Santapan Harian Keluarga, 5 – 11 Juni 2022

Tema Bulan Juni : ” Dipenuhi Roh Kudus Untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Roh Kudus Memberi Keberanian Untuk Bersaksi dan Melayani “

Minggu, 05 Juni 2022                                            

bacaan : Kisah 4 : 23 – 31

Doa jemaat
23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. 24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. 27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. 30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Memberitakan Firman Dengan Berani

Masih ada orang percaya yang menganggap bahwa pemberitaan Firman bukanlah menjadi tanggung jawabnya. Ada yang berganggapan bahwa pemberitaan Firman itu hanya menjadi tugas dari para pelayan khusus: pendeta, penatua dan diaken, atau pengurus-pengurus wadah/organisasi pelayanan. Padahal  semua orang yang telah menerima kuasa Roh Kudus diberi tanggungjawab sebagai saksi-saksi Kristus dalam kehidupan setiap hari. Sebab itu bertanggungjawab pula dalam tugas pemberitaan Firman. Saat mewartakan Injil Kristus, orang percaya akan menghadapi tantangan, baik yang berasal dari diri sendiri atau dari orang lain. Tetapi jika terus menyerahkan hidup  kepada Allah melalui doa, maka seluruh proses pelayanan dan pemberitaan Firman yang dilakukan akan membuahkan hasil yang baik sehingga nama Allah  dimuliakan.  Nas hari ini memperlihatkan bahwa anggota Mahkamah Agama tidak memiliki alasan apa pun untuk menjerat Petrus dan Yohanes. Keduanya pun dilepaskan dari hukuman. Bagi Petrus dan Yohanes, apa yang mereka alami tidak lepas dari perlindungan Allah. Sekalipun tantangan dihadapi, tetapi bersama murid lainnya mereka bersekutu dan berbagi cerita, pengalaman, tantangan, dan kesaksian bagaimana Roh Allah menuntun dan memelihara kehidupan mereka. Mereka sepakat bersatu hati untuk berdoa bersama kepada Allah meminta agar dikuatkan dan diberikan keberanian untuk melakukan pelayanan dan pemberitaan Injil. Pengalaman iman ini kiranya menguatkan iman dan memberanikan kita pula untuk terus kuat berdoa dan memberitakan Injil karena yakin Roh Kuduslah yang akan menolong dan memampukan.

Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk terus berani memberitakan FirmanMu. Amin.

Senin, 06 Juni 2022                                            

bacaan : Kisah 5 : 12 – 16

Tanda-tanda dan mujizat-mujizat
12 Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. Semua orang percaya selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. 13 Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. 14 Dan makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.

Percayalah Pada Kuasa Roh Kudus

Pernahkah kita melihat secara langsung mujizat yang dilakukan oleh seorang Hamba Tuhan? Banyak hamba Tuhan yang diurapi, memiliki karunia dari Allah dan di dalam Roh Kudus mengadakan berbagai mujizat. Ada kesaksian dari seorang anggota jemaat yang sakit, ketika dibawa ke tenaga medis, penyakitnya tidak dapat terdeteksi sehingga tidak memungkinkan untuk didiagnosa. Tidak sedikit biaya yang telah dikeluarkan untuk menempuh perjalanan ke pusat-pusat kesehatan untuk memeriksakan diri. Hingga pada waktu dimana ia merasa sangat putus asa dan teringat seorang pendeta di jemaatnya itu. Ia menemui pendeta tersebut untuk minta didoakan. Pergumulan pun dilakukan selama beberapa bulan, hanya dengan segelas air yang didoakan, ia berangsur-angsur pulih. Hal ini mungkin akan dianggap tidak masuk akal bagi sebagian orang, tetapi bagi anggota jemaat itu, ia sungguh-sungguh merasakan lawatan Tuhan melalui hambaNya yang hadir di tengah-tengah kehidupannya. Ia percaya Tuhan bekerja melalui hambaNya. Hal yang sama pun terjadi bagi para rasul ketika mereka melakukan tugas bersaksi tentang Injil Kristus. Roh Kudus yang dicurahkan Allah memampukan mereka untuk berani melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan termasuk mengadakan banyak mujizat dan tanda. Oleh pekerjaan Roh Kuduslah, banyak orang menjadi percaya kepada Allah. Kuasa Roh Kudus tidak hanya berlaku untuk para rasul saat itu, tetapi juga untuk kita saat ini. Karena itu, sebagai orang percaya kita harus yakin bahwa kuasa Roh Kudus akan selalu memampukan untuk memberitakan Firman dan melakukan pelayanan di tengah-tengah dunia ini. Teruslah hidup mengandalkan kuasa Roh kudus.

Doa: Ya Tuhan, kami yakin kuasa Roh KudusMu memampukan untuk melaksanakan tugas panggilan pemberitaan Injil, Amin.

Selasa, 07 Juni 2022                                           

bacaan : Kisah Para Rasul 5 : 26 – 33

Rasul-rasul di hadapan Mahkamah Agama -- Nasihat Gamaliel
26 Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka. 27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka, 28 katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami." 29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. 30 Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. 31 Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. 32 Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia." 33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu.

Berani Karena Roh Kudus

Seorang mantan warga bina lapas pada salah satu lembaga pemasyarakatan di Jawa menceritakan pengalamannya selama berada di dalam penjara. Ia bertemu dengan seorang tokoh berinisial AB, yang sangat berpengaruh dalam suatu kelompok agama di Indonesia pada waktu itu. Menurut ceritanya, mereka berdua memiliki komunikasi yang baik bahkan saling mempengaruhi satu sama lain terkait dengan keyakinan masing-masing. Percakapan seperti ini tentunya bukanlah hal mudah jika sang mantan napi tersebut tidak memiliki rasa percaya diri bahkan keberanian. Nas bacaan hari ini menampilkan sikap keberanian Para Rasul ketika menghadapi Imam Besar selaku pemimpin Mahkamah Agama.  Mereka dengan tegas dan lantang menjawab bahwa ketaatan seharusnya kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus dan bukan kepada Mahkamah Agama. Perkataan Para Rasul ini sangat menusuk hati Mahkamah Agama, sehingga mereka pun bermaksud membunuh Rasul-rasul itu. Namun Rasul-rasul tersebut tidak takut dan terus bersaksi. Keberanian yang dimiliki ini sangat dipengaruhi juga oleh pengalaman sebelumnya (ay.17-25). Mereka meyakini campur tangan Tuhan dan peranan Roh Kudus sehingga dengan berani mereka  berkata-kata tentang Yesus yang telah mereka lihat dan dengar selama ini. Roh Kudus membaharui seluruh peran mereka sebagai Rasul yang tidak tinggal diam, melainkan terus bergerak secara dinamis memberitakan tentang Yesus Kristus kepada dunia. Roh Kudus pun mengubah pengetahuan dan keyakinan mereka yang selama ini hanya sampai pada tahapan inderawi dan dimiliki sendiri menjadi sebuah pengetahuan dan keyakinan yang harus diberitakan melalui perkataan dan tindakan. Roh Kudus yang sama itu juga akan selalu memampukan kita untuk bersaksi dengan berani tentang Tuhan yang kita imani. Untuk itu, terbuka pada pertolongan Roh Kudus harus menjadi sikap iman kita.

Doa: Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu untuk berani bersaksi tentang Engkau, ya Kristus Juruselamat dunia. Amin

Rabu, 08 Juni 2022                                        

bacaan : Kisah Para Rasul 13 : 4 – 12

Saulus dan Barnabas di pulau Siprus
4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. 5 Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka. 6 Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu. 7 Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah. 8 Tetapi Elimas--demikianlah namanya dalam bahasa Yunani--,tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. 9 Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, 10 dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? 11 Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. 12 Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan.

Roh Kudus Tidak Membutakan

Fanny J. Crosby, pencipta lagu KJ No.26 “Mampirlah Dengar Doaku”, adalah salah satu orang disabilitas. Ia buta sejak lahirnya dan dibesarkan oleh neneknya. Namun kebutaan yang ia miliki bukan berarti membuatnya tidak mampu melihat dunia ini dengan baik, sebaliknya karena didikan sang nenek Fanny menjadi seorang buta yang menolong orang lain untuk melihat dunia ini secara benar dan dalam iman yang sungguh kepada Tuhan. Tidak seperti Fanny, seorang tukang sihir yang bernama Baryesus (nama Yahudi) harus mengalami kebutaan karena perbuatannya menghalang-halangi pemberitaan yang hendak dilakukan oleh Rasul Paulus dan Barnabas serta terus berupaya untuk membutakan pikiran dan iman Gubernur Sergius Paulus. Paulus pun tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menatap dengan berani Baryesus dan dengan kepenuhan Roh Kudus menghardiknya: “Hai anak Iblis…”. Selanjutnya, Paulus mendetailkan seluruh perbuatan jahat Baryesus di hadapan sang Gubernur. Ia sama sekali tidak takut jika karena pernyataannya itu akan mendatangkan bahaya bagi dirinya. Ia bahkan menegaskan perkataannya tersebut disertai dengan tindakan mujizat terhadap Baryesus. Paulus mengatakan bahwa tangan Tuhan menimpa Baryesus sehingga ia mengalami kebutaan selama beberapa hari. Apa yang dilakukan oleh Rasul Paulus ini kemudian mendatangkan pertumbuhan iman percaya Gubernur Sergius. Mata iman sang gubernur menjadi terbuka sehingga ia tidak lagi hidup dalam kebutaan karena pengaruh kekuatan kuasa lainnya, melainkan dengan kuasa Roh Kudus. Sama seperti Paulus, kita juga harus berani bersaksi dan menyatakan apa yang benar. Kita mungkin merasa ada ancaman saat melakukannya, namun kita harus menghadapinya dengan iman yang teguh. Sebab Tuhan pasti menyertai kita.

Doa: Tuhan, kiranya Roh Kudus-Mu menolong kami untuk hidup di jalan-Mu dan menuntun orang lain juga untuk berjalan di jalan-Mu. Amin 

Kamis, 09 Juni 2022                                               

bacaan : Roma 12 : 11

11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Roh Bernyala Dan Melayani Dengan Kasih

Sebagian anak muda menghabiskan waktu malam minggunya dengan balapan liar dan minuman keras di beberapa ruas jalan pada salah satu kampung. Seorang tokoh pemuda lainnya yang melihat hal itu, berkata dengan miris kepada saya saat melakukan kunjungan pastoral : ibu pendeta, tolonglah doakan teman-teman pemuda supaya mereka berubah dan dapat menggunakan waktu yang mereka miliki dengan baik, terutama dapat melibatkan diri dalam ibadah-ibadah angkatan muda. Apa yang dikatakan oleh pemuda ini sama dengan yang dikatakan juga oleh orang tua lainnya. Sewaktu-waktu mereka melewati jalan yang dipenuhi dengan keributan akibat ulah para pemuda tak bertanggung jawab dan merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut. Tapi apakah doa menjadi jalan keluar yang baik untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial tersebut? Rasul Paulus ketika mengetahui adanya ketidaksesuaian perbuatan etik moral Jemaat Roma dengan kebenaran yang diajarkan kemudian menasihati mereka sebagai upaya untuk membaharui hidup. Ia tidak bersikap antipati atau sebaliknya masa bodoh dengan situasi yang ada. Penekanannya terhadap pentingnya kehidupan orang percaya sesuai dengan kebenaran Injil yakni hidup dalam kasih. Kasih harus menjadi dasar yang menyemangati seseorang untuk tetap rajin melakukan kebaikan dan melayani Tuhan. Untuk itu, Roh yang ada pada tiap orang percaya harus dibiarkan bekerja secara luar biasa untuk memampukan dirinya melakukan kesaksian dan pelayanan. Roh yang padam tentunya akan mematikan pula peran kasih. Sama seperti ketika hari pentakosta dimana semua orang dimampukan untuk hidup berbagi dan saling menopang sebagai jemaat mula-mula saat itu, maka seharusnya juga hidup kita harus terus dipenuhi dengan Roh-Nya supaya senantiasa menyatakan kasihNya kepada makhluk ciptaanNya yang lain.

Doa: Biarlah Roh-Mu bernyala-nyala di dalam kami dan terus memampukan untuk melayani dengan penuh kasih, Amin

Jumat, 10 Juni 2022                                      

bacaan : Kisah Para Rasul 11 : 27 – 30

27 Pada waktu itu datanglah beberapa nabi dari Yerusalem ke Antiokhia. 28 Seorang dari mereka yang bernama Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh ia mengatakan, bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar. Hal itu terjadi juga pada zaman Klaudius. 29 Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea. 30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus.

Roh Kudus Pertajam Empati

Ingatkah kita saat basudara Kariu mengungsi dan mereka membutuhkan pakaian serta kebutuhan pokok lainnya? Semua orang dari berbagai komunitas dan lembaga segera bergerak bersama mengumpulkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dan menyalurkannya. Kita yang terlibat melakukan aksi kepedulian tersebut tentunya hendak menyatakan perhatian dan rasa solidaritas kita yang mendalam dengan saudara-saudara Kariu. Kesusahan mereka bukanlah suatu keadaan yang harus ditanggung sendiri. Sebab sebagai orang percaya, pengajaran tentang kasih menuntut kita untuk peka dan selalu memiliki empati yang dalam dengan sesama yang menderita. Spirit ini telah lebih dulu diteladankan oleh para murid Tuhan di Antiokhia kepada kita. Ketika seorang nabi yang bernama Agabus datang dari Yerusalen dan dengan dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus menyampaikan kabar bahwa kesusahan akan terjadi di seluruh dunia karena kelaparan, maka dengan sigap para murid mengatur pengumpulan bantuan untuk beberapa daerah yang mengalami bencana tersebut dan menyalurkannya. Tindakan para murid ini menunjukkan bahwa mereka juga telah dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Mereka secara bijaksana memetakan kebutuhan bantuan dari setiap kelompok masyarakat termasuk para penatua. Roh Kudus sesungguhnya berperan untuk mempertajam kepekaan dan rasa empati mereka sehingga mereka dapat mengetahui secara baik keadaan yang terjadi dan mengaturnya. Begitu besarnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya, maka seharusnya kita juga memberi diri untuk senantiasa dituntun oleh kuasaNya. Kepekaan kita terhadap kesusahan dunia ini harus terjadi dalam seluruh arahanNya, supaya kita tidak menyatakan kebaikan kita hanya dalam waktu sesaat atau bersifat momentum saja, melainkan menjadi sebuah upaya yang sesungguhnya memberdayakan dan menghidupkan di setiap waktu.

Doa: Ajarkanlah kami dengan kuasa Roh KudusMu, ya Tuhan untuk dapat memberdayakan dan menghidupkan sesama, Amin

Sabtu, 11 Juni 2022                                       

bacaan : Kisah Para Rasul 14 : 21 – 28

Kembali ke Antiokhia
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. 22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. 23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. 24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. 25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. 26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. 27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. 28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.

Spirit Melayani Seorang Rasul

Joseph Kam, seorang Rasul Maluku, demikianlah judul pada sebuah tulisan yang memamparkan tentang kehidupan Joseph Kam. “Kegigihannya memberitakan injil hingga ke pelosok-pelosok Indonesia telah membuahkan banyak hasil bagi kerajaan Allah, dan itulah sebabnya dia diberi gelar ‘Rasul Maluku” oleh gereja-gereja di Maluku,” demikianlah sepenggal narasi dalam tulisan online tersebut (www.abbaloveministries.org.) Spirit bersaksi dan melayani yang dimiliki oleh Joseph Kam serupa dengan yang dimiliki oleh Para Rasul di masa lahirnya jemaat-jemaat Kristen awal setelah keturunan Roh Kudus. Paulus dan Barnabas dengan gigih dan berani menjangkau wilayah-wilayah yang ada di sekitar Asia Kecil. Mereka mengajar dan memberitakan injil sambil mengatur pelayanan jemaat melalui kehadiran seorang pemimpin jemaat yang dianggap layak menurut kehendak Tuhan. Paulus dan Barnabas memilih dan menentukan penatua-penatua di setiap jemaat yang mereka datangi dan menyerahkan mereka kepada Tuhan untuk dituntun. Apa yang dilakukan oleh Paulus dan Barnabas menunjukkan bahwa kuasa Roh Kudus terus bekerja memampukan para rasul. Selain spirit atau semangat pemberitaan injil yang luar biasa ada dalam diri mereka, Roh Kudus juga menganugerahkan kemampuan bagi mereka menatalayani jemaat-jemaat tersebut. Hasilnya, Injil atau pemberitaan tentang Kristus tidak hanya sampai di telinga mereka yang mendengar, namun terus hidup bersama dengan jemaat-jemaat itu. Pada zaman ini dan di setiap ruang pelayanan dimana kita berada, kegigihan dan keberanian bersaksi dan melayani juga harus menjadi spirit kita sebagai orang percaya. Sekalipun porsi tanggung jawab yang kita emban berbeda. Mungkin kita adalah pemimpin, namun juga suatu waktu kita adalah yang dipimpin. Siapapun diri kita haruslah mempercayakan diri pada pimpinan Roh Kudus.

Doa: Mampukanlah kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu untuk setia bersaksi dan melayani. Amin

*SUMBER : SHK BULAN JUNI 2022 LPJ-GPM

Tinggalkan komentar