Tema Mingguan : ” Merayakan Adventus Dengan Bersukacita “
Minggu, 12 Desember 2021
Zakharia 9 : 9 – 10
Raja Mesias di Sion
9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
Menyambut Raja Damai dengan Sukacita
Dihari ini kita telah memasuki minggu adventus ketiga dengan pendasaran firman Tuhan dari kesaksian nabi Zakharia yang menubuatkan kedatangan Mesias sebagai Raja Damai. Gambaran dari kedatangan Raja Damai yang lemah lembut dengan mengendarai seekor keledai. Biasanya seorang raja mengenderai seekor kuda yang menunjuk kepada keperkasaan dan kekuataannya untuk bertarung dalam peperangan. Namun Raja Damai dengan mengendarai seekor keledai menunjuk kepada sosok yang lemah lembut, bersahaja dan rendah hati. Nubuatan nabi ini menjawab segala kejenuhan umat Israel atas setiap kekerasan, pertempuran, peperangan serta jauh dari kedamaian dan ketentraman. Itulah sebabnya seruan nabi ini dengan mengajak umat untuk bersukacita menyambut datangnya Raja Damai. Nubuatan nabi Zakharia ini tergenapi dalam kedatangan Tuhan Yesus yang puncaknya ketika Ia memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai seekor keledai untuk sebuah misi pengorbanan demi keselamatan orang percaya termasuk kita sebagai keluarga Kristen. Kehadiran Tuhan Yesus yang kita nantikan dalam minggu-minggu adventus ini tidak lagi sebagai bayi mungil di Bethlehem, namun sebagai Raja yang akan menghakimi manusia dan dunia ini. Sebagai keluarga Kristen kita mesti bersyukur dan bersukacita karena karya cinta kasih Allah bagi kita melalui kedatangan Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita diperoleh dengan jalan damai dan jauh dari segala kekerasan. Untuk itu sukacita kita dalam menanti kedatangan Tuhan Yesus harus diwujudkan melalui sikap hidup kita yang selalu lemah lembut, cinta kasih dan penuh damai dalam kehidupan keluarga, persekutuan maupun bermasyarakat.
Doa: Tuhan Yesus kami bersukacita atas kehadiranMu sebagai raja Damai yang telah menyelamatkan kami. Amin.
Senin, 13 Desember 2021
bacaan : Mazmur 16 : 7 – 11
7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Bersukacitalah Didalam Tuhan
Kita semua pasti pernah merasakan sukacita. Perasaan sukacita ini dilatarbelakangi dengan berbagai alasan. Namun yang pasti ada kejadian atau situasi yang menguntungkan dan menyenangkan hati kita. Misalnya kita mendapat promosi jabatan, lulus ujian, menang udian berhadiah, keuntungan dalam usaha atau bisnis, dlsbnya. Semua itu wajar dan sah-sah saja, namun berapa lama kita menikmati sukacita atas hal-hal lahiriah itu. Tentu terbatas dan tidak kekal. Hanya satu sukacita kita yang besar dan kekal adalah kesukacitaan kita dalam kasih Tuhan. Hal ini yang disaksikan oleh pemazmur dalam ayat 9 bacaan firman Tuhan saat ini bahwa hatinya bersukacita dan jiwanya bersorak-sorak atas cinta kasih Tuhan yang telah menyelamatkannya. Hati sebagai pusat dari seluruh kehidupan pemazmur yang tentu merasakan sukacita yang berasal dari Tuhan itu kekal dan abadi. Apapun situasi dam kondisi baik tantangan, persoalan maupun penderitaan tetap membuat pemazmur untuk bersukacita. Sebab bukan dari kekuatan dan kemampuan pemazmur tetapi kekuatan dari Allah yang menuntun serta menyertainya sehingga ia tetap bersukacita memuji dan memuliakan Tuhan. Demikianpun kita sebagai keluara Kristen ketika ada di minggu-minggu adventus ini hendaklah kita bersyukur dan bersukacita atas cinta kasih Kristus yang telah menyelamatkan kita melalui pengorbanan, kematian dan kebangkitanNya. Sukacita yang tiada ternilai harganya sebab dibayar dengan pengorbananNya dan memberi hidup kekal bagi kita. Itulah sebabnya apapun keadaan kita dengan berbagai persoalan dan tantangan serta pergumulan hidup, baiklah kita tetap teguh dan bersukacita sebab kita tidak sendiri, Tuhan Yesus sebagai Sang Imanuel selalu menyertai dan memberkati kita.
Doa: Tuhan Yesus sempurnakan sukacita kami dalam cinta kasihMu. Amin.
Selasa 14 Desember 2021
bacaan : Mazmur 68 : 1 – 5
Perarakan kemenangan Allah Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (68-2) Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. 2 (68-3) Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. 3 (68-4) Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. 4 (68-5) Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!
Bersukacita Atas Kemenangan Allah
Allah bangkit maka terseraklah musuh-musuhNya, kenyataan ini disambut dengan sukacita oleh orang-orang benar. Pengalaman iman umat pilihan Allah Israel ketika mereka keluar dari tanah perbudakan Mesir menuju tanah perjanjian Kanaan, berapa banyak Tuhan Allah menghalau segala tantangan dan ancaman bagi umat pilihanNya itu. Baik manusia maupun kekuatan dan kedasyatan alam takluk dalam kuasa dan kemuliaan Allah. Bangsa-bangsa dengan segala kekuatan mereka mencoba untyuk melawan namun mereka hancur dan binasa. Ibarat asap yang hilang tertiup angin serta lilin yang meleleh di depan api, seperti itu orang-orang fasik yang tidak percaya dan mengenal Allah. Kontras dengan kehidupan orang benar yang percaya serta yakin akan kemahakuasaan Allah yang selalu hadir dan nyata dalam seluruh perjalanan kehidupan mereka. Oleh pemazmur digambarkan kehadiran Allah seperti seorang bapak bagi anak yatim dan menjadi suami bagi yang janda serta memberi perlindungan bagi yang sebatang kara. Kehadiran Allah tergenapi melalui kelahiran dan kedatangan Tuhan Yesus sebagai Mesias Anak Allah yang menyelamatkan umat manusia dan dunia dari penghukuman dosa. Kita bersyukur dan bersukacita menyambut karya keselamatan Allah dalam Kristus. Sekalipun ada banyak tantangan dan persoalan bahkan ancaman yang kita hadapi, namun kuasa dan kemuliaan Allah dalam kasih Kristus selalu nyata dalam perjalanan kehidupan kita sebagai keluarga Allah. Hal ini patut kita sambut dengan sukacita dan terwujud melalui sikap dan perilaku hidup yang bersyukur serta setia dan taat kepadaNya.
Doa: Tuhan, kami bersukacita menyambut karya keselamatanmu. Amin.
Rabu, 15 Desember 2021
bacaan : Mazmur 100 : 1 – 5
Pujilah Allah dalam bait-Nya Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! 2 Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! 3 Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. 4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! 5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
Bersorak-sorak dan Bersukacita Memuji Tuhan
Ungkapan perasaan syukur dan kebahagiaan selalu membawa kedamaian dan ketentraman. Sebaliknya marah, dendam, emosi, kekerasan, kebencian adalah luapan perasaan negatif yang berdampak buruk baik fisik maupun psyhis kita. Dalam bagian bacaan firman Tuhan saat ini pemazmur mengajak umat untuk senantiasa bersyukur dan memuji Tuhan. Bersyukur dan memuji Tuhan dalam tradisi Israel menunjuk kepada kesalehan dan ketaatan. Dalam karya pelayanan Tuhan Yesus sebagai Mesias Anak Allah, juga menekankan soal kasih dan pengampunan. Itu berarti orang-orang yang hidup dalam kasih dan pengampunan selalu menunjukan sikap bersyukur, bersukacita dan bersorak-sorai. Mereka mampu melakukan dan menyatakannya oleh karena kekuatan Roh Kudus yang selalu menuntun, menyertai dan memberkati. Di minggu-minggu adventus ini, marilah kita sebagai keluarga Kristen selalu bersyukur, bersukacita dan bersorak-sorai memuji dan memuliakan Allah dalam Kristus oleh karena cinta kasih dan sayangNya yang besar dan melimpah sehingga kita semua tetap kuat dan tegar dalam menjalani hari-hari hidup. Kita mengungkapkannya melalui doa dan ibadah baik dalam persekutuan keluarga maupun bergereja. Memuji dan memuliakan Allah dalam Kristus adalah wajib dan layak kita lakukan sebagai kekuatan dan senjata yang ampuh di tengah kehidupan dunia ini dengan godaan dan tipuan iblis. Jadi mari, naikkan pujian dalam doa dan ibadah kepada Tuhan dengan penuh sukacita dan sorak sorai. Dia yang kita nantikan akan segera datang!
Doa: Ya Tuhan kami bersorak-sorak dan bersukacita memuji Tuhan, sebab Engkau layak dipuji dan disembah. Amin.
Kamis, 16 Desember 2021
bacaan : Mazmur 122 : 1 – 9
Doa sejahtera untuk Yerusalem Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN." 2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem. 3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, 4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel. 5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud. 6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. 7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!" 8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!" 9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.
Sukacita Berdiam Di Dalam Rumah Tuhan
Kata orang “Sejauh apapun kita pergi menuntut ilmu, bekerja atau berlibur. Ada saatnya kita harus kembali pulang ke rumah dan berjumpa dengan orang-orang yang kita cintai”. Rumah bukan sekedar sebuah tempat tinggal atau tempat berteduh, tetapi rumah merupakan tempat mencurahkan kasih sayang dan berbagi bersama orang-orang terkasih. Bacaan hari ini mengungkapkan tentang sukacita Daud ketika datang ke Rumah Tuhan. Sebagai Raja, Daud pastinya dapat memiliki apapun yang ia inginkan. Namun satu hal yang ia inginkan ialah berada di dalam Rumah Tuhan. Bagi Daud, Sukacita sejati justru ia rasakan saat berada di Rumah Tuhan. Mengapa demikian? Karena di Rumah Tuhan, ia mendapatkan segala hal yang diperlukan: kelepasan, kelegaan, kemenangan, pertolongan, kedamaian dan sukacita. Sama halnya dengan rumah tempat kita tinggal yang selalu mendatangkan kehangatan dan sukacita karena berjumpa dengan orang-orang yang kita sayangi, Rumah Tuhan juga merupakan Tempat kita sebagai orang-orang percaya berjumpa dengan-Nya dan menikmati sukacita bersama Tuhan. Pernahkah kita merasakan, jika kita ke Gereja (Rumah Tuhan) kita sungguh merasakan kedamaian dan mendapat kekuatan baru? Jika Ya! Maka berbahagialah, sebab itu berarti kita dipenuhi Roh Allah untuk tetap bersukacita dalam setiap keadaan. Sukacita itu mengantar kita untuk menjadi sumber sukacita bagi sesama kita juga. Wujudkanlah itu mulai dari dalam keluarga, tetangga di sekitar hingga semua orang di tengah gereja dan masyarakat.
Doa: Ya Tuhan, Penuhilah hati kami dengan Sukacita. Amin.
Jumat, 17 Desember 2021
bacaan : Mazmur 150 : 1 – 6
Haleluya Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! 2 Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! 3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! 4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! 5 Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! 6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
Pujilah Tuhan!
Francis Jane Crosby lahir pada tanggal 24 Maret 1820. Ketika berusia enam minggu, dia menderita infeksi di matanya. Lalu ada seorang yang mengaku-ngaku sebagai dokter dan mencoba mengobati mata Francis dengan cara meletakkan semangkuk bubur panas di atas kelopak matanya, akibatnya mata Francis menjadi buta. Pada usia 12 tahun, Francis bersekolah di Institut untuk orang buta di New York. Dia kemudian mengajar di tempat itu sambil terus menulis puisi. Hingga meninggal, Francis telah menulis 900 Hymne dan lagu-lagu Rohani. Beberapa lagunya termuat dalam Kidung Jemaat antara lain: Ku Berbahagia (Kj. 392), Di Jalanku, kudiiring (Kj.408), dan Mampirlah dengan Doaku (Kj.26). Dalam kebutaannya, Francis tetap Memuji Tuhan dan Bersukacita. Keterbatasan fisiknya tak membatasi ia menyampaikan pujian dan syukur kepada Tuhan yang dikasihiNya. Mazmur hari ini mengingatkan kita untuk selalu memuji Tuhan Allah. Allah digambarkan sebagai Gembala, Perisai, Batu Karang, Pencipta, Penguasa, Hakim, Pemelihara, dsb. Oleh sebab itu, selama kita masih diberikan kesempatan hidup di dunia ini, maka Pujilah Allah dan Percaya akan Kuasa-Nya. IA akan memberikan kekuatan bagi setiap orang yang berharap pada-Nya. Jika Francis dalam kelemahan dan ketidakberdayaannya Tuhan memampukan ia menjadi penyair dan pencipta lagu yang luar biasa, maka kita pun pasti akan dimampukan dan dikuatkan untuk menghadapi setiap persoalan hidup. Asalkan, Tetaplah Memuji dan Mengagungkan kebesaran Tuhan.
Doa: Kami ingin selalu Memuji Engkau, Ya Tuhan, Ya Allah Kami. Amin.
Sabtu, 18 Desember 2021
bacaan : Yesaya 61 : 10 – 11
10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. 11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
Keajaiban Kemuliaan Tuhan
Miracle in Cell No.7 (Keajaiban di sel no.7) adalah salah satu drama korea yang mengisahkan tentang perjuangan seorang ayah berkebutuhan khusus untuk membahagiakan putri semata wayangnya. Sang putri termasuk anak yang cerdas, dan karena itu ia memahami kekurangan ayahnya serta selalu memuji semua pemberian ayahnya kepadanya. Suatu kali sang anak menginginkan sebuah tas sekolah yang unik. Persediaan tas tersebut tidaklah banyak sehingga ayahnya harus berusaha mengumpulkan uang dari hasil kerja sebagai tukang parkir untuk membeli tas itu. Akhirnya tas itu terjual namun orang lain yang membelinya. Sang putri kecewa, namun ia tetap tersenyum agar ayahnya tidak merasa bersalah. Baginya, kebahagiaan yang sejati adalah memiliki ayah yang selalu menyenangkannya. Bacaan hari ini memperlihatkan tentang Nabi Yesaya yang Bersukaria karena Tuhan mengenakan kepadanya pakaian keselamatan dan Jubah kebenaran. Hal ini membuat Yesaya cakap melakukan tugasnya serta bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Tuhan tidak memberikan harta dan tahta, tetapi jaminan keselamatan dan kekuatan serta jalan kebenaran kepada Yesaya sebagai Harta yang berharga. Merasakan kebahagiaan di dalam hidup ini tidak selamanya harus bergantung pada kekayaan dan materi semata. Seperti sang putri yang merasakan bahagia karena kehadiran ayahnya serta cinta kasih yang tulus dari sang ayah, Yesaya pun bersukaria karena Tuhan mengasihinya dan memberikan perlindungan serta menunjukkan jalan kebenaran kepadanya. Marilah Bersukaria bersama Tuhan, segala Jalan-Nya pastilah mendatangkan Keselamatan dan Damai Sejahtera. Biarlah jiwa kita terus memuliakan Tuhan lewat setiap perkataan dan perbuatan yang menyenangkan-Nya.
Doa: Terima kasih Tuhan… Engkau telah menyelamatkan jiwaku, dan aku Bersukaria. Amin.