Santapan Harian Keluarga, 19 – 25 November 2023

Tema Bulanan : Memberitakan Injil dan Menatalayani Gereja

Tema Mingguan : Kuasailah diri dalam segala hal

Minggu, 19 November

bahan bacaan : 2 Timotius 4:1-8

Penuhilah panggilan pelayananmu
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. 5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu! 6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Memberi dan Menerima Pengajaran
Salah satu nasihat Timotius tentang tanggung jawab terhadap panggilan pelayanan yakni melakukannya dengan penuh kesabaran dan tetap tekun melaksanakan pengajaran. Pelayanan yang dimaksudkan tentunya tidak hanya terkait dengan para pelayan di gereja namun juga ditujukan semua umat, termasuk dan anak dalam keluarga. Seorang anak ketika pulang dari ibadah unit mengatakan kepada ayahnya demikian: “papa, tadi ditempat ibadah ada bapak majelis yang menanyakan papa. Ade jawab kalau papa blom pulang kerja. Kata bapak itu, minta papa untuk pulang sebelum jam ibadah supaya bisa datang sama-sama dengan ade di tempat ibadah. Pa, ade sangat senang kalau kita bisa pergi sama-sama.” Apa yang dikatakan oleh sang anak ini mungkin terdengar biasa dan terkadang tidak dihiraukan oleh sebagian orang. Padahal anak-anak juga dapat menasihati kita sekalipun dengan cara yang berbeda, termasuk melalui keinginan mereka sama seperti anak tersebut. Perlunya sang ayah mengatur waktu supaya dapat terlibat dalam persekutuan ibadah dapat menjadi moment penting bagi sang anak untuk memiliki waktu yang berkualitas juga bersama ayahnya. Itulah inti pengajarannya. Untuk menerima pengajaran ini membutuhkan kesediaan mendengarkan dengan kerendahan hati. Mari kita membiasakan hal-hal memberi pengajaran dan menerimanya dalam lingkungan keluarga kristiani kita!

Doa: Tuhan, mampukan kami untuk melakukan dan menerima pengajaran yang benar dengan sabar. Amin.

Senin, 20 November 2023

bahan bacaan : Amsal 16:32

32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Sabar dalam Iman
Seorang ibu dengan penuh kesabaran merawat tiga orang anaknya yang masih kecil sambil berjualan ikan di pasar. Terkadang ia harus menitipkan anak-anaknya pada tetangga jika ada permintaan ikan yang banyak dan membutuhkan waktu yang cepat dari para pelanggannya. Ayah ketiga anak ini sudah lama pergi meninggalkan mereka. Ia pergi bekerja di luar kota dan tidak pernah memberikan kabar kepada keluarganya. Perempuan yang hampir tak pernah absen mengikuti ibadah unit, mampu menjalani kehidupan yang sulit itu dengan tetap sabar. Kesabaran memang menjadi kekuatan bagi seseorang untuk bertahan menghadapi kesulitan hidupnya. Bagi seorang Kristen, kesabaran itu harus disertai dengan imannya yang sungguh kepada Allah. Sang ibu itu pun menyatakan kesungguhan imannya dengan setia terlibat dalam persekutuan ibadah. Ia mempercayakan seluruh hidupnya kepada Allah melalui relasinya dengan sesama manusia dalam persekutuan. Buah dari iman dan kesabarannya pun dinyatakan Allah melalui kehadiran dan kebaikan orang-orang disekitarnya. Perempuan tiga anak ini tak pernah merasa sendirian, katanya: “saya bersyukur karena ada orang-orang yang penuh kasih ada di sekitar hidup kami. Tangan mereka yang penuh kasih selalu terulur menolong kami.”

Doa: Tuhan. Kuatkanlah iman kami supaya kami tetap sabar. Amin.

Selasa, 21 November 2023

bahan bacaan : Yakobus 3:1-13

Dosa karena lidah
3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru ;  sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi  menurut ukuran yang lebih berat.  3:2 Sebab kita semua bersalah  dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya,  ia adalah orang sempurna,  yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:3 Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. 3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan  perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 3:6 Lidahpun adalah api;  ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.  3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun   yang mematikan. 3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa  Allah, 3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 3:11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 3:12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara?  Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.
Hikmat yang dari atas
3:13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan   perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

Kuasailah Lidah!
Kata-kata makian dan sumpahan terdengar berulang-ulang dari mulut seorang laki-laki yang sudah mabuk kepada istrinya. Suasana depan rumah yang berdinding papan itu mulai ribut. Beberapa orang laki-laki datang dan menegur lelaki yang mulai jalan sempoyongan dan memukul-mukul dinding rumahnya. Hampir seminggu lelaki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini pulang dalam keadaan mabuk. Menurut istrinya, ia stress karena motornya ditilang dan ia harus membayar dalam jumlah yang besar. “Kebutuhan rumah tangga kami pun banyak, uang sekolah anak-anak harus dibayar. Karena itu kemarahannya ditujukan kepada saya,” ungkap istrinya sambil menangis. Tekanan hidup dalam keluarga terkadang tak mampu dihadapi dengan bijaksana dan tenang oleh sebagian orang. Akibatnya, tindakan kekerasan menjadi cara mereka melampiaskan emosi dan melapaskan tekanan tersebut. Banyak kekerasan rumah tangga yang terjadi karena faktor-faktor tersebut. Rasul Paulus menasihati kita untuk mengekang lidah dalam berkata. Lidah itu kecil namun bisa menjadi seperti api dan mematikan. Kita tidak hanya memuji Tuhan dengan lidah, tapi kita juga dapat mengutuk sesama bahkan orang yang kita cintai dengan lidah yang kita miliki. Lidah harus dikendalikan oleh iman kita kepada Allah. Sebab Dialah satu-satunya Sumber Pengendali kehidupan kita. Dari Allah, kita hanya akan berlaku baik termasuk dengan menggunakan lidah kita.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami dengan Roh-Mu supaya lidah kami terkendali. Amin.

Rabu, 22 November 2023

bahan bacaan : Amsal 25:28

28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Kendalikan diri dengan Iman
Hari itu tak seperti biasanya, seorang laki-laki muda pulang ke rumahnya dengan wajah tertunduk lesu. Ia baru saja mengalami musibah dalam pekerjaannya. Tawaran dari seorang kontraktor untuk mendapatkan keuntungan besar membuatnya lupa diri. Ia menerima tawaran tersebut dengan menggunakan uang kantor. Pemeriksaan keuangan tak dapat dihindari. Setibanya di rumah dan bertemu sang istri, lelaki itu pun menangis penuh penyesalan. “Sayang, maafkanlah aku. Perbuatanku membuat keluarga kita susah. Aku harus bertanggung jawab. Tolong, maafkan aku,” kata laki-laki tersebut dengan terbata-bata. Perjalanan hidup ini memang penuh dengan cobaan. Tak sedikit godaan yang datang berkaitan dengan materi dan jabatan yang menggiurkan. Sebagai orang Kristen, iman yang berwujud dalam ketaatan kepada Allah menjadi pengarah bagi kita untuk menghadapi cobaan tersebut. Kitab Amsal mengingatkan kita bahwa orang yang tak dapat mengendalikan diri akan menjadi seperti kota yang roboh temboknya. Hal pengendalian diri tentunya berlangsung bukan hanya karena kita takut celaka, namun karena iman kita kepada Tuhan yang menuntut kita berlaku jujur dan benar. Pengendalian diri harus menjadi karakteristik iman kristiani kita. Alangkah baiknya jika kita menumbuhkannya mulai dari pembinaan dalam keluarga kita.

Doa: Tuhan. Tolonglah kami dengan Roh-Mu supaya kami mampu mengendalikan diri. Amin.

Kamis, 23 November 2023

bahan bacaan : Titus 2:6

6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal

Kualitas diri Orang Muda
Orang muda dikenal sebagai orang-orang yang penuh semangat dan memiliki idealisme tinggi. Hal positif ini terkadang menjadi kelemahan bagi orang muda jika dibarengi dengan emosinya yang tak terkendali. Tak sedikit tindakan bersifat anarkis yang dilakukan oleh orang muda ketika aspirasinya tidak didengarkan dan diterima. Titus memberikan nasihatnya kepada setiap segmen pelayanan umat dalam jemaat Kristen, termasuk kepada orang muda. la menegaskan tentang pentingnya tanggung jawab orang muda untuk mewujudkan keteraturan hidup dan kedamaian. Orang muda tidak boleh mudah dipengaruhi dan mengikuti ajaran-ajaran yang dapat menyesatkan dirinya. Sebaliknya, orang muda harus menjadi teladan bagi orang disekitarnya. Keteladanan mesti menjadi kesaksian orang muda tentang pengajaran baik yang telah ia peroleh. Hal ini mengisyaratkan bahwa pendidikan dan
pengajaran dalam keluarga sangatlah penting, sebab keluarga menentukan kualitas karakter dari individu-individu yang ada di dalamnya, termasuk orang muda.

Doa: Tuhan, tuntunlah kami, orang muda, untuk mampu menguasai diri dalam segala hal. Amin.

Jumat, 24 November 2023

bahan bacaan : Galatia 5:16-26

Hidup menurut daging atau Roh
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Hidup dalam Pimpinan Roh
Seeorang gadis remaja nampak berjalan menyusuri jalan setapak dengan wajah sedih. Beberapa anak laki-laki yang sementara berdiri di ujung jalan setapak itu melihatnya dan bersiul menggoda. Seorang wanita paruh baya yang kebetulan melewati jalan setapak yang sama kemudian memarahi anak-anak lelaki tersebut dan mengajak gadis remaja tersebut untuk berjalan bersama dengannya. “Kamu mau kemana, nak? Wajahmu terlihat sedih sekali, tanya wanita paruh baya. Tiba-tiba terdengar isakan tangis, lalu dengan suara yang serak ia menceritakan keberadaan di rumahnya. Ia sedih karena ayahnya setiap hari minum dan mabuk. Ia tidak tahu mengapa ayahnya tidak lagi bekerja. Ibunya menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga, harus bekerja dari pagi hingga malam. Kadang ibunya pun tak pulang. Ia bersama kakak dan adiknya kadang harus mengurus diri sendiri. “Kami seperti tak punya orang tua. Apakah kami yang salah hingga orang tua kami jadi seperti ini? Saya tidak mau pulang tapi saya tidak tahu harus kemana,” ungkap gadis berusia 16 tahun itu. Situasi seperti ini mungkin tidak hanya dialami oleh anak gadis ini tapi juga dialami oleh kita atau keluarga kristen yang ada di sekitar kita. Banyak anak-anak Kristen yang ditelantarkan oleh orang tua mereka karena berbagai masalah yang tak mampu dihadapi oleh ayah dan ibu mereka. Tak sedikit dari antara ayah atau ibu mereka yang terlibat mabuk-mabukan, percabulan, pesta pora, judi dan perbuatan cemar lainnya. Rasul Paulus mengatakan bahwa orang-orang yang demikian telah membiarkan hidupnya dipimpin oleh keinginan daging. Kehidupan orang Kristen seharusnya dipimpin oleh Roh, sebab Roh akan mewujudkan kehidupan yang penuh cinta kasih, sukacita, kabaikan, kesabaran, kesetiaan, damai sejahtera, dll.

Doa: Ya Yesus, tolonglah kami untuk hidup dipimpin oleh Roh-Mu. Amin.

Sabtu, 25 November 2023

bahan bacaan : Amsal 4 : 26-27

26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. 27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Menjaga Hati, Menjaga Hidup
Hari ini, kita memperingati dua moment penting, yakni Hari Guru Nasional dan Hari Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan. Memperingati Hari Guru mengingatkan kita bahwa guru adalah pahlawan yang berjasa mendidik dan mengajar anak bangsa menjadi manusia yang berkualitas, baik intelektual maupun moral (ahklak), sedangkan Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan mengajak kita agar STOP KEKERASAN terhadap perempuan baik fisik maupun psikis karena kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Maka baiknya kita berefleksi tentang dua moment tersebut berdasarkan perikop Amsal 4: 20-27. Perikop ini menjelaskan tentang tugas utama orang tua kepada anak-anak, yakni menasehatkan mereka supaya hidup sebagai orang-orang beriman (berhikmat). Mereka diajarkan untuk menjaga hati sebagai pusat kontrol pada diri manusia. Baik buruknya seseorang dapat ditentukan oleh hatinya. Karena itu, jagalah hati baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu (ay.23). Tema Mingguan: “Kuasailah Diri Dalam Segala Hal” hal ini juga berhubungan dengan menjaga hati. Maka dalam melaksanakan peran sebagai pengajar (orang tua/guru) kita harus menjaga hati, perkataan dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi menusak hidup. perilaku kita dengan baik dan menghentikan segala bentuk kekerasan yang berpotensi merusak hidup.

Doa: Bapa, ajarkan kami menjaga hati dengan baik untuk merawat kehidupan. Amin.

*SUMBER : SHK BULAN NOVEMBER 2023, LPJ-GPM

Tinggalkan komentar