Santapan Harian Keluarga, 12-18 Juni 2022

Tema Bulanan : ” Dipenuhi Roh Kudus untuk Menatalayani Ciptaan “

Tema Mingguan : ” Alam Semesta Bukti Keagungan Tuhan “

Minggu, 12 Juni 2022                                  

bacaan : Mazmur 104 : 1 -18

Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaan-Nya
Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak, 2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, 3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin, 4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu, 5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya. 6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. 7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu, 8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka. 9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi. 10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; 12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. 13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. 14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah 15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. 16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya, 17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar; 18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.

Tuhan Mengatur dan Memelihara Ciptaan-Nya

Pola hujan yang khusus karena dipengaruhi angin laut China Selatan telah menyebabkan curah hujan intens pada Bulan Juni, Juli dan Agustus untuk wilayah Ambon dan sebagian pulau-pulau di Maluku serta Papua, demikian berita kompas.com. Kondisi ini tentunya menuntut kewaspadaan warga terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Namun apakah hal ini berarti bahwa kita tetap hidup dalam kekuatiran? Nas bacaan hari ini mengajak kita untuk bersyukur dan memuji-muji Tuhan Allah sebab Ia adalah Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan bumi ini, Ia telah mengatur semua ciptaan pada batasannya supaya tetap terjadi keteraturan dan keharmonisan. Allah bahkan kemudian memelihara seluruh ciptaan-Nya yang telah ada itu dengan tanganNya supaya tidak rusak dan punah. Ia tidak hanya mencintai alam kepunyaan-Nya, namun Ia juga memahami hak-hak yang ada pada diri alam dan harus dihargai juga olehNya, sekalipun Ia adalah Pencipta. Karaktereristik relasi yang luar biasa ini tentunya menjadi teladan kepada kita sebagai mandatarisNya untuk senantiasa menghadirkan wajah Allah dengan bertanggung jawab menjaga dan merawat alam ini.  Ketika setiap musim berganti dan di saat yang sama berkat-berkat dari alam pun berganti untuk dapat kita dinikmati, maka haruslah selalu kita ingat untuk mengucap syukur kepada Allah yang Mahakuasa sambil menahan diri untuk tidak membuang sampah tidak pada tempatnya dan tidak pada waktu yang telah ditentukan oleh petugas kebersihan. Bersihkanlah selokan-selokan di sekitar rumah atau juga buatlah parit pembuangan air limbah secara benar supaya tidak merugikan orang lain dan merusak alam ini. Paling tidak lakukanlah hal-hal sederhana dan dianggap kecil, namun memberi kehidupan yang awet dan bertahan lama bagi alam ini sebagai bentuk proklamasi iman kita kepada Tuhan.

Doa: Ya Tuhan, bijaksanakanlah kami untuk memelihara alam ciptaan-mu. Amin.

Senin, 13 Juni 2022                                         

bacaan : Yesaya 44 : 1 – 5

TUHAN satu-satunya Allah
"Tetapi sekarang, dengarlah, hai Yakub, hamba-Ku, dan hai Israel, yang telah Kupilih! 2 Beginilah firman TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! 3 Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu. 4 Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai. 5 Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan menuliskan pada tangannya: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel."

Kasih Tuhan Tetap Sama, Dulu, Sekarang dan Selamanya

Yesus, Tuhan, mulialah nama-Nya. Yesus, Allahku, besar kasih-Nya. Dahulu, sekarang dan s’lama-lamanya, kasihNya tak pernah berubah…” Inilah sebagian syair lagu “Dia Sanggup” karya Wawan Yap. Melalui lagu ini,  Yap ingin bersaksi bahwa kasih Allah bagi umat-Nya tetap sama dan tidak berubah oleh waktu maupun keadaan.

Melalui Yesaya, Allah juga mau mengatakan kepada Israel, bahwa sekalipun Israel sudah banyak melakukan kesalahan dan dosa, sehingga mereka patut dihukum, namun kasih sayang-Nya kepada mereka tidak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Jika Allah memberi hukuman, itu bukan karena Allah benci, tetapi justeru itulah bukti cintaNya yang menghendaki Israel bertobat dan berbalik kepada-Nya. Penyebutan nama Yakub yang memiliki arti “memegang tumit” dan “penipu” serta Yesyurun, dari kata yasar, yang berarti “lurus/ benar” mau menegaskan bahwa Israel gagal memberlakukan kehendak Allah dalam hidup mereka, tetapi status mereka sebagai umat pilihan-Nya tidak berubah. Allah telah menjadikan dan membentuk Israel dari kandungan, IA juga akan terus menolong mereka. Selalu ada berkat yang tercurah bagi mereka. Berkat yang digambarkan dengan curahan air dan hujan yang memungkinkan  rumput dan pepohonan tumbuh subur sehingga menjadi sumber kehidupan bagi mereka. Bukan hanya itu tetapi Allah mencurahkan roh-Nya untuk menuntun mereka sehingga Israel tidak perlu takut. Hasil dari pencurahan Roh Tuhan akan membuat mereka bertobat dan menyebut diri mereka sebagai “kepunyaan TUHAN”.

Saudaraku, apa yang terjadi atas umat Israel juga terjadi atas kehidupan kita. Kasih Allah bagi kita tak berubah, dulu, sekarang dan selamanya. Mari balas kasih-Nya melalui sesama dan ciptaan lainnya. Sayang sesama, kalesang lingkungan…!!

Doa:   Tuhan, tolong kami untuk membalas kasihMu yang tak pernah berubah dengan sayang sesama dan kalesang lingkungan. Amin.

Selasa, 14 Juni 2022                                    

bacaan : Mazmur 148 : 7 – 14

7 Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; 8 hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya; 9 hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras: 10 hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; 11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia; 12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda! 13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. 14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

Memuji Tuhan Bersama Semua Ciptaan

Dan gunung-gunungpun bersorak sorai memuji Dia. Dan pohon-pohonpun bertepuk tangan memuji Dia…”

Ternyata bukan hanya makhluk hidup yang bisa memuji Tuhan. Petikan sebagian lagu “Datang Ke Hadirat Tuhan” di atas menunjukan bahwa gunung yang adalah benda matipun dapat memuji Tuhan. Jika benda mati dan pohon, yang sekalipun makhluk hidup namun tidak berakal, dapat bersorak-sorai dan bertepuk tangan memuji Tuhan, apalagi manusia yang dikaruniai Tuhan dengan akal budi. Manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan, yang dijadikan Tuhan sebagai rekan kerja sekaligus mandataris-Nya, harus lebih bisa memuji Tuhan.

Hal ini juga disampaikan oleh pemazmur 148 (ayat 7 – 14). Bagi pemazmur, Allah adalah pencipta langit, bumi dan segala isinya, karena itu tidak boleh ada allah lain selain Allah (Yahweh). Sebagai pencipta, semua ciptaanNya, tanpa kecuali, harus memuji dan memuliakan-Nya. Pemazmur merincikan apa dan siapa saja yang diajaknya untuk memuji Tuhan. Pertama, alam semesta, seperti : pepohonan, hewan, gunung, samudera, api, salju, kabut, angin,dsb (7-10). Kedua, manusia dari berbagai kalangan tanpa kecuali. penguasa hingga rakyat jelata, laki-laki maupun perempuan, dari bayi hingga tua renta (11-12). Mengapa Tuhan harus dipuji? Karena nama-Nya yang tinggi luhur dan keagungan-Nya mengatasi langit dan bumi. Banyak hal baik telah dilakukan-Nya bagi kita dan alam ini. Dengan setia dijaga dan dipelihara-Nya. Bersama alam semesta, mari kita memuji Tuhan sebagai tanda syukur atas seluruh karya-Nya dalam kehidupan. Hutan, tanah, laut yang menyediakan banyak kebutuhan kita. Sesama yang menjadi teman berbagi dan berceritera. Memuji Tuhan memang tidak terbatas pada kata, ruang dan waktu, tapi dalam seluruh karya kita di mana dan kapan saja. 

Doa: Tuhan, bersama semua ciptaan kami memuji-Mu dengan segenap hati sebab Engkau layak menerima pujian.. Amin.

Rabu, 15 Juni 2022                                          

bacaan : Mazmur 29 : 1 – 11

Kebesaran Allah dalam badai
Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! 3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar. 4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. 5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon. 6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng. 7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api. 8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar. 9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: "Hormat!" 10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. 11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Badai dan Fenomena Alam Lainnya adalah Bukti Keagungan Tuhan

Fenomena alam seperti hujan, badai, kilat, guntur selalu menjadi momok bagi manusia, terutama nelayan, pramugari/a, pilot, mereka yang menggunakan transportasi laut dan udara, yang tinggal di lereng bukit dan bantaran kali/ sungai dan dibawah pohon besar dan rindang. Karena saat terjadi badai, angin bertiup dengan kencang, menyebabkan gelombang besar di laut, jika disertai hujan deras maka pohon dapat tumbang, banjir dan tanah longsor. Semua itu menjadi ancaman bagi kehidupan manusia dan ciptaan Tuhan yang lain. Kondisi tak menyenangkan yang diakibatkan oleh badai dan fenomena alam lainnya ini pada akhirnya menjadi hal yang menakutkan bagi manusia dan ciptaan lainnya. Dalam bacaan kita hari ini pemazmur, Daud, melihat badai dan fenomena alam lainnya bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai karya Tuhan yang luar biasa dan patut dikagumi. Menurut Daud inilah cara Tuhan menyatakan diri, kekuasaan dan kebesaran-Nya. Bagi Daud gemuruh itu adalah suara TUHAN. Suara Tuhan itu ada di atas air yang besar, penuh semarak, mematahkan pohon aras libanon, membuat gunung gemetar, gunung menyemburkan api, padang gurun gemetar dan berbagai fenomena alam lainnya (ayat 3-10). Itulah sebabnya Daud mengajak semua penghuni sorga, juga penghuni bumi, untuk menghormati, memberi kemuliaan dan sujud menyembah hanya kepada TUHAN. Daud menutup mazmurnya dengan pengakuan bahwa TUHAN adalah Raja dan memohon berkat kesejahteraan dan kekuatan bagi seluruh umat.

Saudaraku, jika kita mengakui bahwa Tuhan adalah Raja semesta alam, maka mari tunjukan sikap hormat dan kagum kita kepadaNya. Badai dan fenomena alam lainnya itulah bukti keagungan Tuhan. Mari kita jadikan alam sebagai sahabat, jangan mengeksploitasi alam sesuka hati tapi jaga dan rawatlah dengan baik.

Doa:   Tuhan, ajar kami untuk mengagumi dan memuliakan keagunganMu  dalam semua fenomena alam yang terjadi. Amin.

Kamis, 16 Juni 2022                                     

bacaan : Yeremia 32 : 17 – 18

17 Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! 18 Engkaulah yang menunjukkan kasih setia-Mu kepada beribu-ribu orang dan yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya yang datang kemudian. Ya Allah yang besar dan perkasa, nama-Mu adalah TUHAN semesta alam,

Saat Ada Masalah, Jangan Bimbang dan Sedih! Berdoalah!

Jika kita berdoa, biasanya kita menyapa Tuhan dengan: “Ya Tuhan”, “Sio Tuhan” atau “Tuhan” saja. Namun dalam bacaan kita Yeremia memulai doanya dengan kata “Ah”. Ini menunjukkan bahwa ada kebingungan, kebimbangan dan kesedihan di hati Yeremia. Ya, Yeremia sedang bingung, bimbang serta sedih karena ia disuruh menebus  tanah milik saudaranya di Anatot, sementara Israel sedang dikepung oleh musuh (ay.1-16). Dalam kebingungan, kebimbangan dan kesedihan, Yeremia berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya Yeremia mengagungkan kuasa dan kekuatan Tuhan sebagai Pencipta langit dan bumi. Kemahakuasaan dan kekuatan Tuhan itu yang membuatnya yakin bahwa di hadapan Tuhan tiada yang mustahil. Tuhan akan menunjukkan kasih setia-Nya kepada umat-Nya. Tangan-Nya  terentang siap menunggu mereka yang mau datang kepada-Nya, karena Dia adalah Allah yang besar dan perkasa. Nama-Nya adalah Tuhan semesta alam.

Jika saat ini saudara sedang diperhadapkan dengan persoalan yang membuat  bingung, bimbang dan sedih. Ada persoalan keluarga (hubungan yang tidak harmonis antara suami–isteri, orang tua–anak, mertua–menantu, adik–kakak, ipar–konyadu); persoalan hukum, keuangan, pekerjaan, pendidikan, hubungan dengan sesama (rekan kerja, tetangga, rekan pelayan) dan masalah-masalah lainnya. Mari belajar dari Yeremia yang menghadapinya dengan datang kepada Tuhan melalui doa dan permohonan dengan hati yang tulus. Jangan pernah ragukan kuasa Tuhan karena Dialah yang Menciptakan kita. Tangan-Nya selalu terbuka untuk menerima semua yang datang. Tiada yang mustahil bagi Tuhan!. Karena itu seberat dan sebanyak apapun persoalan yang dihadapi, saat kita berserah kepada-Nya, Dia pasti sanggup menolong. 

Doa:   Tuhan, kuatkanlah kami agar tidak bimbang dan sedih ketika menghadapi masalah tetapi menyerahkannya kepadaMu dalam doa. Amin.

Jumat, 17 Juni 2022                                      

bacaan : Mazmur  136 : 1 – 9

Kasih setia Allah kepada orang Israel
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 5 Kepada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 6 Kepada Dia yang menghamparkan bumi di atas air! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 7 Kepada Dia yang menjadikan benda-benda penerang yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 8 Matahari untuk menguasai siang; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 9 Bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Bahwasanya Untuk Selama-lamanya Kasih Setia-Nya

Pada hari Selasa, 4 Mei 2022, saya memimpin kebaktian Laki-Laki di Jemaat B. Materinya adalah PA. Saat menjawab pertanyaan PA “Ceritakanlah satu kisah sukses dalam hidup saudara yang menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut karena hikmat Allah dan Sebutkanlah satu pesan teks Alkitab hari ini guna menguatkan daya tahan ekonomi keluarga!” Bapak Benny (bukan nama sebenarnya) bilang begini :

Ibu pandita deng basudara laki-laki, kalo bilang kisah sukses, beta pikir itu relatif. Beta ni seng pung karja tetap. Mar beta, maitua deng anana tetap bisa makang tiga kali sahari, katong ada ruma par tinggal, katong bisa bayar aer deng listrik sabang bulang la apa yang katong parlu par katong pung hidop salalu  ada. La yang labe panting lai, katong seng parna pancuri. Katong memang seng labe macang orang mar katong jua seng kurang. Itu beta pung kisa sukses. La kalo mo kasi ayat Alkitab, seng ada ayat yang beta pili tagal par beta samua ayat dalang Alkitab panting. Beta mo bilang lai kalo samua yang beta deng beta pung maitua, anana rasa ni tagal Tuhan pung bae par katong. Katong angka syukur deng minta danke par Tuhan tagal bisa lia deng rasa Antua pung sayang par katong sabang hari.”   

Pengalaman Benny tidak jauh berbeda dengan bangsa Israel. Mereka mengingat kasih Tuhan dan mengekspresikannya dalam ucapan syukur dan pujian: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (ay. 1-26). Khusus bacaan kita (ay.1-9) memuat ajakan untuk bersyukur dan memuji Tuhan Sang Pencipta. Kesetiaan-Nya nampak di sepanjang jalan kehidupan umat Israel, melewati berbagai suka dan duka. Saudaraku, kita masing-masing pasti punya pengalaman tersendiri tentang bagaimana kasih setia Tuhan nyata dalam kehidupan. Seperti Benny dan umat Israel, mari kita ekspresikan itu dalam nada-nada syukur dan puji-pujian kepada Tuhan di setiap waktu. Namun bukan hanya dengan kata-kata pujian yang manis melainkan juga dengan perbuatan dan karya yang manis demi kemuliaan nama-Nya.

Doa: Tuhan, kami mau beryukur dan memujiMu, karena Engkau baik. Amin.

Sabtu, 18 Juni 2022                                      

bacaan : Yesaya 40 : 21 – 22

21 Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan? 22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

  Tuhan Penguasa Alam Semesta Menolong Orang-Orang Tertindas

Bila kita pernah berkunjung di lokasi wisata pegunungan yang terletak di Siwang, yakni: ujung huk, paradise, puncak elshadai dll. Kita pasti menikmati keindahan alam yang luar biasa menakjubkan seperti: pemandangan pepohonan yang hijau, udara yang sejuk dan segar. Sejauh mata memandang ada panorama teluk Ambon yang indah sehingga semua orang yang berada di lokasi tersebut senantiasa melepaskan rasa kagum dan pujian kepada Tuhan Sang Pencipta. Tuhan dengan kasih dan kuasa-Nya telah  menciptakan alam semesta begitu luar biasa sehingga kita dapat hidup dengan baik (banding Kejadian 1:31). Selain itu, alam juga diciptakan Tuhan sebagai media  atau tempat setiap makhluk untuk hidup, mengembangkan diri dan melakukan aktivitasnya sehari-hari, sehingga alam menampakkan kehadiran dan keagungan Tuhan. Melalui alam, kita bisa merasakan kehadiran dan penyertaan Tuhan yang begitu nyata. Hal ini dijelaskan dalam nas bacaan hari ini, nabi Yesaya mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang akan menuntun dan menyelamatkan bangsa Israel dari tanah perbudakan di Babilonia dan membawa mereka pulang ke Yerusalem. Karena itu, bangsa Israel harus memilih percaya dan berpengharapan hanya kepada Allah nenek moyang mereka bukan kepada allah-allah bangsa lain. Percaya kepada allah-allah lain akan membawa kekecewaan dan kesia-siaan (ayat 17). Sedangkan percaya kepada Tuhan akan memperoleh pertolongan (ayat 28-31). Dari sini kita belajar bahwa Allah yang menciptakan alam semesta adalah Allah yang berkuasa atas hidup manusia. Karena itu, apapun keadaan hidup kita percayalah kepada Tuhan Pencipta dan Penolong, bukan kepada allah atau berhala dunia karena semuanya sia-sia. Ingatlah kata Pemazmur, …”dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi “ (Mazmur 121: 1-2)

Doa: Tuhan, jagalah hati kami agar tetap percaya kepada-Mu, Amin.

*Sumber : SHK BUlan Juni 2022, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar