Minggu, 18 Desember 2022
bacaan : Yesaya 11 : 1 – 10
Raja Damai yang akan datang Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. 2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; 3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. 4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. 5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. 6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. 7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. 8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. 9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. 10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
Raja Damai
Damai itu indah, merupakan penggalan kalimat yang sudah tidak lazim lagi di pendengaran kita. Kata damai sendiri merujuk pada suatu situasi yang kondusif, aman dan tentram. Gambaran situasi seperti inilah yang mejadi harapan setiap orang secara pribadi, kehidupan keluarga, bergereja, bermasyarakat bahkan berbangsa. Situasi damai juga tidak terlepas dari peranan para pemimpin seperti yang diungkapkan oleh Yesaya dalam perikop bacaan kita yakni Raja Damai yang akan datang. Bagian ini menubuatkan tentang akan datangnya seorang Raja dan kedatangan-Nya itu memberikan kedamaian. Raja yang dinubuatkan itu berasal dari keturunan Isai ayah Daud (ay. 1). Roh Tuhan ada padanya…..seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang (ay. 2-5), adalah gambaran hikmat yang dimiliki oleh sang Raja. Kepribadian-Nya sama sekali tidak menyimpang dari kebenaran. Bahkan kehadiran-Nya berdampak positif dan membawa kedamaian seperti yang dilukiskan dengan gambara; serigala akan tinggal bersama domba…..dan anak yang cerai susunya akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak (ay. 6-8). Jenis binatang buas yang digambarkan, tidak lagi menjadi ancaman melainkan hidup berdampingan satu dan lainnya dengan penuh kedamaian. Semua yang mendiami bumi seakan hidup dalam pengenalan akan Allah dan tidak ada lagi perbuatan yang jahat. Bacaan Yesaya 11:1-10 menolong kita untuk memahami situasi ketika kedatangan Raja yang telah dinubuatkan. Ketenteraman dan keamanan akan menjadi bagian dalam menjalani hari-hari kehidupan. Menjalani masa penantian selama minggu Advent IV ini, sebagai umat Allah kita diajak untuk mempersiapkan diri agar tetap setia menyambut kehadiran Sang Raja Damai. Kita menyambut-Nya dengan hidup yang berdamai. Berdamai dengan diri sendiri, sesama bahkan alam semesta. Ingatlah bahwa Raja Damai yang kita nantkan itu akan datang dalam kekudusan dan kemuliaan.
Doa: Ya Tuhan, Kami bersyukur atas hadir-Mu yang membawa damai. Amin
Senin, 19 Desember 2022
bacaan : Mikha 4 : 1 – 5
Sion sebagai pusat kerajaan damai Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. 4 Tetapi mereka masing-masing akan duduk di bawah pohon anggurnya dan di bawah pohon aranya dengan tidak ada yang mengejutkan, sebab mulut TUHAN semesta alam yang mengatakannya. 5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
Jadilah Bermakna
Dalam kondisi yang terpuruk seringkali kita berharap agar dapat keluar dengan selamat dari situasi itu. Keterpurukan dapat saja melanda siapapun baik pribadi, keluarga, masyarakat dan lain sebagainya. Bangsa Israel pernah pula mengalami keterpurukkan, yakni ketika mereka berada di bawah kendali kekuasaan bangsa lain dan mengalami pembuangan. Selain dibuang dalam pembuangan di Babel, mereka juga mengalami diaspora atau tercerai berai ke berbagai tempat. Namun nabi Mikha hadir dengan nubuatannya saat itu umat Israel di tindas bahkan harus meninggalkan Yerusalem, akan tetapi pada saatnya nanti semua orang akan yang memberitakan tentang harapan bagi umat Allah. Meskipun pada kembali ke negeri pemberian Allah itu. Nabi Mikha juga menggambarkan saat dimana ketika orang Yehuda pulang dan membangun kembali Yerusalem dan Bait Suci yang sebelumnya telah diruntuhkan oleh bangsa lain. Demikianlah Sion akan menjadi pusat kerajaan damai. Artinya bahwa ada saatnya dimana tidak ada lagi peperangan melainkan kedamaian. Seperti Sion yang menjadi pusat kerajaan damai, demikian juga dengan kehidupan kita sebagai orang percaya. Supaya dengan keberadaan kita orang lain pun dapat merasakan kehidupan yang tenteram, nyaman serta penuh dengan sukacita. Intinya, kehadiran kita dapat memberikan rasa damai bagi kehidupan sesama. Jangan biarkan kehidupan kita dipenuhi dengan perselisihan, kebencian, amarah dan dendam. Semuanya justru akan menjauhkan hati dan pikiran kita dari damai itu sendiri. Biarlah dengan menciptakan kehidupan yang penuh dengan damai sejahtera yang berasal dari Allah, hidup kita semakin berarti di dalam keluarga, hidup bergereja maupun kehidupan bermasyarakat. Jadilah bermakna dan siapkanlah hati kita sebagai umat Allah dalam menyambut datangnya Sang pembawa damai.
Doa: Ya Tuhan, tolonglah kami agar menjadi berarti dengan memberikan kedamaian, amin
Selasa, 20 Desember 2022
bacaan : Mazmur 85 : 9 – 14
8 (85-9) Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? 9 (85-10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. 10 (85-11) Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. 11 (85-12) Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. 12 (85-13) Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. 13 (85-14) Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.
Allah Sumber Kedamaian
Hidup damai artinya menjalani atau mengalami kehidupan tanpa adanya permusuhan dan perselisihan melainkan ketenangan batin. Oleh karena itu tidak heran pemazmur menaikan doa kepada Tuhan memohon pemulihan atas Israel. Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah….(ay. 9). Perkataan ini menjelaskan keyakinan pemazmur yang mengakui kedaulatan Allah sebab setiap perkataan-Nya atau yang difirmankan-Nya mengandung kedamaian. Namun untuk mendapatkan situasi atau kondisi yang penuh dengan kedamaian bahkan keselamatan, haruslah didasari pada rasa takut akan Tuhan. Rasa takut akan Tuhan pula akan menghasilkan kasih, kesetiaan, keadilan, kebaikan dan damai sejahtera. Semua yang baik dan benar serta mengandung damai, semata-mata hanya bersumber dari Allah. Sebab itu sebagai orang-orang yang percaya sudah seharusnya memiliki pemahaman untuk menciptakan rasa damai. Tentu saja hal ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga maupun kehidupan bersama dengan kesadaran membangun hidup dalam rasa takut akan Tuhan. Dikatakan demikian karena sesungguhnya pemicu hilangnya kedamaian dapat bersumber dari orang lain tetapi juga dari dalam diri sendiri. Potensi hilangnya damai juga bersumber dari sikap, tutur kata dan tindakan atau perbuatan kita yang semena-mena. Sebagaimana pemazmur yang memohon pemulihan untuk mendapatkan kedamaian, demikian juga mengajarkan kepada kita untuk terus berdoa agar dapat terciptanya kehidupan yang damai. Ingatlah bahwa Allah mampu memberikan kedamaian bagi kita, meski ada dalam keadaan seburuk apapun itu. Jadi takutlah akan Tuhan sambil terus berdoa kepada Allah, agar hati dan batin bahkan kehidupan dengan sesama terus merasakan kedamaian. Jalanilah minggu Advent IV ini dengan damai yang bersumber dari Allah.
Doa: Tuhan Yesus sumber damai, anugerahkanlah kedamaian bagi kami umat-Mu. Amin.
Rabu, 21 Desember 2022
bacaan : Yesaya 54 : 1 – 10
Perjanjian damai dengan Sion Bersorak-sorailah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami, firman TUHAN. 2 Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! 3 Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi. 4 Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu. 5 Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. 6 Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati TUHAN memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu. 7 Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. 8 Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu. 9 Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. 10 Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau.
Sambutlah Dia!
Bacaan hari ini, menyatakan kepada kita bahwa segala hal akan berlalu, tetapi kasih setia Tuhan dan perjanjian damai-Nya tinggal tetap, dan tidak akan berubah bagi kita. Kasih setia Tuhan itulah landasan hidup kita, atau tempat kita berlabuh. Ingatlah bahwa perjanjian damai-Nya tetap menyertai kita, bahkan dalam badai sekalipun. Badai kehidupan bisa datang silih berganti, tetapi perjanjian damai-Nya tetap ada bagi kita. Karena itu, mari kita andalkan kasih setia-Nya dan perjanjian damai-Nya. Semua itu akan tinggal tetap, atau selalu menjadi milik kita. Mari berpegang pada Firman Tuhan. Percaya pada rancangan, janji dan petunjuk-Nya. Karena Dia Tuhan yang dapat kita andalkan. Perbuatan-Nya ajaib tak perlu diragukan. Dia tidak akan pernah salah, ingkar janji, atau lalai menjaga dan melindungi kita. Ia akan menuntun kita melewati berbagai musim dan memimpin menuju kasih dan kebaikan serta menikmati perjanjian damai-Nya. Saat kita menantikan janji Tuhan untuk waktu yang lama, terkadang timbul pertanyaan-pertanyaan dalam hati. Apakah mungkin kita belum menerima janji itu karena sudah melakukan kesalahan? Ya, setiap pelanggaran ada konsekuensinya. Namun harus dipahami bahwa kasih Allah jauh lebih besar dari segala dosa dan pelanggaran kita. Dia tahu kita ini manusia lemah yang tidak luput dari kesalahan. Selama ada kesungguhan untuk tidak mengulangi kesalahan, kemudian belajar hidup kudus serta berusaha mentaati perkataan-Nya, akan selalu ada anugerah dan kasih karunia yang dilimpahkan-Nya atas kita. Itulah sebabnya janji-Nya tidak tergoyahkan. Sambutlah Dia, Tuhan pembawa damai dengan pengharapan karena Dia tidak pernah mengecewakan.
Doa: Ya Tuhan, siapkan kami untuk menyambut kedatangan-Mu. Amin.
Kamis, 22 Desember 2022
bacaan : Yohanes 14 : 27
27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yesus Sumber Damai Sejahtera
Seorang sahabat menceritakan kepada saya bahwa selama bertahun-tahun ia mencari kedamaian dan kepuasan hati. Ia dan suaminya membangun usaha yang sukses sehingga mampu membeli rumah besar, pakaian mewah, dan perhiasan mahal. Namun, semua harta dan pertemanannya dengan orang-orang yang berpengaruh tidak juga memuaskan kerinduan hatinya akan kedamaian. Lalu suatu hari, ketika ia merasa terpuruk dan putus asa, seorang teman membawakannya kabar baik tentang Yesus Kristus. Saat itulah ia bertemu dengan Sang Raja Damai, dan pemahamannya tentang arti kedamaian dan kepuasan yang sejati pun berubah selamanya. Yesus berbicara tentang damai sejahtera yang sejati itu kepada para sahabat-Nya. Yesus menyatakan bahwa damai sejahtera yang diberikan-Nya tidak seperti yang diberikan dunia ini. Pernyataan itu menegaskan keinginan-Nya agar para murid tetap mengalami damai sejahtera sekalipun kesulitan mendera mereka. Damai sejahtera yang berasal dari Roh Kudus tidak sama dengan damai yang diberikan oleh dunia. Damai daripada-Nya melampaui segala harta atau apa pun yang menjanjikan jaminan bagi hari depan kita. Ketika kita dengan sungguh-sugguh mengandalkan Roh Kudus, penyertaan-Nya dalam setiap langkah hidup akan semakin nyata. Kita pun boleh semakin yakin terhadap janji-Nya dan percaya bahwa Dia turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. Yakinlah bahwa hati kita akan dipenuhi dengan kedamaian dan rasa syukur karena bisa melihat dan merasakan betapa melimpah berkat-Nya. Hidup kita akan menjadi lebih indah dan juga menjadi berkat bagi banyak orang lainnya.
Doa: Ya Tuhan, mampukan kami membawa Damai Sejahtera-Mu dalam hidup sehari-hari. Amin.
Jumat, 23 Desember 2022
bacaan : Imamat 26 : 1 – 13
Berkat "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah TUHAN, Allahmu. 2 Kamu harus memelihara hari-hari Sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku, Akulah TUHAN. 3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. 6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu. 7 Kamu akan mengejar musuhmu, dan mereka akan tewas di hadapanmu oleh pedang. 8 Lima orang dari antaramu akan mengejar seratus, dan seratus orang dari antaramu akan mengejar selaksa dan semua musuhmu akan tewas di hadapanmu oleh pedang. 9 Dan Aku akan berpaling kepadamu dan akan membuat kamu beranak cucu serta bertambah banyak dan Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan kamu. 10 Kamu masih akan makan hasil lama dari panen yang lampau, dan hasil lama itu akan kamu keluarkan untuk menyimpan yang baru. 11 Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. 12 Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. 13 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak."
Karya Pembebasan adalah Anugerah
Karya pembebasan Allah adalah bukti bahwa Ia menolong dan menyelamatkan bangsa Israel. Perbudakan di Mesir menjadi pengalaman tak terlupakan. Mereka dibebani dengan tanggung jawab kerja yang melelahkan. Mereka tidak memperoleh imbalan memadai; diperlakukan di luar batas kemanusiaan. Mereka tidak bisa menjalani kehidupan keluarga yang menggembirakan dan kehilangan waktu beribadah. Segala beban itu terlepas ketika Tuhan campur tangan dengan cara-Nya yang ajaib. Penegasan kehadiran Allah yang membebaskan menjadi penting bagi bangsa Israel. Allah hadir untuk membebaskan umat pilihan-Nya dari perbudakkan. Kebebasan mereka bukan karena kesempatan yang terbuka luas. Mereka bebas bukan karena kemampuan berjuang, tetapi semata anugerah Allah. Allah mengutus dan memperlengkapi Musa dan Harun sebagai alat untuk menyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya. Beban kerja dan segala intimidasi yang diibaratkan dengan ’kuk kayu’ sudah dipatahkan. Bangsa Israel tidak lagi berjalan sebagai orang upahan atau budak kasar. Mereka memperoleh martabat kemanusiaan penuh sebagai bangsa merdeka. Tuhan telah melepaskan mereka dari penderitaan panjang di Mesir untuk bereangkat ke tanah yang dijanjikan. Tanah yang diberkati serta yang berlimpah susu dan madu. Allah setia atas perjanjian-Nya sehingga bangsa Israel tidak dilupakan dan dibiarkan dalam kesengsaraan selamanya. Anugerah-Nya selalu ada bagi kita yang bersedia menyambut kedatangan-Nya. Tinggal menghitung jam kita akan masuk dalam persiapan menyambut Sang Natalis. Sambutlah Dia yang sudah memberi kebebasan itu dengan sukacita dan sorak-sorai.
Doa: Tuhan, terima kasih untuk karya pembebasan-Mu dalam hidup kami. Amin.
Sabtu, 24 Desember 2022
bacaan : Yesaya 60 : 15 – 22
15 Sebagai ganti keadaanmu dahulu, ketika engkau ditinggalkan, dibenci dan tidak disinggahi seorangpun, sekarang Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan abadi, menjadi kegirangan turun-temurun. 16 Engkau akan mengisap susu bangsa-bangsa dan akan meminum susu kerajaan-kerajaan maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Juruselamatmu, dan Penebusmu, Yang Mahakuasa, Allah Yakub. 17 Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu. 18 Tidak akan ada lagi kabar tentang perbuatan kekerasan di negerimu, tentang kebinasaan atau keruntuhan di daerahmu; engkau akan menyebutkan tembokmu "Selamat" dan pintu-pintu gerbangmu "Pujian". 19 Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari, tetapi TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu akan menjadi keagunganmu. 20 Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir. 21 Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri untuk memperlihatkan keagungan-Ku. 22 Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.
Pemulihan Tuhan Tergenapi
Allah memakai nabi Yesaya untuk mengingatkan bangsa Israel supaya menunggu dan bersabar. Ia berjanji akan memulihkan umat-Nya. Mereka yang ditinggalkan, dibenci, dan bahkan dipandang hina, nantinya akan dihormati (15). Mereka akan diberi kemakmuran sebagai ganti kesengsaraan dan kelaparan(16-17). Kekerasan tidak akan lagi menimpa mereka dan hanya Allah sajalah yang akan menjadi penerang abadi mereka (18-20). Mereka akan memiliki negeri untuk selama-lamanya dan keturunan mereka akan menjadi bangsa yang kuat (21-22). Nubuatan-nubuatan Allah ini disampaikan nabi Yesaya agar umat Israel dapat percaya kepada-Nya. Allah tidak akan meninggalkan bangsa pilihan-Nya. Allah selalu menyertai mereka dalam keadaan apa pun, apalagi saat mereka mengalami penderitaan dan seolah tak ada jalan keluar. Allah hanya menghendaki agar mereka senantiasa mengandalkan-Nya, sebab hanya Dia satu-satunya yang memberi pertolongan. Allah akan menjadi terang abadi dan menjadi Tuhan yang kita agungkan. Dialah Tuhan dan Juruselamat, Penebus kita satu-satunya. Tuhan memanggil kita untuk hidup dengan pengharapan akan dunia baru, yang memiliki cara pandang berbeda dari dunia dimana kita hidup kini dan di sini. Persiapkanlah hidup baik pribadi maupun keluarga untuk menyambut hadirnya Sang juruselamat yaitu Yesus Sang Natalis. Yesus akan datang segera dalam keagungan-Nya. Kita pasti dipakai-Nya juga sebagai alat untuk menyatakan keagungan-Nya. Nantikanlah Yesus dengan pujian, kesederhaan, tanpa kekerasan, dan persembahan syukur sesuai apa yang ada padamu. Yesuslah Tuhan kita, juruselamat dan Penebus Yang Mahakuasa. Sang Natalis pasti datang segera dengan damai sejahtera dan keadilan, Ia melindungi dan mengatur hidup kita.
Doa: Tuhan Yesus, tolonglah agar kami layak menyambut-Mu. Amin.
*SUMBER : SHK Bulan DESEMBER 2022, LPJ-GPM