Tema Bulanan : Berkomitmenlah Untuk Membangun Hidup Bersama yang Berkelanjutan
Tema Mingguan : Tertib dan Santun Menyampaikan Pendapat
Minggu, 12 November 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul. 19:21-40
Demetrius menimbulkan huru-hara di Efesus
21 Kemudian dari pada semuanya itu Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: "Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga." 22 Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia. 23 Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 24 Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. 25 Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! 26 Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. 27 Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya." 28 Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 29 Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus. 30 Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya. 31 Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu. 32 Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!" 35 Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? 36 Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak. 37 Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. 38 Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. 39 Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. 40 Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini." 41 (19-40b) Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.
Hindarilah Kemarahan
Ada ungkapan yang berbunyi: kemarahan melemahkan diri sendiri. Saat dikuasai kemarahan, manusia dapat saja kehilangan pengendalian diri, melakukan perkara-perkara yang memalukan, tidak terpuji dan sia-sia. Oleh sebab itu kita perlu menekan dan mengendalikan kemarahan. Seseorang yang dikuasai kemarahan cenderung mempengaruhi atau memprovokasi orang lain dan semuanya tergoda melakukan tindakan yang merusak. Kemarahan membuat manusia kehilangan rasionalitas atau kemampuan berpikir secara jernih. Sebaliknya menjadi emosional, bertindak tanpa berpikir panjang dan merugikan orang lain. Kemarahan bukan saja berdampak fisik-badani, solial dan ekonomi tapi juga spiritual. Orang marah dapat mengalami serangan jantung dan yang lainnya, retak hubungan dengan orang lain serta hidup tidak berkenan pada Tuhan. Karena itu kita diminta untuk
hidup dengan tertib dan santun. Berhati-hati dan rawatlah kesehatan fisik-badani dengan baik dan
mohonlah Roh untuk memnuhi batin, sehingga mengalami hidup yang bersukacita. Kita harus hidup dengan sukacita agar bukan saja berdamai dengan diri sendiri tapi juga orang lain. Rawatlah persekutuan dengan cinta kasih supaya bertumbuh hal-hal baik dan bukan keburukan. Belajarlah untuk tidak menyelesaikan persoalan saat sedang marah.
Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami mampu menghindari kemarahan. Amin.
Senin, 13 November 2023
bahan bacaan : Bilangan 14:1-19
Pemberontakan umat Israel Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" 4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. 6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel. 11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka." 13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam. 15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti berkata: 16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun. 17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan: 18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari."
Memberontak Terhadap Tuhan Tidak Ada Gunanya
Nas hari ini menuturkan kisah pemberontakan bangsa Israel terhadap Tuhan. Pemberintakan ini terjadi di padang gurun, yakni setelah mereka dibawa keluar dari Mesir dan belum memasuki tanah perjanjian. Menjalani hidup di padang gurun berat dan menantang serta terancam mati. Perjalanan mengaruni kesukaran belum berakhir. Mereka belum tiba di perhentian, yaitu Kanaan tanah perjanjian. Namun kesabaran dan pengharapan mereka telah berakhir lalu memberontak terhadap Tuhan. Bangsa ini memberontak terhadap Tuhan dengan cara melupakan kebaikan-Nya di masa lalu, meragukan kuasa dan rencana-Nya untuk masa depan serta hidup seturut kehendak diri sendiri. Tuhan Allah kita adalah pencipta yang berkuasa mengatur segala masa. Kita mungkin pemah atau akan mengalami masa hidup yang dapat diumpamakan dengan “padang gurun”. Masa hidup yang sulit, menekan dengan sangat dan mengikis habis daya tahan, kesabaran serta pengharapan. Barangkali ada harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jangan-jangan doa-doa kita belum terjawab atau jawabannya tidak sesuai dengan yang didoakan. Mari belajar dari pengalaman bangsa Israel dan jangan pemah memberontak terhadap Tuhan. Hitunglah kebaikan atau berkat-Nya, berharaplah pada kuasa dan rancangan-Nya serta hiduplah seturut maksud Tuhan. Jalanilah hidup dengan berserah pada-Nya, teruslah bergerak bersama kasih Tuhan.
Doa: Ya Allah jauhkanlah kami dari tindakan memberontak terhadap-Mu. Amin.
Selasa, 14 November 2023
bahan bacaan : Bilangan 16 : 8-11
8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! 9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, 10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? 11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
Syukurilah Apa Yang Ada Padamu
Musa dipilih Tuhan untuk mengeluarkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir dan memimpin mereka menuju tanah perjanjian. Ia harus berhadapan dan mengatasi berbagai masalah baik alam maupun manusia. Setiap orang memiliki karakter yang unik dan berbeda dengan orang lain. Tidak selalu ia didengar bangsa Israel dan karena itu kualitas kepemimpinannya diuji. Kali ini ia harus berhadapan dan mengatasi peristiwa pemberontakan Korah. Persoalan ini diatasinya dengan mengandalkan kuasa dan pertolongan Tuhan. Kisah pemberontakan Korah menyuguhkan pelajaran iman yang layak untuk disimak dan dihayati. Syukurilah apa yang ada pada kita dan tak perlu mengambil milik orang lain. Kita bukan saja harus bersyukur tapi juga cukupkan diri dengan apa yang ada. Berontak dengan tujuan mengambil milik atau hak orang lain bukanlah tindakan terpuji dan oleh sebab itu haruslah dihindari. Berilah kesempatan bagi orang lain untuk hidup dengan apa yang menjadi haknya. Syukurilah apa yang ada pada kita dan jangan mengambil apa yang menjadi hak orang lain. Layanilah Tuhan dengan segala berkat pemberianNya itu. Hindarilah pertengkaran dan permusuhan serta hiduplah dalam harmoni dengan semua orang.
Doa: Ya Allah. tolonglah agar kami mampu hidup dengan bersyukur. Amin.
Rabu, 15 November 2023
bahan bacaan : Bilangan 16: 12-18
12 Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: "Kami tidak mau datang. 13 Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? 14 Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang." 15 Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada TUHAN: "Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledaipun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorangpun dari mereka." 16 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap TUHAN, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. 17 Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan TUHAN, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya." 18 Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun.
Kebencian Merusak Kebersamaan
Kebencian adalah salah satu sifat buruk yang harus dihindari oleh orang percaya. BUkanlah hal yang baik jika orang percaya hidup dalam kebencian. Sebab kebencian pasti berdampak buruk bagi kebersamaan. Kebersamaan bangsa Israel di bawah kepemimpinan Musa dilawan oleh Datan. Datan melawan atau memberontak terhadap Musa karena dikuasai kebencian. Perjalanan mereka menuju Kanaan terhambat atau tak mulus. Perjalanan terhenti sebab Musa harus menyelesaikan persoalan yang menggangu kebersamaan terlebih dahulu. Kebencian jualah yang mengakibatkan seseorang tak bersedia diatur pemimpin. Bukan saja itu, orang yang dipengaruhi kebencian cenderung berpikiran negatif terhadap orang lain, mencari-cari kesalahan serta menuduh atau menyalahkan tanpa alasan. Sikap dan perilaku demikian sesungguhnya merusak diri sendiri maupun persekutuan. Kita selayaknya menjalani kebersamaan dalam suasana damai, saling pengertian, mendukung dan harmoni. Hidup dalam kebersamaan membuka kemungkinan munculnya perbedaan pendapat. Namun fakta perbedaan pendapat tak perlu dijadikan alasan melangsung pemberontakan. Perbedaan pendapat adalah batu uji keutuhan kebersamaan dan oleh sebab itu perlu diselesaikan secara arif. Ingatlah bahwa individu tak mungkin hidup di luar persekutuan atau kebersamaan. Hendaklah kebersamaan dirawat dengan cara membersihkan hati tiap-tiap anggota dari hati. Mohonlah Roh mendiami hati agar hidup terpelihara dengan sempurna.
Doa: Ya Allah kiranya kami dimapukan untuk hidup tanpa rasa kebencian. Amin.
Kamis, 16 November 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 21:37-40
Paulus minta izin berbicara
37 Ketika Paulus hendak dibawa masuk ke markas, ia berkata kepada kepala pasukan itu: "Bolehkah aku mengatakan sesuatu kepadamu?" Jawabnya: "Tahukah engkau bahasa Yunani? 38 Jadi engkau bukan orang Mesir itu, yang baru-baru ini menimbulkan pemberontakan dan melarikan empat ribu orang pengacau bersenjata ke padang gurun?" 39 Paulus menjawab: "Aku adalah orang Yahudi, dari Tarsus, warga dari kota yang terkenal di Kilikia; aku minta, supaya aku diperbolehkan berbicara kepada orang banyak itu." 40 Sesudah Paulus diperbolehkan oleh kepala pasukan, pergilah ia berdiri di tangga dan memberi isyarat dengan tangannya kepada rakyat itu; ketika suasana sudah tenang, mulailah ia berbicara kepada mereka dalam bahasa Ibrani, katanya:
Bijaksana Saat Berbicara
Berbicara merupakan keunggulan manusia bila dibandingkan dengan makhluk yang lain. Dampaknya besar bagi hidup, baik negatif maupun positif. Semua orang dengan sendirinya dituntut untuk dapat berbicara dengan berkualitas. Ada ungkapan yang berbunyi adalah bijak bila berpikir baru bicara bukan sebaliknya berbicara baru berpikir. Aktifitas berbicara tak dapat dipisahkan dari berpikir. Hindarilah berbicara tanpa mempertimbangkan manfaatnya dan jangan pula berbicara saat sedang marah. Mari belajar dari Paulus, ia mempertimbangkan dengan baik apa yang hendak dibicarakannya. Ia berbicara agar orang banyak tidak salah sangka terhadap dirinya. Perhatikanlah bahwa sekalipun Paulus sedang dalam penahanan pihak penguasa, namun karena alasan menjelaskan statusnya, ia meminta izin berbicara. Hendaklah pengalaman. Paulus ini kita pedomani dalam menjalani keberadaan sebagai orang percaya. Jangan takut bila benar, berbicaralah agar ada kejelasan. Pertimbangkanlah waktu dan tempat yang tepat untuk melangsungkan suatu pembicaraan.
Belajarlah untuk mempertimbangkan alasan dan tujuan sebelum berbicara. Akhirnya bicaralah bagi
kemuliaan Allah.
Doa: Ya Allah, tolonglah agar kami menjadi orang yang bijak saat berbicara. Amin.
Jumat, 17 November 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 1-11
Sidang di Yerusalem Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. 3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." 6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
Santun Menyampaikan Pendapat
Sore itu suhu dalam rumah terasa lebih panas. Angin yang bertiup lembut dari luar tak membendung kegerahan hati orang-orang Seorang laki-laki paruh baya yang duduk di kursi roda tampak kebingungan menyaksikan keributan orang-orang disekitarnya. Seorang wanita muda yang lebih banyak memilih diam selama percakapan dalam keluarga berlangsung, tiba-tiba berdiri dan mengatakan: “saya akan merawat kakak, jika kalian semua sibuk dan sulit mengatur waktu. Tanggung jawab ini merupakan tugas kita bersama. Lain kali jika kalian tidak sibuk, mungkin kalian bisa berbagi tanggung jawab ini juga.” Selesai wanita tersebut berbicara, suasana dalam rumah itu pun menjadi tenang. Saudara-saudaranya yang lain mengangguk tanda setuju, laki-laki di kursi roda pun tak dapat menahan tangisannya. Ia terharu mendengar perkataan adik perempuannya yang terasa sangat peduli padanya. Situasi keluarga yang demikian bukan hanya dialami oleh wanita muda ini dan saudara-saudaranya, tapi mungkin juga oleh keluarga-keluarga Kristen yang lain. Perbedaan pendapat hingga pertengkaran mungkin tak terelakkan. Namun sebagai orang Kristen, kita dituntut untuk bersikap bijak dengan tuntunan Roh Kudus. Sama seperti Petrus yang menyampaikan pendapatnya dengan santun sebagai cara ia menyaksikan Tuhan yang diimaninya, demikian jugalah seharusnya dengan kita.
Doa : Tuhan, mampukanlah kami untuk santun menyampaikan pendapat. Amin.
Sabtu, 18 November 2023
bahan bacaan : Kisah Para Rasul 15: 12-21
12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: 16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula. 19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."
Bijaklah dalam berbicara!
“Jika kakak yang paling tua sudah mulai berbicara, maka kami yang lain memilih diam, mendengar dan mengikuti. Hal ini kami lakukan bukan hanya karena ia yang paling tua dan kami harus mendengarkan. Namun gaya berbicaranya yang khas dan penuh kewibawaan sangat mempengaruhi kami. Karena itu, tidak ada lagi keributan jika ia yang berbicara. Ia selalu memberi solusi, namun tidak memaksakan kehendaknya”, cerita seorang lelaki muda mengenang kakaknya. Kharisma berbicara yang dimiliki oleh seseorang dan menjadikan dirinya sebagai tokoh untuk didengarkan dan diikuti terkadang dibutuhkan guna mengatasi persoalan-persoalan khusus. Hal ini juga diperlukan dalam diskusi atau musyawarah keluarga, apalagi ketika yang dibicarakan terkait dengan hal-hal yang bersifat prinsip, misalnya aturan, tradisi, nilai yang dianut, dan keyakinan keluarga. Ketokohan Petrus saat berbicara telah mempengaruhi situasi sidang di Yerusalem. Seluruh umat pun diam dan mulai mendengarkan pengajaran dari Paulus dan Barnabas. Hal yang bersifat prinsip tentang keselamatan dari Allah kepada semua bangsa tanpa membeda-bedakan disampaikan juga dengan sopan dan teratur oleh Yakobus, setelah Paulus dan Bamabas selesai berbicara. Sikap dan cara para tokoh ini menjadi teladan sikap beriman bagi kita dalam berdiskusi dan bermusyawarah. Kita harus mulai membiasakannya dalam kehidupan keluarga supaya terbentuk karakter kristiani yang santun dalam berpendapat dan menjadi tokoh yang bijak.
Doa: Tuntunlah kami dengan Roh-Mu. supaya kami bijak berbicara dan menyampaikan pendapat. Amin.
*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM