Santapan Harian Keluarga, 29 Des 2024 – 04 Jan 2025

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Bersyukurlah dan Berserah kepada Tuhan Pemelihara Kehidupan

Minggu, 29 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 111 : 1 – 10

Kebajikan Allah
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. 2 Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. 3 Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. 4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. 6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa. 7 Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, 8 kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran. 9 Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. 10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.

Bersyukurlah atas kebaikan Tuhan.

Tanpa terasa klta sudah berada di minggu terakhir atau minggu ke 52 dari tahun yang akan kita tinggalkan; 2024. Kita bersyukur dan memuliakan serta mengagungkan kebesaran kuasa Allah dalam cinta kasih Kristus dan Roh Kudus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati perjalanan hidup kita, mulai dari minggu pertama sampai terakhir di tahun 2024 ini, Dalam semua dinamika yang menjadi realitas hidup, kita harus mengakui bahwa kebajikan atau kebalkan Tuhan tidak pernah berubah. Kebaikan Tuhan sesungguhnya tidak berkurang ataupun surut, sekalipun kita tidak setia dan taat kepada Tuhan. Untuk itu, sebagai keluarga yang percaya pada kebesaran dan kasih Allah, kita patut memuji, memuliakan dan memasyurkan namaNya; Allah didalam Kristus, dengan selalu mengucap syukur yang tiada habisnya. Sebab siapakah kita; manusia yang hina dan berdosa ini? Kasih dan kemurahan Tuhan yang telah melayakkan kita sekeluarga untuk menikmati pemeliharaan dan seluruh kebaikanNya hingga hari ini.

doa : Terima kasih ya TUhan, untuk pemeliharaan dan kebaikanMu. Amin.

Senin, 30 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 112 : 1-10

Bahagia orang benar
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. 2 Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. 3 Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. 4 Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. 5 Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. 6 Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 7 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya. 9 Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan. 10 Orang fasik melihatnya, lalu sakit hati, ia menggertakkan giginya, lalu hancur; keinginan orang fasik akan menuju kebinasaan.

Takut akan Tuhan adalah sumber kebahagiaan.

Masing-masing orang mengukur kebahagiaannya dan setiap orang memiliki ukuran kebahagian yang berbeda-beda. Ada yang bahagia karena mempunyai uang yang banyak, harta yang melimpah, mempunyai kuasa dan jabatan. Ada juga yang bahagia saat anak-anak sudah mendapat pekerjaan. Hal tersebut wajar saja. Menarik untuk kita renungkan melalui firman Tuhan saat ini,Pemazmur menyatakan berbahagialah orang yang takut akan Tuhan. Takut Tuhan adalah pokok kebahagian bagi semua orang percaya. Kondisi yang baik atau pun buruk tak akan mengurangi kebahagiaan seseorang.la akan tetap berdiri teguh dan kokoh dalam segala situasi maupun kondisi sebab takut akan Tuhan menjadi kekuatan bagi orang yang selalu berbahagia. Takut Tuhan berarti mengagumi,mengagungkan dan memuliakan Tuhan dalam seluruh hidup orang beriman. Kata-kata dan sikap serta perilakunya selalu setia dan taat kepada perintah dan kehendak Tuhan. Demikianlah sebagai keluarga, kebahagiaan yang sejati akan kita peroleh,dengan hidup takut akan Tuhan.

doa : Tuntun kami Tuhan agar hidup takut kepada Tuhan, supaya kehidupan kami selalu bahagia. Amin.

Selasa, 31 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 115 : 1-18

Kemuliaan hanya bagi Allah
Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! 2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: "Di mana Allah mereka?" 3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! 4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, 5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, 6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, 7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. 8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. 9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. 14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. 16 Langit itu langit kepunyaan TUHAN, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia. 17 Bukan orang-orang mati akan memuji-muji TUHAN, dan bukan semua orang yang turun ke tempat sunyi, 18 tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, sekarang ini dan sampai selama-lamanya. Haleluya!

Terima kasih atas tuntunan dan penyertaan Tuhan.

Puji Tuhan! Kita semua telah tiba di har terakhir, hari yang ke 365 di tahun 2024dengan selamat. Tidak ada yang dapat diungkapkan selain ucapan syukur atas kemurahan dan kebaikan Tuhan Allah Sang Pencipta serta Pemelihara kehidupan semua makhluk di alam semesta ini terkhusus umat manusia. Pemazmur menyaksikan kebesaran kuasa Tuhan yang tiada tertandingi oleh kuasa dan kekuatan apapun dunia ini.Ketika kita disini sampai di waktu terakhir penghujung tahun ini, kita mungkin akan bertanya siapakah kita sehingga patut memperoleh segala kebaikan Tuhan? Kita adalah manusia yang penuh dengan segala kelemahan, keterbatasan oleh karena keberdosaan kita. Tidak ada sesuatupun yang dapat kita banggakan dan andaikan,saat kita merenung sejenak di penghujung akhir tahun ini. Kita hanya dapat mengatakan dengan hati yang bersyukur bahwa kasih sayang Tuhan sungguh tak terbatas.Bahkan,dengan cucuran air mata yang menetes karena berat pergumulan hidup yang terus menantang,kita hanya dapat mengatakan bahwa Tuhan sungguh baik. Kita tidak sendiri,sekalipun tertatih-tatih melangkah, suara Tuhan merdu terdengar:anakKu, AKU mengasihimu. AKU tidak akan meninggalkanmu, AKU selalu ada dan tetap ada untuk menemani, menuntun, menyertai dan memberkatimu sampai selama-lamanya.

doa : Terima kasih ya Tuhan atas penyertaan dan tuntunanMu sehingga kami boleh tiba dipenghujung tahun ini. Amin.

Rabu, 1 Januari 2025

bahan bacaan : Titus 2 : 11 – 15

Kasih karunia Allah menyelamatkan semua manusia

11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini 13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, 14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik. 15 Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.

Kasih Karunia Allah Menyelamatkan Kita
Selamat berjumpa dalam kasih Tuhan!. Mari sambut tahun baru dengan syukur dan sukacita karena kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berkarya dan beriman kepada Tuhan. Kesempatan itu diberikan secara cuma-cuma oleh Allah melalui kasih karunia-Nya yang menyelamatkan. Kasih Karunia Allah itu pula yang membebaskan manusia dari kejahatan, sehingga tidak ada cara lain untuk menusia meresponi karya keselamatan itu selain dengan melakukan kebaikan-kebaikan di dalam dunia ini. Hal ini yang diingatkan Rasul Paulus dalam bacaan hari ini. Allah telah berkarya menyelamatkan manusia, dan mendidik setiap orang agar meninggalkan kefasikan dan segala keinginan duniawi yang jahat, karena itu akan membuat kita jauh dari Allah. Sebab itu, Rasul Paulus menasehati, selagi masih ada di dunia ini, hiduplah bijaksana, adil, dan beribadah sambil terus menantikan hari kedatangan Yesus Kristus kembali. Nasehat berharga ini disampaikan kepada Titus dan tentunya kepada kita semua di awal tahun baru ini, agar bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan. Anugerah keselamatan itu bukanlah supaya kita hidup sembarangan tanpa tujuan, tetapi supaya kita menjadi umat milik Tuhan yang kudus dan yang selalu berbuat kebaikan. Karena itu, marilah kita letakkan seluruh harapan di tahun yang baru dan meminta kekuatan serta hikmat dari Tuhan, agar kita bijaksana menjalani hidup dengan segala kenyataannya ke depan.

Doa: terima kasih ya Tuhan, sebab atas kasih karuniaMu kami hidup di tahun yang baru. Amin.

Kamis, 2 Januari 2024

bahan bacaan : Efesus 2 : 8 – 10

8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Janganlah Bermegah Diri

Kalau kita masih hidup hingga hari ini, itu semuanya hanya karena anugerah dan kemurahan Tuhan. Sungguh, kita patut bersyukur. Ajakan untuk bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan, diingatkan pula oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Kata kunci “menyelamatkan” menunjukkan bagaimana kasih karunia Allah membawa manusia keluar dari kegelapan dosa ke dalam terang keselamatan-Nya. Itulah sebabnya semua orang yang percaya dan beriman kepada Allah didalam Yesus Krstus, berkenan menerima keselamatan secara cuma-cuma. Keselamatan itu bukan hasil usaha manusia. Keselamatan itu bukan hasil pekerjaan manusia, melainkan pemberian Allah. Janganlah kita bermegah diri dan menganggap bahwa keselamatan itu kita peroleh karena perbuatan baik yang dilakukan. Kita tidak diselamatkan karena melakukan perbuatan baik, tetapi melakukan perbuatan baik adalah respons atas anugerah keselamatan yang telah diterima.. Marilah kita selalu bersyukur kepada Tuhan, sebab siapakah kita ini? Kita manusia berdosa yang kadang hidup tidak berkenan di hadapan Tuhan dan selayaknya binasa. Tetapi karena kasih Kristus, kita diselamatkan. Ingatlah, Tuhan memiliki tujuan mulia dengan hidup kita di tahun baru ini, yakni senantiasa melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang memuliakanNya. Wujudkanlah hal itu agar hidup kita tidak sia-sia melainkan terus berarti bagi Tuhan dan sesama.

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk tidak bermegah diri karena keselamatan itu hanya berasal dari-Mu, Amin.

Jumat, 3 Januari 2024

bahan bacaan : Roma 5 : 18 – 21

18 Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. 19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. 20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, 21 supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Menghargai Anugerah Kehidupan Kekal
Dosa adalah segala tindakan, pikiran, atau sikap yang melanggar kehendak Allah. Ketika kita berdosa, ada konsekuensi yang harus ditanggung, dan konsekuensi itu adalah “maut.” Maut yang dimaksud bukan hanya kematian fisik, tetapi juga kematian rohani. Dosa membuat kita terpisah dari Allah, dan jika tidak ada jalan keluar, akibat akhirnya adalah kematian kekal, yaitu hidup yang jauh dari Allah selama-lamanya. Namun, kabar baiknya adalah kita berhak atas karunia Allah, yakni hidup yang kekal. Allah memberikan karunia ini kepada kita, bukan karena kita layak, tetapi karena kasih dan rahmat-Nya. Hidup yang kekal berarti hidup bersama Allah untuk selama-lamanya. Ini bukan hanya tentang kehidupan setelah kematian, tetapi juga tentang kualitas hidup yang baru mulai dari sekarang. Hidup yang dipenuhi dengan kebenaran, damai, sukacita, dan hubungan yang dekat dengan Allah. Sebagai orang percaya kita harus menghargai anugerah hidup kekal yang Allah berikan, dengan menghadirkan keindahan dalam perbuatan kasih kita. Sehingga melaluinya nama Tuhan terus dipermuliakan dan semakin banyak orang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus!

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus ada dalam jalan-jalan kebenaranMu,. Amin .

Sabtu, 4 Januari 2025

bahan bacaan : Roma 6 : 15 – 23

Dua macam perhambaan
15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! 16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. 19 Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan. 20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran. 21 Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang, karena kesudahan semuanya itu ialah kematian. 22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal. 23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Kristus Memerdekakan Hidup Kita

Dalam kehidupan ini kita diperhadapkan dengan pilihan benar atau salah, baik atau buruk dan sebagainya. Pilihan kita akan sangat menentukan perjalanan hidup ke depan. Sebab itu kita harus arif dan bijaksana dalam membuat pilihan-pilihan hidup. Ketika rasul Paulus menasehati jemaat di Roma, ia pun mengingatkan apakah mereka mau menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran?. Artinya mereka harus memilih salah satu. Jika memilih menjadi hamba dosa, maka upahnya ialah maut, tetapi jika memilih menjadi hamba kebenaran maka kehidupan kekal menjadi jaminan. Pilihan untuk tidak hidup dalam dosa dan kematian adalah mau meninggalkan hidup yang lama dan memulai hidup yang baru dengan pengudusan dalam Kristus. Pilihan ini selayaknya menjadi pilihan kita sebagai orang percaya yang telah menerima anugerah keselamatan. Kita perlu ingat bahwa hidup ini bukan hanya tentang lepas dari belenggu dosa, tetapi mau hidup dalam kebenaran bagi Tuhan. Apa dasar dan landasan hidup benar? Ini sangat bergantung pada bagaimana cara kita memandang diri dan kehidupan. Firman Tuhan berkata, “demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rm.6:11). Hanya dengan cara pandang ini kita dapat menjadi hamba kebenaran. Dosa tidak akan berkuasa lagi dalam tubuh kita yang fana. Dan kita, sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup, akan dapat menyerahkan anggota-anggota tubuh kita kepada Allah untuk dipakai sebagai senjata kebenaran.

Doa: Tuhan, di tahun yang baru ini, kami memilih untuk menjadi hamba kebenaran amin.

*SUMBER : SHK BULAN DES 2024 DAN JAN 2025, LPJ – GPM

Santapan Harian Keluarga, 22-28 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Hiduplah Bersama Dalam Kedamaian, Tuhan Segera Datang

Minggu, 22 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 65 : 17 – 25

Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru
17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. 22 Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka. 23 Mereka tidak akan bersusah-susah dengan percuma dan tidak akan melahirkan anak yang akan mati mendadak, sebab mereka itu keturunan orang-orang yang diberkati TUHAN, dan anak cucu mereka ada beserta mereka. 24 Maka sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya; ketika mereka sedang berbicara, Aku sudah mendengarkannya. 25 Serigala dan anak domba akan bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus," firman TUHAN.

Janji Tuhan memulihkan dan menghidupkan.

Tema utama kitab Yesaya adalah “Tuhan Menyelamatkan’. Dapat dikatakan Tbahwa sejarah Israel adalah sejarah bersama Tuhan yang menyelamatkan terutama pada saat Israel pulang dari pembuangan Babel (70 tahun). Melalui Nabi Yesaya Tuhan berjanji akan menciptakakan Yerusalem yang baru; yang dulu telah hancur dibangun kembali,yang dulu penuh dengan ratap tangis (penderitaan)akan bersorak-sorai. Selain itu, Tuhan akan memberikan umur panjang, kehidupan yang penuh berkat dan damai dimana tidak ada kekacauan dan penderitaan. Pesan ini mengingatkan kita tentang pentingnya berharap dan percaya pada janji Tuhan, meskipun masalah dan penderitaan datang silih berganti dalam hidup kita.Janji Tuhan tidak pernah gagal. Tuhan akan mengaruniakan berkat dan sukacita, dimana tidak ada lagi kesedihan, tangisan atau penderitaan bahkan Tuhan akan memenuhi kebutuhan kita dan akan menjawab setiap doa kita, amin.

doa : Ya Roh Kudus, tuntunlah kami hidup untuk tetap berharap dan percaya pada janji Tuhan. Amin.

Senin, 23 Desember 2024.

Bahan bacaan : 1 Korintus 14 : 33

33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

Hiduplah dalam damai sejahtera.

Dapat dibilang bahwa dunia yang kita diami saat ini penuh dengan kekacauan,misalnya: demonstrasi secara anarkhi sampai peperangan. Kekacauan disebabkan oleh sikap ego, ketidakadilan sosial, perbedaan idelogi, persaingan, dil”. Apapun alasannya, kekacauan selalu membawa dampak yang negatif bagi hidup manusia, yakni stres, kecemasan, ketakutan bahkan penderitaan sampai kematian. Selain itu, kekacauan menimbulkan perpecahan; baik dalam keluarga, gereja maupun masyarakat. Realitas bahaya kekacauan tersebut, membuat Paulus menasehati jemaat di Korintus bahwa “Allah lidak menghendaki kekecauan, tetapi damai sejahtera”. Makna bagi kita saat ini adalah kita bertanggung jawab membawa damai sejahtera (cinta kasih, sukacita, kebaikan, keadilan, kesabaran, dil) kepada lingkungan dimana kita berada; baik lingkungan keluarga, antar tetangga, lingkungan tempat kerja bahkan relasi dengan sesama dari latarbelakang yang berbeda (suku, ras,agama) supaya “dimana ada kekacauan disitu ada kedamaian”.

doa : Roh Kudus tuntulah kami membawa damai bagi sesama. Amin.

Selasa, 24 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 26 – 28

26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Sambutlah Yesus sang raja dengan kerendahan hati.

Hari ini umat kristiani di seluruh dunia mempersiapkan diri untuk merayakan Natal Kristus yang tinggal beberapa jam lagi. Untuk itu, marilah kita siapkan hati untuk menyambut Tuhan Yesus, Sang Imanuel melalui pesan Alkitab, Lukas 1:26-38. Perikop ini menceritakan tentang pemberitahuan kelahiranYesus, dimana Maria seorang gadis sederhana dari Nazaret telah dipilih Allah untuk peran yang sangat besar dalam sejarah keselamatan umat manusia.Pemanggilan Maria ini dikarenakan ia memiliki kerendahan hati dan bersedia melaksanakan kehendak Tuhan dengan sikap taat dan setia. Hal ini menunjukkan bagaimana Tuhan memilih siapa saja termasuk, orang-orang biasa namun memiliki kerendahan hati dan bersedia melayani pekerjaan Tuhan dengan sukacita.

doa : Ya Tuhan, kami sambut kelahiranMu dengan kerendahan hati. Amin.

Rabu, 25 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 1 – 18

Firman yang telah menjadi manusia
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku." 16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. 18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Percayalah, Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Hari ini semua orang percaya di seluruh dunia bersukacita merayakan Natal;memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia di kota Betlehem. Kita bersukacita merayakan peristiwa iman,sebab Injil atau Firman yaitu Kristus sebagai Tuhan menjadi manusia sejati yang lahir melalui Maria. Sejarah iman yang sampai saat ini masih banyak orang yang menolak serta belum percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini yang disaksikan oleh pengijil Yohanes dengan menyatakan bahwa IA ( Kristus ) ada di dunia ini tetapi dunia tidak mengenalNya, dan IA datang kepada milik kepunyaanNya tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Hal ini gambaran dari bangsa Yahudi yang menolak dan menyalibkan Tuhan Yesus. Namun bagi yang menerimaNya akan diberi kuasaNya untuk menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya. Kita sekeluarga termasuk kelompok yang mana, menolak atau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Semoga di hari Natal ini kita terus diingatkan dan dikuatkan untuk meneguhkan pengakuan kita menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga mampu untuk meneruskan kepada mereka yang belum percaya melalui sikap kita.

doa : Ya Tuhan di hari natal ini, berkati kami agar kami tetap teguh dalampercaya kami kepadaMu. Amin.

Kamis, 26 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yohanes 1 : 29 -34

Yohanes menunjuk kepada Yesus
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. 30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. 31 Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel." 32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."

Roh Kudus membuka mata iman kita untuk mengenal Tuhan Yesus.

Kesaksian Yohanes pembaptis bahwa ia belum mengenal Tuhan Yesus yang datang ke dunia sebagai Anak Allah. Oleh tuntunan Roh Kudus yang turun dan langit seperti burung merpati dan tinggal kepada Tuhan Yesus, menjadi tanda kepada Yohanes akan pengenalan kepada Tuhan Yesus sebagai Anak Allah. Yohanes pun bersaksi bahwa kalau ia membaptis dengan air, maka Tuhan Yesus akan membaptis orang percaya dengan Roh Kudus. Artinya siapa yang percaya akan menerima pencurahan karunia Roh Kudus yang menuntun pada pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga merindukan pencurahan dan tuntunan kuasa Roh Kudus agar kita selalu bertumbuh dalam pengenalan yang benar kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Seringkali kita ditutupi dan disilaukan oleh dunia dengan segala kekuatan dan godaan si pencoba sehingga membuat mata iman kita menjadi kabur. Kita menjadi orang-orang yang bimbang, kuatir dan takut ketika dihantam oleh badai dan gelombang hidup ini. Itulah sebabnya, penting untuk iman dan percaya kita yang teguh agar mata iman kita selalu terang benderang untuk melihat Tuhan Yesus selalu hadir dan menyertai perjalanan hidup kita.

doa : Tuntun kami dengan kuasa Roh KudusMu agar kami mampu untuk melihat dan mengenal Tuhan dengan benar. Amin.

Jumat, 27 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 21 – 40

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan -- Simeon dan Hana
21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya. 22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. 25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: 29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, 30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. 39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Taat dan setia bersaksi.

Karya Allah yang besar, agung dan mulia melalui kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia telah dinubuatkan oleh para nabi. Allah pun memakai orang-orang saleh dan benar yang tetap menjaga iman dan ketaatan mereka pada Tuhan untuk menyaksikan kegenapan nubuatan para nabi itu. Penginjil Lukas menyaksikan tentang Simeon dan Hana seorang nabiah yang berjumpa dengan Yesus, saat dibawa oleh orang tuanya; Yusuf dan Maria, ke bait Allah untuk di sunat. Simeon dan Hana bersukacita di masa lanjut usia, sebab oleh tuntunan Roh Kudus, mereka dapat menyaksikan kegenapan nubuatan janji Allah dalam kehadiran Tuhan Yesus. Penantian mereka tidaklah sia-sia dan saatnya mereka akan kembali kepada Allah Bapa di Sorga dengan penuh sukacita.Sebuah keteladanan bagi kita dalam masa penantian kembali Tuhan Yesus sebagai Raja dan Hakim pada kali yang kedua.Pentingnya tuntunan Roh Kudus, agar kita menjadi anak-anak Allah yang selalu taat dan setia kepada tugas pelayanan dan kesaksian, agar semua orang pun menjadi percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

doa : Tuntun kami ya Tuhan, agar kami senantiasa belajar dari firman Tuhan yang mengingatkan kami agar selalu taat kepadaMu. Amin.

Sabtu, 28 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 2 : 41 – 52

Yesus pada umur dua belas tahun dalam Bait Allah
41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau." 49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. 52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Kedamaian dalam kendali Tuhan.

Hidup dalam kedamaian merupakan dambaan setiap keluarga, dimana masing-masing orang saling menasehati, memperhatikan untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Sebagai sebuah keluarga, Yesus pun bertumbuh besar dalam pendampingan dengan penuh cinta kasih dari Yusuf dan Maria sebagai orang tua. Kecintaan itu berwujud saat mereka kembali ke Yerusalem dan berusaha mencari Yesus. Tiba di bait Allah,mereka menemukan Yesus sementara bersoal jawab dengan alim ulama. Maria kemudian menyatakan kegelisahannya sebagai orang tua dan dijawab oleh Yesus bahwa la harus berada di rumah BapaNya. Maria harus mengerti dan menerima Yesus dalam panggilannya sebagai Tuhan dan Mesias. Yesus bertanggung jawab mengajarkan kebenaran yang membawa kedamaian bagi seluruh dunia. Sebagai orang tua, kita harus menunjukkan perhatian kepada anak-anak agar keberadaan mereka aman, tenteram dan damai. Namun,kedamaian tidak selalu berada dalam kendali kita. Kedamaian berasal dari Tuhan dan berlangsung dalam penyataan tentang kebenaran yang dikehendakiNya. Tanggung jawab pendampingan harus terus kita lakukan dalam keluarga supaya kedamaian yang sesungguhnya itu dapat diperoleh dan dapat pula dinyatakan.

doa : Roh Kudus pimpin kami untuk memahami kedamaian yang berasal dari padaMu. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024

Santapan harian Keluarga, 15 – 21 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Tahun Rahmat Tuhan Akan datang, Bersukacitalah

Minggu, 15 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 61 : 1 -11

Kabar selamat kepada Sion
Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya. 4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. 6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka. 7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu. 8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. 9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN. 10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Bersukacitalah menanti kelahiran Sang Pembebas.

Setiap orang tentu ingin bersukacita. Tidak ada seorangpun yang ingin dalam hidupnya dipenuhi dengan situasi-situasi yang susah dan penuh duka. Seruan untuk bersukacita itu juga yang hendak disuarakan oleh teks Yesaya 61: 1-11. Di tengah berbagai ancaman hidup, kekerasan dan penindasan kepada umat, penulis teks menyuarakan untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan sudahtiba.Hadirnya Tahun Rahmat Tuhan adalah bukti nyata tentang pemberitaan kabar baik dan membebaskan.Tahun Rahmat Tuhan menegaskan tentang perjuangan untuk membebaskan dan menegakan keadilan di masyarakat, sehingga semua orang dapat bersukacita sebab mereka merasakan karya Allah itu. Mungkin saat kita memasuki Minggu III Adventus ini,kita masih dipenuhi dengan berbagai ancaman hidup, penindasan, dan kesusahan dalam berbagai bentuk. Namun percayalah, bahwa kita terpanggil untuk bersukacita sebab Tahun Rahmat Tuhan akan turut kita rasakan melalui peristiwa kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus akan menjadi panggilan kepada semua orang percaya untuk bersukacita, dan bergembira. Bahkan jika situasi hidup masih dipenuhi dengan dukacita maka akan digantikan dengan situasi hidup yang penuh ketenangan dan kegembiraan.

doa : Ya Tuhan, ajari kami untuk tetap bersukacita dalam menanti karya pembebasan melalui kelahiran Yesus. Amin.

Senin, 16 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 104 : 31 -35

31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! 32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap. 33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. 34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. 35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Aku hendak bernyanyi bagiMu.

Dalam hidup ini, kita akan selalu menjumpai karya-karya Allah yang menakjubkan,sehingga terus memacu kita untuk bersyukur kepada-Nya. Mazmur 104 menjadi catatan menarik, bahwa kebesaran dan keagungan Allah terlihat dalam segala ciptaan-Nya. Jika langit dan senja menunjukan keindahannya di waktu pagi dan petang maka itulah bentuk nyata dari karya Allah. Menariknya, Pemazmur mengungkapkan hal itu dengan bernyanyi dan bermazmur. Pemazmur bersukacita karena di dalam perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan nyata keselamatanNya. Bagi Pemazmur, biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan tangan-Nya, dan karena itu kita juga patut bersukacita karena Tuhan. Lirik lagu Ya Tuhanku aku hendak bemyanyi bagiMu telah terinspirasi dari teks Alkitab ini. Suatu pujian yang lahir dari iman sang pencipta lagu. Kita memang bersyukur dan bemyanyi bagi Tuhan bukan sekedar mata jasmani kita mengagumi apa yang kita lihat, tapi karena mata iman kita yang melihat dan mengakui kebesaran Tuhan, Sang Pencipta dan Penyelamat. Pengakuan ini pun, kita miliki di masa penantian kelahiran Kristus.

doa : Ya Tuhan, mampukan kami untuk bersukacita dalam nyanyian hidup kami, yang disertai iman. Amin.

Selasa, 17 Desember 2024.

Bahan bacaan : Mazmur 118 : 24 -29

24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN. 27 Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. 28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau. 29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bersukacitalah sebab Tuhan itu baik.

Lirik lagu “ Hari ini,hari yang telah dijadikan Tuhan”, sering dinyanyikan dalamberbagai aktivitas, termasuk dalam Ibadah Kristen. Dengan lirik lagu tersebut maka setiap orang percaya diajak untuk mengimani, bahwa hari-hari hidup yang dijalani, tetap berada dalam kendali dan kuasa Tuhan. Atas keyakinan itulah, maka setiap orang percaya harus bersukacita. Bersukacita bukan karena mereka telah memasuki hari-hari hidup yang baru,namun bersukacita karena sadar dan mengimani bahwa hari-hari hidup mereka tetap berada dalam kendali Tuhan. Pemazmnur juga mengimani hal yang sama, sehingga ia bersyukur kepada Allah. Bahkan Pemazmur menyatakan, bahwa tidak ada alasan untuk kita tidak bersukacita, sebab Allah itu baik bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk selama-lamanya. Bagaimana dengan kita yang menanti kelahiran Yesus? Benar adanya, bahwa hari-hari hidup ini tidak selamanya dipenuhi dengan situasi yang membuat kita bersukacita. Namun jika kita meyakini, bahwa segala situasi yang terjadi berada dalam kendali Allah maka tidak alasan untuk tidak bersyukur. Sebab sekalipun dipenuhi dengan berbagai masalah, kita harus ingat bahwa kita memiliki Allah yang Baik dan Besar. la mampu melakukan banyak hal-hal menakjubkan untuk kita. Karena itu, marilah kita bersukacita!

doa : Ajari kamni Tuhan untuk tetap bersukacita dalam menjalani hari- hari hidup ini Amin.

Rabu, 18 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yesaya 40 : 1 -5

Berita kelepasan
Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, 2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! 4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; 5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

Tenanglah, berita pelepasan disampaikan kepadamu.

Seruan pembebasan selalu dinantikan oleh orang-orang yang berada dalam ancaman dan tekanan kehidupan. Karena dengan seruan itu maka mereka yakin akan adanya pelepasan. Umat Israel yang berada dalam pembuangan turut diberikan berita kelepasan. Dinyatakan, bahwa mereka harus menenangkan hati; kesalahan mereka telah diampuni Allah. Berita kelepasan tersebut tentu dirasakan sebagai berita yang membawa sukacita dan kegembiraan. Sebab sekian lamanya mereka diperhambakan, kini mereka akan dilepaskan karena pengampunan Allah. Dalam menjalani hari-hari hidup ini,mungkin sering kita merasakan dipenuhi dengan berbagai ancaman dan tekanan kehidupan. Hari-hari hidup dipenuhi dengan kesusahan, sakit yang tidak pemah berkesudahan, dan berbagai masalah hidup lainnya. Kita seolah-olah merasakan diperhambakan dalam situasi-situasi tersebut, sehingga sangat sulit untuk bersukacita. Namun belajarlah dari firman hari ini, bahwa berita pelepasan akan turut disampaikan kepada kita. Kita kemudian perlu untuk menenangkan hati untuk menerima berita pelepasan itu. Karena itu, biarlah di 7(tujuh) hari sisa menanti kelahiran Yesus ini, kita tetap dikuatkan untuk menenangkan hati, guna memperoleh berita pelepasan itu, sehingga pada akhimya kita semua dapat bersukacita.

doa : Mampukanlah kami ya Tuhan, agar mampu menenangkan hati ini dalam penantian memperoleh berita pelepasan. Amin.

Kamis, 19 Desember 2024.

Bahan bacaan : Yeremia 31 : 7 -9

7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel! 8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari! 9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

Bersukacitalah karena keselamatan dari Tuhan.

Masalah yang datang silih berganti dalam hidup seringkali membuat seseorang Mmerasa putus asa dan kehilangan pengharapan pada kuasa Tuhan.Hal ini pernah dialami oleh Israel pada saat kehancuran Yerusalem (586 SM). Sebagian orang Israel dibawa sebagai orang-orang buangan di Babilonia. Hal ini menyebabkan penderitaan tapi juga krisis iman dan moral. Dalam situasi itu, Nabi Yeremia tampil menyampaikan harapan akan pemulihan dan janji Tuhan untuk masa depan yang lebih baik, termasuk perjanjian baru yang akan datang. Tuhan akan menyelamatkan dan mengumpulkan orang-orang yang tersisa dari seluruh negeri sehingga mereka akan bersorak-sorai. Yeremia mengingatkan bangsa itu supaya tetap berharap pada Tuhan dan bertobat dari dosa-dosa mereka. Pesan bagi kita saat ini, persoalan dan penderitaan apapun yang sedang kita alami, bahkan ketika doa belum terjawab dan situasi hidup kita tidak baik-baik saja, tetaplah berharap pada Kristus, Sang Imanuel yang akan menyertai kita. Ingatlah, Dia akan datang sebagai Hakim yang akan menghakimi kita, sebab itu bertobatlah!

doa : Roh Kudus tuntunlah kami untuk tetap percaya dan berharap pada Kristus, Sang Penyelamat. Amin.

Jumat, 20 Desember 2024.

Bahan bacaan : Zakharia 9 : 9 -10

Raja Mesias di Sion
9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Sambutlah sang raja damai dengan sukacita.

Saat ini dunia sedang terjerumus dalam perang yang mengancam perdamaian (Mis:Rusia-Ukraina, Israel-Palestina yang melibatkan negara-negara Timur Tengah dan Eropa). Teknologi dan kekuatan militer canggih digunakan secara membabibuta mengakibatkan-krisis kemanusian yang parah. Manusia menderita dan berjuang untuk hidup ditengah-tengah ketidakpastian. Dalam situasi tersebut, kita dikuatkan dengan pesan Nabi Zakharia tentang Raja yang akan dating, yaitu Yesus Kristus dengan penuh kerendahan hati akan menghadirkan perdamaian dan menghapus peperangan. di seluruh dunia. Nas ini mengajak kita untuk mengikuti teladan Kristus dalam menghadirkan perdamaian dengan mengutamakan nilai-nilai kasih dan kerendahan hati sehingga kita hidup adil, damai dan harmonis; baik dalam keluarga, di tempat pengabdian dan kerja, dalam gereja dan Masyarakat. Ingatlah: “Damai itu Indah”.

doa : Roh Kudus tuntun hati setiap manusia untuk menghadirkan perdamaian bukan kekerasan dan peperangan. Amin.

Sabtu, 21 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 1 : 67-80

Nyanyian pujian Zakharia
67 Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: 68 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- 71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera." 80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Bersoraklah karena keslamatan dan pelepasan dari Tuhan.

Kami mengucap syukur kepada Tuhan Yesus yang senantiasa menyertai dan menuntun Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) di usia yang ke-68Tahun.SMTPI merupakan wadah pembinaan gereja, dimana gereja terpanggil untuk mendidik dan mengajar anak-anak agar mengenal dan mempercayai Tuhan. Tugas ini mutlak dilakukan oleh pelayan gereja, orang tua dan semua warga gereja. Tugas mendidik dan membina juga dilakukan oleh Zakharia dan Elisabet sebagai orang tua kepada Yohanes Pembaptis sehingga ia bertumbuh dengan fisik yang sehat dan iman yang kuat (ay.80) dalam mempersiapkan tugasnya kelak. Anak adalah generasi keluarga, gereja, bangsa dan negara.Karena itu, orang tua dan pelayan wajib membimbing, mendidik dan membentuk mereka dengan cinta kasih dan nilai-nilai yang baik supaya mereka bertumbuh dan berakar didalam Tuhan menghadapi tantangan zaman dan memiliki masa depan yang cerah.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami sebagai orang tua dalam melaksanakan tugas mengajar dan mendidik anak. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08-14 Desember 2024

Tema Bulanan : Tuhan Pemelihara Kehidupan Akan datang, Berjaga-Jagalah dan Sambutlah Dia

Tema Mingguan : Kerajaan Sorga Sudah Dekat, Hiduplah Saling Mengampuni

Minggu, 08 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 18 : 21 -35

Perumpamaan tentang pengampunan
21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" 22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Mengampuni tanpa batas.

Hidup yang dijalani oleh seseorang pasti akan berkaitan dengan relasi yang terbangun antara dirinya dengan orang lain bahkan dengan ciptaan lainnya. Relasi yang tercipta memungkinkan manusia bisa saling menolong atau saling menopang satu dengan lainnya.Disadari sungguh bahwa dalam keterbatasan, manusia bisa juga saling membenci, saling menjatuhkan jika keinginan tidak terpenuhi. Teladan yang diberikan oleh Yesus menjadi tanda bahwa sebagai manusia pun harus mampu untuk mengampuni jika timbul perasaan marah,benci dan sikap lainnya. Pertanyaan Petrus kepada Tuhan Yesus tentang sikap mengampuni menjadi bukti bahwa sering terdapat keraguan untuk mewujudkan sikap mengampuni dalamn hidup manusia. Makna dari jawaban Yesus kepada Petrus ialah sikap mengampuni itu harus dilakukan tanpa batas. Hal ini bukanlah tanpa alasan sebab Yesus pun telah menunjukkannya bahwa la memberi dirinya untuk keselamatan umat manusia. Allah telah memberi anugerah keampunan lewat karya keselamatan Yesus Kristus. Hal ini yang menjadi alasan bahwa manusia pun harus saling mengampuni satu dengan lainnya. Sikap mengampuni pun harus diwujudkan dengan kesungguhan hati atau tanpa batas sebab Yesus pun memberi anugerah keselamatan bagi manusia tanpa batas.

doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami untuk dapat mengampuni tanpa batas. Amin.

Senin, 09 Desember 2024.

Bahan bacaan : Matius 6 : 14 -15

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Mengampunilah! Itu kehendak Tuhan.

Hidup beriman bukanlah sesuatu yang mudah atau gampang untuk dilakukan.Mewujudkan iman dalam kehidupan sesehari haruslah didasari pada kesungguhan hati untuk menaati dan melakukan kehendak Tuhan. Orang percaya tentu mengandalkan Tuhan dalam seluruh kenyataan hidup yang dijalani. Jika Tuhan menjadi satu-satunya yang diandalkan dalam hidup orang percaya maka sudah sepantasnya hidup orang percaya harus sesuai dengan kehendakNya. Teladan dari Yesus yang patut untuk dilakukan oleh setiap orang percaya adalah mengampuni kesalahan orang lain. Hal ini bukanlah perkara yang mudah sebab manusia kadang sulit untuk melupakan kesalahan apalagi mengampuni kesalahan orang lain. Sekalipun sulit untuk dilakukan namun sebagai orang percaya harus tetap mewujudkannya. Ajaran Yesus tentang Hal Berdoa dalam KhotbahNya di Bukit bagi para murid dan pengikutNya waktu itu memberi teladan tentang sikap beriman dan setiap orang percaya. Ketika seseorang berdoa meminta Tuhan mengampuni setiap kesalahannya maka hal itu harus disertai dengan sikapnya untuk mengampuni sesamanya yang berbuat salah. Jika mengampuni sesama dilakukan maka Bapa di sorga akan mengampuni kesalahan yang dilakukan. Sebaliknya jika tidak mampu untuk mengampuni sesama manusia maka Bapa di sorga juga tidak mengampuni kesalahan manusia.

doa : Tuntunlah kami Tuhan agar tetap melakukan kehendakMu. Amin.

Selasa, 10 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 17 : 1 -6

Beberapa nasihat
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. 2 Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. 3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. 4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" 6 Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."

Jagalah dirimu dan ampunilah sesamamu.

Setiap orang percaya adalah hamba dari Tuhan. Menjadi hamba dalam kehidupan yang dijalani membutuhkan sikap ketaatan dan kesetiaan. Masing-masing tentu bertanggung jawab atas dirinya sendiri tentang apa yang harus dilakukan sebagai hamba Tuhan. Menjadi seorang hamba harus tetap dekat dengan Tuhan bukan membuat hal-hal yang sesat dalam realitas bersama. Wujud dekat dengan Tuhan adalah tetap mengandalkan Tuhan dalam seluruh gerak perjalanan hidup. Sikap dekat dengan Tuhan pun dapat terwujud ketika sesama orang percaya atau hamba Tuhan saling menegor bahkan saling mengampuni jika kedapatan berbuat yang salah. Saling menegor dan saling mengampuni harus dilakukan terus menerus dan tidak boleh dibatasi pada tempat dan waktu tertentu saja. Karena itu, sebagai hamba Tuhan maka setiap orang percaya harus menjaga dirinya dari perilaku yang sesat dan tetap hidup dalam spirit saling menegor dan saling mengampuni antara satu dengan lainnya.

doa : Ya Tuhan, bimbinglah kami agar tetap menjadikan Engkau sebagai yang terutama. Amin.

Rabu, 11 Desember 2024.

Bahan bacaan : Markus 11 : 20 -26

Pohon ara yang sudah kering Nasihat Yesus tentang doa
20 Pagi-pagi ketika Yesus dan murid-murid-Nya lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada Yesus: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering." 22 Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! 23 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. 24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. 25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 26 (Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.)

Mengampuni bersumber dari kemurnian hidup.

Hati adalah pusat kendali kehidupan manusia. Hati yang bersih atau murni akan membuat orang mampu melakukan hal yang baik. Sebaliknya hati yang kotor akan membuat orang melakukan hal yang buruk atau tidak baik.Hati yang murni atau bersih membuat orang dapat berpikir, berkata dan bertindak yang benar. Semua yang benar dalam pikiran, perkataan dan perbuatan adalah sesuai dengan kehendak Tuhan. Orang percaya yang mengimani Yesus Kristus harus menunjukkan teladan Yesus dalam hidupnya. Sebab jika seseorang berdoa dan meminta sesuatu dari Tuhan maka harus terlebih dahulu melakukannya kepada orang lain. Perihal mengampuni merupakan kewajiban setiap orang percaya. Mengampuni dapat dilakukan dengan baik jika setiap orang melandasinya dengan kemurnian hati. Iman kepada Yesus harus disertai dengan hati yang mumi untuk melakukan seluruh kehendak-Nya dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Hal ini penting sebab sebagai manusia kita pasti menginginkan sesuatu yang baik bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, jika ingin mendapatkan hal yang baik dalam hidup maka harus terlebih dahulu memiliki hati yang murni lewat sikap mengampuni. Dengan demikian maka Tuhan pun akan mengampuni dan memberikan segala sesuatu yang diinginkan dalam hidup.

doa: Ya Tuhan, tolonglah agar kami tetap memiliki hati yang murni. Amin.

Kamis, 12 Desember 2024.

bahan bacaan : Kolose 3 : 13

13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Mengampuni adalah ciri manusia baru.

Menjadi pengikut Kristus harus disertai dengan ciri hidup yang berbeda. Ciri yang Mberbeda adalah setiap pengikut Kristus harus menjadi manusia baru. Manusia baru memiliki sikap hidup yang berbeda dengan orang lain. Bahkan jika pernah melakukan hal-hal yang tidak mencerminkan pengikut Kristujs maka harus berubah menjadi manusia baru.Menjadi manusia baru artinya meninggalkan segala sesuatu yang bersifat duniawi atau segala hal yang berkaitan dengan keinginan daging. Sebaliknya sikap yang harus untuk dilakukan oleh orang percaya adalah memiliki belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati,kelemahlembutan dan kesabaran. Hal-hal ini merupakan ciri dari orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan atau yang disebut sebagai pengikut Kristus. Sikap hidup yang penuh dengan kesabaran, saling mengampuni satu dengan lainnya, merupakan kewajiban dari setiap pengikut Kristus. Pengikut Kristus harus berbeda dengan orang lain dan perbedaan sikap itu ditunjukkan ketika mampu saling mengampuni ketika ada orang lain yang dendam terhadap dirinya. Ciri hidup seperti inilah yang harus menjadi wujud sebuah kehidupan baru dari pengikut Kristus. Kehidupan baru ini hendaknya mempengaruhi cara hidup, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan dari setiap orang percaya.

doa : Ya Tuhan, kuatkanlah kami untuk saling mengampuni sebagai pengikut Kristus. Amin.

Jumat, 13 Desember 2024.

Bahan bacaan : 2 Korintus 2 : 5 -11

Harus diampuni orang yang bersalah
5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya--supaya jangan aku melebih-lebihkan--,hati beberapa orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. 9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, --seandainya ada yang harus kuampuni--,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Mengampuni dan menghibur.

Memberi pengampunan kepada orang yang membuat hati kita sedih bukan pekerjaan yang mudah. Sebagian besar di antara kita pasti sulit untuk mengampuni dalam waktu yang cepat. Namun menarik, bahwa dalam situasi yang membuat sedih, Paulus menasehati jemaat di Korintus uintuk memberi pengampunan kepada mereka yang menimbulkan kesedihan itu. Paulus menegaskan, bahwa jemaat di Korintus juga harus saling menghibur, supaya setiap orang tidak binasa dalam kesedihan tersebut. Tindakan mengampuni dan menghibur merupakan bukti nyata bahwa jemaat di Korintus hidup dalam kasih yang utuh. Panggilan untuk mengampuni sesama yang membawa luka dan kesedihan dalam hidup kita, perlu juga untuk dilakukan. Marilah kita belajar untuk memberi pengampunan kepada mereka yang membawa atau mengakibatkan kesedihan itu. Kita belajar dari Paulus, bahwa pengampunan telah kita dapatkan di hadapan Kristus. Karena itu, kita perlu belajar untuk memberi pengampunan kepada sesama.

doa : Ya Tuhan, ajarilah kami untuk mampu mengampunisesamaseperti kami telah diampuni olehMu. Amin.

Sabtu, 14 Desember 2024.

Bahan bacaan : Lukas 6 : 37

37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Ampunilah sesamamu.

Salah satu penggalan Doa Bapa Kami yang sering kita ucapkan adalah: “Ampunilah kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Namun pertanyaan untuk kita semua, apakah kita sudah mengampuni sesama yang bersalah?Atau kita cenderung menghakimi dan menghukum melalui perkataan dan perbuatan kita?Jika kita berada dalam kecenderungan itu maka Lukas 6:37 penting untuk kita maknai.Penulis kitab Lukas 6:37 memberikan suatu rumusan timbal balik untuk para pembaca:”Jika kita ingin diampuni maka kita harus mengampuni; sebaliknya, jika kita menghakimi maka kita juga akan dihakimi”. Penulis kitab Lukas memberikan penegasan, bahwa kita dapat memberi respon atas apa yang terjadi dalam hidup kita, sebab kita memiliki kebebasan untük melakukannya. Namun yang perlu juga untuk dipahami adalah apa yang kita lakukan kepada sesama merupakan cerminan atas apa yang akan terjadi dalam hidup kita. Karena itu, jika kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang cenderung berbuat dosa dan membutuhkan pengampunan dari Allah maka kita patut melakukannya kepada sesama yang sudah melakukan kesalahan kepada kita.

doa : Ya Tuhan, mampukanlah kami agar mampu mengampuni sesama yang telah bersalah kepada kami. Amin.

  • SUMBER : SHK BULAN DESEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Pendataan Sumber Daya untuk Pengembangan Pelayanan

Minggu, 08 September 2024

bahan bacaan : Ezra 1 : 1-11

Koresh mengizinkan orang-orang buangan pulang ke negerinya
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: 2 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. 4 Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem." 5 Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem. 6 Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela. 7 Pula raja Koresh menyuruh mengeluarkan perlengkapan rumah TUHAN yang telah diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang ditaruhnya di dalam kuil allahnya. 8 Koresh, raja Persia itu, menyuruh mengeluarkan semuanya itu di bawah pengawasan Mitredat, bendahara raja, yang menghitung seluruhnya bagi Sesbazar, pembesar di Yehuda. 9 Inilah daftarnya: tiga puluh bokor emas, seribu bokor perak, dua puluh sembilan pisau, 10 tiga puluh piala emas, pula empat ratus sepuluh piala perak, seribu buah barang-barang lain. 11 Barang-barang emas dan perak itu seluruhnya berjumlah lima ribu empat ratus. Semuanya itu dibawa oleh Sesbazar sewaktu orang-orang buangan itu dibawa pulang dari negeri Babel ke Yerusalem.

Pemimpin Yang Berkenan Kepada Tuhan

Setiap orang adalah pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Pemimpin di dalam keluarga, masyarakat bahkan gereja atau jemaat. Tentunya ketika melakukan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin maka kecakapan atau kemampuan harus ditunjukkan. Tuhan menganugerahkan manusia dengan berbagai kemampuan atau kecakapan. Berbagai kemampuan itu digunakan dalam menjalani kehidupan. Kemampuan atau kecakapan di dalam diri setiap orang tentu akan ditunjukkan ketika berhadapan dengan berbagai kenyataan hidup. Nas bacaan ini memberi teladan untuk menggunakan setiap kemampuan, potensi atau kecakapan bagi kebaikan banyak orang. Setiap orang yang diberi anugerah melalui berbagai tanggung jawab, hendaknya semua itu dilakukan untuk memuliakan Tuhan yang telah menganugerahkannya. Hal ini penting untuk dimaknai sebab terkadang yang terjadi adalah semua kewenangan atau tindakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata. Tidak jarang juga kekuasaan dalam kepemimpinan digunakan untuk menindas orang lain. Kenyataan-kenyataan seperti ini harus dihindari sebab Tuhan tidak menghendaki hal demikian. Hendaklah seorang pemimpin dalam melakukan tanggung jawabnya harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Mintalah hikmat dari Tuhan agar dapat menjalani berbagai tanggung jawab untuk kebaikan bersama. Itulah wujud pemimpin yang berkenan kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat menjadi orang percaya yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Senin, 09 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 1-35

Daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan
Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel: 3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang; 4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang; 5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang; 6 bani Pahat-Moab, yakni anak-anak Yesua dan Yoab: dua ribu delapan ratus dua belas orang; 7 bani Elam: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 8 bani Zatu: sembilan ratus empat puluh lima orang; 9 bani Zakai: tujuh ratus enam puluh orang; 10 bani Bani: enam ratus empat puluh dua orang; 11 bani Bebai: enam ratus dua puluh tiga orang; 12 bani Azgad: seribu dua ratus dua puluh dua orang; 13 bani Adonikam: enam ratus enam puluh enam orang; 14 bani Bigwai: dua ribu lima puluh enam orang; 15 bani Adin: empat ratus lima puluh empat orang; 16 bani Ater, yakni bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang; 17 bani Bezai: tiga ratus dua puluh tiga orang; 18 bani Yora: seratus dua belas orang; 19 bani Hasum: dua ratus dua puluh tiga orang; 20 bani Gibar: sembilan puluh lima orang; 21 dari Betlehem: seratus dua puluh tiga orang; 22 orang-orang Netofa: lima puluh enam orang; 23 orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang; 24 dari Asmawet: empat puluh dua orang; 25 dari Kiryat-Arim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus empat puluh tiga orang; 26 dari Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang; 27 orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang; 28 orang-orang Betel dan Ai: dua ratus dua puluh tiga orang; 29 dari Nebo: lima puluh dua orang; 30 bani Magbis: seratus lima puluh enam orang; 31 bani Elam, yakni Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 32 bani Harim: tiga ratus dua puluh orang; 33 orang-orang dari Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh lima orang; 34 dari Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang; 35 bani Senaa: tiga ribu enam ratus tiga puluh orang.

Keutuhan Adalah Kekuatan

Pelangi terdiri dari beberapa warna yang berkumpul menjadi satu. Warna-warni Pelangi yang berkumpul menjadi satu akan membentuk keindahan bagi setiap mata yang melihatnya. Satu warna saja tidak akan bisa menjadikan pelangi menjadi indah. Keindahan hidup ini pun akan tercipta jika keutuhan tetap terjalin dalam hidup bersama. Manusia tentunya tidak bisa hidup sendiri. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk menopang seluruh keberadaan hidupnya. Menjaga keutuhan dalam kebersamaan sama artinya dengan memelihara kehidupan. Ketika bangsa Israel kembali pulang dari pembuangan, mereka tetap menjaga kebersamaan. Kebersamaan yang tetap terbangun dalam hidup bangsa Israel adalah wujud tetap menjaga keutuhan. Hal ini penting sebab hanya dengan menjaga keutuhan maka hidup bangsa Israel akan berlangsung dengan baik. Bangsa Israel harus membangun Rumah Tuhan di Yerusalem setelah mereka kembali dari pembuangan. Oleh sebab itu, keutuhan yang tetap terpelihara dalam hidup bangsa Israel menjadi kekuatan untuk mengupayakan seluruh kehidupan bangsa termasuk membangun Rumah Tuhan. Dalam hidup beriman masa kini, orang percaya pun diingatkan untuk senantiasa memelihara persekutuan. Persekutuan di dalam keluarga, masyarakat dan juga di dalam gereja.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar tetap menjaga keutuhan dalam hidup bersama. Amin.

Selasa, 10 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 36-42

36 Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang; 37 bani Imer: seribu lima puluh dua orang; 38 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang; 39 bani Harim: seribu tujuh belas orang. 40 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang. 41 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang. 42 Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang.

Gunakanlah Potensimu Untuk Melayani Tuhan

Setiap potensi hendaknya digunakan untuk memuliakan Tuhan. Kalimat ini menjadi penting sebab Tuhan-lah yang menganugerahkan potensi dalam diri setiap orang. Anugerah Tuhan itu hendaknya digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dimanapun berada. Ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan, terdapat juga para imam dan orang-orang Lewi. Mereka inilah yang digerakkan hatinya oleh Allah untuk membangun kembali Rumah Tuhan di Yerusalem. Para imam dan orang-orang Lewi adalah mereka yang dianugerahkan Tuhan dengan kecakapan atau potensi untuk melayani-Nya di Bait Suci. Kemampuan para imam dan orang-orang Lewi senantiasa digunakan untuk memuliakan Tuhan, terutamanya di Bait Suci. Ini adalah wujud mereka bertanggung jawab kepada Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu kepada mereka. Bacaan ini menjadi teladan bagi orang percaya agar senantiasa hidup untuk memuliakan Tuhan. Setiap orang dianugerahkan potensi, karya, pengabdian bahkan hal lainnya dalam hidup ini. Semua itu haruslah digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dimanapun berada.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami sebagai alat untuk terus melayani-Mu. Amin.

Rabu, 11 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 43-54

43 Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot; 44 bani Keros, bani Siaha, bani Padon; 45 bani Lebana, bani Hagaba, bani Akub; 46 bani Hagab, bani Samlai, bani Hanan; 47 bani Gidel, bani Gahar, bani Reaya; 48 bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam; 49 bani Uza, bani Paseah, bani Besai; 50 bani Asna, bani Meunim, bani Nefusim; 51 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur; 52 bani Bazlut, bani Mehida, bani Harsa; 53 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah; 54 bani Neziah, bani Hatifa.

Kasihilah Mereka Yang Lemah

Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu berjumpa dengan banyak orang di dalam hidupnya. Perjumpaan manusia dalam relasi bersama bukan hanya dengan kelompok yang kuat tetapi juga yang lemah. Hal ini tidak dapat disangkali sebab masa kini masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai makhluk sosial, sikap hidup saling menopang harus dinyatakan dalam perjumpaan bersama. Bangsa Israel yang kembali dari pembuangan bukan hanya terdiri dari orang-orang yang kuat tetapi juga terdapat mereka yang lemah. Mereka yang lemah adalah para budak di Bait Allah. Sekalipun mereka dikategorikan sebagai ‘yang lemah’ namun hidup mereka diberikan untuk melayani Tuhan. Hal penting yang dapat dimaknai yakni hidup ini adalah anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan itu harus disyukuri dengan cara saling mengasihi satu dengan lainnya. Dalam Persekutuan bersama tentu ada begitu banyak realitas yang dapat dijumpai. Berbagai realitas itu hendaknya dimaknai sebagai cara untuk tetap memelihara kebersamaan. Kasih menjadi penting sebab hanya dengan demikian maka semua orang akan menikmati kebaikan dalam hidup bersama. Oleh sebab itu, tetaplah hidup dalam saling mengasihi terutama kepada mereka yang lemah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap hidup saling mengasihi. Amin.

Kamis, 12 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 55-63

55 Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda; 56 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel; 57 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-Hazebaim, bani Ami. 58 Seluruh budak di bait Allah dan keturunan para hamba Salomo ada tiga ratus sembilan puluh dua orang. 59 Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel: 60 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, enam ratus lima puluh dua orang; 61 dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu. 62 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. 63 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

Jadikanlah Hidupmu Saluran Kebaikan

Kualitas hidup seseorang dapat dikatakan baik jika mampu saling menopang satu dengan lainnya. Saling menopang adalah wujud seseorang tetap menjaga kebersamaan dalam hidup yang dijalani. Salomo memiliki hamba yang bertugas untuk menopang keberadaan hidupnya, termasuk juga keluarganya. Hal ini menjadi bukti bahwa prinsip saling menopang menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan. Sekalipun memiliki hamba dalam konteks bangsa Israel merupakan sesuatu yang lazim terjadi, namun menjadi penting untuk diingat bahwa kenyataan tersebut merupakan tanda atau bukti adanya sikap hidup yang saling menopang satu dengan lainnya. Para hamba Salomo menjadikan diri mereka saluran kebaikan bagi Salomo dan orang-orang pada lingkup hidupnya. Bacaan ini memberi pelajaran penting bahwa sekalipun dalam kondisi hidup yang kuat namun tetap membutuhkan orang lain. Apapun potensi, kemampuan yang ada di dalam diri hendaknya digunakan untuk menopang keberadaan orang lain. Hidup di dalam keluarga, masyarakat dan gereja harus diwujudkan dengan saling menopang untuk kebaikan bersama. Hanya dengan demikian maka akan tercipta kebaikan dalam hidup bersama yang dijalani.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami saluran kebaikan bagi banyak orang. Amin.

Jumat, 13 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 64-67

64 Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang, 65 selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan. 66 Mereka mempunyai tujuh ratus tiga puluh enam ekor kuda, dua ratus empat puluh lima ekor bagal, 67 empat ratus tiga puluh lima ekor unta, dan enam ribu tujuh ratus dua puluh ekor keledai.

Semua Terpanggil untuk Melaksanakan Pelayanan-Nya

Data menunjukkan bahwa jumlah umat Israel yang kembali dari pembuangan berkisar 42.360 jiwa (bnd. Neh. 7:66), tetapi angka sesungguhnya di Pasal 2 hanya mencapai 29.818 jiwa dan jumlah yang disebutkan di Nehemia 7 mencapai 31.088 jiwa. Angka-angka yang berubah adalah akibat dari penyalinan teks yang berulang-ulang. Dalam angka tersebut terdapat 200 penyanyi laki-laki dan perempuan (ay. 65), mereka ini adalah orang-orang non-Israel yang disewa sebagai peratap pada saat ada yang meninggal atau sebagai penyanyi suku Lewi. Tidak hanya manusia, hewan turut disebutkan dalam bagian ini (ay. 66, 67). Hewan-hewan yang disebutkan memiliki harga yang fantastis, diperkirakan ini adalah bentuk dari banyaknya harta penduduk pada saat pembuangan. Sebenarnya, penyebutan tersebut bukan hanya persoalan angka-angka saja, melainkan penegasan bahwa umat Israel memiliki sejumlah sumber daya untuk pengembangan pelayanan. Sumber daya tersebut menjadi kekuatan dalam proses pelayanan yang harus dapat dikelola dengan benar dan jujur. Untuk itu, perlu juga sikap saling mengakui dan menerima. Ada sebuah penggalan lagu, “Satu tangan tak kuat berjuang; satu mulut tak kuat tabaos”. Penggalan lagu ini memberikan sebuah gambaran bahwa dalam pengembangan pelayanan yang dilakukan secara bersama, tentu akan terasa semakin mudah.

Doa: Tuhan, mampukan kami semua agar secara bersama mengembangkan pelayanan-Mu. Amin.

Sabtu, 14 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 68-70

68 Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula. 69 Mereka memberi sumbangan sekadar kemampuan mereka untuk perbendaharaan guna pekerjaan itu sebanyak enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam. 70 Adapun para imam dan orang-orang Lewi, dan juga sebagian dari rakyat, serta para penyanyi, para penunggu pintu gerbang dan para budak di bait Allah menetap di kota-kota mereka, demikian juga semua orang Israel yang lain, masing-masing di kota-kotanya sendiri.

Sukarela Menopang Pekerjaan Pelayanan Allah

Biarpun bait Allah telah menjadi puing-puing akibat perang, namun lapangannya terus dipakai semasa pembuangan. Kenyataan tersebut menarik, sebab menunjukkan bahwa keadaan ini tetap berlangsung di Yerusalem bahkan sesudah kota itu dihancurkan. Ezra mencatat dalam bilangan yang dibulatkan mengenai persembahan-persembahan dari kepala daerah, kepala suku bangsa dan segenap masyarakat yang telah dikumpulkan (Ay. 69). Mereka memberi secara sukarela dari kekurangan yang dimiliki dengan tujuan untuk menopang proses pelayanan pasca kembali ke Yerusalem. Kenyataan saling memberi tersebut menjadi menarik, sebab persembahan diberikan atas dasar ketulusan hati dan bukan karena paksaan atau iri hati terhadap pihak manapun yang memberikan lebih besar darinya. Kenyataan yang sama juga harus dipahami dalam proses pelayanan saat ini, yaitu kita semua terpanggil untuk menopang pekerjaan Allah secara sukarela. Memberi dari kekurangan tidak akan membuat kita kehabisan berkat, sebab kita memberi kepada pekerjaan Sang Pemberi itu sendiri. Ingat, bahwa persembahan tidak diukur dari nominal, tetapi seluruh kerelaan dan kesungguhan hati untuk memberi.

Doa: Ajarilah kami agar tidak pernah takut dan ragu dalam menopang pelayanan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Mei 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

Minggu, 05 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 1:1-7

Tujuan Amsal ini
Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda-- 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-- 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. 7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Takut akan Tuhan Sumber Pengetahuan dan Hikmat
Setiap manusia membutuhkan pengetahuan, dan salah satu sumber pengetahuan yang paling penting adalah takut akan Tuhan. Dengan takut akan Tuhan kita tidak saja menjadi orang yang berpengetahuan, namun juga menjadi orang yang berhikmat. Itulah pentingnya mendasarkan sumber pengetahuan dengan menjadi umat yang takut akan Tuhan, sebab di dalamnya ada hal yang jauh lebih berguna didapatkan oleh umat Tuhan, yakni hikmat. Hal ini disebutkan oleh Salomo dalam kitab Amsal pasal 1. Segala didikan untuk menjadikan kita pandai, serta memiliki kebenaran, keadilan, kejujuran, serta kecerdasan tidak hanya akan didapatkan lewat menimba ilmu, melainkan lewat sikap kita menjadi orang yang takut akan Tuhan. Karena itu, janganlah kita menghina hikmat dan didikan sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Maka dasarilah hidup ini dengan menjadi orang yang takut akan Tuhan. Di peringatan hari Ulang Tahun Wadah Pelayanan Perempuan GPM hari ini, nasehat Pengamsal menjadi panduan agar sebagai perempuan, kita menjadi lebih berhikmat, cerdas mendidik, setia melayani dan membangun kehidupan atas dasar takut akan Tuhan. Perempuan yang takut Tuhan, kehidupannya diberkati.

Doa: Mampukanlah kami untuk hidup sebagai umat yang takut akan Tuhan. Amin.

Senin, 06 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 9:10-11

10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. 11 Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.

Jadilah Orang yang Bijak, Berpengetahuan, dan Berhikmat
Dalam hidup kita membutuhkan yang namanya kebijaksanan, pengetahuan, dan hikmat. Hal-hal seperti ini, jika dimiliki oleh kita, maka itu akan menjadikan kita sebagai umat yang dalam hidupnya melakukan kebaikan bagi semua orang. Hal inilah yang ditekankan oleh Salomo dalam kitab Amsal ini. Disebutkan dalam anjuran ini bahwa orang bijak itu menyukai nasihat, orang yang mengejar pengetahuan adalah orang benar, dan orang yang berhikmat adalah orang yang takut akan Tuhan. Apabila dalam diri seseorang ada ketiga hal ini (bijak, pengetahuan, dan hikmat) maka orang itu dalam hidupnya akan berperilaku baik dan menampilkan hidup yang baik pula dengan semua orang. Kebaikannya nampak dari kemauan mendengarkan nasehat sehingga semakin bijaksana menjalani kehidupan. Kebaikannya akan nampak pula dalam perilaku kebenaran karena pengetahuannya akan Tuhan menolongnya menjauhkan diri dari berbagai perbuatan keliru. Karena itu, jadilah orang yang bijak, berpengetahuan, dan berhikmat dalam hidup dan dimulai dari hidup takut akan Tuhan.

Doa: Mampukanlah kami untuk menjadi bijak berpengatuhan, dan berhikmat. Amin.

Selasa, 07 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 14:26-27

26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. 27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

Takut Tuhan, Mencintai Didikan
Amsal 14:26-27 menegaskan bahwa orang yang Takut akan Tuhan akan merasakan ketentraman dan perlindungan sehingga terhindar dari bahaya maut. Walau demikian, bukanlah berarti tidak berhadapan dengan masalah, namun masalah yang menghampiri tidak akan mematahkan keyakinannya kepada Tuhan Sumber Kehidupan itu. Hanya DIAlah yang akan selalu meneduhkan gelombang kehidupan yang dialami. Suami dan Istri yang berhikmat dan takut akan Tuhan akan hidup saling mengasihi dan menopang dalam keluarga, tetapi yang suka melakukan KDRT sesungguhnya sedang merintis jalan kefasikan yang akan membawa kepada kesengsaraan. Orang tua dan anak yang saling mengasihi dan menghormati adalah wujud cinta kasih yang membimbing pada pengetahuan yang menghidupkan, tetapi yang kering dan gersang rasa cintanya akan melahirkan generasi dan teladan yang hampa. Pemimpin dan rakyat yang saling menghargai menjadi kekuatan untuk kesejahteraan bersama, tetapi yang rakus dan tidak hormat akan membawa kehancuran. Pertanyaan bagi kita saat ini, jalan mana yang akan kita pilih untuk meraih ketenangan dan Damai SejahteraNya?

Doa: Terangi hati Kami Tuhan, agar memiliki Hikmat yang membimbing pada kehidupan yang mendamaikan. Amin.

Rabu, 08 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 14:1-2

Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. 2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

Menenun Kecantikan dalam Kebijaksanaan
Tugas perempuan atau ibu-ibu rumah tangga yang mendidik dan melayani keluarga tidaklah mudah. Perempuan haruslah memiliki kecerdasan psikologis, spiritualitas, intelektual dan emosional. Dengan berbagai peran perempuan baik di ranah publik maupun domestik, sesungguhnya menuntut perempuan untuk cerdas dan berwibawa. Harus ada keseimbangan melakukan tugasnya, baik di dalam keluarga maupun sebagai wanita karier. Hikmat dan kebijaksanaan seorang perempuan diukur dari caranya memperlakukan keluarga, suami dan anak-anaknya dengan penuh ketulusan. Melayani dan mendewasakan anak-anak dalam kesetiaan. Memperlakukan sesama perempuan dan orang lain dengan kelembutan dan saling mendukung. Lihatlah, banyak sekali perempuan yang justru menyakiti perempuan lain ketika menjadi “simpanan atau selingkuhan”, berapa banyak perempuan yang teriris hatinya ketika menjadi korban kekerasan suaminya, berapa banyak perempuan yang dikucilkan dan dianggap rendah hanya karena belum/tidak memiliki keturunan, berapa banyak perempuan yang terus diusik dengan pertanyaan, “kapan menikah?” “kapan punya kerja?”, dan sebagainya?. Semoga peran kita dapat mendukung semua perempuan, sebab dukungan kita sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional, psikologis dan spiritualitasnya. Tetaplah jadi perempuan yang bersyukur, Andalkan Hikmat Allah dan Jadilah Bijaksana.

Doa: Tuhan, anugerahkanlah Hikmat Mu bagi setiap kami.

Kamis, 09 Mei 2024

bahan bacaan : Lukas 24:50-53

Kenaikan Yesus
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Kenaikan Yesus Kristus, Meneguhkan Iman
Perpisahan dengan orang yang kita kasihi, entah karena tugas, pendidikan ataupun meninggal dunia merupakan moment yang mengharukan serta menyedihkan. Apalagi kita sudah terikat, hidup bersama dan memiliki kedekatan emosional yang kuat. Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga merupakan peristiwa yang terjadi 40 hari setelah kebangkitanNya. Disaksikan oleh murid-murid Nya, Yesus terangkat dan meninggalkan mereka. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang memilukan bagi murid-murid Yesus, sebab mereka secara emosional telah terikat dan sangat mengasihi Yesus. Oleh karenanya, kesedihan mewarnai keterpisahan mereka dengan Yesus ketika peristiwa ini terjadi. Namun yang menarik ialah ketika Yesus terangkat, IA menaruh Janji dan Memberkati mereka. Berkat itulah yang dirasakan oleh semua kita sebagai orang-orang percaya hingga saat ini. Perlu kita yakini, bahwa keterpisahan kita dengan Tuhan Yesus dalam peristiwa kenaikan hari ini justru menjadi kekuatan bagi kita sebab, IA Memberkati dan Menyertai kita. Rasa kesedihan yang dialami sesungguhnya adalah wujud kecintaan kita pada Yesus, Sang Juruslamat. Oleh sebab itu, maknailah peristiwa ini sebagai peristiwa iman yang menguatkan dan meneguhkan.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keyakinan yang sungguh bagi kami untuk menata masa depan bersamaMu. Amin.

Jumat, 10 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 23:17-18

17 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Takut akan Tuhan, Masa Depan tidak akan Hilang
Karena Masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” ayat 18 dari bacaan kita hari ini sering menjadi Quote (kutipan) yang memotivasi setiap orang percaya. Dalam realitas ketika ditolak, gagal, disepelehkan, dkhianati, dibenci dan dicurangi tidak sedikit ayat ini menjadi pegangan yang menguatkan. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini sesungguhnya memberi kesempatan kepada kita agar Percaya dalam Kesungguhan akan Kuasa dan Penyertaan Tuhan. Buanglah segala keraguan, segala iri hati jika ada orang lain yang nasibnya lebih beruntung dari kita apalagi mereka dalam pandangan kita meraih semuanya dengan kecurangan. Sebab in hati akan membawa penyakit hati yang membuat kita tidak dapat memahami Maksud dan Rancangan Tuhan bagi kehidupan kita. Percaya akan FirmanNya, Takut akan Tuhan dan Bersihkan hati adalah kunci menuju kehidupan yang lebih baik. Ingatlah, masa depan kita tidak akan hilang. semua yang terlihat baik bagi kita pasti akan disediakan lebih baik lagi oleh Tuhan, asalkan meyakini dengan sungguh. Untuk semua anak-anak yang masih menata dan berjuang bagi masa depan, Takutlah akan Tuhan. Untuk semua rumah tangga yang berusaha mempertahankan kekokohannya, Takutlah akan Tuhan. Untuk semua sakit yang digumuli, Takutlah akan Tuhan. Takut akan Tuhan memberi kekuatan, membuka jalan berkat dan menyediakan sukacita.

Doa: Ya Yesus, Kami bersyukur atas Kemurahan dan CintaMu. Amin.

Sabtu, 11 Mei 2024

bahan bacaan : Keluaran 18:21

21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

Pemimpin yang Takut Tuhan Diberkati
Musa diingatkan oleh Yitro mertuanya untuk melakukan tugas dengan baik. Dalam perkara pengangkatan hakim-hakim yang akan menjadi pemimpin, beberapa pesan dititipkan Yitro kepada menantunya itu agar disampaikan dan diajarkan kepada para pemimpin, salah satunya ialah Takut akan Tuhan. Ya, seorang pemimpin diharapkan berlaku takut Tuhan. Dalam bacaan kita hari ini mengingatkan semua pemimpin untuk melakukan tugas mereka dengan yang Pertama, Takut akan Tuhan. Kedua, tidak menerima suap, ketiga, dapat dipercaya, dan keempat adil. Menjadi pemimpin tidaklah mudah. Dinamika kepemimpinan akan berubah-ubah setiap saat tergantung pada situasi dan kondisi wilayah kepemimpinan itu. Namun semua dapat dilalui jika menaati perintah dan ketetapan Tuhan sebagai wujud Takut akan Tuhan. Pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadi, yang tidak adil dan tidak Takut Tuhan hanya membawa kepada kebinasaan, sebaliknya pemimpin yang memprioritaskan kepentingan rakyat akan menuai berkat dan sukacita. Jadilah pemimpin yang bijaksana, yang berani menyatakan kebenaran, mewujudkan keadilan dan yang terpenting Takut akan Tuhan.

Doa: Kuatkan kami Tuhan, jika kelak dipercayakan menjadi pemimpin, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2024, LPJ-GPM