Tema Bulanan : “Penderitaan dan Kematian Yesus Menyelamatkan Seluruh Ciptaan“
Tema Mingguan : “Dalam Penderitaan Tetaplah Mengharapkan Keadilan“
Minggu, 03 April 2022
bacaan 1 : Mazmur 43 : 1 – 5;
Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang! 2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? 3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
bacaan 2 : Lukas 22 : 63 – 71
Yesus di hadapan Mahkamah Agama
63 Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya. 64 Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: "Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?" 65 Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya. 66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka, 67 katanya: "Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami." Jawab Yesus: "Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; 68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. 69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa." 70 Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah." 71 Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri."
Allah Sumber Keadilan
Setiap orang ingin diperlakukan seadil-adilnya. Akan tetapi perlakuan tersebut tidak dirasakan oleh pemazmur dalam perikop bacaan kita yang pertama. Sebab ia mengalami penderitaan dari musuh yang dia sebut dengan kaum yang tidak saleh, orang penipu dan orang curang (ay. 1). Penderitaan yang dihadapi oleh pemazmur, juga dialami oleh Yesus dalam perikop bacaan kita yang kedua. Dia diolok-olok, dipukul juga dihujat (ay. 63-65). Namun Yesus menjalani penderitaan itu dengan ikhlas sebab Ia secara sadar mengetahui tujuan kedatangan-Nya ke dunia. Fakta penderitaan Yesus memperlihatkan kerelaan dan kesabaran-Nya menjalani perlakuan dari orang-orang Yahudi, meski bukan karena kesalahan yang Dia lakukan. Kisah pemazmur dan penderitaan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa penderitaan dapat dialami oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun. Akan tetapi dalam menghadapi penderitaan itu, berusahalah untuk ikhlas, rela dan sabar seperti Yesus. Selain itu teruslah berdoa meminta keadilan dari Tuhan seperti yang dilakukan oleh pemazmur. Pemazmur percaya bahwa hanya Allah yang mampu memberikan kelepasan sehingga ia dapat bersukacita, bergembira dan bersyukur. Kepercayaan inilah yang membuatnya mempertanyakan mengapa tertekan dan kegelisahan jiwa harus menghampiri (ay. 5)? Sebab harapanya hanya kepada Allah yang selalu setia menolong. Penderitaan apapun yang dialami oleh kita termasuk ketidakadilan sekalipun, belajarlah menghadapinya dengan sabar sambil berdoa dan meyakini bahwa Allah akan menyatakan keadilan. Percayakanlah seluruh kehidupan kita kepada Allah dan berharaplah hanya kepada-Nya sumber keadilan.
Doa: Ya Tuhan, mampukan kami menghadapi persoalan hidup dan terus meyakini bahwa engkau akan menyatakan keadilan. Amin.
Senin, 04 April 2022
bacaan : Mazmur 82 : 1 – 8
Allah dalam sidang ilahi Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi: 2 "Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela 3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! 4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!" 5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi. 6 Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. -- 7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas." 8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.
Berilah Keadilan Bagi Sesama
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia adil artinya sama berat, berpihak kepada yang benar dan tidak sewenang-wenang. Bacaan kita ini menggambarkan seruan pemazmur yang meminta keadilan dari Allah, sebab baginya hanya Allah hakim yang adil dan berhak atas segala bangsa. Para allah yang dimaksudkan di sana ialah para pemimpin-pemimpin manusia yang punya kekuasaan. Kalimat berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik (ay. 2)? Ditunjukan kepada para allah yang menghakimi. Sebab mereka mempergunakan kekuasaan itu dengan semena-mena bahkan dapat dengan sengaja memutar balikan kebenaran dan keadilan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa sikap dan perbuatan kita mencerminkan kehidupan para allah yang dimaksudkan di atas. Kedudukan dan kekuasaan kerapkali menggelapkan mata sehingga menyebabkan keadilan tidak ditegakan. Sesuatu yang benar dapat diputarbalikan menjadi salah maupun sebaliknya, termasuk ketidakadilan kepada orang yang lemah, anak yatim, orang yang sengsara dan yang kekurangan. Ketidakadilan juga dapat terjadi dalam ruang lingkup yang kecil seperti di antara anggota keluarga baik suami isteri, orang tua terhadap anak maupun hubungan adik dan kakak. Kerjakanlah tanggungjawab yang diberikan dengan takut akan Allah. Jangan biarkan kelaliman dan kefasikan menguasai hati kita, tetapi belajarlah untuk mengedepankan kebenaran dan keadilan. Tunjukanlah keberpihakan kita kepada yang benar dan janganlah bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain. Ingatlah bahwa pada waktunya nanti Allah akan berdiri sebagai hakim dan mengadili dengan seadil-adilnya. Seperti semua kita yang ingin diperlakukan dengan seadil-adilnya, perlakukanlah juga orang lain dengan adil.
Doa: Ajarilah kami Tuhan agar berlaku adil kepada sesama. Amin.
Selasa, 05 April 2022
Lukas 22 : 39 – 46
Di taman Getsemani
39 Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia. 40 Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." 41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: 42 "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." 43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. 44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. 45 Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita. 46 Kata-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."
Berdoalah Senantiasa
Salah satu cara komunikasi untuk membangun hubungan antara manusia dan Allah yaitu dengan berdoa. Sebab dengan berdoa kita dimampukan oleh Allah, untuk menjalani hari-hari kehidupan meski diperhadapkan dengan berbagai pencobaan. Bacaan saat ini memperlihatkan kepada kita tentang tindakan yang dilakukan oleh Yesus, sebelum Ia ditangkap dan menjalani penderitaan-Nya. Ia meluangkan waktu untuk berdoa sebab Ia tahu maksud kedatangan-Nya akan segera digenapi. Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini dari pada-Ku, menggambarkan penderitaan yang akan dijalani-Nya. Meskipun demikian Ia tetap mengedepankan kehendak Allah (ay 42). Perhatikan perkataan Yesus: bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan (ay 46), merupakan peringatan Yesus bukan hanya untuk para murid tetapi juga bagi kita semua. Perkataan Yesus ini memperlihatkan kepada kita bahwa betapa berharganya membangun komunikasi di dalam doa dengan Allah. Karena dengan berdoa tidak hanya membuktikan kepercayaan dan kebergantungan kita kepada-Nya, tetapi juga memberikan kekuatan baru. Namun tidak sedikit dari kita yang lalai dan baru mencari Allah di dalam doa ketika menghadapi berbagai tantangan hidup. Peringatan Yesus di atas menasihatkan kepada kita agar bertekun dalam doa baik secara pribadi maupun kehidupan keluarga. Ingatlah bahwa doa merupakan nafas hidup setiap orang percaya. Karena itu berdoalah senantiasa dan teruslah percaya, kekuatan doa mampu menguatkan kita menjalani setiap putaran roda kehidupan.
Doa: Ya Bapa, ajarilah kami untuk berkomitmen dan terus membangun hubungan (berdoa) dengan Engkau. Amin.
Rabu, 06 April 2022
bacaan : Lukas 22 : 47 – 53
Yesus ditangkap
47 Waktu Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya. 48 Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" 49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?" 50 Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya. 51 Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya. 52 Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua yang datang untuk menangkap Dia, kata-Nya: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung? 53 Padahal tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Tetapi inilah saat kamu, dan inilah kuasa kegelapan itu."
Komitmen dan Kesetiaan Mengikut Yesus
Salah satu tindakan yang tidak menyenangkan dalam membina sebuah hubungan, entah hubungan suami-istri, orang tua-anak, antar saudara dan pertemanan adalah pengkhianatan. Rasa kecewa, marah dan sedih pasti dialami setiap orang yang dkhianati oleh orang-orang terdekatnya. Perjalanan kesengsaraan Tuhan Yesus diawali dengan sebuah pengkhianatan salah satu murid-Nya, yakni Yudas. Ayat 48 menyaksikan bahwa dengan sebuah ciuman Yudas menyerahkan Tuhan Yesus dan mengkhianati-Nya. Tindakan ini berujung pada penangkapan Yesus yang dilakukan oleh Imam-imam kepala, kepala-kepala pengawal Bait Allah dan Tua-tua (ay.52). Terhadap Pengkhianatan yang dilakukan oleh Yudas bahkan semua yang menangkap Yesus, IA tetap mengasihi mereka walaupun ada rasa kecewa yang diungkapkan pada ayat 52b-53. Tuhan Yesus telah menunjukkan Kasih-Nya kepada kita setiap saat walau kadang di dalam kehidupan kita selalu ada tindakan ‘pengkhianatan’ yang kita lakukan. Pengkhianatan itu bukan saja meninggalkan iman kekristenan kita, tetapi melakukan segala sesuatu menyakiti hati sesama bahkan hati Tuhan. Mementingkan diri sendiri, mengambil hak orang lain, menjatuhkan sesama adalah beberapa contoh hidup yang jauh dari komitmen dan kesetiaan untuk mengikut Yesus. Sebab, seyogianya mengikut Yesus berarti berkomitmen untuk melakukan segala Firman-Nya dan setia menjalankan Kehendak-Nya yang menuntun kepada kebaikan.
Doa: Ya Tuhan, Penuhi Hati Kami dengan Kuasa Roh Kudus, agar kami Setia menjadi Pengikut-Mu. Amin.
Kamis, 07 April 2022
bacaan : Lukas 23 : 1 – 7
Yesus di hadapan Pilatus Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. 2 Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya: "Telah kedapatan oleh kami, bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami, dan melarang membayar pajak kepada Kaisar, dan tentang diri-Nya Ia mengatakan, bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja." 3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 4 Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini." 5 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: "Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini." 6 Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. 7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
Berjalan di dalam Kebenaran
Kasus salah tangkap yang pernah terjadi di Buru Selatan yang dilakukan oleh 6 oknum polisi terhadap U.N, warga Waisama menyita perhatian publik tahun 2016 lalu. Pasalnya, U.N dituduh melakukan pembunuhan terhadap A.L. Tanpa ada bukti yang kuat keenam oknum polisi itu melakukan kekerasan kepada U.N agar ia mengakui perbuatannya. Merasa tidak melakukan kesalahan itu, U.N tetap mempertahankan untuk tidak mengakui dan memilih mendapat siksaan dari mereka. Akhirnya, U.N dibawa ke RSUD Namrole untuk mendapatkan penanganan medis karena luka-luka yang serius pada tubuhnya pasca penyiksaan itu (Sumber: Tribunnews.com).
Bacaan hari ini, mengisahkan tentang kejadian setelah Yesus ditangkap dan dibawa ke hadapan Piilatus. Banyak orang yang mulai menuduh Yesus dengan tuduhan melakukan penyesatan, melarang membayar pajak serta mengakui diri sebagai Raja. Pilatus pun melemparkan beberapa pertanyaan kepada Yesus dan ia mengakui bahwa tidak mendapatkan kesalahan dalam diri Yesus (ay.4). Akhirnya oleh desakan Massa, Yesus digiring ke hadapan Herodes. Berada di posisi seperti U.N dan Tuhan Yesus pastinya sikap membela diri akan terus kita pertahankan. Sebab, keyakinan bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu menjadi dasar untuk kita selalu berada di jalan yang benar. Oleh karenanya, kita diingatkan untuk tetap melakukan kebenaran dan menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap tindakan kita. Pasti akan ada resiko karena melakukan kebenaran itu namun tetaplah bertahan dan taat pada jalan yang benar itu sebab Tuhan akan menunjukkan Kuasa-Nya dan menyelamatkan kita karena perbuatan benar yang kita lakukan.
Doa: Anugerahkanlah keselamatan kepada kami Tuhan, ketika kami melakukan Kebenaran. Amin.
Jumat, 08 April 2022
bacaan : Lukas 23 : 8 – 12
Yesus di hadapan Herodes
8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. 9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. 10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. 11 Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.
Sebarkanlah Virus Kedamaian Bagi Sesama
Bacaan hari ini merupakan kelanjutan dari kisah penangkapan Tuhan Yesus. Setelah digiring oleh massa ke hadapan Herodes, ada rasa sukacita yang dialami Herodes sebab ia ingin sekali melihat Yesus setelah mendengar banyak cerita tentang-Nya. Herodes mengajukan beberapa pertanyaan kepada Yesus, tetapi tidak ada jawaban dari Yesus. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh para imam kepala dan ahli taurat dengan menyampaikan berbagai tuduhan agar Herodes mengadili-Nya. Akhirnya, Herodes menggerakan pasukannya dan mulai menyiksa Yesus. Tuhan Yesus dikembalikan lagi ke Pilatus dengan mengenakan jubah kebesaran yang diberikan oleh Herodes.
Sikap Herodes dalam kisah ini mewakili sikap orang-orang yang mudah percaya terhadap suatu berita tanpa menelusurinya lebih dalam. Sikap ini seringkali mengakibatkan kesalahpahaman dan kehancuran dalam kehidupan kita. Hal ini terkait juga dengan kebiasaan dalam menggunakan teknologi. Banyak di antara kita yang cepat menyebarkan berita lewat medsos tanpa menelusurinya sehingga berita hoax menjadi konsumsi sosial. Oleh karenanya, Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk bijaksana ketika menerima suatu kabar atau informasi. Lebih baik menjadi sosok penyebar kedamaian lewat postingan yang memotivasi serta menguatkan agar kehadiran kita selalu diberkati oleh Tuhan.
Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi Agen-agen Perdamaian bagi sesama. Amin.
Sabtu, 09 April 2022
bacaan : Lukas 23 : 13 – 25
Yesus kembali di hadapan Pilatus
13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: "Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. 15 Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. 16 Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 17 (Sebab ia wajib melepaskan seorang bagi mereka pada hari raya itu.) 18 Tetapi mereka berteriak bersama-sama: "Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!" 19 Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan. 20 Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka, karena ia ingin melepaskan Yesus. 21 Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!" 22 Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka: "Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini? Tidak ada suatu kesalahanpun yang kudapati pada-Nya, yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya." 23 Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut, supaya Ia disalibkan, dan akhirnya mereka menang dengan teriak mereka. 24 Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan. 25 Dan ia melepaskan orang yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu sesuai dengan tuntutan mereka, tetapi Yesus diserahkannya kepada mereka untuk diperlakukan semau-maunya.
Kemenangan di Dalam Tuhan
Dihukum tanpa melakukan kesalahan dan karena desakan massa adalah kejadian yang jauh dari tindakan keadilan. Masih ingatkah akan kasus Ahok yang dipenjarakan karena tuntutan penistaan? Ya! Salah satu kasus yang menyudutkan nilai keadilan hanya karena kepentingan segelintir orang. Hal yang sama dalam bacaan hari ini dialami oleh Yesus pula. Setelah digiring kembali ke Pilatus kesalahan tidak ada pada diri Yesus. Pilatus menegaskan bahwa tidak ada kesalahan untuk membuat Yesus dihukum. Tetapi desakan massa memaksa sehingga Tuhan Yesus dijatuhi hukuman untuk disalibkan.
Menjelang penyaliban, kita telah menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus diperlakukan dengan tidak adil hanya karena melakukan perbuatan baik dan benar. Sepanjang bulan ini, kita terus diingatkan akan peristiwa pengorbanan Yesus dan penderitaan-Nya, dan di penghujung Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang keenam hari ini, kita belajar memahami bahwa apa yang dialami Yesus karena ketidakadilan dan keegoisan segelintir orang ternyata menjadikan Yesus sebagai sosok yang tetap setia dan taat kepada Allah. Oleh sebab itu, untuk setiap ketidakadilan dan penderitaan yang kita alami saat ini, maknailah sebagai bagian bahwa kita sementara dibentuk untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan pasti memperoleh kemenangan bersama Yesus. Percayalah, bahwa penderitaan di dalam Tuhan pasti mendatangkan berkat dan sukacita.
Doa: Kuatkanlah kami Ya Tuhan, untuk menjalani setiap Gumulan hidup kami. Amin.