Santapan Harian Keluarga, 8 – 14 Agustus 2021

Tema Mingguan : “Menjadi Keluarga Yang Berharap Kepada Tuhan”

Tema Mingguan : “Menjadi Keluarga Yang Berharap Kepada TUHAN”

Minggu, 08 Agustus 2021                              

bacaan : Mazmur 42 : 1 – 12

Kerinduan kepada Allah
Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 2 (42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? 3 (42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: "Di mana Allahmu?" 4 (42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. 5 (42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! 6 (42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar. 7 (42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku. 8 (42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku. 9 (42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: "Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?" 10 (42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: "Di mana Allahmu?" 11 (42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Curhatlah Kepada Tuhan

Masalah disikapi sebagian orang dengan cara mencari teman curhat, entah itu pelayan, sahabat, keluarga, atau orang terdekat lainnya. Curhat biasanya dilakukan dengan harapan mendapat solusi, atau setidaknya membuat hati lega dan meringankan beban. Curhat bukanlah hal yang salah, namun dapat tidak bermanfaat bila melibatkan orang yang kurang tepat. Kemampuan menyimpan rahasia tidak dimiliki oleh semua orang. Masalah dan rahasia dapat bocor serta tersebar, sehingga  merugikan orang yang curhat. Pengalaman pemazmur hendaknya dijadikan teladan iman menemukan solusi menyelesaikan persoalan tekanan batin. Ia mengungkapkan: “mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah dalam diriku”? Pemazmur mengalami tekanan batin yang mendalam karena berbagai masalah, dan merintih mohon pertolongan. Ia berharap pada Tuhan dan mengungkapkan tekanan batinnya dalam doa. Kita pun mengalami banyak masalah yang menekan batin, terutama pandemi covid 19. Krisis iman, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan hadir dan menekan batin dengan hebat. Belajarlah pada pemazmur yang berharap pada Tuhan, Ia  memberikan pertolongan, sehingga hati menjadi lega karena diliputi sukacita. Keluarga haruslah menjadi basis beriman yang di dalamnya tekad dan hati disatukan lalu curhat kepada Tuhan dalam doa. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan nyata saat kita berserah dan membuka hati. Tuhan adalah harapan satu-satunya dan tempat berteduh yang abadi. Ia tahu apa yang dihadapi dan menekan batin, jadilah kuat dan tetap berserah diri serta mengandalkan Dia dalam segala situasi.

Doa: KepadaMu ya Tuhan kami membawa seluruh persoalan kami. Amin.

Senin, 09 Agustus 2021                                       

bacaan : Yesaya 2 : 22

22 Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada embusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?

Jangan Berharap Kepada Manusia

Uang dan jabatan sering dijadikan sebagai tumpuan harapan seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Uang dipahami sebagai raja dunia, identitas manusia, dan digunakan sebagai standar dalam menentukan derajat sosial. Kualitas seseorang diukur dari ada tidaknya uang yang dimiliki, bukan berdasarkan norma dan karakter. Jabatan pun memiliki pengaruh yang tidak kurang mempengaruhi perilaku manusia dewasa ini. Ingatlah ungkapan “orang dalam” yang diandalkan saat mengikuti tes memperoleh pekerjaan, anak masuk sekolah dll. Uang dan jabatan dijadikan andalan penyelesaian berbagai hal dan Tuhan dilupakan. Kita memerlukan uang dan jabatan atau manusia, namun tidak boleh melupakan Tuhan sumber segala sesuatu. Mereka yang berharap dan mengandalkan Tuhan tidak menjadi kecewa. Bacaan hari ini, Yesaya 2:22 menegaskan, jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih daripada embusan nafas. Manusia adalah ciptaan Allah yang sungguh amat baik, namun tetap terbatas dalam hal tertentu. Tuhan-lah tumpuan harapan satu-satunya, Ia sanggup menjawab segala kebutuhan hidup manusia. Ia hadir dengan pertolongan-Nya di saat manusia berada pada “titik paling rendah” dalam hidupnya. Setiap orang yang berharap kepada Tuhan tidak pernah kecewa. Yakinlah akan kasih dan kebaikan Tuhan dan jadilah kuat serta tenang. Kasih dan kebaikan manusia bisa sirna dan musnah seiring berjalannya waktu, namun yang berasal dari  Tuhan abadi adanya. Setiap orang yang berharap kepadaNya akan mengalami kelimpahan hidup.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk tetap berharap kepadaMu. Amin.

Selasa, 10 Agustus 2021                               

bacaan : Yesaya 36 : 1 – 10

Yerusalem dikepung oleh Sanherib
Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya. 2 Raja Asyur mengutus juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia disertai suatu tentara yang besar. Ia mengambil tempat dekat saluran kolam atas di jalan raya pada Padang Tukang Penatu. 3 Keluarlah mendapatkan dia Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoab bin Asaf, bendahara negara. 4 Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: "Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini? 5 Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan rencana dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku? 6 Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya. 7 Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, --bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah! 8 Maka sekarang, baiklah bertaruh dengan tuanku, raja Asyur: Aku akan memberikan dua ribu ekor kuda kepadamu, jika engkau sanggup memberikan dari pihakmu orang-orang yang mengendarainya. 9 Bagaimanakah mungkin engkau memukul mundur satu orang perwira tuanku yang paling kecil? Padahal engkau berharap kepada Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda! 10 Sekarangpun, adakah di luar kehendak TUHAN aku maju melawan negeri ini untuk memusnahkannya? TUHAN telah berfirman kepadaku: Majulah menyerang negeri itu dan musnahkanlah itu!"

Suka Duka DipakaiNya Untuk Kebaikanku

Seorang tukang periuk selalu menginginkan periuk buatannya baik dan sempurna. Periuk yang kurang baik, akan dirombak dan dibentuk kembali  agar menjadi sempurna. Tuhan pun demikian, senantiasa berkarya dan mendatangkan kebaikan dalam seluruh keadaan manusia. Manusia adalah ciptaan-Nya yang sungguh amat baik. Alkitab juga menyaksikan bahwa Israel adalah umat pilihan, dan dari merekalah bangsa-bangsa lain memperoleh berkat. Pilihan dan keistimewahan yang telah ditetapkan Allah itu di kemudian hari disangkali Israel, mereka hidup menurut kehendak sendiri. Dosa besar yang mereka lakukan adalah penyembahan berhala dan berharap serta bersandar pada kekuatan militer bangsa lain. Bacaan hari ini menegaskan pula bahwa kesukaran yang Israel alami bukanlah alasan berakhirnya kebaikan Allah. Allah tetap mengasihi dan menyatakan kebaikan-Nya. Kesaksian Yesaya ini layak dijadikan inspirasi bagi orang percaya agar tetap meyakini kebaikan Allah. Orang yang meyakini kebaikan Allah memiliki kekuatan untuk terus mendekatkan diri, berdoa dan berserah.  Allah menyatakan kasih kepada manusia dalam seluruh situasi hidup, baik suka maupun duka.  Suka duka dipakai Allah untuk membentuk manusia menjadi pribadi beriman yang kuat dan lebih baik serta berkenan kepada-Nya. Ia memberikan kekuatan yang memampukan kita melewati penderitaan atau masa hidup yang sulit. Kebahagiaan dan kesukaran akan terjadi silih berganti menghiasi hidup kita. Hendaklah terus berharap pada Tuhan baik dalam suka maupun duka.

Doa: Ya Tuhan, arahkan langkah kami untuk tetap ada di jalanMu. Amin.

Rabu, 11 Agustus 2021                                 

bacaan : Mazmur 38 : 1 – 23

Doa pada waktu sakit
Mazmur Daud pada waktu mempersembahkan korban peringatan. (38-2) TUHAN, janganlah menghukum aku dalam geram-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan murka-Mu; 2 (38-3) sebab anak panah-Mu menembus aku, tangan-Mu telah turun menimpa aku. 3 (38-4) Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena amarah-Mu, tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh karena dosaku; 4 (38-5) sebab kesalahanku telah menimpa kepalaku; semuanya seperti beban berat yang menjadi terlalu berat bagiku. 5 (38-6) Luka-lukaku berbau busuk, bernanah oleh karena kebodohanku; 6 (38-7) aku terbungkuk-bungkuk, sangat tertunduk; sepanjang hari aku berjalan dengan dukacita. 7 (38-8) Sebab pinggangku penuh radang, tidak ada yang sehat pada dagingku; 8 (38-9) aku kehabisan tenaga dan remuk redam, aku merintih karena degap-degup jantungku. 9 (38-10) Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku, dan keluhkupun tidak tersembunyi bagi-Mu; 10 (38-11) jantungku berdebar-debar, kekuatanku hilang, dan cahaya matakupun lenyap dari padaku. 11 (38-12) Sahabat-sahabatku dan teman-temanku menyisih karena penyakitku, dan sanak saudaraku menjauh. 12 (38-13) Orang-orang yang ingin mencabut nyawaku memasang jerat, orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku, memikirkan kehancuran dan merancangkan tipu daya sepanjang hari. 13 (38-14) Tetapi aku ini seperti orang tuli, aku tidak mendengar, seperti orang bisu yang tidak membuka mulutnya; 14 (38-15) ya, aku ini seperti orang yang tidak mendengar, yang tak ada bantahan dalam mulutnya. 15 (38-16) Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. 16 (38-17) Pikirku: "Asal mereka jangan beria-ria karena aku, jangan membesarkan diri terhadap aku apabila kakiku goyah!" 17 (38-18) Sebab aku mulai jatuh karena tersandung, dan aku selalu dirundung kesakitan; 18 (38-19) ya, aku mengaku kesalahanku, aku cemas karena dosaku. 19 (38-20) Orang-orang yang memusuhi aku besar jumlahnya, banyaklah orang-orang yang membenci aku tanpa sebab; 20 (38-21) mereka membalas yang jahat kepadaku ganti yang baik, mereka memusuhi aku, karena aku mengejar yang baik. 21 (38-22) Jangan tinggalkan aku, ya TUHAN, Allahku, janganlah jauh dari padaku! 22 (38-23) Segeralah menolong aku, ya Tuhan, keselamatanku!

KepadaMu Ku Berdoa

Seorang wanita paruh baya dengan wajah yang lusuh dan layu menghampiri seorang penjaga makam sambil menyerahkan seikat bunga. “Pa, seperti biasanya, tolong letakan bunga ini di makam anakku ya”. Penjaga makam tersenyum dan berkata, “Ibu, selama bertahun-tahun ibu melakukan ini”. Wanita paruh baya itu menjawab, “Anakku telah tiada, untuk apa aku hidup, hidupku hanya untuk anakku”. Penjaga makam itu pun berkata dengan bijaksana, “Anak ibu akan sedih melihat ibu seperti ini. Teruslah melanjutkan hidup, masih banyak hal baik yang bisa ibu lakukan”. Beberapa bulan kemudian, sebuah mobil mewah parkir di depan pintu sebuah makam. Seorang wanita cantik paruh baya turun dengan senyum berseri dan menghampiri penjaga makam. “Saya mau mengucapkan terima kasih, beberapa bulan lalu saat kita berjumpa di sini, sebenarnya saya mengalami sakit kanker otak. Saya putus asa, rasanya ingin mati bersama anakku, tetapi berhasil bangkit berkat nasihatmu. Saya bersama anak-anak yatim piatu di panti asuhan, mengajarkan mereka membaca, menulis, memasak dan menjahit, semua hal itu membuat saya begitu bahagia”. Keputusasaan bisa menimpa siapa saja pada saat mengalami kesukaran, misalnya pada waktu sakit. Pemazmur mengungkapkan: “tidak ada yang sehat, berdegup, terbungkuk”, jiwanya terancam dan ia mengalami kesepian yang amat sangat. Tuhan dijadikannya sebagi tempat bersandar, mengeluh dan memohon.  Saat kita tidak bisa lagi melakukan sesuatu, doalah satu-satunya solusi. Tuhan pasti menjawab doa dan menolong  melalui orang-orang di sekitar kita.

Doa: Tuhan, kepada-Mu lah ku serahkan segala pergumulanku. Amin.

Kamis, 12 Agustus 2021                                     

bacaan : Mazmur 71 : 5

5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.

Berharaplah Pada Tuhan Sepanjang Hidupmu

Bacaan hari ini mengisahkan pengalaman beriman yang dialami raja Daud pada masa lanjut usianya. Ia merenung dan mengakui kemurahan Tuhan yang telah dialaminya sejak masa muda. Tuhan berkarya di sepanjang rentang usianya dengan cara menguatkan, menuntun, melindungi, dan memberkati. Hidupnya berlangsung karena kebaikan Tuhan. orang yang menapaki hidup di usia lanjut mengalami berkurangnya kekuatan fisik dan membayang akhir hidup yang mendekat. Pengalaman beriman yang telah dialaminya bersama Tuhan menguatkan iman. Imannya tetap kokoh, walau telah memasuki usia senja dan mengakui bahwa kemurahan Tuhan tidak pernah berakhir. Tuhan terus menyertainya sampai di masa lanjut usia dan ia pun tetap beriman serta memohon pertolongan dari-Nya. Kasih setia Tuhan dipuji dan diakuinya melalui ungkapan: “Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah”. Pengalaman spiritual Daud ini hendaknya dijadikan pelajaran berharga yang menuntun perjalanan hidup kita. Tuhan adalah harapan satu-satunya yang mampu memberi pertolongan untuk mengatasi berbagai kenyataan hidup yang mengguncang. Ia pasti menolong, melindungi, dan menyertai hidup orang percaya. Pertolongan-Nya menghalau takut dan kuatir terhadap risiko memasuki masa tua, sehingga sirnalah perasaan menjadi beban bagi orang lain, terabaikan serta tidak berguna. Hidup dan lanjut usia bukanlah kenyataan yang harus disesali tetapi dimaknai dan disyukuri sebagai kasih karunia Tuhan. Berharaplah pada Tuhan yang menguasai sejarah dan hidupmu, bersukacitalah senantiasa.

Doa: Tuhanlah harapanku berilah berkat-Mu berlimpah-limpah. Amin!

Jumat, 13 Agustus 2021                                

bacaan : Mazmur 123 : 1 – 4

Berharap kepada anugerah TUHAN
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. 3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; 4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Belas Kasihan Tuhan Melegakan Batin

Banyak orang mengalami tekanan batin ketika dihina, dicela dan dituding tanpa alasan yang jelas. Tekanan seperti ini pada saatnya akan mengakibatkan dialaminya stres dan depresi. Stres dan depresi mengakibatkan kelelahan serta kelemahan baik fisik maupun mental bahkan berbagai macam penyakit. Daud pun pernah mengalami pengalaman serupa, hatinya penuh sesak dengan hinaan. Telinganya tidak kuat lagi mendengar teriakan yang bernada ejekan. Matanya terasa perih melihat orang-orang dan pemandangan di sekelilingnya. Mulutnya pun terbungkam rapat tidak bisa lagi berkata apa-apa. Tekanan batin ini diatasinya dengan berdoa, menyembah dan menaikkan ucapan-ucapan syukur kepada Tuhan. Ia memohon belas kasihan, pertolongan, dan bimbingan Tuhan. Permohonannya bernada seruan dan pengakuan: ”Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,  sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan, jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong” (ayat 3 dan 4). Kata kami dalam bacaan ini menjelaskan bahwa permohonan Daud bukan saja bersifat pribadi tetapi juga persekutuan. Ia berdoa memohon pertolongan untuk seluruh umat dan dirinya sendiri. Berdoa sungguh-sungguh memohon belas kasihan Tuhan telah Daud teladankan kepada kita. Teladanilah sikap iman Daud dan yakinlah bahwa hanya belas kasihan Tuhan sajalah yang bisa mengatasi kemelut batin. Kemelut batin baik yang dialami secara pribadi maupun persekutuan dapat diatasi dengan memohon belas kasihan Tuhan. Belas kasihan Tuhan-lah yang mampu melegakan batin.

Doa: Ya Tuhan legakanlah tekanan batin kami dengan belas kasihan-Mu. Amin!

Sabtu, 14 Agustus 2021

bacaan : Mazmur 130 : 1 – 8

Seruan dari dalam kesusahan
Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! 2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. 3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? 4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. 5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. 6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. 7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. 8 Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Berharaplah Pada Tuhan Karena Ia  Setia Mengasihi

Ungkapan “Nyanyian ziarah” yang dipakai di awal mazmur ini sesungguhnya berarti “naik”. Yerusalem didirikan di daerah perbukitan, dan Bait Allah ada di atas bukit bernama Sion. Pemazmur naik menghampiri Allah dalam Bait-Nya yang Kudus dan berdoa mengakui kesalahannya. Ia berseru dari dalam kesukaran dan memohon agar Tuhan mengampuni kesalahannya. Kesalahan yang sudah dilakukan diakui dan berseru memohon agar Tuhan mendengar seruannya. Pengampunan Tuhan ia mohonkan supaya terlepas dari akibat kesalahannya. Pengampunan Tuhan-lah yang akan menyelamatkan pemazmur, sebab kasih setia ada pada-Nya. Keyakinannya akan kasih setia Tuhan teguh, sehingga ia sabar menanti jawaban Tuhan. Bacaan hari ini menegaskan pesan bahwa semua orang dapat melakukan kesalahan dan Tuhan tahu semuanya. Kita diminta untuk terbuka dan jujur mengakui semua kesalahan serta memohon pengampunan. Ingatlah kesalahan yang disembunyikan atau ditutupi memberatkan batin dan membuat hidup menjadi tidak bergairah. Kita mengharapkan pengampunan Tuhan agar terlepas dari rasa bersalah dan mengalami kelegaan. Tuhan itu baik, kasih setia ada pada-Nya, datanglah dan berserulah dari dalam kesukaranmu, Ia pasti mendengar. Berhati-hatilah menjalani keberadaan sebagai orang beriman agar terhindar dari melakukan kesalahan. Mohonlah hikmat dari-Nya supaya hidup dituntun dan diterangi serta berkenan kepada-Nya. Bersabarlah bila permohonan tidak cepat terjawab, percayalah bahwa pada waktu-Nya Tuhan pasti menjawab. Yakinlah akan kasih setia Tuhan yang tak pernah berkesudahan.      

Doa: Ya Tuhan, ingatlah akan kami yang mengharapkan kasih setia-Mu. Amin!

*sumber : SHK bulan Agustus 2021, LPJ GPM

Tinggalkan komentar