Santapan Harian Keluarga, 08 – 14 September 2024

Tema Bulanan : Gereja Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Allah

Tema Mingguan : Pendataan Sumber Daya untuk Pengembangan Pelayanan

Minggu, 08 September 2024

bahan bacaan : Ezra 1 : 1-11

Koresh mengizinkan orang-orang buangan pulang ke negerinya
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini: 2 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. 3 Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, Allahnya menyertainya! Biarlah ia berangkat pulang ke Yerusalem, yang terletak di Yehuda, dan mendirikan rumah TUHAN. Allah Israel, yakni Allah yang diam di Yerusalem. 4 Dan setiap orang yang tertinggal, di manapun ia ada sebagai pendatang, harus disokong oleh penduduk setempat dengan perak dan emas, harta benda dan ternak, di samping persembahan sukarela bagi rumah Allah yang ada di Yerusalem." 5 Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem. 6 Dan segala orang di sekeliling mereka membantu mereka dengan barang-barang perak, dengan emas, harta benda dan ternak dan dengan pemberian yang indah-indah, selain dari segala sesuatu yang dipersembahkan dengan sukarela. 7 Pula raja Koresh menyuruh mengeluarkan perlengkapan rumah TUHAN yang telah diangkut Nebukadnezar dari Yerusalem dan yang ditaruhnya di dalam kuil allahnya. 8 Koresh, raja Persia itu, menyuruh mengeluarkan semuanya itu di bawah pengawasan Mitredat, bendahara raja, yang menghitung seluruhnya bagi Sesbazar, pembesar di Yehuda. 9 Inilah daftarnya: tiga puluh bokor emas, seribu bokor perak, dua puluh sembilan pisau, 10 tiga puluh piala emas, pula empat ratus sepuluh piala perak, seribu buah barang-barang lain. 11 Barang-barang emas dan perak itu seluruhnya berjumlah lima ribu empat ratus. Semuanya itu dibawa oleh Sesbazar sewaktu orang-orang buangan itu dibawa pulang dari negeri Babel ke Yerusalem.

Pemimpin Yang Berkenan Kepada Tuhan

Setiap orang adalah pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Pemimpin di dalam keluarga, masyarakat bahkan gereja atau jemaat. Tentunya ketika melakukan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin maka kecakapan atau kemampuan harus ditunjukkan. Tuhan menganugerahkan manusia dengan berbagai kemampuan atau kecakapan. Berbagai kemampuan itu digunakan dalam menjalani kehidupan. Kemampuan atau kecakapan di dalam diri setiap orang tentu akan ditunjukkan ketika berhadapan dengan berbagai kenyataan hidup. Nas bacaan ini memberi teladan untuk menggunakan setiap kemampuan, potensi atau kecakapan bagi kebaikan banyak orang. Setiap orang yang diberi anugerah melalui berbagai tanggung jawab, hendaknya semua itu dilakukan untuk memuliakan Tuhan yang telah menganugerahkannya. Hal ini penting untuk dimaknai sebab terkadang yang terjadi adalah semua kewenangan atau tindakan hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok semata. Tidak jarang juga kekuasaan dalam kepemimpinan digunakan untuk menindas orang lain. Kenyataan-kenyataan seperti ini harus dihindari sebab Tuhan tidak menghendaki hal demikian. Hendaklah seorang pemimpin dalam melakukan tanggung jawabnya harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Mintalah hikmat dari Tuhan agar dapat menjalani berbagai tanggung jawab untuk kebaikan bersama. Itulah wujud pemimpin yang berkenan kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar dapat menjadi orang percaya yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Senin, 09 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 1-35

Daftar orang-orang yang kembali dari pembuangan
Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, yakni para tawanan, yang dahulu diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 2 Mereka datang bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Seraya, Reelaya, Mordekhai, Bilsan, Mispar, Bigwai, Rehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel: 3 bani Paros: dua ribu seratus tujuh puluh dua orang; 4 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang; 5 bani Arah: tujuh ratus tujuh puluh lima orang; 6 bani Pahat-Moab, yakni anak-anak Yesua dan Yoab: dua ribu delapan ratus dua belas orang; 7 bani Elam: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 8 bani Zatu: sembilan ratus empat puluh lima orang; 9 bani Zakai: tujuh ratus enam puluh orang; 10 bani Bani: enam ratus empat puluh dua orang; 11 bani Bebai: enam ratus dua puluh tiga orang; 12 bani Azgad: seribu dua ratus dua puluh dua orang; 13 bani Adonikam: enam ratus enam puluh enam orang; 14 bani Bigwai: dua ribu lima puluh enam orang; 15 bani Adin: empat ratus lima puluh empat orang; 16 bani Ater, yakni bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang; 17 bani Bezai: tiga ratus dua puluh tiga orang; 18 bani Yora: seratus dua belas orang; 19 bani Hasum: dua ratus dua puluh tiga orang; 20 bani Gibar: sembilan puluh lima orang; 21 dari Betlehem: seratus dua puluh tiga orang; 22 orang-orang Netofa: lima puluh enam orang; 23 orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang; 24 dari Asmawet: empat puluh dua orang; 25 dari Kiryat-Arim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus empat puluh tiga orang; 26 dari Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang; 27 orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang; 28 orang-orang Betel dan Ai: dua ratus dua puluh tiga orang; 29 dari Nebo: lima puluh dua orang; 30 bani Magbis: seratus lima puluh enam orang; 31 bani Elam, yakni Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 32 bani Harim: tiga ratus dua puluh orang; 33 orang-orang dari Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh lima orang; 34 dari Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang; 35 bani Senaa: tiga ribu enam ratus tiga puluh orang.

Keutuhan Adalah Kekuatan

Pelangi terdiri dari beberapa warna yang berkumpul menjadi satu. Warna-warni Pelangi yang berkumpul menjadi satu akan membentuk keindahan bagi setiap mata yang melihatnya. Satu warna saja tidak akan bisa menjadikan pelangi menjadi indah. Keindahan hidup ini pun akan tercipta jika keutuhan tetap terjalin dalam hidup bersama. Manusia tentunya tidak bisa hidup sendiri. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk menopang seluruh keberadaan hidupnya. Menjaga keutuhan dalam kebersamaan sama artinya dengan memelihara kehidupan. Ketika bangsa Israel kembali pulang dari pembuangan, mereka tetap menjaga kebersamaan. Kebersamaan yang tetap terbangun dalam hidup bangsa Israel adalah wujud tetap menjaga keutuhan. Hal ini penting sebab hanya dengan menjaga keutuhan maka hidup bangsa Israel akan berlangsung dengan baik. Bangsa Israel harus membangun Rumah Tuhan di Yerusalem setelah mereka kembali dari pembuangan. Oleh sebab itu, keutuhan yang tetap terpelihara dalam hidup bangsa Israel menjadi kekuatan untuk mengupayakan seluruh kehidupan bangsa termasuk membangun Rumah Tuhan. Dalam hidup beriman masa kini, orang percaya pun diingatkan untuk senantiasa memelihara persekutuan. Persekutuan di dalam keluarga, masyarakat dan juga di dalam gereja.

Doa: Tuntunlah kami Tuhan agar tetap menjaga keutuhan dalam hidup bersama. Amin.

Selasa, 10 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 36-42

36 Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang; 37 bani Imer: seribu lima puluh dua orang; 38 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang; 39 bani Harim: seribu tujuh belas orang. 40 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang. 41 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang. 42 Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang.

Gunakanlah Potensimu Untuk Melayani Tuhan

Setiap potensi hendaknya digunakan untuk memuliakan Tuhan. Kalimat ini menjadi penting sebab Tuhan-lah yang menganugerahkan potensi dalam diri setiap orang. Anugerah Tuhan itu hendaknya digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dimanapun berada. Ketika bangsa Israel kembali dari pembuangan, terdapat juga para imam dan orang-orang Lewi. Mereka inilah yang digerakkan hatinya oleh Allah untuk membangun kembali Rumah Tuhan di Yerusalem. Para imam dan orang-orang Lewi adalah mereka yang dianugerahkan Tuhan dengan kecakapan atau potensi untuk melayani-Nya di Bait Suci. Kemampuan para imam dan orang-orang Lewi senantiasa digunakan untuk memuliakan Tuhan, terutamanya di Bait Suci. Ini adalah wujud mereka bertanggung jawab kepada Tuhan yang telah menganugerahkan segala sesuatu kepada mereka. Bacaan ini menjadi teladan bagi orang percaya agar senantiasa hidup untuk memuliakan Tuhan. Setiap orang dianugerahkan potensi, karya, pengabdian bahkan hal lainnya dalam hidup ini. Semua itu haruslah digunakan untuk melayani Tuhan dan sesama dimanapun berada.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami sebagai alat untuk terus melayani-Mu. Amin.

Rabu, 11 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 43-54

43 Inilah para budak di bait Allah: bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot; 44 bani Keros, bani Siaha, bani Padon; 45 bani Lebana, bani Hagaba, bani Akub; 46 bani Hagab, bani Samlai, bani Hanan; 47 bani Gidel, bani Gahar, bani Reaya; 48 bani Rezin, bani Nekoda, bani Gazam; 49 bani Uza, bani Paseah, bani Besai; 50 bani Asna, bani Meunim, bani Nefusim; 51 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur; 52 bani Bazlut, bani Mehida, bani Harsa; 53 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah; 54 bani Neziah, bani Hatifa.

Kasihilah Mereka Yang Lemah

Manusia adalah makhluk sosial yang akan selalu berjumpa dengan banyak orang di dalam hidupnya. Perjumpaan manusia dalam relasi bersama bukan hanya dengan kelompok yang kuat tetapi juga yang lemah. Hal ini tidak dapat disangkali sebab masa kini masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan. Sebagai makhluk sosial, sikap hidup saling menopang harus dinyatakan dalam perjumpaan bersama. Bangsa Israel yang kembali dari pembuangan bukan hanya terdiri dari orang-orang yang kuat tetapi juga terdapat mereka yang lemah. Mereka yang lemah adalah para budak di Bait Allah. Sekalipun mereka dikategorikan sebagai ‘yang lemah’ namun hidup mereka diberikan untuk melayani Tuhan. Hal penting yang dapat dimaknai yakni hidup ini adalah anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan itu harus disyukuri dengan cara saling mengasihi satu dengan lainnya. Dalam Persekutuan bersama tentu ada begitu banyak realitas yang dapat dijumpai. Berbagai realitas itu hendaknya dimaknai sebagai cara untuk tetap memelihara kebersamaan. Kasih menjadi penting sebab hanya dengan demikian maka semua orang akan menikmati kebaikan dalam hidup bersama. Oleh sebab itu, tetaplah hidup dalam saling mengasihi terutama kepada mereka yang lemah.

Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami tetap hidup saling mengasihi. Amin.

Kamis, 12 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 55-63

55 Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani Peruda; 56 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel; 57 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-Hazebaim, bani Ami. 58 Seluruh budak di bait Allah dan keturunan para hamba Salomo ada tiga ratus sembilan puluh dua orang. 59 Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adan dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal usul mereka termasuk bangsa Israel: 60 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda, enam ratus lima puluh dua orang; 61 dan dari antara kaum imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu. 62 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. 63 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim.

Jadikanlah Hidupmu Saluran Kebaikan

Kualitas hidup seseorang dapat dikatakan baik jika mampu saling menopang satu dengan lainnya. Saling menopang adalah wujud seseorang tetap menjaga kebersamaan dalam hidup yang dijalani. Salomo memiliki hamba yang bertugas untuk menopang keberadaan hidupnya, termasuk juga keluarganya. Hal ini menjadi bukti bahwa prinsip saling menopang menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan. Sekalipun memiliki hamba dalam konteks bangsa Israel merupakan sesuatu yang lazim terjadi, namun menjadi penting untuk diingat bahwa kenyataan tersebut merupakan tanda atau bukti adanya sikap hidup yang saling menopang satu dengan lainnya. Para hamba Salomo menjadikan diri mereka saluran kebaikan bagi Salomo dan orang-orang pada lingkup hidupnya. Bacaan ini memberi pelajaran penting bahwa sekalipun dalam kondisi hidup yang kuat namun tetap membutuhkan orang lain. Apapun potensi, kemampuan yang ada di dalam diri hendaknya digunakan untuk menopang keberadaan orang lain. Hidup di dalam keluarga, masyarakat dan gereja harus diwujudkan dengan saling menopang untuk kebaikan bersama. Hanya dengan demikian maka akan tercipta kebaikan dalam hidup bersama yang dijalani.

Doa: Ya Tuhan, jadikanlah kami saluran kebaikan bagi banyak orang. Amin.

Jumat, 13 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 64-67

64 Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang, 65 selain dari budak mereka laki-laki dan perempuan yang berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus penyanyi laki-laki dan perempuan. 66 Mereka mempunyai tujuh ratus tiga puluh enam ekor kuda, dua ratus empat puluh lima ekor bagal, 67 empat ratus tiga puluh lima ekor unta, dan enam ribu tujuh ratus dua puluh ekor keledai.

Semua Terpanggil untuk Melaksanakan Pelayanan-Nya

Data menunjukkan bahwa jumlah umat Israel yang kembali dari pembuangan berkisar 42.360 jiwa (bnd. Neh. 7:66), tetapi angka sesungguhnya di Pasal 2 hanya mencapai 29.818 jiwa dan jumlah yang disebutkan di Nehemia 7 mencapai 31.088 jiwa. Angka-angka yang berubah adalah akibat dari penyalinan teks yang berulang-ulang. Dalam angka tersebut terdapat 200 penyanyi laki-laki dan perempuan (ay. 65), mereka ini adalah orang-orang non-Israel yang disewa sebagai peratap pada saat ada yang meninggal atau sebagai penyanyi suku Lewi. Tidak hanya manusia, hewan turut disebutkan dalam bagian ini (ay. 66, 67). Hewan-hewan yang disebutkan memiliki harga yang fantastis, diperkirakan ini adalah bentuk dari banyaknya harta penduduk pada saat pembuangan. Sebenarnya, penyebutan tersebut bukan hanya persoalan angka-angka saja, melainkan penegasan bahwa umat Israel memiliki sejumlah sumber daya untuk pengembangan pelayanan. Sumber daya tersebut menjadi kekuatan dalam proses pelayanan yang harus dapat dikelola dengan benar dan jujur. Untuk itu, perlu juga sikap saling mengakui dan menerima. Ada sebuah penggalan lagu, “Satu tangan tak kuat berjuang; satu mulut tak kuat tabaos”. Penggalan lagu ini memberikan sebuah gambaran bahwa dalam pengembangan pelayanan yang dilakukan secara bersama, tentu akan terasa semakin mudah.

Doa: Tuhan, mampukan kami semua agar secara bersama mengembangkan pelayanan-Mu. Amin.

Sabtu, 14 September 2024

bahan bacaan : Ezra 2 : 68-70

68 Beberapa kepala kaum keluarga, tatkala datang ke rumah TUHAN yang di Yerusalem, mempersembahkan persembahan sukarela guna pembangunan rumah Allah pada tempatnya semula. 69 Mereka memberi sumbangan sekadar kemampuan mereka untuk perbendaharaan guna pekerjaan itu sebanyak enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam. 70 Adapun para imam dan orang-orang Lewi, dan juga sebagian dari rakyat, serta para penyanyi, para penunggu pintu gerbang dan para budak di bait Allah menetap di kota-kota mereka, demikian juga semua orang Israel yang lain, masing-masing di kota-kotanya sendiri.

Sukarela Menopang Pekerjaan Pelayanan Allah

Biarpun bait Allah telah menjadi puing-puing akibat perang, namun lapangannya terus dipakai semasa pembuangan. Kenyataan tersebut menarik, sebab menunjukkan bahwa keadaan ini tetap berlangsung di Yerusalem bahkan sesudah kota itu dihancurkan. Ezra mencatat dalam bilangan yang dibulatkan mengenai persembahan-persembahan dari kepala daerah, kepala suku bangsa dan segenap masyarakat yang telah dikumpulkan (Ay. 69). Mereka memberi secara sukarela dari kekurangan yang dimiliki dengan tujuan untuk menopang proses pelayanan pasca kembali ke Yerusalem. Kenyataan saling memberi tersebut menjadi menarik, sebab persembahan diberikan atas dasar ketulusan hati dan bukan karena paksaan atau iri hati terhadap pihak manapun yang memberikan lebih besar darinya. Kenyataan yang sama juga harus dipahami dalam proses pelayanan saat ini, yaitu kita semua terpanggil untuk menopang pekerjaan Allah secara sukarela. Memberi dari kekurangan tidak akan membuat kita kehabisan berkat, sebab kita memberi kepada pekerjaan Sang Pemberi itu sendiri. Ingat, bahwa persembahan tidak diukur dari nominal, tetapi seluruh kerelaan dan kesungguhan hati untuk memberi.

Doa: Ajarilah kami agar tidak pernah takut dan ragu dalam menopang pelayanan-Mu. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN SEPTEMBER 2024, LPJ-GPM

Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Mei 2024

Tema Bulanan : Menjadi Cerdas dalam Tuntunan Roh Kudus

Tema Mingguan : Takut akan Tuhan adalah Permulaan Pengetahuan

Minggu, 05 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 1:1-7

Tujuan Amsal ini
Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna, 3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran, 4 untuk memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman, dan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang muda-- 5 baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan-- 6 untuk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki orang bijak. 7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Takut akan Tuhan Sumber Pengetahuan dan Hikmat
Setiap manusia membutuhkan pengetahuan, dan salah satu sumber pengetahuan yang paling penting adalah takut akan Tuhan. Dengan takut akan Tuhan kita tidak saja menjadi orang yang berpengetahuan, namun juga menjadi orang yang berhikmat. Itulah pentingnya mendasarkan sumber pengetahuan dengan menjadi umat yang takut akan Tuhan, sebab di dalamnya ada hal yang jauh lebih berguna didapatkan oleh umat Tuhan, yakni hikmat. Hal ini disebutkan oleh Salomo dalam kitab Amsal pasal 1. Segala didikan untuk menjadikan kita pandai, serta memiliki kebenaran, keadilan, kejujuran, serta kecerdasan tidak hanya akan didapatkan lewat menimba ilmu, melainkan lewat sikap kita menjadi orang yang takut akan Tuhan. Karena itu, janganlah kita menghina hikmat dan didikan sebab takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan. Maka dasarilah hidup ini dengan menjadi orang yang takut akan Tuhan. Di peringatan hari Ulang Tahun Wadah Pelayanan Perempuan GPM hari ini, nasehat Pengamsal menjadi panduan agar sebagai perempuan, kita menjadi lebih berhikmat, cerdas mendidik, setia melayani dan membangun kehidupan atas dasar takut akan Tuhan. Perempuan yang takut Tuhan, kehidupannya diberkati.

Doa: Mampukanlah kami untuk hidup sebagai umat yang takut akan Tuhan. Amin.

Senin, 06 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 9:10-11

10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. 11 Karena oleh aku umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah.

Jadilah Orang yang Bijak, Berpengetahuan, dan Berhikmat
Dalam hidup kita membutuhkan yang namanya kebijaksanan, pengetahuan, dan hikmat. Hal-hal seperti ini, jika dimiliki oleh kita, maka itu akan menjadikan kita sebagai umat yang dalam hidupnya melakukan kebaikan bagi semua orang. Hal inilah yang ditekankan oleh Salomo dalam kitab Amsal ini. Disebutkan dalam anjuran ini bahwa orang bijak itu menyukai nasihat, orang yang mengejar pengetahuan adalah orang benar, dan orang yang berhikmat adalah orang yang takut akan Tuhan. Apabila dalam diri seseorang ada ketiga hal ini (bijak, pengetahuan, dan hikmat) maka orang itu dalam hidupnya akan berperilaku baik dan menampilkan hidup yang baik pula dengan semua orang. Kebaikannya nampak dari kemauan mendengarkan nasehat sehingga semakin bijaksana menjalani kehidupan. Kebaikannya akan nampak pula dalam perilaku kebenaran karena pengetahuannya akan Tuhan menolongnya menjauhkan diri dari berbagai perbuatan keliru. Karena itu, jadilah orang yang bijak, berpengetahuan, dan berhikmat dalam hidup dan dimulai dari hidup takut akan Tuhan.

Doa: Mampukanlah kami untuk menjadi bijak berpengatuhan, dan berhikmat. Amin.

Selasa, 07 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 14:26-27

26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. 27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

Takut Tuhan, Mencintai Didikan
Amsal 14:26-27 menegaskan bahwa orang yang Takut akan Tuhan akan merasakan ketentraman dan perlindungan sehingga terhindar dari bahaya maut. Walau demikian, bukanlah berarti tidak berhadapan dengan masalah, namun masalah yang menghampiri tidak akan mematahkan keyakinannya kepada Tuhan Sumber Kehidupan itu. Hanya DIAlah yang akan selalu meneduhkan gelombang kehidupan yang dialami. Suami dan Istri yang berhikmat dan takut akan Tuhan akan hidup saling mengasihi dan menopang dalam keluarga, tetapi yang suka melakukan KDRT sesungguhnya sedang merintis jalan kefasikan yang akan membawa kepada kesengsaraan. Orang tua dan anak yang saling mengasihi dan menghormati adalah wujud cinta kasih yang membimbing pada pengetahuan yang menghidupkan, tetapi yang kering dan gersang rasa cintanya akan melahirkan generasi dan teladan yang hampa. Pemimpin dan rakyat yang saling menghargai menjadi kekuatan untuk kesejahteraan bersama, tetapi yang rakus dan tidak hormat akan membawa kehancuran. Pertanyaan bagi kita saat ini, jalan mana yang akan kita pilih untuk meraih ketenangan dan Damai SejahteraNya?

Doa: Terangi hati Kami Tuhan, agar memiliki Hikmat yang membimbing pada kehidupan yang mendamaikan. Amin.

Rabu, 08 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 14:1-2

Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri. 2 Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.

Menenun Kecantikan dalam Kebijaksanaan
Tugas perempuan atau ibu-ibu rumah tangga yang mendidik dan melayani keluarga tidaklah mudah. Perempuan haruslah memiliki kecerdasan psikologis, spiritualitas, intelektual dan emosional. Dengan berbagai peran perempuan baik di ranah publik maupun domestik, sesungguhnya menuntut perempuan untuk cerdas dan berwibawa. Harus ada keseimbangan melakukan tugasnya, baik di dalam keluarga maupun sebagai wanita karier. Hikmat dan kebijaksanaan seorang perempuan diukur dari caranya memperlakukan keluarga, suami dan anak-anaknya dengan penuh ketulusan. Melayani dan mendewasakan anak-anak dalam kesetiaan. Memperlakukan sesama perempuan dan orang lain dengan kelembutan dan saling mendukung. Lihatlah, banyak sekali perempuan yang justru menyakiti perempuan lain ketika menjadi “simpanan atau selingkuhan”, berapa banyak perempuan yang teriris hatinya ketika menjadi korban kekerasan suaminya, berapa banyak perempuan yang dikucilkan dan dianggap rendah hanya karena belum/tidak memiliki keturunan, berapa banyak perempuan yang terus diusik dengan pertanyaan, “kapan menikah?” “kapan punya kerja?”, dan sebagainya?. Semoga peran kita dapat mendukung semua perempuan, sebab dukungan kita sangat berpengaruh pada kecerdasan emosional, psikologis dan spiritualitasnya. Tetaplah jadi perempuan yang bersyukur, Andalkan Hikmat Allah dan Jadilah Bijaksana.

Doa: Tuhan, anugerahkanlah Hikmat Mu bagi setiap kami.

Kamis, 09 Mei 2024

bahan bacaan : Lukas 24:50-53

Kenaikan Yesus
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. 52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Kenaikan Yesus Kristus, Meneguhkan Iman
Perpisahan dengan orang yang kita kasihi, entah karena tugas, pendidikan ataupun meninggal dunia merupakan moment yang mengharukan serta menyedihkan. Apalagi kita sudah terikat, hidup bersama dan memiliki kedekatan emosional yang kuat. Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus ke surga merupakan peristiwa yang terjadi 40 hari setelah kebangkitanNya. Disaksikan oleh murid-murid Nya, Yesus terangkat dan meninggalkan mereka. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang memilukan bagi murid-murid Yesus, sebab mereka secara emosional telah terikat dan sangat mengasihi Yesus. Oleh karenanya, kesedihan mewarnai keterpisahan mereka dengan Yesus ketika peristiwa ini terjadi. Namun yang menarik ialah ketika Yesus terangkat, IA menaruh Janji dan Memberkati mereka. Berkat itulah yang dirasakan oleh semua kita sebagai orang-orang percaya hingga saat ini. Perlu kita yakini, bahwa keterpisahan kita dengan Tuhan Yesus dalam peristiwa kenaikan hari ini justru menjadi kekuatan bagi kita sebab, IA Memberkati dan Menyertai kita. Rasa kesedihan yang dialami sesungguhnya adalah wujud kecintaan kita pada Yesus, Sang Juruslamat. Oleh sebab itu, maknailah peristiwa ini sebagai peristiwa iman yang menguatkan dan meneguhkan.

Doa: Ya Tuhan, karuniakanlah keyakinan yang sungguh bagi kami untuk menata masa depan bersamaMu. Amin.

Jumat, 10 Mei 2024

bahan bacaan : Amsal 23:17-18

17 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Takut akan Tuhan, Masa Depan tidak akan Hilang
Karena Masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang” ayat 18 dari bacaan kita hari ini sering menjadi Quote (kutipan) yang memotivasi setiap orang percaya. Dalam realitas ketika ditolak, gagal, disepelehkan, dkhianati, dibenci dan dicurangi tidak sedikit ayat ini menjadi pegangan yang menguatkan. Oleh karena itu, Firman Tuhan hari ini sesungguhnya memberi kesempatan kepada kita agar Percaya dalam Kesungguhan akan Kuasa dan Penyertaan Tuhan. Buanglah segala keraguan, segala iri hati jika ada orang lain yang nasibnya lebih beruntung dari kita apalagi mereka dalam pandangan kita meraih semuanya dengan kecurangan. Sebab in hati akan membawa penyakit hati yang membuat kita tidak dapat memahami Maksud dan Rancangan Tuhan bagi kehidupan kita. Percaya akan FirmanNya, Takut akan Tuhan dan Bersihkan hati adalah kunci menuju kehidupan yang lebih baik. Ingatlah, masa depan kita tidak akan hilang. semua yang terlihat baik bagi kita pasti akan disediakan lebih baik lagi oleh Tuhan, asalkan meyakini dengan sungguh. Untuk semua anak-anak yang masih menata dan berjuang bagi masa depan, Takutlah akan Tuhan. Untuk semua rumah tangga yang berusaha mempertahankan kekokohannya, Takutlah akan Tuhan. Untuk semua sakit yang digumuli, Takutlah akan Tuhan. Takut akan Tuhan memberi kekuatan, membuka jalan berkat dan menyediakan sukacita.

Doa: Ya Yesus, Kami bersyukur atas Kemurahan dan CintaMu. Amin.

Sabtu, 11 Mei 2024

bahan bacaan : Keluaran 18:21

21 Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

Pemimpin yang Takut Tuhan Diberkati
Musa diingatkan oleh Yitro mertuanya untuk melakukan tugas dengan baik. Dalam perkara pengangkatan hakim-hakim yang akan menjadi pemimpin, beberapa pesan dititipkan Yitro kepada menantunya itu agar disampaikan dan diajarkan kepada para pemimpin, salah satunya ialah Takut akan Tuhan. Ya, seorang pemimpin diharapkan berlaku takut Tuhan. Dalam bacaan kita hari ini mengingatkan semua pemimpin untuk melakukan tugas mereka dengan yang Pertama, Takut akan Tuhan. Kedua, tidak menerima suap, ketiga, dapat dipercaya, dan keempat adil. Menjadi pemimpin tidaklah mudah. Dinamika kepemimpinan akan berubah-ubah setiap saat tergantung pada situasi dan kondisi wilayah kepemimpinan itu. Namun semua dapat dilalui jika menaati perintah dan ketetapan Tuhan sebagai wujud Takut akan Tuhan. Pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan pribadi, yang tidak adil dan tidak Takut Tuhan hanya membawa kepada kebinasaan, sebaliknya pemimpin yang memprioritaskan kepentingan rakyat akan menuai berkat dan sukacita. Jadilah pemimpin yang bijaksana, yang berani menyatakan kebenaran, mewujudkan keadilan dan yang terpenting Takut akan Tuhan.

Doa: Kuatkan kami Tuhan, jika kelak dipercayakan menjadi pemimpin, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN MEI 2024, LPJ-GPM