosok mertua Musa digambarkan dalam bacaan kita sebagai sosok yang bijaksana dan penuh dengan Hikmat Allah. Ketika musa diperhadapkan dengan berbagai persoalan dan perkara bangsa Israel yang mesti diselesaikan, Yitro dengan bijaksana memberi solusi yang sungguh membantu Musa. Pada akhirnya, Musa dapat mengendalikan tugasnya dengan bantuan orang-orang yang dipandangnya mampu menyelesaikan setiap perkara bangsa itu. Bacaan hari ini mengajarkan kita beberapa hal, yakni; Pertama, bahwa keputusan sebagai seorang pemimpin tidaklah mudah, karena itu selain membutuhkan saran atau nasihat orang lain mesti juga membutuhkan Hikmat Allah. Hikmat Allah ada pada diri Yitro dan kemudian ia menyampaikannya kepada Musa ketika harus menyelesaikan banyak perkara. Setiap perkara memiliki keunikan dan cara penyelesaiannya berbeda-beda. Ada perkara kecil dan ada pula perkara besar. tetapi dalam segala perkara kita membutuhkan kekuatan dari Tuhan untuk menyelesaikannya. Kedua, sebagai pemimpin kita pun tidak dapat melakukan segala sesuatu seorang diri, oleh karenanya orang lain diperlukan untuk membantu kita menjalankan tugas yang kita kerjakan. Janganlah merasa angkuh dan sombong, jangan mengandalkan kekuatan sendiri dan menganggap diri mampu tanpa bantuan orang lain, sebab sejatinya sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan manusia lain pula. Mari terus membangun relasi yang baik.

Doa: hikmatMu  Tuhan kami perlu untuk menyelesaikan segala perkara kehidupan ini.  Amin. 

Jumat, 29 Agustus 2025

bahan bacaan : Amsal  15 : 22

22 Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Kehendak Tuhan yang Memberkati

Manusia punya rencana, Tuhan punya kehendak. Kalimat bijak ini memiliki makna yang mendalam dan memberi kesan berarti bagi hidup orang percaya. Ya! Manusia memang memiliki rencana: baik itu rencana pekerjaan, rencana jodoh, rencana perjalanan, rencana hari tua, dan sebagainya, namun semua rencana itu jika tidak dikehendaki Tuhan maka akan sia-sia. Pada titik ini kita harus mengakui bahwa sungguh Tuhanlah yang berkehendak. Oleh sebab itu, kita selalu diingatkan agar menaruh pengharapan sungguh kepada Tuhan Allah atas setiap gumulan hidup kita. Nas bacaan Amsal 15:22 memperlihatkan bagaimana hasil yang diperoleh manusia jika semua rencananya tidak melalui pertimbangan yang matang, tidak memberi ruang menerima saran apalagi tidak mengandalkan Tuhan. Kegagalan manusia yang mendasar atas perencanaan gumulannya ialah kesombongan dan keangkuhan. Ketika sudah ada pada puncak kejayaan seringkali manusia lupa mengandalkan Tuhan. Nasihat dari sesama pun diabaikan. Akhirnya, jika gagal dan hancur lalu mulai menyalahkan Tuhan, menyalahkan keadaan dan orang sekitar. Firman ini mengingatkan agar tidak angkuh, terbuka bagi pikiran yang positif dan membangun dan jangan gegabah mengambil keputusan. Sertakan Tuhan dalam setiap perencanaan, niscaya pasti mendatangkan kebaikan.

Doa: Rencana kami sekeluarga ditaruh hanya ke dalam tanganMu Tuhan,  Amin.

Sabtu, 30 Agustus 2025

bahan bacaan : Mazmur 1 : 1 – 6

Jalan orang benar dan jalan orang fasik
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 6 sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Jalan Hidup Orang Benar Diterangi Kemuliaan Tuhan

Ada dua jalan kehidupan yang selalu dijumpai manusia. Jalan yang benar dan jalan yang tidak benar. Pemazmur mengawali bacaan ini dengan menegaskan konsekuensi memilih jalan yang benar dan yang tidak benar. Jelas bahwa ketika memilih jalan yang benar maka kita menjadi orang benar dan kesukaan kita pada taurat atau Firman Tuhan yang akan mengantar kita pada keberhasilan dan sukacita. Sedangkan jalan yang tidak benar membuat kita menjadi orang fasik dan dihentar pada kebinasaan. Setiap pilihan pasti memiliki konsekuensi. Bacaan hari ini menuntut kita untuk memilih, ingin menjadi orang benar atau orang fasik? Kita telah mengetahui hasilnya pada tiap pilihan dan oleh karenanya bawalah diri kita menjadi orang-orang yang benar agar sukacita dan keberhasilan menjadi bagian dalam kehidupan kita. Orang tua sedari dini  akan mengajarkan anak-anak untuk menjadi orang benar, dimulai dari hidup Takut Tuhan, rajin berdoa, rajin beribadah, patuh kepada orang tua, jujur, mengasihi sesama, dll. Percayalah bahwa hal-hal sederhana itu akan membuahkan hasil yang luar biasa, ketika anak-anak bertumbuh dewasa mereka akan sangat peka dengan keadaan sekitar dan mengusahakan untuk hidup sebagai orang yang benar. Semoga bulan keluarga GPM tahun ini menuntun kita untuk menjadi keluarga-keluarga Kristen yang berjalan di jalan yang benar.

Doa: Ya Tuhan, kiranya kami dapat terus di jalan-jalan orang benar  Amin. 

*SUMBER : SHK BULAN AGUSTUS 2025, LPJ-GPM