Tema Mingguan : “Merayakan Adventus Dengan Beriman“
Minggu, 05 Desember 2021
bacaan : Habakuk 2:1-5
Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. 2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. 3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. 4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. 5 Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya."
Menanti Dengan Iman
Habakuk adalah salah satu kitab yang terdapat di dalam kanon PL dan merupakan bagian dari kelompok Kitab nabi-nabi kecil.. Tema utama di dalam kitab ini menceritakan bagaimana Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya atas kehidupan orang benar. Orang-orang fasik yang hidup dengan berlaku curang akan mendapatkan hukuman yang setimpal dan adil dari Tuhan.Oleh sebab itu pada ayat 1 ditegaskan tentang sikap kesetiaan yang harus dimiliki oleh orang percaya dan Habakuk menyatakan bahwa sikap tersebut harus menjadi sikapnya. Habakuk harus menantikan Tuhan dengan kesetiaannya meminta pertolongan dan kekuatan dari Tuhan saja, sekalipun banyak terjadi penindasan dan kejahatan disekitarnya. Kondisi keterpurukan ini mungkin saja akan sangat mempengaruhi keadilan Tuhan bagi Habakuk dan bangsa Israel, sehingga mempengaruhi pula setiap orang yang menanti untuk tetap bertahan. Tetapi Nabi Habakuk menegaskan bahwa orang benar akan memperoleh kehidupan dari kepercayaannya kepada Tuhan (ayat 4). Hal ini berarti bahwa kesetiaan harus disertai iman yang sungguh yang berwujud juga dalam kesetiaan setiap orang benar untuk menyampaikan doa pengaduannya kepada Tuhan. Habakuk menyatakan pentingnya sikap tersebut melalui kehidupannya yang juga terus menerus berseru kepada Tuhan meyakini akan kuasa Tuhan yang akan menolongnya. Tidak pernah luntur dalam hatinya bahwa Tuhan pasti akan menepati janji keselamatanNya. Itulah iman yang sesungguhnya di masa-masa penantian atau adventus bagi kita saat ini.
Doa: Teguhkanlah iman kami dengan tuntutan RohMu, ya Tuhan, dalam masa-masa adventus ini. Amin.
Senin, 06 Desember 2021
bacaan : Mazmur 119 : 166 – 168
166 Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. 167 Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya. 168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.
Mencintai Dalam Penantian
Shasha, ini sudah jam 11 malam, ayo cepat tidur”, seruku kepada Shasha. “Sebentar ma, sedikit lagi, ini sudah mau hampir selesai. Saya lagi menyelesaikan soal-soal ini”, jelas Shasha kepadaku. “Kamu lagi menyelesaikan soal-soal apa? pelajaran apakah itu?, tanyaku. “Pelajaran matematika, ma. Saya menyukainya. Saya ingin menyelesaikan beberapa pertanyaan ini. Saya harus bisa mendapatkan penilaian harian yang lebih baik dari sebelumnya. Beberapa teman memintaku untuk bekerja sama, tapi mereka tidak serius mengerjakan latihan soal-soal ini. Saya tidak mau. Jadi mama, ijinkan saya mengerjakan pelajaran yang saya sukai ini ya? setelah itu, saya akan segera tidur”, jelas Shasha sambil sedikit memelas. Rasa suka/senang dapat memberi dorongan yang lebih kuat bagi seseorang untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya wajib atau harus. Pemazmur mengatakan pada ayat 166b dan 167 yakni “dan aku melakukan perintah-perintah-Mu. Aku berpegang pada peringatan-peringatanMu, dan aku amat mencintaiNya”, menunjukkan pula rasa suka atau yang yang disebut Pemazmur “mencintainya” sebagai alasan yang kuat untuk Pemazmur tetap setia pada perintah-perintah Tuhan. “Mencintainya” tidak hanya sekedar menggambarkan perasaan atau emosi, melainkan menjadi motivasi dan kekuatan bagi Pemazmur selama ia menantikan keselamatan dari Tuhan. Waktu-waktu penantian sebagai masa yang belum pasti harus disikapi dengan kekuatan atau hal-hal dari dalam diri yang akan menolong seseorang untuk tetap tekun melakukannya. Untuk itu, bagi kita sebagai orang percaya di minggu adventus kedua ini, marilah kita mengisi minggu ini dengan rasa suka/senang dan mencintai disertai dengan ketaatan pada perintah Tuhan.
Doa: Kami mencintai perintahMu dan menyukai untuk melakukannya selama masa-masa penantian ini. Amin
Selasa, 07 Desember 2021
bacaan : Roma 15 : 12 – 13
12 Dan selanjutnya kata Yesaya: "Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan." 13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.
Hidup Dengan Berpengharapan
Apakah hidup kita sekarang lebih baik daripada dulu? Ada yang menjawabnya,belum tentu!. Sebab kenyataannya sekalipun kita hidup dengan segala kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun kita masih menghadapi banyak masalah. Kemiskinan, keterbelakangan, bencana alam, masalah kemanusiaan bahkan pandemi virus corona masih menjadi wajah kehiduoan saat ini. begitu banyak peristiwa dan tragedi yang mengancam dan merenggut nyawa dan membuat pedih hati kita.. Dalam kondisi demikian, apakah iman kita dapat menjadi landasan yang kokoh untuk bertahan menghadapi situasi ini dan masih adakah harapan yang kita miliki akan hadirnya sebuah kehidupan yang jauh lebih baik ke depan?. Kegelisahan itu dirasakan pula oleh bangsa Israel masa lampau. kapankah masanya sebuah pemerintahan yang adil dan benar, yang memberikan kesejahteraan kepada umat akan mereka nikmati? Dalam kegelisahan itu nabi Yesaya tampil dengan nubuatannya, “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan”. Ini pula yang diulangi dan ditegaskan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Jadi, pengharapan itu berasal dari penyerahan hidup kepada Allah melalui kekuatan Roh Kudus. Karena itu, orang yang berpengharapan selalu bersikap optoimis, sanggup menghadapi berbagai tantangan hidup, karena ia memilih berserah pada kehendak Tuhan. Itulah sikap pengharapan kita yang harus dimiliki di minggu-minggu adventus ini.
Doa: Tolonglah kami ya Roh Kudus, tetap berpengharapan dalam segala situasi hidup. Amin.
Rabu, 08 Desember 2021
bacaan : 2 Korintus 5 : 6 – 10
6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan, 7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-- 8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan. 9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. 10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Merayakan Adven Dengan Beriman
Masa advent atau persiapan hari raya natal yaitu perayaan penggenapan kedatangan Tuhan yang pertama diantara umat manusia. Ia lahir sebagai bayi mungil yang memberi sukacita dan keselamatan bagi manusia. Masa advent juga mengarahkan kita dengan penuh harapan menantikan kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Tuhan yang dinantikan pada kedua masa ini adalah Tuhan yang hadir secara konkrit dalam sejarah hidup manusia yang beriman. Sebagai gereja, kita berjalan dalam proses keselamatan Allah yang sudah dan sedang berlangsung, serta terus menantikan kepenuhannya. Karena itu, advent mengingatkan gereja akan panggilan misionernya untuk mewartakan sabda Allah kepada segala bangsa agar mengenal Kristus dan kehendakNya. Semangat adventus tidak lain adalah pengharapan, bersihkan hati, beriman teguh, dan tabah menghadapi berbagai berbagai tantangan dan persoalan hidup, tidak mudah tawar hati. Dalam bahasa Paulus, tetaplah berpengharapan dan hiduplah berkenan di hadapan Tuhan, sebab kita semua harus menghadap tahta pengadilan Kristus untuk memperoleh apa yang patut kita terima, sesuai dengan yang dilakukan dalam hidup baik ataupun jahat. Semangat adventus ini harus kita miliki. Jagalah diri kita masing-masing supaya jangan jatuh kedalam godaan dunia ini. Mari bersihkan hati dari semua hal yang membuat kita kehilangan damai hati, lalu tetaplah beriman dan berharap menantikan Dia yang datang bukan lagi sebagai bayi malaf, namun sebagai hakim yang menghakimi manusia.
Doa: Peliharalah hidup kami di masa-masa penantian ini ya Tuhan. Amin.
Kamis, 09 Desember 2021
bacaan : Filipi 3 : 17 – 4 : 1
Nasihat-nasihat kepada jemaat
17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Jadilah Teladan Iman
Menjadi teladan bukanlah hal mudah. Orang yang menjadi teladan artinya orang yang patut ditiru atau dijadikan panutan oleh orang lain. Ia menjadi role model bagi orang lain. Di dalam keluarga, jemaat, gereja dan masyarakat, kita akan selalu membutuhkan orang-orang yang dapat diteladani dalam sikap, tuturkata dan perilaku hingga teladan iman setiap hari. Dalam alkitab kita pun bisa menemukan banyak contoh orang-orang yang penuh keteladanan. Rasul Paulus adalah salah satunya. Ia memberi nasehat kepada jemaat di Filipi “ikutilah teladanku sama seperti aku telah mengikuti teladan Kristus.” Apa yang perlu diteladani dari Paulus? Kehidupannya ternyata sepenuhnya dipimpin oleh Roh Kudus sehingga ia benar-benar mengerti bahwa keberadaan hidupnya hanya untuk Tuhan. Paulus tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Yang dipikirkan hanyalah bagaimana ia bisa memuliakan nama Kristus yang telah mati bagi dirinya, baik melalui kehidupan maupun kematiannya. Itulah sebabnya ia tetap berdiri teguh melayani dan memberitakan Injil. Berdiri teguh menunjuk kepada sikap hidup dan pendirian tidak berubah, tidak goyah namun memiliki sikap hidup setia dan tetap beriman didalam kondisi dan situasi apapun. Itulah hal yang patut diteladani dari Paulus. Pertanyaannya, ada berapa banyak sosok yang layak untuk diteladani di hari-hari penantian ini? Apakah kita sendiri sudah siap dan sanggup menjadi teladan? Belajar dari apa yang dinasihatkan Paulus kepada jemaat di Filipi dan ia mencontohkan dirinya sendiri, marilah kita pun menjadi teladan kebaikan dan teladan iman, tidak goyah dalam situasi apapun.
Doa: Mampukan kami menjadi teladan iman dan kebaikan. Amin.
Jumat, 10 Desember 2021
bacaan : 1 Yohanes 5 : 1 – 5
Iman mengalahkan dunia Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya. 2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. 3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, 4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
Iman Untuk Mengalahkan Dunia
Untuk dapat mengalahkan dunia dan godaannya, kita mesti kuat dalam iman. Yohanes dalam suratnya yang pertama ini mengajak untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Ajakan ini sangat penting, sebab inilah bukti dari kekristenan. Orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah, tentu mengasihi Allah dan menuruti perintah-Nya Dalam menuruti perintah-Nya itu, kita diingatkan untuk tidak takut. Namun, ketakutan memperlihatkan ketidaksempurnaan kasih. Memang ada banyak faktor yang membuat orang hidup dalam ketakutan. Justru itu Yohanes mengingatkan: “Siapakah yang mengalahkan dunia ini, selain daripada dia yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah?. Sikap percaya bahwa Yesus Anak Allah, yang menjadi kekuatan bagi orang percaya menghadapi hidup. Yesuslah sumber kekuatan kita yang akan datang sebagai Tuhan. Sebagai orang percaya kita diajak untuk tidak perlu takut. Berani menghadapi dan berperang melawan roh-roh jahat di dunia ini sebab Allah yang telah menyediakan perlengkapan senjata rohani yang memperlengkapi kita menghadapi dunia dan cobaannya. Ada banyak pergumulan hidup di dunia ini yang senantiasa mengintai dan mengancam kita. Mungkin masalah ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, dan masih banyak lagi. Sekalipun demikian iman percaya kita kepada Yesus Kristus jangan menjadi lemah, namun iman kita harus tetap kokoh dan teguh, ibarat batu karang. Dengan demikian di masa-masa penantian ini, sebagai keluarga marilah jaga dan pelihara hubungan kita dengan Tuhan, supaya ada kekuatan yang dapat kita miliki untuk dapat mengalahkan dunia ini.
Doa: Tuhan memberi iman untuk mengalahkan dunia dan cobaannya. Amin.
Sabtu, 11 Desember 2021
bacaan : Yudas 1 : 17 – 23
Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman
17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. 18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." 19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. 20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. 21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, 23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Teguh Dalam Iman
Di minggu-minggu Adventus ini hendak mengajak kita untuk merenungkan dan memaknai seluruh perjalanan hidup agar tetap setia beriman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hal ini penting sebab situasi hidup sekarang ini dengan berbagai tantangan dan masalah sangat berpengaruh dan menantang iman orang percaya khusus keluarga Kristen. Oleh penulis surat Yudas menyaksikan bahwa pada akhir jaman akan tampil pengejek-pengejek yang hidup menurut nafsu kefasikan mereka. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasi keinginan dunia dan hidup tanpa Roh Kudus. Sifat keserakahan yang kuat membuat mereka begitu lihai menipu dengan kata-kata manis yang bertujuan memutarbalikkan kebenaran Injil tentang Kristus sebagai Mesias dan Juruselamat. Dengan segala cara mereka membangun kekuatan dan gerakan untuk menolak dan melawan iman Kristen tentang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Secara sederhana saja kalau sikap dan perilaku hidup kita yang tidak mengimani Kristus, mengandalkan kekuatan-kekuatan diluar Kristus, hidup dalam keserakahan, kedagingan, perseteruan, kedengkian, amarah, dendam serta berbagai nafsu dunia berarti kita menjadi sama dengan para pengejek tersebut. Itulah sebabnya penting untuk kita memohon tuntunan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan kita di minggu-minggu adventus ini agar kita dapat menjauhi sifat-sifat demikian serta menjadi keluarga Kristen yang selalu mewujudkan cinta kasih Kristus melalui sikap dan perilaku hidup yang benar dalam keteguhan iman.
Doa: Tuhan Yesus kuatkan iman kami ditengah tantangan zaman ini. Amin.
*sumber : SHK Terbitan LPJ GPM